BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI tahun 2003), dan penurunannya yang lambat merupakan masalah prioritas yang belum selesai. Sedangkan target yang harus dicapai pada tahun 2010 adalah 125 per 100.000 kelahiran hidup. Penanganan masalah ini tidaklah mudah, karena faktor yang melatar belakangi kematian ibu dan bayi baru lahir sangat kompleks. Penyakit kematian ibu terbanyak (90%) disebabkan oleh komplikasi obstetri; yaitu, perdarahan, infeksi dan eklamsi. Di Indonesia, pre eklamsi dan eklamsi masih merupakan salah satu penyebab utama kematian maternal dan kematian perinatal yang tinggi Tekanan darah tinggi pada ibu hamil menimbulkan dampak bervariasi. Mulai dari yang ringan hingga berat. Misalnya mengganggu organ ginjal ibu hamil, menyebabkan rendahnya berat badan bayi ketika lahir, dan melahirkan sebelum waktunya Tekanan darah yang tinggi menyebabkan berkurangnya kiriman darah ke plasenta. Sudah pasti ini akan mengurangi suplai oksigen dan amakanan bagi bayi. Akibatnya, perkembangan bayi pun jadi lambat, dan memicu terjadinya persalinan dini. Lebih fatal lagi, penyakit ini bisa menyebabkan lepasnya jaringan plasenta secara tiba-tiba dari uterus sebelum waktunya Pre eklamsi berakibat fatal jika tidak segera ditindak. Ia merusak plasenta sehingga menyebabkan bayi lahir dalam keadaan tidak bernyawa, atau lahir prematur, penyakit ini juga membahayakan ginjal ibu hamil. Pada beberapa kasus, bisa menyebabkan ibu hamil

mengalami koma Pre eklamsi adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan Pre eklamsi dan eklamsi adalah penyakit pada wanita hamil yang secara langsung disebabkan oleh kehamilan. Pre eklamsi dan eklamsi hampir secara eksklusif merupakan penyakit pada nullipara. Biasanya terdapat pada wanita usia subur dengan umur ekstrem, yaitu pada remaja belasan tahun atau pada wanita yang berumur lebih dari 35 tahun. Pada multipara biasanya dijumpai pada keadaan-keadaan : kehamilan multifetal dan hidrop fetalis, penyakit vaskuler, termasuk hipertensi essensial kronis dan diabetes mellitus, penyakit ginjal Frekuensi pre eklamsi untuk tiap negara berbeda-beda karena banyak faktor yang mempengaruhinya ; jumlah primigravida, keadaan sosial ekonomi, perbedaan kriterium dalam penentuan diagnosis dan lain-lain. Dalam kepustakaan frekuensi dilaporkan berkisar antara 3-10%. Pada primigravida frekuensi pre eklamsi lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda. Diabetes mellitus, mola hidatidosa, kehamilan ganda, hidrops fetalis, umur lebih dari 35 tahun, dan obesitas merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya pre eklamsi Angka kejadian Pre eklamsi di dunia sebesar 0-13 % di Singapura 0,13-6,6% sedangkan di Indonesia 3,4-8,5%. Dari penelitian Soejoenoes di 12 rumah sakit rujukan pada 1980 dengan jumlah sample 19.506, didapatkan kasus pre-eklamsi 4,78 %, kasus eklamsia 0,51% dan angka kematian perinatal 10,88 perseribu. Penelitian yang dilakukan oleh Soejoenoes pada 1983 di 12 Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia, didapatkan kejadian Preeklamsia dan eklamsia 5,30 % dengan kematian perinatal 10,83 perseribu (4,9) kali lebih besar dibandingkan dengan kehamilan normal

dan infeksi B. obesitas. Tujuan penelitian 1. Tujuan Khusus a. Bagaimana gambaran paritas pada ibu hamil yang mengalami pre eklamsi b.Ada yang melaporkan angka kejadian sebanyak 6 % dari seluruh kehamilan. 2. dan gravida pada ibu hamil yang mengalami pre eklamsi di Badan Pengelola Rumah Sakit Kraton Kabupaten Pekalongan Tahun 2007 ? ” C. dan umur yang lebih dari 35 tahun AKI Provinsi Jawa Tengah tahun 2004 berdasarkan hasil survei kesehatan daerah sebesar 55. hidrops fetalis.22 per 100. Faktor-faktor predisposisi untuk terjadinya pre-eklamsi adalah molahidatidosa. kehamilan ganda. dan 12 % pada kehamilan primigravida. usia ibu. usia ibu dan gravida pada ibu hamil yang mengalami pre eklamsi di BPRSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Bagaimana gambaran usia ibu pada ibu hamil yang mengalami pre eklamsi . Masalah penelitian Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut “ Bagaimana gambaran paritas. diabetes mellitus. pre eklamsi dan eklamsi. Urutan penyebab kematian ibu dari yang terbanyaadalah perdarahan sesudah persalinan. Tujuan Umum Secara umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran paritas. terutama primigravida usia muda.000 kelahiran hidup. Lebih banyak dijumpai pada primigravida daripada multigravida. perdarahan sebelum persalinan.

Bagi institusi pendidikan Sebagai referensi perpustakaan yang dapat digunakan pembaca untuk menambah pengetahuan dan sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya. Bagaimana gambaran gravida pada ibu hamil yang mengalami pre eklamsi D.c. 3. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Bagi rumah sakit Sebagai sarana rujukan sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam upaya melakukan pertolongan dan perawatan segera sehingga kasus pre eklamsi dapat segera ditangani dan diselamatkan . Manfaat penelitian 1. Bagi tenaga kesehatan ( Bidan ) Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mampu melakukan deteksi dini pre eklamsi melalui pelayanan antenatal. 2. Pre eklampsi .

Pre eklamsi ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. oleh karena itu disebut “penyakit teori”. Rustam Mochtar. edema. proteinuri. 2. umumnya pada . misalnya pada mola hidatidosa (Winkjosastro. Mengapa frekuensi menjadi tinggi pada : primigravida. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. 2001). 2002). 1998). Pengertian Pre eklamsi dan eklamsi merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil. bersalin dan dalam masa nifas yang terdiri dari trias : hipertensi. Namun teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang bertalian dengan penyakit ini.1. Mengapa frekuensi bertambah seiring dengan tuanya kehamilan. Teori yang sekarang dipakai sebagai penyebab pre eklamsi adalah teori “iskemia plasenta”. Ibu tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan-kelainan vascular atau hipertensi sebelumnya (Rustam. MPH etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Pre eklamsi adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan (Mansjoer. yang kadang-kadang disertai konvulsi sampai koma. Dr. Penyebab Menurut Prof. namun belum ada memberikan jawaban yang memuaskan. dan edema. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan. Teori yang dapat diterima haruslah dapat menerangkan: a. tetapi dapat terjadi sebelumnya. Banyak teori-teori dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. dan mola hidatidosa b. hidramnion. kehamilan ganda.

tangan sampai muka d. Distensi rahim berlebihan : hidramnion. bila terjadi kematian janin dalam kandungan d. melainkan banyak faktor yang menyebabkan pre eklamsi dan eklamsi. Penyakit yang menyertai hamil : diabetes mellitus. Jumlah umur ibu di atas 35 tahun Teori iskemia plasenta dianggap dapat menerangkan berbagai gejala pre eklamsi dan eklamsi : a. Edema kaki. Penyebab timbulnya hipertensi. Kenaikan tekanan darah b. Mengapa frekuensi menjadi lebih rendah pada kehamilan berikutnya e. edema. Terjadinya gejala subjektif : 1) Sakit kepala 2) Penglihatan kabur 3) Nyeri pada epigastrium 4) Sesak napas . kegemukan. Sedangkan menurut Manuaba (1998) dijumpai berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian pre eklamsi dan eklamsi di antaranya : a. mola hidatidosa. hamil ganda. dan konvulsi sampai koma. proteinuria. c. d. Pengeluaran protein dalam urin c. Mengapa terjadi perbaikan keadaan penyakit. Jumlah primigravida. jelaslah bahwa bukan hanya satu faktor. Dari hal-hal tersebut di atas.triwulan III c. terutama primigravida muda b.

Kejadiannya makin meningkat dengan makin tuanya umur kehamilan. tetapi dijumpai edema.5) Berkurangnya urin e. bahan trofoblas akan diserap ke dalam sirkulasi. Pre eklamsi dan eklamsi lebih banyak terjadi pada primigravida. hamil ganda. terjadi penurunan angiotensin. rennin. dan aldosteron. Sedangkan kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh penimbunan . Pada beberapa kasus. spasme pembuluh darah arteriol dan tertahannya garam dan air. Pada pre eklamsi dan eklamsi. didukung kenyataan sebagai berikut : a. 3. maka tekanan darah dengan akan naik. Menurunnya kesadaran wanita hamil sampai koma f. Patofisiologi Pada pre eklamsi terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air. renin. Gejala penyakit berkurag bila terjadi kematian janin. dan mola hidatidosa. Jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme. Berdasarkan teori iskemia implantasi plasenta. lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui oleh satu sel darah merah. sebagai kompensasi sehingga peredaran darah dan metabolisme dapat berlangsung. yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap angiotensin II. rennin dan aldosteron. hipertensi dan proteinuria. c. Terjadi kejang Pada pemeriksaan darah kehamilan normal terdapat peningkatan angiotensin. Teori iskemia daerah implantasi plasenta. b. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. dan aldosteron. sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat dicukupi.

gangguan visus. kaki. 4) Adanya gangguan serebral. Gambaran klinik Biasanya tanda-tanda pre eklamsi timbul dalam urutan : pertambahan berat badan yang berlebihan. Pre eklamsi ringan. hipertensi. Pre eklamsi berat. bila disertai keadaan sebagai berikut : 1) Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih. 5. mungkin karena retensi air dan garam. sebaiknya 6 jam 2) Edema umum. atau kenaikan berat badan 1 kg atau lebih per minggu.air yang berlebihan dalam ruangan interstisial belum diketahui sebabnya. b. diikuti edema. dan muka. 2) Proteinuria 5 gr atau lebih per liter. 3) Oliguria. Klasifikasi Pre eklamsi dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu : a. atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih. Cara pengukuran sekurang-kurangnya pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak periksa 1 jam. atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih.3 gr atau lebih per liter. Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus. jari tangan. 3) Proteinuria kwantitatif 0. Pada pre eklamsi . dan rasa nyeri di epigastrium. bila disertai keadana sebagai berikut : 1) Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi berbaring terlentang. 4. yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam. kwalitatif 1+ atau 2+ pada uri kateter atau midstream. dan akhirnya proteinuria. 5) Terdapat edema paru dan sianosis.

atau lahir prematur. hati. . Tekanan darah pun meningkat lebih tinggi. dan melahirkan sebelum waktunya. skotoma. diplopia.ringan tidak ditemukan gejala-gejala subyektif. Gejala-gejala ini ditemukan pada pre eklamsia yang meningkat dan merupakan petunjuk bahwa eklamsi akan timbul. dan proteinuria bertambah banyak. Pada kasus tekanan darah tinggi kronis atau gestational hypertention pada ibu hamil yang serius. Mulai dari yang ringan hingga berat. bisa menyebabkan ibu hamil mengalami koma. mual atau muntah-muntah. 6. Misalnya mengganggu organ ginjal ibu hamil. penyakit ini bisa menyebabkan lepasnya jaringan plasenta secara tibatiba dari uterus sebelum waktunya. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan berkurangnya kiriman darah ke plasenta. menyebabkan rendahnya berat badan bayi ketika lahir. dan otak ibu hamil. Penyakit ini juga membahayakan ginjal. edema menjadi lebih umum. Akibatnya. Akibat hipertensi pada kehamilan Tekanan darah tinggi pada ibu hamil menimbulkan dampak bervariasi. Lebih fatal lagi. Pada beberapa kasus. Pre eklamsi berakibat fatal jika tidak segera ditindak. Ia merusak plasenta sehingga menyebabkan bayi lahir dalam keadaan tidak bernyawa. penglihatan kabur. atau lahir hidup namun berat badannya rendah. perkembangan bayi pun jadi lambat. Sudah pasti ini akan mengurangi suplai oksigen dan amakanan bagi bayi. nyeri di daerah epigastrium. dan memicu terjadinya persalinan dini. Pada pre eklamsi berat didapatkan sakit kepala di daerah frontal. bisa berkembang menjadi penyakit pre eklamsi atau keracunan kehamilan.

wanita dengan tekanan darah tinggi atau memiliki gangguan ginjal sebelum hamil juga beresiko tinggi mengalami preeclampsia . dan wanita hamil di atas usia 40 tahun. gravida 3 dan seterusnya Multigravida adalah seorang wanita yang telah hamil lebih dari satu kali 4) Primigravida tua Seorang wanita yang baru pertama kali hamil pada usia minimal 35 tahun disebut primigravida tua Menurut Manuaba (1999) gravida dapat pula diartikan sebagai wanita yang sedang hamil dan terdapat beberapa istilah antara lain : . Gravida adalah jumlah kehamilan seorang wanita. Dapat disimpulkan: a. terdapat beberapa istilah dalam gravida : 1) Nulligravida atau gravida 0 Nulligravida adalah seorang wanita yang belum pernah hamil 2) Primigravida atau gravida 1 Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kali atau pernah hamil 1 kali 3) Multigravida atau lebih spesifik gravida 2 (secundigravida). ibu hamil usia remaja. terutama primigravida muda. Jumlah primigravida. Penyebab sesungguhnya masih belum diketahui. Selain itu.7. Faktor yang mempengaruhi terjadinya pre eklamsi Pre eklamsi sering terjadi pada kehamilan pertama dan pada wanita yang memiliki sejarah pre eklamsi di keluarganya. Gravida dapat pula didefinisikan sebagai seorang wanita hamil. Resiko lebih tinggi terjadi pada wanita yang memiliki banyak anak.

Primipara dan gravida pada usia di atas 35 tahun merupakan kelompok risiko tinggi untuk toksemia gravidarum. hamil ganda. keduanya menambah risiko terjadinya pre eklamsi (Nelson. mola hidatidosa . Gravida pada umumnya berpasangan dengan para dan abortus hal ini digunakan untuk indikasi lebih detail tentang riwayat obstetri seorang wanita Seorang wanita yang telah mengalami kehamilan sebanyak 6 kali atau lebih. 1999). 2002 ) Kehamilan yang terjadi pada anak belasan tahun maupun wanita – wanita yang melebihi umur 35 tahun. 6) Pre eklamsi Pre eklamsi lebih sering terjadi pada primigravida hal ini dikarenakan terjadinya patologi akibat implantasi sehingga timbul iskemia yang diikuti sindrom inflamasi ( Prawirohardjo. Distensi rahim berlebihan: hidramnion. lebih mungkin mengalami: 3) Kontraksi yang lemah pada saat persalinan (karena otot rahimnya lemah) 4) Perdarahan setelah persalinan (karena otot rahimnya lemah) 5) Plasenta previa (plasenta letak rendah). Kematian maternal akan meningkat tinggi jika sudah menjadi eklamsi Bahaya yang mengancam premigravida tua berkaitan dengan fungsi organ reproduksi di atas usia 35 tahun yang sudah menurun sehingga bisa mengakibatkan perdarahan pada proses persalinan dan preeklamsia b. terutama wanita primipara . 1999).1) Primigravida yaitu wanita yang hamil untuk pertama kali 2) Multigravida yaitu wanita yang telah hamil lebih dari satu kali (Manuaba.

Keadaan ini disebabkab belum matangnya alat reproduksi untuk hamil. Jumlah umur ibu < 20 atau >35 tahun. Kehamilan dengan hipertensi esensial atau hipertensi yag telah ada sebelum kehamilan dapat berlangsung sampai aterm tanpa gejala mejadi pre eklamsi tidak murni. Penyakit yang menyertai hamil: diabetes mellitus.Pada kehamilan ganda. Kehamilan yang terjadi pada anak belasan tahun maupun wanita – wanita yang melebihi umur 35 tahun. d. Konseling pada kehamilan tahap awal masih mungkin bermanfaat . kegemukan. 1998). sehingga dapat merugikan kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan janin (Manuaba. c. hidramnion dan mola hidatidosa terjadi keregangan otot rahim yang dapat menyebabkan iskemia uteri sehingga dapat meningkatkan kemungkinan pre eklamsi dan eklamsi (Winkjosastro. penyakit ginjal atau lupus. 1999). Penyakit gula atau diabetes mellitus dapat menimbulkan pre eklamsi dan eklamsi begitu pula penyakit ginjal karena dapat meingkatkan tekanan darah sehingga dapat menyebabkan pre eklamsi. Penyulit pada kehamilan remaja salah satunya pre eklamsi lebih tinggi dibandingkan waktu reproduksi sehat. Usia ibu merupakan salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan kualitas kehamilan Usia yang paling aman atau bisa dikatakan waktu reproduksi sehat adalah antara umur 20 tahun sampai umur 30 tahun. terutama wanita primipara . Risiko ini karena sebagian besar kehamilan remaja jarang mendapat konseling kontrasepsi. diabetes. Kondisi sebelum hamil seperti hipertensi kronis. keduanya menambah risiko terjadinya pre eklamsi (Nelson. 1999). akan meningkatkan risiko terkena preeklamsia.

Alasannya. Usia yang disinyalir rawan untuk hamil adalah usia yang kurang atau lebih dari rentang usia reproduksi sehat tersebut. Bisa dikatakan. Usia 20 tahunan adalah fase menjalankan kehamilan sedangkan usia di atas 30 tahun dianggap fase untuk menghentikan kehamilan. Namun. kategori rawan ternyata hanya berlaku pada kehamilan anak pertama. Kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi dari pada kematian maternal meningkat kembali sesudah usia 30-35 tahun Usia rawan hamil termasuk kategori kehamilan berisiko tinggi. Sedangkan pada kehamilan kedua dan ketiga.Berbagai penelitian mengisyaratkan bahwa wanita berusia lebih dari 35 tahun berisiko lebih tinggi mengalami penyulit obstetris serta morbiditas dan mortalitas ibu maupun perinatal Dalam kurun reproduksi sehat dikenal bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Usia 30 pun sebenarnya belum dianggap rawan. di bawah usia 20 merupakan fase menunda kehamilan. Angka tersebut dicanangkan lebih sebagai ancar-ancar bahwa kemampuan organ reproduksi wanita di usia tersebut mulai menurun. bahaya akan kembali meningkat saat kehamilan keempat . sementara berdasarkan statistik sebenarnya usia muda yang dianggap berisiko bagi kehamilan adalah di bawah 18 tahun. Yang perlu diketahui. Jadi baru di atas 35 tahunlah kehamilan akan mengancam ibu dan janin. risiko akan menurun dengan sendirinya. Usia reproduksi sehat merupakan sebuah tinjauan medis. tingkat risiko morbiditas (terkena penyakit) dan mortalitas (tingkat kematian) pada ibu dan janin akan meningkat ketimbang kehamilan pada usia aman 20-30 tahun.

Risiko kehamilan pada ibu yang terlalu muda biasanya timbul karena mereka belum siap secara psikis maupun fisik. umumnya remaja belum siap menjadi ibu. Kehamilan pertama dianggap berisiko karena belum adanya catatan medis tentang perjalanan persalinan ibu. janin dapat menderita spina bifida (kelainan tulang belakang) atau janin tidak memiliki batok kepala. Pada usia rawan. adalah kehamilan pertama pada usia sebelum 18 tahun dan kehamilan pertama di atas usia 35 tahun. Bagian panggul juga belum cukup berkembang sehingga bisa mengakibatkan kelainan letak janin. selain tidak ada persiapan. Bisa saja kehamilan terjadi karena "kecelakaan". Akibat kurangnya asam folat.dan berikutnya karena ibu menghadapi risiko perdarahan pada proses persalinan. Kurangnya persiapan untuk hamil juga dikaitkan dengan defisien asam folat dalam tubuh. Akibatnya. risiko kehamilan anak pertama tersebut meningkat karena ada beberapa faktor ancaman tambahan. Dalam istilah medisnya disebut sebagai primigravida tua atau primigravida muda. Kemungkinan komplikasi lainnya adalah terjadinya keracunan kehamilan/preeklamsia dan kelainan letak ari-ari (plasenta previa) yang dapat menyebabkan perdarahan selama persalinan. Secara psikis. Jadi jika dirinci maksud rawan tadi. Risiko fisiknya pun tak kalah besar karena beberapa organ reproduksi remaja putri seperti rahim belum cukup matang untuk menanggung beban kehamilan. Kondisi psikis yang tidak sehat ini dapat membuat kontraksi selama proses persalinan tidak berjalan lancar sehingga kemungkinan operasi sesar jadi lebih besar. Risiko akan berkurang pada ibu yang hamil di usia tua karena biasanya mereka sudah . kehamilannya pun tidak dipelihara dengan baik.

Risiko kehamilan yang akan dihadapi pada primigravida tua hampir mirip pada primigravida muda. lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi. Selain itu. Mereka juga lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau bayi kurang gizi. diabetes atau fibroid di dalam rahim serta lebih rentan terhadap gangguan persalinan e. Risiko kelainan letak janin juga berkurang karena rahim ibu di usia ini sudah matang. Paritas Menurut Chapman (1999) paritas adalah jumlah kelahiran yang pernah dialami ibu dengan mencapai viabilitas. Wanita yang berusia 35 tahun atau lebih. karena faktor kematangan fisik yang dimiliki maka ada beberapa risiko yang akan berkurang pada primigravida tua. 2006 ) Usia wanita mempengaruhi resiko kehamilan. Bahaya yang mengancam premigravida tua justru berkaitan dengan fungsi organ reproduksi di atas usia 35 tahun yang sudah menurun sehingga bisa mengakibatkan perdarahan pada proses persalinan dan preeklamsia ( Nikita. Misalnya menurunnya risiko cacat janin yang disebabkan kekurangan asam folat. Anak perempuan berusia 15 tahun atau kurang lebih rentan terhadap terjadinya pre-eklamsi (suatu keadaan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Hanya saja.mempersiapkan kehamilan dengan baik. konsumsi gizinya pun cukup karena kehidupan yang sudah mapan. . protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan) dan eklamsi (kejang akibat pre-eklamsi). Panggulnya juga sudah berkembang baik.

adalah ibu hamil dan melahirkan di atas 5 kali. sudah masuk kategori rawan terutama pada kasus-kasus obstetric yang jelek. di mana persalinan tersebut tidak lebih dari lima kali 3) Grandemultipara yaitu wanita yang telah melahirkan janin aterm lebih dari lima . serta interval kehamilan yang terlalu dekat kurang dari 2 tahun 3) Paritas tinggi Kehamilan dan persalinan pada paritas tinggi atau grandemulti. Pada paritas tinggi bisa terjadi pre eklamsi ringan oleh karena paritas tinggi banyak terjadi pada ibu usia lebih 35 tahun Sedangkan menurut Manuaba (1999) paritas atau para adalah wanita yang pernah melahirkan dan di bagi menjadi beberapa istilah : 1) Primipara yaitu wanita yang telah melahirkan sebanyak satu kali 2) Multipara yaitu wanita yang telah pernah melahirkan anak hidup beberapa kali. Paritas tinggi merupakan paritas rawan oleh karena paritas tinggi banyak kejadian-kejadian obstetri patologi yang bersumber pada paritas tinggi. dan lebih memungkinkan lagi terjadinya atonia uteri. Pada paritas sedang ini.Ditinjau dari tingkatannya paritas dikelompokkan menjadi tiga antara lain: 1) Paritas rendah atau primipara Paritas rendah meliputi nullipara (jumlah anak 0) dan primipara (jumlah anak 2) 2) Paritas sedang atau multipara Paritas sedang atau multipara digolongkan pada hamil dan bersalin dua sampai empat kali. perdarahan postpartum. antara lain :plasenta praevia.

Kehamilan dianggap lewat bulan bila lebih dari 42 minggu. lebih tinggi kematian maternal (Winkjosastro. 1999) Kehamilan berlangsung selama 40 minggu. Pada kehamilan berumur 20 minggu berisiko terjadi komplikasi kehamilan sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada plasenta. Paritas 1 dan paritas tinggi (lebih dari 3) mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi. f. pre eklamsi dan eklamsi . hamil yang lewat waktu dan komplikasi hamil. 1999) Adapula sumber yang didapat dari wikipedia terdapat beberapa istilah tentang paritas yaitu : 1) Primipara adalah seorang wanita yang pernah melahirkan satu kali atau melahirkan untuk pertama kali 2) Multipara adalah seorang wanita yang telah melahirkan lebih dari satu kali Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Lebih tinggi paritas. kehamilan triwulan II antara 12-28 minggu dan kehamilan triwulan III antara 28-40 minggu ( Manuaba. 2002). Kehamilan dibagi atas 3 triwulan (trimester) : kehamilan triwulan I antara 0-12 minggu.kali (Manuaba. Primipara dan gravida pada usia di atas 35 tahun merupakan kelompok risiko tinggi untuk toksemia gravidarum. Kematian maternal akan meningkat tinggi jika sudah menjadi eklamsi (Winkjosastro. Usia kehamilan Usia kehamilan adalah lamanya kehamilan ibu. Komplikasi tersebut antara lain : hamil dengan diabetes melitus. dengan perhitungan bahwa satu bulan berumur 28 hari. hamil dengan hipertensi. 2002).

10 bulan berlalu akhirnya ku temukan jawabnya... Meski hanya peningkatan tekanan darah.. setelah kehamilan berusia 20 minggu. Oleh karena itu pada kesempatan ini manusia yang dhoif ini ingin mempersembahkan hasil akhir dari semua usaha ini kepada semua yang telah ikhlas membantu serta manyayangi diri .Pre eklamsi kerap terjadi saat hamil.. Preeklamsi akan hilang saat melahirkan. Meski pada wanita hamil yang sehat dan tak menderita sakit tekanan darah tinggi sekalipun HALAMAN PERSEMBAHAN ‫ﺤﻴﻢ ﺍﻟﺮ ﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮ ﺍﷲ ﺑﺴﻢ‬ Sang pengembara. akibat tekanan darah yang tinggi dan kelebihan kadar protein dalam urin.. Ketika pertama kali tiba di tanah jawa.. dengan fikiran ” mampukah aku menjalani hidup di negeri yang asing ini ?” Tetapi. tanah yang asing bagiku tiada saudara dan handai taulan. sehingga bila pre eklamsi terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan.. Hanya berdua dengan seorang teman. maka dokter akan berusaha memperpanjang kehamilan sampai bayi dianggap telah cukup untuk lahir. Pre eklamsi biasanya menjangkiti wanita hamil ketika usia kandungannya memasuki 20 pekan.. dokter akan mengambil tindakan untuk segera mengeluarkan bayi. tapi dapat berakibat fatal yang memungkinkan terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi yang dikanduung... Tapi bila pre eklamsi terjadi di awal kehamilan.

. Dengan bersusah payah. Pak Handoyo dan keluarga terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan kepada kami sehingga dapat merasakan suka duka perkuliahan D IV. terima kasih atas segalanya.... ibu..... betapa banyak dosa yang ku perbuat...... Ibu.. Bapak. yang tak hentinya mendukungku dan selalu sabar menghadapi tingkahku...... Habibiy..... .ini. Shalawat atas engkau ya Rasul....penghuni Kos Dodol hehehehe.. betapa rindunya aku pada kalian... (Eny my ukhty seperjuangan.... Membawa kami ke jalan nikmat. Ya Rasul.... Karena tuntunan-Mu lah yang menghantarkan hamba ke jalan ini.amin hehehe) Mbak Nindar dan keluarga beserta personel kosnya thank you very much dah mau jadi keluargaku di negeri asing ini.. engkau membawa kami ke jaln islam.. Ya Allah.... Engkau pelita hati. Bapak telah mendidik anakmu yang banyak dosa kepadamu ini dengan baik sehingga anak yang dulu kecil ini sekarang telah menjadi dewasa dan akan menjalani kehidupan dunia fana..... ana uhibbu ilaik ya habibiy qalbiy Teman-temanku kos omah tingkat I LOVE U ALL SO MUCH.. ibu telah melahirkan aku dengan meregang nyawa... semangat kita bakal jadi orang terkaya di Balikpapan…........ Bapak. Segala puji hanya bagi-Mu karena hanya karena engkaulah hamba dapat menikmati indahnya karunia-Mu....maafkan anakmu ibu.. Devi adikku terima kasih atas semua dukungannya meskipun sering bertengkar hehehe tapi kamu yang pertama kali mendukungku ketika tawaran ini datang padaku.. Karena kehendak-Mu lah hamba bertemu dengan semua orang yang hamba cintai.....

... dan I’a sekeluarga yang bersedia menampung orang yang sbeatang kara ini ketika berada di kota kalian thank’s berattt............... N I LOVE U ALL N I’ LL MISS U.....hehehehe....... Juga terima kasih banyak untuk mbak mul sekeluarga. .. Dan semua teman-teman D IV Kebidanan NWU tahun 2007 juga semua yang ga bisa disebutin stu persatu karena sangat banyak sekali..hehe. WASSALAM..THANK YOU VERY MUCH..............SYUKRAN KATSIRAN JIDDAN ‘AN SA’ADATUKUM ILAYYA....... Lulu sekeluarga...... Hadza Al-fkir wal dhoif uridi an aqbala.......My Little Friend Devin Arjuna Aberilla makacih banyak ya maz dephen meskipun kamu juga gak bakalan ngerti tulisanku ini.......... makacih banyak dah jadi penghibur hati mbak amy......