http://avina.blog.fisip.uns.ac.

id/2011/02/26/materi-mata-kuliah-bahasa-indonesia/

http://bahasakita.com/2011/05/10/kata-frasa-klausa-dan-kalimat/

Kata, frasa, klausa, dan kalimat
Keempat istilah yang menjadi judul tulisan ini sering membingungkan orang yang belum sempat mempelajari linguistik: termasuk saya. Definisi yang diperoleh pada KBBI seperti yang tercantum di bawah ini pun tidak menolong menyembuhkan kebingungan tersebut. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.  Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Jadi apa bedanya?    Dari definisi yang diberikan, terlihat bahwa urutan satuan tersebut, dari yang terkecil sampai yang terbesar, adalah (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat. Agar lebih jelas, ada baiknya kita bedah suatu contoh seperti di bawah ini.

Pejabat itu pernah mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dalam perdamaian dunia.
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah satu kalimatyang relatif berdiri sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan yang dipisahkan olehspasi. Klausa dikenali dari bagian yang memiliki subjek dan predikat serta memiliki potensi menjadi kalimat. Kalimat itu memiliki 2 klausa yang dihubungkan dengan kata bahwa, yaitu (1) pejabat itu pernah mengatakan dan (2)Indonesia dapat berperan dalam perdamaian dunia. Menguraikan frasa sedikit lebih sulit. Frasa paling sedikit harus terdiri dari dua kata dan tidak memiliki subjek-predikat. Kalimat tersebut memiliki 4 frasa: (1) pejabat itu, (2) pernah mengatakan, (3) dapat berperan aktif, (4)perdamaian dunia. Kata bahwa, Indonesia, dan dalam tidak dimasukkan dalam frasa karena memiliki fungsi sendiri dalam bentuk tunggal. Mudah-mudahan saya tidak salah dalam menjabarkannya. Maklum, tulisan ini dibuat dalam upaya untuk belajar juga.

http://studentdedhy.blogspot.com/2012/04/contoh-makalah-macam-macam-kalimat.html

Bahasa Indonesia
Pembahasan : macam macam kaliamat
Dosen Pembimbing :

Nama nama kelompok

: Dedy junianto Sitanggang Redy Anto Simbolon Timbul Simbolon Endro Situmorang Robby Josua Marbun Erwin Silitonga

Jurusan

: Akutansi

Universitas Advent Indonesia Tahun 2012

Kata Pengantar

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada kelompok kami sebagai penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang sedang anda baca ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Dan kami tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang telah meluangkan waktu baik diwaktu jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran untuk membimbing kami dalam menyelesaikan karya tulis ini, dan tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih orang tua dari anggota kelompok kami yang telah memberikan dorongan kepada kami, dan kepada teman teman kami Darwin Sinaga, Adil Ganda padang kami mengucapkan terimakasih dan yang terakhir kepada anggota kelompok kami antara lain, Dedy Sitanggang, Redy Anto Simmbolon, Endro Situmorang, Erwin Sihotanga, Timbul Simbolon dan Robby Marbun. Harapan kami dalam membuat Makalah ini semoga Tuhan Yang Maha esa memberkahi makalah ini dan dapat benar benar bermanfaat bagi kelompok kami terutama pembaca. Bandung : Universitas Advent Indonesia,2012

......................................................... 7 8)........................ Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis.................................................................... 4 2)............ 3 Pendahuluan .................................................................................................................................Berdasarkan Jumlaah Kontur yang ada di dalamnya............................ 3 Bab II... tidak dapat mengungkapkan suatu ...... 9 Kesimpulan........................................................................................... 9 Daftar Pustaka....................................................... 4 1)...................................... 5 4)................................................................................................................................................... 5 3)..............Daftar Isi Halaman Kata Pengantar................. 1 Daftar Isi.......................................................................................................................................... kata dan frasa....................... 2 Bab ....................................Berdasarkan Pola-pola Dasar yang dimilikinya...... tidak tahu)................................................................................................................. 10 Bab I Pendahuluan Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas...................................................................................................................Berdasarkan Nilai Informasinya.................................... 6 7)..Berdasarkan Diathesis........ 5 5)...............Berdasarkan Pengucapannya.............................................................................. Kedua bentuk itu................................. 8 Bab III..................Berdasarkan Jumlah inti Membentuknya...................................................................Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya........................................................................ 6 6).......................Berdasarkan Urutan Katany.......

Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek. 1984 : 83). Untuk dapat berkalimat dengan baik. 2002: 58). atau tanda seru. Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. sedangkan kalimat luas biasanya terdiri atas dua klausa atau lebih. kalimat hanya dan harus terdiri atas subjek dan predikat. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi. Diksi Insan Mulia. 1991: 9). yang mengungkapkan pikiran yang utuh. dalam wujud lisan atau tulisan.wordpress. Lamuddin.Panjang atau pendek. http://yantysa. dan dapat berdiri sendiri sebagai satu satuan (Kridalaksana. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik. Berdasarkan pernyataan di atas. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. dengan kata lain klausa sebagai bagian dari kalimat. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya Bab III Kesimpulan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. baik lisan maupun tertulis harus memiliki S dan P (Srifin dan Tasai. tanda tanya. Komposisi Bahasa Indonesia.maksud dengan jelas. Kalimat dapat terdiri atas satu klausa jika kalimat itu merupakan kalimat tunggal yang berklausa. pada predikat. Daftar Pustaka Finoza. kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa klausa merupakan salah satu unsur segmental pembentuk kalimat. atau pada keduanya (Wijayamartaya. kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat.com/2008/05/09/macam-macam-kalimat/ . perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. “ Kalimat adalah kontruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola yang tertentu.

kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam. (kalimat majemuk) Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. Norif berangkat ke bengkel.maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). Kalimat Majemuk Setara 2. (kalimat majemuk) [sunting]Kalimat majemuk rapatan Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek. Kalimat Majemuk Bertingkat 4. Pekerjaannya hanya makan. Kalimat Majemuk Rapatan 3. (kalimat tunggal 1) . (kalimat tunggal 2)   Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel. predikat atau objeknya sama. Contoh: 1. lantas Contoh: 1. Kalimat Majemuk Campuran [sunting]Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. (kalimat tunggal 1) 2. yakni: Konjungsi Jenis penggabungan dan penguatan/Penegasan bahkan pemilihan atau berlawanan di lanjutkan pada sebuah kalimat majemuk yang kedua (sedangkan) urutan waktu kemudian. lalu. Juminten pergi ke pasar.1.

(kalimat majemuk bertingkat cara 2) sebab. kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam. andaikata. (kalimat majemuk bertingkat cara 1) Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. tidur. (kalimat tunggal 3)  Pekerjaannya hanya makan. sehingga dengan. manakala. Kemarin ayah mencuci motor. (kalimat tunggal 2) 3. asal(kan) agar.2. alih-alih bahwa padahal [sunting]Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. kalau. yakni: Jenis Konjungsi JOTANNN syarat tujuan jika. bagaikan. Ketika matahari berada di ufuk timur. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat. biarpun penyebaban pengakibatan cara alat perbandingan penjelasan kenyataan Contoh: 1. kendati(pun). Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. Pekerjaannya hanya tidur. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. oleh karena maka. (kalimat majemuk rapatan) [sunting]Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. . (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)   Ketika matahari berada di ufuk timur. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). tanpa seperti. biar perlawanan (konsesif) walaupun. Pekerjaannya hanya merokok. dan merokok. ayah mencuci motor. (induk kalimat) 2. supaya. karena. tanpa dengan.

Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. 2. Contoh : Bapak memancing ikan. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. Awalan me..Contoh: 1. Contoh : Aku harus memngerjakan PR. JENIS-JENIS KALIMAT Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan. kemudian subjek dan predikat dirapatkan..pada predikat dihapus. Toni bermain dengan Kevin. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)  Toni bermain dengan Kevin. Contoh : Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat Jenis-jenis Kalimat Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud. . dan Rina membaca buku di kamar. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. Ketika aku datang ke rumahnya. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. ketika aku datang ke rumahnya. Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber. Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat. 2. induk kalimat) 3. Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1. jangan bermain-main saja. Rina membaca buku di kamar kemarin. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “. (kalimat tunggal 1) 2. “Anis. Secara lisan. kalimat diiringi dengan nada bicara. kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai. Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. 3.. kamu harus belajar !” Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita. Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. Jika subjek kalimat aktif berupa kata ganti maka awalan me.wikibooks. Macam-macam kalimat berita : 1. (pasif) 4. (pasif) Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang.” ) Contoh : Ibu berkata. (kalimat majemuk campuran) http://id. (aktif) PR harus kukerjakan. jeda dan intonasi. Contoh : Nina menulis surat untuk nenek. Contoh : Surat untuk nenek ditulis oleh Nina. 3. (kalimat tunggal 2.diganti dengan di-. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-. Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi. 4. Secara tertulis.

keterangan cara. silahkan. kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. Dalam bentuk lisan. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting. Contoh : Gantilah bajumu ! 2. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi. maupun keterangan waktu. http://id. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶). kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat. ditandai dengan penggunaan kata jangan. Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka. 3. Adik bernyanyi dengan sangat merdu. . Macam-macam kalimat perintah : 1. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. Terkadang baris pertama dimasukkan. ensiklopedia bebas Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos. Contoh Jangan membuang sampah sembarangan ! 3. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah.Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. 4. tolong. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan.wikipedia. Kalimat perintah biasa. 2. Contoh : Adik bernyanyi. "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal : 1. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. Kalimat ajakan. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya. Kalimat larangan. ditandai dengan kata mohon. Contoh : Saya siswa kelas VI. Ciri-ciri : 1. Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). ditandai dengan partikel lah. Contoh : Apakah kamu sakit ? Siapa yang membeli buku ini ? Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki syarat : 1. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Secara lisan. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). 2. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2.org/wiki/Paragraf Paragraf Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

1 Berdasarkan jenisnya 5. gagasan. atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme. paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti. . tiga asterisk. dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. Spasi tambahan ini.2 Berdasarkan letak kalimat utamanya 6 Paragraf dalam HTML 7 Lihat pula 8 Rujukan 9 Pranala luar [sunting]Memasukkan Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi). Dalam fiksi prosa. contohnya. dapat mendatangkan sebuahasterisk. [sunting]Paragraf gantung Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan. dengan baris kosong antara paragraf. tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. khususnya ketika terjadi pada page break. atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan.Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran. Daftar isi [sembunyikan]      1 Memasukkan 2 Paragraf gantung 3 Detil 4 Kerangka paragraf 5 Macam-macam paragraf o o     5. sebuah dingbat istimewa. sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). Ketika dialog dikutip dalam fiksi. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalamanhalaman.

dan ada waktu kejadian. . [sunting]Macam-macam paragraf Paragraf dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya [sunting]Berdasarkan  jenisnya Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. mendengar. Kalimat berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara yang spesifik.[rujukan?] [sunting]Kerangka    paragraf Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf. Ia semakin terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming." nor raises merriment or wonder by the violation of truth. His figures neither divert by distortion nor amaze by aggravation. Raut muka lelaki itu semakin menyeramkan. He never "o'ersteps the modesty of nature. His humour. Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. ada palaku. as Steele observes. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina. Contoh: Perempuan itu tinggi semampai. is so happily diffused as to give the grace of novelty to domestic scenes and daily occurrences.  Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat. Sedikit susah payah dia membuka pintu itu. Anak itu pun memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang. sebuah "detail" adalah sebagian kecil informasi di dalam paragraf. atau merasa objek yang digambarkan itu. Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama. benda. bahwa Joseph Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. Contoh: Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya. yet his exhibitions have an air so much original. Samuel Johnson. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets karya Dr. that it is difficult to suppose them not merely the product of imagination.Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu. atau tempat.[sunting]Detil Dalam sastra. is peculiar to himself. Ciri-cirinya: ada kejadian. As a describer of life and manners. kalimat pertama adalah ide pokok. he must be allowed to stand perhaps the first of the first rank. which. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau menjelaskan ide pokok. He copies life with so much fidelity that he can be hardly said to invent. bagaikan seekor singa yang siap menerkam.

Mereka bisa maju karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter. Contoh: Kemauannya sulit untuk diikuti. dan Malaysia. dibahas persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah. Selama ini. Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house.  Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. rinci. Padahal. kiat. Contoh: Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Membentuk karakter manusia memang membutuhkan pengorbanan. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan atas laporan. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui perspektif agama. ♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru. sosial. sebagaimana yang dilakukan negaranegara maju seperti Jepang. membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis. aduan. Contoh: . dan sebagainya. Contoh: Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah mendarah daging di pesantren. atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya.  Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya. membujuk. dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu. budaya. dan terukur. Contoh: Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur. Di dalamnya. analogi. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. Akan tetapi. dan kausalitas. bahkan terkait dengan "meta penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan. Sebab. teknik. Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori. Ciri-cirinya: ada informasi. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama. Singapura.  Persuasi adalah paragraf yang mengajak. [sunting]Berdasarkan  letak kalimat utamanya Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan. atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. hingga ekonomi. yaitu generalisasi. domain tersebut menyangkut hal yang sangat rumit.

Ada tiga pola hubungan kausalitas. seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis. Maman. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu. bulan. yaitu manusia. tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa. jika hujan-hujanan. Pemerolehan nilai Ali. dan anak-anak lainnya. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus. Pasti demikian pula dengan Tuhan. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. seperti halnya mesin. Mesin rumit itu ada penciptanya. Toto. kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. yaitu sebab-akibat. Maman. Matahari. Oleh karena itu. dan sebab-akibat 1 akibat 2. mendapat nilai delapan. ♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. 4. boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Contoh: Alam semesta berjalan dengan sangat teratur. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan.   Sebab-Akibat Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. sangat sayang akan ciptaannya. Misalnya. Polanya adalah A mengakibatkan B. ♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan faktafakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. akibatsebab. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Contoh: . kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. 3. bumi. kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. mencakup Ali. Burhan. dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya. Toto. Manusia yang menciptakan mesin. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. ternyata Ali. Mesin saja ada penciptanya. Alex. Yang menjadi penjelasannya di atas adalah: 1. beredar dengan teratur. Burhan. Alex. dan Burhan. 2. Toto. Alex. Dalam paragraf di atas.

sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. dan lain-lain dinaikkan harganya. Oleh karena itu. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. pasti Badu itu sedang sakit. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. dan industri. tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini. kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal.   Sebab-Akibat-1 Akibat-2 Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Oleh karena itu. Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab. harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Dengan demikian. solar. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. Karena harga bahan bakar naik. . perdagangan. dapat direhabilitasi dan dikendalikan.Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. Contoh: Kemarin Badu tidak masuk kantor. premium. Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan. Contoh: Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat. Pertanian. baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. Produksi nasional pun meningkat. Contoh: Mulai tanggal 17 Januari 2002. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.  Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. Hari ini pun tidak. Minyak tanah.   Akibat-Sebab Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Karena itu. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Jika biaya angkutan naik.

 Rozakis. 2000. [sunting]Lihat   pula Blok pernyataan Pilcrow [sunting]Rujukan   The American Heritage Dictionary of the English Language. dan tag penutup </p> menandakan akhir paragraf. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. Lives of the Poets: Addison.  (Inggris) Paragraf dalam HTML 3 dari situs web World Wide Web Consortium (W3C). ISBN 978-0-7645-6184-9 (13). Project Gutenberg. atau elemen blok berikutnya. etc. 2000. 4th ed. Master the AP English Language and Composition Test. [sunting]Pranala luar Lihat paragraph di Wiktionary. elemen p menandakan blok teks sebagai paragraf. Harganya murah-murah. . Laurie E.. [sunting]Paragraf dalam HTML Di XHTML. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. NJ: Peterson's. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. EBook. Contoh: Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. Dari sampah. kamus gratis. Lawrenceville. #4673. New York: Houghton Mifflin. November 2003. ISBN 0-7645-6184-7 (10). Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. Johnson. sebagaimana penjelajah secara otomatis memulai paragraf lain di tag <p> berikutnya. Savage. Samuel. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar. lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Tag akhir bersifat opsional untukHTML.tag pembuka <p> menandakan awal paragraf.

Gabungan kata. daripada. termasuk istilah khusus. kemari. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. dll. Kata ganti (kau-. Contoh: bacalah.yang berarti "mulai". dan -tah ditulis serangkai. dikelola 2. dari) ditulis terpisah. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1.html macam-macam morfem Pedoman ejaan dan penulisan kata Halaman ini memuat panduan ringkas mengenai ejaan dan penulisan kata yang dianjurkan di Wikipedia bahasa Indonesia. gabungan kata ditulis serangkai. Artikel si dan sang ditulis terpisah. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. dan "tiap" ditulis terpisah. siapakah. anak-istri saya. 7. ditulis terpisah. kupu-kupu). awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. Secara umum. termasuk istilah khusus. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. Contoh: adipati. -ku. apatah. "demi". Partikel -lah.blogspot. 4. 4. dari Surabaya. -kah. Contoh: apa pun. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. jamak (anak-anak. Gabungan kata. buku-buku). Kata depan atau preposisi (di [1].http://mnovrianto. Contoh: bertepuk tangan.com/2009/12/macam-macam-morfem. keluar. 3. mancanegara. Partikel 1. 5. maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang. Contoh: duta besar. Contoh: bergeletar. Partikel -pun ditulis terpisah. 8. 2. ke tengah. Contoh: alat pandang-dengar. 3. ku-. sayur mayur). -nya) ditulis serangkai. 6. kauambil. Contoh: non-Indonesia. Imbuhan (awalan. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. diselipkan tanda hubung. orang tua. 1. Gabungan kata atau kata majemuk 1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. dll. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi. Contoh: di dalam. 5. ke. ibu kota. garis bawahi 3. 2. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. satu kali pun. 2. sisipan. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. sepak bola. Contoh: kumiliki. -mu. 3. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. miliknya. Contoh: per 1 . kecuali yang sudah lazim seperti kepada. bukumu. pedoman ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua dengan beberapa tambahan sesuai dengan konsensus yang telah pernah didiskusikan di antara para kontributor Wikipedia. Partikel per. unsur gabungan ditulis serangkai. dilipatgandakan. bagaimanapun. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai.

me. ber-. Awalan mePembentukan dengan awalan me. me.+ vonis → memvonis. jika huruf pertama kata dasar adalah c.+ sapu → menyapu*. d. Contoh: me. -el-. 1.April. atau t*. 10. pe-an dan pe-i 8.-em-.memiliki aturan sebagai berikut: 1. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Kata turunan Secara umum. Contoh: me. me. 2.+ tiup → meniup*. me. Contoh: me. me. n. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.→ menge-.+ datang → mendatang. me-kan dan me-i 6. 1. jika huruf pertama kata dasar adalah l. per helai. -wati. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran. Awalan: me-. Contoh: me. Imbuhan spesifik. dan -er-. Imbuhan gabungan.→ men-. Angka dan bilangan. Contoh: me. memper-kan dan memper-i 7. -lah. me.→ mem-. pe-.+ kira → mengira. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing). jika huruf pertama adalah s*. per-an dan per-i 9. me. atau w. 2. me. 6.+ luluh → meluluh. atau v. Akhiran: -kan.→ meng-. f. me. Imbuhan sederhana. Contoh: me. p*. -i. me. 3.+ pukul → memukul*.+ makan → memakan. j. me. r.+ tipu → menipu. Singkatan dan akronim. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan.+ baca → membaca. jika huruf pertama kata dasar adalah b. me.+ tik → mengetik. 1. di-kan dan di-i 3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara . ke-. -an. me. Akhiran: -man. h.+ hias → menghias.+ sapu → menyapu. me. dan -nya 2. per-. 9. ter-kan dan ter-i 3. ke-an dan ke-i 5. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1.+ gotong → menggotong. Contoh: me+ kikis → mengikis*. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal. Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1. jika kata dasar hanya satu suku kata. 3. -wan. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran. tetap. ber-an dan ber-i 2. me. me. di-. 4.+ fasilitas + i → memfasilitasi. Sisipan: -in-. dan -ita. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. diper-kan dan diper-i 4.+ klarifikasi → mengklarifikasi.→ meny-. q. m. dan se2.+ bom → mengebom. 5. g. se-nya 10. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim. Contoh: me. ter-. 2.+ klik → mengeklik. k*.

"whom". Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan. bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who".. apalagi bunyi ujaran China . ber. Contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: . meninggal. apalagi "dimana". Contoh: me. . Pada dasarnya.. Penggunaan "di mana" sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. dengan mana". kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan ... Mayat dan mati • mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. "which". Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik: {{stub}} atau {{rintisan}} di bagian akhir artikel.. bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. • mayat: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi.. . Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. yaitu: 1.. silakan mengunjungi situs ini." pada artikel yang belum lengkap.+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. atau "where") atau variasinya ("dalam mana". Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara).Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris).. Pranala ke situs luar Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti "Untuk informasi lebih lanjut. Tionghoa (bahasa dan orang).[sic] . termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. gugur. kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan . Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. Dengan demikian.+ konversi → mengkonversi. • Usul perbaikan: . HINDARI PENGGUNAAN BENTUK "DI MANA". Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). ber. Penggunaan "di mana" sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat.sempurna. dan sebagainya). Gunakan kata wafat.+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2. Gunakan kata jasad atau jenazah. atau tewas (tergantung konteks).

" Usulan perbaikan 2: "Sebelumnya disebutkan. Contoh: Dari harian Jawa Pos: "Sebelumnya disebutkan. dalam pilgub Banten kali ini. bumiputra 13. astagfirullah 6. . Di sini tampak bahwa "apabila" menggantikan posisi "di mana" (ditulis di kalimat asli sebagai "dimana"). adakalanya 3. daripada 14. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. serta "sementara".951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). halalbihalal 18..849.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). dukacita 17.. belasungkawa 12. • Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja .208. darmasiswa 16...208. Kata penghubung "sedangkan" Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata "sedangkan"." Usulan perbaikan 1: "Sebelumnya disebutkan. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata "sementara itu". (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice . akhirulkalam 4.849. hulubalang 19. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). beasiswa 11.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. bagaimana 7. .849. "atau". kacamata 20. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya.• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). acapkali 2. jumlah total TPS se-Banten ada 12. sama seperti "dan". kasatmata . bismillah 10. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. alhamdulillah 5. "Sedangkan" adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. 6. Sementara itu.208." Gabungan kata yang ditulis serangkai 1. barangkali 8. darmabakti 15. bilamana 9. "Sedangkan" digunakan untuk mengawali kalimat. dalam pilgub Banten kali ini ada 6.

Pebruari . sastramarga 35. wasalam Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. sukacita 43. saripati 37. peribahasa 32. manasuka 26. embus. sukaria 45. besok. hembus 15. kilometer 24. olahraga 29. manakala 25. sukarela 44. ekstrim 14. saputangan 36. anda 6. Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. analisa 5. apotek. kepada 22.21. Al-Qur'an. sebagaimana 38. azas 8. asas. aktip 2. segitiga 40. Anda. ekstrem. paramasastra 31. padahal 30. al-Qur'an. Ekstrakurikuler. ekstrakulikuler 13. aktifitas 3. diagnosis. bukan apotiker) 7. Februari. syahbandar 46. matahari 28. esok 11. puspawarna 33. bukan atlitik) 9. mangkubumi 27. al Qur'an. silaturahmi 42. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. aktivitas. aktif. sekalipun 41. atlit (ingat: atletik. keratabasa 23. apotik (ingat: apoteker. bus. atlet. sediakala 39. 1. analisis. bis 10. diagnosa 12. alquran. titimangsa 47. radioaktif 34.

kenderaan 36. kaca mata 32. prosen . gladi. karir 34. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 53. metoda 49. ma'af 46. hipnotis (adjektiva) 21. kwitansi 43. frekuensi. jendral 30. kuitansi. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 47. isteri 27. kwantitas [2] 42. komplit 38. Katolik. jadual 29. Katholik 35. menghipnosis (verba). Nopember 56. karier. lokakarya.16. komplet. ijasah 23. geladi 19. inderagiri 26. jenderal. nakoda 51. frekwensi 17. kanker. foto. kualitas. nakhoda. kwalitet [2] 41. photo 18. ijazah. kwalitas. konkret. izin. olah raga 59. ibukota 22. loka karya 45. kosakata 40. paham. ibu kota. konkrit. hierarki. narasumber. negatif. komoditas [2] 37. objektif. makhluk. faham 61. nasihat. maaf. objek. persen. mahluk. himbau 24. orang tua. kendaraan. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 55. istri. metode. jadwal. kongkrit 39. hirarki 20. kuantitas. olahraga. kuna [3] 44. November. hipnosis (nomina). mungkir. obyek 57. kacamata. indera. mazhab. napas. kangker 33. Jumat. orangtua 60. nahkoda. Jum'at 31. indragiri. nafas 52. nasehat 54. kuno. komoditi. obyektif/p 58. mahzab 48. pungkir (Ingat!) 50. kosa kata. indra 25. imbau. ijin 28.

sintesa 86. sorga. pemukiman 65. sistim 87. realitas. baik untuk arti housing maupun PHK 66. tel(f/p)on. sangsi (=ragu-ragu). trampil 99. standard 92. telepon. penglihatan. wali kota 102. segi tiga 82. surga. Jogjakarta 103. teoretis. praktek (Ingat: praktikum. Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan. standar. puteri 72. subjek. subyek 89. provinsi. segitiga. sekuritas [2] 81. syaraf 78. subyektif/p 90. selebritas. saraf. sekertaris 80. . bukan pihutang) 101. bukan praktekum) 69. Yogyakarta. pengecualian 64. seksama (Ingat!) 75. putera 71. jaman Catatan kaki 1. hutang (Ingat: piutang. pelepasan. sekuriti.62. teknik. Prancis. sekretaris. perumahan. penglepasan 63. salah) 77. saksama. rubah (=serigala) -. standardisasi. pelihatan. tahta. silahkan (Ingat!) 85. teoritis (diserap dari: theoretical) 98. zaman. Sumatra. sistem. utang. sintesis. sepak bola. propinsi 70. putra. terampil. telefon. pikir. ubah (=mengganti). subjektif. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. sarat (=penuh). Sumatera 91. putri. realita 73. pengrumahan. sepakbola 84. resiko 74. fikir 67. tilpon 97. samudra. silakan. syurga 88. risiko. selebriti 83. tanda tangan. takhta 95. walikota. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) 79. tehnik 96. permukiman. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya. tandatangan 94.sepertinya kedua-duanya berlaku 100. standarisasi [5] 93. praktik. samudera 76. Perancis [4] 68.

^ Walaupun "Prancis" lebih dianjurkan. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). Morfem Morfem. Posted by no_free@westlife. ^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi. Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah. seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). ^ Lihat bagian diskusi halaman ini 4. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. 3. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan "Perancis" sesuai konsensus.2. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi.com at 17:44 . 5.

Contoh: a. . Contoh: . Contoh: a. 1. Dwipurwa). 2. yakni perulangan kata yang melibatkan morfem terikat (afiks) a. lumba-lumba. pura-pura d. mondar-mandir b. rumah-rumah 2. Contoh: a. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar. mobil-mobilan 4.Anak kelas IX orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif.Di tempat kakek.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. gerak-gerik Perubahan fonem konsonan a.U. Kata ulang yang menyatakan `banyak tidak menentu`. pepohonan b. terdapat pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. 3.edublogs. Kata Ulang Utuh (K. dll. kura-kura c. anak-anak b. Contoh: . Kata Ulang Sebagian (K. Kata Ulang Salin Suara (K. Kata ulang yang menyatakan `paling`. tiba-tiba b. kejar-kejaran b.U. yakni: 1. Contoh: . sayur-mayur b. di antaranya sebagai berikut. Maka kata-kata berikut dinamakan Kata Ulang Semu. Macam-Macam Kata Ulang Kata ulang dibagi menjadi 4 macam. Kata ulang yang menyatakan `sangat`.Jambu merah Pak Alex besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. Kata Ulang Berimbuhan.http://basindo. tetangga 3. lauk-pauk Catatan: kata-kata berikut tidak termasuk kata ulang dalam bahasa Indonesia karena tidak sesuai dengan pengertian kata ulang itu sendiri. yakni perulangan kata yang dialami oleh sebagian dari kata dasar. Dwilingga Salin Suara). Dwilingga). . yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar namun mengalami perubahan fonem pada salah satu kata dasarnya.org/ KATA ULANG Kata Ulang Kata yang mengalami perulangan kata sebagian atau seluruhnya dan mengakibatkan makna yang berbada-beda.U. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Macam-macam makna atau nosi kata ulang. Contoh: Perubahan fonem vokal a.

Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. 10. 6. Ada apa ya? 12. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `bersenang-senang` atau `santai` Contoh: . 9. Kata ulang yang menyatakan `waktu` atau `masa`. 5.Marcel membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Mulyanto tadi pagi.Jangan tergesa-gesa begitu dong. . Contoh: .Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. 13. . Kata ulang yang menyatakan `bertambah` atau `makin`.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain.Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `berusaha` atau `penyebab`.Karena berjalan sangat jauh kaki Putra sakit-sakit semua. Kata ulang yang menyatakan `mirip` / `menyerupai` / `tiruan`.Setinggi-tingginya Agus naik pohon.Mas Agung berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. 4. Contoh: . nanti uang sakumu habis! 14. . Contoh: .Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. Contoh: . Nak. Contoh: . 7. Kata ulang yang menyatakan `terus-menerus` Contoh: . Contoh: . . pasti dia akan turun juga. Kata ulang yang menyatakan `agak` (melemahkan arti). 8. .Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit.Lina selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Hany dapat termaafkan.. Kata ulang yang menyatakan `saling` atau `berbalasan`(resiprok).Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! .Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. Contoh: .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. . . .Zambada dan Edowa mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya.Biarkan dia main hujan! Lama-lama dia akan bosan juga. nanti jatuh! 11. Kata ulang yang menyatakan `sifat` atau `agak`.Ricky main rumah-rumahan bersama Rexy seharian di halaman rumah.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan. Kata ulang yang menyatakan `beberapa`.Jangan beli makanan banyak-banyak. Kata ulang yang menyatakan `himpunan pada kata bilangan`. .

kalimat tanya. kalimat perintah. kalimat perintah. sedangkan pada kalimat tak langsung berkata tugas. tidak berkata tugas. aku engkau > saya. KALIMAT TAK LANGSUNG adalah kalimat yang melaporkan/memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain. ke mana > tempat mengapa > sebab Berapa. 3.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. sedangkan pada kalimat tak langsung kata ganti pada kalimat yang dikutip mengalami perubahan. untuk. bilamana > waktu di mana. baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.Dari tadi padi Filo kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. Pada kalimat langsung. urutan mana > pilihan bagaimana > cara jangan > untuk tidak -lah > untuk / supaya / agar (berupa kalimat berita) > bahwa MEI01 Karangan Uncategorized Tagged karangan1 Comment » KARANGAN . Bentuk dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita. sedangkan pada kalimat tak langsung intonasi mendatar dan menurun. ia -ku > -nya kita > mereka PENGGUNAAN KATA TUGAS PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung siapa > tentang nama / pelaku apa (-kah) > tentang sesuatu / benda Kapan. KALIMAT KALIMAT LANGSUNG adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain. ke berapa > jumlah. Bentuk dari kalimat tidak langsung hanya berupa kalimat berita. kata ganti pada kalimat yang dikutip tidak mengalami perubahan. Kalimat langsung bertanda kutip (―…‖) sedangkan kalimat tak langsung tidak bertanda kutip. supaya. 4. intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dibandingkan yang tidak. . saya > dia. dll. 5. PENGGUNAAN KATA GANTI (PRONOMINA) PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung kamu > saya. Kalimat langsung berbentuk kalimat berita. PERBEDAAN KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG 1. ataupun kalimat seru. Susunan kalimat langsung tetap. aku aku. sebab.. dan kalimat seru sedangkan pada kalimat tak langsung hanya berupa kalimat berita. seperti bahwa. Pada kalimat langsung. kalimat tanya. 2.

marilah kita mencoba untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan. (2) Eksposisi ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan. kejadian. Contoh: Lingkungan sekolah kami sangatlah nyaman. untuk tahap pertama. diantaranya ialah tidak membuang sampah sembarangan. yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan. sikap. Inilah masalah yang sulit dipecahkan. persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya. mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional. atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. tersedia pula lapangan olahraga yang sangat luas sehingga dapat membantu kami untuk meningkatkan keterampilan berolahraga dan mengekspresikan diri. setelah tertunda dua tahun. masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. atau menerangkan suatu gagasan.H. direncanakan rampung 2 – 3 tahun mendatang. pendapat. Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan. berbagai fasilitas sekolah tersedia demi kemajuan proses belajar kami. perasaan. suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan. Pembangunan kantor di Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu. (3) Persuasi ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan. Oleh karena itu. atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu. Karangan dibagi menjadi beberapa macam. yakni: (1) Deskripsi disebut juga lukisan. Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca. Ada pula kantin yang bersih dan luas agar suasana istirahat kami dapat kami gunakan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kejenuhan. Seandainya saja setiap anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah kualitas kesehatan dapat ditingkatkan.Karangan adalah hasil tulisan yang mengungkapkan ide. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat. dengan biaya sekitar Rp 10 milyar. pendapat. terdapat berbagai jenis tanaman hias yang kami tanam sendiri.‖ (5) Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau menggambarkan suatu . kini mulai dibangun di Palu.. Dengan luas 1 ha. Namun demikian. mengembangkan. Dan. dan sikap yang diajukan. seta bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996. Dalam Argumentasi ini. Di sekitar halaman sekolah. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat. Bahwa prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari temantemannya dapat dilihat dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah. Contoh: Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng. Contoh: Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif. atau keyakinan. Contoh: ―Amin memang murid yang baik. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih awal dari temantemannya. Amur Muchasim. Tak ayal lagi ia akan menjadi mahasiswa yang baik. S. Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. (4) Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak diselesaikannya.

mite.kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis. 4) Penutup pada akhir paparan biasanya manegaskan lagi apa yang telah diuraikan sebelumnya. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif. statistik.‖ Perbandingan karangan eksposisi dengan argumentasi a. Perbedaan: 1) Tujuan paparan hanya menjelaskan dan menerangkan. statistik dan lain-lain pada argumentasi untuk membuktikan. Imajinasi tersebut sering pula didasarkan pada peristiwa seharihari sehingga ada kemungkinan dapat terjadi.pengalaman . Ini tidak lama memang. Yang pertama disebut fiksi. pada tangga 17 Agustus 1945. bahasa nonfiksi cenderung objektif dan denotatif. gambar. hikayat.daya khayal tidak digunakan b. kisah perjalanan. cerpen. laporan. sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat. penelitian. fabel. Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hata.pengamatan dan penelitian . 4) Sama-sama menggali sumber ide melalui: . sedang yang kedua dinamakan nonfiksi. Sedangkan argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca. dan hikayat. atau gabungan dari keduanya. resensi. legenda. Biasanya karangan dibedakan atas karangan fiktif dan karangan faktual. 3) Pendahuluan pada paparan memperkenalkan topik dan tujuan yang akan dipaparkan. grafik. Sedangkan pada akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya. Contoh: ―Beratus-ratus tahun Indonesia telah dijajah Belanda. Sebaliknya karangan nonfiksi menyajikan peristiwa secara apa adanya atau secara objektif. Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual. Sedangkan pendahuluan atau pembuka pada argumentasi berisi latar belakang dan sejarah persoalan. dan dongeng.sikap dan keyakinan . sistematika yang digunakan. desertasi. jadi tercakup di dalamnya ialah roman. dan yang isi serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. 2) Grafik. Sedang contoh karangan nonfiktif dapat kita kemukakan misalnya. novel. Bahasa fiksi biasanya bersifat konotatif dan subjektif. 3) Sama-sama memerlukan analisis dan sintesis pada waktu mengupas sesuatu. statistik. tambo. novel. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk memproklamirkan kemerdekaannya. Persamaan: 1) Sama-sama menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis. skripsi. Termasuk karangan fiktif ialah roman. dan sikap penulis benar. yang semuanya termasuk karangan ilmiah Yang dimaksud karangan ilmiah ialah karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan. Fiksi umumnya hanya mengetengahkan hasil rekaan atau imajinasi atau khayal pengarang. dan Belanda di Indonesia kemudian ditaklukkan oleh Jepang. Sedangkan grafik. cerpen. Perang Dunia II pecah. tesis. sera tujuan argumentasi. dan lain-lain. karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom atom. kini Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia. atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu. dan lain-lain pada paparan untuk menjelaskan. . sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. pengertian persoalan. 2) Sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka. paper atau makalah. keyakinan. peta.

Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya. dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. penyelidikan. Yang tergolong karangan ilmiah antara lain: (1) Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan. (3) Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran. (6) Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor. Syarat-syarat Karangan Ilmiah: (1) mengandung masalah serta pemecahannya (2) masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca (3) lengkap dan tuntas. artinya keterangan yang dikemukakan didasarkan pada apa yang benarbenar ada atau sesuai dengan fakta (4) teruji. seminar.Ciri-ciri Karangan Ilmiah: (1) logis. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya. artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya. karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. (2) Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan. (E. observasi.T. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. diteliti. jika dibandingkan dengan skripsi. (5) bahasanya bersifat lugas atau denotatif. (9) Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya (4) disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami. untuk dibacakan dalam rapat kerja. dan sebagainya. pengulasan. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan. (8) Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim‘. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya. yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan (3) objektif atau faktual. (4) Skripsi. yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu. dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian. simposium. atau penilaian sebuah buku. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor. dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis. atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh. usulan. maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mempunyai alasan yang dapat diterima akal (2) sistematis. (7) Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan.) MEI01 . atau diamati. digarap. (5) Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan. dan . sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak.

dan lain-lain. Kata majemuk juga bisa disebut sebagai frasa. Catatan: kata kura-kura. yaitu: a. c. memiliki kedudukan kelas kata yang sama.Kata ulang berimbuhan Contoh kata: bermain-main. -er-. dll. per. memper-. pra-. afiks yang melekat di antara morfem bebas. se-. antar-.Akhiran (sufiks) Macam-macam sufiks: -an. lumba-lumba. ambilkan. -wati.Kata Jadian Uncategorized Tagged jadianNo Comments » KATA JADIAN Kata Jadian adalah kata yang telah mengalami gramatikalisasi. afiks yang melekat di belakang morfem bebas. bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata dasar. -sasi. -man. Reduplikasi dibagi menjadi 4 jenis. tetamu. Kata majemuk dibagi menjadi 3 jenis. manca-. ramah-tamah. tembak-menembak. sirami. afiks yang melekat di depan morfem bebas. Dan jenis ini tidak masuk ke dalam jenis kata ulang karena definisi kata ulang semu tidak sama dengan kata ulang (reduplikasi) sesuai dengan KBBI. yakni: 1. tetangga. pengarang. egois. dll. Proses Pengulangan Kata (Reduplikasi)  Kata dasar yang mengalami perulangan sehingga membentuk makna yang berbeda-beda.Sisipan (infiks) Macam-macam infiks: -el-. yaitu: a. d. -is. -wan. tiba-tiba. pertanianContoh: per + tani + an Afiks `per-` dan `-an` adalah contoh morfem terikat. bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tetapi terdapat fonem (huruf) yang berubah. semacam. Contoh kata: bermain. dll. yaitu: a. ubur-ubur. -if. mondar-mandir. pe(N)-. 3. dll. rumah-rumahan. Afiksasi dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis. dan -em-. seniman.Awalan (prefiks) Macam-macam prefiks: ber-. adi-. anak-anak. bersalam-salaman. murid-murid. Proses Imbuhan (Afiksasi)  Kata dasar (morfem bebas) yang dilekatkan dengan afiks (morfem terikat) sehingga membentuk makna kata yang baru. Contoh kata: bergerigi (morfem bebasnya `gigi`).Kata ulang utuh berubah bunyi (dwilingga salin suara) Contoh kata: gerak-gerik.Kata ulang utuh (dwilingga) Contoh kata: rumah-rumah. Gramatikalisasi dibagi menjadi 3 macam. dll. c. perlindungan. lauk-pauk. di-.Kata ulang sebagian (dwipurwa) Contoh kata: lelaki. leluhur. diper-. dipukul. -kan. jenis kata ulang yang terjadi pada seluruh kata dasar. -iah. -i. b. -logi. bergelembung (morfem bebasnya `gembung`). sedangkan kata `tani` adalah contoh morfem bebas. b. cumi-cumi. bentuk perulangannya mendapat imbuhan (afiks). Contoh kata: mainan. alamiah. karyawati. dll. atau kata lainnya yang menggunakan tanda hubung (-) dan memiliki makna oleh kata itu sendiri dinamakan kata ulang semu.Kata majemuk setara . Permajemukan (Kata Majemuk)  Gabungan dua kata atau lebih yang berstatus sebagai kata yang berdiri sendiri sesuai dengan kata yang digabungkan. 2. me(N)-. membaca. dll. sesuatu. dan lain-lain.

Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia. Contoh: .Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. 9. Contoh: .Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga.Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. KB c. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia. siswa teladan. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin …. 7.Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah.Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. 8. memiliki makna yang baru.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. . Contoh: . .Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. memiliki kedudukan kelas kata yang berbeda. delapan ekor. 2. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab.Contoh kata: kursi tamu. . . dll. pasti dia akan turun juga. 4. meja makan. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu. 6. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan paling.Kata majemuk bertingkat (tak setara) Contoh kata: gadis belia. Contoh: . yaitu antara lain: 1. KB KS KB KK KB KS K Bil. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus. dan lain-lain.Anak Kelas VIII orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. Contoh: .Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi.Setinggi-tingginya Joni naik pohon. besar mulut >> bukan mulutnya besar melainkan suka membual (pembohong). Contoh: . Contoh: .Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan (resiprok). .Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. keras kepala >> bukan kepalanya keras seperti batu melainkan egois.Kata Idiomatis atau ungkapan Contoh kata: panjang tangan >> bukan tangannya panjang melainkan suka mencuri. . majalah wanita. hancur lebur. .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.Jambu merah Pak Daden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa. 3. Kata ulang yang menyatakan sangat. 5.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. KB KB KK KK KB KB b. . dll.

satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi. Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti). tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.Mas Tono berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru.Dari tadi Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. 13. Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak. Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan.Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua. juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks). Ada apa ya? 12. kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. Contoh: . sufiks dan konfiks. . . Contoh: . Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan. Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda. . . konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan). . Contoh: . Kata ulang yang menyatakan beberapa. Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan).Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong.Jangan beli makanan banyak-banyak. Contoh: .Contoh: . Contoh: . Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. 10. Nak. prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. .Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! .Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. 11. Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai. sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda.Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. Istilah afiks termasuk prefiks.Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh. nanti perutmu meletus! 14. reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks.

hasil perbuatan. ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks. peng – an. kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). Aplikasi Afiks ber-: menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks.‖ Prefiks ―me-‖ menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks ―di-‖ menunjukkan tindakan pasif. se-. Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar. -kan. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks. peny – an. menghasilkan. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. mem-. pem – an. bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. maka kata . dan bukan pelaku. Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat – siapa yang melakukan aksi itu. per – an. adjektiva. peng-. menge-. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. di-. -kah. se – nya Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. pe-: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina. Banyak verba dengan afiks ―ber-‖ mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. verba. pe – an. Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini. Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). melakukan atau menjadi sesuatu. Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-. per-. ber – an. me-. -lah. arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan.kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan. meny. perulangan. meny-. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. ke-. Fungsi utama prefiks ―ber-‖ adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu. Edisi Kedua – 1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. -nya konfiks: ke – an. pem-. -i. me-. Juga dapat menunjukkan keadaan atau kondisi atribut tertentu. peny-. mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku. bukan tindakan atau obyek tindakan itu. meng-. Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. -pun. pe-. di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. Jika seseorang mengerti makna kata dasar. keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda. meng-. di-: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks ―me-. tersufiks: -an. atau permajemukan.

se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan. kesamaan atau kemiripan 4. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. ke-an: Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum . instrumen. paling baru. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat. untuk menyatakan keseragaman. alat. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. -i: menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. -kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. ter-: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan. Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat. Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. (misalnya: paling besar.yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. Sufiks ini jarang digunakan. untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. dan sebagainya. Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti ―satu‖ dalam situasi tertentu. untuk menyatakan satu benda. Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut . paling tinggi. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural). -kah: menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif. untuk menyatakan seluruh atau segenap 3. Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. satuan atau kesatuan (seperti ―a‖ atau ―the‖ dalam Bahasa Inggris) 2. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif. pesawat. Konfiks ini adalah untuk: 1. untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an: menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan. -lah: sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan.

Penggunaan ―-nya‖ baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. per-an: menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat. peny-an. rupanya = apparently -nya. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. Gaya Bahasa Penegasan 1. (E. Macam-Macam Gaya Bahasa A.Alusio Contoh: . satuan ―-nya‖ pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. Penggunaan ―-ku‖ dan ―-mu‖ bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. ―bukunya‖ = buku dia atau buku mereka. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini.yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2. sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal den seintensif mungkin. Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks ―ke-an‖. se – nya: Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. pem-an: penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. kata ―bukuku‖ = buku saya. ―bukunya‖ berarti ―buku itu‖. ―bukumu‖ = buku Anda. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini. peng-an. membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan pe-an.T. Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. -nya: Ada penggunaan ―-nya‖ sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya. bila ―-nya‖ berfungsi sebagai penunjuk. contoh: biasanya = usually. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. adalah gaya bahasa yang menggunakan peribahasa yang maksudnya sudah dipahami umum. Misalnya. Misalnya. -ku.) MEI01 Majas (Gaya Bahasa) Uncategorized3 Comments » Majas (Gaya Bahasa)  Yang dimaksud dengan majas ialah cara pengungkapan perasaan atau pikiran dengan bahasa sedemikian rupa.

Segala yang berkilau bukanlah berarti emas.Antitesis Contoh: Tinggi-rendah harga dirimu bukan elok tubuhmu yang menentukan. 7. surat-surat kantor semua dapat anda beli di toko itu. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan paduan kata-kata yang artinya bertentangan. hari proklamasi ini dirayakan dengan meriah. adalah gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips (kalimat tak lengkap).Suaranya mengguntur membelah angkasa. adalah gaya bahasa penegasan yang menyebutkan beberapa hal berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung.‖ 9. tetapi kelakuanmu. di kota-kota.10. dan surat-surat kantor dapat dibeli di toko itu.Klimaks Contoh: Di dusun-dusun. . 8.―Kalau belum jelas. . .Antiklimaks Contoh: Kakeknya. (kebalikan asindeton) gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. buku bacaan. dia sendiri. 2. majalah. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. Kata-kata ini diambil dari sifat-sifat yang menonjol yang dimiliki oleh orang yang dimaksud.Jangan terpedaya dengan apa yang kelihatan baik di luarnya saja.Hiperbolisme Contoh: . adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata tertentu untuk menggantikan nama seseorang.―Saya khawatir. tabu). .Pegawai yang terbukti melakukan korupsi akan dinonaktifkan adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya. di desa-desa. ayahnya.Eufemisme Contoh: . 5. . anaknya dan sekarang cucunya tak luput dari penyakit keturunan itu.Air matanya mengalir menganak sungai. yakni kalimat yang predikat atau subjeknya dilesapkan karena dianggap sudah diketahui oleh lawan bicara. majalah.‖ .Antonomasia Contoh: Si Pelit den Si Centil sedang bercanda di halaman rumah Si Jangkung 6. makin lama makin rendah tingkatannya. adalah gaya bahasa atau ungkapan pelembut yang digunakan untuk tuntutan tatakrama atau menghindari kata-kata pantang (pamali. akan saya jelaskan lagi.Elipsis Contoh: . makin lama makin tinggi tingkatannya.Putra Bapak tidak dapat naik kelas karena kurang mampu mengikuti pelajaran.Dalam bergaul hendaknya kau waspada. 3. jangan-jangan dia ….. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. koran.Polisindeton Contoh: Buku tulis. 4. atau kata-kata yang kasar dan kurang sopan.Asindeton Contoh: Buku tulis. sampai ke ibu kota.

Harapan kita memang demikian. Pengulangan di bagian awal dinamakan anafora. dun lain sebagainya.14. Hal ini sengaja dibuat untuk memberikan ketegasan pada predikatnya.Benar! Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Misal.Ayah pergi ke Bandung mengendarai kijang.adalah gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat. adalah gaya bahasa dengan menggunakan kalimat inversi. pagi-pagi digantikan ketika sang surya merekah di ufuk timur.Cintaku hanya untukmu .Dia maju dua langkah ke depan.Repetisi Contoh: . .Rinduku hanya untukmu .Metonimia Contoh: .Inversi Contoh: Pergilah ia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari harapan baru di kota. tak mau bertemu dengan dia lagi. materialistis diganti dengan gila harta benda.16.15. bahwa Tono berkelahi di tempat itu.Koreksio Contoh: Setelah acara ini selesai.12. sedang di bagian akhir disebut epifora. yakni kalimat yang predikatnya mendahului subjek. nama pabrik. nama penemu.Sunyi itu lampus Contoh Epifora : .‖ adalah gaya bahasa penegasan yang mengulang-ulang sebuah kata berturut-turut dalam suatu wacana.Harapanku hanya untukmu adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya.18. eh maaf silakan Saudara-Saudara mencicipi hidangan yang telah tersedia. adalah gaya bahasa pengulangan seperti repetisi yang khusus terdapat dalam puisi.Sunyi itu lupa .13. silakan Saudara-Saudara pulang.Sunyi itu duka .Parafrase Contoh: ―Pagi-pagi Ali pergi ke sawah. adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata atau sebuah nama yang berhubungan dengan suatu benda untuk menyebut benda yang dimaksud.Pleonasmse Contoh: .17.‖ dijadikan ―Ketika mentari membuka lembaran hari.Sunyi itu kudus .Udin mengisap Gentong. Gaya bahasa jenis ini sering dipakai dalam pidato atau karangan berbentuk prosa.Paralelisme Contoh Anafora : . kalau bukan karena terpaksa.Interupsi Contoh: Saya. Husni mengisap Gudang Garam. dan demikian pula harapan setiap pejuang. anak sulung Pak Sastra itu melangkahkan kakinya ke sawah. . . Misal.11. adalah gaya bahasa penguraian dengan menggunakan ungkapan atau frase yang lebih panjang daripada kata semula. adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata pembetulan untuk mengoreksi (menggantikan kata yang dianggap salah). penyebutan yang didasarkan pada merek dagang.

Dari mana orang seperti saya ini mendapat uang untuk membeli barang semahal itu.21. tak gentar menghadapi musuh. .Tautologi Contoh: . penaka. jika kebetulan lewat. 3. adalah gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti.Personifikasi atau penginsanan Contoh: .000. Contoh: Setiap kepala diwajibkan membayar iuran Rp1.Alegori Contoh: Kami semua berdoa. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sama artinya dalam satu kalimat.Metafora Contoh: . adalah gaya babasa perbandingan. Saudara mampir ke pondok saya. . . Totem pro parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian. dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia. belum tampak juga batang hidungnya. Contoh: Cina mengalahkan Indonesia dalam babak final perebutan Piala Thomas. adalah gaya bahasa perbandingan yang menyatakan sesuatu dengan memperendah derajat keadaan sebenarnya.Silakan.Sinekdoke. .Bunyi lonceng memanggil-manggil siswa untuk segera masuk kelas. dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih .. gaya bahasa ini terbagi menjadi dua yaitu : (a) Pars pro toto (sebagian untuk keseluruhan) dan (b) Totem pro parte (keseluruhan untuk sebagian). adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda berdasarkan persamaannya.Semangat juangnya berkobar.00.Nyiur melambai-lambai di tepi pantai 5. Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia. B. 2. Sudah lama ditunggu-tunggu.Engkau harus dan wajib mematuhi semua peraturan. atau yang menggunakan kata-kata yang artinya berlawanan dari yang dimaksud untuk merendahkan diri. tetapi sebenarnya tidak bertanya. 4.Retoris Contoh: Bukankah kebersihan adalah pangkal kesehatan? Inikah yang kau namakan kerja? 20.Gelombang demonstrasi melanda pemerintah orde lama. bagaikan. tetap merdeka! adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya. ibarat.Sekali merdeka. kamu berdua akan sanggup menghadapi badai dan gelombang.19. ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua buah keutuhan berdasarkan persamaannya secara menyeluruh. laksana.Harapan dan cita-citanya terlalu muluk. Gaya Bahasa Perbandingan 1.Litotes Contoh: . semoga dalam mengarungi samudra kehidupan ini. Pars pro Toto adalah gaya babasa yang menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.

namun karena kerajinannya melebihi kawan sekolahnya. Biasanya gaya bahasa ini . (maksudnya: pahit). manis benar teh ini. mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu. 4.Tropen Contoh: . tetapi sekarang menjadi berandal karena tidak ada perhatian dari orang tuanya.Inuendo Contoh: la menjadi kaya raya lantaran mau sedikit korupsi. . kamboja lambang kematian.Hidup tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam.Anakronisme Contoh: Mahapatih Gadjah Mada menggempur pertahanan Sriwijaya dengan peluru kendali jarak menengah.jelas. Gaya Bahasa Sindiran 1.Dengan kelemahannya. 3. 3.Wajahnya seperti rembulan. adalah gaya bahasa sindiran paling halus yang menggunakan kata-kata yang artinya justru sebaliknya dengan maksud pembicara.Simbolik Contoh: Janganlah kau menjadi bunglon! 7.Paradoks Contoh: . . -Ali sebenarnya bukan anak yang cerdas. Gaya Bahasa Pertentangan 1. bunglon lambang manusia yang tidak jelas pendiriannya. lintah darat lambang manusia pemeras. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata yang maknanya sejajar dengan pengertian yang dimaksudkan. adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan. dia mendapat nilai paling tinggi. C. 6. adalah gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan. bahasa kiasan. adalah gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan. Misal. hanya jam dinding yang terus kedengaran berdetak-detik. adalah gaya bahasa yang mengandung uraian atau pernyataan yang tidak sesuai dengan sejarah atau zaman tertentu.Ironi Contoh: Eh.Bapak Presiden terbang ke Denpasar tadi pagi. adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata yang kasar. 2.Simile Contoh: . adalah gaya bahasa sindiran yang mempergunakan pernyataan yang mengecilkan kenyataan sebenarnya.Okupasi Contoh: -Sebelumnya dia sangat baik. yang membentuk satu kalimat. Misalnya menyebutkan sesuatu yang belum ada pada suatu zaman. 2. yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian.Kontradiksio in terminis Contoh: Suasana sepi. tak ada seorang pun yang berbicara. adalah gaya.Seharian ia berkubur di dalam kamarnya.Tikus mati kelaparan di lumbung padi yang penuh berisi. D. . wanita mampu menundukkan pria.

Citraan pendengaran. Gaya Bahasa Perulangan 1. anyir. yakni: 1. dll.T.Dasar goblok. (Lihat buku Intisari Bhs. panas.Jangan coba-coba mengganggu adikku lagi.) MEI01 Citraan Uncategorized Tagged citraanNo Comments » strong>CITRAAN DALAM PUISI Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata. 6. Citraan penciuman. SMA hal. Citraan gerak. tetap saja tidak mengerti! 4. yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit). Hak asasi manusia itulah yang sekarang menjadi topik utama dunia internasional. atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut. Jenis Citraan dibagi menjadi 7. Citraan pencecapan. manis. Citraan penglihatan. tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak. harum benar baumu. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata). asam.Anafora Contoh: Hak asasi manusia merupakan hak mutlak yang wajib kita junjung tinggi dalam membangun bangsa dan negara. 3. tetapi agak lebih kasar. 5. basah. 4. lembut. 29) . dll. adalah semacam ironi. yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak. (E. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair. unsure citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh. Tolong agak menyisih sedikit! E. sudah berkali-kali diberi tahu.Antanaklasis 3. 4. frase. Citraan perabaan. Monyet! . yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). dll. gaya bahasa yang berwujud perulangan kata pertama dari kalimat pertama menjadi kata pertama dalam kalimat selanjutnya. . adalah gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya. sekaligus keras adat. halus. Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit.Aliterasi Contoh: Keras kepala. 2. misalnya kasar. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat. keras hati. busuk.Sinisme Contoh : Hai. kecut. dingin. Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum. yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung). adalah gaya bahasa yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda.. Dengan demikian. Dan Sastra Ind.Sarkasme Contoh: . 2.dipakai untuk menyatakan amarah. yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah).

dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar. yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. (E. maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bentuk yang lebih formal. Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuna di Jawa Tengah. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu. Penyebutan pertama istilah ―Bahasa Melayu‖ sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M. sejarah2 Comments » Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. Citraan perasaan. indonesia. namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu.) MEI01 Sejarah Bahasa Indonesia Filologi. dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360). penuh sindiran. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303. Morfologi Bahasa. namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus. Tetapi bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif. ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14. Sintaksis Tagged bahasa.T.7. bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi ―Masuk Melayu‖ berarti masuk agama Islam. pada tahun 1945. Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera. Malaya. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya. sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua. . Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. paling tidak dalam bentuk informalnya. sejarah. baik melalui penciptaan. Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia. disebut Melayu Tinggi. Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13. dan Jawa. yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan).

yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Perubahan: Indonesia (pra-1972) Malaysia (pra-1972) Sejak 1972 tj ch c dj j j ch kh kh nj ny ny sj sh sy jyy oe* u u Catatan: Tahun 1949 ―oe‖ sudah digantikan dengan ―u‖. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa. Brunei. ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar. ia sebagai lingua franca. Jakarta (Betawi). Tio Ciu. Di sana. diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia. Mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda. ataupun Kutai. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Banjarmasin. Ke. pada Kongres Nasional kedua di Jakarta. Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. Dengan EYD. Ada tingkatan bahasa halus. Kedua. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang. para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia. 2. Maluku. Samarinda. Jika bahasa Jawa digunakan. dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Sebagai contoh kata ganti seperti ―dia‖ tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Hal yang sama juga ditemukan . Brunei. 3. dan Singapura masih dijajah Inggris. pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa). Malaysia. suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia. dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara. biasa.Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Dengan memilih Bahasa Melayu Riau. 4. ataupun pangkat. Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien. hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. Bahasa Melayu Riau yang dipilih. namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau. Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu). ejaan dua bahasa serumpun. semakin dibakukan. dan bukan Bahasa Melayu Pontianak. dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. dan kamus baku juga diciptakan. Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa. Pada saat itu. dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri. Pada tahun 1945. ataupun dari bahasa lainnya. namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. derajat.

yaitu frase yang mengandung unsur inti (D) dan unsur penjelas (M). Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri. Klausa. sebuah kata sifat harus ditambahkan. sedangkan ―kita‖ adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya. Frase bertingkat (frase subordinatif. kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno. atau indikator lain seperti ―sudah‖ atau ―belum‖. Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti. Contoh: baju baru DM anak manis DM sebatang rokok kretek MDM sebuah rumah mewah MDM . tidak terbatas pada kata benda. yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia. Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata). yaitu ―kami‖ dan ―kita‖. Sebagai contoh ―seribu orang‖ dipakai.yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu sama dengan kelas kata dari salah satu (atau lebih) unsur pembentuknya. Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. seperti contohnya ―putri‖ dan ―putra‖. dan Kalimat Uncategorized Tagged frase. bukan ―seribu orang-orang‖. Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO).) MEI01 Frase. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense).pada kata seperti ―adik‖ dan ―pacar‖ sebagai contohnya. Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain. tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. yaitu: 1. ―adik laki-laki‖ sebagai contohnya. Frase endosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata atau lebih . ―Kami‖ adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara. Contoh: guru (kata benda) agama (kata benda)guru agama (kata benda) gadis (kata benda) cantik (kata sifat)gadis cantik (kata benda) Frase endosentris dibagi menjadi dua macam. kalimat. klausaNo Comments » Frase Macam-macam frase dari kelas kata 1. Ada juga kata yang berjenis kelamin. walaupun susunan kata lain juga mungkin. Untuk menspesifikasi sebuah jenis kelamin. frase atributif).T. Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak. ―kemarin‖ atau ―besok‖). (E.

yang mengandung hubungan fungsional subjek-predikat. ) Kata keterangan Klausa suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kata. subjek mendahului predikat. klausa inversi yang didahului oleh keterangan. Frase setara (frase koordinatif): frase yang mengandung dua buah unsur inti (tidak ada unsur penjelas/atribut). Keterangan: ( KB ) Kata benda ( KK ) Kata kerja ( KS ) Kata sifat ( KT ) Kata tugas ( K Ket.seorang guru MD sepotong roti MD 2. Frase Eksosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata (atau lebih) yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu tidak sama dengan kelas kata dari salah satu(atau lebih) unsur pembentukannya. Contoh: ia datang ke rumahku adik penari orang itu kurus (2) Klausa inversi. K Ket.dari sekolah (kata keterangan) yang (kata tugas) memimpin (kata kerja)yang memimpin(kata benda) Contoh lain: dari kantor di rumah karena lelah KT KB KT KB KT KS K Ket. Contoh: suami istri sawah ladang sanak saudara 2. Klausa dapat dibedakan atas beberapa macam berdasarkan beberapa sudut tinjauan Macam klausa berdasarkan urutan kata: (1) Klausa normal. dapat diperluas dengan beberapa fungsi lain seperti objek dan keterangan-keterangan lain. predikat mendahului subjek. 1991: 181). Contoh: datang dia malam itu pergi ayah tak tentur arah (3) Klausa inversi khusus. Contoh: ke tanah leluhur pergi mereka . Contoh: dari (kata depan) sekolah (kata benda). K Ket. (Keraf. dan secara fakultatif.

Contoh: ketika ayah pergi agar tubuh subur sebab kehadirannya tak diperhitungkan . Contoh: gadis itu cantik bapak saya tampan bapakmu pelit (5) Klausa berpredikat frase konektif Contoh: anak itu merupakan musuh mereka Sinta menjadi pramugari Maman adalah pemuda berpikiran maju (6) Klausa berpredikat adverbial (frase preposisional) Contoh: nenekku dari Kalimantan ibu ke Bandung kemarin ayah ke Bekasi naik onta berdasarkan keterikatannya dengan klausa lain: (1) Klausa bebas. Contoh: Ani membawa buku guru mengajar murid (2) Klausa terikat. klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada klausa lain.kemarin datanglah surat itu karena sakit menangislah dia berdasarkan variasi subjek-predikat: (1) Klausa berpredikat kata kerja intrasitif Contoh: anak itu menari kuda meringkik kakek merokok nenek duduk (2) Klausa berpredikat kata kerja transitif Contoh: guru mengajar murid kurir mengantar surat Andri mencintai Dian (3) Klausa berpredikat kata benda Contoh: pamannya lurah ibunya seorang bidan kakaknya tentara (4) Klausa berpredikat kata sifat. klausa yang kehadirannya bergantung pada klausa lain dan biasanya ditandai oleh adanya konjungsi (kata penghubung).

Tanamanan itu diberinya pupuk agar tumbuh subur. (Keraf. dan dapat hadir bersama-sama atau dikaitkan dengan klausa bebas. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minor (hanya mengandung satu inti) (b) kalimat mayor (mengandung lebih dari satu inti) (5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya.permintaan . kata kedua menduduki jabatan predikat) . Dadang kecewa sebab kehadirannya tak diperhitungkan Kalimat bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan.ajakan .intonasinya adalah intonasi berita yang netral (6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya.kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek. 1991: 185). kalimat dibedakan atas: (a) kalimat normal (subjek mandabului predikat) (b) kalimat inversi (predikat mendahului subjek) (4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya. misalnya. Contoh: (i) # Pergi! # (ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari # Kalimat (i) adalah kalimat minim.urutannya adalah subjek mendahului predikat . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat aktif (subjek melakukan perbuatan) (b) kalimat pasif (subjek dikenai perbuatan) (3) Berdasarkan urutan katanya. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat inti (b) kalimat luas (perluasan dari kalimat inti) (c) kalimat transformasi (perubahan dari kalimat inti) Ciri-ciri kalimat inti: . sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang.larangan (d) kalimat harapan (e) kalimat pengandaian (2) Berdasarkan diatesis.hanya terdiri atas dua kata . merupakan bagian dari kalimat: Ibu merasa sedih ketika ayah pergi.suruhan . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minim (hanya mengandung satu kontur) (b) kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur) Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan. Klausa di atas. .Klausa terikat merupakan bagian dari sebuah kalimat. (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas: (a) kalimat berita (b) kalimat tanya (c) kalimat perintah: . Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan nilai informasinya. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap.

Satya dihukum. Siapa yang bikin rumah itu? (tidak baku) Siapa yang membuat rumah ini? (baku) b. 3 Kata Benda Kata Benda Hasahatan dokter. seringkali tidak diterima sebagai kalimat yang baik dan benar. Kalimat baku (standar) dipergunakan apabila kita berbahasa baku. Berdasarkan kelas kata yang menduduki fungsi S-P. dapat ditentukan pola dasar kalimat bahasa Indonesia sebagai berikut: No.setara memilih . Di sini kita melihat kelas kata apa yang menduduki jabatan subjek dan kelas kata apa pula yang menduduki jabatan predikat.setara mempertentangkan . Catatan: Pola dasar no. berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas: (b.2) kalimat majemuk bertingkat (b.setara menguatkan (b. Togop malas. 2 Kata Benda Kata Sifat Arsinta cantik. menggunakan struktur baku (sesuai dengan kaidah morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia) 3. Kalimat majemuk. Adapun ciri-ciri kalimat baku adalah sebagai berikut: 1.setara menggabung .4) kalimat majemuk rapatan Pola dasar kalimat Pola dasar kalimat mempersoalkan kelas kata (jenis kata) apa yang mendasari pembentukan kalimat inti. menggunakan kata-kata baku 2. dalam ragam tulis.4 sebagaimana terlihat pada contoh kalimat di atas. Kakek dari Sukabumi. Bahrudin akuntan.(7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya. 1) kalimat majemuk setara: . Subjek Predikat Contoh Kalimat 1 Kata Benda Kata Kerja Ari menari. (atau) Kakek datang dari Sukabumi. (tidak baku) . dalam ragam lisan.3) kalimat majemuk campuran (b. Rumahnya Udin yang catnya kuning. Kalimat contoh tersebut akan diterima sebagai kalimat yang baik dan benar apabila diubah menjadi sebagai berikut: Ibu pergi ke pasar. menggunakan ejaan baku (sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) 4. menggunakan lafal baku (lafal yang tidak mencerminkan logat asing atau logat kedaerahan) Contoh: a. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P) (b) kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). Kakek berasal dari Sukabumi. 4 Kata Benda Kata Tugas Ibu ke pasar.

saya ucapkan terima kasih. PSK Keterangan aspek kala Keterangan aspek kala adalah keterangan yang menandai waktu pelaksanaan pekerjaan/ perbuatan/ proses yang tersebut pada predikat kalimat. Mudah2an dia lekas dalang (tidak baku) Mudah-mudahan dia lekas datang (baku) Kalimat pasif inversi Kalimat pasif inversi adalah kalimat pasif dengan pola inversi. keterangan aspek kontinuatif. S P O. S P O. Contoh: (1) Diambilnya uang itu dari dalam laci. Keterangan aspek kala posisinya selalu di depan predikat kalimat. Kalimat berpola inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek. (baku) c. S P O. PSK (2) Atas perhatian Bapak. dan akan Contoh: (1) Ani sedang membaca buku.Rumah Udin yang bercat kuning.pelaku K Ketiga: disederhanakan (P dan O pelaku disatukan menjadi P) Uang itu diambilnya dari dalam laci. belum. telah. PSK Mereka menaburkan bunga di pusara ibu. PS (4) Mereka taburkan bunga di pusara ibu. Kalimat pasif adalah kalimat berpredikat kata kerja yang subjeknya terkena perbuatan yang tersebut dalam predikat. KPS (3) Sudah saya baca buku itu. Kata-kata yang merupakan keterangan aspek kala adalah sudah. SPK Keempat: diinversikan diambilnya uang itu dari dalam laci. SPOK Bunga ditaburkan oleh mereka di pusara ibu. SPK Mereka taburkan bunga di pusara ibu. perhatikan langkah-langkah perubahan dari kalimat aktif hingga menjadi kalimat pasif inversi di bawah ini ! Pertama: Kalimat aktif Ia mengambil uang itu dari dalam laci.penderita K Kedua: diubah menjadi pasif Uang itu diambil oleh ia dari dalam laci. pelaku K bunga mereka taburkan di pusara ibu. PSK Untuk memahami contoh-contoh kalimat di atas. sedang. menyatakan pekerjaan tengah berlangsung .

(2) Ani akan membaca buku. Andi makan asilnan. (2) Ali sedang belajar. keterangan aspek perfektif. (2) Andl makan. Contoh: (1) Eko makan sate. Gagasan utama dinyatakan dengan pola S-P dalam kalimat nominal dan kalimat verbal intransitif ~Sedangkan pada kalimat verbal transitif gagasan utama dapat dinyatakan dengan pola S-P-O atau S-P saja. Jadi. (3) Ayah Anita adalah seorang perwira menengah. yaitu di depan predikat. dan (4) benar. terdapat lebih deri satu gagasan utama. (3) Kitab itu telah Rudi baca hingga tamat. keterangmi aspek kala posisinya sama dengan posisi pada kalimat aktif dan kalimat pasif biasa. SPOK GU: Amir membaca. (4) Ketty sedang duduk di ruang tamu SPK GU: Ketty duduk. dalam kalimat majemuk setara. Letak kata telah pada kalimat (1). KSPOK GU: Ida mengantarkan surat. sedangkan pada kalimat (5) salah. (2) Kemarin Ida mengantarkan surat ke rumahku. Gagasan utama pada kalimat majemuk setara Kalimat mejemuk setara adalah kalimat yang mengandung dua pola klausa atau lebih yang hubungan antarklausa bersifat setara. Contoh: (1) Amir sedang membaca buku di dalam kamar. sedangkan Abas sedang tidur. GU: (1) Ali belajar. Pada kalimat majemuk setara terdapat lebih dari satu gagasan yang kedudukannya sederajat. keterangan aspek futuratif. (2) Abas tidur. Gagasan utama kalimat Gagasan utama atau pikiran pokok kalimat adalah amanat/informasi yang terpenting yang terkandung dalam sebuah katimat. . Gagasan utama kalimat dinyatakan dengan pola S-P atau pola SP-O. Dengan demikian kalimat (5) adalah kalimat yang mengalami kesalahan struktural. (3). (2). Perhatikan contoh berikut ! (1) Rudi telah membaca kitab itu hingga tamat. (4) Telah Rudi baca kitab itu hingga tamat. (2) Kitab itu telah dibaca oleh Rudi hingga tamat. menyatakan pekerjaan akan berlangsung (3) Ani telah membaca buku. (5) Rudi telah baca kitab itu hingga tamat. GU: (1) Eko makan. SP GU: Ayah perwira. menyatakan pekerjaan sudah berlangsung Letak keterangan aspek kala pada kalimat pasif inversi Pada kalimat pasif inversi.

Namun demikian. sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu. (E. (c) Apabila anak kalimat merupakan pelengkap. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). ibu kesepian di rumah.) MEI01 Ejaan yang Disempurnakan Uncategorized Tagged ejaan11 Comments » Ejaan yang Disempurnakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. GU: Saya berharap. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa utama (klausa bebas) den klausa terikat. (2) Mat Kemplo menceritakan bahwa kakeknya jatuh dari ayunan. gagasan utama terdapat pada klausa utama yang merupakan induk kalimat. GU: Mereka lupa. Contoh: (1) Ketika ayah pergi. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. berdasarkan Keputusan Presiden No. GU: Kakeknya jatuh. (b) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi objek (anak kalimat merupakan objek dari predikat verba transitif). Perhatikan keterangan berikut dengan baik. (2) Mereka lupa bahwa mereka harus melunasi pinjamannya pada akhir bulan ini. (2) Wati menyirami tanaman itu setiap hari supaya buahnya lebat. Ejaan Republik.T. Pada tanggal 16 Agustus 1972. Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat gagasan utama dan gagasan bawahan (gagasan penjelas). GU: Aminah bahagia. Dengan demikian. berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Contoh: (1) Saya berharap hal itu tidak akan terjadi. perlu diperhatikan bahwa gagasan utama tidak selamanya berada pada klausa utama. Pada 23 Mei 1972. gagasan utama terdapat pada anak kalimat. (a) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi keterangan. GU: Pembangunan harus dilanjutkan. Mashuri.Gagasan Utama pada kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat pada dasarnya adalah kalimat tunggal yang salah satu fungsinya diperluas dan perluasannya itu membentuk sebuah pola klausa. gagasan utama terdapat pada induk kalimat. GU: Wati menyirami tanaman. 57. Tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. (3) Aminah bahagia karena suaminya naik pangkat. Contoh: (1) Presiden mengatakan bahwa pembangunan harus dilanjutkan. Selanjutnya Departemen Pendidikan dan . GU: lbu kesepian.

jabatan. 2. contoh: Irwan S. B. tesis. Peraturan. 0196/1975 memberlakukan ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah‖. dan sapaan. Setelah itu. menerbitkan buku ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖ dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas.E. 5. Gatot George W. (tanggal) Dalam karya ilmiah seperti skripsi. makalah. A. maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal. (dan lain-lain) dsb. dianjurkan tidak mempergunakan singkatan. Pada tanggal 12 Oktober 1972. contoh: I. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. Contoh: Dr. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. Bush Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Perbedaanperbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah: ‗tj‘ menjadi ‗c‘ : tjutji → cuci ‗dj‘ menjadi ‗j‘ : djarak → jarak ‗j‘ menjadi ‗y‘ : sajang → sayang ‗nj‘ menjadi ‗ny‘ : njamuk → nyamuk ‗sj‘ menjadi ‗sy‘ : sjarat → syarat ‗ch‘ menjadi ‗kh‘ : achir → akhir Penggunaan Tanda baca Tanda Titik (. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Syarat. pangkat. laporan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. contoh: Saya suka makan nasi. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar. dan disertasi. harus diberi jarak satu ketukan.) 1. Contoh: Anthony Tumiwa 3. . Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik. tanda titik tidak dipergunakan. Contoh: dll. Persiapan Ulangan Umum. (Sarjana Ekonomi) 4. (Doktor) Ny. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru.Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul ―Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖. (dan sebagainya) tgl. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. Jika berupa angka. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. (Nyonya) S.

Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata. contoh: Jalan Kebayoran 32 Jakarta. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan. takaran. atau kepala ilustrasi. tetapi. menit.2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya.) 1. 2. contoh: Sekjen : (Sekretaris Jenderal) UUD : (Undang-Undang Dasar) SMA : (Sekolah Menengah Atas) WHO : (World Health Organization) 9. satuan ukuran. 8.1 6. tabel dan sebagainya. dan mata uang. yang terdapat di dalam nama badan pemerintah. contoh: Saya menjual baju. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. dan topi. contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia. contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang. 3 Mei 1997 Yth. lembaga. dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah.2 1. Tanda Koma (. kepiting dan ikan. Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael. atau nama dan alamat penerima surat.00 10.Sdr. timbangan. tetapi tidak aktif.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 7. yang didahului oleh kata seperti. dan detik yang menunjukkan waktu.10. atau gabungan keduanya. contoh: Pukul 7. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia.Contoh: 1.1 1. jutaan. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.Ivan Jalan Istana 30 Surabaya B. . dan melainkan. contoh: Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal. contoh: Cu (Kuprum) 52 cm l (liter) Rp 350. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan.lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat. contoh: Latar Belakang Pembentukan Sistem Acara 11. celana.

contoh: Lanin. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. ya. wah. kasihan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.5 m Rp 10. Cara Penggunaan Wikipedia. atau marga. 6. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o. kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh. saya tidak akan datang. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. Borgx. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. Ivan.50 12. (iii) tempat dan tanggal.S. Jilid 5 dan 6. 4. 3b. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia. ―Saya sedih sekali‖. Karena sibuk. (Bandung: UP Indonesia. Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya. contoh: I. Wah. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. yang terdapat pada awal kalimat. Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. saya tidak jadi datang. lagi pula.3a. contoh: Rinto Jiang. contoh: Medan. contoh: Oleh karena itu. 10. contoh: 33. 9. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. 18 Juni 1984 Medan. aduh. contoh: Kata adik. (ii) bagian-bagian kalimat. contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. keluarga. kamu harus datang. 11. 22. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. . Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal. Indonesia. contoh: O. Jadi. 1990). jadi. pandai sekali. 8. 13. akan tetapi. 7.E. begitu. bukan main. Gatot. 5. meskipun begitu. contoh: Kalau hari hujan. 1999. hlm. ia lupa akan janjinya.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. contoh: ―Di mana Rex tinggal?‖ tanya Stepheen. C. Tanda Titik Koma (;) 1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan namanama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar. D. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. contoh: yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. 2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. contoh: Ketua : Hany Christoffer Wakil Ketua : Ricky Kurniawan Wenas Sekretaris : Maria Dewi Puspasari Wakil Sekretaris : Terry Rionaldy Bendahara : Lina Veronica Wakil bendahara : Marcel Lawinata 3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. contoh: Pak Erwin : ―Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Pak Guru!‖ Rexy : ―Ya, Pak!‖ 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit. 5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. E. Tanda Hubung (-) 1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. contoh: ….dia beli baru juga.

-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. contoh: …. masalah itu akan diproses. 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris. contoh: …. cara baru mengukur panas akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. contoh: ………menghargai pendapat. 3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. contoh: anak-anak tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan. 4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. contoh: p-e-n-g-u-r-u-s 5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. bandingkan: ber-evolusi dengan be-revolusi dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000). Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah PN dengan di-PN-kan. 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata. contoh: se-Indonesia hadiah ke-2 tahun 50-an ber-SMA KTP-nya nomor 11111 bom-V2 sinar-X. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: di-charter pen-tackle-an Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang). F. Tanda Pisah (—) 1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar

Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak. contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera 2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. contoh: Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‗ke‘, atau ‗sampai‘. contoh: 1919—1921 Medan—Jakarta 10—13 Desember 1999 Lihat lainnya pada Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan Angka atau Lambang Bilangan 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi. 2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas. 3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. 4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan ―per-‖ (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya. 6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara ―ke-‖ dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran ―-an‖ ditulis dengan tanda hubung antara angka dan ―an‖ atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah. 9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca. 10.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat. 11.Tanda hubung ―ke-‖ tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang. contoh: Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian. Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11 Penulisan tahun Benar: 1960-an Salah: 1960an Singkatan dan Akronim 1. Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

Soemantri Sering ditanyakan. -mu. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. singkatan satuan ukur. Soemantri. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. 7. bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. takaran. SOEMANTRI. -ku. 2. Gabungan kata.Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Tetapi. 2. dilipatgandakan. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. ibu kota. . bukumu. ditulis terpisah. b.Kata ganti (kau-. termasuk istilah khusus. dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik. Contoh: kumiliki. ku-. orang tua. sepak bola. tetapi Dr. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. unsur gabungan ditulis serangkai.c. kauambil. Dokter (ahli penyakit) Dr. Imbuhan (awalan. atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit) 1. dikelola [1]. tetapi dr. 9. diselipkan tanda hubung. 12. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. mancanegara. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. gabungan kata ditulis serangkai. garis bawahi 5. suku kata. bukan dr. 11. anak-istri saya.Gabungan kata. 2. SOEMANTRI. -nya) ditulis serangkai. sisipan. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. d. Contoh: bergeletar. 1. Penulisan gelar yang sering salah DR. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. Contoh: duta besar. 4. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 3. bukan Dr. Contoh: alat pandang-dengar. Hal ini adalah masalah tata kalimat. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. Dr. Contoh: nonIndonesia. SYAFARUDIN. Lambang kimia. c. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. suku kata. bukan Dr. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. 6. Syafarudin. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. Contoh: adipati. Doktor (S3) DR. timbangan. SYAFARUDIN. Syafarudin. Contoh: bertepuk tangan. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. termasuk istilah khusus. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. a. bukan DR. 10. Contoh: menggarisbawahi. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata.

dan sebagainya). kecuali yang sudah lazim seperti kepada. Pada dasarnya. termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Contoh: bacalah. Contoh: per 1 April.Partikel -pun ditulis terpisah. Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … .miliknya. meninggal. ke tengah. [sunting] Kata penghubung ―sedangkan‖ . kemari. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. apalagi ―dimana‖. 17.Kata depan atau preposisi (di [1]. bagaimanapun. 14. Mayat dan mati mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran.Artikel si dan sang ditulis terpisah. Tionghoa (bahasa dan orang). Contoh: apa pun. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. dengan mana‖. Gunakan kata wafat. Contoh: di dalam. Gunakan kata jasad atau jenazah. Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan Tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. ―demi‖. apatah. Penggunaan ―di mana‖ sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. 13. -kah. daripada.yang berarti ―mulai‖. dari) ditulis terpisah. contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … . Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. atau ―where‖) atau variasinya (―dalam mana‖. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. ―which‖. 15. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … . 16. dan ―tiap‖ ditulis terpisah. dll. bahasa Indonesia hanya mengenal kata ―yang‖ sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. Penggunaan ―di mana‖ sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … . Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk ―di mana‖ (padanan dalam bahasa Inggris adalah ―who‖. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). Di sini tampak bahwa ―apabila‖ menggantikan posisi ―di mana‖ (ditulis di kalimat asli sebagai ―dimana‖).Partikel -lah. Dengan demikian. mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. per helai.[sic] Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). keluar. atau tewas (tergantung konteks). satu kali pun. apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). siapakah. dan -tah ditulis serangkai. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK ―DI MANA‖. dari Surabaya. gugur. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Tegangan permukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). ke. ―whom‖.Partikel per. dll.

951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. darmabakti. azas atlet. esok diagnosis. alhamdulillah.849. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. aktifitas al Quran. saripati. bukan apotiker) asas. hipnotis (adjektiva) ibu kota.208.208. manasuka. saputangan.849.Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata ―sedangkan‖. manakala. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata ―sementara itu‖. padahal. bukan atlitik) bus. halalbihalal. bis besok. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. hirarki hipnosis (nomina). sastramarga. bagaimana.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). anda apotek. silaturahmi. geladi hierarki. olahraga.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). hulubalang. Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad.‖ Usulan perbaikan 2: ―Sebelumnya disebutkan. sekalipun. dan wasalam. sebagaimana. 6. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. kacamata.‖ Contoh gabungan kata yang ditulis serangkai: acapkali. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. alquran analisis. paramasastra. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). astagfirullah. matahari. ―Sedangkan‖ adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. menghipnosis (verba). analisa Anda. apotik (ingat: apoteker. bismillah. kilometer. sukacita. mangkubumi. barangkali. dalam pilgub Banten kali ini. Pebruari frekuensi. bumiputra. akhirulkalam. sediakala. kasatmata. puspawarna. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan.849. peribahasa. Sementara itu. belasungkawa. segitiga.‖ Usulan perbaikan 1: ―Sebelumnya disebutkan. darmasiswa. dukacita. daripada. sama seperti ―dan‖. keratabasa. hembus Februari. ―atau‖. Photo gladi. syahbandar. jumlah total TPS se-Banten ada 12. aktip aktivitas. atlit (ingat: atletik. serta ―sementara‖. ―Sedangkan‖ digunakan untuk mengawali kalimat. Contoh: Dari harian Jawa Pos: ―Sebelumnya disebutkan. diagnosa ekstrem. kepada.208. radioaktif. ibukota . sukaria. sukarela. frekwensi foto. ekstrim embus. beasiswa. bilamana. adakalanya. titimangsa. aktif. dalam pilgub Banten kali ini ada 6.

nahkoda. kwitansi kuno. ijin jadwal. kwalitet kuantitas. kosakata kualitas. karir Katolik. pengecualian permukiman. mahzab metode. olah raga orang tua. isteri izin. pemukiman perumahan. bukan praktekum) provinsi. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) nasihat. metoda mungkir. loka karya maaf. orangtua paham. Perancis praktik. kongkrit kosa kata. Jum‘at kanker. kangker karier. baik untuk arti housing maupun PHK pikir. kenderaan komoditi. fikir Prancis. inderagiri istri. penglepasan penglihatan. nasehat negatif. jadual jenderal. kuna lokakarya. pungkir (Ingat!) nakhoda. kwantitas kuitansi. pelihatan. mahluk. faham persen. komoditas komplet. indra indragiri. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) mazhab. obyektif/p olahraga. nakoda narasumber. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) November. kwalitas. praktek (Ingat: praktikum. konkrit. jendral Jumat.ijazah. obyek objektif. ma‘af makhluk. prosen pelepasan. Katholik kendaraan. Nopember objek. himbau indera. pengrumahan. ijasah imbau. propinsi . komplit konkret.

syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) sekretaris. hutang (Ingat: piutang. jaman Bahasa Serapan Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. sekertaris sekuriti. standarisasi [5] tanda tangan. silahkan (Ingat!) sintesis. Sumatera standar. rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku utang. syaraf sarat (=penuh). surga. walikota Yogyakarta. salah) saraf. sintesa sistem. puteri realitas. Arab. subyek subjektif. telefon. Contoh: aerobe → aerob. syurga subjek. takhta teknik. dan Sanskerta. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. tilpon teoretis. subyektif/p Sumatra. Penyesuaian ejaan Tanpa perubahan ae jika tidak bervariasi dengan e. tandatangan tahta. sepakbola silakan. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. sekuritas [2] segitiga. teoritis (diserap dari: theoretical) terampil. realita risiko. sistim sorga. serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. bukan pihutang) wali kota. selebriti sepak bola. Belanda. tel(f/p)on. segi tiga selebritas.putra. ai au e . trampil ubah (=mengganti). samudera sangsi (=ragu-ragu). tehnik telepon. seksama (Ingat!) samudra. putera putri. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap. resiko saksama. standard standardisasi. Jogjakarta zaman.

ch → s. u. ç[1] (Sansekerta) → s. i. Contoh: octaaf → oktaf. q→k rh → r. jika di muka i. o. ph → f. jika lafalnya s atau sy. z. Contoh: accent → aksen. Contoh: politiek → politik. Contoh: zoology → zoologi. oo (vokal ganda) tetap. jika lafalnya i. oe. ie jika lafalnya bukan i. t → s. c → k. Contoh: ion → ion. Contoh: sorghum → sorgum. Contoh: cylinder → silinder. Contoh: scriptie → skripsi. jika di muka vokal. jika di muka e. jika di muka o. Contoh: phase → fase. dan konsonan. ch → c. jika di muka a. Contoh: crystal → kristal. Contoh: yen → yen. c → s. jika di muka e. gue → ge ie (Belanda) → i. kh (Arab) ng ps pt u ua ue ui uo v x. o. Contoh: machine → mesin. Contoh: check → cek. dan y. u. jika bervariasi dengan e. Contoh: schema → skema. cc → ks. sch → sk. jika di muka a. dan y. Contoh: haemoglobin → hemoglobin. Contoh: xenon → xenon. sc → sk. Contoh: saccharin → sakarin. sc → s. jika di awal kata. Contoh: rhetoric → retorika.ea ei eo eu f i jika di awal suku kata di muka vokal. gh → g. i. . dan konsonan. Contoh: accumulation → akumulasi. jika di muka a. jika di muka e dan i. dan konsonan. Contoh: çāstra → sastra. cc → k. dan konsonan. o. Contoh: cartoon → kartun. jika lafalnya y. Contoh: ratio → rasio. ch dan cch → k. ee (Belanda) → e. y. u. Contoh: scenography → senografi. jika lafalnya c. oo (Inggris) → u. Contoh: systeem → sistem. Dengan perubahan aa (Belanda) → a. Contoh: variety → varietas. oe (oi Yunani) → e oo (Belanda) → o. ae → e. Contoh: komfoor → kompor.

-archie (Belanda) → -arki. -asm → -asme -ate → -at -eel (Belanda) → -el. jika tidak di awal kata. logica → logika. -ific → -ifik . kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: plaat → pelat. -et -or. -able. -ency → -ansi. -ide → -ida -ief. -ary. -id. Contoh: methode → metode. actie → aksi. -andum. -ica → -ik. Contoh: dynamo → dinamo. -ensi (yang bervariasi dengan -ance. Contoh: logic. -ile. -ique → -ik -icle → -ikel -ics. -iel. -air → -er -al. -ive → -if. -ette → -et -eur (Belanda). -ance.th → t. -(a)tie (Belanda) → -(a)si. -air (Belanda) → -er. xc → ksk. -ence) -ant → -an. o. Contoh: director. -aat (Belanda) → -at. Contoh: excavation → ekskavasi. -ose -ein -ein. descriptief → deskriptif. mass → massa. -ens (yang bervariasi dengan -ancy. -si -age → -ase. -ency) -ancy. -endum -ar -ase. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal. Contoh: anarchy. Contoh: percentage → persentase. -or → -ur. -cy → -asi. Contoh: action. u. -le → -il. -eel (Belanda). Contoh: effect → efek. -eus (Belanda) → -us -ic. -ir. Contoh: protein → protein. -aal (Belanda) → -al. -ble → -bel -ac → -ak -acy. Contoh: formeel → formal. Contoh: accountant → akuntan. Contoh: dictator → diktator. -ot Dengan perubahan -(a)tion. v (Sanskerta) → w atau v x → ks. -end → -en -ete. anarchie → anarki. uu → u. jika di muka a. directeur → direktur. -archy. Contoh: vacuum → vakum. Contoh: exception → eksepsi. y → i. Penyesuaian akhiran Tanpa perubahan -anda. Contoh: descriptive. primair → primer. Contoh: primary. dan konsonan. -ence → -ans. Contoh: percentile → persentil. -ika. jika lafalnya i. jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris.

―mengandung dua …‖) dia.(―memindahkan‖. ―tanpa‖)[3] am-.(―sendiri‖. ―mengurangi‖) di.(―tidak‖.(―dalam‖. -ure. Contoh: analogy.(―pada kedua sisi‖. -ic → -ik.(―tujuh‖. -ist → -is.(―lepas‖. ―keduanya‖) ana-. -tion → -si -sy → -si -ter. -oïde (Belanda) → -oid. Contoh: trottoir → trotoar. ―ke dalam‖) infra. -logy. Contoh: hominoid. ―di dalam‖) endo. amb. ―ke dalam‖) iso. ―di dalam‖. an. ―berhubungan dengan‖) aut-. ―dua‖)[6] de.(―bertentangan dengan‖) apo. ―tidak‖) em-. ―saling‖)[8] intro.(―separuh‖. ―berada‖) im-.(―melalui‖. ―terpisah‖. ―depan‖) [4] anti-. ―menyimpang dari‖.(―tunggal‖. -tre → -ter -ty. abs.(―di atas‖. -oid. Penyesuaian awalan Tanpa perubahan a-.(―lain‖.(―sebelum‖. -oir(e) → -oar. ―berubah‖. -logie → -logi. Contoh: dialogue → dialog. -ical → -is.(―ketiadaan‖.(―ke atas‖.(―dalam‖.(―sekeliling‖. ―mengandung satu‖)[9] .-isch. optimistical → optimistis -ism. -loog (Belanda) → -log. ―di bawah‖. Contoh: elektronic → elektronik -isch. analogie → analogi.(―darah‖) hepta. prematuur → prematur. ―menjauhkan dari‖) a-.(―sama‖) meta. ―perubahan‖) mono. hominoide → hominoid. Contoh: egoist → egois.(―di dalam‖) epi. Contoh: modernism. -ite → -it -ity → -itas -logue → -log. en.(―antara‖. ―sesudah‖) hemi. Contoh: optimistisch. auto. Contoh: university. ―ke belakang‖.(―sesudah‖. ―terbalik‖) ante. ―mengandung tujuh‖) [7] hetero. -isme (Belanda) → -isme. universiteit → universitas. ―bertindak sendiri‖)[5] bi. Contoh: premature. ―setengah‖) hemo. ―di dalam‖) inter. ―bukan‖. -teit → -tas [2]. modernisme → modernisme. Contoh: epiloog → epilog. an.(―bawah‖. in.(―tidak‖.(―dari‖. -ous ditanggalkan -sion. ant. -uur → -ur. ―melintas‖) dis. ab-.(―dua kali‖.

(―lebih dari‖. ―berlawanan‖) ec-. panto (―semua‖. ―di bawah‖) poly. Contoh: bilingual → dwibahasa inter. Contoh: asymetric → tak simetri ante.→ ek-. ―sedikit banyak‖) sub-[13](―bawah‖. ―bersama-sama‖. ―agak‖.→ purba-. ―berhubungan dengan‖) contra. ak. ―hampir‖) penta.→ pra-. ―keseluruhan‖) para.→ ad-. bi-. ―mengalihkan‖) tri. eko.→ kata. ―kira-kira‖) syn. ―lewat‖.(―seolah-olah‖. ―mengeluarkan‖) exo-.→ poli.→ ekso-. eks.→ swa-.(―ke‖.(―ke/di seberang‖.(―bawah‖. inter-.→ pasca-. ―super‖) uni.→ prati-.→ dwi-.→ heksa. eco. mala-. ―mengandung enam‖) hyper.→ tak-. malnutrisi post. com-. ―melingkupi‖) pre-(―sebelum‖.(―sebelah luar‖. ―kembali‖)[12] retro.(―palsu‖) re.→ kuasi.(―ke belakang‖. pant-.pan-. ―melekat pada‖) cata.(―lagi‖. ―erat berhubungan dengan‖.(―jauh‖.(―sekeliling‖. ―di depan‖) proto. ex.→ mal-. Contoh: antibiotics → pratirasa auto.→ ko-.(―pertama‖. Contoh: autobiography → swariwayat de.(―unggul‖. ―sesuai dengan‖) co-.→ sin.(―di luar‖) extra. Contoh: malnutrition → malagizi. ―bersama-sama‖. ―pada waktu‖) Penyerapan dengan penerjemahan a.(―dengan‖.(―melebihi‖.→ hiper.(―tiga‖) ultra. Contoh: purnawirawan pre.(―separuhnya‖.(―di samping‖.(―menentang‖.(―banyak‖.→ antar-.(―bawah‖. ―super‖) hypo. ―melewati‖. ―jarak‖) trans. ―dekat‖. ―mengandung lima‖)[10] peri. con.(―enam‖. Contoh: international → antarbangsa mal. ―terletak di belakang‖) semi. ―di bawah‖. ―lewat‖. ―mula-mula‖) pseudo-. kom-. Contoh: antedate → purbatanggal anti. ―sebelumnya‖.→ hipo. ―berkelebihan‖) quasi.(―lima‖. ―berada di atas‖) supra. sur. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan bi. Contoh: prehistory → prasejarah .(―satu‖.→ ekstra. Contoh: postgraduate → pascasarjana → purna-.→ awa-. kon. ―melebihi‖) tele. ―tunggal‖) [sunting] Dengan perubahan ad-.(―di atas‖.(―di luar‖) hexa. ―di muka‖)[11] pro. ―hampir‖) super-.(―lingkungan hidup‖) ex.→ eks.(―dengan‖.(―sebelum‖. ac. ―berdekatan dengan‖.→ kontra. pseud.

nama dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. Nama dalam bahasa Inggris bisa pula dipakai sebagai nama halaman redireksi. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. prasangka. Contoh: purbatanggal (antedate) 5 sering diterjemahkan dengan awalan swa-. tan-. Contoh: anakjenis. namun tentu saja nama Inggris bisa disebut di dalam artikel. Contoh: recalculate → hitung ulang -ble → laik-. Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. mala-. Contoh: takpadan (asimetri) 4 sering diterjemahkan dengan awalan purba-. Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. ejaan resmi dalam bahasa Indonesia dipakai. Contoh: jelly-like → liragar -less → nir-. Apabila tidak ada. bak-. Singapura dan bukan Singapore (bahasa Inggris). Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain. Yerusalem dan bukan Jerusalem (bahasa Inggris). 2. hindarkan pemberian nama dalam bahasa Inggris. Contoh: Nama-nama tempat asing Antwerpen dan bukan Antwerp (bahasa Inggris). tanwarna Aturan penyerapan imbuhan 1. 3. antarbagian (interseksi) 9 sering diterjemahkan dengan awalan eka-. Contoh: non-Indonesia. Kadangkala fonem /a/ pada posisi akhir terbuka dieja sesuka hati sebagai [o] atau [a]. Wina dan bukan Wien (bahasa Jerman) apalagi Vienna (bahasa Inggris). anti-Israel. . Contoh: seedless → nirbiji. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). Moskwa dan bukan Moscow (bahasa Inggris). Contoh: swadidik (autodidak) 6 sering diterjemahkan dengan awalan dwi-. praduga 12 sering diterjemahkan dengan awalan ulang-. pascasarjana. Contoh: antarnegara (internasional). Contoh: pratayang. anakbenua Penamaan artikel Nama-nama geografis Coba berikan padanan nama-nama geografis dalam bahasa Indonesia dari tempat-tempat di luar negeri apabila ada. Catatan kaki 1 Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś 2 Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. Contoh: ulangsusun. Contoh: pancasila 11 sering diterjemahkan dengan awalan pra-.→ -ulang. Contoh: dwiwarna. 3 sering diterjemahkan dengan awalan tak-. Tetapi jika bahasa setempat tidak ditulis menggunakan huruf Latin. awa-. Contoh: ekatuhan (monoteis) 10 sering diterjemahkan dengan awalan panca-. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). Contoh: pra pemilu. Khusus mengenai nama-nama geografis di Jawa. meski ini sering tidak konsisten dan konsekuen. tolong berikan nama tersebut dalam bahasa setempat. Perancis dan bukan Prancis (berdasarkan kesepakatan). Contoh: edible → laik-santap -like → lir-. Contoh: saptamarga 8 sering diterjemahkan dengan awalan antar-. Contoh: dwibahasa (bilingual) 7 sering diterjemahkan dengan awalan sapta-. colourless → awawarna. Disambung jika menggunakan kata dasar. 4.re. ulangbuat 13 sering diterjemahkan dengan awalan anak-.

Tanjung. penamaan artikelnya memakai format ―Kabupaten AA‖ dan ―Kota AA‖. Suku. Contohnya: Pulau Simeulue dan bukan Simeulue. nama kabupaten atau kota‖ seperti Ciawi. gunakan Ejaan Van Ophuijsen (gunakan oe untuk u. Sungai. Hindarkan penggunaan nama-nama Latin atau Yunani dengan ejaan bahasa Inggris. jadi bukan ―Aceh Besar‖ dan ―Lhokseumawe‖. Nama-nama tokoh sebaiknya ditulis secara lengkap berikut nama depan dan nama belakang. Kalimantan tidak memakai awalan pulau karena lebih populer) Untuk nama-nama tempat di Indonesia yang memiliki banyak kegunaan. atau Sala dan bukan Surokarto.Nama-nama tempat di Jawa Surabaya dan bukan Suroboyo. dan j untuk y). Air terjun. Kecamatan. Kelurahan/desa. maka artikel dengan nama itu menjadi halaman disambiguasi. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Purwokerto dan bukan Purwakerta di Jawa Tengah. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. atau tanggal kelahiran tokoh tidak tersedia. Untuk nama kelurahan menggunakan pola ―nama kelurahan. Selat. ejaan dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. Untuk kabupaten dan kota di Indonesia. Nama-nama tokoh Nama-nama tokoh dalam bahasa Indonesia. Sumatra. Bogor dan Ciawi. nama kecamatan. gunakan Ejaan Republik (gunakan tj untuk c. hindarkan penggunaan ejaan bahasa Inggris. Mengikuti pola ―Pulau AA‖. Pada contoh diatas Aceh Besar diberi nama Kabupaten Aceh Besar walaupaun tidak ada Kota Aceh Besar. nama kabupaten atau kota‖ seperti Seutui. Nama-nama tokoh asing juga sesuai ejaan dalam bahasa aslinya. Apabila tidak ada coba gunakan ejaan Pinyin dan hindari ejaan Inggris berdasarkan Wade-Giles. Danau. Banda Aceh dan bukan Seutui atau Kelurahan Seutui atau Seutui. tj untuk c. Baiturrahman. Nama-nama tempat yang sering dipakai di Indonesia Kabupaten dan Kota. dan j untuk y). (terkecuali untuk Jawa. dj untuk j. Kelahiran pada dan setelah 1972. Untuk nama kecamatan menggunakan pola ―nama kecamatan. dieja sesuai ejaan asli meskipun bertentangan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Ini berlaku walaupun nama tersebut hanya memiliki satu kegunaan. Teluk. Namun apabila bahasa asli tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Purwakarta dan bukan Purwokarto di Jawa Barat. contoh: Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. Contohnya: ―Blitar‖ karena memiliki banyak arti. Contoh: Aristoteles dan bukan Aristotle. ―Sungai Mahakam‖ dan sebagainya. meski ejaan terakhir ini kadangkala secara fonetis lebih tepat. Bill Clinton dan bukan William Jefferson Clinton . Pulau. maka artikel ―Blitar‖ menjadi halaman disambiguasi yang mengandung pranala ke Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Surakarta atau Solo. Wonogiri dan bukan Wanagiri. Sulawesi. Jika ragu. kecuali tokoh tidak memiliki nama depan secara resmi atau nama merupakan nama julukan. dj untuk j. Tasikmalaya bukan Kecamatan Ciawi karena nama kecamatan yang sama bisa terdapat di kabupaten yang lain. Baiturrahman. Pedoman penggunaan ejaan untuk nama tokoh Indonesia adalah sebagai berikut: Kelahiran sebelum tahun 1947. Untuk nama-nama tokoh Tionghoa gunakan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Kelahiran antara 1947 dan sebelum 1972. Pulau.

Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau Raden Ajoe Kartini Jusuf Kalla dan bukan Drs. Penggunaan gelar Gelar-gelar kebangsawanan dan akademis jangan dipakai sebagai judul artikel meskipun harus disebut dalam artikel sendiri.S.) . H. Cokroaminoto.O. GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dan lain-lain. (E. Soekarno dan bukan Sukarno. Jeanne d‘Arc dan bukan Joan of Arc. Ptolemeus dan bukan Ptolemy. Mao Zedong dan bukan Mao Tse-tung.A.T. Contoh: Hamengkubuwono IX dan bukan Sultan Hamengkubuwono IX atau Sri Hamengkubuwono IX Kartini dan bukan R.S. (lihat gelar kebangsawanan). KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo). Jusuf Kalla Beberapa gelar lainnya yang juga harus dihindari antara lain: GPH (Gusti Pangeran Haryo). Tjokroaminoto dan bukan H.O. Kong Hu Cu dan bukan Kung Fu-tse Lenin bisa dipergunakan seiring dengan Vladimir Lenin. Soeharto dan bukan Suharto.Boris Yeltsin dan bukan Yeltsin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful