VI.

IPTEKS DALAM ISLAM
A. Pengertian IPTEKS Dalam Islam dan Sumbernya 1. Pengertian IPTEKS Pengetahuan yang dimiliki manusia ada dua jenis, yaitu: 1. Dari luar manusia, ialah wahyu, yang hanya diyakini bagi mereka yang beriman kepada Allah swt. Ilmu dari wahyu diterima dengan yakin, sifatnya mutlak. 2. Dari dalam diri manusia, dibagi dalam tiga kategori: pengetahuan (knowledge/kenneis), ilmu pengetahuan (watenschap/science) dan filsafat. Ilmu dari manusia diterima dengan kritis, sifatnya nisbi. Al-Qur‟an dan As-Sunnah adalah sumber Islam yang isi keterangannya mutlak (absolut) dan wajib diyakini (QS. Al-Baqarah/2:1-5 dan QS. An-Najm/53:3-4). Berbagai definisi tentang sains, teknologi dan seni telah diberikan oleh para filosuf, ilmuwan dan budayawan seolah-olah mereka mempunyai definisi masing-masing sesuai dengan apa yang mereka senangi. Sains diindonesiakan menjadi ilmu pengetahuan sedangkan dalam sudut pandang filsafat ilmu, pengetahuan dengan ilmu sangat berbeda maknanya. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra, intuisi dan firasat sedangkan, ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi, diorganisasi, disistematisasi dan diinterpretasi sehingga menghasilkan kebenaran obyektif, sudah diuji kebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah. Secara etimologis kata ilmu berarti kejelasan, oleh karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri kejelasan. Kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur‟an. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan obyek pengetahuan sehingga memperoleh kejelasan. Dalam kajian filsafat, setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Sebab itu seseorang yang memperdalam ilmu tertentu disebut sebagai spesialis, sedangkan orang yang banyak tahu tetapi tidak mendalam disebut generalis. Karena keterbatasan kemampuan manusia, maka sangat jarang ditemukan orang yang menguasai beberapa ilmu secara mendalam. Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan. Dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif dan netral. Dalam situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi untuk merusak dan potensi kekuasaan. Di sinilah letak perbedaan ilmu pengetahuan dengan teknologi. Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta. Netralitas teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia dan atau digunakan untuk kehancuran manusia itu sendiri. Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan ekspresi jiwa seseorang. Hasil ekspresi jiwa tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni identik dengan keindahan. Keindahan yang hakiki identik dengan kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu keabadian. Benda-benda yang diolah secara kreatif oleh tangan-tangan halus sehingga muncul sifat-sifat keindahan dalam pandangan manusia secara umum, itulah sebagai karya seni. Seni yang lepas dari nilai-nilai ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalah hawa nafsu bukan akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambah bagi orang-orang yang kematangan jiwanya terus bertambah. Dalam pemikiran sekuler perennial knowledge yang bersumber dari wahyu Allah tidak diakui sebagai ilmu, bahkan mereka mempertentangkan antara wahyu dengan akal, agama dipertentangkan dengan ilmu. Sedangkan dalam ajaran Islam wahyu dan akal, agama dan ilmu harus sejalan tidak boleh dipertentangkan. Memang demikian adanya karena hakikat agama adalah membimbing dan mengarahkan akal. 2. Sumber IPTEKS Dalam pemikiran Islam, ada dua sumber ilmu yaitu akal dan wahyu. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akal budinya berdasarkan tuntunan Al-Qur‟an dan sunnah rasul. Atas dasar itu, ilmu dalam pemikiran Islam ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) tingkat kebenarannya bersifat mutlak, karena bersumber dari Allah. Ada pula ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) tingkat kebenarannya bersifat nisbi, karena bersumber dari akal pikiran manusia .

manusia menempati posisi sebagai ciptaan Allah. Dengan kedua kecenderungan tersebut. antropologi. maka Allah tidak perlu menciptakan alam. ketundukan dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah. ilmu dan amal shaleh/ikhsan. Fungsi yang kedua sebagai khalifah atau wakil Allah di muka bumi. sedangkan esensi khalifah adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri dan alam lingkungannya. iman diidentikkan dengan akar dari sebuah pohon yang menopang tegaknya ajaran Islam.Ibrahim/14:24-25 Ayat di atas menganalogikan bangunan Dienul Islam bagaikan sebatang pohon yang baik.w. ilmu pengetahuan. dua ayat Allah dihadapkan kepada manusia: Ayat al-kauniyah (alam semesta dan manusia: individu. sejarah dan lain-lain. Sama halnya pengembangan ipteks yang lepas dari keimanan dan ketakwaan tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan menghasilkan kemaslahatan bagi ummat manusia dan alam lingkungannya bahkan akan menjadi malapetaka bagi kehidupannya sendiri. teknologi dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasi dalam suatu sistem yang disebut Dienul Islam.B. Didalamnya terkandung tiga unsur pokok yaitu aqidah. karena alam diciptakan untuk kehidupan manusia sendiri. Esensi dari abdun adalah ketaatan.t. Integrasi Iman. Fushshilat/41:53 dan QS. Tanpa menguasai IPTEKS. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu identik dengan teknologi dan seni. . komunikasi. fisika. Ilmu-ilmu yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah s. ulama-intelektual. Seandainya Allah tidak menciptakan manusia. Perbuatan baik seseorang tidak akan bernilai amal saleh apabila perbuatan tersebut tidak dibangun di atas nilai-nilai iman dan ilmu yang benar. Ar-Rum/30:41). kimia. antara agama. Oleh karena itu. Ilmu harus difungsikan sesuai dengan petunjuk Allah swt. akan memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan ummat manusia termasuk bagi lingkungannya (QS. agar terjaga kelestariannya dan keseimbangannya untuk kepentingan ummat manusia. Kebenaran hakiki dan sumber ilmu ialah pada Allah swt. santri-pelajar dan sebagainya. menggali sumber-sumber daya serta memanfaatkannya dengan sebesarbesar kemanfaatan untuk kehidupan ummat manusia dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Manusia diciptakan Allah dengan dua kecenderungan yaitu kecenderungan kepada ketakwaan dan kecenderungan kepada perbuatan fasik (QS. Manusia diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi. karena Allah menciptakan manusia. Posisi ini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada penciptanya. ilmu politik. baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam. dengan kata lain iman. Tanggung Jawab Ilmuwan Terhadap Alam dan Lingkungan Ada dua fungsi utama manusia di dunia yaitu sebagai abdun (hamba Allah) dan sebagai khalifah Allah di bumi. fungsi hidup manusia sebagai khalifah akan menjadi kurang dan kehidupan manusia akan tetap terbelakang. Menurut Al-Qur‟an. sosiologi. Untuk menggali potensi alam dan memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. Asy-Syams/91:8). Ilmu diidentikkan dengan batang pohon yang mengeluarkan dahan-dahan/cabang-cabang ilmu pengetahuan. syari‟ah dan akhlak. Allah menciptakan alam. (QS. Keengganan manusia menghambakan diri kepada Allah sebagai pencipta akan menghilangkan rasa syukur atas anugerah yang diberikan sang pencipta berupa potensi yang sempurna yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya yaitu potensi akal. Interpretasi manusia terhadap fenomena qauliyah melahirkan pemahaman agama (actual). manusia mendapat amanah dari Allah untuk memelihara alam. Mereka tidak menjaga amanat Allah sebagai khalifah (QS. C. Dengan hilangnya rasa syukur mengakibatkan ia menghambakan diri kepada hawa nafsunya. Al-Mujadalah/58:11). sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur‟an S. ilmu pada hakekatnya tidak bersifat dikotomik seperti : ilmu agama-ilmu umum. Ali-Imran/3:164). Allah memberikan petunjuk berupa agama sebagai alat bagi manusia untuk mengarahkan potensinya kepada keimanan dan ketakwaan bukan pada kejahatan yang selalu didorong oleh nafsu amarah. Keikhlasan manusia menghambakan dirinya kepada Allah akan mencegah penghambaan manusia kepada sesama manusia termasuk pada dirinya. Dalam konteks 'abdun. Ilmu dan Amal Menurut Islam. Kalau terjadi kerusakan alam dan lingkungan ini lebih banyak disebabkan karena ulah manusia sendiri. Dalam pandangan Islam. komunal dan temporalnya) Ayat al-qauliyah (Al-Qur‟an dan sunnah rasul) Interpretasi manusia terhadap fenomena kauniyah melahirkan ilmu pengetahuan: biologi. madrasah-sekolah.

