http://avina.blog.fisip.uns.ac.

id/2011/02/26/materi-mata-kuliah-bahasa-indonesia/

http://bahasakita.com/2011/05/10/kata-frasa-klausa-dan-kalimat/

Kata, frasa, klausa, dan kalimat
Keempat istilah yang menjadi judul tulisan ini sering membingungkan orang yang belum sempat mempelajari linguistik: termasuk saya. Definisi yang diperoleh pada KBBI seperti yang tercantum di bawah ini pun tidak menolong menyembuhkan kebingungan tersebut. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.  Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Jadi apa bedanya?    Dari definisi yang diberikan, terlihat bahwa urutan satuan tersebut, dari yang terkecil sampai yang terbesar, adalah (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat. Agar lebih jelas, ada baiknya kita bedah suatu contoh seperti di bawah ini.

Pejabat itu pernah mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dalam perdamaian dunia.
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah satu kalimatyang relatif berdiri sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan yang dipisahkan olehspasi. Klausa dikenali dari bagian yang memiliki subjek dan predikat serta memiliki potensi menjadi kalimat. Kalimat itu memiliki 2 klausa yang dihubungkan dengan kata bahwa, yaitu (1) pejabat itu pernah mengatakan dan (2)Indonesia dapat berperan dalam perdamaian dunia. Menguraikan frasa sedikit lebih sulit. Frasa paling sedikit harus terdiri dari dua kata dan tidak memiliki subjek-predikat. Kalimat tersebut memiliki 4 frasa: (1) pejabat itu, (2) pernah mengatakan, (3) dapat berperan aktif, (4)perdamaian dunia. Kata bahwa, Indonesia, dan dalam tidak dimasukkan dalam frasa karena memiliki fungsi sendiri dalam bentuk tunggal. Mudah-mudahan saya tidak salah dalam menjabarkannya. Maklum, tulisan ini dibuat dalam upaya untuk belajar juga.

http://studentdedhy.blogspot.com/2012/04/contoh-makalah-macam-macam-kalimat.html

Bahasa Indonesia
Pembahasan : macam macam kaliamat
Dosen Pembimbing :

Nama nama kelompok

: Dedy junianto Sitanggang Redy Anto Simbolon Timbul Simbolon Endro Situmorang Robby Josua Marbun Erwin Silitonga

Jurusan

: Akutansi

Universitas Advent Indonesia Tahun 2012

Kata Pengantar

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada kelompok kami sebagai penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang sedang anda baca ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Dan kami tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang telah meluangkan waktu baik diwaktu jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran untuk membimbing kami dalam menyelesaikan karya tulis ini, dan tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih orang tua dari anggota kelompok kami yang telah memberikan dorongan kepada kami, dan kepada teman teman kami Darwin Sinaga, Adil Ganda padang kami mengucapkan terimakasih dan yang terakhir kepada anggota kelompok kami antara lain, Dedy Sitanggang, Redy Anto Simmbolon, Endro Situmorang, Erwin Sihotanga, Timbul Simbolon dan Robby Marbun. Harapan kami dalam membuat Makalah ini semoga Tuhan Yang Maha esa memberkahi makalah ini dan dapat benar benar bermanfaat bagi kelompok kami terutama pembaca. Bandung : Universitas Advent Indonesia,2012

.... 9 Kesimpulan.................................................................. 5 4)........................................ kata dan frasa...Berdasarkan Diathesis............................................................ 8 Bab III. 4 2)..............................................................................................................................Berdasarkan Pola-pola Dasar yang dimilikinya....................... 5 5).................. 6 6).......................................................................................... 10 Bab I Pendahuluan Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas.. 5 3)...................................................................................................................... tidak tahu)..........................................................................................Berdasarkan Pengucapannya..............................Berdasarkan Urutan Katany.............................................................................................. 7 8).................................................................................... 3 Pendahuluan .................................................................................... Kedua bentuk itu..................................Berdasarkan Jumlaah Kontur yang ada di dalamnya.........................................................................................Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya....................................................................................... 2 Bab ................................. 1 Daftar Isi.........................................................................Berdasarkan Nilai Informasinya............................ 4 1)........................ tidak dapat mengungkapkan suatu ................... Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis................................................Berdasarkan Jumlah inti Membentuknya.................................. 9 Daftar Pustaka....Daftar Isi Halaman Kata Pengantar........................... 3 Bab II........................ 6 7)......................

atau pada keduanya (Wijayamartaya. Berdasarkan pernyataan di atas. http://yantysa. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya Bab III Kesimpulan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek.maksud dengan jelas. yang mengungkapkan pikiran yang utuh.com/2008/05/09/macam-macam-kalimat/ . dan dapat berdiri sendiri sebagai satu satuan (Kridalaksana. baik lisan maupun tertulis harus memiliki S dan P (Srifin dan Tasai. dalam wujud lisan atau tulisan. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi.wordpress. 1984 : 83). sedangkan kalimat luas biasanya terdiri atas dua klausa atau lebih. Lamuddin. tanda tanya. 2002: 58). Daftar Pustaka Finoza. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik. Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. “ Kalimat adalah kontruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola yang tertentu. kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat.Panjang atau pendek. Untuk dapat berkalimat dengan baik. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. Kalimat dapat terdiri atas satu klausa jika kalimat itu merupakan kalimat tunggal yang berklausa. pada predikat. dengan kata lain klausa sebagai bagian dari kalimat. Diksi Insan Mulia. atau tanda seru. Komposisi Bahasa Indonesia. kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa klausa merupakan salah satu unsur segmental pembentuk kalimat. 1991: 9). kalimat hanya dan harus terdiri atas subjek dan predikat.

predikat atau objeknya sama. Contoh: 1. (kalimat majemuk) Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. (kalimat majemuk) [sunting]Kalimat majemuk rapatan Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek. Pekerjaannya hanya makan. lalu. (kalimat tunggal 1) 2. (kalimat tunggal 1) . Kalimat Majemuk Setara 2. lantas Contoh: 1. yakni: Konjungsi Jenis penggabungan dan penguatan/Penegasan bahkan pemilihan atau berlawanan di lanjutkan pada sebuah kalimat majemuk yang kedua (sedangkan) urutan waktu kemudian. Kalimat Majemuk Rapatan 3. (kalimat tunggal 2)   Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). Norif berangkat ke bengkel. Juminten pergi ke pasar.1. kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam.maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali. Kalimat Majemuk Bertingkat 4. Kalimat Majemuk Campuran [sunting]Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat.

2. (kalimat tunggal 2) 3. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)   Ketika matahari berada di ufuk timur. oleh karena maka. alih-alih bahwa padahal [sunting]Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. bagaikan. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat. andaikata. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). biar perlawanan (konsesif) walaupun. (induk kalimat) 2. tidur. Ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat tunggal 3)  Pekerjaannya hanya makan. dan merokok. kendati(pun). . supaya. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. biarpun penyebaban pengakibatan cara alat perbandingan penjelasan kenyataan Contoh: 1. asal(kan) agar. Pekerjaannya hanya merokok. kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam. karena. tanpa dengan. kalau. (kalimat majemuk bertingkat cara 1) Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. yakni: Jenis Konjungsi JOTANNN syarat tujuan jika. Pekerjaannya hanya tidur. (kalimat majemuk rapatan) [sunting]Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. manakala. (kalimat majemuk bertingkat cara 2) sebab. Kemarin ayah mencuci motor. ayah mencuci motor. tanpa seperti. sehingga dengan.

Ketika aku datang ke rumahnya. 2. 3. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan. JENIS-JENIS KALIMAT Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat Jenis-jenis Kalimat Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud.diganti dengan di-. Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu. Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. Contoh : Bapak memancing ikan. Jika subjek kalimat aktif berupa kata ganti maka awalan me. induk kalimat) 3. jangan bermain-main saja. Toni bermain dengan Kevin. (kalimat tunggal 1) 2.. 2. Awalan me. (pasif) 4. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. (kalimat majemuk campuran) http://id. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita. . kemudian subjek dan predikat dirapatkan. kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai. (kalimat tunggal 2. “Anis. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. kalimat diiringi dengan nada bicara. ketika aku datang ke rumahnya. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. (aktif) PR harus kukerjakan. Contoh : Nina menulis surat untuk nenek. Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber. dan Rina membaca buku di kamar. Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1.. Secara tertulis. Contoh : Surat untuk nenek ditulis oleh Nina.” ) Contoh : Ibu berkata. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-.wikibooks. Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. Rina membaca buku di kamar kemarin.pada predikat dihapus. Macam-macam kalimat berita : 1. 3. (pasif) Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Secara lisan. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Contoh : Aku harus memngerjakan PR. kamu harus belajar !” Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. 4..Contoh: 1. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)  Toni bermain dengan Kevin. Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi. Contoh : Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar. jeda dan intonasi.

Adik bernyanyi dengan sangat merdu. http://id. keterangan cara. Dalam bentuk lisan. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. . Contoh : Apakah kamu sakit ? Siapa yang membeli buku ini ? Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki syarat : 1. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶). ensiklopedia bebas Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos. Contoh : Saya siswa kelas VI. Secara lisan.wikipedia. maupun keterangan waktu. "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya. 2. tolong. ditandai dengan penggunaan kata jangan. kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting. 2. ditandai dengan partikel lah. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal : 1.Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).org/wiki/Paragraf Paragraf Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kalimat perintah biasa. Ciri-ciri : 1. Kalimat larangan. Kalimat ajakan. Contoh : Gantilah bajumu ! 2. Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). Contoh Jangan membuang sampah sembarangan ! 3. Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan. silahkan. Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat. Contoh : Adik bernyanyi. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Macam-macam kalimat perintah : 1. ditandai dengan kata mohon. 3. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2. Terkadang baris pertama dimasukkan. 4.

dengan baris kosong antara paragraf. sebuah dingbat istimewa. . Ketika dialog dikutip dalam fiksi. tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalamanhalaman. [sunting]Paragraf gantung Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. tiga asterisk. contohnya. Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. Dalam fiksi prosa. atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme. khususnya ketika terjadi pada page break.1 Berdasarkan jenisnya 5.Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran.2 Berdasarkan letak kalimat utamanya 6 Paragraf dalam HTML 7 Lihat pula 8 Rujukan 9 Pranala luar [sunting]Memasukkan Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi). sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). gagasan. atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. dapat mendatangkan sebuahasterisk. Daftar isi [sembunyikan]      1 Memasukkan 2 Paragraf gantung 3 Detil 4 Kerangka paragraf 5 Macam-macam paragraf o o     5. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Spasi tambahan ini. paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti.

Ia semakin terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming. as Steele observes. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. He copies life with so much fidelity that he can be hardly said to invent. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. kalimat pertama adalah ide pokok. Contoh: Perempuan itu tinggi semampai. he must be allowed to stand perhaps the first of the first rank. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina.  Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets karya Dr. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau menjelaskan ide pokok. bahwa Joseph Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. As a describer of life and manners. Sedikit susah payah dia membuka pintu itu." nor raises merriment or wonder by the violation of truth. dan ada waktu kejadian. Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu. Anak itu pun memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri. sebuah "detail" adalah sebagian kecil informasi di dalam paragraf. His humour.[rujukan?] [sunting]Kerangka    paragraf Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf. His figures neither divert by distortion nor amaze by aggravation. Contoh: Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya. Kalimat berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara yang spesifik.[sunting]Detil Dalam sastra. Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. benda. atau merasa objek yang digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang. . yet his exhibitions have an air so much original. that it is difficult to suppose them not merely the product of imagination. Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. is so happily diffused as to give the grace of novelty to domestic scenes and daily occurrences. [sunting]Macam-macam paragraf Paragraf dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya [sunting]Berdasarkan  jenisnya Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. He never "o'ersteps the modesty of nature. which. atau tempat. Samuel Johnson.Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan. is peculiar to himself. bagaikan seekor singa yang siap menerkam. Ciri-cirinya: ada kejadian. ada palaku. Raut muka lelaki itu semakin menyeramkan. mendengar.

domain tersebut menyangkut hal yang sangat rumit. atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. dan Malaysia. kiat. Contoh: Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur. Padahal. sosial. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. dan terukur. Sebab.  Persuasi adalah paragraf yang mengajak. rinci. Di dalamnya. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui perspektif agama. pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house.  Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya. budaya. Para peserta sudah menyepakati hal itu. [sunting]Berdasarkan  letak kalimat utamanya Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. dan kausalitas. Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori. Contoh: Kemauannya sulit untuk diikuti. atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama. Selama ini. membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan. hingga ekonomi. atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya. teknik. Membentuk karakter manusia memang membutuhkan pengorbanan. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis. aduan. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan. Ciri-cirinya: ada informasi. Contoh: Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah mendarah daging di pesantren. Contoh: . Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. dan sebagainya. Contoh: Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Mereka bisa maju karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter. Akan tetapi. hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru. sebagaimana yang dilakukan negaranegara maju seperti Jepang. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. analogi. bahkan terkait dengan "meta penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan atas laporan. membujuk.  Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. yaitu generalisasi. ♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. dibahas persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah. dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu. Singapura.

  Sebab-Akibat Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab. Contoh: . Burhan. Yang menjadi penjelasannya di atas adalah: 1. Polanya adalah A mengakibatkan B. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis. yaitu manusia. Oleh karena itu. Manusia yang menciptakan mesin. Maman. seperti halnya mesin. 4. Burhan. Dalam paragraf di atas. akibatsebab. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang.Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa. seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. dan sebab-akibat 1 akibat 2. Alex. mencakup Ali. kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Misalnya. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan. Pasti demikian pula dengan Tuhan. Maman. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. mendapat nilai delapan. yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. Toto. dan anak-anak lainnya. Alex. Matahari. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang. dan Burhan. Toto. bulan. ♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan faktafakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. ♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Mesin saja ada penciptanya. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Mesin rumit itu ada penciptanya. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu. Toto. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Ada tiga pola hubungan kausalitas. Alex. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. bumi. 2. yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. 3. jika hujan-hujanan. Contoh: Alam semesta berjalan dengan sangat teratur. dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus. ternyata Ali. beredar dengan teratur. Pemerolehan nilai Ali. sangat sayang akan ciptaannya. tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. yaitu sebab-akibat. kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang. penulis membandingkan mesin dengan alam semesta.

Oleh karena itu. dan industri. .   Sebab-Akibat-1 Akibat-2 Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Jika biaya angkutan naik. Contoh: Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Dengan demikian. Hari ini pun tidak. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi. Minyak tanah. Pertanian. pasti Badu itu sedang sakit. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua.Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Karena harga bahan bakar naik. tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini. dan lain-lain dinaikkan harganya. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya.   Akibat-Sebab Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Produksi nasional pun meningkat. Oleh karena itu. perdagangan. Contoh: Mulai tanggal 17 Januari 2002.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan.  Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. solar. dapat direhabilitasi dan dikendalikan. baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Karena itu. premium. Contoh: Kemarin Badu tidak masuk kantor. Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab.

[sunting]Lihat   pula Blok pernyataan Pilcrow [sunting]Rujukan   The American Heritage Dictionary of the English Language. dan tag penutup </p> menandakan akhir paragraf. Master the AP English Language and Composition Test. Lives of the Poets: Addison. [sunting]Pranala luar Lihat paragraph di Wiktionary.. Dari sampah. New York: Houghton Mifflin. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.  Rozakis. 2000. Contoh: Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman.  (Inggris) Paragraf dalam HTML 3 dari situs web World Wide Web Consortium (W3C). Johnson. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar. atau elemen blok berikutnya. Laurie E. Tag akhir bersifat opsional untukHTML. etc. Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. ISBN 978-0-7645-6184-9 (13). Samuel. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. EBook. sebagaimana penjelajah secara otomatis memulai paragraf lain di tag <p> berikutnya.tag pembuka <p> menandakan awal paragraf. NJ: Peterson's. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. kamus gratis. ISBN 0-7645-6184-7 (10). #4673. 2000. lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Savage. elemen p menandakan blok teks sebagai paragraf. Lawrenceville. Harganya murah-murah. [sunting]Paragraf dalam HTML Di XHTML. 4th ed. Project Gutenberg. . November 2003.

5. Gabungan kata. 3. Contoh: di dalam. mancanegara. Contoh: apa pun. Contoh: adipati. dll. Partikel 1. Gabungan kata. dan "tiap" ditulis terpisah. Partikel -pun ditulis terpisah. miliknya. ke. 4. Gabungan kata atau kata majemuk 1. unsur gabungan ditulis serangkai. gabungan kata ditulis serangkai. bagaimanapun. 2. garis bawahi 3. sisipan. maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang.html macam-macam morfem Pedoman ejaan dan penulisan kata Halaman ini memuat panduan ringkas mengenai ejaan dan penulisan kata yang dianjurkan di Wikipedia bahasa Indonesia. dari Surabaya. -nya) ditulis serangkai. termasuk istilah khusus. apatah.http://mnovrianto. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. 6. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. 3. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. Secara umum. anak-istri saya. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. ke tengah. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Partikel -lah. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba. Contoh: bertepuk tangan. Contoh: bergeletar. daripada. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. Partikel per. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. Contoh: kumiliki. termasuk istilah khusus. 3. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. 1. satu kali pun. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. Contoh: non-Indonesia. Imbuhan (awalan. dilipatgandakan. bukumu. Contoh: alat pandang-dengar. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. "demi". kecuali yang sudah lazim seperti kepada. jamak (anak-anak. ditulis terpisah. siapakah.blogspot. -kah. -ku. keluar. pedoman ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua dengan beberapa tambahan sesuai dengan konsensus yang telah pernah didiskusikan di antara para kontributor Wikipedia. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. ku-. Artikel si dan sang ditulis terpisah. dll. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Kata ganti (kau-. 2. 5. -mu. Kata depan atau preposisi (di [1]. 7. diselipkan tanda hubung. 4. Contoh: per 1 . Contoh: duta besar. ibu kota. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. 2. orang tua. dari) ditulis terpisah. kemari. 8. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. dan -tah ditulis serangkai. kauambil. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. Contoh: menggarisbawahi.com/2009/12/macam-macam-morfem. Contoh: bacalah. kupu-kupu). sayur mayur). dikelola 2. sepak bola. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas.yang berarti "mulai". buku-buku).

di-kan dan di-i 3.+ tik → mengetik. Contoh: me.memiliki aturan sebagai berikut: 1. 2.+ pukul → memukul*. jika kata dasar hanya satu suku kata. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka. r.+ fasilitas + i → memfasilitasi. 3. Awalan: me-. me. me-kan dan me-i 6.→ meng-. jika huruf pertama kata dasar adalah b. me. 4. Contoh: me. me. pe-. ber-. k*. ber-an dan ber-i 2.→ meny-.+ klarifikasi → mengklarifikasi. Contoh: me. q.+ baca → membaca. me. 6. me.+ sapu → menyapu*. 10. Contoh: me. me.+ kira → mengira. ke-. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan.+ sapu → menyapu. me. jika huruf pertama kata dasar adalah l. Contoh: me. j. me. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing). per-. me.+ datang → mendatang.+ tipu → menipu. 9. me. m. Imbuhan spesifik. atau t*. Imbuhan sederhana. Singkatan dan akronim. jika huruf pertama adalah s*. di-. ke-an dan ke-i 5. dan -er-. 2. me.→ men-.-em-. me. -wati. tetap.+ bom → mengebom. n. 1.+ klik → mengeklik. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran. me. per helai. per-an dan per-i 9. Contoh: me+ kikis → mengikis*. Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1.+ vonis → memvonis.+ luluh → meluluh. atau w. dan se2. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1. Akhiran: -kan. -lah. me.+ tiup → meniup*. h.April. 1. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim. Angka dan bilangan. memper-kan dan memper-i 7. Sisipan: -in-. 2. f. me. ter-. Awalan mePembentukan dengan awalan me. diper-kan dan diper-i 4. Contoh: me. -el-. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut. Akhiran: -man.+ gotong → menggotong. dan -nya 2. atau v. -an. Imbuhan gabungan. Contoh: me.+ hias → menghias. -i. ter-kan dan ter-i 3. jika huruf pertama kata dasar adalah c.+ makan → memakan. 3. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Kata turunan Secara umum. me. 1. g. pe-an dan pe-i 8. dan -ita.→ mem-. -wan.→ menge-. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara . 5. se-nya 10. p*. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran. d.

. Pada dasarnya. ber. silakan mengunjungi situs ini. "whom". dan sebagainya). Mayat dan mati • mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Gunakan kata jasad atau jenazah. Penggunaan "di mana" sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China.sempurna. Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik: {{stub}} atau {{rintisan}} di bagian akhir artikel.+ konversi → mengkonversi. Penggunaan "di mana" sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. atau tewas (tergantung konteks). apalagi bunyi ujaran China . Tionghoa (bahasa dan orang). yaitu: 1. • mayat: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi.+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. .. atau "where") atau variasinya ("dalam mana". Contoh: me. gugur. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan . Pranala ke situs luar Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti "Untuk informasi lebih lanjut. dengan mana". termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who"... kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan . • Usul perbaikan: . meninggal. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara)..." pada artikel yang belum lengkap..+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2..[sic] .. ber. Contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: . "which". HINDARI PENGGUNAAN BENTUK "DI MANA". Dengan demikian. Gunakan kata wafat.Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan. apalagi "dimana". (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m).

. dukacita 17. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!).208. barangkali 8. akhirulkalam 4. bumiputra 13. astagfirullah 6. 6.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).849. jumlah total TPS se-Banten ada 12.849. halalbihalal 18." Usulan perbaikan 2: "Sebelumnya disebutkan. kacamata 20. hulubalang 19. bagaimana 7. bilamana 9. dalam pilgub Banten kali ini. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. kasatmata . "Sedangkan" digunakan untuk mengawali kalimat. alhamdulillah 5. darmabakti 15. sama seperti "dan". darmasiswa 16. adakalanya 3. Di sini tampak bahwa "apabila" menggantikan posisi "di mana" (ditulis di kalimat asli sebagai "dimana"). "Sedangkan" adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. daripada 14. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice . "atau".208. Kata penghubung "sedangkan" Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata "sedangkan".. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata "sementara itu". bismillah 10.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya.849. Sementara itu. .951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12." Gabungan kata yang ditulis serangkai 1.208. belasungkawa 12." Usulan perbaikan 1: "Sebelumnya disebutkan. dalam pilgub Banten kali ini ada 6.. . beasiswa 11. Contoh: Dari harian Jawa Pos: "Sebelumnya disebutkan. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. • Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja . Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. acapkali 2.. serta "sementara".

apotek. segitiga 40. matahari 28. mangkubumi 27. saputangan 36. radioaktif 34. al-Qur'an. ekstrakulikuler 13. sukarela 44. bus. 1. paramasastra 31. diagnosis. al Qur'an. sukaria 45. analisis. aktif. embus. Anda. Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4. sediakala 39. puspawarna 33. asas. azas 8. esok 11. manasuka 26. atlet. peribahasa 32. manakala 25. ekstrim 14. atlit (ingat: atletik. alquran. besok. kepada 22. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. anda 6. padahal 30. aktifitas 3. sebagaimana 38. titimangsa 47. kilometer 24. aktivitas. hembus 15. syahbandar 46. Al-Qur'an. Februari. bis 10. Ekstrakurikuler. sastramarga 35. ekstrem. keratabasa 23. bukan apotiker) 7. apotik (ingat: apoteker. sukacita 43. analisa 5. sekalipun 41. aktip 2.21. olahraga 29. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. Pebruari . silaturahmi 42. bukan atlitik) 9. diagnosa 12. saripati 37. wasalam Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad.

kenderaan 36. nasihat. kosakata 40. Jumat. istri. November. photo 18. orangtua 60. kanker. mahzab 48. hipnotis (adjektiva) 21. metoda 49. kendaraan. mazhab. frekuensi. indra 25. ibu kota. komoditas [2] 37. gladi. kualitas. imbau. kangker 33. nafas 52. kongkrit 39. ijin 28. maaf. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 55. kuitansi. konkrit. indera. napas. objek. mahluk. obyektif/p 58. hierarki. ijazah. lokakarya.16. obyek 57. pungkir (Ingat!) 50. mungkir. makhluk. kwitansi 43. karir 34. konkret. jenderal. olah raga 59. kwalitet [2] 41. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 53. kacamata. jadual 29. kosa kata. komplit 38. objektif. kwalitas. isteri 27. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 47. Katolik. ma'af 46. olahraga. paham. ijasah 23. menghipnosis (verba). frekwensi 17. jadwal. orang tua. karier. ibukota 22. nakoda 51. indragiri. negatif. inderagiri 26. jendral 30. kaca mata 32. himbau 24. geladi 19. hirarki 20. kuantitas. nakhoda. prosen . komplet. kuna [3] 44. izin. komoditi. nasehat 54. persen. nahkoda. kuno. narasumber. kwantitas [2] 42. Katholik 35. Nopember 56. Jum'at 31. metode. foto. faham 61. hipnosis (nomina). loka karya 45.

sorga. sangsi (=ragu-ragu). Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan.62. tandatangan 94. telefon. perumahan. seksama (Ingat!) 75. penglihatan. standarisasi [5] 93. silahkan (Ingat!) 85. teknik. pikir. takhta 95. subyektif/p 90. standar. pengecualian 64. baik untuk arti housing maupun PHK 66. tel(f/p)on. resiko 74. salah) 77. standard 92. sintesis. tehnik 96. penglepasan 63. sistem. fikir 67. realita 73. saraf. pelihatan. tahta. walikota. sistim 87. subjektif. standardisasi. utang. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. subyek 89. selebriti 83. ubah (=mengganti). puteri 72. provinsi. praktek (Ingat: praktikum. pelepasan. sepakbola 84. rubah (=serigala) -. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) 79. pengrumahan. Jogjakarta 103. samudra. terampil. sintesa 86. bukan pihutang) 101. putri. syaraf 78. sekuritas [2] 81. praktik. syurga 88. telepon. sekertaris 80. putra. sekuriti. hutang (Ingat: piutang. segitiga. risiko. teoretis. sepak bola. selebritas. . sarat (=penuh). subjek. zaman. Sumatera 91. jaman Catatan kaki 1. Sumatra. sekretaris. realitas. tilpon 97. teoritis (diserap dari: theoretical) 98. segi tiga 82. Prancis. silakan. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya.sepertinya kedua-duanya berlaku 100. bukan praktekum) 69. Yogyakarta. permukiman. surga. samudera 76. putera 71. trampil 99. pemukiman 65. saksama. propinsi 70. wali kota 102. Perancis [4] 68. tanda tangan.

^ Walaupun "Prancis" lebih dianjurkan. Morfem Morfem. ^ Lihat bagian diskusi halaman ini 4. adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi. 5. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi. Posted by no_free@westlife. Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah. ^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan "Perancis" sesuai konsensus. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas).com at 17:44 .2. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). 3. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas.

kura-kura c. pura-pura d. Contoh: a.http://basindo. Dwilingga). terdapat pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. tetangga 3. Contoh: a. gerak-gerik Perubahan fonem konsonan a. mobil-mobilan 4. lumba-lumba. Dwipurwa). Kata ulang yang menyatakan `banyak tidak menentu`.U.Di tempat kakek. di antaranya sebagai berikut. pepohonan b. Kata Ulang Sebagian (K. Contoh: Perubahan fonem vokal a.Jambu merah Pak Alex besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. Macam-Macam Kata Ulang Kata ulang dibagi menjadi 4 macam.org/ KATA ULANG Kata Ulang Kata yang mengalami perulangan kata sebagian atau seluruhnya dan mengakibatkan makna yang berbada-beda.U. Kata ulang yang menyatakan `sangat`. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Macam-macam makna atau nosi kata ulang. Kata Ulang Utuh (K. lauk-pauk Catatan: kata-kata berikut tidak termasuk kata ulang dalam bahasa Indonesia karena tidak sesuai dengan pengertian kata ulang itu sendiri.Anak kelas IX orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. 1. Contoh: a. rumah-rumah 2.U. Contoh: . kejar-kejaran b. tiba-tiba b. Contoh: . yakni perulangan kata yang dialami oleh sebagian dari kata dasar. sayur-mayur b. yakni perulangan kata yang melibatkan morfem terikat (afiks) a. Kata Ulang Salin Suara (K. yakni: 1. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar. dll. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar namun mengalami perubahan fonem pada salah satu kata dasarnya. Contoh: . . 3.edublogs. Kata ulang yang menyatakan `paling`. mondar-mandir b.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. Dwilingga Salin Suara). Kata Ulang Berimbuhan. 2. . anak-anak b. Maka kata-kata berikut dinamakan Kata Ulang Semu.

Kata ulang yang menyatakan `agak` (melemahkan arti).Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. . 9. pasti dia akan turun juga. .Lina selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Hany dapat termaafkan. Contoh: . . Ada apa ya? 12.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! .Ricky main rumah-rumahan bersama Rexy seharian di halaman rumah. Kata ulang yang menyatakan `himpunan pada kata bilangan`. Kata ulang yang menyatakan `bersenang-senang` atau `santai` Contoh: . Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `saling` atau `berbalasan`(resiprok). . 4. 10.Jangan beli makanan banyak-banyak.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. 7. Nak. Kata ulang yang menyatakan `berusaha` atau `penyebab`. Kata ulang yang menyatakan `mirip` / `menyerupai` / `tiruan`. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `sifat` atau `agak`. .Setinggi-tingginya Agus naik pohon.Jangan tergesa-gesa begitu dong. nanti uang sakumu habis! 14. nanti jatuh! 11.. Contoh: . 8. Contoh: . Contoh: . .Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. . 5. .Zambada dan Edowa mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. .Marcel membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Mulyanto tadi pagi.Biarkan dia main hujan! Lama-lama dia akan bosan juga. Kata ulang yang menyatakan `terus-menerus` Contoh: . Contoh: .Karena berjalan sangat jauh kaki Putra sakit-sakit semua.Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.Mas Agung berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. 13.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan. Kata ulang yang menyatakan `beberapa`.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. Kata ulang yang menyatakan `bertambah` atau `makin`. Contoh: .Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. 6. Kata ulang yang menyatakan `waktu` atau `masa`.Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. Contoh: .Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau.

sedangkan pada kalimat tak langsung berkata tugas. kata ganti pada kalimat yang dikutip tidak mengalami perubahan. PENGGUNAAN KATA GANTI (PRONOMINA) PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung kamu > saya.Dari tadi padi Filo kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. dan kalimat seru sedangkan pada kalimat tak langsung hanya berupa kalimat berita. 4. ke berapa > jumlah. supaya. kalimat perintah. Kalimat langsung bertanda kutip (―…‖) sedangkan kalimat tak langsung tidak bertanda kutip. 2. ke mana > tempat mengapa > sebab Berapa.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. 3. KALIMAT TAK LANGSUNG adalah kalimat yang melaporkan/memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain. seperti bahwa. saya > dia. baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. kalimat tanya. intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dibandingkan yang tidak. kalimat tanya. Kalimat langsung berbentuk kalimat berita. aku engkau > saya. aku aku. ia -ku > -nya kita > mereka PENGGUNAAN KATA TUGAS PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung siapa > tentang nama / pelaku apa (-kah) > tentang sesuatu / benda Kapan. KALIMAT KALIMAT LANGSUNG adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain. dll. Susunan kalimat langsung tetap. sedangkan pada kalimat tak langsung kata ganti pada kalimat yang dikutip mengalami perubahan. kalimat perintah. Pada kalimat langsung. ataupun kalimat seru. Pada kalimat langsung. 5. Bentuk dari kalimat tidak langsung hanya berupa kalimat berita. tidak berkata tugas. . Bentuk dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita. sebab. untuk.. bilamana > waktu di mana. urutan mana > pilihan bagaimana > cara jangan > untuk tidak -lah > untuk / supaya / agar (berupa kalimat berita) > bahwa MEI01 Karangan Uncategorized Tagged karangan1 Comment » KARANGAN . PERBEDAAN KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG 1. sedangkan pada kalimat tak langsung intonasi mendatar dan menurun.

Dengan luas 1 ha. kini mulai dibangun di Palu. Amur Muchasim. dan sikap yang diajukan. diantaranya ialah tidak membuang sampah sembarangan. untuk tahap pertama. Pembangunan kantor di Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu. atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat.Karangan adalah hasil tulisan yang mengungkapkan ide. kejadian. direncanakan rampung 2 – 3 tahun mendatang. Di sekitar halaman sekolah. tersedia pula lapangan olahraga yang sangat luas sehingga dapat membantu kami untuk meningkatkan keterampilan berolahraga dan mengekspresikan diri. atau menerangkan suatu gagasan. Dalam Argumentasi ini. Contoh: Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif. Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan. dengan biaya sekitar Rp 10 milyar. (4) Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan. Oleh karena itu. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak diselesaikannya. atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan. Inilah masalah yang sulit dipecahkan.H.. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat. Seandainya saja setiap anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah kualitas kesehatan dapat ditingkatkan. sikap. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng. mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional. yakni: (1) Deskripsi disebut juga lukisan. Dan. (2) Eksposisi ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan. atau keyakinan. perasaan. setelah tertunda dua tahun.‖ (5) Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau menggambarkan suatu . Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca. Ada pula kantin yang bersih dan luas agar suasana istirahat kami dapat kami gunakan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kejenuhan. Karangan dibagi menjadi beberapa macam. persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya. Tak ayal lagi ia akan menjadi mahasiswa yang baik. berbagai fasilitas sekolah tersedia demi kemajuan proses belajar kami. Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Bahwa prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari temantemannya dapat dilihat dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah. pendapat. mengembangkan. Contoh: Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. marilah kita mencoba untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan. yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih awal dari temantemannya. Namun demikian. Contoh: Lingkungan sekolah kami sangatlah nyaman. S. Contoh: ―Amin memang murid yang baik. masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. (3) Persuasi ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan. terdapat berbagai jenis tanaman hias yang kami tanam sendiri. pendapat. seta bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996.

kini Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia. 2) Grafik. tambo. sedang yang kedua dinamakan nonfiksi. yang semuanya termasuk karangan ilmiah Yang dimaksud karangan ilmiah ialah karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan.daya khayal tidak digunakan b. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk memproklamirkan kemerdekaannya.kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis. novel. dan lain-lain. karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom atom. pada tangga 17 Agustus 1945. sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. Yang pertama disebut fiksi. Sebaliknya karangan nonfiksi menyajikan peristiwa secara apa adanya atau secara objektif. Perang Dunia II pecah. grafik. 2) Sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka. penelitian. resensi. sera tujuan argumentasi. Fiksi umumnya hanya mengetengahkan hasil rekaan atau imajinasi atau khayal pengarang. dan dongeng. cerpen. mite. 4) Penutup pada akhir paparan biasanya manegaskan lagi apa yang telah diuraikan sebelumnya. peta. gambar. Sedang contoh karangan nonfiktif dapat kita kemukakan misalnya. pengertian persoalan. Termasuk karangan fiktif ialah roman. Sedangkan argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca. dan lain-lain pada paparan untuk menjelaskan. 4) Sama-sama menggali sumber ide melalui: . Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual.pengalaman . Bahasa fiksi biasanya bersifat konotatif dan subjektif. 3) Sama-sama memerlukan analisis dan sintesis pada waktu mengupas sesuatu. paper atau makalah. novel.pengamatan dan penelitian . dan yang isi serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. . fabel. legenda. statistik dan lain-lain pada argumentasi untuk membuktikan.sikap dan keyakinan . Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hata. hikayat. dan hikayat. Sedangkan pendahuluan atau pembuka pada argumentasi berisi latar belakang dan sejarah persoalan. Imajinasi tersebut sering pula didasarkan pada peristiwa seharihari sehingga ada kemungkinan dapat terjadi. Perbedaan: 1) Tujuan paparan hanya menjelaskan dan menerangkan. skripsi. statistik. Sedangkan grafik. atau gabungan dari keduanya. desertasi. 3) Pendahuluan pada paparan memperkenalkan topik dan tujuan yang akan dipaparkan. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif. cerpen. Ini tidak lama memang. keyakinan. dan sikap penulis benar. Persamaan: 1) Sama-sama menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis. tesis. dan Belanda di Indonesia kemudian ditaklukkan oleh Jepang. jadi tercakup di dalamnya ialah roman. laporan. Sedangkan pada akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya. statistik. atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu. bahasa nonfiksi cenderung objektif dan denotatif. Contoh: ―Beratus-ratus tahun Indonesia telah dijajah Belanda. Biasanya karangan dibedakan atas karangan fiktif dan karangan faktual. sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat. kisah perjalanan. sistematika yang digunakan.‖ Perbandingan karangan eksposisi dengan argumentasi a.

seminar. observasi. usulan. artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya (4) disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami. jika dibandingkan dengan skripsi. yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. Syarat-syarat Karangan Ilmiah: (1) mengandung masalah serta pemecahannya (2) masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca (3) lengkap dan tuntas. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan. (8) Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim‘.Ciri-ciri Karangan Ilmiah: (1) logis. (9) Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. Yang tergolong karangan ilmiah antara lain: (1) Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan. atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh. karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif. dan sebagainya. atau penilaian sebuah buku.T. diteliti. dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya. (2) Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian. (4) Skripsi. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat. (3) Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran. pengulasan. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu. simposium. digarap. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya. (E. (7) Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan.) MEI01 . (5) Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya. sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak. maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mempunyai alasan yang dapat diterima akal (2) sistematis. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. (5) bahasanya bersifat lugas atau denotatif. (6) Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor. yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan (3) objektif atau faktual. untuk dibacakan dalam rapat kerja. artinya keterangan yang dikemukakan didasarkan pada apa yang benarbenar ada atau sesuai dengan fakta (4) teruji. dan . atau diamati. dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya. penyelidikan.

leluhur. Kata majemuk dibagi menjadi 3 jenis. sirami. c. -kan. bersalam-salaman. ramah-tamah. semacam. dan -em-. -wan. -i. -man. Gramatikalisasi dibagi menjadi 3 macam. murid-murid. perlindungan. tetangga. -sasi. cumi-cumi. alamiah. afiks yang melekat di antara morfem bebas.Kata ulang sebagian (dwipurwa) Contoh kata: lelaki. atau kata lainnya yang menggunakan tanda hubung (-) dan memiliki makna oleh kata itu sendiri dinamakan kata ulang semu. tetamu. -er-. yaitu: a. mondar-mandir.Kata majemuk setara . -if. jenis kata ulang yang terjadi pada seluruh kata dasar. pengarang. yaitu: a. rumah-rumahan. c. Catatan: kata kura-kura. adi-. Dan jenis ini tidak masuk ke dalam jenis kata ulang karena definisi kata ulang semu tidak sama dengan kata ulang (reduplikasi) sesuai dengan KBBI. seniman.Sisipan (infiks) Macam-macam infiks: -el-. lumba-lumba. b. per. dan lain-lain. Proses Pengulangan Kata (Reduplikasi)  Kata dasar yang mengalami perulangan sehingga membentuk makna yang berbeda-beda. manca-. karyawati. sedangkan kata `tani` adalah contoh morfem bebas. di-. -logi. dll. pra-.Kata Jadian Uncategorized Tagged jadianNo Comments » KATA JADIAN Kata Jadian adalah kata yang telah mengalami gramatikalisasi. Contoh kata: bermain. bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata dasar. bentuk perulangannya mendapat imbuhan (afiks). d. pertanianContoh: per + tani + an Afiks `per-` dan `-an` adalah contoh morfem terikat. me(N)-. memiliki kedudukan kelas kata yang sama. ubur-ubur. 3. dll. Permajemukan (Kata Majemuk)  Gabungan dua kata atau lebih yang berstatus sebagai kata yang berdiri sendiri sesuai dengan kata yang digabungkan. dll. diper-. bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tetapi terdapat fonem (huruf) yang berubah. memper-. 2. Proses Imbuhan (Afiksasi)  Kata dasar (morfem bebas) yang dilekatkan dengan afiks (morfem terikat) sehingga membentuk makna kata yang baru.Akhiran (sufiks) Macam-macam sufiks: -an. bergelembung (morfem bebasnya `gembung`). afiks yang melekat di belakang morfem bebas.Kata ulang utuh (dwilingga) Contoh kata: rumah-rumah. Reduplikasi dibagi menjadi 4 jenis. -is. Contoh kata: bergerigi (morfem bebasnya `gigi`). tembak-menembak. yaitu: a. dll. dipukul. dll. dll. tiba-tiba. dan lain-lain. Afiksasi dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis. anak-anak. Kata majemuk juga bisa disebut sebagai frasa. b. se-. ambilkan. Contoh kata: mainan.Awalan (prefiks) Macam-macam prefiks: ber-. afiks yang melekat di depan morfem bebas. pe(N)-. egois. -iah.Kata ulang utuh berubah bunyi (dwilingga salin suara) Contoh kata: gerak-gerik.Kata ulang berimbuhan Contoh kata: bermain-main. sesuatu. lauk-pauk. antar-. yakni: 1. -wati. membaca. dll.

dll. 3. 4. 7. KB KB KK KK KB KB b. . 9. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah.Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi.Setinggi-tingginya Joni naik pohon. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab.Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah. . . 2.Contoh kata: kursi tamu.Jambu merah Pak Daden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. . dan lain-lain.Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. KB KS KB KK KB KS K Bil. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu. KB c. Contoh: . 6. 5. Contoh: . Contoh: . pasti dia akan turun juga. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan (resiprok).Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa. Contoh: .Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. . . Kata ulang yang menyatakan terus-menerus. dll. hancur lebur. Contoh: .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa. .Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. delapan ekor. memiliki makna yang baru. yaitu antara lain: 1. Contoh: . meja makan. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin ….Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. siswa teladan.Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam.Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan. Kata ulang yang menyatakan paling.Anak Kelas VIII orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia.Kata Idiomatis atau ungkapan Contoh kata: panjang tangan >> bukan tangannya panjang melainkan suka mencuri. Kata ulang yang menyatakan sangat.Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. Contoh: . keras kepala >> bukan kepalanya keras seperti batu melainkan egois. . 8. besar mulut >> bukan mulutnya besar melainkan suka membual (pembohong). majalah wanita. memiliki kedudukan kelas kata yang berbeda.Kata majemuk bertingkat (tak setara) Contoh kata: gadis belia. Contoh: .

juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks). Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya.Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh. prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. 13. reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks. konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan). Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan. afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru.Dari tadi Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi.Mas Tono berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. 10. . nanti perutmu meletus! 14. . Nak. Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda. .Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.Contoh: . Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. . 11.Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. .Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! . Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai.Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan. Contoh: .Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. Ada apa ya? 12. Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan). kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Contoh: . Contoh: . Istilah afiks termasuk prefiks.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. Contoh: .Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. Contoh: . . Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti).Jangan beli makanan banyak-banyak.Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua. Kata ulang yang menyatakan beberapa. tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan. sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. sufiks dan konfiks.

Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. pem-. di-. hasil perbuatan. Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar. dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. -lah. mem-. meng-. Fungsi utama prefiks ―ber-‖ adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya. -i. pe-: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat – siapa yang melakukan aksi itu. Edisi Kedua – 1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. pem – an. -pun.kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan. verba. pe-. Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks. di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. meny. keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda. atau permajemukan. Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-. ber – an. peny-. Aplikasi Afiks ber-: menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan. peny – an. se-. menge-. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks.‖ Prefiks ―me-‖ menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks ―di-‖ menunjukkan tindakan pasif. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan. adjektiva. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. bukan tindakan atau obyek tindakan itu. Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini. Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). peng-. melakukan atau menjadi sesuatu. tersufiks: -an. maka kata . peng – an. Banyak verba dengan afiks ―ber-‖ mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. me-. per-. di-: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks ―me-. menghasilkan. se – nya Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. perulangan. Jika seseorang mengerti makna kata dasar. pe – an. -kan. dan bukan pelaku. -nya konfiks: ke – an. bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina. ke-. Juga dapat menunjukkan keadaan atau kondisi atribut tertentu. meng-. per – an. me-. meny-. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks. -kah. mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku. kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini.

pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu. paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti ―satu‖ dalam situasi tertentu. Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. -kah: menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. untuk menyatakan keseragaman. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum . Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut . instrumen. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan. -i: menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural). Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini.yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. -kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. paling baru. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat. se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. pesawat. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. (misalnya: paling besar. untuk menyatakan satu benda. untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an: menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan. ke-an: Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif. dan sebagainya. Konfiks ini adalah untuk: 1. satuan atau kesatuan (seperti ―a‖ atau ―the‖ dalam Bahasa Inggris) 2. alat. untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. -lah: sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan. untuk menyatakan seluruh atau segenap 3. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat. paling tinggi. ter-: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. kesamaan atau kemiripan 4. Sufiks ini jarang digunakan. Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif.

Gaya Bahasa Penegasan 1.yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2. peng-an. Penggunaan ―-ku‖ dan ―-mu‖ bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. satuan ―-nya‖ pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. contoh: biasanya = usually.Alusio Contoh: . peny-an. per-an: menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. Penggunaan ―-nya‖ baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. pem-an: penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita. bila ―-nya‖ berfungsi sebagai penunjuk. adalah gaya bahasa yang menggunakan peribahasa yang maksudnya sudah dipahami umum. ―bukunya‖ = buku dia atau buku mereka. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat. Misalnya. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. rupanya = apparently -nya.) MEI01 Majas (Gaya Bahasa) Uncategorized3 Comments » Majas (Gaya Bahasa)  Yang dimaksud dengan majas ialah cara pengungkapan perasaan atau pikiran dengan bahasa sedemikian rupa. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. -ku. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3. sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal den seintensif mungkin. ―bukunya‖ berarti ―buku itu‖.T. (E. Macam-Macam Gaya Bahasa A. ―bukumu‖ = buku Anda. tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. Misalnya. -nya: Ada penggunaan ―-nya‖ sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya. membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan pe-an. se – nya: Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks ―ke-an‖. kata ―bukuku‖ = buku saya.

Antonomasia Contoh: Si Pelit den Si Centil sedang bercanda di halaman rumah Si Jangkung 6.Hiperbolisme Contoh: .Antitesis Contoh: Tinggi-rendah harga dirimu bukan elok tubuhmu yang menentukan.. makin lama makin rendah tingkatannya. di desa-desa. atau kata-kata yang kasar dan kurang sopan. jangan-jangan dia …. 8. 5.Asindeton Contoh: Buku tulis. anaknya dan sekarang cucunya tak luput dari penyakit keturunan itu.Elipsis Contoh: .Antiklimaks Contoh: Kakeknya. 4. Kata-kata ini diambil dari sifat-sifat yang menonjol yang dimiliki oleh orang yang dimaksud.‖ . makin lama makin tinggi tingkatannya. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan paduan kata-kata yang artinya bertentangan. . majalah. tetapi kelakuanmu. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata tertentu untuk menggantikan nama seseorang.Putra Bapak tidak dapat naik kelas karena kurang mampu mengikuti pelajaran. majalah.Klimaks Contoh: Di dusun-dusun. adalah gaya bahasa penegasan yang menyebutkan beberapa hal berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung. surat-surat kantor semua dapat anda beli di toko itu.Segala yang berkilau bukanlah berarti emas.Pegawai yang terbukti melakukan korupsi akan dinonaktifkan adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya.Suaranya mengguntur membelah angkasa. tabu). dia sendiri. hari proklamasi ini dirayakan dengan meriah. buku bacaan. . . sampai ke ibu kota. 7. 2. akan saya jelaskan lagi.Jangan terpedaya dengan apa yang kelihatan baik di luarnya saja.―Saya khawatir.‖ 9.Polisindeton Contoh: Buku tulis. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. .Air matanya mengalir menganak sungai. yakni kalimat yang predikat atau subjeknya dilesapkan karena dianggap sudah diketahui oleh lawan bicara. (kebalikan asindeton) gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. .10.―Kalau belum jelas. dan surat-surat kantor dapat dibeli di toko itu. 3. koran. di kota-kota.Eufemisme Contoh: . ayahnya.Dalam bergaul hendaknya kau waspada. adalah gaya bahasa atau ungkapan pelembut yang digunakan untuk tuntutan tatakrama atau menghindari kata-kata pantang (pamali. adalah gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips (kalimat tak lengkap).

Cintaku hanya untukmu .Repetisi Contoh: . eh maaf silakan Saudara-Saudara mencicipi hidangan yang telah tersedia. yakni kalimat yang predikatnya mendahului subjek.12.16.Paralelisme Contoh Anafora : .17. Pengulangan di bagian awal dinamakan anafora. tak mau bertemu dengan dia lagi. adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata pembetulan untuk mengoreksi (menggantikan kata yang dianggap salah).Sunyi itu kudus . dan demikian pula harapan setiap pejuang.18.Interupsi Contoh: Saya. adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata atau sebuah nama yang berhubungan dengan suatu benda untuk menyebut benda yang dimaksud. adalah gaya bahasa dengan menggunakan kalimat inversi. nama pabrik. bahwa Tono berkelahi di tempat itu.15. nama penemu. adalah gaya bahasa penguraian dengan menggunakan ungkapan atau frase yang lebih panjang daripada kata semula. Husni mengisap Gudang Garam.Rinduku hanya untukmu .Benar! Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.13.Pleonasmse Contoh: .‖ adalah gaya bahasa penegasan yang mengulang-ulang sebuah kata berturut-turut dalam suatu wacana.Sunyi itu lupa . Gaya bahasa jenis ini sering dipakai dalam pidato atau karangan berbentuk prosa.Harapan kita memang demikian. Misal. Hal ini sengaja dibuat untuk memberikan ketegasan pada predikatnya.adalah gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat. sedang di bagian akhir disebut epifora.11.Parafrase Contoh: ―Pagi-pagi Ali pergi ke sawah.Metonimia Contoh: .Harapanku hanya untukmu adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya. anak sulung Pak Sastra itu melangkahkan kakinya ke sawah.14. .Koreksio Contoh: Setelah acara ini selesai. adalah gaya bahasa pengulangan seperti repetisi yang khusus terdapat dalam puisi.Udin mengisap Gentong. .Sunyi itu duka . Misal. penyebutan yang didasarkan pada merek dagang.Inversi Contoh: Pergilah ia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari harapan baru di kota.Dia maju dua langkah ke depan. dun lain sebagainya. kalau bukan karena terpaksa.Sunyi itu lampus Contoh Epifora : .Ayah pergi ke Bandung mengendarai kijang. materialistis diganti dengan gila harta benda.‖ dijadikan ―Ketika mentari membuka lembaran hari. pagi-pagi digantikan ketika sang surya merekah di ufuk timur. silakan Saudara-Saudara pulang. .

Saudara mampir ke pondok saya. . 4. Contoh: Setiap kepala diwajibkan membayar iuran Rp1.Semangat juangnya berkobar.Dari mana orang seperti saya ini mendapat uang untuk membeli barang semahal itu.Engkau harus dan wajib mematuhi semua peraturan.000. gaya bahasa ini terbagi menjadi dua yaitu : (a) Pars pro toto (sebagian untuk keseluruhan) dan (b) Totem pro parte (keseluruhan untuk sebagian). bagaikan. atau yang menggunakan kata-kata yang artinya berlawanan dari yang dimaksud untuk merendahkan diri. semoga dalam mengarungi samudra kehidupan ini. adalah gaya bahasa perbandingan yang menyatakan sesuatu dengan memperendah derajat keadaan sebenarnya. 3. adalah gaya babasa perbandingan. tetapi sebenarnya tidak bertanya. B. tetap merdeka! adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya.Bunyi lonceng memanggil-manggil siswa untuk segera masuk kelas. ibarat. jika kebetulan lewat. laksana. dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih . dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia. ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua buah keutuhan berdasarkan persamaannya secara menyeluruh. . Gaya Bahasa Perbandingan 1. 2.Alegori Contoh: Kami semua berdoa.Gelombang demonstrasi melanda pemerintah orde lama. adalah gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti.Retoris Contoh: Bukankah kebersihan adalah pangkal kesehatan? Inikah yang kau namakan kerja? 20.21.Personifikasi atau penginsanan Contoh: .Sekali merdeka.19.Litotes Contoh: . belum tampak juga batang hidungnya. Totem pro parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian. penaka. kamu berdua akan sanggup menghadapi badai dan gelombang. . adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sama artinya dalam satu kalimat. Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia.00..Tautologi Contoh: .Sinekdoke. . tak gentar menghadapi musuh.Silakan.Metafora Contoh: . Sudah lama ditunggu-tunggu.Nyiur melambai-lambai di tepi pantai 5.Harapan dan cita-citanya terlalu muluk. adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda berdasarkan persamaannya. Contoh: Cina mengalahkan Indonesia dalam babak final perebutan Piala Thomas. Pars pro Toto adalah gaya babasa yang menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.

Simile Contoh: . 6. namun karena kerajinannya melebihi kawan sekolahnya.Tikus mati kelaparan di lumbung padi yang penuh berisi. adalah gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan. . adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata yang kasar.Simbolik Contoh: Janganlah kau menjadi bunglon! 7. wanita mampu menundukkan pria. bahasa kiasan. hanya jam dinding yang terus kedengaran berdetak-detik. 2. -Ali sebenarnya bukan anak yang cerdas. bunglon lambang manusia yang tidak jelas pendiriannya. C. 2. 4.Inuendo Contoh: la menjadi kaya raya lantaran mau sedikit korupsi. adalah gaya. kamboja lambang kematian.jelas.Hidup tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam. Misal. adalah gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan. adalah gaya bahasa sindiran yang mempergunakan pernyataan yang mengecilkan kenyataan sebenarnya. . . D. Gaya Bahasa Sindiran 1. Gaya Bahasa Pertentangan 1. adalah gaya bahasa sindiran paling halus yang menggunakan kata-kata yang artinya justru sebaliknya dengan maksud pembicara.Dengan kelemahannya.Kontradiksio in terminis Contoh: Suasana sepi.Wajahnya seperti rembulan.Bapak Presiden terbang ke Denpasar tadi pagi.Paradoks Contoh: . (maksudnya: pahit).Ironi Contoh: Eh.Okupasi Contoh: -Sebelumnya dia sangat baik. tak ada seorang pun yang berbicara. manis benar teh ini. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata yang maknanya sejajar dengan pengertian yang dimaksudkan. lintah darat lambang manusia pemeras. adalah gaya bahasa yang mengandung uraian atau pernyataan yang tidak sesuai dengan sejarah atau zaman tertentu. yang membentuk satu kalimat. adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan. yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian.Anakronisme Contoh: Mahapatih Gadjah Mada menggempur pertahanan Sriwijaya dengan peluru kendali jarak menengah. tetapi sekarang menjadi berandal karena tidak ada perhatian dari orang tuanya.Seharian ia berkubur di dalam kamarnya. dia mendapat nilai paling tinggi. Biasanya gaya bahasa ini .Tropen Contoh: . 3. mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu. Misalnya menyebutkan sesuatu yang belum ada pada suatu zaman. 3.

tetapi agak lebih kasar. frase. 29) . tetap saja tidak mengerti! 4.Aliterasi Contoh: Keras kepala. busuk. 4. atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. adalah semacam ironi. dll. panas. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut. 2. sudah berkali-kali diberi tahu. gaya bahasa yang berwujud perulangan kata pertama dari kalimat pertama menjadi kata pertama dalam kalimat selanjutnya. yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak. manis. yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah). sekaligus keras adat. Citraan penciuman. Citraan pendengaran. Tolong agak menyisih sedikit! E. tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak. anyir. Dan Sastra Ind. halus. Hak asasi manusia itulah yang sekarang menjadi topik utama dunia internasional. adalah gaya bahasa yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. adalah gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata).dipakai untuk menyatakan amarah. . lembut. yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit). 2. dll. Monyet! . Citraan penglihatan. (E.. dingin.T. Gaya Bahasa Perulangan 1. 5. 6.Dasar goblok. Dengan demikian. Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum. misalnya kasar. yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung). keras hati. Citraan perabaan.) MEI01 Citraan Uncategorized Tagged citraanNo Comments » strong>CITRAAN DALAM PUISI Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat.Antanaklasis 3. Jenis Citraan dibagi menjadi 7.Anafora Contoh: Hak asasi manusia merupakan hak mutlak yang wajib kita junjung tinggi dalam membangun bangsa dan negara. asam. SMA hal. yakni: 1. harum benar baumu.Jangan coba-coba mengganggu adikku lagi. Citraan gerak. (Lihat buku Intisari Bhs. unsure citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh.Sinisme Contoh : Hai. 3. basah. kecut. Citraan pencecapan. 4. Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit. dll.Sarkasme Contoh: .

dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13. pada tahun 1945. Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan. Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. . dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu.T. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya. Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia. Sintaksis Tagged bahasa. (E. dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar. kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. sejarah. pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera. namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu. paling tidak dalam bentuk informalnya. disebut Melayu Tinggi. dan Jawa. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu. sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru. Bentuk yang lebih formal. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360). baik melalui penciptaan. Penyebutan pertama istilah ―Bahasa Melayu‖ sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M. Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. sejarah2 Comments » Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14. Malaya. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif. Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia. penuh sindiran.7.) MEI01 Sejarah Bahasa Indonesia Filologi. Morfologi Bahasa. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. Tetapi bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia. bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi ―Masuk Melayu‖ berarti masuk agama Islam. di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuna di Jawa Tengah. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan). yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi. indonesia. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya. Citraan perasaan.

Malaysia. Brunei. Bahasa Melayu Riau yang dipilih. dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia. Mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang. dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri. dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Brunei. Perubahan: Indonesia (pra-1972) Malaysia (pra-1972) Sejak 1972 tj ch c dj j j ch kh kh nj ny ny sj sh sy jyy oe* u u Catatan: Tahun 1949 ―oe‖ sudah digantikan dengan ―u‖. Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa. namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. Jakarta (Betawi). ejaan dua bahasa serumpun. diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia. semakin dibakukan. bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. Hal yang sama juga ditemukan . Tio Ciu. Banjarmasin. 3. ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar. derajat.Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Ada tingkatan bahasa halus. Dengan memilih Bahasa Melayu Riau. Kedua. Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Jika bahasa Jawa digunakan. pada Kongres Nasional kedua di Jakarta. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Samarinda. Dengan EYD. dan bukan Bahasa Melayu Pontianak. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu). dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau. Sebagai contoh kata ganti seperti ―dia‖ tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa). dan Singapura masih dijajah Inggris. Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara. Pada tahun 1945. hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. Maluku. namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. ataupun Kutai. dan kamus baku juga diciptakan. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa. 4. Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien. biasa. 2. Di sana. ataupun pangkat. ia sebagai lingua franca. Pada saat itu. Ke. ataupun dari bahasa lainnya. pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris.

Sebagai contoh ―seribu orang‖ dipakai.pada kata seperti ―adik‖ dan ―pacar‖ sebagai contohnya. ―kemarin‖ atau ―besok‖).yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu sama dengan kelas kata dari salah satu (atau lebih) unsur pembentuknya.T. sedangkan ―kita‖ adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya. Untuk menspesifikasi sebuah jenis kelamin. klausaNo Comments » Frase Macam-macam frase dari kelas kata 1. Contoh: baju baru DM anak manis DM sebatang rokok kretek MDM sebuah rumah mewah MDM . dan Kalimat Uncategorized Tagged frase. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). yaitu ―kami‖ dan ―kita‖. yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia. kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno. Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas. tidak terbatas pada kata benda. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. seperti contohnya ―putri‖ dan ―putra‖. walaupun susunan kata lain juga mungkin. Klausa. frase atributif). Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO). ―Kami‖ adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara. yaitu: 1. Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak. atau indikator lain seperti ―sudah‖ atau ―belum‖. Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata). Contoh: guru (kata benda) agama (kata benda)guru agama (kata benda) gadis (kata benda) cantik (kata sifat)gadis cantik (kata benda) Frase endosentris dibagi menjadi dua macam. Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti. yaitu frase yang mengandung unsur inti (D) dan unsur penjelas (M). ―adik laki-laki‖ sebagai contohnya. kalimat.) MEI01 Frase. Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri. bukan ―seribu orang-orang‖. Frase bertingkat (frase subordinatif. Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain. sebuah kata sifat harus ditambahkan. Ada juga kata yang berjenis kelamin. (E. tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. Frase endosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata atau lebih .

yang mengandung hubungan fungsional subjek-predikat. (Keraf. Frase setara (frase koordinatif): frase yang mengandung dua buah unsur inti (tidak ada unsur penjelas/atribut). Frase Eksosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata (atau lebih) yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu tidak sama dengan kelas kata dari salah satu(atau lebih) unsur pembentukannya. K Ket. predikat mendahului subjek. Klausa dapat dibedakan atas beberapa macam berdasarkan beberapa sudut tinjauan Macam klausa berdasarkan urutan kata: (1) Klausa normal. klausa inversi yang didahului oleh keterangan.seorang guru MD sepotong roti MD 2. Contoh: ke tanah leluhur pergi mereka . Contoh: suami istri sawah ladang sanak saudara 2. ) Kata keterangan Klausa suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kata. K Ket. Contoh: dari (kata depan) sekolah (kata benda). 1991: 181). Contoh: datang dia malam itu pergi ayah tak tentur arah (3) Klausa inversi khusus. dan secara fakultatif. dapat diperluas dengan beberapa fungsi lain seperti objek dan keterangan-keterangan lain. Contoh: ia datang ke rumahku adik penari orang itu kurus (2) Klausa inversi. subjek mendahului predikat. Keterangan: ( KB ) Kata benda ( KK ) Kata kerja ( KS ) Kata sifat ( KT ) Kata tugas ( K Ket.dari sekolah (kata keterangan) yang (kata tugas) memimpin (kata kerja)yang memimpin(kata benda) Contoh lain: dari kantor di rumah karena lelah KT KB KT KB KT KS K Ket.

klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada klausa lain. Contoh: Ani membawa buku guru mengajar murid (2) Klausa terikat. Contoh: gadis itu cantik bapak saya tampan bapakmu pelit (5) Klausa berpredikat frase konektif Contoh: anak itu merupakan musuh mereka Sinta menjadi pramugari Maman adalah pemuda berpikiran maju (6) Klausa berpredikat adverbial (frase preposisional) Contoh: nenekku dari Kalimantan ibu ke Bandung kemarin ayah ke Bekasi naik onta berdasarkan keterikatannya dengan klausa lain: (1) Klausa bebas. klausa yang kehadirannya bergantung pada klausa lain dan biasanya ditandai oleh adanya konjungsi (kata penghubung). Contoh: ketika ayah pergi agar tubuh subur sebab kehadirannya tak diperhitungkan .kemarin datanglah surat itu karena sakit menangislah dia berdasarkan variasi subjek-predikat: (1) Klausa berpredikat kata kerja intrasitif Contoh: anak itu menari kuda meringkik kakek merokok nenek duduk (2) Klausa berpredikat kata kerja transitif Contoh: guru mengajar murid kurir mengantar surat Andri mencintai Dian (3) Klausa berpredikat kata benda Contoh: pamannya lurah ibunya seorang bidan kakaknya tentara (4) Klausa berpredikat kata sifat.

intonasinya adalah intonasi berita yang netral (6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya. Dadang kecewa sebab kehadirannya tak diperhitungkan Kalimat bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. misalnya. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat inti (b) kalimat luas (perluasan dari kalimat inti) (c) kalimat transformasi (perubahan dari kalimat inti) Ciri-ciri kalimat inti: . Contoh: (i) # Pergi! # (ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari # Kalimat (i) adalah kalimat minim. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat normal (subjek mandabului predikat) (b) kalimat inversi (predikat mendahului subjek) (4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya. sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang. (Keraf. Klausa di atas. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minor (hanya mengandung satu inti) (b) kalimat mayor (mengandung lebih dari satu inti) (5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya. kata kedua menduduki jabatan predikat) . 1991: 185). kalimat dibedakan atas: (a) kalimat aktif (subjek melakukan perbuatan) (b) kalimat pasif (subjek dikenai perbuatan) (3) Berdasarkan urutan katanya. .hanya terdiri atas dua kata . merupakan bagian dari kalimat: Ibu merasa sedih ketika ayah pergi. dan dapat hadir bersama-sama atau dikaitkan dengan klausa bebas.larangan (d) kalimat harapan (e) kalimat pengandaian (2) Berdasarkan diatesis.kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek. (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas: (a) kalimat berita (b) kalimat tanya (c) kalimat perintah: . Tanamanan itu diberinya pupuk agar tumbuh subur.ajakan .urutannya adalah subjek mendahului predikat . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minim (hanya mengandung satu kontur) (b) kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur) Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap.suruhan .permintaan . Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan nilai informasinya.Klausa terikat merupakan bagian dari sebuah kalimat.

dapat ditentukan pola dasar kalimat bahasa Indonesia sebagai berikut: No. 1) kalimat majemuk setara: . Rumahnya Udin yang catnya kuning.setara mempertentangkan .setara memilih . 2 Kata Benda Kata Sifat Arsinta cantik. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P) (b) kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). dalam ragam lisan. Kakek berasal dari Sukabumi.setara menggabung . menggunakan struktur baku (sesuai dengan kaidah morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia) 3. Satya dihukum. menggunakan ejaan baku (sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) 4. Kakek dari Sukabumi. Catatan: Pola dasar no.setara menguatkan (b. Siapa yang bikin rumah itu? (tidak baku) Siapa yang membuat rumah ini? (baku) b.2) kalimat majemuk bertingkat (b. (atau) Kakek datang dari Sukabumi. seringkali tidak diterima sebagai kalimat yang baik dan benar. (tidak baku) . Adapun ciri-ciri kalimat baku adalah sebagai berikut: 1. Kalimat baku (standar) dipergunakan apabila kita berbahasa baku.(7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya.3) kalimat majemuk campuran (b. berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas: (b. Bahrudin akuntan. 3 Kata Benda Kata Benda Hasahatan dokter. 4 Kata Benda Kata Tugas Ibu ke pasar. Berdasarkan kelas kata yang menduduki fungsi S-P.4) kalimat majemuk rapatan Pola dasar kalimat Pola dasar kalimat mempersoalkan kelas kata (jenis kata) apa yang mendasari pembentukan kalimat inti. Di sini kita melihat kelas kata apa yang menduduki jabatan subjek dan kelas kata apa pula yang menduduki jabatan predikat. Kalimat contoh tersebut akan diterima sebagai kalimat yang baik dan benar apabila diubah menjadi sebagai berikut: Ibu pergi ke pasar. dalam ragam tulis. menggunakan lafal baku (lafal yang tidak mencerminkan logat asing atau logat kedaerahan) Contoh: a. Kalimat majemuk. menggunakan kata-kata baku 2. Togop malas. Subjek Predikat Contoh Kalimat 1 Kata Benda Kata Kerja Ari menari.4 sebagaimana terlihat pada contoh kalimat di atas.

menyatakan pekerjaan tengah berlangsung . Keterangan aspek kala posisinya selalu di depan predikat kalimat. PSK Keterangan aspek kala Keterangan aspek kala adalah keterangan yang menandai waktu pelaksanaan pekerjaan/ perbuatan/ proses yang tersebut pada predikat kalimat. PSK Mereka menaburkan bunga di pusara ibu. SPK Mereka taburkan bunga di pusara ibu. belum. sedang. KPS (3) Sudah saya baca buku itu. S P O. Kalimat berpola inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek. Contoh: (1) Diambilnya uang itu dari dalam laci. SPOK Bunga ditaburkan oleh mereka di pusara ibu. Kalimat pasif adalah kalimat berpredikat kata kerja yang subjeknya terkena perbuatan yang tersebut dalam predikat. (baku) c. keterangan aspek kontinuatif. PSK Untuk memahami contoh-contoh kalimat di atas. S P O. Kata-kata yang merupakan keterangan aspek kala adalah sudah. pelaku K bunga mereka taburkan di pusara ibu.pelaku K Ketiga: disederhanakan (P dan O pelaku disatukan menjadi P) Uang itu diambilnya dari dalam laci. telah. perhatikan langkah-langkah perubahan dari kalimat aktif hingga menjadi kalimat pasif inversi di bawah ini ! Pertama: Kalimat aktif Ia mengambil uang itu dari dalam laci. S P O.Rumah Udin yang bercat kuning. Mudah2an dia lekas dalang (tidak baku) Mudah-mudahan dia lekas datang (baku) Kalimat pasif inversi Kalimat pasif inversi adalah kalimat pasif dengan pola inversi. PSK (2) Atas perhatian Bapak. dan akan Contoh: (1) Ani sedang membaca buku. saya ucapkan terima kasih.penderita K Kedua: diubah menjadi pasif Uang itu diambil oleh ia dari dalam laci. PS (4) Mereka taburkan bunga di pusara ibu. SPK Keempat: diinversikan diambilnya uang itu dari dalam laci.

KSPOK GU: Ida mengantarkan surat. terdapat lebih deri satu gagasan utama.(2) Ani akan membaca buku. Gagasan utama kalimat Gagasan utama atau pikiran pokok kalimat adalah amanat/informasi yang terpenting yang terkandung dalam sebuah katimat. Gagasan utama dinyatakan dengan pola S-P dalam kalimat nominal dan kalimat verbal intransitif ~Sedangkan pada kalimat verbal transitif gagasan utama dapat dinyatakan dengan pola S-P-O atau S-P saja. (2) Abas tidur. Contoh: (1) Amir sedang membaca buku di dalam kamar. Gagasan utama pada kalimat majemuk setara Kalimat mejemuk setara adalah kalimat yang mengandung dua pola klausa atau lebih yang hubungan antarklausa bersifat setara. Dengan demikian kalimat (5) adalah kalimat yang mengalami kesalahan struktural. sedangkan pada kalimat (5) salah. Andi makan asilnan. (4) Ketty sedang duduk di ruang tamu SPK GU: Ketty duduk. Jadi. menyatakan pekerjaan akan berlangsung (3) Ani telah membaca buku. Gagasan utama kalimat dinyatakan dengan pola S-P atau pola SP-O. dan (4) benar. (2) Ali sedang belajar. sedangkan Abas sedang tidur. Pada kalimat majemuk setara terdapat lebih dari satu gagasan yang kedudukannya sederajat. (2) Kemarin Ida mengantarkan surat ke rumahku. keterangan aspek futuratif. (2) Andl makan. (2) Kitab itu telah dibaca oleh Rudi hingga tamat. menyatakan pekerjaan sudah berlangsung Letak keterangan aspek kala pada kalimat pasif inversi Pada kalimat pasif inversi. dalam kalimat majemuk setara. (4) Telah Rudi baca kitab itu hingga tamat. (2). (5) Rudi telah baca kitab itu hingga tamat. (3). Letak kata telah pada kalimat (1). yaitu di depan predikat. Perhatikan contoh berikut ! (1) Rudi telah membaca kitab itu hingga tamat. . (3) Ayah Anita adalah seorang perwira menengah. keterangan aspek perfektif. GU: (1) Ali belajar. SPOK GU: Amir membaca. GU: (1) Eko makan. Contoh: (1) Eko makan sate. (3) Kitab itu telah Rudi baca hingga tamat. keterangmi aspek kala posisinya sama dengan posisi pada kalimat aktif dan kalimat pasif biasa. SP GU: Ayah perwira.

Selanjutnya Departemen Pendidikan dan . Mashuri. ibu kesepian di rumah. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa utama (klausa bebas) den klausa terikat. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu. Pada tanggal 16 Agustus 1972. Dengan demikian. Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.Gagasan Utama pada kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat pada dasarnya adalah kalimat tunggal yang salah satu fungsinya diperluas dan perluasannya itu membentuk sebuah pola klausa. berdasarkan Keputusan Presiden No. (2) Mereka lupa bahwa mereka harus melunasi pinjamannya pada akhir bulan ini. GU: Wati menyirami tanaman. (c) Apabila anak kalimat merupakan pelengkap. Contoh: (1) Saya berharap hal itu tidak akan terjadi. Namun demikian.T. GU: Mereka lupa. Ejaan Republik. GU: Aminah bahagia. Tahun 1972. Contoh: (1) Presiden mengatakan bahwa pembangunan harus dilanjutkan. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. GU: Saya berharap. (2) Wati menyirami tanaman itu setiap hari supaya buahnya lebat. gagasan utama terdapat pada induk kalimat. (3) Aminah bahagia karena suaminya naik pangkat. Contoh: (1) Ketika ayah pergi. GU: Kakeknya jatuh. dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat gagasan utama dan gagasan bawahan (gagasan penjelas). gagasan utama terdapat pada klausa utama yang merupakan induk kalimat. GU: Pembangunan harus dilanjutkan. (E. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). perlu diperhatikan bahwa gagasan utama tidak selamanya berada pada klausa utama. (b) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi objek (anak kalimat merupakan objek dari predikat verba transitif). 57.) MEI01 Ejaan yang Disempurnakan Uncategorized Tagged ejaan11 Comments » Ejaan yang Disempurnakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. gagasan utama terdapat pada anak kalimat. GU: lbu kesepian. (2) Mat Kemplo menceritakan bahwa kakeknya jatuh dari ayunan. Pada 23 Mei 1972. (a) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi keterangan. Perhatikan keterangan berikut dengan baik.

B. makalah. Peraturan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. Contoh: Anthony Tumiwa 3. (Sarjana Ekonomi) 4. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru. Pada tanggal 12 Oktober 1972. dan sapaan. jabatan. pangkat.) 1. (dan lain-lain) dsb. harus diberi jarak satu ketukan. Bush Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap. A. 5. 2. Persiapan Ulangan Umum. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. contoh: I. menerbitkan buku ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖ dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Perbedaanperbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah: ‗tj‘ menjadi ‗c‘ : tjutji → cuci ‗dj‘ menjadi ‗j‘ : djarak → jarak ‗j‘ menjadi ‗y‘ : sajang → sayang ‗nj‘ menjadi ‗ny‘ : njamuk → nyamuk ‗sj‘ menjadi ‗sy‘ : sjarat → syarat ‗ch‘ menjadi ‗kh‘ : achir → akhir Penggunaan Tanda baca Tanda Titik (. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Contoh: dll. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jika berupa angka. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. dan disertasi. laporan. maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar. tanda titik tidak dipergunakan.Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul ―Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖. dianjurkan tidak mempergunakan singkatan. . contoh: Saya suka makan nasi. contoh: Irwan S.E. 0196/1975 memberlakukan ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah‖. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. (tanggal) Dalam karya ilmiah seperti skripsi. Setelah itu. Contoh: Dr. Gatot George W. (dan sebagainya) tgl. Syarat. (Doktor) Ny. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik. (Nyonya) S. tesis.

1 6. contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia. kepiting dan ikan. satuan ukuran. contoh: Latar Belakang Pembentukan Sistem Acara 11. dan mata uang. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. 2. tetapi tidak aktif. contoh: Jalan Kebayoran 32 Jakarta. dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah. dan detik yang menunjukkan waktu. . celana. tetapi. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat. contoh: Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal. contoh: Pukul 7. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata. atau nama dan alamat penerima surat. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan.) 1.10. contoh: Cu (Kuprum) 52 cm l (liter) Rp 350. atau gabungan keduanya. dan topi. Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael. Tanda Koma (. contoh: Saya menjual baju. lembaga. 8. menit.2 1. 3 Mei 1997 Yth.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 7. contoh: Sekjen : (Sekretaris Jenderal) UUD : (Undang-Undang Dasar) SMA : (Sekolah Menengah Atas) WHO : (World Health Organization) 9. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. yang terdapat di dalam nama badan pemerintah. tabel dan sebagainya. takaran. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia. contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang. dan melainkan.lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat.2. timbangan.Contoh: 1. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. atau kepala ilustrasi.Sdr. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya.1 1. jutaan. yang didahului oleh kata seperti.Ivan Jalan Istana 30 Surabaya B.00 10.

contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. aduh. contoh: I. Ivan. 6. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o. begitu. 5. 1990).50 12. kamu harus datang. 13. Wah. contoh: Oleh karena itu. kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh. contoh: Lanin. Karena sibuk. keluarga. contoh: Kalau hari hujan. Gatot.S. bukan main. contoh: Rinto Jiang. (iii) tempat dan tanggal. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. ―Saya sedih sekali‖. 18 Juni 1984 Medan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia. kasihan. Borgx. 1999. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. akan tetapi. wah. ia lupa akan janjinya. contoh: 33. Indonesia. 10. jadi. Cara Penggunaan Wikipedia. 9. 4. saya tidak akan datang. (Bandung: UP Indonesia. ya. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. saya tidak jadi datang. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. contoh: Medan. 22. atau marga. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.5 m Rp 10. contoh: Kata adik. yang terdapat pada awal kalimat. pandai sekali. 8. meskipun begitu. Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya. (ii) bagian-bagian kalimat. contoh: O. hlm. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. Jilid 5 dan 6. Jadi. contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. 3b. . Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. lagi pula.3a. 11.E. 7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. contoh: ―Di mana Rex tinggal?‖ tanya Stepheen. C. Tanda Titik Koma (;) 1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan namanama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar. D. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. contoh: yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. 2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. contoh: Ketua : Hany Christoffer Wakil Ketua : Ricky Kurniawan Wenas Sekretaris : Maria Dewi Puspasari Wakil Sekretaris : Terry Rionaldy Bendahara : Lina Veronica Wakil bendahara : Marcel Lawinata 3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. contoh: Pak Erwin : ―Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Pak Guru!‖ Rexy : ―Ya, Pak!‖ 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit. 5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. E. Tanda Hubung (-) 1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. contoh: ….dia beli baru juga.

-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. contoh: …. masalah itu akan diproses. 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris. contoh: …. cara baru mengukur panas akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. contoh: ………menghargai pendapat. 3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. contoh: anak-anak tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan. 4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. contoh: p-e-n-g-u-r-u-s 5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. bandingkan: ber-evolusi dengan be-revolusi dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000). Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah PN dengan di-PN-kan. 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata. contoh: se-Indonesia hadiah ke-2 tahun 50-an ber-SMA KTP-nya nomor 11111 bom-V2 sinar-X. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: di-charter pen-tackle-an Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang). F. Tanda Pisah (—) 1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar

Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak. contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera 2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. contoh: Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‗ke‘, atau ‗sampai‘. contoh: 1919—1921 Medan—Jakarta 10—13 Desember 1999 Lihat lainnya pada Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan Angka atau Lambang Bilangan 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi. 2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas. 3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. 4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan ―per-‖ (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya. 6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara ―ke-‖ dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran ―-an‖ ditulis dengan tanda hubung antara angka dan ―an‖ atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah. 9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca. 10.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat. 11.Tanda hubung ―ke-‖ tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang. contoh: Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian. Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11 Penulisan tahun Benar: 1960-an Salah: 1960an Singkatan dan Akronim 1. Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

sisipan. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. bukan DR. suku kata. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. dilipatgandakan. Contoh: duta besar. Contoh: alat pandang-dengar. timbangan. Contoh: adipati. a. bukumu. singkatan satuan ukur. diselipkan tanda hubung. 6. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Contoh: bergeletar. SYAFARUDIN. Contoh: menggarisbawahi. Imbuhan (awalan. dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik. 12. ku-. orang tua. unsur gabungan ditulis serangkai. anak-istri saya. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. Gabungan kata. suku kata. SOEMANTRI. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Soemantri Sering ditanyakan. 10. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Hal ini adalah masalah tata kalimat. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. Doktor (S3) DR. b. Contoh: kumiliki. Contoh: bertepuk tangan. Penulisan gelar yang sering salah DR. Lambang kimia. tetapi dr. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. dikelola [1]. gabungan kata ditulis serangkai. bukan dr. singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. -ku. Syafarudin. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. termasuk istilah khusus. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. c. 7. ditulis terpisah. kauambil. d. . Soemantri. -mu. Dokter (ahli penyakit) Dr. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 3. takaran. 2. 11. 2.Kata ganti (kau-. garis bawahi 5. 1. ibu kota. atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit) 1. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. tetapi Dr. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. 9. 2.Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. 4. Syafarudin. Dr. sepak bola. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. Contoh: nonIndonesia. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian.Gabungan kata. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. mancanegara. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. SYAFARUDIN. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.c. bukan Dr. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. termasuk istilah khusus. SOEMANTRI. bukan Dr. -nya) ditulis serangkai. Tetapi.

dengan mana‖. 15. Contoh: bacalah. dll. satu kali pun. ―demi‖. Penggunaan ―di mana‖ sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat.yang berarti ―mulai‖. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Tegangan permukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). meninggal. gugur. dan sebagainya). ke tengah. keluar. Tionghoa (bahasa dan orang). Penggunaan ―di mana‖ sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia.Partikel -lah. Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … . apatah. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK ―DI MANA‖. -kah. per helai. Di sini tampak bahwa ―apabila‖ menggantikan posisi ―di mana‖ (ditulis di kalimat asli sebagai ―dimana‖). Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. Gunakan kata wafat. 16. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. ―whom‖. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. 14. apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). Gunakan kata jasad atau jenazah.Partikel per.Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: per 1 April. Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … . ―which‖. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. daripada. dan ―tiap‖ ditulis terpisah. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … . Mayat dan mati mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi.miliknya. Contoh: apa pun. atau ―where‖) atau variasinya (―dalam mana‖. apalagi ―dimana‖. Pada dasarnya. mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. dan -tah ditulis serangkai. siapakah. contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … . kecuali yang sudah lazim seperti kepada. atau tewas (tergantung konteks). Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa.[sic] Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun.Partikel -pun ditulis terpisah. Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan Tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. Contoh: di dalam. [sunting] Kata penghubung ―sedangkan‖ . ke. Dengan demikian. bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk ―di mana‖ (padanan dalam bahasa Inggris adalah ―who‖. dari) ditulis terpisah. 17. dll. bagaimanapun. kemari. 13. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. dari Surabaya. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. bahasa Indonesia hanya mengenal kata ―yang‖ sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas.Kata depan atau preposisi (di [1].

serta ―sementara‖. apotik (ingat: apoteker. kacamata. sediakala. daripada. radioaktif. manakala. dukacita. kilometer. belasungkawa. keratabasa. titimangsa. akhirulkalam.208. geladi hierarki. dalam pilgub Banten kali ini. bagaimana. dan wasalam. Sementara itu. segitiga. halalbihalal. bis besok. puspawarna. sekalipun. silaturahmi. saputangan. ―atau‖. paramasastra. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. Contoh: Dari harian Jawa Pos: ―Sebelumnya disebutkan. bilamana. menghipnosis (verba). azas atlet. adakalanya.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. atlit (ingat: atletik. aktif. sebagaimana. sama seperti ―dan‖. sukarela. jumlah total TPS se-Banten ada 12.849. ―Sedangkan‖ adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. aktifitas al Quran. Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. esok diagnosis. ibukota . bukan atlitik) bus. ekstrim embus. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. anda apotek. bismillah. saripati. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). peribahasa.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). alquran analisis. astagfirullah.‖ Usulan perbaikan 1: ―Sebelumnya disebutkan. hirarki hipnosis (nomina).Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata ―sedangkan‖. bumiputra. alhamdulillah. syahbandar. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata ―sementara itu‖.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). padahal.849. matahari. darmabakti. kasatmata.849. diagnosa ekstrem. beasiswa. sukacita. sukaria. aktip aktivitas. hipnotis (adjektiva) ibu kota. hembus Februari. Photo gladi. analisa Anda. darmasiswa. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan.208. bukan apotiker) asas. ―Sedangkan‖ digunakan untuk mengawali kalimat. sastramarga. frekwensi foto.‖ Contoh gabungan kata yang ditulis serangkai: acapkali.‖ Usulan perbaikan 2: ―Sebelumnya disebutkan. barangkali. hulubalang. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. olahraga. manasuka. Pebruari frekuensi. 6. kepada. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. mangkubumi.

Perancis praktik. ijasah imbau. pemukiman perumahan. Katholik kendaraan. indra indragiri. kwitansi kuno. mahluk. nahkoda. kwalitas. nakoda narasumber.ijazah. himbau indera. kuna lokakarya. prosen pelepasan. loka karya maaf. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) November. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) nasihat. komplit konkret. jendral Jumat. pengecualian permukiman. obyektif/p olahraga. jadual jenderal. propinsi . ijin jadwal. kangker karier. bukan praktekum) provinsi. inderagiri istri. orangtua paham. penglepasan penglihatan. kwalitet kuantitas. fikir Prancis. nasehat negatif. pengrumahan. pelihatan. obyek objektif. isteri izin. karir Katolik. metoda mungkir. ma‘af makhluk. pungkir (Ingat!) nakhoda. olah raga orang tua. kenderaan komoditi. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) mazhab. faham persen. praktek (Ingat: praktikum. komoditas komplet. kwantitas kuitansi. baik untuk arti housing maupun PHK pikir. konkrit. Nopember objek. kongkrit kosa kata. Jum‘at kanker. kosakata kualitas. mahzab metode.

Belanda. Contoh: aerobe → aerob. syaraf sarat (=penuh). syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) sekretaris. sepakbola silakan. realita risiko. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. Arab. selebriti sepak bola. salah) saraf. sintesa sistem. tehnik telepon. standarisasi [5] tanda tangan. serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. takhta teknik. segi tiga selebritas. resiko saksama. walikota Yogyakarta. Penyesuaian ejaan Tanpa perubahan ae jika tidak bervariasi dengan e. tilpon teoretis. tandatangan tahta. telefon. sistim sorga. subyektif/p Sumatra. trampil ubah (=mengganti). jaman Bahasa Serapan Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. sekuritas [2] segitiga. bukan pihutang) wali kota. Jogjakarta zaman. subyek subjektif. surga. ai au e . tel(f/p)on. rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku utang. dan Sanskerta.putra. seksama (Ingat!) samudra. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap. puteri realitas. syurga subjek. standard standardisasi. silahkan (Ingat!) sintesis. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. putera putri. samudera sangsi (=ragu-ragu). hutang (Ingat: piutang. Sumatera standar. teoritis (diserap dari: theoretical) terampil. sekertaris sekuriti.

jika di muka vokal. o. kh (Arab) ng ps pt u ua ue ui uo v x. Contoh: xenon → xenon. ch dan cch → k. ph → f. jika di muka i. Contoh: komfoor → kompor. Contoh: scenography → senografi. sc → sk. Contoh: politiek → politik. dan y. oe. Contoh: cylinder → silinder. oo (Inggris) → u. jika di muka a. dan y. ee (Belanda) → e. jika di muka a. ae → e. Contoh: accumulation → akumulasi. Contoh: machine → mesin. Contoh: octaaf → oktaf. oo (vokal ganda) tetap. u. c → s. jika lafalnya c. o. Contoh: cartoon → kartun. ie jika lafalnya bukan i. gh → g. Contoh: systeem → sistem. jika bervariasi dengan e. ç[1] (Sansekerta) → s. Contoh: rhetoric → retorika. Contoh: saccharin → sakarin. cc → k. Contoh: ratio → rasio. Contoh: phase → fase. jika di awal kata. dan konsonan. jika lafalnya y. Contoh: check → cek. u. jika lafalnya s atau sy. i. Contoh: ion → ion. q→k rh → r. o. ch → c. dan konsonan. Contoh: çāstra → sastra. dan konsonan. Contoh: variety → varietas. jika lafalnya i. gue → ge ie (Belanda) → i. c → k. cc → ks. jika di muka e dan i. sc → s. Contoh: accent → aksen. jika di muka o. jika di muka e.ea ei eo eu f i jika di awal suku kata di muka vokal. oe (oi Yunani) → e oo (Belanda) → o. z. Contoh: schema → skema. Contoh: yen → yen. ch → s. Contoh: haemoglobin → hemoglobin. dan konsonan. Contoh: scriptie → skripsi. i. Contoh: zoology → zoologi. . jika di muka a. Dengan perubahan aa (Belanda) → a. Contoh: sorghum → sorgum. jika di muka e. y. u. sch → sk. Contoh: crystal → kristal. t → s.

Contoh: percentile → persentil. Contoh: logic. -or → -ur. jika lafalnya i. -ive → -if. -end → -en -ete. dan konsonan. -cy → -asi. -et -or. Contoh: effect → efek. -ble → -bel -ac → -ak -acy. -able. -iel. Contoh: excavation → ekskavasi. -archy. -ensi (yang bervariasi dengan -ance. Contoh: action. Contoh: director. -andum. Contoh: methode → metode. kecuali jika dapat membingungkan. u. -ence) -ant → -an. xc → ksk. -id. -aal (Belanda) → -al. y → i. Contoh: protein → protein. -ific → -ifik . -eel (Belanda). -ence → -ans.th → t. Contoh: formeel → formal. -ide → -ida -ief. Contoh: plaat → pelat. jika di muka a. Penyesuaian akhiran Tanpa perubahan -anda. actie → aksi. logica → logika. Contoh: dictator → diktator. -ency) -ancy. -(a)tie (Belanda) → -(a)si. -asm → -asme -ate → -at -eel (Belanda) → -el. -endum -ar -ase. -archie (Belanda) → -arki. Contoh: exception → eksepsi. -ile. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal. -ot Dengan perubahan -(a)tion. -ance. -ir. -ose -ein -ein. Contoh: accountant → akuntan. Contoh: dynamo → dinamo. uu → u. directeur → direktur. Contoh: vacuum → vakum. anarchie → anarki. -eus (Belanda) → -us -ic. -air (Belanda) → -er. -air → -er -al. -ette → -et -eur (Belanda). v (Sanskerta) → w atau v x → ks. -ique → -ik -icle → -ikel -ics. jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris. -le → -il. -si -age → -ase. descriptief → deskriptif. -ary. o. Contoh: percentage → persentase. Contoh: anarchy. primair → primer. Contoh: descriptive. -ika. -aat (Belanda) → -at. Contoh: primary. -ency → -ansi. mass → massa. jika tidak di awal kata. -ica → -ik. -ens (yang bervariasi dengan -ancy.

Contoh: modernism. Contoh: university. -oïde (Belanda) → -oid. -logy. Contoh: analogy.(―sekeliling‖.(―ketiadaan‖. -oir(e) → -oar. ―ke dalam‖) infra.(―tidak‖. ―perubahan‖) mono. -logie → -logi. Contoh: elektronic → elektronik -isch.-isch.(―memindahkan‖. ―ke belakang‖. prematuur → prematur. en. ―bukan‖.(―di atas‖. ―menyimpang dari‖. ―terpisah‖. amb. Contoh: hominoid. ―keduanya‖) ana-. an. -isme (Belanda) → -isme.(―sendiri‖. ant. ―tanpa‖)[3] am-.(―dalam‖.(―melalui‖. ―di dalam‖) endo. ―bertindak sendiri‖)[5] bi.(―tidak‖. ―ke dalam‖) iso.(―dari‖. in.(―sesudah‖.(―tunggal‖.(―dua kali‖. -tion → -si -sy → -si -ter. ab-. ―mengandung satu‖)[9] . -ure. ―sesudah‖) hemi. ―setengah‖) hemo. -oid. universiteit → universitas. modernisme → modernisme. -ous ditanggalkan -sion. -ical → -is. Contoh: dialogue → dialog. -teit → -tas [2]. an. -loog (Belanda) → -log. ―di dalam‖) inter.(―antara‖. ―berhubungan dengan‖) aut-. ―di dalam‖. ―berada‖) im-. -ist → -is. ―dua‖)[6] de. -uur → -ur.(―bertentangan dengan‖) apo. ―mengandung dua …‖) dia. Contoh: optimistisch.(―lepas‖. -tre → -ter -ty. optimistical → optimistis -ism.(―darah‖) hepta. Contoh: egoist → egois.(―ke atas‖.(―pada kedua sisi‖. Contoh: premature.(―sebelum‖. analogie → analogi. ―berubah‖.(―tujuh‖. Contoh: epiloog → epilog.(―lain‖. ―terbalik‖) ante.(―sama‖) meta. auto. ―tidak‖) em-. Contoh: trottoir → trotoar.(―dalam‖.(―separuh‖.(―di dalam‖) epi. ―menjauhkan dari‖) a-. hominoide → hominoid. abs. -ite → -it -ity → -itas -logue → -log. ―melintas‖) dis. ―di bawah‖.(―bawah‖. ―saling‖)[8] intro. Penyesuaian awalan Tanpa perubahan a-. ―mengandung tujuh‖) [7] hetero. ―mengurangi‖) di. ―depan‖) [4] anti-. -ic → -ik.

sur. ―sesuai dengan‖) co-. ―mengalihkan‖) tri.→ hipo.(―banyak‖.(―ke‖.(―menentang‖.→ ko-. ―di muka‖)[11] pro.pan-.→ kontra. ―agak‖. ak.(―tiga‖) ultra. ―jarak‖) trans. Contoh: antibiotics → pratirasa auto. Contoh: prehistory → prasejarah .(―lima‖. Contoh: purnawirawan pre.(―dengan‖. inter-.→ pasca-. ―mengandung enam‖) hyper. ―berdekatan dengan‖.(―palsu‖) re.(―ke belakang‖. kon. ―lewat‖. pseud. ―super‖) hypo. ―dekat‖. eks.(―jauh‖. Contoh: asymetric → tak simetri ante.→ ekso-. ―mengandung lima‖)[10] peri. ―berlawanan‖) ec-. ―terletak di belakang‖) semi.(―lebih dari‖.(―seolah-olah‖. ―di depan‖) proto. ac. con. ―melingkupi‖) pre-(―sebelum‖.→ antar-. eco.(―separuhnya‖. ―hampir‖) super-. eko. pant-.→ prati-. Contoh: international → antarbangsa mal. kom-.→ pra-. Contoh: postgraduate → pascasarjana → purna-.(―melebihi‖. ―mula-mula‖) pseudo-.(―enam‖. com-. ―sedikit banyak‖) sub-[13](―bawah‖.(―lingkungan hidup‖) ex.(―unggul‖.(―bawah‖.(―bawah‖. Contoh: malnutrition → malagizi. Contoh: antedate → purbatanggal anti. malnutrisi post.→ eks. ―erat berhubungan dengan‖.→ awa-.→ swa-. mala-. ―keseluruhan‖) para.→ dwi-. Contoh: autobiography → swariwayat de. ―melebihi‖) tele.(―di atas‖.(―lagi‖. ―hampir‖) penta. ex. ―melewati‖. ―bersama-sama‖. ―kembali‖)[12] retro.→ tak-. ―di bawah‖) poly.→ poli.→ kuasi. ―berada di atas‖) supra.→ sin.(―sebelum‖. ―melekat pada‖) cata.(―di luar‖) extra. ―lewat‖.→ kata. ―sebelumnya‖. Contoh: bilingual → dwibahasa inter. ―berhubungan dengan‖) contra. ―pada waktu‖) Penyerapan dengan penerjemahan a. ―bersama-sama‖.→ ad-. ―berkelebihan‖) quasi. ―kira-kira‖) syn.→ heksa.(―di samping‖.(―sekeliling‖. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan bi.→ hiper.→ ek-.(―satu‖.(―pertama‖.→ ekstra. ―mengeluarkan‖) exo-.(―ke/di seberang‖.→ mal-.(―dengan‖.→ purba-.(―di luar‖) hexa.(―sebelah luar‖. bi-. ―di bawah‖. ―super‖) uni. ―tunggal‖) [sunting] Dengan perubahan ad-. panto (―semua‖.

mala-. antarbagian (interseksi) 9 sering diterjemahkan dengan awalan eka-. Contoh: purbatanggal (antedate) 5 sering diterjemahkan dengan awalan swa-. colourless → awawarna. Contoh: non-Indonesia. praduga 12 sering diterjemahkan dengan awalan ulang-. Contoh: dwiwarna. Contoh: pratayang. pascasarjana. Contoh: jelly-like → liragar -less → nir-. 3 sering diterjemahkan dengan awalan tak-. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas).re. Apabila tidak ada. Contoh: saptamarga 8 sering diterjemahkan dengan awalan antar-. anakbenua Penamaan artikel Nama-nama geografis Coba berikan padanan nama-nama geografis dalam bahasa Indonesia dari tempat-tempat di luar negeri apabila ada. Contoh: pancasila 11 sering diterjemahkan dengan awalan pra-. tanwarna Aturan penyerapan imbuhan 1. awa-. 3. . Contoh: edible → laik-santap -like → lir-. Singapura dan bukan Singapore (bahasa Inggris). bak-. Kadangkala fonem /a/ pada posisi akhir terbuka dieja sesuka hati sebagai [o] atau [a]. Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. Disambung jika menggunakan kata dasar. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. Contoh: Nama-nama tempat asing Antwerpen dan bukan Antwerp (bahasa Inggris). Khusus mengenai nama-nama geografis di Jawa. Contoh: anakjenis. Wina dan bukan Wien (bahasa Jerman) apalagi Vienna (bahasa Inggris). namun tentu saja nama Inggris bisa disebut di dalam artikel. hindarkan pemberian nama dalam bahasa Inggris. Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. tolong berikan nama tersebut dalam bahasa setempat. Perancis dan bukan Prancis (berdasarkan kesepakatan). Contoh: pra pemilu. Catatan kaki 1 Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś 2 Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain. tan-. Yerusalem dan bukan Jerusalem (bahasa Inggris). dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). Contoh: antarnegara (internasional). ejaan resmi dalam bahasa Indonesia dipakai. Contoh: dwibahasa (bilingual) 7 sering diterjemahkan dengan awalan sapta-. 4. Tetapi jika bahasa setempat tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Contoh: swadidik (autodidak) 6 sering diterjemahkan dengan awalan dwi-. meski ini sering tidak konsisten dan konsekuen. anti-Israel. Contoh: ekatuhan (monoteis) 10 sering diterjemahkan dengan awalan panca-. Moskwa dan bukan Moscow (bahasa Inggris). 2. Contoh: seedless → nirbiji. nama dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. prasangka. Nama dalam bahasa Inggris bisa pula dipakai sebagai nama halaman redireksi. Contoh: recalculate → hitung ulang -ble → laik-. Contoh: takpadan (asimetri) 4 sering diterjemahkan dengan awalan purba-. Contoh: ulangsusun.→ -ulang. ulangbuat 13 sering diterjemahkan dengan awalan anak-.

Tasikmalaya bukan Kecamatan Ciawi karena nama kecamatan yang sama bisa terdapat di kabupaten yang lain. ejaan dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. Namun apabila bahasa asli tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Kalimantan tidak memakai awalan pulau karena lebih populer) Untuk nama-nama tempat di Indonesia yang memiliki banyak kegunaan. Sulawesi. atau tanggal kelahiran tokoh tidak tersedia. tj untuk c. Nama-nama tokoh sebaiknya ditulis secara lengkap berikut nama depan dan nama belakang. Sungai. Nama-nama tokoh Nama-nama tokoh dalam bahasa Indonesia. Air terjun. Danau. dan j untuk y). meski ejaan terakhir ini kadangkala secara fonetis lebih tepat. Pulau. Untuk kabupaten dan kota di Indonesia. Untuk nama-nama tokoh Tionghoa gunakan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. dj untuk j. nama kecamatan. kecuali tokoh tidak memiliki nama depan secara resmi atau nama merupakan nama julukan. gunakan Ejaan Republik (gunakan tj untuk c. Purwokerto dan bukan Purwakerta di Jawa Tengah. Kelurahan/desa. ―Sungai Mahakam‖ dan sebagainya. Nama-nama tempat yang sering dipakai di Indonesia Kabupaten dan Kota. Baiturrahman. Ini berlaku walaupun nama tersebut hanya memiliki satu kegunaan. dieja sesuai ejaan asli meskipun bertentangan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Contoh: Aristoteles dan bukan Aristotle. Contohnya: ―Blitar‖ karena memiliki banyak arti.Nama-nama tempat di Jawa Surabaya dan bukan Suroboyo. Tanjung. Baiturrahman. penamaan artikelnya memakai format ―Kabupaten AA‖ dan ―Kota AA‖. jadi bukan ―Aceh Besar‖ dan ―Lhokseumawe‖. gunakan Ejaan Van Ophuijsen (gunakan oe untuk u. Contohnya: Pulau Simeulue dan bukan Simeulue. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Untuk nama kecamatan menggunakan pola ―nama kecamatan. Kelahiran antara 1947 dan sebelum 1972. Surakarta atau Solo. Kelahiran pada dan setelah 1972. Nama-nama tokoh asing juga sesuai ejaan dalam bahasa aslinya. Suku. nama kabupaten atau kota‖ seperti Seutui. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Wonogiri dan bukan Wanagiri. Selat. Apabila tidak ada coba gunakan ejaan Pinyin dan hindari ejaan Inggris berdasarkan Wade-Giles. (terkecuali untuk Jawa. Hindarkan penggunaan nama-nama Latin atau Yunani dengan ejaan bahasa Inggris. Teluk. Banda Aceh dan bukan Seutui atau Kelurahan Seutui atau Seutui. Mengikuti pola ―Pulau AA‖. dj untuk j. Bill Clinton dan bukan William Jefferson Clinton . Untuk nama kelurahan menggunakan pola ―nama kelurahan. Kecamatan. Pulau. Bogor dan Ciawi. hindarkan penggunaan ejaan bahasa Inggris. Pedoman penggunaan ejaan untuk nama tokoh Indonesia adalah sebagai berikut: Kelahiran sebelum tahun 1947. nama kabupaten atau kota‖ seperti Ciawi. Sumatra. contoh: Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. maka artikel dengan nama itu menjadi halaman disambiguasi. dan j untuk y). Jika ragu. maka artikel ―Blitar‖ menjadi halaman disambiguasi yang mengandung pranala ke Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Purwakarta dan bukan Purwokarto di Jawa Barat. atau Sala dan bukan Surokarto. Pada contoh diatas Aceh Besar diberi nama Kabupaten Aceh Besar walaupaun tidak ada Kota Aceh Besar.

S.O.S.A. Jusuf Kalla Beberapa gelar lainnya yang juga harus dihindari antara lain: GPH (Gusti Pangeran Haryo).O. Jeanne d‘Arc dan bukan Joan of Arc. Mao Zedong dan bukan Mao Tse-tung. Soekarno dan bukan Sukarno. (lihat gelar kebangsawanan).Boris Yeltsin dan bukan Yeltsin. H. Cokroaminoto. Ptolemeus dan bukan Ptolemy.) . (E. Kong Hu Cu dan bukan Kung Fu-tse Lenin bisa dipergunakan seiring dengan Vladimir Lenin. Contoh: Hamengkubuwono IX dan bukan Sultan Hamengkubuwono IX atau Sri Hamengkubuwono IX Kartini dan bukan R.T. Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau Raden Ajoe Kartini Jusuf Kalla dan bukan Drs. Penggunaan gelar Gelar-gelar kebangsawanan dan akademis jangan dipakai sebagai judul artikel meskipun harus disebut dalam artikel sendiri. GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dan lain-lain. Tjokroaminoto dan bukan H. KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo). Soeharto dan bukan Suharto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful