1.

Adab dan Doa Keluar masuk WC Dalam kehidupan sehari hari kita tentu tak bisa tidak harus ke kamar mandi/wc, baik tujuannya untuk bersuci, membersihkan diri ataupun buang hajat. Maka sudah selayaknya kita memperhatikan sunnah sunnah nabi ketika masuk dan keluar dari kamar mandi, diantaranya: a. Membaca Do‟a Kamar mandi/wc adalah tempat tinggal setan. Karena karena itu hendaknya kita memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan laki laki dan perempuan dengan mengucapkan do‟a: Allahumma inniy a'udzubika minal khubusi walkhobaais ”Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perem-puan”. (HR.Ahmad dari Anas bin Malik, dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam shahih al-jami; (4712). b. Masuk Dengan Mendahulukan Kaki Kiri Karena ia sedang memasuki tempat najis, maka seharusnya ia mendahulukan kaki kiri. Berbeda halnya ketika memasuki tempat yang terhormat dan mulia, hendaknya ia mendahulukan kaki kanan, misalnya masuk ke masjid. Setiap pekerjaan baik dan mulia hendaknya di mulai dengan sebelah kanan. Dan apabila pekerjaan itu sebaliknya, maka di dahului yang sebelah kiri, salah satunya ketika hendak masuk ke kamar mandi/wc. Jangan Berlama-lama Di Kamar Mandi/wc Janganlah seseorang berlama lama dalam kamar mandi, usahakan selekas mungkin ia menyelesaikan hajatnya di kamar/mandi. Kalau sudah selesai segeralah keluar dan jangan berlama lama menetap di dalamnya. Karena kamar mandi/wc adalah tempat setan dan kotoran sehingga tempat seperti itu tidak di anjurkan untuk berlama lama berada di situ. c. Keluar Dengan Mendahulukan Kaki Kanan Sebab sebelah kanan selalu di dahulukan dalam melakukan setiap perkara yang baik. Keluar dari kamar mandi/wc berarti berpindah dari tempat yang kotor ke tempat yang bersih. Oleh karena itu mendahulukan kaki kanan ketika keluar. d. Bacalah Do‟a Ketika Keluar Dari Kamar Mandi/wc Yaitu do‟a yang pernah di ucapkan Rasulullah shallallahu‟alaihi wasallam ketika keluar dari wc yaitu:

Ghufroonaka “Aku minta ampun kepadaMu” (HR.Ahmad (VI/155), Abu Dawud (30), An-Nasaa‟I dalam kitab Al-Kubra (9907), At Tirmidzi (7), dan ia menghasankan hadist ini, Ibn Majah (300), Ibnu Hibban (1441) Ihsaan, Al-Hakim (I/158), Ad-Daarimi (I/174), Ibn Jaaruud (42), Al_Bukhari dalam Adabul Mufraad (693/97), Ibnu As-Sunni (23), dari „Aisyah radhiallahu‟anha. Shaihi al-jami‟ (4707).)

karena hanya ada cinta. Semakin dia tunduk. Kitab paling awal dari mana semua penciptaan berasal—yakni dari naskah Ibrahim dan Musa. Setiap orang berada dalam tasbih (pengagungan/penyucian) kepada Allah. Yang Mahatinggi. Segala sesuatu yang ada berpartisipasi dalam pengagungan yang mengalir bebas dan menggemakan esensi-Nya. yakni keadaan berserah diri kepada Tuhan yang meliputi segala sesuatu. Entitas yang telah menciptakan kita. semakin dia bergetar dengan energi-energi yang harmonis. Sabbaha adalah 'memuji atau menyucikan' Tuhan. Tafsir Surat Al A’la 1.2. Ayat ini berkenaan dengan 'Nama Tuhan'. Kata Rabb (Tuhan) menunjukkan Atribut Allah. yang menunjukkan hakikat Tuhan kita yang tinggi. Kata tersebut berkaitan dengan sabaha. Penciptaan primordial ini termaktub dalam Kitab. yang berarti 'berenang. Ketundukkan adalah keadaan muslim. dan kecintaan yang utama adalah bertasbih kepada Allah. . mengapung'. Sucikanlah Nama Tuhanmu. Itulah keterhubungan yang sangat sempuma. dan menggemakan Realitas Tunggal. Ini adalah suatu realitas yang permanen. mengalir dengan. Atribut Rububiyyah (Ketuhanan). Segala sesuatu berasal dari Sang Hakikat.

Yang menumbuhkan rerumputan. Kita telah dibimbing ke dalam pengetahuan itu oleh esensi kita.2. dan bahwa segala sesuatu saling berhubungan. dari sejak permulaan dan sebelum penciptaan. 4. jangan khawatir akan perbekalanmu. Ada tempat untuk semua orang. lalu menunjuki [mereka pada tujuan mereka]. Ketika wahyu menyeru Nabi. Segala sesuatu ada sesuai dengan ukuran dan keseimbangannya. kita tidak akan lupa. yakni memuliakan dan tunduk kepada Sang Pencipta. Pengetahuan tentang ukuran itu merupakan awal dari hidayah (petunjuk). Yang menciptakan. Allah telah menciptakan dan membekali ciptaannya dengan semua kebutuhan untuk mencapai takdir yang diharapkan. dan itulah sebabnya mengapa padang rumput tumbuh dalam siklus musiman. Begitu kita tahu. Hidayah datang melalui pengetahuan tentang qadr (takdir ilahi). Kelalaian muncul bila ada ghaflah (ketidakperdulian). Ada tempat untuk semua orang dalam penciptaan ini. Kami akan membacakan kepada engkau agar engkau tidak akan lupa. 3. Pengetahuan tentang realitas merupakan maqam yang tinggi. maqam ini tidak mengakui dominasi dari setiap kesadaran yang rendah. Dan Yang membuat [semua yang ada] sesuai dengan ukuran. Mar'a berarti 'padang rumput'. dengan melihat pada keagungan yang mengelilinginya sampai taraf dimana dandanan individualnya dan lingkungan kulturnya memungkinkan dia untuk memahami. namun pada setiap fase siklusnya didasarkan pada tasbih. Ketika kita berjalan terus. Kita diyakinkan di sini bahwa tidak ada kelalaian. segala sesuatu yang lain. adakalanya kita merasa cemas dan takut. bahwa keesaan (tauhid) menyatukannya. Itulah mengapa kita mengatakan. wahyu itu juga menyeru semua orang yang mengikuti beliau. Pengetahuan tentang Wujud bersifat abadi karena Wujud itu tak pernah berakhir. kita melihat bahwa ia berada dalam suatu keseimbangan yang njlimet. Jika kita memiliki pengetahuan tentang takdir itu. lalu menyempumakan. 5. Manusia memulai pengagungan Tuhannya dengan mengamati disertai perasaan kagum terhadap berbagai hal yang secara serta-merta mengelilinginya. Bahkan perhiasan bumi pun bertasbih. Ia memulai pengagungan dengan membenamkan diri dalam keagungan jalal (kemuliaan) dan jamal (keindahan) yang terakhir. rerumputan berubah dari padang rumput yang hijau dan hidup menjadi jerami yang kering dan berdebu. maka kita memiliki pengetahuan tentang hukum yang mengatur penciptaan. tumbuh karena dan memberi kepada. juga anakanakmu. dan ghaflah muncul bila tidak ada khasyyah (perasaan takut . Ketika kita mengamati ciptaan fisik di sekeliling kita. Lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman. hidup dengan. 6. Dari satu musim ke musim berikutnya. mengalami pembukaan-pembukaan batin.

jalan ketundukkan. Ayat ini mengatakan. Maka berilah peringatan. Akhirnya. Itulah tanah penggembalaan kita. bahwa orang-orang bertindak berdasarkan keyakinan mereka dan menghidupkan keimanannya secara total. apa yang nampak sebagai pengetahuan. Sesungguhnya Dia mengetahui apa yang nampak dan apa yang tersembunyi. 8. dan apa yang tidak. Bagaimana mungkin kita bisa lalai atau tidak perduli terhadap apa yang sudah ada di sini? Jika ada kelalaian. adalah orang yang akan ingat. "Beri mereka peringatan. Dia ingin melihat bahwa keimanan ada hasilnya. Yusra yang berarti 'kemakmuran'. Jalan kemudahan adalah jalan tanpa hambatan. Kecuali apa yang dikehendaki Allah. Dan kami akan melancarkan jalanmu ke arah kemudahan. Adakalanya. Para nabi telah datang demi kita untuk berhubungan dengan kita. Orang yang khasyyah (takut melanggar) dan menghanguskannya. Dia menginginkan konfirmasi lahiriah karena memang sifat manusia untuk ingin melihat niatnya tercermin dalam tindakan lahiriah. Nampaknya yang terlupakan adalah kehendak Allah. Ini adalah huda (petunjuk). dan di atasnya manusia akan menemukan kemudahan pengetahuan. Dengan cara sama yang dilakukan Rabb (Tuhan) pada seluruh ciptaan-Nya. Orang yang takut akan penuh perhatian. adakalanya diberikan peneguhan hati lagi. Oleh karena itu. memang manusiawi. sesungguhnya peringatan itu berguna. padang rumput termasuk hal yang ingin manusia ketahui. takut membesarkan api yang . 10. dan pada saatnya. dengan cara yang tepat di tempat yang tepat. dan kita semua dapat berhubungan dengan kelemahan moril manusia. jadi kelalaian adalah ketidaksadaran. Ini karena mereka tidak hidup dalam teori. Kesalahan manusia sendirilah jika ia menempatkan dirinya dalam kerugian. yang nampak dan yang tersembunyi. maka itu hanya sekadar di permukaan saja dan bukan hakikatnya. berasal dari yasara yang berarti 'menjadi mudah'. Pengetahuan sudah ada di sini. Hal yang terpenting adalah ingat. 9.melanggar). akan diungkapkan. yakni. karena peringatan itu akan berguna atau menguntungkan mereka. dan bagaimana sampai bisa melalaikan kehendak Allah? Yang ada hanyalah Allah. Kami akan menempatkan manusia pada jalan kemudahan." Orang yang memperingatkan mereka juga ingin melihat hasilnya. Allah mengetahui semua manifestasi. para nabi muncul seakan-akan mereka dalam kesangsian dan keraguan. 7. kita harus mencamkan apa yang berguna dan perlu. ingat terhadap apa yang sudah ada di sini untuk diingat.

Nama adalah suatu indikasi. Dengan demikian ia telah menemukan arah. ia dapat berjalan ke arah yang benar. Maka maksud ayat ini adalah bahwa orang yang sekarang tidak takut melanggar (khasyyah). Ia harus membelah dan mengerjakannya. Orang yang telah menyucikan batinnya yang paling dalam adalah orang yang telah menang. 13. Maksudnya. lalu salat. yakni rambu-rambu dari dalam batin yang menunjukinya perbedaan sehingga dapat melihat dengan jelas kemana ia akan masuk lebih jauh ke dalam kerugian.11. 15. berarti ia sedang menciptakan. padahal bagaimana pun juga manusia menginginkan kepastian dan kejelasan. dan akan menuai panen yang baik yang sebelumnya telah rajin ditanami oleh kesuciannya. Ia merupakan dimensi tingkat menengah yang samar-samar. yang tidak bertasbih dan tidak sedang menempuh jalan hidayah. Ia akan dilemparkan ke dalam api yang besar. la mengingat Nama itu. Dan orang yang paling celaka akan menghindari itu. Dinamakan api besar karena ia tidak berakhir. Lalu ia di sana tidak akan mati juga tidak akan hidup. Orang yang telah menempuh jalan keluasan dan peningkatan yang terus-menerus adalah orang yang telah menanam hal yang tepat pada saat yang tepat. Dan ingat akan Nama Tuhannya. lebih tersambung. Dengan mengetahui hal yang tidak benar. 16. lebih takut. Artinya. Jika ia tidak mengerjakan ini. dalam kesengsaraan dan penderitaan) tidak akan mengacuhkan peringatan dan tidak juga akan ingat. akan menjadi orang yang menang. tidak terukur. maka api kecil mesti juga ada. Orang Asyqa (orang yang penuh kesukaran. berarti 'petani'. 14. yang nasibnya sial. kemana ia akan lebih terikat. Dengan mengingat Nama Tuhannya—berzikir—ia dapat menghindari penyebab kerugiannya. dan bergejolak secara permanen. membajak dan memanennya. hidup dan mati tak pemah pasti dalam neraka. Jika ada 'api besar'. Orang yang sudah mengetahui. lebih gelisah. Tetapi tidak! Engkau lebih suka pada kehidupan dunia ini! . dan orang yang sedang mengalami siksaan batin berada di dalam api kecil itu. dan menyiapkan api besar. hancur. memperbesar. Sungguh beruntung orang yang menyucikan dirinya. karena kebodohan dan ketidakperduliannya pada saat sekarang maka ia membesarkan api yang kecil. abadi. yang secara lahiriah sudah membayar zakatnya dengan teratur sehingga tumbuh dalam kesucian. Fallah dari akar kata yang sama. maka tidak akan ada yang muncul dari bumi. Falah (keberhasilan) berbicara tentang orang yang mengolah bumi. 12. sehingga akan dibuat lebih menderita lagi. Ia berada di jalan petunjuk.

kemudahan di sini berarti kesulitan dalam jangka panjang. Sebagai manusia yang selalu memerlukan tubuh. melalui pertanyaan retorik tersebut. 3. Namun. abu dawud. adalah pengetahuan lama yang diungkapkan oleh para nabi terdahulu. Ayat 4 Artinya: "Memasuki api yang sangat panas (neraka)" Akan tetapi akhirnya mereka di bakar dalam api neraka. Pengetahuan ini. sebagai akibat dari menempatkan diri kita dalam satu-satunya aliran dan mengetahui aliran ini. surga dan neraka serta apa yang dialami oleh para penghuninya dalam surat Al Ghasiyah ini.. Beliau selalu membaca surat al A'la dan surat Al Ghasiyah pada hari Jum'at dan hari raya (hr. Allah swt menjelaskan bagaimana nasib ahli neraka yang penuh dengan penderitaan dan para penghuni surga yang penuh dengan kebahagaiaan Diantara keutamaan surat ini adalah bahwa Rasulullah saw sangat mencintai surat ini. Ayat 3 Artinya: "Bekerja keras lagi kepayahan" Mereka capek-capek bekerja di dunia. Kata "haamiyah" berarti panas yang sangat panas. maka kita lebih suka pada kehidupan ini ketimbang kehidupan mendatang. hina. kitab yang kita baca sebagai hasil pengagungan Tuhan. tertunduk. Ayat 1 Artinya: "Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?" Pertanyaan retorik ini merupakan penggambaran akan kebesaran /kedahsyatan dari apa yang ditanyakan. Kitab sucinya Ibrahim dan Musa. 18. Allah swt menggambarkan kedahsyatan dari apa yang ditanyakan tersebut.?". puncaknya panas. 19.17. merasa hebat dan merasa sombong. Di dunia mereka merasa tinggi.. Ayat 2 Artinya: "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina" Allah swt menerangkan kondisi orang-orang kafir. kita semua menginginkan keselamatan di dunia ini. Allah swt menjelaskan dengan lebih detail lagi tentang hari kiamat. jalan pintas. . yakni wajah mereka penuh ketakutan. hari kiamat. Sesungguhnya ini sudah tersebut dalam kitab suci yang terdahulu. Tafsir Surat Al Gosiyah Setelah Allah swt menyebutkan sebagian dari suasana hari kiamat dalam surat Al A'la. Kehidupan ini adalah kehidupan yang mudah. yakni Al Ghasiyah. imam muslim. Demikianlah dalam ayat ini. nasa'i). Meskipun kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Di akhirat mereka dibuat hina oleh Allah swt. Adalah sudah menjadi kebiasaan manusia ketika hendak menggambarkan suatu hal yang sangat dahsyat dengan menanyakan "Tahu-kah kamu akan.

Termasuk yang bersungguh-sungguh mencari ilmu. Pada keadaan yang masih segar. sekecil apapun.. Fenomena yang banyak ditemui adalah banyak orang islam masih salah dalam melaksanakan ibadahnya. yakni panas yang sangat panas. Ayat 8 Artinya: "Banyak muka pada hari itu berseri-seri" Wajah orang2 yang mentaati Allah akan penuh dengan kesenangan. Kewajiban mencari ilmu yang diisyaratkan oleh Allah swt dan rasulnya adalah kewajiban mencari ilmu agama. . tetapi setelah menjadi dhorii'. Seorang muslim akan memilih untuk diam ketimbang berbicara yang tidak ada manfaatnya. Bagaimana mungkin amalan-amalannya tersebut diridhoi Allah swt kalau dilakukan dengan salah? Ayat 10 Artinya: "dalam surga yang tinggi" Ayat 11 Artinya: "tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna" dalam surga itu tidak ada pembiaraan yang sia-sia. akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt. Ayat 7 Artinya: "yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar" Semakin dimakan semakin terasa lapar.Ayat 5 Artinya: "Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas" Minumannya dari air yang sangat panas. Kata "aaniyah". dimana ayat-ayat ini hanya menjadi informasi saja yang tidak menyentuh hati. Untuk urusan duniawi.. seperti wudhu. Unta masih mau memakan yang segar ini. na'udzubillah. Orang-orang yang dimaksud disini bukan hanya beriman. pohon itu disebut sibriq. yang merupakan puncaknya panas. tidak ada lagi yang mau memakannya. Ini mengajarkan kita untuk berbicara hanya yang bermanfaat. bukan ilmu duniawi. Inilah gambaran Allah tentang neraka. Ayat 9 Artinya: "Merasa senang karena usahanya" Tafsir dari ustad: Karena usaha yang mereka lakukan di dunia diridhoi Allah swt.. Perlu diperhatikan bahwa untuk mencapai ridho Allah diperlukan ilmu. Kondisi tersebut tidak kita dapati sekarang ini. tetapi adalah orang-orang yang mentaati Allah swt dalam segala halnya. Tidak ada satu binatangpun yang mau memakannya. memiliki arti yang sama dengan "haamiyah" pada ayat sebelumnya. Allah swt sudah memberikan kemampuan kepada manusia dan makhluk-makhluk lainnya untuk bisa bertahan dan memperkembangkan hidupnya. Begitu mengerikannya sehingga para sahabat ketika mendengar ayat-ayat ini tersungkur menangis karena merasa takut. shalat. dan ibadah-ibadah lainnya.. Bisa jadi hal yang dianggap sepele dari perkataannya malah menjerumuskannya ke jurang neraka. semua pembicaraan disana bermanfaat. karena yakin bahwa setiap ucapannya... Ayat 6 Artinya: "Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri" Tidak ada makanan lagi bagi mereka kecuali kayu dhorii' yakni sejenis pohon berduri yang sangat menjijikan lagi pahit rasanya.

Setelah itu Allah swt menyebutkan bukti2 akan kepastian hari kiamat. Penciptaan dan fenomena unta merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan..... bagaimana ia ditinggikan?" langit diangkat oleh Allah swt tanpa tiang... Ayat 16 Artinya: "dan permadani-permadani yang terhampar" Dan permadani yang dihampar.. Ayat 13 Artinya: "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan" Di surga ada kasur-kasur yang empuk dan tinggi (tebal). gunung merupakan pasak-pasak yang menahan bumi dari keguncangan.. disana tersedia gelas-gelas tersebut. kenikmatan dan kemewahan.. Itu semua karena di dunia mereka memilih yang halal daripada yang haram.... Ayat 18 Artinya: "dan langit.Ayat 12 Artinya: "Di dalamnya ada mata air yang mengalir" di surga ada air yang mengalir terus menerus.. dimana kita berada. apa yang diinginkan. sebagai lambang kebesran dan kemewahan. maka akan segera didapatinya yang diinginkannya itu. Sehebat-hebatnya bangunan yang dibuat manusia masih memerlukan tiang. madu... Ayat 17 Artinya: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan" Allah swt menyebutkan unta karena unta adalah binatang yang sangat dekat dengan mereka.... ini juga merupakan lambang keindahan. Ayat 19 Artinya: "dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?" dan gunung bagaimana ia ditegakkan. susu. Jika gunung dicabut maka bumi akan hancur... semua penguni surga dihamparkan permadani. Ayat 15 Artinya: "dan bantal-bantal sandaran yang tersusun" dan bantal-bantal yang berjajar. tidak demikian dengan langit.... Unta menyimpan air di pori-pori kulitnya dan di punuknya untukbisa bertahan dalam waktu yang lama....... khamr dan lain sebagainya..... siap untuk menjadi tempat beristirahat dan bersenang-senang.... Ayat 14 Artinya: "dan gelas-gelas yang terletak (didekatnya)" dan gelas-gelas yang tersedia.. jika gunung berguncang maka bumi juga akan berguncang. Akan tetapi banyak manusia yang lalai. dimana kita berjalan disitulah bantal-bantal berjajar. tidak ada yang dapat menandingi ciptaan Allah tsb... dari berbagai jenisnya. .. Maha Besar Allah.

. akan ada pertanggungjawaban dan perhitungan di hari akhirat nanti.. kesehatan.. 4. yakni usia. harta. padahal bumi ini bulat. Mustahil Allah swt menciptakan manusia tanpa ada tujuannya.Ayat 20 Artinya: "dan bumi bagaimana ia dihamparkan?" dan bagaimana bumi dihamparkan.. karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan" maka sampaikanlah peringatan kepada mereka sesungguhnya kewajiban kamu menyampaikan peringatan. Ayat 25 Artinya: "Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka" Sesungguhya mereka pasti kembali kepada Allah. Ayat 22 Artinya: "kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka" tetapi bukan memaksa Ayat 23 Artinya: "tetapi orang yang berpaling dan kafir" kecuali orang-orang yang berpaling dan kafir.. mengapa manusia tidak terlempar keluar dari bumi? Ayat 21 Artinya: "Maka berilah peringatan. Tafsir Surat Al Baqarah 2-4 . berputar mengelilingi matahari. padahal bumi ini bergerak dengan cepat.. Ayat 24 Artinya: "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar" mereka pasti diazab oleh allah dengan azab yang pedih. berputar di porosnya.. Ayat 26 Artinya: "kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka" Allah swt pasti akan menghisab/ menghitung semua perbuatannya... semua yang dilakukan didunia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt. ilmu. Demikianlah tujuan Allah swt menciptakan manusia. Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya mengatakan bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawabannya atas empat hal....

baik lahir maupun batin. Ayat 4: Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu. Yang dimaksud dengan lahir ialah mengerjakan salat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan sunah Rasul dan yang dimaksud dengan "batin" ialah mengerjakan salat dengan hati. dengan segala ketundukan dan kepatuhan kepada Allah karena merasakan keagungan dan kekuasaan Allah yang menguasai dan menciptakan seluruh alam ini sebagai yang dikehendaki oleh agama. Tanda keimanan seseorang. sehingga ia berbahagia hidup di dunia dan di akhirat nanti. karena itu Nabi Muhammad saw. Termasuk di dalamnya beriman kepada Allah dengan sesungguhnya. Tafsir Surat As-Syuro 51 sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami. terus-menerus mengerjakannya sesuai dengan yang diperintahkan Allah.s. 2:2) Ayat di atas menerangkan bahwa Alquran ini tidak ada keraguan padanya karena ia wahyu Allah swt. Ayat 3 : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib. Injil dan sahifah-sahifah yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw. menundukkan diri serta menyerahkannya sesuai dengan yang diharuskan oleh iman itu." sebagai isyarat bahwa Alquran harus ditulis. memerintahkan para sahabat menulis ayat-ayat Alquran Alquran ini bimbingan bagi orang-orang bertakwa. Beriman kepada Kitab-kitab dan sahifah-sahifah tersebut berarti beriman pula kepada para rasul yang telah diutus Allah kepada umat-umat yang dahulu dengan tidak membedakan antara seseorang pun dengan yang lain dari rasul-rasul Allah itu. yaitu beriman kepada Alquran dan kepada kitab-kitab yaitu Taurat. Kedua: Mendirikan salat ialah. petunjuk bagi mereka yang bertakwa.(QS. Disebut "Al Kitab. 2:3) Pertama : Beriman kepada yang gaib. karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman . Tafsir Surat As-Syuro 7 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi.Ayat 2 : Kitab (Al quran) ini tidak ada keraguan padanya. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Zabur. berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? 6. 5. yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. mengerjakan dan menunaikan salat dengan menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Yang dimaksud "Al Kitab" di sini ialah Alquran . ialah melaksanakan semua yang diperintahkan oleh imannya itu. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw Nabi yang terakhir dengan perantaraan Jibril a.(QS. Keempat: Beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful