-1

-

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT
KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 19/Kpts/KPU-Prov-011/VIII/2012 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH DAN PENETAPAN DAFTAR PEMILIH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan pasal 9 ayat (3) huruf c, e, dan f Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, Tugas dan Wewenang Komisi Pemilihan Umum Provinsi dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur adalah menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan; bahwa dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 perlu disusun pedoman teknis pelaksanaan pemutakhiran data pemilih; bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a dan b di atas perlu ditetapkan dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat; Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 4 Juli 1950) jo. UndangUndang Nomor 20 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Jakarta Raya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 15) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744), dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan . . .

b.

c.

Mengingat

: 1.

-2Tambahan Lembaran Nomor 4010); 2. Negara Republik Indonesia

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah - Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 8 Agustus 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851); Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3663); Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3828); Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Cimahi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4116); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Tasikmalaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4117); Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 4246); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), yang telah dua kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 14 Tambahan. . .

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

-3Tambahan Lembaran Nomor 4688); Negara Republik Indonesia

10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4480), sebagaimana telah tiga kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4865); 13. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 21 Tahun 2008, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 37 Tahun 2008 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 01 Tahun 2010; 14. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun 2008; 15. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2010 tentang Penyusunan Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; 16. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2010 tentang Penetapan Pedoman Tata Cara Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; Memperhatikan . . .

: Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemuktahiran Data Pemilih dan Penetapan Daftar Pemilih dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013. Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi. Keputusan Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat tanggal 8 Agustus 2012 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Dan Penetapan Daftar Pemilih dalam Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013. M E M U T U S K A N: Menetapkan : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH DAN PENETAPAN DAFTAR DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL PEMILIH GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013. sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. . II dan III. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang. 4. tercantum dalam lampiran I. .1/Kpts/KPU-Prov-011/II/2012 tanggal 28 Maret 2012 tentang Keputusan Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Bersamaan dengan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon. KESATU KEDUA KETIGA .-4Memperhatikan : 1. 2. : Membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pemutakhiran Data Pemilih dan Penetapan Daftar Pemilih dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 pada KPU Provinsi dan Sub Pokja Pemutakhiran Data Pemilih dan Penetapan Daftar Pemilih pada KPU Kabupaten/Kota. : Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemuktahiran Data Pemilih dan Penetapan Daftar Pemilih dalam Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 merupakan pedoman bagi penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 dalam pelaksanaan Pemuktahiran Data Pemilih dan Penetapan Daftar Pemilih sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2010. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat Nomor 17. KEEMPAT. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat Nomor 11/Kpts/KPU-Prov-011/II/2012 Tanggal 08 Februari 2012 tentang Penetapan Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013. 3. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat Nomor 01 /Kpts/KPU-Prov-011/IV/2012 tanggal 20 Juli 2012 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013.

Ttd YAYAT HIDAYAT KELIMA . Ditetapkan di Bandung pada tanggal 08 Agustus 2012 KETUA. : Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.-5KEEMPAT : Pembiayaan dalam Pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih dan Penetapan Daftar Pemilih dibebankan pada Anggaran Biaya Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013.

5. Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat selanjutnya disebut KPU Provinsi adalah penyelenggara pemilihan di Provinsi Jawa Barat sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. selanjutnya disebut PPDP adalah petugas yang membantu PPS dalam pemutakhiran data pemilih. Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Jawa Barat selanjutnya disebut Kabupaten/Kota. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih. selanjutnya disebut KPPS adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk menyelenggarakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. PENGERTIAN UMUM Dalam pedoman teknis ini yang dimaksud dengan: 1. 3. 7. 2. Panitia Pemilihan Kecamatan. Provinsi Jawa Barat selanjutnya disebut Provinsi. 8. 10. Panitia Pemungutan Suara. 4. 11. 9. . . Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 adalah pemilihan umum untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada tahun 2013 secara langsung berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. selanjutnya disebut KPU Kabupaten/Kota adalah penyelenggara pemilihan di masing-masing Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Jawa Barat. 6. selanjutnya disebut PPK adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk menyelenggarakan pemilihan di tingkat Kecamatan. selanjutnya disebut PPS adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk menyelenggarakan pemilihan di tingkat Desa/Kelurahan.-1LAMPIRAN I KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 19/Kpts/KPU-Prov-011/VIII/2012 TANGGAL : 8 Agustus 2012 TENTANG : PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH DAN PENETAPAN DAFTAR PEMILIH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH DAN PENETAPAN DAFTAR PEMILIH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 I. . Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. Pengawas . Pemilu terakhir adalah penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009 sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 atau penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota yang telah dilaksanakan oleh masing-masing daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008.

melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka mempersiapkan bahan DP4 dari masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota dilengkapi dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan terakhir dari masing-masing KPU Kabupaten/Kota. . mengikuti rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan KPU Provinsi Jawa Barat dalam persiapan penyusunan DP4. 4. II. 14. PENGELOLAAN DP4 A. dan 6. 15. antar Kecamatan dalam 1 (satu) Kabupaten/Kota. mengikuti pemaparan validitas dan akurasi DP4 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu selanjutnya disebut DP4. . melaksanakan rapat teknis pemutakhiran data pemilih. Pemilih adalah Warga Negara Republik Indonesia (WNRI) yang pada hari dan tanggal pemungutan suara telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau yang dibuktikan oleh Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau keterangan lain yang sah berdasarkan peraturan perundangundangan dan/atau sudah/pernah kawin. atau dalam Desa/Kelurahan. melaksanakan rapat teknis pemutakhiran data pemilih. 2. Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. . 3. Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disebut TPS adalah tempat pemilih memberikan suara pada hari pemungutan suara. antar Desa/Kelurahan dalam satu Kecamatan. meminta pemaparan validitas dan akurasi DP4 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama dengan KPU Kabupaten/Kota dalam bentuk data elektronik (softcopy). Rukun Warga selanjutnya disebut RW dan Rukun Tetangga selanjutnya disebut RT. melaksanakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan KPU Kabupaten/Kota dalam persiapan penyusunan DP4. 12. dan 5. 2. menyampaikan permohonan data kependudukan kepada Pemerintah Daerah untuk digunakan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013. baik dalam DP4 antar Kabupaten/Kota. melakukan sinkronisasi bahan DP4 dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. dan 17. B. yang teridentifikasi sama dan/atau sekurang-kurangnya memiliki kemiripan sehingga dapat diduga sebagai data yang sama. menerima DP4 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dituangkan dalam Berita Acara dengan cetakan (hardcopy) dan data elektronik (softcopy) per Kabupaten/Kota. 13. melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan KPU Kabupaten/Kota dalam penyusunan DP4.-211. III. 16. 5. Nama Penduduk Potensial Pemilih yang terdaftar di lebih dari 1 (satu) DP4. 3. adalah Data Nama Penduduk yang berpotensi sebagai pemilih terdaftar pada DP4 berupa data nama pemilih disertai keterangan lainnya. 4. dan memenuhi syarat berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagai pemilih. PENYUSUNAN . Kegiatan KPU Provinsi 1. Pemantau Pemilihan adalah pelaksana pemantauan pemilihan yang telah terdaftar dan memperoleh akreditasi dari KPU Provinsi. Pengawas Pemilihan Umum adalah pelaksana pengawasan pemilihan yang bertugas dan berwenang mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan.

PPK. memeriksa kesesuaian Data Pemilih MODEL A-KWK. melaksanakan pemantauan dan bimbingan teknis dalam pelaksanaan Penyusunan Data/Daftar Pemilih pada KPU Kabupaten/Kota. Penetapan.KPU). apabila ditemukan ketidaksesuaian peruntukan segera berkonsultasi dengan KPU Kabupaten/Kota.KPU). Kegiatan PPK 1. 2. dan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara. untuk dilakukan perbaikan. Daftar . 3.KPU menjadi data pemilih berbasis KK dalam satuan PPK dan PPS. 4. penyusunan Data Pemilih (Model A-KWK. dan 4. melaksanakan Rapat Kerja Teknis dengan PPK tentang uraian tugas dan tanggung jawab PPK. menyampaikan cetakan (hardcopy) Data Pemilih (Model A-KWK. Kegiatan KPU Provinsi 1.KPU bagi wilayah kerjanya. Daftar Pemilih Tambahan. b. mencetak Data Pemilih (Model A-KWK.-3III. Daftar Pemilih Tambahan (Model A2-KWK. 2. Penyusunan. melaksanakan Rapat Kerja Teknis kepada PPS tentang uraian tugas dan tanggung jawab PPS dan PPDP dalam kegiatan a. b. dan c. C. dan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Model A1-KWK. 5. 2. Penetapan. Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih yang didaftar setelah Penetapan DPT dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pelaksanaan pemutakhiran Data Pemilih.KPU berbasis Kartu Keluarga (KK) dalam satuan PPK dan PPS dalam satuan Kabupaten/Kota. . PENYUSUNAN DATA PEMILIH BERDASARKAN DP4 A.KPU) dan Daftar Pemilih Hasil Perubahan/Perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (2) Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2010.KPU). Daftar Pemilih Tetap (Model A3-KWK. c. menyusun Data Pemilih berdasarkan DP4 dalam satuan Kabupaten/Kota. dan PPDP dalam kegiatan: a. Pemutakhiran Data Pemilih. Pendaftaran Pemilih.KPU). PPS.KPU. menyerahkan DP4 kepada KPU Kabupaten/Kota sebagai bahan penyusunan Data Pemilih berdasarkan DP4 dengan menggunakan formulir Model A-KWK.KPU). . . PPS. menyusun Data Pemilih berdasarkan DP4 dengan menggunakan formulir Model A-KWK. B. penyusunan Data Pemilih (Model A-KWK.KPU) sebanyak 2 (dua) rangkap. menerima DP4 dalam satuan Kabupaten/Kota dari KPU Provinsi. Pendaftaran Pemilih. pemutakhiran Data Pemilih. melaksanakan Rapat Kerja Teknis dengan KPU Kabupaten/Kota tentang uraian tugas dan tanggungjawab KPU Kabupaten/Kota. dan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (Model A1-KWK. pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pelaksanaan pemutakhiran Data Pemilih. Daftar Pemilih Tambahan (Model A2-KWK.KPU). melaksanakan pemantauan dan bimbingan teknis dalam pelaksanaan Penyusunan Data/Daftar Pemilih pada PPK dan PPS. Pendaftaran Pemilih. Penyusunan. Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. pemutakhiran Data Pemilih. 6. 3. Penetapan. Penyusunan. dan PPDP dalam kegiatan penyusunan Data/Daftar Pemilih berdasarkan DP4 dengan menggunakan formulir Model A-KWK.KPU) dalam satuan PPK dan PPS kepada PPS melalui PPK.

melaksanakan pemantauan dan bimbingan teknis dalam pelaksanaan penyusunan Daftar Pemilih berdasarkan Model AKWK. menyerahkan salinan (photocopy) Model A1–KWK. untuk dilakukan perbaikan. 3.KPU kepada pengurus RT/RW di wilayahnya untuk mendapatkan tanggapan dan usulan perbaikan. Daftar Pemilih Tetap (Model A3-KWK. D.KPU pada PPS. .KPU hasil pemutakhiran data ke PPS. IV. memeriksa kesesuaian Data Pemilih Model A-KWK.KPU dan mendatangi rumah/tempat tinggal pemilih. membuat salinan (photocopy) Model A1–KWK. pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pelaksanaan pemutakhiran Data Pemilih. mengangkat Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang berasal dari perangkat RT/RW atau warga setempat. 2. PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIH SEMENTARA A. maka ditempatkan pada TPS dalam RT terdekat pada RW yang sama. melakukan pemutakhiran data. melaksanakan tugas pemutakhiran data dan/atau pendaftaran pemilih. meliputi kegiatan: a.-4c. memperbaiki Daftar Pemilih Model A-KWK. dan d.KPU dari KPU Kabupaten/Kota melalui PPK.KPU hasil pemutahiran data. 2. menyampaikan informasi mengenai Data Pemilih Model A-KWK. maka ditempatkan pada TPS dalam RT/RW terdekat. paling banyak 600 (enam ratus) orang tiap TPS. 3.KPU hasil pemutakhiran data pemilih oleh PPDP dan/atau tanggapan dan usulan perbaikan dari pengurus RT/RW. menerima Data Pemilih Model A-KWK. pemilih dalam satu RT ditempatkan pada 1 (satu) TPS yang sama. apabila ditemukan ketidaksesuaian peruntukan segera berkonsultasi dengan PPK.KPU). dengan cara mencoret data yang salah. apabila jumlah pemilih dalam satu RT dan/atau RW telah memenuhi jumlah paling banyak pemilih tiap TPS. apabila jumlah pemilih dalam satu RT telah memenuhi jumlah paling banyak pemilih tiap TPS. perencanaan pelaksanaan pemutakhiran data dan/atau pendaftaran pemilih dan menginformasikan perencanaan tersebut kepada Kepala Desa/Kelurahan agar dibantu menginformasikan kepada pemilih saat hari dan waktu/jam sesuai jadwal waktu yang telah ditentukan PPDP akan melaksanakan tugas. . menulis data perbaikan dengan huruf kapital disertai keterangan kata "Perbaikan" pada kolom keterangan sebagai bahan untuk menetapkan Daftar Pemilih Sementara. . b. Kegiatan PPS dan PPDP 1. dengan cara PPDP membawa Data Pemilih Model AKWK. dan c. dengan ketentuan: a. b. dan d. dan 6. c.KPU bagi wilayah kerjanya. membagi Data Pemilih untuk tiap TPS. menyusun jadwal. dan Daftar Pemilih Hasil Perubahan/Perbaikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (2) Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2010. 5. 3. Kegiatan PPS 1. 4. melakukan .

apabila . 5. apabila pada saat petugas mendatangi tempat yang bersangkutan tidak ditemukan dan/atau tidak dapat dipastikan oleh keluarganya. “Tanda Telah Terdaftar” hanya memuat 5 (lima) pemilih. . setiap lembar “Tanda Telah Terdaftar” digunakan untuk 1 (satu) Kepala Keluarga. . b. e. c. sebagaimana dimaksud angka 3 huruf g. b. memasang/menempelkan “Tanda Telah Terdaftar” pada setiap rumah/tempat tinggal pemilih dengan ketentuan sebagai berikut: a.-53. dan pada kolom keterangan Daftar Pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih (lampiran Surat Pemberitahuan dari KPU Kabupaten/Kota) dituliskan “Tidak didaftar pada TPS xx” (Nomor yang bersangkutan) dan “PPS yy” (nama desa yang bersangkutan). dan menanyakan kepada pemilih yang bersangkutan untuk menentukan dimana pemilih tersebut akan didaftarkan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. perubahan status anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) menjadi status sipil/purnabakti atau sebaliknya. b. tetapi sudah/pernah kawin. meliputi Penambahan/Pendaftaran Pemilih. perbaikan penulisan identitas pemilih. memberikan tanda bukti terdaftar sebagai pemilih terhadap pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara yang diserahkan secara langsung kepada masing-masing pemilih oleh PPS dibantu PPDP. g. apabila didapatkan keterangan langsung dari pemilih tersebut dan/atau oleh keluarganya menyatakan didaftar di tempat tersebut. terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih. telah meninggal dunia. dan/atau h. melakukan perbaikan Daftar Pemilih apabila dalam wilayah kerjanya berdasarkan lampiran Surat Pemberitahuan dari KPU Kabupaten/Kota ada data pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih. yaitu sampai dengan hari dan tanggal pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. belum berumur 17 (tujuh belas) tahun. dan pada kolom keterangan Daftar Pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih (lampiran Surat Pemberitahuan dari KPU Kabupaten/Kota) dituliskan “Telah didaftar pada TPS xx” (Nomor yang bersangkutan) dan “PPS yy” (nama desa yang bersangkutan). c. maka dalam Daftar Pemilih Sementara dicoret (dipersamakan dengan telah pindah domisili ke daerah lain). yang disebabkan karena: a. pindah domisili ke daerah lain. tidak terdaftar dalam data pemilih yang digunakan untuk penyusunan daftar pemilih dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berdasarkan data kependudukan yang disampaikan Pemerintah Daerah atau Pemilu terakhir. yaitu pada tanggal 24 Februari 2013 telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih. d. f. 4. Penghapusan/Pengurangan dan Perbaikan Data Pemilih. telah memenuhi syarat usia pemilih. 6. apabila dalam satu Kepala Keluarga lebih dari 5 (lima) pemilih ditulis dalam “Tanda Telah Terdaftar” yang lain. pada Daftar Pemilih Sementara tetap dicantumkan. . melakukan tindakan perbaikan Daftar Pemilih.

9. dan d. 2. apabila dalam satu umpi (rumah/tempat tinggal) terdapat lebih dari 1 (satu) Kepala Keluarga diberikan “Tanda Telah Terdaftar” sebanyak jumlah Kepala Keluarga. menyampaikan Daftar Pemilih Sementara kepada PPK dengan melampirkan Surat Pemberitahuan dari KPU Kabupaten/Kota. 14. . C. menetapkan Daftar Pemilih Sementara (Model A1–KWK.KPU berdasarkan hasil pemutahiran data pemilih. melaksanakan bimbingan teknis dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan pemutakhiran Data Pemilih/Pendaftaran Pemilih dan penyusunan Daftar Pemilih Sementara oleh PPS dibantu PPDP. 8. apabila di wilayah kerjanya ada pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih. . 2. menyampaikan Daftar Pemilih Sementara kepada KPU Kabupaten/Kota dengan melampirkan Surat Pemberitahuan dari KPU Kabupaten/Kota. melaksanakan sosialisasi di tingkat Kabupaten/Kota secara terus menerus selama masa Pendaftaran Pemilih dan berkoordinasi dengan . 11.-6c. B. memberitahukan kepada PPK tempat/lokasi yang digunakan untuk mengumumkan Daftar Pemilih Sementara. Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. memeriksa setiap lembar Daftar Pemilih Sementara (Model A1– KWK. 15. melaksanakan bimbingan teknis dan monitoring kepada PPK dalam pelaksanaan kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih/Pendaftaran Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih Sementara oleh PPS dibantu PPDP. 7. Kegiatan PPK 1.KPU) dengan membubuhi paraf periksa pada setiap lembarnya Ketua PPS. apabila di wilayah kerjanya ada pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih. mengumumkan Daftar Pemilih Sementara untuk mendapat tanggapan masyarakat dengan menempelkan di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh masyarakat. menyusun Daftar Pemilih Sementara dalam bentuk data elektronik (softcopy). mengikuti Rapat Kerja Teknis penetapan Daftar Pemilih Sementara dengan PPK. . “Tanda Telah Terdaftar” ditempelkan pada dinding/pintu/jendela tempat tinggal yang bersangkutan dan atau pada bagian lain yang memungkinkan mudah terlihat dan terlindung agar tidak mudah rusak dengan memperhatikan estetika dan persetujuan pemilik rumah. 12.KPU) dan dibuat dalam rangkap 3 (tiga) yang ditandatangani PPS serta dibubuhi cap PPS. melaksanakan sosialisasi di tingkat Kecamatan secara terus menerus selama masa Pendaftaran Pemilih dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan tidak ada pemilih yang belum terdaftar. dan 16. memberikan tanda silang (X) pada “Tanda Telah Terdaftar” tersebut di bagian kolom “terdaftar pada saat Pemutahiran Daftar Pemilih Sementara”. berkoordinasi dengan seluruh Ketua/Pengurus RT/RW yang warganya terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara sebelum diumumkan dan dilakukan perbaikan oleh Ketua/Pengurus RT/RW. menyusun Daftar Pemilih Sementara dibantu oleh PPDP dengan menggunakan formulir Model A1–KWK. 13. 10. dan 3.

apabila di wilayah kerjanya ada pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih.2–KWK. menerima Daftar Pemilih Sementara dari KPU Kabupaten/Kota dengan lampiran Daftar Pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih (lampiran Surat Pemberitahuan dari KPU Kabupaten/Kota) hasil Pemutahiran Data Pemilih. atau telah memiliki hak sebagai pemilih. 4. dan 6. melaksanakan bimbingan teknis dan monitoring kepada KPU Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih/Pendaftaran Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih Sementara oleh PPS dibantu PPDP. selanjutnya dicatat pada formulir Daftar Pemilih Tambahan (Model A2–KWK. melakukan pencatatan pada formulir Data Pemilih Tambahan (Model A3. mengumumkan hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara. .KPU) apabila pada saat melakukan pemutakhiran data pemilih menemukan keadaan.KPU). mengadakan . melaksanakan sosialisasi di tingkat Desa/Kelurahan untuk menginformasikan telah ditetapkannya Daftar Pemilih Sementara. melakukan koreksi dan/atau perbaikan atas Daftar Pemilih Sementara yang telah diumumkan apabila ada usulan perbaikan dari pemilih atau anggota keluarga atau pihak yang berkepentingan mengenai penulisan nama dan/atau identitas lainnya atau informasi tentang pemilih dengan cara mencoret dan/atau memperbaiki data yang dikoreksi dan pada setiap perbaikan dibubuhi paraf ketua PPS. 3. melakukan rekapitulasi Daftar Pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih (lampiran Surat Pemberitahuan dari KPU Provinsi). mengumumkan Daftar Pemilih Tambahan (Model A2–KWK. 4. Kegiatan KPU Provinsi 1. memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang Daftar Pemilih Sementara. Kegiatan PPS 1. pemilih yang belum terdaftar. . 2. D. 5.KPU) selama 3 (tiga) hari terhitung sejak berakhirnya jangka waktu penyusunan Daftar Pemilih Tambahan. V. . apabila di wilayah kerjanya ada pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih. dan mengajak pemilih untuk secara aktif meneliti dan memastikan telah terdaftar dalam daftar pemilih dan melaporkan kepada PPS baik melalui pengurus RT/RW atau secara langsung. dan 4. 5. 3. 2. melaksanakan sosialisasi di tingkat Provinsi secara terus menerus selama masa Pendaftaran Pemilih dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan tidak ada pemilih yang belum terdaftar. menyampaikan Daftar Pemilih Sementara kepada KPU Provinsi dengan melampirkan Surat Pemberitahuan dari KPU Kabupaten/Kota. tempat yang digunakan untuk mengumumkannya. memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang Daftar Pemilih Sementara. 3.-7dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan tidak ada pemilih yang belum terdaftar. PERUBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN DAFTAR PEMILIH SEMENTARA DAN DAFTAR PEMILIH TAMBAHAN A.

-8mengadakan perbaikan Daftar Pemilih Tambahan dengan menggunakan formulir Model A3. 7. telah meninggal dunia. 5) status perkawinan. PPS segera mengadakan perbaikan dengan cara-cara: a. atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih. menyusun Daftar Pemilih dalam bentuk data elektronik (softcopy). dengan cara mencoret data yang salah dan menulis data perbaikan dengan huruf kapital disertai keterangan kata "Perbaikan" pada kolom keterangan. dengan cara: a. dan 8) jenis cacat yang disandang. . dan 12. membuat Daftar Pemilih dalam 3 (tiga) rangkap dan ditandatangani oleh PPDP serta disahkan oleh Ketua dan Anggota PPS serta dibubuhi cap. dengan data yang dicatat meliputi : 1) nama lengkap. 2) nomor Kartu Keluarga. 4) tempat/tanggal lahir (umur). mencantumkan nama dan identitas pemilih pada Daftar Pemilih Perbaikan. b. dan b. bagi pemilih yang melaporkan bahwa penulisan nama dan identitas lainnya salah. mengadakan perbaikan Daftar Pemilih Sementara. melaksanakan perbaikan sampai dengan ditetapkannya Daftar Pemilih Tetap. dan 6. dengan menggunakan formulir Model A2-KWK-KPU. apabila terjadi perbaikan dan/atau penambahan pemilih baru sebagaimana dimaksud angka 3. apabila usul perbaikan karena pemilih yang tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara tidak dikenal. apabila usul perbaikan karena pemilih belum tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara. tandatangan PPDP serta Ketua dan Anggota PPS harus asli dalam 3 (tiga) rangkap Daftar Pemilih Perbaikan tersebut. 5. pencatatan data pemilih baru tersebut menggunakan formulir Model A3.KWK. mengumumkan Daftar Pemilih Sementara perbaikan yang sudah ditandatangani pada tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat dengan bantuan PPDP untuk mendapat tanggapan masyarakat. dengan dibantu oleh petugas pemutakhiran data pemilih mencatat data/nama pemilih baru ke dalam Daftar Pemilih Perbaikan untuk setiap TPS. membuat Daftar Pemilih Perbaikan. 7) alamat tempat tinggal. . dengan cara sebagai berikut: a.2. . 9. 3) NIK/Nomor Pemilih. Kegiatan . melakukan perbaikan Daftar Pemilih Sementara apabila pemilih baru mengajukan usul perbaikan atas penulisan nama dan identitas lainnya. apabila dapat diterima usul perbaikan tersebut dilakukan perbaikan dalam Daftar Pemilih Perbaikan disertai keterangan kata "Perbaikan" pada kolom keterangan. 11. PPS segera melakukan pencoretan identitas pemilih dari Daftar Pemilih Sementara disertai keterangan alasan spesifik pencoretan tersebut pada kolom keterangan. B. apabila usul perbaikan dapat diterima. atau belum tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara. 10. 8.1–KWK.KPU apabila terdapat usulan dari pemilih atau anggota keluarga atau pihak yang berkepentingan yang dapat diterima selama masa perbaikan dan pengumuman Daftar Pemilih Sementara. 6) jenis kelamin. b.

VI.KPU) kepada KPU Kabupaten/Kota melalui PPK untuk disusun menjadi Daftar Pemilih Tetap dan dicetak sesuai kebutuhan. 6.KPU). menyampaikan Daftar Pemilih Tetap (Model A3–KWK. dan mengajak pemilih untuk secara aktif meneliti dan memastikan telah terdaftar dalam daftar pemilih dan melaporkan kepada PPS. melaksanakan bimbingan teknis dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan Penyusunan Daftar Pemilih Perbaikan dan Daftar Pemilih Tambahan oleh PPS dibantu PPDP. 7.KPU) dengan Daftar Pemilih Tambahan (Model A2–KWK. .dan 3. .KPU). baik melalui pengurus RT/RW atau secara langsung.KPU dengan menggabungkan Daftar Pemilih Sementara (Model A1–KWK. memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang perbaikan Daftar Pemilih Sementara. 3. KPU Kabupaten/Kota.-9B. melaksanakan rapat dalam rangka menyusun dan menetapkan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar untuk Desa/Kelurahan di wilayah kerjanya dengan menggunakan formulir Model A5KWK. dan mengajak pemilih untuk secara aktif meneliti dan memastikan telah terdaftar dalam daftar pemilih dan melaporkan kepada PPS.KPU. . dan 8. PPS menyampaikan Daftar Pemilih Sementara dan Daftar Pemilih Tambahan kepada KPU Kabupaten/Kota melalui PPK dengan tembusan kepada KPU Provinsi dan KPU. menyampaikan . Kegiatan PPK 1. mengikuti rapat rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar di PPK. menyusun Daftar Pemilih Tetap dalam bentuk data elektronik (softcopy). melaksanakan sosialisasi untuk menginformasikan telah ditetapkannya Daftar Pemilih Sementara. mengumumkan Daftar Pemilih Tetap oleh PPS di Desa/Kelurahan/RW/RT atau tempat lain yang mudah dijangkau oleh masyarakat.KPU berdasarkan Model A3KWK. menyusun Salinan Daftar Pemilih Tetap untuk tiap TPS dengan menggunakan formulir Model A4–KWK. Kegiatan PPS 1. melakukan penyusunan Daftar Pemilih Tetap menggunakan formulir Model A3–KWK. DAFTAR PEMILIH TETAP A. B. selain menyampaikan Daftar Pemilih Tetap (Model A3–KWK. baik melalui pengurus RT/RW atau secara langsung. C. dan KPU Provinsi 1. Kegiatan PPK 1. melaksanakan bimbingan teknis dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan Penyusunan Daftar Pemilih Perbaikan dan Daftar Pemilih Tambahan oleh PPS dibantu PPDP. melaksanakan sosialisasi untuk menginformasikan telah ditetapkannya Daftar Pemilih Sementara.KPU. 5. 3. dan 2. 2. 2. 4. mengesahkan Daftar Pemilih Tetap yang ditandatangani oleh PPS serta dibubuhi cap PPS. 2. menyampaikan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar kepada KPU Kabupaten/Kota.

selain .. VII. Kegiatan PPS 1. 2. 5. menggunakan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar sebagai bahan penyusunan kebutuhan surat suara.KPU. menyampaikan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar kepada: a.10 3. b. . dan c. KPU Provinsi sebanyak 1 (satu) rangkap. Pengawas Pilkada Kabupaten/Kota 1 (satu) rangkap.KPU. D. dan c. PERUBAHAN/PERBAIKAN DAFTAR PEMILIH TETAP A. 3.KPU). formulir-formulir. mencetak Salinan Daftar Pemilih Tetap untuk tiap TPS kepada KPPS dengan ketentuan : a. Daftar Pemilih Tetap tidak dapat diadakan perubahan. b. Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. Pemerintah Kabupaten/Kota sebanyak 1 (satu) rangkap. 2. C. . dan alat perlengkapan pemilihan serta pendistribusiannya. melaksanakan rapat dalam rangka menyusun dan menetapkan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar tiap Kecamatan yang terinci untuk tiap Desa/Kelurahan di wilayah kerjanya dengan menggunakan formulir Model A6-KWK. c. Pengawas Pilkada Provinsi 1 (satu) rangkap. menyampaikan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar kepada: a. untuk keperluan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS sebanyak 1 (satu) rangkap. untuk disampaikan kepada Pengawas Pemilu Lapangan pemilihan masing-masing sebanyak 1 (satu) rangkap. melakukan pemeliharaan Daftar Pemilih Tetap. . 4. Pemerintah Provinsi sebanyak 1 (satu) rangkap. dalam hal terdapat pemilih yang meninggal dunia. dan d. dan mengikuti rapat rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar di KPU Kabupaten/Kota. Daftar Pemilih Sementara dan Daftar Pemilih Tambahan kepada KPU Kabupaten/Kota. 4. b. berdasarkan peraturan setelah disahkan dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari sebelum hari pemungutan sura. melaksanakan rapat dalam rangka menyusun dan menetapkan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar tiap KPU Kabupaten/Kota dengan menggunakan formulir Model A7-KWK. menyampaikan Daftar Pemilih Tetap (Model A3–KWK. Kegiatan KPU Provinsi 1. KPU sebanyak 1 (satu) rangkap dalam bentuk data elektronik (softcopy). KPU RI sebanyak 1 (satu) rangkap dalam bentuk data elektronik (softcopy). Salinan Daftar Pemilih Tetap untuk tiap TPS tersebut sudah diterima oleh KPPS selambat-lambatnya 5 (lima) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. mengikuti rapat rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar di KPU Provinsi. 3. PPS membubuhkan catatan dalam Daftar Pemilih Tetap pada kolom keterangan "meninggal dunia". b. kecuali pemilih meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemilih dengan cara: a. untuk disampaikan kepada saksi tiap pasangan calon peserta pemilihan masing-masing sebanyak 1 (satu) rangkap.

apabila ternyata nama pemilih tersebut terdapat dalam Data Pemilih atau Daftar Pemilih Sementara. menyampaikan laporan perubahan/perbaikan dalam Berita Acara Perubahan/Perbaikan Daftar Pemilih Tetap yang memuat identitas pemilih kepada KPU Kabupaten/Kota melalui PPK dengan tembusan kepada KPU Provinsi dan KPU. dan 5. dan apabila telah memenuhi batas maksimal pemilih ditetapkan pada lokasi TPS lain yang terdekat. C. 5. menyampaikan usulan Perubahan Daftar Pemilih Tetap. menempatkan perubahan tersebut menjadi bagian yang terpisahkan dari Daftar Pemilih Tetap yang bersangkutan dan menyampaikan laporan yang telah dilakukan perubahan kepada KPU Kabupaten/Kota. melakukan pengecekan terhadap Daftar Pemilih Sementara. memberikan lokasi TPS tempat yang bersangkutan melaksanakan hak pilihnya. menyampaikan laporan perubahan/perbaikan dalam Berita Acara Rapat Pleno PPK mengenai rekapitulasi Daftar Pemilih Terdaftar yang memuat identitas pemilih kepada KPU Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada KPU Provinsi dan KPU. 4. berdasarkan Perintah KPU Provinsi apabila usulan Perubahan Daftar Pemilih Tetap diterima. PPS berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. Daftar Pemilih Tetap dapat diadakan perubahan apabila berdasarkan laporan pemilih atau anggota keluarganya dan/atau Pengawas Pilkada atau Tim Kampanye kepada PPS terdapat pemilih yang terdaftar dalam Data Pemilih atau Daftar Pemilih Sementara tetapi tidak terdapat dalam Daftar Pemilih Tetap. selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Rapat Pleno PPK. Kegiatan PPK 1.11 b. Pengawas Kecamatan. 3. PPS membubuhkan catatan dalam Daftar Pemilih Tetap pada kolom keterangan alasan spesifik bahwa pemilih yang bersangkutan tidak lagi memenuhi syarat. dan menempatkan perubahan tersebut menjadi bagian yang terpisahkan dari Daftar Pemilih Tetap yang bersangkutan dan menyampaikan laporan telah dilakukan perubahan kepada PPK. . dari seluruh pengusul perubahan (PPS. apabila pada TPS tersebut jumlah pemilih terdaftar belum memenuhi 600 (enam ratus) pemilih. berdasarkan perintah KPU Provinsi apabila usulan Perubahan Daftar Pemilih Tetap diterima. B. c. d. 2. menindaklanjuti masukan dari Pengawas Kecamatan dan/atau Tim Kampanye pasangan calon apabila terjadi kekeliruan dalam rekapitulasi yang disertai dengan data-data autentik dan terbukti data-data yang ditunjukan benar. 2. melakukan perubahan Daftar Pemilih Tetap. Kegiatan . . 3. selain hal tersebut pada ayat (1) huruf a. dengan memperhatikan tempat tinggal yang bersangkutan. 4. dan Tim Kampanye pasangan calon. dan e. nama pemilih tersebut dimasukan dalam Daftar Pemilih Tetap.. melaksanakan rapat pleno dalam penyusunan dan penetapan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar yang dihadiri oleh PPS. menyusun perubahan/perbaikan Daftar Pemilih Tetap dalam bentuk data elektronik (softcopy). dalam hal terdapat pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat. dan melakukan perubahan Daftar Pemilih Tetap. . Panwas dan/atau Tim Kampanye) dengan tetap belum melakukan perubahan pada Daftar Pemilih Tetap kepada KPU Provinsi melalui KPU Kabupaten/Kota. menyampaikan Berita Acara usulan perubahan.

selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Rapat Pleno KPU Provinsi. melakukan perintah perubahan DPT kepada PPS melalui PPK. dan Tim Kampanye pasangan calon. 2.. menindaklajuti masukan dari Pengawas Kabupaten/Kota dan/atau Tim Kampanye pasangan calon apabila terjadi kekeliruan dalam rekapitulasi yang disertai dengan data-data autentik dan terbukti data-data yang ditunjukan benar. Panwas dan/atau Tim Kampanye dengan tetap belum melakukan perubahan pada Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap. menyampaikan laporan perubahan/perbaikan dalam Berita Acara Rapat Pleno KPU Kabupaten/Kota mengenai rekapitulasi Daftar Pemilih Terdaftar yang memuat identitas pemilih kepada KPU Provinsi dengan tembusan kepada KPU. dan Pendaftaran Pemilih setelah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan. Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. 4. dan 5. 3. Pengawas Provinsi.12 C. KPU Provinsi membuat Berita Acara Perubahan Daftar Pemilih Tetap. . berdasarkan perintah KPU Provinsi apabila usulan perubahan DPT diterima. Pemeliharaan Daftar Pemilih Tetap A. Kegiatan PPK Melaksanakan kegiatan Pemeliharaan Daftar Pemilih Tetap. Perubahan/Perbaikan Daftar Pemilih Tetap. IX. 2. menyampaikan Surat Perintah memasukan ke dalam Daftar Pemilih Tetap. dari seluruh perubahan dari PPK sebagai hasil usulan seluruh PPS. melaksanakan rapat pleno dalam penyusunan dan penetapan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar yang dihadiri oleh KPU Kabupaten/Kota. menyampaikan laporan perubahan/perbaikan dalam Berita Acara Rapat Pleno KPU Provinsi mengenai rekapitulasi Daftar Pemilih Terdaftar yang memuat identitas pemilih kepada KPU. dan Pendaftaran Pemilih Setelah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan. . menindaklajuti masukan dari Pengawas Provinsi dan/atau Tim Kampanye pasangan calon apabila terjadi kekeliruan dalam rekapitulasi yang disertai dengan data-data autentik dan terbukti data-data yang ditunjukan benar. dan KPU Provinsi Melaksanakan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan Pemeliharaan Daftar Pemilih Tetap. Perubahan/Perbaikan Daftar Pemilih Tetap. selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Rapat Pleno KPU Kabupaten/Kota. atas usul KPU Kabupaten/Kota apabila disepakati. Pengawas Kabupaten/Kota. 5. Daftar . menempatkan perubahan tersebut menjadi bagian yang terpisahkan dari Daftar Pemilih Tetap yang bersangkutan dan menyampaikan laporan yang telah dilakukan perubahan kepada KPU Provinsi. VIII. KPU Kabupaten/Kota. dan Tim Kampanye pasangan calon. Kegiatan KPU Provinsi 1. menjadi bagian yang terpisahkan dari Daftar Pemilih Tetap yang bersangkutan. melaksanakan rapat pleno dalam penyusunan dan penetapan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar yang dihadiri oleh PPK. 3. menyampaikan Berita Acara usulan perubahan. D. B. 4. .

Kelompok Kerja Pemutakhiran Data Pemilih Dalam pelaksanaan tahapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Penetapan Daftar Pemilih dibentuk Kelompok Kerja Pendaftaran Pemillih di KPU Provinsi dan Sub Kelompok Kerja di KPU Kabupaten/Kota dan untuk menunjang pelaksanaan memanfaatkan penggunaan teknologi informasi. jumlah pemilih bersumber dari Surat Keterangan Pimpinan Lembaga Pemasyarakatan berdasarkan pada jumlah tahanan yang memenuhi persyaratan menggunakan hak memilih. KETUA.13 IX. Penutup Tata cara pemutakhiran Daftar Pemilih. X. pemilih di dalam Lembaga Pemasyarakatan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penggunaan format/Model formulir rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar. jumlah pemilih sebagaimana disebut pada angka 1.. XI. sebagaimana diatur pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2010 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007. b. Ttd YAYAT HIDAYAT . digunakan untuk penentuan jumlah TPS dan jumlah surat suara. dan c. Daftar Pemilih Khusus di Lembaga Pemasyarakatan KPU Kabupaten/Kota dibantu oleh PPK yang bertempat atau berlokasi dekat dengan Lembaga Pemasyarakatan melakukan kegiatan pendataan pemilih meliputi : a.

selanjutnya disebut PPDP adalah petugas yang membantu PPS dalam pemutakhiran data pemilih. . Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat selanjutnya disebut KPU Provinsi adalah penyelenggara pemilihan di Provinsi Jawa Barat sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. selanjutnya disebut KPPS adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk menyelenggarakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 adalah pemilihan umum untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada tahun 2013 secara langsung berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.-1LAMPIRAN II KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT NOMOR TANGGAL TENTANG : : : 19/Kpts/KPU-Prov-011/VIII/2012 8 Agustus 2012 PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH DAN PENETAPAN DAFTAR PEMILIH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 PEDOMAN TEKNIS PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH (e-DPT PILGUB JABAR 2013) PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 I. 10. Panitia Pemungutan Suara. . 3. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. 9. Provinsi Jawa Barat selanjutnya disebut Provinsi. Panitia Pemilihan Kecamatan. 11. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih. Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Jawa Barat selanjutnya disebut Kabupaten/Kota. 5. 7. 2. 8. 4. selanjutnya disebut PPS adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk menyelenggarakan pemilihan di tingkat Desa/Kelurahan. PENGERTIAN UMUM Dalam pedoman teknis ini yang dimaksud dengan: 1. . Pemilu terakhir adalah penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009 sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 atau penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota yang telah dilaksanakan oleh masing-masing daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008. Badan . selanjutnya disebut PPK adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk menyelenggarakan pemilihan di tingkat Kecamatan. selanjutnya disebut KPU Kabupaten/Kota adalah penyelenggara pemilihan di masing-masing Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Jawa Barat. 6.

17. Kegiatan . yang teridentifikasi sama dan/atau sekurang-kurangnya memiliki kemiripan sehingga dapat diduga sebagai data yang sama. B.KPU dimasing-masing Kabupaten/Kota sehingga tersaji dalam sistem dan format yang sama. 14. 15. Nama Penduduk Potensial Pemilih yang terdaftar di lebih dari 1 (satu) DP4. dan 4. . 2. Rukun Warga selanjutnya disebut RW dan Rukun Tetangga selanjutnya disebut RT. dan 18. PPK dan PPS yang diberi tugas serta tanggung jawab untuk memasukan. Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disebut TPS adalah tempat pemilih memberikan suara pada hari pemungutan suara. . Pemantau Pemilihan adalah pelaksana pemantauan pemilihan yang telah terdaftar dan memperoleh akreditasi dari KPU Provinsi. Kegiatan KPU Provinsi A. 12. Badan Pengawas Pemilihan Umum adalah pelaksana pengawasan pemilihan yang bertugas dan berwenang mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan. melaksanakan pelatihan teknis KPU Kabupaten/Kota dan PPK tentang Pengelolaan Data Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013. baik dalam DP4 antar Kabupaten/Kota.-211.KPU untuk seluruh Kabupaten/Kota sebagai bahan penyusunan Data Pemilih berdasarkan Model A-KWK. antar Kecamatan dalam 1 (satu) Kabupaten/Kota. Pemilih adalah Warga Negara Republik Indonesia (WNRI) yang pada hari dan tanggal pemungutan suara telah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih yang dibuktikan oleh Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Keterangan lain yang sah berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau sudah/pernah kawin dan memenuhi syarat berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagai pemilih. memperbaiki. menetapkan ODP KPU Provinsi. Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu selanjutnya disebut DP4. Operator Data Pemilih selanjutnya disebut ODP adalah penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada KPU Provinsi. validasi dan screenning data. 16. 13. dan melaporkan data melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013) pada Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013. antar Desa/Kelurahan dalam satu Kecamatan. atau dalam Desa/Kelurahan. membangun sistem pengelolaan data. II. adalah Data Nama Penduduk yang berpotensi sebagai pemilih terdaftar pada DP4 berupa data nama pemilih disertai keterangan lainnya. . untuk mengidentifikasi data pemilih yang sama terdaftar di lebih 1 (satu) DP4 Kabupaten/Kota dengan menggunakan data eksisting yang diperoleh melalui konsolidasi DP4 Provinsi. KPU Kabupaten/Kota. meliputi : a. melakukan sinkronisasi data dari seluruh sumber data antara lain DP4 dari Pemerintah Provinsi dan DPT Pemilihan Umum terakhir di KPU Provinsi/Kabupaten/Kota untuk memudahkan penyusunan Daftar Pemilih berdasarkan Model A-KWK. b. DPT Pemilu terakhir Provinsi/Kabupaten/Kota serta sumber data lainnya yang dapat dipergunakan. 3. PENGELOLAAN DP4 A.KPU. standardisasi sistem/format penyajian Model A-KWK.

Kegiatan PPK 1. menugaskan 1 (satu) orang Anggota KPU Kabupaten/Kota dan 2 (dua) orang Sekretariat sebagai ODP. dan 3. . 2. melaksanakan pelatihan internal (in house trainning) pelaksanaan Tugas ODP. . 3. 3. PENYUSUNAN DATA PEMILIH BERDASARKAN DP4 A. berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih oleh PPDP. menetapkan ODP KPU Kabupaten/Kota. menyerahkan data elektronik (softcopy) Model A-KWK. membuat Surat Pemberitahuan Hasil Penelusuran Data beserta Lampiran Data Pemilih yang terdata lebih dari 1 (satu) dalam Data Pemilih pada Kecamatan dan/atau Desa/Kelurahan untuk dilakukan validasi/koreksi dan ditetapkan dalam Daftar Pemilih di PPS mana yang bersangkutan didaftar.KPU pada KPU Kabupaten/Kota. Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. D.KPU dari KPU Provinsi. 2. melaksanakan pemantauan dan bimbingan teknis dalam pelaksanaan Penyusunan Data/Daftar Pemilih berdasarkan Model A-KWK. 2. 2. mengikuti pelatihan teknis ODP. C. melaksanakan pelatihan internal (in house trainning) pelaksanaan Tugas ODP. 2. menugaskan 2 (dua) orang Anggota PPS sebagai ODP. menugaskan perwakilan ODP PPK mengikuti pelatihan teknis ODP. III. menerima Data Elektronik (softcopy) Data Pemilih Model A-KWK. menyusun Data Pemilih (Model A-KWK. PPK. B. menerima Surat Pemberitahuan Hasil Penelusuran Data beserta Lampiran Data Pemilih yang terdata lebih dari 1 (satu) dalam Data Pemilih pada Kabupaten/Kota dan melakukan pengelompokan dalam satuan Kecamatan/PPK.KPU kepada KPU Kabupaten/Kota dalam satuan Kabupaten/Kota sebagai bahan penyusunan Data/Daftar Pemilih. dan 4. dan 3. menugaskan 4 (empat) orang Anggota PPK sebagai ODP. dan 4. 4. 6. berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih oleh PPDP. Kegiatan PPS 1. untuk dilakukan validasi/koreksi dan ditetapkan dalam daftar pemilih di PPS mana yang bersangkutan didaftar.KPU) berbasis Kepala Keluarga berdasarkan Model A-KWK. membuat Surat Pemberitahuan Hasil Penelusuran Data beserta Lampiran Data Pemilih yang terdata lebih dari 1 (satu) dalam Data Pemilih pada Kabupaten/Kota. menyusun data pemilih (Model A) berbasis Kepala Keluarga. 3. mempelajari format standar Data Pemilih dalam bentuk data elektronik (softcopy). 5. melaksanakan validasi dan screenning data.KPU dalam satuan Kabupaten/Kota. Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. . menugaskan ODP PPS mengikuti pelatihan internal (in house trainning) pelaksanaan Tugas ODP. dan PPS.-3B. Kegiatan KPU Provinsi 1. menyerahkan . untuk mengidentifikasi Data Pemilih yang sama terdata di lebih dari 1 (satu) dalam Data Pemilih.

2. PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIH SEMENTARA A. IV. pada kegiatan Penyusunan Data Pemilih berdasarkan Model A-KWK. Penetapan. Pendaftaran Pemilih. melaksanakan Rapat Kerja Teknis kepada PPS tentang uraian tugas dan tanggung jawab PPS dan PPDP. Daftar Pemilih Tambahan. membuat Surat Pemberitahuan kepada PPS apabila berdasarkan Hasil Penelusuran Data beserta Lampiran Data yang dilakukan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota terdapat Pemilih yang terdata lebih dari 1 (satu) dalam Data Pemilih pada Kecamatan dan/atau Desa/Kelurahan. Penyusunan. dan 3. Daftar Pemilih Tambahan. menerima Data Elektronik (softcopy) Data Pemilih berdasarkan Model A-KWK.KPU dari KPU Kabupaten/Kota. dan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara.KPU pada PPK dan PPS dengan menggunakan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013). Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih yang didaftar setelah Penetapan DPT melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013). Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih yang didaftar setelah Penetapan DPT melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013). menerima Data Pemilih dalam bentuk data elektronik (softcopy) Model A-KWK. untuk dilakukan validasi/koreksi dan ditetapkan dalam Daftar Pemilih di PPS berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih oleh PPDP. untuk disampaikan sebagai bahan pelaksanaan tugas PPDP. melaksanakan Rapat Kerja Teknis dengan PPK tentang uraian tugas dan tanggung jawab PPS dan PPDP. Kegiatan . . dan 4. menyusun Daftar Pemilih Sementara dalam bentuk data elektronik (softcopy). meneliti dan memeriksa nama-nama dalam Surat Pemberitahuan dari PPK beserta lampirannya dan menyandingkannya dengan Data Pemilih yang telah diterima. .-46. 3. Pemutakhiran Data Pemilih. Kegiatan PPK 1. Kegiatan PPS 1. . Penyusunan. D.KPU dari KPU Kabupaten/Kota melalui PPK.KPU. Pemutakhiran Data Pemilih. dan 9. Pendaftaran Pemilih. melakukan komunikasi dengan KPU Kabupaten/Kota lainnya yang diketahui terdapat Data Pemilih yang sama terdata di lebih dari 1 (satu) dalam Data Pemilih antar Kabupaten/Kota. menyerahkan (softcopy) Data Pemilih dalam satuan PPK kepada masing-masing PPK sebagai bahan pengolahan Pemutakhiran Data Pemilih. menerima Surat Pemberitahuan dari PPK berdasarkan hasil penelusuran data beserta Lampiran Data dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tentang pemilih yang terdata lebih dari 1 (satu) dalam Data Pemilih pada Kecamatan dan/atau Desa/Kelurahan. B. 2. pada kegiatan Penyusunan Data Pemilih Berdasarkan Model A-KWK. 7.KPU. melaksanakan pemantauan dan bimbingan teknis dalam pelaksanaan penyusunan Data Pemilih. 2. 8. C. melakukan perbaikan Daftar Pemilih. Penetapan dan Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara. melaksanakan pemantauan dan bimbingan teknis dalam pelaksanaan Penyusunan Data/Daftar Pemilih berdasarkan Model A-KWK. Kegiatan PPS 1.

menerima informasi dari KPU Kabupaten/Kota terkait setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data Pemilih yang terdapat dilebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih dan menyampaikan informasi kepada PPS terkait. 6. membuat laporan kepada KPU Provinsi dan menyampaikan informasi kepada KPU Kabupaten/Kota terkait setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data dan Daftar Pemilih. . Kabupaten/Kota tempat pemilih terdaftar. 2. memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang perbaikan Daftar Pemilih Sementara. Desa/Kelurahan. V. memelihara data elektronik (softcopy) Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara. Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. Kegiatan KPU Provinsi 1. membuat data elektronik (softcopy) rekapitulasi Penetapan DPS. 5. melaksanakan perbaikan data setiap kali diterima perubahan data dari PPS sebagai akibat hasil pelaksanaan tugas PPDP. 3. Kegiatan PPK 1. 4. 4. 4. Kecamatan. membuat laporan kepada KPU Kabupaten/Kota setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data dan Daftar Pemilih. melaksanakan Perbaikan Data setiap kali diterima perubahan data dari PPK sebagai akibat hasil pelaksanaan tugas PPDP. 2. . 3. D. melaksanakan bimbingan teknis pemanfaatan Teknologi Informasi dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan pemutakhiran Data Pemilih/Pendaftaran Pemilih dan penyusunan Daftar Pemilih Sementara oleh PPS dibantu PPDP. melaksanakan bimbingan teknis pemanfaatan Teknologi Informasi (eDPT Pilgub Jabar 2013) dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan pemutakhiran Data Pemilih/Pendaftaran Pemilih dan penyusunan Daftar Pemilih Sementara oleh PPS dibantu PPDP . dan 7. memasukan Daftar Pemilih Sementara dalam bentuk data elektronik (softcopy) bersama-sama dengan PPS melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013). dan 6. membuat Data Elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Sementara. mengumumkan Data Elektronik (softcopy) Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara melalui media Website yang memungkinkan pemilih dapat mengetahui telah didaftar dengan menggunakan identitas Nama Pemilih. 2. dan 6. memelihara Data Elektronik (softcopy) Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara. memelihara Data Elektronik (softcopy) Rekapitulasi DPS. menyampaikan data elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Sementara kepada KPU Kabupaten/Kota dibantu oleh PPS. menerima informasi dari KPU Provinsi dan/atau KPU Kabupaten/Kota lain terkait setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data Pemilih yang terdapat dilebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih dan menyampaikan informasi kepada PPK terkait.-5B. 5. PERUBAHAN . 5. 3. . memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang perbaikan Daftar Pemilih Sementara melalui website KPU Provinsi Jawa Barat. Nomor TPS. C. menerima informasi dari KPU Kabupaten/Kota setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data Pemilih yang terdapat dilebih dari 1 (Satu) Daftar Pemilih dan menyampaikan informasi kepada KPU Kabupaten/Kota terkait.

Kegiatan PPS a. 4. C. melaksanakan bimbingan teknis pemanfaatan Teknologi Informasi (eDPT Pilgub Jabar 2013) dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan Perubahan dan/atau Perbaikan Daftar Pemilih Sementara dan Daftar Pemilih Tambahan. 3. PERUBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN DAFTAR PEMILIH SEMENTARA DAN DAFTAR PEMILIH TAMBAHAN A. membuat Data Elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Perubahan dan/atau Perbaikan dan Daftar Pemilih Tambahan. . Kegiatan KPU Kabupaten/Kota 1. dan c.-6V. setiap kali diterima perubahan data dari PPS melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013). melakukan perbaikan Daftar Pemilih Sementara dalam bentuk data elektronik (softcopy). 2. 3. . melaksanakan Perbaikan Data setiap kali diterima perubahan data dari PPK. dan 7. menyampaikan data elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Perubahan dan/atau Perbaikan dan Daftar Pemilih Tambahan kepada KPU Kabupaten/Kota. Kegiatan PPK. b. menyampaikan perubahan data setiap kali ditemukan kepastian Data Pemilih yang terdapat dilebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih kepada PPK. memelihara Data Elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Perubahan dan/atau Perbaikan dan Daftar Pemilih Tambahan. Kegiatan . menerima informasi dari KPU Provinsi dan/atau KPU Kabupaten/Kota lain serta menyampaikan informasi kepada PPK terkait. B. 5. 6. memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang Perubahan dan/atau Perbaikan Daftar Pemilih Sementara dan Daftar Pemilih Tambahan. memasukan data elektronik (softcopy) perubahan/perbaikan Daftar Pemilih Sementara dan Daftar Pemilih Tambahan dibantu oleh PPS. 4. membuat laporan kepada KPU Kabupaten/Kota setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data dan Daftar Pemilih. setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data Pemilih yang terdapat dilebih dari 1 (Satu) Daftar Pemilih. 5. membuat laporan kepada KPU Provinsi dan menyampaikan informasi kepada KPU Kabupaten/Kota terkait setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data dan Daftar Pemilih. memelihara Data Elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Perubahan dan/atau Perbaikan dan Daftar Pemilih Tambahan. dengan melampirkan Daftar Pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih hasil Pemutakhiran Data Pemilih. . 1. menyampaikan perubahan Daftar Pemilih Sementara dalam bentuk data elektronik (softcopy) kepada PPK. D. 6. menerima informasi dari KPU Kabupaten/Kota setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data Pemilih yang terdapat dilebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih dan menyampaikan informasi kepada PPS terkait. dan 7. menyampaikan Data Elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Sementara kepada KPU Provinsi dengan melampirkan Daftar pemilih yang terdaftar pada lebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih hasil Pemutakhiran Data Pemilih. 2. melaksanakan perbaikan Daftar Pemilih Sementara dalam bentuk data elektronik (softcopy).

3. memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang Perubahan dan/atau Perbaikan Daftar Pemilih Sementara dan Daftar Pemilih Tambahan melalui website KPU Provinsi Jawa Barat. menerima informasi dari KPU Kabupaten/Kota setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data Pemilih yang terdapat dilebih dari 1 (satu) Daftar Pemilih. membuat laporan kepada KPU Kabupaten/Kota tentang perbaikan dan perubahan Data Pemilih dalam bentuk Data Elektronik (softcopy). VI. menerima perbaikan Daftar Pemilih Tetap dari PPS. 3. memasukan Daftar Pemilih Tetap dalam bentuk data elektronik (softcopy) bersama-sama dengan PPS melalui pemanfaatan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013). menyusun Daftar Pemilih Tetap dalam bentuk data elektronik (softcopy). 3. .-7D. 2. memelihara Data Elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Tetap. membuat Data Elektronik (softcopy) Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara. . menyampaikan perbaikan dan perubahan Daftar Pemilih Tetap dalam bentuk data elektronik (softcopy) kepada PPK. melaksanakan bimbingan teknis Pemanfaatan Teknologi Informasi (eDPT Pilgub Jabar) dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan Perubahan dan/atau Perbaikan Daftar Pemilih Sementara dan Daftar Pemilih Tambahan. melaksanakan bimbingan teknis pemanfaatan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013) dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan Daftar Pemilih Tetap. menyampaikan . C. 2. menyampaikan data elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Tetap kepada KPU Kabupaten/Kota. 6. mengumumkan Data Elektronik (softcopy) Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara melalui media Website yang memungkinkan Pemilih dapat mengetahui telah didaftar dengan menggunakan identitas. Desa/Kelurahan. dan 5. Kecamatan. Kegiatan Pada PPK 1. Nomor TPS. memelihara Data Elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Perubahan dan/atau Perbaikan dan Daftar Pemilih Tambahan. dan 3. 4. Kegiatan KPU Provinsi 1. 4. menyampaikan informasi kepada KPU Kabupaten/Kota setiap kali ditemukan kepastian perubahan Data dan Daftar Pemilih. 2. perbaikan dan perubahan yang dimaksud dalam angka 2 adalah dalam masa waktu pengumuman sebelum disahkannya Daftar Pemilih Tetap. . membuat laporan kepada KPU Provinsi tentang verifikasi dan pengecekan Data dan Daftar Pemilih Tetap dalam bentuk Data Elektronik (softcopy). dan 7. B. Nama Pemilih. DAFTAR PEMILIH TETAP A. 2. Kegiatan PPS 1. melaksanakan verifikasi dan pengecekan Data dan Daftar Pemilih tetap dalam bentuk Data Elektronik (softcopy) setelah menerima laporan dari PPK. Kabupaten/Kota tempat pemilih tersebut terdaftar. Kegiatan Pada KPU Kabupaten/Kota 1. 5. 4.

YAYAT HIDAYAT . mengumumkan Data Elektronik (softcopy) Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap melalui media Website yang memungkinkan Pemilih dapat mengetahui telah didaftar dengan menggunakan identitas Nama Pemilih. melaksanakan bimbingan teknis pemanfaatan Teknologi Informasi (e-DPT Pilgub Jabar 2013) dan monitoring dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan Daftar Pemilih Tetap. menyampaikan Daftar Pemilih Tetap kepada KPU Provinsi dalam bentuk Data Elektronik (softcopy). 6. menerima informasi dari KPU Kabupaten/Kota terkait tentang perubahan Data dan Daftar Pemilih Tetap dalam bentuk Data Elektronik (softcopy). Kegiatan Pada KPU Provinsi 1. Kabupaten/Kota tempat pemilih terdaftar. 6. dan 8. D. memelihara data elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Tetap. 2. KETUA. menerima Daftar Pemilih Tetap dari KPU Kabupaten/Kota dalam bentuk Data Elektronik (softcopy). Nomor TPS. sebagaimana diatur pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2010 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007. pemerintah Provinsi sebanyak 1 (satu) rangkap. KPU RI sebanyak 1 (satu) rangkap dalam bentuk Data Elektronik (softcopy). memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang Daftar Pemilih Tetap. dan memelihara data elektronik (softcopy) Daftar Pemilih Tetap. menyampaikan Rekapitulasi Jumlah Pemilih Terdaftar kepada: a. 5. Kecamatan. PENUTUP Pemanfaatan dan Penggunaan Teknologi Informasi merupakan alat bantu dalam pelaksanaan Pemutakhiran/Pendaftaran Pemilih. 5. 4. b. VII. 7. Desa/Kelurahan. membuat Data Elektronik (softcopy) Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap. 3.-84. Perubahan atas Daftar Pemilih Tetap sebagaimana dimaksud dalam angka 3 dilakukan sesuai dengan peraturan Perundangan yang berlaku.

KPU Model A1 .KWK.KPU 12. 7.KPU . Model A3. Model A5 . : Daftar Pemilih Tambahan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. 6.KPU Model A2 .KPU : Salinan Daftar Pemilih Tetap Untuk TPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013.KWK. Model A3.KPU : Formulir Perbaikan Daftar Pemilih Sementara.KWK.KWK. 5.KWK.KPU : Formulir Data Pemilih Tambahan.KWK. : Rekapitulasi Jumlah Pemilih Terdaftar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 oleh Panitia Pemilihan Kecamatan. Model A . Model A7 . : Rekapitulasi Jumlah Pemilih Terdaftar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 oleh KPU Provinsi. 4. Model A6 .2 . 2.KWK.KWK. : Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013. 9.KPU Model A3 .KWK. : Rekapitulasi Jumlah Pemilih Terdaftar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 oleh KPU Kabupaten/Kota. : Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013.KWK. 8. Model A3.KPU : Data Pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013. 3.2 . Model A4 .LAMPIRAN III KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 19/Kpts/KPU-Prov-011/VIII/2012 TANGGAL : 8 Agustus 2012 TENTANG : PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH DAN PENETAPAN DAFTAR PEMILIH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 JENIS .KWK.JENIS FORMULIR PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH DAN PENETAPAN DAFTAR PEMILIH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 1.KPU 11.KWK. Model A8 . : Surat Keterangan Untuk Memberikan Suara Di TPS Lain dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013.1 .KPU : Formulir Tanda Bukti Telah Didaftar Sebagai Pemilih Tambahan.KPU 10.

.MODEL A5 . 2) ………………………. ……………………………………… ……………………………………….. :………………………………. .KPU REKAPITULASI JUMLAH PEMILIH TERDAFTAR PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 OLEH PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI No... ……………………………………… ……………………………………….………………………… Catatan : Disahkan dalam Rapat Pleno PPK tanggal ...... ……………………………………… ………………………………………...KWK. Ketua 2.. Anggota 4. :………………………………..... ……………………………………… ……………………………………….. Anggota 5..... Anggota 3. Halaman :…………… L PEMILIH TERDAFTAR P Jumlah JUMLAH TPS KET. Urut NAMA DESA/KELURAHAN :………………………………... PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN 1) = Coret yang tidak perlu 2) = Banyaknya jumlah pemilih tambahan Nama Tanda Tangan 1. Anggota ……………………………………… ………………………………………..

.KWK.. …………………..... …………………...KPU REKAPITULASI JUMLAH PEMILIH TERDAFTAR PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 OLEH KPU KABUPATEN/KOTA KPU KABUPATEN/KOTA 1) PROVINSI No.. 2) Catatan : 1) = Coret yang tidak perlu 2) = Banyaknya jumlah pemilih tambahan ………………………. …………………./Kota tanggal ... :……………………………….. Anggota 3....MODEL A6 .... …………………. Anggota 4.…………………… Disahkan dalam Rapat Pleno KPU Kab. Tanda Tangan ………………….. Urut NAMA KECAMATAN :………………………………. …………………. KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA Nama 1.. …………………. …………………... Anggota …………………... . Halaman :……………… L PEMILIH TERDAFTAR P Jumlah JUMLAH TPS KET. Ketua 2.. Anggota 5.... ………………….

. ………………………………………. ………………………………………... Urut NAMA KABUPATEN/KOTA L PEMILIH TERDAFTAR P Jumlah JUMLAH TPS KET... Anggota 4..... Anggota 5. 2) Catatan : 1) = Coret yang tidak perlu 2) = Banyaknya jumlah pemilih tambahan ………………………..KPU REKAPITULASI JUMLAH PEMILIH TERDAFTAR PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 OLEH KPU PROVINSI KPU PROVINSI Halaman :……………… No... ………………………………………. KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT Nama 1. ………………………………………. .MODEL A7 . Anggota ……………………………………… ……………………………………… ……………………………………… ……………………………………… ……………………………………… Tanda Tangan ………………………………………. Ketua 2...KWK... Anggota 3..………………………… Disahkan dalam Rapat Pleno KPU PROVINSI tanggal .....

Kabupaten/Kota 2. TPS (asal) 2.…………………………… A. Kabupaten/Kota :………………………………… 4. Provinsi ……………………………………. ……………………………………… . Panitia Pemungutan Suara Ketua. Provinsi ……………………………………… *) Untuk dicantumkan dalam Daftar Pemilih Tambahan :…………………… :…………………… ………………………. :…………………… 3.…………………………… A. :………………………………………………………………. Desa/Kelurahan ……………………………………… *) Untuk dicantumkan dalam Daftar Pemilih Tambahan :……………………… :……………………… ………………………. Provinsi 2. TPS (asal) 2. :………………………………………………………………. Ketua KPU Kabupaten/Kota ……………………………………………………………….n. Provinsi …………………………………….MODEL A8-KWK.n.KPU SURAT KETERANGAN UNTUK MEMBERIKAN SUARA DI TPS LAIN DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 Nomor Pemilih Nama Alamat Terdaftar dalam Pemilih Tetap 1. Desa/Kelurahan :………………………………… 4.. :…………………… 3.KPU SURAT KETERANGAN UNTUK MEMBERIKAN SUARA DI TPS LAIN DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2013 Nomor Pemilih Nama Alamat Terdaftar dalam Pemilih Tetap 1. Desa/Kelurahan :………………………………………………………………. Kabupaten/Kota :………………………………… 4.. Panitia Pemungutan Suara Ketua. ……………………………………… MODEL A8-KWK. :…………………… :…………………… Digunakan oleh Pemilih *) untuk menggunakan haknya untuk memilih/memberikan suara di *) : 1. Ketua KPU Kabupaten/Kota ………………………………………………………………. Desa/Kelurahan :………………………………………………………………. TPS (Tujuan) :…………………… 3.. :………………………………………………………………. :……………………… :……………………… Digunakan oleh Pemilih *) untuk menggunakan haknya untuk memilih/memberikan suara di *) : 1. :………………………………………………………………. TPS (Tujuan) :…………………… 3.. Kabupaten/Kota :………………………………… 4.

: …………………………………………………………….) Catatan : 1. : ……………………………………………………………. : ……………………………………………………………..KPU FORMULIR TANDA BUKTI TELAH TERDAFTAR SEBAGAI PEMILIH 1) Nama Kepala Rumah Tangga Alamat RT/RW TPS No.. Lembar kedua untuk pemilih atau anggota keluarga yang mewakili pemilih ……………………………………………… .3-KWK..3-KWK. Tanggal Lahir Status Perkawinan Keterangan Yang menerima Petugas ( Pengurus RT/RW ) (……………………………………………….... : ……………………………………………………………..MODEL A3. Tanggal Lahir Status Perkawinan Keterangan Yang menerima Petugas ( Pengurus RT/RW ) (……………………………………………….. : ……………………………………………………………. Urut Nama Pemilih Tambahan : ……………………………………………………………. Urut Nama Pemilih Tambahan : ……………………………………………………………. : ……………………………………………………………...) ……………………………………………… MODEL A3.KPU FORMULIR TANDA BUKTI TELAH TERDAFTAR SEBAGAI PEMILIH 1) Nama Kepala Rumah Tangga Alamat RT/RW TPS No. Lembar pertama untuk petugas (Pengurus RT/RW) 2.