P. 1
Studi Tentang Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Rsud Lasinrang Kab

Studi Tentang Kinerja Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Rsud Lasinrang Kab

|Views: 62|Likes:
Published by randhee_347
Okay tenteng studi kinerja perawat di dalam Rumah Sakit masih sangat kurang
Okay tenteng studi kinerja perawat di dalam Rumah Sakit masih sangat kurang

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: randhee_347 on Feb 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

STUDI TENTANG KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD LASINRANG KAB.

PINRANG TAHUN 2006
24 Juni 2012pertarunganhidup1 komentar

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Menjelang era pasar bebas atau dikenal AFTA (Asean Free Trade Assosiation) diperlukan kesiapan yang mantap dari semua sektor, termasuk sektor kesehatan khususnya rumah sakit. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit, diantaranya adalah akreditasi rumah sakit yang ada saat ini mulai dituntut oleh masyarakat pengguna jasa pelayanan rumah sakit (Departemen Kesehatan RI, 1990). Hal ini ditegaskan pada Garis Besar Haluan Negara GBHN (1993) yang menyatakan kualitas pelayanan harus ditingkatkan dan jangkauan serta kemampuannya diperlukan agar masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dapat menikmati pelayanan yang berkualitas dengan terus memperhatikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran secara serasi dan bertanggung jawab. Pembangunan dibidang rumah sakit bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efesiensi pelaksanaan rujukan kesehatan terpadu serta meningkatkan dan memantapkan manajemen rumah sakit merupakan pelayanan yang menyeluruh dan terpadu serta bersifat peningkatan kesehatan, pencegahan, pengendalian dan penilaian. Pada dasarnya pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan pelayanan yang menyeluruh dan terpadu, serta bersifat peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan yang ditujukan kepada semua lapisan masyarakat. Rumah sakit merupakan salah satu mata rantai didalam pemberian pelayanan kesehatan serta suatu organisasi dengan sistem terbuka dan selalu berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai suatu keseimbangan yang dinamis mempunyai fungsi utama melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan serta sebagai tempat penelitian berdasarkan surat keputusan. Dalam pemberian pelayanan kesehatan yang optimal di rumah sakit diperlukan sumber daya yang berkualitas. Dengan menggunakan sumber daya yang ada diharapkan rumah sakit dapat menghasilkan suatu out put yang maksimal berupa produk atau jasa untuk meningkatkan pelayanan. Untuk masalah-maslaah tersebut haruslah disadari bahwa keberhasilan rumah sakit antara lain disebabkan sumber daya manusia, sehingga sumber daya manusia dipandang sebagai asset rumah sakit, bahkan merupakan investasi rumah sakit apabila tenaga tersebut merupakan tenaga yang terampil. Kebehasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak terlepas dari berbagai faktor pelayanan keperawatan yang biasa disebut dengan asuhan keperawatan. Tenaga perawat yang merupakan “The caring profession” mempunyai kedudukan penting dalam menghasilkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena pelayanan yang diberikannya berdasarkan pendekatan bio-psiko-sosial-spiritual merupakan pelayanan yang unik dilaksanakan selama 24 jam dan berkesinambungan merupakan kelebihan tersendiri dibanding pelayanan lainnya (Departemen Kesehatan RI, 2001). Asuhan keperawatan di rumah sakit dilaksanakan di ruang rawat jalan serta ruang rawat inap. Asuhan keperawatan merupakan kegiatan pokok yang sering menjadi barometer tentang baik atau buruknya suatu pelayanan kesehatan di rumah sakit, hal ini disebabkan karena di ruang rawat inaplah terjadi kontak paling sering antara pasien dengan pemakai jasa dengan perawat sebaga i tenaga pelaksana dan sebagian besar pelayanan di ruang rawat inap dilakukan oleh tenaga perawat. Tuntutan dan kebutuhan asuhan keperawatan yang berkualitas di masa depan merupakan tantangan yang harus dipersiapkan secara benar-benar dan ditangani secara mendasar, terarah dan sungguh-sungguh dari rumah sakit. Tanggung jawab ini memang berat mengingat bahwa keperawatan di Indonesia masih dalam tahap awal proses professional. Asuhan keperawatan merupakan sentral dari pelayanan kesehatan sangat penting untuk ditingkatkan kualitasnya dalam menjawab keprofesian keperawatan sehingga kualitas asuhan keperawatan dalam pelayanan kesehatan dapat berkembang. Agar perawat dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien diperlukan manajemen asuhan keperawatan yang profesional dan menggunakan suatu proses berpikir yang disebut proses keperawatan yang terdiri dari tahap pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Proses keperawatan ini membutuhkan keterampilan analisa dan komunikasi yang baik. Pada proses keperawatan terutama pada tahap implementasi dari proses keperawatan seseorang perawat harus mempunyai kemampuan interpersonal, teknis dan kolaborasi dengan profesi lain. Langkah-langkah kegiatan pada proses keperawatan yang di4gambarkan oleh Gillies dan Smith mirip dengan langkah-langkah yang dilakukan pada proses manajemen dimana setiap pasien adalah unik dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda dengan demikian bila proses keperawatan dilakukan dengan baik, maka akan mengatasi sebagian masalah manajemen pada ruang rawat inap. Kualitas pelayanan keperawatan suatu rumah sakit dinilai dari kepuasan pasien yang sedang atau pernah dirawat yang merupakan ungkapan rasa lega atau senang karena harapan tentang sesuatu kebutuhan pasien terpenuhi oleh pelayanan keperawatan yang bila diuraikan berarti kepuasan terhadap kenyamanan, kecepatan, pelayanan, keramahan dan perhatian. Sementara rasa puas sendiri mempunyai nilai yang relative tergantung dari masing-masing individu (Wijono, 2003). Perawat tidak menyukai dokumentasi keperawatan secara historis meskipun kualitas dokumentasi tidak mengalami peningkatan selama bertahun-tahun tetapi kualitas informasi yang didokumentasikan belum baik. Dokumentasi keperawatan beragam, unik dan memakan waktu. Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu 35-40 menit untuk pencatatan pasien shift. Logisnya keparahan kondisi klien akan menentukan waktu pencatatan pada kenyataannya bagaimanapun perawat menghabiskan paling banyak waktunya dalam pencatatan duplikatif, pengulangan perawatan rutin dan obsrvasi sebagai akibat terlalu sering. Observasi adalah dialog spesifik yang signifikan tidak dicatat karena ketebatasan waktu.

Tujuan Penelitian 1. Bagaimana kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan pengetahuan perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang ? 2. motivasi kerja perawat. motivasi kerja.85 % motivasi cukup. Batasan Masalah Kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di rumah sakit mempengaruhi kualitas pelayanan yang diselenggarakan kepada pasien. Hal ini dikarenakan bahwa banyaknya perawat melaksanakan asuhan keperawatan memiliki pendidikan. Manfaat Penelitian 1. terdapat pasien yang mengeluhkan pelayanan yang kurang memadai baik dari segi kapasitas alat maupun tingkat keterampilan petugas dalam memberikan tindakan keperawatan pada ruang rawat inap. Tujuan Umum Mendapatkan gambaran tentang kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. Manfaat Institusi Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi penting dalam meningkatkan kualitas rumah sakit tempat penelitian. 1987). beban kerja. Manfaat Praktis Dapat menambah pengetahuan pengalaman dan cakrawala berpikir peneliti dalam melakukan penelitian selanjutnya.Lebih jauh lagi informasi signifikan mungkin terabaikan karena perawat dan dokter tidak secara teratur membuat catatan kemajuan (Eapluyito. pelaksana perawatan dengan keterampilan baik mempunyai pelaksanaan standar asuhan keperawatan baik (100 %). Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan beban kerja perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.1 %). Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.32 % pengawasan kurang. namun karena keterbatasan sumber daya dari peneliti maka hanya dibatasi pada pengetahuan perawat. 1.3 %). .3. 59. 2. Bagaimana kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang ? 3. pelatihan dan masa kerja. 50. 3. Hasil penelitian yang dilaksanakan di RSUD Ambarawa tahun 2001 menunjukkan bahwa dari 59 responden sebanyak 50. Bertitik berat pada uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul studi tentang kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.93 %). Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan pelatihan perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. Bagaimana kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan pelatihan perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang ? 1.15 % supervise cukup dengan pengetahuan yang cukup dan pelaksana perawatan yang mempunyai pelaksanaan standar asuhan keperawatan baik (55. sehingga disarankan agar mengadakan pelatihan mutu asuhan keperawatan dan mengadakan pelatihan manajemen kepala ruang sedangkan implementasinya agar lebih ditekankan pada peningkatan ketrampilan pelaksana perawatan. Banyak faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. Kinerja ini berhubungan dengan kemampuan perawat untuk melaksanakan asuhan keperawatan dalam rangka peningkatan dan perbaikan derajat kesehatan pasien. 1. beban kerja perawat. Bagaimana kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan beban kerja perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang ? 4. 30. Rumah sakit Lasinrang Kabupaten Pinrang sebagai rumah sakit tipe C Kabupaten Pinrang diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang secara menyeluruh dan memenuhi kepuasan masyarakat. Pelaksana perawatan dengan pengetahuan cukup mempunyai pelaksanaan standar asuhan keperawatan buruk (53. 2. Manfaat Ilmiah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pengalaman dan cakrawala berpikir peneliti dalam melakukan penelitian selanjutnya. Tujuan Khusus Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan pengetahuan perawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.51 keterampilan baik. Rumusan Masalah Pada penelitian ini dapat di rumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. dan pelatihan perawat. beban kerja dan pelatihan yang mendukung terciptanya kinerja mengalami masalah dalam aplikasi di lapangan berupa keterlambatan atau banyaknya proses pengisian asuhan keperawatan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pihak rumah sakit. Berdasarkan pengamatan awal di rumah sakit Umum Lasinrang. 48.2. 1.5.4. pengetahuan. pelaksana perawatan dengan motivasi cukup mempunyai pelaksanaan standar asuhan keperawatan baik (82.85 % mempunyai pengetahuan yang cukup. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan berbagai macam faktor yang mempengaruhinya yaitu tingkat pendidikan. Perawat merupakan salah satu penentu pelayanan yang berkualitas tersebut dimana dengan kinerja yang cukup merupakan modal dasar terhadap penyelenggaraan pelayanan yang berkualitas.

Kepala Sub.1 Keadaan Umum Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang berdiri sejak tahun 1961 dengan kapasitas sesuai kebutuhan saat itu. 6.3 Struktur Organisasi Berdasarkan Peraturan Daerah. Fungsi : 1. Sejalan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan sehingga dilakukan pembangunan secara bertahap dengan luas tanah 30.Dokter Ahli Penyakit Dalam 1 orang d.75 M. 2. Menyelenggarakan Pelayanan Penunjang medis dan non medis. Menyelenggarakan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan. S1 Keperawatan 57 orang b.BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 2. pemulihan yang dilaksanakan secara terpadu dalam rangka pelaksanaan meningkatkan pelayanan kesehatan serta pencegahan penyakit dan melakukan upaya rujukan daerah kabupaten Pinrang. Menyelenggarakan Administrasi Umum dan Keuangan 2. Tenaga Paramedis Keperawatan a.Tenaga Paramedis Non Keperawatan a. 543/Menkes/Sk/VI/1996 dan struktur organisasi dan tata kerja telah dilaksanakan berdasarkan PERDA No. Perawat Bidan 23 orang f.Tenaga Medik a. Dokter Ahli Bedah 1 orang c. Menyelenggarakan Pendidikan dan latihan. Kepala Bidang : 3 orang 4. Dalam hal pelayanan rujukan kesehatan Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang melayani rujukan dari 12 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit Swasta di wilayah kabupaten Pinrang. Dokter Ahli Kandungan 1 orang f. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan. 2. Dokter Gigi 2 orang 2. pemulihan yang dilaksanakan secara serasi. Menyelenggarakan Pelayanan Rujukan. Sekretaris : 1 orang 3. Kabupaten Pinrang No. FKM 10 orang . Bagian : 2 orang 5.006 M dan luas bangunannya 3. 2. 4.2 Tugas Pokok dan Fungsi 1. 1 tahun 1997.Dokter Ahli Mata 1 orang e. AKBID 7 orang d.4 Ketenagaan Ketenagaan di rumah sakit merupakan modal utama terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas. SPK 24 orang e. 1 tahun 1997 maka struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Lasinrang terdiri atas : 1. Perawat Gigi 6 orang g. Direktur : 1 orang 2. Kepala Sub. Ketenagaan yang dimiliki oleh Rumah Sakit Lasinrang Pinrang berjumlah 313 orang yang dibedakan atas : 1. Menyelenggarakan Pelayanan medis. 3. Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang adalah rumah sakit kelas C sesuai keputusan menteri kesehatan RI No. Pembantu Perawat 4 orang 3.Dokter Umum 9 orang b.934. 7. Tugas Pokok Melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan. 5. terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan. AKPER 35 orang c. Rumah Sakit Umum Lasinrang Pinrang adalah unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kabupaten Pinrang yang secara teknis fungsional bertanggung jawab kepada dinas kesehatan dan teknis operasional bertanggung jawab kepada kepala daerah yang mempunyai tugas melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan. Apoteker3 orang b. Bidang : 6 orang 2.

Pekarya Kesehatan 9 orang n.AKFIS 6 orang e. SMEA e. Akademi Rekam Medik 4 orang k.Tenaga Komputer 4 orang g.c. Tenaga Non Medis a. AIGI3 orang g. SMA 13 orang d.Lain-lain 38 orang . ATRO 4 orang f. SPPH 3 orang l.S1 Adm & Lainnya9 orang b. SMP1 orang h.D1 Informatika2 orang c. AKFAR 5 orang h. APK/AKL 5 orang j. Analis Kesehatan 7 orang 4. SMF 7 orang m. Perawat Anastesi 3 orang d. ATEM 3 orang i.STM2 orang f.

1 Tinjauan Tentang Kinerja Kinerja adalah penampilan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu unit pelayanan. Asuhan keperawatan adalah cerminan kinerja perawat. emosional dan spiritual pasien.3. peran atau tingkah laku seorang perawat adalah : . Perawat harus mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan Asuhan Keperawatan.3 Tinjauan Tentang Perawat Tenaga perawat adalah tenaga kesehatan yang berijazah keperawatan yang diberi tugas secara penuh oleh pejabat yang berwenang. . . Hubungan antar individu dan kelompok dalam organisasi menghasilkan suatu harapan terhadap prilaku kerja. tenaga kesling.BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3. Tujuan ini akan memberikan arah dan mempengaruhi bagaimana seharusnya prilaku kerja yang diharapkan organisasi terhadap setiap personil. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja suatu tim.sebagai pelaksana pelayanan kesehatan . Deskripsi dari kinerja menyangkut tiga komponen penting yaitu : tujuan.2 Tinjauan Tentang Tenaga Kesehatan Menurut PP no. bahwa tenaga kesehatan adalah orang yang tergolong ke dalam 2 hal yaitu : 3.4 Tinjauan Tentang Asuhan Keperawatan Asuhan Keperawatan adalah faktor penting dalam survival pasien dan dalam aspek-aspek pemeliharaan. Sedangkan kinerja organisasi merupakan hasil dari interaksi yang kompleks dan kinerja sejumlah individu dalam organisasi. perencanaan dan evaluasi yang didasarkan pada metode ilmiah pengamatan. . Penampilan suatu hasil karya tidak terbatas kepada personel yang memangku jabatan fungsional maupun structural tetapi juga kepada seluruh jajaran personil di dalam suatu organisasi. 2000) : . untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan pada unit kesehatan pelayanan lainnya. tenaga gizi dan epidemiologi. 3. peran perawat adalah tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang dengan kedudukan dalam suatu system. 3.3.Membuat pengamatan yang tepat tentang situasi dan kondisi fisik.Menyeleksi. Proses keperawatan ini diperkenalkan pada tahun 1950-an sebagai proses yang terdiri atas 3 tahap: pengkajian. Pengkajian Adalah pendekatan sistematis untuk meningkatkan data dan menganalisanya sehingga dapat diketahui kebutuhan perawatan bagi . Tenaga professional adalah sumber daya terbaik suatu organisasi sehingga evaluasi kinerja menjadi salah satu variable yang penting bagi efektifitas organisasi.sebagai peneliti dan pengembangan ilmu pengetahuan (Depkes RI. ukuran dan penilaian.2 Fungsi Perawat Menurut WHO 1956. Untuk itu kuantitatif dan kualitatif standar kinerja untuk setiap tugas dan jabatan perawat memegang peranan penting. pengumpulan data dan penganalisaan temuan.1 Peran dan Fungsi Perawat Berdasarkan SK Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara No 94/MEMPEN/1998 tanggal 4 November 1986.Melakukan pekerjaan penyuluhan kesehatan terhadap pasien dan keluarganya di rumah. 2001) 3. melatih dan memberi tuntutan kepada para petugas pembantu yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan bagian perawatan di Rumah Sakit atau dinas kesehatan umum. di Rumah Sakit atau di pabrik. perawat dan bidan.2. Kajian selama bertahun-tahun penggunaan dan perbaikan telah mengarahkan perawat pada pengembangan proses keperawatan menjadi 5 langkah yang kongkrit yaitu : 1.memahami motivasi pasien menjalani rehabilitasi . 1996) 3.2 Tenaga Non Paramedis Adalah tenaga dengan memiliki latar belakang pendidikan kesehatan dengan basic kesehatan non paramedis seperti : tenaga administrasi kesehatan. . 3.sebagai pengelola dalam bidang pelayanan keperawatan dan institusi keperawatan . serta perlengkapan yang dibutuhkan agar penyelenggara pelayanan kesehatan berhasil.2.sebagai penyuluh tenaga kesehatan .1 Tenaga Paramedis Adalah tenaga dengan memiliki latar belakang medis seperti: dokter. Didalam suatu organisasi sejumlah orang harus memainkan peranan sebagai pengikat.Ikut serta para anggota lain dalam kesehatan menganalisa kebutuhan kesehatan. profesi keperawatan telah mengidentifikasi proses pemecahan masalah yang menggabungkan elemen yang paling diinginkan dari seni keperawatan dengan elemen yang paling relevan dari system teori. Proses evaluasi kinerja bagi professional menjadi bagian terpenting dalam upaya manajemen untuk meningkatkan kinerja organisasi. Walaupun demikian penentuan tujuan saja tidaklah cukup sebab itu dibutuhkan ukuran apakah seorang pekerja telah mencapai kinerja yang baik untuk setiap beban tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. rehabilitatif dan preventif perawatan kesehatan. Dalam organisasi sangatlah penting untuk memiliki instrument untuk meningkatkan kinerja yang efektif. pengukuran. dengan menggunakan metode ilmiah. menetapkan kebutuhan pelayanan dan merencanakan konstruksi fasilitas kesehatan. 3. Untuk sampai pada hal ini. (Azrul Aswar.memberikan pelayanan kesehatan yang terampil kepada orang sakit yang tidak mampu sesuai dengan kebutuhan fisik. 32 tentang tenaga kesehatan. di Rumah Sakit atau di pabrik. serta emosional yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan dan meneruskan pengamatan inti kepada anggota lainnya dalam tim kesehatan yang bertanggung jawab terhadap situasi khusus ini. Penentuan tujuan dari setiap unit organisasi merupakan strategi yang baik untuk meningkatkan kinerja. perawat berfungsi (Aditama.

1 Tahu (Know) Dimana seseorang hanya mampu menjelaskan secara garis besar apa yang telah dipelajarinya.Tujuan dari perencanaan adalah : a.4 Analisis (Analysis) Seseorang telah mampu menganalisa hubungan antar satu bagian dengan yang lainnya dan mampu menguasai maupun bentuk struktural dari apa yang dipelajarinya. Bernard Berebson dan Gary A.5. yang dapat diartikan sebagai kondisi internal. b. 1997). Implementasi Adalah pelaksanaan rencana keperawatan yang meliputi persiapan.5. drives dan the like. 1995). Evaluasi Adalah tahap akhir kegiatan. Ia dapat menerangkan kembali secara mendasar ilmu pengetahuan yang telah dipelajarinya. Steiner mendefenisikan motivasi sebagai All those inner striving conditions variously described as wishes. Banyak perawat atau petugas kesehatan terlihat mempersoalkan beban kerja terhadap apa yang akan dikerjakan dalam bidangnya (Sugiyono. kejiwaan dan mental manusia seperti aneka keinginan. 3. 3. Hal ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi personel perawat yang memiliki potensi besar untuk berkembang di masa depan. 3. 3. Perencanaan Adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan klien. Merumuskan tujuan keperawatan yang akan ditetapkan 3. Oleh karena itu mengamati motivasi kerja setiap personel perawat dilaksanakan secara terus menerus. 1996) : 3. 5. Secara rinci untuk mengukur pengetahuan seseorang Bloom mengemukakan cognitive domain terdiri dari enam tingkat (Rusli Ngatimin. Motivasi sering juga dikaitkan dengan semangat atau etos kerja dalam sebuah perbendarahaan kata (Ilyas.5. Menetapkan urutan prioritas masalah 2. kebutuhan. 1997). 3. Manusia akan menjadi tau jika ingin mengetahui sebuah kejadian di setiap apa yang dilihat tanpa adanya bantuan atau dengan bantuan orang lain (Ilyas. 3. Pengetahuan perawat yaitu kemampuan suatu perawat dalam mengaplikasikan ilmunya dalm tugasnya sebagai petugas pelayanan kesehatan. Perumusan Diagnosa Keperawatan Adalah keputusan atau kesimpulan yang terjadi akibat hasil dari pengkajian keperawatan berupa pernyataan gangguan status kesehatan klien baik actual maupun potensial yang mana hasil dari pengkajian keperawatan dan membutuhkan intervensi dari bidang keperawatan.3 Penerapan (Aplication) Seseorang telah ada kemapuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajarinya untuk sesuatu situasi yang baru dan nyata. Menentukan rencana tindakan keperawatan 4. karena motivasi merupakan hal yang tidak bisa diukur dengan melihat hasil kerja tapi ketika hasil kerja itu mengalami peningkatan (Azwar. 1999). 3. dorongan dan kesukaan yang mendukung individu untuk berprilaku kerja untuk mencapai kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan (Noer Bahry Noor. 3. pelaksanaan instruksi keperawatan dan pasca pelaksanaan. Pada hakekatnya kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu pekerjaan disamping beban yang lainnya sangat erat atau mempengaruhi aktivitas kerja terutama bila beban yang dipikulnya berlangsung lama akan menurunkan semangat kerja atau kegairahan dalam bekerja (Safitri. Meningkatkan keseimbangan asuhan keperawatan Langkah-langkah penyusunan : 1.5 Sintesis (Syntehesis) Pada tingkat ini disamping kemampuan untuk menganalisa juga mampu untuk menyusun kembali baik ke bentuk semula maupun ke bentuk yang lain. Kadang motivasi sangat sulit untuk ditingkatkan tanpa adanya perlakuan yang serius pada diri dari pelaku tersebut. harapan.5. Telah ada kemampuan untuk mengetahui secara menyeluruh dari semua bahan yang telah dipelajarinya juga kemampuan untuk mengevaluasi sesuatu dengan kriteria yang telah ditentukan.2 Perbandingan Menyeluruh (Comprehensive) Pada tingkat seseorang berada pada tingkat pengetahuan dasar.6 Evaluasi (Evaluation) Pada tingkat ini merupakan tingkat pengetahuan tertinggi. Memotivasi personel perawat rumah sakit harus dilakukan sejak dini untuk menjaga semagat kerja yang dapat menurun akibat kegiatan rutin dan monoton. Tujuan pengkajian adalah untuk memberikan suatu gambaran yang terus menerus menangani kesehatan klien yang memungkinkan tim keperawatan merencanakan asuhan keperawatan pada klien secara perorangan. Pengetahuan perawat merupakan faktor utama mempengaruhi prilaku dan kinerja perawat (Notoadmojo. 3.6 Tinjauan Tentang Motivasi Perawat Motivasi adalah proses kejiwaan yang mendasar terdiri dari kebutuhan-kebutuhan. desire need. klasifikasi data dan analisa data 2. Sebagai alat komunikasi antar teman sejawat dan tenaga kesehatan lain. . dorongan-dorongan dan tujuan.5. 1999). 2000). 1996).5.7 Tinjauan Tentang Beban Kerja Perawat Beban kerja adalah suatu kegiatan yang diberikan kepada seseorang agar melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu dengan harapan akan mendapat imbalan atau jasa. Pada tahap ini perawat menilai hasil dari tindakan yang telah dilakukan dan sejauh mana tujuan telah dicapai.5 Tinjauan tentang Pengetahuan Perawat Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek atau peristiwa tertentu.klien. Langkah-langkah pengkajian adalah sebagai berikut : pengumpulan data.

Biasanya sasarannya adalah seseorang atau sekelompok orang yang sudah bekerja pada suatu organisasi yang efektif dan produktivitas kerjanya dirasakan perlu dan dapat ditingkatkan secara terarah. keterampilan. . Pelatihan disini adalah suatu proses mengembangkan kinerja perawat baik dalam bidang pengetahuan. Pelatihan merupakan suatu upaya sistimatis untuk mengembangkan sumber daya manusia baik perorangan dan juga kemampuan keorganisasian yang diperlukan untuk mengurus tugas-tugas keadaan sekarang juga untuk memasuki masa depan.8 Tinjauan Tentang Pelatihan Perawat Pelatihan adalah proses belajar mengajar dengan menggunakan teknik dan metode menyeluruh. Untuk mempertinggi mutu perawat baik pengetahuan keterampilan bakat maupun mentalnya kepada para perawat perlu diberikan berbagai macam latihan dan pelatihan. 3. keahlian maupun sikap dan tingkah laku perawat.Sehubungan dengan produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil kerja berupa barang/jasa dengan sumber-sumber atau tenaga yang dipakai dalam proses produksi itu. Lebih lanjut lagi dapat diuraikan bahwa secara konsepsional dapat dikatakan bahwa pelatihan dimaksudkan disini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja seseorang atau sekelompok orang.

5.3.3 Motivasi Kerja Motivasi kerja perawat adalah sesuatu hal yang berasal dari internal perawat yang menimbulkan dorongan atau semangat untuk melaksanakan aktivitas keperawatan.5% dari total skor pertanyaan.4.5% dari total skor pertanyaan 4.5% dari total skor pertanyaan 4. Keterlibatan petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang terhadap pasien rawat inap diharapkan mempunyai hubungan interaktif.3. Cukup : apabila jawaban responden ≥ nilai median 62. 5. Kurang : apabila jawaban responden < nilai median 62. 5.5% dari total skor pertanyaan.5% dari total skor pertanyaan 4. beban kerja dan pelatihan yang telah diperoleh di rumah sakit.5% dari total skor pertanyaan BAB V METODE PENELITIAN 5. Terlaksananya asuhan keperawatan pada unit rawat inap suatu rumah sakit sangat bergantung dari interaksi beberapa factorfaktoryaitu manajemen.1 Kinerja Kinerja adalah penampilan hasil kerja perawat baik kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan asuhan keperawatan. kebijaksanaan oragnisasi dan lain-lain. Ruang Asoka (Bangsal Nifas) dan bagian pelayanan Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. sikap dan prilaku perawat. maka dengan mengacu pada proses manajerial pemberian asuhan keperawatan dapat disebutkan bahwa kualitas asuhan keperawatan merupakan salah satu out put dari penerapan asuhan keperawatan yang dinilai melalui kepuasan pasien. Ruang Melati (Bedah).2 Pengetahuan Pengetahuan adalah kemampuan perawat untuk mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan keperawatan sebagai profesi di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. Kurang : apabila jawaban responden < nilai median 62.4 Beban Kerja Beban kerja adalah tanggapan perawat terhadap lamanya dan beratnya pekerjaan serta banyaknya tugas yang diberikan dalam membuat asuhan keperawatan. Cukup : apabila jawaban responden ≥ nilai median 62.3. 4. Sebab peranan rumah sakit sebagai tempat terakhir seseorang mendapatkan perawatan secara intensif setelah mendapat pelayanan pengobatan di puskesmas atau di tempat praktek swasta lainnya.BAB IV KERANGKA KONSEP 4. keluarga dan masyarakat atas asuhan keperawatan yang menyangkut aspek keterampilan perawat. motivasi kerja. Cukup : apabila jawaban responden ≥ nilai median 62.5 Pengolahan Data . Cukup : apabila jawaban responden ≥ nilai median 62.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Observasional dengan menggunakan pendekatan deskriptif yaitu gambaran tentang kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap.2 Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan bulan Juli – Agustus 2006.3 Definisi Operasional dan Kriteria Objektif 4. Kurang : apabila jawaban responden < nilai median 62.5% dari total skor pertanyaan 4. 5.1 Data Primer Data yang di kumpulkan dari responden dengan cara wawancara langsung dan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu.2 Data Sekunder Diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian.2.2.3.3 Populasi dan Sampel 5.3. Kurang : apabila jawaban responden < nilai median 62.1 Populasi Dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang jumlahnya 88 orang (honor maupun PNS) di ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang. serta dengan cara observasi pelaksanaan asuhan keperawatan dan audit dokumentasi keperawatan.5% dari total skor pertanyaan. 5. Kinerja perawat diukur berdasarkan pengetahuan. Kurang : apabila jawaban responden < nilai median 62. 5.3.3. motivasi kerja petugas. Cukup : apabila jawaban responden ≥ nilai median 62. 5.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang. peralatan. pelatihan-pelatihan. Data sekunder dikumpulkan dengan menghubungi unit-unit atau bagian yang dianggap mempunyai hubungan dengan penelitian ini yaitu : Ruang Cempaka (Perawatan Dalam).5% dari total skor pertanyaan. Ruang Anggrek (Vip Room).2 Sampel Cara pengambilan sample dalam penelitian ini adalah Exhausive Sampling atau Sampel Jenuh adalah metode pengambilan sampel dengan menjadikan seluruh populasi menjadi sampel penelitian yaitu perawat pada ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Lasinrang Kabupaten Pinrang.4.2 Lokasi Dan Waktu Penelitian 5.1 Dasar Pemikiran Untuk menjawab pertanyaan penelitian dan agar tujuan penelitian tercapai berdasarkan tinjauan pustaka.5 Pelatihan Pelatihan adalah proses belajar mengajar tambahan yang dilakukan oleh seseorang berupa pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan intelektual serta keterampilan perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan.4 Pengumpulan Data 5.5% dari total skor pertanyaan.

Pada tahap ini data yang sudah diolah dengan komputer disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang.2 Pengkodean dimaksudkan untuk menyingkat data yang diperoleh agar memudahkan mengolah dan manganalisis data dengan memberikan kode – kode dalam bentuk angka.5.6 Penyajian Data Data yang telah diolah kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang antara variabel penelitian disertai penjelasan.1 Tahap editing dilakukan dengan tujuan agar data yang diperoleh merupakan informasi yang benar.4 Tabulasi. . 5. Pada tahap ini dilakukan dengan memperhatikan kelengkapan jawaban dan jelas tidaknya jawabannya.5. 5.5.3 Pembuatan/pemindahan hasil koding kuesioner ke daftar koding (master tabel) 5.Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan menggunakan komputer program Microsoft Excel 2003 dan SPSS for Windows versi 12. 5.0. Adapun langkah – langkah pengolahan data dilakukan sebagai berikut : 5.5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->