Alat Pencabutan Gigi Molar Satu Bawah Permanen 1. Elevator a.

Desain Elevator Elevator didesain dalam dua desain yaitu elevator lurus dan elevator bengkok. Elevator yang lebih banyak digunakan dalam proses ekstraksi gigi adalah elevator lurus. Sedangkan Elevator bengkok sering digunakan untuk gigi yang tidak erupsi atau impaksi atau fragmen akar. Pada kasus pencabutan gigi M1 bawah permanen digunakan elevator lurus yang berfungsi untuk mengetes anastesi, untuk memisahkan perlekatan epitel dan mengawali dilatasi atau ekspansi alveolus.

Straight Bein Elevator Pola desain elevator lurus terdiri dari bilah, tangkai dan pegangan paralel dimana bilah dari elevator lurus adalah cembung/cekung dengan ujung tajam. Sedangkan bilah dari ujung sampai ke tangkai merupakan dataran miring. Bilah ini mempunyai lebar bervariasi yaitu 2-3,5 mm atau 4 mm. Bidang miring dari bilah memberi keuntungan mekanis yaitu bila dikombinasikan dengan ujung yang tajam memungkinkan insersinya ke celah periodontal. Apabila bilah digunakan sejajar dengan permukaan akar gigi yang dicabut dan ujung bilah ditekankan ke apical, maka ligamentum periodontium akan putus dan alveolus terdilatasi. Pegangan elevator standar didesain membentuk buah pir yang besar, bisa digunakan dengan pegangan jari atau telapak tangan. Pegangan telapak tangan digunakan untuk menghantarkan tekanan yang besar sedangkan pegangan jari digunakan untuk aplikasi yang sensitive. Pegangan crossbar

Elevator diorientasikan dengan konkavitas bilah menghadap gigi yang akan dicabut. memungkinkan digunakannya tekanan rotasi. Penggunaan Elevator • Tekanan terkontrol Dasar-dasar pemakaian elevator yang efektif dan aman adalah tekanan yang terkontrol karena tekanan yang berlebihan dapat mengakibatkan permanent cedera pada dengan gigi di dekatnya yang dan sama jaringan seperti pendukungnya. Elevator untuk pencabutan molar satu bawah digunakan pegangan menggunakan tang yaitu sling grasp. Pegangan mandibular sling grasp ini membantu meretraksi pipi dan menyisihkan lidah. digunakan pegangan jari. memberi dukungan pada mandibula dan melindungi persendian temporomandibula. paralel dengan permukaan akar (aplikasi paralel) untuk menghantarkan tekanan yang terkontrol. pegangan diletakkan dalam telapak tangan. Ukurannya berkisar dari besar (7-8 cm) dan sedang (4-5cm). • Aplikasi Paralel Elevator lurus diinsersikan pada region mesio-gingivo interproksimal. Pada waktu mengetes anastesi dan mengetes kegoyahan gigi. di bukit tangan.diorientasikan tegak lurus dengan tangakai. kemudian . Untuk menekan tang agar mendilatasi alveolus. b.

Elevator dirotasikan searah jarum jam untuk rahang bawah kanan (kearah oklusal) serta berlawanan arah jarum jam untuk rahang bawah kiri (ke oklusal). aplikasi vertical hanya dicadangkan untuk pencabutan molar ketiga yang tertentu saja atau apabila gigi yang di dekatnya juga akan dicabut. • Aplikasi vertical Pada metode ini bilah diinsersikan ke dalam celah interproksimal mesial pada dataran yang vertical terhadap gigi yang akan dicabut. . untuk menggunakan gigi yang tidak hendak dicabut sebagai tumpuan. Selain itu. dapat titik Tekanan dilakukan pada tumpu linggir tulang interproksimal. Alat ini ditumpukan pada linggir alveolar dengan konkavitas menghadap ke distal (kearah gigi yang akan dicabut). Untuk mendapatkan dorongan dan ungkitan. Tekanan yang dihasilkan cenderung menggerakkan gigi kearah distal-oklusal. menjauhi dataran oklusal.elevator ditekan kearah apical ke dalam celah periodontal. Karena tekanan resultan dan risiko dari bertumpu pada gigi di dekatnya. Tidak pegangan dianjurkan digerakkan dari posterior ke anterior. tekanan ungkitan dapat dilakukan dengan jalan menekankan pegangan kearah gingival. Bersamaan dengan itu instrument dirotasikan searah jarum jam (ke bukal) pada daerah kiri rahang berlawanan rahang ungkitan dengan bawah dengan serta arah jarum jam untuk bagian kanan bawah. sementara bilah mengait permukaan akar gigi.

.

.

Pegangan bisa horizontal dan vertikal. Tang horizontal dimodifikasi dengan pegangan lurus atau melengkung dan kadang diperlengkapi dengan suatu ring pada salah satu sisi pegangan. Tang sebaiknya sering diperiksa kalau ada kegempilan atau tumpul pada ujungnya. Desain yang umum dari tang dilengkapi dengan pegangan. Paruh yang simetris adalah yang universal yaitu tang yang bisa digunakan untuk mencabut gigi kanan ataupun gigi kiri pada suatu rahang (hanya RA/RB).2. Klasifikasi tang yang pertama didasarkan pada kesimetrisan paruh. Tang a. (1) bibir tak akan terjepit pada waktu tang dikatupkan dan (2) pegangan tang bisa bergerak bebas (tidak macet). Ketajaman ujung tang merupakan indikator yang baik untuk menilai manfaat dan pemeliharaan tang. kebanyakan paruh tang adalah cembung/ cekung dengan bagian yang kuat di dapat dari permukaan paruh yang besar. Tang horizontal tersedia untuk rahang bawah dan rahang atas sedangkan desain vertikal hanya untuk rahang bawah saja. Desain tang Pencabutan dengan tang mempunyai satu tujuan yaitu: menghantarkan tekanan terkontrol pada gigi sehingga mengakibatkan dilatasi alveolus dan luksasi. yang mencekeran sementum dan bukan melalui perantaraan fiksasi linear yang tidak stabil dari ujung potongnya saja. engsel dan paruh. Lebar paruh yang lebih lebar digunakan untuk gigi molar. Angulasi paruh terhadap pegangan menunjukkan fungsinya. yang mempunyai sudut hampir 90 derajat terhadap pegangan digunakan untuk rahang bawah. Paruh merupakan bagian kerja dari tang dibuat dengan berbagai macam desain. serta pencabutan. . Pada potongan melintang. Ada dua persyaratan pokok untuk engsel dari berbagai macam tang. tang dapat dipertajam seperlunya. Ujung potong tang dimaksudkan untuk memungkinkan memisahkan perlekatan gingiva dan menambah adaptasi akar dari tang.

Tang ini digunakan dengan tekanan menutup yang kuat dan kontinu yang dikombinasikan dengan tekanan ke arah bukal dan lingual. Tang dipegang dekat ujung pegangan menjauhi paruh tang. Memegang jauh dari ujung pegangan kan mengurangi keuntungan mekanis dan sebaiknya di hindarkan. Ujung tersebut apabila dikembinasikan dengan peruh yang lebar akan memberikan adaptasi. c.b. Tekanan mencengkeram ke apikal dipertahankan selama proses pencabutan. Pada kebanyakan kasus. disebut sindrom white knuckle. yang didesain untuk beradaptasi dengan baik di bifurkasi gigi molar. karena mempertahankan daptasi adalah sangat penting bagi keberhasilan aplikasi awal yang merupakan kondisi yang diharapkan karena dengan demikan terjadi dilatasi alveolus. Paruhnnya simetris dan berbentuk seperti tanduk konus. tang ini diaplikasikan pada gigi dengan paruh paralel terhadap sumbu panjang gigi. Adaptasi dicapai dengan menempatkan paruh yang lingual dulu . Jenis Tang untuk Molar Satu Rahang Bawah • Tang #17 didesain untuk pencabutan gigi molar rahang bawah. Jika mahkota bukal atau permukaan akar rusak maka paruh bukan diaplikasikan pertama. Penggunaan Tang Dalam penggunaan tang. grasp dan posisi pasien yang benar. pinch grasp untuk rahang bawah. kemudian tang ditutup dan ditekan ke apikal. Persepsi taktil dari tekanan diaplikasikan dan hasil yang diperoleh dapat berkurang karena cara memegang tang yang terlampau kuat. Paruhnya simetris dengan tonjolan bagian tengah atau ujung pada masingmasing paruh . yang ditujukan agar mencengkeram bifurkasi atau groove akar bukal atau lingual. molar yang lebih baik (permukaan lebih luas) dibandingkan dengan tang #151. Penghantaran tekanan yang terkontrol tegantung pada posisi operator penggunaan tangan dan lengan. . Tang lain yang sering digunakan untuk rahang bawah #23 (cow horn). Tekanan yang terkontrol dan besar akan dihantarkan dengan aman apabila persyaratan tersebut dpenuhi.

.

tang mandibula mempunyai paruh yang hamper membentuk sudut 900 dengan pegangan.• Tang #151. Tang #151 . Tang #151 dulu didesain untuk gigi premolar bawah tetapi mellaui pengalaman. bentuk universal ini (bisa untuk kanan atau kiri) menjadi murni digunakan untuk pencabutan gigi bawah termasuk seluruh molar bawah.