P. 1
gendang beleq

gendang beleq

|Views: 715|Likes:
Published by Aysa Rahmah
tradisional lombok:)
tradisional lombok:)

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: Aysa Rahmah on Feb 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2014

pdf

text

original

Di susun O L E H

Nama kelompok : 1. Baiq rahayu widhiani 2. Desi mariani 3. Maulana 4. Nandya triana kusuma dewi 5. Putrid ayu lestari 6. Tamhid

Kata pengantar
Dengan mengucap Puji Syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa. Kami telah menyelesaikan Tugas Seni Budaya ini yang memang harus kami selesaikan. Tugas ini berisi tentang “Hasil Observasi Gendang Beleq SMKN 2 Mataram” Semoga tugas ini berguna bagi pembacanya, akhir kata kami mengucapkan mohon maaf apabila ada kesalahan terhadap isi atau susunan yang kami buat ini yang kurang berkenan di hati pembaca . Saran dan kritik yang kesempurnaan laporan ini. membangun sangat kami harapkan untuk

Kami tak lupa mengucapkan terimakasih kapada Guru Pembimbing dan teman-teman yang telah membantu membuat tugas ini.

Mataram, 19 November 2012 Penyusun Ttd Kelompok

DAFTAR ISI
    Judul Kata pengantar Daftar isi BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Rumusan Maslah 1.3 Tujuan dilakukan Observasi 1.4 Pelaksanaan Kegiatan BAB II Pembahasan rumusan masalah BAB III Kesimpulan BAB IV Foto hasil kegiatan 1 2 3 4 4 5 5 5 6 10 11

  

1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN
“Gendang

Beleq”

musik dan tari serta menggunakan alat-alat musik pentatonik tradisional Lombok berupa gendang besar dan seperangkat alat musik pukul. Beleq dalam bahasa Sasak berarti besar, sehingga gendang beleq berarti gendang besar. Hal ini lantaran ukurannya lebih besar dibanding gendang pada umumnya. Gendang belek adalah alat musik tradisional suku sasak dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana dan dapat menghasilkan suara yang sangat merdu dan enak didengar maupun ditonton. Gendang beleq ini berdasarkan sejarahnya didirikan pada zaman kerajaan Lombok Berjaya sebagai penyambut rajaraja yang berkunjung ke kerajaan Lombok dan gendang beleq ini masih terkenal saat ini. Gendang beleq ini merupakan gendang beleq yhang sangat sacral karena dapat digunakan untuk menyambut pemerintah-pemerintah yang datang ke Lombok, dalam rangka pertemuan-pertemuan, pertujukan-pertunjukan seni budaya serta upacara adat sasak seperti nyongkolan, khiatan dan ivent bau nyale. Gendang beleq ini pada zaman kepemerintahan presiden RI almarhum

Gendang Beleq merupakan salah satu kesenian tradisional yang memadukan

Suharto pernah mendapat kejuaraan nasional yang saat itu menduduki peringkat pertama. Oleh sebab itu, saat ini gendang beleq sangat di senangi oleh masyarakat Lombok dan selalu di pertontonkan khususnya pada saat hari-hari besar dan upacara adat karena dengan menggunakan alat music tradisional sasak atau gendang beleq ini dapat mencirikan bahwa kita yang berada di Lombok ini sebagai masyarakat suku Sasak. Gendang beleq digunakan sebagai gendrang perang yaitu untuk mengiringi dan memberi semangat kepada perajurit ke medan perang atau menyambut kedatangan para perajurit dari medan perang. Oleh karena itu digunakan gendang beleq yang menghasilkan suara yang besar, semerawut dan menggema sehingga dapat membangakitkan semangat para pejuang. Sehingga disebut gendang beleq.

1.2 Rumusan Masalah a. Apa nama alat-alat musik yang digunakan? b. Bagaimana cara memainkan alat musik tersebut? c. Bagaimana perkembangan dan antusian masyarakat tentang musik tradisional atau modern di masa moderalisasi? d. Apa berbedaan musik modern dan tradisional e. Siapa nama tokoh seniman yang disukai? 1.3 Tujuan Dilakuakn Observasi Untuk mengetahui tentang kesenian yang ada di Nusa Tenggara Barat khusunya kesenian yang ada dikota mataram yang berada disekolah-sekolah maupun lingkungan sekitarnya dan dapat melihat sendiri bagaimana alat-alat yang digunakan dimainkan serta proses latihan yang dilakukan oleh “gendang beleq” untuk persiapan acara-acara pentas kesenian. 1.4 pelaksanaan observasi Hari/tanggal : minggu, 11 November 2012 Waktu : 10.00-selesai Tempat : SMK Negeri 2 mataram

BAB II PEMBAHASAN RUMUSAN MASALAH
a. Apa nama alat-alat musik yang digunakan?  Alat-alat musik yang digunakan yaitu :         Gendang Terumpang Gong Kenceng Oncer atau petuk Pencek suling Alat penabuh atau pemukul

b. Bagaimana cara memainkan alat musik tersebut?  Cara-cara memainkan alat musik yang digunakan yaitu :  Gendang Berbentuk silinder dengan lubang yang besar ditengahnya, terbuat dari kayu dan ditutup oleh kulit sapi atau kambing yang telah disamak. Gendang ini dimainkan dengan cara ditepuk dengan dua telapak tangan pada kedua sisinya. Gendang ini dimainkan oleh dua orang sukaha dan gendang ini merupakan alat yang paling utama dalam permainan gendang beleq.  Terumpang Berbentuk mangkuk besar yang salah satu sisinya ada terdapat bundaran kecil yang berupa benjolan. Terumpang terbuat dari kuningan dan dimainkan oleh satu orang sukaha dengan cara dipukul oleh kedua tangan.

 Gong Berbentuk bundaran yang ditengahnya terdapat sebuah bundaran lagi dan tepat di bundaran tersebut jika dipukul akan menghasilkan suara yag mendengung. Gong ini dibawa oleh dua orang yaitu satu sebagai pemukul dan yang satu sebagai pemikul karena gong ini lumayan berat. Didalam permainan gendang beleq terdapat dua gong sehingga personil gong berjumlah 4 orang. Gong terbuat dari kuningan.

 Kenceng Berbentuk seperti piringan kecil yang mempunyai pegangan.Kenceng ini terdiri dari dua pasang, masing-masing orang memegang sepasang. Sedang kenceng dimainkan oleh 14 orang sukahadan dimainkan dengan cara ditepuk.  Oncer Berbentuk seperti gong tapi dimainkan oleh satu orang. Terbuat dari kuningan atau tembaga dan dimainkan dengan cara dipukul.  Pencek Berbentuk seperti kenceng tetapi bentuknya kecil-kecil dan diletakkan pada sebuah papan yang digantung di leher. Jumlah pencek pada papan tersebut maksimal delapan buah dan dimainkan dengan cara ditepuk oleh seorang sukaha.  Suling Dibuat dari bambu dan diberi lubang agar menghasilkan bunyi yang merdu. Suling dimainkanoleh seorang sukaha dengan cara ditiup  Alat penabuh atau pemukul alat tabuh gendang berupa kayu pohon kelapa sepanjang 50 centimeter dengan ujungnya dibalut kain, dirajut benang dan dilapisi lem agar kuat (bentuk mondol). Alat pemukul sama dengan penabuh hanya balutan kain agak kecil dan tipis.

c. Bagaimana perkembangan dan antusias masyarakat tentang musik tradisional atau moderm di masa moderalisasi ini?  Antusias masyarakat tentang musik tradisioanal yaitu : Tradisi nyongkolan/bejango di masyarakat Sasak selalu disemarakkan oleh iringan kesenian musik tradisional. Pada mulanya, Klenang begitu populer di masyarakat sebagai musik pengiring pengantar pengantin ke rumah mempelai wanita. Klenang populer sekitar tahun ’70-’80an. Kemudian kepopuleran Klenang dikalahkan oleh kemunculan Gendang Beleq yang mulai populer di masyarakat sekitar tahun 90-an. Sampai sekarang kesenian Klenang tidak terkenal gaungnya. Walaupun waktu Gendang Beleq mulai terkenal di masyarakat, Kecimol sudah ada namun kurang terdengar gaungnya. Belakangan ini Kecimol seolah-olah menggeser kepopuleran Gendang Beleq sebagai pengiring pengantin. Kecimol mulai ’naik daun’ dan banyak ditanggap oleh masyarakat. Menurut Mahdi Muhammad, tergesernya Gendang Beleq ini karena kurang atraktif. Kenapa masyarakat lebih memilih kecimol daripada Gendang Beleq? Karena menurut beberapa sumber masyarakat, harga sewa kecimol lebih murah dibanding Gendang Beleq. Kaburnya identitas kecimol yang tidak jelas apakah masuk seni tradisional atau tidak menimbulkan kabar angin perlunya meniadakan kecimol ini. Namun menurut Mahdi

Muhammad sebagai Kabid Kebudayaan Disbudpar NTB, Kecimol itu tidak akan dihilangkan tapi ditertibkan agar kembali ke akarnya. ”Kalau bisa kita tatalah, kita bina kecimol ini (pemilik usaha kecimol) supaya tercipta identitas diri. Jadi Gendang Beleqnya tetap ada, unsur atraktif juga tetap ada dan ketertiban di jalan itu tercipta. Mengenai jenis musiknya itu kita serahkan kepada para seniman dan budayawan jenis musik apa yang pas”, ujarnya. Mahdi juga menambahkan bahwa tidak ada yang bisa meniadakan kecimol ini termasuk pemerintah kecuali masyarakat. ”Kalau masyarakat tidak membutuhkan kecimol, otomatis akan tersingkir sendiri,” ujarnya. Mengenai ketertiban di jalan, memang banyak masyarakat/pengguna jalan yang mengeluhkan jika ada prosesi nyongkolan yang melewati jalan raya, otomatis lalu lintas menjadi terganggu karena besarnya antusiasme peserta nyongkolan karena irama musik yang disuguhkan menyebabkan timbulnya gairah utnuk berjoget. Memang hal ini menjadi masalah sebagaimana yang juga dituturkan Ahyak Mudin. Bahkan kata Ahyak, Kecimol itu diplesetkan oleh orang-orang menjadi Kelalah Cikar Montor Liwat. Menurut Ahyak yang juga mempunyai kelompok kecimol ini, ketidaktertiban itulah yang perlu dibina, bukan memutus kreasi orang karena ia beranggapan terlepas dari tradisional atau tidak, kecimol yang marak belakangan ini merupakan hasil kreativitas. ”Itu adalah proses kreativitas budaya. Perkara nanti ada penyelewengan (dari nilai khas tradisional) ketika berkreativitas, itu ada pada oknum. Pada personil,” katanya. Saat Suara NTB menanyakan kepada Mahdi Muhammad apakah akan ada diskusi antara pemerintah dengan pimpinan kecimol ini, Mahdi menjawab, ”Jelas itu, cuma yang jadi problem, mampu nggak pemerintah membangun komunikasi yang baik dengan mereka sehingga kecimol ini akan kembali ke akarnya.” d. Apa perbedaan musik modern dan musik tradisional? Perbedaan musik modern dan musik tradisional yaitu : Musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang didaerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isilagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yaknisyair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Indonesiaadalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papuahingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya tersebutlahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, mediaekspresi dari masyarakat pendukungnya. Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas.Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupunbentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesiamempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat

dikenali karakter khasorang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan. Namun berhubung denganperjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaanmenjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsaIndonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadibeberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek. Modern adalah adanya sentuhan teknologi yang dianggap lebih beradab dan lebih maju,sedangkan tradisional lebih terikat akan fungsional dalam social masyarakat yangmendukung sebuah kebudayaan tersebut. Tetapi apabila kita membandingkan dua buahinstrumen yang hampir bersamaan bentuknya yang kita kategorikan keduanya dalam duakelompok yang berlawanan, yaitu modern dan tradisional, misalnya taganing (drum-chime) Batak Toba dengan Bongo. Kalau kita berbicara masalah bahan secara organologibarangkali ada beberapa perbedaan bahan dari yang alami dengan hasil mesin pengolahbahan. Tetapi segi teknologi barangkali belum begitu jauh berbeda karena kedua-duanya dapat di tune karena taganing juga adalah melodis. Barangkali accordeon danbiola yang biasa dimainkan dalam kesenian Ronggeng Melayu Sumatera Timurdibandingkan dengan pemain accordeon Prancis, dimana Ronggeng Melayu biasanyadisebut tradisional dan berkaitan di Prancis dikategorikan sebagai alat musik modern,bagaimana kita memandang hal ini ? Mungkin alat-alat musik elektronik seperti gitarlistrik dengan kemungkinan berbagai macam efek dibandingkan dengan kacapi Sundayang juga sudah mengenal efek dan elektrik, tapi masih dalam tataran tradisionalbarangkali merupakan contoh yang lain bagaimana kita mengkategorikan alat musiktradisional dengan modern. Padahal semuanya menjalani satu proses masing-masingdalam kata kunci perubahan tadi. Triangle dan Hesek adalah sama-sama pecussion yangbahan dasarnya juga barangkali hampir sama e. Siapa tokoh seniman yang disukai?

BAB III Kesimpulan
Gendang beleq dimainkan dengan cara yang kompak, serasi maka akan menghasilkan suara yang semerawut tapi semarak. 1 Gendang beleq adalah suatu hiburan masyarakat dan juga memberikan kita suatu cara yaitu : “ dengan adanya kekompakan dan kerjasama maka akan tercipta hasil yang baik”. 2 Dapat mengisi waktu luang. Khususnya para remaja, dari pada menganggur dan nongkrong di pinggir jalan. Gendang beleq adalah suatu tradisi khas dari lombok. Adapun maksud dan tujuan dari gendang beleq adalah untuk membangkitkan semangat dan menghibur para pejuang yang berangkat ke medan perang. Juga untuk menyambut para pejuang yang pulang dari medan perang. Gendang beleq selain dijadikan sebagai sarana hiburan, dapat juga dijadikan sarana untuk menyalurkan bakat para remaja. Dari berbagai macam alat inilah akan tercipta suatu bunyi khas, walaupun semerawut dan ribut , tapi kalau kita hayati kedengarannya sangat menarik.

BAB IV FOTO HASIL OBSERVASI

Proses latihan

Foto bersama pemain

Pemain gendang

Pemain kenceng

Gong

Pemain kenceng, oncer, pencek

Gendang

Pemain kenceng

Foto bersama pemain gendang beleq smeda

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->