http://avina.blog.fisip.uns.ac.

id/2011/02/26/materi-mata-kuliah-bahasa-indonesia/

http://bahasakita.com/2011/05/10/kata-frasa-klausa-dan-kalimat/

Kata, frasa, klausa, dan kalimat
Keempat istilah yang menjadi judul tulisan ini sering membingungkan orang yang belum sempat mempelajari linguistik: termasuk saya. Definisi yang diperoleh pada KBBI seperti yang tercantum di bawah ini pun tidak menolong menyembuhkan kebingungan tersebut. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.  Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Jadi apa bedanya?    Dari definisi yang diberikan, terlihat bahwa urutan satuan tersebut, dari yang terkecil sampai yang terbesar, adalah (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat. Agar lebih jelas, ada baiknya kita bedah suatu contoh seperti di bawah ini.

Pejabat itu pernah mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dalam perdamaian dunia.
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah satu kalimatyang relatif berdiri sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan yang dipisahkan olehspasi. Klausa dikenali dari bagian yang memiliki subjek dan predikat serta memiliki potensi menjadi kalimat. Kalimat itu memiliki 2 klausa yang dihubungkan dengan kata bahwa, yaitu (1) pejabat itu pernah mengatakan dan (2)Indonesia dapat berperan dalam perdamaian dunia. Menguraikan frasa sedikit lebih sulit. Frasa paling sedikit harus terdiri dari dua kata dan tidak memiliki subjek-predikat. Kalimat tersebut memiliki 4 frasa: (1) pejabat itu, (2) pernah mengatakan, (3) dapat berperan aktif, (4)perdamaian dunia. Kata bahwa, Indonesia, dan dalam tidak dimasukkan dalam frasa karena memiliki fungsi sendiri dalam bentuk tunggal. Mudah-mudahan saya tidak salah dalam menjabarkannya. Maklum, tulisan ini dibuat dalam upaya untuk belajar juga.

http://studentdedhy.blogspot.com/2012/04/contoh-makalah-macam-macam-kalimat.html

Bahasa Indonesia
Pembahasan : macam macam kaliamat
Dosen Pembimbing :

Nama nama kelompok

: Dedy junianto Sitanggang Redy Anto Simbolon Timbul Simbolon Endro Situmorang Robby Josua Marbun Erwin Silitonga

Jurusan

: Akutansi

Universitas Advent Indonesia Tahun 2012

Kata Pengantar

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada kelompok kami sebagai penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang sedang anda baca ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Dan kami tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang telah meluangkan waktu baik diwaktu jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran untuk membimbing kami dalam menyelesaikan karya tulis ini, dan tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih orang tua dari anggota kelompok kami yang telah memberikan dorongan kepada kami, dan kepada teman teman kami Darwin Sinaga, Adil Ganda padang kami mengucapkan terimakasih dan yang terakhir kepada anggota kelompok kami antara lain, Dedy Sitanggang, Redy Anto Simmbolon, Endro Situmorang, Erwin Sihotanga, Timbul Simbolon dan Robby Marbun. Harapan kami dalam membuat Makalah ini semoga Tuhan Yang Maha esa memberkahi makalah ini dan dapat benar benar bermanfaat bagi kelompok kami terutama pembaca. Bandung : Universitas Advent Indonesia,2012

...........Berdasarkan Jumlah inti Membentuknya............................................................... 4 1)..... 6 7)..... 9 Daftar Pustaka....................................................................................Berdasarkan Jumlaah Kontur yang ada di dalamnya.................................. 8 Bab III......... Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis........................................Berdasarkan Nilai Informasinya......................................................................................................Berdasarkan Pola-pola Dasar yang dimilikinya........................................Berdasarkan Diathesis...................................................... 6 6)................Berdasarkan Pengucapannya..................... Kedua bentuk itu...................................................................... 5 3)............... 2 Bab .... tidak dapat mengungkapkan suatu ...............................................................................................................................................................................................................Daftar Isi Halaman Kata Pengantar........................................... tidak tahu)....................................................................................................................................... 3 Bab II................................................................... 3 Pendahuluan ............................................................................................Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya........................ 10 Bab I Pendahuluan Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas........................ 7 8)............................................................Berdasarkan Urutan Katany....... 5 5)...................................... 5 4)................................................................ 9 Kesimpulan............................... 4 2).... 1 Daftar Isi.................................................................... kata dan frasa..........................................

baik lisan maupun tertulis harus memiliki S dan P (Srifin dan Tasai. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Lamuddin. 1991: 9). Untuk dapat berkalimat dengan baik. dalam wujud lisan atau tulisan. Berdasarkan pernyataan di atas. tanda tanya.com/2008/05/09/macam-macam-kalimat/ . Kalimat dapat terdiri atas satu klausa jika kalimat itu merupakan kalimat tunggal yang berklausa.Panjang atau pendek. atau tanda seru. 1984 : 83). “ Kalimat adalah kontruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola yang tertentu. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik. Daftar Pustaka Finoza. Diksi Insan Mulia. kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat. atau pada keduanya (Wijayamartaya. kalimat hanya dan harus terdiri atas subjek dan predikat. Komposisi Bahasa Indonesia. Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek. perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi. http://yantysa. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya Bab III Kesimpulan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. dan dapat berdiri sendiri sebagai satu satuan (Kridalaksana. pada predikat.maksud dengan jelas. Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. dengan kata lain klausa sebagai bagian dari kalimat. kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa klausa merupakan salah satu unsur segmental pembentuk kalimat. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. sedangkan kalimat luas biasanya terdiri atas dua klausa atau lebih.wordpress. 2002: 58).

Kalimat Majemuk Setara 2. (kalimat tunggal 1) . Kalimat Majemuk Campuran [sunting]Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Kalimat Majemuk Rapatan 3. (kalimat majemuk) [sunting]Kalimat majemuk rapatan Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). Kalimat Majemuk Bertingkat 4. (kalimat majemuk) Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar.maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali. (kalimat tunggal 1) 2.1. predikat atau objeknya sama. lalu. lantas Contoh: 1. Contoh: 1. Juminten pergi ke pasar. (kalimat tunggal 2)   Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel. yakni: Konjungsi Jenis penggabungan dan penguatan/Penegasan bahkan pemilihan atau berlawanan di lanjutkan pada sebuah kalimat majemuk yang kedua (sedangkan) urutan waktu kemudian. Pekerjaannya hanya makan. kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam. Norif berangkat ke bengkel.

andaikata. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. manakala. biar perlawanan (konsesif) walaupun. Pekerjaannya hanya merokok. asal(kan) agar. biarpun penyebaban pengakibatan cara alat perbandingan penjelasan kenyataan Contoh: 1. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). sehingga dengan. (kalimat majemuk bertingkat cara 2) sebab. kalau. dan merokok. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat. kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam.2. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)   Ketika matahari berada di ufuk timur. tanpa dengan. (kalimat tunggal 2) 3. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. tidur. ayah mencuci motor. yakni: Jenis Konjungsi JOTANNN syarat tujuan jika. (kalimat tunggal 3)  Pekerjaannya hanya makan. . Pekerjaannya hanya tidur. Ketika matahari berada di ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat cara 1) Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. tanpa seperti. Kemarin ayah mencuci motor. (induk kalimat) 2. oleh karena maka. supaya. karena. bagaikan. kendati(pun). alih-alih bahwa padahal [sunting]Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. (kalimat majemuk rapatan) [sunting]Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda.

Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita. Contoh : Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar. Secara lisan. Jika subjek kalimat aktif berupa kata ganti maka awalan me. Rina membaca buku di kamar kemarin. ketika aku datang ke rumahnya. Ketika aku datang ke rumahnya.wikibooks. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)  Toni bermain dengan Kevin.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat Jenis-jenis Kalimat Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud. Contoh : Aku harus memngerjakan PR. JENIS-JENIS KALIMAT Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan. kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai. kemudian subjek dan predikat dirapatkan. jangan bermain-main saja. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. Awalan me. Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber. .. (kalimat tunggal 1) 2. Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. kamu harus belajar !” Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. Contoh : Surat untuk nenek ditulis oleh Nina. Toni bermain dengan Kevin. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. induk kalimat) 3. 3. 4. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. “Anis. (kalimat tunggal 2. kalimat diiringi dengan nada bicara. Contoh : Bapak memancing ikan. Contoh : Nina menulis surat untuk nenek. Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat. jeda dan intonasi. (pasif) Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. 3.diganti dengan di-. Secara tertulis. Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. (kalimat majemuk campuran) http://id. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan. 2. Macam-macam kalimat berita : 1. 2. (aktif) PR harus kukerjakan. Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi.pada predikat dihapus. Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-.. dan Rina membaca buku di kamar. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “.” ) Contoh : Ibu berkata.. Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. (pasif) 4.Contoh: 1.

3. "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi. Macam-macam kalimat perintah : 1. kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. http://id. kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. 2. Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). silahkan. Kalimat perintah biasa. 2. Contoh : Gantilah bajumu ! 2. Kalimat larangan. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal : 1. Kalimat ajakan. ensiklopedia bebas Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶). Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2.Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Contoh Jangan membuang sampah sembarangan ! 3.org/wiki/Paragraf Paragraf Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Contoh : Apakah kamu sakit ? Siapa yang membeli buku ini ? Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki syarat : 1. tolong. . Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. Terkadang baris pertama dimasukkan. maupun keterangan waktu. Dalam bentuk lisan. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). ditandai dengan kata mohon. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.wikipedia. keterangan cara. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Contoh : Adik bernyanyi. 4. ditandai dengan penggunaan kata jangan. Ciri-ciri : 1. Contoh : Saya siswa kelas VI. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan. ditandai dengan partikel lah. Secara lisan. Adik bernyanyi dengan sangat merdu. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya. Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka. Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat.

dengan baris kosong antara paragraf. gagasan.1 Berdasarkan jenisnya 5. atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme. dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). khususnya ketika terjadi pada page break. tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalamanhalaman.2 Berdasarkan letak kalimat utamanya 6 Paragraf dalam HTML 7 Lihat pula 8 Rujukan 9 Pranala luar [sunting]Memasukkan Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi). Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. [sunting]Paragraf gantung Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan.Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran. Spasi tambahan ini. tiga asterisk. Dalam fiksi prosa. Daftar isi [sembunyikan]      1 Memasukkan 2 Paragraf gantung 3 Detil 4 Kerangka paragraf 5 Macam-macam paragraf o o     5. paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti. atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. contohnya. . Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. dapat mendatangkan sebuahasterisk. sebuah dingbat istimewa. Ketika dialog dikutip dalam fiksi.

that it is difficult to suppose them not merely the product of imagination. Samuel Johnson. Contoh: Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya. bahwa Joseph Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. As a describer of life and manners.[rujukan?] [sunting]Kerangka    paragraf Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf.Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan." nor raises merriment or wonder by the violation of truth. mendengar. [sunting]Macam-macam paragraf Paragraf dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya [sunting]Berdasarkan  jenisnya Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. as Steele observes. His figures neither divert by distortion nor amaze by aggravation. .[sunting]Detil Dalam sastra. he must be allowed to stand perhaps the first of the first rank. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau menjelaskan ide pokok. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets karya Dr. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang. dan ada waktu kejadian. atau tempat. His humour. Ia semakin terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu. Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama. Contoh: Perempuan itu tinggi semampai. ada palaku. Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Anak itu pun memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri. He never "o'ersteps the modesty of nature. atau merasa objek yang digambarkan itu. bagaikan seekor singa yang siap menerkam.  Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat. is so happily diffused as to give the grace of novelty to domestic scenes and daily occurrences. yet his exhibitions have an air so much original. Raut muka lelaki itu semakin menyeramkan. Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. Kalimat berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara yang spesifik. which. benda. is peculiar to himself. He copies life with so much fidelity that he can be hardly said to invent. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. Ciri-cirinya: ada kejadian. kalimat pertama adalah ide pokok. Sedikit susah payah dia membuka pintu itu. sebuah "detail" adalah sebagian kecil informasi di dalam paragraf.

analogi. atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. ♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui perspektif agama. Ciri-cirinya: ada informasi. Mereka bisa maju karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter. bahkan terkait dengan "meta penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan. budaya. Di dalamnya. domain tersebut menyangkut hal yang sangat rumit. Para peserta sudah menyepakati hal itu. dibahas persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan atas laporan. atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya. Contoh: Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur. dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu. sosial. Contoh: . dan sebagainya. Contoh: Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. aduan. rinci. kiat.  Persuasi adalah paragraf yang mengajak. membujuk. Singapura. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis. hingga ekonomi. Membentuk karakter manusia memang membutuhkan pengorbanan. Akan tetapi. Contoh: Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah mendarah daging di pesantren. membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan. Contoh: Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. yaitu generalisasi. Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. Sebab.  Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. Selama ini. dan kausalitas. atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama. Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori.  Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya. dan Malaysia. dan terukur. teknik. Padahal. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan. sebagaimana yang dilakukan negaranegara maju seperti Jepang. [sunting]Berdasarkan  letak kalimat utamanya Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.

Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. mendapat nilai delapan. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. mencakup Ali. dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya. akibatsebab. Toto. Alex.   Sebab-Akibat Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab. Manusia yang menciptakan mesin. Alex. bumi. dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus. dan sebab-akibat 1 akibat 2. Misalnya. kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. 4. jika hujan-hujanan. Yang menjadi penjelasannya di atas adalah: 1. Toto. Matahari. seperti halnya mesin. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan. Dalam paragraf di atas. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Mesin rumit itu ada penciptanya. Pasti demikian pula dengan Tuhan. Mesin saja ada penciptanya. beredar dengan teratur. sangat sayang akan ciptaannya. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. Ada tiga pola hubungan kausalitas. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. dan Burhan. Alex. Burhan.Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa. 2. tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Contoh: . ternyata Ali. seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Contoh: Alam semesta berjalan dengan sangat teratur. 3. Toto. Polanya adalah A mengakibatkan B. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu. bulan. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis. yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. Pemerolehan nilai Ali. ♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan faktafakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Maman. dan anak-anak lainnya. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Burhan. kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang. Oleh karena itu. yaitu sebab-akibat. ♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. yaitu manusia. kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. Maman. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam.

  Akibat-Sebab Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. dan lain-lain dinaikkan harganya. baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. solar. Produksi nasional pun meningkat. tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. . kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat. Contoh: Kemarin Badu tidak masuk kantor. harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi. Jika biaya angkutan naik. dan industri.   Sebab-Akibat-1 Akibat-2 Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Hari ini pun tidak. Karena itu. harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan. Oleh karena itu. pasti Badu itu sedang sakit. Contoh: Mulai tanggal 17 Januari 2002.Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. Dengan demikian. sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. premium. Pertanian. Contoh: Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. perdagangan. Karena harga bahan bakar naik. Oleh karena itu. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat. Minyak tanah. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi.  Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab.

. dan tag penutup </p> menandakan akhir paragraf. Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk.  (Inggris) Paragraf dalam HTML 3 dari situs web World Wide Web Consortium (W3C). [sunting]Paragraf dalam HTML Di XHTML. Project Gutenberg. Dari sampah. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar. 2000. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. ISBN 978-0-7645-6184-9 (13). Contoh: Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman.  Rozakis. etc. ISBN 0-7645-6184-7 (10). [sunting]Pranala luar Lihat paragraph di Wiktionary. 2000. Lives of the Poets: Addison. atau elemen blok berikutnya. Lawrenceville.. kamus gratis. Johnson. Savage. Laurie E. NJ: Peterson's. 4th ed. Tag akhir bersifat opsional untukHTML. sebagaimana penjelajah secara otomatis memulai paragraf lain di tag <p> berikutnya.tag pembuka <p> menandakan awal paragraf. November 2003. lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. [sunting]Lihat   pula Blok pernyataan Pilcrow [sunting]Rujukan   The American Heritage Dictionary of the English Language. Samuel. Master the AP English Language and Composition Test. EBook. New York: Houghton Mifflin. #4673. elemen p menandakan blok teks sebagai paragraf. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Harganya murah-murah.

Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. -mu. 2.yang berarti "mulai". Contoh: per 1 . Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1. Partikel -lah. ibu kota. 3. Partikel 1. bagaimanapun. jamak (anak-anak.http://mnovrianto. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. Contoh: bacalah. Contoh: alat pandang-dengar. Contoh: non-Indonesia. termasuk istilah khusus. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian.html macam-macam morfem Pedoman ejaan dan penulisan kata Halaman ini memuat panduan ringkas mengenai ejaan dan penulisan kata yang dianjurkan di Wikipedia bahasa Indonesia. dikelola 2. satu kali pun. Secara umum. 6. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Gabungan kata. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Contoh: menggarisbawahi. sisipan. pedoman ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua dengan beberapa tambahan sesuai dengan konsensus yang telah pernah didiskusikan di antara para kontributor Wikipedia. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. Gabungan kata. dan "tiap" ditulis terpisah. kemari. 4. sayur mayur). Contoh: adipati. garis bawahi 3. daripada. dan -tah ditulis serangkai. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar. ditulis terpisah. 2. 7. 8. ke. -nya) ditulis serangkai. Contoh: bertepuk tangan. dll. anak-istri saya. Contoh: duta besar. 5. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. orang tua. 3. Kata depan atau preposisi (di [1]. dari Surabaya.com/2009/12/macam-macam-morfem. 5. Partikel -pun ditulis terpisah. -ku. mancanegara. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. apatah. keluar. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang. kupu-kupu). Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. -kah. 4. sepak bola. bukumu. dll. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. dilipatgandakan. Partikel per. Imbuhan (awalan. 1. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Kata ganti (kau-. kauambil. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Gabungan kata atau kata majemuk 1. 2. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. miliknya. gabungan kata ditulis serangkai. ke tengah. siapakah. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. "demi". awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. 3. Contoh: apa pun. Contoh: kumiliki. buku-buku). unsur gabungan ditulis serangkai. ku-. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. termasuk istilah khusus. dari) ditulis terpisah. Contoh: di dalam.blogspot. diselipkan tanda hubung. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba.

j. 3. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran. Contoh: me. 1.+ pukul → memukul*.+ datang → mendatang. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. 2. se-nya 10. Awalan: me-. -wati. me. Singkatan dan akronim. atau v. g.+ klarifikasi → mengklarifikasi. ber-an dan ber-i 2.+ bom → mengebom. me. pe-.+ sapu → menyapu.+ fasilitas + i → memfasilitasi.→ meny-. 1. ke-. Kata turunan Secara umum. jika huruf pertama kata dasar adalah c.→ menge-. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim.→ mem-. tetap. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing). p*.+ luluh → meluluh. 5. atau w. Contoh: me. per helai. Imbuhan sederhana.memiliki aturan sebagai berikut: 1. diper-kan dan diper-i 4. 10. Awalan mePembentukan dengan awalan me. me. m. -el-. jika huruf pertama kata dasar adalah l. memper-kan dan memper-i 7. Contoh: me. -lah. me.+ tik → mengetik. ber-. Akhiran: -man. me. Imbuhan spesifik. me-kan dan me-i 6. Contoh: me. me.-em-.→ men-. Angka dan bilangan. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran. me. dan se2.→ meng-. Contoh: me. me. ke-an dan ke-i 5. 2. 9. atau t*.+ gotong → menggotong. Contoh: me+ kikis → mengikis*. h. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara .+ klik → mengeklik.+ kira → mengira. ter-kan dan ter-i 3.+ baca → membaca. me. me. jika huruf pertama kata dasar adalah b. -an. pe-an dan pe-i 8. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. ter-. me. r. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka. 6. dan -er-. me. 3. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal.+ tiup → meniup*. Akhiran: -kan. k*. jika kata dasar hanya satu suku kata. me. d. 1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. n. dan -nya 2. -i. dan -ita.+ vonis → memvonis. 4. me. per-an dan per-i 9. di-kan dan di-i 3.+ hias → menghias. Imbuhan gabungan. q. Contoh: me. Sisipan: -in-. di-.+ makan → memakan. f. Contoh: me. me. jika huruf pertama adalah s*. -wan.+ sapu → menyapu*. Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1.April. me. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut. 2. per-.+ tipu → menipu.

.. "which".+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan.. kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan . kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan . apalagi "dimana". dengan mana". Gunakan kata wafat. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran.. Pada dasarnya. • mayat: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. .. Tionghoa (bahasa dan orang). atau "where") atau variasinya ("dalam mana". ber. atau tewas (tergantung konteks). "whom". apalagi bunyi ujaran China .. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. • Usul perbaikan: . gugur. meninggal. ber. Penggunaan "di mana" sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat.[sic] . bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas.+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara).+ konversi → mengkonversi. yaitu: 1.. Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik: {{stub}} atau {{rintisan}} di bagian akhir artikel.Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who". silakan mengunjungi situs ini." pada artikel yang belum lengkap. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). Mayat dan mati • mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Penggunaan "di mana" sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: . termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Gunakan kata jasad atau jenazah. Contoh: me. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK "DI MANA". Dengan demikian. . Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.sempurna. Pranala ke situs luar Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti "Untuk informasi lebih lanjut.. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. dan sebagainya).

darmasiswa 16.." Usulan perbaikan 1: "Sebelumnya disebutkan. .849.208. daripada 14. bismillah 10. . padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata "sementara itu". kasatmata .208. sama seperti "dan".208." Usulan perbaikan 2: "Sebelumnya disebutkan." Gabungan kata yang ditulis serangkai 1. dalam pilgub Banten kali ini ada 6.. kacamata 20. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). adakalanya 3. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). "Sedangkan" adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama.849. jumlah total TPS se-Banten ada 12. serta "sementara". Di sini tampak bahwa "apabila" menggantikan posisi "di mana" (ditulis di kalimat asli sebagai "dimana"). belasungkawa 12. akhirulkalam 4. Sementara itu. 6. bilamana 9. astagfirullah 6. acapkali 2. "Sedangkan" digunakan untuk mengawali kalimat.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).849. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. dalam pilgub Banten kali ini. bumiputra 13. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. hulubalang 19.. bagaimana 7. barangkali 8. • Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja .. Contoh: Dari harian Jawa Pos: "Sebelumnya disebutkan. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. darmabakti 15. dukacita 17. Kata penghubung "sedangkan" Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata "sedangkan". alhamdulillah 5. "atau".• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice . halalbihalal 18. beasiswa 11.

sukarela 44. bus. al-Qur'an. mangkubumi 27. sukaria 45. sediakala 39. al Qur'an. silaturahmi 42. segitiga 40. Ekstrakurikuler. kilometer 24. bis 10. diagnosa 12. aktif. sebagaimana 38. padahal 30. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. Al-Qur'an. sastramarga 35. saripati 37. ekstrim 14.21. esok 11. bukan atlitik) 9. diagnosis. ekstrakulikuler 13. keratabasa 23. analisa 5. Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4. asas. peribahasa 32. kepada 22. 1. besok. embus. atlit (ingat: atletik. manasuka 26. saputangan 36. anda 6. paramasastra 31. Pebruari . azas 8. atlet. sukacita 43. syahbandar 46. aktifitas 3. sekalipun 41. aktivitas. alquran. analisis. olahraga 29. aktip 2. radioaktif 34. puspawarna 33. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. matahari 28. apotek. ekstrem. titimangsa 47. manakala 25. wasalam Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. bukan apotiker) 7. hembus 15. apotik (ingat: apoteker. Anda. Februari.

jenderal. indragiri. isteri 27. konkrit. ma'af 46. negatif. November.16. obyek 57. kuna [3] 44. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 53. foto. olahraga. kosa kata. jadual 29. nakhoda. kendaraan. komoditas [2] 37. komoditi. kualitas. ibukota 22. jendral 30. orang tua. kacamata. geladi 19. loka karya 45. persen. Katholik 35. himbau 24. nahkoda. imbau. hierarki. prosen . komplit 38. kwantitas [2] 42. frekuensi. menghipnosis (verba). kangker 33. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 47. metode. istri. paham. karier. kenderaan 36. hirarki 20. mungkir. komplet. nakoda 51. pungkir (Ingat!) 50. konkret. kuitansi. nasihat. kanker. metoda 49. kwalitas. karir 34. objek. ijasah 23. kuno. objektif. ijin 28. lokakarya. nafas 52. hipnotis (adjektiva) 21. faham 61. hipnosis (nomina). obyektif/p 58. kaca mata 32. nasehat 54. Katolik. ibu kota. mazhab. kuantitas. makhluk. jadwal. inderagiri 26. Jumat. frekwensi 17. orangtua 60. kwitansi 43. kwalitet [2] 41. gladi. olah raga 59. ijazah. indera. napas. narasumber. mahzab 48. indra 25. izin. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 55. Jum'at 31. Nopember 56. kosakata 40. photo 18. mahluk. kongkrit 39. maaf.

standard 92. standarisasi [5] 93. tandatangan 94. standardisasi. tel(f/p)on. realitas. sistim 87. terampil. tahta. saraf. pengrumahan. hutang (Ingat: piutang. salah) 77. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya. jaman Catatan kaki 1. syurga 88. Sumatera 91. praktek (Ingat: praktikum. syaraf 78. silakan. subyektif/p 90. fikir 67. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) 79. putra. utang. segitiga. putera 71. propinsi 70. subyek 89. sangsi (=ragu-ragu). baik untuk arti housing maupun PHK 66. sepakbola 84. rubah (=serigala) -. teknik. putri. Perancis [4] 68. pikir. takhta 95. tanda tangan. Prancis. pelihatan. selebritas. permukiman. Jogjakarta 103. pengecualian 64. ubah (=mengganti). standar. pemukiman 65. sekretaris. puteri 72. sekertaris 80. wali kota 102. surga. sekuritas [2] 81. samudra. sarat (=penuh). saksama. pelepasan. telefon. zaman. bukan pihutang) 101. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. . segi tiga 82. teoritis (diserap dari: theoretical) 98. samudera 76. sekuriti. risiko. walikota. silahkan (Ingat!) 85. realita 73. Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan. sintesis. telepon. selebriti 83. Yogyakarta. tilpon 97. tehnik 96. trampil 99. perumahan. praktik. subjektif. subjek. sepak bola. seksama (Ingat!) 75. sistem. penglihatan. provinsi. bukan praktekum) 69. teoretis. penglepasan 63. sintesa 86. resiko 74. Sumatra.62. sorga.sepertinya kedua-duanya berlaku 100.

3. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. ^ Lihat bagian diskusi halaman ini 4. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas).2. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian.com at 17:44 . 5. ^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi. Posted by no_free@westlife. Morfem Morfem. seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi. ^ Walaupun "Prancis" lebih dianjurkan. Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan "Perancis" sesuai konsensus.

Di tempat kakek. sayur-mayur b. Macam-Macam Kata Ulang Kata ulang dibagi menjadi 4 macam. Kata ulang yang menyatakan `paling`. yakni perulangan kata yang dialami oleh sebagian dari kata dasar. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar namun mengalami perubahan fonem pada salah satu kata dasarnya. Dwilingga Salin Suara). Contoh: . gerak-gerik Perubahan fonem konsonan a. di antaranya sebagai berikut. Kata Ulang Utuh (K. Dwipurwa).Jambu merah Pak Alex besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. dll. pepohonan b. mondar-mandir b. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Macam-macam makna atau nosi kata ulang.U. Dwilingga). pura-pura d. Kata ulang yang menyatakan `sangat`. Maka kata-kata berikut dinamakan Kata Ulang Semu. Contoh: Perubahan fonem vokal a. Contoh: . 3. Contoh: a. Kata ulang yang menyatakan `banyak tidak menentu`. Contoh: a.edublogs. Kata Ulang Berimbuhan.http://basindo. Kata Ulang Sebagian (K.U. tiba-tiba b. . Contoh: a. yakni: 1. 2. mobil-mobilan 4. terdapat pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. 1. rumah-rumah 2. lauk-pauk Catatan: kata-kata berikut tidak termasuk kata ulang dalam bahasa Indonesia karena tidak sesuai dengan pengertian kata ulang itu sendiri.U.org/ KATA ULANG Kata Ulang Kata yang mengalami perulangan kata sebagian atau seluruhnya dan mengakibatkan makna yang berbada-beda.Anak kelas IX orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar. tetangga 3. kejar-kejaran b. . Kata Ulang Salin Suara (K. anak-anak b.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. lumba-lumba. kura-kura c. yakni perulangan kata yang melibatkan morfem terikat (afiks) a. Contoh: .

7. Kata ulang yang menyatakan `beberapa`. 8. . . Ada apa ya? 12. pasti dia akan turun juga.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan. .Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. 9. 6.Biarkan dia main hujan! Lama-lama dia akan bosan juga. Kata ulang yang menyatakan `bertambah` atau `makin`.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya.Lina selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Hany dapat termaafkan.Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. Contoh: .Marcel membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Mulyanto tadi pagi.Setinggi-tingginya Agus naik pohon.Karena berjalan sangat jauh kaki Putra sakit-sakit semua.Jangan beli makanan banyak-banyak.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. nanti jatuh! 11. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `bersenang-senang` atau `santai` Contoh: . Contoh: . Contoh: . Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `sifat` atau `agak`. Contoh: . 5. .Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. . Contoh: ..Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. 10. 13. Kata ulang yang menyatakan `agak` (melemahkan arti). Kata ulang yang menyatakan `mirip` / `menyerupai` / `tiruan`.Jangan tergesa-gesa begitu dong. Kata ulang yang menyatakan `terus-menerus` Contoh: . .Mas Agung berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. Kata ulang yang menyatakan `himpunan pada kata bilangan`. .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa. Kata ulang yang menyatakan `berusaha` atau `penyebab`. nanti uang sakumu habis! 14. Kata ulang yang menyatakan `saling` atau `berbalasan`(resiprok).Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit.Ricky main rumah-rumahan bersama Rexy seharian di halaman rumah. . Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `waktu` atau `masa`.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! . 4. . Nak.Zambada dan Edowa mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. Contoh: .Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong.

2. urutan mana > pilihan bagaimana > cara jangan > untuk tidak -lah > untuk / supaya / agar (berupa kalimat berita) > bahwa MEI01 Karangan Uncategorized Tagged karangan1 Comment » KARANGAN . Pada kalimat langsung. KALIMAT KALIMAT LANGSUNG adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain. Bentuk dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita. ia -ku > -nya kita > mereka PENGGUNAAN KATA TUGAS PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung siapa > tentang nama / pelaku apa (-kah) > tentang sesuatu / benda Kapan. kalimat tanya. baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Bentuk dari kalimat tidak langsung hanya berupa kalimat berita. aku aku. 5. seperti bahwa. PERBEDAAN KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG 1. sedangkan pada kalimat tak langsung kata ganti pada kalimat yang dikutip mengalami perubahan. KALIMAT TAK LANGSUNG adalah kalimat yang melaporkan/memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain. sebab. saya > dia. bilamana > waktu di mana. tidak berkata tugas. 4. sedangkan pada kalimat tak langsung intonasi mendatar dan menurun. Kalimat langsung bertanda kutip (―…‖) sedangkan kalimat tak langsung tidak bertanda kutip. untuk. 3. aku engkau > saya. ke mana > tempat mengapa > sebab Berapa. supaya. Kalimat langsung berbentuk kalimat berita. dll. Pada kalimat langsung. sedangkan pada kalimat tak langsung berkata tugas. kalimat tanya.Dari tadi padi Filo kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. Susunan kalimat langsung tetap. ataupun kalimat seru. ke berapa > jumlah. kalimat perintah. dan kalimat seru sedangkan pada kalimat tak langsung hanya berupa kalimat berita.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari.. . kalimat perintah. kata ganti pada kalimat yang dikutip tidak mengalami perubahan. PENGGUNAAN KATA GANTI (PRONOMINA) PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung kamu > saya.

yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan.H. diantaranya ialah tidak membuang sampah sembarangan. Namun demikian. Pembangunan kantor di Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu.‖ (5) Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau menggambarkan suatu . Contoh: ―Amin memang murid yang baik. marilah kita mencoba untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan. kejadian. mengembangkan. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng. terdapat berbagai jenis tanaman hias yang kami tanam sendiri. sikap. Bahwa prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari temantemannya dapat dilihat dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah. Inilah masalah yang sulit dipecahkan. atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih awal dari temantemannya. kini mulai dibangun di Palu. seta bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996. Seandainya saja setiap anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah kualitas kesehatan dapat ditingkatkan. Dan. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat. atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu. setelah tertunda dua tahun. yakni: (1) Deskripsi disebut juga lukisan. direncanakan rampung 2 – 3 tahun mendatang. Karangan dibagi menjadi beberapa macam. perasaan. (3) Persuasi ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan. tersedia pula lapangan olahraga yang sangat luas sehingga dapat membantu kami untuk meningkatkan keterampilan berolahraga dan mengekspresikan diri. untuk tahap pertama. Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca. atau menerangkan suatu gagasan. (2) Eksposisi ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat. suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan. Contoh: Lingkungan sekolah kami sangatlah nyaman. Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. dan sikap yang diajukan. pendapat. Amur Muchasim. Ada pula kantin yang bersih dan luas agar suasana istirahat kami dapat kami gunakan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kejenuhan. Tak ayal lagi ia akan menjadi mahasiswa yang baik. Di sekitar halaman sekolah. pendapat. Dalam Argumentasi ini.. berbagai fasilitas sekolah tersedia demi kemajuan proses belajar kami. atau keyakinan. mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional. Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan. dengan biaya sekitar Rp 10 milyar. Contoh: Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif. Oleh karena itu. Dengan luas 1 ha. S.Karangan adalah hasil tulisan yang mengungkapkan ide. (4) Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan. masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak diselesaikannya. Contoh: Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya.

karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom atom. Yang pertama disebut fiksi. sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat.‖ Perbandingan karangan eksposisi dengan argumentasi a. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk memproklamirkan kemerdekaannya. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif.pengalaman . 4) Sama-sama menggali sumber ide melalui: . Perang Dunia II pecah. pengertian persoalan. kisah perjalanan. paper atau makalah. Perbedaan: 1) Tujuan paparan hanya menjelaskan dan menerangkan. bahasa nonfiksi cenderung objektif dan denotatif. atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu. dan hikayat. skripsi. laporan. dan yang isi serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. cerpen. pada tangga 17 Agustus 1945. peta. yang semuanya termasuk karangan ilmiah Yang dimaksud karangan ilmiah ialah karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan.sikap dan keyakinan . dan dongeng.kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis. statistik. Sebaliknya karangan nonfiksi menyajikan peristiwa secara apa adanya atau secara objektif. Sedang contoh karangan nonfiktif dapat kita kemukakan misalnya. kini Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia. Sedangkan pendahuluan atau pembuka pada argumentasi berisi latar belakang dan sejarah persoalan. fabel. 2) Sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka. Ini tidak lama memang. dan lain-lain pada paparan untuk menjelaskan.daya khayal tidak digunakan b. Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hata. sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. cerpen. statistik.pengamatan dan penelitian . sistematika yang digunakan. 4) Penutup pada akhir paparan biasanya manegaskan lagi apa yang telah diuraikan sebelumnya. novel. dan Belanda di Indonesia kemudian ditaklukkan oleh Jepang. 2) Grafik. 3) Pendahuluan pada paparan memperkenalkan topik dan tujuan yang akan dipaparkan. desertasi. Termasuk karangan fiktif ialah roman. Fiksi umumnya hanya mengetengahkan hasil rekaan atau imajinasi atau khayal pengarang. hikayat. statistik dan lain-lain pada argumentasi untuk membuktikan. atau gabungan dari keduanya. Sedangkan grafik. 3) Sama-sama memerlukan analisis dan sintesis pada waktu mengupas sesuatu. legenda. tambo. novel. . dan lain-lain. keyakinan. sedang yang kedua dinamakan nonfiksi. Contoh: ―Beratus-ratus tahun Indonesia telah dijajah Belanda. penelitian. Sedangkan argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca. dan sikap penulis benar. Sedangkan pada akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya. mite. Imajinasi tersebut sering pula didasarkan pada peristiwa seharihari sehingga ada kemungkinan dapat terjadi. Persamaan: 1) Sama-sama menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis. Bahasa fiksi biasanya bersifat konotatif dan subjektif. sera tujuan argumentasi. Biasanya karangan dibedakan atas karangan fiktif dan karangan faktual. grafik. jadi tercakup di dalamnya ialah roman. gambar. tesis. Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual. resensi.

jika dibandingkan dengan skripsi. dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian. untuk dibacakan dalam rapat kerja. digarap. dan sebagainya. (3) Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran. Syarat-syarat Karangan Ilmiah: (1) mengandung masalah serta pemecahannya (2) masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca (3) lengkap dan tuntas. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya. (5) Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. (6) Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor. yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. (8) Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim‘.) MEI01 . Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu. pengulasan. artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya (4) disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat. artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya. sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak. (9) Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya. (E. (7) Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan. maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mempunyai alasan yang dapat diterima akal (2) sistematis. (2) Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan.Ciri-ciri Karangan Ilmiah: (1) logis. seminar. penyelidikan. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif. artinya keterangan yang dikemukakan didasarkan pada apa yang benarbenar ada atau sesuai dengan fakta (4) teruji. dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. dan . atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan. observasi. atau diamati. yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan (3) objektif atau faktual. diteliti. (5) bahasanya bersifat lugas atau denotatif. simposium. Yang tergolong karangan ilmiah antara lain: (1) Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan. karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. usulan. atau penilaian sebuah buku. tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya. (4) Skripsi.T.

c. diper-. Contoh kata: bergerigi (morfem bebasnya `gigi`). c. tetamu. -logi. -kan. dan -em-. anak-anak. dll. ubur-ubur. semacam. dll. dll. Proses Pengulangan Kata (Reduplikasi)  Kata dasar yang mengalami perulangan sehingga membentuk makna yang berbeda-beda.Kata ulang berimbuhan Contoh kata: bermain-main. dan lain-lain. sirami. rumah-rumahan. tiba-tiba. dll. yaitu: a. pra-. Kata majemuk juga bisa disebut sebagai frasa. -iah.Awalan (prefiks) Macam-macam prefiks: ber-. alamiah. dll. dll. bentuk perulangannya mendapat imbuhan (afiks).Akhiran (sufiks) Macam-macam sufiks: -an. yaitu: a. karyawati. manca-. yakni: 1. seniman. cumi-cumi. -wan. b. afiks yang melekat di antara morfem bebas. sesuatu. afiks yang melekat di belakang morfem bebas. mondar-mandir. -wati. bergelembung (morfem bebasnya `gembung`). -er-. per. bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tetapi terdapat fonem (huruf) yang berubah. Afiksasi dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis. ramah-tamah. dll. murid-murid. se-. tembak-menembak. Contoh kata: mainan. leluhur. Catatan: kata kura-kura. antar-. -if. pertanianContoh: per + tani + an Afiks `per-` dan `-an` adalah contoh morfem terikat.Kata majemuk setara . d. atau kata lainnya yang menggunakan tanda hubung (-) dan memiliki makna oleh kata itu sendiri dinamakan kata ulang semu.Kata ulang utuh (dwilingga) Contoh kata: rumah-rumah. perlindungan. tetangga. adi-. -is. egois. Dan jenis ini tidak masuk ke dalam jenis kata ulang karena definisi kata ulang semu tidak sama dengan kata ulang (reduplikasi) sesuai dengan KBBI. pe(N)-. Gramatikalisasi dibagi menjadi 3 macam. memiliki kedudukan kelas kata yang sama. lumba-lumba. 3. Reduplikasi dibagi menjadi 4 jenis. ambilkan. afiks yang melekat di depan morfem bebas. pengarang. jenis kata ulang yang terjadi pada seluruh kata dasar. di-. membaca. me(N)-. Contoh kata: bermain.Kata Jadian Uncategorized Tagged jadianNo Comments » KATA JADIAN Kata Jadian adalah kata yang telah mengalami gramatikalisasi. b. bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata dasar.Kata ulang sebagian (dwipurwa) Contoh kata: lelaki. Permajemukan (Kata Majemuk)  Gabungan dua kata atau lebih yang berstatus sebagai kata yang berdiri sendiri sesuai dengan kata yang digabungkan.Sisipan (infiks) Macam-macam infiks: -el-. dipukul. -sasi. Proses Imbuhan (Afiksasi)  Kata dasar (morfem bebas) yang dilekatkan dengan afiks (morfem terikat) sehingga membentuk makna kata yang baru. bersalam-salaman. -i. -man. memper-. sedangkan kata `tani` adalah contoh morfem bebas. Kata majemuk dibagi menjadi 3 jenis. lauk-pauk. yaitu: a. dan lain-lain. 2.Kata ulang utuh berubah bunyi (dwilingga salin suara) Contoh kata: gerak-gerik.

keras kepala >> bukan kepalanya keras seperti batu melainkan egois. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan (resiprok).Jambu merah Pak Daden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. KB KB KK KK KB KB b.Contoh kata: kursi tamu. dll. . .Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. 4. 8. .Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. dll. Contoh: . dan lain-lain. Contoh: . Contoh: .Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain. Kata ulang yang menyatakan paling. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia. . Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin …. . Contoh: .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.Kata Idiomatis atau ungkapan Contoh kata: panjang tangan >> bukan tangannya panjang melainkan suka mencuri. .Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi. Kata ulang yang menyatakan sangat.Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. pasti dia akan turun juga. hancur lebur. 2. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. Contoh: . delapan ekor. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu.Kata majemuk bertingkat (tak setara) Contoh kata: gadis belia. Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia.Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah. Contoh: . majalah wanita. 7. memiliki makna yang baru.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. memiliki kedudukan kelas kata yang berbeda. KB KS KB KK KB KS K Bil. KB c.Anak Kelas VIII orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif.Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga. meja makan. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab.Setinggi-tingginya Joni naik pohon. besar mulut >> bukan mulutnya besar melainkan suka membual (pembohong).Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. . Kata ulang yang menyatakan terus-menerus. . Contoh: .Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. Contoh: . 5. 3.Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. siswa teladan. 9. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan. yaitu antara lain: 1. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa. 6.

.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. Contoh: . sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan. Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia.Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. Contoh: . .Dari tadi Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks). 10. konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan). . Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan).Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua. Contoh: .Contoh: . tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini. Nak. . Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai. Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar.Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan. Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan. . Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! .Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh. Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti). reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks. .Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. Istilah afiks termasuk prefiks. Kata ulang yang menyatakan beberapa. sufiks dan konfiks.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. Ada apa ya? 12. 13. afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru. 11.Mas Tono berminggu-minggu tidak apel ke rumahku.Jangan beli makanan banyak-banyak. Contoh: . Contoh: . satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi. Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak. nanti perutmu meletus! 14. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya.

melakukan atau menjadi sesuatu. peng-. hasil perbuatan. di-: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks ―me-. Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat – siapa yang melakukan aksi itu. peny-. bukan tindakan atau obyek tindakan itu. ber – an. Edisi Kedua – 1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.‖ Prefiks ―me-‖ menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks ―di-‖ menunjukkan tindakan pasif.kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan. Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. Juga dapat menunjukkan keadaan atau kondisi atribut tertentu. perulangan. arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan. pe-: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. -kah. pem – an. peng – an. Fungsi utama prefiks ―ber-‖ adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya. meng-. Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks. adjektiva. meny-. ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks. -pun. mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku. per – an. kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). pe – an. Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar. ke-. atau permajemukan. maka kata . di-. Banyak verba dengan afiks ―ber-‖ mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. -i. tersufiks: -an. Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. se – nya Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-. meng-. per-. dan bukan pelaku. -kan. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan. me-. se-. keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda. pe-. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks. verba. menghasilkan. Jika seseorang mengerti makna kata dasar. -lah. menge-. mem-. di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. -nya konfiks: ke – an. Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina. peny – an. meny. Aplikasi Afiks ber-: menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. me-. pem-.

Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti ―satu‖ dalam situasi tertentu. alat. pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat.yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. -i: menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. paling tinggi. untuk menyatakan keseragaman. -kah: menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. ke-an: Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut . paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. -lah: sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum . paling baru. untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an: menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan. proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. ter-: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. kesamaan atau kemiripan 4. Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat. instrumen. untuk menyatakan seluruh atau segenap 3. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. untuk menyatakan satu benda. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural). Sufiks ini jarang digunakan. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. -kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. pesawat. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif. dan sebagainya. satuan atau kesatuan (seperti ―a‖ atau ―the‖ dalam Bahasa Inggris) 2. Konfiks ini adalah untuk: 1. Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. (misalnya: paling besar. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan.

Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini.) MEI01 Majas (Gaya Bahasa) Uncategorized3 Comments » Majas (Gaya Bahasa)  Yang dimaksud dengan majas ialah cara pengungkapan perasaan atau pikiran dengan bahasa sedemikian rupa. (E.yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2. ―bukunya‖ = buku dia atau buku mereka. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. Gaya Bahasa Penegasan 1. satuan ―-nya‖ pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. -ku. Macam-Macam Gaya Bahasa A. se – nya: Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal den seintensif mungkin. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks ―ke-an‖. Misalnya.Alusio Contoh: . contoh: biasanya = usually. Misalnya. pem-an: penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. adalah gaya bahasa yang menggunakan peribahasa yang maksudnya sudah dipahami umum. per-an: menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. Penggunaan ―-ku‖ dan ―-mu‖ bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. peny-an. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini.T. Penggunaan ―-nya‖ baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. ―bukumu‖ = buku Anda. membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan pe-an. ―bukunya‖ berarti ―buku itu‖. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini. rupanya = apparently -nya. dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita. tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. -nya: Ada penggunaan ―-nya‖ sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya. peng-an. kata ―bukuku‖ = buku saya. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat. bila ―-nya‖ berfungsi sebagai penunjuk.

Polisindeton Contoh: Buku tulis. adalah gaya bahasa atau ungkapan pelembut yang digunakan untuk tuntutan tatakrama atau menghindari kata-kata pantang (pamali.―Saya khawatir. Kata-kata ini diambil dari sifat-sifat yang menonjol yang dimiliki oleh orang yang dimaksud. akan saya jelaskan lagi. 4.―Kalau belum jelas. buku bacaan. majalah. koran.Air matanya mengalir menganak sungai. sampai ke ibu kota. adalah gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips (kalimat tak lengkap).Putra Bapak tidak dapat naik kelas karena kurang mampu mengikuti pelajaran.Jangan terpedaya dengan apa yang kelihatan baik di luarnya saja. surat-surat kantor semua dapat anda beli di toko itu. makin lama makin tinggi tingkatannya. di desa-desa. . 7.Segala yang berkilau bukanlah berarti emas.Hiperbolisme Contoh: .Asindeton Contoh: Buku tulis.Antiklimaks Contoh: Kakeknya. makin lama makin rendah tingkatannya.10.Eufemisme Contoh: . .. adalah gaya bahasa penegasan yang menyebutkan beberapa hal berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung.Antitesis Contoh: Tinggi-rendah harga dirimu bukan elok tubuhmu yang menentukan. di kota-kota. dan surat-surat kantor dapat dibeli di toko itu. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan paduan kata-kata yang artinya bertentangan. atau kata-kata yang kasar dan kurang sopan. ayahnya. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. 3. . .Pegawai yang terbukti melakukan korupsi akan dinonaktifkan adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya. majalah. 2. anaknya dan sekarang cucunya tak luput dari penyakit keturunan itu. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata tertentu untuk menggantikan nama seseorang. (kebalikan asindeton) gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung.‖ .Elipsis Contoh: . hari proklamasi ini dirayakan dengan meriah.Klimaks Contoh: Di dusun-dusun.‖ 9. 8. dia sendiri. . 5.Antonomasia Contoh: Si Pelit den Si Centil sedang bercanda di halaman rumah Si Jangkung 6. tetapi kelakuanmu. yakni kalimat yang predikat atau subjeknya dilesapkan karena dianggap sudah diketahui oleh lawan bicara. adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut.Dalam bergaul hendaknya kau waspada. tabu). jangan-jangan dia ….Suaranya mengguntur membelah angkasa.

‖ adalah gaya bahasa penegasan yang mengulang-ulang sebuah kata berturut-turut dalam suatu wacana.17.Inversi Contoh: Pergilah ia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari harapan baru di kota. Misal. tak mau bertemu dengan dia lagi. dun lain sebagainya. Husni mengisap Gudang Garam. pagi-pagi digantikan ketika sang surya merekah di ufuk timur. adalah gaya bahasa pengulangan seperti repetisi yang khusus terdapat dalam puisi.15. Misal.14.Rinduku hanya untukmu .Metonimia Contoh: .Harapanku hanya untukmu adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya. .Sunyi itu lupa .16.18. yakni kalimat yang predikatnya mendahului subjek. . bahwa Tono berkelahi di tempat itu.12. adalah gaya bahasa penguraian dengan menggunakan ungkapan atau frase yang lebih panjang daripada kata semula.Paralelisme Contoh Anafora : .Ayah pergi ke Bandung mengendarai kijang.Parafrase Contoh: ―Pagi-pagi Ali pergi ke sawah. nama penemu.adalah gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat. eh maaf silakan Saudara-Saudara mencicipi hidangan yang telah tersedia.13.Harapan kita memang demikian. materialistis diganti dengan gila harta benda. nama pabrik. silakan Saudara-Saudara pulang. Pengulangan di bagian awal dinamakan anafora.11. kalau bukan karena terpaksa.Repetisi Contoh: .Koreksio Contoh: Setelah acara ini selesai. anak sulung Pak Sastra itu melangkahkan kakinya ke sawah. Hal ini sengaja dibuat untuk memberikan ketegasan pada predikatnya. Gaya bahasa jenis ini sering dipakai dalam pidato atau karangan berbentuk prosa.Udin mengisap Gentong.Interupsi Contoh: Saya. adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata pembetulan untuk mengoreksi (menggantikan kata yang dianggap salah).Sunyi itu kudus . adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata atau sebuah nama yang berhubungan dengan suatu benda untuk menyebut benda yang dimaksud. dan demikian pula harapan setiap pejuang. penyebutan yang didasarkan pada merek dagang.Sunyi itu duka . adalah gaya bahasa dengan menggunakan kalimat inversi.Benar! Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.Cintaku hanya untukmu . sedang di bagian akhir disebut epifora.Sunyi itu lampus Contoh Epifora : . .‖ dijadikan ―Ketika mentari membuka lembaran hari.Dia maju dua langkah ke depan.Pleonasmse Contoh: .

.Semangat juangnya berkobar. Gaya Bahasa Perbandingan 1.. dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia. Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia.Engkau harus dan wajib mematuhi semua peraturan.21. . ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua buah keutuhan berdasarkan persamaannya secara menyeluruh.Personifikasi atau penginsanan Contoh: .Sinekdoke. Pars pro Toto adalah gaya babasa yang menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan. Contoh: Cina mengalahkan Indonesia dalam babak final perebutan Piala Thomas.000. .Bunyi lonceng memanggil-manggil siswa untuk segera masuk kelas. adalah gaya babasa perbandingan. jika kebetulan lewat. adalah gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti. semoga dalam mengarungi samudra kehidupan ini. dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih . tak gentar menghadapi musuh.19. bagaikan. belum tampak juga batang hidungnya. Totem pro parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.00. . Saudara mampir ke pondok saya. atau yang menggunakan kata-kata yang artinya berlawanan dari yang dimaksud untuk merendahkan diri. B.Metafora Contoh: .Dari mana orang seperti saya ini mendapat uang untuk membeli barang semahal itu.Retoris Contoh: Bukankah kebersihan adalah pangkal kesehatan? Inikah yang kau namakan kerja? 20.Tautologi Contoh: . 4. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sama artinya dalam satu kalimat. adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda berdasarkan persamaannya. 3. Contoh: Setiap kepala diwajibkan membayar iuran Rp1.Nyiur melambai-lambai di tepi pantai 5.Silakan.Litotes Contoh: .Harapan dan cita-citanya terlalu muluk.Sekali merdeka.Gelombang demonstrasi melanda pemerintah orde lama. gaya bahasa ini terbagi menjadi dua yaitu : (a) Pars pro toto (sebagian untuk keseluruhan) dan (b) Totem pro parte (keseluruhan untuk sebagian).Alegori Contoh: Kami semua berdoa. Sudah lama ditunggu-tunggu. laksana. adalah gaya bahasa perbandingan yang menyatakan sesuatu dengan memperendah derajat keadaan sebenarnya. penaka. tetapi sebenarnya tidak bertanya. tetap merdeka! adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya. 2. ibarat. kamu berdua akan sanggup menghadapi badai dan gelombang.

adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata yang maknanya sejajar dengan pengertian yang dimaksudkan. adalah gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan.Anakronisme Contoh: Mahapatih Gadjah Mada menggempur pertahanan Sriwijaya dengan peluru kendali jarak menengah. wanita mampu menundukkan pria. 4. D. Biasanya gaya bahasa ini .Simbolik Contoh: Janganlah kau menjadi bunglon! 7.Bapak Presiden terbang ke Denpasar tadi pagi. -Ali sebenarnya bukan anak yang cerdas.Tropen Contoh: . tak ada seorang pun yang berbicara.Tikus mati kelaparan di lumbung padi yang penuh berisi. hanya jam dinding yang terus kedengaran berdetak-detik. bunglon lambang manusia yang tidak jelas pendiriannya. .Paradoks Contoh: . 3.Okupasi Contoh: -Sebelumnya dia sangat baik.Kontradiksio in terminis Contoh: Suasana sepi. adalah gaya bahasa yang mengandung uraian atau pernyataan yang tidak sesuai dengan sejarah atau zaman tertentu. tetapi sekarang menjadi berandal karena tidak ada perhatian dari orang tuanya. Gaya Bahasa Sindiran 1. adalah gaya bahasa sindiran paling halus yang menggunakan kata-kata yang artinya justru sebaliknya dengan maksud pembicara.jelas.Wajahnya seperti rembulan. C. Misalnya menyebutkan sesuatu yang belum ada pada suatu zaman. (maksudnya: pahit). namun karena kerajinannya melebihi kawan sekolahnya. adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan. bahasa kiasan. yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian. kamboja lambang kematian. Gaya Bahasa Pertentangan 1. adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata yang kasar.Inuendo Contoh: la menjadi kaya raya lantaran mau sedikit korupsi.Seharian ia berkubur di dalam kamarnya.Ironi Contoh: Eh. 3. mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu.Simile Contoh: . dia mendapat nilai paling tinggi. Misal. yang membentuk satu kalimat.Dengan kelemahannya. adalah gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan. 6. . lintah darat lambang manusia pemeras. adalah gaya bahasa sindiran yang mempergunakan pernyataan yang mengecilkan kenyataan sebenarnya. 2. .Hidup tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam. adalah gaya. manis benar teh ini. 2.

Tolong agak menyisih sedikit! E. adalah semacam ironi. halus. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair. asam.Anafora Contoh: Hak asasi manusia merupakan hak mutlak yang wajib kita junjung tinggi dalam membangun bangsa dan negara. 3. busuk. Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum. Hak asasi manusia itulah yang sekarang menjadi topik utama dunia internasional. adalah gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya. Dan Sastra Ind. 2.) MEI01 Citraan Uncategorized Tagged citraanNo Comments » strong>CITRAAN DALAM PUISI Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata. 5. Citraan pencecapan. 6. unsure citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh. Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit. dll. dingin. 4.Jangan coba-coba mengganggu adikku lagi. lembut. tetapi agak lebih kasar. 29) . anyir. Monyet! . 4. Gaya Bahasa Perulangan 1. kecut.. atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. frase. Jenis Citraan dibagi menjadi 7. basah. sekaligus keras adat. 2. harum benar baumu. (E. Dengan demikian. sudah berkali-kali diberi tahu. Citraan penciuman. manis. yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah). keras hati. Citraan pendengaran. . yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak. dll. adalah gaya bahasa yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. gaya bahasa yang berwujud perulangan kata pertama dari kalimat pertama menjadi kata pertama dalam kalimat selanjutnya.Aliterasi Contoh: Keras kepala. yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung). SMA hal. (Lihat buku Intisari Bhs. panas. Citraan gerak. yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit). yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata). Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut.T. yakni: 1.dipakai untuk menyatakan amarah.Dasar goblok. dll. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak.Antanaklasis 3. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat. Citraan perabaan. misalnya kasar.Sinisme Contoh : Hai. Citraan penglihatan. tetap saja tidak mengerti! 4.Sarkasme Contoh: .

disebut Melayu Tinggi. . Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua. Penyebutan pertama istilah ―Bahasa Melayu‖ sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M. kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. penuh sindiran. Malaya. (E. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi. di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. Tetapi bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia. dan Jawa. Bentuk yang lebih formal. yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13. pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera. namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu. pada tahun 1945. Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia. dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar. baik melalui penciptaan.) MEI01 Sejarah Bahasa Indonesia Filologi. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya. Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).7. dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Morfologi Bahasa. Citraan perasaan. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu. indonesia. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuna di Jawa Tengah. bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi ―Masuk Melayu‖ berarti masuk agama Islam. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah. yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). sejarah. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia.T. Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif. Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan). dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Sintaksis Tagged bahasa. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14. namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus. Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. sejarah2 Comments » Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. paling tidak dalam bentuk informalnya. ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303.

para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa). namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. Hal yang sama juga ditemukan . ia sebagai lingua franca. Ke. Brunei. Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. Ada tingkatan bahasa halus. derajat. hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. Samarinda. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa. dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. semakin dibakukan. Perubahan: Indonesia (pra-1972) Malaysia (pra-1972) Sejak 1972 tj ch c dj j j ch kh kh nj ny ny sj sh sy jyy oe* u u Catatan: Tahun 1949 ―oe‖ sudah digantikan dengan ―u‖. Banjarmasin. Jika bahasa Jawa digunakan. dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau. Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien. 2. dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia. pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. pada Kongres Nasional kedua di Jakarta. biasa. dan bukan Bahasa Melayu Pontianak. ataupun pangkat. diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia. dan Singapura masih dijajah Inggris. Kedua. suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia. Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu). Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa. dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. ataupun dari bahasa lainnya.Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang. Bahasa Melayu Riau yang dipilih. Pada saat itu. Di sana. Dengan memilih Bahasa Melayu Riau. Maluku. Sebagai contoh kata ganti seperti ―dia‖ tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. Brunei. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri. namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara. 4. Tio Ciu. Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. ejaan dua bahasa serumpun. Dengan EYD. Pada tahun 1945. ataupun Kutai. 3. ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar. Mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda. dan kamus baku juga diciptakan. Malaysia. Jakarta (Betawi).

yaitu: 1. Contoh: guru (kata benda) agama (kata benda)guru agama (kata benda) gadis (kata benda) cantik (kata sifat)gadis cantik (kata benda) Frase endosentris dibagi menjadi dua macam. Ada juga kata yang berjenis kelamin. yaitu ―kami‖ dan ―kita‖. Untuk menspesifikasi sebuah jenis kelamin. (E. seperti contohnya ―putri‖ dan ―putra‖. Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti. Klausa. tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. bukan ―seribu orang-orang‖. Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata). sebuah kata sifat harus ditambahkan. Frase endosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata atau lebih . Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. atau indikator lain seperti ―sudah‖ atau ―belum‖.pada kata seperti ―adik‖ dan ―pacar‖ sebagai contohnya. yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia. Frase bertingkat (frase subordinatif. Sebagai contoh ―seribu orang‖ dipakai. tidak terbatas pada kata benda. klausaNo Comments » Frase Macam-macam frase dari kelas kata 1. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno.) MEI01 Frase. yaitu frase yang mengandung unsur inti (D) dan unsur penjelas (M). dan Kalimat Uncategorized Tagged frase. sedangkan ―kita‖ adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya. Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO). frase atributif).T. Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri. ―kemarin‖ atau ―besok‖). walaupun susunan kata lain juga mungkin. Contoh: baju baru DM anak manis DM sebatang rokok kretek MDM sebuah rumah mewah MDM . ―adik laki-laki‖ sebagai contohnya. ―Kami‖ adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara.yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu sama dengan kelas kata dari salah satu (atau lebih) unsur pembentuknya. Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak. kalimat. Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas. Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain.

Klausa dapat dibedakan atas beberapa macam berdasarkan beberapa sudut tinjauan Macam klausa berdasarkan urutan kata: (1) Klausa normal.seorang guru MD sepotong roti MD 2. klausa inversi yang didahului oleh keterangan. K Ket. Frase setara (frase koordinatif): frase yang mengandung dua buah unsur inti (tidak ada unsur penjelas/atribut). subjek mendahului predikat. (Keraf. Contoh: suami istri sawah ladang sanak saudara 2. dan secara fakultatif. predikat mendahului subjek.dari sekolah (kata keterangan) yang (kata tugas) memimpin (kata kerja)yang memimpin(kata benda) Contoh lain: dari kantor di rumah karena lelah KT KB KT KB KT KS K Ket. K Ket. Contoh: dari (kata depan) sekolah (kata benda). Keterangan: ( KB ) Kata benda ( KK ) Kata kerja ( KS ) Kata sifat ( KT ) Kata tugas ( K Ket. Contoh: datang dia malam itu pergi ayah tak tentur arah (3) Klausa inversi khusus. ) Kata keterangan Klausa suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kata. 1991: 181). yang mengandung hubungan fungsional subjek-predikat. Contoh: ke tanah leluhur pergi mereka . Frase Eksosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata (atau lebih) yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu tidak sama dengan kelas kata dari salah satu(atau lebih) unsur pembentukannya. Contoh: ia datang ke rumahku adik penari orang itu kurus (2) Klausa inversi. dapat diperluas dengan beberapa fungsi lain seperti objek dan keterangan-keterangan lain.

Contoh: gadis itu cantik bapak saya tampan bapakmu pelit (5) Klausa berpredikat frase konektif Contoh: anak itu merupakan musuh mereka Sinta menjadi pramugari Maman adalah pemuda berpikiran maju (6) Klausa berpredikat adverbial (frase preposisional) Contoh: nenekku dari Kalimantan ibu ke Bandung kemarin ayah ke Bekasi naik onta berdasarkan keterikatannya dengan klausa lain: (1) Klausa bebas. Contoh: ketika ayah pergi agar tubuh subur sebab kehadirannya tak diperhitungkan .kemarin datanglah surat itu karena sakit menangislah dia berdasarkan variasi subjek-predikat: (1) Klausa berpredikat kata kerja intrasitif Contoh: anak itu menari kuda meringkik kakek merokok nenek duduk (2) Klausa berpredikat kata kerja transitif Contoh: guru mengajar murid kurir mengantar surat Andri mencintai Dian (3) Klausa berpredikat kata benda Contoh: pamannya lurah ibunya seorang bidan kakaknya tentara (4) Klausa berpredikat kata sifat. Contoh: Ani membawa buku guru mengajar murid (2) Klausa terikat. klausa yang kehadirannya bergantung pada klausa lain dan biasanya ditandai oleh adanya konjungsi (kata penghubung). klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada klausa lain.

kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minor (hanya mengandung satu inti) (b) kalimat mayor (mengandung lebih dari satu inti) (5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat aktif (subjek melakukan perbuatan) (b) kalimat pasif (subjek dikenai perbuatan) (3) Berdasarkan urutan katanya. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang.suruhan . Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan nilai informasinya. . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat inti (b) kalimat luas (perluasan dari kalimat inti) (c) kalimat transformasi (perubahan dari kalimat inti) Ciri-ciri kalimat inti: . kata kedua menduduki jabatan predikat) . Dadang kecewa sebab kehadirannya tak diperhitungkan Kalimat bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan.ajakan .hanya terdiri atas dua kata . 1991: 185).larangan (d) kalimat harapan (e) kalimat pengandaian (2) Berdasarkan diatesis. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat normal (subjek mandabului predikat) (b) kalimat inversi (predikat mendahului subjek) (4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya.permintaan . Klausa di atas. Contoh: (i) # Pergi! # (ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari # Kalimat (i) adalah kalimat minim.intonasinya adalah intonasi berita yang netral (6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya.Klausa terikat merupakan bagian dari sebuah kalimat. misalnya. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minim (hanya mengandung satu kontur) (b) kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur) Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan. dan dapat hadir bersama-sama atau dikaitkan dengan klausa bebas. merupakan bagian dari kalimat: Ibu merasa sedih ketika ayah pergi. Tanamanan itu diberinya pupuk agar tumbuh subur.kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek. (Keraf.urutannya adalah subjek mendahului predikat . (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas: (a) kalimat berita (b) kalimat tanya (c) kalimat perintah: .

Adapun ciri-ciri kalimat baku adalah sebagai berikut: 1. (atau) Kakek datang dari Sukabumi. berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas: (b. Kalimat baku (standar) dipergunakan apabila kita berbahasa baku. 1) kalimat majemuk setara: . Rumahnya Udin yang catnya kuning.2) kalimat majemuk bertingkat (b. Bahrudin akuntan. 4 Kata Benda Kata Tugas Ibu ke pasar. 2 Kata Benda Kata Sifat Arsinta cantik. menggunakan kata-kata baku 2. menggunakan lafal baku (lafal yang tidak mencerminkan logat asing atau logat kedaerahan) Contoh: a. Berdasarkan kelas kata yang menduduki fungsi S-P.setara menguatkan (b.3) kalimat majemuk campuran (b. dalam ragam tulis.setara memilih . Subjek Predikat Contoh Kalimat 1 Kata Benda Kata Kerja Ari menari. seringkali tidak diterima sebagai kalimat yang baik dan benar. (tidak baku) . Kalimat contoh tersebut akan diterima sebagai kalimat yang baik dan benar apabila diubah menjadi sebagai berikut: Ibu pergi ke pasar. Togop malas. Kakek dari Sukabumi.(7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya. Satya dihukum. Siapa yang bikin rumah itu? (tidak baku) Siapa yang membuat rumah ini? (baku) b. menggunakan ejaan baku (sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) 4. Catatan: Pola dasar no. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P) (b) kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). 3 Kata Benda Kata Benda Hasahatan dokter. dapat ditentukan pola dasar kalimat bahasa Indonesia sebagai berikut: No.4 sebagaimana terlihat pada contoh kalimat di atas.setara menggabung .setara mempertentangkan .4) kalimat majemuk rapatan Pola dasar kalimat Pola dasar kalimat mempersoalkan kelas kata (jenis kata) apa yang mendasari pembentukan kalimat inti. menggunakan struktur baku (sesuai dengan kaidah morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia) 3. Kalimat majemuk. dalam ragam lisan. Di sini kita melihat kelas kata apa yang menduduki jabatan subjek dan kelas kata apa pula yang menduduki jabatan predikat. Kakek berasal dari Sukabumi.

saya ucapkan terima kasih. Kata-kata yang merupakan keterangan aspek kala adalah sudah. sedang. SPK Mereka taburkan bunga di pusara ibu. keterangan aspek kontinuatif. belum. Contoh: (1) Diambilnya uang itu dari dalam laci. pelaku K bunga mereka taburkan di pusara ibu.penderita K Kedua: diubah menjadi pasif Uang itu diambil oleh ia dari dalam laci.Rumah Udin yang bercat kuning. KPS (3) Sudah saya baca buku itu. SPK Keempat: diinversikan diambilnya uang itu dari dalam laci. telah. SPOK Bunga ditaburkan oleh mereka di pusara ibu. Kalimat berpola inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek.pelaku K Ketiga: disederhanakan (P dan O pelaku disatukan menjadi P) Uang itu diambilnya dari dalam laci. PSK (2) Atas perhatian Bapak. PSK Mereka menaburkan bunga di pusara ibu. PSK Keterangan aspek kala Keterangan aspek kala adalah keterangan yang menandai waktu pelaksanaan pekerjaan/ perbuatan/ proses yang tersebut pada predikat kalimat. dan akan Contoh: (1) Ani sedang membaca buku. PS (4) Mereka taburkan bunga di pusara ibu. Mudah2an dia lekas dalang (tidak baku) Mudah-mudahan dia lekas datang (baku) Kalimat pasif inversi Kalimat pasif inversi adalah kalimat pasif dengan pola inversi. S P O. (baku) c. Kalimat pasif adalah kalimat berpredikat kata kerja yang subjeknya terkena perbuatan yang tersebut dalam predikat. S P O. menyatakan pekerjaan tengah berlangsung . Keterangan aspek kala posisinya selalu di depan predikat kalimat. perhatikan langkah-langkah perubahan dari kalimat aktif hingga menjadi kalimat pasif inversi di bawah ini ! Pertama: Kalimat aktif Ia mengambil uang itu dari dalam laci. S P O. PSK Untuk memahami contoh-contoh kalimat di atas.

(2) Kitab itu telah dibaca oleh Rudi hingga tamat. GU: (1) Eko makan. Contoh: (1) Eko makan sate. Gagasan utama kalimat dinyatakan dengan pola S-P atau pola SP-O. dalam kalimat majemuk setara. Gagasan utama pada kalimat majemuk setara Kalimat mejemuk setara adalah kalimat yang mengandung dua pola klausa atau lebih yang hubungan antarklausa bersifat setara.(2) Ani akan membaca buku. Gagasan utama kalimat Gagasan utama atau pikiran pokok kalimat adalah amanat/informasi yang terpenting yang terkandung dalam sebuah katimat. menyatakan pekerjaan sudah berlangsung Letak keterangan aspek kala pada kalimat pasif inversi Pada kalimat pasif inversi. keterangan aspek perfektif. . Gagasan utama dinyatakan dengan pola S-P dalam kalimat nominal dan kalimat verbal intransitif ~Sedangkan pada kalimat verbal transitif gagasan utama dapat dinyatakan dengan pola S-P-O atau S-P saja. keterangmi aspek kala posisinya sama dengan posisi pada kalimat aktif dan kalimat pasif biasa. Dengan demikian kalimat (5) adalah kalimat yang mengalami kesalahan struktural. SPOK GU: Amir membaca. (4) Telah Rudi baca kitab itu hingga tamat. Letak kata telah pada kalimat (1). Contoh: (1) Amir sedang membaca buku di dalam kamar. Perhatikan contoh berikut ! (1) Rudi telah membaca kitab itu hingga tamat. SP GU: Ayah perwira. GU: (1) Ali belajar. yaitu di depan predikat. (2) Kemarin Ida mengantarkan surat ke rumahku. (4) Ketty sedang duduk di ruang tamu SPK GU: Ketty duduk. (2) Ali sedang belajar. Pada kalimat majemuk setara terdapat lebih dari satu gagasan yang kedudukannya sederajat. (3) Kitab itu telah Rudi baca hingga tamat. (2) Andl makan. KSPOK GU: Ida mengantarkan surat. (3). sedangkan pada kalimat (5) salah. (2) Abas tidur. terdapat lebih deri satu gagasan utama. (2). keterangan aspek futuratif. sedangkan Abas sedang tidur. menyatakan pekerjaan akan berlangsung (3) Ani telah membaca buku. Andi makan asilnan. (3) Ayah Anita adalah seorang perwira menengah. Jadi. (5) Rudi telah baca kitab itu hingga tamat. dan (4) benar.

Ejaan Republik. gagasan utama terdapat pada anak kalimat. GU: Saya berharap. Contoh: (1) Saya berharap hal itu tidak akan terjadi. dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat gagasan utama dan gagasan bawahan (gagasan penjelas). Contoh: (1) Ketika ayah pergi. Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (b) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi objek (anak kalimat merupakan objek dari predikat verba transitif). sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu. Tahun 1972. gagasan utama terdapat pada klausa utama yang merupakan induk kalimat. Contoh: (1) Presiden mengatakan bahwa pembangunan harus dilanjutkan. (E. GU: Pembangunan harus dilanjutkan. gagasan utama terdapat pada induk kalimat. Dengan demikian. (3) Aminah bahagia karena suaminya naik pangkat. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. 57. perlu diperhatikan bahwa gagasan utama tidak selamanya berada pada klausa utama. berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Perhatikan keterangan berikut dengan baik. (a) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi keterangan. GU: lbu kesepian. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa utama (klausa bebas) den klausa terikat. (2) Mat Kemplo menceritakan bahwa kakeknya jatuh dari ayunan. (2) Mereka lupa bahwa mereka harus melunasi pinjamannya pada akhir bulan ini. Selanjutnya Departemen Pendidikan dan . Pada tanggal 16 Agustus 1972. (c) Apabila anak kalimat merupakan pelengkap. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. Pada 23 Mei 1972.Gagasan Utama pada kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat pada dasarnya adalah kalimat tunggal yang salah satu fungsinya diperluas dan perluasannya itu membentuk sebuah pola klausa. ibu kesepian di rumah. Mashuri. GU: Aminah bahagia. berdasarkan Keputusan Presiden No. GU: Mereka lupa. GU: Kakeknya jatuh.) MEI01 Ejaan yang Disempurnakan Uncategorized Tagged ejaan11 Comments » Ejaan yang Disempurnakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. GU: Wati menyirami tanaman. (2) Wati menyirami tanaman itu setiap hari supaya buahnya lebat. Namun demikian. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).T.

jabatan. Syarat. Perbedaanperbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah: ‗tj‘ menjadi ‗c‘ : tjutji → cuci ‗dj‘ menjadi ‗j‘ : djarak → jarak ‗j‘ menjadi ‗y‘ : sajang → sayang ‗nj‘ menjadi ‗ny‘ : njamuk → nyamuk ‗sj‘ menjadi ‗sy‘ : sjarat → syarat ‗ch‘ menjadi ‗kh‘ : achir → akhir Penggunaan Tanda baca Tanda Titik (. menerbitkan buku ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖ dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. dianjurkan tidak mempergunakan singkatan. Persiapan Ulangan Umum. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. . (Doktor) Ny. Contoh: dll. (dan sebagainya) tgl. 0196/1975 memberlakukan ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah‖. Peraturan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru. maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal. contoh: Irwan S. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik. (tanggal) Dalam karya ilmiah seperti skripsi. Gatot George W. makalah.E. Jika berupa angka. (Nyonya) S. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar.) 1. B. Contoh: Dr. Pada tanggal 12 Oktober 1972. 2. (Sarjana Ekonomi) 4. A. laporan. contoh: I. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik.Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul ―Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Bush Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap. (dan lain-lain) dsb. Contoh: Anthony Tumiwa 3. dan sapaan. contoh: Saya suka makan nasi. tesis. Setelah itu. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. dan disertasi. harus diberi jarak satu ketukan. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. 5. pangkat. tanda titik tidak dipergunakan.

3 Mei 1997 Yth. dan melainkan. dan detik yang menunjukkan waktu.lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat. dan mata uang. atau gabungan keduanya. . Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata. Tanda Koma (. timbangan. dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah. contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang.2 1. lembaga. atau kepala ilustrasi. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia.1 6. satuan ukuran. contoh: Jalan Kebayoran 32 Jakarta.Contoh: 1. contoh: Sekjen : (Sekretaris Jenderal) UUD : (Undang-Undang Dasar) SMA : (Sekolah Menengah Atas) WHO : (World Health Organization) 9.1 1. takaran.00 10. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 7. yang terdapat di dalam nama badan pemerintah. yang didahului oleh kata seperti. contoh: Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal. contoh: Latar Belakang Pembentukan Sistem Acara 11. contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia. 8. tabel dan sebagainya. jutaan.Sdr. contoh: Pukul 7. 2. contoh: Cu (Kuprum) 52 cm l (liter) Rp 350.10. contoh: Saya menjual baju.2. atau nama dan alamat penerima surat.) 1. tetapi tidak aktif.Ivan Jalan Istana 30 Surabaya B. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya. tetapi. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. celana. dan topi. Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael. menit. kepiting dan ikan.

Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. contoh: Oleh karena itu. . meskipun begitu. 7. contoh: Kalau hari hujan. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. 1999. contoh: Lanin. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. (ii) bagian-bagian kalimat. begitu. ―Saya sedih sekali‖. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Indonesia.S. yang terdapat pada awal kalimat. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o. kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. Gatot.50 12. saya tidak jadi datang. contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. pandai sekali. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya. contoh: Rinto Jiang. 5.5 m Rp 10. Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Wah. kasihan. 8. 18 Juni 1984 Medan. contoh: Kata adik. contoh: I. contoh: Medan. (iii) tempat dan tanggal. ia lupa akan janjinya. Cara Penggunaan Wikipedia. keluarga. Borgx. contoh: 33. 22. Jilid 5 dan 6. jadi.3a. akan tetapi. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal. 9. bukan main. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. atau marga. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. 1990). Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. 13. kamu harus datang. Ivan. Karena sibuk. lagi pula. wah. ya. 4. saya tidak akan datang. 3b. 6. (Bandung: UP Indonesia. aduh. 11. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia. 10.E. Jadi. hlm. contoh: O.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. contoh: ―Di mana Rex tinggal?‖ tanya Stepheen. C. Tanda Titik Koma (;) 1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan namanama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar. D. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. contoh: yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. 2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. contoh: Ketua : Hany Christoffer Wakil Ketua : Ricky Kurniawan Wenas Sekretaris : Maria Dewi Puspasari Wakil Sekretaris : Terry Rionaldy Bendahara : Lina Veronica Wakil bendahara : Marcel Lawinata 3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. contoh: Pak Erwin : ―Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Pak Guru!‖ Rexy : ―Ya, Pak!‖ 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit. 5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. E. Tanda Hubung (-) 1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. contoh: ….dia beli baru juga.

-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. contoh: …. masalah itu akan diproses. 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris. contoh: …. cara baru mengukur panas akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. contoh: ………menghargai pendapat. 3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. contoh: anak-anak tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan. 4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. contoh: p-e-n-g-u-r-u-s 5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. bandingkan: ber-evolusi dengan be-revolusi dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000). Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah PN dengan di-PN-kan. 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata. contoh: se-Indonesia hadiah ke-2 tahun 50-an ber-SMA KTP-nya nomor 11111 bom-V2 sinar-X. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: di-charter pen-tackle-an Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang). F. Tanda Pisah (—) 1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar

Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak. contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera 2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. contoh: Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‗ke‘, atau ‗sampai‘. contoh: 1919—1921 Medan—Jakarta 10—13 Desember 1999 Lihat lainnya pada Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan Angka atau Lambang Bilangan 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi. 2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas. 3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. 4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan ―per-‖ (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya. 6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara ―ke-‖ dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran ―-an‖ ditulis dengan tanda hubung antara angka dan ―an‖ atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah. 9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca. 10.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat. 11.Tanda hubung ―ke-‖ tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang. contoh: Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian. Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11 Penulisan tahun Benar: 1960-an Salah: 1960an Singkatan dan Akronim 1. Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. Contoh: duta besar. 7. Hal ini adalah masalah tata kalimat. 9. 4. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. sisipan. c. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Dokter (ahli penyakit) Dr. tetapi Dr. 2. Syafarudin. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. suku kata. a. SOEMANTRI. ditulis terpisah. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. -nya) ditulis serangkai. Penulisan gelar yang sering salah DR. timbangan. singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. ku-. bukumu. Gabungan kata. takaran. Contoh: kumiliki. b. diselipkan tanda hubung. unsur gabungan ditulis serangkai. bukan Dr. Contoh: bergeletar. dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik. Contoh: bertepuk tangan. Dr. bukan dr.Gabungan kata. 10. termasuk istilah khusus. termasuk istilah khusus. Contoh: alat pandang-dengar. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Soemantri Sering ditanyakan. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. 2. Contoh: nonIndonesia. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. 2. 11.c. suku kata. bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. gabungan kata ditulis serangkai. 12. SYAFARUDIN. SOEMANTRI. bukan DR. garis bawahi 5. d. SYAFARUDIN. dilipatgandakan. tetapi dr. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Soemantri. 6. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. Lambang kimia. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. singkatan satuan ukur. kauambil. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit) 1.Kata ganti (kau-. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 3. sepak bola. -mu. Doktor (S3) DR. . ibu kota. dikelola [1]. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. 1. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. bukan Dr. Tetapi. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. anak-istri saya. Contoh: menggarisbawahi. orang tua. Syafarudin. Imbuhan (awalan. mancanegara. Contoh: adipati. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. -ku.

kemari. atau ―where‖) atau variasinya (―dalam mana‖. 17. atau tewas (tergantung konteks). ―which‖. per helai. siapakah. Contoh: bacalah. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. dan ―tiap‖ ditulis terpisah. 14. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK ―DI MANA‖.Artikel si dan sang ditulis terpisah. dengan mana‖. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China.Partikel per. Contoh: di dalam. Di sini tampak bahwa ―apabila‖ menggantikan posisi ―di mana‖ (ditulis di kalimat asli sebagai ―dimana‖). mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). 15. termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Gunakan kata wafat. [sunting] Kata penghubung ―sedangkan‖ . ―whom‖. dll. 13. bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk ―di mana‖ (padanan dalam bahasa Inggris adalah ―who‖. -kah. ke tengah. Tionghoa (bahasa dan orang). ke. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. 16. Contoh: apa pun. keluar. apatah. dari Surabaya.Partikel -pun ditulis terpisah. contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … . tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. meninggal. Penggunaan ―di mana‖ sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. bagaimanapun. ―demi‖. Gunakan kata jasad atau jenazah. Dengan demikian. Pada dasarnya. satu kali pun. daripada. apalagi ―dimana‖. Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … . kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. bahasa Indonesia hanya mengenal kata ―yang‖ sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. gugur. Contoh: per 1 April. Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan Tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI.yang berarti ―mulai‖. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.Kata depan atau preposisi (di [1].[sic] Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). dll. Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … . Penggunaan ―di mana‖ sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. Mayat dan mati mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. dan -tah ditulis serangkai. dari) ditulis terpisah.miliknya. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … . dan sebagainya). Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Tegangan permukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m).Partikel -lah. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa.

sama seperti ―dan‖. aktifitas al Quran. 6. titimangsa. serta ―sementara‖. bukan apotiker) asas. ekstrim embus. jumlah total TPS se-Banten ada 12. paramasastra. kacamata. apotik (ingat: apoteker. bismillah.849. peribahasa. puspawarna. sukaria. hulubalang. darmasiswa. atlit (ingat: atletik. manakala. adakalanya. kilometer.208. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. sukarela. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya.‖ Usulan perbaikan 1: ―Sebelumnya disebutkan.‖ Usulan perbaikan 2: ―Sebelumnya disebutkan. anda apotek. azas atlet. ―atau‖. ibukota . aktif. esok diagnosis. Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. geladi hierarki. akhirulkalam. bis besok.208. bukan atlitik) bus. bumiputra. Sementara itu. sebagaimana.208. silaturahmi. daripada. diagnosa ekstrem. sastramarga. dukacita. saputangan. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. saripati. dalam pilgub Banten kali ini.849. ―Sedangkan‖ adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. manasuka. darmabakti. menghipnosis (verba). bilamana. radioaktif. hembus Februari. alquran analisis. dan wasalam. matahari. astagfirullah.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). alhamdulillah. segitiga. Pebruari frekuensi. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. bagaimana. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!).Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata ―sedangkan‖. analisa Anda.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). padahal. sekalipun. barangkali. Photo gladi. aktip aktivitas. Contoh: Dari harian Jawa Pos: ―Sebelumnya disebutkan. halalbihalal. kasatmata. belasungkawa. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata ―sementara itu‖. sukacita.849. hipnotis (adjektiva) ibu kota. ―Sedangkan‖ digunakan untuk mengawali kalimat. syahbandar. beasiswa. keratabasa.‖ Contoh gabungan kata yang ditulis serangkai: acapkali. sediakala. hirarki hipnosis (nomina). frekwensi foto. kepada. mangkubumi.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. olahraga.

penglepasan penglihatan. ma‘af makhluk. pengecualian permukiman. kuna lokakarya. isteri izin. pelihatan. orangtua paham. kongkrit kosa kata. pemukiman perumahan. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) nasihat. mahzab metode. nahkoda. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) November. indra indragiri. ijin jadwal. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) mazhab. Perancis praktik. kwantitas kuitansi. fikir Prancis. nasehat negatif. jadual jenderal. loka karya maaf. kwalitas. Nopember objek. nakoda narasumber. kwalitet kuantitas. pungkir (Ingat!) nakhoda. pengrumahan. kangker karier. ijasah imbau. komoditas komplet. faham persen. obyek objektif. jendral Jumat. himbau indera. prosen pelepasan. olah raga orang tua. praktek (Ingat: praktikum. inderagiri istri. Katholik kendaraan. metoda mungkir. kenderaan komoditi. konkrit. baik untuk arti housing maupun PHK pikir. propinsi .ijazah. kwitansi kuno. kosakata kualitas. Jum‘at kanker. bukan praktekum) provinsi. komplit konkret. mahluk. karir Katolik. obyektif/p olahraga.

tel(f/p)on. trampil ubah (=mengganti). sistim sorga. puteri realitas. takhta teknik. ai au e . samudera sangsi (=ragu-ragu). tehnik telepon. subyektif/p Sumatra. syaraf sarat (=penuh). seksama (Ingat!) samudra. Belanda. sekertaris sekuriti. subyek subjektif. Contoh: aerobe → aerob. dan Sanskerta. sekuritas [2] segitiga. Sumatera standar. sintesa sistem. silahkan (Ingat!) sintesis. walikota Yogyakarta. putera putri. bukan pihutang) wali kota. rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku utang. sepakbola silakan. jaman Bahasa Serapan Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. salah) saraf. Arab. standarisasi [5] tanda tangan. resiko saksama. serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Penyesuaian ejaan Tanpa perubahan ae jika tidak bervariasi dengan e. segi tiga selebritas. selebriti sepak bola. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) sekretaris. Jogjakarta zaman. hutang (Ingat: piutang. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. tandatangan tahta. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap. syurga subjek. tilpon teoretis. standard standardisasi. telefon. surga. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. teoritis (diserap dari: theoretical) terampil.putra. realita risiko.

. u. oe (oi Yunani) → e oo (Belanda) → o. jika di muka a. dan konsonan. o. dan konsonan. ç[1] (Sansekerta) → s. jika lafalnya i. i. jika di muka vokal. z. Contoh: variety → varietas. Contoh: cylinder → silinder. jika lafalnya c. Contoh: komfoor → kompor. jika di muka i. cc → k. ph → f. Contoh: crystal → kristal. jika lafalnya y. ae → e. dan y. Contoh: ratio → rasio. o. Contoh: zoology → zoologi. Contoh: phase → fase. oe. q→k rh → r. ch → s. oo (vokal ganda) tetap. Contoh: yen → yen. cc → ks. Contoh: haemoglobin → hemoglobin. oo (Inggris) → u. jika lafalnya s atau sy. jika di muka o. jika di muka a. ch → c. gue → ge ie (Belanda) → i. kh (Arab) ng ps pt u ua ue ui uo v x. Contoh: schema → skema. dan konsonan. jika di muka e dan i. Contoh: octaaf → oktaf. ie jika lafalnya bukan i. Contoh: accumulation → akumulasi. Contoh: scenography → senografi. Contoh: rhetoric → retorika. u. ee (Belanda) → e. Contoh: accent → aksen. Contoh: politiek → politik. Contoh: check → cek. Contoh: saccharin → sakarin. c → s. Contoh: scriptie → skripsi. o. jika di muka e. c → k. dan y. Contoh: ion → ion. ch dan cch → k. jika di awal kata. jika di muka e. i. Contoh: çāstra → sastra. sc → sk. Contoh: cartoon → kartun. u. Contoh: sorghum → sorgum. y. Contoh: xenon → xenon. gh → g. dan konsonan. jika di muka a. jika bervariasi dengan e. t → s. Contoh: machine → mesin. sc → s.ea ei eo eu f i jika di awal suku kata di muka vokal. Dengan perubahan aa (Belanda) → a. Contoh: systeem → sistem. sch → sk.

-si -age → -ase. -ific → -ifik . Contoh: dynamo → dinamo. Contoh: plaat → pelat. Contoh: percentage → persentase. Penyesuaian akhiran Tanpa perubahan -anda. -archy.th → t. -ens (yang bervariasi dengan -ancy. Contoh: formeel → formal. jika lafalnya i. -endum -ar -ase. logica → logika. -ive → -if. xc → ksk. uu → u. -archie (Belanda) → -arki. Contoh: director. directeur → direktur. Contoh: action. Contoh: vacuum → vakum. -able. y → i. -ary. jika tidak di awal kata. -ika. -ency → -ansi. -eus (Belanda) → -us -ic. -ile. -ide → -ida -ief. u. Contoh: protein → protein. -ensi (yang bervariasi dengan -ance. -cy → -asi. Contoh: excavation → ekskavasi. -ir. v (Sanskerta) → w atau v x → ks. -aal (Belanda) → -al. Contoh: exception → eksepsi. -ica → -ik. -ence) -ant → -an. -asm → -asme -ate → -at -eel (Belanda) → -el. jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris. anarchie → anarki. kecuali jika dapat membingungkan. -ique → -ik -icle → -ikel -ics. -ency) -ancy. dan konsonan. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal. -or → -ur. -le → -il. descriptief → deskriptif. -ette → -et -eur (Belanda). Contoh: primary. Contoh: dictator → diktator. Contoh: anarchy. -id. -(a)tie (Belanda) → -(a)si. -ble → -bel -ac → -ak -acy. -ose -ein -ein. -air → -er -al. primair → primer. Contoh: descriptive. -aat (Belanda) → -at. -eel (Belanda). -andum. -ance. -et -or. jika di muka a. o. -ot Dengan perubahan -(a)tion. -iel. Contoh: percentile → persentil. mass → massa. Contoh: methode → metode. Contoh: effect → efek. -end → -en -ete. Contoh: logic. Contoh: accountant → akuntan. actie → aksi. -air (Belanda) → -er. -ence → -ans.

(―sesudah‖. ―keduanya‖) ana-.(―bertentangan dengan‖) apo.(―tidak‖. -tion → -si -sy → -si -ter.-isch. hominoide → hominoid. amb.(―tidak‖. -loog (Belanda) → -log.(―ketiadaan‖. ―terbalik‖) ante. -oid.(―dalam‖. -ite → -it -ity → -itas -logue → -log.(―lain‖. -oïde (Belanda) → -oid. Contoh: egoist → egois.(―sebelum‖. -ist → -is.(―dua kali‖.(―separuh‖. ―ke dalam‖) iso.(―sendiri‖. -logie → -logi. ―menjauhkan dari‖) a-.(―pada kedua sisi‖.(―bawah‖. ant. Contoh: premature. -teit → -tas [2]. abs. -ical → -is.(―darah‖) hepta. analogie → analogi. an. -ous ditanggalkan -sion. auto. ―berhubungan dengan‖) aut-. ―mengandung dua …‖) dia. universiteit → universitas. ―ke dalam‖) infra. ―di dalam‖) endo. -tre → -ter -ty.(―dalam‖. ―sesudah‖) hemi. ―tidak‖) em-. ―setengah‖) hemo. ―berada‖) im-. prematuur → prematur. Contoh: modernism.(―tujuh‖.(―memindahkan‖. ―perubahan‖) mono.(―sama‖) meta. ―menyimpang dari‖.(―dari‖. an. Contoh: epiloog → epilog. optimistical → optimistis -ism. ―bertindak sendiri‖)[5] bi.(―ke atas‖. ―ke belakang‖. ―mengurangi‖) di. ―berubah‖. ―bukan‖. ―saling‖)[8] intro. ―di dalam‖) inter.(―di atas‖. -uur → -ur. ―tanpa‖)[3] am-. -isme (Belanda) → -isme. ―terpisah‖. Contoh: dialogue → dialog. en. Contoh: elektronic → elektronik -isch. Contoh: analogy. Penyesuaian awalan Tanpa perubahan a-. -ure.(―lepas‖. ―melintas‖) dis. -oir(e) → -oar. ―di bawah‖.(―sekeliling‖. ―dua‖)[6] de. ab-. Contoh: trottoir → trotoar.(―antara‖. ―di dalam‖. ―mengandung satu‖)[9] .(―melalui‖. ―depan‖) [4] anti-. in. Contoh: optimistisch.(―di dalam‖) epi. Contoh: university. ―mengandung tujuh‖) [7] hetero. -logy. Contoh: hominoid. -ic → -ik.(―tunggal‖. modernisme → modernisme.

―berada di atas‖) supra.→ eks. eks. ex. bi-. Contoh: prehistory → prasejarah .(―di luar‖) hexa. ―melekat pada‖) cata.(―bawah‖. ―super‖) hypo. pant-. ―berkelebihan‖) quasi.(―di samping‖. ―di muka‖)[11] pro. sur. kom-. ―agak‖. ―hampir‖) penta.(―ke‖.→ tak-.→ heksa.→ prati-. ―mengandung lima‖)[10] peri.(―pertama‖.→ ekso-.(―lingkungan hidup‖) ex. ―keseluruhan‖) para.→ hiper. ―sedikit banyak‖) sub-[13](―bawah‖. ―kembali‖)[12] retro.(―enam‖. ―melingkupi‖) pre-(―sebelum‖.→ ad-.pan-. ―kira-kira‖) syn.(―di atas‖. Contoh: asymetric → tak simetri ante. ―melewati‖.(―banyak‖. ―lewat‖.→ dwi-.(―tiga‖) ultra.(―lagi‖. ―bersama-sama‖. ―berlawanan‖) ec-.→ kontra. Contoh: purnawirawan pre. ―erat berhubungan dengan‖.→ hipo.(―melebihi‖. Contoh: postgraduate → pascasarjana → purna-. ―hampir‖) super-.(―ke/di seberang‖.→ swa-. panto (―semua‖.(―dengan‖. ―berdekatan dengan‖. ―di bawah‖) poly. ―di depan‖) proto.→ ekstra. Contoh: malnutrition → malagizi.→ purba-. ―dekat‖. Contoh: antedate → purbatanggal anti. ―mengeluarkan‖) exo-.→ ek-.(―unggul‖. ac.(―di luar‖) extra. malnutrisi post.→ sin.(―lebih dari‖.(―bawah‖. mala-.→ pra-.(―satu‖.→ pasca-. ―mula-mula‖) pseudo-. Contoh: bilingual → dwibahasa inter. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan bi.(―sekeliling‖.→ kuasi.→ mal-. ―melebihi‖) tele.(―sebelah luar‖.(―separuhnya‖. inter-. Contoh: antibiotics → pratirasa auto. Contoh: autobiography → swariwayat de. com-. ―mengandung enam‖) hyper.→ kata. Contoh: international → antarbangsa mal. con. ak.(―sebelum‖. ―jarak‖) trans. pseud. eko.(―jauh‖.→ ko-. ―sesuai dengan‖) co-.(―menentang‖. ―bersama-sama‖. ―sebelumnya‖. ―di bawah‖.(―palsu‖) re.→ awa-. ―mengalihkan‖) tri.(―lima‖. ―berhubungan dengan‖) contra. ―pada waktu‖) Penyerapan dengan penerjemahan a. ―lewat‖.(―ke belakang‖.(―dengan‖.→ poli.→ antar-. kon. ―terletak di belakang‖) semi. ―super‖) uni.(―seolah-olah‖. ―tunggal‖) [sunting] Dengan perubahan ad-. eco.

Contoh: pra pemilu. Moskwa dan bukan Moscow (bahasa Inggris). praduga 12 sering diterjemahkan dengan awalan ulang-. Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. . Khusus mengenai nama-nama geografis di Jawa. anakbenua Penamaan artikel Nama-nama geografis Coba berikan padanan nama-nama geografis dalam bahasa Indonesia dari tempat-tempat di luar negeri apabila ada. Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain. Contoh: non-Indonesia. Contoh: swadidik (autodidak) 6 sering diterjemahkan dengan awalan dwi-. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. Contoh: pancasila 11 sering diterjemahkan dengan awalan pra-. nama dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. Contoh: antarnegara (internasional). Contoh: jelly-like → liragar -less → nir-. Contoh: purbatanggal (antedate) 5 sering diterjemahkan dengan awalan swa-. awa-. bak-. Contoh: Nama-nama tempat asing Antwerpen dan bukan Antwerp (bahasa Inggris). Catatan kaki 1 Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś 2 Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. 3. Contoh: saptamarga 8 sering diterjemahkan dengan awalan antar-. antarbagian (interseksi) 9 sering diterjemahkan dengan awalan eka-. Kadangkala fonem /a/ pada posisi akhir terbuka dieja sesuka hati sebagai [o] atau [a]. Contoh: dwibahasa (bilingual) 7 sering diterjemahkan dengan awalan sapta-. prasangka. tolong berikan nama tersebut dalam bahasa setempat. Contoh: ulangsusun. ulangbuat 13 sering diterjemahkan dengan awalan anak-. Singapura dan bukan Singapore (bahasa Inggris).re. Disambung jika menggunakan kata dasar. Contoh: recalculate → hitung ulang -ble → laik-. Contoh: anakjenis. 2. Contoh: edible → laik-santap -like → lir-. Tetapi jika bahasa setempat tidak ditulis menggunakan huruf Latin. 3 sering diterjemahkan dengan awalan tak-. ejaan resmi dalam bahasa Indonesia dipakai. pascasarjana. Nama dalam bahasa Inggris bisa pula dipakai sebagai nama halaman redireksi. colourless → awawarna. tanwarna Aturan penyerapan imbuhan 1. 4.→ -ulang. Apabila tidak ada. Wina dan bukan Wien (bahasa Jerman) apalagi Vienna (bahasa Inggris). Contoh: dwiwarna. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). mala-. Contoh: ekatuhan (monoteis) 10 sering diterjemahkan dengan awalan panca-. anti-Israel. Yerusalem dan bukan Jerusalem (bahasa Inggris). hindarkan pemberian nama dalam bahasa Inggris. Contoh: seedless → nirbiji. meski ini sering tidak konsisten dan konsekuen. Contoh: takpadan (asimetri) 4 sering diterjemahkan dengan awalan purba-. Perancis dan bukan Prancis (berdasarkan kesepakatan). tan-. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. namun tentu saja nama Inggris bisa disebut di dalam artikel. Contoh: pratayang.

Pedoman penggunaan ejaan untuk nama tokoh Indonesia adalah sebagai berikut: Kelahiran sebelum tahun 1947. (terkecuali untuk Jawa. Suku. Bill Clinton dan bukan William Jefferson Clinton . Contohnya: Pulau Simeulue dan bukan Simeulue. Kelurahan/desa. Banda Aceh dan bukan Seutui atau Kelurahan Seutui atau Seutui. Untuk kabupaten dan kota di Indonesia. dj untuk j. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Sulawesi. nama kecamatan. Air terjun. dj untuk j. Nama-nama tempat yang sering dipakai di Indonesia Kabupaten dan Kota. Baiturrahman. Untuk nama kecamatan menggunakan pola ―nama kecamatan. Kalimantan tidak memakai awalan pulau karena lebih populer) Untuk nama-nama tempat di Indonesia yang memiliki banyak kegunaan. atau tanggal kelahiran tokoh tidak tersedia. contoh: Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. maka artikel ―Blitar‖ menjadi halaman disambiguasi yang mengandung pranala ke Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Pada contoh diatas Aceh Besar diberi nama Kabupaten Aceh Besar walaupaun tidak ada Kota Aceh Besar. dieja sesuai ejaan asli meskipun bertentangan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kelahiran pada dan setelah 1972. nama kabupaten atau kota‖ seperti Ciawi. Untuk nama-nama tokoh Tionghoa gunakan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. kecuali tokoh tidak memiliki nama depan secara resmi atau nama merupakan nama julukan. Namun apabila bahasa asli tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Sumatra. Surakarta atau Solo. gunakan Ejaan Republik (gunakan tj untuk c. Jika ragu. Danau. tj untuk c. Purwakarta dan bukan Purwokarto di Jawa Barat. Mengikuti pola ―Pulau AA‖. Bogor dan Ciawi. Kelahiran antara 1947 dan sebelum 1972. Teluk. gunakan Ejaan Van Ophuijsen (gunakan oe untuk u. Untuk nama kelurahan menggunakan pola ―nama kelurahan. Baiturrahman. Tanjung. hindarkan penggunaan ejaan bahasa Inggris. Sungai. Purwokerto dan bukan Purwakerta di Jawa Tengah. Contoh: Aristoteles dan bukan Aristotle. Pulau. Wonogiri dan bukan Wanagiri. nama kabupaten atau kota‖ seperti Seutui. Hindarkan penggunaan nama-nama Latin atau Yunani dengan ejaan bahasa Inggris. meski ejaan terakhir ini kadangkala secara fonetis lebih tepat. Contohnya: ―Blitar‖ karena memiliki banyak arti. ejaan dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. penamaan artikelnya memakai format ―Kabupaten AA‖ dan ―Kota AA‖. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Tasikmalaya bukan Kecamatan Ciawi karena nama kecamatan yang sama bisa terdapat di kabupaten yang lain. Selat. atau Sala dan bukan Surokarto. Kecamatan. Nama-nama tokoh asing juga sesuai ejaan dalam bahasa aslinya. Nama-nama tokoh Nama-nama tokoh dalam bahasa Indonesia. maka artikel dengan nama itu menjadi halaman disambiguasi. dan j untuk y). ―Sungai Mahakam‖ dan sebagainya. jadi bukan ―Aceh Besar‖ dan ―Lhokseumawe‖. dan j untuk y). Nama-nama tokoh sebaiknya ditulis secara lengkap berikut nama depan dan nama belakang. Pulau. Ini berlaku walaupun nama tersebut hanya memiliki satu kegunaan. Apabila tidak ada coba gunakan ejaan Pinyin dan hindari ejaan Inggris berdasarkan Wade-Giles.Nama-nama tempat di Jawa Surabaya dan bukan Suroboyo.

Jeanne d‘Arc dan bukan Joan of Arc.T. GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dan lain-lain. Mao Zedong dan bukan Mao Tse-tung. Contoh: Hamengkubuwono IX dan bukan Sultan Hamengkubuwono IX atau Sri Hamengkubuwono IX Kartini dan bukan R.Boris Yeltsin dan bukan Yeltsin. Ptolemeus dan bukan Ptolemy. Kong Hu Cu dan bukan Kung Fu-tse Lenin bisa dipergunakan seiring dengan Vladimir Lenin.S.A. Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau Raden Ajoe Kartini Jusuf Kalla dan bukan Drs.S. H. Jusuf Kalla Beberapa gelar lainnya yang juga harus dihindari antara lain: GPH (Gusti Pangeran Haryo).O. Soeharto dan bukan Suharto. (E. Cokroaminoto. Tjokroaminoto dan bukan H. (lihat gelar kebangsawanan).) . Soekarno dan bukan Sukarno. KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo). Penggunaan gelar Gelar-gelar kebangsawanan dan akademis jangan dipakai sebagai judul artikel meskipun harus disebut dalam artikel sendiri.O.