P. 1
Prosedur Operasional Standar Kenaikan Kelas

Prosedur Operasional Standar Kenaikan Kelas

|Views: 413|Likes:
Published by Santi Kamek

More info:

Published by: Santi Kamek on Feb 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2015

pdf

text

original

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR KENAIKAN KELAS

A. Latar Belakang Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan membawa implikasi terhadap sistem penilaian, termasuk model dan teknik penilaian proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah. Penilaian hasil belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), selain dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah juga oleh masyarakat (Du/Di). Penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan merupakan penilaian internal (internal assessment) dalam rangka penjaminan mutu, sedangkan penilaian oleh pemerintah dan masyarakat (Du/Di) merupakan penilaian eksternal (external assessment) sebagai pengendali mutu. Kurikulum SMK berbasis kompetensi (competency-based curriculum), berbasis luas dan mendasar (broad-based curriculum), dan menggunakan pendekatan pengembangan kecakapan hidup (life skills development approach). Pelaksanaan pembelajaran di SMK menggunakan model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), yaitu pembelajaran dilaksanakan di sekolah dan di dunia usaha/dunia industri (Du/Di), dengan menggunakan kurikulum yang disusun oleh sekolah sesuai dengan tuntutan dunia kerja atau kurikulum yang disusun bersama antara Du/Di dengan sekolah. Karena itu, dimungkinkan melibatkan Du/Di sebagai penilai. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap. Cakupan materi meliputi indikator-indikator yang merepresentasikan standar kompetensi (SK) pada tahun tersebut dengan mengutamakan materi yang dipelajari pada semester genap. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran, seorang siswa dinyatakan naik ke kelas/jenjang berikutnya jika telah menuntaskan seluruh mata pelajaran atau boleh maksimal 3 mata pelajaran yang tidak tuntas atau tidak mencapai KKM yang telah ditetapkan sekolah. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator program normatif dan adaptif adalah 75%. KKM program produktif mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang dan dilaksanakan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah, di mana peran-serta masyarakat di bidang pendidikan tidak hanya terbatas pada dukungan dana saja, tetapi juga di bidang akademik. Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas publik.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). B. komite sekolah. orang tua. sedangkan di pihak anak. Atas dasar itu. Dengan demikian dari laporan tersebut. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038). 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Badan Hukum Pendidikan (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4965) 7. masyarakat. Keputusan-keputusan Menteri yang menyangkut SMK. Berdasarkan laporan tersebut. orangtua/wali dapat menentukan jenis bantuan apa yang diperlukan anaknya. 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang SIstem Penjaminan Mutu Pendidikan. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90.Agar peran serta masyarakat semakin meningkat. Dasar Hukum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. yang bersangkutan dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya serta aspek mana yang perlu ditingkatkan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863). dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi kemajuan belajar peserta didik maupun pengembangan sekolah. 4. orangtua dapat mengidentifikasi kompetensi apa saja yang belum dimiliki anaknya. . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). 6. dan instansi terkait lainnya. 5. laporan kemajuan hasil belajar peserta didik dibuat sebagai pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada wali peserta didik. Laporan kemajuan hasil belajar peserta didik merupakan sarana komunikasi dan sarana kerja sama antara sekolah. bentuk laporan harus disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif (memuat catatan guru) sehingga “profil” atau tingkat kemajuan belajar peserta didik mudah terbaca dan dapat dipahami oleh orang tua atau pihak yang berkepentingan (stakeholder) lainnya.

Defenisi opersional Dalam prosedur operasional standar kenaikan kelas ini yang dimaksud dengan: 1. KKM Program Produktif. 044/U/2002 Tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. kompleksitas kompetensi. KKM adalah standar minimal ketuntasan mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh guru mata pelajaran berdasarkan pedoman penilaian pendidikan BSNP KKM Program Normatif dan Adaptif Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator program normatif dan adaptif adalah 75%. 28/SE/1989. Kepmen Diknas RI No. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan. C. 6. Cakupan materi meliputi indikator-indikator yang merepresentasikan standar kompetensi (SK) pada tahun tersebut dengan mengutamakan materi yang dipelajari pada semester genap. dan kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran 8. 3.BAKN No. KKM program produktif mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. POS Kenaikan kelas adalah syarat-syarat yang yang harus dipenuhi oleh siswa untuk dapat diyatakan naik ke tingkat kelas berikutnya. seorang siswa telah menuntaskan seluruh mata pelajaran atau boleh maksimal 3 mata pelajaran yang tidak tuntas atau tidak mencapai KKM yang telah ditetapkan sekolah. Ulangan Kenaikan Kelas Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap. untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap. KKM program normatif dan adaptif ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik. 4.5786/MPK/1989 dan No. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing kompetensi dasar (KD) adalah . 9. 28/SE/1989 Surat Edaran bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kep. 5786/1989 dan No.a) b) c) d) Kepmen Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 2. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. 7. 5.

prosedur. kemampuan dan kebutuhan setiap sekolah. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang merupakan prasyarat dari Standar Kompetensi (SK) berikutnya. Peserta didik yang dinyatakan tidak naik kelas harus mengulang seluruh pelajaran di tingkat tersebut. 1. . serta memberikan rambu-rambu tentang proses kenaikan kelas bagi wali kelas dan rapat majelis guru yang berpedoman pada petunjuk BSNP. 11. 3. E. dengan pertimbangan SK/KD yang belum tuntas pada semester satu harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. 13. 5. Prosedur Kenaikan Kelas Kriteria kenaikan kelas ditentukan melalui rapat dewan pendidik Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester dua. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. 12. Disamping itu POS ini bermanfaat untuk memberikan informasi kepada waraga sekolah tentang mekanisme penentuan kenaikan kelas. Buku rapor adalah buku yang berisikan laporan hasil belajar siswa yang meliputi ranah kognitif. 2. dan khususnya guru dalam memutuskan naik atau tidak naiknya seorang siswa ke tingkat kelas berikutnya dalam satu jenjang pendidikan. 10. psikomotor dan afektif yang ditujukan kepada siswa dan orang tua D. Penilaian meliputi ranah kognitif atau aspek pengetahuan. Sekolah dapat menambah/menyesuaikan kriteria kenaikan kelas sesuai dengan karakteristik. penjaminan. jenjang.00 bila memenuhi persyaratan minimal. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial. psikomotor aspek keterampilan dan afektif aspek sikap. dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dibutanya POS ini adalah untuk memberikan pedoman terhadap sekolah secara umun. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas ke kelas XI atau kelas XII.terpenuhinya indikator yang dipersyaratkan dunia kerja yaitu kompeten atau belum kompeten dan diberi lambang/skor 7. 4.

F. 3. 7. 3. Siswa XI dinyatakan naik ke kelas XII dengan ketentuan mata diklat produktif tuntas dengan KKM 7. 8. 2. 9. 4.50 Siswa kelas XI dinyatakan naik ke kelas XII dengan ketentukan tidak melebihi 3 mata pelajran yang tidak tuntas yang bukan mata pelajran jurusan. 2. Pemangku Kepentingan (Stakeholder) / Dunia Usaha/Industri Lainnya . Mekanisme Penentuan Kenaikan Kelas Nilai rapor adalah gabungan nilai harian + Nilai Tenngah semester + Nilai ujian semester Siswa kelas X dinyatakan naik ke kelas XI dengan ketentuan tidak melebihi 3 mata pelajaran yang tidak tuntas untuk mata diklat adaptif dan normatif. 7. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri Ketua Program Studi Keahlian Guru dan wali kelas. Distribusi Kegunaan POS POS ini ditujukan terhadap pihak-pihak berikut: 1. 6. 5. Siswa dan Orang Tua /Wali Pengawas Pembina SMK Pengawas Mata Pelajaran Adaptif. Nilai sikap minimal baik untuk dinyatakan naik kelas Kehadiran siswa ≥ 80% G. Kepala SMK sebagai penanggung jawab. dan Produktif Dinas Pendidikan Kabupaten 10.50. Telah mengikuti praktek kerja industri dan mendapat sertifikat kompetensi dengan nilai baik. Siswa kelas X dinyatakan naik kelas XI dengan ketentuan mata diklat produktif tuntas dengan KKM 7. Normatif. 6. 5. 1. 4.

Ditetapkan di Pada Tanggal : : Unsur-Unsur Yang Menyetujui 1. Perwakilan Orang Tua .H. Komite Sekolah 3.Kepala SMK 2. Unsur-unsur yang menyetujui Dengan mengucapkan syukur kepada Allah YME dan terimakasih terhadap pihak pihak yang telah membantu dan bekerjasama dalam penyusunan POS Ketentuan Kenaikan Kelas SMK 1 LPPM RI Majalaya Menetapkan dan Memutuskan Pemberlakuannya sejak tanggal ditetapkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->