BIOETHANOL

Oleh :

Yandi Wibowo
Rija Fathul Bari

(F030709)
(F0307111)

SEJARAH BIOETHANOL

• (Bio)Etanol telah digunakan manusia sejak zaman prasejarah sebagai bahan pemabuk dalam minuman beralkohol. • Campuran dari (Bio)etanol yang mendekati kemurnian untuk pertama kali ditemukan oleh Kimiawan Muslim yang mengembangkan proses distilasi pada masa Kalifah Abbasid. • Antoine Lavoisier menggambarkan bahwa (Bio)etanol adalah senyawa yang terbentuk dari karbon, hidrogen dan oksigen. • Pada tahun 1808 Nicolas-Théodore de Saussure dapat menentukan rumus kimia etanol. • Limapuluh tahun kemudian (1858), Archibald Scott Couper menerbitkan rumus bangun etanol. Dengan demikian etanol adalah salah satu senyawa kimia yang pertama kali ditemukan rumus bangunnya. • Etanol pertama kali dibuat secara sintetis pada tahu 1829 di Inggris oleh Henry Hennel dan S.G.Serullas di Perancis.

pada tahun 1880-an Henry Ford membuat mobil quadrycycle dan sejak tahun 1908 mobil Ford model T telah dapat menggunakan (bio)etanol sebagai bahan bakarnya. bioetanol kembali mendapatkan perhatian dan telah menjadi alternatif energi yang terus dikembangkan.SEJARAH BIOETHANOL • Michael Faraday membuat etanol dengan menggunakan hidrasi katalis asam pada etilen pada tahun 1982 yang digunakan pada proses produksi etanol sintetis hingga saat ini. • Pada tahun 1840 etanol menjadi bahan bakar lampu di Amerika Serikat. • Akhir-akhir ini. dengan meningkatnya harga minyak bumi. • Namun pada tahun 1920an bahan bakar dari petroleum yang harganya lebih murah telah menjadi dominan menyebabkan etanol kurang mendapatkan perhatian. .

hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut. bukan metanol.BIOETHANOL Etanol disebut juga etil-alkohol atau alkohol saja. Sedangkan bioetanol adalah etanol (alkohol yang paling dikenal masyarakat) yang dibuat dengan fermentasi yang membutuhkan faktor biologis untuk prosesnya. adalah alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. atau grup alkohol lainnya. .

Secara umum akronim dari (Bio)Etanol adalah EtOH (Ethyl-(OH)) (Bio)Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Rumus Bangun (Bio)Etanol . Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan minuman. Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O atau rumus bangunnya CH3-CH2-OH. Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. (Bio)Etanol merupakan bagian dari kelompok metil (CH3-) yang terangkai pada kelompok metilen (-CH2-) dan terangkai dengan kelompok hidroksil (-OH).Rumus Kimia (Bio)Etanol sering ditulis dengan rumus EtOH.

PROSES PRODUKSI BIOETHANOL Produksi ethanol/bio-ethanol (alkohol) dengan bahan baku tanaman yang mengandung pati atau karbohydrat.5:1 8:1 5:1 12:1 4:1 . Kandungan Gula Dalam Bahan Baku Konsumsi (Kg) 1000 1000 1000 1000 1000 (Kg) 250-300 150-200 600-700 120-160 500 Bahan Baku Jumlah Hasil Konversi Bio-etanol (Liter) 166. Konversi bahan baku tanaman yang mengandung pati atau karbohydrat dan tetes menjadi bio-ethanol ditunjukkan pada Tabel 1. dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air.6 125 200 90 250 Jenis Ubi Kayu Ubi Jalar Jagung Sagu Tetes Perbandingan Bahan Baku dan Bioetanol 6.

saat ini hydrolisa enzyme lebih banyak dikembangkan. sehingga proses pembuatan glukosa dari pati-patian sekarang ini dipergunakan dengan hydrolisa enzyme. kemudian dilakukan proses peragian atau fermentasi gula menjadi ethanol dengan menambahkan yeast atau ragi. . yaitu Hydrolisa asam dan Hydrolisa enzyme. sedangkan hydrolisa asam (misalnya dengan asam sulfat) kurang dapat berkembang. Dalam proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air dilakukan dengan penambahan air dan enzyme.PROSES PRODUKSI BIOETHANOL Glukosa dapat dibuat dari pati-patian. proses pembuatannya dapat dibedakan berdasarkan zat pembantu yang dipergunakan. Berdasarkan kedua jenis hydrolisa tersebut.

(glukosa) yeast (ragi) (ethanol) (1) (2) .PROSES PRODUKSI BIOETHANOL Reaksi yang terjadi pada proses produksi ethanol/bio-ethanol secara sederhana ditujukkan pada reaksi 1 dan 2.2 C2H5OH + 2 CO2. H2O (C6H10O5)n ------------------------.N C6H12O6 enzyme (pati) (glukosa) (C6H12O6)n -----------------------.

Alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi ini. ubi jalar. yang diperkirakan mengandung pati 27-30 persen. yaitu: GELATINISASI Dalam proses gelatinasi. .PROSES PRODUKSI BIOETHANOL Secara singkat teknologi proses produksi ethanol/bio-ethanol tersebut dapat dibagi dalam tiga tahap. bahan baku ubi kayu. FERMENTASI DISTILASI Untuk memurnikan bioetanol menjadi berkadar lebih dari 95% agar dapat dipergunakan sebagai bahan bakar. atau jagung dihancurkan dan dicampur air sehingga menjadi bubur. Proses fermentasi dimaksudkan untuk mengubah glukosa menjadi ethanol/bio-ethanol (alkohol) dengan menggunakan yeast. biasanya alkohol dengan kadar 8 sampai 10 persen volume. alkohol hasil fermentasi yang mempunyai kemurnian sekitar 40% tadi harus melewati proses destilasi untuk memisahkan alkohol dengan air dengan memperhitungkan perbedaan titik didih kedua bahan tersebut yang kemudian diembunkan kembali.

.

buatan beberapa deodoran •Digunakan untuk pengobatan untuk mengobati depresi dan obat bius . cat dan larutan obat •Digunakan untuk pe.Manfaat BIOETHANOL •Sebagai bahan bakar kendaraan •Sebagai bahan dasar minuman beralkohol •Sebagai bahan bakar Direct-ethanol fuel cells (DEFC) •Sebagai bahan bakar roket •Sebagai bahan kimia dasar senyawa organik •Sebagai antiseptik •Sebagai antidote beberapa racun •Sebagai pelarut untuk parfum.

Pengembangan BIOETHANOL di Indonesia • Sejak tahun 1986 pabrik ethanol BPPT di Lampung mengubah bahan bakunya dari ubi jalar dan ubi kayu dengan Mollase atau tetes. Indo Lampung Distilerry. . Indo Acidatama. Aneka Kimia Nusantara. • Di Indonesia pada saat ini ethanol di produksi dari tetes untuk keperluan bahan farmasi oleh PTPN XI. PG Rajawali II. Molindo Raya Industrial. dll.

Pangsa produksi ethanol tahun 2002 dari masing-masing plant ethanol .

Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah percepatan dan pemanfaatan biofuel.• Pemerintah Indonesia. Presiden menginstruksikan 13 Menteri. yaitu terbitnya Instruksi Presiden No. . 1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar. Melaui Inpres itu.Salah satu wujudnya. telah melakukan antisipasi.

dan • Ketidakpastian resiko investasi dalam komersialisasi pengembangan bioethanol dan belum terbentuknya rantai tata niaga bio-ethanol. . • Rencana Pemerintah dalam pengembangan energi dan instrumen kebijakan yang diperlukan dalam pengembangan bio-ethanol belum terkait langsung dengan rencana dari para pihak pelaku bisnis bioethanol dan pengelola lahan pertanian yang sangat luas untuk menghasilkan bahan baku.Hambatan Penggunaan Bioetanol di Indonesia • Rencana pengembangan lahan untuk tanaman penghasil bahan baku bioethanol yang dibuat oleh Departemen Pertanian dan Departemen Kehutanan belum terkait langsung dengan rencana pengembangan bioethanol di sektor energi.

Upaya Pengembangan Bioetanol • Menyusun agenda bersama untuk mendapatkan konsensus terhadap program yang komprehensif dan terpadu agar supaya memberikan hasil yang konkret dan maksimal. • Melakukan inventarisasi dan evaluasi secara rinci berbagai peluang dan tantangan untuk investasi bio-ethanol. khususnya berbagai insentif yang diperlukan • Membangun rantai tata niaga bio-ethanol secara bertahap yang difasilitasi oleh Pemerintah • Menyatukan semua rencana pengembangan bio-ethanol dari berbagai pihak terkait dalam suatu ”Blueprint Pengembangan Bio-fuel” yang dapat dijadikan pegangan bagi para stakeholder. distribusi dan pemakaian bio-ethanol serta penjabaran agenda dan program implementasi yang konkret. . antara lain melalui penetapan sasaran dan upaya pencapaiannya untuk produksi.

Potensi Sumber Bioetanol di Indonesia • Selain tetes atau mollase. bahkan lahan kritis sekalipun. dan sagu. tanaman lain yang dapat dipergunakan sebagai bahan baku produksi ethanol (bio-ethanol) adalah ubi kayu. . Hal ini disebabkan ubi kayu dapat ditanam hampir di semua jenis tanah mulai dari lahan yang subur sampai ke lahan kering. jagung. ubi jalar. di Indonesia ubi kayu mempunyai potensi lebih besar sebagai bahan baku pembuatan ethanol. Dari semua jenis bahan baku tersebut.

Potensi Pemanfaatan Bio-Ethanol di Indonesia • Ethanol/bio-ethanol apabila dicampur dengan premium dapat meningkatkan nilai oktan. sehingga campuran ethanol/bio-ethanol dengan gasoline dapat masuk katagorikan high octane gasoline (HOG). dimana campuran sebanyak 15% bioethanol setara dengan pertamax (RON 92) dan campuran sebanyak 24% bioethanol setara dengan pertamax plus (RON 95). dimana nilai oktan untuk ethanol/bio-ethanol 98% adalah sebesar 115. . selain itu mengingat ethanol/bio-ethanol mengandung 30% oksigen.

• Mengurangi efek rumah kaca. . • Diversifikasi Industri. • Bebas zat berbahaya seperti Co. khususnya Premium.Manfaat Penggunaan Bioetanol secara Umum • Mengurangi kebutuhan BBM. yang berujung pada penciptaan lapangan kerja. Nox dan UHC • Diversifikasi Energi • Menciptakan Teknologi berwawasan Lingkungan.

.Kelemahan Penggunaan Bioetanol pada Mesin • ethanol/bioethanol mempunyai sifat korosif dan membuat mesin lebih sulit distarter.

Perbandingan sifat thermal. kimia dan fisika dari ethanol/bioethanol dan premium .

Perbandingan Emisi Bahan Pencemar dari Campuran Bio-Ethanol dan Premium .

Biaya Investasi Fasilitas Produksi Bio-Ethanol .

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful