P. 1
Agama

Agama

|Views: 26|Likes:
Published by Abdul Anas
MAKALAH
MAKALAH

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Abdul Anas on Feb 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

VI.

IPTEKS DALAM ISLAM
A. Pengertian IPTEKS Dalam Islam dan Sumbernya 1. Pengertian IPTEKS Pengetahuan yang dimiliki manusia ada dua jenis, yaitu: 1. Dari luar manusia, ialah wahyu, yang hanya diyakini bagi mereka yang beriman kepada Allah swt. Ilmu dari wahyu diterima dengan yakin, sifatnya mutlak. 2. Dari dalam diri manusia, dibagi dalam tiga kategori: pengetahuan (knowledge/kenneis), ilmu pengetahuan (watenschap/science) dan filsafat. Ilmu dari manusia diterima dengan kritis, sifatnya nisbi. Al-Qur‟an dan As-Sunnah adalah sumber Islam yang isi keterangannya mutlak (absolut) dan wajib diyakini (QS. Al-Baqarah/2:1-5 dan QS. An-Najm/53:3-4). Berbagai definisi tentang sains, teknologi dan seni telah diberikan oleh para filosuf, ilmuwan dan budayawan seolah-olah mereka mempunyai definisi masing-masing sesuai dengan apa yang mereka senangi. Sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan sedangkan dalam sudut pandang filsafat ilmu, pengetahuan dengan ilmu sangat berbeda maknanya. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra, intuisi dan firasat sedangkan, ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi, diorganisasi, disistematisasi dan diinterpretasi sehingga menghasilkan kebenaran obyektif, sudah diuji kebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah. Secara etimologis kata ilmu berarti kejelasan, oleh karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri kejelasan. Kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur‟an. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan obyek pengetahuan sehingga memperoleh kejelasan. Dalam kajian filsafat, setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Sebab itu seseorang yang memperdalam ilmu tertentu disebut sebagai spesialis, sedangkan orang yang banyak tahu tetapi tidak mendalam disebut generalis. Karena keterbatasan kemampuan manusia, maka sangat jarang ditemukan orang yang menguasai beberapa ilmu secara mendalam. Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan. Dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif dan netral. Dalam situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi untuk merusak dan potensi kekuasaan. Di sinilah letak perbedaan ilmu pengetahuan dengan teknologi. Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta. Netralitas teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia dan atau digunakan untuk kehancuran manusia itu sendiri. Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan ekspresi jiwa seseorang. Hasil ekspresi jiwa tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni identik dengan keindahan. Keindahan yang hakiki identik dengan kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu keabadian. Benda-benda yang diolah secara kreatif oleh tangan-tangan halus sehingga muncul sifat-sifat keindahan dalam pandangan manusia secara umum, itulah sebagai karya seni. Seni yang lepas dari nilai-nilai ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah hawa nafsu bukan akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah bagi orang-orang yang kematangan jiwanya terus bertambah. Dalam pemikiran sekuler perennial knowledge yang bersumber dari wahyu Allah tidak diakui sebagai ilmu, bahkan mereka mempertentangkan antara wahyu dengan akal, agama dipertentangkan dengan ilmu. Sedangkan dalam ajaran Islam wahyu dan akal, agama dan ilmu harus sejalan tidak boleh dipertentangkan. Memang demikian adanya karena hakikat agama adalah membimbing dan mengarahkan akal. 2. Sumber IPTEKS Dalam pemikiran Islam, ada dua sumber ilmu yaitu akal dan wahyu. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akal budinya berdasarkan tuntunan Al-Qur‟an dan sunnah rasul. Atas dasar itu, ilmu dalam pemikiran Islam ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) tingkat kebenarannya bersifat mutlak, karena bersumber dari Allah. Ada pula ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) tingkat kebenarannya bersifat nisbi, karena bersumber dari akal pikiran manusia .

Allah memberikan petunjuk berupa agama sebagai alat bagi manusia untuk mengarahkan potensinya kepada keimanan dan ketakwaan bukan pada kejahatan yang selalu didorong oleh nafsu amarah. Oleh karena itu. Ilmu harus difungsikan sesuai dengan petunjuk Allah swt. . komunal dan temporalnya) Ayat al-qauliyah (Al-Qur‟an dan sunnah rasul) Interpretasi manusia terhadap fenomena kauniyah melahirkan ilmu pengetahuan: biologi. karena alam diciptakan untuk kehidupan manusia sendiri. (QS. dengan kata lain iman. karena Allah menciptakan manusia. sosiologi. manusia mendapat amanah dari Allah untuk memelihara alam. Integrasi Iman. Posisi ini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada penciptanya. fisika. Dengan hilangnya rasa syukur mengakibatkan ia menghambakan diri kepada hawa nafsunya. Dalam konteks 'abdun. santri-pelajar dan sebagainya. Fushshilat/41:53 dan QS. Keikhlasan manusia menghambakan dirinya kepada Allah akan mencegah penghambaan manusia kepada sesama manusia termasuk pada dirinya. Tanggung Jawab Ilmuwan Terhadap Alam dan Lingkungan Ada dua fungsi utama manusia di dunia yaitu sebagai abdun (hamba Allah) dan sebagai khalifah Allah di bumi.t. iman diidentikkan dengan akar dari sebuah pohon yang menopang tegaknya ajaran Islam. antara agama. Ilmu diidentikkan dengan batang pohon yang mengeluarkan dahan-dahan/cabang-cabang ilmu pengetahuan. ulama-intelektual. sedangkan esensi khalifah adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri dan alam lingkungannya. Dengan kedua kecenderungan tersebut. C. sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur‟an S. Dalam pandangan Islam.B. Ilmu-ilmu yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah s.w. Untuk menggali potensi alam dan memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. Al-Mujadalah/58:11). ilmu pada hakekatnya tidak bersifat dikotomik seperti : ilmu agama-ilmu umum. Seandainya Allah tidak menciptakan manusia. Sama halnya pengembangan ipteks yang lepas dari keimanan dan ketakwaan tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan menghasilkan kemaslahatan bagi ummat manusia dan alam lingkungannya bahkan akan menjadi malapetaka bagi kehidupannya sendiri. Allah menciptakan alam. Asy-Syams/91:8). manusia menempati posisi sebagai ciptaan Allah. dua ayat Allah dihadapkan kepada manusia: Ayat al-kauniyah (alam semesta dan manusia: individu. sejarah dan lain-lain. komunikasi. Manusia diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi. Perbuatan baik seseorang tidak akan bernilai amal saleh apabila perbuatan tersebut tidak dibangun di atas nilai-nilai iman dan ilmu yang benar. maka Allah tidak perlu menciptakan alam. fungsi hidup manusia sebagai khalifah akan menjadi kurang dan kehidupan manusia akan tetap terbelakang. ilmu politik. syari‟ah dan akhlak. Kalau terjadi kerusakan alam dan lingkungan ini lebih banyak disebabkan karena ulah manusia sendiri. antropologi. akan memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan ummat manusia termasuk bagi lingkungannya (QS. ilmu pengetahuan. Fungsi yang kedua sebagai khalifah atau wakil Allah di muka bumi. ketundukan dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah. Interpretasi manusia terhadap fenomena qauliyah melahirkan pemahaman agama (actual). madrasah-sekolah. kimia. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu identik dengan teknologi dan seni. Ali-Imran/3:164). menggali sumber-sumber daya serta memanfaatkannya dengan sebesarbesar kemanfaatan untuk kehidupan ummat manusia dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Esensi dari abdun adalah ketaatan. Ar-Rum/30:41). Tanpa menguasai IPTEKS. Kebenaran hakiki dan sumber ilmu ialah pada Allah swt.Ibrahim/14:24-25 Ayat di atas menganalogikan bangunan Dienul Islam bagaikan sebatang pohon yang baik. Menurut Al-Qur‟an. Manusia diciptakan Allah dengan dua kecenderungan yaitu kecenderungan kepada ketakwaan dan kecenderungan kepada perbuatan fasik (QS. Ilmu dan Amal Menurut Islam. agar terjaga kelestariannya dan keseimbangannya untuk kepentingan ummat manusia. Keengganan manusia menghambakan diri kepada Allah sebagai pencipta akan menghilangkan rasa syukur atas anugerah yang diberikan sang pencipta berupa potensi yang sempurna yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya yaitu potensi akal. Mereka tidak menjaga amanat Allah sebagai khalifah (QS. teknologi dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasi dalam suatu sistem yang disebut Dienul Islam. ilmu dan amal shaleh/ikhsan. Didalamnya terkandung tiga unsur pokok yaitu aqidah. baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam.

arus Globalisasi juga menimbulkan dampak negative yang sangat perlu mendapatkan perhatian.UMAT ISLAM DALAM ERA GLOBALISASI Umat islam dalam era globalisasi Oleh: Ahmad Adaby Darban Globalisasi atau proses mendunia. adanya ledakan informasi yang menguasai kehidupan manusia. apabila kita lengah. Al Qoshos: 77). arus globarisasi itu dapat mengancam kehidupan sejak dari keluarga. Dalam rangka untuk menguatkan umat menghadapi arus Globalisasi. Memperkokoh Istiqomah Umat Islam pada pengetahuan-pemahaman-serta mengamalan ajaran Islam. memberikan kesejahteran bagi seluruh alam. sekaligus sebagai peluang untuk dapat dengan cerdas. antara lain : Pertama. Manusia dengan mudah berkomunikasi. Ali Imron: 102 ). Di samping dampak positif. Hal itu didukung oleh sarana dan prasarana teknologi informasikomunikasi serta transportasi yang semakin melancarkan hubungan umat manusia. Dalam kitabullah Al Qur‟an sebagai pedoman hidup manusia ini. Arus Globalisasi itu kini semakin deras. komsumerisme. Umat Islam harus memperkuat Iman dan juga harus memiliki Ilmu Pengetahuan yang luas ( Q. Al Mujadilah 11 ). berlandaskan Ta‟awun atau gotong-royong. Kesemuanya itu saling menjaga. yaitu a) Mempunyai orientasi hidup yang jelas bahagia di akhirat. c) Tidak membuat kerusakan di bumi. sekulerisme dan sebagainya ). akan barokah dan mamfaat bagi kehidupan peradaban manusia. adalah terjadinya hubungan komunikasi umat manusia di seluruh dunia yang semakin efektif. taktik-strategi kejahatan. akan mahir mengendalikan diri dan menyeleksi pengaruh arus Globalisasi. dan trampil memanfaatkan untuk Jihad ( berjuang sungguhsungguh ) menyampaikan aspek-aspek ajaran Islam sebagai Rahmat Lil‟alamien. sehingga dapat selamat. sehingga merata di seluruh dunia. H. terperosok dalam neraka (Q. tidak waspada. Amaliah. dengan mengupayakan berbuat baik dan bahagia sejahtera di dunianya. liberalisme. maka perlu dipahami dan dihayati ajaran Allah Swt. sangat menonjolkan hak individunya. syiasyah. Dengan fondasi ajaran Islam ini insyaAllah akan mempu menjadi filter dan punya daya tangkal terhadap arus negative Globalisasi atau arus popularitas zaman.Sejarah FIB UGM & Sekretaris FUI DIY . dan agama hanya dipahami hanya untuk aspek individual belaka. At Tahrim: 6 ). Bagi Umat Islam. termasuk dapat dengan cepat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengaruh negative dari luar (seperti pornografipornoaksi. dan menimbulkan dapak positif maupun negatif. dan masyarakatnya. Keempat. Dalam menhhadapi tantangan arus Globalisasi. umat Islam perlu giat memperkokoh Benteng dengan memperkuat fondasi Aqidah. sehingga benar-benar Muttaqin (bertaqwa) dan sampai akhir hayat tetap dalam keadaan muslimin ( Q. Ketiga. dan kurang siap menghadapinya.. b).S. dan justeru dapat memanfaatkannya sebagai sarana dakwah dan pengembangan Islam di dunia yang lebih luas. Umat dapat mengamalkan konsep hidum manusia dalam (Q. Memperkokoh Rumah Tangga Sakinah dengan landasan Cinta-Kasih-Sayang. Dosen Jur. informasi dari belahan dunia yang jauh dapat segera diletahui oleh manusia dibelahan dunia yang lain. Umat Islam akan tegar berani menghadapi arus Globalisasi. Dengan memahami dan menghayati serta mengamalkan ajaran Islam dengan benar. masyarakat dan kemudian negara. dan Akhlaqul Karimah. Dengan demikian. Dapak positifnya antara lain.SU. dan mempengaruhi sendi kehidupan masing-masing keluarga. Kehidupan beragama hanya diambil ritualnya saja. Adapun dampak negatifnya antara lain.S.S. Bebuat kebaikan pada sesama manusia dengan amal sholehnya. sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan kehidupan umat manusia di seluruh dunia. akan jadi penentu menguasai/mempengaruhi masyarakat dunia. sehingga Ilmu dan Teknologi yang tumbuh dan berkembang dilandasi oleh Iman yang kokoh. Kehidiupan manusia semakin didorong individualistis. sehingga terjadi iklim saling mempengaruhi semakin meluas. hedonisme. dan bahkan dapat tampil dengan mahir menggguna Ilmu-Pengetahuan & Teknologi sebagai sarana dan prasarana perjuangan dakwah-Amar makruf nahi mungkar. Dengan demikian itu. keluarganya. Syari‟ah-Ibadah. Kedua. menghadapi arus Globalisasi ini merupakan tantangan. Drs. dengan leluasa masuk menusuk jantung rumah tangga kita. agar jangan sampai dirinya. membangun masyarakat yang Marhammah-Qoryatan Toyyibah ( tentram-damai ).S. dengan demikian yang mengusai media informasi. Ahmad Adaby Darban.

xi). sehingga kurikulum PAI harus dibebani dengan muatan pendidikan multikulturalisme? Jika tujuannya adalah untuk hidup berdampingan secara damai dengan umat-umat lain. neraka.” dan sebagainya. maka perlu diberikan makna baru. kita tentu bertanya. Baghdad. Sesuai undangan. Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫ )ملس و هيلع هللا ىلص‬memelopori satu Negara dengan Konstitusi tertulis. Acara ini diselenggarakan oleh“Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMK Provinsi DKI Jakarta”. pada bagian yang mana? Sebagai kaum Muslim. sebelum memasukkan suatu materi dalam kurikulum PAI. Dalam buku tersebut disebutkan.” (hal. 04 April 2012 oleh: Dr. bahwa Latar belakang dan Tujuan diajarkannya pendidikan multikultur dalam PAI adalah: “Pendidikan multikultural adalah proses penanaman sejumlah nilai yang relevan agar peserta didik atau siswa dapat hidup berdampingan secara harmonis dalam realitas keberagaman dan berperilaku positif. tanpa mengaburkan dan menghapuskan nilai-nilai agama. 27 Februari 2012. bakti. Andalusia dan sebagainya. Di Palestina. Di dalam buku Panduan Integrasi. ini pun disebutkan contoh tentang Piagam Madinah yang memberikan jaminan kehidupan kemasyarakatan bagi pemeluk agama-agama lain. Idealnya. apakah selama ini PAI di sekolah-sekolah kita tidak mengarahkan anak didik untuk memahami multikulturalisme. Tema yang diminta ke saya adalah telaah terhadap buku yang berjudul “Panduan Integrasi Nilai Multikultur dalam Pendidikan Agama Islam pada SMA dan SMK” – selanjutnya disingkat Panduan Integrasi. bekerjasama dengan Kementerian Agama RI. sehingga kurikulum tersebut perlu diubah. Adian Husaini PADA Hari Senin. (Diterbitkan oleh PT Kirana Cakra Buana. TIFA Foundation dan Yayasan Rahima). saya mendapat undangan untuk mengisi acara bernama “Kegiatan Multikultur. maka sejak awal mula Islam sudah mencontohkan hal itu. Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan. seperti yang dilakukan para pendakwah Islam di Nusantara yang melakukan Islamisasi terhadap istilah “sorga. kita diajarkan untuk tidak menutup diri terhadap istilah atau konsep-konsep baru dari luar Islam – seperti multikulturalisme. pahala. pertama di dunia. dosa. secara konseptual maupun dalam realitas sejarah. dan apakah sudah begitu mendesaknya. Di Madinah. diteliti dengan ilmiah. Palestina. Sudah sama-sama kita pahami. sehingga dapat mengelola keberagaman menjadi kekuatan untuk mencapai kemajuan Indonesia. Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII). Pembelajaran PAI Berbasis Fitrah. dan Pemberdayaan Manajemen MGMP” di Jakarta. dikurangi. Khalifah Umar bin Khathab adalah pemimpin pertama di dunia yang memberikan . Jika memang ada. agar jangan sampai muncul kesan bahwa “Pendidikan Multikultural” kita masukkan ke dalam kurikulum PAI karena desakan eksternal atau memanfaatkan peluang ketersediaan finansial yang menjanjikan. Membaca tujuan itu. Jika tidak sesuai dengan pandangan alam Islam (the worldview of Islam). Islam adalah agama yang terbukti berhasil mewujudkan masyarakat multikultur di Madinah. Itu perlu dilakukan.“Multikulturalisme dalam Pendidikan Agama Islam” Rabu. identitas diri dan budaya. Tetapi istilah itu perlu diklarifikasi maknanya. atau ditambah. jauh sebelum adanya istilah multikultural ini. bahwa kurikulum PAI selama ini tidak atau kurang berwawasan multikultural.

Sebagaimana pernah kita bahas dalam CAP yang lalu. yaitu Tuhan. penggunaan istilah “multikulturalisme sebagai paradigma baru Pendidikan Islam” itu pun . bahwa keberhasilan negara-negara Barat ini memakan waktu atau sejarah yang panjang serta menerapkan cara. Dan Islam – sebagaimana diakui dalam buku ini – sudah berhasil mewujudkan kehidupan harmonis antar berbagai kelompok yang beragam. xiv). bahwa setelah Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫ )ملس و هيلع هللا ىلص‬diutus. metode dan strategi yang berbeda-beda. Memahami sejarah sosial suatu perdaban sangat penting. hanya karena tempat kelahiran dan kewarganegaraan yang berbeda. Sejarah sosial Islam sangat berbeda dengan sejarah kehidupan keagamaan di Barat yang beratus tahun menerapkan sistem Teokrasi (pemerintahan yang dilegalisasi Tuhan melalui wakil-Nya. Perbedaan tidak identik dengan konflik. Kesadaran akan pentingnya pluralisme dan multikulturalisme dipandang menjadi perekat baru integrasi bangsa yang sekian lama tercabik-cabik. Jika kita renungkan. Muhaimin. manusia diperlakukan sangat diskriminatif. dan Australia. lihat Adian Husaini.(‫ س لم‬a Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫ )ملس و هيلع هللا ىلص‬diutus? Contoh ketiga. Ia menulis: ”Semua agama. Sang guru besar menulis. Inilah dimensi esoterik agama. Misalnya di Amerika Serikat sendiri. nilai-nilai multikultural sekarang ini banyak didesakkan ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. 34). Wajah Peradaban Barat (Jakarta: Gema Insani Press. khususnya umat Islam.” (hal. Inggris. Begitu juga Inggris. Perancis. nasib TKI-TKW kita di luar negeri. sebuah buku berjudul Pluralisme dan Multikulturalisme. bahwa saat ini sudah “mendesak sekali “membumikan” pendidikan Islam berwawasan pluralisme dan multikulturalisme. sebab makna suatu konsep tidak terlepas dari sejarah dan sistem (medan) makna yang ada dalam suatu peradaban.nakranebid ala‟ataW uhanahbuS hallA habmeynem arac aumes akiJ . Padahal. Yakni. kata Frithjop Schuon. dan Islam (Jakarta: Gema Insani Press. dan perbedaan bersifat simbolik lainnya). sekaligus jantung semua agama (the heart of religion). Sang professor mengajukan gagasan perlunya pengembangan studi agama berbasis paham multikulturalisme dan Kesatuan Transendensi Agama-agama. Tujuan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat adalah baik. lihat Adian Husaini. Dengan logika ini. Kristen. Tinjauan Historis Konflik Yahudi. gagasan transendentalisme semacam itu tidak sesuai dengan Islam. maka syariat yang berlaku bagi umat manusia adalah syariat Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫و هيلع هللا ىلص‬ pa kutnu ulal . lalu untuk apa dimasukkan “Pendidikan Multikulturalisme” dalam kurikulum PAI? Apa yang salah dengan kurikulum PAI selama ini? Buku Panduan Integrasi ini menjelaskan latar belakang diajarkannya Pendidikan multikulturalisme: “Harus kita sadari bersama. 2005). tempat ibadah. (Tentang sejarah toleransi Islam.” (hal. ungkapan-ungkapan bahasa agama. Lihatlah nasib para imigran di berbagai negara! Bukankah mereka semua adalah manusia – yang katanya punya HAM dan tidak boleh diperlukan secara diskriminatif? Keberagaman makna Menyimak berbagai buku-buku tentang Pendidikan Multikulturalisme selama ini. Dr. 46). sehingga menimbulkan trauma sejarah dan keagamaan yang mendalam. tentang sejarah sekalisasi di Barat. M. Disebabkan karena klaim kebenaran inilah. Menyimak pernyataan tersebut. kita patut bertanya dan bersikap kritis: Benarkah Negara-negara Barat berhasil menerapkan multikulturalisme? Mengapa di AS tidak kita jumpai ada menteri Muslim? Mengapa umat Islam di AS.. 2004). kita bertanya. Lihatlah.A. ada seorang guru besar sosiologi agama di sebuah Perguruan Tinggi Islam di Malang yang sangat gencar mempromosikan paham multikulturalisme. yaitu Paus) dan mengalami konflik keagamaan yang sangat parah. tahun 636 M. bahwa konsep Negara modern sekarang ini telah melakukan diskriminasi yang sangat kejam terhadap manusia. sudah berabad-abad menerapkan kebijakan ini. Dari sinilah muncul renaissance yang berujung kepada sekularisme-liberalisme dan penyingkiran nilai-nilai agama dalam kehidupan. sang profesor menyampaikan pidato pengukuhan guru besarnya dengan judul “Silang Sengkarut Agama di Ranah Sosial”. guru besar UIN Malang.” (hal. Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia (2011). Tahun 2009. yang menggariskan. berjumpa pada ranah transendental.kebebasan beragama dalam perspektif Islam di Kota Jerusalem. pemahaman tentang “multikulturalisme” begitu beragam. Australia tidak mendapatkan hak libur pada Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha? Mengapa umat Islam di Swiss dilarang membangun menara masjid? Apakah di Negara-negara Barat umat Islam diberi hak sama dengan kaum Kristen atau Yahudi? Jawabnya jelas: TIDAK! Perlu dicatat. manusia tidak pernah memilih tempat kelahirannya. Buku ini diberi kata „Pengantar Ahli‟ oleh Prof. dan baru masa kini dinyatakan berhasil. Jelas. apapun bentuk eksoteriknya (tata cara beribadah.

Dalam . karim. Di antara nilai-nilai multikultur yang harus diajarkan dalam PAI adalah nilai “keadilan”. tanpa memperdulikan perbedaan budaya. Dengan demikian. Terhadap definisi semacam itu. Apabila pluralitas sekadar merepresentasikan adanya kemajemukan. Ada yang menyebut konsep in sebagai “civic pluralism”.. Islam pada intinya adalah seruan pada semua umat manusia. sehingga harus diterima. ditolak. maka yang penting dilakukan adalah penggunaan Dengan menggunakan worldview of Islam. menuju satu cita-cita bersama kesatuan kemanusiaan (unity of mankind) tanpa membedakan ras. bahasa. (hal. termasuk mereka para pengikut agama-agama. nikah. Multikuturalisme dalam PAI Dalam buku Panduan Integrasi ini. haji. Apakah mereka tidak berwawasan multikultural? Mana yang tepat: pendidikan Islam berbasis multikulturalisme atau pendidikan Islam berbasis Tauhid? Dalam sebuah buku berjudul ”Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural karya Zakiuddin Baidhawi. Pesan kesatuan ini secara tegas disinyalir alQur‟an: ”Katakanlah: Wahai semua penganut agama (dan kebudayaan)! Bergegaslah menuju dialog dan perjumpaan multikultural (kalimatun sawa‟) antara kami dan kamu. yakni menolak definisi Pluralisme Agama – yang bermakna kebenaran dan keabsahan semua agama. Inilah contoh-contoh pemaknaan multikulturalisme yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. multikulturalisme didefinisikan sebagai berikut: “Inti dan substansi dari multikultural adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan. maka yang penting dilakukan adalah penggunaan “cara pandang”. Ia adalah sebentuk manifesto dan gerakan yang mendorong kemajemukan (plurality) dan keragaman (diversity) sebagai prinsip inti kehidupan dan mengukuhkan pandangan bahwa semua kelompok multikultural diperlakukan setara (equality) dan sama martabatnya (dignity). Jika multikulturalisme adalah konsep yang baik sejak dulu.sebenarnya sudah bermasalah. dan sebagainya. 45-46). Dr. Di wilayah Nusantara. seperti Allah.. Karena itu. 65). Dalam konsep multikulturalisme ini. Misalnya. sehingga harus diterima. ekonomi. dengan mudah kita bisa menilai apakah konsep multikulturalisme yang digunakan dalam buku ini sudah sesuai dengan Islam atau tidak. atau lebih tepatnya“worldview”. adopsi dan Islamisasi istilah-istilah Hindu. ditulis: ”Sebagai risalah profetik. sorga. dan agama. etnik. multikultural memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama di dalam ruang publik. Di awal-awal perkembangan Islam. suku. jenis kelamin. seperti pahala. “framework”. kebudayaan. kita perlu memberikan catatan. neraka. ditolak. yang didefinisikan sebagai: “Kesadaran untuk memperlakukan orang lain tidak berat sebelah/tidak memihak dan tidak membedakan keberpihakan kepada sesama karena perbedaan warna kulit.” (hal. atau pun agama.” (hal. kenapa baru sekarang dijadikan paradaigma bagi Pendidikan Agama Islam? Apakah Pendidikan Agama Islam sejak zaman Nabi Muhammad saw tidak berbasis multikulturalisme? Selama ratusan tahun pesantren telah berdiri di Indonesia. atau dilakukan proses Islamisasi dengan melakukan perubahan makna agar sesuai dengan konsep Islam? Ada satu “kemajuan” dalam pendefinisian makna multikulturalisme dalam buku Panduan Integrasi ini. bahwa dalam memahami suatu istilah atau konsep. dan sebagainya. 18). Itulah yang dilakukan umat Islam sepanjang zaman.” (hal. jender. semua bentuk budaya dan agama harus diperlukan sama dan adil di ruang publik. Seorang muslim seyogyanya menggunakan worldview of Islam (pandangan alam Islam) ketika menilai konsep atau istilah. kalimatun sawa‟ bukan hanya mengakui pluralitas kehidupan.. atau dilakukan proses Islamisasi dengan melakukan perubahan makna agar sesuai dengan konsep Islam? Ada satu “kemajuan” dalam pendefinisian makna multikulturalisme dalam buku Panduan Integrasi ini. bahwa dalam memahami suatu istilah atau konsep. golongan. etnik. Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai proses Islamisasi. bhakti. warna kulit. kita perlu memberikan catatan. yakni menolak definisi Pluralisme Agama – yang bermakna kebenaran dan keabsahan semua agama. penggunaan istilah ini memang perlu berate-hati. dosa. al-Quran melakukan proses adopsi istilah-istilah yang ada di masa Jahiliyah tapi diberikan makna baru. agama. dsb. Terhadap definisi semacam itu. 65). Dengan menggunakan worldview of Islam. para ulama penyebar Islam di wilayah ini juga melakukan proses yang kemudian dikatakan Prof. dengan mudah kita bisa menilai apakah konsep multikulturalisme yang digunakan dalam buku ini sudah sesuai dengan Islam atau tidak..

seolah-olah tidak beragama. Dengan definisi yang kabur semacam itu. adalah tidak memberikan batasan makna terhadap “budaya” dan “agama” itu sendiri. malas dan tidak kreatif. Catatan Akhir Pekan (CAP) bekerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah. seni dan kemajuan ilmu pengetahuan semakin di galakkan. . Oleh karena itu kehadirannya tidak dapat dihindari dari dalam kehidupan ini. apalagi mengajarkan kepada para murid di sekolah. Jika menggunakan “secular worldview” atau cara pandang yang netral agama. Guru-guru agama yang melarang muridnya merayakan Natal bersama atau mengikuti tradisi Valentine juga bisa kena tudingan anti-multikulturalisme. maka definisi multikulturalisme dalam buku Panduan Integrasi dapat menjadi “liar”.*/Bogor.konsep multikulturalisme ini. Sebab. M suatu bangsa diberi kebebasan untuk mempengaruhi bangsa-bangsa lain. Oleh sebab itu bangsa yang dipengarruhi itu dituntut untuk melakukan filter terhadap pengaruh-pengaruh yan merupakan konsekuensi dari adanya kemudahan tekhnologis informasi dan komunikasi masa yang dampakny dan budaya. setiap muslim diminta melepaskan konsep-konsep agamanya dalam menilai agama dan budaya lain. Dia harus bersikap netral. Budaya dan agama seperti apa yang harus ditoleransi dan diberikan ruang yang sama di ruang publik? Apakah budaya syirik. Kelemahan mendasar dari definisi multikulturalisme dalam buku Panduan Integrasi. S membawa dampak positip dan ada pula yang membawa dampak negatip terhadap masyarakat suatu bangsa. WASPADA Online. Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫ )ملس و هيلع هللا ىلص‬pun pernah dicap sebagai pemecah belah kaumnya. sebab beliau menolak budaya paganisme dari kaumnya sendiri. aliran-aliran penyembah setan atau agama yang mengajarkan free sex dan pornografi bisa diterima dan harus diperlakukan sama di ruang publik? Jika batasan agama dan budaya – dalam perspektif Islam -. dengan definisi yang sama. Memasuki era globalisasi dengan segala imp keunggulan untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Karena definisi “multikulturalisme” yang diberikan dalam buku Panduan Integrasi ini masih perlu disempurnakan. semua bentuk budaya dan agama harus diperlukan sama dan adil di ruang publik. Ada yang menyebut konsep ini sebagai “civic pluralism”. tetapi juga di akhirat. bukan hanya di dunia. Bahkan. 13 July 2007 03:27 Ilmu-ilmu Keislaman Di Tengah Era Globalisasi Mimbar Jumat Di zaman era globalisasi ini pertukaran budaya. seni dan kemajuan ilmu pengetahuan semakin di galakkan. karena melawan budaya homoseksual yang tertanam kuat pada kaumnya sendiri.com Red: Cholis Akbar Friday. S membawa dampak positip dan ada pula yang membawa dampak negatip terhadap masyarakat suatu bangsa. setiap Muslim harus membuang cara pandang “tauhid” dan “amar ma‟ruf nahi munkar” dari dirinya. Namun sebaliknya. 30 Maret 2012 Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor). M suatu bangsa diberi kebebasan untuk mempengaruhi bangsa-bangsa lain. maka Nabi Ibrahim bisa jadi akan dimasukkan kategori “tidak berwawasan multicultural”.tidak diberikan. tanggung jawab dalam soal ini. aliran-aliran sesat yang memiliki nabi baru. Bangsa yang tidak memiliki kesiapan dan keunggulan akan mengalami ketertinggalan. Nabi Luth juga bisa dicap tidak berwawasan multikultural. maka konsep semacam ini bisa diterima. maka para penulis dan penerbit buku ini seyogyanya berfikir sejuta kali untuk menyebarkan buku ini. kerja keras. Artinya. Oleh Zulhamdi Di zaman era globalisasi ini pertukaran budaya. Untuk menerima konsep civic pluralism atau multikulturalisme semacam ini. bukan dengan sikap pasrah.

bahwa era globalisasi merupakan zaman yang menyeret man Islam. menjadi dewasa. akal berarti pengertian. musta serba modern ini. Tata hu tidak akan berubah-ubah sebagaimana di teladankan oleh baginda Rasul. begitu luasnya dan begitu tinggi sekarang ini. Posisi Akal dan Nakal Dalam Melahirkan Ilmu-ilmu Ke Islaman Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang amat sempurna. akal berarti kecerdasan. akal berarti ma’rifat. Manusia telah dianugerahi-Nya akal. Hal ini dikarenakan globalisasi merup jawaban. dan meningkat naik setelah berusia muda. Dan hikmah diturunkannya Al-Quran agar aqal yang ada pada manusia itu tidak tersesat dalam mengkaji sesuatu. Kemudian banyak berkembang ideologi-ideologi sekuler yang bertentangan dengan konsep ajaran Isla ini hendaknya umat Islam terlebih dahulu memahami peta masalahnya. suku bangsa atau negarab tertentu. bahwa tingkatan-tingkatan aqal itu ada empat.Di era zaman serba modren ini. Akal yang dijalin dengan nakal (Al-Quran dan As sunnah) akan melahirkan dimensi ilmu-il sumber pokok agama Islam tersebut akan melahirkan ilmu-ilmu sekuler. Dan Islam juga telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Barat. Kedua. Keempat. Ibnu Rusyd. Berkaitan dengan hal ini Imam Al Ghazali mengemukakan. Untuk menjawab tantangan tersebut maka diperlukanlah peran dari ilmu-ilmu ke islaman yang bertu manfaatkan secara positip demi maksimalisasi keuntungan dan mengurangi eksis negativnya demi minimalisa Ilmu-ilmu ke islaman di perlukan dalam menjawab tantangan era globalisasi dikarenakan ilmu-ilmu tersebut Kedua sumber pokok dalam Islam tersebut mengatur tata hubungan antara manusia dengan Tuhan yang diseb hubungan antara manusia dengan manusia serta mengatur hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Kini islam dihadapkan dengan gelombang era g miliki. Akal inilah yang dibawa manusia sejak dari lahirnya sebagai modal pokok untuk hidup. dunia Barat dipandang sebagai kiblat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolo relevan dan pantas untuk diterapkan suatu bangsa. Tanpa adanya akal mustahil ilmu pengetahuan ada. Ketiga. Sementara ituIslam yang diturunkan dari belahan Timur di relevan lagi. Dengan adanya akal tersebu melahirakan dan mengembangkan ilu pengetahuan. Pada dasarnya Islam telah memberikan kontribusi yang amat besar bagi p yang sedang kita rasakan sekarang. yang merupakan puncak dari segala tingkatan akal yaitu keinsafan rohani ma dan yang membawanya kepada keluhuran budi dan akhlak seseorang serta memimpinnya kepada ketuhanan y Ghazali tersebut dapatlah dipahami bahwasanuya akal itu sudah tertanam pada diri manusia sejak ia lahir ked tuntut untuk mengembangkannya dengan cara memikirkan. Dengan demikian umat Islam yang sedang mengarungi globalisasi tidak akan kaku dan tidak akan panik dalam dari segi keilmuan dan tekhnologinya. dirasakan oleh sekelompok orang. Ia menyuruh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya untuk menggali ilm pengetahuan adalah kewajiban syari’ah dan kebutuhan umat. yang timbul karena pengajaran dan pengalaman setelah menyelidiki dan m Akal inilah yang telah melahirkan ilmu pengetahuan yang begitu banyaknya. dan banyak lagi yang lainnya. yakni oleh ilmuan-ilmuan Islam seperti. mengadakan penelitian terhadap segala ciptaan-N Islam Di Tengah Globalisasi Islam adalah tatanan yang melindugi aqidah dan menegakkan syari’at. Prinsip-prinsip kebudayaan itu bert sendiri. ini dimiliki oleh setiap manusia yang membedakannya dari hewan dan mak orang. Tetapi dinikmati da masyarakat lintas negara. yang tumbuh pada manusia setelah akalnya yang pertama mulai berjalan. Di dalam islam akal dan nakal berjal dikarenakan manusia itu telah diberikan-Nya akal untuk memahaminya. Sementara tata hubungan manusia d selalu mengalami perubahan. ya Pertama. Ibn Sina. masyarakat. Islam juga adalah agama rahmatan lil memeluknya. mengkaji dan memecahkan persoalan yang ada di sekelilingnya. Al Farabi. tetapi pelaksanaan nya selalu berubah. Akal inilah yang telah mengerti akan benar dan salah. Karena tidak mungkin umat islam akan kembali k . Tata hubungan ini adalah jiwa kebudayaan. dan denga dan yang buruk. Kehadirannya memperpendek jarak komunikasi dan memperluas pada mobilisasi o Di lain sisi tidak sedikit umat islam memandang. Kemajuan tersebut akan dimanfaatkan nya sedemikian rupa tanpa men untuk membangkitkan Islam itu kembali dengan gaya baru. akal berarti pengetahuan. Pemikiran seperti ini adalah keliru.

Wallahu A’lam. Tetapi yang mungkin adalah mengambil nilai-nilai kejayaan tersebut dalam ilmuan-ilmuan barat.keilmuannya pada masa lampau. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->