P. 1
Psikologi Humanistik menurut Abraham Maslow

Psikologi Humanistik menurut Abraham Maslow

|Views: 1,292|Likes:
Published by Wahyu Novita Sari
Humanistik
Humanistik

More info:

Published by: Wahyu Novita Sari on Feb 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2014

pdf

text

original

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow

MAKALAH PSIKOLOGI UMUM TEORI HIRARKI KEBUTUHAN MENURUT ABRAHAM MASLOW

Disusun oleh:
Devita nuriya putri (121 684 013) Adelina efa milyanti (121 684 014) Reny zuliyani S (121 684 017) Nikmatul khasanah (121 684 023) Maya novita (121 684 048) Wahyu novita sari (121 684 050) Kristina ene keu (121 684 225)

PENDIDIKAN GURU-PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

1

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur dan pujian kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmad dan anugerahNya kami bisa menyelesaikan makalah dari teori ”Abraham Maslow‟‟ makalah ini di harapkan agar dapat memberikan pengetahuan yang intelektual kepada pembaca khususnya bagi mahasiswa. Dengan di buatnya makala ini,di harapkan para mahasiswa atau pembaca dapat memahami secara dalam tentang teori abraham masllow. Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala bantuan dan dukungan dari seluru keluarga,teman yang telah memberikan ilmunya kepada penulis, segenap pimpinan dan rekan-rekan dosen, serta pihak-pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu secara langsung maupun tidak langsung yang telah membantu dalam penulisan makalah ini. Penulis sadar bahwa buku ini, belum sempurna dan terdapat kekurangan baik dari segi materi atau bahasa oleh karena itu penulis sangat berharap adanya kritik dan saran yang membangun dari pembaca, sehingga penulis dapat melakukan penyempurnaan dan perbaikan. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi para mahasiswa ataupun pembaca pada umumnya. Amin….

Surabaya, Desember 2012

Penulis

2

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
1.Pendahuluan A. Latar belakang Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensial yang berkembang abad pertengahan. Kehadiran psikologi humanistik muncul sebagai reaksi atas aliran psikoanalisis dan behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga” dalam aliran psikologi. Humanistik menekankan kualitas yang membedakan manusia dari binatang disamping adanya kebebasan berkeinginan, terutama dorongan terhadap aktualisasi diri. Menurut teori humanistik, kekuatan motivasi yang utama dari seseorang ialah kecenderungan terhadap pertumbuhan dan aktualisasi diri. Dengan menitik beratkan pada perkembangan potensi seseorang, psikologi humanistik sangat dikaitkan denga kelompok terapi berbagai dan berbagai latihan "pegembangan kesadaran" serta pengalaman mistik. Ahli psikologi kepribadian berfokus kepada perbedaan antara indivisu. Mereka menaruh minat pada cara pengelompokan individu untuk tujuan praktis dan memepelajari kualitas setiap individu yang unik.

B. Pengertian Psikologi Humanistik Psikologi Humanistik adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Bagi sejumlah alhi psikologi humanistik adalah alternatif, sedangkan bagi sejumlah ahli psikologi yang lainnya merupakan pelengkap bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalisis (Misiak dan Sexton, 2005) Psikologi Humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utamanya, yaitu  Psikologi humanistik menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan unyuk memahami sifat keadaan manusia  Psikologi humanistik menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah-kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia  Psikologi humanistik menawarkan metode yang lebih luaskan kaedahkaedah yang lebih efektif dalam pelaksanaan psikoterapi Tokoh humanistik salah satunya adalah Abraham Maslow. Menurut Maslow, setiap orang memiliki rasa takut, seperti:    Takut untuk berusaha atau berkembang Takut mengambil kesempatan Takut membahayakan apa yang sudah dimiliki

Tetapi hal itu mendorong untuk bisa maju ke arah kesempatan, kepercayaan diri dan pada saat itu juga dia dapat menerima diri sendiri. Berikut ini kami akan membahas tentang Hirarki kebutuhan Abraham Maslow.
3

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow

I. Abraham Maslow A. Riwayat hidup Abraham Maslow Lahir dengan nama Abraham Harlod Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tanggal 1 April 1908. Maslow dibesarkan dalam keluarga Yahudi Rusia dengan orangtua yang tidak mengeyam pendidikan tinggi. Pada masa kecilnya, ia dikenal sebagai anak yang kurang berkembang dibanding anak lain sebanyak. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang anak Yahudi yang tumbuh dalam lingkungan yang meyoritas dihuni oleh non Yahudi. Ia merasa terisolasi dan tidak bahagia pada masa itu. Ia tumbuh di perpustakaan di antara buku-buku. Ia awalanya berkuliah hukum, namun pada akhirnya, ia memilih untuk mempelajari psikologi dan lulus dari Universitas Wisconsin. Pada saat ia berkuliah, ia menikah dengan sepupunya yang bernama Bertha pada bulan desember 1928 dan bertemu dengan mentor utamanya yaitu profesor Harry Harlow. Ia memperoleh gelar bachelor pada 1930, master pada 1931, dan Ph.D pada 1934. Maslow kemudian memperdalam riset dan studinya di Universitas Columbia dan masih mendalami subjek yang sama. Di sana ia bertemu dengan mentornya yang lain yaitu Alfred Adler, salah satu kolega awal dari Sigmund Freud. Pada tahun 1937-1951, Maslow memperdalam ilmunya di Brooklyn College. Di New York, ia bertemu dengan dua mentor lainnya yaitu Ruth Benedict seorang antropologis, dan Max Wertheimer seorang Gestalt psikolog, yang ia kagumi secara profesional maupun personal. Kedua orang inilah yang kemudian menjadi perhatian Maslow dalam mendalami perilaku manusia, kesehatan mental, dan potensi manusia. Ia menulis dalam subjek-subjek ini dengan mendalam. Tulisannya banyak meminjam dari gagasan-gagasan psikologi, namun dengan pengembangan yang signifikan. Penambahan tersebut khususnya mencakup hirarki kebutuhan, berbagai macam kebutuhan, aktualisasi diri seseorang, dan puncak dari pengalaman. Maslow menjadi pelopor aliran humanistik psikologi yang terbentuk pada sekitar tahun 1950 hingga 1960-an. Pada masa ini, ia dikenal sebagai "kekuatan ke tiga" di samping teori Freud dan behaviorisme. Maslow menjadi profesor di Universitas Brandeis dari 1951 hingga 1969, dan menjabat ketua departemen psikologi di sana selama 10 tahun. Di sinilah ia bertemu dengan Kurt Goldstein (yang memperkenalkan ide aktualisasi diri kepadanya) dan mulai menulis karya-karyanya sendiri. Di sini ia juga mulai mengembangkan konsep psikologi humanistik. Ia menghabiskan masa pensiunnya di California, sampai akhirnya ia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni 1970. Kemudian, Pada tahun 1967, Asosiasi Humanis Amerika menganugerahkan gelar Humanist of the Year. B. Hirarki Kebutuhan Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau inginkan mencapai sesuatu matlamat. Motivasi boleh juga dikatakan sebagai rancangan atau kehendak untuk menuju kejayaan dan mengelakkan dari
4

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah proses menghasilkan tenaga oleh keperluan diarahkan untuk mencapai sesuatu matlamat. Seseorang yang mempunyai motivasi bermakna ia telah memperolehi kekuatan untuk mencapai kecemerlangan dan kejayaan dalam kehidupan.. Dalam satu-satu kelompok kumpulan, motivasi menjadi penggerak kepada kejayaan kumpulan. Dengan adanya motivasi, maka wujudlah kerjasama, sifat suka tolong-menolong antara satu sama lain. Motivasi memainkan peranan yang sangat penting dalam bidang pendidikan. Guru dan murid memerlukan motivasi untuk mengerakkan dirinya untuk mencapai kualiti kerja atau kejayaan yang lebih cemerlang. Di sini motivasi boleh ditakrifkan sebagai kebolehan atau persetujuan yang dilaburkan untuk mengembangkan tenaga demi mencapai matlamat atau juga penghargaan. Oleh yang demikian motivasi adalah merupakan keadaan apabila keperluan manusia itu dipenuhi dengan diberi ganjaran dan sesuatu status yang baik. Ekoran daripada itu, mereka akan bekerja dengan lebih baik kerana tiada lagi kebimbangan, rasa selamat dan kehidupan yang terjamin telah tersedia untuk mereka. Begitu juga dengan kepuasan, jika seseorang itu diberi motivasi, maka secara tidak langsung kehendak mereka telah dipenuhi . Terpenuhnya kehendak dan kemahuan oleh seseorang itu boleh memberikan suatu kepuasan yang tidak terhingga pada diri seseorang. Pada masa yang sama guru juga menjadi “motivator” kepada pelajar-pelajarnya untuk berjaya dalam kehidupan mereka. Seorang guru yang baik mesti mempunyai motivasi yang dinamik, cekap dan sentiasa berusaha untuk memajukan serta meningkatkan pengajaran dan pembelajaran dalam bilik darjah. Guru yang bermotivasi juga mempunyai tenaga untuk menjadi penggerak kepada pelajar-pelajarnya. Pelajar yang bermotivasi ialah pelajar yang mempunyai minat untuk belajar bagi mencapai matlamatnya. Mereka akan mendengar dan memberikan perhatian sepenuhnya kepada pelajarannya. Mereka aktif di dalam dan di luar kelas, mudah bertindak dan sedia menerima teguran dan arahan guru. Mereka boleh berdikari dan suka memberikan pandangan dan pendapat dalam kelas. Pelajar-pelajar seperti ini mempunyai penggerak dalam dirinya untuk mencapai kecemerlangan akademik dan juga dalam hidup keseluruhannya. Oleh itu pengajaran dan pembelajaran yang berkesan di sekolah boleh dicapai melalui guru dan pelajar yang sentiasa bermotivasi. Ahli-ahli psikologi berpendapat bahawa tingkah laku manusia boleh dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adakalanya manusia bertindak berdasarkan perasaan dan nalurinya sendiri dan juga kadang-kala dipengaruhi oleh persekitaran sekeliling. Melalui apa
5

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
cara pun, manusia bertindak untuk mencapai sesuatu matlamat dan ia akan mencari jalan yang paling mudah untuk mancapai matlamat tersebut. Apa yang mendorong manusia bertindak untuk sesuatu tujuan itu ialah apa yang dinamakan “motivasinya” Untuk memahami dengan lebih mendalam tentang tindakan manusia ini kita perlulah mengkaji beberapa teori yang berkaitan. Jadi teori yang akan diketengahkan disini ialah tentang teori motivasi “Maslow”. Teori Motivasi Maslow Struktur dan fungsi di dalam badan organisme mempunyai keperluan yang tertentu. Telah diakui bahawa manusia sebagai makhluk yang paling tinggi mempunyai keperluan yang kompleks. Berdasarkan Atan Long ( 1976 : 131 ), Maslow (1954) telah menjelaskan bahawa keperluan-keperluan manusia itu berperingkat-peringkat. Sesuatu peringkat keperluan yang lebih tinggi tidak mungkin diperolehi sebelum keperluan yang lebih rendah peringkatnya dipenuhi terlebih dahulu. Pada peringkat yang paling asas terdapat keperluan hayat ataupun keperluan fisiologi. Setelah keperluan ini dipenuhi baharulah keperluan keselamatan, diikuti keperluan kasih-sayang, seterusnya peringkat penghargaan kendiri atau penghormatan diri dan peringkat tertinggi atau puncak bagi keperluan manusia adalah peringkat keperluan bagi penyempurnaan kendiri. Peringkat keperluan manusia mengikut teori Maslow ini dapat dilihat seperti di bawah : 1. Kebutuhan Aktualisasi Diri 2. Kebutuhan Harga Diri 3. Kebutuhan Kasih Sayang atau Bersosialisasi 4. Kenutuhan Akan Rasa Aman 5. Kebutuhan Fisologi

6

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow

Gambar 1. Piramida Kebutuhan menurut Abraham Maslow Model Maslow yang berbentuk peringkat itu merupakan perkembangan „ontological‟ individu kerana setiap peringkat perkembangan perlu dilalui oleh individu misalnya pada masa bayi atau kanak-kanak, individu memerlukan perlindungan dan keselamatan, diikuti dengan kasih-sayang, dan penghormatan diri dan keperluan ini terus bertambah sehingga kepada peringkat penyempurnaan kendiri. Kajiannya mendapati semakin tinggi

keperluan individu itu maka semakin kurang pergantungan kepada persekitaran social kerana dalam hal ini individu menggunakan pengalaman lampau untuk menentukan tingkah-lakunya. Pada masa ini motivasi bergantung kepada kemahuan dalaman, kemampuan, potensi, bakat, dan kreativiti impuls individu. Sementara itu persekitaran sosial merupakan faktor desakan dalam mencapai kemahuan ini. Maka dengan itulah juga Maslow menamakan keperluan peringkat terbawah sebagai keperluan kekurangan dan peringkat paling tinggi sebagai keperluan perkembangan. A. Kebutuhan Fisiologi Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam
7

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
keadaan yang sangat estrim (misalnya kelaparan) bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu. Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs). B. Kebutuhan Keamanan Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya. Karena adanya kebutuhan inilah maka manusia membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi pensiun dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif. Telah menjadi lumrah setiap yang bernyawa, aspek kebutuhan rasa aman amat penting dalam hidup. Demikianlah tiap – tiap individu memerlukan keperluan ini tetapi dengan kekuatan yang berbeda – beda. Ada individu yang kurang mempunyai kebutuhan ini dan menjadikannya gemar menyendiri, tetapi ada individu yang mempunyai keperluan inidengan kuatnya sehingga menjadikannya bergantung banyak hal kepada orang lain.

C. Kebutuhan Cinta, Sayang dan Kepemilikan Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai (belongingness and love needs). Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai. Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam masyarakat. Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll. Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan. Berdasarkan Teori Maslow, turut diperlukan kebutuhan ini untuk mendapatkan hubungan yang mesra, kasih-sayang, dan perasaan diri. Kebiasaan yang berlaku di dalam kelas, pelajar kadang-kadang akan berasa terganggu apabila terjadi perkelahian atau perbalahan antara satu sama lain. Mereka berasakan diri dan emosi mereka berada di dalam keadaan yang tidak stabil menyebabkan tidak dapat menumpukan perhatian terhadap proses pembelajaran mereka. Keadaan ini akan menjadi lebih kritikal dan tegang jikalau mereka dimarahi pula oleh guru dan dikenakan denda. Situasi ini akan menimbulkan rasa tidak senang di kalangan pelajar terbabit dan merasakan diri mereka seolah-olah tidak disukai, dihargai, atau tidak dipedulikan oleh guru mahupun kawan-kawan.
8

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
Ekoran daripada itu keinginan, minat, juga kehendak atau motivasi mereka untuk belajar akan pudar dan lenyap. Dalam konteks ini, guru perlulah memberi tunjuk-ajar kepada mereka dengan menasihati atau mengadakan sesi kaunseling untuk mengeratkan hubungan yang baik sesama mereka. Apa yang penting juga ini akan dapat memelihara hubungan yang baik dan mesra di antara pelajar dengan guru. Melalui cara ini, pelajar akan merasakan mereka diterima, dihormati, serta dihargai oleh anggota lain dalam komuniti yang kecil dan mereka ada hak milik keanggotaan dalam komuniti tersebut. Secara tidak langsung, proses pengajaran pembelajaran berjalan dengan baik, harmonis, lancar, dan berkesan kerana masing-masing individu telah dapat memenuhi keperluan kehendaknya. D. Kebutuhan Esteem ( Harga Diri ) Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization). Penerimaan oleh keluarga, guru dan rakan sebaya amatlah penting. Penerimaan bermaksud menghargai sifat-sifat istimewa individu sebagai manusia unik yang berbeda dengan individu lain dari segi sikap, pengetahuan dan kemahiran.Penerimaan bererti memberi peluang kepada individu belajar menerima diri mereka sendiri.Penerimaan rakan sebaya penting supaya mereka tidak merasa tersingkir.Murid yang diterima kerap kali memperolehi prestasi akademik yang tinggi berbanding individu yang tidak diterima rakan sebaya. Murid yang diterima merasai diri mereka dihargai, dikasihi dan bernilaai.Oleh itu mereka dapat berinteraksi secara positif membincangkan masalah pembelajaran dalam kumpulan.Guru perlu menyediakan aktivviti seperti projek-projek bagi setiaap murid supaya mereka dapat berdamping dan mendampingi murid yang lain. Setiap individu memerlukan penilaian yang tinggi dan stabil tentang diri mereka. Bagi memenuhi kehendak atau membolehkan perkara ini berlaku, terlebih dahulu seseorang itu perlu menghormati dirinya sendiri dan berusaha pula menjadikan dirinya dihargai oleh orang lain. Faktor yang penting ialah keperluan ini dapat dipenuhi apabila seseorang itu mempunyai keyakinan diri dan kebebasan, juga pengiktirafan, perhatian, dan penilaian diri orang lain. Konsep ego seseorang itu berkait rapat dengan perasaan penghargaan diri. Berdasarkan Saedah, Zainun, dan Tunku Mohani (1996 : 13) mengungkap kata-kata Kubiniec, 1970, „Orang yang mempunyai konsep diri yang kuat lebih berkemungkinan
9

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
mencapai kejayaan akademik Ini bertepatan sekali jika dihubungkaitkan dengan diri seseorang pelajar itu. Rasa ingin tahu mempunyai pertalian yang erat untuk memenuhi kehendak ini. Rasa ingin tahu ini juga akan menggerakkan pelajar tersebut mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang menarik perhatian mereka. Keinginan ini juga mendorong pelajar untuk belajar dan mencari pengetahuan dengan membaca buku, mentelaah, menjalani proses pembelajaran atau mencuba berbagai-bagai perkara yang belum dialaminya. Oleh itu menjadi tugas seseorang guru memberikan tugasan, yang sesuai untuk diterokai serta yang mampu dan boleh dilaksanakan oleh pelajar. Pelajar akan merasakan diri mereka penting apabila sesuatu tugasan yang diberi dapat dilaksanakan dengan sebaiknya. Ini dapat memupuk diri pelajar untuk lebih berkeyakinan seterusnya keinginan dan minat mereka untuk terus belajar dan berjaya makin meluap-luap. Seseorang guru juga perlu berusaha dan memastikan jangan ada pelajarnya yang gagal atau tercicir kerana mereka ini akan merasakan penghargaan dirinya amat rendah. E. Aktualisasi Diri Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tandatanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya. Meta Kebutuhan dan Meta Patologi Menurut Maslow, meta kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri terdiri dari:  Kebenaran  Kebaikan  Keindahan atau kecantikan  Keseluruhan (kesatuan)  Dikotomi-transedensi  Berkehidupan (berproses, berubah tetapi tetap pada esensinya)  Keunikan  Kesempurnaan  Keniscayaan  Penyelesaian  Keadilan
10

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
      Keteraturan Kesederhanaan Kekayaan (banyak variasi, majemuk, tidak ada yang tersembunyi, semua sama penting) Tanpa susah payah (santai, tidak tegang) Bermain (fun, rekreasi, humor) Mencukupi diri sendiri

Meta Pantologi  Apatisme  Kebosanan  Putus asa  Tidak punya rasa humor lagi  Keterasingan  Mementingkan diri sendiri  Kehilangan selera dan sebagainya Maslow melakukan sebuah studi kualitatif dengan metode analisis biografi guna mendapat gambaran jelas mengenai aktualisasi diri. Dia menganalisis riwayat hidup, karya, dan tulisan sejumlah orang yang dipandangnya telah memenuhi kriteria sebagai pribadi yang beraktualisasi diri. Termasuk dalam daftar ini adalah Albert Einstein, Abraham Lincoln, William James, dam Eleanor Roosevelt.

Gambar 2. (dari atas) Abraham Lincoln, Eleanor Roosevelt, Albert Einstein, Willian James Berdasar hasil analisis tersebut, Maslow menyusun sejumlah kualifikasi yang mengindikasikan karakteristik pribadi- pribadi yang telah beraktualisasi: 1. Memusatkan diri pada realitas (reality-centered), yakni melihat sesuatu apa adanya dan mampu melihat persoalan secara jernih, bebas dari bias. 2. Memusatkan diri pada masalah (problem-centered), yakni melihat persoalan hidup sebagai sesuatu yang perlu dihadapi dan dipecahkan, bukan dihindari.
11

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
3. Spontanitas, menjalani kehidupan secara alami, mampu menjadi diri sendiri serta tidak berpura-pura. 4. Otonomi pribadi, memiliki rasa puas diri yang tinggi, cenderung menyukai kesendirian dan menikmati hubungan persahabatan dengan sedikit orang namun bersifat mendalam. 5. Penerimaan terhadap diri dan orang lain. Mereka memberi penilaian tinggi pada individualitas dan keunikan diri sendiri dan orang lain. Dengan kata lain orang-orang yang telah beraktualisasi diri lebih suka menerima kamu apa adanya ketimbang berusaha mengubah diri kamu. 6. Rasa humor yang „tidak agresif‟ (unhostile). Mereka lebih suka membuat lelucon yang menertawakan diri sendiri atau kondisi manusia secara umum (ironi), ketimbang menjadikan orang lain sebagai bahan lawakan dan ejekan. 7. Kerendahatian dan menghargai orang lain (humility and respect) 8. Apresiasi yang segar (freshness of appreciation), yakni melihat sesuatu dengan sudut pandang yang orisinil, berbeda dari kebanyakan orang. Kualitas inilah yang membuat orang-orang yang telah beraktualisasi merupakan pribadi-pribadi yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang baru. 9. Memiliki pengalaman spiritual yang disebut Peak experience. Peak experience atau sering disebut juga pengalaman mistik adalah suatu kondisi saat seseorang (secara mental) merasa keluar dari dirinya sendiri, terbebas dari kungkungan tubuh kasarnya. Pengalaman ini membuat kita merasa sangat kecil atau sangat besar, dan seolah-olah menyatu dengan semesta atau keabadian (the infinite and the eternal). Ini bukanlah persoalan klenik atau takhayul, tetapi benar-benar ada dan menjadi kajian khusus dalam Psikologi Transpersonal, suatu (baru klaim) aliran keempat dalam ilmu psikologi setelah psikoanalisis, behaviorisme, dan humanisme, yang banyak mempelajari filosofi timur dan aspek-aspek kesadaran di luar kesadaran normal (Altered States of Consciousness, ASC). Peak experience bisa jadi merupakan argumen ilmiah yang valid untuk menjelaskan fenomena para rasul yang menerima wahyu dari Allah, atau pengalaman sufistik yang merasa telah memiliki sifat-sifat ketuhanan. Di sini maksudnya bukan sama persis seperti Tuhan, akan tetapi adalah menerapkan sifat-sifat Tuhan seperti Maha Adil, Maha Tahu, dan lain sebagainya sesuai tataran tingkatan manusia. Karena manusia itu tidaklah bisa menyamai sifat dan kemampuan Tuhan secara persis. berikut adalah daftar kualitas pribadi yang disimpulkan Maslow sebagai karateristik “self-actualizer” dan perilaku yang fianggapnya penting bagi perkembangan aktualisasi diri. (meurut Maslow, 1967)

12

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow

Karakteristik “SELF-ACTUALIZER”
          Mempersiapkan realitas secara efesien dan mampu menghadapi ketidakpastian Menerima diri sendiri dan orang lain sebagaimana adanya Spontan dalam pemikiran dan perilaku Berorientasi pada masalah dan bukan pada diri sendiri Mempunyai rasa humor tinggi Sangat kreatif Menentan enkulturasi, meskipun tidak benar-benar bermaksud nonkonvensional Memperhatikan kesejahteraan umat manusia Mempu mengapresiasikan pengalaman dasar kehidupan secara mendalam Mengembangkan hubungan antarpribadi yang memuaskan dan mendalan dengan beberapa, tidak dengan orang banyak Perilaku yang Mengarahkan Pada Aktualisasi Diri         Mengalami hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konstentrasi sepenuhnya Mencoba hal-hal yang baru dan tidak bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman daripada suara tradisi, atau otoritas, atau mayoritas Jujur; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara” Siap menjadi orang yang tidak populer bila mempunyai pandangan yang tidak sesuai dengan pandangan sebagian besar orang Memikul tanggung jawab Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan Mencoba mengidentifikasi pertanan diri dan mempunyai keberanian untuk menghentikan

II. Pertanyaan dan Jawaban
Pertanyaan : 1. Anggriana Yoga (12) : Bagaimana mengenai tentang meta pantologi? 13

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Maksud dari kebutuhan kekuatan? (25) Dipotomi dan transedensi itu sama atau berbeda? Jelaskan! (15) Apa yang dimaksud dengan apatisme? (19) Apa yang menyebabkan seseorang mengalami hal-hal yang disebutkan dalam meta pantologi tadi? (17) Apa maksud dari meta kebutuhan? (33) Bagaimana penerapan kebutuhan hirarki pada kebutuhan anak usia dini? (18) Apa perbedaan dari meta kebutuhan dan meta pantologi? (31) Apa pengertian secara umum tentang meta pantologi? (07) Untuk kebutuhan harga diri pada anak usia dini bagaimana? (14) Hirarki ada tidak terpenuhi apa dampaknya dan dari mana didapatkan motivasi yang di dapatkan? (35) Bagaimana jika seseorang tidak memiliki harga diri? (41) Cara melengkapi hirarki dalam keluarga broken home? (04) Jika kebutuhan dasar tidak terpenuhi bagaimana kebutuhan lainnya? Apa juga ikut tidak terpenuhi juga? (24)

JAWABAN: 1.Jika dalam berbagai meta patologi atau meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi        Apatisme Kebosanan Putus asa Tidak punya rasa humor lagi Keterasingan Mementingkan diri sendiri Kehilangan selera dll.

2. kebutuhan kekuatan suatu humanis yang berfokus pada potensi, percaya bahwa manusia berusaha untuk tingkat dasar kemampuan serta mencari batas-batas kreativitas, tertinggi mencapai kesadaran dan kebijaksanaan. 3. sama, karena membahas mengenai pikiran hitam/ putih, pandangan salah satu dari dua, pandangan sederhana tentang kehidupan. 4.apatisme berasal dari apathela dalam bahasa yunani yang berarti segala sesuatu yang mempengaruhi tubuh atau jiwa, sedangkan menurut istilah adalah suatu keadaan ketidakpedulian dimana seorang individu tidak menanggapi rangsangan kehidupan emosional, sosial atau fisik. 5.penyakit kejiwaan seperti sinisme, kebencian, kegelisahan, depresi dan metapotologi laennya. 6.dalam kebutuhan merupakan faktor-faktor yang mendorong (memotifasi) orang untuk melakukan perbuatan, kebutuhan tingkat yang berupa kebutuhan fisiologis,
14

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memililki dan cinta, kebutuhan akan penghargaan serta kebutuhan akan aktualisasi diri. 7. pada intinya hirarki kebutuhan maslow ini di tujukan pada semua aspek manusia. Jadi cara pemenuhannya bila anak usia dini mungkin perlu bantuan dari orang tuanya, maupun bantuan dari orang lain. 8. meta kebutuhan      Kebenaran Kebaikan Keindahan atau kecantikan Keseluruhan (kesatuan) Dikotomi-transedensi

Meta Pantologi        Apatisme Kebosanan Putus asa Tidak punya rasa humor lagi Keterasingan Mementingkan diri sendiri Kehilangan selera dan sebagainya

9. pada intinya meta pantologi itu sesuatu hal atau sikap yang muncul jika meta kebutuhan tidak terpenuhi atau relatif terpenuhi. 10. sebagai seorang guru kita harus bisa mengembangkan kepercayaan anak mulai sejak dini, agar anak bisa mengembangkan potensi yang dimiliki,serta anak dapat berinteraksi dengan mudah. Sehingga peranan guru sangatlah penting dalam menembangkan kepercayaan anak.

11. Jika salah satu kebutuhan dari piramida kebutuhan maka untuk mendapatkan atau memeperoleh kebutuhan yang selanjutnya tidak akan berjalan lancar bahkan tidak dapta terbenuhi. Jadi, sebelum beranjak ke tingkatan berikutnya maka tingkatan yang terbawah harus terpenuhi terlebih dahulu. Motivasi tersebut di peroleh dari keinginan diri sendiri serta dorongan lingkungannya. 12. jika seseorang tidak mempunyai harga diri maka seseorang tersebut tidak mempunyai kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan yang ia miliki seperti, percaya diri, kemandirian,kebutuhan akan penghargaan dari orang lain serta tidak tergantung sama orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus dalam memenuhi kebutuhan

15

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow
13.cara melengkapi bisa dari lingkungan sekolah seperti guru, keluarga ibu jika tinggal dengan ibu, serta dikasih pengertian dan penjelasan tentangmasalah tersebut. 14. tidak bisa terpenuhi juga karena kebutuhan satu dengan yang lain berkaitan dengan satu sama lain, jika salah satu hilang maka kebutuhan tersebut, tidak bisa terpenuhi secara lengkap

16

Hierarchy of Needs – Abraham Maslow

Penutup
Pada bab ini, kami akan mengemukakan kesimpulan dari analisis mengenai teori „‟hirarki kebutuhan menurut abraham masllow‟‟ yang di khususkan pada pembahasan di tingkat kebutuhan dimiliki dan cinta.Jelas perbedaan sifat dan karakteristik tiap tokoh dalam menyembuhkan diri setelah di tinggal dengan orang yang di sayang, tetapi dalam perbedaan itu terdapat benang merah yaitu perasaan saling sembutuhkan yaitu sama lain, seperti yang di kemukakan abraham masllow, manusia mendambakan lingkungan penuh kasih sayang dengan orang lainpada umumnya, khususnya kebutuhan akan rasa memiliki tempat di tengah kelompoknya dan iya akan berusaha keras mencapai tujuan yang satu ini.

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->