BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di negara maju ataupun negara berkembang penyakit kronik tidak

menular (cronic non-communicable diseases) seperti penyakit kardiovaskuler, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal kronik, sudah menggantikan penyakit menular (communicable diseases) sebagai masalah kesehatan masyarakat utama. Di Indonesia, penyakit gagal ginjal kronis terus meningkat. Menurut Rahardjo (1996), mengatakan bahwa jumlah penderita CRF atau gagal ginjal kronik terus meningkat dan diperkirakan pertumbuhannya sekitar 10 % setiap tahun. Pada penyakit ginjal kronik ini terjadi penurunan fungsi ginjal yang memerlukan terapi pengganti yang membutuhkan biaya yang mahal. Penyakit ginjal kronik biasanya desertai berbagai komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler, penyakit saluran napas, penyakit saluran cerna, kelainan di tulang dan otot serta anemia. Selama ini, pengelolaan penyakit ginjal kronik lebih mengutamakan diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit ginjal spesifik yang merupakan penyebab penyakit ginjal kronik serta dialisis atau transplantasi ginjal jika sudah terjadi gagal ginjal. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa komplikasi penyakit ginjal kronik, tidak bergantung pada etiologi, dapat dicegah atau dihambat jika dilakukan penanganan secara dini. Oleh karena itu, upaya yang harus dilaksanakan adalah diagnosis dini dan pencegahan yang efektif terhadap penyakit ginjal kronik, dan hal ini dimungkinkan karena berbagai faktor risiko untuk penyakit ginjal kronik dapat dikendalikan.

1

6 Mencari dan mengamati kasus penyakit gagal ginjal kronik di lingkungan sekitar. Mengetahui defisi dan gambaran umum dari penyakit gagal ginjal kronik. Bagaimana manifestasi penyakit gagal ginjal di rongga mulut? 6. 1.3 Perumusan Masalah 1. 2 Mengetahui etiologi penyakit gagal ginjal kronik. Bagaimana contoh kasus penyakit gagal ginjal kronik di lingkungan sekitar? 2 . 4 Mengetahui diagnosis dan pemeriksaan penunjang penyakit gagal ginjal kronik 5 Mengetahui manifestasi penyakit gagal ginjal di rongga mulut. 3 Mengetahui gambaran klinis penyakit gagal ginjal kronik. Bagaimana gambaran klinis penyakit gagal ginjal kronik? 4. Apa yang dimaksud dengan gagal ginjal kronik dan bagaimana gambaran umum dari tersebut? 2.1. Bagaimana etiologi penyakit gagal ginjal kronik? 3. Bagaimana diagnosis dan pemeriksaan penunjang penyakit gagal ginjal kronik? 5.2 Tujuan 1.

terjadi mekanisme adaptif oleh ginjal dan tubuh yang memungkinkan kompensasi homeostasis. 1997). Stadium penurunan cadangan ginjal. Louis.2 Gambaran Umum Kerusakan gagal ginjal kronik biasanya irreversibel dan yang lebih berbahaya. pada penyakit yang lanjut dan gangguan filtrasi glomerulus serta fungsi ginjal lain yang parah. yaitu: 1. pada suatu saat tercapai kondisi tanpa fluktuasi fungsi ginjal atau perubahan komposisi tubuh dari hari ke hari. Jadi untuk gagal ginjal kronik yang berlangsung lama. Namun pada akhirnya. untuk menutupi spektrum luas gangguan fungsi ginjal. 2. mekanisme kompensasi akan gagal atau menimbulkan akibat maladiptif sekunder.1 Definisi Gagal ginjal kronik adalah gangguan atau kerusakan struktural dan fungsional pada ginjal yang membatasi atau menurunkan kapasitas filtrasi glomerulus ginjal yang bersifat progresif secara perlahan-lahan (Rose F. gangguan struktural dan fungsional bersifat progresif secara perlahan-lahan.BAB II PEMBAHASAN GAGAL GINJAL KRONIK (CHRONIC RENAL FAILURE) 2. 3 . yang berakhir pada kerusakan milieu internal dan disfungsi sistem multipel. Selama seluruh periode pemburukan. yang secara keseluruhan dikenal sebagai uremia. pada stadium ini pasien asimtomatik namun dapat diketahui dengan GFR (laju filtrasi glomerulus) yang menurun 25% dari normal. Perjalanan klinis gagal ginjal kronik dibagi dalam tiga stadium.

penyakit sistem kekebalan tubuh seperti SLE (Systemic Lupus Erythematosus). misal: volume darah berkurang karena dehidrasi berat atau kehilangan darah dalam jumlah besar. Penyakit ginjal stadium akhir (ESDR) atau sindrom uremik. dan berbagai gangguan aliran darah didalam ginjal yang merusak jaringan ginjal. dan adanya sumbatan atau hambatan aliran darah pada arteri besar yang kearah ginjal. berkurangnya daya pompa jantung. hipertensi (20%) dan ginjal polikistik (10%) (Roesli. Penyebab renal: berupa gangguan atau kerusakan yang mengenai jaringan ginjal sendiri. GFR 10% . Insufisiensi ginjal. dan terjadi perubahan biokimia dan gejala yang komplek.3 Etiologi Penyebab gagal ginjal kronik dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu: 1. kista dalam ginjal. Penyebab post renal: berupa gangguan atau hambatan aliran keluar (output) urin sehingga terjadi aliran balik urin kearah ginjal yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. 2. diabetes melitus (23%). 3. hipertensi (hypertensive nephropathy). kadar kreatin serum dan BUN sedikit meningkat di atas normal. 3. 2. misal: kerusakan akibat penyakit diabetes mellitus (diabetic nephropathy). selama keadaan ini pasien mengalami poliuria dan nokturia. kadar serum kreatin dan BUN meningkat tajam. keracunan obat. ditandai dengan GFR kurang dari 5 atau 10 ml/menit (kurang dari 10% keaadan normal).2.25% dari normal. contoh: adanya batu pada ureter sampai uretra. 4 . Dari data sampai saat ini dapat dikumpulkan oleh Indonesian Renal Registry (IRR) pada tahun 2007-2008 didapatkan urutan etiologi terbanyak sebagai berikut glomerulonefritis (25%). 2008). peradangan. misal: akibat adanya sumbatan atau penyempitan pada saluran pengeluaran urin antara ginjal sampai ujung saluran kencing. Penyebab pre-renal: berupa gangguan aliran darah kearah ginjal sehingga ginjal kekurangan suplai darah sehingga menyebabkan kurang oksigen dengan akibat lebih lanjut jaringan ginjal mengalami kerusakan.

3. Kelainan mata Visus hilang (azotemia amaurosis) hanya dijumpai pada sebagian kecil pasien gagal ginjal kronik. 2006). 1. Kelainan retina (retinopati) mungkin disebabkan hipertensi maupun anemia yang sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik. Penimbunan atau deposit garam kalsium pada conjunctiva menyebabkan gejala red eye syndrome akibat iritasi dan hipervaskularisasi. Kelainan hemopoeisis Anemia normokrom normositer dan normositer (MCV 78-94 CU). Kelainan saraf mata menimbulkan gejala nistagmus. Anemia yang terjadi sangat bervariasi bila ureum darah lebih dari 100 mg% atau bersihan kreatinin kurang dari 25 ml per menit.penyempitan akibat saluran tertekuk. Gangguan visus cepat hilang setelah beberapa hari mendapat pengobatan gagal ginjal kronik yang adekuat. sering ditemukan pada pasien gagal ginjal kronik. dan sebagainya. Patogenesis mual dam muntah masih belum jelas. Keluhan-keluhan saluran cerna ini akan segera mereda atau hilang setelah pembatasan diet protein dan antibiotika. misalnya hemodialisis. penyempitan akibat pembesaran kelenjar prostat. mata. 2. selaput serosa. Amonia inilah yang menyebabkan iritasi atau rangsangan mukosa lambung dan usus halus. kelainan neuropsikiatri dan kelainan kardiovaskular (Sukandar. kulit.4 Gambaran Klinis Gambaran klinik gagal ginjal kronik berat disertai sindrom azotemia sangat kompleks. tumor. 2. Kelainan saluran cerna Mual dan muntah sering merupakan keluhan utama dari sebagian pasien gagal ginjal kronik terutama pada stadium terminal. miosis dan pupil asimetris. Keratopati mungkin juga dijumpai pada beberapa 5 . saluran cerna. meliputi kelainan-kelainan berbagai organ seperti: kelainan hemopoeisis. diduga mempunyai hubungan dengan dekompresi oleh flora usus sehingga terbentuk amonia.

Memastikan adanya penurunan faal ginjal (LFG) 6 . Kulit biasanya kering dan bersisik. Kelainan mental berat seperti konfusi. Kelainan mental ringan atau berat ini sering dijumpai pada pasien dengan atau tanpa hemodialisis. Keluhan gatal ini akan segera hilang setelah tindakan paratiroidektomi. sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik terutama pada stadium terminal dan dapat menyebabkan kegagalan faal jantung. Beberapa faktor seperti anemia. patogenesisnya masih belum jelas dan diduga berhubungan dengan hiperparatiroidisme sekunder. Kelainan neuropsikiatri Beberapa kelainan mental ringan seperti emosi labil. Kelainan selaput serosa Kelainan selaput serosa seperti pleuritis dan perikarditis sering dijumpai pada gagal ginjal kronik terutama pada stadium terminal. umumnya diagnosis tidak sukar ditegakkan. insomnia. dan tergantung dari dasar kepribadiannya (personalitas).5 Pemeriksaan Penunjang Bila gagal ginjal kronik telah bergejala. Pendekatan diagnosis gagal ginjal kronik (GGK) mempunyai sasaran berikut: a. 2.pasien gagal ginjal kronik akibat penyulit hiperparatiroidisme sekunder atau tersier. dilusi. Kelainan kardiovaskular Patogenesis gagal jantung kongestif (GJK) pada gagal ginjal kronik sangat kompleks. dan depresi sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik. 7. dan tidak jarang dengan gejala psikosis juga sering dijumpai pada pasien GGK. kalsifikasi sistem vaskular. aterosklerosis. tidak jarang dijumpai timbunan kristal urea pada kulit muka dan dinamakan urea frost 5. 4. Kelainan kulit Gatal sering mengganggu pasien. Kelainan selaput serosa merupakan salah satu indikasi mutlak untuk segera dilakukan dialisis. 6. hipertensi. dilusi.

diabetes melitus dan nefropati asam urat. kepadatan parenkim ginjal.b. Radiologi Pemeriksaan ini ditujukan untuk menilai keadaan ginjal dan derajat komplikasi gagal ginjal kronik 2. kandung kemih serta prostat. Menilai bentuk dan besar ginjal dan apakah ada batu atau obstruksi lain. menilai sistem pelviokalises dan ureter. pemeriksaan fisik diagnosis dan pemeriksaan penunjang diagnosis rutin dan khusus (Sukandar. misalnya pada: usia lanjut. Foto polos abdomen Pemeriksaan foto polos abdomen ini sebaiknya dilakukan tanpa puasa. USG Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai besar dan bentuk ginjal. Mengejar etiologi GGK yang mungkin dapat dikoreksi c. Menentukan strategi terapi rasional e. Foto polos yang disertai tomogram memberikan keterangan yang lebih baik. Pemeriksaan ini mempunyai resiko penurunan faal ginjal pada keadan tertentu. 3. Pielografi intra vena (PIV) Dapat dilakukan dengan cara intravenous infusion pyelography. Meramalkan prognosis Pendekatan diagnosis mencapai sasaran yang diharapkan bila dilakukan pemeriksaan yang terarah dan kronologis. anatomi sistem pelviokalises dan ureter proksimal. mulai dari anamnesis. tebal parenkim ginjal. 7 . karena dehidrasi akan memperburuk fungsi ginjal. Untuk memperkuat diagnosis sering diperlukan pemeriksaan penunjang baik pemeriksaan laboratorium maupun radiologi Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah: 1. 4. 2006). Mengidentifikasi semua faktor pemburuk faal ginjal (reversible factors) d.

Pemeriksaan radiologi tulang Mencari osteodistrofi (terutama falanx atau jari) dan kalsifikasi metastatik. Kreatin diproduksi di otot dan dikeluarkan melalui ginjal. Pemeriksaan kreatin serum ini sangat memadai untuk menilai faal glomerulus. 7. ekskresi) serta sisa fungsi ginjal. Bila ada peninggian kreatin dalam serum berarti faal 8 . Tanda-tanda perikarditis (misalnya voltase rendah) c. Aritmia d. EKG dilakukan untuk melihat kemungkinan: a. lokasi gangguan (vaskular. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan tes klirens kreatinin (TKK). 11. 6. Biopsi ginjal Pemeriksaan ini dilakukan bila ada keraguan diagnostik gagal ginjal kronik atau perlu diketahui etiologi dari penyakit ini. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya gagal ginjal kronik. menentukan derajat gagal ginjal kronik. TKK memerlukan pemeriksaan kreatin serum. 9. yang belakangan ini dianggap disebabkan oleh adanya bendungan pada paru. yang lazim diuji adalah laju filtrasi glomerulus.5. menetukan ada tidaknya kegawatdaruratan. 8. menetapkan gangguan sistem. dan membantu menetapkan etiologi. Gangguan elektrolit (hiperkalemia) 10. Hipertropi ventrikel kiri b. Renogram Dilakukan untuk menilai fungsi ginjal kiri dan kanan. Dalam menetukan ada tidaknya gagal ginjal. parenkim. Pemeriksaan radiologi paru Mencari uremic lung. Pemeriksaan pielografi retrograde Pemeriksaan ini dilakukan apabila dicurigai adanya obstruksi yang reversibel. Pemeriksaan radiologi jantung Mencari adanya kardiomegali dan efusi pericardial.

Hiponatremia. Restriksi konsumsi cairan. demam. Perbandingan ini juga dapat menurun pada diet rendah protein dan tes klirens kreatin yang menurun. Nilai ini adapat meningkat pada penderita yang mengalami perdarahan saluran cerna.24 (OH)2 vitamin D. 2. 6. protein. terjadi akibat berkurangnya sintesis 1. dan jumlah retikulosit yang rendah.pengeluaran di glomerulus berkurang. penyakit berat dengan hiperkatabolisme. Asidosis metabolik. luka bakar luas. terjadi pada gagal ginjal lanjut (TKK < 5 ml/menit). 8. kreatin akan meningkat karena produksi yang berlebihan. Peninggian gula darah akibat gangguan metabolisme karbohidrat pada gagal ginjal yang disebabkan oleh intoleransi glukosa. Laju endap darah yang meninggi yang diperberat oleh adanya anemia dan hipoalbuminemia. Ureum dan kreatin meninggi. dan fosfat. 2. Hiperkalemia. Pemeriksaan laboratorium lain yang dapat dilakukan untuk menguji faal glomerulus adalah pemeriksaan ureum darah atau nitrogen urea darah. penatalaksanaan terhadap gagal ginjal meliputi : 1. Hipokalsemia dan hiperfosfatemia. Hanya bila ada penyakit otot dan hipermetabolisme.6 Penatalaksanaan Menurut Reeves ( 2001). Anemia normositer normokrom. 7. imumnya karena kelebihan cairan. dan pengobatan steroid dan obstruksi saluran kemih. Obat-obatan 9 . Hipertrigliserida akibat gangguan metabolism lemak yang disebabkan peninggian hormon insulin. 9. Pemeriksaan ± pemeriksaan yang umumnya dianggap menunjang kemungkinan adanya suatu gagal ginjal kronik adalah: 1. 5. 4. 3. Biasanya perbandingan antara ureum dan kreatin adalah kurang lebih 20:1. 2.

Gambar 1. dialisis berlangsung 24 jam sehari dengan rata-rata pertukuran cairan dialisat setiap 6 jam sekali. anti hipertensi untuk terapi hipertensi serta diberi obat yang dapat menstimulasi produksi RBC seperti epoetin alfa bila terjadi anemia. 3. Dialisis seperti hemodialisis. dimana dialisis dilakukan malam hari dengan mesin dialisis peritoneal. Ulserative uremic stomatitis : plak putih yang dapat meliputi mukosa mulut. 10 . Hemodialisis adalah suatu teknik untuk memindahkan atau membersihkan solut dengan berat molekul kecil dari darah secara difusi melalui membran semipermeabel. Transplantasi ginjal.7 Manifestasi di Rongga Mulut Dibedakan menjadi 2 cakupan : 1. Plak putih pada mukosa mulut.Obat-obatan seperti : diuretik untuk meningkatkan urinasi. alumunium hidroksida untuk terapi hiperfosfatemia. 2. Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Automated Peritoneal Dialysis (APD). 2. 4. sehingga pada siang hari pasien bebas dari dialisis. Disebabkan gagal ginjal kronik Manifestasi gagal ginjal kronik pada rongga mulut : a. Ada 2 cara pelaksanaan dialysis : 1.1.

4. Dry mouth. 11 . Dry mouth Gambar 1. Mucosal ulceration Gambar 1. c.2. Bacterial and fungal plaques Gambar 1.b.3. Bakteri dan plak jamur. Mukosa ulserasi d.

Oral purpura. Pallor of the mucosa ( anaemia ) Gambar 1.e. Osteolytic lesion. Oral purpura Gambar 1. plak bakteri atau Candidiasis 12 . Disebabkan akibat penanggulangan medik.7.6.5. 1. Pallor mucosa. Giant cell lessions = osteolytic lession in jaws Gambar 1. f. Efek samping immunosuppressive regimens yang diberikan untuk mencegah penolakan ginjal yang ditransplantasikan : a. 2. g.

b. gingival overgrowth Gambar 3.Gambar 2. Gingival Overgrowth 2.8 Contoh Kasus Seorang laki-laki yang berinisial A menderita penyakit gagal ginjal kronik. Beliau telah menderita penyakit ini sekitar 4 bulan. Pada awalnya beliau tidak mengetahui bahwa beliau menderita penyakit ini. Gambar 2. Herpes Simplex 2.2.1. Gejala awal yang ditandai dengan mual dan muntah tanpa disertai rasa pusing yang diderita selama seminggu mendorong beliau untuk memeriksakan dirinya ke 13 . Oral Candida.1. herpes simplex virus yaitu berupa infeksi sekunder.

Perawatan yang dilakukan untuk terapi yang dilakukan oleh bapak A adalah dengan melakukan cuci darah secara rutin setiap 2 minggu sekali. berdasarkan gejala yang dialaminya. 14 . diagnosis ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan. Beliau positif menderita gagal ginjal kronik.dokter umum di RSUD Margono Soekardjo. dokter mendiagnosis bahwa bapak A menderita gagal ginjal kronik.

Untuk mengetahui adanya penyakit ini dapat dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi. Gagal ginjal dapat juga memberikan gangguan di rongga mulut seperti adanya Ulserative uremic stomatitis. renal. dan pemeriksaan laboratorium. foto polos abdomen. 1997). kardiovaskuler dan kelainan hematopoesis yang dapat ditandai dengan anemia. Bacterial and fungal plaques. Louis. oral purpura. candidiasis dan lain-lain. Penderita gagal ginjal kronik ditandai dengan adanya beberapa kelainan atau gangguan di saluran pencernaan. USG. Gagal ginjal kronik dapat disebabkan oleh adanya gangguan atau kerusakan pada daerah pre-renal. Mucosal ulceration. 15 . mata. Dry mouth.BAB III PENUTUP Gagal ginjal kronik adalah gangguan atau kerusakan struktural dan fungsional pada ginjal yang membatasi atau menurunkan kapasitas filtrasi glomerulus ginjal yang bersifat progresif secara perlahan-lahan (Rose F. kulit. Pallor of the mucosa ( anaemia ). dan post-renal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful