BAB.

I PENDAHULUAN

1. DESKRIPSI

Modul ini mempelajari tentang “Perbaikan poros penggerak roda” yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan, serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya.

2. PRASYARAT

Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain, serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B.

3. PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum, maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: 1. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. 2. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. 3. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek. 4. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. 2. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. 3. Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. 4. Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih.

2. Petunjuk Bagi Guru 1. Amati dan bantu setiap kegiatan siswa. 2. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. 3. Bimbing siswa dalam memahami konsep. 4. Melaksanakan penilaian.

5. Mencatat kemajuan siswa.

4. ^ TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. Siswa dapat membongkar, mengidentifikasi kerusakan, memperbaiki kerusakan, memasang kembali komponen poros penggerak roda sesuai dengan SOP (Standard Operasional Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi. 2. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda.

5. KOMPETENSI

Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang, menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.

KOMPETENSI : Perbaikan Poros Penggerak Roda

dan komponenkomponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lain-nya.  Prosedur pengujian.^ KODE : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit MATERI POKOK PEMELAJARA SUB ^ KRITERIA KOMPETENSI KINERJA  LINGKUP BELAJAR SIKAP    PENGETAHUAN 1.   Menerapka n prosedur kerja dalam proses pembongk aran dan pemasanga n poros penggerak pada mobil Penggunaa n alat dan perlengkap an yang sesuai Prosedur pembongka an.  Persyaratan .  Standar prosedur keselamata n kerja. Perbaikan poros penggerak roda/drive shafts. Memperbaiki poros penggerak roda/drive shaftsdan komponenkomponennya. Konstruksi dan kerja dari komponen/ sistem yang berhubunga n pada fina drive(sesua pada penggunaan ).  Konstruksi dan prinsip kerja poros penggerak.  Identifikas i kerusakan dan metoda perbaikan.  Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.  Perbaikan dan/atau peng-gantian pada poros peng-gerak roda/drive shaftsdan Penilaian komponen  Informasi teknik yang sesuai. penggantian dan perbaikan  Pengukura n dan spesifikasi toleransi.

Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda.  PENGETAHUAN Persyaratan keamanan kendaraan/a at industri.MATERI POKOK PEMELAJARA SUB ^ KRITERIA KOMPETENSI KINERJA komponenkomponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat.  Kebijakan pabrik/ perusahaan.  Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis poros penggerak roda/drive .  LINGKUP BELAJAR SIKAP keamanan peralatan. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendar aan.  Persyaratan keselamata diri.

undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN 6. ^ CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat. peraturan perundangundangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan. maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: .MATERI POKOK PEMELAJARA SUB ^ KRITERIA KOMPETENSI KINERJA shaftsdan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).

Poros primair. Pada waktu bekerja dibawah mobil. c. Jack stand. Kunci momen. Catatan Pembimbing: 1. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. d. Poros penggerak roda.1. b. b. Untuk melepas poros roda mengunakan alat: a. c. . b. Untuk soal nomor 1. 2. apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. 3. Palu besar. Garage jack. Poros engkol. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 2. c. Untuk soal nomor 2. Dongkrak ulir. apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3. d. Sliding hamer. Poros propelair. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. Kunci roda. Untuk soal nomor 3. Dongkrak hydrolik. d.

Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent 2. Jenis Kegiatan Hari Tanggal Waktu Alasan Perubahan Paraf Guru 1.Kesimpulan: Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. No. maka siswa dapat mengerjakan modul ini. BAB. ^ RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda. SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid (kaku) dan independent (bebas). . Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. II PEMELAJARAN 1.

Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponen-komponen yang rusak. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponen-komponen poros penggerak roda pada suspensi rigid. Tujuan Kegiatan Belajar 1. 3. 2. 2.^ KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid 1. . Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating.

Kebebasan maksimal adalah 1 mm. Kendorkan mur roda 2. Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Pemeriksaan kebebasan arah aksial. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. Dengan menggunakan alat dial indikator. Lepas roda dan tromol 4. Gambar 1. . Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan.1. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand 3.

. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem.Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti. Kendorkan mur roda. Bahaya terhadap pengereman 2. Lepas roda dan tromol rem. Boros pemakaian nahan bakar Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: 1. bila tidak maka akan menyebabkan: 1. 2. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Gambar 2. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. 3. 4. Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST.

2. Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. Lepas gasket poros belakang. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan.5. Melepas Poros Aksel Belakang. Gambar 3. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponenkomponen sebagai berikut: 1. hati-hati jangan sampai merusak perapat oli. dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. 6. . bila bantalan aus atau rusak gantilah dengan yang baru. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang.

2. Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis. Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. Hal ini bisa . Menggederenda Penahan Bantalan.Gambar 4. Gambar 5. Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros.

Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus. Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. bila masih runcing berarti baik. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya. . ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus.5 mm Keolengan flens maksimum 0. c.dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar.1 mm. Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan. bila sudah rata berarti aus. Dengan menggunakan SST lepas oli seal. Gambar 6. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. retak atau puntiran.

Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru. Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens.Gambar 6. . 3. Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu.

Gambar 8. Memasang Bantalan. Pemanas Penahan Bantalan. Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. . 2. 3.Gambar 7. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas.

. 4. Gambar 10. 5.Gambar 9. Memasang Perapat Oli. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm.

8. oli seal dan poros. Pasang kembali pipa rem. pemeriksaan dan pemasangan kembali.cm. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle. Kegiatan ini meliputi bongkar. kebengkokan poros. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing. Pasang tromol rem. 7. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg. 4. 3. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang. 3. Rangkuman 1. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. keolengan pada naf. 2. 10. 9. Lakukan pembuangan udara pada sistem rem. .6.

Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. 2. 5. 3. Tes Formatif 1. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan nama-nama komponennya. . 6. Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. 3. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating. Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. Kunci Jawaban Formatif 1. Tugas 1. 2.4.

Perabot oli. Gasket.1. Bearing/bantalan. Bantalan. Poros penggerak roda. Poros roda. Backing plat. 4. c. . Lantai datar. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a. 2. 6. Oli seal. Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. Penahan bantalan dalam. b. 5. 3. 2. 3. 7. Penahan bantalan luar.

Pasir/serbuk gergaji. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan). Mobil harus ditumpu dengan jack stand. c. ^ 3. b. e. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling. Gunakan peralatan sesuai fungsinya. Keselamatan Kerja a. oli dll. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. ^ 2. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. Lembar Kerja 1. Minta buku manual bila perlu. Alat pres (hydrolik pres). Persiapkan alat dan bahan. Alat ukur (jangka serong. b. Alat dan Bahan a. Lantai harus bersih dari minyak. lem perapat. e. g. Langkah Kerja a. dongkrak. Gemuk. d. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. d. Mesin gerinda f. Peralatan. c. lap/ majun. . c. dial indikator). g.b.

kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula. b. Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. kemungkinan perbaikannya. i. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. c. f. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini. 4. h. d. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan. Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. Kegiatan Belajar 2. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. e. 1. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. kemungkinan penyebab kerusakan. Tujuan Pemelajaran . Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. Tugas a. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat.b. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. g.

Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. 1. 4. Lepas roda. 3. Service yang dilakukan sanggat jarang karena konstruksinya sangat sederhana. 2. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponen-komponennya pada suspensi independent. Lepas kaliper dan piringan rem. .1. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. 2. 2. Kendorkan mur roda.

6. . Kebebasan maksimum 0.Gambar 11. 5. Melepas Mur Pengikat Bantalan. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan.05 mm. Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan. Gambar 12. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator.

8. . Melepas Tie-rod End.Gambar 13. Lepas steering knucle dari lower arm. Gambar 14. 7. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST.

Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: 1. 4. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub. 2. 2. Lepas poros penggerak roda dari hubungan. 5. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan. Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung. 9. .Gambar 15. Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial. 3.

Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Memeriksa Poros Penggerak. 3. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. Turunkan mobil dan kencangkan mur roda.Gambar 16. 4. . 2. 3. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. 6. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm. Pasang roda dan mur roda. 5. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint.

Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti.3. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan. Tugas 1. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? . 4. 3. Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent. Jelaskan cara kerja secara singkat poros penggerak rodanya? 5. 2. Test Formatif 1. buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. Rangkuman 1.

. Kunci Jawaban 1. c. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? 6. Kekocakan out board joint b.2. Gerakan inboard d. Kebebasan inboard kearah radial. Alur-alur pada ujung poros. e. Pemeriksaan pada CV joint adalah a. kelengkungan poros. 2.

6. 2. Langkah kerja: 1. pasir serbuk gergaji. Persiapkan alat dan bahan. Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. 3. dial indikator). Minta buku manual bila perlu. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan). 3. Lembar kerja ^ 1. Alat ukur (jangka sorong. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya. 4. lap/marjun. 5. Gemuk. 2. Alat dan bahan: 1. .7. 4. Keselamatan kerja: 1. 2. 2. 1 unit mobil dengan suspensi independent. SST (sesuai kebutuhan). Jaga lantai dari genangan oli. Peralatan: dongkrak. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras.

Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan benar. 4. 3. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. 7.2. kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? BAB. kemungkinan penyebab kerusakan. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. III EVALUASI . kemungkinan perbaikkannya. 6. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. 5. Diskusikan mengenai seluruh kondisi komponen. 2. 9. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan tidak diperbaiki. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! 2. 8. Tugas 1. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.

Gambarkan dan sebutkan komponen-komponen dari poros penggerak roda jenis semi floating? 3. Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang. Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah . Kunci Jawaban 1. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan.1. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? 2. 2. Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? 2. Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: 1. Pada unit poros penggerak roda belakang pemeriksaan-pemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4. Pertanyaan 1.

4. 2. 3.1. 3. Kriteria Kelulusan Aspek Skor (110) Bobot Nilai Keterangan Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis hasil praktik Ketepatan waktu 3 1 Syarat lulus. Oli seal. Poros roda meliputi perlengkungan. Gambar konstruksi dari CV joint. Bearing/bantalan roda. keausan. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 2 2 1 Keselamatan kerja 1 . puntiran.

DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994).Nilai Akhir Kriteria Kelulusan: 70 s. Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugas-tugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini. ToyotaAstra Motor.d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s. Anonim (tt).d 100: di atas minimal tanpa bimbingan ^ BAB. . Jakarta: Penerbit PT. Training Manual Drive Train Group.d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s. Jakarta: Penerbit PT. ToyotaAstra Motor. Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini.

N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text.Anonim (2003). Jakarta: Penerbit PT. NISSAN. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful