P. 1
Bab

Bab

|Views: 3|Likes:
Published by OGy Risky

More info:

Published by: OGy Risky on Feb 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2014

pdf

text

original

BAB.

I PENDAHULUAN

1. DESKRIPSI

Modul ini mempelajari tentang “Perbaikan poros penggerak roda” yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan, serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya.

2. PRASYARAT

Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain, serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B.

3. PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum, maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: 1. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. 2. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. 3. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek. 4. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. 2. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. 3. Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. 4. Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih.

2. Petunjuk Bagi Guru 1. Amati dan bantu setiap kegiatan siswa. 2. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. 3. Bimbing siswa dalam memahami konsep. 4. Melaksanakan penilaian.

5. Mencatat kemajuan siswa.

4. ^ TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. Siswa dapat membongkar, mengidentifikasi kerusakan, memperbaiki kerusakan, memasang kembali komponen poros penggerak roda sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi. 2. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda.

5. KOMPETENSI

Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang, menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.

KOMPETENSI : Perbaikan Poros Penggerak Roda

 Identifikas i kerusakan dan metoda perbaikan. Perbaikan poros penggerak roda/drive shafts.   Menerapka n prosedur kerja dalam proses pembongk aran dan pemasanga n poros penggerak pada mobil Penggunaa n alat dan perlengkap an yang sesuai Prosedur pembongka an. Memperbaiki poros penggerak roda/drive shaftsdan komponenkomponennya.  Konstruksi dan prinsip kerja poros penggerak.  Persyaratan .  Prosedur pengujian. Konstruksi dan kerja dari komponen/ sistem yang berhubunga n pada fina drive(sesua pada penggunaan ).  Perbaikan dan/atau peng-gantian pada poros peng-gerak roda/drive shaftsdan Penilaian komponen  Informasi teknik yang sesuai. penggantian dan perbaikan  Pengukura n dan spesifikasi toleransi.  Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. dan komponenkomponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lain-nya.^ KODE : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit MATERI POKOK PEMELAJARA SUB ^ KRITERIA KOMPETENSI KINERJA  LINGKUP BELAJAR SIKAP    PENGETAHUAN 1.  Standar prosedur keselamata n kerja.

sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendar aan.MATERI POKOK PEMELAJARA SUB ^ KRITERIA KOMPETENSI KINERJA komponenkomponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat.  Kebijakan pabrik/ perusahaan.  Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis poros penggerak roda/drive . Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda.  PENGETAHUAN Persyaratan keamanan kendaraan/a at industri.  Persyaratan keselamata diri.  LINGKUP BELAJAR SIKAP keamanan peralatan.

MATERI POKOK PEMELAJARA SUB ^ KRITERIA KOMPETENSI KINERJA shaftsdan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan. LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN 6. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: . ^ CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat.

d. apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. .1. d. Untuk soal nomor 3. 2. Kunci momen. 3. Sliding hamer. Poros penggerak roda. Jack stand. Dongkrak hydrolik. Dongkrak ulir. Palu besar. b. d. Catatan Pembimbing: 1. c. Untuk soal nomor 1. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3. Garage jack. Pada waktu bekerja dibawah mobil. Poros primair. Poros engkol. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 2. b. Kunci roda. c. b. Untuk melepas poros roda mengunakan alat: a. c. Untuk soal nomor 2. Poros propelair.

No. BAB. ^ RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda. SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid (kaku) dan independent (bebas). . Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent 2. maka siswa dapat mengerjakan modul ini. Jenis Kegiatan Hari Tanggal Waktu Alasan Perubahan Paraf Guru 1.Kesimpulan: Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. II PEMELAJARAN 1.

2. Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponen-komponen yang rusak. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid 1. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti. 2. Tujuan Kegiatan Belajar 1. . 3. Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen poros penggerak roda pada suspensi rigid.^ KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1.

Lepas roda dan tromol 4. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand 3. . Kendorkan mur roda 2. Kebebasan maksimal adalah 1 mm. Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. Gambar 1. Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan. Dengan menggunakan alat dial indikator.1. Pemeriksaan kebebasan arah aksial.

Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti. Bahaya terhadap pengereman 2. Lepas roda dan tromol rem. . 4. Kendorkan mur roda. Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST. bila tidak maka akan menyebabkan: 1. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. Gambar 2. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem. 3. Boros pemakaian nahan bakar Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: 1. 2. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand.

6. dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. 2. . Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponenkomponen sebagai berikut: 1. Melepas Poros Aksel Belakang. Lepas gasket poros belakang. Gambar 3. bila bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru.5. hati-hati jangan sampai merusak perapat oli. Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan.

2. Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. Menggederenda Penahan Bantalan. Gambar 5. Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros.Gambar 4. Hal ini bisa . Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis.

Dengan menggunakan SST lepas oli seal. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya.dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar. c. Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros.5 mm Keolengan flens maksimum 0. . Gambar 6. bila masih runcing berarti baik. Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan. bila sudah rata berarti aus. ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus. Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. retak atau puntiran.1 mm. Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus.

Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru. Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. . Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens. 3.Gambar 6. Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu.

2. .Gambar 7. 3. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas. Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. Gambar 8. Memasang Bantalan. Pemanas Penahan Bantalan.

Gambar 9. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm. Memasang Perapat Oli. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat. 5. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. 4. . Gambar 10.

keolengan pada naf. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. Pasang kembali pipa rem. Pasang tromol rem. pemeriksaan dan pemasangan kembali. 8. Kegiatan ini meliputi bongkar. . Lakukan pembuangan udara pada sistem rem.6. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg. 3. oli seal dan poros. 10. 3. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing.cm. 9. Rangkuman 1. kebengkokan poros. 4. 7. 2.

2. Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. . Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. 6. 3.4. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan nama-nama komponennya. 3. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. Kunci Jawaban Formatif 1. 2. Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. 5. Tugas 1. Tes Formatif 1.

Bearing/bantalan. 2. b. Penahan bantalan dalam. Poros roda. Lantai datar. . Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. 3. Backing plat. Gasket. 3. c. Perabot oli. Poros penggerak roda.1. 6. 7. 2. 5. 4. Penahan bantalan luar. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a. Bantalan. Oli seal.

Langkah Kerja a. e. Alat dan Bahan a. g. c. . Gunakan peralatan sesuai fungsinya. Alat ukur (jangka serong. Gemuk. c. oli dll. Persiapkan alat dan bahan. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. d. c. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. g. lem perapat. lap/ majun. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling. ^ 2. dial indikator). Minta buku manual bila perlu. b. Lembar Kerja 1. Mobil harus ditumpu dengan jack stand. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan). ^ 3. b. dongkrak.b. d. Mesin gerinda f. Lantai harus bersih dari minyak. Alat pres (hydrolik pres). e. Pasir/serbuk gergaji. Peralatan. Keselamatan Kerja a.

Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. i. e. d. h.b. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan. Tujuan Pemelajaran . Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. g. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. c. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. Tugas a. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. f. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. kemungkinan penyebab kerusakan. kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula. 1. b. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. kemungkinan perbaikannya. 4. Kegiatan Belajar 2.

Lepas roda. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponen-komponennya pada suspensi independent.1. 4. Lepas kaliper dan piringan rem. Kendorkan mur roda. 3. 2. 2. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana. . Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. 2. 1. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1.

Gambar 11. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan. 6. Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan. 5. Kebebasan maksimum 0. Melepas Mur Pengikat Bantalan.05 mm. Gambar 12. .

Melepas Tie-rod End.Gambar 13. 8. Lepas steering knucle dari lower arm. Gambar 14. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. 7. . Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST.

Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. 9. 2.Gambar 15. 2. Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung. Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: 1. 4. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. . Lepas poros penggerak roda dari hubungan. 5. 3. Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan.

Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. 6. 3. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm. Memeriksa Poros Penggerak. Pasang roda dan mur roda.Gambar 16. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: 1. 5. 3. Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Turunkan mobil dan kencangkan mur roda. . 4. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. 2.

4. Jelaskan cara kerja secara singkat poros penggerak rodanya? 5. Rangkuman 1. Test Formatif 1. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan. 3.3. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? . Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). Tugas 1. 2. buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti. Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent.

Gerakan inboard d. c. Kunci Jawaban 1. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? 6.2. . kelengkungan poros. Kebebasan inboard kearah radial. Alur-alur pada ujung poros. e. Pemeriksaan pada CV joint adalah a. Kekocakan out board joint b. 2.

dial indikator). Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. 4. Gemuk. 2. 2. 6. SST (sesuai kebutuhan). Jaga lantai dari genangan oli. 4. lap/marjun. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. Alat ukur (jangka sorong.7. Minta buku manual bila perlu. Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. Persiapkan alat dan bahan. 1 unit mobil dengan suspensi independent. 2. Alat dan bahan: 1. Keselamatan kerja: 1. pasir serbuk gergaji. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan). Langkah kerja: 1. 2. Peralatan: dongkrak. 5. . 3. Lembar kerja ^ 1. 3.

Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan benar. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! 2. 2. kemungkinan penyebab kerusakan. 7. kemungkinan perbaikkannya. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. 8. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. 6. 9.2. 5. III EVALUASI . Perhatikan petunjuk instruktur/guru. 3. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? BAB. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. 4. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. Tugas 1. kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula.

Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: 1. Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah . Gambarkan dan sebutkan komponen-komponen dari poros penggerak roda jenis semi floating? 3.1. 2. Kunci Jawaban 1. Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? 2. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan. Pertanyaan 1. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? 2. Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang. Pada unit poros penggerak roda belakang pemeriksaan-pemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4.

4. Oli seal. Bearing/bantalan roda. Kriteria Kelulusan Aspek Skor (110) Bobot Nilai Keterangan Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu 3 1 Syarat lulus. Gambar konstruksi dari CV joint. Poros roda meliputi perlengkungan. 2.1. 3. keausan. puntiran. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 2 2 1 Keselamatan kerja 1 . 3.

d 100: di atas minimal tanpa bimbingan ^ BAB.Nilai Akhir Kriteria Kelulusan: 70 s.d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s.d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s. Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. Anonim (tt). . Jakarta: Penerbit PT. Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Jakarta: Penerbit PT. Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini. DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994). IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini. ToyotaAstra Motor. ToyotaAstra Motor. Training Manual Drive Train Group.

.Anonim (2003). Jakarta: Penerbit PT. N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text. NISSAN.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->