P. 1
4 Dasar-dasar Teknik Dan Pengelolaan Air Limbah

4 Dasar-dasar Teknik Dan Pengelolaan Air Limbah

|Views: 67|Likes:
Published by prihananto_sa

More info:

Published by: prihananto_sa on Feb 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2013

pdf

text

original

DASAR-DASAR TEKNIK DAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH 1.

LANDASAN HUKUM PENGELOLAAN AIR LIMBAH Berikut adalah beberapa peraturan perundangan yang melandasi pengelolaan air limbah di Indonesia, diantaranya: a. Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup b. Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air c. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 37 tahun 2003 tentang Metoda Analisis Kualitas Air Permukaan dan Pengambilan Contoh Air Permukaan d. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 110 tahun 2003 tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencemar Air Pada Sumber Air e. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 111 tahun 2003 tentang Pedoman Mengenai Syarat dan Tata Cara Perizinan serta Pedoman Kajian Pembuagan Air Limbah ke Air atau Sumber Air. f. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 112 tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik g. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 52 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel h. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 58 tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit i. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan j. Peraturan MEnteri Lingkungan Hidup nomor 11 tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup k. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup l. Peraturan Pemerintah nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum m. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan Strategis Air Limbah

1   

2. TINJAUAN TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

PERATURAN

DI

BIDANG

PENGENDALIAN

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah disebutkan pada pasal 13 bahwa pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi aspek pencegahan, penanggulangan dan pemulihan dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan kewenangan, peran, dan tanggung jawab masing-masing. Pada penjelasan terkait ayat ini yang dimaksud pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang ada dalam ketentuan ini, antara lain pengendalian: a. pencemaran air, udara, dan laut; dan b. kerusakan ekosistem dan kerusakan akibat perubahan iklim. Adapun instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup ini terdiri atas (Pasal 14): a. KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) b. Tata ruang c. Baku mutu lingkungan hidup d. Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup e. Amdal f. UKL-UPL g. Perizinan h. Instrumen ekonomi lingkungan hidup i. Peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup j. Anggaran berbasis lingkungan hidup k. Analisis risiko lingkungan hidup l. Audit lingkungan hidup m. Instrumen lain sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan ilmu pengetahuan Dalam pasal 20 disebutkan bahwa setiap orang diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan hidup dengan persyaratan: a. memenuhi baku mutu lingkungan hidup; b. mendapat izin dari Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. PP 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air merupakan penjabaran undang-undang tersebut diatas dalam bidang air dan air limbah. Menurut peraturan ini (Pasal 8) klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas, yakni:

2   

a. Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air bakti air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; b. Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; c. Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan air yang sama dengan kegunaan tersebut; d. Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. Sedangkan kriteria mutu air dari masing-masing kelas dijabarkan dalam Tabel 1. Pembagian kelas ini didasarkan pada peringkat (gradasi) tingkatan baiknya mutu air, dan kemungkinan kegunaannya. Secara relatif, tingkatan mutu air Kelas Satu lebih baik dari Kelas Dua, dan selanjutnya. Tingkatan mutu air dari setiap kelas disusun berdasarkan kemungkinan kegunaannya bagi suatu peruntukan air. Air baku air minum adalah air yang dapat diolah menjadi air yang layak sebagai air minum dengan mengolah secara sederhana dengan cara difiltrasi, disinfeksi, dan dididihkan. Klasifikasi mutu air merupakan pendekatan untuk menetapkan kriteria mutu air dari tiap kelas, yang akan menjadi dasar untuk penetapan baku mutu air.

3   

01 0.01 0.05 0.03 0. Kriteria Mutu Air Berdasarkan PP 82 tahun 2001 PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut.05 (-) 6 -9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.2 10 0.002 0.02 0.3 0.02 (-) 0.2 (-) 1 0.001 0. residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L mg/ L mg/L pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga Besi Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l 6-9 2 10 6 0.5 0.2 (-) 1 0.01 0.05 0.05 0.02 (-) 0.05 0. Zn ≤ 5 mg/ L 4    .03 (-) 0.03 (-) 0.05 0.1 0. Cu ≤ 1 mg/ L Bagi pengolahan air minum secara konvesional.05 0. maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN KELAS I II III deviasi 3 1000 400 IV KETERANGAN C deviasi 3 1000 50 deviasi 3 1000 50 deviasi 5 2000 400 Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional.1 mg/ L Bagi pengolahan air minum secara konvesional. Pb ≤ 0. kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0.005 2 (-) Angka batas minimum Bagi perikanan.Tabel 1.2 (-) 1 0. Fe ≤ 5 mg/ L Bagi pengolahan air minum secara konvesional.05 0.01 0.2 (-) 1 (-) 0.05 600 6-9 3 25 4 0.2 1 1 0.01 0.02 mg/L sebagai NH3 Bagi pengolahan air minum secara konvesional.05 (-) 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0.01 0.002 0.2 10 (-) 1 0.

002 II 0.5 0.5 0.06 (-) 0.1 1 RADIOAKTIVITAS ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 1000 200 1 210 17 3 2 18 56 35 1 5 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) (-) (-) 4 (-) 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) (-) (-) (-) (-) 5    .02 1.03 0.03 0. S sebagai H2S ≤ 0.06 (-) 0.02 0. fecal coliform ≤ 2000 jml/ 100 mL dan total coliform ≤ 10000 jml/ 100 mL SATUAN mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L KELAS I 0.002 III 0.Tabel 1. NO2-N ≤ 0.06 400 0.002 IV (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvesional.03 0.1 mg/ L Bagi pengolahan air minum secara konvesional.Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan jml/100 ml jml/100 ml Bq /L Bq /L 100 1000 0.1 mg/ L KETERANGAN Fecal coliform Total coliform . Kriteria Mutu Air Berdasarkan PP 82 tahun 2001 (Lanjutan) PARAMETER Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Bagi pengolahan air minum secara konvesional.1 1 1000 5000 0.1 1 2000 10000 0.Gross-A .1 1 2000 10000 0.02 1.5 0.

Istialh-istilah yang seringkali dipergunakan dalam standar kualitas air diantaranya adalah: • Absen. Pada umumnya istilah ini digunakan untuk unsur-unsur yang kehadirannya dalam air tidak boleh ada walaupun dalam konsentrasi yang sekecil apapun. Namun demikian. bakteriologi. yaitu parameter fisika. acceptable atau critical. Jika standar berdasarkan metode standar. kimia.3. • Pada umumnya standar kualitas air ditentukan berdasarkan analisis kualitas air yang dijelaskan dalam metode standar (standard method). Istilah ini digunakan untuk menyatakan bahwa unsur yang diperiksa hadir dalam konsentrasi yang sangat rendah. Kriteria kualitas air dapat didefinisikan sebagai batas konsentrasi ataua intensitas dari kualitas air yang ditentukan berdasarkan peruntukan penggunaannya. Batas yang tidak diperbolehkan (Rejection Limit) Dalam hal penyusunan suatu standar kualitas air. 4. Dalam penetapan batasan konsentrasi atau intensitas dikenal dua macam istilah: a. DASAR-DASAR PENETAPAN STANDAR KUALITAS AIR Tinjauan kualitas air mencakup beberapa kelompok parameter.Sedangkan standar kualitas air didefinisikan sebagai peraturan mengenai batas konsentrasi atau intensitas parameter kualitas air dan dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dengan tujuan untuk perlindungan atau penyediaan sumber daya air bagi berbagai macam penggunaan. Batas yang dianjurkan (Recommended Limit) b. Virtually absent. tidak hadir atau sama dengan nol: menyatakan bahwa analisis kualitas air dengan metode yang paling sensitif (standard method) menunjukan tidak hadirnya unsur yang dimaksud. misalnya. teknologi. dengan catatan 1    . maka sesuatu hal yang akan dibandingkan dengan standar tersebut haruslah diperiksa dengan cara atau metode yang sama. Tentu saja ini merupakan konsekuensi logis. metode lain bukan berarti tidak boleh diterapkan. Hal ini dimaksudkan agar terdapat keseragaman metode antara “standar yang ditetapkan” dengan analisis pemeriksaan air. dan ekonomi. sasaran yang akan dicapai adalah desirable. dan parameter radioaktif. KRITERIA DAN STANDAR KUALITAS AIR Perbedaan pengertian kriteria dan standar kualitas air tidak begitu tampak namun cukup penting. pada umumnya dipertimbangkan dari segi kesehatan. harus sesuai dengan sasaran dari standar. Penetapan batas konsentrasi setiap parameter kualitas.

2    . dapat dilihat pada Tabel di bawah ini. Teknis: faktor teknis ditinjau mengingat bahwa kemampuan teknologi dalam pengolahan air sangat terbatas. g. Kesehatan: faktor kesehatan dipertimbangkan dalam penetapan standar guna menghindarkan dampak kerugian terhadap kesehatan. e. Estetika: diperhatikan guna memperoleh kondisi yang nyaman c. Ekonomi: faktor ekonomi dipertimbangkan dalam rangka menghindarkan kerugiankerugian ekonomis Korelasi antara faktor-faktor pertimbangan di atas dengan beberapa parameter kualitas air yang ditetapkan standarnya. Perlu diketahui bahwa metode standar adalah metode analisis kualitas air yang direkomendasikan oleh Assosiasi Kesehatan Masyarakat Amerika (American Public Health Association). b.bahwa metode ini haruslah memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat atau lebih teliti. atau untuk tujuan menghindarkan efek-efek kerusakan dan gangguan instalasi atau peralatan yang berkaitan dengan pemakaian air yang dimaksudkan d. Toksisitas efek: ditinjau guna menghindarkan terjadinya efek racun bagi manusia. Polusi: faktor polusi dimaksudkan dalam kaitannya dengan kemungkingan terjadinya pencemaran air oleh suatu polutan f. 5. FAKTOR-FAKTOR PENETAPAN DALAM STANDAR Ada beberapa faktor yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam penetapan standar kualitas air. yakni: a. Proteksi: faktor proteksi dimaksudkan untuk menghindarkan atau melindungi kemungkinan terjadinya kontaminasi.

Tabel 2. BAKU MUTU AIR LIMBAH Baku mutu effluent untuk air limbah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 112 tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik yang mensyaratkan bahwa baku mutu untuk tiap parameter adalah kadar maksimumnya seperti tercantum dalam Tabel berikut: 3    . Korelasi Parameter Kualitas Air dengan Faktor Penetapannya Faktor Penetapan Standar Parameter Kesehatan Estetika Teknis Toksisitas Polusi Proteksi Ekonomi Kekeruhan x x x x Warna x x x x x Bau & rasa x x Suhu dan x x x x pH x x x Ca dan Mg x x x x Fe dan Mn x x x x x Nitrogen x x x Ag x x Al x x As x x x Bau & rasa x x x Br x x Cd x x x Cl x x Co x x Cr x x x Cu x x F x x Hg x x x H2S x x Pb x x x Se x x x Zn x x Zat Organik x x x Mikrobiologi x x x Radio aktif x x x Sisa chlor x x x 6.

membuat sarana pengambilan sample pada outlet unit pengolahan air limbah. maka diberlakukan baku mutu air limbah domestik sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Amdal atau UKL dan UPL. asrama yang berpenghuni 100 (seratus) orang atau lebih selain itu baku mutu tersebut hanya berlaku untuk pengolahan air limbah domestik terpadu. rumah makan (restauran) yang luas bangunannya lebih dari 1000 meter persegi d. semua kawasan permukiman (real estate). c. Apabila hasil kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) atau hasil kajian Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dari usaha dan atau kegiatan mensyaratkan baku mutu air limbah domestik lebih ketat. b. melakukan pengolahan air limbah domestik sehingga mutu air limbah domestik yang dibuang ke lingkungan tidak melampaui baku mutu air limbah domestik yang telah ditetapkan. Baku Mutu Air Limbah Domestik Parameter pH BOD TSS Lemak dan minyak mg/L mg/L mg/L Satuan Kadar Maksimum 6 -10 100 100 10 Dalam pasal 2 dan pasal 4 di tegaskan bahwa baku mutu tersebut berlaku bagi: a. kawasan perkantoran. perkantoran.Tabel 3. membuat saluran pembuangan air limbah domestik tertutup dan kedap air sehingga tidak terjadi perembesan air limbah ke lingkungan. rumah makan (restauran). Dalam Pasal 8 ditegaskan bahwa setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan permukiman (real estate). dan apartemen c. 4    . Baku mutu air limbah domestik daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi dengan ketentuan sama atau lebih ketat dan apabila baku mutu air limbah domestik daerah belum ditetapkan. perniagaan. perniagaan dan apartemen wajib : a. kawasan b. maka berlaku baku mutu air limbah domestik secara nasional.

STUDI AMDAL KAITANNYA DENGAN PENANGANAN AIR LIMBAH DOMESTIK Dalam Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ditetapkan bahwa setiap rencana kegiatan yang diperkirakan akan memiliki dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan Amdal. dalam bidang Pekerjaan Umum jenis kegiatan Air Limbah Domestik terdapat tiga kegiatan yang wajib Amdal yaitu : a. ketidaksesuaian atau nilai kompensasi. Analisis mengenai dampak lingkungan hidup adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. dan/atau g.000 orang.000 unit sambungan air limbah dan dampak potensial berupa gangguan lalu lintas.000 m3/hari. kerusakan prasarana umum.7. c. gangguan kesehatan. sifat kumulatif dampak. setara dengan 20. berbalik atau tidak berbaliknya dampak. lumpur sisa yang tidak diolah dengan baik dan gangguan visual. kriteria lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) limbah domestik termasuk fasilitas penunjangnya dengan besaran/skala luas ≥ 3 ha dan beban organik ≥ 2. banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang akan terkena dampak. e. c. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. besarnya jumlah penduduk yang akan terkena dampak rencana usaha dan/atau kegiatan. Alasan ilmiahnya adalah kegiatan tersebut setara dengan layanan 100. f.000 orang. 5    . Dampak penting yang dimaksud ditentukan berdasarkan kriteria: a. dengan alasan ilmiah khusus bahwa besaran tersebut setara dengan layanan untuk 100. luas wilayah penyebaran dampak. b. b. Pembangunan Instalasi Pemgolahan Lumpur Tinja (IPLT). Pembangunan sistem perpipaan air limbah dengan luas layanan ≥ 500 ha dan debit air limbah ≥ 16. termasuk fasilitas penunjangnya dengan besaran luas ≥ 2 ha dan kapasitas ≥ 11 m3/hari.4 ton/hari. d.000 orang serta dampak potensial berupa bau. intensitas dan lamanya dampak berlangsung. Adapun alasan ilmiahnya adalah kegiatan tersebut setara dengan layanan untuk 100.

