P. 1
b.indonesia

b.indonesia

|Views: 147|Likes:

More info:

Published by: yudisupriadi_alf6498 on Feb 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2015

pdf

text

original

http://avina.blog.fisip.uns.ac.

id/2011/02/26/materi-mata-kuliah-bahasa-indonesia/

http://bahasakita.com/2011/05/10/kata-frasa-klausa-dan-kalimat/

Kata, frasa, klausa, dan kalimat
Keempat istilah yang menjadi judul tulisan ini sering membingungkan orang yang belum sempat mempelajari linguistik: termasuk saya. Definisi yang diperoleh pada KBBI seperti yang tercantum di bawah ini pun tidak menolong menyembuhkan kebingungan tersebut. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.  Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Jadi apa bedanya?    Dari definisi yang diberikan, terlihat bahwa urutan satuan tersebut, dari yang terkecil sampai yang terbesar, adalah (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat. Agar lebih jelas, ada baiknya kita bedah suatu contoh seperti di bawah ini.

Pejabat itu pernah mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dalam perdamaian dunia.
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah satu kalimatyang relatif berdiri sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan yang dipisahkan olehspasi. Klausa dikenali dari bagian yang memiliki subjek dan predikat serta memiliki potensi menjadi kalimat. Kalimat itu memiliki 2 klausa yang dihubungkan dengan kata bahwa, yaitu (1) pejabat itu pernah mengatakan dan (2)Indonesia dapat berperan dalam perdamaian dunia. Menguraikan frasa sedikit lebih sulit. Frasa paling sedikit harus terdiri dari dua kata dan tidak memiliki subjek-predikat. Kalimat tersebut memiliki 4 frasa: (1) pejabat itu, (2) pernah mengatakan, (3) dapat berperan aktif, (4)perdamaian dunia. Kata bahwa, Indonesia, dan dalam tidak dimasukkan dalam frasa karena memiliki fungsi sendiri dalam bentuk tunggal. Mudah-mudahan saya tidak salah dalam menjabarkannya. Maklum, tulisan ini dibuat dalam upaya untuk belajar juga.

http://studentdedhy.blogspot.com/2012/04/contoh-makalah-macam-macam-kalimat.html

Bahasa Indonesia
Pembahasan : macam macam kaliamat
Dosen Pembimbing :

Nama nama kelompok

: Dedy junianto Sitanggang Redy Anto Simbolon Timbul Simbolon Endro Situmorang Robby Josua Marbun Erwin Silitonga

Jurusan

: Akutansi

Universitas Advent Indonesia Tahun 2012

Kata Pengantar

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada kelompok kami sebagai penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang sedang anda baca ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Dan kami tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang telah meluangkan waktu baik diwaktu jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran untuk membimbing kami dalam menyelesaikan karya tulis ini, dan tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih orang tua dari anggota kelompok kami yang telah memberikan dorongan kepada kami, dan kepada teman teman kami Darwin Sinaga, Adil Ganda padang kami mengucapkan terimakasih dan yang terakhir kepada anggota kelompok kami antara lain, Dedy Sitanggang, Redy Anto Simmbolon, Endro Situmorang, Erwin Sihotanga, Timbul Simbolon dan Robby Marbun. Harapan kami dalam membuat Makalah ini semoga Tuhan Yang Maha esa memberkahi makalah ini dan dapat benar benar bermanfaat bagi kelompok kami terutama pembaca. Bandung : Universitas Advent Indonesia,2012

................................................ Kedua bentuk itu................ tidak dapat mengungkapkan suatu ............................................................................. 5 3).......... 9 Kesimpulan... 1 Daftar Isi.................................................................................................................................................. 5 5)...............................Berdasarkan Pengucapannya................................................................................................................. 8 Bab III..................................................Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya....................................................................................................... 7 8)....................Berdasarkan Urutan Katany........................ Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis.................................. 5 4)..........Daftar Isi Halaman Kata Pengantar........................................... kata dan frasa... 6 6). 6 7).............. 3 Bab II.... 3 Pendahuluan ........................................................................................................................................................ 10 Bab I Pendahuluan Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas........................................................Berdasarkan Diathesis........Berdasarkan Nilai Informasinya....................................................................................................................................................Berdasarkan Jumlah inti Membentuknya................................................ 4 1).......................................... 9 Daftar Pustaka................................................ 4 2)...................................................Berdasarkan Pola-pola Dasar yang dimilikinya................................................................................................. 2 Bab ........................... tidak tahu)................................................Berdasarkan Jumlaah Kontur yang ada di dalamnya....

Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. sedangkan kalimat luas biasanya terdiri atas dua klausa atau lebih. Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek. kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat. “ Kalimat adalah kontruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola yang tertentu. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik.com/2008/05/09/macam-macam-kalimat/ . kalimat hanya dan harus terdiri atas subjek dan predikat. atau pada keduanya (Wijayamartaya.maksud dengan jelas. atau tanda seru. dalam wujud lisan atau tulisan. 1984 : 83). Daftar Pustaka Finoza. Komposisi Bahasa Indonesia. Berdasarkan pernyataan di atas. http://yantysa. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya Bab III Kesimpulan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. tanda tanya. kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa klausa merupakan salah satu unsur segmental pembentuk kalimat.Panjang atau pendek. dengan kata lain klausa sebagai bagian dari kalimat. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Untuk dapat berkalimat dengan baik. Kalimat dapat terdiri atas satu klausa jika kalimat itu merupakan kalimat tunggal yang berklausa. baik lisan maupun tertulis harus memiliki S dan P (Srifin dan Tasai.wordpress. dan dapat berdiri sendiri sebagai satu satuan (Kridalaksana. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi. 1991: 9). pada predikat. perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. Lamuddin. Diksi Insan Mulia. 2002: 58).

(kalimat majemuk) Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. (kalimat tunggal 1) . Kalimat Majemuk Rapatan 3. (kalimat tunggal 2)   Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel.1. (kalimat majemuk) [sunting]Kalimat majemuk rapatan Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek. kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam. predikat atau objeknya sama. Kalimat Majemuk Campuran [sunting]Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Norif berangkat ke bengkel. (kalimat tunggal 1) 2. Contoh: 1. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi).maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali. Kalimat Majemuk Setara 2. lalu. Kalimat Majemuk Bertingkat 4. Juminten pergi ke pasar. Pekerjaannya hanya makan. lantas Contoh: 1. yakni: Konjungsi Jenis penggabungan dan penguatan/Penegasan bahkan pemilihan atau berlawanan di lanjutkan pada sebuah kalimat majemuk yang kedua (sedangkan) urutan waktu kemudian.

(anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)   Ketika matahari berada di ufuk timur. Pekerjaannya hanya tidur. biar perlawanan (konsesif) walaupun. oleh karena maka. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. kendati(pun). bagaikan. kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). (kalimat tunggal 2) 3. dan merokok. yakni: Jenis Konjungsi JOTANNN syarat tujuan jika. tidur.2. . karena. alih-alih bahwa padahal [sunting]Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. (kalimat majemuk bertingkat cara 2) sebab. kalau. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat. ayah mencuci motor. Ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 1) Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. tanpa dengan. sehingga dengan. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. biarpun penyebaban pengakibatan cara alat perbandingan penjelasan kenyataan Contoh: 1. (induk kalimat) 2. tanpa seperti. Pekerjaannya hanya merokok. andaikata. manakala. supaya. Kemarin ayah mencuci motor. (kalimat tunggal 3)  Pekerjaannya hanya makan. asal(kan) agar. (kalimat majemuk rapatan) [sunting]Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda.

Secara tertulis. Contoh : Surat untuk nenek ditulis oleh Nina. Contoh : Aku harus memngerjakan PR. Toni bermain dengan Kevin.wikibooks. induk kalimat) 3. 2. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. (pasif) Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. dan Rina membaca buku di kamar. JENIS-JENIS KALIMAT Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan. kemudian subjek dan predikat dirapatkan. Awalan me. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat. (kalimat tunggal 2. Contoh : Nina menulis surat untuk nenek. kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai. Ketika aku datang ke rumahnya. Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. 3. Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)  Toni bermain dengan Kevin. Jika subjek kalimat aktif berupa kata ganti maka awalan me. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-. jeda dan intonasi. ketika aku datang ke rumahnya. Contoh : Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar. kamu harus belajar !” Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. (aktif) PR harus kukerjakan.. jangan bermain-main saja.” ) Contoh : Ibu berkata.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat Jenis-jenis Kalimat Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud. (kalimat majemuk campuran) http://id. Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu. 3. (kalimat tunggal 1) 2. Macam-macam kalimat berita : 1. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.diganti dengan di-. .Contoh: 1. kalimat diiringi dengan nada bicara.. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Rina membaca buku di kamar kemarin. Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi. (pasif) 4. Secara lisan.. Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1. 2. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita. Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “. 4.pada predikat dihapus. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan. “Anis. Contoh : Bapak memancing ikan.

Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal : 1.wikipedia. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶). http://id. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2. kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. 2. 4. Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). Kalimat larangan. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Contoh : Saya siswa kelas VI. Secara lisan. Contoh Jangan membuang sampah sembarangan ! 3. 2. Dalam bentuk lisan. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi. ditandai dengan kata mohon. maupun keterangan waktu. . Contoh : Gantilah bajumu ! 2. Adik bernyanyi dengan sangat merdu. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya. "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Ciri-ciri : 1. tolong.org/wiki/Paragraf Paragraf Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ditandai dengan penggunaan kata jangan. Kalimat perintah biasa. Contoh : Adik bernyanyi. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan. keterangan cara. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. Terkadang baris pertama dimasukkan. Macam-macam kalimat perintah : 1. ensiklopedia bebas Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat. Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). ditandai dengan partikel lah. 3. Kalimat ajakan. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting.Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Contoh : Apakah kamu sakit ? Siapa yang membeli buku ini ? Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki syarat : 1. silahkan. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka.

Spasi tambahan ini. [sunting]Paragraf gantung Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan. Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. gagasan. Daftar isi [sembunyikan]      1 Memasukkan 2 Paragraf gantung 3 Detil 4 Kerangka paragraf 5 Macam-macam paragraf o o     5. sebuah dingbat istimewa. dengan baris kosong antara paragraf.2 Berdasarkan letak kalimat utamanya 6 Paragraf dalam HTML 7 Lihat pula 8 Rujukan 9 Pranala luar [sunting]Memasukkan Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi).Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran. dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir. contohnya. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalamanhalaman. Dalam fiksi prosa. dapat mendatangkan sebuahasterisk. tiga asterisk. . khususnya ketika terjadi pada page break. atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme. Ketika dialog dikutip dalam fiksi.1 Berdasarkan jenisnya 5. paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti.

that it is difficult to suppose them not merely the product of imagination. which. kalimat pertama adalah ide pokok. Raut muka lelaki itu semakin menyeramkan. His humour.[sunting]Detil Dalam sastra. ada palaku. mendengar. Ia semakin terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau menjelaskan ide pokok. is so happily diffused as to give the grace of novelty to domestic scenes and daily occurrences. Contoh: Perempuan itu tinggi semampai. atau tempat. His figures neither divert by distortion nor amaze by aggravation. yet his exhibitions have an air so much original. He copies life with so much fidelity that he can be hardly said to invent. bagaikan seekor singa yang siap menerkam. Samuel Johnson. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. dan ada waktu kejadian. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina." nor raises merriment or wonder by the violation of truth. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu. bahwa Joseph Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang. sebuah "detail" adalah sebagian kecil informasi di dalam paragraf.  Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat. Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. is peculiar to himself. benda. Sedikit susah payah dia membuka pintu itu. atau merasa objek yang digambarkan itu. [sunting]Macam-macam paragraf Paragraf dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya [sunting]Berdasarkan  jenisnya Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. As a describer of life and manners. as Steele observes. He never "o'ersteps the modesty of nature. Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. he must be allowed to stand perhaps the first of the first rank. Kalimat berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara yang spesifik. Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama. . Ciri-cirinya: ada kejadian. Anak itu pun memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri. Contoh: Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets karya Dr. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik.[rujukan?] [sunting]Kerangka    paragraf Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf.Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan.

Contoh: Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur. Ciri-cirinya: ada informasi. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui perspektif agama. Di dalamnya. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. sebagaimana yang dilakukan negaranegara maju seperti Jepang. Contoh: Kemauannya sulit untuk diikuti. [sunting]Berdasarkan  letak kalimat utamanya Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan atas laporan. Contoh: . sosial. kiat. Akan tetapi.  Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis. dan terukur. hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Contoh: Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Membentuk karakter manusia memang membutuhkan pengorbanan. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. Mereka bisa maju karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter. domain tersebut menyangkut hal yang sangat rumit. budaya. rinci. membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan. atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama.  Persuasi adalah paragraf yang mengajak. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan. Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori. bahkan terkait dengan "meta penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan.  Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya. dibahas persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah. Sebab. ♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. dan kausalitas. Singapura. analogi. dan sebagainya. dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu. Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. aduan. membujuk. Contoh: Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah mendarah daging di pesantren. Selama ini. hingga ekonomi. dan Malaysia. Padahal. teknik. yaitu generalisasi. pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya.

Burhan. Mesin rumit itu ada penciptanya. 4. ♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan faktafakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. ternyata Ali. seperti halnya mesin. dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus. bulan. Ada tiga pola hubungan kausalitas. 3. akibatsebab. yaitu sebab-akibat. yaitu manusia. Yang menjadi penjelasannya di atas adalah: 1. jika hujan-hujanan.   Sebab-Akibat Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab. Maman. Alex. Misalnya. Toto. mencakup Ali. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Polanya adalah A mengakibatkan B. Alex. dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya. dan sebab-akibat 1 akibat 2. Mesin saja ada penciptanya. mendapat nilai delapan. Oleh karena itu. Contoh: Alam semesta berjalan dengan sangat teratur. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan. dan Burhan. Toto. beredar dengan teratur. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. Pasti demikian pula dengan Tuhan. 2. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Toto. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Manusia yang menciptakan mesin. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang. ♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Dalam paragraf di atas. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang. yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu. penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. Pemerolehan nilai Ali. sangat sayang akan ciptaannya.Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa. kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Maman. Matahari. seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Alex. bumi. dan anak-anak lainnya. Contoh: . Burhan.

solar. Hari ini pun tidak. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat.Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini.  Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini. Contoh: Kemarin Badu tidak masuk kantor. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat. Contoh: Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Contoh: Mulai tanggal 17 Januari 2002. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Dengan demikian. baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. kedudukan rupiah menjadi kian mantap. dapat direhabilitasi dan dikendalikan. harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. .Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.   Sebab-Akibat-1 Akibat-2 Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi. Minyak tanah. dan lain-lain dinaikkan harganya. dan industri. sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. Karena itu. Jika biaya angkutan naik. Oleh karena itu.   Akibat-Sebab Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. pasti Badu itu sedang sakit. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Karena harga bahan bakar naik. Oleh karena itu. premium. perdagangan. Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan. kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat. Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab. Produksi nasional pun meningkat. Pertanian.

atau elemen blok berikutnya. 2000. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar. [sunting]Lihat   pula Blok pernyataan Pilcrow [sunting]Rujukan   The American Heritage Dictionary of the English Language. November 2003. etc.. kamus gratis. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. Lives of the Poets: Addison. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Samuel. Johnson. Dari sampah.tag pembuka <p> menandakan awal paragraf.  (Inggris) Paragraf dalam HTML 3 dari situs web World Wide Web Consortium (W3C). NJ: Peterson's. 4th ed. ISBN 978-0-7645-6184-9 (13). EBook. Contoh: Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. Harganya murah-murah.  Rozakis. Savage. lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. 2000. dan tag penutup </p> menandakan akhir paragraf. . Lawrenceville. [sunting]Pranala luar Lihat paragraph di Wiktionary. Laurie E. New York: Houghton Mifflin. sebagaimana penjelajah secara otomatis memulai paragraf lain di tag <p> berikutnya. #4673. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. Project Gutenberg. Tag akhir bersifat opsional untukHTML. Master the AP English Language and Composition Test. Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. [sunting]Paragraf dalam HTML Di XHTML. ISBN 0-7645-6184-7 (10). elemen p menandakan blok teks sebagai paragraf.

bukumu. 4. keluar. dll. 6. jamak (anak-anak.html macam-macam morfem Pedoman ejaan dan penulisan kata Halaman ini memuat panduan ringkas mengenai ejaan dan penulisan kata yang dianjurkan di Wikipedia bahasa Indonesia. 2. 7. 1. apatah. Secara umum. Gabungan kata. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. Gabungan kata atau kata majemuk 1. Contoh: adipati. kemari. Contoh: bacalah. Contoh: duta besar. "demi". satu kali pun. dll. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. 4. sepak bola. 5. garis bawahi 3. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. mancanegara. dari) ditulis terpisah. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. bagaimanapun. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Partikel -pun ditulis terpisah. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. Gabungan kata. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1. pedoman ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua dengan beberapa tambahan sesuai dengan konsensus yang telah pernah didiskusikan di antara para kontributor Wikipedia. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. ibu kota. kupu-kupu). Contoh: bertepuk tangan. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: per 1 . Imbuhan (awalan. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. dilipatgandakan. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. gabungan kata ditulis serangkai. ke. 2. termasuk istilah khusus. dikelola 2. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. dan "tiap" ditulis terpisah. Contoh: bergeletar. diselipkan tanda hubung. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. 5.yang berarti "mulai". -ku. sisipan. maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang. orang tua. kauambil. 3. termasuk istilah khusus. 3.com/2009/12/macam-macam-morfem. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Kata depan atau preposisi (di [1]. -nya) ditulis serangkai. dari Surabaya. ke tengah. Contoh: di dalam. -kah. ditulis terpisah. Contoh: menggarisbawahi. -mu. siapakah. 2. buku-buku). unsur gabungan ditulis serangkai. dan -tah ditulis serangkai. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. anak-istri saya. miliknya.http://mnovrianto.blogspot. 3. Contoh: alat pandang-dengar. Contoh: non-Indonesia. Contoh: kumiliki. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. Contoh: apa pun. sayur mayur). Partikel 1. Kata ganti (kau-. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. daripada. Partikel -lah. ku-. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. 8. Partikel per. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba.

+ klarifikasi → mengklarifikasi. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut. atau v. Awalan: me-. me.→ menge-. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka. 3. -i. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. ter-kan dan ter-i 3. atau w. -an.+ datang → mendatang. 3. di-. 9.+ luluh → meluluh. 10. f. p*. g. me. Contoh: me. Contoh: me. me. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing). 1.+ sapu → menyapu*. me. m. dan -er-. me. Angka dan bilangan. memper-kan dan memper-i 7. Sisipan: -in-. per-an dan per-i 9. pe-. -el-. me.+ tipu → menipu. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1. ter-.+ pukul → memukul*. me. r. 1. dan se2.+ fasilitas + i → memfasilitasi.+ makan → memakan.-em-. -lah. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal. se-nya 10. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. pe-an dan pe-i 8. me. ber-an dan ber-i 2. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran. jika huruf pertama kata dasar adalah l. Imbuhan sederhana.+ vonis → memvonis. jika huruf pertama adalah s*. h. dan -ita. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran. jika huruf pertama kata dasar adalah c.→ men-.+ sapu → menyapu. Imbuhan gabungan. ber-. Contoh: me. Awalan mePembentukan dengan awalan me. jika kata dasar hanya satu suku kata. me.+ bom → mengebom. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya.→ mem-. Akhiran: -kan. 2.memiliki aturan sebagai berikut: 1. ke-. Akhiran: -man. 6. me. Contoh: me. Contoh: me. per-. k*. me. j. dan -nya 2. 4. me-kan dan me-i 6.+ baca → membaca. q. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara . me.→ meng-.+ tiup → meniup*. me. atau t*. tetap. ke-an dan ke-i 5. per helai.+ tik → mengetik. n. d. jika huruf pertama kata dasar adalah b. me. 5.+ klik → mengeklik. me. Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1. 2. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim.+ kira → mengira. Contoh: me. Singkatan dan akronim. Imbuhan spesifik. Contoh: me+ kikis → mengikis*. -wan. 2. -wati. Kata turunan Secara umum.+ gotong → menggotong.+ hias → menghias. di-kan dan di-i 3. 1. me. diper-kan dan diper-i 4.April. Contoh: me.→ meny-.

Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa.. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan . ber. • mayat: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Gunakan kata wafat. Pranala ke situs luar Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti "Untuk informasi lebih lanjut. atau tewas (tergantung konteks). Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. gugur. dan sebagainya).. Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik: {{stub}} atau {{rintisan}} di bagian akhir artikel. silakan mengunjungi situs ini... Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran.+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2.. Mayat dan mati • mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi.[sic] . ber. . yaitu: 1.+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI." pada artikel yang belum lengkap.Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. Gunakan kata jasad atau jenazah. Contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: .+ konversi → mengkonversi. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK "DI MANA". kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan . apalagi "dimana". "which".sempurna. Tionghoa (bahasa dan orang). (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). "whom". Penggunaan "di mana" sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Contoh: me. Penggunaan "di mana" sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. Pada dasarnya. .. Dengan demikian. meninggal. atau "where") atau variasinya ("dalam mana". Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan... termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. • Usul perbaikan: . dengan mana". bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who". apalagi bunyi ujaran China .

serta "sementara". jumlah total TPS se-Banten ada 12.. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. . "atau".849. kacamata 20. bagaimana 7. belasungkawa 12.849. Sementara itu.208. akhirulkalam 4. "Sedangkan" adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama.. bumiputra 13. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice . "Sedangkan" digunakan untuk mengawali kalimat.• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m).951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap)." Gabungan kata yang ditulis serangkai 1. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. . dukacita 17. 6. Kata penghubung "sedangkan" Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata "sedangkan". sama seperti "dan".208. Contoh: Dari harian Jawa Pos: "Sebelumnya disebutkan. barangkali 8. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. • Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja . daripada 14.208. bilamana 9. bismillah 10. beasiswa 11. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. adakalanya 3. hulubalang 19. dalam pilgub Banten kali ini. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata "sementara itu".951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). darmasiswa 16. kasatmata . astagfirullah 6. acapkali 2.849. halalbihalal 18." Usulan perbaikan 1: "Sebelumnya disebutkan.. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. dalam pilgub Banten kali ini ada 6..951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12." Usulan perbaikan 2: "Sebelumnya disebutkan. darmabakti 15. alhamdulillah 5. Di sini tampak bahwa "apabila" menggantikan posisi "di mana" (ditulis di kalimat asli sebagai "dimana").

aktivitas. sukarela 44. bus. manasuka 26. ekstrim 14. asas. ekstrakulikuler 13. kepada 22. sebagaimana 38. sediakala 39.21. saripati 37. atlet. al-Qur'an. aktip 2. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. analisis. bukan apotiker) 7. saputangan 36. manakala 25. Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4. diagnosa 12. mangkubumi 27. kilometer 24. Februari. Al-Qur'an. silaturahmi 42. apotek. aktifitas 3. aktif. titimangsa 47. ekstrem. segitiga 40. apotik (ingat: apoteker. bukan atlitik) 9. azas 8. matahari 28. analisa 5. olahraga 29. puspawarna 33. sukaria 45. 1. sastramarga 35. Pebruari . embus. alquran. besok. atlit (ingat: atletik. peribahasa 32. diagnosis. keratabasa 23. paramasastra 31. al Qur'an. Anda. wasalam Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. bis 10. hembus 15. padahal 30. sekalipun 41. syahbandar 46. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. Ekstrakurikuler. radioaktif 34. esok 11. anda 6. sukacita 43.

negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 55. makhluk. indera. maaf. November. hipnotis (adjektiva) 21. inderagiri 26. nasihat. kuantitas. geladi 19. kosakata 40. objek. jendral 30. istri. kwantitas [2] 42. obyek 57. konkrit. kenderaan 36. Katolik. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 47. ijasah 23. kuna [3] 44. nahkoda. hierarki. kaca mata 32. Nopember 56. himbau 24. kanker. kosa kata. gladi. metoda 49. izin. orangtua 60. komplet. komoditi. pungkir (Ingat!) 50. Jum'at 31. hirarki 20. olah raga 59. nakoda 51. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 53. kwitansi 43. jenderal. narasumber. ijazah. karier. persen. imbau. kwalitas. nasehat 54. jadwal. kuno. karir 34. indra 25. mungkir. olahraga. napas. objektif. photo 18. metode. Jumat. frekwensi 17. negatif. foto. Katholik 35. kualitas. frekuensi. kacamata. kwalitet [2] 41. ma'af 46. nakhoda. obyektif/p 58. kendaraan. nafas 52. mahzab 48.16. isteri 27. paham. menghipnosis (verba). prosen . komoditas [2] 37. lokakarya. hipnosis (nomina). kongkrit 39. mahluk. jadual 29. faham 61. ibukota 22. ibu kota. kangker 33. komplit 38. orang tua. loka karya 45. mazhab. konkret. kuitansi. ijin 28. indragiri.

. sepakbola 84. Jogjakarta 103. jaman Catatan kaki 1. trampil 99. selebritas. takhta 95. Yogyakarta. praktek (Ingat: praktikum. putra. syaraf 78. tel(f/p)on. pengrumahan. terampil. pelepasan. standar. fikir 67. putera 71. tilpon 97. sangsi (=ragu-ragu). syurga 88. subyek 89. sarat (=penuh). saksama. samudra. sorga. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya. pikir. wali kota 102. silakan. teoritis (diserap dari: theoretical) 98. zaman. silahkan (Ingat!) 85. selebriti 83. resiko 74.sepertinya kedua-duanya berlaku 100. bukan praktekum) 69. teknik. standarisasi [5] 93. teoretis. baik untuk arti housing maupun PHK 66. sintesis. surga. tahta. pelihatan. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) 79.62. sintesa 86. segi tiga 82. puteri 72. sekretaris. praktik. Sumatra. telefon. subjek. realitas. sekertaris 80. samudera 76. subjektif. hutang (Ingat: piutang. utang. walikota. Perancis [4] 68. Prancis. salah) 77. bukan pihutang) 101. segitiga. realita 73. standardisasi. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. propinsi 70. sistem. standard 92. Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan. risiko. telepon. sekuritas [2] 81. permukiman. perumahan. sekuriti. seksama (Ingat!) 75. ubah (=mengganti). rubah (=serigala) -. putri. tanda tangan. saraf. pengecualian 64. subyektif/p 90. sistim 87. tandatangan 94. tehnik 96. penglihatan. pemukiman 65. provinsi. sepak bola. penglepasan 63. Sumatera 91.

5. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan "Perancis" sesuai konsensus. ^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. 3. Morfem Morfem. ^ Lihat bagian diskusi halaman ini 4. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi. Posted by no_free@westlife. seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi. Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah.com at 17:44 . ^ Walaupun "Prancis" lebih dianjurkan. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas).2. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas.

dll. anak-anak b.Jambu merah Pak Alex besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. kura-kura c. Dwipurwa). rumah-rumah 2. Kata Ulang Utuh (K. pepohonan b. yakni perulangan kata yang dialami oleh sebagian dari kata dasar. yakni: 1. . Contoh: . Contoh: . mobil-mobilan 4. 1. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar namun mengalami perubahan fonem pada salah satu kata dasarnya. Kata Ulang Sebagian (K. lauk-pauk Catatan: kata-kata berikut tidak termasuk kata ulang dalam bahasa Indonesia karena tidak sesuai dengan pengertian kata ulang itu sendiri. 3. Contoh: a. Contoh: a.Anak kelas IX orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. Contoh: a. Contoh: . Dwilingga). Kata Ulang Salin Suara (K.http://basindo. lumba-lumba. yakni perulangan kata yang melibatkan morfem terikat (afiks) a. . yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar. pura-pura d. di antaranya sebagai berikut. 2. gerak-gerik Perubahan fonem konsonan a. Dwilingga Salin Suara).org/ KATA ULANG Kata Ulang Kata yang mengalami perulangan kata sebagian atau seluruhnya dan mengakibatkan makna yang berbada-beda. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Macam-macam makna atau nosi kata ulang.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah.U. tetangga 3. kejar-kejaran b. Maka kata-kata berikut dinamakan Kata Ulang Semu. Kata ulang yang menyatakan `sangat`.Di tempat kakek.U. terdapat pepohonan yang rimbun dan lebat sekali.edublogs. tiba-tiba b. Kata ulang yang menyatakan `paling`. Contoh: Perubahan fonem vokal a. sayur-mayur b. Kata Ulang Berimbuhan. mondar-mandir b. Macam-Macam Kata Ulang Kata ulang dibagi menjadi 4 macam. Kata ulang yang menyatakan `banyak tidak menentu`.U.

Mas Agung berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. Kata ulang yang menyatakan `terus-menerus` Contoh: . . .Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! . Kata ulang yang menyatakan `agak` (melemahkan arti). Ada apa ya? 12. . 9. Contoh: . Nak. 6.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan. Contoh: .Marcel membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Mulyanto tadi pagi. 8. . Kata ulang yang menyatakan `sifat` atau `agak`.Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. nanti uang sakumu habis! 14. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `waktu` atau `masa`.Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. nanti jatuh! 11. . Contoh: . Contoh: .Jangan tergesa-gesa begitu dong. 7. Kata ulang yang menyatakan `saling` atau `berbalasan`(resiprok). Kata ulang yang menyatakan `himpunan pada kata bilangan`. Contoh: .Lina selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Hany dapat termaafkan.Setinggi-tingginya Agus naik pohon. Contoh: .Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa. Kata ulang yang menyatakan `bertambah` atau `makin`.Ricky main rumah-rumahan bersama Rexy seharian di halaman rumah. 5.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. pasti dia akan turun juga. Kata ulang yang menyatakan `bersenang-senang` atau `santai` Contoh: . .Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya.Karena berjalan sangat jauh kaki Putra sakit-sakit semua. Kata ulang yang menyatakan `mirip` / `menyerupai` / `tiruan`.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. 4.Zambada dan Edowa mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya.Biarkan dia main hujan! Lama-lama dia akan bosan juga. Contoh: . 13.Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam.Jangan beli makanan banyak-banyak. 10. . . Kata ulang yang menyatakan `beberapa`.. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `berusaha` atau `penyebab`.

Pada kalimat langsung. sedangkan pada kalimat tak langsung intonasi mendatar dan menurun. untuk. ia -ku > -nya kita > mereka PENGGUNAAN KATA TUGAS PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung siapa > tentang nama / pelaku apa (-kah) > tentang sesuatu / benda Kapan. Susunan kalimat langsung tetap. PERBEDAAN KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG 1. intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dibandingkan yang tidak.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. Pada kalimat langsung. ke mana > tempat mengapa > sebab Berapa. sedangkan pada kalimat tak langsung kata ganti pada kalimat yang dikutip mengalami perubahan. KALIMAT TAK LANGSUNG adalah kalimat yang melaporkan/memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain. sedangkan pada kalimat tak langsung berkata tugas. aku engkau > saya. kalimat tanya. 2.. . KALIMAT KALIMAT LANGSUNG adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain. sebab. 3. Bentuk dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita. kalimat perintah. dan kalimat seru sedangkan pada kalimat tak langsung hanya berupa kalimat berita. Kalimat langsung bertanda kutip (―…‖) sedangkan kalimat tak langsung tidak bertanda kutip. Kalimat langsung berbentuk kalimat berita. urutan mana > pilihan bagaimana > cara jangan > untuk tidak -lah > untuk / supaya / agar (berupa kalimat berita) > bahwa MEI01 Karangan Uncategorized Tagged karangan1 Comment » KARANGAN . ataupun kalimat seru. Bentuk dari kalimat tidak langsung hanya berupa kalimat berita. baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. dll. 4. tidak berkata tugas. kata ganti pada kalimat yang dikutip tidak mengalami perubahan. supaya. bilamana > waktu di mana. 5. PENGGUNAAN KATA GANTI (PRONOMINA) PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung kamu > saya. kalimat perintah. seperti bahwa. aku aku.Dari tadi padi Filo kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. ke berapa > jumlah. kalimat tanya. saya > dia.

Oleh karena itu. Contoh: ―Amin memang murid yang baik. Tak ayal lagi ia akan menjadi mahasiswa yang baik. (2) Eksposisi ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak diselesaikannya. pendapat. marilah kita mencoba untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan. Namun demikian. untuk tahap pertama. Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan. terdapat berbagai jenis tanaman hias yang kami tanam sendiri. tersedia pula lapangan olahraga yang sangat luas sehingga dapat membantu kami untuk meningkatkan keterampilan berolahraga dan mengekspresikan diri. Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca. dengan biaya sekitar Rp 10 milyar. atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu. diantaranya ialah tidak membuang sampah sembarangan. suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan. Contoh: Lingkungan sekolah kami sangatlah nyaman.Karangan adalah hasil tulisan yang mengungkapkan ide. (4) Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat.‖ (5) Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau menggambarkan suatu . Dan. Dengan luas 1 ha. Dalam Argumentasi ini. S. persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya. atau menerangkan suatu gagasan. Pembangunan kantor di Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu. kejadian. mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional.H. masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih awal dari temantemannya. Inilah masalah yang sulit dipecahkan. Bahwa prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari temantemannya dapat dilihat dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah. Di sekitar halaman sekolah. Seandainya saja setiap anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah kualitas kesehatan dapat ditingkatkan. yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan. atau keyakinan. berbagai fasilitas sekolah tersedia demi kemajuan proses belajar kami. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng. atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Contoh: Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. setelah tertunda dua tahun. yakni: (1) Deskripsi disebut juga lukisan. seta bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996. Karangan dibagi menjadi beberapa macam. perasaan. direncanakan rampung 2 – 3 tahun mendatang. Amur Muchasim. dan sikap yang diajukan.. (3) Persuasi ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan. mengembangkan. sikap. kini mulai dibangun di Palu. Ada pula kantin yang bersih dan luas agar suasana istirahat kami dapat kami gunakan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kejenuhan. Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Contoh: Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif. pendapat.

skripsi. yang semuanya termasuk karangan ilmiah Yang dimaksud karangan ilmiah ialah karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan. 3) Sama-sama memerlukan analisis dan sintesis pada waktu mengupas sesuatu. Yang pertama disebut fiksi. pengertian persoalan. sedang yang kedua dinamakan nonfiksi. Sedangkan pada akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya. Contoh: ―Beratus-ratus tahun Indonesia telah dijajah Belanda. Bahasa fiksi biasanya bersifat konotatif dan subjektif.pengalaman . 4) Penutup pada akhir paparan biasanya manegaskan lagi apa yang telah diuraikan sebelumnya. peta. dan Belanda di Indonesia kemudian ditaklukkan oleh Jepang. fabel. Fiksi umumnya hanya mengetengahkan hasil rekaan atau imajinasi atau khayal pengarang. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk memproklamirkan kemerdekaannya. dan hikayat.‖ Perbandingan karangan eksposisi dengan argumentasi a. tambo. statistik dan lain-lain pada argumentasi untuk membuktikan. statistik. legenda. mite. sistematika yang digunakan. sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya.sikap dan keyakinan . statistik. cerpen. dan lain-lain pada paparan untuk menjelaskan. pada tangga 17 Agustus 1945. cerpen. 3) Pendahuluan pada paparan memperkenalkan topik dan tujuan yang akan dipaparkan. karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom atom. atau gabungan dari keduanya. Imajinasi tersebut sering pula didasarkan pada peristiwa seharihari sehingga ada kemungkinan dapat terjadi. sera tujuan argumentasi. dan lain-lain. Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual. Sebaliknya karangan nonfiksi menyajikan peristiwa secara apa adanya atau secara objektif. Sedang contoh karangan nonfiktif dapat kita kemukakan misalnya. . Perbedaan: 1) Tujuan paparan hanya menjelaskan dan menerangkan. kisah perjalanan. gambar. Sedangkan argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca. grafik. tesis.pengamatan dan penelitian . sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat. keyakinan. Ini tidak lama memang. novel. Termasuk karangan fiktif ialah roman. dan sikap penulis benar. resensi.daya khayal tidak digunakan b. paper atau makalah. laporan.kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif. Perang Dunia II pecah. dan yang isi serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. 2) Sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka. 2) Grafik. jadi tercakup di dalamnya ialah roman. dan dongeng. Biasanya karangan dibedakan atas karangan fiktif dan karangan faktual. novel. desertasi. Persamaan: 1) Sama-sama menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis. hikayat. atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu. bahasa nonfiksi cenderung objektif dan denotatif. 4) Sama-sama menggali sumber ide melalui: . penelitian. Sedangkan pendahuluan atau pembuka pada argumentasi berisi latar belakang dan sejarah persoalan. Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hata. Sedangkan grafik. kini Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia.

sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mempunyai alasan yang dapat diterima akal (2) sistematis. simposium. (4) Skripsi. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya. diteliti. (8) Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim‘. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya. yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Yang tergolong karangan ilmiah antara lain: (1) Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan. (3) Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran. yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan (3) objektif atau faktual. (7) Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan. tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya.) MEI01 .T. atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh. observasi. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. usulan. dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis.Ciri-ciri Karangan Ilmiah: (1) logis. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan. penyelidikan. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu. (5) bahasanya bersifat lugas atau denotatif. dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. (9) Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor. dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian. karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. digarap. (6) Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor. jika dibandingkan dengan skripsi. atau diamati. (5) Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. artinya keterangan yang dikemukakan didasarkan pada apa yang benarbenar ada atau sesuai dengan fakta (4) teruji. untuk dibacakan dalam rapat kerja. (E. artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya (4) disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami. seminar. dan . atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan. Syarat-syarat Karangan Ilmiah: (1) mengandung masalah serta pemecahannya (2) masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca (3) lengkap dan tuntas. dan sebagainya. pengulasan. atau penilaian sebuah buku. (2) Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat.

-kan. egois. ubur-ubur. 2. bersalam-salaman. -is. antar-. c. membaca.Kata ulang utuh berubah bunyi (dwilingga salin suara) Contoh kata: gerak-gerik. se-. -iah. diper-. pra-. jenis kata ulang yang terjadi pada seluruh kata dasar. ambilkan. Catatan: kata kura-kura. b. bergelembung (morfem bebasnya `gembung`). Proses Pengulangan Kata (Reduplikasi)  Kata dasar yang mengalami perulangan sehingga membentuk makna yang berbeda-beda. Kata majemuk dibagi menjadi 3 jenis. -man. afiks yang melekat di belakang morfem bebas. yakni: 1. alamiah. mondar-mandir. sedangkan kata `tani` adalah contoh morfem bebas. sirami. dipukul. -wan. -er-. Contoh kata: bergerigi (morfem bebasnya `gigi`). dan lain-lain. tiba-tiba. dan lain-lain. tembak-menembak. rumah-rumahan. dan -em-. me(N)-. dll. memper-. yaitu: a. dll.Kata Jadian Uncategorized Tagged jadianNo Comments » KATA JADIAN Kata Jadian adalah kata yang telah mengalami gramatikalisasi.Awalan (prefiks) Macam-macam prefiks: ber-. yaitu: a. Contoh kata: mainan. Contoh kata: bermain. ramah-tamah. -if. afiks yang melekat di antara morfem bebas. perlindungan. Proses Imbuhan (Afiksasi)  Kata dasar (morfem bebas) yang dilekatkan dengan afiks (morfem terikat) sehingga membentuk makna kata yang baru. karyawati. c. dll. pertanianContoh: per + tani + an Afiks `per-` dan `-an` adalah contoh morfem terikat. per. sesuatu.Kata majemuk setara .Kata ulang utuh (dwilingga) Contoh kata: rumah-rumah. dll. pengarang. seniman. b.Kata ulang sebagian (dwipurwa) Contoh kata: lelaki. di-. Gramatikalisasi dibagi menjadi 3 macam. -logi. -i. memiliki kedudukan kelas kata yang sama. -wati. -sasi. pe(N)-. semacam. dll. d. dll. bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata dasar.Kata ulang berimbuhan Contoh kata: bermain-main. Kata majemuk juga bisa disebut sebagai frasa. Afiksasi dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis. lumba-lumba. bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tetapi terdapat fonem (huruf) yang berubah.Akhiran (sufiks) Macam-macam sufiks: -an. tetamu. manca-. tetangga. cumi-cumi. Dan jenis ini tidak masuk ke dalam jenis kata ulang karena definisi kata ulang semu tidak sama dengan kata ulang (reduplikasi) sesuai dengan KBBI. 3. bentuk perulangannya mendapat imbuhan (afiks). dll. Reduplikasi dibagi menjadi 4 jenis. leluhur. anak-anak. Permajemukan (Kata Majemuk)  Gabungan dua kata atau lebih yang berstatus sebagai kata yang berdiri sendiri sesuai dengan kata yang digabungkan. atau kata lainnya yang menggunakan tanda hubung (-) dan memiliki makna oleh kata itu sendiri dinamakan kata ulang semu.Sisipan (infiks) Macam-macam infiks: -el-. yaitu: a. adi-. murid-murid. lauk-pauk. afiks yang melekat di depan morfem bebas.

Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab. . delapan ekor. .Anak Kelas VIII orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. KB KS KB KK KB KS K Bil. Contoh: .Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali.Kata majemuk bertingkat (tak setara) Contoh kata: gadis belia. dll. siswa teladan.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. 9. Contoh: . meja makan. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan (resiprok). 8. 5. .Contoh kata: kursi tamu. majalah wanita. yaitu antara lain: 1. .Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. . Contoh: . Kata ulang yang menyatakan sangat. hancur lebur.Setinggi-tingginya Joni naik pohon. . KB KB KK KK KB KB b. KB c. Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia.Jambu merah Pak Daden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi.Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. dll. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa.Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan.Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga. 3. besar mulut >> bukan mulutnya besar melainkan suka membual (pembohong). dan lain-lain. Contoh: . memiliki makna yang baru.Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam.Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa. keras kepala >> bukan kepalanya keras seperti batu melainkan egois. 7. memiliki kedudukan kelas kata yang berbeda. Contoh: .Kata Idiomatis atau ungkapan Contoh kata: panjang tangan >> bukan tangannya panjang melainkan suka mencuri.Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu. . Contoh: . . Contoh: . 4. Kata ulang yang menyatakan paling.Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. 2. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia. 6. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin …. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. pasti dia akan turun juga.

Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan. . Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar.Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. 10. kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti).Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. Contoh: . Nak. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya. afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru. reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks. 13. Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan. satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi. Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. nanti perutmu meletus! 14. .Mas Tono berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. .Dari tadi Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. Contoh: .Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan. juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks). Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan). . Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai.Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau.Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan.Jangan beli makanan banyak-banyak.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! . Contoh: . . Contoh: . 11. Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak. Contoh: .Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua. Istilah afiks termasuk prefiks. . konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan). prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. sufiks dan konfiks.Contoh: . Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Ada apa ya? 12.Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh. Kata ulang yang menyatakan beberapa. tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini. sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda.

atau permajemukan.kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan. Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. se – nya Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. ke-. menge-. me-. per – an. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan. perulangan. Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks. hasil perbuatan. meny-. meny. bukan tindakan atau obyek tindakan itu. tersufiks: -an. di-. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-. Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar. pe – an. -lah. adjektiva. -kan. melakukan atau menjadi sesuatu.‖ Prefiks ―me-‖ menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks ―di-‖ menunjukkan tindakan pasif. Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini. Jika seseorang mengerti makna kata dasar. Banyak verba dengan afiks ―ber-‖ mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. verba. Aplikasi Afiks ber-: menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. peny – an. menghasilkan. pem – an. Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat – siapa yang melakukan aksi itu. Edisi Kedua – 1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. se-. dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan. me-. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks. pe-. di-: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks ―me-. kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. -i. per-. ber – an. Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina. pe-: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku. meng-. peng-. -pun. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. -nya konfiks: ke – an. pem-. maka kata . dan bukan pelaku. peny-. -kah. mem-. peng – an. Juga dapat menunjukkan keadaan atau kondisi atribut tertentu. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks. meng-. keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda. Fungsi utama prefiks ―ber-‖ adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya.

yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat. -kah: menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. -i: menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. kesamaan atau kemiripan 4. Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. paling baru. biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif. paling tinggi. se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. satuan atau kesatuan (seperti ―a‖ atau ―the‖ dalam Bahasa Inggris) 2. Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat. Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Sufiks ini jarang digunakan. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. (misalnya: paling besar. ke-an: Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan. Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif. proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural). untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an: menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan. Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut . -kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. ter-: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. -lah: sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. dan sebagainya. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti ―satu‖ dalam situasi tertentu. pesawat. Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. untuk menyatakan keseragaman. pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu. instrumen. untuk menyatakan seluruh atau segenap 3. alat. untuk menyatakan satu benda. untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. Konfiks ini adalah untuk: 1. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum .

sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal den seintensif mungkin. ―bukunya‖ = buku dia atau buku mereka. Gaya Bahasa Penegasan 1. Misalnya. Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. satuan ―-nya‖ pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. peny-an. peng-an. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3. Misalnya. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini. se – nya: Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). per-an: menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. Penggunaan ―-ku‖ dan ―-mu‖ bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita. Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. rupanya = apparently -nya. tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik.T. kata ―bukuku‖ = buku saya. -nya: Ada penggunaan ―-nya‖ sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya.yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini. (E. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. bila ―-nya‖ berfungsi sebagai penunjuk. pem-an: penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks ―ke-an‖. adalah gaya bahasa yang menggunakan peribahasa yang maksudnya sudah dipahami umum. Macam-Macam Gaya Bahasa A. contoh: biasanya = usually. Penggunaan ―-nya‖ baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. ―bukumu‖ = buku Anda. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. -ku. ―bukunya‖ berarti ―buku itu‖. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat.Alusio Contoh: . membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan pe-an.) MEI01 Majas (Gaya Bahasa) Uncategorized3 Comments » Majas (Gaya Bahasa)  Yang dimaksud dengan majas ialah cara pengungkapan perasaan atau pikiran dengan bahasa sedemikian rupa.

Air matanya mengalir menganak sungai. Kata-kata ini diambil dari sifat-sifat yang menonjol yang dimiliki oleh orang yang dimaksud.Dalam bergaul hendaknya kau waspada.Hiperbolisme Contoh: . atau kata-kata yang kasar dan kurang sopan. . di kota-kota. majalah. adalah gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips (kalimat tak lengkap).Elipsis Contoh: .Jangan terpedaya dengan apa yang kelihatan baik di luarnya saja. tetapi kelakuanmu. .Asindeton Contoh: Buku tulis. makin lama makin rendah tingkatannya. anaknya dan sekarang cucunya tak luput dari penyakit keturunan itu. koran.―Kalau belum jelas.10.Eufemisme Contoh: . 2. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata tertentu untuk menggantikan nama seseorang. . makin lama makin tinggi tingkatannya. 4.. tabu). di desa-desa.Pegawai yang terbukti melakukan korupsi akan dinonaktifkan adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya.Suaranya mengguntur membelah angkasa. dia sendiri.Antiklimaks Contoh: Kakeknya. dan surat-surat kantor dapat dibeli di toko itu. adalah gaya bahasa penegasan yang menyebutkan beberapa hal berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung.‖ .Antitesis Contoh: Tinggi-rendah harga dirimu bukan elok tubuhmu yang menentukan. buku bacaan. ayahnya.Putra Bapak tidak dapat naik kelas karena kurang mampu mengikuti pelajaran. hari proklamasi ini dirayakan dengan meriah.Klimaks Contoh: Di dusun-dusun. 7.Antonomasia Contoh: Si Pelit den Si Centil sedang bercanda di halaman rumah Si Jangkung 6. 5. jangan-jangan dia …. adalah gaya bahasa atau ungkapan pelembut yang digunakan untuk tuntutan tatakrama atau menghindari kata-kata pantang (pamali.Polisindeton Contoh: Buku tulis. surat-surat kantor semua dapat anda beli di toko itu. majalah. yakni kalimat yang predikat atau subjeknya dilesapkan karena dianggap sudah diketahui oleh lawan bicara. (kebalikan asindeton) gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan paduan kata-kata yang artinya bertentangan. 3. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut.‖ 9. . 8.―Saya khawatir. akan saya jelaskan lagi. sampai ke ibu kota.Segala yang berkilau bukanlah berarti emas. .

adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata atau sebuah nama yang berhubungan dengan suatu benda untuk menyebut benda yang dimaksud. Gaya bahasa jenis ini sering dipakai dalam pidato atau karangan berbentuk prosa.Dia maju dua langkah ke depan.Pleonasmse Contoh: . .Paralelisme Contoh Anafora : .Parafrase Contoh: ―Pagi-pagi Ali pergi ke sawah. . anak sulung Pak Sastra itu melangkahkan kakinya ke sawah.Koreksio Contoh: Setelah acara ini selesai.14.Sunyi itu lampus Contoh Epifora : . dan demikian pula harapan setiap pejuang.15.16.12.‖ adalah gaya bahasa penegasan yang mengulang-ulang sebuah kata berturut-turut dalam suatu wacana. penyebutan yang didasarkan pada merek dagang.Repetisi Contoh: .11. dun lain sebagainya. adalah gaya bahasa dengan menggunakan kalimat inversi.18.Harapan kita memang demikian.Sunyi itu kudus .Metonimia Contoh: . adalah gaya bahasa penguraian dengan menggunakan ungkapan atau frase yang lebih panjang daripada kata semula. Pengulangan di bagian awal dinamakan anafora. Misal.13. Hal ini sengaja dibuat untuk memberikan ketegasan pada predikatnya. nama penemu. Misal.Harapanku hanya untukmu adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya.Rinduku hanya untukmu .Interupsi Contoh: Saya. kalau bukan karena terpaksa. Husni mengisap Gudang Garam.Benar! Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. materialistis diganti dengan gila harta benda. yakni kalimat yang predikatnya mendahului subjek.Sunyi itu duka . silakan Saudara-Saudara pulang. bahwa Tono berkelahi di tempat itu.Udin mengisap Gentong.Inversi Contoh: Pergilah ia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari harapan baru di kota. sedang di bagian akhir disebut epifora. . adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata pembetulan untuk mengoreksi (menggantikan kata yang dianggap salah). pagi-pagi digantikan ketika sang surya merekah di ufuk timur.Cintaku hanya untukmu . nama pabrik. adalah gaya bahasa pengulangan seperti repetisi yang khusus terdapat dalam puisi. eh maaf silakan Saudara-Saudara mencicipi hidangan yang telah tersedia.adalah gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat.Sunyi itu lupa .‖ dijadikan ―Ketika mentari membuka lembaran hari.Ayah pergi ke Bandung mengendarai kijang. tak mau bertemu dengan dia lagi.17.

21. Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia.Litotes Contoh: . 4. tak gentar menghadapi musuh. belum tampak juga batang hidungnya. Totem pro parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian. B.Semangat juangnya berkobar. ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua buah keutuhan berdasarkan persamaannya secara menyeluruh. . Gaya Bahasa Perbandingan 1. adalah gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti. 2. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sama artinya dalam satu kalimat. .Engkau harus dan wajib mematuhi semua peraturan. . adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda berdasarkan persamaannya.. dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih .19. tetapi sebenarnya tidak bertanya. semoga dalam mengarungi samudra kehidupan ini.Retoris Contoh: Bukankah kebersihan adalah pangkal kesehatan? Inikah yang kau namakan kerja? 20. bagaikan. ibarat. jika kebetulan lewat. Pars pro Toto adalah gaya babasa yang menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan. Saudara mampir ke pondok saya.Bunyi lonceng memanggil-manggil siswa untuk segera masuk kelas.Personifikasi atau penginsanan Contoh: .Dari mana orang seperti saya ini mendapat uang untuk membeli barang semahal itu. . penaka. 3.Alegori Contoh: Kami semua berdoa. Sudah lama ditunggu-tunggu.Sinekdoke. kamu berdua akan sanggup menghadapi badai dan gelombang. tetap merdeka! adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya. adalah gaya bahasa perbandingan yang menyatakan sesuatu dengan memperendah derajat keadaan sebenarnya. adalah gaya babasa perbandingan.Metafora Contoh: .Silakan. laksana.Tautologi Contoh: .Nyiur melambai-lambai di tepi pantai 5. Contoh: Setiap kepala diwajibkan membayar iuran Rp1.000. gaya bahasa ini terbagi menjadi dua yaitu : (a) Pars pro toto (sebagian untuk keseluruhan) dan (b) Totem pro parte (keseluruhan untuk sebagian).Gelombang demonstrasi melanda pemerintah orde lama.Harapan dan cita-citanya terlalu muluk. Contoh: Cina mengalahkan Indonesia dalam babak final perebutan Piala Thomas. dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia. atau yang menggunakan kata-kata yang artinya berlawanan dari yang dimaksud untuk merendahkan diri.00.Sekali merdeka.

lintah darat lambang manusia pemeras.jelas. tetapi sekarang menjadi berandal karena tidak ada perhatian dari orang tuanya.Hidup tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam. namun karena kerajinannya melebihi kawan sekolahnya. 3.Seharian ia berkubur di dalam kamarnya. 2.Tropen Contoh: . 6. yang membentuk satu kalimat. wanita mampu menundukkan pria. yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian. adalah gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan. dia mendapat nilai paling tinggi. Gaya Bahasa Pertentangan 1. bahasa kiasan. Gaya Bahasa Sindiran 1.Simbolik Contoh: Janganlah kau menjadi bunglon! 7. adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan.Ironi Contoh: Eh. . adalah gaya bahasa sindiran yang mempergunakan pernyataan yang mengecilkan kenyataan sebenarnya.Kontradiksio in terminis Contoh: Suasana sepi. 3. adalah gaya bahasa yang mengandung uraian atau pernyataan yang tidak sesuai dengan sejarah atau zaman tertentu.Simile Contoh: . adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata yang kasar. D.Tikus mati kelaparan di lumbung padi yang penuh berisi.Inuendo Contoh: la menjadi kaya raya lantaran mau sedikit korupsi.Anakronisme Contoh: Mahapatih Gadjah Mada menggempur pertahanan Sriwijaya dengan peluru kendali jarak menengah. (maksudnya: pahit). kamboja lambang kematian. -Ali sebenarnya bukan anak yang cerdas. mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu. bunglon lambang manusia yang tidak jelas pendiriannya. Misal.Wajahnya seperti rembulan. manis benar teh ini.Okupasi Contoh: -Sebelumnya dia sangat baik.Paradoks Contoh: . Misalnya menyebutkan sesuatu yang belum ada pada suatu zaman.Dengan kelemahannya. . adalah gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan. adalah gaya bahasa sindiran paling halus yang menggunakan kata-kata yang artinya justru sebaliknya dengan maksud pembicara. 2. adalah gaya. 4. tak ada seorang pun yang berbicara. Biasanya gaya bahasa ini . hanya jam dinding yang terus kedengaran berdetak-detik.Bapak Presiden terbang ke Denpasar tadi pagi. C. . adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata yang maknanya sejajar dengan pengertian yang dimaksudkan.

Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut. basah. dll. SMA hal. misalnya kasar. (Lihat buku Intisari Bhs. Citraan penciuman.Anafora Contoh: Hak asasi manusia merupakan hak mutlak yang wajib kita junjung tinggi dalam membangun bangsa dan negara. dingin. adalah gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya. . adalah gaya bahasa yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. 2. 2. Citraan penglihatan. Citraan perabaan. Citraan gerak. busuk. kecut. 4. dll. asam. Dengan demikian. Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum. Hak asasi manusia itulah yang sekarang menjadi topik utama dunia internasional. Jenis Citraan dibagi menjadi 7.dipakai untuk menyatakan amarah. Tolong agak menyisih sedikit! E..Dasar goblok. tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak. 3. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair. frase. 4. Dan Sastra Ind. unsure citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh. panas. sudah berkali-kali diberi tahu. harum benar baumu. adalah semacam ironi. tetap saja tidak mengerti! 4. yakni: 1. keras hati. Gaya Bahasa Perulangan 1. lembut. (E. atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. 29) . yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit). 6.Aliterasi Contoh: Keras kepala. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata). yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). halus. 5. manis. anyir.Antanaklasis 3. yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung). tetapi agak lebih kasar. gaya bahasa yang berwujud perulangan kata pertama dari kalimat pertama menjadi kata pertama dalam kalimat selanjutnya.Jangan coba-coba mengganggu adikku lagi. yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak.T. Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit. Citraan pencecapan.Sarkasme Contoh: . Citraan pendengaran. sekaligus keras adat.Sinisme Contoh : Hai. yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah). Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat. Monyet! . dll.) MEI01 Citraan Uncategorized Tagged citraanNo Comments » strong>CITRAAN DALAM PUISI Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata.

Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. disebut Melayu Tinggi. dan Jawa. sejarah2 Comments » Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia.) MEI01 Sejarah Bahasa Indonesia Filologi. yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. Bentuk yang lebih formal. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi. Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360). dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru. dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia. namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu. paling tidak dalam bentuk informalnya. Penyebutan pertama istilah ―Bahasa Melayu‖ sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya. Sintaksis Tagged bahasa. indonesia. yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. penuh sindiran. Tetapi bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua. Morfologi Bahasa. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif. Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia. kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera. dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14. sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern.7. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuna di Jawa Tengah. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan). . pada tahun 1945. Citraan perasaan. bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi ―Masuk Melayu‖ berarti masuk agama Islam. sejarah. namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu.T. Malaya. maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. (E. baik melalui penciptaan. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia. Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus.

Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien. dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa. Dengan EYD. dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara. Bahasa Melayu Riau yang dipilih. Jika bahasa Jawa digunakan. Pada tahun 1945. Sebagai contoh kata ganti seperti ―dia‖ tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. ataupun dari bahasa lainnya. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa. Tio Ciu. Brunei. ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar. hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. Pada saat itu. dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia.Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau. dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Kedua. 4. 2. diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia. dan Singapura masih dijajah Inggris. biasa. Dengan memilih Bahasa Melayu Riau. namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. 3. Hal yang sama juga ditemukan . Maluku. Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. dan bukan Bahasa Melayu Pontianak. Perubahan: Indonesia (pra-1972) Malaysia (pra-1972) Sejak 1972 tj ch c dj j j ch kh kh nj ny ny sj sh sy jyy oe* u u Catatan: Tahun 1949 ―oe‖ sudah digantikan dengan ―u‖. Ke. suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia. ataupun pangkat. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang. derajat. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa). yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Banjarmasin. Ada tingkatan bahasa halus. semakin dibakukan. Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu). pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. ataupun Kutai. dan kamus baku juga diciptakan. Mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda. ejaan dua bahasa serumpun. Di sana. Jakarta (Betawi). Brunei. para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia. bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. ia sebagai lingua franca. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Samarinda. Malaysia. namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri. pada Kongres Nasional kedua di Jakarta.

yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia. klausaNo Comments » Frase Macam-macam frase dari kelas kata 1. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. sedangkan ―kita‖ adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya. seperti contohnya ―putri‖ dan ―putra‖.pada kata seperti ―adik‖ dan ―pacar‖ sebagai contohnya. (E. Frase bertingkat (frase subordinatif. Ada juga kata yang berjenis kelamin. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). tidak terbatas pada kata benda. yaitu frase yang mengandung unsur inti (D) dan unsur penjelas (M). walaupun susunan kata lain juga mungkin. yaitu ―kami‖ dan ―kita‖. ―kemarin‖ atau ―besok‖). ―adik laki-laki‖ sebagai contohnya. ―Kami‖ adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara. sebuah kata sifat harus ditambahkan. yaitu: 1. dan Kalimat Uncategorized Tagged frase. tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak. Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain. atau indikator lain seperti ―sudah‖ atau ―belum‖.) MEI01 Frase. Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas. bukan ―seribu orang-orang‖. Contoh: guru (kata benda) agama (kata benda)guru agama (kata benda) gadis (kata benda) cantik (kata sifat)gadis cantik (kata benda) Frase endosentris dibagi menjadi dua macam. Frase endosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata atau lebih . Klausa. frase atributif). Sebagai contoh ―seribu orang‖ dipakai. Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri. Untuk menspesifikasi sebuah jenis kelamin. Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO). kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno. Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti.T.yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu sama dengan kelas kata dari salah satu (atau lebih) unsur pembentuknya. Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata). kalimat. Contoh: baju baru DM anak manis DM sebatang rokok kretek MDM sebuah rumah mewah MDM .

Klausa dapat dibedakan atas beberapa macam berdasarkan beberapa sudut tinjauan Macam klausa berdasarkan urutan kata: (1) Klausa normal. Contoh: datang dia malam itu pergi ayah tak tentur arah (3) Klausa inversi khusus. Contoh: ke tanah leluhur pergi mereka .dari sekolah (kata keterangan) yang (kata tugas) memimpin (kata kerja)yang memimpin(kata benda) Contoh lain: dari kantor di rumah karena lelah KT KB KT KB KT KS K Ket. predikat mendahului subjek. 1991: 181). Contoh: dari (kata depan) sekolah (kata benda). Frase setara (frase koordinatif): frase yang mengandung dua buah unsur inti (tidak ada unsur penjelas/atribut). K Ket. dan secara fakultatif. (Keraf. dapat diperluas dengan beberapa fungsi lain seperti objek dan keterangan-keterangan lain. Keterangan: ( KB ) Kata benda ( KK ) Kata kerja ( KS ) Kata sifat ( KT ) Kata tugas ( K Ket. Contoh: ia datang ke rumahku adik penari orang itu kurus (2) Klausa inversi. Contoh: suami istri sawah ladang sanak saudara 2. subjek mendahului predikat. Frase Eksosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata (atau lebih) yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu tidak sama dengan kelas kata dari salah satu(atau lebih) unsur pembentukannya. klausa inversi yang didahului oleh keterangan. yang mengandung hubungan fungsional subjek-predikat. K Ket. ) Kata keterangan Klausa suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kata.seorang guru MD sepotong roti MD 2.

klausa yang kehadirannya bergantung pada klausa lain dan biasanya ditandai oleh adanya konjungsi (kata penghubung). Contoh: ketika ayah pergi agar tubuh subur sebab kehadirannya tak diperhitungkan . klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada klausa lain. Contoh: Ani membawa buku guru mengajar murid (2) Klausa terikat. Contoh: gadis itu cantik bapak saya tampan bapakmu pelit (5) Klausa berpredikat frase konektif Contoh: anak itu merupakan musuh mereka Sinta menjadi pramugari Maman adalah pemuda berpikiran maju (6) Klausa berpredikat adverbial (frase preposisional) Contoh: nenekku dari Kalimantan ibu ke Bandung kemarin ayah ke Bekasi naik onta berdasarkan keterikatannya dengan klausa lain: (1) Klausa bebas.kemarin datanglah surat itu karena sakit menangislah dia berdasarkan variasi subjek-predikat: (1) Klausa berpredikat kata kerja intrasitif Contoh: anak itu menari kuda meringkik kakek merokok nenek duduk (2) Klausa berpredikat kata kerja transitif Contoh: guru mengajar murid kurir mengantar surat Andri mencintai Dian (3) Klausa berpredikat kata benda Contoh: pamannya lurah ibunya seorang bidan kakaknya tentara (4) Klausa berpredikat kata sifat.

dan dapat hadir bersama-sama atau dikaitkan dengan klausa bebas. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat aktif (subjek melakukan perbuatan) (b) kalimat pasif (subjek dikenai perbuatan) (3) Berdasarkan urutan katanya. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minor (hanya mengandung satu inti) (b) kalimat mayor (mengandung lebih dari satu inti) (5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya. merupakan bagian dari kalimat: Ibu merasa sedih ketika ayah pergi. 1991: 185). kalimat dibedakan atas: (a) kalimat normal (subjek mandabului predikat) (b) kalimat inversi (predikat mendahului subjek) (4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya. . (Keraf.kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek.hanya terdiri atas dua kata . Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan nilai informasinya. misalnya. Dadang kecewa sebab kehadirannya tak diperhitungkan Kalimat bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang.larangan (d) kalimat harapan (e) kalimat pengandaian (2) Berdasarkan diatesis. Klausa di atas. Tanamanan itu diberinya pupuk agar tumbuh subur.suruhan . Contoh: (i) # Pergi! # (ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari # Kalimat (i) adalah kalimat minim.intonasinya adalah intonasi berita yang netral (6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya.urutannya adalah subjek mendahului predikat . kata kedua menduduki jabatan predikat) . (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas: (a) kalimat berita (b) kalimat tanya (c) kalimat perintah: . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat inti (b) kalimat luas (perluasan dari kalimat inti) (c) kalimat transformasi (perubahan dari kalimat inti) Ciri-ciri kalimat inti: .Klausa terikat merupakan bagian dari sebuah kalimat.ajakan . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minim (hanya mengandung satu kontur) (b) kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur) Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan.permintaan .

(7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya. (tidak baku) . Di sini kita melihat kelas kata apa yang menduduki jabatan subjek dan kelas kata apa pula yang menduduki jabatan predikat. Berdasarkan kelas kata yang menduduki fungsi S-P. Kakek dari Sukabumi. Togop malas. 1) kalimat majemuk setara: . Kalimat baku (standar) dipergunakan apabila kita berbahasa baku. dapat ditentukan pola dasar kalimat bahasa Indonesia sebagai berikut: No. berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas: (b.setara mempertentangkan . Satya dihukum.4) kalimat majemuk rapatan Pola dasar kalimat Pola dasar kalimat mempersoalkan kelas kata (jenis kata) apa yang mendasari pembentukan kalimat inti. Subjek Predikat Contoh Kalimat 1 Kata Benda Kata Kerja Ari menari. dalam ragam tulis. menggunakan ejaan baku (sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) 4. Adapun ciri-ciri kalimat baku adalah sebagai berikut: 1. (atau) Kakek datang dari Sukabumi.setara menguatkan (b. Bahrudin akuntan. seringkali tidak diterima sebagai kalimat yang baik dan benar.3) kalimat majemuk campuran (b. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P) (b) kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). Kalimat contoh tersebut akan diterima sebagai kalimat yang baik dan benar apabila diubah menjadi sebagai berikut: Ibu pergi ke pasar. menggunakan lafal baku (lafal yang tidak mencerminkan logat asing atau logat kedaerahan) Contoh: a. 3 Kata Benda Kata Benda Hasahatan dokter.4 sebagaimana terlihat pada contoh kalimat di atas. Rumahnya Udin yang catnya kuning. menggunakan kata-kata baku 2. 4 Kata Benda Kata Tugas Ibu ke pasar. Kakek berasal dari Sukabumi. 2 Kata Benda Kata Sifat Arsinta cantik. Catatan: Pola dasar no. Kalimat majemuk. menggunakan struktur baku (sesuai dengan kaidah morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia) 3.setara menggabung .2) kalimat majemuk bertingkat (b.setara memilih . dalam ragam lisan. Siapa yang bikin rumah itu? (tidak baku) Siapa yang membuat rumah ini? (baku) b.

PSK Mereka menaburkan bunga di pusara ibu. Kalimat pasif adalah kalimat berpredikat kata kerja yang subjeknya terkena perbuatan yang tersebut dalam predikat.pelaku K Ketiga: disederhanakan (P dan O pelaku disatukan menjadi P) Uang itu diambilnya dari dalam laci. dan akan Contoh: (1) Ani sedang membaca buku. Kata-kata yang merupakan keterangan aspek kala adalah sudah. S P O. S P O. (baku) c. menyatakan pekerjaan tengah berlangsung . PSK Keterangan aspek kala Keterangan aspek kala adalah keterangan yang menandai waktu pelaksanaan pekerjaan/ perbuatan/ proses yang tersebut pada predikat kalimat. KPS (3) Sudah saya baca buku itu. Kalimat berpola inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek. PSK Untuk memahami contoh-contoh kalimat di atas. PS (4) Mereka taburkan bunga di pusara ibu. SPK Keempat: diinversikan diambilnya uang itu dari dalam laci. saya ucapkan terima kasih. belum.penderita K Kedua: diubah menjadi pasif Uang itu diambil oleh ia dari dalam laci. Keterangan aspek kala posisinya selalu di depan predikat kalimat. pelaku K bunga mereka taburkan di pusara ibu.Rumah Udin yang bercat kuning. Contoh: (1) Diambilnya uang itu dari dalam laci. S P O. Mudah2an dia lekas dalang (tidak baku) Mudah-mudahan dia lekas datang (baku) Kalimat pasif inversi Kalimat pasif inversi adalah kalimat pasif dengan pola inversi. keterangan aspek kontinuatif. sedang. SPOK Bunga ditaburkan oleh mereka di pusara ibu. SPK Mereka taburkan bunga di pusara ibu. telah. perhatikan langkah-langkah perubahan dari kalimat aktif hingga menjadi kalimat pasif inversi di bawah ini ! Pertama: Kalimat aktif Ia mengambil uang itu dari dalam laci. PSK (2) Atas perhatian Bapak.

sedangkan Abas sedang tidur. Gagasan utama pada kalimat majemuk setara Kalimat mejemuk setara adalah kalimat yang mengandung dua pola klausa atau lebih yang hubungan antarklausa bersifat setara.(2) Ani akan membaca buku. menyatakan pekerjaan akan berlangsung (3) Ani telah membaca buku. Pada kalimat majemuk setara terdapat lebih dari satu gagasan yang kedudukannya sederajat. Andi makan asilnan. (2) Andl makan. (2) Ali sedang belajar. dan (4) benar. Contoh: (1) Amir sedang membaca buku di dalam kamar. GU: (1) Ali belajar. Dengan demikian kalimat (5) adalah kalimat yang mengalami kesalahan struktural. Perhatikan contoh berikut ! (1) Rudi telah membaca kitab itu hingga tamat. (4) Ketty sedang duduk di ruang tamu SPK GU: Ketty duduk. dalam kalimat majemuk setara. keterangan aspek perfektif. (2) Kitab itu telah dibaca oleh Rudi hingga tamat. SP GU: Ayah perwira. Gagasan utama dinyatakan dengan pola S-P dalam kalimat nominal dan kalimat verbal intransitif ~Sedangkan pada kalimat verbal transitif gagasan utama dapat dinyatakan dengan pola S-P-O atau S-P saja. keterangan aspek futuratif. yaitu di depan predikat. sedangkan pada kalimat (5) salah. terdapat lebih deri satu gagasan utama. (4) Telah Rudi baca kitab itu hingga tamat. menyatakan pekerjaan sudah berlangsung Letak keterangan aspek kala pada kalimat pasif inversi Pada kalimat pasif inversi. (3) Ayah Anita adalah seorang perwira menengah. Letak kata telah pada kalimat (1). Contoh: (1) Eko makan sate. (3). SPOK GU: Amir membaca. . Jadi. Gagasan utama kalimat dinyatakan dengan pola S-P atau pola SP-O. (3) Kitab itu telah Rudi baca hingga tamat. (2) Kemarin Ida mengantarkan surat ke rumahku. (5) Rudi telah baca kitab itu hingga tamat. KSPOK GU: Ida mengantarkan surat. (2). GU: (1) Eko makan. keterangmi aspek kala posisinya sama dengan posisi pada kalimat aktif dan kalimat pasif biasa. (2) Abas tidur. Gagasan utama kalimat Gagasan utama atau pikiran pokok kalimat adalah amanat/informasi yang terpenting yang terkandung dalam sebuah katimat.

Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa utama (klausa bebas) den klausa terikat. gagasan utama terdapat pada anak kalimat. Dengan demikian. Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. gagasan utama terdapat pada induk kalimat. GU: lbu kesepian. (2) Mat Kemplo menceritakan bahwa kakeknya jatuh dari ayunan. 57. Selanjutnya Departemen Pendidikan dan .) MEI01 Ejaan yang Disempurnakan Uncategorized Tagged ejaan11 Comments » Ejaan yang Disempurnakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. (b) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi objek (anak kalimat merupakan objek dari predikat verba transitif). Contoh: (1) Saya berharap hal itu tidak akan terjadi. GU: Mereka lupa. GU: Pembangunan harus dilanjutkan. Pada tanggal 16 Agustus 1972. perlu diperhatikan bahwa gagasan utama tidak selamanya berada pada klausa utama.T. Namun demikian. Ejaan Republik. (c) Apabila anak kalimat merupakan pelengkap. Perhatikan keterangan berikut dengan baik. (3) Aminah bahagia karena suaminya naik pangkat. GU: Saya berharap. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. GU: Kakeknya jatuh. gagasan utama terdapat pada klausa utama yang merupakan induk kalimat. sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu.Gagasan Utama pada kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat pada dasarnya adalah kalimat tunggal yang salah satu fungsinya diperluas dan perluasannya itu membentuk sebuah pola klausa. (E. berdasarkan Keputusan Presiden No. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). GU: Wati menyirami tanaman. GU: Aminah bahagia. Tahun 1972. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. (a) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi keterangan. ibu kesepian di rumah. Pada 23 Mei 1972. (2) Wati menyirami tanaman itu setiap hari supaya buahnya lebat. Contoh: (1) Ketika ayah pergi. Mashuri. Contoh: (1) Presiden mengatakan bahwa pembangunan harus dilanjutkan. dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat gagasan utama dan gagasan bawahan (gagasan penjelas). (2) Mereka lupa bahwa mereka harus melunasi pinjamannya pada akhir bulan ini.

Peraturan.E. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. (dan sebagainya) tgl. Pada tanggal 12 Oktober 1972.) 1. tanda titik tidak dipergunakan. menerbitkan buku ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖ dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. pangkat. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar. Contoh: Anthony Tumiwa 3. Perbedaanperbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah: ‗tj‘ menjadi ‗c‘ : tjutji → cuci ‗dj‘ menjadi ‗j‘ : djarak → jarak ‗j‘ menjadi ‗y‘ : sajang → sayang ‗nj‘ menjadi ‗ny‘ : njamuk → nyamuk ‗sj‘ menjadi ‗sy‘ : sjarat → syarat ‗ch‘ menjadi ‗kh‘ : achir → akhir Penggunaan Tanda baca Tanda Titik (. Bush Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Contoh: Dr. jabatan. 5. laporan. harus diberi jarak satu ketukan. 2. (dan lain-lain) dsb. A. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. (Doktor) Ny. Jika berupa angka.Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul ―Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖. dan sapaan. contoh: I. tesis. dianjurkan tidak mempergunakan singkatan. Syarat. Setelah itu. maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal. contoh: Saya suka makan nasi. Persiapan Ulangan Umum. Contoh: dll. Gatot George W. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. (Nyonya) S. 0196/1975 memberlakukan ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah‖. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. . Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru. (Sarjana Ekonomi) 4. B. makalah. dan disertasi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. contoh: Irwan S. (tanggal) Dalam karya ilmiah seperti skripsi.

tetapi tidak aktif. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan. satuan ukuran. 8. atau kepala ilustrasi. contoh: Sekjen : (Sekretaris Jenderal) UUD : (Undang-Undang Dasar) SMA : (Sekolah Menengah Atas) WHO : (World Health Organization) 9.2.1 6. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata. atau gabungan keduanya. Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 7. contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang. contoh: Latar Belakang Pembentukan Sistem Acara 11. jutaan. contoh: Pukul 7. contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia. dan detik yang menunjukkan waktu. celana. 3 Mei 1997 Yth. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia.Contoh: 1.lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat. atau nama dan alamat penerima surat. . timbangan.10. lembaga. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya. tetapi. dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah. dan topi.00 10.Sdr.Ivan Jalan Istana 30 Surabaya B. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. Tanda Koma (. 2. tabel dan sebagainya.) 1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. menit. contoh: Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal. dan mata uang.1 1. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat. takaran. dan melainkan.2 1. contoh: Cu (Kuprum) 52 cm l (liter) Rp 350. yang didahului oleh kata seperti. yang terdapat di dalam nama badan pemerintah. contoh: Saya menjual baju. kepiting dan ikan. contoh: Jalan Kebayoran 32 Jakarta.

50 12. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal. (Bandung: UP Indonesia. . wah. 5. begitu. Cara Penggunaan Wikipedia. contoh: Kalau hari hujan. contoh: Rinto Jiang. meskipun begitu. hlm. Ivan. Jilid 5 dan 6. 6. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. atau marga. jadi. kasihan. Wah. contoh: 33. contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. 1990). kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh. 11. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. kamu harus datang. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. 10. ya. 13.E. contoh: Oleh karena itu. lagi pula. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 22. ia lupa akan janjinya. saya tidak akan datang. keluarga. 3b.3a. Indonesia. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. 18 Juni 1984 Medan. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.S. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. (ii) bagian-bagian kalimat. yang terdapat pada awal kalimat. ―Saya sedih sekali‖. (iii) tempat dan tanggal. pandai sekali.5 m Rp 10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. 9. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. 4. 1999. contoh: Lanin. bukan main. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. aduh. Gatot. contoh: Kata adik. Borgx. contoh: O. contoh: Medan. 7. 8. Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. contoh: I. Karena sibuk. akan tetapi. Jadi. Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. saya tidak jadi datang.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. contoh: ―Di mana Rex tinggal?‖ tanya Stepheen. C. Tanda Titik Koma (;) 1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan namanama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar. D. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. contoh: yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. 2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. contoh: Ketua : Hany Christoffer Wakil Ketua : Ricky Kurniawan Wenas Sekretaris : Maria Dewi Puspasari Wakil Sekretaris : Terry Rionaldy Bendahara : Lina Veronica Wakil bendahara : Marcel Lawinata 3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. contoh: Pak Erwin : ―Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Pak Guru!‖ Rexy : ―Ya, Pak!‖ 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit. 5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. E. Tanda Hubung (-) 1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. contoh: ….dia beli baru juga.

-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. contoh: …. masalah itu akan diproses. 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris. contoh: …. cara baru mengukur panas akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. contoh: ………menghargai pendapat. 3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. contoh: anak-anak tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan. 4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. contoh: p-e-n-g-u-r-u-s 5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. bandingkan: ber-evolusi dengan be-revolusi dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000). Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah PN dengan di-PN-kan. 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata. contoh: se-Indonesia hadiah ke-2 tahun 50-an ber-SMA KTP-nya nomor 11111 bom-V2 sinar-X. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: di-charter pen-tackle-an Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang). F. Tanda Pisah (—) 1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar

Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak. contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera 2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. contoh: Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‗ke‘, atau ‗sampai‘. contoh: 1919—1921 Medan—Jakarta 10—13 Desember 1999 Lihat lainnya pada Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan Angka atau Lambang Bilangan 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi. 2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas. 3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. 4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan ―per-‖ (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya. 6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara ―ke-‖ dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran ―-an‖ ditulis dengan tanda hubung antara angka dan ―an‖ atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah. 9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca. 10.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat. 11.Tanda hubung ―ke-‖ tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang. contoh: Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian. Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11 Penulisan tahun Benar: 1960-an Salah: 1960an Singkatan dan Akronim 1. Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

Penulisan gelar yang sering salah DR. termasuk istilah khusus.Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Contoh: adipati. -nya) ditulis serangkai.c. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. suku kata. gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: bergeletar. unsur gabungan ditulis serangkai. b. SOEMANTRI.Gabungan kata. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. singkatan satuan ukur. kauambil. tetapi Dr. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. orang tua. Hal ini adalah masalah tata kalimat. . Contoh: alat pandang-dengar. Tetapi. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. Contoh: duta besar. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. 11. sepak bola. Soemantri Sering ditanyakan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. a. SYAFARUDIN. Contoh: menggarisbawahi. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Syafarudin. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Dokter (ahli penyakit) Dr. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. 10. dilipatgandakan. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. c. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Dr. Gabungan kata. 6. Contoh: nonIndonesia. SOEMANTRI. 2. sisipan. bukan DR. atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit) 1. tetapi dr. ku-. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 3. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. Syafarudin. diselipkan tanda hubung. 1.Kata ganti (kau-. takaran. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. bukan dr. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Lambang kimia. singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. ibu kota. dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. Contoh: kumiliki. Soemantri. Imbuhan (awalan. bukan Dr. 7. mancanegara. 9. anak-istri saya. Contoh: bertepuk tangan. ditulis terpisah. 2. 4. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Doktor (S3) DR. bukumu. d. timbangan. suku kata. termasuk istilah khusus. -ku. bukan Dr. SYAFARUDIN. dikelola [1]. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. 12. garis bawahi 5. 2. -mu.

Gunakan kata jasad atau jenazah. Dengan demikian. Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … . contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … . bahasa Indonesia hanya mengenal kata ―yang‖ sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. kemari. ke tengah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.[sic] Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). dan ―tiap‖ ditulis terpisah. Penggunaan ―di mana‖ sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.miliknya. Contoh: apa pun. mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. dan sebagainya). Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). atau tewas (tergantung konteks). (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … . kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. atau ―where‖) atau variasinya (―dalam mana‖. keluar. Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … . gugur. dari Surabaya.Kata depan atau preposisi (di [1]. dari) ditulis terpisah. 15.Partikel -pun ditulis terpisah. Di sini tampak bahwa ―apabila‖ menggantikan posisi ―di mana‖ (ditulis di kalimat asli sebagai ―dimana‖). ―whom‖. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. -kah. apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). Tionghoa (bahasa dan orang). dengan mana‖. 13. 16. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. bagaimanapun.Partikel -lah. Contoh: bacalah. ―which‖. Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan Tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. daripada. ke. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. dll. meninggal.Partikel per. 14. Pada dasarnya. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. Mayat dan mati mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. [sunting] Kata penghubung ―sedangkan‖ . apatah. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK ―DI MANA‖.Artikel si dan sang ditulis terpisah. dll. Penggunaan ―di mana‖ sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Contoh: di dalam. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. dan -tah ditulis serangkai. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Tegangan permukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). Contoh: per 1 April. satu kali pun. ―demi‖. 17. per helai.yang berarti ―mulai‖. apalagi ―dimana‖. bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk ―di mana‖ (padanan dalam bahasa Inggris adalah ―who‖. siapakah. Gunakan kata wafat.

hulubalang. Contoh: Dari harian Jawa Pos: ―Sebelumnya disebutkan. dalam pilgub Banten kali ini. bilamana. syahbandar.‖ Usulan perbaikan 2: ―Sebelumnya disebutkan. bagaimana. diagnosa ekstrem. paramasastra. keratabasa.208. bismillah. hembus Februari. 6.‖ Usulan perbaikan 1: ―Sebelumnya disebutkan. segitiga. azas atlet. mangkubumi. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. anda apotek. kasatmata. Pebruari frekuensi. geladi hierarki. menghipnosis (verba). ekstrim embus. olahraga. astagfirullah. kilometer.849. analisa Anda. esok diagnosis. ―Sedangkan‖ adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).‖ Contoh gabungan kata yang ditulis serangkai: acapkali. frekwensi foto. serta ―sementara‖. sukarela. peribahasa. bukan apotiker) asas.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). sastramarga. aktifitas al Quran. Photo gladi. Sementara itu. dukacita.849. darmabakti. sediakala. sama seperti ―dan‖. bis besok. ―atau‖. sukacita. titimangsa. hirarki hipnosis (nomina). darmasiswa. ―Sedangkan‖ digunakan untuk mengawali kalimat. adakalanya. sebagaimana. dan wasalam.208. radioaktif. aktip aktivitas. manasuka. puspawarna. matahari. belasungkawa. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata ―sementara itu‖. barangkali. silaturahmi. apotik (ingat: apoteker. daripada. halalbihalal. ibukota . Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. alquran analisis. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. hipnotis (adjektiva) ibu kota. padahal. jumlah total TPS se-Banten ada 12. kepada. Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. atlit (ingat: atletik.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. kacamata. beasiswa. alhamdulillah. saputangan. aktif. bukan atlitik) bus.849. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). manakala. sekalipun.Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata ―sedangkan‖.208. akhirulkalam. saripati. bumiputra. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. sukaria. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.

orangtua paham. fikir Prancis. penglepasan penglihatan. kosakata kualitas. Jum‘at kanker. indra indragiri. nakoda narasumber. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) mazhab. ijasah imbau. jadual jenderal. faham persen. kenderaan komoditi. konkrit. isteri izin. komplit konkret. pemukiman perumahan. komoditas komplet. Katholik kendaraan. kwitansi kuno. olah raga orang tua. karir Katolik. kwalitas. prosen pelepasan. praktek (Ingat: praktikum. pungkir (Ingat!) nakhoda. himbau indera. mahluk. ijin jadwal. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) nasihat. pengrumahan. kongkrit kosa kata. ma‘af makhluk. baik untuk arti housing maupun PHK pikir. loka karya maaf. pelihatan. kwalitet kuantitas. obyektif/p olahraga. nasehat negatif. mahzab metode. Nopember objek. pengecualian permukiman.ijazah. kwantitas kuitansi. bukan praktekum) provinsi. propinsi . nahkoda. Perancis praktik. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) November. kangker karier. inderagiri istri. metoda mungkir. kuna lokakarya. jendral Jumat. obyek objektif.

sistim sorga. Belanda. resiko saksama. serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) sekretaris. jaman Bahasa Serapan Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. Penyesuaian ejaan Tanpa perubahan ae jika tidak bervariasi dengan e. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap. tel(f/p)on. tandatangan tahta. Arab. syaraf sarat (=penuh). trampil ubah (=mengganti). takhta teknik. ai au e . bukan pihutang) wali kota. surga. salah) saraf. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. syurga subjek. Sumatera standar. tilpon teoretis. selebriti sepak bola. subyek subjektif. tehnik telepon. rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku utang. Jogjakarta zaman. sintesa sistem. sekuritas [2] segitiga. hutang (Ingat: piutang. subyektif/p Sumatra. segi tiga selebritas. samudera sangsi (=ragu-ragu). sekertaris sekuriti. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. standarisasi [5] tanda tangan. walikota Yogyakarta. Contoh: aerobe → aerob. putera putri. standard standardisasi. realita risiko. seksama (Ingat!) samudra. puteri realitas.putra. dan Sanskerta. sepakbola silakan. silahkan (Ingat!) sintesis. telefon. teoritis (diserap dari: theoretical) terampil.

Contoh: check → cek. gh → g. jika di muka a. jika di muka e. kh (Arab) ng ps pt u ua ue ui uo v x. Contoh: haemoglobin → hemoglobin. Contoh: machine → mesin. y. jika di muka vokal. jika di muka i. jika bervariasi dengan e. jika lafalnya c. Contoh: schema → skema. ie jika lafalnya bukan i. Contoh: octaaf → oktaf. ph → f. jika di muka a. q→k rh → r. cc → k. dan konsonan. oe (oi Yunani) → e oo (Belanda) → o. c → k. sc → s. ch → s. ee (Belanda) → e. sch → sk. Contoh: accumulation → akumulasi. jika di muka a. ch → c. i. Contoh: komfoor → kompor. u. dan konsonan. Contoh: yen → yen. dan konsonan. Contoh: scenography → senografi. cc → ks. u. jika lafalnya s atau sy. Contoh: rhetoric → retorika. dan konsonan. ç[1] (Sansekerta) → s. Dengan perubahan aa (Belanda) → a. Contoh: cartoon → kartun. Contoh: ratio → rasio. t → s. ch dan cch → k. z. jika di muka o. oo (Inggris) → u. jika di muka e dan i.ea ei eo eu f i jika di awal suku kata di muka vokal. sc → sk. Contoh: xenon → xenon. ae → e. gue → ge ie (Belanda) → i. c → s. Contoh: sorghum → sorgum. o. jika di awal kata. dan y. Contoh: accent → aksen. Contoh: cylinder → silinder. jika lafalnya i. o. i. dan y. Contoh: saccharin → sakarin. jika lafalnya y. Contoh: çāstra → sastra. Contoh: systeem → sistem. Contoh: crystal → kristal. Contoh: ion → ion. Contoh: variety → varietas. oe. Contoh: politiek → politik. u. Contoh: zoology → zoologi. . Contoh: scriptie → skripsi. jika di muka e. oo (vokal ganda) tetap. o. Contoh: phase → fase.

Contoh: percentile → persentil. u. -ette → -et -eur (Belanda). kecuali jika dapat membingungkan. -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Contoh: anarchy. -eel (Belanda). jika di muka a. -end → -en -ete. Contoh: action.th → t. Contoh: descriptive. -archy. logica → logika. jika tidak di awal kata. -id. -archie (Belanda) → -arki. -ot Dengan perubahan -(a)tion. Contoh: methode → metode. primair → primer. -ide → -ida -ief. Contoh: exception → eksepsi. -le → -il. -et -or. -andum. xc → ksk. -ive → -if. Contoh: logic. -si -age → -ase. -air (Belanda) → -er. -eus (Belanda) → -us -ic. -endum -ar -ase. Contoh: primary. -ens (yang bervariasi dengan -ancy. anarchie → anarki. descriptief → deskriptif. Penyesuaian akhiran Tanpa perubahan -anda. -ence → -ans. -air → -er -al. Contoh: director. Contoh: protein → protein. Contoh: excavation → ekskavasi. jika lafalnya i. Contoh: vacuum → vakum. -asm → -asme -ate → -at -eel (Belanda) → -el. uu → u. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal. mass → massa. -aal (Belanda) → -al. actie → aksi. -ific → -ifik . Contoh: plaat → pelat. Contoh: formeel → formal. directeur → direktur. Contoh: percentage → persentase. Contoh: dynamo → dinamo. Contoh: accountant → akuntan. o. -ency → -ansi. -ica → -ik. -able. -iel. v (Sanskerta) → w atau v x → ks. -ika. -ency) -ancy. -ble → -bel -ac → -ak -acy. -ose -ein -ein. -ile. -ary. -or → -ur. y → i. -cy → -asi. -ensi (yang bervariasi dengan -ance. Contoh: dictator → diktator. -ance. -ir. dan konsonan. -ence) -ant → -an. jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris. Contoh: effect → efek. -aat (Belanda) → -at. -ique → -ik -icle → -ikel -ics.

-ure. modernisme → modernisme.(―ketiadaan‖. auto. ―berhubungan dengan‖) aut-.(―memindahkan‖. abs. ―perubahan‖) mono. analogie → analogi. ―berubah‖.(―bawah‖. ―mengandung satu‖)[9] . ―bukan‖.(―tidak‖.(―lepas‖.-isch. -oir(e) → -oar. -oïde (Belanda) → -oid.(―di atas‖. ―menjauhkan dari‖) a-. Contoh: trottoir → trotoar.(―bertentangan dengan‖) apo. -logie → -logi.(―dua kali‖. Contoh: optimistisch.(―lain‖.(―tidak‖. ―ke dalam‖) iso. Contoh: analogy.(―sama‖) meta.(―melalui‖. -ite → -it -ity → -itas -logue → -log. ―melintas‖) dis.(―sebelum‖. Contoh: epiloog → epilog. ant. ―depan‖) [4] anti-. Contoh: premature. Contoh: hominoid. ab-. -isme (Belanda) → -isme.(―pada kedua sisi‖. ―di bawah‖. an. Contoh: egoist → egois. optimistical → optimistis -ism. ―tidak‖) em-.(―sendiri‖. Contoh: dialogue → dialog. ―terpisah‖. ―ke belakang‖. ―ke dalam‖) infra. ―di dalam‖) endo.(―tujuh‖. ―setengah‖) hemo.(―antara‖. ―bertindak sendiri‖)[5] bi. ―mengurangi‖) di. -ical → -is. ―dua‖)[6] de.(―sekeliling‖. -loog (Belanda) → -log. an.(―dalam‖. ―mengandung tujuh‖) [7] hetero. ―saling‖)[8] intro. Contoh: elektronic → elektronik -isch. Contoh: university. -tre → -ter -ty. ―di dalam‖. -teit → -tas [2].(―ke atas‖. -uur → -ur. ―keduanya‖) ana-. Penyesuaian awalan Tanpa perubahan a-. amb. ―mengandung dua …‖) dia. ―tanpa‖)[3] am-. ―berada‖) im-. in. hominoide → hominoid. -ic → -ik.(―tunggal‖.(―dalam‖. -ist → -is.(―di dalam‖) epi. en. ―sesudah‖) hemi.(―dari‖.(―separuh‖. ―terbalik‖) ante. prematuur → prematur. -oid. -ous ditanggalkan -sion. -logy. -tion → -si -sy → -si -ter. ―menyimpang dari‖. ―di dalam‖) inter.(―darah‖) hepta. Contoh: modernism. universiteit → universitas.(―sesudah‖.

pseud. ―tunggal‖) [sunting] Dengan perubahan ad-. bi-.→ hipo.→ ek-.(―enam‖.→ antar-. ―dekat‖.→ ekso-. Contoh: international → antarbangsa mal. kon.→ purba-. ―hampir‖) super-. ―di bawah‖.(―di luar‖) hexa.(―di samping‖.→ mal-.(―bawah‖.→ hiper. Contoh: prehistory → prasejarah . Contoh: postgraduate → pascasarjana → purna-.(―menentang‖.→ swa-. inter-.(―pertama‖.(―seolah-olah‖. ―sesuai dengan‖) co-.(―ke/di seberang‖.→ sin. kom-.→ kontra. ―pada waktu‖) Penyerapan dengan penerjemahan a.(―satu‖. Contoh: autobiography → swariwayat de. pant-.→ pra-.→ awa-.→ dwi-.(―dengan‖. con. eko. ―mengeluarkan‖) exo-. ―super‖) hypo. ―jarak‖) trans. Contoh: bilingual → dwibahasa inter.(―palsu‖) re. Contoh: malnutrition → malagizi. ―agak‖.→ kuasi. ―sedikit banyak‖) sub-[13](―bawah‖.(―lingkungan hidup‖) ex.(―jauh‖.(―sebelum‖. ―super‖) uni.(―ke belakang‖. ―sebelumnya‖. ex. ―berdekatan dengan‖.→ prati-.(―di luar‖) extra. ―berkelebihan‖) quasi.→ poli. Contoh: purnawirawan pre. sur.(―separuhnya‖.→ ko-. mala-. ―mengalihkan‖) tri.(―bawah‖.→ pasca-. ―hampir‖) penta. ac. Contoh: antedate → purbatanggal anti.→ ekstra. ―keseluruhan‖) para. ―erat berhubungan dengan‖. ―mengandung enam‖) hyper. eco. Contoh: antibiotics → pratirasa auto. com-. ―terletak di belakang‖) semi.→ heksa. ―di bawah‖) poly.(―dengan‖.(―ke‖. ―berhubungan dengan‖) contra. ―berlawanan‖) ec-. panto (―semua‖.pan-. ―lewat‖.→ eks. ―melekat pada‖) cata. ―bersama-sama‖. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan bi.(―tiga‖) ultra. ―lewat‖. ―melebihi‖) tele. malnutrisi post. ―bersama-sama‖. ―di depan‖) proto. ―melewati‖.(―di atas‖. ―di muka‖)[11] pro.(―banyak‖.(―sebelah luar‖.(―lagi‖.(―lebih dari‖. eks. ―berada di atas‖) supra. ―mula-mula‖) pseudo-.(―unggul‖. ak. ―kembali‖)[12] retro.→ ad-.(―lima‖. ―kira-kira‖) syn. Contoh: asymetric → tak simetri ante.(―melebihi‖. ―mengandung lima‖)[10] peri.→ tak-.(―sekeliling‖.→ kata. ―melingkupi‖) pre-(―sebelum‖.

3 sering diterjemahkan dengan awalan tak-. Contoh: recalculate → hitung ulang -ble → laik-. Khusus mengenai nama-nama geografis di Jawa. Tetapi jika bahasa setempat tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Contoh: non-Indonesia. . antarbagian (interseksi) 9 sering diterjemahkan dengan awalan eka-. 3. Moskwa dan bukan Moscow (bahasa Inggris).→ -ulang. Catatan kaki 1 Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś 2 Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain. Contoh: pancasila 11 sering diterjemahkan dengan awalan pra-. Contoh: anakjenis. praduga 12 sering diterjemahkan dengan awalan ulang-. Kadangkala fonem /a/ pada posisi akhir terbuka dieja sesuka hati sebagai [o] atau [a]. Singapura dan bukan Singapore (bahasa Inggris). Contoh: edible → laik-santap -like → lir-. bak-. Disambung jika menggunakan kata dasar. 4. mala-. Wina dan bukan Wien (bahasa Jerman) apalagi Vienna (bahasa Inggris). tan-. nama dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. Contoh: seedless → nirbiji. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). tanwarna Aturan penyerapan imbuhan 1. anti-Israel. Contoh: pra pemilu. Contoh: Nama-nama tempat asing Antwerpen dan bukan Antwerp (bahasa Inggris). Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). Contoh: antarnegara (internasional). Contoh: dwiwarna. Contoh: swadidik (autodidak) 6 sering diterjemahkan dengan awalan dwi-. colourless → awawarna.re. meski ini sering tidak konsisten dan konsekuen. Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. tolong berikan nama tersebut dalam bahasa setempat. anakbenua Penamaan artikel Nama-nama geografis Coba berikan padanan nama-nama geografis dalam bahasa Indonesia dari tempat-tempat di luar negeri apabila ada. hindarkan pemberian nama dalam bahasa Inggris. Contoh: jelly-like → liragar -less → nir-. ejaan resmi dalam bahasa Indonesia dipakai. Contoh: dwibahasa (bilingual) 7 sering diterjemahkan dengan awalan sapta-. Contoh: ekatuhan (monoteis) 10 sering diterjemahkan dengan awalan panca-. prasangka. Contoh: saptamarga 8 sering diterjemahkan dengan awalan antar-. Contoh: ulangsusun. Contoh: takpadan (asimetri) 4 sering diterjemahkan dengan awalan purba-. awa-. Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. 2. Nama dalam bahasa Inggris bisa pula dipakai sebagai nama halaman redireksi. ulangbuat 13 sering diterjemahkan dengan awalan anak-. pascasarjana. Perancis dan bukan Prancis (berdasarkan kesepakatan). namun tentu saja nama Inggris bisa disebut di dalam artikel. Apabila tidak ada. Contoh: pratayang. Yerusalem dan bukan Jerusalem (bahasa Inggris). Contoh: purbatanggal (antedate) 5 sering diterjemahkan dengan awalan swa-.

Ini berlaku walaupun nama tersebut hanya memiliki satu kegunaan. Sulawesi. nama kabupaten atau kota‖ seperti Seutui. Nama-nama tokoh asing juga sesuai ejaan dalam bahasa aslinya. Kelahiran antara 1947 dan sebelum 1972. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Baiturrahman. penamaan artikelnya memakai format ―Kabupaten AA‖ dan ―Kota AA‖. Namun apabila bahasa asli tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Jika ragu. Apabila tidak ada coba gunakan ejaan Pinyin dan hindari ejaan Inggris berdasarkan Wade-Giles. Kelahiran pada dan setelah 1972. Nama-nama tokoh sebaiknya ditulis secara lengkap berikut nama depan dan nama belakang. Hindarkan penggunaan nama-nama Latin atau Yunani dengan ejaan bahasa Inggris. Sungai. Untuk nama-nama tokoh Tionghoa gunakan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Mengikuti pola ―Pulau AA‖. Purwokerto dan bukan Purwakerta di Jawa Tengah. maka artikel ―Blitar‖ menjadi halaman disambiguasi yang mengandung pranala ke Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. nama kabupaten atau kota‖ seperti Ciawi. dj untuk j. Untuk nama kelurahan menggunakan pola ―nama kelurahan. ejaan dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. gunakan Ejaan Van Ophuijsen (gunakan oe untuk u. Purwakarta dan bukan Purwokarto di Jawa Barat. atau Sala dan bukan Surokarto. dieja sesuai ejaan asli meskipun bertentangan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Danau. dan j untuk y). Selat. (terkecuali untuk Jawa. Air terjun. Untuk nama kecamatan menggunakan pola ―nama kecamatan. meski ejaan terakhir ini kadangkala secara fonetis lebih tepat. Kecamatan. hindarkan penggunaan ejaan bahasa Inggris. Kelurahan/desa. Banda Aceh dan bukan Seutui atau Kelurahan Seutui atau Seutui. maka artikel dengan nama itu menjadi halaman disambiguasi. Bill Clinton dan bukan William Jefferson Clinton . Pulau. ―Sungai Mahakam‖ dan sebagainya. atau tanggal kelahiran tokoh tidak tersedia. contoh: Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. Pulau. Wonogiri dan bukan Wanagiri. Tanjung. Nama-nama tokoh Nama-nama tokoh dalam bahasa Indonesia. kecuali tokoh tidak memiliki nama depan secara resmi atau nama merupakan nama julukan. dj untuk j. Bogor dan Ciawi. dan j untuk y). tj untuk c. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. jadi bukan ―Aceh Besar‖ dan ―Lhokseumawe‖. Kalimantan tidak memakai awalan pulau karena lebih populer) Untuk nama-nama tempat di Indonesia yang memiliki banyak kegunaan. Tasikmalaya bukan Kecamatan Ciawi karena nama kecamatan yang sama bisa terdapat di kabupaten yang lain. Contohnya: Pulau Simeulue dan bukan Simeulue. Baiturrahman. Pada contoh diatas Aceh Besar diberi nama Kabupaten Aceh Besar walaupaun tidak ada Kota Aceh Besar. Contohnya: ―Blitar‖ karena memiliki banyak arti. Pedoman penggunaan ejaan untuk nama tokoh Indonesia adalah sebagai berikut: Kelahiran sebelum tahun 1947.Nama-nama tempat di Jawa Surabaya dan bukan Suroboyo. Surakarta atau Solo. nama kecamatan. Teluk. Sumatra. Nama-nama tempat yang sering dipakai di Indonesia Kabupaten dan Kota. Untuk kabupaten dan kota di Indonesia. Suku. Contoh: Aristoteles dan bukan Aristotle. gunakan Ejaan Republik (gunakan tj untuk c.

Soekarno dan bukan Sukarno. Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau Raden Ajoe Kartini Jusuf Kalla dan bukan Drs. Penggunaan gelar Gelar-gelar kebangsawanan dan akademis jangan dipakai sebagai judul artikel meskipun harus disebut dalam artikel sendiri.Boris Yeltsin dan bukan Yeltsin. (E. Jusuf Kalla Beberapa gelar lainnya yang juga harus dihindari antara lain: GPH (Gusti Pangeran Haryo). Kong Hu Cu dan bukan Kung Fu-tse Lenin bisa dipergunakan seiring dengan Vladimir Lenin. H.T. (lihat gelar kebangsawanan). Contoh: Hamengkubuwono IX dan bukan Sultan Hamengkubuwono IX atau Sri Hamengkubuwono IX Kartini dan bukan R. Tjokroaminoto dan bukan H.) .A.S. Soeharto dan bukan Suharto. Mao Zedong dan bukan Mao Tse-tung. Jeanne d‘Arc dan bukan Joan of Arc.S. Ptolemeus dan bukan Ptolemy.O. Cokroaminoto.O. GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dan lain-lain. KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->