362.

11 Ind s

DEPARTEMEN KESEHATAN RI 2009

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan c 2008, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI

18 cm x 25 cm xxii + 143 halaman ISBN No. 978-979-9254-66-5

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak, mencetak dan menerbitkan sebagian atau seluruh isi buku ini dengan cara dan bentuk apapun juga tanpa seizin penulis dan penerbit

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI
362.11

Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik s .Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan -- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2009
Ind

KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat serta karunia-Nya sehingga Pedoman, Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dapat tersusun dengan baik dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1069/Menkes/SK/XII/2008. Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman, Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ditujukan bagi setiap rumah sakit yang akan dan telah berfungsi sebagai tempat wahana pembelajaran bagi peserta pendidikan kedokteran serta menjadi acuan bagi rumah sakit dalam proses penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Kepada Kontributor, Tim Penyusun dan kepada semua pihak terkait yang telah turut berpartisipasi dalam penyusunan buku ini, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas buah pikiran, waktu, dan sumbang saran yang telah diberikan. Semoga segala upaya dan kerja keras Saudara bermanfaat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan kedokteran di tanah air.

DirekturEBina Pelayanan Medik Spesialistik, EN K SEH
DEPAR

T

EM

A

RAL ENDE EDIK TUR J M DIREK LAYANAN PE BINA

Dr. K. Mohamad Akib, Sp. Rad. MARS NIP. 195208201978071001

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

N TA

i

Tim Penyusun Dr. K. Mohamad Akib. Rad.Kes Drg. Sp. MARS Dr. Rochman Arif. Indri Yogyaswari Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan iii . M. Desriana Elizabeth Ginting Dr. Noor Sardono.Kes Dr. Ady Iswadi Thomas Dr. Luki Hartanti. M. MpH Dr.

A (K) Dr. MARS (alm) Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan v .Dr.F. DR. MARS Fresley Hutapea. Sumaryono. M.Dr. MSc Drg. Dr.M (K) Dr. Hasjmy. MARS Prof. Noor Sardono. Anwarul Amin. Luwiharsih. Akmal Taher. Irawan Yusuf. M. Tri Hesty. Merdias Almatsier. M.Dr.Dr. Wiguno. Sp. Tjahjono D. M. Nanan Sekarwana. DR.Dr. SpS DR. Agung Sutiyoso. Mulya A. MM.Kes Dr. DR. Sp.PD (K) Dr. Sp. Abidin Widjanarko. Dr. SpOT (K). PhD DR. Luki Hartanti. Sp.PD. SpB. Dr. Suryo Purhananto. KHOM Dr. DR. SpU (K) Prof. Ratna Rosita. SpA (K) Prof. SH.Kes Prof. M. Melianna Zailani. Dr.Kes DR.MARS Drg.Dr. DR. MPHM Dr. Untung Suseno. Sutoto Cokro. SH. SH DR.M Dr. MARS Prof. Sp. MA Prof. Gondhowiardjo. MPH Dr. Budi Sampurna. Cissy Prawira K.MH. Dr. Sp.Kes Prof. Salwa Ahmad.PD (K) Dr.Kes DR.F. Sp. Agus Purwadianto. Sp.Kontributor : Dr.Dr.

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ............................................................................................i Tim Penyusun ............................................................................................iii Kontributor ..................................................................................................v Daftar Isi ....................................................................................................vii Sambutan Menteri Kesehatan....................................................................ix Sambutan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik .................................xi Sambutan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI).....................................................................................................xiii Sambutan Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI)………………………………………………......................xv Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 Tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan …………………………................xvii BAB I Pendahuluan........................................................................... 1 A. Latar Belakang .................................................................... 1 B. Landasan Hukum ................................................................ 2 C. Pengertian Rumah Sakit Pendidikan .................................. 4 D. Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia ................................ 5 E. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan ......................................................................... 5 Standar Rumah Sakit Pendidikan……................…….......... 7 Penyelenggaraan dan Pengorganisasian............................ 11 Tata Cara Penetapan Rumah Sakit Pendidikan …….......... 15 A. Persyaratan ........................................................................ 15 B. Prosedur Pengajuan .......................................................... 15 C. Penilaian Kelayakan ........................................................... 16 D. Sertifikasi............................................................................. 18 Standar Rumah Sakit Pendidikan Utama ............................ 19 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan................... 19 B. Standar Manajemen dan Administrasi ….................…….....20 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik …………………........................................23 D. Standar Penunjang Pendidikan...........................................24 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas........................ 25 Standar Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi (Eksilensi.......... 29 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan ........... ...... 29 vii

BAB II BAB III BAB IV

BAB V

BAB VI

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

BAB VII

BAB VIII

BAB IX BAB X BAB XI BAB XII BAB XIII BAB XIV BAB XV Referensi

B. Standar Manajemen dan Administrasi ................................ 30 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik ………………........................................... 33 D. Standar Penunjang Pendidikan ………………..................... 34 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas ….................... 35 Standar Rumah Sakit Pendidikan Satelit …........................ 39 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan ................. 39 B. Standar Manajemen dan Administrasi …………................. 40 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk ProgramPendidikan Klinik……………………….................. 43 D. Standar Penunjang Pendidikan …………………................ 44 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas ……............... 45 Parameter dan Indikator Penilaian Rumah Sakit Pendidikan ............................................................................ 49 A. Rumah Sakit Pendidikan Utama ....................................... 49 B. Rumah Sakit Pendidikan Affiliasi........................................ 79 C. Rumah Sakit Pendidikan Satelit ....................................... 107 Hasil Penilaian dan Status Akreditasi ............................... 139 Pemantauan dan Evaluasi ….............................................. 141 Pembinaan dan Pengawasan ……………........................... 143 Sanksi .................................................................................. 145 Pembiayaan…………………………………..…..................... 146 Ketentuan Peralihan……………………............................... 147 Penutup………...………….................................................... 148 ………………........…………………………...........….….......... 149

viii

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

BH INN E

K A TUNGGAL

A IK

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Keberadaan Rumah Sakit Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medik. Hal ini mengingat misi Rumah Sakit Pendidikan disamping memberikan pelayanan kesehatan, juga berfungsi sebagai wahana peningkatan kompetensi calon dokter dan calon dokter spesialis. Tidak kalah penting juga bahwa Rumah Sakit Pendidikan merupakan wahana penelitian serta pengembangan teknologi kedokteran. Rumah Sakit Pendidikan harus tampil lebih baik, lebih bermutu karena merupakan etalase mutu pendidikan kedokteran kita. Upaya peningkatan mutu pendidikan akan berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang pastinya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sejalan dengan perkembangannya, Pemerintah telah membuat beberapa regulasi serta pengaturan tentang pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diantaranya Keputusan Bersama Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 544/ Menkes/SKB/X/81; Nomor 0430a/U/1981; Nomor 324 A tentang 14 (empat belas) Rumah Sakit Pemerintah yang Digunakan Sebagai Tempat Pendidikan Calon Dokter dan Dokter Spesialis; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/Menkes/PER/2007 pasal 6 ayat 2 bahwa penetapan rumah sakit, standar rumah sakit pendidikan dan standar rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Pedoman, Klasifikasi dan Standar RS Pendidikan. Selanjutnya, saya mengharapkan agar buku ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi acuan bagi semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sekaligus menyesuaikan
Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

ix

saya ucapkan selamat dan penghargaan atas dedikasinya dalam penyusunan buku Pedoman.Dr.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA dengan aturan yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Kesehatan No 1069/Menkes/SK/XI/2008 sebelum disahkannya Undang Undang Rumah Sakit yang saat ini masih dalam pembahasan di DPR.Siti Fadillah Supari. Agustus 2009 Menteri Kesehatan RI ME N TE E R I K S EH DR. Standar dan Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan. Kepada tim penyusun dan para kontributor. Jakarta.SpJP (K) AN AT x Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

DEPARTEMEN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Jl. 1196 Jakarta 12950 Telepon : (021) 5201590 (Hunting) Faksimile : (021) 5261814. Rumah Sakit Pendidikan dalam penyelenggaraannya berfungsi ganda. Rasuna Said Blok X5 Kavling 4-9 Kotak Pos 3097.go.id. Pesatnya perkembangan penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pelayanan kesehatan menuntut pelaksanaan pelayanan medik spesialistik yang bermutu. Agar tercapai tujuan tersebut di atas penyelenggaraan rumah sakit pendidikan harus memenuhi standar sebagai rumah sakit pendidikan. Saya menyambut gembira atas upaya menerbitkan buku ini yang merupakan penyempurnaan dari Standar Rumah Sakit Pendidikan yang telah diterbitkan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2005.seyanmed@depkes.go. transparan dan akuntabel di Rumah Sakit. yakni disamping berfungsi memberikan pelayanan medik kepada masyarakat juga berfungsi sebagai tempat pembelajaran klinik bagi calon dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis untuk meningkatkan kompetensi baik dari segi keilmuan (knowledge). Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ini merupakan acuan dalam pelaksanaan Standarisasi. keahlian (skill) dan profesional attitude. 5203872 Surat Elektronic : yanmed@ depkes. HR. Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi dan Rumah Sakit Pendidikan Satelit dimana masing-masing standar mengacu kepada standar Pendidikan Kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). Akreditasi serta Sertifikasi bagi Rumah Sakit Pendidikan Utama.id INDONESIA SEHAT 2010 SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua atas ditetapkannya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 tentang Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. sehingga dalam penyelenggaraannya sebagai Rumah Sakit Pendidikan diharapkan dapat mendukung terlaksananya Standar Pendidikan Kedokteran agar menghasilkan dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis yang berkualitas dan memiliki daya saing serta dapat memberikan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xi .

Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka penyelenggaraan pendidikan kedokteran sekaligus peningkatan mutu pelayanan kesehatan di tanah air. penerima pelayanan. Saya ucapkan selamat kepada semua pihak yang telah menyumbangkan gagasan serta pemikiran dalam penyusunan buku ini. Husain NIP. peserta didik. Jakarta. dan dosen pembimbing klinik.perlindungan hukum bagi pemberi pelayanan. 195003091979121001 N TA xii Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Juni 2009 DEPAR T DirekturH Jenderal Bina Pelayanan EN K E SE A Medik EM RAL ENDE EDIK TUR J M DIREK LAYANAN PE BINA Farid W.

Seperti kita ketahui bersama bahwa pendidikan kedokteran tidak dapat dilepaskan dari masa kepaniteraan dan pengalaman bekerja di Rumah Sakit sehingga keberadaan Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian penting dari proses belajar mengajar dalam pendidikan kedokteran. Era globalisasi menuntut peningkatan mutu dalam berbagai hal termasuk dalam bidang pendidikan kedokteran. M. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri Kesehatan yang atas nama Pemerintah telah berkenan menetapkan Pedoman dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. Mengingat Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian integral dalam pendidikan kedokteran maka Rumah Sakit Pendidikan pun dituntut untuk senantiasa meningkatkan mutunya antara lain melalui pemenuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. Klasifikasi dan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. Jakarta.dr.ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA The Indonesian Teaching Hospital Association (ARSPI) SAMBUTAN KETUA ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT kami menyambut gembira diterbitkannya buku Pedoman. Sutoto. Dengan diterbitkannya buku ini kami berharap seluruh anggota Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan-ketentuan yang tertera dalam buku pedoman dan standar ini. Juli 2009 Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia Dr.Kes Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xiii . Keberadaan buku ini dapat digunakan sebagai acuan Rumah Sakit dalam penyelenggaraan proses pendidikan kedokteran dan dapat membantu Rumah Sakit Pendidikan dalam meningkatkan mutu sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Dengan demikian. Dengan terbitnya buku ini. JL. Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan kedokteran. Terbitnya buku ini dapat digunakan sebagai acuan Rumah Sakit dalam penyelenggaraan proses pendidikan kedokteran dan dapat membantu Rumah Sakit Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi dokter. SALEMBA RAYA 6. JAKARTA PUSAT TELP : (021) 3100354.ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA AIPKI (INDONESIAN ASSOCIATION OF MEDICAL EDUCATION INSTITUTION) SEKRETARIAT : GEDUNG CHS LANTAI II. Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan yang berkenan menetapkan Pedoman dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. maka jaminan akan tersedianya wahana pendidikan untuk dokter dan dokter spesialis. Klasifikasi dan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. infrastruktur dan manajemen pengelolaannya sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xv . tetapi yang terpenting adalah kualitas pelayanan. Dalam standar pendidikan profesi persyaratan Rumah Sakit Pendidikan merupakan persyaratan mutlak tidak saja dalam hal keberadaannya. serta pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu kedokteran akan tercapai. FAX : (021) 3907411 SAMBUTAN KETUA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA Rasa syukur kehadirat Allah SWT patutlah dipanjatkan dengan terbitnya buku Pedoman. Bagi institusi pendidikan dokter. Sejak tahun 2006 KKI telah mensahkan standar pendidikan profesi dan standar pendidikan kompetensi yang harus dilaksanakan oleh semua institusi pendidikan dokter di Indonesia dalam menjalankan fungsinya. Rumah Sakit Pendidikan merupakan wahana bagi pelaksanaan tridarma pendidikan tinggi serta pencapaian kompetensi dokter maupun dokter spesialis.

Jakarta. Dr. 31 Juli 2009 Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia Prof. Irawan Yusuf. Ph.D xvi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .Kami berharap bahwa seluruh institusi pendidikan dokter mengkordinasikan berbagai ketentuan dalam buku pedoman dan standar ini dengan pihak Rumah Sakit yang dipergunakan sebagai wahana pendidikan dokter maupun dokter spesialis.

Bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan. bahwa agar Rumah Sakit yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memenuhi persyaratan. pendidikan dan penelitian kedokteran. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Mengingat : 1. perlu menetapkan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dengan Keputusan Menteri. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xvii . keberadaan Institusi Pendidikan Kedokteran. b.BH INN E K A TUNGGAL A IK MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1069/MENKES/SK/XI/2008 TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. Kolegium Ilmu Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan dalam pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memegang peranan penting. Menimbang : a. 3. 2.

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). Tugas. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. 1045/Menkes/Per/XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. 5.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. P e r a t u r a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 1045/Menkes/Per/XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89.P e r a t u r a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 512/MENKES/PER/IV/ 2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. 7. 6. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). 8. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006. Pemerintah Daerah Provinsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). 9. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4. xviii Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 11. MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dimaksud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.A Tahun 1981 tentang Pembagian Tugas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0430 a/U/1981 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 324. Memperhatikan : Surat Keputusan Bersama Menteri Kesehatan Nomor 544 Menkes/SKB/X/81. K e p u t u s a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 1575/Menkes/PERXI/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/07. Pedoman dimaksud Diktum Kedua agar digunakan oleh Institusi. Lembaga dan Organisasi Profesi terkait sebagai acuan klasifikasi dan penetapan status akreditasi dalam rangka pembinaan Rumah Sakit Pendidikan. Kedua : Ketiga : Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xix . Tanggung Jawab dan Penetapan Prosedur sebagai Rumah Sakit Pemerintah yang digunakan untuk Pendidikan Dokter.

SITI FADILAH SUPARI. dr.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keempat : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. JP (K) xx Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 18 Nopember 2009 MENTERI KESEHATAN. ME N TE E RI K SE H AN AT Dr. Sp.

7. Konsil Kedokteran Indonesia telah mengesahkan Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. 9. 4. 6. 3.Sardjito. Jakarta Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 . maka semua pendidikan profesi harus diselenggarakan oleh Institusi Pendidikan. ditetapkan 14 RS Umum Pemerintah sebagai tempat pendidikan calon dokter dan calon dokter spesialis. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri. Dalam lampiran Surat Keputusan tersebut. Yogjakarta RSU Dr. Makasar RSUP Palembang RSU Gunung Wenang. 10. Semarang RSUP Dr. Surabaya RSU Ujung Pandang. Penetapan RS Pendidikan di Indonesia secara resmi dimulai dengan di tetapkannya pembagian tugas.Cipto Mangunkusumo. Jakarta RSUP Dr. RSU Dr. dengan diberlakukannya Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional. 5. Pada tahun 2006. dan penetapan prosedur sebagai RS Pemerintah yang digunakan untuk pendidikan kedokteran pada tahun 1981 melalui SK Bersama Menteri Kesehatan. Manado RSU Persahabatan. 2. Dalam Standar tersebut juga dikatakan bahwa Institusi Pendidikan Kedokteran harus menjamin tersedianya fasilitas pendidikan klinik bagi mahasiswa yang terdiri dari RS Pendidikan dan Sarana Kesehatan lain yang diperlukan.Soetomo.Pirngadi. Medan RSUP Dr. Latar Belakang Salah satu persyaratan Pendidikan Kedokteran adalah tersedianya Rumah Sakit (RS) Pendidikan Utama dalam jaringan lahan praktek yang kelayakannya dinilai oleh pakar pendidikan kedokteran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam Panduan Pendidikan Kedokteran (Dirjen Dikti. Dokter/Dokter Gigi Spesialis serta Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB I PENDAHULUAN A. tanggung jawab.Kariadi. Bandung RSUP Dr.Dokter/Dokter Gigi Spesialis. 8. Tahun 2003. 2002). RS tersebut adalah: 1.Hasan Sadikin.

Solo RSU Dr. Saat ini penetapan RS Pendidikan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 11. Pesatnya pertambahan Institusi Pendidikan Kedokteran baik pemerintah maupun swasta. 2. RSU Surakarta. Padang Masing-masing RS Pendidikan tersebut merupakan RS Pendidikan untuk satu Institusi Pendidikan Kedokteran Negeri. membutuhkan peningkatan jumlah RS Pendidikan. maka perlu disusun Standar RS Pendidikan. yang pada saat itu sudah mempunyai dua RS Pendidikan. hingga tahun 2009 tercatat hanya ada 39 RS yang secara resmi mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. Selain itu juga terdapat 12 RS Gigi dan Mulut Pendidikan yang telah mendapat SK Menteri Kesehatan. B. dilaporkan terdapat 97 RS yang berfungsi sebagai RS Pendidikan. Landasan Hukum Peraturan perundangan yang mendasari penyusunan pedoman ini meliputi : 1. 14. Untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan terutama dalam proses pembelajaran klinik bagi peserta didik pendidikan kedokteran terutama dalam pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dan Universitas Gajah Mada pada tahun 2003. Malang RSUP Sanglah. setelah melalui proses penilaian dan memenuhi kriteria Standar RS Pendidikan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan pada bulan Mei tahun 2005. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100.M.Syaiful Anwar. 13. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). Tambahan 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .Cipto Mangunkusumo dan RS Persahabatan. yaitu RS Dr. kecuali untuk Institusi Pendidikan Kedokteran Universitas Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. merupakan dasar penetapan RS Pendidikan. namun dari data Asosiasi RS Pendidikan Indonesia (ARSPI). pada waktu yang sama terdapat 52 Institusi Pendidikan Kedokteran. Denpasar RSUP Dr.Jamil. Selama ini Standar RS Pendidikan yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada tahun 2005. 12.

Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/ MENKES/ PER/IV/2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran 11. 10. 8. Pemerintah Daerah Provinsi. 4. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/PER XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 3 . Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1045/Menkes/Per/ XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lembaran Negara Nomor 4301). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89. 3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). 5. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006. 6. 9.

dikenal juga istilah RS Universitas (“University Hospital”). AHCs terdiri dari satu Intitusi Pendidikan Kedokteran yang terakreditasi. satu atau lebih Rumah Sakit yang ber “Afiliasi”. 4 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Di berbagai negara maju saat ini “Academic Health Center” (AHCs) atau dikenal juga sebagai Academic Medical Center telah berkembang pesat. dapat dirumuskan RS Pendidikan di Indonesia adalah Rumah Sakit yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Pengertian Rumah Sakit Pendidikan Dari berbagai definisi yang ada. Pada tahun 1993. “internship” dan residen atau peserta pendidikan spesialis. tenaga kesehatan dan kedokteran gigi. program pendidikan pasca sarjana dan penelitian klinis.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 1295/Menkes/Per/XII/2007. keperawatan. pada prinsipnya pengertian RS Pendidikan (“Teaching Hospital”) adalah Rumah Sakit yang juga digunakan untuk pendidikan kedokteran. Memperhatikan uraian tersebut diatas dan berdasarkan fungsi Rumah Sakit dalam proses pendidikan profesi kedokteran. Selain istilah RS Pendidikan. di Amerika Serikat tercatat lebih dari 100 AHCs. Hutchkinson & Wilkipedia Encyclopedia mendefinisikan RS Pendidikan sebagai Rumah Sakit yang berhubungan erat dengan Pendidikan Kedokteran dan berfungsi dalam pendidikan praktik untuk mahasiswa kedokteran. C. Medline. kesehatan masyarakat.1997 mendefinisikan RS Universitas sebagai Rumah Sakit yang dikelola oleh suatu universitas untuk pendidikan mahasiswa kedokteran. serta satu atau lebih pendidikan yang terkait dengan kesehatan seperti.

Hasil pengobatan dan survival rate yang lebih baik. RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi). Teknologi Kedokteran yang bertepat guna. Serangkaian seminar. Standar RS Pendidikan dan Standar Rumah Sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan. D. d. Penjaminan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta kedokteran berbasis bukti. lokakarya dan pertemuan yang diprakarsai oleh Departemen Kesehatan. Hari rawat yang lebih pendek untuk penyakit yang sama. e. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI). Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 512/Menkes/Per/IV/2007 yang merupakan salah satu peraturan pelaksanaan Undang undang nomor 29 tentang Praktik Kedokteran salah satu kausulnya (pasal 6. ayat 2) menyatakan bahwa penetapan RS menjadi RS Pendidikan. Tersedianya konsultasi dari Staf Medis Pendidikan. selama 24 jam. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). disepakati penetapan Standar dan Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan yang lebih luas meliputi RS Pendidikan Utama. Konsil Kedokteran Indonesia. b. RS Pendidikan Satelit Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 5 . c.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA RS Pendidikan diharapkan memiliki kemampuan pelayanan yang lebih dari Rumah Sakit non Pendidikan terutama meliputi: a. Penerapan Metode Penatalaksanaan Terapi terbaru. Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia dan seluruh “stake holder” pendidikan kedokteran di Indonesia. f.

Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan. serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus maupun ketersediaan sarana prasarana pendidikan dan peralatan kedokteran. E. 6 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran. Peningkatan RS Pendidikan Utama. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA yang merupakan Rumah Sakit jejaring pendidikan. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan Tujuan penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai berikut : 1. 2. maupun perluasan Jejaring Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) dan Satelit sangat dibutuhkan sejalan semakin meningkatnya jumlah Institusi Pendidikan Kedokteran dan jumlah peserta didik. 3.

Kolegium Ilmu Kedokteran dan RS Pendidikan. pengembangan kapasitas. keterbatasan fasilitas serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus di RS Pendidikan Utama menjadi masalah bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dalam menghasilkan tenaga medik yang berkualitas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB II STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Standar Rumah Sakit Pendidikan ini disusun mengacu pada standar pendidikan kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan tiga komponen utama yang memegang peranan penting dan saling mendukung. Untuk itu dalam rangka menjamin mutu pendidikan profesi kedokteran sekaligus menjamin mutu pelayanan medik di RS Pendidikan. kemampuan psikomotor (skill). dan perilaku (attitude) sesuai kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam modul pendidikan berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Kedudukan RS Pendidikan sebagai salah komponen yang sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran klinik yang meliputi pengetahuan (knowledge). Rumah Sakit yang telah berdiri dan operasional memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bila akan ditambah fungsinya sebagai RS Pendidikan haruslah memenuhi kriteria sebagaimana ditentukan dalam Standar Rumah Sakit Pendidikan. maka tidak semua Rumah Sakit dapat secara serta merta menjadi RS Pendidikan. yaitu Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 7 . Format ini juga digunakan dalam penyusunan Standar Pendidikan Profesi Dokter /Dokter Gigi dan Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi Spesialis. Kedudukan dan Peran Rumah Sakit Pendidikan Dalam pelaksanaan program pendidikan dokter dan dokter spesialis. 2. Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan Peningkatan jumlah peserta didik. maka dipandang perlu dilakukan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. Seiring dengan kebutuhan pembelajaran klinik peserta didik terutama dalam rangka menjamin mutu keluaran dan hasil peserta didik yang sesuai dengan standar kompetensi. 1.

4. Untuk setiap jenis RS Pendidikan ditetapkan Standar dengan masingmasing kriterianya. sebagai berikut : 1. 3. Standar Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik. jumlah dan jenis variasi kasus. mengacu pada World Federation of Medical Education (WFME). Standar Manajemen dan Administrasi. Rumah Sakit Khusus (Afiliasi/Eksilensi) dapat mempunyai Rumah Sakit Satelit berupa Rumah Sakit Khusus lainnya dan Rumah Sakit Umum yang mempunyai pelayanan unggulan tertentu sebagai jejaringnya. Standar RS Pendidikan Satelit. 5. Selain itu Institusi Pendidikan Kedokteran dapat memiliki satu atau beberapa jejaring RS Afiliasi (Eksilensi) atau Rumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didiknya. 2. Misi. penetapan parameter penilaian sebaiknya merupakan bagian dari instrumen penilaian akreditasi pendidikan kedokteran yang disusun bersama oleh para pemangku kepentingan pendidikan profesi kedokteran. yang harus dipenuhi sebagai dasar penilaian kepatuhan institusi terhadap standar yang telah ditetapkan dalam rangka penetapan sebagai RS Pendidikan. 3. 8 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Menteri Kesehatan dapat menetapkan. Untuk akreditasi dan reakreditasi. Standar dan parameter penilaiannya ini lebih merupakan standar input. Standar RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Konsep dasarnya adalah tiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus memenuhi kecukupan tenaga pengajar. Oleh karena itu setiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus mempunyai minimal satu RS Pendidikan Utama dan mempunyai beberapa RS Pendidikan Satelit sebagai jejaring. Standar Visi. 2. Standar perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinis yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut maka disusun Standar RS Pendidikan menjadi : 1. Komitmen dan Persyaratan. setelah melalui persyaratan Akreditasi Rumah Sakit dari Departemen Kesehatan RI. Standar RS Pendidikan Utama. Standar Penunjang Pendidikan.

Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik . Perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yang berkualitas Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 9 . Ruang Lingkup Ruang lingkup Standar RS Pendidikan ini adalah untuk Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pendidikan kedokteran meliputi : a. dengan tambahan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh kolegiumnya di luar Standar RS Pendidikan yang sudah ada. dapat merupakan RS Pendidikan Utama.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA membatalkan. e. RS Pendidikan Satelit ataupun RS Pendidikan Khusus (Afiliasi/Eksilensi). Untuk pendidikan profesi dokter/dokter gigi spesialis. Komitmen dan persyaratan . d. c. b. Misi. Dengan demikian RS Pendidikan Profesi Dokter Spesialis. Visi. 3. Manajemen dan Administrasi . Penunjang pendidikan . mencabut atau menunda pemberian Surat Keputusan Rumah Sakit Pendidikan tergantung dari hasil akreditasi tersebut. Rumah Sakit yang akan digunakan harus masuk dalam salah satu klasifikasi RS Pendidikan dan sesuai dengan kebutuhan untuk pembelajaran klinik dalam rangka pencapaian kompetensi berdasarkan standar pendidikan profesi dokter/dokter gigi spesialis yang disusun oleh Kolegium Ilmu Kedokteran Spesialis.

MKKI.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran III Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB III PENYELENGGARAAN DAN PENGORGANISASIAN A. Departemen Kesehatan RI merupakan instansi yang berwenang menetapkan Standar Rumah Sakit Pendidikan yang digunakan sebagai wahana pembelajaran Pendidikan Kedokteran sebagaimana Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 512 (pasal 6 ayat (2). RS yang akan atau telah difungsikan sebagai RS Pendidikan baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah. 1. maupun Swasta lainnya wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. dan KKI. pengawasan dan pembinaan teknis dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan meliputi Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan dan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan RI. Pemerintah Daerah. Untuk pelaksanaan. Sekretaris dan Anggota dengan susunan sebagai berikut : Penanggung Jawab : Menteri Kesehatan Ketua I : Sekretaris Jederal Ketua II : Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Sekretaris I : Kepala Biro Hukum dan Organisasi Sekretaris II : Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Anggota : 1. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab melaksanakan penetapan. B. TNI/POLRI. Penyelenggaraan. Tim Pengarah terdiri dari Penanggung Jawab. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 11 . BUMN/BUMD. AIPKI. Tim Pengarah. Pengorganisasian Penetapan RS Pendidikan. penetapan. pengawasan dan pembinaan RS Pendidikan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dibantu Tim Akreditasi RS Pendidikan yang melibatkan pemangku kepentingan yang terkait yaitu ARSPI.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. Melaporkan hasil kegiatan penetapan. Konsil Kedokteran Indonesia 3. c. pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan. Unsur AIPKI 7. Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Medik Spesialistik Non Pendidikan 2. e. Menetapkan kebijakan strategis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan RS Pendidikan. Kepala Sub Dit Bina Pelapisan Teknologi Medik Spesialistik 5. reakreditasi dan visitasi RS Pendidikan. Ketua AIPKI 5. Menetapkan besaran satuan biaya akreditasi. Unsur ARSP 6. b. d. 2. Unsur KKI 12 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ketua ARSPI 4. Ketua Sekretaris I Sekretaris II Anggota : Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik : Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Medik Spesialistik RS Pendidikan : Kepala Bagian Hukormas Ditjen Bina Yanmedik : 1. Unsur MMKI 8. Melaksanakan koordinasi lintas sektor penyelenggaraan Penilaian dan Pembinaan RS Pendidikan. Ketua KKI Tugas Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan : a. Tim Pelaksana Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan. Memberikan dukungan pelaksanaan tugas-tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Ketua MKKI 6. Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Spesialistik di RS Khusus 4. Kepala Sub Dit Bina Akreditasi RS 3.

Menyusun rencana kerja penetapan. Staf Sub Direktorat Bina Yanmedik di RSU Pendidikan Tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan: a. b. Melaksanakan penetapan. Kepala Seksi Standarisasi 2. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan kepada Menteri Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Sekretariat : 1. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi Pedoman Standar dan Pelaksanaan Penilaian Rumah Sakit Pendidikan. Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi 3. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 13 . pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. Melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan penetapan. c. f. Melaksanakan kajian pengembangan standar Rumah Sakit Pendidikan. Melaporkan pelaksanaan penetapan. d. e. Staf Sub Bag TU Direktorat Bina Yanmedik Spesialistik 4.

Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 15 . Pernyataan kesediaan Pemilik Rumah Sakit untuk menjadikan Rumah Sakit menjadi RS Pendidikan dan sanggup menyediakan anggaran. 6. 5. 2. Profil Rumah Sakit 3 (tiga) tahun terakhir. Rumah Sakit telah mempunyai ijin pendirian yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau ijin operasional yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau ijin penyelenggaraan Rumah Sakit yang masih berlaku. Surat penetapan kelas (tipe) Rumah Sakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI. ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI cq Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen K e s e h a t a n R I dengan dilampirkan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf A. Persyaratan 1. tembusannya Disampaikan kepada : a. Prosedur Pengajuan 1. A. Telah terakreditasi sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran IV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB IV TATA CARA PENETAPAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Penetapan RS Pendidikan adalah proses penilaian kelayakan rumah sakit yang akan dijadikan wahana pembelajaran klinis peserta didik Institusi Pendidikan Kedokteran guna menjamin terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas sesuai kebutuhan modul untuk mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. 7. Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi setempat. 3. sarana dan prasarana pendukung untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan. Surat Permohonan sebagaimana huruf B. 4.1. Pemilik Rumah Sakit/Pimpinan Rumah Sakit mengajukan S u r a t Permohonan untuk ditetapkan sebagai RS Pendidikan. B. Naskah Perjanjian Kerja Sama Rumah Sakit Pendidikan dengan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2.

Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menelaah hasil Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit. d. Berkas Surat Permohonan yang telah lengkap persyaratan administrasinya dilaporkan kepada Sekretaris Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dibuat rancangan surat balasan kepada Rumah Sakit. Hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dapat berupa ”rekomendasi layak atau belum layak visitasi” dan rekomendasi tersebut di umpan balikkan kepada Rumah Sakit bersangkutan dengan tembusan kepada Dinas Kesehatan Provinsi setempat dan/atau Dinas Kesehatan Kab/Kota setempat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat c. b. Penilaian Kelayakan 1. c. Berkas Surat Permohonan yang telah diterima oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik diserahkan kepada Sekretariat Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk diperiksa kelengkapan administrasi persyaratan administrasi. Surat balasan yang ditandatangani oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik selaku Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dikirimkan kepada Pemilik RS/Pimpinan RS disertai Borang Penilaian RS Pendidikan (Instrumen Self Assesment) RS Pendidikan sesuai dengan klasifikasi. Pra Visitasi a. Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit dikirimkan kembali ke Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. e. g.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA b. Setelah menerima surat balasan Direktur Rumah Sakit setempat membentuk Tim Persiapan Penilaian RS Pendidikan yang terdiri dari unsur-unsur pemangku kepentingan Rumah Sakit dan melakukan pengisian Borang Penilaian RS Pendidikan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat C. 16 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . f.

Penetapan a. Indikator dan Parameter kemudian direkapitulasi dalam Instrumen Rekapitulasi Hasil Penilaian untuk menentukan nilai akhir penilaian. Apabila hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan ”layak visitasi” maka kepada Rumah Sakit dijadualkan waktu kunjungan Tim Visitasi. 3.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA h. selanjutnya hasil penilaian diisi ke dalam Instrumen Penilaian masing-masing Standar dan Parameter. maka pihak Rumah Sakit wajib menyempurnakan/ memperbaikinya dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tigapuluh) hari sejak dilakukan visitasi. b. c. Tim Visitasi dalam melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit melakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan silang serta wawancara dengan pihak terkait atas Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit. Visitasi a. Apabila dari hasil penilaian Tim Visitasi dan kesimpulan sementara masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan dan/atau diperbaiki oleh pihak Rumah Sakit. d. Apabila umpan balik dari Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan ”dipertimbangkan belum layak ”visitasi” maka Rumah Sakit dapat mengajukan permohonan fasilitasi atau pembinaan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. 2. Sesuai jadwal yang ditentukan Tim Visitasi melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit. B atau C. Hasil penilaian akhir (sementara) berikut catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu disempurnakan/diperbaiki disampaikan oleh Tim Visitasi kepada pihak Rumah Sakit dan dibuatkan Berita Acara Hasil Visitasi yang ditanda tangani oleh Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 17 . b. e. Hasil penilaian dapat menggambarkan hasil akhir katagori penilaian : A. Hasil penilaian masing-masing Standar.

ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik atas nama Menteri Kesehatan. g. d. Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menyampaikan rekomendasi penetapan RS Pendidikan kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik untuk selanjutnya dilakukan proses Penetapan sebagai RS Pendidikan. Tim Visitasi melaporkan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dilakukan proses penetapan. b. Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan diterbitkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Terakreditasi C dengan masa berlaku 1 (satu) tahun. c.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Tim Visitasi dan Pihak Rumah Sakit. D. F. 18 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Berdasarkan Berita Acara Hasil Visitasi dan laporan perbaikan/penyempurnaan dari Rumah Sakit. ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. 2. Surat Keputusan dan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan selanjutnya diserahkan kepada Pemilik Rumah Sakit/Pimpinan Rumah Sakit. e. Terakreditasi A dengan masa berlaku 5 (tahun). Terakreditasi B dengan masa berlaku 3 (tahun). c. Tim Akreditasi RS Pendidikan melaksanakan rapat penentuan kelayakan Rumah Sakit sebagai RS Pendidikan berdasarkan hasil visitasi. Atas nama Menteri Kesehatan RI Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik menetapkan Rumah Sakit pemohon sebagai RS Pendidikan. Tim Visitasi melaporkan Berita Acara Hasil Visitasi kepada Ketua Tim Pelaksana Akreditasi. Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan (Sertifikasi) 1. ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan.

dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialis lainnya. manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran V Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB V STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA RS Pendidikan Utama adalah Rumah Sakit Jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi seluruh atau sebagian besar modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. pembiayaan. misi. bedah. KOMITMEN DAN PERSYARATAN. meliputi aspek medikolegal. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 4. anak. RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Terdapat dokumen Perjanjian Kerja Sama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Untuk menunjang proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan maka komitmen Rumah Sakit perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. 5. Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. 19 3. Rumah Sakit kelas A atau B atau setara yang telah terakreditasi minimal 12 pelayanan. 6. Rumah Sakit yang telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas. 2. Kriteria : 1. Terdapat visi. A. MISI. STANDAR VISI. sumber daya manusia. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal pada seluruh proses pendidikan kedokteran di Rumah Sakit tersebut. sarana prasarana.

Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan yang meliputi. Koordinasi pendidikan profesi kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. Kriteria : 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA B. 1. hak. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI.1 Uraian tugas.3. 2. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1:5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. koordinasi. 2.1 Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur Rumah Sakit dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. 2. pembiayaan.1. administrasi.2. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan 20 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tanggung jawab. 2. Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai Badan Koordinasi Pendidikan. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. kebijakan penyelenggaraan. Kriteria : 1.

2. Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. 3.6. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 21 . Terdapat kebijakan. pengaturan jadual dan administrasi). 3.7. ruangan.4.5.5. Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. 3. Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. pendidikan dan penelitian. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. 3. Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nilai.4. Kriteria : 3. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Terdapat sistem. staf nonmedis dan peserta didik).3. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. 2. Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. kegiatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2.1. administrasi nilai. 2. Kebijakan. umpan balik dan surat menyurat. waktu. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. 3. Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. 2. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke RS.

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas. 3. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai Pendanaan Pendidikan Kedokteran. Kriteria : 4. serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif. Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 4. tingkat kelulusan. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa.4. hasil belajar). efisiensi dan mutu pendidikan. 4.2. Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.6.1. 5. 4. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. biaya bahan habis pakai. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas.3. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. Evaluasi dan Penjaminan Administrasi Pendidikan Mutu Sistem Manajemen dan Badan Koordinasi Pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh 22 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. 4. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan/atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori. Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. 1. Tugas.2. paruh/purna waktu dari staf medis dan/atau non medis tersebut. analisis umpan balik. Terdapat pengangkatan sebagai SK Dosen/Dosen Luar Biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 23 . Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. Kriteria : 5. tanggung jawab dan kewenangan staf institusi pendidikan yang ditempatkan di RS Pendidikan harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. hak. C. 5.2. 1. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih program pembelajaran klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab. Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta. kewenangan.1. dan tindak lanjut. Kriteria : 1.

tanggung jawab. hak dan kewajiban baik paruh/purna waktu. 1. tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.3. Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 1.1. komitmen. Kriteria : 2. D. 24 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama. Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan Pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. kewenangan. disiplin dan proses pengembangan diri. Terdapat tim penilai/supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan dalam menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas yang dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. tanggung jawab dan kewenangannya.4. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: kompetensi. 1. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. 2.2. 2. Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik di RS Pendidikan untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Fungsional yang melaksanakan tugas pendidikan dan penelitian kedokteran.5.

RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. memiliki target pembelajaran yang jelas. 5. 1. 2. sistem informasi RS. Sarana. E. 3. 4. ruang diskusi. teknologi informasi. prasarana dan alat yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pendidikan. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. skill lab dan audiovisual. perpustakaan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 25 . prasarana dan peralatan untuk pendidikan antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kriteria : 1. Perhatian RS terhadap Pembelajaran: Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari RS dalam penyelenggaraan pembelajaran kilinik. Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan sarana. sistem dokumentasi. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. prasarana penunjang dan pendukung. antara lain: ruangan pembelajaran.

Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. 2. Kriteria : 2. 2. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 1. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat memahami proses pembelajaran klinik dan pencapaian kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran.3 26 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kriteria : 1.1 RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Rancangan program pendidikan (buku panduan) tersebut dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). data wawancara staf. 2. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas sesuai modul pendidikan. Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik.1.2.3. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan 1. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian.1. 2. Kriteria : 3. · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. 3.2. para pendidik dan para peserta didik. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF. Terdapat batasan kewenangan. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine).3. 2. · Pengarsipan. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.5. yang dinyatakan dalam perencanaan. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran klinik yang efektif dan efisien sehingga dapat dicapai kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran.6.4. 3. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. . termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. penggandaan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 27 . 3. 2. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.

Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. 4. · Terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali. · Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian. Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian. . serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan.kurangnya satu kali dalam satu tahun.4. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersamasama. RS Pendidikan melakukan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. langganan jurnal (cetak dan elektronik). Terselenggaranya evaluasi supervisi pendidikan klinik setiap semester/modul pendidikan . Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan psikomotor dan efektif. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. secara tersendiri dan bersama badan koordinasi pendidikan sekurang. · Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3.1. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. text-book. Kriteria : 4.2. 4. 28 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

sumber daya manusia. STANDAR VISI.5. Terdapat dokumen kesepakatan bersama (MOU) Direktur RS Pendidikan dengan Kepala Bagian yang terkait dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi aspek medikolegal.1. yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan atas proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai. A. Kriteria : 1. sarana prasarana.3. Komitmen Rumah Sakit perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 29 . 1. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses pendidikan kedokteran. 1.2. 1. Rumah Sakit mempunyai pusat layanan unggulan atau bidang pelayanan khusus yang telah terakreditasi untuk pendidikan bidang ilmu terkait. dan daya tampung peserta didik.4. RS Pendidikan Afiiliasi harus memiliki visi dan misi yang jelas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VI STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AFILIASI (EKSILENSI) RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) adalah Rumah Sakit Khusus atau Rumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu yang menjadi pusat rujukan pelayanan medik tertentu yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan tertentu secara utuh dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. MISI. 1. manajemen pendidikan. pembiayaan. Terdapat rumusan visi. dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. Memiliki SK Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Afiliasi/Eksilensi. misi.

kebijakan penyelenggaraan. tanggung jawab. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1: 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan 30 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .2. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.1. 1. 2. Meliputi koordinasi. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. pembiayaan. Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. 2. B. Koordinasi pendidikan profesi kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai badan koordinasi pendidikan yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan. hak. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi.2.1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1. Kriteria : 1. Uraian tugas. Kriteria : 2. 1. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.6 Mempunyai minimal 1 disiplin ilmu yang merupakan pusat unggulan atau kekhususan. administrasi.

2. umpan balik dan surat menyurat. kegiatan. nilai. pendidikan dan penelitian. Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 31 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Kriteria : 3.3. Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. 2. Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. ruangan. 3. Kebijakan. staf nonmedis dan peserta didik). Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 2.3. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit.1. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.4.7. 3. 2.6. Terdapat kebijakan.5. 3. waktu. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. 2.2. Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. administrasi nilai.

biaya bahan habis pakai. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran.Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. Terdapat sistem.4 32 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Kriteria : 4.1 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. hasil belajar). efisiensi dan mutu pendidikan. tingkat kelulusan. 3. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu.4.3 4. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. 3. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.2 4. 3. 4. Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 4. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pengaturan jadual dan administrasi). Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.5. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa.6.

Badan koordinasi pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. hak. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring Untuk Pembelajaran Klinik. 5.2 Terdapat staf medis fungsional Rumah Sakit yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan dan mendapat persetujuan dari Institusi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 33 . tanggung jawab. Kebijakan mengenai penugasan staf medis dan / atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kualifikasi. harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 5.2 Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta. paruh/purna waktu dari staf medis dan / atau non medis tersebut. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih dan program pembelajaran Klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.1 Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. Kriteria : 1. analisis umpan balik. Evaluasi dan Penjaminan Mutu Sistem Manajemen dan Administrasi Pendidikan. kewenangan. 1. dan tindak lanjut. Kriteria : 5. C.

STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen.2 Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS dan Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama. 1. tanggung jawab. disiplin dan proses pengembangan diri. dan hak paruh/purna waktu.4 Terdapat staf medis fungsional yang di tetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing disertai tugas. 2. Kepala 34 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Kriteria : 2. 1. 1. Kriteria : 1. kewenangan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pendidikan Kedokteran untuk diangkat sebagai dosen dengan jabatan akademiknya. tanggung jawab serta kewenangannya. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik.5 Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.3 Terdapat SK pengangkatan/penugasan staf medik fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan yang melaksanakan tugas kependidikan profesi kedokteran tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan. 2.1 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. D.

5. teknologi informasi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bagian. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. 1. Kriteria : 1. memiliki target pembelajaran yang jelas. skill lab dan audiovisual. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan.1 RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 35 . 2. prasarana penunjang dan pendukung. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. 3. E. Sarana ruang belajar. Perhatian RS (Bagian atau SMF) terhadap pembelajaran Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari Rumah Sakit (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. sistem informasi Rumah Sakit. 4. perpustakaan. ruang diskusi. Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS.

Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. Rancangan program pendidikan (buku panduan) dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait.3 2. data wawancara staf. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 36 . 2. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. 1.2 2.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). 1. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan. Kriteria : 2. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.1 Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA notulensi pertemuan rutin.3 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

· Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Terdapat batasan kewenangan. 2. para pendidik dan para peserta didik. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. 3. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. · Pengarsipan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian. Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Kriteria : 3. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana.4 2. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan.3 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 37 .5 Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.1 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine). yang dinyatakan dalam perencanaan.2 3.6 3. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan/ kualitas yang ditetapkan. penggandaan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. .

Mekanisme penilaian peserta didik ditetapkan oleh bagian. · Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. · Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. 4. termasuk didalamnya evaluasi proses supervisi klinik.1 Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian dan terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama-sama. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 4. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet.2 38 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . mengacu pada sistem yang berlaku di Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kolegium terkait.4 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. Kriteria: 4. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. text-book. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. langganan jurnal (cetak dan elektronik).

KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. Kriteria : 1. termasuk penelitian dan pelayanan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dalam bidang tertentu. pembiayaan. RS yang telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Satelit. pihak Institusi Pendidikan Kedokteran dan pihak RS Pendidikan Utama. 4. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 39 . Terdapat kesepakatan bersama atau piagam kerjasama tertulis antara RS Pendidikan Satelit. RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan pada proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan modul pendidikan. MISI. STANDAR VISI. Komitmen RS harus dinyatakan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik yang ditandatangani oleh pihak RS Pendidikan Satelit. misi dan tujuan Rumah Sakit yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. 3. 5. Institusi Pendidikan Kedokteran dan RS Pendidikan utama terkait yang masih berlaku dalam kurun waktu tertentu meliputi aspek medikolegal. Sumber Daya Manusia (SDM). sarana prasarana. RS Pendidikan mempunyai visi. RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VII STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT RS Pendidikan Satelit adalah RS jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan jejaring RS Pendidikan Utama yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi sebagian modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Kesepakatan bersama harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses pendidikan profesi Dokter/Dokter Gigi. A. 2.

Terikat kerjasama pembinaan dengan RS Pendidikan Utama. bedah. Kriteria: 2. kebidanan dan kandungan) dan 4 pelayanan penunjang lainnya . evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. RS Satelit mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. hak. anak. 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 6. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. pembiayaan. tanggung jawab.1 Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Meliputi koordinasi. Kriteria : 1. 1. B. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi.2 SK bersama Direktur RS Pendidikan Satelit . kebijakan penyelenggaraan. 40 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 7. yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. administrasi. dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan. RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengenai uraian tugas. Koordinasi Pendidikan Profesi Kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai Badan Koordinasi Pendidikan. 2. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan.1 Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Nota kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. wewenang.

2. umpan balik dan surat menyurat.5 Terdapat kebijakan. peraturan pelaksana dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.1 Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.2 Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian (nama.6 Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut telah di sosialisasikan dengan baik pada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. waktu.4 Adanya kebijakan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. pengaturan jadwal.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. 2.hari. staf nonmedis dan peserta didik). administrasi nilai. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward dan punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. 2. 3. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. Kriteria : 3. 2. tujuan Bagian/Departemen/SMF yang dituju.7 Kebijakan/ketentuan/ pedoman dan prosedur tertulis yang harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas sehari. daftar nama dan jumlah peserta didik yang akan masuk.2 Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan kepada ketetapan rasio pendidikan dengan peserta didik maksimal 1: 5. 2. kegiatan.3 Adanya peraturan tentang sistem penyelenggaraan pendidikan. 3.3 Terdapat satu orang staf administrasi untuk tiap bagian yang bertanggung jawab mengelola surat-menyurat. 3. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 41 .

5 Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. pelaporan nilai.4 Terdapat laporan tahunan anggaran biaya pendidikan kedokteran yang disahkan oleh Direktur RS. 3.6 Terdapat laporan kemajuan pendidikan setiap tahun (jumlah peserta didik dan tingkat kelulusan) dari bidang pendidikan kedokteran RS Pendidikan kepada Direktur RS. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas. 42 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 3.2 4. hasil belajar).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA persiapan tempat dan alat. dan Dekan fakultas kedokteran.1 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yangmeliputi biaya pendidikan langsung. biaya bahan habis pakai. Kepala Bagian terkait.4 Terdapat sistem. Kepala Bagian terkait. data dasar. Kepala Bagian. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. dan laporan tahunan progress report pendidikan. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Bagian/Departemen/SMF dan disetujui oleh Direktur RS. Kriteria : 4. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 3. 4.3 4. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. Terdapat nota kesepakatan antara Direktur RS. efisiensi dan mutu pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. dan biaya tidak langsung seperti biaya pemeliharaan sarana dan prasarana. 4.

2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 43 .1 Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. 5. paruh/purna waktu dari staf medis dan atau non medis. 1. Tugas. Kriteria : 5.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 5. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap tahun yang dilakukan oleh tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. C. tanggung jawab dan kewenangan staf RS Pendidikan Utama dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang ditempatkan di RS Pendidikan Satelit harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. Evaluasi dan Penjaminan Mutu Sistem Manajemen dan Administrasi Pendidikan Badan Koordinasi Pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. Penyiapan tenaga pendidik dan pelatih program pembelajaran klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat staf medis fungsional Rumah Sakit yang ditetapkan 1. hak. Kriteria : 1.1 Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta didik.tanggung jawab. kewenangan. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidik dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan kategori.

kewenangan. dan hak paruh/purna waktu. D. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. Kepala 44 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tanggung jawab serta kewenangannya. Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Pembuatan data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan oleh bagian Pendidikan dan Pelatihan RS Pendidikan. tanggung jawab. 1. 1.2 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. Kriteria : 1.4 1.3 Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan staf medik fungsional yang ditetapkan Direktur RS bagi yang melaksanakan tugas kependidikan profesi kedokteran tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. Kriteria: 2.1 2.5 2. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen. disiplin dan proses pengembangan diri.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Direktur RS dan mendapat persetujuan dari Institusi Pendidikan Kedokteran untuk diangkat sebagai dosen dengan jabatan akademiknya. Terdapat staf medis fungsional yang di tetapkan Direktur RS sebagai supervisor klinik dan pembimbing disertai tugas.

1 Rumah Sakit harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. prasarana penunjang dan pendukung. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. teknologi informasi. E.dengan materi pembelajaran peserta didik. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 3. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bagian. skill lab dan audiovisual. sistem informasi Rumah Sakit. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. perpustakaan. Kriteria : 1. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. 1. 45 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 5. 4. 2. ruang diskusi. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. Sarana ruang belajar. memiliki target pembelajaran yang jelas. Perhatian Rumah Sakit (Bagian atau SMF) terhadap pembelajaran: Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari Rumah Sakit (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan.

Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. 2. data wawancara staf. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. 2. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1.1 Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik.4 2. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan. Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. pembelajaran.2 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya.5 Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. 46 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 1. Kriteria : 2.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.3 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.3 2. 2. Rancangan program pendidikan (buku panduan) dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait.

1 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine). monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA . p e n g g a n d a a n .4 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 3. para pendidik dan para peserta didik. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator masing-masing Bagian/Departemen/SMF 3. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. d a n p e n d i s t r i b u s i a n Pe buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. Kriteria : 3.3 Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan/ kualitas yang ditetapkan.2 Terdapat batasan kewenangan. · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. 2. 3. ·n g a r s i p a n . Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 47 . yang dinyatakan dalam perencanaan. 3.6 Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA . mengacu pada ketetapan bagian. Kriteria : 4.sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama sama. langganan jurnal (cetak dan elektronik).2 Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh badan koordinasi pendidikan. Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian. · Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. 4. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 4.1 Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/Tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian. 48 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama. text-book.

PARAMETER Terdapat visi. Oleh karena itu indikator obyektif perlu ditetapkan. misi. dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. A. Berdasarkan Indikator ini dilakukan pengukuran setiap standar dengan indikator skor nilai dan akan menghasilkan suatu nilai yang akan dimasukan dalam Borang Penilaian. MISI. dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS kelas A atau B telah terakreditasi minimal 12 pelayanan SKOR 0 1 2 INDIKATOR RS kelas A tetapi belum terakreditasi 16 pelayanan atau B tetapi belum terakreditasi 12 pelayanan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 49 . misi. RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS Kelas B sudah terakreditasi 12 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. Indikator ini digunakan oleh surveyor dalam melakukan visitasi dalam rangka akreditasi maupun reakreditasi RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VIII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VIII PARAMETER DAN INDIKATOR PENILAIAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Dalam rangka mengukur suatu Rumah Sakit telah memenuhi Standar RS Pendidikan. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA STANDAR VISI. maka diperlukan tolak ukur setiap standar sesuai dengan klasifikasinya. RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS kelas B sudah terakreditasi 12 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya. SKOR 0 INDIKATOR Visi.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Visi. dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. sarana prasarana. sumber daya manusia. 1 2 50 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. meliputi aspek medikolegal. dan manajemen pendidikan. dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. pembiayaan. pembiayaan. meliputi aspek medikolegal. dan manajemen pendidikan. sumber daya manusia. sumber daya manusia. sarana prasarana. misi. tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal. misi. sumber daya manusia. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. pembiayaan. yang secara utuh mencakup aspek medikolegal. sarana prasarana. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Institusi Pendidikan Kedokteran. Visi. sarana prasarana. pembiayaan. dan manajemen pendidikan. dan manajemen pendidikan. PARAMETER Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut.

Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Psikiatri. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. Mata. bedah. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Neurologi. Mata. THT. PARAMETER 2 RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 51 . THT. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik) yang dilaksanakan dilayani oleh dokter spesialis yang purna waktu. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu. Gigi dan Mulut. Mata. anak. Anestesi. Gigi dan Mulut. Kulit dan Kelamin. bedah. Patologi Klinik. Patologi Klinik. anak. Kulit dan Kelamin. Psikiatri. Anestesi. anak. Kulit dan Kelamin. Psikiatri. kebidanan dan kandungan) dan belum ada 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. bedah. SKOR INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (antara lain : Radiologi. Patologi Klinik. Neurologi. bedah. Anestesi. Mata. THT. Gigi dan Mulut. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Anestesi. Neurologi. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik). Kulit dan Kelamin. RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. anak. THT. Gigi dan Mulut. Psikiatri. Neurologi. Patologi Klinik.

Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan yang masih berlaku. 1 2 1 2 52 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK Penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan.

PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Ada secara lengkap uraian tugas. hak. tanggung jawab. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 53 . wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran SKOR 0 INDIKATOR Belum ada uraian tugas. hak. Ada sebagian uraian tugas. tanggung jawab. hak. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. tanggung jawab. hak. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Ada uraian tugas.

staf nonmedis dan peserta didik).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 54 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

staf nonmedis dan peserta didik). SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. 1 2 PARAMETER Adanya kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan Prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan tidak tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 55 . staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik).

PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. telah disepakati. pendidikan dan penelitian. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan 1 2 1 56 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . pendidikan dan penelitian. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.

pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. SKOR INDIKATOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. 0 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 57 . 1 2 PARAMETER Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. INDIKATOR SKOR 0 Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. PARAMETER Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

kegiatan. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. waktu. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. 2 PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. ruangan. kegiatan. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. 1 2 58 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . nilai. kegiatan. pengaturan jadual dan administrasi). penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. kegiatan.

alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. ruangan. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. pengaturan jadual dan administrasi). Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 59 . pengaturan jadual dan administrasi). ruangan. 1 2 PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. Ada sistem. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. hasil belajar). ruangan. Ada sistem. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nilai. 1 2 PARAMETER Terdapat sistem.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. alur pencatatan dan pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. nilai. Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem. hasil belajar). pengaturan jadual dan administrasi). nilai.

PARAMETER 2 Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. tingkat kelulusan. 60 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. PARAMETER 1 2 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. tingkat kelulusan. hasil belajar) yang lengkap.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. biaya bahan habis pakai. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. hasil belajar) tetapi tidak lengkap. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. tingkat kelulusan. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKOR 0

INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. PARAMETER

1

2

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan, dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/ Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian /Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

0

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

61

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/ Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER

Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. SKOR INDIKATOR Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian serta disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

0

1

2

62

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan bersama oleh 2 Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.

1

2

PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut. SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut. Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut.

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

63

Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. PARAMETER Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Pendidik. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik). INDIKATOR SKOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. 0 1 2 64 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta. dan tindak lanjut.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. analisis umpan balik. tetapi belum ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

kewenangan. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional. kewenangan.Pendidik. tanggung jawab. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 65 . Ada sebagian Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/ Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. 1 2 PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. Pendidik. tanggung jawab.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada satupun Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. SKOR INDIKATOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Seluruh Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.

hak dan kewajiban paruh/purna waktu. INDIKATOR SKOR Tidak ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 66 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA tentang kategori. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. 2 1 2 PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. tanggung jawab dan kewenangannya. SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik. tanggung jawab. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. kewenangan. kewenangan. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. tanggung jawab. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf 2 Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. PARAMETER 2 Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 67 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum ada kriteria penilaian yang jelas. Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/ Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi / kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. PARAMETER Terdapat data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran tetapi tidak lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik . Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.

peralatan phantom dan audiovisual. antara lain: ruangan pembelajaran. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. teknologi informasi. peralatan phantom dan audiovisual. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. sistem dokumentasi. ruang diskusi. perpustakaan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. sistem informasi Rumah Sakit. perpustakaan. ruang diskusi. 2 SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. skill lab. sistem dokumentasi. PARAMETER Adanya sarana. antara lain: ruangan pembelajaran. 0 68 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . skill lab. sistem informasi Rumah Sakit. teknologi informasi.

sistem informasi Rumah Sakit. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. teknologi informasi. PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. sistem dokumentasi. skill lab. 69 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. peralatan phantom dan audiovisual. Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. skill lab. ruang diskusi. perpustakaan. sistem informasi Rumah Sakit. 1 Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi 2 standar sarana bangunan. PARAMETER 2 Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. sistem dokumentasi. perpustakaan. ruang diskusi. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. teknologi informasi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik. SKOR INDIKATOR Rumah Sakit tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. SKOR 0 1 2 Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. PARAMETER penelitian dan pengembangan di bidang INDIKATOR Terdapat sarana kedokteran. RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan 0 1 70 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS Pendidikan harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).

dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam program pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. tidak ada notulensi pertemuan rutin. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF terkait tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA tersebut. RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut. dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 71 . serta data wawancara staf.

RS Pendidikan telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 0 1 72 . batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. serta data wawancara staf. SKOR INDIKATOR RS Pendidikan belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga 2 pendidik. PARAMETER 1 2 RS Pendidikan mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif.

SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik 1 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/ Dokter Gigi. 2 PARAMETER Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. telah diketahui oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. RS Pendidikan telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis tetapi belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter /Dokter Gigi. INDIKATOR SKOR 2 0 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine) Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 73 . PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.

Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine) Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidance based medicine). 2 SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 2 74 . PARAMETER 2 Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan. tetapi belum di miliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian belum memiliki arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kurang dari 4 kali dalam 1` bulan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. yang dinyatakan dalam perencanaan. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/ SMF. para pendidik dan para peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. para pendidik dan para peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/Departemen/SMF. 75 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. yang dinyatakan dalam perencanaan. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan masing-masing Bagian/Departemen/SMF.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning 2 dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh koordinator pendidikan dan telah dilaksanakan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada batasan kewenangan. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada batasan kewenangan. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/Prosedur Peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik Yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. 1 2 1 76 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada batasan kewenangan.

0 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 77 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.kurangnya satu kali dalam satu tahun. PARAMETER Terdapat Pedoman serta fasilitas pendukung mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. dokumen penelitian yang telah dilakukan. maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. langganan jurnal. SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. text-book. 1 2 PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet.

Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik di akhir pendidikan disetiap bagian. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. 0 1 2 78 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. psikomotor dan afektif. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. secara tersendiri melalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. PARAMETER 2 Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan. tetapi belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik Rumah Sakit Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.

misi. sumber daya manusia.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA B. misi. RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah terakreditasi tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu dan telah terakreditasi. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AFILIASI (EKSILENSI) STANDAR VISI. misi. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. sarana prasarana. PARAMETER Terdapat visi. Visi. RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah terakreditasi dengan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Visi. pembiayaan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Visi. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. dan manajemen pendidikan. misi. meliputi aspek medikolegal. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 79 . SKOR 0 1 2 INDIKATOR RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu belum terakreditasi. MISI.

sarana prasarana. PARAMETER 1 2 Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. dan manajemen pendidikan. dan manajemen pendidikan. meliputi aspek medikolegal. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan manajemen pendidikan. sumber daya manusia. pembiayaan. sumber daya manusia. PARAMETER RS memiliki pelayanan spesialistik atau sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan dan sudah terakreditasi. yang secara utuh mencakup aspek medikolegal.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. pembiayaan. pembiayaan. SKOR INDIKATOR Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. sarana prasarana. sarana prasarana. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. sumber daya manusia. tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 0 1 2 80 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR RS memiliki pelayanan spesialistik sudah terakreditasi dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan masih belum terakreditasi. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. 1 2 PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi dengan Sertifikat yang belum habis masa berlakunya. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi dengan Sertifikat yang telah habis masa berlakunya. RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku. 81 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya.

tanggung jawab. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi 1 Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Belum ada uraian tugas. Ada sebagian uraian tugas. hak. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan 0 yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada secara lengkap uraian tugas. hak. tanggung jawab. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. hak. tanggung jawab. tanggung jawab. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 82 . PARAMETER Ada uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan 2 Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. hak.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.

Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana 2 tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam 1 Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan. PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. staf nonmedis dan peserta didik). PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 83 .

Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan tidak tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik). 1 2 84 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. PARAMETER 0 1 2 Adanya kebijakan RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik).

pendidikan dan penelitian. SKOR INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.Sudah ada sosialisasi 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 85 . pendidikan dan penelitian. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya kebijakan tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. telah disepakati. dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. 1 2 PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. tetapi belum semua pihak memahaminya. pendidikan dan penelitian. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis.

yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. SKOR 0 INDIKATOR Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 1 Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut 2 sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. PARAMETER Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 0 jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh 86 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua PARAMETER Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. INDIKATOR SKOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.

penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh 2 Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. nilai. kegiatan. waktu. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 1 jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. kegiatan. waktu. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/ Departemen/ SMF(nama. pengaturan jadual dan administrasi). kegiatan. kegiatan. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 87 . ruangan. waktu. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual.

alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. PARAMETER 1 2 Terdapat sistem. ruangan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. ruangan. Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Ada sistem. alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. pengaturan jadual dan administrasi). pengaturan jadual dan administrasi). pengaturan jadual dan administrasi). nilai. PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. hasil belajar). hasil belajar). Tidak ada selalu staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nilai. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Belum ada sistem.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. Ada sistem. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. nilai. 88 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . ruangan.

biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 89 . PARAMETER 2 Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. hasil belajar) tetapi tidak lengkap Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. tingkat kelulusan. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. biaya bahan habis pakai. PARAMETER Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. tingkat kelulusan. hasil belajar) yang lengkap. tingkat kelulusan. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 90 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. biaya bahan habis pakai. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung. 1 2 PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan.

Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS Pendidikan. 1 Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan 2 kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di RS. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian serta 0 disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 91 . dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. INDIKATOR SKOR 0 Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran.

Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta. dan tindak lanjut. analisis umpan balik. analisis umpan balik. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama 2 berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. dan tindak lanjut SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta. dan tindak lanjut. PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. analisis umpan balik. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan 2 bersama oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 92 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 93 . dan tindak lanjut. Pendidik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. analisis umpan balik. Ada tata cara rekruitment tetapi belum ada kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Pendidik. Pendidik. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. PARAMETER Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. pendidik. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

hak dan kewajiban paruh/purna waktu. Ada sebagian staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. 2 94 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . kewenangan. kewenangan. pendidik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Tidak ada satupun staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. tanggung jawab.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. pendidik. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab. INDIKATOR SKOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf 0 Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. pendidik. 0 1 Seluruh staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas 1 Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. tanggung jawab. kewenangan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik 2 Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum 1 ada kriteria penilaian yang jelas. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab. Ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. 1 2 PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. kewenangan. tanggung jawab dan kewenangannya. PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. Ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 95 . tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. INDIKATOR SKOR Tidak ada Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Pendidikan dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. PARAMETER Terdapat data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. SKOR INDIKATOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Pendidikan dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. PARAMETER Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 0 1 2 96 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada presensi/kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik . Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.

perpustakaan. 97 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . skill lab. teknologi informasi. peralatan phantom dan audiovisual. sistem informasi RS. ruang diskusi. ruang diskusi. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 2 RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. sistem dokumentasi. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. sistem informasi RS. antara lain: ruangan pembelajaran. perpustakaan. PARAMETER Adanya sarana. skill lab. antara lain: ruangan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana. sistem informasi RS. teknologi informasi. sistem dokumentasi. sistem dokumentasi. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. skill lab. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 1 RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. ruang diskusi. peralatan phantom dan audiovisual. teknologi informasi. perpustakaan.

Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. sistem dokumentasi. 98 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . sistem informasi RS. peralatan phantom dan audiovisual. ruang diskusi. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. teknologi informasi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. 1 2 PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. skill lab. perpustakaan. prasarana penunjang fasilitas pendukung. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung.

dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 99 . Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktivitas staf medis.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat sarana kedokteran. SKOR 0 1 2 penelitian dan pengembangan di bidang INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). tidak ada notulensi pertemuan rutin. SKOR INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS Pendidikan harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf 2 medis dalam penyusunan rancangan tersebut, dan terdapat notulensi pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi belum mendapat persetujuan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang telah disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

1

2

PARAMETER Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf. SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.

100

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf.

2

PARAMETER RS mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. INDIKATOR SKOR RS belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. RS telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.

0

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

101

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

RS telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. PARAMETER

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum 1 disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran, telah diketahui 2 oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). INDIKATOR SKOR Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti 0 (evidence based medicine). 1 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).

2

102

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

INDIKATOR SKOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggusekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 0 tertulis dan dibukukan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. para pendidik dan para peserta didik. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut belum dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian belum memiliki 1 minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. yang dinyatakan dalam perencanaan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 103 . PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. 2 PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan.

yang dinyatakan dalam perencanaan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. yang dinyatakan dalam perencanaan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 104 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . para pendidik dan para peserta didik. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan di masing-masing Bagian/Departemen/SMF. para pendidik dan para peserta didik. PARAMETER 1 2 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/ SMF. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/ Departemen/ SMF.

1 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 105 . penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Pedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada batasan kewenangan. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada batasan kewenangan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada batasan kewenangan.

Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai 2 fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. langganan jurnal. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan 1 2 106 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. dokumen penelitian yang telah dilakukan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat pedoman serta fasilitas pendukung mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik.kurangnya satu kali dalam satu tahun. PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. text-book. 1 SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan.

Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT STANDAR VISI. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. secara tersendiri memalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikkan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. Psikomotor dan Afektif. belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 C. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 107 . SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. MISI. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. PARAMETER Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKOR 0 1 2

INDIKATOR RS belum terakreditasi 5 pelayanan. RS sudah terakreditasi 5 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya.

RS sudah terakreditasi 5 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. PARAMETER Terdapat visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan.

1

108

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, yang secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. PARAMETER

Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. INDIKATOR SKOR 0 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut.

1

Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran 2 mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut PARAMETER RS Pendidikan Satelit minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya. SKOR 0 INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan belum ada 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik). RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu 109

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan 2 Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik) yang dilaksanakan oleh dokter spesialis purna waktu. PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. INDIKATOR SKOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang 0 Penetapan sebagai RS Pendidikan. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang 1 Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. 2 RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku.

PARAMETER RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. INDIKATOR SKOR 0 1 2 RS belum memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama namun sudah habis masa berlaku. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama dan masih berlaku. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. 110
Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

hak.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. tanggung jawab. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. tanggung jawab. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 111 . PARAMETER 1 2 Ada uraian tugas. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran INDIKATOR SKOR 0 Belum ada uraian tugas. tanggung jawab. Ada sebagian uraian tugas. hak. Ada secara lengkap uraian tugas. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. hak. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. hak. tanggung jawab. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi 2 Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan 0 Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 2 112 . Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran 1 dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.

0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 113 . staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik). PARAMETER Adanya kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian dan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikandan penelitian dan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. SKOR INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. telah disepakati. 1 2 PARAMETER Terdapat kebijakan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 1 2 114 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan dilaksanakan oleh semperatuua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Adanya kebijakan tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. PARAMETER Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Adanya kebijakan tidak tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis.

tetapi belum semua pihak memahaminya. SKOR INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. pendidikan dan penelitian. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. pendidikan dan penelitian. 115 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 0 1 2 PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang Peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.

nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. SKOR 0 INDIKATOR Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. SKOR INDIKATOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 0 1 2 116 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 1 2 PARAMETER Adanya jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. nilai. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. pengaturan jadual dan administrasi). penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. kegiatan. kegiatan. pengaturan jadual dan administrasi). ruangan. waktu. ruangan. Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. waktu. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 117 . kegiatan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. 1 2 PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Tidak selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. pengaturan jadual dan administrasi). ruangan. waktu. nilai. nilai. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. kegiatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual.

hasil belajar) yang lengkap. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. 1 2 PARAMETER Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Ada sistem. PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. INDIKATOR SKOR 0 1 2 Belum ada sistem. ruangan. hasil belajar). 118 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. PARAMETER Terdapat sistem. tingkat kelulusan. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu Ada sistem. hasil belajar). hasil belajar) tetapi tidak lengkap. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. nilai. pengaturan jadual dan administrasi). alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas.

PARAMETER 1 2 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. tingkat kelulusan. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. biaya bahan habis pakai. tingkat kelulusan. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. biaya bahan 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 119 . daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing 2 Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 120 . biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA habis pakai. PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. PARAMETER Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit.

PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF 0 serta disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan 2 disahkan bersama oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik 0 yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan 2 kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 121 . PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS. 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

analisis umpan balik.Pembimbing / Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. dan tindak lanjut. analisis umpan balik. Ada data umpan balik sebagian staff pengajar dan peserta. 0 122 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR INDIKATOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staff pengajar dan peserta. dan tindak lanjut. 2 PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta. dan tindak lanjut. dan tindak lanjut. analisis umpan balik. Ada data umpan balik seluruh staff pengajar dan peserta. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik. analisis umpan balik.

1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 123 .Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik.Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Ada sebagian Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Pendidik. Seluruh Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. PARAMETER 2 Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) tetapi belum ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Pendidik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada satupun Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pendidik.Pendidik.

kewenangan. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab. SKOR INDIKATOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. kewenangan. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu. PARAMETER Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. kewenangan. tanggung jawab. kewenangan. tanggung jawab. kewenangan. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. 0 1 2 124 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tanggung jawab. tanggung jawab.

Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik. PARAMETER 1 2 Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 125 . Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik namun belum ada kriteria penilaian yang jelas. PARAMETER 1 2 Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.

PARAMETER Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan /Sekretariat Bersama Pendidikan. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan yang ditandatangani antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 126 . INDIKATOR SKOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit maupun di 0 bawah Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama Pendidikan. 1 Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 2 PARAMETER Terdapat dokumen kesepakatan yang mencantumkan penyediaan sarana. Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan / Sekretariat Bersama Pendidikan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. sistem informasi Rumah Sakit. sistem informasi RS. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. sistem informasi Rumah Sakit. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 127 . perpustakaan. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. teknologi informasi. skill lab. peralatan phantom dan audiovisual. teknologi informasi. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. perpustakaan. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 2 RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. peralatan phantom dan audiovisual. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. sistem dokumentasi. Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. perpustakaan. sistem dokumentasi. ruang diskusi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada sarana. ruang diskusi. sistem dokumentasi. teknologi informasi. skill lab. antara lain: ruangan pembelajaran. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. sistem dokumentasi. sistem informasi Rumah Sakit. perpustakaan. PARAMETER Adanya sarana. skill lab. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. skill lab. teknologi informasi. ruang diskusi. ruang diskusi. peralatan phantom dan audiovisual.

prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. PARAMETER 1 2 Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang fasilitas pendukung. PARAMETER penelitian dan pengembangan di bidang Terdapat sarana kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang 0 kedokteran. 128 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. 2 Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang 1 kedokteran di bagian-bagian tertentu.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. dan terdapat notulensi pertemuan rutin. RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/SMF/Dep terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 129 . SKOR INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. tidak ada notulensi pertemuan rutin. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. 1 2 130 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta wawancara staf. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. serta data wawancara staf.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 2 Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik.

Dokter/Dokter Gigi Spesialis tetapi belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit. Rumah Sakit telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. PARAMETER Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 131 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Rumah Sakit mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. INDIKATOR SKOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta 0 didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Rumah Sakit telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi 2 Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar 0 Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar 1 Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. INDIKATOR SKOR Rumah Sakit belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi.

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine). PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 1 2 132 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum 1 disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. telah diketahui 2 oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidance based medicine). Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kurang dari 4 kali dalam 1` bulan. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine).

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan. yang dinyatakan dalam perencanaan. Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. para 1 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 133 . SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. para pendidik dan para peserta didik. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. yang dinyatakan dalam perencanaan. tetapi buku program tersebut belum dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian belum memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. para pendidik dan para peserta didik. PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.

Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/ Departemen/ SMF. penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada batasan kewenangan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada batasan kewenangan. yang dinyatakan dalam perencanaan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/ SMF. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan di seluruh Bagian/Departemen/SMF. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 134 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pendidik dan para peserta didik. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 1 2 PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/SMF.

penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada batasan kewenangan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. 1 2 PARAMETER Terdapat pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 135 .

arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. PARAMETER Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian. secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang.kurangnya satu kali dalam satu tahun. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. secara tersendiri melalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. Psikomotor dan Afektif. dokumen penelitian yang telah dilakukan. langganan jurnal. 1 2 136 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . text-book.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet.

Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. tetapi belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 137 . Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.

Adapun perhitungan hasil akhir penilaian kepatuhan terhadap seluruh standar adalah sebagai berikut : Jumlah Kumulatif Hasil Penilaian --------------------------------------------------.X 100 % Nilai Standar Nilai standar adalah seluruh jumlah parameter dari masing-masing standar dikalikan 2 (dua) atau Skor maksimal. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 60 % sampai dengan 79 %. Afiliasi (Eksilensi) atau Satelit didasarkan pada ketentuan sebagai berikut : 1. 2. 3. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 33 % sampai dengan 60 %. Rekomendasi hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai berikut : Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 139 . bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan lebih dari 79 % sampai dengan 100 %. Akreditasi C. Akreditasi B.X 100 % Jumlah Nilai Standar Total Hasil = Penilaian Hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. Akreditasi A.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran IX Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB IX HASIL PENILAIAN DAN STATUS AKREDITASI Perhitungan hasil penilaian terhadap kepatuhan setiap standar adalah sebagai berikut : Jumlah hasil penilaian masingmasing parameter sesuai skor Hasil penilaian = --------------------------------------------------.

2. Afiliasi (Eksilensi) atau Satelit. Status Akreditasi B.100 % 60 % . Status Akreditasi A. namun dalam jangka waktu selambat lambatnya 3 (tiga) tahun harus dilakukan penilaian kembali. belum mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan dan dalam waktu 1 (satu) tahun harus dilakukan penilaian kembali.79 % Rekomendasi Sebagian besar atau seluruh standar telah dipenuhi. 140 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 1. tetapi masih memerlukan peningkatan kepatuhan beberapa parameter standar. 3. 3.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No. Pada umumnya telah memenuhi standar. 2. 33 % . dapat diberikan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan. Perlu pembinaan untuk peningkatan kepatuhan sebagian besar standar. Status Akreditasi C.60 % Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. telah mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. maka status akreditasinya dikatagorikan sebagai berikut : 1. Nilai > 79 % .

1. Terselenggaranya sosialisasi Pedoman Standar RS Pendidikan. e. Tersedianya data dasar seluruh RS Pendidikan. b. b.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran X Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB X PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan dan evaluasi meliputi pemantauan terhadap kinerja Tim Akreditasi RS Pendidikan serta pemantauan terhadap mutu pengelolaan dan pelaksanaan RS Pendidikan. Terselenggaranya kegiatan Akreditasi RS Pendidikan. c. 2. Proses a. Input a. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 141 . Terbentuknya Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. maka konsistensi RS Pendidikan dalam kepatuhan pelaksanaan Standar RS Pendidikan harus terus menerus dilakukan pemantauan dan evaluasi. Tersedianya Buku Pedoman Standar RS Pendidikan. Terselenggaranya Penyusunan Rencana Kerja 5 tahunan dan Rencana Tahunan. d. Pemantauan terhadap pelaksanaan Pedoman Standar RS Pendidikan dilakukan meliputi input. Untuk menjamin mutu pembelajaran klinik peserta didik agar dapat mencapai Standar Kompetensi sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. RS Pendidikan yang belum memenuhi kepatuhan minimal perlu dilakukan pembinaan secara berkala. Pemantauan dan evaluasi mutu pengelolaan dan pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diseluruh Indonesia dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan di Tingkat Pusat bersama-sama dengan Tim Akreditasi RS Pendidikan Tingkat Provinsi yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Terbentuknya Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan. proses dan output. Tersedianya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Tim Koordinasi serta Tim Penilaian dan Pembinaan Akreditasi RS Pendidikan di tingkat Pusat maupun Provinsi. c. Sesuai kemampuan rentang kendali wilayah dan kemampuan sumber daya manusia serta pembiayaan yang tersedia Dinas Kesehatan Provinsi dapat melimpahkan tugas dan kewenangan dalam pemantauan RS Pendidikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di wilayahnya.

Peningkatan jumlah RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) yang telah terakreditasi c. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Utama yang telah terakreditasi b. e. Terselenggaranya Rapat Koordinasi lintas sektor terkait dengan RS Pendidikan. Terselenggaranya pertemuan koordinasi RS Pendidikan. 3. Output a.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA d. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Satelit yang telah terakreditasi 142 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

serta peserta didik yang bekerja di Rumah Sakit Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Departemen Kesehatan. Pembinaan. Rumah Sakit yang menjalankan fungsi Rumah Sakit Pendidikan wajib memiliki Sertifikat Rumah Sakit Pendidikan. 3. supervisi dan edukasi (penyuluhan. informasi. Pembinaan terhadap penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan diarahkan untuk : 1. 2. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia. penataran. dan pelatihan). Pemerintah Daerah (Propinsi/Kabupaten/Kota) Konsil Kedokteran Indonesia. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia dan Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia membina serta mengawasi penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Pembinaan terhadap RS Pendidikan dilakukan melalui kegiatan komunikasi. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan. Oleh karena itu hal-hal yang terkait dengan pengawasan yang penting dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran. B. tenaga non medik pendidik. 2. Rumah sakit pendidikan senantiasa wajib mematuhi semua standar RS Pendidikan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 143 . Pembinaan dan Pengawasan Rumah Sakit Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dapat dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Propinsi sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Pengawasan. A. Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan. Pengawasan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik dititik beratkan agar Rumah Sakit dapat senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan baik terhadap pasien maupun kepada tenaga medik pendidik.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. Rumah Sakit Pendidikan berkewajiban menjalankan program keselamatan pasien (patient safety). 4. 144 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap RS Pendidikan yang dapat mengikutsertakan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. Institusi Pendidikan Kedokteran yang mengirim peserta didik ke RS Pendidikan wajib memberikan perlindungan hukum kepada peserta didik dengan asuransi profesi. Institusi pendidikan kedokteran wajib memberikan jabatan akademik kepada dokter pendidik klinik / dosen klinik di RS Pendidikan. fungsi dan kewenangannya masing-masing. MKKI. AIPKI. Agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdayaguna. Mencari pemecahan masalah dan cara yang lebih baik dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan 2. dan KKI sesuai tugas. ARSPI. hasil pengawasan harus dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk : 1. Menentukan layak atau tidak layaknya suatu Rumah Sakit menyandang predikat Rumah Sakit Pendidikan. 5.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XII SANKSI Rumah Sakit Pendidikan yang telah memperoleh Akreditasi dan Sertifikasi apabila melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Keputusan ini dapat dikenakan sanksi berupa : a. Teguran Tertulis kepada Pemilik Rumah Sakit dan tembusannya disampaikan kepada Institusi Pendidikan Kedokteran yang terkait. b. Pencabutan Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan sebelum habis masa berlakunya. Penghentian sementara kegiatan Rumah Sakit Pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 145 . c.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XIII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XIII PEMBIAYAAN Pembiayaan untuk penyelenggaraan proses klasifikasi dan akreditasi standar Rumah Sakit Pendidikan milik Pemerintah dibebankan kepada APBN. APBD Provinsi. evaluasi dan pembinaan dibebankan kepada APBN Departemen Kesehatan RI serta sumber dana lainnya yang tidak mengikat. 146 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Untuk Rumah SakitRumah Sakit TNI/POLRI. Pembiayaan untuk pemantauan. dan APBD Kabupaten/Kota. BUMN/BUMD. BHMN dan Rumah Sakit milik Swasta dibebankan kepada anggaran yang ada pada pemilik/penyelenggara Rumah Sakit sesuai dengan lingkup fungsi dan tugasnya berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku dilingkungannya masing-masing.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XIV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XIV KETENTUAN PERALIHAN Seluruh Rumah Sakit yang pada saat ditetapkannya Keputusan ini telah menyelenggarakan dan berfungsi sebagai Rumah Sakit yang digunakan sebagai pembelajaran klinik peserta didik Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis masih tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan agar menyesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan ini selambat-lambatnya 2 (dua) tahun sejak diterbitkannya Keputusan ini. Setetah selesai masa peralihan Rumah Sakit yang melaksanakan fungsi sebagai Rumah Sakit Pendidikan tanpa memiliki akreditasi dan sertifikasi dapat dikenakan sanksi berupa pencabutan ijin operasional Rumah Sakit. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 147 .

TE RI K ES EHMENTERI AT AN KESEHATAN. MEN Dr. Dengan demikian maka akan terjadi peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Meningkatnya pemanfaatan Rumah Sakit menjadi RS Pendidikan sebagai wahana pembelajaran klinik pendidikan profesi kedokteran akan meningkatkan daya tampung peserta pendidikan sekaligus mutu pelayanan medik yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. dr. SITI FADILAH SUPARI. Untuk kelancaran teknis penilaian standar. Sp.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XV PENUTUP Pedoman Klasiikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ini dibuat untuk mendorong peningkatan mutu Rumah Sakit yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pembelajaran klinis bagi peserta didiknya. penetapan dan pembinaan RS Pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan ini diatur dan ditetapkan lebih lanjut teknis pelaksanaannya oleh Direktur Jenderal Bina Pelayananan Medik Departemen Kesehatan RI.JP(K 148 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

Beitman BD. Academic Medicine. Giving effective feedback to Medical students: a workshop for Faculty and house staff. 4. Seattle. and Cohen R. Academic Medicine.1999. Featherstone HJ.Lancet. Benbasat J. Gordon K. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. and Irby DM. Neher JO. Clinical Instruction and Cognitive Development in Medical Students. 7.Jones M Ieditor). 1990. and Stevens NA. Standar Rumah Sakit Pendidikan. 9. 2. Medical Education.Medical teacher. Washington. Higgs J. 3.1995. In: Clinical Reasoning in Health Professional. Distorted Learning from Unusual Clinical Anecdotes. Departement of Family Medicine . 2005. Three Exemplary Models of Case-Base Teaching. Irby DM. Jakarta. Miller GE. Clinical Reasoning in Medicine. 1992. Departemen Kesehatan RI. 6. Irby DM. A five-step 'Microskills' Models of Clinical Teaching.1992.1994. and Meyer.REFERENSI : 1. Journal of the American Board of Family Practice. Five Microskills for Clinical Teaching.1999. 8. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 149 . University of Washington. Academic Medicine. 10. Elstein A. Gordon KC. Meyer B. How Attending Physycians Make Instructional Decissions When Conducting Teaching Rounds.1984.1982. Bruckner H et al. 5. The Assestment of Clinical Skills/Competence/ Performance.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful