362.

11 Ind s

DEPARTEMEN KESEHATAN RI 2009

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan c 2008, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI

18 cm x 25 cm xxii + 143 halaman ISBN No. 978-979-9254-66-5

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang memperbanyak, mencetak dan menerbitkan sebagian atau seluruh isi buku ini dengan cara dan bentuk apapun juga tanpa seizin penulis dan penerbit

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan RI
362.11

Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik s .Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan -- Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2009
Ind

KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat serta karunia-Nya sehingga Pedoman, Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dapat tersusun dengan baik dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1069/Menkes/SK/XII/2008. Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman, Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ditujukan bagi setiap rumah sakit yang akan dan telah berfungsi sebagai tempat wahana pembelajaran bagi peserta pendidikan kedokteran serta menjadi acuan bagi rumah sakit dalam proses penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Kepada Kontributor, Tim Penyusun dan kepada semua pihak terkait yang telah turut berpartisipasi dalam penyusunan buku ini, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas buah pikiran, waktu, dan sumbang saran yang telah diberikan. Semoga segala upaya dan kerja keras Saudara bermanfaat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan kedokteran di tanah air.

DirekturEBina Pelayanan Medik Spesialistik, EN K SEH
DEPAR

T

EM

A

RAL ENDE EDIK TUR J M DIREK LAYANAN PE BINA

Dr. K. Mohamad Akib, Sp. Rad. MARS NIP. 195208201978071001

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

N TA

i

Ady Iswadi Thomas Dr. Luki Hartanti.Tim Penyusun Dr. Indri Yogyaswari Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan iii .Kes Drg. Noor Sardono. K. Desriana Elizabeth Ginting Dr.Kes Dr. M. Rad. M. Rochman Arif. Sp. MpH Dr. MARS Dr. Mohamad Akib.

SpU (K) Prof. Sp. Ratna Rosita. SH DR.Dr. Dr. Agung Sutiyoso.M (K) Dr. Anwarul Amin. SH. MPH Dr. DR.A (K) Dr.Kes Dr.PD (K) Dr. Sutoto Cokro. Akmal Taher. Noor Sardono. Tjahjono D.MH. Sp. SpOT (K).Dr. Sp. Sp. Suryo Purhananto. Dr. Sp. Salwa Ahmad.Kes DR. KHOM Dr. Sp.Kes Prof. MARS (alm) Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan v .F. M.Dr.F.MARS Drg.Dr. SpS DR. Nanan Sekarwana. DR. Dr.Kes Prof. Melianna Zailani. Sumaryono. Untung Suseno. Wiguno. MA Prof.Dr.Kontributor : Dr. Mulya A.M Dr. DR. DR. Sp. M. M. MARS Prof. Tri Hesty. SpB. Merdias Almatsier. Dr. Sp. PhD DR. MM. M.Kes DR. Budi Sampurna. MSc Drg. Gondhowiardjo. Irawan Yusuf. Agus Purwadianto.PD. MPHM Dr. SH. M. Abidin Widjanarko. MARS Prof. DR.Dr. Dr.Dr. Luwiharsih. Luki Hartanti. Hasjmy.PD (K) Dr. Cissy Prawira K. MARS Fresley Hutapea. SpA (K) Prof.

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ............................................................................................i Tim Penyusun ............................................................................................iii Kontributor ..................................................................................................v Daftar Isi ....................................................................................................vii Sambutan Menteri Kesehatan....................................................................ix Sambutan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik .................................xi Sambutan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI).....................................................................................................xiii Sambutan Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI)………………………………………………......................xv Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 Tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan …………………………................xvii BAB I Pendahuluan........................................................................... 1 A. Latar Belakang .................................................................... 1 B. Landasan Hukum ................................................................ 2 C. Pengertian Rumah Sakit Pendidikan .................................. 4 D. Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia ................................ 5 E. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan ......................................................................... 5 Standar Rumah Sakit Pendidikan……................…….......... 7 Penyelenggaraan dan Pengorganisasian............................ 11 Tata Cara Penetapan Rumah Sakit Pendidikan …….......... 15 A. Persyaratan ........................................................................ 15 B. Prosedur Pengajuan .......................................................... 15 C. Penilaian Kelayakan ........................................................... 16 D. Sertifikasi............................................................................. 18 Standar Rumah Sakit Pendidikan Utama ............................ 19 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan................... 19 B. Standar Manajemen dan Administrasi ….................…….....20 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik …………………........................................23 D. Standar Penunjang Pendidikan...........................................24 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas........................ 25 Standar Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi (Eksilensi.......... 29 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan ........... ...... 29 vii

BAB II BAB III BAB IV

BAB V

BAB VI

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

BAB VII

BAB VIII

BAB IX BAB X BAB XI BAB XII BAB XIII BAB XIV BAB XV Referensi

B. Standar Manajemen dan Administrasi ................................ 30 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk Program Pendidikan Klinik ………………........................................... 33 D. Standar Penunjang Pendidikan ………………..................... 34 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas ….................... 35 Standar Rumah Sakit Pendidikan Satelit …........................ 39 A. Standar Visi, Misi, Komitmen, dan Persyaratan ................. 39 B. Standar Manajemen dan Administrasi …………................. 40 C. Standar Sumber Daya Manusia untuk ProgramPendidikan Klinik……………………….................. 43 D. Standar Penunjang Pendidikan …………………................ 44 E. Standar Perancangan dan Pelaksanaan ProgramPendidikan Klinik yang berkualitas ……............... 45 Parameter dan Indikator Penilaian Rumah Sakit Pendidikan ............................................................................ 49 A. Rumah Sakit Pendidikan Utama ....................................... 49 B. Rumah Sakit Pendidikan Affiliasi........................................ 79 C. Rumah Sakit Pendidikan Satelit ....................................... 107 Hasil Penilaian dan Status Akreditasi ............................... 139 Pemantauan dan Evaluasi ….............................................. 141 Pembinaan dan Pengawasan ……………........................... 143 Sanksi .................................................................................. 145 Pembiayaan…………………………………..…..................... 146 Ketentuan Peralihan……………………............................... 147 Penutup………...………….................................................... 148 ………………........…………………………...........….….......... 149

viii

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

BH INN E

K A TUNGGAL

A IK

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Keberadaan Rumah Sakit Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medik. Hal ini mengingat misi Rumah Sakit Pendidikan disamping memberikan pelayanan kesehatan, juga berfungsi sebagai wahana peningkatan kompetensi calon dokter dan calon dokter spesialis. Tidak kalah penting juga bahwa Rumah Sakit Pendidikan merupakan wahana penelitian serta pengembangan teknologi kedokteran. Rumah Sakit Pendidikan harus tampil lebih baik, lebih bermutu karena merupakan etalase mutu pendidikan kedokteran kita. Upaya peningkatan mutu pendidikan akan berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang pastinya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sejalan dengan perkembangannya, Pemerintah telah membuat beberapa regulasi serta pengaturan tentang pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diantaranya Keputusan Bersama Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 544/ Menkes/SKB/X/81; Nomor 0430a/U/1981; Nomor 324 A tentang 14 (empat belas) Rumah Sakit Pemerintah yang Digunakan Sebagai Tempat Pendidikan Calon Dokter dan Dokter Spesialis; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/Menkes/PER/2007 pasal 6 ayat 2 bahwa penetapan rumah sakit, standar rumah sakit pendidikan dan standar rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Pedoman, Klasifikasi dan Standar RS Pendidikan. Selanjutnya, saya mengharapkan agar buku ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi acuan bagi semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sekaligus menyesuaikan
Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

ix

Dr.Siti Fadillah Supari. Jakarta.SpJP (K) AN AT x Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Standar dan Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan. saya ucapkan selamat dan penghargaan atas dedikasinya dalam penyusunan buku Pedoman. Kepada tim penyusun dan para kontributor. Agustus 2009 Menteri Kesehatan RI ME N TE E R I K S EH DR.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA dengan aturan yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Kesehatan No 1069/Menkes/SK/XI/2008 sebelum disahkannya Undang Undang Rumah Sakit yang saat ini masih dalam pembahasan di DPR.

Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi dan Rumah Sakit Pendidikan Satelit dimana masing-masing standar mengacu kepada standar Pendidikan Kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). yakni disamping berfungsi memberikan pelayanan medik kepada masyarakat juga berfungsi sebagai tempat pembelajaran klinik bagi calon dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis untuk meningkatkan kompetensi baik dari segi keilmuan (knowledge). Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ini merupakan acuan dalam pelaksanaan Standarisasi. sehingga dalam penyelenggaraannya sebagai Rumah Sakit Pendidikan diharapkan dapat mendukung terlaksananya Standar Pendidikan Kedokteran agar menghasilkan dokter/dokter gigi dan dokter spesialis/dokter gigi spesialis yang berkualitas dan memiliki daya saing serta dapat memberikan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xi .id INDONESIA SEHAT 2010 SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua atas ditetapkannya Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 tentang Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan.seyanmed@depkes. Akreditasi serta Sertifikasi bagi Rumah Sakit Pendidikan Utama. Rasuna Said Blok X5 Kavling 4-9 Kotak Pos 3097. Rumah Sakit Pendidikan dalam penyelenggaraannya berfungsi ganda. Saya menyambut gembira atas upaya menerbitkan buku ini yang merupakan penyempurnaan dari Standar Rumah Sakit Pendidikan yang telah diterbitkan oleh Departemen Kesehatan RI pada tahun 2005.id. HR. keahlian (skill) dan profesional attitude. 5203872 Surat Elektronic : yanmed@ depkes. 1196 Jakarta 12950 Telepon : (021) 5201590 (Hunting) Faksimile : (021) 5261814.DEPARTEMEN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA PELAYANAN MEDIK Jl. Pesatnya perkembangan penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pelayanan kesehatan menuntut pelaksanaan pelayanan medik spesialistik yang bermutu.go. Agar tercapai tujuan tersebut di atas penyelenggaraan rumah sakit pendidikan harus memenuhi standar sebagai rumah sakit pendidikan. transparan dan akuntabel di Rumah Sakit.go.

Juni 2009 DEPAR T DirekturH Jenderal Bina Pelayanan EN K E SE A Medik EM RAL ENDE EDIK TUR J M DIREK LAYANAN PE BINA Farid W. Saya ucapkan selamat kepada semua pihak yang telah menyumbangkan gagasan serta pemikiran dalam penyusunan buku ini. penerima pelayanan. 195003091979121001 N TA xii Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .perlindungan hukum bagi pemberi pelayanan. dan dosen pembimbing klinik. Husain NIP. Jakarta. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka penyelenggaraan pendidikan kedokteran sekaligus peningkatan mutu pelayanan kesehatan di tanah air. peserta didik.

Era globalisasi menuntut peningkatan mutu dalam berbagai hal termasuk dalam bidang pendidikan kedokteran. Jakarta. Juli 2009 Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia Dr. Sutoto. Klasifikasi dan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan.dr.ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA The Indonesian Teaching Hospital Association (ARSPI) SAMBUTAN KETUA ASOSIASI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN INDONESIA Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT kami menyambut gembira diterbitkannya buku Pedoman. Dengan diterbitkannya buku ini kami berharap seluruh anggota Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan-ketentuan yang tertera dalam buku pedoman dan standar ini. M. Seperti kita ketahui bersama bahwa pendidikan kedokteran tidak dapat dilepaskan dari masa kepaniteraan dan pengalaman bekerja di Rumah Sakit sehingga keberadaan Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian penting dari proses belajar mengajar dalam pendidikan kedokteran. Mengingat Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian integral dalam pendidikan kedokteran maka Rumah Sakit Pendidikan pun dituntut untuk senantiasa meningkatkan mutunya antara lain melalui pemenuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri Kesehatan yang atas nama Pemerintah telah berkenan menetapkan Pedoman dan Standar Rumah Sakit Pendidikan.Kes Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xiii . Keberadaan buku ini dapat digunakan sebagai acuan Rumah Sakit dalam penyelenggaraan proses pendidikan kedokteran dan dapat membantu Rumah Sakit Pendidikan dalam meningkatkan mutu sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Rumah Sakit Pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan kedokteran. Sejak tahun 2006 KKI telah mensahkan standar pendidikan profesi dan standar pendidikan kompetensi yang harus dilaksanakan oleh semua institusi pendidikan dokter di Indonesia dalam menjalankan fungsinya. Rumah Sakit Pendidikan merupakan wahana bagi pelaksanaan tridarma pendidikan tinggi serta pencapaian kompetensi dokter maupun dokter spesialis. serta pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu kedokteran akan tercapai. tetapi yang terpenting adalah kualitas pelayanan.ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA AIPKI (INDONESIAN ASSOCIATION OF MEDICAL EDUCATION INSTITUTION) SEKRETARIAT : GEDUNG CHS LANTAI II. Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan yang berkenan menetapkan Pedoman dan Standar Rumah Sakit Pendidikan. Dengan demikian. Klasifikasi dan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. infrastruktur dan manajemen pengelolaannya sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan. JL. Dengan terbitnya buku ini. maka jaminan akan tersedianya wahana pendidikan untuk dokter dan dokter spesialis. SALEMBA RAYA 6. Dalam standar pendidikan profesi persyaratan Rumah Sakit Pendidikan merupakan persyaratan mutlak tidak saja dalam hal keberadaannya. JAKARTA PUSAT TELP : (021) 3100354. FAX : (021) 3907411 SAMBUTAN KETUA ASOSIASI INSTITUSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN INDONESIA Rasa syukur kehadirat Allah SWT patutlah dipanjatkan dengan terbitnya buku Pedoman. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xv . Bagi institusi pendidikan dokter. Terbitnya buku ini dapat digunakan sebagai acuan Rumah Sakit dalam penyelenggaraan proses pendidikan kedokteran dan dapat membantu Rumah Sakit Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi dokter.

Jakarta. 31 Juli 2009 Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia Prof.D xvi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Dr. Ph. Irawan Yusuf.Kami berharap bahwa seluruh institusi pendidikan dokter mengkordinasikan berbagai ketentuan dalam buku pedoman dan standar ini dengan pihak Rumah Sakit yang dipergunakan sebagai wahana pendidikan dokter maupun dokter spesialis.

perlu menetapkan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dengan Keputusan Menteri.BH INN E K A TUNGGAL A IK MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1069/MENKES/SK/XI/2008 TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xvii . 2. Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495). keberadaan Institusi Pendidikan Kedokteran. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. b. bahwa agar Rumah Sakit yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memenuhi persyaratan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan. Menimbang : a. Kolegium Ilmu Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan dalam pelaksanaan program pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis memegang peranan penting. 3. pendidikan dan penelitian kedokteran.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741). 8. 1045/Menkes/Per/XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). 6. Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Pemerintah Daerah Provinsi. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). 10. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.P e r a t u r a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 512/MENKES/PER/IV/ 2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89. xviii Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). 7. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. P e r a t u r a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 1045/Menkes/Per/XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006. 9.

Memperhatikan : Surat Keputusan Bersama Menteri Kesehatan Nomor 544 Menkes/SKB/X/81.A Tahun 1981 tentang Pembagian Tugas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 11. Pedoman dimaksud Diktum Kedua agar digunakan oleh Institusi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0430 a/U/1981 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 324. Kedua : Ketiga : Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan xix . K e p u t u s a n M e n t e r i K e s e h a t a n N o m o r 1575/Menkes/PERXI/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/07. MEMUTUSKAN : Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PEDOMAN KLASIFIKASI DAN STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan dimaksud Diktum Kesatu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Tanggung Jawab dan Penetapan Prosedur sebagai Rumah Sakit Pemerintah yang digunakan untuk Pendidikan Dokter. Lembaga dan Organisasi Profesi terkait sebagai acuan klasifikasi dan penetapan status akreditasi dalam rangka pembinaan Rumah Sakit Pendidikan.

JP (K) xx Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SITI FADILAH SUPARI.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Keempat : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Sp. dr. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 18 Nopember 2009 MENTERI KESEHATAN. ME N TE E RI K SE H AN AT Dr.

Yogjakarta RSU Dr. 3.Kariadi. dengan diberlakukannya Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional. 10. Latar Belakang Salah satu persyaratan Pendidikan Kedokteran adalah tersedianya Rumah Sakit (RS) Pendidikan Utama dalam jaringan lahan praktek yang kelayakannya dinilai oleh pakar pendidikan kedokteran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam Panduan Pendidikan Kedokteran (Dirjen Dikti.Hasan Sadikin. 6.Dokter/Dokter Gigi Spesialis.Sardjito. 9. Dalam Standar tersebut juga dikatakan bahwa Institusi Pendidikan Kedokteran harus menjamin tersedianya fasilitas pendidikan klinik bagi mahasiswa yang terdiri dari RS Pendidikan dan Sarana Kesehatan lain yang diperlukan. RSU Dr. maka semua pendidikan profesi harus diselenggarakan oleh Institusi Pendidikan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis serta Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Dalam lampiran Surat Keputusan tersebut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB I PENDAHULUAN A. Semarang RSUP Dr. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri. Medan RSUP Dr. 7. 5. Jakarta Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 . Makasar RSUP Palembang RSU Gunung Wenang. 2. Surabaya RSU Ujung Pandang. dan penetapan prosedur sebagai RS Pemerintah yang digunakan untuk pendidikan kedokteran pada tahun 1981 melalui SK Bersama Menteri Kesehatan.Soetomo.Pirngadi. Penetapan RS Pendidikan di Indonesia secara resmi dimulai dengan di tetapkannya pembagian tugas. Konsil Kedokteran Indonesia telah mengesahkan Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. ditetapkan 14 RS Umum Pemerintah sebagai tempat pendidikan calon dokter dan calon dokter spesialis. RS tersebut adalah: 1. Jakarta RSUP Dr.Cipto Mangunkusumo. Pada tahun 2006. 4. 2002). Manado RSU Persahabatan. tanggung jawab. Tahun 2003. 8. Bandung RSUP Dr.

RSU Surakarta. Tambahan 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan terutama dalam proses pembelajaran klinik bagi peserta didik pendidikan kedokteran terutama dalam pencapaian kompetensi peserta didik. 13. Selama ini Standar RS Pendidikan yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada tahun 2005. dilaporkan terdapat 97 RS yang berfungsi sebagai RS Pendidikan.Syaiful Anwar. Solo RSU Dr. yaitu RS Dr. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495).M. 12. Landasan Hukum Peraturan perundangan yang mendasari penyusunan pedoman ini meliputi : 1. membutuhkan peningkatan jumlah RS Pendidikan. Padang Masing-masing RS Pendidikan tersebut merupakan RS Pendidikan untuk satu Institusi Pendidikan Kedokteran Negeri.Jamil. Saat ini penetapan RS Pendidikan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. Pesatnya pertambahan Institusi Pendidikan Kedokteran baik pemerintah maupun swasta.Cipto Mangunkusumo dan RS Persahabatan. B. kecuali untuk Institusi Pendidikan Kedokteran Universitas Indonesia. setelah melalui proses penilaian dan memenuhi kriteria Standar RS Pendidikan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan pada bulan Mei tahun 2005. merupakan dasar penetapan RS Pendidikan. pada waktu yang sama terdapat 52 Institusi Pendidikan Kedokteran. Malang RSUP Sanglah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan dan Universitas Gajah Mada pada tahun 2003. maka perlu disusun Standar RS Pendidikan. Denpasar RSUP Dr. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100. 2. hingga tahun 2009 tercatat hanya ada 39 RS yang secara resmi mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 11. Selain itu juga terdapat 12 RS Gigi dan Mulut Pendidikan yang telah mendapat SK Menteri Kesehatan. yang pada saat itu sudah mempunyai dua RS Pendidikan. namun dari data Asosiasi RS Pendidikan Indonesia (ARSPI). 14.

Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431). 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 8. 10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512/ MENKES/ PER/IV/2007 tentang Ijin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran 11. Pemerintah Daerah Provinsi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 49. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Fungsi. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/PER XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 3 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844). 6. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1045/Menkes/Per/ XI/ 2006 tentang Organisasi Rumah Sakit Di Lingkungan Departemen Kesehatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lembaran Negara Nomor 4301). Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737).

4 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . program pendidikan pasca sarjana dan penelitian klinis. C. Selain istilah RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 1295/Menkes/Per/XII/2007. Hutchkinson & Wilkipedia Encyclopedia mendefinisikan RS Pendidikan sebagai Rumah Sakit yang berhubungan erat dengan Pendidikan Kedokteran dan berfungsi dalam pendidikan praktik untuk mahasiswa kedokteran. di Amerika Serikat tercatat lebih dari 100 AHCs. tenaga kesehatan dan kedokteran gigi.1997 mendefinisikan RS Universitas sebagai Rumah Sakit yang dikelola oleh suatu universitas untuk pendidikan mahasiswa kedokteran. AHCs terdiri dari satu Intitusi Pendidikan Kedokteran yang terakreditasi. Pengertian Rumah Sakit Pendidikan Dari berbagai definisi yang ada. satu atau lebih Rumah Sakit yang ber “Afiliasi”. keperawatan. kesehatan masyarakat. Pada tahun 1993. Memperhatikan uraian tersebut diatas dan berdasarkan fungsi Rumah Sakit dalam proses pendidikan profesi kedokteran. dikenal juga istilah RS Universitas (“University Hospital”). dapat dirumuskan RS Pendidikan di Indonesia adalah Rumah Sakit yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Di berbagai negara maju saat ini “Academic Health Center” (AHCs) atau dikenal juga sebagai Academic Medical Center telah berkembang pesat. Medline. “internship” dan residen atau peserta pendidikan spesialis. pada prinsipnya pengertian RS Pendidikan (“Teaching Hospital”) adalah Rumah Sakit yang juga digunakan untuk pendidikan kedokteran. serta satu atau lebih pendidikan yang terkait dengan kesehatan seperti.

Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI). d. Teknologi Kedokteran yang bertepat guna. Hasil pengobatan dan survival rate yang lebih baik. Tersedianya konsultasi dari Staf Medis Pendidikan. lokakarya dan pertemuan yang diprakarsai oleh Departemen Kesehatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA RS Pendidikan diharapkan memiliki kemampuan pelayanan yang lebih dari Rumah Sakit non Pendidikan terutama meliputi: a. disepakati penetapan Standar dan Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan yang lebih luas meliputi RS Pendidikan Utama. Konsil Kedokteran Indonesia. Penerapan Metode Penatalaksanaan Terapi terbaru. RS Pendidikan Satelit Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 5 . c. selama 24 jam. Serangkaian seminar. b. ayat 2) menyatakan bahwa penetapan RS menjadi RS Pendidikan. e. Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 512/Menkes/Per/IV/2007 yang merupakan salah satu peraturan pelaksanaan Undang undang nomor 29 tentang Praktik Kedokteran salah satu kausulnya (pasal 6. Penjaminan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta kedokteran berbasis bukti. f. Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia dan seluruh “stake holder” pendidikan kedokteran di Indonesia. RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi). D. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). Hari rawat yang lebih pendek untuk penyakit yang sama. Standar RS Pendidikan dan Standar Rumah Sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya sebagai jejaring pendidikan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus maupun ketersediaan sarana prasarana pendidikan dan peralatan kedokteran. 2. E. 3. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA yang merupakan Rumah Sakit jejaring pendidikan. 6 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan. Tujuan Penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan Tujuan penetapan Standar Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan RS Pendidikan Utama. maupun perluasan Jejaring Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) dan Satelit sangat dibutuhkan sejalan semakin meningkatnya jumlah Institusi Pendidikan Kedokteran dan jumlah peserta didik. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB II STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Standar Rumah Sakit Pendidikan ini disusun mengacu pada standar pendidikan kedokteran yang ditetapkan oleh World Federation of Medical Education (WFME). pengembangan kapasitas. Untuk itu dalam rangka menjamin mutu pendidikan profesi kedokteran sekaligus menjamin mutu pelayanan medik di RS Pendidikan. maka dipandang perlu dilakukan Standarisasi Rumah Sakit Pendidikan. Kolegium Ilmu Kedokteran dan RS Pendidikan. 2. Format ini juga digunakan dalam penyusunan Standar Pendidikan Profesi Dokter /Dokter Gigi dan Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi Spesialis. Rumah Sakit yang telah berdiri dan operasional memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bila akan ditambah fungsinya sebagai RS Pendidikan haruslah memenuhi kriteria sebagaimana ditentukan dalam Standar Rumah Sakit Pendidikan. yaitu Institusi Pendidikan Kedokteran. Klasifikasi Rumah Sakit Pendidikan Peningkatan jumlah peserta didik. Seiring dengan kebutuhan pembelajaran klinik peserta didik terutama dalam rangka menjamin mutu keluaran dan hasil peserta didik yang sesuai dengan standar kompetensi. dan perilaku (attitude) sesuai kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam modul pendidikan berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. maka tidak semua Rumah Sakit dapat secara serta merta menjadi RS Pendidikan. 1. kemampuan psikomotor (skill). keterbatasan fasilitas serta keterbatasan jumlah dan variasi kasus di RS Pendidikan Utama menjadi masalah bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dalam menghasilkan tenaga medik yang berkualitas. Kedudukan dan Peran Rumah Sakit Pendidikan Dalam pelaksanaan program pendidikan dokter dan dokter spesialis. yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan tiga komponen utama yang memegang peranan penting dan saling mendukung. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 7 . Kedudukan RS Pendidikan sebagai salah komponen yang sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran klinik yang meliputi pengetahuan (knowledge).

yang harus dipenuhi sebagai dasar penilaian kepatuhan institusi terhadap standar yang telah ditetapkan dalam rangka penetapan sebagai RS Pendidikan. 2. Standar RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi). Standar Penunjang Pendidikan. 2. mengacu pada World Federation of Medical Education (WFME). Standar dan parameter penilaiannya ini lebih merupakan standar input. Selain itu Institusi Pendidikan Kedokteran dapat memiliki satu atau beberapa jejaring RS Afiliasi (Eksilensi) atau Rumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didiknya. Untuk setiap jenis RS Pendidikan ditetapkan Standar dengan masingmasing kriterianya. Standar Manajemen dan Administrasi. sebagai berikut : 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Konsep dasarnya adalah tiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus memenuhi kecukupan tenaga pengajar. Standar Visi. Standar Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik. Komitmen dan Persyaratan. Standar perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinis yang berkualitas. jumlah dan jenis variasi kasus. 8 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . penetapan parameter penilaian sebaiknya merupakan bagian dari instrumen penilaian akreditasi pendidikan kedokteran yang disusun bersama oleh para pemangku kepentingan pendidikan profesi kedokteran. Standar RS Pendidikan Satelit. Rumah Sakit Khusus (Afiliasi/Eksilensi) dapat mempunyai Rumah Sakit Satelit berupa Rumah Sakit Khusus lainnya dan Rumah Sakit Umum yang mempunyai pelayanan unggulan tertentu sebagai jejaringnya. Standar RS Pendidikan Utama. Misi. 4. Untuk akreditasi dan reakreditasi. setelah melalui persyaratan Akreditasi Rumah Sakit dari Departemen Kesehatan RI. 3. Oleh karena itu setiap Institusi Pendidikan Kedokteran harus mempunyai minimal satu RS Pendidikan Utama dan mempunyai beberapa RS Pendidikan Satelit sebagai jejaring. Menteri Kesehatan dapat menetapkan. 5. Berdasarkan hal tersebut maka disusun Standar RS Pendidikan menjadi : 1. 3.

Dengan demikian RS Pendidikan Profesi Dokter Spesialis. Komitmen dan persyaratan . b. Sumber Daya Manusia untuk program pendidikan klinik . Untuk pendidikan profesi dokter/dokter gigi spesialis. d. Penunjang pendidikan . Perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yang berkualitas Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 9 . Rumah Sakit yang akan digunakan harus masuk dalam salah satu klasifikasi RS Pendidikan dan sesuai dengan kebutuhan untuk pembelajaran klinik dalam rangka pencapaian kompetensi berdasarkan standar pendidikan profesi dokter/dokter gigi spesialis yang disusun oleh Kolegium Ilmu Kedokteran Spesialis. 3. Misi. Manajemen dan Administrasi . c. mencabut atau menunda pemberian Surat Keputusan Rumah Sakit Pendidikan tergantung dari hasil akreditasi tersebut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA membatalkan. e. RS Pendidikan Satelit ataupun RS Pendidikan Khusus (Afiliasi/Eksilensi). dengan tambahan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh kolegiumnya di luar Standar RS Pendidikan yang sudah ada. dapat merupakan RS Pendidikan Utama. Visi. Ruang Lingkup Ruang lingkup Standar RS Pendidikan ini adalah untuk Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pendidikan kedokteran meliputi : a.

Departemen Kesehatan RI merupakan instansi yang berwenang menetapkan Standar Rumah Sakit Pendidikan yang digunakan sebagai wahana pembelajaran Pendidikan Kedokteran sebagaimana Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 512 (pasal 6 ayat (2). Pengorganisasian Penetapan RS Pendidikan. Pemerintah Daerah. 1. Tim Pengarah terdiri dari Penanggung Jawab. AIPKI. RS yang akan atau telah difungsikan sebagai RS Pendidikan baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah. pengawasan dan pembinaan teknis dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan meliputi Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan dan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. pengawasan dan pembinaan RS Pendidikan Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dibantu Tim Akreditasi RS Pendidikan yang melibatkan pemangku kepentingan yang terkait yaitu ARSPI. maupun Swasta lainnya wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. MKKI. BUMN/BUMD. Sekretaris dan Anggota dengan susunan sebagai berikut : Penanggung Jawab : Menteri Kesehatan Ketua I : Sekretaris Jederal Ketua II : Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Sekretaris I : Kepala Biro Hukum dan Organisasi Sekretaris II : Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Anggota : 1. penetapan. B. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 11 . Penyelenggaraan. TNI/POLRI. pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan RI.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran III Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB III PENYELENGGARAAN DAN PENGORGANISASIAN A. dan KKI. Untuk pelaksanaan. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab melaksanakan penetapan. Tim Pengarah.

Melaksanakan koordinasi lintas sektor penyelenggaraan Penilaian dan Pembinaan RS Pendidikan. reakreditasi dan visitasi RS Pendidikan. Ketua AIPKI 5. Ketua KKI Tugas Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan : a. Menetapkan kebijakan strategis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan RS Pendidikan. Konsil Kedokteran Indonesia 3. c. Unsur AIPKI 7. d. pembinaan dan pengawasan RS Pendidikan kepada Menteri Kesehatan. e. Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Spesialistik di RS Khusus 4. Unsur MMKI 8. Ketua ARSPI 4. Unsur ARSP 6.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. Memberikan dukungan pelaksanaan tugas-tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Unsur KKI 12 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ketua Sekretaris I Sekretaris II Anggota : Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik : Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Medik Spesialistik RS Pendidikan : Kepala Bagian Hukormas Ditjen Bina Yanmedik : 1. b. Menetapkan besaran satuan biaya akreditasi. Kepala Sub Dit Bina Pelayanan Medik Spesialistik Non Pendidikan 2. Melaporkan hasil kegiatan penetapan. Kepala Sub Dit Bina Pelapisan Teknologi Medik Spesialistik 5. Kepala Sub Dit Bina Akreditasi RS 3. 2. Ketua MKKI 6. Tim Pelaksana Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan.

e. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi Pedoman Standar dan Pelaksanaan Penilaian Rumah Sakit Pendidikan. b. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 13 . pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. Menyusun rencana kerja penetapan. Melaksanakan kajian pengembangan standar Rumah Sakit Pendidikan. Staf Sub Direktorat Bina Yanmedik di RSU Pendidikan Tugas Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan: a. Melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan penetapan. Staf Sub Bag TU Direktorat Bina Yanmedik Spesialistik 4. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan kepada Menteri Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. d. Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi 3. Melaporkan pelaksanaan penetapan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Sekretariat : 1. f. pembinaan dan pengawasan Rumah Sakit Pendidikan. Kepala Seksi Standarisasi 2. c. Melaksanakan penetapan.

Surat Permohonan sebagaimana huruf B. B. 5. Persyaratan 1. Surat penetapan kelas (tipe) Rumah Sakit yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI. Pemilik Rumah Sakit/Pimpinan Rumah Sakit mengajukan S u r a t Permohonan untuk ditetapkan sebagai RS Pendidikan. Profil Rumah Sakit 3 (tiga) tahun terakhir. tembusannya Disampaikan kepada : a. Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 15 . Rumah Sakit telah mempunyai ijin pendirian yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau ijin operasional yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau ijin penyelenggaraan Rumah Sakit yang masih berlaku. 7.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran IV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB IV TATA CARA PENETAPAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Penetapan RS Pendidikan adalah proses penilaian kelayakan rumah sakit yang akan dijadikan wahana pembelajaran klinis peserta didik Institusi Pendidikan Kedokteran guna menjamin terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas sesuai kebutuhan modul untuk mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. 2. Telah terakreditasi sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit. 4. Naskah Perjanjian Kerja Sama Rumah Sakit Pendidikan dengan Institusi Pendidikan Kedokteran. Surat Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi setempat.1. sarana dan prasarana pendukung untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan. 3. ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI cq Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen K e s e h a t a n R I dengan dilampirkan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf A. Prosedur Pengajuan 1. 6. A. 2. Pernyataan kesediaan Pemilik Rumah Sakit untuk menjadikan Rumah Sakit menjadi RS Pendidikan dan sanggup menyediakan anggaran.

Penilaian Kelayakan 1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat C. Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menelaah hasil Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit. Setelah menerima surat balasan Direktur Rumah Sakit setempat membentuk Tim Persiapan Penilaian RS Pendidikan yang terdiri dari unsur-unsur pemangku kepentingan Rumah Sakit dan melakukan pengisian Borang Penilaian RS Pendidikan. 16 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Berkas Surat Permohonan yang telah diterima oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik diserahkan kepada Sekretariat Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk diperiksa kelengkapan administrasi persyaratan administrasi. g. Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit dikirimkan kembali ke Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. b. Surat balasan yang ditandatangani oleh Direktur Bina Pelayanan Medik Spesialistik selaku Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dikirimkan kepada Pemilik RS/Pimpinan RS disertai Borang Penilaian RS Pendidikan (Instrumen Self Assesment) RS Pendidikan sesuai dengan klasifikasi. d. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat c. Hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan dapat berupa ”rekomendasi layak atau belum layak visitasi” dan rekomendasi tersebut di umpan balikkan kepada Rumah Sakit bersangkutan dengan tembusan kepada Dinas Kesehatan Provinsi setempat dan/atau Dinas Kesehatan Kab/Kota setempat. Berkas Surat Permohonan yang telah lengkap persyaratan administrasinya dilaporkan kepada Sekretaris Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dibuat rancangan surat balasan kepada Rumah Sakit. e. c. Pra Visitasi a. f.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA b.

Indikator dan Parameter kemudian direkapitulasi dalam Instrumen Rekapitulasi Hasil Penilaian untuk menentukan nilai akhir penilaian. Hasil penilaian akhir (sementara) berikut catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu disempurnakan/diperbaiki disampaikan oleh Tim Visitasi kepada pihak Rumah Sakit dan dibuatkan Berita Acara Hasil Visitasi yang ditanda tangani oleh Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 17 . b. Hasil penilaian dapat menggambarkan hasil akhir katagori penilaian : A.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA h. 2. selanjutnya hasil penilaian diisi ke dalam Instrumen Penilaian masing-masing Standar dan Parameter. maka pihak Rumah Sakit wajib menyempurnakan/ memperbaikinya dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tigapuluh) hari sejak dilakukan visitasi. Sesuai jadwal yang ditentukan Tim Visitasi melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit. 3. Apabila hasil telaahan Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan ”layak visitasi” maka kepada Rumah Sakit dijadualkan waktu kunjungan Tim Visitasi. d. Visitasi a. c. Apabila umpan balik dari Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan direkomendasikan ”dipertimbangkan belum layak ”visitasi” maka Rumah Sakit dapat mengajukan permohonan fasilitasi atau pembinaan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. e. Penetapan a. Tim Visitasi dalam melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit melakukan pemeriksaan ulang dan pemeriksaan silang serta wawancara dengan pihak terkait atas Borang Penilaian RS Pendidikan yang telah diisi oleh Rumah Sakit. B atau C. Apabila dari hasil penilaian Tim Visitasi dan kesimpulan sementara masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan dan/atau diperbaiki oleh pihak Rumah Sakit. Hasil penilaian masing-masing Standar. b.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Tim Visitasi dan Pihak Rumah Sakit. b. Surat Keputusan dan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan selanjutnya diserahkan kepada Pemilik Rumah Sakit/Pimpinan Rumah Sakit. 2. g. F. c. Atas nama Menteri Kesehatan RI Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik menetapkan Rumah Sakit pemohon sebagai RS Pendidikan. Tim Akreditasi RS Pendidikan melaksanakan rapat penentuan kelayakan Rumah Sakit sebagai RS Pendidikan berdasarkan hasil visitasi. Tim Visitasi melaporkan kepada Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan untuk kemudian dilakukan proses penetapan. Ketua Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan menyampaikan rekomendasi penetapan RS Pendidikan kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik untuk selanjutnya dilakukan proses Penetapan sebagai RS Pendidikan. Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan diterbitkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Berdasarkan Berita Acara Hasil Visitasi dan laporan perbaikan/penyempurnaan dari Rumah Sakit. 18 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Terakreditasi C dengan masa berlaku 1 (satu) tahun. c. Terakreditasi A dengan masa berlaku 5 (tahun). ditanda tangani oleh Menteri Kesehatan. ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. d. Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan (Sertifikasi) 1. D. Tim Visitasi melaporkan Berita Acara Hasil Visitasi kepada Ketua Tim Pelaksana Akreditasi. Terakreditasi B dengan masa berlaku 3 (tahun). ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik atas nama Menteri Kesehatan. e.

pembiayaan. yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. anak. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialis lainnya. misi. RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal pada seluruh proses pendidikan kedokteran di Rumah Sakit tersebut. 6.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran V Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB V STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA RS Pendidikan Utama adalah Rumah Sakit Jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi seluruh atau sebagian besar modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. 4. Kriteria : 1. manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik. A. STANDAR VISI. sumber daya manusia. Untuk menunjang proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan maka komitmen Rumah Sakit perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. 19 3. 2. 5. bedah. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Terdapat dokumen Perjanjian Kerja Sama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. MISI. Rumah Sakit yang telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Rumah Sakit kelas A atau B atau setara yang telah terakreditasi minimal 12 pelayanan. meliputi aspek medikolegal. sarana prasarana. Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. KOMITMEN DAN PERSYARATAN. Terdapat visi.

Koordinasi pendidikan profesi kedokteran.2. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1:5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. hak. 2. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. koordinasi. tanggung jawab. 2. 1. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai Badan Koordinasi Pendidikan. 2.1 Uraian tugas.1 Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur Rumah Sakit dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas.1. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan yang meliputi. Kriteria : 2. pembiayaan. Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. 2. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA B. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. kebijakan penyelenggaraan. Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan 20 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .3. administrasi. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI. wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Kriteria : 1.

1. Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. 2. staf nonmedis dan peserta didik).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. Terdapat sistem. 3. peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.6. kegiatan. umpan balik dan surat menyurat. Kriteria : 3. 3. Terdapat kebijakan. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke RS. Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan.4. ruangan. Kebijakan.2. Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. 2.7. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 21 . Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. administrasi nilai.3. nilai. pendidikan dan penelitian. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.5. pengaturan jadual dan administrasi).5. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. waktu. 3. Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 2. Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 3.4. 3.

1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas.4. 4. 4. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 3. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai Pendanaan Pendidikan Kedokteran.6. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa. serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif. Kriteria : 4. Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. biaya bahan habis pakai.2. 4. Evaluasi dan Penjaminan Administrasi Pendidikan Mutu Sistem Manajemen dan Badan Koordinasi Pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh 22 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tingkat kelulusan. 4. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas. Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 5. hasil belajar).3. efisiensi dan mutu pendidikan.

1. 1.1. hak.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. tanggung jawab. Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh sekretariat bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. tanggung jawab dan kewenangan staf institusi pendidikan yang ditempatkan di RS Pendidikan harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. Tugas.2. Terdapat pengangkatan sebagai SK Dosen/Dosen Luar Biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran untuk Staf Medik Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 23 . dan tindak lanjut. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan/atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kategori. Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. Kriteria : 5. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih program pembelajaran klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Kriteria : 1. paruh/purna waktu dari staf medis dan/atau non medis tersebut. kewenangan. analisis umpan balik. Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta. C. 5.1.2.

kewenangan.2. 2. 1. hak dan kewajiban baik paruh/purna waktu. Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik di RS Pendidikan untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran. D. tanggung jawab.4. Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 1. disiplin dan proses pengembangan diri. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. Kriteria : 2.5. Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama.1. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.3. komitmen.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Fungsional yang melaksanakan tugas pendidikan dan penelitian kedokteran. 24 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tanggung jawab dan kewenangannya. 1. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: kompetensi. Terdapat tim penilai/supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan dalam menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas yang dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. 2. Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan Pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas.

prasarana penunjang dan pendukung. antara lain: ruangan pembelajaran. Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan sarana. prasarana dan peralatan untuk pendidikan antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 25 . 2. teknologi informasi. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. prasarana dan alat yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pendidikan. Sarana. 4. sistem informasi RS. perpustakaan. skill lab dan audiovisual.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kriteria : 1. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. E. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. memiliki target pembelajaran yang jelas. 5. Perhatian RS terhadap Pembelajaran: Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari RS dalam penyelenggaraan pembelajaran kilinik. sistem dokumentasi. ruang diskusi. 1. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. 3.

Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. 2. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Kriteria : 2. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.1.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.3. 2. Rancangan program pendidikan (buku panduan) tersebut dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait.1 RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan 1. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas sesuai modul pendidikan. data wawancara staf.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Kriteria : 1.2.3 26 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat memahami proses pembelajaran klinik dan pencapaian kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. 2. Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. 1. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.

Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran klinik yang efektif dan efisien sehingga dapat dicapai kompetensi sesuai standar pendidikan profesi kedokteran.3. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. 2. 3.5. 3. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. . Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine).1. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan.4. para pendidik dan para peserta didik. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. Kriteria : 3. Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. 2. Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. 3. 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). yang dinyatakan dalam perencanaan. Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 27 .2. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF.6. penggandaan. · Pengarsipan. Terdapat batasan kewenangan. · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran.

· Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian.2. · Terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali. . Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian. 4.1.4. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik.kurangnya satu kali dalam satu tahun. langganan jurnal (cetak dan elektronik). Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersamasama. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. 28 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. secara tersendiri dan bersama badan koordinasi pendidikan sekurang. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 4. Terselenggaranya evaluasi supervisi pendidikan klinik setiap semester/modul pendidikan . RS Pendidikan melakukan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. Kriteria : 4. Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan psikomotor dan efektif. · Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. text-book.

3. manajemen pendidikan. Memiliki SK Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Afiliasi/Eksilensi. sumber daya manusia. dan tujuan Rumah Sakit secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran.2. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 29 . misi. dan daya tampung peserta didik. Kriteria : 1. pembiayaan. KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. Terdapat rumusan visi. MISI. sarana prasarana. 1. RS Pendidikan Afiiliasi harus memiliki visi dan misi yang jelas. Terdapat dokumen kesepakatan bersama (MOU) Direktur RS Pendidikan dengan Kepala Bagian yang terkait dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi aspek medikolegal.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VI STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AFILIASI (EKSILENSI) RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) adalah Rumah Sakit Khusus atau Rumah Sakit Umum dengan unggulan tertentu yang menjadi pusat rujukan pelayanan medik tertentu yang merupakan jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik untuk memenuhi modul pendidikan tertentu secara utuh dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. 1. Rumah Sakit mempunyai pusat layanan unggulan atau bidang pelayanan khusus yang telah terakreditasi untuk pendidikan bidang ilmu terkait. A.5.1.4. Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses pendidikan kedokteran. STANDAR VISI. Komitmen Rumah Sakit perlu ditunjukkan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai aturan perundangan yang berlaku. 1. yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan atas proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai. 1.

mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan. wewenang dan masa tugas ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1: 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan 30 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Uraian tugas. Kriteria : 2.1.1. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan.2. 2. peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. Meliputi koordinasi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1. Kriteria : 1. B. kebijakan penyelenggaraan. administrasi. Koordinasi pendidikan profesi kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai badan koordinasi pendidikan yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas. pembiayaan. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran.2. hak. tanggung jawab. 1. 1.6 Mempunyai minimal 1 disiplin ilmu yang merupakan pusat unggulan atau kekhususan. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. 2.

3. Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. 2. 3. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. nilai. Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan. waktu. 2.5. pendidikan dan penelitian. kegiatan.1. Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. ruangan. 2. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 31 . peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.2. Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. umpan balik dan surat menyurat. 2. Adanya kebijakan RS yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.7. Terdapat kebijakan. administrasi nilai. Kebijakan. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan.3. Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. 2.4. Kriteria : 3. 3. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. 3. pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. staf nonmedis dan peserta didik).6.

3.4 32 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 3.4.3 4. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. Terdapat sistem. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh koordinator pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas. tingkat kelulusan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pengaturan jadual dan administrasi).5. Besarnya satuan biaya disesuaikan dengan besarnya SPP Mahasiswa. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. serta biaya tidak langsung seperti biaya akomodatif. hasil belajar). efisiensi dan mutu pendidikan.6. Kriteria : 4. 4. Adanya laporan kemajuan pendidikan secara berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.2 4.1 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data dasar peserta didik (meliputi identitas. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. 4. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. biaya bahan habis pakai. Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 3.

STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK Penyiapan tenaga pendidikan dan pelatih dan program pembelajaran Klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Evaluasi dan Penjaminan Mutu Sistem Manajemen dan Administrasi Pendidikan. hak. 1. dan tindak lanjut. Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidikan dan Monitoring Untuk Pembelajaran Klinik. kewenangan. Badan koordinasi pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya. Kriteria : 1. 5. 1. analisis umpan balik.2 Terdapat data umpan balik dan dokumentasi staf pengajar dan peserta. harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya. C. Kriteria : 5.2 Terdapat staf medis fungsional Rumah Sakit yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan dan mendapat persetujuan dari Institusi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 33 . paruh/purna waktu dari staf medis dan / atau non medis tersebut. Kebijakan mengenai penugasan staf medis dan / atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan tentang kualifikasi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 5.1 Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. tanggung jawab.

4 Terdapat staf medis fungsional yang di tetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing disertai tugas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pendidikan Kedokteran untuk diangkat sebagai dosen dengan jabatan akademiknya. Kriteria : 2. Kriteria : 1. tanggung jawab. 2.1 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. 1. dan hak paruh/purna waktu. 2. 1. 1. disiplin dan proses pengembangan diri. D. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik. Kepala 34 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .5 Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.3 Terdapat SK pengangkatan/penugasan staf medik fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan yang melaksanakan tugas kependidikan profesi kedokteran tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen. tanggung jawab serta kewenangannya.2 Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS dan Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama. kewenangan. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana.

Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. teknologi informasi. Perhatian RS (Bagian atau SMF) terhadap pembelajaran Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari Rumah Sakit (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. 5. E. prasarana penunjang dan pendukung. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif.1 RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 35 . 1. memiliki target pembelajaran yang jelas. Sarana ruang belajar. sistem informasi Rumah Sakit. Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. 2. 4. perpustakaan. 3. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis. ruang diskusi. Kriteria : 1. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bagian. skill lab dan audiovisual.

Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan. 2. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). data wawancara staf. Rancangan program pendidikan (buku panduan) dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait.2 2. sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya. 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA notulensi pertemuan rutin. Kriteria : 2. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.3 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit.3 2. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 36 . pembelajaran. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. 1.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.1 Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi.

Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. dan pendistribusian buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan. Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana.2 3.6 3. para pendidik dan para peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian. . 2. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. 3. Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan/ kualitas yang ditetapkan.4 2. · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. yang dinyatakan dalam perencanaan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. Kriteria : 3.5 Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.1 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine). · Pengarsipan. Terdapat batasan kewenangan. penggandaan.3 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 37 .

text-book. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama-sama. mengacu pada sistem yang berlaku di Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kolegium terkait.1 Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian dan terselenggaranya rapat evaluasi badan koordinasi pendidikan setiap enam bulan sekali. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. Mekanisme penilaian peserta didik ditetapkan oleh bagian.4 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. · Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. 4. termasuk didalamnya evaluasi proses supervisi klinik. langganan jurnal (cetak dan elektronik). · Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Kriteria: 4.2 38 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 4.

manajemen pendidikan dan daya tampung peserta didik yang ditandatangani oleh pihak RS Pendidikan Satelit. STANDAR VISI. A. 4. RS yang telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan Satelit. RS Pendidikan mempunyai visi. RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan. 2. sarana prasarana. Kesepakatan bersama harus bersifat saling mengikat dalam hal seluruh proses pendidikan profesi Dokter/Dokter Gigi. Institusi Pendidikan Kedokteran dan RS Pendidikan utama terkait yang masih berlaku dalam kurun waktu tertentu meliputi aspek medikolegal. Sumber Daya Manusia (SDM). Komitmen RS harus dinyatakan secara jelas (administratif dan pelaksanaan pendidikan) dan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. 3. 5. MISI. RS Pendidikan harus memiliki visi dan misi yang jelas dan menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran yang didasarkan pada proses pembelajaran dan pelatihan yang sesuai dengan modul pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 39 . pembiayaan. KOMITMEN DAN PERSYARATAN Agar dapat berfungsi menjadi RS Pendidikan secara efektif. Kriteria : 1.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VII STANDAR RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT RS Pendidikan Satelit adalah RS jejaring Institusi Pendidikan Kedokteran dan jejaring RS Pendidikan Utama yang digunakan sebagai wahana pembelajaran klinik peserta didik untuk memenuhi sebagian modul pendidikan dalam rangka mencapai kompetensi berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Terdapat kesepakatan bersama atau piagam kerjasama tertulis antara RS Pendidikan Satelit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dalam bidang tertentu. termasuk penelitian dan pelayanan. misi dan tujuan Rumah Sakit yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. pihak Institusi Pendidikan Kedokteran dan pihak RS Pendidikan Utama.

2. RS Satelit mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. 1. B. anak. dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI Manajemen dan administrasi merupakan bagian dari operasionalisasi RS Pendidikan. pembiayaan. hak.1 Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. 40 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . administrasi. Meliputi koordinasi. Kriteria: 2. kebijakan penyelenggaraan. Terikat kerjasama pembinaan dengan RS Pendidikan Utama. evaluasi dan penjaminan mutu pendidikan profesi kedokteran. wewenang.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 6. Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan RS Pendidikan memiliki kebijakan. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. tanggung jawab.1 Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Nota kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. 7.2 SK bersama Direktur RS Pendidikan Satelit . Koordinasi Pendidikan Profesi Kedokteran Untuk kelancaran proses manajemen dan administrasi pendidikan harus mempunyai Badan Koordinasi Pendidikan. kebidanan dan kandungan) dan 4 pelayanan penunjang lainnya . peraturan dan ketetapan tertulis mengenai pendidikan sehingga dapat menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas tinggi. mencakup efektifitas dan efisiensi pelaksanaan proses pendidikan. Kriteria : 1. bedah. 1. RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengenai uraian tugas. yang terdiri atas unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang memiliki uraian tugas dan fungsi yang jelas.

1 Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2. pengaturan jadwal. Kriteria : 3. peraturan pelaksana dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.5 Terdapat kebijakan.7 Kebijakan/ketentuan/ pedoman dan prosedur tertulis yang harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas sehari. 3. kegiatan. umpan balik dan surat menyurat. 3. administrasi nilai. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 41 . Administrasi Pendidikan RS Pendidikan memiliki pengelolaan administrasi pendidikan yang berkaitan dengan penjadualan.hari. 3. 2. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. 2. 2. staf nonmedis dan peserta didik).3 Terdapat satu orang staf administrasi untuk tiap bagian yang bertanggung jawab mengelola surat-menyurat.2 Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian (nama. tujuan Bagian/Departemen/SMF yang dituju.2 Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan kepada ketetapan rasio pendidikan dengan peserta didik maksimal 1: 5. 2. penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward dan punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. daftar nama dan jumlah peserta didik yang akan masuk. waktu.6 Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut telah di sosialisasikan dengan baik pada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.3 Adanya peraturan tentang sistem penyelenggaraan pendidikan.4 Adanya kebijakan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

4 Terdapat laporan tahunan anggaran biaya pendidikan kedokteran yang disahkan oleh Direktur RS. 4. biaya administrasi dan biaya overhead operasional.2 4. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 4. efisiensi dan mutu pendidikan. biaya bahan habis pakai. Kepala Bagian terkait.5 Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA persiapan tempat dan alat. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. 3. 42 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . data dasar. Pembiayaan Pendidikan RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran mengelola sistem pembiayaan pendidikan yang mendukung efektifitas.3 4. 3. Kepala Bagian. pelaporan nilai.6 Terdapat laporan kemajuan pendidikan setiap tahun (jumlah peserta didik dan tingkat kelulusan) dari bidang pendidikan kedokteran RS Pendidikan kepada Direktur RS. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Bagian/Departemen/SMF dan disetujui oleh Direktur RS. dan biaya tidak langsung seperti biaya pemeliharaan sarana dan prasarana. Kriteria : 4.4 Terdapat sistem. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. 3. hasil belajar). Terdapat nota kesepakatan antara Direktur RS. dan laporan tahunan progress report pendidikan.1 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh sekretariat bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yangmeliputi biaya pendidikan langsung. Kepala Bagian terkait. dan Dekan fakultas kedokteran.

hak. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK. Tugas.2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 43 . Peraturan Rekruitmen Tenaga Pendidik dan Monitoring untuk Pembelajaran Klinik Adanya kebijakan mengenai penugasan staf medis dan atau non medis yang diprogramkan sebagai tenaga pendidik merupakan kebijakan kategori.1 Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap tahun yang dilakukan oleh tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. 1.tanggung jawab. tanggung jawab dan kewenangan staf RS Pendidikan Utama dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang ditempatkan di RS Pendidikan Satelit harus tercantum dalam ikatan kerjasama atau lampirannya.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 5. Kriteria : 5. Kriteria : 1. C. kewenangan. Terdapat staf medis fungsional Rumah Sakit yang ditetapkan 1. paruh/purna waktu dari staf medis dan atau non medis. 5.1 Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta didik.1 Terdapat tata cara perekrutan dan kriteria kompetensi yang ditetapkan bersama oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Dokter Pendidik Klinik/Dosen Klinik. Penyiapan tenaga pendidik dan pelatih program pembelajaran klinik sesuai dengan konteks pelayanan medis di RS menjadi tanggung jawab bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Evaluasi dan Penjaminan Mutu Sistem Manajemen dan Administrasi Pendidikan Badan Koordinasi Pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua proses manajemen dan administrasi pendidikan sesuai dengan sistem penjaminan mutu yang telah ditetapkan sebelumnya.

prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan termasuk ketersediaan jumlah dan variasi kasus atau pasien yang berinteraksi dengan peserta didik.2 Terdapat presensi pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. dan hak paruh/purna waktu. 1. Sistem Monitoring dan Evaluasi Tenaga Pendidik Sistem monitoring dan evaluasi tenaga pendidikan bertujuan untuk menilai prestasi atau kinerja tenaga pendidik antara lain: komitmen. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN RS Pendidikan harus menyediakan sarana. Terdapat panitia evaluasi dalam masing-masing bagian yang menilai kinerja pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.3 Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan staf medik fungsional yang ditetapkan Direktur RS bagi yang melaksanakan tugas kependidikan profesi kedokteran tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.4 1.1 2. tanggung jawab. disiplin dan proses pengembangan diri. D. tanggung jawab serta kewenangannya. Kepala 44 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Kriteria: 2. Terdapat dokumen kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan. 1. Pembuatan data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan oleh bagian Pendidikan dan Pelatihan RS Pendidikan. kewenangan. Terdapat staf medis fungsional yang di tetapkan Direktur RS sebagai supervisor klinik dan pembimbing disertai tugas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Direktur RS dan mendapat persetujuan dari Institusi Pendidikan Kedokteran untuk diangkat sebagai dosen dengan jabatan akademiknya.5 2. Kriteria : 1.

4. Terdapat jumlah dan variasi kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 5.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bagian. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Program pendidikan klinik akan berhasil bila semua unsur dibagian yang bersangkutan memiliki perhatian dan komitmen terhadap pendidikan. sistem informasi Rumah Sakit. skill lab dan audiovisual. memiliki target pembelajaran yang jelas. RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran perlu merencanakan program pembelajaran klinik yang telah disesuaikan dengan konteks pelayanan medis.1 Rumah Sakit harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. perpustakaan.dengan materi pembelajaran peserta didik. 3. Terdapat sarana proses pembelajaran dan penelitian. teknologi informasi. Sarana ruang belajar. E. STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS Peran RS Pendidikan dalam menyediakan pengalaman belajar klinik memegang peran penting dalam pencapaian kompetensi. Perhatian Rumah Sakit (Bagian atau SMF) terhadap pembelajaran: Agar mampu melaksanakan pembelajaran klinik dengan baik maka perlu adanya wujud perhatian dari Rumah Sakit (Bagian atau SMF) di dalam pendidikan. Kriteria : 1. 45 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat dan aman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana. 1. memiliki kegiatan yang terstruktur dan berimbang serta memiliki sistem evaluasi yang jelas dan objektif. ruang diskusi. 2. prasarana penunjang dan pendukung.

4 2. data wawancara staf.5 Program pendidikan klinik dan pedomannya diketahui dan dipahami dengan baik pada tingkat pengelola dan pelaksana. Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. Kriteria : 2. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi.1 Rumah Sakit memberikan program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi.2 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. pembelajaran.2 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. 46 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . sehingga mahasiswa dan pembimbing dapat selalu memantau pencapaian pembelajarannya. 1. Umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. 2. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Program Pendidikan Klinik Program pendidikan klinik harus memiliki target pencapaian pembelajaran yang jelas yang ditugaskan dalam panduan. 2.3 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Rancangan program pendidikan (buku panduan) dibuat oleh RS Pendidikan bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Rumah Sakit (Bagian/Departemen/SMF) dan staf medisnya yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.3 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1. 2.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA . p e n g g a n d a a n . Penggunaan log book untuk memantau kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan panduan. yang dinyatakan dalam perencanaan. 3. termasuk pengiriman staf pendidik untuk mengikuti seminar/ pelatihan. 3.2 Terdapat batasan kewenangan. Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Klinis Pelaksanaan kegiatan klinik harus sesuai dengan perencanaan dengan memperhatikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga mampu mencapai tujuan/ kualitas yang ditetapkan.6 Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran.3 Terdapat koordinasi antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang pendidikan dan penelitian. para pendidik dan para peserta didik.1 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan porsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan yang berbasis bukti (evidence based medicine). Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 47 . Kriteria : 3. 3. Proporsi jadual pendidikan kedokteran disusun oleh koordinator masing-masing Bagian/Departemen/SMF 3. peserta didik dapat dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan staf medis sehingga dapat di jadikan acuan dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan peserta didik. ·n g a r s i p a n .4 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk peserta didik. · Setiap staf pendidik memiliki buku panduan program pendidikan kedokteran. 2. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. d a n p e n d i s t r i b u s i a n Pe buku panduan penyelenggaraan pendidikan kedokteran secara merata oleh staf administrasi pendidikan.

· Pengarsipan rekam medis secara sistematis dan terkomputerisasi sehingga memudahkan pengaksesan data bagi penelitian.1 Terselenggaranya mekanisme umpan balik (kuisioner/Tanya jawab) bagi peserta didik mengenai program yang telah dilakukan di akhir pendidikan setiap bagian. Kriteria : 4. serta daftar dan dokumen penelitian yang telah dilakukan. 4.2 Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh badan koordinasi pendidikan. Pembuatan data dasar kasus pasien rawat inap dan rawat jalan oleh tiap bagian/subbagian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA . langganan jurnal (cetak dan elektronik). mengacu pada ketetapan bagian.sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait harus melakukan evaluasi pencapaian peserta didik secara bersama sama. Efektifitas dan perbaikan program direncanakan dalam proses evaluasi program yang dilakukan bersama oleh RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. · Tersedianya fasilitas riset berupa internet. text-book. Evaluasi Program dan hasil Pembelajaran RS Pendidikan bersama. 48 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . 4.

misi. SKOR 0 INDIKATOR Visi. RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS Kelas B sudah terakreditasi 12 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UTAMA STANDAR VISI. Indikator ini digunakan oleh surveyor dalam melakukan visitasi dalam rangka akreditasi maupun reakreditasi RS Pendidikan. Oleh karena itu indikator obyektif perlu ditetapkan. RS kelas A sudah terakreditasi 16 pelayanan atau RS kelas B sudah terakreditasi 12 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya. MISI.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran VIII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB VIII PARAMETER DAN INDIKATOR PENILAIAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Dalam rangka mengukur suatu Rumah Sakit telah memenuhi Standar RS Pendidikan. A. PARAMETER Terdapat visi. Berdasarkan Indikator ini dilakukan pengukuran setiap standar dengan indikator skor nilai dan akan menghasilkan suatu nilai yang akan dimasukan dalam Borang Penilaian. maka diperlukan tolak ukur setiap standar sesuai dengan klasifikasinya. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS kelas A atau B telah terakreditasi minimal 12 pelayanan SKOR 0 1 2 INDIKATOR RS kelas A tetapi belum terakreditasi 16 pelayanan atau B tetapi belum terakreditasi 12 pelayanan. dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 49 . dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. misi.

dan manajemen pendidikan. Visi. dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran Institusi Pendidikan Kedokteran. dan manajemen pendidikan. meliputi aspek medikolegal. dan manajemen pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal. misi. PARAMETER Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. pembiayaan. pembiayaan. misi. dan manajemen pendidikan. sumber daya manusia. sarana prasarana. dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. pembiayaan. sumber daya manusia. meliputi aspek medikolegal. sumber daya manusia. sarana prasarana. 1 2 50 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . yang secara utuh mencakup aspek medikolegal. pembiayaan. sarana prasarana. sumber daya manusia.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Visi. sarana prasarana. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Patologi Klinik. Neurologi. Kulit dan Kelamin.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Gigi dan Mulut. Neurologi. THT. anak. Patologi Klinik. Psikiatri. Gigi dan Mulut. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. Mata. anak. Anestesi. RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. PARAMETER 2 RS Pendidikan Utama minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. anak. bedah. Psikiatri. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 51 . anak. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik). Neurologi. Kulit dan Kelamin. Mata. Gigi dan Mulut. Anestesi. Mata. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (antara lain : Radiologi. THT. Mata. Psikiatri. bedah. kebidanan dan kandungan) dan belum ada 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. Anestesi. Patologi Klinik. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu. bedah. Patologi Klinik. Gigi dan Mulut. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik). RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Anestesi. bedah. Psikiatri. kebidanan dan kandungan) dan 11 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi. Neurologi. THT. Kulit dan Kelamin. THT. SKOR INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (penyakit dalam. Kulit dan Kelamin. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Patologi Anatomi dan Rehabilitasi Medik) yang dilaksanakan dilayani oleh dokter spesialis yang purna waktu.

Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan yang masih berlaku. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah memiliki SK Penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. 1 2 1 2 52 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

tanggung jawab. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. hak. hak.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Ada uraian tugas. Ada sebagian uraian tugas. 1 2 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 53 . tanggung jawab. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran SKOR 0 INDIKATOR Belum ada uraian tugas. tanggung jawab. hak. Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. tanggung jawab. PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Ada secara lengkap uraian tugas. hak.

staf nonmedis dan peserta didik). Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. 1 2 54 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Adanya kebijakan tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 55 . Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan tidak tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pendidikan penelitian dan pelayanan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). 1 2 PARAMETER Adanya kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan Prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. telah disepakati. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan 1 2 1 56 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.

nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. PARAMETER Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 0 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 57 . pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. INDIKATOR SKOR 0 Kebijakan/ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. SKOR INDIKATOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 1 2 PARAMETER Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.

penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. pengaturan jadual dan administrasi). 1 2 58 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . kegiatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. 2 PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. kegiatan. kegiatan. waktu. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. waktu. PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. ruangan. kegiatan. nilai. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu.

Ada sistem. nilai. hasil belajar). alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. pengaturan jadual dan administrasi). pengaturan jadual dan administrasi). Ada sistem. nilai. pengaturan jadual dan administrasi).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. 1 2 PARAMETER Terdapat sistem. hasil belajar). Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 59 . alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. 1 2 PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem. ruangan. alur pencatatan dan pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. nilai. ruangan. ruangan. Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. PARAMETER 1 2 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. tingkat kelulusan. tingkat kelulusan. hasil belajar) yang lengkap. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. 60 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. PARAMETER 2 Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. hasil belajar) tetapi tidak lengkap. biaya bahan habis pakai. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. biaya administrasi dan biaya overhead operasional.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKOR 0

INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung, seperti biaya sumber daya manusia pendidikan, biaya bahan habis pakai, biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. PARAMETER

1

2

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan, dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/ Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian /Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

0

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

61

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/ Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER

Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. SKOR INDIKATOR Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian serta disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

0

1

2

62

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan bersama oleh 2 Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.

1

2

PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut. SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut. Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta, analisis umpan balik, dan tindak lanjut.

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

63

analisis umpan balik. Pendidik. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. 0 1 2 64 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Pendidik. PARAMETER Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Pendidik. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pembimbing/Supervisor Klinik). dan tindak lanjut.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta. tetapi belum ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.

Ada sebagian Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada satupun Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 65 . kewenangan.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Seluruh Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. hak dan kewajiban paruh/purna waktu.Pendidik. Pendidik. 1 2 PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. SKOR INDIKATOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Pendidik. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional. tanggung jawab. kewenangan.Pembimbing/ Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.

tanggung jawab. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab dan kewenangannya. tanggung jawab. SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik. INDIKATOR SKOR Tidak ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. kewenangan. kewenangan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA tentang kategori. Ada SK Pengangkatan/Penugasan Direktur RS sebagai Staf 2 Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 66 . PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. 2 1 2 PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.

PARAMETER Terdapat data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi / kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/ Sekretariat Bersama Pendidikan. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 67 . Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. PARAMETER 2 Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum ada kriteria penilaian yang jelas. Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran tetapi tidak lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik .

peralatan phantom dan audiovisual. 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. teknologi informasi. antara lain: ruangan pembelajaran. skill lab. teknologi informasi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. antara lain: ruangan pembelajaran. sistem dokumentasi. skill lab. sistem informasi Rumah Sakit. ruang diskusi. 0 68 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . perpustakaan. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. PARAMETER Adanya sarana. sistem dokumentasi. perpustakaan. sistem informasi Rumah Sakit. STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. ruang diskusi. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. 2 SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana. peralatan phantom dan audiovisual. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya.

skill lab. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. teknologi informasi. sistem dokumentasi. ruang diskusi. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. PARAMETER 2 Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. 1 Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi 2 standar sarana bangunan. perpustakaan. 69 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. peralatan phantom dan audiovisual. ruang diskusi. teknologi informasi. sistem informasi Rumah Sakit. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. sistem informasi Rumah Sakit. sistem dokumentasi. perpustakaan. skill lab.

Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. SKOR INDIKATOR Rumah Sakit tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS Pendidikan harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik. Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan 0 1 70 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER penelitian dan pengembangan di bidang INDIKATOR Terdapat sarana kedokteran. Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. SKOR 0 1 2 Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran.

Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF terkait tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 71 . RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA tersebut. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam program pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. dan terdapat notulensi pertemuan rutin dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). tidak ada notulensi pertemuan rutin. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). serta data wawancara staf. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. PARAMETER 1 2 RS Pendidikan mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga 2 pendidik. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. SKOR INDIKATOR RS Pendidikan belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Seluruh Bagian/Departemen/SMF yang terkait dalam proses pelaksanaan pendidikan di RS Pendidikan terlibat aktif. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. serta data wawancara staf. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. RS Pendidikan telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 0 1 72 .

Dokter/Dokter Gigi Spesialis tetapi belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit. 2 PARAMETER Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. INDIKATOR SKOR 2 0 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine) Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 73 . Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Dokter/Dokter Gigi. telah diketahui oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/ Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). RS Pendidikan telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik 1 Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter /Dokter Gigi.

Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine) Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidance based medicine). Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 2 74 . Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kurang dari 4 kali dalam 1` bulan. tertulis dan dibukukan. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. 2 SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. tetapi belum di miliki oleh setiap staf edukatif dan setiap bagian belum memiliki arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. PARAMETER 2 Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan.

Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. para pendidik dan para peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. 1 2 PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/ SMF. yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik. 75 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . yang dinyatakan dalam perencanaan. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh koordinator pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/Departemen/SMF.

PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. Ada batasan kewenangan. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning 2 dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh koordinator pendidikan dan telah dilaksanakan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada batasan kewenangan. INDIKATOR SKOR 0 Tidak ada batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/Prosedur Peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik Yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 1 2 1 76 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .

text-book. 0 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 77 . maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. dokumen penelitian yang telah dilakukan. langganan jurnal. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. 1 2 PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan. SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. PARAMETER Terdapat Pedoman serta fasilitas pendukung mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet.kurangnya satu kali dalam satu tahun.

tetapi belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. PARAMETER 2 Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah pengetahuan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. 0 1 2 78 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. secara tersendiri melalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik di akhir pendidikan disetiap bagian. psikomotor dan afektif. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik Rumah Sakit Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.

misi. Visi. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. MISI. RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah terakreditasi tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. misi. Visi. misi. dan manajemen pendidikan. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu sudah terakreditasi dengan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN AFILIASI (EKSILENSI) STANDAR VISI. pembiayaan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 79 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA B. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Visi. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. SKOR 0 1 2 INDIKATOR RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu belum terakreditasi. sarana prasarana. dan tujuan RS Pendidikan secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. sumber daya manusia. PARAMETER Terdapat visi. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS Kelas A atau B dengan pelayanan unggulan tertentu dan telah terakreditasi. meliputi aspek medikolegal. misi.

tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER RS memiliki pelayanan spesialistik atau sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan dan sudah terakreditasi. sumber daya manusia. dan manajemen pendidikan. sumber daya manusia. meliputi aspek medikolegal. SKOR INDIKATOR Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. sarana prasarana. sarana prasarana. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 1 2 Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. pembiayaan. sumber daya manusia. dan manajemen pendidikan. dan manajemen pendidikan. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. yang secara utuh mencakup aspek medikolegal. pembiayaan. 0 1 2 80 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. sarana prasarana. pembiayaan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR RS memiliki pelayanan spesialistik sudah terakreditasi dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan masih belum terakreditasi. RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 2 PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi dengan Sertifikat yang telah habis masa berlakunya. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. SKOR 0 INDIKATOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan. RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan telah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 81 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . RS memiliki pelayanan spesialistik dan pelayanan sub spesialistik tertentu yang menjadi unggulan sudah terakreditasi dengan Sertifikat yang belum habis masa berlakunya.

SKOR INDIKATOR Belum ada uraian tugas. PARAMETER Ada uraian tugas. tanggung jawab. tanggung jawab. tanggung jawab. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. Ada secara lengkap uraian tugas. hak. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan 0 yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 2 Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di Rumah Sakit. hak. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 82 . tanggung jawab. Ada sebagian uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan 2 Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. hak. hak. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi 1 Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 83 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam 1 Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana 2 tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.

staf nonmedis dan peserta didik). Adanya kebijakan tidak tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 1 2 84 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . staf nonmedis dan peserta didik).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Adanya kebijakan tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. PARAMETER 0 1 2 Adanya kebijakan RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian. SKOR INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. telah disepakati. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. INDIKATOR SKOR 0 Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan.Sudah ada sosialisasi 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 85 . pendidikan dan penelitian. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. 1 2 PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. tetapi belum semua pihak memahaminya. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya kebijakan tertulis RS Pendidikan yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian.

pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua PARAMETER Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. INDIKATOR SKOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. PARAMETER Adanya jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 0 jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh 86 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada RS Pendidikan sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. SKOR 0 INDIKATOR Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 1 Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut 2 sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait.

waktu. waktu. nilai. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu. PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. kegiatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/ Departemen/ SMF(nama. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh 2 Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. kegiatan. pengaturan jadual dan administrasi). kegiatan. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 1 jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. kegiatan. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 87 . penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu. ruangan. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual.

Ada sistem. nilai.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. 88 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. hasil belajar). Ada sistem. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Belum ada sistem. ruangan. pengaturan jadual dan administrasi). PARAMETER 1 2 Terdapat sistem. ruangan. hasil belajar). PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. Tidak ada selalu staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nilai. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. pengaturan jadual dan administrasi). Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. ruangan. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. nilai. pengaturan jadual dan administrasi). alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu.

1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 89 . daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. PARAMETER Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. hasil belajar) tetapi tidak lengkap Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. tingkat kelulusan. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. PARAMETER 2 Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. biaya bahan habis pakai. hasil belajar) yang lengkap. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. tingkat kelulusan.

dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung. biaya bahan habis pakai. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. 1 90 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. 1 2 PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana.

dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. 1 Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan 2 kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di RS.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS Pendidikan. Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS Pendidikan. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 91 . PARAMETER Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. SKOR INDIKATOR Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian serta 0 disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR 0 Tidak terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran. PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran.

Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada data umpan balik sebagian staf pengajar dan peserta. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian dan disahkan 2 bersama oleh Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama 2 berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. dan tindak lanjut. PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. 92 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . analisis umpan balik. analisis umpan balik. dan tindak lanjut. dan tindak lanjut SKOR 0 1 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staf pengajar dan peserta. analisis umpan balik.

PARAMETER Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik. Pendidik. analisis umpan balik. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 93 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada data umpan balik seluruh staf pengajar dan peserta.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada tata cara rekruitment tetapi belum ada kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. dan tindak lanjut. pendidik. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. Pendidik.

2 94 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . tanggung jawab. kewenangan. pendidik. hak dan kewajiban paruh/purna waktu.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. kewenangan. kewenangan.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab. tanggung jawab. pendidik. 0 1 Seluruh staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas 1 Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional. Ada sebagian staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Tidak ada satupun staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. INDIKATOR SKOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf 0 Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. pendidik.

tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS Pendidikan sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS untuk semua Staf Medik 2 Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. INDIKATOR SKOR Tidak ada Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS 0 Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 95 . Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran namun belum 1 ada kriteria penilaian yang jelas. kewenangan. tanggung jawab. tanggung jawab dan kewenangannya. Ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. PARAMETER Terdapat staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik disertai kejelasan tugas. Ada staf medis fungsional yang ditetapkan Direktur RS Pendidikan sebagai supervisor klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. 1 2 PARAMETER Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali.

0 1 2 96 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. SKOR INDIKATOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan maupun di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Pendidikan dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian di RS Pendidikan dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada presensi/kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik . Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. PARAMETER Terdapat data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian RS Pendidikan dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran/Sekretariat Bersama Pendidikan. PARAMETER Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.

sistem informasi RS. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. perpustakaan. perpustakaan. SKOR INDIKATOR Tidak ada sarana. sistem informasi RS. teknologi informasi. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 1 RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. teknologi informasi. perpustakaan. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. antara lain: ruangan pembelajaran. PARAMETER Adanya sarana. ruang diskusi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. sistem dokumentasi. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 2 RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. peralatan phantom dan audiovisual. ruang diskusi. teknologi informasi. sistem informasi RS. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. ruang diskusi. sistem dokumentasi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PENUNJANG PENDIDIKAN PARAMETER Terdapat dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran serta realisasinya. peralatan phantom dan audiovisual. skill lab. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. sistem dokumentasi. antara lain: ruangan pembelajaran. 97 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . skill lab. skill lab.

prasarana penunjang fasilitas pendukung. Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. sistem dokumentasi. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. 98 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. 1 2 PARAMETER Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. peralatan phantom dan audiovisual. teknologi informasi. skill lab. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyaman bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. sistem informasi RS. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. perpustakaan. ruang diskusi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran.

SKOR 0 1 2 penelitian dan pengembangan di bidang INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran. 0 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 99 . STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS Pendidikan harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktivitas staf medis. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat sarana kedokteran. SKOR INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di bagian-bagian tertentu. tidak ada notulensi pertemuan rutin. Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui aktivitas staf 2 medis dalam penyusunan rancangan tersebut, dan terdapat notulensi pertemuan rutin, dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi belum mendapat persetujuan oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang telah disetujui oleh Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.

1

2

PARAMETER Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf. SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan.

100

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

1

Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di RS Pendidikan yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan, dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik, dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik, serta data wawancara staf.

2

PARAMETER RS mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. INDIKATOR SKOR RS belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. RS telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan.

0

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

101

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

RS telah memberikan/mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi, Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit, batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. PARAMETER

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum 1 disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik. Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran, telah diketahui 2 oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). INDIKATOR SKOR Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti 0 (evidence based medicine). 1 Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine). Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).

2

102

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggusekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut belum dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian belum memiliki 1 minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. para pendidik dan para peserta didik. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. yang dinyatakan dalam perencanaan. 2 PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 103 . PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. INDIKATOR SKOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. 0 tertulis dan dibukukan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.

yang dinyatakan dalam perencanaan. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. PARAMETER 1 2 Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/Departemen/SMF. 1 2 104 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/ SMF. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/ Departemen/ SMF. para pendidik dan para peserta didik. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan di masing-masing Bagian/Departemen/SMF.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik.

penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada batasan kewenangan. Ada batasan kewenangan. Ada batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 1 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 105 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Pedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran.

PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF maupun bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang.kurangnya satu kali dalam satu tahun. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai 2 fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. text-book. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan 1 2 106 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . langganan jurnal. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. dokumen penelitian yang telah dilakukan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat pedoman serta fasilitas pendukung mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. 1 SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan.

1 2 C. KOMITMEN DAN PERSYARATAN PARAMETER RS telah terakreditasi minimal 5 pelayanan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 107 . Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. MISI. Psikomotor dan Afektif. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian. RUMAH SAKIT PENDIDIKAN SATELIT STANDAR VISI. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. secara tersendiri memalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikkan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. PARAMETER Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SKOR 0 1 2

INDIKATOR RS belum terakreditasi 5 pelayanan. RS sudah terakreditasi 5 pelayanan tetapi Sertifikat Akreditasi sudah habis masa berlakunya.

RS sudah terakreditasi 5 pelayanan dan Sertifikat Akreditasi masih berlaku. PARAMETER Terdapat visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis tidak menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis kurang menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. Visi, misi, dan tujuan RS secara tertulis menunjang tercapainya tujuan pendidikan profesi kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, meliputi aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, tetapi belum secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan.

1

108

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2

Ada dokumen Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran, yang secara utuh mencakup aspek medikolegal, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, dan manajemen pendidikan. PARAMETER

Kesepakatan bersama tersebut harus bersifat saling mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. INDIKATOR SKOR 0 Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran yang ada tidak mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut. Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran hanya mengikat sebagian proses pendidikan kedokteran di RS tersebut.

1

Kesepakatan Perjanjian Kerjasama antara Direktur RS Pendidikan dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran 2 mengikat seluruh proses pendidikan kedokteran di RS tersebut PARAMETER RS Pendidikan Satelit minimal mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya. SKOR 0 INDIKATOR RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan belum ada 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik). RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik) yang sebagian atau seluruhnya baru dilaksanakan oleh dokter spesialis yang paruh waktu 109

1

Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RS mempunyai 4 pelayanan spesialis dasar (4 pelayanan spesialis dasar (Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan 2 Kandungan) dan 4 pelayanan spesialistik lainnya (Radiologi, Anestesi, Patologi Klinik, Rehabilitasi Medik) yang dilaksanakan oleh dokter spesialis purna waktu. PARAMETER RS telah menjalankan fungsi pendidikan telah memiliki SK penetapan Menteri Kesehatan sebagai RS Pendidikan. INDIKATOR SKOR RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi belum mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang 0 Penetapan sebagai RS Pendidikan. RS telah menjalankan fungsi pendidikan tetapi sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang 1 Penetapan sebagai RS Pendidikan akan tetapi sudah habis masa berlakunya. 2 RS telah menjalankan fungsi pendidikan dan sudah mempunyai Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan sebagai RS Pendidikan Kedokteran yang masih berlaku.

PARAMETER RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. INDIKATOR SKOR 0 1 2 RS belum memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama namun sudah habis masa berlaku. RS memiliki perjanjian kerjasama dengan RS Pendidikan Utama dan masih berlaku. STANDAR MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PARAMETER Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran. Badan ini akan diwakili oleh suatu Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. 110
Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan

tanggung jawab. hak. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 111 . hak. tanggung jawab. hak. Ada sebagian uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. hak. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran INDIKATOR SKOR 0 Belum ada uraian tugas. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui keputusan bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. PARAMETER 1 2 Ada uraian tugas. Ada secara lengkap uraian tugas. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. wewenang dan masa tugas Kepala Bagian dan Badan Koordinasi Pendidikan yang ditetapkan melalui Keputusan Bersama antara Direktur RS Pendidikan Satelit. tanggung jawab. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. tanggung jawab. Direktur RS Pendidikan Utama dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran akan tetapi belum ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS. Ada Badan Koordinasi Pendidikan beranggotakan unsur RS Pendidikan dan unsur Institusi Pendidikan Kedokteran dan telah ada Sekretariat Bersama yang berkedudukan di RS.

PARAMETER Adanya kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik yang tercantum sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi 2 Pendidikan Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik maksimal 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 2 112 . Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang tidak melebihi 1 : 5 sebagaimana ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada kebijakan tidak tertulis yang telah dilaksanakan tentang penerimaan peserta didik sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan Kedokteran 1 dengan RS Pendidikan yang bersangkutan. Ada kebijakan mengenai daya tampung peserta didasarkan pada rasio pendidik dengan peserta didik yang melebihi 1 : 5 yang ditetapkan bersama antara Pimpinan RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR INDIKATOR Belum ada kebijakan penerimaan peserta didik yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan 0 Kedokteran dengan RS Pendidikan yang bersangkutan.

SKOR INDIKATOR Belum ada ketentuan yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik). staf nonmedis dan peserta didik). 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 113 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Adanya peraturan bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian dan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. staf nonmedis dan peserta didik). PARAMETER Adanya kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik.Ada ketentuan tidak tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan dan penelitian beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis. Ada ketentuan tertulis yang disepakati bersama antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikandan penelitian dan beserta berbagai unsur penunjangnya termasuk reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat (staf medis.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. 1 2 PARAMETER Terdapat kebijakan. telah disepakati. PARAMETER Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Adanya kebijakan tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. 1 2 114 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Adanya kebijakan tidak tertulis Rumah Sakit yang mengatur batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik. dan dilaksanakan oleh semperatuua unsur yang terlibat dalam pendidikan.

Terdapat kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang Peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati dan dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. pendidikan dan penelitian. 0 1 2 PARAMETER Kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis telah disosialisasikan dengan baik kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. tetapi belum dilaksanakan oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. SKOR INDIKATOR Belum ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada seluruh pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik. tetapi belum semua pihak memahaminya. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. dan menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. 115 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . pendidikan dan penelitian. Sudah ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis. yang merupakan acuan pokok bagi semua staf medis dalam melaksanakan tugas pelayanan. pendidikan dan penelitian serta telah dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak yang terkait. pendidikan dan penelitian.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Belum ada kebijakan tertulis Direktur RS Pendidikan dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tentang peraturan pelaksanaan dan peraturan teknis yang disepakati oleh semua unsur yang terlibat dalam pendidikan. Sudah ada sosialisasi kebijakan berupa pedoman dan prosedur tertulis kepada pelaksana yang terkait dengan pendidikan klinik.

Tidak selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan 0 1 2 116 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut harus menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut baru sebagian menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Selalu ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. nama Bagian/Departemen/SMF yang dituju dan jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut sudah seluruhnya menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. SKOR INDIKATOR Tidak ada jadual pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk. SKOR 0 INDIKATOR Kebijakan /ketentuan/pedoman dan prosedur tertulis tersebut belum menjadi acuan pokok bagi semua staf medis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 1 2 PARAMETER Adanya jadwal pra-pelaksanaan pendidikan yang berisi tanggal masuk.

penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. ruangan. waktu. pengaturan jadual dan administrasi). Tidak selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. kegiatan. ruangan. pengaturan jadual dan administrasi). waktu. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 117 . Tidak selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. penanggung jawab ruangan) tetapi tidak dilaksanakan sesuai jadual. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. waktu. Selalu ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. kegiatan. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. waktu. penanggung jawab ruangan) dan dilaksanakan sesuai jadual. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama. kegiatan. 1 2 PARAMETER Adanya staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. nilai. kegiatan. nilai. ruangan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA jumlah peserta didik yang akan masuk yang dikirim oleh Institusi Pendidikan Kedokteran kepada Rumah Sakit sebelum mahasiswa masuk ke Rumah Sakit. nilai. pengaturan jadual dan administrasi). PARAMETER Adanya jadual pelaksanaan yang sifatnya tetap sesuai program di tiap Bagian/Departemen/SMF (nama.

118 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . PARAMETER Terdapat sistem. Ada sistem. hasil belajar) yang lengkap. INDIKATOR SKOR 0 1 2 Belum ada sistem. Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Selalu ada staf sekretariat khusus (staf non edukatif) yang bertanggung jawab penuh untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik (alat bantu belajar. hasil belajar) tetapi tidak lengkap. SKOR 0 INDIKATOR Belum ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. pengaturan jadual dan administrasi). 1 2 PARAMETER Adanya laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. ruangan. hasil belajar). tingkat kelulusan. alur pencatatan ada pelaporan nilai tetapi tidak tepat waktu. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu Ada sistem. alur pencatatan serta adanya pelaporan nilai yang tepat waktu. alur pencatatan dan pelaporan nilai yang tepat waktu. hasil belajar). PARAMETER Terdapat sistem informasi pendidikan yang termasuk didalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. Sudah ada sistem informasi pendidikan yang termasuk di dalamnya berisi data-base peserta didik (meliputi identitas. nilai.

seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. Tidak selalu ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 1 2 Adanya perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun oleh Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang meliputi biaya pendidikan langsung. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik ditiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung dan belum termasuk biaya tidak langsung. biaya bahan habis pakai. biaya bahan 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 119 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada laporan kemajuan pendidikan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik. dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada perhitungan satuan biaya pendidikan yang disusun Sekretariat Bersama antara Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran meliputi biaya pendidikan langsung maupun biaya tidak langsung. biaya administrasi dan biaya overhead operasional. seperti biaya sumber daya manusia pendidikan. tingkat kelulusan. daftar tunggu ujian) dari pelaksana didik di tiap Bagian/Departemen/SMF kepada Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan Kedokteran. tingkat kelulusan. tingkat kelulusan. Selalu ada laporan kemajuan berkala setiap tahun (jumlah mengenai peserta didik.

PARAMETER Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. 1 Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing 2 Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat kesepakatan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. Terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 120 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA habis pakai. INDIKATOR SKOR 0 Tidak terdapat rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang disusun setahun sekali oleh Badan Koordinasi Pendidikan yang diusulkan oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF untuk disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. biaya administrasi serta biaya operasional lainnya dan biaya tidak langsung seperti pemeliharaan sarana.

PARAMETER Terdapat laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan disahkan oleh Direktur RS.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada kesepakatan tidak tertulis antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF dan 2 disahkan bersama oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 121 . INDIKATOR SKOR Tidak terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik 0 yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. Terdapat kebijakan bersama antara Direktur RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran atas masukan Kepala Bagian/Departemen/SMF mengenai pendanaan pendidikan 2 kedokteran yang dituangkan dalam dokumen rencana anggaran dan biaya pendidikan kedokteran di Rumah Sakit. 1 Ada laporan keuangan berkala tahunan anggaran biaya yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. INDIKATOR SKOR Tidak ada laporan keuangan berkala enam bulanan dan tahunan yang dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF 0 serta disahkan oleh Direktur RS dengan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.

Ada data umpan balik seluruh staff pengajar dan peserta. Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik setiap enam bulan sekali yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan. dan tindak lanjut. analisis umpan balik. dan tindak lanjut. dan tindak lanjut. analisis umpan balik. STANDAR SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK PARAMETER Adanya tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. analisis umpan balik. SKOR INDIKATOR Tidak ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada data umpan balik staff pengajar dan peserta. 2 PARAMETER Terdapat data umpan balik staf pengajar dan peserta. Ada data umpan balik sebagian staff pengajar dan peserta.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pembimbing / Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Pendidik. dan tindak lanjut. 0 122 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . analisis umpan balik. Pendidik.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada dokumen evaluasi pelaksanaan pendidikan klinik secara temporer yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama berdasarkan indikator tim tertentu yang ditetapkan Badan Koordinasi Pendidikan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Pendidik.Pendidik. Ada sebagian Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai. PARAMETER 2 Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pendidik.Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Ada tata cara rekruitment dan kriteria kompetensi bagi Staf Medik Fungsional yang akan diangkat sebagai Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. Pendidik.Pembimbing/Supervisor Klinik) tetapi belum ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Seluruh Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.Pembimbing/Supervisor Klinik) yang ditetapkan bersama Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran.Pembimbing/Supervisor Klinik) diangkat sebagai dosen luar biasa Institusi Pendidikan Kedokteran berikut jabatan akademiknya dari Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dengan Surat Keputusan. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 123 . Pendidik. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada satupun Staf Medik Fungsional yang menjadi Tenaga Pengajar (Penilai.

hak dan kewajiban paruh/purna waktu. kewenangan. tanggung jawab. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. kewenangan. Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional. kewenangan. 0 1 2 124 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. kewenangan. tanggung jawab. tanggung jawab.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam Pendidikan Kedokteran di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori. tanggung jawab. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. PARAMETER Ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS dan sudah tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. kewenangan. tetapi belum tercakup secara jelas di dalamnya kebijakan tentang kategori. dan hak dan kewajiban paruh/purna waktu. tanggung jawab. hak dan kewajiban paruh/purna waktu. SKOR INDIKATOR Tidak ada SK Pengangkatan/Penugasan dari Direktur RS sebagai Staf Medik Fungsional yang melaksanakan tugas Kependidikan Profesi Kedokteran di RS bagi semua Staf Medik Fungsional yang terlibat dalam pendidikan di RS tercakup di dalamnya kebijakan tentang kategori.

tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik namun belum ada kriteria penilaian yang jelas. tanggung jawab dan kewenangannya secara tertulis. PARAMETER 1 2 Terdapat Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik pada pembelajaran klinik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Ada Tim Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran yang berperan menilai kinerja tenaga pendidik dengan kriteria yang jelas serta dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada Penilai/Supervisor kinerja tenaga pendidik dari RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 1 2 Terdapat presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 125 . Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik akan tetapi belum disertai kejelasan tugas. Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik dan telah disertai kejelasan tugas.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak Ada Staf Medis Fungsional yang ditetapkan Direktur RS sebagai Supervisor Klinik dan pembimbing bagi peserta didik.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. prasarana dan peralatan yang memadai untuk pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan modul pendidikan yang ditandatangani antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. Ada presensi/kehadiran secara lengkap dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 126 . 2 PARAMETER Terdapat dokumen kesepakatan yang mencantumkan penyediaan sarana. Ada presensi/kehadiran (tetapi tidak lengkap) dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik . 1 Sebagian ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan Kedokteran / Sekretariat Bersama Pendidikan. Ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan di bawah Badan Koordinasi Pendidikan / Sekretariat Bersama Pendidikan. PARAMETER Terdapat data dasar pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit dan Badan Koordinasi Pendidikan /Sekretariat Bersama Pendidikan. INDIKATOR SKOR Tidak ada data base pengembangan diri tenaga pendidikan di bawah koordinasi Sekretaris Bagian Rumah Sakit maupun di 0 bawah Badan Koordinasi Pendidikan/ Sekretariat Bersama Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada presensi/kehadiran dalam pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.

skill lab. 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 127 . teknologi informasi. sistem informasi Rumah Sakit. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. ruang diskusi. prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. sistem dokumentasi. peralatan phantom dan audiovisual. Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur 2 RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran dan sudah terealisasi. skill lab. sistem informasi Rumah Sakit. ruang diskusi. sistem informasi Rumah Sakit. antara lain: ruangan pembelajaran. skill lab. skill lab. PARAMETER Adanya sarana. teknologi informasi. Sebagian ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan antara lain: ruangan pembelajaran. peralatan phantom dan audiovisual tetapi tidak lengkap. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada sarana. PARAMETER Tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik yang memenuhi standar sarana bangunan. peralatan phantom dan audiovisual. prasarana penunjang dan fasilitas pendukung. perpustakaan. sistem dokumentasi. Ada sarana dan prasarana yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara lengkap antara lain: ruangan pembelajaran. sistem dokumentasi. peralatan phantom dan audiovisual. sistem dokumentasi. ruang diskusi. teknologi informasi. perpustakaan. sistem informasi RS. perpustakaan. ruang diskusi. teknologi informasi.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Ada dokumen yang mencantumkan kesepakatan mengenai penyediaan fasilitas fisik untuk pendidikan klinik antara Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran tetapi belum terealisasi. perpustakaan.

prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. PARAMETER 1 2 Terdapat variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. Tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup memadai yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. 2 Ada sarana penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran di seluruh bagian dan/atau Lembaga Penelitian Terpadu. Tersedia fasilitas ruang jaga tetapi tidak memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. prasarana penunjang serta fasilitas pendukung. prasarana penunjang fasilitas pendukung. SKOR INDIKATOR Tidak tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang 0 kedokteran. Tersedia variasi dan kasus dalam jumlah terbatas dan kurang mencukupi materi pembelajaran peserta didik. Tersedia sarana penelitian dan pengembangan di bidang 1 kedokteran di bagian-bagian tertentu.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR 0 INDIKATOR Tidak tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak tersedia variasi dan jumlah kasus yang cukup yang sesuai dengan materi pembelajaran peserta didik. PARAMETER penelitian dan pengembangan di bidang Terdapat sarana kedokteran. 128 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Telah tersedia fasilitas ruang jaga yang memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta memenuhi standar sarana bangunan.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KLINIK YANG BERKUALITAS PARAMETER RS harus mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. SKOR INDIKATOR RS tidak mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan terdapat notulensi pertemuan rutin. SKOR 0 INDIKATOR Tidak terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Instusi Pendidikan Kedokteran. tidak ada notulensi pertemuan rutin. dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). dan catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book). 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 129 . RS mempunyai perencanaan tetapi dalam penyusunannya tidak melibatkan masing-masing Bagian/Departemen/SMF terkait melalui proses aktifitas staf medis. PARAMETER Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF yang disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dan terdapat notulensi pertemuan rutin. RS telah mempunyai perencanaan yang disusun oleh masingmasing Bagian/SMF/Dep terkait melalui aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut. dan tidak ada catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book).

dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta data wawancara staf. Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun/dibuat oleh Kepala Bagian/Departemen/SMF bersama-sama dengan Institusi Pendidikan Kedokteran terkait yang telah disetujui oleh Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. dengan menggunaan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik. dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. tetapi tidak ada umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik dengan menggunakan log book untuk memantau pertemuan tenaga pendidik dengan peserta didik serta wawancara staf. serta data wawancara staf.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 1 Terdapat buku panduan program pendidikan kedokteran yang disusun oleh masing-masing Kepala Bagian/Departemen/SMF tetapi belum mendapat persetujuan Direktur RS dan Pimpinan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER 2 Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. Seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak seluruh Bagian/Departemen/SMF di Rumah Sakit yang terkait dalam program pendidikan terlibat aktif dalam proses pelaksanaan pendidikan. 1 2 130 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dilihat dengan adanya umpan balik dari peserta didik mengenai tenaga pendidik.

Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 131 . Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. INDIKATOR SKOR Rumah Sakit belum mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. Rumah Sakit telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi. INDIKATOR SKOR Rumah Sakit tidak/belum memberlakukan tata tertib peserta 0 didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis tetapi belum terlihat adanya tujuan pendidikan jelas/konkrit. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar 1 Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. Rumah Sakit telah mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi 2 Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. PARAMETER Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dan Standar 0 Kompetensi Dokter/Dokter Gigi. batas kompetensi tegas dan tertuang dalam buku panduan. Dokter/Dokter Gigi Spesialis dengan tujuan pendidikan jelas/konkrit.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Rumah Sakit mempunyai program pendidikan klinik yang terstruktur yang ditetapkan bersama Institusi Pendidikan Kedokteran dan mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter/Dokter Gigi.

Ada kegiatan pertemuan ilmiah ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi waktunya tidak menentu atau kurang dari 4 kali dalam 1` bulan. PARAMETER Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine).MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi belum 1 disosialisasikan dan dipatuhi oleh peserta didik. 1 2 132 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Rumah Sakit memberlakukan tata tertib peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. PARAMETER Terdapat kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. SKOR 0 1 2 INDIKATOR Tidak ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. SKOR 0 INDIKATOR Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya tidak menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine). telah diketahui 2 oleh setiap peserta didik dan dipatuhi peserta didik. Ada kegiatan pertemuan ilmiah secara rutin minimal satu minggu sekali yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya belum secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti ( evidance based medicine). Rumah Sakit dalam pendidikan dan pelayanannya telah secara menyeluruh menggunakan prinsip pengetahuan kedokteran berbasis bukti (evidance based medicine).

tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. tertulis dan dibukukan dimana buku program tersebut dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien. tertulis dan dibukukan. yang dinyatakan dalam perencanaan. para pendidik dan para peserta didik. tertulis dan dibukukan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. para pendidik dan para peserta didik. Ada program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. tetapi buku program tersebut belum dimiliki oleh setiap staf edukatif dan setiap Bagian belum memiliki minimal satu sebagai arsip dan masukan dalam pelaksanaan kegiatan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PARAMETER Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien dan pelaksanaannya didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Ada program jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien tetapi pelaksanaannya belum didukung oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Jaminan mutu pelayanan Rumah Sakit termasuk didalamnya keselamatan pasien harus didukung sepenuhnya oleh Institusi Pendidikan Kedokteran. Terdapat program pendidikan klinik yang jelas dan ditetapkan. para 1 2 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 133 . yang dinyatakan dalam perencanaan.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada batasan kewenangan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA pendidik dan para peserta didik. monitoring dan evaluasi sistem supervisi peserta didik. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 1 134 . PARAMETER Kegiatan pendidikan klinik yang dirancang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan pelatihan keterampilan berbasis bukti (evidence based medicine) yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/SMF. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. 1 2 PARAMETER Terdapat batasan kewenangan. Ada batasan kewenangan. Ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skil training berbasis bukti bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan tetapi belum dilaksanakan diseluruh Bagian/ Departemen/ SMF. penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. yang dinyatakan dalam perencanaan. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada rancangan secara khusus proporsi clinical reasoning dan skill training bagi peserta didik yang disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan masing-masing Bagian/ Departemen/ SMF. penanganan kasus/prosedur peserta didik tetapi belum secara jelas tercantum dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. Ada kegiatan pendidikan klinik yang secara khusus dirancang yang memberikan proporsi seimbang antara clinical reasoning dan skill training yang berbasis bukti (evidence based medicine) disusun oleh Badan Koordinasi Pendidikan dan telah dilaksanakan di seluruh Bagian/Departemen/SMF.

penanganan kasus/prosedur peserta didik yang tercantum secara jelas dalam buku panduan peserta didik yang disusun oleh Kepala Bagian/Ketua Program Studi. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. 1 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 135 .MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada batasan kewenangan. 1 2 PARAMETER Terdapat pedoman serta fasilitas mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik. Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik tetapi tidak disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian. Ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran tetapi belum dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kerjasama Penelitian antara RS dan Institusi Pendidikan Kedokteran. PARAMETER Terdapat kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran. SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kebijakan bersama antara RS Pendidikan dan Institusi Pendidikan Kedokteran dalam bidang penelitian kedokteran.

SKOR 0 INDIKATOR Tidak ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala. arsip rekam medis yang sistematis dan data base pasien rawat inap/rawat jalan.kurangnya satu kali dalam satu tahun. PARAMETER Peserta program pendidikan klinik dinilai bersama oleh staf pendidik RS Pendidikan dan staf Institusi Pendidikan Kedokteran yang mempunyai kompetensi sebagai penilai secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Sistem penilaian peserta didik ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. secara tersendiri maupun oleh Badan Koordinasi Pendidikan. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala melalui mekanisme umpan balik dengan menggunakan kuesioner bagi peserta didik diakhir pendidikan disetiap bagian. dokumen penelitian yang telah dilakukan. 1 2 136 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF bersama Badan Koordinasi Pendidikan sekurang. langganan jurnal. secara tersendiri melalui rapat evaluasi Badan Koordinasi Pendidikan dan Supervisi Pendidikan Klinik setiap modul di tiaptiap bagian oleh Badan Koordinasi Pendidikan sekurangkurangnya satu kali dalam satu tahun. Ada kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala dan secara tersendiri oleh Bagian/Departemen/SMF tetapi tidak melibatkan Badan Koordinasi Pendidikan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 Ada pedoman mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Staf Medik Fungsional yang melibatkan peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran peserta didik dan disertai fasilitas pendukung yang memadai untuk penelitian seperti Internet. text-book. Psikomotor dan Afektif. PARAMETER Terdapat kegiatan evaluasi program pendidikan klinik secara berkala.

Ada kegiatan penilaian yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SKOR INDIKATOR Tidak ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. 0 1 2 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 137 . Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. tetapi belum/tidak melibatkan Staf Pendidik Institusi Pendidikan Kedokteran. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF. Ada kegiatan penilaian bersama yang dilakukan oleh staf pendidik RS Pendidikan dan Staf Pendidikan Institusi Pendidikan Kedokteran yang menilai kompetensi peserta didik secara secara komprehensif meliputi ranah Pengetahuan. Psikomotor dan Afektif yang ditetapkan oleh Bagian/Departemen/SMF.

2. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan lebih dari 79 % sampai dengan 100 %. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 33 % sampai dengan 60 %.X 100 % Jumlah Nilai Standar Total Hasil = Penilaian Hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama.X 100 % Nilai Standar Nilai standar adalah seluruh jumlah parameter dari masing-masing standar dikalikan 2 (dua) atau Skor maksimal. Akreditasi A. Afiliasi (Eksilensi) atau Satelit didasarkan pada ketentuan sebagai berikut : 1. Rekomendasi hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan adalah sebagai berikut : Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 139 . Akreditasi B. 3. bila nilai pencapaian Standar Rumah Sakit Pendidikan mencapai lebih dari 60 % sampai dengan 79 %. Adapun perhitungan hasil akhir penilaian kepatuhan terhadap seluruh standar adalah sebagai berikut : Jumlah Kumulatif Hasil Penilaian --------------------------------------------------. Akreditasi C.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran IX Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB IX HASIL PENILAIAN DAN STATUS AKREDITASI Perhitungan hasil penilaian terhadap kepatuhan setiap standar adalah sebagai berikut : Jumlah hasil penilaian masingmasing parameter sesuai skor Hasil penilaian = --------------------------------------------------.

33 % . Status Akreditasi A. 2.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No. maka status akreditasinya dikatagorikan sebagai berikut : 1. 1.100 % 60 % . Status Akreditasi B. Afiliasi (Eksilensi) atau Satelit. 140 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan .79 % Rekomendasi Sebagian besar atau seluruh standar telah dipenuhi. Status Akreditasi C. Nilai > 79 % . Perlu pembinaan untuk peningkatan kepatuhan sebagian besar standar. tetapi masih memerlukan peningkatan kepatuhan beberapa parameter standar. 2. 3. Pada umumnya telah memenuhi standar. 3.60 % Berdasarkan hasil penilaian kelayakan Rumah Sakit sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama. namun dalam jangka waktu selambat lambatnya 3 (tiga) tahun harus dilakukan penilaian kembali. belum mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan dan dalam waktu 1 (satu) tahun harus dilakukan penilaian kembali. dapat diberikan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan. telah mendapatkan Sertifikat Akreditasi RS Pendidikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

c. maka konsistensi RS Pendidikan dalam kepatuhan pelaksanaan Standar RS Pendidikan harus terus menerus dilakukan pemantauan dan evaluasi. Tersedianya Buku Pedoman Standar RS Pendidikan. Pemantauan dan evaluasi mutu pengelolaan dan pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan diseluruh Indonesia dilaksanakan oleh Tim Akreditasi RS Pendidikan di Tingkat Pusat bersama-sama dengan Tim Akreditasi RS Pendidikan Tingkat Provinsi yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi setempat. Sesuai kemampuan rentang kendali wilayah dan kemampuan sumber daya manusia serta pembiayaan yang tersedia Dinas Kesehatan Provinsi dapat melimpahkan tugas dan kewenangan dalam pemantauan RS Pendidikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di wilayahnya. proses dan output. Terselenggaranya Penyusunan Rencana Kerja 5 tahunan dan Rencana Tahunan.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran X Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB X PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan dan evaluasi meliputi pemantauan terhadap kinerja Tim Akreditasi RS Pendidikan serta pemantauan terhadap mutu pengelolaan dan pelaksanaan RS Pendidikan. Input a. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 141 . Untuk menjamin mutu pembelajaran klinik peserta didik agar dapat mencapai Standar Kompetensi sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Terselenggaranya kegiatan Akreditasi RS Pendidikan. Pemantauan terhadap pelaksanaan Pedoman Standar RS Pendidikan dilakukan meliputi input. b. Terbentuknya Tim Pengarah Akreditasi RS Pendidikan. Terbentuknya Tim Pelaksana Akreditasi RS Pendidikan. Terselenggaranya sosialisasi Pedoman Standar RS Pendidikan. d. RS Pendidikan yang belum memenuhi kepatuhan minimal perlu dilakukan pembinaan secara berkala. Tersedianya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Tim Koordinasi serta Tim Penilaian dan Pembinaan Akreditasi RS Pendidikan di tingkat Pusat maupun Provinsi. b. 2. 1. Tersedianya data dasar seluruh RS Pendidikan. Proses a. e. c.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA d. e. Terselenggaranya pertemuan koordinasi RS Pendidikan. 3. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Afiliasi (Eksilensi) yang telah terakreditasi c. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Satelit yang telah terakreditasi 142 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Output a. Peningkatan jumlah RS Pendidikan Utama yang telah terakreditasi b. Terselenggaranya Rapat Koordinasi lintas sektor terkait dengan RS Pendidikan.

Rumah sakit pendidikan senantiasa wajib mematuhi semua standar RS Pendidikan Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 143 . tenaga non medik pendidik. Pembinaan. Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia. Meningkatkan mutu pelayanan di RS Pendidikan. dan pelatihan). Pembinaan terhadap RS Pendidikan dilakukan melalui kegiatan komunikasi. Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia dan Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia membina serta mengawasi penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. 2. Pengawasan. penataran. Pembinaan dan Pengawasan Rumah Sakit Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dapat dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Propinsi sesuai dengan tugas dan kewenangannya. 3. A. informasi. supervisi dan edukasi (penyuluhan. Pengawasan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik dititik beratkan agar Rumah Sakit dapat senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan baik terhadap pasien maupun kepada tenaga medik pendidik. B. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran. serta peserta didik yang bekerja di Rumah Sakit Pendidikan. Pemerintah Daerah (Propinsi/Kabupaten/Kota) Konsil Kedokteran Indonesia.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Departemen Kesehatan. Pembinaan terhadap penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan diarahkan untuk : 1. Rumah Sakit yang menjalankan fungsi Rumah Sakit Pendidikan wajib memiliki Sertifikat Rumah Sakit Pendidikan. Meningkatkan penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di RS Pendidikan. 2. Oleh karena itu hal-hal yang terkait dengan pengawasan yang penting dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1.

4. Institusi pendidikan kedokteran wajib memberikan jabatan akademik kepada dokter pendidik klinik / dosen klinik di RS Pendidikan. Mencari pemecahan masalah dan cara yang lebih baik dalam penyelenggaraan Rumah Sakit Pendidikan 2. Rumah Sakit Pendidikan berkewajiban menjalankan program keselamatan pasien (patient safety). fungsi dan kewenangannya masing-masing. 144 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . dan KKI sesuai tugas. ARSPI. AIPKI. Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap RS Pendidikan yang dapat mengikutsertakan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. Agar pengawasan dapat berhasil guna dan berdayaguna. 5. MKKI.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 3. Institusi Pendidikan Kedokteran yang mengirim peserta didik ke RS Pendidikan wajib memberikan perlindungan hukum kepada peserta didik dengan asuransi profesi. Menentukan layak atau tidak layaknya suatu Rumah Sakit menyandang predikat Rumah Sakit Pendidikan. hasil pengawasan harus dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk : 1.

Pencabutan Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan sebelum habis masa berlakunya. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 145 . Teguran Tertulis kepada Pemilik Rumah Sakit dan tembusannya disampaikan kepada Institusi Pendidikan Kedokteran yang terkait. c. Penghentian sementara kegiatan Rumah Sakit Pendidikan. b.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XII SANKSI Rumah Sakit Pendidikan yang telah memperoleh Akreditasi dan Sertifikasi apabila melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Keputusan ini dapat dikenakan sanksi berupa : a.

evaluasi dan pembinaan dibebankan kepada APBN Departemen Kesehatan RI serta sumber dana lainnya yang tidak mengikat. 146 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . Untuk Rumah SakitRumah Sakit TNI/POLRI. BHMN dan Rumah Sakit milik Swasta dibebankan kepada anggaran yang ada pada pemilik/penyelenggara Rumah Sakit sesuai dengan lingkup fungsi dan tugasnya berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku dilingkungannya masing-masing.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XIII Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XIII PEMBIAYAAN Pembiayaan untuk penyelenggaraan proses klasifikasi dan akreditasi standar Rumah Sakit Pendidikan milik Pemerintah dibebankan kepada APBN. Pembiayaan untuk pemantauan. BUMN/BUMD. dan APBD Kabupaten/Kota. APBD Provinsi.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XIV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XIV KETENTUAN PERALIHAN Seluruh Rumah Sakit yang pada saat ditetapkannya Keputusan ini telah menyelenggarakan dan berfungsi sebagai Rumah Sakit yang digunakan sebagai pembelajaran klinik peserta didik Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis masih tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan agar menyesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan ini selambat-lambatnya 2 (dua) tahun sejak diterbitkannya Keputusan ini. Setetah selesai masa peralihan Rumah Sakit yang melaksanakan fungsi sebagai Rumah Sakit Pendidikan tanpa memiliki akreditasi dan sertifikasi dapat dikenakan sanksi berupa pencabutan ijin operasional Rumah Sakit. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 147 .

Sp. SITI FADILAH SUPARI. dr. MEN Dr.MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Lampiran XV Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1069/ Menkes/ SK/ XI/ 2008 Tanggal : 18 November 2008 BAB XV PENUTUP Pedoman Klasiikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan ini dibuat untuk mendorong peningkatan mutu Rumah Sakit yang digunakan oleh Institusi Pendidikan Kedokteran sebagai wahana pembelajaran klinis bagi peserta didiknya. penetapan dan pembinaan RS Pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan RS Pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan ini diatur dan ditetapkan lebih lanjut teknis pelaksanaannya oleh Direktur Jenderal Bina Pelayananan Medik Departemen Kesehatan RI. Dengan demikian maka akan terjadi peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Meningkatnya pemanfaatan Rumah Sakit menjadi RS Pendidikan sebagai wahana pembelajaran klinik pendidikan profesi kedokteran akan meningkatkan daya tampung peserta pendidikan sekaligus mutu pelayanan medik yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik sesuai Standar Pendidikan Profesi Kedokteran. Untuk kelancaran teknis penilaian standar.JP(K 148 Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan . TE RI K ES EHMENTERI AT AN KESEHATAN.

Beitman BD. Clinical Instruction and Cognitive Development in Medical Students. and Irby DM. Clinical Reasoning in Medicine. Seattle. A five-step 'Microskills' Models of Clinical Teaching.1999. Journal of the American Board of Family Practice. Five Microskills for Clinical Teaching. 2005.Medical teacher. 10. 1992.1994. 2. 7. Three Exemplary Models of Case-Base Teaching. Elstein A. Miller GE. Jakarta. 6. Higgs J. 1990. Pedoman Klasifikasi dan Standar Rumah Sakit Pendidikan 149 . Giving effective feedback to Medical students: a workshop for Faculty and house staff. Irby DM. 9. Meyer B. In: Clinical Reasoning in Health Professional. 4.Lancet. Standar Rumah Sakit Pendidikan.1995.1984.1999. University of Washington. Academic Medicine.REFERENSI : 1. Bruckner H et al. Academic Medicine.1992. and Meyer. Gordon KC. and Cohen R. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Benbasat J. Featherstone HJ. How Attending Physycians Make Instructional Decissions When Conducting Teaching Rounds.1982. 5. Neher JO. Washington.Jones M Ieditor). Departemen Kesehatan RI. Medical Education. and Stevens NA. Distorted Learning from Unusual Clinical Anecdotes. 3. Irby DM. 8. Departement of Family Medicine . Academic Medicine. The Assestment of Clinical Skills/Competence/ Performance. Gordon K.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful