Hadits-Hadits Dhaif Seputar Ramadhan July 25, 2011 :: 24 Shaban 1432AH Filed underSYI'AR RAMADHAN Posted by admin Pahala

Puasa

“Dari Nadhir bin Syaibân, ia mengatakan, ‘Aku pernah bertemu dengan Abu Salamah bin Abdurrahman ‫ ,رحمه هللا‬aku mengatakan kepadanya, ‘Ceritakanlah kepadaku sebuah hadits yang pernah engkau dengar dari bapakmu (maksudnya Abdurraman bin ‘Auf ‫ )رضي هللا عنه‬tentang Ramadhân.’ Ia mengatakan, ‘Ya, bapakku (maksudnya Abdurraman bin ‘Auf ‫ )رضي هللا عنه‬pernah menceritakan kepadaku bahwa Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬pernah menyebut bulan Ramadhân lalu ّ bersabda, ‘Bulan yang Allâh ‫ عزوجل‬telah wajibkan atas kalian puasanya dan aku menyunahkan buat ّ kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa yang berpuasa dan melaksanakan shalat malam dengan ّ dasar iman dan mengharapkan ganjaran dari Allâh ‫ ,عزوجل‬niscaya dia akan keluar dari dosa-dosanya ّ sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibunya”. (HR. Ibnu Mâjah, no. 1328 dan Ibnu Khuzaimah, no. 2201 lewar jalur periwayatan Nadhr bin Syaibân)

Sanad hadits ini lemah, karena Nadhr bin Syaibân itu layyinul hadîts (orang yang haditsnya lemah), sebagaimana dikatakan oleh al-Hâfizh Ibnu Hajar ‫ رحمه هللا‬dalam kitab Taqrîb beliau ‫.رحمه هللا‬

Ibnu Khuzaimah ‫ رحمه هللا‬juga telah menilai hadits ini lemah dan beliau ‫ رحمه هللا‬mengatakan bahwa hadits yang sah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ‫.رضي هللا عنه‬

Hadits yang beliau ‫ رحمه هللا‬maksudkan yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhâri dan Muslim dan ulama hadits lainnya lewat jalur Abu Hurairah ‫ .رضي هللا عنه‬Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬bersabda :

ُ ُ ‫منْ قام رَ مضَانَ إِيمَا ًنا واحْ تِسَابًا غفِرَ لَه مَا َتقدم مِنْ ذ ْنبه‬ ِِ َ َ َ َ َ َ َ َّ َ

“Barangsiapa yang shalat (qiyâm Ramadhân atau Tarawih) dengan dasar iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu”.

Juga ada sabda Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬dalam hadits shahih riwayat Bukhâri dan Muslim, yaitu :

ْ ْ ْ َ ْ ُ ُّ ُ َ َ ِ ْ َ ‫منْ حَ ج فلَم َيرْ فُث ولَم َيفسُق رَ جَ عَ كيَوم ولَد ْته أُمه‬ َ ْ َ َّ

‘Segala sesuatu itu ada zakatnya.” . no. Zakat badan adalah puasa. 3519 dalam Kitab ad-Dâ’awât. Beliau ini seorang yang shalih dan ahli ibadah. sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Madini ‫( رحمه هللا‬lihat. Al-Hâfizh dalam kitab Taqrîbnya mengatakan.)رحمه هللا‬ Hadits dhaif lainnya yang senada yaitu : َ َ َ َ َ َ ِّ ُ َ َ َ ِ َ َّ ُ ‫عنْ أَبِي هرَ ْيرَ ة قال قال رَ سُول هللاِ صلَّى هللا ُ علَ ْيه وسلَّم لِكل شيْ ء زكاة وزكاةُ ا ْلجَ سد الصَّوم . Puasa itu separuh kesabaran.” (HR. Ibnu Mâjah. “Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬bersabda. Bukhâri dan Muslim). 2/78 karya Ibnu Hajar ‫. “Dha’if. 10/318-320. الصيَام نِصْ فُ الصبْر‬ َِ َ َّ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ِّ ُ ْ ِ َّ “Dari Abu Hurairah ‫ . 1745 lewat jalur Musa bin Ubaidah dari Jumhân dari Abu Hurairah ‫)رضي هللا عنه‬ Sanad hadits ini lemah. niscaya dia akan kembali seperti hari dia dilahirkan oleh sang ibu” (HR. karena Musa bin Ubaidah dinilai haditsnya lemah oleh sekelompok ulama ahli hadits. juga diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam Musnad beliau 062/4( ‫ رحمه هللا‬dan 5/363) lewat jalur periwayatan Juraisy an-Nahdy dari seorang laki-laki bani (suku) Sulaim. Sanad hadits ini dha’if. Dhaif. akan tetapi lemah dalam periwayatan hadits. Tahdzîbut Tahdzîb.رضي هللا عنه‬ia mengatakan. Puasa Setengah Sabar ْ ُ ُّ َ ِ َّ ‫والصَّوم نِصْ فُ الصبْر والطهُور نِصْ فُ اْلِ ْيمَان‬ َ ُ ْ ِ “Puasa itu setengah kesabaran dan kesucian itu setengahnya iman”. sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tahdzîb. karena Juraisy bin Kulaib ini adalah seorang yang majhûl (tidak dikenal). Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi. no.“Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji dan tidak jima’ juga tidak fasiq.

