http://avina.blog.fisip.uns.ac.

id/2011/02/26/materi-mata-kuliah-bahasa-indonesia/

http://bahasakita.com/2011/05/10/kata-frasa-klausa-dan-kalimat/

Kata, frasa, klausa, dan kalimat
Keempat istilah yang menjadi judul tulisan ini sering membingungkan orang yang belum sempat mempelajari linguistik: termasuk saya. Definisi yang diperoleh pada KBBI seperti yang tercantum di bawah ini pun tidak menolong menyembuhkan kebingungan tersebut. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.  Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Jadi apa bedanya?    Dari definisi yang diberikan, terlihat bahwa urutan satuan tersebut, dari yang terkecil sampai yang terbesar, adalah (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat. Agar lebih jelas, ada baiknya kita bedah suatu contoh seperti di bawah ini.

Pejabat itu pernah mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dalam perdamaian dunia.
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah satu kalimatyang relatif berdiri sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan yang dipisahkan olehspasi. Klausa dikenali dari bagian yang memiliki subjek dan predikat serta memiliki potensi menjadi kalimat. Kalimat itu memiliki 2 klausa yang dihubungkan dengan kata bahwa, yaitu (1) pejabat itu pernah mengatakan dan (2)Indonesia dapat berperan dalam perdamaian dunia. Menguraikan frasa sedikit lebih sulit. Frasa paling sedikit harus terdiri dari dua kata dan tidak memiliki subjek-predikat. Kalimat tersebut memiliki 4 frasa: (1) pejabat itu, (2) pernah mengatakan, (3) dapat berperan aktif, (4)perdamaian dunia. Kata bahwa, Indonesia, dan dalam tidak dimasukkan dalam frasa karena memiliki fungsi sendiri dalam bentuk tunggal. Mudah-mudahan saya tidak salah dalam menjabarkannya. Maklum, tulisan ini dibuat dalam upaya untuk belajar juga.

http://studentdedhy.blogspot.com/2012/04/contoh-makalah-macam-macam-kalimat.html

Bahasa Indonesia
Pembahasan : macam macam kaliamat
Dosen Pembimbing :

Nama nama kelompok

: Dedy junianto Sitanggang Redy Anto Simbolon Timbul Simbolon Endro Situmorang Robby Josua Marbun Erwin Silitonga

Jurusan

: Akutansi

Universitas Advent Indonesia Tahun 2012

Kata Pengantar

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada kelompok kami sebagai penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang sedang anda baca ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Dan kami tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang telah meluangkan waktu baik diwaktu jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran untuk membimbing kami dalam menyelesaikan karya tulis ini, dan tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih orang tua dari anggota kelompok kami yang telah memberikan dorongan kepada kami, dan kepada teman teman kami Darwin Sinaga, Adil Ganda padang kami mengucapkan terimakasih dan yang terakhir kepada anggota kelompok kami antara lain, Dedy Sitanggang, Redy Anto Simmbolon, Endro Situmorang, Erwin Sihotanga, Timbul Simbolon dan Robby Marbun. Harapan kami dalam membuat Makalah ini semoga Tuhan Yang Maha esa memberkahi makalah ini dan dapat benar benar bermanfaat bagi kelompok kami terutama pembaca. Bandung : Universitas Advent Indonesia,2012

...................................................Berdasarkan Pengucapannya............................................................. 7 8)........................................................................................................................................................................................Berdasarkan Diathesis.................. 10 Bab I Pendahuluan Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas............................................................................................................................................. 4 1).....Berdasarkan Nilai Informasinya........................................................................... 6 7).... Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis...........Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya.......................................................................................................................................... 3 Bab II...................................... Kedua bentuk itu.................................... 9 Kesimpulan........ tidak dapat mengungkapkan suatu .. 3 Pendahuluan ................................................................................ 5 5)................Berdasarkan Pola-pola Dasar yang dimilikinya............... 5 3)...............Daftar Isi Halaman Kata Pengantar................................................................................................ 1 Daftar Isi.................................. 9 Daftar Pustaka........ 4 2)........................................................................................ 2 Bab ........ 6 6)....... tidak tahu)......................................................................Berdasarkan Jumlah inti Membentuknya.......Berdasarkan Urutan Katany................................. 5 4)..................................... kata dan frasa.............................................................. 8 Bab III...............................................................................................................Berdasarkan Jumlaah Kontur yang ada di dalamnya....................

dalam wujud lisan atau tulisan. Berdasarkan pernyataan di atas. “ Kalimat adalah kontruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola yang tertentu. Untuk dapat berkalimat dengan baik. Diksi Insan Mulia. dan dapat berdiri sendiri sebagai satu satuan (Kridalaksana. http://yantysa. pada predikat. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek. kalimat hanya dan harus terdiri atas subjek dan predikat. sedangkan kalimat luas biasanya terdiri atas dua klausa atau lebih. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya Bab III Kesimpulan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. 1984 : 83).wordpress.Panjang atau pendek. tanda tanya.maksud dengan jelas. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik. dengan kata lain klausa sebagai bagian dari kalimat. perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. 2002: 58). kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi. Kalimat dapat terdiri atas satu klausa jika kalimat itu merupakan kalimat tunggal yang berklausa. kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa klausa merupakan salah satu unsur segmental pembentuk kalimat.com/2008/05/09/macam-macam-kalimat/ . Daftar Pustaka Finoza. atau tanda seru. baik lisan maupun tertulis harus memiliki S dan P (Srifin dan Tasai. Komposisi Bahasa Indonesia. Lamuddin. Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. atau pada keduanya (Wijayamartaya. 1991: 9).

Juminten pergi ke pasar. Contoh: 1. lantas Contoh: 1.maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali. Norif berangkat ke bengkel. Pekerjaannya hanya makan. Kalimat Majemuk Setara 2. (kalimat tunggal 1) . lalu. (kalimat tunggal 1) 2. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam.1. Kalimat Majemuk Campuran [sunting]Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Kalimat Majemuk Bertingkat 4. yakni: Konjungsi Jenis penggabungan dan penguatan/Penegasan bahkan pemilihan atau berlawanan di lanjutkan pada sebuah kalimat majemuk yang kedua (sedangkan) urutan waktu kemudian. (kalimat tunggal 2)   Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel. predikat atau objeknya sama. (kalimat majemuk) Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. (kalimat majemuk) [sunting]Kalimat majemuk rapatan Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek. Kalimat Majemuk Rapatan 3.

andaikata. (induk kalimat) 2. dan merokok. tanpa seperti. kendati(pun). ayah mencuci motor. manakala. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat. tidur. sehingga dengan. (kalimat tunggal 2) 3. (kalimat majemuk bertingkat cara 2) sebab. (kalimat majemuk bertingkat cara 1) Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. alih-alih bahwa padahal [sunting]Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. . (kalimat tunggal 3)  Pekerjaannya hanya makan. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. biar perlawanan (konsesif) walaupun. kalau. yakni: Jenis Konjungsi JOTANNN syarat tujuan jika. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. oleh karena maka. bagaikan. Pekerjaannya hanya merokok. (kalimat majemuk rapatan) [sunting]Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). biarpun penyebaban pengakibatan cara alat perbandingan penjelasan kenyataan Contoh: 1. supaya. Pekerjaannya hanya tidur. tanpa dengan. karena. kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)   Ketika matahari berada di ufuk timur.2. Ketika matahari berada di ufuk timur. Kemarin ayah mencuci motor. asal(kan) agar.

. Secara tertulis. (kalimat tunggal 1) 2. 2. Contoh : Aku harus memngerjakan PR. kemudian subjek dan predikat dirapatkan.wikibooks. Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber. kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai. (pasif) Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.diganti dengan di-. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. Contoh : Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar. kalimat diiringi dengan nada bicara. Jika subjek kalimat aktif berupa kata ganti maka awalan me. ketika aku datang ke rumahnya.Contoh: 1. (pasif) 4. Secara lisan. Contoh : Bapak memancing ikan. Toni bermain dengan Kevin. Contoh : Nina menulis surat untuk nenek. JENIS-JENIS KALIMAT Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan.. Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. 3. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita. induk kalimat) 3. Contoh : Surat untuk nenek ditulis oleh Nina. kamu harus belajar !” Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat Jenis-jenis Kalimat Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud.. . Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan. 4. Macam-macam kalimat berita : 1. (kalimat tunggal 2. (kalimat majemuk campuran) http://id. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. (aktif) PR harus kukerjakan. Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat. dan Rina membaca buku di kamar. 2. Awalan me. jeda dan intonasi. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. Rina membaca buku di kamar kemarin. jangan bermain-main saja. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-. 3.” ) Contoh : Ibu berkata.pada predikat dihapus. “Anis. Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1. Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi. Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)  Toni bermain dengan Kevin. Ketika aku datang ke rumahnya.

Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). Contoh : Saya siswa kelas VI. 2. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶). Ciri-ciri : 1.Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Adik bernyanyi dengan sangat merdu. ensiklopedia bebas Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos. Macam-macam kalimat perintah : 1. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting. silahkan. tolong. ditandai dengan partikel lah. Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat. http://id. Secara lisan. kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. maupun keterangan waktu. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. 4. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2. Contoh : Adik bernyanyi. ditandai dengan kata mohon. ditandai dengan penggunaan kata jangan. 3. Contoh : Apakah kamu sakit ? Siapa yang membeli buku ini ? Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki syarat : 1. 2. Contoh Jangan membuang sampah sembarangan ! 3. Dalam bentuk lisan. Kalimat perintah biasa. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan. Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal : 1. kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka. Contoh : Gantilah bajumu ! 2. keterangan cara. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.org/wiki/Paragraf Paragraf Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi. Terkadang baris pertama dimasukkan. . Kalimat ajakan.wikipedia. Kalimat larangan.

tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir.Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran. Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Daftar isi [sembunyikan]      1 Memasukkan 2 Paragraf gantung 3 Detil 4 Kerangka paragraf 5 Macam-macam paragraf o o     5. paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti. dapat mendatangkan sebuahasterisk. contohnya. tiga asterisk. atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalamanhalaman. Dalam fiksi prosa. Ketika dialog dikutip dalam fiksi. sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok").2 Berdasarkan letak kalimat utamanya 6 Paragraf dalam HTML 7 Lihat pula 8 Rujukan 9 Pranala luar [sunting]Memasukkan Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi). . khususnya ketika terjadi pada page break. atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme. [sunting]Paragraf gantung Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan. Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. sebuah dingbat istimewa. Spasi tambahan ini.1 Berdasarkan jenisnya 5. dengan baris kosong antara paragraf. Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. gagasan.

Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. He copies life with so much fidelity that he can be hardly said to invent. Ciri-cirinya: ada kejadian. atau merasa objek yang digambarkan itu. he must be allowed to stand perhaps the first of the first rank. Anak itu pun memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang. Contoh: Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya." nor raises merriment or wonder by the violation of truth. Ia semakin terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming. Sedikit susah payah dia membuka pintu itu. bahwa Joseph Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. bagaikan seekor singa yang siap menerkam. is peculiar to himself. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets karya Dr. . kalimat pertama adalah ide pokok. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. atau tempat. Raut muka lelaki itu semakin menyeramkan. sebuah "detail" adalah sebagian kecil informasi di dalam paragraf.Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan. ada palaku. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau menjelaskan ide pokok. His humour. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu.  Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat. is so happily diffused as to give the grace of novelty to domestic scenes and daily occurrences. Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. Samuel Johnson. His figures neither divert by distortion nor amaze by aggravation.[sunting]Detil Dalam sastra. Kalimat berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara yang spesifik. as Steele observes. Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama. As a describer of life and manners. Contoh: Perempuan itu tinggi semampai.[rujukan?] [sunting]Kerangka    paragraf Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf. that it is difficult to suppose them not merely the product of imagination. [sunting]Macam-macam paragraf Paragraf dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya [sunting]Berdasarkan  jenisnya Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. dan ada waktu kejadian. benda. mendengar. yet his exhibitions have an air so much original. which. He never "o'ersteps the modesty of nature.

 Persuasi adalah paragraf yang mengajak. Para peserta sudah menyepakati hal itu. hingga ekonomi. hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui perspektif agama. teknik. dan Malaysia. atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya. aduan. Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu. Singapura. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis. Contoh: Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah mendarah daging di pesantren. yaitu generalisasi.  Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya. Di dalamnya. Contoh: . Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan. analogi. atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama. Contoh: Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur. [sunting]Berdasarkan  letak kalimat utamanya Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Selama ini. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. ♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Mereka bisa maju karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan atas laporan. Akan tetapi. Sebab. dan kausalitas. sebagaimana yang dilakukan negaranegara maju seperti Jepang. pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house.  Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Contoh: Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. kiat. dan sebagainya. Ciri-cirinya: ada informasi. membujuk. rinci. dibahas persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah. membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan. Padahal. Contoh: Kemauannya sulit untuk diikuti. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. bahkan terkait dengan "meta penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan. Membentuk karakter manusia memang membutuhkan pengorbanan. sosial. dan terukur. budaya. domain tersebut menyangkut hal yang sangat rumit.

seperti halnya mesin. Manusia yang menciptakan mesin. 3. Dalam paragraf di atas. Ada tiga pola hubungan kausalitas. yaitu manusia. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Toto. kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. Toto. penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. Alex. 4. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Maman. Pemerolehan nilai Ali. Oleh karena itu. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis. dan anak-anak lainnya. dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. 2. Pasti demikian pula dengan Tuhan.Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa. dan sebab-akibat 1 akibat 2. dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya. boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang. ♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan faktafakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. Maman. jika hujan-hujanan. Matahari. sangat sayang akan ciptaannya. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Burhan. yaitu sebab-akibat. dan Burhan. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. Polanya adalah A mengakibatkan B. ternyata Ali. tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. mendapat nilai delapan. Alex.   Sebab-Akibat Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab. beredar dengan teratur. yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. bulan. Yang menjadi penjelasannya di atas adalah: 1. yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan. akibatsebab. bumi. mencakup Ali. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. Toto. Alex. kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang. Burhan. Contoh: Alam semesta berjalan dengan sangat teratur. Mesin rumit itu ada penciptanya. Misalnya. Contoh: . Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. ♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Mesin saja ada penciptanya.

Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. Hari ini pun tidak. Karena itu. kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Jika biaya angkutan naik. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Oleh karena itu. harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan. tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini. solar. baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Oleh karena itu. pasti Badu itu sedang sakit. Minyak tanah. kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. Contoh: Mulai tanggal 17 Januari 2002. Dengan demikian. . Karena harga bahan bakar naik. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. dan industri. Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab. premium. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi. sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Contoh: Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Produksi nasional pun meningkat. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. perdagangan. Contoh: Kemarin Badu tidak masuk kantor. harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan.Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. dan lain-lain dinaikkan harganya.  Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.   Sebab-Akibat-1 Akibat-2 Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini.   Akibat-Sebab Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Pertanian.

dan tag penutup </p> menandakan akhir paragraf.  (Inggris) Paragraf dalam HTML 3 dari situs web World Wide Web Consortium (W3C). Laurie E. New York: Houghton Mifflin. 4th ed.tag pembuka <p> menandakan awal paragraf. EBook. sebagaimana penjelajah secara otomatis memulai paragraf lain di tag <p> berikutnya. Lawrenceville. Savage. 2000. NJ: Peterson's. Project Gutenberg. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu.. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. [sunting]Paragraf dalam HTML Di XHTML. ISBN 0-7645-6184-7 (10). . Dari sampah. [sunting]Lihat   pula Blok pernyataan Pilcrow [sunting]Rujukan   The American Heritage Dictionary of the English Language. 2000. Contoh: Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. atau elemen blok berikutnya. Lives of the Poets: Addison. kamus gratis. etc. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar.  Rozakis. November 2003. ISBN 978-0-7645-6184-9 (13). Johnson. Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. [sunting]Pranala luar Lihat paragraph di Wiktionary. Tag akhir bersifat opsional untukHTML. elemen p menandakan blok teks sebagai paragraf. Harganya murah-murah. #4673. lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Samuel. Master the AP English Language and Composition Test.

ibu kota. Contoh: duta besar. keluar. termasuk istilah khusus. daripada. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. 1. Kata ganti (kau-. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. -nya) ditulis serangkai. satu kali pun. unsur gabungan ditulis serangkai. 4.com/2009/12/macam-macam-morfem. Partikel 1. termasuk istilah khusus. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi. buku-buku).http://mnovrianto. kupu-kupu). Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. sepak bola. Partikel -pun ditulis terpisah. Contoh: per 1 . Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. bagaimanapun. dari Surabaya. 7. siapakah. 8. 5. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. ku-. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba. sayur mayur). garis bawahi 3. dan -tah ditulis serangkai. Gabungan kata. dilipatgandakan. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. 2. gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: apa pun. Contoh: bergeletar. ke tengah. 4. sisipan. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. dll. Kata depan atau preposisi (di [1]. kemari. Contoh: alat pandang-dengar. ditulis terpisah. -mu. 3. Partikel per. Imbuhan (awalan. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. "demi". bukumu. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Artikel si dan sang ditulis terpisah.blogspot. dikelola 2. anak-istri saya. Contoh: di dalam. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. -ku. mancanegara. Contoh: adipati. 3. pedoman ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua dengan beberapa tambahan sesuai dengan konsensus yang telah pernah didiskusikan di antara para kontributor Wikipedia. Gabungan kata. 2. miliknya. Contoh: non-Indonesia. 6. kauambil. orang tua. 2. diselipkan tanda hubung. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. jamak (anak-anak. Secara umum. Partikel -lah. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. dan "tiap" ditulis terpisah. Contoh: bacalah. dll.html macam-macam morfem Pedoman ejaan dan penulisan kata Halaman ini memuat panduan ringkas mengenai ejaan dan penulisan kata yang dianjurkan di Wikipedia bahasa Indonesia. apatah. maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang. Gabungan kata atau kata majemuk 1. dari) ditulis terpisah. Contoh: kumiliki. Contoh: bertepuk tangan.yang berarti "mulai". 5. 3. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. ke. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. -kah.

per-. Imbuhan gabungan. jika huruf pertama kata dasar adalah b. per-an dan per-i 9. 4. ber-. atau t*. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing). 5. -lah. n. me.+ klarifikasi → mengklarifikasi.+ datang → mendatang. me. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal. Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1.+ sapu → menyapu*. me. ke-.-em-. Contoh: me. -i.+ kira → mengira. Contoh: me.→ men-. -an.+ vonis → memvonis. Contoh: me. Angka dan bilangan. 3.+ tipu → menipu. me. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. 1. ter-kan dan ter-i 3. -el-. diper-kan dan diper-i 4. 3. Singkatan dan akronim. ber-an dan ber-i 2. jika kata dasar hanya satu suku kata. atau w.April. dan se2. me. -wan.→ meny-. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran. Sisipan: -in-. 9. me. Imbuhan sederhana. me. jika huruf pertama adalah s*. 1. Awalan mePembentukan dengan awalan me. dan -ita. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara . me. 10. di-. Imbuhan spesifik.→ mem-. dan -nya 2.+ tik → mengetik. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut. dan -er-. 2. di-kan dan di-i 3. me. atau v.+ gotong → menggotong.+ bom → mengebom. j.+ sapu → menyapu. g.→ menge-. Contoh: me+ kikis → mengikis*. memper-kan dan memper-i 7. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal.+ hias → menghias. me. m. tetap. Contoh: me.+ pukul → memukul*. Contoh: me. 2. pe-. me.+ fasilitas + i → memfasilitasi. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran. 1. Contoh: me. ke-an dan ke-i 5. f.memiliki aturan sebagai berikut: 1. me-kan dan me-i 6.+ luluh → meluluh. Contoh: me. jika huruf pertama kata dasar adalah c. 2. jika huruf pertama kata dasar adalah l. p*. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1.→ meng-. r. ter-. d. pe-an dan pe-i 8. q. Awalan: me-.+ baca → membaca. me. me. Akhiran: -man. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan.+ makan → memakan.+ tiup → meniup*. me. Kata turunan Secara umum. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka.+ klik → mengeklik. per helai. Akhiran: -kan. 6. me. se-nya 10. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim. me. h. k*. -wati.

HINDARI PENGGUNAAN BENTUK "DI MANA".. yaitu: 1. Mayat dan mati • mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. • Usul perbaikan: . meninggal. atau tewas (tergantung konteks). Penggunaan "di mana" sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: . Gunakan kata jasad atau jenazah... apalagi "dimana". "whom". Contoh: me. ber. Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan.[sic] . "which". (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who". Pada dasarnya. ber. dengan mana"..sempurna. • mayat: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Gunakan kata wafat. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran.Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris).+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. Tionghoa (bahasa dan orang). termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika." pada artikel yang belum lengkap. atau "where") atau variasinya ("dalam mana".+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2. Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik: {{stub}} atau {{rintisan}} di bagian akhir artikel.. . Pranala ke situs luar Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti "Untuk informasi lebih lanjut. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. gugur. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. Penggunaan "di mana" sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. Dengan demikian.. . kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan . silakan mengunjungi situs ini. kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan .. apalagi bunyi ujaran China . Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. dan sebagainya)..+ konversi → mengkonversi.

Kata penghubung "sedangkan" Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata "sedangkan". dalam pilgub Banten kali ini ada 6. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. • Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja . bumiputra 13. adakalanya 3. barangkali 8.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Contoh: Dari harian Jawa Pos: "Sebelumnya disebutkan. alhamdulillah 5. kasatmata . halalbihalal 18. daripada 14. kacamata 20.. "Sedangkan" adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama.208." Gabungan kata yang ditulis serangkai 1. .849. dalam pilgub Banten kali ini. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice . Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. darmasiswa 16. "atau".951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. sama seperti "dan".849. belasungkawa 12. dukacita 17.. 6. bagaimana 7. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L..849. hulubalang 19. darmabakti 15. Di sini tampak bahwa "apabila" menggantikan posisi "di mana" (ditulis di kalimat asli sebagai "dimana")." Usulan perbaikan 2: "Sebelumnya disebutkan.. serta "sementara".951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). . Sementara itu.208. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. bismillah 10. jumlah total TPS se-Banten ada 12. acapkali 2.208. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). "Sedangkan" digunakan untuk mengawali kalimat. akhirulkalam 4. bilamana 9. astagfirullah 6.• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m)." Usulan perbaikan 1: "Sebelumnya disebutkan. beasiswa 11. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata "sementara itu".

sukacita 43. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. al Qur'an. sediakala 39. bukan apotiker) 7. aktifitas 3. padahal 30. ekstrem. bukan atlitik) 9. wasalam Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. al-Qur'an. paramasastra 31. anda 6. kepada 22. bis 10. apotik (ingat: apoteker. segitiga 40. mangkubumi 27. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. atlit (ingat: atletik. bus.21. 1. manasuka 26. Anda. azas 8. diagnosis. titimangsa 47. aktivitas. diagnosa 12. alquran. olahraga 29. esok 11. ekstrim 14. silaturahmi 42. asas. besok. matahari 28. sukarela 44. manakala 25. atlet. kilometer 24. peribahasa 32. hembus 15. sebagaimana 38. Ekstrakurikuler. sastramarga 35. sekalipun 41. apotek. Pebruari . saripati 37. aktif. Februari. saputangan 36. aktip 2. Al-Qur'an. Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4. radioaktif 34. ekstrakulikuler 13. embus. keratabasa 23. analisis. sukaria 45. puspawarna 33. analisa 5. syahbandar 46.

kenderaan 36.16. napas. negatif. pungkir (Ingat!) 50. kongkrit 39. loka karya 45. kosakata 40. maaf. istri. jadual 29. hierarki. ibu kota. himbau 24. kuitansi. kendaraan. kuno. frekuensi. Jum'at 31. menghipnosis (verba). paham. photo 18. November. kaca mata 32. kosa kata. objek. nakhoda. kacamata. kangker 33. ijazah. Katholik 35. orang tua. jenderal. gladi. prosen . mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 47. kwitansi 43. imbau. hipnotis (adjektiva) 21. persen. ibukota 22. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 55. komplit 38. nafas 52. konkret. Nopember 56. nakoda 51. ijin 28. jendral 30. indera. karir 34. indra 25. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 53. ijasah 23. hipnosis (nomina). kwalitas. isteri 27. jadwal. nahkoda. mazhab. kwantitas [2] 42. narasumber. kuna [3] 44. objektif. komoditi. faham 61. inderagiri 26. orangtua 60. ma'af 46. obyek 57. Jumat. komoditas [2] 37. foto. geladi 19. makhluk. metode. lokakarya. kanker. hirarki 20. frekwensi 17. metoda 49. mungkir. konkrit. Katolik. indragiri. kualitas. karier. kuantitas. olahraga. olah raga 59. nasihat. obyektif/p 58. izin. kwalitet [2] 41. komplet. mahzab 48. mahluk. nasehat 54.

tahta. Sumatera 91. syaraf 78. telepon. standar. permukiman. trampil 99. subjektif. pengrumahan. provinsi. segi tiga 82. Perancis [4] 68. takhta 95. realitas. tilpon 97. putra.62. hutang (Ingat: piutang. penglepasan 63. zaman. surga. sepak bola. risiko. sangsi (=ragu-ragu). terampil. jaman Catatan kaki 1. teoretis. salah) 77. tehnik 96. praktek (Ingat: praktikum. Sumatra. sintesis. saksama. Yogyakarta. sorga. teknik. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. pelihatan. pengecualian 64. selebriti 83. puteri 72. resiko 74. samudra. rubah (=serigala) -. sekuriti. selebritas. utang. segitiga. sintesa 86. baik untuk arti housing maupun PHK 66. silakan. sepakbola 84. subjek. pikir. standardisasi. teoritis (diserap dari: theoretical) 98. perumahan. Jogjakarta 103. tanda tangan. fikir 67. sekuritas [2] 81. realita 73. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya. standarisasi [5] 93. walikota. pelepasan. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) 79. propinsi 70. telefon. Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan.sepertinya kedua-duanya berlaku 100. wali kota 102. saraf. tel(f/p)on. penglihatan. silahkan (Ingat!) 85. syurga 88. putera 71. sekertaris 80. bukan pihutang) 101. subyektif/p 90. ubah (=mengganti). seksama (Ingat!) 75. bukan praktekum) 69. tandatangan 94. . praktik. standard 92. sarat (=penuh). subyek 89. Prancis. pemukiman 65. putri. sekretaris. sistim 87. samudera 76. sistem.

adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi. ^ Walaupun "Prancis" lebih dianjurkan. ^ Lihat bagian diskusi halaman ini 4. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas.2. ^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi. 3. Posted by no_free@westlife. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. Morfem Morfem. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan "Perancis" sesuai konsensus. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). 5. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas).com at 17:44 . Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah. seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi.

lauk-pauk Catatan: kata-kata berikut tidak termasuk kata ulang dalam bahasa Indonesia karena tidak sesuai dengan pengertian kata ulang itu sendiri. .edublogs.org/ KATA ULANG Kata Ulang Kata yang mengalami perulangan kata sebagian atau seluruhnya dan mengakibatkan makna yang berbada-beda. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar.U. Maka kata-kata berikut dinamakan Kata Ulang Semu. Macam-Macam Kata Ulang Kata ulang dibagi menjadi 4 macam. rumah-rumah 2. Kata Ulang Utuh (K. kura-kura c. pepohonan b. sayur-mayur b. yakni perulangan kata yang dialami oleh sebagian dari kata dasar. Contoh: a. dll. 2. Kata ulang yang menyatakan `banyak tidak menentu`. Kata Ulang Sebagian (K. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar namun mengalami perubahan fonem pada salah satu kata dasarnya. tiba-tiba b. Contoh: . Dwilingga). Kata ulang yang menyatakan `paling`.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. .U. di antaranya sebagai berikut. 1.http://basindo. Contoh: a. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Macam-macam makna atau nosi kata ulang. Kata Ulang Berimbuhan. Kata Ulang Salin Suara (K. yakni: 1. Contoh: . gerak-gerik Perubahan fonem konsonan a. Dwipurwa). mondar-mandir b. terdapat pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. Dwilingga Salin Suara). pura-pura d.Anak kelas IX orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif.Jambu merah Pak Alex besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. kejar-kejaran b. Kata ulang yang menyatakan `sangat`. lumba-lumba. 3.U.Di tempat kakek. yakni perulangan kata yang melibatkan morfem terikat (afiks) a. anak-anak b. Contoh: Perubahan fonem vokal a. Contoh: . Contoh: a. mobil-mobilan 4. tetangga 3.

Biarkan dia main hujan! Lama-lama dia akan bosan juga.Ricky main rumah-rumahan bersama Rexy seharian di halaman rumah. Contoh: . Contoh: .Setinggi-tingginya Agus naik pohon.Zambada dan Edowa mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. pasti dia akan turun juga. .Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! . 6. 9. 10.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. Kata ulang yang menyatakan `agak` (melemahkan arti). Kata ulang yang menyatakan `terus-menerus` Contoh: .Karena berjalan sangat jauh kaki Putra sakit-sakit semua.Lina selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Hany dapat termaafkan. Contoh: . Contoh: .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. 8. Kata ulang yang menyatakan `bertambah` atau `makin`. Kata ulang yang menyatakan `beberapa`. Kata ulang yang menyatakan `waktu` atau `masa`.Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. Contoh: .Jangan tergesa-gesa begitu dong. nanti jatuh! 11. 4. .. Ada apa ya? 12. nanti uang sakumu habis! 14. Kata ulang yang menyatakan `saling` atau `berbalasan`(resiprok).Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. . Nak. .Mas Agung berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. 13. . Kata ulang yang menyatakan `berusaha` atau `penyebab`. Kata ulang yang menyatakan `himpunan pada kata bilangan`. .Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. .Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. .Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit.Jangan beli makanan banyak-banyak. Kata ulang yang menyatakan `bersenang-senang` atau `santai` Contoh: . 5. Contoh: . 7. Kata ulang yang menyatakan `mirip` / `menyerupai` / `tiruan`. Contoh: . Contoh: .Marcel membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Mulyanto tadi pagi. Kata ulang yang menyatakan `sifat` atau `agak`. Contoh: . .Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.

aku engkau > saya. 4. 5. Pada kalimat langsung. Bentuk dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita. sedangkan pada kalimat tak langsung intonasi mendatar dan menurun. kalimat tanya. Bentuk dari kalimat tidak langsung hanya berupa kalimat berita. saya > dia. baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. supaya. kalimat tanya. ke berapa > jumlah. Pada kalimat langsung. untuk. 2. seperti bahwa. KALIMAT KALIMAT LANGSUNG adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain. 3. KALIMAT TAK LANGSUNG adalah kalimat yang melaporkan/memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain. intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dibandingkan yang tidak. kalimat perintah. tidak berkata tugas. Kalimat langsung bertanda kutip (―…‖) sedangkan kalimat tak langsung tidak bertanda kutip. dll. dan kalimat seru sedangkan pada kalimat tak langsung hanya berupa kalimat berita. sebab. aku aku. bilamana > waktu di mana. sedangkan pada kalimat tak langsung berkata tugas. urutan mana > pilihan bagaimana > cara jangan > untuk tidak -lah > untuk / supaya / agar (berupa kalimat berita) > bahwa MEI01 Karangan Uncategorized Tagged karangan1 Comment » KARANGAN .Dari tadi padi Filo kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. ke mana > tempat mengapa > sebab Berapa. ia -ku > -nya kita > mereka PENGGUNAAN KATA TUGAS PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung siapa > tentang nama / pelaku apa (-kah) > tentang sesuatu / benda Kapan..Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. kata ganti pada kalimat yang dikutip tidak mengalami perubahan. ataupun kalimat seru. PENGGUNAAN KATA GANTI (PRONOMINA) PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung kamu > saya. . sedangkan pada kalimat tak langsung kata ganti pada kalimat yang dikutip mengalami perubahan. Kalimat langsung berbentuk kalimat berita. kalimat perintah. PERBEDAAN KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG 1. Susunan kalimat langsung tetap.

(2) Eksposisi ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan. pendapat. pendapat. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak diselesaikannya. Contoh: ―Amin memang murid yang baik. mengembangkan.H. Namun demikian. Bahwa prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari temantemannya dapat dilihat dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah. Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Seandainya saja setiap anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah kualitas kesehatan dapat ditingkatkan. dan sikap yang diajukan. marilah kita mencoba untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan. atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh.Karangan adalah hasil tulisan yang mengungkapkan ide. persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya. Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca. Contoh: Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif. suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan. Karangan dibagi menjadi beberapa macam. Contoh: Lingkungan sekolah kami sangatlah nyaman.. yakni: (1) Deskripsi disebut juga lukisan. masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. Di sekitar halaman sekolah. terdapat berbagai jenis tanaman hias yang kami tanam sendiri. untuk tahap pertama. Pembangunan kantor di Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu. Contoh: Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu. (4) Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan. Dan.‖ (5) Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau menggambarkan suatu . tersedia pula lapangan olahraga yang sangat luas sehingga dapat membantu kami untuk meningkatkan keterampilan berolahraga dan mengekspresikan diri. Tak ayal lagi ia akan menjadi mahasiswa yang baik. perasaan. S. kejadian. atau keyakinan. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat. Dengan luas 1 ha. Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan. Oleh karena itu. direncanakan rampung 2 – 3 tahun mendatang. Dalam Argumentasi ini. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih awal dari temantemannya. atau menerangkan suatu gagasan. (3) Persuasi ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan. Inilah masalah yang sulit dipecahkan. Ada pula kantin yang bersih dan luas agar suasana istirahat kami dapat kami gunakan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kejenuhan. sikap. seta bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng. kini mulai dibangun di Palu. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat. Amur Muchasim. berbagai fasilitas sekolah tersedia demi kemajuan proses belajar kami. mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional. yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan. setelah tertunda dua tahun. diantaranya ialah tidak membuang sampah sembarangan. dengan biaya sekitar Rp 10 milyar.

3) Pendahuluan pada paparan memperkenalkan topik dan tujuan yang akan dipaparkan. dan yang isi serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. grafik. novel. dan dongeng. Sebaliknya karangan nonfiksi menyajikan peristiwa secara apa adanya atau secara objektif. dan lain-lain pada paparan untuk menjelaskan. Contoh: ―Beratus-ratus tahun Indonesia telah dijajah Belanda. 3) Sama-sama memerlukan analisis dan sintesis pada waktu mengupas sesuatu.kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis. statistik. statistik. jadi tercakup di dalamnya ialah roman.‖ Perbandingan karangan eksposisi dengan argumentasi a. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk memproklamirkan kemerdekaannya. pengertian persoalan. Sedang contoh karangan nonfiktif dapat kita kemukakan misalnya. legenda. Sedangkan pendahuluan atau pembuka pada argumentasi berisi latar belakang dan sejarah persoalan. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif. Perang Dunia II pecah.pengamatan dan penelitian . laporan. yang semuanya termasuk karangan ilmiah Yang dimaksud karangan ilmiah ialah karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan. Imajinasi tersebut sering pula didasarkan pada peristiwa seharihari sehingga ada kemungkinan dapat terjadi. 4) Penutup pada akhir paparan biasanya manegaskan lagi apa yang telah diuraikan sebelumnya. paper atau makalah. Ini tidak lama memang. kini Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia. karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom atom. tesis. Sedangkan pada akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya. gambar. dan sikap penulis benar. bahasa nonfiksi cenderung objektif dan denotatif. pada tangga 17 Agustus 1945. sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat. sera tujuan argumentasi. hikayat. cerpen. peta. sedang yang kedua dinamakan nonfiksi. dan Belanda di Indonesia kemudian ditaklukkan oleh Jepang. Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hata. sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. Persamaan: 1) Sama-sama menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis. atau gabungan dari keduanya. sistematika yang digunakan.daya khayal tidak digunakan b. Perbedaan: 1) Tujuan paparan hanya menjelaskan dan menerangkan. dan lain-lain. penelitian. skripsi. resensi. fabel. Sedangkan grafik. mite. novel. Sedangkan argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca. tambo. 2) Sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka.pengalaman . 4) Sama-sama menggali sumber ide melalui: .sikap dan keyakinan . statistik dan lain-lain pada argumentasi untuk membuktikan. Bahasa fiksi biasanya bersifat konotatif dan subjektif. cerpen. . atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu. kisah perjalanan. Yang pertama disebut fiksi. Termasuk karangan fiktif ialah roman. 2) Grafik. Biasanya karangan dibedakan atas karangan fiktif dan karangan faktual. keyakinan. dan hikayat. Fiksi umumnya hanya mengetengahkan hasil rekaan atau imajinasi atau khayal pengarang. Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual. desertasi.

artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya. dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan.) MEI01 . artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya (4) disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami. (6) Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor. atau penilaian sebuah buku. dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis. dan sebagainya. karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. digarap. Yang tergolong karangan ilmiah antara lain: (1) Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya. yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. dan . (8) Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim‘. diteliti. pengulasan. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor. (2) Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. atau diamati. atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. (5) Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi.T. sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak. (3) Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran. Syarat-syarat Karangan Ilmiah: (1) mengandung masalah serta pemecahannya (2) masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca (3) lengkap dan tuntas. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu. penyelidikan. jika dibandingkan dengan skripsi. observasi. seminar. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif. artinya keterangan yang dikemukakan didasarkan pada apa yang benarbenar ada atau sesuai dengan fakta (4) teruji. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat. maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mempunyai alasan yang dapat diterima akal (2) sistematis. (E. (5) bahasanya bersifat lugas atau denotatif. (9) Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan. simposium.Ciri-ciri Karangan Ilmiah: (1) logis. untuk dibacakan dalam rapat kerja. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan. dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian. yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan (3) objektif atau faktual. (4) Skripsi. (7) Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan. usulan.

d. Contoh kata: bergerigi (morfem bebasnya `gigi`). manca-. b. semacam.Kata ulang utuh berubah bunyi (dwilingga salin suara) Contoh kata: gerak-gerik. pra-. perlindungan. bergelembung (morfem bebasnya `gembung`). 3. tetamu. diper-. Permajemukan (Kata Majemuk)  Gabungan dua kata atau lebih yang berstatus sebagai kata yang berdiri sendiri sesuai dengan kata yang digabungkan. -wan. sesuatu.Kata ulang sebagian (dwipurwa) Contoh kata: lelaki. bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tetapi terdapat fonem (huruf) yang berubah. leluhur. Proses Imbuhan (Afiksasi)  Kata dasar (morfem bebas) yang dilekatkan dengan afiks (morfem terikat) sehingga membentuk makna kata yang baru. tembak-menembak. pe(N)-. afiks yang melekat di belakang morfem bebas. dll. ramah-tamah. c. egois. Proses Pengulangan Kata (Reduplikasi)  Kata dasar yang mengalami perulangan sehingga membentuk makna yang berbeda-beda.Sisipan (infiks) Macam-macam infiks: -el-. -logi. dll. cumi-cumi. -i.Kata ulang berimbuhan Contoh kata: bermain-main. Kata majemuk juga bisa disebut sebagai frasa. dll. ubur-ubur. yaitu: a. yaitu: a.Kata majemuk setara . pengarang.Kata Jadian Uncategorized Tagged jadianNo Comments » KATA JADIAN Kata Jadian adalah kata yang telah mengalami gramatikalisasi. yaitu: a. -man. afiks yang melekat di depan morfem bebas. antar-. yakni: 1. adi-. -kan. -is. dll. sirami. memiliki kedudukan kelas kata yang sama. rumah-rumahan.Kata ulang utuh (dwilingga) Contoh kata: rumah-rumah. Catatan: kata kura-kura. -wati. memper-. tiba-tiba.Akhiran (sufiks) Macam-macam sufiks: -an. tetangga. sedangkan kata `tani` adalah contoh morfem bebas. lumba-lumba. murid-murid. ambilkan. Gramatikalisasi dibagi menjadi 3 macam. dan lain-lain. -er-. mondar-mandir. dipukul. membaca. jenis kata ulang yang terjadi pada seluruh kata dasar. di-. Afiksasi dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis. Reduplikasi dibagi menjadi 4 jenis. dan lain-lain. -iah. per. atau kata lainnya yang menggunakan tanda hubung (-) dan memiliki makna oleh kata itu sendiri dinamakan kata ulang semu. pertanianContoh: per + tani + an Afiks `per-` dan `-an` adalah contoh morfem terikat. -sasi. Kata majemuk dibagi menjadi 3 jenis. bersalam-salaman. bentuk perulangannya mendapat imbuhan (afiks). anak-anak. lauk-pauk. dan -em-. b. se-. Contoh kata: bermain. me(N)-.Awalan (prefiks) Macam-macam prefiks: ber-. afiks yang melekat di antara morfem bebas. dll. 2. Dan jenis ini tidak masuk ke dalam jenis kata ulang karena definisi kata ulang semu tidak sama dengan kata ulang (reduplikasi) sesuai dengan KBBI. dll. seniman. bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata dasar. -if. alamiah. c. Contoh kata: mainan. karyawati. dll.

Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. Kata ulang yang menyatakan sangat.Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa. Contoh: . .Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin …. Contoh: . 2. 8. . hancur lebur.Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. keras kepala >> bukan kepalanya keras seperti batu melainkan egois. memiliki makna yang baru. pasti dia akan turun juga. . Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia. .Anak Kelas VIII orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. 4. Contoh: . delapan ekor. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan.Kata majemuk bertingkat (tak setara) Contoh kata: gadis belia. Contoh: . meja makan.Contoh kata: kursi tamu. majalah wanita. yaitu antara lain: 1. KB c. Contoh: . 5. . 3. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab. . . dll. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus. besar mulut >> bukan mulutnya besar melainkan suka membual (pembohong). Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu. siswa teladan. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia. 9. memiliki kedudukan kelas kata yang berbeda.Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam.Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga. KB KS KB KK KB KS K Bil.Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali.Jambu merah Pak Daden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang.Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa. 7. .Kata Idiomatis atau ungkapan Contoh kata: panjang tangan >> bukan tangannya panjang melainkan suka mencuri.Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah.Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah. 6. dll. Contoh: .Setinggi-tingginya Joni naik pohon. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan (resiprok). dan lain-lain. Kata ulang yang menyatakan paling. KB KB KK KK KB KB b. Contoh: .Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah.

Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya. 13.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. . Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. Ada apa ya? 12. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan beberapa. Istilah afiks termasuk prefiks. Contoh: . Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan). Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. Contoh: .Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. . sufiks dan konfiks. Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti). konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan). juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks).Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! .Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan. Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan. tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini. reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks.Contoh: .Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua. .Dari tadi Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. Contoh: .Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. 10. . satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi.Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai.Mas Tono berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. Contoh: . afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru. Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak. nanti perutmu meletus! 14. . Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan. kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin.Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan. 11. .Jangan beli makanan banyak-banyak. prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. Nak.

dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. di-. se-. Edisi Kedua – 1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-. meny-.kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan. atau permajemukan. peny-. per-. hasil perbuatan. tersufiks: -an. Juga dapat menunjukkan keadaan atau kondisi atribut tertentu. -kan. Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina. mem-. -pun. se – nya Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. peny – an. verba. di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks. mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku. pe – an. Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini. adjektiva. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda. -kah. peng – an. Jika seseorang mengerti makna kata dasar. -nya konfiks: ke – an. peng-. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan. Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar. maka kata . me-. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya.‖ Prefiks ―me-‖ menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks ―di-‖ menunjukkan tindakan pasif. Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat – siapa yang melakukan aksi itu. pe-. Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. bukan tindakan atau obyek tindakan itu. arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. per – an. pe-: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. -lah. pem – an. melakukan atau menjadi sesuatu. meny. Aplikasi Afiks ber-: menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. perulangan. dan bukan pelaku. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks. bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. -i. di-: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks ―me-. Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). meng-. ber – an. menge-. Banyak verba dengan afiks ―ber-‖ mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. ke-. menghasilkan. Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks. pem-. meng-. me-. Fungsi utama prefiks ―ber-‖ adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu.

-kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. -kah: menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan. Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat. ke-an: Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat. untuk menyatakan satu benda. kesamaan atau kemiripan 4. untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an: menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan. Konfiks ini adalah untuk: 1. proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. -lah: sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan. paling baru. -i: menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. untuk menyatakan seluruh atau segenap 3. pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu. dan sebagainya. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. (misalnya: paling besar. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti ―satu‖ dalam situasi tertentu. Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. Sufiks ini jarang digunakan. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum . biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif. instrumen. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural). se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. untuk menyatakan keseragaman. ter-: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. paling tinggi. alat.yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. satuan atau kesatuan (seperti ―a‖ atau ―the‖ dalam Bahasa Inggris) 2. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. pesawat. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif. Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut .

―bukunya‖ = buku dia atau buku mereka. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat. Penggunaan ―-ku‖ dan ―-mu‖ bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks ―ke-an‖. bila ―-nya‖ berfungsi sebagai penunjuk. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. (E. pem-an: penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan pe-an.) MEI01 Majas (Gaya Bahasa) Uncategorized3 Comments » Majas (Gaya Bahasa)  Yang dimaksud dengan majas ialah cara pengungkapan perasaan atau pikiran dengan bahasa sedemikian rupa. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. -ku. Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini. tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3. Misalnya. kata ―bukuku‖ = buku saya. Macam-Macam Gaya Bahasa A. Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. contoh: biasanya = usually.T. peng-an. se – nya: Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). per-an: menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. adalah gaya bahasa yang menggunakan peribahasa yang maksudnya sudah dipahami umum.yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2. ―bukumu‖ = buku Anda. ―bukunya‖ berarti ―buku itu‖. Gaya Bahasa Penegasan 1. Penggunaan ―-nya‖ baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. satuan ―-nya‖ pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal den seintensif mungkin. rupanya = apparently -nya. peny-an. dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita.Alusio Contoh: . -nya: Ada penggunaan ―-nya‖ sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya. Misalnya. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini.

ayahnya.Pegawai yang terbukti melakukan korupsi akan dinonaktifkan adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya.. anaknya dan sekarang cucunya tak luput dari penyakit keturunan itu.―Saya khawatir. adalah gaya bahasa atau ungkapan pelembut yang digunakan untuk tuntutan tatakrama atau menghindari kata-kata pantang (pamali.‖ . 7.Klimaks Contoh: Di dusun-dusun. dia sendiri. atau kata-kata yang kasar dan kurang sopan. adalah gaya bahasa penegasan yang menyebutkan beberapa hal berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung.Jangan terpedaya dengan apa yang kelihatan baik di luarnya saja. tetapi kelakuanmu.Hiperbolisme Contoh: .―Kalau belum jelas. buku bacaan. koran. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. 8. akan saya jelaskan lagi. di kota-kota. tabu). 5.10. makin lama makin tinggi tingkatannya. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. Kata-kata ini diambil dari sifat-sifat yang menonjol yang dimiliki oleh orang yang dimaksud.Air matanya mengalir menganak sungai.‖ 9. . . . jangan-jangan dia …. di desa-desa. majalah. 4.Dalam bergaul hendaknya kau waspada. sampai ke ibu kota.Suaranya mengguntur membelah angkasa. makin lama makin rendah tingkatannya.Polisindeton Contoh: Buku tulis. . majalah. yakni kalimat yang predikat atau subjeknya dilesapkan karena dianggap sudah diketahui oleh lawan bicara.Segala yang berkilau bukanlah berarti emas.Antonomasia Contoh: Si Pelit den Si Centil sedang bercanda di halaman rumah Si Jangkung 6. adalah gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips (kalimat tak lengkap).Putra Bapak tidak dapat naik kelas karena kurang mampu mengikuti pelajaran. 2. . adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan paduan kata-kata yang artinya bertentangan. (kebalikan asindeton) gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. 3.Antitesis Contoh: Tinggi-rendah harga dirimu bukan elok tubuhmu yang menentukan. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata tertentu untuk menggantikan nama seseorang. hari proklamasi ini dirayakan dengan meriah. surat-surat kantor semua dapat anda beli di toko itu.Antiklimaks Contoh: Kakeknya.Elipsis Contoh: . dan surat-surat kantor dapat dibeli di toko itu.Eufemisme Contoh: .Asindeton Contoh: Buku tulis.

anak sulung Pak Sastra itu melangkahkan kakinya ke sawah.Rinduku hanya untukmu . Gaya bahasa jenis ini sering dipakai dalam pidato atau karangan berbentuk prosa. materialistis diganti dengan gila harta benda.Udin mengisap Gentong. adalah gaya bahasa penguraian dengan menggunakan ungkapan atau frase yang lebih panjang daripada kata semula.Interupsi Contoh: Saya.Paralelisme Contoh Anafora : .16.17. kalau bukan karena terpaksa. yakni kalimat yang predikatnya mendahului subjek.13. Misal.Sunyi itu lampus Contoh Epifora : .Harapan kita memang demikian. adalah gaya bahasa dengan menggunakan kalimat inversi. nama pabrik.Sunyi itu duka .‖ dijadikan ―Ketika mentari membuka lembaran hari.Metonimia Contoh: .Ayah pergi ke Bandung mengendarai kijang. tak mau bertemu dengan dia lagi.18.15.Dia maju dua langkah ke depan. . dun lain sebagainya.12. penyebutan yang didasarkan pada merek dagang.Repetisi Contoh: . . Hal ini sengaja dibuat untuk memberikan ketegasan pada predikatnya. pagi-pagi digantikan ketika sang surya merekah di ufuk timur. silakan Saudara-Saudara pulang.Harapanku hanya untukmu adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya. eh maaf silakan Saudara-Saudara mencicipi hidangan yang telah tersedia. nama penemu. Husni mengisap Gudang Garam.Sunyi itu lupa . sedang di bagian akhir disebut epifora. Misal.adalah gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat.11.Inversi Contoh: Pergilah ia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari harapan baru di kota. Pengulangan di bagian awal dinamakan anafora. . adalah gaya bahasa pengulangan seperti repetisi yang khusus terdapat dalam puisi. dan demikian pula harapan setiap pejuang.Parafrase Contoh: ―Pagi-pagi Ali pergi ke sawah. adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata atau sebuah nama yang berhubungan dengan suatu benda untuk menyebut benda yang dimaksud.Cintaku hanya untukmu . adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata pembetulan untuk mengoreksi (menggantikan kata yang dianggap salah).Benar! Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.Pleonasmse Contoh: .14. bahwa Tono berkelahi di tempat itu.Sunyi itu kudus .‖ adalah gaya bahasa penegasan yang mengulang-ulang sebuah kata berturut-turut dalam suatu wacana.Koreksio Contoh: Setelah acara ini selesai.

belum tampak juga batang hidungnya. Pars pro Toto adalah gaya babasa yang menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.21. Contoh: Cina mengalahkan Indonesia dalam babak final perebutan Piala Thomas. . gaya bahasa ini terbagi menjadi dua yaitu : (a) Pars pro toto (sebagian untuk keseluruhan) dan (b) Totem pro parte (keseluruhan untuk sebagian).Bunyi lonceng memanggil-manggil siswa untuk segera masuk kelas. laksana. adalah gaya bahasa perbandingan yang menyatakan sesuatu dengan memperendah derajat keadaan sebenarnya.000. bagaikan.Alegori Contoh: Kami semua berdoa.Silakan. .Sinekdoke.Dari mana orang seperti saya ini mendapat uang untuk membeli barang semahal itu.. tetapi sebenarnya tidak bertanya.00. . Totem pro parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian. adalah gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti. atau yang menggunakan kata-kata yang artinya berlawanan dari yang dimaksud untuk merendahkan diri. ibarat. jika kebetulan lewat. ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua buah keutuhan berdasarkan persamaannya secara menyeluruh. Sudah lama ditunggu-tunggu. dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia. kamu berdua akan sanggup menghadapi badai dan gelombang. penaka. tak gentar menghadapi musuh.Tautologi Contoh: . semoga dalam mengarungi samudra kehidupan ini. Contoh: Setiap kepala diwajibkan membayar iuran Rp1. . adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sama artinya dalam satu kalimat. dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih .Retoris Contoh: Bukankah kebersihan adalah pangkal kesehatan? Inikah yang kau namakan kerja? 20. Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia.Personifikasi atau penginsanan Contoh: .19.Metafora Contoh: . B. 4. Saudara mampir ke pondok saya.Litotes Contoh: .Nyiur melambai-lambai di tepi pantai 5.Gelombang demonstrasi melanda pemerintah orde lama. adalah gaya babasa perbandingan. 3.Semangat juangnya berkobar. tetap merdeka! adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya. Gaya Bahasa Perbandingan 1. adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda berdasarkan persamaannya. 2.Harapan dan cita-citanya terlalu muluk.Engkau harus dan wajib mematuhi semua peraturan.Sekali merdeka.

6. adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata yang kasar.Ironi Contoh: Eh.Bapak Presiden terbang ke Denpasar tadi pagi. adalah gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan. adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan.Wajahnya seperti rembulan. -Ali sebenarnya bukan anak yang cerdas. wanita mampu menundukkan pria.Hidup tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam. namun karena kerajinannya melebihi kawan sekolahnya. yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian. (maksudnya: pahit).Anakronisme Contoh: Mahapatih Gadjah Mada menggempur pertahanan Sriwijaya dengan peluru kendali jarak menengah. kamboja lambang kematian.Tropen Contoh: . 4.Seharian ia berkubur di dalam kamarnya.Simile Contoh: . 3.jelas. Gaya Bahasa Sindiran 1.Dengan kelemahannya.Kontradiksio in terminis Contoh: Suasana sepi. manis benar teh ini.Okupasi Contoh: -Sebelumnya dia sangat baik. 2. 3. adalah gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan. tetapi sekarang menjadi berandal karena tidak ada perhatian dari orang tuanya. bahasa kiasan. . Biasanya gaya bahasa ini . adalah gaya bahasa sindiran paling halus yang menggunakan kata-kata yang artinya justru sebaliknya dengan maksud pembicara. Misal. adalah gaya bahasa yang mengandung uraian atau pernyataan yang tidak sesuai dengan sejarah atau zaman tertentu. adalah gaya bahasa sindiran yang mempergunakan pernyataan yang mengecilkan kenyataan sebenarnya. C. Misalnya menyebutkan sesuatu yang belum ada pada suatu zaman. Gaya Bahasa Pertentangan 1. .Simbolik Contoh: Janganlah kau menjadi bunglon! 7.Inuendo Contoh: la menjadi kaya raya lantaran mau sedikit korupsi. D. bunglon lambang manusia yang tidak jelas pendiriannya. tak ada seorang pun yang berbicara.Tikus mati kelaparan di lumbung padi yang penuh berisi. yang membentuk satu kalimat. hanya jam dinding yang terus kedengaran berdetak-detik. .Paradoks Contoh: . adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata yang maknanya sejajar dengan pengertian yang dimaksudkan. adalah gaya. mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu. dia mendapat nilai paling tinggi. lintah darat lambang manusia pemeras. 2.

Dengan demikian. (E.Sarkasme Contoh: . 5. Citraan gerak.Dasar goblok. unsure citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh. yakni: 1. Dan Sastra Ind. basah. Monyet! . panas. adalah semacam ironi. 29) . Citraan penglihatan. busuk. Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit. 4. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat. 3. atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. dll. Hak asasi manusia itulah yang sekarang menjadi topik utama dunia internasional. 2. Citraan pendengaran.) MEI01 Citraan Uncategorized Tagged citraanNo Comments » strong>CITRAAN DALAM PUISI Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata. tetap saja tidak mengerti! 4. yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak. halus. gaya bahasa yang berwujud perulangan kata pertama dari kalimat pertama menjadi kata pertama dalam kalimat selanjutnya. Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum. lembut. . Jenis Citraan dibagi menjadi 7. misalnya kasar. keras hati. 6. asam. 2.Aliterasi Contoh: Keras kepala. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair.dipakai untuk menyatakan amarah. 4. dll.T. Citraan perabaan. tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak. dll. Gaya Bahasa Perulangan 1. sekaligus keras adat. frase.Antanaklasis 3. yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit). harum benar baumu. (Lihat buku Intisari Bhs. yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung). yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata). yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). adalah gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya.Anafora Contoh: Hak asasi manusia merupakan hak mutlak yang wajib kita junjung tinggi dalam membangun bangsa dan negara. yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah). dingin. SMA hal.. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut. Citraan penciuman.Jangan coba-coba mengganggu adikku lagi. Citraan pencecapan. Tolong agak menyisih sedikit! E. manis.Sinisme Contoh : Hai. sudah berkali-kali diberi tahu. adalah gaya bahasa yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. kecut. anyir. tetapi agak lebih kasar.

Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360). namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu. dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan). di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. indonesia. pada tahun 1945. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303. Citraan perasaan. Sintaksis Tagged bahasa. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif. (E. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuna di Jawa Tengah. Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan. Malaya. pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.T. kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. sejarah. dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua. dan Jawa. yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia. Morfologi Bahasa. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia.) MEI01 Sejarah Bahasa Indonesia Filologi. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi. Penyebutan pertama istilah ―Bahasa Melayu‖ sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu. Tetapi bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia. bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi ―Masuk Melayu‖ berarti masuk agama Islam. sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya. Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13.7. yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. paling tidak dalam bentuk informalnya. disebut Melayu Tinggi. dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. penuh sindiran. sejarah2 Comments » Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. . Bentuk yang lebih formal. Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14. baik melalui penciptaan. ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus.

Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa. derajat. Brunei. Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Jakarta (Betawi). Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu). Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa). Maluku. Ada tingkatan bahasa halus. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang. Malaysia. 2. diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia. ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar. ataupun dari bahasa lainnya. Pada saat itu. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa. dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. semakin dibakukan. ia sebagai lingua franca. pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Dengan EYD. Sebagai contoh kata ganti seperti ―dia‖ tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Dengan memilih Bahasa Melayu Riau. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Jika bahasa Jawa digunakan. Samarinda. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri. namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. 4. Kedua. biasa. Pada tahun 1945. dan bukan Bahasa Melayu Pontianak. ejaan dua bahasa serumpun. Tio Ciu. 3. ataupun pangkat. Hal yang sama juga ditemukan . Brunei. Ke. dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia. dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau. pada Kongres Nasional kedua di Jakarta. dan kamus baku juga diciptakan.Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda. para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia. Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara. Di sana. ataupun Kutai. dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia. Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien. Perubahan: Indonesia (pra-1972) Malaysia (pra-1972) Sejak 1972 tj ch c dj j j ch kh kh nj ny ny sj sh sy jyy oe* u u Catatan: Tahun 1949 ―oe‖ sudah digantikan dengan ―u‖. Banjarmasin. dan Singapura masih dijajah Inggris. namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. Bahasa Melayu Riau yang dipilih.

(E. Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata). bukan ―seribu orang-orang‖. tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. kalimat. atau indikator lain seperti ―sudah‖ atau ―belum‖. Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas. Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak. Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri. walaupun susunan kata lain juga mungkin. tidak terbatas pada kata benda. Sebagai contoh ―seribu orang‖ dipakai. Contoh: baju baru DM anak manis DM sebatang rokok kretek MDM sebuah rumah mewah MDM . sedangkan ―kita‖ adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.) MEI01 Frase.pada kata seperti ―adik‖ dan ―pacar‖ sebagai contohnya. Frase endosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata atau lebih .T. kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno. Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain. ―adik laki-laki‖ sebagai contohnya. Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO). klausaNo Comments » Frase Macam-macam frase dari kelas kata 1. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. ―Kami‖ adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara. Frase bertingkat (frase subordinatif. Untuk menspesifikasi sebuah jenis kelamin. Contoh: guru (kata benda) agama (kata benda)guru agama (kata benda) gadis (kata benda) cantik (kata sifat)gadis cantik (kata benda) Frase endosentris dibagi menjadi dua macam. yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia. frase atributif). yaitu frase yang mengandung unsur inti (D) dan unsur penjelas (M).yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu sama dengan kelas kata dari salah satu (atau lebih) unsur pembentuknya. ―kemarin‖ atau ―besok‖). sebuah kata sifat harus ditambahkan. seperti contohnya ―putri‖ dan ―putra‖. dan Kalimat Uncategorized Tagged frase. Klausa. Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti. yaitu ―kami‖ dan ―kita‖. Ada juga kata yang berjenis kelamin. yaitu: 1.

dari sekolah (kata keterangan) yang (kata tugas) memimpin (kata kerja)yang memimpin(kata benda) Contoh lain: dari kantor di rumah karena lelah KT KB KT KB KT KS K Ket. Frase setara (frase koordinatif): frase yang mengandung dua buah unsur inti (tidak ada unsur penjelas/atribut). Contoh: dari (kata depan) sekolah (kata benda). Klausa dapat dibedakan atas beberapa macam berdasarkan beberapa sudut tinjauan Macam klausa berdasarkan urutan kata: (1) Klausa normal. Contoh: suami istri sawah ladang sanak saudara 2. 1991: 181). klausa inversi yang didahului oleh keterangan. dapat diperluas dengan beberapa fungsi lain seperti objek dan keterangan-keterangan lain. K Ket. Keterangan: ( KB ) Kata benda ( KK ) Kata kerja ( KS ) Kata sifat ( KT ) Kata tugas ( K Ket. Frase Eksosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata (atau lebih) yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu tidak sama dengan kelas kata dari salah satu(atau lebih) unsur pembentukannya. predikat mendahului subjek. K Ket. Contoh: ke tanah leluhur pergi mereka . dan secara fakultatif.seorang guru MD sepotong roti MD 2. yang mengandung hubungan fungsional subjek-predikat. Contoh: ia datang ke rumahku adik penari orang itu kurus (2) Klausa inversi. (Keraf. Contoh: datang dia malam itu pergi ayah tak tentur arah (3) Klausa inversi khusus. ) Kata keterangan Klausa suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kata. subjek mendahului predikat.

Contoh: ketika ayah pergi agar tubuh subur sebab kehadirannya tak diperhitungkan . klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada klausa lain. klausa yang kehadirannya bergantung pada klausa lain dan biasanya ditandai oleh adanya konjungsi (kata penghubung). Contoh: Ani membawa buku guru mengajar murid (2) Klausa terikat.kemarin datanglah surat itu karena sakit menangislah dia berdasarkan variasi subjek-predikat: (1) Klausa berpredikat kata kerja intrasitif Contoh: anak itu menari kuda meringkik kakek merokok nenek duduk (2) Klausa berpredikat kata kerja transitif Contoh: guru mengajar murid kurir mengantar surat Andri mencintai Dian (3) Klausa berpredikat kata benda Contoh: pamannya lurah ibunya seorang bidan kakaknya tentara (4) Klausa berpredikat kata sifat. Contoh: gadis itu cantik bapak saya tampan bapakmu pelit (5) Klausa berpredikat frase konektif Contoh: anak itu merupakan musuh mereka Sinta menjadi pramugari Maman adalah pemuda berpikiran maju (6) Klausa berpredikat adverbial (frase preposisional) Contoh: nenekku dari Kalimantan ibu ke Bandung kemarin ayah ke Bekasi naik onta berdasarkan keterikatannya dengan klausa lain: (1) Klausa bebas.

. misalnya. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minim (hanya mengandung satu kontur) (b) kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur) Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan. kata kedua menduduki jabatan predikat) .intonasinya adalah intonasi berita yang netral (6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya. (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas: (a) kalimat berita (b) kalimat tanya (c) kalimat perintah: . Contoh: (i) # Pergi! # (ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari # Kalimat (i) adalah kalimat minim. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap.ajakan .suruhan . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minor (hanya mengandung satu inti) (b) kalimat mayor (mengandung lebih dari satu inti) (5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya. dan dapat hadir bersama-sama atau dikaitkan dengan klausa bebas. (Keraf. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat normal (subjek mandabului predikat) (b) kalimat inversi (predikat mendahului subjek) (4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat aktif (subjek melakukan perbuatan) (b) kalimat pasif (subjek dikenai perbuatan) (3) Berdasarkan urutan katanya. Dadang kecewa sebab kehadirannya tak diperhitungkan Kalimat bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan.Klausa terikat merupakan bagian dari sebuah kalimat.permintaan . merupakan bagian dari kalimat: Ibu merasa sedih ketika ayah pergi. 1991: 185).hanya terdiri atas dua kata .urutannya adalah subjek mendahului predikat . sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang.larangan (d) kalimat harapan (e) kalimat pengandaian (2) Berdasarkan diatesis. Klausa di atas. Tanamanan itu diberinya pupuk agar tumbuh subur. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat inti (b) kalimat luas (perluasan dari kalimat inti) (c) kalimat transformasi (perubahan dari kalimat inti) Ciri-ciri kalimat inti: . Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan nilai informasinya.kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek.

dalam ragam lisan. Togop malas. menggunakan lafal baku (lafal yang tidak mencerminkan logat asing atau logat kedaerahan) Contoh: a. Kalimat majemuk. Satya dihukum. menggunakan struktur baku (sesuai dengan kaidah morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia) 3. 2 Kata Benda Kata Sifat Arsinta cantik. 4 Kata Benda Kata Tugas Ibu ke pasar. menggunakan ejaan baku (sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) 4. Kalimat baku (standar) dipergunakan apabila kita berbahasa baku. dalam ragam tulis. Kalimat contoh tersebut akan diterima sebagai kalimat yang baik dan benar apabila diubah menjadi sebagai berikut: Ibu pergi ke pasar.3) kalimat majemuk campuran (b. Kakek dari Sukabumi. Subjek Predikat Contoh Kalimat 1 Kata Benda Kata Kerja Ari menari. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P) (b) kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). Bahrudin akuntan. (atau) Kakek datang dari Sukabumi.setara mempertentangkan . Rumahnya Udin yang catnya kuning. Siapa yang bikin rumah itu? (tidak baku) Siapa yang membuat rumah ini? (baku) b.(7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya. berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas: (b. 1) kalimat majemuk setara: . seringkali tidak diterima sebagai kalimat yang baik dan benar. menggunakan kata-kata baku 2.setara memilih .2) kalimat majemuk bertingkat (b. Di sini kita melihat kelas kata apa yang menduduki jabatan subjek dan kelas kata apa pula yang menduduki jabatan predikat. Kakek berasal dari Sukabumi.setara menguatkan (b.4) kalimat majemuk rapatan Pola dasar kalimat Pola dasar kalimat mempersoalkan kelas kata (jenis kata) apa yang mendasari pembentukan kalimat inti. Adapun ciri-ciri kalimat baku adalah sebagai berikut: 1. Catatan: Pola dasar no. Berdasarkan kelas kata yang menduduki fungsi S-P. dapat ditentukan pola dasar kalimat bahasa Indonesia sebagai berikut: No.4 sebagaimana terlihat pada contoh kalimat di atas.setara menggabung . 3 Kata Benda Kata Benda Hasahatan dokter. (tidak baku) .

SPK Keempat: diinversikan diambilnya uang itu dari dalam laci.penderita K Kedua: diubah menjadi pasif Uang itu diambil oleh ia dari dalam laci. saya ucapkan terima kasih. telah. Keterangan aspek kala posisinya selalu di depan predikat kalimat. pelaku K bunga mereka taburkan di pusara ibu. SPK Mereka taburkan bunga di pusara ibu. Kalimat berpola inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek. PSK Untuk memahami contoh-contoh kalimat di atas. PSK (2) Atas perhatian Bapak. Kalimat pasif adalah kalimat berpredikat kata kerja yang subjeknya terkena perbuatan yang tersebut dalam predikat. S P O. (baku) c. S P O. Contoh: (1) Diambilnya uang itu dari dalam laci. PSK Mereka menaburkan bunga di pusara ibu. KPS (3) Sudah saya baca buku itu.pelaku K Ketiga: disederhanakan (P dan O pelaku disatukan menjadi P) Uang itu diambilnya dari dalam laci. Mudah2an dia lekas dalang (tidak baku) Mudah-mudahan dia lekas datang (baku) Kalimat pasif inversi Kalimat pasif inversi adalah kalimat pasif dengan pola inversi. sedang.Rumah Udin yang bercat kuning. Kata-kata yang merupakan keterangan aspek kala adalah sudah. SPOK Bunga ditaburkan oleh mereka di pusara ibu. dan akan Contoh: (1) Ani sedang membaca buku. menyatakan pekerjaan tengah berlangsung . PS (4) Mereka taburkan bunga di pusara ibu. keterangan aspek kontinuatif. belum. perhatikan langkah-langkah perubahan dari kalimat aktif hingga menjadi kalimat pasif inversi di bawah ini ! Pertama: Kalimat aktif Ia mengambil uang itu dari dalam laci. PSK Keterangan aspek kala Keterangan aspek kala adalah keterangan yang menandai waktu pelaksanaan pekerjaan/ perbuatan/ proses yang tersebut pada predikat kalimat. S P O.

(4) Ketty sedang duduk di ruang tamu SPK GU: Ketty duduk. Contoh: (1) Amir sedang membaca buku di dalam kamar. (5) Rudi telah baca kitab itu hingga tamat. SP GU: Ayah perwira. GU: (1) Ali belajar. menyatakan pekerjaan akan berlangsung (3) Ani telah membaca buku. Gagasan utama kalimat dinyatakan dengan pola S-P atau pola SP-O.(2) Ani akan membaca buku. SPOK GU: Amir membaca. GU: (1) Eko makan. Andi makan asilnan. dalam kalimat majemuk setara. Gagasan utama pada kalimat majemuk setara Kalimat mejemuk setara adalah kalimat yang mengandung dua pola klausa atau lebih yang hubungan antarklausa bersifat setara. (4) Telah Rudi baca kitab itu hingga tamat. Pada kalimat majemuk setara terdapat lebih dari satu gagasan yang kedudukannya sederajat. sedangkan Abas sedang tidur. (3) Kitab itu telah Rudi baca hingga tamat. yaitu di depan predikat. (2) Ali sedang belajar. . (3). (3) Ayah Anita adalah seorang perwira menengah. keterangan aspek perfektif. sedangkan pada kalimat (5) salah. terdapat lebih deri satu gagasan utama. KSPOK GU: Ida mengantarkan surat. Contoh: (1) Eko makan sate. (2). Jadi. (2) Kemarin Ida mengantarkan surat ke rumahku. Gagasan utama kalimat Gagasan utama atau pikiran pokok kalimat adalah amanat/informasi yang terpenting yang terkandung dalam sebuah katimat. (2) Andl makan. Dengan demikian kalimat (5) adalah kalimat yang mengalami kesalahan struktural. keterangan aspek futuratif. menyatakan pekerjaan sudah berlangsung Letak keterangan aspek kala pada kalimat pasif inversi Pada kalimat pasif inversi. (2) Kitab itu telah dibaca oleh Rudi hingga tamat. Gagasan utama dinyatakan dengan pola S-P dalam kalimat nominal dan kalimat verbal intransitif ~Sedangkan pada kalimat verbal transitif gagasan utama dapat dinyatakan dengan pola S-P-O atau S-P saja. Letak kata telah pada kalimat (1). Perhatikan contoh berikut ! (1) Rudi telah membaca kitab itu hingga tamat. dan (4) benar. keterangmi aspek kala posisinya sama dengan posisi pada kalimat aktif dan kalimat pasif biasa. (2) Abas tidur.

(2) Mat Kemplo menceritakan bahwa kakeknya jatuh dari ayunan. Namun demikian.Gagasan Utama pada kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat pada dasarnya adalah kalimat tunggal yang salah satu fungsinya diperluas dan perluasannya itu membentuk sebuah pola klausa. GU: Pembangunan harus dilanjutkan. Contoh: (1) Saya berharap hal itu tidak akan terjadi. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan.) MEI01 Ejaan yang Disempurnakan Uncategorized Tagged ejaan11 Comments » Ejaan yang Disempurnakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. gagasan utama terdapat pada anak kalimat. (3) Aminah bahagia karena suaminya naik pangkat. GU: Saya berharap. dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat gagasan utama dan gagasan bawahan (gagasan penjelas). Pada 23 Mei 1972. GU: Mereka lupa. (b) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi objek (anak kalimat merupakan objek dari predikat verba transitif). 57. Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Perhatikan keterangan berikut dengan baik. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). (E. Ejaan Republik. GU: lbu kesepian. gagasan utama terdapat pada induk kalimat. perlu diperhatikan bahwa gagasan utama tidak selamanya berada pada klausa utama. (a) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi keterangan. Contoh: (1) Presiden mengatakan bahwa pembangunan harus dilanjutkan.T. gagasan utama terdapat pada klausa utama yang merupakan induk kalimat. (c) Apabila anak kalimat merupakan pelengkap. sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu. Mashuri. berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. GU: Kakeknya jatuh. Selanjutnya Departemen Pendidikan dan . Contoh: (1) Ketika ayah pergi. Dengan demikian. GU: Wati menyirami tanaman. GU: Aminah bahagia. (2) Wati menyirami tanaman itu setiap hari supaya buahnya lebat. ibu kesepian di rumah. berdasarkan Keputusan Presiden No. Pada tanggal 16 Agustus 1972. (2) Mereka lupa bahwa mereka harus melunasi pinjamannya pada akhir bulan ini. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa utama (klausa bebas) den klausa terikat. Tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya.

laporan. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal. Perbedaanperbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah: ‗tj‘ menjadi ‗c‘ : tjutji → cuci ‗dj‘ menjadi ‗j‘ : djarak → jarak ‗j‘ menjadi ‗y‘ : sajang → sayang ‗nj‘ menjadi ‗ny‘ : njamuk → nyamuk ‗sj‘ menjadi ‗sy‘ : sjarat → syarat ‗ch‘ menjadi ‗kh‘ : achir → akhir Penggunaan Tanda baca Tanda Titik (.) 1. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. jabatan. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Pada tanggal 12 Oktober 1972. 5. tanda titik tidak dipergunakan. tesis. contoh: Saya suka makan nasi. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. pangkat. (dan lain-lain) dsb. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar. Setelah itu. Contoh: dll. . (Sarjana Ekonomi) 4.E. makalah. (dan sebagainya) tgl. Jika berupa angka. B. 2. dianjurkan tidak mempergunakan singkatan. 0196/1975 memberlakukan ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah‖. Contoh: Dr. Bush Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. (Doktor) Ny. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. menerbitkan buku ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖ dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas.Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul ―Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖. Contoh: Anthony Tumiwa 3. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. contoh: I. Peraturan. (Nyonya) S. dan sapaan. contoh: Irwan S. A. (tanggal) Dalam karya ilmiah seperti skripsi. Syarat. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik. dan disertasi. Gatot George W. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. harus diberi jarak satu ketukan. Persiapan Ulangan Umum. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru.

Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan.10.Ivan Jalan Istana 30 Surabaya B. dan melainkan.2. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata. dan detik yang menunjukkan waktu. dan mata uang. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat. yang terdapat di dalam nama badan pemerintah. contoh: Saya menjual baju. dan topi. 8. menit.1 1.2 1. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan. atau kepala ilustrasi. tabel dan sebagainya. dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. atau gabungan keduanya. Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael. contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia. contoh: Latar Belakang Pembentukan Sistem Acara 11. Tanda Koma (. 2. contoh: Sekjen : (Sekretaris Jenderal) UUD : (Undang-Undang Dasar) SMA : (Sekolah Menengah Atas) WHO : (World Health Organization) 9. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia. contoh: Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat. 3 Mei 1997 Yth. contoh: Cu (Kuprum) 52 cm l (liter) Rp 350.Sdr. . Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya.00 10. timbangan. kepiting dan ikan. tetapi tidak aktif.Contoh: 1.) 1. yang didahului oleh kata seperti. takaran. atau nama dan alamat penerima surat.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 7. celana. contoh: Pukul 7. jutaan. satuan ukuran. contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang. lembaga. contoh: Jalan Kebayoran 32 Jakarta. tetapi.1 6.

Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. kasihan. 1999. (ii) bagian-bagian kalimat. Indonesia. contoh: Medan. contoh: 33. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. 18 Juni 1984 Medan. . Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal. ―Saya sedih sekali‖. contoh: Kata adik. contoh: Lanin. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. 7. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. contoh: Oleh karena itu. Jilid 5 dan 6. contoh: Rinto Jiang. ia lupa akan janjinya. Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. 8. Wah. contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. 1990). 6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. 3b. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia. wah. hlm. Gatot. Cara Penggunaan Wikipedia. bukan main.E. kamu harus datang. 4. kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh. contoh: I. (iii) tempat dan tanggal. pandai sekali.S. aduh. contoh: O. contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. saya tidak jadi datang. lagi pula. begitu. 9. (Bandung: UP Indonesia. 22. Borgx. jadi. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. keluarga. ya. meskipun begitu.50 12. akan tetapi. 13. 11. Jadi. 10. yang terdapat pada awal kalimat. saya tidak akan datang.3a.5 m Rp 10. 5. Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o. atau marga. contoh: Kalau hari hujan. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Ivan. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. Karena sibuk.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. contoh: ―Di mana Rex tinggal?‖ tanya Stepheen. C. Tanda Titik Koma (;) 1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan namanama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar. D. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. contoh: yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. 2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. contoh: Ketua : Hany Christoffer Wakil Ketua : Ricky Kurniawan Wenas Sekretaris : Maria Dewi Puspasari Wakil Sekretaris : Terry Rionaldy Bendahara : Lina Veronica Wakil bendahara : Marcel Lawinata 3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. contoh: Pak Erwin : ―Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Pak Guru!‖ Rexy : ―Ya, Pak!‖ 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit. 5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. E. Tanda Hubung (-) 1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. contoh: ….dia beli baru juga.

-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. contoh: …. masalah itu akan diproses. 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris. contoh: …. cara baru mengukur panas akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. contoh: ………menghargai pendapat. 3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. contoh: anak-anak tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan. 4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. contoh: p-e-n-g-u-r-u-s 5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. bandingkan: ber-evolusi dengan be-revolusi dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000). Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah PN dengan di-PN-kan. 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata. contoh: se-Indonesia hadiah ke-2 tahun 50-an ber-SMA KTP-nya nomor 11111 bom-V2 sinar-X. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: di-charter pen-tackle-an Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang). F. Tanda Pisah (—) 1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar

Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak. contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera 2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. contoh: Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‗ke‘, atau ‗sampai‘. contoh: 1919—1921 Medan—Jakarta 10—13 Desember 1999 Lihat lainnya pada Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan Angka atau Lambang Bilangan 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi. 2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas. 3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. 4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan ―per-‖ (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya. 6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara ―ke-‖ dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran ―-an‖ ditulis dengan tanda hubung antara angka dan ―an‖ atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah. 9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca. 10.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat. 11.Tanda hubung ―ke-‖ tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang. contoh: Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian. Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11 Penulisan tahun Benar: 1960-an Salah: 1960an Singkatan dan Akronim 1. Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

mancanegara. Soemantri. 7. Gabungan kata. b. garis bawahi 5.Gabungan kata. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. timbangan. -mu. 12. Contoh: menggarisbawahi. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. unsur gabungan ditulis serangkai. 2. diselipkan tanda hubung. dikelola [1]. SOEMANTRI. singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. ibu kota. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. a. bukan Dr. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. kauambil. tetapi Dr. Contoh: bergeletar. atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit) 1. Syafarudin. -ku. 2. bukumu. 11. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. Tetapi.c. 1. gabungan kata ditulis serangkai. Dokter (ahli penyakit) Dr. Doktor (S3) DR. Contoh: alat pandang-dengar. sisipan. orang tua. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. SYAFARUDIN. termasuk istilah khusus. SOEMANTRI. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 3. ditulis terpisah. Contoh: adipati. Hal ini adalah masalah tata kalimat. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. d. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Contoh: duta besar. Imbuhan (awalan. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. dilipatgandakan.Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Dr. dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik. 10. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bertepuk tangan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. bukan DR. Contoh: nonIndonesia. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Penulisan gelar yang sering salah DR. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. tetapi dr. suku kata. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. termasuk istilah khusus. Soemantri Sering ditanyakan. Syafarudin. 4. 9. singkatan satuan ukur. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. 6. Contoh: kumiliki. bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. ku-. 2. bukan dr. sepak bola. suku kata. Lambang kimia.Kata ganti (kau-. . Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. SYAFARUDIN. bukan Dr. anak-istri saya. -nya) ditulis serangkai. c. takaran.

dari) ditulis terpisah. termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan Tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. keluar.Artikel si dan sang ditulis terpisah. 16. ―whom‖. bagaimanapun.Kata depan atau preposisi (di [1]. dan ―tiap‖ ditulis terpisah. daripada.Partikel -pun ditulis terpisah. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. atau ―where‖) atau variasinya (―dalam mana‖. bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk ―di mana‖ (padanan dalam bahasa Inggris adalah ―who‖. ke. mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. Contoh: di dalam.Partikel per. dan -tah ditulis serangkai. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … . ke tengah. -kah. 14. atau tewas (tergantung konteks). per helai. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. 15. dengan mana‖. Gunakan kata jasad atau jenazah. apatah. siapakah. dan sebagainya). Di sini tampak bahwa ―apabila‖ menggantikan posisi ―di mana‖ (ditulis di kalimat asli sebagai ―dimana‖). Contoh: apa pun. Mayat dan mati mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Penggunaan ―di mana‖ sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). kemari.[sic] Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Tegangan permukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). apalagi ―dimana‖. Contoh: per 1 April. Dengan demikian. ―demi‖. 17.miliknya. gugur. apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … . HINDARI PENGGUNAAN BENTUK ―DI MANA‖. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. Penggunaan ―di mana‖ sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. meninggal. ―which‖. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. Pada dasarnya. bahasa Indonesia hanya mengenal kata ―yang‖ sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas.Partikel -lah. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. dll. dll. dari Surabaya. Contoh: bacalah. [sunting] Kata penghubung ―sedangkan‖ . Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. Tionghoa (bahasa dan orang). satu kali pun. Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … . Gunakan kata wafat.yang berarti ―mulai‖. contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … . Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. 13. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L.

astagfirullah. Photo gladi. puspawarna. Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. aktip aktivitas. alquran analisis. bagaimana.849. geladi hierarki. mangkubumi. ―Sedangkan‖ digunakan untuk mengawali kalimat. sukacita. sukaria. anda apotek. Contoh: Dari harian Jawa Pos: ―Sebelumnya disebutkan. segitiga. kasatmata.208.‖ Usulan perbaikan 1: ―Sebelumnya disebutkan. 6. bis besok. hirarki hipnosis (nomina). dalam pilgub Banten kali ini ada 6. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). serta ―sementara‖. sediakala. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. sekalipun.‖ Contoh gabungan kata yang ditulis serangkai: acapkali. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. keratabasa. sukarela. dalam pilgub Banten kali ini. frekwensi foto. padahal. sebagaimana. radioaktif.208. beasiswa. analisa Anda. kepada. titimangsa. sastramarga. ibukota . Sementara itu. menghipnosis (verba). alhamdulillah. kacamata. hipnotis (adjektiva) ibu kota. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. manakala.Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata ―sedangkan‖. manasuka.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. atlit (ingat: atletik. silaturahmi. adakalanya. apotik (ingat: apoteker. ―atau‖. ―Sedangkan‖ adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata ―sementara itu‖. olahraga. daripada. saputangan. bilamana. bukan atlitik) bus. hembus Februari. belasungkawa. akhirulkalam. esok diagnosis.849.‖ Usulan perbaikan 2: ―Sebelumnya disebutkan. aktif. azas atlet. aktifitas al Quran. darmabakti. bumiputra. jumlah total TPS se-Banten ada 12. bismillah. bukan apotiker) asas. hulubalang. sama seperti ―dan‖. peribahasa. matahari. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. diagnosa ekstrem. ekstrim embus. kilometer.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). barangkali. syahbandar. paramasastra. dan wasalam.208.849. halalbihalal. saripati. darmasiswa. dukacita. Pebruari frekuensi.

kangker karier. praktek (Ingat: praktikum. orangtua paham. obyektif/p olahraga. pungkir (Ingat!) nakhoda. baik untuk arti housing maupun PHK pikir. jadual jenderal. propinsi . nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) nasihat. kwalitet kuantitas. nakoda narasumber. metoda mungkir. olah raga orang tua. jendral Jumat. kenderaan komoditi. mahluk. prosen pelepasan.ijazah. Perancis praktik. loka karya maaf. Nopember objek. ijasah imbau. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) November. komoditas komplet. ijin jadwal. kosakata kualitas. nasehat negatif. ma‘af makhluk. Katholik kendaraan. penglepasan penglihatan. karir Katolik. fikir Prancis. bukan praktekum) provinsi. inderagiri istri. kwantitas kuitansi. faham persen. Jum‘at kanker. kongkrit kosa kata. indra indragiri. konkrit. mahzab metode. nahkoda. kuna lokakarya. himbau indera. pemukiman perumahan. kwitansi kuno. kwalitas. isteri izin. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) mazhab. pelihatan. komplit konkret. obyek objektif. pengrumahan. pengecualian permukiman.

realita risiko. tehnik telepon. ai au e . Arab. sekertaris sekuriti. Penyesuaian ejaan Tanpa perubahan ae jika tidak bervariasi dengan e. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. samudera sangsi (=ragu-ragu). trampil ubah (=mengganti). teoritis (diserap dari: theoretical) terampil. standard standardisasi. segi tiga selebritas. hutang (Ingat: piutang. tel(f/p)on. rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku utang. sekuritas [2] segitiga. takhta teknik. Jogjakarta zaman. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) sekretaris.putra. subyek subjektif. Sumatera standar. walikota Yogyakarta. Belanda. puteri realitas. tilpon teoretis. sintesa sistem. serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. standarisasi [5] tanda tangan. resiko saksama. subyektif/p Sumatra. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. salah) saraf. tandatangan tahta. telefon. dan Sanskerta. jaman Bahasa Serapan Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. surga. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap. syaraf sarat (=penuh). selebriti sepak bola. Contoh: aerobe → aerob. seksama (Ingat!) samudra. syurga subjek. sepakbola silakan. silahkan (Ingat!) sintesis. bukan pihutang) wali kota. sistim sorga. putera putri.

ch → c. oe. sch → sk. Contoh: machine → mesin. sc → sk. kh (Arab) ng ps pt u ua ue ui uo v x. Contoh: rhetoric → retorika. i. Contoh: variety → varietas. Contoh: ratio → rasio. ph → f. Contoh: systeem → sistem. jika di muka a. ch → s. cc → k. ae → e. jika bervariasi dengan e. dan y. Contoh: zoology → zoologi. Contoh: accent → aksen. ch dan cch → k. cc → ks. jika di muka i. jika lafalnya c. Contoh: scriptie → skripsi. Contoh: crystal → kristal. Contoh: cylinder → silinder. Contoh: haemoglobin → hemoglobin. jika lafalnya i. Contoh: accumulation → akumulasi. Contoh: komfoor → kompor. dan konsonan. jika di muka o. Contoh: politiek → politik. y. jika di muka a. Contoh: yen → yen.ea ei eo eu f i jika di awal suku kata di muka vokal. Contoh: scenography → senografi. t → s. Contoh: schema → skema. q→k rh → r. jika di muka a. Contoh: çāstra → sastra. dan konsonan. dan konsonan. Contoh: ion → ion. oo (vokal ganda) tetap. oo (Inggris) → u. jika di muka e dan i. Contoh: saccharin → sakarin. o. Contoh: check → cek. o. ee (Belanda) → e. Contoh: xenon → xenon. jika di awal kata. gue → ge ie (Belanda) → i. u. Contoh: sorghum → sorgum. i. u. sc → s. ç[1] (Sansekerta) → s. Contoh: cartoon → kartun. u. c → k. o. jika di muka e. z. gh → g. jika di muka e. oe (oi Yunani) → e oo (Belanda) → o. ie jika lafalnya bukan i. jika di muka vokal. jika lafalnya y. Contoh: octaaf → oktaf. jika lafalnya s atau sy. Dengan perubahan aa (Belanda) → a. . c → s. Contoh: phase → fase. dan y. dan konsonan.

-ette → -et -eur (Belanda). -ir. -endum -ar -ase. -et -or. Contoh: primary. Contoh: vacuum → vakum. -archie (Belanda) → -arki. Contoh: percentage → persentase. -ence) -ant → -an. -ive → -if. directeur → direktur. Contoh: action. -iel. uu → u. -archy. -ific → -ifik . Contoh: excavation → ekskavasi. Contoh: accountant → akuntan. v (Sanskerta) → w atau v x → ks. dan konsonan. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal. -ens (yang bervariasi dengan -ancy. -andum. kecuali jika dapat membingungkan. -asm → -asme -ate → -at -eel (Belanda) → -el. -si -age → -ase. Contoh: exception → eksepsi. -end → -en -ete. jika tidak di awal kata. -(a)tie (Belanda) → -(a)si. actie → aksi. Contoh: formeel → formal. Contoh: dynamo → dinamo. Penyesuaian akhiran Tanpa perubahan -anda. -eus (Belanda) → -us -ic. jika di muka a. -ile. Contoh: logic. -ble → -bel -ac → -ak -acy. Contoh: percentile → persentil. -or → -ur. -id. -ique → -ik -icle → -ikel -ics. jika lafalnya i. Contoh: plaat → pelat. -ot Dengan perubahan -(a)tion. -eel (Belanda). mass → massa. -ency → -ansi. u. primair → primer.th → t. Contoh: effect → efek. -le → -il. Contoh: anarchy. anarchie → anarki. xc → ksk. Contoh: director. logica → logika. o. -air → -er -al. -cy → -asi. Contoh: dictator → diktator. -ency) -ancy. -ose -ein -ein. -ence → -ans. -aat (Belanda) → -at. -ica → -ik. -able. -ide → -ida -ief. -ensi (yang bervariasi dengan -ance. -aal (Belanda) → -al. -ika. Contoh: protein → protein. -ary. jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris. -air (Belanda) → -er. descriptief → deskriptif. Contoh: descriptive. y → i. Contoh: methode → metode. -ance.

in.(―sekeliling‖. -oir(e) → -oar. ―terpisah‖. -tion → -si -sy → -si -ter. -oid. Penyesuaian awalan Tanpa perubahan a-. ―di dalam‖) endo. Contoh: modernism.(―bawah‖. -loog (Belanda) → -log.(―sama‖) meta. prematuur → prematur. ―tanpa‖)[3] am-. ―ke dalam‖) infra.(―darah‖) hepta. ―mengandung dua …‖) dia. ―tidak‖) em-.(―pada kedua sisi‖. Contoh: dialogue → dialog. -teit → -tas [2]. ―mengurangi‖) di. ―di dalam‖. ―berhubungan dengan‖) aut-.(―sendiri‖.(―ke atas‖. ―ke belakang‖. Contoh: epiloog → epilog. -isme (Belanda) → -isme. Contoh: egoist → egois. auto. ―depan‖) [4] anti-.(―separuh‖. Contoh: university. -ous ditanggalkan -sion. -logie → -logi. Contoh: trottoir → trotoar.(―sesudah‖. ―berubah‖. ―sesudah‖) hemi.(―di dalam‖) epi. ―keduanya‖) ana-.(―dari‖. ―bukan‖.(―dua kali‖. ―di dalam‖) inter. ―mengandung tujuh‖) [7] hetero. ―saling‖)[8] intro. Contoh: optimistisch. -ic → -ik. Contoh: analogy. Contoh: hominoid. ―di bawah‖. -ite → -it -ity → -itas -logue → -log.(―di atas‖. -tre → -ter -ty. en.(―tidak‖. abs. ―berada‖) im-. ―menyimpang dari‖.(―lepas‖. hominoide → hominoid.(―tidak‖. ―ke dalam‖) iso.(―bertentangan dengan‖) apo.(―ketiadaan‖. optimistical → optimistis -ism. -logy. ant.-isch. an. -uur → -ur. -ist → -is. modernisme → modernisme. amb. ―perubahan‖) mono. ―menjauhkan dari‖) a-. Contoh: elektronic → elektronik -isch. ―setengah‖) hemo. -ical → -is. -oïde (Belanda) → -oid.(―dalam‖.(―sebelum‖.(―memindahkan‖. -ure.(―melalui‖. Contoh: premature. ―bertindak sendiri‖)[5] bi.(―tujuh‖. ―dua‖)[6] de. ―mengandung satu‖)[9] . analogie → analogi.(―tunggal‖. ―melintas‖) dis.(―dalam‖. ―terbalik‖) ante.(―antara‖.(―lain‖. ab-. an. universiteit → universitas.

→ kata.→ ko-. ―super‖) uni.(―ke/di seberang‖. eko.pan-.(―lingkungan hidup‖) ex. ac. ―tunggal‖) [sunting] Dengan perubahan ad-. Contoh: bilingual → dwibahasa inter. ―mula-mula‖) pseudo-. ―super‖) hypo. bi-. ―kembali‖)[12] retro.(―dengan‖. ―terletak di belakang‖) semi. malnutrisi post. kom-.(―enam‖. ―di depan‖) proto.→ dwi-. ―berlawanan‖) ec-. pant-. ―berhubungan dengan‖) contra.(―ke‖.→ prati-. Contoh: purnawirawan pre. mala-.(―bawah‖.→ hiper.(―jauh‖. ―berdekatan dengan‖. ―bersama-sama‖. ―pada waktu‖) Penyerapan dengan penerjemahan a. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan bi.(―palsu‖) re.→ sin.(―ke belakang‖. ―sesuai dengan‖) co-.(―lebih dari‖. ―melewati‖. ―jarak‖) trans.(―tiga‖) ultra.→ ekstra. ―berkelebihan‖) quasi. panto (―semua‖.(―pertama‖. ak.(―banyak‖.(―lima‖.(―seolah-olah‖. ―mengandung lima‖)[10] peri.→ antar-. pseud. kon. ―hampir‖) super-. com-. ―di muka‖)[11] pro. ―melebihi‖) tele. ―sedikit banyak‖) sub-[13](―bawah‖. Contoh: antibiotics → pratirasa auto.(―di luar‖) hexa. ―mengandung enam‖) hyper.→ eks. ―keseluruhan‖) para. ―berada di atas‖) supra.→ purba-. ―sebelumnya‖.(―dengan‖. ―agak‖.(―melebihi‖.→ poli. inter-.(―sebelah luar‖.→ ek-. ex. Contoh: malnutrition → malagizi. sur. Contoh: postgraduate → pascasarjana → purna-.→ swa-.(―di luar‖) extra.→ tak-. eco. ―melingkupi‖) pre-(―sebelum‖.(―lagi‖. ―dekat‖. ―bersama-sama‖. Contoh: asymetric → tak simetri ante. ―erat berhubungan dengan‖. ―di bawah‖) poly.(―sebelum‖. ―hampir‖) penta. ―lewat‖.(―separuhnya‖.(―unggul‖. Contoh: prehistory → prasejarah . eks.→ hipo.→ awa-.→ pasca-.(―di samping‖.(―satu‖.(―menentang‖.→ ad-.→ kontra. Contoh: autobiography → swariwayat de. ―kira-kira‖) syn. ―melekat pada‖) cata.→ mal-. ―lewat‖. con. ―mengeluarkan‖) exo-.→ pra-. ―di bawah‖.(―sekeliling‖.→ ekso-. ―mengalihkan‖) tri.→ heksa.(―di atas‖. Contoh: antedate → purbatanggal anti.→ kuasi.(―bawah‖. Contoh: international → antarbangsa mal.

tan-. ejaan resmi dalam bahasa Indonesia dipakai. Contoh: edible → laik-santap -like → lir-. Perancis dan bukan Prancis (berdasarkan kesepakatan). Contoh: ekatuhan (monoteis) 10 sering diterjemahkan dengan awalan panca-. anakbenua Penamaan artikel Nama-nama geografis Coba berikan padanan nama-nama geografis dalam bahasa Indonesia dari tempat-tempat di luar negeri apabila ada. nama dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan.re. Contoh: pratayang. Tetapi jika bahasa setempat tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Catatan kaki 1 Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś 2 Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. Yerusalem dan bukan Jerusalem (bahasa Inggris). Contoh: pra pemilu. Contoh: saptamarga 8 sering diterjemahkan dengan awalan antar-. ulangbuat 13 sering diterjemahkan dengan awalan anak-. Apabila tidak ada. pascasarjana. Contoh: dwiwarna. Contoh: ulangsusun. tanwarna Aturan penyerapan imbuhan 1. praduga 12 sering diterjemahkan dengan awalan ulang-. 4. Contoh: recalculate → hitung ulang -ble → laik-. . Contoh: anakjenis. Contoh: Nama-nama tempat asing Antwerpen dan bukan Antwerp (bahasa Inggris). Wina dan bukan Wien (bahasa Jerman) apalagi Vienna (bahasa Inggris). Contoh: jelly-like → liragar -less → nir-. antarbagian (interseksi) 9 sering diterjemahkan dengan awalan eka-. Moskwa dan bukan Moscow (bahasa Inggris). Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. Khusus mengenai nama-nama geografis di Jawa. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). Contoh: non-Indonesia. awa-. prasangka. Contoh: takpadan (asimetri) 4 sering diterjemahkan dengan awalan purba-. meski ini sering tidak konsisten dan konsekuen. Kadangkala fonem /a/ pada posisi akhir terbuka dieja sesuka hati sebagai [o] atau [a]. 3. Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. bak-. Contoh: swadidik (autodidak) 6 sering diterjemahkan dengan awalan dwi-. mala-. Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain. Singapura dan bukan Singapore (bahasa Inggris). 2. namun tentu saja nama Inggris bisa disebut di dalam artikel. Contoh: purbatanggal (antedate) 5 sering diterjemahkan dengan awalan swa-. Nama dalam bahasa Inggris bisa pula dipakai sebagai nama halaman redireksi. tolong berikan nama tersebut dalam bahasa setempat. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). Contoh: seedless → nirbiji. hindarkan pemberian nama dalam bahasa Inggris. Contoh: pancasila 11 sering diterjemahkan dengan awalan pra-. 3 sering diterjemahkan dengan awalan tak-. anti-Israel. Disambung jika menggunakan kata dasar.→ -ulang. Contoh: antarnegara (internasional). colourless → awawarna. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. Contoh: dwibahasa (bilingual) 7 sering diterjemahkan dengan awalan sapta-.

atau tanggal kelahiran tokoh tidak tersedia. nama kabupaten atau kota‖ seperti Seutui. Tanjung. jadi bukan ―Aceh Besar‖ dan ―Lhokseumawe‖. dan j untuk y). Untuk nama kelurahan menggunakan pola ―nama kelurahan. Namun apabila bahasa asli tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Pada contoh diatas Aceh Besar diberi nama Kabupaten Aceh Besar walaupaun tidak ada Kota Aceh Besar. meski ejaan terakhir ini kadangkala secara fonetis lebih tepat. Nama-nama tokoh asing juga sesuai ejaan dalam bahasa aslinya. Ini berlaku walaupun nama tersebut hanya memiliki satu kegunaan. Contoh: Aristoteles dan bukan Aristotle. Pulau. Sumatra. Wonogiri dan bukan Wanagiri. Baiturrahman. Sulawesi. Air terjun. Mengikuti pola ―Pulau AA‖. Sungai. Pedoman penggunaan ejaan untuk nama tokoh Indonesia adalah sebagai berikut: Kelahiran sebelum tahun 1947. Banda Aceh dan bukan Seutui atau Kelurahan Seutui atau Seutui. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. kecuali tokoh tidak memiliki nama depan secara resmi atau nama merupakan nama julukan. gunakan Ejaan Van Ophuijsen (gunakan oe untuk u.Nama-nama tempat di Jawa Surabaya dan bukan Suroboyo. dj untuk j. Untuk nama-nama tokoh Tionghoa gunakan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Tasikmalaya bukan Kecamatan Ciawi karena nama kecamatan yang sama bisa terdapat di kabupaten yang lain. Hindarkan penggunaan nama-nama Latin atau Yunani dengan ejaan bahasa Inggris. Purwakarta dan bukan Purwokarto di Jawa Barat. Untuk nama kecamatan menggunakan pola ―nama kecamatan. dieja sesuai ejaan asli meskipun bertentangan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Contohnya: ―Blitar‖ karena memiliki banyak arti. hindarkan penggunaan ejaan bahasa Inggris. penamaan artikelnya memakai format ―Kabupaten AA‖ dan ―Kota AA‖. Surakarta atau Solo. Bill Clinton dan bukan William Jefferson Clinton . dj untuk j. maka artikel ―Blitar‖ menjadi halaman disambiguasi yang mengandung pranala ke Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. (terkecuali untuk Jawa. Untuk kabupaten dan kota di Indonesia. gunakan Ejaan Republik (gunakan tj untuk c. Kalimantan tidak memakai awalan pulau karena lebih populer) Untuk nama-nama tempat di Indonesia yang memiliki banyak kegunaan. nama kecamatan. Teluk. ―Sungai Mahakam‖ dan sebagainya. Selat. Kecamatan. Danau. Contohnya: Pulau Simeulue dan bukan Simeulue. contoh: Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. Kelurahan/desa. dan j untuk y). Pulau. tj untuk c. maka artikel dengan nama itu menjadi halaman disambiguasi. atau Sala dan bukan Surokarto. Kelahiran antara 1947 dan sebelum 1972. Baiturrahman. Nama-nama tokoh Nama-nama tokoh dalam bahasa Indonesia. Apabila tidak ada coba gunakan ejaan Pinyin dan hindari ejaan Inggris berdasarkan Wade-Giles. Purwokerto dan bukan Purwakerta di Jawa Tengah. Jika ragu. nama kabupaten atau kota‖ seperti Ciawi. ejaan dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. Bogor dan Ciawi. Nama-nama tokoh sebaiknya ditulis secara lengkap berikut nama depan dan nama belakang. Kelahiran pada dan setelah 1972. Suku. Nama-nama tempat yang sering dipakai di Indonesia Kabupaten dan Kota.

(lihat gelar kebangsawanan). H. Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau Raden Ajoe Kartini Jusuf Kalla dan bukan Drs. Jusuf Kalla Beberapa gelar lainnya yang juga harus dihindari antara lain: GPH (Gusti Pangeran Haryo).T.S. Kong Hu Cu dan bukan Kung Fu-tse Lenin bisa dipergunakan seiring dengan Vladimir Lenin. Penggunaan gelar Gelar-gelar kebangsawanan dan akademis jangan dipakai sebagai judul artikel meskipun harus disebut dalam artikel sendiri. (E. Mao Zedong dan bukan Mao Tse-tung.) . Tjokroaminoto dan bukan H.A. Soeharto dan bukan Suharto. Jeanne d‘Arc dan bukan Joan of Arc. Ptolemeus dan bukan Ptolemy. GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dan lain-lain. Contoh: Hamengkubuwono IX dan bukan Sultan Hamengkubuwono IX atau Sri Hamengkubuwono IX Kartini dan bukan R.S.O.O. Soekarno dan bukan Sukarno. KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo). Cokroaminoto.Boris Yeltsin dan bukan Yeltsin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful