P. 1
kualitatif

kualitatif

|Views: 250|Likes:
Published by Muh Tahir Alqadry
kumpulan tulisan tentang penelitian kualitatif
kumpulan tulisan tentang penelitian kualitatif

More info:

Published by: Muh Tahir Alqadry on Feb 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2015

pdf

text

original

Cara Membuat Topik Tesis yang Dahsyat

Langkah pertama yang harus anda lakukan saat membuat tesis adalah menentukan topik. Biasanya diikuti pembuatan proposal dan tesis sebenarnya. Bukankah Anda merasa kesulitan menentukan topik tesis. Ya, hal ini memang menyebalkan. Tapi jangan khawatir, setelah membaca tips berikut ini Anda akan merasa menentukan topik tesis itu sangat mudah. Terdengar terlalu hebat? baca terus. Saat menentukan topik tesis, Anda sngat mungkin akan merasakan kesulitan akibat beberapa hal berikut:
      

Sama sekali blank Khawatir topik yang Anda pilih tidak memadai untuk Tesis. Khawatir topik Anda akan buntu di tengah jalan. Khawatir sama dengan yang lain. Terlalu umum Terlalu dangkal Khawatir tidak ada literatur pendukung

Percayalah, sebagian besar pembuat Tesis merasakan hal yang sama. Termasuk saya. Tapi jangan biarkan hal-hal itu menghentikan proses membuat Tesis Anda. Dan jangan khawatir, saat Anda membaca tulisan ini, sedikit demi sedikit masalahmsalah tadi akan terpecahkan dengan sendirinya. Tidak percaya? Ok, saya akan mulai. Hal pertama yang harus Anda ketahui tentang Tesis adalah bahwa Tesis umumnya akan meneliti "pengaruh". Saya ulangi lagi kata kunci ini : PENGARUH. Jika Anda ragu-ragu dengan pernyataan saya, pergilah ke Perpustakaan dan lihatlah judul-judul yang ada. Anda akan melihat bahwa sebagian besar dari Judul Tesis yang ada menggunakan kata itu "PENGARUH" atau jika dalam bahasa Inggris "Effect". Tesis umumnya akan meneliti pengaruh suatu variabel independen terhadap variabel independen. Contoh judul Tesis adalah seperti ini "Pengaruh Bulan Perdagangan terhadap harga saham". Contoh lain "Pengaruh merek, harga dan kualitas terhadap penjualan handphone". Anda lihat, selalu ada kata pengaruh kan? Mengapa kata pengaruh / effect ini penting? karena kata ini akan membantu Anda dalam menentukan apakah sebuah topik layak untuk Anda lanjutkan. Ok, untuk bagian ini, Anda sudah mendapat sebuah kata kunci yang penting dalam pembuatan Tesis yaitu "PENGARUH". Dalam posting berikutnya kita akan sedikit membahas tentang cara pembuatan teori, dan dilanjutkan dengan jurus jitu menentukan topik Tesis.

Lanjutkan baca ke Posting berikutnya. Salam hangat.

Penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”. Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam. Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan interviewer atau moderator group periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas dan untuk menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari interviewer atau moderator group. Jenis penelitian yang sering kurang dilakukan dari survei karena mahal dan sangat efektif dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan komunikasi dan tanggapan dan pandangan tentang komunikasi tertentu. Dalam hal ini sering metode pilihan dalam kasus di mana pengukuran atau survei kuantitatif tidak diperlukan. Proposal Penelitian Kualitatif (Skripsi) Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistickontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan

dan berakhir dengan suatu “teori”. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan cirri-ciri naturalistic yang penuh keotentikan. sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. TujuanPenelitian Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini. untuk maksud apa peelitian ini dilakukan. induktif. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan. Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas. Konteks Penelitian atau Latar Belakang Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian. Dengan kata lain. (Lihat juga membuat pendahuluan skripsi ) 2. Kegunaan Penelitian Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Pertanyaanpertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data. Dalam penelitian kuantitatif. memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas. 4. 3.cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Format Proposal Penelitian Kualitatif 1. Oleh karena itu. Landasan Teori Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan. Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Apabila digunakan istilah rumusan masalah. sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik. dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian. . 5. penelitian berangkat dari teori menuju data.

Instrumen selain manusia dapat pula digunakan. Misalnya data . kebudayaan. analisis data. grounded theory. siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian. sumber data. ekologis. atau penelitian kelas. misalnya letak geografis. da teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. struktur organisasi. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas.6. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan. peneliti pernah bekerja di situ. partisipatoris. Lokasi Penelitian Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. atau kritik seni (hermeneutik). tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. keunikan. atau pengamat penuh. dan suasana seharihari. dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. prosedur pengumpulan data. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik. Oleh karena itu. a. studi kasus. interaksi simbolik. lokasi penelitian. Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis. kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. dan dengan cara bagaimana data dijaring. misalnya fenomenologis. pengamat partisipan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh. program. b. d. c. interaktif. sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala. bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi). Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan. peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Metode Penelitian Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian. bagaimana karakteristiknya. dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. dan tahap-tahap penelitian. sumber data. pengecekan keabsahan data. etnometodologis. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada bagian II peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Kehadiran Peneliti Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. penelitian tindakan. atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti. bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu. kehadiran peneliti. Dengan pemilihan lokasi ini. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan. Sumber Data Pada bagian ini dilaporkan jenis data.

Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah. Dalam penelitian kualitatif. pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola. logika. misalnya observasi partisipan. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferrability). etika. dan analisis tema. Analisis ini melibatkan pengerjaan. peneliti.dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling). dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability) . Analisis Data Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara. wawancara mendalam. teori). analisis taksonomis. dengan teknik-teknik misalnya analisis domain. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional. misalnya matriks dan logika. analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data. subjek. dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). e. triangulasi(menggunakan beberapa sumber. dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. pengorganisasian. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data. atau estetika. metode. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik. dan dokumentasi. Pengambilan sampel dikenakan pada situasi. dan pengecekan anggota. ketergantungan pada konteksnya (dependability). Pengecekan Keabsahan Temuan Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi. catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. pengungkapan hal yang penting. analisis kasus negatif. pembahasan sejawat. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas da struktur. format ringkasan rekaman data. maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan mengunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan. h. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman. Prosedur Pengumpulan Data Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan. f. Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. (lihat analisis ) g. dan waktu. pelacakan kesesuaian hasil. bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). informan. Tahap-tahap Penelitian . analisis komponensial. observasi yang diperdalam.

A. kota tempat penerbitan. Oleh karena itu. 7. dan 5. peneliti adalah instrumen kunci. peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya. laporan terinci dari pandangan responden. Dalam penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. masalah penelitian. Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi: 1. Artinya. peneliti membuat suatu gambaran kompleks. nama tengah. topik. tema. 2. tesis. pengembangan desain. Sebaliknya. 1998:15). meneliti kata-kata. Pengantar Dalam penelitian sosial. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas. menganalisis. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir. nama penerbit. tahun penerbitan 3. Daftar Rujukan Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas. tanpa gelar akademik. dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. untuk mengembangkan teori. dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell. bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. sampai pada penulisan laporan. nama awal. Tatacara penulisan daftar rujukan. tingkat variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. untuk memahami interaksi sosial. Bogdan dan Taylor (Moleong. dan judul penelitian berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Pada pendekatan ini. . penelitian sebenarnya.Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. termasuk subjudul 4. dan meneliti sejarah perkembangan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas. untuk mengetahui makna yang tersembunyi. semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi. untuk memastikan kebenaran data. judul.

singkat dan jelas serta mengisyaratkan fenomena dan fokus kajian penelitian. menyajikan secara rinci metode yang digunakan dalam proses penelitian. 3. 4. Penulisan judul sedapat mungkin menghindari berbagai tafsiran yang bermacam-macam dan tidak bias makna. 5. juga dapat merangsang minat dan selera orang lain untuk membacanya. Judul. yaitu: 1. menyajikan seluruh temuan penelitian yang . Temuan–temauan penelitian. 2. Perspektif teoritis dan kajian pustaka. Sistematika Penelitian Kualitatif Judul Abstrak Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Bab I Pendahuluan Konteks Penelitian Fokus Kajian Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Bab II Perspektif Teoritis dan Kajian Pustaka Bab III Metode Penelitian Pendekatan Batasan Istilah Unit Analisis Deskripsi Setting Penelitian Pengumpulan Data Analisis Data Keabsahan data Bab IV Hasil dan pembahasan Bab VI Kesimpulan dan saran Daftar pustaka Lampiran Penjelasan secara ringkas keseluruhan unsur yang ada dalam penelitian kualitatif. perspektif teori menyajikan tentang teori yang digunakan sebagai perpektif baik dalam membantumerumuskan fokus kajian penelitian maupun dalam melakukan analisis data atau membahas temuan-temuan penelitian. Metode yang digunakan. ditulis sesingkat mungkin tetapi mencakup keseluruhan apa yang tertulis di dalam laporan penelitian. Abstrak. Sementara kajian pustaka menyajikan tentang studistudi terdahulu dalam konteks fenomena dan masalah yang sama atau serupa.B. Abstrak penelitian selain sangat berguna untuk membantu pembaca memahami dengancepat hasil penelitian.

Analisis temuan– temuan penelitian. dan bukan kesan selintas peneliti apalagi hasil karangan atau manipulasi peneliti itu sendiri. . Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami. Grounded theory Walaupun suatu studi pendekatan menekankan arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah individu. Penundaan ini biasa disebut epoche (jangka waktu). atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap turning point moment atau epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang. C. peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku. Fenomenologi Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Jenis-jenis Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif memiliki 5 jenis penelitian. Konsep epoche adalah membedakan wilayah data (subjek) dengan interpretasi peneliti. peneliti harus kembali mencermati secara kritis dan hati-hati terhadap perspektif teoritis yang digunakan. 6. Situasi di mana individu saling berhubungan. 3. Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri. Biografi Penelitian biografi adalah studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip. sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Pendekatan fenomenologi menunda semua penilaian tentang sikap yang alami sampai ditemukan dasar tertentu. 4. tujuan pendekatan grounded theory adalah untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu . Etnografi Etnografi adalah uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial. Temuan-temuan penelitian yang disajikan dalam laporan penelitian merupakan serangkaian fakta yang sudah direduksi secara cermat dan sistematis. Menurut Creswell (1998:54). yaitu: 1. Hasil temuanmemrlukan pembahasan lebih lanjut dan penafsiran lebih dalam untuk menemukan makna di balik fakta. bertindak. 2. Dalam melakukan pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian.diorganisasikan secara rinci dan sistematis sesuai urutan pokok masalah atau fokus kajian penelitian. Konsep epoche menjadi pusat dimana peneliti menyusun dan mengelompokkan dugaan awal tentang fenomena untuk mengerti tentang apa yang dikatakan oleh responden. Inti dari pendekatan grounded theory adalah pengembangan suatu teori yang berhubungan erat kepada konteks peristiwa dipelajari.

peristiwa. dan perasaan. dan kontrol emosi negatif. aktivitas. dan interaksi dalam kelompok. . kegiatan. Sebagai proses. dan kepekaan nonverbal.kebiasaan. dan kasus yang dipelajari berupa program. untuk menjawab pertanyaan. memiliki pengambilan data yang mendalam. Metode Pengumpulan Data Beberapa metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. sensitifitas pertanyaan. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai. yaitu: 1. dan menyertakan berbagai sumber informasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang peneliti saat mewawancarai responden adalah intonasi suara. objek. dan cara hidup. berikan kesan positif. waktu. yaitu autoanamnesa (wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden) dan aloanamnesa (wawancara dengan keluarga responden). kejadian atau peristiwa. jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum building raport. mulai dengan informasi fakta. di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. hindari pertanyaan multiple. dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara. pelaku. dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut. Observasi Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat). Beberapa tips saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan yang mudah. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat. Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. ulang kembali jawaban untuk klarifikasi. Studi kasus Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci. perbuatan. etnografi melibatkan pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok. Peneliti mempelajari arti atau makna dari setiap perilaku. atau individu. kontak mata. D. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian. 2. bahasa. Dalam mencari informasi. Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah penelitian. untuk membantu mengerti perilaku manusia. 5. dimana dalam pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam keseharian hidup responden atau melalui wawancara satu per satu dengan anggota kelompok tersebut. Wawancara Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. peneliti melakukan dua jenis wawancara. kecepatan berbicara.

klipping. dan observasi kelompok tidak terstruktur. data di server dan flashdisk. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. catatan harian. data tersimpan di website. Tahap tersebut berupa tahap kanak-kanak. yaitu: 1. intensitas atau kekuatan respon.Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif. • Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden. foto. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat. observasi tidak terstruktur. yaitu: a. Mengorganisir file pengalaman objektif tentang hidup responden seperti tahap perjalanan hidup dan pengalaman. jumlah dan durasi. yaitu otobiografi. Dokumen Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Biografi Langkah-langkah analisis data pada studi biografi. E. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. cenderamata. • Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. Beberapa bentuk analisis data dalam penelitian kualitatif. buku atau catatan harian. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif di dasarkan pada pendekatan yang digunakan. remaja. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti. dokumen pemerintah atau swasta. yaitu observasi partisipasi. 4. • Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus. Focus Group Discussion (FGD) Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah topografi. dan kualitas perilaku. stimulus kontrol (kondisi dimana perilaku muncul). laporan. memorial. dewasa dan lansia yang ditulis secara kronologis atau seperti . dan sebagainya. artefak. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam. surat-surat pribadi. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek. dan lain-lain. 3.

c. peneliti membentuk kategori informasi tentang peristiwa . kemudian memberi interpretasi pada pengalaman hidup individu. riwayat hidup responden di tulis dengan berbentuk narasi yang berfokus pada proses dalam hidup individu. Pernyataan tersebut kemudian di kumpulkan ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran tentang bagaimana pengalaman tersebut terjadi. d. c. serta mencari epipani dari kisah tersebut. seperti interaksi sosial didalam sebuah kelompok. pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pertanyaan maupun pernyataan yang bersifat repetitif atau tumpang tindih dihilangkan. f. ideologi. Selanjutnya peneliti mengembangkan uraian secara keseluruhan dari fenomena tersebut sehingga menemukan esensi dari fenomena tersebut. Open coding. Peneliti kemudian memberikan penjelasan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengalaman responden mengenai fenomena tersebut. Menemukan dan mengelompokkan makna pernyataan yang dirasakan oleh responden dengan melakukan horizonaliting yaitu setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan memiliki nilai yang sama. Kemudian mengembangkan textural description (mengenai fenomena yang terjadi pada responden) dan structural description (yang menjelaskan bagaimana fenomena itu terjadi). f. Selanjutnya. sehingga yang tersisa hanya horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk atau penyusun dari phenomenon yang tidak mengalami penyimpangan). gabungan dari gambaran tersebut ditulis. e. g. pernikahan. Membaca data secara keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting kemudian melakukan pengkodean data. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. 3. Membuat laporan pengalaman setiap partisipan. Peneliti memulai mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang fenomena pengalaman yang telah dikumpulkan. Setelah itu. Kisah yang didapatkan kemudian diatur secara kronologis. yaitu: a. c. budaya. d. dan konteks sejarah. Mengorganisir data b. Fenomenologi Langkah-langkah analisis data pada studi fenomenologi. teori yang berhubungan dengan pengalaman hidupnya dan keunikan hidup individu tersebut. Peneliti juga melihat struktur untuk menjelaskan makna. b. Selanjutnya peneliti mengidentifikasi dan mengkaji makna kisah yang dipaparkan. Kemudian. dan pekerjaan. e. 2.pengalaman pendidikan. Grounded theory Langkah-langkah analisis data pada studi grounded theory. yaitu: a. Membaca keseluruhan kisah kemudian direduksi dan diberi kode. b.

peneliti mengidentifikasi suatu jalan cerita dan mengintegrasikan kategori di dalam model axial coding. d. Selective coding. d. f. e. 4. analisis kasus negatif. dan sumber data kualitatif yang kurang credible akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian. dan kondisi ekonomi yang mempengaruhi peristiwa. membandingkan dengan hasil penelitian lain. Etnografi Langkah-langkah analisis data pada studi etnografi. b. 5. Peneliti menetapkan pola dan mencari hubungan antara beberapa kategori. e. Mengorganisir informasi. triangulasi. e. menyelidiki kondisikondisi yang menyebabkannya. atau uraian. Kredibilitas Apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. mengidentifikasi setiap kondisi-kondisi. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan mengembangkan generalisasi natural dari kasus baik untuk peneliti maupun untuk penerapannya pada kasus yang lain. c. peneliti mengidentifikasi suatu peristiwa. Oleh karena itu. alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol. observasi yang detail. yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif. Membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya. Mengorganisir file. gambar. Menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti. Keabsahan Data Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal. Menyajikan presentasi baratif berupa tabel. d. Selanjutnya peneliti boleh mengembangkan dan menggambarkan suatu acuan yang menerangkan keadaan sosial. Memperpanjang masa pengamatan memungkinkan peningkatan derajat . yaitu: a. c. Studi kasus Langkah-langkah analisis data pada studi kasus. per debriefing. Beberapa kriteria dalam menilai adalah lama penelitian. dibutuhkan beberapa cara menentukan keabsahan data.dipelajari. dan menggambarkan peristiwa tersebut. b. Axial coding. Cara memperoleh tingkat kepercayaan hasil penelitian. Menginterpretasi penemuan. yaitu: 1. sejarah. yaitu: a. yaitu: a. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. F. dan member check. Menyajikan secara naratif. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode.

Pengamatan yang terus menerus.kepercayaan data yang dikumpulkan. b. Reliabilitas Reliabilitas penelitian kualitatif dipengaruhi oleh definisi konsep yaitu suatu konsep dan definisi yang dirumuskan berbeda-beda menurut pengetahuan peneliti. untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang diteliti. 3. 4. dan menggunakan konsepkonsep ketika membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan.(IAHS) Penelitian Kualitatif OPINI | 11 February 2011 | 07:53 1715 10 2 dari 2 Kompasianer menilai bermanfaat (Pengertian Data. G. 2. situasi dan kondisi sosial. Analisis Data dan Cara Menganalisis Data Kualitatif) . Konfirmabilitas yaitu apakah hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya dimana hasil penelitian sesuai dengan data yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan lapangan. Transferabilitas yaitu apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain. pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Mengadakan member check yaitu dengan menguji kemungkinan dugaandugaan yang berbeda dan mengembangkan pengujian-pengujian untuk mengecek analisis. dan untuk membangun kepercayaan para responden terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. serta hubungan peneliti dengan responden. Hal ini dilakukan dengan membicarakan hasil penelitian dengan orang yang tidak ikut dan tidak berkepentingan dalam penelitian dengan tujuan agar hasil dapat lebih objektif. metode pengumpulan dan analisis data. Dependability yaitu apakah hasil penelitian mengacu pada kekonsistenan peneliti dalam mengumpulkan data. d. status dan kedudukan peneliti dihadapan responden. c. serta memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. bisa mempelajari kebudayaan dan dapat menguji informasi dari responden. serta denganmengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang data. Peer debriefing (membicarakannya dengan orang lain) yaitu mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Triangulasi. e. membentuk. dengan mengaplikasikannya pada data.

memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas. penelitian berangkat dari teori menuju data. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam(Wikipedia: 2009) Menurut Brannen (1997: 9-12). Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. mengikuti asumsi cultural. Perbedaan penting keduanya. penelitian interpretif. penelitian kualitatif justru sebaliknya. humanistik dan studi kasus. penelitian naturalistik. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. dan mengikuti data. Metode kualitatif menggunakan beberapa bentuk pengumpulan data seperti transkrip wawancara terbuka. Jika penelitian kuantitatif selalu menentukan data dengan variabel-veriabel dan kategori ubahan. penelitian fenomenologik. penelitian post positivistic. Data tersebut dianalisis dengan tetap mempertahankan keaslian . Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalampenelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. peneliti sebagai instrument pengumpul data. terletak pada pengumpulan data. sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data. dan berakhir dengan suatu “teori”. hermeneutic. Asumsi dan aturan berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan dan argumentasi.Oleh: HALIM MALIK Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Dalam penelitian kuantitatif. Tradisi kualitatif. terutama individu. penelitian lapangan. Penelitian kualitatif (termasuk penelitian historis dan deskriptif) adalah penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik. Penelitian kualitatif lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi. statistik atau komputer. Berbagai pendekatan tersebut dapat dikenal melalui berbagai istilah seperti: penelitian kualitatif. dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan. Proses penelitian dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. secara epistemologis memang ada sedikit perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif mencakup berbagai pendekatan yang berbeda satu sama lain tetapi memiliki karakteristik dan tujuan yang sama. Penelitian kualitatif banyak diterapkan dalam penelitian historis atau deskriptif. penelitian etnografik. deskripsi observasi. Landasanteori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. serta analisis dokumen dan artefak lainnya. Dalam penelitian kualitatif informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap obyektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri.

sejarah kehidupan. yang berguna untuk membangun dan mengarahkan pada pengembangan pengertian yang mendalam atas dasar setting orang-orang yang diteliti. pada prinsipnya berbeda dengan analisis pada data kuantitatif. cerita rakyat. Jika pada penelitian kuantitatif. Sementara Barney G. 2003: 5-7). Penggunaannya bermacam-macam seperti: (1) materi itu bisa dipakai terutama pada hari-hari permulaan penelitian. oleh para ilmuwan sosial untuk tujuan tertentu mereka kebanyakan menggunakan dokumen yang dihasilkan oleh orang lain seperti: surat-surat. Pada saat itu secara kontinyu atau on going peneliti mulai menggunakan data yang ada untuk mencapai tujuan penelitian yaitu memecahkan fokus penelitian. Data tersebut biasanya masih berupa data kasar di antaranya seperti: catatan kancah yang sumbernya bermacam-macam. novel serta berbagai bentuk non fiksi cenderung dipakai untuk penggunaan tujuan-tujuan tertentu. Hal ini dilakukan karena tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena dari sudut pandang partisipan. Sehingga pendekatan kualitatif umumnya bersifat induktif. Data kualitatif dapat diberi dalam bentuk ordinal atau rangking (skala yang diurutkan dari jenjang terendah atau sebaliknya). Glasser dan Anselm L. adalah semua informasi yang berupa test. Setiap peneliti selalu melakukan kegiatan pengumpulan data atau informasi dari lapangan dan kemudian mereka akan memperoleh data kualitatif yang banyak. analisis data dilakukan setelah proses pengumpulan data dari lapangan. 1. Data yang ada tanpa melalui angka administrasi secara sistematis dan selanjutnya dianalisis. tape recorder. ringkasan dokumen dan sebagainya. langkah analisis telah dimulai sejak peneliti terjun ke kancah untuk mengambil data yang pertama kali melalui kegiatan refleksi. email. Pengertian Data Kualitatif Data kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan kategorisasi. sit com. dan tindakan. Strauss mengatakan bahwa sumber-sumber data kualitatif baru. biografi. karakteristk berwujud pertanyaan atau berupa kata-kata. maka pada penelitian kualitatif. termasuk sebagai tulisan tangan. seperti dalam penelitian tentang kewiraswastaan atau partai politik. konteks sosial dan institusional. Menurut Lofland & Lofland (1984: 47) sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata. misalnya . Analisis data dalam penelitian kualitatif. otobiografi. (2) sumber-sumber kualitatif ini dipakai untuk analisis deskriptif. catatan memori bahan pidato.teks yang memaknainya. Yang dimaksud data kualitatif menurut Ryan dan Bernard (2002). selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Data ini biasanya didapat dari wawancara dan bersifat subjektif sebab data tersebut ditafsirkan lain oleh orang yang berbeda (Riduan. untuk membantu peneliti memahami bidang substantive yang telah ditentukan untuk dikaji.

Rangkaian terbatas dari materi kualitatif yang digunakan oleh para sosiolog ini sebagian besar karena mereka kebetulan memfokuskan diri pada verifikasi. atau cita rasa yang sedang berubah di satu negara. Untuk sebagian besar peneliti. serta memuat penjelasan tentang proses-proses yang terjadi dalam lingkup setempat. data tersebut membantu para peneliti untuk melangkah lebih jauh dari praduga dan kerangka kerja awal. Kata-kata. 1992: 1). dan memperoleh penjelasan yang banyak dan bermanfaat. yang dikombinasikan dengan dokumen “latar belakang” apa saja yang mungkin diperlukan untuk membuat penelitian itu sejajar dengan konteks. Selama pengumpulan data berlangsung. Dengan data kualitatif kita dapat mengikuti dan memahami alur peristiwa secara kronologis. dan penuh makna.menganalisis tradisi ilmu pengetahuan politik dan sejarah. penarikan kesimpulan/verifikasi. pengabstakan. Data kualitatif lebih condong dapat membimbing kita untuk memperoleh penemuan-penemuan yang tak diduga sebelumnya dan untuk membentuk kerangka teoritis baru. khususnya bilamana disusun ke dalam bentuk cerita atau peristiwa.Reduksi Data. dan pendekatan pengumpulan data mana yang dipilihnya. Sebagian sosiolog tidak pernah memikirkan perpustakaan sebagai satu sumber data riil untuk penelitian mereka. Reduksi data berlangsung terus-menerus selama proyek yang berorientasi penelitian kualitatif berlangsung. Penggunaan data kualitatif ini sudah meluas dan sangat bermanfaat. reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan. tapi sudah diarahkan pada sosiologi. membuat gugus-gugus. menelusur tema. Yang terpenting dalam analisis data kualitatif Menurut Miles & Huberman (1992: 16) “Bahwa analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data. menilai sebab-akibat dalam lingkup pikiran orang-orang setempat. terjadilan tahapan reduksi selanjutnya (membuat ringkasan. data kualitatif ini sebenarnya mirip dengan hasil kerja lapangan dan interview. sampai laporan akhr lengkap tersusun. membuat memo). permasalahan penelitian. Seperti yang dikemukakan oleh Smith 1978 (Miles & Huberman. penyajian data. mempunyai kesan yang lebih nyata. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Antisipasi akan adanya reduksi data sudah tampak waktu penelitiannya memutuskan (acapkali tanpa disadari sepenuhnya) kerangka konseptual wilayah penelitian. 2. pembuat kebijakan. . Reduksi data/transfoemasi ini berlanjut terus sesudah penelian lapangan. mengkode. satu kelompok. . membuat partisi. seperti bila isi novel atau surat kabar dikaji tentang apa yang ditampilkan dari satu zaman. hidup. penemuanpenemuan dari penelitian kualitatif mempunyai “mutu yang tak dapat disangkal”. Data kualitatif merupakan sumber-sumber dari deksripsi yang sangat luas dan berlandaskan kokoh. (3) dibentuklah kajian-kajian khusus yang sangat empiris. dan transformasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. praktisi daripada halaman-halaman yang penuh dengan angka-angka. peneliti lainnya. seringkali jauh lebih meyakinkan pembacanya.

menggolongkan. dsb. . dan kecocokannya.Penyajian Data. jaringan dan bagan.Reduksi data merupakan bagian dari analisis. “bahwa analisis data pada umumnya mengandung tiga kegiatan yang saling terkait yaitu (a) kegiatan mereduksi data. dan menentukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah terus melangkah melakukan analisis yang menurut saran yang dikisahkan oleh penyajian sebagai sesuatu yang mungkin berguna. Miles & Huberman membatasi suatu “penyajian” sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. suatu tinjauan ulang pada catatan-catatan lapangan.Menarik Kesimpulan. tetapi tindakan ini tidak selalu bijaksana. . dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Singkatnya. yakni yang merupakan validitasnya. yang meliputi: berbagai jenis matrik. yakni: melalui seleksi yang ketat. melalui ringkasan atau uraian singkat. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan. Pendapat di atas sejalan dengan pendapat Moleong (1989: 190). Verifikasi itu mungkin sesingkat pemikiran kembali yang melintas dalam pikiran penganalisis (peneliti) selama ia menulis. (b) menampilkan data. Kesimpulankesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Kadangkala dapat juga mengubah data ke dalam angka-angka atau peringkat-peringkat. Penarikan kesimpulan menurut Miles & Huberman hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. grafik. membuang yang tidak perlu. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. atau mungkin menjadi begitu seksama dan makan tenaga dengan peninjauan kembali serta tukar pikiran di antara teman sejawat untuk mengembangkan “kesepakatan intersubjektif” atau juga upaya-upaya yang luas untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat data yang lain. Sementara Sukardi (2006: 72). mengatakan “Bahwa Ada beberapa elemen penting dalam analisis data yang penting dalam analisis data kualitatif yang perlu terus diingat oleh setiap peneliti dalam melakukan kegiatan analisis data adalah sebagai berikut: . Dengan “reduksi data” peneliti tidak perlu mengartikannya sebagai kuantifikasi. makna-makna yang muncul dari data yang lain harus diuji kebenarannya. mengarahkan. Data kualitatif dapat disederhanakan dan transformasikan dalam aneka macam cara. Dengan demikian seorang penganalisis dapat melihat apa yang sedang terjadi. kekokohannya. menggolongkan-nya dalam satu pola yang lebih luas. dan (c) melakukan verifikasi untuk membuat kesimpulan”. Mereka meyakini bahwa penyajianpenyajian yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid.

Menampilkan Data Pada proses ini peneliti berusaha menyusun data yang relevan. seorang peneliti pada umumnya dihadapkan pada dua kemungkinan strategi atau taktik penting. langkah berikutnya adalah membuat rangkuman untuk setap kontak atau pertemuan dengan responden. sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu dengan cara menampilkan dan membuat hubungan antar variabel agar peneliti lain atau pembaca laporan penelitian mengerti apa yang telah terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk mencapai tujuan penelitian. yaitu: (1) memaknai analisis spesifik. Kegiatan lain yang masih termasuk dalam mereduksi data yaitu kegiatan memfokuskan. Verifikasi Data Pada langkah verifikasi peneliti sebaiknya masih tetap mampu. Untuk dapat menggambarkan dan menjelaskan kesimpulan yang memiliki makna. Setelah dikaji. di samping tetap menuju ke arah kesimpulan yang sifatnya terbuka. adalah merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap peneliti karena dengan display yang baik merupakan satu langkah penting untuk menuju kea rah jalan lancer untuk mencapai analisis kualitatif yang valid dan handal. di mana langkah pengumpulan data dinyatakan berakhir. ini merupakan kegiatan kontinyu dan oleh karena itu peneliti perlu sering memeriksa dengan cermat hasil catatan yang diperoleh dari setiap terjadi kontak antara peneliti dengan responden. Kegiatan yang tidak dapat dipisahkan ini disebut membuat abstraksi. Bahkan pada langkah verifikasi ini sebagian peneliti juga masih kadang ragu-ragu untuk meyakinkan dirinya apakah mereka dapat mencapai pada tingkat final. c. b. yaitu membuat ringkasan yang inti. menyederhanakan dan mentransfer dari data kasar ke catatan lapangan.a. Reduksi Data Proses analisis data mestinya dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Dalam merangkum data biasanya ada satu unsur yang tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan tersebut. dan persyaratan yang berasal dari responden tetap dijaga. (2) menarik serta menjelaskan kesimpulan. Penampilan atau display data yang baik dan tampak jelas alur pikirnya. Dari rangkuman yang dibuat ini kemudian peneliti melakukan reduksi data yang kegiatannya mencakup unsurunsur spesifik termasuk (1) proses pemilihan data atas dasar tingkat relevansi dan kaitannya dengan setiap kelompok data. (3) membuat koding data sesuai dengan kisi-kisi kerja penelitian. 1. juga peneliti masih dapat menerima masukan data dari peneliti lain. proses. Taktik untuk Memaknai . Pengelompokkan data dalam satuan yang sejenis ini juga dapat diekuivalenkan sebagai kegiatan kategorisasi/variable. (2) menyusun data dalam satuansatuan sejenis. Dalam penelitian kualitatifnaturalistik.

dan kemudian dikaitkan dengan methapore gejala yang ada. menjelaskan pola uraian. (3) mengelompokkan atau clustering. 2000: 103) mendefinisikan “analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti disarankan oleh dan sebagian data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu. kategori. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. termasuk dalam hal ini menjumlahkan dari particular kea rah general. seorang peneliti dapat menilai melalui beberapa metode seperti: mengecek representativenes atau keterwakilan data. Mengkonfirmasi Makna Untuk mengetahui kualitas data.Menurut Huberman bahwa manusia merupakan penemu makna. (11) akhirnya membangun konsep-konsep dari teori yang bervariasi. (9) menentukan variebel perantara atauintervening variable. 2000: 103) “adalah proses mengatur urutan data. Data-data yang terkumpul banyak dan . (4) membantu para peneliti melihat “what goes with what” (apa yang terjadi dengan apa). dan satuan uraian dasar. 2. 3. mengecek dari pengaruh peneliti. yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis. (6) melihat keterkaitan mereka secara abstrak. mengecek melalui triangulasi. (5) mencapai integrasi antara di antara data-data yang berbeda. Ia membedakannya dengan penafsiran. membuat perbandingan atau mengkontraskan antara variabel. Selanjutnya Bogdan dan Taylor (Moleong. Dengan mengkonfirmasi makna dari data-data yang diperoleh dengan menggunakan satu cara atau lebih. Cara Menganalisis Data Kualitatif Analisis data menurut Patton (Moleong. (8) analisis analogi seperti yang dilakukan dalam teknik kuantitatif. Moleong menyimpulkan bahwa analisis data adalah suatu proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. Dari rumusan tersebut dapat digarisbawahi bahwa analisis data bermaksud pertama-tama mengorganisasikan data. melakukan pembobotan bukti dari sumber data-data yang dapat dipercaya. kategori. Jika dikaji definisi pertama menitikberatkan pada pengorganisasian data. sedangkan definisi kedua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. (10) membangun rantai logika dari data yang ada. (2) melihat kemungkinannya. Dan bila dicermati lebih jah Dia mengatakan bahwa ada beberapa cara cepat untuk menggerakkan dari semula gejala yang ada dan bergerak sehingga memiliki makna. diharapkan peneliti akan memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk mendukung tercapainya tujuan penelitian. dan mencari hubungan di antara dimensi-dimensi uraian. (7) factoring. yaitu mereka bisa mendapatkan arti suatu gejala yang semula berserakan menjadi memiliki makna arti mendalam tertentu dalam waktu relative cepat. Beberapa cara tersebut di antaranya yaitu (1) counting atau menghitung untuk menjelaskan apa yang ada di sama. dan penggunaan kasus ekstrim yang direalisasi dengan memaknai data out liers.

Tipologi Satuan Satuan atau unit adalah satuan suatu latar sosial. Uraian tentang proses analisis dan analisis data di atas akan mengikuti pokokpokok persoalan sebagai berikut: A. foto dsb. gambar. maka selanjutnya ialah mereduksi data yang dilakukan dengan jalan membuat abstraksi. biografi. Kategori-kategori itu dilakukan sambil membuat koding. Fungsi dan Prinsif Kategorisasi Moleong (2000: 193) mengatakan “Kategorisasi berarti penyusunan kategori. mengelompokkan. Setelah dibaca dipelajari. dokumen berupa laporan. Setelah itu usahakan agar satuan-satuan itu diidentifikasi. dokumen pribadi. dokumen resmi. gambar. Penyusunan satuan ke dalam kartu indeks hendaknya dipahami oleh orang lain. dan sebagainya. foto. dan mengkategori-kannya. Langkah selanjutnya adalah menyusunnya dalam satuan-satuan. mengurutkan. Pada tahap ini analis hendaknya jangan dulu membuang satuan yang ada walaupun mungkin dianggap tidak relevan B. ditelaah. Analisis data dalam hal ini adalah mengatur.terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti. memberikan kode. Peneliti memasukannya ke dalam kartu indeks. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Kategorisasi 1. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif. yaitu dari wawancara. artikel. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti. dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya. pendapat. Selanjutnya Lincoln dan Guba (1985: 347-351) menguraikan kategorisasi sbb: Tugas pokok kategorisasi adalah (1) mengelompokkan kartu-kartu yang telah dibuat ke dalam . Pemrosesan Satuan 1. Satuan-satuan kemudian dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Tahap akhir dari analisis data ini. proses. pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan. Satuan merupakan alat untuk menghaluskan data. Penyusunan Satuan Langkah pertama dalam pemrosesan satuan ialah analisis hendaknya membaca dan mempelajari secara teliti seluruh jenis data yang sudah terkumpul. intuisi. atau criteria tertentu”. 1. mulailah kini tahap penafsiran data dalam mengolah hasil sementara menjadi substantif dengan menggunakan beberapa metode tertentu. Kategori tidak lain adalah salah satu tumpukan dari seperangkat tumpukan yang disusun atas dasar pikiran.

Langkah-Langkah Kategorisasi a. Pilihlah kartu kedua. b. . tempatkan kartu itu ke dalam tempat yang sama dengan kartu pertama. Yang dihasilkan seorang analis adalah seperangkat yang menyediakan konstruksi data yang beralasan. Ambil kartu-kartu yang telah terkumpul di dalam kategori dengan ukuran yang kritis. Lanjutkan kegiatan seperti ini seperti langkah-langkah selanjutnya. Kartu pertama ini mewakili entri pertama dari kategori yang akan diberi nama. Tampak sama berarti isinya itu benarbenar sama. Lanjutkan dengan langkah ketiga. f. keempat dan kelima. Kartu-kartu itu jangan dibuang karena masih akan digunakan untuk keperluan menelaah kembali . konflik atau ketidakcukupan akan semakin menonjol apabila proses ini berjalan terus. Jika hal itu telah ditangani dengan aturan yang telah direvisi. kartu-kartu yang ditumpukkan ke dalam kategori atas dasar pembentukan aturan sebelumnya hendaknya ditelaah kembali untuk memastikan bahwa kartu-kartu itu masih layak dipertahankan pada kategori itu.bagian-bagian isi. Dapat dikemukakan bahwa sejumlah kategori yang muncul tidak dapat dikatakan seperangkat kategori. jika ada kategori yang mendekati ukuran kritis sampai seluruh kartu telah diselesaikan. Buatlah keputusan atas dasar pengetahuan anda atas dasar intuisi. Buat dan susunlah pernyataan-pernyataan ydalam bentuk proporsional akan kawasan-kawasan yang merupakan cirri kartu yang sisa. Penyimpangan. 2. (3) menjaga agar setiap kategori yang telah disusun satu dengan lainnya mengikuti prinsip taat asas. Gabunglah cirriciri ke dalam aturan ilklusi. Sesudah kartu diproses analis akan merasakan bahwa ada satu kartu yang tidak cocok untuk ditempatkan pada kartu-kartu yang telah ditempatkan pada kategori sebelumnya ataupun tidak cocok untuk menyusun kategori yang baru. baca dan catat pula isinya. Jika demikian. c. Pilihlah kartu pertama di antara yang telah disusun pada penyusunan satuan. jika tidak maka kartu itu merupakan entri pertama untuk kategori kedua yang akan diberi nama. (2) merumuskan aturan yang menguraikan kawasan kategori dan yang akhirnya dapat digunakan untuk menetapkan inklusi setiap kartu pada kategori dan juga sebagai dasar untuk pemeriksaan keabsahan data. Untuk setiap kartu tetapkan apakah kartu itu tampak atau dirasakan sama dengan kartu-kartu yang telah ditempatkan di dalam kategori yang “mantap” ataukah kartu itu mewakili kategori baru. apakah kartu kedua ini tampak sama atau dirasakan sama dengan kartu pertama. e. Lanjutkan dengan kartu-kartu berikutnya. Tempatkan kartu itu pada satu sisi. Berilah kategori itu “nama” atau “judul” yang di dalamnya berisi esensi atauran itu untuk memudahkan pengelompokan berikutnya dan untuk mencatat secepatnya isi setiap kategori. Bacalah kartu itu dan catatlah isinya. d. dan hal demikian harus diselesaikan seperti pada langkah kelima. Tempatkan kartu itu pada tumpukan lain-lain.

proses pengapungan sama dengan proses pembentukan hipotesisi atau menyarankan kategori baru segera setelah subjek kategori yang dikenal ditemukan karena tuntutan logis situasi yang menghendakinya. . Kedua. j. Pemeriksaan itu dapat digunakan dengan menggunakan teknik-teknik pemeriksaan keabsahan data. Setelah selesai dianalisis. Terakhir analis harus menelaah sekali lagi seluruh kategori agar jangan sampai ada yang terlupakan. Apabila tumpukan kartu satuan sudah selesai diproses. Kemudian ia menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampah salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami. . yang menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan memperhitungkan distorsi pribadi. hendaknya diberikan pada kartu-kartu yang ditumpukkan ke dalam “lain-lain” kalau ada di antara kartu-kartu itu yang dapat ditumpukkanke dalam kartu lainnya. munculnya keteraturan yaitu rasa integritasi walaupun harus berhati-hati jangan sampai menarik kesimpulan yang keliru karena adanya keteraturan dengan cara yang amat sederhana. . h. terlalu diperluas yaitu perasaan peneliti terhadap banyaknya informasi yang digali. Kategori yang masih memerlukan data lainnya dapat dilakukan dengan mengikuti strategi seperti berikut: (1) perluasan. peneliti memulai dengan butirbutir yang diketahui tentang informasi yang dijadikan dasar untuk mengajukan pertanyaan atau sebagai petunjuk bagi pengujian dokumen. yang tidak diketahui dan tidak dipahami oleh peneliti dikaitkan agar menjadi sesuatu yang dipahami. kategori-kategori harus ditelaah untuk memeriksa adanya tumpang tindih. Ada empat kriteria: kehabisan sumber.Ketekunan Pengamatan. keseluruhan perangkat kategori ditelaah lagi.g. Akhirnya menetapkan menghentikan pengumpulan dan pemrosesan “keputusan”. adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. sebelum menafsirkan penulis wajib mengadakan pemeriksaan terhadap keabsahan data. dipihak lain perpanjangan keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subjek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. perangkat kategori itu harus diuji untuk menemukan hubungan di antara sesamanya.Pertama. berarti bahwa peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesi-nambungan terhadap factorfaktor yang menonjol. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya. i.Triangulasi. Ketiga. (3) pengapungan.perpanjangan keikutsertaan. yaitu: . (2) pengaitan.

atau lain-lain yang relevan. etika. hubungan dan penafsirannya. Uraiannya harus mengungkap secara khusus segala sesuatu yang dibutuhkan oleh pembaca agar ia dapat memahami penemuan-penemuan yang diperoleh. (3) rekonstruksi data dan hasil sistesis. dan Lincoln dan Guba. kategori. dilakukan dengan jalan mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan pembanding. . Misalnya ikhtiar wawancara dapat diperlihatkan untuk dipelajari oleh satu atau beberapa anggota yang terlibat dan mereka diminta pendapatnya. yaitu setiap hari pada waktu peneliti bergaul dengan subjeknya. . termasuk di dalamnya penulisan secara lengkap catatan lapangan. foto dan semacamnya. catatan lapangan tertulis. teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data. ikhtiar catatan. (1) untuk membuat agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. Banyak hal tersedia untuk mengadakan pengecekan anggota. termasuk di dalamnya catatan . penemuan dan kesimpulan. definisi dan hubunganhubungannya. termasuk bahan yang yang direkam secara elektronik.Auditing. (2) diskusi dengan sejawat memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk mulai menjajaki dan menguji hipotesis yang muncul dari pemikiran peneliti. (2) data yang direduksi dan hasil kajian. 1981: 313) sebagai alat untuk menampung dan menyesuaikan dengan kritik tertulis untuk keperluan evaluasi. tema. teknik ini menuntut peneliti agar melaporkan hasil penelitiannya sehingga uraiannya itu dilakukan seteliti dan secermat mungkin yang menggambarkan konteks tempat penelitian diselenggarakan. Pencatatan pelaksanaan itu perlu diklasifikasi terlebih dahulu sebelum auditing itu dilakukan sebagaimana yang dilakukan pada auditing fiscal. dan laporan akhir dan hubungannya dengan kepustakaan mutakhir.Analisis Kasus Negatif. sehingga pertanyaan yang diajukan dapat diklasifikasi menurut persoalan-persoalan peraturan. dapat dilakukan baik secara formal maupun tidak formal. termasuk di dalamnya struktur. . . Lincolndan Guba. 319-320) sebagai berikut: (1) data mentah.Uraian Rinci. .Kecukupan Referensi.Pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Penelurusan audit (audit trail) tidak dapat dilaksanakan apabila tidak dilengkapi dengan catatan-catatan peleksanaan penelusuran proses hasil auditing istudi. (4) catatan tentang proses penyelenggaraan. .Pengecekan Anggota. integrasi konsep. Dalam diskusi analitik kemencengan peneliti disingkap dan pengertian mendalam ditelaah yang nantinya jadi dasar bagi klasifikasi penafsiran. Video atau film misalnya dapat digunakan sebagai alat perekam yang pada saat senggan dapat dimanfaatkan untuk membandingkan hasil yang diperoleh dengan kritik yang telah terkumpul. informasi yang dibuat persatuan.. serta hasil survey.Klasifikais itu dapat dilaksanakan seperti yang dilakukan oleh Halpen 1983. dokumen. oleh Einser (1975. 1985.

dan penelusuran audit. kode dan pengkodean yang terdiri atas (catatan reflektif. yaitu sampai analis menemukan hubungan kunci. matriks daftar cek. kerangka umum. C. atau garis riwayat. Langkah-langkah menganalisis data atau cara menganalisis data di atas sejalan dengan pendapat Milles dan Huberman. matriks dinamika situs tentang proses-keluaran. Data ditafsirkan menjadi kategori yang berarti sudah menjadi bagian dari teori dan dilengkapi dengan penyusunan hipotesis kerjanya sebagai teori yang nantinya diformulasikan dengan penyusunan deskriptif maupun secara proporsional. rasional. bahkan dilengkapi dengan contoh bagan-bagan yang digunakan dalam menganalisis data kualitatif. analisis data itu terjalin secara terpadu dengan penafsiran data. desain. Penafsiran Data Penafsiran data dijabarkan ke dalam: (1) Tujuan penafsiran data. tujuan deskripsi semata-mata. model. 2. yaitu suatu metafora. (3) Peranan hubungan kunci dalam penafsiran data. namun mereka merinci lebih jelas setiap proses analisis. dan survey. analis menafsirkan data itu dengan jalan menemukan kategorikategori. matriks peranan tertata (matriks peranan dengan waktu dan matriks peranan dengan kelompok). (6) informasi tentang pengembangan instrument. matriks gerombol konseptual. analisis menerima dan menggunakan teori dan rancangan organisasional yang telah ada dalam suatu disiplin. pertemuan analisis situs dan ringkasan situs sementara dengan menyediakan catatan data. Analisis di dalam situs. Analisis selama pengumpulan data yang terdiri dari: lembar ringkasan kontak yang memuat lembar isian ringkasan dokumen. dan harapan: harapan dan peramalan. (2) proses umum penafsiran data. termasuk usulan penelitian. masalah yang tertata waktunya. matriks pengaruh eksplanatori. yakni sebagai berikut: 1. catatan tentang keabsahan data. proses ini berlangsung selama peleitian berjalan. catatan pinggir. pola yang menolak. pembuatan kode pola. Kategori dan hubungannya diberi label dengan pernyataan sederhana berupa proporsisi yang menunjukkan hubungan.metodologi. ketergantungan dan kepastian. strategi. format pengamat. Dengan hasil analisis data. (4) peranan integorisasi data. catatan pribadi: catatan reflektif dan motivasi. yang terdiri atas: bagan konteks yang menampilkan bagan konteks variabel khusus. interogasi terhadap data berarti mengajukan seperangkat pertanyaan pada data sehingga terungkaplah banyak persoalan dari data itu sendiri. Tahap akhir rentetan auditing ialah mengakhiri auditing itu sendiri (closure). menyimpan dan mendapatkan kembali teks). termasuk berbagai formulir yang digunakan untuk penjajakan. berkaitan dengan derajat kepercayaan.. (5) bahan yang berkaitan dengan maksud dan keinginan. membuat memo yang diperlukan untuk pengembangan proposisi. jadwal pendahuluan. Proses ini diteruskan hingga diperoleh hubungan yang cukup padat. yaitu sampai analis menemukan petunjuk metafora atau kerangka berpikir umum. prosedur. memasukkan .

memperhatikan pola. membuat pertalian konseptual/teoritis). jaringan kausal-analisis lintas situs (matriks anteseden) 4. yang terdiri dari: membangun penyajian matriks. 3. yang terdiri atas: matriks meta tak tertata. jaringan peristiwa keadaan) jaringan kausal dalam bentuk verifikasi. dimana dalam . matriks prediktor keluaran situs tertata (membuat sub struktur variabel. Bila kita mengikuti alur yang ditawarkan oleh Miles dan Huberman. model-model kausal (rangkaian kausal). memberi bukti yang negatif. jenjang pertumbuhan. memeriksa makna segala sesuatu yang di luar. Pusat dan pandangan dari peneliti kualitatif adalah realitas yang dialami sebagai pengalaman dari responden. table kontraks. membuat pertentangan/perbandingan. namun cara menganalisis data seperti yang dilakukan oleh mereka telah ditulis oleh Moleong yang didukung dengan pandangan-pandangan para pakar lainnya lebih simple dan mudah dipahami bila kita tertarik dengan penelitian kualitatif. matriks efek situs tertata. triangulasi. Artinya penelitian kualitatif selalu berada dalam setting kerja lapangan (field work). menggolongkan yang khusus dan yang umum. tabel ringkasan dan matriks tertata menurut situs dua variabel). memeriksa pengaruh peneliti. Mereka empati. membuat dan menguji prediksi. bagan pencar (bagan pencar lintas waktu). konekuensi masyarakat atas hasil pembangunan. matriks meta waktu tertata.peristiwa dalam daftar (bagian kejadian penting. memberi bobot pada bukti. partisipasi kelompok dalam masyarakat dalam kaitannya dengan adaptasi lingkungan dll. Matriks dan menguji kesimpulan yang terdiri dari: taktik untuk merapatkan kesimpulan (perhitungan. penentuan factor. menggunakan kasus eksteren. membuat replika temuan. memasukkan data matriks. menyingkirkan hubungan palsu. membuat metafosa. Analisis lintas situs. Penyajuan matriks. dan mendapatkan umpan balikan dari informasi dan informan). taktik untuk menguji dan memastikan temuan (memeriksa kerepresentatian. menganalisis data matriks. 5. melihat kemasukakalannya. dan mengenal dengan orang yang mereka teliti untuk memahami bagaimana mereka melihat sesuatu perspektif mereka. mencari penjelasan tandingan. membangun rangkaian logis mengenai bukti. maka saya mengatakan bahwa penelitian kualitatif digunakan untuk memecahkan permasalahan penelitian yang berkaitan dengan kehidupan manusia di masyarakatnya. perilaku siswa di sekolah. Para peneliti kualitatif mencoba memahami kepribadian orang lain dari pendapat dan kerangka berpikir mereka. penggurumbulan. memilih variabel. menemukan variabel penyela. tema. Karena berorientasi pada proses. sedangkan interpretasi dan dugaan peneliti ditempatkan untuk menangkap proses yang terjadi dalam kerangka pengalaman dan satuan perbuatan yang dilakukan. memperhatikan hubungan antarvariabel. maka akan sulit memahami. dan matriks prediktor-keluaran-konsekuensi). matriks deskriptif yang tertata menurut situs (mengurutkan situs melalui indeks yang diringkas.

sehingga mampu memberikan gambaran luas. tetapi memerlukan deskripsi secara tebal atau thick description dan komprehensif. khususnya antropolgi sosial. Dia juga membahas beberapa pertentangan yang bersangkut-paut dengan hal-hal yang memungkinkan dan tidak memungkinkan dilaksanakannya penelitian etnografis. Teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipansi dan wawancara terbuka dan mendalam. perlulah terlebih dahulu mengetahui cara menafsir symbol-simbol yang setiap saat dan tempat digunakan orang dalam kehidupan umum. kaya dan hidup. Dia melukiskan perjuangan warga masyarakat (ketiganya tentang Bali) menghadapi. Itulah salah satu contoh dari ciri penelitian kualitatif yaitu “thick description” lukisan mendalam terhadap obyek penelitian. Oleh karena itu penelitian kualitatif juga digunakan untuk skalah kecil dan bersifat kasus dengan menekankan pada prose salami dengan deskripsi yang intensif dalam setiap langkahnya. Mengingat bahwa symbol-simbol adalah kendaraan pembawa makna.Penelitian kualitatif pada aplikasinya tidak harus menggunakan jumlah subyek atau obyek yang besar. Sementara Spradley (1997: xvi) mengatakan “Belajar tentang etnografi berarti belajar tentang jantung dari ilmu antropologi. umum dikenal dan mendefinisikan dunia kehidupan masing-masing warga. Untuk menagkap apa yang disebut makna kebudayaan. Tinjauan tentang studi etnografis yang relevan dianalisis dalam batas-batas cara studi itu. membantu kita memahami pendidikan proses social. Stanley (1976-1983: 6) mengutip hasil penelitian Jane White “bahwa etnografi merupakan paradigma penelitian yang tidak sama dan dapat menimbulkan berbagai pertanyaan baru serta memberikan cara yang berbeda pula dalam melihat dan memahami tingkah laku sosial. Lebih lanjut Geertz menawarkan cara menafsir symbol-simbol kebudayaan secara komplit (”thick“). Sebuah tafsiran dengan memaparkan konfigurasi atau system simbol-simbol bermakna secara mendalam dan menyeluruh. dan analisis kualitatif dalam rangka mendapatkan native’s point of view. Dalam tiga bab terakhir (Bab 5. 7) Geertz menuangkan contoh-contoh bagaimana Dia membuat lukisan etnografi yang memperhatikan (sejauh mungkin) sudut pandang dari “mata kepala” (pihak yang sedang diteliti). Untuk penelitian etnografis dan paradoknya serta masalah-masalah yang timbul dalam pendidikan social. Ciri-ciri khas dari metode penelitiannya sifatnya holistic-integratif. menafsir dan bercerita tentang symbol-simbol kebudayaan yang selama itu tersedia. Geertz lebih memperhatikan “makna” seperti juga yang dikatakan oleh Milles dan Huberman. Dia menganjurkan seseorang untuk lebih mencari pemahaman makna daripada sekedar mencari hubungan sebab akibat. thick description. yang dilakukan dalam jangka waktu yang relative lama. bukan kunjungan singkat dengan daftar pertanyaan yang terstruktur seperti pada penelitian survey. White mengambil . 6. Lukisan mendalam atau thick description seperti hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Clifford Geeztz dalam tafsir kebudayaan adalah salah salah satu contoh hasil penelitian kualitatif “etnografi”.

yang terpenting dalam analisis data kualitatif dan cara menganalisis data kualitatif. pandangan dan pengertian yang berasal dari bentuk kata yang ada. cerita rakyat. Clifford Geertz. yang berguna untuk membangun dan mengarahkan pada pengembangan pengertian yang mendalam. Metodologi Penelitian Kualitatif (edisi ketiga cetakan ke tujuh). Memadu Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Terjemahan). San Francisco: Jossey Bass Publisher . sit com. 4. Penelitian kualitatif pada prinsipnya adalah tindakan untuk mengetahui konsep kehidupan social orang lain yang menjadi subyek penelitian yang pada umumnya mencakup: (a) pengamatan masyarakat dalam kesehariannya. dan tempat tidak dikurangi atau direpresentasikan sebagai variabel. tetapi mereka melihat secara keseluruhan untuk menjadi pertimbangan dalam analisis data. Yogyakarta: Kanisius. Y. Kesimpulan: Dari uraian di atas. sejarah kehidupan. untuk kemudian menuju pada kesimpulan akhir. Data kualitatif adalah semua informasi yang berupa test. (1981) Effective Evaluation. pengakuan dan pengalaman mereka alami. Peneliti melihat setting dan orang yang diteliti secara menyeluruh atau “holistic” dimana komponen-komponen subyek yang diteliti seperti manusia. 1997. Penelitian kualitatif dilakukan atas dasar induktif yang mengedepankan pengembangan yang berawal dari spesifik seperti: konsep. dan Barney G. (b) mendegarkan pembicaraan atau pikiran mereka. dapat ditarik kesimpulan atau karakteristik penelitian kualitatif adalah sebagai berikut: 1. J. tentang data kualitatif. Glasser. (1992) Tafsir Kebudayaa (terjemahan).G dan Lincoln. Mempelajari manusia secara kualitatif berarti mengetahui pribadi mereka. email. DAFTAR PUSTAKA Anselm Stauss. Para peneliti melakukan studi terhadap manusia dalam konteks yang holistic dan alami dengan situasi dan kondisi mereka sehari-hari. 5. karakteristik berwujud pertanyaan atau berupa kata-kata 2. 3. Guba.S. Metode kualitatif adalah metode humanistic yaitu metode yang mempelajari bagaimana kecenderungan masyarakat yang mempengaruhi kita dalam memandang mereka.posisi bahwa penelitian etnografis itu penemuannya tidak begitu preskriptif seperti studi empirik-analitis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. E. dan yang berhubungan dengan kategorisasi. (1985) Penemuan Teori Grounded beberapa strategi penelitian kualitati( terjemahan) Surabaya: Usaha nasional Brannen.

(1976-1983) Tinjauan tentang Penelitian dalam Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial(diterjemahkan oleh Kaluge Lauren dan Abdul Wahab). Moleong. Sukardi. Rosdakarya. Metodologi Penelitian Kualitatif. http://id. Surabaya.J. Bandung: PT.Milles & Huberman. Yogyakarta: Usaha Keluarga. B. Bandung: Alfabeta Stanley. Yogyakarta: PT. (1997) Metode Etnografi (terjemahan). James. (1992) Analisis Data Kualitatif (tentang metode-metode baru). (2003) Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. 2000. Lexy. Airlangga University Press. Jakarta: UI-Press. Spradley P. William.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kualitatif (diakses 15 Januari 2009) . Riduwan. (2006) Penelitian Kualitatif Naturalistik dalam Pendidikan. Tiara Wacana.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->