PENDAHULUAN

Angka kejadian penyakit alergi akhir-akhir ini meningkat sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat modern, polusi baik lingkungan maupun zat-zat yang ada di dalam makanan. Salah satu penyakit alergi yang banyak terjadi di masyarakat adalah penyakit asma. (Medlinux, 2008) Asma bronkial adalah satu diantara beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara total. Kesembuhan dari satu serangan asma tidak menjamin dalam waktu dekat akan terbebas dari ancaman serangan berikutnya. Apalagi bila karena pekerjaan dan lingkungannya serta faktor ekonomi, penderita harus selalu berhadapan dengan faktor alergen yang menjadi penyebab serangan. Biaya

pengobatan simptomatik pada waktu serangan mungkin bisa diatasi oleh penderita atau keluarganya, tetapi pengobatan profilaksis yang memerlukan waktu lebih lama, sering menjadi problem tersendiri. Asma bronkial merupakan gangguan inflamasi kronik saluran napas yang berhubungan dengan peningkatan kepekaan saluran napas sehingga memicu episode mengi berulang, sesak napas dan batuk terutama pada malam atau dini hari. Gejala ini berhubungan dengan luas inflamasi, menyebabkan obstruksi saluran napas yang bervariasi derajatnya dan bersifat reversibel secara spontan maupun dengan pengobatan. Dalam tiga puluh tahun terakhir terjadi peningkatan prevalensi (kekerapan penyakit) asma terutama di negara-negara maju. Kenaikan prevalensi asma di Asia seperti Singapura, Taiwan, Jepang, atau Korea Selatan juga mencolok. Kasus asma meningkat insidennya secara dramatis selama lebih dari lima belas tahun, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Beban global untuk penyakit ini semakin meningkat. Dampak buruk asma meliputi penurunan kualitas hidup, produktivitas yang menurun, ketidakhadiran di sekolah, peningkatan biaya kesehatan, risiko perawatan di rumah sakit dan bahkan kematian. (Muchid dkk,2007) Asma merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia, hal ini tergambar dari data studi survei kesehatan rumah tangga (SKRT) di

berbagai propinsi di Indonesia. Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1986 menunjukkan asma menduduki urutan ke-5 dari 10 penyebab kesakitan (morbiditas) bersama-sama dengan bronkitis kronik dan emfisema. Pada SKRT 1992, asma, bronkitis kronik dan emfisema sebagai penyebab kematian ke4 di Indonesia atau sebesar 5,6 %. Tahun 1995, prevalensi asma di seluruh Indonesia sebesar 13/1000, dibandingkan bronkitis kronik 11/1000 dan obstruksi paru 2/1000. Studi pada anak usia SLTP di Semarang dengan menggunakan kuesioner International Study of Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC), didapatkan prevalensi asma (gejala asma 12 bulan terakhir/recent asthma) 6,2 % yang 64 % diantaranya mempunyai gejala klasik. (Muchid dkk,2007)

Dengan segera ibu membawa pasien ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit pasien terlihat semakin sesak disertai bibir agak kebiruan dan napasnya cepat. Riwayat Penyakit Dahulu: . P. tercium bau-bau aneh dan bergadang. Riwayat Kebiasaan : Pasien penyayang binatang dan memelihara kucing anggora sejak kecil. Pasien membantu ibunya mempersiapkan makan malam dan mencuci piring kemudian menonton TV sambil bercanda hingga tengah malam. cuaca bertambah dingin.LAPORAN KASUS Lembar 1 Seorang perempuan Nn. pasien merasa dadanya berat disertai batuk-batuk kecil. 20 tahun datang diantar ibunya ke unit gawat darurat RS pagi dini hari mengeluh sesak nafas. Memang sejak kecil pasien sudah sering sesak-sesak. sesak nafas berbunyi disertai batuk yang bertambah dan dahak berwarna jernih. pasien sudah merasa agak sesak dan kelelahan setelah selesai ujian akhir semester. Tidak ada batuk darah dan nyeri dada. Lembar 2 Riwayat Penyakit Sekarang: Satu (1) hari SMRS pasien dan keluarganya tiba di Puncak dari Jakarta untuk liburan. Sesak sering kumatkumatan dan timbul tersering kalau tercium bau obat nyamuk. Menjelang sore hari. Ia sudah berobat ke berbagai dokter maupun secara tradisional tetapi terasa semakin sering kambuh dan setiap kali kambuh semakin parah serangannya. Ibunya menanyakan obat yang biasa diminumnya tetapi pasien tidak membawanya karena sudah habis. Menjelang tidur pasien mengeluh tidak dapat tidur terlentang. Sebelum berangkat liburan. Mereka tiba siang hari kemudian langsung berjalan-jalan di sekitar villa tempat menginap.

Riwayat Penyakit Keluarga: Nenek penderita asma. shifting dullnes (-). refleks patologis tidak Lembar 4 . tidak ikterik : obstruksi +/+. reguler. gallop (-)  Abdomen : datar. Lembar 3 Pemeriksaan Fisik:   Keadaan umum : tampak sesak. sekret +/+ : sianosis : Dinding belakang tak rata/kasar. nyeri lepas (-). batuk dan timbul eksim di lipat siku kedua lengan. wheezing ++/++ : Tidak pucat.ginjal tidak teraba besar. bising usus normal  Ekstremitas ada : edema (-). ronki +/+. Adik bungsunya mengalami gejala yang sama dengan pasien. bersin. tumor (-). refleks fisiologis normal. nyeri tekan (-). murmur(-). ibu gatal-gatal setelah makan ikan laut. lien. JVP +1 cm H2O : Inspeksi : simetris. ayah sering bersin. gelisah. Bunyi jantung I-II normal.Waktu kecil pasien sering mengi. duduk membungkuk Kesadaran : compos mentis TD – 160/90 N – 120x/menit FP – 40x/menit mengi       Mata Hidung Bibir Pharynx drip (+) Leher Toraks : KGB tidak membesar. kaku kuduk (-). supel. hepar. tampak penggunaan otot bantu napas dan retraksi suprasternal Palpasi Perkusi Auskultasi : vocal fremitus normal dextra/sinistra : paru  sonor : suara napas vesikuler +/+. agak hiperemis. post nasal ek pi i mem nj ng S – inspirasi dan ekspirasi.

000/uL  LED : 21 mm/jam  GDS : 110 mg%  Ureum : 40 mg/dl  SGOT : 29u/L PFR : arus puncak ekspirasi (APE) 35% Creatinin : 1.900/uL  Hitung jenis : 0/13/8/69/9/1  Trombosit : 200. QRS rate 110x/menit.2 mg/dl SGPT : 30 u/L Sputum: Eosinophilia (+) Terdapat gambaran Spiral Chursman dan Charchot Leyden EKG : Sinus rhythm. normo axis Gel P no m l PR inte v l 0 14” QRS du tion 0 06” mo fologi QRS no m l Perubahan segmen ST dan gelombang T (-) Foto Toraks: .Pemeriksaan penunjang: Darah:  Hb : 12.0gr%  Ht : 46%  Leukosit : 9.

Pada saat apakah sesaknya kambuh? Riwayat Penyakit Dahulu 1. bulu binatang. Apakah sesak berkurang setelah minum obat? 6. Apakah anda sebelumnya mengalami sesak? Atau adakah keluhan lain? 2. Apakah ada wheezing atau mengi atau tidak? 3. udara dingin. Apakah pernah mengalami trauma sebelumnya? 3. Apakah ada riwayat asma pada anggota keluarga? 2. Adakah riwayat alergi? 2. Apakah pernah menggunakan estrogen? 4. Apakah sesak timbul setelah ada pemicu (debu. Apakah sesak disertai batuk atau demam? 5. Ap k h d “deep ven th ombo i ”? 5. Apakah pernah mengkonsumsi obat-obatan inhalasi? . Apakah ada riwayat penyakit jantung pada anggota keluarga? 3. Apakah ada riwayat atopic pada anggota keluarga? Riwayat Pengobatan 1. Apakah pernah melakukan operasi atau tidak? Riwayat Keluarga 1. stress) atau tidak? 4.IDENTITAS DAN ANAMNESIS Identitas Nama : Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 20 tahun Alamat : Keluhan utama : Sesak napas ANAMNESIS Riwayat Penyakit Sekarang 1.

Tekanan darah 160/90 4. 9. agak hiperemis. duduk membungkuk 2.50-37.20 C 120/80 mmHg 60-100x/menit Compos mentis Normal1 Hipertensi grade II1 Takikardia Takipneu Normal Normal NORMAL INTERPRETASI Sesak nafas. Pharynx dinding belakang tak rata/kasar. Kesadaran compos mentis 3. gelisah. sekret Adanya sumbatan pada jalan nafas dan hipersekresi sel goblet sering terjadi pada kasus atopi. Suhu 370 C 7. Apakah memelihara kucing? 2. Pernapasan 40x/menit 6. Bagaimana pola makan anda? 4. Bagaimana kegiatan anda sehari-hari? Riwayat Lingkungan 1. post nasal drip . 10. Bagaimana lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal anda? HIPOTESIS (LINGKAN) PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN FISIK 1. sekret +/+ 16-20x/menit 36. Nadi 120x/menit 5. meningkatkan oksigenasi ke otak.2. Bibir sianosis Obstruksi(-). Apakah anda merokok atau tidak? 3. Apakah pernah terapi oksigen? 3. Hidung obstruksi +/+. tidak ikterik 8. Keadaan umum tampak sesak. Apakah pernah mengkonsumsi obat-obatan golongan AINS? Riwayat Kebiasaan 1. Mata tidak pucat.

reflex patologis tidak ada (-) Reduced Hb>5g%. ginjal tidak teraba membesar. Normal Normal Normal. Ekstremitas: edema (-). Auskultasi toraks: suara nafas vesikuler +/+. Post nasal drip biasanya terdapat pada flu. Terjadi peradangan. 18. ekspirasi memanjang. tidak terdapat kelainan pada jantung. nyeri lepas (-). hepar. atopi. Abdomen: datar. BJ I-II normal. murmur(-). sinusitis. oksigenasi darah di paru-paru tidak baik. terutama saat fase ekspirasi. Inspeksi toraks: simetris. kaku kuduk (-). Leher: KGB tidak membesar. 13. reflex fisiologis normal. terdapat penyempitan lumen saluran nafas. JVP +1 cm H2O 12. lien.2 Normal tidak terdapat meningitis. wheezing ++/++ inspirasi dan ekspirasi 16. tumor (). tidak ada gangguan pada organ-organ abdomen. tampak penggunaan otot bantu napas dan retraksi suprasternal. Normal. shifting dullness (-). . Perkusi toraks: Sonor 15.(+) 11. bising usus normal. regular. gallop(-) 17. nyeri tekan (-). Normal. tidak ada kongesti pada jantung kanan. ronki+/+. Palpasi toraks: vocal fremitus normal dextra/sinistra 14. septum deviasi. Terdapat usaha yang lebih dalam bernapas. obstruksi pada kavum nasi. terdapat eksudat atau transudat pada lumen bronkus/bronkiolus.

2. Anamnesis dan pemeriksaan fisik penyakit dalam. 144. Sesak yang sering kumat ketika mencium bau obat nyamuk juga menjadi faktor pencetus pada pasien ini. Natadidjaja H. Accessed on December. 30.com/allergies/postnasal-drip?page=2. Ditambah dari hasil anamnesis bahwa pasien memelihara kucing sejak kecil yang memunginkan bulu kucing tersebut menjadi faktor pencetus. In: Saputra L. 2012. WebMD.Normal Sumber: 1. Available at: http://www. p. antara lain adanya keluhan batuk kecil dan rasa berat didada merupakan gejala dari asma. keluhan ini timbul akibat perubahan suhu di Puncak. Adik bungsunya mengalami gejala yang sama . PEMERIKSAAN PENUNJANG (DITA) Diagnosis Kerja Berdasarkan hasil anamnesis. 45. aktivitas yang melelahkan. dan keadaan stress sehabis UAM yang berperan sebagai faktor pencetus etiologi asma. ayah sering bersin.webmd. 55. Jakarta: BINARUPA AKSARA Publisher. 12 2012. editor. batuk dan timbul eksim di lipat siku kedua tangan yang menandakan pasien memiliki riwayat atopi. Terdapat riwayat penyakit terdahulu pasien dimana ketika masih kecil sering mengi. bersin. 34. Hal-hal yang mendukung diagnosis kerja tersebut. Didapatkan juga riwayat keluarga nenek penderita asma. 43. Census 2012. ibu gatal-gatal setelah makan ikan laut. Postnasal drip. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang maka diagnosis kerja pasien ini adalah asma bronkiale. 1st ed.

biasanya memakai obat-obatan yang melebarkan saluran pernapasan yang menyempit. Obat untuk mengatasi penyempitan jalan napas Obat jenis ini untuk melemaskan otot polos pada saluran napas dan dikenal sebagai obat bronkodilator. Ada 3 golongan besar obat ini. anti-inflamasi : kortikosteroid a. Pengobatan Asma Jangka Pendek Pengobatan diberikan pada saat terjadi serangan asma yang hebat. Pengobatan Asma Jangka Panjang a. Medika Mentosa Pada prinsipnya tata cara pengobatan asma dibagi atas: 1.dengan pasien.2 Tujuan pengobatannya untuk mengatasi penyempitan jalan napas. untuk mengatasi serangan akut asma b. mengatasi sembab selaput lendir jalan napas. Macam obatnya adalah: 1. PATOFISIOLOGI (YOLANDA) TATALAKSANA 1. untuk mengurangi rekurensi c. untuk pengendalian asma b. Pengobatan Asma Jangka Pendek a. dan mengatasi produksi dahak yang berlebihan. bronkoilator : simpatomimetik 2. yaitu: Golongan Xantin. Pada pemeriksaan lab didapatkan eusinofilia dan pada pemeriksaan sputum didapatkan gambaran Spiral Chursman dan Charchot Leyden yang merupakan tanda khas dari asma bronkiale. Dapat disimpulkan adanya kemungkinan genetik rinitis serta asma pada pasien ini. dan terus diberikan sampai serangan merendah. misalnya Ephedrine HCl (zat aktif dalam Neo Napacin):  Aminofilin (Amicam supp)  Aminofilin (Euphilin Retard)  Teofilin (Amilex) .1.

namun cukup potensial untuk mengatasi sembab pada bagian tubuh manusia termasuk pada saluran napas. dan disuntikan perlahan-lahan langsung ke pembuluh darah. Cara pemakaian: Bentuk suntikan teofillin / aminofilin dipakai pada serangan asma akut.11 Golongan Antikolinergik 2. brivasma serts Ventolin) yang oleh alat khusus diubah menjadi aerosol (partikel-partikel yang sangat halus ) untuk selanjutnya dihirup. Manfaatnya adalah untuk penderita asma alergi terutama anak-anak. Teofilin ada juga dalam bentuk supositoria yang cara pemakaiannya dimasukkan ke dalam anus. Supositoria ini digunakan jika penderita karena sesuatu hal tidak dapat minum teofilin (misalnya muntah atau lambungnya kering). Berotec. .Efek dari teofilin sama dengan obat golongan simpatomimetik. suntikan dan semprotan. Meskipun efek sampingnya cukup berbahaya (bila pemakaiannya tak terkontrol). Karena sering merangsang lambung bentuk tablet atau sirupnya sebaiknya diminum sesudah makan. Itulah sebabnya penderita yang mempunyai sakit lambung sebaiknya berhati-hati bila minum obat ini. sirup. Kromalin bukan bronkodilator tetapi merupakan obat pencegah serangan asma.2 Golongan Simpatomimetika:  Orsiprenalin (Alupent)  Fenoterol (berotec)  Terbutalin (bricasma) Obat-obat golongan simpatomimetik tersedia dalam bentuk tablet. Sehingga bila kedua obat ini dikombinasikan efeknya saling memperkuat. Ada juga yang berbentuk bubuk halus yang dihirup (Ventolin Diskhaler dan Bricasma Turbuhaler) atau cairan bronkodilator (Alupent. Atau dapat juga dipakai kelompok Kromalin. Kromalin biasanya diberikan bersama-sama obat anti asma yang lain.1. Yang berupa semprotan yaitu MDI (Metered dose inhaler). tetapi cara kerjanya berbeda. Obat untuk mengatasi sembab selaput lendir jalan napas Obat jenis ini termasuk kelompok kortikosteroid. dan efeknya baru terlihat setelah pemakaian satu bulan.

Yang terbaik adalah usaha untuk mengencerkan dahak yang kental tersebut dan mengeluarkannya dari jalan napas dengan refleks batuk.1.2 b. Pengobatan ini lazimnya disebut sebagai immunoterapi.1 3. seperti Ambroxol atau Carbo Cystein untuk membantu. Pendidikan/ Edukasi kepada penderita dan keluarga Pengobatan yang efektif hanya mungkin berhasil dengan penatalaksanaan yang komprehensif. Pengobatan Asma Jangka Panjang Pengobatan diberikan setelah serangan asma merendah. Keuntungnan obat ini adalah dapat diberikan secara oral.1. adalah suatu sistem pengobatan yang diterapkan pada penderita asma/pilek alergi dengan cara menyuntikkan bahan alergi terhadap penderita alergi yang dosisnya dinaikkan makin tinggi secara bertahap dan diharapkan dapat menghilangkan kepekaannya terhadap bahan tersebut (desentisasi) atau mengurangi kepekaannya (hiposentisisasi). Oleh karenanya penderita asma yang mengalami ini dianjurkan untuk minum yang banyak. Non Medika Mentosa A.2 2. Ketolifen Mempunyai efek pencegahan terhadap asma seperti kromalin. Pengobatan asma diberikan dalam jangka waktu yang lama. bisa berbulanbulan sampai bertahun-tahun. Penghentian pemakaian obat ditentukan oleh dokter yang merawat. Biasanya diberikan dengan dosis dua kali 1mg / hari. Namun tak menutup kemungkinan diberikan obat jenis lain. karena tujuan pengobatan ini untuk pencegahan serangan asma. dan harus diberikan secara teratur. Obat untuk mengatasi produksi dahak yang berlebihan. Jenis ini tidak ada dan tidak diperlukan. dimana melibatkan kemampuan diagnostik dan terapi dari seorang dokter dan adanya pengertian serta kerjasama penderita dan keluarganya di pihak lain. Pendidikan kepada penderita dan keluarganya .

.Pemakaian narkoba atau napza serta merokok. kucing. .adalah menjadi tanggung jawab dokter.Infeksi saluran pernafasan.Menghindari minum es atau makanan yang dicampur dengan es. .Inhalan : debu rumah. bulu atau serpihan kulit binatang anjing.Stres psikis termasuk emosi yang berlebihan. .Stres fisik atau kelelahan. .Ingestan : susu. sehingga dicapai hasil pengobatan yang memuaskan bagi semua pihak. perubahan hawa mendadak. Memahami faktor yang menyebabkan serangan atau memperberat serangan.Menghindari makanan yang diketahui menjadi penyebab serangan (bersifat individual). telor. . Beberapa hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh penderita dan keluarganya adalah : 1.Keadaan udara : polusi. kuda dan spora jamur. Memahami faktor-faktor yang dapat mempercepat kesembuhan.Bahwa penyakit asma bisa disembuhkan tetapi pada suatu saat oleh karena faktor tertentu bisa kambuh lagi. logam perhiasan. .Kontaktan : zalf kulit. . 2.Bahwa penyakit asma tidak bisa sembuh secara sempurna.Berhenti merokok dan penggunakan narkoba atau napza. 3. membantu perbaikan dan mengurangi serangan : . dan obat-obatan tertentu. .Bahwa kekambuhan penyakit asma minimal bisa dijarangkan dengan pengobatan jangka panjang secara teratur.seperti: . . . ikan. . Memahami sifat-sifat dari penyakit asma : . dan hawa yang lembab. kacang-kacangan.

Segera berobat bila sakit panas (infeksi).Minum obat secara teratur sesuai dengan anjuran dokter. seperti : . 4. . .Ekspektoran : untuk mengencerkan dan mengeluarkan dahak. udara dingin dan lembab.Menghindari kontak dengan hewan diketahui menjadi penyebab serangan.. . 6.Bronkodilator : untuk mengatasi spasme bronkus. . . . bila serangan asma dipicu adanya infeksi saluran nafas.Steroid : untuk menghilangkan atau mengurangi peradangan. Memahami kegunaan dan cara kerja dan cara pemakaian obat – obatan yang diberikan oleh dokter : . Menget hui k p n “ elf t e tment” t u pengob t n m ndi i h u di khi i dan segera mencari pertolongan dokter.Berusaha menghindari polusi udara (memakai masker). . . 5. . Penderita dan keluarganya juga harus mengetahui beberapa pandangan yang salah tentang asma.Manipulasi lingkungan : memakai kasur dan bantal dari busa.Antibiotika : untuk mengatasi infeksi. bertempat di lingkungan dengan temperatur hangat. baik obat simptomatis maupun obat profilaksis. apalagi bila disertai dengan batuk dan pilek.Pada waktu serangan berusaha untuk makan cukup kalori dan banyak minum air hangat guna membantu pengenceran dahak.Berusaha menghindari kelelahan fisik dan psikis. Mampu menilai kemajuan dan kemunduran dari penyakit dan hasil pengobatan.

kecemasan atau stres. : Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam : Diagnosis dan Terapi. Tidak ada sesak bukan berarti tidak ada serangan.htm.com/neo_napacin/asma_bronkial. 471-47 KOMPLIKASI 1. Available at: http://library. Emfisema kutis 4. Atelektasis 3. 2012. Halim Mubin A. Infeksi saluran nafas 2. Accessed on June 15. Gagal nafas .1. 2. Bahwa asma semata-mata timbul karena alergi. Tanjung D. Baru berobat atau minum obat bila sesak nafas saja dan segera berhenti minum obat bila sesak nafas berkurang atau hilang. Available at: http://medicastore. 3.pdf. Pneumotoraks.id/download/fk/keperawatan-dudut2.usu. Accessed on June 15. Asuhan Keperawatan Asma Bronkiale. 2012. Asma bronkiale. Jakarta 2001. padahal keadaan bronkus yang hiperaktif merupakan faktor utama.3 1.ac. 2. EGC. 3. pneumomediastinum.

Aritmia ( terutama. umumnya prognosis pasien adalah baik.    Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : Ad bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam . bila sebelumnya ada kelainan jantung ) 6. Hipoksemia PROGNOSIS Bila segera ditangani dengan adekuat.5.

S a l u r a n n a f a s b a g i a n b a w a h t e r d i r i d a r i t r a k e a . – Lapisan tengah terdiri dari otot -otot dan tulang rawan. dan konka nasalis superior. yaitu: meatus superior. H i d u n g H i d u n g a t a u n a s o a d a l a h s a l u r a n p e r n a f a s a n ya n g p e r t a m a . p e n g h a n g a t a n . konka nasalis media.TINJAUAN PUSTAKA Anatomi Tractus Respiratorius Sistem respirasi dibedakan menjadi dua saluran yaitu. Hidung terdiri atas bagianbagian sebagai berikut: – B a g i a n l u a r d i n d i n g t e r d i r i d a r i k u l i t . d a n pelembaban. dan paru-paru. Diantara konka nasalis terdapat 3 buah lekukan meatus. 1. ya n g b e r j u m l a h 3 b u a h yaitu: konka nasalis inferior. udara yang diinspirasi melalui rongga hidung akanm e n j a l a n i t i g a p r o s e s y a i t u p e n y a r i n g a n ( f i l t r a s i ) . – Lapisan dalam terdiri dari selaput lender yang b e r l i p a t .f a r i n g d a n l a r i n g . sebelah dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak yang disebut koana. saluran nafas bagian atas dan saluran nafas bagian bawah. K e t i k a p r o s e s pernafasan berlangsung. Saluran nafas bagian atas terdiri dari: rongga hidung. b r o n k u s .meatus inferior dan meatus media. bronkiolus. Saluran Nafas Bagian Atas A.l i p a t y a n g dinamakan karang hidung ( konka nasalis ) . . Meatus-meatus ini yang dilewati oleh udara pernafasan .

.O r o f a r i n g a d a l a h g a b u n g a n s i s t e m r e s p i r a s i d a n p e n c e r n a a n . Faring Merupakan pipa berotot yang berjalan dari dasar t e n g k o r a k s a m p a i persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. di b a w a h b a s i s c r a n i a dan di depan vertebrae cervicalis I dan II.Dasar rongga hidung dibentuk oleh rahang atas ke a t a s r o n g g a h i d u n g b e r h u b u n g a n d e n g a n r o n g g a ya n g d i s e b u t s i n u s p a r a n a s a l i s y a i t u s i n u s maksilaris pada rahang atas.terdapat pangkal lidah). Nasofaring membuka bagian d e p a n k e d a l a m c a v u m nasi dan ke bawah ke dalam orofaring. S a l u r a n i n i d i s e b u t tuba auditiva eustachi yangmenghubungkan telinga tengah d e n g a n f a r i n g d a n l a r i n g . H i d u n g j u g a berhubungan dengan saluran air mata atau tuba lakrimalis. sel tersebutterutama terdapat pada di bagian atas. Pada kon ka nasalis terdapat sel-sel penciuman . Pada sinus etmoidalis keluar ujung-ujung saraf penciuman yang menuju kekonka nasalis . Tubaeusthacius membuka ke dalam didnding l a t e r a l n y a p a d a s e t i a p s i s i . Pharyngeal tonsil (tonsil nasofaring) adalah bantalan jaringan limfe pada dinding posteriosuperior nasofaring. –  Orofaring Merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring. sinus frontalis pada tulang dahi. Di sebelah konka bagian kiri kanan dan sebelah atas dari langit-langit terdapats a t u l u b a n g p e m b u l u h ya n g m e n g h u b u n g k a n r o n g g a t e k a k dengan rongga p e n d e n g a r a n t e n g a h . Lendir di sekresi secaraterus-menerus oleh sel-sel goblet yang melapisi permukaan mukosa hidung dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia B. m a k a n a n masuk dari mulut dan udara masuk dari nasofaring dan paru. Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang s a n g a t b a n y a k mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung. sinus sfenoidalis pada rongga tulang baji. Nasofaring terletak tepat di belakang cavum nasi . Pada hidung di bagian mukosa terdapatserabut saraf atau reseptor dari saraf penciuman ( nervus olfaktorius ).  Nasofaring (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius). dan sinus etmoidalis pada rongga tulang tapis.

T e r l e t a k d i b a w a h cartilago tyroidea. C. U j u n g b a t a s p o s t e r i o r d i a t a s a d a l a h cornu superior. dan didepan laringofaring dan bagian atasesopagus. dan dibawah adalah cornuyang lebih kecil tempat beratikulasi dengan bagian luar cartilago cricoidea. denganc a r t i l a g o tyroidea M e m b r a n a c r i c o t t r a c h e a l e menghubungkan batas bawahnya dengan cincin trachea I. dan dengan ujung atas esofagus. membentuk batas jalan masuk laring.  C a r t i l a g o e p i g l o t t i s 1 b u a h . Berbentuk V. Terletak pada garis tengah bagian depan leher. sebelah dalam kulit. yang terdiridari tulang-tulanng rawan yang berfungsi ketika menelan makanan denganmenutup laring. C a r t i l a g o ya n g b e r b e n t u k d a u n d a n m e n o n j o l keatas dibelakang dasar lidah. p e n o n j o l a n tempat melekatnya ligamen thyrohyoideum. L a r i n g ( t e n g g o r o k ) Saluran udara dan bertindak sebagai pembentuk suara. Laringofaring (terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan) Laringofaring merupakan bagian dari faring yang terletak tepat di belakanglaring. Pada bagian pangkalditutup oleh sebuanh empang tenggorok yang disebut epiglottis. dan beberapa otot kecila.  Cartilago Cartilago cricoidea 1 buah yang berbentuk cincin. b e r j a l a n k e b e l a k a n g d a r i bagian samping epiglottis menuju cartilago arytenoidea.  Cartilago arytenoidea 2 buah yang berbentuk beker. Cartilago / tulang rawan pada laring ada 5 buah. dengan V menonjol kedepan leher sebagai j a k u n . t h yr o i d e a pada Cornu berartikulasi setiap sisi. b e r b e n t u k cincin signet dengan bagi an yang b e s a r d i b e l a k a n g . D u a c a r t i l a g o k e c i l b e r b e n t u k p i r a m i d ya n g t e r l e t a k p a d a basis cartilago cricoidea. glandulatyroidea. dihubungkan dengan inferior cartilago tersebut cartilago oleh membranec r i c o t yr o i d e a . Plica v o k a l i s pada tiap sisi . Epiglottis ini melekat pada bagian belakangV c a r t i l a g o t h yr o i d e u m . terdiri dari sebagai berikut:  til go thy oide 1 bu h di dep n j kun Ad m‟ pple d a n s a n g a t j e l a s terlihat pada pria. P l i c a a r ye p i g l o t t i c a .

kecuali pita suara dan bagian epiglottisyang dilapisi olehsel epithelium berlapis. S a l u r a n N a f a s B a g i a n B a w a h A. b e r a k h i r s e t i n g g i a n g u l u s s t e r n a l i s ( t a u t manubrium dengan corpus sterni) atau sampai kira-kira ketinggian vertebratatorakalis kelima dan di tempat ini bercabang mcnjadi dua bronckus (bronchi). s e l a i n i t u j u g a m e m b u a t b e b e r a p a jaringan otot. Trachea atau Batang tenggorok Merupakan tabung fleksibel dengan panjang kira -kira 10 cm dengan lebar 2.5cm. dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan kelobus atas dan bawah. B.Bronckus kanan lebih pendek dan lebih lebar. s e d i k i t l e b i h t i n g g i d a r l a r t e r i p u l m o n a l i s d a n m e n g e l u a r k a n s e b u a h cabang utama lewat di bawah arteri. 2. T r a c h e a t e r s u s u n a t a s 1 6 .jenis sel yang sama. dan lebih vertikal daripada yangk i r i . Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan. B r o n c h u s Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kiravertebrata torakalis kelima.l e n g k a p ya n g b e r u p a n c i n c i n tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapil i n g k a r a n d i s e b e l a h b e l a k a n g t r a c h e a . disebut bronckus lobus bawah. trachea berjalan dari cartilago cricoidea kebawah pada bagian depan leher d a n d i b e l a k a n g m a n u b r i u m s t e r n i . .m e l e k a t d i b a g i a n p o s t e r i o s u d u t p i r a m i d y a n g menonjol kedepan Laring dilapisi oleh selaput lender . Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru.2 0 l i n g k a r a n t a k . mempunyai struktur serupa dengan trachea dandilapisi oleh.

P a r u . s a m p a i a k h i r n ya m e n j a d i b r o n k h i o l u s t e r m i n a l i s .P a r u Merupakan sebuah alat tubuh yang s e b a g i a n b e s a r t e r d i r i a t a s g e l e m b u n g . Paru-paru kiri juga memiliki 10 segmen. Paru-paru dibagi menjadi dua bagian.kadang disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0. y a i t u s a l u r a n u d a r a t e r k e c i l ya n g t i d a k mengandung alveoli (kantong udara). yaitu 5 . A l v e o l u s dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori kohn. yaitu paru-paru kanan yang terdiri dari3 lobus ( lobus pulmo dekstra superior.5 s/d 1. asinus atau.Paru-paru kiri memiliki 10 segmen yaitu 5 buah segmen pada lobus superior dan lima lobus inferior. lobus pulmo dekstra media.g e l e m b u n g k e c i l ( alveoli ). C. Bronkhiolustidak diperkuat oleh cincin tulang rawan.D u c t u s a l v e o l a r i s s e l u r u h n y a d i b a t a s i o l e h a l v e o i l i s d a n s a k u s alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru.yaitu alveolus. Terdapat sekitar 20k a l i p e r c a b a n g a n m u l a i d a r i t r a c h e a s a m p a i S a k u s A l v e o l a r i s . Percabangan ini berjalant e r u s m e n j a d i b r o n c h u s ya n g u k u r a n n ya s e m a k i n k e c i l .0 cm. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih I mm.Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang lag i m e n j a d i b r o n c h u s lobaris dan kernudian menjadi lobus segmentalis. lobus pulmo dekstra inferior) dan paru-paru kiri yang terdiri dari 2 lobus ( lobus sinistra superior dan lobus sinistra inferior). Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil yang bernama segmen. Alveolus yaitu tempat pertukaran gas assinus terdiri d a r i bronkhiolus dan respiratorius yangt e r k a d a n g m e m i l i k i k a n t o n g u d a r a kecil atau alveoli pada dindingnya. Tetapi dikelilingi oleh otot polossehingga ukurannya dapat berubah. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebutsaluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru.

Umumnya arteri-arteri ini berasal dari pars thoracica aortae.. Antara kedua lapisan ini terdapatrongga kavum yang disebut kavum pleura. dan darah venosa disalurkan keluar melalui dua vena pulmonalis. Tiap-tiap segmen masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus. dan mengantar darah yang miskin akan oksigen ke paru-paru untuk oksigenasi. Pada keadaan normal. Arteria pulmonalis dextra dan arteria pulmonalis sinistra berasal dari satu truncus pulmonalis setinggi angulus sterni.buahs e g m e n p a d a l o b u s s u p e r i o r . Dalam paru-paru masing-masing arteri menurun di sebelah dorsolateral bronchus principalis dan membagi diri menjadi arteri-arteri lobar. incisura cardiaca merupakan torehan pada tepi paru-paru kiri  Margo inferior membentuk batas lingkar facies diaphragmatica paruparu dan memisahkan facies diaphragmatica dari facies costalis dan facies mediastinalis  Margo posterior ialah tepi pertemuan facies costalis dengan facies mediastinalis di dorsal. Pleura dibagimenjadi dua yaitu pleura visceral ( sel aput dada pembungkus) yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru-paru dan pleura parietal yaitu selaputyang melapisi rongga dada sebelah luar. mendarahi bronchus itu. Arteri pulmonalis melintas ke radix pulmonalis dexter dan sinister sebelum memasuki hilus pulmonalis. kavum pleura ini vakum/ hampa udara. d a n 3 segmen pada lobus inferior. terletak dalam ruang pada sisi vertebra Letak paru-paru di rongga dada datarnya menghadap ke tengah rongga dada /kavum mediastinum. tepi ini lebar dan mencembung. Paru-paru dibungkus oleh selapus tipis yang pernama pleura . Arteri bronchialis yang kecil melintas mengikuti permukaan dorsal bronchus. Dengan demikian terdapat satu cabang arteri untuk tiap lobus dan segmentum bronchopulmonal paru-paru. dan lalu arteri-arteri tersier. Pada mediastinum depan terletak jantung. Masing-masing paru-paru memiliki tepi berikut:  Margo anterior adalah tepi pertemuan facies costalis dengan facies mediastinalis di sebelah ventral yang bertumpang pada jantung. dan ke arah distal juga cabang bronchus lebih kecil sampai . tetapi arteri bronchiales dextra dapat dilepaskan dari arteri intercostalis posterior superior dextra. Arteri bronchialis mengantar darah untuk nutrisi paru-paru dan pleura visceralis. Vaskularisasi Pulmo Masing-masing paru-paru memperoleh pendarahan dari satu arteria pulmonalis yang besar. 2 b u a h s e g m e n p a d a l o b u s m e d i a l i s . Pada bagian tengah terdapat tampuk paru -paru atauhilus.

dan vv. sedangkan vena bronchiales kiri masuk ke v. Pengaruh saraf simpatis ke bronchus adalah melemaskan otot polos sehingga akan terjadi bronchodilatasi.Alveolus.Bronchus .Azygos.bronchiolus respiratorius. Vena bronchiales dextra masuk ke V. Serabutserabut dari plexus pulmonalis akan masuk ke paru-paru sesuai dengan bronchusnya sampai ke alveoli. Vena bronchiales hanya menyalurkan sebagian darah yang dipasok oleh arteri bronchialis ke paru-paru. Keduanya membentuk plexus pulmonalis. Bronchioles mengikuti percabangan bronchus. Bagian ini terdiri dari: .Saccus alveolaris. . Vagus dan serabut simpatikus dari trunkus simpatikus (Th III. Pars Respiratoria Merupakan bagian dari paru-paru yang berfungsiuntuk pertukaran gas antara darah dan udara.hemiazygos acessoris atau v. Innervasi Pulmo Innervasi pulmo dilakukan oleh N. IV dan V).Pharynx . Sedangkan pengaruh saraf parasimpatis ke bronchus adalah kontraksi otot polos sehingga akan terjadi bronchokonstriksi. Saluran ini terdiri dari: .Trachea . HIDUNG . Pleura parietalis memperoleh darah dari arteri-arteri untuk dinding thorax. bagian lainnya disalurkan melalui vena pulmonalis. Areteri bronchialis beranastomosis dengan cabang arteri pulmonalis dalam dinding bronchus kecil dan dalam pleura visceralis. Pars Conductoria Meliputi saluran yang menghubungkan antara bagian luar tubuh dengan paruparu untuk menyalurkan udara.(1) Histologi Tractus Respiratorius Tractus respiratorius dapat dibagi menjadi: 1. Percabangan aa. Intercostalis superior.Hidung .Larynx .Bronchiolus 2.

Di dalamnya juga terdapat pigmen coklat yang memberi warna pada epitel olfactory tersebut. Pada permukaannya tampak banyak mikrovili yang panjang yang terpendam dalam lapisan lender. Di bawah epitel yang menutupi concha nasalis inferior banyak plexus fenosus yang berguna untuk memanasi udara yang lewat. otot dan jaringan pengikat. yang pada bagian bawahnya terdapat membrane basalis yang memisahkan epitel dengan jaringan pengikat yang banyak mengandung kelenjar serosa-mukosa. dari bagian yang menonjol ini timbul tonjolan yang berpangkal pada corpuscullum basale sebagai cilia olfactory yang tidak dapat bergerak. Sel ini berbentuk langsing. Selain itu. yang berfungsi menghasilkan sekrit yang menjaga agar epitel olfactory tetap basah dan bersih. Organon olfactorius Merupakan reseptor rangsang bau yang terletak pada ephitelium olfactorius. Dalam lamina propria terdapat sel-sel pigmen dan sel limfosit. Kompleks golgi yang kecil terdapat pada bagian puncak sel.Hidung merupakan organ yang berongga dengan dinding yang tersusun oleh jaringan tulang. Sel Basal Sel ini berbentuk kerucut rendah dengan tonjolan tersusun selapis dan berinti gelap. Di dalam lamina proproia area olfactory terdapat pula kelenjar tubulo-alveolar sebagai Glandula Olfactorius Bowmani. Sel Olfactoori. dalam lamina propria terdapat banyak sekali anyaman pembuluh darah. Epitelnya merupakan epitel silindris semu berlapis dengan 3 macam sel: Sel penyokong. di dalam sitoplasmanya tampak adanya berkas-berkas tonofibril dan jelas tampak terminal bar. Ujung cilia inilah yang merupakan komponen indra pembau dan dapat menerima rangsang. Bagian yang membulat di permukaan disebut vesicular olfactorius. Sinus paranasal . Bagian puncak sel olfactory membulat dan menonjol merupaka dendrite yang meluas sebagai tonjolan silindris pada permukaan epitel. cartilage. Pada kulit yang menutupi bagian luar hidung diketemukan Glandula sebacea dan rambut-rambut halus. Di daerah vestibulum nasi ini banyak rambut yang bersifat kaku yang berfungsi untuk menghalangi debu dan kotoran yang ikut dihirup. Kulit ini melanjutkan diri melalui nares untuk melapisi vestibulum nasi. Sel ini terdapat diantara sel-sel penyokong sebagai sel saraf yang berbentuk bipolar. Pada sisa cavum nasi yang lain dilapisi oleh epitel silindris semu berlapis bersilia dengan banyak kelenjar mucosa (sel piala). Di indera pembau terdapat epitel khusus. Bagian basal mengecil menjadi lanjutan sel halus yang tidak berselubung myelin.

Yang merupakan ciri khas dari trachea adalah adnya kerangka cincin-cincin cartilago hyaline yang berbentuk huruf C sebanyak 16-20 buah yang berderet mengelilingi lumen dengan bagian yang terbuka di bagian belakang( pars cartilaginea). Permukaan depan. Dibawah membrane basalis terdapat lamina propria yang banyak mengandung serabut elastis. yang berfungsi menhubungkan masing-masing cartilage larynx.Epiglotis merupakan cartilage elastis yang berbentuk seperti sendok pipih. Otot bercorak dari larynx dapat dibagi menjadi : . LARING Larynx berbentuk sebagai pipa yang irregular dengan dinding yang terdiri atas cartilage hyaline. Epitel yang melapisi sebelah dalam ialah epitel silindris semu berlapis bercilia dan bertumpu pada membrane basalis yang tebal.Cartilage arythenoidea. trachea berakhir dengan cabang dua yang disebut sebagai bronchus. Kontraksinya berperan dalam proses bersuara. Di lapisan dalam lamina propria serabut elastis membentuk anyaman padat sebagai suatu lamina elastica. maka jaringan pengikat dibawahnya kadang-kadang disebut tunica submukosa. . mencegah makanan/minuman untuk masuk ke dalam trachea. Bagian belakan tidak memiliki cincin cartilage (pars membranacea) diisi oleh serabut-serabut otot polos yang .Plica vokalis merupakan lipatan membrane mukosa yang didalamnya mengandung ligamentum vokalis yang merupakan pengikat elastis. sinus maxilla dan sinus spenoidalis yang terdapat dalam tulang-tulang yang bersangkutan. . cartilage cricoidea dan epiglotis yang terdapat tunggal . Fungsinya adaalah menyokong. yang berfungsi untuk menopang dan menghubungkan sekitarnya. Masingmasing cincin dibungkus oleh serabut fibro elastis. Di antara sel-sel tersebar sel-sel piala. Epitel yang menutupi merupakan epitel gepeng berlapis. Sinus paranasal ini kita kenal: sinus paranasal. . dan cartilage cuneiformis yang terdapat sepasang. jaringan pengikat dan otot bercorak. Kontraksinya terjadi pada proses digulatio (menelan). bagian atas permukaan belakang epiglotia (plica aryepiglotica) dan plica vokalis dilapisi oleh epitel gepeng berlapis.5 cm dan panjangnya sekitar 11 cm. TRACHEA Merupakan lanjutan dari larynx yang lebarnya 2-3.Otot ekstrinsik. Di dalam tunica submukosa inilah terdapat kelenjarkelenjar kecil seperti pada dinding larynx yang bermuara pada permukaan epitel. Larynx menghubungkan antara pharynx dengan trachea.Cartilage thyrooidea.Otot instrinsik. sinus ethmoidale. Cartilago corniculata. cartilage elastis. Rangka larynx terdiri dari beberapa potong kartilago: .Merupakan ruangan yang dibatasi tulang dan berhubungan dengan cavum nasi.

sedangkan untuk mengisi celah-celah diantaranya terdapat lobuli berbentuk tidak teratur dengan dasar menuju ke sentral. dimana setiap cabang tersebut merupakan percabangan dari bronchus primaries.Susunan serabut otot pada trachea hanya dibagian dorsal sedangkan pada bronchus terdapat disekeliling dinding. Kedua paru-paru dibungkus oleh pleura yang terdiri atas 2 lapisan yang saling berhubungan sebagai pleura visceralis dan pleura parietalis.Kontraksi lapisan otot ini akan menimbulkan lipatan memanjang pada membrane mukosa. . ductus alveolaris. tetapi terdapat serabut-serabut elastis yang berjalan sejajar sepanjang bronchus dengan percabangannya. Perbedaan struktur antara trachea serta bronchus extrapulmonalis serta intrapulmonalis: . Bronchus yang sebelah kana bercabang menjadi 3 dan yang sebelah kiri becabang menjadi 2. Cabang terakhir bronchiolus dalamlobulus biasanya disebut bronchiolus terminalis. bronchiolus respiratorius. atrium. limfe. PULMO Paru-paru pada manusia terdapat sepasang yang menempati sebagian besar dalam cavum thoracis. saccus alveolaris. .Bentuk cincin cartilage. serabut syaraf. Lobulus di daerah perifer paruparuberbentuk pyramidal atau kerucut didasar perifer. . Di dalam anyaman muskuloelastis ini terdapat banyak jalinan pembuluh darah kecil.Suatu lapisan anyaman elastis yang membatasi membrane mukosa seperti pada trachea tidak ada. Lamina propria terdiri dari jaringan pengikat yang banyak mengandung serabut elastis dan serabut kolagen dan retikuler serta beberapa limfosit. . BRONCHUS DAN CABANG-CABANGNYA Trachea bercabang menjadi 2 bronchus primaries yang masuk ke jaringan paru-paru melalui hilus pulmonalis dengan arah ke bawah dan lateral. dan alveoli bersama-sama dengan pembuluh darah. Banyaknya serabut elastis berhubungan erat dengan sel-sel otot polos dan serabut elastis ini sangat penting dalam proses respirasi.sebagian berjalan melintang dan berhubungan dengan jaringan fibro elastic disekitarnya. Stuktur Pulmo Unit fungsional dalam paru-paru disebut lobulus primerius yang meliputi semua struktur mulai bronchiolus terminalis. dan jarinmgan pengikat. Kesatuan paru-paru yang diurus oleh bronchiolus terminalis disebut acinus. Di bawah membrane mocosa terdapat stratum musculare yang tidak merupakan lapisan tertutup.

Dalam dindingnya sudah tidak terdapat lagi cartilago. Sel ini terletak lebar ke dalam daripada . Pelapis Alveolaris Epitel alveolus dengan endotil kapiler darah dipisahkan oleh lamina basalis. Saccus alveolaris dan Alveolus Ruangan yang berada diantara ductus alveolaris dan saccus alveolaris dinamakan atrium. Pada dinding bronchiolus respiratorius tidak ditemukan kelenjar. dindingnya penuh dengan anyaman kapiler darah yang saling beranastomose. kemudian epitelnya berganti dengan epitel kuboid selapis tanpa cilia. . Saluran ini tampak seperti pipa kecil yang panjang dan bercabang-cabang dengan dinding yang terputus-putus karena penonjolan sepanjang dindingnya sebagai saccus alveolaris. Sel alveolar kecil membatasi alveolus secara kontinyu.Bronchiolus Respiratorius Memiliki diameter sekitar 0. Saluran ini dikelilingi oleh alveoli sekitarnya. Di bawah sel epitel terdapat jaringan ikat kolagen yang berisi anyaman sel-sel otot polos dan serbut elastis. Sel alveolar besar ialah sel yang tampak sebagai dinding alveolus pada pengamatan dengan mikroskop cahaya. Pada dinding alveolus dibedakan atas 2 macam sel: . kadang diselingi oleh alveolus yang besar. Karena adanya alveoli pada dinding bronchiolus inilah maka saluran tersebut dinamakan bronchiolus respiratorius.sel kuboid yang disebut sel septal atau alveolar besar atau pneumosit tipe II. saluran ini mula-mula dibatasi oleh epitel silindris selapis bercilia tanpa sel piala.5mm. Bentuk dan ketebalan sel alveolar kecil tergantung dari derajat perkemangan alveolus dan tegangan sekat antara alveoli. Inti sel alveolus kecil ini gepeng. namun dapat diduga untuk mengalirkan udara apabila terjadi sumbatan pada salah satu bronchus. Kadang ditemukan lubang yang disebut porus alveolaris dan terdapat sinus pemisah(septa) antara 2 alveoli. Fungsi lubang tersebut belum jelas. Alveolus merupakan gelembung berbentuk polyhedral yang berdinding tipis. Ductus Alveolaris Bronchiolus respiratorius bercabang menjadi 2-11 saluran yang disebut ductus alveolaris. Yang menarik. Dinding ductus alveolaris diperkuat dengan adanya serabut kolagen elastis dan otot polos sehingga merupakan penebalan muara saccus alveolaris. Disana-sini terdapat penonjolan dinding sebagai alveolus dengan sebagian epitelnya melanjutkan diri.sel epitel gepeng ( squamous pulmonary epitheal atau sel alveolar kecil atau pneumosit tipeI).

Pada beberapa penyakit jantung sel-sel tersebut mengandung butir-butir hemosiderin hasil fagositosis pigmen eritrosit Pembuluh Darah Sebagian besar pulmo menerima darah dari arteri pulmonalis yang bertripe elastis. Darah akan kembali sebagian besar melalui vena pulmonalis disamping vena bronchialis. Fagosit Alveolar.(2) 1. Sec et te ebut din m k n „Su f ct nt‟.Sitoplasma sel epitel alveolus. Thorax. .Sitoplasma endotel kapiler darah. Cabang arteri ini masuk melalui hilus pulmonalis dan bercabang-cabang mengikuti percabangan bronchus sejauh bronchioli respiratorius. dan memberi anyaman kapiler di sekeliling alveolus. Kadang-kadang tampak bangunan ini terdapat dipermukaan sel seperti gambaran sekresi sel kelenjar. 2002. . Dari sini arteri tersebut memberi percabangan menuju ke ductus alveolaris. Pulmonalis dan vena pulmonalis terutama untuk pertukaran gas dalam alveolus. sebagai cabang serta mengikuti bronchus dengan cabang-cabangnya. 32-79.Membrana basalis epitel alveolus. Karena mereka mengandung debu maka disebut sel debu.pneumosit type I. p. Disamping itu terdapat arteri bronchialis yang lebih kecil. Terdapat anastomosis dengan kapiler dari arteri pulmonalis. Anatomi Klinis Dasar. tetapi melalui jaringan pengikat di antara lobulus dan segmen. Diduga benda-benda ini merupakan cadangan zat yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan dan mempertahankan bentuk dan besar alveolus. Sel Debu (Dust cell) Hampir pada setiap sediaan paru-paru ditemukan fagosit bebas. Jakarta: Hipokrates. Dalam: Sadikin V. Vena yang menampung darah dari venula tidak selalu seiring dengan arterinya. . Kompleks golginya sangat besar disertai granular endoplasma reticulum dengan ribosom bebas.Membrane basalis yang meliputi endotel kapiler darah . Saputra V (editor). Moore KL. Arteri ini diperlukan untuk nutrisi dinding bronchus termasuk kelenjar dan jaringan pengikat sampai di bawah pleura. Agur AMR. Udara di dalam alveolus dan darah dalam kapiler dipisahkan oleh: . Venula menampung darah dari anyaman kapiler di pleura dan dinding penyekak alveolus.

(1985). Jakarta : Buku Kedokteran EGC.2. T. C. 352-359. Leeson. Hal. A. dan Paparo.S. Leeson.A. Buku Ajar Histologi. Edisi Kelima. ..R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful