P. 1
Artemia salina Leach.docx

Artemia salina Leach.docx

|Views: 300|Likes:
Published by benediktus_bayu

More info:

Published by: benediktus_bayu on Feb 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

Larva Udang Uji BSLT ini dilakukan terhadap larva udang Artemia salina leach, alas an digunakannya udang

ini karena mudah didapat, murah, prosesnya cepat 1 x 24 jam, mudah dikembangbiakan dan mudah mati. Artemia salina Leach Hewan uji yang digunakan dalam metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) ini adalah Artemia salina Leach oleh Linnaeus, Artemia diberi nama Cancer salinus, kemudian pada tahun 1819 diubah menjadi Artemia salina oleh Leach (Mujiman, 1995). A. Klasifikasi Artemia merupakan kelompok udang -udangan yang diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom : Animalia

Subkingdom : Metazoa Phylum Subphylum Classis Subclassis Ordo Genus Spesies : Arthropoda : Mandibulata : Crustacea : Branchiopoda : Anostraca : Artemia : Artemia salina Leach

B. Lingkungan Hidup Artemia hidup planktonik di perairan yang berkadar garam tinggi (antara 015 -300 permil). Suhu yang dikehendaki berkisar antara 25-300 °C, oksigen terlarut sekitar 3 mg/L dan pH antara 7,5-8,5. Sebagai plankton Artemia salina tidak dapat mempertahankan diri terhadap pemangsaan musuhmusuhnya sebab tidak mempunyai alat ataupun cara untuk membela diri. Satu-satunya cara untuk menghindarkan diri dari pemangsaan adalah lingkungan hidup yang berkadar garam tinggi, sebab pada kadar garam yang tinggi tersebut, pemangsanya pada umumnya sudah tidak dapat hidup lagi.

C. Morfologi Artemia dewasa dapat mencapai panjang antara 1-2 cm dengan berat badan sekitar 10 mg. Anak yang baru menetas (Nauplius instar I) panjang sekitar 0,4 mm dengan berat badan sekitar 15 mikrogram. Nauplius instar II 13 panjangnya sekitar 0,6 mm, sedangkan nauplius instar III sudah sepanjang 0,7 mm. Telur yang masih bercangkang bergaris tengah sekitar 300 mikron dengan berat

biasanya telur-telur itu sudahmenetas menjadi anak Artemia yang dinamakan nauplius (Mujiman. Calon thoracopoda 5. yakni dengan direndam di dalam air tawar selama 1 jam. Sedangkan jenis parthenogenesis tidak ada perkawinan. baru kemudian dimasukan dalam wadah penetasan. Sebelum ditetaskan telur-telur tersebut perlu dicuci terlebih dahulu. tahap pecah cangkang.sekitar 3. Antennula 3. karena memang tidak ada pejantannya. Sedangkan telur yang telah didekaptulasi garis tengahnya sekitar 210 mikron (Mujiman. Antena 4. Suhu air yang baik selama proses penetasan adalah antara 25-30C. dan tahap payung atau tahap pengeluaran. Sedangkan kadar oksigennya harus lebih dari 2 mg/L. Mata nauplius 2. Artemia dengan jenis biseksual tidak dapat berkembang biak secara parthenogenesis dan jenis parthenogenesis tidak dapat berkembang biak secara biseksual. 1995). Saluran pencernaan 6. Ini dapat dibuat dengan mengencerkan air laut dengan air tawar. (*Gambar Artemia Salina Leach) Morfologi Artemia Salina Leach (Isnansetyo. Ada beberapa tahapan proses penetasan Artemia ini yaitu tahap hidrasi. kita perlu menggunakan air berkadar garam 5 permil. jadi betinannya akan beranak dengan sendirinya tanpa kawin (Mujiman. Dalam waktu 24-36 jam setelah pemasukan telur. Pada Artemia dewasa. biasanya ditandai dengan adanya tangkai mata yang jelas terlihat pada kedua sisi bagian kepala. Penetasan Telur Artemia Telur yang siap menetas berwarna coklat keabu-abuan.65 mikrogram. Mandibula D. Untuk merangsang proses penetasannya media penetasan tersebut perlu disinari dengan lampu yang dipasang di samping wadah. 1995). Untuk media penetasan dapat digunakan air laut biasa (kadar garam ± 30 permil). 1995). Perkembangbiakan pada jenis biseksual harus melalui proses perkawinan antara induk betina dan induk jantan. Tapi untuk mencapai hasil penetasan yang lebih baik. Untuk menngetahui tahap penetasan dapat dilihat pada gambar (*Gambar tahap penetasan artemia) . 1995) Keterangan: 1. Perkembangbiakan Artemia berkembang biak secara biseksual dan beberapa jenis lainya secara parthenogenesis. E. antenna sebagai alat sensori Morfologi Artemia salina disajikan pada gambar 1.

. Sehingga uji dengan metode BST ini merupakan uji awal untuk mengetahui senyawa yang memiliki potensi atau tidak sebagai antikanker. hanya dibutuhkan sampel yang sangat sedikit. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukan konsentrasi 50 ekstrak yang dapat menyebabkan kematian sebesar 50 % dari jumlah hewan uji. selain itu dalam pelaksanaannya tidak membutuhkan keahlian khusus (Meyer et al cit Wahyuni. Hasil uji dinyatakan toksik terhadap Artemia apabila ekstrak tumbuhan tersebut memiliki LC50 ìg/mL (Meyer et al cit Wahyuni. b.Penetasan dilakukan di bawah lampu selama 24 jam. Keuntungan dari metode Brine Shrimp Lethality Test antara lain cepat hanya membutuhkan waktu pengamatan selama 24 jam. 2002).Dibuat larutan ekstrak jinten hitam dengan berbagai konsentrasi. merupakan sejenis udang-udangan yang hidup planktonik di perairan laut yang salinitasnya tinggi. Uji toksisitas dengan menggunakan Brine Shrimp Letality Test ini dapat ditentukan dari jumlah kematian brine shrimp Artemia salina akibat pengaruh ekstrak atau senyawa bahan alam dengan konsentrasi tertentu yang dinyatakan dalam LC50 . 2002). c. merupakan metode yang sederhana. 2002). ALAT dan BAHAN         Larva udang Artemia salina Kotak penetesan larva udang Tabung reaksi Mikro pipet 2 – 20 (mikroliter) Mikro pipet 20-200 (mikroliter) Mikro pipet 100 -100 (mikroliter) Wellplate Kaca pembesar Prosedur kerja a. setelah uji toksisitas dengan menggunakan Brine Shrimp Lethality Test perlu dilakukan uji sitotoksisitas.Penetesan Artemia salina Leach.Salah satu isi kotak di tutup dengan alumunium foil dan telur udang dimasukkan ke dalamnya. murah.Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Artemia salina Leach.Masukkan 10 ekor larva Artemia salinaLeach yang berumur 24 jam setelah menetes ke dalam 5 tabung reaksi. Artemia salina Leach merupakan salah satu organisme yang digunakan dalam metode skrining untuk menentukan toksisitas suatu senyawa (Meyer et al cit Wahyuni. Sifat toksisitas dari suatu senyawa dapat diasosiasikan sebagai aktifitas antikanker.Masing-masing tabung berisi 10 ekor larva. Oleh karena itu. namun dalam metode Brine Shrimp Lethality Test ini tidak spesifik untuk mendeteksi senyawa antikanker. Pembiakan udang dilakukan dalam sebuah kotak yang dibgi menjadi 2 bagian dengn sekat berlubang dan di masukkan air laut secukupnya.

. g. dan tabung di simpan selama 24 jam. f. dengan cara tidak di tambahkan larutan ekstrak. 1 tabung reaksi di jadikan control.Buat air garam (19 gram NaCl dilarutkan dalam 500 mL air) e.Hitung jumlah larva Artemia salinaLeach yang masih hidup di masing-masing tabung reaksi.d.Tambahkan 10 ml air garam ke dalam masing-masing tabung reaksi.Masukkan larutan ekstrak sesuai konsentrasi yang di buat ke dalam 4 tabung reaksi larva Artemia salinaLeach.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->