Disusun oleh : Dina Anggreini

yang atas rahmat-Nya maka saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “penyakit gagal ginjal”. Dalam Penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi. mengingat akan kemampuan yang dimiliki saya. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas yang diberikan bapak untuk nilai praktek. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur saya penjatkan kehadirat Allah SWT. Akhirnya saya berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan. Jakarta.18 November 2010 Penulis . Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin. dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah.

PENGERTIAN GAGAL GINJAL Gagal Ginjal Kronik (CRF) atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progresif dan irreversibel. dkk. Hal ini terjadi apabila laju filtrasi glomerular (LFG) kurang dari 50 ml/menit (Suhardjono.ETIOLOGI Penyebab gagak ginjal kronik cukup banyak tetapi untuk keperluan klinis dapat dibagi dalam 2 kelompok : . Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. B. Vol 2 hal 1448). menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) ( KMB. menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). 2001). Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun. Sedangkan menurut Mansjoer (2001) gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal yang bersifat persisten dan ireversibel.PENYAKIT GAGAL GINJAL A. gagal ginjal kronik atau penyakti renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible. berlangsung progresif. Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. dan cukup lanjut.Menurut Brunner dan Suddarth (2001).

Dm 2. terutama pada neurosensori. Ginjal polikistik. Penyakit ginjal obstruktif : pembesaran prostat. Dengan menurunnya glomerulo filtrat rate (GFR ) mengakibatkan penurunan klirens kreatinin dan peningkatan kadar kreatinin serum. Poliarteritis nodasa. Selain itu Blood Ureum Nitrogen (BUN) biasanya juga meningkat. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Penderita dapat menjadi sesak nafas. Peningkatan ureum kreatinin sampai ke otak mempengaruhi fungsi kerja. PATOFISIOLOGI Pada gagal ginjal kronik fungsi renal menurun. Refluks ureter.1. nausea maupan vomitus yang menimbulkan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. produk akhir metabolisme protein yang normalnya diekskresikan ke dalam urin tertimbun dalam darah. Hal ini menimbulkan gangguan metabolisme protein dalam usus yang menyebabkan anoreksia. mengakibatkan gangguan pada saraf. Gout. Tbc ginjal Penyakit ginjal sekunder : Nefritis lupus. akibat . Natrium dan cairan tertahan meningkatkan resiko gagal jantung kongestif. Nefropati. Amilordosis ginjal. Penurunan jumlah glomeruli yang normal menyebabkan penurunan klirens substansi darah yang seharusnya dibersihkan oleh ginjal. Sclerosis sistemik progresif. Penyakit parenkim ginjal Penyakit ginjal primer : Glomerulonefritis. Mielonefritis. maka gejala akan semakin berat. Secara garis besar penyebab gagal ginjal dapat dikategorikan Infeksi yang berulang dan nefron yang memburuk Obstruksi saluran kemih Destruksi pembuluh darah akibat diabetes dan hipertensi yang lama Scar pada jaringan dan trauma langsung pada ginjal C. Semakin banyak timbunan produk sampah. Pada penyakit ginjal tahap akhir urin tidak dapat dikonsentrasikan atau diencerkan secara normal sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan elektrolit.Batu saluran kemih.

Dengan tertahannya natrium dan cairan bisa terjadi edema dan ascites. Penurunan kadar kalsium serum menyebabkan sekresi parathormon dari kelenjar paratiroid. ekskresi protein dalam urin. Ekimosis akibat gangguan hematologis Urea frost akibat kristalisasi urea Bekas-bekas garukan karena gatal Sistem Hematologi . dan vomitus yang berhubungan dengan gangguan metaboslime protein dalam usus. Sehingga pada penderita dapat timbul keluhan adanya kelemahan dan kulit terlihat pucat menyebabkan tubuh tidak toleran terhadap aktifitas.    Mulut bau amonia disebabkan oleh ureum yang berlebihan pada air liur. Hal ini menimbulkan resiko kelebihan volume cairan dalam tubuh. Laju penurunan fungsi ginjal dan perkembangan gagal ginjal kronis berkaitan dengan gangguan yang mendasari. ulkus peptik. Cegukan (hiccup) Gastritis erosif. 2001). sehingga perlu dimonitor balance cairannya. Terjadi penurunan produksi eritropoetin yang mengakibatkan terjadinya anemia.ketidakseimbangan suplai oksigen dengan kebutuhan. nausea. dan kolitis uremik Kulit     Kulit berwarna pucat akibat anemia. Dengan menurunnya filtrasi melalui glomerulus ginjal terjadi peningkatan kadar fosfat serum dan penurunan kadar serum kalsium. Semakin menurunnya fungsi renal terjadi asidosis metabolik akibat ginjal mengekskresikan muatan asam (H+) yang berlebihan. Manifestasi Klinik Menurut Suhardjono (2001). manifestasi klinik yang muncul pada pasien dengan gagal ginjal kronik yaitu: Gangguan pada sistem gastrointestinal  Anoreksia. dan adanya hipertensi (Brunner dan Suddarth. Gatal dengan ekskoriasi akibat toksin uremik.

Ensefalopati metabolik Lemah. fertilitas dan ereksi menurun pada laki-laki. Gangguan sistem lain   Tulang : osteodistrofi renal Asidosis metabolik. . kejang. sehingga selalu digerakkan. terutama ditelapak kaki. Gangguan metabolisme glukosa. dan gangguan sekresi insulin. Gangguan metabolisme vitamin D. Burning feet syndrome Rasa semutan dan seperti terbakar. Miopati Kelemahan dan hipotrofi otot-otot terutama otot-otot ekstremitas proksimal.   Anemia Gangguan fungsi trombosit dan trombositopenia Gangguan fungsi leukosit Sistem Saraf dan Otot Restles leg syndrome Pasien merasa pegal pada kakinya. mioklonus. asteriksis. resistensi insulin. tidak bisa tidur. Nyeri dada dan sesak nafas Gangguan irama jantung Edema akibat penimbunan cairan Sistem endokrin     Gangguan seksual: libido. Gangguan metabolisme lemak. Sistem kardiovaskuler      Hipertensi Akibat penimbunan cairan dan garam. gangguan konsentrasi. tremor.

nausea. malaise. gagal tumbuh. uremik. perikarditis. impotensi. anuria. manifestasi klinik yang muncul pada pasien dengan gagal ginjal kronik adalah: Umum Fatiq. Saraf Letargi. defisiensi vitamin D. mengantuk. flap. galaktore. Gastrointestinal Anoreksia. malaise. ginekosmastia. Reproduksi Penurunan libido. kejang. tremor. mata merah. ulkus peptikum. koma. Pernafasan Hiperventilasi asidosis. anoreksia. edema paru. Kepala dan leher Rambut rontok. debil. kebingungan. gagal jantung. Mata Fundus hipertensif. Sendi Gout. Tulang Hiperparatiroidisme.Sedangkan menurut Mansjoer (2001). diare yang disebabkan oleh antibiotik. Hematologi . pseudogout. Kemih Nokturia. penyakit ginjal yang mendasarinya. haus. mudah lecet. kolitis uremik. rapuh. kelebihan cairan. infertilitas. leukonikia. effusi pleura. mioklonus. proteinuria. gastritis. kalsifikasi ekstra tulang. JVP meningkat. amenore. Kardiovaskuler Hipertensi. penyakit vaskuler. Kulit Pucat.

perikarditis dan kejang. cairan yang hilang.Anemia. defisiensi imun.5 mmol/L). protein dan natrium dapat dikonsumsi secara bebas . Pningkatan kadar kalium dapat dikurangi dengan pemberian ion pengganti resin (Natrium polistriren sulfonat [kayexalatel]). pengukuran tekanan vena sentral. Dialisis Dialisis dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal akut yang serius. PENATALAKSANAAN 1. drainase . menghilangkan kecendurungan perdarahan .5 mEq/L . Penanganan hiperkalemia Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan masalah utama pada gagal ginjal akut . Perikarditis memperbaiki abnormalitas biokimia . mudah mengalami perdarahan. dan perubahan status klinis. konsentrasi urin dan serum. D. dan membantu penyembuhan luka. SI : 5. Masukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine. Oleh karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkalemia melalui serangkaian pemeriksaan kadar elektrolit serum ( nilai kalium > 5. menyebabkan caiarn. 3. Endokrin Multipel. secara oral atau melalui retensi enema. Farmakologi Obat-obat yang diekskresi oleh ginjal. seperti hiperkalemia. 2. hiperkalemia merupakan kondisi yang paling mengancam jiwa pada gangguan ini. tekanan darah dan status klinis pasien. perubahan EKG (tinggi puncak gelombang T rendah atau sangat tinggi). Mempertahankan keseimbangan cairan Penatalaksanaan keseimbanagan cairan didasarkan pada berat badan harian.

mual. 3. Perubahan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi sekunder.lambung. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan udem sekunder: volume cairan tidak seimbang oleh karena retensi Na dan H2O. muntah. kompensasi melalui alkalosis respiratorik. E. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan suplai O2 ke jaringan menurun. 4. Penurunan curah jantung berhubungan dengan beban jantung yang meningkat. 6. diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien CKD adalah: 1. ASUHAN KEPERAWATAN (DIAGNOSA KEPERAWATAN) Menurut Doenges (1999) dan Lynda Juall (2000). Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. 5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan oksigenasi jaringan yang tidak adekuat. 2. keletihan. feses. . drainase luka dan perspirasi dihitung dan digunakan sebagai dasar untuk terapi penggantia cairan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful