P. 1
Contoh Proposal Bola

Contoh Proposal Bola

|Views: 1,060|Likes:
Published by Darussalam Win

More info:

Published by: Darussalam Win on Feb 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

CONTOH PROPOSAL BOLA

SUATU TINJAUAN MINAT SISWA KELAS VIII DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA Di SMP NEGERI I INSANA KABUPATEN TTU”. Oleh: (EdReyani) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini olahraga mendapat perhatian yang cukup besar baik untuk meningkatkan kualitas manusia dalam kesegaran jasmani maupun untuk pencapaian prestasi. Salah satu tempat dimana siswa dapat melakukan aktivitas olahraga ini di sekolah, tempat mereka belajar, dan melakukan kegiatan olahraga di luar jam sekolah yaitu dengan melakukan kegiatan ekstrakurikuler. Menurut Dewa Ketut Sukardi (1984: 46) menyatakan bahwa: Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari kombinasi, perpaduan dan campuran dari perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut dan kecenderungan-kecenderungan lain yang bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Minat sangat besar pengaruhnya dalam mencapai prestasi dalam suatu pekerjaan, jabatan, atau karir. Tidak akan mungkin orang yang tidak berminat akan suatu pekerjaan akan dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Kegiatan olahraga di tanah air masih memerlukan perhatian dan pembinaan khusus, baik dalam usaha mencari bibit-bibit yang baru maupun dalam usaha meningkatkan prestasi Atlet. Olahraga dilakukan tidak hanya semata-mata mengisi waktu senggang ataupun hanya sekedar memanfaatkan fasilitas yang tersedia, namun lebih dari itu.

Seperti yang dikemukakan oleh M.Sajoto (1988:10) mengatakan bahwa : Ada empat dasar tujuan manusia melakukan olahraga sekarang ini yaitu: (a). mereka yang melakukan olahraga untuk rekreasi, (b) tujuan pendidikan, (c) mencapai tingkat kesegaran jasmani tertentu, dan (d) mencapai sasaran prestasi tertentu. Dalam upaya menggapai prestasi yang baik maka pembinaan harus dimulai dari pembinaan usia dini dan atlet muda berbakat sangat menentukan menuju tercapainya mutu prestasi optimal dalam cabang olahraga. Bibit Atlet yang unggul perlu pengolahan dan proses ke pelatihan secara ilmiah, barulah muncul prestasi atlet semaksimal mungkin pada umur-umur tertentu. Atlet berbakat umur muda dapat ditemukan di sekolah-sekolah (SD, SMP, SMA), klub, pemuda dan kampung-kampung. Menurut (Suharno HP, 1986:33) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani adalah bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang selaras, serasi dan seimbang. Dengan demikian upaya yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah yaitu dengan memberikan atau mengarahkan waktu luang mereka dengan kegiatan yang positif. Salah satu kegiatan tersebut adalah dengan melakukan kegiatan ekstrakurikuler olahraga, dan kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang dilaksanakan di sekolah yang mempunyai beberapa kegiatan

ektrakurikuler olahraga yang wajib diikuti oleh siswa seperti permainan bola kaki, bola basket, dan bola voli. Siswa kelas diperkenankan untuk mengikuti lebih dari salah satu cabang ekstrakurikuler olahraga tersebut maupun kesemuanya. Berdasarkan pengamatan peneliti pada saat PPL di sekolah kegiatan ekstrakurikuler olahraga sudah berjalan secara optimal dan banyak diminati oleh siswa. Menurut (Andi Mappier, 1982:62) Minat adalah: Suatu perangkat mental yang terdiri dari campuran-campuran perasaan harapan, pendidikan, rasa takut atau kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Kegiatan ekstrakurikuler yang banyak disenangi oleh siswa adalah ekstrakurikuler olahraga karena kegiatan ekstrakurikuler olahraga merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran sekolah yang berguna untuk meningkatkan kualitas kesegaran jasmani siswa karena olahraga menuntut remaja bergerak dinamis dan perilaku fisik yang bagus untuk melakukannya, selain juga guna penerapan nilai-nilai pengetahuan memperluas wawasan atau kemampuan olahraga. Atas dasar uraian dan penjelasan dalam latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul ”SUATU TINJAUAN MINAT SISWA KELAS VIII DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA Di SMP NEGERI I INSANA KABUPATEN TTU”.

B. Identiikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis dapat mengidentifikasi masalahnya sebagai berikut: 1. Suatu tinjauan minat siswa kelas VIII dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. 2. Fungsi dan manfaat kegiatan ekstra kurikuler olahraga di sekolah. 3. Kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. C. Batasan Masalah Sesuai latar belakang di atas yang telah dikemukakan oleh peneliti dapat membatasi masalah sebagai berikut: Suatu tinjauan minat Siswa Kelas VIII dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. D. Rumusan Masalah Berdasarkan masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: ”Sejauh mana minat siswa kelas VIII dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU?” E. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian a. Tujuan Untuk mengetahui minat siswa kelas VIII dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU.

b. Kegunaan 1. Sebagai informasi ilmiah bagi mahasiswa pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi. 2. Bagi semua siswa-siswi SMP Negeri I Insana yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuer. 3. Bagi bapak dan ibu guru pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi yang menyiapkan waktu untuk kegiatan ekstrakurikuler. F. Operasional Konsep Istilah-istilah yang terdapat dalam oprasional konsep adalah sebagai berikut:

1. Tinjauan: Menurut kamus Bahasa Indonesia kata “Tinjauan” berarti lihat, jenguk, lihat dan teliti. Mengacu pada arti kata tersebut di atas maka di artikan bahwa Tinjauan adalah keadaan, melihat, memeriksa, menilai secara teliti terhadap sesuatu terhadap sesuatu kejadian atau obyek. 2. Minat adalah perangkat mental yang terdiri dari kombinasi, perpaduan dan campuran dari perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut dan kecenderungan-kecenderungan lain yang bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. 3. Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang sesungguhnya bagian dari kurikulum, tak ubahnya dengan matematika atau ilmu pengetahuan alam. Maka kegiatan seperti OSIS, olahraga termasuk kurikul. BAB II KAJIAN TEORI A. Minat Minat merupakan masalah yang paling penting di dalam pendidikan, apalagi bila dikaitkan dengan aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Minat yang ada pada diri seseorang akan memberi gambaran dalam aktivitas untuk mencapai suatu tujuan. Beberapa pengertian minat antara lain: Minat atau interest adalah gejala psikis yang berkaitan dengan objek atau aktivitas yang menstimulir perasaan senang pada individu.. Menurut Dewa Ketut Sukardi (1984: 46) menyatakan bahwa: Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari kombinasi, perpaduan dan campuran dari perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut dan kecenderungan-kecenderungan lain yang bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Minat sangat besar pengaruhnya dalam mencapai prestasi dalam suatu pekerjaan, jabatan, atau karir. Tidak akan mungkin orang yang tidak berminat akan suatu pekerjaan akan dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Hal ini yang menyatakan bahwa minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Lebih lanjut Slameto mengemukakan bahwa suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam satu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minatminat baru. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong belajar selanjutnya. Di samping itu minat juga dapat mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi anak. Ketika anak mulai berfikir tentang pekerjaan mereka di masa mendatang misalnya, maka mereka akan menentukan apa yang ingin mereka 10 lakukan bila mereka dewasa. Semakin yakin mereka mengenai pekerjaan yang diidamkan, semakin besar minat mereka terhadap kegiatan tersebut. Selain itu minat juga dapat menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang. Bila anak-anak berminat pada suatu kegiatan, pengalaman mereka akan jauh lebih menyenangkan, namun jika anak-anak tidak memperoleh kegembiraan maka mereka hanya akan berusaha seperlunya saja. Crow dan Crow (1973:22) yang dikuti Abdul Rahman Abror (1998:112) mengatakan bahwa:

Minat atau interest bias berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda atau kegiatan ataupun bsa berupa pengalaman yang afektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Dari pengertian tentang minat dapat disimpulkan bahwa minat adalah fungsi kejiwaan untuk merasa tertarik pada obyek baik berupa benda atau hal lain, rasa tertarik pada suatu obyek tersebut merupakan suatu ketertarikan dari subyek yang disebabkan unsur-unsur tertentu yang terdapat pada obyek minat, dengan kata lain minat merupakan sambutan yang sadar yang didasari oleh perasaan positif yang nantinya menimbulkan perasaan yang positif juga. B. Bentuk-Bentuk Minat Menurut (M. Buchori, 1991:136) minat dapat dibedakan menjadai dua macam yaitu: 1. Minat Primitif Minat primitif disebut minat yang bersifat biologis, seperti kebutuhan akan, minum, bebas bergaul dan sebagainya. Jadi pada jenis minat ini meliputi kesadaran tentang kebutuhan yang langsung dapat memuaskan dorongan untuk mempertahankan organisme. 2. Minat kultural Minat kultural dapat disebut juga minat sosial yang berasal atau diperoleh dari proses belajar. Jadi minat kultural disini lebih tinggi nilainya dari pada minat primitif. C. Cara Menentukan Minat Seseorang, Yaitu: a. Minat yang diekspresikan (Expresed interest) Seseorang dapat mengungkapkan minat atau pilihanya dengan kata tertentu. Misalnya: seseorang mengatakan bahwa ia/dia tertarik pada olahraga sepakbola. b. Minat yang diwujudkan (Manifest interest) Seseorang dapat mengekspresikan minat bukan melalui kata-kata tetapi melalui tindakan atau perbuatan, ikut serta berperan aktif dalam suatu aktivitas tertentu. Misalnya: seseorang dapat ikut serta dalam suatu organisai klub sepakbola atau ikut klub sepakbola. c. Minat yang diinventarisasikan (inventoried interest ) Seseorang menilai minatnya dapat diukur dengan menjawab terhadap sejumlah pertanyaan tertentu atau urutan pilihanya untuk kelompok aktivitas tertentu (Dewa Ketut Sukardi, 1994: 64). Jika seorang menaruh minat terhadap sesuatu, minatnya tersebut menjadi motif yang kuat baginya untuk berhubungan secara lebih aktif dengan sesuatu yang diminatinya. Dalam hal ini jika seseorang berminat untuk menekuni bidang olahraga, dia akan selalu mempelajari dan berlatih pada bidang olahraga tersebut. Salah satu untuk memperkuat minatnya adalah jika olahraga tersebut menjadi alat baginya untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu masalah tujuan sangat penting dalam memahami tingkah laku seseorang dalam minat terhadap suatu olahraga. Dengan mengetahui tujuan, seseorang akan dapat mengarahkan minatnya dengan sebaikbaiknya. Selain karena tujuan tertentu, minat berolahraga dapat muncul karena bertambah luasnya lingkungan seseorang dan semakin banyaknya dia berhubungan dengan orang-orang di luar lingkungannya untuk menambah wawasan dari minat tersebut. Dalam pengembangan minat, hubungan antara pribadi jauh lebih penting dari pada proses latihan yang khusus. Misalnya seseorang tidak menyukai pelatihnya cenderung ia tidak semaksimal mungkin terhadap olahraga bahkan tidak suka terhadap orang tersebut. Namun demikian terlihat bahwa “suka” atau “tidak suka” memainkan peranan penting dalam perkembangan minat. Walaupun setiap orang mengembangkan minat olahraga tertentu yang sifatnya individual, namun setiap orang dalam suatu lingkungan tertentu akan mengembangkan minat-minat yang hampir umum dijumpai orang-orang dari lingkungan tersebut. D. Unsur-Unsur Minat Seseorang dikatakan berminat terhadap sesuatu bila individu itu memiliki beberapa unsur antara lain: 1. Perhatian Seseorang dikatakan berminat apabila individu disertai adanya perhatian, yaitu kreatifitas jiwa yang tinggi yang semata-mata tertuju pada suatu objek. Jadi seseorang yang

berminat terhadap sesuatu obyek yang pasti perhatiannya akan memusat terhadap sesuatu obyek tersebut. Dalam hal ini perhatian ditujukan pada obyek ekstrakurikuler olahraga. 2. Kesenangan Perasaan senang terhadap sesuatu obyek baik orang atau benda akan menimbulkan minat pada diri seseorang, orang merasa tertarik kemudian pada gilirannya timbul keinginan yang dikehendaki agar obyek tersebut menjadi miliknya. Dengan demikian maka individu yang bersangkutan berusaha untuk mempertahankan obyek tersebut. 3. Kemauan Kemauan yang dimaksud adalah dorongan yang terarah pada tujuan yang dikehendaki oleh akal pikiran. Dorongan ini akan melahirkan timbulnya suatu perhatian terhadap suatu obyek. Sehingga dengan demikian akan memunculkan minat individu yang bersangkutan. E. Faktor-Faktor Yang Mempegaruhi Minat Minat pada hakekatnya adalah merupakan sebab akibat dari pada pengalaman, minat berkembang sebagai hasil dari pada sesuatu kegiatan dan akan menjadi sebab akan dipakai lagi dalam kegiatan yang sama L D Crow and Alice Crow (Dalam Tri Wahyudi, 2002:10-11). Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. The factor Inner Urge: Rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan minat misal, cenderung terhadap belajar, dalam hal ini seseorang mempunyai hasrat ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan. 2. The factor of social motive : Minat seseorang terhadap obyek atau sesuatu hal, disamping hal dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri manusia juga dipengaruhi oleh motif sosial, misal seseorang berminat pada prestasi tinggi agar dapat status sosial yang tinggi pula. 3. Emosianal faktor : Faktor perasaan dan emosi ini mempunyai pengaruh terhadap obyek misal perjalanan sukses yang dipakai individu dalam sesuatu kegiatan tertentu dapat membangkitkan perasaan senang dan dapat menambah semangat atau kuatnya minat dalam kegiatan tersebut. Sebaliknya kegagalan yang dialami akan menyebabkan minat seseorang berkembang. Sedangkan menurut Totok Santoso (dalam Tri Wahyudi, 2002:18) faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya minat adalah sebagai berikut : a. Motivasi dan cita-cita Adanya cita-cita dan dukungan oleh motivasi yang kuat dalam diri seseorang maka akan dapat membesarkan minat orang itu terhadap suatu objeknya. Sebaliknya apabila cita-cita dan motivasi tidak ada maka minat sulit ditumbuhkan. b. Sikap terhadap suatu objek Sikap senang terhadap objek dapat membesarkan minat seseorang terhadap objek tersebut. Sebaliknya jika sikap tidak senang akan memperkecil minat seseorang. c. Keluarga Keadaan keluarga terutama keadaan sosial ekonomi dan pendidikan keluarga dapat mempengaruhi minat seseoran terhadap objek tersebut. d. Fasilitas Tersedianya fasilitas yang mendukung akan menjadikan minat seseorang terhadap suatu objek lebih besar. e. Teman pergaulan Teman pergaulan yang mendukung misalnya diajak kompromi terhadap suatu hal yang menarik perhatiannnya maka teman tersebut dapat lebih meningkatkan minatnya, tetapi teman yang tidak mendukung mungkin akan menurunkan minat seseorang. Berdasarkan uraian di atas maka faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga adalah sebagai berikut :

1. Faktor Intrinsik Minat intrinsik adalah minat yang berasal dari dalam diri seseorang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau mendorong siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga adalah sebagai berikut : a. Minat untuk berprestasi Keinginan atau minat untuk berprestasi yang dimiliki oleh setiap orang individu pasti ada, tapi keinginan itu cenderung mempuinyai presentasi yang berbeda-beda. Kecenderungan itu timbul apabila individu tertarik kepada sesuatu karena sesuai dengan kebutuhan atau merasakan bahwa sesuatu akan dipelajari bermakna dari dirinya. b. Minat untuk mengisi waktu luang Diketahui juga bahwa dalam mengisi waktu luang mereka juga didasari karena adanya faktor kesenangan, mendapatkan teman, waktu luang, dan untuk menjaga kesehatan. Tentunnya rasa senang atau tertarik yang dimiliki oleh setiap individu akan timbul pada seseorang bilamana bidang-bidang yang ditawarkan pada dirinya dirasa akan memenuhi kebutuhankebutuhannya. 2. Faktor ekstrinsik yaitu faktor pendorong yang muncul dari luar individu. Faktor-faktor tersebut antara lain : a. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler disekolah sangat erat kaitannya dengan metode pengajaran serta fasilitas yang memadai. Dalam penyampaian materi adalah penting, dengan memperhatikan metode yang digunakan dalam penyampaian materi. Cara yang tidak sesuai akan membosankan sehingga akan mengurangi minat terhadap apa yang disampaikan. Begitu juga fasilitas yang tidak kalah pentingnya dalam menumbuhkan minat ekstrinsik siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Dengan adanya fasilitas yang memadai akan menambah keyakinan siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. b. Media Bentuk-bentuk mass media antara lain adalah buku-buku tentang olahraga, majalah, surat kabar, radio, televisi dan bentuk-bentuk lain yang sangat berpengaruh terhadap minat siswa dalam menekuni dan mempraktekkan. latihan yang telah diberikan pada saat latihan akan diwujudkan dalam pertandingan. Siswa yang mempunyai minat tinggi akan memanfaatkan sumber informasi untuk memperluas wawasannya. Semakin berkembangnya jalur informasi yang ada hubungannya dengan olahraga akan semakin mengangkat minat siswa terhadap olahraga. c. Penghargaan Penghargaan dalam hubungannya dengan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga sangat menunjang. Dalam suatu pertandingan perlu adanya hadiah sebagai suatu penghargaan bagi mereka yang berprestasi. F. Minat Remaja Dorongan-dorongan yang ada pada diri remaja, menggambarkan perlunya perlakuan yang luas, sehingga ciri-ciri dan minat remaja tergambar lebih terperinci dan faktual, sesuai dengan usia dan kedewasaan mereka. Dengan demikian ciri-ciri dan minat remaja akan menjadi pedoman penyelenggaraan program pendidikan jasmani dan yang arahnya dapat dikategorikan ke dalam domain hasil belajar, yaitu psikomotor, afektif, kognitif dan domain yang lain. Dengan digunakannya sebagai pedoman, maka pedoman dan pengembangan program akan sesuai dengan ketepatan masa belajar, urutan, kecepatan dan ragam kekuatan. Kemudian muncul dalam pikiran kita, bahwa remaja pada umumnya memiliki ragam yang luas tentang kedewasaan Jasmani dan kedewasaan rohani, yang perlu juga untuk diperhatikan. Dalam hal ini dianjurkan untuk tidak menggunakan pendekatan yang telah terbiasa, yaitu pilihan kegiatan berdasarkan anjuran guru. Pendekatan yangdemikian akan berdampak keterbatasan pandangan siswa atau kegiatan yang sekedar memenuhi kegiatan kebutuhan guru, bukan kebutuhan siswa.

Dalam masa remaja minat senantiasa berkembang, hal itu bersifat pemilihan dan mempunyai arah serta tujuan, hal-hal yang diminati remaja antara lain: 1. Minat pribadi dan sosial merupakan kelompok minat yang paling kuat dimiliki oleh remaja awal. Minat pribadi timbul karena remaja menyadari bahwa penerimaan sosial sangat dipengaruhi oleh keseluruhan yang ditampakan oleh remaja itu oleh sekitarnya. Penyebab lain, karena adanya kesadaran remaja bahwa lingkungan sosial menilai dirinya dengan melihat miliknya, sekolahannya, kenangannya, benda-benda lain yang dimilikinya, temanteman sepergaulanya. Apa-apa yang dimilikinya itu dapat mengangkat dan memerosotkan pandangan teman-teman sebaya terhadap dirinya (Andi Mappiare, 1982:62). Menurut Elisabeth B Hurlock (2002:210-220), minat pribadi meliputi minat pada penampilan, minat pada pakaian, minat pada prestasi, minat pada kemandirian, dan minat pada orang. 2. Minat terhadap rekreasi terhadap remaja pada umumnya sangat kuat. Namun dari beberapa remaja disebabkan karena keterbatasan waktu, tugas rumah, dan keterbatasan yang lainnya menjadikan remaja itu lebih selektif dalam memilih apa yang disenangi dan merupakan hoby. Banyaknya rekreasi ytang dimiliki remaja juga sangat mempengaruhi oleh derajat kepopulerannya (Elisabeth B Hurlock, 2002:218) Antara dua jenis kelamin terdapat perbedaan yang mencolok dalam memilih kegiatan rekreasi, biasanya kegiatan yang membutuhkan energi fisik seperti sepakbola, basket lebih disenangi oleh remaja pria. Baik pria maupun wanita olahraga lebih merupakan kegiatan rekreasi dibanding menganggapnya sebagai kegiatan olahraga. Apa-apa yang dilihat dan didengar oleh remaja dalam cerita-cerita, selalu dihubungkan dengan dirinya. 3. Minat terhadap agama juga dialami dengan memulainya memikirkan secara serius soalsoal agama. Mereka membandingkan antara apa yang ideal dan apa yang nampak nyata, sehingga apa yang dahulu dipercayainya sebagai hal yang benar, pada remaja awal mulai diragukan. Para remaja awal sering lagi mempertanyakan tentang kebenaran, dosa dan neraka, pahala dan surga, mereka meragukan doa (Andi Mappiare, 1982:64) Akibatnya minat terhadap agama dapat melemah dan praktek keagamaanya sering ditinggalkan. 4. Minat terhadap sekolah dan jabatan remaja dapat dipengaruhi oleh minat orang tua atau kelompoknya. Jika orang tua atau kelompoknya “work oriented”maka sering sekali remaja meminati sekolah yang mengarah kepada pekerjaan (sekolah kejuruan). Jika orang tua atau kelompoknya “college oriented” maka remaja terpengaruh meminati sekolahan yang dapat mengantarkan keperguruan tinggi, menuju cita-cita jabatannya. 5. Minat untuk melakukan aktivitas fisik atau berolahraga sangat dipengaruhi oleh kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik itu sendiri. Apabila sejak kecil selalu dikekang atau tidak diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik, maka minat untuk melakukan aktivitas itu tidak akan berkembang. Sebaliknya kesempatan diberikan dengan cukup,maka minat melakukan aktivitas fisik menjadi berkembang. G. Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga Sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya dalam kategori remaja yang akan menginjak awal dewasa. Pada masa ini mereka mudah terpengaruh dengan hal-hal yang mengarah ke tindakan positif. Dengan demikian agar mereka terhindar dari pengaruhpengaruh negatif, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengarahkan kegiatan waktu luang mereka dengan kegiatan positif, salah satu bentuk kegiatan positif adalah dengan melakukan aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. Menurut saylor dalam Nasution (1982:11) menjelaskan bahwa: ”Apa yang dianggap kegiatan ekstrakurikuler sesungguhnya bagian dari kurikulum, tak ubahnya dengan matematika atau ilmu pengetahuan alam. Maka kegiatan seperti OSIS, olahraga termasuk kurikulum”.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995:38) menjelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuer bertujuan agar siswa dapat lebih memperkaya dan memperluas wawasan, mendorong pembinaan nilai atau sikap, serta kemungkinan penerapan lebih lanjut pengetahuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum, baik program inti, maupun program khusus. Departemen Pendidikan dan kebudayaan (1995:41) menjelaskan bentuk-bentuk kegiatan yang tergolong ekstrakurikuler adalah sebagai berikut: (1) Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR), (2) Pramuka, (3) PMR, (4) Koperasi Sekolah, (5) Olahraga prestasi / rekreasi, (6) Kesenian tradisional / modern, (7) Cinta alam dan lingkungan hidup, (8) Kegiatan bakti sosial, (9) Peringatan hari-hari besar, (10) jurnalistik, (11) Patroli Keamanan sekolah. Olahraga merupakan kegiatan manusia yang wajar sesuai dengan kodrat ilahi untuk mendorong, mengembangkan badan, membina potensi fisik, mental, dan rohaniah manusia demi kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi dan masyarakat. Jadi, kegiatan ekstrakurikuler olahraga merupakan kegiatan yg dilakukan di luar jam pelajaran sekolah yg berguna meningkatkan kualitas kesegaran jasmani siswa juga dapat sebagai sarana untuk pembinaan prestasi dalam bidang olahraga. Kegiatan ekstrakurikuler yang banyak disenangi oleh siswa / siswi adalah ekstrakurikuler olahraga, karena kegiatan ini dilakukan di luar jam pelajaran sekolah yang berguna meningkatkan kualitas kesegaran jasmani siswa, karena olahraga menuntut remaja selalu bergerak dinamis dan diperlukan fisik yang bagus untuk melakukannya, selain juga guna penerapan nilai-nilai pengetahuan, memperluas wawasan atau kemampuan olahraga Kegiatan ekstrakurikuler olahraga tidak terlepas dari aspek motivasi. Salah satu motivasi intrinsik dalam diri individu adalah minat. Tinggi rendahnya minat dalam diri individu untuk melaksanakan kegiatan atau aktifitas akan mempengaruhi kualitas hasil yang dicapai oleh individu tersebut. Kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah selain berfungsi untuk meningkatkan kesehatan dan kesegaran jasmani juga dapat sebagai sarana untuk pembinaan olahraga prestasi olahraga secara keseluruhan dan diharapkan melalui proses belajar mengajar akan memberikan keterangan yang lengkap tentang olahraga kepada siswa sehingga akan timbul minat yang tinggi terhadap ekstrakurikuler olahraga. Dalam pembinaan ini ada beberapa faktor yang menunjang suatu keberhasilan antara lain fisik, teknik, taktik, psikologi. Minat merupakan bagian dari psikologi yang tidak mungkin kita abaikan begitu saja., karena kita ketahui minat akan mempengaruhi individu dalam keberhasilan mencapai keberhasilan yang diinginkan, karena dengan menerjuni kegiatan tanpa didasari oleh minat yang kuat maka individu tersebut telah menipu dirinya sendiri. Selain itu pembinaan yang berkelanjutan tentu akan menghasilkan prestasi yang diharapkan. Kegiatan ekstrakurikuler khususnya olahraga adalah sarana guna tercapainya tujuan, baik penyaluran bakat, maupun untuk menjadi seorang pemain yang baik. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: sarana, prasarana, orang tua, guru, teman, dan masyarakat. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif pendekatan survey untuk mengetahui tentang suatu tinjauan minat Siswa Kelas VIII SMP Negeri I Insana dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. B. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Yang menjadi tempat penelitian adalah SMP Negeri I Insana Kabupaten Timor Tengah Utara.

2. Waktu Waktu yang digunakan untuk melakukan penelitian adalah kurang lebih 2 (dua) bulan. C. Peranan Penelitian Dan Informen Penelitian 1. Peranan Peneliti Di tempat penelitian peneliti berperan sebagai pengamat yang terlibat langsung (participant observer) dengan maksud meneliti apa yang ada di tempat untuk mendapatkan data yang akurat.

2. Informan Penelitian Yang menjadi informan penelitian adalah guru pendidikan jasmani dan siswa SMP Negeri I Insana Kabupaten Timor Tengah Uutara. D. Sumber Data 1. Data Primer adalah informasi yang di peroleh melalui wawancara di lapangan dengan guru pendidikan jasmani dan siswa SMP Negeri I Insana. 2. Data Sekunder adalah data yang di peroleh dari buku-buku, arsip, dokumen yang ada kaitannya dengan penelitian. E. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi Mengamati secara langsung permasalahan yang terjadi di lokasi atau lapangan. b. Wawancara Penelitian akan melakukan wawancara mendalam langsung dengan Responden dengan mengumpulkan data serta informasi. c. Dokumentasi Dokumen merupakan barang-barang simpanan atau berupa alat rekam yang digunakan, foto dan dokumen lain untuk memperkuat data yang diperoleh dari wawancara.

F. Teknik Analisa Data Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif untuk memperoleh gambaran atau jawaban pasti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga.

BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN

A. GAMBARAN UMUM SMP NEGERI I INSANA KABUPATEN TTU 1. Sejarah Singkat sekolah Awal mula berdirinya sekolah SMP Negeri I Insana Kabupataen TTU yaitu pada tahun 1982 dan mulai beroprasi pada tahun 1983. Bangunan tersebut dibangun di atas tanah kepemilikan tanah swasta milik swasta dengan luas tanah 20.309 m2 dengan nomor surat izin bangunan No.0299/0/1982 dan luas seluruh bangunan 2.514 m2. Adapun tujuan pendidikan sekolah ini di dirikan adalah untuk mendidik siswa-siswi yang ada di daerah tersebut dengan pendidikan,sehingga mereka bisa dapat belajar untuk bisa menciptakan hal-hal yang baru dan bisa bermanfaat bagi masa depan mereka. Dengan kata lain sekolah ini dibangun untuk mempersiapkan para pelajar agar mencapai hidup yang lebih baik dan terarah dengan pendidikan yang di peroleh melalui keberadaan lembaga kependidikan tersebut. Berikut ini merupakan data total jumlah siswa SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU adalah sebagai berikut:

Tabel Data

: siswa SMP Negeri I

4.1 Insana

No Kelas Jenis Kelamin Jumlah Keterangan L P 1 VII 118 122 240 2 VIII 68 92 160 3 IX 91 74 165 Jumlah 277 288 565 Sumber data : SMP Negeri I Insana Dari tabel di atas dapat di jelaskan bahwa total jumlah siswa SMP Negeri I Insana secara keseluruhan bejumlah 565 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 277 orang dan perempuan sebanyak 288 orang. 2. Struktur Organisasi SMP Negeri I Insana Tahun Pelajaran 2009/2010 Pada dasarnya struktur organisasi merupakan suatu gambaran yang menunjukan pola hubungan kerja sama antara unsure pimpinan dan bawahanya dalam suatu organisasi yang disertai dengan pembagian tugas, wewenang dan tanggungjawab untuk bersama-sama bekerja keras demi mencapai tujuan yang di inginkan organisasi. Untuk memperlancar jalannya kegiatan dalam organisasi dibuat suatu struktur organisasi berdasarkan jenjang pembatasan wewenang tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian. Hal ini dimaksudkan agar setiap bagian mengetahui tugas dan tanggung jawabnya masing-masing agar tidik terjadi kesimpang siuran dalam menjalankan tugas secara maksimal dan dapat bekerja sama dengan baik.

STRUKTUR TAHUN

ORGANISASI

SMP PELAJARAN

NEGERI

I

INSANA 2010-2011

Dalam struktur organisasi sekolah merupakan satu syarat bagi pengurus dapat bekerja sesuai dengan jabatan dalam struktur yang ada untuk memajukan perkembangan dalam dunia pendidikan di Kabupaten TTU. Adapun tugas dan tanggungjawab dari pada elemen-elemen dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut: 1. Tugas dan tanggungjawab kepala sekolah adalah: a. Untuk mengakomodir seluruh rancangan kegiatan dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri I Insana. b. Membuat keputusan dan kebijakan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. c. Bertangungjawab kepada kepala dinas P & K. d. Mengatur seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan di sekolah e. Memimpin rapat hasil evaluasi belajar siswa. 2. Tugas dan tanggungjawab wakil kepala sekolah adalah: a. Membantu kepala sekolah dalam menyusun rancangan kegiatan. b. Membantu memberi masukan kepada kepala sekolah tentang hasil kerja guru-guru di sekolah c. Bertanggungjawab kepada kepala sekolah tentang guru-guru dan siswa d. Membantu kepala sekolah untuk mengatur rancangan kegiatan sekolah 3. Tugas dan tanggungjawab komite adalah: a. Untuk mengatur uang sekolah setip tahun b. Membantu bendahara sekolah untuk mengelola keuangan siswa. 4. Tugas dan tanggungjawab kaur adalah: a. Untuk membantu komite sekolah dalam pelaksanaan belajar. b. Untuk mengakomodir kesiswaan,kurikulum, peng. Lab, humas dan peng. perpustakaan. 5. Tugas dan tanggungjawab wali kelas adalah: a. Untuk mengajar, membina, membimbing siswa dalam proses belajar mengajar b. Mendapatkan satu kelas untuk membina kelasnya masing-masing yang biasanya di sebut

dengan guru c. Memberi nilai kepada siswa 6. Tugas dan tanggungjawab bimbingan a. membina siswa siswi yang b. Mengarahkan siswa kepada 3. Sarana Dan Prasarana SMP Negeri

kelas. pada akhir semester konselingan (BK) adalah: bermasalah di sekolah hal-hal yang baik. I Insana Kabupaten TTU

Di sekolah SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU, sarana dan prasarana sangat di perlukan dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah dimana, prasarana berupa tempat kegiatan olahraga sedangakan sarana berupa alat-alat. Di sekolah SMP Negeri I Insana sarana dan prasarana yang di miliki sekolah adalah: Tabel : 4.2 Data sarana dan prasarana SMP Negeri ! Insana No Sarana dan Prasarana Jumlah Kondisi Baik Rusak 1 Lapangan bola kaki 1 √ 2 Lapangan bola basket 1 √ 3 Lapangan bulu tangkis 2 √ 4 Bola voli 5 √ 5 Bola kaki 4 √ 6 Bola basket 2 √ 7 Net bola vol 3 √ 8 Meja pimgpong 3 √ 9 Bola pimpong 2 √ 10 Bed Pimpong 2 √ 11 Lapangan bola volli 1 √ Sumber data : SMP Negeri I Insana Dengan sarana dan prasarana yang ada guru penjas merasa masih kurang, namun dengan keterbatasan yang ada mereka berusaha agar siswa dapat dibina dan di ajarkan dengan baik agar dapat berprestasi di tingkat sekolah antar SMP di kabupaten TTU. Berikut ini merupakan salah satu sarana dan prasarana yang ada dapat di pakai siswa-siswi seperti yang di lihat pada gambar tersebut:

Sumber data : SMP Negeri I Insana Dari gambar di atas merupakan salah satu sarana kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah SMP Negeri I Insana nampak siswa putra sedang bermain bola voli.Siswa begitu semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Sumber data : SMP Negeri I Insana Dari gambar di atas merupakan salah satu sarana kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah SMP Negeri I Insana nampak siswi putri sedang bermain bola voli.Siswi begitu semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. B. HASIL TEMUAN DATA Proses pembinaan prestasi olahraga tidak terlepas dari peran berbagai unsure yang sangat di perlukan dengan hubungan kerja untuk mencapai prestsi yang di inginkan. Unsur-unsur atau faktor-faktor minat ekstrakurikuler olahraga yang dilaksanakan dimulai dari kepala sekolah, guru olahraga, siswa serta lingkungan dan interaksi antara guru olahraga, siswa, prasarana olahraga, orang tua, keluarga dan masyarakat. Dari beberapa faktor tersebut adalah sangat penting dan saling menunjang berkaitan degan prestasi siswa karena siswa berbakat belum tentu bisa jadi juara tanpa adanya dukungan dari beberapa unsur yang lain, misalnya pendukung atau supporter. Berikut ini dilakukan pemaparan data hasil temuan di lapangan atau tempat penelitian dan sekaligus pembahasan dari factor-faktor yang menyebabkan menurunnya prestasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU. 1. Faktor Guru Yang dimaksud dengan guru dalam penelitian ini adalah semua guru yang masuk dalam struktur organisasi SMP Negeri I Insana sebagaimana diketahui bahwa pada dasarnya struktur organisasi di buat guna untuk memberikan suatu gambaran yang menunjukan pola hubungan kerja sama antara unsure pimpinan dan bawahanya dalam suatu organisasi dan berdasarkan pembagian tugas dan tanggungjawab masing-masing maka terbentuklah suatu kerjasama serta bekerja keras demi mencapai tujuan yang di inginkan organisasi yakni peningkatan prestasi pada siswa SMP Negeri I Insana kabupaten TTU. Dalam suatu organisasi tidak akan berjalan tanpa ada pembagian kerja yang baik dan pemahaman serta rela membangun olahraga yang diminati siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berjalan dengan baik apabila ada pembagian kerja kepsek, wakasek,kaur dan wali-wali kelas.Dengan pembagian tugas tersebut, di harapkan agar kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat berkembang dengan baik. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada sekolah SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU diketahui bahwa masih terdapat banyak kekurangan yang perlu adanya pembenahan dan penanganan yang lebih serius, hal ini disebabkan karena kebanyakan dari badan pengurus adalah juga para guru sehingga lebih banyak mengatur kegiatan ekstra yang lebih baik. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah SMP Negeri I Insana Bapak Yakobus Fallo, A. Md tentang dukungan sekolah terhadap siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Beliau mengatakan bahwa: “Kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah merupakan usaha yang di lakukan bersama untuk menciptakan kondisi kesehatan siswa sehat jasmani dan sehat rohani. Usaha yang dapat di lakukan kepala sekolah terhadap siswa antara lain kepala sekolah dapat memberikan dukungan kepada siswa sehingga benar-benar mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang dilakukan di sekolah ini”. 2. Faktor Guru Penjas Yang dimaksud dengan guru penjas dalam penelitian ini adalah orang yang berprofesi di bindang olahraga. Karena keberhasilan guru penjas merupakan salah satu unsure penentu

yang perlu adanya kesatuan di dalam kegiatan yang perlu di junjung tinggi tugas yang bersifat kompleks. Sebagai guru penjas harus dapat mendidik dan dapat di segani sebagai penasehat pelatih dalam bidang olahraga dan mampu melayani atau mampu mengatasi berbagai masalah yang di hadapi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Gambar peneliti sedang mewawancarai guru penjas SMP Negeri I Insana Bapak Frans Maumabe, S.pd.

Sumber data : Guru Penjas SMP Negeri I Insana Dari hasil wawancara tersebut dengan Bapak Frans Maumabe, S. Pd mengatakan bahwa: Keterbatasan fasilitas sarana olahraga yang kami hadapi di sekolah selama ini tidak terlepas dari ketersediaan dana, namun saya sendiri selaku guru penjas di sekolah ini berupaya untuk memakai sarana-sarana yang ada agar memotifasi siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrkurikuler olahraga yang di lakukan di sekolah ini. Siswa SMP Negeri I Insana dibina atau diberi waktu untuk kegiatan ekstrakurikuler olahraga sesuai dengan jadwal latihan dan setiap kegiatan ekstrakurikuler akan bermanfaat bagi siswasiswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Kegiatan ekstrakurikuler olahrag dapat dikembangkan agar agar bisa mengikuti lomba-lomba yang akan dilaksanakan di tingakat SMP. Adapun bakat-bakat yang disukai oleh siswa-siswi yang memiliki kemampuan dalam bidangbidang tertentu seperti minat bola voli, bola kaki, bola basket, tari-tarian, menyanyi dan lain sebagainya. Hasil wawancara tersebut diketahui bahwa persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menjelang suatu even pertandingan biasanya di lakukan latihan selama 1 bulan dan di bagikan jadwal dalam 1 minggu pertemuan 2 kali yaitu hari selasa dan hari kamis. Dengan mempergunakan sarana dan prasarana yang kurang memadai dan terbatas seperti dianjurkan kepada setiap siswa yang mengikuti kegiatan agar mengikuti suatu lomba maka disarankan untuk berlatih di rumah apabila ada waktu luang. 3. Faktor siswa Yang dimaksudkan dengan siswa dalam penelitian ini adalah seseorang yang mengikuti pembinaan kegiatan ekstrakurikuler yang di berikan oleh guru penjas terhadap minat siswa kelas VIII di SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU. Hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri I Insana memiliki jumlah siswa 222 orang. Dalam melakukan pembinaan terhadap siswa dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler olahraga terutama olahraga apa saja yang diminati siswa harus berpola pembinaan sebaiknya di lakukan dengan baik agar siswa yang mengikuti kegiatan ekstra ada semangat yang tinggi dalam kegiatan tersebut. Berikut ini adalah hasil wawancara peneliti dengan siswa SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU.

Sumber

data

:

Siswa

SMP

Negeri

I

Insana

Hasil wawancara peneliti dengan siswa mengatakan minat yang kami sukai dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga adalah bermain bola. Ada siswa yang minatnya khusus bermain bola kaki, bola voli, bola basket dan permainan-permainan lain. Hasil wawancara dengan seorang siswa Piter Amfotis mengatakan bahwa: Minat suatu kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang saya sukai yaitu keinginan yang timbul dari dalam diri seseorang dan di kembangkannya sesuai dengan bakat yang dimiliki, dan minat yang saya sukai dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga adalah bermain bola voli. Wawancara yang di lakukan denga siswa kelas VIII SMP Negeri I Insana yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga diketahui bahwa kebanyakan siswa yang minatnya adalah bermain bola di bandingkan dengan olahraga lain misalnya, senam, dan lain sebagainya. Kebanyakan siswa yang mengikuti kegiatan ini mereka hanya mengikuti latihan karena bagus di ikuti teman-teman yang minatnya seperti bermain bola kaki dan bola voli. Hal ini apabila tidak mengalami perubahan maka sekolah tiap tahun tangal 17 Agustus memenangkan pertandingan antar SMP di kecamatan insane Kabupaten TTU. 4. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan dalam penelitian ini adalah kehidupan sosial ekonomi masyarakat, interaksi antar guru penjas, siswa, pengurus sekolah dan dukungan dari orang tuaterhadap keberadaan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU. Berikut ini secara garis besar dapat di urutkan sebagai berikut : a. Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Pada umumnya kehidupan sosial ekonomi masyarakat kabupaten TTU, terutama dalam hal ini menyangkut pendapatan perkapita adalah masih dibawah garis kemiskinan, hal ini disebabkan karena jumlah penduduk semakin bertambah banyak. Jadi bila dikaitkan dengan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahrag di SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU maka berkaitan dengan psikologis siswa yang mengikuti kegiatan ekstra karena dengan kehidupan social ekonomi yang tidak menentu maka konsentrasi untuk mengikuti kegiatan ekstra pasti mengalami hambatan. b. Interaksi Antar Guru Penjas Siswa Dan Guru-Guru Dalam kehidupan berorganisasi perlu adanya suatu interaksi yang baik antar guru penjas, siswa, dan guru-guru, karena dalam suatu sekolah tanpa adanya kerjasama yang baik maka prestasi tidak mungkin dapat di peroleh. Dalam hal ini penelitian mengenai interaksi lebih banyak menggunakan pengamatan dan dari hasil pengamatan peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa masih ada ketidak kekompakan antara guru-guru, guru penjas dan siswa yang menikuti kegiatan minat siswa dalam ekstrakurikuler. Pengurus kurang serius melakukan pengelolaan sehingga menimbulkan kesan-kesan yang tidak baik di dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu tanpa adanya komunikasi dengan para guru-guru yang sehari-harinya mengajarkan siswa maka guru penjas

tidak bisa mengatur jadwal untuk kegiatan ekstra sendiri karena nanti bisa menggangu dengan proses belajar mereka. Untuk guru penjas belum ada persaingan yang kurang baik dengan guru penjas di sekolahsekolah lain., terutama dalam menjelang suatu even pertandingan yang di lakukan untuk pertandingan antar SMP. Mereka menyodorkan siswa tanpa ada seleksi walaupun dengan alas an siswa lebih siap. Padahal untuk memperoleh siswa yang dapat prestasi di suatu kejuaraan, harus melalui suatu perjalanan latihan yang panjang, rajin berlatih, mengikuti seleksi dan juga berprestasi. Hal ini membuat kecemburuaan para siswa dan bahkan ada guru penjas dan guruguru yang merasa senang dengan kepuasan tersebut. c. Dukungan Dari Orang Tua, Keluarga Dan Masyarakat Sekolah SMP Negeri I Insana sudah lama didirikan di kecamatan Insana Kabupaten TTU, namun minat masyarakat unutk menyekolahkan anaknya sangat tinggi.Hal ini mengandung makna bahwa sekolah SMP Negeri I Insana mendapat tempat yang sangat baik dan bagus sehingga di senangi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Dari hasil wawancara dengan siswa, peneliti dapat mengetahui bahwa pada saat mereka mempunyai keinginan untuk bersekolah di SMP Negeri I Insana karena ada kesan dari orang tua mereka bahwa harus bersekolah.Selanjutnya mereka juga mengatakan bahwa dukungan dari orang tua untuk bersekolah sangat tingi terhadap anaknya di SMP. Hasil wawancara tersebut dikatakan bahwa pemerintah sudah ada perhatian pada sekolah tersebut yang berprestasi di kejuaraan dan penghargaan, hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga setiap kali siswa mengikuti kejuaraan antar sekolah tidak mampu maka tidak ada perhatian dari pemerintah. C. ANALISA DATA Dengan kurang adanya dukungan dari guru-guru,guru penjas dan siswa itu sendiri serta orang tua, keluarga dan masyarakat maka menyebabkan prestasi siswa dalam mengikuti minat kegiatan ekstrkurikuler olahraga di SMP Negeri I Insana sangat menurun. Namun sebelum membahas lebih lanjut maka terlebih dahulu di jelaskan bahwa yang dimaksudkan denga prestasi dalam penelitian ini adalah peroleh piala tetap dan piala bergilir di dapatkan oleh siswa yang mengikuti lomba kejuaraan lomba antar SMP sepanjang tahun dan setiap tahun. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa setiap turnamen yang di adakan atau di selenggarakan dari pihak yang mengadakan lomba mendapat undangan maka siswa yang di pilih akan dikirim untuk mengikuti lomba tersebut, dari berbagai perlombaan yang diikuti siswa-siswi pernah mnjuarai beberapa turnamen olahraga yakni bola kaki, bola voli, paduan suara yang biasanya diadakan menjelang hari raya 17 agustus maupun turnamenturnamen yang sering diadakan. Kondisi ini menunjukan bahwa minat siswa-siswi terhadap kegiatan extrakurikuler sangat baik. Namun kadang undangan datang terlambat sehingga persiapan dari guru penjas terhadap siswa agak cepat mengakibatkan siswa dalam mengikuti turnamen tidak mendapatkan juara atau prestasi. Hasil wawancara yang di peroleh pada SMP Negeri I Insan Kabupaten TTU di ketahui bahwa prestasi siswa terutama tahun-tahun terakhir ini sangat memuskan guru-guru dan guru penjas. Biasanya setiap kali turnamen yang diikuti pasti memperoleh juara yang diperoleh lebih sangat baik, karena banyak fator yang sangat mendukung siswa ikut dalam suatu pertandingan.

Pengurus tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang di perlukan siswa baik dalam guru penjas untuk mempersiapkan siswa dalam mengikuti kejuaraan yang akomodasi maupun lainya yang dapat memotivasi untuk berlatih dan berprestasi. Sarana yang di miliki sangat terbatas dan kurang, jadi apabila ada persiapan siswa sebanyak 70 orang maka guru penjas mengalami kendala yang sangat berat. Sehingga sarana dan prasarana sangat menjadi kendala dalam peningkatan prestasi siswa. Begitu pula juga tidak ada tempat yang di lakukan diluar jam sekolah sehingga tempat juga yang menjadi kendala dalam meningkatkan prestasi. Jumlah guru penjas di SMP Negeri I Insana masih kurang karena baru satu (1) orang yang memiliki profesi di dalam bidang olahraga. Sehingga guru penjas pun tidak ada persiapan siswa untuk mengikuti suatu turnamen, biasanya tanpa tahapan-tahapan seperti seleksi siswa dan pemberi materi yang sesuai dengan pola pembinaan guru penjas. Selain faktor guru-guru dan guru penjas yang menyebabkan menurunya prestasi, maka siswa pun berpengaruh terhadap penurunan prestasi, dimana siswa tidak dibina dari usai dini, belum siap bertanding tapi mau mengikuti kejuaraan. Selain itu ada kelemahan daya serap pada siswa terhadap guru penjas, khususnya siswa yang minat olahraga. Adapun juga siswa yang enggan berprestasi karena tidak ada perhatian dari pemerintah dan masyarakat dimana siswa yang berprestasi tidak diperhatikan untuk masa depan mereka padahal mereka sudah mengharumkan nama sekolah.

Peneliti

sedang

mewawancarai

Kepala

sekolah

SMP

N

1

Insana

Sumber data : SMP N 1 Insana D i bawah ini adalah hasil wawancara dengan Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri I Insana Bapak Yakobus Fallo, A. Md, beliau mengatakan bahwa: Kegiatan ekstrakurikuler olahraga yakni dengan tujuan untuk mengembangkan bakat yang dimiliki siswa-siswi di sekolah ini sehingga bisa dapat berprestasi dalam mengikuti suatu turnamen yang di adakan antar sekolah. Selanjutnya beliau menambahkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang di lakukan disekolah termasuk dalam proses belajar mengajar yang mana siswa-siswi dilatih, dibimbing dan dibina agar minat dan bakat yang dimiliki siswa dapat di tingkatkan agar selain mereka dapat berprestasi namun bisa dapat di kembangkan di masyarakat. Kegiatan ekstrakurikuler yag lakukn di sekolah mempunyai nilai yang sangat tingi untuk siswa sendiri terlebih bakat yang dimiliki dapat tersalurkan melalui pembinaan, latihan yang dilakukan oleh guru olahrga, selain itu juga prestasi yang mereka dapatkan dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat mengharumkan nama sekolah kami. Berdasarkan hasil penelitian dengan kepala sekolahdi SMP Negeri I Insana Kabupaten TTU menunjukan bahwa kepala sekolah sangat mendukung dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Selain dapat meningkatkan prestasi siswa dari kegiatan tersebut juga merupakan

proses pembelajaran terhadap siswa dalam mengembangkan minat yang di miliki siswa terhadap olahraga. Kepala sekolah mengatakan bahwa siswa yang memiliki bakat dapat mengharumkan nama sekolah SMP Negeri I Insana dalam mengikuti sebuah turnamen yang dilakukan, sehinga mereka mendapatkan juara biarpun tidak sangat memuaskan. Berikut ini adalah hasil wawancara peneliti dengan guru penjas SMP Negeri I Insana Bapak Frans Maumabe, S. Pd mengatakan bahwa : Dari berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini menunjukan bahwa minat yang lebih banyak disukai oleh siswa yaitu bola kaki dan bola voli. Misalnya minat siswa yang pernah mengikuti turnamen-turnamen bola kaki mereka mendapat juara yang sangat memuaskan sehingga kami juga senang agar membina mereka untuk bertambah semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karena dapat bermanfaat bagi mereka di masa depan nanti. Sumber data : SMP N 1 Insana

Kegiatan ekstrakurikuler dapat menumbuh kembbangkan minat siswa. Hal ini kita lihat bahwa sarana dan prasarana yang disediakan meski tidak dapat mendukung namun kami gunakan dengan sebaik-baiknya sehingga kami bisa berprestasi. Oleh karena itu dengan sendirinya akan mampu menarik minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut karena kegiatan tersebut perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai, dan pembinaan pelaksanaan yang baik sehingga siswa bisa senang dalam mengikuti kegiatan ekstra, maka dengan sendirinya siswa pasti lebih senang. Hasil wawancara peneliti dengan guru penjas peneliti mengambil kesimpulan bahwa minat kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SM Negeri I Insana sangat tinggi meskipun sarana dan prasarananya kurang memadai namun mereka menggunakannya dengan sebaik-baiknya sehingga mereka dapat mengikuti turnamen-turnamen yang diadakan seperti pertandingan bola voli, bola kaki. Namun kegiatan yang mereka ikut itu mendapatkan juara bola kaki dan bola voli walaupun tidak sangat memuaskan karena mereka sering hanya mendapatkan juara 2(dua) namun mereka sudah cukup puas dengan hasil yang di perolehnya. Sumber data: SMP N 1 INSANA

Berikut ini adalah hasil wawancara peneliti dengan siswa-siswi. Hasil wawancara dengan siswa-siswi Kelas VIII dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler adalah : Minat suatu kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang saya sukai yaitu keinginan yang timbul dari dalam diri seseorang dan di kembangkannya sesuai dengan bakat yang dimiliki, dan minat yang saya sukai dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga adalah bermain

bola voli. Dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang mereka sukai yaitu bermain bola voli dan bola kaki, namun permainan yang lain mereka sukai juga hanya karena sarana dan prasaran olahraga yang kurang memadai sehingga membuat siswa-siswi malas dengan permainan yang lain. Oleh karena itu dalam penelitian ini saya sendiri merasa kesal denga sarana dan prasarana yang ada di sekolah, dan guru olagraga juga tidak bisa mengambil keputusan sendiri dalam hal ini meminta bantuan untuk mendapatkan bantuan olahraga.

BAB KESIMPULAN

DAN

V SARAN

A. KESIMPULAN 1. Hasil analisis guru penjas dalam stuktur organisasi SMP Negeri I Insana menunjukan bahwa pengurus tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang di perlukan siswa baik dalam berlatih, persiapan untuk mengikuti turnamen maupun lainya yang dapat memotivasi siswa untuk berlatih dan berprestasi. Selain itu sarana dan prasarana yang ada perlu diperhatikan dalam menunjang kegiatan extrakurikuler siswa 2. Minat dan bakat yang dimiliki siswa perlu kembangkan melalui kegiatan-kegiatan turnamen yang ada agar siswa dapat meningkatkan prestasinya dalam kegiatan extrakurikuler. B. SARAN 1. Perlu adanya kerjasama yang baik antara guru olahraga dan siswa dalam mengembangkan minat dan bakat siswa dalam kegiatan extrakurikuler 2. Kepada bapak guru penjas untuk lebih serius dalam menggali minat dan bakat siswa dalam kegiatan extrakurikuler agar minat dan bakat yang dimiliki siswa dapat ditingkatkan. DAFTAR PUSTAKA

Abror, Abdul Rachman. 1986. Minat dan Motivasi. Malang : CV. Darma Ilmu. Abu Ahmadi. 1991. PsikologiUmum. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Andi Mappier. 1982. Psilologi Remaja. Surabaya : Usaha Nasional Crow. 1973. Minat dan Motifasi. Malang: CV. Darma Ilmu. Depdikbud. 1994. Kurikulum Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Jakarta. Dewa Ketut Sukardi. 1994. Perkembangan Minat. Jakarta : Bumi Aksara. Dewa Ketut Sukardi. 1988, Bimbingan dan Konseling, Jakarta : PT Bina Aksara. Effendi. 1985. Pengantar Psikologi. Bandung : Pn Tarsip. Hurlock Elizabeth. 2002. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga H. C. Witherington terjemahan Buchori. 1985. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES. M. Dalyono. 1996, Psikologi Pendidikan, Jakarta : PT Rineka Cipta. M. Sajoto. 1998, Peningkatan dan pembinaan Kekuatan dan Kondisi Fisik dalam Olahraga, Semarang : Dahara Prize. Suharsimi Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian Survei Pendekatan Praktek.Jakarta : Rinieka Cipta. Sumadi Suryabrata. 1982. Psikologi Kepribadian. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->