BAB I PENDAHULUAN Mayoritas dari lesi yang terjadi pada mammae adalah benigna.

Hampir 40% dari pasien yang mengunjungi poliklinik dengan keluhan pada mammae mempunyai lesi jinak. Perhatian yang lebih sering diberikan pada lesi maligna karena kanker payudara merupakan lesi maligna yang paling sering terjadi pada wanita di negara barat walaupun sebenarnya insidens lesi benigna payudara adalah lebih tinggi berbanding lesi maligna.(1) Mayoritas dari lesi benigna tidak terkait dengan pertambahan risiko untuk menjadi kanker, maka prosedur bedah yang tidak diperlukan harus dihindari. Pada masa lalu, kebanyakan dari lesi benigna ini dieksisi dan hasilnya terdapat peningkatan dari jumlah pembedahan yang tidak diperlukan. Faktor utama adalah karena pandangan dari wanita itu sendiri bahwa lesi ini adalah sebuah keganasan. Oleh karena itu, penting bagi ahli patologi, ahli radiologi dan ahli onkologi untuk mendeteksi lesi benigna dan membedakannya dengan kanker payudara in situ dan invasif serta mencari faktor risiko terjadinya kanker supaya penatalaksanaan yang sesuai dapat diberikan kepada pasien.(1) Penggunaan mammografi, Ultrasound , Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan juga biopsi payudara dapat membantu dalam menegakkan diagnosis lesi benigna pada mayoritas dari pasien. BAB II ISI Definisi (2) Tumor jinak mamma ialah lesi jinak yang berasal dari dari parenkim, stroma, areola dan papilla mamma. Termasuk : Tumor jinak jaringan lunak mamma, lipoma, hemangioma mamma dan displasia mamma. Manifestasi Klinis (2) Tumor jinak mamma maupun tumor non neoplasma bermanifestasi sebagai: 1. Tumor pada mamma. 2. Jaringan mamma yang padat dan noduler. 3. Nyeri pada mamma. Anatomi dan Fisiologi Payudara (1,2,3)

yang lewat sepanjang v. Keadaan yang disebut mastitis neonatorum ini disebabkan oleh berkembangnya sistem duktus dan tumbuhnya asinus serta vaskularisasi pada stroma yang dirangsang secara tidak langsung oleh tingginya kadar estrogen ibu di dalam sirkulasi darah bayi. Dua pertiga dari garis tersebut segera menghilang dan tinggal bagian dada saja yang berkembang menjadi cikal bakal payudara. sampai ke . yang disebut duktus laktiferus. Prolaktin inilah yang menimbulkan perubahan payudara. Di aksila terdapat ratarata 50 (berkisar dari 10 sampai 90) buah kelenjar getah bening yang berada di sepanjang arteri dan vena brakialis. dan ke payudara kontralateral.torakalis yang bercabang dari a. dapat terjadi pembesaran payudara unilateral atau bilateral diikuti dengan sekresi cairan keruh. Pendarahan payudara terutama berasal dari cabang a. Payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi hormon. juga diantara kulit dan kelenjar tersebut mungkin terdapat jaringan lemak. Setiap payudara terdiri dari 12 sampai 20 lobulus kelenjar yang masing-masing mempunyai saluran ke papilla mamma.rectus abdominis lewat ligamentum falsifarum hepatis ke hati. kelompok sentral aksila. masa fertilitas. Diantara lobulus tersebut ada jaringan ikat yang disebut ligamentum Cooper yang memberi rangka untuk payudara. yaitu berupa penebalan ektodermal sepanjang garis yang disebut garis susu yang terbentang dari aksila sampai ke regio inguinal.perforantes anterior dari a. Jaringan kelenjar payudara sendiri diurus oleh saraf simpatik. Penyaluran limfe dari payudara kurang lebih 75% ke aksila. ke m. ke pleura. Kelenjar susu yang bentuknya bulat ini merupakan kelenjar kulit atau apendiks kulit yang terletak di fascia pektoralis.interkostalis. Saluran limfe dari seluruh payudara mengalir ke kelompok anterior aksila. pada bayi.interkostalis.aksilaris. terutama dari bagian yang sentral dan medial dan ada pula penyaluran yang ke kelenjar interpektoralis. Persarafan kulit payudara diurus oleh cabang pleksus servikalis dan n. dan beberapa a. Pada bagian lateral atasnya jaringan kelenjar ini keluar dari bulatannya ke arah aksila.aksilaris dan yang berlanjut langsung ke kelenjar servikal bagian kaudal dalam di supraklavikuler. kelenjar aksila bagian dalam. juga menuju ke aksila kontralateral. dan ini merangsang hipofisis untuk memproduksi prolaktin. Perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas. a.mammaria interna. Diantara kelenjar susu dan fascia pektoralis. sebagian lagi ke kelenjar parasternal. Setelah lahir kadar hormon ini menurun.Payudara sebagai kelenjar subkutis mulai tumbuh sejak minggu ke-enam masa embrio. disebut penonjolan Spence atau ekor payudara. Jalur limfe lainnya berasal dari daerah sentral dan medial yang selain menuju ke kelenjar sepanjang pembuluh mammaria interna. Beberapa hari setelah lahir.

Kadang-kadang timmbul benjolan yang tidak nyeri dan tidak rata. Periode reproduksi matang (25-40 tahun). Sekitar hari kedelapan menstruasi. semuanya berkurang. Pada kehamilan. Benjolan jinak pada payudara (2) Kebanyakan benjolan jinak pada payudara berasal dari perubahan normal pada perkembangan payudara.4) 1. siklus hormonal. yaitu : 1. Begitu menstruasi mulai. Terdapat 3 siklus kehidupan yang dapat menggambarkan perbedaan fase reproduksi pada kehidupan wanita yang berkaitan dengan perubahan payudara. Selama beberapa hari menjelang menstruasi. payudara menjadi tegang dan nyeri sehingga pemeriksaan fisik. terdapat . Penyakit fibrokistik pada umumnya terjadi pada wanita berusia 25-50 tahun (>50%). dan tumbuh duktus baru. Benjolan ini harus dibedakan dengan keganasan. fibrosis. Pada waktu itu pemeriksaan foto mammogram tidak berguna karena kontras kelenjar terlalu besar. mengisi asinus. Perubahan ketiga terjadi waktu hamil dan menyusui. tidak mungkin dilakukan. adanya kista. telah menyebabkan duktus berkembang dan timbulnya asinus.klimakterium dan menopause. 3. dan perubahan reproduksi. Air susu diproduksi oleh sel-sel alveolus. benjolan konsistensi lunak. terutama palpasi. payudara menjadi besar karena epitel duktus lobularis dan duktus alveolus berproliferasi. Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur menstruasi. keras. Fase ketiga adalah involusi dari lobulus dan duktus yang terjadi sejak usia 35-55 tahun. 2. Manifestasi dari kelainan ini terdapat benjolan fibrokistik biasanya multipel. Kelainan fibrokistik pada payudara adalah kondisi yang ditandai penambahan jaringan fibrous dan glandular. Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu (trigger) laktasi. Jenis-Jenis Tumor Payudara Jinak (1. payudara jadi lebih besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya terjadi pembesaran maksimal. Pada fase reproduksi awal (15-25 tahun) terdapat pembentukan duktus dan stroma payudara. Sejak pubertas pengaruh estrogen dan progesteron yang diproduksi ovarium dan juga hormon hipofise. Kelainan Fibrokistik Penyakit fibrokistik atau dikenal juga sebagai mammary displasia adalah benjolan payudara yang sering dialami oleh sebagian besar wanita. Pada periode ini umumnya dapat terjadi benjolan FAM dan juvenil hipertrofi (perkembangan payudara berlebihan). Perubahan siklus hormonal mempengaruhi kelenjar dan stroma payudara.3. kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting susu.

Jika cairan terus berkembang akan terbentuk makrokista. Perubahan fibrokistik biasanya ditemukan pada kedua payudara baik di kuadran atas maupun bawah. Kista banyak terjadi pada wanita saat premenopause. Mikrokista terlalu kecil untuk dapat diraba. Evaluasi pada wanita dengan penyakit fibrokistik harus dilakukan dengan seksama untuk membedakannya dengan keganasan. terutama berada di bagian atas-luar payudara tanpa ada benjolan yang dominan. Makrokista ini dapat dengan mudah diraba dan diameternya dapat mencapai 1 sampai 2 inchi. beberapa kista didapatkan dengan tingkat ekoik internal yang rendah yang menyulitkan ahli radiologi . Selama perkembangannya.penebalan. namun para ahli mengetahui bahwa terdapat hubungan antara kista dengan kadar hormon. bahan yang sama dengan pembentuk ligamen dan jaringan parut. Benjolan bulat yang dapat digerakkan dan terutama nyeri bila disentuh. atau biopsi. Wanita dengan kelainan fibrokistik mengalami nyeri payudara siklik berkaitan dengan adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron. Pembengkakan payudara biasanya berkurang setelah menstruasi berhenti. Walaupun begitu. Kista muncul seminggu atau 2 minggu sebelum periode menstruasi mulai dan akan menghilang sesudahnya. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kafein dapat menyebabkan kista payudara walaupun hal ini masih menjadi kontroversial di kalangan medis. Kebanyakan wanita hanya mengalami kista payudara sebanyak satu atau dua. Kelainan fibrokistik dapat diketahui dari pemeriksaan fisik. Apabila cairan yang keluar dari puting bukanlah darah dan berasal dari beberapa kelenjar. kista multipel dapat terjadi. terutama bila wanita tersebut menjalani terapi sulih hormon. sebaiknya diperiksakan teshemoccult untuk pemeriksaan sel keganasan. mammogram. Kista terbentuk dari cairan yang berasal dari kelenjar payudara. namun pada beberapa kasus. Fibrosis tidak meningkatkan resiko untuk terjadinya kanker dan tidak memerlukan tindakan yang khusus. Ultrasound sangat tepat digunakan untuk mengidentifikasi apakah abnormalitas payudara tersebut merupakan kista ataukah massa padat. atau kehijauan. Kebanyakan kista yang simpel dapat digambarkan dengan baik. cair. Fibrosis Sesuai dengan asal katanya “fibrosis”. Biopsi dilakukan terutama untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis kanker. Gejala tersebut menghilang seminggu setelah menstruasi selesai. Benjolan biasanya menghilang setelah wanita memasuki fase menopause. Kista biasanya dipastikan dengan mammografi dan ultrasound (sonogram). pelebaran yang terjadi pada jaringan payudara menimbulkan rasa nyeri. Kista dapat membesar dan terasa sangat nyeri selama periode menstruasi karena hubungannya dengan perubahan hormonal tiap bulannya. maka diperlukan pemeriksaan mammogram dan pemeriksaan ulangan setelah periode menstruasi berikutnya. dan sinyal ultrasound dapat dengan mudah melewati. 3. Walaupun penyebab kista masih belum diketahui. maka kemungkinan benjolan tersebut jinak. dan rasa nyeri. yaitu memiliki tepi yang khas. 2. Daerah dengan fibrosis tampak elastis. mengarah pada kista. baik bening. Biasanya payudara teraba lebih keras dan benjolan pada payudara membesar sesaat sebelum menstruasi. Apabila keluar cairan dari puting. dan ditemukan hanya bila jaringan tersebut dilihat di bawah mikroskop. Apabila melalui pemeriksaan fisik didapatkan benjolan difus (tidak memiliki batas jelas). Fibrosis menunjukkan penambahan jaringan fibrous. Kista Kista adalah ruang berisi cairan yang dibatasi sel-sel glandular. yaitu terdiri atas fibrosis dan kista. konsistensi padat dan keras pada perabaan.

namun kista tersebut bukanlah kanker. Secara klasik. Kista ini dapat juga mobil namun tidak seperti fibroadenoma. bukti klinis perlu bahwa tidak terdapat massa setelah dilakukan aspirasi. Secara klasik. Mammografi dan ultrasonografi membantu dalam penegakkan diagnosis tetapi pemeriksaan ini tidak begitu penting bagi pasien yang simptomatik. atau berwarna seperti susu. Walaupun kista kompleks tersebut terlihat sebagai massa yang solid. Setelah diaspirasi. Pemeriksaan FNA tidak begitu bermakna pada penyakit ini. Dalam keadaan tertentu. Walaubagaimanapun. kista dialami wanita perimenopausal antara usia 45 dan 52 tahun. ditemukan bahwa hampir 20% mempunyai kista subklinik dan kebanyakan berukuran antara 2 atau 3 cm. Kista ini biasanya dapat dilihat. Kebiasaannya kista ini soliter tetapi tidak jarang ditemukan kista yang multiple. Cairan dari kista bisa berbeda warnanya. Mengeluarkan isi kista dengan aspirasi jarum halus akan mengempiskan kista dan mengurangi ketidaknyamanan. Jumlah cairan yang diaspirasi biasanya antara 6 atau 8 ml. mulai dari kuning pudar sampai hitam. Sebelum ini. kista akan menjadi lembek dan tidak teraba tetapi masih bisa dideteksi dengan mammografi. Pada kasus yang ekstrim. Massa yang kecil tidak memberikan gambaran khas pada mammografi dan ultrasonografi. walaupun terdapat juga insidens yang diluar batas usia ini terutamanya pada individu yang menggunakan terapi pengganti hormonMenurut beberapa studi autopsi. Dikatakan bahwa kista ditemukan pada 1/3 dari wanita berusia antara 35 sampai 50 tahun. kista dialami wanita perimenopausal antara usia 45 dan 52 tahun. Diagnosis kista mammae ditegakkan melalui aspirasi sitologi. walaupun terdapat juga insidens yang diluar batas usia ini terutamanya pada individu yang menggunakan terapi pengganti hormon. kista dapat menimbulkan nyeri yang hebat. hijau . Jaringan normal dari nodular mammae yang meliputi kista bisa menyembunyikan gambaran klasik dari lesi yakni licin semasa dipalpasi. Namun terapi ini sudah tidak dilakukan karena simple aspiration sudah memadai. Beberapa ahli radiologis memasukkan udara ke daerah tersebut setelah drainase untuk meminimalkan kemungkinan kista muncul lagi. coklat. Kista dapat memberikan rasa tidak nyaman dan nyeri. keseluruhan mammae dapat dipenuhi dengan kista. Pemeriksaan galaktografi memberikan gambaran filling defect atau complete obstruction bagi aliran retrograd dari kontras. eksisi merupakan tatalaksana bagi kista mammae. Massa soliter dengan dilatasi dari duktus retroareolar merupakan gambaran yang bisa terlihat pada mammografi atau ultrasonografi sekiranya massa yang terbentuk agak besar.untuk mendiagnosis sebagai kista tanpa mengeluarkan cairan. Apabila cairan dari kista tampak seperti darah atau terlihat mencurigakan. Gambaran kalsifikasi jarang terlihat pada penyakit ini namun bisa terjadi pada massa yang kecil maupun besar. cairan tersebut harus diperiksakan ke laboratorium patologi untuk dilihat di bawah mikroskop. . Gambaran klasik dari kista ini bisa menghilang jika kista terletak pada bagian dalam mammae. Dikatakan bahwa terdapat hubungan antara ketidak nyamanan dan nyeri ini dengan siklus menstruasi dimana perasaan tidak nyaman dan nyeri ini meningkat sebelum menstruasi. Cairan kista yang normal dapat berwarna kuning. Karekteristiknya adalah licin dan teraba kenyal pada palpasi. kadang terlihat translusen dan bisa juga kelihatan tebal dan bengkak. Pada pemeriksaan MRI pula terlihat lesi berbatas tegas dengan duktus berisi cairan. Menurut kepustakaan dikatakan kista terjadi pada hampir 7% dari wanita pada suatu waktu dalam kehidupan mereka. Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan adalah eksisi massa dan diperiksa dengan teknik histopatologi konvensional. hitam. Tipe kista yang seperti ini disebut kista kompleks.

Permukaan kulit dibersihkan dengan alkohol. needle biopsy dan eksisi direkomendasikan. Indikasi kedua adalah rekurensi dari kista. Menurut kepustakaan. Pasien dengan kista soliter biasanya tidak memerlukan pemeriksaan mammografi regular. sebagian pasien dengan kondisi seperti ini diterapi dengan mastektomi subkutan. aspirasi dengan ultrasound-guided needle bisa dilakukan.Terdapat dua cardinal rules bagi menunjukkan aspirasi kista berhasil yakni : (1) massa menghilang secara keseluruhan setelah diaspirasi. Kista di fiksasi menggunakan ibu jari dan jari telunjuk atau jari telunjuk dan jari tengah. Sekiranya kondisi ini tidak terpenuhi. kemungkinan terjadinya intrakistik karsinoma yang sangat jarang ditemukan. 2 ml dari cairan diambil untuk pemeriksaan sitologi. Biasanya digunakan jarum 21-gauge dan juga syringe 20 ml. kuning atau kehijauan. Kulit dibersihkan dengan alkohol. Oleh karena itu. Probe ultrasound dipegang dengan satu tangan untuk mengidentifikasi kista. Apabila kista ditemukan pada ultrasound tetapi tidak bisa dipalpasi. ultrasonografi. eksisi direkomendasikan. Cairan dari kista biasanya berwarna coklat. mammografi harus dikerjakan sebagai prosuder skrining rutin pada wanita berusia lebih dari 35 tahun yang mempunyai kista dengan penampakan dari kanker yang rendah. Syringe dipegang oleh tangan yang lain dan kista dipalpasi sehingga sudah tidak teraba. terdapat bukti yang menyatakan bahwa terjadinya peningkatan risiko terhadap kanker pada pasien dengan kista. Galaktokel . Dahulu. Syringe dipegang dengan tangan lain dan kista diaspirasi. Volume dari cairan kista biasanya 5 ml sampai 10 ml tetapi dapat mencapai 75 ml atau lebih. Apabila kista masih terus membesar. Apabila ditemukan cairan kista bercampur darah. Indikasi pertama adalah sekiranya cairan aspirasi mengandungi darah (selagi tidak disebabkan oleh trauma dari jarum). Hal ini bisa terjadi karena aspirasi yang tidak adekuat dan terapi lanjut perlu diberikan sebelum dilakukan eksisi. pemeriksaan mammografi secara berkala ini bisa membantu dalam deteksi awal dari kanker. Teknik yang digunakan untuk aspirasi kista mammae yang dapat dipalpasi sama dengan teknik yang digunakan untuk pemeriksaan sitologi FNA. Pasien dengan kista yang berulang sukar ditangani. (2) cairan yang diaspirasi tidak mengandungi darah. Rekurensi sering terjadi pada daerah yang berbeda dari kista yang pertama. Terdapat sebagian kecil wanita dengan kista berulang yang regular mengunjungi dokter setiap dua sampai tiga bulan sekali untuk drainase kista. Sekiranya didapatkan cairan sedemikian. Walaupun tidak membantu dalam penegakan diagnosis. 4. Hampir 15% pasien mengalami rekurensi kista dalam waktu 5 sampai 10 tahun dengan mayoritasnya mengalami satu atau dua kali rekurensi. pemeriksaan sitologi tidak diperlukan. Terdapat dua indikasi untuk dilakukan eksisi pada kista.

Apabila diagnosis masih diragukan atau galaktokel menimbulkan rasa tidak nyaman. Etiologi dari fibroadenoma masih tidak diketahui pasti tetapi dikatakan bahwa hipersensitivitas terhadap estrogen pada lobul dianggap menjadi penyebabnya. Fibroadenoma dibentuk baik itu oleh jaringan payudara glandular maupun stroma.5 sampai 2 kali lipat dibandingkan wanita tanpa abnormalitas payudara.Galaktokel adalah kista berisi susu yang terjadi pada wanita yang sedang hamil atau menyusui. Fibroadenoma Fibroadenoma merupakan tumor payudara jinak yang terkadang terlalu kecil untuk dapat teraba oleh tangan. Adenosis Adenosis adalah temuan yang sering didapat pada wanita dengan kelainan fibrokistik. berarti diperlukan pemantauan yang lebih oleh dokter. Adenosis adalah pembesaran lobulus payudara. Setelah menopause. misalnya pemeriksaan fisik payudara yang rutin dan mammografi setiap setahun sekali. hiperplasia dapat dikelompokkan menjadi tipe biasa dan atipikal. Biopsi melalui aspirasi jarum halus biasanya dapat menunjukkan apakah tumor ini jinak atau tidak. adenosis sklerotik. maka disebut hiperplasia lobular. 5. dan kanker. Resikonya adalah 1. walaupun dapat juga keras dan susah digerakkan. Seperti kista lainnya. Usia . Biasanya galaktokel tampak rata. sehingga makin membingungkan diagnosis. biasanya tanpa melakukan tindakan apapun. dokter akan sulit membedakan tumor ini dengan kanker melalui pemeriksaan fisik payudara. Hal ini dikarenakan mengalami hiperplasia akan meningkatkan kemungkinan untuk berkembang menjadi kanker payudara di masa yang akan datang. maka kumpulan lobulus dengan adenosis ini kemungkinan dapat diraba. Kadang fibroadenoma tumbuh multiple (lebih 5 lesi pada satu mammae) tetapi sangat jarang. dan biasanya terjadi pada wanita muda berusia 15-25 tahun. Berdasarkan pengamatan dibawah mikroskop. Hiperplasi epitelial biasanya didiagnosa melalui biopsi jarum atau biopsi melalui pembedahan. Kalsifikasi dapat terbentuk pada adenosis. atau tumor adenosis. yang mencakup kelenjar-kelenjar yang lebih banyak dari biasanya. Banyak istilah lain yang digunakan untuk kondisi ini. Adenosis sklerotik adalah tipe khusus dari adenosis dimana pembesaran lobulus disertai dengan parut seperti jaringan fibrous. diantaranya adenosis agregasi. benjolan dapat digerakkan. Penatalaksanaan galaktokel sama seperti kista lainnya. Apabila telah didiagnosis menderita hiperplasia terutama hiperplasia atipikal. Apabila pembesaran lobulus saling berdekatan satu sama lain. namun kondisi ini termasuk jinak dan bukanlah kanker. Hiperplasia atipikal mengindikasikan peningkatan yang sedang yaitu 4 sampai 5 kali lipat dibandingkan wanita tanpa abnormalitas payudara. Namun dengan biopsi melalui pembedahan sabat dianjurkan untuk memastikan tidak terjadinya kanker. galaktokel tidak bersifat seperti kanker. Sangat penting untuk digarisbawahi walaupun merupakan tumor. 6. 7. tumor tersebut tidak lagi ditemukan. Hiperplasia tipe biasa mengindikasikan peningkatan yang tipis dari resiko seorang wanita untuk berkembang menjadi kanker payudara. walaupun diameternya bisa saja meluas beberapa inchi. Apabila adenosis dan adenosis sklerotik cukup luas sehingga dapat diraba. Sedangkan bila melibatkan lobulus. Apabila hiperplasi melibatkan duktus maka disebut hiperplasia duktus. Fibroadenoma sering membesar mencapai ukuran 1 atau 2 cm. maka dapat dilakukan drainase dengan aspirasi jarum halus. Hiperplasi Epitelial Hiperplasi epitel ( disebut juga kelainan payudara proliferatif) adalah pertumbuhan abnormal dari sel-sel yang membatasi antar duktus atau lobulus.

Pada masa adolescen fibroadenoma bisa terdapat dalam ukuran yang besar. saat rangsangan estrogen meninggi. Benjolan tersebut berlobus-lobus. Pertumbuhan bisa cepat sekali selama kehamilan dan laktasi atau menjelang menopause. diagnosa bisa ditegakkan melalui pemeriksaan klinik walaupun dianjurkan untuk dilakukan aspirasi sitologi. Biasanya wanita muda menyadari terdapatnya benjolan pada payudara ketika sedang mandi atau berpakaian. saat ransangan estrogen meningkat. Pada masa adolesens. Wanita dengan FAM simpel tanpa penampakan histologi komplek dan tanpa penyakit proliferatif pada parenkim payudara tidak memiliki peningkatan risiko kanker payudara. Lesi ini merupakan hormone-dependent neoplasma distimulasi oleh laksasi sewaktu hamil dan mengalami involusi sewaktu perimenopause. Lobul hiperplastik sering terjadi pada waktu ini dan dianggap merupakan bagian dari perkembangan mammae. Tumor ini tidak melekat ke jaringan sekitarnya dan amat mudah digerakkan kesana kemari. Hal ini mendukung teori yang menyatakan bahwa fibroadenoma merupakan lesi hiperplastik yang terkait dengan kelainan dari maturitas normal mammae. Fibroadenoma mammae dianggap mewakili sekelompok lobus hiperplastik dari mammae yang dikenal sebagai “kelainan dari pertumbuhan normal dan involusi”. Fibroadenoma sering terbentuk sewaktu menarche (15-25 tahun). panas). usia menopause dan terapi hormonal termasuklah kontrasepsi oral tidak merubah risiko terjadinya lesi ini. Biasanya fibroadenoma tidak nyeri bila ditekan. Fine-needle aspiration (FNA) sitologi merupakan metode diagnosa yang akurat walaupun gambaran sel epitel yang hiperplastik bisa dikelirukan dengan neoplasia. Pada pemeriksaan. Pemeriksaan mammografi menghasilkan gambaran yang jelas jinak berupa rata dan memiliki batas jelas. Faktor genetik juga dikatakan tidak berpengaruh tetapi adanya riwayat keluarga (first-degree) dengan karsinoma mammae dikatakan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Konfirmasi secara patologi diperlukan untuk menyingkirkan karsinoma seperti kanker tubular karena sering dikelirukan dengan penyakit ini. Terdapat kaitan langsung antara penggunaan kontrasepsi oral sebelum usia 20 tahun dengan risiko terjadinya fibroadenoma. Pada pasien dengan usia kurang dari 25 tahun. . dengan simpai licin dan konsistensi kenyal padat. mobile (dapat digerakkan) dan tidak menyebabkan pengerutan kulit payudara ataupun retraksi puting (puting masuk). Kadangkadang fibroadenoma tumbuh multipel. nyeri.menarche. Pada pasien immunosupresi. benjolan FAM kenyal dan halus. Pertumbuhan bisa cepat sekali selama kehamilan dan laktasi atau menjelang menopause. Analisa dari komponen seluler fibroadenoma dengan Polymerase Chain Reaction (PRC) menunjukkan bahwa stromal dan sel epitel adalah poliklonal. fibroadenoma tumbuh dalam ukuran yang besar. Fibroadenoma teraba sebagai benjolan bulat atau berbenjol-benjol. Gambaran histologi dari lobul hiperplastik ini identik dengan fibroadenoma. waktu dimana struktur lobul ditambahkan ke dalam sistem duktus pada mammae. namun FAM dapat tumbuh dengan ukuran yang lebih besar (giant fibroadenoma). Benjolan tersebut tidak menimbulkan reaksi radang (merah. virus Epstein-Barr memainkan peranan dalam pertumbuhan tumor ini. Kebanyakan benjolan berdiameter 2-3 cm.

berbatas tegas dengan internal echoes yang lemah. meskipun tumor filodes biasanya lebih besar dari FAM. 8. dan biasanya muncul sebagai benjolan yang terisolasi dan sulit dibedakan dengan FAM. mammografi tidak rutin dikerjakan. selama dokter yakin massa tersebut adalah benar-benar fibroadenoma dan bukan kanker payudara. Fibroadenoma dapat dengan mudah didiagnosa melalui aspirasi jarum halus atau biopsi jarum dengan diameter yang lebih besar (core needle biopsi). . Ultrasonografi mammae juga sering digunakan untuk mendiagnosa penyakit ini. Tumor filodes umum terjadi pada dekade 5 atau 6. Terkadang satu atau lebih fibroadenoma akan tumbuh setelah salah satu fibroadenoma diangkat. Pendekatan ini berguna untuk wanita dengan fibroadenoma yang multipel yang tidak berlanjut pertumbuhannya. Hal ini berarti bahwa fibroadenoma baru telah terbentuk dan bukanlah fibroadenoma yang lama yang tumbuh kembali. mungkin karena pertumbuhannya yang cepat. Tumor Filoides (Sistosarkoma filoides) Tumor filodes atau dikenal dengan sistosarkoma filodes adalah tumor fibroepitelial yang ditandai dengan hiperselular stroma dikombinasikan dengan komponen epitel. pengangkatan fibroadenoma multipel berarti mengangkat sejumlah besar jaringan payudara sekitar yang normal. Hal ini juga nantinya akan menyebabkan hasil pemeriksaan fisik serta mammografi menjadi sulit untuk diinterpretasikan. Pada pasien yang berusia. Terkadang (terutama pada usia petengahan atau wanita usia dewasa) tumor ini akan berhenti tumbuh atau bahkan mengecil dengan sendirinya tanpa terapi apapun. Dalam hal ini. Dengan pertambahan usia. Berdasarkan pemeriksaan histologi (sel). diketahui bahwa tumor filodes jinak berkisar 10%. distribusinya secara uniform dan dengan intermediate acoustic attenuation. Diameter massa hipoechoic yang homogenous ini adalah antara 1 – 20 cm. Benjolan ini jarang bilateral (terdapat pada kedua payudara). lesi yang licin dengan densitas yang sama atau hampir menyerupai jaringan sekitar pada mammografi. pembedahan untuk mengangkat fibroadenoma mungkin tidak diperlukan. Pada umumnya dokter menyarankan untuk dilakukannya pengangkatan fibroadenoma terutama jika pertumbuhan terus berlangsung atau terjadi perubahan bentuk payudara. Ultrasonografi dengan core-needle biopsy dapat memberikan diagnosa yang akurat.Diagnosa fibroadenoma bisa ditegakkan melalui gambaran klinik pada pasien usia muda dan karena itu. sehingga menyebabkan jaringan parut yang akan mengubah bentuk dan tekstur payudara. dimana tumor filodes ganas berkisar 40%. Pada beberapa kasus. Sangat penting bagi wanita yang tidak melakukan pengangkatan fibroadenoma tersebut untuk memeriksakan payudaranya secara teratur untuk meyakinkan bahwa massa tersebut tidak berlanjut pertumbuhannya. Ukuran bervariasi. Kriteria fibroadenoma yang dapat terlihat pada pemeriksaan ultrasonografi adalah massa solid berbentuk bulat atau oval. gambaran stippled calcification terlihat lebih jelas. fibroadenoma memberikan gambaran soliter.

. Papilloma seringkali melibatkan sejumlah besar kelenjar susu. Keadaan ini seringkali tumbuh dalam jumlah banyak dan juga mungkin disertai hiperplasi epitelial. 9. Tumor filoides adalah tipe yang jarang dari tumor payudara. tumor filoides dapat diklasifikasikan menjadi jinak. Etiologi dan patogenesis dari penyakit ini masih belum jelas. Papilloma Intraduktus ini terkait dengan proliferasi dari epitel fibrokistik yang hiperplasia. Massa yang teraba sebenarnya adalah duktus yang berdilatasi. Mastektomi sebaiknya dihindari apabila memungkinkan.Secara histologi. tapi kebanyakan pada usia sekitar 45 tahun. Diperkirakan hampir 25% dari Papilloma Intraduktus multiple adalah bilateral. Pasien dengan Papilloma Intraduktus multiple biasanya tidak gejala nipple discharge dan biasanya terjadi pada duktus yang kecil. Ada juga pasien yang datang dengan keluhan massa pada area subareola walaupun massa ini lebih sering ditemukan pada pemeriksaan fisis. Apabila pemeriksaan patologi memberikan hasil tumor filodes ganas. Sel yang membangun jaringan fibrokonektif dapat terlihat abnormalitasnya dibawah mikroskop. Tumor filoides tidak berespon terhadap terapi hormon dan hampir sama dengan kanker payudara yang berespon terhadap kemoterapi atau radiasi. Ukurannya adalah 2-3 mm dan terlihat seperti broad-based atau pedunculated polypoid epithelial lesion yang bisa mengobstruksi dan melebarkan duktus terkait. Papilloma dapat juga ditemukan di duktus yang kecil di daerah yang jauh dari puting. Kasus terbaru menunjukkan bahwa pada laki-laki penyakit ini terkait dengan penggunaan phenothiazine. Kista juga bisa terbentuk hasil dari duktus yang mengalami obstruksi. Pertumbuhannya cepat dan dapat ditemukan dalam ukuran yang besar. Hampir 90% dari Papilloma Intraduktus adalah dari tipe soliter dengan diameternya kurang dari 1cm dan sering timbul pada duktus laktiferus dan hampir 70% dari pasien datang dengan nipple discharge yang serous dan bercampur darah. Perbedaan antara tumor filoides dengan fibroadenoma adalah bahwa terdapat pertumbuhan berlebih dari jaringan fibrokonektif pada tumor filoides. maka re-eksisi komplit dari seluruh area harus dilakukan agar tidak ada sel keganasan yang tersisa. Papilloma Intraduktal Papilloma intraduktal adalah pertumbuhan menyerupai kutil dengan disertai tangkai yang tumbuh dari dalam payudara yang berasal dari jaringan glandular dan jaringan fibrovaskular. Secara histologis. tumor ini terdiri dari papilla multiple yang setiap satunya terdiri dari jaringan ikat dan dilapisi sel epitel kuboidal atau silinder yang biasanya terdiri dari dua lapisan dengan lapisan terluar epitel menutupi lapisan mioepitel. jaringan stroma dan glandular.Tumor filoides merupakan suatu neoplasma jinak yang bersifat menyusup secara lokal dan mungkin ganas (10-15%). Sedangkan tumor filoides yang ganas dengan batas infiltratif mungkin membutuhkan mastektomi (pengambilan jaringan payudara). Papilloma Intraduktus ini bisa terjadi pada laki-laki. atau potensial ganas (perubahan tumor ke arah kanker masih diragukan). Tumor filoides pada umumnya jinak namun walaupun jarang dapat juga berubah menjadi ganas dan bermetastase. Tumor ini terdapat pada semua usia. Dari kepustakaan dikatakan bahwa. Tumor filoides jinak diterapi dengan cara melakukan pengangkatan tumor disertai 2 cm (atau sekitar 1 inchi) jaringan payudara sekitar yang normal. Lesi jinak yang berasal dari duktus laktiferus dan 75% tumbuh di bawah areola mamma ini memberikan gejala berupa sekresi cairan berdarah dari puting susu. ganas. yang hampir sama dengan fibroadenoma yaitu terdiri dari dua jaringan.

Kebanyakan tumor sel granular pada saat perabaan dapat digerakkan. Kondisi ini umumnya tidak memerlukan tindakan apapun. Ektasia Duktus Ektasia duktus merupakan pelebaran dan pengerasan dari duktus. Ektasia duktus adalah kondisi yang biasanya menyerang wanita usia sekitar 40 sampai 50 tahun. Menurut komuniti dari College of American Pathologist. Apabila keluhan tidak membaik. Papilloma Intraduktus subareolar soliter atau intrakistik adalah benigna.Perubahan payudara jinak yang menyebabkan keluarnya sekresi cairan dari puting. atau dapat membaik dengan melakukan pengkompresan dengan air hangat dan obat-obat antibiotik.5 – 2 kali untuk terjadinya karsinoma mammae. Terapi untuk papilloma adalah dengan mengangkat papilloma serta bagian duktus dimana papilloma tersebut ditemukan. biopsi jarum bisa dilakukan. namun dalam jumlah yang jarang dapat ditemukan juga di payudara. wanita dengan lesi ini mempunyai risiko 1. Papilloma dapat juga didiagnosa melalui pemeriksaan pencitraan pada duktus payudara yaitu dengan duktogram atau galaktogram. hampir setengahnya adalah papilloma. 11. dan sisanya adalah campuran perubahan fibrokistik ataupun ektasia duktus. Tumor ini diatasi dengan cara mengangkat tumor beserta sedikit jaringan normal disekelilingnya. Tumor Sel Granular Tumor sel granular biasanya terdapat pada mulut atau kulit. Namun. dan lengket. namun aspirasi jarum halus atau biopsi jarum dapat dilakukan untuk membedakannya. Konsistensinya yang keras terkadang mengacaukan diagnosisnya dengan kanker. konsistensi keras. Ektasia duktus adalah kelainan jinak yang walaupun begitu dapat mengacaukan diagnosis dengan kanker dikarenakan benjolan yang keras di sekitar duktus yang abnormal akibat terbentuknya jaringan parut. 10. Apabila papilloma cukup besar. Pada puting serta daerah disekitarnya akan terasa sakit serta tampak kemerahan. Nekrosis Lemak . Walaupun papilloma bisa dicurigai dari pemeriksaan terhadap discharge. berdiameter antara ½ sampai 1 inchi. dimana biasanya dengan melakukan insisi pada tepi sekeliling areola. dicirikan dengan sekresi puting yang berwarna hijau atau hitam pekat. 12. Tumor sel granular tidak akan meningkatkan resiko pada wanita untuk terjadinya kanker payudara di kemudian hari. telah terjadi pertentangan apakah penyakit ini merupakan prekursor bagi karsinoma papillary atau merupakan predisposisi untuk meningkatkan resiko terjadinya karsinoma. duktus yang abnormal dapat diangkat melalui pembedahan dengan cara insisi pada tepi areola. namun banyak dokter menganggap pemeriksaan tersebut tidak begitu bermanfaat.

Karena kebanyakan kanker payudara berkonsistensi keras. yang membentuk kumpulan seperti kantong-kantong berisi cairan berminyak dan disebut kista minyak. dan puting yang masuk. dan menimbulkan retraksi puting susu akibat fibrosis periduktal. Ketika tubuh berusaha memperbaiki jaringan payudara yang rusak. Pemeriksaan fisik payudara (4) SADARI (Pemeriksaan payudara sendiri) Tujuan dari pemeriksaan payudara sendiri adalah mendeteksi dini apabila terdapat benjolan pada payudara. 2. Kerusakan pada kulit sekitar puting tersebut akan memudahkan bakteri dari permukaan kulit untuk memasuki duktus yang menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menarik sel-sel inflamasi. yaitu massa berkonsistensi keras. Nekrosis lemak dapat juga terjadi akibat terapi radiasi. kerutan pada kulit payudara. Wanita sebaiknya melakukan SADARI pada posisi duduk atau berdiri menghadap cermin. mastitis berkembang menjadi abses atau kumpulan pus yang harus dikeluarkan melalui pembedahan. yang sekaligus merupakan tindakan untuk terapinya. daerah yang mengalami kerusakan tergantikan menjadi jaringan parut. 1 minggu setelah siklus menstruasinya selesai. dan bisa terdapat pembesaran kelenjar getah bening aksila. 3. nyeri. Nekrosis lemak berupa massa keras yang sering agak nyeri tetapi tidak membesar. Kondisi ini diterapi dengan antibiotik. . Pada beberapa kasus. Kadang terdapat retraksi kulit dan batasnya tidak rata. Angkat lengannya lurus melewati kepala atau lakukan gerakan bertolak pinggang untuk mengkontraksikan otot pektoralis (otot dada) untuk memperjelas kerutan pada kulit payudara. Wanita premenopause (belum memasuki masa menopause) sebaiknya melakukan SADARI setiap bulan. Cara melakukan SADARI adalah : 1. Sel-sel inflamasi melepaskan substansi untuk melawan infeksi. Dengan biopsi jarum atau dengan tindakan pembedahan eksisi sangat diperlukan untuk membedakan nekrosis lemak dengan kanker. Desamping pembentukan jaringan parut. Menurut American Cancer Society. namun juga menyebabkan pembengkakan jaringan dan peningkatan aliran darah. dan terasa hangat saat perabaan. 13. bisa melekat ke kulit. Kista minyak dapat ditemukan melalui aspirasi jarum halus.Nekrosis lemak terjadi bila jaringan payudara yang berlemak rusak. sehingga dapat menurunkan angka kematian. sel-sel lemak akan mati dan mengeluarkan isi sel. Gambaran klinisnya sukar dibedakan dengan karsinoma. beberapa area dari nekrosis dapat berespon berbeda-beda terhadap cedera. bisa terjadi spontan atau akibat dari cedera yang mengenai payudara. Pertama kali dicari asimetris dari kedua payudara. Perubahan ini menyebabkan payudara menjadi merah. terutama yang dicurigai ganas. Secara histopatologik terdapat nekrosis jaringan lemak yang kemudian menjadi fibrosis. namun sangat penting untuk diajarkan SADARI semasa muda agar terbiasa melakukannya di kala tua. daerah yang mengalami nekrosis lemak dengan jaringan parut sulit untuk dibedakan dengan kanker jika hanya dari pemeriksaan fisik ataupun mammogram sekalipun. Mastitis Mastitis adalah infeksi yang sering menyerang wanita yang sedang menyusui atau pada wanita yang mengalami kerusakan atau keretakan pada kulit sekitar puting. Meskipun angka kejadian kanker payudara rendah pada wanita muda.

Sembari duduk / berdiri. tergantung dari teknisi dan ahli radiologinya. Pemeriksaan Penunjang (1) Dua jenis alat yang digunakan untuk mendeteksi dini benjolan pada payudara adalah mammografi dan ultrasonografi (USG). dan kembali meraba payudara dan ketiak. Mammografi digunakan untuk skrining rutin pada wanita di usia awal 40 tahun untuk mendeteksi dini kanker payudara.65 % dengan tidak ada false positif dan hanya 0. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. Ketepatan 83 – 95%. Mammografi adalah metode terbaik untuk mendeteksi benjolan yang tidak teraba namun terkadang justru tidak dapat mendeteksi benjolan yang teraba atau kanker payudara yang dapat dideteksi oleh USG. Selanjutnya sembari tidur.6 % false negatif. Pemeriksaan ini mempunyai sensitifitas tinggi untuk menilai aktivitas sel kanker pada payudara. Mammografi Mammografi dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba. Selain itu dapat pula mendeteksi lesi multipel dan keterlibatan KGB regional.4. yaitu biopsi aspirasi (fine needle biopsy) Needle core bipsi dengan jarum Silverman Excisional biopsy dan pemeriksaan frozen section (potong beku) waktu operasi Pemeriksaan potong beku (frozen section) waktu operasi banyak dilakukan di senter-senter pendidikan. Scintimammografi Adalah teknik pemeriksaan radionuklir dengan menggunakan radiosotop Tc 99 sestamibi. - Diagnosa pasti (3) Diagnosa pasti hanya dapat ditegakan dengan pemeriksaan histopatologis. 5. Teknik yang baru adalah menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan nuklear skintigrafi. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini dapat dibedakan lesi solid dan kistik. rabalah payudara dengan tangan sebelahnya. . Bahan pemeriksaan dapat diambil dengan beberapa cara. Terakhir tekan puting untuk melihat apakah ada cairan. Ketepatan cukup tinggi 97.

wordpress.DAFTAR PUSTAKA 1.php/ReadStory/2008/04/22/27/102816/kiathindari-tumor-payudara 4.klikdokter. http://www.com/illness/detail/172 .cgi?newsid1083032823.com/index. 3.htmlhttp://lifestyle.gizi.com/2008/12/06/eksisi-tumor-jinak-payudara/ 2.okezone.net/cgi-bin/berita/fullnews. http://www. http://www.langsing-cepat. http://bedahumum.com/artikel-tumorpayudara.49085.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.