http://avina.blog.fisip.uns.ac.

id/2011/02/26/materi-mata-kuliah-bahasa-indonesia/

http://bahasakita.com/2011/05/10/kata-frasa-klausa-dan-kalimat/

Kata, frasa, klausa, dan kalimat
Keempat istilah yang menjadi judul tulisan ini sering membingungkan orang yang belum sempat mempelajari linguistik: termasuk saya. Definisi yang diperoleh pada KBBI seperti yang tercantum di bawah ini pun tidak menolong menyembuhkan kebingungan tersebut. Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.  Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Jadi apa bedanya?    Dari definisi yang diberikan, terlihat bahwa urutan satuan tersebut, dari yang terkecil sampai yang terbesar, adalah (1) kata, (2) frasa, (3) klausa, dan (4) kalimat. Agar lebih jelas, ada baiknya kita bedah suatu contoh seperti di bawah ini.

Pejabat itu pernah mengatakan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dalam perdamaian dunia.
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah satu kalimatyang relatif berdiri sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan yang dipisahkan olehspasi. Klausa dikenali dari bagian yang memiliki subjek dan predikat serta memiliki potensi menjadi kalimat. Kalimat itu memiliki 2 klausa yang dihubungkan dengan kata bahwa, yaitu (1) pejabat itu pernah mengatakan dan (2)Indonesia dapat berperan dalam perdamaian dunia. Menguraikan frasa sedikit lebih sulit. Frasa paling sedikit harus terdiri dari dua kata dan tidak memiliki subjek-predikat. Kalimat tersebut memiliki 4 frasa: (1) pejabat itu, (2) pernah mengatakan, (3) dapat berperan aktif, (4)perdamaian dunia. Kata bahwa, Indonesia, dan dalam tidak dimasukkan dalam frasa karena memiliki fungsi sendiri dalam bentuk tunggal. Mudah-mudahan saya tidak salah dalam menjabarkannya. Maklum, tulisan ini dibuat dalam upaya untuk belajar juga.

http://studentdedhy.blogspot.com/2012/04/contoh-makalah-macam-macam-kalimat.html

Bahasa Indonesia
Pembahasan : macam macam kaliamat
Dosen Pembimbing :

Nama nama kelompok

: Dedy junianto Sitanggang Redy Anto Simbolon Timbul Simbolon Endro Situmorang Robby Josua Marbun Erwin Silitonga

Jurusan

: Akutansi

Universitas Advent Indonesia Tahun 2012

Kata Pengantar

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada kelompok kami sebagai penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang sedang anda baca ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Dan kami tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang telah meluangkan waktu baik diwaktu jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran untuk membimbing kami dalam menyelesaikan karya tulis ini, dan tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih orang tua dari anggota kelompok kami yang telah memberikan dorongan kepada kami, dan kepada teman teman kami Darwin Sinaga, Adil Ganda padang kami mengucapkan terimakasih dan yang terakhir kepada anggota kelompok kami antara lain, Dedy Sitanggang, Redy Anto Simmbolon, Endro Situmorang, Erwin Sihotanga, Timbul Simbolon dan Robby Marbun. Harapan kami dalam membuat Makalah ini semoga Tuhan Yang Maha esa memberkahi makalah ini dan dapat benar benar bermanfaat bagi kelompok kami terutama pembaca. Bandung : Universitas Advent Indonesia,2012

.. 6 7)............................................................................................................. tidak dapat mengungkapkan suatu ..............................Berdasarkan Diathesis................................ 10 Bab I Pendahuluan Hal yang menyebabkan kalimat menjadi bidang kajian bahasa yang penting tidak lain karena melalui kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya dengan jelas.............................................. Kedua bentuk itu................................................. 4 2).................................Berdasarkan Jumlaah Kontur yang ada di dalamnya....................... 3 Pendahuluan ................................................................ 6 6).....................................Berdasarkan Jumlah inti Membentuknya.........................................................Berdasarkan Pola-pola Dasar yang dimilikinya..............................Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya..................... 9 Kesimpulan................................................................................................................ 5 3)..................... 5 5)......................................................... 9 Daftar Pustaka..................................... 2 Bab ................................ tidak tahu)...................................................Berdasarkan Urutan Katany................................................... 4 1).................................................................................... Satuan bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (misalnya tidak) dan frasa atau kelompok kata (mis......................................................................... 1 Daftar Isi..........................Daftar Isi Halaman Kata Pengantar....................Berdasarkan Nilai Informasinya............ 7 8)................................................................................... 3 Bab II......................................................... 5 4)...........................Berdasarkan Pengucapannya....................................... 8 Bab III................................................................................................................................... kata dan frasa.................................

com/2008/05/09/macam-macam-kalimat/ . perlu kita pahami terlebih dahulu struktur dasar suatu kalimat. pada predikat. Untuk dapat berkalimat dengan baik. Lengkap dengan makna menunjukkan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkap maksud penuturannya Bab III Kesimpulan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek. Komposisi Bahasa Indonesia.maksud dengan jelas. tanda tanya. Daftar Pustaka Finoza. kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa klausa merupakan salah satu unsur segmental pembentuk kalimat. 1984 : 83). atau tanda seru. Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P) dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. dalam wujud lisan atau tulisan. dengan kata lain klausa sebagai bagian dari kalimat. Intonasi final kalimat dalam bahasa tulis adalah berupa tanda baca titik. Diksi Insan Mulia. 2002: 58). kecuali jika keduanya sedang berperan sebagai kalimat. yang mengungkapkan pikiran yang utuh.Panjang atau pendek. Lamuddin. baik lisan maupun tertulis harus memiliki S dan P (Srifin dan Tasai. http://yantysa.wordpress. sedangkan kalimat luas biasanya terdiri atas dua klausa atau lebih. Kalimat dapat terdiri atas satu klausa jika kalimat itu merupakan kalimat tunggal yang berklausa. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi. “ Kalimat adalah kontruksi gramatikal yang terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut pola yang tertentu. 1991: 9). kalimat hanya dan harus terdiri atas subjek dan predikat. dan dapat berdiri sendiri sebagai satu satuan (Kridalaksana. atau pada keduanya (Wijayamartaya. Penetapan struktur minimal S dan P dalam hal ini menunjukkan bahwa kalimat bukanlah semata-mata gabungan atau rangkaian kata yang tidak mempunyai kesatuan bentuk. Berdasarkan pernyataan di atas.

(kalimat tunggal 1) 2. Kalimat Majemuk Campuran [sunting]Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. yakni: Konjungsi Jenis penggabungan dan penguatan/Penegasan bahkan pemilihan atau berlawanan di lanjutkan pada sebuah kalimat majemuk yang kedua (sedangkan) urutan waktu kemudian. predikat atau objeknya sama. (kalimat tunggal 1) . Norif berangkat ke bengkel. lalu. Pekerjaannya hanya makan. (kalimat majemuk) [sunting]Kalimat majemuk rapatan Kalimat majemuk rapatan yaitu gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek. Kalimat Majemuk Setara 2. kalimat majemuk setara terdiri dari lima macam.maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali. Kalimat Majemuk Bertingkat 4.1. Juminten pergi ke pasar. (kalimat majemuk) Norif berangkat ke bengkel sedangkan Juminten pergi ke pasar. lantas Contoh: 1. Kalimat Majemuk Rapatan 3. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). Contoh: 1. (kalimat tunggal 2)   Juminten pergi ke pasar sedangkan Norif berangkat ke bengkel.

sehingga dengan. . supaya. kendati(pun). biarpun penyebaban pengakibatan cara alat perbandingan penjelasan kenyataan Contoh: 1. tidur. Pekerjaannya hanya tidur. tanpa dengan. (induk kalimat) 2. ayah mencuci motor. biar perlawanan (konsesif) walaupun. kalau. andaikata. (kalimat tunggal 3)  Pekerjaannya hanya makan. Berdasarkan kata penghubungnya (konjungsi). karena. alih-alih bahwa padahal [sunting]Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran yaitu gabungan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. yakni: Jenis Konjungsi JOTANNN syarat tujuan jika.2. Anak kalimat timbul akibat perluasan pola yang terdapat pada induk kalimat. (kalimat tunggal 2) 3. (kalimat majemuk rapatan) [sunting]Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat. (kalimat majemuk bertingkat cara 1) Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur. bagaikan. Ketika matahari berada di ufuk timur. tanpa seperti. asal(kan) agar. Pekerjaannya hanya merokok. oleh karena maka. kalimat majemuk bertingkat terdiri dari sepuluh macam. manakala. (kalimat majemuk bertingkat cara 2) sebab. dan merokok. Kemarin ayah mencuci motor. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur induk kalimat dan anak kalimat. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)   Ketika matahari berada di ufuk timur.

dan Rina membaca buku di kamar. 3.” ) Contoh : Ibu berkata. Ketika aku datang ke rumahnya. jeda dan intonasi. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “.pada predikat dihapus. ketika aku datang ke rumahnya. (kalimat tunggal 1) 2. kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai. Contoh : Aku harus memngerjakan PR.. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. kalimat diiringi dengan nada bicara. Biasanya memiliki predikatnya berupa kata kerja berawalan me atau ber.diganti dengan di-. Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita. jangan bermain-main saja.wikibooks. “Anis. Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Awalan me. Macam-macam kalimat berita : 1. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi. Secara lisan. Contoh : Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar. Secara tertulis. Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. Contoh : Nina menulis surat untuk nenek. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Toni bermain dengan Kevin. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. (pasif) 4.. (kalimat majemuk campuran) http://id. Jika subjek kalimat aktif berupa kata ganti maka awalan me. 2. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan. Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat.Contoh: 1. Contoh : Bapak memancing ikan. kemudian subjek dan predikat dirapatkan.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat Jenis-jenis Kalimat Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud. 4. Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu. (aktif) PR harus kukerjakan. . Contoh : Surat untuk nenek ditulis oleh Nina. (kalimat tunggal 2. 2. kamu harus belajar !” Kalimat Tidak Langsung Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. (pasif) Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Rina membaca buku di kamar kemarin.. 3. induk kalimat) 3. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)  Toni bermain dengan Kevin. JENIS-JENIS KALIMAT Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan.

Macam-macam kalimat perintah : 1. Kalimat larangan. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya. Contoh : Gantilah bajumu ! 2.wikipedia. tolong. kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. keterangan cara. Kalimat perintah biasa. Contoh : Adik bernyanyi. Contoh : Apakah kamu sakit ? Siapa yang membeli buku ini ? Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki syarat : 1. ditandai dengan partikel lah. ensiklopedia bebas Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos. Ciri-ciri : 1. Contoh : Saya siswa kelas VI. ditandai dengan penggunaan kata jangan. "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Kalimat ajakan. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. http://id. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. . Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶). Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. Adik bernyanyi dengan sangat merdu. Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal : 1. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting. kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. 4. 2.org/wiki/Paragraf Paragraf Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Contoh Jangan membuang sampah sembarangan ! 3. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. maupun keterangan waktu. 3. Dalam bentuk lisan. 2. Menggunakan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2. silahkan. ditandai dengan kata mohon. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Terkadang baris pertama dimasukkan. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Secara lisan. Contoh : Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka.

paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti. Ketika dialog dikutip dalam fiksi. Daftar isi [sembunyikan]      1 Memasukkan 2 Paragraf gantung 3 Detil 4 Kerangka paragraf 5 Macam-macam paragraf o o     5.Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang.1 Berdasarkan jenisnya 5. sebuah dingbat istimewa. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir. Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. Dalam fiksi prosa.2 Berdasarkan letak kalimat utamanya 6 Paragraf dalam HTML 7 Lihat pula 8 Rujukan 9 Pranala luar [sunting]Memasukkan Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi). atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme. dengan baris kosong antara paragraf. tiga asterisk. Spasi tambahan ini. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalamanhalaman. . atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. [sunting]Paragraf gantung Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan. dapat mendatangkan sebuahasterisk. sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. gagasan. khususnya ketika terjadi pada page break. contohnya.

Sedikit susah payah dia membuka pintu itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets karya Dr. Kalimat berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara yang spesifik. sebuah "detail" adalah sebagian kecil informasi di dalam paragraf. yet his exhibitions have an air so much original. He never "o'ersteps the modesty of nature. that it is difficult to suppose them not merely the product of imagination. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau menjelaskan ide pokok. Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama. dan ada waktu kejadian.[rujukan?] [sunting]Kerangka    paragraf Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf. bahwa Joseph Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. . benda. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama. atau tempat. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal.Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan. is so happily diffused as to give the grace of novelty to domestic scenes and daily occurrences.[sunting]Detil Dalam sastra. is peculiar to himself. Anak itu pun memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri.  Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat. Contoh: Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya. ada palaku. Raut muka lelaki itu semakin menyeramkan. he must be allowed to stand perhaps the first of the first rank. atau merasa objek yang digambarkan itu." nor raises merriment or wonder by the violation of truth. Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. His figures neither divert by distortion nor amaze by aggravation. Ia semakin terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming. [sunting]Macam-macam paragraf Paragraf dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya [sunting]Berdasarkan  jenisnya Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. bagaikan seekor singa yang siap menerkam. Ciri-cirinya: ada kejadian. as Steele observes. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina. He copies life with so much fidelity that he can be hardly said to invent. Contoh: Perempuan itu tinggi semampai. mendengar. which. His humour. kalimat pertama adalah ide pokok. As a describer of life and manners. Samuel Johnson.

membujuk. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis. ♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. hingga ekonomi. Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan. rinci. budaya. teknik. atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. Mereka bisa maju karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter. bahkan terkait dengan "meta penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan atas laporan. Contoh: Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Contoh: . hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru. Di dalamnya. kiat. Ciri-cirinya: ada informasi.  Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Akan tetapi. Membentuk karakter manusia memang membutuhkan pengorbanan. Sebab. aduan. dan kausalitas.  Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya. sosial. yaitu generalisasi. Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. dan sebagainya. dan terukur. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui perspektif agama. Padahal. [sunting]Berdasarkan  letak kalimat utamanya Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya. dan Malaysia. dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu. Contoh: Kemauannya sulit untuk diikuti. sebagaimana yang dilakukan negaranegara maju seperti Jepang. Para peserta sudah menyepakati hal itu.  Persuasi adalah paragraf yang mengajak. domain tersebut menyangkut hal yang sangat rumit. Contoh: Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah mendarah daging di pesantren. membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan. dibahas persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah. Singapura. atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. analogi. Selama ini. Contoh: Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur.

Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. akibatsebab. yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan. kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. Burhan. mencakup Ali. dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu. dan sebab-akibat 1 akibat 2. Mesin rumit itu ada penciptanya. ♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Pasti demikian pula dengan Tuhan. ternyata Ali. yaitu sebab-akibat. Matahari. bumi. Maman. Contoh: . 2. sangat sayang akan ciptaannya. seperti halnya mesin. Oleh karena itu. Pemerolehan nilai Ali. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. Ada tiga pola hubungan kausalitas.   Sebab-Akibat Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab. Contoh: Alam semesta berjalan dengan sangat teratur. yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. yaitu manusia. Polanya adalah A mengakibatkan B. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Alex. Toto. Dalam paragraf di atas. boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang. dan anak-anak lainnya. 4. penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Misalnya.Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa. 3. tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu. beredar dengan teratur. Maman. dan Burhan. seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. mendapat nilai delapan. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Manusia yang menciptakan mesin. Alex. bulan. Toto. Burhan. dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya. Yang menjadi penjelasannya di atas adalah: 1. Alex. ♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan faktafakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. jika hujan-hujanan. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis. Toto. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Mesin saja ada penciptanya. kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang.

Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Minyak tanah. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi. premium. baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat. Hari ini pun tidak. kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat. kedudukan rupiah menjadi kian mantap. perdagangan. harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik.Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. solar. Jika biaya angkutan naik. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi. pasti Badu itu sedang sakit. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Contoh: Kemarin Badu tidak masuk kantor. . Contoh: Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Karena harga bahan bakar naik. Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan.   Akibat-Sebab Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Pertanian. Oleh karena itu. dapat direhabilitasi dan dikendalikan.   Sebab-Akibat-1 Akibat-2 Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Karena itu. Dengan demikian. dan industri. harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan. dan lain-lain dinaikkan harganya. Contoh: Mulai tanggal 17 Januari 2002. Produksi nasional pun meningkat.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini. Oleh karena itu.  Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.

kamus gratis. 2000. 4th ed.. Savage. [sunting]Pranala luar Lihat paragraph di Wiktionary. Dari sampah. Lawrenceville. New York: Houghton Mifflin. Samuel. Laurie E. Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Contoh: Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar.tag pembuka <p> menandakan awal paragraf. dan tag penutup </p> menandakan akhir paragraf. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. ISBN 0-7645-6184-7 (10).  (Inggris) Paragraf dalam HTML 3 dari situs web World Wide Web Consortium (W3C). 2000. [sunting]Paragraf dalam HTML Di XHTML. NJ: Peterson's. ISBN 978-0-7645-6184-9 (13). [sunting]Lihat   pula Blok pernyataan Pilcrow [sunting]Rujukan   The American Heritage Dictionary of the English Language. elemen p menandakan blok teks sebagai paragraf. Master the AP English Language and Composition Test. Harganya murah-murah. November 2003. Project Gutenberg. EBook. Tag akhir bersifat opsional untukHTML. atau elemen blok berikutnya. lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Johnson.  Rozakis. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. . sebagaimana penjelajah secara otomatis memulai paragraf lain di tag <p> berikutnya. #4673. Lives of the Poets: Addison. etc. Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk.

3. 2. -mu. -ku. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai. bukumu. Contoh: non-Indonesia. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. kauambil. Contoh: bacalah. 1. 7. Contoh: per 1 . Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu.http://mnovrianto. sisipan. Partikel -lah. diselipkan tanda hubung. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. Gabungan kata atau kata majemuk 1. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. garis bawahi 3. Imbuhan (awalan. dari Surabaya. 5. sepak bola. dan -tah ditulis serangkai. Contoh: bertepuk tangan. buku-buku). Contoh: kumiliki. orang tua. pedoman ini mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua dengan beberapa tambahan sesuai dengan konsensus yang telah pernah didiskusikan di antara para kontributor Wikipedia.com/2009/12/macam-macam-morfem. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. ku-. maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang. 8. 4. 2. Secara umum. unsur gabungan ditulis serangkai. anak-istri saya. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. 6. dan "tiap" ditulis terpisah.blogspot. siapakah. dilipatgandakan. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Kata depan atau preposisi (di [1]. satu kali pun. Contoh: menggarisbawahi. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. baik yang berarti tunggal (lumba-lumba. daripada. Contoh: duta besar. gabungan kata ditulis serangkai. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. apatah. Contoh: adipati. jamak (anak-anak. 3. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. keluar. dll. Contoh: apa pun. ke tengah. ibu kota. Contoh: alat pandang-dengar. Partikel -pun ditulis terpisah. sayur mayur). -nya) ditulis serangkai. ke. -kah. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. bagaimanapun. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. "demi". termasuk istilah khusus. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 1. dari) ditulis terpisah. miliknya. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. Gabungan kata. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. Kata ganti (kau-. 3. Contoh: di dalam.html macam-macam morfem Pedoman ejaan dan penulisan kata Halaman ini memuat panduan ringkas mengenai ejaan dan penulisan kata yang dianjurkan di Wikipedia bahasa Indonesia. termasuk istilah khusus. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. 4. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. 5. Contoh: bergeletar. dikelola 2. Gabungan kata. Partikel 1. Artikel si dan sang ditulis terpisah. kemari. dll. kupu-kupu). ditulis terpisah. 2. mancanegara. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. Partikel per.yang berarti "mulai".

me.+ datang → mendatang. jika huruf pertama kata dasar adalah c.memiliki aturan sebagai berikut: 1. per helai. me. me. me. per-an dan per-i 9. gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran. Akhiran: -man. me. pe-.+ luluh → meluluh. jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal. atau w.-em-. pe-an dan pe-i 8. Imbuhan sederhana. 5. jika kata dasar hanya satu suku kata.+ hias → menghias. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka. -wati. 1. Contoh: me.+ tiup → meniup*. me. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. q. atau v. dan se2. me. ber-an dan ber-i 2. di-. p*. Contoh: me+ kikis → mengikis*. n. k*. 10.+ vonis → memvonis. m. 2.→ mem-. -el-. ter-. dan -ita. Sisipan: -in-. Contoh: me. pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. diper-kan dan diper-i 4. digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing). -wan. 6.+ gotong → menggotong. d. Singkatan dan akronim. r. jika huruf pertama adalah s*. j. se-nya 10. Angka dan bilangan. dan -nya 2.+ klarifikasi → mengklarifikasi. Contoh: me. me. g.+ baca → membaca. 3. -lah.+ sapu → menyapu. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. -i. Imbuhan spesifik.+ pukul → memukul*. me. me. Akhiran: -kan. ter-kan dan ter-i 3. 9. Contoh: me. ke-an dan ke-i 5.→ meny-.+ sapu → menyapu*. Contoh: me. me. ber-. Imbuhan gabungan. Awalan: me-. Awalan mePembentukan dengan awalan me. me. Jenis imbuhan Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi: 1. memper-kan dan memper-i 7. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim. me-kan dan me-i 6. f. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut. dan -er-. jika huruf pertama kata dasar adalah l. 3. Kata turunan Secara umum.April. me.+ bom → mengebom. 2. -an. jika huruf pertama kata dasar adalah b. ke-.→ meng-.+ tik → mengetik. 4.→ menge-. hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran. atau t*. me.→ men-. per-. 1. tetap. Contoh: me. me.+ kira → mengira. me.+ fasilitas + i → memfasilitasi. 1. di-kan dan di-i 3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara .+ klik → mengeklik. h. 2.+ tipu → menipu.+ makan → memakan. Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus: 1. Contoh: me.

yaitu: 1. dengan mana". Dengan demikian. kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan ..+ ajar → belajar (huruf r digantikan l) Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. "whom". atau "where") atau variasinya ("dalam mana". termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Pranala ke situs luar Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti "Untuk informasi lebih lanjut.. Penggunaan "di mana" sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. gugur. atau tewas (tergantung konteks). apalagi "dimana". bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk "di mana" (padanan dalam bahasa Inggris adalah "who". Pada dasarnya.. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. Mayat dan mati • mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi.. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa.+ konversi → mengkonversi. Gunakan kata jasad atau jenazah.. Aturan khusus Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK "DI MANA". Penggunaan "di mana" sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. bahasa Indonesia hanya mengenal kata "yang" sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. Contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: . Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik: {{stub}} atau {{rintisan}} di bagian akhir artikel. "which". Contoh: me. Gunakan kata wafat...+ kerja → bekerja (huruf r dihilangkan) 2.[sic] ." pada artikel yang belum lengkap. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). apalagi bunyi ujaran China . kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan . (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m). ber. . meninggal.. ber. dan sebagainya). . Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). silakan mengunjungi situs ini. • mayat: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi.sempurna. Tionghoa (bahasa dan orang). • Usul perbaikan: .

"atau". belasungkawa 12. beasiswa 11. "Sedangkan" digunakan untuk mengawali kalimat.849. alhamdulillah 5. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). dalam pilgub Banten kali ini. barangkali 8.." Gabungan kata yang ditulis serangkai 1." Usulan perbaikan 2: "Sebelumnya disebutkan. bismillah 10. akhirulkalam 4. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice . bumiputra 13.. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata "sementara itu". dalam pilgub Banten kali ini ada 6. darmasiswa 16. kacamata 20. hulubalang 19. dukacita 17. .208." Usulan perbaikan 1: "Sebelumnya disebutkan. Kata penghubung "sedangkan" Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata "sedangkan".• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m). Contoh: Dari harian Jawa Pos: "Sebelumnya disebutkan. astagfirullah 6. . jumlah total TPS se-Banten ada 12.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. halalbihalal 18.849. kasatmata .208. • Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja . Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. 6..849.208.. "Sedangkan" adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. Sementara itu. bagaimana 7. Di sini tampak bahwa "apabila" menggantikan posisi "di mana" (ditulis di kalimat asli sebagai "dimana"). bilamana 9. darmabakti 15. adakalanya 3. sama seperti "dan". serta "sementara". Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. daripada 14. acapkali 2.

saputangan 36. padahal 30. atlet. Al Qur'an (maupun tanpa [']) 4.21. azas 8. ekstrim 14. silaturahmi 42. besok. atlit (ingat: atletik. aktip 2. al-Qur'an. al Qur'an. 1. paramasastra 31. radioaktif 34. wasalam Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan. aktivitas. titimangsa 47. sebagaimana 38. aktifitas 3. alquran. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. apotik (ingat: apoteker. olahraga 29. sukaria 45. bukan apotiker) 7. analisa 5. mangkubumi 27. apotek. Ekstrakurikuler. Al-Qur'an. peribahasa 32. ekstrem. sediakala 39. sukacita 43. Februari. kepada 22. diagnosa 12. sukarela 44. asas. manakala 25. bukan atlitik) 9. embus. analisis. puspawarna 33. bus. keratabasa 23. diagnosis. aktif. sastramarga 35. syahbandar 46. saripati 37. bis 10. ekstrakulikuler 13. sekalipun 41. anda 6. kilometer 24. esok 11. Pebruari . matahari 28. segitiga 40. hembus 15. manasuka 26. Anda.

kenderaan 36. ma'af 46. metode. hierarki. indra 25. kendaraan. hipnotis (adjektiva) 21. gladi. jendral 30. menghipnosis (verba). konkrit. jadwal. objektif. indragiri. kualitas. mungkir. komoditas [2] 37. kwalitas. persen. olah raga 59. karier. kacamata. kuno. faham 61. indera. frekuensi. ibukota 22. maaf. istri. foto. napas. mazhab. kongkrit 39. kosa kata. ijin 28. ijazah. komoditi. loka karya 45. kosakata 40. kuantitas. kuitansi. narasumber. komplit 38. Katolik. nakhoda. kangker 33. mahzab 48. hirarki 20. Jum'at 31. pungkir (Ingat!) 50. paham. objek. makhluk. November. kwitansi 43. inderagiri 26. Jumat. himbau 24. frekwensi 17. jadual 29. Nopember 56. orang tua. photo 18. prosen . nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) 53. mahluk. hipnosis (nomina). kwantitas [2] 42. konkret. kaca mata 32. ibu kota. nakoda 51.16. lokakarya. karir 34. metoda 49. jenderal. obyek 57. kuna [3] 44. nafas 52. nasihat. kanker. imbau. ijasah 23. obyektif/p 58. orangtua 60. negatif. olahraga. kwalitet [2] 41. nahkoda. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) 55. Katholik 35. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) 47. izin. komplet. nasehat 54. geladi 19. isteri 27.

baik untuk arti housing maupun PHK 66. utang. pelepasan. telefon. Yogyakarta. surga. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. selebriti 83. pengrumahan. hutang (Ingat: piutang.62. jaman Catatan kaki 1. seksama (Ingat!) 75. Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan. sepak bola. saksama. tehnik 96. putri. subyek 89. penglihatan. tilpon 97. terampil. propinsi 70. silahkan (Ingat!) 85. sekertaris 80. pemukiman 65. tahta. putra. standard 92. sarat (=penuh). sekretaris. samudra. realitas. samudera 76. trampil 99. puteri 72. sekuriti. bukan praktekum) 69. penglepasan 63. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya. Perancis [4] 68. Prancis. teoretis. pengecualian 64. teknik. syurga 88. segi tiga 82. Sumatera 91. tanda tangan. wali kota 102. takhta 95. telepon. segitiga. syaraf 78. fikir 67. tandatangan 94. sintesa 86. walikota.sepertinya kedua-duanya berlaku 100. standardisasi. resiko 74. standarisasi [5] 93. praktek (Ingat: praktikum. subyektif/p 90. putera 71. subjek. sekuritas [2] 81. rubah (=serigala) -. pelihatan. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) 79. sintesis. ubah (=mengganti). Jogjakarta 103. zaman. Sumatra. permukiman. teoritis (diserap dari: theoretical) 98. risiko. praktik. sepakbola 84. perumahan. standar. subjektif. sistem. pikir. salah) 77. sistim 87. tel(f/p)on. saraf. provinsi. selebritas. bukan pihutang) 101. silakan. sorga. . realita 73. sangsi (=ragu-ragu).

^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi. ^ Lihat bagian diskusi halaman ini 4. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan "Perancis" sesuai konsensus.2. Posted by no_free@westlife. dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). ^ Walaupun "Prancis" lebih dianjurkan. Morfem Morfem. adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. 3. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. 5.com at 17:44 . Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah. hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi.

Dwilingga). yakni perulangan kata yang dialami oleh sebagian dari kata dasar. kejar-kejaran b. lumba-lumba. Contoh: a.org/ KATA ULANG Kata Ulang Kata yang mengalami perulangan kata sebagian atau seluruhnya dan mengakibatkan makna yang berbada-beda. Contoh: a. di antaranya sebagai berikut. Macam-Macam Kata Ulang Kata ulang dibagi menjadi 4 macam. tetangga 3. yakni perulangan kata yang melibatkan morfem terikat (afiks) a. Maka kata-kata berikut dinamakan Kata Ulang Semu. 2. Kata ulang yang menyatakan `banyak tidak menentu`. .http://basindo.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. gerak-gerik Perubahan fonem konsonan a. mondar-mandir b.U. tiba-tiba b. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar.Di tempat kakek.Anak kelas IX orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. yakni perulangan kata yang dialami oleh seluruh kata dasar namun mengalami perubahan fonem pada salah satu kata dasarnya. sayur-mayur b. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Macam-macam makna atau nosi kata ulang. lauk-pauk Catatan: kata-kata berikut tidak termasuk kata ulang dalam bahasa Indonesia karena tidak sesuai dengan pengertian kata ulang itu sendiri.U. rumah-rumah 2. Kata Ulang Salin Suara (K. Kata ulang yang menyatakan `sangat`. Contoh: . Dwilingga Salin Suara). kura-kura c. Contoh: . Kata Ulang Berimbuhan. Kata Ulang Utuh (K. 1.U. pepohonan b. Dwipurwa). terdapat pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. Kata Ulang Sebagian (K. Kata ulang yang menyatakan `paling`. mobil-mobilan 4. dll. pura-pura d.Jambu merah Pak Alex besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. 3. . yakni: 1.edublogs. Contoh: . Contoh: Perubahan fonem vokal a. anak-anak b. Contoh: a.

.Ricky main rumah-rumahan bersama Rexy seharian di halaman rumah.Jangan beli makanan banyak-banyak.Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. . 10. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `berusaha` atau `penyebab`.Marcel membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Mulyanto tadi pagi.Setinggi-tingginya Agus naik pohon. 8.Karena berjalan sangat jauh kaki Putra sakit-sakit semua. Contoh: . Ada apa ya? 12. .Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa. 7. Kata ulang yang menyatakan `himpunan pada kata bilangan`. . Kata ulang yang menyatakan `beberapa`. Kata ulang yang menyatakan `agak` (melemahkan arti). Contoh: . Nak. nanti jatuh! 11. Kata ulang yang menyatakan `saling` atau `berbalasan`(resiprok).Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain.Biarkan dia main hujan! Lama-lama dia akan bosan juga. Contoh: .Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya.Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit. 4.Lina selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Hany dapat termaafkan. . Kata ulang yang menyatakan `sifat` atau `agak`.Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan. Kata ulang yang menyatakan `waktu` atau `masa`. Contoh: . Contoh: . Kata ulang yang menyatakan `bersenang-senang` atau `santai` Contoh: . . . . pasti dia akan turun juga.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. Contoh: . Contoh: . 9.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! . 13. Kata ulang yang menyatakan `terus-menerus` Contoh: . Contoh: . 5. Kata ulang yang menyatakan `bertambah` atau `makin`.Zambada dan Edowa mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. Kata ulang yang menyatakan `mirip` / `menyerupai` / `tiruan`.Mas Agung berminggu-minggu tidak apel ke rumahku.Jangan tergesa-gesa begitu dong.Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. nanti uang sakumu habis! 14. . . 6.

intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dibandingkan yang tidak. 3. Kalimat langsung bertanda kutip (―…‖) sedangkan kalimat tak langsung tidak bertanda kutip. sedangkan pada kalimat tak langsung kata ganti pada kalimat yang dikutip mengalami perubahan. supaya. Susunan kalimat langsung tetap. bilamana > waktu di mana. saya > dia. Bentuk dari kalimat tidak langsung hanya berupa kalimat berita. baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. kalimat tanya. PENGGUNAAN KATA GANTI (PRONOMINA) PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung kamu > saya. PERBEDAAN KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG 1. untuk. ataupun kalimat seru. tidak berkata tugas. KALIMAT KALIMAT LANGSUNG adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan atau ujaran orang lain. sebab. dan kalimat seru sedangkan pada kalimat tak langsung hanya berupa kalimat berita. dll. KALIMAT TAK LANGSUNG adalah kalimat yang melaporkan/memberitahukan ucapan atau ujaran orang lain. seperti bahwa. ia -ku > -nya kita > mereka PENGGUNAAN KATA TUGAS PADA KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TAK LANGSUNG Kalimat Langsung > Kalimat Tak Langsung siapa > tentang nama / pelaku apa (-kah) > tentang sesuatu / benda Kapan.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. aku engkau > saya. 4. urutan mana > pilihan bagaimana > cara jangan > untuk tidak -lah > untuk / supaya / agar (berupa kalimat berita) > bahwa MEI01 Karangan Uncategorized Tagged karangan1 Comment » KARANGAN . 2. 5. Pada kalimat langsung. sedangkan pada kalimat tak langsung berkata tugas. Kalimat langsung berbentuk kalimat berita. . ke berapa > jumlah. aku aku. sedangkan pada kalimat tak langsung intonasi mendatar dan menurun. Pada kalimat langsung.. kalimat perintah. ke mana > tempat mengapa > sebab Berapa. kata ganti pada kalimat yang dikutip tidak mengalami perubahan. Bentuk dari kalimat langsung dapat berupa kalimat berita. kalimat tanya.Dari tadi padi Filo kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. kalimat perintah.

kini mulai dibangun di Palu. Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Contoh: Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. atau menerangkan suatu gagasan. dengan biaya sekitar Rp 10 milyar. Contoh: ―Amin memang murid yang baik. Amur Muchasim. Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca. Bahwa prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari temantemannya dapat dilihat dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah. yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng. Di sekitar halaman sekolah. Oleh karena itu. Dan. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat. masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan. (4) Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan. Ada pula kantin yang bersih dan luas agar suasana istirahat kami dapat kami gunakan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kejenuhan.H. Inilah masalah yang sulit dipecahkan. pendapat.‖ (5) Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau menggambarkan suatu . (3) Persuasi ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan. Seandainya saja setiap anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah kualitas kesehatan dapat ditingkatkan.Karangan adalah hasil tulisan yang mengungkapkan ide. pendapat. Pembangunan kantor di Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu. persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya. Contoh: Lingkungan sekolah kami sangatlah nyaman. seta bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih awal dari temantemannya. Namun demikian. setelah tertunda dua tahun. atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. untuk tahap pertama. (2) Eksposisi ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan. yakni: (1) Deskripsi disebut juga lukisan. Dalam Argumentasi ini. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak diselesaikannya.. marilah kita mencoba untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan. Tak ayal lagi ia akan menjadi mahasiswa yang baik. tersedia pula lapangan olahraga yang sangat luas sehingga dapat membantu kami untuk meningkatkan keterampilan berolahraga dan mengekspresikan diri. perasaan. diantaranya ialah tidak membuang sampah sembarangan. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat. atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu. Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan. kejadian. suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan. berbagai fasilitas sekolah tersedia demi kemajuan proses belajar kami. dan sikap yang diajukan. direncanakan rampung 2 – 3 tahun mendatang. Dengan luas 1 ha. terdapat berbagai jenis tanaman hias yang kami tanam sendiri. atau keyakinan. mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional. Karangan dibagi menjadi beberapa macam. sikap. mengembangkan. Contoh: Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif. S.

pengertian persoalan. dan Belanda di Indonesia kemudian ditaklukkan oleh Jepang. Contoh: ―Beratus-ratus tahun Indonesia telah dijajah Belanda. desertasi. 2) Sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka. Ini tidak lama memang. tesis. hikayat. penelitian. laporan. keyakinan. sistematika yang digunakan. Persamaan: 1) Sama-sama menjelaskan pendapat dan keyakinan penulis. gambar. sedang yang kedua dinamakan nonfiksi. dan lain-lain pada paparan untuk menjelaskan. statistik. Fiksi umumnya hanya mengetengahkan hasil rekaan atau imajinasi atau khayal pengarang. Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hata. 3) Pendahuluan pada paparan memperkenalkan topik dan tujuan yang akan dipaparkan. peta. skripsi.pengamatan dan penelitian . Bahasa fiksi biasanya bersifat konotatif dan subjektif. 4) Sama-sama menggali sumber ide melalui: . 2) Grafik. novel. Yang pertama disebut fiksi. atau gabungan dari keduanya. fabel. sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. sera tujuan argumentasi.pengalaman . legenda. karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom atom. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk memproklamirkan kemerdekaannya. dan dongeng. cerpen. mite. 4) Penutup pada akhir paparan biasanya manegaskan lagi apa yang telah diuraikan sebelumnya. dan lain-lain. cerpen. yang semuanya termasuk karangan ilmiah Yang dimaksud karangan ilmiah ialah karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan. dan hikayat.kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis.‖ Perbandingan karangan eksposisi dengan argumentasi a. Termasuk karangan fiktif ialah roman. kini Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia. dan sikap penulis benar. tambo. atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu. Sedangkan pendahuluan atau pembuka pada argumentasi berisi latar belakang dan sejarah persoalan. Perang Dunia II pecah. grafik. Sedangkan pada akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya. Sedangkan grafik. . jadi tercakup di dalamnya ialah roman. Sedang contoh karangan nonfiktif dapat kita kemukakan misalnya. dan yang isi serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.daya khayal tidak digunakan b.sikap dan keyakinan . resensi. Imajinasi tersebut sering pula didasarkan pada peristiwa seharihari sehingga ada kemungkinan dapat terjadi. 3) Sama-sama memerlukan analisis dan sintesis pada waktu mengupas sesuatu. statistik. Sebaliknya karangan nonfiksi menyajikan peristiwa secara apa adanya atau secara objektif. paper atau makalah. Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual. Perbedaan: 1) Tujuan paparan hanya menjelaskan dan menerangkan. kisah perjalanan. Sedangkan argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif. Biasanya karangan dibedakan atas karangan fiktif dan karangan faktual. sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat. bahasa nonfiksi cenderung objektif dan denotatif. novel. statistik dan lain-lain pada argumentasi untuk membuktikan. pada tangga 17 Agustus 1945.

(2) Makalah ditulis oleh siswa atau mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan. (5) Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan. atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat. penyelidikan. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor. Tujuan resensi ialah memberi pertimbangan den penilaian secara objektif. Yang tergolong karangan ilmiah antara lain: (1) Laporan ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan. (7) Resensi ialah karya tulis yang berisi hasil penimbangan. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin. dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian. artinya keterangan yang diberikan dapat diuji kebenarannya.T. artinya membeberkan semua segi yang berkaitan dengan masalahnya (4) disusun menurut sistem tertentu dan metode tertentu sehingga mudah dimengerti dan dipahami. yaitu semua yang dipaparkan disusun dalam urutan yang berkesinambungan (3) objektif atau faktual. dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis. digarap. (9) Esai adalah semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. atau diamati.Ciri-ciri Karangan Ilmiah: (1) logis. seminar. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertanngungjawab dalam bidang studi tertentu. Maksudnya apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya. (6) Disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor. untuk dibacakan dalam rapat kerja. yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. (5) bahasanya bersifat lugas atau denotatif. pengulasan. dan sebagainya. dan . (3) Kertas kerja adalah karangan yang berisi prasaran. observasi. diteliti. dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. (8) Kritik dari bahasa Yunani kritikos yang berarti `hakim‘. usulan. Resensi yang disebut juga timbangan buku atau book review sering disampaikan kepada sidang pembaca melalui surat kabar atau majalah. tetapi juga menampilkan kelebihan atau keunggulan karya itu seperti adanya. Kritik tidak hanya mencari kesalahan atau cacat suatu karya. (E. Kritik sebagai bentuk karangan berisi penilaian baik-buruknya suatu karya secara objektif. maksudnya semua keterangan yang diketengahkan mempunyai alasan yang dapat diterima akal (2) sistematis. artinya keterangan yang dikemukakan didasarkan pada apa yang benarbenar ada atau sesuai dengan fakta (4) teruji. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan. Syarat-syarat Karangan Ilmiah: (1) mengandung masalah serta pemecahannya (2) masalah harus merangsang atau menarik perhatian pembaca (3) lengkap dan tuntas.) MEI01 . jika dibandingkan dengan skripsi. (4) Skripsi. simposium. atau penilaian sebuah buku. sehingga masyrakat mengetahui apakah buku yang diulas tersebut patut dibaca ataukah tidak.

tetangga. -logi. bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata dasar. dll. Contoh kata: mainan. 3. dan lain-lain. Dan jenis ini tidak masuk ke dalam jenis kata ulang karena definisi kata ulang semu tidak sama dengan kata ulang (reduplikasi) sesuai dengan KBBI. Catatan: kata kura-kura. -er-. Kata majemuk dibagi menjadi 3 jenis. pra-. per. atau kata lainnya yang menggunakan tanda hubung (-) dan memiliki makna oleh kata itu sendiri dinamakan kata ulang semu. tembak-menembak. sesuatu.Akhiran (sufiks) Macam-macam sufiks: -an. -sasi. diper-. yaitu: a. -if. -i. memper-. bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tetapi terdapat fonem (huruf) yang berubah. membaca. dll. mondar-mandir. Reduplikasi dibagi menjadi 4 jenis. tiba-tiba. pertanianContoh: per + tani + an Afiks `per-` dan `-an` adalah contoh morfem terikat. yaitu: a. yaitu: a. Contoh kata: bermain. -man. tetamu. Proses Pengulangan Kata (Reduplikasi)  Kata dasar yang mengalami perulangan sehingga membentuk makna yang berbeda-beda. lauk-pauk.Kata ulang sebagian (dwipurwa) Contoh kata: lelaki. jenis kata ulang yang terjadi pada seluruh kata dasar. memiliki kedudukan kelas kata yang sama. dll. afiks yang melekat di belakang morfem bebas. sirami. manca-. yakni: 1. bergelembung (morfem bebasnya `gembung`). di-. 2. me(N)-. -wati. afiks yang melekat di depan morfem bebas.Sisipan (infiks) Macam-macam infiks: -el-. dll. perlindungan. dan lain-lain. pe(N)-.Kata majemuk setara . dll. alamiah. ambilkan. lumba-lumba. d. cumi-cumi. pengarang. c.Awalan (prefiks) Macam-macam prefiks: ber-. dll. karyawati. ubur-ubur. -is. Kata majemuk juga bisa disebut sebagai frasa. dipukul. se-. anak-anak. bersalam-salaman. b. c. -iah. dan -em-. murid-murid. b. rumah-rumahan. adi-. sedangkan kata `tani` adalah contoh morfem bebas. -kan. Afiksasi dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis. Permajemukan (Kata Majemuk)  Gabungan dua kata atau lebih yang berstatus sebagai kata yang berdiri sendiri sesuai dengan kata yang digabungkan. Proses Imbuhan (Afiksasi)  Kata dasar (morfem bebas) yang dilekatkan dengan afiks (morfem terikat) sehingga membentuk makna kata yang baru. antar-. seniman.Kata ulang utuh (dwilingga) Contoh kata: rumah-rumah. ramah-tamah. bentuk perulangannya mendapat imbuhan (afiks). egois.Kata ulang utuh berubah bunyi (dwilingga salin suara) Contoh kata: gerak-gerik. Gramatikalisasi dibagi menjadi 3 macam.Kata ulang berimbuhan Contoh kata: bermain-main. semacam. afiks yang melekat di antara morfem bebas. leluhur. dll. -wan.Kata Jadian Uncategorized Tagged jadianNo Comments » KATA JADIAN Kata Jadian adalah kata yang telah mengalami gramatikalisasi. Contoh kata: bergerigi (morfem bebasnya `gigi`).

. meja makan. 5. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus. Contoh: . KB KB KK KK KB KB b. 4. Contoh: . Contoh: . .Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah.Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya.Kata majemuk bertingkat (tak setara) Contoh kata: gadis belia. Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu. Contoh: . Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. .Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. 9. memiliki kedudukan kelas kata yang berbeda. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin …. hancur lebur. Contoh: . yaitu antara lain: 1. Kata ulang yang menyatakan paling. memiliki makna yang baru.Saat lebaran biasanya keluarga di RT IV kunjung-kunjungan satu sama lain.Setinggi-tingginya Joni naik pohon. 8. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan (resiprok). dan lain-lain.Anak Kelas VIII orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. . dll.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan. KB KS KB KK KB KS K Bil. 6. Contoh: .Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit.Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga.Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. siswa teladan. delapan ekor.Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. . . . 2. 3.Contoh kata: kursi tamu. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan.Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi. besar mulut >> bukan mulutnya besar melainkan suka membual (pembohong).Jambu merah Pak Daden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. Contoh: . 7. keras kepala >> bukan kepalanya keras seperti batu melainkan egois.Kata Idiomatis atau ungkapan Contoh kata: panjang tangan >> bukan tangannya panjang melainkan suka mencuri. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa. dll. pasti dia akan turun juga.Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab. majalah wanita. . Kata ulang yang menyatakan sangat. KB c. Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia.

Jangan beli makanan banyak-banyak. tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini.Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau.Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.Mas Tono berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. Contoh: . . . Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai. kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. Contoh: . satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi. Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. .Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! .Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh. reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks. . Contoh: . 10. Nak.Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan. sufiks dan konfiks. juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks). Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti). 13. nanti perutmu meletus! 14. Kata ulang yang menyatakan beberapa. konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan). 11. Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan).Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua.Contoh: . Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda.Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya.Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hongkong. Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan. Contoh: . Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. . Istilah afiks termasuk prefiks. Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya. Contoh: . Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan.Dari tadi Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. . Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari. prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru. Ada apa ya? 12.

Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat – siapa yang melakukan aksi itu. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan. Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). pem – an. me-. dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. perulangan. di-: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks ―me-. Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-. atau permajemukan.kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan. per – an. se – nya Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. -kah. arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan. peng-. me-. meng-. hasil perbuatan. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks. -kan. -pun. ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks. se-. Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks. Banyak verba dengan afiks ―ber-‖ mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. -i. menge-. pe – an. di-. Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina. pe-: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. peny-. peng – an. Aplikasi Afiks ber-: menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. ber – an. menghasilkan. pem-. di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. -nya konfiks: ke – an. adjektiva. Juga dapat menunjukkan keadaan atau kondisi atribut tertentu. Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. Edisi Kedua – 1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. ke-. bukan tindakan atau obyek tindakan itu. verba. Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini. Jika seseorang mengerti makna kata dasar.‖ Prefiks ―me-‖ menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks ―di-‖ menunjukkan tindakan pasif. dan bukan pelaku. tersufiks: -an. meny. meny-. peny – an. per-. keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda. bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. maka kata . mem-. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Fungsi utama prefiks ―ber-‖ adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu. kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku. meng-. pe-. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya. -lah. melakukan atau menjadi sesuatu.

alat. paling baru. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. kesamaan atau kemiripan 4. instrumen. Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. satuan atau kesatuan (seperti ―a‖ atau ―the‖ dalam Bahasa Inggris) 2. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. pesawat. pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum . ke-an: Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. Konfiks ini adalah untuk: 1. paling tinggi. Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. untuk menyatakan satu benda. Sufiks ini jarang digunakan. Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut . -kah: menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. -lah: sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. (misalnya: paling besar. Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti ―satu‖ dalam situasi tertentu. -kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif. Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. -i: menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. dan sebagainya. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif. ter-: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an: menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan.yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. untuk menyatakan seluruh atau segenap 3. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural). se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat. untuk menyatakan keseragaman. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan.

peng-an. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3.yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. (E. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. contoh: biasanya = usually. Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. Penggunaan ―-ku‖ dan ―-mu‖ bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. -nya: Ada penggunaan ―-nya‖ sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya. -ku. kata ―bukuku‖ = buku saya. dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita. peny-an. bila ―-nya‖ berfungsi sebagai penunjuk. sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal den seintensif mungkin. per-an: menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. se – nya: Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). Misalnya. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat.T. pem-an: penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini. ―bukunya‖ berarti ―buku itu‖. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks ―ke-an‖. rupanya = apparently -nya.Alusio Contoh: . Gaya Bahasa Penegasan 1. ―bukumu‖ = buku Anda. Macam-Macam Gaya Bahasa A.) MEI01 Majas (Gaya Bahasa) Uncategorized3 Comments » Majas (Gaya Bahasa)  Yang dimaksud dengan majas ialah cara pengungkapan perasaan atau pikiran dengan bahasa sedemikian rupa. ―bukunya‖ = buku dia atau buku mereka. satuan ―-nya‖ pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. adalah gaya bahasa yang menggunakan peribahasa yang maksudnya sudah dipahami umum. tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. Penggunaan ―-nya‖ baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini. Misalnya. membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan pe-an. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini.

adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut.Antonomasia Contoh: Si Pelit den Si Centil sedang bercanda di halaman rumah Si Jangkung 6. di desa-desa.Pegawai yang terbukti melakukan korupsi akan dinonaktifkan adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya.‖ . anaknya dan sekarang cucunya tak luput dari penyakit keturunan itu. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata tertentu untuk menggantikan nama seseorang. jangan-jangan dia …. koran. . adalah gaya bahasa penegasan yang menyebutkan beberapa hal berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung. 2.Jangan terpedaya dengan apa yang kelihatan baik di luarnya saja. dan surat-surat kantor dapat dibeli di toko itu.Klimaks Contoh: Di dusun-dusun.―Kalau belum jelas.Eufemisme Contoh: . adalah gaya bahasa atau ungkapan pelembut yang digunakan untuk tuntutan tatakrama atau menghindari kata-kata pantang (pamali. akan saya jelaskan lagi. majalah. .Putra Bapak tidak dapat naik kelas karena kurang mampu mengikuti pelajaran. buku bacaan.Dalam bergaul hendaknya kau waspada.Antiklimaks Contoh: Kakeknya. Kata-kata ini diambil dari sifat-sifat yang menonjol yang dimiliki oleh orang yang dimaksud. ayahnya. adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan paduan kata-kata yang artinya bertentangan.Segala yang berkilau bukanlah berarti emas. surat-surat kantor semua dapat anda beli di toko itu.Hiperbolisme Contoh: .. .Asindeton Contoh: Buku tulis.10. tetapi kelakuanmu. yakni kalimat yang predikat atau subjeknya dilesapkan karena dianggap sudah diketahui oleh lawan bicara.Antitesis Contoh: Tinggi-rendah harga dirimu bukan elok tubuhmu yang menentukan. 5. 4. hari proklamasi ini dirayakan dengan meriah. makin lama makin tinggi tingkatannya.―Saya khawatir. tabu). 7. . majalah. sampai ke ibu kota. dia sendiri. 3. . adalah gaya bahasa penegasan yang menyatakan beberapa hal berturut-turut. atau kata-kata yang kasar dan kurang sopan. 8.Elipsis Contoh: . makin lama makin rendah tingkatannya. di kota-kota.‖ 9. adalah gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips (kalimat tak lengkap).Polisindeton Contoh: Buku tulis. (kebalikan asindeton) gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung.Air matanya mengalir menganak sungai.Suaranya mengguntur membelah angkasa.

15.11.Harapanku hanya untukmu adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya. Gaya bahasa jenis ini sering dipakai dalam pidato atau karangan berbentuk prosa.Sunyi itu kudus . penyebutan yang didasarkan pada merek dagang. eh maaf silakan Saudara-Saudara mencicipi hidangan yang telah tersedia.Cintaku hanya untukmu .Koreksio Contoh: Setelah acara ini selesai. dan demikian pula harapan setiap pejuang. adalah gaya bahasa dengan menggunakan kalimat inversi. pagi-pagi digantikan ketika sang surya merekah di ufuk timur.16.Ayah pergi ke Bandung mengendarai kijang. bahwa Tono berkelahi di tempat itu. Misal.18.‖ adalah gaya bahasa penegasan yang mengulang-ulang sebuah kata berturut-turut dalam suatu wacana. adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata pembetulan untuk mengoreksi (menggantikan kata yang dianggap salah). adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata atau sebuah nama yang berhubungan dengan suatu benda untuk menyebut benda yang dimaksud.Rinduku hanya untukmu .Pleonasmse Contoh: . Pengulangan di bagian awal dinamakan anafora. adalah gaya bahasa penguraian dengan menggunakan ungkapan atau frase yang lebih panjang daripada kata semula.Dia maju dua langkah ke depan.Sunyi itu duka . anak sulung Pak Sastra itu melangkahkan kakinya ke sawah. nama pabrik.Parafrase Contoh: ―Pagi-pagi Ali pergi ke sawah.Sunyi itu lupa .Udin mengisap Gentong.Repetisi Contoh: .Harapan kita memang demikian. adalah gaya bahasa pengulangan seperti repetisi yang khusus terdapat dalam puisi. tak mau bertemu dengan dia lagi. sedang di bagian akhir disebut epifora. dun lain sebagainya. yakni kalimat yang predikatnya mendahului subjek.14. Husni mengisap Gudang Garam.Sunyi itu lampus Contoh Epifora : . .Metonimia Contoh: .17.12.‖ dijadikan ―Ketika mentari membuka lembaran hari. Hal ini sengaja dibuat untuk memberikan ketegasan pada predikatnya. kalau bukan karena terpaksa. Misal. . materialistis diganti dengan gila harta benda.13.Paralelisme Contoh Anafora : .Inversi Contoh: Pergilah ia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari harapan baru di kota.Interupsi Contoh: Saya. silakan Saudara-Saudara pulang.Benar! Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. .adalah gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat. nama penemu.

dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia.Semangat juangnya berkobar. Gaya Bahasa Perbandingan 1. B. penaka. kamu berdua akan sanggup menghadapi badai dan gelombang. 2. . Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia.Metafora Contoh: . Sudah lama ditunggu-tunggu. gaya bahasa ini terbagi menjadi dua yaitu : (a) Pars pro toto (sebagian untuk keseluruhan) dan (b) Totem pro parte (keseluruhan untuk sebagian).Litotes Contoh: .Sekali merdeka.Harapan dan cita-citanya terlalu muluk. adalah gaya bahasa perbandingan yang menyatakan sesuatu dengan memperendah derajat keadaan sebenarnya.Silakan. . semoga dalam mengarungi samudra kehidupan ini.000.Engkau harus dan wajib mematuhi semua peraturan. ibarat.Nyiur melambai-lambai di tepi pantai 5. Contoh: Setiap kepala diwajibkan membayar iuran Rp1. tetap merdeka! adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya. dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih .19. . laksana.Dari mana orang seperti saya ini mendapat uang untuk membeli barang semahal itu. Contoh: Cina mengalahkan Indonesia dalam babak final perebutan Piala Thomas. Totem pro parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.Personifikasi atau penginsanan Contoh: . atau yang menggunakan kata-kata yang artinya berlawanan dari yang dimaksud untuk merendahkan diri.Bunyi lonceng memanggil-manggil siswa untuk segera masuk kelas. belum tampak juga batang hidungnya.21. tetapi sebenarnya tidak bertanya.Sinekdoke. adalah gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti. bagaikan. . adalah gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sama artinya dalam satu kalimat. adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda berdasarkan persamaannya.Tautologi Contoh: .. 4. tak gentar menghadapi musuh.Retoris Contoh: Bukankah kebersihan adalah pangkal kesehatan? Inikah yang kau namakan kerja? 20. ialah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua buah keutuhan berdasarkan persamaannya secara menyeluruh. adalah gaya babasa perbandingan. 3. jika kebetulan lewat. Saudara mampir ke pondok saya.Alegori Contoh: Kami semua berdoa.Gelombang demonstrasi melanda pemerintah orde lama.00. Pars pro Toto adalah gaya babasa yang menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.

3. adalah gaya.Kontradiksio in terminis Contoh: Suasana sepi. 6.Wajahnya seperti rembulan. dia mendapat nilai paling tinggi. bahasa kiasan.Paradoks Contoh: . . adalah gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan. adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan. -Ali sebenarnya bukan anak yang cerdas.Hidup tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam. 3. kamboja lambang kematian. hanya jam dinding yang terus kedengaran berdetak-detik.Simile Contoh: . mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu. C. yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian. . adalah gaya bahasa sindiran yang mempergunakan pernyataan yang mengecilkan kenyataan sebenarnya. Gaya Bahasa Sindiran 1. manis benar teh ini. adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata yang kasar.Simbolik Contoh: Janganlah kau menjadi bunglon! 7. D.Dengan kelemahannya. Biasanya gaya bahasa ini .Anakronisme Contoh: Mahapatih Gadjah Mada menggempur pertahanan Sriwijaya dengan peluru kendali jarak menengah. bunglon lambang manusia yang tidak jelas pendiriannya. tak ada seorang pun yang berbicara. 4. Misal. adalah gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan.Ironi Contoh: Eh.Inuendo Contoh: la menjadi kaya raya lantaran mau sedikit korupsi. yang membentuk satu kalimat. adalah gaya bahasa sindiran paling halus yang menggunakan kata-kata yang artinya justru sebaliknya dengan maksud pembicara.jelas. (maksudnya: pahit). 2. lintah darat lambang manusia pemeras. wanita mampu menundukkan pria.Okupasi Contoh: -Sebelumnya dia sangat baik.Tropen Contoh: . tetapi sekarang menjadi berandal karena tidak ada perhatian dari orang tuanya. adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata yang maknanya sejajar dengan pengertian yang dimaksudkan. Gaya Bahasa Pertentangan 1. 2. . Misalnya menyebutkan sesuatu yang belum ada pada suatu zaman. adalah gaya bahasa yang mengandung uraian atau pernyataan yang tidak sesuai dengan sejarah atau zaman tertentu.Bapak Presiden terbang ke Denpasar tadi pagi.Seharian ia berkubur di dalam kamarnya. namun karena kerajinannya melebihi kawan sekolahnya.Tikus mati kelaparan di lumbung padi yang penuh berisi.

yaitu citraan yang melibatkan indera pencecap (lidah). yakni: 1. manis. 4. Tolong agak menyisih sedikit! E. 5. Citraan gerak.T. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihat (mata). Citraan penciuman. misalnya kasar. harum benar baumu. Citraan perabaan. 2. Citraan pencecapan.Antanaklasis 3. 3. 2. Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut. adalah gaya bahasa yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Jenis Citraan dibagi menjadi 7. Kata-kata yang mengandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum. tetap saja tidak mengerti! 4. Citraan dimaksudkan agar pembaca dapat memperoleh gambaran konkret tentang hal-hal yang ingin disampaikan oleh pengarang atau penyair.Sinisme Contoh : Hai. frase. dingin. Hak asasi manusia itulah yang sekarang menjadi topik utama dunia internasional. Dan Sastra Ind.Jangan coba-coba mengganggu adikku lagi. yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). atau kalimat yang tertuang di dalam puisi atau prosa. dll. 29) .Sarkasme Contoh: . 4. sudah berkali-kali diberi tahu. lembut. halus. asam. unsure citraan dapat membantu kita dalam menafsirkan makna dan menghayati sebuah puisi secara menyeluruh. keras hati. dll. (E. Dengan demikian. anyir. SMA hal.dipakai untuk menyatakan amarah. kecut. yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencium (hidung). Citraan ini dapat memberikan ransangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat. Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit. sekaligus keras adat. Citraan pendengaran. Gaya Bahasa Perulangan 1. .. (Lihat buku Intisari Bhs.) MEI01 Citraan Uncategorized Tagged citraanNo Comments » strong>CITRAAN DALAM PUISI Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata. yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit). dll. Citraan penglihatan. adalah gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata yang permulaannya sama bunyinya. 6. panas. busuk. tetapi agak lebih kasar. adalah semacam ironi. basah. yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak. tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak.Dasar goblok.Anafora Contoh: Hak asasi manusia merupakan hak mutlak yang wajib kita junjung tinggi dalam membangun bangsa dan negara.Aliterasi Contoh: Keras kepala. gaya bahasa yang berwujud perulangan kata pertama dari kalimat pertama menjadi kata pertama dalam kalimat selanjutnya. Monyet! .

) MEI01 Sejarah Bahasa Indonesia Filologi. Penyebutan pertama istilah ―Bahasa Melayu‖ sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M. namun hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu. pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera. Bentuk yang lebih formal. paling tidak dalam bentuk informalnya. Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. penuh sindiran. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus. dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar. Bahasa Indonesia adalah dialek baku dari bahasa Melayu. maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru. disebut Melayu Tinggi. (E. dan Jawa. Bahasa Indonesia diresmikan pada kemerdekaan Indonesia. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh pada abad ke-14. di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai pada tahap di mana ekspresi ―Masuk Melayu‖ berarti masuk agama Islam. dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya. Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan). Citraan perasaan. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia. Catatan berbahasa Melayu Klasik pertama berasal dari Prasasti Terengganu berangka tahun 1303. dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif. Tetapi bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Malaya. ahli bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Melayu Klasik merupakan kelanjutan dari Melayu Kuna. Sintaksis Tagged bahasa. Fonologi dan tata bahasa dari bahasa Indonesia cukuplah mudah.7. kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Bahasa Indonesia ialah sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia. pada tahun 1945. sejarah. yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. indonesia. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuna di Jawa Tengah. Morfologi Bahasa. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya. baik melalui penciptaan.T. . Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya. namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360). sejarah2 Comments » Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi. Karena terputusnya bukti-bukti tertulis pada abad ke-9 hingga abad ke-13. Untuk sebagian besar lainnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua. Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan.

ataupun Kutai. namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. hingga tahun 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. bahasa Indonesia tidak banyak menggunakan kata bertata bahasa dengan jenis kelamin. Perubahan: Indonesia (pra-1972) Malaysia (pra-1972) Sejak 1972 tj ch c dj j j ch kh kh nj ny ny sj sh sy jyy oe* u u Catatan: Tahun 1949 ―oe‖ sudah digantikan dengan ―u‖. Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. Samarinda. Mulanya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa). suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia. Pada tahun 1945. dan bukan Bahasa Melayu Pontianak. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa. dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau. Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. ataupun dari bahasa lainnya. ia sebagai lingua franca. dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Malaysia. Maluku. dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia.Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. biasa. 4. Dengan memilih Bahasa Melayu Riau. Brunei. ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar. Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu). pada Kongres Nasional kedua di Jakarta. Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien. ejaan dua bahasa serumpun. dan Singapura masih dijajah Inggris. Ke. Banjarmasin. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia. Tio Ciu. 2. Ada tingkatan bahasa halus. Dibandingkan dengan bahasa-bahasa Eropa. Brunei. Kedua. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang. Sebagai contoh kata ganti seperti ―dia‖ tidak secara spesifik menunjukkan apakah orang yang disebut itu lelaki atau perempuan. dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara. Jika bahasa Jawa digunakan. Di sana. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia. ataupun pangkat. 3. dan kamus baku juga diciptakan. diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia. Jakarta (Betawi). derajat. semakin dibakukan. namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau. Bahasa Melayu Riau yang dipilih. pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Dengan EYD. dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Pada saat itu. Hal yang sama juga ditemukan . Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia.

frase atributif). Ada juga kata yang berjenis kelamin.pada kata seperti ―adik‖ dan ―pacar‖ sebagai contohnya. yaitu frase yang mengandung unsur inti (D) dan unsur penjelas (M). Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. (E. ―kemarin‖ atau ―besok‖). Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti. Kata-kata seperti ini biasanya diserap dari bahasa lain (pada kasus di atas. tidak terbatas pada kata benda. Susunan kata dasar adalah Subjek – Predikat – Objek (SPO). bukan ―seribu orang-orang‖. Untuk mengubah sebuah kata benda menjadi bentuk jamak digunakanlah reduplikasi (perulangan kata). Untuk menspesifikasi sebuah jenis kelamin. kalimat. ―Kami‖ adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara. yaitu: 1. Frase bertingkat (frase subordinatif. walaupun susunan kata lain juga mungkin. klausaNo Comments » Frase Macam-macam frase dari kelas kata 1. sebuah kata sifat harus ditambahkan. Contoh: guru (kata benda) agama (kata benda)guru agama (kata benda) gadis (kata benda) cantik (kata sifat)gadis cantik (kata benda) Frase endosentris dibagi menjadi dua macam. Perulangan kata juga mempunyai banyak kegunaan lain. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). Klausa. Contoh: baju baru DM anak manis DM sebatang rokok kretek MDM sebuah rumah mewah MDM . tapi hanya jika jumlahnya tidak terlibat dalam konteks. sedangkan ―kita‖ adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.T. dan Kalimat Uncategorized Tagged frase. Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama jamak. atau indikator lain seperti ―sudah‖ atau ―belum‖. yaitu pada penggunaan imbuhan yang mungkin akan cukup membingungkan bagi orang yang pertama kali belajar bahasa Indonesia. Sebagai contoh ―seribu orang‖ dipakai.) MEI01 Frase. Frase endosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata atau lebih . seperti contohnya ―putri‖ dan ―putra‖. Dengan tata bahasa yang cukup sederhana bahasa Indonesia mempunyai kerumitannya sendiri.yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu sama dengan kelas kata dari salah satu (atau lebih) unsur pembentuknya. yaitu ―kami‖ dan ―kita‖. kedua kata itu diserap dari bahasa Sanskerta melalui bahasa Jawa Kuno. ―adik laki-laki‖ sebagai contohnya.

 Contoh: dari (kata depan) sekolah (kata benda).dari sekolah (kata keterangan) yang (kata tugas) memimpin (kata kerja)yang memimpin(kata benda) Contoh lain: dari kantor di rumah karena lelah KT KB KT KB KT KS K Ket. Contoh: datang dia malam itu pergi ayah tak tentur arah (3) Klausa inversi khusus. Contoh: ia datang ke rumahku adik penari orang itu kurus (2) Klausa inversi. subjek mendahului predikat. K Ket. Klausa dapat dibedakan atas beberapa macam berdasarkan beberapa sudut tinjauan Macam klausa berdasarkan urutan kata: (1) Klausa normal. Frase setara (frase koordinatif): frase yang mengandung dua buah unsur inti (tidak ada unsur penjelas/atribut). predikat mendahului subjek. ) Kata keterangan Klausa suatu konstruksi yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kata. K Ket. dan secara fakultatif. Keterangan: ( KB ) Kata benda ( KK ) Kata kerja ( KS ) Kata sifat ( KT ) Kata tugas ( K Ket. yang mengandung hubungan fungsional subjek-predikat. klausa inversi yang didahului oleh keterangan. Contoh: suami istri sawah ladang sanak saudara 2. Frase Eksosentris: Sebuah susunan yang merupakan gabungan dua kata (atau lebih) yang menunjukkan bahwa kelas kata dari perpaduan itu tidak sama dengan kelas kata dari salah satu(atau lebih) unsur pembentukannya. 1991: 181). Contoh: ke tanah leluhur pergi mereka .seorang guru MD sepotong roti MD 2. dapat diperluas dengan beberapa fungsi lain seperti objek dan keterangan-keterangan lain. (Keraf.

Contoh: gadis itu cantik bapak saya tampan bapakmu pelit (5) Klausa berpredikat frase konektif Contoh: anak itu merupakan musuh mereka Sinta menjadi pramugari Maman adalah pemuda berpikiran maju (6) Klausa berpredikat adverbial (frase preposisional) Contoh: nenekku dari Kalimantan ibu ke Bandung kemarin ayah ke Bekasi naik onta berdasarkan keterikatannya dengan klausa lain: (1) Klausa bebas. Contoh: Ani membawa buku guru mengajar murid (2) Klausa terikat. klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada klausa lain.kemarin datanglah surat itu karena sakit menangislah dia berdasarkan variasi subjek-predikat: (1) Klausa berpredikat kata kerja intrasitif Contoh: anak itu menari kuda meringkik kakek merokok nenek duduk (2) Klausa berpredikat kata kerja transitif Contoh: guru mengajar murid kurir mengantar surat Andri mencintai Dian (3) Klausa berpredikat kata benda Contoh: pamannya lurah ibunya seorang bidan kakaknya tentara (4) Klausa berpredikat kata sifat. klausa yang kehadirannya bergantung pada klausa lain dan biasanya ditandai oleh adanya konjungsi (kata penghubung). Contoh: ketika ayah pergi agar tubuh subur sebab kehadirannya tak diperhitungkan .

Tanamanan itu diberinya pupuk agar tumbuh subur. 1991: 185).intonasinya adalah intonasi berita yang netral (6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya. Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan nilai informasinya.suruhan . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minor (hanya mengandung satu inti) (b) kalimat mayor (mengandung lebih dari satu inti) (5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya. sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang.permintaan . (Keraf.kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat minim (hanya mengandung satu kontur) (b) kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur) Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan.ajakan . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat normal (subjek mandabului predikat) (b) kalimat inversi (predikat mendahului subjek) (4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya. merupakan bagian dari kalimat: Ibu merasa sedih ketika ayah pergi. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat inti (b) kalimat luas (perluasan dari kalimat inti) (c) kalimat transformasi (perubahan dari kalimat inti) Ciri-ciri kalimat inti: .hanya terdiri atas dua kata . misalnya. Dadang kecewa sebab kehadirannya tak diperhitungkan Kalimat bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan. Contoh: (i) # Pergi! # (ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari # Kalimat (i) adalah kalimat minim. sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap.larangan (d) kalimat harapan (e) kalimat pengandaian (2) Berdasarkan diatesis. Klausa di atas. (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas: (a) kalimat berita (b) kalimat tanya (c) kalimat perintah: . . kata kedua menduduki jabatan predikat) .urutannya adalah subjek mendahului predikat . kalimat dibedakan atas: (a) kalimat aktif (subjek melakukan perbuatan) (b) kalimat pasif (subjek dikenai perbuatan) (3) Berdasarkan urutan katanya.Klausa terikat merupakan bagian dari sebuah kalimat. dan dapat hadir bersama-sama atau dikaitkan dengan klausa bebas.

Subjek Predikat Contoh Kalimat 1 Kata Benda Kata Kerja Ari menari.3) kalimat majemuk campuran (b. Adapun ciri-ciri kalimat baku adalah sebagai berikut: 1. Kalimat majemuk. Togop malas. 3 Kata Benda Kata Benda Hasahatan dokter. Kalimat contoh tersebut akan diterima sebagai kalimat yang baik dan benar apabila diubah menjadi sebagai berikut: Ibu pergi ke pasar. (atau) Kakek datang dari Sukabumi. Kakek berasal dari Sukabumi. Catatan: Pola dasar no.(7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya. kalimat dibedakan atas: (a) kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P) (b) kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). 4 Kata Benda Kata Tugas Ibu ke pasar.setara memilih . (tidak baku) .setara menggabung . Kakek dari Sukabumi.4 sebagaimana terlihat pada contoh kalimat di atas. Berdasarkan kelas kata yang menduduki fungsi S-P. seringkali tidak diterima sebagai kalimat yang baik dan benar.4) kalimat majemuk rapatan Pola dasar kalimat Pola dasar kalimat mempersoalkan kelas kata (jenis kata) apa yang mendasari pembentukan kalimat inti. dalam ragam lisan. Satya dihukum. Di sini kita melihat kelas kata apa yang menduduki jabatan subjek dan kelas kata apa pula yang menduduki jabatan predikat. dalam ragam tulis. menggunakan ejaan baku (sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) 4.setara menguatkan (b.setara mempertentangkan . berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas: (b. Rumahnya Udin yang catnya kuning. 2 Kata Benda Kata Sifat Arsinta cantik. dapat ditentukan pola dasar kalimat bahasa Indonesia sebagai berikut: No.2) kalimat majemuk bertingkat (b. menggunakan kata-kata baku 2. Siapa yang bikin rumah itu? (tidak baku) Siapa yang membuat rumah ini? (baku) b. menggunakan struktur baku (sesuai dengan kaidah morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia) 3. 1) kalimat majemuk setara: . Kalimat baku (standar) dipergunakan apabila kita berbahasa baku. menggunakan lafal baku (lafal yang tidak mencerminkan logat asing atau logat kedaerahan) Contoh: a. Bahrudin akuntan.

Contoh: (1) Diambilnya uang itu dari dalam laci. S P O. SPK Mereka taburkan bunga di pusara ibu. S P O.penderita K Kedua: diubah menjadi pasif Uang itu diambil oleh ia dari dalam laci. PS (4) Mereka taburkan bunga di pusara ibu. saya ucapkan terima kasih. Kata-kata yang merupakan keterangan aspek kala adalah sudah. Kalimat pasif adalah kalimat berpredikat kata kerja yang subjeknya terkena perbuatan yang tersebut dalam predikat. menyatakan pekerjaan tengah berlangsung . pelaku K bunga mereka taburkan di pusara ibu.Rumah Udin yang bercat kuning. perhatikan langkah-langkah perubahan dari kalimat aktif hingga menjadi kalimat pasif inversi di bawah ini ! Pertama: Kalimat aktif Ia mengambil uang itu dari dalam laci. telah. PSK (2) Atas perhatian Bapak. Keterangan aspek kala posisinya selalu di depan predikat kalimat. Kalimat berpola inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek. (baku) c. PSK Untuk memahami contoh-contoh kalimat di atas.pelaku K Ketiga: disederhanakan (P dan O pelaku disatukan menjadi P) Uang itu diambilnya dari dalam laci. Mudah2an dia lekas dalang (tidak baku) Mudah-mudahan dia lekas datang (baku) Kalimat pasif inversi Kalimat pasif inversi adalah kalimat pasif dengan pola inversi. belum. S P O. SPOK Bunga ditaburkan oleh mereka di pusara ibu. KPS (3) Sudah saya baca buku itu. PSK Mereka menaburkan bunga di pusara ibu. PSK Keterangan aspek kala Keterangan aspek kala adalah keterangan yang menandai waktu pelaksanaan pekerjaan/ perbuatan/ proses yang tersebut pada predikat kalimat. dan akan Contoh: (1) Ani sedang membaca buku. SPK Keempat: diinversikan diambilnya uang itu dari dalam laci. sedang. keterangan aspek kontinuatif.

dan (4) benar. (3) Kitab itu telah Rudi baca hingga tamat. . (2). Perhatikan contoh berikut ! (1) Rudi telah membaca kitab itu hingga tamat. (2) Kitab itu telah dibaca oleh Rudi hingga tamat. (5) Rudi telah baca kitab itu hingga tamat. menyatakan pekerjaan akan berlangsung (3) Ani telah membaca buku. Gagasan utama dinyatakan dengan pola S-P dalam kalimat nominal dan kalimat verbal intransitif ~Sedangkan pada kalimat verbal transitif gagasan utama dapat dinyatakan dengan pola S-P-O atau S-P saja. (4) Ketty sedang duduk di ruang tamu SPK GU: Ketty duduk. Letak kata telah pada kalimat (1). Contoh: (1) Eko makan sate. Gagasan utama pada kalimat majemuk setara Kalimat mejemuk setara adalah kalimat yang mengandung dua pola klausa atau lebih yang hubungan antarklausa bersifat setara.(2) Ani akan membaca buku. (2) Abas tidur. Contoh: (1) Amir sedang membaca buku di dalam kamar. KSPOK GU: Ida mengantarkan surat. keterangan aspek perfektif. (3) Ayah Anita adalah seorang perwira menengah. (4) Telah Rudi baca kitab itu hingga tamat. sedangkan pada kalimat (5) salah. Gagasan utama kalimat dinyatakan dengan pola S-P atau pola SP-O. dalam kalimat majemuk setara. (2) Kemarin Ida mengantarkan surat ke rumahku. Dengan demikian kalimat (5) adalah kalimat yang mengalami kesalahan struktural. SPOK GU: Amir membaca. terdapat lebih deri satu gagasan utama. Pada kalimat majemuk setara terdapat lebih dari satu gagasan yang kedudukannya sederajat. (2) Andl makan. sedangkan Abas sedang tidur. (3). keterangmi aspek kala posisinya sama dengan posisi pada kalimat aktif dan kalimat pasif biasa. Gagasan utama kalimat Gagasan utama atau pikiran pokok kalimat adalah amanat/informasi yang terpenting yang terkandung dalam sebuah katimat. keterangan aspek futuratif. SP GU: Ayah perwira. GU: (1) Eko makan. yaitu di depan predikat. (2) Ali sedang belajar. Andi makan asilnan. Jadi. menyatakan pekerjaan sudah berlangsung Letak keterangan aspek kala pada kalimat pasif inversi Pada kalimat pasif inversi. GU: (1) Ali belajar.

GU: lbu kesepian.Gagasan Utama pada kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat pada dasarnya adalah kalimat tunggal yang salah satu fungsinya diperluas dan perluasannya itu membentuk sebuah pola klausa. (c) Apabila anak kalimat merupakan pelengkap. (a) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi keterangan. Tahun 1972. (2) Mereka lupa bahwa mereka harus melunasi pinjamannya pada akhir bulan ini. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa utama (klausa bebas) den klausa terikat.) MEI01 Ejaan yang Disempurnakan Uncategorized Tagged ejaan11 Comments » Ejaan yang Disempurnakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. 57.T. Namun demikian. GU: Pembangunan harus dilanjutkan. Pada 23 Mei 1972. ibu kesepian di rumah. (b) Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi objek (anak kalimat merupakan objek dari predikat verba transitif). Contoh: (1) Presiden mengatakan bahwa pembangunan harus dilanjutkan. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB). GU: Mereka lupa. Dengan demikian. berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat gagasan utama dan gagasan bawahan (gagasan penjelas). GU: Wati menyirami tanaman. Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2) Wati menyirami tanaman itu setiap hari supaya buahnya lebat. sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu. gagasan utama terdapat pada klausa utama yang merupakan induk kalimat. GU: Saya berharap. gagasan utama terdapat pada anak kalimat. (3) Aminah bahagia karena suaminya naik pangkat. gagasan utama terdapat pada induk kalimat. GU: Aminah bahagia. Mashuri. GU: Kakeknya jatuh. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. berdasarkan Keputusan Presiden No. (E. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Selanjutnya Departemen Pendidikan dan . Contoh: (1) Saya berharap hal itu tidak akan terjadi. Pada tanggal 16 Agustus 1972. Contoh: (1) Ketika ayah pergi. (2) Mat Kemplo menceritakan bahwa kakeknya jatuh dari ayunan. Perhatikan keterangan berikut dengan baik. Ejaan Republik. perlu diperhatikan bahwa gagasan utama tidak selamanya berada pada klausa utama.

Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. (dan lain-lain) dsb. A. contoh: Saya suka makan nasi. laporan. (Nyonya) S. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar. maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal. 2. Peraturan. Syarat. Persiapan Ulangan Umum. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. jabatan. dan disertasi. Perbedaanperbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah: ‗tj‘ menjadi ‗c‘ : tjutji → cuci ‗dj‘ menjadi ‗j‘ : djarak → jarak ‗j‘ menjadi ‗y‘ : sajang → sayang ‗nj‘ menjadi ‗ny‘ : njamuk → nyamuk ‗sj‘ menjadi ‗sy‘ : sjarat → syarat ‗ch‘ menjadi ‗kh‘ : achir → akhir Penggunaan Tanda baca Tanda Titik (. dan sapaan. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. tanda titik tidak dipergunakan. pangkat. harus diberi jarak satu ketukan. Pada tanggal 12 Oktober 1972. (Sarjana Ekonomi) 4. B.Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul ―Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖. contoh: Irwan S. Setelah itu. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. dianjurkan tidak mempergunakan singkatan. (Doktor) Ny. Jika berupa angka. 5. 0196/1975 memberlakukan ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah‖. tesis. . Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. menerbitkan buku ―Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan‖ dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Contoh: dll.) 1. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Contoh: Anthony Tumiwa 3. Gatot George W. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia.E. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru. makalah. Bush Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap. (tanggal) Dalam karya ilmiah seperti skripsi. contoh: I. Contoh: Dr. (dan sebagainya) tgl.

10. dan melainkan. tetapi tidak aktif. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) 7. kepiting dan ikan.Ivan Jalan Istana 30 Surabaya B. celana. contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia. contoh: Saya menjual baju. dan mata uang. menit. contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang. lembaga.) 1. .2 1. yang didahului oleh kata seperti. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan. tabel dan sebagainya. takaran. Tanda Koma (.00 10. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan. yang terdapat di dalam nama badan pemerintah. 3 Mei 1997 Yth. contoh: Cu (Kuprum) 52 cm l (liter) Rp 350. contoh: Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal. contoh: Pukul 7. jutaan. atau gabungan keduanya. dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah. Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael.2.Contoh: 1. contoh: Sekjen : (Sekretaris Jenderal) UUD : (Undang-Undang Dasar) SMA : (Sekolah Menengah Atas) WHO : (World Health Organization) 9.1 1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya. 2. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia. dan topi. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat. 8. tetapi. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. contoh: Latar Belakang Pembentukan Sistem Acara 11. satuan ukuran.Sdr.lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat. dan detik yang menunjukkan waktu.1 6. timbangan. contoh: Jalan Kebayoran 32 Jakarta. atau kepala ilustrasi. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata. atau nama dan alamat penerima surat.

3b. (iii) tempat dan tanggal. ya.3a. meskipun begitu.5 m Rp 10.E. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. 5. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. yang terdapat pada awal kalimat.50 12. contoh: 33. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat. 1990). contoh: Rinto Jiang. 6. 18 Juni 1984 Medan. dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Indonesia. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. lagi pula. 22. ia lupa akan janjinya. Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya. contoh: O. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh. hlm. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal. kasihan. Cara Penggunaan Wikipedia. aduh. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. (Bandung: UP Indonesia. contoh: Kata adik. 1999. contoh: Oleh karena itu. bukan main. Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. begitu. 13. . Jadi. 7. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia. 4. atau marga. keluarga. ―Saya sedih sekali‖. Gatot. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. akan tetapi. 8. 11. saya tidak akan datang. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. contoh: Lanin. Karena sibuk. contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan. Borgx. contoh: Kalau hari hujan. saya tidak jadi datang. contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. pandai sekali.S. Wah. contoh: Medan. jadi. (ii) bagian-bagian kalimat. Ivan. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. kamu harus datang. wah. 10. contoh: I. Jilid 5 dan 6. 9. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o.

Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa. 14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. contoh: ―Di mana Rex tinggal?‖ tanya Stepheen. C. Tanda Titik Koma (;) 1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga. 2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan namanama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar. D. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. contoh: yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari. Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. 2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. contoh: Ketua : Hany Christoffer Wakil Ketua : Ricky Kurniawan Wenas Sekretaris : Maria Dewi Puspasari Wakil Sekretaris : Terry Rionaldy Bendahara : Lina Veronica Wakil bendahara : Marcel Lawinata 3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. contoh: Pak Erwin : ―Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Pak Guru!‖ Rexy : ―Ya, Pak!‖ 4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan. contoh: (i) Tempo, I (1971), 34:7 (ii) Surah Yasin:9 (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit. 5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. E. Tanda Hubung (-) 1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. contoh: ….dia beli baru juga.

-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris. contoh: …. masalah itu akan diproses. 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris. contoh: …. cara baru mengukur panas akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris. contoh: ………menghargai pendapat. 3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. contoh: anak-anak tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan. 4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. contoh: p-e-n-g-u-r-u-s 5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan. bandingkan: ber-evolusi dengan be-revolusi dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000). Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah PN dengan di-PN-kan. 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata. contoh: se-Indonesia hadiah ke-2 tahun 50-an ber-SMA KTP-nya nomor 11111 bom-V2 sinar-X. 7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: di-charter pen-tackle-an Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang). F. Tanda Pisah (—) 1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat. contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar

Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak. contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera 2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas. contoh: Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. 3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‗ke‘, atau ‗sampai‘. contoh: 1919—1921 Medan—Jakarta 10—13 Desember 1999 Lihat lainnya pada Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan Angka atau Lambang Bilangan 1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Ditulis dengan angka Arab atau Romawi. 2. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi; satuan waktu; nilai uang; dan kuantitas. 3. Angka dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. 4. Angka dipakai untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. 5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf secara umum dipisahkan antar tiap bagian dan awalan ―per-‖ (untuk pecahan) digunakan menyatu dengan bagian yang langsung mengikutinya. 6. Lambang bilangan tingkat dituliskan dengan tiga cara: angka Romawi, tanda hubung antara ―ke-‖ dan angka, atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 7. Lambang bilangan yang mendapat akhiran ―-an‖ ditulis dengan tanda hubung antara angka dan ―an‖ atau dirangkai jika angka dinyatakan dengan kata. 8. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah. 9. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja agar mudah dibaca. 10.Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Jika dituliskan sekaligus, penulisan harus tepat. 11.Tanda hubung ―ke-‖ tidak disambung pada bilangan yang menyatakan jumlah. Misalnya: Keempat anak tersebut sedang bersenang-senang. contoh: Jika ditulis dengan angka Arab, bilangan ditulis dengan diawali ke-. Jika ditulis dengan angka Romawi, bilangan ditulis sendirian. Benar: abad kesebelas, abad ke-11, abad XI Salah: abad ke sebelas, abad ke 11, abad ke-XI, abad 11 Penulisan tahun Benar: 1960-an Salah: 1960an Singkatan dan Akronim 1. Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri dari satu huruf atau lebih. a. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik. b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan/organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

c. Contoh: menggarisbawahi. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.Kata ganti (kau-. dilipatgandakan. dan mata uang asing tidak diikuti tanda titik.c. d. ditulis terpisah. Dokter (ahli penyakit) Dr. bukumu. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. suku kata. 12. Syafarudin. 9. Soemantri Sering ditanyakan. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. diselipkan tanda hubung. Hal ini adalah masalah tata kalimat. dikelola [1]. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. sepak bola. 10. Contoh: nonIndonesia. 2. termasuk istilah khusus. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Tetapi. singkatan umum yang terdiri hanya dari dua huruf diberi tanda titik setelah masing-masing huruf. 4. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. kauambil. bukan Dr. Gabungan kata. 7. Contoh: duta besar. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi. orang tua. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. -mu. 2. Contoh: alat pandang-dengar. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. SOEMANTRI. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Contoh: kumiliki. 2. bukan Dr. timbangan. Penulisan kata Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata. unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. bukan dr. ku-. -ku. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. 1. . bukan DR. anak-istri saya. b. Contoh: adipati. ataupun huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kecil. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. SOEMANTRI. mancanegara. atau dr? Untuk doktor (S3) dan dokter (ahli penyakit) 1. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. singkatan satuan ukur. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. -nya) ditulis serangkai. sisipan. bagaimana menuliskan gelar ini di awal kalimat. 11. ibu kota. Contoh: bergeletar. SYAFARUDIN. garis bawahi 5. termasuk istilah khusus. takaran. Doktor (S3) DR. SYAFARUDIN. Lambang kimia. 6. a. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu. tetapi Dr. Dr. Penulisan gelar yang sering salah DR. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Syafarudin.Gabungan kata. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. Soemantri. gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: bertepuk tangan. tetapi dr. suku kata. Singkatan umum yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Imbuhan (awalan. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan) 3.

Penggunaan ―di mana‖ sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. dari) ditulis terpisah. per helai. apalagi ―dimana‖. dari Surabaya. mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. HINDARI PENGGUNAAN BENTUK ―DI MANA‖. dan ―tiap‖ ditulis terpisah. dengan mana‖. bahasa Indonesia hanya mengenal kata ―yang‖ sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L. siapakah. Gunakan kata jasad atau jenazah. 17. 13. dan sebagainya). Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia. kemari. (3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … . 15. Konsensus penggunaan kata Tiongkok dan Tionghoa Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. Penggunaan ―di mana‖ sebagai penghubung dua klausa Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat. atau tewas (tergantung konteks). satu kali pun.Partikel -lah. gugur. kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun. Contoh: di dalam. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa. Contoh-contoh lain silakan ditambahkan. ke. dan -tah ditulis serangkai. Pada dasarnya. apatah. Tionghoa (bahasa dan orang). Contoh: bacalah. ―demi‖. (2) Dari artikel Tegangan permukaan: Tegangan permukaan = F / L dimana : F = gaya (newton) L = panjang m).miliknya. Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … . Dengan demikian. Contoh: apa pun. 16. Gunakan kata wafat. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.Partikel per. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). ―whom‖. bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk ―di mana‖ (padanan dalam bahasa Inggris adalah ―who‖.Partikel -pun ditulis terpisah.yang berarti ―mulai‖. Mayat dan mati mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. dll. Di sini tampak bahwa ―apabila‖ menggantikan posisi ―di mana‖ (ditulis di kalimat asli sebagai ―dimana‖). dll.Kata depan atau preposisi (di [1]. ke tengah. [sunting] Kata penghubung ―sedangkan‖ . contoh-contoh: (1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … .Artikel si dan sang ditulis terpisah. Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … . keluar. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. atau ―where‖) atau variasinya (―dalam mana‖. 14. daripada. bagaimanapun. Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara). -kah. meninggal. Contoh: per 1 April. ―which‖.[sic] Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m).

titimangsa. padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata ―sementara itu‖. sekalipun. bismillah.849. azas atlet. ekstrim embus. beasiswa. ―atau‖. segitiga.Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata ―sedangkan‖. sebagaimana. alhamdulillah. adakalanya. geladi hierarki. dalam pilgub Banten kali ini ada 6. Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. hulubalang.‖ Usulan perbaikan 2: ―Sebelumnya disebutkan. daripada. Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. bilamana.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12. jumlah total TPS se-Banten ada 12. Contoh: Dari harian Jawa Pos: ―Sebelumnya disebutkan. paramasastra. dan wasalam. sastramarga. kacamata. keratabasa. ibukota . anda apotek. esok diagnosis. peribahasa. saputangan. analisa Anda. padahal. dukacita. barangkali.‖ Usulan perbaikan 1: ―Sebelumnya disebutkan. bis besok. bumiputra. syahbandar. frekwensi foto. saripati. dalam pilgub Banten kali ini. Sementara itu. aktip aktivitas. silaturahmi. menghipnosis (verba). akhirulkalam. bagaimana. kepada.208. alquran analisis. diagnosa ekstrem. kasatmata. manakala. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). ―Sedangkan‖ digunakan untuk mengawali kalimat. matahari. darmasiswa. kilometer.849. dalam pilgub Banten kali ini ada 6.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Kata yang sering salah dieja Daftar ini disusun menurut urutan abjad. mangkubumi. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan.849. bukan atlitik) bus.‖ Contoh gabungan kata yang ditulis serangkai: acapkali. hipnotis (adjektiva) ibu kota. Photo gladi. apotik (ingat: apoteker. Pebruari frekuensi. sukacita. belasungkawa. ―Sedangkan‖ adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama. halalbihalal. puspawarna. 6. darmabakti. sediakala. astagfirullah. serta ―sementara‖. aktifitas al Quran. sukarela. aktif. radioaktif. bukan apotiker) asas. sukaria. olahraga.208. hirarki hipnosis (nomina).208. manasuka. hembus Februari. atlit (ingat: atletik. sama seperti ―dan‖.

orangtua paham. pelihatan. kenderaan komoditi. nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain) nasihat. metoda mungkir. nahkoda. propinsi . komplit konkret. pengecualian permukiman. kangker karier. baik untuk arti housing maupun PHK pikir. loka karya maaf. isteri izin. mahluk. penglepasan penglihatan. kuna lokakarya.ijazah. prosen pelepasan. obyek objektif. bukan praktekum) provinsi. negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa) November. obyektif/p olahraga. indra indragiri. jendral Jumat. nasehat negatif. Katholik kendaraan. pemukiman perumahan. pengrumahan. praktek (Ingat: praktikum. kwalitas. kwitansi kuno. konkrit. ijin jadwal. pungkir (Ingat!) nakhoda. Jum‘at kanker. mahkluk (salah satu yang paling sering salah) mazhab. nakoda narasumber. mahzab metode. fikir Prancis. kwantitas kuitansi. himbau indera. kosakata kualitas. olah raga orang tua. Nopember objek. Perancis praktik. ma‘af makhluk. komoditas komplet. kwalitet kuantitas. inderagiri istri. karir Katolik. kongkrit kosa kata. jadual jenderal. faham persen. ijasah imbau.

tilpon teoretis. Penyesuaian ejaan Tanpa perubahan ae jika tidak bervariasi dengan e. samudera sangsi (=ragu-ragu). standarisasi [5] tanda tangan. trampil ubah (=mengganti). segi tiga selebritas. subyektif/p Sumatra. ai au e . dan Sanskerta. tandatangan tahta. putera putri. tehnik telepon. sekertaris sekuriti. syarat (=kondisi yang harus dipenuhi) sekretaris. tel(f/p)on. syaraf sarat (=penuh). resiko saksama. Unsur pinjaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap. silahkan (Ingat!) sintesis. Jogjakarta zaman. standard standardisasi. teoritis (diserap dari: theoretical) terampil. telefon. rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku utang. sekuritas [2] segitiga. Contoh: aerobe → aerob. surga.putra. bukan pihutang) wali kota. Sumatera standar. sintesa sistem. takhta teknik. realita risiko. sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar. baik dari bahasa daerah di Indonesia maupun dari bahasa asing seperti Inggris. seksama (Ingat!) samudra. sepakbola silakan. hutang (Ingat: piutang. syurga subjek. sistim sorga. serta unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. puteri realitas. Arab. selebriti sepak bola. jaman Bahasa Serapan Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain. walikota Yogyakarta. subyek subjektif. Belanda. salah) saraf.

ee (Belanda) → e. Contoh: scriptie → skripsi. cc → ks. Contoh: cylinder → silinder. z. i. Contoh: rhetoric → retorika. Contoh: systeem → sistem. Contoh: ratio → rasio. jika lafalnya s atau sy. sc → sk. oe (oi Yunani) → e oo (Belanda) → o. gue → ge ie (Belanda) → i. c → k. dan konsonan. . Contoh: xenon → xenon. jika lafalnya y. oe. jika di muka a. ch → c. Contoh: ion → ion. t → s. o. jika bervariasi dengan e. jika di muka i. Contoh: variety → varietas. dan konsonan. jika di muka a. jika lafalnya i. jika di muka vokal. ae → e. Contoh: çāstra → sastra. jika di muka e. Contoh: haemoglobin → hemoglobin. Contoh: crystal → kristal. o. c → s. i. Contoh: accent → aksen. sch → sk. y. kh (Arab) ng ps pt u ua ue ui uo v x. oo (vokal ganda) tetap. gh → g. dan y. ç[1] (Sansekerta) → s. Contoh: zoology → zoologi. jika di muka a. jika lafalnya c. u.ea ei eo eu f i jika di awal suku kata di muka vokal. Contoh: phase → fase. ph → f. oo (Inggris) → u. Contoh: komfoor → kompor. Contoh: yen → yen. dan y. cc → k. dan konsonan. jika di muka o. ch → s. Contoh: schema → skema. sc → s. u. Contoh: saccharin → sakarin. jika di muka e. Contoh: accumulation → akumulasi. Contoh: machine → mesin. Contoh: sorghum → sorgum. Contoh: cartoon → kartun. jika di awal kata. Contoh: scenography → senografi. ch dan cch → k. o. Dengan perubahan aa (Belanda) → a. q→k rh → r. Contoh: octaaf → oktaf. ie jika lafalnya bukan i. jika di muka e dan i. dan konsonan. u. Contoh: check → cek. Contoh: politiek → politik.

-ot Dengan perubahan -(a)tion. -et -or. -ika. -si -age → -ase. -ir. kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: plaat → pelat. -ency → -ansi.th → t. Contoh: logic. Contoh: anarchy. -eel (Belanda). -iel. -end → -en -ete. jika di muka a. -ens (yang bervariasi dengan -ancy. Contoh: director. jika tidak di awal kata. -ive → -if. -ensi (yang bervariasi dengan -ance. -ique → -ik -icle → -ikel -ics. dan konsonan. Contoh: percentage → persentase. -ence → -ans. u. actie → aksi. Contoh: protein → protein. -ance. Contoh: action. Contoh: percentile → persentil. -ette → -et -eur (Belanda). -ency) -ancy. -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Contoh: excavation → ekskavasi. -ile. -aal (Belanda) → -al. Contoh: descriptive. Contoh: effect → efek. -eus (Belanda) → -us -ic. jika lafalnya i. -able. Contoh: dictator → diktator. Contoh: vacuum → vakum. -ary. -cy → -asi. -ence) -ant → -an. o. -archie (Belanda) → -arki. -air → -er -al. directeur → direktur. Penyesuaian akhiran Tanpa perubahan -anda. -ble → -bel -ac → -ak -acy. y → i. Contoh: accountant → akuntan. Contoh: dynamo → dinamo. primair → primer. descriptief → deskriptif. -id. -ific → -ifik . -le → -il. -ose -ein -ein. Contoh: methode → metode. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal. -asm → -asme -ate → -at -eel (Belanda) → -el. -air (Belanda) → -er. uu → u. -andum. -endum -ar -ase. -ide → -ida -ief. anarchie → anarki. Contoh: formeel → formal. logica → logika. mass → massa. v (Sanskerta) → w atau v x → ks. jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris. Contoh: exception → eksepsi. -ica → -ik. -aat (Belanda) → -at. -archy. Contoh: primary. -or → -ur. xc → ksk.

―sesudah‖) hemi. ―berubah‖. ―di dalam‖) endo. ―tidak‖) em-.(―dalam‖. -logy.(―ke atas‖. ―berada‖) im-. ―di dalam‖) inter. ―melintas‖) dis. -ite → -it -ity → -itas -logue → -log. -ical → -is.(―ketiadaan‖. auto.(―sama‖) meta. -teit → -tas [2].(―sendiri‖. Contoh: university. hominoide → hominoid. Contoh: hominoid. ―bertindak sendiri‖)[5] bi. ―di dalam‖. Penyesuaian awalan Tanpa perubahan a-. amb. ―menyimpang dari‖.(―dua kali‖. -oir(e) → -oar.(―tidak‖. optimistical → optimistis -ism. -isme (Belanda) → -isme. ―ke dalam‖) infra. ab-.(―dari‖.(―tidak‖. en. analogie → analogi. ant. -ure.(―bertentangan dengan‖) apo. -oid. -tion → -si -sy → -si -ter. ―dua‖)[6] de.(―sebelum‖. ―terpisah‖. ―mengandung satu‖)[9] . ―saling‖)[8] intro. abs. ―perubahan‖) mono. -ous ditanggalkan -sion. -tre → -ter -ty.(―lain‖.(―di atas‖.(―tujuh‖. ―menjauhkan dari‖) a-. Contoh: elektronic → elektronik -isch. prematuur → prematur. -loog (Belanda) → -log. -ic → -ik.(―lepas‖. an.(―di dalam‖) epi. ―ke belakang‖. Contoh: analogy. -uur → -ur. Contoh: modernism. ―mengurangi‖) di. universiteit → universitas. ―tanpa‖)[3] am-. ―mengandung tujuh‖) [7] hetero. ―keduanya‖) ana-. ―bukan‖. in.(―tunggal‖. ―berhubungan dengan‖) aut-. -ist → -is. modernisme → modernisme. Contoh: premature. an.(―dalam‖. ―mengandung dua …‖) dia.(―memindahkan‖.(―melalui‖. Contoh: egoist → egois. ―depan‖) [4] anti-. Contoh: optimistisch. ―ke dalam‖) iso.(―separuh‖.(―sesudah‖.-isch. ―setengah‖) hemo.(―darah‖) hepta.(―pada kedua sisi‖. ―di bawah‖. Contoh: dialogue → dialog. Contoh: epiloog → epilog. Contoh: trottoir → trotoar. -oïde (Belanda) → -oid.(―bawah‖.(―sekeliling‖.(―antara‖. ―terbalik‖) ante. -logie → -logi.

→ ekstra.(―unggul‖.→ ek-. Contoh: purnawirawan pre. ―mula-mula‖) pseudo-. ―dekat‖.(―ke/di seberang‖.(―tiga‖) ultra. ―di depan‖) proto.→ hipo.→ dwi-.(―enam‖. ―super‖) uni. ―kira-kira‖) syn.→ tak-. ―lewat‖.(―sekeliling‖. ―melingkupi‖) pre-(―sebelum‖. ex. ―hampir‖) penta. ―sedikit banyak‖) sub-[13](―bawah‖.(―lima‖.→ hiper. ―hampir‖) super-. Contoh: international → antarbangsa mal. ac. ―tunggal‖) [sunting] Dengan perubahan ad-. eco. ―di bawah‖.(―dengan‖. Contoh: postgraduate → pascasarjana → purna-.→ purba-.(―banyak‖. eko.→ kata. ―mengandung lima‖)[10] peri.(―lingkungan hidup‖) ex.→ mal-. ak. ―melekat pada‖) cata. Contoh: autobiography → swariwayat de. ―terletak di belakang‖) semi. ―pada waktu‖) Penyerapan dengan penerjemahan a. ―mengandung enam‖) hyper.(―di luar‖) extra.(―seolah-olah‖. ―mengeluarkan‖) exo-.→ kuasi. ―erat berhubungan dengan‖.→ heksa. ―berhubungan dengan‖) contra. ―keseluruhan‖) para. ―berlawanan‖) ec-.(―jauh‖. ―berada di atas‖) supra. Contoh: antibiotics → pratirasa auto. ―lewat‖. ―jarak‖) trans. ―agak‖. ―kembali‖)[12] retro. kom-. ―mengalihkan‖) tri. pseud.(―palsu‖) re.→ pra-. ―bersama-sama‖. kon. ―di muka‖)[11] pro.→ ekso-. ―melebihi‖) tele.→ ko-.(―sebelah luar‖. Contoh: bilingual → dwibahasa inter. ―berdekatan dengan‖. ―sebelumnya‖. ―bersama-sama‖. Contoh: malnutrition → malagizi. sur.(―melebihi‖.→ prati-. inter-.→ swa-. pant-. bi-. mala-. com-. eks.(―di samping‖.(―pertama‖. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan bi. Contoh: asymetric → tak simetri ante.→ sin.→ awa-. ―sesuai dengan‖) co-.(―di luar‖) hexa. ―di bawah‖) poly.(―di atas‖.→ eks.→ ad-.(―satu‖. Contoh: prehistory → prasejarah .(―bawah‖. ―melewati‖. malnutrisi post. ―super‖) hypo.pan-.(―menentang‖.(―dengan‖.→ antar-.(―bawah‖.→ kontra.(―separuhnya‖.(―lagi‖. con. panto (―semua‖.(―ke belakang‖. ―berkelebihan‖) quasi.(―ke‖. Contoh: antedate → purbatanggal anti.(―sebelum‖.(―lebih dari‖.→ pasca-.→ poli.

Singapura dan bukan Singapore (bahasa Inggris). Contoh: swadidik (autodidak) 6 sering diterjemahkan dengan awalan dwi-.→ -ulang. . Contoh: takpadan (asimetri) 4 sering diterjemahkan dengan awalan purba-. Khusus mengenai nama-nama geografis di Jawa. anakbenua Penamaan artikel Nama-nama geografis Coba berikan padanan nama-nama geografis dalam bahasa Indonesia dari tempat-tempat di luar negeri apabila ada. Contoh: Nama-nama tempat asing Antwerpen dan bukan Antwerp (bahasa Inggris). dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas). Contoh: dwiwarna. awa-. Contoh: saptamarga 8 sering diterjemahkan dengan awalan antar-. Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain. nama dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. Yerusalem dan bukan Jerusalem (bahasa Inggris). Contoh: ekatuhan (monoteis) 10 sering diterjemahkan dengan awalan panca-. Catatan kaki 1 Dalam penulisan modern biasa dieja sebagai ś 2 Tidak semua akhiran -ty bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian. Contoh: edible → laik-santap -like → lir-. tolong berikan nama tersebut dalam bahasa setempat. ejaan resmi dalam bahasa Indonesia dipakai. Disambung jika menggunakan kata dasar. Wina dan bukan Wien (bahasa Jerman) apalagi Vienna (bahasa Inggris). hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). 3 sering diterjemahkan dengan awalan tak-. 3. Kadangkala fonem /a/ pada posisi akhir terbuka dieja sesuka hati sebagai [o] atau [a]. Contoh: jelly-like → liragar -less → nir-. tan-. Contoh: dwibahasa (bilingual) 7 sering diterjemahkan dengan awalan sapta-. Contoh: non-Indonesia. Apabila tidak ada. Contoh: antarnegara (internasional). praduga 12 sering diterjemahkan dengan awalan ulang-. Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. tanwarna Aturan penyerapan imbuhan 1. Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. Nama dalam bahasa Inggris bisa pula dipakai sebagai nama halaman redireksi. Tetapi jika bahasa setempat tidak ditulis menggunakan huruf Latin. Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. Contoh: seedless → nirbiji. antarbagian (interseksi) 9 sering diterjemahkan dengan awalan eka-. Contoh: pra pemilu. pascasarjana. Contoh: pratayang. Contoh: ulangsusun. Contoh: anakjenis. bak-. mala-. Perancis dan bukan Prancis (berdasarkan kesepakatan). Contoh: recalculate → hitung ulang -ble → laik-. namun tentu saja nama Inggris bisa disebut di dalam artikel. hindarkan pemberian nama dalam bahasa Inggris.re. ulangbuat 13 sering diterjemahkan dengan awalan anak-. Contoh: purbatanggal (antedate) 5 sering diterjemahkan dengan awalan swa-. prasangka. 4. Contoh: pancasila 11 sering diterjemahkan dengan awalan pra-. 2. meski ini sering tidak konsisten dan konsekuen. colourless → awawarna. anti-Israel. Moskwa dan bukan Moscow (bahasa Inggris).

Apabila tidak ada coba gunakan ejaan Pinyin dan hindari ejaan Inggris berdasarkan Wade-Giles. Baiturrahman. Contohnya: Pulau Simeulue dan bukan Simeulue. dan j untuk y). Hindarkan penggunaan nama-nama Latin atau Yunani dengan ejaan bahasa Inggris. nama kabupaten atau kota‖ seperti Seutui. Danau. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. gunakan Ejaan Van Ophuijsen (gunakan oe untuk u. Teluk.Nama-nama tempat di Jawa Surabaya dan bukan Suroboyo. ―Sungai Mahakam‖ dan sebagainya. Pulau. atau Sala dan bukan Surokarto. Tasikmalaya bukan Kecamatan Ciawi karena nama kecamatan yang sama bisa terdapat di kabupaten yang lain. Pada contoh diatas Aceh Besar diberi nama Kabupaten Aceh Besar walaupaun tidak ada Kota Aceh Besar. Nama-nama tokoh asing juga sesuai ejaan dalam bahasa aslinya. dj untuk j. Kalimantan tidak memakai awalan pulau karena lebih populer) Untuk nama-nama tempat di Indonesia yang memiliki banyak kegunaan. Sumatra. maka artikel dengan nama itu menjadi halaman disambiguasi. Kelahiran antara 1947 dan sebelum 1972. Baiturrahman. Banda Aceh dan bukan Seutui atau Kelurahan Seutui atau Seutui. Untuk nama kelurahan menggunakan pola ―nama kelurahan. dan j untuk y). Sungai. dj untuk j. Nama-nama tempat yang sering dipakai di Indonesia Kabupaten dan Kota. gunakan Ejaan Yang Disempurnakan. Pulau. Kecamatan. maka artikel ―Blitar‖ menjadi halaman disambiguasi yang mengandung pranala ke Kota Blitar dan Kabupaten Blitar. Selat. Contoh: Aristoteles dan bukan Aristotle. meski ejaan terakhir ini kadangkala secara fonetis lebih tepat. Air terjun. dieja sesuai ejaan asli meskipun bertentangan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Untuk nama kecamatan menggunakan pola ―nama kecamatan. atau tanggal kelahiran tokoh tidak tersedia. Nama-nama tokoh sebaiknya ditulis secara lengkap berikut nama depan dan nama belakang. Suku. (terkecuali untuk Jawa. Surakarta atau Solo. Purwakarta dan bukan Purwokarto di Jawa Barat. Wonogiri dan bukan Wanagiri. Sulawesi. hindarkan penggunaan ejaan bahasa Inggris. Kelahiran pada dan setelah 1972. gunakan Ejaan Republik (gunakan tj untuk c. Jika ragu. Mengikuti pola ―Pulau AA‖. Namun apabila bahasa asli tidak ditulis menggunakan huruf Latin. penamaan artikelnya memakai format ―Kabupaten AA‖ dan ―Kota AA‖. tj untuk c. Purwokerto dan bukan Purwakerta di Jawa Tengah. Pedoman penggunaan ejaan untuk nama tokoh Indonesia adalah sebagai berikut: Kelahiran sebelum tahun 1947. contoh: Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. Ini berlaku walaupun nama tersebut hanya memiliki satu kegunaan. Nama-nama tokoh Nama-nama tokoh dalam bahasa Indonesia. Bill Clinton dan bukan William Jefferson Clinton . Untuk kabupaten dan kota di Indonesia. Untuk nama-nama tokoh Tionghoa gunakan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Kelurahan/desa. nama kecamatan. kecuali tokoh tidak memiliki nama depan secara resmi atau nama merupakan nama julukan. ejaan dalam bahasa Inggris bisa dipertimbangkan. nama kabupaten atau kota‖ seperti Ciawi. Contohnya: ―Blitar‖ karena memiliki banyak arti. Tanjung. Bogor dan Ciawi. jadi bukan ―Aceh Besar‖ dan ―Lhokseumawe‖.

H.S. Jusuf Kalla Beberapa gelar lainnya yang juga harus dihindari antara lain: GPH (Gusti Pangeran Haryo). Mao Zedong dan bukan Mao Tse-tung. Cokroaminoto. Contoh: Hamengkubuwono IX dan bukan Sultan Hamengkubuwono IX atau Sri Hamengkubuwono IX Kartini dan bukan R.O. Penggunaan gelar Gelar-gelar kebangsawanan dan akademis jangan dipakai sebagai judul artikel meskipun harus disebut dalam artikel sendiri. GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Haryo) dan lain-lain. Soeharto dan bukan Suharto.Boris Yeltsin dan bukan Yeltsin.) . (lihat gelar kebangsawanan).T. Kong Hu Cu dan bukan Kung Fu-tse Lenin bisa dipergunakan seiring dengan Vladimir Lenin. Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau Raden Ajoe Kartini Jusuf Kalla dan bukan Drs.S. Jeanne d‘Arc dan bukan Joan of Arc. Ptolemeus dan bukan Ptolemy. Tjokroaminoto dan bukan H.O. KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo). (E.A. Soekarno dan bukan Sukarno.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful