ASUHAN KEBIDANAN PADA MASA NIFAS

1. 1.

Pengantar

Modul ini berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas” yang merupakan kompetensi bidan yang ke 6 dengan pernyataan kompetensi; Bidan memberikan Asuhan pada ibu Nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhada budaya setempat.Yang menjadi fokus pembahasan adalah mengenai: (1) Konsep dasar nifas, (2) Kebutuhan dasar pada masa nifas (3) Menjelaskan konsep dasar masa nifas, (4). proses laktasi dan menyusui, (5). Menjelaskan tentang respon orang tua terhadap BBL, (6). Menjelaskan perubahan fisiologis, (7). Menjelaskan proses adaptasi, (8). Menjelaskan kebutuhan dasar ibu nifas, (9). Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas, (10). Menjelaskan program tindak lanjut asuhan nifas di rumah, (11) Menjelaskan cara mendeteksi dini komplikasi pada masa nifas dan penanganannya, (12). Melakukan pendokumentasian asuhan nifas. Mempelajari modul ini diharapkan Anda sebagai mahasiswa memiliki pemahaman tentang Asuhan Kebidanan pada masa nifas. Modul ini direncanakan dapat Anda pelajari sebelum kegiatan pembelajaran secara tatap muka dimulai. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan pemanfaatan waktu pembelajaran secara tatap muka untuk (1) mendiskusikan materi pembelajaran yang belum sepenuhnya Anda pahami, (2) mendapatkan penjelasan tambahan, dan (3) melakukan praktik asuhan masa nifas Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari modul ini adalah sekitar 8 x 120 menit. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk praktik asuhan kebidanan pada masa nifas dan pembimbingan adalah sekitar 8 x 240 menit. Oleh karena itu, Anda diharapkan membuat catatancatatan mengenai hal-hal yang perlu didiskusikan selama kegiatan pembelajaran secara tatap muka dilaksanakan. Akhirnya, selamat belajar dan semoga SUKSES!

Asuhan Kebidanan pada masa nifas dan Pembimbingan. Dengan mempelajari modul ini diharapkan Anda sebagai mahasiswa memiliki pemahaman tentang asuhan masa nifas dan termotivasi secara optimal untuk mengembangkan kemampuan Anda memberi asuhan masa nifas.

Modul ini direncanakan supaya Anda dapat pelajari sebelum kegiatan pembelajaran secara tatap muka dimulai. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan pemanfaatan waktu pembelajaran secara tatap muka untuk (1) mendiskusikan materi pembelajaran yang belum sepenuhnya Anda pahami, (2) mendapatkan penjelasan tambahan, dan (3) melakukan praktek asuhan kebidanan pada ibu nifas. Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari modul ini adalah sekitar 8 x 120 menit. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk praktik memberi asuhan kebidanan masa nifas dan pembimbingan adalah sekitar 16 x 120 menit. Oleh karena itu, Anda diharapkan membuat catatan-catatan mengenai hal-hal yang perlu didiskusikan selama kegiatan pembelajaran secara tatap muka dilaksanakan. Akhirnya, selamat belajar dan semoga SUKSES!

1. 2.

Tujuan

Tujuan Umum Setelah mempelajar kegiatan belajar satu ini: Mahasiswa mampu memberikan Asuhan pada ibu Nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhada budaya setempa. Tujuan Khusus Setelah nifas Mempelajari kegiatan belajar satu ini mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan konsep dasar, 2. Menjelaskan proses laktasi dan menyusui, 3. Menjelaskan tentang respon orang tua terhadap BBL,

4. 5. 6. 7. 8. 9.

Menjelaskan perubahan fisiologis Menjelaskan proses adaptasi, Menjelaskan kebutuhan dasar ibu nifas Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas, Menjelaskan program tindak lanjut asuhan nifas di rumah, Menjelaskan cara mendeteksi dini komplikasi pada masa nifas dan penanganannya 10. Melakukan pendokumentasian asuhan kebidanan masa nifas

1. 3.

Manfaat mempelajari modul ini

Sebagai mahasiswa kebidanan mengenai asuhan kebidanan pada ibu nifas dan dengan Pengembang Teknologi Pembelajaran, manfaat yang Anda peroleh setelah selesai mempelajari modul ini dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara tatap muka adalah bertambahnya pengetahuan dan kemampuan/keterampilan Anda di bidang asuhan kebidanan pada masa nifas.

4.

Petunjuk Umum Belajar

Sebagai mahasiswa, Anda haruslah mempelajari Modul ini secara bertahap, yaitu dimulai dari materi pembelajaran yang disajikan pada Kegiatan Belajar-1. Setelah selesai mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-1 dan mengerjakan soal-soal latihannya serta telah benar-benar yakin memahaminya, barulah Anda diperkenankan untuk mempelajari materi pembelajaran yang disajikan pada Kegiatan Belajar-2.

Sebelum melanjutkan kegiatan belajar untuk mempelajari materi pembelajaran pada Kegiatan Belajar-3, Anda haruslah benar-benar telah memahami seluruh atau sebagian besar materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2. Di samping itu, Anda juga

dituntut untuk setidak-tidaknya berhasil menyelesaikan sebagian besar soal-soal latihannya dengan benar.

Keadaan yang sama juga diberlakukan dalam mempelajari materi pembelajaran yang disajikan pada Kegiatan Belajar-3. Begitu setrusnya sampai kegiatan belajar ke 8 Anda haruslah benar-benar memahami seluruh atau sebagian besar materi pembelajaran pada Kegiatan Belajar-8 beserta soal-soal latihannya sebelum meminta kesempatan atau waktu kepada koordinator mata kuliah untuk mengerjakan soal-soal atau Tes Akhir Modul (TAM).

Di dalam modul ini tersedia beberapa soal latihan dan hendaknya semua soal latihan ini Anda kerjakan. Dengan mengerjakan semua soal latihan yang ada diharapkan Anda akan dapat menilai sendiri tingkat penguasaan atau pemahaman Anda terhadap materi pembelajaran yang terdapat di dalam modul ini. Keuntungan lainnya dari mengerjakan soal-soal latihan adalah bahwa Anda dapat mengetahui bagian-bagian mana dari materi pembelajaran yang telah Anda pelajari yang masih belum sepenuhnya Anda pahami.

Sebagai mahasiswa, Anda akan mendapat kesempatan pada kegiatan belajar secara tatap muka untuk membahas materi pembelajaran yang kemungkinan belum berhasil Anda pahami selama belajar mandiri. Selama kegiatan belajar secara tatap muka, dosen mata kuliah akan lebih cenderung bertindak sebagai fasilitator. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran secara tatap muka dapat dilakukan dengan cara membahas masing-masing materi pokok atau berdasarkan materi pembelajaran yang masih belum Anda pahami atau sulit Anda pahami. Terbuka juga kemungkinan bagi Anda sebagai mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kecil dalam mendiskusikan materi pokok yang diuraikan di dalam modul ini.

perawatan buah dada. Menjelaskan pengertian masa nifas 2. alat tulisnya. Konsep dasar nifas Tujuan(sub kompetensi/Indikator) Setelah mengikuti proses pembelajaran mahasiswa diharapkan mampu: 1. Jika tidak ada pembentukan kelompok. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka. Uraian Materi Kegiatan pembelajaran 1. Anda dapat merumuskan sendiri kesimpulan atau merumuskan secara bersama-sama dengan seksama teman-teman atau dapat juga meminta bimbingan dari para dosen. maka pada akhir pembahasan masing-masing materi pokok. porsi waktu untuk kegiatan praktik asuhan kebidanan pada masa nifas secara individual dapat lebih diperbanyak. laptop/PC.Hasil diskusi kelompok disajikan oleh setiap kelompok guna mendapatkan tanggapan dari kelompok-kelompok lainnya. pada akhir kegiatan pembelajaran secara tatap muka. seperti perawatan perineum. Sebagai gantinya. diharapkan setidak-tidaknya Anda telah dapat melakukan simulasi asuhan kebidanan pada masa nifas di laboratorium . Dengan demikian. whiteboard. dan seperangkat alat-alat asuhan pada masa nifas. kesimpulan dirumuskan bersama pada setiap akhir penyajian hasil diskusi kelompok. porsi waktu untuk kegiatan diskusi dapat saja dikurangi. Kemudian. fasilitas yang dibutuhkan adalah LCD projector. Dalam mempelajari materi pembelajaran tentang “Asuhan kebidanan pada masa nifas”. B. Menguraikan proses involusi .

Perawatan postnatal yang terintegrasi dengan baik memiliki peranan penting yang digunakan dalam membantu transisi ini dan mengenalkan keluarganya pada kehidupan baru mereka bersamasama. mencakup enam minggu berikutnya yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil. Dasar hubungan antara bayi dan orang tuanya disiapkan. Puerperium adalah waktu mengenai perubahan besar yang berjangka pada periode transisi dari puncak pengalaman melahirkan untuk menerima kebahagiaan dan tanggungjawab dalam kehidupan keluarga. * Ibu pulih dari ketegangan pada waktu kehamilan dan persalinan. * Perubahan fisiologi lain yang terjadi selama kehamilan dikembalikan. Perubahan fisiologi nifas. . Selama masa ini sejumlah perubahan fisiologi dan psikologi terjadi: * Organ-organ reproduksi kembali ke kondisi tidak hamil. * * Laktasi terbentuk. Pengertian masa nifas: Masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir. Puerperium adalah masa 6 minggu yang dimulai segera setelah plasenta keluar.3. tanggung jawab untuk merawat dan mengasuh bayinya. dan menerima. Materi 1.

Tujuan Asuhan Masa Nifas Menurut Bennett & brown. Mendukung dan memperkuat kepercayaan diri ibu dan membolehkannya mengisi peran sebagai ibu khususnya dalam keluarga sendiri dalam situasi kebudayaannya. Melaksanakan skrining yang komprehensif. Tanggung Jawab Bidan . baik dan relevan yg secara individual diperlukan ibu agar pulih dari ketegangan fisik krn melahirkan & u/ menumbuhkan percaya diri dalam mengasuh bayinya. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. Memberikan penyuluhan mengenai pemberian makanan dan meningkatkan pengembangan hubungan yang baik antara ibuanak 3. Meningkatkan kesehatan fisik ibu dan bayi. mengobati/merujuk bila terjadi komplikasi 2. imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat 3. menyusui. Menurut Anggraini. mendeteksi masalah. nutrisi. KB.2010 1. 2. Memberikan pelayanan KB Peran Bidan dalam Masa Nifas Memberikan semacam dukungan yg konsisten. 1996 Perawatan yang diperlukan ibu dan bayinya selama puerperium sebaiknya didasarkan pada 3 prinsip utama: 1.