Tujuan pengolahan air limbah ini adalah untuk mengurangi kandungan pencemar air sehingga mencapai tingkat konsentrasi dan bentuk yang lebih sederhana dan aman jika terpaksa dibuang ke badan air di lingkungan. Penerapan peraturan dan penetapan tata guna lahan yang tepat serta pencegahan terjadinya erosi merupakan langkah kongkret dalam penurunan tingkat pencemaran air permukaan akibat limpahan bahan padat dari daratan sepanjang sisi sungai atau sumber air permukaaan lainnya. mengubah proses inti produksi maupun proses pendukung menjadi proses yang menggunakan teknologi atau cara yang mampu memperkecil timbulnya limbah. mendaur ulang limbah tersebut menjadi bahan material untuk kegiatan lain (recycle). b. Dalam rangka pengendalian pencemaran air sebagaimana diwajibkan diatas. Proses pengurangan kandungan zat pencemar ini dapat dilakukan melalui tahapan penguraian sebagaimana dijelaskan berikut ini: 6    . PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Dalam PP 82 tahun 2001 pasal 31 disebutkan bahwa setiap orang wajib : Melestarikan kualitas air pada sumber air Mengendalikaan pencemaran air pada sumber air Dan pada Pasal 32 ditegaskan bahwa setiap orang yang melakukan usaha dan atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pelaksanaan kewajiban pengelolan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. maka air limbah yang terpaksa tetap dihasilkan selanjutnya harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan Air Limbah Jika pengurangan air limbah dari sumbernya sudah dilakukan secara optimal. Sedangkan di bidang industri kita mengenal teknologi produksi bersih yakni penerapan teknik dan manajemen yang menekan timbulnya limbah cair dengan cara penggunaan dan penggantian material bahan produksi ke bahan yang memungkinkan produksi limbah sekecil mungkin.8. Langkah pengurangan limbah dari sumbernya akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap timbulan/produksi air limbah. dan apabila limbah terlanjur dihasilkan maka langkah yang diambil adalah menggunakannya kembali (reuse). Pengurangan Pencemaran dari Sumbernya Langkah yang sangat efektif dalam pencegahan pencemaran air adalah pencegahan dari sumber-sumber timbulan limbah. maka setiap orang wajib mengambil langkah-langkah pencegahan pencemaran air yang diantaranya adalah sebagai berikut: a.

tempat cuci. Alam memiliki kandungan zat yang mampu mendegradasi pencemar dalam air limbah menjadi bahan yang lebih aman dan mampu diterima alam itu sendiri. perniagaan. Jika kepadatan penduduk meningkat maka pencemaran pun akan sangat mungkin meningkat sehingga proses alam untuk membersihkan dirinya sendiri akan memakan waktu yang sangat lama. kamar mandi. 9.a. (KepmenLH no 112/2003). alam sendiri memiliki kemampuan untuk memulihkan kondisinya sendiri atau yang disebut “self purification”. diantaranya adalah mikroorganisme. daerah komersial. dan tempat memasak (Sugiharto. 1987). 7    . Untuk air limbah yang berasal dari aktivitas domestik dimana kandungan zat organic merupakan zat yang paling dominan terkandung didalamnya. apartemen. b. asrama dan rumah makan. Sistem Pengolahan Air Limbah Jika kapasitas alam sudah tidak sebanding dengan beban pencemar. perkantoran. Air Limbah domestik adalah air yang telah dipergunakan yang berasal dari rumah tangga atau pemukiman termasuk didalamnya air buangan yang berasal dari WC.2 Sumber Air Limbah Domestik Air limbah domestik dapat bersumber dari pemukiman (rumah tangga). Proses alamiah Tanpa bantuan tangan manusia dalam mengolah limbah yang mengandung pencemar. maka satu-satunya langkah yang harus ditempuh adalah dengan cara mengolah air limbah tersebut dengan rangkaian proses dan operasi yang mampu menurunkan dan mendegradasi kandungan pencemar sehingga air limbah tersebut aman jika dibuang ke lingkungan. 9. Sehingga akhirnya akan terjadi penumpukan beban limbah sampai dimana kemampuan alam untuk dapat melakukan pembersihan sendiri (self purification) jauh lebih rendah dibanding dengan jumlah pencemar yang harus didegradasi. perkantoran. pengolahan yang dapat dilakukan dapat berupa teknologi yang sederhana dan murah seperti cubluk kembar sampai pada pengolahan air limbah komunal menggunakan teknologi pengolahan yang mutakhir. DASAR-DASAR TEKNIK PENGELOLAAN AIR LIMBAH 9. rumah makan (restauran).1 Pengertian Air Limbah Domestik Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman (real estate). Waktu yang diperlukan akan sangat tergantung dari tingkat pencemarannya yang otomatis berkorelasi dengan tingkat kepadatan penduduk. fasilitas rekreasi. apartemen dan asrama.

dan efisiensi khlorinasi. tidak bias diterima karena alasan estetika. e. Warna dapat juga merupakan indicator pencemaran limbah industri. Warna Sebagaimana halnya kekeruhan. Efek terhadap kesehatan anatara lain: iritasi kulit. misalnya. Derajat pH Dalam pemakaian air minum. Dari segi estetika. korosifitas. noda-noda pada pakaian. Kekeruhan Kekeruhan dapat disebabkan oleh hadirnya bahan-bahan organic dan anorganik. Kesadahan Ca dan Mg Kesadahan berpengaruh pada pemakaian sabun. Dari segi estetika. g. warna. kekeruhan dirasakan sangat mengganggu. iritasi pada kulit akan susah sembuh. koordinasi gerak otot. Nitrogen Nitrogen dalam air hadir dalam berbagai bentuk sesaui dengan tingkat oksidasinya diantaranya Nitrogen netral. Karakteristik air limbah beserta dampak masing-masing terhadap lingkungan dan kesehatan manusia seperti dijelaskan berikut ini. merangsang pertumbuhan bakteri besi. padatan. h. kerusakan sel usus. oleh adanya gas seperti H2S dsb. iritasi usus. begitu pula untuk suhu air yang terlalu tinggi. pH dibatasi dikarenakan mempengaruhi rasa. b. ketel uap. Mg dapat bersifat toksik. oedema paru-paru. Suhu dan residu Suhu berpengaruh pada pemakaiannya. Kadar residu yang tinggi dapat menyebabkan rasa tidak enak dan mengganggu pencernaan manusia. kejang. misalnya. misalnya. ketel pemanas air. lumpur. rasa dan bau logam. pernapasan. anorganik dan gas) dan karakteristik biologis (mikroorganisme). suhu. d. pipa air panas dalam sistem plambing dan sebagainya. Hal ini dapat pula dikaitkan dengan kesehatan manusia. efek racun pada tubuh manusia seperti susunan syaraf pusat. kerusakan sel hati. air yang memiliki rasa dan bau dipandang mengganggu. Bau dan Rasa Penyebab bau dan rasa dapat berupa mikroorganisme seperti algae.3 Karakteristik dan Dampak Air Limbah Air limbah memiliki karakteristik fisik (bau. nitrit dan nitrat. kekeruhan). f. Selain itu kekeruhan juga merupakan indikator adanya kemungkinan pencemaran. a. memberikan efek demam metal. mengancam keseimbangan 8    . dan lainnya. air yang mempunyai suhu 0oC tidak mungkin dapat diterima. warna yang hadir dalam air dengan intensitas yang melebihi batas.9. amoniak. fibriosis. c. Besi dan Mangan Kehadiran Fe dan Mn dalam air dapat menimbulkan berbagai gangguan. karakteristik kimia (organik.

dan lain-lain. argyria (pigmentasi biru kulit) Fibrosis paru-paru. Zn. kerusakan ginjal pada Hg anorganik. merusak usus secara lokal. kerusakan hati. percikan asamnya menyebabkan luka kecil tapi dalam. gangguan alat pencernaan. Cr. Efek terhadap kesehatan yang diakibatkan unsurunsur tersebut dapat dilihat dalam Tabel di bawah ini. kerusakan jaringan mulut dan gusi bila masuk oral. kematian Racun sistemik. gangguan kejiwaan. Terhadap lingkungan kelebihan nitrogen dapat menyebabkan eutrofikasi. Tabel 4. kanker kulit Stimulasi sistem otot (Pencernaan. tubuh kekurangan oksigen. dsb. kerusakan ginjal dan hipertensi Iritasi keras bagi seluruh pernapasan. Hg. shock. kelalaian kulit seperti jerawat. Cl. menimbulkan cacat bawaan pada anak lahir (minamata) Bromium Br Cadmium Cd Chlor Cl2 Cobalt Co Chromium Tembaga Fluor Cr Cu F Air raksa Hg 9    . Br. kematian. iritasi saluran pernapasan. kematian. iritasi lokal. stimulasi susunan syaraf pusat. eczema. fibrosis paru-paru. asam basa dalam darah. Se. kerusakan sel usus. shock. kelumpuhan anggota gerak. kematian alergi berbentuk asthma. kelainan pada tulang dan gigi-geligi. Cu. selaput lendir dan tulang hidung. alergi. pembesaran kelenjar gondok Bersifat korosif terhadpa kulit.i. As. Cd. coma. pada fase akhir didapat kelumpuhan urat syaraf dan berhentinya fungsi otot jantung Depresi susunan syaraf pusat. kerusakan hati dan ginjal Iritasi fluorisis. naiknya tekanan disertai penyakit jantung. H2S. kerusakan saluran pencernaan. Parameter Bahan Anorganik PARAMETER Perak Alumuinium Arsenicum Barium SIMBOL Ag Al As Ba DAMPAK KESEHATAN Presipitasi protein. Ba. narbotik Oedema paru-paru. AL. sukar sembuh dan kanker paru-paru Demam metal. penyebab mutasi Keracunan. PO4. emasiasi (kurus). F. Pb. Bahan anorganik lain Bahan anorganik dalam air dapat berupa Ag. meninggal dunia. anestesia. sirkulasi darah. otot-otot pada umumnya). kerusakan otak untuk Hg organik. keracunan sistemik. kerusakan pada tulang-tulang (patah tulang yang multiple).

