PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

1. Kepemimpinan Howard H. Hoyt seperti dikutip Kartini Kartono (2004: 57) mendefinisikan kepemimpinan sebagai seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia dan kemampuan membimbing orang. Robbins (2002: 163) menjelaskan bahwa kepe-mimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk men-capai suatu tujuan. Cribbins (1985:12) mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan memperoleh konsensus dan keikatan pada sasaran bersama, melam-paui konsensus-syarat organisasi, yang dicapai dengan pengalaman sumbangan dan kepuasan di pihak kelompok kerja. Widjaya menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi yang dapat dilepaskan dari posisi di dalam struktur organisasi formal (1985: 25). Ralph M. Stogdill (dalam Siswanto, 1990: 177) memberikan definisi kepemimpinan sebagai sebuah proses pengarahan dan mempengaruhi aktivitas yang dihubungkan dengan tugas dari para anggota kelompok. Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga unsur dalam kepemimpinan yaitu (a) pengikut/followership, (b) tujuan yang akan dicapai, dan (c) tindakan mempengaruhi. Pandangan bahwa kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok yang kemudian disebut bawahan/pengikut untuk mencapai tujuan tertentujuga sesuai dengan pendapat Siswanto (1990: 177) yang menyatakan bahwa dalam pembahasan tentang pengertian kepemimpinan terdapat tiga hal yang perlu mendapatkan perhatian. Ketiga hal tersebut adalah (a) kepemimpinan harus melibatkan orang lain atau bawahan, (b) kepemimpinan mencakup distribusi otoritas yang tidak mungkin seimbang antara pimpinan dan bawahan, serta (c) kepemimpinan harus mampu mempengaruhi bawahan. a. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain atau bawahan Hal ini disebabkan kesanggupan mereka untuk menerima pengarahan dari pimpinan, para bawahan membantu menegaskan eksistensi pimpinan, dan memungkinkan terjadinya proses kepemimpinan. b. Kepemimpinan mencakup distribusi otoritas yang tidak mungkin seimbang di antara pimpinan dan bawahan Pimpinan mempunyai otoritas untuk mengarahkan beberapa aktivitas bawahan yang tidak mungkin dilakukan dengan cara yang sama untuk menga-rahkan pimpinan. Artinya, pemimpin berhak memerintah atau memberi tugas pada bawahan, tetapi bawahan tidak berhak melakukannya. c. Harus mampu mempengaruhi bawahan Di samping secara legal mampu memberikan perintah atau pengarahan pada bawahan, seorang pemimpin juga dapat mempengaruhi bawahannya dengan berbagai sifat kepemimpinannya. Untuk mampu menjalankan peranan kepemimpinan seseorang harus memenuhi berbagai kriteria seorang pemimpin. Lebih lanjut R.L Kahn (dalam Anoraga, 2001: 3) menyebutkan bahwa seseorang disebut sebagai pemimpin yang baik apabila ia dapat (a) memberikan kepuasan terhadap kebutuhan langsung para bawahannya, (b) menyusun jalur pencapaian tujuan, (c) menghilangkan hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan, dan (d) mengubah tujuan individual karyawan sehingga tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris. Meskipun seseorang telah memiliki syarat untuk menjadi pemimpin yang baik, namun dalam praktiknya untuk mencapai tujuan organisasi, seorang pemimpin harus mendapat dukungan dari bawahan atau karyawannya. Apabila bawahan atau karyawan menghargai atau respek terhadap

dari sisi lain kepala sekolah juga berperan sebagai manajer. sebab esensi kepemimpinan adalah kepengikutan. Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam manajemen berbasis sekolah. yaitu : (a). dan program-program yang ada di sekolah dalam rangka mencapai tujuan sekolah. (e). Dengan kata lain kepemimpinan menjadi faktor yang sangat penting dan menetukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya. Ada yang menyebut guru kepala (head-teacher atau head-master). Kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah sebagai pimpinan mem-punyai tanggung jawab untuk mengorganisasikan orang-orang. Sebagai pemimpin di sekolah. Dari sisi tertentu kepala sekolah dapat dipandang sebagai pejabat formal. Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dan percaya diri pada guru. Dubin (1991). Champbell. kepala sekolah harus mampu mendayagunakan sumber yang tersedia secara optimal. Sebagai administrator. berpikir secara realistik dan konseptual. Penyebutan yang berbeda ini menurut Wahjosumidjo (1997) disebabkan adanya kriteria yang mempersyaratkan kompetensi profesional kepala sekolah.I. staf. Di negara maju kepala sekolah mendapat sebutan bermacam. 2. Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. tugas-tugas. sebagai pendidik dan sebagai staf menurut Wahjosumidjo (1999). dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi persoalan (d). bekerja dengan dan melalui orang lain. adalah juru penengah. staf. Menurut Stoner dalam Wahjosumidjo (1999) ada delapan fungsi yang perlu dilaksanakan para manager dalam suatu organisasi. kepala sekolah pada hakikatnya adalah seorang perencana. Sebagai pejabat formal. memajukan dan meningkatkan minimal empat macam nilai yaitu mental. kepala sekolah mempunyai tanggung jawab terhadap bawahan untuk menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan para guru. (1998). pengarahan kepada para guru. maupun para siswa serta berdiri di depan demi kemajuan sekolah dan tercapainya tujuan. siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing dan memberi bimbingan. Sergiovani (1987). Sebagai manajer. administrator (administrator). dan (h) pengambil keputusan yang sulit. Sergiovani & Elliot (1975). pemimpin dan seorang pengendali. kepala sekolah harus mampu menggerakkan seluruh sumber daya manusia untuk dapat bekerja secara maksimal agar dapat mencapai tujuan sekolah secara efisien. (1977). Blumberg & Greenfield (1980). karena itu memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. (b).macam. bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (c).pemimpinnya maka mereka akan mengikuti pengarahan pemimpinnya dengan gembira dan kooperatif. Sebagai pimpinan pendidikan kepala sekolah harus mampu menggerakkan semua potensi manusia untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Sebagai supervisor kepala sekolah wajib membantu guru meningkatkan kapasitasnya untuk membelajarkan murid secara optimal. Dan sesuai dengan ciri-ciri tersebut maka tugas dan fungsi kepala sekolah seharusnya dilihat dari berbagai sudut pandang. Sebagai manajer. staf dan siswa. pemimpin pendidikan (educational leadership) menurut Gorton (1976). . sebagai pemimpin. kepala sekolah harus mampu bekerja bersama dan melalui orang lain dalam organisasi di sekolah. direktur (director). (g) adalah seorang diplomat. (f) adalah seorang politisi. Cuolso dalam saran (1990). dalam Arifin . kepala sekolah pensupervisi (supervising principal). kepala sekolah (principal). dkk. Kepala Sekolah sebagai pendidik harus mampu menanamkan. organisator. Gorton (1997) menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan elemen kunci bagi keberhasilan sekolah.

(f) Perpindahan. tetapi lebih merupakan kesediaan atau kerelaan bekerja untuk mencapai tujuan pekerjaan atau sekolah. dan pegawai lainnya. dimana sebagian besar kreativitas akan dicurahkan untuk perbaikan pendidikan. bagaimana peserta didik merasa senang menerima pelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Keefektivan tersebut terlihat dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai kepala sekolah untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan. berkomunkasi secara penuh dan terbuka. bagaimana tingkat kesenangan yang dirasakan guru terhadap berbagai pekerjaannya yang dilakukannya. (c) Kulitas. demokratis dan kerja sama institusional yang tergantung keahlian para pekerja. bagaimana anggota masyarakat orang tua. berarti kebe-radaannya di dalam lingkungan organisasi yang lebih luas berada di bawah kepemimpinan pejabat lain. sehingga mereka merasa bahagia menjadi bagian atau anggota sekolah. perbandingan individu dan prestasi sekolah dengan biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut. kepala sekolah. guru. diorganisasikan. . jumlah perpindahan dan tetapnya peserta didik. (e) Ketidakhadiran. perasaan senang guru. (n) Konsensus tujuan.2007: 85) mengidentifikasikan ciri kepe-mimpinan kepala sekolah yang efektif adalah (a) Produktivitas. dan peserta didik menyepakati tujuan yang sama di sekolah. penerimaan terhadap tujuan sekolah dan keyakinan para orang tua. (h) Kepuasan peserta didik. baik langsung maupun tidak langsung. perbaikan kualitas kepedulian dan inovasi. (o) Internalisasi tujuan organisasi. Ciri Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Efektif Keefektivan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dari seberapa produktif dan efektifnya kepemimpinan yang dilakukannya dalam mencapai tujuan. bekerja sama dengan baik. tradisi-tradisinya.moral. Kepala sekolah sebagai staf. dan personil sekolah lain terhadap sekolahnya. (i) Motivasi. (p) Keahlian manajemen dan kepemimpinan. kelompok. yang berkaitan dengan jumlah waktu dan frekuensi ketidakhadiran para peserta didik. tingkat dan kualitas usaha. jasa. (d) Pertumbuhan. guru. bagaimna peserta didik dan guru-guru saling menyukai satu sama lain. dan prestasi dibandingkan dengan kondisi masa lalu. atau pekerja sekolah untuk melibatkan diri dalam kegiatan atau pekerjaan sekolah. peserta didik. bagaimana peserta didik. serta mengkoordinasikan usaha-usaha mereka. kemampuan sekolah untuk mengubah prosedur dan cara-cara operasinya dalam merespons perubahan masyarakat dan lingkungan lainnya. dan peserta didik bahwa tujuan sekolah itu benar dan layak. (b) Efisiensi. Dalam pelaksanaannya program kepala sekolah yang baik harus dapat memimpin secara profesi para staf pengajar. hasil. tujuan. (m) Perencanaan dan perumusan tujuan. (l) Keluwesan dan adaptasi. dan kemampuan yang dihasilkan oleh peserta didik dan sekolah. Kekuatan. dan ditata. peserta didik. Sebagai pemimpin pendidikan dari sekolahnya. Di bawah kepemimpinannya. Sergiovanni (dalam Mulyasa. program pendidikan untuk para murid harus direncanakan. dengan menekankan pada perbaikan belajar mengajar. (j) Semangat. bagaimana anggota sekolah merencanakan langkah-langkah pada masa yang akan datang dan menghubungkannya dengan perumusan dan penetapan tujuan. tujuan-tujuannya. tantangan. kecenderungan dan keinginan guru. seorang kepala sekolah mengorganisasikan sekolah dan personil yang bekerja di dalamnya ke dalam suatu situasi yang efisien. dan pegawai sekolah lainnya. penuh perhatian dan demokratis. bekerja secara ilmiah. Hal tersebut bukanlah perasaan senang yang relatif terhadap hasil berbagai pekerjaan sebagaimana halnya kepuasan. fisik dan artistik. 3. (k) Kepaduan. dan sekolah pada umumnya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yang berperan sebagai atasan kepala sekolah. (g) Kepuasan kerja guru. guru.