Dikeluarkan oleh Imam Ahmad 284 . dalam hadits yang panjang tersebut terdapat kalimat : َْ ُْ َ‫صم شهرَ الصبْر رَ مضَان‬ َ ِ َّ “Berpuasalah pada bulan kesabaran yaitu Ramadhân”.عليه وسلم‬beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬bersabda tentang bulan Ramadhân : َْ ‫شهرَ الصبْر‬ ِ َّ “bulan kesabaran (Ramadhan)”. no. (HR. Ibnu Abi Dunya. juga dikeluarkan oleh Imam Nasa’i ‫رحمه‬ 012-018/2( ‫ . tengahnya adalah maghfirah (ampunan) dan akhirnya merupakan pembebasan dari api neraka”.062/0( ‫ رحمه هللا‬dan 513). Ibnu Asâkir. Dailami dan lain-lain lewat jalur periwayatan Abu Hurairah ‫)رضي هللا عنه‬ Hadits ini sangat lemah. Imam Ahmad dengan sanad yang shahih) Hadits yang lain yaitu hadits yang diriwayatkan lewat jalur Abu Hurairah ‫ رضي هللا عنه‬dari Nabi ‫صلي هللا‬ ‫ . 2815 . 2134 dan Faidhul Qadîr. Silahkan lihat kitab Dha’if Jâmi’is Shagîr.رحمه هللا‬ Ramadhan Dibagi Tiga Bagian ْ ُ ُ َ ُ ُ ‫أَوَّ ل شهْر رَ مضَانَ رَ حْ مَة وأ َْوسَطه (وفي رواية : ووسَطه) مَغفِرَ ة وآخرهُ ع ْتق مِنَ النار‬ ِ ُ ِ َ َ َ ِ َ ُ ِ َّ “Awal bulan Ramadhân itu adalah rahmat. no.)هللا‬Dan hadits lain lewat jalur periwayatan a’rabiyûn sebagaimana dalam Majma’uz Zawâid (3/196) oleh al Haitsami ‫.Hadits yang sah tentang hal ini adalah riwayat yang menjelaskan bahwa Rasûlullâh ‫صلي هللا عليه وسلم‬ bersabda kepada seorang lelaki dari suku Bahilah dalam hadits yang panjang. (HR.

‘Wahai manusia. Itulah bulan yang awalnya adalah rahmat. 2/94 dan Mizânul I’tidâl. 1887 dan lain-lain) Sanad hadits ini dha’îf (lemah). maka sama dengan menunaikan tujuh puluh ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang beribadah pada bulan tersebut dengan satu kebaikan. no.. bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah.رحمه هللا‬Dâru Quthni ‫ . “Hadits ini mungkar.رحمه هللا‬Yahya ‫ . karena ada seorang perawi yang bernama Ali bin Zaid bin Jud’ân. no. (HR Tamâm) . “Aku tidak menjadikannya sebagai hujjah karena hafalannya jelek.رحمه هللا‬Abu Hâtim ‫ رحمه هللا‬dan lain-lain. Tidur Orang Berpuasa َ ‫الصَّائِم فِي عبَادَة وإِنْ كانَ رَ اقِدا علَى فِرَ اشِ ه‬ ِ ِ َ ً َ ُ “Orang yang berpuasa itu tetap dalam kondisi beribadah meskipun dia tidur di atas kasurnya”. (HR Ibnu Khuzaimah. maka sama (nilainya) dengan menunaikan satu ibadah wajib pada bulan yang lain.”. 3/127.رحمه هللا‬Bukhâri ‫ . Ibnu Khuzaimah ‫ رحمه هللا‬sendiri mengatakan. Barangsiapa yang menunaikan satu kewajiban pada bulan itu. 871. “Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬pernah berkhutbah dihadapan kami pada hari terakhir bulan Sya’bân. Orang ini seorang perawi yang lemah sebagaiamana diterangkan oleh Imam Ahmad ‫ .Hadits lemah yang senada dengan hadits diatas yaitu : َ َ َ َ ّ ِ َ َّ َ ُْ َ َْ َ ْ ِ ُ ْ ‫عنْ س ْلمَانَ ا ْلفارسِ ي قال : خط َب َنا رَ سُول هللاِ صلى هللا عليه وسلم فِي آخِر يَوم مِنْ شعْ بَانَ فقال : أ َُّيهَا الناسُ قد أَظلَّكم شهْر عَظِ يْم‬ َ ََ َ َ ً َ ُ َ َ َ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ُ َ َ ِ َ َ ْ‫مبَارَ ك ، شهْر فِ ْيه لَ ْيلَة خيْر مِنْ أَ ْلف شهْر، جَ عل هللا ُ صِ يَامه فر ْيضَة ، وَ قِيَامه َتطوُّ عًا ، منْ َتقرَّ بَ فِ ْيه بخصْ لَة مِنَ ا ْلخيْر ، كانَ كمن‬ ُ ِ َ َ َ ِ ً ً ً ُ‫أَدَّى فر ْيضَة فِ ْيمَا سِ واهُ ، ومنْ أَدَّى فِ ْيه فر ْيضَة كانَ كمنْ أَدَّى س ْبع ْينَ فر ْيضَة فِ ْيمَا سِ واهُ ، وهوَ شهر الصبْر ، والص ْبر َثوابه ا ْلجَ نة‬ َّ ُ ُ َ ُ َّ َ ِ َّ ُ َْ ُ َ َ ََ َ َ َ َ َِ ِ َ َِ ِ َِ َّ‫…وهُو شهْر أَوَّ لُه رَ حْ مَة وأ َْوسَطه مَغفِرَ ة وآخرهُ ع ْتق مِنَ الن‬ ْ ُُ َ َ َ ‫ار‬ ِ ُ ِ َ َ ِ “Dari Salmân al-Fârisi ‫ .رضي هللا عنه‬dia mengatakan. sungguh bulan yang agung dan penuh barakah akan datang menaungi kalian. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka …. Beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬bersabda.” Silahkan lihat kitab Silsilah ad-Dha’îfah Wal Maudhû’ah. at-Targhîb wat Tarhîb. Itulah bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga ….” Imam Abu Hatim ‫ رحمه هللا‬mengatakan.

sebagaimana diterangkan oleh Imam adz-Dzahabi dalam kitab ad-Dhu’afa.) Sanad hadits ini maudhû’.” Ada juga hadits lain yang semakna dengan hadits diatas yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Dailami ‫ رحمه هللا‬dalam kitab Musnad Firdaus lewat jalur Anâs bin Mâlik ‫ رضي هللا عنه‬dengan lafazh : َ ‫الصَّائِم فِي عبَادَة وإِنْ كانَ َنائِمًا علَى فِرَ اشِ ه‬ ِ ِ َ َ ُ “Orang yang berpuasa itu tetap dalam ibadah meskipun dia tidur di atas kasurnya”. no. “Orang ini haditsnya mungkar. Kedua orang ini tidak ditemukan keterangan tentang jati diri mereka dalam kitab Jarh wat Ta’dil (yaitu kitab-kitab yang berisi keterangan tentang cela atau cacat ataupun pujian terhadap para rawi). 653 dan kitab Faidhul Qadîr. no. 9293. (Dikeluarkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’abul Imân dan lain-lain dari jalur periwayatan Abdullah bin Abi Aufa. dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang bernama Hâsyim bin Abu Hurairah al Himshi. karena dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang bernama Sulaiman bin Amr an-Nakha’i. lihat kitab Silsilah ad-Dha’îfah wal Maudhû’ah. Silsilatud Dha’ifah. karena dalam sanadnya terdapat Yahya bin Abdullah bin Zujâj dan Muhammad bin Hârûn bin Muhammad bin Bakar bin Hilâl. Orang ini termasuk pemalsu hadits. sebagaimana dijelaskan oleh adz-Dzahabi ‫رحمه هللا‬ dalam kitab beliau ‫ رحمه هللا‬Mizânul I’tidâl. (Lihat.Sanad hadits ini dha’if. karena ada seorang perawi yang bernama Muhammad bin Ahmad bin Sahl. doa’nya mustajab dan dosanya diampuni”. . no. Dia seorang perawi yang majhûl (tidak diketahui keadaan dirinya). Ditambah lagi. Sanad hadits ini maudhû’ (palsu). amal perbuatannya (akan dibalas) dengan berlipatganda. Silahkan. 5125 Ada juga hadits lain yang semakna : ْ ُُ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ َُُْ َ ‫َنوم الصَّائِم عبَادَة وصمته َتسْ بيْح وعملُه مضَاعَف ودعاؤُ هُ مُسْ َتجَ اب وذ ْنبه مَغف ُْور‬ ِ ِ َ ُ َ ُ ْ “Tidurnya orang yang sedang berpuasa itu ibadah. diamnya merupakan tasbih. seorang pendusta. 4696). Imam Uqaili ‫ رحمه هللا‬mengatakan. no. Faidhul Qadîr.

” •Imam Sa’di mengatakan.” •Imam Yahya ‫“ .رحمه هللا‬Dia seorang pendusta (kadzdzâb). “Dajjâl (pendusta).” •Sementara Ibnu Hibbân ‫ رحمه هللا‬mengatakan. sama sekali tidak boleh berhujjah dengannya.” Kedua: Dalam sanad hadits ini terdapat juga orang tua dari Abdul Mâlik yaitu Hârun bin ‘Antarah. Dia ini seorang rawi yang diperselisihkan oleh para Ulama ahli hadits.Doa Berbuka Puasa َ ْ َ ْ ِ َّ ِ ْ َّ َ َ َ َ َ ُ َّ ‫عَن ابْن عبَّاس قال كانَ النبىُّ -صلى هللا عليه وسلم. karena : Pertama: Ada seorang rawi yang bernama Abdul Mâlik bin Hârun bin ‘Antarah. “Rasûlullâh ‫ . no. “Dia seorang pemalsu hadits.رضي هللا عنه‬beliau ‫ رضي هللا عنه‬mengatakan. “Abdul Mâlik itu dha’if.إِذا أَفطرَ قال : اللَّهم لَك صم َنا وعلَى رزقِك أَفطرْ َنا ف َتقبل منا إ َِّنك أَ ْنتَ السمِيع‬ َ َ َ ْ ُ َ َّ ُ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ِ َّ ْ‫ال‬ ‫علِيم‬ ُ َ “Dari Ibnu Abbâs ‫ . Orang ini adalah sseorang rawi yang sangat lemah. sedangkan Ibni Hibbân ‫ رحمه هللا‬telang mengatakan.” . 473 dan Thabrani t dalam kitab al-Mu’jamul Kabîr) Sanad hadits ini sangat lemah (dha’îfun jiddan). “Mungkarul hadîts (orang yang haditsnya diingkari). “Matrûk (orang yang riwayatnya ditinggalkan oleh para Ulama). beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬mengucapkan : َ ْ َ ْ ِ َّ ِ ْ َّ َ َ ‫اللَّهم لَك صم َنا وعلَى رزقِك أَفطرْ َنا ف َتقبل منا إ َِّنك أَ ْنتَ السمِيع ا ْلعلِيم‬ َ َ َ ْ ُ َ َّ ُ ُ َ ُ َّ “Wahai Allâh! UntukMu kami berpuasa dan dengan rizki dari Mu kami berbuka.” •Ibnu Hatim mengatakan.” •Imam Dzahabi ‫‘ . Imam Daru Quthni ‫رحمه هللا‬ menilainya lemah. Ya Allâh ! Terimalah amalan kami ! Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.رحمه هللا‬Dia tertuduh sebagai pemalsu hadits. (Diriwayatkan oleh Daru Quthni ‫ رحمه هللا‬dalam kitab Sunan beliau ‫ . •Imam Ahmad ‫ رحمه هللا‬mengatakan.رحمه هللا‬Ibnu Sunni dalam kitab ‘Amalul Yaumi wal Lailah.صلي هللا عليه وسلم‬apabila hendak berbuka.

189 dan alMu’jam Ausath. beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬mengucapkan : ُ َ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ُ َ َّ ُ ‫بسم هللا اللَّهم لَك صمْت وعلَى رزقِك أَفطرْ ت‬ “Dengan nama Allâh.صلي هللا عليه وسلم‬apabila berbuka. “Orang ini lemah.Hadits ini telah dilemahkan oleh Imam Ibnul Qayyim ‫ . Ya Allâh karenaMu aku berpuasa dan dengan rizki dari Mu aku berbuka”. “Bukan hanya satu orang saja yang melememahkannya. karena: Pertama: Dalam sanad hadits ini terdapat Ismail bin Amar al Bajali. hlm.” .رضي هللا عنه‬beliau ‫ رضي هللا عنه‬mengatakan.)رحمه هللا‬Zâdul Ma’âd dalam kitab Shiyâm oleh Imam Ibnul Qayyim ‫ رحمه هللا‬dan Irwâ’ul Ghalîl (4/36-39 oleh Syaikh al-Albâni ‫)رحمه هللا‬ Hadits dhaif lainnya tentang do’a berbuka yaitu : ُ َ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ُ َ َّ ُ َ َ َ َ ‫عنْ أَ َنس قال كانَ النبىُّ صلي هللا عليه وسلم كانَ إِذا أَفطرَ قال : بسْ م هللاِ اللَّهم لَك صمْت وعلَى رزقِك أَفطرْ ت‬ َ ِ َّ ِ ِ َ َ َ ْ َ “Dari Anas ‫ .” Imam Ibnu Hâtim ‫ رحمه هللا‬mengatakan. Mizânul I’tidal (2/666). Silahkan para pembaca melihat kitab-kitab . “Orang ini sering membawakan hadits-hadits yang tidak boleh diikuti. Sanad hadits ini lemah (dha’îf).” Imam Ibnu ‘Adi ‫ رحمه هللا‬mengatakan.رحمه هللا‬Ibnu Hajar ‫ . Imam Dzahabi ‫ رحمه هللا‬mengatakan dalam kitab adh-Dhu’âfa. “Rasûlullâh ‫ . Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani ‫ رحمه هللا‬dalam kitab al-Mu’jamus Shagîr. Dia adalah seorang rawi yang lemah.رحمه هللا‬al Haitsami ‫رحمه هللا‬ dan Syaikh al-Albâni ‫ رحمه هللا‬dan lain-lain. Majma’uz Zawâ’id (3/156 oleh Imam Haitsami ‫ .

كانَ إِذا أَفطرَ قال (اللَّهم لَك صمْت وعلَى رزقِك أَفطرْ ت‬ َ َ َ ْ َ ِ َّ “Dari Mu’adz bin Zuhrah. Imam Ibnu ‘Adi mengatakan. Imam Abu Dâwud ‫ . Hadits ini lemah karena ada dua illah (penyebab) : Pertama: Mursal. seorang tabi’in bukan shahabat Rasûlullâh ‫صلي هللا عليه‬ ‫. 2358. “Orang ini lebih jelek daripada Ismail bin Amr al bajali. Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Sunni. 4/239. Mizânul I’tidâl. namun beliau tidak mengomentari derajatnya. al-Baihaqi.Kedua: Dalam sanadnya terdapat Dâwud bin az-Zibriqân. beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬mengucapkan : ُ َ ْ َ ْ ِ ‫اللَّهم لَك صمْت وعلَى رزقِك أَفطرْ ت‬ َ َ ُ ُ َ َّ ُ “Ya Allâh karenaMu aku berpuasa dan dengan rizki dari Mu aku berbuka”.1 Karena Mu’adz bin Zuhrah. Lafazh hadits ini sama dengan hadits sebelumnya. hanya beda dalam kalimat awalnya.وسلم‬ . Syaikh al-Albâni ‫ رحمه هللا‬mengatakan. telah sampai kepadanya bahwa Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬apabila hendak berbuka. no.رحمه هللا‬Abu Zur’ah ‫ رحمه هللا‬dan Ibnu Hajar ‫ رحمه هللا‬memasukkan orang ini ke golongan matrûk (orang yang riwayatnya ditinggalkan oleh para Ulama ahli hadits). ada hadits dha’if lainnya yang senada yaitu: ُ َ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ُ َ َّ ُ َ ُ َ ُ َ ُ ِ ِ ُ َ ‫)عنْ معَاذ بْن زهْ رَ ة أ ََّنه َبلَغه أَنَّ النبىَّ -صلى هللا عليه وسلم.” Sementara itu. Masih tentang do’a berbuka.” (lihat. Hadits ini dha’if (lemah). “Biasanya apa yang diriwayatkan oleh orang ini tidak boleh diikuti. 2/7) Hadits Thabrani ‫ رحمه هللا‬ini pernah dibawakan oleh Ustadz Abdul Qadir Hassan dalam risalah puasa. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dâwud.

Nasâ’i.Kedua: Juga karena Mu’adz bin Zuhrah ini seorang rawi yang majhûl. tidak ada satu riwayatpun yang sah tentang do’a berbuka puasa kecuali riwayat dibawah ini: َّ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ َ ِ َ َّ َ ُ ْ ُ ِ ِ َ ُ ُ ْ َ َّ َ َّ ُ ُ ‫عَن ابْن عمَرَ كانَ رَ سُول هللاِ صلَّى هللا ُ علَ ْيه وسلَّم إِذا أَفطرَ قال ذهَبَ الظمَأ ُ وا ْب َتلَّت ا ْلعرُوق و َث َبتَ اْلَجْ ر إِنْ شاء هللا‬ “Dari Ibnu Umar ‫ . Sementara Ibnu Abi Hâtim ‫ رحمه هللا‬dalam kitab beliau ‫ رحمه هللا‬Jarh Wa Ta’dil tidak menerangkan tentang celaan maupun pujian untuknya. 2357. urat-urat telah basah dan pahala atau ganjaran tetap ada insya Allâh” Hadits ini Hasan riwayat Abu Dâwud. Daru Quthni. semua rawi (orang-orang yang meriwayatkan) hadits ini adalah tsiqah (terpercaya) kecuali Husain bin Wâqid. al Hâkim. Sebatas yang saya ketahui. “Sanad hadits ini hasan.2 sehingga tepatlah kalau sanad hadits ini dinilai hasan. beliau ‫صلي‬ ‫ هللا عليه وسلم‬mengucapkan : َّ َ َ َ ُ ْ َ ُ ُ ْ َ َّ ُ ‫ذهَبَ الظمَأ ُ وا ْب َتلَّت ا ْلعرُوق و َث َبتَ اْلَجْ ر إِنْ شاء هللا‬ “Dahaga telah lenyap. ia mengatakan. -------------------------------------------------------------------------------- 1 Hadits mursal yaitu hadits yang diriwayatkan langsung dari Rasulullah ‫ صلي هللا عليه وسلم‬oleh tabi’in tanpa perantara shahabat. no. 4/239. Sebatas yang saya ketahui. Syaikh al-Albâni ‫ رحمه هللا‬sepakat dengan penilai Daru Quthni terhadap hadits ini.رضي هللا عنهما‬adalah Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬apabila berbuka puasa.”. 1/422 dan Baihaqi. tidak ada yang meriwayatkan hadits darinya selain Hushain bin Abdurrahman. Dia seorang rawi yang tsiqah namun memiliki sedikit kelemahan. . 2 Lihat Tahdzîbut Tahdzîb 2/373. 1/66.

’ Kemudian beliau ‫ رحمه هللا‬menjelaskan penyebab kepalsuan hadits ini dalam kitab beliau ‫رحمه هللا‬ Silsilah ad-Dha’ifah. “Dalam hadits ini terdapat rawi yang tidak aku ketahui. Hadits dha’if riwayat Dailami ‫ رحمه هللا‬dalam Musnad Firdaus.” Seandainya Ramadhan Sepanjang Tahun ُ َّ ُ ِ ُ ُْ ْ ‫لَو َيعْ لَم ا ْلعبَاد مَا (فِي ) رَ مضَانَ لَ َتمنت أُمتِي أَنْ َيكونَ الس َنة كلَّهَا‬ َّ ْ َّ َ َ .رحمه هللا‬dalam kitab beliau Faidhul Qadîr. 5460. 8480) mengatakan. no. maka dia diampuni dosanya yang telah lewat”. Al-Munâwi ‫ .رضي هللا عنهما‬Hadits ini Maudhû’. Syaikh al-Albâni ‫ رحمه هللا‬dalam kitab beliau Dha’if Jami’ish Shaghiir. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi ‫ رحمه هللا‬dalam kitab beliau Syu’abul Imân dari Husain bin Ali bin Thâlib ‫ .Keutamaan I’tikaf ْ َ َ َ َ ُْ َ ِ ‫مَن اعْ َتكفَ عشرً ا فِي رَ مضَانَ كانَ كحَ جَّ َتيْن وعمرَ َتيْن‬ َ ِ ِ “Barangsiapa yang beri’tikaf pada sepuluh hari (terakhir) bulan Ramadhân. 518 Hadits dha’if lain yang hampir senada yaitu : ُ َ ُ ‫مَن اعْ َتكفَ إِ ْيمَا ًنا واحْ تِسَابًا غفِرَ لَه مَا َتقدم مِنْ ذ ْنبه‬ ِِ َ َ َ َّ َ ِ “Barangsiapa yang beri’tikaf atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala. maka dia seperti telah menunaikan haji dan umrah dua kali”. no. mengatakan: ‘Maudhû. no. Syarah Ja’mi’ Shaghîr (6/74.

1886 lewat jalur periwayatan Jarîr bin Ayyûb al Bajali.رحمه هللا‬no. niscaya semua umatku berharap agar Ramadhân itu sepanjang tahun”. Hadits ini maudhû (palsu). Yahya ‫ رحمه هللا‬mengatakan.“Sekiranya manusia mengetahui apa yang ada pada buan Ramadhân. 2/189 lewat jalur periwayatan Jarîr bin Ayyûb al Bajali dari Sya’bi dari Nâfi’ bin Burdah dan Abdullah bin Mas’ud ‫ . Sumber: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.ia mengatakan. “(lalu beliau menyebutkan hadits diatas). Imam Ibnul Jauzi ‫ رحمه هللا‬membawakan hadits di atas dalam kitab beliau ‫ رحمه هللا‬al-Maudhû’ât. ‘Orang-orang ini tidak ada apa-apanya (laisa bi syai-in). Fadhl bin Dukain ‫ رحمه هللا‬mengatakan. Wallahu a’lam. “Hadits ini maudhû’ (palsu) dipalsukan atas nama Rasûlullâh ‫ . . An-Nasa’i dan Daru Quthni ‫ رحمه هللا‬mengatakan. Maudhu’. 254 mengomentari hadits diatas. aku mendengar Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬pernah bersabda . ‘Matrûk (orang yang haditsnya tidak dianggap). dari Abu Mas’ud al-Ghifari. no.XIV_1431/2010. ‘Dia termasuk orang yang biasa memalsukan hadits. Kerusakannya ada pada Jarîr bin Ayyûb dan susunan lafazhnya merupakan susunan yang bisa dinilai oleh akal bahwa itu adalah hadits palsu. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah ‫ . Majalah As Sunnah No. “Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la ‫ رحمه هللا‬lewat jalur Abdullah bin Mas’ûd ‫ رضي هللا عنه‬secara marfuu.04-05/Th.رضي هللا عنه‬Kemudian beliau ‫ رحمه هللا‬mengatakan. dari asy-Sya’bi dari Nâfi’ bin Burdah.’” Imam Syaukani ‫ رحمه هللا‬dalam kitab al-Fawâ-idul Majmû’ah Fil Ahâdîtsil Maudhû’ah. “Suatu hari.صلي هللا عليه وسلم‬Orang yang tertuduh telah memalsukan hadits ini adalah Jarîr bin Ayyûb.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful