MAKALAH

Ca Mammae

oleh: Andreas Sudarmadi Adhi Pasha Dwitama Ferry Afero Tanama Muhammad Sany Armansah

Pembimbing: dr. Ade Sigit Sp. B

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA RS BAYUKARTA KARAWANG

2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus karena atas rahmat dan karunia-Nya referat ini dapat terselesaikan. Tujuan penulisan referat ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai kanker payudara, mulai dari sejarah ditemukannya sampai kepada penatalaksanaan dan pencegahannya. Penulis menyadari sebagai seorang co-ass yang pengetahuannya masih sangat terbatas dan masih perlu banyak belajar, penulisan referat ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Tetapi demi memenuhi kewajiban dan tugas penulis, maka penulis mencoba memberanikan diri menyusun referat ini sebaik mungkin. Perbaikan-perbaikan akan penulis lakukan pada penulisan referat yang akan datang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif dan membangun agar referat ini menjadi lebih baik dan berrguna di masa yang akan datang.. Dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaan penulis mengharapkan referat ini dapat membawa manfaat dan keuntungan yang berarti untuk semua pembaca.

Jakarta, desember 2012

2 |Page

Pemeriksaan Klinis a. Anamnesis: Anamnesis yang utama mencakup; 1. Pembengkakan / massa Tanyakan kapan dan bagaimana massa itu terdeteksi, perubahan-perubahan ukuran massa yang terjadi sehubungan dengan siklus haid.3,4 letaknya dimana? bentuknya ? ukurannya ? batasnya? Permukaan? Konsistensi? Timbul sejak kapan? Adakah Kelainan kulit seperti dimpling, peau d’orange, ulserasi, venektasi, serta perubahan warna kulit. Adakah benjolan di ketiak atau edema lengan.

2. Nyeri Merupakan keluhan umum. Kanker biasanya tak menimbulkan nyeri, tetapi ada beberapa kekecualian, dan tidak boleh dianggap sebagai patokan, bahwa lesi yang nyeri pada payudara selalu jinak. Jenis nyeri pada umumnya adalah dikarenakan regangan payudara yang terjadi pada masa pra-haid; biasanya terjadi bilateral dan difus. Nyeri hebat dapat menyebar hingga tangan bagian dalam atau bagian lateral dada. Nyeri lokal memerlukan pemeriksaan cermat, hal ini dapat menunjukkan adanya abses yang dalam, area dengan trauma, atau (jarang) keganasan. Sangat jarang, nyeri radikuler servikal dapat beralih ke payudara. 3,4 3. Keluaran dari puting (niiple discharge) Biasanya keluaran dari putting bersifat jernih, tetapi dapat pula berdarah, hijau atau coklat. Lebih dari 80% wanita, pada masa pra-haid mengalami pengeluaran semacam itu, bila putingnya dimanipulasi. Sehingga harus dibedakan, keluaran itu terjadi karena manipulasi, atau secara spontan. 80% penderita dengan pengeluaran yang berdarah, ternyata menderita papiloma intraduktuli, ektasi duktuli, dan bahkan pada beberapa kasus merupakan keganasan.
3 |Page

Pemeriksaan sitologik sel pada keluaran puting, jarang mendapatkan adanya keganasan, kecuali bila kanker berlokasi pada duktus yang dekat dengan puting, sedangkan ini jarang terjadi. Tentukan pula, duktus mana yang menyebabkan pengeluaran pada pemijitan sistematik disekitar areola. Pemijitan hendaknya dilakukan secara sistematik disekitar areola, searah dengan jarum jam. 3,4 4. Faktor-faktor resiko Satu dari 15 wanita di Amerika Serikat, menderita kanker payudara. Resiko ini sedikit meningkat bila salah satu anggota keluarganya ada yang menderita kanker, dan peningkatan resiko baru jelas terlihat, bila dua atau lebih anggota keluarga yang dekat dari pihak ibu, mempunyai kanker payudara, atau kanker familial premenopause dan atau bilateral. Resiko mendapatkan kanker payudara pula meningkat dengan adanya menarkhe pada sebelum usia 11 tahun dan setelah 14tahun, kehamilan pertama setelah berusia 30tahun, menopause yang terlambat, dan mungkin obesitas. Pil KB, tak berhubungan dengan kenaikan resiko mendapatkan kanker payudara, demikian pula halnya dengan pemberian estrogen eksogen sebagai hormon pengganti pada saat menopause. Penderita yang pernah mengalami pengangkatan ovarium secara bedah pun tak mengalami kenaikan resiko, bila padanya diberikan estrogen pengganti. 3,4 Faktor-faktor lain yang harus diperhatikan; ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ Usia penderita Usia melahirkan anak pertama Punya anak atau tidak Riwayat menyusukan Riwayat menstruasi menstruasi pertama pada usia berapa keteraturan siklus menstruasi menopause pada usia berapa ∗ ∗ ∗ Riwayat pemakaian obat hormonal Riwayat pernah operasi tumor payudara atau tumor ginekologik Riwayat radiasi dinding dada

4 |Page

5. Riwayat lain Apakah penderita sedang hamil atau tidak, adalah penting untuk diketahui karena kehamilan dapat mengacaukan interpretasi terhadap adanya massa. Haid terakhir harus dicatat, perubahan siklus haid mengesankan perubahan hormonal pada umumnya, dengan dampak sekundernya pada payudara. Apakah massa itu sudah ada sebelumnya? Apakah diagnosis patologik pada biopsy sebelumnya? Bila ada, apakah terapi yang diberikan sebelum ini? Apakah ada gejala sistemik ? (nyeri tulang, berat badan makin menurun dan lain-lain). 3,4

6. Keluhan ditempat lain berhubungan dengan metastasis, al : ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ Nyeri tulang (vertebra, femur) Rasa penuh di ulu hati Batuk Sesak Sakit kepala hebat, dll

Pemeriksaan fisik Ketepatan mendiagnosis kanker payudara, sekitar 70%. Perubahan-perubahan siklik yang ditemukan pada pemeriksaan fisik, adalah normal; karena payudara menahan air sesuai dengan adanya fluktuasi hormonal. Retensi cairan menjadi maksimal pada beberapa waktu sebelum haid, dan secara bertahap akan berkurang hingga haid berakhir. Pemeriksaan optimum didapatkan pada sekitar 7-14 hari setelah awal siklus haid, karena retensi cairan disni minimal. Pemeriksaan payudara pada saat kehamilan menjadi sangat sukar, karena adanya retensi cairan dan hipertrofi jaringan kelenjar karena efek progesteron yang lama, ini menyulitkan penuaan massa. 1. Penderita harus diperiksa dalam posisi duduk dan telentang. Pada posisi duduk, dilakukan inspeksi untuk melihat apakah payudara simetris atau tidak, inilah keadaan kulitnya, apakah ada lekukan (dimpling) bila penderita bersandar. Bila penderita mengangkat lengannya
5 |Page

atau pemeriksaan per segmen-segmen transversal. Kadang-kadang area menebal akan melunak. 25 mg 2x sehari peroral selama 3-5 hari). Periksa dan catat pula keadaan nodus-nodus aksiler dan supraklavikuler. 2. Walaupun payudara dapat diperiksa dari salah satu sisi. Hal yang penting adalah pemeriksaan harus dilakukan secara sistematik. karena sebagian besar payudara menjadi terletak pada kuadran lateral atas. dan dilanjutkan secara sistemati. kedua nodus ini digunakan sebagai pijakan bagi pemeriksaan ulang dikemudian hari. bila diberikan diuretikum ringan. untuk menghilangkan timbunan air sebelum pemeriksaan mid-siklus. Hal ini dapat dilakukan per segmen radial tertentu. hingga akhirnya masalah ada tidaknya terjawab. Pembahasan kulit dengan alkohol dapat lebih memekakan pemeriksa untuk menemukan kelainan yang kecil. Penderita kemudian diperiksa dalam keadaan berbaring telentang. Perhatikan putingnya. Hal ini memungkinkan tangan pemeriksa untuk memeriksa dalam posisi yang lebih alamiah. Pada keadaan penyakit keganasan atau penyakit jinak. bila ada. Mulailah dengan palpasi satu bagian terlebih dahulu. dan kemudian lingkaran pemeriksaan diperlebar secara konsentrik. beberapa pemeriksa melakukan pemeriksaannya pada sisi yang berlawanan dari payudara yang diperiksa. Karena inversi puting dapat dikarenakan keganasan pada tempat yang dalam. sejauh mana. dan meletakkan tangannya dibelakang kepala. Pemeriksaan harus diadakan dengan penderita yang telah mengenakan pakaian khusus yang telah disediakan untuk keperluan itu. penderita harus diperiksa ulang pada tiap jangka waktu tertentu (sehingga ada perbedaan / tenggang waktu tertentu pada selama siklus haid). Puting biasanya keras. (misal hidrokhloroiasida. Bila massa itu tidak teraba lagi setelah pemberian 6 |Page .keatas kepala atau bila ia mengketulkan otot-otot pectorales dengan menekan tangan nya diatas pinggul. Puting dan areola yang langsung dibelakang areola. Bila tak dapat dipastikan ada tidaknya massa. 3. tetapi jaringan dibelakang areola lunak dan halus. sangat mudah dipalpasi pada penderita yang dalam posisi duduk. 4. Cara ini akan mendatarkan payudara dan menggesernya ke arah medial. Gunakan kombinasi antara palpasi jari dan gerakan tangan memutar yang halus pada kulit. Pemeriksaan akan menjadi lebih mudah dilakukan bila penderita mengangkat lengannya keatas. adakah inversi.

lengan harus dikeataskan seperti pemeriksaan oleh dokter. atau ulserasi. 7. Lesi jinak condong lebih lunak. satusatunya jalan untuk mendapatkan diagnosis patologik adalah dengan teknik sampel yang memakai jaringan untuk pemeriksaan patologik. Akan tetapi. 5. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Kebalikannya. dan mobile diantara jaringan sekitarnya. secara ekstrim mencerminkan penyakit yang telah lanjut. massa tak reguler. kemudian payudara diraba dengan hati-hati (palpasi). Pertama. bila penimbunan cairan sekitarnya kadang membuat massa kanker lebih dominan. fiksasi pada kulit atau pada bangun-bangun dibawahnya. Meskipun pemeriksaan fisik yang terbaik tidak dapat menentukan diagnosis histologik setiap gumpalan pada payudara.3. kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. pergerakan kekerasan dan perkiraan ukurannya. 2.4 SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) 1.diuretikum . Setiap wanita hendaknya menjalani pemeriksaan tahunan payudara. berbatas tegas. 6. Masih berdiri di depan cermin. Pemeriksaan fisik dapat memastikan ada atau tidak adanya gumpalan dan konsistensi. Penderita meraba tiap payudaranya dengan tangan sisi berlawanan. para wanita harus melakukan pemeriksaan payudaranya sendiri sekali tiap bulan. ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. dapat dianggap bahwa massa itu bukan jaringan padat. Sistem pemeriksaan – diri ini sama dengan pemeriksaan oleh dokter. Tanda-tanda klasik kanker payudara seperti pembesaran. lakukanlah pengamatan (inspeksi) pada posisi duduk atau berdiri didepan cermin. Sangat sering ia mempunyai bentuk elips atau bundar yang reguler. Secara diagnostik lain didasarkan pada kesimpulan dan subjek kesalahan. ahli bedah ataupun oleh perawat yang terlatih untuk itu. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk 7 |Page . pelebaran vena-vena superfisial. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut. yang dilakukan baik oleh dokter. Dalam keadaan normal. Berdiri di depan cermin. perhatikan payudara. udema pada kulit diatasnya. sebagai tambahan.

menemukan perubahan kecil akibat kanker. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu. rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. bila secara klinis curiga terdapat tumor dan 8 |Page . Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara. 3. Pemeriksaan no. Angkat lengan kiri. payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan. Tekan secara perlahan. telusuri payudara kiri. 6. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan. Mammografi Mammografi adalah foto roentgen payudara yang menggunakan peralatan khusus yang tidak menyebabkan rasa sakit dan tidak memerlukan bahan kontras serta dapat menemukan benjolan yang kecil sekalipun. 4. Mammografi merupakan metode pilihan deteksi kanker pada kasus kecurigaan ganas atau lesi samar. tekan bahu dan sikut ke arah depan. dan penelusuran payudara dilakukan oleh jarijari tangan kiri. terutama pada payudara bagian bawah. Dengan posisi seperti ini. Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak. mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. 5. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin. 5 Pemeriksaan penunjang 1. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri. Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara. Tanda berupa makrokalsifikasi tidak khas untuk karsinoma. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.

Diagnosis konfirmatif klinik tumor maligna ataupun tumor rekuren Diagnosis tumor nonneoplastik ataupun neoplastik Mengambil bahan aspirat untuk kultur ataupun bahan penelitian. Dengan mempergunakan jarum halus dan semprit plastic 10 ml. USG USG ini sangat menguntungkan karena memiliki keuntungan yaitu tidak mempergunakan sinar pengion sehingga tidak ada bahaya radiasi dan pemeriksaan bersifat non invasif. bahan ekstrak jaringan diambil. Dalam beberapa 9 |Page . USG ini berperan terutama untuk payudara yang padat pada wanita muda. murah dan cepat serta tidak ada komplikasi yang berarti. demikian juga bila mammografi positif tetapi secara klinis tidak dicuriga adanya tumor maka dapat dilanjutkan dengan biopsi di tempat yang ditunjukkan oleh foto tersebut. Teknik dan peralatan sangat sederhana. jenis payudara ini kadang-kadang sulit dinilai dengan mammografi. serta dapat dipakai berulang-ulang. dibuat sediaan hapus dan diwarnai dengan MGG. Mammogram pada masa pramenopause atau usia kurang dari 35 tahun kurang bermanfaat karena padatnya jaringan kelenjar payudara sehingga menyulitkan nampaknya sel kanker. relatif mudah dikerjakan. USG biasanya dapat untuk membedakan tumor padat dan kiste pada payudara serta untuk menentukan metastasis di hati. Biopsy Aspirasi Pemeriksaan sitologi biopsy aspirasi jarum sering dipergunakan sebagai prosedur diagnosis berbagai tumor termasuk tumor payudara dengan indikasi : • • • • Diagnosis preoperative tumor klinik diduga maligna. 2. 3.pada mammografi tidak ditemukan apa-apa maka pemeriksaan dapat dicoba dengan cara biopsi jaringan.

memungkinkan manajemen lebih sederhana. belum dapat dipergunakan sebagai patokan untuk menentukan terapi oleh karena kemungkinan negative palsu dapat terjadi. Juga dapat digunakan untuk membiopsi kelainan yang tidak dapat dipalpasi. Kista merupakan salah satu indikasi sitologi biopsy aspirasi. dapat dilakukan sambil fiksasi dengan palpasi. Aplikasi prosedur diagnosis sitologi aspirasi pada tumor payudara. Pada kasus demikian perlu diperhatikan aspek klinik. serta dapat menentukan grade tumor. FNAB Dengan jarum halus sejumlah kecil jaringan dari tumor diaspirasi keluar lalu diperiksa mikroskopis. Jika tumor dapat terpalpasi dengan mudah. ataupun dipandu USG. kombinasi dengan USG dapat dilakukan. Core biopsy membutuhkan biopsy terbuka untuk memberi diagnosis.cairan kista jernih biasanya jinak dan apabila cairan dievakuasi seluruhnya. Sebaliknya pada kasus dimana sitologi negative tidak sesuai dengan klinik maka dilakukan pemeriksaan biopsy bedah. Spesimen FNAB kadang tidak dapat menentukan grade tumor dan kadang tidak member diagnosis yang jelas sehingga membutuhkan biopsy lain. Core Biopsi Dilakukan dengan jarum yang cukup besar. Core biopsy dapat membedakan tumor invasive dan tumor non invasif. tapi terlihat pada mammografi. mammografi atau MRI. Sitologi positif merupakan tanda untuk survey metastase dan rencana pengobatan. maka perlu dilakukan pemeriksaan lain seperti mammografi dan biospi.7 %.menit (15-30 menit) diagnosis preoperative dapat ditentukan dan dalam waktu yang singkat tindakan lanjut dapat ditentukan. FNAB dapat dilakukan dengan mempalpasi tumor. Jika tumor tak terpalpasi dengan jelas. Apabila aspek klinik sesuai dengan sitologi negative maka tindakan bedah dapat dilakukan. Biopsy terbuka 10 | P a g e . kista tidak teraba (kolaps) dan sering tidak muncul kembali. Akurasi diagnostic sitologi BAJAH 80-96 % dan dengan kombinasi mamografi akurasi diagnostic meningkat menjadi 98. Akan tetapi bila cairan kista coklat atau bercampur darah dan cepat berulang. Akan tetapi sitologi negative.

Prosedur ini menggunakan kombinasi pelacak radioaktif dan pewarna biru. HER-2. HER 2 merupakan sejenis protein pemicu pertumbuhan. Patogenesis Transformasi sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi. tapi kadar sampai 100 U/mL kadang dijumpai pada wanita sehat.3 Terutama untuk monitoring kanker payudara. HER 2 -. Ca 15. 5. atau triple negative memiliki prognosis buruk dan cenderung agresif. Sentinel Lobe Biopsi Dilakukan untuk menentukan status keterlibatan kelenjar limfe aksila dan parasternal. yang bisa berupa bahan 11 | P a g e . Namun bila dijumpai sentinel lobe. Kadar normal biasanya kurang dari 25 U/mL. Kanker payudara yang memiliki ER + dan PR + memiliki prognosis lebih baik karena masih peka terhadap terapi hormonal. Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetic sel yang memancing sel menjadi ganas.Dilakukan billa pada mammografi terlihat kelainan mengarah maligna. namun pada FNAB atau core biopsy meragukan. perlu dilakukan biopsy terbuka. Perubahan dalam bahan genetic sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen. Bila mammografi + tetapi FNAB -. wajib dilakukan biopsy terbuka. Pada pemeriksaan 1 dari 5 pasien penderita kanker payudara memiliki gen HER 2. PR (progesterone reseptor). yaitu pemeriksaan ER (esterogen reseptor). diseksi kelenjar limfe tidak perlu dilakukan. yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. ER -. 4. Imunohistokimia Dilakukan untuk membantu terapi target. Peningkatan kadar Ca 15-3 darah dijumpai pada kurang dari 10 % pasien dengan stadium awal dan sekitar 70 % pasien dengan stadium lanjut. Apabila tidak dijumpai sentinel lobe. Kadar biasanya turun seiring keberhasilan terapi. Kanker payudara yang PR -. Namun bila mamografi – namun gejala klinis pasien mengarah kanker. harus dilakukan diseksi kelenjar limfe.

2. virus. Pada tahap promosi. Kelainan genetic dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promoter. karena itu diperlukan beberapa factor untuk terjadinya keganasan. tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. 12 | P a g e . secara klinis meningkatkan risiko kanker payudara. menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Setelah tumor menembus membrane basal dan menginvasi stroma. terjadi proliferasi sel yang memiliki gambaran sitologis sesuai dengan keganasan. Secara singkat : 1. 4. suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sering menjadi tanda awal cenderung keganasan. 3. dan lumen duktus yang teratur. Hyperplasia duktal. radiasi atau sinar matahari. dapat menyebar secara hematogen dan limfogen sehingga menyebabkan metastasis. bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. tumor menjadi invasive. Biasanya menyebar ke seluruh jaringan payudara dan biasanya tidak teraba. sitoplasma selnya lebih jelas. Karsinoma insitu. Hyperplasia atipik.kimia. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. intinya lebih jelas. ditandai oleh proliferasi sel-sel epitel poliklonal yang tersebar tidak rata dan saling tumpang tindih dan lumen duktus yang tidak teratur. tetapi proliferasi sel tersebut belum menginvasi stroma dan menembus sel basal.

Biasanya digunakan pada wanita dengan tanda-tanda. Diagnostic mammography bisa juga digunakan apabila sesuatu yang mencurigakan ditemukan pada saat screening mammogram.. Ultrasound ( USG ) Suatu pemeriksaan ultrasound adalah menggunakan gelombang bunyi dengan frekuensi tinggi untuk mendapatkan gambaran jaringan pada payudara. IMAGING TEST : Diagnostic mammography. Sama dengan screening mammography hanya pada test ini lebih banyak gambar yang bisa diambil. diantaranya putting mengeluarkan cairan atau ada benjolan baru. Gelombang bunyi yang tinggi ini bisa 13 | P a g e .

MRI bisa digunakan. sebaiknya juga mendapatkan MRI. Khususnya pada wanita yang mempunyai jaringan payudara yang padat. untuk memproduksi images ( gambaran ) detail dari tubuh. yang kemungkinannya bukan kanker. yang kemungkinan kanker. atau bahkan MRI tidak bisa menunjukkan suatu jaringan yang padat itu sebagai in situ breast cancer maka untuk memastikan lagi harus dilakukan biopsy. telah didiagnose mempunyai kanker. tapi hanya biopsy yang bisa memberikan diagnosis secara pasti. Kelemahan MRI juga ada. Bisa juga untuk screening saja. MRI MRI menggunakan magnetic. wanita yang mempunyai resiko tinggi terkena kanker payudara. TEST DENGAN BEDAH Biopsi Suatu test bisa saja menunjukkan kemungkinan adanya kanker.membedakan suatu massa yang solid. maka untuk mencheck payudara lainnya bisa digunakan MRI. Itu dapat dilakukan dengan Fine Needle Aspiration Biopsy ( FNAB. organ untuk menentukan penyakit ) -Image guided biopsy digunakan ketika suatu benjolan yang mencurigakan tidak teraba. apabila sekali seorang wanita. jaringan. Stereotactic Core Biopsy ( menggunakan X-ray untuk menentukan jaringan yang akan diambil ) atau Vacuum-Assisted Biopsy ( menggunakan jarum 14 | P a g e . seperti contohnya pada wanita dengan mutasi gen BRCA atau banyak anggota keluarganya yang terkena kanker payudara. menggunakan jarum kecil untuk untuk mengambil sample jaringan ). Sample yang diambil dari biopsy. danalisa oleh ahli patologi ( dokter spesialis yang ahli dalam menterjemahkan test-test laboratorium dan mengevaluasi sel. bersamaan dengan mammography.MRI biasanya lebih baik dalam melihat suatu kumpulan massa yang kecil pada payudara yang mungkin tidak terlihat pada saat USG atau mammogram. dan kista yang berisi cairan. bukan X-ray. Tapi ini tidak mutlak. kadang jaringan padat yang terlihat pada saat MRI bukan kanker.Menurut American Cancer Society ( ACS ).

Fine needle biopsy Sentinel node biopsy -Surgical Biopsy ( biopsy dengan cara operasi ) mengambil sejumlah besar jaringan. operasi lanjutan mungkin diperlukan untuk mendapatkan clear margin area ( area jaringan disekitar tumor dimana dipastikan sudah bersih dari sel kanker ) kemungkinan.Biopsy ini bisa incisional ( mengambil sebagian dari benjolan ) atau excisional ( mengambil seluruh benjolan ). Ductal ( dalam saluran susu ) atau lobular ( dalam kelenjar susu ). lumpectomy biopsy Apabila didiagnose kanker. sekalian mengambil jaringan kelenjar getah bening. Margin dari tumor juga di amati. USG atau MRI. maka segera diadakan operasi tambahan. Metal clip kecil bisa diletakkan pada bagian dari payudara yang akan dilakukan biopsy. Dalam melakukan prosedur ini. Grade ( seberapa besar perbedaan sel kanker itu dari sel sehat ) dan apakah sel kanker telah menjalar ke pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Apakah tumor itu Invasive ( biasanya menyebar ) atau In situ ( biasanya tidak menyebar ). 15 | P a g e . -Receptor Estrogen ( ER ) dan Receptor Progesteron ( PR ) test. dibantu oleh mammography. Jaringan yang didapat dari biopsy juga akan di ditest oleh dokter untuk menentukan pengobatan. jarum biopsy untuk menuju area yang dimaksud.yang tebal untuk mengambil beberapa macam jaringan inti yang luas ). Keuntungan teknik ini adalah bahwa pasien hanya butuh sekali operasi untuk menetukan pengobatan dan menetukan stadium.Test itu untuk melihat: -Ciri-ciri tumor. Biasanya diadakan terapy hormone ( akan dibahas tersendiri ). Sel kanker payudara apabila diketahui positif mengandung receptor ini ER (+) dan PR (+) berarti sel kanker ini berkembangnya karena hormon-hormon tersebut. dan ini semua kemudian dapat dianalisa untuk menentukan adanya sel kanker. FNAB dapat menetukan sel dari suatu massa yang teraba. Dalam kasus ini apabila jaringan itu membuktikan adanya kanker. -Core Biopsy dapat menetukan jaringan.

bisa jadi suatu sinyal adanya penyebaran ke liver TUMOR MARKER TEST Untuk melihat apakah ada suatu jenis zat kimia yang ditemukan pada darah.Test dengan melihat unsur biology dari tumor.-Test HER2 neu. Oncotype DX adalah test untuk mengukur resiko seberapa jauh kekambuhannya. Rata-rata 25% penderita kanker. kencing atau jaringan tubuh. Test-test itu antara lain : -Level Hemoglobin ( HB ) : untuk mengetahui jumlah oksigen yang ada di dalam sel darah merah -Level Hematocrit : untuk mengetahui prosentase dari darah merah didalam seluruh badan -Jumlah dari sel darah putih : untuk membantu melawan infeksi -Jumlah trombosit ( untuk membantu pembekuan darah ) -Differential ( prosentase dari beberapa sel darah putih ) JUMLAH ALKALINE PHOSPHATASE Jumlah enzyme yang tinggi bisa mengindikasikan penyebaran kanker ke liver. Pada standard PRODIA tumor marker tidak boleh melebihi angka 30 16 | P a g e . mengindikasikan adanya suatu proses tidak normal dalam tubuh. untuk memahami lebih dalam mengenai kanker payudara. Bisa disebabkan karena kanker . SGOT & SGPT Test ini untuk mengevaluasi fungsi lever.( C-erb2 ). Adanya protein HER2 yang berlebihan. Dengan adanya jumlah tumor marker yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dari nilai normalnya. Dengan mengetahui status HER2 ( positive atau negative ) maka dapat ditentukan apakah pasien akan diterapi dengan menggunakan obat yang disebut trastuzumab ( HERCEPTIN ) atau tidak. bisa juga bukan. hati dan saluran empedu dan tulang. Angka yang tinggi dari salah satu test ini mengindikasikan adanya kerusakan pada liver. TEST DARAH -Test darah juga diperlukan untuk lebih mendalami kondisi kanker.3 dengan mengambil sample darah. Pada kanker payudara tumor marker yang biasanya dilakukan adalah CA 15. ( mengenai HERCEPTIN akan dibahas tersendiri ) -Genetic Description of the Tumor.

Yang natinya akan berkumpul pada tulang yang menunjukkan kelainan karena kanker. 17 | P a g e . -Positron Emission Tomography ( PET ) scan. CTscan akan membuat gambar tiga dimensi bagian dalam tubuh yang diambil dari berbagai sudut. Pada bonescan. tapi volumenya lebih banyak sehingga sebenarnya sama dengan infuse. -Computed Tomography ( CT atau CAT ) Scan. Disini pasien juga disuntik radioactive tracer pada pembuluh vena. pasien disuntikkan radioactive tracer pada pembuluh vena. PET scan biasanya digunakan sebagai pelengkap data dari hasil CTscan. Jarak antara suntikan dan pelaksanaan bonescan kira-kira 3-4 jam. Sel kanker akan menyerap lebih cepat cairan glukosa tersebut. Kanker Payudara. dibanding sel normal. Selama itu pasien dianjurkan minum sebanyak-banyaknya. Sehingga akan terlihat warna kontras pada PET scan.Untuk melihat apakah kanker sudah menyebar. Tulang yang menunjukkan kelainan akan terlihat warnanya lebih gelap dari tulang normal.Dalam PET scan cairan glukosa yang mengandung radioaktif disuntikkan pada pasien. Hasil yang terlihat adalah gambar penampang tulang lengkap dari depan dan belakang. MRI dan pemeriksaan secara fisik Jenis Kanker Payudara Gambar 4. Hasilnya akan terlihat gambar potongan melintang bagian dari tubuh yang discan 3 dimensi.TEST-TEST LAIN Test –test lain yang biasa dilakukan untuk kanker payudara adalah : -Photo Thorax Untuk mengetahui apakah sudah ada penyebaran keparu-paru -Bonescan Untuk mengetahui apakah kanker sudah menyebar ke tulang.Untuk melihat secara detail letak tumor. Setelah disuntik CT-scan bisa segera dilakukan.

Non invasive carcinoma • • • Non invasive ductal carcinoma Lobular carcinoma in situ b. Invasive carcinoma Invasive ductal carcinoma o Papillobular carcinoma o Solid-tubular carcinoma o Scirrhous carcinoma • 18 | P a g e Special types .Klasifikasi Histologi WHO Untuk kanker payudara dipakai klasifikasi histologi berdasarkan: a.

5% ditemukan sebelum dilakukan mamografi dan 15 – 30% kasus dapat dilakukan setelah skrining mamografi dengan gambaran kalsifikasi. Insiden DCIS ditemukan pada dekade kedua. DCIS murni tidak bermetastasis. DCIS sering multifokal dan bilateral pada 15-20% kasus. Karsinoma Ductal in situ. Gradasinya adalah menurut sebagai berikut: o Gx : grading tidak dapat dinilai o G1 : low grade (rendah) o G2 : intermediate grade (sedang) o G3 : high grade (tinggi)9 Karsinoma Non Invasif 1.o Mucinous carcinoma o Medullary carcinoma o Invasive lobular carcinoma o Adenoid cystic carcinoma o Squamous cell carcinoma o Spindle cell carcinoma o Apocrine carcinoma o Carcinoma with cartillagenous and or osseous metaplasia o Tubular carcinoma o Secretory carcinoma o Others • Paget’s Disease Seluruh kanker payudara kecuali tipe medulare harus dibuat gradasi histologisnya. Sistem gradasi histologist yang direkomendasikan adalah menurut “The Nottingham combined histologic grade”. namun umumnya berhubungan dengan karsinoma duktus infiltratif. Intraductal Carcinoma (Ductal Carcinoma In-Situ/DCIS) Karsinoma intraduktal adalah proliferasi neoplastik sel epitel duktus yang terbatas di dalam membran basalis. 19 | P a g e .

papilari. tetapi mayoritas kasus menunjukkan campuran dari kelima tipe ini. suatu protein transmembran yang bertanggung jawab atas adhesi sel-sel epitelial.7-10 2. kribiform. mikropapilari). Kondisi ini biasanya merupakan temuan patologik insidental. clinging dan hipersekretori kistik. solid. solid klasik/kribiform/mikropapilari termasuk kedalam grade 1 DCIS. Yang termasuk grade 3 adalah komedokarsinoma yang klasik. DCIS dapat menghasilkan suatu massa keras yang terdiri atas struktur-struktur seperti tali dan massa nekrotik. 80 – 90% saat premenopause. solid. Sekarang ini DCIS terbagi atas tiga-grade berdasarkan atas kriteria sitologi. dan sedangkan gambaran diantara kedua kriteria diatas dimasukkan kedalam grade 2 DCIS. komedokarsinoma. 20 | P a g e . Sebelumnya DCIS terbagi atas dua bagian yaitu yang ‘highgrade’ dengan karakteristik sel-sel besar dan plemorfis serta dijumpai adanya nekrosis (comedokarsinoma). Sedangkan yang ‘low-grade’ terdiri atas sel-sel kecil yang uniform serta tidak dijumpai adanya nekrosis ( solid. Pada keadaan ini ditemukan ‘loss of heterozygocity’ pada 16q posisi gen e-cadherin. LCIS cenderung bersifat multifokal dan bilateral. kribiformis. Kalsifikasi adalah gambaran yang biasanya dijumpai. Dikatakan bahwa LCIS sebenarnya bukan merupakan neoplasma tetapi merupakan petanda dari resiko terjadinya kanker payudara. dan mikropapilari. Sel-sel pada DCIS dan LCIS kehilangan ekspresi e-cadherin.Beberapa varian morfologik DCIS dalam bentuk papilar. Insiden LCIS lebih banyak ditemukan pada wanita muda. kribriform. Beberapa kasus menunjukkan hanya mempunyai satu gambaran subtipe. Karsinoma Lobular In Situ (Lobular Carcinoma In Situ/LCIS) LCIS adalah proliferasi neoplastik sel epitel lobular yang melibatkan setidaknya satu unit lobulus lengkap sehingga menyumbat lumen. LCIS tidak menghasilkan lesi yang dapat diraba dan tidak terlihat pada mammografi. mikropapilar. Secara makroskopis. Berdasarkan histologinya DCIS terbagi atas lima subtipe: komedokarsinoma.

Sel-sel abnormal dari hiperplasia lobular atipik. Karsinoma Invasif 1. Infiltrating Ductal Carcinoma (IDC)/No Special Type (NST) Merupakan jenis yang paling banyak ditemukan dan mencapai 80% dari kanker payudara. Karsinoma lobular insitu sering menampilkan reseptor estrogen dan progesteron dan overekspresi HER2/neu belum didapat. karsinoma lobular insitu dan karsinoma lobular invasif adalah identik. DCIS (kiri). Secara makroskopis tumor berupa massa infiltratif berwarna putih-keabuan yang teraba keras seperti batu dan berpasir. Gurat kapur putih kekuningan merupakan ciri khas karsinoma ini dan dapat terjadi akibat deposit jaringan elastik (elastosis) di sekitar duktus 21 | P a g e . terdiri dari sel-sel kecil dengan inti yang oval atau bulat dan anak inti yang kecil serta tidak berdekatan satu sama lain. Karsinoma duktal invasif. LCIS (kanan).7-10 Gambar 5. Sering dijumpai adanya ’signet ring cell’ yang mengandung mucin. Kebanyakan tumor berkembang dari sel-sel epitel yang terdapat pada permukaan duktus. Karsinoma lobular insitu tidak merubah bentuk dasarnya dan acini yang terlibat masih tetap dapat dikenali sebagai lobule-lobule.

9. Komponen stromanya sangat bervariasi. mitotik hampir dijumpai dan banyak. daerah dengan infiltrasi single file atau gambaran targetoid terlihat tetapi ini kurang menunjukkan karakteristik dari sitomorfologi untuk invasif lobular karsinoma. Kasuskasus diferensiasi kelenjar dapat menunjukkan bentuk tubular dengan central luminal pada kelompok-kelompok sel tumor. Sel22 | P a g e . secara jelas mengekspresikan reseptor hormon dan tidak overekspresi terhadap HER2/neu.7. Sel-sel ganas menunjukkan gambaran yang berubah-ubah. Karsinoma Duktal Invasif Dengan Penyakit Paget Penyakit paget pada puting susu merupakan kasus yang jarang dijumpai bermanifestasi sebagai kanker payudara. Gambaran morfologinya berbeda-beda dari kasus ke kasus dan sering strukturnya kurang teratur berhubungan dengan tipe spesifik tumor. Daerah jaringan elastik dapat dijumpai. insidennya hanya 1-2% dengan gambaran erupsi unilateral reitematous disertai dengan krusta sehingga sering diduga sebagai eksema. kelompokan. Pada beberapa kanker. Pada tumor yang lain dijumpai sel-sel pleomorfik yang tersusun secara anastomosis. seragam atau pleomorfik yang tinggi dengan nukleoli yang menonjol dan selalu multipel.di daerah yang terkena. trabekula dimana beberapa tumor dikarakteristikkan dengan sebagian besar padat dan menginvasi sedikit stroma. Sebagian kecil kasus dapat dijumpai lymphoplasmacytoid. Sitoplasmanya selalu banyak dan eosinofilik. Diatas 80% kasus karsinoma duktal invasive berhubungan dengan ductal carcinoma insitu dan yang tersering adalah DCIS tipe comedo yang ‘high grade’. Nukleusnya dapat regular. Adakalanya. pada distribusi periduktal atau perivenous. hanya sedikit elemen jaringan konektif atau petanda hialinisasi. Daerah nekrosis biasanya luas.10 2. lebih sedikit mengekspresikan reseptor hormon dan lebih banyak mengekspresikan HER2/neu. Fibrosis dapat luas (desmoplasia) dan menghasilkan suatu karsinoma tipe keras (scirrhous). Dapat mempunyai proliferasi fibroblastik yang tinggi. Bentuk sel-sel tumor dapat tersusun seperti ikatan (‘cord’).

8-10 3. Insiden dari karsinoma lobular dilaporkan meningkat pada wanita yang postmenopause. Pada 50-60% kasus massa dapat diraba. Metastasis sulit dideteksi berdasarkan klinis dan radiologis pada tipe invasif. Biasanya membentuk kelompokan kecil yang terletak dipusat lesi dan pada bagian bawah dari epidermis dan cendrung sel-selnya tersebar satu-satu pada bagian pinggir dan atas epidermis. Terjadi sebanyak 5% dari kasus kanker payudara. Karsinoma lobular dilaporkan paling banyak dijumpai bilateral. Pada bagian bawah duktus laktiferus dijumpai gambaran duktal adenokarsinoma insitu yang ‘high grade’. Karsinoma lobular invasif biasanya tampak seperti karsinoma duktal insitu yaitu massa yang dapat teraba dan densitas pada mammografi. Secara makroskopis. Secara mikroskopis bagian epidermis dijumpai sel-sel atipik yang berproliferasi dengan inti yang besar dengan sitoplasma yang jernih.sel malignan (sel-sel paget) berasal dari DCIS yang berada dalam sistem duktus mencapai sampai ke kulit bawah puting susu tanpa menembus membran basal. Infiltrating Lobular Carcinoma (ILC) Tipe kanker payudara yang biasanya tampak sebagai penebalan di kuadran luar atas dari payudara. Karsinoma lobular invasif. Tumor ini berespon baik terhadap terapi hormon. Diduga ada hubungan dengan terapi hormon pengganti pada wanita yang postmenopause. Kadang-kadang dijumpai penebalan jaringan yang difus pada perabaan dan suatu massa tumor yang terpisah tidak dapat ditentukan. tumor berkonsistensi keras dengan pinggir yang tidak teratur. Sel-sel keluar dari puting susu sebagai cairan ekstraseluler dan dapat ditemukan pada permukaan puting susu. Keganasannya biasanya ‘poorly differentiated’. Sekitar ¼ kasus adalah bentuk difus dari invasif tanpa desmoplasia yang menonjol dan adanya daerah penebalan dari payudara atau perubahan arsitektur pada mammografi. Gambaran histologi dari karsinoma lobular adalah sel-sel tumor yang menginfiltrasi secara tunggal terjadi hanya pada satu sel 23 | P a g e .

ukuran sel lebih besar sedikit dari sel-sel darah merah. mengekspresikan reseptor hormone dan kebanyakan kasus berhubungan dengan karsinoma lobular insitu. termasuk sekelompok dari 8 gen yang responsif terhadap adhesi sel. Jika dibandingkan berdasarkan derajat dan stadium. kadang-kadang tampak nukleoli dan indentasi pada tepi inti. Metastasis karsinoma ini mirip dengan yang terjadi di paru dan pleura. Respon desmoplastik minimal atau tidak dijumpai. hiperkromatik dan ukuran inti uniform. reseptor hormon sering berkurang dan bisa overekspresi dari HER2/neu. Gen dari e-cadherin pada opposite kromosom diinaktifkan oleh mutasi. tepi ireguler.yang melebar (‘single file’) atau sekelompok atau lipatan yang longgar. terdiri dari jaringan ikat atau desmoplastik. Karsinoma lobular invasif yang ‘well differentiated’ dan ‘moderate differentiated’ biasanya diploid. kadang-kadang inti eksentrik. vakuol musin atau ‘signet ring cell’. termasuk e-cadherin dan B catenin. Perubahan ini juga dijumpai pada karsinoma lobular. membentuk gambaran tiga dimensi. Ukuran sel sedikit lebih besar dari limfosit.8 μm. banyak dijumpai ‘naked cells’. sitoplasma banyak dan mengandung musin. Kadangkadang dapat dijumpai lumina intrasitoplasmik. Stroma banyak. Overekspresi dari HER2/neu sangat jarang dijumpai. sel-sel kecil yang tersebar merata biasanya dijumpai pada wanita postmenopause dan sel-sel yang tersusun dalam kelompokan pleomorfik. ukuran inti 11. Metastasis bisa ke peritoneum dan retroperitoneum. Karsinoma lobular mempunyai pola metastasis yang berbeda dibandingkan dengan karsinoma payudara yang lain. Sel-sel neoplastik tidak 24 | P a g e . Pada karsinoma lobular secara umum dapat dijumpai dua jenis sel yaitu. inti bulat – oval. metilasi dari promoter atau penurunan ekspresi dari faktor transkripsi. Sel-sel tersebar tunggal atau membentuk kelompokan kecil dengan karakteristik gambaran ‘single files’. karsinoma lobular sama prognosisnya dengan karsinoma duktal invasif. traktus gastrointestinal dan ovarium dan uterus frekuensinya lebih banyak dijumpai. Secara sitologi menunjukkan gambaran klasik dengan kecenderungan populasi sel yang sedikit. Sebagian besar karsinoma lobular menunjukkan region yang hilang pada kromosom 16 (16q22. sitoplasma sedikit. leptomeningens (carsinomatous meningitis).1). inti irregular. Berbeda dengan karsinoma lobular yang ‘poorly differentiated’ biasanya aneuploidi.

musin memperlihatkan warna biru dan pada pewarnaan Hemaktosilin dan Eosin serta Pap memberikan warna pucat. juga sering dijumpai sebagai massa yang berbatas tegas. seperti pada karsinoma lobular invasif. Karsinoma musinosum biasanya diploid dan kebanyakan mengekspresikan reseptor hormon. Secara sitologi sel-sel kanker dengan bentuk atipik. Secara makroskopis konsistensi tumor sangat lunak seperti gelatin dan berwarna pucat biru keabuan. Pada beberapa karsinoma lobular dijumpai kondensasi droplet musin pada sentral (‘bull’s eye inclusion’) tetapi keadaan ini bukan suatu karakteristik. Terjadi sebanyak 1%-2% dari seluruh kasus kanker payudara. Insiden karsinoma musinosum juga lebih tinggi pada wanita yang mengalami mutasi gen BRCA1. Dari keseluruhan prognosisnya sedikit lebih baik dibandingkan dengan karsinoma tipe yang tidak spesifik. membentuk agregat kecil yang solid dan ada juga yang tersebar membentuk ‘files’ tunggal.7-10 4. pleomorfik. Merupakan tipe yang jarang (1-6 % dari semua karsinoma payudara).begitu erat melekat ke stroma dan pada sediaan hapus menunjukkan populasi yang sedikit. Sel tumor tampak berkelompok dan memiliki pulaupulau sel yang kecil dalam sel musin yang besar yang mendorong ke stroma terdekat. Mirip dengan yang diamati pada karsinoma medullari. dengan sitoplasma yang banyak. Pada pewarnaan MGG. Perubahan yang terjadi terutama pada produksi mucus dan gambaran sel yang sulit ditentukan. Latar belakang sediaan hapus didominasi oleh musin yang sangat menonjol dan secara makroskopis dapat terlihat. Selain itu juga dapat dijumpai gambaran ‘chicken wire’ yang berasal dari 25 | P a g e . hypermetilasi dan promoter BRCA1 juga terdapat pada 55% dari karsinoma musinosum yang tidak berhubungan dengan mutasi germline BRCA1. ‘moderate’ atipia. Karsinoma Musinosum (Colloid) Kanker payudara yang angka kesembuhannya paling tinggi. Pada beberapa kasus dapat dijumpai musin intrasitoplasmik dan ‘signet ring cell’. Sering terjadi pada wanita yang lebih tua dan tumbuh lambat slama beberapa tahun. inti membesar.

Karsinoma Papilari Terutama mengenai wanita postmenopouse.Insidennya kurang dari 1-2% dari karsinoma payudara yang invasif dan termasuk prognosanya baik. Karsinoma Medular Insidennya 1 – 7 % dari semua kanker payudara. Ada lima bentuk karakteristik yaitu bentuk sinsitial. Secara mikroskopis dijumpai gambaran papil dengan infiltrasi sel-sel ganas pada stroma. tidak dijumpai bentuk glandular atau tubular. Dapat dijumpai sel-sel besar yang atipik. Umur rata-rata penderita 45-52 tahun. Berwarna coklat sampai abu-abu. Sering dijumpai daerah nekrosis dan perdarahan-perdarahan. Secara makroskopis duapertiga kasus berbatas tegas dan sukar dibedakan dengan karsinoma duktal invasif. Secara makroskopis berbentuk bulat dengan ukuran yang berbeda-beda.10 6. Sitoplasmanya amphofilik . dan kebanyakan tumor secara hitologi 26 | P a g e . dengan tidak dijumpai struktur kelenjar. tetapi dapat terlihat seperti gambaran selsel apokrin dengan sitoplasma menonjol seperti yang terlihat pada karsinoma tubular.11 Pada sediaan hapus tidak dijumpai massa nekrotik. Inti plemorfis dengan ukuran sedang. dengan stroma yang sedikit dan infiltrasi limphoplasmasitik yang menonjol.10 5.pembuluh darah dan sangat prominen. selselnya biasanya bulat dengan sitoplasma yang banyak dan anak inti vesikuler mengandung satu atau beberapa anak inti.sel yang berfoliferasi dibatasi oleh jaringan ikat fibrous. Inti berukuran intermediate.7. Keadaan ini mendukung suatu karsinoma musinosum walaupun pada fibroadenoma mamma juga kadang-kadang dapat dijumpai. infiltrasi limphoplasmasitik pada stroma yang diffuse. Mitotis sering dijumpai. Secara histopatologi karsinoma terdiri dari sel-sel yang berdiferensiasi buruk yang tersusun pada lembaran-lembaran besar.7.9 cm. dengan batas yang tegas dan konsisten lunak. dengan diameter 2 -2. sel.

Stroma tumor tidak banyak. paru-paru dan servik. cylindromatous carcinoma. Dengan kata lain semua adalah ‘well differentiated’ dan angka 10 ysr (‘year survival rate’) mencapai 95. Kalsifikasi dapat dijumpai.10 8. Ini merupakan 27 | P a g e . Subtipe ini penting dikenali untuk menentukan prognosisnya. Secara histopatologi sangat menyerupai kelenjar ludah. Tumor berbatas tegas dan dijumpai adanya kista-kista kecil.7. coklat atau abu-abu. Metastasis pada axilla kurang dari 10 %. Sepertiga kasus dapat dijumpai invasi ke pembuluh limfe. Ada tiga bentuk dasar yang terlihat: trabekular-tubular. Lebih dari 95 % karsinoma tubular adalah diploid dan mengekspresikan reseptor hormone. Karsinoma Sistik Adenoid Merupakan karsinoma yang metastasenya rendah. Tipe ini banyak ditemukan pada wanita usia sekitar 50 tahun. adenocystic basal cell carcinoma. Namun demikian tumor ini tidak memiliki lapisan sel myoepitel dan sel-sel tumor ini berkontak langsung dengan stroma. Tipe sel yang kedua jumlahnya sangat sedikit dan biasanya terdiri dari luminal yang kecil. Bentuk kribiform terlihat seperti ayakan yang berlubang kecil.7. Produksin musin extraseluler banyak. Gambaran mikroskopisnya tumor ini terdiri dari ‘well formed tubules’ dan terkadang sulit dibedakan dengan lesi sklerotik yang jinak. Secara makroskopis ukurannya bervariasi antara 0. Karsinoma Tubular Terjadi sebanyak 2% dari kasus kanker payudara.10 7.termasuk grade 2. kribiform dan solid. Disebut juga dengan Carcinoma adenoids cysticum. Lapisan pertama terlihat seperti lumen yang sebenarnya berasal dari tumor yang menginvasi ke stroma.7 sampai 12 cm. Dapat berwarna merah jambu. Pada pemeriksaan mikroskopik gambaran struktur tubulusnya sangat khas.

Sel-sel tumor berukuran besar dengan sitoplasma bergranul pucat yang terlihat seperti berbusa (foamy) dengan inti yang oval dan anak inti yang kecil dan dapat dijumpai intrasitoplasmic luminal.10 9. Berukuran 0.7. Karsinoma Sekretori (juvenile) Merupakan karsinoma yang jarang. mikrokistik (honeycomb) dan tubular.7.5 sampai 12 cm. Sel-sel basaloid mempunyai sitoplasma yang sedikit. Secara makroskopis terlihat nodul-nodul yang berbatas tegas. tetapi pernah dijumpai pada pria berumur 3 tahun. nukleusnya bulat sampai oval dan dengan satu atau dua nukleoli dan terletak dibagian stroma. Tipe sel yang kedua yang merupakan sel-sel kelenjar mempunyai sitoplasma yang eosinofilik dan nucleus yang bulat menyerupai sel-sel basaloid. Stromanya dapat terlihat seperti stroma pada payudara normal.bentuk kelenjar yang mengandung granul-granul eosinofilik. Secara histopatologi dapat terlihat proliferasi sel-sel yang berbatas tegas tetapi sering menginvasi jaringan lemak. Dapat dijumpai jaringan yang sklerotik pada bagian pusat tumor. yang dikelilingi oleh area invasi. Disebut juga juvenile carcinoma Sering mengenai wanita anak-anak sampai dewasa muda. Jarang dijumpai sel-sel yang bermitosis dan daerah yang nekrosis. Terdiri dari sel-sel yang mensekresi intraseluler dan ekstraseluler material yang banyak (milk-like).10 28 | P a g e . Dua bentuk ini terdiri atas dua sel. Tipe sel yang ketiga terlihat pada 14% kasus mengandung elemen sebaseus yang dapat berjumlah banyak. desmoplastik.frekwensinya dibawah dari 0. berwarna putih keabu-abuan atau kuning sampai coklat. Tumortumor yang berukuran besar dijumpai pada penderita yang berumur lebih tua. dan termasuk ‘low-grade carcinoma’. Terlihat gambaran “tagetoid”. Terdiri atas tiga bentuk yaitu solid.15% dari semua kanker payudara. miksoid atau dapat mengandung jaringan lemak. ACC mempunyai pusat inti dari sel-sel neoplasma.

Dapat dijumpai bersamaan dengan komponen karsinoma tubular (< 50%). Karsinoma Apokrin Secara definisi karsinoma ini menunjukkan secara sitologi dan immunohistokimia gambaran dari sel-sel apokrin > 90% dari sel-sel tumor.10. Karsinoma Dengan Metaplasia Disebut juga matrix production carcinoma. Karsinoma Kribiformis Secara epidemiologi sekitar 0.5% dari penderita kanker payudara. Karsinoma kribiform yang murni mengandung > 90% bentuk kribiform yang invasive. selalu berbentuk tajam. Kebanyakan penderita teraba massa yang berbatas tegas. Dan ini terlihat seperti sitoplasmanya berbusa (foamy) sehingga menyerupai sel-sel histiosit dan sebaseous. Granul-granul tersebut dengan pewarnaan periodic acid-Schiff positif.1 Gambaran histopatologinya menunjukkan bentuk yang kribiform sama seperti yang terlihat pada karsinoma intraduktal kribiform. carsinosarcoma. ratarata berukuran 3-4 cm. Umur ratarata penderita adalah 53-58 tahun. 29 | P a g e . dimana dijumpai ruangan-ruangan yang terbentuk dari lengkungan selsel. Metastase ke kelenjar aksila 80% kasus dijumpai. Mitosis jarang dijumpai. Stroma yang fibroblastik banyak dijumpai. Dapat terlibat puting susu dan kulit dengan terbentuknya ulkus.8-3.10 12.1 Secara epidemiologi kurang dari 1% dari semua karsinoma payudara yang invasive. spindle cell carcinoma.7. Tumor tersusun seperti pulaupulau yang invasif.7.10 11. Intinya hiperkromatin dengan anak inti yang menonjol. Inti hiperkromatik dengan anak inti yang menonjol. Secara klinik tidak berbeda dengan karsinoma duktal invasif. Mempunyai prognosa yang sangat baik. Tipe sel B menunjukkan sitoplasma yang banyak dan bervakuol. Penderita berumur rata-rata 55 tahun. Ujung apikalnya memberikan gambaran yang regular. bentuk kribiform). Sel-sel tumor kecil-kecil dengan plemorfis inti yang rendah atau sedang. Terdiri atas dua tipe sel yaitu tipe sel A dengan sitoplasma bergranul eosinofil yang banyak.(seperti ayakan.

kulit. rongga mulut. dan tumor tidak berasal dari kulit payudara. Karsinoma tipe skuamus primer merupakan tumor yang jarang dimana menunjukkan ‘biologic behavior’ yang unik.1% hingga 0. Akan tetapi. Penampilan karsinoma sel skuamus dapat menyerupai adenokarsinoma. 30 | P a g e .Secara makroskopis tumor teraba keras. dan (c) gambaran mikroskopis berupa sel-sel karsinoma skuamosa dengan sitoplasma yang pucat. Secara mikroskopis tampak kelompokankelompokan sel yang heterogen yang merupakan campuran dari karsinoma kelenjar dengan daerah dominannya adalah sel-sel spindle. metastasis dari tumor primer lain misalnya dari paru-paru. Diagnosis ditetapkan apabila karsinoma tipe skuamus adalah satu-satunya malignansi yang ditemukan dari spesimen payudara. (b) tidak adanya lesi primer ekstramamari yang diduga sebagai metastasis. serviks dan oesofagus tidak ditemukan. sehingga karsinoma tipe skuamus payudara merupakan fenomena pengecualian.10 13. dan/atau diferensiasi mesenkim. Diperkirakan hanya sekitar 0. formasi keratin. Karsinoma Tipe Skuamus Sel-sel skuamus secara normal tidak dijumpai pada payudara. karsinoma sel skuamus payudara dapat juga berasal dari komplikasi kista maupun abses payudara. Karsinoma tipe skuamus didefinisikan apabila (a) secara makroskopis terlihat perbedaan massa tumor yang jelas dari lesi jinak lain seperti kulit dan nipple. Pada tumor yang besar dapat dijumpai kista yang besar atau kista-kista yang kecil. Karsinoma ini diduga sebagai hasil dari metaplasia skuamus yang dijumpai pada area adenokarsinoma.2% dari seluruh keganasan payudara. skuamos. dan pada pemotongan terasa solid dan tampak daerah yang berwarna putih mutiara.7. spindle sel yang metaplasia dan karsinoma sel skuamos dapat dijumpai pada bentuk yang murni tampa bercampur dengan karsinoma kelenjar. Hal ini menyerupai gambaran soft tissue sarcoma. tidak adanya intercellular bridges seperti halnya pada beberapa elemen-elemen glandular neoplastik invasif.

2% dari seluruh keganasan payudara. Dipercayai disebabkan oleh obstruksi dari kelenjar limfe dari karsinoma kelenjar yang invasif karena kebanyakan kasusnya tumor-tumor menginfiltrasi saluran limfe. granul keratohialin dan area nekrosis.1% hingga 0. Diperkirakan hanya sekitar 0.Karsinoma sel skuamus payudara merupakan neoplasma yang jarang. Saluran anastomosing menirukan tumor vaskular (pseudoangiomatous pattern) dan biasanya pelapis sel positif dengan CK tetapi negatif untuk marker endotelial. Secara epidemiologi mengenai 1-10% dari kanker payudara dan mengenai usia yang sama dengan karsinoma duktal invasif.10 14. Tipe karsinoma payudara ini hanya dijumpai pada wanita berusia tua. Karsinoma Inflamatori Merupakan karsinoma pada payudara yang berbeda gambaran klinisnya dengan histopatologinya. Umumnya dapat ditemukan keratin pearls. Bagian kista dari tumor biasanya dilapisi oleh epitel skuamosa tanpa nukleus atipik yang signifikan. akantolitik atau kombinasi dari tipe-tipe sel ini yang biasanya berproliferasi di sekeliling kista. Secara mikroskopis spesimen menunjukkan sel-sel berkeratin besar. Tetapi invasi kelenjar limfe tanpa adanya gambaran klinis yang karakteristik tidak dimasukkan sebagai karsinoma inflamatori. Varian akantolitik dikarakteristikkan dengan adanya campuran sel-sel spindel dan fokus spongiotik yang menunjukkan gambaran oedem membentuk saluran-saluran yang dapat atau tidak berisi material mukoid.7. Terkadang tumor mengandung sel-sel spindel yang dominan dengan sarangsarang epitel skuamosa yang dapat diidentifikasi secara jelas. Cabang-cabang tumor berasal dari kista dan menginfiltrasi mengelilingi stroma. Secara makroskopis massa berbatas tegas dan ireguler yang tinggi dengan kistakista kecil atau besar dengan atau tanpa nekrosis. 31 | P a g e . spindel.

7. Mayoritas tumor mempunyai gambaran karsinoma duktal invasif yang morfologinya grade 3.1 cm tapi kurang dari 0.10 Klasifikasi Stadium TNM (UICC/AJCC) Stadium kanker payudara ditentukan berdasarkan TNM sistem dari UICC/AJCC tahun 2006 adalah sebagai berikut: a. T = ukuran tumor primer • • • • • TX : tumor primer tidak bisa diperiksa T0 : tidak ada bukti tumor primer Tis : Karsinoma in situ Tis (DCIS) : Ductal carcinoma in situ Tis (LCIS) : Lobular carcinoma in situ Tis (Paget) : Penyakit Paget pada puting susu tanpa disertai massa tumor T1 : tumor ukuran 2cm (3/4 inchi) atau kurang T1mic : mikroinvasi 0. oedem.5 cm T1b : tumor ukuran > 0.1 cm atau kurang T1a : tumor ukuran > 0. Estrogen reseptor positif rendah dan ERBB2 overekspresi.Secara histologi tidak menunjukkan gambaran yang spesifik. Gambaran yang terlihat pada kulit disebabkan karena obstruksi kelenjar limfe sehingga memperlihatkan gambaran seperti proses peradangan. Tumor ini selalu diikuti dengan infiltrasi sel-sel limfoit terutama limfosit yang matur dan sel-sel plasma. peau d’orange. dijumpai indurasi. lembut dan hangat pada perabaan. Secara histopatologi gambaran yang terlihat tidak seperti namanya yaitu tidak signifikan dengan infiltrasi sel-sel radang dan bukan merupakan kondisi radang. pembesaran dan rasa sakit pada waktu di tekan.5 cm tapi kurang dari 1 cm T1c : tumor ukuran >1 cm tapi kurang dari 2 cm T2 : tumor ukuran lebih dari 2 cm tapi kurang dari 5 cm (2 inchi) T3 : tumor ukuran lebih dari 5 cm • • • • • • • • 32 | P a g e .Pada pemeriksaan klinis dijumpai massa dengan eritema yang difus.

tanpa mengikutsertakan otot pektoralis T4b : edema (termasuk peau d’orange) atau ulserasi kulit payudara. Metastasis Setelah kategori T. atau klinis adanya metastasis pada KGB mamaria interna meskipun tanpa metastasis KGB N2a : metastasis ke KGB aksila terfiksasi atau konglomerasi ataupun melekat pada struktur lain/jaringan sekitar N2b : klinis metastasis hanya pada KGB mammaria interna ipsilateral dan tidak terdapat metastasis pada KGB aksila N3 : klinis ada metastasis pada KGB infraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa metastasis pada KGB aksila. N dan M ditentukan maka informasi ini akan digabung untuk proses dinamakan pengelompokan stadium (stage grouping). N = Kelenjar getah bening regional • • • • • • • • • • • • • N3a : metastasis ke KGB infraklavikula ipsilateral N3b : metastasis ke KGB mammaria interna dan KGB aksila N3c : metastasis ke KGB supraklavikula MX : adanya penyebaran jauh tidak bisa diperiksa M0 : tidak ada penyebaran jarak jauh M1 : penyebaran ke organ jauh ada c. dan konglomerasi. T4c : T4a ditambah T4b T4d : Inflamatory breast cancer NX : KGB regional tidak bisa diperiksa (telah diambil sebelumnya) N0 : kanker tidak menyebar ke kelenjar getah bening terdekat N1 : metastasis ke KGB aksila ipsilateral. T4a : ekstensi ke dinding dada. atau klinis terdapat metastasis pada KGB mammaria interna dan metastasis KGB aksila • • b.atau nodul satelit pada kulit payudara. masih mobil N2 : metastasis ke KGB aksila ipsilateral terfiksasi. Kanker dengan stadium yang sama 33 | P a g e .• • • T4 : tumor dengan ukuran berapapun yang tumbuh di dalam dinding dada atau kulit.

Stadium ditulis dengan angka romawi dari I sampai IV. Sumber: UICC/AJCC. Stadium Kanker Payudara. Kanker non invasif ditulis stadium 0.9 .9 Pengelompokkan stadium kanker payudara Tabel 2.cenderung memiliki prognosis sama dan sering diterapi sama. terdapat faktor lain yang mempengaruhi jenis pengobatan dan prognosis: • • • Jenis sel kanker Gambaran kanker Respon kanker terhadap hormon Kanker yang memiliki reseptor estrogen tumbuh secara lebih lambat dan lebih sering ditemukan pada wanita pasca menopause. Stadium 0 I IIa Tumor primer (T) Tis T1 T0 T1 IIb IIIa T2 T2 T3 T0 T1 T2 T3 IIIb T3 T4 T4 IIIc IV T4 Salah satu dari T Salah satu dari T Kelenjar getah bening (N) N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1 N2 N0 N1 N2 N3 Salah satu dari N M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1 Metastasis (M) Selain stadium kanker. • 34 | P a g e Ada atau tidaknya gen penyebab kanker payudara.

ditandai oleh proliferasi sel-sel epitel poliklonal yang tersebar tidak rata yang pada pola kromatin dan bentuk inti-intinya saling bertumpang tindih dan lumen duktus yang tidak teratur. Secara klinis dan histopatologis. obat-obatan. Segala sesuatu yang menimbulkan perubahan tersebut dinamakan penyebab kanker atau karsinogen. jenis kelamin. umur). tiap tahapnya berkaitan dengan satu mutasi tertentu atau lebih di gen regulator minor atau mayor. 2. agenesis yang menginduksi hyperplasia. Ini biasanya bersifat eksogen (bahan kimiawi. Perubahan dari hiperplasia ke hiperplasia atipik (klonal).5 Tumorigenesis kanker payudara merupakan multi tahap. 1. fisik. Faktor-faktor lingkungan yang dapat menimbulkan modifikasi. Secara skematis faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kanker dibagi dalam tiga golongan. Dari hasil penyelidikan ekperimental maupun dari pengamatan klinik dan epidemiologic ternyata terjadinya kanker merupakan proses yang sangat rumit yang merupakan akibat dari beberapa penyebab yang bekerja bersama-sama. biologik). Hiperplasia duktal. Terdapat dua jenis sel utama pada payudara orang dewasa. imunogenetik. Faktor tuan rumah yang mengizinkan pertumbuhan abnormal. Juga faktor-faktor imunologik. dan hormonal termasuk dalam golongan ini. Faktor karsinogen yang menginduksi pertumbuhan abnormal. Sel-sel di atas relatif memiliki sedikit sitoplasma dan batas selnya tidak jelas dan secara sitologi jinak. 3. terjadi beragam tahap morfologis dalam perjalanan menuju keganasan. tetapi faktor ini sendiri tidak bersifat karsinogen (makanan. sering menjadi tanda awal kecendrungan keganasan. Tetapi sampai sekarang kita masih belum dapat menentukan secara pasti penyebab khusus terjadinya kanker. rangsangan menahun seperti fistel atau ulkus mungkin hanya sebagai promoter dalam patogenesisnya).Patogenesis Peristiwa perubahan sel normal menjadi sel kanker disebut karsinogenesis. yang sitoplasma selnya lebih jelas. 35 | P a g e . sel mioepitel dan sel sekretorik lumen. Ini biasanya bersifat endogen (genotype.

terapi biologis (terapi target molekul/terapi imunologi). kemoterapi.6. tumor menjadi invasif. pengobatannya hampir selalu meliputi pembedahan (yang dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan) untuk mengangkat sebanyak mungkin tumor. 36 | P a g e . tetapi proloferasi sel tersebut belum menginvasi stroma dan menembus membran basal.intinya lebih jelas dan tidak tumpang tindih. Pengobatan untuk kanker payudara yang terlokalisir Untuk kanker yang terbatas pada payudara. dan terapi hormonal. dan lumen duktus yang teratur.5. secara klinis meningkatkan risiko kanker payudara. Terapi penyinaran digunakan membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya. radioterapi. Setelah sel-sel tumor menembus membran basal dan meninvasi stroma.8.12 Terapi Kanker Payudara Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita. tahap berikutnya adalah timbulnya karsinoma in situ. termasuk kelenjar getah bening. Kasrinoma in situ lobular biasanya menyebar ke seluruh jaringan payudara (bukan bilateral) dan biasanya tidak teraba dan tidak terlihat pada pancitraan. Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembanganbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.9 A. Setelah hiperplasia atipik. baik karsinoma duktal maupun lobular. Pada karsinoma in situ. karsinoma in situ duktal merupakan lesi duktus segmental yang dapat mengalami klasifikasi sehingga memberi penampilan yang beragam. Sebaliknya. dapat menyebar secara hematogen dan limfogen sehingga menimbulkan metastasis. yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi.5. Pengobatannya terdiri dari pembedahan. terjadi proloferasi sel yang memiliki gambaran sitologis sesuai dengan keganasan.

Rekonstruksi payudara lebih mudah dilakukan jika otot dada dan jaringan lain dibawah payudara dibiarkan utuh. karena jika dilakukan pembedahan breast-conserving. a. Kulit tampak merah atau melepuh. Mastektomi 1. 37 | P a g e . Mastektomi radikal: seluruh payudara.Terdapat sejumlah pilihan pembedahan. Segmental mastektomi Pengangkatan tumor dan beberapa jaringan normal di sekitarnya memberikan peluang terbaik untuk mencegah kambuhnya kanker. Lumpektomi: pengangkatan tumor dan sejumlah kecil jaringan normal di sekitarnya 2. b. Mastektomi simplek ditambah diseksi kelenjar getah bening atau modified radical mastectomy: seluruh jaringan payudara diangkat dengan menyisakan otot dan kulit. Mastektomi simplek: seluruh jaringan payudara diangkat tetapi otot dibawah payudara dibiarkan utuh dan disisakan kulit yang cukup untuk menutup luka bekas operasi. 2. Biasanya efek samping dari penyinaran tidak menimbulkan nyeri dan berlangsung tidak lama. Pembedahan Breast Conserving Therapy 1. otot dada dan jaringan lainnya diangkat. Tylektomi 4. 3. kanker sering kambuh. Prosedur ini biasanya digunakan untuk mengobati kanker invasif yang telah menyebar luar ke dalam saluran air susu. Eksisi luas atau wide local excision: pengangkatan tumor dan jaringan normal di sekitarnya yang lebih banyak 3. pilihan utama adalah mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) atau pembedahan Breast Conserving Therapy (hanya mengangkat tumor dan jaringan normal di sekitarnya). disertai pengangkatan kelenjar getah bening ketiak. Keuntungan utama dari pembedahan breast-conserving ditambah terapi penyinaran adalah kosmetik.

Payudara tampak seperti terinfeksi. teraba hangat. akan sangat mengurangi resiko kambuhnya kanker pada dinding dada atau pada kelenjar getah bening di sekitarnya. kebanyakan penderita karsinoma duktal in situ tidak pernah mengalami kekambuhan. kemoterapi biasanya diberikan sebelum pembedahan. Jika garis tengah tumor lebih besar dari 5 cm. setelah pembedahan biasanya diberikan kemoterapi. c. maka dilakukan mastektomi bilateral karena kanker tidak selalu tumbuh pada payudara yang sama dengan karsinoma lobuler. Pengobatannya terdiri dari kemoterapi dan terapi penyinaran. Penderita karsinoma lobuler in situ bisa tetap berada dalam pengawasan ketat dan tidak menjalani pengobatan atau segera menjalani mastektomi bilateral (pengangkatan kedua payudara). merah dan membengkak. Banyak juga penderita yang menjalani lumpektomi. Rekonstrusi payudara 38 | P a g e . kadang dikombinasi dengan terapi penyinaran. Setelah menjalani mastektomi simplek. Jika garis tengah tumor lebih besar dari 7.Terapi penyinaran yang dilakukan setelah pembedahan. maka diberikan obat penghambat hormon yaitu tamoxifen. Jika penderita memilih untuk menjalani pengobatan. Jika penderita menginginkan pengobatan selain mastektomi. Ukuran tumor dan adanya sel-sel tumor di dalam kelenjar getah bening mempengaruhi pemakaian kemoterapi dan obat penghambat hormon. Beberapa ahli percaya bahwa tumor yang garis tengahnya lebih kecil dari 1. Kanker payudara inflamatoir adalah kanker yang sangat serius meskipun jarang terjadi. Hanya 25% karsinoma lobuler yang berkembang menjadi kanker invasif sehingga banyak penderita yang memilih untuk tidak menjalani pengobatan.3 cm bisa diatasi dengan pembedahan saja.6 cm.

luka terbuka di mulut yang menimbulkan nyeri atau kerontokan rambut yang sifatnya sementara. silikon kadang masuk ke dalam laliran darah. Tetapi tamoxifen tidak 39 | P a g e . penderita akan muntah sebanyak 1-6 kali selama 1-3 hari setelah kemoterapi. Kemoterapi & Obat Penghambat Hormon dan dilanjutkan selama beberapa bulan atau tahun. Kemoterapi dan obat penghambat hormon seringkali diberikan segera setelah pembedahan Pengobatan ini menunda kembalinya kanker dan memperpanjang angka harapan hidup penderita. Selama beberapa bulan. tergantung kepada jenis kemoterapi yang digunakan dan penderita. Efek samping dari kemoterapi bisa berupa mual. muntah. Tamoxifen secara kimia berhubungan dengan esrogen dan memiliki beberapa efek yang sama dengan terapisulih hormon (misalnya mengurangi resiko terjadinya osteoporosis dan penyakit jantung serta meningkatkan resiko terjadinya kanker rahim). Berat dan lamanya muntah bervariasi. Silikon kadang merembes dari kantongnya sehingga implan menjadi keras. Pada saat ini muntah relatif jarang terjadi karena adanya obat ondansetron. Tamoxifen adalah obat penghambat hormon yang bisa diberikan sebagai terapi lanjutan setelah pembedahan. penderita juga menjadi lebih peka terhadap infeksi dan perdarahan. d.Untuk rekonstruksi payudara bisa digunakan implan silikon atau salin maupun jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Rekonstruksi bisa dilakukan bersamaan dengan mastektomi atau bisa juga dilakukan di kemudian hari. obat-obat tersebut tidak dapat menyembuhkan kanker payudara. Akhir-akhir ini keamanan pemakaian silikon telah dipertanyakan. Tetapi tanpa pembedahan maupun penyinara. menimbulkan nyeri dan bentuknya berubah. Pemberian beberapa jenis kemoterapi lebih efektif dibandingkan dengan kemoterapi tunggal. Tanpa ondansetron. Selain itu. lelah. Tetapi pada akhirnya efek samping tersebut akan menghilang.

Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah paru-paru. otak dan kulit. Jika penderita merasakan nyeri.9 B. 40 | P a g e . Akibatnya pengobatan seringkali ditunda sampai timbul gejala (misalnya nyeri) atau kanker mulai memburuk.8. Kanker muncul pada bagian tubuh tersebut dalam waktu bertahun-tahun atau bahkan berpuluh-puluh tahun setelah kanker terdiagnosis dan diobati. Penderita kanker payudara yang telah menyebar tetapi tidak menunjukkan gejala biasanya tidak akan memperoleh keuntungan dari pengobatan.6. kelenjar getah bening. diberikan obat penghambat hormon atau kemoterapi untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh. tahun setelah terdiagnosis Obat tersebut sangat efektif jika diberikan kepada penderita yang berusia 40 tahun dan masih mengalami menstruasi serta menghasilkan estrogen dalam jumlah besar atau kepada penderita yang 5 tahun lalu mengalami menopause. hati. Obat penghambat hormon lebih sering diberikan kepada : • • • Kanker yang didukung oleh estrogen Penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda kanker selama lebih dari 2 Kanker yang tidak terlalu mengancam jiwa penderita. maka dilakukan terapi penyinaran. Terapi penyinaran merupakan pengobatan yang paling efektif untuk kanker tulang dan kanker yang telah menyebar ke otak.mengurangi hot flashes ataupun merubah kekeringan vagina akibat menopause. tulang. Pengobatan kanker payudara yang telah menyebar Kanker payudara bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh.5. Tetapi jika kanker hanya ditemukan di tulang.

Setelah tindakan operasi terbatas (BCS) b. Jika kanker mulai menyebar kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pemberian obat penghambat hormon. vinorelbin dan mitomycin C. doxorubicin.9 Terapi Radiasi 1. Obat-obat ini seringkali digunakan sebagai tambahan pada pemberian obat penghambat hormon. Kemoterapi yang paling efektif adalah cyclophosphamide. Tumor sentral/medial d. paclitaxel. kecuali: 41 | P a g e .6.8. Hydrocortisone (suatu hormon steroid) biasanya diberikan pada saat yang bersamaan. maka digunakan obat penghambat hormon yang lain. Indikasi Terapi Radiasi Pada Kanker Payudara Terapi radiasi pada kanker payudara diberikan apabila ditemukan keadaan sebagai berikut: a. KGB (+) dengan ekstensi ekstra kapsuler Acuan pemberian radiasi adalah sebagai berikut: a. Aminoglutetimid adalah obat penghambat hormon yang banyak digunakan untuk mengatasi rasa nyeri akibat kanker di dalam tulang.Tamoxifen memiliki sedikit efek samping sehngga merupakan obat pilihan pertama. karena aminoglutetimid menekan pembentukan hydrocortisone alami oleh tubuh. Selain itu. untuk menghentikan pembentukan estrogen bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat ovarium (indung telur) atau terapi penyinaran untuk menghancurkan ovarium. Tepi sayatan dekat (T ≥ T2)/ tidak bebas tumor c.5. dosetaxel. Pada dasarnya diberikan radiasi lokoregional (payudara dan aksila beserta supraklavikula.

o Pada keadaan T ≤ T2 bila cn = 0 dan pn.9 2. area yang diterapi meliputi kelenjar getah bening supraclavicular (KGB di atas tulang leher) dan kelenjar getah bening mammary (KGB di bawah tulang payudara. Pada beberapa kasus. 42 | P a g e . kurang lebih 1 bulan. radiasi bisa diberikan pada area dinding dada dan ketiak. booster dilakukan sbb: o o Pada potensial terjadi residif ditambahkan 10Gy (misalnya tepi sayatan Pada terdapat massa tumor atau residu post op (mikroskopik atau dekat tumor atau post BCS) makroskopik) maka diberikan boster dengan dosis 20Gy kecuali pada aksila 15Gy. terapi radiasi biasanya ditunda sampai kemoterapi diselesaikan. untuk pencegahan munculnya kembali pada area tersebut. Tim tersebut akan membuat sebuah penenda atau tato kecil pada kulit penderita yang kan digunakan sebagai patokan untuk focus dari sinar radiasi tersebut. Dosis lokoregional profilaksis adalah 50Gy.Ketika diberikan seetelah operasi. Tergantung dari ukuran dan luas dari kanker tersebut. Jika lumpektomi telah dikerjakan. Radiasi tersebut diarahkan dari mesin ke tubuh bagian luar di area yang terkena kanker. seluruh payudara menerima radiasi.8.6. maka tidak dilakukan radiasi pada KGB aksila supraklavikula Pada keadaan tumor di medial/sentral diberikan tambahan radiasi pada mamaria interna o a. Cara Terapi Radiasi External beam radiation atau radiasi dari luar adalah tipe radiasi paling umum bagi penderita dengan kanker payudara. ditengah dada). Tingkat radiasi yang diberikan tergantung apakah lumpektomi atau mastektomi telah dikerjakan dan apakah ada atau tidak kelenjar getah bening yang terlibat. radiasi dari luar ini biasanya tidak diberikan sampai jaringan telah sembuh. tim radiasi akan mempertimbangkan dengan seksama untuk menentukan sudut yang tepat untuk tujuan sinar radiasi dan dosis radiasi yang tepat. Sebelum terapi dimulai. dan tambahan radiasi diberikan pada area di payudara dimana kanker telah diangkat. Jika kemoterapi juga diberikan.

yang pada jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan organ-organ tersebut pada penderita. juga mempengaruhi kesempatan penderita untuk melakukan rekonstruksi payudara. adalah radiasi dengan dosis tunggal yang besar yang diberikan pada ruang operasi tepat setelah lumpektoni dikerjakan (sebelum insisi payudara ditutup). seperti memberikan secara sedikit demi sedikit dosis harian yang lebih besar hanya selama 3 minggu. yang dirasakan tidak menyenangkan bagi banyak penderita. dan rasa kelelahan. dikenal sebagai intraoperative radiation therapy (IORT). dan antiperspirants dapat mengganggu sinar radiasi tersebut sehingga leboh baik bila tidak digunakan. menyebabkan timbulnya lympedema (pembengkakan kelenjar getah bening). payudara menjadi lebih kecil dan keras setelah terapi radiasi. Cara pendekatan terapi radiasi yang lain. Di masa lalu. bedak. sekalipun waktu dimana penderita harus menunggu membutuhkan waktu yang lebih lama. Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh radiasi dari luar (external radiation) untuk jangka pendek adalah pembengkakan dan rasa tebal pada payudara. Pada beberapa kasus yang jarang.8. Cara paling umum untuk memberikan radiasi pada kanker payudara adalah 5 hari dalam 1minggu selama sekitar 6-7 minggu. terapi radiasi dapat melemahkan tulang rusuk. perubahan warna kulit payudara seperti terbakar sinar matahari di area yang terradiasi. Tiap terapi hanya butuh waktu beberapa menit. Accelerated Breast Irradiation: pendekatan standar dari pemberian radiasi dari luar selama 5 hari dalam seminggu selama beberapa minggu. Peralatan terapi radiasi modern memungkinkan dokter untuk menfokuskan sinar radiasi.Lotion. Terapi radiasi dari luar ini hampir serupa dengan dilakukan pemeriksaan x-ray. Terapi radiasi pada kelenjar getah bening di daerah ketiak juga dapat. Beberapa dokter saat ini menggunakan jadwal. sehingga dapat menyebabkan patah tulang. tapi radiasi lebih sering. deodorant. Perubahan dari jaringan payudara dan kulit biasanya akan pergi dengan sendirinya dalam 6-12 bulan Pada beberapa wanita. yang sepertinya bekerja sebaik cara sebelumnya. bagian dari paru dan jantung juga mendapatkan sinar radiasi.11 43 | P a g e . sehingga maslah seperti di atas menjadi jarang.9. Menjalani radiasi.

AC : 6 siklus : 12 siklus : Diberikan sampai metastasis hilang atau terjadi intoksikasi : Diberikan jangka panjang dengan tujuan paliatif A : Adriamycin = Doxorubin 50 mg/m2 F : 5 Fluoro Uracil Interval : 3 minggu  Kombinasi CEF Dosis C : Cyclophospamide 500 mg/ m2 E : Epirubicin F : 5 Fluoro Uracil Interval : 3 minggu  Kombinasi CMF 50 mg/m2 500 mg/ m2 hari 1 hari 1 hari 1 500 mg/m2 Dosis C : Cyclophospamide 100 mg/m2 PO hari 1 s/d 14 M : Metotrexate 40 mg/ m2 IV F : 5 Fluoro Uracil 600 mg/m2 IV Interval : 3-4 minggu  Kombinasi AC hari 1 & 8 hari 1 & 8 44 | P a g e .Kemoterapi Kemoterapi Kemoterapi adjuvant Kemoterapi neoadjuvant Kemoterapi terapeutik Kemoterapi paliatif  Kombinasi CAF Dosis C : Cyclophosfamide 500 mg/m2 hari 1 hari 1 hari 1 : Kombinasi CAF (CEF) . CMF.

PR + Tabel 3.Pemeriksaan Reseptor ER + PR + ER + PR – ER . 2.Dosis A : Adriamicin 600 mg/m2 hari 1 C : Cyclophospamide 60 mg/m2 hari 1 Interval : 3 minggu9 Terapi Hormonal 1.PR + Ablasi : Apabila • • 45 | P a g e tanpa pemeriksaan reseptor premenopause . Hormon Receptor Status ER +/PR+ ER-/PR+ ER+/PRER/PRRespone Therapy (%) 80 45 35 10 2.PR + ER + PR – (menopause tanpa pemeriksaan ER & PR) ER . Hormon Status dengan Respon Therapy. Additive Ablative : pemberian tamoxifen : bilateral oophorectomi (ovarektomi bilateral) Dasar pemberian : 1. Status hormonal Additive : Apabila    ER .

B.• menopause 1-5 tahun dengan efek estrogen (+) perjalanan penyakit slow growing & intermediated growing Tabel 4. Follow up :   High Risk Khemo+ Tam / Ov Khemo Khemo + Tam Khemo Tam + Khemo Khemo tahun 1 dan 2 tahun 3 s/d 5 → kontrol tiap 2 bulan → kontrol tiap 3 bulan 46 | P a g e . Adjuvant therapi pada NODE POSITIVE (KGB histopatologi positif) Menopausal Status Hormonal Receptor Premenopausal ER (+) / PR (+) ER (-) and PR (-) Post menopausal ER (+) / PR (+) ER (-) and/ PR (-) Old Age ER (+) / PR (+) ER (-) and PR (-) . Adjuvant terapi pada NODE NEGATIVE (KGB histopatologi negatif). Menopausal Status Premenopause ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Post menopause ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Old Age ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Khemo + Tam / Ov Khemo Tam + Khemo Khemo Tam + Khemo Khemo Hormonal Receptor High Risk Tabel.

12 Pencegahan Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan. setelah tahun 5 → kontrol tiap 6 bulan Pemeriksaan yang dilakukan    Pemeriksaan fisik Thorax foto Mamografi USG Abdomen/liver Bone scaning : tiap kali kontrol : tiap 6 bulan selama 3 tahun pertama : tiap 6 bulan selama 3 tahun pertama : tiap 6 bulan selama 3 tahun pertama : tiap 2 tahun. kecuali jika ada indikasi3.6. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker. Angka kelangsungan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara yang telah menjalani pengobatan yang sesuai mendekati: 1. 36% untuk stadium III 5. 7% untuk stadium IV5. 47 | P a g e . pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan alat untuk mendeteksi kanker secara dini.9 Tumor marker CA 15-3 : tiap 2-3 bulan. SADARI. terutama jika hasil awal tinggi    Prognosis Stadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk menentukan prognosis penyakit ini. 95% untuk stadium 0 2. Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhkan jika masih pada stadium dini. 66% untuk stadium II 4. 88% untuk stadium I 3.

yang mencegah penyakit menular seperti influenza. bukan menolak tumor. Mastektomi pencegahan adalah pembedahan untuk mengangkat salah satu atau kedua payudara dan merupakan pilihan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi (misalnya wanita yang salah satu payudaranya telah diangkat karena kanker. Para peneliti menyebut "targeted immunoediting. dan mencegah kekambuhan. Karena sel-sel kanker menekan respon kekebalan tubuh." yaitu potensi vaksin yang menargetkan HER-2/neu over-ekspresi dalam kanker payudara tahap awal (DCIS). vaksin kanker dimaksudkan untuk memanfaatkan sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker yang sudah ada. BRCA1 atauk BRCA 2). Vaksin kanker yang berhasil harus mampu mengatasi penekanan kekebalan sel-sel kanker dan sinyal sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel kanker. dan setengah menunjukkan tingkat nyata mengurangi ekspresi HER-2/neu. Obat ini bisa digunakan pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi.6. mengurangi keparahan penyakit. wanita yang memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan wanita yang memiliki gen p53. Tamoxifen telah banyak digunakan untuk mencegah kekambuhan pada penderita yang telah menjalani pengobatan untuk kanker payudara. Keduanya adalah anti estrogen di dalam jaringan payudara. yang pada dasarnya menipu sistem kekebalan tubuh menjadi mengabaikan.13 48 | P a g e . yaitu tamoxifen dan raloksifen. dihasilkan vaksin yang diharapkan akan mendorong respon kekebalan tubuh.12 Vaksin Kanker Payudara Penelitian yang sedang berlangsung. Bahkan. Dengan memperlakukan sel dendritik-sel darah putih khusus yang memainkan peran utama dalam mengaktifkan respon imun dengan HER-2/neu. tentang bagaimana vaksin dapat menghambat pertumbuhan tumor. Tidak seperti vaksin tradisional. para peneliti menemukan bahwa hampir semua pasien menunjukkan reaksi kekebalan awal untuk vaksin. menyebabkan peningkatan secara keseluruhan dalam keparahan penyakit. Over-ekspresi gen HER2/neu terkait dengan sekitar 50 sampai 60 persen kasus DCIS.Penelitian terakhir telah menyebutkan 2 macam obat yang terbukti bisa mengurangi resiko kanker payudara. dan membantu memprediksi keparahan penyakit. serta resiko kambuhnya kanker payudara invasif.

BAB III PENUTUP Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel kelenjar.000 perempuan di dunia diperkirakan akan mengalami kanker payudara setiap tahunnya. Kanker payudara 49 | P a g e . saluran kelenjar. dan jaringan penunjang payudara. Setiap 2 dari 10. tidak termasuk kulit payudara.

merupakan salah satu penyebab kematian utama yang disebabkan oleh kanker pada perempuan di seluruh dunia. Tanda dan gejala yang biasa muncul pada pasien kanker payudara adanya benjolan/massa di payudara. dan pemeriksaan histologi/sitologi. pemeriksaan mamografi. pemeriksaan payudara secara klinis. Deteksi dini kanker payudara dapat dikembangkan metode pemeriksaan payudara sendiri. Sedangkan diagnosis kanker payudara dapat ditegakkan dengan pemeriksaan klinik. DAFTAR PUSTAKA 50 | P a g e . dan terjadi pembesaran yang abnormal. radiologi. pemeriksaan USG. terasa nyeri.

In: Cancer Principles and Practice of Oncology. Casciato CA. 1 Juli 2012. Jakarta: Penerbit Binarupa Aksara.cap. 7. Oncology. In: Manual of Clinical Oncology 4 th ed. Bagian Bedah Staf Pengajar FKUI. 2008. Panduan Penatalaksanaan Kanker Payudara. Czerniecki BJ.http://www. 2001. et al.uphs. Brunicardi FC. Sjamsuhidajat R. New York: Jeffrey A Norton Springer. 2012. Dalam: Panduan Penatalaksanaan Kanker Solod Peraboi 2010. 2008. 5. Rosai J. 2004. 8. Neoplasma. 12th ed. 4.edu/surgery/Labs/Czerniecki/members. 9. 2011.html. Haskell CM.1.org/apps/docs/reference/myBiopsy/BreastInvasiveDuctalCarcinoma. United State of America: Lippincott Williams & Wilkins. 2000. 51 | P a g e . 3. Buku Ajar Ilmu Bedah. Mosby. In: Sabiston textbook of Surgery. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Mauaba TW. Winer EP. United State of America: Lippincott Williams & Wilkins. 2001. 9th ed. In: Schwartz’s Principles of Surgery Eight Edition. United State of America: Elsivier. 2. United State of America: McGraw-Hill. Jakarta: FKUI. The Breast. 2006. 11. 10. 2010. Pass HA. 12. Jong WD. http://www. 6 Juli 2012.upenn. Dalam: Patologi. Jakarta: Sagung Seto. Benign and Malignant Disease of The Breast. University of Pennsylvania. 13. Breast Cancer. 6. 3rd ed. Ackerman’s Surgical Pathology. 2010. Breast In: Current Surgical Diagnosis & Treatment. pdf. Diunduh dari. United State of America: McGraw-Hill. Penn Surgery. In: Surgery Basic Science and Clinical Evidence. et al. Staf Pengajar Bagian Patologi Anatomik FKUI. Diunduh dari. Malignant Tumor of The Breast. Collage of American Pathologist. Towsend M. Doherty GM. Breast Cancer. Jakarta: EGC. 1973. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful