RATNA SETYORATRI F0309071 PEREKONOMIAN INDONESIA - A

PENGARUH HADIRNYA FRANCHISE TERHADAP PASAR TRADISIONAL DAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA

LATAR BELAKANG Beberapa tahun ini di Indonesia sudah menjamur bisnis franchise terutama dalam bidang kuliner atau makanan. Banyak perusahaan franchise yang menawarkan berbagai macam barang dan jasa, misalnya usaha makanan modern seperti fast food atau dapat juga berupa pusat perbelanjaan yang biasanya memakai sistem retail. Beberapa perusahaan franchise membuka gerai-gerainya di lokasi-lokasi yang cukup strategis sehingga dapat menjaring konsumen lebih banyak. Penyebab semakin berkembangnya bisnis franchise karena adanya peningkatan daya beli konsumen, tersedianya sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam bidang franchise, return on investment yang tinggi serta faktor internal seperti motivasi, kepribadian yang terbuka serta perubahan gaya hidup di masyarakat. Namun, perkembangan bisnis franchise ini juga cukup merugikan bagi pasar tradisional yang sudah ada di masyarakat sejak dulu. Banyak pasar tradisional yang keberadaannya seolah-olah sudah mati akibat adanya bisnis franchise akhir-akhir ini. Perusahaan franchise ini seakan mengontrol harga barang di tingkat produsen melalui kerja sama pengadaan barang atau jasa yang lebih modern. Dengan kemampuan modal yang mereka miliki tentu saja mudah untuk menjalankan usahanya, dengan menawarkan tempat yang nyaman, bersih dan semua jenis barang tersedia tentunya sangat mudah untuk menarik konsumen. Sedangkan di kota kecil atau di daerah pedesaan, bisnis retail dan franchise bahkan mematikan usaha sejenis yang dimiliki perorangan dengan modal terbatas. Dengan pasokan barang yang langsung dari distributor dengan penentuan harga yang pasti mereka dengan mudah menggilas usaha yang dimiliki masyarakat. Ekspansi yang dilakukan perusahaan retail dan franchise didaerah kota-kota kecil dan pedesaan tersebut telah merubah kebiasaan masyarakat secara langsung dalam berbelanja. Dengan segala kenyamanan yang ditawarkan tentu saja masyarakat akan tertarik untuk berbelanja disana disertai prestise bahwa mereka 1

Perubahan kebiasaan dan cara masyarakat berbelanja ini mengakibatkan toko-toko dan pasar tradisional yang dimiliki perseorangan menjadi ditinggalkan pembelinya. Bisnis franchise memiliki peranan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia karena dapat membantu pengusaha-pengusaha baru yang ingin mendirikan perusahaan tanpa harus bersusah payah dari nol yaitu dengan cara membeli hak lisensi perusahaan franchise asing maupun lokal yang sudah go public. Isi perjanjian adalah franchisor akan memberikan bantuan dalam memproduksi. cara memproduksi. mendesain toko. standarisasi bahan. dimana para pemilik modal besar akan semakin kaya dan masyarakat pemilik modal terbatas akan semakin terhimpit dan bangkrut pada akhirnya. Pemilik usaha disebut franchisor atau seller. peralatan. Dengan semakin menyusutnya toko-toko yang dimiliki perseorangan ini menyebakan semakin besarnya ketimpangan ekonomi masyarakat. recruiting dan training pegawai.mampu berbelanja atau makan di tempat yang mewah. manajemen dan kadangkala sampai masalah keuangan kepada franchisee (Anang Sukandar. Hal tersebut bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi semakin baik dan maju. Dengan berbagai keterbatasan dari pasar tradisional tentunya mereka tidak dapat bersaing dengan toko retail dan franchise dan secara perlahan akan mati seiring dengan berjalannya waktu. Franchisee juga terikat dengan kewajiban keuangan kepada franchisor seperti 2 . Ada pula franchisor yang menyusun strategi pemasaran dan menanggung biaya pemasarannya. Sebaliknya franchisee akan terikat dengan berbagai peraturan yang berkenaan dengan mutu produk / jasa yang akan dijualnya. 2004 : 9). Selain itu. Sehingga masyarakat didorong untuk menjadi konsumen sejati dengan mematikan peluang untuk jadi pengusaha atau enterpreneur dalam skala kecil. operasional. sedangkan pembeli “Hak Menjual” disebut franchisee. Luas bantuan berbeda tergantung pada policy dari franchisor. Misalnya beberapa franchisor memberikan bantuan kepada franchisee dari awal usaha mulai dari pemilihan lokasi. bisnis franchise ini cukup banyak menyerap tenaga kerja sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. PEMBAHASAN Franchise adalah perjanjian pembelian hak untuk menjual produk dan jasa dari pemilik usaha. juga untuk bersaing menghadapi perekonomian bebas dimasa yang akan mendatang. Wajar bila bangsa ini memiliki sedikit enterprenuer karena peluang tersebut hanya diciptakan dan dimiliki oleh sedikit orang saja. hingga negosiasi dengan pemberi modal.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa operasi franchise adalah suatu hubungan kontraktual antara franchisor dan franchisee dimana franchisor menawarkan dan wajib memelihara kepentingan yang terus menerus pada usaha franchisee dalam bidang-bidang pengetahuan . Wendy’s. Hal ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat untuk membuka bisnis franchise belum dibarengi dengan kehati-hatian dan kejelian dalam pengelolaan. pelatihan.pembayaran royalty secara rutin baik yang berkenaan maupun yang tidak dengan tingkat penjualan yang berhasil dicapainya. dan lain-lain. Ayam Bakar Wong Solo. Bread Talk. Bisnis franchise ini banyak diperbincangkan di mana-mana dan sangat digandrungi oleh masyarakat luas. sedangkan bidang usaha lain misalnya Sogo Department Store. Bisnis franchise tengah menjadi model bisnis paling populer di negeri ini. Sebagaimana disampaikan Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia Karamoy (2009) bahwa rata-rata pertumbuhan bisnis franchise lokal mencapai 8-9% per tahun. Beberapa Franchise Asing yang sukses di Indonesia misalnya dalam bidang usaha makanan. Bakso Cak Man. Hard Rock Café. RM Padang. Future Kids. Planet Hollywood. usahanya sudah terlebih dahulu punya nama karena telah dikenal oleh konsumen. Pizza Hut. dan lain sebagainya. Banyak pengusaha yang cukup berhasil dalam menjalankan bisnis franchisenya tapi banyak juga pengusaha yang gagal dalam menjalankan bisnis franchise. Dalam waktu yang singkat beberapa Franchise Asing ini berkembang dibanyak kota di tanah air. Ray White. Alfamart. minuman dan cafe antara lain Quickly. Franchise Lokal antara lain Es Teler 77. Indomart. Kentucky Fried Chicken. Tony Romas. sedangkan franchise asing 1213% per tahun.Para pengusaha seharusnya menyadari bahwa bisnis yang di franchise kan adalah sebuah bisnis telah memenuhi syarat 3 . Starbucks. Franchisee beroperasi dibawah merk/nama dagang yang sama. Ace Hardware. English First. 2007). Kafe Dome. terutama bagi pengusaha-pengusaha yang ingin mendirikan sebuah usaha baru secara instan dan tanpa bersusah payah membangun citra perusahaannya di mata konsumen karena dengan menggunakan franchise. Mc Donalds. Bread Story. Marks & Spencer. Baskin Robin. Mr Celup. Di lingkungan sekitar kita saja sudah menjamur bisnis franchise baik itu franchise lokal maupun franchise asing. Bakso Cak Eko. ERA Indonesia. format dan prosedur dimiliki atau dikendalikan oleh franchisor di mana franchisee telah melakukan suatu investasi didalamnya dengan sumber dananya sendiri. Namun perbedaan tingkat kegagalan dari keduanya sangat mencolok yaitu sebesar 50-60% untuk franchise lokal dan hanya 2-3% untuk franchise asing (Firdaniaty.

Franchisee harus jeli dan tidak terjebak pada isi perjanjian dengan franchisor.  Franchisor akan melakukan pelatihan secara berkala kepada pegawai franchisee sehingga standard operasional dan mutu produk serta jasa sesuai dengan standard franchisor    Franchisee akan mempunyai keuntungan pengalaman mengakses management skills dari suatu bisnis besar. Sedangkan kerugian dari bisnis franchise bagi franchisee adalah :     Biaya startup cost yang tinggi.yang telah ditentukan sehingga bukan mengikuti kelatahan belaka. Maksud dari “teruji kesuksesannya” yaitu dengan sengaja diberi penekanan. bantuan managerial dan pemasarannya bagi pengusaha yang bersedia menjualkan produk dan jasa franchisor. Franchisee mempunyai peluang untuk berkembang cepat. franchisee harus membayar pembelian franchise yang biasanya cukup mahal. Franchisee tidak bebas mengembangkan usahanya karena berbagai peraturan yang diberikan oleh franchisor. franchising menawarkan kepada franchisee sebuah keunggulan system bisnis baru yang dapat berkembang cepat dengan merek dan formula bisnis yang sudah teruji daripada membangun bisnis dan merek baru yang beresiko. Franchisee tak usah memulai bisnisnya dari nol karena bisnis franchisor sudah terkenal dan mempunyai pasar. sebab bila pemilik bisnis tersebut masih dalam taraf trior and error dalam mencari pola maka dapat membahayakan franchisee yang akan membeli sekaligus dapat menimbulkan konflik internal. karena bagaimanapun biasanya perjanjian akan berpihak kepada prinsipal / franchisor dengan perbandingan 60:40. Selain itu keunggulan lain dari bisnis franchise adalah :  Franchising saat ini populer bagi usaha kecil dan menengah karena franchisor menawarkan keuntungan. Bisnis franchise memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Syarat tersebut antara lain bahwa usaha franchise merupakan sebuah system atau usaha yang telah terstandar secara bakudan telah teruji kesuksesannya. Franchisee biasanya terikat pada pembelian bahan untuk produksi untuk standarisasi produk /jasa yang dijual. karena selain kebutuhan investasi awal. Sebagai bentuk bisnis retail. 4 .

Adanya outlet. jorok. Sistem ekonomi kerakyatan yang dianut di Indonesia sepertinya mulai melenceng dari tujuan awalnya. Pemilik modal perorangan yaitu padagang di pasar yang memiliki toko kelontong.Secara umum keuntungan bagi franchisor adalah sebagai berikut :      Usaha berkembang dengan investasi kecil. Memperoleh orang yang lebih gigih. Diskon yang diperoleh dari skala ekonomi. Konsep yang diusung franchise yaitu memberikan kenyamanan bagi para kosumennya telah berhasil mengalahkan image pasar tradisional yang kotor. Penyediaan akses terhadap barang langsung dari produsen sekarang ini hanya terbatas pada pemilik modal besar yang diwakili korporasi tentunya melalui toko retail waralaba / franchise. Memperoleh masukan yang lebih costumerized Kehadiran bisnis franchise yang saat ini cukup marak memiliki dampak yang mengancam pasar tradisional. Sistem ekonomi Indonesia sekarang ini cenderung kepada sistem kapitalis murni dengan faktor padat modal yang menjadi penggerak ekonomi secara keseluruhan yang memotong arus distribusi barang dari produsen langsung ke konsumen. dan bau. Dengan menurunnya pangsa pasar dari pedagang-pedagang kecil maka upaya pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sebagai upaya membantu masyarakat ekonomi lemah yang mana biasanya bantuan yang diterima oleh pedagang-pedagang kecil adalam dalam bentuk berupa warung-warung kecil dan hal tersebut menjadi kurang berguna karena adanya penurunan pangsa pasar yang terjadi akibat adanya bisnis franchise. Jika dibandingkan dengan produk yang ditawarkan di pasar tradisional yang seadanya dan terkadang kualitasnya pun tidak cukup bagus maka akan jauh berbeda antara franchise dan pasar tradisional. Barang dan jasa yang ditawarkan franchise juga sangat beragam dan memiliki kualitas yang bagus dan cukup bermerek. Hal ini 5 . karena bukan mendorong masyarakat kecil untuk menjadi produsen atau setidaknya menjadi penyedia jasa melalui usaha-usaha perdagangan kecil yang langsung berhubungan dengan konsumen kecil yang biasa membeli barang secara satuan. harus melawati jalur distribusi yang panjang untuk mendapatkan barang dari produsen. Karena alasan-alasan tersebut maka franchise akan mematikan pedagang-pedagang kecil atau setidaknya menurunkan penjualan pedagang kecil terutama yang lokasinya berdekatan dengan usaha franchise tersebut.

menyebabkan tingginya harga yang didapat pemilik toko kelontong dan berbanding terbalik dengan toko retail waralaba / franchise. Perkembangan bisnis franchise akan semakin pesat karena didukung dengan adanya kekuatan permintaan dari konsumen.8 3.774.893. Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha tahun 2004-2009 (dalam Miliar Rupiah) Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber : Badan Pusat Statistik Nilai 2.441. Secara tidak langsung berarti perusahaan waralaba / franchise ini dapat mengontrol harga dipasaran melalui kekuatan yang dimilikinya.613. tentunya tidaklah sulit untuk mengambil selisih harga yang sangat signifikan.281.7 Dapat dilihat dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari tahun 2004-2009 Produk Domestik Bruto selalu mengalami peningkatan.826.2 4. 6 .216. Tingginya tingkat pertumbuhan daya beli konsumen dapat dilihat dari Produk Domestik Bruto. Pemilik toko perorangan harus berhubungan dengan berbagai distributor untuk mendapatkan barang yang mereka akan jual. Hal ini ditunjang oleh daya beli mereka. Dalam persaingan dengan toko kelontong pun mereka dapat dengan mudah menentukan harga dibawah harga pasar.295.339. Hal ini menjadi pendorong yang kuat akan keberhasilan bisnis franchise di Indonesia karena daya beli masyarakat meningkat.951. mereka menerima segala macam barang hanya dari satu sumber dengan harga jual yang telah ditentukan oleh perusahaan. Mereka hanya tinggal menjual dengan harga yang telah ditentukan. Mereka akan dapatkan harga rendah karena bisa memotong jalur distribusi sehingga keuntungaan pun berlipat-lipat. sehingga untuk menjual barang sesuai dengan harga pasaran mereka hanya mendapat selisih harga atau keuntungan yang kecil.950.2 2. Berbeda dengan toko retail waralaba / franchise.356. mungkin dengan perbedaan yang sangat tipis sehingga dapat menarik konsumen lebih banyak.1 3.7 5.

0 137. Tren peningkatan omset bisnis franchise sedikit terlihat dari tahun 2008.074.734. terus berlanjut. Perdagangan Besar dan Eceran b.9 431.528.304.3 121.2 501.4 16.605.542.3 17.1 393.5 12.620.199. dimana pada tahun tersebut peroleh omset sebesar Rp 81 triliun dan meningkat 18 % pada tahun 2009menjadi Rp 95 triliun.9 18.146.320.4 Sumber : Badan Pusat Statistik PDB sektor perdagangan hotel dan restoran juga mengalami kenaikan terus menerus. yang berbentuk franchise dan business opportunity diperkirakan sampai akhir tahun 2010 sebesar Rp 114.900.9 78.667.047.555.350.7 750.420.4 68.243. 7 .685. yaitu faktor keahlian manajemen.8 468.2 92.0 287.553. Faktor kesuksesan bisnis franchise selain faktor kekuatan permintaan.2 14. Hotel & Restoran Lapangan Usaha Perdagangan.806. hotel dan restoran seperti dalam tabel di bawah ini : Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Sektor Perdagangan.5 592. masalah manajemen franchise akan ditunjang oleh franchisor yang mempunyai keahlian manajerial dengan kapasitas kemampuan lebih besar. Hotel & Restoran a. Hotel c. Hal ini membuktikan bahwa bisnis makanan terus berkembang dan potensial demand akan terus bertumbuh. Restoran 2004 2005 2006 2007 2008 2009 368.1 691. Hal ini menyebabkan motivasi pertumbuhan bisnis makanan baru.4 551. Untuk bisnis franchise seperti ditulis di atas.494. Dengan demikian. rata-rata pertumbuhan sepanjang tahun 20082010 adalah sebesar 19% per tahun. Jumlah tersebut naik 20% dari perolehan tahun 2009 sebesar Rp 95 triliun.317.4 106.877. Namun demikian.249.Selain itu dilihat dari produk domestik bruto sektor perdagangan.4 592.64 triliun.0 338.6 20. franchise masih membutuhkan penasehat kerja keras untuk yang keberhasilannya karena franchisor bertindak sebagai sedangkan melaksanakan adalah franchisee. Hasil riset mengemukakan omset penjualan usaha franchise di Indonesia baik milik lokal maupun asing.

5 Triliun/1.3 Triliun/1.6 Triliun.5 Triliun. dengan Rp 15 Triliun (15.8%).6%).7 Triliun/1. Peringkat kedua diraih retail minimarket. Share terbesar kedua di-´coup´oleh broker property. Adapun jumlah pekerja yang terlibat dalam industri ini di tahun 2009 adalah sekitar 610 ribu orang atau naik 16. jika setiap kelompok usaha diurai lagi per kategori usahanya masing-masing. antara franchise asing dan lokal adalah sebesar 38% : 62% atau Rp 36.1%). peringkat ketiga belas tour & travel (Rp1. yang di tahun 2010 nilainya diperkirakan akan mencapai Rp 42.3%). Mulai dari izin mendirikan bangunan jika bisnis franchise yang akan dijalankan memerlukan pembangunan bangunan 8 .5 Triliun/2. dimana jumlah pekerjanya baru mencapai 523 ribu orang. Broker Property. Retail Minimarket.8%) dan traditional food (Rp 1.9 Triliun) dan pendidikan (Rp6.yaitu F&B (Food & Beverage).2 Triliun/1.1%).8%). bread & cake (Rp 2. burger (Rp 2.5 Triliun/2. Kecantikan dan Kesehatan. Posisi keempat dan kelima diduduki jasa kurir / ekspedisi (Rp 7. Peringkat ke dua belas diraih oleh bimbingan belajar (Rp 1.35 Triliun banding Rp 59. Pendidikan. Kontribusinya mencapai Rp 21 Triliun (22.8Triliun (7. jumlah pekerja di industri ini melonjak hingga 18% mencapai 719 ribu orang. mulai dari donut (Rp 5.4 Triliun/3. yang terbesar market sharenya adalah F&B.6%).2%).4 Triliun). Dampak lainnya dari bisnis franchise ini juga berimbas ke pemerintahah terutama pemerintahan daerah. kesempatan yang diberikan bagi para investor yang membuka bisnis franchise memiliki dampak yaitu meningkatkan sederetan pos pemasukan yang dapat menunjang pendapatan asli daerah (PAD). Kurir / ekspedisi.8 Triliun.4%).6%). Dari 8 kelompok di atas.9%). Masing-masing kategori produk lainnyamenghasilkan omset kurang Rp 1 Triliun pada tahun 2009 atau kontribusi kurang dari 1% ditahun tersebut. keempat belas adalah apotik (Rp 1.5%). Posisi ketiga ditempati fast food ayam goreng dengan Rp10. dan keempat adalah kurir / ekspedisi dengan Rp 6. terlihat bahwa nilai bisnis industri terbesar di tahun 2009 diraih oleh industri retail minimarket. Diperkirakan. pizza (Rp 3. sampai akhir tahun 2010.9Triliun/6. tea (Rp 1. coffee shop(Rp 2. Bagi pemerintah daerah.3 Triliun/1. Peringkat 5-11 dipegang oleh waralaba makanan.2%) dan bakmi (Rp 1.3%). Dari riset ini pula didapatkan perbandingan nilai bisnis franchise di tahun 2009.Dalam riset ini semua industri franchise dikelompokkan ke dalam 8 kelompok besar. Fashion & Accessories dan Automotive. ice cream (Rp 1.2Triliun/1.5 Triliun/2.6%).2%).9 Triliun (11.46 Triliun.7 Triliun/1. kursus bahasa inggris (Rp 1. Sementara. dengan Rp 26.7Triliun/1. diikuti oleh broker property dengan Rp 19.5% dibandingkan dengan tahun 2008.

ditambah dengan sikap franchisor yang baik dan supportif maka bisnis franchise ini akan menjadi solusi bagi mereka yang ingin memulai bisnis dengan cepat dengan resiko kegagalan yang rendah. Dengan kemudahan prosedur perizinan untuk memulai bisnis maka akan banyak sekali investor yang tertarik dengan bisnis franchise. Keduanya adalah saling membutuhkan sehingga dapat mencapai win-win solution agar dapat 9 . pajak reklame indoor maupun outdoor. Hal ini juga menjadi salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan karena dengan semakin sulit dan kompetitifnya persaingan dalam mencari lowongan pekerjaan serta tingkat UMR yang rendah sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidp maka masyarakat didorong untuk berusaha dan mandiri. Sebaliknya bila posisi kita sebagai franchisor maka jalinlah komunikasi yang baik dengan franchisee. Ada beberapa jurus yang sudah terbukti kesuksesannya dalam menjalankan bisnis franchise. Dukungan tersebut juga diberikan oleh pemerintah melalui kemudahan pengambilan kredit sehingga tidak tertutup kemungkinan bagi pengusaha-pengusaha yang memiliki tidak cukup modal dapat mendirikan sebuah bisnis franchise. Bila posisi kita sebagai franchisee. tentunya dengan memperhitungkan kemampuan dan ketrampilan pengusaha tersebut dalam mengelola bisnis franchise. pajak penghasilan. Dengan terpacunya masyarakat untuk memulai bisnis atau berwirausaha maka keterampilan masyarakat dalam berbisnis juga dengan sendirinya akan semakin terasah seperti pengetahuan akan aspek distribusi dan pemasaran sehingga tidak terbatas pada aspek perdagangan saja. dan lain-lain. tetapi jika dikelola dengan baik dan benar. Hubungan antara franchisor dan franchisee adalah seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Namun. izin usaha. Salah satu alasan mengapa orang lebih suka memilih bisnis franchise oleh karena lebih mudah menjalankannya dibanding memulai bisnis sendiri. PENUTUP Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa bisnis franchise terbukti menjadi salah satu bisnis yang paling banyak diminati oleh investor di Indonesia. Dampak lainnya adalah adanya kesempatan berinvestasi bagi para investor terutama bagi investor lokal yang belum berpengalaman dalam mengelola dan mengembangkan bisnis franchise.baru. Walaupun ada juga yang gagal. Pemerintah daerah mengharapkan dengan adanya pembangunan dan pengembangan franchise dapat meningkatkan sektor ekonomi sehingga dapat mendukung sektor-sektor non ekonomi lainnya seperti pendidikan dan kebudayaan. retribusi parkir. pajak bumi dan bangunan (PBB). maka sebelum membeli franchise sewajarnya kita lakukan investigasi terlebih dahulu terhadap kinerja franchisor.

Bisnis franchise juga berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia dilihat dari kontribusi pendapatan negaranya daritahun 2008 sampai 2010 terus meningkat dan jumlah rata-ratanya bisa mencapat lebih dari 18% per tahun. Kurang komitmen dalam memberikan support. Untuk itu support Franchisor adalah “nyawa’’ bagi Franchisee. Dengan kata lain bisa dinyatakan bahwa untuk membangun dan menjaga kepuasan franchisee maka dapat dilihat dari 4 parameter yaitu Franchise System. Oleh karena itu. Dari jumlah pekerja yang terlibat dalam kegiatan industri tersebut kita bisa lihat bahwa kenaikan jumlah pekerja meningkat setiap tahunnya. para pedagang kecil yang terkena dampak negatif dari adanya bisnis franchise mulai mengantisipasi dengan mengikuti pola pergeseran tersebut yaitu dengan mulai berdagang dengan konsep inti franchise ataupun bisa juga dengan berperab sebagai produsen. 10 . Sekiranya itu bisa mencukupi kebutuhan masyarakat indonesia yang jumlah pendudukanya mencapai 200 juta jiwa. Franchise Relationship dan Franchise Prospect. Akan tetapi hal itu juga kita lihat dari pemerataan kinerja pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat kita ini.merasakan keuntungan bersama. Ini bisa mengurangi angka pengangguranyang terjadi di Indonesia yang semakin buruk. Franchise Support. Oleh sebab itu support untuk kesuksesan franchisee mutlak diperlukan. Hal ini terjadi akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat dari tradisional menjadi lebih modern. Faktor yang perlu diingat adalah bahwa kesuksesan franchisee merupakan kesuksesan franchisor juga. Namun. dan kegagalan franchisee adalah kegagalan usaha franchisor juga. Sebuah sistem franchise akan berkembang dengan kuat jika ada dukungan dari franchisee yang mandiri. dengan semakin banyaknya bisnis franchise yang berkembang maka akan menyingkirkan pasar tradisional. akan berakibat franchisee tutup di tengah jalan. Para pedagang kecil yang masih tetap ingin menjual secara tradisional harus mempunyai cara untuk mempertahankan kelangsunga usahanya karena bagaimanapun masih ada masyarakat yang loyal terhadap keberadaan dari pasar tradisional. Kenaikan rata-rata tersebut mencapai 2% per tahunya dan bila angka tersebut bisa semakin meningkat maka pertumbuhan perekonomian akan semakin membaik tanpa masalah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bisnis franchising merupakan salah satu cara untuk memperbaiki keadaan perekonomian di Indonesia.

Tersedia dari : 11 .staff.com/bisnis/2011/03/04/perkembangan-bisnis-waralaba-mematikankelangsungan-usaha-tradisional-dengan-modal-terbatas/ http://id. 7.ac.ac.id/index. Yenli (2006) Pertumbuhan Minimarket Sebagai Salah Satu Bentuk Pasar Modern.com > (diakses 23 November 2011) Saktiawan. Jakarta < : Universitas Bunda Mulia [Internet].DAFTAR PUSTAKA Astuti. Malang : Universitas Kanjuruhan Malang [Internet].pdf > (diakses 22 November 2011) http://ekonomi. Tersedia dari : < http://avin.kompasiana. dkk (2010) MAKALAH PENGARUH FRANCHISING ATAU WARALABA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA [Internet].smecda.id/ Maulina. Tersedia dari : < http:// edukatama.ac.com/kajian/files/jurnal/Hal_85.wikipedia. 1.files. Adwin H. Venus (2003) Perbandingan Keunggulan Bersaing Restoran Waralaba Asing Dan Restoran Waralaba Lokal.wordpress.ugm. MARET 2005: 83-98 [Internet]. Tersedia dari : <http://puslit.petra. Alimuddin Rizal (1997) MENCERMATI BISNIS MAKANAN NON-TRADISIONAL DI INDONESIA dalam Kumpulan Artikel Seminar Pemasaran [Internet].id/journals/pdf.go. Tersedia > dari (diakses : 22 http://www.pdf > (diakses 23 November 2011) Helmi.pdf November 2011) Rivai.org/wiki/Waralaba http://www. Tersedia dari : < http://www.ac.php/ekonomi/article/viewFile/282/pdf_176 > (diakses 22 November 2011) Megawati. NO.id/data/karyailmiah/berilmu%26usaha_avin. Dewi (2005) Kajian Bisnis Franchise Makanan di Indonesia dalam JURNAL MANAJEMEN & KEWIRAUSAHAAN.id/manajemen/images/doc/journal/mini-market. Tersedia dari : < http://ejournal. VOL. Alvin Fadilla (2004) Strategi Belajar dan Berwirausaha dalam Seminar Nasional Kewirausahaan Antara Ilmu dan Bisnis [Internet].uin-malang.php?PublishedID=MAN05070106> (diakses 22 November 2011) Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM (2006) PENELITIAN DAMPAK KEBERADAAN PASAR MODERN (SUPERMARKET DAN HYPERMARKET) TERHADAP USAHA RITEL KOPERASI/WASERDA DAN PASAR TRADISIONAL dalam JURNAL PENGKAJIAN KOPERASI DAN UKM NOMOR 1 TAHUN I – 2006 [Internet].ubm.bps.

pdf (diakses 22 November 2011) Sukandar. Prof. Tersedia dari : < http://www. M.id/images/stories/pidatogurubesar/2011/Praktik%20Bisnis%20Waralaba %20Franchise%20Di%20Indonesia%20Peluang%20Usaha%20Dan%20Investasi.Si.or. Jakarta : Asosiasi Franchise Indonesia Suryadama. PELUANG USAHA DAN INVESTASI dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi [Internet].scribd.smeru. Christina W (2008) Strategi Pemasaran Ritel.Index > 12 .id/report/research/supermarket/supermarket_ind.um. dkk (2007) Dampak Supermarket terhadap Pasar dan Pedagang Ritel Tradisional di Daerah Perkotaan di Indonesia dalam Laporan Penelitian SMERU [Internet]. Jakarta : PT.< http://www. Anang (2007) Direktori Franchise Indonesia. Dr (2011) PRAKTIK BISNIS WARALABA (FRANCHISE) DI INDONESIA. Daniel.com/doc/53352718/Makalah-Pengaruh-Franchising-Atau-Waralaba > (diakses tanggal 22 November) Sudarmiatin.pdf > (diakses 22 November 2011) Utami.ac. Tersedia dari : <http://library.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.