P. 1
Satuan Acara Penyuluhan(Napza)

Satuan Acara Penyuluhan(Napza)

|Views: 1,199|Likes:
Satuan Acara Penyuluhan (NAPZA)
Semoga bermanfaat.
Satuan Acara Penyuluhan (NAPZA)
Semoga bermanfaat.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Hasnan Setyo Guntoro on Feb 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

SATUAN ACARA PENYULUHAN Bidang Studi Topik Sub topik Sasaran Tempat Hari/Tanggal Waktu Penyuluh : Keperawatan

komunitas : NAPZA : Bahaya penyalahgunaan NAPZA : Pemuda-pemudi Desa Banjarsari, Mandan, Sukoharjo : Rumah Ibu Suci/ Bale Desa Banjarsari : Selasa, 12 Februari 2013 : 30 menit : Hasnan Setyo Guntoro Keperawatan (Mahasiswa Politeknik Kementrian Kesehatan Surakarta) Jurusan D-III

A. TUJUAN UMUM Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang NAPZA, pemudapemudi Desa Banjarsari dapat mengetahui tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA dan tidak melakukan penyalahgunaan NAPZA. B. TUJUAN KHUSUS Setelah diberikan penyuluhan tentang penyalahgunaan NAPZA diharapkan pemuda-pemudi dapat mengerti tentang : 1. Pengertian NAPZA 2. Klasifikasi NAPZA 3. Gajala dini dari penyalahgunaan NAPZA 4. Pengaruh NAPZA terhadap tubuh manusia dan lingkungannya 5. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA 6. Tidak melakukan penyalahgunaan NAPZA

C. MATERI (Terlampir) D. Kegiatan Penyuluhan No 1. Kegiatan Pendahuluan: - mengucapkan salam - memperkenalkan diri - kontrak waktu 2. - menjelaskan tujuan Penjelasan materi: - menjelaskan tentang:
a. Pengertian NAPZA b. Klasifikasi NAPZA

Respon Peserta - Membalas salam - Mendengarkan dg aktif - Mendengarkan memberi respon Mendengarkan Bertanya Memperhatikan &

Waktu 5 menit

15 menit

c. Gajala dini dari penyalahgunaan NAPZA d. Ciri-ciri remaja yang berpotensi menggunakan NAPZA e. Pengaruh NAPZA thadap tubuh manusia & lingkungannya f. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA - memberi kesempatan bertanya 3. - menjawab pertanyaan Penutup: - melakukan evaluasi - menyimpulkan hasil kegiatan - memberi salam 10 menit - Menjawab - Memperhatikan - Menjawab salam 5

E. MEDIA 1. Leaflet 2. Powerpoint F. METODE 1. Ceramah 2. Tanya Jawab G. EVALUASI (Terlampir) H. LAMPIRAN 1. Materi 2. Leaflet I. Daftar Pustaka 1. The Indonesian Florence Nightingale Foundation. 1999. Kiat Penanggulangan dan Penyalahgunaan Ketergantungan NAPZA. Jakarta. 2. Tom, Kus, Tedi. 1999. Bahaya NAPZA Bagi Pelajar , Bandung :Yayasan Al-Ghifari 3. ---------.2010. NAPZA .http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-zatadiktif-jenis-macam-dampak-efek-ketergantungan-pada-organisme-hidup. 4. Riyanto, Hendro. 2009. Penegakan Diagnosa terhadap Penyalahgunaan NAPZA. Jakarta: EGC 5. Johan.2008. Dampak dari Penyalahgunaan NAPZA. http://www.kemensos.or.id. Diakses tanggal 05 Oktober jam 8.00 WIB.

(Materi) A. DEFINISI Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. B. JENIS 1. Narkotika : Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah : zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, ada 3 golongan : a. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja. b. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin. c. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein. 2. Psikotropika : Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang

menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika terdiri dari 4 golongan : a. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi. b. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine. c. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital. d. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ). 3. Zat Adiktif Lainnya : Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi : a. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol : 1) Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ). 2) Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )

3) Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ). b. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin. c. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. C. DAMPAK FISIK KARENA NAPZA Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya. Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan : 1. Saat menggunakan NAPZA: Jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif,curiga 2. Kelebihan disis (overdosis): Nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, meninggal. 3. Sedang ketagihan (putus zat/sakau) : Mata dan hidungberair, menguap terusmenerus,diare, rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga malas andi,kejang, kesadaran menurun. 4. Pengaruh jangka panjang: Penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain.

D. PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor : 1. Faktor individual : Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA : a. Cenderung memberontak b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas. c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada d. Kurang percaya diri e. Mudah kecewa, agresif dan destruktif f. Murung, pemalu, pendiam g. Merasa bosan dan jenuh h. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode j. Identitas diri kabur k. Kemampuan komunikasi yang rendah l. Putus sekolah m. Kurang menghayati iman dan kepercayaan. 2. Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat. a. Lingkungan Keluarga : 1) Komunikasi orang tua dan anak kurang baik 2) Hubungan kurang harmonis 3) Orang tua yang bercerai, kawin lagi 4) Orang tua terlampau sibuk, acuh 5) Orang tua otoriter 6) Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya

7) Kurangnya kehidupan beragama. b. Lingkungan Sekolah : 1) Sekolah yang kurang disiplin 2) Sekolah terletak dekat tempat hiburan 3) Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif 4) Adanya murid pengguna NAPZA c. Lingkungan Teman Sebaya : 1) Berteman dengan penyalahguna 2) Tekanan atau ancaman dari teman d. Lingkungan Masyrakat / Sosial : 1) Lemahnya penegak hukum 2) Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung. E. Gejala Dini Pengguna NAPZA 1. Tanda Fisik a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Kesehatan fisik menurun Penampilan diri menurun Badan kurus, lemah, malas Pernapasan lambat dan dangkal Suhu badan tidak beraturan Pupil mata mengecil Tekanan darah menurun Tejang otot Kesadaran makin lama makin menurun Selera makan berkurang

2. Tanda-tanda di rumah a. Membangkang terhadap teguran orang tua b. Semakin jarang ikut kegiatan keluarga

c. Mulai melupakan tangung jawab rutinnya di rumah d. Sering pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman e. Sering pergi ke diskotik, mall atau pesta f. Pola tidur berubah: pagi susah dibangunkan, malam suka begadang g. Bila ditanya, sikapnya defensive atau penuh kebencian h. Menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang (bokek) i. Mering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, dan ini sering tidak diketahui. j. Sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alas an (pandai-pandailah mengecek apakah uang yang dimintanya untuk bayar ini dan itu di sekolah, betul-betul diminta oleh sekolah dan dibayarkan). k. Malas mengurus diri (tidak mau membereskan tempat tidur, malas menggosok gigi, kamar berantakan, malas membantu). l. Sering tersinggung dan mudah marah m. Menarik diri, sering di kamar dan mudah marah n. Sering berbohong o. Bersikap lbih kasar terhadap angota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya. p. Sekali-kali dijumpai dalam keadaan mabuk, bicara pelo (cedal) dan jalansempoyongan q. Ada obat-obatan, kertas timah, bau-bauan yang tidak biasa di rumah (terutama kamar mandinya atau kamar tidurnya), atau ditemukan jarum suntik namun ia mengatakan barang-barang itu bukan miliknya. F. PENGARUH NAPZA PADA TUBUH MANUSIA DAN LINGKUNGAN 1. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Pengaruhnya pada : a. Otak dan susunan saraf pusat :

b.

gangguan daya ingat gangguan perhatian / konsentrasi gangguan bertindak rasional gangguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik / buruk. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru

( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru ( Oedema Paru ) c. d. e. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS. darah jantung. suntik, hubungan seksual Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama – sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan. f. Kulit Terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang. g.
-

Komplikasi pada kehamilan : Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS Kandungan : abortus, keracunan kehamilan, bayi lahir mati

-

-

Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi rendah.

2. Dampak Sosial : a. Di Lingkungan Keluarga : Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu, sering terjadi pertengkaran, mudah tersinggung. Orang tua resah karena barang berharga sering hilang. Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong, mencuri, tidak tertib, hidup bebas) dan menjadi aib keluarga. Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan. Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi. b. Di Lingkungan Sekolah : Merusak disiplin dan motivasi belajar. Meningkatnya tindak kenakalan, membolos, tawuran pelajar. Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya. c. Di Lingkungan Masyarakat : Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya. Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan. Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan, pencurian, pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah. Meningkatnya kecelakaan.

G. UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA : 1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi. 2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA. 3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA Cara pencegahan :
1. Ketahuilah bahwa obat tersebut sangat berbahaya jangan sekali-kali

mencoba. 2. Bina hubungan yang harmonis dengan orang tua sehingga perilaku kita lebih terkontrol. 3. Katakan tidak bila ada yang menawari. 4. Berhati-hatilah dalam bergaul. 5. Perkuat keimanan kepada Tuhan. 6. Buat para orangtua : ciptakan keluarga yang harmonis, jalin komunikasi yang bersahabat dengan putra-putri Anda. 7. Buat remaja : jadilah remaja yang aktif dan menyenangkan, berprestasi tinggi, tahan uji, mandiri, ikuti kegiatan positif dan bermanfaat.

(evaluasi) SOAL EVALUASI PENGETAHUAN TENTANG NAPZA ( KOGNITIF ) BERUPA PERTANYAAN LISAN 1. Apa pengertian NAPZA? Jawab : Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) adalah zat-zat kimia yang apabila dimasukkan kedalam tubuh melalui diminum, dihisap,dihirup disedot maupun disuntik dapat mengubah pikiran, suasana hati dan perilaku seseorang. 2. Sebutkan dari klasifikasi NAPZA Jawab :
a. Yang tergolong narkotika : Opiat (Opium, Morfin, Heroin, Kodein, Pethidin),

Cannabis (Ganja, Marijuana), Kokain b. Yang tergolong psikotropika : Obat penenang (Bromazepam), Obat tidur (BK, DUM, MS), Zat halusinogenik (LSD), Zat psikostimulan (zat aktifnya Amphetamin : Ecstasy, XTC, Inex, Shabu-shabu) c. Zat aditif lainnya : Minuman keras (import, tradisional), Solven (Thuner, Aceton, glue, bensin), Nikotin (rokok) dan Kafein (kopi) 3. Apa saja gejala dini untuk tanda-tanda fisik pada penderita penyalahgunaan NAPZA? Jawab Tanda Fisik : Kesehatan fisik menurun, Penampilan diri menurun, Badan kurus, lemah, malas, Pernapasan lambat dan dangkal, Suhu badan tidak beraturan, Pupil mata mengecil, Tekanan darah menurun, Tejang otot, Kesadaran makin lama makin menurun, Selera makan berkurang. 4. Jelaskan pengaruh NAPZA pada tubuh manusia? Jawab : Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Pengaruhnya pada :

a. Otak dan susunan saraf pusat : gangguan daya ingat, gangguan perhatian /

konsentrasi, gangguan bertindak rasional, gangguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi, gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja, gngguan pengendalian diri, sulit membedakan baik/buruk. b. Pada saluran napas
c.

: dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ).

pembengkakan paru ( Oedema Paru ) Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah jantung.
d. Hati

: terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik,

hubungan seksual. e. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS. 5. Sebutkan 3 pencegahan penyalahgunaan NAPZA? a. b. c. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA Jawab : NAPZA dan melakukan intervensi. menggunakan NAPZA.

SATUAN ACARA PENYULUHAN NAPZA DAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA

Disusun Oleh : Hasnan Setyo Guntoro P27220010 061

D3 KEPERAWATAN POLITEKNIK KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA 2013

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->