akan mahir mengendalikan diri dan menyeleksi pengaruh arus Globalisasi. Dalam rangka untuk menguatkan umat menghadapi arus Globalisasi. menghadapi arus Globalisasi ini merupakan tantangan. dan masyarakatnya. Bagi Umat Islam.S. tidak waspada. Ketiga. dan justeru dapat memanfaatkannya sebagai sarana dakwah dan pengembangan Islam di dunia yang lebih luas. apabila kita lengah.S. Kehidiupan manusia semakin didorong individualistis. hedonisme. Dosen Jur. arus Globalisasi juga menimbulkan dampak negative yang sangat perlu mendapatkan perhatian. maka perlu dipahami dan dihayati ajaran Allah Swt.SU. dan kurang siap menghadapinya. Dengan demikian itu. sangat menonjolkan hak individunya. Kehidupan beragama hanya diambil ritualnya saja.S. sekulerisme dan sebagainya ). Syari‟ah-Ibadah. antara lain : Pertama. Umat Islam akan tegar berani menghadapi arus Globalisasi. adalah terjadinya hubungan komunikasi umat manusia di seluruh dunia yang semakin efektif. informasi dari belahan dunia yang jauh dapat segera diletahui oleh manusia dibelahan dunia yang lain. dan menimbulkan dapak positif maupun negatif. c) Tidak membuat kerusakan di bumi. Pengaruh negative dari luar (seperti pornografipornoaksi. liberalisme. sehingga benar-benar Muttaqin (bertaqwa) dan sampai akhir hayat tetap dalam keadaan muslimin ( Q.Sejarah FIB UGM & Sekretaris FUI DIY . komsumerisme. Dalam kitabullah Al Qur‟an sebagai pedoman hidup manusia ini. Drs. Al Mujadilah 11 ). dengan mengupayakan berbuat baik dan bahagia sejahtera di dunianya. sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan kehidupan umat manusia di seluruh dunia. syiasyah. akan barokah dan mamfaat bagi kehidupan peradaban manusia. Bebuat kebaikan pada sesama manusia dengan amal sholehnya. H. sekaligus sebagai peluang untuk dapat dengan cerdas. sehingga Ilmu dan Teknologi yang tumbuh dan berkembang dilandasi oleh Iman yang kokoh. memberikan kesejahteran bagi seluruh alam. Memperkokoh Istiqomah Umat Islam pada pengetahuan-pemahaman-serta mengamalan ajaran Islam. Di samping dampak positif. yaitu a) Mempunyai orientasi hidup yang jelas bahagia di akhirat. sehingga merata di seluruh dunia. dan trampil memanfaatkan untuk Jihad ( berjuang sungguhsungguh ) menyampaikan aspek-aspek ajaran Islam sebagai Rahmat Lil‟alamien. masyarakat dan kemudian negara. Kesemuanya itu saling menjaga. terperosok dalam neraka (Q. akan jadi penentu menguasai/mempengaruhi masyarakat dunia. adanya ledakan informasi yang menguasai kehidupan manusia. dan agama hanya dipahami hanya untuk aspek individual belaka. b). berlandaskan Ta‟awun atau gotong-royong. dan Akhlaqul Karimah. Adapun dampak negatifnya antara lain. arus globarisasi itu dapat mengancam kehidupan sejak dari keluarga. Dapak positifnya antara lain. Kedua. Dengan demikian. Ahmad Adaby Darban.S. Amaliah. dan bahkan dapat tampil dengan mahir menggguna Ilmu-Pengetahuan & Teknologi sebagai sarana dan prasarana perjuangan dakwah-Amar makruf nahi mungkar. Keempat. Dalam menhhadapi tantangan arus Globalisasi. Al Qoshos: 77). dengan leluasa masuk menusuk jantung rumah tangga kita. Dengan fondasi ajaran Islam ini insyaAllah akan mempu menjadi filter dan punya daya tangkal terhadap arus negative Globalisasi atau arus popularitas zaman. dan mempengaruhi sendi kehidupan masing-masing keluarga.. Dengan memahami dan menghayati serta mengamalkan ajaran Islam dengan benar. Ali Imron: 102 ). keluarganya. membangun masyarakat yang Marhammah-Qoryatan Toyyibah ( tentram-damai ). Arus Globalisasi itu kini semakin deras. Hal itu didukung oleh sarana dan prasarana teknologi informasikomunikasi serta transportasi yang semakin melancarkan hubungan umat manusia. Umat dapat mengamalkan konsep hidum manusia dalam (Q. dengan demikian yang mengusai media informasi. agar jangan sampai dirinya. sehingga dapat selamat. termasuk dapat dengan cepat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia dengan mudah berkomunikasi. Memperkokoh Rumah Tangga Sakinah dengan landasan Cinta-Kasih-Sayang. Umat Islam harus memperkuat Iman dan juga harus memiliki Ilmu Pengetahuan yang luas ( Q. sehingga terjadi iklim saling mempengaruhi semakin meluas. At Tahrim: 6 ).UMAT ISLAM DALAM ERA GLOBALISASI Umat islam dalam era globalisasi Oleh: Ahmad Adaby Darban Globalisasi atau proses mendunia. umat Islam perlu giat memperkokoh Benteng dengan memperkuat fondasi Aqidah. taktik-strategi kejahatan.

maka perlu diberikan makna baru. neraka.xi). Pembelajaran PAI Berbasis Fitrah. ini pun disebutkan contoh tentang Piagam Madinah yang memberikan jaminan kehidupan kemasyarakatan bagi pemeluk agama-agama lain. dikurangi. seperti yang dilakukan para pendakwah Islam di Nusantara yang melakukan Islamisasi terhadap istilah “sorga. Khalifah Umar bin Khathab adalah pemimpin pertama di dunia yang memberikan . Andalusia dan sebagainya. sehingga kurikulum tersebut perlu diubah. TIFA Foundation dan Yayasan Rahima). 27 Februari 2012. saya mendapat undangan untuk mengisi acara bernama “Kegiatan Multikultur. bahwa Latar belakang dan Tujuan diajarkannya pendidikan multikultur dalam PAI adalah: “Pendidikan multikultural adalah proses penanaman sejumlah nilai yang relevan agar peserta didik atau siswa dapat hidup berdampingan secara harmonis dalam realitas keberagaman dan berperilaku positif. Di dalam buku Panduan Integrasi. Adian Husaini PADA Hari Senin. bekerjasama dengan Kementerian Agama RI. kita diajarkan untuk tidak menutup diri terhadap istilah atau konsep-konsep baru dari luar Islam – seperti multikulturalisme. bakti. apakah selama ini PAI di sekolah-sekolah kita tidak mengarahkan anak didik untuk memahami multikulturalisme. Membaca tujuan itu. sebelum memasukkan suatu materi dalam kurikulum PAI. atau ditambah. secara konseptual maupun dalam realitas sejarah.” dan sebagainya. Di Palestina. Dalam buku tersebut disebutkan. Itu perlu dilakukan. sehingga dapat mengelola keberagaman menjadi kekuatan untuk mencapai kemajuan Indonesia. Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫ )ملس و هيلع هللا ىلص‬memelopori satu Negara dengan Konstitusi tertulis. dan apakah sudah begitu mendesaknya. 04 April 2012 oleh: Dr. Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan. diteliti dengan ilmiah. identitas diri dan budaya. Palestina. Baghdad. pahala. (Diterbitkan oleh PT Kirana Cakra Buana. jauh sebelum adanya istilah multikultural ini. Sudah sama-sama kita pahami. Jika tidak sesuai dengan pandangan alam Islam (the worldview of Islam). sehingga kurikulum PAI harus dibebani dengan muatan pendidikan multikulturalisme? Jika tujuannya adalah untuk hidup berdampingan secara damai dengan umat-umat lain. maka sejak awal mula Islam sudah mencontohkan hal itu. Tetapi istilah itu perlu diklarifikasi maknanya. bahwa kurikulum PAI selama ini tidak atau kurang berwawasan multikultural. Acara ini diselenggarakan oleh“Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMK Provinsi DKI Jakarta”.“Multikulturalisme dalam Pendidikan Agama Islam” Rabu. Sesuai undangan. Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII). agar jangan sampai muncul kesan bahwa “Pendidikan Multikultural” kita masukkan ke dalam kurikulum PAI karena desakan eksternal atau memanfaatkan peluang ketersediaan finansial yang menjanjikan. tanpa mengaburkan dan menghapuskan nilai-nilai agama.” (hal. dosa. Tema yang diminta ke saya adalah telaah terhadap buku yang berjudul “Panduan Integrasi Nilai Multikultur dalam Pendidikan Agama Islam pada SMA dan SMK” – selanjutnya disingkat Panduan Integrasi. kita tentu bertanya. Jika memang ada. dan Pemberdayaan Manajemen MGMP” di Jakarta. pada bagian yang mana? Sebagai kaum Muslim. Idealnya. Islam adalah agama yang terbukti berhasil mewujudkan masyarakat multikultur di Madinah. Di Madinah. pertama di dunia.

Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia (2011). dan perbedaan bersifat simbolik lainnya). Inggris. bahwa saat ini sudah “mendesak sekali “membumikan” pendidikan Islam berwawasan pluralisme dan multikulturalisme. Padahal. Disebabkan karena klaim kebenaran inilah. ada seorang guru besar sosiologi agama di sebuah Perguruan Tinggi Islam di Malang yang sangat gencar mempromosikan paham multikulturalisme. sudah berabad-abad menerapkan kebijakan ini.” (hal. hanya karena tempat kelahiran dan kewarganegaraan yang berbeda. bahwa setelah Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫ )ملس و هيلع هللا ىلص‬diutus. bahwa konsep Negara modern sekarang ini telah melakukan diskriminasi yang sangat kejam terhadap manusia. 2005). manusia diperlakukan sangat diskriminatif. Jelas. Perancis. Misalnya di Amerika Serikat sendiri. Sang guru besar menulis. Perbedaan tidak identik dengan konflik. Menyimak pernyataan tersebut. sekaligus jantung semua agama (the heart of religion).A. Muhaimin. sehingga menimbulkan trauma sejarah dan keagamaan yang mendalam. lalu untuk apa dimasukkan “Pendidikan Multikulturalisme” dalam kurikulum PAI? Apa yang salah dengan kurikulum PAI selama ini? Buku Panduan Integrasi ini menjelaskan latar belakang diajarkannya Pendidikan multikulturalisme: “Harus kita sadari bersama. Dr. Buku ini diberi kata „Pengantar Ahli‟ oleh Prof. Sang professor mengajukan gagasan perlunya pengembangan studi agama berbasis paham multikulturalisme dan Kesatuan Transendensi Agama-agama. tempat ibadah. sebab makna suatu konsep tidak terlepas dari sejarah dan sistem (medan) makna yang ada dalam suatu peradaban. Lihatlah. Yakni. Kesadaran akan pentingnya pluralisme dan multikulturalisme dipandang menjadi perekat baru integrasi bangsa yang sekian lama tercabik-cabik. ungkapan-ungkapan bahasa agama. Australia tidak mendapatkan hak libur pada Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha? Mengapa umat Islam di Swiss dilarang membangun menara masjid? Apakah di Negara-negara Barat umat Islam diberi hak sama dengan kaum Kristen atau Yahudi? Jawabnya jelas: TIDAK! Perlu dicatat. Lihatlah nasib para imigran di berbagai negara! Bukankah mereka semua adalah manusia – yang katanya punya HAM dan tidak boleh diperlukan secara diskriminatif? Keberagaman makna Menyimak berbagai buku-buku tentang Pendidikan Multikulturalisme selama ini. Inilah dimensi esoterik agama. 46). khususnya umat Islam. lihat Adian Husaini. yaitu Tuhan. pemahaman tentang “multikulturalisme” begitu beragam. Begitu juga Inggris. M. gagasan transendentalisme semacam itu tidak sesuai dengan Islam.kebebasan beragama dalam perspektif Islam di Kota Jerusalem. bahwa keberhasilan negara-negara Barat ini memakan waktu atau sejarah yang panjang serta menerapkan cara. lihat Adian Husaini. Tahun 2009. maka syariat yang berlaku bagi umat manusia adalah syariat Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫و هيلع هللا ىلص‬ pa kutnu ulal . nasib TKI-TKW kita di luar negeri. Sebagaimana pernah kita bahas dalam CAP yang lalu.. 34). Wajah Peradaban Barat (Jakarta: Gema Insani Press.” (hal. nilai-nilai multikultural sekarang ini banyak didesakkan ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. sebuah buku berjudul Pluralisme dan Multikulturalisme. xiv). kita bertanya. tahun 636 M. dan Australia. kita patut bertanya dan bersikap kritis: Benarkah Negara-negara Barat berhasil menerapkan multikulturalisme? Mengapa di AS tidak kita jumpai ada menteri Muslim? Mengapa umat Islam di AS. Ia menulis: ”Semua agama. manusia tidak pernah memilih tempat kelahirannya.nakranebid ala‟ataW uhanahbuS hallA habmeynem arac aumes akiJ . 2004). yang menggariskan.(‫ س لم‬a Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫ )ملس و هيلع هللا ىلص‬diutus? Contoh ketiga. Tujuan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat adalah baik. yaitu Paus) dan mengalami konflik keagamaan yang sangat parah. guru besar UIN Malang. Dan Islam – sebagaimana diakui dalam buku ini – sudah berhasil mewujudkan kehidupan harmonis antar berbagai kelompok yang beragam. dan baru masa kini dinyatakan berhasil. Jika kita renungkan. Dari sinilah muncul renaissance yang berujung kepada sekularisme-liberalisme dan penyingkiran nilai-nilai agama dalam kehidupan. metode dan strategi yang berbeda-beda. apapun bentuk eksoteriknya (tata cara beribadah. Tinjauan Historis Konflik Yahudi. Memahami sejarah sosial suatu perdaban sangat penting. (Tentang sejarah toleransi Islam. Dengan logika ini. Sejarah sosial Islam sangat berbeda dengan sejarah kehidupan keagamaan di Barat yang beratus tahun menerapkan sistem Teokrasi (pemerintahan yang dilegalisasi Tuhan melalui wakil-Nya. tentang sejarah sekalisasi di Barat. penggunaan istilah “multikulturalisme sebagai paradigma baru Pendidikan Islam” itu pun .” (hal. dan Islam (Jakarta: Gema Insani Press. kata Frithjop Schuon. sang profesor menyampaikan pidato pengukuhan guru besarnya dengan judul “Silang Sengkarut Agama di Ranah Sosial”. Kristen. berjumpa pada ranah transendental.

kita perlu memberikan catatan. dan sebagainya.. haji. kenapa baru sekarang dijadikan paradaigma bagi Pendidikan Agama Islam? Apakah Pendidikan Agama Islam sejak zaman Nabi Muhammad saw tidak berbasis multikulturalisme? Selama ratusan tahun pesantren telah berdiri di Indonesia. Ia adalah sebentuk manifesto dan gerakan yang mendorong kemajemukan (plurality) dan keragaman (diversity) sebagai prinsip inti kehidupan dan mengukuhkan pandangan bahwa semua kelompok multikultural diperlakukan setara (equality) dan sama martabatnya (dignity). kalimatun sawa‟ bukan hanya mengakui pluralitas kehidupan. maka yang penting dilakukan adalah penggunaan Dengan menggunakan worldview of Islam. Karena itu. termasuk mereka para pengikut agama-agama. Terhadap definisi semacam itu. ditolak. karim. sorga. Dalam . 45-46). Dr. 18). jenis kelamin. yakni menolak definisi Pluralisme Agama – yang bermakna kebenaran dan keabsahan semua agama.” (hal.. Ada yang menyebut konsep in sebagai “civic pluralism”. seperti pahala. atau pun agama. adopsi dan Islamisasi istilah-istilah Hindu. menuju satu cita-cita bersama kesatuan kemanusiaan (unity of mankind) tanpa membedakan ras. bhakti. sehingga harus diterima. Di antara nilai-nilai multikultur yang harus diajarkan dalam PAI adalah nilai “keadilan”. maka yang penting dilakukan adalah penggunaan “cara pandang”. dan agama. warna kulit. etnik. kita perlu memberikan catatan. Dengan menggunakan worldview of Islam. Inilah contoh-contoh pemaknaan multikulturalisme yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. penggunaan istilah ini memang perlu berate-hati. Dalam konsep multikulturalisme ini.. yang didefinisikan sebagai: “Kesadaran untuk memperlakukan orang lain tidak berat sebelah/tidak memihak dan tidak membedakan keberpihakan kepada sesama karena perbedaan warna kulit. “framework”. Jika multikulturalisme adalah konsep yang baik sejak dulu. Multikuturalisme dalam PAI Dalam buku Panduan Integrasi ini. Di wilayah Nusantara. tanpa memperdulikan perbedaan budaya. dengan mudah kita bisa menilai apakah konsep multikulturalisme yang digunakan dalam buku ini sudah sesuai dengan Islam atau tidak. etnik. Dengan demikian. bahwa dalam memahami suatu istilah atau konsep. ekonomi. Apabila pluralitas sekadar merepresentasikan adanya kemajemukan. Islam pada intinya adalah seruan pada semua umat manusia. ditolak. dengan mudah kita bisa menilai apakah konsep multikulturalisme yang digunakan dalam buku ini sudah sesuai dengan Islam atau tidak. multikultural memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama di dalam ruang publik. kebudayaan. multikulturalisme didefinisikan sebagai berikut: “Inti dan substansi dari multikultural adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan.” (hal. 65). dosa. semua bentuk budaya dan agama harus diperlukan sama dan adil di ruang publik. Apakah mereka tidak berwawasan multikultural? Mana yang tepat: pendidikan Islam berbasis multikulturalisme atau pendidikan Islam berbasis Tauhid? Dalam sebuah buku berjudul ”Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural karya Zakiuddin Baidhawi. Terhadap definisi semacam itu. Di awal-awal perkembangan Islam. nikah. sehingga harus diterima. bahasa. bahwa dalam memahami suatu istilah atau konsep. neraka. Seorang muslim seyogyanya menggunakan worldview of Islam (pandangan alam Islam) ketika menilai konsep atau istilah. suku. atau lebih tepatnya“worldview”. Itulah yang dilakukan umat Islam sepanjang zaman. para ulama penyebar Islam di wilayah ini juga melakukan proses yang kemudian dikatakan Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai proses Islamisasi. agama. dsb. atau dilakukan proses Islamisasi dengan melakukan perubahan makna agar sesuai dengan konsep Islam? Ada satu “kemajuan” dalam pendefinisian makna multikulturalisme dalam buku Panduan Integrasi ini.sebenarnya sudah bermasalah. ditulis: ”Sebagai risalah profetik. Pesan kesatuan ini secara tegas disinyalir alQur‟an: ”Katakanlah: Wahai semua penganut agama (dan kebudayaan)! Bergegaslah menuju dialog dan perjumpaan multikultural (kalimatun sawa‟) antara kami dan kamu. 65). (hal.. jender. atau dilakukan proses Islamisasi dengan melakukan perubahan makna agar sesuai dengan konsep Islam? Ada satu “kemajuan” dalam pendefinisian makna multikulturalisme dalam buku Panduan Integrasi ini.” (hal. seperti Allah. Misalnya. yakni menolak definisi Pluralisme Agama – yang bermakna kebenaran dan keabsahan semua agama. dan sebagainya. al-Quran melakukan proses adopsi istilah-istilah yang ada di masa Jahiliyah tapi diberikan makna baru. golongan.

karena melawan budaya homoseksual yang tertanam kuat pada kaumnya sendiri. tanggung jawab dalam soal ini. Oleh Zulhamdi Di zaman era globalisasi ini pertukaran budaya.konsep multikulturalisme ini. setiap Muslim harus membuang cara pandang “tauhid” dan “amar ma‟ruf nahi munkar” dari dirinya. . aliran-aliran sesat yang memiliki nabi baru. malas dan tidak kreatif. kerja keras. Dengan definisi yang kabur semacam itu. WASPADA Online. Memasuki era globalisasi dengan segala imp keunggulan untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Oleh sebab itu bangsa yang dipengarruhi itu dituntut untuk melakukan filter terhadap pengaruh-pengaruh yan merupakan konsekuensi dari adanya kemudahan tekhnologis informasi dan komunikasi masa yang dampakny dan budaya. Budaya dan agama seperti apa yang harus ditoleransi dan diberikan ruang yang sama di ruang publik? Apakah budaya syirik. bukan hanya di dunia. seni dan kemajuan ilmu pengetahuan semakin di galakkan. maka para penulis dan penerbit buku ini seyogyanya berfikir sejuta kali untuk menyebarkan buku ini. maka definisi multikulturalisme dalam buku Panduan Integrasi dapat menjadi “liar”. apalagi mengajarkan kepada para murid di sekolah. S membawa dampak positip dan ada pula yang membawa dampak negatip terhadap masyarakat suatu bangsa.com Red: Cholis Akbar Friday. seni dan kemajuan ilmu pengetahuan semakin di galakkan. setiap muslim diminta melepaskan konsep-konsep agamanya dalam menilai agama dan budaya lain. Ada yang menyebut konsep ini sebagai “civic pluralism”. dengan definisi yang sama. sebab beliau menolak budaya paganisme dari kaumnya sendiri. Karena definisi “multikulturalisme” yang diberikan dalam buku Panduan Integrasi ini masih perlu disempurnakan. Artinya. 13 July 2007 03:27 Ilmu-ilmu Keislaman Di Tengah Era Globalisasi Mimbar Jumat Di zaman era globalisasi ini pertukaran budaya.tidak diberikan. M suatu bangsa diberi kebebasan untuk mempengaruhi bangsa-bangsa lain. maka konsep semacam ini bisa diterima. Namun sebaliknya. Bahkan. Sebab. maka Nabi Ibrahim bisa jadi akan dimasukkan kategori “tidak berwawasan multicultural”. seolah-olah tidak beragama. Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (‫ )ملس و هيلع هللا ىلص‬pun pernah dicap sebagai pemecah belah kaumnya. bukan dengan sikap pasrah. Dia harus bersikap netral. aliran-aliran penyembah setan atau agama yang mengajarkan free sex dan pornografi bisa diterima dan harus diperlakukan sama di ruang publik? Jika batasan agama dan budaya – dalam perspektif Islam -. Catatan Akhir Pekan (CAP) bekerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah. Untuk menerima konsep civic pluralism atau multikulturalisme semacam ini. adalah tidak memberikan batasan makna terhadap “budaya” dan “agama” itu sendiri. semua bentuk budaya dan agama harus diperlukan sama dan adil di ruang publik. Guru-guru agama yang melarang muridnya merayakan Natal bersama atau mengikuti tradisi Valentine juga bisa kena tudingan anti-multikulturalisme. Oleh karena itu kehadirannya tidak dapat dihindari dari dalam kehidupan ini. Kelemahan mendasar dari definisi multikulturalisme dalam buku Panduan Integrasi. M suatu bangsa diberi kebebasan untuk mempengaruhi bangsa-bangsa lain. S membawa dampak positip dan ada pula yang membawa dampak negatip terhadap masyarakat suatu bangsa. Bangsa yang tidak memiliki kesiapan dan keunggulan akan mengalami ketertinggalan. tetapi juga di akhirat. 30 Maret 2012 Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor).*/Bogor. Nabi Luth juga bisa dicap tidak berwawasan multikultural. Jika menggunakan “secular worldview” atau cara pandang yang netral agama.

suku bangsa atau negarab tertentu. dan denga dan yang buruk. Ibn Sina. ya Pertama. tetapi pelaksanaan nya selalu berubah. Dengan adanya akal tersebu melahirakan dan mengembangkan ilu pengetahuan. yang merupakan puncak dari segala tingkatan akal yaitu keinsafan rohani ma dan yang membawanya kepada keluhuran budi dan akhlak seseorang serta memimpinnya kepada ketuhanan y Ghazali tersebut dapatlah dipahami bahwasanuya akal itu sudah tertanam pada diri manusia sejak ia lahir ked tuntut untuk mengembangkannya dengan cara memikirkan. Dengan demikian umat Islam yang sedang mengarungi globalisasi tidak akan kaku dan tidak akan panik dalam dari segi keilmuan dan tekhnologinya. Tata hubungan ini adalah jiwa kebudayaan. akal berarti pengertian. mengadakan penelitian terhadap segala ciptaan-N Islam Di Tengah Globalisasi Islam adalah tatanan yang melindugi aqidah dan menegakkan syari’at. Untuk menjawab tantangan tersebut maka diperlukanlah peran dari ilmu-ilmu ke islaman yang bertu manfaatkan secara positip demi maksimalisasi keuntungan dan mengurangi eksis negativnya demi minimalisa Ilmu-ilmu ke islaman di perlukan dalam menjawab tantangan era globalisasi dikarenakan ilmu-ilmu tersebut Kedua sumber pokok dalam Islam tersebut mengatur tata hubungan antara manusia dengan Tuhan yang diseb hubungan antara manusia dengan manusia serta mengatur hubungan manusia dengan alam sekitarnya. musta serba modern ini. Di dalam islam akal dan nakal berjal dikarenakan manusia itu telah diberikan-Nya akal untuk memahaminya. masyarakat. Pemikiran seperti ini adalah keliru. yakni oleh ilmuan-ilmuan Islam seperti. Akal yang dijalin dengan nakal (Al-Quran dan As sunnah) akan melahirkan dimensi ilmu-il sumber pokok agama Islam tersebut akan melahirkan ilmu-ilmu sekuler. Berkaitan dengan hal ini Imam Al Ghazali mengemukakan. Tata hu tidak akan berubah-ubah sebagaimana di teladankan oleh baginda Rasul. akal berarti kecerdasan. akal berarti ma’rifat. Keempat. menjadi dewasa. Tanpa adanya akal mustahil ilmu pengetahuan ada. Sementara ituIslam yang diturunkan dari belahan Timur di relevan lagi. Akal inilah yang dibawa manusia sejak dari lahirnya sebagai modal pokok untuk hidup. Karena tidak mungkin umat islam akan kembali k . Ibnu Rusyd. mengkaji dan memecahkan persoalan yang ada di sekelilingnya. dan meningkat naik setelah berusia muda. Kemajuan tersebut akan dimanfaatkan nya sedemikian rupa tanpa men untuk membangkitkan Islam itu kembali dengan gaya baru. Al Farabi. Hal ini dikarenakan globalisasi merup jawaban.Di era zaman serba modren ini. Akal inilah yang telah mengerti akan benar dan salah. Dan Islam juga telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Barat. Manusia telah dianugerahi-Nya akal. Kehadirannya memperpendek jarak komunikasi dan memperluas pada mobilisasi o Di lain sisi tidak sedikit umat islam memandang. dan banyak lagi yang lainnya. Kini islam dihadapkan dengan gelombang era g miliki. bahwa tingkatan-tingkatan aqal itu ada empat. Tetapi dinikmati da masyarakat lintas negara. Kedua. Kemudian banyak berkembang ideologi-ideologi sekuler yang bertentangan dengan konsep ajaran Isla ini hendaknya umat Islam terlebih dahulu memahami peta masalahnya. begitu luasnya dan begitu tinggi sekarang ini. yang timbul karena pengajaran dan pengalaman setelah menyelidiki dan m Akal inilah yang telah melahirkan ilmu pengetahuan yang begitu banyaknya. akal berarti pengetahuan. Ia menyuruh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya untuk menggali ilm pengetahuan adalah kewajiban syari’ah dan kebutuhan umat. yang tumbuh pada manusia setelah akalnya yang pertama mulai berjalan. dunia Barat dipandang sebagai kiblat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolo relevan dan pantas untuk diterapkan suatu bangsa. Pada dasarnya Islam telah memberikan kontribusi yang amat besar bagi p yang sedang kita rasakan sekarang. Posisi Akal dan Nakal Dalam Melahirkan Ilmu-ilmu Ke Islaman Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang amat sempurna. Dan hikmah diturunkannya Al-Quran agar aqal yang ada pada manusia itu tidak tersesat dalam mengkaji sesuatu. ini dimiliki oleh setiap manusia yang membedakannya dari hewan dan mak orang. Prinsip-prinsip kebudayaan itu bert sendiri. dirasakan oleh sekelompok orang. bahwa era globalisasi merupakan zaman yang menyeret man Islam. Sementara tata hubungan manusia d selalu mengalami perubahan. Islam juga adalah agama rahmatan lil memeluknya. Ketiga.

Tetapi yang mungkin adalah mengambil nilai-nilai kejayaan tersebut dalam ilmuan-ilmuan barat. . Wallahu A’lam.keilmuannya pada masa lampau.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful