PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

1. Kepemimpinan Howard H. Hoyt seperti dikutip Kartini Kartono (2004: 57) mendefinisikan kepemimpinan sebagai seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia dan kemampuan membimbing orang. Robbins (2002: 163) menjelaskan bahwa kepe-mimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk men-capai suatu tujuan. Cribbins (1985:12) mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan memperoleh konsensus dan keikatan pada sasaran bersama, melam-paui konsensus-syarat organisasi, yang dicapai dengan pengalaman sumbangan dan kepuasan di pihak kelompok kerja. Widjaya menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi yang dapat dilepaskan dari posisi di dalam struktur organisasi formal (1985: 25). Ralph M. Stogdill (dalam Siswanto, 1990: 177) memberikan definisi kepemimpinan sebagai sebuah proses pengarahan dan mempengaruhi aktivitas yang dihubungkan dengan tugas dari para anggota kelompok. Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga unsur dalam kepemimpinan yaitu (a) pengikut/followership, (b) tujuan yang akan dicapai, dan (c) tindakan mempengaruhi. Pandangan bahwa kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok yang kemudian disebut bawahan/pengikut untuk mencapai tujuan tertentujuga sesuai dengan pendapat Siswanto (1990: 177) yang menyatakan bahwa dalam pembahasan tentang pengertian kepemimpinan terdapat tiga hal yang perlu mendapatkan perhatian. Ketiga hal tersebut adalah (a) kepemimpinan harus melibatkan orang lain atau bawahan, (b) kepemimpinan mencakup distribusi otoritas yang tidak mungkin seimbang antara pimpinan dan bawahan, serta (c) kepemimpinan harus mampu mempengaruhi bawahan. a. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain atau bawahan Hal ini disebabkan kesanggupan mereka untuk menerima pengarahan dari pimpinan, para bawahan membantu menegaskan eksistensi pimpinan, dan memungkinkan terjadinya proses kepemimpinan. b. Kepemimpinan mencakup distribusi otoritas yang tidak mungkin seimbang di antara pimpinan dan bawahan Pimpinan mempunyai otoritas untuk mengarahkan beberapa aktivitas bawahan yang tidak mungkin dilakukan dengan cara yang sama untuk menga-rahkan pimpinan. Artinya, pemimpin berhak memerintah atau memberi tugas pada bawahan, tetapi bawahan tidak berhak melakukannya. c. Harus mampu mempengaruhi bawahan Di samping secara legal mampu memberikan perintah atau pengarahan pada bawahan, seorang pemimpin juga dapat mempengaruhi bawahannya dengan berbagai sifat kepemimpinannya. Untuk mampu menjalankan peranan kepemimpinan seseorang harus memenuhi berbagai kriteria seorang pemimpin. Lebih lanjut R.L Kahn (dalam Anoraga, 2001: 3) menyebutkan bahwa seseorang disebut sebagai pemimpin yang baik apabila ia dapat (a) memberikan kepuasan terhadap kebutuhan langsung para bawahannya, (b) menyusun jalur pencapaian tujuan, (c) menghilangkan hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan, dan (d) mengubah tujuan individual karyawan sehingga tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris. Meskipun seseorang telah memiliki syarat untuk menjadi pemimpin yang baik, namun dalam praktiknya untuk mencapai tujuan organisasi, seorang pemimpin harus mendapat dukungan dari bawahan atau karyawannya. Apabila bawahan atau karyawan menghargai atau respek terhadap

maupun para siswa serta berdiri di depan demi kemajuan sekolah dan tercapainya tujuan.macam. Di negara maju kepala sekolah mendapat sebutan bermacam. yaitu : (a). pengarahan kepada para guru. kepala sekolah mempunyai tanggung jawab terhadap bawahan untuk menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan para guru. administrator (administrator). Champbell. Dubin (1991). dkk. (e). organisator. kepala sekolah pensupervisi (supervising principal). kepala sekolah pada hakikatnya adalah seorang perencana. Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. (b). dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi persoalan (d). direktur (director). staf. Sergiovani (1987). Dengan kata lain kepemimpinan menjadi faktor yang sangat penting dan menetukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya. Sebagai manajer. memajukan dan meningkatkan minimal empat macam nilai yaitu mental. siswa dalam melaksanakan tugas masing-masing dan memberi bimbingan. Dari sisi tertentu kepala sekolah dapat dipandang sebagai pejabat formal. Kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah sebagai pimpinan mem-punyai tanggung jawab untuk mengorganisasikan orang-orang. 2. Sebagai pimpinan pendidikan kepala sekolah harus mampu menggerakkan semua potensi manusia untuk mewujudkan tujuan pendidikan. sebagai pendidik dan sebagai staf menurut Wahjosumidjo (1999). Penyebutan yang berbeda ini menurut Wahjosumidjo (1997) disebabkan adanya kriteria yang mempersyaratkan kompetensi profesional kepala sekolah. dan program-program yang ada di sekolah dalam rangka mencapai tujuan sekolah. kepala sekolah harus mampu menggerakkan seluruh sumber daya manusia untuk dapat bekerja secara maksimal agar dapat mencapai tujuan sekolah secara efisien. adalah juru penengah. staf dan siswa. . Dan sesuai dengan ciri-ciri tersebut maka tugas dan fungsi kepala sekolah seharusnya dilihat dari berbagai sudut pandang. Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin harus mampu mendorong timbulnya kemauan yang kuat dan percaya diri pada guru. kepala sekolah harus mampu mendayagunakan sumber yang tersedia secara optimal. karena itu memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. dari sisi lain kepala sekolah juga berperan sebagai manajer. Sergiovani & Elliot (1975). Menurut Stoner dalam Wahjosumidjo (1999) ada delapan fungsi yang perlu dilaksanakan para manager dalam suatu organisasi. Cuolso dalam saran (1990). tugas-tugas. bekerja dengan dan melalui orang lain. sebagai pemimpin. Sebagai administrator. Sebagai pemimpin di sekolah. Sebagai manajer. Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam manajemen berbasis sekolah. Kepala Sekolah sebagai pendidik harus mampu menanamkan. (f) adalah seorang politisi. pemimpin dan seorang pengendali. Blumberg & Greenfield (1980). Gorton (1997) menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan elemen kunci bagi keberhasilan sekolah. (1977). Ada yang menyebut guru kepala (head-teacher atau head-master). pemimpin pendidikan (educational leadership) menurut Gorton (1976). Sebagai pejabat formal. staf.pemimpinnya maka mereka akan mengikuti pengarahan pemimpinnya dengan gembira dan kooperatif.I. sebab esensi kepemimpinan adalah kepengikutan. dalam Arifin . berpikir secara realistik dan konseptual. kepala sekolah harus mampu bekerja bersama dan melalui orang lain dalam organisasi di sekolah. kepala sekolah (principal). (1998). (g) adalah seorang diplomat. dan (h) pengambil keputusan yang sulit. Sebagai supervisor kepala sekolah wajib membantu guru meningkatkan kapasitasnya untuk membelajarkan murid secara optimal. bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (c).

perasaan senang guru. tujuan-tujuannya. kelompok. tingkat dan kualitas usaha. hasil. Sebagai pemimpin pendidikan dari sekolahnya. (p) Keahlian manajemen dan kepemimpinan. tradisi-tradisinya. bagaimana anggota sekolah merencanakan langkah-langkah pada masa yang akan datang dan menghubungkannya dengan perumusan dan penetapan tujuan. demokratis dan kerja sama institusional yang tergantung keahlian para pekerja. (c) Kulitas. sehingga mereka merasa bahagia menjadi bagian atau anggota sekolah. (l) Keluwesan dan adaptasi. (h) Kepuasan peserta didik. (n) Konsensus tujuan. bagaimna peserta didik dan guru-guru saling menyukai satu sama lain. Dalam pelaksanaannya program kepala sekolah yang baik harus dapat memimpin secara profesi para staf pengajar. (b) Efisiensi.moral. dan personil sekolah lain terhadap sekolahnya. Sergiovanni (dalam Mulyasa. Di bawah kepemimpinannya. seorang kepala sekolah mengorganisasikan sekolah dan personil yang bekerja di dalamnya ke dalam suatu situasi yang efisien. dan pegawai lainnya. kecenderungan dan keinginan guru. (o) Internalisasi tujuan organisasi. (f) Perpindahan. penerimaan terhadap tujuan sekolah dan keyakinan para orang tua. peserta didik. bagaimana tingkat kesenangan yang dirasakan guru terhadap berbagai pekerjaannya yang dilakukannya.2007: 85) mengidentifikasikan ciri kepe-mimpinan kepala sekolah yang efektif adalah (a) Produktivitas. perbaikan kualitas kepedulian dan inovasi. penuh perhatian dan demokratis. fisik dan artistik. bagaimana peserta didik. berarti kebe-radaannya di dalam lingkungan organisasi yang lebih luas berada di bawah kepemimpinan pejabat lain. guru. Kekuatan. berkomunkasi secara penuh dan terbuka. baik langsung maupun tidak langsung. (j) Semangat. (d) Pertumbuhan. 3. jumlah perpindahan dan tetapnya peserta didik. kepala sekolah. tantangan. bagaimana peserta didik merasa senang menerima pelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dan peserta didik bahwa tujuan sekolah itu benar dan layak. (g) Kepuasan kerja guru. bekerja sama dengan baik. guru. kemampuan sekolah untuk mengubah prosedur dan cara-cara operasinya dalam merespons perubahan masyarakat dan lingkungan lainnya. Ciri Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Efektif Keefektivan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dari seberapa produktif dan efektifnya kepemimpinan yang dilakukannya dalam mencapai tujuan. bagaimana anggota masyarakat orang tua. yang berkaitan dengan jumlah waktu dan frekuensi ketidakhadiran para peserta didik. . serta mengkoordinasikan usaha-usaha mereka. perbandingan individu dan prestasi sekolah dengan biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut. peserta didik. tujuan. dimana sebagian besar kreativitas akan dicurahkan untuk perbaikan pendidikan. Keefektivan tersebut terlihat dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai kepala sekolah untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan. (i) Motivasi. dan peserta didik menyepakati tujuan yang sama di sekolah. dan prestasi dibandingkan dengan kondisi masa lalu. (k) Kepaduan. tetapi lebih merupakan kesediaan atau kerelaan bekerja untuk mencapai tujuan pekerjaan atau sekolah. (e) Ketidakhadiran. Hal tersebut bukanlah perasaan senang yang relatif terhadap hasil berbagai pekerjaan sebagaimana halnya kepuasan. diorganisasikan. dan sekolah pada umumnya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dengan menekankan pada perbaikan belajar mengajar. dan ditata. dan kemampuan yang dihasilkan oleh peserta didik dan sekolah. bekerja secara ilmiah. (m) Perencanaan dan perumusan tujuan. guru. program pendidikan untuk para murid harus direncanakan. atau pekerja sekolah untuk melibatkan diri dalam kegiatan atau pekerjaan sekolah. dan pegawai sekolah lainnya. Kepala sekolah sebagai staf. jasa. yang berperan sebagai atasan kepala sekolah.

efisiensi. kemampuan sekolah untuk memelihara struktur. meningkatkan kepuasan kerja. menggunakan personil dan sumber daya secara efisien. 1) Berorientasi tugas. produk. dan membangun identifikasi dengan organisasi. beradaptasi terhadap perilaku lingkungan. jumlah usaha dan sumber-sumber daya sekolah yang diperuntukkan bagi pengembangan bakat dan kemampuan guru. 3) Berorientasi perubahan. dan jasa. membut perubahan besar di bidang proses. fungsi. (s) Pemanfaatan lingkungan. . dan menyelenggarakan operasi yang teratur dan dapat diandalkan. dan masyarakat luas. organisasi. (r) Kesiagaan. 2) Berorientasi hubungan. dan mendapatkan komitmen terhadap perubahan. meningkatkan kooperasi dan kerja tim. (v)Penyebaran pengaruh. dan (b) gayagaya kepemimpinan. penyebaran. penilaian menyeluruh sehubungan dengan kemungkinan bahwa sekolah mampu menyelesaikan sesuatu tugas khusus atau mencapai beberapa tujuan khusus dengan baik jika diminta. dan akurasi dari informasi dipandang penting bagi keefektifan sekolah oleh semua bagian yang berkepentingan termasuk guru. dan sebagainya (Handoko. Perilaku Kepemimpinan Studi tentang kepemimpinan dengan menggunakan pendekatan perilaku kepemimpinan tidak digunakan untuk mencari jawaban tentang sifat-sifat pemimpin. Jenis perilaku ini terutama memperhatikan perbaikan keputusan strategis. Jenis perilaku ini terutama memperhatikan perbaikan hubungan dan membantu orang. serta memperoleh dukungan dan sumber daya yang langka dan berharga yang diperlukan untuk operasi yang efektif. tetapi untuk menentukan apa yang dilakukan oleh pemimpin yang efektif. dan kelompok dalam masyarakat yang berhubungan dengan sekolah. serta pegawai lannya. (u) Stabilitas. orang tua. sepanjang waktu. meningkatkan fleksibilitas dan inovasi. penilaian yang layak mengenai sekolah oleh individu. maka seorang pemimpin harus melaksanakan dua fungsi utamanya yaitu fungsi yang berhubungan dengan tugas (task oriented) dan fungsi pemeliharaan kelompok. bagaimana sekolah berhasil berinteraksi dengan masyarakat. (w) Latihan dan pengembangan. tingkat partisipasi individu dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi mereka secara langsung. (q) Manajemen informasi dan komunikasi. bagaimana mereka menjalankan tugasnya. dan pemimpin lainnya dalam melaksanakan tugas-tugas sekolah. (t) Penilaian oleh pihak luar.keseluruhan tingkat kemampuan kepala sekolah. 1999). 4. Yukl (2007) menyebutkan bahwa perilaku kepemimpinan yang efektif akan melibatkan tiga perhatian atau tujuan berikut ini. Fungsi-fungsi Kepemimpinan Agar organisasi dapat berjalan secara efektif. kelengkapan. bagaimana mereka berkomunikasi. supervisor. Jenis perilaku ini terutama memperhatikan penyelesaian tugas. Handoko juga menambahkan bahwa pendekatan perilaku kepemimpinan memusatkan perhatiannya pada dua aspek yaitu (a) fungsi-fungsi kepemimpinan. lingkungannya yang lain. bagaimana mereka mendelegasikan tugas. a. dan sumber daya. khususnya dalam periode-periode sulit.

kata “memimpin” mengandung konotasi menggerakkan. Kepemimpinan sebagai kemampuan menggerakkan. dan “sekolah” yaitu sebuah lembaga di mana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Kepala sekolah yang berhasil adalah kepala sekolah yang memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi kompleks yang unik. dimana terjadi proses belajar mengajar. memberikan motivasi. Studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah. perilaku pribadi. melindungi. tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan manusia. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Karena sifatnya yang kompleks dan unik tersebut. Yuki mendefinisikan kepemimpinan sebagai suatu sifat. Kepemimpinan Makna kata “kepemimpinan” erat kaitannya dengan makna kata “memimpin”. memberikan indikasi betapa luas tugas dan peranan seorang pemimpin organisasi Kepemimpinan biasanya didefinisikan oleh para ahli menurut pandangan pribadi mereka. pengaruh terhadap orang lain. Kepala sekolah dilukiskan sebagai orang yang memiliki harapan tinggi bagi para staf dan para siswa. memberikan teladan. kedudukan dari suatu jabatan administratif. dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan Guna lebih memahami makna dari kepemimpinan. serta mampu melaksanakan perannya dalam memimpin sekolah. Kepala Sekolah Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Kata memimpin mengandung makna yaitu kemampuan untuk menggerakkan segala sumber yang ada pada suatu organisasi sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. “Kepala sekolah adalah mereka yang banyak mengetahui tugas-tugas mereka dan mereka yang menentukan irama bagi sekolah mereka” . mengarahkan. hubungan kerjasama antar peran. membimbing.” Kata “kepala sekolah” tersusun dari dua kata yaitu “kepala” yang dapat diartikan ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga. . Rumusan tersebut menunjukkan pentingnya peranan kepala sekolah dalam menggerakkan kehidupan sekolah guna mencapai tujuan. serta aspek-aspek fenomena dari kepentingan yang paling baik bagi pakar yang bersangkutan. memberikan bantuan. membina. memberikan dorongan. dan sebagainya Betapa banyak variabel arti yang terkandung dalam kata memimpin. sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. berikut dikemukakan beberapa teori mengenai pengertian dan definisi tentang kepemimpinan: a) Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapainya tujuan. Secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seseorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar. atau tempat di mana terjadinya interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. b) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian. Menurut Wahjosumidjo dalam praktek organisasi.a. Sedang bersifat unik karena sekolah memiliki karakter tersendiri. b. dan persepsi dari lain-lain tentang legitimasi pengaruh. pola-pola interaksi. “Keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah.

Disamping kesamaan asumsi yang umum. Bertolak dari pengertian kepemimpinan. Pendekatan Studi Kepemimpinan Fiedler dan Charmer dalam kata pengantar bukunya yang berjudul Leadership and Effecctive Management. dan tujuan. perilaku. agar mau melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. terdapat tiga unsur yang saling berkaitan. pikiran. mengemukakan bahwa persoalan utama kepemimpinan dapat dibagi ke dalam tiga masalah pokok. Menurut Wirawan. dan penuh semangat. di dalam definisi tersebut juga memiliki perbedaan yang bersifat umum pula seperti: (1) siapa yang mempergunakan pengaruh. sarana. Dari definisi-definisi kepemimpinan yang berbeda-beda tersebut. terlihat bahwa unsur kunci kepemimpinan adalah pengaruh yang dimiliki seseorang dan pada gilirannya akibat pengaruh itu bagi orang yang hendak dipengaruhi. yaitu: bagaimana seseorang dapat menjadi seorang pemimpin. pendapat. c. studi kepemimpinan yang terdiri dari berbagai macam pendekatan pada hakikatnya merupakan usaha untuk menjawab atau memberikan pemecahan persoalan yang terkandung di dalam ketiga permasalahan tersebut. perilaku. normanorma. 2) Di dalam melibatkan proses mempengaruhi. Sehubungan dengan masalah di atas. c) Kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok . . nilai-nilai. Peranan penting dalam kepemimpinan adalah upaya seseorang yang memainkan peran sebagai pemimpin guna mempengaruhi orang lain dalam organisasi/lembaga tertentu untuk mencapai tujuan. nilai-nilai. dan tujuan orang yang dipengaruhi secara sistematis . mempengaruhi sikap. kepercayaan. pada dasarnya mengandung kesamaan asumsi yang bersifat umum seperti: 1) Di dalam satu fenomena kelompok melibatkan interaksi antara dua orang atau lebih. seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan. e) Kepemimpinan adalah proses pemimpin menciptakan visi. dan (3) cara pengaruh itu digunakan Berdasarkan uraian tentang definisi kepemimpinan di atas. dan cara-cara yang digunakan itu merupakan pencerminan dari sifat-sifat dasar kepemimpinannya. “mempengaruhi” adalah proses dimana orang yang mempengaruhi berusaha merubah sikap.masing pihak. Pengetahuan dan keterampilan ini dapat diperoleh dari pengalaman belajar secara teori ataupun dari pengalamannya dalam praktek selama menjadi pemimpin. d) Kepemimpinan adalah tindakan atau tingkah laku individu dan kelompok yang menyebabkan individu dan juga kelompok-kelompok itu untuk bergerak maju. Namun secara tidak disadari seorang pemimpin dalam memperlakukan kepemimpinannya menurut caranya sendiri. yaitu unsur manusia. norma dan sebagainya dari pengikut untuk merealisir visi. dan apa yang membuat pemimpin itu berhasil. Untuk dapat memperlakukan ketiga unsur tersebut secara seimbang. (2) tujuan daripada usaha untuk mempengaruhi. kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. guna mencapai tujuan pendidikan yang semakin bisa diterima oleh masing. bagaimana para pemimpin itu berperilaku. dimana pengaruh yang sengaja (intentional influence) digunakan oleh pemimpin terhadap bawahan.termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan kepada yang dipimpinnya.

seperti tidak kenal lelah. Selanjutnya Stogdill dalam Sutisna. dan memberi teladan terhadap guru sebagai bawahan.that leaders do not acqueire the ability to lead. sifat. Menurut pendekatan sifat. sebab penghargaan yang layak dari kepala sekolah merupakan motivasi berharga bagi guru untuk menampilkan performan terbaiknya. dan kecakapan meyakinkan yang sangat menarik. tapi pola sifat-sifat pribadi . dan (5) Expert power: bawahan mengerjakan sesuatu karena bawahan percaya pemimpin memiliki pengetahuan khusus dan keahlian serta mengetahui apa yang diperlukan . dan mau berperilaku pula seperti pemimpin. bawahan merasa kagum atau membutuhkan untuk menerima restu pemimpin. yaitu: (1) Legitimate power: bawahan melakukan sesuatu karena pemimpin memiliki kekuasaan untuk meminta bawahan dan bawahan mempunyai kewajiban untuk menuruti atau mematuhinya. sebab dengan kekuasaan dalam memerintah dan memberi hukuman. kelebihan atau pengaruh yang dimiliki oleh kepala sekolah. Berikut uraian ke empat macam pendekatan tersebut : 1). Sementara itu dengan reward power memungkinkan kepala sekolah memberdayakan guru secara optimal. bahkan menggerakkan. Pendekatan ini menekankan proses saling mempengaruhi. intuisi yang tajam. memberdayakan segala sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan sekolah sesuai dengan keinginan kepala sekolah. French dan Raven dalam Wahjosumidjo mengemukakan bahwa: Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengelompokan sumber dari mana kewibawaan tersebut berasal. Berdasarkan pendekatan pengaruh kewibawaan. memberdayakan. Keberhasilan pemimpin ditandai oleh daya kecakapan luar biasa yang dimiliki oleh pemimpin. (3) Reward power: bawahan mengerjakan sesuatu agar memperoleh penghargaan yang dimiliki oleh pemimpin. yaitu pendekatan pengaruh kewibawaan. Kewibawaan kepala sekolah dapat mempengaruhi bawahan. Pendekatan pengaruh kewibawaan (power influence approach) Menurut pendekatan ini. Pendekatan sifat (the trait approach) Pendekatan ini menekankan pada kualitas pemimpin. Legitimate dan coersive power memungkinkan kepala sekolah dapat melakukan pembinaan terhadap guru. keberhasilan pemimpin dipandang dari segi sumber dan terjadinya sejumlah kewibawaan yang ada pada para pemimpin. mengemukakan bahwa seseorang tidak menjadi pemimpin dikarenakan memiliki suatu kombinasi sifat-sifat kepribadian. bukan karena dibuat atau dilatih. keahlian dan perilaku kepala sekolah yang diimplementasikan dalam bentuk rutinitas kerja. Kewibawaan merupakan keunggulan.Hampir seluruh penelitian kepemimpinan dapat dikelompokkan ke dalam empat macam pendekatan. Seperti dikatakan oleh Thierauf dalam Purwanto: “The hereditery approach states that leaders are born and note made. but inherit it“ yang artinya pemimpin adalah dilahirkan bukan dibuat bahwa pemimpin tidak dapat memperoleh kemampuan untuk memimpin. seseorang menjadi pemimpin karena sifat-sifatnya yang dibawa sejak lahir. sifat timbal balik dan pentingnya pertukaran hubungan kerjasama antara para pemimpin dengan bawahan. seorang kepala sekolah dimungkinkan untuk menggunakan pengaruh yang dimilikinya dalam membina. dan dengan cara yang bagaimana para pemimpin menggunakan kewibawaan tersebut kepada bawahan. diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja para guru. Selanjutnya dengan referent dan expert power. tetapi mewarisinya. wawasan masa depan yang luas. (2) Coersive power: bawahan mengerjakan sesuatu agar dapat terhindar dari hukuman yang dimiliki oleh pemimpin. perilaku dan situasional. pembinaan terhadap guru akan lebih mudah dilakukan. 2. (4) Referent power: bawahan melakukan sesuatu karena bawahan merasa kagum terhadap pemimpin.

Pendekatan situasional dalam kepemimpinan mengatakan bahwa kepemimpinan ditentukan tidak oleh sifat kepribadian individu-individu. dan tujuan dari pada pengikutnya . “peranan manajerial“ atau “kategori perilaku“. pemimpin dalam situasi yang satu mungkin tidak sama dengan tipe pemimpin dalam situasi yang lain dimana keadaan dan faktor-faktor sosial berbeda Lebih lanjut Yuki menjelaskan bahwa pendekatan situasional menekankan pada pentingnya faktor-faktor kontekstual seperti sifat pekerjaan yang dilaksanakan oleh unit pimpinan. dan dalam situasi berbeda para pemimpin memperlihatan sifat kepribadian yang berlainan. Peranan pemimpin harus dipertimbangkan dalam hubungan dengan situasi dimana peranan itu dilaksanakan. Perilaku seorang pemimpin digambarkan kedalam istilah “pola aktivitas“. keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dipengaruhi oleh sifat-sifat pribadi. cara membina disiplin kerja bawahan. Pendekatan perilaku menekankan pentingnya perilaku yang dapat diamati yang dilakukan oleh para pemimpin dari sifat pribadi atau sumber kewibawaan yang dimilikinya. melainkan oleh persyaratan situasi sosial. Hal ini sejalan dengan pendapat Yuki yang menyatakan bahwa sifat-sifat pribadi dan keterampilan seseorang pimpinan berperan dalam keberhasilan seorang pemimpin . Sementara Fattah berpandangan bahwa . tetapi membantu pula cara pemimpin yang potensial dengan konsep-konsep yang berguna untuk menilai situasi yang bermacam-macam dan untuk menunjukkan perilaku kepemimpinan yang tepat berdasarkan situasi. dan pandangan yang berpendapat bahwa tiap organisasi adalah unik dan memiliki situasi yang berbeda¬beda sehingga harus dihadapi dengan gaya kepemimpinan tertentu. dan cara mengambil keputusan. cara berkomunikasi. Pendekatan perilaku (the behavior approach) Pendekatan perilaku merupakan pendekatan yang berdasarkan pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh sikap dan gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin dalam kegiatannya sehari-hari dalam hal: bagaimana cara memberi perintah. Jadi. Berdasarkan pendekatan sifat. 3.pemimpin itu mesti menunjukan hubungan tertentu dengan sifat. cara mendorong semangat kerja bawahan. mengemukakan dan mencoba untuk mengukur atau memperkirakan ciri-ciri pribadi ini. membagi tugas dan wewenang. dan membantu pimpinan dengan garis pedoman perilaku yang bermanfaat yang didasarkan kepada kombinasi dari kemungkinan yang bersifat kepribadian dan situasional. 4. Oleh sebab itu pendekatan perilaku itu mempergunakan acuan sifat pri6badi dan kewibawaan. kegiatan. Pendekatan situasional atau pendekatan kontingensi merupakan suatu teori yang berusaha mencari jalan tengah antara pandangan yang mengatakan adanya asas¬asas organisasi dan manajemen yang bersifat universal. Pendekatan situasional bukan hanya merupakan hal yang penting bagi kompleksitas yang bersifat interaktif dan fenomena kepemimpinan. dan karakteristik para pengikut.berbagai macam cara dan berbagai macam tingkatan abstraksi. Kemampuan perilaku secara konsepsional telah berkembang kedalam. Dalam kaitan ini Sutisna menyatakan bahwa “kepemimpinan” adalah hasil dari hubunganhubungan dalam situasi sosial. sifat lingkungan eksternal. cara memberi bimbingan dan pengawasan. Pendekatan situasional (situational approach) Pendekatan situasional menekankan pada ciri-ciri pribadi pemimpin dan situasi. melainkan ditentukan pula oleh keterampilan (skill) pribadi pemimpin.

a) Technical skills. yang mencakup: conceptual skills. watak sosial. serta bakat dan kekurangan dari bawahan. tugas. dengan berbagai cara mempengaruhi orang lain. b) Human skills. prosedur atau teknik -teknik. etika. sikap dan persepsi. Seorang pemimpin harus pula memiliki pengetahuan dan keterampilan profesional. Kualifikasi pribadi yaitu serangkaian sifat atau watak yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin termasuk kepala sekolah. fisik.keefektifan kepemimpinan bergantung pada kecocokan antara pribadi. sikap bawahan. (2) seorang pemimpin atau kepala sekolah harus memahami hubungan kerja antar berbagai unit. sebab keberhasilan sekolah hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan kepala sekolah yang berkualitas. kualifikasi pribadi. dalam hal ini kepala sekolah. serta teknik pengetahuan yang spesifik. fungsi kepemimpinan adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Menurut Tracey. dan kerjasama dengan penuh rasa kebebasan. bertanggung jawab dalam mengambil keputusan bersama dengan kelompok. menciptakan perubahan secara efektif di dalam penampilan kelompok. membantu kelompok dalam menetapkan proses kerja. fungsi-fungsi kepemimpinan yaitu: membantu terciptanya suasana persaudaraan. atau merupakan kecakapan khusus dalam menganalisis hal-hal khusus dan penggunaan fasilitas. human skill dan technical skisl Berikut uraian kemampuan dasar yang dikemukakan oleh Tracey. mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain. dan terakhir bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi organisasi. serta pengetahuan dan keterampilan profesional. Sementara itu Wahjosumidjo mengemukakan fungsi-fungsi kepemimpinan yaitu: membangkitkan kepercayaan dan loyalitas bawahan. yaitu kemampuan seorang pemimpin melihat organisasi sebagai satu keseluruhan. (4) seorang pemimpin harus memiliki satu perasaan rill untuk semangat dan suasana aktivitas diri orang lain dan staf . pendelegasian wewenang. Syarat-syarat Pemimpin Kunci keberhasilan suatu sekolah pada hakikatnya terletak pada efisiensi dan efektivitas penampilan pemimpinnya. (3) seorang pemimpin harus tahu wawasan organisasi dan kebijaksanaan khusus. yaitu: kecakapan spesifik tentang proses. dan kepribadian yang baik. Kepala sekolah yang berkualitas yaitu kepala sekolah yang memiliki kemampuan dasar. sikap. membantu kelompok untuk mengorganisasikan diri yaitu ikut memberikan rangsangan dan bantuan kepada kelompok dalam menetapkan tujuan. Kepala sekolah dituntut memiliki persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. d. Dengan kata lain seorang pemimpin yang diharapkan berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan harus didukung oleh mental. perundang-undangan dan prosedur. keahlian atau kemampuan dasar. kekuasaan. yaitu: kecakapan pemimpin untuk bekerja secara efektif sebagai anggota kelompok dan untuk menciptakan usaha kerjasama di lingkungan kelompok yang dipimpinnya. sehingga secara sadar orang lain tersebut mau melakukan apa yang dikehendaki. yaitu sekelompok kemampuan yang harus dimiliki oleh tingkat pemimpin apapun.. Pengetahuan profesional meliputi: (1) pengetahuan terhadap tugas. dimana seorang pemimpin atau kepala sekolah harus mampu secara menyeluruh mengetahui banyak tentang lingkungan organisasi atau sekolah dimana organisasi atau sekolah tersebut berada.Masih menurut Ardi. Fungsi Kepemimpinan Menurut Ardi. emosi. peralatan. c) Conceptual skills. dan menggerakkan orang lain. e.

Wahjosumidjo mengemukakan empat pola perilaku kepemimpinan yang lazim disebut gaya kepemimpinan yaitu perilaku instruktif. Sebagai seorang pemimpin. (5) seorang pemimpin harus mengetahui layout secara fisik bangunan. tidak mudah diombang ambing oleh suasana yang berganti. rumah tangga. (2) mempunyai emosi yang stabil.watak dan kebiasaan sendiri yang khas. Dalam hal ini usaha menselaraskan persepsi diantara orang yang akan mempengaruhi perilaku dengan yang akan dipengaruhi menjadi amat penting kedudukannya. mencatat dan menguraikan tugas pekerjaan. bertanggung jawab atas tercapainya tujuan. Dengan demikian agar tujuan sekolah dapat tercapai. . peran. Cara ini mencerminkan sikap dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya. umpamanya tahapan bila dan kepada siapa tanggung jawab dan wewenang akan diserahkan. sehingga dengan tingkah laku dan gayanya sendiri yang membedakan dirinya dengan orang lain. kebiasaan. kondisi operasional. Gaya atau tipe hidupnya ini pasti akan mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinannya. dan (8) mampu menjadi pemimpin yang baik dan komunikator yang efektif. serta kontrol yang dipakai oleh manajemen tingkat yang lebih tinggi. Menurut Purwanto. (3) mampu mengembangkan sylabus rangkaian mata pelajaran dan program-program pengajaran. dan organisasi. maka kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya memerlukan suatu gaya dalam memimpin. Selanjutnya dikemukakan bahwa gaya kepemimpinan dapat pula diartikan sebagai norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat. kepala sekolah mempunyai sifat. (7) mengetahui kejadian di luar sekolah yang berhubungan dengan paket dan pelayanan pendidikan. (3) mempunyai keahlian dalam menghadapi manusia serta bisa membuat bawahan menjadi senang dan merasa puas. dan merupakan gambaran gaya kepemimpinannya. meliputi: (1) mampu berfungsi sebagai seorang pendidik. Gaya Kepemimpinan Seorang pemimpin dapat melakukan berbagai cara dalam kegiatan mempengaruhi atau memberi motivasi orang lain atau bawahan agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah terhadap pencapaian tujuan organisasi. kelengkapan. gaya kepemimpinan adalah suatu cara atau teknik seseorang dalam menjalankan suatu kepemimpinan. f. Suradinata menyatakan bahwa: Pemimpin suatu organisasi yang sukses harus memiliki beberapa syarat yaitu: (1) mempunyai kecerdasan yang lebih. Kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tugas untuk memimpin sekolah. (2) mampu menampilkan analisis tinggi untuk mengumpulkan. fasilitas. untuk memikirkan dan memecahkan setiap persoalan yang timbul dengan tepat dan bijaksana. (4) mampu menjadi mahkota dari berbagai macam teknik mengajar. dan dapat memisahkan persoalan pribadi. yang dikenal dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Sedangkan keterampilan profesional. Berkaitan dengan uraian di atas. dan materi pelajaran. (6) mampu mengadakan supervisi dan evaluasi pengajaran. dan delegatif.yang harus dihadapi. konsultatif. Kepala sekolah dalam melakukan tugas kepemimpinannya mempunyai karakteristik dan gaya kepemimpinan untuk mencapai tujuan yang diharapkannya. (4) mempunyai keahlian untuk mengorganisir dan menggerakkan bawahannya dengan kebijaksanaan dalam mewujudkan tujuan organisasi. (5) mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian dalam pendidikan dan mempergunakan temuan riset. dan mutu pendidikan di sekolah. temperamen. dan (6) seorang pemimpin harus mengetahui pelayanan yang tersedia untuk dirinya dan bawahan. dan (5) kondisi fisik yang sehat dan kuat . partisipatif. berbagai macam keganjilan dan problema yang biasa terjadi.

tugas sesuai dengan keputusan sendiri. Fungsi dari kepemimpinan secara garis besar yaitu mempengaruhi dan menggerakkan orang lain dalam suatu organisasi agar mau melakukan apa yang dikehendaki seorang pemimpin guna tercapainya tujuan. yaitu: (1) pendekatan pengaruh kewibawaan. (3) pendekatan perilaku. dan disebutkan pula sebagai model normative tentang kepemimpinan. dan (4) pendekatan situasional. kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan antara pimpinan dan bawahan seimbang. Pada hakikatnya. (4) perilaku delegatif. Sementara itu empat pola perilaku kepemimpinan yang lazim disebut gaya kepemimpinan meliputi perilaku instruktif.Masih menurut Wahjosumidjo. telah diharapkan komunikasi dua arah dan memberikan supportif terhadap bawahan. perilaku kepemimpinan tersebut masing-¬masing memiliki ciriciri pokok. Ada tiga perangkat parameter yang penting. yaitu : a. human skil. Terdapat empat macam pendekatan studi kepemimpinan. Teori ini dikembangkan oleh Vroom dan Yetton dalam Munandar. (3) perilaku partisipatif. karena mengarah ke pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu. menentukan anggaran belanja sekolah. Model mereka dinamakan normative. menyusun administrasi dan program sekolah. maka seorang kepala sekolah dituntut untuk dapat memberi keteladanan dalam pelaksanaan tugas. g. Menyarankan gaya-gaya kepemimpinan mana yang dianggap layak untuk setiap situasi. Dengan terpenuhinya syarat sebagai seorang pemimpin. (2) pendekatan sifat. pimpinan membatasi peranan bawahan. dan delegatif. 2. konsultatif. pemimpin mau mendengar keluhan dan perasaan bawahan tentang pengambilan keputusan. keikutsertaan bawahan dalam pemecahan dan pengambilan keputusan makin bertambah. dan conceptual skill. bawahan diberi hak untuk menentukan langkah-langkah bagaimana keputusan dilaksanakan. serta pengetahuan dan keterampilan profesional. dan bawahan diberi wewenang untuk menyelesaikan tugas. Gaya kepemimpinan yang tepat ditentukan oleh corak persoalan yang dihadapi oleh macam keputusan yang harus diambil. dan pembagian pelaksanaan tugas. pemimpin masih memberikan instruksi yang cukup besar serta menentukan keputusan. komunikasi satu arah. bantuan terhadap bawahan ditingkatkan tetapi pelaksanaan keputusan tetap pada pemimpin. pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. komunikasi dua arah makin meningkat. pemimpin makin mendengarkan secara intensif terhadap bawahannya. pemimpin mendiskusikan masalah yang dihadapi dengan bawahan dan selanjutnya mendelegasikan pengambilan keputusan seluruhnya kepada bawahan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan kemampuan dari seorang kepala sekolah dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahan dalam suatu organisasi atau lembaga sekolah guna tercapainya tujuan sekolah. Klasifikasi gaya kepemimpinan . (2) perilaku konsultatif. pemecahan masalah dan pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab pemimpin. model ini dapat digunakan sebagai alat : 1. Sedangkan syarat seorang pemimpin yaitu harus memiliki kemampuan dasar berupa technical skills. yaitu: (1) perilaku instruktif. Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan Teori kepemimpinan yang akan dibahas ini merupakan salah satu teori yang termasuk teori contingency. Membantu mengenali berbagai jenis situasi pemecahan persoalan secara berkelompok (group problem-solving situations ). dan partisipatif. pelaksanaan pekerjaan diawasi dengan ketat.

sebelum membuat keputusan final. dengan indikator: pembinaan terhadap bawahan. . Kriteria efektitas keputusan c. Berdasarkan eksplorasi yang cukup komprehensif dari beberapa teori tersebut di atas. gaya pengambilan keputusan pemimpin dapat dikelompokan. tetapi belum yakin akan dirinya. Gaya Delegatif. Dalam situasi ini strategi yang terbaik adalah memperoleh masukan mereka. Dengan cara ini ada dua keuntungan atau hasil yang segera didapat. digunakan terhadap pengikut yang memiliki tingkat kesiapan yang memilki pengalaman dan informasi yang diperlukan untuk keputusan atau rekomendasi yang layak . menentukan anggaran belanja sekolah. konsultatif. menyusun administrasi dan program sekolah. (2) dimensi Sifat dan keterampilan kepala sekolah. diterapkan pada situasi ketika manajer memiliki pengalaman dan informasi untuk menghasilka konklusi. sementara pengikut tidak memiliki kemampuan. rutinitas kerja kepala sekolah. Variabel Kepemimpinan kepala sekolah memiliki tiga dimensi yang terdiri dari dimensi (1) Kewibawaan kepala sekolah. Gaya ini merupakan cara yang sempurna manakala berhadapan dengan pengikut yang mampu. h. Gaya Pengambilan Keputusan Menurut Hasibuan. dengan indikator: instruktif.delegatif. merupakan upaya kooperatif yaitu manajer dan pengikut bekerjasama mencapai keputusan bersama. 2. Gaya Otoratif. Gaya Konsultatif.b. Gaya ini mengisyaratkan perilaku direktif dan pada situasi ketika hanya pemimpin yang memiliki informasi atau keahlian. Dalam hal ini. Kriteria mengemukakan jenis situasi pemecahan persoalan. Gaya Fasilitatif. 4. dan (3) dimensi Perilaku kepala sekolah. pembagian pelaksanaan tugas. kesediaan. memberdayakan SDM. dengan indikator: keteladanan dalam pelaksanaan tugas. maka dapat dikonklusikan pengertian tentang kepemimpinan kepala sekolah yang disintesiskan sebagai berikut: kepemimpinan kepala sekolah adalah kemampuan dari seorang kepala sekolah dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahan dalam suatu organisasi atau lembaga sekolah guna tercapainya tujuan sekolah. partisipatif. yakni : 1. yaitu kerja sama berbagi pengetahuan sehingga meningkatkan keakuratan keputusan dan pemimpin memberi motivasi dan membantu pengikut mengidentifikasi tujuan kelompok secara lebih jelas. dan keyakinan untuk memecahkan masalah. Jadi. manajer harus membuat keputusan tanpa bantuan pengikut. pemimpin secara efektif memiliki komitmen terhadap diri sendiri untuk berbagi dalam proses pengambil keputusan. adalah strategi yang tepat apabila manajer mengenali bahwa pengikut juga mempunyai beberapa pengalaman atau pengetahuan tentang masalah dan bersedia memecahkan masalah meskipun belum mampu. 3.

2. Definisi Kepemimpinan Ada banyak definisi mengenai kepemimpinan. beberapa diantaranya: 1. Kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas untuk mempengaruhi serta menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan (George Terry). seperti: George R. 4. Menurut sumber dari seorang ahli yang mendefinisikan kepemimpinan. Hal ini merupakan bukti bahwa pemimpin boleh jadi manajer yang lemah apabila perencanaannya jelek yang menyebabkan kelompok berjalan ke arah yang salah. yang mengatakan bahwa:“Leadership is the relationship in which one person or the leader. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan kelompok (Stogdill). tetapi peran utama kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.PENDAHULUAN Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen yaitu merencanakan dan mengorganisasi. 3. Ngalim Purwanto berpendapat bahwa Kepemimpinan adalah tindakan/perbuatan di antara perseorangan dan kelompok yang menyebabkan baik orang seorang maupun kelompok maju ke arah tujuan-tujuan tertentu. influence other to work together willingly on related task to attain that which the leader desires” . Akibatnya walaupun dapat menggerakkan tim kerja. Kepemimpinan telah digambarkan sebagai penyelesaian pekerjaan melalui orang atau kelompok dan kinerja manajer akan tergantung pada kemampuannya sebagai manajer. Hal ini berarti mampu mempengaruhi terhadap orang atau kelompok untuk mencapai hasil yang diinginkan dan ditetapkan bersama a. Drs. namun mereka tidak berjalan kearah pencapaian tujuan organisasi. Kepemimpinan berkaitan dengan proses yang mempengaruhi orang sehingga mereka mencapai sasaran dalam keadaan tertentu. Terry (1977 : 410 – 411).

Untuk dapat menggerakkan beberapa orang pelaksana. Andrew Sikula (1992 : 117). Kepemimpinan adalah kemampuan seni mempengaruhi tingkah laku manusia dan kemampuan untuk membimbing beberapa orang untuk mengkordinasikan dan mengarahkan dengan maksud dan tujuan tertentu. Tugas adalah kewajiban untuk melaksanakan dan wewenang adalah hak untuk bertindak. rohaniah. yang mengatakan bahwa:“Leadership in an administration process that involves directing the affairs and actions of others”. karena dapat mengakibatkan sasaran yang telah ada ditetapkan perusahaan sulit untuk dicapai. Sakyasanmata. pradaya yaitu selalu bertindak bijaksana. seorang pemimpin harus memiliki kelebihan dibandingkan orang yang dipimpinnya misalnya kelebihan dalam menggunakan pikirannya. apabila pemimpin tidak dapat menjalankan dan mengkoordinir semua sumber daya yang ada di perusahaan maka akan menimbulkan masalah besar.. dan badaniah. atma sampat yaitu bermoral dan berbudi pekerti yang luhur. yaitu selalu bertindak teliti dan cermat Sebagaimana telah diuraikan pada terdahulu. seorang pemimpin suatu organisasi difasilitasi dengan apa yang disebut dengan tugas dan wewenang. . Kepengikutan timbul karena pemimpin mempunyai abhiga mika yaitu dapat menarik simpati dari orang lain.5.. Agar dapat menggunakan kelebihanya tersebut. bahwa kepemimpinan merupakan salah satu kunci utama yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan efektivitas kerja dalam organisasi perusahaan. Wewenang seorang pemimpin adalah hak untuk menggerakkan orang atau bawahannya supaya suka mengikutinya atau menjalankan tugas yang diperintah kepadanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful