KRISIS EKONOMI DAN MASA DEPAN EKONOMI INDONESIA Oleh: Ginandjar Kartasasmita Disampaikan pada Kuliah Perdana Program

Magister Manajemen Universitas Padjajaran Bandung, 5 Januari 2002

Pendahuluan Memasuki tahun baru tahun 2002, ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang parah. Perbaikan ekonomi belum tampak betul wujudnya, bahkan tanda-tanda ke arah itupun masih sangat samar. Padahal telah empat setengah tahun krisis berjalan, dan selama itu pergantian pemerintahan telah terjadi tiga kali. Sebaliknya, negara-negara Asia yang terjangkit krisis bersama-sama kita, kondisi ekonominya telah banyak membaik, meskipun bukan berarti mereka sudah lepas dari masalah. Belakangan ini muncul kasus Argentina yang menarik banyak perhatian dan oleh banyak orang dihubung-hubungkan dengan kemungkinan terjadinya hal serupa di Indonesia. Tulisan ini mencoba membahas kembali krisis ekonomi itu, asal muasalnya, upaya pemulihannya hingga saat ini, serta bagaimana prospeknya di masa depan. Pembahasan ini akan dimulai dengan melihat keadaan ekonomi Indonesia prakrisis. Kilas balik ekonomi Indonesia sebelum krisis Menjelang meletupnya krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis keuangan pada pertengahan tahun 1997, Indonesia termasuk di antara beberapa negara berkembang yang dinilai sebagai sangat berhasil dalam pembangunannya. Ekonomi Indonesia termasuk di antara ekonomi di beberapa negara Asia yang mengalami kemajuan sedemikian rupa sehingga disebut sebagai miracle. Indonesia sering dijadikan contoh untuk negara-negara berkembang lain bagi programprogram yang dianggap berhasil, seperti dalam bidang keluarga berencana dan penanggulangan kemiskinan. Beberapa indikator makro kondisi ekonomi Indonesia beberapa saat sebelum krisis dapat diangkat kembali sebagai bukti. Peningkatan pendapatan per-kapita. Dalam kurun waktu tiga puluh tahun, sejak tahun 1965 sampai 1995, PDB per -kapita secara riil mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6,6% setiap tahunnya. Pada pertengahan tahun 1960-an Indonesia lebih miskin dari India, kemudian pada pertengahan tahun 1990-an PDB per-kapita Indonesia melampaui US$ 1.000 yang berarti lebih dari tiga kalinya India (World Bank 1997). Penurunan laju inflasi. Sekitar awal tahun 1960 sampai akhir tahun 1960-an Indonesia mengalami inflasi yang luar biasa tinggi bahkan pernah sampai 600%, tetapi sejak itu lambat laun dapat dikendalikan. Sampai dengan tahun-tahun terakhir sebelum terjadinya krisis (1997), Indonesia berhasil menekan laju inflasinya pada angka satu dijit saja. Peningkatan pendapatan petani dan tercapainya swasembada pangan. Berbagai kebijakan dan langkah pembangunan yang telah berhasil mengendalikan inflasi dan meredam fluktuasi harga barang, dibarengi dengan investasi yang strategis dalam peningkatan produktivitas pertanian. Dengan demikian kebijakan itu telah meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat di perdesaan, sekaligus menciptakan stabilitas harga beras yang menjadi makanan pokok rakyat www.ginandjar.com 1

yaitu tahun terjadinya krisis. barang-barang elektronik dan kayu lapis. Pada tahun 1998. Lalu datanglah krisis Krisis keuangan Asia yang datangnya seperti tiba-tiba telah menyeret Indonesia mundur beberapa tahun ke belakang. sama cepatnya dengan peningkatan PDB perkapita. Berbagai indikator kesejahteraan sosial. Pada waktu yang bersamaan. Sebelum terjadinya krisis. Peningkatan pendapatan masyarakat di tingkat bawah ini telah mendorong tumbuhnya berbagai industri. ketika krisis mencapai puncaknya. Peran industri pengolahan dalam PDB mengalami kenaikan yang sangat berarti. Penurunan tingkat kemiskinan. seperti angka kematian bayi.300. setidaknya. dan banyak pelanggan asing membatalkan pesanannya karena kurang percaya bahwa perusahaan Indonesia akan mampu memenuhi permintaannya.6% pada tahun 1973 menjadi hampir 25% pada tahun 1995. dan indikator makro ekonomi lainnya menunjukkan angka-angka yang memburuk. Hal ini khususnya didorong oleh pertumbuhan ekspor produk-produk olahan seperti garment (pakaian jadi).2% kemudian tahun 1996. yang kini telah menjadi bagian terbesar dari produk industri pengolahan kita.5% pada tahun 1996. kemudian berakibat langsung terhadap nilai rupiah yang terdepresiasi secara eksponensial. atau kira-kira sama tingkatannya dengan newly industrialized country lainnya. masyarakat kehilangan kepercayaan pada sektor perbankan. dan angka partisipasi bersekolah. Peningkatan output manufaktur dalam sumbangannya terhadap PDB. Krisis diawali oleh jatuhnya baht Thailand pada bulan Juli 1997. bahkan seringkali tanpa bayaran. upaya tersebut telah meningkatkan pendapatan riil masyarakat dengan cepat.000 perdollar pada bulan Juni 1998. dari 7. Pada saat itu. dan kenaikan ini adalah empat kali lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata kenaikan perdagangan dunia (Stern 2000). www. Jadi. ekspor Indonesia terhambat oleh kurangnya biaya untuk impor bahan baku. Juga telah kita saksikan berkembangnya ekonomi rakyat yang ternyata cukup tangguh dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi. Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional mengalami penurunan secara dramatis. Pada tahun 1995 Indonesia masih menikmati pertumbuhan sebesar 8.9%. produk kain dan alas kaki. mengalami kenaikan sekitar 22% setiap tahunnya selama satu dekade penuh. khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. dari Rp2.Indonesia. dan ketika Indonesia layak disebut sebagai a middle-income industrialized country.com 2 . Prestasi ini diperoleh setelah kita melakukan upaya pembangunan di berbagai bidang dengan strategi pertumbuhan yang berorientasi padat karya dan didukung oleh pembangunan sumberdaya manusianya. diperkirakan bahwa menjelang tahun 2005 yang akan datang. yang semula banyak berkecimpung di sektor perdesaan tanpa upah yang memadai. ketika PDB per-kapita Indonesia mencapai US$2. di antara negara-negara sedang berkembang Indonesia dinyatakan sebagai salah satu negara yang paling cepat mengurangi angka kemiskinannya. atau tahun terakhir sebelum terjadinya krisis.8%. Hasilnya juga dinikmati oleh kaum perempuan. seperti inflasi yang melonjak sampai 77. dan tahun 1997 menurun ke angka 4. yaitu sejak tahun 1985 ketika deregulasi diberlakukan untuk pertama kalinya sampai dengan tahun 1995. pertumbuhan ekonomi masih tetap positif walaupun cenderung menurun. menjadi berpeluang untuk bekerja di sektor formal dengan upah yang cukup memuaskan. yaitu dari sekitar 69% pada tahun 1970 menjadi 49% pada tahun 1976 kemudian menjadi 15% pada tahun 1990 dan mencapai 11. masih tumbuh 7. Indonesia boleh dikatakan telah “kehilangan pijakan” dalam kancah perdagangan internasional. Berdasarkan salah satu dokumen Bank Dunia (1997). angka kemiskinan akan menurun secara tajam menjadi kurang dari 5%. Ekspor nonmigas.6%.6%.400 perdollar pada pertengahan 1997 menjadi Rp16. sampai dengan tahun 1997. pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 13.ginandjar. semuanya menunjukkan adanya perbaikan secara nyata. angka kelahiran. baik industri kecil maupun industri besar.

dengan segala akibat buruknya terhadap kesehatan masyarakat secara luas. Tetapi kemudian Presiden Soeharto. Dari angka tersebut kurang lebih separuhnya adalah hutang sektor swasta. Krisis keuangan justru menjadi katalisator dalam mempercepat dan memperbesar kekuatan reformasi dalam masyarakat yang menentang pemerintahan Presiden Soeharto. Hal yang lebih memberatkan lagi. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengembalikan kepercayaan pasar dan memperbaiki hubungan dengan masyarakat internasional. Akibatnya. dan akhirnya meningkatkan angka kemiskinan kembali. dan jatuh lagi sebesar 4. dianggap tidak L sungguh-sungguh menjalankan program reformasi seperti apa yang telah disyaratkan dalam berbagai LoI itu. Indonesia tampak serius dalam bekerja sama dan menyanggupi segala persyaratan yang ditetapkan IMF. bersama keluarga dan modal yang dimilikinya. Kemudian. Pada bulan Maret 1998. yang secara historis telah terbukti ampuh sebagai lokomotif pembaharu politik di negara ini. tidak saja karena melihat kebijakan yang penuh konflik. Bank Dunia dan Asian Development Bank. Ekonomi jatuh ke dalam jurang krisis yang semakin dalam. yang menuntut adanya reformasi politik dan reformasi ekonomi secara bersamaan. Dalam pada itu. mengurangi permintaan dalam negeri. yang menandatangani sendiri perjanjian kedua ( etter of Intent atau LoI) dengan IMF. dan Korea Selatan memutuskan untuk mencari bantuan IMF (International Monetary Funds). disusunlah agenda pemulihan sekaligus reformasi ekonomi. Filipina dibantu IMF dengan melanjutkan upaya yang telah disepakati sebelumnya. Presiden Soeharto dipilih kembali oleh MPR hasil Pemilu 1997.4% pada tahun 1998. Tugas utama Menko Ekuin adalah membawa ekonomi ke luar dari krisis sesegera mungkin. Menurunnya produksi pangan turut memicu tingginya inflasi pada tahun 1998. Namun. keadaan ekonomi terus memburuk. yang notabene menguasai rantai perdagangan dan jaringan distribusi secara luas. Pada pertengahan Mei 1998.6% pada tahun 1999. diikuti dengan langkah-langkah awal pelaksanaannya. menurunkan pendapatan masyarakat perdesaan. Pada mulanya. menambah tekanan terhadap cadangan devisa yang memang telah menurun. yang diperburuk oleh kekeringan yang panjang. Malapetaka lingkungan ini. sementara itu Malaysia berteguh hati untuk mengatasi masalahnya sendiri dengan cara pengendalian kapital secara ketat. Akibat krisis. khususnya dengan lembaga keuangan internasional seperti IMF. Thailand. Di antara negara-negara Asia yang dilanda krisis. Di Kalimantan dan Sumatera kebakaran hutan.menerus. Pasar menjadi “ragu-ragu” bahkan menjadi nervous menghadapi kenyataan ini. seakan-akan tak berhenti berkobar dan telah menghanguskan ratusan ribu hektar hutan.com 3 . Indonesia. dan pada kesempatan itu saya ditunjuk sebagai Menteri Koordinator bidang Ekonomi Keuangan dan Industri (Menko Ekuin).ginandjar. yaitu bencana alam akibat musim kering yang panjang dan paling buruk dalam 50 tahun terakhir. Rupiah mencapai titik terendah setelah terjadi peristiwa itu. Presiden Soeharto terjebak dalam konfrontasi dengan IMF. Dalam peristiwa kelabu ini masyarakat keturunan Cina (Tionghoa) menjadi sasaran kebrutalan masa secara membabi buta. tetapi juga diperkeruh oleh berbagai pernyataan publik dari pejabat IMF maupun Bank Dunia yang bernada mengkritik pemerintah. seperti yang tercermin pada menurunnya nilai tukar rupiah secara terus. di tengah krisis keuangan Asia yang telah menggulung ekonomi Indonesia ter sebut.Penerimaan ekspor nonmigas merosot sebesar 2. Pada tahun 1999 nilai total hutang luar negeri Indonesia mencapai angka US$148 milyar. atau 104% terhadap PDB. di tengah suara oposisi di masyarakat yang semakin mengental. Kabinet baru segera dibentuk. turut menambah dimensi dan beban tambahan dalam krisis yang dihadapi bangsa Indonesia. beban hutang Indonesia menjadi seakan-akan makin tak tertanggungkan. Tak ayal lagi warga keturunan Cina ini. Akibatnya. mengalami ketakutan luar biasa dan akhirnya banyak yang melarikan diri. Gerakan reformasi itu diujungtombaki oleh gerakan mahasiswa. apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. pada tahun 1997 Indonesia didera pula oleh El Niòo. kerusuhan sosial meledak di Jakarta. www. berbagai upaya yang ditempuh seperti menghadapi jalan buntu karena terhalang oleh ketegangan politik yang semakin memuncak.

dan paling menderita di antara negara lainnya. Semua itu berfungsi sebagai indikator adanya buoyant mood pada saat itu. dan ini jelas menambah beban pemerintah di luar beban hutang luar negeri tadi. khususnya yang berkaitan dengan pinjaman bisnis properti. Apa yang menyebabkan krisis? Berbagai kajian yang menelaah krisis keuangan Asia telah banyak dilakukan. Jaminan terhadap hutang luar negeri dari bank-bank komersial pada prinsipnya juga sangat r ndah bila dibandingkan dengan yang ada di negara yang e terkena krisis lainnya. harus kita akui bahwa krisis di Indonesia benar-benar tidak terduga datangnya.ginandjar. Sampai di sini pokok bahasan kita hanya dititikberatkan pada aspek ekonomi makro saja. tentu saja. dan mengapa pemulihannya begitu lambat (lihat juga Kartasasmita 2001). suasana (mood) dan perasaan berbagai kalangan di Indonesia masih tetap percaya diri. Sebagai ilustrasi. tersebut. pemerintah tetap mempelajari dan bernegosiasi untuk membeli satu skadron pesawat tempur buatan Rusia dengan biaya kurang lebih sebesar US$500 juta. Indonesia dapat dikatakan sangat unik. Sebagai introspeksi. Seperti dikatakan oleh Furman dan Stiglitz (1998). stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek. dari berbagai sudut pandang pula. Ketika Thailand mulai menunjukkan gejala krisis. Tetapi. Nilai ekspor tahun 1996. bahwa di antara 34 negara bermasalah yang diambil sebagai percontoh (sample) penelitiannya. termasuk para menteri di bidang perekonomian saat itu.termasuk hutang perusahaan publik dan BUMN. Indonesia benar-benar menderita. barangkali negara yang paling layak untuk dibandingkan waktu itu adalah Rusia. dalam uraian berikut kita akan mengkaji secara singkat mengapa krisis di Indonesia begitu parah. orang umumnya percaya bahwa Indonesia tidak akan bernasib sama. mengapa ini bisa terjadi? Berdasarkan pertimbangan saya. Namun. Sulit mencari pembandingnya. Walaupun sesungguhnya telah terasa adanya indikasi ketidakberesan dalam pola pertumbuhan ekonomi Indonesia (Kartasasmita 1996) serta kerapuhan sektor perbankan. Jutaan manusia kehilangan pekerjaan. tetapi diupayakan dengan cara imbal-beli. dari para menteri di bidang ekonomi www. setidaknya ada empat faktor yang dapat menjelaskan situasi Indonesia tersebut. Di samping itu.com 4 . bahkan cenderung mengabaikan. masih menduduki peringkat terbesar kedua. biaya yang dibutuhkan untuk restrukturisasi perbankan yang ambruk selama krisis diperkirakan mencapai angka US$65 milyar. Kenyataannya lebih parah dan tidak sesederhana itu karena dampak sosial yang ditimbulkannya pun tidak kecil. Indonesia adalah negara yang paling tidak diperkirakan akan terkena krisis bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya dalam percontoh. sama sekali tidak terprediksi sebelumnya. Fundamental ekonomi Indonesia dipercaya cukup kuat untuk menahan kejut eksternal (external shock) akibat kejatuhan ekonomi Thailand. Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan. walaupun lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 1995. banyak anak-anak yang meninggalkan bangku sekolah karena tidak mampu membiayai keperluan sekolah atau mereka harus membantu orang tuanya mencari nafkah. telah menciptakan kondisi bagi “ketidakstabilan”. Secara umum terlihat suatu pola dan karakteristik yang berlaku sama di seluruh negara yang dilanda krisis. Anggaran juga selalu surplus sejak beberapa tahun sebelumnya. Oleh karena itu. khususnya yang pertumbuhannya cepat. Rencana ini akhirnya. dibatalkan ketika kemudian makin jelas bahwa situasi yang dihadapi ternyata jauh lebih buruk dari yang dipikirkan banyak orang. Pertumbuhan angka kredit juga cukup rendah (modest) bila dibandingkan dengan yang ada di negara-negara lain di Asia. dalam hal kedalamannya dan jangka waktunya. sedangkan pasar modal (stock market) tetap kuat sampai awal tahun 1997. dan sekarang mungkin Argentina. Yang pertama. sampai dengan bulan September 1997. Pada saat itu defisit neraca berjalan terhitung paling rendah di antara lima negara Asia yang dilanda krisis. Ada alasannya mengapa orang di Indonesia dan juga masyarakat internasional masih merasa begitu yakin tentang ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi gelombang krisis keuangan itu.

Semua ini berarti. penanaman modal asing. pemerintah sama sekali tidak memiliki mekanisme pengawasan. dan equity purchases) ke wilayah Asia Pasifik meningkat dari US$25 milyar pada tahun 1990 menjadi lebih dari US$110 milyar pada tahun 1996 (Greenspan 1997). Antara tahun 1992 sampai dengan bulan Juli 1997. dan pelanggaran kriteria layak kredit. dan menjalankan sistem perdagangan terbuka. Yang lebih parah. pasar modal. lembaga keuangan meminjam US dollar. Pada waktu yang bersamaan banyak sekali bank yang sesunguhnya tidak bermodal cukup (undercapitalized) atau kekurangan modal. tetapi tetap dibiarkan beroperasi. antara lain.ginandjar. masalah hutang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri. dan seakan didukung oleh persepsi bahwa negara akan ikut menanggung biaya apabila kelak terjadi kegagalan. mempunyai tenaga kerja terdidik dalam jumlah besar. Selain itu. dan senantiasa menjaganya dalam batas -batas yang dapat tertangani (manageable). memiliki surplus anggaran. Setelah krisis berlangsung. kalau rugi bukan aku yang tanggung (heads I win tails somebody else loses)”. Ini adalah akibat dari sistem yang sering disebut sebagai “crony capitalism” . Di sektor-sektor ini memang terjadi ledakan (boom) karena sebagian dipengaruhi oleh arus modal masuk tadi. adalah suatu strategi “kalau untung aku yang ambil. karena derasnya arus modal yang masuk itu. seperti dikutip Kelly dan Olds 1999) bahwa akar persoalan dari krisis keuangan Asia terletak pada kesalahan manajemen ekonomi di mana tanda-tanda yang diberikan pasar tidak diikuti dengan penyesuaian kebijakan (adjustments) www. Dalam banyak hal. dan terkait erat dengan masalah di atas. hampir tidak ada penegakan hukum terhadap bank-bank yang melanggar ketentuan. boleh dikatakan bahwa negara telah menjadi korban dari keberhasilannya sendiri. Daya tarik dari “dynamic economies’ ” ini telah menyebabkan net capital inflows atau arus modal masuk (yang meliputi hutang jangka panjang. Dengan kelemahan sistemik perbankan tersebut. tetapi justru masuk ke pembiayaan konsumsi. Sayangnya. khus usnya dalam kasus peminjaman ke kelompok bisnisnya sendiri. Pemerintah selama ini selalu ekstra hati-hati dalam mengelola hutang pemerintah (atau hutang publik lainnya). sistem perbankan tidak mampu menempatkan dirinya sebagai “peredam kerusakan”. ratarata batas waktu pinjaman sektor swasta adalah 18 bulan.7 milyar (World Bank 1998). ketika nilai rupiah mulai terdepresiasi. tetapi menyalurkan pinjamannya dalam kurs lokal (Radelet and Sachs 1998).maupun masyarakat perbankan sendiri menghadapi besarnya serta persyaratan hutang swasta tersebut. tetapi sebaliknya kinerja ekspor yang selama ini menjadi andalan ekonomi nasional justru mengalami perlambatan. adalah banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia. hutang swasta tersebut banyak yang tidak dilandasi oleh kelayakan ekonomi. mekanisme pengendalian dan pengawasan dari pemerintah tidak efektif dan tidak mampu mengikuti cepatnya pertumbuhan sektor perbankan. memiliki sarana dan prasarana yang memadai. ke sektor perumahan (real estate). 1998). Ketika liberalisasi sistem perbankan diberlakukan pada pertengahan tahun 1980-an. tetapi lebih mengandalkan koneksi politik.com 5 . Yang kedua. seperti pertanian atau industri. Moral hazard dan penggelembungan aset tersebut. akibat apresiasi nilai tukar yang terjadi. seperti dijelaskan oleh Krugman (1998). Benar apa yang diidentifikasikan Greenspan (1998. Di tengah pusaran (virtous circle) yang semakin hari makin membesar ini. tetapi justru menjadi korban langsung akibat neracanya yang tidak sehat. konsentrasi pinjaman pada pihak tertentu. Hal ini mirip dengan yang terjadi di negara-negara lain di Asia yang dilanda krisis. Akan tetapi untuk hutang yang dibuat oleh sektor swasta Indonesia. Mengapa demikian? Karena kreditur asing tentu bersemangat meminjamkan modalnya kepada perusahaan-perusahaan (swasta) di negara yang memiliki inflasi rendah. dan menjelang Desember 1997 jumlah hutang yang harus dilunasi dalam tempo kurang dari satu tahun adalah sebesar US$20. barulah disadari bahwa hutang swasta tersebut benar -benar menjadi masalah yang serius. Lembaga keuangan membuat pinjaman atas dasar perhitungan aset yang telah “digelembungkan” yang pada gilirannya mendorong lagi terjadinya apresiasi lebih lanjut (Kelly and Olds 1999). Yang ikut memperburuk keadaan adalah batas waktu pinjaman (maturity) hutang swasta tersebut rata-rata makin pendek. Pada saat krisis terjadi. 85% dari penambahan hutang luar negeri Indonesia berasal dari pinjaman swasta (World Bank. banyaknya modal yang masuk tersebut tidak cukup dimanfaatkan untuk sektor-sektor yang produktif. dan khusus bagi Indonesia dan Thailand.

Tujuannya adalah untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut pada perekonomian dan segera memacu pemulihan ekonomi. Dengan langkah-langkah tersebut pemerintah berhasil meredam tingkat kerusakan ekonomi akibat krisis. yang diujungtombaki mahasiswa.ginandjar. maka menyebarlah penyakit keuangan itu ke seantero wilayah. dan pada gilirannya memberbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri. bahkan tidak mungkin dicapai. apalagi modal baru. dan yang sebagian lagi karena kekhawatiran masyarakat atas gejolak politik dan kerusuhan sosial yang merebak waktu itu. Akibat krisis kepercayaan itu. Agenda pemulihan dimaksud ditempuh melalui lima program. Anehnya. tetapi setelah terlambat. para investor dan spekulan mulai memindahkan kapitalnya ke luar. sejalan dengan makin tidak jelasnya arah perubahan politik. (2) melanjutkan reformasi struktural. namun. dari hampir 80% pada tahun 1998 menjadi 2% saja pada tahun berikutnya (1999). maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula. dan efektif. Persoalan ini sering dikaitkan dengan tingginya “biaya siluman” yang harus dikeluarkan bila orang melakukan kegiatan bisnis di sini. Presiden Habibie meminta saya untuk tetap duduk sebagai Menko Ekuin di kabinetnya. Hal ini terbukti dengan mulai pulih dan stabilnya nilai tukar rupiah menjadi Rp6. Situasi diperkeruh oleh ramainya pembelian dolar. bahkan mampu mengembalikan Indonesia pada jalur pemulihan yang benar. Yang keempat. adil.500 sampai Rp7. selama Indonesia menikmati economic boom persepsi negatif tersebut tidak terlalu menghambat ekonomi Indonesia. Upaya Pemulihan Pada bulan Mei 1998. yaitu: (1) mengembalikan stabilitas makro ekonomi. Akhirnya semua itu berkembang menjadi “krisis kepercayaan” yang ternyata menjadi penyebab paling utama dari segala masalah ekonomi yang dihadapi pada waktu itu. dan (5) mengurangi dampak krisis pada penduduk miskin melalui pelaksanaan JPS (jaring pengaman sosial/social safety net). modal yang dibawa lari ke luar tidak kunjung kembali. Inflasi juga terkendali.500 perdolar. Yang ketiga. dan lemahnya perlindungan maupun kepastian hukum. Dalam tempo singkat pemerintah baru bergerak cepat dengan serangkaian kebijakan yang didukung oleh masyarakat internasional. ketika para manajer keuangan di tingkat global mendeteksi adanya kesenjangan (disparity) antara nilai tukar dengan persaingan global. Dengan kondisi ini tingkat suku www. Kegagalan dalam mengembalikan stabilitas sosial-politik telah mempersulit kinerja ekonomi dalam mencapai momentum pemulihan secara mantap dan berkesinambungan. sampai menjelang pemilihan presiden di bulan Oktober 1999.com 6 . Faktor ini merupakan hal yang paling sulit diatasi. (4) m enyelesaikan masalah hutang swasta. Semua itu harus dilakukan secepat mungkin.sebelum gelembung persoalan tersebut menghambur. investor asing dan pelaku bisnis yang bergerak di Indonesia selalu mengeluhkan kurangnya transparansi. maka segala kelemahan itu muncul menjadi penghalang bagi pemerintah untuk mampu mengendalikan krisis. dan tetap melanjutkan upaya pemulihan seperti yang telah dirintis sebelumnya. Jadi. akhirnya Presiden Soeharto mundur dari jabatannya dan digantikan oleh Wakil Presiden Habibie. Meskipun persoalan perbankan dan hutang swasta menjadi penyebab dari krisis ekonomi. (3) merestrukturisasi sistem perbankan. kedua faktor yang disebut terakhir di atas adalah penyebab lambatnya pemulihan krisis di Indonesia. Ketika lingkaran tadi terputus. Hill (1999) menulis bahwa banyaknya pihak yang memiliki vested interest dengan intrik-intrik politiknya yang menyebar ke mana-mana telah menghambat atau menghalangi gerak pemerintah. Masalah ini pulalah yang mengurangi kemampuan kelembagaan pemerintah untuk bertindak cepat. Jauh sebelum krisis terjadi. untuk mengambil tindakan tegas di tengah k risis. Pemulihan ekonomi musykil. perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi. tanpa pulihnya kepercayaan pasar. setelah menghadapi tekanan yang makin luas dari masyarakat. yang sebagian digunakan untuk mengadakan hedging atas hutang luar negeri. Akan tetapi begitu krisis menghantam. dan kepercayaan pasar tidak mungkin pulih tanpa stabilitas politik dan adanya permerintahan yang terpercaya (credible). dalam kurun waktu yang cukup lama.

pelayanan kesehatan secara cuma-cuma bagi keluarga miskin. menetapkan peraturan untuk menjamin praktik bisnis yang kompetitif. yang dibarengi pula dengan pembentukan lembaga baru sesuai kebutuhan. saya menerima telepon langsung dari Robert Rubin.7 juta murid). pemerintahan Habibie juga memulai reformasi di bidang politik sebagai landasan hidup berdemokrasi. kebebasan pers diberlakukan. Langkah reformasi lainnya. Kecenderungan ini relatif berlaku sama untuk negara-negara yang dilanda krisis. seperti kondisi sebelum krisis. penutupan atau pengambilalihan bank yang tidak sehat dan yang melanggar ketentuan. Sepanjang tahun itu ekonomi berhasil tumbuh sedikit dengan peningkatan PDB sebesar 0. dengan cepat diberlakukan program JPS dalam berbagai bentuk. Serikat buruh tidak lagi dibatasi. seperti: penyediaan subsidi beras untuk keluarga miskin. Peran IMF Wacana tentang krisis keuangan Asia tidak akan lengkap tanpa menelaah peran masyarakat internasional. dan pembangunan prasarana desa melalui program padat karya untuk menciptakan lapangan kerja secara massal. seperti Thailand. dan Indonesia. Menjelang pertengahan 1999 krisis ekonomi Indonesia telah melampaui titik nadir dan telah mulai akan tumbuh lagi. khususnya dalam permintaan terhadap industri otomotif dan industri konstruksi. Kepolisian dipisahkan dari tentara (TNI). Seandainya momentum pemulihan ekonomi dapat dijaga secara konsisten. terutama yang diwakili oleh IMF. sehat. Pendek kata. dan ini pun dicatat sebagai pemilihan presiden yang paling demokratis sejak proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Hal ini. LSM. Pemilihan umum berhasil diselenggarakan pada bulan Juni 1999. antara lain karena para eksportir menikmati keuntungan atas terdepresiasinya nilai mata uang rupiah. dan tentara berada di bawah pengendalian sipil.ginandjar. Korea Selatan. Langkah lainnya masih banyak lagi. serta bekerja sama dengan sektor swasta dalam membangun good corporate governance. Pada waktu yang bersamaan. Yang terpenting adalah bahwa ekspor kembali bergairah. Untuk meredam dampak krisis terhadap masyarakat miskin. www. pemberian bea siswa untuk murid dari SD hingga perguruan tinggi (pelayanannya mencapai 1.bunga dapat turun dari sekitar 80% menjadi 11-12%. menetapkan Bank Indonesia sebagai bank sentral yang independen. berdasarkan prediksi waktu itu. Rekonstruksi ekonomi seperti yang telah digambarkan di atas dilaksanakan melalui cara konstitusional. memperkuat BP PN dengan mempertegas status kelembagaan dan mengisinya dengan SDM yang profesional. Konsumsi dalam negeri mulai pulih. Contohnya. Pentingnya peran IMF ini bagi masyarakat internasional menjadi sangat jelas ketika akhir bulan Maret 1998. antara lain. selain karena iklim telah mulai pulih ke kondisi normal. Malaysia. Kontrol atas media massa dicabut. sebelum diangkat menjadi Menko Ekuin dalam Kabinet Pembangunan VI (kabinet terakhir Presiden Soeharto). Kemudian diikuti dengan Sidang Umum MPR untuk memilih presiden. yaitu kasus Timor Timur. serta menetapkan mekanisme penyelesaian hutang swasta melalui apa yang dikenal sebagai Prakarsa Jakarta (Jakarta Initiative Task Force) . dan koperasi. juga karena ditunjang oleh berbagai program pemberdayaan petani yang meliputi pemberian kredit usaha tani dan bantuan teknis melalui perguruan tinggi setempat. produksi padi telah kembali ke posisi semula. Sejalan dengan langkah reformasi di bidang ekonomi ini. di penghujung masa tugas saya sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas dalam Kabinet Pembangunan V. maka pertumbuhan pada tahun 2000 diperkirakan sebesar 4-5%. dan yang dicatat sebagai pemilihan umum multipartai yang sangat demokratis dengan disaksikan oleh para pengamat dari seluruh dunia. Hak asasi manusia dihormati dan penegakan hukum diupayakan terus menerus.com 7 . dengan berbagai undang-undang dan peraturan. kebebasan berserikat dan kemerdekaan mengeluarkan pendapat dijamin. dan anti-monopoli. termasuk penyelesaian isu politik yang sensitif di forum internasional. turbulensi ekonomi itu dalam waktu singkat telah berhasil dikendalikan. pemerintahan Habibie memperkenalkan undang-undang baru tentang kepailitan yang memberikan kepastian hukum kepada kreditur maupun debitur.3%.

karena pemerintah Amerika hanya dapat membantu melalui tangan IMF. sehingga akhirnya menghambat investasi dan permintaan konsumsi. yang semula dimaksudkan untuk membantu masyarakat miskin tetapi justru menjadi alat redistribusi yang tidak efektif. akibatnya menambah tekanan negatif kepada nilai tukar. dengan segala persyaratan bantuan yang mengikat. Tujuannya sepertinya memang baik. Karena garansi terhadap deposito belum diberlakukan (dan tidak diberlakukan sampai tiga bulan kemudian). Perhatian IMF yang terlalu banyak dicurahkan untuk reformasi struktural di tengahtengah krisis juga sering diper tanyakan.ginandjar. sebagai bagian dari upaya perbaikan struktural (structural adjusment) ekonomi Indonesia. tetapi bagaimana pun juga cara dan waktunya harus tepat. Keputusan pemerintah untuk menutup 16 bank pada bulan November 1997 awalnya disambut dengan meriah. Jangan lupa bahwa saat itu hubungan antara pemerintah Indonesia dengan IMF sedang berada dalam kondisi membeku.com 8 . Akhirnya. yaitu kegagalan sistem perbankan dan hutang swasta. IMF menganggap Indonesia telah mengingkari komitmen sebelumnya. Memang benar. Dalam pandangan ini. penutupan bank-bank tersebut dilakukan tanpa melalui persiapan yang matang. ditambah desas-desus bahwa akan banyak bank lain yang ditutup. bahwa syarat pertama yang harus ditempuh Indonesia adalah memperbaiki hubungannya dengan IMF. sehingga akhirnya tidak membangkitkan kepercayaan masyarakat. Perubahan itu memang dibutuhkan. ada pelajaran berharga yang dapat ditarik dari keterlibatan IMF dalam membantu negara-negara yang dilanda krisis. Ketiga negara itu adalah “donor” terpenting bagi Indonesia. apa yang tadinya ingin diperlihatkan pemerintah sebagai usaha mengikis nepotisme dari akarnya. Beberapa pengamat seperti Sachs dari Harvard bahkan berspekulasi bahwa para pelaku bisnis yang penting merasa khawatir tidak akan sanggup mempertahankan posisinya lagi di Indonesia. Sebaliknya. perhatian terhadap program reformasi struktural cukup banyak diberikan. telah melakukan kesalahan dalam menangani krisis itu. Para menteri di bidang ekonomi sebenarnya telah lama berdebat soal perlunya merubah mekanisme harga BBM. karena dalam situasi tersebut www. mengingat Presiden pun tidak dapat melindungi kepentingan bisnis keluarganya sendiri. khususnya dengan menunjuk pada subsidi minyak tanah. tetapi justru sebaliknya. maka ketidakpastian dalam pasar keuangan semakin menebal. Rubin menyampaikan bahwa pemerintah Amerika sangat peduli atas situasi Indonesia yang makin memburuk. bahwa subsidi bahan bakar telah diakui sebagai isu yang perlu segera ditangani. Fakta bahwa kemudian salah satu dari bank yang ditutup dapat beroperasi kembali. hanyalah menambah kerancuan dan semakin menghilangkan kepercayaan terhadap pemerintah pada waktu itu.Menteri Keuangan Amerika (US Secretary of Treasury). yaitu untuk mengurangi dan akhirnya menghapuskan subsidi bahan bakar. Banyak kalangan berpendapat bahwa sejak awalnya IMF. dan cenderung masih meninggi. yang mengharuskan surplus anggaran pada saat suku bunga tinggi. Pasalnya. memang persyaratan tersebut berubah dan selanjutnya IMF mengalihkan posisinya dan mendorong pemerintah agar memberlakukan defisit fiskal untuk merangsang ekonomi. terlalu jauh melakukan intervensi ke masalah dalam negeri. Dalam waktu yang hampir bersamaan saya juga mendapat pesan yang senada dari pemerintah Jepang dan Jerman. justru terlihat sebagai tanda-tanda kelemahan pemerintah sendiri. pemerintah Indonesia menganggap IMF. tetapi perhatian terhadap upaya nyata yang substansial untuk menanggulangi kedua penyebab utama dari krisis. Ibaratnya telah memberikan resep yang salah. bahkan dipandang sebagai “kemenangan kaum reformis di kabinet” karena sebagian dari bank-bank itu dimiliki oleh keluarga Presiden Soeharto. Kalau kita menengok ke belakang. bahkan menimbulkan implikasi sosial politik yang serius. Dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang pertama maupun kedua. Namun. dan berniat untuk membantu. Akan tetapi ia pun berkata. walaupun dengan nama yang baru. Ini memperburuk situasi dan akhirnya memicu pelarian modal lebih besar lagi. Salah satu “cacat” terbesar dalam formula IMF adalah adanya pemaksaan terhadap kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) pada saat memuncaknya krisis. Menaikkan harga minyak selama krisis ekonomi masih berlangsung sungguh tidak bijaksana. sangat kurang atau tidak mencukupi. Awalnya IMF memaksa Indonesia untuk menjalankan kebijakan uang ketat (tight fiscal and monetary policies) .

Ini merupakan indikasi tambahan makin melemahnya kewibawaan pemerintah. Ternyata timing-nya menjadi senjata makan tuan (backfire). dan apakah pemerintah konsisten dalam melaksanakan agenda dan memenuhi komitmen yang telah disetujuinya bersama IMF. Pada waktu bernegosiasi dengan IMF di bulan April 1998. Dalam keadaan demikian proses pemulihan ekonomi menjadi terhambat. maka pelaksanaannya harus segera. yang menyebabkan masyarakat menjadi makin terombangambing dalam ketidakpastian. Para pembantu beliau. karena tidak mampu mempertahankan kebijakannya sendiri. termasuk saya pribadi beserta Menteri Pertambagan dan Energi. saya berdebat keras agar kenaikan harga BBM ditunda sampai tiba pada saat yang tepat. Namun.pendapatan masyarakat menurun dan banyak orang kehilangan pekerjaan. Hasilnya. Yang lebih memperberat keadaan adalah aset-aset yang dikuasai pemerintah melalui BPPN dalam rangka restrukturisasi perbankan banyak www. Kita ketahui bahwa reformasi politik dan proses demokratisasi telah melahirkan pemerintah baru yang dipilih secara demokratis oleh MPR yang juga dipilih melalui pemilu yang demokratis pula. tidaklah berarti bahwa IMF tidak berperan sama sekali. dan perhatian masyarakat kembali dicurahkan di bidang ekonomi. seluruh agenda reformasi dan implementasinya tidak lagi dipandang sebagai program IMF belaka. dan yang terjadi bukan kemajuan tetapi kemunduran di bidang ekonomi. sehingga terbentuk rasa memiliki (sense of ownership) terhadap seluruh paket reformasi. Apa yang dikatakan tadi. tetapi juga merupakan program pemerintah Indonesia. ternyata tidak berkesinambungan. Di hadapkan kepada protes dan demonstrasi mahasiswa. Konflik-konflik sosial menjadi marak kembali dan bertambah luas. Bagaimana selanjutnya dengan upaya pemulihan ekonomi? Awal yang baik dari proses pemulihan ekonomi yang dibarengi dengan meletakkan landasan bagi reformasi di bidang politik. Contohnya. Kepercayaan kepada ekonomi Indonesia yang sesungguhnya pada akhir pemerintahan Habibie sudah mulai akan pulih menjadi hilang lagi. Presiden Soeharto merasa yakin bahwa kalau harga BBM memang akan dinaikkan. Presiden Soeharto. dan setiap hari ada saja berbagai isyu dilontarkan justru oleh pemerintah. ketika situasi di Timor Timur memburuk IMF secara sepihak menghentikan proses negosiasinya dengan pemerintah Indonesia. dan pemerintah Indonesia berhasil membangun kembali hubungan yang efektif dengan IMF. IMF tetap bersikeras memaksakan kehendaknya agar subsidi BBM dikurangi sesegera mungkin. Suka atau tidak suka kepada IMF. Sepertinya terputus di tengah jalan. Masyarakat banyak menaruh harapan pada pemerintah yang baru. IMF setuju untuk menunda sampai bulan Juni atau Juli tahun itu. Pasar pun secara hati-hati selalu mengamati apakah hubungan suatu negara dengan IMF berjalan baik. Proses pemulihan ekonomi ternyata terhenti sama sekali.ginandjar. telah memutuskan kenaikan harga BBM secepatnya. Rupiah kembali melemah. yang terjadi adalah sebaliknya. apakah kebijakan ekonominya dapat “diterima” IMF. Sebagai akibatnya keadaan politik pun kembali menjadi tidak stabil. Walaupun begitu. pemerintah terpaksa menarik kembali keputusannya tentang kenaikan harga BBM itu. telah memperingatkan bahwa keputusan itu merupakan kesalahan yang serius. Akan tetapi. yang diharapkan dapat membimbing bangsa Indonesia keluar dari krisis ekonomi. Terpilihnya Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati telah meredam ketegangan politik dan mengembalikan stabilitas politik. yang pasti adanya dukungan IMF berarti adanya dukungan pula dari masyarakat internasional. IMF juga dicurigai telah membawa interest politik negara-negara donor lebih besar dibandingkan dengan kepentingan negara yang dibantunya. beberapa saat sebelum berangkat ke Cairo di awal Mei 1998. Peran IMF justru sangat terasa pada tahap berikutnya ketika upaya pemulihan ekonomi berlangsung. setuju atau tidak setuju terhadap resep IMF untuk pemulihan ekonomi.com 9 . Kehidupan kembali menjadi tenang. diperkuat oleh dialog-dialog terbuka.

terutama untuk memperbaiki dan membangun kembali berbagai prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian. disambut dengan hangat oleh rakyat Indonesia dan juga mendapat dukungan dari masyarakat internasional. Sebagaimana diketahui. Dengan hutang yang sama.com 10 .yang menjadi terbengkalai. maka akan tersedia dana yang lebih besar untuk kegiatan-kegiatan pembangunan. pembayaran bunga pinjaman adalah hampir 26% dari total belanja pemerintah pusat. tetapi terutama bebannya pada anggaran. nilai aset menjadi berkurang. karena pada sisi politiknya relatif aman. Bukan hanya besarnya hutang (debt stock) yang memang sudah cukup besar. Namun. dan akan menyulitkan keseimbangan fiskal. yang dihadapi oleh pemerintah Megawati seyogyanya adalah masalah ekonomi saja. Marilah kita sejenak membicarakan isu utama yang telah membuat banyak orang pesimistis itu. Ini adalah jumlah dana yang besar. Namun. Masalah hutang ini dan bebannya ke masa depan menjadi sumber pesimisme di kalangan masyarakat. yang paling menonjol adalah masalah hutang. Pada akhir pemerintahan Habibie. yang baru saja kita lalui. hukum pun dijadikan sarana untuk tujuan politik. Terpilihnya Presiden Megawati dengan Wakil Presiden Hamzah Haz. meskipun krisis ekonomi belum terlampaui dan banyak hal masih harus diselesaikan. yaitu sampai pemilu yang akan datang. sehingga Presiden Megawati mewarisi keadaan yang lebih berat lagi. termasuk hutang kepada IMF. dan telah ada tandatanda bahwa masyarakat mulai kembali menjadi pesimis. dan terpilihnya Megawati sebagai Presiden didampingi oleh Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden melalui Sidang Istimewa tahun 2001. hal itu justru tidak tampak dalam pemerintah Abdurrahman Wahid. Apabila beban hutang itu dapat berkurang. Namun. Namun sesungguhnya dengan kebijakan pembiayaan yang hati-hati dan tingkat pertumbuhan yang masuk akal. Akhirnya terjadi lagi krisis politik yang mengakibatkan jatuhnya Presiden Abdurrahman Wahid. Banyak orang merasa sangat pesimis dengan masalah hutang ini seakan-akan beban itu tidak akan pernah bisa teratasi. tinggal lagi menyelesaikan masalah-masalah yang memang bersifat kronis yang memerlukan waktu lebih lama dan kebijakan-kebijakan publik di bidang ekonomi yang tepat dan terukur. Namun. Masyarakat Indonesia kembali tumbuh optimismenya bahwa akhirnya kesulitan-kesulitan yang dihadapinya akan teratasi walaupun dengan perlahan-lahan. Banyak kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi ditetapkan semata-mata atas pertimbangan politik. tanpa memperhitungkan dampaknya pada bidang ekonomi. Terutama tim ekonomi mendapat sambutan yang hangat karena dinilai terdiri dari orang-orang yang profesional. Masyarakat pun sudah mulai “letih” untuk terus-menerus menghadapi krisis politik. dan Rp650 triliun hutang domestik yaitu sebagai akibat krisis di sektor perbankan. dan dirasakan ada semacam tekad atau konsensus bahwa pemerintah Megawati harus d apat bertahan atau dipertahankan sampai 2004. beban hutang www. yang juga diawali dengan suasana yang optimis. dan kemudian berubah menjadi pesimis setelah beberapa bulan tidak ada kemajuan. Pada tahun ini. dan banyak lagi. setidaknya masalah yang akut telah teratasi.ginandjar. ada beda antara keduanya: secara politik pemerintah Megawati lebih kukuh karena di parlemen para pendukungnya cukup besar. belakangan ini ternyata optimisme itu makin berkurang. rasio hutang pemerintah terhadap PDB hampir sekitar 100%. seperti pada waktu Presiden Wahid. lahan perkebunan boleh diambil oleh rakyat sampai 40%. Presiden Megawati mewarisi keadaan yang jauh lebih buruk dari pada Presiden Abdurrahman Wahid. misalnya kenaikan gaji PNS yang tinggi. Berdasarkan nilai tukar saat ini. Memang banyak masalah yang dihadapi di bidang ekonomi sebagaimana layaknya sebuah negara yang sedang dalam krisis. yang ternyata tidak bisa dipikul oleh keuangan negara ermasuk oleh pemerintah daerah sehingga t harus ditinjau kembali. Bukan hanya ekonomi. yaitu hutang pemerintah. hutang luar negeri pemerintah Indonesia saat ini sekitar US$75 milyar.

Semua ini berarti bahwa pertumbuhan dalam perekonomian negara-negara berkembang yang mencakup pasar global dan pasar domestik dapat berakselerasi. maka rasio hutang pemerintah terhadap PDB akan turun menjadi sekitar 65%. menarik modal asing dan domestik kembali dari luar negeri.com 11 .tersebut masih ada kemungkinan untuk dapat dikelola (manageable) meskipun tetap tidak mudah. Sebagai contoh. Jika nilai tukar riil relatif konstan dan tidak ada penambahan hutang baru. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat. Divestasi ini akan membuat aset menjadi lebih produktif. semua indikasi menunjukkan Amerika Serikat akan bangkit dari resesi dalam paruh akhir 2002. Lebih dari itu. dengan mengganti subsidi yang tidak ditargetkan dengan program yang jelas ditujukan khusus untuk kemiskinan. bagaimana masuk akal untuk mengasumsikan bahwa kita bisa tumbuh ratarata 5% per tahun? Ini memang merupakan sesuatu tantangan yang tidak mudah. tetapi juga tidak sama sekali mustahil. Langkah-langkah ini akan membutuhkan kerja keras. strategi tersebut akan membuat beban masalah fiskal menjadi tanggungan mereka yang mampu. Perekonomian Jepang mengalami keadaan lebih sulit. tetapi lebih penting lagi adalah untuk membuat aset yang produktif ditangani kembali oleh sektor swasta. maka perekonomian dunia termasuk Jepang akan pulih. dan dalam jangka panjang. yaitu golongan kaya dan yang selama ini memperoleh keuntungan dari administrasi perpajakan kita yang memang belum sempurna betul. Saya sudah menyampaikan satu langkah kunci: penjualan aset dengan cepat. apakah melalui BPPN atau melalui privatisasi. Akan tetapi. rasio hutang terhadap PDB tersebut dapat berkurang.ginandjar. meningkatkan pendapatan negara dari pajak. Apabila hal itu terjadi. Tetapi jika rupiah menguat. permintaan terhadap ekspor kita dapat meningkat selama tahun 2002 dan 2003 dan harga-harga komoditas dapat pulih kembali. jika pertumbuhan PDB 5% per tahun untuk lima tahun mendatang dan inflasi berkisar 7% per tahun. Apabila dunia masih mengalami resesi dalam beberapa tahun mendatang. tetapi jika Amerika Serikat dan Eropa tumbuh. dan Eropa tumbuh secara wajar dalam tahun ini. Penjualan aset-aset bank dan swastanisasi bank pemerintah dapat membantu menyegarkan www. maka PDB nominal akan tumbuh sekitar 80% dalam periode tersebut. memperbaiki administrasi perpajakan. seperti diilustrasikan pada tabel di bawah ini. Hal ini penting untuk anggaran pembangunan. Namun. sasaran ini mungkin akan sulit tercapai. dan penjualan aset pemerintah secara cepat. kepemimpinan dan keteguhan hati. Secara sederhana. Tabel: Rasio Hutang terhadap PDB sebagai fungsi dari nilai tukar Nilai Tukar 7000 Hutang (US$) Hutang (Rp) Total PDB (Rp) Rp1400 Trilyun US$75 Milyar Rp650 Trilyun 525 650 1175 1400 80 8000 600 650 1250 1400 89 9000 675 650 1325 1400 95 10000 750 650 1400 1400 100 11000 825 650 1475 1400 105 12000 900 650 1550 1400 111 Rasio hutang terhadap PDB (%) Apakah masuk akal untuk mengasumsikan bahwa kita dapat menghindari memperoleh hutang baru dalam periode tersebut? Memang tidak gampang. dalam periode lima tahun kita dapat meningkatkan pengeluaran pembangunan sambil mulai membuat surplus. Indonesia dapat menjadi salah satu dari negara-negara tersebut.

para investor tidak akan mau menanamkan modalnya apabila mereka memiliki prospek keuntungan yang sedikit atau apabila mereka menduga bahwa perusahaannya akan “dicuri” apabila menguntungkan. Petani yang dapat memperoleh keuntungan lebih apabila menanam komoditas lain selain padi patut diberi kesempatan.kembali proses intermediasi keuangan dalam perekonomian. Perhatian khusus harus diberikan kepada ekonomi rakyat. Ekonomi kecil dan menengah telah menyangga dan menyelamatkan ekonomi masyarakat kita pada masa krisis. yang memang bisa saja terjadi. Hal ini juga akan membuat golongan kaya dilihat sebagai penopang kehidupan masyarakat dengan pembayaran pajak yang adil dan penunjang berbagai beban masyarakat lainnya. Kalangan pekerja harus dapat dengan leluasa mengorganisir diri untuk mendapatkan upah yang layak dari perusahaan. terutama di luar kota-kota besar. ekonomi konglomerat. pada waktu ekonomi skala besar. memperoleh pelayanan kesehatan yang baik dengan biaya yang terjangkau dan pendidikan yang baik pula dengan biaya yang murah. Lebih dari itu. Dan apabila beberapa perusahaan ada yang belum siap. ambruk dan sekarang menjadi beban pemerintah. Beberapa hari yang lalu telah berlaku ASEAN Free Trade Agreement (AFTA). isu-isu lain adalah sama. namun membutuhkan kepemimpinan dan visi. Keuntungan dari hasil pertanian harus disebabkan oleh adanya peningkatan produktivitas. Bersamaan dengan itu kita tetap harus menyadari peranan khusus beras dalam perekonomian kita dan mengelola kebijakan beras dalam negeri yang menjamin perlindungan maksimum terhadap para petani. hal ini bukanlah langkah yang berat dan mahal. Kita juga butuh stabilitas yang hanya akan terwujud ketika rakyat merasa bahwa manfaat dari pertumbuhan tersebut dinikmati secara adil. dan seluruh tanah dipergunakan secara efektif. Bukti nyata dalam usaha perbaikan keamanan dan sistem hukum adalah sangat penting dalam meningkatkan penanaman modal. sehingga dapat menyangga dan meredam krisis-krisis ekonomi di masa depan. Hal ini akan membuat rakyat miskin merasa mendapat tempat yang layak dalam kehidupan bermasyarakatnya. Lagi. bukan dari peningkatan lahan pertanian. Ini berarti bahwa investasi lebih banyak diberikan dalam penelitian untuk memperbaiki bibit-bibit dalam komoditas utama. perbaikan upah harus meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas. Kondisi keamanan saat ini di Indonesia membuat para investor enggan untuk menanamkan modalnya. AFTA dirancang agar setiap negara anggota ASEAN dapat memaksimumkan keunggulan komparatifnya. Akan tetapi. Ekonomi rakyat yang selama ini mendapat fasilitas yang kecil dari pemerintah perlu mendapat perhatian dan dukungan yang lebih besar. Namun. sebagai akibat gerakan di dalam ekonomi di dunia. masalah lemahnya hukum dan tidak adanya komitmen untuk mentaati kontrak juga membuat menarik investasi menjadi lebih sulit. Inilah wilayah di mana pemerintah harus memiliki kepemimpinan yang kuat dan memperoleh dukungan yang kuat pula dari DPR. Pertanyaannya adalah apakah perusahaan-perusahaan kita sudah siap menghadapi AFTA ini? Saya percaya bahwa kita sudah siap. Namun sama pentingnya. yaitu ekonomi rakyat kecil yang bergerak di akar rumput. Hal ini berarti konsep swa-sembada padi yang selama ini menjadi kebijakan pertanian harus dikembangkan menjadi konsep yang lebih produktif dan efisien. kalau tidak lebih penting dalam mempersiapkan negara kita ini untuk mendapat keuntungan dari pertumbuhan ekonomi dunia pada masa yang akan datang.com 12 . Hal ini juga berlaku bagi penanaman padi. Kita butuh lebih banyak investasi. hal itu tidak dapat dihindari. Hal ini menuntut pemerintah untuk lebih proaktif dalam menjalankan strategi pengentasan penduduk miskin yang memberikan kesempatan kepada rakyat miskin untuk menempuh kehidupan yang lebih baik. Sejarah Indonesia dari tahun 1986 sampai saat ini menjadi saksi bahwa negara ini dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan bebas. Memperbaiki hubungan tenaga kerja dan meningkatkan hak-hak buruh juga merupakan agenda yang penting. khususnya pada saat kita berusaha untuk menciptakan lapangan kerja baru. www.ginandjar. Kita juga harus memberikan perhatian yang lebih kepada sektor pertanian. AFTA hanyalah langkah lanjutan dalam proses tersebut.

dan ketika perekonomian Argentina terpuruk. yang dibutuhkan oleh bangsa ini adalah kepemimpinan yang memiliki visi yang kuat dan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Penutup Dari uraian di atas jelas masih ada masa depan bagi perekonomian Indonesia.ginandjar. minimal dalam jangka pendek. dibandingkan dengan kerugian yang akan diterima dalam kaitannya dengan pinjaman baru. Pertama. PDB Argentina yang sekitar US$280 milyar adalah sekitar dua kalinya PDB Indonesia memberikan kesan bahwa beban hutang kita jauh melebihi daripada hutang Argentina. Dalam kasus Argentina. namun jauh dari seragam. kita menerima komitmen lebih dari US$3 milyar sebagai pinjaman dari CGI tahun ini. Untuk mencapainya. Kedua. lebih dari setengah hutang luar negeri kita adalah dalam bentuk pinjaman pembangunan bilateral. Pertama adalah mempertahankan momentum pemulihan ekonomi agar masalah-masalah sosial mendasar seperti pengangguran dan kemiskinan tidak semakin memburuk.Aspek lain dalam persiapan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari membaiknya ekonomi dunia adalah melanjutkan upaya penyesuaian struktural untuk membuat dunia usaha kita dapat bersaing sekuat mungkin. Tarif kita pada umumnya rendah. Selain itu. pinjaman tersebut tidak akan dapat dicairkan dan keuntungan dari moratorium dalam jangka pendek akan sangat kecil. Selain itu berbagai upaya perlu dilakukan agar secara bertahap kita dapat mengatasi masalah-masalah yang kita rasakan demikian beratnya sekarang ini. adalah sangat sulit. Dengan www. semua hutangnya dalam dolar atau dalam Pesos yang dikaitkan ke dalam dolar dan oleh karenanya harus secara efektif dibayar dalam nilai mata uang asing. timbul pertanyaan apakah Indonesia harus melakukan hal yang sama. yaitu tingkat bunga hutang luar negeri tersebut jauh di bawah tingkat suku bunga yang berlaku di pasar. Dalam kasus Argentina. hampir semua hutang luar negeri kita bersyarat sangat lunak (concessionarry). Sebagian besar dari bunga hutang Argentina sama dengan tingkat bunga yang berlaku di pasar. Dengan keputusan Argentina untuk menuntut moratorium pembayaran hutang. Hutang pemerintah Argentina sebagaimana dilaporkan adalah sekitar US$150 milyar. Hal ini mesti melibatkan perubahan ke depan struktur tarif yang rendah dan seragam. keuntungan lebih banyak didapat dari moratorium itu sendiri. dan melalui penjadwalan serta restrukturisasi memungkinkan kita untuk meminta hair cut yang signifikan. saya ingin mengulas masalah Argentina dalam kaitannya dengan masalah utama dalam ekonomi Indonesia dewasa ini. Ketiga. Indonesia dan Argentina Sebagai penutup. Keberhasilan dan kegagalan yang dialami selama ini adalah pengalaman yang sangat berharga untuk dijadikan pelajaran dalam membangun masa depan yang lebih baik. hanya setengah dari hutang pemerintah kita dihitung dalam dolar dan dimiliki oleh orang asing. Harus diingat. tingkat suku bunga hutang tersebut justru meningkat dengan tajam. Jadi Argentina memiliki pilihan yang kecil selain untuk secara sepihak menetapkan moratorium pembayaran hutang. yaitu masalah hutang. sedikit lebih besar dari hutang pemerin tah Indonesia (sovereign debt) yang sekitar US$140 milyar. kalau tidak mau disebut mustahil. Dengan melalui mekanisme yang sudah dikenal dalam Paris Club kita dapat meminta penjadwalan ulang pembayaran. hampir seluruh hutangnya adalah dalam bentuk surat obligasi (bond). Secara umum. Di Argentina. Namun sesungguhnya situasi perekonomian kedua negara tersebut memiliki beberapa perbedaan penting. untuk menjadwal ulang hutang bond.com 13 . Apabila secara sepihak kita menghentikan pembayaran hutang luar negeri kita. Beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut. Sebaliknya Indonesia dapat secara efektif memotong beban hutang sampai kepada tingkat yang dapat dikelola tanpa menimbulkan konsekuensi negatif seperti yang dihadapi oleh Argentina.

kegiatan ekonomi perlu didukung oleh penguatan permintaan domestik terutama dari konsumsi masyarakat serta investasi secara bertahap. Washington D. Pelaksanaan otonomi daerah harus dimantapkan. T. substansi atau materi pengaturannya serta keberatan atas diabaikannya hak-hak tersebut. dan hak untuk menyampaikan keberatan yang berkaitan dengan proses dan mekanisme pengambilan keputusan. J. Bappenas Office. November. Kepustakaan: Buehrer.stern. dan modern.com 14 . Monthly Report for August. diamati.org/focus/library/addicted_to_ capital. pdf Furman. Ketiga adalah menciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi percepatan pemulihan ekonomi yang. November www. Demikianlah berbagai pandangan mengenai ekonomi Indonesia dewasa ini. prepared for the banking Panel on Economic Activity.S (2000). dan diawasi oleh masyarakat. Dalam kaitan itu program restrukturisasi utang perusahaan d pemulihan fungsi an intermediasi perbankan perlu dipercepat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat. (1998). Semoga ada manfaatnya untuk buah pikiran bersama. Kelima adalah mempercepat reformasi hukum dengan menyelenggarakan pemerintahan yang terbuka (open government) sebagai salah satu konsep dasar good governance. (1997b).karyawan yang harmonis. Konsep pemerintahan yang terbuka memberikan jaminan kepada masyarakat dalam bentuk hak atau kemudahan serta keadilan untuk memperoleh informasi yang dikuasai oleh pemerintah. Pada hakekatnya konsep ini mengandung pengertian bahwa seluruh kegiatan pemerintahan terutama yang berkaitan dengan kepentingan dan hajat hidup masyarakat luas harus terbuka dan transparan serta dapat diikuti. W. Keterbukaan juga berarti pengawasan yang lebih efektif terhadap penyelenggaraan negara.: World Bank. September Bello. Keempat adalah memberi prioritas pada pengembangan usaha kecil dan menengah atau dalam istilah popularnya “ekonomi rakyat”. J. Kedua adalah meningkatkan kesinambungan fiskal (fiscal sustainability) dalam upaya menutup defisit anggaran. W.nyu. hak untuk berpartisipasi dan berperan serta dalam proses pengambilan dan perumusan keputusan publik. tetapi tetap mandiri. http://focusweb. dan harus memperkuat upaya pemulihan ekonomi dan justru tidak memperlemahnya. serta penciptaan hubungan pengusaha .ginandjar. mengapa menjadi demikian dan harapan ke masa depan. khususnya pendidikan dan kesehatan. yakni ekonomi yang berakar pada masyarakat dan bersumber pada sumber daya yang ada di dalam negeri. ‘The end of Asian Miracle’. Dukungan kepada sektor ini harus membuat ekonomi rakyat itu menjadi makin tangguh. and Stiglitz. http://www. memperkecilnya dan akhirnya memperoleh surplus untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan. Pengembangan ekonomi rakyat ini juga selain memiliki tujuan-tujuan ekonomi juga untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat. maju. ‘Addicted to capital: the ten year high and present –day withdrawal trauma of Southeast Asia’s economies’. terutama untuk investasi di bidang prasarana dan SDM. Dalam upaya meningkatkan penerimaan perlu diperhatikan prinsip keadilan dan dalam pelaksanaannya tidak justru menghambat pemulihan ekonomi. Jakarta: Partnership for Economic Growth.htm) Bello. ‘Economic Crisis: Evidence and Insight from East Asia’.edu ~nroubeni/asia/miracle. mencakup pemeliharaan keamanan dan stabilitas politik.C. Upaya tersebut meliputi peningkatan sisi penerimaan dan pengendalian sisi pengeluaran.perekonomian dunia yang masih dalam tahap pemulihan tahun 2002 ini. (1997a).

September Woo. House of Representatives’. ------. Dicken. (1997). Globalisation and the Asia Pacific: Contested Territories. Ginandjar (2001). April. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies Kartasasmita. ‘Assessing Globalization’. H. (1999).S. Victoria. London: Routledge Rodrik..worldbank.. February World Bank (1997). L.T.J (2000). Dicken. May World Bank (1998). Washington D. W.hiid.R. Jakarta. Project on Exchange Rate Crisis in Emerging Market Countries: Indonesia. Quarterly Economic Report May 1997. J. ‘The onset of the East Asian financial crisis’.html). 13 November 1997. First Quarter 1997.fed. Structural Aspect of the East Asian Crisis. P. Globalisation and the AsiaPacific: Contested Territories. The Asian Financial Crisis: Lessons for a Resilient Asia. Has Globalization Gone Too Far . Liberalization and Growth Before 1997.F.Greenspan.ginandjar.frb.C. ‘Indonesia: Sustaining High Growth with Equity’. D.K and Yeung. Kenward.F. K. K. H. and Yeung. A. (http://www. The Indonesian Economy in Crisis: Causes. S.: Institute for International Economics. Cambridge: MIT. J. (1997).. Kelly. U. Cambridge: NEBR. Washington D. Harvard University. Consequences and Lessons. ‘Testimony of Chairman Alan Greenspan before the Committee on Banking and Financial Services.htm).com 15 . April Radelet. London: Routledge PREM Economic Policy Group and Development Economics Group (2000). accessed 6 October 2000 www. (http://www. in Olds. Kong. 1998’.C: World Bank. September World Bank (2000). (1998). Briefing Papers. H. and Sachs.. Project on Exchange Rate Crisis in Emerging Market Countries: Indonesia. Cambridge: Weatherhead Centre for International Affairs. Assessing Vulnerability to Financial Crisis: Evidence from Indonesia. L.us/ boarddocs/testimony/19971113. P. P. August. L.bog.D and Schwab.htm) HIID (1997). accessed 18 May 1998. Kelly.edu/pub/other/ asiacrisis. (http://www. 1996.. Paris Olds.org/prospects/gep 98-99/sum.W (eds). (1999). ‘Indonesia in Crisis: A Macroeconomic Update July 16. J. Sachs. K. 30 March. ‘Globalization and the Economic Crisis: the Indonesian Story’.W (1999). ‘Global Economic Prospect: Beyond Financial Crisis 1998/1999’. December OECD Center for Co-operation with Non-Members (1999). May Hill. March Stern. Pustaka CIDESINDO. Jakarta: PT.(1996) Pembangunan untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Cambridge: NEBR.harvard. (2000). Cambridge: NEBR Seminar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful