TATA CARA DAN PROSES PELELANGAN TENDER YANG HARUS DILAKUKAN ---------------------------------------- --------------------------------------------------------------1.

Perencanaan pekerjaan yang akan dilelang tender. 2. Dokument pekerjaan yang akan dilelang : a. Gambar pelaksanaan Secara detail b. BQ ( Bill Quantity ) c. Spesipikasi teknis - Ketentuan bahan yang akan dipakai ( Merk / Speck ) - Ketentuan pekerjaan ( Schedule ) d. R.K.S. 3. Koordinasi Intern Owner membahas pekerjaan yang akan dilelang - Team perencana ( User ) - Team pengadaan ( Purchasing ) - Team Audit ( Budget kontrol ) - Team Keuangan. TEAM TERSEBUT DIATAS DISEBUT MANAJEMENT 4. Undangan tender ke Kontraktor. 5. Rapat tender Owner ( User ) dan kontraktor Anutzuizing ( Penjelasan Tender ) a. Masalah administrasi - Bentuk kontrak yang akan dibuat - System pembayaran. - Waktu pelaksanaan pekerjaan. - Usulan kontraktor. b. Survey lapangan ( Pencocokan gambar dengan kondisi lapangan yang akan dilaksanakan dan penghitungan ulang BQ akhir antara kontraktor peserta tender dengan pemberi tugas ) dan dibuatkan Berita Acara Anutzuizing untuk acuan pembuatan kontrak. 6. Penawaran harga dari kontraktor. 7. Undangan Negosiasi tender. 8. Buka tender ( menentukan pemenang pekerjaan ). 9. Pembuatan Berita Acara Negosiasi dan penunjukan pemenang. 10. Pembuatan Kontrak Kerja ( SPK, Perjanjian Kerja Sama atau PO )

000. Arpabpi. yang akan kita bahas adalah usaha perseroan comanditer. TDP. untuk pelaporan pajak PPN masa terakhir tanggal 20 pada bulan depannya. 500. Gapeknas. biayanya tergantung daerah masing-masing. Karena Apabila anda tidak melaporkan pajak masa atau spt tahunan. 2.000. lembaga.perbulan. maka terakhir masa pelaporan pajaknya adalah tanggal 20 februari. SIUJK . atau instansi ada beberapa hal yang harus dimiliki dan diketahui. Caranya mudah. . Untuk SPT tahunan pelaporan pajaknya terakhir tanggal 31 April. biayanya juga beragam. 500. Aspanji.(tahun 2010) tergantung dari notarisnya dan hasil negosiasi. departemen. anda akan terkena sanksi. Daftarkan ke instansi yang dapat mengeluarkan SITU. Biayanya berkisar antara Rp. sehingga kita dapat mengikuti atau bersaing untuk memenangkan tender tersebut. Setelah memiliki semua yangtersebut diatas kita sudah dapat mengikuti pelelangan sesuai dengan kompentensi yang telah dimiliki. misalnya untuk tahun pajak 2010.Apabila ingin mengikuti tender pelelangan yang dilaksanakan oleh kementerian. maka terakhir pelaporan pajaknya pada tanggal 31 april 2011. dan untuk SPT sebesar 1 juta. anda terlambat sehari maka sanksi akan dikenakan. Meskipun Nihil. 4. 3. yaitu: 1. 250. Untuk jasa Konsultan dapat didaftarkan di IKI. dan banyak lagi. Biasanya kalo urus sendiri tidak dipungut biaya. Daftarkan Ke Asosiasi.000.. Daftarkan ke kantor pelayanan pajak terdekat untuk medapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Badan. biasanya dikeluarkan oleh Dinas Koperasi.sampai Rp. untuk jasa Konstruksi anda dapat mendaftar ke Gapensi. SIUP.. datang saja ke Notaris dengan membawa KTP yang masih berlaku. Ardin R. Memiliki Usaha baik dalam bentuk Comanditer atau perorangan. Perindustrian dan Perdagangan. misalkan pajak masa bulan Januari. Pertindo dan Lain-lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah setelah anda memiliki Perseroan Komanditer dan terdaftar di kantor Pelayanan Pajak maka setiap Bulan anda berkewajiban untuk melaporkan pajak masa setiap bulannya dan SPT tahunan. Kemudian daftarkan dipanitera pengadilan Setempat. untuk pengadaan barang asosiasinya seperti Ardin. cukup menyiapkan materai secukupnya. Untuk memiliki perseroan comanditer diharuskan dua orang atau lebih . yaitu denda untuk pelaporan pajak masa PPN sebesar Rp. Gapeksindo dan lain-lain.

yaitu dengan mulai diterapkannya pengadaan barang/jasa berbasis elektronik atau e-procurement. Bagaimana perbedaan antara E-Procurement dengan Pengadaan konvensional ? Saya akan coba memaparkan pada beberapa tahapan utama. LPSE Pelaksanaan pengadaan secara elektronik membutuhkan sebuah unit khusus di pemerintahan. E-Tendering adalah proses pengadaan barang/jasa yang diikuti oleh penyedia barang/jasa secara elektronik melalui cara satu kali penawaran. Perpres No. Dokumen untuk e-proc dengan konvensional amat berbeda. Katalog ini disusun oleh LKPP melalui sebuah kontrak payung kepada Produsen atau penyedia utama. Yang perlu diperhatikan pada tahapan ini adalah dokumen pemilihan. 2. utamanya pada tahapan pengadaan. Secara umum. yaitu e-tendering dan e-purchasing. 54 Tahun 2010 dan Peraturan Kepala LKPP No. Pengguna barang/jasa tinggal memilih barang/jasa yang diinginkan melalui katalog elektronik yang terbuka serta transparan. e-procurement dapat dilakukan melalui 2 cara. unit tersebut bernama Layanan Pengadaan Secara Elektronik .Pengadaan Barang dan Jasa . perbedaannya hanya seluruh tahapan dilaksanakan secara elektronik. E-Tendering sama persis dengan pola pengadaan yang selama ini dilaksanakan secara manual. Persiapan Tahap ini khusus untuk PPK dan Panitia. sedangkan E-Purchasing adalah proses pengadaan barang/jasa yang dilakukan melalui katalog elektronik. 11 Tahun 2008 tentang ITE. Dasar hukum pelaksanaan e-procurement adalah UU No. Apa yang dimaksud dengan e-procurement ? E-Procurement atau lelang secara elektronik adalah proses pengadan barang/jasa dalam lingkup pemerintah yang menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap proses dan langkahnya. 1. sedangkan E-Purchasing menggunakan cara yang sama sekali berbeda. sehingga harga yang ditawarkan dipastikan jauh lebih rendah dibandingkan harga pasaran.Proses pengadaan barang dan jasa di pemerintahan saat ini memasuki sebuah babak baru. penyampaian dokumen dan bentuk surat penawaran serta lampirannya. 1 Tahun 2011 tentang Tata Cara e-Tendering.

memberikan username dan password kepada semua pihak yang terlibat. dengan sistem e-proc. juga harus ada orang yang menjaga untuk menerima pendaftar. 5. Aanwijzing Tahapan ini merupakan “momok” bagi panitia pengadaan di beberapa daerah. 3. atau hendak ikut lelang yang dilaksanakan secara elektronik. tidak perlu fotokopi SIUP. Dalam sistem manual. dan dari sisi peserta cukup login menggunakan username dan password yang telah dimiliki. Namun. Kalau lelang konvensional. silakan menghubungi LPSE terdekat atau LPSE yang melaksanakan pengadaan barang/jasa. dan cukup dilakukan dari kantor penyedia masing-masing sambil bersantai minum kopi. bahkan sampai ke persyaratan kualifikasi. Jadi tidak perlu meja pendaftaran. maka secara otomatis sudah dilakukan penandatanganan Pakta Integritas juga. panitia harus menyiapkan meja dan kursi khusus untuk menerima pendaftar. tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor pelaksana lelang.disingkat LPSE. pendaftaran dilakukan secara online saja. Pendaftaran Proses pendaftaran lelang mengalami perubahan yang cukup signifikan. nilai pagu. Dari sisi penyedia barang/jasa juga harus menyiapkan Surat Kuasa yang bermaterai kalau yang mendaftar bukan direktur atau yang berada di dalam akte. termasuk seluruh pendaftar yang berasal . LPSE bertugas untuk membangun sistem e-proc. Dari sisi panitia tidak melakukan apa-apa. Pengumuman yang lebih rinci dan detail sudah dimasukkan pada sistem LPSE. Sedangkan pada lelang e-proc. apabila ada yang hendak melaksanakan lelang secara elektronik. dan memperbaiki sistem eprocurement. Termasuk jadwal pemilihan mulai pengumuman sampai penandatanganan kontrak. Pengumuman Pengumuman lelang e-procurement berbeda dengan lelang konvensional. membaca pengumuman lelang dan syarat-syaratnya. pengumumannya dapat dilihat di halaman depan Portal LPSE pada fitur “Cari Lelang Non Eproc”. 4. Dengan mengklik tombol daftar. pengumumannya akan tampil di halaman depan Portal LPSE di bawah tulisan “e-Procurement”. Mengapa menjadi momok? Karena pada tahapan inilah seluruh pihak-pihak yang terlibat berkumpul pada satu tempat. dan persyaratan lainnya. cukup melihat layar monitor sekali-sekali untuk mengecek jumlah pendaftar. serta menjaga. memberikan pelatihan kepada semua pihak yang terlibat. serta menyiapkan formulir pendaftaran untuk diisi oleh calon penyedia barang/jasa. kemudian mengklik tombol daftar pada lelang tersebut. Oleh sebab itu. merawat. LPSE inilah yang berfungsi sebagai penghubung antara PPK/Panitia dengan Penyedia Barang/Jasa melalui aplikasi e-procurement.

pertanyaan dan jawaban dilakukan secara online. SIUP. sekarang berganti menjadi file. kita mengenal sistem satu sampul. Yang dulunya berupa sampul. tidak ada kontak fisik yang terjadi. dan lain-lain) serta dokumen administrasi maupun teknis. hanya 1 yang bentuknya masih harus secara fisik. dan jawaban. dan absensi Aanwijzing. diganti menjadi elektronik dalam format PDF atau JPEG. Panitia dan seluruh pendaftar pada lelang tersebut bisa saling bertukar penjelasan. . Tanya jawab dilakukan sampai batas waktu Aanwijzing selesai. dan dua tahap. tidak perlu ada tandatangan saksi. maka secara otomatis penyedia tidak bisa mengirimkan pertanyaan lagi. Untuk e-procurement dikenal yang namanya satu file dan dua file. Dengan sistem e-procurement. Di beberapa lelang yang saya ikuti. Bentuknya mirip mengisi komentar pada facebook. Penjelasan. Apabila jadwalnya telah selesai. Hal ini karena ada pihak-pihak tertentu yang memang menginginkan adanya keributan sehingga pembahasan dokumen pemilihan menjadi tidak efektif. karena seluruh komunikasi telah tercatat pada sistem. Tugas berikutnya bagi panitia adalah menyusun adendum dokumen pengadaan yang selanjutnya diunggah pada sistem LPSE. Dengan sistem ini. Dengan cara seperti ini. karena ini akan menyebabkan dokumen tersebut tidak dapat dibuka oleh panitia. Satu lagi. yaitu Jaminan Penawaran dan tidak dikirimkan ke panitia pengadaan melainkan dititipkan ke LPSE penyelenggara.dari calon penyedia barang/jasa. mohon seluruh dokumen yang akan dikirim tidak dikompres menjadi file ZIP atau kompresi lainnya seperti TAR atau RAR. pertanyaan. 6. namun panitia masih punya waktu minimal 1 jam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada akhir waktu. Pemasukan Dokumen Di dalam sistem lelang konvensional. dan tidak ada emosi yang tertumpah. Seluruh dokumen yang sifatnya fisik. dua sampul. tidak dilakukan tatap muka pada tahapan ini. maka berita acara Aanwijzing hanya ditanda tangani oleh Panitia Lelang dan diupload. maka penyedia tidak perlu repot-repot menyiapkan dana untuk fotokopi semua dokumen pendukung kualifikasi (Akta. kontrakkontrak. Dari semua dokumen itu. Satu yang WAJIB diperhatikan oleh penyedia. dokumen ini kadang tingginya bisa mencapai setengah meter dan beratnya berkilo-kilogram. Masing-masing pihak cukup berada di depan komputer mereka.

Hal ini karena kembali seluruh penyedia barang/jasa berkumpul disatu tempat untuk menyaksikan pembukaan dokumen pengadaan masingmasing. dan ini yang dikirim ke panitia untuk dilakukan evaluasi. Yaitu dokumen administrasi. Inilah yang disebut dengan sistem satu file. tidak ada tandatangan 2 orang saksi. Salah satu persamaan lainnya adalah.Sistem e-proc telah menyediakan sebuah aplikasi khusus yang akan menggabungkan seluruh file yang akan dikirim sekaligus melakukan enskripsi data agar aman dari “kejahilan” dunia maya. maka seluruh dokumen yang sudah disiapkan (dokumen administrasi. harga. dan kualifikasi. tidak ada “kumpul-kumpul rekanan” pada satu tempat. teknis. Berita Acara Pembukaan Dokumen hanya ditanda tangani oleh Panitia Lelang dan diupload. yaitu pada saat pembukaan dokumen. dan tidak ada kumpul-kumpul pada tahapan ini di sistem e-proc. panitia melihat layar komputer atau layar LCD Projector. Aplikasi ini dibuat oleh Lembaga Sandi Negara dan dapat diunduh pada akun masing-masing penyedia. Setelah dibuka. Disini sering terlihat sesama peserta akan saling menjatuhkan dan sikut-sikutan. kemudian kelengkapan seluruh dokumen dicek satu persatu didepan seluruh panitia dan peserta. Yaitu sama-sama memeriksa dokumen dari peserta. teknis dan harga untuk sistem satu sampul. melainkan juga harus menggunakan aplikasi yang dibuat oleh Lembaga Sandi Negara. Setelah dikompres dan dienskripsi. Dalam sistem e-proc. panitia tetap diwajibkan untuk membuat Berita Acara Evaluasi dan Berita Acara Hasil Pelelangan. Bedanya. tapi akan boros kertas dan tidak bermanfaat. karena kedua Berita . 8. Karena pada tahapan ini yang dimaksud pembukaan artinya benar-benar hanya membuka dokumen yang telah dikirimkan oleh peserta pengadaan. hanya dapat dibuka pada waktu yang telah ditentukan. dan dokumen administrasi dan teknis untuk dua sampul) akan menjadi 1 (satu) file saja. Seluruh file yang telah dikirimkan oleh peserta. Perbedaan yang tidak signifikan dan tidak substansial sering dipaksakan untuk menjadi alasan ketidaklengkapan dokumen peserta lainnya. Evaluasi Tahapan evaluasi antara sistem konvensional dengan sistem e-proc sama saja. Pembukaan Dokumen Dalam sistem konvensional. Jadi. Kalau mau dicetak juga bisa. panitia melihat dokumen fisik. sedangkan pada sistem e-proc. karena nanti setelah dicetak akan dibuang kembali. tahap ini menjadi “momok” yang kedua setelah Aanwijzing. Pembukaan filenya juga tidak bisa menggunakan aplikasi sembarangan. 7. pada sistem konvensional.

seluruh kegiatan tadi dilaksanakan hanya dengan klik pada tombol mouse dan sedikit pengetikan pada keyboard. 10. pengumuman pemenang dapat dilihat pada website LPSE serta seluruh peserta akan dikirimi email secara resmi yang berisi pengumuman pemenang. setiap peserta tidak akan berpraduga yang tidak-tidak mengenai hasil pengadaan. semoga bermanfaat. Panitia juga hanya bisa menjawab sanggahan ini sebanyak 1 (satu) kali saja. Sanggah Dari 2 tahapan sanggah (sanggah awal dan sanggah banding). Penetapan Pemenang Pada tahapan ini di dalam sistem pengadaan konvensional. yaitu melalui surat kepada PA/KPA/Kepala Daerah dan ditembuskan kepada Inspektorat (APIP). Pada sistem e-proc. yaitu sanggah awal. Demikian tulisan singkat mengenai e-procurement. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran. Jadi. Masing-masing secara terbuka akan mengetahui kesalahannya. gugurnya pada tahapan mana. melainkan juga akan memperlihatkan siapa saja yang kalah. Apabila peserta lelang tidak puas dengan jawaban Panitia. Sistemnya mirip dengan aanwijzing tetapi lebih dibatasi. 11. Secara otomatis peserta yang sudah disetujui akan menjadi pemenang dan tinggal menunggu jadwal pengumuman untuk ditampilkan. e-procurement hanya melaksanakan 1 tahap saja. pengumuman dipasang pada papan pengumuman di institusi masing-masing maupun di portal LPSE. kenapa sampai gugur dan berapa harga masing-masing peserta. mengapa sampai kalah. 9. maka dapat melakukan sanggah banding yang kembali kepada sistem konvensional. Sanggahan ini juga hanya dapat dilihat oleh perusahaan yang memberikan sanggahan. Pengumuman tidak hanya berisi nama perusahaan pemenang. Sedangkan untuk sistem eprocurement. . Pengumuman Pada sistem konvensional.Acara ini harus diunggah ke dalam sistem dan nanti akan dapat diunduh oleh peserta lelang setelah pengumuman pemenang. Ketua panitia mengklik pada nama peserta yang ditetapkan sebagai pemenang. Ketua Panitia akan membuat surat penetapan pemenang dan 2 cadangan.

menyebabkan masalah ini tidak akan pernah lepas dari kontroversi. .Terungkapnya nuansa korupsi dan nepotisme dalam proses tender pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah.

Pertimbangkanlah untuk mengikuti peluang bisnis ini. Jasa Konsultan. Pengadaan barang dan jasa sudah diasumsikan sarat dengan KKN. ditujukan terutama untuk perusahan-perusahaan kecil. Pengadaan mesin-mesin dan perangkat elektronik. 3. Studi kelayakan. perusahaan kecil dan koperasi. Misalnya untuk tahun 2009.Tidak banyak informasi yang dapat kita peroleh dari media-media yang membahas tentang bagaimana alur proses dan persyaratan tender pengadaan barang dan jasa pemerintah yang sebenarnya sesuai peraturan yang berlaku. sedangkan banyak pelaku bisnis yang sebenarnya potensial dan berkompeten. Anda perlu tahu tentang kiat sukses ikut tender dan penyusunan dokumen lelang secara efektif bagi calon peserta. Setelah itu. 6. Anda akan mendapatkan banyak manfaat seperti : . namun belum mampu memahami proses tender tersebut dengan baik. Apalagi tender. 7. dibalik kontroversi tersebut terdapat penawaran peluang bisnis yang sangat besar. Jasa penginapan. Kendaraan bermotor.Terlebih munculnya peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang banyak berperan dalam mengamankan uang negara dalam proses pengadaan barang dan jasa. Pengadaan furnitur. total Anggaran Belanja Negara hasil revisi mencapai Rp 988. Dan sebagainya. 15. 8. motor dan truk. 4. Jasa cetak mencetak. seperti mobil. 11. Sehingga tidak sedikit pelaku bisnis yang merasa enggan menjamahnya. selalu dimarakkan dengan peluang bisnis dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. karena uang yang dikeluarkan mencapai triliunan rupiah. Seolah peran KPK memberi harapan dalam pembersihan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. 12. Karena peluang tersebut ditujukan untuk UMKM. 13. sehingga pelaku penyedia barang dan jasa lainnyapun dapat mengikuti. 10. Sesungguhnya. bila peluang bisnis tersebut berlalu begitu saja. antara lain: 1. Katering. Pembangunan infrastruktur. seperti gedung. Dalam mengikuti proses tender. Pengadaan komputer dan asesorisnya. Jasa pembuatan program dan aplikasi komputer (IT). Sebagai pelaku bisnis UMKM. 2. jembatan dan jalan. Sangat disayangkan. Jasa pengepakan. Penyediaan jasa sarana seminar dan pelatihan. Pada setiap awal tahunnya. 14. peserta lelang dapat menyusun dokumen lelang secara selektif dan mendapatkan penilaian yang tinggi sehingga berpeluang besar untuk memenangkan lelang pengadaan barang dan jasa. Bisnis ini bukan sekedar bisnis yang main-main. Periklanan. misalnya UMKM. 5. 9. Peluang bisnis yang ditenderkan bagi penyedia barang dan jasa.1 Triliun dan peluang ini sebenarnya ditujukan bagi UMKM. perusahaan kecil dan koperasi.

3. . Memahami tatacara dan proses pengadaan barang dan jasa. dan Memahami ketentuan-ketentuan kontrak. Mengetahui jenis-jenis dokumen lelang. 2.1. 4. Menyusun dokumen lelang secara efektif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful