P. 1
Mahatma Gandhi 1

Mahatma Gandhi 1

|Views: 11|Likes:
Published by Li Ting

More info:

Published by: Li Ting on Feb 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2013

pdf

text

original

PENDIDIKAN maHATMA PENGANTAR Setiap anak manusia yang terlahir ke dunia, untuk dapat mengarungi kehidupnya dengan wajar

, membutuhkan pendidikan. Sederhanya, setiap anak pasti membutuhkan latihan-latihan tertentu untuk sekedar dapat berjalan, membutuhkan latihan-latihan tertentu pula untuk dapat mengenali lingkungn tempat tinggalnya. Seluruh rangkaian latihan-latihan itulah yang disebut pendididkan. Oleh sebab itulah pendidikan menjadi sangat penting bagi kehidupan suatu manusia, terlebih bagi manusia yang hidup di era globalisasi. Semenjak awal konsep mengenai pendidikan telah banyak dibicarakan oleh banyak tokoh dan sekaligus telah diaplikasikan, namun uniknya hingga sekarang, pendidikan masih menyisakan masalah-masalah yang perlu dikaji ulang secara serius. Uniknya lagi, pendidikan yang berlangsung di berbagai tempat dalam kurun waktu tertentu memiliki permasalahan tersendiri. Di negara kita sendiri (Indonesia) misalnya, kasus KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang bermunculan di berbagai media, pelakunya ialah “orang-orang terdidik”. Seolah masyarakat telah sepakat untuk meyakini bahwa fasilitas istimewa dari negara hanya dapat dinikmati oleh mereka yang dapat mengaksesnya, mereka itulah “orang-orang terdidik”. Dengan demikian pendididkan yang awalnya memiliki tujuan mulia, kini mulai dipertanyakan ulang. Seiring dengan itu, penulis pun hendak melontarkan pertanyaan sederhana: pendidikan semacam apakah yang dibutuhkan oleh manusia? Setelah direnungkan, ternyata pertanyaan sesingkat itu akan memicu pembahasan yang tidak sederhana, secarik makalah semacam ini bukan media yang tepat untuk menjawab pertanyaan sesingkat itu. Namun penulis tidaklah berkecil hati, mengingat bahwa perjalanan panjang ribuan mil pasti selalu diawali dengan selangkah demi selangkah. Bila problematika pendidikan yang, seolah tak terbatas, dianalogikan dengan perjalanan panjang bermilmil maka kehadiran makalah ini bagaikan sebuah langkah kecil di dalamnya. Lebih lanjut, dalam pemaparan makalah singkat ini penulis hendak menghadirkan sebuah gagasan pendidikan dari tokoh pergerakan kemerdekaan India, yakni Mahatma Gandhi. Dalam autobiografinya “Semua Manusia Bersaudara” , Gandhi banyak mengkritik pendidikan konvensional yang berlaku saat itu dan sekaligus menyampaikan pendapatnya mengenai pendidikan yang ideal. Sebagai bagian anggota masyarakat yang hidup di era penjajahan, Gandhi berhasil tampil di garis terdepan sekaligus berjuang bersama masyarakat yang lain untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Seting semacam itulah yang menjadi latar belakang atas semua gagasanya, terutama gagasannya tentang pendididkan. BIOGRAFI SINGKAT MAHATMA GANDHI Menyebut nama Gandhi, artinya kita sedang menyebut sesosok pribadi sederhana dan unik.1 Sepak terjangnya memang tidak dapat dipisahkan dari tempat kelahirannya, yakni India. Lahir (2 Oktober 1869 di Porbandar) dan matinya (30 Januari 1948 di New Delhi)2 untuk sesuatu yang dicintainya: India. Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India, seorang aktivis yang tidak mau menggunakan kekerasan (Ahimsa), yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.3

yakni Swaraj (kemerdekaan). Hal ini tentu tidak akan pernah terwujud dan tercapai melalui metode-metode yang senyatanya bertentangan dengan semangat truth tersebut. hampir sebagian besarnya merupakan aksi massa. Memang sebelumnya belum pernah ada pemimpin politik India yang memiliki pengaruh sebesar Gandhi. tampaknya Gandhi berhasil menempa dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan berkomitmen penuh terhadap nilai-nilai kebenaran yang dianutnya. Ide-ide gagasannya merupakan semacam seruan tentang Ahimsa (nir-kekerasan). Saat itu dia melihat segala bentuk penindasan yang dialami oleh warga India di Afrika Selatan. semakin memposisikan Gandhi sebagai salah satu tokoh sentral India. yaitu suatu kebenaran obyektif. seorang Gandhi melakukan berbagai hal yang semakin memposisikan Gandhi sebagai tokoh sentral perjuangan. Tahun 1920. Memang bagi banyak orang. Sepertinya tak ada bakat khusus yang melekat pada dirinya. yang secara otomatis membuat swaraj sebagai cita-cita bersama tidak akan pernah terwujud. Gandhi dengan lugas dan sederhana berpesan. tetapi ketundukan tanpa syarat bangsa India-lah yang menyebabkan tanah air ini tetap berada dalam perbudakan bangsa asing. dalam hal ini mengandung makna sebagai truth (kebenaran). Namun berbeda dengan konsep perjuangan yang digagas oleh Gandhi. Perpecahan ini dimaknai Gandhi sebagai bentuk nontruth (ketidakbenaran) yang tentu saja bertentangan samangat truth dalam swaraj. Sebagian besarnya adalah aksi-aksi massa yang turun ke jalan sebagai bentuk show of force dalam suatu tahapan perjuangan. Tujuan bersama seluruh masyarakat India tersebut. rajin introspeksi diri . pada mula Gandhi bukanlah orang istimewa.6 Memang. kebenaran kolektif yang akan dicapai sebagai cita-cita bersama.Sebagian sejarawan mencatat bahwa dari sekian banyak kisah perjuangan dan revolusi. Sampai ketika pertama menjadi pengacara di India. Berbagai pembaruan dilakukannya antara lain mengubah Kongres Nasional India (India National Congress) yang tadinya sebuah partai kaum elit dan eksklusif kini menjadi partai massa. Begitupun saat dia telah kembali tinggal di India. Gandhi juga mengalami banyak kegagalan. “Bukanlah kekuatan senjata Bangsa Inggris. Datang sebagai seorang pengacara. Satyagraha (keteguhan berpegang pada kebenaran) dan Swadeshi (gerakan cinta produksi dalam negeri). tercatat bahwa ketokohan Gandhi di bidang politik sangat dominan. yaitu perpecahan antara umat Hindu dan umat Islam sebagai sesama waga India yang terikat dalam satu kesatuan bangsa. jika dikaji riwayat hidupnya. Mulai penolakannya terhadap serangkaian UU ataupun RUU buatan Inggris yang merugikan dan bahkan menindas warga India. Baru setelah menetap di Afrika Selatan untuk memperjuangkan hak-hak warga India di sana.4 Memulai perjuangannya semenjak persentuhannya dengan rakyat India di Afrika Selatan. pemalu. Seorang pemuda yang memiliki pembawaan canggung.”5 Gandhi meyakini bahwa metode yang diterapkan dalam perjuangannya terkait erat dengan tujuan yang ingin dicapai. gagasan semacam itu justru tidak populis dan tidak sesuai dengan tujuan perjuangan yaitu tercapainya swaraj (kemerdekaan). secara perlahan Gandhi mengokohkan diri sebagai salah satu tokoh perjuangan India yang cukup besar. Dengan tekun belajar. setelah mengantongi gelar bachelor dari Inggris. Seruan-seruan demikian bisa dikatakan sangat jauh dengan konsep perjuangan aksi massa sebagaimana lazimnya. dan tidak menonjol dalam pelajaran di sekolah. Suatu aksi yang melibatkan kumpulan massa dalam satu tindakan fisik sebagai bargaining position dengan pihak lawan. perlawanannya membela kaum petani miskin India yang dieksploitasi habis-habisan oleh para tuan tanah dan sederet kasus-kasus lainnya. Dukungan pada Gandhi dalam wadah ini mengakar sampai ke pelosok desa dan seluruh penjuru perkotaan India.

Kepandaian membaca dan menulis. adalah suatu kehidupan yang dangkal. di satu pihak lemah lembut secara fisik dan pantang kekerasan. bahkan sampai mencukur rambut kepalanya seorang sendiri. dan sebagainya. Maka saya lebih setuju bila pendidikan seorang anak dinilai dengan mengajar suatu cabang kerajinan tangan dan memungkinkan murid itu menghasilkan barang dari saat awal pendidikannya. Gandhi mampu mengangkat dirinya sebagai seorang publik figur yang berusaha menyatukan pikiran dengan perbuatannya. tidak hanya bagi masyarakat India tetapi juga bagi masyarakat dunia. Melek aksara hanyalah merupakan salah satu sarana untuk memungkinkan pendididkan seorang pria atau wanita. berkulit putih maupun berwarna. Gandhi mencontohkannya dengan selalu mencuci serta menggosok pakaiannya sendiri. tetapi pada saat bersamaan mampu memperhitungkan medan untuk mencapai tujuan idealisme. misalnya: tangan. Gandhi menambahkan bahwa semua kegiatan yang dilakukannya bersumber pada cinta kasihnya yang kekal kepada kemanusiaan. yang tidak memiliki latar belakang mendalam. bahkan bukan juga tujuan awal dari pendidikan. Gandhi seorang idealis.7 Suatu kehidupan yang tidak mempunyai akar. namun selain itu ia adalah manusia yang penuh dengan tindakan tanpa banyak retorika. Lebih lanjut menurut keyakinannya. bercita-cita membebaskan diri dari cengkeraman hawa nafsu untuk mencapai moksa (pencerahan). Gandhi dikenal sangat konsisten pendapatnya. menghormati kehidupan. akal. Kepandaian membaca dan menulis bukan merupakan tujuan akhir. Begitulah kehidupan Gandhi yang berakar dalam tradisi Hindhu yang amat mementingkan pencarian kebenaran secara sungguh-sungguh. mata. tampaknya Gandhi adalah sosok manusia paradoksal. Sebagaimana tertuang dalam autobiografinya.9 Sebagai tokoh pergerakan nasional India saat itu. Gandhi menegaskan bahwa pendidikan intelek yang sejati. Gandhi senantiasa berjuang sekuat jiwa-raganya untuk mewujudkan nilai-nilai kebenaran yang yakininya. telinga. orang sebangsa dan orang asing. Selanjutnya Gandhi menegaskan bahwa Pendididkan yang sempurna ialah pendidikan yang mampu membangkitkan sifat-sifat diri (bakat alamiah) kita sendiri yang terbaik. bukan merupakan pendidikan.disertai disiplin tinggi. menuangkan pikirannya dalam tulisan. Kemandirian yang dicontohkan Gandhi rupanya sangat berpengaruh besar. kaki. memperbaiki septunya sendiri. mengeni kemandirian ini misalnya. Dengan kemandirian. kini India menjadi salah satu negara Asia yang diperhitungkan dalam kancah dunia. Sepanjang hidup.8 PENDIDIKAN MENURUT GANDHI “Yang saya maksudkan dengan pendidikan ialah menampilkan sifat-sifat terbaik secara menyeluruh yang ada dalam kepribadian seseorang anak atau manusia –yaitu tubuh. Gandhi sering merenung. Pasalnya hanya dengan kemandirian itu masyarakat India dapat melepaskan diri dari intervensi penjajah Inggris. Gandhi tidak mengenal perbedaan antara kaum keluarga dan orang luar. masyarakat India tidak hanya berhasil mengusir penjajah Inggris dari negerinya. juga menjadi tujuan hidup semua manusia. tetapi di pihal lain pantang menyerah dan berani mengambil resiko masuk-keluar penjara. semua anak manusia bersaudara dan janganlah manusia yang satu merasa asing dengan lainnya.10 Pernyataan tersebut tampak sangat . Gandhi menekankan bahwa setiap manusia harus mandiri. hanya dapat dicapai dengan latihan anggota-anggota tubuh manusia. Kebahagiaan semua manusia ialah tujuan hidupnya. hidung.” Demikian secara Gandhi mengungkapkan pandangannya tentang pendidikan dalam autobiografinya. dan jiwa.

bangsa dan negara.14 Pandangan Gandhi semacam itu tiada lain karena dilatarbelakangi oleh kekecewaannya terhadap lembaga pendididkan pemerintah kolonial saat itu yang dinilainya sebagai pemborosan dan melahirkan banyak pengangguran. jika pembinaan akal dan tubuh tidak dilakukan seiring dengan membangkitkan jiwa12. Keputusan untuk menempuh jalan damai semacam itu bukan suatu keputusan yang mudah sebab harus dibarengi dengan cara-cara cerdas. maka pendidikan akan melahirkan pribadi-pribadi yang cerdas tapi bermental kriminal. Dan sebaliknya. terutama bila bahaya kekerasan sedang mengancam diri sendiri. Lembaga pendididkan pun berkewajiban mendidik serta menyediakan fasilitas bagi siswa-siswinya supaya menjadi ahli-ahli tertentu sesuai bakat alamiahnya. Hal tersebut bertujuan supaya kegiatan pendidikan tidak diintervensi oleh pemerintah. pendidikan yang mengutamakan hati tapi tidak mengembangkan akal. Gandhi sangat menghendaki adanya keseimbangan antara akal dan hati. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. akhlak mulia. masyarakat. Bahkan Gandhi sampai menegaskan bahwa mempelajari Bahasa Gujarati serta seluruh aspek budaya India jauh lebih penting daripada belajar Bahasa dan budaya Inggris. Mengenai biaya pendidikan. 20 Tahun 2003 yang menurutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. mempelajari kerajinan tangan yang dilakukan dengan dengan pendekatan ilmiah akan dapat meningkatkan akal budi. melainkan sebaliknya. maka pengimbangan akal dan tubuh akan terbukti menjadi berat sebelah. akan melahirkan manusia-manusia yang lemah dan mudah dijajah. pendidikan ketrampilan lebih diutamakan daripada pendidikan rasio murni sebab menurutnya. Dengan kata lain.serasi bila disandingkan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia No. kepribadian. Untuk mendukung gagasannya tentang pengembangan bakat alamiah tersebut. Pendidikan yang hanya mengandalkan optimlisasi akal. bagi Gandhi. Kekerasan baru akan selesai bila disandingkan dengan anti tesisnya. yakni nir-kekerasan. Konsep ahimsa (anti kekerasan) yang dijadikan sebagai metode utama dalam perjuangan Gandhi misalnya. Gandhi mengusulkan supaya biayanya ditanggung bersama (oleh lembaga dan siswasiswinya) secara adil dan merata. Sebuah bangsa akan menjadi maju bukan dengan mempelajari budaya asing. Maka pengembangan akal budi yang tepat dan menyeluruh hanya dapat dilaksanakan bila hal itu berlangsung seiring dengan pendidikan anggota-anggota tubuh dan jiwa anak.11 Secara tegas Gandhi mengritik. kecerdasan. dengan mengesampingkan peran hati. bukan malah sebaliknya. . pengendalian diri. Dengan demikian kahlian mereka dapat dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan umum. sekaligus akan leluasa bila melakukan kritik terhadap pemerintah. Seiring dengan itu. Dan justeru bila gelar kesarjanaan diukur berdasarkan keahlian tertentu –dan memandang dirinya sederajat dengan buruh biasa— maka angka pengangguran bergelar sarjana dapat dikurangi karena mereka bersedia kerja keras sebagaimana kaum buruh pada umumnya. Gandhi juga tidak melupakan peran budaya setempat. mengemangkan budaya sendiri. tidak dilakukan atas dasar ketidakberdayaan melainkan sebuah keputusan sadar bahwa kekerasan tidak bisa dilawan dengan kekerasan.13 Selain itu setiap lembaga pendidikan pun diupayakan untuk melakukan swasembada alias tidak menggantungkan diri pada pemerintah.

terdiri dari aliran-aliran yang satu sama lain berangkat dari suatu kritik terhadap pendahulunya. esensialisme. Lebih lanjut Pragmatisme mengakui pula bahwa pnedidikan merupakan urusan pribadi-pribadi. dalam kepercayaan Hindhu. agama Hindhu juga mengajarkan tentang keabadian jiwa. Aliran-aliran tersebut antara lain. pembinaan akhlak memang tidak ada sangkut-pautnya dengan sastra. Berbeda lagi dengan esensialisme yang meyakini bahwa realitas bersifat subjektif dan pendidikan merupakan pilihan pribadi. akan tetapi sulit sekali menebak-nebak jawabannya. sejak awal kita telah mengenalnya bahwa ia merupakan seorang agamawan. keyakinan terhadap adanya Tuhan menjadi doktrin wajibnya. Sebaliknya Gandhi lebih sepakat bila sarjana-sarjana yang mempelajari sastra asing itu kemudian menerjemahkannya dalam bahasa daerahnya masing-masing sehingga dapat mudah dipelajari oleh yang lainnya. penulis perlu mencatat basis filosofi dalam gagasan Gandhi. mengutamakan rasionalitas. Di manakah letak gagasangagasan Gandhi dalam konteks filsafat pendidikan sebagaimana tersebut pada paragraf sebelumnya? Sekali lagi pertanyaan tersebut mudah dilontarkan. Masing-masing aliran sudah tentu memiliki ciri-khas serta basis filosofinya sendiri. Sementara Realisme meyakini sebaliknya. pragmatisme. bukan hanya terhadap sastra melainkan semua pengetahuan yang tidak membawa manfaat bagi masyarakat umum. dengan menggunakan sains itulah manusia mengembangkan dirinya.15 Berdasarkan aliran-aliran itulah kita kembali melihat gagasan Gandhi. sebab di mata Gandhi keberadaan mereka tidak membawa perubahan sosial apapun. eksistensialisme. Pragmatisme berpendapat bahwa realitas merupakan interaksi antara manusia dengan lingkungannya. pendidikan sastra tidak dapat meningkatkan nilai-nilai susila. Ontologi Mengenai Gandhi. idealisme. Setidaknya dapat dikatakan bahwa gagasan-gagasan Gandhi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh doktrin agama yang dianut olehnya. pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi-pribadi. Selain itu. Berbeda lagi menurut Rekonstruksionisme bahwa pendidikan harus dapat membawa perubahan sosial. yang sama-sama mengakui keabadian jiwa sebagaimana Idealisme. sebagai berikut: A. realisme. Idealisme sebagai kelanjutan dari filsafat Plato meyakini bahwa pendidikan ialah sama artinya dengan mengembalikan memori lama tentang Idea (alam spiritual).Sepintas Gandhi memang terlihat sangat membenci bahasa dan budaya asing. Disusul oleh esensialisme dan perenialisme. yakni Hindhu. sains harus dimanfaatkan dalam ranah kepentingan umum bukan malah sebaliknya. Namun sebelum mengalir lebih jauh. mengalami reinkarnasi terus-menerus sampai dapat mengalami moksa (tercerahkan). analitis filosofis dan rekonstruksionisme. Jiwa. namun setelah dikaji secara mendalam tampaklah titik terangnya. meskipun tafsir masing-masing penganut terhadap Tuhannya selalu berbeda. Epistemologi . Menurut hemat penulis. Sebagaimana agama-agama pada umumnya. FILSAFAT PENDIDIKAN GANDHI Filsafat pendidikan sebagaimana yang penulis pelajari selama satu semester penuh. Menurut Gandhi. perenialism. Gandhi memang mengritik sarjana-sarjana yang dibiayai oleh pemerintah untuk mempelajari kesusastraan asing. B. pendidikan harus mengutamakan pengalaman sebab realitas sejati merupakan materi yang ditangkap oleh manusia melalui sensasi dan abstraksi. telah ditentang secara terang-terangan oleh Gandhi.

sebagaimana keyakinan kaum Pragmatisme. Filsafat Pendidikan. Memang. tidak cukup hanya dengan mengoptimalisasi daya nalarnya sebab tanpa akal budinya manusia menjadi bukan manusia. 2011. [] DAFTAR PUSTAKA Barnadib. Pengetahuan diperoleh manusia melalui pencerapan terhadap sebuah pengalaman ataupun dengan sebuah realita dalam kehidupan. Gandhi tidak hanya mementingkan rasionalitas sebagai sumber pengetahuan tetapi pengalaman (empiris) juga memiliki peran sangat penting. Namun secara keseluruhan kita dapat memahami bahwa pemikiran Gandhi semacam itu tiada lain merupakan respon terhadap kondisi yang terjadi saat itu. Imam. Gandhi lebih mengutamakan aspek empiris daripada rasionalitas. Bahkan di beberapa kasus. dengan mengesampingkan aspek lainnya. Pengetahuan adalah hasil aktivitas tertentu. Keterampilan-keterampilan. Dengan demikian.Dalam konsepsinya mengenai pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media . Semua Manusia Bersaudara. terj. Gandi pun sepakat bahwa pendidikan bertujuan agar siswa menguasai disiplin-disiplin dasar “subjek matter” dan diharapkan supaya siswa dapat menggunakan disiplin-disiplin tersebut untuk memecahkan masalah pribadi. Apapun bentuknya. Memanusiakan manusia. Aksiologi Sekali lagi bagi Gandhi. Bandung: CV Alfa Beta Suhartono. Mahatma. Uyoh. pengembangan intelektual atau kecerdasan sehingga dapat mempersiapkan siswa dalam bermasyarakat yang beradab. 2002. 1968. pendidikan juga harus membawa manfaat bagi masyarakat umum. Filsafat Pendidikan. nilai-nilai bersifat luhur dan abadi dan sebab itulah nilai menjadi lebih penting daripada segalanya. Yogyakarta: Adi Cita Karya Nusa Gandhi. Pengantar Filsafat pendidikan. sosial dan kemasyarakatan. apapun jenis aliran yang dapat kita lekatkan untuk gagasan Gandhi. Suparlan. Menurut hemat penulis. Kustiniyati Mochtar. pendidikan akal budi lebih penting daripada pendidikan intelektual. Pendidikan bertujuan untuk mencapai standar akademik yang tinggi. dan nilai-nilai yang tepat. membentuk unsur-unsur yang inti (esensial) dari sebuah pendidikan. sikap-sikap. Sepintas gagasan metafisika Gandhi mirip pandangan Esensialisme namun di sisi lain tampak sangat Rekonstruksionisme. Gandhi sangat mementingkan adanya keseimbangan antara akal dan hati. Namun selain itu. tanpa data empiris maka akal manusia tidaklah berarti apa-apa alias tidak berfungsi. C.Jakarta: Yayasan Obor dan PT Gramedia Pustaka Utama Sadulloh. 2006. Selain aspek kognitif terdapat pula aspek psikomotorik yang tidak boleh dilupakan oleh pendidikan. semua tergantung keputusan masing-masing. tentu karena masing-masing hendak menonjolkan salah satu aspek dalam pemikiran Gandhi. bagi Gandhi. semua tetap harus dipahami dalam konteks kesejarahannya masing-masing. kita menjadi semakin sulit untuk memasukkan pemikiran Gandhi ke dalam keranjang mana dalam filsafat pendidikan. Berdasarkan rumusan singkat tersebut. Bagi Gandhi. Artinya telah jelas bahwa nilai atau moralitas menjadi kunci dalam gagasan Gandhi. namun pendidikan yang baik juga harus dibarengai dengan sikap mental yang baik alias bermoral.

Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu bernama Nathuram Godse yang marah karena kepercayaan Gandhi yang menginginkan rakyat Hindu dan Muslim diberikan hak yang sama. Bersikap Seperti Gandhi. hlm.kotakinformasi. dalam http://www.Suryadilaga. 11 Alfatih Suryadilaga. 181. 2005. Semua Manusia Bersaudara: Kehidupan dan Gagasan Mahatma Gandhi sebagaimana diceritakan Sendiri. dalam http://suryadilaga.org/wiki/mahtma-gandhi Awitara. Islamku. New Delhi. dalam http://www. 19.wikipedia. akses 28 Desember 2011 8S. Mahatma Gandhi : Prinsip Hidup. Kustiniyati Mochtar.com/2011/04/29/peran-laki-laki-dalam-pendidikan-keluarga/ Ensiklopedia Online.com/bersikapsepeti-gandhi.wordpress. 178. hlm. Roda dan Konsep Perjuangan. 3Dikutip dari Ensiklopedia Online.wordpress. 176. 176. 346. 176.wordpress.kotakinformasi.id. terj. ditulis 29 April 2011 dalamhttp://suryadilaga. akses27 Desember 2011 7Awitara. 12“Yang saya maksudkan dengan membangkitkan jiwa ialah pendidikan bathin. Pengantar dalam Semua Manusia Bersaudara. Roda Pintal dan Konsep Perjuangan Gandhi: Suatu telaah Filsafat Politik. xv. Jakarta: The Wahid Institute. 1968. Semua Manusia Bersaudara. hlm. Radhakrishnan. 6Taufan Suqma.kotakinformasi. seorang fisikawan besar abad 20 pernah mengataka. Abdurrahman Wahid. Alfatih. http://www.com 5Francis Alappatt. 10Mahatma Gandhi.jurnalfilsafat. Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Pemikiran Politik Dan Konsep Ekonomi. http://www. Semua Manusia Bersaudara.com/bersikap-seperti-gandhi 2Pada 30 Januari 1948.wikipedia. Semua Manusia Bersaudara. hlm. 1968. 9Mahatma Gandhi. dalam http://www.id. hlm. 14Mahatma Gandhi. Gandhi kemudian dikremasi di Taman Pahlawan Rajghat.com/2011/04/29/peran-laki-laki-dalam-pendidikankeluarga/ akses 5 Januari 2012. Islam Anda. Peran Laki-laki dalam Pendidikan Keluarga. 2006. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.” Dikutip berdasarkan catatan Awitara. http://jurnlfilsafat.org/wiki/mahtma-gandhi 4Dikutip dari Taufan Suqma. Bersikap Seperti Gandhi. hlm. hlm.” sebagaimana penuturan Mahatma Gandhi.com/bersikapseperti-gandhi 1Albert Einstein. “Mungkin generasi berikutnya akan sulit percaya bahwa kalau ada orang seperti itu pernah hidup di dunia ini. Bersikap Seperti Gandhi. . hlm.com. Semua Manusia Bersaudara. Peran Laki-laki dalam Pendidikan Keluarga. dalam http://www. 1968. 13Mahatma Gandhi.wordpress.wordpress. 1968.

Bandung: CV Alfa Beta . Pengantar Filsafat Pendidikan.15 Uyoh Sadulloh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->