Remote Puerperium (1-6 minggu) waktu yg diperlukan untuk pulih & sehat sempurna trutama bila selama hamil & persalinan mempunyai komplikasi Kebijakan Program Nasional Masa Nifas Depkes RI.Bidan memberikan pelayanan selama masa nifas melalui kunjungan rumah pada hari ketiga. 3. 1. Mendeteksi komplikasi & perlunya rujukan 2. Puerperium Intermedial (1-7 hari) Kepulihan menyeluruh alat2 genetalia yg lamanya 6-8 mggu 1. Puerperium Dini (24 jam) Kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan 1. Membangun kepercayaan diri ibu dalam perannya sebagai orang tua 4. sosial.1. enzim proteolitik . Proses involusi: dimulai dari autolysis. Mendorong ibu u/ menyusui bayinya dg meningkatkan rasa nyaman Tahapan Masa Nifas 1. 3. 2. Mendukung & memantau kesehatan psikologis. 2. emosi.proses penghancuran diri sendiri yang terjadi dalam otot uterus. minggu kedua dan minggu keenamsetelah persalinan. yaitu standar 15: Pelayanan bagi ibu & bayi pada masa nifas. 2003 Sesuai dengan standar pelayanan nifas.

memendekkan jaringan otot yang telah mengendur (selama hamil : 10 x panjang dan 5 x lebar semula) Hasil akhir autolisis disebabkan oleh tindakan polymorph phagolitik dan macrophagus dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine. Pengurangan ukuran uterus tidak akan mengurangi jumlah otot sel. Proses bertahap yang berguna bila ibu melakukan ambulasi dini. Bobot uterus Diameter uterus Palpasi serviks Pd akhir pesalinan 900 gram Pd akhir 450 gam 12. vagina. progesteron meningkatkan pembuluh darah pada vagina dan vulva. senam nifas dan mencegah timbulnya konstipasi Pada kehamilan dan persalinan. yang dapat menimbulkan hematoma dan edema pada vagina. namun ukuran sel-sel yang berkurang akibat proses involusi. Ligamen yang menjadi kendor selama kehamilan dapat menyebabkan uterus setelah persalinan mudah tergeser oleh kandung kemih.5 cm 7. perineum. Pada akhir masa nifas ligamen tersebut akhirnya akan mencapai kembali panjang dan tegangannya seperti sebelum hamil. Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin Menyusui yang terus menerus merangsang pengeluaran oksitosin sehingga membantu involusi Kontraksi dan retraksi pd otot rahim mengurangi besarnya tempat plasenta. Berkurangnya sirkulasi progesteron mempengaruhi otot-otot panggul. mencegah perdarahan yang banyak dan tempat tersebut tertutup secara bertahap. Proses ini membantu pemulihan tonisitas/elastisitas normal ligamentum.5 cm Lembut/ lunak 2cm . vulva. vulva dan perineum.

0 cm 1 cm Lokia adalah Ekskresi cairan uterus selama masa nifas Merupakan lapisan decidua yang mengelilingi situs (tempat implantasi) plasenta yang menjadi nekrotik (layu/mati) dan akan keluar dengan sisa cairan/darah. Mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisne berkembang lebih cepat daripada kondisi asam pada vagina normal. serabut decidua dan korion Lokia serosa keluar pada hari 5-9 masa nifas. lebih banyak serum.mgg I Pd akhir mgg II Pd akhir mgg VI 60 gram 2. mengandung lekosit. juga terdiri dari lekosit dan laserasi plasenta Lokia alba. bau amis. warna lebih pucat. warna kecoklatan. muncul pada hari ke-10 masa nifas. wama merah. selaput lendir serviks & serabut jaringan yang mati .5 cm Membelah 200 gram 5. mengandung lebih sedikit darah. putih kekuningan. mengandung darah dari luka plasenta. Lokia mengalami perubahan karena involusi uterus Perubahan Lokia Lokia rubra: pada hari 1-4 masa nifas.

payudara bengkak. Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir. yang diberikan sesuai dengan social budayanya masing-masing Suatu asuhan dianggap bermutu tinggi apabila sesuai dengan standar asuhan kebidanan mulai dari pengkajian (subyektif.C. assesment. Proses involusi terjadi karena adanya proses autolisis. mastitis atau abses . saluran susu tersumbat. Ringkasan materi sebagai berikut. mencakup 6 mg berikutnya yg diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil. Lokia mengalami perubahan karena involusi uterus Dua refleks pada ibu yang sangat panting datam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi. yang dilakukan pada perempuan sesuai siklus kehidupannya. Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain : putting susu datar atau terbenam (retracted). Hasil akhir autolisis lisis digerakkan oleh tindakan polymoiph phagolitik dan macrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine. dan dilanjutkan dengan penatalaksanaan. dengan tidak mengabaikan kode etik profesi. Rangkuman Secara singkat dapat dikatakan bahwa Asuhan Kebidanan pada masa nifas merupakan asuhan yang diberikan pada perempuan pasca persalinan. Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin. putting susu lecet. wewenang bidan serta peran fungsi bidan pada asuahan masa nifas dalam rangka mencegah kematian Ibu maupun bayinya. obyektif).

barulah Anda dipersilakan untuk melihat Kunci Jawaban dan membandingkannya dengan jawaban Anda. barulah Anda mengerjakan kembali soal-soal tugas Kegiatan Belajar-1. . Setelah selesai mempelajari ulang materi pembelajaran dan yakin telah memahaminya.D. Periksalah hasil pekerjaan Anda. maka Anda diperkenan-kan untuk melanjutkan kegiatan belajar Anda untuk mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2. Semoga kali ini. Tugas TUGAS Langkah-langkah Terhadap soal-soal tugas yang diberikan di bawah ini. Apabila Anda berhasil menyelesaikan (menjawab) soal-soal tugas dengan 80% benar. Apabila Anda belum berhasil menjawab 80% benar soal-soal tugas. Anda lebih berhasil dan dapat menyelesaikannya dengan 80% benar atau lebih. maka Anda disarankan untuk mempelajari kembali uraian materi Kegiatan Belajar-1 terutama materi pembelajaran yang belum Anda pahami. Anda diminta mengerjakannya di lembar kertas tersendiri (tidak di dalam modul). Apabila semua soal tugas sudah selesai Anda kerjakan.

Uraikan fase-fase nifas 3.Manakala setidak-tidaknya Anda telah berhasil menjawab soal tugas dengan 80% benar. maka Anda dipersilakan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran Anda mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2. ANDA diharuskan untuk mengerjakan soal-soal latihan berikut ini. Horrnon yang menekan prolaktin pada saat hamil adalah… 1. Dengan mengerjakan semua soal tugas. Jelaskan pengertian tentang nifas! 2. Soal-soal /Pertanyaan 1. Uraikan dengan singkat proses involusi uterus! 1. ANDA akan dapat mengetahui sampai sejauh mana tingkat penguasaan ANDA terhadap materi pelatihan yang telah ANDA pelajari pada Kegiatan Belajar-1. Soal-soal Tugas Kerjakanlah soal-soal tugas di bawah ini: Setelah selesai mempelajari materi pelatihan yang diuraikan/dibahas pada Kegiatan Belajar-1 dan sebelum melanjutkan kegiatan pembelajaran yang berikutnya pada Kegiatan Belajar-2. estrogen 2. progesterone .

2. 3. Lochea Lochea Lochea Lochea rubra sanguinolenta serosa alba leukosit disebut Bagaimana menurut ANDA? Apakah ANDA sudah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut di atas? Jika seandainya . Apa sajakah yang mempengaruhinya? 1. 3. Berat uterus pada akhir satu minggu masa nifas sudah menurun. 2. 2. 4.Lokia yang banyak mengandung serum dan apakah? 1. 3. 900 gram 450 gram 200 gram 60 gram 4. 4.3. Proses involusi rahim dipengaruhi oleh beberapa hal. Berapakah beratnya? 1. estrogen dan progesterone 4. polymorph phagolitik macrophages oxytocin autolisis semua benar 3. oxytocin 2. 4.

apabila sudah semua soal selesai ANDA kerjakan. Apabila memang ANDA sudah berhasil menjawab 80% benar soal-soal latihan atau bahkan semua soal dapat ANDA selesaikan dengan benar. STOP SEJENAK! Periksalah Jawaban Anda! Bagaimana hasil jawaban ANDA setelah melihat Kunci Jawaban? Semoga saja semua jawaban benar. pastilah tidak sulit untuk menjawab kesepuluh soal latihan tersebut di atas. maka sebaiknya ANDA pelajari . Jika demikian. maka SELAMAT bagi ANDA yang telah berhasil mengerjakan soal-soal tugas. apabila hasil mengerjakan soal-soal latihan belum mencapai 80% benar. sebaiknya ANDA disarankan untuk mempelajari kembali materi pelatihan Kegiatan Belajar-1 terutama bagian-bagian tertentu yang memang belum sepenuhnya ANDA pahami. Pada dasarnya. Setidaktidaknya ANDA diharapkan dapat menyelesaikan 80% soal-soal latihan Kegiatan Belajar-1 dengan benar. maka ANDA diperkenankan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran ke materi pelatihan yang diuraikan/dibahas pada Kegiatan Belajar-2. Apabila seandainya belum sepenuhnya berhasil atau belum berhasil menjawab dengan 80% benar.belum. cobalah periksa jawaban ANDA dengan menggunakan Kunci Jawaban Soalsoal Latihan yang tersedia pada bagian akhir Modul ini. cobalah lanjutkan sampai semua soal selesai ANDA kerjakan. apabila ANDA mempelajari materi pelatihan yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-1.

Sekarang. Semoga kali ini. maka ANDA diperkenankan untuk melanjutkan kegiatan mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2.kembali materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar1 terutama yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang belum ANDA pahami. Petunjuk Belajar Selamat! ANDA telah berhasil menyelesaikan Kegiatan Belajar-1. materi pelajaran yang akan ANDA pelajari adalah . 1. KEGIATAN BELAJAR 2 Proses Laktasi 1. Setelah selesai mempelajari ulang materi pembelajaran tertentu (yang sebelumnya masih belum benar-benar ANDA pahami). Bagaimana? Apabila memang ANDA telah berhasil menyelesaikan semua soal tugas dengan benar atau setidak-tidaknya 80% benar. SELAMAT BELAJAR dan SUKSES tentunya bagi ANDA dalam mempelajari materi pembelajaran Kegiatan Belajar-2. cobalah kerjakan kembali soal-soal tugas Kegiatan Belajar-1. ANDA benar-benar dapat menyelesaikan semua soal tugas Kegiatan Belajar-1 dengan benar.

1. sehingga pengaruh prolaktin lebih dominant. meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar. Pada hari kedua atau ketiga pasca salin kadar estrogen den progesterone turun drastis. Bila ini dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. Menjelaskan masalah-masalah laktasi Uraian materi . Refleks prolaktin Dalam puting susu banyak terdapat ujung saraf sensoris. Anda diharapkan dapat: 1. Menjelaskan proses laktasi 2. Pelajarilah materi pelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2 ini secara bertahap dimulai dari awal yang membahas tentang proses laktasi. Harmon ini yang berperan dalam produksi ASI di . Setelah selesai mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2 ini.mengenai proses laktasi. terbentuklah prolaktin oleh hipofisis sehingga sekresi ASI makin lancar Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan puting susu oleh hisapan bayi. Upaya memperbanyak ASI 3. Pada saat inilah mulai tejadi sekresi ASI. karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Proses Laktasi Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan puting susu.

tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim sehingga involusi makin cepat dan baik. 1. . dg lama menyusui antara 10-15 menit di setiap payudara. 2. Tidak jarang perut ibu terasa mulas pada hari-hari pertama menyusui dan ini adalah mekanisme alamiah untuk kembalinya rahim ke bentuk semula. Makin sering menyusui. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan menyusui makin banyak pula produksi ASI Refleks Aliran (let down refleks) Rangsangan puting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan. Bayi Upaya Memperbanyak ASI 1. alveolus dan saluran makin baik sehingga terjadinya bendungan susu makin kecil dan menyusui akan makin lancar. pengosongan.tingkat alveoli.Menyusui bayi setiap 2 jam. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar.

baik masalah pada ibu maupun pada bayi. Masalah dari ibu yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan. Ibu harus cukup istirahat dan minum 2. Masalah-masalah dalam menyusui : Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya masalah. Makan makanan yang bergizi 3. dan masa pasca persalinan lanjut. Masalah pada bayi pada umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi. Kurang/salah informasi . Masalah menyusui antenatal Pada masa antenatal. pada masa pasca persalinan dini. sehingga bayi sering menjadi “bingung puting” atau sering menangis. Petugas kesehatan harus mengamati ibu yg menyusui bayinya dan mengoreksi setiap kali terdapat masalah pada posisi penempelan 4. Pastikan bayi menyusui dengan posisi menempel yang baik dan dengarkan suara menelan yang aktif 2. Susui bayi sesering mungkin. sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga ASI tidak baik untuk bayinya. Masalah menyusui dapat pula disebabkan karena keadaan khusus. puting susu terbenam (retracted) atau puting susu datar.1. masalah yang sering timbul adalah kurang/salah informasi. Susui bayi ditempat yg tenang dan nyaman Ibu 1. 3.

sebaiknya tidak dilakukan apa-apa selama kehamilan. Pada keadaan puting susu lecet kadang-kadang luka. jangan sekalikali memberikan obat lain seperti krim. Yang perlu dilakukan adalah. salep. dll Puting susu yang sakit dapat diistirahatkan sementara waktu kurang lebih 1 x 24 jam dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 2 x 24 jam. tidak dibenarkan menggunakan sabun Payudara bengkak dan perawatannya .Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih balk dari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang. Olesi puting susu dengan ASI akhir. ibu dapat terus memberikan ASI nya pada keadaan luka tidak terlalu sakit. tunggu saja setelah bayi lahir Masalah Menyusui pada Pasca Persalinan Dini Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain puting susu datar atau terbenam. apakah terdapat infeksi kandida. cek bagaimana perlekatan ibu dan bayi. puting susu lecet. Selama puting susu diistirahatkan ASI tetap dikeluarkan dengan tangan. saluran susu tersumbat. tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri Cuci payudara sekali saja sehari. Puting susu datar atau terbenam Yang paling efisien untuk meperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat. Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan kehamilan tentang penyulit-penyulit yang mungkin terdeteksi selama kehamilan yang ada kaitannya dengan menyusui. maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini. payudara bengkak. mastitis atau abses Puting susu lecet Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit.

Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat. Pada payudara penuh.ibu harus relaks . terlambat menyusukan dini. ASI kurang sering dikeluarkan atau mungkin ada pembatasan waktu menyusui. Di dalam terasa ada masa padat (lump). terasa berat pada payudara. dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH. untuk merangsang refleks oksitosin dilakukan sebagai berikut : . dan di luarnya kulit menjadi merah. Proses laktasi dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain menyusu dini. Payudara menjadi merah. menyusui on demand. Apabila terlalu tegang. kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas. sakit. perlekatan kurang baik. bayi tidak dapat menyusui. terutama pada bagian bawah payudara yang menggantung. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengisapan yang tidak efektif.kompres panas untuk mengurangi rasa sakit . adanya reflex prolactin dan reflex aliran/ let down reflekx . panas dan keras. Bila diperiksa ASI keluar dan tidak ada demam. C.Dibedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan payudara bengkak. Pada payudara bengkak: payudara udem. Untuk mencegah maka diperlukan : menyusui dini. bengkak.pijat punggung sampai ke leher Mastitis Mastitis adalah peradangan pada payudara. badan bisa demam setelah 24 jam. Rangkuman 1. kulit mengkilat dan bila diperiksa/dipencet ASI tidak keluar. suhu tubuh meningkat. puting kencang. sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu agar ketegangan menurun. Kejadian ini terjadi pada masa nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang berlanjut. Pengeluaran ASI yang kurang baik pada payudara yang besar. perlekatan yang baik.

Memperbanyak ASI dimana ibu harus cukup istirahat.2. kehamilan 3. produksi air susu banyak . persalinan dan nifas dapat segera dideteksi. frekuensi menyusui tidak rutin 3. masalah-masalah menyusui antara lain. dan cukup gisi 3. Tugas/tes 1. Putting susu masuk/datar kapankah dapat dideteksi? 2. nifas 5. tidak boleh banyak stress. 4. 2. persahnan 4. Sejak 1. Faktor apakah yang paling dominan? 2. putting susu lecet/ terbenam. 3. Payudara bengkak pada umumnya disebabkan ole beberapa factor. 5. buahdada bengkak. Masalah menyusui pada masa pasca persalinan dini adalah…a putting susu lecet payudara bengkak mastitis putting susu datar/terbenam 1. mastitis D.

masase punggung. ibu dengan putting susu datar/terbenam 1.4. pakai BH yang menyangga 4. Buahdada bengkak dapat dicegah. kosongkan buah dada setelah selesai menyusui 3. putting susu lecet d. susui bayi. Faktor predisposisi apakah yang dapat menimbulkan buah dada bengkak? 2. kompres hangat 1. ibu grande multi para 4. ibu yang gemuk 5. Payudara yang bengkak memerlukan asuhan yang benar. kompres air hangat. Asuhan yang mana yang paling tepat dilakukan? 1. masase punggung. ibu primipara 3. kompres dingin. Jaga kebersihan payudara dengan air sabun . bersihkan putting susu setiap selesai menyusui 2. kompres air hangat. kompres dingin 3. masase punggung. susui bayi 2. susui bayi. masase punggung. susui bayi.putting susu masuk 1. Asuhan manakah yang paling tepat dilakukan untuk mencegah buah dada bengkak? 1. kompres air dingin. kompres hangat 4. kompres air dingin.

Seksual 5. Setelah selesai mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-6 ini. Nutrisi dan cairan 2. Eliminasi 2. Belajar Petunjuk Selamat! ANDA telah berhasil menyelesaikan Kegiatan Belajar-5. Kebersihan diri/perineum 4. 1. Istirahat 3. Sekarang. . Latihan/senam nifas.Kegiatan Belajar 6 KEBUTUHAN DASAR PADA PEREMPUAN MASA NIFAS 1. Mampu mengidentifikasi mengenai jenis-jenis kebutuhan dasar pada ibu masa nifas meliputi : 1. Anda diharapkan dapat: 1. Ambulasi atau mobilisasi dini 1. Pelajarilah materi pelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-6 ini secara bertahap dimulai dari awal yang membahas tentang kebutuhan dasar perempuan nifas. materi pelajaran yang akan ANDA pelajari adalah mengenai kebutuhan dasar perempuan nifas.

Uraian Materi 6 KEBUTUHAN DASAR PADA PEREMPUAN MASA NIFAS 1. Dua jam setelah melahirkan ibu diperbolehkan minum dan makan seperti biasa.Tujuan(sub kompetensi/Indikator) B. cadangan dalam tubuh. Penambahan kalori pada ibu menyusui sebanyak 500 kkal (Suradi. (7) Seksual. NUTRISI DAN CAIRAN Pada ibu yang melahirkan secara normal. (3) Eliminasi. (2005). (8) Latihan/senam nifas. Namun pelu diperhatikan jumlah kalori dan protein ibu menyusui harus lebih besar daripada ibu hamil. metabolisme. A. maka materi pembelajaran yang akan ANDA pelajari dalam Kegiatan Belajar-2 mengenai jenis-jenis kebutuhan dasar pada ibu masa nifas meliputi : (1) Nutrisi dan cairan. ibu menyusui harus minum sedikitnya sekitar 2-3liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui). (4) Istirahat. 2003). (5) Kebersihan diri/perineum. . Kebutuhan nutrisi pada masa menyusui meningkat 25% yaitu untuk produksi ASI serta memenuhi kebutuhan cairan yang meningkat tiga kali dari biasanya. tidak ada pantangan diet. Makanan yang dikonsumsi ibu berguna untuk melakukan aktivitas.Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut di atas. Untuk kebutuhan cairannya. (2) Ambulasi atau mobilisasi dini. Berdasarkan DKGA SK Menkes. produksi ASI.

kentang. 3. ikan. sagu. Beberapa mineral yang penting antara lain . 4. merica). 5. serta bahan pengawet dan pewarna. Lemak nabati berasal dari minyak kelapa sawit. nangka) 6. 2. Lemak hewani yaitu mentega dan keju. udang kerang. Sumber pembangun (protein) Protein diperlukan untuk pertumbuhan penggantian sel-sel yang rusak atau mati. minyak sayur dan margarin. kacang-kacangan. Susunannya harus menganut pada menu seimbang Banyak serat Bervariasi/beranekaragan Porsinya cukup dan teratur Hindari makanan yang pedars/merangsang (cabe. air dan vitamin) Mineral. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani dan protein nabati. 1. Jangan mengkonsumsi alcohol. Karbohidrat berasal dari pagipadian. Zat nutrisi yang termasuk sumber energi adalah karbohidrat dan lemak. Sumber zat pengatur bisa diperoleh dari semua jenis sayur dan buah-buahan segar.Makanan yang dikonsumsi oleh ibu pada masa nifas juga perlu memenuhi syarat. tempe. seperti berikut: 1. sawi. Sedangkan protein nabati banyak terkandung dalam tahu. Protein hewani antara telur. 1. Lemak bisa diambil dari hewani dan nabati. Sumber tenaga (energi) Sumber tenaga yang diperlukan untuk pembakaran tubuh dan pembentukan jaringan baru. bahan makan yang bergas (kol. pembangun. nikotin. banyak lemak. Sumber pengatur dan pelindung (mineral. susu dan keju. 1. Menurut Anggraini (2010) Menu makanan yang seimbang mengandung unsur-unsur seperti sumber tenaga. pengatur dan pelindung. daging. air dan vitamin digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran metabolisme di dalam tubuh. umbi. jagung.

ikan laut dan kerang laut. hati. 3) Vitamin B2 untuk pertumbuhan dan pencernaan berasal dari hati. keju. nangka. Sumbernya antara lain telur. wortel. 4. jeruk. kerang. hati. Sumbernya berasal dari ikan laut dan garam beryodium. hati. papaya. Kalsium merupakan salah satu bahan mineral ASI dan juga untuk pertumbuhan gigi anak. kuning telur. susu. Kebutuhan akan vitamin pada masa menyusui meningkat untuk memenuhi kebutuhan bayinya. kacang-kacangan dan sayuran. 2) Vitamin B1 agar napsu makan baik yang berasal dari hati. Sumbernya berasal dari jeruk. 5) Vitamin C untuk pembentukan jaringan ikat dan bahan semua jaringan ikat (untuk penyembuhan luka). mangga. Yodium untuk mencegah timbulnya kelemahan mental. daya tahan terhadap infeksi dan memberikan kekuatan pada pembuluh darah. dan sayuran. Ibu menyusui harus mengkonsumsi suplemen zat besi selama 6 minggu atau 40 hari untuk mencegah terjadinya anemia. gigi. sayuran hijau. daging. 2. tomat. melon. Sumbernya berasal dari kuning telor. Zat besi untuk menambah sel darah merah. Beberapa vitamin yang penting antara lain : 1) Vitamin A untuk penglihatan berasal dari kuning telur. . tomat.1. tomat. keju. sayuran berwarna hijau. 3. 4) Vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan syaraf. Sumbernya berasal dari susu dan keju. pertumbuhan tulang. daging. dan gusi. mentega. kuning telur.

Table 1. Kecukupan Gizi Rata-Rata Untuk Ibu Menyusui No. Zat Gizi 1. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Energi (kkal) Kebutuhan wanita dewasa 1900 + ibu Bahan makanan menyusui 500 17 350 0,3 0,4 3 0,4 100 45 150 6 4,6 50 18 Bersa, kentang, umbi, jagung sagu, margarin Daging ayam, tahu, tempe ikan,

Protein (gr) 50 Vitamin A Thiamin (mg) Riboflavin (B2) 500 1,0 1,1

Hati, kuning telur, sayur hijau, wortel Gandum, kedelai, kacang-kacangan Susu, ayam yogurt, ikan,

Niacin (mg) 14 B12 (gr) 2,4

Gandum, beras Susu, yogurt, daging, telur ikan,

Asam Folat 400 (mg) Vitamin (mg) Calcium (mg) C 75 800 26 9,3

Sayur hijau, sereal Jeruk, jambu, papaya, tomat Susu, ikan, udang, bayam, kedelai Hati, ikan, daging, telur, sayur hijau Hati, susu, kacangan Ikan laut, rumput laut Susu, telur, hati kacangsusu,

11 Fe (mg) 12 Zn (mg)

13 Iodine (mg) 150 14 Se (mg) 30

Tabel 2. Kebutuhan Bahan Makanan Ibu Menyusui No. Jenis Makanan Jumlah Jumlah Kalori

1 2 3 4 5 6

Beras Ikan Tempe Sayuran Pisang Minyak

60 gram (1/2 gelas belimbing) 240 kalori 50 gram ( 1potong) 25 gram (1 potong kecil) 100 gram (1 buah) 5ml (1 sendok makan) 95 kalori 40 kalori 50 kalori 45 kalori

100 gram (1 mangkok penuh) 50 kalori

2. AMBULASI ATAU MOBILISASI DINI Pada masa nifas, ibu sebaiknya melakukan ambulasi dini. Ambulasi dini adalah beberapa jam setelah melahirkan ibu diperbolehkan miring atau segera bangun dari tempat tidur dan bergerak, agar lebih kuat dan lebih baik Anggarini, Y., (2010). Pada ibu postpartum normal mobilisasi sudah bisa dilakukan 2 jam setelah persalinan, dan pada ibu yang melahirkan melaui seksio secaria dilakukan mobilisasi dini setelah 6 jam pasca persalinan. Jika tidak ada kelaianan lakukan mobilisasi sedini mungkin dan tetap memperhatikan kondisi pasien. Ini berguna untuk memperlancar sirkulasi darah dan memperlancar pengeluaran cairan vagina (lokia).

3. ELIMINASI Rasa nyeri menyebabkan keengganan untuk berkemih, tetapi usahakan untuk berkemih secara teratur, karena kandung kemih yang penuh dapat menyebabkan gangguan kontraksi rahim, yang dapat menimbulkan perdarahan. Pengeluaran urin akan meningkat pada 24-48 jam pertama sampai hari kelima setelah melahirkan. Ini terjadi karena volume darah ekstra yang dibutuhkan waktu hamil tidak diperlukan lagi sewaktu persalinan. Ibu kadang-kadang mengalami sulit kencing karena

sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi muskulus sfingter ani selama persalinan. Apabila kandung kemih penuh dan ibu sulit kencing, sebaiknya dianjurkan: 1. Ibu perlu belajar berkemih secara spontan setelah melahirkan 2. Tidak menahan BAK ketika ada rasa sakit pada jahitan, karena akan menyebabkan terjadinya bendungan pada urin. Akibatnya akan timbul gangguan pada kontraksi rahim sehingga pengeluaran lokia tidak lancar 3. Bila kandung kemih penuh dan tidak bisa miksi sendiri, maka akan dilakukan kateterisasi. 4. Lakukan mobilisasi secepatnya, tidak jarang kesulitan miksi dapat diatasi Seperti halnya berkemih, ibu pasca melahirkan sering tidak merasakan sensasi ingin buang air besar, yang dapat disebabkan pengosongan usus besar sebelum melahirkan atau ketakutan menimbulkan robekan pada jaritan. Sebenarnya kotoran yang tidak dikeluarkan beberapa hari akan mengeras dan dapat menyebabkan terjadinya konstipasi. Buang air besar harus dilakukan 2-3 hari pascasalin. Bila masih sulit buang air besar dan terjadi obstipasi maka ibu dianjurkan : 1. Mobilisasi dini 2. Konsumsi makanan yang tinggi serat dan cukup minum 3. Sebaiknya pada hari kedua ibu sudah bisa BAB, jika pada hari ketiga ibu belum BAB, ibu bisa menggunakan pencahar berbentuk suppositoria. 4. Bila terjadi obstipasi dan timbul koprosstase hingga skibala tertimbun di rectum, mungkin terjadi febris. 5. Lakukan klisma atau berikan laksan per oral.

4. ISTIRAHAT Wanita pascapersalinan harus cukup istirahat yaitu minimal 8 jam sehari, dimana ini dilakukan untuk mencegah kelelahan yang berlebihan (Anggraini, 2008). Usahakan untuk rileks dan istirahat

yang cukup, terutama pada saat bayi sedang tidur. Meminta bantuan suami dan keluarga jika ibu merasa lelah. Putarkan dan dengarkan lagu-lagu klasik pada saat ibu dan bayi istirahat untuk menghilangkan rasa lelah dan ketegangan sehabis melahirkan.

4. KEBERSIHAN DIRI ATAU PERINIUM Menjaga kebersihan diri pada ibu masa nifas sangat penting untuk menjaga kesehatan dan menghindari infeksi baik pada luka jaritan maupun kulit. 1. Kebersihan alat genetalia Setelah melahirkan biasanya perineum menjadi bengkak atau memar dan mungkin ada luka jaritan bekas robekan atau episiotomi. Selain itu perlu juga diperhatikan kebersiahan vagina selama masa nifas karena : 1. Banyak darah dan kotoran yang keluar dari vagina 2. Vagina dekat dengan saluran uretra dan rektum 3. Adanya luka di daerah perineum yang bila terkena kotoran dapat terjadi infeksi 4. Vagina merupakan organ yang terbuka yang mudah dimasuki kuman.

Langkah-langkah untuk membersihkan vagina dan perineum : 1. Mencuci tangan sebelum dan setelah membersihkan alat genetalia 2. Bersihkan vagina dengan air bersih setiap kali BAB dan BAK. Basuh dari depan kearah belakang hingga tidak ada sisa kotoran yang menempel disekitar vagina yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi. 3. Setelah dibersihkan dengan air kemudian daerah genetalia dikeringkan dengan menggunakan handuk, sehingga daerah

Kebersihan rambut. Sebaiknya pakaian yang digunakan agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering. Produksi keringat yang tinggi berguna untuk menghilangkan ekstra volume saat hamil. betis dan tangan ibu. Meskipun demikian. kering dan bersih agar tidak terjadi iritasi dan lecet. kebanyakan akan pulih kembali setelah beberapa bulan. Gunakan pembalut yang bersih. ibu biasanya akan mengalami kerontokan rambut akibat gangguan perubahan hormone sehingga rambut menjadi tipis dibandingkan keadaan normal. dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan. pada daerah genetalia gunakan pakaian dalam yang longgar. Pakaian Pakaian yang digunakan ibu terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena produksi keringan pada ibu postpartum lebih banyak. ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah. Apabila merasa penuh atau tidak nyaman segera mungkin pembalut diganti. gunakan BH yang dapat menyokong kedua payudara. ganti pembalut minimal 3 kali sehari. Usahakan mandi lebih sering dan menjaga agar kulit tetap dalam keadaan kering. Kebersihan kulit Setelah persalinan. Perawatan rambut perlu diperhatikan oleh ibu yaitu mencuci rambut secara teratur. kaki. Setelah bayi lahir. 1. 5. 1.genetalia tidak lembab dan kotor yang berpotensi terjadinya infeksi 4. SEKSUAL . Oleh karena itu. ibu akan merasa jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya. 1. gunakan sisir yang lembut serta jangan menggunakan pengering rambut.

1. Begitu ibu merasakan aman untuk mulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap. panggul. pergelangan kaki) 4. Mempertahankan bentuk tubuh agar tetap seperti sebelum hamil 1. Banyak budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai waktu tertentu setelah 42 hari atau 6 minggu pasca persalinan. Kontra indikasi 1) Perdarahan postpartum . LATIHAN ATAU SENAM NIFAS 1. tungkai. Tujuan senam nifas 2. Secara fisik. perut. Maka anjurkan ibu untuk : 1. Namun segera setelah ibu merasa percaya diri dengan peran barunya dia akan menemukan waktu dan melihat sekelilingnya serta menyadari bahwa ia sudah kehilangan aspek lain dalam kehidupannya yang juga penting. Membantu pengembalian rahim lebih cepat 5. 6.Setelah persalinan ibu menghadapi peran barunya sebagai orang tua sehingga sering melupakan perannya sebagai pasangan. Oleh karena itu perlu memahami perubahan yang terjadi dalam diri istri sehingga tidak mempunyai perasaan diabaikan. 2. Memperbaiki aliran atau sirkulasi darah 3.aman untu memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri. Keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan. Indikasi senam nifas Ibu nifas dapat melakukan senam nifas setelah persalinan dengan persyaratan ibu mengalami persalinan normal tanpa adanya komplikasi. Memperbaiki otot-otot (dada.

kedua lutut ditekuk. dan diulang terus di rumah. 1.  2)   Latihan otot-otot dasar panggul dan bokong Tidur terlentang dengan kedua tangan disamping badan. Langkah-langkah senam nifas 2. Keluarkan udara lewat mulut dengan cara meniup perlahanlahan. 1. Tekan punggung ke kasur sambil mengerutkan panggul seperti menahan kencing 3-5 detik . Tarik nafas dari hidung tahan dengan otot perut dikembungkan tidak menggunakan otot dada. Waktu memulai : Senam nifas lanjutan dilakukan setelah 6 jam persalinan dan dilakukan di rumah sakit atau rumah bersalin. Lakukan latihan ini sebanyak 10 kali pada pagi dan sore hari. Latihan I (6-24 jam setelah persalinan 1)    Latihan pernafasan perut Ambil sikap tidur terlentang.2) Partus dengan tindakan atau adanya komplikasi selama persalinan dan masa nifas 3) Ibu dengan penyakit jantung 4) Trauma perineum yang parah atau nyeri luka abdomen (operasi caesar). kedua tangan di atas perut dengan kedua lutut ditekuk. kemudian istirahat. perut dikempeskan dan tahan selama 3-5 detik.

perlahan-lahan kepala dan bahu diturunkan seperti posisi semula. sampai betis terasa tertarik. angkat kepala dan bahu.   1. 2)    Latihan otot punggung dan otot perut Tidur terlentang dengan kedua lutut ditekuk Sambil tarik nafas dalam. kedua lutut ditekuk. Angkat kepala sehingga dagu dapat menyentuh dada sejauh mungkin dan tahan selama 3 detik. Latihan II (24-48 jam sesudah melahirkan) Latihan pertama dilanjutkan kemudian diikuti tambahan sebagai berikut : 1)   Latihan otot leher Tidur terlentang dengan bantal tipis (datar) kedua lengan disisi badan. Ulangi latihan sampai 10 kali dilakukan pagi dan sore hari 3)   Latihan pergelangan kaki Tidur terlentang dengan kedua kaki lurus Gerakkan kedua kaki ke depan dan kebelakang (fleksi & ektensi) bergantian dengan hitungan 3-5 detik. . Lakukan sebanyak 10 kali. Perlahan-lahan dikendurkan dan bernafas biasa. Beristirahat Lanjutkan dengan gerakan berputar. perlahanlahan tangan meraih lutut sehingga terangkat 15-20 cm. Setelah hitungan 5 detik. arahnya 5 kali keluar dan 5 kali kedalam.

secara perlahan-lahan gerakkan ke arah samping kiri tubuh sampai menyentuh kasur.  1. kedua lutut ditekuk dan kedua tangan lurus di samping kiri dan kanan. Latihan III (48 jam setelah melahirkan sampai 6 minggu) Latihan pertama dan kedua dilanjutkan kemudian diikuti dengan latihan sebagai berikut : 1)   Latihan otot pinggang dan otot panggul Tidur terlentang dengan kedua lutut ditekuk. Pertahankan lutut dengan menggerakkan secara halus kearah kanan/ berlawanan. Lakukan latihan ini 5 ke kanan dan 5 ke kiri   2)  Latihan otot pinggang atau otot panggul Tidur terlentang. tahan 3 detik kemudian kembali ke posisi semula. Pertahankan bahu dan dada datar. Kembali ke posisi semula dan beristirahat. tekuk siku. pertahankan selama 3 menit. Angkat kedua lengan ke depan dada. rileks ulangi sampai 10 kali dan istirahat. 3)   Latihan otot punggung dan otot dada Tidur terlentang. . kedua lutut ditekuk. Pertahankan 3-5 detik.kemudian kedua telapak tangan saling menekan.kedua tangan disamping dan telapak kaki rata dengan tempat tidur. Ulangi sampai 10 kali kemudian beristirahat. Angkat kedua lengan lurus ke atas dada. Latihan dilakukan 2 kali sehari kemudian istirahat.pertahankan 3-5 detik.

Turunkan panggul ke posisi semula. Kembali ke posisi semula dan istirahat. b)   Latihan kedua Kedua tangan saling berpegangan pada lengan bawah dekat siku Angkat tangan hingga sejajar dengan kepala. lutut kiri lurus.    4) a)   Latihan otot dada Latihan pertama Kedua tangan saling berpegangan pada lengan bawah dekat siku Pegang tangan erat-erat dan dorong jauh-jauh bersamaan ke arah siku sampai otot dada terasa tertarik. Kedua kaki menahan tubuh.  Panggul dinaikkan seperti dalam gambar. Ganti lutut kanan lurus dan lutut kiri ditekuk. arahkan lutut kiri ke tepi kanan. lalu lepaskan. dilakukan perlahan-lahan tahan 3-5 detik. 3)   Latihan otot pinggang dan otot panggul Tidur terlentang. pertahankan selama 3 detik.lutut kanan ditekuk.latihan dilakukan 10x. pertahankan selama 3 detik. Kembali ke posisi semula. Badan bagian atas dipertahankan tetap lurus. lakukan latihan ini 2 kali sehari. . gerakan lutut kanan ke samping kiri secara perlahan sampai menyentuh bagian tepi kiri.

Eliminasi 4. satu bantal menyangga punggung kaki. Lakukan satu kali setiap hari sampai tertidur C. Lakukan gerakan 45x dan berhenti sebentar setiap 15x 5) Latihan untuk pengembalian rahim ke bentuk dan tempat semula    Tidur tengkurap. Kebutuhan yang essensial dari perempuan nifas meliputi. Istirahat . Kepala Menoleh ke samping kiri atau kanan. 1. Rangkuman Perempuan masa nifas perlu dipenuhi kebutuhannya untuk bisa memulihkan kondisi setelah melahirkan dan untuk persiapan laktasi supaya bayinya tumbuh kembangnya berjalan dengan normal. Ambulasi atau mobilisasi dini 3. dua bantal menyangga perut. Nutrisi dan cairan 2. tangan sedikit dibengkokkan.

Jelaskan apa yang dapat dianjurkan kepada ibu nifas yang kesulitan mengalami sulit buang air kecil? 4. Setidak- . D. Kapan ibu postpartum normal diperbolehkan melakukan mobilisasi dini dan jelaskan 2 tujuan dilakukan mobilisasi dini? 3. Latihan/senam nifas. cobalah periksa jawaban ANDA dengan menggunakan Kunci Jawaban Soalsoal Latihan yang tersedia pada bagian akhir Modul ini. Seksual 7. Tugas/Pertanyaan Tes Lisan Soal : 1.5. Sebutkan kebutuhan kalori ibu selama menyusui dan jelaskan unsur-unsur yang harus terdapat pada bahan makanan untuk ibu menyusui? 2. Kebersihan diri/perineum 6. cobalah lanjutkan sampai semua soal selesai ANDA kerjakan. apabila sudah semua soal selesai ANDA kerjakan. Jelaskan langkah-langkah membersihkan alat genetalia? Jelaskan tujuan dilakukan senam nifas Bagaimana menurut ANDA? Apakah ANDA sudah selesai mengerjakan soal-soal latihan tersebut di atas? Jika seandainya belum.

Apabila memang ANDA sudah berhasil menjawab 80% benar soal-soal latihan atau bahkan semua soal dapat ANDA selesaikan dengan benar. apabila hasil mengerjakan soal-soal latihan belum mencapai 80% benar. pastilah tidak sulit untuk menjawab kesepuluh soal latihan tersebut di atas. Pada dasarnya.tidaknya ANDA diharapkan dapat menyelesaikan 80% soal-soal latihan Kegiatan Belajar-1 dengan benar. Jika demikian. maka sebaiknya ANDA pelajari kembali materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar1 terutama yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang belum ANDA pahami. Apabila seandainya belum sepenuhnya berhasil atau belum berhasil menjawab dengan 80% benar. maka ANDA diperkenankan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran ke materi pelatihan yang diuraikan/dibahas pada Kegiatan Belajar-2. maka SELAMAT bagi ANDA yang telah berhasil mengerjakan soal-soal tugas. STOP SEJENAK! Periksalah Jawaban Anda! Bagaimana hasil jawaban ANDA setelah melihat Kunci Jawaban? Semoga saja semua jawaban benar. sebaiknya ANDA disarankan untuk mempelajari kembali materi pelatihan Kegiatan Belajar-1 terutama bagian-bagian tertentu yang memang belum sepenuhnya ANDA pahami. . apabila ANDA mempelajari materi pelatihan yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-1.

.Setelah selesai mempelajari ulang materi pembelajaran tertentu (yang sebelumnya masih belum benar-benar ANDA pahami). Bagaimana? Apabila memang ANDA telah berhasil menyelesaikan semua soal tugas dengan benar atau setidak-tidaknya 80% benar. maka ANDA diperkenankan untuk melanjutkan kegiatan mempelajari materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar-2. cobalah kerjakan kembali soal-soal tugas Kegiatan Belajar-1. SELAMAT BELAJAR dan SUKSES tentunya bagi ANDA dalam mempelajari materi pembelajaran Kegiatan Belajar-2. ANDA benar-benar dapat menyelesaikan semua soal tugas Kegiatan Belajar-1 dengan benar. Semoga kali ini.

materi pembelajaran yang diuraikan pada Modul inimencakup bagian yang pertama tentang konsep dasar masa nifas . JHPIEGO. (2001). Anda haruslah mengerjakan Tes Akhir Modul (TAM). Sumber Pustaka: 1.Penutup Selamat bahwa sejauh ini Anda telah berhasil menyelesaikan materi pembelajaran yang diuraikan pada kegiatan belajar satu. Sebagai tindak lanjut dari penyelesaian modul ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan Anda terhadap keseluruhan materi pembelajarn yang telah ANda pelajari. Asuhan WHO. Panduan Pengajaran . Secara garis besar. Pusdiknakes.

b. a. d 4.Kebidanan Fisiologi bagi Bidan Dosen D III Kebidanan 1. Jakarta Kunci jawaban Kunci Jawaban kegiatan belajar 1 1. as? . c 4. Jakarta. 2.c 3. kegiatan belajar 2 1. 5. YBP-SP. R (2003) . c. Buku Panduan Praktis dan Neonatal. Jakarta 1. d. 1. (1995). Manajemen Laktasi. AB. 1. 4.c. Suradi. Perkumpulan Perinatologi Indonesia. 6. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. 2. Pelayanan KesehatanMaternal (2002). b 1. PM. d 3. EGC. Hamilton. Saifuddin.

Anggarini.Asuhan Kebidanan Nifas Cetakan Pertama. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Suradi.Yogyakarta : Mitra Cendikia 2. Y. dan Wulandari. 2010.R. 2003. Jakarta : Perinansia RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Program Studi Mata Kuliah : Jurusan Kebidanan : Asuhan Kebidanan pada Ibu III (Nifas) Topik/Sub Topik : Konsep dasar masa nifas dan perubahan yang terjadi : 180 menit (3 jam) Waktu : Ni Nyoman Sumiasih. Jakarta : Depkes. Yogyakarta: Pustaka Rihama 3. RI. RI. Pelatihan Konseling Menyusui. Cetakan Pertama. Sesi 31 Gizi Kesehatan & Kesuburan Wanita.2008 . 4. Ambarwati E. 2009. R.DAFTAR PUSTAKA 1. Depkes. SKM . Manajemen Laktasi.

Merawat buah dada yang bermasalah C.Dosen 1. Standar Kompetensi: Kompetensi lima (Bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat) 2. enzim proteolitik memendekkan jaringan otot yang telah mengendur (selama hamil : 10 x panjang dan 5 x lebar semula) Hasil akhir autolisis disebabkan oleh tindakan polymorph phagolitik dan macrophagus dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine.proses penghancuran diri sendiri yang terjadi dalam otot uterus. mencakup enam minggu berikutnya yg diperlukan utk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil 2. Proses involusi: dimulai dari autolysis. Menyebutkan masalah-masalah menyusui 5. Pengertian masa nifas: Masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir. Menguraikan proses laktasi 4. Indikator Hasil belajar Setelah mengikuti proses pembelajaran mahasiswa diharapkan mampu: 1. Kegiatan Belajar Mengajar Materi Pokok dan Uraiannya 1. Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin . Menjelaskan pengertian masa nifas 2. Menguraikan proses involusi 3.

5 cm 2cm 12. mencegah perdarahan yang banyak dan tempat tersebut tertutup secara bertahap. vagina. Pengurangan ukuran uterus tidak akan mengurangi jumlah otot sel. Proses bertahap yang berguna bila ibu melakukan ambulasi dini. Pada akhir masa nifas ligamen tersebut akhirnya akan mencapai kembali panjang dan tegangannya seperti sebelum hamil Berkurangnya sirkulasi progesteron mempengaruhi otot-otot panggul.0 cm 1 cm 450 gr 7. namun ukuran sel-sel yang berkurang akibat proses involusi. progesteron meningkatkan pembuluh darah pada vagina dan vulva. Proses ini membantu pemulihan tonisitas/elastisitas normal ligamentum. Ligamen yang menjadi kendor selama kehamilan dapat menyebabkan uterus setelah persalinan mudah tergeser oleh kandung kemih. vulva.Menyusui yang terus menerus merangsang pengeluaran oksitosin sehingga membantu involusi Kontraksi dan retraksi pd otot rahim mengurangi besarnya tempat plasenta. yang dapat menimbulkan hematoma dan edema pada vagina. vulva dan perineum Bobot terus Diameter uterus Palpasi serviks Pd akhir pesalinan 900 gr Pd akhir mgg I Pd akhir mgg II Pd akhir mgg VI 60 gr 2.5 cm Lembut/ lunak . perineum.5 cm Membelah 200 gr 5. senam nifas dan mencegah timbulnya konstipasi Pada kehamilan dan persalinan.

serabut decidua dan korion Lokia serosa keluar pada hari 5-9 masa nifas. Pada saat inilah mulai tejadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan puting susu. muncul pada hari ke-10 masa nifas. juga terdiri dari lekosit dan laserasi plasenta Lokia alba. karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. mengandung darah dari luka plasenta. mengandung lebih sedikit darah.Lokia : Ekskresi cairan uterus selama masa nifas Merupakan lapisan decidua yang mengelilingi situs (tempat implantasi) plasenta yang menjadi nekrotik (layu/mati) dan akan keluar dengan sisa cairan/darah Mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisne berkembang lebih cepat daripada kondisi asam pada vagina normal. wama merah. meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar. warna kecoklatan. putih kekuningan. selaput lendir serviks & serabut jaringan yang mati 3. sehingga pengaruh prolaktin lebih dominant. Pada hari kedua atau ketiga pasca salin kadar estrogen den progesterone turun drastis. lebih banyak serum. mengandung lekosit. Proses Laktasi Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta. bau amis Mengalami perubahan karena involusi uterus Perubahan Lokia Lokia rubra: pada hari 1-4 masa nifas. warna lebih pucat. terbentuklah prolaktin oleh hipofisis sehingga sekresi ASI makin lancar .

alveolus dan saluran makin baik sehingga terjadinya bendungan susu makin kecil dan menyusui akan makin lancar. pada masa pasca persalinan dini. 4. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar.Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan puting susu oleh hisapan bayi. Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim sehingga involusi makin cepat dan baik. dan masa pasca persalinan lanjut. Masalah-masalah dalam menyusui : Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya masalah. pengosongan. tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. Masalah menyusui dapat pula disebabkan karena keadaan khusus. Masalah dari ibu yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan. sehingga bayi sering menjadi . Refleks prolaktin Dalam puting susu banyak terdapat ujung saraf sensoris. Harmon ini yang berperan dalam produksi ASI di tingkat alveoli. baik masalah pada ibu maupun pada bayi. Tidak jarang perut ibu terasa mulas pada hari-hari pertama menyusui dan ini adalah mekanisme alamiah untuk kembalinya rahim ke bentuk semula. Makin sering menyusui. Masalah pada bayi pada umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan menyusui makin banyak pula produksi ASI Refleks Aliran (let down refleks) Rangsangan puting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan. Bila ini dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin.

“bingung puting” atau sering menangis. masalah yang sering timbul adalah kurang/salah informasi. payudara bengkak. sebaiknya tidak dilakukan apa-apa selama kehamilan. sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga ASI tidak baik untuk bayinya. Yang perlu dilakukan adalah. Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan kehamilan tentang penyulit-penyulit yang mungkin terdeteksi selama kehamilan yang ada kaitannya dengan menyusui. tunggu saja setelah bayi lahir Masalah Menyusui pada Pasca Persalinan Dini Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain puting susu datar atau terbenam. apakah terdapat infeksi kandida. puting susu lecet. ibu dapat terus memberikan ASI nya . mastitis atau abses Puting susu lecet Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit. maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini. Pada keadaan puting susu lecet kadang-kadang luka. Puting susu datar atau terbenam Yang paling efisien untuk meperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat. saluran susu tersumbat. Masalah menyusui antenatal Pada masa antenatal. puting susu terbenam (retracted) atau puting susu datar Kurang/salah informasi Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih balk dari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang. cek bagaimana perlekatan ibu dan bayi.

terlambat menyusukan dini. Untuk mencegah maka diperlukan : menyusui dini. perlekatan yang baik. Payudara menjadi merah. Olesi puting susu dengan ASI akhir. terasa berat pada payudara. menyusui on demand.pijat punggung sampai ke leher Mastitis Mastitis adalah peradangan pada payudara. sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu agar ketegangan menurun. tidak dibenarkan menggunakan sabun Payudara bengkak dan perawatannya Dibedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan payudara bengkak. ASI kurang sering dikeluarkan atau mungkin ada pembatasan waktu menyusui. badan bisa demam setelah 24 jam. Pada payudara penuh. kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas. untuk merangsang refleks oksitosin dilakukan sebagai berikut : . Bila diperiksa ASI keluar dan tidak ada demam. puting kencang. panas dan keras.pada keadaan luka tidak terlalu sakit. Selama puting susu diistirahatkan ASI tetap dikeluarkan dengan tangan. jangan sekalikali memberikan obat lain seperti krim. Kejadian ini terjadi pada masa nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh . suhu tubuh meningkat. Apabila terlalu tegang. salep. Di dalam terasa ada masa padat (lump). sakit. dan di luarnya kulit menjadi merah. tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri Cuci payudara sekali saja sehari. perlekatan kurang baik. Pada payudara bengkak: payudara udem. dll Puting susu yang sakit dapat diistirahatkan sementara waktu kurang lebih 1 x 24 jam dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 2 x 24 jam. kulit mengkilat dan bila diperiksa/dipencet ASI tidak keluar.ibu harus relaks . Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat. bengkak.kompres panas untuk mengurangi rasa sakit . bayi tidak dapat menyusui.

dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH. Alat perawatan buah dada dan model perawatan payudara.sumbatan saluran susu yang berlanjut. Metode Pembelajaran: Ceramah. Pendahuluan selama 5 menit 1. Pengeluaran ASI yang kurang baik pada payudara yang besar. Tanya jawab. perubahanperubahan saat kehamilan dan persalinan. Membuka pembelajaran dengan menyampaikan salam dan ngecek kehadiran mahasiswa 2. Menjelaskan pengertian masa nifas 2). D. Menyampaikan tujuan pembelajaran: 1). 4. Menyampaikan kontrak waktu 3 kali 60 menit 3. 1. terutama pada bagian bawah payudara yang menggantung 1. Mengurtaikan proses laktasi 4). Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengisapan yang tidak efektif. Apersepsi meriview sub topic sebelumnya. LKS 3. Kegiatan Pembelajaran: 1. Demonstrasi dan redemonstrasi 2. Komputer dan LCD 2. dan anatomi buah dada. Media dan Sarana Pembelajaran : Sarana: 1. Menyebutkan masalah-masalah menyusui . Menguraikan proses involusi 3). yang diakibatkan oleh sistem hormon.

proses involusi. Menjelaskan sintaks pembelajaran sebagai berikut: 1) 2) Dosen menjelaskan materi tahap demi tahap Dosen mendemonstrasikan ketrampilan perawatan buah dada 3) Memberi kesempatan pada mahasiswa un tuk melakukan latihan awal 4) Mencek mahasiswa yang melakukan latihan awal apakah sudah berhasil. Menyampaikan materi proses laktasi dan masalah-masalah buah dada selama 30 menit 3. proses laktasi. Memotivasi mahasiswa tentang pentingnya melakukan deteksi dini pada kelainan-kelainan masa nifas. kemudian memberi umpan balik 5) Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk melakukan latihan lanjutan 1. proses involusi. selama 30 menit. Dosen menggali pengetahuan mahasiswa dan menjelaskan pengertian masa nifas. Setiap mahasiswa diwajibkan mempelajari kembali tentang masa nifas dan permasalahannya . masalah-masalah laktasi dan perawatan buah dada yang bermasalah) 2. Dosen bersama mahasiswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan metode tanya jawab (meliputi pengertian masa nifas. Rangkuman. Penutup selama 5 menit 1. Melatih awal mahasiswa melakukan perawatan buah dada yang bermasalah selama 30 menit 5. 2. Merawat buah dada yang bermasalah 1. Mencek keberhasilan mahasiswa melakukan latihan awal dan memberikan umpan balik 6. selama 30 menit 4. Kegiatan inti selama 170 menit 1.5). Mendemonstrasikan perawatan buah dada yang bermasalah. Memberi kesempatan kepada mahasiswa melakukan latihan lanjutan 45 menit 7. 2.

Jakarta . Saifuddin. EGC. AB. Jakarta. Suradi. (2002). Hamilton. Jakarta 2. Evaluasi latihan Sumber Pustaka: 1. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. (1995). JHPIEGO. Perkumpulan Perinatologi Indonesia. Manajemen Laktasi. 1. YBP-SP. Asuhan WHO. 8. Panduan Pengajaran Kebidanan Fisiologi bagi Bidan Dosen D III Kebidanan 1. (2001). Pusdiknakes.3. PM. Setiap mahasiswa diwajibkan melakuakan lanjutan dan menerapkan pada kasus nyata. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. R (2003) .

Pengurangan ukuran uterus tidak akan mengurangi jumlah otot sel. vulva Proses ini membartu pemulihan tonisitas/elastisitas normal ligamentum . namun ukuran sel-sel yang berkurang akibat proses involusi Ligamen yang menjadi radar selama kehamilan dapat menyebabkan uterus setelah persalinan mudah tergeser oleh kandung kemih.Tanya membantu involusi Jawab Kontraksi dan retraksi pd otot rahim mengurangi besarnya tempat plasenta.Pengertian masa nifas : Masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir. Metode : Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi atas pengaruh oksitosin otot uterus Ceramah 170 Menyusui yang terus menerus merangsang pengeluaran oksitosin sehingga menit . vagina. Konsep dasar masa nifas : Proses involusi :dimulai dari autolysis.enzim proteolitik memendekkan jaringan otot yg telah mengendur (selarna hamil : 10 x panjang dan 5 x lebar semula) Hasil akhir autolisis disebabkan oleh tindakan polymorph phagolitik dan macrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine.proses penghancuran diri sendiri yang terjadi dalam otot uterus. mencakup enam minggu berikutnya yg diperlukan utk pulihnyakembali alat kandungan seperti sebelum hamil. . Pada akhir masa nifas ligamen tersebut akhirnya akan mencapai kembali panjang dan tegangannya seperti sebelum hamil Berkurangnya sirkulasi progesteron mempengaruhi otot-otot panggul. perineum.Curah mencegah perdarahan yang banyak dan tempat tersebut tertutup secara pendapat bertahap.

bau amis mengalami perubahan karena involusi uterus.Proses bertahap yang berguna bila ibu melakukan ambulasi dini. Mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisne berkembang lebih cepat daripada kondisi asam pada vagina normal. vulva dan perineum Bobot terus Diameter uterus Palpasi serviks Pd akhir pesalinan 900 gr Pd akhir mgg I Pd akhir mgg II Pd akhir mgg VI 60 gr 2.5 cm Membelah 200 gr 5. mengandung darah .0 cm 1 cm 450 gr 7.5 cm Lembut/ lunak Lokia : Ekskresi cairan uterus selama masa nifas merupakan lapisan decidua yang mengelilingi uterus (tempat implantasi) plasenta yang inenjadi nekrotik (jaringan mati) dan akan keluar dengan sisa cairan/darah. senam nifas dan mencegah timbulnya konstipasi. progesteron meningkatkan pembuluh darah pada vagina dan vulva. Perubahan Lokia Lokia rubra: pada hari 1-4 masa nifas. wama merah. yang dapat menimbulkan hematoma dan edema pada vagina.5 cm 2cm 12. Pada kehamilan dan persalinan.

juga terdiri dari lekosit dan laserasi plasenta. Pada saat inilah mulai tejadi sekresi ASI. mengandung lekosit. serabut decidua dan korion Lokia serosa keluar pada hari 5-9 masa nifas. karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca salin kadar estrogen den progesterone turun drastis. tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. mengandung lebih sedikit darah. Lokia alba. lebih banyak serum. Refleks prolaktin Dalam puting susu banyak terdapat ujung saraf sensoris. Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi.dari luka plasenta. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan menyusui makin banyak pula produksi ASI Refleks Aliran (let down refleks) Rangsangan puting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan. Proses Laktasi Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar. Harmon ini yang berperan dalam produksi ASI di tingkat alveoli. warna lebih pucat. sehingga pengaruh prolaktin lebih dominant. muncul pada hari ke-10 masa nifas. terbentuklah prolaktin oleh hipofisis sehingga sekresi ASI makin lancar. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting susu. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar. Makin sering menyusui. wama kecoklakatan. selaput lendir serviks & serabut jaringan yang mati. Bila ini dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. . pengosongan. putih kekuningan.

Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim sehingga involusi makin cepat dan baik. Masalah-masalah dalam menyusui : Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya masalah. Masalah menyusui dapat pula disebabkan karena keadaan khusus. Tidak jarang perut ibu terasa mulas pada hari-hari pertama menyusui dan ini adalah mekanisme alamiah untuk kembalinya rahim ke bentuk semula. pada masa pasca persalinan dini. baik masalah pada ibu maupun pada bayi. masalah yang sering timbul adalah kurang/salah informasi. sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga ASI tidak baik untuk bayinya. dan masapasca persalinan lanjut. putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar Kurang/salah informasi Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih balk dari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang.Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan kehamilan tentang penyulit-penyulit yang mungkin terdeteksi selama kehamilan yang ada kaitannya dengan menyusui . Masalah menyusui antenatal Pada masa antenatal. sehingga bayi sering menjadi “bingung putting” atau sering menangis.alveolus dan saluran makin baik sehingga terjadinya bendungan susu makin kecil dan menyusui akan makin lancar. Masalah pada bayi pada umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi. Masalah dari ibu yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan.

putting susu lecet. Pada keadaan putting susu lecet kadang-kadang luka. sebaiknya tidak dilakukan apa-apa selama kehamilan. payudara bengkak. saluran susu tersumbat.WAKTU URAIAN MATERI METODE . mastitis atau abses Putting susu lecet Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit. Putting susu datar atau terbenam Yang paling efisien untuk meperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat. Olesi puting susu dengan ASI . cek bagaimana perlekatan ibu dan bayi. ibu dapat terus memberikan ASI nya pada keadaan luka tidak terlalu sakit. apakah terdapat infeksi kandida. maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini. tunggu saja setelah bayi lahir Masalah Menyusui pada Pasca Persalinan Dini Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain puting susu datar atau terbenam. Yang perlu dilakukan adalah.

Selama putting susu diistirahatkan ASI tetap dikeluarkan dengan tangan. menyusui on demand. dll Putting susu yang sakit dapat diistirahatkan sementara waktu kurang lebih 1 x 24 jam dan biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 2 x 24 jam. . Apabila terlalu tegang. terlambat menyusukan dini. panas dan keras. ASI kurang sering dikeluarkan atau mungkin ada pembatasan waktu menyusui. tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri Cuci payudara sekali saja sehari. Di dalam terasa ada masa padat (lump). perlekatan kurang balk. Bib diperiksa ASI keluar dan tidak ada demam. Untuk mencegah maka diperlukan : menyusui dini. terasa berat pada payudara. sakit. salep. tidak dibenarkan menggunakan sabun Payudara bengkak Dibedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan payudara bengkak. jangan sekali kali memberikan obat lain seperti krim. untuk merangsang refleks oksitosin dilakukan sebagai berikut : . bengkak. bayi tidak dapat menyusui. Kejadian ini terjadi pada masa nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang berlanjut. suhu tubuh meningkat. Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat. kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas. Pada payudara bengkak : payudara udem. sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu agar ketegangan menurun. Pada payudara penuh.kompres panas untuk mengurangi rasa sakit . perlekatan yang baik.pijat leher Mastitis Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah. Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengisapan yang tidak efektif.akhir. dan di luarnya kulit menjadi merah.ibu harus relaks . putting kencang. kulit mengkilat dan bila diperiksa/dipencet ASI tidak keluar. badan bisa demam setelah 24 jam. dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH.

Horrnon di bawah ini menekan prolaktin pada saat hamil adalah… 1. estrogen dan progesterone 4. Proses involusi rahim dipengaruhi oleh hal-hal di bawah ini… 1. autolisis 4. oxytocin 1. terutama pada bagian bawah payudara yang menggantung. Lochea yang banvak mengandung serum aan leukosit adalah . 450 gr 3. 1. 60 gr 1. 900 gr 2. polymorph phagolitik macrophages 2.Pengeluaran ASI yang kurang baik pada payudara yang besar. oxytocin 3. estrogen 2. 200 gr 4. Berat uterus: pada akhir satu minggu masa ilifaS adalah 1. semua benar 1. progesterone 3.

kompres hangat 4. putting susu masuk 1. susui bayi. produksi air susu banyak 3. kompres air dingin. masase punggung. Asuhan yang dilakukan pada buah dada bengkak adaiah 1. masase punggung. kompres dingin 3. kompres dingin. Lochea serosa 4. susui bayi 2. nifas 4. persalinan dan nifas 1. kompres air hangat. Masaiah menyusui pada masa pasta persaiinan dini adalah 1. Lochea rubra 2.1. Lochea sanguinolenta 3. masase punggung. Lochea alba 1. mastitis 4. susui bayi. kompres hangat . putting susu lecet 2. kecuali 1. payudara bengkak 3. Payudara bengkak pada umumnya disebabkan oleh. putting susu lecet 4. persahnan 3. kompres air hangat. kehamilan 2. Putting susu masuk/datar dapat segera dideteksi pada saat… 1. kompres air dingin. frekuensi menyusui tidak rutin 2. putting susu datar/terbenam 1. susui bayi. masase punggung.

1. ibu yang gemuk 4. Lokia mengalami perubahan karena involusi uterus Dua refleks pada ibu yang sangat panting datam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan Metode : Ceramah dan tan ya jawab . Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin. ibu primipara 2. Asuhan yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah buah dada bengkak … 1. bersihkan putting susu setiap selesai menyusui kosongkan buah dada setelah selesai menyusui pakai BH yang menyangga Jaga kebersihan payudara dengan air sabun KESIMPULAN (5 menit) Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir. ibu grande multi para 3. ibu dengan putting susu datar/terbenam 1. 3. mencakup 6 mg berikutnya yg diperlukan utk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil. Proses involusi terjadi karena adanya proses autolisis. 2. Hasil akhir autolisis lisis digerakkan oleh tindakan polymoiph phagolitik danmacrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine. Faktor predisposisi buah dada bengkak adalah … 1. 4.

Pada masa antenatal. masalah yang sexing timbul adalah kurang/salah informasi. payudara bengkak. putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain : putting susu datar atau terbenam. saluran susu tersumbat. mastitis atau abses. putting susu lecet. EVALUASI CATATAN LESSON PLAN TEORI Program Studi Mata Kuliah : Jurusan Kebidanan : Asuhan Kebidanan pada Ibu III (Nifas) Topik/Sub Topik : Konsep dasar masa nifas dan perubaha yang terjadi Waktu Dosen : 180 menit (3 jam) : Ni Nyoman Sumiasih.bayi. SKM Objektif dari Silabus : Setelah mengikuh perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar masa nifas dan perubaban-perubahan yg terjadi .

Jakarta Bahan dan Sumber : 1.Sumber Pustaka : 1. Jakarta 11. AB. JHPIEGO. PM. perubahan-perubahan seat kehamilan dan 5 menit persalinan yang diakibatkan sistem hormonal. Manajemen Laktasi. Hamilton. Hand out 2. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan Fisiologi bagi Bidan Dosen D III Kebidanan 10. Pusdiknakes. R (2003) Perinatologi Indonesia. 1. (1995). WHO. EGC. Menjelaskan OPS dari sub topik yang akan dibahas . Jakarta. YBP-SP. Saifuddin. Meriview sub topik sebelumnya : anatomi buah dada. Suradi. OHT/OHP 3. Papan tulis METODE DAN ALAT BANTU WAKTU ISI PENDAHULUAN 1. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Buku Panduan Praktis Pelayanan . Mengucapkan salam 2. Kesehatan Maternal (2002). Perkumpulan dan Neonatal. (2001). 12.

Menjelaskan konsep dasar masa nifas : proses involusi. mahasiswa mampu : 1. . masalah masalah dalam menyusui) 1. masalahmasalah claim menyusui. proses laktasi. Menjelaskan manfaat mempelajari materi ini Metode : Ceramah Curah pendapat Tanya jawab Objektif perilaku siswa : Tanpa melihat hand out.1. Menjelaskan pengettian masa nifas 1. Menjelaskan cakupan materi yang akan dibahas yaitu : pengertian masa nifas. konsep dasar masa nifas (proses involusi. proses laktasi.

Tanya Jawab .WAKTU URAIAN MATERI Pengertian masa nifas : Masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir. Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin . mencakup 6 mg berikutnya yg diperlukan utk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil.Curah mengendur (selarna hamil : 10 x panjang dan 5 x lebar pendapat semula) Basil akhir autolisis lists digerakkan oleh tindakan Polymorph phagolitik dan macrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine. METODE Konsep dasar masa nifas : Proses involusi : Metode : Autolysis .enzim proteolitik memendekkan jaringan otot yg telah .proses penghancuran diri sendiri yang terjadi dalam otot uterus .Ceramah 170 menit .

vulva dan perineum . Pengurangan ukuran uterus tidak akan mengurangi jumlah otot sel. mencegah perdarahan yang banyak dan tempat tersebut tertutup secara bertahap. Pada akhir masa nifas ligamen tersebut akhirnya akan mencapai kembali panjang dan tegangannya seperti sebelum hamil Berkurangnya sirkulasi progesteron mempengaruhi otototot panggul. vulva Proses int metnbarttu pemulihan tonisitas/elastisitas normal ligamentum Proses bertahap yang berguna bila ibu melakukan ambulasi dini. perineum. senam nifas dan mencegah timbulnya konstipasi Pada kehamilan dan persalinan. vagina.Menyusui yang terus menerus merangsang pengeluaran oksitosin sehingga membantu involusi Kontraksi dan retraksi pd otot rahim mengurangi besarnya tempat plasenta. yang dapat menimbulkan hematoma dan edema pada vagina. namun ukuran sel-sel yang berkurang akibat proses involusi Ligamen yang menjadi radar selama kehamilan dapat menyebabkan uterus setelah persalinan mudah tergeser oleh kandung kemih. progesteron meningkatkan pembuluh darah pada vagina dan vulva.

5 cm 2cm 5.0 cm 1 cm 2.5 cm Membelah Lokia : Ekskresi cairan uterus selama masa nifas Mrpk lapisan decidua yang mengetilingi situs (tempat implantasi) plasenta yang inenjadi nekrotik (layalmati) dan akan keluar dengan sisa cairan/darah Mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisne berkembang lebih cepat daripada kondisi asam pada vagina normal .5 cm Palpasi serviks Lembut/ lunak 7.WAKTU URAIAN MATERI METODE Bobot terus Pd akhir pesalinan Pd akhir mgg I Pd akhir mgg II Pd akhir mgg VI 60 gr 200 gr 450 gr 900 gr Diameter uterus 12.

warna lebih pucat.pada hari 5-9 masa nifas . mengandung data dari luka plasenta.wama keeoklian. putih kekuningan. mengandung lebih sedikit darah. selaput lendir serviks & serabut jaringan yang mati Proses Laktasi Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta . juga terdiri dari lekosit dan laserasi plasenta Lokia alba . lebih banyak serum.Bail amis Mengalami perubahan karena involusi uterus Perubahan Lokia Lokia mbrailmenta : pada haril-4 masa nifas wama mesh.muncul pada hari ke-10 masa nifas . serabut decidua dan korion Lokia serosa . mengandung lekosit.

Oksitosin juga memacu kontraksi otot rahim sehingga involusi makin cepat dan baik. Makin sering menyusui. Bila ini dirangsang timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. Tidak jarang perut ibu terasa mulas pada hari-hari pertama menyusui dan ini adalah mekanisme alamiah untuk kembalinya rahim ke bentuk semula. Pada hari kedua atau ketiga pasca salin kadar estrogen den progesterone turun drastis. terbentuklah prolaktin oleh hipofisis sehingga sekresi ASI makin lancar Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi. Masalah-masalah dalam menyusui : Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya masalah. Dengan demikian mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan menyusui makin banyak pula produksi ASI Refleks Aliran (let down refleks) Rangsangan putting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan. karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi.WAKTU URAIAN MATERI METODE meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar. Masalah dari ibu . alveolus dan saluran makin balk sehingga terjadinya bendungan susu makin kecil dan menyusui akan makin lancar. baik masalah pada ibu maupun pada bayi. tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. pengosongan. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar. sehingga pengaruh prolaktin lebih dominant. Refleks prolaktin Dalam putting susu banyak terdapat ujung saraf sensoris. Harmon ini yang berperan dalam produksi ASI di tingkat alveoli. Pada saat inilab mulai tejadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan putting susu.

sehingga bayi sering menjadi “bingung putting” atau sering menangis. putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar Kurang/salah informasi Banyak ibu yang merasa bahwa susu formula itu sama baiknya atau malah lebih balk dari ASI sehingga cepat menambah susu formula bila merasa bahwa ASI kurang.yang timbul selama menyusui dapat dimulai sejak sebelum persalinan. Masalah menyusui dapat pula disebabkan karena keadaan khusus. masalah yang sering timbul adalah kurang/salah informasi. sering diinterpretasikan oleh ibu dan keluarga ASI tidak baik untuk bayinya.Petugas kesehatan pun masih banyak yang tidak memberikan informasi pada saat pemeriksaan kehamilan tentang . Masalah pada bayi pada umumnya berkaitan dengan manajemen laktasi. dan masa WAKTU URAIAN MATERI METODE pasca persalinan lanjut. Masalah menyusui antenatal Pada masa antenatal. pada masa pasca persalinan dini.

Putting susu datar atau terbenam Yang paling efisien untuk meperbaiki keadaan ini adalah isapan langsung bayi yang kuat.Olesi putting susu dengan ASI akhir.Pada keadaan putting susu lecet kadang-kadang luka. mastitis atau abses Putting susu lecet Pada keadaan ini sering kali seorang ibu menghentikan menyusui karena putingnya sakit. sebaiknya tidak dilakukan apa-apa selama kehamilan. tunggu saja setelah bayi lahir Masalah Menyusui pada Pasca Persalinan Dini Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain : putting susu datar atau terbenam.apakah terdapat infeksi kandida . . payudara bengkak. Yang periu dilakukan adalah .penyulit-penyulit yang mungkin terdeteksi selama kehamilan yang ada kaitannya dengan menyusui. putting susu lecet. jangan sekali- . maka dapat dilakukan cara-cara seperti ini.cek bag-aimana perlekatan ibu dan bayi . saluran susu tersumbat. ibu dapat terus memberikan ASI nya pada keadaan luka tidak terlalu sakit.

perlekatan yang baik. sakit. salep. Untuk mencegah maka diperlukan : menyusui dini. badan bisa demam setelah 24 jam. Bib diperiksa ASI keluar dan tidak ada demam. Hal ini terjadi karena antara lain produksi ASI meningkat. menyusui on demand. Pada payudara penuh. panas dan keras. tidak dianjurkan dengan alat pompa karena nyeri . bayi tidak dapat menyusui. terasa berat pada payudara. Apabila terlalu tegang.Putting susu yang sakit dapat diistirahatkan sementara waktu kurang lebih 1 x 24 jam dan biasanya akan sembuh sandiri dalam waktu 2 x 24 jam . putting kencang.Cuci payudara sekali saja sehari. kulit mengkilat dan bila diperiksa/dipencet ASI tidak keluar. terlambat menyusukan dini. dll .WAKTU URAIAN MATERI kali memberikan obat lain seperti krim. tidak dibenarkan menggunakan sabun Payudara bengkak Dibedakan antara payudara penuh karena berisi ASI dengan payudara bengkak. perlekatan kurang balk. ASI kurang sering dikeluarkan atau mungkin ada pembatasan waktu menyusui. Pada payudara bengkak : payudara udem.Selama putting susu diistirahatkan ASI tetap dikeluarkan dengan tangan. METODE .

Keadaan ini disebabkan kurangnya ASI diisap/dikeluarkan atau pengusapan yang tidak efektif. dan di luarnya kulit menjadi merah. estrogen 2. Pengeluaran ASI yang kurang baik pada payudara yang besar. terutama pada bagian bawah payudara yang menggantung. Di dalam terasa ada masa padat (lump). progesterone . Kejadian ini terjadi pada masa nifas 1-3 minggu setelah persalinan diakibatkan oleh sumbatan saluran susu yang berlanjut. Horn on di bawah ini menekan prolaktin pada saat adalah… 1. 1. untuk merangsang refleks oksitosin dilakukan sebagai berikut : . kadang kala diikuti rasa nyeri dan panas. suhu tubuh meningkat.ibu harus relaks .pijat leher Mastitis Mastitis adalah peradangan pada payudara. Payudara menjadi merah. dapat juga karena kebiasaan menekan payudara dengan jari atau karena tekanan baju/BH.sebaiknya ASI dikeluarkan dahulu agar ketegangan menurun. bengkak.kompres panas untuk mengurangi rasa sakit .

Bent uterus: pada akhir satu minggu masa ilifaS adalah 1. persahnan 3. oxytocin 3. payudara bengkak . Masaiah menyusui pada masa pasta persaiinan dini adalah 1. Lochea rubra 2. kehamilan 2. putting susu lecet 2. Proses involusi rahim dipengaruhi oleh hal-hal di bawah ini… 1. 900 gr 2. Lochea yang banvak mengandung serum aan leukosit adalah 1. estrogen dan progesterone 4. Lochea sanguinolenta 3. 200 gr 4. 60 gr 1. Lochea alba 1. oxytocin 1. semua benar 1. autolisis 4.3. Lochea serosa 4. polymorph phagolitik macrophages 2. Putting susu masuk/datar dapat segera dideteksi pada saat… 1. 450 gr 3. persalinan dan nifas 1. nifas 4.

ibu yang gemuk 4. kompres dingin 3.3. putting susu datar/terbenam 1. putting susu masuk 1. masase punggung. produksi air susu banyak 3. kompres dingin. kompres hangat 4. putting susu lecet 4. kompres air dingin. kompres air hangat. pakai BH yang menyangga . kompres air hangat. kecuali 1. frekuensi menyusui tidak rutin 2. Asuhail yang dilakukan pada buah dada bengkak adaiah 1. susui bayi. Faktor predisposisi buah dada bengkak adalah … 1. kompres air dingin. masase punggung. susui bayi. masase punggung. bersihkan putting susu setiap selesai menyusui 2. ibu grande multi para 3. susui bayi. ibu primipara 2. kosongkan buah dada setelah selesai menyusui 3. masase punggung. Asuhan yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah buah dada bengkak … 1. mastitis 4. susui bayi 2. kompres hangat 1. ibu dengan putting susu datar/terbenam 1. Payudara bengkak pada umumnya disebabkan oleh.

putting susu lecet. putting susu terbenam (retracted) atau putting susu datar Pada masa ini kelainan yang sering terjadi antara lain : putting susu datar atau terbenam. Metode : Lokia mengalami perubahan karena involusi uterus Ceramah Dua refleks pada ibu yang sangat panting datam proses laktasi adalah refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat rangsangan putting susu oleh hisapan bayi. Hasil akhir autolisis lisis digerakkan oleh tindakan polymoiph phagolitik danmacrophages dalam sistem peredaran darah dan limpa dan dibuang melalui urine. saluran susu tersumbat.4. mastitis atau abses. Proses ini selanjutnya dibantu oleh kontraksi dan retraksi otot uterus atas pengaruh oksitosin. mencakup 6 mg berikutnya yg diperlukan utk pulihnya kembali alat kandungan seperti sebelum hamil. payudara bengkak. EVALUASI CATATAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI LESSON PLAN (ACARA) PRAKTIK . Pada masa antenatal. masalah yang sexing timbul adalah kurang/salah informasi. Jaga kebersihan payudara dengan air sabun KESIMPULAN (5 menit) Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah bayi & plasenta lahir. Proses involusi terjadi karena adanya proses autolisis.

Metode Dosen Sumiasih. Dasar – dasar Keperawatan Maternitas. bahan. Hamilton. Pusdiknakes. (2001). (1995).M. : : : Tensi meter. layar : 1. SKM : Demontrasi : Ni Nyoman A. Jakarta. mahasiswa mampu melaksanakan senam nifas Peralatan dan Perlengkapan Bahan – bahan Alat Bantu Mengajar Sumber Pustaka WHO.Job/Kegiatan (Senam Nifas) Waktu : Latihan Post Partum : 120 menit Objektif Perilaku Siswa : Setelah membaca dan mempraktikan setiap langkah yang terdapat dalam CD dan menggunakan alat. dan perlengkapan yang terdapat di laboratorium. PENDAHULUAN . P. matras Air minum CD player. JHPIEGO. EGC. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan Fisiologi bagi Bidan Dosen D III Kebidanan 2.

Menyiapkan alat dan ibu berkomunikasi yang baik dengan pasien 2. PENYAJIAN (100 menit) Langkah – langkah Key Point Ragakan pada mahasiswa cara 1. Menjelaskan manfaat atau rasionalisasi mahasiswa mempelajari materi ini sebagai calon bidan B.Mengucapkan salam dan menanyakan kondisi kesiapan mahasiswa mengikuti kuliah praktik 1. Mengukur vital . Menjelaskan objektif-perilaku siswa (OPS) atau tujuan mempelajari materi 3. Menjelaskan metode dan sistematika pelajaran yang akan ditempuh mahasiswa dalam kuliah ini 4. Menjelaskan keterkaitan materi sebelumnya dengan materi yang akan diberikan 2.

dinding perut. lepaskan selama 5 melakukan gerakan Kegel detik. sfingter ani. kembali turun perlahan – lahan. Meminta ibu untuk posisi Gerakan ini dilakukan setelah tidur terlentang dengan kedua melakukan gerakan Kegel (hari I) tangan telentang Tidur tangan tangan tengah diulang telentang dengan kedua telentang gerakkan kedua ke atas sampai bertemu di – tengah posisi tubuh. tahan 5 detik kembali ke posisi semula. kedua tangan di atas perut perlahan – lahan angkat atas perut kepala dan paha sampai lutut tertekuk. Posisikan ibu tidur Tidur telentang dengan tangan di telentang. diulang sebanyak 8 kali Gerakan ini melaksanakan senam hari III dilakukan setelah senam Kegel dan 6.sign Mentinta ibu untuk mengambil Kontraksikan otot – otot dasar posisi tidur telentang untuk panggul. sampai 8 kali dilakukan setelah senam Kegel dan Gerakan ini melaksanakan senam hari II 5. Tahan 5 detik. Dilakukan ± 100 kali/hari secara bertahap (untuk hari I) A 4. ulangi 8 kali. Posisikan ibu tidur telentang Dengan tidur telentang tekan kedua kedua tangan di samping telapak kaki dan tangan di matras. badan nagkat bokong perlahan-lahan sampai badan dan lutut lurus. ulangi 8 kali .

Lakukan secara bergantian kaki kanan dan kaki kiri sebanyak 4 kali Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan 9. kaki kanan ditekuk. tekuk lutut sampai tumit diangkat sampai dengan ujung jari kaki menyentuh matras. tangan kanan diangkat kekiri ditekuk.Gerakan ini melaksanakan senam hari IV Posisi ibu tidur telentang dilakukan setelah senam Kegel dan Posisi ibu tidur telentang angkat kepala. Kepala diangkat. kaki terbuka telapak kaki kanan ditarik ke belakang dan . Posisi ibu tidur senam Kegel dan senam hari VI telentang. kembali ke posisi semula. Lakukan secara sebanyak 4 kali bergantian Gerakkan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari V 8. Posisi ibu tidur Posisi tidur telentang kedua tangan di samping telentang badan. kedua kaki terbuka. tangan kiri diangkat. kedua Posisi ibu telentang.

turunkan ke posisi semula. kedua telapak tangan di Dengan posisi tidur telentang. ulangi 8 kali Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan senam Kegel dan senam hari VIII 11. tahan 5 detik. kedua tangan tangan di samping ditekankan pada matras. angkat badan dan kepala sampai posisi duduk Ulangi sampai 8 kali kalau mampu . Posisi tidur senam hari IX telentang. kempeskeskan perut tahan selama 5 detik. Posisikan ibu Gerakan ini dilakukan setelah melaksanakan merangkak kedua senam Kegel dan senam hari VII siku dan lutut di Dengan posisi merangkak.telapak kakikiri ditarik ke depan Dilakukan bergantian sebanyak 8 kali 10. kedua telapak bawah kepala tangan di bawah kepala. Posisi ibu tidur telentang kedua Dengan posisi telentang. kemudian lepas. ulangi 8 kali Gerakkan ini dilakukan setelah melaksanakan 12. kedua kaki diangkat badan lurus ke atas. bungkukkan lantai punggung ke atas.

mahasiswa akan membimbing ibu nifas melakukan senam nifas secara mandiri sesuai dengan langkah langkah. APLIKASI (15 menit) Meminta satu orang mahasiswa untuk mendemonstrasikan ulang senam nifas yang telah dicontohkan dengan bimbingan dosen D. EVALUASI Penilaian dilakukan pada mahasiswa bersifat obyektif.C. dosen mencocokkan dengan menggunakan daftar tilik agar dapat mengetahui kompetensi yang benar – benar dikuasai mahasiswa .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful