OTALGIA Definisi Otalgia adalah telinga nyeri, sering disebut sebagai “sakit telinga”.

Otalgia utama ada ketika rasa sakit itu berasal di dalam telinga, otalgia dimaksud adalah nyeri yang berasal luar telinga. Ketika otalgia muncul, pemeriksaan telinga biasanya menunjukkan beberapa kelainan pada telinga luar atau tengah. Otalgia mungkin atau tidak dapat dikaitkan dengan gangguan keseimbangan dan penurunan pendengaran.Otalgia adalah rasa nyeri pada telinga. Karena telinga dipersarafi oleh saraf yang kaya (nervus kranialis V, VII, IX, dan X selain cabang saraf servikalis kedua dan ketiga), maka kulit di tempat ini menjadi sangat sensitif. (Smeltzer, 2001). Jadi Otalgia adalah suatu keluhan yang timbul berupa rasa sakit di telinga oleh karena penyakit yang ada di telinga atau penjalaran rasa sakit akibat suatu penyakit di daerah lain di luar telinga dengan karakteristik yang sesuai dengan berat penyakit yang dialami seseorang. B. Etiologi Penyebab otalgia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Otalgia primer a. Otitis Externa Otitis eksterna adalah proses inflamasi dari meatus akustikus eksterna yang dapat disebabkan oleh kelembaban ataupun trauma. Biasanya penyakit ini sering muncul saat musim panas karena meningkatnya intensitas orang untuk pergi berenang, karena itulah penyakit ini biasa disebut sebagai “telinga perenang” ( Bluest D, 1996 ).Otitis eksterna lazim terjadi dan selalu terasa nyeri, sering nyeri yang sangat hebat. Tanda utama otitis eksterna bahwa tarikan pada aurikula atau penekanan pada tragus dapat memperhebat nyeri ini, yang tidak terjadi pada otitis media supuratif akut. Bila otitis eksterna karena jamur, sering nyeri terlihat tidak sesuai dengan gambaran fisik kulit liang telinga berwarna merah, tetapi biasanya edema lebih ringan dibandingkan dengan yang terjadi pada infeksi bakteri dan mungkin terdapat eksudat jernih yang minimum (Petrus, 1986). Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan debris atau eksudat yang biasa ditemukan pada liang telinga dan tidak jarang juga menutupi membran timpani (Arnolds, 1984) (Petrus, 1986). b. Polikondritis Polikondritis ditandai oleh reaksi radang yang menonjol pada struktur-struktur kartilago. Tersering mengenai kartilago telinga dan aurikula menjadi merah, bengkak, nyeri dan nyeri tekan. Biasanya mengenai aurikula bilateral disertai reaksi akut pada aurikula yang terjadi bersamaan atau berganti-gantian. Relaps lazim dan dapat terjadi dari beberapa kali dalam sebulan sempai sekali dalam beberapa tahun, dan dapat berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa bulan (Petrus, 1986). c. Otitis Media Otitis media akut dapat mengembangkan otalgia berat dan biasanya didahului oleh demam, iritabilitas dan hilangnya pendengaran. Nyeri telinga sinonim dengan otitis media supuratif akut akibat infeksi bakteri dicelah telinga tengah. Organisme yang sering bertanggung jawab meliputi Streptococcus, Haemoliticus, Pneumococcus dan Haemophillas influenzae. Nyeri telinga dan demam yang menandai mulanya otitis media supuratif akut dan biasanya didahului oleh gejala-gejala berbagai infeksi traktus respi ratorius atas. Pada anak dan orang dewasa gejala utamanya adalah nyeri telinga. Mungkin juga terdapat sensasi penuh ditelinga dan gangguan pendengaran, dapat juga timbul tinnitus dan demam (Petrus, 1986). d. Barotrauma Pada anak kecil yang mempunyai disfungsi tuba eustachius dapat terjadi trauma pada telinga tengah dan membran timpani saat terjadi perubahan tekanan secara tiba-tiba (Arnolds, 1984). Bila tuba Eustachius tidak dapat terbuka, maka nyeri cepat menghambat di dalam telinga serta gangguan pendengaran. Kadang-kadang membran timpani akan ruptur, biasanya dengan pendarahan mendadak dari telinga dapat meredakan nyeri (Petrus, 1986). e. Mastoiditis Supuratif akut

d. Biasanya disertai dengan demam tinggi. Otalgia sekunder a. Kadang-kadang pasien otitis media supuratif akut tidak mencari pertolongan medis karena nyeri terhenti dengan mulainya otore. Pada dewasa . 1986). obstruksi dan penyakit neoplasma dari submandibula. Biasanya sebelumnya didahului oleh batuk dan pilek (Susana. Nyeri alih (Reffered otalgia) oleh Nervus Trigeminus (N. IX) Tonsilitis akut. Biasanya pada pemeriksaan telinga menunjukkan banyak sekret purulen dari performasi membrana timpani dan “sagging” dinding posterior superior bagian dalam meatus akustikus eksternus (Petrus. yang timbul secara tiba-tiba. dapat terjadi kekambuhan demam dan nyeri yang menunjukkan mulainya mastoiditis akut. sublingual dan terutama kelenjar parotis dapat menimbulkan otalgia 5) Iritasi Durameter Iritasi oleh infeksi atau tumor dari durameter bagian tengah atau posterior fossa cramial dapat menimbulkan nyeri telinga. c. b. Bayi dan anak-anak Bayi dan anak-anak biasanya menjadi rewel.Mastoiditis Supuratif akut timbul sebagai akibat terapi otitis media supuratif akut yang tidak adekuat dan biasanya pada anak-anak. Nyeri alih (Referred otalgia) oleh nervus vagus (N. Manifestasi klinis 1. 1986). 2. penyakit gigi. bila penyakitnya di telinga biasanya disertai gangguan pendengaran. 2. Tidak terdapat demam. Nervus cervical Penyebab otalgia dari pleksus servikal adalah limfadenopati servikal yang biasanya terdapat pada jaringan limfe di oksipital dan mastoid. 2009). Pasien dengan herpes zoster otikus (Ramsay Hunt syndrome) juga dapat mengalami otalgia. X) Cabang utama dari saraf vagus mempersarafi mukosa laring. fraken. hipofaring. Sakit telinga yang sering timbul pada anak-anak adalah akibat infeksi telinga tengah akut. sering menggaruk-garuk telinga atau menariknarik telinga. Nyeri alih (Referred otalgia) oleh nervus glossopharyngeal (N. Tetapi. eksudat purulen atau tuli tanpa infeksi bakteri sekunder (Petrus. 2) Iritasi Sinus Paranasal Inflamasi dan iritasi dari cabang nervus trigeminus pada sinus paranasal terutama sinus maksilla dapat menimbulkan nyeri alih pada telinga. infeksi periapikal dari gigi belakang dan infeksi subperiosteal rahang atas dan bawah. f. Pasien biasanya mengeluh otalgia setelah melakukan tonsilektomi. Penyebab paling sering nyeri alih oleh saraf fasialis adalah bell’s palsy sebelum terjadinya paralysis pada wajah. f. esofagus dan kelenjar tiroid. Nyeri alih (Referred atalgia) oleh nervus fasialis Nervus fasialis adalah saraf motorik dari otot mimik tetapi ada serat sensoris dari saraf fasialis yang mempersarafi kulit yang terletak pada bagian lateral dari konka dan antiheliks dan juga pada lobus posterior dan kulit yang terletak pada daerah mastoid. kadang-kadang sampai kejang dan muntah. Pada keadaan infeksi dapat disertai demam dan keluar cairan dari telinga. Nyeri pada setiap bagian ini dialihkan ke telinga. Pada penyakit ini dapat ditemukan vesikel sepanjang konka dan liang posterior. peritonsilitis atau abes peritonsilar adalah penyakit yang sering menyebabkan nyeri alih pada telinga. Laringitis Semua bentuk laringitis dapat menyebabkan nyeri alih otalgia. Miringitis bulosa Miringitis bulosa terdiri dari nyeri telinga serta gelembung hemoragik dikulit meatus akustikus eksterna dan pada membrana timpani. setelah beberapa hari otore. 3) Lesi di rongga mulut 4) Glandula salivatori Inflamasi.V) 1) Penyakit Gigi Nyeri mungkin dialihkan ke telinga dari karies gigi. Luka pada laring atau adanya benda asing pada laring dapat menyebabkan adanya nyeri yang menjalar ke telinga. e. Penyakit ini sembuh sendiri dengan nyeri yang mereda serta gelembung mengering dan menghilang setelah beberapa hari.

d) Suruh pasien untuk mengulang kata – kata tersebut. Organ sekitarnya juga akan diperiksa untuk memastikan asal rasa sakit tersebut. riwayat mengorek telinga sebelumnya. E. Paralisis nervus facialis 5. 1) Tes Suara Tes Bisik : Normalnya tes bisik dapat didengar 10 – 15 meter. 2009). Sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab telinga nyeri untuk mengetahui cara mengatasi rasa sakit tersebut. Telinga akan diperiksa dengan seksama baik menggunakan otoskop atau endoskopi jika perlu. riwayat naik pesawat. bila perlu dilakukan pemeriksaan Radiologi. Tes fungsi Tes Toynbee/Valsava adalah untuk mengetahui masih tidaknya fungsi eusthacius b. Komplikasi Komplikasi dari otalgia antara lain adalah: 1. Mastoiditis. Seperti adanya riwayat sakit batuk. Sakit telinga akibat infeksi telinga yang sudah menyebar kedaerah mastoid atau daerah dibelakangtelinga (mastoiditis). Supuratif. h. b. Pemeriksaan fisik dan diagnostic 1. Terjadi karena otalgia yang tidak terobati secara adekuat. Tes pendengaran. yaitu 8 dari 10 kata atau 4 dari 5 kata. Tetapi biasa dipakai patokan 6 meter. Inspeksi: adanya kemerahan di liang telingan. Tes pendengaran Tujuan dari tes pendengaran adalah menentukan apakah pendengaran seseorang normal atau tidak. Sigmoid Sinus trombosis 6. kata dibagi atas : yang mengandung huruf lunak ( m. Infeksi CN F. Pada infeksi liang telinga (otitis eksterna) sering disertai nyeri ketika membuka mulut atau menelan (Susana. Juga dilakukan Tes Toynbee/Valsava yaitu tes untuk menentukan masih tidaknya fungsi Eustachius. v. b) Perintahkan pasien untuk meletakkan satu jari pada tragus telinga yang tidak diperiksa untuk mencegah agar pasien tidap dapat mendengar suara dari telinga itu. f) Apabila penderita tidak atau kurang mendengar huruf desis maka disebut sebagai tuli persepsi. klien mengeluhkan rasa sakit yang amat sangat menggangu di telinganya. Dapat juga dilakukan tes fungsi dan tes keseimbangan seperti : a. Petrous Apicitis 3. yang sering dialami selain nyeri adalah adanya perasaan penuh atau tekanan pada telinga. gangguan pendengaran. Syarat melakukan tes Bisik : a) Pemeriksa berdiri di belakang pasien supaya pasien tidak dapat membaca gerakan bibir pemeriksa. Palpasi: adanya nyeri tekan pada bagian yang sakit. remaja dan dewasa. biasanya disertai dengan nyeri kepala. Terjadi nyeri postauricular + eritem + demam Perlu mastoidectomy 2. c) Bisikkan kata pada telinga pasien yang akan diperiksa. 2. d. Osteomielitisa 4. z ). l. Kata harus dimengerti oleh pasien. pusing dan pada infeksi terdapat cairan yang keluar dari telinga atau demam.Pada penderita yang sudah dapat menjelaskan seperti anak yang agak besar. e) Sebut 10 kata ( normal 80 % ). Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan diagnostik biasanya dilakukan dengan menanyakan beberapa hal sehubungan dengan keluhan sakit telinga yang timbul. j. g ) dan yang mengandung huruf desis ( s. menentukan derajat kekurangan pendengaran. c. Pemeriksaan Fisik a. n. pilek dan demam. menentukan lokalisasi penyebab gangguan pendengaran. f. . Tes keseimbangan.

keduanya tuli persepsi. ü Apabila bunyi sudah tidak didengar lagi. maka penderita juga tidak dapat mendengar suara dari garpu tala tersebut. ü Getarkan garpu tala. ü Tuli persepsi apabila pemeriksa masih dapat mendengar suara dari garpu tala tetapi penderita sudah tidak dapat mendengar lagi. ü Tuli Konduksi apabila pemeriksa sudah tidak dapat mendengar suara dari garpu tala tetapi penderita masih dapat mendengarnya ( Schwabach memanjang ). keduanya tuli persepsi tetapi lebih berat yang kiri.g) Apabila penderita tidak atau kurang mendengar huruf lunak maka disebut sebagai tuli konduksi 2) Tes Konversasi : Caranya sama dengan tes bisik. Menggunakan antiviral jika penyebab otalgia adalah penyakit spesifik disebabkan oleh virus seperti herpes zoster atau gatal-gatal. ü Bisa didapat hasil telinga kiri dan kanan sama keras terdengarnya. tetapi tes ini menggunakan percakan biasa. ubun – ubun. Pengkajian terhadap penggunaan NSaid dilakukan setelah 2 minggu. b) Tes Rinne : Tes ini digunakan untuk membandingkan penghantaran bunyi melalui tulang dan melalui udara pada penderita. a) Tes Schwabach : Tes ini digunakan untuk membandingkan penghantaran bunyi melalui tulang penderita dan pemeriksa. faringitis maupun sinusitis). ü Letakkan tegak lurus pada planum mastoid penderita. segera garpu tala diletakkan pada planum mastoid penderita. rahang. terdapat tuli persepsi disebelah kiri. Syarat melakukan tes Schwabach : ü Gunakan garpu tala 256 atau 512 Hz. ü Setelah bunyi sudah tidak terdengar lagi letakkan garpu tala tegak lurus di depan meatus akustikus eksterna. ü Kalau pada posisi 1 terdengar berlawanan maka Tes Rinne ragu -ragu. ü Pada tes ini terdapat beberapa kemungkinan. telinga kiri dan kanan ada tuli konduksi. NSAID digunakan untuk otalgia karena myalgia dan neuralgi. ü Letakkan tegak lurus pada planum mastoid pemeriksa. kanan tuli konduksi. kedua telinga tuli. ü Kalau pada posisi 2 masih terdengar bunyi maka Tes Rinne (+). kiri tuli persepsi. Lakukan cara ini untuk telinga kiri dan kanan. ü Bisa juga didapatkan hasil telinga kiri > telinga kanan atau kiri < telinga kanan. ü Lakukan hal ini sekali lagi tetapi sebaliknya lebih dahulu ke telinga penderita lalu ke telinga pemeriksa. ü Letakkan tegak lurus pada garis tengah kepala penderita. pembatasan aktivitas secara umum mustahil dilakukan. Syarat melakukan tes Rinne : ü Garpu tala digetarkan. G. kemudian suara yamg paling keras di kiri dan kanan. Penatalaksanaan Pengobatan untuk otalgia menggunakan antibiotic untuk mengobati penyebab spesifik otalgia (tonsillitis. ini disebut posisi 1 ( satu ). mis : dahi. ü Kalau pada posisi 2 tidak terdengar bunyi maka Tes Rinne (–). ini disebut posisi 2 (dua ). ü Normal jika pemeriksa sudah tak dapat mendengar suara dari garpu tala. diet makanan lunak dianjurkan untuk menurunkan masalah eksaserbasi. tetapi yang kanan lebih berat dari yang kiri. Antiulcer dan antacid digunakan jika penyebab dari otalgia adalah esofagitis dan gastroesofangeal karena refluks. Jika penyebab otalgia adalah jamur (seperti kandidiasis/thrush) maka menggunakan antifungal. hal ini bisa berarati : normal atau ada gangguan pendengaran yang jenisnya sama. Banyaknya penyebab otalgia. Penyebab otalgia yang disebabkan oleh disfungsi sendi . Diet otalgia dikhususkan untuk otalgia yang disebabkan oleh penyakit gigi. Analgesik narkotik kuat tidak diindikasikan untuk pengobatan otalgia. ü Lateralisasi ke kanan dapat berarti : adanya tuli konduksi sebelah kanan. c) Tes Weber : Tes ini digunakan untuk membandingkan penghantaran bunyi melalui sebelah kanan / kiri penderita. 3) Tes Garpu Tala. Syarat melakukan tes Weber : ü Garpu tala digetarkan.

dan dimana rasa sakit terjadi. tumpul. H. apakah rasa sakit bisa reda. Rencana asuhan keperawatan 1. Pengkajian Fokus a. Inspeksi daun telinga Caranya: Dewasa : ditarik keatas-kebelakang Anak : Kebelakang Bayi : kebawah c. Palpasi prosesus mastoideus: nyeri. seperti terbakar atau kram. nyeri pembengkakan dan nodul-nodul. c) Pengkajian nyeri dengan PQRST d) Provoking Incident: apakah ada peristiwa yang menjadi faktor penyebab nyeri. kehilangan pendengaran. otorea. kepala. kapan. otitis media. dan apakah bertambah buruk pada malam hari atausiang hari.temporomandibular harus dipertimbangkan yang berhubungan dengan aktivitas pengatupan rahang (Anonim. Inspeksi b. pembengkaka dan nodul. f) Sifat keluhan(Karakter). b) Keluhan utama klien dengan otalgia adalah nyeri telinga. e) Quality of Pain: seperti apa rasa nyeri yang dirasakan atau digambarkan klien. seperti ditusuk-tusuk. Lakukan penarikan terhadap lobus lunak bagian bawah. Anamnesis 1) Keluhan Utama a) Keluhan utama didapat dengan menanyakan tentang gangguan terpenting yang dirasakan klien sampai perlu pertolongan. h) Region: radiation. Dalam hal ini perlu ditanyakan kepada klien apa maksud dari keluhan-keluhannya. gangguan pada tuba eustachius. termasuk infeksi. Diagnosis Keperawatan Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis. di remas-remas. Pemeriksaan Pemeriksaan fisik harus mencakup otologik yang lengkap. infeksi bakteri. apakah nyeri berkurang apabila beristirahat. kimia Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi . neoro-otologic. a. b. a. otalgia. 3. dan apakah rasa sakit menjalar atau menyebar. 3) Riwayat kesehatan keluarga 4) Meliputi penggambaran lengkap masalah telinga. sakit gigi. bisa berdasarkan skala nyeri atau gradasi (0-4) dan klien menerangkan seberapa jauh rasa sakit mempengaruhi kemampuannya i) Time: berapa lama nyeri berlangsung. fisik . tonsillitis. Palpasi Palpasi daun telinga: tekstur. 2) Riwayat kesehatan dahulu Riwayat kesehatan dahulu yang berhubungan dengan adanya gangguan pada telinga atau yang berhubungan dengan telinga seperti: masuknya benda asing pada telinga. Severity (Scale)of Pain: seberapa jauh rasa nyeri yang dirasakan klien. gangguan pendengaran. perasaan penuh atau tekanan pada telinga. otitits eksterna. infeksi virus myringitis. sakit tenggorok. 2008). atau gangguan sendi pada rahang. dan pemeriksaan leher. trauma. dan apakah nyeri bertambah berat bila beraktivitas (Agravation). 2. relief: dimana Lokasi nyeri harus ditunjukkan dengan tepat oleh klien. pusing dan pada infeksi terdapat cairan yang keluar dari telinga atau demam. g) Apakah sifat nyerinya tajam.

Rencana Asuhan Keperawatan Dignosa Tujuan dan keperawatan kreteria hasil Nyeri akut bd agen Tujuan : Setelah cedera biologis. penyebab infeksi dan tindakan pencegahannya e. Membantu mengurangi nyeri 3. perhatikan lokasi atau karakter dan intensitas skala nyeri (04) 2. Ajarkan tehnik relaksasi progresif. Membantu klien untuk mengurangi persepsi nyeri atau mangalihkan perhatian klien dari nyeri. Rasional Dapat mengidentifikasi terjadinya komplikasi dan untuk intervensi selanjutnya. catat apakah kedua telinga terlibat Diagnosis Keperawatan Gangguan sensori persepsi (auditori) b. Observasi keluhan nyeri. Memasang sumbu bila kanalis auditorius mengalami edema Intervensi 1. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri 4. Kaji dan catat respon pasien terhadap intervensi 3. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan nyeri g. Menunjukkan ekspresi wajah/ postur tubuh rileks. nafas dalam guided imagery.c.d. Gangguan sensori persepsi (auditori) berhubungan dengan perubahan sensori persepsi d. Kaji tingkat nyeri ssi skala nyeri Diagnosis keperawatan Nyeri b/d proses inflamasi Tujuan dan kreteria hasil Tujuan : Setelah diberikan tindakan keperawatan rasa nyeri pasien dapat berkurang Kriteria hasil : Melaporkan nyeri berkurang/ terkontrol. diberikan tindakan fisik. Menunjukkan ekspresi wajah/ postur tubuh rileks. Kolaborasi: Berikan obat analgetik sesuai indikasi Intervensi 1. Kurang pengetahuan berhubunagn dengan kurang terpaparnya informasi tentang penyakit. Rasional Memberi info untuk mengkaji respon terhadap intervensi membantu dalam memberi intervensi selanjutnya mengurangi nyeri untuk menjaga kanalis tetap terbuka Rasional Mengetahui tingkat ketajaman pendengaran pasien dan untuk menentukan 2. perubahan sensori persepsi Tujuan dan Kriteria hasil Tujuan : Setelah diberikan tindakan keperawatan diharapkan ketajaman . Isolasi sosial berhubungan dengan nyeri h. Observasi ketajaman pendengaran. Intervensi 1. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan ttg penyakit. Kolaborasi beri preparat analgetik 4. kimia keperawatan rasa nyeri pasien dapat berkurang Kriteria hasil : Melaporkan nyeri berkurang/ terkontrol. pengobatan f.

Kaji tingkat pengetahuan pasien. jika diperlukan seperti musik lembut 3.d. Membantu untuk menghindari masukan sensori pendengaran yang berlebihan dengan mengutamakan kualitas tenang Mematuhi program terapi akan mempercepat proses penyembuhan Intervensi Dengarkan dgn cermat apa yg dikatakan klien tentang penyakit dan tindakannya Rasional mendengar memungkinkan deteksi dan koreksi mengenai kesalahpahaman dan kesalahan informasi Berikan penjelasan singkat ttg organisme penyebab. Berikan lingkungan yang tenang dan tidak kacau . mampu menentukan letak suara dan sisi paling keras dari garputala.Pasien dapat mendengar dengan baik tanpa alat bantu pendengaran. diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan mengenai kondisi dan penanganan yang bersangkutan Intervensi 1.tanda gelisah Klien terlihat tenang 2. pengetahuan ttg diagnosa spesifik dan tindakan dapat meningkatkan kepatuhan pertanyaan klien menandakan masalah yg perlu diklarifikasi Rasional Mengetahui tingkat pemahaman dan pengetahuan pasien tentang penyakitnya serta indikator dalam melakukan intervensi Meningkatkan 2.kurang terpaparnya informasi tentang penyakit.Pasien tidak meminta mengulang setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya Diagnosa keperawatan Ansietas b/d kurang pengetahuan ttg penyakit. Anjurkan pasien dan keluarganya untuk mematuhi program terapi yang diberikan intervensi selanjutnya . pengobatan Tujuan dan kriteria hasil Tujuan : Setelah diberikan tindakan keperawatan. jadwal tindak lanjut Berikan kesempatan pada klien untuk bertanya dan berdiskusi Diagnosa keperawatan Kurang pengetahuan b. membedakan suara jam dengan gesekan tangan . penyebab infeksi dan tindakan pencegahannya Tujuan dan kreteria hasil Tujuan : mengurangi ansietas Kriteria Hasil : Klien tidak menampakkan tanda. Berikan .pendengaran pasien meningkat Kreteria hasil : . sasarn penaganan.

Kreteria hasil : Melaporkan pemahaman mengenai penyakit yang dialami Menanyakan tentang pilihan terapi yang merupakan petunjuk kesiapan belajar informasi pada pasien tentang perjalanan penyakitnya. Ajurkan klien untuk istirahat yang cukup Diagosa Keperawatan Isolasi sosial berhubungan dengan nyeri Tujuan dan Kreteria Hasil Tujuan : pola koping klien adekuat Kreteria Hasil : Klien memiliki koping adekuat Klien tidak mengalami isolasi social Klien bisa berinteraksi dengan rang lain Intervensi 1. Kaji tingkat intoleransi klien 2. Berikan penjelasan pada pasien tentang setiap tindakan keperawatan yang diberikan pemahaman klien tentang kondisi kesehatan Mengurangi tingkat kecemasan dan membantu meningkatkan kerjasama dalam mendukung program terapi yang diberikan Rasional Untuk mengetahui tingkat aktivitas klien guna intervensi selanjutnya : Bantuan terhadap aktifitas klien dapat mempermudah pemenuhan kebutuhan klien Aktivitas yang ringan dapat membantu mengurangi energy yang keluar Keluarga memiliki peranan penting dalam aktifitas sehari-hari klien selama perawatan Istirahat yang cukup dapat mebantu meminimalkan pengeluaran energy. Intervensi 1. Kaji tingkat koping klien terhadap penyakit yang dialaminya 2. Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas yang ringan 4. Berikan informasi yang adekuat mengenai penyakit yang . Kaji tingkat pola koping keluarga terhadap penyakit yang dialami klien 3. 3. Rasional Untuk mengetahui tingkat koping pasien terhadap penyakitnya guna intervensi selanjutnya Pola koping keluarga mempengaruhi koping pasien terhadap penyakitnya Informasi adekuat dapat memperbaiki koping pasien terhadap Diagnosa Keperawatan Intoleransi aktifitas berhubungan dengan nyeri Tujuan dan Kreteria Hasil Tujuan : klien dapat melakukan aktivitas dengan baik Kreteria hasil : Klien bisa beraktivitas Klien tidak mempunyai masalah dalam beraktifitas. Bantu klien untuk melakukan aktifitas sehari-hari 3. Libatkan keluarga untuk proses perawatan dan aktivitas klien 5.

Kaji pola tidur klien 2. Anjurkan klien untuk minum air hangat sebelum tidur 4. Berikan motivasi kepada klien dalam menghadapi penyakitnya 5. biasanya posterior atau superior. Mininalkan suasana lingkungan penyakitnya Motivasi dapat membantu pasien dalam menghadapi penyakitnya dan menjalani pengobatan sehingga klien tidak merasa sendirian.ataupun sudah timbul sekret akibat abses yang pecah. Anjurkan keluarga untuk selalu memotivasi klien Diagnosis Keperawatan Gangguan pola tidur bd nyeri Tujuan dan Kreteria Hasil Tujuan : klien tidak mengalami gangguan pola tidur Kreteria hasil : Klien mengatakan tidurnya cukup Klien mengatakan tidurnya nyenyak Intervensi 1. membantu mengurangi nyeri 3. 4.Edema dapat sampai menyumbat CAE. Biasanya terdapat riwayat trauma CAE akibat garukan atau sering mengorek telinga sebagai faktor presipitasi K eluhan penyerta berupa gejala konsitusi seperti febris dan malaise Pemeriksaan fisik Dapat ditemukan edema dan eritema yang difus pada CAE bagian kartilago. Nyeri tekan tragus dan adenopati positif.Proses inflamasi terus berlangsung hingga terjadi akumulasi produk infeksi membentuk suatu abses yang dapat pecah hingga keluar sekret purulen dari CAE dengan membran timpani yang intak . Ajarkan klien relaksasi dan distraksi sebelum tidur 5. Rasa nyeri bertambah hebat dengan gerakan mengunyah. Motivasi dari keluarga sangat membantu proses koping pasien Rasional untuk mengetahui bagaimana pola tidur klien lingkungan yang tenang dapat membantu klien untuk beristirahat Minum air hangat dapat membantu klien lebih relaksasi dan lebih nyaman Membantu klien untuk mengurangi persepsi nyeri atau mangalihkan perhatian klien dari nyeri yang menghambat tidur klien. Pemberian obat analgesik Otorhea Otitis eksterna akut terlokalisasi Anamnesis K eluhan utama berupa rasa gatal diliang telinga yang dapat berkembang hingga rasa nyeri yang amat hebat.dialami klien.

LABORATORIUM Hematologi rutin.kultur dan resistensi bakteri RONTGEN Pemeriksaan audiometri. Bisa terdapat sekret serous sampai seropurulen. Keluhan penyerta berupa gejalasistemik. Terdapat limfadenitis terbanyak pada preauriculer. Dapat timbul otorrhea dengan sekret awalnya serous menjadi seropurulen.kekuningan. Riwayat sering berenang dapat membantu memperkuat diagnosis. jika ada keluhan gangguan pendengaran .cephalgia ipsilateral sesuai telinga yang terinfeksi PEMERIKSAAN Status lokalis telingaditemukan hiperemia dan edema difus kulit CAE hingga dapat menutup seluruh diameter CAE dengan nyeri tekan tragus. dengan membran timpani intak. Jika terjadi oedem CAE sangat hebat dapat timbul keluhan tuli konduktif yang ringan. Nyeri bertambah hebat pada gerakan mengunyah.OTITIS EKSTERNA AKUT DIFUSA ANAMNESIS Keluhan utama dapat berupa rasa gatal hebat di telinga yang dapat berangsur menjadi nyeri. yaitu low grade fever.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful