Judul:

Penulis:

Muraja’ah:

Layout dan Desain:

Kunjungi situs kami: Kritik dan Saran: Email: salafiyunpad@yahoo.co.id HP: 081 329 045 923 (Abu Zayd) SERIAL BUKU ISLAM #1

-030108-Dilarang memperbanyak isi ebook ini untuk tujuan komersil-

Do’a dari Anda sangat berharga bagi kami Jazakumullahu Khoiron Katsiro

Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah

MUQODDIMAH
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan meminta ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari keburukan-keburukan jiwa kita, dan kejelekankejelekan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk padanya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala -yang tidak ada sekutu bagi-Nya-, dan aku bersaksi bahwa

Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah hamba dan rasul-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah atas Beliau, keluarganya, para sahabatnya, serta orang-orang yang setia meniti jalannya hingga hari kiamat. Sebagai kaum muslimin, kita tidak syak lagi bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna dan relefan di setiap tempat dan zaman. Sehingga tidak ada satu hal apapun, dimanapun, dan kapanpun- yang luput dari

1

Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah

ajaran-ajaran Islam. Sampai akhirnya kita hidup di zaman yang sangat kompleks ini, kompleks dengan segala macam problematika. Namun walau bagaimanapun, kita harus tetap yakin bahwa kita sebagai umat Islam akan tetap selamat jika kita tetap konsisten dan teguh di atas pedoman kita Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah (generasi pendahulu umat ini). Antusias masyarakat Islam dewasa ini terhadap ruqyah sebagai alternatif pengobatan, merupakan satu hal yang patut untuk disyukuri, walhamdulillah. Walaupun motif dan tujuan mereka dalam memilih ruqyah sebagai terapi pengobatan ini beraneka ragam. Namun paling tidak, hal itu telah memberikan satu sinyalemen akan kesadaran sebagian umat ini terhadap tuntunan

agamanya. Mungkin tidak sedikit di antara kita, yang tidak mengerti atau tidak menyadari, bahwa ruqyah adalah salah satu terapi pengobatan syar’i yang

bersumber dari Allah dan Rasul-Nya, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga ruqyah merupakan ibadah, dan kebenarannya telah dibuktikan oleh generasi pendahulu umat ini.

2

Betapa banyak di antara kaum muslimin yang tertimpa musibah berupa penyakit -karena ketidakmengertian mereka tentang ajaran agamanyamenempuh berbagai cara demi memperoleh kesembuhan. Sehingga mereka terjerumus dalam beberapa kesalahan fatal. tanpa memperhatikan dan mengindahkan kaidah-kaidah pokok agama Islam. ketika tidak sedikit pihak yang terlibat dalam praktek ruqyah ini -baik pasien maupun praktisi ruqyahnya-. atau bahkan kesyirikan. sudah semestinya menggugah kesadaran para ulama dan penuntut ilmu syar’i untuk menasehati dan meluruskan mereka. kurang memperhatikan etika dan tuntunan syariat dalam meruqyah. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk menempuh jalan yang diridhaiNya. namun tidak semua jalan itu bisa dibenarkan untuk ditempuh dan mendapat legalitas syari’at. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 3 . apakah cara yang ia tempuh itu memang boleh ataukah terlarang? Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan beragam jalan bagi manusia untuk memperoleh kesembuhan. ‘Iyaadzan billah.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Amat disayangkan. Hal semacam ini.

Penulis berharap semoga risalah ini mendapat balasan pahala kebaikan dari Sang Maha Kuasa. 1 Yang dimaksud dua jalan adalah jalan kebaikan dan jalan kejahatan. serta menjadi tambahan pada timbangan amal kebaikannya di akhirat kelak. kesalahan dan tipu daya musuh abadi bagi anak manusia. berikut praktek ruqyah yang benar sesuai tuntunan syariat.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan1. Amin… Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah atas diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. para sahabatnya. 4 . (Lihat Al Qur’an dan terjemahnya). yaitu Iblis dan bala tentaranya. semoga tulisan yang sedikit ini. kami -dengan segala kekurangan yang adamenyusun makalah yang berkenaan dengan ruqyah dan segala permasalahannya. keluarganya. (QS. Al Balad:10) Berangkat dari titik inilah. dan orang orang yang setia meniti jalan petunjuknya hingga hari kiamat. mampu memberikan kontribusi kepada umat Islam tentang pemahaman terhadap ruqyah secara benar. Dengan harapan. Sehingga tujuan pengobatan dengan ruqyah dapat tercapai sekaligus terhindar dari kekeliruan.

Karanganyar Sabtu.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Ma’had Imam Bukhari. 14 Sya’ban 1426 H/ 17 September 2005 Penulis 5 .

menjelaskan:” Ruqyah dinamakan (juga) dengan ‘Azaa’im karena orang yang membacanya meyakininya. serta lahir pada dirinya kekuatan penolakan (terhadap penyakit/bahaya) ketika membacanya”. yang dikenal dalam bahasa Indonesia dengan azimat-azimat). ruqyah berarti permohonan perlindungan. Ruqyah dinamakan juga dengan ‘Azaa’im (bentuk plural dari ‘Aziimah.2 Sedangkan menurut terminologi syariat. ruqyah berarti bacaanbacaan untuk pengobatan yang syar’i (berdasarkan nash-nash yang pasti dan shahih yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah) sesuai dengan ketentuanketentuan serta tata cara yang telah disepakati oleh ulama. 3 2 . 6 . Lihat penjelasan Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (10/195) dan Al Mu’jam Al Wasith (1/367) juga Risalah Fi Ahkami Ar Ruqaa’ Wa At Tama’im karya Abu Mu’adz Muhammad bin Ibrahim hal.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah PASAL I DEFINISI RUQYAH DAN KEDUDUKANNYA DALAM SYARIAT Dari sisi etomologi. 13. 3 Risalah Fi Ahkami Ar Ruqaa’ Wa At Tama’im hal. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullahu. 13. atau ayat-ayat. dzikir-dzikir dan doa-doa yang dibacakan kepada orang yang sakit.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Katakanlah: ‘Al qur’an itu adalah petunjuk dan (obat) penawar bagi orang-orang yang beriman’.” (Q. Berdasarkan nash-nash dalam Al Qur’an dan As-Sunnah. Bahkan syariat tekstual menganjurkannya. Dan tidak diragukan lagi.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Hukum menggunakan ruqyah untuk mengobati penyakit adalah mubah (boleh).S Fushilat:44) Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: 7 . bahwa pengobatan dengan Al Qur’an Al Karim dan dengan nash-nash ruqyah yang tsabit (tetap) dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah terapi pengobatan yang sangat sempurna dan bermanfaat.S Al Israa’ :82).” (Q.

secara Jika baik dilakukan terhadap penyakit. maka tidak ada satu penyakit pun yang mampu melawannya selamalamanya.” (QS. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakitpenyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. yang jika firman-firman itu turun ke atas gunung. serta terpenuhi syarat-syaratnya. penerimaan yang penuh. Al Qur’an merupakan obat yang sempurna dan penawar bagi seluruh penyakit hati dan jasad. Namun tidak semua orang mampu dan mempunyai kemampuan untuk melakukan pengobatan penyembuhan penyembuhan dengan Al Qur’an. keyakinan yang pasti. serta penyakit-penyakit dunia dan akhirat. niscaya ia akan menghancurkannya? Oleh karena itu. tidak ada satu 8 . Yunus:57). didasari dengan kepercayaan dan keimanan. maka ia akan memporak-porandakan gunung tersebut? Atau jika turun ke bumi. Bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu akan menentang dan melawan firman-firman Rabb Pemelihara langit dan bumi.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah “Hai manusia.

juga disertai penyebutan penyembuhan penyakit hati dan fisik. serta pencegah terhadapnya bagi orangorang yang dikaruniai pemahaman oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap kitabNya.4 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasannya Kami telah menurunkan kepadamu Alkitab (al-Qur'an) sedang dia dibacakan kepada mereka Sesungguhnya di dalam (al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan 4 Zaadul Ma’aad ( 4/5-6 dan 352). Allah yang Maha Suci telah menyebutkan beberapa penyakit hati secara terperinci disertai dengan beberapa sebab. dan penyakit syahwat atau hawa nafsu. yaitu: penyakit syubuhat (kesamaran) atau ragu. penyebabnya. sekaligus cara menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut. 9 . Penyakit hati terdiri dari dua macam.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah penyakit hati dan juga penyakit fisik pun melainkan di dalam Al Qur’an terdapat jalan penyembuhannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan penyakit-penyakit hati dan jasad.

10 . Al Mustadrak (4/457 no. Al ‘Ankabut:51).5 Dan dalil-dalil dalam tatanan sunnah juga tidak sedikit yang menandaskan perintah kepada umat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk mengobati penyakit dengan metode ruqyah ini. ia berkata : “Rasulullah mata jahat)”6 Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkanku untuk meruqyah dari ‘ain (pengaruh 5 6 Zaadul Ma’aad (4/352). Al Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- berkata:”Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan oleh Al Qur’an. (Lihat Shahih Al Jami’ no.4884). berarti Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberikan kesembuhan padanya. maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberikan kecukupan padanya”. Diantaranya hadits dari ‘Aisyah -radhiallahu ‘anha-.” (QS. 7536).Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Dan dishahihkan oleh Al Albani. Dan barangsiapa yang tidak dicukupkan oleh Al Qur’an.

ia berkata: ”Kami dahulu menggunakan ruqyah pada masa jahiliyah. ia berkata: ”Seeokor kalajengking pernah menyegat salah seorang diantara kami.R Muslim (4/1726 no. H. Kemudian seorang laki-laki berkata: ”Wahai Rasulullah. maka lakukanlah” 7 Serta hadits dari ‘Auf bin Malik Al Asyja’i radhiallahu ‘anhu-.R Muslim (4/1727 no. 2200). bagaimana menurut pendapatmu tentang ruqyah itu?” Beliau menjawab: ”Bacakanlah mengapa kepadaku ruqyah-ruqyah ruqyah kalian. saat itu kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. ”Wahai Rasulullah. selama tidak tidak menggunakan mengandung kesyirikan”8 7 8 H.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Juga hadits dari Jabir bin Abdillah -radhiallahu ‘anhu-. apakah aku (boleh) meruqyahnya?” Lantas Beliau pun bersabda: “Siapa saja diantara kalian mampu memberikan manfaat kepada saudaranya. lalu kami tanyakan hal tersebut kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. 11 . 2199).

atau namanama dan sifat Allah ‘Azza wa Jalla. Lihat penjelasannya dalam Fathul Majid hal. tidak boleh meruqyah atau berdoa dengan selain bahasa Arab. Ruqyah tersebut dengan menggunakan Kalamullah (ayat-ayat Al Qur’an).10 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu. 151. tetapi yang memberi pengaruh adalah (izin dan) kekuasan Allah Azza wa Jalla. bahwa yang memberikan pengaruh dan kesembuhan bukanlah ruqyah dengan sendirinya. Ruqyah tersebut harus diucapkan dengan bahasa Arab atau (boleh dengan -Pen) bahasa selain Arab yang dibaca dengan jelas dan difahami maknanya. haditshadits shahih telah menunjukkan bahwa selama ia berisi ayat-ayat Al Qur’an dan doa-doa yang dibolehkan syariat.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Al Hafizh Ibnu Hajar -rahumahullahu.9 3. 12 . 10 Fathul Bari (10/195). Harus diyakini.menjelaskan : ”Para ulama telah berijma’ (bersepakat) akan bolehnya menggunakan ruqyah (dalam pengobatan) dengan terpenuhinya tiga syarat: 1. jika ruqyah tersebut dibaca 9 Namun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah-berpendapat. maka hal itu tidak mengapa. 2.menerangkan: ”Tentang ruqyah.

(Lihat Shahih Sunan Abi Dawud. Sedangkan bagi orang yang (meminta) diruqyah. 12 Dinukil oleh Abu Mu’adz Muhammad bin Ibrahim dalam Risalatun Fi Ahkami Ar Ruqaa Wa At Tama’im hal. dan As Silsilah Ash Shahihah 3/55). karena tindakan tersebut merupakan wujud ihsan (perbuatan baik) bagi orang yang diruqyah. serta orang yang diruqyah tidak bergantung pada ruqyah tersebut. Dan dishahihkan oleh Al Albani. maka hukumnya boleh. 2200). cet III – Ibnu Baz.R Abu Daud (4/10 no. 13 . 12 Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah. Namun yang lebih utama adalah tidak 11 H. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Tidak mengapa menggunakan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan”11 Nabi sendiri pernah meruqyah para sahabatnya dan sebagian sahabat Nabi juga pernah melakukannya”.menjelaskan pula: ”Ruqyah. 20-21 dari Majmu’ Al Fatawa 2/384.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah dengan lisan yang jelas dan diketahui maknanya. Shahih Al Jami’ no. bahkan ia harus meyakini bahwa ruqyah hanya salah satu sebab (diperolehnya kesembuhan). bagi orang yang melakukannya (untuk orang lain) hukumnya adalah sunnah.1048.

dan lafazh milik Muslim. 14 . Al Bukhari no.R Muslim (1/198 no. dan hanya kepada Rabbnya mereka bertawakal”. H. tidak minta diruqyah.217 ). 21. 6175.14 13 14 Risalatun Fi Ahkami Ar Ruqaa Wa At Tama’im hal.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah meminta orang lain untuk meruqyah dirinya. berdasarkan hadits tentang orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. wahai Rasulullah? Belaiu menjawab:”Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan kay (pengobatan dengan besi panas).13 Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : ‘Ada tujuh puluh ribu orang dari umatku yang akan masuk surga tanpa hisab” Para sahabat bertanya:”Siapakah mereka. diantara sifat mereka adalah tidak meminta orang lain untuk meruqyahnya”.

15 Penjelasan Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kami rangkum dalam point-point berikut ini: a.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah PASAL II DOA-DOA YANG DIBACA DALAM MERUQYAH A. yaitu surat Al Ikhlash. 15 Risalah Fi Ahkami Ar Ruqaa’ Wa At Tama’im karya Abu Mu’adz Muhammad bin Ibrahim hal. sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits-haditsnya. ayat-ayat Al Qur’an seluruhnya bisa digunakan untuk meruqyah. Al Mu’awwidzaat. beberapa ayat memang memiliki pengaruh dan efek lebih kuat dari ayat lainnya. Dari ayat-ayat Al Qur’an. dan tidak dikecualikan darinya satu ayat pun. Al Falaq dan An Naas. Secara umum. Berdasarkan hadits dari ‘Aisyah -radiallahu ‘anha-. 28. 15 . Hanya saja.

karena sesungguhnya H. akulah yang meniupkan pada tubuh Beliau dengan membaca mu’awwidzaat tersebut dan aku mengusapkannya ke wajahnya dengan tangan Beliau sendiri karena keberkahan (tangan Beliau)”. 16 . yakni mu’awwidzatain. maka mohonlah perlindungan Allah 16 dengannya. maka tatkala sakit Beliau bertambah parah.16 Dan juga sabda Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang lain: “Telah diturunkan kepadaku dua surat.R Al Bukhari (5/2165 no. dengan membaca mu’awwidzaat.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam meniup untuk dirinya sendiri pada saat Beliau sakit yang mengantarkannya pada kematian. 5403).

18 Berkenaan dengan hadits di atas. ia berkata: “Dahulu Rasulullah memohon perlindungan dari jin dan mata jahat manusia sampai turun mu’awwidzatain.17 tidak mendapat perlindungan seperti perlindungan dengan membaca dua Juga hadits dari Abu Sa’id -radhiallahu ‘anhu-.4902. 17337).Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah seseorangnya surat ini”.2058).R At Tirmidzi (4/395 no. disamping itu dalildalil lain juga menetapkan ta’awwudz (meminta 17 18 H. 17 . H.menjelaskan:”Hadits ini tidak menunjukkan adanya larangan memohon perlindungan dengan membaca selian kedua surat ini.7950.R Ahmad (4/114 no. Lihat Shahih At Tirmidzi. akan tetapi hadits ini menunjukkan keutamaan kedua surat ini. Lihat Shahih Al Jami’ no. Shahih Al Jami’ no. Imam Ibnu Hajar -rahimahullahu. ketika dua surat ini turun Beliau memohon perlindungan dengannya dan meninggalkan yang selain keduanya”.

19 Fathul Bari (10/195).Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah perlindungan) dengan selain keduanya. “Bahwa sekelompok sahabat Nabi pernah mengunjungi salah satu perkampungan Arab. secara global maupun detail”.19 b. Beliau Shallallahu dengan ‘Alaihi Wasallam ini mencukupkan keduanya kedua surat karena mengandung permohonan perlindungan yang menyeluruh dari segala perkara yang tidak disukai. Surat Al Fatihah Berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu-. 18 .

19 . Surat Al Kafirun 20 H. Kaum itu berkata kepada mereka:”Apakah kalian mempunyai obat atau seorang yang bisa meruqyah? Mereka menjawab:”Sesungguhnya kalian tidak mau menjamu kami. Beliaupun tertawa dan bertanya:”Apa yang membuatmu tahu bahwa (Al Fatihah) adalah ruqyah? Ambillah kambing itu dan berikanlah aku sebagiannya”.R Al Bukhari (5/2166 no. Mereka bertanya kepada Nabi tentangnya. Maka mereka pun memberikan beberapa ekor kambing. Dalam keadaan demikian.5404). Kami tidak akan membantu kalian sampai kalian memberi kami upah”. Lalu para sahabat berkata.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah tuan rumah daerah itu tidak mau menjamu mereka. Ia pun sembuh. tiba-tiba pemimpin kaum itu disengat binatang berbisa. Salah seorang sahabat kemudian membaca surat Al Fatihah dan mengumpulkan air ludahnya kemudian meludahi (pemimpin yang tersengat tadi). Merekapun memberikan kambing.”Kita tidak akan mengambilnya sampai kita bertanya dahulu kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam”.20 c.

Beliau bersabda: “Semoga Allah melaknat kalajengking. ia berkata:”Seekor kalajengking pernah menyengat Nabi. seperti dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah dan ayat kursi.830). seraya mengusapkan (di atas lukanya) dan Beliau membaca surat Al Kafirun.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Berdasarkan hadits dari Ali.21 d. Ketika Beliau selesai dari shalat. suarat Al Falaq dan surat An Nas. Kemudian Beliau minta dibawakan air dan garam. sedangkan saat itu Beliau sedang shalat. ia tidak membiarkan orang yang shalat maupun selainnya”. 20 . 21 Al Mu’jam Ash Shaghir (2/87 no. Dan dishahihkan oleh Al Albani. (Lihat As Silsilah Ash Shahihah 2/89). Ayat-ayat yang lain.

5410 dan 5/2168 no. 5411). 973). Lihat Shahih Al Jami’ no. 5766. 12554). Pemilik ‘Arsy yang agung. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. dan Ahmad (3/151 no. tidak ada kesembuhan semata. 24 H.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah B. 2137). 10861). “Ya Allah Sang Pemelihara manusia. melainkan kesembuhan kesembuhan yang tidak dariMu meninggalkan rasa sakit”. 1088210886). Ahmad (1/239 no. 23. 23 H. “Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung. 2083).R An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra (6/258 no.R Al Bukhari (5/2167 no. An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra (6/250 no. 21 . At Tirmidzi dalam Jami’nya (3/303 no. agar Ia menyembuhkanmu”. b. 3106). 10848 dan 6/253 no. Dari doa-doa dan dzikir-dzikir dari hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam22 a. 96-101. Doa ini dibaca tujuh kali. At Tirmidzi di dalam Jami’nya (4/410 no. hilangkanlah penyakitnya dan sembuhkanlah. Abu Daud (3/187 no. Abu Daud (4/11 no 3890). 24 22 Dikutip dan diterjemahkan dari Ad Du’a Min Al Kitab Wa As Sunnah Wa Yaliihi Al ‘Ilaaj Bi Ar Ruqaa’ Min Al Kitab Wa As Sunnah karya Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahtani hal.

Ibnu Majah 92/1164 no. dan lain-lain. 10425. 26 e. “Aku berlindung kepada Allah dengan kalimatkalimat-Nya yang sempurna. 3191). “Aku berlindung kepada Allah dengan kalimatkalimat-Nya yang sempurna. Abu Daud (4/13 no. dari kejahatan hamba- 25 26 H. 10428).2709). dari setiap kejelekan setan. 22 . Ibnu Majah (2/1172 no.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah c. 3437). dari kemurkaanNya dan siksa-Nya. dan dari setiap mata yang jahat”. 3525). 25 d. binatang berbisa. dan At Tirmidzi dalam Jami’nya (5/496 no. 10424. An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra (6/151 no. dari setiap kejahatan makhluk-Nya”.R Al Bukhari (3/1233 no. 3898). “Aku berlindung kepada Allah dengan kalimatkalimat-Nya yang sempurna. H. 10421. 2708. 3518).R Muslim (4/2080 no.

Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah hamba-Nya. 27 f. yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat. kecuali yang 27 An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra (6/190 no. 10601) dan At Tirmidzi dalam Jami’nya (5/541 no. dari kejahatan yang naik ke langit. 23 . dari kejahatan setiap yang datang (di waktu malam). dari kejahatan yang keluar dari bumi. “Aku berlindung kepada Allah dengan kalimatkalimat-Nya yang sempurna. (lihat Shahih At Tirmidzi). 23890). dari kejahatan fitnah malam dan siang. dari kejahatan yang turun dari langit. dari kejahatan apa yang telah Dia jadikan dan Dia ciptakan. Dan dihasankan oleh Al Albani. 3528). dan Ahmad (6/6 no. dari kejahatan yang tenggelam ke bumi. dari gidaan setan dan dari kedatangan mereka kepadaku”.

dari kejelekan setiap jiwa. 6/534 dan 1250). 30 i. atau mata jahat dari orang yang dengki. dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu”. dan dari setiap kejahatan mata jahat”. 29 H.R Muslim (4/1718 no. Dan dishahihkan oleh Al Albani. “Dengan menyebut nama Allah. 15499). 24 . 30 H. 2185). dari setiap kejahatan orang yang dengki jika ia mendengki. 28 Ahmad (3/419 no.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah datang dengan tujuan baik.R Muslim (4/1718 no. semoga Ia membebaskanmu dan menyembuhkanmu dari segala penyakit. Wahai Rabb Yang Maha Pemurah”. 2186). 28 g. mengganggumu. semoga Allah menyembuhkanmu. 29 h. “Dengan menyebut dari nama segala Allah sesuatu aku yang meruqyahmu. (Lihat As silslah Ash Shahihah 2/495.

semoga Allah menyembuhkanmu”. (Lihat Shahih Al Jami’ no.R Ibnu Majah (2/1165 no. 3527) dan Ahmad (5/323 no. Dan dishahihkan oleh Al Albani. 25 . dari kedengkian orang yang dengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat. mengganggumu. 2281222813). 70). 31 31 H.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah “Dengan menyebut dari nama segala Allah sesuatu aku yang meruqyahmu.

yaitu aspek dari pihak pasien dan dari pihak yang mengobati. ruqyah tidak boleh diremehkan keberadaannya. Ibnul Qayyim -rahimahullahumenerangkan: ”Pengobatan dengan ruqyah dapat tercapai dengan terpenuhinya dua aspek. Yang berasal dari pihak pasien. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullahumengatakan: ”Sesungguhnya meruqyah termasuk amaliah yang utama. 33-37 dengan beberapa tambahan dari penulis. Sebagai sarana penyembuhan. ialah berupa kekuatan dirinya dan kesungguhannya dalam bergantung * Dikutip dari majalah As Sunnah 06/IX/1426/2005 hal. Mereka senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam dengan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya”. Justru seharusnya menjadi pilihan pengobatan pertama tatkala seorang muslim tertimpa penyakit.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah PASAL III TATA CARA RUQYAH YANG BENAR * Ruqyah sebenarnya bukanlah pengobatan alternatif. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. 26 .

juga tidak memiliki senjata.32 Karena dengan ruqyah demikian ini.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah kepada Allah. maka yang demikian itu adalah satu bentuk perlawanan. serta tangan yang mempergunakannya juga harus kuat. Dan ta’awwudz yang benar. sedangkan seseorang yang melakukan perlawanan. Jika salah satu dari keduanya hilang. keadaan senjata yang dipergunakan haruslah benar dan bagus. 32 Zaadul Ma’ad (4/68). serta keyakinannya yang pasti bahwa Al Qur’an adalah penyembuh sekaligus rahmat bagi orangorang yang beriman. ia tidak akan memperoleh kemenangan dari musuh kecuali dengan dua hal: Pertama. yaitu hatinya kosong dari tauhid. tawakal dan bergantung kepada Allah. dari pihak yang mengobati dengan Al Qur’an dan As Sunnah juga harus memenuhi kedua hal di atas. pentingnya setiap penyembuhan kaum muslimin maka semestinya mengetahui tata cara ruqyah yang benar. agar saat melakukannya tidak menyimpang dari kaidah syar’i. Kedua. yang sesuai antara hati dan lisan. apalagi jika kedua hal ini tidak ada. maka senjata itu tidak banyak berarti. 27 .

Orang yang meruqyah hendaknya memperengarkan bacaan ruqyahnya. Mengikhlaskan niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa. Meniup pada tubuh orang yang sakit di tengahtengah pembacaan ruqyah. Masalah ini. dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat difahami. Ruqyah harus dengan Al Qur’an. Al Kafirun. 2. Al Ikhlash. Membaca surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. An Naas. Demikian juga dengan membaca surat Al Falaq. 4. Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca. 7. 3.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Tata cara ruqyah yang benar adalah sebagai berikut: 1. Keyakinan bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. hadits atau dengan nama dan sifat Allah. baik yang berupa ayat-ayat Al Qur’an atau doa-doa dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Supaya penderita belajar dan merasa tenang bahwa ruqyah yang dibacakan sesuai dengan syariat. 5. bukan dari selainNya. 6. menurut 28 .

tidak masalah. Caranya. (H. Media terbaik untuk ditiup adalah minyak zaitun atau air hujan. Jika meniupkan ke dalam media berisi air atau selainnya. aku kumpulkan air liurku dan aku ludahkan.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Syaikh Al Utsaimin mengandung kelonggaran.R Abu Daud 4/3901 dan Al Fathu Ar Rabbani. tidak ada air ludahnya (yang keluar)”. Berdasarkan hadits dari Malik bin Rabi’ah. Maka dia seolah-olah lepas dari sebuah ikatan”. Setiap kali aku menyelesaikan bacaanku. dengan tiupan yang lembut tanpa keluar air ludah. yang tatkala gila. 17/184) 8. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 29 .R Muslim 14/182). meruqyah mengatakan:”Maka aku membacakan Al Fatihah padanya selama tiga hari.pernah ditanya tentang tiupan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam meruqyah. Atau tiupan tersebut disertai keluarnya sedikit air ludah ‘Alaqah sebagaimana bin Shahhar seseorang dijelaskan As dalam hadits ia ia Salithi. ‘Aisyah -radhiallahu ‘anha. (H. pagi dan sore. Ia menjawab:”Seperti tiupan orang yang makan kismis.

S Qaaf: 9). Beliau mengusapnya dengan tangan kanan…. 1751). tindakan yang dilakukan sebagian orang saat meruqyah dengan 33 An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra (4/163 no.33 Firman Allah Ta’ala: “Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfa'atnya” (Q. 4498. Syarah An Nawawi (14/180) Imam An Nawawi berkata:”Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan dan mendoakannya. 3320) dan lain-lainnya. Ibnu Majah (2/1103 no.dalam Shahihul Jami’ no. Dishahihkan oleh Al Albani -rahimahullahu. 9. Mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan. aku telah menghimpunnya dalam kitab Al Adzkar”. At Tirmidzi dalam Jami’nya (4/285 no.ia berkata:”Rasulullah tatkala dihadapkan pada seseorang yang mengeluh kesakitan. Sebab ia berasal dari tumbuhan yang penuh berkah”. Banyak riwayat shahih tentang hal itu.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah “Makanlah minyak Zaitun. dan olesilah tubuh kalian dengannya. 30 .R Muslim. Dan menurut Syaikh Al Utsaimin.6702). Ini berdasarkan hadits ‘Aisyah -radhiallhu ‘anha.”(H.

3588).36 34 Risalah Fi Ahkami Ar Ruqaa’ Wa At Tama’im karya Abu Mu’adz Muhammad bin Ibrahim hal.R Muslim (4/1728 no. Dengan menyebut nama Allah.R At Tirmidzi dalam Jami’nya (5/574 no. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 2202) 36 H. kemudian membaca: Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”. 35 H. 34. 31 . maka tidak ada dasarnya sama sekali”.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah telepak tangan orang yang sakit atau anggota tubuh tertentu untuk dibacakan kepadanya. aku berlindung kepada keperkasaan Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dari rasa sakitku ini”.35 Dalam riwayat lain disebutkan “dalam setiap usapan” Doa itu diulangi sebanyak Atau membaca : tujuh kali. 346. Bagi orang yang meruqyah diri sendiri.34 10. letakkan tangan di bagian yang dikeluhkan sambil membaca { } tiga kali.

wahai Rasulullah.37 11.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Apabila rasa sakit terdapat diseluruh tubuh. aku hendak memasak untukmu. Ummu Jamil binti Al jalal. Bila penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh. Tatkala engkau telah sampai di Madinah semalam atau dua malam. Disebut dalam hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi dari ibunya. caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkannya ke wajah si sakit dengan keduanya. Aku pun keluar untuk mencarinya. merupakan cara Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam meniup. Cara yang dikatakan oleh Az Zuhri (seorang perawi hadits) ini. Maka aku membawamu ke hadapan nabi. ini Muhammad bin Hathib”. Aku berkata: ”Kupertaruhkan engkau dengan ayah dan ibuku. kaki. Kemudian bejana tersentuh tanganku dan berguling menimpa lenganmu. tetapi kayu bakar habis. Beliau masih meludahi kedua tanganmu dan membaca doa: 37 Fathul Bari (10/198). atau tangan misalnya. ia berkata:”Aku datang bersamamu dari Habasyah. Beliau meludah di mulutmu dan mengusap kepalamu serta mendoakanmu. 32 . maka dibacakan pada tempat tersebut. kepala.

Apabila penyakit ada disekujur badan. tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu semata. kecuali tanganmu telah sembuh”.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah “Ya Allah Sang Pemelihara manusia. ia berkata: ”Maka tatkala ia didudukkan dihadapan Beliau. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Kemudian aku 38 Mawaridu Azh Zham’an (1/343 no. 33 . atau lokasinya tidak jelas. hilangkanlah penyakitnya dan sembuhkanlah. maka cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan si penderita. 38 12. dada sempit atau keluhan pada mata. seperti gila. kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit” Dia (Ummu Jamil) berkata:”Tidaklah aku berdiri bersamamu dari sisi Beliau. 1415). dari Ubay bin Ka’ab. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi meruqyah orang yang mengeluhkan rasa sakit. Disebutkan dalam riwayat Ibnu majah.

Namun maksudnya bahwa Beliau ditanya tentang tiga hal tersebut. dan Beliau membolehkannya. maka akan mengijinkannya pula.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah mendengar Beliau membentenginya dengan surat Al Fatihah”39 Apakah ruqyah hanya berlaku untuk penyakitpenyakit yang disebutkan dalam nash atau penyakit lainnya secara umum? Dalam hadits-hadits yang membicarakan terapi ruqyah. 3549). 40 Syarah Shahih Muslim (14/185). Andai Beliau ditanya tentang yang lainnya. dan Beliau pun pernah meruqyah untuk selain tiga keluhan tadi”. Sebab Beliau sudah memberi isyarat untuk selainnya. penyakit yang disinggung adalah pengaruh mata jahat (‘ain). Berkaitan dengan masalah ini. 34 . Lihat Al Fathur Rabbani (17/183) sebagaimana terkutip dalam Majalah As Sunnah tersebut diatas. Imam An Nawawi menjelaskan:”Maksudnya ruqyah bukan berarti hanya dibolehkan pada tiga penyakit tersebut.40 39 HR Ibnu Majah (2/1175 no. penyebaran bisa racun (humah) dan penyakit namlah (luka-luka yang menjalar di sisi badan dan anggota tubuh lainnya).

Pertama. bacalah ayat ini dan ayat itu. disamping telah menimbulkan kesalahan persepsi tentang ruqyah. dengan mengatakan -misalnya. buta atau kurangnya memahami permasalahan agama. kemudian sang terapis menuruti petunjuk * Dikutip dari Majalah As Sunnah 06/IX/1426/2005 hal 33-37. diantaranya berpangkal dari dua hal. Dari sini. juga dikhawatirkan terjadinya penyimpangan yang berkaitan dengan * masalah aqidah. jin tersebut melontarkan nasihat kepada orang yang mengobati.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah PASAL IV KEKELIRUAN DAN KESALAHAN SEPUTAR PRAKTEK RUQYAH Kebenaran ruqyah sebagai pengobatan sudah dibuktikan oleh para ulama terdahulu. 35 . atau tulislah Al Qur’an dengan cara tertentu kemudian lakukan ini itu. Penyimpangan yang terjadi. Kedua. Terjadinya pergeseran ini. Adapun pada masa sekarang ini (dan juga masa sebelumnya). nampak mengalami beberapa pergeseran tata cara dan tujuan.kondisi penderita ini demikian. Misalnya. membenarkan perkataan jin yang merasuki badan seseorang. praktek pengobatan yang dianjurkan oleh sunah nabi ini.

Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu:” Dia (saat ini) jujur kepadamu.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah jin yang banyak menjerumuskan orang-orang ke jurang perbuatan haram. Praktek semacam di atas mengandung unsur pelanggaran terhadap petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam . Berikut kami sebutkan diantara kekeliruan dalam praktek ruqyah. Orang-orang seolah melupakan bahwa jin bukan sumber talaqqi ilmu. orangorang yang menangani ruqyah di hadapan orang 36 . 1. Syaikh Al Albani berkata: ”Dahulu. tetapi ia makhluk yang pendusta”. Sebab kedustaanlah yang mendominasi perkataan jin. mempercayainya. Sering terjadinya komunikasi dengan jin dan melontarkan pertanyaan kepadanya tentang banyak permasalahan. mengantarkan Baik tentang nama. Mengajak jin untuk berkomunikasi dan membenarkan ocehannya. keyakinannya. pun ini hanya kerusakan umur dan Orang-orang Fenomena mudah akan dan manusia menuju pelanggaran.

Maka aku ingin memberikan masukan untuk mereka kalau mereka masih melakukannya. 2006).berubah menjadi sarana kehidupan yang tidak dikenal syariat ataupun ilmu kedokteran. hanyalah ditangani oleh beberapa individu yang shalih dengan jumlah tidak banyak. muslim atau kafirkemudian dibenarkan oleh orang tadi dan juga orang -orang yang bersamnya. atau dukun dan membenarkan ucapannya. jumlah mereka ratusan orang. Bahkan termasuk juga sekumpulan wanita pesolek. Akibatnya praktek ini meyimpang dari statusnya sebagai sarana pengobatan syar’i -yang hanya dilakukan orang-orang yang tahu. (Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dan imam lainnya. niscaya mereka tercakup dalam kandungan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: ”Barangsiapa mendatangi tukang ramal. Sedangkan sekarang ini.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah kesurupan. Lihat Al Irwa’ no. maka ia telah mengingkari risalah yang diturunkan kepada Muhammad”.saat berkomunikasi 37 . (yaitu) manusia…Barangsiapa yang meminta pertolongan dengan jin dalam menyingkirkan pengaruh sihir atau ingin mengetahui jati diri jin yang sedang merasuki seseorang -jin itu laki-laki atau perempuan. Justru menurutku hal ini termasuk praktek penipuan dan bisikan setan kepada musuhnya.

Komunikasi dalam pengobatan ruqyah ini justru berdampak buruk. Al Qur’an dihentikan dengan komunikasi 2. Sebab tatkala jin mengatakan bahwa si Fulan adalah orang yang menyusupkan pengaruh sihir.”.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah dengan jin tidak melebihi petunjuk Nabi yang hanya mengatakan: ”Keluarlah kamu. rumah tangga yang hancur. 38 . Berapa banyak tali silaturahim yang putus. jin akan tinggal lebih lama dalam tubuh korban karena bacaan tersebut. diantaranya: Pertama. dan keluarga yang tercerai berai lantaran perkataan jin yang ada dalam tubuh korban yang kerasukan? Kedua. Menyembelih hewan sembelihan untuk jin. karena termasuk dalam kategori syirik. Perbuatan ini haram. terjadinya fitnah dan perseteruan antara manusia. wahai musuh Allah”. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Allah melaknati orang yang meyembelih untuk selain Allah. Lihat As Silsilah Ash Shahihah 6/1009-1010. maka dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kaum muslimin. dan ini didengar oleh orang banyak.

Sebab. 39 . bid’ah dan khurafat.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah 3. 4. Caranya dengan menggunakan pengeras suara di dalam masjid dengan memfokuskan pada ayat-ayat yang diklaim sebagai ayat ruqyah. maka akan membuka kelonggaran untuk kedustaan. yang masing-masing berbeda dengan cara rekan seprofesinya yang lain. menggelapkan ruangan tempat terapi. keinginan untuk membakarnya. Terlalu bergantung pada pengalaman. Atau tidak menutup kemungkinan terjadinya kesyirikan”. cekikan (pada korban). Mereka berdalih. Syaikh Al Albani mengatakan: ”Tidak setiap pengalaman yang bermanfaat menunjukkan bahwa cara itu sesuai dengan syariat. membakar beberapa bagian tubuh korban. Cara yang dipakai kadang dengan pukulan. Atau dengan melakukan ruqyah di hadapan orang banyak demi menghemat waktu. Sebagai contoh. penggunaan kayu wangi. cara ini sudah teruji dan ternyata manjur. atau bahkan ingin membunuhnya. seandainya masalah ini dibuka secara bebas. Banyak peruqyah yang memiliki cara tersendiri dalam praktek ruqyahnya. penggunaan cara kekerasan dengan intimidasi terhadap terhadap jin. Berprofesi sebagai pembaca ruqyah.

Lalu akhirnya penyakit ‘ujub (berbangga diri) dan takabbur 40 .Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Ada sebagian orang yang menyibukkan dirinya untuk mengobati pasiennya dengan cara meruqyah. Kedua. Waktunya hanya habis untuk membaca bacaan-bacaan ruqyah di depan orang-orang yang sakit. yakni Al Qur’an. Pertama. Buktinya banyak pasien yang mengunjunginya. mengira sang peruqyah mempunyai juga mungkin luar akan biasa dirinya kekuatan sehingga setan-setanpun takluk di hadapannya. Tempat tinggalnya diperluas dan iapun siap menerima pasien yang banyak berdatangan kepadanya. Sedangkan semua hal yang berakibat melemahkan kepercayaan seorang muslim kepada Al Qur’an haruslah dicegah. bahwa posisi praktisi ruqyah melebihi kedudukan bacaan yang dibacanya. mayoritas orang awam akan mengira bahwa peruqyah ini mempunyai keistimewaan tersendiri. Fenomena seperti ini akan menimbulkan dampak negatif. Akhirnya kesibukan ini ia jadikan sebagai pekerjaan utama untuk mencari penghidupannya. Akibatnya timbullah asumsi. Jadwal kunjungan pun ditetapkan layaknya rumah sakit.

demikian juga penyakit buruk lainnya. Meminta upah dengan berbagai cara. Padahal doa mustajab sangat dibutuhkan orangorang untuk memperbaiki keadaan dunia dan akhiratnya. meski begitu. orang yang menyibukkan diri untuk meruqyah. Apakah pantas bagi seorang muslim untuk mengatakan.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah (sombong) merasukinya. Ketiga. 5. seperti Sa’ad bin Abi Waqqash dan juga Uwais Al Qarni dari kalangan tabi’in. pada masa sahabat. ada sekian sahabat yang dikenal doanya terkabul. Meminta imbalan bisa dilakukan dengan beragam cara. Dahulu. karena jenisnya sama. aku akan mendoakan kalian!” Apalagi praktek semacam ini bertentangan dengan anjuran Rasulullah agar seseorang tidak meminta diruqyah. Pertama. 41 . “Kemarilah. tidak diketahui atsar yang menunjukkan adanya orang-orang memadati rumahnya untuk meminta doa. sama saja dengan orang yang mengkhususkan diri untuk mendoakan orang lain. memaksa agar diberi upah yang tinggi. bahkan bisa mematikan semangat orang yang sakit untuk meruqyah diri sendiri dan meminta penyembuhan dari dari Allah semata.

di antara mereka ada yang mengaku tidak meminta upah. adanya ketentuan agar ayat ini atau dzikir ini dibaca dua puluh kali atau seratus kali. Keempat. ada unsur kesengajaan untuk terus mengulangi pengobatan dan memanjangkan waktunya sehingga dapat menerima upah dalam setiap kali kesempatan pengobatan. 6. namun cara ketentuan membacanya ditetapkan dengan cara yang khusus (yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Nabi-pen). Contoh konkretnya dalam buku Itsbatu ‘Ilaaji Jami’i Al Amradhi bi Al Qur’an (ketetapan penyembuhan segala penyakit dengan Al Qur’an). kemudian dijual dengan harga relatif mahal. tetapi hanya sekedar menjual air “bertuah” yang sudah dibacakan ruqyah padanya. dzikir-dzikir yang umum dalam syariat. Sebagai misal. Padahal tidak ada kerterangannya sama sekali dalam agama. Air “bertuah” tersebut dicampur dengan beberapa ramuan alami. Dalam buku tersebut 42 . Dalam beberapa buku disebutkan adanya pengobatan dengan ayat Al Qur’an. Ketiga.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Kedua. Menolak meruqyah kecuali setelah menerima uang dari si pasien. Membuat dzikir-dzikir baru dalam agama.

43 . 9. 10. Bahkan tidak jarang si pasien diminta setelah itu untuk melumuri badannya dengan darah hewan tersebut. 7. Meminta peyembelihan hewan dengan cara khusus. Jelas ketentuan semacam ini merupakan suatu kesalahan fatal. 8. Meyakini bahwa ruqyah merupakan faktor penyembuh dengan sendirinya. setelah penulis menyebutkan ayat-ayat terapi. Inipun sebuah kesalahan fatal.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah dijelaskan. berwarna putih tanpa ornament”. Meminta benda-benda yang pernah dipakai si pasien. ia menambahkannya dengan ketentuan “hendaknya ditulis dalam piring buatan Cina. Membuka praktek pengobatan dengan menanyakan nama dan nama ibu si pasien.

dan akhirnya diapun melihat wanita tersebut dengan leluasa disaat pengobatan berlangsung. Membekali pasien dengan benda untuk dipendam di sekitar rumah. dengan berdalih sebagai penyembuhan atau alasan terpaksa.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah 11. 16. 15. Melakukan komat-kamit dengan kalimat yang tidak bisa difahami. Menuliskan beberapa kalimat yang tidak dapat dipahami. dengan 44 . Menyatakan mampu memberi tahu pasien tentang kondisi yang dialaminya. 14. Dalam pengobatan. Terlihat tanda-tanda kefasikan pada seorang peruqyah. 13. jika pasiennya wanita. 12. mirip kode morse atau huruf yang terputus-putus. terkadang peruqyah membuka aurat wanita tersebut. seperti malas menunaikan shalat berjamaah.

Padahal.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah meletakkan tangannya di tubuh pasien wanita tersebut. darurat. wanita adalah fitnah terbesar bagi kaum lelaki. Disinilah setan berusaha menjerumuskan para terapis ruqyah yang salah praktek ke dalam jurang pelanggaran syariat dengan dalih penyembuhan. 45 . atau bahkan mengoleskan cream di beberapa anggota tubuhnya. dan masih banyak alasan lainnya.

Sedangkan ibadah tidak akan diterima dan tidak akan memberi manfaat kepada orang yang melakukannya kecuali dengan terpenuhinya dua syarat. Yang terpenting diantaranya adalah. Dan dalam hal ini adalah meruqyah. baik dalam bacaan maupun praktek ruqyahnya. Karena ruqyah adalah doa. adalah dengan meningkatkan kualitas ketakwaan dan keshalihan diri. 46 .Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah PENUTUP Setelah kita menelaah ulasan singkat di atas. maka ia termasuk ibadah. maka ia harus sesuai dengan ke dua syarat tersebut. dan mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ruqyah merupakan perwujudan kelemahan dan ketergantungan serta kebutuhan hamba kepada Penciptanya. ada beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil. yaitu: mengikhlaskan niat hanya kepada Allah saja. sikap tawakal yang penuh kepada Allah. bahwa ruqyah merupakan doa atau permohonan seorang hamba kepada Allah untuk memperoleh kesembuhan. Langkah pertama yang harus ditempuh. Setiap pribadi muslim hendaknya berusaha untuk mampu meruqyah dan membentengi dirinya sendiri dan keluarganya.

Ibnu At Tiin mengatakan: ”Ruqyah dengan membaca mu’awwidaat atau dengan nama-nama Allah. hendaknya setiap muslim mampu membaca Al Qur’an dengan benar sesuai kaidah tajwid yang telah dijelaskan oleh para ulama. 47 . sebagaimana yang telah diterangkan oleh para ulama. (akan bekerja efektif) bila dibaca oleh hambaNya yang shalih. serta melaksanakan segala perkara yang diperintahkan Allah dan meninggalkan segala hal yang dilarang olehNya. untuk kemudian ia amalkan. juga sudah seharusnya ia mempelajari ‘Alaihi tuntunan-tuntunan yang Nabinya Shallallahu perkara Wasallam berkaitan dengan agamanya. merupakan pengobatan rohani. kesembuhan pun akan diperoleh dengan izin Allah”.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah bertaubat dari segala dosa dan perbuatan yang melanggar syariat. dan ia ajarkan kepada keluarganya dan masyarakat sekitarnya. Seorang muslim. Karena membaca Al Qur’an dengan benar hukumnya fardu ‘ain (kewajiban individual) bagi setiap pribadi muslim. baik ketika meruqyah maupun dalam aktifitas kesehariannya dalam membaca Al Qur’an. agar 41 Fathul Bari ((10/195).41 Dan yang tak kalah penting juga.

Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. jauh dari kesyirikan dan bid’ah serta kemaksiatan. 48 .Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah mereka mendapat keselamatan. An Nahl:99100) Dan Allah-lah Yang Maha Memberi hidayah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya.” (QS. Wallahu a’lam. serta mendapatkan benteng perlindungan dari Allah dari semua keburukan dan kejahatan makhlukNya dengan amal shalih yang mereka kerjakan.

Beirut. cet Mujamma’ Malik Fahd. Beirut. Abu Abdillah Muhammad Bin Ismail bin Al Mughirah Al Bukhari (194-256 H).Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah 1. tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi. Dar Ihya At Turats. Dar Ibni Katsir. Shahih Muslim. 3. Abu Daud Sulaiman bin Al Asy’ats As Sijistani (202-275 H). Dar Al Fikr. tanpa cetakan dan tahun. 49 . Shahih Al Bukhari. 2. cet III th 1407 H/1987 M. tanpa cetakan dan tahun. tahqiq Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid. Al Qur’an Al Karim dan terjemahannya. Al Yamamah. Abul Husain Muslim bin Hajjaj An Qusyairi An Naisaburi (204-261 H). 4. tahqiq Musthafa Dib Al Bugha. Sunan Abu Daud.

tahqiq DR. Dar Al Fikr. Halab. tahqiq Ahmad Muhammad Syakir dkk. tanpa cetakan dan tahun. Beirut. Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal Asy Syaibani (164241). 10. Abu Abdirrahman Ahmad bin Syu’aib An Nasai (215-303 H). Beirut. Sunan An Nasai Al Mujtaba. Mesir. cet II th 1406 H/ 1986M. Dar Al Kutub Al Ilmiyyah. Abu Isa Muhammad bin Isa At Tirmidzi (209-279 H).Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah 5. 6. Al Mustadrak. Beirut. 7. Muhammad bin Abdillah Al Hakim An Naisaburi (321-405 H). Dar Ihya At Turats. Musnad Ahmad. tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi. tanpa cetakan dan tahun. Sunan Ibnu Majah. Abu Abdirrahman Ahmad bin Syu’aib An Nasai (215-303 H). Jami’ At Tirmidzi. tahqiq 50 . 9. Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah. 8. Maktab Al Mathbu’at. Mu’assasah Qurthubah. tahqiq Abdul Fattah Abu Ghuddah. cet I th 1411 H/1991M. As Sunan Al Kubra. Abdul Ghaffar Sulaiman Al Bundari dan Sayyid Kisrawi Hasan.

Ibnu Hajar Al Asqalani (773-852 H). Muhammad Nashiruddin Al Albani (1332-1420 H). 15. Ibrahim Mushthafa dkk. II th 1392H/1972 M. 12. tahqiq Syu’aib Al Arna’uth. Muhammad Nashiruddin Al Albani (1332-1420 H). 16. ta’liq Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz. cet I th 1411 H/1990 M. 51 . Muassasah Ar Risalah. Shahih Al Jami’ Ash Shaghir. th 1415 H. 13. Riyadh. Al Maktab Al Islami tanpa cetakan dan tahun. Dar Al Kutub Al Ilmiyyah. Mu’jamul Wasith. Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh. tahqiq Muhibbuddin Al Khatib. Ibnul Qayyim. Maktab Al Ma’arif. tanpa cetakan dan tahun. Beirut. tanpa cetakan dan tahun. 14. Fathul Bari. takhrij Ali bin Sinan. Al Silsilah As Shahihah. Istambul-Turki. 11. th 1421 H/ 1992 M. Fathul Majid Syarhu Kitabi At Tauhid. Zaadul Ma’ad Fi Hadyi Khairil ‘Ibad. cet. cet. Al Maktabah Al Islamiyyah. tahqiq Muhammad Hamid Al Faqi. Dar Al Fikr.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah Muhammad Abdul Qadir ‘Atha. Dar Al Ma’rifah. Beirut.

52 . 18. tanpa cetakan dan tahun. Ad Du’a Min Al Kitab Wa As Sunnah. Risalatun Fi Ahkam Ar Ruqyah Wa At Tama’im Wa Shifatu Ar Ruqyah Asy Syar’iyyah. Maktabah Al Ummah. 19. cet XII. Al Qashim-Unaizah. Abu Mu’adz Muhammad bin Ibrahim. Mu’assasatu Al Juraisi. Majalah As Sunnah 06/IX/1426H/2005M. Rabi’ul Awal th 1421H. Riyadh. Said bin Wahf Al Qahthani.Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah 17. koreksi Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful