P. 1
Kelainan Refraksi

Kelainan Refraksi

|Views: 617|Likes:
Published by Meiustia Rahayu, MD

More info:

Published by: Meiustia Rahayu, MD on Feb 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

Epitel lensa berbentuk kuboid dan terletak di bawah kapsul bagian
anterior. Di bagian ekuator, sel-sel ini memanjang dan membentuk
kolumnar. Di bagian ekuator ini juga sel epitel lensa berubah
membentuk serabut-serabut lensa karena di bagian ini aktivitas mitotik
berada pada puncaknya. Fungsi sel epitel lensa adalah untuk
berdiferensiasi membentuk serabut lensa dan terlibat dalam transportasi
antara humor aquous dengan bagian dalamnya dan sekresi material
kapsul.9

Seperti yang telah diketahui, serabut-serabut lensa terbentuk dari
multiplikasi dan diferensiasi dari sel epitel lensa di bagian ekuator. Oleh
karena pertumbuhan normal dari lensa bermula dari permukaan ke arah
dalam, maka serabut yang terbentuk terlebih dahulu dinamakan nukleus
lensa dan serabut yang baru terbentuk dinamakan korteks.7
Enam puluh lima persen lensa terdiri dari air, sekitar 15% protein,
dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya.
Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan
lain. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi
maupun tereduksi. Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah dan persarafan
di lensa. Lensa mempunyai kekuatan dioptri sekitar 20 dioptri. Kekuatan
ini tidak menetap karena pada lensa dapat terjadi akomodasi. Lensa
memiliki indeks bias 1,40. Kekuatan dioptri lensa berubah dengan

8

meningkatnya umur, yaitu menjadi sekitar 8 dioptri pada umur 40 tahun
dan menjadi 1 atau 2 dioptri pada umur 60 tahun.2,7

4.Korpus Vitreus

Korpus vitreus adalah suatu badan gelatin yang jernih dan
avaskuler yang membentuk duapertiga dari volume dan berat mata.
Vitreus mengisi ruangan yang dibatasi oleh kornea, retina dan diskus
optikus. Permukaan luar vitreus (membrane hiloid) normalnya kontak
dengan struktur-struktur seperti kapsul lensa posterior, serat-serat
zonulla pars plana lapisan epitel, retina, dan kaput nervus optikus. Basis
vitreus mempertahankan penempelan yang kuat sepanjang hidup ke
lapisan epitel pars plana dan retina tepat di belakang ora serata
Perlekatan ke kapsul lensa dan nervus optikus kuat pada awal kehidupan
tetapi segera hilang. Vitreus berisi 99%air dan 1%sisanya 1% kolagen
dan asam hialuronat yang memberikan bentuk dan konsistensi mirip gel
pada vitreus karena kemampuannya mengikat banyak air.7

Sebagai media

refraksi, korpus vitreus memiliki indeks bias 1,34.2

2.2Mekanisme Refraksi, Akomodasi, dan Tajam Penglihatan

2.3.1Mekanisme Refraksi

Jikakecepatansuatuberkascahayaberubahakibatperubahan

medium

optis, akanterjadi pula

pembiasan
(refraksi)berkascahayatersebut.Efeksuatubahanoptikterhadapkecepatan
cahayadinyatakanolehindeksrefraksinya.Semakintinggiindeks,
semakinlambatkecepatandansemakinbesarefekpembiasannya.Menurut
HukumRefleksidanRefraksi,

berkascahaya

yang

datangakandipantulkandandibiaskanpadabidangdatang

yang
tegaklurusterhadappermukaan, sudutdatangsamadengansudutrefleksi,
sertahasil kali indeksrefraksi medium berkascahayadatangdan sinus

9

sudutdatangberkascahayacahaya yang datangsamadenganhasil kali
besaran-besaran yang samapadaberkascahaya biasan.2
Lensa konveks memfokuskan berkas cahaya. Berkas cahaya
yang masuk melalui bagian tengah menembus lensa tepat tegak lurus
terhadap permukaan lensa sehingga cahaya tidak dibiaskan. Makin ke
tepi lensa berkas cahaya akan semakin dibelokkan ke arah tengah yang
disebut dengan konvergensi cahaya. Bila lensa memiliki kelengkungan
yang sama cahaya sejajar yang melalui berbagai bagian lensa akan
dibelokkan sedemikian rupa sehingga semua cahaya akan menuju
suatu titik yang disebut titik fokus. Lensa konkaf menyebarkan berkas
cahaya. Berlawanan dengan lensa konveks, berkas cahaya yang
mengenai bagian pinggir lensa akan mengalami divergensi atau
menyebar menjauhi cahaya yang masuk melalui bagian tengah lensa.
Lensa silindris membiaskan cahaya pada suatu garis focus. Silindris
konkav akan menyebarkan cahaya pada satu bidang dan lensa silindris
konveks akan memusatkan berkas cahaya pada satu bidang.Ukuran
daya bias lensa disebut sebagai dioptri. Daya bias lensa konveks sama
dengan satu meter dibagi jarak fokusnya. Jadi sebuah lensa sferis
mempunyai daya bias +1 dioptri bila lensa itu memusatkan cahaya
sejajar menuju satu titik fokus 1 meter di belakang lensa.2
Sistem lensa mata terdiri atas empat perbatasan refraksi:2

a.

perbatasan antara permukaan anterior kornea dan udara

b.

perbatasan antara permukaan posterior kornea dan humor

aqueus
c.

perbatasan antara humor aqueus dan permukaan anterior

lensa
d.

perbatasan permukaan posterior lensa dengan korpus

vitreus.

Sekitar dua pertiga dari daya bias mata 59 dioptri dihasilkan
oleh permukaan anterior kornea, bukan oleh lensa mata. Hal ini
dikarenakan indeks bias kornea sangat berbeda dari indeks bias udara,

10

sementara indeks bias lensa mata tidak jauh berbeda dengan indeks
bias akuos humor dan korpus vitreus. Lensa internal mata yang secara
normal bersinggungan dengan cairan di setiap permukaannya memiliki
daya bias total hanya 20 dioptri, namun lensa internal ini penting
karena sebagai respon terhadap sinyal saraf dari otak lengkung
permukaannya dapat mencembung sehingga memungkinkan terjadinya
akomodasi.2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->