Hadits-Hadits Dhaif Seputar Ramadhan July 25, 2011 :: 24 Shaban 1432AH Filed underSYI'AR RAMADHAN Posted by admin Pahala

Puasa

“Dari Nadhir bin Syaibân, ia mengatakan, ‘Aku pernah bertemu dengan Abu Salamah bin Abdurrahman ‫ ,رحمه هللا‬aku mengatakan kepadanya, ‘Ceritakanlah kepadaku sebuah hadits yang pernah engkau dengar dari bapakmu (maksudnya Abdurraman bin ‘Auf ‫ )رضي هللا عنه‬tentang Ramadhân.’ Ia mengatakan, ‘Ya, bapakku (maksudnya Abdurraman bin ‘Auf ‫ )رضي هللا عنه‬pernah menceritakan kepadaku bahwa Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬pernah menyebut bulan Ramadhân lalu ّ bersabda, ‘Bulan yang Allâh ‫ عزوجل‬telah wajibkan atas kalian puasanya dan aku menyunahkan buat ّ kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa yang berpuasa dan melaksanakan shalat malam dengan ّ dasar iman dan mengharapkan ganjaran dari Allâh ‫ ,عزوجل‬niscaya dia akan keluar dari dosa-dosanya ّ sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibunya”. (HR. Ibnu Mâjah, no. 1328 dan Ibnu Khuzaimah, no. 2201 lewar jalur periwayatan Nadhr bin Syaibân)

Sanad hadits ini lemah, karena Nadhr bin Syaibân itu layyinul hadîts (orang yang haditsnya lemah), sebagaimana dikatakan oleh al-Hâfizh Ibnu Hajar ‫ رحمه هللا‬dalam kitab Taqrîb beliau ‫.رحمه هللا‬

Ibnu Khuzaimah ‫ رحمه هللا‬juga telah menilai hadits ini lemah dan beliau ‫ رحمه هللا‬mengatakan bahwa hadits yang sah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ‫.رضي هللا عنه‬

Hadits yang beliau ‫ رحمه هللا‬maksudkan yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhâri dan Muslim dan ulama hadits lainnya lewat jalur Abu Hurairah ‫ .رضي هللا عنه‬Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬bersabda :

ُ ُ ‫منْ قام رَ مضَانَ إِيمَا ًنا واحْ تِسَابًا غفِرَ لَه مَا َتقدم مِنْ ذ ْنبه‬ ِِ َ َ َ َ َ َ َ َّ َ

“Barangsiapa yang shalat (qiyâm Ramadhân atau Tarawih) dengan dasar iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu”.

Juga ada sabda Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬dalam hadits shahih riwayat Bukhâri dan Muslim, yaitu :

ْ ْ ْ َ ْ ُ ُّ ُ َ َ ِ ْ َ ‫منْ حَ ج فلَم َيرْ فُث ولَم َيفسُق رَ جَ عَ كيَوم ولَد ْته أُمه‬ َ ْ َ َّ

Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi. karena Juraisy bin Kulaib ini adalah seorang yang majhûl (tidak dikenal). karena Musa bin Ubaidah dinilai haditsnya lemah oleh sekelompok ulama ahli hadits. “Dha’if. sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Madini ‫( رحمه هللا‬lihat. Ibnu Mâjah. Dhaif. Bukhâri dan Muslim).)رحمه هللا‬ Hadits dhaif lainnya yang senada yaitu : َ َ َ َ َ َ ِّ ُ َ َ َ ِ َ َّ ُ ‫عنْ أَبِي هرَ ْيرَ ة قال قال رَ سُول هللاِ صلَّى هللا ُ علَ ْيه وسلَّم لِكل شيْ ء زكاة وزكاةُ ا ْلجَ سد الصَّوم . niscaya dia akan kembali seperti hari dia dilahirkan oleh sang ibu” (HR. Sanad hadits ini dha’if. 2/78 karya Ibnu Hajar ‫. ‘Segala sesuatu itu ada zakatnya. Puasa itu separuh kesabaran. juga diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam Musnad beliau 062/4( ‫ رحمه هللا‬dan 5/363) lewat jalur periwayatan Juraisy an-Nahdy dari seorang laki-laki bani (suku) Sulaim. 3519 dalam Kitab ad-Dâ’awât. الصيَام نِصْ فُ الصبْر‬ َِ َ َّ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ِّ ُ ْ ِ َّ “Dari Abu Hurairah ‫ . “Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬bersabda.رضي هللا عنه‬ia mengatakan. Al-Hâfizh dalam kitab Taqrîbnya mengatakan. 10/318-320.” (HR. no. 1745 lewat jalur Musa bin Ubaidah dari Jumhân dari Abu Hurairah ‫)رضي هللا عنه‬ Sanad hadits ini lemah. Puasa Setengah Sabar ْ ُ ُّ َ ِ َّ ‫والصَّوم نِصْ فُ الصبْر والطهُور نِصْ فُ اْلِ ْيمَان‬ َ ُ ْ ِ “Puasa itu setengah kesabaran dan kesucian itu setengahnya iman”.” . akan tetapi lemah dalam periwayatan hadits. sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tahdzîb. Tahdzîbut Tahdzîb. no. Beliau ini seorang yang shalih dan ahli ibadah.“Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji dan tidak jima’ juga tidak fasiq. Zakat badan adalah puasa.

)هللا‬Dan hadits lain lewat jalur periwayatan a’rabiyûn sebagaimana dalam Majma’uz Zawâid (3/196) oleh al Haitsami ‫. 2134 dan Faidhul Qadîr. no. Ibnu Asâkir. juga dikeluarkan oleh Imam Nasa’i ‫رحمه‬ 012-018/2( ‫ .عليه وسلم‬beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬bersabda tentang bulan Ramadhân : َْ ‫شهرَ الصبْر‬ ِ َّ “bulan kesabaran (Ramadhan)”. tengahnya adalah maghfirah (ampunan) dan akhirnya merupakan pembebasan dari api neraka”. Dikeluarkan oleh Imam Ahmad 284 . Ibnu Abi Dunya. dalam hadits yang panjang tersebut terdapat kalimat : َْ ُْ َ‫صم شهرَ الصبْر رَ مضَان‬ َ ِ َّ “Berpuasalah pada bulan kesabaran yaitu Ramadhân”. 2815 . (HR. no. (HR.Hadits yang sah tentang hal ini adalah riwayat yang menjelaskan bahwa Rasûlullâh ‫صلي هللا عليه وسلم‬ bersabda kepada seorang lelaki dari suku Bahilah dalam hadits yang panjang. Dailami dan lain-lain lewat jalur periwayatan Abu Hurairah ‫)رضي هللا عنه‬ Hadits ini sangat lemah. Silahkan lihat kitab Dha’if Jâmi’is Shagîr.رحمه هللا‬ Ramadhan Dibagi Tiga Bagian ْ ُ ُ َ ُ ُ ‫أَوَّ ل شهْر رَ مضَانَ رَ حْ مَة وأ َْوسَطه (وفي رواية : ووسَطه) مَغفِرَ ة وآخرهُ ع ْتق مِنَ النار‬ ِ ُ ِ َ َ َ ِ َ ُ ِ َّ “Awal bulan Ramadhân itu adalah rahmat.062/0( ‫ رحمه هللا‬dan 513). Imam Ahmad dengan sanad yang shahih) Hadits yang lain yaitu hadits yang diriwayatkan lewat jalur Abu Hurairah ‫ رضي هللا عنه‬dari Nabi ‫صلي هللا‬ ‫ .

“Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬pernah berkhutbah dihadapan kami pada hari terakhir bulan Sya’bân.رحمه هللا‬Dâru Quthni ‫ . Itulah bulan yang awalnya adalah rahmat. (HR Ibnu Khuzaimah. no. Itulah bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga …. Beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬bersabda. 1887 dan lain-lain) Sanad hadits ini dha’îf (lemah). 3/127. Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. maka sama dengan menunaikan tujuh puluh ibadah wajib pada bulan yang lain.”. bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.” Imam Abu Hatim ‫ رحمه هللا‬mengatakan. no.رحمه هللا‬Abu Hâtim ‫ رحمه هللا‬dan lain-lain. sungguh bulan yang agung dan penuh barakah akan datang menaungi kalian. Ibnu Khuzaimah ‫ رحمه هللا‬sendiri mengatakan.رحمه هللا‬Bukhâri ‫ .Hadits lemah yang senada dengan hadits diatas yaitu : َ َ َ َ ّ ِ َ َّ َ ُْ َ َْ َ ْ ِ ُ ْ ‫عنْ س ْلمَانَ ا ْلفارسِ ي قال : خط َب َنا رَ سُول هللاِ صلى هللا عليه وسلم فِي آخِر يَوم مِنْ شعْ بَانَ فقال : أ َُّيهَا الناسُ قد أَظلَّكم شهْر عَظِ يْم‬ َ ََ َ َ ً َ ُ َ َ َ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ُ َ َ ِ َ َ ْ‫مبَارَ ك ، شهْر فِ ْيه لَ ْيلَة خيْر مِنْ أَ ْلف شهْر، جَ عل هللا ُ صِ يَامه فر ْيضَة ، وَ قِيَامه َتطوُّ عًا ، منْ َتقرَّ بَ فِ ْيه بخصْ لَة مِنَ ا ْلخيْر ، كانَ كمن‬ ُ ِ َ َ َ ِ ً ً ً ُ‫أَدَّى فر ْيضَة فِ ْيمَا سِ واهُ ، ومنْ أَدَّى فِ ْيه فر ْيضَة كانَ كمنْ أَدَّى س ْبع ْينَ فر ْيضَة فِ ْيمَا سِ واهُ ، وهوَ شهر الصبْر ، والص ْبر َثوابه ا ْلجَ نة‬ َّ ُ ُ َ ُ َّ َ ِ َّ ُ َْ ُ َ َ ََ َ َ َ َ َِ ِ َ َِ ِ َِ َّ‫…وهُو شهْر أَوَّ لُه رَ حْ مَة وأ َْوسَطه مَغفِرَ ة وآخرهُ ع ْتق مِنَ الن‬ ْ ُُ َ َ َ ‫ار‬ ِ ُ ِ َ َ ِ “Dari Salmân al-Fârisi ‫ . Tidur Orang Berpuasa َ ‫الصَّائِم فِي عبَادَة وإِنْ كانَ رَ اقِدا علَى فِرَ اشِ ه‬ ِ ِ َ ً َ ُ “Orang yang berpuasa itu tetap dalam kondisi beribadah meskipun dia tidur di atas kasurnya”.” Silahkan lihat kitab Silsilah ad-Dha’îfah Wal Maudhû’ah. maka sama (nilainya) dengan menunaikan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. (HR Tamâm) . Orang ini seorang perawi yang lemah sebagaiamana diterangkan oleh Imam Ahmad ‫ .. pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka …. ‘Wahai manusia. “Hadits ini mungkar. Barangsiapa yang beribadah pada bulan tersebut dengan satu kebaikan.رحمه هللا‬Yahya ‫ . 2/94 dan Mizânul I’tidâl. at-Targhîb wat Tarhîb.رضي هللا عنه‬dia mengatakan. Barangsiapa yang menunaikan satu kewajiban pada bulan itu. “Aku tidak menjadikannya sebagai hujjah karena hafalannya jelek. karena ada seorang perawi yang bernama Ali bin Zaid bin Jud’ân. 871.

” Ada juga hadits lain yang semakna dengan hadits diatas yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Dailami ‫ رحمه هللا‬dalam kitab Musnad Firdaus lewat jalur Anâs bin Mâlik ‫ رضي هللا عنه‬dengan lafazh : َ ‫الصَّائِم فِي عبَادَة وإِنْ كانَ َنائِمًا علَى فِرَ اشِ ه‬ ِ ِ َ َ ُ “Orang yang berpuasa itu tetap dalam ibadah meskipun dia tidur di atas kasurnya”. lihat kitab Silsilah ad-Dha’îfah wal Maudhû’ah. 4696). Silahkan. 9293. seorang pendusta. Kedua orang ini tidak ditemukan keterangan tentang jati diri mereka dalam kitab Jarh wat Ta’dil (yaitu kitab-kitab yang berisi keterangan tentang cela atau cacat ataupun pujian terhadap para rawi). karena ada seorang perawi yang bernama Muhammad bin Ahmad bin Sahl. sebagaimana diterangkan oleh Imam adz-Dzahabi dalam kitab ad-Dhu’afa. (Lihat. doa’nya mustajab dan dosanya diampuni”. 5125 Ada juga hadits lain yang semakna : ْ ُُ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ َُُْ َ ‫َنوم الصَّائِم عبَادَة وصمته َتسْ بيْح وعملُه مضَاعَف ودعاؤُ هُ مُسْ َتجَ اب وذ ْنبه مَغف ُْور‬ ِ ِ َ ُ َ ُ ْ “Tidurnya orang yang sedang berpuasa itu ibadah. Faidhul Qadîr. karena dalam sanadnya terdapat Yahya bin Abdullah bin Zujâj dan Muhammad bin Hârûn bin Muhammad bin Bakar bin Hilâl. no. no. (Dikeluarkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’abul Imân dan lain-lain dari jalur periwayatan Abdullah bin Abi Aufa. no. diamnya merupakan tasbih. Dia seorang perawi yang majhûl (tidak diketahui keadaan dirinya). Sanad hadits ini maudhû’ (palsu). Imam Uqaili ‫ رحمه هللا‬mengatakan. amal perbuatannya (akan dibalas) dengan berlipatganda. “Orang ini haditsnya mungkar. Orang ini termasuk pemalsu hadits.) Sanad hadits ini maudhû’. Silsilatud Dha’ifah.Sanad hadits ini dha’if. dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang bernama Hâsyim bin Abu Hurairah al Himshi. no. karena dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang bernama Sulaiman bin Amr an-Nakha’i. sebagaimana dijelaskan oleh adz-Dzahabi ‫رحمه هللا‬ dalam kitab beliau ‫ رحمه هللا‬Mizânul I’tidâl. Ditambah lagi. . 653 dan kitab Faidhul Qadîr.

صلي هللا عليه وسلم‬apabila hendak berbuka.رحمه هللا‬Dia tertuduh sebagai pemalsu hadits. “Abdul Mâlik itu dha’if. “Rasûlullâh ‫ . “Dia seorang pemalsu hadits. “Dajjâl (pendusta).رحمه هللا‬Dia seorang pendusta (kadzdzâb). Orang ini adalah sseorang rawi yang sangat lemah.” •Ibnu Hatim mengatakan. karena : Pertama: Ada seorang rawi yang bernama Abdul Mâlik bin Hârun bin ‘Antarah. no. beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬mengucapkan : َ ْ َ ْ ِ َّ ِ ْ َّ َ َ ‫اللَّهم لَك صم َنا وعلَى رزقِك أَفطرْ َنا ف َتقبل منا إ َِّنك أَ ْنتَ السمِيع ا ْلعلِيم‬ َ َ َ ْ ُ َ َّ ُ ُ َ ُ َّ “Wahai Allâh! UntukMu kami berpuasa dan dengan rizki dari Mu kami berbuka. •Imam Ahmad ‫ رحمه هللا‬mengatakan.” •Imam Sa’di mengatakan. sama sekali tidak boleh berhujjah dengannya.رضي هللا عنه‬beliau ‫ رضي هللا عنه‬mengatakan. sedangkan Ibni Hibbân ‫ رحمه هللا‬telang mengatakan.إِذا أَفطرَ قال : اللَّهم لَك صم َنا وعلَى رزقِك أَفطرْ َنا ف َتقبل منا إ َِّنك أَ ْنتَ السمِيع‬ َ َ َ ْ ُ َ َّ ُ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ِ َّ ْ‫ال‬ ‫علِيم‬ ُ َ “Dari Ibnu Abbâs ‫ .” Kedua: Dalam sanad hadits ini terdapat juga orang tua dari Abdul Mâlik yaitu Hârun bin ‘Antarah. Dia ini seorang rawi yang diperselisihkan oleh para Ulama ahli hadits. “Matrûk (orang yang riwayatnya ditinggalkan oleh para Ulama). Ya Allâh ! Terimalah amalan kami ! Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.Doa Berbuka Puasa َ ْ َ ْ ِ َّ ِ ْ َّ َ َ َ َ َ ُ َّ ‫عَن ابْن عبَّاس قال كانَ النبىُّ -صلى هللا عليه وسلم.رحمه هللا‬Ibnu Sunni dalam kitab ‘Amalul Yaumi wal Lailah.” •Imam Yahya ‫“ .” •Imam Dzahabi ‫‘ . 473 dan Thabrani t dalam kitab al-Mu’jamul Kabîr) Sanad hadits ini sangat lemah (dha’îfun jiddan). “Mungkarul hadîts (orang yang haditsnya diingkari).” •Sementara Ibnu Hibbân ‫ رحمه هللا‬mengatakan. Imam Daru Quthni ‫رحمه هللا‬ menilainya lemah.” . (Diriwayatkan oleh Daru Quthni ‫ رحمه هللا‬dalam kitab Sunan beliau ‫ .

“Bukan hanya satu orang saja yang melememahkannya. Dia adalah seorang rawi yang lemah.Hadits ini telah dilemahkan oleh Imam Ibnul Qayyim ‫ .” Imam Ibnu ‘Adi ‫ رحمه هللا‬mengatakan. “Rasûlullâh ‫ .” Imam Ibnu Hâtim ‫ رحمه هللا‬mengatakan. beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬mengucapkan : ُ َ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ُ َ َّ ُ ‫بسم هللا اللَّهم لَك صمْت وعلَى رزقِك أَفطرْ ت‬ “Dengan nama Allâh.” . Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani ‫ رحمه هللا‬dalam kitab al-Mu’jamus Shagîr. “Orang ini lemah. hlm. “Orang ini sering membawakan hadits-hadits yang tidak boleh diikuti. Sanad hadits ini lemah (dha’îf). Silahkan para pembaca melihat kitab-kitab . Mizânul I’tidal (2/666).صلي هللا عليه وسلم‬apabila berbuka. 189 dan alMu’jam Ausath. Majma’uz Zawâ’id (3/156 oleh Imam Haitsami ‫ .)رحمه هللا‬Zâdul Ma’âd dalam kitab Shiyâm oleh Imam Ibnul Qayyim ‫ رحمه هللا‬dan Irwâ’ul Ghalîl (4/36-39 oleh Syaikh al-Albâni ‫)رحمه هللا‬ Hadits dhaif lainnya tentang do’a berbuka yaitu : ُ َ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ُ َ َّ ُ َ َ َ َ ‫عنْ أَ َنس قال كانَ النبىُّ صلي هللا عليه وسلم كانَ إِذا أَفطرَ قال : بسْ م هللاِ اللَّهم لَك صمْت وعلَى رزقِك أَفطرْ ت‬ َ ِ َّ ِ ِ َ َ َ ْ َ “Dari Anas ‫ .رضي هللا عنه‬beliau ‫ رضي هللا عنه‬mengatakan.رحمه هللا‬al Haitsami ‫رحمه هللا‬ dan Syaikh al-Albâni ‫ رحمه هللا‬dan lain-lain. Imam Dzahabi ‫ رحمه هللا‬mengatakan dalam kitab adh-Dhu’âfa.رحمه هللا‬Ibnu Hajar ‫ . Ya Allâh karenaMu aku berpuasa dan dengan rizki dari Mu aku berbuka”. karena: Pertama: Dalam sanad hadits ini terdapat Ismail bin Amar al Bajali.

وسلم‬ .رحمه هللا‬Abu Zur’ah ‫ رحمه هللا‬dan Ibnu Hajar ‫ رحمه هللا‬memasukkan orang ini ke golongan matrûk (orang yang riwayatnya ditinggalkan oleh para Ulama ahli hadits). 2358. beliau ‫ صلي هللا عليه وسلم‬mengucapkan : ُ َ ْ َ ْ ِ ‫اللَّهم لَك صمْت وعلَى رزقِك أَفطرْ ت‬ َ َ ُ ُ َ َّ ُ “Ya Allâh karenaMu aku berpuasa dan dengan rizki dari Mu aku berbuka”. al-Baihaqi. ada hadits dha’if lainnya yang senada yaitu: ُ َ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ُ َ َّ ُ َ ُ َ ُ َ ُ ِ ِ ُ َ ‫)عنْ معَاذ بْن زهْ رَ ة أ ََّنه َبلَغه أَنَّ النبىَّ -صلى هللا عليه وسلم.Kedua: Dalam sanadnya terdapat Dâwud bin az-Zibriqân. namun beliau tidak mengomentari derajatnya. “Orang ini lebih jelek daripada Ismail bin Amr al bajali.كانَ إِذا أَفطرَ قال (اللَّهم لَك صمْت وعلَى رزقِك أَفطرْ ت‬ َ َ َ ْ َ ِ َّ “Dari Mu’adz bin Zuhrah. 4/239. seorang tabi’in bukan shahabat Rasûlullâh ‫صلي هللا عليه‬ ‫. Syaikh al-Albâni ‫ رحمه هللا‬mengatakan. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dâwud. Masih tentang do’a berbuka. telah sampai kepadanya bahwa Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬apabila hendak berbuka. hanya beda dalam kalimat awalnya. Lafazh hadits ini sama dengan hadits sebelumnya. “Biasanya apa yang diriwayatkan oleh orang ini tidak boleh diikuti.1 Karena Mu’adz bin Zuhrah. Imam Ibnu ‘Adi mengatakan. Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Sunni. no. Hadits ini lemah karena ada dua illah (penyebab) : Pertama: Mursal. Hadits ini dha’if (lemah).” (lihat. Imam Abu Dâwud ‫ .” Sementara itu. Mizânul I’tidâl. 2/7) Hadits Thabrani ‫ رحمه هللا‬ini pernah dibawakan oleh Ustadz Abdul Qadir Hassan dalam risalah puasa.

“Sanad hadits ini hasan. 1/66. ia mengatakan. 2 Lihat Tahdzîbut Tahdzîb 2/373. 2357. Sebatas yang saya ketahui.Kedua: Juga karena Mu’adz bin Zuhrah ini seorang rawi yang majhûl. no. beliau ‫صلي‬ ‫ هللا عليه وسلم‬mengucapkan : َّ َ َ َ ُ ْ َ ُ ُ ْ َ َّ ُ ‫ذهَبَ الظمَأ ُ وا ْب َتلَّت ا ْلعرُوق و َث َبتَ اْلَجْ ر إِنْ شاء هللا‬ “Dahaga telah lenyap. al Hâkim. Syaikh al-Albâni ‫ رحمه هللا‬sepakat dengan penilai Daru Quthni terhadap hadits ini. Dia seorang rawi yang tsiqah namun memiliki sedikit kelemahan. tidak ada satu riwayatpun yang sah tentang do’a berbuka puasa kecuali riwayat dibawah ini: َّ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ َ ِ َ َّ َ ُ ْ ُ ِ ِ َ ُ ُ ْ َ َّ َ َّ ُ ُ ‫عَن ابْن عمَرَ كانَ رَ سُول هللاِ صلَّى هللا ُ علَ ْيه وسلَّم إِذا أَفطرَ قال ذهَبَ الظمَأ ُ وا ْب َتلَّت ا ْلعرُوق و َث َبتَ اْلَجْ ر إِنْ شاء هللا‬ “Dari Ibnu Umar ‫ .2 sehingga tepatlah kalau sanad hadits ini dinilai hasan. 1/422 dan Baihaqi. Sementara Ibnu Abi Hâtim ‫ رحمه هللا‬dalam kitab beliau ‫ رحمه هللا‬Jarh Wa Ta’dil tidak menerangkan tentang celaan maupun pujian untuknya. Nasâ’i.”. tidak ada yang meriwayatkan hadits darinya selain Hushain bin Abdurrahman. . Daru Quthni. urat-urat telah basah dan pahala atau ganjaran tetap ada insya Allâh” Hadits ini Hasan riwayat Abu Dâwud. semua rawi (orang-orang yang meriwayatkan) hadits ini adalah tsiqah (terpercaya) kecuali Husain bin Wâqid. 4/239. Sebatas yang saya ketahui. -------------------------------------------------------------------------------- 1 Hadits mursal yaitu hadits yang diriwayatkan langsung dari Rasulullah ‫ صلي هللا عليه وسلم‬oleh tabi’in tanpa perantara shahabat.رضي هللا عنهما‬adalah Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬apabila berbuka puasa.

Syaikh al-Albâni ‫ رحمه هللا‬dalam kitab beliau Dha’if Jami’ish Shaghiir.رضي هللا عنهما‬Hadits ini Maudhû’. no.’ Kemudian beliau ‫ رحمه هللا‬menjelaskan penyebab kepalsuan hadits ini dalam kitab beliau ‫رحمه هللا‬ Silsilah ad-Dha’ifah.Keutamaan I’tikaf ْ َ َ َ َ ُْ َ ِ ‫مَن اعْ َتكفَ عشرً ا فِي رَ مضَانَ كانَ كحَ جَّ َتيْن وعمرَ َتيْن‬ َ ِ ِ “Barangsiapa yang beri’tikaf pada sepuluh hari (terakhir) bulan Ramadhân.” Seandainya Ramadhan Sepanjang Tahun ُ َّ ُ ِ ُ ُْ ْ ‫لَو َيعْ لَم ا ْلعبَاد مَا (فِي ) رَ مضَانَ لَ َتمنت أُمتِي أَنْ َيكونَ الس َنة كلَّهَا‬ َّ ْ َّ َ َ . Syarah Ja’mi’ Shaghîr (6/74. “Dalam hadits ini terdapat rawi yang tidak aku ketahui. 5460. maka dia diampuni dosanya yang telah lewat”.رحمه هللا‬dalam kitab beliau Faidhul Qadîr. 8480) mengatakan. 518 Hadits dha’if lain yang hampir senada yaitu : ُ َ ُ ‫مَن اعْ َتكفَ إِ ْيمَا ًنا واحْ تِسَابًا غفِرَ لَه مَا َتقدم مِنْ ذ ْنبه‬ ِِ َ َ َ َّ َ ِ “Barangsiapa yang beri’tikaf atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala. mengatakan: ‘Maudhû. no. maka dia seperti telah menunaikan haji dan umrah dua kali”. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi ‫ رحمه هللا‬dalam kitab beliau Syu’abul Imân dari Husain bin Ali bin Thâlib ‫ . Hadits dha’if riwayat Dailami ‫ رحمه هللا‬dalam Musnad Firdaus. Al-Munâwi ‫ . no.

Kerusakannya ada pada Jarîr bin Ayyûb dan susunan lafazhnya merupakan susunan yang bisa dinilai oleh akal bahwa itu adalah hadits palsu. An-Nasa’i dan Daru Quthni ‫ رحمه هللا‬mengatakan.رحمه هللا‬no. “Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la ‫ رحمه هللا‬lewat jalur Abdullah bin Mas’ûd ‫ رضي هللا عنه‬secara marfuu. Yahya ‫ رحمه هللا‬mengatakan. Majalah As Sunnah No. niscaya semua umatku berharap agar Ramadhân itu sepanjang tahun”. . 254 mengomentari hadits diatas. Maudhu’. dari asy-Sya’bi dari Nâfi’ bin Burdah. 1886 lewat jalur periwayatan Jarîr bin Ayyûb al Bajali. Wallahu a’lam. Fadhl bin Dukain ‫ رحمه هللا‬mengatakan. ‘Orang-orang ini tidak ada apa-apanya (laisa bi syai-in).رضي هللا عنه‬Kemudian beliau ‫ رحمه هللا‬mengatakan. “Suatu hari.ia mengatakan. “(lalu beliau menyebutkan hadits diatas).04-05/Th. Imam Ibnul Jauzi ‫ رحمه هللا‬membawakan hadits di atas dalam kitab beliau ‫ رحمه هللا‬al-Maudhû’ât. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah ‫ .’” Imam Syaukani ‫ رحمه هللا‬dalam kitab al-Fawâ-idul Majmû’ah Fil Ahâdîtsil Maudhû’ah. ‘Dia termasuk orang yang biasa memalsukan hadits.“Sekiranya manusia mengetahui apa yang ada pada buan Ramadhân. 2/189 lewat jalur periwayatan Jarîr bin Ayyûb al Bajali dari Sya’bi dari Nâfi’ bin Burdah dan Abdullah bin Mas’ud ‫ .XIV_1431/2010. Hadits ini maudhû (palsu). no. Sumber: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. “Hadits ini maudhû’ (palsu) dipalsukan atas nama Rasûlullâh ‫ . aku mendengar Rasûlullâh ‫ صلي هللا عليه وسلم‬pernah bersabda .صلي هللا عليه وسلم‬Orang yang tertuduh telah memalsukan hadits ini adalah Jarîr bin Ayyûb. ‘Matrûk (orang yang haditsnya tidak dianggap). dari Abu Mas’ud al-Ghifari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful