http://avina.blog.fisip.uns.ac.

id/2011/02/26/materi-mata-kuliah-bahasa-indonesia/

http://bahasakita.com/2011/05/10/kata-frasa-klausa-dan-kalimat/

Kata, frasa, klausa, dan kalimat
Keempat istilah yang menjadi judul tulisan ini sering membingungkan orang yang belum sempat mempelajari linguistik: termasuk saya. Definisi yang diperoleh pada KBBI seperti yang tercantum di bawah ini pun tidak menolong menyembuhkan kebingungan tersebut. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.  Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Jadi apa bedanya?    Dari definisi yang diberikan, terlihat bahwa urutan satuan tersebut, dari yang terkecil sampai yang terbesar, adalah (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat. Agar lebih jelas, ada baiknya kita bedah suatu contoh seperti di bawah ini.

Pejabat itu pernah mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dalam perdamaian dunia.
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah satu kalimatyang relatif berdiri sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan yang dipisahkan olehspasi. Klausa dikenali dari bagian yang memiliki subjek dan predikat serta memiliki potensi menjadi kalimat. Kalimat itu memiliki 2 klausa yang dihubungkan dengan kata bahwa, yaitu (1) pejabat itu pernah mengatakan dan (2)Indonesia dapat berperan dalam perdamaian dunia. Menguraikan frasa sedikit lebih sulit. Frasa paling sedikit harus terdiri dari dua kata dan tidak memiliki subjek-predikat. Kalimat tersebut memiliki 4 frasa: (1) pejabat itu, (2) pernah mengatakan, (3) dapat berperan aktif, (4)perdamaian dunia. Kata bahwa, Indonesia, dan dalam tidak dimasukkan dalam frasa karena memiliki fungsi sendiri dalam bentuk tunggal. Mudah-mudahan saya tidak salah dalam menjabarkannya. Maklum, tulisan ini dibuat dalam upaya untuk belajar juga.

http://studentdedhy.blogspot.com/2012/04/contoh-makalah-macam-macam-kalimat.html

Bahasa Indonesia
Pembahasan : macam macam kaliamat
Dosen Pembimbing :

Nama nama kelompok

: Dedy junianto Sitanggang Redy Anto Simbolon Timbul Simbolon Endro Situmorang Robby Josua Marbun Erwin Silitonga

Jurusan

: Akutansi

Universitas Advent Indonesia Tahun 2012

Kata Pengantar

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada kelompok kami sebagai penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang sedang anda baca ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Dan kami tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang telah meluangkan waktu baik diwaktu jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran untuk membimbing kami dalam menyelesaikan karya tulis ini, dan tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih orang tua dari anggota kelompok kami yang telah memberikan dorongan kepada kami, dan kepada teman teman kami Darwin Sinaga, Adil Ganda padang kami mengucapkan terimakasih dan yang terakhir kepada anggota kelompok kami antara lain, Dedy Sitanggang, Redy Anto Simmbolon, Endro Situmorang, Erwin Sihotanga, Timbul Simbolon dan Robby Marbun. Harapan kami dalam membuat Makalah ini semoga Tuhan Yang Maha esa memberkahi makalah ini dan dapat benar benar bermanfaat bagi kelompok kami terutama pembaca. Bandung : Universitas Advent Indonesia,2012

............................... 1 Daftar Isi...................................................................................................................Berdasarkan Urutan Katany...................................... 3 Pendahuluan ................................................................................................................................ 8 Bab III...........................................................Berdasarkan Nilai Informasinya...................................................................................Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya.............................. Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis............................Berdasarkan Diathesis.................................................................................. 3 Bab II............................... 10 Bab I Pendahuluan Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas......... 4 1)..Berdasarkan Pengucapannya................................................. 4 2)............ 5 4)......................................Daftar Isi Halaman Kata Pengantar... Kedua bentuk itu........ 9 Kesimpulan.......... 2 Bab ......Berdasarkan Jumlah inti Membentuknya.................................................... 6 7)....................................................................... 7 8)................................... tidak tahu)................ 5 3).................................................................. 5 5)...........................................Berdasarkan Jumlaah Kontur yang ada di dalamnya.......................................... 6 6)...................................................................................................................... tidak dapat mengungkapkan suatu ............................................................................................................................. kata dan frasa......................................................................... 9 Daftar Pustaka...............................................Berdasarkan Pola-pola Dasar yang dimilikinya.............................

atau tanda seru. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Untuk dapat berkalimat dengan baik. perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. Daftar Pustaka Finoza. 2002: 58). atau pada keduanya (Wijayamartaya. dengan kata lain klausa sebagai bagian dari kalimat. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik. Komposisi Bahasa Indonesia. dan dapat berdiri sendiri sebagai satu satuan (Kridalaksana. kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa klausa merupakan salah satu unsur segmental pembentuk kalimat. dalam wujud lisan atau tulisan. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. Diksi Insan Mulia.maksud dengan jelas. Kalimat dapat terdiri atas satu klausa jika kalimat itu merupakan kalimat tunggal yang berklausa. sedangkan kalimat luas biasanya terdiri atas dua klausa atau lebih. http://yantysa. pada predikat. 1991: 9). kalimat hanya dan harus terdiri atas subjek dan predikat. 1984 : 83). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi. baik lisan maupun tertulis harus memiliki S dan P (Srifin dan Tasai. Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek. Berdasarkan pernyataan di atas. Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna.wordpress.Panjang atau pendek. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya Bab III Kesimpulan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil.com/2008/05/09/macam-macam-kalimat/ . “ Kalimat adalah kontruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola yang tertentu. Lamuddin. kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat. tanda tanya.

1. Kalimat Majemuk Campuran [sunting]Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Pekerjaannya hanya makan. (kalimat tunggal 2)   Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel. yakni: Konjungsi Jenis penggabungan dan penguatan/Penegasan bahkan pemilihan atau berlawanan di lanjutkan pada sebuah kalimat majemuk yang kedua (sedangkan) urutan waktu kemudian. Contoh: 1. lalu.maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali. (kalimat tunggal 1) 2. lantas Contoh: 1. Kalimat Majemuk Bertingkat 4. Juminten pergi ke pasar. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). predikat atau objeknya sama. (kalimat tunggal 1) . (kalimat majemuk) [sunting]Kalimat majemuk rapatan Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek. Norif berangkat ke bengkel. (kalimat majemuk) Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam. Kalimat Majemuk Rapatan 3. Kalimat Majemuk Setara 2.

andaikata. Kemarin ayah mencuci motor. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). yakni: Jenis Konjungsi JOTANNN syarat tujuan jika.2. (kalimat majemuk bertingkat cara 2) sebab. (induk kalimat) 2. Ketika matahari berada di ufuk timur. tanpa dengan. supaya. tanpa seperti. (kalimat tunggal 3)  Pekerjaannya hanya makan. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam. bagaikan. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat. asal(kan) agar. . karena. oleh karena maka. tidur. dan merokok. alih-alih bahwa padahal [sunting]Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. manakala. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)   Ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat tunggal 2) 3. kalau. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. (kalimat majemuk bertingkat cara 1) Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. biarpun penyebaban pengakibatan cara alat perbandingan penjelasan kenyataan Contoh: 1. biar perlawanan (konsesif) walaupun. Pekerjaannya hanya merokok. Pekerjaannya hanya tidur. kendati(pun). (kalimat majemuk rapatan) [sunting]Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. sehingga dengan. ayah mencuci motor.

Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1. kamu harus belajar !” Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu. Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber. 4. (aktif) PR harus kukerjakan. Macam-macam kalimat berita : 1. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “. Secara tertulis.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat Jenis-jenis Kalimat Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud. induk kalimat) 3. Contoh : Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar. Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. Ketika aku datang ke rumahnya. Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi. Awalan me. Secara lisan. Contoh : Bapak memancing ikan. . (kalimat majemuk campuran) http://id. (pasif) 4.” ) Contoh : Ibu berkata.pada predikat dihapus. JENIS-JENIS KALIMAT Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan. 3. “Anis. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. (kalimat tunggal 1) 2. Contoh : Nina menulis surat untuk nenek. kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai. Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat. Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu.. (pasif) Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan.diganti dengan di-. (kalimat tunggal 2.. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. Toni bermain dengan Kevin. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-. Contoh : Surat untuk nenek ditulis oleh Nina. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan.wikibooks. jeda dan intonasi. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.. 2.Contoh: 1. ketika aku datang ke rumahnya. dan Rina membaca buku di kamar. jangan bermain-main saja. 2. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. kemudian subjek dan predikat dirapatkan. 3. Jika subjek kalimat aktif berupa kata ganti maka awalan me. kalimat diiringi dengan nada bicara. Rina membaca buku di kamar kemarin. Contoh : Aku harus memngerjakan PR. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)  Toni bermain dengan Kevin.

wikipedia. Adik bernyanyi dengan sangat merdu. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting. Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat. 3. kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. ditandai dengan penggunaan kata jangan. ensiklopedia bebas Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos. keterangan cara. Ciri-ciri : 1. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. . ditandai dengan kata mohon. Secara lisan. 2. http://id. Kalimat larangan. kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. ditandai dengan partikel lah. Contoh Jangan membuang sampah sembarangan ! 3. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya. Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). Macam-macam kalimat perintah : 1. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi. Terkadang baris pertama dimasukkan. Dalam bentuk lisan. Contoh : Adik bernyanyi. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2. tolong. Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal : 1. silahkan. Kalimat perintah biasa. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Contoh : Gantilah bajumu ! 2. 2. Contoh : Apakah kamu sakit ? Siapa yang membeli buku ini ? Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki syarat : 1. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar.org/wiki/Paragraf Paragraf Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶).Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. maupun keterangan waktu. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. 4. Contoh : Saya siswa kelas VI. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan. Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka. Kalimat ajakan.

sebuah dingbat istimewa. dapat mendatangkan sebuahasterisk. contohnya. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang.2 Berdasarkan letak kalimat utamanya 6 Paragraf dalam HTML 7 Lihat pula 8 Rujukan 9 Pranala luar [sunting]Memasukkan Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi).Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran. Ketika dialog dikutip dalam fiksi.1 Berdasarkan jenisnya 5. Daftar isi [sembunyikan]      1 Memasukkan 2 Paragraf gantung 3 Detil 4 Kerangka paragraf 5 Macam-macam paragraf o o     5. Spasi tambahan ini. dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. Dalam fiksi prosa. [sunting]Paragraf gantung Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme. paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti. khususnya ketika terjadi pada page break. . gagasan. dengan baris kosong antara paragraf. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalamanhalaman. Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. tiga asterisk. sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir.

yet his exhibitions have an air so much original. His humour. Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. Ciri-cirinya: ada kejadian. Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. dan ada waktu kejadian. benda.[sunting]Detil Dalam sastra. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina. His figures neither divert by distortion nor amaze by aggravation. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu. atau merasa objek yang digambarkan itu.Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan.[rujukan?] [sunting]Kerangka    paragraf Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf. that it is difficult to suppose them not merely the product of imagination. sebuah "detail" adalah sebagian kecil informasi di dalam paragraf.  Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat. Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama. he must be allowed to stand perhaps the first of the first rank. As a describer of life and manners. kalimat pertama adalah ide pokok. Samuel Johnson. Anak itu pun memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri." nor raises merriment or wonder by the violation of truth. atau tempat. He never "o'ersteps the modesty of nature. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang. mendengar. bahwa Joseph Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. which. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Kalimat berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara yang spesifik. Contoh: Perempuan itu tinggi semampai. ada palaku. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets karya Dr. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau menjelaskan ide pokok. He copies life with so much fidelity that he can be hardly said to invent. Sedikit susah payah dia membuka pintu itu. Contoh: Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya. [sunting]Macam-macam paragraf Paragraf dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya [sunting]Berdasarkan  jenisnya Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. bagaikan seekor singa yang siap menerkam. is peculiar to himself. is so happily diffused as to give the grace of novelty to domestic scenes and daily occurrences. . Raut muka lelaki itu semakin menyeramkan. as Steele observes. Ia semakin terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal.

Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. ♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis. Ciri-cirinya: ada informasi. atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama. pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. Para peserta sudah menyepakati hal itu.  Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Di dalamnya. Selama ini. Mereka bisa maju karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter. dan kausalitas. dan Malaysia. bahkan terkait dengan "meta penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan. Contoh: . Contoh: Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur. sebagaimana yang dilakukan negaranegara maju seperti Jepang. Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori. hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru. Contoh: Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah mendarah daging di pesantren. membujuk. rinci.  Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya. [sunting]Berdasarkan  letak kalimat utamanya Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. dan sebagainya. Padahal. atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. Akan tetapi. budaya. Membentuk karakter manusia memang membutuhkan pengorbanan. aduan. sosial. membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan. Sebab. dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu. Contoh: Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. yaitu generalisasi. Singapura. Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya. dan terukur. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan atas laporan. analogi. domain tersebut menyangkut hal yang sangat rumit. teknik. kiat.  Persuasi adalah paragraf yang mengajak. Contoh: Kemauannya sulit untuk diikuti. dibahas persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah. hingga ekonomi. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui perspektif agama.

boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang. sangat sayang akan ciptaannya. Maman. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan. dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu. Yang menjadi penjelasannya di atas adalah: 1. Polanya adalah A mengakibatkan B. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. ternyata Ali. ♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Toto. bumi. Oleh karena itu. Contoh: . Mesin saja ada penciptanya. kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. Burhan. 2. dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus. Alex.Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa. Burhan. Pemerolehan nilai Ali. Pasti demikian pula dengan Tuhan. Maman. Manusia yang menciptakan mesin. tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. beredar dengan teratur. kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya.   Sebab-Akibat Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. seperti halnya mesin. Mesin rumit itu ada penciptanya. yaitu sebab-akibat. mencakup Ali. Dalam paragraf di atas. yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. Alex. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Misalnya. Alex. mendapat nilai delapan. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. 3. dan Burhan. yaitu manusia. penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. Ada tiga pola hubungan kausalitas. bulan. Toto. Toto. Matahari. ♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan faktafakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. akibatsebab. jika hujan-hujanan. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. 4. dan anak-anak lainnya. Contoh: Alam semesta berjalan dengan sangat teratur. dan sebab-akibat 1 akibat 2. kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang.

Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Pertanian. Contoh: Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. kedudukan rupiah menjadi kian mantap.   Akibat-Sebab Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini. Contoh: Mulai tanggal 17 Januari 2002. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.   Sebab-Akibat-1 Akibat-2 Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. dan industri. Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Produksi nasional pun meningkat. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat. Oleh karena itu. dan lain-lain dinaikkan harganya. dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan. Jika biaya angkutan naik. sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. premium. Karena itu. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Hari ini pun tidak. harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi. pasti Badu itu sedang sakit. kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat.  Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. Minyak tanah. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. solar.Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. . Dengan demikian. perdagangan. Karena harga bahan bakar naik. Contoh: Kemarin Badu tidak masuk kantor. Oleh karena itu.

Master the AP English Language and Composition Test. 2000. Laurie E. November 2003. kamus gratis.  Rozakis.tag pembuka <p> menandakan awal paragraf. ISBN 0-7645-6184-7 (10). #4673. 2000. atau elemen blok berikutnya.. Project Gutenberg. etc. Dari sampah. Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. Harganya murah-murah. elemen p menandakan blok teks sebagai paragraf. 4th ed. [sunting]Paragraf dalam HTML Di XHTML. New York: Houghton Mifflin. Tag akhir bersifat opsional untukHTML. Lives of the Poets: Addison. NJ: Peterson's. Savage. dan tag penutup </p> menandakan akhir paragraf. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. . lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. [sunting]Pranala luar Lihat paragraph di Wiktionary. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar. Contoh: Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. [sunting]Lihat   pula Blok pernyataan Pilcrow [sunting]Rujukan   The American Heritage Dictionary of the English Language. ISBN 978-0-7645-6184-9 (13). EBook. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Johnson.  (Inggris) Paragraf dalam HTML 3 dari situs web World Wide Web Consortium (W3C). sebagaimana penjelajah secara otomatis memulai paragraf lain di tag <p> berikutnya. Samuel. Lawrenceville.

mancanegara. buku-buku). Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. 4. 1. dan -tah ditulis serangkai. Artikel si dan sang ditulis terpisah. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. Partikel per. kauambil. sayur mayur). 3. maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang. dari) ditulis terpisah. miliknya. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. ku-. 4. diselipkan tanda hubung. Kata ganti (kau-. dll. 3. Partikel 1. ke tengah. jamak (anak-anak. garis bawahi 3. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. ke. -nya) ditulis serangkai. keluar. satu kali pun. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1. pedoman ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua dengan beberapa tambahan sesuai dengan konsensus yang telah pernah didiskusikan di antara para kontributor Wikipedia. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. 2.yang berarti "mulai". sisipan. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. Gabungan kata atau kata majemuk 1. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. 3. dan "tiap" ditulis terpisah. siapakah. gabungan kata ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. sepak bola. 8. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. bagaimanapun. ditulis terpisah.com/2009/12/macam-macam-morfem. Imbuhan (awalan. -mu. dari Surabaya. Gabungan kata. 2. termasuk istilah khusus. kemari. anak-istri saya.html macam-macam morfem Pedoman ejaan dan penulisan kata Halaman ini memuat panduan ringkas mengenai ejaan dan penulisan kata yang dianjurkan di Wikipedia bahasa Indonesia. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: kumiliki. orang tua. Partikel -pun ditulis terpisah. termasuk istilah khusus. ibu kota. dilipatgandakan. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba. 7. -kah. 2. Contoh: menggarisbawahi. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.http://mnovrianto. Partikel -lah. Kata depan atau preposisi (di [1]. kupu-kupu). Contoh: non-Indonesia. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. Contoh: apa pun. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. 6. Secara umum.blogspot. 5. apatah. "demi". daripada. -ku. Contoh: bacalah. dikelola 2. bukumu. Contoh: bergeletar. Contoh: per 1 . Gabungan kata. Contoh: alat pandang-dengar. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. unsur gabungan ditulis serangkai. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. Contoh: duta besar. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. dll. Contoh: di dalam. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Contoh: adipati. 5. Contoh: bertepuk tangan.

Imbuhan gabungan. 6. Contoh: me.-em-. Contoh: me. ter-kan dan ter-i 3. -i.+ gotong → menggotong. jika kata dasar hanya satu suku kata. 2. me. me. jika huruf pertama kata dasar adalah l. Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1. 9.+ bom → mengebom. atau v. per-. d. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.April. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka. dan -nya 2. r. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara . me. per helai. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Awalan mePembentukan dengan awalan me. me. me. jika huruf pertama kata dasar adalah b. di-kan dan di-i 3.+ luluh → meluluh. Singkatan dan akronim. dan -er-.+ vonis → memvonis. Contoh: me. Kata turunan Secara umum. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.+ klarifikasi → mengklarifikasi. pe-. -wati. ber-an dan ber-i 2. 3. g. me. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. di-. n. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).+ pukul → memukul*. -an. se-nya 10. jika huruf pertama kata dasar adalah c. ke-an dan ke-i 5. Contoh: me+ kikis → mengikis*. Imbuhan spesifik. me. Akhiran: -kan. atau w. h. p*. Awalan: me-. 5. Contoh: me. Akhiran: -man.+ tik → mengetik.memiliki aturan sebagai berikut: 1. m. me. Imbuhan sederhana. diper-kan dan diper-i 4. tetap.+ klik → mengeklik.+ makan → memakan. dan se2. f. Contoh: me. -el-. me. 4. me.→ menge-. Contoh: me.→ meny-. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. memper-kan dan memper-i 7. 1. 1. 2. -lah. Sisipan: -in-. Contoh: me. pe-an dan pe-i 8. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim. j. Angka dan bilangan. atau t*. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1. ke-. 10.+ fasilitas + i → memfasilitasi. q. k*.+ baca → membaca. per-an dan per-i 9. ber-. me.+ sapu → menyapu*. 3. jika huruf pertama adalah s*. me.+ tiup → meniup*. me. ter-.→ mem-.+ datang → mendatang.+ sapu → menyapu. 1.+ tipu → menipu.→ meng-. dan -ita.+ kira → mengira. me.→ men-. me. me. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal. -wan. me-kan dan me-i 6. 2.+ hias → menghias.

.+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI.. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who". apalagi bunyi ujaran China . Contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: .[sic] . atau "where") atau variasinya ("dalam mana". apalagi "dimana".. Gunakan kata wafat. yaitu: 1. bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran." pada artikel yang belum lengkap. Pada dasarnya. "which".. dan sebagainya).. "whom". Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. meninggal. Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan.. atau tewas (tergantung konteks). Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa.. dengan mana". ber. Mayat dan mati • mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Penggunaan "di mana" sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Contoh: me. kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan . Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik: {{stub}} atau {{rintisan}} di bagian akhir artikel. Pranala ke situs luar Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti "Untuk informasi lebih lanjut. Dengan demikian. Tionghoa (bahasa dan orang). Gunakan kata jasad atau jenazah. . gugur. • Usul perbaikan: . Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. silakan mengunjungi situs ini.sempurna. ber.+ konversi → mengkonversi. kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan .. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK "DI MANA". termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika.Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). .+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2. Penggunaan "di mana" sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. • mayat: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m).

6. dukacita 17.208. "Sedangkan" adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. "Sedangkan" digunakan untuk mengawali kalimat. alhamdulillah 5. halalbihalal 18. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata "sementara itu". beasiswa 11.849. astagfirullah 6..208. bumiputra 13." Usulan perbaikan 2: "Sebelumnya disebutkan. jumlah total TPS se-Banten ada 12. belasungkawa 12. kacamata 20. Contoh: Dari harian Jawa Pos: "Sebelumnya disebutkan.208.. bismillah 10. .951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Di sini tampak bahwa "apabila" menggantikan posisi "di mana" (ditulis di kalimat asli sebagai "dimana")." Gabungan kata yang ditulis serangkai 1. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. dalam pilgub Banten kali ini ada 6.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.. "atau". ." Usulan perbaikan 1: "Sebelumnya disebutkan. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. dalam pilgub Banten kali ini. akhirulkalam 4. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice . Sementara itu. acapkali 2.. daripada 14. adakalanya 3. bilamana 9. hulubalang 19. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. kasatmata . bagaimana 7. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. • Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja . Kata penghubung "sedangkan" Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata "sedangkan". darmasiswa 16. darmabakti 15. serta "sementara".849.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). sama seperti "dan". barangkali 8.849.• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). Contoh-contoh lain silakan ditambahkan.

aktif. kepada 22. 1. sukacita 43. keratabasa 23. apotek. analisa 5. anda 6. diagnosa 12. sukarela 44. kilometer 24. silaturahmi 42. manasuka 26. peribahasa 32. esok 11.21. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. atlet. bukan atlitik) 9. sastramarga 35. bis 10. Anda. azas 8. alquran. titimangsa 47. wasalam Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. syahbandar 46. sebagaimana 38. saripati 37. manakala 25. saputangan 36. puspawarna 33. bukan apotiker) 7. asas. al Qur'an. ekstrem. padahal 30. segitiga 40. embus. al-Qur'an. Februari. Al-Qur'an. ekstrim 14. olahraga 29. radioaktif 34. diagnosis. matahari 28. paramasastra 31. aktip 2. atlit (ingat: atletik. hembus 15. sediakala 39. ekstrakulikuler 13. apotik (ingat: apoteker. sukaria 45. mangkubumi 27. Ekstrakurikuler. bus. besok. sekalipun 41. Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. aktivitas. aktifitas 3. analisis. Pebruari .

mahluk. nasehat 54. lokakarya. kuna [3] 44. persen. narasumber. gladi. kenderaan 36. kacamata. foto. nakoda 51. nahkoda. kwantitas [2] 42. kongkrit 39. ma'af 46. hirarki 20. Nopember 56. indra 25. paham. istri. metode. hierarki. obyek 57. indera. frekwensi 17. obyektif/p 58. kangker 33. inderagiri 26. mahzab 48. ibukota 22. photo 18. kosa kata. makhluk. jendral 30. napas. faham 61. indragiri. kuno. kosakata 40. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 55. mazhab. olah raga 59. jadwal. hipnosis (nomina). kwalitet [2] 41. nakhoda. konkrit. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 53. objektif. karier. orangtua 60. himbau 24. hipnotis (adjektiva) 21. kwalitas. orang tua. geladi 19. objek. jenderal. November. maaf.16. ijasah 23. Jum'at 31. frekuensi. kuantitas. kualitas. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 47. kanker. nafas 52. kwitansi 43. komplit 38. kaca mata 32. Katolik. nasihat. imbau. prosen . menghipnosis (verba). ijin 28. olahraga. konkret. isteri 27. ibu kota. loka karya 45. komplet. Jumat. mungkir. jadual 29. komoditi. kuitansi. ijazah. Katholik 35. komoditas [2] 37. negatif. metoda 49. pungkir (Ingat!) 50. karir 34. izin. kendaraan.

sangsi (=ragu-ragu). sorga. sintesis. takhta 95. sarat (=penuh). pengecualian 64. ubah (=mengganti). utang. pikir.sepertinya kedua-duanya berlaku 100. selebriti 83. sepakbola 84. sistem. tehnik 96. pemukiman 65. penglihatan. bukan praktekum) 69. seksama (Ingat!) 75. hutang (Ingat: piutang. segi tiga 82. Perancis [4] 68. sekuriti. sepak bola. trampil 99. sekretaris. tilpon 97. terampil. Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan. teoritis (diserap dari: theoretical) 98. propinsi 70. Sumatra. bukan pihutang) 101. tandatangan 94. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) 79. putera 71. tel(f/p)on. rubah (=serigala) -. putri. subjektif. tanda tangan. pengrumahan. telefon. praktik. silakan. praktek (Ingat: praktikum. pelepasan. Yogyakarta.62. segitiga. sekertaris 80. risiko. fikir 67. wali kota 102. realitas. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya. standard 92. silahkan (Ingat!) 85. standar. walikota. Sumatera 91. realita 73. Jogjakarta 103. standardisasi. penglepasan 63. samudera 76. Prancis. . permukiman. surga. standarisasi [5] 93. putra. zaman. sintesa 86. syaraf 78. saksama. baik untuk arti housing maupun PHK 66. pelihatan. teknik. selebritas. perumahan. sistim 87. puteri 72. teoretis. saraf. subjek. sekuritas [2] 81. resiko 74. salah) 77. syurga 88. provinsi. subyektif/p 90. telepon. tahta. jaman Catatan kaki 1. samudra. subyek 89.

Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. ^ Lihat bagian diskusi halaman ini 4. seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi. 3. ^ Walaupun "Prancis" lebih dianjurkan. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan "Perancis" sesuai konsensus.com at 17:44 . 5.2. Posted by no_free@westlife. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi. Morfem Morfem. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. ^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi. Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas).

Kata Ulang Salin Suara (K. kejar-kejaran b. mondar-mandir b. . yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar. 2. Kata ulang yang menyatakan `sangat`.edublogs. 1. Kata Ulang Utuh (K.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. tetangga 3. yakni perulangan kata yang dialami oleh sebagian dari kata dasar. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Macam-macam makna atau nosi kata ulang. yakni: 1. tiba-tiba b. pepohonan b.org/ KATA ULANG Kata Ulang Kata yang mengalami perulangan kata sebagian atau seluruhnya dan mengakibatkan makna yang berbada-beda.Anak kelas IX orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. anak-anak b. Kata Ulang Berimbuhan. Kata ulang yang menyatakan `paling`. Kata Ulang Sebagian (K. Contoh: Perubahan fonem vokal a. dll. gerak-gerik Perubahan fonem konsonan a. Maka kata-kata berikut dinamakan Kata Ulang Semu. pura-pura d. Contoh: a. yakni perulangan kata yang melibatkan morfem terikat (afiks) a. Dwilingga Salin Suara). terdapat pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. Contoh: a. rumah-rumah 2.Jambu merah Pak Alex besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. kura-kura c. Contoh: . Contoh: .U. Contoh: a. . lumba-lumba.U.U. Contoh: . yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar namun mengalami perubahan fonem pada salah satu kata dasarnya. Kata ulang yang menyatakan `banyak tidak menentu`. Dwipurwa). sayur-mayur b. Macam-Macam Kata Ulang Kata ulang dibagi menjadi 4 macam. di antaranya sebagai berikut.Di tempat kakek.http://basindo. lauk-pauk Catatan: kata-kata berikut tidak termasuk kata ulang dalam bahasa Indonesia karena tidak sesuai dengan pengertian kata ulang itu sendiri. Dwilingga). 3. mobil-mobilan 4.

.Jangan beli makanan banyak-banyak. . Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `bertambah` atau `makin`. . Contoh: .Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya.Karena berjalan sangat jauh kaki Putra sakit-sakit semua. .Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! . Kata ulang yang menyatakan `himpunan pada kata bilangan`. pasti dia akan turun juga.Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. Kata ulang yang menyatakan `bersenang-senang` atau `santai` Contoh: . . . Contoh: . 9. Kata ulang yang menyatakan `agak` (melemahkan arti).Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau.Setinggi-tingginya Agus naik pohon. Contoh: . Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `berusaha` atau `penyebab`.Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. Kata ulang yang menyatakan `saling` atau `berbalasan`(resiprok). Kata ulang yang menyatakan `waktu` atau `masa`. 5.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.Ricky main rumah-rumahan bersama Rexy seharian di halaman rumah. nanti uang sakumu habis! 14. Kata ulang yang menyatakan `sifat` atau `agak`.. nanti jatuh! 11. 13. . 10. Ada apa ya? 12.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa. Kata ulang yang menyatakan `terus-menerus` Contoh: .Lina selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Hany dapat termaafkan.Marcel membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Mulyanto tadi pagi. Kata ulang yang menyatakan `mirip` / `menyerupai` / `tiruan`.Mas Agung berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. Contoh: .Zambada dan Edowa mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. Kata ulang yang menyatakan `beberapa`. 7.Biarkan dia main hujan! Lama-lama dia akan bosan juga. Contoh: .Jangan tergesa-gesa begitu dong. 6. 8. Nak. 4. .Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. Contoh: . Contoh: .

sedangkan pada kalimat tak langsung intonasi mendatar dan menurun.. Bentuk dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita. bilamana > waktu di mana. KALIMAT TAK LANGSUNG adalah kalimat yang melaporkan/memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain. . kalimat perintah. KALIMAT KALIMAT LANGSUNG adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain. ke berapa > jumlah. aku engkau > saya. saya > dia. 5. Susunan kalimat langsung tetap. sedangkan pada kalimat tak langsung kata ganti pada kalimat yang dikutip mengalami perubahan. untuk. aku aku. 3. seperti bahwa. Kalimat langsung berbentuk kalimat berita. Pada kalimat langsung. tidak berkata tugas. ia -ku > -nya kita > mereka PENGGUNAAN KATA TUGAS PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung siapa > tentang nama / pelaku apa (-kah) > tentang sesuatu / benda Kapan. PENGGUNAAN KATA GANTI (PRONOMINA) PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung kamu > saya. sebab. ataupun kalimat seru. kalimat tanya. supaya. Pada kalimat langsung. kalimat perintah. 2. kata ganti pada kalimat yang dikutip tidak mengalami perubahan. dan kalimat seru sedangkan pada kalimat tak langsung hanya berupa kalimat berita. ke mana > tempat mengapa > sebab Berapa. 4.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. urutan mana > pilihan bagaimana > cara jangan > untuk tidak -lah > untuk / supaya / agar (berupa kalimat berita) > bahwa MEI01 Karangan Uncategorized Tagged karangan1 Comment » KARANGAN . Bentuk dari kalimat tidak langsung hanya berupa kalimat berita. baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.Dari tadi padi Filo kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. sedangkan pada kalimat tak langsung berkata tugas. Kalimat langsung bertanda kutip (―…‖) sedangkan kalimat tak langsung tidak bertanda kutip. intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dibandingkan yang tidak. PERBEDAAN KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG 1. kalimat tanya. dll.

Dengan luas 1 ha. untuk tahap pertama. direncanakan rampung 2 – 3 tahun mendatang. suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan. (2) Eksposisi ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan. Amur Muchasim. sikap. dan sikap yang diajukan. Contoh: Lingkungan sekolah kami sangatlah nyaman. pendapat. Dan. berbagai fasilitas sekolah tersedia demi kemajuan proses belajar kami. Pembangunan kantor di Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu.. atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Oleh karena itu. yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan. Karangan dibagi menjadi beberapa macam. persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya. marilah kita mencoba untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan. Inilah masalah yang sulit dipecahkan. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat. kini mulai dibangun di Palu. perasaan. mengembangkan. atau menerangkan suatu gagasan. setelah tertunda dua tahun. Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca. Di sekitar halaman sekolah. Contoh: ―Amin memang murid yang baik. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng. Contoh: Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif.‖ (5) Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau menggambarkan suatu . dengan biaya sekitar Rp 10 milyar. Ada pula kantin yang bersih dan luas agar suasana istirahat kami dapat kami gunakan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kejenuhan. Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. (4) Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan. seta bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996. tersedia pula lapangan olahraga yang sangat luas sehingga dapat membantu kami untuk meningkatkan keterampilan berolahraga dan mengekspresikan diri. Dalam Argumentasi ini. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih awal dari temantemannya.Karangan adalah hasil tulisan yang mengungkapkan ide. diantaranya ialah tidak membuang sampah sembarangan. Namun demikian. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat. Tak ayal lagi ia akan menjadi mahasiswa yang baik. Bahwa prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari temantemannya dapat dilihat dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak diselesaikannya. S. Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan. yakni: (1) Deskripsi disebut juga lukisan.H. Contoh: Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. kejadian. pendapat. mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional. Seandainya saja setiap anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah kualitas kesehatan dapat ditingkatkan. masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. atau keyakinan. (3) Persuasi ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan. terdapat berbagai jenis tanaman hias yang kami tanam sendiri. atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu.

Perbedaan: 1) Tujuan paparan hanya menjelaskan dan menerangkan. pengertian persoalan. dan lain-lain. Sebaliknya karangan nonfiksi menyajikan peristiwa secara apa adanya atau secara objektif. skripsi.sikap dan keyakinan . Ini tidak lama memang. atau gabungan dari keduanya. gambar. paper atau makalah. dan lain-lain pada paparan untuk menjelaskan. Yang pertama disebut fiksi. novel. desertasi. statistik. karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom atom. 3) Pendahuluan pada paparan memperkenalkan topik dan tujuan yang akan dipaparkan. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif. dan dongeng. Sedangkan pada akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya.‖ Perbandingan karangan eksposisi dengan argumentasi a. Persamaan: 1) Sama-sama menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis.pengalaman . Contoh: ―Beratus-ratus tahun Indonesia telah dijajah Belanda. Sedangkan grafik. jadi tercakup di dalamnya ialah roman. 2) Grafik. Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual. Sedangkan pendahuluan atau pembuka pada argumentasi berisi latar belakang dan sejarah persoalan. statistik. grafik. dan Belanda di Indonesia kemudian ditaklukkan oleh Jepang. Sedangkan argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca. fabel. yang semuanya termasuk karangan ilmiah Yang dimaksud karangan ilmiah ialah karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan. dan hikayat.daya khayal tidak digunakan b. cerpen. resensi. sistematika yang digunakan. Biasanya karangan dibedakan atas karangan fiktif dan karangan faktual. Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hata. dan sikap penulis benar. Fiksi umumnya hanya mengetengahkan hasil rekaan atau imajinasi atau khayal pengarang. tambo. statistik dan lain-lain pada argumentasi untuk membuktikan. mite. atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu. 2) Sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka. penelitian.kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis. sera tujuan argumentasi. cerpen. sedang yang kedua dinamakan nonfiksi. dan yang isi serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. legenda. sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. kini Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia. laporan. Bahasa fiksi biasanya bersifat konotatif dan subjektif. novel. Perang Dunia II pecah. pada tangga 17 Agustus 1945. tesis. Sedang contoh karangan nonfiktif dapat kita kemukakan misalnya. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk memproklamirkan kemerdekaannya. bahasa nonfiksi cenderung objektif dan denotatif. Termasuk karangan fiktif ialah roman. sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat. 4) Sama-sama menggali sumber ide melalui: . 3) Sama-sama memerlukan analisis dan sintesis pada waktu mengupas sesuatu. . 4) Penutup pada akhir paparan biasanya manegaskan lagi apa yang telah diuraikan sebelumnya. peta.pengamatan dan penelitian . Imajinasi tersebut sering pula didasarkan pada peristiwa seharihari sehingga ada kemungkinan dapat terjadi. hikayat. keyakinan. kisah perjalanan.

usulan.) MEI01 . atau diamati. artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya (4) disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami. diteliti. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu. maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mempunyai alasan yang dapat diterima akal (2) sistematis. (E. simposium. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya. dan sebagainya. atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan. atau penilaian sebuah buku. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya. (9) Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. Yang tergolong karangan ilmiah antara lain: (1) Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan. dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis. (7) Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan. yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. (3) Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran. (6) Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor. untuk dibacakan dalam rapat kerja. (4) Skripsi. Syarat-syarat Karangan Ilmiah: (1) mengandung masalah serta pemecahannya (2) masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca (3) lengkap dan tuntas. tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya. yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan (3) objektif atau faktual. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh. (5) Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. dan .Ciri-ciri Karangan Ilmiah: (1) logis. (8) Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim‘. seminar. artinya keterangan yang dikemukakan didasarkan pada apa yang benarbenar ada atau sesuai dengan fakta (4) teruji. karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda.T. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif. artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan. observasi. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan. digarap. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. jika dibandingkan dengan skripsi. dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian. (5) bahasanya bersifat lugas atau denotatif. sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak. penyelidikan. (2) Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. pengulasan.

ramah-tamah. leluhur.Sisipan (infiks) Macam-macam infiks: -el-. jenis kata ulang yang terjadi pada seluruh kata dasar. rumah-rumahan. -sasi. membaca. ambilkan. memper-. bentuk perulangannya mendapat imbuhan (afiks). me(N)-. -iah. b. dll. tiba-tiba. d. 2. seniman. -wan. alamiah. pengarang. se-. -i. yakni: 1. cumi-cumi. tetangga. perlindungan. Kata majemuk dibagi menjadi 3 jenis. murid-murid. adi-. afiks yang melekat di belakang morfem bebas. anak-anak. dll. pe(N)-.Kata ulang berimbuhan Contoh kata: bermain-main. semacam. bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tetapi terdapat fonem (huruf) yang berubah. -man. -if. Dan jenis ini tidak masuk ke dalam jenis kata ulang karena definisi kata ulang semu tidak sama dengan kata ulang (reduplikasi) sesuai dengan KBBI. yaitu: a.Kata Jadian Uncategorized Tagged jadianNo Comments » KATA JADIAN Kata Jadian adalah kata yang telah mengalami gramatikalisasi. manca-. lauk-pauk. Reduplikasi dibagi menjadi 4 jenis.Kata ulang utuh berubah bunyi (dwilingga salin suara) Contoh kata: gerak-gerik. 3. ubur-ubur. -is. -er-. sedangkan kata `tani` adalah contoh morfem bebas. pertanianContoh: per + tani + an Afiks `per-` dan `-an` adalah contoh morfem terikat. afiks yang melekat di depan morfem bebas. atau kata lainnya yang menggunakan tanda hubung (-) dan memiliki makna oleh kata itu sendiri dinamakan kata ulang semu. -wati. mondar-mandir. Gramatikalisasi dibagi menjadi 3 macam. sirami. b.Kata ulang sebagian (dwipurwa) Contoh kata: lelaki. -logi. dll. Proses Imbuhan (Afiksasi)  Kata dasar (morfem bebas) yang dilekatkan dengan afiks (morfem terikat) sehingga membentuk makna kata yang baru. dan -em-.Kata majemuk setara . diper-. egois. tembak-menembak. Catatan: kata kura-kura. memiliki kedudukan kelas kata yang sama. dan lain-lain. Proses Pengulangan Kata (Reduplikasi)  Kata dasar yang mengalami perulangan sehingga membentuk makna yang berbeda-beda. bergelembung (morfem bebasnya `gembung`). c. -kan. tetamu. dipukul. yaitu: a. lumba-lumba. per. Contoh kata: bergerigi (morfem bebasnya `gigi`). dll. afiks yang melekat di antara morfem bebas. Contoh kata: mainan. pra-. dan lain-lain. Kata majemuk juga bisa disebut sebagai frasa. bersalam-salaman. c. dll. karyawati. sesuatu. yaitu: a. bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata dasar.Awalan (prefiks) Macam-macam prefiks: ber-.Akhiran (sufiks) Macam-macam sufiks: -an. dll. antar-.Kata ulang utuh (dwilingga) Contoh kata: rumah-rumah. di-. Permajemukan (Kata Majemuk)  Gabungan dua kata atau lebih yang berstatus sebagai kata yang berdiri sendiri sesuai dengan kata yang digabungkan. dll. Afiksasi dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis. Contoh kata: bermain.

Contoh: .Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. Contoh: .Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. KB c. Contoh: .Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. . Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa. .Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. majalah wanita. siswa teladan.Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi. Contoh: . Contoh: . 2. . 9. Kata ulang yang menyatakan paling. 7. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus.Kata Idiomatis atau ungkapan Contoh kata: panjang tangan >> bukan tangannya panjang melainkan suka mencuri.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. meja makan. KB KB KK KK KB KB b. .Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga. Contoh: . keras kepala >> bukan kepalanya keras seperti batu melainkan egois. hancur lebur. 4. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab.Contoh kata: kursi tamu.Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. 3.Jambu merah Pak Daden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. memiliki kedudukan kelas kata yang berbeda. Contoh: .Setinggi-tingginya Joni naik pohon. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan (resiprok). Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin …. . yaitu antara lain: 1.Anak Kelas VIII orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. 6. Contoh: . delapan ekor. dan lain-lain. . Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia. dll. Kata ulang yang menyatakan sangat.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. 5. dll. KB KS KB KK KB KS K Bil. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu.Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.Kata majemuk bertingkat (tak setara) Contoh kata: gadis belia. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia. .Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah. besar mulut >> bukan mulutnya besar melainkan suka membual (pembohong). . memiliki makna yang baru. 8. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. pasti dia akan turun juga.

reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks. konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan). Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. . Contoh: .Jangan beli makanan banyak-banyak. . Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan. 11.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari.Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan. Ada apa ya? 12.Dari tadi Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. .Contoh: . Istilah afiks termasuk prefiks. 13. .Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua. kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda.Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti).Mas Tono berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru. . Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan).Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! . tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini. nanti perutmu meletus! 14.Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. sufiks dan konfiks. Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda. sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai. Contoh: . Nak. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya. Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan. Kata ulang yang menyatakan beberapa. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan. juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks). satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi. Contoh: . Contoh: . . Contoh: . 10.

di-: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks ―me-. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. peny-. arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan. per-. Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina. keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda. -kah.kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan. peny – an. hasil perbuatan. meng-. pe – an. Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. atau permajemukan. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya. -nya konfiks: ke – an. menge-. bukan tindakan atau obyek tindakan itu. meny. bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan. dan bukan pelaku. meny-. per – an. Juga dapat menunjukkan keadaan atau kondisi atribut tertentu. pem – an. tersufiks: -an.‖ Prefiks ―me-‖ menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks ―di-‖ menunjukkan tindakan pasif. Edisi Kedua – 1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. me-. -pun. pe-: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. ke-. mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku. mem-. me-. Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. Banyak verba dengan afiks ―ber-‖ mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. menghasilkan. se – nya Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. -i. Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-. Jika seseorang mengerti makna kata dasar. Aplikasi Afiks ber-: menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. maka kata . peng – an. kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). ber – an. ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks. adjektiva. pe-. se-. meng-. Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini. Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). -lah. pem-. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks. dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. di-. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat – siapa yang melakukan aksi itu. Fungsi utama prefiks ―ber-‖ adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu. verba. Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar. di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. melakukan atau menjadi sesuatu. peng-. -kan. Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks. perulangan.

Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat. instrumen. satuan atau kesatuan (seperti ―a‖ atau ―the‖ dalam Bahasa Inggris) 2. untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an: menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. ter-: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural). Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat. Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Konfiks ini adalah untuk: 1. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. untuk menyatakan satu benda. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan. paling tinggi. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. -kah: menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. -lah: sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan. proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. -i: menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. pesawat. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan. untuk menyatakan keseragaman. se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. Sufiks ini jarang digunakan. untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. (misalnya: paling besar. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum . pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu. -kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. ke-an: Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. alat. biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif. Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti ―satu‖ dalam situasi tertentu. dan sebagainya. paling baru.yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut . untuk menyatakan seluruh atau segenap 3. paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. kesamaan atau kemiripan 4. Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif.

-nya: Ada penggunaan ―-nya‖ sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya.) MEI01 Majas (Gaya Bahasa) Uncategorized3 Comments » Majas (Gaya Bahasa)  Yang dimaksud dengan majas ialah cara pengungkapan perasaan atau pikiran dengan bahasa sedemikian rupa. peny-an. ―bukunya‖ berarti ―buku itu‖. Penggunaan ―-ku‖ dan ―-mu‖ bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. ―bukunya‖ = buku dia atau buku mereka. satuan ―-nya‖ pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. -ku. kata ―bukuku‖ = buku saya. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks ―ke-an‖. membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan pe-an. ―bukumu‖ = buku Anda. se – nya: Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). contoh: biasanya = usually. per-an: menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat.yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2.Alusio Contoh: . dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita.T. peng-an. Macam-Macam Gaya Bahasa A. sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal den seintensif mungkin. rupanya = apparently -nya. Penggunaan ―-nya‖ baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini. Misalnya. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. bila ―-nya‖ berfungsi sebagai penunjuk. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. Gaya Bahasa Penegasan 1. pem-an: penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. (E. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat. Misalnya. adalah gaya bahasa yang menggunakan peribahasa yang maksudnya sudah dipahami umum.

anaknya dan sekarang cucunya tak luput dari penyakit keturunan itu. majalah.Elipsis Contoh: .Segala yang berkilau bukanlah berarti emas. yakni kalimat yang predikat atau subjeknya dilesapkan karena dianggap sudah diketahui oleh lawan bicara.Pegawai yang terbukti melakukan korupsi akan dinonaktifkan adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya. hari proklamasi ini dirayakan dengan meriah.Hiperbolisme Contoh: .Klimaks Contoh: Di dusun-dusun. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut.10. koran.Jangan terpedaya dengan apa yang kelihatan baik di luarnya saja.‖ 9.Dalam bergaul hendaknya kau waspada.Suaranya mengguntur membelah angkasa. di desa-desa. sampai ke ibu kota. adalah gaya bahasa penegasan yang menyebutkan beberapa hal berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung. atau kata-kata yang kasar dan kurang sopan.Polisindeton Contoh: Buku tulis. . . tetapi kelakuanmu. 8. dan surat-surat kantor dapat dibeli di toko itu. (kebalikan asindeton) gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. tabu). adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan paduan kata-kata yang artinya bertentangan. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata tertentu untuk menggantikan nama seseorang.Putra Bapak tidak dapat naik kelas karena kurang mampu mengikuti pelajaran. di kota-kota.Air matanya mengalir menganak sungai. adalah gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips (kalimat tak lengkap).Eufemisme Contoh: . . 3.. 4. ayahnya. 2.Asindeton Contoh: Buku tulis. 5. Kata-kata ini diambil dari sifat-sifat yang menonjol yang dimiliki oleh orang yang dimaksud. makin lama makin tinggi tingkatannya. .Antiklimaks Contoh: Kakeknya.―Kalau belum jelas.‖ .Antonomasia Contoh: Si Pelit den Si Centil sedang bercanda di halaman rumah Si Jangkung 6. surat-surat kantor semua dapat anda beli di toko itu. adalah gaya bahasa atau ungkapan pelembut yang digunakan untuk tuntutan tatakrama atau menghindari kata-kata pantang (pamali.―Saya khawatir. buku bacaan. 7. .Antitesis Contoh: Tinggi-rendah harga dirimu bukan elok tubuhmu yang menentukan. majalah. makin lama makin rendah tingkatannya. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. akan saya jelaskan lagi. dia sendiri. jangan-jangan dia ….

. eh maaf silakan Saudara-Saudara mencicipi hidangan yang telah tersedia. adalah gaya bahasa pengulangan seperti repetisi yang khusus terdapat dalam puisi.Sunyi itu kudus .Ayah pergi ke Bandung mengendarai kijang. yakni kalimat yang predikatnya mendahului subjek.Koreksio Contoh: Setelah acara ini selesai. adalah gaya bahasa dengan menggunakan kalimat inversi. sedang di bagian akhir disebut epifora. anak sulung Pak Sastra itu melangkahkan kakinya ke sawah. dun lain sebagainya. Hal ini sengaja dibuat untuk memberikan ketegasan pada predikatnya. pagi-pagi digantikan ketika sang surya merekah di ufuk timur.Dia maju dua langkah ke depan. Misal.Harapanku hanya untukmu adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya. Pengulangan di bagian awal dinamakan anafora.‖ dijadikan ―Ketika mentari membuka lembaran hari.11.12.Rinduku hanya untukmu .14. Husni mengisap Gudang Garam. bahwa Tono berkelahi di tempat itu.Pleonasmse Contoh: .13.18. Misal.adalah gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat. tak mau bertemu dengan dia lagi. dan demikian pula harapan setiap pejuang.Parafrase Contoh: ―Pagi-pagi Ali pergi ke sawah.15.17. silakan Saudara-Saudara pulang. . Gaya bahasa jenis ini sering dipakai dalam pidato atau karangan berbentuk prosa.Paralelisme Contoh Anafora : . adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata atau sebuah nama yang berhubungan dengan suatu benda untuk menyebut benda yang dimaksud. nama pabrik.‖ adalah gaya bahasa penegasan yang mengulang-ulang sebuah kata berturut-turut dalam suatu wacana. kalau bukan karena terpaksa.Metonimia Contoh: .Sunyi itu lupa . penyebutan yang didasarkan pada merek dagang.Sunyi itu duka .Benar! Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.Cintaku hanya untukmu . .Harapan kita memang demikian. adalah gaya bahasa penguraian dengan menggunakan ungkapan atau frase yang lebih panjang daripada kata semula. materialistis diganti dengan gila harta benda.Sunyi itu lampus Contoh Epifora : . adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata pembetulan untuk mengoreksi (menggantikan kata yang dianggap salah).Interupsi Contoh: Saya. nama penemu.Inversi Contoh: Pergilah ia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari harapan baru di kota.Udin mengisap Gentong.16.Repetisi Contoh: .

Alegori Contoh: Kami semua berdoa. dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih . .Engkau harus dan wajib mematuhi semua peraturan. ibarat.Nyiur melambai-lambai di tepi pantai 5. . Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia. dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia. Totem pro parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian. Saudara mampir ke pondok saya.21. gaya bahasa ini terbagi menjadi dua yaitu : (a) Pars pro toto (sebagian untuk keseluruhan) dan (b) Totem pro parte (keseluruhan untuk sebagian). tak gentar menghadapi musuh. . Contoh: Setiap kepala diwajibkan membayar iuran Rp1.Semangat juangnya berkobar.Tautologi Contoh: .Sinekdoke.. adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda berdasarkan persamaannya. adalah gaya babasa perbandingan.Personifikasi atau penginsanan Contoh: . semoga dalam mengarungi samudra kehidupan ini.000. atau yang menggunakan kata-kata yang artinya berlawanan dari yang dimaksud untuk merendahkan diri.Sekali merdeka.Bunyi lonceng memanggil-manggil siswa untuk segera masuk kelas.Retoris Contoh: Bukankah kebersihan adalah pangkal kesehatan? Inikah yang kau namakan kerja? 20.Litotes Contoh: . Sudah lama ditunggu-tunggu.Metafora Contoh: . Gaya Bahasa Perbandingan 1.Harapan dan cita-citanya terlalu muluk. jika kebetulan lewat. ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua buah keutuhan berdasarkan persamaannya secara menyeluruh. tetap merdeka! adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya. Contoh: Cina mengalahkan Indonesia dalam babak final perebutan Piala Thomas. tetapi sebenarnya tidak bertanya.Gelombang demonstrasi melanda pemerintah orde lama.00. adalah gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti. kamu berdua akan sanggup menghadapi badai dan gelombang. belum tampak juga batang hidungnya. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sama artinya dalam satu kalimat.19. 3. Pars pro Toto adalah gaya babasa yang menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.Silakan. B. bagaikan. 4.Dari mana orang seperti saya ini mendapat uang untuk membeli barang semahal itu. adalah gaya bahasa perbandingan yang menyatakan sesuatu dengan memperendah derajat keadaan sebenarnya. . penaka. laksana. 2.

(maksudnya: pahit). 6. manis benar teh ini. yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian. . 2. hanya jam dinding yang terus kedengaran berdetak-detik. namun karena kerajinannya melebihi kawan sekolahnya.Dengan kelemahannya. adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata yang kasar.Okupasi Contoh: -Sebelumnya dia sangat baik.jelas. D. -Ali sebenarnya bukan anak yang cerdas. wanita mampu menundukkan pria.Wajahnya seperti rembulan. tak ada seorang pun yang berbicara. kamboja lambang kematian.Kontradiksio in terminis Contoh: Suasana sepi.Hidup tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam. Gaya Bahasa Sindiran 1. adalah gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan.Ironi Contoh: Eh. dia mendapat nilai paling tinggi.Paradoks Contoh: . adalah gaya bahasa yang mengandung uraian atau pernyataan yang tidak sesuai dengan sejarah atau zaman tertentu. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata yang maknanya sejajar dengan pengertian yang dimaksudkan.Tikus mati kelaparan di lumbung padi yang penuh berisi.Tropen Contoh: . . adalah gaya.Simile Contoh: .Simbolik Contoh: Janganlah kau menjadi bunglon! 7. adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan. 4. adalah gaya bahasa sindiran yang mempergunakan pernyataan yang mengecilkan kenyataan sebenarnya. 3. yang membentuk satu kalimat. 3. bahasa kiasan. bunglon lambang manusia yang tidak jelas pendiriannya. C. tetapi sekarang menjadi berandal karena tidak ada perhatian dari orang tuanya. lintah darat lambang manusia pemeras. mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu.Seharian ia berkubur di dalam kamarnya.Inuendo Contoh: la menjadi kaya raya lantaran mau sedikit korupsi. Biasanya gaya bahasa ini . adalah gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan. Gaya Bahasa Pertentangan 1.Bapak Presiden terbang ke Denpasar tadi pagi. adalah gaya bahasa sindiran paling halus yang menggunakan kata-kata yang artinya justru sebaliknya dengan maksud pembicara. .Anakronisme Contoh: Mahapatih Gadjah Mada menggempur pertahanan Sriwijaya dengan peluru kendali jarak menengah. Misal. 2. Misalnya menyebutkan sesuatu yang belum ada pada suatu zaman.

gaya bahasa yang berwujud perulangan kata pertama dari kalimat pertama menjadi kata pertama dalam kalimat selanjutnya.Anafora Contoh: Hak asasi manusia merupakan hak mutlak yang wajib kita junjung tinggi dalam membangun bangsa dan negara. Citraan penciuman. Citraan gerak. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut. dll. sudah berkali-kali diberi tahu.Jangan coba-coba mengganggu adikku lagi. .. Dengan demikian. panas. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat.Antanaklasis 3. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata). Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum. adalah gaya bahasa yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. lembut. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair. frase. yakni: 1. keras hati. (E. adalah semacam ironi. Citraan pencecapan. Gaya Bahasa Perulangan 1. dll. Dan Sastra Ind. Jenis Citraan dibagi menjadi 7. kecut. atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. manis. 4. yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit). yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung).Sinisme Contoh : Hai. 6. Monyet! . tetapi agak lebih kasar.T. 4. unsure citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh. yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak. adalah gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya. 3. Citraan perabaan.Aliterasi Contoh: Keras kepala. tetap saja tidak mengerti! 4. tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak. Tolong agak menyisih sedikit! E. busuk. dingin. 2. 5. Citraan penglihatan. Hak asasi manusia itulah yang sekarang menjadi topik utama dunia internasional.Sarkasme Contoh: . misalnya kasar. basah. 29) . halus. sekaligus keras adat. 2. harum benar baumu. dll. anyir. asam. (Lihat buku Intisari Bhs. Citraan pendengaran. Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga).Dasar goblok. yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah). SMA hal.dipakai untuk menyatakan amarah.) MEI01 Citraan Uncategorized Tagged citraanNo Comments » strong>CITRAAN DALAM PUISI Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata.

Penyebutan pertama istilah ―Bahasa Melayu‖ sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus. Bentuk yang lebih formal. yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan. disebut Melayu Tinggi. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303. Sintaksis Tagged bahasa. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif. namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. sejarah2 Comments » Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. sejarah. baik melalui penciptaan. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya. Morfologi Bahasa. pada tahun 1945. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia. dan Jawa. Tetapi bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia. paling tidak dalam bentuk informalnya. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).T.7. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua. Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia. (E. Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru. Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan). Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi. indonesia. di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya. kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Citraan perasaan. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuna di Jawa Tengah. maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu. dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Malaya. namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu. bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi ―Masuk Melayu‖ berarti masuk agama Islam. ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar.) MEI01 Sejarah Bahasa Indonesia Filologi. penuh sindiran. Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. .

Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ke. Di sana. derajat. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. ia sebagai lingua franca. hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. dan bukan Bahasa Melayu Pontianak. Brunei. Jakarta (Betawi). Pada tahun 1945. Kedua. diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia. Perubahan: Indonesia (pra-1972) Malaysia (pra-1972) Sejak 1972 tj ch c dj j j ch kh kh nj ny ny sj sh sy jyy oe* u u Catatan: Tahun 1949 ―oe‖ sudah digantikan dengan ―u‖. Bahasa Melayu Riau yang dipilih. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri.Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa). Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Samarinda. semakin dibakukan. Pada saat itu. Dengan memilih Bahasa Melayu Riau. biasa. Ada tingkatan bahasa halus. ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar. namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. ataupun dari bahasa lainnya. Jika bahasa Jawa digunakan. pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa. 3. Hal yang sama juga ditemukan . Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang. Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. Sebagai contoh kata ganti seperti ―dia‖ tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Banjarmasin. Maluku. bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. Mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda. ataupun Kutai. ejaan dua bahasa serumpun. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa. dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. ataupun pangkat. para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia. dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara. pada Kongres Nasional kedua di Jakarta. namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu). dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia. 4. dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau. suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia. dan Singapura masih dijajah Inggris. 2. dan kamus baku juga diciptakan. dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Tio Ciu. Dengan EYD. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien. Brunei. Malaysia.

Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri.) MEI01 Frase. klausaNo Comments » Frase Macam-macam frase dari kelas kata 1. Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO). sedangkan ―kita‖ adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya. Sebagai contoh ―seribu orang‖ dipakai. Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain. Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata). Klausa. seperti contohnya ―putri‖ dan ―putra‖. atau indikator lain seperti ―sudah‖ atau ―belum‖.pada kata seperti ―adik‖ dan ―pacar‖ sebagai contohnya. sebuah kata sifat harus ditambahkan. Contoh: baju baru DM anak manis DM sebatang rokok kretek MDM sebuah rumah mewah MDM . kalimat. dan Kalimat Uncategorized Tagged frase. yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia. ―adik laki-laki‖ sebagai contohnya. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek.T. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak. frase atributif). ―kemarin‖ atau ―besok‖). Contoh: guru (kata benda) agama (kata benda)guru agama (kata benda) gadis (kata benda) cantik (kata sifat)gadis cantik (kata benda) Frase endosentris dibagi menjadi dua macam. kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno. Frase endosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata atau lebih . tidak terbatas pada kata benda. yaitu frase yang mengandung unsur inti (D) dan unsur penjelas (M). Frase bertingkat (frase subordinatif. tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. yaitu ―kami‖ dan ―kita‖. yaitu: 1. Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas. (E. ―Kami‖ adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara. Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti. Untuk menspesifikasi sebuah jenis kelamin. walaupun susunan kata lain juga mungkin. bukan ―seribu orang-orang‖. Ada juga kata yang berjenis kelamin.yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu sama dengan kelas kata dari salah satu (atau lebih) unsur pembentuknya.

Contoh: suami istri sawah ladang sanak saudara 2. Contoh: dari (kata depan) sekolah (kata benda). Keterangan: ( KB ) Kata benda ( KK ) Kata kerja ( KS ) Kata sifat ( KT ) Kata tugas ( K Ket. Contoh: ia datang ke rumahku adik penari orang itu kurus (2) Klausa inversi. (Keraf. Frase Eksosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata (atau lebih) yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu tidak sama dengan kelas kata dari salah satu(atau lebih) unsur pembentukannya. K Ket. dan secara fakultatif. 1991: 181).dari sekolah (kata keterangan) yang (kata tugas) memimpin (kata kerja)yang memimpin(kata benda) Contoh lain: dari kantor di rumah karena lelah KT KB KT KB KT KS K Ket. predikat mendahului subjek. K Ket. klausa inversi yang didahului oleh keterangan. Frase setara (frase koordinatif): frase yang mengandung dua buah unsur inti (tidak ada unsur penjelas/atribut). ) Kata keterangan Klausa suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kata. Klausa dapat dibedakan atas beberapa macam berdasarkan beberapa sudut tinjauan Macam klausa berdasarkan urutan kata: (1) Klausa normal. dapat diperluas dengan beberapa fungsi lain seperti objek dan keterangan-keterangan lain. Contoh: datang dia malam itu pergi ayah tak tentur arah (3) Klausa inversi khusus. Contoh: ke tanah leluhur pergi mereka . subjek mendahului predikat. yang mengandung hubungan fungsional subjek-predikat.seorang guru MD sepotong roti MD 2.

Contoh: ketika ayah pergi agar tubuh subur sebab kehadirannya tak diperhitungkan . klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada klausa lain.kemarin datanglah surat itu karena sakit menangislah dia berdasarkan variasi subjek-predikat: (1) Klausa berpredikat kata kerja intrasitif Contoh: anak itu menari kuda meringkik kakek merokok nenek duduk (2) Klausa berpredikat kata kerja transitif Contoh: guru mengajar murid kurir mengantar surat Andri mencintai Dian (3) Klausa berpredikat kata benda Contoh: pamannya lurah ibunya seorang bidan kakaknya tentara (4) Klausa berpredikat kata sifat. Contoh: Ani membawa buku guru mengajar murid (2) Klausa terikat. klausa yang kehadirannya bergantung pada klausa lain dan biasanya ditandai oleh adanya konjungsi (kata penghubung). Contoh: gadis itu cantik bapak saya tampan bapakmu pelit (5) Klausa berpredikat frase konektif Contoh: anak itu merupakan musuh mereka Sinta menjadi pramugari Maman adalah pemuda berpikiran maju (6) Klausa berpredikat adverbial (frase preposisional) Contoh: nenekku dari Kalimantan ibu ke Bandung kemarin ayah ke Bekasi naik onta berdasarkan keterikatannya dengan klausa lain: (1) Klausa bebas.

kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek. (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas: (a) kalimat berita (b) kalimat tanya (c) kalimat perintah: . Dadang kecewa sebab kehadirannya tak diperhitungkan Kalimat bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat normal (subjek mandabului predikat) (b) kalimat inversi (predikat mendahului subjek) (4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya. Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan nilai informasinya.ajakan . Contoh: (i) # Pergi! # (ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari # Kalimat (i) adalah kalimat minim.permintaan . 1991: 185).larangan (d) kalimat harapan (e) kalimat pengandaian (2) Berdasarkan diatesis. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minor (hanya mengandung satu inti) (b) kalimat mayor (mengandung lebih dari satu inti) (5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya. merupakan bagian dari kalimat: Ibu merasa sedih ketika ayah pergi. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat inti (b) kalimat luas (perluasan dari kalimat inti) (c) kalimat transformasi (perubahan dari kalimat inti) Ciri-ciri kalimat inti: .suruhan . kata kedua menduduki jabatan predikat) . dan dapat hadir bersama-sama atau dikaitkan dengan klausa bebas. Klausa di atas.urutannya adalah subjek mendahului predikat .Klausa terikat merupakan bagian dari sebuah kalimat. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat aktif (subjek melakukan perbuatan) (b) kalimat pasif (subjek dikenai perbuatan) (3) Berdasarkan urutan katanya. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minim (hanya mengandung satu kontur) (b) kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur) Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan. misalnya. Tanamanan itu diberinya pupuk agar tumbuh subur.intonasinya adalah intonasi berita yang netral (6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya.hanya terdiri atas dua kata . . sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang. (Keraf.

kalimat dibedakan atas: (a) kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P) (b) kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P).3) kalimat majemuk campuran (b.4 sebagaimana terlihat pada contoh kalimat di atas. 3 Kata Benda Kata Benda Hasahatan dokter. 1) kalimat majemuk setara: . menggunakan struktur baku (sesuai dengan kaidah morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia) 3. Catatan: Pola dasar no.setara mempertentangkan .(7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya. Bahrudin akuntan. menggunakan ejaan baku (sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) 4. Di sini kita melihat kelas kata apa yang menduduki jabatan subjek dan kelas kata apa pula yang menduduki jabatan predikat. Satya dihukum. menggunakan kata-kata baku 2. Siapa yang bikin rumah itu? (tidak baku) Siapa yang membuat rumah ini? (baku) b.setara menguatkan (b. Berdasarkan kelas kata yang menduduki fungsi S-P. 4 Kata Benda Kata Tugas Ibu ke pasar.setara memilih . 2 Kata Benda Kata Sifat Arsinta cantik. dalam ragam lisan. Subjek Predikat Contoh Kalimat 1 Kata Benda Kata Kerja Ari menari. (tidak baku) . Kalimat majemuk. menggunakan lafal baku (lafal yang tidak mencerminkan logat asing atau logat kedaerahan) Contoh: a. Kalimat baku (standar) dipergunakan apabila kita berbahasa baku. seringkali tidak diterima sebagai kalimat yang baik dan benar. Kalimat contoh tersebut akan diterima sebagai kalimat yang baik dan benar apabila diubah menjadi sebagai berikut: Ibu pergi ke pasar.setara menggabung . Adapun ciri-ciri kalimat baku adalah sebagai berikut: 1. berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas: (b. dapat ditentukan pola dasar kalimat bahasa Indonesia sebagai berikut: No. Rumahnya Udin yang catnya kuning. Kakek berasal dari Sukabumi. (atau) Kakek datang dari Sukabumi.2) kalimat majemuk bertingkat (b. Kakek dari Sukabumi. Togop malas. dalam ragam tulis.4) kalimat majemuk rapatan Pola dasar kalimat Pola dasar kalimat mempersoalkan kelas kata (jenis kata) apa yang mendasari pembentukan kalimat inti.

SPK Keempat: diinversikan diambilnya uang itu dari dalam laci. saya ucapkan terima kasih. PSK Mereka menaburkan bunga di pusara ibu. SPK Mereka taburkan bunga di pusara ibu. (baku) c. S P O. SPOK Bunga ditaburkan oleh mereka di pusara ibu. pelaku K bunga mereka taburkan di pusara ibu. PS (4) Mereka taburkan bunga di pusara ibu. belum. PSK Keterangan aspek kala Keterangan aspek kala adalah keterangan yang menandai waktu pelaksanaan pekerjaan/ perbuatan/ proses yang tersebut pada predikat kalimat. Kalimat berpola inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek.Rumah Udin yang bercat kuning. sedang. KPS (3) Sudah saya baca buku itu. Kalimat pasif adalah kalimat berpredikat kata kerja yang subjeknya terkena perbuatan yang tersebut dalam predikat. Kata-kata yang merupakan keterangan aspek kala adalah sudah.penderita K Kedua: diubah menjadi pasif Uang itu diambil oleh ia dari dalam laci. keterangan aspek kontinuatif. Keterangan aspek kala posisinya selalu di depan predikat kalimat.pelaku K Ketiga: disederhanakan (P dan O pelaku disatukan menjadi P) Uang itu diambilnya dari dalam laci. PSK (2) Atas perhatian Bapak. menyatakan pekerjaan tengah berlangsung . S P O. PSK Untuk memahami contoh-contoh kalimat di atas. S P O. dan akan Contoh: (1) Ani sedang membaca buku. Mudah2an dia lekas dalang (tidak baku) Mudah-mudahan dia lekas datang (baku) Kalimat pasif inversi Kalimat pasif inversi adalah kalimat pasif dengan pola inversi. Contoh: (1) Diambilnya uang itu dari dalam laci. telah. perhatikan langkah-langkah perubahan dari kalimat aktif hingga menjadi kalimat pasif inversi di bawah ini ! Pertama: Kalimat aktif Ia mengambil uang itu dari dalam laci.

(2) Abas tidur. Dengan demikian kalimat (5) adalah kalimat yang mengalami kesalahan struktural. yaitu di depan predikat. Letak kata telah pada kalimat (1). Pada kalimat majemuk setara terdapat lebih dari satu gagasan yang kedudukannya sederajat. (2) Kitab itu telah dibaca oleh Rudi hingga tamat. dalam kalimat majemuk setara. (4) Telah Rudi baca kitab itu hingga tamat. (3) Ayah Anita adalah seorang perwira menengah. GU: (1) Ali belajar. (2). Gagasan utama kalimat Gagasan utama atau pikiran pokok kalimat adalah amanat/informasi yang terpenting yang terkandung dalam sebuah katimat. (3) Kitab itu telah Rudi baca hingga tamat. Gagasan utama dinyatakan dengan pola S-P dalam kalimat nominal dan kalimat verbal intransitif ~Sedangkan pada kalimat verbal transitif gagasan utama dapat dinyatakan dengan pola S-P-O atau S-P saja. sedangkan pada kalimat (5) salah. . keterangan aspek perfektif. dan (4) benar. menyatakan pekerjaan akan berlangsung (3) Ani telah membaca buku. (2) Kemarin Ida mengantarkan surat ke rumahku. keterangmi aspek kala posisinya sama dengan posisi pada kalimat aktif dan kalimat pasif biasa. (3). Contoh: (1) Amir sedang membaca buku di dalam kamar. menyatakan pekerjaan sudah berlangsung Letak keterangan aspek kala pada kalimat pasif inversi Pada kalimat pasif inversi. (2) Andl makan. Contoh: (1) Eko makan sate. sedangkan Abas sedang tidur. (5) Rudi telah baca kitab itu hingga tamat. SP GU: Ayah perwira. KSPOK GU: Ida mengantarkan surat. Gagasan utama kalimat dinyatakan dengan pola S-P atau pola SP-O. keterangan aspek futuratif.(2) Ani akan membaca buku. Perhatikan contoh berikut ! (1) Rudi telah membaca kitab itu hingga tamat. Andi makan asilnan. Jadi. SPOK GU: Amir membaca. GU: (1) Eko makan. (2) Ali sedang belajar. Gagasan utama pada kalimat majemuk setara Kalimat mejemuk setara adalah kalimat yang mengandung dua pola klausa atau lebih yang hubungan antarklausa bersifat setara. (4) Ketty sedang duduk di ruang tamu SPK GU: Ketty duduk. terdapat lebih deri satu gagasan utama.

perlu diperhatikan bahwa gagasan utama tidak selamanya berada pada klausa utama. (a) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi keterangan. Pada 23 Mei 1972.Gagasan Utama pada kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat pada dasarnya adalah kalimat tunggal yang salah satu fungsinya diperluas dan perluasannya itu membentuk sebuah pola klausa. GU: Pembangunan harus dilanjutkan. (E. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa utama (klausa bebas) den klausa terikat. (2) Mereka lupa bahwa mereka harus melunasi pinjamannya pada akhir bulan ini.) MEI01 Ejaan yang Disempurnakan Uncategorized Tagged ejaan11 Comments » Ejaan yang Disempurnakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. GU: Aminah bahagia. GU: Mereka lupa. Contoh: (1) Presiden mengatakan bahwa pembangunan harus dilanjutkan. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Selanjutnya Departemen Pendidikan dan . 57. Contoh: (1) Saya berharap hal itu tidak akan terjadi. GU: lbu kesepian. sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu. gagasan utama terdapat pada induk kalimat. (2) Wati menyirami tanaman itu setiap hari supaya buahnya lebat. Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. GU: Kakeknya jatuh. Ejaan Republik.T. Contoh: (1) Ketika ayah pergi. Namun demikian. (c) Apabila anak kalimat merupakan pelengkap. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). gagasan utama terdapat pada anak kalimat. (2) Mat Kemplo menceritakan bahwa kakeknya jatuh dari ayunan. ibu kesepian di rumah. Mashuri. berdasarkan Keputusan Presiden No. gagasan utama terdapat pada klausa utama yang merupakan induk kalimat. dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat gagasan utama dan gagasan bawahan (gagasan penjelas). GU: Saya berharap. Tahun 1972. (3) Aminah bahagia karena suaminya naik pangkat. Perhatikan keterangan berikut dengan baik. (b) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi objek (anak kalimat merupakan objek dari predikat verba transitif). Pada tanggal 16 Agustus 1972. GU: Wati menyirami tanaman. Dengan demikian.

(tanggal) Dalam karya ilmiah seperti skripsi. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik. Contoh: dll. Peraturan. laporan. dan disertasi. (Sarjana Ekonomi) 4. B. Jika berupa angka. Bush Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap. Syarat. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. contoh: I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. tesis. Perbedaanperbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah: ‗tj‘ menjadi ‗c‘ : tjutji → cuci ‗dj‘ menjadi ‗j‘ : djarak → jarak ‗j‘ menjadi ‗y‘ : sajang → sayang ‗nj‘ menjadi ‗ny‘ : njamuk → nyamuk ‗sj‘ menjadi ‗sy‘ : sjarat → syarat ‗ch‘ menjadi ‗kh‘ : achir → akhir Penggunaan Tanda baca Tanda Titik (. Pada tanggal 12 Oktober 1972. (Nyonya) S. 5. maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal. Gatot George W. contoh: Saya suka makan nasi. (Doktor) Ny. dan sapaan. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. pangkat. 2. tanda titik tidak dipergunakan. (dan lain-lain) dsb. 0196/1975 memberlakukan ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah‖. Setelah itu. Contoh: Dr. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. harus diberi jarak satu ketukan. menerbitkan buku ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖ dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. contoh: Irwan S. makalah. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Persiapan Ulangan Umum. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. A. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar.E. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru. jabatan. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Contoh: Anthony Tumiwa 3. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar. (dan sebagainya) tgl.Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul ―Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖. . dianjurkan tidak mempergunakan singkatan.) 1.

Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia.1 6.00 10.lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat. contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang. 2. contoh: Jalan Kebayoran 32 Jakarta. contoh: Pukul 7. menit. contoh: Saya menjual baju. . lembaga.2 1. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia. dan melainkan. atau nama dan alamat penerima surat. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya. contoh: Cu (Kuprum) 52 cm l (liter) Rp 350. 8. yang terdapat di dalam nama badan pemerintah. yang didahului oleh kata seperti.) 1. celana. atau gabungan keduanya. timbangan. kepiting dan ikan.1 1. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata. dan topi. tetapi. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat. dan mata uang.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 7. contoh: Sekjen : (Sekretaris Jenderal) UUD : (Undang-Undang Dasar) SMA : (Sekolah Menengah Atas) WHO : (World Health Organization) 9. takaran.2. jutaan. Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan. dan detik yang menunjukkan waktu.Sdr. dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah. 3 Mei 1997 Yth. contoh: Latar Belakang Pembentukan Sistem Acara 11. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. satuan ukuran.Ivan Jalan Istana 30 Surabaya B. contoh: Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.Contoh: 1.10. atau kepala ilustrasi. tabel dan sebagainya. Tanda Koma (. tetapi tidak aktif.

―Saya sedih sekali‖. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. kasihan. (Bandung: UP Indonesia. saya tidak akan datang. Borgx. . Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. aduh. yang terdapat pada awal kalimat. contoh: Lanin. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia. ya. contoh: Kalau hari hujan. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. 18 Juni 1984 Medan. saya tidak jadi datang. contoh: Oleh karena itu. akan tetapi. contoh: Medan. keluarga. Ivan. 9. begitu. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. contoh: 33. ia lupa akan janjinya. contoh: O. 8. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. 1990). 7. lagi pula. pandai sekali.3a. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. Gatot. 10. 13. contoh: Kata adik. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya. 3b. Jilid 5 dan 6. kamu harus datang.50 12.E. Karena sibuk. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. hlm. contoh: I. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o. contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. 22. bukan main. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. (iii) tempat dan tanggal. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh. Cara Penggunaan Wikipedia. atau marga.5 m Rp 10. Indonesia. (ii) bagian-bagian kalimat. 1999. 4. meskipun begitu. contoh: Rinto Jiang. Wah. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Jadi. 5.S. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. 6. jadi. wah. 11.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. contoh: ―Di mana Rex tinggal?‖ tanya Stepheen. C. Tanda Titik Koma (;) 1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan namanama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar. D. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. contoh: yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. 2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. contoh: Ketua : Hany Christoffer Wakil Ketua : Ricky Kurniawan Wenas Sekretaris : Maria Dewi Puspasari Wakil Sekretaris : Terry Rionaldy Bendahara : Lina Veronica Wakil bendahara : Marcel Lawinata 3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. contoh: Pak Erwin : ―Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Pak Guru!‖ Rexy : ―Ya, Pak!‖ 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit. 5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. E. Tanda Hubung (-) 1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. contoh: ….dia beli baru juga.

-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. contoh: …. masalah itu akan diproses. 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris. contoh: …. cara baru mengukur panas akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. contoh: ………menghargai pendapat. 3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. contoh: anak-anak tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan. 4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. contoh: p-e-n-g-u-r-u-s 5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. bandingkan: ber-evolusi dengan be-revolusi dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000). Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah PN dengan di-PN-kan. 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata. contoh: se-Indonesia hadiah ke-2 tahun 50-an ber-SMA KTP-nya nomor 11111 bom-V2 sinar-X. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: di-charter pen-tackle-an Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang). F. Tanda Pisah (—) 1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar

Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak. contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera 2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. contoh: Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‗ke‘, atau ‗sampai‘. contoh: 1919—1921 Medan—Jakarta 10—13 Desember 1999 Lihat lainnya pada Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan Angka atau Lambang Bilangan 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi. 2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas. 3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. 4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan ―per-‖ (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya. 6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara ―ke-‖ dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran ―-an‖ ditulis dengan tanda hubung antara angka dan ―an‖ atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah. 9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca. 10.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat. 11.Tanda hubung ―ke-‖ tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang. contoh: Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian. Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11 Penulisan tahun Benar: 1960-an Salah: 1960an Singkatan dan Akronim 1. Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

7. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. singkatan satuan ukur. Contoh: adipati. Contoh: duta besar. dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik. 2. ditulis terpisah. dilipatgandakan. bukan Dr. Contoh: bergeletar. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. SYAFARUDIN. 10. Imbuhan (awalan. a. singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital.Kata ganti (kau-. garis bawahi 5. suku kata. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.Gabungan kata. b. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. dikelola [1]. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Penulisan gelar yang sering salah DR. SOEMANTRI. termasuk istilah khusus. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: kumiliki. 9. sepak bola. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. 1. Contoh: bertepuk tangan. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. -ku. Soemantri Sering ditanyakan. Hal ini adalah masalah tata kalimat. SOEMANTRI. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. SYAFARUDIN. 2. suku kata. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. 11. timbangan. -nya) ditulis serangkai. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. kauambil. Lambang kimia. bukumu. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. mancanegara. gabungan kata ditulis serangkai.Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. ku-. Tetapi. c. orang tua. atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit) 1. takaran. d. 12. termasuk istilah khusus. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. bukan dr. diselipkan tanda hubung. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. tetapi Dr. bukan DR. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. Contoh: alat pandang-dengar. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 3. 2.c. Soemantri. 4. Contoh: menggarisbawahi. Dokter (ahli penyakit) Dr. 6. anak-istri saya. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. Dr. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. unsur gabungan ditulis serangkai. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. ibu kota. Syafarudin. -mu. Doktor (S3) DR. sisipan. Gabungan kata. tetapi dr. Syafarudin. Contoh: nonIndonesia. . bukan Dr.

dan sebagainya). 15. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. dll. Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … .miliknya. kemari. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk ―di mana‖ (padanan dalam bahasa Inggris adalah ―who‖. meninggal. dan ―tiap‖ ditulis terpisah. daripada. per helai.Partikel -pun ditulis terpisah. 17. dan -tah ditulis serangkai. apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). siapakah. termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. apatah. bagaimanapun. Contoh: bacalah. Gunakan kata wafat. mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan Tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI.Artikel si dan sang ditulis terpisah. Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … . dari Surabaya. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara).Kata depan atau preposisi (di [1]. ke tengah. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. atau tewas (tergantung konteks). Contoh: di dalam. Mayat dan mati mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. gugur. satu kali pun. Gunakan kata jasad atau jenazah. [sunting] Kata penghubung ―sedangkan‖ .Partikel per. Contoh: per 1 April. Tionghoa (bahasa dan orang). -kah. ―which‖. Penggunaan ―di mana‖ sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. ―demi‖. dll. 14. 16. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. apalagi ―dimana‖. contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … . Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. bahasa Indonesia hanya mengenal kata ―yang‖ sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … . Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. ―whom‖.Partikel -lah. dengan mana‖. keluar. Di sini tampak bahwa ―apabila‖ menggantikan posisi ―di mana‖ (ditulis di kalimat asli sebagai ―dimana‖). Penggunaan ―di mana‖ sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Contoh: apa pun. ke. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Tegangan permukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). Dengan demikian. atau ―where‖) atau variasinya (―dalam mana‖. Pada dasarnya.[sic] Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m).yang berarti ―mulai‖. 13. dari) ditulis terpisah. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK ―DI MANA‖.

syahbandar. 6. Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad.‖ Usulan perbaikan 2: ―Sebelumnya disebutkan. aktip aktivitas. dukacita. diagnosa ekstrem.849.208. bis besok. atlit (ingat: atletik. azas atlet. matahari. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. adakalanya. puspawarna. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. ―atau‖.849. geladi hierarki. bismillah. sukaria. apotik (ingat: apoteker. analisa Anda. dan wasalam.‖ Usulan perbaikan 1: ―Sebelumnya disebutkan. hembus Februari. peribahasa.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). dalam pilgub Banten kali ini ada 6. hulubalang. keratabasa. kacamata.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. kasatmata. belasungkawa. hirarki hipnosis (nomina). paramasastra. jumlah total TPS se-Banten ada 12. bagaimana. saputangan. padahal. olahraga. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. kepada. akhirulkalam. sama seperti ―dan‖.208. alquran analisis. sekalipun. alhamdulillah. ekstrim embus.Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata ―sedangkan‖. sebagaimana. ―Sedangkan‖ adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. hipnotis (adjektiva) ibu kota. anda apotek. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). Contoh: Dari harian Jawa Pos: ―Sebelumnya disebutkan. beasiswa. serta ―sementara‖. Sementara itu. dalam pilgub Banten kali ini. segitiga. darmabakti. daripada. astagfirullah. barangkali. radioaktif. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata ―sementara itu‖. bumiputra. menghipnosis (verba). sastramarga.208. Photo gladi. saripati.849. aktif. titimangsa.‖ Contoh gabungan kata yang ditulis serangkai: acapkali. bilamana. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Pebruari frekuensi. sukarela. ibukota . darmasiswa. ―Sedangkan‖ digunakan untuk mengawali kalimat. silaturahmi. frekwensi foto. kilometer. mangkubumi. sukacita. manasuka. bukan atlitik) bus. sediakala. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. bukan apotiker) asas. aktifitas al Quran. manakala. halalbihalal. esok diagnosis.

baik untuk arti housing maupun PHK pikir. pelihatan. praktek (Ingat: praktikum. komplit konkret. orangtua paham. indra indragiri. kangker karier. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) November. metoda mungkir. kwantitas kuitansi. kwalitas. jadual jenderal. kuna lokakarya. kongkrit kosa kata. karir Katolik. kenderaan komoditi. olah raga orang tua. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) mazhab. Jum‘at kanker. fikir Prancis. Katholik kendaraan. kosakata kualitas.ijazah. obyektif/p olahraga. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) nasihat. pengecualian permukiman. konkrit. isteri izin. mahzab metode. nahkoda. faham persen. propinsi . pemukiman perumahan. ijasah imbau. pungkir (Ingat!) nakhoda. Perancis praktik. kwitansi kuno. ijin jadwal. himbau indera. mahluk. pengrumahan. penglepasan penglihatan. komoditas komplet. obyek objektif. kwalitet kuantitas. bukan praktekum) provinsi. nasehat negatif. jendral Jumat. nakoda narasumber. ma‘af makhluk. Nopember objek. inderagiri istri. loka karya maaf. prosen pelepasan.

tehnik telepon. samudera sangsi (=ragu-ragu). sintesa sistem. sekuritas [2] segitiga. hutang (Ingat: piutang. telefon. takhta teknik. Contoh: aerobe → aerob. realita risiko. trampil ubah (=mengganti). syaraf sarat (=penuh). bukan pihutang) wali kota. walikota Yogyakarta. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. puteri realitas. syurga subjek. subyektif/p Sumatra. Sumatera standar. Jogjakarta zaman. standard standardisasi. tandatangan tahta. tel(f/p)on. sepakbola silakan. tilpon teoretis. rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku utang. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) sekretaris. subyek subjektif. jaman Bahasa Serapan Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. ai au e .putra. serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. salah) saraf. sistim sorga. seksama (Ingat!) samudra. surga. sekertaris sekuriti. segi tiga selebritas. Arab. teoritis (diserap dari: theoretical) terampil. dan Sanskerta. selebriti sepak bola. Penyesuaian ejaan Tanpa perubahan ae jika tidak bervariasi dengan e. standarisasi [5] tanda tangan. silahkan (Ingat!) sintesis. Belanda. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap. resiko saksama. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. putera putri.

ea ei eo eu f i jika di awal suku kata di muka vokal. oo (Inggris) → u. i. c → s. jika bervariasi dengan e. jika di muka o. jika lafalnya s atau sy. q→k rh → r. Contoh: variety → varietas. Contoh: xenon → xenon. Contoh: check → cek. jika di muka a. Contoh: octaaf → oktaf. Contoh: scenography → senografi. dan konsonan. Contoh: politiek → politik. Contoh: systeem → sistem. y. cc → ks. gh → g. oo (vokal ganda) tetap. sch → sk. jika lafalnya y. Contoh: rhetoric → retorika. kh (Arab) ng ps pt u ua ue ui uo v x. jika di muka e. Contoh: machine → mesin. ie jika lafalnya bukan i. Contoh: accent → aksen. u. Dengan perubahan aa (Belanda) → a. jika di muka e. ph → f. cc → k. ch → s. Contoh: cartoon → kartun. Contoh: çāstra → sastra. dan konsonan. jika di awal kata. jika di muka vokal. Contoh: ratio → rasio. gue → ge ie (Belanda) → i. ee (Belanda) → e. ç[1] (Sansekerta) → s. ae → e. Contoh: scriptie → skripsi. sc → sk. Contoh: phase → fase. oe. i. u. Contoh: schema → skema. u. Contoh: zoology → zoologi. jika di muka a. Contoh: cylinder → silinder. o. ch → c. o. jika lafalnya c. Contoh: ion → ion. . sc → s. o. ch dan cch → k. dan konsonan. Contoh: accumulation → akumulasi. Contoh: haemoglobin → hemoglobin. jika lafalnya i. oe (oi Yunani) → e oo (Belanda) → o. dan y. jika di muka i. z. dan y. c → k. Contoh: saccharin → sakarin. jika di muka e dan i. dan konsonan. jika di muka a. t → s. Contoh: komfoor → kompor. Contoh: sorghum → sorgum. Contoh: crystal → kristal. Contoh: yen → yen.

-id. -ensi (yang bervariasi dengan -ance. -ens (yang bervariasi dengan -ancy. Contoh: percentage → persentase. -ary. -aat (Belanda) → -at. jika di muka a. -end → -en -ete. xc → ksk. -ose -ein -ein. -ique → -ik -icle → -ikel -ics. Contoh: formeel → formal. anarchie → anarki. Contoh: logic. Contoh: methode → metode. -able. Contoh: exception → eksepsi. -ence) -ant → -an. -cy → -asi. -ir. kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: percentile → persentil. -le → -il. Contoh: effect → efek. -iel. logica → logika. -or → -ur. -ot Dengan perubahan -(a)tion. Contoh: excavation → ekskavasi. -et -or. -si -age → -ase. Contoh: plaat → pelat. Contoh: dictator → diktator. -eus (Belanda) → -us -ic. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal. -air (Belanda) → -er. -archie (Belanda) → -arki. Contoh: primary. Contoh: director. -ette → -et -eur (Belanda). Contoh: dynamo → dinamo. -ency) -ancy. directeur → direktur. -ific → -ifik . -ble → -bel -ac → -ak -acy. jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris. Contoh: action. -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Penyesuaian akhiran Tanpa perubahan -anda. jika tidak di awal kata. Contoh: descriptive.th → t. -ile. Contoh: accountant → akuntan. -eel (Belanda). uu → u. Contoh: protein → protein. -asm → -asme -ate → -at -eel (Belanda) → -el. dan konsonan. Contoh: anarchy. -ide → -ida -ief. -ive → -if. descriptief → deskriptif. -ance. -endum -ar -ase. -ency → -ansi. actie → aksi. o. Contoh: vacuum → vakum. -ence → -ans. v (Sanskerta) → w atau v x → ks. mass → massa. -archy. -ica → -ik. y → i. -aal (Belanda) → -al. primair → primer. -andum. u. -air → -er -al. -ika. jika lafalnya i.

-ure. ―melintas‖) dis. Contoh: epiloog → epilog. -ic → -ik. ―ke dalam‖) iso. an. ―bertindak sendiri‖)[5] bi. ―berhubungan dengan‖) aut-.(―darah‖) hepta. ―berubah‖.(―ketiadaan‖.(―memindahkan‖.(―sama‖) meta. ―terbalik‖) ante. ―depan‖) [4] anti-.(―lain‖. -ous ditanggalkan -sion. optimistical → optimistis -ism. an. Contoh: analogy. ―setengah‖) hemo. ―berada‖) im-.(―melalui‖. -tion → -si -sy → -si -ter.(―tidak‖. ―sesudah‖) hemi. -logie → -logi. ―dua‖)[6] de. ―mengandung dua …‖) dia. Contoh: egoist → egois. ―tanpa‖)[3] am-. ―ke dalam‖) infra. -ite → -it -ity → -itas -logue → -log. Contoh: optimistisch. Contoh: modernism.(―tidak‖. -oïde (Belanda) → -oid. ―di dalam‖.(―dalam‖.(―sebelum‖. ―perubahan‖) mono.(―separuh‖. Contoh: hominoid. universiteit → universitas. auto. Contoh: university. -logy. -oir(e) → -oar. ―menyimpang dari‖. ―menjauhkan dari‖) a-. ―di dalam‖) endo.(―antara‖.-isch. abs. Contoh: dialogue → dialog. ―mengandung satu‖)[9] . en. Contoh: elektronic → elektronik -isch.(―dari‖. -tre → -ter -ty. analogie → analogi. amb. ―mengandung tujuh‖) [7] hetero. hominoide → hominoid. Contoh: premature. prematuur → prematur.(―ke atas‖. ―tidak‖) em-. Contoh: trottoir → trotoar. ―bukan‖. -ical → -is. ant. ―di dalam‖) inter.(―bertentangan dengan‖) apo.(―di dalam‖) epi. ―mengurangi‖) di. Penyesuaian awalan Tanpa perubahan a-. in.(―dalam‖.(―sesudah‖. -ist → -is. ―keduanya‖) ana-. -uur → -ur. -isme (Belanda) → -isme. ―terpisah‖.(―sekeliling‖.(―bawah‖. ―ke belakang‖. -oid. modernisme → modernisme. -loog (Belanda) → -log.(―sendiri‖.(―di atas‖.(―tujuh‖.(―lepas‖. ―di bawah‖.(―dua kali‖. ab-.(―tunggal‖. ―saling‖)[8] intro.(―pada kedua sisi‖. -teit → -tas [2].

→ hipo.(―ke‖. malnutrisi post. ―sebelumnya‖.(―di luar‖) hexa. Contoh: prehistory → prasejarah . Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan bi. ―mengalihkan‖) tri. ―sesuai dengan‖) co-.→ ko-. ―berkelebihan‖) quasi. ―agak‖. ―di bawah‖. sur. ―kembali‖)[12] retro. ―pada waktu‖) Penyerapan dengan penerjemahan a.(―lingkungan hidup‖) ex. ―berdekatan dengan‖.pan-. ak. eks.→ hiper.(―ke belakang‖.→ sin.(―separuhnya‖. Contoh: antedate → purbatanggal anti. ―melewati‖.(―satu‖. ―kira-kira‖) syn.(―sebelah luar‖. Contoh: international → antarbangsa mal.→ poli.→ ad-.(―di atas‖. ―tunggal‖) [sunting] Dengan perubahan ad-. Contoh: malnutrition → malagizi. ―mula-mula‖) pseudo-.→ tak-.→ ekstra.(―palsu‖) re. ―melekat pada‖) cata.(―lebih dari‖. ―bersama-sama‖. panto (―semua‖. ―mengandung enam‖) hyper.→ swa-. ―melingkupi‖) pre-(―sebelum‖. ―lewat‖. ―di depan‖) proto. pseud. ―hampir‖) super-. ―keseluruhan‖) para.→ antar-. eco.(―sebelum‖.(―sekeliling‖.→ heksa. ―berlawanan‖) ec-.→ pra-.→ dwi-.(―jauh‖.→ eks. ―super‖) uni. ―di muka‖)[11] pro. ―mengandung lima‖)[10] peri.→ mal-. con. Contoh: asymetric → tak simetri ante.(―melebihi‖.(―pertama‖.→ ekso-.→ kuasi.→ purba-. ―erat berhubungan dengan‖. Contoh: postgraduate → pascasarjana → purna-. ―hampir‖) penta.→ awa-. pant-.(―menentang‖. ―terletak di belakang‖) semi. ―jarak‖) trans. kon. ―sedikit banyak‖) sub-[13](―bawah‖. ―bersama-sama‖. ex. ―berhubungan dengan‖) contra. com-.(―di samping‖. bi-. inter-. Contoh: bilingual → dwibahasa inter. ―melebihi‖) tele. ―dekat‖.(―bawah‖.(―ke/di seberang‖.(―di luar‖) extra.→ pasca-. Contoh: antibiotics → pratirasa auto. Contoh: purnawirawan pre.(―enam‖.→ ek-. ―lewat‖.→ prati-.(―unggul‖. mala-. ―super‖) hypo.(―lima‖.(―dengan‖.→ kontra. ―berada di atas‖) supra.(―dengan‖.(―tiga‖) ultra. Contoh: autobiography → swariwayat de. kom-. ―di bawah‖) poly. eko. ac. ―mengeluarkan‖) exo-.(―banyak‖.(―lagi‖.→ kata.(―bawah‖.(―seolah-olah‖.

Contoh: recalculate → hitung ulang -ble → laik-. Contoh: swadidik (autodidak) 6 sering diterjemahkan dengan awalan dwi-. tan-. Kadangkala fonem /a/ pada posisi akhir terbuka dieja sesuka hati sebagai [o] atau [a]. Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain. Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. Perancis dan bukan Prancis (berdasarkan kesepakatan). namun tentu saja nama Inggris bisa disebut di dalam artikel. bak-. mala-. anakbenua Penamaan artikel Nama-nama geografis Coba berikan padanan nama-nama geografis dalam bahasa Indonesia dari tempat-tempat di luar negeri apabila ada. nama dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. colourless → awawarna. Contoh: antarnegara (internasional). Wina dan bukan Wien (bahasa Jerman) apalagi Vienna (bahasa Inggris). Contoh: seedless → nirbiji. Nama dalam bahasa Inggris bisa pula dipakai sebagai nama halaman redireksi. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). praduga 12 sering diterjemahkan dengan awalan ulang-. Contoh: edible → laik-santap -like → lir-. Tetapi jika bahasa setempat tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Contoh: non-Indonesia. . Khusus mengenai nama-nama geografis di Jawa. Singapura dan bukan Singapore (bahasa Inggris). 2. Contoh: Nama-nama tempat asing Antwerpen dan bukan Antwerp (bahasa Inggris). Contoh: takpadan (asimetri) 4 sering diterjemahkan dengan awalan purba-. tanwarna Aturan penyerapan imbuhan 1. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. pascasarjana. 3 sering diterjemahkan dengan awalan tak-. meski ini sering tidak konsisten dan konsekuen.re. Contoh: pra pemilu. Contoh: pratayang. Contoh: ekatuhan (monoteis) 10 sering diterjemahkan dengan awalan panca-. anti-Israel. antarbagian (interseksi) 9 sering diterjemahkan dengan awalan eka-. tolong berikan nama tersebut dalam bahasa setempat. Yerusalem dan bukan Jerusalem (bahasa Inggris). ejaan resmi dalam bahasa Indonesia dipakai. Disambung jika menggunakan kata dasar. Contoh: dwiwarna. Contoh: anakjenis. Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. awa-. prasangka. Contoh: pancasila 11 sering diterjemahkan dengan awalan pra-. Contoh: jelly-like → liragar -less → nir-. Contoh: ulangsusun. Moskwa dan bukan Moscow (bahasa Inggris). hindarkan pemberian nama dalam bahasa Inggris. 4. Contoh: saptamarga 8 sering diterjemahkan dengan awalan antar-. Contoh: purbatanggal (antedate) 5 sering diterjemahkan dengan awalan swa-. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas).→ -ulang. ulangbuat 13 sering diterjemahkan dengan awalan anak-. 3. Catatan kaki 1 Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś 2 Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. Contoh: dwibahasa (bilingual) 7 sering diterjemahkan dengan awalan sapta-. Apabila tidak ada.

Selat. Suku. Contohnya: ―Blitar‖ karena memiliki banyak arti. Wonogiri dan bukan Wanagiri. Purwakarta dan bukan Purwokarto di Jawa Barat. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Nama-nama tokoh Nama-nama tokoh dalam bahasa Indonesia. (terkecuali untuk Jawa. Nama-nama tokoh sebaiknya ditulis secara lengkap berikut nama depan dan nama belakang. nama kabupaten atau kota‖ seperti Ciawi. atau tanggal kelahiran tokoh tidak tersedia. Purwokerto dan bukan Purwakerta di Jawa Tengah. Nama-nama tempat yang sering dipakai di Indonesia Kabupaten dan Kota. Jika ragu. Pulau.Nama-nama tempat di Jawa Surabaya dan bukan Suroboyo. Bogor dan Ciawi. dj untuk j. dj untuk j. Tanjung. nama kabupaten atau kota‖ seperti Seutui. atau Sala dan bukan Surokarto. dan j untuk y). Ini berlaku walaupun nama tersebut hanya memiliki satu kegunaan. meski ejaan terakhir ini kadangkala secara fonetis lebih tepat. Contohnya: Pulau Simeulue dan bukan Simeulue. Kecamatan. gunakan Ejaan Van Ophuijsen (gunakan oe untuk u. hindarkan penggunaan ejaan bahasa Inggris. tj untuk c. Kelahiran pada dan setelah 1972. Pedoman penggunaan ejaan untuk nama tokoh Indonesia adalah sebagai berikut: Kelahiran sebelum tahun 1947. Untuk nama-nama tokoh Tionghoa gunakan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Untuk nama kecamatan menggunakan pola ―nama kecamatan. Namun apabila bahasa asli tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Danau. Sumatra. nama kecamatan. maka artikel ―Blitar‖ menjadi halaman disambiguasi yang mengandung pranala ke Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. dieja sesuai ejaan asli meskipun bertentangan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Hindarkan penggunaan nama-nama Latin atau Yunani dengan ejaan bahasa Inggris. Banda Aceh dan bukan Seutui atau Kelurahan Seutui atau Seutui. kecuali tokoh tidak memiliki nama depan secara resmi atau nama merupakan nama julukan. Mengikuti pola ―Pulau AA‖. gunakan Ejaan Republik (gunakan tj untuk c. maka artikel dengan nama itu menjadi halaman disambiguasi. Air terjun. contoh: Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. dan j untuk y). Surakarta atau Solo. Pada contoh diatas Aceh Besar diberi nama Kabupaten Aceh Besar walaupaun tidak ada Kota Aceh Besar. Baiturrahman. Teluk. Untuk kabupaten dan kota di Indonesia. jadi bukan ―Aceh Besar‖ dan ―Lhokseumawe‖. Untuk nama kelurahan menggunakan pola ―nama kelurahan. Sungai. Baiturrahman. Sulawesi. Contoh: Aristoteles dan bukan Aristotle. Tasikmalaya bukan Kecamatan Ciawi karena nama kecamatan yang sama bisa terdapat di kabupaten yang lain. Apabila tidak ada coba gunakan ejaan Pinyin dan hindari ejaan Inggris berdasarkan Wade-Giles. ejaan dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. penamaan artikelnya memakai format ―Kabupaten AA‖ dan ―Kota AA‖. Kalimantan tidak memakai awalan pulau karena lebih populer) Untuk nama-nama tempat di Indonesia yang memiliki banyak kegunaan. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Bill Clinton dan bukan William Jefferson Clinton . Pulau. Kelahiran antara 1947 dan sebelum 1972. ―Sungai Mahakam‖ dan sebagainya. Nama-nama tokoh asing juga sesuai ejaan dalam bahasa aslinya. Kelurahan/desa.

T. Soekarno dan bukan Sukarno. KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo).O. Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau Raden Ajoe Kartini Jusuf Kalla dan bukan Drs. Jeanne d‘Arc dan bukan Joan of Arc. Ptolemeus dan bukan Ptolemy.) .S. (lihat gelar kebangsawanan). Mao Zedong dan bukan Mao Tse-tung. Contoh: Hamengkubuwono IX dan bukan Sultan Hamengkubuwono IX atau Sri Hamengkubuwono IX Kartini dan bukan R.S. H. GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dan lain-lain. Penggunaan gelar Gelar-gelar kebangsawanan dan akademis jangan dipakai sebagai judul artikel meskipun harus disebut dalam artikel sendiri. Kong Hu Cu dan bukan Kung Fu-tse Lenin bisa dipergunakan seiring dengan Vladimir Lenin. Tjokroaminoto dan bukan H. Cokroaminoto. Soeharto dan bukan Suharto. Jusuf Kalla Beberapa gelar lainnya yang juga harus dihindari antara lain: GPH (Gusti Pangeran Haryo).A. (E.O.Boris Yeltsin dan bukan Yeltsin.