tetapi untuk menentukan apa yang dilakukan oleh pemimpin yang efektif. 1999). (t) Penilaian oleh pihak luar. penyebaran. 1) Berorientasi tugas. serta memperoleh dukungan dan sumber daya yang langka dan berharga yang diperlukan untuk operasi yang efektif. Yukl (2007) menyebutkan bahwa perilaku kepemimpinan yang efektif akan melibatkan tiga perhatian atau tujuan berikut ini. dan kelompok dalam masyarakat yang berhubungan dengan sekolah. bagaimana mereka mendelegasikan tugas. membut perubahan besar di bidang proses. jumlah usaha dan sumber-sumber daya sekolah yang diperuntukkan bagi pengembangan bakat dan kemampuan guru. dan sebagainya (Handoko. khususnya dalam periode-periode sulit. 3) Berorientasi perubahan. efisiensi. 4. orang tua. Fungsi-fungsi Kepemimpinan Agar organisasi dapat berjalan secara efektif. dan membangun identifikasi dengan organisasi. . beradaptasi terhadap perilaku lingkungan. (v)Penyebaran pengaruh. maka seorang pemimpin harus melaksanakan dua fungsi utamanya yaitu fungsi yang berhubungan dengan tugas (task oriented) dan fungsi pemeliharaan kelompok. meningkatkan fleksibilitas dan inovasi. fungsi. serta pegawai lannya. tingkat partisipasi individu dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi mereka secara langsung. dan menyelenggarakan operasi yang teratur dan dapat diandalkan. organisasi. produk. lingkungannya yang lain. (q) Manajemen informasi dan komunikasi. bagaimana sekolah berhasil berinteraksi dengan masyarakat. 2) Berorientasi hubungan. dan (b) gayagaya kepemimpinan. Jenis perilaku ini terutama memperhatikan penyelesaian tugas. penilaian menyeluruh sehubungan dengan kemungkinan bahwa sekolah mampu menyelesaikan sesuatu tugas khusus atau mencapai beberapa tujuan khusus dengan baik jika diminta. dan pemimpin lainnya dalam melaksanakan tugas-tugas sekolah. dan akurasi dari informasi dipandang penting bagi keefektifan sekolah oleh semua bagian yang berkepentingan termasuk guru. a. Jenis perilaku ini terutama memperhatikan perbaikan keputusan strategis. Perilaku Kepemimpinan Studi tentang kepemimpinan dengan menggunakan pendekatan perilaku kepemimpinan tidak digunakan untuk mencari jawaban tentang sifat-sifat pemimpin. meningkatkan kepuasan kerja. Jenis perilaku ini terutama memperhatikan perbaikan hubungan dan membantu orang. dan masyarakat luas. kelengkapan. (u) Stabilitas. (r) Kesiagaan. dan jasa.keseluruhan tingkat kemampuan kepala sekolah. (s) Pemanfaatan lingkungan. dan sumber daya. dan mendapatkan komitmen terhadap perubahan. penilaian yang layak mengenai sekolah oleh individu. (w) Latihan dan pengembangan. bagaimana mereka berkomunikasi. kemampuan sekolah untuk memelihara struktur. supervisor. menggunakan personil dan sumber daya secara efisien. Handoko juga menambahkan bahwa pendekatan perilaku kepemimpinan memusatkan perhatiannya pada dua aspek yaitu (a) fungsi-fungsi kepemimpinan. sepanjang waktu. bagaimana mereka menjalankan tugasnya. meningkatkan kooperasi dan kerja tim.

Yuki mendefinisikan kepemimpinan sebagai suatu sifat. atau tempat di mana terjadinya interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. “Keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah. memberikan motivasi. Rumusan tersebut menunjukkan pentingnya peranan kepala sekolah dalam menggerakkan kehidupan sekolah guna mencapai tujuan. membina. membimbing. serta mampu melaksanakan perannya dalam memimpin sekolah. berikut dikemukakan beberapa teori mengenai pengertian dan definisi tentang kepemimpinan: a) Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapainya tujuan. dan “sekolah” yaitu sebuah lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. hubungan kerjasama antar peran.” Kata “kepala sekolah” tersusun dari dua kata yaitu “kepala” yang dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. Kepala sekolah dilukiskan sebagai orang yang memiliki harapan tinggi bagi para staf dan para siswa. serta aspek-aspek fenomena dari kepentingan yang paling baik bagi pakar yang bersangkutan. kedudukan dari suatu jabatan administratif. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Kata memimpin mengandung makna yaitu kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu organisasi sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. “Kepala sekolah adalah mereka yang banyak mengetahui tugas-tugas mereka dan mereka yang menentukan irama bagi sekolah mereka” . dimana terjadi proses belajar mengajar. dan persepsi dari lain-lain tentang legitimasi pengaruh. dan sebagainya Betapa banyak variabel arti yang terkandung dalam kata memimpin. dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan Guna lebih memahami makna dari kepemimpinan. pola-pola interaksi. b. sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Kepemimpinan Makna kata “kepemimpinan” erat kaitannya dengan makna kata “memimpin”. memberikan indikasi betapa luas tugas dan peranan seorang pemimpin organisasi Kepemimpinan biasanya didefinisikan oleh para ahli menurut pandangan pribadi mereka. . Sedang bersifat unik karena sekolah memiliki karakter tersendiri. mengarahkan. Kepemimpinan sebagai kemampuan menggerakkan. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan manusia. memberikan bantuan. kata “memimpin” mengandung konotasi menggerakkan. Karena sifatnya yang kompleks dan unik tersebut. memberikan teladan. perilaku pribadi. Kepala sekolah yang berhasil adalah kepala sekolah yang memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi kompleks yang unik.a. pengaruh terhadap orang lain. melindungi. Kepala Sekolah Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Menurut Wahjosumidjo dalam praktek organisasi. b) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian. Secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seseorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar. Studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah. memberikan dorongan.

dan cara-cara yang digunakan itu merupakan pencerminan dari sifat-sifat dasar kepemimpinannya. pikiran. (2) tujuan daripada usaha untuk mempengaruhi. terdapat tiga unsur yang saling berkaitan. yaitu: bagaimana seseorang dapat menjadi seorang pemimpin. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan. kepercayaan. Menurut Wirawan. Untuk dapat memperlakukan ketiga unsur tersebut secara seimbang. dan (3) cara pengaruh itu digunakan Berdasarkan uraian tentang definisi kepemimpinan di atas.masing pihak. mempengaruhi sikap. Pendekatan Studi Kepemimpinan Fiedler dan Charmer dalam kata pengantar bukunya yang berjudul Leadership and Effecctive Management. guna mencapai tujuan pendidikan yang semakin bisa diterima oleh masing. Peranan penting dalam kepemimpinan adalah upaya seseorang yang memainkan peran sebagai pemimpin guna mempengaruhi orang lain dalam organisasi/lembaga tertentu untuk mencapai tujuan. yaitu unsur manusia. Pengetahuan dan keterampilan ini dapat diperoleh dari pengalaman belajar secara teori ataupun dari pengalamannya dalam praktek selama menjadi pemimpin. e) Kepemimpinan adalah proses pemimpin menciptakan visi. dan apa yang membuat pemimpin itu berhasil. bagaimana para pemimpin itu berperilaku. . pada dasarnya mengandung kesamaan asumsi yang bersifat umum seperti: 1) Di dalam satu fenomena kelompok melibatkan interaksi antara dua orang atau lebih. perilaku. Disamping kesamaan asumsi yang umum. dimana pengaruh yang sengaja (intentional influence) digunakan oleh pemimpin terhadap bawahan. pendapat. kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. nilai-nilai. agar mau melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. d) Kepemimpinan adalah tindakan atau tingkah laku individu dan kelompok yang menyebabkan individu dan juga kelompok-kelompok itu untuk bergerak maju. perilaku. sarana. c. mengemukakan bahwa persoalan utama kepemimpinan dapat dibagi ke dalam tiga masalah pokok. “mempengaruhi” adalah proses dimana orang yang mempengaruhi berusaha merubah sikap. c) Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok .termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan kepada yang dipimpinnya. studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan pada hakikatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan yang terkandung di dalam ketiga permasalahan tersebut. dan tujuan. Sehubungan dengan masalah di atas. dan penuh semangat. Namun secara tidak disadari seorang pemimpin dalam memperlakukan kepemimpinannya menurut caranya sendiri. norma dan sebagainya dari pengikut untuk merealisir visi. dan tujuan orang yang dipengaruhi secara sistematis . normanorma. nilai-nilai. 2) Di dalam melibatkan proses mempengaruhi. terlihat bahwa unsur kunci kepemimpinan adalah pengaruh yang dimiliki seseorang dan pada gilirannya akibat pengaruh itu bagi orang yang hendak dipengaruhi. Dari definisi-definisi kepemimpinan yang berbeda-beda tersebut. di dalam definisi tersebut juga memiliki perbedaan yang bersifat umum pula seperti: (1) siapa yang mempergunakan pengaruh. Bertolak dari pengertian kepemimpinan.

Menurut pendekatan sifat. Pendekatan sifat (the trait approach) Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. bukan karena dibuat atau dilatih. Seperti dikatakan oleh Thierauf dalam Purwanto: “The hereditery approach states that leaders are born and note made. memberdayakan segala sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan sekolah sesuai dengan keinginan kepala sekolah. sifat timbal balik dan pentingnya pertukaran hubungan kerjasama antara para pemimpin dengan bawahan. sifat. Pendekatan pengaruh kewibawaan (power influence approach) Menurut pendekatan ini. tapi pola sifat-sifat pribadi . but inherit it“ yang artinya pemimpin adalah dilahirkan bukan dibuat bahwa pemimpin tidak dapat memperoleh kemampuan untuk memimpin. tetapi mewarisinya. Selanjutnya Stogdill dalam Sutisna. pembinaan terhadap guru akan lebih mudah dilakukan.that leaders do not acqueire the ability to lead. dan (5) Expert power: bawahan mengerjakan sesuatu karena bawahan percaya pemimpin memiliki pengetahuan khusus dan keahlian serta mengetahui apa yang diperlukan . seorang kepala sekolah dimungkinkan untuk menggunakan pengaruh yang dimilikinya dalam membina. sebab penghargaan yang layak dari kepala sekolah merupakan motivasi berharga bagi guru untuk menampilkan performan terbaiknya. Legitimate dan coersive power memungkinkan kepala sekolah dapat melakukan pembinaan terhadap guru. dan kecakapan meyakinkan yang sangat menarik. Selanjutnya dengan referent dan expert power. intuisi yang tajam. diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja para guru. kelebihan atau pengaruh yang dimiliki oleh kepala sekolah. mengemukakan bahwa seseorang tidak menjadi pemimpin dikarenakan memiliki suatu kombinasi sifat-sifat kepribadian. 2. keahlian dan perilaku kepala sekolah yang diimplementasikan dalam bentuk rutinitas kerja. (2) Coersive power: bawahan mengerjakan sesuatu agar dapat terhindar dari hukuman yang dimiliki oleh pemimpin. seperti tidak kenal lelah. keberhasilan pemimpin dipandang dari segi sumber dan terjadinya sejumlah kewibawaan yang ada pada para pemimpin. Sementara itu dengan reward power memungkinkan kepala sekolah memberdayakan guru secara optimal. French dan Raven dalam Wahjosumidjo mengemukakan bahwa: Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengelompokan sumber dari mana kewibawaan tersebut berasal. Keberhasilan pemimpin ditandai oleh daya kecakapan luar biasa yang dimiliki oleh pemimpin. seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir. dan memberi teladan terhadap guru sebagai bawahan. Berdasarkan pendekatan pengaruh kewibawaan. bahkan menggerakkan. Berikut uraian ke empat macam pendekatan tersebut : 1). (4) Referent power: bawahan melakukan sesuatu karena bawahan merasa kagum terhadap pemimpin. yaitu: (1) Legitimate power: bawahan melakukan sesuatu karena pemimpin memiliki kekuasaan untuk meminta bawahan dan bawahan mempunyai kewajiban untuk menuruti atau mematuhinya. memberdayakan. sebab dengan kekuasaan dalam memerintah dan memberi hukuman. dan dengan cara yang bagaimana para pemimpin menggunakan kewibawaan tersebut kepada bawahan. perilaku dan situasional. (3) Reward power: bawahan mengerjakan sesuatu agar memperoleh penghargaan yang dimiliki oleh pemimpin. dan mau berperilaku pula seperti pemimpin. Kewibawaan merupakan keunggulan. Pendekatan ini menekankan proses saling mempengaruhi. Kewibawaan kepala sekolah dapat mempengaruhi bawahan.Hampir seluruh penelitian kepemimpinan dapat dikelompokkan ke dalam empat macam pendekatan. yaitu pendekatan pengaruh kewibawaan. wawasan masa depan yang luas. bawahan merasa kagum atau membutuhkan untuk menerima restu pemimpin.

tetapi membantu pula cara pemimpin yang potensial dengan konsep-konsep yang berguna untuk menilai situasi yang bermacam-macam dan untuk menunjukkan perilaku kepemimpinan yang tepat berdasarkan situasi. Oleh sebab itu pendekatan perilaku itu mempergunakan acuan sifat pri6badi dan kewibawaan. Hal ini sejalan dengan pendapat Yuki yang menyatakan bahwa sifat-sifat pribadi dan keterampilan seseorang pimpinan berperan dalam keberhasilan seorang pemimpin . Peranan pemimpin harus dipertimbangkan dalam hubungan dengan situasi dimana peranan itu dilaksanakan. dan karakteristik para pengikut. Pendekatan situasional dalam kepemimpinan mengatakan bahwa kepemimpinan ditentukan tidak oleh sifat kepribadian individu-individu. melainkan ditentukan pula oleh keterampilan (skill) pribadi pemimpin. kegiatan. Sementara Fattah berpandangan bahwa . Berdasarkan pendekatan sifat. 4. dan cara mengambil keputusan. Jadi. Kemampuan perilaku secara konsepsional telah berkembang kedalam. 3. pemimpin dalam situasi yang satu mungkin tidak sama dengan tipe pemimpin dalam situasi yang lain dimana keadaan dan faktor-faktor sosial berbeda Lebih lanjut Yuki menjelaskan bahwa pendekatan situasional menekankan pada pentingnya faktor-faktor kontekstual seperti sifat pekerjaan yang dilaksanakan oleh unit pimpinan. dan pandangan yang berpendapat bahwa tiap organisasi adalah unik dan memiliki situasi yang berbeda¬beda sehingga harus dihadapi dengan gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan situasional bukan hanya merupakan hal yang penting bagi kompleksitas yang bersifat interaktif dan fenomena kepemimpinan. cara mendorong semangat kerja bawahan. Dalam kaitan ini Sutisna menyatakan bahwa “kepemimpinan” adalah hasil dari hubunganhubungan dalam situasi sosial. melainkan oleh persyaratan situasi sosial. Pendekatan perilaku menekankan pentingnya perilaku yang dapat diamati yang dilakukan oleh para pemimpin dari sifat pribadi atau sumber kewibawaan yang dimilikinya. Pendekatan situasional atau pendekatan kontingensi merupakan suatu teori yang berusaha mencari jalan tengah antara pandangan yang mengatakan adanya asas¬asas organisasi dan manajemen yang bersifat universal.berbagai macam cara dan berbagai macam tingkatan abstraksi.pemimpin itu mesti menunjukan hubungan tertentu dengan sifat. dan dalam situasi berbeda para pemimpin memperlihatan sifat kepribadian yang berlainan. membagi tugas dan wewenang. cara membina disiplin kerja bawahan. sifat lingkungan eksternal. dan membantu pimpinan dengan garis pedoman perilaku yang bermanfaat yang didasarkan kepada kombinasi dari kemungkinan yang bersifat kepribadian dan situasional. mengemukakan dan mencoba untuk mengukur atau memperkirakan ciri-ciri pribadi ini. Perilaku seorang pemimpin digambarkan kedalam istilah “pola aktivitas“. keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dipengaruhi oleh sifat-sifat pribadi. cara berkomunikasi. Pendekatan perilaku (the behavior approach) Pendekatan perilaku merupakan pendekatan yang berdasarkan pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin dalam kegiatannya sehari-hari dalam hal: bagaimana cara memberi perintah. “peranan manajerial“ atau “kategori perilaku“. cara memberi bimbingan dan pengawasan. Pendekatan situasional (situational approach) Pendekatan situasional menekankan pada ciri-ciri pribadi pemimpin dan situasi. dan tujuan dari pada pengikutnya .

pendelegasian wewenang. dan terakhir bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi organisasi. yaitu sekelompok kemampuan yang harus dimiliki oleh tingkat pemimpin apapun. emosi.. human skill dan technical skisl Berikut uraian kemampuan dasar yang dikemukakan oleh Tracey. bertanggung jawab dalam mengambil keputusan bersama dengan kelompok. membantu kelompok dalam menetapkan proses kerja. (3) seorang pemimpin harus tahu wawasan organisasi dan kebijaksanaan khusus. mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain. Sementara itu Wahjosumidjo mengemukakan fungsi-fungsi kepemimpinan yaitu: membangkitkan kepercayaan dan loyalitas bawahan.keefektifan kepemimpinan bergantung pada kecocokan antara pribadi. b) Human skills. (4) seorang pemimpin harus memiliki satu perasaan rill untuk semangat dan suasana aktivitas diri orang lain dan staf . atau merupakan kecakapan khusus dalam menganalisis hal-hal khusus dan penggunaan fasilitas. Menurut Tracey. d. fungsi kepemimpinan adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Seorang pemimpin harus pula memiliki pengetahuan dan keterampilan profesional. Fungsi Kepemimpinan Menurut Ardi. dimana seorang pemimpin atau kepala sekolah harus mampu secara menyeluruh mengetahui banyak tentang lingkungan organisasi atau sekolah dimana organisasi atau sekolah tersebut berada. dengan berbagai cara mempengaruhi orang lain. kualifikasi pribadi. fisik. (2) seorang pemimpin atau kepala sekolah harus memahami hubungan kerja antar berbagai unit. dan menggerakkan orang lain. c) Conceptual skills. Kepala sekolah dituntut memiliki persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. prosedur atau teknik -teknik. yaitu: kecakapan pemimpin untuk bekerja secara efektif sebagai anggota kelompok dan untuk menciptakan usaha kerjasama di lingkungan kelompok yang dipimpinnya. tugas. Dengan kata lain seorang pemimpin yang diharapkan berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan harus didukung oleh mental. peralatan. serta teknik pengetahuan yang spesifik. yang mencakup: conceptual skills. watak sosial. dan kerjasama dengan penuh rasa kebebasan. sikap dan persepsi. membantu kelompok untuk mengorganisasikan diri yaitu ikut memberikan rangsangan dan bantuan kepada kelompok dalam menetapkan tujuan. serta bakat dan kekurangan dari bawahan. menciptakan perubahan secara efektif di dalam penampilan kelompok. Kepala sekolah yang berkualitas yaitu kepala sekolah yang memiliki kemampuan dasar. sikap. Syarat-syarat Pemimpin Kunci keberhasilan suatu sekolah pada hakikatnya terletak pada efisiensi dan efektivitas penampilan pemimpinnya. sebab keberhasilan sekolah hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan kepala sekolah yang berkualitas. serta pengetahuan dan keterampilan profesional. yaitu kemampuan seorang pemimpin melihat organisasi sebagai satu keseluruhan. dan kepribadian yang baik. sehingga secara sadar orang lain tersebut mau melakukan apa yang dikehendaki. a) Technical skills. fungsi-fungsi kepemimpinan yaitu: membantu terciptanya suasana persaudaraan. sikap bawahan. kekuasaan. keahlian atau kemampuan dasar. yaitu: kecakapan spesifik tentang proses. Kualifikasi pribadi yaitu serangkaian sifat atau watak yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin termasuk kepala sekolah. e. dalam hal ini kepala sekolah. Pengetahuan profesional meliputi: (1) pengetahuan terhadap tugas. perundang-undangan dan prosedur. etika.Masih menurut Ardi.

Dengan demikian agar tujuan sekolah dapat tercapai.watak dan kebiasaan sendiri yang khas. kepala sekolah mempunyai sifat. Berkaitan dengan uraian di atas. (6) mampu mengadakan supervisi dan evaluasi pengajaran. dan dapat memisahkan persoalan pribadi. (2) mampu menampilkan analisis tinggi untuk mengumpulkan. (3) mampu mengembangkan sylabus rangkaian mata pelajaran dan program-program pengajaran. (3) mempunyai keahlian dalam menghadapi manusia serta bisa membuat bawahan menjadi senang dan merasa puas. fasilitas. dan merupakan gambaran gaya kepemimpinannya. yang dikenal dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah dalam melakukan tugas kepemimpinannya mempunyai karakteristik dan gaya kepemimpinan untuk mencapai tujuan yang diharapkannya. Gaya atau tipe hidupnya ini pasti akan mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinannya. Menurut Purwanto. dan (5) kondisi fisik yang sehat dan kuat . . Kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tugas untuk memimpin sekolah. (4) mampu menjadi mahkota dari berbagai macam teknik mengajar. sehingga dengan tingkah laku dan gayanya sendiri yang membedakan dirinya dengan orang lain. untuk memikirkan dan memecahkan setiap persoalan yang timbul dengan tepat dan bijaksana. dan materi pelajaran. serta kontrol yang dipakai oleh manajemen tingkat yang lebih tinggi. dan (6) seorang pemimpin harus mengetahui pelayanan yang tersedia untuk dirinya dan bawahan. temperamen. dan delegatif. rumah tangga. kelengkapan. (7) mengetahui kejadian di luar sekolah yang berhubungan dengan paket dan pelayanan pendidikan. konsultatif. Cara ini mencerminkan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. bertanggung jawab atas tercapainya tujuan. (2) mempunyai emosi yang stabil. dan organisasi. f. Dalam hal ini usaha menselaraskan persepsi diantara orang yang akan mempengaruhi perilaku dengan yang akan dipengaruhi menjadi amat penting kedudukannya. dan mutu pendidikan di sekolah. (5) mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam pendidikan dan mempergunakan temuan riset. kebiasaan. umpamanya tahapan bila dan kepada siapa tanggung jawab dan wewenang akan diserahkan. Gaya Kepemimpinan Seorang pemimpin dapat melakukan berbagai cara dalam kegiatan mempengaruhi atau memberi motivasi orang lain atau bawahan agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah terhadap pencapaian tujuan organisasi. maka kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya memerlukan suatu gaya dalam memimpin. partisipatif. mencatat dan menguraikan tugas pekerjaan. Selanjutnya dikemukakan bahwa gaya kepemimpinan dapat pula diartikan sebagai norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat. tidak mudah diombang ambing oleh suasana yang berganti. dan (8) mampu menjadi pemimpin yang baik dan komunikator yang efektif. (4) mempunyai keahlian untuk mengorganisir dan menggerakkan bawahannya dengan kebijaksanaan dalam mewujudkan tujuan organisasi. meliputi: (1) mampu berfungsi sebagai seorang pendidik.yang harus dihadapi. gaya kepemimpinan adalah suatu cara atau teknik seseorang dalam menjalankan suatu kepemimpinan. Sebagai seorang pemimpin. Suradinata menyatakan bahwa: Pemimpin suatu organisasi yang sukses harus memiliki beberapa syarat yaitu: (1) mempunyai kecerdasan yang lebih. Wahjosumidjo mengemukakan empat pola perilaku kepemimpinan yang lazim disebut gaya kepemimpinan yaitu perilaku instruktif. Sedangkan keterampilan profesional. (5) seorang pemimpin harus mengetahui layout secara fisik bangunan. kondisi operasional. berbagai macam keganjilan dan problema yang biasa terjadi. peran.

yaitu: (1) perilaku instruktif. kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan antara pimpinan dan bawahan seimbang. Pada hakikatnya.Masih menurut Wahjosumidjo. Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan Teori kepemimpinan yang akan dibahas ini merupakan salah satu teori yang termasuk teori contingency. dan disebutkan pula sebagai model normative tentang kepemimpinan. Fungsi dari kepemimpinan secara garis besar yaitu mempengaruhi dan menggerakkan orang lain dalam suatu organisasi agar mau melakukan apa yang dikehendaki seorang pemimpin guna tercapainya tujuan. model ini dapat digunakan sebagai alat : 1. Ada tiga perangkat parameter yang penting. (2) pendekatan sifat. Terdapat empat macam pendekatan studi kepemimpinan. Teori ini dikembangkan oleh Vroom dan Yetton dalam Munandar. (4) perilaku delegatif. keikutsertaan bawahan dalam pemecahan dan pengambilan keputusan makin bertambah. telah diharapkan komunikasi dua arah dan memberikan supportif terhadap bawahan. yaitu : a. serta pengetahuan dan keterampilan profesional. pelaksanaan pekerjaan diawasi dengan ketat. dan (4) pendekatan situasional. bawahan diberi hak untuk menentukan langkah-langkah bagaimana keputusan dilaksanakan. Gaya kepemimpinan yang tepat ditentukan oleh corak persoalan yang dihadapi oleh macam keputusan yang harus diambil. komunikasi satu arah. maka seorang kepala sekolah dituntut untuk dapat memberi keteladanan dalam pelaksanaan tugas. yaitu: (1) pendekatan pengaruh kewibawaan. Dengan terpenuhinya syarat sebagai seorang pemimpin. dan bawahan diberi wewenang untuk menyelesaikan tugas. Sedangkan syarat seorang pemimpin yaitu harus memiliki kemampuan dasar berupa technical skills. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan kemampuan dari seorang kepala sekolah dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahan dalam suatu organisasi atau lembaga sekolah guna tercapainya tujuan sekolah. (3) pendekatan perilaku. g. pemimpin mendiskusikan masalah yang dihadapi dengan bawahan dan selanjutnya mendelegasikan pengambilan keputusan seluruhnya kepada bawahan. Sementara itu empat pola perilaku kepemimpinan yang lazim disebut gaya kepemimpinan meliputi perilaku instruktif. menyusun administrasi dan program sekolah. Membantu mengenali berbagai jenis situasi pemecahan persoalan secara berkelompok (group problem-solving situations ). Menyarankan gaya-gaya kepemimpinan mana yang dianggap layak untuk setiap situasi. karena mengarah ke pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu. (3) perilaku partisipatif. pemimpin masih memberikan instruksi yang cukup besar serta menentukan keputusan. bantuan terhadap bawahan ditingkatkan tetapi pelaksanaan keputusan tetap pada pemimpin. konsultatif. pimpinan membatasi peranan bawahan. dan delegatif. pemimpin mau mendengar keluhan dan perasaan bawahan tentang pengambilan keputusan. dan pembagian pelaksanaan tugas. pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Klasifikasi gaya kepemimpinan . pemecahan masalah dan pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab pemimpin. dan conceptual skill. komunikasi dua arah makin meningkat. dan partisipatif. 2. menentukan anggaran belanja sekolah. (2) perilaku konsultatif. human skil. pemimpin makin mendengarkan secara intensif terhadap bawahannya. perilaku kepemimpinan tersebut masing-¬masing memiliki ciriciri pokok. Model mereka dinamakan normative.tugas sesuai dengan keputusan sendiri.

kesediaan. merupakan upaya kooperatif yaitu manajer dan pengikut bekerjasama mencapai keputusan bersama.b. pemimpin secara efektif memiliki komitmen terhadap diri sendiri untuk berbagi dalam proses pengambil keputusan. . maka dapat dikonklusikan pengertian tentang kepemimpinan kepala sekolah yang disintesiskan sebagai berikut: kepemimpinan kepala sekolah adalah kemampuan dari seorang kepala sekolah dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahan dalam suatu organisasi atau lembaga sekolah guna tercapainya tujuan sekolah. pembagian pelaksanaan tugas. dengan indikator: pembinaan terhadap bawahan. memberdayakan SDM. Jadi. digunakan terhadap pengikut yang memiliki tingkat kesiapan yang memilki pengalaman dan informasi yang diperlukan untuk keputusan atau rekomendasi yang layak . manajer harus membuat keputusan tanpa bantuan pengikut. yaitu kerja sama berbagi pengetahuan sehingga meningkatkan keakuratan keputusan dan pemimpin memberi motivasi dan membantu pengikut mengidentifikasi tujuan kelompok secara lebih jelas. dan (3) dimensi Perilaku kepala sekolah. dengan indikator: instruktif. Gaya ini merupakan cara yang sempurna manakala berhadapan dengan pengikut yang mampu. menentukan anggaran belanja sekolah. Berdasarkan eksplorasi yang cukup komprehensif dari beberapa teori tersebut di atas. Gaya Pengambilan Keputusan Menurut Hasibuan. sebelum membuat keputusan final. Kriteria efektitas keputusan c. rutinitas kerja kepala sekolah. adalah strategi yang tepat apabila manajer mengenali bahwa pengikut juga mempunyai beberapa pengalaman atau pengetahuan tentang masalah dan bersedia memecahkan masalah meskipun belum mampu. (2) dimensi Sifat dan keterampilan kepala sekolah. h. Gaya Delegatif. konsultatif. gaya pengambilan keputusan pemimpin dapat dikelompokan. Kriteria mengemukakan jenis situasi pemecahan persoalan. Gaya Fasilitatif. sementara pengikut tidak memiliki kemampuan. Gaya ini mengisyaratkan perilaku direktif dan pada situasi ketika hanya pemimpin yang memiliki informasi atau keahlian. Dengan cara ini ada dua keuntungan atau hasil yang segera didapat. 2. diterapkan pada situasi ketika manajer memiliki pengalaman dan informasi untuk menghasilka konklusi. menyusun administrasi dan program sekolah. Gaya Otoratif. 4. yakni : 1.delegatif. Dalam hal ini. Dalam situasi ini strategi yang terbaik adalah memperoleh masukan mereka. Variabel Kepemimpinan kepala sekolah memiliki tiga dimensi yang terdiri dari dimensi (1) Kewibawaan kepala sekolah. dan keyakinan untuk memecahkan masalah. 3. Gaya Konsultatif. tetapi belum yakin akan dirinya. partisipatif. dengan indikator: keteladanan dalam pelaksanaan tugas.

beberapa diantaranya: 1. Menurut sumber dari seorang ahli yang mendefinisikan kepemimpinan. Kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas untuk mempengaruhi serta menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan (George Terry). Ngalim Purwanto berpendapat bahwa Kepemimpinan adalah tindakan/perbuatan di antara perseorangan dan kelompok yang menyebabkan baik orang seorang maupun kelompok maju ke arah tujuan-tujuan tertentu. Drs. yang mengatakan bahwa:“Leadership is the relationship in which one person or the leader. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan kelompok (Stogdill). 3. Hal ini berarti mampu mempengaruhi terhadap orang atau kelompok untuk mencapai hasil yang diinginkan dan ditetapkan bersama a. Definisi Kepemimpinan Ada banyak definisi mengenai kepemimpinan. influence other to work together willingly on related task to attain that which the leader desires” . Kepemimpinan berkaitan dengan proses yang mempengaruhi orang sehingga mereka mencapai sasaran dalam keadaan tertentu.PENDAHULUAN Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen yaitu merencanakan dan mengorganisasi. namun mereka tidak berjalan kearah pencapaian tujuan organisasi. seperti: George R. 4. Terry (1977 : 410 – 411). Akibatnya walaupun dapat menggerakkan tim kerja. tetapi peran utama kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepemimpinan telah digambarkan sebagai penyelesaian pekerjaan melalui orang atau kelompok dan kinerja manajer akan tergantung pada kemampuannya sebagai manajer. Hal ini merupakan bukti bahwa pemimpin boleh jadi manajer yang lemah apabila perencanaannya jelek yang menyebabkan kelompok berjalan ke arah yang salah. 2.

pradaya yaitu selalu bertindak bijaksana. seorang pemimpin harus memiliki kelebihan dibandingkan orang yang dipimpinnya misalnya kelebihan dalam menggunakan pikirannya. Tugas adalah kewajiban untuk melaksanakan dan wewenang adalah hak untuk bertindak. Wewenang seorang pemimpin adalah hak untuk menggerakkan orang atau bawahannya supaya suka mengikutinya atau menjalankan tugas yang diperintah kepadanya.. karena dapat mengakibatkan sasaran yang telah ada ditetapkan perusahaan sulit untuk dicapai. Kepengikutan timbul karena pemimpin mempunyai abhiga mika yaitu dapat menarik simpati dari orang lain. Untuk dapat menggerakkan beberapa orang pelaksana. Agar dapat menggunakan kelebihanya tersebut.. Sakyasanmata. rohaniah. yang mengatakan bahwa:“Leadership in an administration process that involves directing the affairs and actions of others”.5. atma sampat yaitu bermoral dan berbudi pekerti yang luhur. seorang pemimpin suatu organisasi difasilitasi dengan apa yang disebut dengan tugas dan wewenang. dan badaniah. apabila pemimpin tidak dapat menjalankan dan mengkoordinir semua sumber daya yang ada di perusahaan maka akan menimbulkan masalah besar. . yaitu selalu bertindak teliti dan cermat Sebagaimana telah diuraikan pada terdahulu. bahwa kepemimpinan merupakan salah satu kunci utama yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan efektivitas kerja dalam organisasi perusahaan. Kepemimpinan adalah kemampuan seni mempengaruhi tingkah laku manusia dan kemampuan untuk membimbing beberapa orang untuk mengkordinasikan dan mengarahkan dengan maksud dan tujuan tertentu. Andrew Sikula (1992 : 117).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful