PSIKOLOGI BERMAIN

SEJARAH DEFINISI TEORI BENTUK PERMAINAN MANFAAT

Adhyatman Prabowo, S.Psi

Perkembangan Anak di Amerika Warisan Puritan Pada masa ini, orang Amerika baru mengenal Tuhan yang dibawa orang kolonial Eropa. Anak-anak dianggap sebagai simbol Tuhan, namun masih terjadi bias antara perilaku bermain anak dan perilaku kerja anak Masa Kolonial Pada masa ini, pengaruh Locke dan Rosseau muncul di Amerika. Oleh karena itu, para orangtua memberikan kasih sayang dan perhatian pada perkembangan anak dengan cara mendaftarkan pendidikan di sekolah

para orangtua semakin sibuk sehingga kurang memberikan perhatian dan kasih sayang pada anak (biasanya anak diasuh oleh para budak belian) sehingga mulai muncul perilaku agresi anak Abad 20 Pada masa ini. perkembangan anak didominasi dari kemampuan intelketualnya saja. mulai muncul kajian bahwa perkembangan anak bukan hanya dilihat dari faktor intelektualnya saja.Abad 19 Pada masa ini. sehingga munculnya bentuk-bentuk permainan yang bersifat psikoedukasional. . tetapi kesuksesan anak ditentukan pula faktor sosial dan faktor emosionalnya sejak kecil.

Hurlock: Bermain adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh kesenangan >< bekerja yaitu kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh hasil tertentu.  James Sully (dalam Tejasaputra): Tertawa adalah tanda dari kegiatan bermain dan tertawa ada di dalam aktivitas sosial yang dilakukan bersama sekelompok teman. salah satu: kegiatan yang dilakukan berulang-ulang demi kesenangan.  Oxford English Dictionary: ada 116 definisi. >< bermain tidak semata-mata hanya untuk kesenangan tetapi ada sasaran yang ingin dicapai.  .

 .NEXT Huizinga (dalam Monks.  Schaefer & Reid membedakan pengertian “play” (bermain) dan “games” (permainan).): Bermain merupakan tindakan sukarela yang dilakukan dalam batasbatas tempat dan waktu. berdasarkan aturan yang mengikat tapi diakui secara sukarela dengan tujuan yang ada dalam dirinya sendiri. disertai dengan perasaan tegang dan senang dan dengan pengertian bahwa bermain merupakan sesuatu “yang lain” daripada kehidupan biasa. dkk.

Teori Klasik (Abad 19 – Awal Abad 20)  Teori klasik menekankan pada pentingnya faktor biogenetik dalam bermain. .  Bermain didefinisikan sebagai mekanisme alami untuk mendukung perkembangan fisik yang optimal atau mencerminkan sejarah evolusi manusia.

dimana ia mendefinisikan bermain sebagai cara bagi anak-anak untuk melepaskan energinya yang terpendam.Herbert Spencer (1873) Ia mengemukakan teori Surplus Energy.W Patrick (1916) Ia mengemukakan teori Renewal of Energy. dimana ia berpendapat ketika anak-anak merasa letih dan relaks. G.T. bermain dapat mereka mengatasi kebosanan dan mengisi kekosongan waktu bila mereka mau menunggu pulihnya energinya kembali. akibatnya ia merasakan semangat yang luar biasa ketika bermain dan kelelahan setelah bermain. .

G. Karl Groos (1901) Ia mengemukakan teori Biogenetik. .Stanley Hall (Salah satu pelopor perkembangan psikologi di Amerika) Ia mengemukakan teori Recapitulation. dimana ia menyatakan bahwa perkembangan setiap manusia mencerminkan kemajuan perkembangan evolusi manusia. dimana ia mendefinisikan bermain sebagai cara alami tubuh manusia untuk menpersiapkan dirinya sendiri menghadapi berbagai tugas dalam masa kehidupan dewasanya.

Teori Psikoanalisis  Bermain merupakan suatu cara yang digunakan anak-anak mengurangi kecemasannya (Freud. Kecemasan Objektif. yaitu perasaan takut pada kehidupan dunia luar Kecemasan utama yang biasa dialami adalah ketakutan ditinggalkan (fear of abandoment). 2. .1974)  Ada dua tipe kecemasan yang terjadi pada masa kanak-kanak : 1.

mereka menggunakan informasi yang ia dapat sebelumnya dengan menggabungkan informasi yang baru dengan ketrampilan yang ia sudah kenal dan mereka menguji gagasan pengalaman tersebut dengan gagasan yang baru  Ex: Anak yang bermain peran. ranting sebagai sendok makan dll.  . menggunakan batu ia ibaratkan sebagai telur.JEAN PIAGET (1963) Anak akan menciptakan sendiri pengetahuan mereka tentang dunianya melalui proses interaksi.

ex: bila anak mendapatkan mainan baru maka arrousalnya meningkat dan ketika ia mengekplorasi benda itu maka arrousalnya menurun. ex: kalau anak bosan bermain prosotan dari atas ke bawah maka ia berusaha mencari stimulus baru dengan berusaha naik dari prosotannya. Bermain sebagai aktivitas mencari rangsangan (Stimulus) yang dapat meningkatkan arrousal secara optimal.TEORI ARROUSAL MODULATION THEORY (ELLIS)    Teori ini menekankan pada bermain sendirian (soliter) Bermain disebabkan adanya kebutuhan atau dorongan agar sistem saraf pusat tetap berada dalam keadaan terjaga. .

Bruner & B. . J. Sutton-Smith: Bermain menyediakan suasana yang menyenangkan dan relax dimana anak dapat memecahkan berbagai problem -> akan dapat ditransformasikan ke problem-problem yang lebih kompleks dalam dunia nyata.  Eriskson: Bermain tidak hanya berfungsi untuk mengurangi kecemasan dan membangun ego yaitu dapat meningkatkan harga diri anak TEORI COGNITIVE DEVELOPMENTAL -> lebih menekankan untuk perkembangan intelektual.

KARAKTERISTIK BENTUK MANFAAT BERMAIN .

KARAKTERISTIK PERMAINAN Rubin. & Vandeberg (1983) :  Bermain harus dilandasi motivasi intrinsik  Bermain harus dapat dipilih secara bebas  Bermain harus menyenangkan  Bermain harus bersifat nonliteral  Bermain harus melibatkan fisik dan psikis . Fein.

2. 6. 5. 4.KARAKTERISTIK PERMAINAN MONKS DKK. Memberikan isyarat (Reframing) Pemutarbalikan (Reveresal) Abstraksi prototype Tema dan variasi Terikat tempat dan waktu Mempunyai sifat tegang dan bergairah . 3. 1.

KARAKTERISTIK PERMAINAN HURLOCK Bermain dipengaruhi tradisi  Bermain mengikuti pola perkembangan anak  Ragam kegiatan permainan menurun dg bertambahnya usia  Jumlah teman bermain menurun dg bertambahnya usia  Bermain semakin sesuai dg jenis kelamin  Permainan masa kanak-kanak berubah dari tidak formal menjadi formal  Bermain scr fisik kurang aktif dg bertambahnya usia  Bermain dapat diramalkan dari penyesuaian anak  Terdapat variasi yg jelas dalam permainan anak  .

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMAINAN ANAK MENURUT HURLOCK Kesehatan  Perkembangan Motorik  Intelegensi  Jenis Kelamin  Lingkungan  Status Sosioekonomi  Jumlah Waktu Bebas  Peralatan Bermain  .

BENTUK-BENTUK PERMAINAN .

Jenis kelamin .Tingkat intelegensi anak .Lingkungan tempat anak tumbuh .BENTUK PERMAINAN HURLOCK  Bermain Aktif Bermain yg kegembiraannya timbul dari apa yg dilakukan anak itu sendiri.Peralatan permainan sebagai stimulus .Kesehatan anak . Variasi permainan aktif dipengaruhi oleh : .Teman bermain .

.Permainan bersifat eksplorasi sehingga kurang menarik stlh rasa ingin tahu terpenuhi .Permainan ini mayoritas bersifat menyendiri . Anak-anak kurang berminat dlm bermain bebas dan spontan : ..NEXT.  Bermain Bebas dan Spontan Salah satu bentuk bermain aktif bagi anak-anak untuk melakukan apa. dan bagaimana mereka ingin melakukannya tanpa ada kaidah dan peraturan.Cepatnya pertumbuhan kemampuan anak . kapan.

. 3. 5. Seting dalam bermain drama (Pura-pura) Pemainan rumah-rumahan Permaian Pasar Berkemah Permainan rumah sakit Permainan kantor Memandikan bayi Permainan kantor Permainan Sekolahan dll. 6. Permainan Drama (Pura-pura) Bentuk permainan aktif dimana anak-anak menirukan berbagai materi atau situasi melalui perilaku dan bahasa yang jelas. 4. .. 8. seolah-olah hal itu terjadi nyata. 2.NEXT. 7.  1.

dan motivasi anak untuk mewujudkan mimpinya mjd kenyataan Melamun dapat dikategorikan menjadi : .NEXT.Melamun Reproduktif Kelemahan Melamun : Seringkali diasumsikan sebagai pemborosan waktu dan membuat anak kurang mampu menyesuaikan diri dg lingk sosialnya serta menurunnya prestasi akademik anak bila lamunannya bersifat tidak realistis ..Melamun Produktif .  Melamun Bentuk permainan aktif yang berupa kegiatan yang bersifat mental ketimbang fisik yang merangsang imajinasi anak. mendorong kreativitas.

anak mereproduksi objek yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari misalnya anak membuat kue dari tanah liat untuk mewakili kue yang dilihatnya dirumah atau di buku dan televisi. Dengan bertambahnya usia permaian kontruktif reproduktif berubah menjadi produktif lebih orisinil .  Bermain konstruktif Bentuk bermain menggunakan bahan untuk membuat sesuatu yang bertujuan memperoleh kesenangan.. Pada mulanya bermain konstruktif adalah reproduktif.NEXT.

berjoget.NEXT. berdansa atau memainkan instrumen musik..  Bermain Musik Pasif Anak hanya duduk mendengarkan musik . Bermain Musik  Bermain Musik Aktif Anak menyanyi.

Agama dan jenis kelamin..  Kegiatan ini tidak termotivasi oleh kegunaannya tapi kesenangan muncul dari kegiatan itu sendiri.  Kegiatan ini akan menimbulkan rasa bangga apabila dikagumi oleh teman-temannya  Bisa terjadi tukar menukar. Bermain mengumpulkan (kolektor)  Merupakan kegiatan bermain yang umumnya dikalangan anak-anak dari semua latar belakang semua RAS.NEXT. .

Mengeksplorasi  Anak ingin pergi ketempat yang jauh.. Misalnya anak kota perg kedesa untuk mengamati apa saja yang ada di desa.NEXT.  Kegiatan yang didominasi oleh anak laki-laki. .

Bermain Hiburan  Menonton TV  Mendengarkan cerita  Membaca komik  Menonton film  Komputer ..NEXT.

MANFAAT BERMAIN Meningkatkan pengetahuan  Menghilangkan rasa bosan  Meningkatkan kreativitas anak  Sumber katarsis emosional  Membangun hubungan sosial  Belajar berkerjasama  Meningkatkan kosa kata  Membangun kepuasan “ego” anak  .

.  Membantu anak mengenali dirinya sendiri  . Meningkatkan kepercayan diri pada anak  Menghilangkan rasa frustasi pada anak  Meningkatkan kemampuan berpikir abstrak  Membantu mengekpresikan dan mengurangi rasa takut.NEXT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful