Kromatografi dan Aplikasinya pada Bidang Lain

Kata Kunci: kromatografi Ditulis oleh Muhammad Amin pada 24-06-2009 a. Pada Bidang Bioteknologi Dalam bidang bioteknologi, kromatografi mempunyai peranan yang sangat besar. Misalnya dalam penentuan, baik kualitatif maupun kuantitatif, senyawa dalam protein. Protein sering dipilih karena ia sering menjadi obyek molekul yang harus di-purified (dimurnikan) terutama untuk keperluan dalam bio-farmasi. Kromatografi juga bisa diaplikasikan dalam pemisahan molekul-molekul penting seperti asam nukleat, karbohidrat, lemak, vitamin dan molekul penting lainnya. Dengan data-data yang didapatkan dengan menggunakan kromatografi ini, selanjutnya sebuah produk obat-obatan dapat ditingkatkan mutunya, dapat dipakai sebagai data awal untuk menghasilkan jenis obat baru, atau dapat pula dipakai untuk mengontrol kondisi obat tersebut sehingga bisa bertahan lama. b. Pada Bidang Klinik Dalam bidang clinical (klinik), teknik ini sangat bermanfaat terutama dalam menginvestigasi fluida badan seperti air liur. Dari air liur seorang pasien, dokter dapat mengetahui jenis penyakit yang sedang diderita pasien tersebut. Seorang perokok dapat diketahui apakah dia termasuk perokok berat atau ringan hanya dengan mengetahui konsentrasi CN- (sianida) dari sampel air liurnya. Demikian halnya air kencing, darah dan fluida badan lainnya bisa memberikan data yang akurat dan cepat sehingga keberadaan suatu penyakit dalam tubuh manusia dapat dideteksi secara dini dan cepat. Sekarang ini, deteksi senyawa oksalat dalam air kencing menjadi sangat penting terutama bagi pasien kidney stones (batu ginjal). Banyak metode analisis seperti spektrofotometri, manganometri, atau lainnya, akan tetapi semuanya membutuhkan kerja ekstra dan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil analisis dibandingkan dengan teknik kromatografi. Dengan alasan-alasan inilah, kromatografi kemudian menjadi pilihan utama dalam membantu mengatasi permasalahan dalam dunia bioteknologi, farmasi, klinik dan kehidupan manusia secara umum. c. Pada Bidang Forensik Aplikasi kromatografi pada bidang forensik pun sangat membantu, terutama dilihat dari segi keamanan. Masih lekat dalam ingatan kita, sebuah peristiwa Black September Tragedy mengguncang Amerika pada tanggal 11 September 2001 yang ditandai dengan runtuhnya dua gedung kesayangan pemerintah Amerika Serikat. Demikian halnya di Indonesia yang marak dengan aksi peledakan bom yang terjadi di mana-mana. Perhatian

getaran atau adanya perubahan suhu yang meningkat. nitrat. .4. nitrat. yang bisa menghasilkan ledakan dahsyat atau bahkan munculnya percikan api. sulfate. baru akan meledak jika terjadi benturan. Pada gambar 1A di bawah ini adalah kromatogram dari analisis menggunakan metode kromatografi ion pada sampel standar yang telah diketahui ion-ionnya serta konsentrasi yang terkandung di dalamnya dan gambar 1B adalah kromatogram dari ekstrak serpihan sebuah ledakan bom. beberapa diantaranya adalah 2. siklonit (RDX). gesekan. baik bahan peledak yang kerkekuatan tinggi maupun rendah. klorat. Dengan terjadinya hal-hal seperti ini. tetril. Bisa dikatakan bahwa analisis organic ion (ion organik) dan inorganic ion (ion anorganik) memainkan peranan yang sangat penting pada saat investigasi lokasi ledakan bom berlangsung. pentaeritritol tetranitrat (PETN) dan tetritol serta beberapa anion lain seperti perklorat.dunia pun akhirnya mulai beralih dengan adanya peristiwa-peristiwa pengeboman/peledakan tersebut ke bahaya explosive (bahan peledak) dengan peningkatan yang cukup tajam. tiosianat. memberikan peluang bahan peledak tersebut berubah manjadi zat lain yang lebih stabil yang diikuti dengan tekanan yang tinggi. setelah pengeboman berlangsung. dan perklorat adalah bahan-bahan kimia yang biasa digunakan sebagai oksidator untuk low explosive (bahan peledak berkekuatan rendah). efek negatifnya terhadap lingkungan juga bisa segera diketahui. klorida. klorida. Pendeteksian ion-ion anorganik misalnya. nitrit. maka akan makin mempercepat diambilnya tindakan oleh bagian keamanan untuk mengatasi daerah-daerah yang terkena ledakan serta antisipasi meluasnya efek radiasi yang kemungkinan akan mengena tubuh manusia di sekitar lokasi ledakan. akan memberikan harapan karena tidak semua material dari bahan peledak tersebut ikut meledak pada saat terjadi ledakan.6trinitrotoluene (TNT). Hal ini didorong karena dengan semakin cepat diketahuinya bahan-bahan dasar apa saja bahan peledak. nitrit. Pada dasarnya setiap bahan peledak. Ada banyak bahan kimia yang biasa digunakan dalam bahan peledak. sulfate dan tiosianat. Lebih jauh lagi. Bahan-bahan anorganik seperti klorat. Kini kromatrografi menjadi hal yang sangat penting dalam menganalisis berbagai bahanbahan kimia yang terkandung dalam bahan peledak.

(3) SO4-2 dan (4) puncak yang tidak diketahui 1). Salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh negara-negara berkembang dan utamanya negara maju adalah persoalan global warming (pemanasan global). (4) NO3-. Japan. Dalam bidang lingkungan Dalam masalah lingkungan. (6) SCN.Gambar 1A: Sampel standar yang diketahui anion dan konsentrasinya : (1) Cl-. Disinilah. (3) ClO3-. (2) NO2-. Seiring dengan hal itu. d. (5) SO4-2. bahwa masyarakat di Jepang memperkirakan tingkat pemanasan global merupakan masalah lingkungan paling serius dan tingkatannya hampir 7 kali lipat dari satu dekade yang lalu saat polling kali pertama dilakukan pada tahun 19972). teknik .dan (7) ClO4- Gambar 1 B: Kromatogram dari ekstrak serpihan sebuah ledakan : (1) Cl-. Menurut survei National Institute for Environmental Studies. sebagai konsekuensi majunya peradaban manusia. Perbandingan kromatogram dari sebuah analisis menggunakan teknik kromatografi ion. permasalahan lingkungan pun semakin meningkat. (2) ClO3-. berarti permasalahan pun semakin “maju”. Gambar 1 A dan 1B. tahun 2006 lalu.

NO3.kromatografi mengambil peran paling penting dalam environmental analysis (analisis lingkungan) ini. soil hygiene dan air hygiene. Kontrol kondisi air hujan ini menjadi penting karena beberapa efek yang fatal yang mungkin bisa terjadi. di antaranya jatuhnya hujan asam dapat meningkatkan keasaman danau. Kanada. Demikian halnya pada daerah yang terkena acid rain (hujan asam). Antisipasi dini dapat dilakukan dengan mengetahui secara dini kandungan sulfate ion. air danau. kualitas air (misal : air ledeng. SOx dengan uap air dan membentuk asam sulfat (H2SO4). sungai. Sebagai contoh. air sungai. bendungan yang pada akhirnya mungin dapat menyebabkan kematian pada kehidupan air. air permukaan) dapat diketahui salah satunya dengan mengetahui jenis anion dan kation yang terkandung dalam sampel air tersebut sekaligus jumlahnya. SO42.(nitrogen trioksida) yang terdapat dalam air hujan tersebut. Amerika. Pada dasarnya permasalahan lingkungan bisa dibagi ke dalam 3 bagian : water hygiene. Gambar 2 mengilustrasikan sebuah kromatogram dari analisis air hujan yang diambil dari salah satu kota besar di Jepang dalam rangka memonitor kandungan anion sebagai . Reaksi-rekasi ini mengambil waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari di udara hingga akhirnya jatuh ke bumi dalam bentuk hujan asam. Eropa. Terbentuknya hujan asam disebabkan gas sulfur oxide.(ion sulfat) dan nitrogen trioxide ion. Di beberapa negara maju seperti Jepang. monitoring udara dan air hujan menjadi sangat penting tidak hanya untuk memperkirakan efek dari polusi itu tapi yang lebih penting lagi adalah memonitor progress (perkembangan) control polusi dari global ecology (ekologi global). Demikian pula keasaman pada tanah dapat meningkat dan merembes ke air permukaan tanah yaitu sumber air minum sehari-hari. Apakah mengandung logam-logam berbahaya atau tidak. demikian pula nitrogen oxide NOx dapat membentuk asam nitrat (HNO3) di udara. dan beberapa negara lainnya.

mainichi-msn. Aplikasi pada bidang yang lain Sebenarnya masih sangat banyak aplikasi kromatografi dalam bidang-bidang keilmuan lainnya.. dalam tulisan ini penulis hanya menampilkan beberapa contoh peran serta kromatografi dalam memudahkan dan mempercepat perolehan “target data” dalam beberapa bidang yang tersebut di atas.2 mM SO42.metrohm-peak.fbi. Pemonitoran kandungan anion dalam sampel air hujan.com/biohome.com/ .6 mM Cl.jp/national/news/20070109p2a00m0na026000c.co. Gambar 2.http://www. Namun karena keterbatasan ruang. petrokimia. kedokteran dan lain-lain. Sampel A menunjukkan kromatogram untuk standar sampel yang diketahui ion dan konsentrasinya : (1) 0.http://mdn. (2) 0.html 4). Sampel B menunjukkan kromatogram untuk sampel air hujan e.tosohbioscience. proses logam. Referensi 1.htm 2).gov/hq/lab/fsc/backissu/april2001/mmiller. http://www.2 mM NO3. pertanian.http://www..penyebab utama terjadinya hujan asam. pertambangan.html 3). Beberapa aplikasi tersebut misalnya dalam industri kertas.dan (3) 0.

5). dan gas-liquid chromatography (kromatografi dengan fase diam berwujud padat dan fase gerak berwujud gas) (Harvey 2000).http://www1. kromatografi dibedakan menjadi kromatografi planar (kromatografi dengan fase diam terletak pada permukaan datar) yang meliputi kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis serta kromatografi kolom (kromatografi dengan fase diam tertahan pada sebuah kolom) yang meliputi kromatografi manual. liquidliquid chromatography (kromatografi dengan fase diam berwujud cair dan fase gerak berwujud cair).re.kr/english/e_equip/e_equ_a00. kromatografi pertukaran ion (kromatografi yang dapat memisahkan senyawa dengan afinitas ion yang berbeda dengan resin penukar ion).krict. Berdasarkan fase gerak dan fase diam yang digunakan. Berdasarkan interaksi komponen dengan fase diam dan fase gerak. kromatografi dibedakan menjadi liquid-solid chromatography (kromatografi dengan fase diam berwujud padat dan fase gerak berwujud cair). kromatografi dibedakan menjadi kromatografi adsorpsi (kromatografi dengan teknik penyerapan komponen oleh adsorben tertentu). Berdasarkan bentuk ruang penyangganya. Percobaan ini hanya melakukan aplikasi kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis.php KROMATOGRAFI KERTAS DAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Pendahuluan Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase.html 6). yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase gerak (cair atau gas) (Patnaik 2004). gas-solid chromatography (kromatografi dengan fase diam berwujud padat dan fase gerak berwujud gas). Teknik pemisahan ini memanfaatkan interaksi komponen dengan fase diam dan fase gerak serta sifat fisik dan sifat kimia komponen.dionex.com/en-us/index. high performance liquid chromatography.http://www. dan kromatografi permeasi atau filtrasi (kromatografi berdasarkan perbedaan bobot molekul) (Skoog et al 2002). dan kromatografi gas (Harvey 2000). kromatografi partisi (kromatografi dengan partisi terjadi antara fase gerak dan fase diam). Prinsip dari kedua aplikasi tersebut adalah dengan .

dikocok. dan digerus selama 10 detik. corong. klip plastik. ditutup. Sedikit ekstrak daun diteteskan dengan pipa kapiler di atas lapisan TLC pada jarak 1 cm dari tepi kaca bagian bawah. corong pisah. Tujuan Percobaan Percobaan ini bertujuan melatih penggunaan analisis kualitatif dengan metode kromatografi lapis tipis (Thin Layer Chromatography) pada klorofil daun dan menentukan susunan logam pada uang logam Rp 100 berwarna kuning dan putih. diambil sebanyak 1 gram. Prosedur Percobaan Percobaan kromatografi lapis tipis klorofil daun diawali dengan pembuatan ekstrak daun. Ditambhan 6. Setelah kering. Larutan yang telah dikeringkan dituang ke dalam pinggan petri. dan uang logam Rp 100 warna kuning dan putih. botol semprot. Lapisan yang berwarna hijau dipipet ke dalam tabung reaksi dan dikeringkan dengan Na2SO4 anhidrat selama 15 menit. lempeng porselin.. Bahan-bahan yang digunakan adalah aseton.meneteskan sampel pada kertas di garis startnya berulang-ulang. CuSO4 0. Larutan tersebut siap untuk dianalisis dengan metode kromatografi. Daun dipindahkan ke dalam tabung reaksi bertutup dan ditambahkan 4 ml aseton. NiSO4. kertas saring. pipet kapiler. Selanjutnya pembuatan kromatogram dilakukan dengan eluen (campuran aseton dan PE (1: 9)). dan tabung reaksi. dan dikocok selama 10 detik. kertas dimasukkan dalam pelarut jenuh dan dibiarkan bergerak menuju garis finish. pembuatan lapisan TLC tidak dilakukan karena lapisan TLC sudah tersedia. Na2SO3 kering. NH4OH. cawan petri. HCl pekat. Kromatografi lapis tipis menggunakan lempeng tipis/ plastik yang dilapisi adsorben sebagai penyangga.1 M.7 ml air dan dikocok. gelas ukur 50 ml. Campuran dibiarkan selama 10 menit. petroleum eter. Larutan yang telah pekat dituang ke dalam tabung reaksi. dimasukkan dalam mortar. dan dipisahkan dengan sentrifus. kertas kromatografi. diuapkan sebentar supaya lebih pekat. Pelarut dibiarkan . kaca obyek. Daun diiris halus. Petroleum eter 3 ml ditambahkan. lalu ditutup rapat. ditambahkan sedikit pasir kuarsa. Pada percobaan kali ini. Alat dan Bahan Alat-alat yang dipakai adalah botol eluen. Kromatografi kertas menggunakan kertas sebagai penyangga (Rouessac 2007).

Pada percobaan TLC. Perbandingan volume eluen aseton dan PE yang beragam digunakan untuk menentukan . Lapisan TLC dimasukkan ke dalam botol yang berisi eluen dengan bagian yang ditetesi berada di bawah. daun diiris halus lalu digerus dengan sedikit pasir kuarsa agar mempercepat halusnya daun yang digerus. Dicatat warna dan jarak spotnya dari garis start. Pelarut dibiarkan naik sampai mendekati garis front. Setelah cairan eluen naik sampai hampir di ujung lapisan TLC. Kertas diangkat dan dikeringkan. dilakukan analisis terhadap klorofil atau pigmen hijau yang ada pada daun dengan metode kromatografi lapis tipis atau thin layer chromatography (TLC). Kertas dimasukkan ke dalam botol dengan garis start di bagian bawah. kertas disemprot dengan NH4OH pekat. ekstrak ditambahkan dengan Na2SO4 anhidrat untuk mengikat air yang masih terkandung di dalam ekstrak sehingga ekstrak klorofil murni mudah diambil. Pemisahan susunan logam pada uang logam diawali dengan uang logam dicuci dengan sabun dan disikat. Komponen warna yang terpisah dicatat. Untuk menampakkan warna spot. Selain itu. spot CuSO4. dibuat spot uang logam. Dihitung nilai Rf masing-masing spot. spot HCl pekat. spot NiSO4. maka lapisan TLC dikeringkan di udara. dan jarak dari tepi kertas bawah pada kertas kromatografi. juga dilakukan analisis terhadap komponen logam yang terkandung dalam uang logam 100 rupiah berwarna kuning dan berwarna putih dengan metode kromatografi kertas. Daun yang telah halus ditambahkan aseton yang berfungsi untuk mengekstrak klorofil daun karena aseton bersifat nonpolar dan klorofil juga bersifat non polar sehingga dapat terekstrak. lapisan TLC dimasukkan dalam alat pemancar ultraviolet untuk membuat komponen pada lapisan TLC menjadi jelas. Dari tetesan ini.mengering. Pembahasan Pada percobaan ini. kemudian dibilas dengan akuades. Volume eluen aseton dan PE digunakan dalam perbandingan yang beragam. Uang logam tersebut diberi setetes HCl pekat dan ditunggu beberapa menit. Fase diam pada percobaan ini adalah lapisan pelarut yang teradsorbsi pada permukaan adsorben berupa lapisan tipis (thin layer) dan fase geraknya adalah bagian dari pelarut yang berfungsi menggerakkan eluen berupa aseton dan PE. Kertas digulung dengan klip plastik dan dimasukkan ke dalam toples yang berisi pelarut. Setelah disentrifusa. Komponen yang nampak dihitung nilai Rfnya dengan rumus . Setelah kering. jarak start-front.

etanol. Dan pada perbandingan eluen aseton:PE = 5:5.9620. spot dari CuSO4 tidak bermigrasi secara berarti dan spot dari HCl pekat tidak terlihat. dan amoniak 2M (untuk uang logam kuning). Nilai Rf tersebut menunjukkan bahwa pelarut terbaik digunakan pada perbandingan 5:5 karena jumlah spot pemisahan yang banyak dan nilai Rf yang mendekati satu. Selanjutnya spot dari tetesan tersebut dirunning bersama dengan spot HCl pekat. Pada uang logam warna kuning. Pada uang logam warna putih. Panjang gelombang efektif yang digunakan kemudian adalah 366 nm karena spot yang terlihat lebih banyak dan jelas. spot dari uang logam tersebut memiliki Rf sebesar 0. spot uang logam warna kuning memiliki Rf yang sama dengan spot dari CuSO4 karena uang logam warna kuning tersebut mengandung tembaga (Nurcahyo 2007). yaitu 366 nm dan 254 nm.1068 dan spot dari NiSO4 memiliki Rf sebesar 0. Pada perbandingan eluen aseton:PE = 1:9. dan air (untuk uang logam putih) dan campuran n-butanol. dan CuSO4. asam asetat glasial. kromatografi kertas dilakukan secara ascending dimana pelarut yang terdapat di bawah akan bergerak ke atas pada kertas yang tercelup didalamnya.1456 dan spot dari CuSO4 . NiSO4. sedangkan spot dari NiSO4 menunjukkan Rf sebesar 0. Berdasarkan literatur. uang logam warna kuning dan putih dicuci dan disikat. Pada percobaan ini. Pada percobaan kromatografi kertas. Penjenuhan dengan uap pelarut bertujuan untuk mempercepat terjadinya elusi atau pergerakan komponen-komponen sampel pada media kertas kromatografi. dihasilkan dua spot dengan Rf masing-masing sebesar 0.3704.9390. Pendeteksian letak spot lebih mudah dilakukan dengan menggunakan penyinaran sinar ultra violet. Terdapat dua penjang gelombang yang digunakan.1852 dan 0.8987 dan 0. Hal ini berarti jarak spot dari garis start hampir sama dengan jarak batas eluen dari garis start. dihasilkan satu spot dengan Rf sebesar 0. Fase diam pada percobaan ini adalah lapisan pelarut yang teradsorbsi pada permukaan kertas berupa kertas kromatografi dan fase geraknya adalah bagian dari pelarut yang berfungsi menggerakkan eluen berupa campuran n-butanol. Namun. dihasilkan dua spot dengan Rf masing-masing sebesar 0.1792. tidak terbentuk spot dari uang logam tersebut dan HCl pekat.perbandingan volume eluen yang paling baik untuk kromatografi lapis tipis pada klorofil. kemudian ditambahkan tetesan HCl pekat sebagai pelarut pemisah komponen uang logam. Pada perbandingan eluen aseton:PE = 9:1.

Kromatografi kertas digunakan untuk menentukan komponen yang terkandung dalam uang logam warna kuning dan putih. eluen yang digunakan kurang jenuh. Berdasarkan literatur. 2004.0500. http://priyadi. Skoog Douglas et al. Second Edition. Perbedaan antara hasil percobaan dengan literatur menunjukkan masih terdapat kesalahan yang dilakukan dalam percobaan ini. (13 Mei 2010) Patnaik Pradyot. Data percobaan menunjukkan bahwa perbandingan pelarut aseton:PE yang digunakan adalah 5:5 dengan Rf tertinggi sebesar 0. Modern Analytical Chemistry. New York: McGraw-Hill Comp. dan uang yang digunakan sudah terkontaminasi zat lainnya.net/archives/2007/04/27/nilaimata-uang-logam/. Dean’s Analytical Chemistry Handbook. Canada: Thomson Learning. Daftar Pustaka Harvey D. kesulitan dalam pengukuran jarak saat penyinaran dengan ultra violet. Panjang gelombang ultra violet yang paling baik digunakan untuk mendeteksi keberadaan spot komponen klorofil adalah 366 nm. Rouessac Francis. Simpulan Kromatografi lapis tipis dapat digunakan untuk pemisahan komponen klorofil. Second Edition.menunjukkan Rf sebesar 0. Annick Rouessac.9620. 2007. Uang logam warna kuning seharusnya mengandung tembaga dan uang logam warna putih seharusnya mengandung alumunium. Nurcahyo Priyadi. Tidak terbentuknya spot dari uang logam warna putih disebabkan oleh eluen yang digunakan kurang jenuh. 2002. . 2007. Eight Edition. 2000. Fundamentals of Analytical Chemistry. spot uang logam warna putih tidak memiliki Rf yang sama dengan spot dari CuSO4 dan NiSO4 karena uang logam warna putih tersebut mengandung alumunium (Nurcahyo 2007). New York: McGraw-Hill Comp. West Sussex: John Wiley & Sons. antara lain kertas kromatografi tidak bersih dan dipegang dengan tangan. Ltd. Nilai Mata Uang Logam. Chemical Analysis: Modern Instrumentation Methods and Techniques.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful