TUGAS AKHIR SEMESTER

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA “PEMAHAMAN SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA BESERTA PERMASALAHANNYA ”

DISUSUN OLEH :
1. MUHAMMAD YUSUF 2. HENDRA SAPUAN 3. FERDIANSYAH 4. SETYO UTOMO 5. MUKHTAR RIANSYAH (31.2008.001) (31.2008.002) (31.2008.003) (31.2008.004) (31.2008.005)

FAKULTAS PERIKANAN
PROGRAM STUDI PENGOLAHAN SUMBERDAYA PERIKANAN

UNIVERSITAS ISLAM OKI (UNISKI) KAYUAGUNG 2009

M. Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas akhir semester Mata Kuliah Pendidikan Pancasila. Harun Marzuk. S. Orang Tua kami yang telah memberi semangat. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada : 1.Hum. Januari 2009 Penyusun . Amin. karena atas ridho-Nyalah Makalah Pendidikan Pancasila yang kami beri judul ” Pemahaman Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Beserta Permasalahannya” dapat diselesaikan. M.H. Rekan-rekan se-almameter.T. 3. Hali ini disebabkan oleh keterbatasan wawasan pengetahuan yang kami miliki. Kami sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan.H. puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah S. S.Hum. dan Bapak Irsan. Bapak H.W. M.W. meridhoi sehingga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kayuagung. Oleh karena itu.T. 2.M. Dosen Pengajar Mata Kuliah Pendidikan Pancasila. Mudah-mudahan Allah S.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. baik dari isi maupun cara penulisannya. Atas segala bantuan yang telah diberikan saya mengucapkan terima kasih semoga Allah memberikan balasan yang setimpal. kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di masa yang akan datang. baik moril maupun materiil.

...1........... 1 1 2 1....................... 12 DAFTAR PUSTAKA ................ Saran ................. Kasus Ahmadiyah ... Pemahaman dan Pelanggaran Terhadap Pancasila ..... Kesimpulan ................. BAB II....... KESIMPULAN DAN SARAN 3................ 9 2..2..........................................1. Kontroversi Pancasila Ditinjau Dari Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ...2.1..1.................................................1................................................................ 12 3.......... 1............... 1........... Butir-Butir Pancasila Sila Pertama ...2...2............... Latar Belakang ............. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa .... Kasus Ahmadiyah 2... Arti Penting Keberadaan Pancasila ... PENDAHULUAN 1................. Analisis ....................2....................... Rumusan Masalah 1.........2.................. 14 4 6 .3....................... 8 2..........2.....1.....1.............. 4 1.............................. PEMBAHASAN 2.......... Tinjauan Pustaka ................................. 10 BAB III.........2.......................................... ii BAB I............................................2............DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR …………………………………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………………………………..2....................................1.......................1................ 1..........................

Sehingga tidak heran bagi sebagian rakyat Indonesia. agama. kebiasaan budaya. Untuk menghindarinya maka penerapan hukum-hukum agama (juga hukum-hukum adat) dalam sistem hukum negara menjadi urgen untuk diterapkan. bahasa daerah. serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan. dasar negara. Ada pula sebagian pihak yang sudah hampir tidak mempedulikan lagi semua aturan-aturan yang dimiliki oleh Pancasila. 1.1. 7 bersamasama dengan batang tubuh UUD 1945. Menggugat Pancasila hanya akan membawa ketidakpastian baru. Pancasila merupakan pandangan hidup. Sejarah Pancasila adalah bagian dari sejarah inti negara Indonesia. di lain pihak muncul orang-orang yang tidak sepihak atau menolak akan adanya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Bukan tidak mungkin akan timbul chaos (kesalahan) yang memecah-belah eksistensi negara kesatuan. Akhirnya Indonesia akan tercecer menjadi negara-negara kecil yang berbasis agama dan suku. dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Pancasila dianggap sebagai sesuatu yang sakral yang harus kita hafalkan dan mematuhi apa yang diatur di dalamnya. pulau. Namun. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti keragaman suku. diundangkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No.1. Arti Penting Keberadaan Pancasila Pancasila sebagai dasar negara memang sudah final.BAB I PENDAHULUAN 1. Sejarah Indonesia yang awalnya merupakan kumpulan Kerajaan yang berbasis agama dan suku memperkuat . LATAR BELAKANG Pancasila adalah dasar filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.1. adat istiadat.

seperti pengertiannya terkandung dalam: a. Pancasila yang diperjuangkan untuk mengikat agama-agama dan suku-suku itu harus tetap mengakui jati diri dan ciri khas yang dimiliki setiap agama dan suku. Pembukaan UUD 1945 aline ketiga. Dan diantara makhluk ciptakan Tuhan Yang Maha Esa yang berkaitan dengan sila ini ialah manusia.. yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Dalam memahami dan mengamalkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa tak dapat dikotak-kotakkan dengan keempat sila lainnya karena Hakikat manusia sebagai mahluk Tuhan yang Maha Esa (sebagai sebab) (hakikat sila I dan II) yang membentuk persatuan mendirikan negara dan persatuan manusia dalam suatu wilayah disebut rakyat (hakikat sila III dan IV) dan yang ingin mewujudkan suatu tujuan bersama yaitu keadilan dalam suatu persekutuan hidup masyarakat negara (keadilan sosial) (hakikat sila V). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung makna adanya keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tunggal.2.. sedang-kan selainNya adalah terbatas. yaitu negara yang didirikan atas landasan agama tertentu. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya . “ Dari bunyi kalimat ini membuktikan bahwa negara Indonesia tidak menganut paham maupun mengandung sifat sebagai negara sekuler. yaitu berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang sebagai konsekuensinya. Negara Indonesia didirikan atas landasan moral luhur. kekuasaan Tuhan tidaklah ter-batas. Sebagai Maha Pencipta.1. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa 2. yang antara lain berbunyi: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa . b. maka negara menjamin kepada warga negara dan penduduknya untuk memeluk dan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. 1. Sekaligus menunjukkan bahwa negara Indonesia bukan merupakan negara agama. Pasal 29 UUD 1945 1..kebutuhan akan hal ini. melainkan sebagai negara yang didirikan atas landasan Pancasila atau negara Pancasila.

masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya. Sedangkan sebaliknya dengan paham Ketuhanan Yang Maha Esa ini hendaknya diwujudkan dan dihidup suburkan kerukunan hidup beragama. Untuk senantiasa memelihra dan mewujudkan 3 model kerukunan hidup yang meliputi : 1. Karena itulah sampai detik ini bunyi sila . agar terwujud ketentraman dan kesejukan di dalam kehidupan beragama. dan sikap atau perbuatan yang anti terhadap Tuhan Yang Maha Esa. kehidupan yang penuh doleransi dalam batas-batas yang diizinkan oleh atau menurut tuntunan agama masing-masing. Di dalam memahami sila I Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu di dalam negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa. Kerukunan hidup antar umat beragama 3. anti agama. Kerukunan hidup antar umat seagama 2. Kerukunan hidup antar umat beragama dan Pemerintah. Tri kerukunan hidup tersebut merupakan salah satu faktor perekat kesatuan bangsa. Pancasila sendiri yang sebagai dasar negara Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh agama yang tertuang dalam sila pertama yang berbunyi sila “Ketuhanan yang Maha Esa”. yang pada awalnya berbunyi “… dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya” yang sejak saat itu dikenal sebagai Piagam Jakarta. Namun dua ormas Islam terbesar saat itu dan masih bertahan sampai sekarang yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menentang penerapan Piagam Jakarta tersebut. Sebagai negara yang bermayoritas penduduk agama Islam. karena dua ormas Islam tersebut menyadari bahwa jika penerapan syariat Islam diterapkan secara tidak langsung namun pasti akan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam dan secara “fair” hal tersebut dapat memojokkan umat beragama lain. hendaknya para pemuka agama senantiasa berperan di depan dalam menganjurkan kepada pemeluk agama masing-masing untuk menaati norma-norma kehidupan beragama yang dianutnya. Yang lebih buruk lagi adalah dapat memicu disintegrasi bangsa terutama bagi provinsi yang mayoritas beragama nonislam.

2.  Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.1. Dari butir-butir tersebut dapat dipahami bahwa setiap rakyat Indonesia wajib memeluk satu agama yang diyakini.1. Katolik. Butir-Butir Pancasila Sila Pertama Searah dengan perkembangan.2. RUMUSAN MASALAH 1. sila Ketuhanan yang Maha Esa dapat dijabarkan dalam beberapa point penting atau biasa disebut dengan butir-butir Pancasila. 1. Budha dan Hindu sebagai agama resmi negara pada saat itu.pertama adalah “ketuhanan yang maha esa” yang berarti bahwa Pancasila mengakui dan menyakralkan keberadaan Agama. tidak hanya Islam namun termasuk juga Kristen.3.  Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa  Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Kontroversi Pancasila Ditinjau Dari Sila Ketuhanan Yang Maha Esa . Diantaranya:  Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada pemaksaan dan saling toleransi antara agama yang satu dengan agama yang lain. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 1.  Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing  Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Dengan berlandaskan asas Bhineka Tunggal Ika. bahkan pengikut animisme. sila-sila dalam Pancasila.Sebagai dasar negara RI. sama persis dengan asas Zionisme dan Freemasonry. bahkan Konghucu. Selain alasan di atas. Pancasila juga bukanlah perahan murni dari nilai-nilai yang berkembang di masyarakat Indonesia. Tegasnya. Mereka lebih sibuk menyerimpung orang Islam yang mau menjalankan Syariat agamanya. muncul sejumlah tokoh nasional berupaya memperalat isu Pancasila untuk kepentingan zionisme. Yamin. ketimbang dengan gigih memperjuangkan haknya dalam menjalankan ibadah dan menerapkan ketentuan agamanya. Para nasionalis sekuler. menyebabkan parameter kebenaran porak-poranda. Humanisme (Kemanusiaan yang adil dan beradab). Hanya agama Islam saja yang memiliki konsep Berketuhanan Yang Maha Esa (Allahu Ahad). Sejak awal. apalagi untuk mengakomodir ke-Bhinekaan yang menjadi ciri bangsa Indonesia. di Bandung. tetapi ada Kristen Protestan dan Katolik. Pancasila agaknya tidak dimaksudkan sebagai alat pemersatu. menganut paham atau konsep bertuhan banyak. Karena ternyata. Bagaimana toleransi bisa dibangun di atas konstruksi filsafat yang menghasilkan anarkisme ideologi seperti ini? Dalam memperingati hari lahir Pancasila. Kebencian pada agama. hingga kini menjadikan Pancasila sebagai senjata ampuh untuk menjegal Syariat Islam. terutama Non Muslim. Segala hal yang berkaitan dengan agama dianggap membelenggu kebebasan. Tetapi untuk menjegal peluang berlakunya Syari’at Islam. dan Soepomo mengadopsi (baca: memaksakan) asas Zionis dan Freemasonry untuk diterapkan di Indonesia. Kesemua agama itu. agama-agama yang berlaku di Indonesia tidak hanya Islam. pada gilirannya. Hindu. Budha. Nasionalisme (Kebangsaan). mereka menggunakan cara yang tidak cerdas dan manipulatif. Seperti Monoteisme (Ketuhanan YME). meski konsep Ketuhanan yang terdapat dalam Pancasila berbeda dengan konsep bertuhan banyak yang mereka anut. 4 Juni 2006. Celakanya. mereka memosisikan agama seolaholah perampas hak dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bung Karno. kemungkaran akhlak . Demokrasi (Musyawarah). dan Sosialisme (Keadilan Sosial).

Hasilnya. Ahmadiyah telah divonis sebagai aliran sesat dan dinyatakan sebagai kelompok di luar Islam melalui fatwa MUI.2. Masyarakat Indonesia beraneka ragam. 1. adalah kekuatankekuatan yang ingin menyeragamkan. Sementara yang berjiwa keagamaan dinyatakan sebagai musuh revolusi. Kesyirikan. Majelis Mujahidin. pembakaran kantor Bupati Tuban. Bupati Bantul.” Padahal. seni yang boleh dipertunjukkan hanya seni gaya Lekra. Idham Samawi. agama. juga dikritik pedas. dan didukung kuat oleh kelompok Islam beraliran keras. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor utama. dan perilaku menyesatkan membawa epidemi kerusakan dan juga bencana. dan Hizbut Tahrir. Yang pertama. budaya. 27 Mei 2006. Upaya penyeragaman budaya. Penyeragaman yang dimaksud. Kasus Ahmadiyah Dari berbagai aliran keagamaan Islam di Indonesia. .”Keberagaman itu tidak dirusak dengan memaksakan kehendak. Pihak yang merongrong Bhineka. kehancuran. aliran sesat. justru Bung Karno pula orang pertama yang mengkhianati Pancasila.”Bencana gempa di Jogjakarta. Begitu pun Soeharto. dan menyatroni aktivis FPI.2. sebagaimana dikatakan Akbar Tanjung. peristiwa bencana gempa bumi yang menewaskan lebih dari 6000 jiwa di Jogjakata. malah yang disalahkan Islam dan umat Islam. dari sudut pandang hukum Islam. dan seni. ia berusaha menyeragamkan ideologi.” Lalu. yang dilakukan anggota PKB dan PDIP. yang daerahnya paling banyak korban gempa bumi berasal dari PDIP. berusaha menyeragamkan ideologi melalui asas tunggal Pancasila. Anehnya.” kata Megawati.merajalela. Ahmadiyah merupakan kasus yang paling kontroversional. Dengan memaksakan kehendak. Ideologi NASAKOM (Nasionalisme. maupun moral atas nama agama. sehingga tindakan menyeragamkan budaya itu tidak dibenarkan. Tidak itu saja. dan komunis) dipaksakan berlaku secara despotis. terjadi akibat pendukung RUU APP yang kian anarkis. “Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan awal bangsa Indonesia harus dipertahankan. Apakah bukan tindakan anarkis? Jangan lupa. Seorang paranormal mengatakan. cap jempol atau silang darah di Jatim. Demikian pula.

yang meskipun berbeda dan bertentangan dengan keyakinan Islam mainstream. Dari segi keamanan sendiri. tetapi juga kosekuensi yang muncul akibat penentangan yang bersifat anarkis itu.yang diyakini sebagai motor penggerak dalam penyerangan tersebut. Ahmadiyah sebenarnya tidak bermasalah. Tapi di sisi lain. di satu sisi. Puncak titik klimaksnya adalah pada tragedi Monas pada tanggal 1 Juli 2008. Insiden ini sempat menjadi Headline di beberapa media cetak maupun elektronik. Insiden ini berujung pada ditangkapnya beberapa anggota FPI (Front Pembela Islam).munculnya sebagian aktivis kemanusiaan yang menganggap Ahmadiyah sebagai gerakan keagamaan yang melakukan tafsir keagamaan. Ahmadiyah juga dianggap melanggar undang-undang lain yang populer dengan pasal-pasal penodaan agama. Ahmadiyah merupakan organisasi yang sah dan resmi secara hukum. yang berbaur dengan massa Ahmadiyah. dimana sekelompok orang yang mengatasnamakan diri mereka Komando Laskar Islam. Persoalan muncul justru dari penentang Ahmadiyah. menyerang kelompok massa AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Ketiga. yang cenderung bersikap anarkis. sehingga perhatian publik tidak hanya tertuju pada penyimpangan Ahmadiyah. . Ketiga faktor inilah yang saling berbenturan dan seakan masing-masing berusaha mendapatkan simpatik publik.Kedua. tapi harus dihargai sebagai bentuk keyakinan yang dijamin oleh konstitusi.

kalaupun penggunaan dasar agama haruslah mengakomodir standar dari Islam.1. Sebuah kesalahan fatal bila menjadikan salah satu agama sebagai standar tolak ukur benar salah dan moralitas bangsa. Sesama umat beragama seharusnya kita saling tolong menolong. Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat. . Tidak perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar agama.BAB II PEMBAHASAN 2. Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama. Sesungguhnya tidak ada agama yang salah dan mengajarkan permusuhan. Budha dan Hindu bukan berdasarkan salah satu agama entah agama mayoritas ataupun minoritas. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama. PEMAHAMAN DAN PELANGGARAN TERHADAP PANCASILA Ideologi Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Hendaknya kita tidak menggunakan standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas bangsa Indonesia. Kristen. Hanya karena merasa berasal dari agama mayoritas tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung memaksakan aturan agama yang dianut atau standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas. Katolik.

Sikap Mirza Ghulam Ahmad terhadap Muhammad SAW. “Ya.2. salah satunya adalah Mengingkari salah satu dari rukun Iman dan rukun Islam.2. “Engkau dariku dan Aku darimu. Iuran wajib organisasi. Itu sama sekali lain dan terpisah dari zakat” 5. tapi juga di negara Muslim di dunia. Dan sesungguhnya mukjizatku lebih dari satu juta mukjizat. diposisikan sebagai ’kitab suci’.s.s. KASUS AHMADIYAH 2. “Sesungguhnya bumi Al-Qadian berhak untuk dihargai. dialah (Yesus AlMasih) yang terbiasa banyak memaki dan Sangay jelek akhlaknya. “Sesungguhnya Nabi saw memiliki tiga ribu mukjizat” (Kitab Tuhfan Kolrawiyah 67. beberapa paham Amadilla yang dianggap sesat.2. Juga apabila ada yang melecehkan dan atau merendahkan Nabi dan Rasul. yang memicu kontroversi dengan umat Islam mainstream. karena menyerang dia sama dengan menyerang tanah haram. Selain mengaku sebagai rasul. RK 17/153). Selain itu. Tinjauan Pustaka Keyakinan warga Ahmadiyah bahwa Mirza Ghulam Ahmad mendapat status kenabian merupakan persoalan kunci. dikatakan keluar dari jemaat beliau. Sakralisasi desa Qadian. (Mirza Ghulam Ahmad. “Candah (iuran) yang dinyatakan wajib oleh hazrat aqdas masih mau’ud a. bukan hanya di Indonesia.” (RK 11/289. Dalam rapat kerja nasional (RAKERNAS) 4-6 November 2007 Majelis Ulama Indonesia menetapkan sepuluh kriteria aliran sesat. punggungmu hádala punggung-Ku” (Tadzkirah 700) 2. lampiran Injam Atiham 5 (foot note)). Pengakuan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Tuhan. RK20/43) 3. 4. pen) lepada setiap ahmadi untuk membayarnya dan siapa-siapa yang sampai tiga bulan berturut-turut tidak membayar. antara lain: 1.” (Tadzkirah asySyahadatain 41.” (Durr Tsami 52) .1. Hujatan Mirza Ghulam Ahmad terhadap nabi Isa a. hasil pengalaman spiritual Mirza Ghulam Ahmad yang kemudian dikompilasi oleh pengikutnya dalam buku ’Tadzkirah’.

berarti dia tidak mempelajari Islam dengan baik dan benar (lihat juga poin-poin di atas). Dan akan menjadi sakit sekali bila agamanya itu dinodai. juga mengaku sebagai tuhan pencipta langit dan bumi (baca tadzkirah). Setiap umat beragama yang mempelajari agamanya dengan baik dan benar. 7. Sedangkan dalam hal Aqidah itu mutlak harus diikuti. Kitab-kitab karangan Mirza Ghulam Ahmad beserta tadzkirahnya menyebutkan bahwa setiap orang yang mengingkari kenabian Mirza Ghulam Ahmad (tidak mengakuinya) dianggap KAFIR oleh kalangan Ahmadiyah. Bagaimana agama memandang Ahmadiyah? 1. Ahmadiyah tidak memiliki platform ajaran sendiri. tapi juga mengaku dirinya itu malaikat. jadi bila ada umat Islam yang justru malah membela Ahmadiyah. pelajarilah dulu semuanya. Tapi bila lagu ‘Indonesia Raya’ dibajak atau ‘Indonesia’ dinodai langsung ditangkap dan ditindak tegas. berarti dia telah murtad atau kafir. 2. Padahal jelas-jelas mereka menganggap setiap orang yang tidak mengakui kenabian Mirza Ghulam Ahmad dianggap KAFIR. Ahmadiyah juga telah membajak kitab suci Al-Qur’an. Ketuhanan Yang Maha Esa. 5. tanpa membawa-bawa Islam beserta segala atributnya. dia akan merasakan nikmatnya beribadah dan menjalani ajaran agama tersebut.s. Mirza Ghulam Ahmad tidak hanya mengaku dirinya nabi. 3. Barangsiapa yang berbeda. Jadi bagi setiap umat Islam yang membela Ahmadiyah.2. tidak seperti agama lain yang memiliki platform ajarannya masing-masing. 6. Analisis Sila Pertama. Dalam buku karangan nabi palsu tersebut juga ada yang isinya menghina Nabi Isa a. . Tapi (juga) dibiarkan oleh pemerintah dan para aparatnya. Berhubungan dengan Agama.2. Esensinya adalah Tuhan.2. 4. Ahmadiyah bukan beda dalam masalah furu’ (khilafiyah) tapi sudah beda dalam hal Aqidah. Jadi lebih baik ahmadiyah mendirikan agama sendiri.

seperti yang dijelaskan diatas. Wajar bila ba-nyak umat Islam yang melakukan berbagai aksi.Jadi sudah jelas bahwa Ahmadiyah itu tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang telah diakui. tidak pantas menganggap diri-nya Islam. . Dan juga dipandang dari Pancasila. Ahmadiyah jelas melanggar karena setiap umat beragama yang mempelajari agamanya dengan baik dan benar. Hal ini bertentangan dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan juga Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ini karena agama mereka telah dinodai. dia akan merasakan nikmatnya beribadah dan menjalani ajaran agama tersebut. Dan akan menjadi sakit sekali bila agamanya itu dinodai.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. . jika melaksanakannya dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas. ada beberapa saran yang perlu untuk dipertimbangkan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap nilai Pancasila. Salah satunya dengan saling menghargai antar umat beragama. Khususnya jaminan keamanan dalam melaksanakan kegiatan beribadah.2. SARAN Berdasarkan pembahasan diatas. maka dapat diambil kesimpulan yaitu : 1. 4. Dengan mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara. diperlukan adanya jaminan keamanan dan kesejahteraan setiap masyarakat yang ada di dalamnya. Pancasila adalah ideologi yang sangat baik untuk diterapkan di negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama. Untuk semakin memperkokoh rasa bangga terhadap Pancasila. 2. yaitu : 1. 2. ras dan bahasa karena Pancasila mengakui adanya pluralitas. maka perwujudan untuk menuju negara yang aman dan sejahtera pasti akan terwujud. suku. maka perlu adanya peningkatan pengamalan butir-butir Pancasila khususnya sila ke-1. 3. 3. Dalam memahami sila Ketuhanan Yang Maha Esa tak dapat dipisahkan dari keempat sila lainnya. Untuk menjadi sebuah negara Pancasila yang nyaman bagi rakyatnya.1. Ditinjau dari Pancasila Sila Ketuhanan Yang Maha Esa kasus Ahmadiyah merupakan suatu pelanggaran karena Pancasila mengajarkan kebebasan memeluk agama dan keyakinan masing-masing bukan kebebasan mengubah ajaran suatu agama yang dalam hal ini agama Islam.

Jika pengikut Ahmadiyah tetap bersikukuh dengan keyakinannya. 4. Pemerintah sebaiknya melakukan pendekatan yang persuasif untuk membawa pengikut Ahmadiyah kembali pada koridor Islam.3. . sebaiknya mereka mendirikan agama baru tanpa membawa-bawa Islam beserta atributnya untuk menghindari keresahan dan ketegangan di dalam masyarakat. Hal ini sesuai dengan butir sila Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Yogyakarta : Paradigma.com/2007/09/sila-ketuhanan-yang-maha-esa. 2003.wordpress.S. M.com/ http://lasonearth.blogspot.blog.com/makalah/makalah-pancasila-pancasila-vs-agama/ http://lets-belajar.friendster.html . http://jangkrik-muda. Pendidikan Pancasila.DAFTAR PUSTAKA Kaelan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful