KRISIS EKONOMI DAN MASA DEPAN EKONOMI INDONESIA Oleh: Ginandjar Kartasasmita Disampaikan pada Kuliah Perdana Program

Magister Manajemen Universitas Padjajaran Bandung, 5 Januari 2002

Pendahuluan Memasuki tahun baru tahun 2002, ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang parah. Perbaikan ekonomi belum tampak betul wujudnya, bahkan tanda-tanda ke arah itupun masih sangat samar. Padahal telah empat setengah tahun krisis berjalan, dan selama itu pergantian pemerintahan telah terjadi tiga kali. Sebaliknya, negara-negara Asia yang terjangkit krisis bersama-sama kita, kondisi ekonominya telah banyak membaik, meskipun bukan berarti mereka sudah lepas dari masalah. Belakangan ini muncul kasus Argentina yang menarik banyak perhatian dan oleh banyak orang dihubung-hubungkan dengan kemungkinan terjadinya hal serupa di Indonesia. Tulisan ini mencoba membahas kembali krisis ekonomi itu, asal muasalnya, upaya pemulihannya hingga saat ini, serta bagaimana prospeknya di masa depan. Pembahasan ini akan dimulai dengan melihat keadaan ekonomi Indonesia prakrisis. Kilas balik ekonomi Indonesia sebelum krisis Menjelang meletupnya krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis keuangan pada pertengahan tahun 1997, Indonesia termasuk di antara beberapa negara berkembang yang dinilai sebagai sangat berhasil dalam pembangunannya. Ekonomi Indonesia termasuk di antara ekonomi di beberapa negara Asia yang mengalami kemajuan sedemikian rupa sehingga disebut sebagai miracle. Indonesia sering dijadikan contoh untuk negara-negara berkembang lain bagi programprogram yang dianggap berhasil, seperti dalam bidang keluarga berencana dan penanggulangan kemiskinan. Beberapa indikator makro kondisi ekonomi Indonesia beberapa saat sebelum krisis dapat diangkat kembali sebagai bukti. Peningkatan pendapatan per-kapita. Dalam kurun waktu tiga puluh tahun, sejak tahun 1965 sampai 1995, PDB per -kapita secara riil mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6,6% setiap tahunnya. Pada pertengahan tahun 1960-an Indonesia lebih miskin dari India, kemudian pada pertengahan tahun 1990-an PDB per-kapita Indonesia melampaui US$ 1.000 yang berarti lebih dari tiga kalinya India (World Bank 1997). Penurunan laju inflasi. Sekitar awal tahun 1960 sampai akhir tahun 1960-an Indonesia mengalami inflasi yang luar biasa tinggi bahkan pernah sampai 600%, tetapi sejak itu lambat laun dapat dikendalikan. Sampai dengan tahun-tahun terakhir sebelum terjadinya krisis (1997), Indonesia berhasil menekan laju inflasinya pada angka satu dijit saja. Peningkatan pendapatan petani dan tercapainya swasembada pangan. Berbagai kebijakan dan langkah pembangunan yang telah berhasil mengendalikan inflasi dan meredam fluktuasi harga barang, dibarengi dengan investasi yang strategis dalam peningkatan produktivitas pertanian. Dengan demikian kebijakan itu telah meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat di perdesaan, sekaligus menciptakan stabilitas harga beras yang menjadi makanan pokok rakyat www.ginandjar.com 1

setidaknya. khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. yaitu tahun terjadinya krisis. Indonesia boleh dikatakan telah “kehilangan pijakan” dalam kancah perdagangan internasional.2% kemudian tahun 1996. dari Rp2. Hasilnya juga dinikmati oleh kaum perempuan. sama cepatnya dengan peningkatan PDB perkapita. pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 13. produk kain dan alas kaki.6%. diperkirakan bahwa menjelang tahun 2005 yang akan datang. upaya tersebut telah meningkatkan pendapatan riil masyarakat dengan cepat. dan kenaikan ini adalah empat kali lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata kenaikan perdagangan dunia (Stern 2000). seperti angka kematian bayi. dan angka partisipasi bersekolah. angka kemiskinan akan menurun secara tajam menjadi kurang dari 5%. Jadi. masyarakat kehilangan kepercayaan pada sektor perbankan. yang kini telah menjadi bagian terbesar dari produk industri pengolahan kita. Krisis diawali oleh jatuhnya baht Thailand pada bulan Juli 1997. barang-barang elektronik dan kayu lapis. Peningkatan pendapatan masyarakat di tingkat bawah ini telah mendorong tumbuhnya berbagai industri. atau kira-kira sama tingkatannya dengan newly industrialized country lainnya.6% pada tahun 1973 menjadi hampir 25% pada tahun 1995. Lalu datanglah krisis Krisis keuangan Asia yang datangnya seperti tiba-tiba telah menyeret Indonesia mundur beberapa tahun ke belakang. sampai dengan tahun 1997. Peran industri pengolahan dalam PDB mengalami kenaikan yang sangat berarti. yaitu dari sekitar 69% pada tahun 1970 menjadi 49% pada tahun 1976 kemudian menjadi 15% pada tahun 1990 dan mencapai 11. masih tumbuh 7. Penurunan tingkat kemiskinan.Indonesia. Pada saat itu. dan banyak pelanggan asing membatalkan pesanannya karena kurang percaya bahwa perusahaan Indonesia akan mampu memenuhi permintaannya. Hal ini khususnya didorong oleh pertumbuhan ekspor produk-produk olahan seperti garment (pakaian jadi).400 perdollar pada pertengahan 1997 menjadi Rp16. dan ketika Indonesia layak disebut sebagai a middle-income industrialized country. pertumbuhan ekonomi masih tetap positif walaupun cenderung menurun. dan indikator makro ekonomi lainnya menunjukkan angka-angka yang memburuk.com 2 . semuanya menunjukkan adanya perbaikan secara nyata. menjadi berpeluang untuk bekerja di sektor formal dengan upah yang cukup memuaskan. Ekspor nonmigas. Pada waktu yang bersamaan. ketika PDB per-kapita Indonesia mencapai US$2. baik industri kecil maupun industri besar. ekspor Indonesia terhambat oleh kurangnya biaya untuk impor bahan baku. dari 7. yaitu sejak tahun 1985 ketika deregulasi diberlakukan untuk pertama kalinya sampai dengan tahun 1995. Berbagai indikator kesejahteraan sosial. ketika krisis mencapai puncaknya. angka kelahiran.9%. www. atau tahun terakhir sebelum terjadinya krisis. yang semula banyak berkecimpung di sektor perdesaan tanpa upah yang memadai.000 perdollar pada bulan Juni 1998. Prestasi ini diperoleh setelah kita melakukan upaya pembangunan di berbagai bidang dengan strategi pertumbuhan yang berorientasi padat karya dan didukung oleh pembangunan sumberdaya manusianya. bahkan seringkali tanpa bayaran.300. Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional mengalami penurunan secara dramatis. Juga telah kita saksikan berkembangnya ekonomi rakyat yang ternyata cukup tangguh dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi.5% pada tahun 1996. dan tahun 1997 menurun ke angka 4. Sebelum terjadinya krisis. Pada tahun 1995 Indonesia masih menikmati pertumbuhan sebesar 8. kemudian berakibat langsung terhadap nilai rupiah yang terdepresiasi secara eksponensial. Berdasarkan salah satu dokumen Bank Dunia (1997).8%.ginandjar. Peningkatan output manufaktur dalam sumbangannya terhadap PDB. Pada tahun 1998. seperti inflasi yang melonjak sampai 77.6%. di antara negara-negara sedang berkembang Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara yang paling cepat mengurangi angka kemiskinannya. mengalami kenaikan sekitar 22% setiap tahunnya selama satu dekade penuh.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengembalikan kepercayaan pasar dan memperbaiki hubungan dengan masyarakat internasional. apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.6% pada tahun 1999. Rupiah mencapai titik terendah setelah terjadi peristiwa itu. diikuti dengan langkah-langkah awal pelaksanaannya. Pada bulan Maret 1998. yang diperburuk oleh kekeringan yang panjang. Pada mulanya. pada tahun 1997 Indonesia didera pula oleh El Niòo. Akibat krisis. yang secara historis telah terbukti ampuh sebagai lokomotif pembaharu politik di negara ini. dianggap tidak L sungguh-sungguh menjalankan program reformasi seperti apa yang telah disyaratkan dalam berbagai LoI itu. sementara itu Malaysia berteguh hati untuk mengatasi masalahnya sendiri dengan cara pengendalian kapital secara ketat. beban hutang Indonesia menjadi seakan-akan makin tak tertanggungkan. Bank Dunia dan Asian Development Bank. Filipina dibantu IMF dengan melanjutkan upaya yang telah disepakati sebelumnya. seakan-akan tak berhenti berkobar dan telah menghanguskan ratusan ribu hektar hutan. Akibatnya.menerus. keadaan ekonomi terus memburuk. kerusuhan sosial meledak di Jakarta. Dalam pada itu. Pada tahun 1999 nilai total hutang luar negeri Indonesia mencapai angka US$148 milyar. Tetapi kemudian Presiden Soeharto. dan pada kesempatan itu saya ditunjuk sebagai Menteri Koordinator bidang Ekonomi Keuangan dan Industri (Menko Ekuin). www. mengalami ketakutan luar biasa dan akhirnya banyak yang melarikan diri. turut menambah dimensi dan beban tambahan dalam krisis yang dihadapi bangsa Indonesia. Di antara negara-negara Asia yang dilanda krisis. Pada pertengahan Mei 1998. yaitu bencana alam akibat musim kering yang panjang dan paling buruk dalam 50 tahun terakhir.Penerimaan ekspor nonmigas merosot sebesar 2. Dalam peristiwa kelabu ini masyarakat keturunan Cina (Tionghoa) menjadi sasaran kebrutalan masa secara membabi buta. Thailand. dan Korea Selatan memutuskan untuk mencari bantuan IMF (International Monetary Funds). yang menuntut adanya reformasi politik dan reformasi ekonomi secara bersamaan. dan jatuh lagi sebesar 4. menurunkan pendapatan masyarakat perdesaan. berbagai upaya yang ditempuh seperti menghadapi jalan buntu karena terhalang oleh ketegangan politik yang semakin memuncak. atau 104% terhadap PDB.ginandjar. Ekonomi jatuh ke dalam jurang krisis yang semakin dalam. Presiden Soeharto dipilih kembali oleh MPR hasil Pemilu 1997. dengan segala akibat buruknya terhadap kesehatan masyarakat secara luas. yang menandatangani sendiri perjanjian kedua ( etter of Intent atau LoI) dengan IMF. Presiden Soeharto terjebak dalam konfrontasi dengan IMF.com 3 . Tugas utama Menko Ekuin adalah membawa ekonomi ke luar dari krisis sesegera mungkin. Indonesia. di tengah suara oposisi di masyarakat yang semakin mengental. Malapetaka lingkungan ini. mengurangi permintaan dalam negeri. Krisis keuangan justru menjadi katalisator dalam mempercepat dan memperbesar kekuatan reformasi dalam masyarakat yang menentang pemerintahan Presiden Soeharto. yang notabene menguasai rantai perdagangan dan jaringan distribusi secara luas. tidak saja karena melihat kebijakan yang penuh konflik. Kabinet baru segera dibentuk. Indonesia tampak serius dalam bekerja sama dan menyanggupi segala persyaratan yang ditetapkan IMF. menambah tekanan terhadap cadangan devisa yang memang telah menurun. Kemudian. Dari angka tersebut kurang lebih separuhnya adalah hutang sektor swasta. tetapi juga diperkeruh oleh berbagai pernyataan publik dari pejabat IMF maupun Bank Dunia yang bernada mengkritik pemerintah. bersama keluarga dan modal yang dimilikinya. Akibatnya. Di Kalimantan dan Sumatera kebakaran hutan. Hal yang lebih memberatkan lagi. dan akhirnya meningkatkan angka kemiskinan kembali. Gerakan reformasi itu diujungtombaki oleh gerakan mahasiswa. disusunlah agenda pemulihan sekaligus reformasi ekonomi. Pasar menjadi “ragu-ragu” bahkan menjadi nervous menghadapi kenyataan ini. Menurunnya produksi pangan turut memicu tingginya inflasi pada tahun 1998. seperti yang tercermin pada menurunnya nilai tukar rupiah secara terus. khususnya dengan lembaga keuangan internasional seperti IMF. di tengah krisis keuangan Asia yang telah menggulung ekonomi Indonesia ter sebut.4% pada tahun 1998. Tak ayal lagi warga keturunan Cina ini. Namun.

Indonesia adalah negara yang paling tidak diperkirakan akan terkena krisis bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya dalam percontoh. tetapi diupayakan dengan cara imbal-beli. walaupun lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 1995. dibatalkan ketika kemudian makin jelas bahwa situasi yang dihadapi ternyata jauh lebih buruk dari yang dipikirkan banyak orang. banyak anak-anak yang meninggalkan bangku sekolah karena tidak mampu membiayai keperluan sekolah atau mereka harus membantu orang tuanya mencari nafkah. termasuk para menteri di bidang perekonomian saat itu. Pertumbuhan angka kredit juga cukup rendah (modest) bila dibandingkan dengan yang ada di negara-negara lain di Asia. masih menduduki peringkat terbesar kedua. Sulit mencari pembandingnya. Tetapi. telah menciptakan kondisi bagi “ketidakstabilan”. bahkan cenderung mengabaikan. Indonesia benar-benar menderita. mengapa ini bisa terjadi? Berdasarkan pertimbangan saya. pemerintah tetap mempelajari dan bernegosiasi untuk membeli satu skadron pesawat tempur buatan Rusia dengan biaya kurang lebih sebesar US$500 juta. Walaupun sesungguhnya telah terasa adanya indikasi ketidakberesan dalam pola pertumbuhan ekonomi Indonesia (Kartasasmita 1996) serta kerapuhan sektor perbankan. Sebagai introspeksi. dari berbagai sudut pandang pula. Oleh karena itu. dalam uraian berikut kita akan mengkaji secara singkat mengapa krisis di Indonesia begitu parah. biaya yang dibutuhkan untuk restrukturisasi perbankan yang ambruk selama krisis diperkirakan mencapai angka US$65 milyar. Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan. Jutaan manusia kehilangan pekerjaan. dalam hal kedalamannya dan jangka waktunya. dan mengapa pemulihannya begitu lambat (lihat juga Kartasasmita 2001). Jaminan terhadap hutang luar negeri dari bank-bank komersial pada prinsipnya juga sangat r ndah bila dibandingkan dengan yang ada di negara yang e terkena krisis lainnya. setidaknya ada empat faktor yang dapat menjelaskan situasi Indonesia tersebut. dan ini jelas menambah beban pemerintah di luar beban hutang luar negeri tadi. Nilai ekspor tahun 1996. Ketika Thailand mulai menunjukkan gejala krisis. stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek. khususnya yang pertumbuhannya cepat. Anggaran juga selalu surplus sejak beberapa tahun sebelumnya. barangkali negara yang paling layak untuk dibandingkan waktu itu adalah Rusia. sedangkan pasar modal (stock market) tetap kuat sampai awal tahun 1997. Di samping itu. Semua itu berfungsi sebagai indikator adanya buoyant mood pada saat itu. Pada saat itu defisit neraca berjalan terhitung paling rendah di antara lima negara Asia yang dilanda krisis. Apa yang menyebabkan krisis? Berbagai kajian yang menelaah krisis keuangan Asia telah banyak dilakukan. Namun. Rencana ini akhirnya. khususnya yang berkaitan dengan pinjaman bisnis properti. tersebut. Secara umum terlihat suatu pola dan karakteristik yang berlaku sama di seluruh negara yang dilanda krisis. Indonesia dapat dikatakan sangat unik.termasuk hutang perusahaan publik dan BUMN.ginandjar. Sampai di sini pokok bahasan kita hanya dititikberatkan pada aspek ekonomi makro saja. bahwa di antara 34 negara bermasalah yang diambil sebagai percontoh (sample) penelitiannya. Yang pertama.com 4 . Sebagai ilustrasi. sampai dengan bulan September 1997. Ada alasannya mengapa orang di Indonesia dan juga masyarakat internasional masih merasa begitu yakin tentang ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi gelombang krisis keuangan itu. suasana (mood) dan perasaan berbagai kalangan di Indonesia masih tetap percaya diri. dari para menteri di bidang ekonomi www. Seperti dikatakan oleh Furman dan Stiglitz (1998). Fundamental ekonomi Indonesia dipercaya cukup kuat untuk menahan kejut eksternal (external shock) akibat kejatuhan ekonomi Thailand. tentu saja. Kenyataannya lebih parah dan tidak sesederhana itu karena dampak sosial yang ditimbulkannya pun tidak kecil. sama sekali tidak terprediksi sebelumnya. dan paling menderita di antara negara lainnya. dan sekarang mungkin Argentina. orang umumnya percaya bahwa Indonesia tidak akan bernasib sama. harus kita akui bahwa krisis di Indonesia benar-benar tidak terduga datangnya.

