BAB I PENDAHULUAN A.

PENGERTIAN Gerontologi : Ilmu yang mempelajari tentang faktor-faktor yg mengenai lanjut usia (lansia) Menurut Miller, gerontologi merupakan cabang ilmu yg mempelajari proses menua dan masalah yg mungkin terjadi pada lansia. Gerontologi keperawatan : Ilmu yang mempelajari keperawatan pada lansia Senescence 1. Istilah biologi yg berarti menjadi tua karena aspek fisiologis atau faal. Kata aslinya adalah senescere yg berarti tmbah menjadi tua. Kata lain senex berarti seorang tua dalam komunitas. Ada pula kata-kata yg dikaitkan dengan umur tua seperti : senator, senil, senior dan senectituda semuanya berasal dari kata latin 2. Senescence juga diartikan sbg suatu masa yg ditandai oleh kematian sel lebih banyak dari pembentukan sel baru hampir sama dengan proses degenerasi Penamaan Manula atau Glamur sering dihubungkan dg orang tua yg bungkuk, pakai tongkat, menggunakan syal, suaranya lemah/gemetar bahkan duduk di kursi roda. Keadaan ini memberi kesan kasihan & membebani anak, cucu & klg oleh sebab itu perlu ada istilah yang tepat bagi warga lanjut usia tersebut yg dpt menggairahkan sehingga dengan nama mereka terkesan masih berharga di masyarakat B. TUJUAN KEPERAWATAN GERONTIK Meningkatkan umur harapan hidup, yang dipengaruhi oleh 4 hal antara lain: 1. Majunya pelayanan kesehatan (yankes) 2. Menurunnya angka kematian bayi dan anak perbaikan gizi dan sanitasi 3. Meningkatnya pengawasan terhadap penyakit infeksi

1

C. GERIATRI a. RI, 2000) b. Cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penyakit lansia (Black and Jacob, 1997) D. TUJUAN GERIATRIK 1. Mempertahankan derajat kesehatan para lansia pada taraf yg setinggitingginya shg terhindar dari penyakit / gangguan 2. Memelihara kondisi kesehatan dengan aktivitas-aktivitas fisik dan mental 3. Merangsang tertentu 4. Mencari upaya semaksimal mungkin, agar para lansia yg menderita suatu penyakit atau gangguan masih dapat mempertahankan kebebasan yg maksimal tanpa perlu suatu pertolongan 5. Bila para lansia tidak dapat tersembuhkan dan bila mereka sudah sampai pada stadium terminal, ilmu ini mengajarkan untuk tetap memberikan bantuan yang simpatik dan perawatan dengan penuh perhatian. 6. Melakukan pengobatan yang tepat 7. Memelihara kemandirian secara maksimal para petugas kesehatan utk dpt mengenal dan menegakkan diagnosa yg tepat dan dini, bila mereka menjumpai kelainan Cabang ilmu dari gerontologi dan kedokteran yang mempelajari kesehatan pada lansia dalam berbagai aspek, 2PKR (Depkes

2

Tidur terjadi secara alami. Salah satu aspek utama dari peningkatan kesehatan untuk lansia adalah pemeliharaan tidur untuk memastikan pemulihan fungsi tubuh sampai tingkat fungsional yang optimal dan untuk memastikan keterjagaan di siang hari guna menyelesaikan tugas-tugas dan menikmati kwalitas hidup yang tinggi. penyakit yang baru saja dialami. Kebanyakan lansia beresiko mengalami gangguan tidur yang disebabkan ooleh banyak factor ( misalnya : pensiunan dan perubahan pola social.\ Sebelum membahas masalah gangguan tidur pada lansia. peningkatan penggunaan obatobatan. jika seseoprang tidak mendapatkan tidur yang cukup untuk mempertahankan kesehatan tubuh.BAB II ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN GANGGUAN SLEEP & ACTIVITY A. 3 . Tidur Aktivitas Peningkatan Kesehatan Tidur oleh Johnson dianggap sebagai “ salah satu kebutuhan fisiologis manusia “. GANGGUAN TIDUR PADA LANSIA Area minat yang terbesar bagi lansia adalah peningkatan kesehatan. Secara fisiologis. perubahan irama sirkadian). kematian pasangan atau teman dekat. Meskipun perubahan-perubahan pola tidur dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. dengan fungsi fisiologis dan psikologis yang melekat merupakan suatu proses perbaikan tubuh. pembahasan tentang tidur sebagai fungsi yang normal dan sehat juga dipgerlukan untuk mengetahui berapa banyak perubahan tidur yang terjadi pada lansia. dapat terjadi efek-efek seperti pelupa. informasi terbaru menunjukkan bahwa banyak dari gangguan ini berkaitan dengan proses patolois yang menyertai penuaan.

dan kesehatannya dipengaruhi oleh pola tidur dan bangun yang terganggu. terutama jika deprivasi tidur terjadi untuk waktu yang lama. Secara psikologis. Data dari studi selama 6 tahun mendukung hipotesa bahwa orang tidur luar biasa lama atau singkat atau yang menggunakan pil tidur mengalami angka mortalitas lebih inggi dari yang lainnya. Manifestasi Klinis Gangguan Tidur Pada Lansia Seperti sudah disebutkan sebelumnya. tidur memungkinkan seseorang untuk mengalami perasaan sejahtera serta energy psikis dan kewaspadaan untuk menyelesaikan tugas-tugas.konfusi dan diorientasi. angka akivitas. kewaspadaan. dan sindrom matahari terbenam. dan penigkatan jumlah tidur siang. meliputi peningkatan agitasi. Terdapat suatu hubungan antara peningkatan terbangun selama tidur dengan jumlah total waktu yang dihabiskan untuk terjaga di malam hari. Jumlah waktu yang dihabiskan untuk tidur yang lebih dalam juga menurun. Synder mengemukakan bahwa lamanya periode tidur dapat mempengaruhi tingkat mortalitas. Efek merugikan dari deprivasi tidur pada klien yang sudah mengalami konfusi. 1. Kinerja. sebagian besar lansia beresiko tinggi mengalami gangguan tidur akibat berbagai factor. Hal tersebut tampak sebagai pengaturan tidur sirkadian yang efektif. Proses patologis terkait sia dapat menyebabkan perubahan pola tidur. Selama penuaan. terbangun pada dini hari. 4 . perilaku mengeluyur. Gangguan tidur mempengaruhi kualitas hidup dan behubungan dengan angka mortalitas yang lebih tinggi. gelisah. Perubahanperubahan tersebut mencakup kelatenan hidup. pola tidur mengalami perubahan-perubahan yang khas yang membedakan nya dari orang yang lebih muda. Angka mortalitas terendah dari studi ini ditemukan pada orang – orang yang tidur 7 – 8 jam pada malam hari. terutama penyakit Alzheimer. Gangguan tidur menyerang 50% orang yang berusia 65 tahun atau lebih yang tinggal di rumah dan 66% orang yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang.

beberapa di antaranya mengalami gejala-gejala yang terkait dalam prubahan tidur dan distribusi tidur serta perilaku terjaga. Inkompetensi jalan napas atas Penyakit paru Syndrom nyeri Penyakit prostatic Endokrinopati. terutama depresi. Namun. Insomnia terdiri dari 3 jenis a. Kondisikondisi tersebut antara lain : • • • • • • • • Penyakit psikiatrik. b. Biasanya kondisi ini dapat hilang tanpa intervensi medis setelah orang tersebut beradaptasi terhadap stressor. sering terbangun. Lansia rentan terhadap insomnia karena adanya perubahan pola tidur. Keluhan insomnia mencakup “ ketidakmampuan untuk tidur. emosional. Jangka pendek : berakhir beberapa minggu dan muncul akibat pengalaman stress yang bersifat sementara seperti kehilangan orang yang dicintai. 5 . maka perhatian harus diberikan pada factor – factor biologis. Penyakit Alzheimer dan penyakit penyakit degenerative neuro lainnya.Di antara lansia yang sehat. Penyakit kardiovaskuler dan perawatan pasca operasi bedah jantung. ketidakmampuan untuk kembali tidur pada dini hari “. • Insomnia Insomnia adalah ketidakmampuan untuk tidur walaupun ada keinginan untuk melakukannya. banyak juga lansia yang mengalami berbagai masalah medis dan psikososial yang mengalami gangguan tidur.biasanya menyerang tahap 4 ( tidur malam ). Sementara : episode malam gelisah yang tidak sering terjadi yang disebabkan oleh perubahan-perubahan lingkungan seperti jet lag. Karena insomnia merupakan gejala. juga pada kebiasaan tidur yang buruk. tekanan ditempat kerja atau takut kehilangan pekerjaan. dan medis yang berperan.

sindrom kaki gelisah atau nyeri kronis karena artritis.masalah psikologis. Insomnia kronis biasanya memerlukan intervensi psikiatrik atau medis. dengan keluhan tidur berlebihan.gangguan jadwal tidur-bangun dan masalah ksehatan lainnya. atau depresi. Orang tersebut dapat menunjukkan mengantuk di siang hari yang persisten. penggunaan obat tidur berlebihan. Penyebab hypersomnia masih bersifat spekulatif tetapi dapat berhubungan dengan ketidakaktifan. pernapasan dapat berhenti paling banyak 300 kali. atau pengalaman yang c. Pria dewasa dengan riwayat mendengkur yang keras dan intermiten. gaya hidup yang membosankan. bising. mengalami “serangan tidur” . Kronis : berlangsung selama 3 minggu atau seumur hidup. yang juga obesitas dengan leher yang pendek dan besar biasanya berisiko mengalami apnea tidur. kelemahan. Gangguan ini diidentifikasikan dengan gejala “ mendengkur. dan episode apnea dapat berakhir dari 10 sampai 90 detik. • Apnea Tidur Apnea tidur adalah berhentinya pernapasan selama tidur. Selama tidur. Keluhan keletihan. atau mengalami sering terjadi.konstruksi bangunan yang menimbulkan ansietas. berhentinya pernapasan selama 10 detik. Empet puluh persen insomnia kronis disebabkan oleh masalah fisik seperti apnea tidur. tampak mabuk atau komatose. Gejala apnea tidur anatara lain adalah : • Dengkuran yang keras dan periodic mengantuk pascaensefalitik. dan kesulitan mengingat atau belajar merupakan hal yang 6 .penggunan alcohol berlebihan. dan rasa kantuk di siang hari yang luar biasa”. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kebiasaan tidur yang buruk. • Hipersomnia Hipersomnia dicirikan dengan tidur lebih dari 8 atau 9 jam per periode 24 jam.

terjatuh dari tempat tidur. seperti duduk tegak. Pasien dapat dianjurkan untuk menghindari alkohol dan obatobatan yang dapat mempengaruhi respons terbangun dan untuk menggunakan bantal tambahan atau tidur di kursi. dengan penatalaksanaan medis atau pembedahan untuk membuang penumpukan jaringan di area faring. Pembatasan waktu tidur dapat memperkuat tidur. Semua tindakan tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan komplikasi yang disebabkan oleh apnea tidur. 7 . berlebihannya waktu yang dihabiskan di tempat tidur tampaknya berkaitan dengan tidur yang dangkal atau terputus-putus.tetapi tidak berlebihan. 2. agar merasa segar dan sehat di hari berikutnya. )2 Waktu bangun yang teratur di pagi hari memperkuat siklus sirkadian dan menyebakan awitan tidur yang teratur. (nocturnal warking) Perubahan memori Rasa kantuk yang berlebihan di siang hari Nokturia Sakit kepala di pagi hari Ortopnea akibat apnea tidur. • Pengobatan yang spesifik untuk apnea tidur melibatkan penurunan berat badan. Gangguan tidur dengan seringnya terbangun di malam hari berjalan dengan tidur. Penatalaksanaan Gangguan Tidur Pada Lansia 1. Pencegahan Primer Sebelas peraturan untuk mendaaptkan hygiene tidur yang baik telah berhasil diindentifikasi untuk pencegahan primer gangguan tidur. )1 Tidur seperlunya.• • • • • • • Aktivitas malam hari yang tidak biasa.

Kamar tidur kedap suara dapat membantu bagi orang-orang yang harus tidur di dekat kebisingan )5 Meskipun ruangan yang terlalu hangat dapat mengganggu tidur. latihan yang hanya dilakukan kadang-kadang tidak dapat memperbaiki tidur pada malam berikutnya )4 Bunyi bising yang bersifat kadang-kadang ( missal : bunyi pesawat terbang yang melintas ) dapat mengganggu tidur sekalipun orang tersebut tidak terbangun oleh bunyinya dan tidak dapat mengingatnya di pagi hari. Namun. namun tidak ada bukti yang menujukkan kamar yang terlalu dingin dapat membantu tidur. )6 Rasa lapar menngganggu tidur.)3 Jumlah latihan stabil setiap harinya dapat memperdalam tidur. Kasur yang baik memungkinkan kesejajaran tubuh yang 8 . kudapan ringan dapat membantu tidur )7 Pil tidur yang hanya kadang-kadang saja digunakan dapat bersifat menguntungkan. sehingga cukup nyaman. )8 Kafein di malam hari dapat mengganggu tidur. meskipun pada orang-orang yang tidak berfikir demikian )9 Alcohol membantu orang-orang yang tegang untuk tertidur lebih mudah. namun penggunaannya yang kronis efektif pada kebanyakan penderita insomnia.tetapi tidur tersebut akan teputus-putus )10 Orang-orang merasa marah dan frustasi karena tidak dapat tidur tidak oleh berusaha terlalu keras untuk tertidur tetapi harus menyalakan lampu dan melakukan hal lain yang berberda )11 Penggunaan tembakau secara kronis dapat mengganggu tidur Tindakan Pencegahan Primer Lainnya Antara Lain Adalah • tepat • • Suhu kamar harus cukup dingin ( kurang dari 24oC Asupan kalori harus minimal pada saat menjelang tidur.

• Catatan harian tentang tidur merupakan cara pengkajian yang sangat bagus pada lansia di rumahnya sendiri. menonton televisi. Pencegahan sekunder Pengkajian oleh perawat harus mencakup factor-faktor berikut ini : • • • • • • • • • • • • • Seberapa baik lansia tersebut tidur di rumah? Berapa kali lansia tersebut terbangun di malam hari? Kapan lansia tersebut pergi ke tempat tidur dan terbangun? Ritual apa saja yang terjadi menjelang tidur ( mis: kudapan Berapa jumlah dan jenis latihan yang dilakukan setiap hari? Apakah posisi yang paling disukai ketika di tempat tidur? Apa jenis lingkungan kamar yang paling disukai ( tenang.• ang Latihan sedang di siang hari atau sore hari merupakan hal dianjurkan 2. Informasi ini memberikan catatan yang akurat tentang masalah tidur. kamar tertutup)? rutin? hobinya? kesehatannya. lampu remang-remang. gelap total. musik Berapa suhu yang disukai? Berapa banyak ventilasi yang diinginkan? Aktivitas apa yang biasanya dilakukan beberapa jam sebelum tidur? Apa saja obat tidur atau obat lain yang diingesti sebelum tidur secara Berapa banyak waktu yang dihabiskan orang tersebut dalam Persepsi orang tersebut tentang kepuasan hidup dan status menjelang tidur. mendengarkan musik.)? lembut. memvalidasi riwayat pengkajian dengan anggota keluarga atau pemberi perawatan merupakan hal yang penting untuk memastikan keakuratan data pengkajian pasien dianggap tidak kompeten untuk memberi laporan sendiri. Untuk mendapatkan 9 . Seperti biasa. membaca.

Data-data tersebut mebantu menentukan pengobatan yang terbaik untuk mengatasi kesulitan dan merehabilitasi lansia sehingga ia dapat menikmati tidur yang berkualitas baik sampai akhir hidupnya. Pencegahan Tersier • Jika terdapat gangguan tidur seperti apnea tidur yang mengancam kehidupan. dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih untuk mendeteksi rekaman listrik di otak dan obstruksi pernapasan. yang biasanya berkaitan dengan lembaga penelitian dan kedokteran klinis atau universitas. Tempat-tempat tersebut. catatan harian tersebut harus dibuat selama 3 sampai 4 minggu. tidak dapat tidur.gambaran sejati tentang gangguan tidur yang dialami lansia di rumah atau di fasilitas kesehatan. Kapan orang tersebut turun dari tempat tidur Berapa kali orang tersebut terbangun atau tertidur pada saat Terjadinya konfusi atau diorientasi Penggunaan obat tidur Perkiraan orang tersebut terbangun. 3. Mengatasi Gangguan Tidur 10 . Catatan tersebut harus mencakup faktor-faktor berikut ini. atau menggunakan kamar mandi. diobservasi oleh perawat atau pemberi perawatan. kondisi pasien memerlukan rehabilitasi melalui tindakantindakan seperti pengangkatan jaringan yang menyumbat di mulut dan mempengaruhi jalan napas. • • • • • • Seberapa sering bantuan diperlukan untuk memberikan obat nyeri. Saat ini sudah banyak pusat-pusat gangguan tidur yang tersedia di seluruh negara untuk membantu mengevaluasi gangguan tidur.

Jika pasien anda memiliki masalah tidur. bangkit dari tempat tidur dan lakukan aktivitas yang tidak menstimulasi seperti membaca. khususnya menjelang waktu tidur. ASUHAN KEPERAWATAN PADA GANGGUAN TIDUR 1. pada waktu yang sama setiap harinya. Mempraktikkan metode relaksasi seperti nafas dalam. baik lansia yang tinggal di rumah atau di panti jompo. Mandi air hangat di waktu akhir sore atau menjelang malam. Pengkajian Pola Tidur Pengkajian rinci pada pasien yang mengalami masalah tidur meliputi pengamatan langsung. mengajukan pertanyaan pada pasien dan 11 . istirahat dan tidur. Bangun di waktu biasanya ia bangun bahkan jika tidurnya terganggu atau waktu tidurnya berubah sementara. Menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur.Kesulitan untuk tidur dan tetap tertidur adalah masalah yang sering terjadi pada lansia. Menghindari minuman dan produk yang mengandung kafein. masase. Membatasi tidur siang 1 dan 2 jam perhari. mendengarkan musik atau membaca bacaan yang merilekskan. • • • • Menghindari minuman beralkohol atau batasi asupan alkohol pasien hingga sesedikit mungkin setiap harinya. Melakukan olah raga setiap hari tetapi hindari olah raga yang terlalu berat pada malam hari. anjurkan ia untuk : • • • • • • • • Mempertahankan jadwal harian yang sama untuk berjalan-jalan. Melakukan ritual waktu tidur dan mengikuti dengan patuh. B. Jika ia terbangun tengah malam selama lebih dari 30 menit. Makan kudapan ringan karbohidrat dan lemak sebelum tidur.

Jika pasien akan membuat catatan tidur. Waktu tidur dan waktu terbangun. malam. • Waktu dan jumlah obat tidur yang diminum (termasuk dosis ulangan). • Frekuensi kebutuhan akan obat pereda nyeri atau bantuan untuk pergi ke toilet. minta pasien mencatat hal-hal berikut ini: • Jam pasien terbangun. • • • • • • • • Frekuensi dan durasi waktu terbangun. Aktivitas dan waktu luang dan hobi. Laboratorium gangguan tidur dapat memberikan analisi eksplisit mengenai pola gangguan. 12 . • Waktu tidak tidur. Mempelajari pengamatan seksama dan pertanyaan langsung berikut ini: • • • Seberapa baik orang tersebut tidur di rumah. Obat yang diminum. • Episode disorientasi atau konfusi. jenis baju tidur). pintu terbuka atau tertutup musik. Berapa kali pergi ke kamar mandi pada waktu malam hari. Persepsi mengenai status kesehatan dan kepuasan terhadap hidup. termasuk obat yang membantu tidur Kecenderungan tidur sendiri atau dengan pasangan. Ritual waktu tidur dan lingkungan yang diinginkan pada waktu tidur malam (jumlah cahaya dan ventilasi.anggota keluarganya mengenal pola tidurnya dan kemungkinan meminta pasien menyimpan catatan tidur selama 3 sampai 4 minggu. Aktivitas yang biasanya dilakukan pada jam-jam awal menjelang Makanan atau cairan yang dikonsumsi tepat sebelum waktu tidur. suhu ruangan.

13 . • Tindakan keperawatan seperti posisi nyaman untuk pasien yang memerlukan bantuan mobilitas atau aktivitas harian. lain gagal. • • • Jadwalkan semua terapi dan prosedur selama waktu terbangun. • • Jika diindikasikan berikan analgesik untuk pasien yang sedang Ajarkan teknik nafas dalam latihan relaksasi progresif dan mengalami nyeri. pangkajian tanda-tanda vital di malam hari secepat kondisi Pertimbangkan pemberian alat bantu tidur sementara jika metode tidur meliputi temazepam. dengan memberi kesempatan duduk di antara waktu makan dapat memecahkan masalah. dan konfusi). menggosok atau masase punggung dan musik lembut dapat membantu memicu tidur. difenhidramin. Melatonin juga dan dapat serta hilangkan pasien memungkinkan. • • Jaga agar staf tidak membuat keributan (berbicara di luar kamar Terlambat bangun dapat mengacaukan jadwal di pagi hari tetapi pasien) ke tingkat minimum dan atur pencahayaan dengan tepat. Pantau pasien apakah mengalami reaksi merugikan terhadap obat ini (seperti rebound insomnia. mimpi buruk. anda dapat menyusun rencana asuhan tersendiri yang menyeimbangkan kebutuhan pasien dengan kebutuhan fasilitas tempat anda bekerja. imajinasi terbimbing untuk meningkatkan relaksasi dan tidur pada pasien.Pertimbangan Khusus Setelah mengetahui pola tidur pasien. Obat yang biasa diresepkan yang digunakan untuk memicu benzodiazepine memperbaiki kualitas tidur pada pasien lansia. antihistamin.

Penatalaksanaan Terapeutik Bootzin dan Nicassio menganjurkan aturan-aturan berikut untuk mempertahankan kenormalan pola tidur: • Pergi tidur jika hanya mengantuk • • Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Ulangi langkah ini sesering yang diperlukan sepanjang malam. menonton televisi. Hal ini membantu tubuh menetapkan irama tidur bangun yang konstan. Jika tidak dapat tidur. atau kudapan tidur bila diinginkan. 14 . Tujuannya adalah menghubungkan antara tempat tidur dan tidur cepat. jangan membaca. 2. masase kaki. Latihan pasif dan gerakan mengusap memberikan efek yang menidurkan. b. atau makan di tempat tidur. Bangun sampai anda benar-benar mengantuk.• Tanpa memperhatikan lingkungan. bangun lagi dari tempat tidur. • Jangan tidur di siang hari. Jika tidur masih tidak bisa dilakukan dengan mudah. Intervensi Keperawatan Berikut ini adalah intervensi keperawatan yang dianjurkan: a. kemudian baru kembali ke tempat tidur. Bantu orang tersebut untuk rileks pada saat menjelang tidur dengan memberi usapan punggung. anda dapat mengajarkan pasien anda tindakan yang dapat membantu meningkatkan tidur yang sehat. bangun dan pindah ke ruangan lain. yang mencakup perhatian pada faktor-faktor lingkungan dan kegiatan ritual menjelang tidur. Pertahankan kondisi yang kondusif untuk tidur. c. • Siapkan alarm dan bangun di waktu yang sama setiap pagi tanpa memperdulikan berapa banyak anda tidur di malam hari.

i. konfusi. Namun. jumlah Latihan setiap hari juga dianjurkan. dan disorientasi tidak terjadi. memutar musik lembut di radio dan menawarkan susu hangat dan minuman hangat lainnya atau kudapan yang lebih berat untuk meningkatkan tidur pada lansia tanpa menggunakan hipnotik. efek satu minuman hanya berlangsung selama dua per tiga siklus tidur. menghilangkan nyeri.d. dan memberi kehangatan dengan selimut-selimutkonvensional atau selimut listrik juga dapat membantu. cara yang terbaik untuk meningkatkan tidur. Mandi air hangat terkadang dapat merilekskan lansia tetapi beberapa diantaranya tidak menyukai intervensi ini. mengeluh pusing pada saat mereka bangun. namun. yang menyebabkan tidur terputus-putus. Memberikan posisi yang tepat. f. e. brandi atau bir dapat memberikan kehangatan internal dan relaksasi pada lansia yang perlu tidur. teh. obat-obatan bermanfaat untuk sementara waktu. Jika tindakan-tindakan ini gagal memperbaiki kualitas tidur. secangkir anggur. Jangan membiarkan pasien meminum kafein (kopi. Perawat yang terampil harus memiliki kewaspadaan yang tinggi berkaitan dengan penggunaan obat-obatan tersebut dan harus mengkaji lansia dengan sering untuk memastikan bahwa rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Hal ini merupakan tidur siang tidak boleh lebih dari 2 jam. Sedasi juga bersifat sama. g. j. h. Pada waktu malam. sherry. Jika 15 . Tidur siang merupakan hal yang tepat. tetapi hanya boleh menjadi upaya terakhir. Latihan harus dilakukan di pagi hari daripada menjelang tidur karena pada jam-jam tersebut latihan hanya akan menimbulkan efek menyegarkan daripada menidurkan. Lakukan tindakan-tindakan yang masuk akal seperti cokelat) di sore hari dan di malam hari.

distensi abdomen bagian bawah dan batas kandung kemih yang dapat diraba. Mengkaji skelet tubuh : Adanya deformitas dan kesejajaran. obat-obat tersebut harus dihentikan secara bertahap dan dilakukan tindakan nonfarmakologis. GANGGUAN AKTIVITAS PADA LANSIA A. karpet yang dan kering. tanda tromboflebitis meliputi eritema. Pengkajian . nyeri tekan dan tanda humans positif.1 Pemeriksaan Fisik : a) b) Muskuloskeletal = penururan tonus. lepas. lantai licin dan tempat duduk toilet yang rendah dapat menurunkan mobilitas klien. rentang gerak sendi dan kekuatan skeletal. amputasi dan bagian tubuh yang tidak dalam kesejajaran anatomis. penerangan yang tidak adekuat. kekuatan.terdapat bukti-bukti adanya kondisi ini. Pemendekan ekstremitas. ukuran dan Kardiovaskuler = dengan pembentukkan trombosis. f) g) Gastrointestinal = terjadi konstipasi dan feses kecil. edema. 2. perubahan awal terlihat pada permukaan kulit sebagai daerah eritema yang tidak teratur. keras Lingkungan = kamar mandi tanpa pegangan. tandaketahanan otot. c) d) Respirasi = gejala atelektasis dan pneumonia. D. tangga yang tinggi. pertama adalah inflamasi. e) Fungsi urinaria = tanda-tanda fisik berupa berkemih sedikit dan sering. Pertumbuhan tulang yang abnormal akibat tumor tulang. tanda-tanda Integumen = cedera iskemia terhadap jaringan yang awal meliputi peningkatan temperatur dan denyut jantung. Angulasi abnormal pada tulang panjang atau gerakan pada titik selain sendi biasanya menandakan adanya patah tulang. 3. Mengkaji tulang belakang : 16 .

Mengkaji system otot : Kemampuan mengubah posisi. dan ukuran masing-masing otot. kurvatura tulang belakang bagian pinggang berlebihan) 4. 5. Bila salah satu ekstremitas lebih pendek dari yang lain. nyeri otot. Lingkar ekstremitas untuk mementau adanya edema atau atropfi. 7. b) Berpakaian = Independen bila tak mampu mengambil sendiri pakaian dalam lemari atau laci. Sirkulasi perifer dievaluasi dengan mengkaji denyut perifer. adanya kekakuan sendi. Berbagai kondisi neurologist yang berhubungan dengan caraberjalan abnormal (mis. Dikatakan dependen bila klien memerlukan bantuan untuk lebih dari satu bagian badannya. cara berjalan selangkah-selangkah – penyakit lower motor neuron. cara berjalan spastic hemiparesis – stroke. Mengkaji cara berjalan : Adanya gerakan yang tidak teratur dianggap tidak normal. warna. deformitas. Pengkajian status fungsional : a) Tentang mandi = Dikatakan mandiri (independen) bila dalam melakukan aktivitas klien hanya memerlukan bantuan untuk menggosok atau membersihkan sebagian tertentu dari anggota badannya. Mengkaji system persendian : Luas gerakan dievaluasi baik aktif maupun pasif. Mengkaji kulit dan sirkulasi perifer : Palpasi kulit dapat menunjukkan adanya suhu yang lebih panas atau lebih dingin dari lainnya dan adanya edema. dan adanya benjolan. 8. 17 .a) Skoliosis (deviasi kurvatura lateral tulang belakang) Kifosis (kenaikan kurvatura tulang belakang bagian dada) b) Lordosis (membebek.cara berjalan bergetar – penyakit Parkinson). suhu dan waktu pengisian kapiler. kekuatan otot dan koordinasi. 6. stabilitas.

Intervensi : 1) Upaya pencegahan terhadap osteoporosis. Kriteria hasil : 1) Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan depresi hilang. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan depresi Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan depresi dapat teratasi dan aktivitas dapat dilakukan. Dependen bila memang memerlukan bed pan atau pispot. yang termasuk pengondisian program latihan harian baik kontraksi otot isometrik dan isotonik. aktivitas penguatan dan 18 . baik melalui intervensi secara medis. maupun secara penyesuaian gaya hidup. Diagnosa 1. B. f) Makan = Independen bila mampu menyuap makanan sendiri. Dependen bila selalu memerlukan bantuan untuk kegiatan tersebut diatas atau tak mampu melakukan satu atau lebih aktivitas transferring. 3) Pemeliharan kekuatan dan ketahanan sistem muskuloskeletal. merapikan pakaian sendiri. mengambil dari piring. beranjak dari kloset. Dependen bila pada salah satu atau keduanya miksi atau sefekasi memerlukan enema atau kateter. 2) Upaya pencegahan terhadap jatuh sesuai dengan hasil pengkajian mengenai faktor lingkungan sebagai faktor risiko serta dilakukannya pembedahan terhadap risiko faktor lingkungan. nutrisi. d) Transferring = Independen bila mampu naik turun sendiri dari tempat tidur atau kursi roda.c) Ke toilet = Independen bila lansia tak mampu ke toilet sendiri. e) Kontinensia = Independen bila mampu buang hajat sendiri (urinari dan defekasi).

6) Pemeliharaan sirkulasi yang adekuat meliputi tindakantindakan pendukung untuk mempertahankan tonus vascular. 5) Pemeliharaan ventilasi yang normal meliputi hiperinflasi dan mobilisasi serta menghilangkan sekresi. nutrisi untuk meningkatkan anabolisme protein dan pembentukan tulang dan sikap komitmen terhadap latihan. 7) Pemeliharaan fungsi urinaria dan usus yang normal bergantuk pada dukungan nutrisi dan struktur lingkungan serta rutinitasrutinitas untuk memfasilitas eliminasi. abdominal dan gluteal) dan untuk memberikan tekanan pada tulang bagi orang-orang dengan dan tanpa penyakit kardiovaskular. • Latihan kekuatan Latihan ini meningkatkan kekuatan dan massa otot serta mencegah kehilangan densitas tulang dan kandungan mineral total dalam tubuh • Latihan aerobik Latihan aerobik adalah aktivitas yang menghasilkan peningkatan denyut jantung 60 sampai 90% dari denyut 19 . • Kontraksi otot isometrik Kontraksi-kontraksi ini digunakan untuk mempertahankan kekuatan otot dan mobilitas dalam keadaan berdiri (mislnya otot-otot kuadrisep.aerobik. • Kontraksi otot isotonik Kontraksi otot yang berlawanan atau isotonik berguna untuk mempertahankan kekuatan oot-otot dan tulang. stoking kompresi untuk memberikan tekanan eksternal pada tungkai dan asupan cairan yang adekuat untuk mencegah efek dehidrasi pada volume darah. posisi yang tepat dan aktivitas kehidupan seharihari. 4) Pemeliharaan fleksibilitas sendi yang terlibat dalam latihan rentang gerak.

Asuhan Keperawatan Geriatrik Edisi 2. Noorkasiani. 2009.jantung maksimal seseorang dalam waktu 15 sampai 60 menit dan seharusnya dilakukan tiga kali atau lebih perminggu. • Latihan rentang gerak Latihan aktif membantu mempertahankan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot serta meningkatkan penampilan kognitif. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. sebaliknya gerakan pasif yaitu menggerakkan sendi seseorang melalui rentang geraknya oleh orang lain. Salemba Medika 20 . Jakarta. • Mengatur posisi Mengatur posisi juga digunakan untuk meningkatkan tekanan darah balik vena. EGC Tamher S. Jakarta. dkk. DAFTAR PUSTAKA Stockslager Jaime L. hanya membantu mempertahankan fleksibilitas. Jakarta. Salemba Medika Rosidawati. Kesehatan Usia Lanjut Dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. 2007. 2008.

EGC Diposkan oleh Erny Fauziyah di 21 . Buku Ajar Keperawatan Gerontik.Stanley Mickey. 2002. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful