1.

Adab dan Doa Keluar masuk WC Dalam kehidupan sehari hari kita tentu tak bisa tidak harus ke kamar mandi/wc, baik tujuannya untuk bersuci, membersihkan diri ataupun buang hajat. Maka sudah selayaknya kita memperhatikan sunnah sunnah nabi ketika masuk dan keluar dari kamar mandi, diantaranya: a. Membaca Do‟a Kamar mandi/wc adalah tempat tinggal setan. Karena karena itu hendaknya kita memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan laki laki dan perempuan dengan mengucapkan do‟a: Allahumma inniy a'udzubika minal khubusi walkhobaais ”Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perem-puan”. (HR.Ahmad dari Anas bin Malik, dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam shahih al-jami; (4712). b. Masuk Dengan Mendahulukan Kaki Kiri Karena ia sedang memasuki tempat najis, maka seharusnya ia mendahulukan kaki kiri. Berbeda halnya ketika memasuki tempat yang terhormat dan mulia, hendaknya ia mendahulukan kaki kanan, misalnya masuk ke masjid. Setiap pekerjaan baik dan mulia hendaknya di mulai dengan sebelah kanan. Dan apabila pekerjaan itu sebaliknya, maka di dahului yang sebelah kiri, salah satunya ketika hendak masuk ke kamar mandi/wc. Jangan Berlama-lama Di Kamar Mandi/wc Janganlah seseorang berlama lama dalam kamar mandi, usahakan selekas mungkin ia menyelesaikan hajatnya di kamar/mandi. Kalau sudah selesai segeralah keluar dan jangan berlama lama menetap di dalamnya. Karena kamar mandi/wc adalah tempat setan dan kotoran sehingga tempat seperti itu tidak di anjurkan untuk berlama lama berada di situ. c. Keluar Dengan Mendahulukan Kaki Kanan Sebab sebelah kanan selalu di dahulukan dalam melakukan setiap perkara yang baik. Keluar dari kamar mandi/wc berarti berpindah dari tempat yang kotor ke tempat yang bersih. Oleh karena itu mendahulukan kaki kanan ketika keluar. d. Bacalah Do‟a Ketika Keluar Dari Kamar Mandi/wc Yaitu do‟a yang pernah di ucapkan Rasulullah shallallahu‟alaihi wasallam ketika keluar dari wc yaitu:

Ghufroonaka “Aku minta ampun kepadaMu” (HR.Ahmad (VI/155), Abu Dawud (30), An-Nasaa‟I dalam kitab Al-Kubra (9907), At Tirmidzi (7), dan ia menghasankan hadist ini, Ibn Majah (300), Ibnu Hibban (1441) Ihsaan, Al-Hakim (I/158), Ad-Daarimi (I/174), Ibn Jaaruud (42), Al_Bukhari dalam Adabul Mufraad (693/97), Ibnu As-Sunni (23), dari „Aisyah radhiallahu‟anha. Shaihi al-jami‟ (4707).)

Setiap orang berada dalam tasbih (pengagungan/penyucian) kepada Allah. dan menggemakan Realitas Tunggal. yang menunjukkan hakikat Tuhan kita yang tinggi. Segala sesuatu berasal dari Sang Hakikat.2. Segala sesuatu yang ada berpartisipasi dalam pengagungan yang mengalir bebas dan menggemakan esensi-Nya. Ayat ini berkenaan dengan 'Nama Tuhan'. karena hanya ada cinta. Ketundukkan adalah keadaan muslim. mengalir dengan. Kata tersebut berkaitan dengan sabaha. . dan kecintaan yang utama adalah bertasbih kepada Allah. Kitab paling awal dari mana semua penciptaan berasal—yakni dari naskah Ibrahim dan Musa. semakin dia bergetar dengan energi-energi yang harmonis. Itulah keterhubungan yang sangat sempuma. Ini adalah suatu realitas yang permanen. Penciptaan primordial ini termaktub dalam Kitab. yakni keadaan berserah diri kepada Tuhan yang meliputi segala sesuatu. Semakin dia tunduk. Tafsir Surat Al A’la 1. Atribut Rububiyyah (Ketuhanan). Entitas yang telah menciptakan kita. Sucikanlah Nama Tuhanmu. yang berarti 'berenang. Kata Rabb (Tuhan) menunjukkan Atribut Allah. mengapung'. Sabbaha adalah 'memuji atau menyucikan' Tuhan. Yang Mahatinggi.

Lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman. Kita diyakinkan di sini bahwa tidak ada kelalaian. maka kita memiliki pengetahuan tentang hukum yang mengatur penciptaan. bahwa keesaan (tauhid) menyatukannya. 6. Kami akan membacakan kepada engkau agar engkau tidak akan lupa. yakni memuliakan dan tunduk kepada Sang Pencipta. wahyu itu juga menyeru semua orang yang mengikuti beliau.2. dari sejak permulaan dan sebelum penciptaan. jangan khawatir akan perbekalanmu. Yang menumbuhkan rerumputan. Segala sesuatu ada sesuai dengan ukuran dan keseimbangannya. 5. Kelalaian muncul bila ada ghaflah (ketidakperdulian). Kita telah dibimbing ke dalam pengetahuan itu oleh esensi kita. Pengetahuan tentang ukuran itu merupakan awal dari hidayah (petunjuk). Pengetahuan tentang realitas merupakan maqam yang tinggi. Begitu kita tahu. tumbuh karena dan memberi kepada. dan itulah sebabnya mengapa padang rumput tumbuh dalam siklus musiman. kita tidak akan lupa. lalu menunjuki [mereka pada tujuan mereka]. Ada tempat untuk semua orang dalam penciptaan ini. Allah telah menciptakan dan membekali ciptaannya dengan semua kebutuhan untuk mencapai takdir yang diharapkan. Ketika wahyu menyeru Nabi. maqam ini tidak mengakui dominasi dari setiap kesadaran yang rendah. Bahkan perhiasan bumi pun bertasbih. juga anakanakmu. Ia memulai pengagungan dengan membenamkan diri dalam keagungan jalal (kemuliaan) dan jamal (keindahan) yang terakhir. Manusia memulai pengagungan Tuhannya dengan mengamati disertai perasaan kagum terhadap berbagai hal yang secara serta-merta mengelilinginya. Ada tempat untuk semua orang. kita melihat bahwa ia berada dalam suatu keseimbangan yang njlimet. Jika kita memiliki pengetahuan tentang takdir itu. mengalami pembukaan-pembukaan batin. segala sesuatu yang lain. Mar'a berarti 'padang rumput'. dan ghaflah muncul bila tidak ada khasyyah (perasaan takut . Hidayah datang melalui pengetahuan tentang qadr (takdir ilahi). rerumputan berubah dari padang rumput yang hijau dan hidup menjadi jerami yang kering dan berdebu. 4. Ketika kita berjalan terus. adakalanya kita merasa cemas dan takut. Ketika kita mengamati ciptaan fisik di sekeliling kita. hidup dengan. Yang menciptakan. Dan Yang membuat [semua yang ada] sesuai dengan ukuran. dan bahwa segala sesuatu saling berhubungan. Pengetahuan tentang Wujud bersifat abadi karena Wujud itu tak pernah berakhir. 3. Dari satu musim ke musim berikutnya. namun pada setiap fase siklusnya didasarkan pada tasbih. lalu menyempumakan. dengan melihat pada keagungan yang mengelilinginya sampai taraf dimana dandanan individualnya dan lingkungan kulturnya memungkinkan dia untuk memahami. Itulah mengapa kita mengatakan.

Kesalahan manusia sendirilah jika ia menempatkan dirinya dalam kerugian. Kecuali apa yang dikehendaki Allah. Oleh karena itu. Itulah tanah penggembalaan kita. Maka berilah peringatan. Jalan kemudahan adalah jalan tanpa hambatan. Akhirnya. "Beri mereka peringatan. jalan ketundukkan. 7. Allah mengetahui semua manifestasi. Yusra yang berarti 'kemakmuran'. 10. Nampaknya yang terlupakan adalah kehendak Allah. Kami akan menempatkan manusia pada jalan kemudahan. dan apa yang tidak. Adakalanya. berasal dari yasara yang berarti 'menjadi mudah'. Ayat ini mengatakan. dengan cara yang tepat di tempat yang tepat. Pengetahuan sudah ada di sini. adalah orang yang akan ingat. takut membesarkan api yang . Orang yang khasyyah (takut melanggar) dan menghanguskannya. dan di atasnya manusia akan menemukan kemudahan pengetahuan. Hal yang terpenting adalah ingat. akan diungkapkan. Orang yang takut akan penuh perhatian. dan kita semua dapat berhubungan dengan kelemahan moril manusia." Orang yang memperingatkan mereka juga ingin melihat hasilnya. karena peringatan itu akan berguna atau menguntungkan mereka. 9. jadi kelalaian adalah ketidaksadaran. Dia menginginkan konfirmasi lahiriah karena memang sifat manusia untuk ingin melihat niatnya tercermin dalam tindakan lahiriah. Bagaimana mungkin kita bisa lalai atau tidak perduli terhadap apa yang sudah ada di sini? Jika ada kelalaian. Ini karena mereka tidak hidup dalam teori. adakalanya diberikan peneguhan hati lagi. Dia ingin melihat bahwa keimanan ada hasilnya. yakni. padang rumput termasuk hal yang ingin manusia ketahui.melanggar). memang manusiawi. bahwa orang-orang bertindak berdasarkan keyakinan mereka dan menghidupkan keimanannya secara total. yang nampak dan yang tersembunyi. dan pada saatnya. Dengan cara sama yang dilakukan Rabb (Tuhan) pada seluruh ciptaan-Nya. maka itu hanya sekadar di permukaan saja dan bukan hakikatnya. Dan kami akan melancarkan jalanmu ke arah kemudahan. dan bagaimana sampai bisa melalaikan kehendak Allah? Yang ada hanyalah Allah. kita harus mencamkan apa yang berguna dan perlu. apa yang nampak sebagai pengetahuan. Sesungguhnya Dia mengetahui apa yang nampak dan apa yang tersembunyi. ingat terhadap apa yang sudah ada di sini untuk diingat. para nabi muncul seakan-akan mereka dalam kesangsian dan keraguan. Para nabi telah datang demi kita untuk berhubungan dengan kita. sesungguhnya peringatan itu berguna. Ini adalah huda (petunjuk). 8.

Orang yang sudah mengetahui. Ia berada di jalan petunjuk. sehingga akan dibuat lebih menderita lagi. dan bergejolak secara permanen. Orang yang telah menempuh jalan keluasan dan peningkatan yang terus-menerus adalah orang yang telah menanam hal yang tepat pada saat yang tepat. yang tidak bertasbih dan tidak sedang menempuh jalan hidayah. tidak terukur. lebih tersambung. Maka maksud ayat ini adalah bahwa orang yang sekarang tidak takut melanggar (khasyyah). maka tidak akan ada yang muncul dari bumi. maka api kecil mesti juga ada. lebih takut. Lalu ia di sana tidak akan mati juga tidak akan hidup. Dan orang yang paling celaka akan menghindari itu. akan menjadi orang yang menang. Orang yang telah menyucikan batinnya yang paling dalam adalah orang yang telah menang. 16. Dengan demikian ia telah menemukan arah. Maksudnya. Ia akan dilemparkan ke dalam api yang besar. Dinamakan api besar karena ia tidak berakhir. yang secara lahiriah sudah membayar zakatnya dengan teratur sehingga tumbuh dalam kesucian. dan orang yang sedang mengalami siksaan batin berada di dalam api kecil itu. membajak dan memanennya. la mengingat Nama itu. Artinya. yakni rambu-rambu dari dalam batin yang menunjukinya perbedaan sehingga dapat melihat dengan jelas kemana ia akan masuk lebih jauh ke dalam kerugian. abadi. 12. ia dapat berjalan ke arah yang benar. berarti 'petani'. karena kebodohan dan ketidakperduliannya pada saat sekarang maka ia membesarkan api yang kecil. dan menyiapkan api besar. padahal bagaimana pun juga manusia menginginkan kepastian dan kejelasan. dalam kesengsaraan dan penderitaan) tidak akan mengacuhkan peringatan dan tidak juga akan ingat. yang nasibnya sial. lebih gelisah. memperbesar. 14. Tetapi tidak! Engkau lebih suka pada kehidupan dunia ini! . Ia harus membelah dan mengerjakannya. Nama adalah suatu indikasi. Jika ia tidak mengerjakan ini. 15. hancur. lalu salat. Dan ingat akan Nama Tuhannya. Jika ada 'api besar'. kemana ia akan lebih terikat. hidup dan mati tak pemah pasti dalam neraka. Dengan mengingat Nama Tuhannya—berzikir—ia dapat menghindari penyebab kerugiannya. Dengan mengetahui hal yang tidak benar. Fallah dari akar kata yang sama. Orang Asyqa (orang yang penuh kesukaran. Falah (keberhasilan) berbicara tentang orang yang mengolah bumi. 13.11. dan akan menuai panen yang baik yang sebelumnya telah rajin ditanami oleh kesuciannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikan dirinya. berarti ia sedang menciptakan. Ia merupakan dimensi tingkat menengah yang samar-samar.

tertunduk. Sebagai manusia yang selalu memerlukan tubuh. Allah swt menjelaskan bagaimana nasib ahli neraka yang penuh dengan penderitaan dan para penghuni surga yang penuh dengan kebahagaiaan Diantara keutamaan surat ini adalah bahwa Rasulullah saw sangat mencintai surat ini. Demikianlah dalam ayat ini. Adalah sudah menjadi kebiasaan manusia ketika hendak menggambarkan suatu hal yang sangat dahsyat dengan menanyakan "Tahu-kah kamu akan. Di akhirat mereka dibuat hina oleh Allah swt. yakni wajah mereka penuh ketakutan. melalui pertanyaan retorik tersebut.. adalah pengetahuan lama yang diungkapkan oleh para nabi terdahulu.17. nasa'i). Kata "haamiyah" berarti panas yang sangat panas. merasa hebat dan merasa sombong. puncaknya panas.. . abu dawud. Ayat 1 Artinya: "Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?" Pertanyaan retorik ini merupakan penggambaran akan kebesaran /kedahsyatan dari apa yang ditanyakan. imam muslim. Namun.?". Ayat 3 Artinya: "Bekerja keras lagi kepayahan" Mereka capek-capek bekerja di dunia. 3. Meskipun kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Pengetahuan ini. Tafsir Surat Al Gosiyah Setelah Allah swt menyebutkan sebagian dari suasana hari kiamat dalam surat Al A'la. kemudahan di sini berarti kesulitan dalam jangka panjang. Di dunia mereka merasa tinggi. 19. sebagai akibat dari menempatkan diri kita dalam satu-satunya aliran dan mengetahui aliran ini. yakni Al Ghasiyah. hari kiamat. Allah swt menjelaskan dengan lebih detail lagi tentang hari kiamat. kitab yang kita baca sebagai hasil pengagungan Tuhan. surga dan neraka serta apa yang dialami oleh para penghuninya dalam surat Al Ghasiyah ini. Ayat 2 Artinya: "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina" Allah swt menerangkan kondisi orang-orang kafir. Kehidupan ini adalah kehidupan yang mudah. Kitab sucinya Ibrahim dan Musa. Ayat 4 Artinya: "Memasuki api yang sangat panas (neraka)" Akan tetapi akhirnya mereka di bakar dalam api neraka. maka kita lebih suka pada kehidupan ini ketimbang kehidupan mendatang. Beliau selalu membaca surat al A'la dan surat Al Ghasiyah pada hari Jum'at dan hari raya (hr. 18. jalan pintas. Sesungguhnya ini sudah tersebut dalam kitab suci yang terdahulu. kita semua menginginkan keselamatan di dunia ini. hina. Allah swt menggambarkan kedahsyatan dari apa yang ditanyakan tersebut.

na'udzubillah. yakni panas yang sangat panas.. Begitu mengerikannya sehingga para sahabat ketika mendengar ayat-ayat ini tersungkur menangis karena merasa takut. tetapi adalah orang-orang yang mentaati Allah swt dalam segala halnya. Unta masih mau memakan yang segar ini. Termasuk yang bersungguh-sungguh mencari ilmu. tidak ada lagi yang mau memakannya. Inilah gambaran Allah tentang neraka. Ayat 9 Artinya: "Merasa senang karena usahanya" Tafsir dari ustad: Karena usaha yang mereka lakukan di dunia diridhoi Allah swt. Tidak ada satu binatangpun yang mau memakannya. Bisa jadi hal yang dianggap sepele dari perkataannya malah menjerumuskannya ke jurang neraka. tetapi setelah menjadi dhorii'... bukan ilmu duniawi... Ini mengajarkan kita untuk berbicara hanya yang bermanfaat. Kewajiban mencari ilmu yang diisyaratkan oleh Allah swt dan rasulnya adalah kewajiban mencari ilmu agama. sekecil apapun. yang merupakan puncaknya panas. Untuk urusan duniawi. pohon itu disebut sibriq. Kondisi tersebut tidak kita dapati sekarang ini. karena yakin bahwa setiap ucapannya. shalat. . Bagaimana mungkin amalan-amalannya tersebut diridhoi Allah swt kalau dilakukan dengan salah? Ayat 10 Artinya: "dalam surga yang tinggi" Ayat 11 Artinya: "tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna" dalam surga itu tidak ada pembiaraan yang sia-sia. Allah swt sudah memberikan kemampuan kepada manusia dan makhluk-makhluk lainnya untuk bisa bertahan dan memperkembangkan hidupnya. Orang-orang yang dimaksud disini bukan hanya beriman. akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt. semua pembicaraan disana bermanfaat. seperti wudhu. memiliki arti yang sama dengan "haamiyah" pada ayat sebelumnya. Kata "aaniyah". dimana ayat-ayat ini hanya menjadi informasi saja yang tidak menyentuh hati. Fenomena yang banyak ditemui adalah banyak orang islam masih salah dalam melaksanakan ibadahnya. Ayat 8 Artinya: "Banyak muka pada hari itu berseri-seri" Wajah orang2 yang mentaati Allah akan penuh dengan kesenangan. Ayat 7 Artinya: "yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar" Semakin dimakan semakin terasa lapar..Ayat 5 Artinya: "Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas" Minumannya dari air yang sangat panas. Seorang muslim akan memilih untuk diam ketimbang berbicara yang tidak ada manfaatnya. Pada keadaan yang masih segar. Perlu diperhatikan bahwa untuk mencapai ridho Allah diperlukan ilmu. dan ibadah-ibadah lainnya. Ayat 6 Artinya: "Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri" Tidak ada makanan lagi bagi mereka kecuali kayu dhorii' yakni sejenis pohon berduri yang sangat menjijikan lagi pahit rasanya.

. Sehebat-hebatnya bangunan yang dibuat manusia masih memerlukan tiang. Ayat 15 Artinya: "dan bantal-bantal sandaran yang tersusun" dan bantal-bantal yang berjajar. Ayat 19 Artinya: "dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?" dan gunung bagaimana ia ditegakkan.. madu.. Jika gunung dicabut maka bumi akan hancur. Maha Besar Allah. apa yang diinginkan.. dimana kita berjalan disitulah bantal-bantal berjajar.. tidak ada yang dapat menandingi ciptaan Allah tsb. khamr dan lain sebagainya. Ayat 16 Artinya: "dan permadani-permadani yang terhampar" Dan permadani yang dihampar.. Ayat 14 Artinya: "dan gelas-gelas yang terletak (didekatnya)" dan gelas-gelas yang tersedia..... sebagai lambang kebesran dan kemewahan.Ayat 12 Artinya: "Di dalamnya ada mata air yang mengalir" di surga ada air yang mengalir terus menerus. dimana kita berada. jika gunung berguncang maka bumi juga akan berguncang.. gunung merupakan pasak-pasak yang menahan bumi dari keguncangan. bagaimana ia ditinggikan?" langit diangkat oleh Allah swt tanpa tiang.. Ayat 18 Artinya: "dan langit... disana tersedia gelas-gelas tersebut.. Ayat 17 Artinya: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan" Allah swt menyebutkan unta karena unta adalah binatang yang sangat dekat dengan mereka. Ayat 13 Artinya: "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan" Di surga ada kasur-kasur yang empuk dan tinggi (tebal)..... ini juga merupakan lambang keindahan.. susu..... siap untuk menjadi tempat beristirahat dan bersenang-senang... . kenikmatan dan kemewahan. dari berbagai jenisnya. Akan tetapi banyak manusia yang lalai. Setelah itu Allah swt menyebutkan bukti2 akan kepastian hari kiamat... semua penguni surga dihamparkan permadani.... Penciptaan dan fenomena unta merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan.. Itu semua karena di dunia mereka memilih yang halal daripada yang haram........ Unta menyimpan air di pori-pori kulitnya dan di punuknya untukbisa bertahan dalam waktu yang lama. tidak demikian dengan langit. maka akan segera didapatinya yang diinginkannya itu..

. semua yang dilakukan didunia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt. ilmu. mengapa manusia tidak terlempar keluar dari bumi? Ayat 21 Artinya: "Maka berilah peringatan. Ayat 25 Artinya: "Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka" Sesungguhya mereka pasti kembali kepada Allah.. karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan" maka sampaikanlah peringatan kepada mereka sesungguhnya kewajiban kamu menyampaikan peringatan.. Ayat 26 Artinya: "kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka" Allah swt pasti akan menghisab/ menghitung semua perbuatannya.. Ayat 22 Artinya: "kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka" tetapi bukan memaksa Ayat 23 Artinya: "tetapi orang yang berpaling dan kafir" kecuali orang-orang yang berpaling dan kafir... Mustahil Allah swt menciptakan manusia tanpa ada tujuannya. Demikianlah tujuan Allah swt menciptakan manusia. kesehatan. padahal bumi ini bulat. berputar di porosnya. harta.. 4. akan ada pertanggungjawaban dan perhitungan di hari akhirat nanti... Ayat 24 Artinya: "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar" mereka pasti diazab oleh allah dengan azab yang pedih. Tafsir Surat Al Baqarah 2-4 ..Ayat 20 Artinya: "dan bumi bagaimana ia dihamparkan?" dan bagaimana bumi dihamparkan. padahal bumi ini bergerak dengan cepat.. yakni usia. Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya mengatakan bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawabannya atas empat hal. berputar mengelilingi matahari..

mengerjakan dan menunaikan salat dengan menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Zabur. petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Injil dan sahifah-sahifah yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw.(QS. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw Nabi yang terakhir dengan perantaraan Jibril a. menundukkan diri serta menyerahkannya sesuai dengan yang diharuskan oleh iman itu. 2:2) Ayat di atas menerangkan bahwa Alquran ini tidak ada keraguan padanya karena ia wahyu Allah swt. memerintahkan para sahabat menulis ayat-ayat Alquran Alquran ini bimbingan bagi orang-orang bertakwa. Ayat 4: Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu.Ayat 2 : Kitab (Al quran) ini tidak ada keraguan padanya. 2:3) Pertama : Beriman kepada yang gaib. karena itu Nabi Muhammad saw. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Beriman kepada Kitab-kitab dan sahifah-sahifah tersebut berarti beriman pula kepada para rasul yang telah diutus Allah kepada umat-umat yang dahulu dengan tidak membedakan antara seseorang pun dengan yang lain dari rasul-rasul Allah itu. ialah melaksanakan semua yang diperintahkan oleh imannya itu. baik lahir maupun batin. yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Termasuk di dalamnya beriman kepada Allah dengan sesungguhnya. karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman . terus-menerus mengerjakannya sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Disebut "Al Kitab. Keempat: Beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya. dengan segala ketundukan dan kepatuhan kepada Allah karena merasakan keagungan dan kekuasaan Allah yang menguasai dan menciptakan seluruh alam ini sebagai yang dikehendaki oleh agama." sebagai isyarat bahwa Alquran harus ditulis. Tafsir Surat As-Syuro 7 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi. Tanda keimanan seseorang. berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? 6.(QS. Yang dimaksud dengan lahir ialah mengerjakan salat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan sunah Rasul dan yang dimaksud dengan "batin" ialah mengerjakan salat dengan hati. 5. Tafsir Surat As-Syuro 51 sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami. Ayat 3 : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib. Kedua: Mendirikan salat ialah. sehingga ia berbahagia hidup di dunia dan di akhirat nanti.s. yaitu beriman kepada Alquran dan kepada kitab-kitab yaitu Taurat. Yang dimaksud "Al Kitab" di sini ialah Alquran .