BAB II ISI

Transfusi darah adalah pemberian darah atau komponen darah dari satu individu (donor) ke individu lainnya (resipien), dimana dapat menjadi penyelamat nyawa, tapi dapat pula berbahaya dengan berbagai komplikasi yang dapat terjadi sehingga transfusi darah hendaklah dilakukan dengan indikasi yang jelas dan tepat sehingga diperoleh manfaat yang jauh lebih besar daripada resiko yang mungkin terjadi. Macam-macam komponen darah: Seluler  Darah utuh (whole blood)  Sel darah merah pekat (packed red blood cell) - Sel darah merah pekat dengan sedikit leukosit (packed red blood cell leukocytes reduced) - Sel darah merah pekat cuci (packed red blood cell washed) - Sel darah merah pekat beku (packed red blood cell frozen, packed red blood cel deglycerolized)  Trombosit konsentrat (concentrate platelets) - Trombosit dengan sedikit leukosit (platelets concentrate leukocytes reduced)  Granulosit feresis (granulocytes pheresis) Non Seluer  Plasma segar beku (fresh frozen plasma)  Plasma donor tunggal (single donor plasma)  Kropresipitat factor anti hemophilia (cryprecipitate AHF) Macam-macam derivate plasma:  Albumin  Immunoglubulin  Faktor XIII dan Factor IX pekat  Rh immunoglobulin

sedangkan dengan CPD adenine (CPDA) adalah 35 hari. Menurut masa simpan invitro. Suhu simpan antara 16°C. Pada orang dewasa. ada 2 macam darah lengkap yaitu darah segar dan darah baru. Pada anak-anak darah lengkap 8 mL/kg akan meningkatkan Hb sekitar 1 g/dl. misalnya pada perdarahan aktif dengan kehilangan darah lebih dari 25-30% volum darah total. SEL DARAH MERAH PEKAT (PACKED RED BLOOD CELL) . Lama simpan tergantung dari antikoagulan yang dipakai pada kantong darah. Kontraindikasi Darah lengkap sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan anemia kronik yang normovolemik atau yang bertujuan meningkatkan sel darah merah. satu kantong darah lengkap 250 mL darah dengan 37 mL antikoagulan. 1 unit darah lengkap akan meningkatkan Hb sekitar 1 g/dl atau hematokrit 3-4%. misalnya pemakain sitrat fosfat dextrose (CPD) lama simpan adalah 21 hari. sedang darah baru yaitu darah yang disimpan sampai dengan 5 hari. dan plasma. namun setiap unitnya sebaiknya diberikan dalam 4 jam. leukosit. Darah segar yaitu darah yang disimpan sampai 48 jam. Di Indonesia. Pemberian darah lengkap sebaiknya melalui filter darah dengan kecepatan tetesan tergantung keadaan klinis pasien. Indikasi Darah lengkap berguna untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan volum plasma dalam waktu yang bersamaan. trombosit. Satu unit kantong darah lengkap berisi 450 mL darah dan 63 mL antikoagulan. Plasma ekspander sintetik DARAH LENGKAP (WHOLE BLOOD) Darah lengkap ini berisi sel darah merah. Dosis dan cara pemberian Dosis tergantung keadaan klinis pasien.

Keuntungannya adalah perbaikan oksigenasi dan jumlah eeritrosit tanpa menambah beban volume seperti pasien anemia dengan gagal jantung. Sel darah merah ini didapat dengan memisahkan sebagian besar plasma dari darah lengkap. dengan massa sel darah merah 100-200 mL. Volume diperkirakan 150-300 mL tergantung besarnya kantung darah yang dipakai. trombosit. leukosit. Hematokrit yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya hiperviskositas dan menyebabkan kecepatan transfusi menurun sehingga untuk mengatasinya maka diberikan salin normal 50100 ml sebagai pencampur sediaan darah merah dalam CPD atau CPDA-1 tetapi harus hatihati karena dapat terjadi kelebihan beban. pencucian sel darah merah dengan garam fisiologis. sehingga diperoleh sel darah merah dengan nilai hemtokrit 60-70%. Oemberian ini disesuaikan dengan kondisi klinis pasien bukan pada nila Hb atau hematokrit. Sel darah ini disimpan pada suhu 1-6°C Indikasi Sel darah merah pekat ini dugunakan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah pada pasien yang menunjukkan gejala anemia. dengan filtrasi atau degliserolisasi sel darah merah yang disimpan . American Association of Blood Bank Standard for Transfusion Services menetapkan bahwa sel darah merah yang disebut dengan sedikit leukosit jika kandungan leukositnya kurang dari 5 x 10 6 leukosit/unit. Pemberian sel darah ini harus melalui filter darah standar (170 µ). yang hanya memerlukan massa sel darah merah pembawa oksigen saja misalnya pada pasien dengan gagal ginjal atau anemia karena keganasan. dan sedikit plasma. SEL DARAH MERAH PEKAT DENGAN SEDIKIT LEUKOSIT (PACKED RED BLOOD CELL AEUCOCYTES REDUCED) Setiap unit sel darah merah pekat mengandung 1-3 x 109 leukosit. 1 unit sel darah merah pekat akan meningkatkan Hb sekitar 1 g/dl atau hemtokrit 3-4%. Dosis dan cara pemberian Pada orang dewasa. Kontraindikasi Dapat menyebabkan hipervolemia jika diberikan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Sil darah ini dapat diperoleh dengan cara oemutaran.Sel darah pekat berisi eritrosit.

Karena pembuatannya biasanya dilakukan dengan system terbuka maka komponen ini hanya dapat disimpan dalam 24 jam dalam suhu 1-6 derajat celcius. dan trombosit serta debris. Perhatian Komponen sel darah ini tidak dapat mencegah terjadinya graft versus host disease 9GVHD). Indikasi Pada orang dewasa komponen ini dipakai untuk mencegah reaksi alergi yang berat atau alergi yang berulang. sehingga komponen darah yang dapat diandalkan untuk mencegah hal itu adalah bila komponen darah tersebut diradiasi. menurunkan konsentrat leukosit. maka kandungan sel darah merah kurang dibandingkan dengan sel darah merah pekat biasa. Suhu simpan 1-6 derajat celcius.beku. SEL DARAH MERAH PEKAT CUCI (PACKED RED BLOOD CELL WASHED) Sel darah merah yang dicuci dengan normal salin memiliki hematokrit 70-80% dengan volum 180 mL. Perhatian . dapat pula digunakan pada transfusi neonatal atau transfusi intrauterine. Indikasi Produk ini dipakai untuk meningkatkan jumlah sel darah merah pada pasien yang sering mendapat/tergantung pada transfuse darah dan pada mereka yang sering mendapat reaksi transfuse panas yang berulang dan reaksi alergi yang disebabkan oleh protein plasma atau antibody leukosit. Karena pada pembuatannya ada sel darah merah yang hilang. Dosis dan cara pemberian Pemberian komponen sel darah ini paling baik diberikan dengan menggunakan filter darah generasi ketiga. Pencucian dengan salin membuang hampir seluruh plasma (98%).

Proses pencucian dapat menggunakan larutan glukosa dan salin. demikian pula hematokrit kurang lebih 70-80%. masih dapat menularkan hepatitis atau infeksi bateri lainnya. Karena masih mengandung sejumlah kecil leukosit yang viable. Indikasi Dapat dipakai untuk menyimpan darah langka. pencairan dan pencuciannya ada sel darah merah yang hilang maka kandungan sel darah minimal 80% dari jumlah sel darah merah pekat asal.Hati-hati terhadap kontaminasi bakteri akibat pembuatannya secara terbuka. Perhatian Resiko terjadinya kontaminasi bakteri dapat terjadi karena system terbuka yang dipakai dimana dapat menularkan hepatitis namun tidak untuk CMP. komponen ini tidak menjamin pencegahan terjadinya GVHD atau infeksi CMV pasca transfusi. Dosis dan cara pemberian Sebaiknya semua proses transfusi melalui folter darah tanpa kecuali. SEL DARAH MERAH PEKAT BEKU YANG DICUCI (PACKED RED BLOOD CELL FROZEN) Sel darah merah beku ini dibuat dengan penambahan gliserol sediaan krioprotekif terhadap darah yang usianya kurang dari 6 hari. Dosis dan cara pemberian Pemberian komponen darah ini melalui filter darah dan sediaan ini memiliki massa eritrosit yang rendah karena banyak sel darah yang hilang selama proses pembuatan. Suhu simpan 1-6 derajat celcius dan tidak boleh digunakan lebih dari 24 jam karena proses pencucian biasanya memakai system terbuka. . Darah ini kemudian dibekukan pada suhu minimal 65 derajat atau minus 200 derajat celcius (tergantung sediaan gliserol) dan dapat disimpan selama 10 tahun. Karena pada proses penyimpanan beku.

5 x 1010 trombosit dengan volume sekitar 50 mL. yang berhubungan dengan hipoplasia sumsum tulang akibat kemoterapi.3 x 105/unit. dan KID dan transfuse biasanya dilakuakn hanya pada adanya perdarahan yang aktif. sedangkan viability pasca transfusinya lebih baik. TRIMBOSIT DENGAN SEDIKIT LEUKOSIT (PLATELETS REDUCED) LEUKOCYTES Trombosit berisi leukosit sekitar 0. invasi tumor atau aplasia primer sumsum tulang. Pasien dengan trombositopenia yang disebabkan oleh sepsis atau hipersplenisme biasanya refrakter terhadap transfuse trombosit. Produk ini daya hemostatiknya kurang. Sedangkan trombosit dengan sedikit leukosit mengandung hanya 8. beberapa leukosit sel darah merah serta plasma. Indikasi Diindikasikan pada kasus perdarahan karena trombositopenia atau trombositopati congenital/didapat. Keberhasilan transfuse trombosit dapat dipantauu dengan menghitung jumlah trombosit (CCI) 1 jam pasca transfuse. Profilaksis diberikan pada semua kasus dengan trombosit 510.satu kantong trombosit pekat yang berasal dari 450 mL darah lengkap dari seorang donor berisi kira-kira 5. Trombosit pekat ini dapat diperoleh dengan cara pemutaran sel darahh lengkap segar atau dengan cara troomboforesis. satu kantong trombosit pekat yang diperoleh dengan cara tromboforesis seorang donor darah berisi sekitar 3 x 1011 trombosit.000/uL. TTp. Diinfuskan intravena.TROMBOSIT PEKAT (CONCENTRATE PLATELETS) Berisi trombosit. Kontraindikasi Transfuse trombosit biasanya tidak efektif pada pasien dengan destruksi trombosit yang cepat seperti: ITP. biasanya diperlukan 5-7 unit pada orang dewasa.5-1 x 108/uunit trombosit. . Juga diindikasikan pada mereka selama operasi atau prosedur invasive dengan trombosit <50. Dosis dan cara pemberian Dosis yang biasanya digunakan pada perdarahan yang disebabkan karena trombositopenia adalah 1 unit/10 kgBB.000 uL.

Untuk mendapatkan hasil yang baik sebaiknya dilakukan uji cocok serasi. berisi granulosit. penggunaannya tidak dapat mempercepat terjadinya pemulihan jumlah trombosit. 25-50 ml sel darah merah . namun kecepatan transfuse harus diperlambat. Terjadinya reaksi transfuse pada sediaan ini dihubuungkan dengan lamanya penyimpanan akibat dilepaskannya sitokin-sitokin seperti IL-1. Kontraindikasi Meskipun sediaan ini dapat meniadakan fenris pada pasien yang mengalami alloimunisasi terhadap HLA antigen. Kontraindikasi Terapi antibiotic yang tepat atau penggunaan factor pertumbuhan hematopoetik mungkin lebih efektif dibandingkan dengan transfuse granulosit. GRANULOSIT FERESIS Diperoleh dengan cara sitaferesis dari donor tunggal. IL-8 dan TNF alfa yang dilepaskan leukosit selama penyimpanan. dan mungkin sedikit hidroksietil starch (HES) dengan volum 200-300 ml. tidak merupakan indikasi untuk menghentikan transfuse. trombosit. Indikasi Komponen ini dipakai untuk meningkatkan jumla granulosit pada pasien sepsis denga leucopenia yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pemberian antibiotic. Dosis dan cara pemberian Penggunaannya dapat menggunakan filter/saringan khsusu trombosit dengan sedkit leukosit. menggigil. trombosit berupa sel darah merah dan sedikit plasma. limfosit.Indikasi Trombosit jenis ini dipergunakan untuk pencegahan terjadiinya alloimunisasi HLA terutama pada pasien yang menerima kemoterapi yang panjang. sejumlah limfosit. IL-6. Efek samping yang mungkin terjadi seperti urtikaria. . demam. dan pada pemeriksaan sumsum tulang menunjukkan hipoplasi. Setiap unit mengandung sekitar 1 x 1010 granulosit.

Albumin. komplemen. koloid.Dosis dan cara pemberian Transfuse diberikan dengan menggunakan saringan darah standar. Plasma segar beku ini berisi plasma. fraksi protein plasma. dengan memakai saringan/filter standar. TTP. Kontraindikasi Sebaiknya tidak digunakan untuk mempertahankan ekspansi volum karena resiko penularan penyakit yang tinggi. dan protein plasma. semua factor pembekuan stabil dan labil. atau kristaloid yang tidak menularkan penyakit merupakan produk yang lebih aman untuk mempertahankan volume darah. Indikasi Dipakai untuk pasien dengan gangguan proses pembekuan bila tidak tersedia factor pembekuan pekat atau kriopresipitat. Jika plasma diberikan sebagai pengganti factor koagulasi dosisnya adalah 1020 ml/kg (4-6 unit untuk orang dewasa) dapat meningkatkan factor koagulasi 20-30%. dapat pula meningkatkan factor VIII 2% (1 unit/kg) KRIOPRESIPITAT FAKTOR ANTI HEMOFILIK . dan dilusi koagulopati akibat transfuse massif. Plasma harus cocok golongan ABO-nya dengan sel darah merah pasien dan tiddak perlu uji silang. Dosis dan cara pemberian Produk ini diberikan dalam 6 jam setelah pencairan. KID. misalnya pada defisiensi factor pembekuan multiple antara lain: penyakit hati. disimpan pada suhu simpan minus 18 derajat celcius atau lebih rendah dengan masa simpan 1 tahun. dan harus cocok serasi system golonga ABO-nya dengan darah pasien. Volume sekitar 200-250 ml. PLASMA SEGAR BEKU (FRESH FROZEN PLASMA = FFP) Plasma digunakan untuk mengganti kekurangan factor koagulasi. Plasma ini dipisahkan dari darah lengkap yang kemudian dibekukan dalam waktu 8 jam setelah pengambilan darah dari donor.

20-30% factor XIII. sedang pada dosis anak-anak adalah 10 kantung/10 kg dapat meningkatkan fibrinogen 60-100 mg/dl. sekitar 40-70% g factor Von Willebrand. dibuat dengan mencairkan plasma segar beku pada suhu 4 derajat celcius selama 12-14 jam atau pada circulating waterbath 4 derajat celcius selama 75 menit dan kemudian memisahkan komponen yang masih berprsipitasi pada suhu tersebut dengan cara pemutaran. Komponen yang berpresipitasi tersebuta adalah kriopresipitat. stabil. kekurangan fibrinogen dan untuk pasien Von Willebrand. Dosis dan cara pemberain Sebelum dipakai. uji silang tidak perlu dilakukan. Suhu simpan adalah 18 derajat celcius atau lebih rendah dengan simpan 1 tahun dengan volum sekitar 10-15 ml. KONSENTRAT FAKTOR VIII Dapat dibuat dari plasma manusia atau diproduksi melalui teknologi rekombinan. Indikasi Kriopresipitat digunakan pada pasien dengan kekurangan F VIII (hemophilia A) bila F VIII pekat tidak tersedia. Kriopresipitat berisi factor VIII 80-120 unit. Konsentrat factor VIII ini dibuat dengan proses fraksinasi dari plasma yang dikumpulkan dan dibekukan segera setelah pengambilan darah. kriopresipitat harus dicairkan terlebih dahulu dengan menempatkannya dalam waterbath bersuhu 30-37 derajat celcius. murni. Komponen ini harus diberikan pada pasien dalam aktu 6 jam setelah pencairan atau 4 jam setelah pooling.Kriopresipitat AHF adalah konsentrat plasma. 150-250 mg fibrinogen. . Semua prosuk dibuat steril. dan beku kering. Sediaan ini memiliki volum yang sedikit. kekurangan factor XIII. dan diberkan dengan saringan/filter standar. Plasma yang diberikan hendaknya sama golongan ABO-nya dengan sel darah merah pasien. Kontraindikasi Kriopresipitat tidak diberikan pada pasien yang tidak defisiensi factor-faktor tersebut di atas. Dosis ntuk hipofibrinogenemia adalah 10 kantung pada orang dewasa dengan berat badan 70 kg.

Kontraindikasi Dosis tinggi pemberian konsentrat F VIII dengan kemurnia menengah dapat meningkatkan fibrinogen secara bermakna. Kontraindikasi Kompleks F IX sebaiknya diberikan dnegan hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit hati. KONSENTRAT FAKTOR IX Dua konsentrat F IX sekarang terseedia sebagai hasil rekombinan. dan infeksi virus laiinya. HIV.Indikasi Konsentrat F VIII diindikasikan untuk pengobatan atau pencegahan perdarahan pada hemophilia A dengan defisiensi F VIII ssedang sampai berat atau pasien dengan inhibitor F VIII titer rendah kadarnya tidak lebih dari 5-10 Bethesda units/ml. Konsentrat F IX dibuat dengan heat treated solvent/detergent treated dengan teknik rekombinan untuk menurunkan resiko hepatitis. dan kering beku sebagai hasil dari fraksinasi plasma yang dikumpulkan. Efek samping dari kompleks F IX bila diberikan secara cepat adalah menggigil. . dan menggigil. Dosis dan cara pemberian Banyaknya aktivitas F VIII koagulan digunakan dengan mempergunakan International Units (IU). yang mengadung bypass aktivitas inhibitor F VIII. Sediaan ini steril. panas. Indikasi Konsentat F IX ini digunakan untuk mengobati pasien dengan defisiensi F IX yang dikenal sebagai hemophilia B. Reaksi yang tidak diharapkan meliputi malaise. mual. Direct antiglobulin test (DAT) atau hemolisis dapat terjadi karena adanya anti A atau anti B. pasien dengan inhibitor dapat diobati dengan kompleks konsentrat F IX. Satu IU adalah jumlah aktivitas F VIII koagulan dalam 1 ml plasma normal. Pemberiannya dapat melalui infuse dengan menggunakan saringan filter darah atau dengan jarum suntik dengan filter yang telah tersedia bersama sediaannya. stabil.

. Setiap unit F IX yang diinfuskan per kg BB akan meningkatkan 1% F IX. dan flushing. nausea.demam. Dosis yang diberikan tergantung gejala klinis dan kebutuhan pasien. nyeri kepala. Pemberian cepat dari F IX koagulasi adalah reaksi vasomotor. Dosis dan cara pemberian 1 unit F IX setara dengan 1 ml plasma manusia.