kematian. kerusakan hati (kuning) Iritasi kulit dan saluran pernapasan. otak Iritasi kulit. hati. pucat. limpa Kulit menjadi kering. kesadaran turun. kulit kering. kerusakan hati. kerusakan pada jaringan saluran pernapasan. Parameter Zat Organik Dan Dampaknya Terhadap Lingkungan PARAMETER Hydrocarbon alifatik Hydrocarbon alicyclic Benzen Kerosen (minyak tanah) Naphta (petrolium) Arnyl alkohol N-Butyl Amine Ethanol Amine Naphtalen Chlorida Carbonil DAMPAK KESEHATAN Rracun sistemik terhadap susunan syaraf pusat. Tabel 5. kematian karena depresi susunan syaraf pusat Kulit merah. karsinogenik Demam metal. kerusakan susunan syaraf pusat Mengurangi calsium dalam darah Keracunan (racun sistemik). tak suka makan.Tabel 4. rasa logam di mulut. kurus. asphyxiant Depresi susunan syaraf pusat . kerusakan paru-paru. timbul bisul kecil-kecil. gangguan syaraf pusat 10    . Zat Organik Beberapa bahan organik yang memungkinkan ada dalam air dipaparkan dalam Tabel berikut ini. oedema paru-paru Narcosis. Ni-carbonil sangat toksik. meningal. paru-paru. dosis tinggi fatal. Parameter Bahan Anorganik (Lanjutan) PARAMETER Hidrogen sulfida Phosphate Timah Hitam Selenium Zinc SIMBOL H2S P Pb Se Zn DAMPAK KESEHATAN Iritasi. depresi susunan syaraf pusat. saluran pencernaan. kulit menjadi kering. kelumpuhan. coma. radang selaput otak. oedema paru-paru. kematian j. degenerasi jantung. meninggal Iritasi . "wrist drop" Racun sistemik. narbotik Iritasi. sering colic. kelainan darah Iritasi. jerawat. iritasi saluran pernapasan. kerusakan paru-paru. ginjal. depresi susunan syaraf. kerusakan saluran pernapasan. kulit menjadi kering. coma. iritasi.

jamur. mengurangi umur. leukemia. dll.3 tahun 9. Dengan adanya bakteri coli. maka besar kemungkinan air telah tercemar oleh bakteri lainnya yang juga bersifat pathogen. Selain memiliki sifat pathogen parameter biologis juga dapat menyebabkan efek rasa. Radioaktif Efek yang dapat ditimbulkan oleh radioaktif dianataranya: kanker. 11    .k.4 Komposisi Air Limbah Domestik Komposisi air limbah domestik hampir lebih dari 99% berisi air itu sendiri sisanya adalah kandungan pencemar dengan kuantitas sebagaimana digambarkan dalam skema berikut. virus. bacteria. Sebagai indicator keberadaan mikroorganisme pathogen. Selain itu radioaktif merupakan unsur kimia yang memiliki paruh umur yang relative panjang. Data mengenai beberapa bahan radioaktif yang dapat membahayakan kesehatan manusia dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 7. Material Radioaktif Material Strontium 90 Strontium 89 Cesium 137 Carbon 14 Iodine 129 Iodine 131 Plutonium 239 Krypton 85 Tritium (H3) Jenis Radiasi Beta Beta Beta-gamma Beta-gamma Beta-gamma Beta-gamma Alpha Beta Beta Waktu Paruh 28 tahun 51 tahun 27 tahun 5760 tahun 17 juta tahun 8 hari 24400 tahun 10.7 tahun 12. maka digunakan keberadaan bakteri coli dalam air. warnadan bau pada air. dan dapat menyebabkan kematian. Parameter Biologis Jenis mikroorganisme yang dapat ditemukan dalam air diantaranya algae. l. protozoa.

Komposisi Limbah Cair Domestik Sumber : Duncan Mara dalam Sugiharto. Diagram Komposisi Air Limbah (sumber: Sugiharto.9%) Organik Protein (65%) Karbohidrat (25%) Lemak (10%) Bahan Padat (0. 1987) Tabel 8. Apartemen a) High-rise: 35 – 75 gal/orang/hari (tipikal: 50) 12    .1%) Anorganik Butiran Garam Metal Gambar 1. 2003) 1. 1987 Rata-rata timbulan air limbah yang dihasilkan dari pemukiman adalah sebagai berikut (Met Calf &Eddy.Limbah Cair Air (99.

13    . penggunaan septik tank dengan bidang resapannya akan memberikan dampak kontaminasi bakteri koli dan pecemaran pada tanah dan air tanah.kawasan dalam bentuk klasterklaster dengan kepadatan penduduk yg berbeda dan kondisi sosial yang berbeda pula. Kasus desa-desa di Pulau Jawa dan perkampungan nelayan yang berkelompok tidak mungkin lagi menerapkan sistem on-site bagi sarana air limbahnya. Setidaknya komunalisasi sistem sudah harus dilakukan. Rumah individu a) Sederhana : 45 – 90 gal/orang/hari (70) b) Menengah :60 – 100 gal/orang/hari (80) c) Mewah: 70 – 150 gal/orang/hari (95) 3. penggunaan cubluk sudah mengakibatkan kontaminasi pada sumur-sumur tetangga.hari (100) 4. Motel: a) Dengan dapur : 90 – 180 gal/orang/hari (100) b) Tanpa dapur : 75 – 150 gal/orang/hari (95) 10. dan banyak masyarakat tidak mampu yang tidak mempunyai sarana untuk membuang hajat. Pengelolaan sistem air limbah ditinjau dari sudut demografi lebih melihat pada kategori perkotaan (urbanise area) dan perdesaan (remote area) dan bukan berdasarkan pembatasan administrasi. ASPEK YANG MEMPENGARUHI PENGELOLAAN AIR LIMBAH 10. Kepadatan penduduk lebih dari 200 org/ha. Sedangkan secara teknis dan kesehatan untuk kepadatan tertentu yaitu > 50 org/ha. maka akan jauh lebih ekonomis daripada membuat sistem-sistem tersendiri secara skala kecil. Regionalisasi sistem pengelolaan limbah lebih melihat pada sisi ekonomis pelayanan. Sekelompok orang dapat membuat sarana sanitasi dengan septik tank tetapi sebagian lain hanya mampu dengan membuat cubluk. Disamping itu. Pembagian ini sangat dikotomis dari sudut ‘public utility. Hotel : 30-55 gal/orang. karena penerapan teknologi air limbah sangat ditentukan oleh unsur kepadatan penduduk. meskipun belum mengarah pada sistem off-site secara murni. kategori kota dan desa yang dibedakan secara administratif akan berdampak pada institusi pengelolaan limbah cair.b) Low rise: 50 – 80 gal/orang/hari (tipikal: 65) 2. sebagai contoh untuk Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang melayani beberapa daerah administratif berdekatan.1 Demografi Pada kawasan perkotaan atau perdesaan memiliki kawasan.

Berdasarkan data pencemaran pada 35 kota utama di Indonesia. untuk kondisi sistem komunal mungkin effluent pada jangka menengah diizinkan di bawah 100 ppm. Biaya pencemaran yang dimaksud adalah biaya pengobatan untuk penyakit yang ditularkan melalui air. Pemilihan kapasitas sistem pengelolaan harus memenuhi skala ekonomi. Dengan demikian. biaya bahan kimia PDAM dengan semakin menurunnya konsentrasi BOD pada air bakunya karena adanya instalasi pengolahan air limbah tersebut dan lainnya. jangan sampai biaya/kapita dari satu sistem menjadi tinggi disebabkan oleh jumlah pelayanan yang tidak layak. Teknologi pengelolaan limbah yang digunakan untuk mencapai biaya efektif sangat bergantung pada tingkat objektivitas yang harus dicapai. 10.000 KK) atau skala kawasan.000 penduduk perkotaan akan meningkatkan kadar BOD pada badan air sebesar 1 ppm.2 Ekonomi Aspek ekonomi juga merupakan hal yang akan menentukan dalam pemilihan sistem pengelolaan air limbah. Kelayakan ekonomis antara biaya sanitasi off-site dan sistem sanitasi on-site terjadi pada titik kepadatan sekitar 300 org/ha. Misalnya. Maksimum net benefit-cost tercapai bila terjadi marginal fungsi benefit –marginal fungsi cost sama dengan nol atau pada simpangan terbesar antara dua fungsi tersebut. arahan strategi penanganan sistem off-site adalah sebagai berikut: • Besarnya konsentrasi BOD pada badan air yang akan diturunkan • Setiap ppm penurunan BOD tersebut dikalikan dengan 200. Bila tingkat kepadatan penduduk lebih dari 300 orang/ha maka pengolahan air limbah secara terpusat (off-site) menjadi layak dilakukan. secara umum diperkirakan setiap pertambahan 200. Maka secara umum. 14    .000 jiwa yang menunjukkan jumlah total penduduk yang akan dikelola air limbah domestiknya dengan sistem off site • Selanjutnya dipilih kawasan padat yang yang akan dan perlu dengan segera diterapkan dengan sistem off-site • Pilih skala penanganan berdasarkan pertimbangan ekonomi dan finansial. Hal terpenting pada aspek ini adalah kelayakan secara ekonomis. Artinya berapa besar biaya pencemaran yang diperlukan dibandingkan dengan keuntungan secara ekonomi yang diperoleh. Hal ini dimaksud bahwa sistem yang dibangun harus memberikan pengembalian keuntungan yang optimal baik pengembalian secara ekonomis (benefit) maupan finansial. Penerapan teknologi pengolahan air limbah bergantung pada standar effluent yang diperkenankan dan sampai tingkat mana kondisi lingkungan yang akan diperbaiki. dan tetapkan kawasan yang sesuai untuk pengolahan air limbah skala komunal. skala modul (sekitar 1.

Jumlah ini akan berpengaruh terhadap beban organik pada suatu pengolahan limbah Bila tingkat kesadaran pada masyarakat kurang mampu akan pentingnya sanitasi dan lingkungan bagi kesehatan. sedangkan penerapan sistem subsidi silang untuk konteks penanganan air limbah tidak layak diterapkan secara kawasan. • Posisi bangunan sanitasi kawasan pasang surut harus memperhatikan muka air tertinggi. • Intensitas hujan tropis yang tinggi akan memberikan run off yang sangat besar dibanding aliran air limbah. Kondisi sosial ini akan menjadi kompleks karena dana yang mampu dialokasikan oleh pemerintah sangat terbatas. Maka untuk membangun kesadaran ini sangat diperlukan dorongan motivasi yang antara lain dengan mengeluarkan insentif sebagai stimulan.3 Sosial Penduduk pada suatu kawasan mempunyai tingkat sosial-ekonomi yg berbeda sehingga akan sangat terkait dengan kemampuan membayar retribusi air limbah. • Untuk pengelolaan air limbah pada kawasan-kawasan dengan effluen yang dibuang ke danau dan waduk. 10. kolam anerobik dan sebagainya.4 Lingkungan Aspek lingkungan yang mempengaruhi pengelolaan air limbah diantaranya: • Iklim tropis sangat menolong pengolahan secara anaerob seperti septik tank Imhoff tank. tentu akan mendorong mereka membentuk sistem sanitasi komunal. Jadi pengolahan anaerob merupakan suatu tahap yang penting dari seluruh rangkaian serial pengolahan limbah. untuk sanitasi onsite penggunaan septik tank dengan upword flow yang disebut vertikal septik tank dapat diterapkan. maka orang tersebut dapat menolak. selain harus memperhatikan kadar BOD/COD dan SS juga harus 15    .10. umumnya tingkat BOD per kapita per hari di Indonesia tidak terlalu tinggi karena masih sekitar antara 30 gram sampai dengan 40 gram. dan hal ini akan sangat mempengaruhi dan berdampak secara teknis terhadap konsep sanitasi yg akan diterapkan. • Kepadatan 100 org/ha memberikan dampak pencemaran cukup besar terhadap lingkungan maka kawasan-kawasan tertentu dengan masyarakat mampu dapat menerapkan sistem off site pada kawasan tersebut. sehingga sistem sewer (saluran) terpisah antara air hujan dan air limbah permukiman akan relatif lebih ekonomis dan sehat. Jika seseorang dikenakan pungutan atas jasa melebihi dari nilai jasa yang dia terima. kecuali untuk kawasan-kawasan terbatas dapat diterapkan sistem interseptor. Kondisi sosial juga akan membedakan tingkat pencemaran yang dihasilkan. Dibandingkan dengan negara maju.

proses.mengendalikan kadar nitrogen dan fosfor yang akan memicu pertumbuhan algea biru dan gulma yang akan menutupi permukaan air danau. wash-basin dll) mnggunakan water trap (leher angsa) untuk mencegah bau dan serangga keluar dari pipa buangan ke peralatan tersebut.4 Teknis dan Kesehatan Penanganan secara teknis air limbah dimaksud agar input hardware ((konstruksi). 10. Air limbah dari toilet tidak boleh langsung dibuang ke perairan terbuka tanpa pengeraman (digesting) lebih dari 10 hari terlebih dahulu. penerapan anaerobic filter sebagai pengganti bidang resapan dan effluennya dapat dibuang ke saluran terbuka. output dan outcome memenuhi essensi kesehatan. • Kawasan perairan untuk wisata renang harus dijaga kadar COD tidak melebihi 5 ppm dan tidak mengandung logam berat. atau secara komunitas menggunakan sistem off site sanitasi. diantaranya: • • Jarak bidang resapan tangki septik dengan sumber air minum harus dijaga dengan jarak >10m untuk jenis tanah liat dan >15 m untuk tanah berpasir. Dengan demikian setiap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) harus dilengkapi salah satu dari kedua jenis sarana tersebut. • Jika tidak ada penetapan kuota pencemaran maka penetapan kualitas effluan hasil pengolahan limbah harus memperhitungkan kemampuan badan air penerima untuk “natural purification” bagi berlangsungnya kehidupan akuatik secara keseluruhan. Hasil pengolahan limbah cair harus dibebaskan dari bakteri coli dengan proses maturasi atau menggunakan desinfektan. Jadi bagi pengguna sanitasi individual pada kawasan dengan kepadatan tersebut. Penggunaan pipa pembuang udara (vent) pada sistem plumbing harus mencapai cieling (plafon) teratas. kitchen zink. urinoir. dan lumpurnya harus ada pengeraman 3 minggu untuk digunakan di permukaan tanah (sebagai pupuk). • • • 16    . Sebaiknya alat-alat sanitair (WC. Kepadatan 100 orang/ ha dengan menggunakan sanitasi setempat memberikan dampak kontaminasi bakteri coli yang cukup besar terhadap tanah dan air tanah.

11.Tidak dapat diterapkan pada semua daerah misalnya tergantung permeabilitas tanah. tingkat kepadatan dan lain-lain.1 Pemilihan sistem Terdapat dua macam sistem dalam pengelolaan air limbah domestik/permukiman yaitu: a. . fasilitas ini merupakan fasilitas sanitasi individual seperti septik tank atau cubluk Sanitasi sistem terpusat atau dikenal dengan istilah sistem off-site atau sistem sewerage. b. yaitu sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah berada diluar persil atau dipisahkan dengan batas jarak atau tanah yang menggunakan perpipaan untuk mengalirkan air limbah dari rumah-rumah secara bersamaan dan kemudian dialirkan ke IPAL. KRITERIA TEKNIK PENGELOLAAN AIR LIMBAH 11. Sistem Pengolahan Air Limbah Setempat (on-site) Kelebihan sistem setempat: Menggunakan teknologi sederhana Memerlukan biaya yang rendah Masyarakat dan tiap-tiap keluarga dapat menyediakannya sendiri Pengoperasian dan pemeliharaan oleh masyarakat Manfaat dapat dirasakan secara langsung Kekurangan sistem setempat: .Operasi dan pemeliharaan sulit dilaksanakan Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat (Off-site) Kelebihan sistem ini adalah: Menyediakan pelayanan yang terbaik Sesuai untuk daerah dengan kepadatan tinggi Pencemaran terhadap air tanah dan badan air dapat dihindari Memiliki masa guna lebih lama 17    . Sanitasi sistem setempat atau dikenal dengan sistem sanitasi on-site yaitu sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah berada dalam persil atau batas tanah yang dimiliki.Fungsi terbatas pada buangan kotoran manusia dan tidak menerima limbah kamar mandi dan air limbah bekas mencuci .

000 jiwa atau bergabung dengan kawasan urban lainnya b.- Dapat menampung semua air limbah Kekurangan sistem terpusat: .Manfaat secara penuh diperolah setelah selesai jangka panjang .Waktu yang lama dalam perencanaan dan pelaksanaan . operasi dan pemeliharaan yang tinggi .Tidak dapat dilakukan oleh perseorangan . Sistem on site diterapkan pada: − − − − Kepadatan < 100 org/ha Kepadatan > 100 org/ha sarana on site dilengkapi pengolahan tambahan seperti kontak media dengan atau tanpa aerasi Jarak sumur dengan bidang resapan atau cubluk > 10 m Instalasi pengolahan lumpur tinja minimal untuk melayani penduduk urban > 50.Menggunakan teknologi yang tinggi . operasi dan pemeliharaan yang baik Adapun persyaratan untuk masing-masing pemilihan adalah sebai berikut: a. Dapat juga melalui sistem kota/modular bila ada subsidi tarif. Sistem ini hanya menggunakan 2 atau 3 unit pengolahan limbah yg paralel. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan pengolahan air limbah adalah: Kepadatan penduduk Sumber air yang ada Permeabilitas tanah Kemiringan tanah 18    .Memerlukan biaya investasi. Bagi kawasan terbatas untuk pelayanan 500–1000 sambungan rumah disarankan menggunakan basis modul.Memerlukan pengelolaan. Sistem off site diterapkan pada kawasan − − − Kepadatan > 100 org/ha Bagi kawasan berpenghasilan rendah dapat menggunakan sistem septik tank komunal (decentralized water treatment) dan pengaliran dengan konsep perpipaan shallow sewer.

Gambar 2.org) 19    . Menggunakan filter Sedangkan tinja dari septik tank akan diangkut menggunakan truk penyedot tinja dan diolah di IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja).- Kemampuan membiayai Diagram alir pemilihan sistem pengolahan air limbah domestik dapat dilihat pada gambar 2. 2 Alternatif Teknologi Sanitasi Sistem On-Site Pada sistem on site ada dua jenis sarana yang dapat diterapkan yakni sistem individual dan komunal. Dengan evapotranspirasi 4.edublogs. Dengan bidang resapan 2. Septic Tank (Sumber: http://bennysyah. Pada skala individual sarana yang digunakan adalah septik dengan varian pada pengolahan lanjutan untuk efluennya yakni : 1. 11. Dialirkan pada small bore sewer 3.

Gambar 3. Skema pemilihan system pengelolaan air limbah 20   20  .

Dari masing-masing tahap seri pengolahan. Pengolahan secara kimia dengan pembubuhan disinfektan untuk mengontrol bakteri fekal dari effluent hasil pegolahan sebelumnya. pengendapan pasir.com/) 11. terdapat beberapa alternatif unit-unit pengolahan untuk dipilih. pengendapan partikel discrete. b. Pengolahan fisik seperti: penyaringan sampah dari aliran.3 Alternatif Teknologi Sanitasi Sistem Off -Site Pengolahan sanitasi sistem terpusat terutama bertujuan untuk menurunkan kadar pencemar di dalam air buangan. Pengolahan biologis yang dapat terdiri dari proses anaerobik dan/atau proses aerobik. serta pengendapan flok hasil proses sintesa oleh bakteri c. Ada beberapa tingkat pengolahan yang umumnya dilakukan untuk mengolah air buangan agar tidak berbahaya bagi lingkungan yaitu : a. Di bagian bawah dari pengolahan air limbah adalah sisa lumpur yang terbentuk dan harus dikendalikan serta diolah sehingga aman terhadap lingkungan Kriteria untuk keempat seri pengolahan di atas akan diuraikan pada bab-bab berikut ini. Pemilihan unit-unit tersebut didasarkan atas: Standar effluent yang diperkenankan Nilai present value dari beberapa alternatif unit yang dipilih Sedangkan nilai present value dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut : a.inilah.Gambar 4. d. Biaya investasi 21    . Contoh IPLT di Bandung (sumber: http://nasional.

penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya. b. Hal ini antara lain merujuk kepada ketentuan dari Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 12. Badan Usaha Milik Daerah. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.1 Kebijakan 4: Penguatan Kelembagaan dan sarana air limbah domestik sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati/walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya. Badan Usaha Milik Negara. dan d. atau Masyarakat dapat melakukan pengelolaan prasarana 12. 5) Kepala dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/walikota melalui sekretaris daerah. yang menjelaskan tentang dinas daerah sebagai berikut (Pasal 14): 1) Dinas daerah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah. c. Biaya tenaga listrik (power cost) Biaya sumber daya manusia (SDM) Biaya lahan (tanah) untuk lokasi IPAL Bagan pengolahan air limbah dapat dilihat pada Gambar 5 berikut ini. Koperasi.  22    . Untuk menangani layanan bidang Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PLP) termasuk bidang air limbah oleh pemerintah daerah direkomendasikan alternatif bentuk organisasi berupa dinas sebagai wadahnya. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. KELEMBAGAAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK 12. 4) Dinas daerah dipimpin oleh kepala dinas. 6) Pada dinas daerah dapat dibentuk unit pelaksana teknis dinas untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan. Badan Hukum.1 Penanggung Jawab Pengelolaan Air Limbah Pemerintah Kabupaten/Kota. 2) Dinas daerah mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Swasta. d. 3) Dinas daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyelenggarakan fungsi: a. c.b.

Skema Pengolahan Air Limbah Pada IPAL 23    .S k e m a tik s is te m p e n g o la h a n lim b a h in flo w 1 2 3 4 5 8 Super natant 7 6 L u m p u r b a lik 9 1 = c o m m in 1 = comminutoru t o r 6 = saringan a n 2 = s a rin g 7 = grit ichamber b e r 3= gr t chem 8 = pengendapan awal atau 4 = kolamganaerobik n a w a l a t a u pen endapa k o la m a n a e ro b ik 10 55 =unit pengolahanl a h a n = u n it p e n g o 6 = u n it p e n g e n d a p II 6 = unit pengendap II 7 = u n t d e s in fe k ta n 78 =unita d a n a i r = B desinfektan 89 =badantair e n g e r a m = uni p 9l= m p u r u unit pengeram lumpur --------------.aliran lumpur aliran air Gambar 5.

1 2 3 4 1= digester 2= kolam anaerobic 3= kolam fakultatif 5 Aliran lumpur Supernatan 6 4= Kolam maturasi 5= bak pengering lumpur 6= badan air Gambar 6. Dapat juga dilakukan dgn alternatif pengolahan dalam unit unit pengolahan aerobik dgn aerasi mekanik.IPLT sbg pengolahan lumpur perlu: • Digester sebagai pengeram lumpur sampai tingkat kompos dan pembentukan gas methan dan membunuh bakteri bila mencapai kondisi temperatur thermophilic • Pengeringan lumpur dgn menggunakan bak pasir menyaring supernatan • Pengolahan supernatant dgn serial unit-unit Kolam anaerobik. kolam fakultatif dan kolam maturasi. Skema Pengolahan Lumpur di IPLT 24    . • Pertimbangan alternatif atas dasar cost effektif.

setidak-tidaknya fungsi bidang PLP (sektor Air Limbah. tidak tertutup kemungkinan untuk ditingkatkan menjadi dinas tersendiri. Cipta Karya dan Tata Ruang. Persampahan. sekretariat terdiri dari 3 (tiga) sub-bagian. Dalam kondisi pada contoh di atas. 12.2 Alternatif Struktur Organisasi Pengelola PLP Alternatif I: Salah satu sektor PLP menjadi dinas tersendiri Struktur paling maksimal adalah Dinas yang menjalankan fungsi penyelenggara pelayanan publik satu sektor PLP secara mandiri. misalnya Dinas PU. Pengairan. Jumlah bidang pada dinas dan badan yang melaksanakan beberapa bidang urusan pemerintahan paling banyak 7 (tujuh) bidang. Hal semacam ini juga bisa berlaku untuk sektor air limbah dan drainase bila kondisi daerah membutuhkannya dan pemerintah daerah memiliki kapasitas yang memadai. Unit pelaksana teknis pada dinas terdiri dari 1 (satu) sub-bagian tata usaha dan kelompok jabatan fungsional.Dinas terdiri dari 1 (satu) sekretariat dan paling banyak 4 (empat) bidang. maka fungsi dari sektor air limbah dan drainase harus terakomodasi di dalam dinas yang lain. dengan sektor-sektor PLP sebagai bidangnya. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah telah mengatur lebih lanjut bahwa organisasi daerah yang berbentuk dinas daerah sekurang-kurangnya terdiri dari sembilan macam dinas. Kepala Dinas Kebersihan Sekretariat Program& Pengawasan Umum & Keuangan Reduksi Timbulan& Daur Ulang Kebersihan Jalan&Taman Pengangkutan & Pemindahan Pengelolaan TPA Gambar 7. dan masing-masing bidang terdiri dari paling banyak 3 (tiga) seksi. Contoh Struktur Dinas Sektor PLP Tertentu Alternatif II: Pengelolaan PLP diwadahi sebagai dinas tersendiri Bentuk berikutnya adalah dinas yang menjalankan fungsi PLP. Salah satunya adalah Dinas Pekerjaan Umum yang mencakup Bina Marga. sebagai contoh adalah Dinas Kebersihan yang menjalankan fungsi layanan pengelolaan sampah. Dengan demikian. sehingga bisa disebut Dinas PLP. dan Drainase) bisa dilekatkan kepada Dinas PU Daerah. Dan bila memang dibutuhkan. Sebagai contoh. 25    . hal ini bisa dilakukan dengan mengadopsi nomenklatur PLP.

Kepala Dinas Cipta Karya Sekretariat Bidang Lain Bidang PLP Bidang Lain Seksi Lain Seksi Lain Seksi Air Limbah Seksi Persampahan Seksi Drainase Seksi Lain Gambar 9. Seperti pada contoh berikut ini. Contoh Struktur Dinas Yang Membidangi PLP Alternatif III: Pengelolaan PLP diwadahi sebagai Bidang dari suatu dinas Alternatif lainnya adalah struktur dimana PLP menjadi bidang dengan sektornya setingkat seksi. 26    .Kepala Dinas PLP Sekretariat Umum Keuangan Kepegawaian Bina Program& Pengawasan Bidang Pengelolaan Air Limbah Bidang Pengelolaan Persampahan Bidang Pengelolaan Drainase Gambar 8. struktur terbawah adalah bila bidang PLP dikelola oleh level setingkat seksi di dalam organisasi dinas. Contoh Struktur PLP Setingkat Bidang Alternatif IV: Pengelolaan PLP dalam wadah seksi suatu dinas Sementara itu.

Hal ini untuk memudahkan kordinasi. baik antar pemerintah daerah (horizontal) maupun dengan level pemerintahan di atasnya. dimungkinkan juga membuat struktur yang membedakan posisi antar sektor dari Bidang PLP. Contoh Struktur Bidang PLP sebagai Seksi dari Dinas Alternatif V: Pengelolaan PLP dalam wadah campuran (bidang dan seksi) Selain contoh alternatif di atas. 27    . Misalnya sektor air limbah setingkat bidang. sementara persampahan dan drainase masing-masing merupakan seksi dan bergabung ke dalam bidang yang lain. Perhatikan ilustrasi berikut ini: Kepala Dinas Cipta Karya Sekretariat Bidang Air Limbah Bidang Kebersihan Bidang Lain Seksi Persampahan Seksi Drainase Gambar 11. namun disarankan agar daerah menyesuaikan dengan nomenklatur dari instansi vertical di tingkat pusat.Kepala Dinas PU Sekretariat Bidang Lain Bidang Cipta Karya Bidang Lain Seksi PLP Seksi Lain Gambar 10. Contoh Struktur yang Membedakan Posisi Sektor PLP Sesungguhnya tidak ada aturan baku mengenai nomenklatur SKPD.

Ragam kelembagaan operator yang dipilih antara lain akan bergantung kepada perkiraan tingkat pendapatan dari lembaga operator tersebut. ayat (2): Unit pelaksana teknis pada dinas terdiri dari 1 (satu) subbagian tata usaha dan kelompok jabatan fungsional. ayat (6) : Pada dinas daerah dapat dibentuk unit pelaksana teknis dinas untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan.. Contoh Struktur Organisasi dengan UPTD Sebagai Operator Selain UPTD. Kepala Dinas Cipta Karya Sekretariat Bidang Perencanaan dan Evaluasi Bidang Air Limbah Bidang Persampahan Bidang Drainase Seksi. sebagaimana ketentuan PP No. Seksi. Pasal 29. struktur organisasi yang mengikutkan UPTD sebagai operator/penyelenggara layanan dapat dilihat pada ilustrasi di bagan berikut ini.41 tahun 2007. Dalam konteks ke-PLP-an. sedangkan teknis penunjang adalah melaksanakan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan tugas organisasi induknya. Bila lembaga diperkirakan bisa mendapatkan 28    . Dalam hal ini. dengan dukungan 1 subbagian tata usaha. operator/penyelenggara bagi layanan bisa saja berupa BUMD. atau BLUD.3 Unit Pelaksana Teknis Dinas Setiap organisasi daerah yang berbentuk dinas dapat memiliki unit teknis dibawahnya sesuai kebutuhan.12... Pasal 14. Struktur dari UPTD kabupaten/kota terutama diisi oleh kelompok jabatan fungsional. UPTD TPA UPTD IPAL&IPLT Gambar 12. yang dimaksud dengan kegiatan teknis operasional yang dilaksanakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) adalah tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis yang secara langsung berhubungan dengan pelayanan masyarakat. contoh UPTD di daerah antara lain: UPTD Pengelola TPA UPTD Pengelola IPAL UPTD Pengelola IPLT Sebagai contoh.

Pembentukan lembaga tingkat kabupaten/kota sebagai penyelenggara PS air limbah di wilayah kabupaten/kota 3. 29    . Penyelesain masalah pelayanan di lingkungan kabupaten/kota 2. Penyelengaraan pembangunan PS air limbah untuk daerah kabupaten/kota dalam rangka memenuhi SPM 2. Penetapan peraturan daerah berdasarkan NSPK yang ditetapkan oleh pemerintah dan provinsi 4.keuntungan. Pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan SPM 12. dll) dapat melaksanakan pengelolaan prasarana dan sarana air limbah domestik. BLU. Tabel 9. maka bentuk UPTD yang menerapkan PPK-BLUD mungkin paling sesuai. Pelaksanaan kerjasama dengan dunia usaha dan masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan PS air limbah kabupaten/kota 3. maka bentuk BUMD cukup layak dipertimbangkan. Perusahaan Daerah Air Minum atau Perusahaan Daerah yang dibentuk khusus oleh Kabupaten/Kota (seperti Perusahaan Daerah Air Limbah. Evaluasi terhadap penyelenggaraan pengembangan air limbah di kabupaten/kota 3. Penyusunan rencana induk pengembangan PS air limbah kabupaten/kota 3. serta kelompok masyarakat di wilayahnya dalam penyelenggaraan PS air limbah Pembinaan Pembangunan 1. pemerintah desa. Memberikan izin penyelenggaraan PS air limbah di wilayah kabupaten/kota 1. dll). Monitoring penyelenggaraan PS air limbah di kabupaten/kota 2. Urusan Pemerintah Daerah Terkait Sub Bidang Air Limbah Sub-sub Bidang Peraturan Peran Pemerintah Kabupaten/Kota 1.4 Perencanaan Pengelola Air Limbah Domestik Dinas Daerah/Lembaga Teknis Daerah (Dinas PU Kabupaten/Kota. Dinas Kebersihan Kabupaten/Kota. Penyelenggaraan (bantek) pada kecamatan. maka bentuk UPTD barangkali paling cocok sebagai operator. Badan. Bila lembaga bisa mendapatkan pemasukan yang setidaknya berimbang dengan pengeluaran (=cost recovery). fungsi regulasi dipegang oleh SKPD pembina teknisnya. Namun bila diperkirakan kondisi pemasukan nantinya belum bisa mengkompensasi pembiayaan. Sementara itu. UPTD. Masyarakat atau Kelompok Masyarakat. Penanganan bencana alam tingkat lokal (kabupaten/kota) Pengawasan 1. Penetapan peraturan daerah kebijakan pengembangan PS air limbah di wilayah kabupaten/kota mengacu pada kebijakan nasional dan provinsi 2.

12.3 Rencana Pengembangan Peran Serta Masyarakat dan Swasta Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah maka dilakukan langkahlangkah beriku : a. khususnya pada lembaga operator yang bertanggung jawab mengelola prasarana dan sarana terbangun tersebut.Pada saat melakukan perencanaan pada master plan (Rancangan Induk) air limbah harus direncanakan beberapa hal terkait dengan kelembagaan termasuk lembaga pengelola yang diperlukan untuk mengelola: Pembuangan air limbah sistem setempat Pengelolaan air limbah sistem terpusat Penentuan lembaga ini mengacu pada: Jenis prasarana dan sarana yang akan dikelola Volume prasarana dan sarana yang akan dikelola Tingkat kesulitan teknologi yang digunakan Bentuk pelayanan yang diinginkan Jumlah penduduk yang dilayani Luas daerah pelayanan Klasifikasi daerah yang dilayani 12. Kebutuhan peningkatan kapasitas kelembagaan tersebut. umumnya berkorelasi langsung dengan peningkatan luas wilayah layanan dan peningkatan teknologi yang dioperasikan.4. sedangkan dasar pemilihan bentuk organisasi pengelola adalah dari dinas atau lembaga yang sudah ada yang mempunyai banyak kesamaan atau jika terpaksa membuat lembaga baru apabila dipandang lebih layak. Secara umum proses perubahan masyarakat yang diharapkan dari suatu kampanye publik adalah sebagai berikut: Meningkatnya kesadaran (Awareness) Meningkatnya minat (Interest) Tumbuhnya kebutuhan (Demand) Adanya partisipasi dan tindakan (Action) 30    . Pengembangan prasarana dan sarana air limbah selalu berdampak pada kebutuhan peningkatan kapasitas kelembagaan. 12. Penyelenggaraan sosialisasi perlunya perilaku hidup bersih dan sehat.2 Rencana Pengembangan Peraturan Untuk menunjang keberhasilan pengelolaan air limbah di area studi.4.4. maka harus didukung oleh peraturan-peraturan yang bersifat mengikat dan mempunyai sanksi-sanksi hukum dan merekomendasikan pada pemerintah daerah agar diatur dalam peraturan daerah. Bentuk lembaga operator pengelolaan air limbah dapat berbasis masyarakat (swadaya) untuk skala komunal didalam kawasan dan berbasis lembaga (formil) untuk berbagai skala pengelolaan.1 Rencana Pengembangan Kelembagaan Penyusunan kelembagaan adalah untuk menentukan bentuk badan pengelola air limbah yang efektif dan efisien.

Sumber pendanaan investasi dari pendapatan retribusi hanya dimungkinkan.4 Rencana Pendanaan Sumber dana rencana investasi sarana dan prasarana air limbah pada dasarnya berasal dari dana hasil pajak melalui APBD dan APBN atau dari dana hasil retribusi pelayanan air limbah. sektor swasta. dapat pula berasal dari swadaya masyarakat. Selain itu. maupun dana asing. Melibatkan peran serta badan usaha swasta dan koperasi dalam pembangunan dan pengelolaan air limbah. operasional dan pemeliharaan melalui program “community development” yang umumnya menjadi fokus utama untuk perusahaan berskala besar. apabila kelayakan keuangan proyek memenuhi standard (IRR dan NPV). d.Pelaksanaan kampanye publik tersebut. jasa konsultansi. Di era otonomi daerah saat ini memang untuk biaya pengelolaan air limbah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. dengan menyeimbangkan prinsip pengusahaan dalam pelayanan umum. kontraktor. penyaluran. tetapi pemerintah pusat juga harus paham akan tingkat kemampuan setiap daerah yang berbeda-beda. c. b. Dengan demikian strategi pendanaan investasi prasarana dan sarana air limbah dapat dibedakan sebagai berikut: • Strategi Pendanaan Investasi: 100% APBD • Strategi Pendanaan Investasi: sebagian APBD dan sebagian Retribusi Air Limbah • Strategi Pendanaan Investasi: 100% Retribusi Air Limbah Pilihan strategi pendanaan tersebut. harus direncanakan secara berkesinambungan agar proses perubahan masyarakat tersebut dapat berlangsung hingga terwujudnya partisipasi (Action) masyarakat secara luas dalam mendukung terwujudnya sistem pengelolaan air limbah yang efektif dan efisien. Mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan air limbah. 31    . Sosialisasi untuk merubah perilaku supaya tidak membuang tinja di sembarang tempat (open defecation free) Kerjasama dengan pihak swasta perlu ditingkatkan baik dalam pelayanan pengumpulan. sangat tergantung dari kapasitas fiskal masing-masing daerah dan kemampuan membayar retribusi masing-masing penduduk yang mendapat pelayanan. Sumber dana investasi dari pajak dapat digolongkan sebagai sumber dana tidak langsung dan sumber dana dari retribusi dapat digolongkan sebagai sumber dana langsung. 12.4. melalui pemberian penghargaan dan sanksi. maupun pengadaan barang khususnya kendaraan. maupun pembuangan akhir. swasta dapat dilibatkan secara langsung untuk membantu masalah pembiayaan. pengolahan. Selain dana yang berasal dari pemerintah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->