PANDUAN GURU MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Pendidikan Karakter Terintegrasi dalam Pembelajaran
Di Sekolah Menengah Pertama

2010

Kementerian Pendidikan Nasional
i

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ii

JUDUL ........................................................................................... ................ KATA PENGANTAR ................................................................................. ... DAFTAR ISI ................................................................................................. .. BAGIAN I. PANDUAN UMUM ................................................................ A. Latar Belakang ............... ……………………………............ B. Pengertian Pendidikan Karakter Terintegrasi di dalam Pembelajaran ............................................................. ....... C. Strategi Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran ............................................................. ........ 1. Perencanaan Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran ............................................................. ... 2. Pelaksanaan Pembelajaran ........................................... D. Nilai-nilai Karakter untuk SMP.......................................... E. Pemetaan Nilai-nilai Karakter untuk Integrasi dalam Mata Pelajaran .................................................................... F. Pembelajaran yang Mengembangkan Karakter ................ 1. Konstruktivisme (Constructivism) ................................. 2. Bertanya (Questioning) ................................................... 3. Inkuiri (Inquiry) ............................................................. 4. Masyarakat Belajar (Learning Community) .................... 5. Pemodelan (Modeling) ................................................... 6. Refleksi (Reflection) ........................................................ 7. Penilaian Otentik (Authentic

i ii iii

1 1 2 2 2 6 7 10 11 12 12 13 13 14 15 15 16 16 16

iii

.... Adaptasi lengkap sebelum pembelajaran dilaksanakan ....................... Penggunaan BSE untuk Pendidikan Karakter .......................... PANDUAN KHUSUS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM A.... Penggunaan BSE Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Pendidikan Karakter ....................... G..........................................Assessment) . C................................ 2........ Adaptasi sebagian/parsial sebelum pembelajaran 18 18 24 24 24 25 25 26 26 28 28 32 32 51 64 iv . a.......... 1.... ................................................................................ Kegiatan Pembelajaran yang Mengembangkan Karakter pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam . BAGIAN II............... Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) .... B.... Gambaran Umum BSE Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam ........................... 4............ Efektif................ Strategi Penggunaan BSE Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Pendidikan Karakter ....... Strategi Umum Penggunaan BSE untuk Pendidikan Karakter ............................. Pembelajaran Afektif ..... dan Menyenangkan) ........ 5.... ..... ......... b.................................... 6........ Nilai-nilai Karakter untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam ....... Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) ................................. Potensi Penggunaan BSE dalam Pendidikan Karakter 2..................................... Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning) ................... 2......................... 1....................................................... Pemodelan .......... Kreatif.... 3.... Pembelajaran Model PAKEM (Pembelajaran Aktif..... 1..............

........ Adaptasi sebagian/parsial sebelum pembelajaran dilaksanakan .................... c................................. 65 67 v ........................................................................ DAFTAR BACAAN ..................... LAMPIRANLAMPIRAN .................................................................................................dilaksanakan ................................

kegiatan pembelajaran pada kedua mata pelajaran tersebut pada umumnya belum secara memadai mendorong terinternalisasinya nilai-nilai oleh masing-masing peserta didik sehingga ia berperilaku dengan karakter yang baik. Merespons sejumlah kelemahan dalam pelaksanaan pendidikan akhlak dan budi pekerti. salah satu program utama Kementerian Pendidikan Nasional dalam rangka meningkatkan mutu proses dan output pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah pengembangan pendidikan karakter. menggantungkan pembentukan watak peserta didik melalui kedua mata pelajaran itu saja tidak cukup. sehat. Sebenarnya pendidikan karakter bukan hal yang baru dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. kedua mata pelajaran tersebut cenderung baru membekali pengetahuan mengenai nilai-nilai melalui materi/substansi mata pelajaran. Kedua. Pertama. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Inovasi tersebut adalah: 1. mandiri. berakhlak mulia. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. bahkan semua mata pelajaran. telah diupayakan inovasi pendidikan karakter. Selain itu. setidak-tidaknya sudah ada dua mata pelajaran yang diberikan untuk membina akhlak dan budi pekerti peserta didik. Pengembangan karakter peserta didik perlu melibatkan lebih banyak lagi mata pelajaran. kegiatan pembinaan kesiswaan dan pengelolaan sekolah dari hari ke hari perlu juga dirancang dan dilaksanakan untuk mendukung pendidikan karakter. kreatif. yaitu Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). pembinaan watak melalui kedua mata pelajaran tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan karena beberapa hal. Namun demikian.” Sehubungan dengan hal tersebut. Pendidikan karakter dilakukan secara terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran. Integrasi yang dimaksud meliputi pemuatan nilainilai ke dalam substansi pada semua mata pelajaran dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang memfasilitasi 1 . berilmu. Ketiga.BAGIAN I PANDUAN UMUM A. cakap. Latar Belakang Pasal 3 Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada saat ini. terutama melalui dua mata pelajaran Pendidikan Agama dan PKn.

perlu disusun panduan pelaksanaan pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam pembelajaran di SMP. hingga evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. penyusunan RPP. pengembangan silabus. Perencanaan Pembelajaran Pada tahap perencanaan dilakukan analisis SK/KD. dan penyiapan bahan ajar. juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal. Integrasi Pendidikan Karakter dalam 2 . C. Pengertian Pendidikan Karakter Terintegrasi di dalam Pembelajaran Yang dimaksud dengan pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai. 1.2. Pelaksanaan pendidikan karakter secara terpadu di dalam semua mata pelajaran (sebagaimana dimaksud oleh butir 1 di atas) merupakan hal yang baru bagi sebagain besar SMP di Indonesia. dan menginternalisasi nilai-nilai serta menjadikannya perilaku. Dengan demikian. fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai. menyadari/peduli. dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. kegiatan pembelajaran. B. Pendidikan karakter juga diintegrasikan ke dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan kesiswaan. selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan. Selain itu. dipraktikkannya nilai-nilai dalam setiap aktivitas pembelajaran di dalam dan di luar kelas untuk semua mata pelajaran. Oleh karena itu. pendidikan karakter dilaksanakan melalui kegiatan pengelolaan semua urusan di sekolah yang melibatkan semua warga sekolah. pelaksanaan. 3. terutama ketika guru menggunakan Buku Sekolah Elektronik (BSE). dalam rangka membina pelaksanaan pendidikan karakter secara terpadu di dalam seluruh mata pelajaran. Strategi Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan.

direvisi dan/atau ditambah agar sebagian atau seluruh kegiatan pembelajaran pada setiap tahapan memfasilitasi peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang ditargetkan dan mengembangkan karakter. dan/atau teknik penilaian. Nilai-nilai yang diisikan tidak hanya terbatas pada nilai-nilai yang telah ditentukan melalui analisis SK/KD. Teknik-teknik penilaian dipilih sehingga secara 3 . Kegiatan-kegiatan pembelajaran dalam setiap langkah/tahap pembelajaran (pendahuluan. tetapi juga karakter. Kedua. yaitu: (1) rumusan tujuan pembelajaran yang telah ada direvisi hingga satu atau lebih tujuan pembelajaran tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif dan psikomotorik. Pertama. Sebagaimana langkah-langkah pengembangan silabus. juga mengembangkan karakter. langkah-langkah pembelajaran direvisi. Perlu dicatat bahwa identifikasi nilai-nilai karakter ini tidak dimaksudkan untuk membatasi nilai-nilai yang dapat dikembangkan pada pembelajaran SK/KD yang bersangkutan. pendekatan/metode pembelajaran diubah (bila diperlukan) agar pendekatan/metode yang dipilih selain memfasilitasi peserta didik mencapai pengetahuan dan keterampilan yang ditargetkan. Prinsip-prinsip pendekatan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran aktif yang selama ini digalakkan aplikasinya oleh Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (PSMP) sangat efektif mengembangkan karakter peserta didik. kegiatan pembelajaran. dan penutup). Setelah itu. inti. Revisi/adaptasi tujuan pembelajaran dapat dilakukan dengan dua cara. penyusunan RPP dalam rangka pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran dilakukan dengan cara merevisi RPP yang telah ada. bagian penilaian direvisi. indikator pencapaian. Pada kolom tersebut diisi nilai(-nilai) karakter yang hendak diintegrasikan dalam pembelajaran. Keempat. diadaptasi atau dirumuskan ulang menyesuaikan karakter yang hendak dikembangkan. rumusan tujuan pembelajaran direvisi/diadaptasi. Ketiga.Analisis SK/KD dilakukan untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang secara substansi dapat diintegrasikan pada SK/KD yang bersangkutan. Pengembangan silabus dapat dilakukan dengan merevisi silabus yang telah dikembangkan dengan menambah komponen (kolom) karakter tepat di sebelah kanan komponen (kolom) Kompetensi Dasar. dan (2) ditambah tujuan pembelajaran yang khusus dirumuskan untuk karakter. tetapi dapat ditambah dengan nilai-nilai lainnya yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran (bukan lewat substansi pembelajaran). Revisi dilakukan dengan cara mengubah dan/atau menambah teknik-teknik penilaian yang telah dirumuskan.

Banyak guru yang mengajar dengan semata-mata mengikuti urutan penyajian dan kegiatan-kegiatan pembelajaran (task) yang telah dirancang oleh penulis buku ajar. Melalui program Buku Sekolah Elektronik atau buku murah. MK: Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku/karakter yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). b.yaitu kelayakan isi. sejalan dengan apa yang telah dirancang pada silabus dan RPP yang berwawasan pendidikan karakter. misalnya: a. pendidikan karakter secara memadai belum berjalan. penilaian antar teman. Guru wajib menggunakan buku-buku tersebut dalam proses pembelajaran. Nilai dinyatakan secara kualitatif. bahan ajar disiapkan. c. Adaptasi yang paling mungkin dilaksanakan oleh guru adalah dengan cara menambah kegiatan pembelajaran yang sekaligus dapat mengembangkan karakter. tanpa melakukan adaptasi yang berarti. adaptasi dapat dilakukan dengan merevisi substansi pembelajarannya.keseluruhan teknik-teknik tersebut mengukur pencapaian peserta didik dalam kompetensi dan karakter. dewasa ini pemerintah telah membeli hak cipta sejumlah buku ajar dari hampir semua mata pelajaran yang telah memenuhi kelayakan pemakaian berdasarkan penilaian BSNP dari para penulis/penerbit. Apabila guru sekedar mengikuti atau melaksanakan pembelajaran dengan berpatokan pada kegiatan-kegiatan pembelajaran pada buku-buku tersebut. Di antara teknik-teknik penilaian yang dapat dipakai untuk mengetahui perkembangan karakter adalah observasi. Walaupun buku-buku tersebut telah memenuhi sejumlah kriteria kelayakan . Cara lainnya adalah dengan mengadaptasi atau mengubah kegiatan belajar pada buku ajar yang dipakai. d. penyajian. 4 . bahan ajar perlu diadaptasi. bahasa. dan penilaian diri sendiri. Bahan/buku ajar merupakan komponen pembelajaran yang paling berpengaruh terhadap apa yang sesungguhnya terjadi pada proses pembelajaran. BT: Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku/karakter yang dinyatakan dalam indikator). MT: Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku/karakter yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). Kelima. Oleh karena itu. dan grafika – bahan-bahan ajar tersebut masih belum secara memadai mengintegrasikan pendidikan karakter di dalamnya. MB: Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku/karakter yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). Selain itu.

Contoh-contoh aktivitas belajar yang memiliki sifat-sifat demikian antara lain diskusi. 5 . gambar. Input yang dapat memperkenalkan nilai-nilai adalah yang tidak hanya menyajikan materi/pengetahuan. Oleh karenanya. Tujuan Dalam hal tujuan. charta. perubahan/adaptasi kegiatan belajar yang dimaksud menyangkut perubahan pada komponen-komponen tersebut. model. Aktivitas d. Input c. Secara umum. Aktivitas belajar yang dapat membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai adalah aktivitas-aktivitas belajar aktif yang antara lain mendorong terjadinya autonomous learning dan bersifat learner-centered. tetapi yang juga menguraikan nilai-nilai yang terkait dengan materi/pengetahuan tersebut. baik secara eksplisit atau implisit terbentuk atas enam komponen. kegiatan belajar yang potensial dapat mengembangkan karakter peserta didik memenuhi prinsip-prinsip atau kriteria berikut. Pembelajaran yang memfasilitasi autonomous learning dan berpusat pada siswa secara otomatis akan membantu siswa memperoleh banyak nilai. Aktivitas Aktivitas belajar adalah apa yang dilakukan oleh peserta didik (bersama dan/atau tanpa guru) dengan input belajar untuk mencapai tujuan belajar. kerja keras. Input tersebut dapat berupa teks lisan maupun tertulis. saling menghargai. Pengaturan (Setting) e. dan sebagainya. Input Input dapat didefinisikan sebagai bahan/rujukan sebagai titik tolak dilaksanakannya aktivitas belajar oleh peserta didik. c. guru perlu menambah orientasi tujuan setiap atau sejumlah kegiatan belajar dengan pencapaian sikap atau nilai tertentu. a. tetapi juga sikap. rasa percaya diri. kegiatan belajar yang menanamkan nilai adalah apabila tujuan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengetahuan. benda sesungguhnya. Peran peserta didik Dengan demikian. Tujuan b. diagram. misalnya kejujuran. film. b. grafik. Peran guru f. dan sebagainya. Komponen-komponen yang dimaksud adalah: a.Sebuah kegiatan belajar (task).

peran peserta didik biasanya tidak dinyatakan secara eksplisit juga. tut wuri handayani (di belakang guru memberi daya semangat dan dorongan bagi peserta didik). Masingmasing setting berimplikasi terhadap nilai-nilai yang terdidik. Mengutip ajaran Ki Hajar Dewantara. Agar peserta didik terfasilitasi dalam mengenal. debat. dan mengerjakan proyek. Peran peserta didik Seperti halnya dengan peran guru dalam kegiatan belajar pada buku ajar. Sementara itu kerja kelompok dapat menjadikan siswa memperoleh kemampuan bekerjasama. ing madya mangun karsa (di tengah-tengah peserta didik guru membangun prakarsa dan bekerja sama dengan mereka). motivator. Karena cenderung dinyatakan secara implisit. pengamatan/observasi. Peran guru yang memfasilitasi diinternalisasinya nilai-nilai oleh siswa antara lain guru sebagai fasilitator. Setting waktu penyelesaian tugas yang pendek (sedikit). f. saling menghargai. apakah secara individu. atau dalam kelompok. dan pemberi umpan balik. guru yang dengan efektif dan efisien mengembangkan karakter siswa adalah mereka yang ing ngarsa sung tuladha (di depan guru berperan sebagai teladan/memberi contoh). dan lain-lain. pelaku eksperimen. Karena cenderung dinyatakan secara implisit. peserta didik harus diberi peran aktif dalam pembelajaran. berpasangan. 6 . menjadi peduli. Pengaturan (Setting) Pengaturan (setting) pembelajaran berkaitan dengan kapan dan di mana kegiatan dilaksanakan. Peran guru Peran guru dalam kegiatan belajar pada buku ajar biasanya tidak dinyatakan secara eksplisit. misalnya akan menjadikan peserta didik terbiasa kerja dengan cepat sehingga menghargai waktu dengan baik. partisipan. Pernyataan eksplisit peran guru pada umumnya ditulis pada buku petunjuk guru. d. presentasi oleh siswa. Peran-peran tersebut antara lain sebagai partisipan diskusi. guru perlu melakukan inferensi terhadap peran guru pada kebanyakan kegiatan pembelajaran apabila buku guru tidak tersedia.eksperimen. berapa lama. guru perlu melakukan inferensi terhadap peran peserta didik pada kebanyakan kegiatan pembelajaran. Pernyataan eksplisit peran peserta didik pada umumnya ditulis pada buku petunjuk guru. e. dan menginternalisasi karakter.

Nilai-nilai Karakter untuk SMP Ada banyak nilai (sekitar 80 butir) yang dapat dikembangkan pada peserta didik. Sebagaimana disebutkan di depan. Selain itu. inti. INTERVENSI Contextual Teaching and Learning Pendahul uan Inti: Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi Penutup HABITUASI Diagram 1. berikut menggambarkan penanaman karakter melalui pelaksanaan pembelajaran. perkataan. Kereligiusan Pikiran. prinsip-prinsip Contextual Teaching and Learning disarankan diaplikasikan pada semua tahapan pembelajaran karena prinsip-prinsip pembelajaran tersebut sekaligus dapat memfasilitasi terinternalisasinya nilai-nilai. yaitu: 1. perlu dipilih nilai-nilai tertentu sebagai nilai utama yang penanamannya diprioritaskan.1. dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya. pelaksana proyek. dan penutup. 2. Menanamkan semua butir nilai tersebut merupakan tugas yang sangat berat. perilaku guru sepanjang proses pembelajaran harus merupakan model pelaksanaan nilai-nilai bagi peserta didik. Penanaman Karakter melalui Pelaksanaan Pembelajaran D. Untuk tingkat SMP. dsb. Oleh karena itu. dipilih dan dilaksanakan agar peserta didik mempraktikkan nilai-nilai karakter yang ditargetkan. Pelaksanaan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dari tahapan kegiatan pendahuluan.1. Diagram 1. 7 . nilai-nilai utama tersebut disarikan dari butir-butir SKL.penyaji hasil-hasil diskusi dan eksperimen.

Berpikir logis. gagasan menjadi tindakan 11. 8 . Kedemokratisan Cara berfikir. dan cepat. Kepedulian Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia. 10. Berorientasi pada tindakan Kemampuan untuk mewujudkan nyata. 8. Kecerdasan Kemampuan seseorang dalam melakukan suatu tugas secara cermat. 6. baik terhadap diri dan pihak lain. 3. dan pekerjaan. tepat. dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. kreatif. 4. Kemandirian Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. tindakan. dan tatanan) di sekitar dirinya. alam. Kejujuran Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Keberanian mengambil risiko Kesiapan menerima risiko/akibat yang mungkin timbul dari tindakan nyata. bersikap.2. Ketangguhan Sikap dan perilaku pantang menyerah atau tidak pernah putus asa ketika menghadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan atau tugas sehingga mampu mengatasi kesulitan tersebut dalam mencapai tujuan. Berjiwa kepemimpinan Kemampuan mengarahkan dan mengajak individu atau kelompok untuk mencapai tujuan dengan berpegang pada asas-asas kepemimpinan berbasis budaya bangsa. 7. 5. 9. kritis.

kepedulian. masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan-aturan sosial Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum. 18. sosial. Cinta ilmu Cara berpikir. Kedisiplinan Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.12. 15. Kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain. 17. Gaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. 14. Tanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan. Keingintahuan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya. dilihat. dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya. 13. bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Menghargai karya dan prestasi orang lain 9 . 16. dan budaya). 21. terhadap diri sendiri. lingkungan (alam. 20. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya. dan didengar. 19. negara dan Tuhan YME.

tidak setiap mata pelajaran diberi integrasi semua butir nilai tetapi beberapa nilai utama saja walaupun tidak berarti bahwa nilai-nilai yang lain tersebut tidak diperkenankan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran tersebut. lingkungan fisik. budaya.1 10 . penanaman nilai menjadi sangat berat. Kereligiusan Kejujuran Kecerdasan Ketangguhan Kedemokratisan Kepedulian Keenam butir nilai tersebut ditanamkan melalui semua mata pelajaran dengan intensitas penanaman lebih dibandingkan penanaman nilai-nilai lainnya. Di antara butir-butir nilai tersebut di atas. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. dan agama. 22. Kesantunan Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupun tata perilakunya ke semua orang. Pemetaan Nilai-nilai Karakter untuk Integrasi dalam Mata Pelajaran Apabila semua nilai tersebut di atas harus ditanamkan dengan intensitas yang sama pada setiap mata pelajaran. sifat. budaya. Dengan demikian setiap mata pelajaran memfokuskan pada penanaman nilai-nilai utama tertentu yang paling dekat dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. suku. 5. adat. 4. dan politik bangsanya. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. 3. 2. yaitu: 1.Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. 23. ekonomi. 6. dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. Tabel 1. kepedulian. enam butir dipilih sebagai nilai-nilai pokok sebagai pangkal tolak pengembangan. Menghargai keberagaman Sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik. Nasionalisme Cara berfikir. Dengan kata lain. sosial. bersikap. E. Oleh karena itu. 24. perlu dipilih sejumlah nilai utama sebagai pangkal tolak bagi penanaman nilai-nilai lainnya pada setiap mata pelajaran.

ketangguhan. dan cinta ilmu. Kereligiusan. kemandirian. kepedulian. kecerdasan. kritis. PKn 3. kepedulian. menghargai keberagaman. Kereligiusan. keberanian mengambil risiko. kreatif dan inovatif. serta kesadaran akan hak dan kewajiban diri dan orang lain. Kereligiusan. keingintahuan. gaya hidup sehat. menghargai keberagaman. kejujuran. kedemokratisan. IPA 7. kemandirian. kejujuran. percaya diri. kedemokratisan. kedemokratisan. nasionalisme. kecerdasan. kesantunan. kepedulian. kedemokratisan. menghargai keberagaman. kejujuran. kecerdasan. kedisiplinan. menghargai keberagaman. berpikir logis. kejujuran. ketangguhan. kemandirian. Kereligiusan. kepatuhan terhadap aturan sosial. kesantunan. kepedulian. bekerjasama. dan inovatif. keingintahuan. tanggung jawab. ketangguhan. dan berorientasi pada tindakan. gaya hidup sehat. kedemokratisan. kedisiplinan. kepedulian. Matematika 5. tanggung jawab. tanggung jawab. menghargai keberagaman. percaya diri. kejujuran. Bahasa Inggris 8. kecerdasan. percaya diri. kecerdasan. dan percaya diri. kecerdasan. Seni Budaya 11 . dan inovatif. Pendidikan Agama Nilai Utama Kereligiusan. keingintahuan. ketangguhan. Mata Pelajaran 1. keingintahuan. berpikir logis. kritis. kritis. kejujuran. percaya diri. dan 2. menghargai keberagaman. kedemokratisan. ketangguhan. kerja keras. kreatif. berjiwa kepemimpinan. Kereligiusan. Kereligiusan. kepatuhan terhadap aturan sosial. kritis. berfikir logis. kecerdasan. nasionalisme. dan kepatuhan terhadap aturan sosial. ketangguhan. kerja keras. kepedulian. ketangguhan. kesantunan. nasionalisme. cinta ilmu. dan kerja keras. kepedulian. ketangguhan. Kereligiusan. kesadaran akan hak dan kewajiban. kepedulian. dan nasionalisme. kedemokratisan. kejujuran. kreatif. kedemokratisan. Bahasa Indonesia 4. kepedulian. kejujuran. kecerdasan. kejujuran. IPS 6.menyajikan contoh distribusi nilai-nilai pokok dan utama ke dalam semua mata pelajaran. berpikir logis.

Penjasorkes 10. kecerdasan. kejujuran. pelaksanaan. kepedulian. dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka. keingintahuan. dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. 12 . dan bahan ajar). kemandirian. kedemokratisan. dan evaluasi yang mengembangkan karakter adalah prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang selama ini telah diperkenalkan kepada guru. Prinsip-prinsip tersebut secara singkat dijelaskan berikut ini. dan inovatif. kritis. serta menghargai karya dan prestasi orang lain. Konstruktivisme (Constructivism) Konstrukstivisme adalah teori belajar yang menyatakan bahwa orang menyusun atau membangun pemahaman mereka terhadap sesuatu berdasarkan pengalaman-pengalaman baru dan pengetahuan awal dan kepercayaan mereka. Contoh Distribusi Nilai-Nilai Utama ke dalam Mata Pelajaran F. 1. gaya hidup sehat.Muatan Lokal menghargai karya orang lain. dan kedisiplinan. menghargai karya orang lain. integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan. tanggung jawab. kejujuran. Pembelajaran yang Mengembangkan Karakter Sebagaimana disebutkan di depan. termasuk guru-guru SMP seluruh Indonesia sejak 2002. ketangguhan. dan menghargai karya orang lain. Tabel 1. kecerdasan. RPP. kepedulian. kedemokratisan. ketangguhan. percaya diri. Kereligiusan. Kereligiusan.1.9. menghargai keberagaman. kedemokratisan. kejujuran. kreatif. melaksanakan proses pembelajaran. berpikir logis. Di antara prinsip-prinsip yang dapat diadopsi dalam membuat perencanaan pembelajaran (merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian dalam silabus. kedisiplinan. kemandirian.TIK/ Keterampila n 11. Pembelajaran kontekstual menerapkan sejumlah prinsip belajar. Kereligiusan. kerja keras. kecerdasan. dan nasionalisme. kepedulian. Pada dasarnya pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa. ketangguhan.

antara lain berfikir kritis dan logis. membangkitkan respon siswa. Penerapan teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran dapat mengembangkan berbagai karakter. Pembelajaran dirancang dalam bentuk siswa bekerja. kegiatan bertanya berguna untuk: a. bertanggung jawab. menulis karangan. Pertanyaan digunakan guru untuk mendorong. mendemonstrasikan. Pembelajaran yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun siswa mencapai tujuan belajar dapat mengembangkan 13 . Tugas guru dalam pembelajaran konstruktivisme memfasilitasi proses pembelajaran dengan: adalah a. menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. cinta ilmu. Pembelajaran dikemas menjadi proses ‘mengkonstruksi’ bukan ‘menerima’ pengetahuan. Dalam pembelajaran yang produktif. guru mengajukan pertanyaan kepada siswa untuk mendorong aktivitas berpikirnya. menyegarkan kembali pengetahuan siswa. dan belajar untuk saling bertanya tentang bukti. Dalam proses pembelajaran. c.Pemahaman konsep yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman belajar otentik dan bermakna. siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. berlatih secara fisik. mengecek pemahaman siswa. mandiri. baik teknis maupun akademis. c. rasa ingin tahu. Bertanya (Questioning) Penggunaan pertanyaan untuk menuntun berpikir siswa lebih baik daripada sekedar memberi siswa informasi untuk memperdalam pemahaman siswa. memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. f. memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. dan percaya diri. b. e. interpretasi. Siswa belajar mengajukan pertanyaan tentang fenomena. dan penjelasan. menghargai orang lain. g. 2. praktik mengerjakan sesuatu. b. menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. d. mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa. menciptakan gagasan. membimbing. dan sebagainya. menggali informasi. dan menilai kemampuan berpikir siswa. belajar bagaimana menyusun pertanyaan yang dapat diuji. mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa.

atau yang lain. tabel. d. Masyarakat Belajar (Learning Community) Masyarakat belajar adalah sekelompok siswa yang terikat dalam kegiatan belajar agar terjadi proses belajar lebih dalam. dan percaya diri.berbagai karakter. pembentukan kelompok kecil. Praktik masyarakat belajar terwujud dalam: a. merumuskan masalah (dalam mata pelajaran apa pun) mengamati atau melakukan observasi menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. logis. Kegiatan saling belajar ini bisa terjadi jika tidak ada pihak yang dominan dalam komunikasi. tidak ada pihak yang menganggap paling tahu. membuat pengamatan. dan bekerjasama untuk membangun pengetahuan dengan teman di dalam kelompoknya. antara lain berfikir kritis dan logis. 14 . mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut didapat melalui siklus menyusun hipotesis. gambar. antara lain berfikir kritis. dan tanggung jawab. Masyarakat belajar bisa terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah. menghargai pendapat orang lain. tidak ada pihak yang merasa segan untuk bertanya. guru. b. jujur. Seseorang yang terlibat dalam kegiatan masyarakat belajar memberi informasi yang diperlukan oleh teman bicaranya dan sekaligus juga meminta informasi yang diperlukan dari teman belajarnya. laporan.Inkuiri (Inquiry) Inkuiri adalah proses pembelajaran yang diawali dengan pengamatan dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul. teman sekelas. Pembelajaran yang menerapkan prinsip inkuiri dapat mengembangkan berbagai karakter. kreatif. pembentukan kelompok besar. Semua pihak saling mendengarkan. dan menyusun teori serta konsep yang berdasar pada data dan pengetahuan. mendengarkan ide siswa lain dengan cermat. 4. menghargai pendapat orang lain. santun. rasa ingin tahu. bagan. b. Konsep ini didasarkan pada ide bahwa belajar secara bersama lebih baik daripada belajar secara individual. dan inovatif. santun. dan karya lain. 3. c. Semua siswa harus mempunyai kesempatan untuk berbicara dan berbagi ide. mengembangkan cara pengujian hipotesis. rasa ingin tahu. Langkah-langkah kegiatan inkuiri: a.

d. bekerja kelompok dengan kelas di atasnya. bekerja dengan kelas sederajat. Guru olah raga memberi contoh berenang gaya kupu-kupu di hadapan siswa. bekerja. Pemodelan tidak jarang memerlukan siswa untuk berpikir dengan mengeluarkan suara keras dan mendemonstrasikan apa yang akan dikerjakan siswa. membaca al-Quran yang benar.c. dan lain sebagainya. mendatangkan ‘ahli’ ke kelas (tokoh. Refleksi (Reflection) Refleksi dilakukan agar siswa memikirkan kembali apa yang telah mereka pelajari dan lakukan selama proses pembelajaran untuk membantu mereka menemukan makna personal masing-masing. Guru bukan satusatunya model. olahragawan. patuh pada aturan sosial. Guru Biologi mendemonstrasikan penggunaan termometer suhu badan. polisi. dan belajar. Pemodelan dalam pembelajaran antara lain dapat menumbuhkan rasa ingin tahu. antara lain kerjasama. santun. sering guru memodelkan bagaimana agar siswa belajar. e. Guru Pendidikan Agama Islam memberi contoh bagaimana shalat yang benar. dan lainnya). petani. Penerapan prinsip masyarakat belajar di dalam proses pembelajaran dapat mengembangkan berbagai karakter. Pemodelan (Modeling) Istilah lain pemodelan adalah keteladanan. Pada saat pembelajaran. yang dalam bahasa agama (Islam) adalah uswah hasanah (teladan yang baik). Guru PKn mendatangkan seorang veteran kemerdekaan ke kelas. dan rasa percaya diri. dokter. bekerja dengan masyarakat. Contoh praktik pemodelan di kelas: a. 5. Guru menunjukkan bagaimana melakukan sesuatu untuk mempelajari sesuatu yang baru. 6. f. b. demokratis. e. bertutur kata dan berperilaku yang benar. menghargai orang lain. Pemodelan adalah proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir. c. Guru Geografi menunjukkan peta jadi yang dapat digunakan sebagai contoh siswa dalam merancang peta daerahnya. Refleksi biasanya dilakukan pada akhir pembelajaran antara lain 15 . menghargai pendapat orang lain. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. dan tanggung jawab. d. lalu siswa diminta bertanya jawab dengan tokoh tersebut.

Berbagai metode tersebut memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya untuk menyelesaikan tugastugas. G. dan catatan pada buku harian. dan menghargai pendapat orang lain. Dari sisi grafika. dan cinta ilmu. dan grafika. Strategi penilaian yang cocok dengan kriteria yang dimaksudkan adalah suatu kombinasi dari beberapa teknik penilaian. sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa SMP. penyampaian kesan dan pesan. Banyak di antara kegiatan-kegiatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pelaku pembelajaran yang aktif. Refleksi dalam pembelajaran antara lain dapat menumbuhkan kemampuan berfikir logis dan kritis. memecahkan masalah. Dalam hal isi. 7. Bahasa untuk menyajikan materi merupakan bahasa Indonesia yang baku. Penilaian Otentik (Authentic Assessment) Penilaian autentik sesungguhnya adalah suatu istilah yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif. Potensi Penggunaan BSE dalam Pendidikan Karakter Buku-buku pelajaran SMP yang telah masuk dalam daftar BSE (Buku Sekolah Elektronik) memenuhi kelayakan isi. bahasa. penyajian. BSE memenuhi berbagai ketentuan kegrafikaan. tanggung jawab. Penilaian autentik dalam pembelajaran dapat mengembangkan berbagai karakter antara lain kejujuran. Selanjutnya isi/materi disajikan dan/atau dibelajarkan melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. tanya-jawab. menghargai karya dan prestasi orang lain. Penilaian autentik seharusnya dapat menjelaskan bagaimana siswa menyelesaikan masalah dan dimungkinkan memiliki lebih dari satu solusi yang benar. BSE pada 16 . atau mengekspresikan pengetahuannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah. Penggunaan BSE untuk Pendidikan Karakter 1. dan gagasan/pesan disajikan secara koheren. saling memberi komentar karya. Berbagai simulasi tersebut semestinya dapat mengekspresikan prestasi (performance) yang ditemui di dalam praktik dunia nyata seperti tempat kerja. Selain itu. setiap BSE memuat semua SK/KD sebagaimana ditetapkan melalui Permen Diknas 22/2006 dengan cakupan dan kedalaman pembahasan yang memadai.melalui diskusi. mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. menulis jurnal. kedisiplinan.

dan teknik evaluasi dari bahan ajar. Adaptasi jenis a.umumnya tidak bias gender. Revisi (misalnya penambahan isi. BSE memiliki potensi yang sangat besar untuk digunakan mengembangkan karakter peserta didik secara terpadu dalam pembelajaran. reformulasi dan/atau penambahan kegiatan pembelajaran. penambahan dan/atau perubahan teknik evaluasi) dilakukan secara tertulis pada bahan ajar yang direvisi. Dengan melakukan adaptasi seperlunya. dan d berturut-turut dari yang paling dianjurkan ke yang kurang dianjurkan. dan evaluasi dari bahan ajar. b. penambahan dan/atau perubahan teknik evaluasi) dilakukan secara tertulis pada bahan ajar yang direvisi. kegiatan pembelajaran. Setelah revisi selesai bahan ajar tersebut dicetak dan diberikan kepada siswa. mengembangkan keberagaman/kebhinnekaan. Strategi Karakter Di depan disebutkan bahwa BSE memiliki potensi yang sangat besar untuk digunakan dalam pengembangan karakter peserta didik secara terpadu dalam pembelajaran. serta jiwa kewirausahaan. atau reformulasi dan/atau penambahan kegiatan pembelajaran. Adaptasi sebagian/parsial sebelum pembelajaran Umum Penggunaan BSE untuk Pendidikan dilaksanakan Adaptasi jenis ini melibatkan revisi dalam satu atau dua dari tiga aspek berikut: isi. Setelah revisi selesai bahan ajar tersebut dicetak dan diberikan kepada siswa. 2. kegiatan pembelajaran. buku-buku pelajaran yang telah masuk daftar BSE akan dengan efektif memfasilitasi peserta didik memperoleh pengetahuan. Adaptasi lengkap sebelum pembelajaran dilaksanakan Adaptasi jenis ini melibatkan revisi dalam tiga aspek sekaligus. a. 17 . buku-buku tersebut dapat digunakan untuk melaksanakan pendidikan karakter secara terintegrasi dalam pembelajaran. Berikut empat jenis adaptasi yang dapat dilakukan. Revisi (misalnya penambahan isi. b. Hanya dengan melakukan sejumlah revisi. dan membangun karakter. Memerhatikan ciri-ciri tersebut di atas. mengembangkan keterampilan/ kecakapan. yaitu isi. c.

Adaptasi sebagian/parsial sebelum pembelajaran dilaksanakan Adaptasi jenis ini melibatkan revisi dalam satu atau dua dari tiga aspek berikut: isi. kegiatan pembelajaran. penambahan atau perubahan teknik penilaian) secara tertulis tetapi pada lembar terpisah. perubahan atau penambahan kegiatan pembelajaran. dan evaluasi dari bahan ajar. 18 . Guru membuat sejumlah adaptasi (misalnya penambahan isi. Catatan-catatan pada lembar-lembar terpisah tersebut digunakan oleh guru selama proses pembelajaran.c. tidak menyatu dengan bahan ajar.

Nilai-nilai Karakter untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sebelum menguraikan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt. Diberikannya mata pelajaran PAI. PAI merupakan mata pelajaran pokok yang menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan moral (karakter) peserta didik. semua mata pelajaran yang memiliki tujuan tersebut harus seiring dan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh mata pelajaran PAI. mata pelajaran PAI dapat dijadikan bekal untuk mempelajari berbagai bidang ilmu atau mata pelajaran lain. Pada saat bersamaan. Oleh karena itu. berbudi pekerti yang luhur (berkarakter/berakhlak mulia). 19 . Adapun karakteristik mata pelajaran PAI di SMP adalah sebagai berikut: 1. sehingga PAI merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam. akan diungkap secara singkat karakteristik umum mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai gambaran sejauhmana nilai-nilai utama (karakter) yang terkandung dalam mata pelajaran ini.BAGIAN II PANDUAN KHUSUS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM A.. tetapi yang lebih penting adalah pada aspek afektif (sikap) dan psikomotornya (perilaku). Ditinjau dari segi muatan pendidikannya. Dengan demikian. sehingga akan semakin memperkuat pembentukan karakter dan keilmuannya. PAI merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaranajaran pokok (dasar) yang terdapat dalam agama Islam. terutama sumber ajaran dan sendi-sendi Islam lainnya. 4. Hasil dari PAI adalah sikap perilaku (karakter) peserta didik sehari-hari yang sejalan dengan ajaran Islam. 3. PAI adalah mata pelajaran yang tidak hanya mengantarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian keislaman. tetapi PAI lebih menekankan bagaimana peserta didik mampu menguasai kajian keislaman tersebut sekaligus dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. 2. PAI tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja. khususnya di SMP. dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang Islam.

kemauan. Sejalan dengan konsep ini maka semua mata pelajaran atau bidang studi yang diajarkan kepada peserta didik haruslah mengandung muatan pendidikan akhlak (pendidikan karakter) dan setiap guru haruslah memerhatikan akhlak atau karakter peserta didiknya. Ilmu Tauhid) yang merupakan pengembangan dari aqidah. tetapi ia juga membutuhkan pendidikan budi pekerti. Dengan melalui metode Ijtihad (dalil aqli) para ulama mengembangkan prinsip-prinsip PAI tersebut dengan lebih rinci dan mendetail dalam bentuk fiqih dan hasil-hasil ijtihad lainnya. 7. Peserta didik membutuhkan kekuatan dalam hal jasmani.5. Secara khusus masing-masing mata pelajaran memiliki nilai-nilai karakter utama dan karakter pokok. 6. dan Ilmu Akhlak (Etika Islam. yaitu: kereligiusan. yaitu aqidah. Moralitas Islam) yang merupakan pengembangan dari akhlak. Ilmu Fiqih yang merupakan pengembangan dari syariah. Jika hal ini diimplementasikan di sekolah (SMP). dan kepribadian. maka akan terbentuk peserta didik yang memiliki akhlak (karakter) mulia yang utuh baik dalam hubungan vertikal (hablun minallah) maupun horisontal (hablun minannas). kejujuran. perasaan. Dengan demikian. 20 . Dari ketiga prinsip dasar itulah berkembang berbagai kajian keislaman (ilmu-ilmu agama) seperti Ilmu Kalam (Theologi Islam. yakni dengan mendasari peserta didik aqidah (fondasi) yang kokoh lalu mendorong untuk melaksanakan semua ketentuan Allah dan Rasul-Nya (syariah) secara utuh. Secara umum mata pelajaran PAI didasarkan pada ketentuanketentuan yang ada pada dua sumber pokok ajaran Islam. Tujuan ini yang sebenarnya merupakan misi utama diutusnya Nabi Muhammad saw. Prinsip-prinsip dasar PAI tertuang dalam tiga kerangka dasar ajaran Islam. yaitu al-Quran dan Sunnah/hadis Nabi Muhammad saw. di dunia. (dalil naqli). dan akhlak. dan ilmu. cita rasa. serta memiliki ilmu pengetahuan dan kreativitas yang memadai. Tujuan akhir dari mata pelajaran PAI di SMP adalah terbentuknya peserta didik yang memiliki akhlak yang mulia (manusia berkarakter). Ushuluddin. Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam nilainilai karakter utama meliputi 17 nilai. pendidikan akhlak (pendidikan karakter) adalah jiwa Pendidikan Agama Islam (PAI). termasuk kajian-kajian yang terkait dengan ilmu dan teknologi serta seni dan budaya yang dapat dituangkan dalam berbagai mata pelajaran di SMP. Pada bagian pertama buku (panduan) ini sudah diuraikan nilainilai karakter (24 nilai) yang akan dikembangkan agar bisa dimiliki dan dipraktikkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari melalui semua mata pelajaran di Sekolah Menengah Pertama. Mencapai akhlak yang karimah (karakter mulia) adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan Islam. syariah. akal.

21 1. yaitu kereligiusan. Jadi. gaya hidup sehat. keingintahuan. 4) tidak berbohong kepada siapa pun. kesadaran akan hak dan kewajiban. 2) menjauhi larangan-larangan Allah (agama) baik yang termasuk dalam dosa-dosa besar maupun dosa-dosa kecil. dengan didasari iman (aqidah) yang benar. kecerdasan. 2) mampu menjawab soal-soal ujian (ulangan) dengan cepat. 1) selalu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. semua nilai yang 17 ini termasuk nilai-nilai karakter utama yang harus terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. 2) selalu mengatakan sesuai dengan apa yang dilakukan. kesantunan. ketangguhan. dan kepedulian. kedemokratisan. Kejujuran 3. cinta ilmu. 3) bersikap dan berperilaku yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan atau hukumhukum agama. kedemokratisan. 3) selalu mengerjakan tugas-tugas guru seperti pekerjaan rumah dan lain-lain sesuai dengan ketentuan yang ada. tepat. tanggung jawab. percaya diri. menghargai keberagaman. kejujuran. ketangguhan. Adapun indikator-indikator yang bisa dilihat dari nilai-nilai karakter utama di atas di antaranya adalah: No. Nilai Karakter Indikator 1) menjalankan perintah-perintah Allah (agama) baik dalam beribadah maupun bermuamalah. dan kerja keras. dan benar. Kereligiusan 2. kepatuhan terhadap aturan sosial. tepat. Kecerdasan . 5) tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya. 4) tidak melakukan perbuatan-perbuatan sehari-hari yang melanggar hukum-hukum agama. kedisiplinan. 1) mampu mengerjakan suatu pekerjaan dengan cermat.kecerdasan. kepedulian. dan cepat. 6) tidak menyontek dalam mengerjakan ujian atau ulangan sekolah. Dari 17 nilai itu ada 6 nilai karakter pokok yang menjadi pangkal tolak pengembangan karakter di SMP.

1) menaati dan melaksanakan hukum-hukum dan aturan-aturan yang berlaku. 1) menjunjung tinggi kebersamaan. Tanggung jawab 22 . 2) menaati dan melaksanakan kesepakatan 5. kipas/AC. 5) berdiskusi dengan baik dan tidak emosional. di tengah keluarga. 4) merapikan meja kursi yang berserakan. 4. 2) sanggup menerima kegagalan dan berusaha untuk memperbaikinya. Ketangguhan 1) tidak pernah putus asa dalam menghadapi berbagai persoalan di sekolah dan keluarga. 4) tidak memaksakan pendapat kepada orang lain. 2) mengambil keputusan secara bersamasama baik di sekolah. 3) menghormati keputusan bersama meskipun tidak sesuai dengan yang diinginkan. 6) membantu orang lain yang butuh pertolongan. 5) berusaha keras untuk bisa melepaskan diri dari masalah yang dihadapi. Kepedulian 7. maupun dengan teman-teman di masyarakat. 3) tidak putus asa ketika tidak naik kelas atau tidak lulus ujian. 4) kuat dan tabah menghadapi berbagai cobaan dan tantangan. 4) mampu mengambil keputusan yang tepat. 3) membersihkan ruang kelas dan papan tulis yang kotor. baik di sekolah maupun di tengah keluarga. 1) tanggap akan lingkungan sekitar. listrik.3) mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. 7) mengingatkan orang lain yang dalam keadaan berbahaya. 5) menjaga lingkungan sekolah tetap bersih. Kedemokratisa n 6. kran air. atau alat-alat lain yang tidak digunakan. 2) mematikan lampu.

5) selalu membantu orang tua di rumah. 4) tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan.dalam keluarga. Kesantunan 10. 3) berani mengambil risiko atas perbuatan yang dilakukan. 3) berjalan dengan penuh kesopanan dan tidak menyombongkan diri. 3) mendahulukan pelaksanaan kewajiban sebelum menuntut hak. 1) datang dan pulang sekolah tepat waktu. Kerja keras 11. 1) bertutur kata dengan lemah lembut. 3) melaksanakan shalat/ibadah tepat waktu. 4) menghormati hak-hak orang lain. Kedisiplinan 23 . terutama dengan orang yang dihormati seperti orang tua dan guru. 2) mengerjakan tugas dan kewajiban di sekolah secara maksimal. 8. 9. 2) menjalankan kewajiban tanpa mengganggu hak orang lain. 5) tidak mengalihkan tugas dan kewajiban kepada orang lain. 3) tidak pernah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di sekolah dan keluarga. 5) memohon izin ketika akan keluar dari ruangan kelas ketika pembelajaran berlangsung. 4) patuh dan melaksanakan semua kewajiban sekolah dan di luar sekolah. 4) memilih kata-kata atau bahasa yang tepat ketika berbicara. 2) memakai seragam sesuai ketentuan sekolah. 1) selalu belajar dengan giat. 4) mengatur waktu untuk belajar dan untuk yang lainnya. Kesadaran akan hak dan kewajiban 1) menjunjung tinggi keadilan. 2) mengucapkan salam ketika bertemu orang lain. 5) tidak mengganggu orang lain dalam melaksanakan kewajiban.

2) menjalankan aktivitas keagamaan di sekolah tanpa menyinggung dan mengganggu orang lain. Cinta ilmu 14. maupun media yang lain. 6) suka bergaul dengan orang lain. 4) menghormati orang lain yang berbeda dalam menjalankan tradisi dan budaya. Keingintahua n 15. 5) tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 2) memiliki buku-buku ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. 2) mengikuti berbagai kegiatan di sekolah 13. dan kitabkitab sebagai sumber ilmu pengetahuan. 4) suka mendengarkan berita lewat radio. Kepatuhan terhadap 24 . 5) suka membaca al-Quran. 1) tidak pernah merasa puas dalam mencari ilmu. 1) suka membaca buku. hadis. Percaya diri 16. 3) tidak membuang buku-buku yang bermanfaat. 5) suka melakukan perjalanan (bepergian) dalam mencari ilmu. 3) menghormati orang lain yang berbeda dalam berkeyakinan dan beragama. Menghargai keberagaman 1) mengakui adanya perbedaan dalam berbagai hal di sekolah.5) makan dan tidur tepat waktu. televisi. 2) bangga menjai siswa di sekolahnya 3) tidak merasa minder di hadapan siswa atau orang lain. 12. 1) merasa senang dengan keberadaannya. 2) suka bertanya kepada orang lain. termasuk al-Quran dan hadis. 4) selalu belajar untuk meningkatkan kualitas diri. 1) mengikuti kerja bakti di lingkungannya. 4) suka berdiskusi tentang ilmu pengetahuan. 3) suka membaca koran dan sumber berita lainnya. 5) tidak ragu dalam mengambil keputusan.

dan lingkungan selalu bersih. 5) menjaga anggota badan. SK/KD yang dikaji hendaknya dikaitkan dengan permasalahan yang aktual yang benar-benar terjadi dan dialami peserta didik. misalnya al-Quran yang merupakan salah satu kitab Allah dan menjadi kitab suci umat Islam. 7) menjauhi miras dan narkoba. Sebagai contoh ketika mengajarkan aqidah dengan tema iman kepada kitab-kitab Allah. 8) tidak bertato. 4) tidak berangan-angan yang berlebihan. 6) menjauhi merokok.aturan sosial dan di luar sekolah. Pembelajaran Learning) Pembelajaran model ini dilakukan dengan menghubungkan tema atau materi yang dikaji dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini. Peserta didik kemudian diajak untuk melihat al-Quran lalu diajak berdiskusi Kontekstual (Contextual Teaching and 25 . 1) mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan baik 2) makan dan minum secukupnya. peserta didik diajak langsung melihat bukti adanya kitabkitab Allah tersebut. 17. peserta didik akan langsung mengalami apa yang dipelajari sehingga peserta didik memiliki motivasi besar untuk memahaminya dan pada akhirnya terdorong untuk mempraktikkannya. terutama kehidupan peserta didik. bisa ditempuh melalui berbagai bentuk kegiatan pembelajaran di kelas. 3) tidak melakukan sesuatu yang melanggar kepentingan umum. 1. Kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien hendaknya diupayakan dalam merealisasikan nilai-nilai karakter tersebut. 4) ikut serta dalam menjaga ketenangan dan keamanan lingkungan. pakaian. Kegiatan Pembelajaran yang Mengembangkan Karakter pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk merealisasikan nilai-nilai karakter dalam diri siswa di SMP dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah. Gaya hidup sehat B. 3) bekerja dan beristirahat secukupnya. 5) suka bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Di bawah ini akan dikemukakan beberapa contoh kegiatan pembelajaran yang cukup efektif dan efisien di kelas.

dan lain sebagainya. kesabaran. seperti kejujuran. 3. kesantunan. Sebagai contoh. dan lain sebagainya. dan mengamalkan isi kandungan al-Quran sedikit demi sedikit. model Jigsaw. Melalui model ini peserta didik dikondisikan agar memiliki nilai-nilai kerja keras. misalnya kecerdasan. diskusi kelas. meningkat rasa keingintahuan dan kecerdasannya. Banyak model pembelajaran yang bisa dilakukan dalam rangka pembelajaran kooperatif. keingintahuan. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang menekankan kerjasama di antara peserta didik di kelas. Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning) Pembelajaran inkuiri adalah satu model pembelajaran yang dikemas sedemikian rupa agar peserta didik mampu menemukan pengetahuan atau konsep-konsep yang ada dalam mata pelajaran tertentu secara mandiri melalui berbagai fenomena yang dipelajari. kesantunan. Team Game Tournament (TGT). kecerdasan. Tidak semua SK/KD dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bisa dicapai dengan model pembelajaran ini. peserta didik melakukan diskusi kelompok dengan tema-tema diskusi yang sudah ditentukan. Peserta didik juga diminta untuk meneladani karakterkarakter mulia yang ada pada diri Nabi Muhammad saw. untuk mempelajari sejarah Nabi Muhammad saw. memahami. Dengan model pembelajaran ini cukup mudah bagi guru memotivasi peserta didik untuk bersikap dan berperilaku yang menunjukkan nilai-nilai karakter sesuai dengan tema atau materi yang dikaji. Selanjutnya anak diajak untuk selalu berpola hidup sehat dan bersih dengan menjelaskan manfaat dan hikmah kebersihan dan kesehatan serta menyebutkan contohcontoh akibat baik dari berpola sehat dan bersih dan akibat buruk mengabaikan pola sehat dan bersih. kedemokratisan. Melalui model ini guru bisa mengamati bagaimana peserta didik berdiskusi sambil memberikan penilaian proses terutama dalam penerapan nilai-nilai karakter. misalnya model diskusi kelompok. Contoh lain misalnya ketika mengajarkan fikih tentang thaharah (bersuci) peserta didik diajak langsung praktik tentang bagaimana membersihkan kotoran (najis) dan juga praktik wudlu dan mandi untuk menghilangkan hadas.tentang al-Quran dan peserta didik dimotivasi agar bisa membaca. serta kecintaannya terhadap ilmu. Learning Together (belajar bersama). dan ketangguhan. kepedulian. 2. Di antara contoh kompetensi yang bisa dicapai melalui model ini adalah kompetensi yang 26 . sehingga dalam waktu yang singkat bisa diperoleh informasi yang lebih komprehensif tentang sejarah Nabi Muhammad saw.

terutama karakter-karakter yang ditargetkan. Efektif. baik yang masih 27 . memiliki kepedulian dan tangguh jawab yang tinggi. muamalah. memiliki kecerdasan yang tinggi terutama terhadap kompetensi-kompetensi PAI. Cukup banyak materi atau kompetensi dalam tiga bidang itu yang bisa dikaji melalui model pembelajaran ini. Guru agama harus menjadi model dalam berkarakter di hadapan para siswa dalam berbagai hal. peserta didik dikondisikan untuk belajar langsung melafalkan ayat-ayat al-Quran dibantu dengan media yang mendukung. LCD. Pembelajaran Model PAKEM (Pembelajaran Aktif. pemodelan (pemberian uswah hasanah/teladan yang baik) merupakan metode yang cukuf efektif. Kreatif. dan Menyenangkan) Prinsip-prinsip yang menonjol dalam pembelajaran model PAKEM di antaranya adalah peserta didik harus aktif dalam pembelajaran ini dan pembelajaran harus menyenangkan peserta didik. Pembelajaran harus dikemas agar peserta didik benar-benar aktif dan kreatif. Sebagai contoh. kejujuran. Untuk membuat peserta didik senang dalam belajar maka guru harus memfasilitasi peserta didik dengan berbagai media atau alat yang mendukung pembelajaran. Pemodelan Dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terutama untuk pembinaan karakter para siswa. Guru tidak lagi ceramah yang membuat peserta didik hanya pasif mendengarkan ceramahnya. seperti kereligiusan. Dalam aktivitas sehari-hari di kelas dan sekolah khususnya dan di luar sekolah umumnya. 5. Guru terus memantau peserta didik dalam proses pembelajaran agar efektif. misalnya dengan menkondisikan peserta didik aktif belajar dan melakukan sesuatu. kecerdasan. Guru juga bisa menunjukkan beberapa model dari tokohtokoh berkarakter yang berhasil dalam hidupnya. harus demokratis dalam proses pembelajaran di kelas. ketika membelajarkan al-Quran. yakni mencapai tujuan yang direncanakan.terkait dengan aqidah. Yang juga harus diperhatikan bahwa pembelajaran harus tetap efektif. Karena itu. Yang menjadi model utama dalam hal ini adalah guru agama dan semua guru yang ada di sekolah. memiliki ketangguhan untuk mendidik dan berdakwah. dan sejarah peradaban Islam. atau media lain yang memungkinkan peserta didik untuk senang dalam belajar. dan kedemokratisan. misalnya dengan media komputer (laptop). kepedulian. ketangguhan. guru PAI harus menunjukkan kejujuran di hadapan para siswa. Ceramah diperlukan bila perlu. dan menunjukkan karakter-karakter mulia lainnya di hadapan para siswa. 4. guru harus menjadi model berkarakter di hadapan para siswa.

(2) meminta peserta didik menganalisis situasi untuk menemukan isyarat-isyarat yang tersembunyi berkenaan dengan perasaan. Model pembelajaran sebagai berikut: a. pembelajaran sikap merupakan tujuan atau sasaran utama dari suatu pembelajaran. peserta didik diajak untuk memerhatikan betapa Allah swt. Dalam beberapa kasus. Model pembentukan rasional 28 . (3) peserta didik menuliskan responsnya masing-masing.hidup maupun yang sudah meninggal dunia. seperti kelengkapan dan kesempurnaan bentuk fisiknya. dan lain sebagainya. Bagaimanapun juga. lebih memerhatikan orang lain. 6. guru memodelkan Nabi Muhammad saw. (5) mengajak peserta didik melihat konsekuesi dari tiap tindakannya.. Kampanye anti-narkoba dan pelatihanpelatihan yang berkaitan dengan penanganannya misalnya. (4) peserta didik menganalisis respons peserta didik lain. b. sehingga tumbuh kesadaran untuk bersyukur (berterima kasih) kepada-Nya. sehingga mereka dapat bergaul. kebutuhan dan kepentingan orang lain. Misalnya untuk memotivasi siswa agar jujur. Sebagai contoh dalam pembelajaran PAI. Dalam pembelajaran model ini peserta didik antara lain diminta untuk berinteraksi dengan sumbersumber belajar agar mencapai hasil belajar yang baik. Model konsiderasi afektif yang banyak digunakan adalah Melalui penggunaan model konsiderasi (consideration model) peserta didik didorong untuk lebih peduli. Langkah-langkah pembelajaran konsiderasi: (1) menghadapkan peserta didik pada situasi yang mengandung konsiderasi. Habibie. guru memodelkan Prof. bekerja sama. (6) meminta peserta didik untuk menentukan pilihannya sendiri. dan hidup secara harmonis dengan orang lain. Ing. adalah contoh dari model pembelajaran ini. Dr. terutama dalam rangka pendidikan karakter. Guru selalu memberi motivasi kepada peserta didik agar menyadari apa yang dipelajari dan mensikapinya dengan benar. pembelajaran sikap adalah salah satu komponen atau fokus utama dari suatu pembelajaran. Pembelajaran Afektif Pembelajaran afektif adalah model pembelajaran yang menekankan tumbuhnya sikap pada diri peserta didik dari proses pembelajaran yang diikuti. agar siswa cerdas. sudah memberikan kenikmatan yang begitu banyak kepadanya.

Model pembentukan rasional (rational building model) bertujuan mengembangkan kematangan pemikiran tentang nilai-nilai. Langkah-langkah pembelajaran rasional: (1) menigidentifikasi situasi di mana ada ketidakserasian atau penyimpangan tindakan, (2) menghimpun informasi tambahan, (3) menganalisis situasi dengan berpegang pada norma, prinsip, atau ketentuan yang berlaku dalam masyarakat, (4) mencari alternatif tindakan dengan memikirkan akibat-akibatnya, (5) mengambil keputusan dengan berpegang pada prinsip atau ketentuan legal dalam masyarakat. c. Klarifikasi nilai Klarifikasi nilai (value clarification model) merupakan pendekatan mengajar dengan menggunakan pertanyaan atau proses menilai (valuing process) dan membantu peserta didik menguasai keterampilan menilai dalam bidang kehidupan yang kaya nilai. Penggunaan model ini bertujuan, agar para siswa menyadari nilai-nilai yang mereka miliki, memunculkan dan merefleksikannya, sehingga para peserta didik memiliki keterampilan proses menilai. Langkah-langkah pembelajaran klarifikasi nilai: (1) pemilihan: para peserta didik mengadakan pemilihan tindakan secara bebas, dari sejumlah alternatif tindakan mempertimbangkan kebaikan dan akibat-akibatnya, (2) menghargai pemilihan: peserta didik menghargai pilihannya serta memperkuat dan mempertegas pilihannya, (3) berbuat: peserta didik melakukan perbuatan yang berkaitan dengan pilihannya dan mengulanginya pada hal lainnya. d. Pengembangan moral kognitif Perkembangan moral manusia berlangsung melalui restrukturalisasi atau reorganisasi kognitif, yang berlangsung secara berangsur melalui tahap prakonvensi, konvensi, dan pascakonvensi. Model ini bertujuan membantu peserta didik mengembangkan kemampauan mempertimbangkan nilai moral secara kognitif. Langkah-langkah pembelajaran moral kognitif: (1) menghadapkan peserta didik pada suatu situasi yang mengandung dilema moral atau pertentangan nilai, (2) peserta didik diminta memilih salah satu tindakan yang mengandung nilai moral tertentu, (3) peserta didik diminta mendiskusikan/menganalisis kebaikan dan kejelekannya, (4) peserta didik didorong untuk mencari tindakan-tindakan yang lebih baik, (5) peserta didik menerapkan tindakan-tindakan tersebut. 29

e. Model nondirektif Para peserta didik memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang sendiri. Perkembangan pribadi yang utuh berlangsung dalam suasana permisif dan kondusif. Guru hendaknya menghargai potensi dan kemampuan peserta didik dan berperan sebagai fasilitator/konselor dalam pengembangan kepribadiannya. Penggunaan model ini bertujuan membantu peserta didik mengaktualisasikan dirinya. Langkah-langkah pembelajaran nondirektif adalah: (1) menciptakan sesuatu yang permisif melalui ekspresi bebas, (2) pengungkapan peserta didik mengemukakan perasaan, pemikiran, dan masalah-masalah yang dihadapinya, guru menerima dan memberikan klarifikasi, (3) pengembangan pemahaman (insight), peserta didik mendiskusikan masalah, guru memberikan dorongan, (4) perencanaan dan penentuan keputusan, peserta didik merencanakan dan menentukan keputusan, guru memberikan klarifikasi, (5) integrasi, peserta didik memperoleh pemahaman lebih luas dan mengembangkan kegiatan-kegiatan positif. C. Penggunaan BSE Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Pendidikan Karakter 1. Gambaran Umum BSE Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Perlu ditegaskan di sini bahwa Buku Sekolah Elektronik (BSE) merupakan buku yang dihasilkan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya, baik isi, penyajian, bahasa, maupun grafikanya. BSE diupayakan dalam rangka membantu para guru dan siswa untuk dengan mudah memperoleh buku-buku yang baik untuk dijadikan sebagai sumber atau bahan ajar dalam proses pembelajaran di kelas, terutama dalam pembinaan karakter siswa. BSE untuk mata pelajaran PAI hingga panduan ini dibuat masih dalam proses penyelesaian, sehingga dalam waktu dekat BSE untuk PAI segera bisa didapatkan, baik melalui internet maupun di toko-toko buku. Jika guru tidak menemukan BSE PAI maka guru bisa juga mengambil buku-buku ajar lain dengan ketentuan seperti BSE. Dari hasil content analysis terhadap BSE dan juga format penilaian buku dari Pusat Perbukuan dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) bahwa buku yang baik bisa dilihat dalam empat hal seperti berikut: a. Isi

30

Apa yang harus diperhatikan dalam melihat isi BSE atau Buku Ajar PAI adalah sebagai berikut: 1) Kesesuaian uraian materi dengan SK dan KD, yang bisa dilihat dari segi: a) kelengkapan materinya, b) keluasan materinya, dan c) kedalaman materinya. 2) Ketepatan materi, yang bisa dilihat dari segi: a) sumber materi yang digunakan, b) pokok bahasan, c) subpokok bahasan, d) contoh-contohnya, e) gambar, foto, dan ilustrasi yang digunakan, f) konsep-konsep atau definisi yang digunakan, g) ayat-ayat al-Quran dan hadis yang digunakan, dan h) acuan, sumber, atau daftar pustaka yang digunakan. 3) Pendukung materi, yang bisa dilihat dari segi: a) tidak bias gender, b) tidak mengandung SARA, c) berwawasan kebangsaan, dan d) tidak bertentangan dengan HAM. 4) Terkait dengan pendidikan karakter, buku itu bisa dilihat dari segi: a) kesesuaian isi materi yang dikaji dengan nilai-nilai karakter yang dituju, b) apakah kegiatan atau metode pembelajaran yang ada mendukung pengembangan nilai-nilai karakter yang dituju, dan c) apakah gambaran umum isi materi yang dikaji di buku itu sudah layak untuk pengembangan nilai-nilai karakter yang dituju.

b. Metode pembelajaran Untuk menelaah BSE atau Buku Ajar PAI yang akan digunakan, terutama terkait dengan metode pembelajaran atau cara penyajian, perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1) Kelengkapan penyajian dalam buku yang meliputi: a) bagian awal mulai dari sampul, kata pengantar, dafatar isi, hingga pendahuluan, b) bagian inti mulai dari judul bab, uraian bab, ringkasan, gambar/ilustrasi, latihan atau uji kompetensi, dan

31

2) bahasa yang digunakan komunikatif dan interaktif. bahasa juga sangat penting untuk diperhatikan. dan f) mendorong dan memotivasi peserta didik untuk berkarakter sesuai dengan nilai-nilai karakter yang ada dalam materi yang dikaji. glosarium. 32 . misalnya gambar Nabi Muhamma saw. bahasanya sopan (santun) dan tidak “jorok”. bisa diperhatikan hal-hal berikut: 1) buku tidak memuat gambar-gambar yang terlarang secara mutlak. mengingat salah satu indikator karakter seseorang bisa dilihat dari segi bahasa yang digunakan dalam bertutur kata. Buku yang baik adalah buku yang menggunakan bahasa yang baik pula. c. 4) kesesuaian dengan kaidah bahasa yang benar (Ejaan Yang Disempurnakan). d. dan lampiran. c) konsistensi dalam penggunaan istilah atau konsep yang digunakan.c) bagian akhir yang meliputi daftar pustaka. atau gambar-gambar lain yang sejenis. 2) Metode penyajian/pembelajaran dalam buku yang bisa dilihat dari segi: a) keruntutan penyajian dalam buku mulai ketertautan antarkalimat dalam alinea. antarsubbab. dan antarbab. Bahasa yang baik dalam penulisan buku bisa dilihat dari segi: 1) kesesuaiannya dengan pengguna buku (peserta didik). d) berpusat pada peserta didik dan mendorong kemandirian belajar. indeks. Dalam penulisan buku. Bahasa Bahasa menjadi sangat penting dalam pendidikan karakter. Grafika Untuk melihat buku yang baik dari segi grafika. 2) buku tidak memuat gambar-gambar yang mempertontonkan aurat manusia dan mengundang birahi (nafsu). antarsubbab dalam bab. antaralinea dalam subbab. b) koherensi antaralinea. 3) bahasanya santun dan lugas. 5) tingkat keterbacaannya. dan 6) yang khusus terkait dengan pendidikan karakter. dan antarbab dalam buku. terutama yang mendukung pendidikan karakter. e) mendorong keingintahuan peserta didik.

metode. Berdasarkan data-data mengenai draf buku PAI yang masuk dalam penilaian Pusat Perbukuan tahun 2010 yang sudah berlalu. bahasa dan kegrafikaannya mendukung terwujudnya karakter mulia bagi peserta didik. dan grafika seperti di atas. Hal terpenting. e. Namun demikian. maka belum bisa diberikan rekomendasi di sini terkait dengan BSE mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mana yang layak untuk digunakan sebagai bahan ajar yang bernuansa pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI atau mana yang tidak layak. Demikian juga. 2. Strategi Penggunaan BSE Mata Pelajaran Agama Islam untuk Pendidikan Karakter Pendidikan a. para guru bisa memilih buku-buku yang sudah beredar di pasaran dengan berpedoman pada ketentuanketentuan di atas. Adaptasi lengkap sebelum pembelajaran dilaksanakan Strategi ini ditempuh jika guru menemukan buku BSE atau buku lain yang memenuhi kriteria seperti yang digambarkan di atas.3) jika dimungkinkan buku yang tidak ada gambar manusianya. Guru tinggal mengadaptasi bahan (materi) dari buku dimaksud dan ditulis ulang dengan beberapa tambahan penjelasan yang diperlukan terutama ditekankan pada 33 . maka sudah bisa dipastikan bahwa buku PAI yang sudah lolos seleksi dan masuk dalam kategori BSE pasti sudah memenuhi kriteria-kriteria yang meliputi isi. 4) buku tidak memuat gambar-gambar yang berisi praktikpraktik kekerasan atau perbuatan terlarang lainnya. buku PAI yang akan digunakan harus buku yang mendorong para peserta didik untuk menjadi manusia yang berkarakter atau berakhlak mulia. atau meminimalkan gambar manusia. dalam rangka pendidikan karakter. BSE mata pelajaran Pendidikan Agama Islam belum ada yang dicetak atau dimasukkan ke internet. Namun yang perlu dicermati adalah BSE yang bisa digunakan untuk bahan ajar dalam proses pembelajaran PAI adalah yang dari segi isinya benar-benar bermuatan nilai-nilai karakter dan dari segi penyajian dengan berbagai perangkatnya benar-banar mendorong terbentuknya karakter mulia. bahasa. Potensi BSE Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Pendidikan Karakter Karena hingga panduan ini dibuat. dan 5) buku memuat gambar-gambar atau ilustrasi yang berisi pesan-pesan untuk berkarakter mulia.

1. dan sabar. meletakkan. dan sabar. Untuk mendalami masalah tawadlu’ ini kalian dapat mengikuti uraikan seperti di bawah. Sikap tawadlu’ merupakan sikap mulia yang lahir dari kesadaran akan kemahakuasaan Allah swt. yaitu SK 4 SMP Klas 7 semester 1: Membiasakan perilaku terpuji. Manusia adalah hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa di hadapan Allah swt. Sikap tawadlu’ merupakan kunci bagi seseorang untuk dapat dinilai baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah. Pengertian Tawadlu’ Dari segi bahasa kata tawadlu’ berasal dari bahasa Arab tawadlu’. Sikap tawadlu’ merupakan lawan dari sikap takabur (sombong). taat. 4. Sebaliknya. atau menjatuhkan.1. Perilaku orang yang selalu merendahkan diri di hadapan orang lain dan juga di hadapan Allah disebut tawadlu’. Orang yang bertawadlu’ adalah orang yang menyadari bahwa 34 . qana’ah. Karena itu tawadlu’ merupakan salah satu sifat mulia yang sekaligus menjadi bagian dari akhlak mulia. qana’ah. Tawadlu’ Perlu diperhatikan: Dalam kehidupan sehari-hari kalian tentu pernah mengamati tingkah laku orang lain dan mungkin juga menyadari tingkah laku kalian sendiri. dan sabar. dan tidak pernah merasa rendah di hadapan orang lain. dan tidak pernah sombong dan berlebihan dalam bertingkah laku. taat. Menampilkan contoh-contoh perilaku tawadlu’. rendah diri. Sebagai contoh: bahan ajar yang diambil dari suatu buku yang menguraikan SK/KD tentang akhlak. bicaranya selalu tinggi sambil menyombongkan diri.3. Kata ini berasal dari kata wadla’a yang berarti merendahkan. Membiasakan perilaku tawadlu’. Adapun KD-nya: 4. Sebagai siswa tentunya kalian harus berusaha membiasakan sikap tawadlu’ ini dalam kehidupan kalian sehari-hari.penanaman nilai-nilai karakter bagi peserta didik. Sebagian orang ada yang berpenampilan sederhana. Orang yang bertawadlu’ menganggap dirinya tidak lebih dari orang lain. Inilah di antara gambaran perilaku manusia yang sebagiannya ada yang merendahkan diri dan sebagian yang lain selalu sombong. qana’ah. Para ahli mengartikan tawadlu’ sebagai sikap merendahkan diri atau rendah hati. taat. orang yang bertakabur memandang dirinya melebihi orang lain. Menjelaskan pengertian tawadlu’. atas segala hamba-Nya. Sementara itu banyak juga orang yang dalam kehidupan sehari-hari selalu berpenampilan “serba wah”.2. Bahan ajarnya: (satu contoh nilai karakter: tawadlu’ dan taat) A. dan 4.

maka dari Allahlah (datangnya). Dalam al-Quran dinyatakan: :‫) النحل‬ َ ْ ُ َ ْ َ ِ ْ َِ َ ّ ّ ُ ُ ّ َ َ ِ ّ ُ ِ َ ِ َ ٍ َ ْ ِ ْ ِ ْ ُ ِ َ َ ‫وما بكم من نعمة فمن ال ثم إذا مسكم الضر ف جإليه تج جأرون‬ (3 Artinya: “Dan apa saja ni`mat yang ada pada kamu. berfirman: ُ ُ َ ‫َْ ْ ِ َ ْ ً َِ َ َ ط‬ ‫و ِبججادرحمجج ٰن الججذين يمشججون علججى الرض هونججا وإذا خججا َبهم‬ ََ َ ْ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ ْ ّ ُ‫َع َ ال‬ (63 :‫الجاهلون قالوا سلما )الفرقان‬ ً َ َ ْ ُ َ َ ْ ُِ َ ْ Artinya: “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka. al-Furqan (25): 63). c. orang yang bertawadlu’ akan mendapatkan rahmat dari Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. apalagi di hadapan Allah swt. maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. Sikap rendah diri atau rendah hati merupakan sikap positif yang akan mengantarkan seseorang mendapat penghormatan dari orang lain. Tidak menonjolkan diri di hadapan orang yang sederajat.” (QS. misalnya: a. Mau mengunjungi orang lain meskipun dia lebih rendah derajatnya atau lebih rendah ilmunya. maka manusia tidaklah pantas menunjukkan kesombongan di hadapan manusia lain. terutama di hadapan Allah swt. kecuali jika sikap tersebut akan merugikan agama atau umat Islam. mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Yang lebih utama lagi. d. Berdiri dari tempat duduknya dalam suatu majlis (tempat pertemuan) untuk menyambut kedatangan dan menghormati orang yang lebih mulia dan lebih berilmu. Sebaliknya ia akan selalu menundukkan diri dan merasa rendah di hadapan orang lain. dan mengantarkannya ke pintu ke luar jika yang bersangkutan meninggalkan tempatnya.apa yang dimiliki dan yang diraihnya merupakan anugerah dan rahmat dari Allah swt.” (QS. 35 . Dengan kesadaran seperti dalam ayat di atas. b. maka kalian harus selalu berusaha melakukan perbuatan-perbuatan yang menunjukkan sikap tawadlu’. Bergaul dengan orang awam (orang kebanyakan) dengan merendahkan diri tanpa memandang dirinya lebih tinggi dari mereka. Agar kalian dapat menjadi orang yang bertawadlu’. Sikap tawadlu’ dapat terlihat dalam perilaku-perilaku seseorang sehari-hari. Allah swt. an-Nahl (16): 53). dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan.

dan yang sejenisnya. 2. ia akan mendapatkan banyak manfaat dari masyarakat yang lebih luas. Di samping itu. Untuk memperoleh hikmah tersebut kalian harus berusaha membiasakan sikap tawadlu’ sejak dini. Kalian harus memulai sejak sekarang dan jangan ditunda-tunda. dan bersedia mengabulkan undangan mereka. jika kalian ingin memperoleh hikmah tersebut. karena dia dapat bergaul dengan siapa pun tanpa memerhatikan status sosial dan derajatnya. dan juga di hadapan masyarakat pada umumnya. misalnya ketika shalat. Hikmah yang diperoleh orang yang bertawadlu’ adalah selalu mendapatkan rahmat atau kasih sayang dari Allah swt. Mau duduk-duduk bersama dengan orang-orang fakir miskin. Membiasakan Perilaku Tawadlu’ Tawadlu’ merupakah salah satu bentuk akhlak mulia yang tercermin dalam perilaku Nabi Muhammad saw. Dengan luasnya tali silaturrahim yang dibangun. Tidak makan dan minum secara berlebihan serta tidak memakai pakaian yang menunjukkan kemegahan dan kesombongan. Silahkan kalian berusaha untuk melakukan perilaku-perilaku yang menunjukkan sikap tawadlu’ ini sehingga kalian benar-benar menjadi orang yang bertawadlu’ baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah. masih banyak perilaku sehari-hari yang menunjukkan adanya sikap tawadu’ pada diri seseorang.e. kalian harus tetap berusaha untuk melakukannya. guruguru kalian. f. baik dari dalam diri kalian maupun dari luar diri kalian. 36 . agar teman-teman kalian tidak iri dan cemburu dengan kalian. (QS. Yang harus kalian lakukan adalah: Mulailah kalian bersikap tawadlu’ di hadapan orang tua kalian. terutama ketika kalian sedang beribadah kepada-Nya. meskipun kalian mampu membeli makanan dan pakaian yang mahal-mahal. al-Furqan (25): 63). Apapun tantangannya. Tentu saja. Biasakah kalian berpakaian sederhana dan makan makanan yang biasa di makan teman-teman kalian. Mesti saja untuk melakukan tawadlu’ ini banyak tantangannya. di hadapan teman-teman kalian di sekolah. ketika berpuasa. orang-orang cacat fisik. jangan lupa kalian harus selalu bertawadlu’ di hadapan Allah. Dalam kehidupan sehari-hari orang yang bertawadlu’ akan memperoleh penghormatan dari orang-orang di sekitarnya.

atau kepada orang yang selalu dihormatinya. atau taat. pemerintah. Kata tha’a berarti tunduk. maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Pengertian Taat Dari segi bahasa. seperti orang tuanya. gurunya. Tentu saja menaati sesuatu tidak bisa sembarangan. Lebih mudah memerintah orang lain daripada menaati perintah orang lain. Untuk lebih jelasnya tentang taat ini ikutilah uraian di bawah ini. Ada juga seseorang yang mampu menaati aturan hanya sebagian saja. Dari arti bahasa seperti itu dapat dipahami bahwa orang yang taat adalah orang yang tunduk dan patuh kepada Allah swt. dan Rasulullah saw. patuh. para ulama. Menaati yang kata dasarnya taat bisa dibagi dalam berbagai tingkatan. Terhadap aturan-aturan yang tidak sesuai dengan perintah Allah. Terkait dengan masalah taat ini Allah swt. kata taat berasal dari bahasa Arab tha’ah yang berakar pada kata tha’a. Taat Perlu diperhatikan: Menaati perintah bukanlah suatu yang gampang. sementara mereka sendiri lupa tidak menaati aturan yang ada. Taat merupakan salah satu dari perintah Allah terhadap orangorang yang beriman kepada yang pantas untuk ditaati. dan ulil amri di antara kamu. sehingga ia termasuk orang yang benar-benar taat. tentu saja kita tidak boleh menaatinya. jika kamu benar-benar 37 . dan sebagainya. Ada seseorang yang mampu menaati aturan atau perintah secara penuh. 1. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Yang paling celaka adalah seseorang yang sama sekali tidak mampu menaati aturan atau perintah sedikit pun. ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya). Taati juga masih dibagi-bagi lagi menurut siapa yang harus ditaati. Yang patut ditaati adalah aturan-aturan yang sesuai dengan perintah Allah swt. Para pemimpin kita sering memerintah orang lain dan harus ditaati perintahnya. berfirman dalam al-Quran surat anNisa’ (4) ayat 59: ْ ُ ْ ِ ِ ْ َْ ‫يآأيها الذين ءامنوآ أطيعوا ال وأطيعوا الرسججول وأولججي الم جر منكجم‬ ِ َُ َ ُ ّ ُ ْ ِ ََ َ ُ ْ ِ َ َُ َ َ ْ ِ ّ َ َّ َ ‫فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى ال والرسول إن كنتم تؤمنون بجججال‬ ِ ِ َ ْ ُِ ْ ُ ْ ُْ ُ ْ ِ ِ ْ ُ ّ َ ِ َِ ُ ْ ّ ُ َ ٍ ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ِ َ (59 :‫واليومالخرذ ٰلك خير وأحسن تأويل )النساء‬ ً ْ ِ ْ َ ُ َ ْ ََ ٌ ْ َ َ ِ ِ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. sementara sebagian yang lainnya tidak ditaati.B.

Artinya semua perintah Allah dan Rasulullah harus ditaati dan semua larangan Allah dan Rasulullah harus dijauhi. dalam keadaan bagaimanapun. an-Nisa’ (4): 59). (yakni: makhluk Allah) tidak boleh menyalahi perintah Allah swt. Taat kepada Allah swt. harus diikuti oleh ketaatan kepada Rasulullah saw.? Seorang Muslim harus selalu taat dan patuh kepada Allah swt.” (HR. 2.” (QS. ketaatan kepada Rasulullah saw. Hal ini ditegaskan dalam al-Quran surat an-Nisa’ (4): 65: َ َّ ُ ْ ُ ْ َ َ َ َ ْ َ ْ ُ ّ َ ُ َ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ْ‫فل وربّك ل يؤمُنون حّٰتى يحكموك فيما شجر بَيَنهم ثم ل يجدوا في‬ ۤ ِ ُِْ َ ِ ِْ (65 :‫أن ُسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما )النساء‬ ً ْ ِْ َ ْ ُ َّ ُ َ َ ْ َ َ ّ ِ ً َ َ ْ ِ ِ ‫َ ْف‬ 38 . ketaatan kepada ulil amri (ulama dan pemerintah). Rasulullah. Terkait dengan hal ini Rasulullah saw. Untuk memahami masalah taat secara lebih rinci. merupakan kunci dan patokan untuk menaati yang lain. Taat kepada Allah swt. Di atas sudah disebutkan satu ayat al-Quran yang menegaskan perintah kepada orang-orang yang beriman agar taat kepada Allah swt. merupakan dasar dari semua ketaatan terhadap selain Allah swt.beriman kepada Allah dan hari kemudian. Ketaatan kepada selain Allah swt. guru. atau orangorang yang pantas dihormati. selama tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasulullah (al-Quran dan Sunnah). Ia tidak boleh melampaui batas dan harus mengikuti semua perintah Allah swt. Sementara itu ketaatan kepada ulil amri (para ulama dan pemerintah) dibatasi oleh ketentuan.. Ahmad). Ketaatan kepada Allah Swt. dan ulil amri. selanjutnya akan diuraikan bentuk-bentuk ketaatan kepada Allah swt. Lalu apa yang harus dilakukan oleh seorang Muslim dalam rangka taat kepada Allah swt. Ayat di atas dengan tegas memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar selalu taat kepada Allah. Ketaatan kepada Allah dan Rasulullah tidak dibatasi oleh apapun.. bersabda: (‫)رواه أحمد‬ ّ َ َ ّ َ ِ ِ َ ِ ْ َ ِ ٍ ْ ُْ َ ِ َ َ َ َ ‫ل طاعة لمخلوق في معصية ال عز و جل‬ Artinya: “Tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Artinya ketaatan kepada Allah swt. sekalipun hal itu tidak sesuai dengan keinginannya. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. dan juga ketaatan kepada orang tua. atau bermaksiat kepada Allah swt.

Hal ini karena. Perintah shalat dan zakat sering disebut beriringan dalam al-Quran. Ia juga selalu berpuasa sunnah untuk meraih keutamaan perintah berpuasa. ia juga melaksanakan shalat-shalat sunnat untuk mendapatkan kesempurnaan dari perintah shalat. mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan.Artinya: “Maka demi Tuhanmu. Orang yang taat kepada Allah swt. Di samping melaksanakan shalat wajib. juga harus selalu berpuasa di bulan Ramadlan semata-mata mencari keridoan Allah swt. dan didasari dengan iman yang murni. juga harus selalu mencari rido-Nya. menerima semua kehendak Allah merupakan salah satu dari rukun iman yang enam. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya memiliki kedudukan yang sama dalam hal kewajiban yang harus dilaksanakan seorang Muslim. selanjutnya akan melaksanakan seluruh kewajiban dan rukun Islam secara sempurna dan didasari dengan niat yang tulus ikhlas. demikian juga Muslim. Ia selalu melaksanakan shalat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Orang yang taat kepada Allah swt. Dan akhirnya orang yang taat kepada Allah akan menyempurnakan keislamannya dengan melaksanakan ibadah haji ke Baitullah (Makkah) jika 39 . Orang yang taat kepada Allah swt.” (QS. Bentuk-bentuk ketaatan kepada Allah swt. seperti “wirid” (membaca kalimah-kalimah thayyibah) dan selalu berdoa kepada Allah swt. Ia juga menambah amalan-amalan lain yang terkait dengan pelaksanaan shalat. dengan tulus juga harus selalu menerima semua kehendak dan ketentuan-Nya. dan Rasulullah saw. d. Ayat di atas menegaskan kepatuhan mutlak kepada Allah swt. c. b. Ia selalu melaksanakan shalat tepat pada waktunya dan tidak pernah meninggalkannya. yang dapat dilakukan oleh seorang Muslim dalam kehidupannya sehari-hari di antaranya adalah: a. zakat juga merupakan pilar Islam yang tidak boleh ditinggalkan bagi yang mampu. dalam setiap perilakunya. Shalat merupakan tiang agama dan kunci amal baik seorang Muslim dalam beribadah kepada Allah swt. an-Nisa’ (4): 65). Ia melaksanakan semua kewajibannya tanpa ragu-ragu dan tidak pernah mencari-cari alasan untuk tidak melaksanakannya. Ia tidak berusaha untuk mencari persetujuan selain dari-Nya. meskipun boleh jadi hal ini mengakibatkan orang lain membencinya. juga selalu membayar zakat jika memiliki harta yang cukup sesuai dengan ketentuan yang ada. Tanpa ketaatan kepada keduanya seseorang tidak dapat dikatakan beriman (mu’min). kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. Sebagaimana shalat. Orang yang taat kepada Allah swt. Orang yang taat kepada Allah swt. dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Taat kepada Rasulullah saw. Pada bulan Ramadlan kalian juga harus berpuasa penuh satu bulan. Apa yang harus kalian lakukan? Kalian harus berusaha menerapkan bentuk-bentuk ketaatan kepada Allah swt. an-Nisa’ (4): 80 Allah swt. berfirman: ‫من يطع الرسول فقد أطاع ال ومن تول ٰى فمآ أرسلناك عليهم حفيظججا‬ ً ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َّ َ ْ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ُ ّ ِ ِ ُ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu. Dalam berbagai ayat al-Quran Allah menegaskan bahwa ketaatan kepada Allah swt. Kalian juga perlu latihan melaksanakan zakat dan haji sehingga kelak kalian akan benar-benar dapat melaksanakan kedua kewajiban ini dengan baik jika kalian mampu. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu).mampu. kecuali ada halangan. misalnya kalian harus menerima kondisi kalian seperti sekarang ini. selain surga. akan mencintainya dan akan mengampuni dosa-dosanya. sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dengan haji inilah ia akan meraih kebaikan yang sempurna (mabrur) yang tidak ada balasan yang layak kepadanya dari Allah swt. usahakan untuk memperbaikinya. Barang siapa yang mengikuti dan menaati Rasulullah. Taat dan patuh kepada Rasulullah saw. adalah mengikuti Rasulullah. 3. merupakan konsekuensi dari taat dan patuh kepada Allah swt.” (QS. harus dibuktikan dengan menaati Rasulullah saw. berfirman: (80 :‫)النساء‬ 40 . Dalam ayat yang lain Allah swt. Dalam hal ini Allah swt. maka Allah swt. Jika ada yang kurang baik. seperti di atas dalam kehidupan kalian seharihari. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Kewajiban kalian selaku seorang Muslim harus kalian penuhi dengan sebaik-baiknya. Kalian harus selalu melaksanakan shalat-shalat wajib dan jika perlu ditambah dengan shalat-salat sunnah. menegaskan bahwa bukti seseorang cinta kepada Allah swt. Kalian jangan mudah mengeluh. Mulailah dari yang paling mudah dan mendasar. an-Nisa’ (4): 80). Dalam QS.

ikutilah aku. bersabda: (‫)رواه البخاري‬ ‫َلوا كما رأيتموني أصلي‬ َّ ُ ِ ْ ُ ُ ْ ََ َ َ ْ ّ‫ص‬ 41 . dalam QS.‫قلْ إن كنتم تحبون ال فاتبعوني يحببكم ال ويغفر لك جم ذن جوبكم وال ج‬ ُ َ ْ ُ َْ ُُ ْ ُ َ ْ ِ ْ ََ ُ ُ ُ ْ ِْ ُ ْ ِْ ُ ِّ َ َ َ ْ ِّ ُ ْ ُْ ُ ْ ِ ُ (31 :‫غ ُور رحيم )آل عمران‬ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ ‫َف‬ Artinya: “Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Taat dan patuh kepada Rasulullah saw. al-Hasyr (59): 7: (7 :‫)الحشر‬ ‫ومآ ءات ٰيكم الرسول فخذوه ومانه ٰيكم عنه فانتهوا‬ ْ ُ َْ َ ُ ْ َ ْ ُ َ َ َ ُ ْ ُ ُ َ ُ ْ ُ ّ ُ ُ َ َ َ Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dalam berbagai ayat al-Quran. jika kita tidak mengikuti Rasulullah yang mengajarkan cara-cara melakukan shalat. yang wajib hukumnya. Allah swt. Rasulullah saw. an-Nisa’ (4): 64). al-Hasyr (59): 7). Dalam QS. Karena itulah taat dan patuh kepada Rasulullah saw. juga menyatakan bahwa diutusnya Rasulullah saw. adalah agar ditaati oleh umatnya. Kita tidak bisa mewujudkan ketaatan kita kepada Allah jika tidak menaati Rasulullah. an-Nisa’ (4): 59 seperti di atas dan QS. misalnya. Hal ini bisa dilihat misalnya dalam QS. selalu beriringan dengan ketaatan kepada Rasulullah." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. merupakan perintah Allah swt. an-Nisa’ (4): 64 Allah swt. Ali ‘Imran (3): 32. Allah swt. melainkan untuk dita`ati dengan seizin Allah. menyebutkan bahwa ketaatan kepada Allah swt. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dalam hal shalat.” (QS. kita tidak dapat melaksanakan shalat yang diperintahkan Allah kepada kita. Demikian firman Allah swt.” (QS.” (QS. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. dilakukan dengan cara mengikuti semua yang diperintahkannya dan meninggalkan semua yang dilarangnya. berfirman: (64 :‫)النساء‬ ِ ِ ْ ِِ َ َ ُِ ّ ِ ٍ ْ ُ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ‫ومآ أرسلنا من رسول إل ليطاع بإذن ال‬ Artinya: “Dan kami tidak mengutus seseorang rasul. Ali ‘Imran (3): 31). Hal ini menunjukkan bahwa menaati Rasulullah itu harus total sebagaimana menaati Allah.

termasuk juga praktik-praktik bermuamalah. misalnya dalam pendidikan seperti yang sekarang kalian jalani. pastilah ia akan mendapatkan kesesatan baik di dunia maupun di akhirat. al-Bukhari). syuhada’. Dengan begitu seseorang benar-benar taat kepadanya. merupakan manusia pilihan yang dapat memberi jalan dan penerang untuk meniti jalan yang benar dan lurus sekaligus juga memberi peringatan dan kabar gembira kepada manusia. sehingga kalian mengetahui apa sunnah-sunnah Nabi yang harus kalian terapkan dalam kehidupan kalian sehari-hari. Jalan lurus yang ditunjukkan Rasulullah saw. Inilah yang dapat mengantarkan kalian dalam meraih kesuksesan di segala bidang yang kalian geluti dan kalian tekuni. berarti kalian sudah taat kepada Rasulullah 42 . kalian harus berusaha semaksimal mungkin untuk selalu menaati perintah-perintah Allah dan Rasulullah. adalah jalan yang diridoi oleh Allah swt. Dengan memedomani hadishadis Nabi tersebut dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Artinya: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat. Pada akhirnya. an-Nisa’ (4): 69). Bentuk ketaatan seseorang kepada Rasulullah saw. Dengan begitu kalian akan selalu mendapatkan rahmat dari Allah dan selalu berada dalam bimbingan dan lindungan-Nya. Berusahalah kalian melaksanakan sunnah-sunnahnya dengan memulai mempelajari dan memahami sunnah-sunnahnya. Itulah teman-teman terbaik yang akan didapatkan orang yang menataati Allah dan Rasulullah di akhirat kelak. Hal yang sama juga terjadi dalam masalah praktik melakukan ibadah haji dan praktik-praktik ibadah lainnya. Berusahalah dengan keras untuk hal ini! Yang harus kalian lakukan adalah: Kalian harus berusaha menjadikan Rasulullah saw. Rasulullah saw. Jalan lurus ini juga dilengkapi dengan rambu-rambu untuk dijadikan petunjuk bagaimana melewatinya. Tentu saja langkah awal yang harus kalian lakukan adalah memperbanyak bacaan kalian akan hadis-hadis Nabi saw. juga menyatakan bahwa orang yang taat kepada Allah dan Rasulullah di akhirat kelak akan bersama para nabi.” (HR. dan shalihin (QS. Ia berusaha melakukan perintah-perintahnya dan menjauhi laranganlarangannya. sekaligus berusaha untuk selalu meninggalkan larangan-larangan Allah dan Rasulullah. Karena itulah. sebagai figur teladan yang terbaik buat kalian (uswatun hasanah). yang paling pokok adalah ia selalu menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah saw. Karena itu. siapa yang tidak mengikuti jalan ini. Allah swt. para shiddiqin.

Mereka melakukan tugasnya untuk kemakmuran negara dan rakyat (bangsa). Namun dalam pemahaman masyarakat kita. Dalam buku (kitab tafsir) al-Qur’an dan Terjemahnya yang disusun oleh Departemen Agama RI. Yang dimaksud ulama di sini adalah orang-orang yang mengetahui berbagai macam ilmu secara mendalam dan dapat memberitahukannya kepada orang lain. tanpa dibatasi pada ilmuilmu tertentu. Menaati ulama dan ulil amri termasuk salah satu kewajiban kita selaku umat Islam. Orang-orang yang menekuni atau mendalami bidangbidang ilmu selain ilmu-ilmu agama tidak disebut sebagai ulama. Dengan demikian. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. kata ulama lebih dimaknai sebagai orang-orang yang mendalami berbagai bidang ilmu agama.saw. menaati ulama dan ulil amri berarti taat dan patuh terhadap semua ketetapan atau keputusan yang dibuat oleh para ulama dan para umara’ (pemerintah). khususnya di Indonesia. dari keseharian kalian. ilmu tauhid. Taat kepada Ulil Amri Dari segi bahasa ulil amri berarti pemilik perkara atau kekuasaan. tetapi mereka sering disebut sebagai cendekiawan atau pakar ilmu pengetahuan (ilmuwan). taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya). Adapun yang dimaksud umara’ (pemerintah) adalah para penyelenggara negara mulai dari yang tertinggi (presiden) hingga yang paling rendah (kepala desa) atau mungkin yang lebih rendah dari kepala desa. Dengan kata lain ulil amri berarti yang memiliki urusan atau kekuasaan. Sebenarnya makna ulama secara umum meliputi semua bidang ilmu. dalam al-Quran (sperti sudah disebutkan di atas): ْ ُ ْ ِ ِ ْ َْ ‫يآأيها الذين ءامنوآ أطيعوا ال وأطيعوا الرسججول وأولججي الم جر منكجم‬ ِ َُ َ ُ ّ ُ ْ ِ ََ َ ُ ْ ِ َ َُ َ َ ْ ِ ّ َ َّ َ ‫فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى ال والرسول إن كنتم تؤمنون بجججال‬ ِ ِ َ ْ ُِ ْ ُ ْ ُْ ُ ْ ِ ِ ْ ُ ّ َ ِ َِ ُ ْ ّ ُ َ ٍ ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ِ َ (59 :‫واليومالخرذ ٰلك خير وأحسن تأويل )النساء‬ ً ْ ِ ْ َ ُ َ ْ ََ ٌ ْ َ َ ِ ِ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. jika kamu benar-benar 43 . Hal ini didasarkan pada firman Allah swt. an-Nisa’ (4) ayat 59 diterjemahkan menjadi setiap yang memiliki hak untuk mengatur. kata ulil amri yang terdapat dalam QS. seperti ilmu-ilmu yang terkait dengan al-Quran dan hadis. bukan atas nama pribadi. seperti ulama dan pemerintah. 4. maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Buang jauh-jauh sifat-sifat negatif yang sangat dibenci oleh Rasulullah saw. dan ulil amri di antara kamu. ilmu fikih. dan yang sejenisnya.

Semua ketetapan yang harus kita taati adalah yang tidak bertentangan dengan ketetapan Allah swt. juga Rasulullah saw. Karena begitu besar jasa para ulama ini sampai-sampai Nabi saw. Jika ketetapan yang mereka buat bertentangan dengan ketetapan Allah atau dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Bentuk ketaatan kepada umara’ (pemerintah) misalnya dengan mengikuti semua ketentuan yang (peraturan) yang mereka buat terkait dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. maka kita tidak boleh menaati mereka. bersabda: (‫)رواه الترمذي‬ ِ َ ِ ْ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ َُ ْ ‫العلماء ورثة النبياء‬ Artinya: “Para ulama adalah pewaris para nabi. seperti dalam bidang hukum. haji. dan hal-hal yang terkait dengan semua itu. ekonomi. politik. Adapun bentuk ketaatan kita kepada ulama misalnya dengan mengikuti ketetapan atau fatwa-fatwa mereka dalam hal ibadah dan muamalah. maka tidak ada kewajiban bagi orang-orang mu’min untuk menaati mereka. puasa. (dengan memegangi Sunnahnya). Dari ayat di atas dapat juga dipahami bahwa ketaatan terhadap Allah dan Rasulullah bersifat mutlak. Jika keputusan yang mereka buat bertentangan dengan al-Quran dan Sunnah. pendidikan. zakat. Tentu saja kita tidak membabi buta menaati semua ketetapan ulama dan pemerintah. Berkat jasa ulama ajaran-ajaran Islam tetap lestari hingga sekarang dan di masa-masa mendatang. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Dalam hal ini kita bahkan 44 . Ulama adalah orang-orang yang sangat berjasa dalam perkembangan Islam. Sedang taat kepada ulil amri tidak bersifat mutlak. Dengan ijtihad mereka lahir berbagai ilmu (agama) yang memudahkan kita untuk memahami dan mengamalkan isi dan ajaran al-Quran dan Hadis. dan lain sebagainya.” (QS. yakni jika keputusan atau ketetapan yang mereka buat tidak bertentangan dengan al-Quran dan Sunnah. dan kepada ulil amri (dengan memegangi hasil-hasil ketetapan dan keputusan mereka). Sebagai contoh dalam kehidupan bernegara adalah kita berusaha mengikuti ketetapan pemerintah dalam berbagai bidang kehidupan kita yang ditetapkan melalui undang-undang atau peraturan-peraturan pemerintah. an-Nisa’ (4): 59). Dalam hal ibadah misalnya kita menaati ketentuanketentuan yang lebih praktis dan teknis dalam masalah shalat.” (HR. tetapi memiliki prasarat khusus. Melalui ulama kita dapat mengetahui dan mengkaji al-Quran dan Hadis.beriman kepada Allah dan hari kemudian. Ayat di atas memerintahkan orang-orang yang beriman untuk taat kepada Allah swt. (dengan memegangi al-Quran). kepada Rasulullah saw. at-Tirmidzi). artinya tidak ada prasarat khusus.

diperintahkan untuk mengingatkan mereka agar kembali kepada ketetapan Allah swt. yang keduanya selalu disebut dengan kedua orang tua. telah memberikan aturan mengenai apa yang harus kita lakukan terhadap kedua orang tua. Orang tua memiliki kedudukan yang sangat istimewa di hadapan kita. Guru merupakan orang tua kedua bagi kita. Bergaul dengan orang tua tidak sama seperti bergaul dengan orang-orang lain atau teman-teman sebaya kita. peraturan berpolitik. Orang tua nomor satu adalah orang tua yang melahirkan kita dan orang tua kedua adalah orang tua yang memberikan kepandaian kepada kita. yaitu bapak dan ibu. Yang dapat kalian lakukan adalah: Kalian jangan menyepelekan ketetapan-ketetapan para ulama dan pemerintah. sebab kalian diperintahkan untuk taat kepada mereka. Jika peraturan-peraturan itu isinya tidak bertentangan dengan ketentuan agama Islam (al-Quran dan Sunnah). Dengan begitu kalian nantinya akan taat pada peraturan-peraturan yang kedudukannya lebih tinggi dari itu. Di samping kita harus memberikan perlakuan yang istimewa kepada kedua orang tua. sehingga kita harus menghormati mereka dan patuh terhadap perintah-perintahnya. Merekalah yang melahirkan kita. Kita memiliki dua orang tua. Kita ada di muka bumi ini lantaran orang tua kita. seperti peraturan sekolah. seperti peraturan lalu lintas. peraturan rumah tangga. Islam melalui al-Quran dan hadis Nabi saw. peraturan di masyarakat. 5. dan lain sebagainya. sangat tergantung pada keridoan orang tua. kita pun harus berbuat yang sama kepada guru. maka kalian harus mematuhinya. kita harus memberikan penghargaan yang istimewa kepada mereka. dan sebaliknya 45 . Karena itu kalian harus memulai dengan mengenal berbagai peraturan yang ada di lingkungan kalian. Karena itu. Taat kepada Orang Tua dan Guru Orang tua adalah orang yang melahirkan kita. dan peraturan-peraturan negara lainnya. Jika ketetapan-ketetapan yang dibuat oleh mereka (ulil amri) tidak bertentangan dengan al-Quran dan Sunnah maka kalian harus menaatinya. Guru juga merupakan orang yang istimewa bagi kita. Dalam sebuah hadis Nabi ditegaskan bahwa keridoan Allah swt.

Karena itulah. Dalam surat al-Isra’ (17) ayat 23-24 Allah swt. sangat tergantung pada kemurkaan orang tua.” (HR. قلت: ثم‬ . berfirman: َ َ ْ ِ ّ َ ُْ َ ّ ِ ً َ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ُ ّ ِ ّ ِ ۤ ‫َ ّ َ َ َ ْ ُل‬ ‫وقض ٰى ربك أ ّ تعبدو إل إياه وبالوالدين إحْسانا إما يبلغن عندك‬ ۤ‫ُ ا‬ ََ ‫الكب َ أحد رما أو كلهما فل تق ْ ل لما أف ول تنهرهما وقل لهما‬ َ ُ َ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ َ ّ ُ َۤ ‫ْ ِ َ َ َ ُه َۤ َ ْ ِ َ ُ َ َ َ َ ُ َه‬ ُ ُ ‫قول كريما. kedua orang tua kita harus menjadi prioritas utama yang harus kita beri penghormatan.(‫الترمذى‬ Artinya: “Keridoan Allah terletak pada keridoan kedua orang tua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua. atTirmidzi). dan membesarkan kita dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang. Nabi saw. tanpa ada rasa pamrih atau ingin dibalas jasanya nanti. Dalam hadis. bersabda: ‫)رواه‬ ‫رضى ال فى رضى الوالدين وسخط ال فى سخط الوالدين‬ َْ ِ َ ْ ِ ْ ُ ِ ِ ُ ْ ُ َ ِ َْ ِ َ ْ َ ِ ِ ُ َ ِ .(‫أي؟ الجهاد فى سبيل ال )متفق عليه‬ ِ ِ ْ َِ ِ ُ َ ِ ْ ّ َ Artinya: “Aku bertanya kepada Nabi saw. diriwayatkan melalui shahabat.: “Apa amalan yang paling disukai oleh Allah swt. Keduanya yang melahirkan kita.(24-23 : ‫كما ربياني صغيرا )السراء‬ ً ْ ِ َ ْ ِ ََّ َ َ 46 . قلت: ثم أي؟ قال: بر الوالدين. dia berkata: ‫سألت النبى صلى ال عليه وسلم: أى العمل أحب إلى ال تعالى؟‬ َََ ِ َِ ّ َ َ ِ َ َ ْ ّ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ ِ ّ ُ ْ ََ ّ ُ ُ ْ ُ ِ ْ َ ِ َ ْ ّ ِ َ َ ّ َ ّ ُ ُ ْ ُ َ ِ ْ َ ََ ُ َ ّ َ ‫َ ل‬ ‫قا َ: الصلة على وقتها. Aku bertanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. ‘Abdullah bin Mas’ud. Islam menetapkan bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua (birrul walidain) adalah wajib dan merupakan amalan utama.” (HR.?” Beliau menjawab: “Shalat tepat waktunya”. al-Bukhari dan Muslim). واخفض لهما جناح الذل من الرحمة وقل رب ارحمهما‬ َ ُ ْ َ ْ ّ َ ْ ُ َ ِ َ ْ ّ َ ِ ّ ّ َ ََ َ ُ َ ْ ِ ْ َ ً ِ َ ً ْ َ . Kemudian aku bertanya lagi: “Seterusnya apa?” Beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah. Kedua orang tua sangat besar jasanya bagi kita. mendidik. terutama ibu kita. kemudian mengasuh.kemurkaan Allah swt. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang paling besar jasanya selain dari kedua orang tua kita.

baik ketika keduanya masih hidup maupun ketika sudah meninggal dunia. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya ada dekat denganmu (dalam pemeliharaanmu) sampai berumur lanjut. Berdasarkan ayat di atas kita harus berbuat baik kepada kedua orang tua (birrul walidain). Jawaban Nabi yang pertama sampai ketiga adalah ibunya. Dari kedua orang tua tersebut. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Hadis tersebut mengisyaratkan bahwa seorang ibu sangat menentukan surga bagi anak-anaknya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim. datanglah (lebih dahulu) kepada ibumu. Di sinilah arti pentingnya taat kepada orang tua. dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang hormat. Kita harus selalu mengucapkan perkataan yang baik dan sopan.” (HR. jika terhadap orang 47 . meskipun hanya sekedar mengucapkan kata “ah” atau perkataan lain yang menyinggung atau menyakiti hati mereka. terutama setelah keduanya mulai tua (lemah). kasihanilah kiranya keduanya. terutama ibu. Satu hadis lagi yang sangat populer di kalangan umat Islam adalah hadis yang menunjukkan tingginya kedudukan seorang ibu. Nabi melalui beberapa hadisnya menjelaskan keutamaan ibu daripada bapak untuk kita hormati. Betapapun pandai dan shalihnya seseorang. Artinya seorang anak belum dapat masuk surga jika tidak mendapatkan restu dari ibunya. Jangan sekali-kali kita menyakiti keduanya (‘uququl walidain). Nabi bersabda: “Orang yang paling besar haknya kepada anak adalah ibunya.” Disabdakan juga: “Jika ibu dan bapakmu memanggil kamu.(‫)رواه أحمد‬ ِ َ ّ ُ ْ ِ َ ْ َ َ ْ َ ُ َّ َْ ‫الجنة تحت أقدام المهات‬ Artinya: “Surga itu terletak di bawah telapak kaki para ibu. al-Isra’ (17): 23-24). jangan pula kamu membentak keduanya. dan baru jawaban Nabi yang keempat adalah bapaknya. sebagaimana keduanya telah mengasihani aku masih kecil”. Ahmad). sampai-sampai Nabi bersabda: .Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan supaya kamu berbuat baik kepada ibu bapak. ad-Dailami). Kita juga diperintahkan untuk selalu mendoakan keduanya agar diampuni dosanya. sekali-kali janganlah kamu berkata kepada keduanya “ah”. Ada juga hadis Nabi yang diriwayatkan oleh alBukhari dan Muslim yang menjelaskan jawaban Nabi atas pertanyaan seorang sahabat tentang siapa yang lebih berhak untuk dihormati.” (HR. dan katakanlah: “Wahai Tuhanku.” (QS. ibulah yang harus didahulukan untuk kita hormati.

b. Menghormati dan memuliakan kedua orang tua dengan penuh rasa terima kasih dan kasih sayang atas jasa-jasa keduanya yang tidak mungkin bisa dinilai dengan apa pun. Bersyukurlah kepada-Ku dan 48 . dan membesarkannya. pekerjaan. maka tidak ada kewajiban bagi si anak untuk menaati orang tuanya. mengasuh. Luqman (31): 15). dan tidak akan dapat memasuki surga-Nya.(15 :‫وصاحبهما في الدنيا معروفا … )لقمان‬ ً ُ ْ َ َْ ّ ِ َ ُ ْ ِ َ َ Artinya: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. yakni sebagai berikut: a. menyusui. Mengikuti keinginan dan saran kedua orang tua dalam berbagai aspek kehidupan. selama semuanya itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dari uraian di atas dapat dijelaskan beberapa bentuk ketaatan seorang anak kepada kedua orang tuanya. terutama dengan mencari nafkah untuk keluarga dan melindungi keluarga dari berbagai gangguan yang mungkin terjadi. Sang bapak juga ikut bersama-sama ibu mengasuh. maupun masalah lainnya. Apabila di antara hal itu ada yang bertentangan dengan ajaran Islam.tuanya tidak hormat dan tidak taat. dan membesarkannya. maka tidak akan memperoleh rido dari Allah swt. Sang ibu telah mengandung anak dengan susah payah dan penuh penderitaan. tetapi anak harus menolaknya dengan cara yang baik dan penuh rasa hormat. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. dan menyapihnya dalam dua tahun. merawat. seperti yang dijelaskan oleh ayat al-Quran di bawah ini: ‫وإن جاهدا َ كعلى أن تشرك بي ما ليس لك به علم فل تطعهما‬ َ ُ ْ ِ ُ َ َ ٌ ْ ِ ِ ِ َ َ َ ْ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ٰۤ َ َ َ َ ْ َِ . Al-Quran menggambarkan penderitaan orang tua dalam mengasuh anak dengan firman-Nya: ْ‫ووصينا النسان بوالديه حملته أمه‘ وهن اعلى وهن وفصاله‘ في‬ ِ ُ َ ِ َ ٍ ْ َ ٰ َ ً ْ َ ّ ُ ُ ْ ََ َ ِ ْ َ ِ َ ِ َ َ ْ ِْ َ ْ ّ َ َ . jodoh. kemudian melahirkan. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik …” (QS. baik dalam masalah pendidikan. merawat.(14 :‫عامين أن اشكر لي ولوالديك إلي المصير )لقمان‬ ُ ْ ِ َ ْ ّ َِ َ ْ َ ِ َ َِ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ Artinya: “Dan Kami wasiatkan (wajibkan) kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya.

berfirman: ‫واخفض لهما جناح الذل من الرحمة وقل رب ارحمهما كما‬ َ َ َ ُ ْ َ ْ ّ َ ْ ُ َ ِ َ ْ ّ َ ِ ّ ّ َ ََ َ ُ َ ْ ِ ْ َ . Selalu mendoakan kedua orang tua agar selalu mendapatkan ampunan. 2) berbicara dengan orang tua dengan lemah lembut (baik bahasanya maupun suaranya). 2) melunasi hutang-hutangnya. dan karunia dari Allah swt. kasihanilah mereka keduanya. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. d.(24 :‫ربياني صغيرا )السراء‬ ً ْ ِ َ ْ ِ َ َّ Artinya: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku. Dalam hal ini Allah swt. misalnya. dan lain sebagainya. harus selalu membantu pekerjaan orang tua.(23 :‫تنهرهما وقل لهما قول كريما )السراء‬ ً ِ َ ً ْ َ َ ُ َ ْ َُ َ ُ ْ َ َْ Artinya: “Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. Dalam hal ini Allah swt. dan ketika sudah berkeluarga (berdiri sendiri) seorang anak harus selalu membantu orang tua dari segi keuangan. ayah. mulai dari memandikan.” (QS. dan menguburkannya. mengkafani. Di antara bentuk penghormatan kepada orang tua adalah: 1) memanggil orang tua dengan panggilan yang menunjukkan rasa hormat. menshalatkan. maka yang harus dilakukan seorang anak adalah: 1) mengurus jenazahnya dengan sebaik-baiknya. 49 . rahmat. hanya kepada-Kulah kembalimu. berfirman: َ َ ّ ُ َ ُ َ ْ ُ َ ‫ِإّ َ ُْ َ ّ ِ ْ َ َ ْ ِ َ َ َ ُه َۤ َ ْ ِ َ ُ َ َل‬ ‫ما يبلغن عندك الكب َ أحد رما أو كلهما ف َ تقل لهمآ أف ول‬ ُ . papa. c. Luqman (31): 14).” (QS. seorang anak.kepada dua orang ibu bapakmu. al-Isra’ (17): 24). seperti bapak. Membantu kedua orang tua secara fisik dan material. al-Isra’ (17): 23).” (QS. e. Jika kedua orang tua telah meninggal. 3) tidak mengucapkan kata-kata kasar atau kata-kata lain yang menyakitkan hati orang tua. Ketika masih tinggal bersama-sama dengan orang tua (belum berkeluarga).

Itulah beberapa uraian tentang kewajiban berbuat baik atau taat kepada kedua orang tua dan cara-cara yang harus dilakukan oleh seorang anak dalam pergaulannya dengan kedua orang tuanya. dan 6) mendoakannya. Durhaka kepada kedua orang tua akan disegerakan pembalasannya oleh Allah di dunia sekarang. sehingga mereka tergiring ke sebuah goa di kaki gunung. sungguh aku mempunyai kedua orang tua yang sudah renta. 5) memuliakan sahabat-sahabatnya. Aku tidak pergi sebelumnya. Kemudian turunlah hujan. kecuali Allah. 4) meneruskan silaturrahim yang dibina orang tua di waktu hidupnya. Tanganku hitam dan kotor. Suatu hari. Karena itu. Mereka berkata. b. Sedangkan aku tidak pernah menyediakan minum sebelumnya untuk keluarga.” Dalam riwayat yang lain. mintalah kepada Allah dengan amal terbaikmu. Sedangkan sebelumnya aku benci untuk memerah susu. Durhaka kepada kedua orang tua menyebabkan semua amal menjadi sia-sia dan tidak bermanfaat. Aku masih menemukannya dalam keadaan tertidur. keduanya 50 . c. karena terusir dari keluarganya. Kemudian aku memerah susu untuk minum keduanya. Tidak ada yang tahu posisi kalian. “Lenyaplah jejak dan tertutup batu.” Dalam riwayat lain disebutkan.” Salah seorang dari mereka berkata. sampai keduanya tertidur. “Lihatlah pada amal perbuatan saleh yang telah kalian lakukan karena Allah swt. Aku menunggu keduanya bangun sampai pagi. serta yang lainnya dengan riwayat yang bermacam-macam. “Tidak ada yang bisa menyelamatkanmu dari batu ini. MUTIARA KISAH Dalam hadis shahih yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim. Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain. Memohonlah kepada Allah semoga akan dapat membukanya.3) melaksanakan wasiatnya. Bergeserlah di mulut goa itu batu besar yang kemudian menutupnya. Jika berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain) itu wajib maka durhaka kepada kedua orang tua (uququl walidain) adalah dosa besar yang harus benar-benar dijauhi. Ada tiga pemuda – sebelum zaman kami – pergi. kecuali kalian meminta dengan amal salehnya. ”Ya Allah. aku pergi mencari kayu. di samping pembalasan (siksa) di akhirat kelak. Hal-hal yang harus diperhatikan terkait dengan durhaka kepada kedua orang tua adalah: a. Kemudian. Durhaka kepada kedua orang tua termasuk di antara dosa besar yang dapat mengakibatkan siksaan neraka.

terbangun. Jangan berperilaku tidak sopan kepada guru. yaitu guru formal dan guru informal. baik di dunia maupun di akhirat. f. Tidak semua orang tua mampu mengantarkan anaknya menjadi orang yang baik dan berguna. “Menumbuhkan harta benda yang disewakan. apalagi dengan sengaja meremehkan dan merendahkan guru di hadapan orang lain. Sehingga. Adapun guru adalah orang yang memberikan pendidikan dan pengajaran kepada kita.” Bergeserlah batu itu dari mereka secara keseluruhan. c. buku. diskusi. g.” Kemudian yang lainnya menyebut amal terbaiknya. yakni orang yang mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari seorang guru baik secara formal maupun informal. “Aku telah terbebas dari keinginan perbuatan zina dengan anak pamanku. jika aku mengerjakan hal itu untuk mencari rido-Mu. Dengan demikian.” Yang satunya lagi. Batu itu bergeser sedikit. Menaati dan melaksanakan semua yang diperintahkan oleh guru. meskipun ada juga orang tua yang dapat melakukan tugas seperti itu. dan lain sebagainya. Jangan mempersulit guru dengan berbagai pertanyaan yang memang bukan bidang gurunya. Berperilaku sopan terhadap guru baik dalam bentuk ucapan maupun tingkah laku. Jangan membicarakan kekurangan guru di hadapan orang lain. Karena begitu besarnya jasa guru kepada kita. Karena itu. maka kita harus berbuat baik kepada guru dengan cara seperti berikut: a. Ya Allah. Guru formal adalah guru yang memberikan pendidikan dan pengajaran secara formal di kelas atau dalam suatu lembaga pendidikan dan pengajaran yang disebut sekolah. maka geserlah posisi batu itu. lalu meminumnya. b. Memerhatikan pelajaran dan pendidikan yang diberikan guru baik di kelas maupun setelah di luar kelas serta berusaha untuk menguasainya. Gurulah yang mengantarkan kita menjadi orang yang memiliki bekal untuk hidup. tetapi mereka belum bisa keluar. d. Dari pengertian ini ada dua macam guru. 51 . Mengamalkan ilmu yang diajarkan guru. e. Sedang guru informal adalah guru yang memberikan pendidikan dan pengajaran di luar kelas/sekolah melalui ceramah. semuanya bisa keluar dengan leluasa. guru dapat mengganti peran orang tua dalam mendidik anaknya. baik secara formal maupun informal. apalagi berbuat kasar kepadanya. Kebalikan dari guru adalah murid. peran guru tidak kalah pentingnya bagi kita di samping orang tua. Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa guru merupakan orang tua kita yang kedua.

Ingatlah! Ini adalah kunci sukses kalian dalam meniti kehidupan di dunia ini dan untuk meraih sukses besar nanti di akhirat. Orang-orang yang banyak ber jasa kepada kalian juga layak untuk kalian taati. maka taat dan hormat kepada mereka merupakan suatu kewajiban yang tidak bisa ditunda-tunda. mungkin ada orang-orang lain yang perlu kalian hormati dan sekaligus kalian taati. Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A. tentunya kalian sudah memahami apa yang dapat kalian lakukan dalam rangka menaati kedua orang tua dan guru tersebut. Jika perlu ajaklah mereka untuk melakukan hal yang seperti kalian lakukan. tentu saja selama tidak melanggar ketaatan kalian kepada Allah swt. Begitu juga kalian mutlak menaati guru kalian agar kalian sukses dalam menjalankan tugas kalian sebagai peserta didik yang menjalankan proses pendidikan. Jangan sampai kalian mengikuti pepatah: “air susu dibalas dengan air toba”. atau D! 52 . B. C. Karena begitu besarnya jasa orang tua dan guru terhadap kalian dan juga kita semua. UJI KOMPETENSI A. kalian mutlak harus taat kepada orang tua kalian. Untuk meraih keridoan Allah swt.Di samping orang tua dan guru. Agama Islam mengajarkan untuk selalu membalas jasa baik orang lain. Apa yang harus kalian lakukan? Dengan memahami bentuk-bentuk ketaatan kepada kedua orang tua dan guru seperti yang diuraikan di atas. Bagaimana kalian dapat menguasai ilmu jika kalian tidak taat kepada guru yang mengajarkan ilmu tersebut? Berusahalah kalian sebaik-baiknya untuk hal ini dan abaikan teman-teman kalian yang mencemooh kalian untuk kewajiban yang sangat penting ini.

A... yang harus ditaati oleh orang yang beriman adalah . Rasul-Nya C... Manusia sebagai makhluk Allah yang lemah tidak sepantasnya berbuat sombong. D. birrul walidain B.. khairul walidain B.. Orang yang berilmu B. B. Ketenangan dalam hidup merupakan salah satu buah dari sifat . Yang kita taati banyak memberikan manfaat untuk kita. Di antara orang tua yang paling utama mendapat penghormatan adalah . A.. Menurut al-Quran surat an-Nisa’ ayat 59.. A.. Allah swt... Dalam salah satu hadisnya... yang ada pada diri seseorang. A. Allah swt... Yang kita taati tidak pernah menyuruh kita bermaksiat kepada Allah.. Sebutkan beberapa bentuk penghormatan yang diberikan oleh anak kepada kedua orang tuanya! 2. Yang harus dilakukan seorang anak kepada orang tuanya yang sudah meninggal di antaranya adalah .1.. dan . Nabi-Nya B. Ulil amri D.. Mengapa kalian harus taat dan hormat kepada guru kalian? 53 . orang tua D. 5. 4. C. Berbuat baik kepada orang tua dalam istilah agama disebut . Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat! 1... sukhtul walidain C. D. 2. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat! 1. Rasulullah saw. 3. A.. malaikat-Nya 5.. Syetan dan Iblis 2. Yang pantas untuk membanggakan diri dan sombong di dunia ini adalah . tetapi sebaliknya ia harus bersikap . B. Yang mutlak harus ditaati di dunia ini adalah . Ketiga-tiganya 3. menegaskan bahwa keridoan Allah terletak pada keridoan .. C.. Yang kita taati adalah orang tua dan guru kita. dan . 4. uququl walidain D.. Orang yang kaya C. D. Kita boleh menaati siapa pun dengan syarat . Nabi Muhammad saw. Yang kita taati tidak akan mencelakakan kehidupan kita seharihari.

guru juga bisa menambah gambar atau ilustrasi yang juga mendukung peserta didik untuk berkarakter. Sementara itu. ketangguhan. dan ulil amri! 3. guru bisa mengambil bahan ajar seperti itu dan diberi tambahan seperlunya saja. Bahan ajar di atas juga sudah mendorong peserta didik untuk berfikir kritis (cerdas) dan tekun serta kerja keras. misalnya dengan memotivasi agar peserta didik selalu membiasakan karakter-karakter tersebut. 54 . yang terkait dengan perintah untuk menaati kedua orang tua! 2.. kepedulian. kumpulkan beberapa dalil. Untuk lebih melengkapi bahan ajar tersebut. Sebagai tugas individu. Apa yang dapat kalian lakukan dalam rangka menaati ulil amri! D. Bahan ajar ini jelaslah bermuatan nilai-nilai karakter yang harus diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. penilaian atau evaluasinya sudah ada tetapi belum lengkap. Proyek! 1.3. mulai dari yang paling ringan secara bertahap hingga yang paling berat. terutama karakter tawadlu’ dan taat. jelaslah bahwa muatan isi materinya sudah mengandung nilai-nilai karakter. yakni karakter kereligiusan.. maupun masyarakat. Dalam proses pembelajaran di kelas guru juga harus menjadi contoh dalam pengembangan nilai-nilai karakter kejujuran. Rasulullah saw. kecerdasan. Dari contoh bahan ajar dengan adaptasi penuh yang membahas masalah tawadlu’ dan taat seperti di atas. Namun demikian. misalnya metode-metode seperti yang diuraikan di atas. Diskusikan bersama teman-temanmu mengenai hikmah yang dapat kalian peroleh. Metode atau cara penyajiannya (pembelajarannya) juga sudah cukup mendorong peserta didik untuk berkarakter. dan demokratis melalui berbagai metode yang digunakan. dan begitu juga bahasanya cukup santun. Cobalah kalian mulai sekarang mulai membiasakan perilaku terpuji seperti tawadlu’dan taat baik di lingkungan sekolah. Dengan demikian. keluarga. baik al-Quran maupun hadis. guru bisa menambah pengayaan untuk lebih mendorong peserta didik agar membiasakan karakter tawadlu’ dan taat dalam kehidupannya sehari-hari. jika kalian selalu menaati Allah swt. Guru juga bisa menambahkan instrumen penilaian afektif (sikap) dan psikomotorik (perilaku) beserta rubrik penilaiannya. Guru bisa menambahkan evaluasi atau penilaian yang juga lebih mendorong agar siswa berkarakter.

seperti pengertiannya. lalu guru menambah penjelasan dari bahan ajar yang lain. Begitu juga. Yang perlu ditekankan di sini adalah dalam melakukan revisi guru harus memerhatikan ketentuan di atas sehingga benar-benar mendorong peserta didik untuk berkarakter mulia. Adaptasi sebagian/parsial sebelum pembelajaran dilaksanakan Strategi kedua ini hampir sama dengan strategi pertama. Contoh: Potongan bahan ajar dalam salah satu buku ajar kelas 7 semester 1 sebagai berikut: B. dan cara melakukannya. Thaharah (Bersuci) Untuk memahami masalah thaharah dan dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. guru bisa menambah evaluasi atau penilaian yang lebih komprehensif baik dari segi teknik maupun dari segi cakupannya. Sebagai contoh. mungkin dari segi isinya. Pengertian Thaharah dan Dasar Hukumnya Kata thaharah berasal dari kata bahasa Arab at-thaharah yang berarti suci dan bersih. tetapi sebagiannya saja. mungkin dari segi kegiatan pembelajarannya.b. di bawah ini akan diuraikan permasalahan penting yang terkait dengan masalah thaharah ini. Guru menuliskan kembali bahan (materi) hasil adaptasinya beserta semua revisi dan tambahan yang dilakukannya dalam satu bahan ajar. Jadi. atau mungkin dari segi penilaian atau evaluasinya. guru mengambil sebagian dari bahan ajar di atas. dasar-dasarnya. Guru juga bisa menambah kegiatan-kegiatan yang bisa mendorong siswa melakukan pembelajaran sekaligus pembiasaan agar berkarakter seperti yang diharapkan. 1. hanya di sini guru tidak mengadaptasi semua bahan (materi). Thaharah memiliki 55 . thaharah berarti bersuci dari hadas dan najis. macammacamnya. misalnya mengambil materi tentang tawadlu’ sebagian saja. Guru di sini lebih banyak melakukan revisi dan tambahan. Guru melakukan revisi ini lalu hasil revisiannya dijadikan satu dengan bahan adaptasinya sehingga menjadi satu bahan ajar yang utuh. At-thaharah juga bisa berarti bersuci (dari kotoran). masalah thaharah terkait dengan masalah kesucian dan kebersihan. dikemukakan juga dalil-dalil naqli baik dari ayat-ayat al-Quran maupun hadis Nabi saw. Dalam pemahaman syariah (hukum) Islam. Untuk melengkapi uraiannya.

dan membaca al-Quran. seperti bersentuhan kulit antara laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim (kerabat dekat). Hadas kecil. Bersuci dari hadas. yaitu mensucikan badan. mandi. Bersuci dari najis. atau tayammum. seperti firman-Nya dalam surat al-Baqarah (2) ayat 222: (222 :‫)البقرة‬ َ ْ ِ ّ َ َُ ْ ّ ِ َُ َ ْ ِ ّ ّ ّ ِ ُ َ ّ ِ ‫إن ال يحب التوابين ويحب المتطهرين‬ Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri. atau melahirkan bagi perempuan. yaitu hadas yang bisa disucikan dengan mandi wajib atau tayammum. seperti batu. Ahmad). 3. Dalam al-Quran ditegaskan bahwa Allah mencintai orang-orang yang selalu menjaga kebersihan dan kesucian. yaitu mensucikan diri dari hadas. dan tempat dari najis dengan air yang suci dan mensucikan. pakaian. serta junub atau janabat bagi laki-laki maupun perempuan. bersabda: . seperti shalat. Macam-macam Thaharah Secara umum thaharah (bersuci) dapat dibagi menjadi dua macam.kedudukan yang penting dalam hukum Islam. Thaharah merupakan persyaratan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah swt. yaitu hadas yang dapat disucikan dengan melakukan wudlu atau tayammum. nifas. Dalam salah satu hadis. Nabi saw.(‫)رواه أحمد‬ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َّ ‫النججظافة من اليجمان‬ Artinya: “Kebersihan adalah sebagian dari iman. yaitu: a.” (QS.” (HR. kayu. alBaqarah (2): 222). seperti haidl. baik hadas kecil maupun hadas besar dengan melakukan wudlu. 56 .. Kebersihan juga merupakan bagian yang penting dalam kesempurnaan iman seseorang Muslim. b. 2. tisu. yaitu: a. thawaf. mengeluarkan sesuatu dari lubang qubul (“pintu depan”) maupun lubang dubur (“pintu belakang”) b. Macam-macam Hadas dan Cara Mensucikannya Hadas ada dua macam. dan lainlainnya. Hadas besar. atau dengan benda-benda suci yang keras.

Cara mensucikannya cukup dengan mengalirkan air pada benda yang kena najis. yaitu najis yang masih jelas zat dan warnanya. baunya. Cara mensucikannya adalah dengan membasuh bekas jilatan tersebut dengan air yang suci sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan tanah yang suci. baunya. Cara mensucikan najis ini cukup dengan memercikkan air pada benda yang kena najis ini. yaitu najis pertengahan antara najis yang ringan dan yang berat. 6) Khamer atau minuman keras yang memabukkan. 2) Darah baik merah maupun putih selain hati dan limpa. Najis mughallazhah. Yang termasuk dalam najis ini adalah: 1) Bangkai binatang selain dari binatang laut (ikan) dan binatang darat yang tidak berdarah seperti belalang. 2) Najis ‘ainiyah. dan istihazhah (darah penyakit). dan rasanya. 57 . yaitu najis yang diyakini adanya. yaitu: a. 7) Muntah. Najis mutawasithah dibagi menjadi dua. Yang termasuk najis ini adalah air kencing anak laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan dan minum selain air susu ibu. seperti air kecing yang sudah kering. 5) Semua yang keluar dari lubang qubul dan dubur. 9) Bagian binatang yang diambil dari tubuhnya sewaktu masih hidup. Dengan demikian air kencing anak perempuan yang belum berumur dua tahun tidak termasuk najis ini meskipun belum makan dan minum selain air susu ibu. yaitu cairan berwarna putih yang keluar dari kemaluan baik laki-laki maupun perempuan yang tidak disertai tekanan syahwat yang sangat kuat. Najis mukhaffafah. Najis mutawasithah. yaitu: 1) Najis hukmiyah. Yang termasuk ke dalam najis ini adalah air liur anjing atau babi dan bekas jilatannya. tetapi tidak tampak zat dan warnanya. c. berangan-angan tentang masalah seksual. 4) Air madzi. nifas. atau rasanya. Cara mensucikannya dengan menghilangkan zat. atau rasanya. kecuali air mani (cairan putih yang keluar karena tekanan syahwat yang sangat kuat). warna. 3) Air kencing selain yang tidak termasuk najis mukhaffafah. dan yang sejenisnya. misalnya karena berciuman. Macam-macam Najis dan Cara Mensucikannya Najis ada tiga macam.4. yaitu najis yang berat. yaitu najis yang ringan. bau. Yang termasuk dalam najis ini adalah semua najis selain dari najis mukhaffafah dan najis mughallazhah. 8) Darah haidl. b.

kotoran binatang. d. ada yang membaginya menjadi tiga. Wudlu Terkait dengan masalah wudlu ini akan diuraikan pengertian wudlu. Meskipun hadas dan najis berbeda dalam berbagai aspek seperti di atas. Bentuk hadas terletak pada proses yang dilakukan oleh seseorang. air liur anjing. Sedang macam najis. serta praktik melakukannya. bersentuhan. Dilihat dari segi bentuknya keduanya juga berbeda. Sedang najis adalah suatu keadaan kotor (tidak suci) yang menjadi sebab terhalangnya seseorang melaksanakan ibadah kepada Allah. berhubungan suami-isteri. kedua istilah itu jelas berbeda. Contoh hadas misalnya keluarnya sesuatu dari dua “pintu” manusia (qubul dan dubur) atau seorang laki-laki bersentuhan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim. tinja. kedua istilah itu juga berbeda. 58 . Sedang bentuk najis bukan pada proses. c. tissu. yakni dengan menghilangkan bentuk najisnya misalnya dengan air suci. najis mughallazhah. Perbedaan Hadas dan Najis Dari uraian singkat tentang hadas dan najis seperti di atas. Hadas dapat dibersihkan dengan wudlu dan tayammum (untuk hadas kecil) atau dengan mandi wajib (untuk hadas besar). batu. 6. e. keduanya jelas berbeda.5. namun keduanya sama-sama termasuk bagian dari thaharah (bersuci). Macam hadas ada dua. atau dengan benda-benda suci lainnya yang sejenis. perhatikan poin-poin perbedaan seperti berikut: a. Sedang najis dapat dibersihkan dengan bersuci. hadas dan najis juga berbeda. Dari segi definisi atau pengertiannya. Dilihat dari contohnya. dan sebagainya. syarat-syarat dan rukunnya. Hadas adalah suatu keadaan tidak suci yang menyebabkan seseorang tidak boleh melaksanakan shalat. bangkai. seperti air kencing. seperti buang air besar atau kecil. Adapun contoh najis adalah air kencing. berikut akan dijelaskan mengenai perbedaan antara hadas dan najis. Dilihat dari segi macam-macamnya. yaitu najis mukhaffafah. hal-hal yang membatalkannya. tanah. dan lainnya. dan lain sebagainya. atau yang lainnya. Untuk lebih memudahkan kalian membedakan antara hadas dan najis. b. tawaf. tetapi pada benda atau barangnya. serta ada juga yang membaginya menjadi najis ‘ainiyah dan najis hukmiyah. yaitu hadas besar dan hadas kecil. Dilihat dari cara membersihkannya. dan najis mutawasithah.

bersabda: “Allah tidak menerima shalat salah satu di antara kamu apabila berhadas sampai berwudlu”.” (HR. Dari hadis di atas jelaslah bahwa wudlu merupakan prasarat utama bagi sahnya shalat.(‫أحدث حت ٰى يتوضأ )رواه البخاري و مسلم‬ َّ َ َ َ َّ َ َ ْ َ Artinya: “Rasulullah saw. al-Bukhari dan Muslim). Dengan demikian jika seseorang melaksanakan shalat dalam keadaan tidak berwudlu. b. 59 . Pengertian wudlu dan dasar hukumnya Kata wudlu berasal dari kata bahasa Arab al-wudlu’ yang berarti bersih. Wudlu ini diperintahkan terkait dengan diperintahkannya shalat bagi umat Islam. maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku-siku. bersabda: ‫قال رسول ال صل ال عليه وسلم: ل يقبل ال صلة أحدكم إذا‬ َ ِ ْ ُ ِ َ َ َ َ َ ُ ُ َ ْ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ ّ َ ِ ُ ْ ُ َ َ َ . Syarat wudlu Untuk sempurnanya wudlu diperlukan syarat-syarat seperti berikut: 1) 2) Islam Mumayyiz (pinter). Seperti disebutkan sebelumnya. berarti shalatnya tidak sah dan tidak akan diterima oleh Allah swt.” (QS. bahwa wudlu dilakukan untuk menghilangkan hadas kecil. dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. al-Maidah (5): 6).a. Nabi saw. Dalam al-Quran surat al-Maidah (5) ayat 6 Allah berfirman: ْ ُ َ ِ ْ ََ ْ ُ َ ُ ُ ْ ُ ِ َ ِ َ ّ ‫يآأيها الذين ءامنوآ إذا قمتم إلججى الصجلة فاغْسجلوا وجججوهكم وأيجديكم‬ َِ ْ ُ ْ ُ َ ِ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ (6 :‫إلى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم إلى الكعبين )المائدة‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َِ ْ ُ َُ ْ ََ ْ ُ ِ ْ ُ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ ِ َ َ ْ َِ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan shalat. artinya bisa membedakan yang baik dan buruk 3) Tidak berhadas besar 4) Menggunakan air yang suci dan mensucikan 5) Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit. wudlu berarti membasuh anggota badan tertentu dengan air menurut syarat dan rukun tertentu. Terkait dengan hukum wajib wudlu ini. Menurut istilah hukum Islam.

Rukun wudlu Rukun atau yang harus dilakukan dalam berwudlu adalah sebagai berikut: 1) Niat. karena yang paling pokok niat berada dalam hati. yaitu mulai dari tepi dahi sebelah atas sampai tepi bawah janggut dan dari centil telinga kanan sampai centil telinga kiri.‫نويت الوضوء لرفع الحدث الصغر فرضا ل تعالى‬ َ َ َ ّ ً ْ َ ِ َ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ ْ َ ِ َ ْ ُ ُ ْ ُ َْ َ ِ Artinya: “Saya berniat wudlu untuk menghilangkan hadas kecil sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.c.(‫)رواه البخاري ومسلم‬ ِ ّّ ِ ُ َ ْ َ ْ َ ِّ ‫إنما العمال بالنيات‬ Artinya: “Sesungguhnya segala perbuatan hendaklah disertai dengan niat.” 2) Membasuh muka sampai batas tumbuhnya rambut. 3) Membasuh kedua tangan sampai siku-siku. Niat merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap pekerjaan dan sangat menentukan nilai pekerjaan tersebut di hadapan Allah swt. tidak boleh dibolak-balik. 5) Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki.” (HR. Untuk kesempurnaan wudlu. yaitu dengan tangan yang dibasahi air.” (QS. yaitu berurutan dalam melakukan rukun wudlu.(5 :‫)البينة‬ َ ْ ّ ُ َ َ ْ ِ ِْ ُ َ ‫ومآ أمروآ إل ليعبدوا ال مخلصين له الدين‬ ُ ُْ َِ ّ ِ ْ ُ ِ ُ َ َ Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. al-Bukhari dan Muslim). al-Bayyinah (98): 5). yakni: 60 . yaitu menyengaja melakukan sesuatu semata-semata ikhlas karena Allah berbarengan dengan awal perbuatan wudlu. Contoh lafal niat wudlu kalau dibunyikan: . Niat tidak harus dilafalkan (dibunyikan). 6) Tertib. 4) Mengusap atau menyapu sebagian kepala. Allah berfirman dalam al-Quran surat al-Bayyinah (98) ayat 5: . Nabi bersabda: . perlu juga dilengkapi dengan mengerjakan sunnah-sunnahnya.

8) Mendahulukan anggota kanan dari yang kiri. maupun berupa angin (kentut). 5) Membasuh sela-sela tangan dan kaki. 61 . 13) Menggosok anggota wudlu agar lebih bersih. Ya Allah. dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. 12) Tidak menyeka air bekas wudlu. cair. 6) Menyapu seluruh kepala. 10) Membasuh anggota wudlu secara berurutan tanpa diselingi pekerjaan lain. Adapun doa setelah wudlu sebagaimana dicontohkan Nabi saw. 4) Memasukkan air ke lubang hidung. 3) Berkumur-kumur.” d. 2) Membasuh kedua tangan hingga ke pergelangan sebelum berkumur-kumur. 7) Menyapu kedua telinga luar dan dalam. 9) Membasuh tiap-tiap anggota wudlu tiga kali.‫واجعلني من عبادك الصالحين‬ َ ْ ِ ِ ّ َ ِ َِ ْ ِ ْ َِْ ْ َ Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah yang Esa yang tidak ada sekutu bagiNya.1) Membaca basmalah waktu memulai berwudlu. 14) Menjaga agar percikan air tidak kembali ke badan. adalah: ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ََ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َِ َ ْ َ ُ َ َ ‫أشْهد أن ل إله إل ال وحده لشريك له وأش جهد أن محم جدا عب جده‬ َ ْ ِ ّ َ َ ُ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ ّ ُ ّ َ ُ ُْ ُ َ َ ‫ورسوله. jadikanlah aku ini termasuk orang-orang yang bertobat. الله جم اجعلن جي م جن الت جوابين واجعلن جي مجن المتطهري جن‬ . dan jadikanlah aku ini hamba-hamba-Mu yang shaleh. Yang membatalkan wudlu Hal-hal yang dapat membatalkan wudlu adalah sebagai berikut: 1) Keluarnya sesuatu dari lubang qubul atau dubur baik berupa benda padat. 18) Berdoa setelah berwudlu. 17) Membaca dua kalimah syahadat dan menghadap ke arah kiblat ketika berwudlu. 16) Menggosok gigi. 11) Tidak meminta pertolongan orang lain. 15) Tidak berbicara sewaktu berwudlu. jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suci.

maka apabila kedua mata itu tidur terbukalah ikatan pintu itu. Mempraktikkan wudlu Dari ketentuan-ketentuan wudlu seperti di atas. َ َ ْ َ َ ُ َ ِ ْ َ ََ ْ ِ ِ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ِ َ ِ ّ ُ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ‫العينان وكاء السه فإذا نامت العينان انطلق الوكاء فمن نام‬ . atau tidur. bersabda: . 3) Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan dengan syarat keduanya sudah dewasa dan keduanya tidak mempunyai hubungan muhrim (kerabat terdekat). gila. Abu Daud). 2) Hilang akal yang disebabkan mabuk. Ibnu Majah dan hadis ini dishahihkan oleh Ahmad).” (QS. kecuali tidur dengan posisi dubur dapat menutup keluarnya angin dari lubang dubur.Allah swt.” (HR. an-Nisa’ (4): 43).” (QS. 4) Menyentuh kemaluan (qubul dan dubur) dengan telapak tangan. an-Nisa’ (4): 43). maka barang siapa yang tidur hendaklah ia berwudlu. e. Nabi saw. (43 :‫)النساء‬ َ َ ّ ُ ُْ َ َ ْ َ ‫أو لمستم النسآء‬ Artinya: “Atau kamu (laki-laki) telah menyentuh perempuan.(‫فليتوضأ )رواه أبو داود‬ ْ ّ َ َََْ Artinya: “Kedua mata adalah tali yang mengikat pintu dubur. berfirman: (43 :‫)النساء‬ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ ُ ِْ ٌ َ َ َ َ ْ َ ‫أو جآء أحد منكم من الغآئط‬ Artinya: “Atau salah seorang di antara kamu kembali dari buang air.(‫)رواه ابن ماجه وصححه أحمد‬ ْ ّ َ َََْ ُ َ ْ َ ّ َ ْ َ ‫من مس فرجه فليتوضأ‬ Barang siapa yang memegang alat kemaluannya maka hendaklah berwudlu (HR. jika dipraktikkan secara berurutan adalah sebagai berikut: 1) Mulailah dengan membaca basmalah 62 .

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A. atau D! 1. Muthaharah 5. Mughallazhah C. Bercakap-cakap 63 . termasuk dengan berkumur dan memasukkan air ke lubang hidung 3) Niat berwudlu sambil membasuh muka dengan air sampai merata sebanyak tiga kali 4) Membasuh tangan sampai siku-siku sebanyak tiga kali dengan mendahulukan tangan yang kanan 5) Menyapu sebagian kepala atau keseluruhannya 6) Membasuh telinga kanan dan kiri baik bagian luar maupun dalam dengan cara memasukkan jari telunjuk/jari tengah ke bagian dalam telinga dan ibu jari memegang bagian luar telinga kemudian memutar kedua jari sambil membersihkan bagian dalam dan luar telinga 7) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki sebanyak tiga kali dimulai dari bagian-bagian yang kanan lalu yang kiri sambil menggosoknya. Mensucikan diri dari hadas dan najis untuk beribadah kepada Allah disebut A. B. Hilang akal karena gila C. Hadas yang dapat disucikan dengan mandi junub disebut … A. Junub 4. Mutawasithah D. Air liur anjing termasuk dalam kelompok najis … A. Makan dan minum D. Hadas kecil D. Istinja’ C. Mandi B. Wudlu D. Mensucikan diri dari hadas kecil dilakukan dengan … A. Hadas ringan 3. Di antara hal-hal yang dapat membatalkan wudlu adalah … A.2) Membersihkan seluruh bagian yang harus dibasuh dalam wudlu. Muntah dengan sengaja B. Hadas janabat B. Istinja’ C. Thaharah B. UJI KOMPETENSI A. Hadas besar C. termasuk pada kedua jari kedua kaki tersebut 8) Setelah selesai berwudlu lalu berdoa sambil menghadap ke arah kiblat. Mukhaffafah B. C. Najasah 2. Janabat D.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat! 1. 5. 3. Tayammum D.. mandi. C. Air yang dapat digunakan untuk menghilangkan najis adalah …. Menyapu muka dan tangan dengan tanah yang suci sebagai pengganti wudlu atau mandi disebut … A. 64 . 5. ayat …. Air kencing yang sudah kering yang tidak kelihatan lagi wujudnya tetapi masih diyakini adanya disebut najis …. 4.Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat! 1. 6.. 3. 3. Perintah melakukan thaharah dalam al-Quran terdapat dalam surat …. 4.. 2. Istinja’ B. Junub B. Dalam bahasa Arab kata thaharah mengandung arti …. 1. 2. Hadas yang dapat dihilangkan dengan wudlu adalah hadas …. Thaharah C. 4.6. Pernyataan Saya selalu mandi setiap hari minimal dua kali Saya selalu berwudlu setiap akan melaksanakan shalat Saya juga selalu berwudlu setiap akan membawa dan membaca al-Quran Saya selalu mencuci tangan setiap akan makan dan selesai makan Saya selalu gosok gigi setiap bangun tidur dan akan tidur Saya selalu memakai pakaian yang bersih dan Jawaban Tida Ya k 5. Jelaskan bagaimana cara mencuci najis mukhaffafah dan najis mughalladzhah? Ceritakan bagaimana pengalaman kalian dalam membiasakan kebersihan (thaharah) di rumah atau di keluarga kalian! Apa hikmah yang kalian rasakan dari pengalaman kalian membiasakan pola bersih? Cobalah kalian mengajak orang tua atau ustadz kalian untuk memberikan penilaian terhadap praktik wudlu.. dan menghilangkan najis (menuci) yang kalian lakukan lalu buatlah laporannya! Berikan tanda contreng (V) pada kolom jawaban ya atau tidak pada daftar penyataan berikut ini! No... 2.

6. Lakukan (praktikkan) wudlu di hadapan guru kalian: Format Penilaian Praktik Wudlu: No. score: 2. 5. 2. 10. Saya selalu membuang sampah pada tempatnya Keterangan: 1. Saya selalu membersihkan kelas ketika saya yang piket 9. 65 . Ini dilakukan di samping untuk mengetahui kebiasaan pola bersih siswa sehari-hari. Dari jawaban siswa (ya atau tidak) guru perlu melakukan cross ceck dengan menanyakan kepada siswa apakah jawabannya sesuai dengan apa yang benar-benar dilakukan siswa. score: 2. 2. 9. Ketepatan cara membasuh dan mengusap bagian-bagian wudlu. cukup (68). 8. Ketepatan bagian-bagian yang dibasuh dan urutannya. Suharman 2. juga untuk mengetahui sejauhmana kejujuran siswa.suci 7. atau kurang (<6). 4. Keterangan: 1. Aspek yang dinilai: 1. Dari sepuluh pernyataan di atas guru dapat melihat bagaimana pola bersih siswa sehari-hari. 6. Nama Siswa Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5 Jumla h Score Nila i Ketuntas an T TT Tindak Lanjut R P 1. 7. ---3. Setiap hari saya menyapu halaman dan membersihkan kotoran di sekitar rumah saya 8. apakah sudah baik (>8). Saya selalu membersihkan kotoran yang ada pada setiap peralatan yang saya pakai 10.

menyapu halaman. Guru perlu menambahkan berbagai ilustrasi yang mendorong siswa agar menjaga kebersihan dan kesehatan. 5. guru bisa melakukan tindak lanjut. sebab begitu ia membaca sudah berhadapan dengan teori atau hukum-hukum.3. perlu ditambahkan motivasi agar peserta didik membiasakan diri dengan bergaya hidup sehat. Misalnya baik (>8). atau kurang (<6). Guru menambahkan di awal 66 . score: 2. kejujuran. Sikap siswa ketika melakukan wudlu. score: 2.00 dan segeralah mandi sekaligus gosok gigi. score: 2. Ketepatan dalam penggunaan air untuk wudlu. lalu berwudlu dan melaksanakan shalat shubuh. bahan ajar di atas perlu ditambahkan materi yang lebih mengarah pada dorongan kepada peserta didik agar membiasakan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. atau membantu mencuci piring. cukup (6-8). Misalnya: Cobalah kalian lakukan! Biasakanlah kalian bangun pagi sebelum jam 05. misalnya menyapu lantai kamar rumah. 2. dan kepedulian. Jika hari libur. tergantung guru membuat standarnya. Dari segi penyajian guru perlu merubah cara atau metode penyajian (pembelajaran). Inilah cara deduktif yang kurang pas buat peserta didik SMP. berfikir kritis. Dari contoh bahan ajar di atas guru bisa melakukan adaptasi dan revisi dalam beberapa hal. Di samping itu. Bahan ajar di atas kurang pas untuk peserta didik SMP. peserta didik terdorong untuk membiasakan diri dengan karakter-karakter mulia dalam kehidupannya sehari-hari. mulailah kalian belajar mencuci pakaian kalian sendiri agar kalian terbiasa dengan kebersihan! Atau guru bisa menambahkan pembiasaan lainnya agar siswa benar-benar terbiasa dengan pola hidup bersih. kerja keras. Dari hasil tersebut. Dengan begitu. 3. disiplin. Jumlah score kemudian dijumlahkan sehingga bisa ditentukan nilainya. yakni dengan cara induktif. Sebaiknya cara seperti itu dibalik. serta terbiasa dengan ketekunan. Ketepatan bacaan niat dan doa wudlu. Terkait dengan isi. 4. Kemudian bersiap-siaplah kalian untuk berangkat ke sekolah. Setelah itu bantulah orang tua kalian untuk membersihkan rumah.

. guru menambahkan paragraf di awal: Kalian dapat menyaksikan berbagai kejadian sehari-hari di sekitar kalian terkait dengan masalah kebersihan. sehingga kalian akan suka melewati jalan tersebut.uraian bahan ajar itu dengan fakta-fakta yang sering dihadapi peserta didik sehari-hari terkait dengan thaharah. Sebaliknya. Apa yang kalian saksikan dan rasakan seperti itu merupakan cerminan bahwa kebersihan itu sangat penting dan mempengaruhi sikap dan perilaku sehari-hari. Misalnya. Orang yang terbiasa dengan pola hidup bersih akan selalu ingin bersih dan tidak senang dengan sesuatu yang tidak bersih. Guru bisa juga menambah penilaian lain untuk mengungkap kemampuan afektif dan psikomotorik peserta didik. barulah dikemukakan teori atau hukum-hukum thaharah seperti di atas. Kalian tentu bisa merasakan bagaimana ketika kalian melewati jalan yang bersih dan lingkungan sekitar jalan juga bersih. begitu juga kanan kirinya penuh dengan sampah atau kotoran. ketika jalan yang kalian lalui tidak bersih.. Dari segi penilaian. kalian akan tidak peduli dengan hal itu jika kalian memang tidak memiliki kebiasaan dengan pola hidup bersih. Kemudian di akhir uraian perlu ditegaskan kembali masalah thaharah tersebut dengan ditambahkan hikmah atau pentingnya thaharah dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. dst. bahan ajar di atas sudah cukup baik dan sudah memberikan penilaian terhadap karakter siswa. Guru bisa juga melakukan penilaian model yang lain seperti self assessment (penilaian diri) atau peer assessment (penilaian 67 . Tentu saja masalah kebersihan ini tidak hanya terjadi di luar rumah. orang yang tidak terbiasa dengan pola hidup bersih. tentu kalian tidak senang dan enggan melewati jalan tersebut. maka pemandangan yang kotor tidak berpengaruh terhadap orang tersebut.. Ini akan kalian rasakan ketika kalian sudah terbiasa dengan pola hidup bersih. kalian tentu bisa menyaksikan bagaimana jalan yang kalian lalui dan lingkungan di kanan kiri jalan. Dari fakta-fakta itu peserta didik diajak untuk berpikir kritis sehingga ia benar-benar faham tentang apa yang dikaji. Sebaliknya.. Sebaliknya. Setelah itu. Dalam perjalanan kalian dari rumah hingga sekolah. tetapi yang lebih penting lagi adalah di dalam rumah. Tentu kalian merasa senang dan merasakan kenyamanan..

Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. Jakarta: PT. oleh Lina Yusuf. tentu panduan ini bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Michele. Jakarta: Grasindo. Dengan berbagai revisi dan tambahan seperti tersebut diharapkan peserta didik terdorong dan termotivasi untuk membiasakan diri berkarakter yang baik. New York. How to Teach about Values: An Analytic Approach. Lickona. (2008). Kirschenbaum. Humanisasi Pendidikan: Menemukan Kembali Pendidikan yang Manusiawi.teman sejawat) untuk menilai praktik sehari-hari peserta didik tentang karakter yang diinginkan. Bumi Aksara.J. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. hanya revisiannya ditulis terpisah dengan bahan ajar yang diadaptasi (aslinya/dari BSE). tanpa meninggalkan ruh (esensi) pokok dari pendidikan karakter yang dikembangkan di SMP. Sydney. Englewood Cliffs N. Doni Koesoema A. Cet. DAFTAR BACAAN Borba. I. 100 Ways to Enhance Values and Morality in Schools and Youth Settings. Terj. Thomas. Massachusetts: Allyn & Bacon. Howard. Darmiyati Zuchdi. (2008). (1977). meskipun tidak sempurna. (1991). diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi guru PAI dalam rangka pendidikan karakter melalui mata pelajaran PAI. (1995). Fraenkel.: Prentice-Hall. Toronto. Aucland: Bantam books. c. Panduan ini. London. Yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana guru bisa memfasilitasi (mendisain) pembelajaran yang kondusif untuk terwujudnya karakter mulia di kalangan peserta didik di samping nilai-nilai karakter yang termuat di bahan ajar tersebut. Inilah panduan khusus bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam pengintegrasian pendidikan karakter dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk siswa Sekolah Menengah Pertama. 68 . (2007). Jika para guru PAI memiliki ide-ide pengembangan pendidikan karakter yang lebih baik dan lebih mudah untuk diterapkan. Adaptasi sebagian/parsial dilaksanakan sebelum pembelajaran Strategi ketiga ini pada prinsipnya sama dengan strategi kedua. Membangun Kecerdasan Moral: Tujuh Kebajikan Utama Agar Anak Bermoral Tinggi. Jack R. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Building Character in Schools: Practical Ways to Bring Moral Instruction to Life. (2010). Ajat Sudrajat. 69 . & Narvaez. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. D. M. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Yogyakarta: Debut Wahana Press-FISE UNY.Marzuki. (1996). Jakarta: Kemendiknas. M. Bohlin. Dr. Dr. Grand Design Pendidikan Karakter. Handbook of Moral and Character Education. (2008). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.Ag. (2009). Marzuki. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ade Suherman. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (2010). Larry P. 2. Tim Penyusun: 1. Dr. Kevin Ryan & Karen E. Terj. Prinsip Dasar Akhlak Mulia: Pengantar Studi KonsepKonsep Dasar Etika dalam Islam. (1999). Tim Pendidikan Karakter. New York: Routledge. Jakarta: Puskur Balitbang Kemendiknas. Nucci. 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Ag. Kementrian Pendidikan Nasional. Majid Fakhry. San Francisco: Jossey Bass. M.Ag. Etika dalam Islam. oleh Zakiyuddin Baidhawi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful