P. 1
BAB I logi

BAB I logi

|Views: 633|Likes:
Published by Ashvia Yunida

More info:

Published by: Ashvia Yunida on Feb 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

BAB I DASAR-DASAR UMUM FARMAKOLOGI A.

Perkembangan Sejarah Obat

Yang di maksud dengan obat ialah semua zat baik kimiawi, hewani maupun nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut gejala-gejalanya. Kebanyakan obat yang digunakan dimasa lampau adalah obat yang berasal dari tanaman. Dengan cara mencoba –coba, secara empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai macam daun atau akar tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit. Pengetahuan ini secara turun temurun disimpan dan dikembangkan, sehingga muncul ilmu pengobatan rakyat, sebagaimana pengobatan tradisional jamu di Indonesia. Obat yang pertama digunakan adalah obat yang berasal dari tanaman yang di kenal dengan sebutan obat tradisional (jamu). Obat-obat nabati ini di gunakan sebagai rebusan atau ekstrak dengan aktivitas yang seringkali berbeda-beda tergantung dari asal tanaman dan cara pembuatannya. Hal ini dianggap kurang memuaskan, maka lambat laun ahli-ahli kimia mulai mencoba mengisolasi zat-zat aktif yang terkandung dalam tanaman – tanaman sehingga menghasilkan serangkaian zat – zat kimia sebagai obat misalnya efedrin dari tanaman Ephedra vulgaris , atropin dari Atropa belladonna, morfin dari Papaver somniferium, digoksin dari Digitalis lanata, reserpin dari Rauwolfia serpentina, vinblastin dan Vinkristin adalah obat kanker dari Vinca Rosea. Pada permulaan abad XX mulailah dibuat obat – obat sintesis, misalnya asetosal, di susul kemudian dengan sejumlah zat-zat lainnya. Pendobrakan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapeutik sulfanilamid (1935) dan penisillin (1940). Sejak tahun 1945 ilmu kimia, fisika dan kedokteran berkembang dengan pesat dan hal ini menguntungkan sekali bagi penyelidikan yang sistematis dari obat-obat baru. Penemuan-penemuan baru menghasilkan lebih dari 500 macam obat setiap tahunnya, sehingga obat-obat kuno semakin terdesak oleh obat-obat baru. Kebanyakan obat-obat yang kini digunakan di temukan sekitar 20 tahun yang lalu, sedangkan obat-obat kuno di tinggalkan dan diganti dengan obat modern tersebut. B. Definisi dan Pengertian :

Farmakologi atau ilmu khasiat obat adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan obat dengan seluruh aspeknya, baik sifat kimiawi maupun fisikanya, kegiatan fisiologi, resorpsi, dan nasibnya dalam organisme hidup. Dan untuk menyelidiki semua interaksi antara obat dan tubuh manusia khususnya, serta penggunaannya pada pengobatan penyakit disebut farmakologi klinis. Ilmu khasiat obat ini mencakup beberapa bagian yaitu : 1.

1. Farmakognosi, mempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat – zat aktifmya,
begitu pula yang berasal dari mineral dan hewan.

Pada zaman obat sintetis seperti sekarang ini, peranan ilmu farmakognosi sudah sangat berkurang. Namun pada dasawarsa terakhir peranannya sebagai sumber untuk obat – obat baru berdasarkan penggunaannya secara empiris telah menjadi semakin penting. Banyak phytoterapeutika baru telah mulai digunakan lagi (Yunani ; phyto = tanaman), misalnya tingtura echinaceae (penguat daya tangkis), ekstrak Ginkoa biloba (penguat memori), bawang putih (antikolesterol), tingtur hyperici (antidepresi) dan ekstrak feverfew (Chrysantemum parthenium) sebagai obat pencegah migrain.

2. Biofarmasi, meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya. Dengan kata lain dalam bentuk sediaan apa obat
harus dibuat agar menghasilkan efek yang optimal. Ketersediaan hayati obat dalam tubuh untuk diresorpsi dan untuk melakukan efeknya juga dipelajari (farmaceutical dan biological availability). Begitu pula kesetaraan terapeutis dari sediaan yang mengandung zat aktif sama (therapeutic equivalance). Ilmu bagian ini mulai berkembang pada akhir tahun 1950an dan erat hubungannya dengan farmakokinetika.

3. Farmakokinetika, meneliti perjalanan obat mulai dari saat pemberiannya, bagaimana absorpsi dari usus, transpor
dalam darah dan distrtibusinya ke tempat kerjanya dan jaringan lain. Begitu pula bagaimana perombakannya (biotransformasi) dan akhirnya ekskresinya oleh ginjal. Singkatnya farmakokinetika mempelajari segala sesuatu tindakan yang dilakukan oleh tubuh terhadap obat.

4. Farmakodinamika, mempelajari kegiatan obat terhadap organisme hidup terutama cara dan mekanisme kerjanya, reaksi

fisiologi, serta efek terapi yang ditimbulkannya. Singkatnya farmakodinamika mencakup semua efek yang dilakukan oleh obat terhadap tubuh. 1.

5. Toksikologi adalah pengetahuan tentang efek racun dari obat terhadap tubuh dan sebetulnya termasuk pula dalam
kelompok farmakodinamika, karena efek terapi obat barhubungan erat dengan efek toksisnya.

Pada hakikatnya setiap obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat bekerja sebagai racun dan merusak organisme. ( “Sola dosis facit venenum” : hanya dosis membuat racun racun, Paracelsus).

6. Farmakoterapi mempelajari penggunaan obat untuk mengobati penyakit atau gejalanya. Penggunaan ini berdasarkan atas

pengetahuan tentang hubungan antara khasiat obat dan sifat fisiologi atau mikrobiologinya di satu pihak dan penyakit di pihak lain. Adakalanya berdasarkan pula atas pengalaman yang lama (dasar empiris). Phytoterapi menggunakan zat – zat dari tanaman untuk mengobati penyakit. Obat – obat yang digunakan pada terapi dapat dibagi dalam tiga golongan besar sebagai berikut :

1. Obat farmakodinamis, yang bekerja terhadap tuan rumah dengan jalan mempercepat atau memperlambat proses fisiologi
atau fungsi biokimia dalam tubuh, misalnya hormon, diuretika, hipnotika, dan obat otonom.

2. Obat kemoterapeutis, dapat membunuh parasit dan kuman di dalam tubuh tuan rumah. Hendaknya obat ini memiliki

kegiatan farmakodinamika yang sekecil – kecilnya terhadap organisme tuan rumah berkhasiat membunuh sebesar – besarnya terhadap sebanyak mungkin parasit (cacing, protozoa) dan mikroorganisme (bakteri dan virus). Obat – obat neoplasma (onkolitika, sitostatika, obat – obat kanker) juga dianggap termasuk golongan ini.

3. Obat diagnostik merupakan obat pembantu untuk melakukan diagnosis (pengenalan penyakit), misalnya untuk mengenal

penyakit pada saluran lambung-usus digunakan barium sulfat dan untuk saluran empedu digunakan natrium propanoat dan asam iod organik lainnya. C. Farmakope dan Nama Obat

Farmakope adalah buku resmi yang ditetapkan hukum dan memuat standarisasi obat – obat penting serta persyaratannya akan identitas, kadar kemurnian, dan sebagainya, begitu pula metode analisa dan resep sediaan farmasi. Kebanyakan negara memiliki farmakope nasionalnya dan obat – obat resmi yang dimuatnya merupakan obat dengan nilai terapi yang telah dibuktikan oleh pengalaman lama atau riset baru. Buku ini diharuskan tersedia pada setiap apotik. Telah dikeluarkan pada tahun 1962 (jilid I) disusul dengan jilid II (1965), yang mengandung bahan – bahan galenika dan resep. Farmakope Indonesia jilid I dan II telah direvisi menjadi Farmakope Indonesia Edisi II yang mulai berlaku sejak 12 November 1972. Pada tahun 1979 terbit Farmakope Indonesia Edisi III kemudian Farmakope Indonesia Edisi IV terbit pada tahun 1996. Sebagai pelengkap Farmakope Indonesia, telah diterbitkan pula sebuah buku persyaratan mutu obat resmi yang mencakup zat, bahan obat, dan sediaan farmasi yang banyak digunakan di Indonesia, akan tetapi tidak dimuat dalam Farmakope Indonesia. Buku ini diberi nama Ekstra Farmakope Indonesia 1974 dan telah diberlakukan sejak 1 Agustus 1974 sebagai buku persyaratan mutu obat resmi di samping Farmakope Indonesia. Di samping kedua buku persyaratan mutu obat resmi ini, pada tahun 1996 telah diterbitkan pula sebuah buku dengan nama Formularium Indonesia, yang memuat komposisi dari beberapa ratus sediaan farmasi yang lazim diminta di minta di apotik.

Buku ini sudah direvisi pula dan edisi kedua dari buku ini telah diberlakukan per 12 November 1978 dengan nama Formularium Nasional. Obat paten atau spesialite adalah obat milik suatu perusahaan dengan nama khas yang dilindingi hukum, yaitu merk terdaftar atau proprietary name. Banyaknya obat paten dengan beraneka ragam nama yang setiap tahun dikeluakan oleh industri farmasi dan kekacauan yang diakibatkannya telah mendorong WHO untuk menyusun Daftar Obat dengan nama – nama resmi. Official atau generic name (nama generik) ini dapat digunakan disemua negara tanpa melanggar hak paten obat bersangkutan. Hampir semua farmakope sudah menyesuaikan nama obatnya dengan nama generik ini, karena nama kimia yang semula digunakan sering kali terlalu panjang dan tidak praktis. Dalam buku ini digunakan pula nama generik, untuk jelasnya di bawah ini diberikan beberapa contoh : Nama Kimia Nama Generik Nama Paten Asam asetilsalisilat Asetosal Aspirin (Bayer) Naspro (Nicholas) Penbritin (Beecham) Ampifen (Organon) D. Macam -Macam Sediaan Umum

Aminobenzil penisillin

Ampisilin

Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV,macam – macam sediaan umum adalah sebagai berikut : 1. Aerosol, adalah sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga untuk pemakaian lokal pada hidung ( aerosol nasal ), mulut ( aerosol lingual ) atau paru – paru ( aerosol inhalasi ). 2. Kapsul , adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Digunakan untuk pemakaian oral. 3. Tablet , adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.

4. Krim, adalah sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. 5. Emulsi, adalah sistem dua fase, yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil. 6. Ekstrak, adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat baku yang ditetapkan. 7. Gel (Jeli), adalah sistem semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar , terpenetrasi oleh suatu cairan. 8. Imunoserum, adalah sediaan yang mengandung immunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian.

9. Implan atau pelet, adalah sediaan dengan massa padat steril berukuran kecil, berisi obat dengan kemurnian tinggi ( dengan atau tanpa eksipien ), dibuat dengan cara pengempaan atau pencetakan. Implan atau pelet dimaksudkan untuk ditanam di dalam tubuh ( biasanya secara sub kutan ) dengan tujuan untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama. 10. Infusa. adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90O selama 15 menit.

Sediaan obat mata : a. Larutan optalmik. 13. Di samping faktor formulasi. adalah salep steril yang digunakan pada mata. yaitu efek sistemis (di seluruh tubuh) atau efek lokal (setempat). Cara – Cara Pemberian Obat E. 1. yang dapat membuat tablet melarut atau hancur perlahan dalam mulut. 12. adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan topical paad kulit atau mukosa. adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol di buat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia Supositoria. Spirit. Tergantung dari efek yang diinginkan.11. bebas partikel asing. 16. adalah larutan steril. adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal. larutan steril yang digunakan untuk mencuci atau membersihkan luka terbuka atau rongga – rongga tubuh. berupa serbuk yang dibagi – bagi (pulveres) atau serbuk yang tak terbagi (pulvis) Solutio atau larutan. adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk. Irigasi. umumnya meleleh. adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai pelarut. Larutan obat mata. Terbagi atas : 1. yaitu di bawah atau menembus kulit atau selaput lendir. melunak atau melarut pada suhu tubuh. keadaan pasien dan sifat – sifat fisika-kimia obat. Plester. adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran napas hidung atau mulut untuk memperoleh efek lokal atau sistemik. Larutan topikal. adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat. adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk penggunaan dalam telinga. Serbuk. Injeksi adalah sediaan steril untuk kegunaaan parenteral. merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata. 15. adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. 14. umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis. 1. 2. penggunaan adalah secara topikal. vagina atau uretra. adalah larutan mengandung etanol atau hidro alkohol dari zat yang mudah menguap. - Syrup. cara pemberian obat turut menentukan cepat lambatnya dan lengkap tidaknya resorpsi obat oleh tubuh. Larutan otik. Tingtur. 1. Lozenges atau tablet hisap. 1. adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan. Efek Sistemis (a) Oral. Larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi Elixir. Inhalasi. 1. Pemberiannya melalui mulut . 1. Pasta. 1. b. Salep mata. umumnya merupakan larutan tunggal atau campuran bahan. adalah sediaan cair yang digunakan pada mata. adalah sediaan cair yang dimaksudkan untuk pemberian oral. 17. Termasuk ke dalam larutan oral ini adalah : 1. adalah bahan yang digunakan untuk pemakaian luar terbuat dari bahan yang dapat melekat pada kulit dan menempel pada pembalut. Larutan oral. yang diberikan melalui rectal.

a) : Penyuntikan ke dalam pembuluh nadi (dilakukan untuk membanjiri suatu organ misalnya pada penderita kanker hati) Intra cutan (i. (e) Intra nasal. (d) Implantasi. Bucal : Obat diletakkan diantara pipi dan gusi (c) Injeksi. bentuknya obat tetes atau salep. Cara ini memiliki efek sistemik lebih cepat dan lebih besar dibandingkan peroral dan baik sekali digunakan untuk obat yang mudah dirusak asam lambung.v) : Penyuntikan dilakukan di dalam pembuluh darah Intra arteri (i. bentuk obat salep. (d) Intra vaginal.c) : Penyuntikan di bawah kulit Intra muscular (i. digunakan untuk efek yang lama. obat menyerap secara perlahan dan kontinue masuk ke dalam system peredaran darah. contohnya Otrivin. pemberian obat melalui rectal atau dubur. obat diberikan melalui selaput lendir mukosa vagina. Obat ini diberikan melalui selaput lendir hidung untuk menciutkan selaput mukosa hidung yang membengkak.m) : Penyuntikan dilakukan kedalam otot Intra vena (i. Intra pleural : Penyuntikan ke dalam rongga pleura Intra articuler : Penyuntikan ke dalam celah – celah sendi.(b) Oromukosal. obat diberikan dengan jalan mengoleskan pada permukaan kulit. Pemberian melalui mukosa di rongga mulut. ada dua macam cara yaitu :   Sublingual : Obat ditaruh di bawah lidah. 2. ternggorokkan danpernafasan (c) Mukosa Mata dan telinga. Obat disemprotkan untuk disedot melalui hidung atau mulut dan penyerapan dapat terjadi pada selaput mulut. langsung ke jantung. adalah pemberian obat secara parenteral atau di bawah atau menembus kulit / selaput lendir. Intra cardial : Penyuntikan ke dalam jantung. (e) Rektal. biasanya berupa obat antifungi dan pencegah kehamilan. Obat dalam bentuk pellet steril dimasukkan di bawah kulit dengan alat khusus (trocar). obat diresorpsi ke dalam darah dan menimbulkan efek. cream dan lotio (b) Inhalasi. Suntikan atau injeksi digunakan untuk memberikan efek dengan cepat. cara pemakaian melalui permukaan kulit berupa plester. Efek Lokal ( pemakaian setempat ) (a) Kulit (percutan). Macam – macam jenis suntikan :           Subkutan / hypodermal (s. (f) Transdermal. Obat ini diberikan melalui selaput / mukosa mata atau telinga.c) : Penyuntikan dilakukan di dalam kulit Intra lumbal : Penyuntikan dilakukan ke dalam ruas tulang belakang (sumsum tulang belakang) Intra peritoneal : Penyuntikan ke dalam ruang selaput (rongga) perut. .

pelekat. Pengertian Biofarmasi Biofarmasi adalah ilmu yang bertujuan mempelajari pengaruh . Secara garis besar proses-proses ini dapat dibagi dalam tiga tingkat yaitu:  Fasa biofarmasi  Fasa Farmakokinetik  Fasa Farmakodinamik Skema Tablet dengan zat aktif Tablet pecah Obat tersedia untuk resorpsi FASA BIOFARMASI granul pecah Obat tersedia untuk bekerja Zat aktif terlepas dan FASA FARMAKOKINETIK larut  Resorpsi  Metabolisme  Distribusi  Ekskresi Interaksi dengan reseptor di tempat kerja FASA FARMAKODINAMIK Efek . obat harus mengalami beberapa proses. Sekitar tahun 1960 para ahli mulai sadar bahwa efek obat tidak hanya tergantung pada faktor farmakologi. garam kompleks dsbnya) Zat-zat pembantu (zat pengisi.pengaruh pembuatan sediaan farmasi terhadap efek terapeutik obat. pelicin. pelindung dan sebagainya) Proses teknik yang digunakan untuk membuat sediaan Sebelum obat yang diberikan kepada pasien tiba pada tujuannya dalam tubuh.     Faktor-faktor formulasi yang dapat merubah efek obat dalam tubuh adalah: Bentuk fisik zat aktif (amorf atau kristal. ASPEK-ASPEK BIOFARMASI 1. garam.BAB II FARMAKOLOGI UMUM A. kehalusannya) Keadaan kimiawi (ester. yaitu tempat kerjanya atau reseptor. melainkan juga pada bentuk pemberian dan terutama pada faktor formulasinya.

keadaan pasien dan sifat-sifat fisika . Ukuran-ukuran standart ini disimpan di London dan Copenhagen. tikus. Mudah dan aman pemakaiannya . Fasa Farmakodinamika adalah fase dimana obat telah berinteraksi dengan sisi reseptor dan siap memberikan efek.tablet . distribusi.  Obat langsung masuk peredaran darah tanpa melalui hati (tidak di-inaktifkan). ada dua macam cara yaitu : Sub Lingual :  Obat ditaruh dibawah lidah  Terjadi resorpsi oleh selaput lendir ke vena-vena lidah yang sangat banyak. Dalam biofarmasi ini kita akan mengenal beberapa istilah yang berhubungan dengan aspek-aspek yang kita pelajari : a) Ketersediaan farmasi (Farmaceutical Availability) Adalah ukuran waktu yang diperlukan oleh obat untuk melepaskan diri dari bentuk sediaannya dan siap untuk proses resorpsi. b) Ketersediaan hayati (Biological Availability) Adalah prosentase obat yang diresorpsi tubuh dari suatu dosis yang diberikan dan tersedia untuk melakukan efek terapeutiknya. preparat-preparat antigen dan antibody. digitalis dan pirogen. vitamin A dan D. Fase ini berhubungan dengan ketersediaan farmasi dari zat aktifnya dimana obat siap diabsorbsi.  Efektif untuk serangan jantung. aminofillin) atau yang diuraikan oleh getah lambung (benzil penisilin. c) Kesetaraan terapeutik (Therapeutical Equivalent) Adalah syarat yang harus dipenuhi oleh suatu obat paten yang meliputi kecepatan melarut dan jumlah kadar zat berkhasiat yang harus dicapai di dalam darah.suspensi . . a) Efek Sistemis (1) Oral       (2) Oromukosal Pemberiannya melalui mulut.dan oksitosin) Dapat terjadi inaktivasi oleh hati sebelum diedarkan ke tempat kerjanya Digunakan untuk mencapai efek lokal dalam usus misalnya untuk obat cacing.serbuk . 2. Tetapi setelah metode Fisiko-Kimia dikembangkan. Pemberian antibiotik untuk sterilisasi lambung-usus pada infeksi atau sebelum operasi. begitu pula dengan penggunaan satuan biologi dan selanjutnya kadar dinyatakan dalam gram atau miligram. setelah obat dilepas dari bentuk sediaannya yang terdiri dari absorbsi. Obat yang kini masih distandarisasi secara biologi adalah insulin (menggunakan kelinci). Kecepatan melarut obat tergantung dari berbagai bentuk sediaan dengan urutan sebagai berikut: Larutan . Pemberian melalui mukosa di rongga mulut.enterik coated . lazim dan praktis Tidak dapat diterapkan untuk obat yang bersifat merangsang (emetin. Fasa Farmakokinetika adalah fase yang meliputi semua proses yang dilakukan tubuh.yaitu efek sistemis (di seluruh tubuh ) atau efek lokal ( setempat ). faktor pembeku darah.emulsi . antibiotik polimiksin dan basitrasin. dan obat diagnostik untuk pemotretan lambung-usus. Kesetaraan terapeutik dapat terjadi pada pabrik yang berbeda atau pada batch yang berbeda dari produksi suatu pabrik. insulin.long acting. cara pemberian obat turut menentukan cepat-lambatnya dan lengkap atau tidaknya resorpsi obat oleh tubuh. Tergantung dari efek yang diinginkan. Cara -cara pemberian obat Disamping faktor formulasi.Keterangan Skema : Fasa Biofarmasi atau Farmasetika adalah fase yang meliputi waktu mulai penggunaan obat melalui mulut sampai pelepasan zat aktifnya kedalam cairan tubuh. metabolisme dan ekskresi. asthma.kapsul . bioassay mulai ditinggalkan. kodok dan lain-lain. d) Bioassay dan standardisasi Bioassay adalah cara menentukan aktivitas obat dengan menggunakan binatang percobaan seperti kelinci.  Efek yang diinginkan tercapai lebih cepat. ACTH (menggunakan tikus).kimia obat. Standarisasi ialah kekuatan obat yang dinyatakan dalam Satuan Internasional atau IU (International Unit) yang bersamaan dengan standart-standart internasional biologi dikeluarkan oleh WHO.

Penyuntikan kedalam ruang selaput ( rongga ) perut.  Intra vena (i.  Intra muscular (i. dilakukan untuk membanjiri suatu organ misalnya Pada penderita kanker hati. efeknya agak lambat dibanding cara i. Adalah pemberian obat secara parenteral.  Intra lumbal Penyuntikan dilakukan kedalam ruas tulang belakang (sumsum tulang belakang) misalnya anestetika umum.v). Obat dalam bentuk Pellet steril dimasukkan dibawah kulit dengan alat khusus (trocar).  Intra peritonial.  Intra cutan (i. absorbsi sangat perlahan misalnya tuberculin test dari Mantoux. .  Intra articuler Penyuntikan kedalam celah-celah sendi. b). Macam-macam jenis suntikan. Umumnya untuk gangguan jantung misalnya Angina pectoris. sehingga mengakibatkan reaksi-reaksi hebat seperti turunnya tekanan darah secara mendadak shock dan sebagainya. Pemberian obat melalui rektal atau dubur. bentuk obat salep. Cara pemakaian melalui permukaan kulit berupa plester. Penyuntikan di bawah kulit . dan preparat hormon. yaitu di bawah atau menembus kulit/ selaput lendir. hanya untuk obat yang tidak merangsang dan larut baik dalam air atau minyak.  Intra cardial Penyuntikan kedalam jantung. mudah digunakan sendiri contohnya suntikan Insulin.  Bentuk tablet kecil contoh Isosorbid tablet. cream dan lotio. Terutama digunakan untuk efek sistemik lama .c) Penyuntikan dilakukan didalam kulit .  Keberatan pada pasien yang disuntik (sakit) dan mahal.  Intra arteri (i.a).(3) Injeksi  Kurang praktis untuk digunakan terus menerus karena dapat merangsang selaput lendir mulut. Tempat injeksi otot pantat atau lengan atas. Bahaya trombosis terjadi bila infus dilakukan terlalu sering pada satu tempat.m atau iv. Suntikan atau injeksi digunakan untuk :  Memberikan efek obat dengan cepat. Efek lokal (pemakaian setempat) (1) Kulit (Percutan) Obat diberikan dengan jalan mengoleskan pada permukaan kulit.  Terutama untuk obat-obat yang merangsang atau dirusak oleh getah lambung  Diberikan pada pasien yang tidak sadar. Penyuntikan dilakukan dalam otot .  Ada bahaya infeksi.m). resorpsi obat berlangsung 10 -30 menit untuk memperpanjang kerja obat sering dipakai larutan atau suspensi dalam minyak. Infus intravena dengan obat sering dilakukan dalam rumah sakit pada keadaan darurat. obat menyerap secara perlahan dan kontinyu masuk kedalam sistim peredaran darah. (4) Implantasi (5) Rektal (6) Transdermal. langsung ke jantung. atau dengan obat yang cepat metabolismenya dan ekskresinya guna mencapai kadar plasma tetap tinggi. Penyuntikan dilakukan didalam pembuluh darah. tiap dosis dapat bertahan 24 jam contohnya Nitrodisk dan Nitroderm TTS (Therapeutik Transdermal System). Akibat resorpsi yang lambat satu pellet dapat melepaskan zat aktifnya secara teratur selama 3-5 bulan. efeknya paling cepat (18 detik) karena benda asing langsung dimasukkan kedalam aliran darah. misalnya obat-obat hormon kelamin (estradiol dan testosteron). sulit digunakan. Bucal  Obat diletakkan diantara pipi dan gusi.  Intra pleural Penyuntikan kedalam rongga pleura.  Subkutan /hipodermal (s. dapat merusak pembuluh atau saraf. atau tidak mau bekerja sama. Penyuntikan kedalam pembuluh nadi. Cara ini memiliki efek sistemik lebih cepat dan lebih besar dibandingkan peroral dan baik sekali digunakan untuk obat yang mudah dirusak oleh asam lambung Contoh :  Suppositoria dan clysma sering digunakan untuk efek lokal mis wasir  Salep yang dioleskan pada permukaan rektal hanya mempunyai efek lokal.c).

(4) Intra vaginal. Pengangkutan dilakukan dengan mengikat zat hidrofil (makromolekul atau ion) pada enzim pengangkut spesifik.(2) Inhalasi. kulit dan sebagainya. b. 2. obat diresorpsi kedalam darah dan menimbulkan efek. Secara aktif. Pada umumnya obat yang tidak diabsorpsi tidak menimbulkan efek. tenggorokan. 5. Kemampuan difusi melintasi sel membran 3. 3. Sirkulasi pada letak absorpsi. bentuknya obat tetes atau salep. dan pernafasan. Cara pemakaian obat. Adapun mekanisme pengangkutan obat untuk melintasi membran sel ada dua cara: a. Obat diberikan melalui selaput lendir atau mukosa vagina . Pengertian Farmakokinetika adalah segala proses yang dilakukan tubuh terhadap obat berupa absorpsi. 2. distribusi. salep. Absorpsi Proses absorpsi sangat penting dalam menentukan efek obat. Bentuk sediaan obat 7. Kecuali antasida dan obat yang bekerja lokal. maka disebut semi permeabel. (5) Intranasal. Kelarutan obat. melalui pori-pori kecil dari membran misalnya air dan zat hidrofil. Absorpsi dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1. asam amino asam lemak.  Filtrasi. Dapat berbentuk ovula. artinya menggunakan energi. biasanya berupa obat anti fungi dan pencegah kehamilan. garam besi.  Difusi. sedangkan obat yang sulit menembus membran sel maka penyebarannya umumnya terbatas pada cairan ekstra sel . Membran dapat ditembus dengan mudah oleh zat-zat tertentu. Membran sel terdiri dari suatu lapisan lipoprotein (lemak dan protein) yang mengandung banyak pori-pori kecil. Molekul obat yang mudah melintasi membran sel akan mencapai semua cairan tubuh baik intra maupun ekstra sel. Proses absorpsi terjadi di berbagai tempat pemberian obat . Luas permukaan kontak obat. distribusi dan ekskresi obat dari dalam tubuh pada hakekatnya berlangsung dengan mekanisme yang sama. vitamin B1. (3) Obat disemprotkan untuk disedot melalui hidung atau mulut dan penyerapan dapat terjadi pada selaput mulut. metabolisme (biotrans -formasi). paru-paru. dan sukar dilalui zat-zat yang lain . cream dan cairan bilas Obat diberikan melalui selaput lendir hidung untuk menciutkan selaput atau mukosa hidung yang membengkak. Contoh: bentuk sediaan gas. Cepatnya penerusan tidak tergantung pada konsentrasi obat. otot rangka. Sedangkan proses absorpsi. obat dilepaskan lagi. contoh ion anorganik. Setelah melalui membran. yang terdiri dari beberapa kompartemen yang terpisah oleh membran-membran sel. Konsentrasi obat. contohnya Otrivin B. Zat-zat lipofil (suka lemak) yang mudah larut dalam lemak dan tanpa muatan listrik umumnya lebih lancar melintasinya dibanding kan dengan zat-zat hidrofil dengan muatan (ion). PRINSIP FARMAKOKINETIKA 1.B2 dan B12. Tubuh kita dapat dianggap sebagai suatu ruangan besar. 4. zat padat atau aerosol. dan ekskresi. misalnya melalui alat cerna. Obat setelah diabsorpsi akan tersebar melalui sirkulasi darah ke seluruh badan dan harus melalui membran sel agar tercapai tepat pada efek aksi. Distribusi. karena proses ini tergantung pada lintasan obat melalui membran tersebut. Mukosa Mata Dan Telinga Obat diberikan melalui selaput / mukosa mata atau telinga. artinya tanpa menggunakan energi. terisi dengan air . zat melarut dalam lapisan lemak dari membran sel. 6. Contohnya: glukosa. . Secara pasif.

misalnya alkohol. obat tidur. misalnya antasida lambung dan zat-zat khelasi (zat-zat yang dapat mengikat logam berat) Proses metabolisme.  Paru-paru. sedangkan penyebabnya yang lebih mendalam tidak dipengaruhi. dan dikeluarkan dalam bentuk metabolit maupun bentuk asalnya. Efek terapi. sintesis protein. 5.  Terapi simptomatis. Pengeluaran obat atau metabolitnya dari tubuh terutama dilakukan oleh ginjal melalui air seni. Metabolisme (biotransformasi) Tujuan biotransformasi obat adalah pengubahannya yang sedemikian rupa hingga mudah diekskresi ginjal. Tidak semua obat bersifat betul-betul menyembuhkan penyakit. jaringan ikat dan jaringan lemak). misalnya antibiotika mengganggu pembentukan dinding sel kuman.Kadang-kadang beberapa obat mengalami kumulatif selektif pada beberapa organ dan jaringan tertentu. Selain itu ada beberapa tempat lain misalnya tulang . yaitu pengobatan dengan meniadakan atau memusnahkan penyebab penyakitnya. 1. misalnya sulfa dan preparat besi . dengan pernafasan keluar. bersama keringat. dapat mempercepat metabolisme (inhibisi enzim). obat malaria dan sebagainya. anestesi gas atau anestesi terbang. 2. karena adanya proses transport aktif.  Hati. dan cairan transel yang dapat berfungsi sebagai gudang untuk beberapa obat tertentu. Metabolit obat dapat lebih aktif dari obat asal (bioaktivasi). misalnya sulfonamid.. umumnya albumin.  Usia. dalam hal ini dapat dibedakan dua jenis kompetisi yaitu untuk reseptor spesifik dan enzymenzym. dan metabolisme asam nucleat. disamping ini ada pula beberapa cara lain. C. yaitu pengobatan untuk menghilangkan atau meringankan gejala penyakit. Kumulasi ini digunakan sebagai gudang obat (yaitu protein plasma. ada orang yang memiliki faktor genetik tertentu yang dapat menimbulkan perbedaan khasiat obat pada pasien. terutama berperan pada anestesi umum.dalam hal ini menjadikannya lebih hidrofil.. 4. Pada umumnya obat dimetabolisme oleh enzim mikrosom di retikulum endoplasma sel hati. nikotin dari rokok dan alkaloid lain. tidak atau berkurang aktif (detoksifikasi atau bio-inaktivasi) atau sama aktifitasnya. antibiotika.  Adanya pemakaian obat lain secara bersamaan. contohnya anestetik terbang. Harus diperhatikan karena dapat menimbulkan efek farmakologi atau toksis pada bayi. misalnya pemberian analgetik pada reumatik atau sakit kepala. Pada proses metabolisme molekul obat dapat berubah sifat antara lain menjadi lebih polar. Secara kompetisi atau saingan. Oleh karena itu dapat dibedakan tiga jenis pengobatan.  Faktor genetik (turunan). Ekskresi.  Air susu ibu. Obat yang mudah larut dalam lemak pada umumnya mudah menembusnya. banyak diantaranya hanya meniadakan atau meringankan gejala-gejalanya. pengikatan dengan zat tertentu atau daya larut yang lebih besar dalam lemak . Proses metabolisme ini memegang peranan penting dalam mengakhiri efek obat Hal-hal yang dapat mempengaruhi metabolisme:  Fungsi hati. organ tertentu. yaitu :  Terapi kausal. terutama obat untuk infeksi saluran empedu. Secara Kimia . pada bayi metabolismenya lebih lambat.     FARMAKODINAMIKA Mekanisme kerja obat Dikenal beberapa mekanisme kerja obat yang dapat digolongkan sebagai berikut: Secara fisika.  Usus. Distribusi obat kesusunan saraf pusat dan janin harus menembus sawar khusus yaitu sawar darah otak dan sawar uri. yaitu:  Kulit. metabolisme dapat berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. sehingga efek obat menjadi lebih lemah atau lebih kuat dari yang kita harapkan. melalui saluran empedu. Metabolit yang lebih polar ini menjadi tidak larut dalam lemak sehingga mudah diekskresi melalui ginjal. . laksansia dan diuretik osmotis.

Toleransi silang. 6. mengakibatkan cacat pada janin. bila obat diulangi dalam waktu singkat . adalah toleransi yang timbul dengan pesat sekali. serangan asma. Plasebo. terdapat pada sebagian orang dan binatang tertentu misalnya kelinci sangat toleran untuk atropin. b) Idiosinkrasi. c) Alergi. sehingga dosis yang diperlukan cukup satu atau maksimal dua kali sehari. Toleransi primer (bawaan). misalnya hormon kelamin. meklizin. 5. Salah satu efek toksis yang terkenal yaitu efek teratogen yaitu obat yang pada dosis terapeutik untuk ibu. Tujuan dari plasebo adalah :  Pengobatan sugesti.  Memperkecil daya larut obat dengan menggabungkannya dengan zat-zat lipofil. Habituasi dapat terjadi melalui beberapa cara yaitu dengan: induksi enzym. Tachyphylaxis. bertujuan agar pasien tidak terlupa menelan pil KB tersebut pada saat menstruasi. reseptor sekunder. Dengan mengurangi dosis. c. Dengan SK MENKES RI No 682/Ph/63/6 berlaku sejak 1 Januari 1963. atau kadangkadang antara zat-zat yang berlainan misalnya alkohol dan barbital. 4.Gejala-gejala alergi yang terpenting dan sering terjadi adalah pada kulit yaitu urtikaria (gatal dan bentol-bentol). digunakan pada tahap akhir dalam rangkaian penelitian suatu obat baru yang akan dinilai efek farmakologisnya. d) Fotosensitasi. Efek toksis Setiap obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat menunjukkan efek toksis. Yang terkenal adalah kasus Thalidomide . pada dosis normal (WHO 1970). habituasi dan adiksi. d. penisilin dan sebagainya. Sdecara umum. kemerah-merahan dan sebagainya. adalah peristiwa hipersensitif akibat pelepasan histamin di dalam tubuh atau terjadinya reaksi khusus antara antigen-antibodi. adalah kepekaan berlebihan terhadap cahaya akibat penggunaan obat. agar penyebaran obat diperlambat. Toleransi sekunder. Pada alergi yang lebih hebat dapat berupa demam.  Pelengkap dan penggenap pil KB. Seringkali terjadi pada penggunaan kosmetik yang tidak cocok.  Uji klinis. antara lain:  Menggunakan minyak sebagai zat pelarut untuk zat lipofil . efek dapat dikurangi pula. 3. anafilaksis shock dan lain-lain. Efek yang tidak diinginkan a) Efek samping. Toleransi. misalnya insulin pada penderita diabetes dan tiroksin pada penderita hipotiroid. dan penghambatan resorpsi . Untuk menghindari pemakaian obat yang terlalu sering saat ini industri farmasi telah mengembangkan dan memasarkan tablettablet dengan efek jangka panjang melalui prinsip delayed action atau sustained release. dapat terjadi antara zat-zat dengan struktur kimia serupa (fenobarbital dan butobarbital).  Menggunakan kristal yang lebih kasar. kadangkala memberikan efek yang mengagumkan pada pasien yang kecanduan maupun obat-obat narkotika dan psikotropika lainnya maupun pada penderita kanker stadium akhir. adalah peristiwa dimana suatu obat memberikan efek yang sama sekali berlainan dari efek normalnya. yaitu pengobatan dengan cara menggantikan zat-zat yang seharusnya dibuat oleh organ tubuh yang sakit . Hal ini disebut habituasi atau kebiasaan. Habituasi dapat diatasi dengan menghentikan pemberian obat dan pada umumnya tidak menimbulkan gejalagejala penghentian (abstinensi) seperti halnya pada adiksi. dan fenmotrazin dilarang penggunaannya di Indonesia. Terapi substitusi. karena efek sampingnya menjadi lebih kuat pula. hebatnya reaksi toksis berhubungan langsung dengan tingginya dosis. maka obat-obat yang mengandung thalidomide. Dengan meningkatkan dosis obat terus menerus pasien dapat menderita keracunan. Berdasarkan kepercayaan ini dibuatlah plasebo yang dalam bahasa latin berarti saya ingin menyenangkan. b. Salah satu factor penting dalam penyembuhan penyakit adalah kepercayaan akan dokter dan obat yang diminumnya. Toleransi adalah peristiwa dimana dosis obat harus dinaikkan terus menerus untuk mencapai efek terapeutik yang sama. Macam-macam toleransi yaitu: a. Sedangkan untuk injeksi efek obat dapat diperpanjang dengan prinsip memperlambat resorpsinya dengan cara. Habituasi atau kebiasaan adalah kebiasaan dalam mengkomsumsi suatu obat. Organisme menjadi kurang peka terhadap obat tersebut. .  Menambah vasokonstriktor (menciutkan pembuluh). yang bisa timbul setelah menggunakan suatu obat selama beberapa waktu. adalah segala pengaruh obat yang tidak diinginkan pada tujuan terapi yang dimaksud.

menunjukkan kepekaan yang lebih besar terhadap obat. Interaksi Obat Keuntungan kombinasi obat:        12. Ada dua jenis : (1) Adisi atau sumasi adalah kekuatan kombinasi kedua obat adalah sama dengan jumlah masing-masing kekuatan obat tersebut. berat badan dan sebagainya. Sinergisme. misalnya Rifampisin dan isoniasid. Waktu menelan obat Bagi kebanyakan obat waktu di telannya tidak begitu penting. Yang ditentukan adalah khusus ED50 yaitu dosis yang menghasilkan efek pad 50% dari jumlah binatang percobaan dan LD50 yaitu dosis yang mematikan 50% binatang percobaan. Linkomisin. Memperoleh potensiasi misalnya kotrimoksazol. Anak-anak kecil terutama bayi yang baru lahir. Mempermudah terjadinya resistensi terhadap beberapa spesies kuman. Rifampisin dan Tetrasiklin. 8. ginjal serta enzym-enzymnya belum lengkap perkembangannya. Resistensi bakteri Adalah suatu keadaan dimana bakteri telah menjadi kebal terhadap obat karena memiliki daya tahan yang lebih kuat . Kerugian obat kombinasi. Luas terapi adalah jarak antara LD50 dan ED50. dimana kegiatan obat pertama dikurangi atau ditiadakan sama sekali oleh obat kedua.  Obat yang sebaiknya diberikan pada lambung kosong yakni 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan adalah Penisilin. sedangkan takaran obat tidak dapat diubah tanpa mengubah pula dosis obat lainnya Manfaat tidak memenuhi syarat. Sebenarnya yang umum dipakai sekarang adalah dosis pemakaian (usual doses) atau dosis lazim. juga disebut jarak keamanan atau Safety margin. Perbandingan antara kedua dosis ini dinamakan Indeks terapi.   Kombinasi obat Dua obat yang digunakan pada waktu yang besamaan dapat saling mempengaruhi kerjanya masing-masing. antidiabetik oral. Untuk menilai keamanan dan efek suatu obat . (2) Potensiasi adalah kekuatan kombinasi kedua obat lebih besar dari jumlah kedua obat tersebut. Semakin besar indeks ini semakin aman penggunaan obat tersebut.yaitu : Antagonisme. Resistensi dapat dihindari dengan menggunakan dosis obat yang lebih tinggi dibanding dengan dosis minimal dalam waktu pendek dan menggunakan kombinasi dari dua macam obat atau lebih. dilakukan dengan menggunakan binatang-binatang percobaan. Rovamysin. misalnya analgetika (kecuali asetosal).  Obat lain yang bersifat merangsang mukosa lambung harus digunakan pada waktu atau setelah makan. Indeks terapi. 11. Menghambat terjadinya resistensi. misalnya Trisulfa. garam-garam besi. . Eritromysin. meskipun resorpsinya menjadi terhambat. karena fungsi hati. Takaran pemakaian suatu obat umumnya tercantum dalam setiap Farmakope. Dosis Dosis yang diberikan pada pasien untuk menghasilkan efek yang diinginkan tergantung dari banyak faktor antara lain: usia. Sefalosporin.Adiksi atau ketagihan berbeda dengan habituasi dalam dua hal yakni adanya ketergantungan jasmaniah dan rohaniah dan bila pengobatan dihentikan dapat menimbulkan efek hebat secara fisik dan mental.misalnya kortikosteroid dan obat-obat rematik. 9. dimana kekuatan obat pertama diperkuat oleh obat kedua. yaitu sebelum atau sesudah makan. contoh :  Obat-obat yang diharapkan memberikan efek yang cepat sebaiknya ditelan sebelum makan. 10. Pemborosan Takaran masing-masing obat belum tentu sesuai dengan kebutuhan.Demikian juga untuk orang tua diatas usia 65 tahun. dan Klindamisin. Sebenarnya resorpsi obat dari lambung yang kosong berlangsung paling cepat karena tidak dihalangi oleh isi usus.. dan dosis terapeutik atau efective dose = ED ).(dosis toksik = TD. obat cacing dan sebagainya. Tetapi ada pula obat dengan sifat atau maksud pengobatan khusus guna menghasilkan efek maksimal atau menghindarkan efek samping tertentu. dosis letal = LD. Menambah kerja terapeutik tanpa menambah efek buruk dan mengurangi toksisitas masing-masing obat. 7. Hampir semua obat pada dosis yang cukup besar menimbulkan efek toksik dan pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian.

fisika dan farmakologi. kemungkinan besar akan terjadi interaksi antara obat-obat tersebut dalam tubuh Interaksi yang terpenting diantaranya : kimia. .Bila seorang pasien harus menggunakan dua atau lebih obat dalam waktu dekat atau bersamaan .

bentol-bentol atau lebih hebat lagi dapat terjadi syok. Sensitasi / hipersensitif 2. Anti Parasitik. virus. contohnya Penisilin dan Kloramfenikol. atau waktu terapi kurang lama. Antibiotik pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggris dr. Aktivitas antibiotik umumnya dinyatakan dalam satuan berat (mg) kecuali yang belum sempurna permurniannya dan terdiri dari campuran beberapa macam zat.BAB III KEMOTERAPEUTIKA Pengertian Kemoterapi adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia yang dapat memberantas dan menyembuhan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh bakteri. iodium. atau semi sintetis. sedang toksisitasnya terhadap manusia relatif kecil. namun toksisitasnya hanya beberapa saja yang dapat digunakan sebagai obat. sedang pemusnahan selanjutnya dilakukan oleh tubuh sendiri secara fagositosis (kuman dilarutkan oleh leukosit atau sel-sel daya tangkis tubuh lainnya). protozoa. Efek samping Penggunaan antibiotika tanpa resep dokter atau dengan dosis yang tidak tepat dapat menggagalkan pengobatan dan menimbulkan bahaya-bahaya lain seperti: 1. Anti Lepra) A. Adalah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah. amoeba. kalau obat yang sama kemudian diberikan secara oral atau suntikan maka ada kemungkinan terjadi reaksi hipersentitiv atau allergi seperti gatal-gatal kulit kemerah-merahan. Jika obat digunakan dengan dosis yang terlalu rendah. sublimat. Bakteriostatika yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat menghentikan pertumbuhan dan pembiakan bakteri. Yang termasuk kelompok kemoterapi adalah : Antibiotika. Spesies mikroorganisme yang lebih kuat atau resisten akan kehilangan saingan.contohnya antibiotika spektrum sempit. Antibiotika Antibiotika berasal dari bahasa latin yang terdiri dari kata anti = lawan. bios = hidup. Banyak obat setelah digunakan secara lokal dapat mengakibatkan kepekaan yang berlebihan. dianjurkan menggunakan kemoterapi dengan dosis yang tepat atau dengan menggunakan kombinasi obat. contoh : fenol. maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya resistensi artinya bakteri tidak peka lagi terhadap obat yang bersangkutan. fungi. Guna mencegah bahaya ini maka sebaiknya salep-salep menggunakan antibiotika yang tidak akan diberikan secara sistemis (oral dan suntikan). yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain. kemoterapi dibedakan atas : Bakterisida yaitu obat yang pada dosis lazim berkhasiat untuk mematikan hama. Alexander Fleming (Penisilin) pada tahun 1928. Florey. Supra infeksi terutama terjadi pada penggunaan antibiotika broad spektrum yang dapat mengganggu keseimbangan antara bakteri di dalam usus saluran pernafasan dan urogenital. Lain-lain(Anti TBC. Resistensi 3. Untuk mencegah resistensi. Berdasarkan khasiatnya terhadap hama / bakteri. Anti neoplastika (sitostatika). cacing dan sebagainya tanpa merusak jaringan tubuh manusia. Selain antibiotik obat yang menekan sistem tangkis tubuh yaitu Super infeksi . Anti virus. Tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam terapi di tahun 1941 oleh dr. Antibiotik juga dapat dibuat secara sintetis. atau karena belum diketahui struktur kimianya. Sulfonamida. dan berkuasa menimbulkan infeksi baru misalnya timbul jamur Minella albicans dan Candida albicans. aktivitasnya dinyatakan dalam satuan internasional = Internasional Unit (IU). Dibidang peternakan antibiotik sering dimanfaatkan sebagai zat gizi tambahan untuk mempercepat pertumbuhan ayam negeri potong. Yaitu infeksi sekunder yang timbul selama pengobatan dimana sifat dan penyebab infeksi berbeda dengan penyebab infeksi yang pertama. Kemudian banyak zat dengan khasiat antibiotik diisolir oleh penyelidik-penyelidik lain diseluruh dunia.

sefalosporin. 7. NAMA GENERIK& LATIN (Amoksisilin + As. Golongan Penicillin (golongan beta laktam) Antibiotic pertama yang ditemukan dari Alexander fle. Contohnya ampisilin. 2. . penisilin tahan penisilinase.kortikosteroid dan imunosupressiva lainnya dapat menimbulkan supra infeksi. Penggolongan antibiotik berdasar aktivitasnya Berdasarkan luas aktivitas kerjanya antibiotika dapat digolongkan atas : 1. 1. Golongan Penisilin Golongan Sefalosforin Golongan Aminoglikosida Golongan Kloramfenikol Golongan Tetrasiklin Golongan Makrolida Golongan Rifampisin dan Asam Fusidat Golongan Lain – Lain Zat-zat dengan aktivitas luas (broad spectrum) Spesialite : 1. 4. Jika cincin menjadi terbuka ileh enjim b lactamose (penisilin dan sefalosforinase) mka kasiat anti bakteri (aktivitas) antibiotic penisilin menjadi lenyap Mekanisme kerja: Penisilin menghambat pembentukan/ sintesa dinding sel bakteri sehingga bila bakteri tumbuh dengan dinding sel yg tdk sempurna mka bertambahnya plasma atau yg terserap dgn jalan osmosi akan menyebabkan dinding sel pecah sehingga bakteri menjadi musnah. Penisilin spectrum sempit 1. penzil penisilin = penisilin G. kloksasilin b. penggunaan sistemik dgn menggunakan biakan penisilium notatum akibat kebutuhan penisilin dalam jumlah besar pada saat perang dunia II. Khususnya. dosis tdk tepat. Contohnya eritromisin. 8. kanamisin. gentamisin (hanya terhadap bakteri gram negatif saja) Zat-zat dengan aktivitas sempit (narrow spektrum) 2. Zat yang aktif terutama terhadap satu atau beberapa jenis bakteri saja (bakteri gram positif atau bakteri gram negatif saja). tdak than asam lambung 2. 5. klindamisin (hanya terhadap bakteri gram positif). dankos Kalbe Farma Pfizer 2.anak-anak dan orangtua sangat mudah dijangkiti supra infeksi ini. streptomisin. topcillin Augmentin Clavamox Unasyn PABRIK Beecham. Kelompok antibiotika Antibiotika yang akan dibicarakan adalah: 1. aturan pakai. penggunaan yg terlalu cepat mengakibatkan bakteri menjadi resisten thd penisilin derivate: a. spectrum luas : ampisilin & amoksilin NO.ing tahun 1928 di London yg satu decade kemudian dikembangkan oleh florey u. penisilin V = fenoksimetil penisilin. Zat yang berkhasiat terhadap semua jenis bakteri baik jenis bakteri gram positif maupun gram negatif.clavulanat ) Co-amoxyclav Sultamicillin( Ampicillin + Sulbactam ) NAMA DAGANG Amoxil. Resistensi: pemakaian yg tdk tepat. Umumnya digunakan untuk kuman” yg resisten thdp obt G&V ex: as klavulanat. dan kloramfenicol. 3. 6. tahan asam lambung 3.

3. Ditemukan lgi antibiotic yg bersifat mirip sterptomisin sehingga antibiotic ini dimasukkan dlm 1 klompok yaitu antibiotic gol aminoglikosida. 1. 4. NAMA GENERIK& LATIN Sefadroksil Sefotaksim Seftriaxone Sefazolin Sefaklor seftazidim Sefaleksin Sefriakson Sefradin Sefuroksim NAMA DAGANG DuricefCefat Claforan Rocephin Cefacidal Ceclor. 5. Obt generic: neomycin. 6.5 ml ampul 200mg.a dikacaukan Es: Otoksisitas/ merusak telinga Nefrotoksisitas/ merusak ginjal Penggolongan: 1. Golongan Sefalosporin (golongan beta laktam) Dri biakan cephalosporinum ocremonium. gentamisin. mka penggunaan obat ini meluas dgn cept (1950) ketika diketahui obt ini dpt menimbulkn anemia aplastik yg fatal. Gejala sakit kepala. Antibiotic spectrum luas dan memilikki daya anti mikroba yg kuat. 1g. 2. ethica dexamedica Takeda Roche Bristol-Myers Squib Glaxo-Wellcome 3. 120 mg / vial 2 ml60mg/1. yg aktif trutma pda mikroba gram negative termasuk pda basil tuberculosis. 6. 2g / vial250 mg / kapsul 250 mg / tablet 1g. Golongan Kloramfenikol (1974) .3. framisetin NO. Tosisitas. 1.a. Derivate streptomisin. 1. (1943) turunan streptomyces gliseus yg menghasilkan streptomisin. Karna tosisitas. NAMA GENERIK& LATIN NAMA DAGANG Gentamisin Sulfat Garamycin Amikasin Kanamisin Sulfat Neomisin Sulfat Streptomosin Framisetin Amikin Kanamycin Meiji Neobiotic Streptomycin Meiji Sofra-TulleDaryant-Tulle SEDIAAN 20mg. termasuk e. Gol ini ditemukan untuk mengatasi kuman gram negative. 5g / vial Kassa pembalut steril PABRIK Schering B-M-S Meiji Bernofarm Meiji Darya Varia Golongan Aminoglikosida 4. 80mg. abses otak dan infeksi berat lain. bentuk tetes mata sangat bermanfaat untuk konjungtivitis bacterial. urticaria/ gatal”. dya antimikroba terletak pda cincin B lactam Es terpenting pd penggunaan oral berupa: gangguan lambung usus. Pda penggunaan I>v sering terjadi tromboflebitis Aktivitas: bersifat bakterisid dgn spectrum kerja luas terhadap banyak kuman garam positif. artinya dpt pulih kembali klau pengguaan obt diakhiri meski kadang kadang tdk seutuh. cloracef ceftum Tepaxin Rocephin Velosef Zinnat PABRIK Bristol – Myers SquibSanbe Farma Hoechst Ronche Squib Tempo.coli. Kloksasilin Ikaclox Meixam Ika Pharmindo Meiji 2.5g. dehidrostreptomisin.a sangat besar dpt menyebabkan kerusakan pd saraf otak yg melayani organ keseimbangan dan pendengaran. Mkanisme kerja: Dgn mengikat diri pd ribomosa sel” bakteri. mual muntah. meningitis.a dicadangkan u. 1g / vial 500mg. kanamisin.vertigo. dan proteus. 2. kerusakan bersifat revesible. infeksi berat akibat haemophilus influenza. anafilaksis/kematian). NO. reaksi alergi seperti penisilin(rash/kemerah”an. klebsiellla. Streptomisin Diperoleh dr streptomyces gliseus peng hanya untuk tuberkulosa. demam tifoid. 3. negative.a penggunaan sistemik sebaik. 500mg.a Resistensi sangat cepat sehingga harus dikombinasi dengan INH dan PAS Na atau rifampisin. sehingga biosintesa protein. menyebabkan kerusakan organ pendengaran lebih cepat dri streptomisin sehingga obt tidak digunakan lagi sekarang. 3. 4 5.

topical. absorbs dihambat oleh susu doksisiklin.a sangat pahit maka untuk anak” digunakan bentuk ester. 1. Fe) bntuk komplek anakrif. infeksi saluran empedu. mka tetrasiklin tdk bleh diminum bersama susu& obt antasida.a yaitu-palmitat dan k-stearat/ suksinat yg tdak pahit rasa. 150 mg / tablet 50mg. 1. NAMA GENERIK& LATIN Tetrasiklin Doksisiklin Minosiklin HCl Oksitetrasiklin HCl NAMA DAGANG SEDIAAN DumocyclineSupertetraTetrin250 mg / kapsul VibramycinDumoxin Minocin Oxytetracycline Indo PABRIK Dumex Alph. 4.DaryaVariaInterbat PfizerDumex Alph. bronchitis. 3. neuritu=is per Pda bayi / bayi premature dpt menyebabkan gray syndrome Penggunaan. Tiamfenikol Kalmicetin UrfamycinThiamycinThiambiotic250 mg. 100 mg / kapsul50 mg / 5ml Lederle syr.a tdk diberikan pd bayi premature untuk menghindari gray sindrom krn enzme perombakan dihati bayi belum aktif . Pemberian secara oral NO. Kemudian oksitetrasiklin dri streptomyces rimunos. absorbsi tdak dihambat baik oleh makanan maupun susu minosiklin. ibu hamil dan menyusui & pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati.a dan dibuat dlam bentuk suspense dlam tubuh bentuk ester akan diubah menjadi kloromfenikol aktif. dianjurkan untuk meningitis. disentri amoeba. vial Indo FarmaPfizer . Mekanisme kerja: merintangi sintesis protein bakteri Es: kerusakan sum” tulang belakang yg mengakibatkan pembuatan eritrosit terganggusehingga timbul anemia aplastis Gangguan gastrointestinal:mual muntah. vertigo Peringatan/ larangan: Anak” dibawah 8 th. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semisintesis dri klortetrasiklin Spectrum luas. Penggunaan: bronchitis akut &kronis. Sifat kimia. Drug of choice= u. ibu hamil dan menyusui Derivate: tismfenikol(lebih aman namun blum terdapat cukup bukti NO.) sebaik.Mrupakan Kristal putih yg sangat sulit dlm air (1:400) dan rasa. diare Gangguan neuron: sakit kepala. Mg. Go pertma yg ditemukan adl klortetrasiklin yg dihasilkan oleh streptomyces aureofaciens. penggunaan local sering dipakai karena jarang menimbulkan sensitasi Es: mual muntah. penggunaan skrang berkurang krna msalah resistensi.. parenteral. bersifat long acting. Salep MataKapsul 250 mg. absorbs I …………. Kontaindikasi: penderita hipersensitiv thdp tetrasiklin anggota golongan tetrasiklin yg lain : klortetrasiklin diberikan secara oral. dan jerawat. Foto sensitasi/ sensitive terhdp sinar matahari Sakit kepala. oksitetrasiklkin (generic)inj50mg/vial: oral parenteral. Golongan Tetrasiklin 50 mg. diare karena adanya perubahan flora usus mengendap pda jaringan tulang dan gigi yg sedang tumbuh 9terikat pda kalsium) menyebabkan gigi menjadi bercak coklat & mudah berlubang serta pertumbuhan tulang terganggu. neuritis optic. 500 mg / kapsul100 mg / ZambonInterbatPrafa 5 ml syrup SEDIAAN PABRIK 250 mg /kapsul125 mg / 5 ml syr. kolera. dgn logam bervalensi 2&3 (ca. pneumonia. berwarna kuning. 100 mg/kapsul100mg. bersifat bakteriostatik dan mekanisme dgn menghambat sintesa protein bakteri . thypus-abdominalis dan infeksi parah meningitis preumonia( disebabkan haemophilus …………………. topical. 2. NAMA GENERIK& LATIN Kloramfenikol NAMA DAGANG ColmeChloramex Enkacetyn Kalbe Farma 2. InterbatDumex AlpharmaKimia Farma 5.

v. hanya lebih lemah. sanbe farma 2. Eritromisin ErythrocinKalthrocinPharothrocin250 mg / kapsul. dan air mata juga pemakai lensa konmtak dpt menjadi merah permanen. 3. 3. 500 mg /tablet200 mg / 5 PfizerInterbat ml suspensi250 mg / kapsul Golongan Makrolida 2.a (stearat dan estolat) Karena memiliki spectrum anti bakteri yg hamper sama dgn penisilin maka obat ini digunakan sebagai alternative pengobatan pengganti penisilin. tenggorokan. rifamtibi Dexamedica. b. biasa. dgn mekanisme kerja merintangi sintesis protein bakteri. 300 mg / tablet100 mg / Hoechst tablet pediatric 250 mg. (forte) 500 mg / tablet 200 mg. 1. Nalidixic Acid Ofloxacin Negram Tarivid Sanofi Kalbe / Daiichi .100mg. 4 Spiramisin Roxithromycin Azithromycin RovamycinSpiradan Rulid ZithromaxZycin a. 500mg. Bersifab bakteriostatik berdasarkan penghambatan sintesis protein bakteri. NAMA GENERIK& LATIN NAMA DAGANG SEDIAAN PABRIK 1. 400 mg / tablet2 mg / ml vial 2.a dianjurkan pda radang sumsum tulang. Keuntungan. Eritromisin Streptomyccy erythrouserkhasiat sbg bakteriostatik. 150 mg. Berkhasiat bakteriostatik terhadapnikobakterium tuberculosa (TBC) dan lepra.forte 100 mg/ 2. 1200mg/100ml/ infus BayerSanbe Farma i. dahak. NO NAMA GENERIK& LATIN NAMA DAGANG PABRIK 1. 250mg.Dankos pediatric125 mg / 5 ml syr. Penderita dgn pengobatan rifampisin perlu diberitaahu obt ini dpt menyebabkan warna merah pda urin. Merupakan satu satunya antibiotic dgn rumus steroid aktifitas. 200mg/ 5ml suspensi 250 mg / 5ml susp. 750mg / tablet 250mg(500mg)/tab. Untuk mencegah pengrusakan oleh asam lambung maka dibuat tab salut selaput atau yg digunakan jenis ester. Kusus. NAMA GENERIK& LATIN Ciprofloxacin NAMA DAGANG CiproxinBaquinor SEDIAAN PABRIK 100mg/50ml.golongan rifampisin dan asam fusidat Golongan Quinolon NO.a mirip penisilin tetapi lebih sempit. rifampisin antibiotic yg dihasilkan dr streptomyces mediterranei. dan saluran pernafasan lebih baik dari eritromisin Sediaan :spiramisin tab 250 mg. 500mg NO.asam fusidat diahsilakn oleh jamur antara lain fusidum coccineum. As fusidat rucidin Leo pharmaceutical 7.a adl daya penetrasi ke jaringan mulut.250 mg AbbotKalbe (500mg)/tablet(forte)200 mg / FarmaPharos tablet kunyah. Rifampicin Kalrifam Kalbe farma Rifam.FarmaTerramycin 6. Antibiotic ini tdk stabil dlam suasana asam (mudah terurai oleh asam lambung) dan kurang stabil pda suhu kamar.5ml drops 500 mg / tablet250 mg / tablet Rhone P.a sama dengan eritromisin. keringat. bagi yg sensitive terhadap penisilin Spiramisin Spectrum kegiatan.a obat ini dikonsumsikan dgn eritromysin atau penisilin.

Efek samping yang lain ialah reaksi alergi dan gangguan pada saluran kemih dengan terjadinya kristal uria yaitu menghablurnya sulfa di dalam tubuli ginjal. sulfamerazin.000 IU.000 IU/ tablet 500 mg / tablet5 mg / ml infusa SEDIAAN 250 mg.5 liter / hari) NAMA DAGANG Trisulfa SEDIAAN aaa 500 mg / tablet PABRIK Kimia . 300mg / kapsul. 5. anemia aplastis dan hemolitik. jg u. minum air yang banyak (minimum 1.500. 450mg.300 mg / ml vial 500 mg / tablet 150mg. Selain sebagai kemoterapi derivat sulfonamida juga berguna sebagai diuretik dan anti diabetik oral (ADO). NO. Mekanisme kerjanya berdasarkan antagonisme saingan antara PABA (Para Amino Benzoic Acid) yang rumus dasarnya mirip dengan rumus dasar sulfa : H2N – C6H4 – COOH Efek samping Efek samping yang terpenting adalah kerusakan pada sel-sel darah yang berupa agranulositosis. 600 mg / kapsul PABRIK Up JohnNicholasPyridam Dumex Alpharma DumexRhone PovlencKalbe Farma PABRIK Up John PfizerPrafa Kalbe Farma B. 2. Sulfonamida Sulfonamida merupakan kelompok kemoterapi dengan rumus dasar : H2N – C6H4 – SO2NH R Adalah anti mikroba yang digunakan secara sistemis maupun topikal untuk beberapa penyakit infeksi. Pertengahan tahun 1970 penemuan preparat kombinasi trimetoprim dan sulfametoksazol meningkatkan kembali penggunaan sulfonamida. penyakit mata trukoma Spesialite : NO. NAMA GENERIK& LATIN 1. Sulfa bersifat bakteriostatik luas terhadap banyak bakteri gram positif dan negatif. 3.vNidazole NAMA DAGANG Lincocin FasigynFlatin Kalrifam SEDIAAN 150 mg.bicarbonat untuk melarutkan senyawa yang mengkristal. tetapi kemudian penggunaannya terdesak oleh antibiotik.75 mg / 5 ml granul.150 mg / 2 ml ampul 250. 6. Untuk menghindari terjadinya kristal uria. 4. pada pengobatan dengan sulfa perlu : dengan membuat preparat kombinasi (trisufa) yang terdiri dari sulfadiazin. 1. Penggolongan: Sistemis(kotrimoksazol. trisulfa) Local(sulfacetamid) Penggunaan : Banyak digunakan sbg pengobatan infeksi saluran kemih dan untuk pengobatan mukosa kandung kemih. 1. sulfamezatin. NAMA GENERIK& LATIN Klindamisin Hidroklorida Kolistin Sulfat Metronidazol NAMA GENERIK& LATIN Lincomycin Tinidazole Rifampicin NAMA DAGANG Dalacin CNiladacinLando Colistine ElyzolFlagyl i. Sulfadiazin + Sulfamerazin +    penambahan Na.8. 500mg / kapsul250 mg / 5ml syr. Sebelum ditemukan antibiotik. 300mg. sulfa merupakan kemoterapi yang utama. Golongan Lain – Lain NO.

Antiparasitik Anti parasit Antiparasitik adalah obat – obat yang digunakan untuk membunuh penyakit yang disebabkan oleh parasit. Ciri-ciri penyakit malaria adalah demam berkala disertai menggigil. nyeri kepala dan nyeri otot. 3. 3.Salep mata 6 % Per tablet Pediatric :TMP 20 mg. Antimalaria Antimalaria adalah obat-obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh parasit bersel tunggal (protozoa) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang menggigit pada malam hari dengan posisi menjungkit. Sulfamezatin NAMA GENERIK& LATIN NAMA DAGANG Sulfasetamida Natrium Albucid Kotrimoksazol(Trimetoprim BactrimBactricid + Sulfametoksazol) SEDIAAN Tetes mata 10 %. 4.NO.SMZ 800 mg FarmaIndofarma PABRIK Nicholas RocheSoho C. 2. SMZ 400 mg Per tablet Forte : TMP 160 mg.SMZ 800 mg Syrup : TMP : 40 mg /5ml. Antimalaria Antiamuba Anticacing Antifungi 1.SMZ 100 mg Per capsul : TMP 160 mg. 2.SMZ 400 mg Per tablet Pediatric : TMP 20 mg. SMZ : 200 mg /5ml Per tablet : TMP 80 mg. Penggolongan obat antimalaria : a) b) Obat-obat pencegah / profilaktik Obat-obat penyembuh / pencegah demam = kurativum . anemia. dibagi menjadi empat yaitu : 1. hati membesar sehingga timbul rasa mual dan muntah. SMZ 100 mgPer tablet Adult : TMP 80 mg.

Obat Anticacing Anthelmetika atau obat-obat anti cacing adalah obat-obat yang dapat memusnahkan cacing parasit yang ada dalam tubuh manusia dan hewan. 1. Dengan gejala diare berlendir dan darah disertai kejang-kejang dan nyeri perut.5g.c) d) Obat-obat pencegah kambuh Obat – obat pembunuh gametosid Spesialite : NO. 5. Antiamuba Adalah obat-obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh mikro organisme bersel tunggal (protozoa) yaitu Entamoeba histolytica yang dikenal dengan dysentri amuba. Penularan penyakit cacing umumnya terjadi melalui mulut. Umumnya merupakan gangguan lambung usus seperti mulas.Konimex 250 mg/ tablet 3. Klorokuin Fosfat 2. di Indonesia termasuk penyakit rakyat yang umum dan sampai saat ini diperkirakan masih cukup banyak anak-anak di Indonesia yang menderita infeksi cacing sehingga pemerintah perlu mencanangkan pemberantasan cacing secara masal dengan pemberian obat cacing kepada seluruh siswa sekolah dasar pada momen-momen tertentu. serta mulas pada waktu buang air besar. 500 mg/tablet250 mg / tablet500 mg / tablet forte 125 mg / 5ml suspensi 0. Infeksi oleh cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum tersebar di dunia. 500 mg / tablet 500 mg / kapsul500 mg / tablet PABRIK CorsaRhone P 3. P. 4. Tinidazol Nimorazol Secnidazol Fasigyn Naxogin SentylFlagentyl Pfizer Pfizer Sunthi SempuriRhone P. NAMA GENERIK& LATIN Sulfadoksin + Pyrimetamin Klorokuin NAMA DAGANG FansidarSuldox SEDIAAN Per tablet :Sulfadoxine 500 mgPyrimethamine 250 mg PABRIK RocheDumex ResochinNivaquineMexaquin 250 mg / tablet100 mg. Gejala penyakit cacing sering kali tidak nyata. NAMA GENERIK& LATIN 1. pucat (anemia) dan lain – lain. 4. 300 mg / BayerRhone tablet5 mg/ml syr. 2. meskipun ada juga yang melalui luka dikulit. 1g / supositoria 500 mg / tablet salut 250 mg. terutama bila sistim pembuangan kotoran belum memenuhi syarat-syarat hygiene. Larva dan telur cacing ada di mana-mana di atas tanah. Pencegahannya sebenarnya mudah sekali yaitu : . 3. Kuinin Sulfat Tablet Kina 200 mg / tablet salut 100 mg / tablet Kimia Farma Kimia Farma Euchinini /Quinini etilkarbonat Euchinin 2. Penyakit yang disebabkan amuba umumnya menyerang usus. kejang-kejang kehilangan nafsu makanan. Metronidazol NAMA DAGANG Lihat antimalaria CorsagylFlagyl SEDIAAN 250 mg. Bila pengobatannya tidak tepat penyakit ini dapat menjalar ke organorgan lain khususnya hati dan menyebabkan amubiasis hati yang berciri radang hati (hepatitis amuba) Spesilaite : NO.

PABRIK BodeBayer Janssen Pfizer 4. 5. Infeksi jamur sering berkaitan dengan gangguan daya tahan tubuh. usus dan vagina oleh sejenis ragi yang disebut candida albicans. 6 (Pyranteli Pamoas ) Levamizol HCl Ascaridil Oxantel Pamoat + Pyrantel Quantrel Pamoat Albendazol Helben 25mg.Solutio 1% SD /10ml100mg / tablet vaginal Bayer 4.000 IU /ml Bristol-Myers Squib suspensi100. D. NAMA GENERIK& LATIN NAMA DAGANG 1. Faktor hygiene juga sangat mempengaruhi penyebaran infeksi oleh fungi. 250mg/5ml susp. Pirantel Pamoat Combantrin SEDIAAN 1g /5ml syrup 500mg / tablet100mg /tablet kunyah20mg/ 5ml syrup 125mg. 250mg / tablet125mg. 50mg / tablet Janssen Oxant. vaginal CanestenCanesten VTCanestenCream 1% /5g. Spesialite : NO. Di luar tubuh manusia kerap kali virus berbentuk seperti kristal tanpa tanda hidup. Itrakonazol Obat Antivirus Sporanox Janssen Virus (dalam bahasa latin dan sanskerta : visham = racun) merupakan mikro-organisme hidup yang terkecil. Salah satu sebab meluasnya infeksi oleh fungi ialah meningkatnya pemakaian antibiotik spektrum luas atau pemakaian kortikosteroid yang kurang tepat.000 IU /g cream 3. maka pengobatan jamur sering mengalami kegagalan.000 IU /tablet100. Spesialite : NO.   Menjaga kebersihan baik tubuh maupun makanan Mengkomsumsi makanan yang telah di masak dengan benar (daging.PTablet 150mg Pfizer 150mgSusp.P Pyr.000 IU / tab.10g. Griseofulvin / Fulvicin 2./ml 20mg 20mg 400mg/kaplet . Klotrimazol 100. sangat ulet . Mebendazol Vermox 3. Antifungi / Antijamur Adalah obat-obat yang digunakan untuk menghilangkan infeksi yang disebabkan oleh jamur. Nistatin NAMA DAGANG FulcinGrivinMycostop Mycostatin SEDIAAN PABRIK 125mg(500mg)/tablet(forte)250mg / ZenecaPhaprosZambon tablet 500. Infeksi oleh jamur dapat terjadi pada :   Kulit oleh dermatofit (jamur yang hidup di atas kulit) Selaput lendir mulut. ikan dll) Mencuci tangan sebelum makanan.tab. chew. Ketokonazol Mikonazol Nizoral DaktarinMexoderm 500mg / tablet vaginal 200 mg / tablet Janssen Cream 2%Bedak 2%Sabun Liquid 2% JanssenKonimex Cream 2 % 100mg / kapsul 6. NAMA GENERIK& LATIN 1. bronchi. bila daya tahan tubuh turun. dengan ukuran antara 20 dan 300 mikron. Piperazin PiperacylUpixon 2. 200mg / Mecosin 5ml syrup 4. 5.

antara lain: 1. Tumor setempat ini seringkali menyebarkan sel-selnya melaui saluran darah dan limfe ke tempat-tempat lain dari tubuh (metastasis). Gangguan pada kantong rambut dengan rontoknya rambut atau alopesia. adalah :      Depresi sumsum tulang dengan gangguan darah dan berkurangnya sistem tangkis. Methisoprinol Isoprinosine SEDIAAN Cream 5 %Eye ointment 30mg/gCream 500mg/g 500mg/tablet250mg/5ml syrup PABRIK PharosKalbe Farma Darya – Varia Obat Antineoplastika (Antikanker) Kanker atau karsinoma (Yunani = karkinos = kepiting) adalah pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas (maligne). Baru jika keadaan sekitarnya baik. Gejala umum dari penyakit-penyakit kanker adalah nyeri yang sangat hebat. yaitu dengan melakukan penyinaran pada daerah yang terdapat sel-sel kanker dengan menggunakan sinar radio aktif. Jenis-jenis kanker yang paling sering terdapat adalah kanker kulit. yaitu dengan mengangkat sel-sel kanker sehingga tidak terjadi perluasan daerah yang terkena kanker Radiasi / penyinaran. tenggorokan. dimana berkembang neoplasma sekunder. E. Sebab-sebab kanker. Asiklovir ClinovirPoviral 2. lambung-usus dan alat-alat kelamin. yang memperbesar resiko infeksi kuman. dimana produksi leukosit menjadi abnormal tinggi sedangkan eritrosit sangat berkurang.yaitu tahan asam dan basa. Suatu kelompok sel dengan mendadak menjadi liar dan memperbanyak diri secara pesat dan tidak tertahankan serta mengakibatkan pembengkakan atau benjolan. serta tahan suhu-suhu rendah dan tinggi sekali. antara lain idoksuridin pada penggunaan topikal dan herpes simplex conjungtivitis serta asiklovir. 2. Hanya beberapa anti virus yang saat ini digunakan. Efek Samping Efek samping penggunaan obat-obatan neoplastika. Pengembangan obat anti virus baik sebagai pencegahan maupun terapi belum dapat mencapai hasil yang diinginkan. NAMA GENERIK& LATIN NAMA DAGANG 1. Sel-sel kanker ini menginfiltrasi ke dalam jaringan-jaringan sekitarnya dan memusnahkannya. seperti dalam tubuh manusia atau hewan. karena obat-obat anti virus selain menghambat dan membunuh virus. juga merusak se-sel hospes dimana virus berada. Spesialite : NO. yaitu pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang dapat menghambat atau membunuh sel-sel kanker. lebih dari 80% dari semua tumor pada manusia diakibatkan oleh pengaruh zat-zat karsinogen dan faktor genetika. kristal tersebut bernyawa kembali dan memperbanyak diri. menurut para ahli. Pembentukan sel-sel darah terhambat Hiperurisemia Terganggunya fungsi reproduksi . Pengobatan Pengobatan kanker dikenal beberapa cara. yang disebut tumor atau neoplasma (neo = baru. plasma = bentukan). Begitu pula leukimia atau kanker darah. 3. Operasi / pembedahan. Kemoterapi. Sejumlah obat anti virus sudah banyak dikembangkan tetapi hasilnya belum memadai karena toksisitasnya sangat tinggi. paru-paru.

8. Untuk menentukan seseorang terinfeksi oleh basil TBC atau tidak biasanya dilakukan dengan reaksi Mantoux . Bila ditempat penyuntikan tidak timbul bengkak merah berarti orang tersebut tidak terinfeksi TBC. 50mg/vial Carlo Erba 250mg/5ml vial500mg/10ml Carlo erba vial 15mg/ampul Kalbe Farma 10mg/ 20ml vial Kalbe Farma 200mg. Cara pencegahan TBC adalah dengan memberikan vaksinasi sedini mungkin pada bayi-bayi yang baru lahir. Penggolongan(mekanisme kerja): Zat’ alkilasi. Obat Anti TBC Anti tuberculosis adalah obat-obat atau kombinasi obat yang diberikan dalam jangka waktu tertentu untuk mengobati penderita tuberkulosis. Vaksin yang digunakan adalah vaksin BCG (Basil Calmette Guerin). Fluorourasil 3. antibiotika. Selain paru-paru. dan mengusahakan agar ruangan tempat penderita mempunyai ventilasi yang baik. NAMA GENERIK& LATIN 1. tulang. F. Lewat makanan dan minuman Penularan TBC dapat dihindari dengan cara menggunakan desinfektan pada sapu tangan atau barang-barang yang digunakan. yaitu penyuntikan yang dilakukan dilengan atas dengan tuberkulin (filtrat dari pembiakan basil TBC). organ tubuh lain yang dapat dijangkiti kuman TBC adalah kelenjar. ginjal. Bleomisin sulfat Sisplatin Siklofosfamida Metotreksat Sitarabin Vinkristin Sulfat Vinblastin Sulfat Lain – Lain NAMA DAGANG Adriamycin RD Adrucil Bleocin Cisplatin Endoxan Farmitrexat Erbabin Krebin Vinblatine Sulphate DBL SEDIAAN PABRIK 10mg. kulit dan otak. 5. Sampai saat ini di Indonesia penyakit TBC masih merupakan penyakit rakyat yang banyak mengambil korban. yang pada umumnya dimulai dengan membentuk benjolan-benjolan kecil di paru-paru dan ditularkan lewat organ pernafasan. serba serbi Spesialite kemoterapi : NO. 7. Pengobatan . Kuman TBC pertama kali ditemukan oleh dr Roberet Koch (1882). Penularan kuman TBC dapat melalui:   Saluran pernafasan (sebaiknya penderita menutup mulut dengan sapu tangan ketika batuk atau bersin. Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. dengan demikian daya kerjanya diperkuat dan terjadinya resistensi dapat dihindarkan. Doksorubisin Hidroklorida 2.5mg/tablet5mg. antimitotika. 6. yakni yang memiliki titik kerja di dalam sel yang berlainan. antimetabolit. hal ini disebabkan:     Masih kurangnya kesadaran untuk hidup sehat. 50mg/ Carlo Erba vial 100 mg / ml vial Kalbe Farma 1mg/ml ampul Kalbe Farma 1mg/ml ampul Tempo Scan Pacific 1.Kombinasi dari dua atau lebih sitostatika kerapkali digunakan.1g/vial Asta 2. 500mg. Perumahan yang tidak memenuhi syarat (ventilasi dan masuknya cahaya matahari) Kebersihan/hygiene Kurang gizi/gizi tidak baik. 4. 9.

Sampai tahun 1970-an kombinasi standar untuk pengobatan TBC menggunakan ketiga obat di atas. 450 mg. Pirazinamida RifampicinRifampicin + INH PrazinaPezeta Ciba 500Pulmodex RifampinRifamtibiRimactane Rimetazid Ramicin-Iso INH 100 mg. Vit. Rifampicin 450 mg INH 300 mg Per kapsul : Westmont . . Mengurangi efek samping. 4. IsoniazidIsoniazid + Vitamin B-6 IsonexINHPehadoxin SEDIAAN 250 mg. 600 mg / PharosSanbeBiochemie kapsul450 mg. Tujuan pengobatan kombinasi :    Mencegah resistensi Praktis karena dapat diberikan sebagai dosis tunggal.B6 20 mg 500 mg / tablet PoncoCibaDexamedica 150 mg. Basil TBC terkenal sangat ulet dan sulit ditembus zat kimia (obat) karena dinding sel bakteri mengandung banyak lemak dan lilin (wax).Sebelum ditemukan obat-obat yang dapat memusnahkan penyebab penyakit.B6 10 mg Per tablet :INH 400 mg.Ethambutol 500 mg. Sesudah tahun 1970 kombinasi standar untuk TBC menjadi INH.INH Forte 3. 600 mg/ kapsul Biochemie 20 mg / ml syr. Obat TBC yang pertama kali ditemukan adalah streptomisin. 600 mg/kapsul450 mg. Vit.Vit. setelah 4 sampai 6 minggu pasien bebas bermasyarakat seperti biasa karena tidak lagi menularkan kuman TBC. 300 mg. istirahat total di sanatorium dan diet makanan bergizi yang kaya lemak dan vitamin A.Vit.B6 10 mg SEDIAAN PABRIK Per tablet :INH 200 UAP mg. NAMA GENERIK& LATIN NAMA DAGANG 1 Ethambutol CetabutolKalbutolEtibi 2. Per kapsul : 1. 500 mg / tablet 50 mg / 5 ml syr. Dengan pengobatan modern. Rifampicin 225 mg INH 200 mg 2. 100 mg / tabletPer tablet : INH 100 mg.B610 mgPer tablet : PABRIK SohoKalbe FarmaRocella DumexSohoPhapros Isoniazid + Vitamin B-6 + Ethambutol InoxinIntam 6Meditam DexamedicaRhone PMedikon NO. ethambutol dan rifampisin.50 mg . sehingga pengobatan TBC memerlukan periode waktu yang cukup lama . bentuk pengobatan terbatas pada terapi simptomatis seperti mengurangi batuk dan menghilangkan demam.Ethambutol 250 mg. disusul kemudian dengan PAS dan INH. NAMA GENERIK& LATIN NAMA DAGANG Mycothambin. Spesialite : NO. 500 mg/tablet500 mg / tablet250 mg.

memiliki sifat-sifat yang mirip dengan basil TBC.5g. Pembangkitnya Mycobacterium leprae ditemukan oleh dokter Norwegia Hansen (1873). Obat lepra tidak boleh dihentikan atau dikurangi dosisnya berhubungan meningkatnya bahaya resistensi.Rifampicin 500 mg INH 150 mg 1g. bahwa vaksinasi BCG memberikan perlindungan yang lumayan terhadap infeksi dengan bentuk – L. yang kemudian lama-kelamaan akan dimusnahkan oleh sistem tangkis tubuh sendiri. Pengobatan Sejak dahulu kala obat satu-satunya terhadap lepra adalah minyak kaulmogra. Hasil tes negatif berarti orang tersebut sangat peka untuk infeksi dengan bentuk tersebut. juga pertumbuhannya lambat sekali setelah waktu inkubasi yang lama. Obat Antilepra Lepra atau kusta adalah suatu infeksi kronis yang terutama merusak jaringan-jaringan saraf.000 pasien lepra yang diobati di sejumlah rumah sakit khusus (Leproseri) yang diawasi oleh Lembaga Kusta Departemen Kesehatan. WHO menganjurkan sebagai terapi pilihan pertama suatu kombinasi dari dapson dengan rifampisin atau klofazimin selama sekurang-kurangnya 6 bulan. atau jika lebih hebat bisa diberikan zat supresif (penekan) seperti kortikosteroid. yaitu sangat ulet karena mengandung banyak lemak dan lilin yang sukar ditembusi obat. 1. klofazimin dan rifampisin. Di Indonesia terdapat kurang lebih 100. 1. Untuk mengatasi gejala-gejala ini. Streptomisin Streptomycine Sulphate Injection Meiji 2. obat lepra sering dikombinasi dengan asetosal atau sedativa.2. Semula diduga bahwa reaksi-reaksi ini merupakan efek samping khusus dari dapson. Pada tahun 1950 ditemukan dapson yang mampu menghentikan pertumbuhan basil lepra. Kemudian ditemukan leprostatika lain antara lain thiambutosin. yang efektif untuk meredakan gejala-gejalanya tanpa menyembuhkan penyakit. lebih kurang satu tahun. rasa lelah dan habis tenaga. Efek samping Yang terpenting adalah reaksi lepra yaitu suatu reaksi alergi yang diakibatkan oleh basil mati yang berjumlah besar di dalam jaringan-jaringan. khusus pada bentuk – L terjadi benjol-benjol merah kebiruan. dan seumur hidup pada bentuk – L dan borderline. Kemudian disusul dengan monoterapi dapson selama 5 – 7 tahun pada bentuk tuberkuloid.3 NAMA GENERIK Diamino Difenil Sulfon NAMA DAGANG DapsonLampreneLihat obat SEDIAAN PABRIK 100 mg / tablet50 mg & 100 mg / IndofarmaNovartis . 5g/ vial 5. Pada tahun 1965 telah dibuktikan di Uganda. Pencegahan Tes Lepromin adalah suatu injeksi intrakutan dari suspensi jaringan lepra dan digunakan untuk menetapkan apakah seseorang memiliki daya tangkis cukup terhadap lepra bentuk – L. radang dan nyeri sendi. tetapi kemudian ternyata dapat juga ditimbulkan oleh leprostatika lainnya kecuali klofazimin. Gejala-gejala berupa demam tinggi. Spesialite : NO.

(DDS)ClofazimineRifampicin TBC tablet .

dengan gejala nyeri hebat yang berkala. magnesium karbonat. Tetapi bikarbonat yang terabsorbsi dapat menyebabkan alkalosis bila digunakan dalam dosis berlebih. yaitu suatu enzim proteolitik yang disekresi oleh selaput lendir lambung. dan bekerja cepat. Persenyawaan molekul antara Mg dan Al disebut hidrotalsit. Sediaan yang mengandung magnesium dapat menyebabkan diare (bersifat pencahar) sedangkan sediaan yang mengandung aluminium dapat menyebabkan konstipasi (sembelit) maka biasanya kedua senyawa ini dikombinasikan.OBAT GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN PENGERTIAN Sistem pencernaan makanan dimulai didalam mulut dimana makanan dihaluskan sambil diaduk dengan ludah yang mengandung suatu enzim amilase yaitu ptialin. ANTASIDA Pengertian Antasida (anti = lawan. Berdasarkan mekanisme kerjanya. Obat dengan kandungan bismut dan kalsium dapat membentuk lapisan pelindung pada luka di lambung tetapi sebaiknya dihindari karena bersifat neurotoksik sehingga dapat menyebabkan encefalopatia (kerusakan otak dengan gejala kejangkejang dan kekacauan) juga cenderung menyebabkan konstipasi. 2) Perintang reseptor H2 (antagonis reseptor H2) . yang berfungsi menguraikan karbohidrat. mempercepat penyembuhan. (aluminium hidroksida. Tujuan pengobatan adalah menghilangkan gejala. Obat dengan kandungan natrium bikarbonat merupakan antasida yang larut dalam air. Penggolongan. Magnesium atau aluminium tidak larut dalam air dan dapat bekerja lama di dalam lambung sehingga tujuan pemberian antasida sebagian besar dapat tercapai. Pencernaan dilanjutkan didalam usus yang dibantu oleh enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh pancreas dan mukosa usus. Setelah terbentuk zat-zat gizi yang sangat halus dan mudah diserap oleh tubuh maka sisa makanan masuk ke usus besar dan diolah oleh flora normal usus hingga siap untuk dibuang. Setelah itu ditelan dan adukan dilanjutkan dengan gerakan peristaltik ke lambung dengan bantuan getah lambung yang terdiri dari asam lambung dan pepsin. 1) Anti Hiperaciditas Obat dengan kandungan aluminium dan atau magnesium ini bekerja secara kimiawi dengan mengikat kelebihan HCl dalam lambung. Di seluruh lambung usus inilah dapat timbul pelbagai gangguan penyakit baik yang disebabkan oleh terganggunya produksi enzim pencernaan maupun yang disebabkan oleh infeksi-infeksi usus oleh kuman dan cacing.BAB III OBAT. kompleks aluminium magnesium hidrotalsit). terlepasnya CO2 dapat menyebabkan sendawa. magnesium trisilikat. Kalsium dapat menyebabkan sekresi asam lambung berlebih. obat-obat antasida dapat digolongkan menjadi dua yaitu. acidus = asam) adalah basa-basa lemah yang digunakan untuk menetralisir kelebihan asam lambung yang menyebabkan timbulnya penyakit tukak lambung atau sakit maag. kelebihan menyebabkan hiper kalsemia. A. dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

kejang (contohnya ekstrak belladonae). Hipofosfatemia. ruam kulit. yaitu untuk melemaskan ketegangan otot lambung – usus dan mengurangi kejang-kejang (contohnya papaverin) d) Dimetikon (dimetilpolisiloksan) berfungsi memperkecil gelembung gas yang timbul sehingga mudah diserap dengan demikian dapat dicegah masuk angin. tukak akibat anti inflamasi non steroid Kontra indikasi - . Contoh perintang reseptor H2 adalah ratinidin dan simetidin sekarang dikenal senyawa baru famotidin dan nizatidin. dan sering buang angin (flatulensi). b) Obat penenang / sedativ. Cara penyimpanan Pada suhu kamar. membuat penderita lebih tenang dan dapat beristirahat. Simetidin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Tukak lambung dan usus 12 jari sindrom ZollingerEllison Pusing.mengubah kebiasaan buang air besar Cimetidin (gererik) tablet 200mg 3.Semua antagonis reseptor H2 menyembuhkan tukak lambung dan duodenum dengan cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan reseptor H2. suspensi. yaitu zat yang menekan produksi getah lambung dan melawan kejang. kontra indikasi dan efek samping. Aluminium Hidroksida Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Nyeri radang lambung dan usus 12 jari. Obat generik. tablet kunyah. 40 mg 4. Famotidin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan lihat simetidin lihat simetidin Famotidin (generik) tablet 20mg. usus 12 jari. Ranitidin Indikasi Tukak lambung. yaitu untuk menekan stress karena dapat memicu sekresi asam lambung (contohnya klordiazepoksida) c) Spasmolitik. juga agar penderita tidak mengalami kembung. Pengobatan dengan obat-obatan antasida bertujuan untuk mengurangi rasa sakit. indikasi. Antasida sering dikombinasikan dengan: a) Anti kolinergik. Antasida DOEN (generik ) tablet. 2. 1. kembung.

300mg. DIGESTIVA Pengertian Digestiva adalah obat-obat yang digunakan untuk membantu proses pencernaan lambung usus terutama pada keadaan defisiensi zat pembantu pencernaan. Disebut juga obat-obat pencernaan.Efek samping Sediaan lihat simetidin Ranitidin (generik) tablet 150mg. Penggolongan 1) Obat yang bekerja pada kandung empedu Empedu terdiri dari asam empedu (asam kolat) dan asam kenodeoksikolat serta kolesterol dan fosfolipid. Spesialite obat-obat antasida. Guna empedu yang berhubungan dengan pencernaan dan absorbsi lemak yaitu :  membantu proses emulsifikasi dan absorpsi lemak . NO 1 2 GENERIK Aluminium hidroksida Kombinasi Al(OH)3 dan MG(OH) Aludona 3 Simetikon/Dimetichone (Dimethylpolosiloxane) Diloxan Disflatyl Aeroson 4 Antasida Maalok Antasida DOEN Bernofarm Pharos Soho Rhone P Indo Farma Alukol Maag tab DAGANG PIM Erela PABRIK NO 5 GENERIK Simetidin DAGANG Corsamet Ulsikur Corsa PABRIK Kalbe farma Kalbe farma Dankos Novartis Glaxo Wellcome Kalbe Farma 6 Famotidin Facid Famos Gaster 7 Ranitidin (Ranitidini) Zantac Rantin B.

empedu sapi. ekstrak lambung.hidrat) 2. NO 1 GENERIK Pankreatin. Pada keadaan kekurangan asam lambung disebabkan aklorhidri. Enzym ini terdiri dari : 1.Merk DAGANG Panzynorm PABRIK Nordmark C. E. bromealin 3 Pancreatin. enzym ini disebut juga protease. virus. empedu sapi. Gejala diare adalah buang air besar berulang kali dengan banyak cairan kadang-kadang disertai mulas (kejang-kejang perut) kadang-kadang disertai darah atau lendir. Trypsin-chemotrypsin (pencerna protein) 3. 2) Yang sering digunakan adalah :    Asam hidroklorida (HCl) Enzym lambung (pepsin) Enzym pankreas (pancreatin) Penggantian enzym pankreas (pankreatin suplemen) diperlukan bila sekresi pankreas terganggu (dapat karena Enzym pencernaan. rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :  infeksi oleh bakteri patogen misalnya bakteri colie  infeksi oleh kuman thypus (kadang-kadang) dan kolera  infeksi oleh virus misalnya influenza perut dan “travellers diarre”  akibat dari penyakit cacing (cacing gelang. cacing atau keracunan makanan. K) Guna preparat empedu peroral adalah :  membantu pencernaan dan penyerapan dalam usus (lemak)  merangsang pengeluaran empedu dari hati (cholereatic)  melarutkan & mengeluarkan batu empedu (cholagoga)  mengobati dan melindungi hati terhadap penyakit kuning dan hati yang mengeras. Spesialite obat digestiva. D. ANTI DIARE Pengertian. sehingga sebagai pengganti perlu diberikan HCl dari luar. Lipase (pencerna lemak dengan bantuan empedu) Asam klorida (HCl) adalah suatu cairan yang dikeluarkan oleh dinding lambung yang memiliki fungsi utama:  mengubah pepsinogen yang dihasilkan selaput lambung menjadi pepsin  membuat suasana lambung jadi asam sehingga mempermudah penguraian protein menjadi peptida  membantu proses absorpsi garam kalsium dan besi  membantu merangsang pengeluaran getah lambung. lipase. tersumbatnya pankreas atau karena kancer pankreas). amilase Pancreon comp Kimia Farma Nutrizym E. pembedahan pankreas. Antidiare adalah obat-obatan yang digunakan untuk menanggulangi atau mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman. Pemakaian HCl tersebut harus dalam keadaan cukup encer agar tidak menghancurkan selaput lendir lambung. 2 Pancreatin. Amylase (pencernaan K. Pepsin adalah enzym yang disekresi mukosa lambung berfungsi menguraikan protein menjadi peptida. cacing pita)  keracunan makanan atau minuman . Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflek mempercepat peristaltik usus. mempertinggi daya kerja lipase  membantu peroses absrobsi vitamin yang larut dalam lemak (A. pankreas dan hati.

yaitu dengan cara : menekan peristaltik usus. berkurangnya air kemih.9 % ( normal saline ) Larutan Na. kontra indikasi. yaitu campuran dari :  NaCl 3.5 gram  KCl 1. 1) Kemoterapi Untuk terapi kausal yaitu memusnahkan bakteri penyebab penyakit digunakan obat golongan sulfonamida atau antibiotika 2) Obstipansia Untuk terapi simptomatis dengan tujuan untuk menghentikan diare.5 gram  Glukosa 20 gram Atau dengan memberikan larutan infus secara intra vena antara lain   Larutan NaCl 0. Obstipansia 3. contohnya tannin pemberian adsorben untuk menyerap racun yang dihasilkan bakteri atau racun penyebab diare yang lain misalnya. Laktat majemuk ( ringer laktat ) Setelah itu dapat diberikan obat-obatan lain yang dipilih berdasarkan jenis penyebab diare melalui pemeriksaan yang teliti. indikasi. kulit menjadi keriput (kehilangan turgor).serbuk Ditempat kering .5 gram  NaHCO3 2. Pencegahan dehidrasi dilakukan dengan pemberian larutan oralit. mulut dan bibir kering. takut dan sebagainya) Diare juga dapat merupakan salah satu gejala penyakit seperti kanker pada usus Penggolongan    Obat – obat yang diberikan untuk mengobati diare ini dapat berupa : 1.gangguan gizi pengaruh enzym tertentu pengaruh saraf (terkejut.     3) Spasmolitika Zat yang dapat melemaskan kejang-kejang otot perut (nyeri perut) pada diare misalnya Atropin sulfat Obat generik . Oralit Indikasi Pencegahan dehidrasi pada diare atau kolera dengan cara menggantikan cairan tubuh yang hilang Kontra indikasi Efek samping Sediaan Cara penyimpanan Obstruksi dan perforasi usus Hiper kalemia Oralit (generik). dan efek samping 1. misalnya loperamid menciutkan selaput usus atau adstringen. Kemoterapi 2. Gejala dehidrasi : haus. berat badan turun dan gelisah. carboadsorben. kaolin pemberian mucilagountuk melindungi selaput lendir usus yang luka. karena dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Spasmolitik Sebelum diberikan obat yang tepat maka pertolongan pertama pengobatan diare akut seperti pada gastro enteritis ialah mencegah atau mengatasi pengeluaran cairan atau elektrolit yang berlebihan (dehidrasi) terutama pada pasien bayi dan usia lanjut.

Mulas waktu buang air besar . Carbo adsorben Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Pengobatan diare. muntah-muntah dan kejang-kejang. bersifat adsorben Generik (-) Umumnya yang beredar adalah kombinasi kaolin dan pectin 3. kloramfenicol) sebagai terapi kausal. Pengobatannya adalah dengan pemberian oralit atau teh susu untuk menghindari bahaya dehidrasi disusul dengan pemberian antibiotik (tetrasiklin.2. Kaolin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Pengobatan diare.Diare berlendir dan berdarah Obat-obat yang biasa dipakai antara lain : .Golongan sulfonamida (sulfadiazin dan derivatnya serta kotrimoksazol) . Gejala-gejala kolera adalah diare seperti air beras. bersifat menyerap racun Karbo Absorben (Kimia Farma) Di Indonesia beredar Attapulgit Ada beberapa penyakit infeksi usus lain yang menyebabkan diare. antara lain:  Kolera Penyakit infeksi usus disebabkan bakteri Vibrio cholarae asiatica atau Vibrio cholerae eltor.Kejang dan nyeri perut .  Disentri basiler Disebut juga shigellosis adalah penyakit infeksi usus yang diakibatkan oleh beberapa jenis basil gram negatif genus shigella. Ciri-ciri penyakit : .Golongan antibiotik (ampisilin. tetrasiklin)  Thypus . anuria (terhentinya pengeluaran air seni).

pada angina pektoris atau resiko Pendarahan rektal pada hemoroid (wasir).Disebabkan oleh salmonella typhosa yang menyerang usus penderita dengan gejala demam tinggi secara berkala. terjadi diare berdarah. PENCAHAR (Laxativa) Pengertian Pencahar atau laxantia adalah obat-obat / zat yang dapat mempercepat peristaltik usus sehingga mempermudah/ melancarkan buang air besar. Mekanisme kerjanya adalah dengan cara merangsang susunan saraf otonom para-simpatis agar usus mengadakan gerakan peristaltik dan mendorong isinya keluar. Penggunaan pencahar pada anak-anak harus dihindari kecuali diresepkan oleh dokter. Pengobatan thypus : . Penggunaan Obat pencahar digunakan untuk :       Pada keadaan sembelit (konstipasi) karena pengaruh efek samping obat kurang minum.Kotrimoksazol merupakan obat pilihan lainnya pada pemakaian lama (lebih dari 14 hari) dapat menimbulkan gangguan darah. Efek samping mengakibatkan anemia aplastis . baru digunakan bila terjadi resistensi terhadap chlorampenicol atau kotrimoksazol. . Pada pasien dengan resiko pendarahan. Johnson &Johnson Sanbe D.Chloramfenicol : merupakan obat pilihan (drug of choice) . nyeri kepala. Penggolongan Berdasarkan mekanisme kerja dan sifat kimianya. Untuk pengeluaran parasit setelah pemberian antelmentik. pencahar digolongkan sebagai berikut : . kurang mengkomsumsi makanan berserat. lidah menjadi putih dan bila terjadi perforasi usus.Antibiotik lain seperti ampisilin – amoksisilin dan tetrasiklin. Untuk membersihkan saluran cerna sebelum pembedahan dan prosedur radiologi. Spesialite obat anti diare NO 1 GENERIK Oralit DAGANG Bioralit Corsalit 2 Kaolin Kaopectate Neo Diaform Neo Enterostop 3 4 Attapulgit Loperamid HCL Biodiar Imodium Lodia 5 Arang Jerap (Carbo Adsorbens) DOEN Bekarbon Kimia Farma PABRIK Indofarma Corsa Up John Indonesia Corsa Kalbe Farma Novartis Indonesia.

carboksil metil cellulose (CMC) dan tylose. indikasi. Contohnya paraffin cair. misalnya agar-agar. sennae. kontra indikasi dan efek samping 1. seperti buah-buahan dan sayuran. contohnya magnesium sulfat (garam Inggris) . natrium fosfat. Enema fosfat bermanfaat dalam membersihkan usus sebelum prosedur radiologi. gangguan hati. atonia colon. Zat ini dapat mempermudah defikasi karena memperlunak tinja dan memperlicin jalannya defekasi. Magnesium sulfat /garam Inggris Indikasi Konstipasi. dantron) Merangsang dinding usus kecil misalnya oleum ricini /minyak jarak (sudah tidak dipakai) dan kalomel 2) Zat-zat yang dapat memperbesar isi usus - 3) - Zat pelicin atau pelunak tinja Obat yang bekerja dengan jalan menahan cairan dalam usus secara osmosis (pencahar osmotik). Obat generik. Glycerin Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Konstipasi Glyserin (generik). endoskopi dan bedah. larutan 4. suppositoria dengan gliserin. Dantron Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Konstipasi pada pasien gagal jantung. Kontra indikasi Penyakit saluran cerna akut. pengosongan usus yang cepat sebelum prosedur radiologi.pada orang tua Obstruksi usus. bisakodil. Serat juga dapat digunakan karena tidak dapat dicernakan.1) Zat-zat perangsang dinding usus Merangsang dinding usus besar misalnya glikosida antrakinon (rhei. usia lanjut & pasien lemah . klisma dengan larutan sabun dll. gangguan ginjal. Dantron (generik) tablet 150 gr 3. Indikasi Bisakodil Konstipasi (tablet bekerja dalam 10 – 12 jam. suppositoria bekerja dalam 20 – 60 menit) Kontra indikasi Efek samping Sediaan Penggunaan jangka panjang dapat memicu atonia colon Bisakodil (generik) tabl 5 mg 2. aloe. endoskopi dan bedah. Natrium sulfat harus dihindari karena pada individu yang rentan dapat menyebabkan retensi air dan natrium Obat yang dapat mengembang dalam usus.

kontra indikasi dan efek samping Atropin Sulfat dan Alkaloid Beladona Indikasi Kontra indikasi Efek samping Sediaan Relaksan otot polos Glaukoma sudut sempit Mulut kering.dll Atropin sulfat (generik).Efek samping Sediaan Kolik Magnesium sulfat (generik) serbuk 30 gr garam Inggris (generik). indikasi. serbuk Spesialite obat-obat pencahar NO 1 GENERIK Ispaghula Sekam DAGANG Metamucil Mucofalk 2 Bisakodil Dulcolax Laxamex 3 Glyserin Glyserin Cap Gajah Proconsti 4 Garam Inggris Garam Inggris cap Gajah PABRIK Searle Darya Varia Schering Indonesia Konimex Usaha Sekawan Soho Usaha sekawan E. Penggolongan Anti spasmodik digolongkan menjadi:  Atropin dan kelompok alkaloid  Antimuskarinik sintetik Obat generik. Obat golongan ini mempunyai sifat sebagai relaksan otot polos. serbuk inj. Termasuk senyawa yang memiliki efek anti kolinergik. 20mg Spesialite obat-obat anti spasmodik NO GENERIK DAGANG PABRIK . ANTI SPASMODIKA Pengertian Antispasmodik ialah zat atau obat-obat yang digunakan untuk mengurangi atau melawan kejang-kejang otot. lebih tepatnya anti muskarinik. ekstrak beladona (generik) tablet 10mg. Meskipun dapat mengurangi spasme usus tapi penggunaannya dalam sindrom usus–pencernaan hanya bermanfaat sebagai pengobatan tambahan. sulit menelan dan haus. yang sering mengakibatkan nyeri perut (saluran pencernaan).

karena dapat terjadi kembali pada sebagian pasien sesudah pengobatan dihentikan. Pada umumnya obat-obat golongan ini mengandung asam-asam amino. penyumbatan disaluran empedu dan radang saluran empedu. Pasien batu empedu dianjurkan melakukan diet kolesterol dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 atau 4 bulan sesedah batunya melarut. Terapi dengan obat cocok untuk pasien: Yang gejalanya ringan Fungsi kandung empedu tidak terganggu Ukuran batu empedu kecil sampai sedang. batu pigmen dan batu kalsium karbonat (kebanyakan yang terjadi batu empedu campuran). NO 1 2 GENERIK Asam Kenodeoksikolat Asam Ursodeoksikolat DAGANG Chenofalk Estazor Pramur Urdafalk Ursochol G.dan laparoskopi. KOLAGOGA Pengertian Kolagoga adalah zat atau obat yang digunakan sebagai peluruh atau penghancur batu empedu. Methionin memiliki peranan penting dalam metabolisme hati sehingga . meringankan atau menghilangkan gangguan fungsi hati kerena adanya bahan kimia. penyakit kuning atau gangguan dalam penyaringan lemak oleh hati. Terapi batu empedu dengan obat perannya relatif kecil bila dibandingkan dengan tehnik pembedahan atau endoskopi. Hiosin Butilbromida Buscopan Gitas Hyorex Schering Indonesia Interbat Rama 2 3 Propantelin Bromida Mebeverine HCL Pro Banthine Duspatalin Soho Kimia Farma F. Batu empedu merupakan penyakit yang terjadi di saluran atau kandung empedu Faktor pencetusnya meliputi hiperkolesterolemia. Pencegahan jangka panjang mungkin diperlukan setelah batu empedunya melarut atau dibuang. kandungan dari tanaman kurkuma (kurkumin) dan zat-zat lipotropik seperti methionin dan cholin.    Pengobatan Obat yang sering digunakan untuk membantu melarutkan batu empedu adalah asam kenodeoksikolat dan asam ursodeoksikolat.1. Terdapat tiga jenis batu empedu yakni batu kolesterol. Spesialite obat Kolagoga. PABRIK Darya Varia Pratapa Nirmala Prafa Darya Varia Pharos PROTEKTOR HATI (HEPATOPROTEKTOR) Obat-obat protektor hati adalah obat-obat yang digunakan sebagai vitamin tambahan untuk melindungi.

Spesialite obat protektor hati NO 1 GENERIK Methionin dan Vitamin DAGANG Methicol Methioson 2 Curcuma Curcuma Curson Heparviton Lanagogum 3 Asam-asam Amino Aminofusin Hepar Otto Soho Soho Soho Tempo Scan P Landson Baxter Kalbe PABRIK .digunakan untuk melawan keracunan yang disebabkan oleh hepatotoksin. Sedangkan choline adalah suatu zat yang dapat mencegah dan menghilangkan perembesan lemak kedalam hati dan juga bekerja melawan keracunan. Obat-obat ini sebaiknya jangan digunakan pada penderita penyakit hati yang berat karena pada dosis besar dapat memperparah keadaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->