Benar apa yang diidentifikasikan Greenspan (1998. dan terkait erat dengan masalah di atas. khus usnya dalam kasus peminjaman ke kelompok bisnisnya sendiri. ratarata batas waktu pinjaman sektor swasta adalah 18 bulan. Yang lebih parah. 1998). 85% dari penambahan hutang luar negeri Indonesia berasal dari pinjaman swasta (World Bank.maupun masyarakat perbankan sendiri menghadapi besarnya serta persyaratan hutang swasta tersebut. seperti dijelaskan oleh Krugman (1998). seperti dikutip Kelly dan Olds 1999) bahwa akar persoalan dari krisis keuangan Asia terletak pada kesalahan manajemen ekonomi di mana tanda-tanda yang diberikan pasar tidak diikuti dengan penyesuaian kebijakan (adjustments) www. tetapi lebih mengandalkan koneksi politik. dan menjelang Desember 1997 jumlah hutang yang harus dilunasi dalam tempo kurang dari satu tahun adalah sebesar US$20. Pada saat krisis terjadi. barulah disadari bahwa hutang swasta tersebut benar -benar menjadi masalah yang serius. karena derasnya arus modal yang masuk itu. Yang kedua. memiliki surplus anggaran.ginandjar. Yang ikut memperburuk keadaan adalah batas waktu pinjaman (maturity) hutang swasta tersebut rata-rata makin pendek. akibat apresiasi nilai tukar yang terjadi. konsentrasi pinjaman pada pihak tertentu. banyaknya modal yang masuk tersebut tidak cukup dimanfaatkan untuk sektor-sektor yang produktif. tetapi sebaliknya kinerja ekspor yang selama ini menjadi andalan ekonomi nasional justru mengalami perlambatan. boleh dikatakan bahwa negara telah menjadi korban dari keberhasilannya sendiri. Ketika liberalisasi sistem perbankan diberlakukan pada pertengahan tahun 1980-an. tetapi justru masuk ke pembiayaan konsumsi. seperti pertanian atau industri. tetapi menyalurkan pinjamannya dalam kurs lokal (Radelet and Sachs 1998).7 milyar (World Bank 1998). Selain itu. dan khusus bagi Indonesia dan Thailand. Sayangnya. antara lain. tetapi tetap dibiarkan beroperasi. hutang swasta tersebut banyak yang tidak dilandasi oleh kelayakan ekonomi. lembaga keuangan meminjam US dollar. mempunyai tenaga kerja terdidik dalam jumlah besar.com 5 . sistem perbankan tidak mampu menempatkan dirinya sebagai “peredam kerusakan”. Mengapa demikian? Karena kreditur asing tentu bersemangat meminjamkan modalnya kepada perusahaan-perusahaan (swasta) di negara yang memiliki inflasi rendah. ketika nilai rupiah mulai terdepresiasi. pasar modal. Di tengah pusaran (virtous circle) yang semakin hari makin membesar ini. Semua ini berarti. memiliki sarana dan prasarana yang memadai. dan senantiasa menjaganya dalam batas -batas yang dapat tertangani (manageable). dan seakan didukung oleh persepsi bahwa negara akan ikut menanggung biaya apabila kelak terjadi kegagalan. Antara tahun 1992 sampai dengan bulan Juli 1997. tetapi justru menjadi korban langsung akibat neracanya yang tidak sehat. Pemerintah selama ini selalu ekstra hati-hati dalam mengelola hutang pemerintah (atau hutang publik lainnya). Lembaga keuangan membuat pinjaman atas dasar perhitungan aset yang telah “digelembungkan” yang pada gilirannya mendorong lagi terjadinya apresiasi lebih lanjut (Kelly and Olds 1999). kalau rugi bukan aku yang tanggung (heads I win tails somebody else loses)”. Dengan kelemahan sistemik perbankan tersebut. ke sektor perumahan (real estate). Pada waktu yang bersamaan banyak sekali bank yang sesunguhnya tidak bermodal cukup (undercapitalized) atau kekurangan modal. masalah hutang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri. Hal ini mirip dengan yang terjadi di negara-negara lain di Asia yang dilanda krisis. Di sektor-sektor ini memang terjadi ledakan (boom) karena sebagian dipengaruhi oleh arus modal masuk tadi. Dalam banyak hal. dan menjalankan sistem perdagangan terbuka. dan equity purchases) ke wilayah Asia Pasifik meningkat dari US$25 milyar pada tahun 1990 menjadi lebih dari US$110 milyar pada tahun 1996 (Greenspan 1997). adalah suatu strategi “kalau untung aku yang ambil. penanaman modal asing. dan pelanggaran kriteria layak kredit. Setelah krisis berlangsung. Moral hazard dan penggelembungan aset tersebut. hampir tidak ada penegakan hukum terhadap bank-bank yang melanggar ketentuan. mekanisme pengendalian dan pengawasan dari pemerintah tidak efektif dan tidak mampu mengikuti cepatnya pertumbuhan sektor perbankan. Ini adalah akibat dari sistem yang sering disebut sebagai “crony capitalism” . Daya tarik dari “dynamic economies’ ” ini telah menyebabkan net capital inflows atau arus modal masuk (yang meliputi hutang jangka panjang. pemerintah sama sekali tidak memiliki mekanisme pengawasan. Akan tetapi untuk hutang yang dibuat oleh sektor swasta Indonesia. adalah banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia.

adil. yang diujungtombaki mahasiswa. Meskipun persoalan perbankan dan hutang swasta menjadi penyebab dari krisis ekonomi. yaitu: (1) mengembalikan stabilitas makro ekonomi. Ketika lingkaran tadi terputus. Agenda pemulihan dimaksud ditempuh melalui lima program. dan lemahnya perlindungan maupun kepastian hukum. sejalan dengan makin tidak jelasnya arah perubahan politik. dan kepercayaan pasar tidak mungkin pulih tanpa stabilitas politik dan adanya permerintahan yang terpercaya (credible). modal yang dibawa lari ke luar tidak kunjung kembali. Persoalan ini sering dikaitkan dengan tingginya “biaya siluman” yang harus dikeluarkan bila orang melakukan kegiatan bisnis di sini. perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi. Akhirnya semua itu berkembang menjadi “krisis kepercayaan” yang ternyata menjadi penyebab paling utama dari segala masalah ekonomi yang dihadapi pada waktu itu. Hill (1999) menulis bahwa banyaknya pihak yang memiliki vested interest dengan intrik-intrik politiknya yang menyebar ke mana-mana telah menghambat atau menghalangi gerak pemerintah. dan efektif. Yang ketiga. dan tetap melanjutkan upaya pemulihan seperti yang telah dirintis sebelumnya. para investor dan spekulan mulai memindahkan kapitalnya ke luar. untuk mengambil tindakan tegas di tengah k risis. Situasi diperkeruh oleh ramainya pembelian dolar.500 perdolar. dan (5) mengurangi dampak krisis pada penduduk miskin melalui pelaksanaan JPS (jaring pengaman sosial/social safety net). (2) melanjutkan reformasi struktural. bahkan mampu mengembalikan Indonesia pada jalur pemulihan yang benar. Jadi. Dengan kondisi ini tingkat suku www. Dengan langkah-langkah tersebut pemerintah berhasil meredam tingkat kerusakan ekonomi akibat krisis. namun. ketika para manajer keuangan di tingkat global mendeteksi adanya kesenjangan (disparity) antara nilai tukar dengan persaingan global. investor asing dan pelaku bisnis yang bergerak di Indonesia selalu mengeluhkan kurangnya transparansi.ginandjar. Hal ini terbukti dengan mulai pulih dan stabilnya nilai tukar rupiah menjadi Rp6. dan yang sebagian lagi karena kekhawatiran masyarakat atas gejolak politik dan kerusuhan sosial yang merebak waktu itu. maka menyebarlah penyakit keuangan itu ke seantero wilayah. setelah menghadapi tekanan yang makin luas dari masyarakat. bahkan tidak mungkin dicapai. Upaya Pemulihan Pada bulan Mei 1998.com 6 . dalam kurun waktu yang cukup lama. tetapi setelah terlambat. Semua itu harus dilakukan secepat mungkin. Anehnya. kedua faktor yang disebut terakhir di atas adalah penyebab lambatnya pemulihan krisis di Indonesia. tanpa pulihnya kepercayaan pasar.sebelum gelembung persoalan tersebut menghambur. (4) m enyelesaikan masalah hutang swasta. (3) merestrukturisasi sistem perbankan. maka segala kelemahan itu muncul menjadi penghalang bagi pemerintah untuk mampu mengendalikan krisis. Yang keempat. Akan tetapi begitu krisis menghantam. Pemulihan ekonomi musykil. Inflasi juga terkendali. sampai menjelang pemilihan presiden di bulan Oktober 1999. Tujuannya adalah untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut pada perekonomian dan segera memacu pemulihan ekonomi. Kegagalan dalam mengembalikan stabilitas sosial-politik telah mempersulit kinerja ekonomi dalam mencapai momentum pemulihan secara mantap dan berkesinambungan. dari hampir 80% pada tahun 1998 menjadi 2% saja pada tahun berikutnya (1999). akhirnya Presiden Soeharto mundur dari jabatannya dan digantikan oleh Wakil Presiden Habibie. Faktor ini merupakan hal yang paling sulit diatasi. maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula. Akibat krisis kepercayaan itu. yang sebagian digunakan untuk mengadakan hedging atas hutang luar negeri. selama Indonesia menikmati economic boom persepsi negatif tersebut tidak terlalu menghambat ekonomi Indonesia. Presiden Habibie meminta saya untuk tetap duduk sebagai Menko Ekuin di kabinetnya. Dalam tempo singkat pemerintah baru bergerak cepat dengan serangkaian kebijakan yang didukung oleh masyarakat internasional. Jauh sebelum krisis terjadi. apalagi modal baru. dan pada gilirannya memberbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri.500 sampai Rp7. Masalah ini pulalah yang mengurangi kemampuan kelembagaan pemerintah untuk bertindak cepat.

saya menerima telepon langsung dari Robert Rubin. seperti kondisi sebelum krisis. seperti: penyediaan subsidi beras untuk keluarga miskin. sebelum diangkat menjadi Menko Ekuin dalam Kabinet Pembangunan VI (kabinet terakhir Presiden Soeharto). memperkuat BP PN dengan mempertegas status kelembagaan dan mengisinya dengan SDM yang profesional. dan tentara berada di bawah pengendalian sipil. dan pembangunan prasarana desa melalui program padat karya untuk menciptakan lapangan kerja secara massal. Yang terpenting adalah bahwa ekspor kembali bergairah. berdasarkan prediksi waktu itu. Contohnya. termasuk penyelesaian isu politik yang sensitif di forum internasional. dan anti-monopoli. Langkah reformasi lainnya. antara lain. dan Indonesia.7 juta murid). Pemilihan umum berhasil diselenggarakan pada bulan Juni 1999. maka pertumbuhan pada tahun 2000 diperkirakan sebesar 4-5%. yaitu kasus Timor Timur. Rekonstruksi ekonomi seperti yang telah digambarkan di atas dilaksanakan melalui cara konstitusional. Pentingnya peran IMF ini bagi masyarakat internasional menjadi sangat jelas ketika akhir bulan Maret 1998. Hak asasi manusia dihormati dan penegakan hukum diupayakan terus menerus. penutupan atau pengambilalihan bank yang tidak sehat dan yang melanggar ketentuan. selain karena iklim telah mulai pulih ke kondisi normal. pelayanan kesehatan secara cuma-cuma bagi keluarga miskin. Seandainya momentum pemulihan ekonomi dapat dijaga secara konsisten. Serikat buruh tidak lagi dibatasi. LSM.com 7 . pemerintahan Habibie juga memulai reformasi di bidang politik sebagai landasan hidup berdemokrasi. Langkah lainnya masih banyak lagi. Konsumsi dalam negeri mulai pulih. dengan berbagai undang-undang dan peraturan. antara lain karena para eksportir menikmati keuntungan atas terdepresiasinya nilai mata uang rupiah. Korea Selatan. yang dibarengi pula dengan pembentukan lembaga baru sesuai kebutuhan. menetapkan Bank Indonesia sebagai bank sentral yang independen. produksi padi telah kembali ke posisi semula. terutama yang diwakili oleh IMF. pemberian bea siswa untuk murid dari SD hingga perguruan tinggi (pelayanannya mencapai 1. dan ini pun dicatat sebagai pemilihan presiden yang paling demokratis sejak proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Kecenderungan ini relatif berlaku sama untuk negara-negara yang dilanda krisis. turbulensi ekonomi itu dalam waktu singkat telah berhasil dikendalikan. Kemudian diikuti dengan Sidang Umum MPR untuk memilih presiden. Peran IMF Wacana tentang krisis keuangan Asia tidak akan lengkap tanpa menelaah peran masyarakat internasional. sehat. Sejalan dengan langkah reformasi di bidang ekonomi ini. Sepanjang tahun itu ekonomi berhasil tumbuh sedikit dengan peningkatan PDB sebesar 0. Pada waktu yang bersamaan. dengan cepat diberlakukan program JPS dalam berbagai bentuk. kebebasan pers diberlakukan. www. kebebasan berserikat dan kemerdekaan mengeluarkan pendapat dijamin. Hal ini. serta bekerja sama dengan sektor swasta dalam membangun good corporate governance.3%. Pendek kata. seperti Thailand. juga karena ditunjang oleh berbagai program pemberdayaan petani yang meliputi pemberian kredit usaha tani dan bantuan teknis melalui perguruan tinggi setempat. dan koperasi. menetapkan peraturan untuk menjamin praktik bisnis yang kompetitif. di penghujung masa tugas saya sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas dalam Kabinet Pembangunan V.bunga dapat turun dari sekitar 80% menjadi 11-12%. Untuk meredam dampak krisis terhadap masyarakat miskin. Kontrol atas media massa dicabut. dan yang dicatat sebagai pemilihan umum multipartai yang sangat demokratis dengan disaksikan oleh para pengamat dari seluruh dunia. khususnya dalam permintaan terhadap industri otomotif dan industri konstruksi. Menjelang pertengahan 1999 krisis ekonomi Indonesia telah melampaui titik nadir dan telah mulai akan tumbuh lagi. pemerintahan Habibie memperkenalkan undang-undang baru tentang kepailitan yang memberikan kepastian hukum kepada kreditur maupun debitur. Kepolisian dipisahkan dari tentara (TNI).ginandjar. Malaysia. serta menetapkan mekanisme penyelesaian hutang swasta melalui apa yang dikenal sebagai Prakarsa Jakarta (Jakarta Initiative Task Force) .

Ini memperburuk situasi dan akhirnya memicu pelarian modal lebih besar lagi. maka ketidakpastian dalam pasar keuangan semakin menebal. Kalau kita menengok ke belakang. Perubahan itu memang dibutuhkan. akibatnya menambah tekanan negatif kepada nilai tukar. Jangan lupa bahwa saat itu hubungan antara pemerintah Indonesia dengan IMF sedang berada dalam kondisi membeku. Ibaratnya telah memberikan resep yang salah. Memang benar. yaitu untuk mengurangi dan akhirnya menghapuskan subsidi bahan bakar. Awalnya IMF memaksa Indonesia untuk menjalankan kebijakan uang ketat (tight fiscal and monetary policies) . yang semula dimaksudkan untuk membantu masyarakat miskin tetapi justru menjadi alat redistribusi yang tidak efektif. Dalam waktu yang hampir bersamaan saya juga mendapat pesan yang senada dari pemerintah Jepang dan Jerman. Dalam pandangan ini. terlalu jauh melakukan intervensi ke masalah dalam negeri. Keputusan pemerintah untuk menutup 16 bank pada bulan November 1997 awalnya disambut dengan meriah. Rubin menyampaikan bahwa pemerintah Amerika sangat peduli atas situasi Indonesia yang makin memburuk. Perhatian IMF yang terlalu banyak dicurahkan untuk reformasi struktural di tengahtengah krisis juga sering diper tanyakan. Dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang pertama maupun kedua. IMF menganggap Indonesia telah mengingkari komitmen sebelumnya. yaitu kegagalan sistem perbankan dan hutang swasta. Akhirnya. ditambah desas-desus bahwa akan banyak bank lain yang ditutup. perhatian terhadap program reformasi struktural cukup banyak diberikan.Menteri Keuangan Amerika (US Secretary of Treasury). walaupun dengan nama yang baru. Akan tetapi ia pun berkata. yang mengharuskan surplus anggaran pada saat suku bunga tinggi. mengingat Presiden pun tidak dapat melindungi kepentingan bisnis keluarganya sendiri. karena pemerintah Amerika hanya dapat membantu melalui tangan IMF.com 8 . tetapi justru sebaliknya. dengan segala persyaratan bantuan yang mengikat. justru terlihat sebagai tanda-tanda kelemahan pemerintah sendiri. sehingga akhirnya menghambat investasi dan permintaan konsumsi.ginandjar. khususnya dengan menunjuk pada subsidi minyak tanah. sangat kurang atau tidak mencukupi. Fakta bahwa kemudian salah satu dari bank yang ditutup dapat beroperasi kembali. Tujuannya sepertinya memang baik. Karena garansi terhadap deposito belum diberlakukan (dan tidak diberlakukan sampai tiga bulan kemudian). bahkan menimbulkan implikasi sosial politik yang serius. pemerintah Indonesia menganggap IMF. apa yang tadinya ingin diperlihatkan pemerintah sebagai usaha mengikis nepotisme dari akarnya. hanyalah menambah kerancuan dan semakin menghilangkan kepercayaan terhadap pemerintah pada waktu itu. tetapi bagaimana pun juga cara dan waktunya harus tepat. sehingga akhirnya tidak membangkitkan kepercayaan masyarakat. ada pelajaran berharga yang dapat ditarik dari keterlibatan IMF dalam membantu negara-negara yang dilanda krisis. sebagai bagian dari upaya perbaikan struktural (structural adjusment) ekonomi Indonesia. bahwa subsidi bahan bakar telah diakui sebagai isu yang perlu segera ditangani. dan berniat untuk membantu. Para menteri di bidang ekonomi sebenarnya telah lama berdebat soal perlunya merubah mekanisme harga BBM. Salah satu “cacat” terbesar dalam formula IMF adalah adanya pemaksaan terhadap kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) pada saat memuncaknya krisis. Menaikkan harga minyak selama krisis ekonomi masih berlangsung sungguh tidak bijaksana. Pasalnya. Ketiga negara itu adalah “donor” terpenting bagi Indonesia. Namun. Banyak kalangan berpendapat bahwa sejak awalnya IMF. Beberapa pengamat seperti Sachs dari Harvard bahkan berspekulasi bahwa para pelaku bisnis yang penting merasa khawatir tidak akan sanggup mempertahankan posisinya lagi di Indonesia. telah melakukan kesalahan dalam menangani krisis itu. penutupan bank-bank tersebut dilakukan tanpa melalui persiapan yang matang. bahwa syarat pertama yang harus ditempuh Indonesia adalah memperbaiki hubungannya dengan IMF. tetapi perhatian terhadap upaya nyata yang substansial untuk menanggulangi kedua penyebab utama dari krisis. karena dalam situasi tersebut www. dan cenderung masih meninggi. bahkan dipandang sebagai “kemenangan kaum reformis di kabinet” karena sebagian dari bank-bank itu dimiliki oleh keluarga Presiden Soeharto. Sebaliknya. memang persyaratan tersebut berubah dan selanjutnya IMF mengalihkan posisinya dan mendorong pemerintah agar memberlakukan defisit fiskal untuk merangsang ekonomi.

Bagaimana selanjutnya dengan upaya pemulihan ekonomi? Awal yang baik dari proses pemulihan ekonomi yang dibarengi dengan meletakkan landasan bagi reformasi di bidang politik. dan setiap hari ada saja berbagai isyu dilontarkan justru oleh pemerintah. dan perhatian masyarakat kembali dicurahkan di bidang ekonomi. Proses pemulihan ekonomi ternyata terhenti sama sekali. beberapa saat sebelum berangkat ke Cairo di awal Mei 1998. Pada waktu bernegosiasi dengan IMF di bulan April 1998. Kita ketahui bahwa reformasi politik dan proses demokratisasi telah melahirkan pemerintah baru yang dipilih secara demokratis oleh MPR yang juga dipilih melalui pemilu yang demokratis pula. saya berdebat keras agar kenaikan harga BBM ditunda sampai tiba pada saat yang tepat. apakah kebijakan ekonominya dapat “diterima” IMF. dan apakah pemerintah konsisten dalam melaksanakan agenda dan memenuhi komitmen yang telah disetujuinya bersama IMF. Presiden Soeharto. Ini merupakan indikasi tambahan makin melemahnya kewibawaan pemerintah. tetapi juga merupakan program pemerintah Indonesia. Terpilihnya Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati telah meredam ketegangan politik dan mengembalikan stabilitas politik.com 9 . yang diharapkan dapat membimbing bangsa Indonesia keluar dari krisis ekonomi. sehingga terbentuk rasa memiliki (sense of ownership) terhadap seluruh paket reformasi. telah memutuskan kenaikan harga BBM secepatnya. Contohnya. Di hadapkan kepada protes dan demonstrasi mahasiswa. yang pasti adanya dukungan IMF berarti adanya dukungan pula dari masyarakat internasional. Konflik-konflik sosial menjadi marak kembali dan bertambah luas. IMF setuju untuk menunda sampai bulan Juni atau Juli tahun itu. diperkuat oleh dialog-dialog terbuka. Dalam keadaan demikian proses pemulihan ekonomi menjadi terhambat. Kepercayaan kepada ekonomi Indonesia yang sesungguhnya pada akhir pemerintahan Habibie sudah mulai akan pulih menjadi hilang lagi. Pasar pun secara hati-hati selalu mengamati apakah hubungan suatu negara dengan IMF berjalan baik. dan pemerintah Indonesia berhasil membangun kembali hubungan yang efektif dengan IMF.ginandjar. IMF juga dicurigai telah membawa interest politik negara-negara donor lebih besar dibandingkan dengan kepentingan negara yang dibantunya. tidaklah berarti bahwa IMF tidak berperan sama sekali. maka pelaksanaannya harus segera. setuju atau tidak setuju terhadap resep IMF untuk pemulihan ekonomi. ternyata tidak berkesinambungan. Namun. yang menyebabkan masyarakat menjadi makin terombangambing dalam ketidakpastian. seluruh agenda reformasi dan implementasinya tidak lagi dipandang sebagai program IMF belaka. Peran IMF justru sangat terasa pada tahap berikutnya ketika upaya pemulihan ekonomi berlangsung. Para pembantu beliau. Yang lebih memperberat keadaan adalah aset-aset yang dikuasai pemerintah melalui BPPN dalam rangka restrukturisasi perbankan banyak www. Walaupun begitu. dan yang terjadi bukan kemajuan tetapi kemunduran di bidang ekonomi. Ternyata timing-nya menjadi senjata makan tuan (backfire). ketika situasi di Timor Timur memburuk IMF secara sepihak menghentikan proses negosiasinya dengan pemerintah Indonesia. yang terjadi adalah sebaliknya. Presiden Soeharto merasa yakin bahwa kalau harga BBM memang akan dinaikkan. Masyarakat banyak menaruh harapan pada pemerintah yang baru. karena tidak mampu mempertahankan kebijakannya sendiri. Suka atau tidak suka kepada IMF. telah memperingatkan bahwa keputusan itu merupakan kesalahan yang serius. Akan tetapi. Rupiah kembali melemah. termasuk saya pribadi beserta Menteri Pertambagan dan Energi. IMF tetap bersikeras memaksakan kehendaknya agar subsidi BBM dikurangi sesegera mungkin. Apa yang dikatakan tadi.pendapatan masyarakat menurun dan banyak orang kehilangan pekerjaan. Sebagai akibatnya keadaan politik pun kembali menjadi tidak stabil. Hasilnya. Sepertinya terputus di tengah jalan. pemerintah terpaksa menarik kembali keputusannya tentang kenaikan harga BBM itu. Kehidupan kembali menjadi tenang.

meskipun krisis ekonomi belum terlampaui dan banyak hal masih harus diselesaikan.yang menjadi terbengkalai.ginandjar. Akhirnya terjadi lagi krisis politik yang mengakibatkan jatuhnya Presiden Abdurrahman Wahid. Namun. dan Rp650 triliun hutang domestik yaitu sebagai akibat krisis di sektor perbankan. seperti pada waktu Presiden Wahid. hal itu justru tidak tampak dalam pemerintah Abdurrahman Wahid. dan kemudian berubah menjadi pesimis setelah beberapa bulan tidak ada kemajuan. Masyarakat Indonesia kembali tumbuh optimismenya bahwa akhirnya kesulitan-kesulitan yang dihadapinya akan teratasi walaupun dengan perlahan-lahan. hukum pun dijadikan sarana untuk tujuan politik. maka akan tersedia dana yang lebih besar untuk kegiatan-kegiatan pembangunan. Apabila beban hutang itu dapat berkurang. Bukan hanya ekonomi. disambut dengan hangat oleh rakyat Indonesia dan juga mendapat dukungan dari masyarakat internasional. sehingga Presiden Megawati mewarisi keadaan yang lebih berat lagi. misalnya kenaikan gaji PNS yang tinggi. Banyak orang merasa sangat pesimis dengan masalah hutang ini seakan-akan beban itu tidak akan pernah bisa teratasi. ada beda antara keduanya: secara politik pemerintah Megawati lebih kukuh karena di parlemen para pendukungnya cukup besar. hutang luar negeri pemerintah Indonesia saat ini sekitar US$75 milyar. Banyak kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi ditetapkan semata-mata atas pertimbangan politik. dan dirasakan ada semacam tekad atau konsensus bahwa pemerintah Megawati harus d apat bertahan atau dipertahankan sampai 2004. yang juga diawali dengan suasana yang optimis. Presiden Megawati mewarisi keadaan yang jauh lebih buruk dari pada Presiden Abdurrahman Wahid. dan terpilihnya Megawati sebagai Presiden didampingi oleh Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden melalui Sidang Istimewa tahun 2001. yang baru saja kita lalui. tinggal lagi menyelesaikan masalah-masalah yang memang bersifat kronis yang memerlukan waktu lebih lama dan kebijakan-kebijakan publik di bidang ekonomi yang tepat dan terukur. Pada akhir pemerintahan Habibie. Masyarakat pun sudah mulai “letih” untuk terus-menerus menghadapi krisis politik. beban hutang www. Ini adalah jumlah dana yang besar. Memang banyak masalah yang dihadapi di bidang ekonomi sebagaimana layaknya sebuah negara yang sedang dalam krisis. yaitu sampai pemilu yang akan datang. yang paling menonjol adalah masalah hutang.com 10 . termasuk hutang kepada IMF. Dengan hutang yang sama. nilai aset menjadi berkurang. Namun sesungguhnya dengan kebijakan pembiayaan yang hati-hati dan tingkat pertumbuhan yang masuk akal. dan akan menyulitkan keseimbangan fiskal. tanpa memperhitungkan dampaknya pada bidang ekonomi. yang dihadapi oleh pemerintah Megawati seyogyanya adalah masalah ekonomi saja. setidaknya masalah yang akut telah teratasi. tetapi terutama bebannya pada anggaran. Terpilihnya Presiden Megawati dengan Wakil Presiden Hamzah Haz. rasio hutang pemerintah terhadap PDB hampir sekitar 100%. Namun. Dengan demikian. yaitu hutang pemerintah. pembayaran bunga pinjaman adalah hampir 26% dari total belanja pemerintah pusat. Bukan hanya besarnya hutang (debt stock) yang memang sudah cukup besar. Marilah kita sejenak membicarakan isu utama yang telah membuat banyak orang pesimistis itu. lahan perkebunan boleh diambil oleh rakyat sampai 40%. Sebagaimana diketahui. karena pada sisi politiknya relatif aman. yang ternyata tidak bisa dipikul oleh keuangan negara ermasuk oleh pemerintah daerah sehingga t harus ditinjau kembali. belakangan ini ternyata optimisme itu makin berkurang. dan banyak lagi. Pada tahun ini. Terutama tim ekonomi mendapat sambutan yang hangat karena dinilai terdiri dari orang-orang yang profesional. Namun. terutama untuk memperbaiki dan membangun kembali berbagai prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan. dan telah ada tandatanda bahwa masyarakat mulai kembali menjadi pesimis. Namun. Berdasarkan nilai tukar saat ini. Masalah hutang ini dan bebannya ke masa depan menjadi sumber pesimisme di kalangan masyarakat.

Namun. jika pertumbuhan PDB 5% per tahun untuk lima tahun mendatang dan inflasi berkisar 7% per tahun. dan dalam jangka panjang. dalam periode lima tahun kita dapat meningkatkan pengeluaran pembangunan sambil mulai membuat surplus. menarik modal asing dan domestik kembali dari luar negeri. meningkatkan pendapatan negara dari pajak. Apabila hal itu terjadi. sasaran ini mungkin akan sulit tercapai. bagaimana masuk akal untuk mengasumsikan bahwa kita bisa tumbuh ratarata 5% per tahun? Ini memang merupakan sesuatu tantangan yang tidak mudah. apakah melalui BPPN atau melalui privatisasi. Tabel: Rasio Hutang terhadap PDB sebagai fungsi dari nilai tukar Nilai Tukar 7000 Hutang (US$) Hutang (Rp) Total PDB (Rp) Rp1400 Trilyun US$75 Milyar Rp650 Trilyun 525 650 1175 1400 80 8000 600 650 1250 1400 89 9000 675 650 1325 1400 95 10000 750 650 1400 1400 100 11000 825 650 1475 1400 105 12000 900 650 1550 1400 111 Rasio hutang terhadap PDB (%) Apakah masuk akal untuk mengasumsikan bahwa kita dapat menghindari memperoleh hutang baru dalam periode tersebut? Memang tidak gampang. Perekonomian Jepang mengalami keadaan lebih sulit. Apabila dunia masih mengalami resesi dalam beberapa tahun mendatang. maka perekonomian dunia termasuk Jepang akan pulih. seperti diilustrasikan pada tabel di bawah ini. permintaan terhadap ekspor kita dapat meningkat selama tahun 2002 dan 2003 dan harga-harga komoditas dapat pulih kembali. tetapi jika Amerika Serikat dan Eropa tumbuh.com 11 . Penjualan aset-aset bank dan swastanisasi bank pemerintah dapat membantu menyegarkan www. strategi tersebut akan membuat beban masalah fiskal menjadi tanggungan mereka yang mampu. yaitu golongan kaya dan yang selama ini memperoleh keuntungan dari administrasi perpajakan kita yang memang belum sempurna betul. Tetapi jika rupiah menguat. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat. Divestasi ini akan membuat aset menjadi lebih produktif. tetapi juga tidak sama sekali mustahil. Sebagai contoh. Saya sudah menyampaikan satu langkah kunci: penjualan aset dengan cepat. Secara sederhana. semua indikasi menunjukkan Amerika Serikat akan bangkit dari resesi dalam paruh akhir 2002. kepemimpinan dan keteguhan hati. Indonesia dapat menjadi salah satu dari negara-negara tersebut. Lebih dari itu. rasio hutang terhadap PDB tersebut dapat berkurang. dan penjualan aset pemerintah secara cepat. tetapi lebih penting lagi adalah untuk membuat aset yang produktif ditangani kembali oleh sektor swasta. memperbaiki administrasi perpajakan. Hal ini penting untuk anggaran pembangunan. dengan mengganti subsidi yang tidak ditargetkan dengan program yang jelas ditujukan khusus untuk kemiskinan. maka PDB nominal akan tumbuh sekitar 80% dalam periode tersebut. maka rasio hutang pemerintah terhadap PDB akan turun menjadi sekitar 65%. Semua ini berarti bahwa pertumbuhan dalam perekonomian negara-negara berkembang yang mencakup pasar global dan pasar domestik dapat berakselerasi. Langkah-langkah ini akan membutuhkan kerja keras. Jika nilai tukar riil relatif konstan dan tidak ada penambahan hutang baru. Akan tetapi. dan Eropa tumbuh secara wajar dalam tahun ini.tersebut masih ada kemungkinan untuk dapat dikelola (manageable) meskipun tetap tidak mudah.ginandjar.

Beberapa hari yang lalu telah berlaku ASEAN Free Trade Agreement (AFTA). yang memang bisa saja terjadi. dan seluruh tanah dipergunakan secara efektif.ginandjar. Memperbaiki hubungan tenaga kerja dan meningkatkan hak-hak buruh juga merupakan agenda yang penting. Lagi.com 12 . terutama di luar kota-kota besar. Kalangan pekerja harus dapat dengan leluasa mengorganisir diri untuk mendapatkan upah yang layak dari perusahaan. khususnya pada saat kita berusaha untuk menciptakan lapangan kerja baru. para investor tidak akan mau menanamkan modalnya apabila mereka memiliki prospek keuntungan yang sedikit atau apabila mereka menduga bahwa perusahaannya akan “dicuri” apabila menguntungkan. Kita juga harus memberikan perhatian yang lebih kepada sektor pertanian.kembali proses intermediasi keuangan dalam perekonomian. Akan tetapi. Ekonomi kecil dan menengah telah menyangga dan menyelamatkan ekonomi masyarakat kita pada masa krisis. Ekonomi rakyat yang selama ini mendapat fasilitas yang kecil dari pemerintah perlu mendapat perhatian dan dukungan yang lebih besar. sehingga dapat menyangga dan meredam krisis-krisis ekonomi di masa depan. yaitu ekonomi rakyat kecil yang bergerak di akar rumput. Bersamaan dengan itu kita tetap harus menyadari peranan khusus beras dalam perekonomian kita dan mengelola kebijakan beras dalam negeri yang menjamin perlindungan maksimum terhadap para petani. hal itu tidak dapat dihindari. Pertanyaannya adalah apakah perusahaan-perusahaan kita sudah siap menghadapi AFTA ini? Saya percaya bahwa kita sudah siap. Hal ini juga akan membuat golongan kaya dilihat sebagai penopang kehidupan masyarakat dengan pembayaran pajak yang adil dan penunjang berbagai beban masyarakat lainnya. Namun sama pentingnya. masalah lemahnya hukum dan tidak adanya komitmen untuk mentaati kontrak juga membuat menarik investasi menjadi lebih sulit. hal ini bukanlah langkah yang berat dan mahal. AFTA hanyalah langkah lanjutan dalam proses tersebut. Sejarah Indonesia dari tahun 1986 sampai saat ini menjadi saksi bahwa negara ini dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan bebas. Keuntungan dari hasil pertanian harus disebabkan oleh adanya peningkatan produktivitas. namun membutuhkan kepemimpinan dan visi. perbaikan upah harus meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas. Kita juga butuh stabilitas yang hanya akan terwujud ketika rakyat merasa bahwa manfaat dari pertumbuhan tersebut dinikmati secara adil. AFTA dirancang agar setiap negara anggota ASEAN dapat memaksimumkan keunggulan komparatifnya. Hal ini akan membuat rakyat miskin merasa mendapat tempat yang layak dalam kehidupan bermasyarakatnya. bukan dari peningkatan lahan pertanian. Dan apabila beberapa perusahaan ada yang belum siap. Hal ini berarti konsep swa-sembada padi yang selama ini menjadi kebijakan pertanian harus dikembangkan menjadi konsep yang lebih produktif dan efisien. Perhatian khusus harus diberikan kepada ekonomi rakyat. Hal ini menuntut pemerintah untuk lebih proaktif dalam menjalankan strategi pengentasan penduduk miskin yang memberikan kesempatan kepada rakyat miskin untuk menempuh kehidupan yang lebih baik. kalau tidak lebih penting dalam mempersiapkan negara kita ini untuk mendapat keuntungan dari pertumbuhan ekonomi dunia pada masa yang akan datang. ambruk dan sekarang menjadi beban pemerintah. memperoleh pelayanan kesehatan yang baik dengan biaya yang terjangkau dan pendidikan yang baik pula dengan biaya yang murah. Bukti nyata dalam usaha perbaikan keamanan dan sistem hukum adalah sangat penting dalam meningkatkan penanaman modal. Namun. sebagai akibat gerakan di dalam ekonomi di dunia. Inilah wilayah di mana pemerintah harus memiliki kepemimpinan yang kuat dan memperoleh dukungan yang kuat pula dari DPR. www. Ini berarti bahwa investasi lebih banyak diberikan dalam penelitian untuk memperbaiki bibit-bibit dalam komoditas utama. Lebih dari itu. Kita butuh lebih banyak investasi. Petani yang dapat memperoleh keuntungan lebih apabila menanam komoditas lain selain padi patut diberi kesempatan. Kondisi keamanan saat ini di Indonesia membuat para investor enggan untuk menanamkan modalnya. Hal ini juga berlaku bagi penanaman padi. ekonomi konglomerat. isu-isu lain adalah sama. pada waktu ekonomi skala besar.

Kedua. dan ketika perekonomian Argentina terpuruk. Secara umum. kita menerima komitmen lebih dari US$3 milyar sebagai pinjaman dari CGI tahun ini. yaitu masalah hutang. Selain itu berbagai upaya perlu dilakukan agar secara bertahap kita dapat mengatasi masalah-masalah yang kita rasakan demikian beratnya sekarang ini. hampir seluruh hutangnya adalah dalam bentuk surat obligasi (bond). hampir semua hutang luar negeri kita bersyarat sangat lunak (concessionarry). Tarif kita pada umumnya rendah. pinjaman tersebut tidak akan dapat dicairkan dan keuntungan dari moratorium dalam jangka pendek akan sangat kecil. Di Argentina. namun jauh dari seragam. minimal dalam jangka pendek. Beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut. Dengan www. Indonesia dan Argentina Sebagai penutup. Pertama adalah mempertahankan momentum pemulihan ekonomi agar masalah-masalah sosial mendasar seperti pengangguran dan kemiskinan tidak semakin memburuk. dan melalui penjadwalan serta restrukturisasi memungkinkan kita untuk meminta hair cut yang signifikan. Penutup Dari uraian di atas jelas masih ada masa depan bagi perekonomian Indonesia. Keberhasilan dan kegagalan yang dialami selama ini adalah pengalaman yang sangat berharga untuk dijadikan pelajaran dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan melalui mekanisme yang sudah dikenal dalam Paris Club kita dapat meminta penjadwalan ulang pembayaran. tingkat suku bunga hutang tersebut justru meningkat dengan tajam. yang dibutuhkan oleh bangsa ini adalah kepemimpinan yang memiliki visi yang kuat dan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. PDB Argentina yang sekitar US$280 milyar adalah sekitar dua kalinya PDB Indonesia memberikan kesan bahwa beban hutang kita jauh melebihi daripada hutang Argentina. Namun sesungguhnya situasi perekonomian kedua negara tersebut memiliki beberapa perbedaan penting. keuntungan lebih banyak didapat dari moratorium itu sendiri.ginandjar. Jadi Argentina memiliki pilihan yang kecil selain untuk secara sepihak menetapkan moratorium pembayaran hutang. Sebaliknya Indonesia dapat secara efektif memotong beban hutang sampai kepada tingkat yang dapat dikelola tanpa menimbulkan konsekuensi negatif seperti yang dihadapi oleh Argentina. Hal ini mesti melibatkan perubahan ke depan struktur tarif yang rendah dan seragam. dibandingkan dengan kerugian yang akan diterima dalam kaitannya dengan pinjaman baru. Ketiga. hanya setengah dari hutang pemerintah kita dihitung dalam dolar dan dimiliki oleh orang asing. Dengan keputusan Argentina untuk menuntut moratorium pembayaran hutang. kalau tidak mau disebut mustahil. sedikit lebih besar dari hutang pemerin tah Indonesia (sovereign debt) yang sekitar US$140 milyar. Selain itu. Dalam kasus Argentina. lebih dari setengah hutang luar negeri kita adalah dalam bentuk pinjaman pembangunan bilateral. Sebagian besar dari bunga hutang Argentina sama dengan tingkat bunga yang berlaku di pasar. Apabila secara sepihak kita menghentikan pembayaran hutang luar negeri kita. Untuk mencapainya. Dalam kasus Argentina. yaitu tingkat bunga hutang luar negeri tersebut jauh di bawah tingkat suku bunga yang berlaku di pasar. timbul pertanyaan apakah Indonesia harus melakukan hal yang sama. Pertama. saya ingin mengulas masalah Argentina dalam kaitannya dengan masalah utama dalam ekonomi Indonesia dewasa ini.com 13 .Aspek lain dalam persiapan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari membaiknya ekonomi dunia adalah melanjutkan upaya penyesuaian struktural untuk membuat dunia usaha kita dapat bersaing sekuat mungkin. adalah sangat sulit. Harus diingat. Hutang pemerintah Argentina sebagaimana dilaporkan adalah sekitar US$150 milyar. semua hutangnya dalam dolar atau dalam Pesos yang dikaitkan ke dalam dolar dan oleh karenanya harus secara efektif dibayar dalam nilai mata uang asing. untuk menjadwal ulang hutang bond.

Monthly Report for August. dan harus memperkuat upaya pemulihan ekonomi dan justru tidak memperlemahnya. November www. Dalam upaya meningkatkan penerimaan perlu diperhatikan prinsip keadilan dan dalam pelaksanaannya tidak justru menghambat pemulihan ekonomi. (1997a). Keempat adalah memberi prioritas pada pengembangan usaha kecil dan menengah atau dalam istilah popularnya “ekonomi rakyat”.S (2000). Dukungan kepada sektor ini harus membuat ekonomi rakyat itu menjadi makin tangguh. Demikianlah berbagai pandangan mengenai ekonomi Indonesia dewasa ini.stern. Washington D. tetapi tetap mandiri.perekonomian dunia yang masih dalam tahap pemulihan tahun 2002 ini. diamati.karyawan yang harmonis. September Bello. J. terutama untuk investasi di bidang prasarana dan SDM. Upaya tersebut meliputi peningkatan sisi penerimaan dan pengendalian sisi pengeluaran. and Stiglitz.nyu. J. dan hak untuk menyampaikan keberatan yang berkaitan dengan proses dan mekanisme pengambilan keputusan.org/focus/library/addicted_to_ capital. W. Kelima adalah mempercepat reformasi hukum dengan menyelenggarakan pemerintahan yang terbuka (open government) sebagai salah satu konsep dasar good governance.ginandjar. ‘Addicted to capital: the ten year high and present –day withdrawal trauma of Southeast Asia’s economies’. November. ‘The end of Asian Miracle’. mencakup pemeliharaan keamanan dan stabilitas politik. (1997b). yakni ekonomi yang berakar pada masyarakat dan bersumber pada sumber daya yang ada di dalam negeri. Pengembangan ekonomi rakyat ini juga selain memiliki tujuan-tujuan ekonomi juga untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat. pdf Furman. Jakarta: Partnership for Economic Growth. Pelaksanaan otonomi daerah harus dimantapkan. T. Kedua adalah meningkatkan kesinambungan fiskal (fiscal sustainability) dalam upaya menutup defisit anggaran. serta penciptaan hubungan pengusaha . prepared for the banking Panel on Economic Activity. Pada hakekatnya konsep ini mengandung pengertian bahwa seluruh kegiatan pemerintahan terutama yang berkaitan dengan kepentingan dan hajat hidup masyarakat luas harus terbuka dan transparan serta dapat diikuti. Semoga ada manfaatnya untuk buah pikiran bersama. substansi atau materi pengaturannya serta keberatan atas diabaikannya hak-hak tersebut. dan modern. Bappenas Office. memperkecilnya dan akhirnya memperoleh surplus untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan.: World Bank. W.C. Keterbukaan juga berarti pengawasan yang lebih efektif terhadap penyelenggaraan negara.com 14 .htm) Bello. khususnya pendidikan dan kesehatan. dan diawasi oleh masyarakat. Ketiga adalah menciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi percepatan pemulihan ekonomi yang. Konsep pemerintahan yang terbuka memberikan jaminan kepada masyarakat dalam bentuk hak atau kemudahan serta keadilan untuk memperoleh informasi yang dikuasai oleh pemerintah. http://focusweb. Dalam kaitan itu program restrukturisasi utang perusahaan d pemulihan fungsi an intermediasi perbankan perlu dipercepat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kepustakaan: Buehrer. mengapa menjadi demikian dan harapan ke masa depan. ‘Economic Crisis: Evidence and Insight from East Asia’.edu ~nroubeni/asia/miracle. maju. kegiatan ekonomi perlu didukung oleh penguatan permintaan domestik terutama dari konsumsi masyarakat serta investasi secara bertahap. (1998). hak untuk berpartisipasi dan berperan serta dalam proses pengambilan dan perumusan keputusan publik. http://www.

org/prospects/gep 98-99/sum. March Stern. Jakarta. (http://www. Quarterly Economic Report May 1997. Dicken. Globalisation and the Asia Pacific: Contested Territories.edu/pub/other/ asiacrisis.F. Briefing Papers. D. Ginandjar (2001). Sachs. Kenward. Cambridge: NEBR. (2000). House of Representatives’.Greenspan. The Indonesian Economy in Crisis: Causes. ------. Structural Aspect of the East Asian Crisis. Kelly. (http://www.. W. Cambridge: NEBR Seminar. Project on Exchange Rate Crisis in Emerging Market Countries: Indonesia. Assessing Vulnerability to Financial Crisis: Evidence from Indonesia. L.html). April. Cambridge: NEBR. Kelly.harvard. (1999). December OECD Center for Co-operation with Non-Members (1999). L. H.S.: Institute for International Economics. (1998). Pustaka CIDESINDO.. ‘Assessing Globalization’. P. H.T. 1996. P.com 15 . Washington D. The Asian Financial Crisis: Lessons for a Resilient Asia.htm) HIID (1997).F. September Woo. A. Has Globalization Gone Too Far . K. ‘Indonesia in Crisis: A Macroeconomic Update July 16. Kong. 30 March. (1997).(1996) Pembangunan untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan.J (2000). and Sachs. in Olds. and Yeung. P. ‘Indonesia: Sustaining High Growth with Equity’. Project on Exchange Rate Crisis in Emerging Market Countries: Indonesia.frb. Liberalization and Growth Before 1997..C: World Bank.htm).us/ boarddocs/testimony/19971113.ginandjar. (1997).. ‘Globalization and the Economic Crisis: the Indonesian Story’.hiid. London: Routledge Rodrik.fed. (http://www. London: Routledge PREM Economic Policy Group and Development Economics Group (2000). May Hill. May World Bank (1998).R.bog. Globalisation and the AsiaPacific: Contested Territories. February World Bank (1997). (1999). K.worldbank. Harvard University. J. 13 November 1997. Victoria. J.K and Yeung.D and Schwab. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies Kartasasmita.C. H. S. L.W (eds). Washington D. Consequences and Lessons. accessed 6 October 2000 www.W (1999). August. Cambridge: Weatherhead Centre for International Affairs. ‘The onset of the East Asian financial crisis’. Paris Olds.. ‘Global Economic Prospect: Beyond Financial Crisis 1998/1999’. Jakarta: PT. 1998’. Dicken. accessed 18 May 1998. ‘Testimony of Chairman Alan Greenspan before the Committee on Banking and Financial Services. First Quarter 1997. September World Bank (2000). K. Cambridge: MIT. U. April Radelet. J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful