BAB I HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar ? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan “ritual-ritual” belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tak dapat dibedakan dengan kegiatankegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

1

1. PENGERTIAN BELAJAR 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari – hari Dalam pengertian yang umum atau populer, belajar adalah

mengurupulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Belajar dalam pengertian mengurupulkan sejumlah pengetahuan

demikian, tampaknya masih diikuti juga sampai sekarang. Orang baru dikatakan belajar manakala sedang membaca bacaan, membaca sejumlah tugas mata kuliah atau mata pelajaran, membaca buku pelajaran. Seorang murid yang sedang mengerjakan tugas-tugas matematika biasa disebut sedang belajar. Orang yang sedang menimba pengetahuan pada bangku sekolah lazim juga dikenal sebagai pelajar. Bahkan orang yang banyak menguasai ilmu pengetahuan lazim dikenal dengan kaum terpelajar. Singkat perkataan, belajar dalam pengertian umum atua populer adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai sejumlah pengetahuan. Pengetahuan belajar demikian, secara konseptual tampakanya sudah mulai ditinggalkan orang, meskipun secara praktikal masih banyak yang menganut. Ini karena berkembang pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini. Guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang “belajar”. Sering kai pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dna memperluas pandangan kita tentang mengajar.

2

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakukan melalui pengalaman. (leaming is defined as the modifkation or strengthening of behavior through experincing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan dengan perumusan diatas, ada pula tafsisan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengeritan ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good leaming situation consist of a rkh and baried series of leaming experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rkh, varried and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari belajar. b. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c. Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintangan-rintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan. d. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.

3

Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar. maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat. maka berbarengan dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajar. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. Bertolak dari kenyataan itu. g. i. Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan. j.e. h. maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar. baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelajari. Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain. Teori-teori belajar dari psikologi kognitif Teori-teori belajar dari psikologi humanistik. masing-masing yaitu : Teori-teori belajar dari psikologi behavioristik. Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu. dari periode ke periode berikutnya. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. f. bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar. 4 . Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenamya. Di dalam masa perkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini muncullah secara beruntun aliran psikologi pendidikan masing-masing yaitu : Psikologi behavioristik Psikologi kognitif Psikologi humanistik Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun. Justru dapat dikatakan.

Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sbagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berada mengenai apa belajar itu. Dalam pandangan psikologis, setidak-tidaknya ada empat pandangan mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik. Menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dengan demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik. Pandangan humanistik ini merupakan anti tesa pandangan behavioristik. Dalam pandangan demikian, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam belajar demikian siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Peranan guru dalam mengajar dan belajar demikian relatif rendah, sementara kedaulatan guru relatif rendah. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif. Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi. Berdasarkan diagram sebagaimana pada diagram 1.1. diketahui, bahwa dalam pandangan psikologi behavioristik, tanggung jawab siswa dalam belajar rendah, sedangkan tanggung jawab guru dalam mengajar tinggi. Sebaliknya, dalam pandangan psikologi humanisti, tanggung jawab guru rendah sedangkan tanggung jawab siswa tinggi. Sementara itu, dalam pandangan psikologi kognitif, tanggung jawab guru dan siswa sama-sama sedang.

5

Selain ketiga pandangan tersebut, ada pandangan keempat dari psikologi gestalt. Menurut pandangan psikologi gestalt, belajar adalah usaha yang bersifat totalitas dari individu, oleh karena totalitas lebih bermakna dibandingkan dengan sebagian-sebagian.

1.2.

Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya

aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisme science maka timbullah aliran baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah sekunder, padahal sebenamya justru menjadi titik pangkal bertolak. Natural science melihat semua realita sebagai gerakan-gerakan (movemant), dan pandangan ini mempengaruji timbulnya behaviorisme. Metode instrospeksi sesungguhnya tidak tepat, sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. Karena itu harus dkarai metode yang objektif dan ilmiah. Dari eksperimen menunjukkan bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif. Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan

pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.

6

Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus respons ini akan menimbulkan

kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakakn oleh para psikolog behavioristik. Mereka ini sering disebut “ Contemporary Behaviorists” atau jg disebut “S-R Psychologists”. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-rekasi behavioral dengan stimulasinya. Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tingkah laku tersebut.

Teori-teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. Oleh karena itu, teori ini juga dikenal dengan teori conditioning. Tokoh-tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain adalah : Pavlov, Watson, Gutrie dan Skinner. Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahimya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thondike, Pavlov, Wabon, dan Ghuyhrie. Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar. 7

Dalam hal itu. Praktek perlu disertai dengan “reward”.Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat di dominasi oleh pengaruh Thondike (1874-1949). dan 4. Dari penelitiannya itu Thondike menemukan hukum – hukum : (1) “law of readiness”. Teori ini sering disebut “trial dan error leaming” individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial and error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu. bilamana terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan dibarengi dengan “state of affairs” yang memuaskan. maka kekuatan hubungan menjadi berkurang. maka reaksi menjadi memuaskan (2) “law of exercise”. Teori belajar Thondike disebut “connectionism”. 8 . objek mencoba berbagai cara beraksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu rekasi dengan stimulasinya. makin banyak dipraktekkan atau digunakannya hubungan stimulus respon. Ada eliminasi respon-respon yang gagal / salah . Bilamana hubungan dibarengi “state of affairs” yang mengganggu. Ciriciri belajar dengan “trial and error” yaitu : 1. maka hubungan itu menjadi lebih kuat. jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu. Ada kemajuan rekasi-reaksi mencapai tujuan. (3) “law of effect” . tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu. karena belajar merupakan proses pembentukan koneksikoneksi antara stimulus dan respons. Ada motif pendorong aktivitas 2. Ada berbagai respon terhadap situasi 3. Thondike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing. makin kuat hubungan itu.

anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. Mula-mula teori conditioning ini dikembangnkan oleh Pavlov (1972). Karena itu. Teori kondisioning Pavlov tersebut dapat dimodelkan sebagai berikut : Bel / lampu + makan → air liur (berulang-ulang) Bel / lampu → air liur Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson (1970) adalah orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar 9 . lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. Selanjutnya. Ia melakukan percobaan terhadap anjing.Sementara Thondike mengadakan penelitiannya. Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur. ketika perangsang bersyarat (bel. air liur tersebut juga keluar. teori Pavlov ini dikenal teori classkal conditioning. anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. di Rusia Ivan Pavlov (1849-1936) juga menghasilkan teori belajar yang disebut “classkal conditioning” atau “stimulus substitution”. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebutu sebagai perangsangan yang bersyarat. Dalam percobaan ini. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan. sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat. maka dapat berfungsi sebagai conditioned. Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut. anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. dapat juga berlaku pada manusia. Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons. Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing. Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel.

jika anda mengerjakan sesuatu dalam situasi tertentu. Menurut gutrie. apabila kombinasi stimulus itu muncul kembali. setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. Watson berpendapat. Rasa takut dapat timbul tanpa dipelajari dengan proses ekstinksi. manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi-reaksi emosional berupa takut. Dalam situasi tertentu. bahwa belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respons-respons bersyarat melalui stimulus pengganti. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. Gutrie berpendapat. 10 .berdasarkan hasil penelitian Pavlov. Ia mengemukakan prinsip belajar yang disebut “the law of association” yang berbunyi : suatu kombinasi stimulus yang telah menyertai suatu gerakan. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah : tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik. Menurut Watson. cenderung akan menimbulkan gerakan itu. Salah satu percobaannya adalah terhadap anak umur 11 bulan dengan seekor tikus putih. Menurut Gutrie.R. bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. cinta dan marah. Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajr ataukah tidak ? Teori belajar kondisioning ini kemudian dikembangkan oleh Gutrie (1935-1942). E. Dengan kata lain. Inilah yang disebut dengan asosiasi. belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. dengan mengulang stimulus bersyarat tanpa di barengi stimulus tak bersyarat. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubungan-hubungan stimulus-respon baru melalui “conditioning”. maka nantinya dalam situasi yang sama anda akan mengerjakan hal serupa lagi.

teori Skinner ini dikenal dengan operant conditioning. Skinner berpendapat. dapat benar dan dapat juga salah. Operants : respon yang terjadi karena situasi random 11 . Oleh karena itu. Metode membosankan. Selanjutnya. sebutlah misalkan saja boneka. bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. ia akan berhenti merokok dengan sendirinya. maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar. Jika anak bosan belajar. Skinner mengembangkan teori kondisioning dengan menggunakan tikus sebagai kelinci percobaan. lambat laun anak tersebut tidak jijik lagi kepada boneka. maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka. dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan. Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang. ialah respon yang timbul dari stimulus tertentu dan operant (instrumental) respons yang timbul dan berkembang karena diikuti oleh perangsang tertentu. Ia disuruh merokok terus sampai bosan . Metode mengubah lingkungan. Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. Misalnya saja. Dari hasil percobaannya Skinner membedakan respon menjadi dua. Seperti halnya Thondike. Metode respon bertentangan. yakni : (1). Skinner menganggap “reward” atau “reinforcement” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. jika anak jijik terhadap sesuatu. Responsents : respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov (2). b. yaitu : a. Asosiasi tersebut. Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini. c. Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar. dan setelah bosan.banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon.

Reinforcement tikdak diperlakukan karena stimulusnya menimbulkan respon yang diinginkan. lampu. digunakan pula suatu “reinforcemen stimulus. or reinforcing 12 . Operant conditioning. yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respon (4) Hukuman : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan misalnya : “Contradktion or reprimand”.Perbedaan penting antara Pavlov’s classkal conditioning dan Skinner’s operant conditioning ialah dalam classkal conditioning. Disamping itu. Dalam pengajaran. operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimulus. suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung. Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing adalah pelasant stimulus). Jenis-jenis stimulus : (1) Jenis-jenis stimulus (2) Positive reinforcement : Penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon (3) Negative rinforcement : Pembatasan stimulus yang tidak menyenangkan. Guru berperan penting di dlaam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar. akibat-akibat suatu tingkah laku itu. digunakan suatu “diskriminative stimulus” (tanda untuk memperkuat respons) misalnya tombol. (5) Primary rinforcement : stimulus pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (6) Modifikasi tingkah laku guru : Perlakuan guru terhadap murid-murid berdasarkan minat dan kesenangan mereka. pemindah makanan. berupa makanan”. Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimulus guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior.

belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error). “Fixed interval schedule”. ialah proses pembentukan tingkah laku yang makin mendekati tingkah laku yang diharapkan. Penguatan positif dan negatif b.Jadwal reinforcement menguraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat ? Ada empat cara penjadwalan reinforcement : 1. Pendekatan suksesif. pemberian renforcement menurut respon betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon. 2. c. e. ialah proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat tepat hingga respon pun sesuai dengan yang diisyaratkan. yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respon setelah terjadi jumlah tertentu dari respon. Menurut Menurut thondike. Extention. yang didasarkan atas satuan waktu tetapi diantara “reinforcement” 4. Shopping. Jadwal penguatan ialah variasi pemberian peguatan : rasio tetap dan bervariasi. yang didasarkan penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah rata-rata respon 3. “variable interval schedule”. “Fixed-ratio schedule”. interval tetap dan bervariasi. d. g.mencoba-coba ini dilakukan. Dalam mencoba-coba ini 13 . Chaining of respons. “Variable ratio schedule”. Paling tidak tidak. ialah proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu. yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran. ialah respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain f. ada enam konsep operant conditioning ini yaitu : a.

Sebaliknya. Beberapa hukum belajr yang ditemukan oleh Thoendike adalah sebagai berikut : a.seseorang mungkin akan menemukan respoons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. Implikasi dari hukum ini adalah. jika ia siap melakukan sesuatu. bahwa motivasi sangat penting dalam belajar. hubungannya dengan stimulus semakin lemah. Dengan perkataan 14 . Respons-respons yang dirasakan tidak bersesuaian dengan motivenya dihilangkan d. dan ia melakukannya. maka tingkatan penguatannya kian besar. Manakala hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan kepuasan. Implikasi hukum ini adalah baha belajar dimulai dari tingkatan yang mudah berangsur-angsur menuju yang sukat. Jika seseorang mengulang-ulang respons terhadap suatu stimulus. Hukum latihan (low of exercise). maka tingkatan penguatannya kian lemah. maka akan memperkuat hubungan antara respon dan stimulus. Hukum kesiapan (law of readiness). Berangkat dari yang sederhana berangsur-angsur menuju ke yang kompelks. maka ia puas. menjadikan seseorang belajar berulang-ulang. Adanya motivatie pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu b. Sebab pemuas yang antara lain berupa terpemenuhinya motif-motif seseorang. maka ia tidakpuas. c. Sebaliknya jika hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan ketidak puasan. 0hukum akibat (law of effect). tetapi tidak melakukannya. b. Sebaliknya jika respons tersebut tidak digunakan. Karakteristik belajar trial dan error adalah sebagai berikut : a. c. Tetapi lemah dan kuatnya hubungan antara respons dan stimulus tersebut tergantung kepada memuaskan tidaknya respons yang diberikan. Akhirnya seseorang mendapatkan jenis respon yang paling tepat. Seseorang berusaha melakukan berbagai macam respons dalam rangka memenuhi motive-motivenya. Jika seseorang siap melakukan sesuatu.

b. yaitu : a. Hukum ini membawa implikasi kebenaran bagi diadakannya eksperimentasi dalam belajar. berbagai ragam respon ia lakukan. baik itu berupa pengalaman. yaitu tindakan mengenal atau mengemukakan 15 . Menurut pendapat mereka. turut menentukan tercapainya tujuan yang ingin dicapai. apa yang ada pada diri seseorang. Orang cenderung memberikan respon yang sama terhadap situasi yang sama. tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi. Pada saat seseorang berhadapan dengan sebuah situasi yang bagi dia termasuk baru. Manakala suatu respon cocok dengan situasinya relatif mudah untuk dipelajari (concept belongingness). Selain mengemukakan tiga hukum belajar. hukum akibat ini punya keyakinan bahwa orang punya kecenderungan mengulang respon yang memuaskan dengan menghindari respon yang tidak memuaskan. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuanpenemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon-reinforcement. ialah menghubungkan respon yang ia kuasai dengan situasi tertentu tatkala menyadari bahwa respon yang ia kuasai dengan situasi tersebut mempunyai hubungan. Orang cenderung mengadakan assosiative shiffing.3. Tondike prinsip-prinsip belajar. c. bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement. Pada diri seseorang sebenamya terdapat potensi untuk mengadakan seleksi terhadap unsur-unsur penting dari yang kurang atau penting hingga akhirnya dapat menentukan respon yang tepat. f. kepercayaan.lain. e. 1. Mereka berpendapat. d. sikap dan hal-hal lain yang telah ada pada dirinya. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif. Respon tersebut ada kalanya berbeda-beda sampai yang bersangkutan memperoleh respon yang benar.

Menurut psikologi kognitif. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. mencari informasi. Menurut teori ini suatu informasi yang berasal dari lingkungan pembelajar. belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. Menurut teori ini. Reseptor-sreseptor tersebut memberikan simbol-simbol informasi yang ia terima. memecahkan masalah. penyimpanan (baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang). Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. Keseluruhan adalah lebih dari bagian-bagiannya. informasi-informasi yang diterima oleh registor penginderaan telah mengalami transformasi.memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. Mempraktekkan. bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada dalam suatu situasi. mencermati lingkungan. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. pada awalnya diterima oleh reseptor. mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan. sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan. kemudian dikeluarkan kembalii oleh pembelajar. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. Dengan demikian. dan setelah membentuk pengertian. dan kemudian diteruskan ke registor penginderaan yang terdapat pada saraf pusat. penyimpanan / pengkodean / penyadian terhadap informasi-informasi yang tersimpan. 16 . Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri dimulai dengan pengatan (penginderaan) atas informasi yang berada dalam lingkungan manusia. Jadi kaun kognitif berpandangan. belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan.

Teori kognitif berpijak pada tiga hal yaitu : (1) Perantara sentral (central intermediaries) (2) Proses-proses pusat otak (central brain).menurut psikologi belajr kognitif. misalnya ingatan atau ekpektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. informasi mengalir langsung dari memori jangka panjang kegenerator respon selama pemanggilan. Dalam pikiran yang sadar. informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek. sedangkan selebihnya hilang dari sistem. waktunya juga pendek. diteruskan ke memori jangka panjang. manakala menurut psikolog behavioristik reinforcemen berfungsi sebagai pemerkuat respon atau tingkah laku. Informasi dalam memori jangka pendek dapat ditranspormasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya. Proses pereduksian seperti ini dikenal juga dengan persepsi selektif. informasi-informasi baru terintegrasi dengan informasi-informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori jangka panjang bertahan lama. berfungsi sebagai sumber umpan balik. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati) 17 . Pengeluaran kembali atas informasi-informasi yang terseimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan pemanggilan. Kapasitas memori jangka pendek ini amat terbatas. Sementara untuk respon otomatis. meskipun alasan yang dikemukakan berbeda dengan psikologi behavioristik. megurangi keragu-raguan hingga mengarah kepada pengertian. Sebab. dan disiapkan untuk dipergunakan di kemudian hari. reinforcemen sangat penting juga dalam belajar. dan kemudian kegenerator respon. sebagian diantaranya diteruskan ke memori jangka pendek. Sementara memori jangka pendek lazim juga dikenal dengan memori kerja dan kesadaran. Saat transpormasi. Informasi-informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini. maka menurut psikolog kognitif.Informasi yang masuk ke dalam syaraf pusat tersdebut kemudian disimpan dalam waktu pendek.

Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pemgetian mengenai hubungan-hubungan yang essensial. Siswa menerima atau menolak sesuatu 18 .(3) Pertanyaan tentang apa yang dipelajari ? Jawabannya adalah struktur kognitif. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. dibandingkan dengan rte leaming atau belajar dengan formula. Susunanya dari yang sederhana ke yang kompleks. (2) Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. (4) Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajr. teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). Berbeda dengan teori stimulus respon. Masalah bagian keseluruhan adalah masalah organisasi dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. Perferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem. (4) Pemahaman dalam pemecahan masalah. dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. variabel tingkah laku non habitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. Prinsip-prinsip belajar teori kognitif : (1) Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. bahwa yang dipelajari adalah fakta. kita mengetahui dimana adanya. Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif. Suatu masalah belajar yang trstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa. (3) Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. yang mengetahui altemate routes illustratis cognitive structure .

Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin Bertolak dari penemuan Gestalt Psychology. tekanan kejiwaan. yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi intemal individu. baik dalam diri individu seperti tujuan. (5) Penetapan tujuan (goal setting) penting sebagai motivasi belajar. kebutuhan. Berfikir defergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseoranbg yang orisinil agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial. bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan-kekuatan. Lewin memandang masing-mading individu berada di dalam suatu medan kekuatan. satu dari struktur medan kognisi itu sendiri. serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. (6) Berfikir defergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau terciptanya produk yang berilai dan menyenagkan.berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory. Lewin berpendapat. maupun dari luar diri individu seperti sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. misalnya : orang-orang yang ia jumpai. Perubahan struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang. 19 . objek materiil yang ia hadapi. Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar cognitive field dengan menaruh perhatian kepadakepribadian dan psikologi sosial. Berbeda dengan berfikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban-jawaban yang benar secara logika. Medan kekuatan psikologis dimana individu bereaksi disebut life space. Lewin memberikan peranan yang lehih penting pada motivasi dari reward. yang bersifat psikologis. Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi.

yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. Struktur. Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian / adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan. Scheme berhubungan dengan : Refleks-refleks pembawaan. melainkan kualitatif. Piage memakai istilah scheme secara interchageably. misalnya scheme of classifkation. minum Scheme mental. Piaget adalah seorang psikolog developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajr individu. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif. Menurut Piaget. Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuankemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. intelegensiitu sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu : a. Apabila ahli biologi menekankan penjelasan tentang pertumbuhan struktur memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungna.Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget Dalam teorinya Piaget memandang bahwa proses berfikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. b. 20 . misalnya bemafas. Dia adalah salah seorang psikolog suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berfikir. scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati). disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas. scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap). Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulangulang. makan. Isi disebut juga content. Menurut Piaget. maka Piaget tekanan penyelidikannya lain.

dan function. Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium. Adaptasi. individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi. Situasi atau area itulah yang akan mempermudahpertumbuhan kognitif. fungsi itu sendiri terdiri dari dua macam fungsi invarian. yaitu organisasi dan adaptasi. masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus 21 . Dengan penjelasan seperti di atas dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan individu. + Asimilasi : Proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk menghadapi masalah dalam lingkungannya. berupa kecakapan seseorang / organisme dalam menyusun proses-proses fisik dan psikis dalam bentu sistem-sistem yang koheren. Adaptasiini terdiri dari dua macam proses komplementer yaitu asimilasi dan akomodasi. Dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasi. Organisasi. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan intelektual anak mengandung tiga aspek. Pengaplikasian di dlaam belajar. Struktur dan kontent intelektualnya berubah / berkembang. content. yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. disebut juga fungcion. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equlibrium-equilibrium. + Akomodasi : Proses perubahanrespon individu terhadap stimuli lingkungannya. yaitu adaptasi individu terhadap lingkungannya. karena ia tak dapat belajar dari apa yang telah diketahuinya saja. Fungsi dan adaptasi akan tersusun sehingga melahirkan suatu rangkaian perkembangan.c. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. perkembangan kognitif bergantung kepada komodasi. Ia tak dapat menggantngkan diri pada asimilasi. Fungsi. Anak yang sedang mengalami perkembangan. yaitu structure. Fungsi dan adaptasi akan mtersusun sehingga berubah / berkembang.

yaitu : 1.0 2.0 – 11. 2. Maka Piaget mengartikan inteligensi adalah sejumlah struktur piskologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus. tingkat preoperasinal 3. Baru pada menjelang akhir tahun ke-2 anak telah mulai mengenal simbol / nama. tingkat operasi formal Penjelasan : 1. transmisi sosial 4. state vs transformation. pengalaman fisik / lingkungan 3.0 Tiap anak berbeda . anak belum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. Tahap-tahap Perkembangan Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak. concreteness 2. centering. Dalam hubungan ini Philips (1969) membagi atas : 1. interversibility 3.yang menentukan kecakapan pikir anak. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. equilibrium atau self regulation Selanjutnya ia membagi tingkat-tingkat perkembangan 1. tingkat operasi konkret 4. Bayi lahir dengan refleks bawaan.0 – 2. tingkat preoperasional anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya. tetapi masih terbatas pada halhal yang dapat ia jumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan inderanya. dan 22 2. (ini tampak adanya egocentisme) 4.0 – 7.0 7. Tingkat sensori motoris 0.0 11. Kematangan 2. Pada masa kanakkanak ini.

Flavell (1963) memberikan ciri-ciri sebagai berikut : a. Tetapi kaang-kadang ia berhadapan dengan proporsi yang bertentangan dengan fakta. c. Tingkat operasi formal Anak telah mempunyai pemikiran abstrak pada bentuk-bentuk kompleks. Ia telah dapat membuat hipotesis-hipotesis dari suatu problema dan membuat keputusan terhadap problema itu secara tepat. Pada pemikiran anak remaja adalah hypothetko-deductive. Jerome bruner dengan Discovely Leaming-nya Yang menjadi dasar ide J. b. transductive reasoning 1. Periode propositional thinking Remaja telah dapat meberikan statemen atu proposisi berdasarkan pada data yang konkret. Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajr di kelas. tetapi anak kecil belum dapat menyimpulkan apakah hipotesisnya ditolak atau diterima.5. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery 23 . Kecakapan kognitif anak : (1) Combinativy classifkation (2) Reversibility (3) Associativity (4) Identity (5) Serializing Anak mulai kurang egocentrisme-nya dan lebih sociocentris (anak mulai membentuk peer group) 2. Periode combinatorial thinking Bila remaja itu mempertimbangkan tentang pemecahan problem ia telah dapat memisahkan faktor-faktor yang menyangkut dirinya dan mengkombinasi faktor-faktor itu. tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. tingkat operasi konkret anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematis.

Demikian juga dalam penyesuaian kurikulum. Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. Pemyataan lain dan process of education ialah tentang bagaimana mata pelajaran itu harus diajarkan. atau 24 . Ahli sekolah / pengajaran dan pendidik tentang pengajaran science. Maka di dalam mengajar harus dapat diberikan kepada murid struktur dari mata pelajaran itu. Pada tingkat permulaan pengajaran hendaknya dapat diberikan melalui cara-cara yang bermakna. bahwa mata pelajaran dapat diajarkan secara efektif dalam bentuk intelektual yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. diantaranya J. Sekali murid mengetahui prinsip itu ia problem di dalam disiplin itu. bagaimana kita dapat mengembangkan program pengajaran yang lebih efektif bagi anak yang muda ? Jawaban Bruner ialah dengan mengkoordinasikan metode penyajian bahan itu. Kurikulum dari suatu mata pelajaran harus ditentukan oleh pengertian yang sangat fundamental bahwa hal itu dapat dicapai berdasarkan prinsip-prinsip yang memberikan struktur bagi mata pelajaran itu. yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. murid harus mempelajari prinsip-prinsip itu sehingga terbentuklah suatu disiplin.leeaming. dimana guru menerangkan informasi dan murid harus mempelajari semua bahan / informasi itu. dan makin meningkat ke arah yang abstrak. Dalam hal ini /ia mengemukakan pendapatnya. Banyak pendapat yang mendunkung discovery leaming itu. seorang scientist. Dewey (1933) dengan complete art of reflective activity aau dikenal dengan problem solving. Prosedor ini berbeda dengan reception leaming atau expositoryteaching. yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak. Tingkat-tingkat kemajuan anak dari tingkatt kamajuan anak (anactive) ke representasi konret (konek) dan akhirnya ke tingkat representasi yang abstrak (symbolk). Bruner mendapat pertanyaan. Di dalam buku itu ia melaporkkan hasil dari suatu konferensi diantara suatu para ahli science. Ide Bruner itu ditulis dalam bukunya Process of Education. historin.

4. Murid lebilh senang mengingat-ingat informasi . dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka. pekerja-pekerja sosial dan konseler. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik Pada akhir tahun 1940-an muncul suatu perspektif psikologi baru. Adanya suatu kenaikan berkala di dalam potensi intelektual.Biarkanlah murid-murid kita menemukan arti bagi diri mereka endiri. 3. the act of discovery dari Bruner: 1. 1976. Dalam dunia pendidikan. 1. aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai 1970-an dan mungkin perubahan-perubahan dan inovasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini (John Jarolimak ek. bukan dari pengamat (observer). Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). halaman 330) Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Gerakan ini erkembang. Orangorang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini. atau fenomenologikal. Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya. Murid yang mempelajari bagaimana menemukan berarti murid itu menguasai metode discovery leaming. Cliffor D Foste. Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada intrinsik.4. eksestensial. 2. misalnya ahli-ahli psikologi klinik. perceptual. dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik.ahli matematika. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka 25 . Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran barus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa.

Behaviorisme Versus Humanistik Dalam menyoroti masalah perilaku. 1977. tidak terikat oleh lingkungannya.sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka (Hamachek. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka. 26 . Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk reaktif yang memberikan responsnya terhadap lingkungannya. Eka dalam pandangan psikologi behavioristik. Keberagaman yang ada pada diri anak. Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. maka dalam pandangan psikologi humanistik justru sebaliknya. ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda. dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa. belajar merupakan kontrol instrumental yang dilakukan oleh lingkungan. hendaknya dikukuhkan. 148). tidak dapat dengan menggunakan perspektif orang yang memahami. beragam. jika ingin memahami anak. seorang pendidik pertama kali membantu anak untuk memahami diri mereka sendiri. melainkan memantapkan visi yang telah ada pada anak itu sendiril untuk itu. melainkan yang terutama adalah dari segi batinnya. Keberagaman anak tidak saja dari segi lahir. bahwa pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik. Dengan demikian. Sebagaimana disebtakan diatas. berbeda antara satu dengan yang lain. Perbedaan ini dikenal sebagai freedom of determination issue. Pengalaman lampau dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. seorang pendidik atau guru bukanlah bertugas untuk membentuk anak menjadi manusia sesuai yang ia kehendaki. p. Oleh karena itu. melainkan dengan menggunakan perspektif orang yang dipahami. Psikologi humanistik berkeyakinan bahwa anak termasuk makhluk yang unik. Belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesarbesarnya kepada individu.

Sehingga yang penting ialah bagaimana caranya membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari subject matter itu. Gayne & Leshe J. Personalisasi informasi. halaman 212). Apabila guru itu memberikan aktivitas yang lain. dan Rogers 1) Combs : Combs dan kawan-kawan menyatakan apabila kita ingin memahami perilaku orang kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang itu. Briggs. ini sesungguhnya berarti. 27 .Tokoh-Tokoh Humanistik Ada beberapa tokoh yang menonjol dalam aliran humanistik seperti: Combs. yaitu: 1. ini pada individu. bagaimana siswa itu menghubungkan subject matter itu dengan kehidupannya (Principles of Instruction Design oleh Robert M. Combs dan kawankawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya. kita harus berusaha mengubah keyakinan atau pandangan orang itu. dengan kata lain di individulah yang memberikan arti tadi kepada subject matter itu. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada leaming. Padahal arti tidaklah menyatu pada subject matter itu. bahwa siswa itu tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru itu. perilaku dalamlah yang membedakan seseorang dari yang lain. Apabila seorang guru mengeluh bahwa siswanya tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu. mungkin sekali siswa akan memberikan reaksi yang positif. 2. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila subject matter-nya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Pemerolehan informasi baru. Apabila kita ingin mengubah perilaku seseorang. Maslov.

1968) Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang. 2) Maslov Teori didasarkan atas asumsi bahwa di dalam diri kita ada dua hal : (1) Suatu usaha yang positif untuk berkembang (2) Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. halhal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri. keunikan diri. Jadi. takut untuk mengambil kesempatan. Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslov ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhya pada individu dan makin dekat peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin besar pengaruhnya terhadap perilakunya. ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya. makin mudah hal itu terlupakan. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkaran besar (2) adalah persepsi dunia. (maslov. takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar tidak mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi.Combs memberikan lukisan persepsi diri dan persepsi dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat satu. 3) Carl Rogers 28 . Tetapi mendorong untuk maju ke arah keutuhan. barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di tasnya. Maslov membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. seperti kebutuhan fisiologis. menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendifi (self).

Pada hal. Ini disebabkan adanya hasrat ingin tahu manusia yang terus menerus terhadap dunia dengan segala isinya. Hasrat ingin tahu yang demikian terhadap dunia sekelilingnya. hasil belajar demikian tidak akan bertahan lama. Hukuman memang dapat saja membuat seseorang untuk belajar. seseorang mengalami aktivitas-aktivitas belajar. b. sesuatu yang tak bermakna bagi dirinya. Seorang beraktivitas atau tidak senantiasa akan menimbang-nimbang apakah aktivitas tersebut menipunyai makna buat dirinya. Tidak itu saja. tentu tidak akan ia lakukan. seorang ahli psikoterapi. la melakukan aktivitas sekedar menghindari ancaman hukuman. Dalam proses mencari jawaban inilah. Belajar tanpa hukuman. anak tidak dketak menjadi oran lain melainkan dibiarkan dan dipupuk untuk menjadi dirinya sendiri.Salah seorang tokoh psikologi humanistik adalah Carl Rogers. Tetapi. Sebab. bergantung kepada pihak lain dan memenuhi harapan orang lain. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar merupakan suatu hal yang bersifat alamiah bagi manusia. Dalam pandangan psikologi humanistik makna sangat penting dalam belajar. Belajar bermakna. manakala hukuman tak 29 . siswa juga diharapkan dapat membebaskan dirinya hingga ia dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusankeputusan yang ia ambil atau pilih. c. Rogers mengemukakan prinsip-prinsip belajar humanistik sebagai berikut : a. melainkan dibiarkan belajar bebas. Dalam belajar demikian. la mempunyai pandangan bahwa siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa. menjadikan penyebab seseorang senantiasa berusaha mencari jawabannya. la dibiarkan agar tetap bisa menjadi arsitek buat dirinya sendiri. la tidak direkayasa agar terikat kepada orang lain.

Belajar dan perubahan. Belajar dengan inisiatif sendiri pada diri pembelajar sebenamya menyiratkan betapa tingginya motivasi internal yang dipunyai. terdapat kemampuan untuk mengarahkan dirinya sendiri. aktivitaspun tidak akan dilakukan. pembelajar haruslah dapat belajar dalam segala kondisi dan situasi yang serba berubah. Pembelajar yang banyak berinisiatif tatkala belajar.ada. Pada diri pembelajar yang kaya inisiatif. dan siapapun di dunia ini tak ada yang dapat menangkal perobahan. d. ia menunjukkan sejumlah prinsipprinsip belajar humanistik yang penting. la akan bebas melakukan apa saja dalam belajarnya. Inisialif yang lahir dari diri sendiri im juga menunjukkan rendalmya dependensi pembelajar terhadap orang lain. mencoba-coba sesuatu yang bermanfaat buat dirinya. Dunia terus berubah. la akan berusaha dengan totalitas pribadinya untuk mencapai sesuatu yang ia cita-citakan. Dalam bukunya freedom to learn. dan tidak terikat oleh rekayasarekayasa yang berasal dari lingkungannya. Kreativitas anak dalam belajar yang bebas dari ancaman hukuman dengan sendirinya juga akan meningkat. Dengan demikian. menentukan pilihannya sendiri serta berusaha menimbang-nimbang sendiri mana hal yang baik bagi dirinya. di antaranya adalah : 30 . e. Oleh karena itu. Belajar yang terbebas dari ancaman hukuman demikian im menjadikan penyebab anak bebas melakukan apa saja. belajar yang sekedar mengingat fakta. Belajar dengan inisiatif sendiri. dipandang tidak cukup. mengadakan eksperimentasi-eksperimentasi hingga anak dapat menemukan sendiri mengenai sesuatu yang baru. ia akan terlindas oleh perubahan. senantiasa mencari cara-cara hingga dia berhasil dalam belajarnya. Orang harus dapat menyesuaikan dalam sebuah dunia yang senantiasa berubah. Kalau tidak. Oleh karena itu. agar anak belajar justru harus dibebaskan dari ancaman hukuman. menghafal sesuatu.

(9) Kepercayaan tehadap diri sendiri.(1) Manusia itu mempunyai kemampuan untuk belajar secara alami. kemerdekaan. merupakan cara yang dapat memberikan basil yang mendalam dan lestari. kreativitas lebih mudah dicapai terutama siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian diri orang lain merupakan cara kedua yang penting. (7) Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung-jawab terhadap proses belajar itu. 1. pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar (6) Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt. suatu keterbukaan yang terusmenerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam dirinya sendiri mengenai proses perubahan itu. (4) Tugas-tugas belajar yang mengancam diri adalah lebilh mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman.5. 31 .ancaman dari luar itu semakin kecil (5) Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah. (10) Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar. (2) Belajar yang signifikan terjadi apabila subject matter di rasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksudnya sendiri. (3) Belajar yang menyangkut suatu perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya. (8) Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya baik perasaan maupun intelek.

pattera. Mata tidak mungkin terletak di ibu jari. wholistk. rambut. benda lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain. dagu. configuration. antara individu dan lingkungan dimana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol. dimana individu menemukan dirinya 32 . adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. dan gestalt. di mana unsur-unsur tadi teletak pada struktumya masingmasing. Contoh: kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripada batok kepala. closure. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu. Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : (1) Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. mulut. telinga. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. mata. (2) Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. Lagi pula sesuatu hal. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsurunsur. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory. bidung.Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah: field. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. Pada struktumya masing-masing itulah bagian-bagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga. Misalnya: emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. perbuatan. hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya. dan sebagainya. (3) Mengutamakan segi pemahaman (insight) (4) Menekankan kepada adanya situasi sekarang. organisme. Menurut aliran ini. integration. melainkan kepala itu adalah suatu keseluruhan yang bermakna.

Keseluruhan yang menjadi permulaan. seperti simpanse dapat melihat 33 . mana telinga ibu. dan bagian-bagian hanya bermakna jika berada dalam keseluruhan itu. baru menuju ke bagian-bagian. kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek. sebagai roda. deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. mana hidung ibu. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti.(5) Yang utama dan pertama adalah keseluruhan. Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory ) 1) Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. 3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. 4) Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. 2) Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan. Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari rumah dan sebagainya. atau menarik dan sebagainya. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis. Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugas-tugas harian yang beruntun. misal : sebuah ban mobil hanya bemakna kalau menjadi bagian dari mobil. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil contoh: mula-mula anak melihat mengenal wajah ibunya sebagai keseluruhan kesatuan.

Koffka dan Wertheimer. Kohler (1927) menemukan tumbuhnya insight pada seekor simpanse dengan menghadapkan simpanse pada masalah bagaimana memperoleh pisang yang terletak di luar kurungan atau tergantung di atas kurungan. Peletak dasar psikologi gestalt adalah Mex Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. belajar terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir. Penelitian-penelitian mereka menumbuhkan psikologi gestalt yang menekankan bahasan pada masalah konfigurasi. bahwa kadangkala simpanse dapat memecahkan masalah secara mendadak. yaitu pengamatan/pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan. 34 . dan kemudian secara tiba-tiba menemukan pemecahan masalah. Orang yang belajar. Insight itu sering dihubungkan dengan pemyataan spontan "aha" atau "oh". mengamati stimuli dalam keseluruhan yang terorganisasi. Sumbangannya ini diikuti oleh Kurt koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan. Menurut pandangan psikologi gestalt. kadangkala gagal meraih pisang.hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena ia sedang lapar. Dalam eksperimen itu Kohler mengamati. bukan dalam bagian-bagian yang terpisah. bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. “sec-now". Psikologi kognitif mulai berkembang dengan lahimya teori belajar Gestalt ini. Tokoh psikologi gestalt ini antara lain adalah Kohler. Kaum gestalt berpendapat. kadang kala duduk merenungkan masalah. struktur dan pemetaan dalam pengalaman. kemudian Wollgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpanse. Suatu konsep yang penting dalam teori gestalt adalah tentang "insight".

Hukum kedekatan ( law of proximity ). warnanya dan sebagainya. Menurut hukum ini. sebenamya tidak tertuju kepada suatu bagian melainkan teriuju kepada sesuatu yang bersifat kompleks. Menurut pandangan gestaltis. Menurut hukum ini. terutama hubungan-hubungan antara bagian dengan keseluruhan. sesuatu yang sama cenderung membentuk satu kesatuan. periksa gambar berikut ini || || || || || || || || 35 .Wertheimer menghubungkan (1945) menjadi dengan orang proses gestalt belajar yang di mula-mula kelas. c. pengamatan terhadap sesuatu objek cenderung dikaitkan dengan makna objek tersebut bagi seseorang. bisa berupa bentuknya. Makna objek tersebut bagi seseorang. semua kegiatan belajar (baik pada simpanse maupun pada manusia) menggunakan insight atau pemahaman terhadap hubungan-hubungan. Menurut psikologi gestalt setiap pengalaman itu senantiasa struktur. sesuatu yang berdekatan cenderung membentuk satu kesatuan. Hukum penuh makna (law of pragnanz). Adapun hukum-hukum belajar menurut psikologi adalah sebagai berikut : a. tingkat kejelasan atau keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan belajar seseorang daripada dengan hukuman dan ganjaran. ukurannya. ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis. Menurut psikologi gestalt. Setiap respon yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulan. Hukum kesamaan (law of similarity). Dari pekerjaannya pengamatannya itu. Perhatikan gambar berikut ini: $ Y @ h $ Y @ h $ Y @ h b. Menurut hukum ini.

36 . dalam belajar yang mestinya ditanamkan adalah pengertian siswa mengenai sesuatu yang harus dipelajari. Kedua. wawasan atau yang lazim disebut sebagai insight dipandang sebagai inti belajar. hal-hal yang tertutup membentuk suatu kesatuan. kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan. maka pada hakikatnya "belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang. belajar dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental. Ketiga hasil belajar bersifat relatif menetap. Pertama. hal-hal yang merupakan kontinyuitas membentuk suatu kesatuan. dan perubahan tingkah taku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan-kecendrungan respon bawaan.ab cd ef gh d. Hukum ketutupan (law of closure ). 2. Berdasarkan pengertian belajar diatas. Menurut hukum ini. dsb)". Oleh karena itu. Perhatikan gambar berikut    a        f       b c d e e. Hukum-hukum kontinyutas ( law of goof continuation ) Menurut hukum ini. bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman.CIRI BELAJAR Sebagaimana disebutkan diatas. ada sejumlah ciri belajar yang dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain selain belajar. belajar dibedakan dengan kematangan. CIRI . Menurut psikologi gestalt. Oleh karena itu.

pada saat tertentu. Perubahan tingkah laku yang sifatnya relatif tidak menetap. Kematangan umumnya ditandai oleh adanya perubahan-perubahan pada diri seseorang. dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengedakan sesuatu. Perubahan tersebut bisa berupa dari tidak talm menjadi tahu. tidak sama 37 . tidaklah akibat dari aktivitas belajar. dari kurus menjadi gemuk. dari memberikan respon yang salah atas stimulusstimulus ke arah memberikan respon yang benar. dari tidak mengerti menjadi mengerti. ia adalah suatu proses yang disengaja dan secara sadar. dari seseorang belum bisa berbkara kemudian menjadi bisa berbkara. atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Berbeda dengan belajar. 2) Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik dan mental. Oleh karena itu. Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang. dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai proses belajar. 3) Hasil belajar relatif menetap Hasil belajar relatif menetap. Berarti perubahan fisik dari kecil menjadi besar. Orang setiap kali dapat berubah. Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembangan-perkembangan bawaan.1) Belajar berbeda dari kematangan. bukanlah karena proses belajar. orang akan mengalami kematangan. Demikian juga. Kematangan yang ada pada diri seseorang juga bukan karena satu upaya yang dilakukan oleh orang lain (misalnya saja guru). kematangan akan dialami oleh seseorang. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja. meskipun ia sendiri tidak mensengaja. juga bukan karena aktivitas belajar melainkan karena adanya proses kematangan. Perubahan-perubahan demikian. baik yang bersifat fisik maupun psikis. Tanpa melalui aktivitas belajarpun. Adanya perubahan pada diri seseorang semisal dari belum bisa berjalan pada umur tertentu menjadi bisa berjalan pada umur selanjutnya. dan pendek menjadi semakin tinggi bukanlah karena proses belajar. dan tidak berubah-ubah.

3. Tujuan Belajar Setiap manusia kreativitas. Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkah laku pada dirinya.dengan perubahan-perubahan dalam belajar. perlu merumuskan tujuan belajar buat dirinya sendiri. Oleh karena itu. Kedua. 38 . agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku. ketika pembelajar mau mengadakan aktivitas belajarnya. sepanjang aktivitas tersebut disadari. Hanya perubahan-perubahan tertentu saja yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai belajar. tidak semua perubahan yang ada pada diri seseorang dianggap sebagai hasil belajar. senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu. Perubahan tingkah laku dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati (obsevable). Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu. 3. Oleh karena itu. agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. Sementara unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan sesemang yang sedang mencapai tujuan belajar. Ketiga agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR Tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah dua hal yang sangat penting dalam belajar. Tujuan umumnya mengarahkan seseorang yang sedang belajar ke arah kegiatan tertentu. Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar. Paling tidak ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar. tentulah dimaksudkan bagi pencapaian tujuan.1. Pertama.

e. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable). f. pengukuran terhadap bisa tidaknya seseorang menjelaskan secara lisan dan secara tertulis. Kata-kata 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang menunjukkan ukuran perubahan. yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif. Jelas waktunya. Kata-kata dapat menjelaskan menunjukkan terdapatnya perubahan tingkah laku pada diri pembelajar: dari tidak bisa menjelaskan menjadi bisa menjelaskan (unsur kedua). yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan tercapai. dan bukan pengajar). Sebagai contoh. b. disamping dapat terhindar juga dari mempelajari sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk dipelajari.Dalam merumuskan tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. seseorang pembelajar pertama kali haruslah mengenali mengenai dirinya sendiri. Kata secara lisan menunjukkan bagaimana perubahan tingkah laku tersebut diukur. Bandingkan misalnya dengan kata-kata: ciriciri tingkah laku menyimpang. Jelas ukuran perubahannya. pembelajar dapat menjelaskan 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang secara lisan. c. pembelajar. dalam hal ini adalah pembelajar bukan pengajar (unsur pertama). dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu. Jelas cara menghukumya. Sebab. Pengenalan terhadap dirinya sendiri ini sangat penting guna merumuskan kebutuhan kebutuhan belajarnya. Kata-kata setelah menelaah bab I menunjukkan waktu perubahan (unsur ketiga). setelah menelaah Bab I. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri. d. menunjukkan dengan jelas siapa yang berubah tingkah lakunya setelah melakukan aktivitas. Pengenalan mengenai diri sendiri ini juga bisa terhindar dari mempelajari sesuatu yang sudah dikuasai. Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara bagaimana. 39 . Kata pertama. Jelas perubahannya. Kata-kata ini tidak menunjukkan berapa jumlah ciri tingkah laku menyimpang (unsur keempat).

c. Mengingat kembali terhadap fakta-fakta yang pernah dipelajari. mengambil inti dari suatu bacaaan dan membuat prakiraanprakiraan. mengaplikasikan konsep-konsep. dalam kawasan kognitive ini dipandang berada pada tingkat terendah. Ia mengkategorisasikan tujuan (bukan memisahkan. Pada sub kawasan ini. dapat diartikan dengan pengetahuan.membutuhkan cara pengukuran tersendiri. Applkation lazim diberi makna sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya. sub kawasan ini lebih tepat untuk diartikan mengingat terhadap materi-materi yang pernah dipelajari. karena semestinya tidak untuk dipisah-dipisahkan) menjadi tiga kawasan. mengambil kata lain dari suatu kata atau pengertian. 40 . applkation. merasakan. Kata-kata disebutkan terakhir ini tidak dapat diamati (tidak observable). Bloom dan kawan-kawan (1956) membuat taksonomi tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. seseorang yang sedang belajar mampu menerapkan. bentuk perubahan tingkah laku tesebut haruslah jelas (unsur kelima). Pada sub kawasan ini. masing-masing mempunyai sub kawasan masing-masing yang disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. b. comprehension. teori-teori yang pernah ditelaah. ialah kawasan tersebut. analysis. teori-teori dalam situasi praktis. mengerti. secara berturut-turut akan dijelaskan sebagai berikut : a. seseorang dapat menterjemahkan sesuatu. Comprehension dapat diartikan dengan kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu. Sub kawasan ini mementingkan aspek ingatan. Oleh karena itu. Kawasan pertama. cognitive terdiri dari knowledge. Bandingkan misaInya dengan kata memahami. Knowledge. menikmati. syntihesis don evaluation. Oleh karena itu. Kata menjelaskan pada rumusan tujuan menunjukkan bahwa ia dapat diamati secara konkrit.

Kemampuan mengadakan evaluasi ini termasuk jenis kemampuan yang tertinggi dalam kawasan kognitive ini. bernilai-tidak bernilai mengenai suatu hal. Kemampuan ini relatif febih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan receiving. pada 41 . maka dalam sub kawasan responding ini seseorang memberikan tanggapan/ respon/jawaban atas even-even yang ia terima. Dengan kemampuan synthesis ini sesuatu yang sebelumnya terbelah-belah terkristal dan kemudian dapat diformulasikan ke dalam forinula yang tak terbelah.d. Analysis adalah suatu kentamptian untuk merinci. characteristization by a value or value complex. kejadian atau even. Hasil belajar pada sub kawasan ini telah memunculkan sebuah kesadaran yang paling simpel sampai dengan hadimya perhatian yang terpilih. adalah kemampuan seseorang untuk menghadirkan kediriannya pada sebuah even atau stimulus-stimulus yang ia terima. Yang dimaksud dengan pemberian nilai di sini adalah memberikan harga terhadap suatu fenomena. Penentuan tersebut didasarkan atas patokan-patokan yang dilmat pada masa sebelumnya. c. telah dapat meliput kesadaran seseorang. affective ineliputi empat sub kawasan berikut: receiving. Evaluation adalah suatu kemampuan unluk menentukan baik-buruk. Kawasan kedua. Jika pada sub kawasan receiving seseorang menghadirkan kediriannya pada sebuah even. b. Valuing atau pemberian nilai. Secara berturut-turut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Responding atau pemberian tanggapan. Receiving atau penerimaan. Sub kawasan ini menjadikan seseorang bisa menerima nilai tertentu dan menunjukkan komitmennya pada nilai tertentu. menghubungkan. organization. meskipun dalam tataran rendah. valuing. benda. Oleh karena itu. f. berharga-tidak berharga. e. menguraikan rincian dan saling hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Synthesis adalah suatu kemamptian untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh. responding. Menghadirkan diri demikian ini.

Perception atau persepsi. mechanism. Pada sub kawasan ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya hidup yang khas. berbeda dengan orang lain. guided respon. Pada sub guna persiapan untu membimbing aktivitas-aktivitas 42 . Characterization of value or value complex atau karakterisasi dengan suatu nilai. Antara nilai satu dengan yang lain dicoba hubungkan. Ke tujuh sub kawasan ini adalah perception. d. Pada sub kawasan ini seseorang mulai berada pada proses belajar keterampilan yang lebib komplek. physkal set dan emotional set. adaptation dan origination. Set atau kesiapan. hingga menjadi suatu kesatuan nilai. complex overt respon. Dari nilai-nilai yang berbeda tersebut. Guided respon atau respon terpimpin. integritas. Hasil belajar pada sub kawasan ini bisa menjadikan seseorang menyesuaikan diri secara personal. sosial dan emosional. kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai. mencakup tujuh sub kawasan dari yang tingkatan terendah hingga tingleatan tertinggi. b. Ada semacam sintesa nilai-nilai yang beragam. Yang dimaksud dengan persepsi di sini adalah penggunaan indera untuk memperoleh petunjuk ke arah motorik. e. Sub kawasan ini meliputi mental set. seseorang bersedia mengambil tindakantindakan berdasarkan persepsinya terhadap stimulus atau fenomena-fenomena yang berasal dari agkungannya. c. Pada sub kawasan ini. Sub-sub kawasan ini dapat d1Jelaskan sebagai berikut: a. Pada subleawasan ini. Organization atau pengorganisasian adalah upaya untuk memadukan berbagai jenis nilai yang berbeda-beda.sub kawasan ini seseoarang tampak tingkatan integritasnya: keajegan. seseorang mengindera stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungannya motoriknya. Bila terdapat konflik di antara nilai-nilai tersebut dicoba pecahkan. set. Kawasan ketiga psycomotor.

misaInya membuat pola-pola baru. Adaptation atau penyesuaian. Mechanism atau mekanisme. melakukan gerakan dengan mudah disamping mempunyai kontrol yang baik. Complex over respons atau respon nyata yang kompleks. Pada sub kawasan ini seseorang yang lagi belajar. oleh karena unsur kreativitas sudah masuk di sini. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap. Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. merancang hal-hal baru. sebutlah saja dunia dengan segala isinya. Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah sebuah keterampilan dimana seseorang dapat mengolah gerakan hingga sesuai dengan tuntutan kondisional dan situational. 43 .2. f. g. selanjumya mencoba menggunakan tanggapan dalam menangkap suatu motorik. Sub kawasan ini termasuk paling tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan sebelumnya. Kadar motorik pada sub kawasan ini relatif cukup tinggi. Sebab. termasuk yang problematis sekalipun. Origination atu penciptaan. d. 3. sangatlah penting artinya bagi pembelajar. Performansi seseorang yang belajar pada sub kawasan ini umumnya ditandai dengan hal-hal yang serba baru. e.kawasan ini seseorang terlibat dalam proses peniruan yang diperformansikan. gerakan-gerakan pada sub kawasan ini relatif cepat. dilakukan dengan penuh kepercayaan dan kemahiran. cermat termasuk pada hal-hal yang rumit dan tepat meskipun disertai dengan energi yang minimal. Pada sub kawasan ini responrespon yang telah dipelajari oleh seseorang telah berubah menjadi kebiasaan dan gerakangerakan yang ditampilkan. a.

dan lebih jauh lagi mencegah timbuInya saling bentrokan. Pemahaman terhadap orang lain. juga sekaligus tidak membuat dirinya agar seperti orang lain. Terjadinya bentrokan-bentrokan di dunia. sebenamya disebabkan kurang adanya saling pemahaman di antara mereka. MimbuInya saling curiga. ia akan mengetalmi apa yang harus ia pertuat dan apa yang tidak ia perbuat. Singkat kata. juga dapat disebabkan kurang adanva saling pemahaman. juga menjadikan seseorang tidak risau. Dengan cara pandangan demikian. melainkan bermanfaat juga bagi linkungannya Pemahaman seseorang terhadap orang lain. ia akan mengenal orang yang dipandang tersebut dalam keadaan yang senyatanya. la akan menjadi dirinya sendiri. tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri. Ia memberikan kontribusi yang besar bagi sukses tidaknya seseorang. dan lehih lanjut lagi saling menghargai. Oleh karena itu terbentuknya pemahaman pembelajaran terhadap sesuatu yang dipelajari. pemahaman adalah suatu dasar bagi segala akan seseorang. malahan dapat menjadikan seseorang melihat orang lain tidak semata dengan menggunakan perspektif sendiri. jika melihat orang lain berbeda dengan dirinya.Pemahaman pembelajar tehadap dunia dengan segala isinya tidak saja mendatangkan kepuasan bagi pembelajar. b. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap. Lebih jauh pemahaman menjadikan seseorang saling mengerti. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri. 44 . dan sebaliknya tidak menuntut orang lain agar seperti dirinya. melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada posisi strategik. Pemahaman sekaligus mencegah timbuInya saling curiga. dan memahami jika orang lain juga seperti dirinya. la. la mencoba menangkap seseorang dengan menggunakan perspektif orang yang dipandang. dan tidak terbatas pada persepsinya sendiri.

Setiap masyarakat. Meskipun nilai bukanlah satu-satunya yang menentukan sikap. dapat merupakan kristalisasi dari hasil dialog antara nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dengan yang sejaman dengan mereka. dapat merupakan kristalisasi hasil dialog antara nilai-nilai yang selama ini dianut dengan nilai-nilai baru yang datang dari dunia luar. Sebab. kejujuran. keindaban. Disamping tujuan belajar terkait dengan pembentukan nilai. masyarakat manapun. Berbedanya nilai-nilai yang dianut oleb seseorang lazim menjadikan penyebab berbedanya seseorang dalam menyikapi sesuatu. Oleh karenanya. Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal misaInya adalah: kebenaran. Nilai dinlaksud. Malahan. adakalanya merupakan produk masyarakat pada kurun waktu yang sejaman dengan mereka. Dalam belajar. ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada diri pembelajar. Pada hal persepsi seseorang terhadap sesuatu lazimnya juga turut menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu. disamping nilai-nilai luhur yang spesifik dianut oleh masyarakat dimana pembelajar tersebut berada. Di era globalisasi seperti saat sekarang. kemerdekaan. seberagam jumlah pembelajar. lazim juga didasarkan atas sehuah nilai. nilai-nilai yang dianut oleh sebuah masyarakat. saling membantu dan memberi manfaat. tentu nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat. Terbentuknya sebuah sikap. sekaligus juga terkait dengan pembentukan sikap. sebagai akibat dari melesatnya perkembangan teknologi komunikasi. Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut. pasti menganut sebuah nilai. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. nilai-nilai yang dianut seseorang turut menentukan persepsi seseorang tentang sesuatu. 45 . nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dewasa ini semakin beragam. pada masa sekarang ini. Sementara nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat secara spesifik khususnya di lingkungan pembelajar banyak ragamnya.

Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan. keterampilan-keterampilan personil-sosial. Keterampilan kognitif pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap ilmu pengetahuan. pembelajar haruslah dapat berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosiaInya.c.ersonal yang dimiliki oleh pembelajar. Keterampilan personal yang dimiliki. kognitif dan instrumental. haruslah dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus. Dengan perkataan lain. Maka dari itu. dalam belaiar seorang pembelajar haruslah mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki. jika pembentukan keterampilan personal dimaksud untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan yang ada pada diri pembelajar. Keterampilan p. Pembentukan keterampilan sosial demikian tampak urgensinya manakala dilihat kedudukan pembelajar yang tidak saja sebagai makhluk individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara terus-menerus menimba ilmu pengetahuan. tanpa batas. sesama manusia. Selain keterampilan-keterampilan personal dibentuk. pembentukan keterampilan-keterampilan sosial pada diri pembelajar dimaksudkan untuk menyiapkan pembelajar agar dapat hergabung dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosialnya. tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan pembelajar lain. Dengan cara demikian. Oleb karena itu. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian 46 . maka pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau karakteristik yang ada pada dirinya. Sebagai makhluk sosial. keterampilan sosial pembelajar juga perlu dibentuk. Setiap pembelajar. maka keterampilan sosial antara lain dimaksudkan mengkomunikasikan keterampilan personal yang telah terbentuk dalam lingkungan sosiaInya.

maka pembelajar punya kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan. dan 47 . Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi. pengalasan dan motivasi. sebab. 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya. sosial dan kognitif 3. Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya. dan tidak sekedar sebagai penonton saja. 1. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong.3. 5) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya. Jika keterampilan instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar. Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dan tidak ada menjadi ada atau sebaliknya. dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. 3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya. Motivasi dan Upaya Memotivasi Siswa Untuk Belajar Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. Unsur . Kesadaran untuk secara terus menerus membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat.pesat. mengarahkan pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang digalakkan. menyebabkan merangsang. Slotive sendiri berarti alasan. 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya.unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar Yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsurunsur yang dapat berubah dalam proses belajar. suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar. lingkungan dan bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini. dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya. alat bantu belajar. Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari keterampilan-keterampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan personal. Berikut ini akan dijelaskan tentang : 1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar. Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan. bahan belajar.

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam tanpa ada rangsangan dari luar. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. 1975). semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi. dikenal adanya motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar. tindakan. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: menarik kepada guru. dan moraInya selalu dalanu kontrol diri. 1984). ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas.daya penggerak (echols. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (suryabrata. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh. kebiasaan. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar. dan selalu terkontrol oleh lingkungammya. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. 1984). Secara garis besar motivasi dapat dibedakan menjadi dua ialah intrinsik dan motivasi ekstrinsik. mempunyai antusias yang tinggi seta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara 48 . Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels. 1987). Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah.

dan ia berusaha untuk mencapainya. Dengan mengenal kemampuan dirinya. b. dengan merumuskan tujuan belajar ini. menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar. Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar belajar ialah : a. Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya. d. Dengan cara demikian waktu dan tenaga siswa dapat secara efektif dan efisien dipergunakan mencapai target belajarnya. siswa tersebut tidak melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan pencapaian tujuan dan target belajar. c. ulet. dan tidak mudah putus asa. Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar. Sebab. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini: senang mencari dan memecahkan masalah. Dengan mengetahui kelebihan dirmya. Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar. ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. menghadapi kesulitan. dapat mempertahankan pendapatnya. siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya. siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya. Dengan ditunjukkannya aktivitas-aktvitas yang dapat mencapai tujuan. Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Siswa juga akan mempunyai targettarget belajar. tidak cepat bosan dengan tugastugas yang rutin. Sebab hal-hal baru ini dapat "menghidupkan kembali" hastat ingin tahu siswa. 49 . menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar.terus menerus dalam waktu lama.

Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. disamping dapat berasal dari lapangan objek tertentu. Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar. supaya siswa dapat belajar dengan baik. 2. siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar. Sebab. Tanpa ada yang dipelajari. makalah. mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai. supaya siswa tidak bosan. karakteristik siswa. maka pertyediaan bahan belajarnya lain sekali dengan tujuan belajar yang dimaksudkan untuk memperoleh pengalaman langsung. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya. Dengan adanya umpan balik. Bahan ini. bisa berasal dari buku-buku teks. f. termasuk dalam aktivitas belajar. artikel. Jika tujuan belajar yang ingin ditempuh diaksentuasikan pada penguasaan pengetahuan. 50 . akan mendorong siswa untuk belajar. Sebab. bisa berasal dari guru. kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. Bahan belajar dan upaya penyediaannya Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar. Oleh karena itu. Penyediaan bahan belajar ini sangat bergantung kepada tujuan belajar. paper. siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa dan faktor ketersediaaan tidaknya bahan belajar.e. evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini. hanya akan memperlemah motivasi saja. mungkin bahan belajarnya akan lain dengan tujuan belajar yang diaksentuasikan pada penguasaan konsepkonsep. g. kebosanan pada diri siswa. maka bahan belajar ini harus tersedia. Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan.

Jadi kalau bahan belajar tersebut terpaksa tidak menarik. lazimnnya dikaitkan dengan tujuan belajar. maka penyediaan bahan belajar ini sangat repot. adalah sekian dari banyak contoh dan siasat belajar mandiri oleh siswa. Sementara siasat belajar di mana siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri. 51 . akhirnya juga bergantung kepada faktor ketersediaan tidaknya. Relevan isi ini. maka cara penyajiannya yang menaiik. Relevan isi ini. haruslah dikemas dengan menggunakan kemasan yang menarik. Pada siswa yang bertipe auditif.Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar. Cukup menarik. Dalam penyediaan bahan belajar ini. Isi bahan belajar haruslah mendukung dan memberi kontribusi bagi pencapain tujuan belajar. Ini patut menjadi peninibangan. Apapun faktor yang menentukan bahan belajar ini. agar bahan belajar tersebut menggugah rasa ingin tahu siswa dan menimbulkan hasrat belajar. Eka bahannya sendiri tidak menarik. Sungguhpun demikian bahan belajar bagi siswa haruslah diupayakan penyediaannya. umumnya gurulah yang menjadi penyedia bahan belajar. mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan dengan siswa yang bertipe visual. Pengajaran dengan bahan belajar modul dan balian belajar buku teks. sangat menentukan penyediaan baban belajar. Siasat belajar dimana guru menjadi tokoh sentralnya. Bahkan dalam siasat belajar semacam ini siswa menggantungkan bahan belajar yang dipelajari dari ceramah atau penyampaian yang dilakukan oleh gurunya. bahan belajar tersebut telah disediakan secara utuh sekaligus beserta petunjuk atau cara mempelajarinya. juga berkaitan dengan faktor kondisional dan situasional siswa. Mudah didapatkan tidaknya bahan belajar ini. Apalagi kalau sulit atau tidak mudah didapatkan. b. Isinya relefan. faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah : a. Siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa juga menentukan bahan belajarnya.

atau stationary. kesusukannya juga penting.c. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya. Informasi yang dibutuhkan ada. g. meskipun tidak semua median belajar dapat berfungsi sebagai alat bantu. Kegunaan kunci jawaban bagi soal latihan ini adalah siswa dapat mencocokkan hasil-hasil latihannya dengan kunci. Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya. d. Tes yang sesuai ini. Dengan sebuah alat bania bahan belajar yang abstrak bisa konkrit. tetapi 52 . 3. oleh karena dapat membantu terhadap belajar siswa. i. tentu bergantung kepada bahan belajarnya. agar siswa dapat menguji diri sendiri. Dengan alat bantu bahan belajar yang meragukan dapat diyakinkan karena dapat dibuktikan secara empirik Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar dan piranti Belajar. Mempunyai sekuensi yang tepat. Ada jawaban kunci untuk soal latihan. Setelah berhasil menguasai bahan belajar tertentu siswa tidak akan menungggu petunjuk guru untuk mempelajari bahan selanjutnya. f. Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar. agar bahan belajar yang akan dipelajari tersebut tidak kering. Sekuensi atau urutan penyajian ini sangat penting diperhatikan dalanu penyediaan bahan belajar. h. Ada tes yang sesuai. Ini sangat penting. Ini sangat penting. Seharusuya sekuensi bahan ini dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. e. Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan. Alat bantu belajar ada kalanya dibeli di toko-toko buku. Ada soal latihan. seberapa banyak !a telah menguasai bahan yang dipelajari. jika ada diantara bahan belajar yang belum terkuasai. Baban belajar harus dilengkapi dengan petunjuk bagaimana siswa harus memperbaiki belajarnya. Dengan alat bantu bahan belajar yang tidak menarik bisa menjadi menarik.

b. Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam upaya menyediakan alat bantu belajar adalah : a.adakalanya dibuat sendiri oleh pembelajar bersama-sama dengan gurunya. Menggerakkan dan mengajak para pembelajar untuk menciptakan dengan memanfaatkan alam sekitar 4. dan media audiovisual lainnya. kapur tulis. jika mampu b. Membuat sendiri. Beherapa upaya penyediaan bahan antara lain adalab: a. rubrik. Dalam pandangan sekarang suasana belajar yang kondusif adalah suasana yang mendukung bagi terciptanya kegiatan belajar. Oleh karena itu. siswa tidak berani mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang deceermahkan guru. Pembelian. Permobonan bantuan melalui sponsor d. Yaitu suasana yang 53 . video. Kepraktisan dan daya tahan alat bantu. Keefektifan dan keefisienan alat bantu Contoh alat bantu sederhana adalah pena. maka kelas yang baik dalam belajar mengajar adalah kelas yang siswanya duduk dengan tenang. terkecuali guru telah memberikan kesempatan. Umumnya. papan tulis. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan keterampilan tertentu adalah skala. Suasana belajar dan upaya pengembangannya Dalam pandangan tradisional suasana belajar yang kondusif adalahh jika di dalam sebuah kelas terasa tenang sementara para siswa bisa mendengarkan apa yang diceramahkan gurunya. pandangan tradisional tsb. pensil. Pengajuan kepada pemerintah c. berdiam diri sambil mendengarkan pengajaran yang dilakukan guru. Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar. jika bisa e. penghapus. Faktor keterjangkauannya d. penggaris. 0HP. tape recorder. jangka. Pada kasus vang pertama pembelajar mendapatkan secara given. Faktor ketersediaan alat bantu tersebut c. e.

agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas. Siswa secara bebas mengerjakan segala hal yang dapat mencapai tujuan belajarnya. b. f. Agar suasana belajar tersebut kondusif. Suasana belajar yang kondusif demikian tidak terjadi dengan sendirinya. suasana yang interaktif belajar di dalamnya. Kondisi subjek belajar sebenamya berbeda-beda. Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa b. lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah. d. Kreativitas siswa mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. d.interaktif dimana para siswa giat belajar. Rancanglah aktivitas belajar siswa c. Siswa tekun mengerjakan sesuatu yang semestinya dikerjakan. siswa tetap aktif dan giat belajar. Buatlah suasana yang demokratis. g. Siswa aktif berinteraksi tidak saja hanya dengan gurunya melainkan aktif berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain. Kondisi Subjek Belajar dan Upaya Penyiapan dan Peneguhannya. maka upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah : a. Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa. c. akan kelibatan 54 . dan bakan sebaliknya. manakala diteliti lebib dalam. Pada saat guru sedang menunggui misalkan saja. Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru 5. Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubahubah. tentu tidak dibatasi ketika ditunggui oleh gurunya. Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. e. Kondisi subjek belajar yang kelihatannya samapun. la harus dirancang oleh guru melalui sebuah rancangan pengajaran sebuah suasana belajar dikatakan kondusif manakala : a.

dan yang lebih stabil emosinya. motivasi instrinsik atau motivasi berprestasinya. Demikian juga yang mempunyai bakat khusus. Dari segi psikis. Oleh karena stu. dan hal-hal yang bersifat batiniah atau hal-hal yang bersifat fisik dan hal-hal yang hersifat psikologis. Oleh karena beragamnya kondisi subjek belajar tersebut. Kondis subjek belajar dapat dibedakan atas hal-hal yang bersifat lahiriah. maka hs ada upaya-upaya unruk menyiapkan mereka dan sekaligus meneguhkannya. kematangannya aspirasi dan punya. yang tinggi militansi kerjanya. militansi kerjanya. khib kuat lebih sehat lebih tinggi daya tahannya dan khib segarIbLigar. dalam kclompok siswa yang homogen pun. Memenuhi subjek belajar dengan gizi dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. umumnya tehih mendukung bagi aktivitas belajarnya dibandingkan dengan mereka yang berada pada posisi kurang. b. Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. kesehatan fisiknya. Dari segi lahiriah atau fisik. kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi: intelegensinya. kesegaran dan kebugam jasmaninya. misalnya lebih besar/tingai. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kondisi objek belajar khususnya dari segi fisiknya adalah: a. dan tidak senuttiasa menetapnya kondisi belajar tersebut.perbedaannya. ambisi-ambisinya. 55 . sebenamya kalau dilihat lebih dalam akan tampak heterogenitasnya. kekuatan tubuhnya. yang tinggi motivasi intrinsiknya. subjek belajar bisa berbeda: ukuran tubuhnya. Dengan penyiapan yang terancang dan dengan upaya-upaya peneguhan diharapkan mendukung aktivitas belajar. bakatnya. Mereka yang berada pada kondisi lebih. daya tahan fisiknya. yang besar ambisinya. Penyegaran fisik subjek belajar dengan olahraga atau latihan-latihan fisik seperti senam.

agar secara psikologis mereka merasa aman. fotografl.c. praktek. slide. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi. misalnya tenaga laboratorium. d. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. 56 . Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka. Sistim pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan. b. Memeriksakan tubuh subjek belajar secara teratax kepada dokter agar dapat dicegah timbulnya penyakit yang memungkinkan terganggunya belajar mengajar. perlengkapan audio visual juga komputer. upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan psikis subjek belajar adalah : a. PENGERTIAN DAN CIRI . fasilitas. c. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi. 4. belajar. 4.CIRI PEMBELAJARAN. Sementara itu. ujian dan sebagainya.1. material. dan film audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas. papan tulis. belajar di kelas. Material meliputi buku-buku. Memelihara keseimbangan emosi mereka. guru dan tenaga lainnya. dan kapur. karena diwamai dengan organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan untuk pembelajaran peserta didik. atau di sekolah. Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungunya. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistim pengajaran terdiri dari: siswa.

Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan. dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa. 57 . a. orang tua berkewajiban menentukan akan dijadikan apa peserta didik. Dalam rumusan ini terkandung konsep-konsep sebagai berikut: 1. Umumnya guru menggunakan metode "formal step" dari J. Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda tetapi terdapat hubungan yang erat. Mereka dianggap paling mengetahui apa dan bagaimana kehidupan itu. berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu. 3.2. Herbart berdasarkan asas asosiasi dan reproduksi atas tanggapan/kesan. 2. Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. Sekolah berfungsi mempersiapkan mereka agar mampu hidup dalam masyarakat yang akan datang. Cara penyampaian pengetahuan tersebut berdasarkan ajaran dalann psikologi asosiasi. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli psikologi. bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain.4. Pembelajaran merupakan proses penyampaian pengetahuan Penyampaian pengetahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peseta didik/siswa di sekolah. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan Masa depan kehidupan anak ditentukan oleb orang tua. Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik. Itu sebabnya.

Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat yang membatasi hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat. Dia menentukan segala hal yang dianggap tepat untuk disajikan kepada para siswanva. 5. berarti guru adalah yang paling pandai. sehingga tercipta yang kita sebut mata ajaran (H. 4. masa lampau yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Para pakar yang mendukung teori ini berpendapat bahwa mata ajaran berasal dari pengalaman-pengalaman orang tua. Mata ajaran itu diuraikan. minat. Dia hanya menerima apa yang diberikan okh gurunya. sedangkan pembelajaran di luar kelas tak pernah dilakukan. Para siswa duduk pada bangku yang berdiri kokoh. Dia mempersiapkim tugas-tugas memberikan latihan-latihan dan menentukan peraturan kemajuan tiap siswa. Pembelajaran dilaksanakan dalam batas-batas ruang kelas saja. Siswa selalu bersikap dan betindak pasif Siswa dianggap sebagai tong kosong. Mereka duduk dengan rapi dan kaku secara rutin setiap 58 . Barang siapa menguasai pengetahuan. Siswa bersikap sebagai pendengar. abilitas dan lain-lain yang dimiliki oleh siswa diabaikan dan tidak mendapat perhatian guru. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas. maka dia dapat berkuasa. tujuan. pengikut. disusun secara sistematis dan logis.: “knowledge is power". Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa. 6. Alberty 1953). Peranan guru sangat dominan. pelaksana tugas. Pengalaman-pengalaman itu diselidiki. Pengetalman bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah.Pengetahuan sangat penting bagi manusia. Kebutuhan. tak bisa dipindah-pindahkan. belum mengetahui apa-apa. disusun dan dimuat dalam buku pelajaran dan berbagai referensi lainnya.

hari.. berkata sebagai berikut : . Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah. Wrighstone. 3) Children's interests whkh do not confrom to the set currkulum should be the regarded. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut: 1. 59 . Manusia berbudaya adalah manusia yang mampu hidup dalam pola tersebut. Wayner Wrighstone.. Ruangan kelas dipandang sebagai ruang penyelamat. 4) The real objectives of classroom instruction... b.. 1935). Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandinglean dengan rumusan pertama. Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya. ruang memberi kehidupan... and Aildren's experiences are limited there in to academk lessons. Belajar dalam batas-batas ruangan itu adalah yang paling baik. Peserta didik hidup dalam pola kebudayaan masyarakatnya. Peserta didik diajar agar memiliki kemainpuan dan kepribadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat itu. the immediate implications of the older principles when they are applied to the classroom: 1) The classroom is a restrkted from of social life. 5) Teaching the conventional subjects is the wisest method of achieving social progress (J. namun antara keduanya memiliki pola pikiran yang seirama. 2. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan. 2) The qukkest an most through method of leaming lessons is to allot a certain portion of the school day it instruction in separate subjects.... consist to a belajar degree in the aguisition of the content matter of each subject.

Mereka harus 60 . sehingga mereka menjadi warga masyarakat yang lebih berbudaya. Dengan sendirmya apa yang dimiliki oleh nenek moyang pada masa lampau itu harus diwariskan kepada keturunan berikumya. kebudayaan itu bersifat non material. dan bersifat abstrak. cara menyediakan makanan. dan bentuk-bentuk ekspresi seni. diakui bahwa anak sedang berada dalam tahap perkembangan dan menuju ketingkatan yang lebih dewasa. ukuran moral. Upaya pewarisan itu dilakukan metalui berbagai prosedur: pengajaran. 4. tertulis dan lisan.. Benda-benda bersifat material sesungguhnya adalah hasil dari keterampilan manusia (Worcester. Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwariskan kepada siswa yang umumnya berupa benda-benda dan non benda. maka proses yang telah dikemukakan dalam proses perumusan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama. Kebudayaan merupakan kumpulan daripada warisan sosial dalam masyarakat. 3. 1969). kepereayaan agama. dan berbagai bentuk tingkah laku norma dan lain-lain. pemerintahan. ada dalam jiwa dan kepribadian manusia. Berdasarkan pada pengertian mi. Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan. Kebudayaan yang diwariskan kepada mereka harus dikuasai dan dikembangkan. bahasa. Bila dilakukan melalui pengajaran. menjadi manusia yang berbudaya. Yang termasuk kebudayaan adalah kebiasaan orang berpikir dan berbuat seperti: kehidupan keluarga. Dalam hal ini.Para siswa dipandang sebagai keturunan orang tua dan orang tua adalah keturunan neneknya dan seterusnya. Mereka perlu dipersiapkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melanjutkan hasil yang telah dicapai oleh generasi yang ada sekarang. media hubungan pribadi dan sebagainya. Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan Generasi muda berfungsi sebagai generasi penerus. demikian terus terjadi proses turun temurun. dalam arti.

mampu memanfaatkan teknologi, sebagai aspek dari kebudayaan, untuk kehidupannya. serta mampu mengadakan penemuan-penemuan baru, mengembangkan kebudayaan yang telah ada.

c. Pembelajaran

adalah

upaya

mengorganisasi

lingkungan

untuk

menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Rumusan ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan rumusan terdahulu, sehab lebih menitik beratkan pada unsur peserta didik, lingkungan, dan proses belajar. Perumusan ini sejalan dengan pendapat dari Me. Donald, yang mengemukakan sebagai berikut: “educational, in the sense used here, is a process or an activity whkh is directed at producing desirable changes in the behavior of human beings (Me. Donal, 1959) artinya : Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan

menghasilkan perubahan tingkah laku manusia.

Implikasi dari pengertian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah aku peserta didik Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri: (1). Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2). Pola organisasi kepribadian berbeda-beda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3). Kepribadian hersifat dinamis, terus berubah meialui cara-cara tertentu. Tingkah laku manusia memiliki dua aspek, yakni: (1). Aspek objektif, yang bersifat struktural, yakni aspek jasmaniah, (2). Aspek subjektif, yang besifat fungsional, yakni aspek rohaniah.

61

2. Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan Perkembangan tingkah laku seseorang adalah berkat pengaruh dari lingkungan. Lingkungan kita artikan secara luas, yang terdiri dari lingkungna alam dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial sering lebih berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Melalui interaksi antara individu dan lingkunganya, maka siswa memperoleh pengalaman, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap perkembangan tingkah lakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses sosialisasi di mana anak didik disiapkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sekitamya. Sekolah berfungsi menyediakan lingkungan yang dibutuhkan bagi perkembangan tingkah laku siswa, antara lain menyiapkan program belajar, bahan belajar, metode mengajar, alat mengajar dan lain-lain. Selain dari itu, pribadi guru sendiri, suasana kelas, kelompok siswa, lingkungan di luar sekolah, semua menjadi lingkungan belajar yang bermakna bagi

perkembangan siswa.

3. Peserta didik sebagai suatu organisme yang hidup. Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang, misalnya, kebutuhan, minat, tujuan, abilitas, intelegensi, emosi dan lain-lain. Tiap individu peserta didik mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari dalam diri peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu, sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal.

62

d. Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik. Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan tuntutan masyarakat. Implikasi dari rumusan/pengertian ini,adalah sebagai berikut:

1. Tujuan pembelajaran Pembentukan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Seorang warga negara yang baik bukan menjadi konsumen, tetapi yang lebih penting ialah menjadi seorang produsen. Untuk menjadi seorang produsen, maka dia barus memiliki keterampilan berbuat dan bekerja, menghasilkan barang-barang dan benda kebutuhan masyarakat. Motto yang dikemukakan: "benign habitat for good living", artinya seorang warga negara yang baik bila dapat menyumbangkan dirinya kepada kebidupan yang baik.

2. Pembelajaran berlangsung dalam suasanan kerja. Program pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja. dimana para siswa mendapat latihan dan pengalaman praktis. Karena itu, suasana yang diperlukan adalah suasana yang aktual, seperti dalam keadaan sesungguhnya. Para siswa mengerjakan hal-hal menarik minatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3. Peserta didik/siswa sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja. Siswa memiliki bermacam kemampuan, minat, dan Kebutuhan, antara lain kebutuhan ingin berdiri sendiri, ingin punya pekerjaan. Siswa tidak menginginkan berdiam dengan pasif, semua ingin melakukan kegiatan,

63

melainkan untuk 64 .bermain. Olson. e. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. 1945). sekolah merupakan suatu ruang workshop dan oleh karenanya guru harus mampu memimpin dan membimbing siswa belajar bekerja dalam bengkel sekolah. Sekolah berfungsi menyiapkan siswa untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. penyaluran energi yang berlebihan sebaiknya dilakukan dengan cara menyediakan kesempatan bekerja. maka tuntutan dan harapan masyarakat dapat dipenuhi. dan memupuk keterampilan jasmaniah-rohaniah. atau bekerja. Tujuan pembelajaran ialah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat. Guru sebagai pimpinan don pembimbing bengkel kerja. Energi mereka miliki perlu mendapat penyaluran sebagaimana mestinya. mencari pengalaman yang praktis. Perumusan atas kebutuhan itu. Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut: 1. Sesuai dengan tujuan tersebut. Dalam hal mi. maka dapat menyebabkan tingkah laku yang tidak diharapkan. 4. serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kesibukan yang bermakna. 10 atau 20 tahun ke depan. Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. mereka bukan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang masih jauh. Sekolah dari masyarakat adalah suatu integrasi. Pada dasamya tidak ada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya menjadi barisan penganggur. peranan guru dalam sekolah komprehensif adalah sangat penting. Guru-guru harus menguasai program keterampilan khusus dan menguasai strategi pembelajaran keterampilan. Jikalau energi itu tidak disalurkan. pengembangan minat dan sikap. Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini (G.E. Dengan berkembang kemampuan kerja.

dan lain-lain. Pranan sebagai komunikator. Siswa bukan saja aktif belajar di laboratorium sekolah. -tapi juga aktif bekerja langsung di masyarakat. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah don masyarakat. membuat laporan. Dengan cara ini. namun 65 . 3. bukan saja memerlukan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan apresiasi. Guru harus mengenal dengan baik keadaan masyarakat sekitamya. kemudian diupayakan pemecahannya. supaya dapat menyusun proyek kerja bagi para siswa. sehingga perkembangan pribadinya selaras dengan kondisi lingkungan masyarakatnya. sekolah akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. Guru bertugas sebagai komunikator Guru juga bertugas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Masyarakat diartikan sebagai laboratorium belajar yang paling besar. berdiskusi. Sumber-sumber masyarakat tak pernah habis sebagai sumber belajar. semua potensi yang mereka miliki menjadi hidup dan berkembang. survei. meninjau. Guru mempersiapkan rencana awal pembelajaran. Dengan demikian. di rumah dan di masyarakat. atau dengan cara membawa masyarakat ke dalam sekolah sebagai nara sumber. Sekolah juga berfungsi turut memperbaiki kehidupan masyarakat sekitamya. 2. berkemah dan lain-lain. masyarakat akan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendidikan anak. Kelas -ialu melakukan inventarisasi masalah-masalah yang muncul jalam masyarakat. 4. Siswa belajar secara aktif. Siswa turut merencanakan. Prosedur penyelenggaraan ialah dengan membawa siswa ke dalam masyarakat dengan karyawisata. mencari pengalaman kerja dalam berbagai lapangan kehidupan. dan sebaliknya. kemudian menyusun rencana lengkap bersama para siswa sebagai persiapan melaksanakan di lapangan.memecahkan masalah seharihari dalam lingkungannya.

Tujuan. dalam suatu rencana khusus. dan prosedur. sistem kehidupan hewan. sistem pemerintahan. Sistim alami (natural) seperti sistem ekologi. Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. Tiap unsur bersifat essensial. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami (natural). antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu kescluruhan. akan menjadi lebih jelas setelah mempelajari uraian-uraian berikumya. agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Kesaling tergantungan (interdependence). 2. Dengan proses mendisain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. Pandangan-pandangan yang telah dibahas itu. dan memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. ialah penataan ketenagaan.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran. Rencana. disusun sesuai dengan rencana tertentu. yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran. antara lain adalah: 1. 3. 4. semuanya memiliki tujuan. material. seperti: sistem transportasi. dan prosedur. 66 . Tujuan sistem pembelajaran agar siswa belajar. Sistem yang dibual oleh manusia. sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Berdasarkan teori-teori tersebut semakin jelaslah bahwa kegiatan dan proses pembelajaran itu sangat kompleks. material. memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain. Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga. sistem komunikasi. tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu.diperlukan pula keterampilan berintegrasi dan bekeda sama dengan masyarakat.

TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELMARAN. maka dalam merancang aktivitas pembelajaran. 5. Implikasi dari adanya keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan belajar siswa tersebut adalah usunnya tujuan pembelajaran yang dapat menunjang apainya tujuan belajar. Pembelajaran lebih onsentrasi pada kegiatan guru dan tidak terkonsentrasi pada kegiatan siswa. Pembelajaran dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswaa belajar. Jika pada masa sekarang ini pembelajaran dicoba terkaitkan dengan belajar. Aktivitas belajar siswa harus dijadikan titik tolak dalam merancang pembelajaran. memang tidak dicoba terkaitkan dengan belajar itu sendiri. termasuk tujuannya. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar. guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. Dahulu. Contoh kongkiit tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar adalah sebagai berikut : Setelah pertama Tujuan Belajar Tujuan Pembelajaran menelaah teks butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara pancasila kaitan siswa antara dapat menelaah teks butir pertama pancasila butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan 67 . jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan. ketika pembelajaran dimaksudkan sebagai kadar penyampaian ilmu pengetahuan. pembelajaran tak terkait dengan blajar. tercapailah maksud atau tujuan pembelajaran tersebut. haruslah termaktub juga dalam tujuan pembelajaran.5. Muatan-muatan yang termaktub dalam tujuan belajar.1. Tujuan pembelajaran haruslah menunjang dan dalam tercapainya tujuan belajar. Sebab. Pembelajaran model dahulu itu.

siswa dapat membedakan antara siswa dapat menjelaskan kaitan antara tumbuhtumbuhan yang berkeping satu butir portama dengan butir kedua dan yang berkeping dua. 2. kaitan teks siswa antara sendiri butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara dapat menelaah teks butir pertama pancasila. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi substansinya. Setelah mengamati berbagai tumbuh. aitu siswa bisa "apa" setelah belajar dan atau dibelajarkan. cara Setelah menelaah teks pancasila kaitan butir-butir dapat butir membaca buku teks dan berdiskusi pertama siswa antara dengan teman-temannya siswa dapat menjelaskan membedakan tumbuh-tumbuhan yang pertama dengan butir kedua secara berkeping satu dengan yang berkeping benar dengan menggunakan kata-kata dua. Setelah dibelajarkan dengan tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. Setelah pertama menelaah pancasila. siswa tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dapat membedakan antara tumbuhdengan tumbuhan berkeping dua. menclaah teks butir pertama pancasila. kata-kata sendiri. bahwa tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar siswa adalah : 1.sendiri. butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan sendiri. 68 . Setelah secara benar dengan menggunakan dibelajarkan dengan cara mengamati kata-kata yang ada pada teks Setelah tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan mengamati berbagai tumbuh-tumbuhan sekolah. siswa dapat menibedakan di kebun percobaan sekolah.Setelah siswa dibelajarkan dengan cara tunibuhan di kebun percobaan sekolah. kata-kata yang ada pada teks Dari contoh yang disebutkan tersebut sangatlah jelas. yaitu setelah siswa belajar dan atau dibelajarkan. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi waktu.

2. 3. 69 . 4. Ada perbedaan titik tekan antara tujuan belajar dengan tujuan pembelajaran. siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditim. Punya kesamaan dari segi pusat kegiatan. 5. Punya kesamaan takaran dalam pencapaian tujuan. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran. jelas menunjukkan tidak kongruen antara tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar. ialah: 1. Oleh karena itu tujuan pembelajaran demikian ini tidak menunjang pencapaian tujuan belajar. Prinsip kebermaknaan. yaitu sama-sama berada pada diri siswa. Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar. berikut disajikan contoh tujuan pembelajaran yang tidak kongruen dengan tujuan belajar : Contoh yang disebutkan tersebut. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar siswa/mahasiswa a. substansi tujuan belajar telah dikacaukan oleh substansi tujuan pembelajaran. Sedangkan pada contoh ketiga dan keempat.3. Prasyarat. Agar tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar tersebut jelas. 2. Model. 5. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi cara mencapainya. siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat (prerckuisit). tujuan belajar telah dikacaukan oleh tujuan pembelajaran dari segi cara penyampaiannya. Pada contoh pertama dan kedua.

9. Hal-hal yang tidak tertulis dalam buku dan belum terkuasai oleh guru. siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran 7. Keadaan yang menyenangkan. 6. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan sumber pelengkap.4. Itu sebabnya. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan sekolah. 3. sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdaya guna bagi kepentingan proses belajar siswa. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi pembelajaran menyenangkan baginya. guru perlu menyiapkan program 70 . Komunikasi terbuka. 8. masyarakat berupa objek. Sumber masyarakat. Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenan dengan mata ajaran tertentu. kejadian dan peninggalan sejarah. 5. Daya tarik. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada: 1. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas serta mendalami ilmu pengetalman. juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. Pribadi guru sendiri pada dasamya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas. siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalamjangka waktu yang pendek. Pemilihim buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. atau harus dibeli di pasaran buku. Tekanan instruksional. Latihan yang terbagi. Aktif dan latihan. Untuk itu. b. yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pendapat siswa. siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan/menarik. ternyata ada dalam. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan bagmya. 2.

3. bahan yang dipelajari. Prosedur yang harus ditempuh adalah: 1. berdasarkan petunjuk dan bantuan guru. 2. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru. Namun. yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan rasa tenggang rasa dan tanggung jawab 71 . Suasana yang disiplin ini juga ditentukan oleh perilaku guru. Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas. siswa sendiri dan bantuan orang ma. kemampuan guru memberikan pengajaran. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantu yang diperlukan. adil. 2. dan ketersediaannya di sekolah. Membeli di pasaran bebas scandamya alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok dengan kegiatan belajar yang akan ditakukan. guru dan siswa dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut: 1. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk pengajaran dan ternyata tidak banyak pengaruhya terhadap keberhasilan belajar siswa. harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar. Guru diharapkan bersikap menunjang. Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerjasama yang serasi. 3. d. c. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. membantu. selaras dan seimbang dalam kela. Perlu adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik di dalam kelas. dan terbuka dalam kelas. serta suasana dalam diri siswa sendiri. Sikapsikap tersebut pada gilirannya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan serta menciptakan antusiasme terhadap pelajaran yang sedang diberikan.pembelajaran dalam upaya memanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya. Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran. kemampuan siswa sendiri.

e. a.3. Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru. Kemampuan dalam proses pembelajaran sering disebut kemampuan profesional. Kondisi guru siap membelajarkan siswa. penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa.untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana dengan persaingan. diakui bahwa motivasi pembelajaran itu sering timbul karena insentif yang diberikan. Namun. 5. Guru perlu memiliki kemampuan dan proses pembelajaran. b. disamping kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. berusaha untuk kopentingan sendiri. Guru harus memiliki motivasi untuk membelajarkan siswa. Kedua jenis motivasi itu diperlukan untuk membelajarkan siswa. belajar dengan kemampuan dan bakatnya. Motivasi itu sebaiknya timbul dari kesadaran yang tinggi untuk mendidik peserta didik menjadi warga negara yang bak. Pembinaan kesehatan. Sediakan waktu yang khusus untuk mengenal dan mengetahui dengan seksama semua kondisi subjek belajar. sehingga guru melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Bila diketahui terdapat ketidak seimbangan dan gangguan pada kondisi mereka. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. Guru 72 . dan memberikan pengalaman-pengalaman perekuisit. Motivasi untuk membelajarkan siswa. maka guru perlu segera melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkannya. Jadi guru memiliki hasrat untuk menyiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. memperhatikan kesiapan belajar yang tepat waktunya. penyesuaian bahan. semua kondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku.

73 .perlu berupaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi siap untuk membelajarkan siswa.

Apabila perhatian alami ini tidak ada maka siswa perlu dibangkitkan perhatiannya.BAB II PRINSIP BELAJAR DAN APLIKASINYA 2. keterlibatan langsung/berpengalaman. keaktifan. Perhatian terhadap belajar akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. 1984 : 372). tantangan. akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar (Gage n Berliner. motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar. Di samping perhatian. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang.1. "Motivation is the concept we use when we ddescribe the force action on or whitin an organism yo initiate and direct behavior" 74 . PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam apaya meningkatkan mengajarnya. 1984: 335 ). Motivasi dapat dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil (gage dan Berliner. pengulangan. 2. Dari berbagai prinsip belajar tersebut terdapat beberapa prinsip yamg relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran. diperlukan untuk belajar lebih Ianjut atau diperlukan dalam kehidupan seharihari.1 Perhatian dan Motivasi Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. balikan dan penguatan.1. serta perbedaan individual. Prinsip-prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi.

nilai-nilai. Petri (Petri. Motivasi juga dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Motivasi dapat merupakan tujuan dan alat dalam pembelajaran. artinya datang dari dirinya sendiri. Sebagai alat. dari guru. Hal ini merupakan dasar teori belajar B. motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. Siswa yang menyukai matematika akan merasa senang belajar matematika dan terdorong untulk belajar lebih giat. Guru berharap bahwa siswa tertarik dalam kegiatan intelektual dan estetik sampai kegiatan belajar berakhir. seperti haInya motif menimbulkan dan mengarahkan aktivitasnya. dan keterampilan. orang tua. Karenanya adalah kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Sikap siswa. dapat menimbulkan motif. Motivasi dapat bersifat internal. demikian pula sebaliknya. Herbet L. Skinner dengan operant conditioning-nya' (Hal ini dibkarakan lebih lanjut dalam prinsip balikan dan penguatan). seorang siswa yang dengan sungguh- 75 . kehidupannya. suatu hadiah yang diharapkan diperoleh sudah melakukan kegiatan. teman dan sebagainya. 1986: 3). dapat juga bersifat eksternal yakni datang dari orang lain.Demikian menurut H. Sebagai tujuan.L. Karenanya. Perubahan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya.F. Motivasi mempunyai kaitan yang crat dengan minat. motivasi merupakan salah satu tujuan dalam mengajar. Sebagai contoh. Insentif. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalan. bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tridak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Naik kelas dan mendapat ijazah adalah penyerta dari keberhasilan belajar. Sebagai contoh. pengalaman. Motif intrinsik dapat bersifat internal. Perhatian ialah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu objek.sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. Jadi motif pada siswa itu yang semula ekstrinsik menjadi intrinsik. datang dari luar. Mula-mula motifnya adalah ekstrinsik. Motif ekstrinsik dapat juga berubah menjadi motif intrinsik yang disebut 'Iransformasi motir'. orang itu merasa bahwa objek tersebut mempunyai kaitan dengan dirinya umpamanya dengan kebutuhan. Makin terpusat perhatian pada pelajaran. seorang siswa belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LIPTK) karena menuruti keinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi guru. Sedangkan motil ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertaanya. Motif ekstrinsik bisa bersifat eksternal. bakat. Perhatian Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan. minat. yaitu ingin menyenangkan orang tuanya. 76 . datang dari diri sendiri. proses belajar makin baik dan hasilnya akan makin haik pula. siswa belajar sungguh-sungguh bukan disebabkan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya telapi didorong oleh keinginan naik kelas atau mendapat ijazah. dapat juga bersifat eksternal. walaupun lebih banyak bersifat ekstemal. tetapi setelah belajar heberapa lama di LPTK ia menyenangi pelajaranpelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi guru. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat pada pelajaran. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu objek dapat diakibatkan oleh dua hal. cita cita. Sebagai contoh. Pertama.

siswa belajar dengan penuh perhatian. Belajar dengan permh perhatian pada pelajaran yang sedang dipelajari. siswa belajar dengan penuh perhatian Karena guru menggunakan metode yang bervariasi tidak hanya ceramah).Kedua. 3. Pelajaran tersebut ada kaitan dengan diri siswa. Pada contoh kedua. Karena pelajaran tersebut memiliki kaitan dengan pengalamannya. sehingga ia sungguhsungguh memperhatikan pelajaran tersebut. (cara guru mengajar lain dan kebiasaannya) Demikian pula contoh ketiga. lain dari yang pada umumnya muncul. Rukiah. karena guru mengajar dengan menggunakan alat peraga. Objek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain. dalam pelajaran IPA. proses dan hasilnya akan lebih baik. Rukiah belajar dengan penuh perhatian. Upaya guru memumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. atau yang lain dari yang biasa. Dari uraian dan contoh diatas dapat disimpulkan. 2. KeRhatannya mereka sangat sungguh-sungguh menerjakan tugas tersebut. salah seorang siswa disuatu sekolah dasar sangat tertarik dengan penjelasan ibu gurunya tentang perpindahan penduduk. antara lain: 77 . Sekelompok siswa sedang asyik mengerjakan tugas kelompok. bahwa : 1. Perhatikan contoh kasus dibawah ini 1. 2. karena ia pernah dibawa orang tuanya bertransmigrasi. Ketiga contoh diatas menggambarkan siswa yang belajar dengan penuh perhatian akan tetapi penyebabnya berbeda. Sekelompok siswa disuatu sekolah dasar pada sutu waku mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian karena guru mengajarkan pelajaran tersebut dengan menggunakan alat peraga yang sebelumnya guru tersebut belum pernah melakukannya. Contoh pertama. Biasanya mereka belajar cukup mendengarkan ceramah dari guru.

belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif. bakat atau minat siswa. KEAKTIFAN BELAJAR Kecendrungan psikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah makhluk yang aktif. Thomdike mengemukakan keakifan siswa dalam belajar dengan bukum "lah.a. Menarik perhalian siswa dengan cara mengailkan pelajaran tersebut dengan diri siswa (umpamanya dengan pengalaman mereka). jiwa mengolah informasi yang kita terima. bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirmya sendiri. dan mampu merencanakan sesuatu. Guru sekedar pembimbing dan pengarah (John Dewy 1916. mempunyai kemampuan dan aspirasi sendiri. maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri. menganalisis. Umpamanya penggunaan metode mengajar yang bervariasi. b.2. Coba anda pilih salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa anda ajarkan. menafsirkan dan menairik kesimpulan. Menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu. menermakan fakta. 1937:3 1). of exercise " -nya yang menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya 78 . Kemukakan upaya apa yang harus anda lakukan untuk: 1. Anak mampu mencari. 2. Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman. tidak sekadar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendri. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. 1984 : 267). Mon Dewey misalnya mengemukakan. (Gage and Berliner. dalam Dak ks. Menarik perhatian siswa dengan cara menciptakan situasi pembelajaran yang bervariasi (umpamanya dalam penggunaan metode mengajar) 2. kebutuhan. cita-cita. penggunaan media. tempat belajar tidak terpaku hanya didalam kelas saja. konstruktif. Menurut teori kognitif.

menulis. siswa selalu menampakkan keaktifan. 1991:105). Seperti yang telah dibahas di depan bahwa belajar iu sendiri adalah akivitas. Kegiatan fisik bisa berupa membaca. coba anda tetapkan salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa diajarkan. guru harus berusaha meningkatkan kadar aktifitas belaiar tersebut. supaya kadar aktivitas belajair mereka relatif tinggi. menyimpulkan basil percobaan. dan kegiatan psikis yang lain. membandingkan satu konsep dengan yang lain. mendengar. akan tetapi mental emosionainya tidak terlibat akif didalam situasi pembelajaran itu. Bila ada siswa ) yang duduk di kelas pada saat pelajaran berlangsung. Akan tetapi barangkali kadarnya perlu ditingkinkan dengan metode mengajar lain. Mc Keachk berkenan dengan prinsip keaktifan mengemukakan babwa individu merupakan "manusia belajar yang selalu ingin tahu. sosial. Dalam setiap proses belajar. Silahkan anda rancang kegiatan-kegiatan belajar yang bagaimana yang harus siswa anda lakukan. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Bila sudah selesai anda kerjakan. Lebih jauh dari sekedar mengaktifkan siswa belajar. dan sebagainya. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. yaitu aktivitas mental dan emosional. 1976:230 dari Gredler MEB terjemahan Munandir.” (MC Keachk. Sekali untuk memantapkan pemahaman anda tentang upaya meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa. silahkan diskusikan deingan guru lain disekolah anda atau guru sesama peserta program 79 . Contoh kegiatan psikis misaInya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Pada hakikamya siswa tersebut tidak ikut belajar. berlatih keterampilan-keterampilan. Kegiatan mendengarkan penjelasan guru.latihan-latihan. sudah menunjukkan adanya aktivitas belajar. Oleh karena itu guru jangan sekali-kali membiarkan ada siswa yang tidak ikut aktif belajar.

2. dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan. Sebagai contoh seseorang yang belajar membuat tempe. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator. keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas 80 . KETERLIBATAN LANGSUNG DALAM BELAJAR Di muka telah dibkarakan bahwa belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa yang. belajar tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. terlibat langsung dalam perbuatan.3.4. Belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung. Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif. belajar adalah mengalami. apalagi sekadar mendengar orang bercerita bagaimana cara pembuatan tempe (telling). baik individual maupun kelompok. bukan sekadar melihat bagaimana orang menikmati tempe (demonstrating).2. Pentingnya ketelibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh John Dewey dengan "leaming by doing"-nya. dan bertanggung jawab tehadap hasilnya. Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerueut pengalamannya mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung. yang paling baik apabila ia terlihat secara langsng dalam perbuatan (direct performance). Keterlibatan siswa di dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata. dengan cara memecahkan masalah (prolem solving). Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati. dalam penghayatan dan intemalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilat. PENGULANGAN BELAJAR Prinsip belajar yang menekankan perlunva pengulangan barangkali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori Psikologi Dava. namun lebih dari itu terutama adalah keterlibatan mental emosional.

merasakan. Menurut teori ini perilaku individu dapat dikondisikan. kendaman berhenti ketika lampu Ialu lintas berwarna merah. Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda.daya mengamat.kabiasaan. 1931b:20. menanggap. misalnya siswa berbaris masuk ke kelas karena mendengar bunyi lonceng. Seperti hainya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam. Berangkat dari salah satu hukum belajarnya “law of exercise". tetapi dapat juga oleh stimulus penyerta. mengingat. dan sebagainya. Banyak tingkah laku manusia yang terjadi karena kondisi. belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons maka pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan karena saja stimulus. Yang pertama pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa sedangkan yang kedua dan ketiga pengulangan untuk respons yang benar dan membentuk kebiasaan. Kalau pada Koneksionisme. terjemahan Munandir. Seperti kata pepatah "latihan menjadikan sempuma" (Thomdike. Dengan mengadakan pengulangan maka dasya-daya tersebut akan berkembang. tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan. maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempuma. Marget E Bell. dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. Mengajar adalah membentuk kebiasaan. ia mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari Koneksionisme juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. Walaupun kita tidak japat menerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang dikemukakan 81 . dan belajar merupakan upaya untuk mengkondisikan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu. mengulang-ulang sesuatu perbuatan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pembiasaan tidak perlu selalu oleh stimulus yang sesungguhnya. Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori psikologi Asosiasi atau Koneksionisme dengan tokoh yang terkenal Thorndike. mengkhayal. berpikir. 1991: 51). dari Gredlei.

Pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menermakan konsep-konsep. karena tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar. namun prinsip pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai. Bahan belajar yang telah mendan saja kurang menarik bagi siswa. Dalam belajar tetap diperlukan latihan/pengulangan. maka ia akan masuk dalam medan baru dan tujuan baru. 1984: 259). situasi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis.tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. 82 . dan generalisasi tersebut. Apabila hambatan itu telah diatasi. maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahasa belajar tersebut. Bahan belajar yang baru. tetapi selalu terdapat hambatan yang mempelajari bahan belajar. Penggunaan metode eksperimen. Penguatan positif maupun negatif juga akan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh gaujaran atau terhindar dari hukum yang tidak menyenangkan. Metode drill dan stereotyping adalah bentuk belajar yang menerapkan prinsip pengulangan (Gage dan Berliner.ketiga teori tersebut. yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. artinya tujuan belajar telah tercapai. prinsip-prinsip. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar haruslah menantang. dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha meneari dan menemukan konsp-konsep. demikian seterusnya. prinsipprinsip. SIFAT MERANGSANG DAN MENANTANG DARI MATERI YANG DIPELAIARI Teori Medan (Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa dalam. inkuiri.5. Agar pada anak timbul motif yang Kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang. diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebili giat dan sungguh-sunggub. 2.

metode penemuan.nya Thomdike. karena takut tidak naik kelas ia terdorong tuk belajar lebih giat. Kalau pada teori conditioning yang diberi kondisin adalah stimulusnya. Kunci dari teori belajar im adalah law of effect . Format sajian berupa tanya jawab. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif. Namum dorongan belajar itu menurut B. Skinner. Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang haik. maka pada operant conditioning yang diperkuat adalah responsnya. Di sini siswa mencoba menghindar dari peristiwa yang tidak menyenangkan. Inilah yang disebut penguatan negatif. dan sebagainya merupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan dan penguatan.2. PEMBERIAN BALIKAN ATAU UMPAN BALIK DAN PENGUATAN BELAJAR Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori belajar operant Conditioning dari B.6. 1984: 272). Nilai yamg baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengarub baik bagi usaha belajar selanjutnya. Hasil.F. 83 . eksperimen. Balikan yang segera diperoleh siswa setelah belajar melalui penggunaan metode-metode ini akan membuat siswa terdorong untuk belajar lebih giat dan bersemangat. maka penguatanatan negatif juga disebut escape conditioning. Di sini nilai buruk dan dan rasa takut lidak naik kelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat. Sebaliknya anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kelas. apalagi hasil yang baik. Atau dengan kata lain penguatan positif maupun negatif dapat memperkuat belajar (gage dan Berliner. diskusi. Siswa belajar sunggub-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan.E Skinner tidak saja oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga ada yang tidak menyenangkan.

mengamati secara cermat gerakan psikomotorik yang dilakukan guru. Untuk dapat membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mereka secara terus menerus. IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Siswa sebagai "primus motor” (motor utama) dalam kegiatan pembelajaran. 1984:373). dengan alasan apapun tidak dapat mengabaikan begitu saja adanya prinsip. menanggapi secara positif pujian atau dorongan dari orang lain. menyebabkan siswa harus membangkitkan perhatiannya kepada segala pesan yang dipelajarinya. Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motivasi belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan mengembangkan secara terus menerus. 84 . Senma kegiatan atau perilaku tersebut harus dilakukan oleh siswa secara sadar sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajarnya. 2. Peningkatan/pengembangan minat im merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi (Gage dan Berliner. warna. jika mereka menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. Contob kegiatan atau perilaku siswa.7. bentuk. dan rangsangan lain yang dapat diindra.prinsip belajar. Perhatian dan Motivasi Siswa dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua ungsangan yang mengarah ke arah pencapaian tujuan belajar. Dengan demikian siswa diharapkan selalu melatih indranya untuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam prosses pembelajaran.1. Justru pada siswa akan berhasil dalam pembelajaran. siswa dapat melakukannya dengan menentukan atau mengetahm tujuan belajar yang hendak dicapai. membandingkan konsep sebelumnya dengan konsep yang baru diterima.7. Pesan-pesan yang menjadi isi pelajaran seringkali dalam bentuk rangsangan suara.2. baik fisik atau psikis. seperti mendengarkan ceramah guru. gerak. Adanya tuntutan untuk selalu memberikan perhatian ini. atau kegiatan sejenis lainnya.

Bentuk perilaku keterlibatan langsung siswa tidak secara mutlak menjamin terwujudnya prinsip keaktifan pada diri siswa. perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan. ingin tahu hasil dan kimia. Dari contoh-contoh perilaku siswa untuk meningkatkan dan membangkitkan motivasi belajar. Namun demikian. Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan-segan mengerjakan segala tugas belajar yang dibeerikan kepada mereka. 1987:32). membuat kliping.2. Tidak ada seorangpun dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya (Davies. 2. Dengan keterlibatan langsung inj. dan prilaku sejenis lainnya.7. dan perilaku sejenis lainnya. 2. siswa melakukan reaksi kimia. Keterlibatan langsung/ berpengalaman Hal apapun yang dipelajari siswa. perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa. dapat ditandai bahwa perilaku-perilaku tersebut bersifat psikis. Pemyataan ini. siswa dituntut untuk selalu aktif memproses dan mengolah perolehan belajarnya. Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran. secara mutlak menuntut adanyan keterlibatan langsung dari "tiap siswa dalam kegiatan belajar pembelajaran.4. menganalisis hasil percobaan. Keaktifan Sebagai "primus motor" dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar.7. 85 . membuat karya tulis. secara logis akan menyebabkan mereka memperoleh pengalaman atau berpengalaman. Untuk dapat memproses dan mengolah perolehan belajarnya secara efektif. Bentuk-bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi siswa misalnya adalah siswa ikut dalam pembuatan lapangan bola voli. maka ia harus mempelajarinya sendiri.menentukan target atau sasaran penyelesaian tugas belajar. dan perilaku sejenis lainnya. siswa berdiskusi untuk membuat laporan. siswa membaca puisi di depan kelas.

Dari pemyataan inilah pengulangan masih diperlukan merasa bosan dalam melakukan pengulangan. Tantangan Prinsip belajar ini bersesuaian dengan pemyataan bahwa apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri.2. yang sekaligus merupakan penguat (reinforce) bagi penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban. atau menghafal tahun-tahun terjadinya peristiwa sejarah. 2. 2.7. menerima kenyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai. Sclain itu. Hal ini berarti siswa selalu menghadapi tantangan untuk memperoleh. apakah benar atau salah? Dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang hasil (knowledge of result). diantaranya menghafal unsur-unsur kimia setidp valensi. Jachan. atau mencari tahu pemecahan suatu masalah. Pengulangan Penguasaan secara penuh dari setiap langkah kemungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti (Davies. dan mengolah setiap pesan yang ada dalam kegiatan pembelajaran. Bentuk-bentuk perilaku siswa yang merupakan implikasi dari prinsip tantangan ini diantaranya adalah melakukan eksperimen. Implikasi prinsip tantangan bagi siswa adatah tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh. mengerjakan soal-soal lingkungan. ia akan belajar dan mengingat secara lebih baik (Davies. maka ia lebih termotivasi untuk belajar. memproses.5.7.6. 1987:32 ). dan mengolah pesan. 1987: 32). melaksanakan tugas terbimbing maupun mandiri. Balikan dan Penguatan Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang dilakukan. siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapinya. memproses. menghafal nama-nama latin tumbuhan. atau menerima teguran dari gurulorang tua karena hasil belajar yang jelek. 86 . Bentuk-bentuk perilaku pembelajaran yang merupakan implikasi prinsip pengulangan.7.7.

setiap siswa belajar menurut tempo (kecepatan)nya sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi kecepatan belajar (Davies. anda dapat mengidentifikasi dari kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sebagai indikatornya. Guru yang menyamaratakan siswa menganggap semua siswa sama. Belajar dalam arti proses mental dan emosional terjadi secara individual. Suatu tindakan guru yang dipandang tepat terhadap seorang siswa. sehingga memperlakukan mereka sama kepada semua. Perbedaan individual Belajar tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. bakat. Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan siswa lain.7. akan membantu siswa menentukan cara belaiar dan sasaran belajar bagi dirinya sendiri. Tidak belajar. menyusun jadwal belajar. kebiasaan belajar. Guru yang bijaksana akan menghargai dan memperlakukan siswa sesuai dengan hakikat mereka masingmasing. belum tentu tepat untuk siswa yang lain. tipe belajar dan sebagainya. Implikasi adanya prinsip perbedaim individual diantaranya adalah menentukan tempat duduk di kelas. khususnya siswa. Jika kita mengajar disuatu kelas sudah barang tentu kadar aktivitas belajar para siswa beragam. 87 . Akan tetapi ada perlakuan yang memang harus sama terhadap semua.. yang memiliki perbedaan dari siswa lain. siswa yang belajar sebagai pribadi tersendiri. Karena hal inilah.9.7. minat. pada prinsipnya bertentangan dengan hakikat manusia. 2. Perbedaan itu mungkin dalam hal pengalaman. atau memilih bahwa implikasi adanya prinsip perbedaan individu bagi siswa dapat berupa perilaku fisik maupun psikis. Perbedaan Individual Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lain. Untuk memperjelas implikasi prinsipprinsip belajar bagi siswa.8. Disamping itu.2. 1987: 32). kecerdasan. berarti tidak akan memperoleh kemampuan.

tipe belajarnya. Semua itu harus dkatat pada catatan pribadi siswa. Siswa yang memiliki tipe belajar yang motorik akan memiliki tipe belajar visual akan lebih mudah belajar melalui penglihatan. Siswa yang memiliki tipe belajar yang auditif akan lebih mudah belajar melalui pendengaran. Pelajaran mana yang harus dipelajari oleh semua siswa dan peIajaran mana yang boleh dipilih oleh siswa sesuai dengan bakat mereka. sedangkan siswa yang memiliki tipe belajar motorik akan lebih mudah belajar melalui perbuatan.Demikian pula yang menyangkut pelajaran. penyakit yang dideritanya. Siswa yang lamban perlu banyak dibantu sedangkan siswa yang cepat dapa diberi kesempatan lebih dulu maju atau melakukan pengayaan. Adakah buku catatan pribadi tiap siswa dikelas tempat anda mengajar? Bila ada coba pelajari: 1. Buku catatan pribadi tiap siswa kelas 1 setelah mereka naik kelas II harus diserahkan pada guru kelas II untuk digunakan dan diisi dengan data baru. Oleh karena itu catatan pribadi siswa sangat bermanfaat. begitulah seterusnya sampai kejenjang pendidikan berikumya. Kapan buku tersebut diisi 3. Buku catatan pribadi siswa itu harus diisi secara rutin dan terus mengikuti pribadi siswa tersebut ke kelas dan ke jenjang pendidikan berikutnya. kemampuan panca indranya. sebab mungkin siswa yang kita ajar memiliki tipe belajar yang berbeda. Didalam menggunakan metode mengajar. latar belakang kehidupan orang tuanya. Pernahkah buku catatan pribadi tersebut digunakan. Setiap siswa perlu dikatat tentang kecerdasannya. Data apa saja yang dicatat 2. bahkan kejadian sehari-hari yang dianggap penting. bakatnya. guru perlu menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Perlakuan guru terhadap siswa yang cepat harus berbeda dii i perlakuaii terhadap siswa yang termasuk lamban. Untuk keperluan itu semua guru perlu memahami pribadi masing-masing yang menjadi bimbingannya. dan untak apa 88 .

1. Oleh karena itu tujuan pembelajaran harus ditetapkan lebih dulu. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan motifasi belajar siswa? 3. Yang menjadi unsur utama ialah tujuan pembelajaran. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk menarik perhatian siswa? Untuk memudahkan anda dalam mengerjakan latihan diatas bacalah rambu-rambu pengerjaan latihan berikut ini. siswa dan guru. Jika ternyata belum ada.4. bahan pelajaran. strategi. Akan tetapi paling tidak kelima prinsip diatas hendaknya menjadi pegangan kita didalam membelajarkan siswa-siswa kita. Semua unsur didalam pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Bagaimana implikasi tujuan. Itulah lima prinsip belajar telah kita diskusikan. Silahkan anda pelajari berbagai sumber tentang belajar. 89 . bahan pelajaran. Belajar terjadi pada suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari komponen atau unsur tujuan. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan strategi belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan unsur-unsur lain didalam system pembelajaran. Bagaimana saran anda untuk pemanfaatan buku catatan pribadi tersebut : data dan pengisiannya serta penggunaanya. alat. unsur-unsur penabelajaran tersebut saling berkaitan. Identifikasikanlah kegiatan pembelajaran yang anda rancang. coba buat sebuah model buku catatan pribadi siswa yang menurut anda cukup lengkap untuk keperluan pembimbingan belajar terhadap siswa. Apakah kegiatan pembelajarannya termasuk belajar meialui pengalaman ataukah melalui pengamatan? 2. alat dan siswa terhadap penggunaan strategi belajar mengajar akan kita diskusikan pada kegiatan belajar berikutnya. Rambu-rambu pengerjaan latihan. saling mempengaruhi. Sebagai suatu system. Untuk memantapkan pemahaman anda terhadap materi yang anda pelajari kerjakanlah latihan dibawah ini.

tiap siswa memiliki perbedaim satu dengan lain. Belajar merupakan proses mental dan emosional atau aktivitas pikiran dan perasaan. 90 . Hasil belajar berupa perubahan perilaku. Catatlah kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran. Untuk lebih meyakinkan anda observasilah teman anda yang sedang mengajar. Belajar memiliki tiga atribu pokok ialah: 1. Selain anda harus mengingat kembali materi tentang teknik-teknik menarik perhatian siswa. Untuk menjawab pertanyaan ini anda hendaknya mengingat kembali materi yang membahas teknik-teknik membangkitkan motivasi belajar siswa. 3.1. anda juga dapat melakukan observasi atau meminta teman anda mengobservasi anda yang sedang mengajar. Catatlah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan teman anda yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Perbedaan individual ini pada cara dan hasil belajar siswa. demikian pula dengan pengetahuannya. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan individual. Dari hasil identifikasi ini anda akan mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang anda rancang lebih menekankan pada belajar melalui pengalaman (langsung dan tak langsung) ataukah melalui pengamatan. Identifikasi setiap langkah kegiatan pembelajaran yang akan anda tempuh. Siswa merupakan imdividual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis. Ambillah salah satu rencana pembelajaran yang akan anda laksanakan. 2. kepribadian dan sifat-sifatnya. baik menyangkut kognitif psikomotorik maupun afektif. 2. Sekarang tiba saamya anda membaca rangkuman dibawah ini unuk lebih memantapkan ingatan anda terhadap materi yang telah dipelajari. disekolah umumnya kita kurang memperhatikan masalah perbedaan pelaksanaan pembelajaran dikelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata. kebiasaan yang kurang lebih sama. Karenanya perbedaan individu perlu diperhaikan pleh guru dalam upaya pembelajaran.

tampak dalam setiap kegiatan perilaku mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Disamping in dalam memberikan tugas hendaknya disesuikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga bagi siswa yang pandai. Antara lain penggunaan metode atau straegi belajar mengajar yang ervariasi sehingga perbedaan perbedaan kemampuan siswa dapat terlayani. Usaha lain untuk memperbaiki pembelajaran klasikal adalah dengan memberikan tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa yang pandai. Sebagai unsur primer dan sekunder dalam pembelajaran. maupun kurang akan merasakan berhasil didalam belajar. perlu disadari bahaya implementasi prinsip-prinsip belajar sebagai implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru tidak semuanya terwujud dalam setiap proses pembelajaran. dan memberikan bimbingan belajar bagi anak yang kurang.Pembelajaran yang bersifat klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapa diperbaiki dengan beberapa cara. Namun demikian. maka dengan sendirinya prinsip-prinsip belajar. sedang. Implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru. dan guru teimplikasi adanya 91 . Juga penggunaan media instruksional akan membantu melayani perbedaan siswa dalam cara belajar.

tak dapat dipisahkan sama dengan yang lain.BAB III DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang erat berkaitan. tegasnya tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Akan tetapi. akan dapat terlaksana jika alat sarana. Tak mungkin ada Kegiatan pendidikan tanpa kurikulum. proses pendidikan yang dijalankan adalah usaha untuk merealisasikan nilai-nilai dan ide-ide tersebut. Sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman modern ini tak mungkin tanpa melibatkan keikutsertaan kurikulum. Pada dasamya tujuan pendidikan yang pokok (atau hakiki. esensial. maka kurikulum berisi nilai-nilai atau citacita yang sesuai dengan pandangan hidup bangsa. Pemikiran tentang adanya kurikulum adalah setua dengan adanya sistem pendidikan itu sendiri. Hubungan antara pendidikan dan kurikulum adalah hubungan antara tujuan dan isi pendidikan.. Pada hakekamya. Artinya sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. Suatu tujuan. atau tegasnya kurikulum yang dijadikan dasar acuan ini relevan. Kebutuhan akan adanya aktivitas pendidikan selalu berarti kebutuhan adanya kurikulum. masyarakat yang dinamis akan selalu mengalami perkembangan. Hal itu dapat diartikan bahwa kurikulum dapat membawa kita ke arah tercapainya tujuan pendidikan. prinsipil ini tetap karena ia berhubungan dengan sistem nilai atau pandangan hidup suatu bangsa. Dengan 92 . hal itu tidak berarti kurikulum pun harus statis. Kurikulum pun harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. selalu menuntut adanya perubahan sesuai dengan perubahan zaman. Dalam kurikulum itulah tersimpul segala sesuatu yang harus lijadikan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan. hal itupun dapat dipandang sebagai akibat sistem pendidikan yang dijalankan yang sudah diperhitungkan. isi. Pada hakekatnya. karena kurikulum merupakan isi dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. tak pernah mengalami perubahan.

1. Akan tetapi kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya faktor penentu "kualitas seperti yang disarankan didalamnya. keterampilan. Pada waktu itu. bahwa siswa telah menempuh suatu Kurikulum yang berupa rencana pelajaran. sikap serta nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan suatu sekolah. pengerti kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditemp oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh Ijazah. siswa dapat memperoleh ijazah. Masih terdapat berbagai faktor lain yang turut menunjang kualitas atau keberhasilan kegiatan pendidikan yang dijalankan. sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar bersangkutan. Tafsiran-tafsi tersebut berbeda-beda satu sama lainnya. Hal itu menunt kepadanya untuk memahami dan menguasai berbagai masalah pendidikan. kualitas guru sebagai pelaksana pendidikan dan sebagainya. artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari.1. Misalnya saja masalah sarana dan prasarana. Dalam suatu kurikulum sekolah telah tergambar tentang berbaga pengetahuan. Pengertian Kurikulum 3. Dalam hal ini. situasi dan kondisi lingkungan. Dengan menempuh suatu kurikulum. Penting bagi guru adalah ia harus benar-benar menyadari peranannya sebag pelaksana pendidikan yang amat menentukan. kurikulum dapat dijadikan ukuran kualitas proses dan keluaran pendidikan yang dijalankan. Dalam banyak hal.1 Kurikulum Sebagai Jembatan Meraih Ijazah Istilah "kurikulum" memiliki berbagai tafsiran yan dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembang kurikulum sejak dulu sampai dengan dewasa. sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ke tempat lainnya 93 . ijazah pada hakekatnya merupakan suatu bukti. antara lain masalah kurikulum. 3.kata lain adanya keadaan masyarakat yang dinamis dan terbukti terhadap adanya usaha-usaha pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman tersebut. merupakan keberhasilan sistem pendidikan. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yakni "currculae". ini. tanpa mengakibatkan berbagai faktor lain yang juga berperan.

Nasution. Kurikulum kemudian diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetalman yang ditempult atau dikuasai untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau ijazah. Course . Sebagai misal pengertian kurikulum seperti yang tercantum dalam Webster's Intemational Dktionary " . as one leading to degree. 1980 : 5). Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung atau seseorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai orang sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (S. Pengertian Kurikulum (Oleh Burhan Nurgiyantoro dalam bukunya Dasar-Dasar Pengembangan Karikalum Sekolah) Istilah kurikulum semula berasal dari istilah yang dipergunakan dalam dunia taktik curere yang berarti "berlari' . Pengertian kurikulum sebagai yang tercantum dalam kamus Webster yang dikutip diatas. Disamping itu. Itulah sebabnya orang pada waktu lalu juga menyebut kurikulum dengan istilah “Rencana Pelajaran" yang merupakan terjemahan istilah Leerplan. kiranya ada kesesuaiannya dengan perumusan yang dikemukakan oleh Stenhouse berikut : Currkulum is the planned conipesite 94 . Dari istilah atletik kurikulum mengalami perpindahan arti kedunia pendidikan. Dengan kata lain. Seseorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan.dan akhirnya mencapai finish. Rencana pelajaran merupakan salah satu komponen dalam asas-asas didaktik yang harus dikuasai (atau paling tidak diketahui) oleh seorang guru atau calon guru. a specified fixed course of study. Currculum . kurikulum juga diartikan sebagai suatu rencana yang disengaja dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. is in a school or collage. suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu.

hanya menekankan aspek intelektual saja yang harus dikuasai siswa dan mengabaikan aspek-aspek yang lain yang juga sangat berpengaruh dalam perkembangan kejiwaan siswa. yakni pendirian tradisional. karena anaklah 95 . Dihubungkan dengan kebutuhan pengalaman anak yang diharapkan terpenuhi melalui kegiatan belajar-mengajar sekolah.effort of any school to guide pupil leaming to ward prederennined learning outcome (Larence Stenhouse. sebab pada kenyataanya pula seperti halnya dengan masalah-masalah lain. Kurikulum yang bersi demikian. Anak yang berhasil melewati tahap ini akan atau herhak memperoleh ijazah. Kabudayaan atau sejumlah ilmu pengetahuan yang akan disampaikan tersebut bersumber pada buku-buku yang baik atau dianggap bermutu. Defenisi-defenisi kurikulum yang bersifat tradisional biasanya masih menampakkan adanya kecenderungan penekanan pada rencana pelajaran untuk menyampaikan mata-mata peiajaran (subject matter) kepada anak didik yang biasanya berisi kebudayaan. sehingga kurikulum terutama dalam hal tujuan instruksional dan pemilihan bahan pengajaran lebih banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh buku. belum dapat meninggalkan (atau mungkin meninggalkan) sama sekali pendirian tradisonal. yaitu kurikulum yang berpusat pada materi pelajaran Sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Pandangan yang lebih kemudian ingin mengubah pandangan tersebut dengan memperhatikan minat dan kebutuhan anak. Kurikulum macam ini biasanya disebut Subject Centere Curiculum. ternyata hal tersebut kurang menguntungkan karena ia membatasi pengalaman anak dalam proses belajar-mengajar kelas saja dan kurang inemperhatikan pengalaman-pengalaman lain yang diperoleh di luar kelas. 1976 : 4).buku tersebut. pendirian tradisional mengenai kurikulum tersebut ditinggalkan orang karena dianggap terlalu sempit dan atau paling tidak orang berusaha mencari kemungkinan-kemungkinan baru. (hasil budidaya) masa lampau atau sejumlah ilmu pengetahuan. dasarkan pendirian diatas. kurikulum dijalankan (mau tak mau) berpusat pada guru atau but Teacher Centered Curiculum.

baik intelektual. terjadilah pergeseran dalam dunia pendidikan dari suject atau teacher centered ke student centered. khususnya psikologi kembangan. barikut dikemukakan lagi denisi-defenisi yang lain. melainkan meneakup seluruh pengalaman yang diperoleh siswa. melainkan harus diperhatikan kebutuhannya sesuai dengan perkembangan jiwanya karena itu. yang disediakan dan direncanakan sekolah. Anak tak boleh hanya dipeerlakukan sebagai objek yang statis. atau Curriculum is all of the planned experiences providedby the school to assist the pupils in attaining children the designated learning outcomes to the best their abilitie (Neagly dalam Lawrence : 4). Adanya pergeseran tentang kurikulum tersebut juga terlibat pada defenisi-defenisi kurikulum yang dikemukakan orang.sebenamya yang menjadi subjek didik. misalnya menurut George A. Hal itu terutama disebabkan oleh pengaruh penemuan-penemuan dibidang psikologi. Kurikulum yang sesuai dengan pandangan terakhir itu disebut Child Centered curiculum. Selanjumya ia membuat implikasi secara lebih ekplisit tentang defenisi yang dikemukakannya tersebut menjadi enam hal. A sequence of potensial experiences it set up in the school for the purpose of disciplining children and yuouth in group ways of thingking and acting (Smith dalam Beauchamp : 5). Konsep lain misalnya mengatakan bahwa kurikulum tidak terbatas pada kegiatan saja. emosional. yaitu sebagai seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusal latihan. Beauchamp (1964 : 4) kurikulum adalahah "It as all activities of children under the jurisdktion of the school”Dalam pengertian ini kurikulum mencakup segala kegiatan. David Pratt dalam Curriculum Design and Development (1980 : 4) mendefenisikan kurikulum secara sederhana. Sebagai bahan perbandingan mengenai pengertian kriikulum menurut konsep batu. yaitu : 96 . sosial maupun pengalaman galaman yang lain.

atau kegiatan tanpa belajar. termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas. maka ia sengaja mempromosikan belajar dan menolak sifat rambang tanpa rencana. ia mungkin hanya berupa perencanaan (mental) saja. Sebagai perangkat organisasi pendidikan. bahan dan peralatan yang dipergunakan. kurikulum menyatukan berbagai komponen seperti tujuan. Atau dengan kata lain. 3. dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang kurikulum. kualitas guru yang dituntut dan sebagainya. dalam arti tidak diwujudkan dalam bentuk tertulis. Misalnya saja dikatakan bahwa kurikulum mungkin hanya berupa perencanaan secara mental. dikembangkan dan akan dilaksanakan dalam situasi belajar mengajar yang sengaja diciptakan di sekolah. 5. Defenisi diatas yang kemudian disertai dengan berbagai implikasinya. sistem penilaian dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kurikulum bukanlah kegiatan.1. Pendidikan dan latihan dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi jika suatu hal dilalaikan. Bagaimana jadinya jika ada (mungkin hanya sebagian) kurikulum yang tidak ditutis. 2. melainkan perencanaan atau rancangan kegiatan. direncanakan. Kurikulum melibatkan maksud atau pendidikan formal. Dalam hal ini kita dapat memandang bahwa kurikulum merupakan suatu program yang didesain. walau mungkin tidak sepenuhnya kita terima atau pahami. tapi pada umumnya diwujudkan dalam bentuk tulisan. Kurikulum merupakan suatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang dilakukan. evaluasi untuk menafsirkan hasil belajar. kurikulum adalah sebuah sistem 6. Kurikulum berisi berbagai macam hal seperti masalah apa yang harus dikembangkan pada diri siswa. isi. Atas dasar 97 . Kurikulum adalah suatu rencana atau intentions. 4. tentunya akan mengundang berbagai permasalahan.

dan logis. Pendidikan merupakan suatu pendidikan yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu. Dalam pembkaraan selanjurnya. Kiranya defenisi tersebut lebih sederhana dan jelas rumusannya. Misalinya. 3. jika disebut-sebut kurikulum pengertiannya menunjuk pada defenisi yang terakhir diatas. maka diadakan pemilihan dan selanjutnya disusun secara sistematis. pengalaman dan penemuan-penemuan masa lampau.2 Kurikulum Sebagai Materi Pelajaran Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa unluk mempoleh sejumlah pengetahuan. Sentua defenisi yang ditunjuk sama-sama menyebut kurikulum sebagai rencanarencana kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan siswa yang tentunya dimaksudkan untuk memperoleh sejumlah pengalaman (baca tujuan) tertentu. disusun dan diatur untuk kemudian dilaksanakan di sekolah melalui cara-cara yang telah ditentukan pula.hal tersebut. Jika defenisi diatas diperbandingkan dengan defenisi-defenisi yang dikemukakan lebih dahulu. 98 . 1977 : 5). Semakin banyak pengalaman dan penemuan-penemuan maka semakin banyak pula mata ajaran yang harus disusun dalam kurikulum dan harus dipelajari oleh siswa disekolah. merupakan program yang direncanakan. Mata ajaran dipandang sebagai pengalaman orang tua atau pengalaman orang-orang pandai masa yang telah disusun secara sistematis dan logis. kurikulum kemudian dapat didefenisikan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu (Winamo Surahmad. Mata ajaran tersebut mengisi materi pelajaran yang disampaikan pada siswa sehingga memperoleh sejumiah pengetahuan yang berguna baginya.1. artinya dapat diterima dan pikiran. sebenamya tidak ada perbedaan yang prinsipil. artinya menurut urutan tertentu.

Pengertian ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan. Isi kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan rangka upaya pencapai tujuan pendidikan nasional.2. perlengkapan dll.1.3 Kurikulum Sebagai Rencana Kegiatan Pembelajaran Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk pembelajaran siswa. seperti bangunan.1 Filosofis Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat. man dibawa kemana untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan. Hal ini berarti semua hal dan semua orang yang terlibat dalam memberikan bantuan kepada siswa termasuk ke dalam kurikulum. melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas. halaman. Dengan program ini siswa inelakukan berbagai kegiatan belajar. melainkan melipiuti segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa. dalam 99 . Kurikulum tidak terbatas pada mata ajaran saja. 3. Itu sebabnya. Tak ada pemisahan yang tegas dntara ekstra dan intra kurikulum.1. perpustakaan. 3.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Landasan Pengembangan Kurikulum 3.3. Dengan kata lain sekolah menyediakan lingkungan yang memberikan kesempatan belajar bagi siswa. suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. gambar-gambar.4 Kurikulum Sebagai Pengalaman Pelajar Perumusan atau pengertian kurikulum lainnya agar berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya yang lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bagi siswa pada hakekatnya adalah kurikulum. sehingga menjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran.

yakni bidang industri. Implikasi dari upaya pembangunan tersebut maka diperlukannya peningkatan produktifitas. prinsip pendidikan serta seperangkat pengalaman belajar lainnya. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan. perdagangan. dan pembangunan iptek yang mantap. 2. Hal ini menunjukkan pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksud untuk memacu pembangunan untuk menuju 100 . peningkatan dan perluasan pendidikan keahlian sesuai dengan kebutuhan bidang-bidang pembangunan tersebut. Pembangunan SDM yang berkualitas diarahkan untuk meningkatkan kwalitas SDM yang mampu mendukung -pembangunan ekonomi dan pembangunan dibidang-bidang lainnya. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan di perguruan tinggi. peningkatan pendidikan nasional yang merata dan bermutu.pendidikan anak. yakni suatu masyaral yang maju. yang mencangkup pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM yang berkwalitas. tenaga kerja. pertanian. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan keahlian. Gambaran tentang proses dan tujuan pembangunan tersebut diatas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan secara keseluruhan. transportasi dll. mandiri dan sejahtera. Dengan kata lain filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. Dengan kata lain penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi harus disesuaikan dan diarahkan pada upaya-upaya dan kebutuhan pembangunan.2 Iptek dan Seni Pembangunan didukung oleh perkembangan iptek dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan Keunggu bangsa. yang berisi mendukung tercapainya cita-cita nasional. Filsafat pendidikan menggambarkan manusia yang ideal yang diharapkan oleh masyarakat.

3. maju dan sejahtera. efisiensi dan efektifitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi. untuk kepentingan meningkatkan produktifitas. 4. beberapa hal yang dapat dijadikan dasar : 1. 2. pemanfaatan. Penguasaan. 4. pelaksanaan penelitian pengembangan serta rekayasa produksi barang dan jasa. Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatan yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikaxt pemecahan masalah konkrit dalam pembangunan. Akademisi terutama dilingkungan perguruan tinggi yang memanfaatkan iptek untuk disumbangkan pada pembangunan. Pembangunan iptek harus sclaras dengan nilai-nilai agama. Pembangunan iptek harus beraada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan SDM. 5. pengembangan sarana dan prasarana iptek. Pembangunan iptek tertuju pada peningkatn kwalitas. Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktifitas. yakni : 1. kondisi sosial budaya dan lingkungan hidup. Di sisi lain perkembangan iptek itu sendiri berlangsung semakin cepat berbarengan dengan persaingan antar bangsa semakin meluas sehingga diperlukan penguasan dan pengembangan iptek yang pada gilirannya mengandung implikasi tertentu terhadpa pengembangan sumber daya manusia supaya memiliki kemampua dalam penguasaan dan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang iptek.terwujudnya masyarakat yang mandiri. nilai luhur budaya bangsa. Untuk mencapai tujuan dan kemampuan tersebut. Masyarakat. Pengusaha. 2. yang memanfaatkan iptek untuk pengembangan masyarakat secara swadaya. 3. mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan di segala bidang. 101 . yaitu untuk meningkatkan kwalitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. Pemerintah. dan pengembangan iptek dilaksanakan oleh berbagai pihak.

2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.3. sebagai berikut : 1. 2. Setiap mata ajaran mempunyai tujuan sendiri dan berbeda dengan tujuan yang hendak dicapai oleh mata ajaran lainnya. geografi. sejarah dll. Tujuan mata ajaran merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. kita pilih tujuan mata ajaran berhitung. Bidang studi IPA 4. Sebagai contoh kita pilih. Mata ajaran dikelompokkan menjadi beberapa bidang studi. Menanamkan. Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami prosdes pendidikan dan pembelajaran unutuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan SDM yang berkwalitas umumnya. Bidang studi IPS 3. terdiri dari mata ajaran ekonomi. Tujuan itu dikategorikan sebagai tujuan umum kurikulum. Komponen Pengenibangan Kurikulum 3. Menanamkan. Dalam skala yang lebih luas. kurikulum merupakan sesuatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan SDM yang berkwalitas. Bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan Setiap bidang studi meliputi mata ajaran tertentu. sehingga mampu memecahkan soalsoal yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan mata ajaran. memupuk dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan dasar berhitung yang praktis.1 Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum setiap satuan pendidikan harus mengacu pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. 102 . sebagai mana telah ditetapkan pada UU no. yakni : 1. Misalnya bidang studi IPS. sosiologi. memupuk dan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis dalam pola berpikir abstrak. Bidang studi bahasa dan seni 2.

2. serta percaya kepada diri sendiri. baik tujuan umum maupun tujuan khusus selanjutnya dapat ditetapkan atau direncanakan dalam materi pelajaran. seperangkat konsep atau defenisi dan preposisi yang saling berhubungan. Perbedaan dalam ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran disebabkan oleh perbedaan tujuan satuan pendidikan tersebut. Berdasarkan tujuan tersebut. Materi kurikulum mengandung aspek-aspek tertentu sesuai dengan tujuan kurikulum yang meliputi : 1.2 Materi Kurikulum Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum. Menanamkan. Dalam hal ini. memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk hemat dan pandai menghargai waktu. Materi kurikulum bempa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan pembelajaran. 3. Teori. memupuk dan mengembangkan sikap gotong royong.3. 3. 4. Dalam UU pendidikan tentang Sistim Pendidikan Nasional telah ditetapkan bahwa "isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional". tujuan pendidikan nasional mempakan target tertinggi yang hendak dicapai melalui penyampaian materi kurikulum. yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan-hubungan antara variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. Materi kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. jujur. rasional dan ekonomis. 103 . Materi kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing satuan pendidiknan. Sesuai dengan rumusan tersebut. isi kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip : 1. Menanamkan.

adalah suatu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan oleh siswa. Prinsip. 7. terdiri dari terminologi. Konsep adalah defenisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. 4. 6. Prosedur yang ditempuh ialah 104 . Mata pelajaran terpisah-pisah Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah. Preposisi. Generalisasi. ilmu pasti.2. Semua materi diberikan sama. bersumber dari analisis. dan kemampuan siswa. suatu abstraksi yang dibentuk oleh generalisasi dari kekhususan kekhususan. suatu pernyataan atau pendapat yang tak perlu diberi argumentasi. 3. tempat dan kejadian. orang. adalah ide utama. kebutuhan. dll. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk yang masing-masing memiliki ciri-ciri sendiri : 1. Mata ajaran – mata ajaran berkorelasi Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran.3. Contoh atau illustrasi ialah suatu hal atau tindakan atau dan khusus diperkenalkan dalam materi 9. kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. Konsep. Fakta. seperti sejarah. pendapat atau pembuktian dalam penelitian. adalah kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus diperkenalkan dalam materi 8. ialah penjelasan tentang makna atau pengertian tentang sesuatu. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. Masingmasing diberikan pada waktu tertentu. Istilah. 3. Definisi. adalah sejumlah informasi khusus dalam materi dianggap penting. dan tidak mempertimbangkan minat. bahasa Indonesia. 2. Prosedur. pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep 5. 10.

kemudin guru bersam siswa tersebut menyusun program bagi mereka. 4. bukan pada mata ajaran. Cara lain untuk melaksanakan kurikulum ini ialah pengajaran dimulai dari kelompok siswa yang belaju. peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Program yang berpusat pada anak Program ini adalah orientasi baru dimana krrikulum dititik beraikan pada kegiatan-kegiatan peserta didik. Core Program Core artinya inti atau pusat. Masalah diambil dari satu mata ajaran tertentu. misaInya bidang studi bahasa Indonesia. Core program adalah suatu program inti berupa suatu unit atau masalah.dan sebagainya. mengarang. 6. 5. Guru menyiapkan program yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menyajikan kehidupan anak. Beberapa mata ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalah tersebut. Biasanya dalam program itu telah disarankan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh oleh siswa dalam garis besarnya. kemampuan dan kebutuhan siswa. Eclectic Program Eclectic program adalah suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat 105 . misalnya bidang studi IPS. misalnya ekskursi dan cerita. merencanakan dan mengembangkan suatu unit kerja yang sesuai dengan minat. bercerita. guru dan siswa memilih. meliputi membaca. Dengan cam memperkaya dan mempertuas macam-macam kegiatan. 3. Bidang studi Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan dalam satu bidang pengajaran. Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini. Mata ajaran tersebut tidak diberikan secara terpisah.menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa memahami pelajaran tersebut. Berdasarkan pengalaman yang disarankan itu.

pada peserta didik. Caranya ialah memilih unsur-unsur yang dianggap baik yang terdapat pada kedua jems organisasi tersebut, kemudian unsur-unsur itu diintegrasikan menjadi suatu program. Program ini sesuai dengan minat, kebutahan dan kematangan peserta didik, Ruang lingkup dan umum bahan pelajaran telah ditentukan sebelumnya, dan kemudian perinciannya dikerjakan oleh guru dan siswa. Sebagian waktu digunakan secara untuk pengajaran langsung, misalnya pengajaran keterampilan dan sebagian waktu lainnya disediakan untuk unit kerja. Program ini juga menyediakan kesempatan untuk bekerja kreatif, mengembangkan apresiasi dan

pemahaman. Pembagian waktu disesualkan dengan kegiatan untuk mencapai tujuan.

3.4 Evaluasi kurikulum Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh invormasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keherhasilan belajar siswa. Berdasarkan informasi itu dapat dibuat keputusan tentang kurikulum itu sendiri, pembelajaran, kesulitan dan upaya bimbingan yang perlu diberlakukan. Aspek-aspek yang perlu dinilai benitik tolak dari aspekaspek tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan kurikulum, tujuan pembelajaran dan tujuan belajar siswa. Setiap aspek yang dinilai berpangkal pada kemampuan apa yang hendak dikembangkan, sedangkan tiap kemamptran itu mengandung unsur-unsur pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai. Penetapan aspek yang dinilai mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dalam kurikulum tersebut. Jents penilaian yang dilaksanakan tersebut. tergantung pada tujuan formatif diselenggarakannya penilaian MisaInya, penilaian

dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Berbeda dengan penilaian summatif yang

106

bermaksud menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu, untuk mengetahui perkembangan siswa secara menyeluruh. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu instrument penilaian, ialah validitas, reliabilitas, obiektifitas, kepraktisan, dan pembedaan. Disamping itu perlu diperhatikan bahwa penilaian harus objektif, dilakukan berdasarkan tanggung jawab kelompok guru, rencana yang rinci dan terkait dengan pelaksanaan kurikulum, sesuai dengan tujuan dan materi kurikulum, menggunakan alat ukur yang handal dan mudah dilaksanakan serta memberikan hasil yang akurat.

3. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 4.1 Prinsip Relevansi (kesesualan) Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan sistem penyampaiannya harus relevant dengan kebutuhan dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan sisiwa. serta serasi dengan perkembangan iptek.

4.2 Prinsip Kontinuitas (berkesinambungan) Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya baglan, aspek, materi, bahan kajian, disusun secara berurutan. tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dan tingkat perkembangan siswa. Dengan prinsip mi tampak jelas alur dan keterkaitan di dalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. 4.3 Prinsip Fleksibelitas (keluwesan) Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, diubah dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis atau kaku Misalnya dalam suatu kurikulum disediakan program

107

pendidikan keterampilan industri dan pertanian. Pelaksanaannya di kota, tapi karena ketidaktersediaan lahan, maka yang dilaksanakan adalah program pendidikan keterampilan industri. Sebaliknya pelaksanaannya di desa ditekankan pada program pendidikan keterampilan pertanian. Dalam hal im lingkungan sekitar, keadaan masyarakat dan ketersediaan tenaga dan peralatan menjadi faktor pertimbangan dalam rangka pelaksanaan kurikulum.

FUNGSI KURIKULUM Setiap lembaga pendidikan formal maupun nonfomal dalam

penyelenggaraan kegiatan sehari-harinya berlandaskan kurikulum-kurikulum itu sendiri dalam hal ini dapat berupa : (1). Rancangan kurikulum, yaitu buku kurikulum suatu lembaga pendidikan; (2) Pelaksanann kurikulum, yaitu proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan ; dan (3). Evaluasi kurikulum, yaitu penilaian atau penelitian basil-hasil pendidikan. Dengan lingkup pendidikan formal. kegiatan merancang melaksanakan dan menitai kurikulum tersebut, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan, dilaksanakan sebagai program pengajaran. Berbicara masalah fungsi kurikulum kita dapat meninjaunya dari tiga segi, yaitu fungsi bagi sekolah yang bersangkutan, bagi sekolah pada tingkat diatasnya dan fungsi bagi masyarakat (Winamo Surahmad ; 6).

1. Fungsi bagi sekolah yang berungkutan Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan ini paling tidak dapat disebutkan dua macam. Pertama, sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan. Manifestasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah berupa program pengajaran. Program pengajaran itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang kesemuanya dimaksudkan sebagai uapaya untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang akan dicapai tersebut disusun secara berjenjang mulai

108

dart tujuan pendidikan yang bersifat nasional sampai tujuan instruksional. Jika tujuan instruksional tercapai (hasilnya langsung dapat diukur melalui kegiatan belajar mengajar di kelas) pada gilirannya akan tercapai pula tujuan-tujuan pada jenjang diatasnya. Setiap kurikulum sekolah pasti didalamnya tereantum tujuantujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai melalui kegiatan pengajaran. Kedua, kurikulum dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatn-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya, telah ditentukan macam-macam bidang studi, alokasi waktu, pokok bahasan atau materi pengajamn untuk tiap semester, sumber bahan, metode atau cara pengajaran, alat dan media pengajaran yang diperlukan. Disamping itu. kurikulum juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan jenis program cara penyelenggaraan, strategi pelaksanaan, penanggung jawab, sua dan prasarana dan sebagainya.

2. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya Dalam hal ini kurikulum dapat untuk mengontrol atau memelihara keseimbangan proses pendidikan. Dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka kurikulum pada tingkat diatasnya dapat mengadakan penyesuaian Misalnya saja, jika suatu bidang studi telah diberikan pada kurikulum sekolah ditingkat bawahnya, harus dipertimbangkan lagi

pemilihannya pada kurikulum, sekolah tingkatan diatasnya terutama dalam hal pemulihan bahan pengajaran. Penyesuaian bahan tersebut dimaksudkan untuk menghindari keterulangan penyampaian yang bisa berakibat pemborosan waktu dan yang lebih penting lagi adalah untuk menjaga kesinambungan bahan pengajaran itu. Disamping itu, terdapat juga kurikulum yang berfungsi untuk

menyiapkan tenaga pengajar. Bila satu sekolah atau lembaga pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga guru (LPTK),. Maka lembaga tersebut harus mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat dibawahnya tempat calon guru yang

109

3. SMP dan SMA kegiatw pengajaran disampaikan dengan sistem PPSI. Dewasa ini kesesuaian antara program kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus benar-benar diusahakan. walau semakin menumpuk tenaga kerja yang ada. Hal itu berdasarkan kenyataan penelitian bahwa masih sebagian besar anak tamatan SD yang tidak meneruskan pendidikan ke tingkat di atasnya. ada seorang tokoh pendidikan yang mengemukakan agar sekolah tingluat SD sudah dibuat menjadi dua jalur. kritik atau saran-saran yang berguna bagi penyempumaan program pendidikan di sekolah. Untuk keperluan itu perlu ada kerja sama antara piliak sekolah dengan pihak luar dalam hal pemberrahan kurikulum yang diharapkan. masyarakat atau para pemakai lulusan sekolah dapat memberikan bantuan. kurikulum sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat atau para pemakai keluaran sekolah. mahasiswa IKIP/FKG harus menguasai kurikulum kurikulum SMTP dan SMTA. Oleh karena itu.dipersiapkan itu akan mengaju. Fungsi bagi Masyarakat Padatamatan sekolah memang dipersiapkan untuk terjun dimasyarakat atau tugasnya untuk bekerja sesuai dengan keterampilan profesi yang dimilikinya. yaitu jalur akademis (dipersiapkan untuk melanjutkan sekolah) dan jalur vokasional (dipersiapkan untuk segera bekerja). kita tak dapat mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia karena tidak memiliki keterampilan atau keterampilan yang dimilikinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pada lapangan pekerjaan. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Akibatnya. Jika di SD. Misalnya murid SPG harus mengetabui kurikulum SD. Dengan demikian. maka sekolah-sekolah yang bertugas mengadakan guru untuk sekolah-sekolah tersebut harus membekali calon-calonnya dengan kemampuan memtruat PPSI. Hal itu mengingat seringnya terjadi kenyataan balwa lulusan selsolah halum siap pakai atau tidak sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan dalm lapangan pekerjaan. 110 .

Penyiapan keterampilan para tamatan sekolah untuk bakal terjun di masyarakat kerja. yaitu permulann diterapkannya PPSI dalam sistem pengajaran di Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum '75. Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis. apakah ia sekolah umum atau kejuruan. juga ditentukan oleh suatu misi sekolah. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Seperti dikemukakan oleh Pratt diatas. calon guru segera diberi keterampilan membuatnya (sekarang Model Perencanaan Pengajaran). Sebagai contoh hal yang berhubungan dengan keguruan misalnya dapat disebutkan perabekalan keterampilan menibuat satuan pelajaran. akan mewamai pendidikan keterampilan yang diajarkan oleh pibak sekolah yang bersangkutan. Dengan adanya hal itu. atau untuk kedua-duanya. Pada waktu itu. tidak saling bertentangan.Sering terjadi karena suatu tingkat keterampilan yang dibutuhkan dalam suatu tingkat pekerjaan. isi. maka hal itu segera diajarkan di sekolah. Misi suatu sekolah apakah ia bertugas mempersiapkan tamatannya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (jalur akademis). sebagai suatu sistem. Boleh dikatakan bahwa pembekalan atau pengajaran keterampilan tersebut semata-mata disebabkan tuntutan pekerjaan kelak. Julusan dengan keterampilan mana (atau apa) yang mereka butuhkan dan itu harus dialamatkan pada sekolah yang sesui dengan misinya. 111 . Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai loomponen-komponen pokok tujuan. ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagianbagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang terpisahkan. organisasi dan stratei (Winarno Surahmad: 9). kurikulum adalah sebuah sistem. para pemakai lulusan sekolah tentunya sudah tanggap. atau untuk bekerja (jaIur vokasional).

terdapat dua macam Tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinstitusionalannya. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas 112 . sikap dan nilai-nilai yang diharapkan oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan. b. Baik tujuan kurikulum maupun instruksional juga meneakup aspek-aspek pengetahuan. Itulah sebabnya tujuan ini disebut tujuan institusional atau kelembagaan. 2. Tujuan Pendidikan yang harus dicapai secara keseluruhan Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetalman. Dalam setiap kurikulum sekolah pasti dcantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan.1. (kedua tujuan ini biasanya dkantumkan dalam Buku 1 suatu kurikulum sekolah). Didalam sebuah kurikulum sekolah. Isi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yarag diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. keterampilan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyaknya tujuan-tujuan tersebut. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. keterampilan. Tujuan Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah yaitu sebagai berikut : a. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional diatas yang meliputi tujuan kurikulum dan instuksional yang terdapat dalam setiap GBYP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi. sikap dan nilai-nilai yang dihuapkan dimiliki anak setelah mempelajari tiap bidang studi atan pokok bahasan dalam proses pengajaran.

Berdasarkan kriteria itu. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan. maka jenis bidang studi yang diberikan pada suatu sekolah. Penentuan pokok-pokok dan sub-sub pokes bahasan didasarkan pada tujuan instruksional. Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran itu dapat secara terpisah (sparate subject). Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah. yaitu struktur horizontal dan struktur vertikal. yaitu misalnya program pendidikan moupun. misalnya SMA. Termasuk dalam hal ini adalah Juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk setiap tingkatan. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam. tanpa kelas atau gabungan antara keduanya dengan sistem unit waktu semester atau catur wulan. 113 . MisaInya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas. kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated). Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. keguruan keterampilan dan lain-lain. Misalnya bidang studi Bahasa Indonesia. Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenamya adalah isi kurikulum itu sendiri. Organisasi Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. II dan Ill. akan berbeda dengan sekolah yang lain. akademis. serta uraian bahan pelajaran. ia berdasarkan kriteria apa suatu bidang studi menopang tujuan int atau tidak. misalnya SPG. Jadi. Demikian pula halnya dengan bidang-bidang studi yang lain.dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. diberikan selama berapa jam tiap minggu pada SMP/SMA kelas I. 3. atau penyatuan seluruh pelajaran dikembangkan di sekolah. atau ada juga yang menyebutnya sebagai silabus. Struktur horizontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan.

Tujuan-tujuan tersebut biasanya digambarkan dalam bentuk pengetahuan. Komponen Tujuan Tentang komponen tujuan ini kita akan mengenal tingkat-tingkat Tujuan yang satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan citacita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia. Seperti telah dikemukakan dalam bagian yang Ialu. Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan. alat atau media pengajaran dan sebagainya. Ada dua jenis tujuan yang terkandung di dalam kurikulum suatu sekolah : 1. penilaian. kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. Selaku lembaga pendidikan setiap. pemilihan metode pengajaran. ketarampilan dan sikap yang kita harapkan dimiliki murid setelah mereka menyelesaikan seluruh program pendidikan dari sekolah tersebut. dilakukan dengan pendekatan PPSI (berlaku untuk setiap bidang studi) atau dengan cara lain seperti sistem pengajaran modul. Masalah strategi pelaksana itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran. Hendyat Soetopo. 114 . MYd dan Drs. Oleh karena itu. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya. dalam kurikulum suatu sekolah telah terkandung tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalm sekolah yang bersangkutan. bimbingan dan konseling. setiap sekolah mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai.4. pengaturan kegiatan sekolah sceara keseluruhan. Stretegi Dengan komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaam kurikulum di sekolah. paket pelajaran dan sebagainya KOMPONEN KURIKULUM (Drs. MYd dalam bukunya Pembinaan don Pengembangan Kurikulum Sekolah) 1. Wasty Soemanto.

Tujuan ini sangat umum dan sangat 115 . Tujuan Pendidikan Nasional Tujuan Pendidikan Nasional adalah merupakan tujuan pendidikan yang tertinggi dalam kegiatan di negara kita. tujuan SPG dart seterusnya. 2. Dalam hubungannya dengan pembahasan tujuan pendidikan ini berikut diulas tentang tujuan pendidikan secara hirarkis sesuai dengan urutan tujuan yang ada di Indonesia. Atas dasar tujuan-tujuan institusional itulah kemudian ditetapkan bidangbidang studi atau bidnag pengajuan yang akan diajukan pada sekolah yang bersangkutan. Tujuan-tujuan inipun digambarkan dalam berruk pengetahuan. Tujuan-tujuan setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah tentunya ada yang kita sebut tujuan kurikuler dan ada pula yang kita sebut tujuan instruksional. tujuan ilmu kegurun di SPG dan sebagainya. 1. Urutan tujuan pendidikan tersebut diawali dari tujuan Pendidikan Nasional. Tujuan Kurikuler sampai pada tujuan Instruksional. keterampilan dan sikap-sikap yang kita harapkan dinliliki oleh murid setelah mempelajari suatu bidang studi pada suatu sekolah tertentu. Atas dasar tujuan kurikuler dan tujuan instruksional inilah kemudian ditetapkan bahan pengajaran yang diajarkan dalam setiap bidang studi pada suatu sekolah tertentu. misainya tujuan SD. setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah juga mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapainya. kemudia Tujuan Institusional. Oleh karena itu ada tujuan IPA dan SD tujuan matematika di SMP.Tujuan dari sekolah tersebut kita namakan tujuan institusional atau tujuan lembaga. tujuan SMP. dimna tujuan instruksional merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan kurikuler. Tujuan yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi Disamping tujuan institusional yang ingin dicapai oleh sekolah secara keseluruhan.

dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. Tanggung rasa Cerdas . 116 . Untuk itu maka pada tiap lembaga hendaknya juga digariskan adanya suatu tujuan pendidikan yang kita sebut tujuan institusional. memiliki keterampilan. Selanjutnya dalam GBHN telah digariskan tujuan Pendidikan Nasional adalah : Tujuan Pendidikan pembangunan pengetahuan sehat dan Nasional adalah membentuk manusia jasmani dan rohaninya. Tujuan Institusional Sistem persekolahan di negara kita adalah berjenjang yang melembaga pada suatu tingkatan. dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab dalam menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tanggung rasa.ideal. yang penggambarannya disesuaikan dengan falsafah negara yaitu Pancasila. Berbudi pekerti yang luhur . mencintai bangsanya dan sesama manusia dongan ketentuan yang temaktub dalam IJUD 1945” Secara ekspilisit maka tujuan pendidikan nasional itu dapat dijabarkan sebagai membentuk manusia yang Pancasilais. Scehat jasmani dan rohani . Berpengetahuan dan berketerampilan Bertanggung jawab Demokrasi. 2. dan Mencintai bangsa dan sesamanya.

Memiliki pengetahun. Sehat jasmani dan rohani. SMA. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: 117 . dasar pendidikan dan tujuan pendidikan nasional. b. SKKA. Tujuan Pendidikan Nasional IV. SMP. Dasar Pendidikan III. Hal ini disamping untuk menghindari penyimpangan juga untuk menghindari salah penafsiran yang emungkinkan tidak tercapainya Tujuan pembangunan dan pendidikan nasional. serta menerima dan percaya kepada kaidah-kaidah dan cara-cara pengalaman agama masing-masing baik dalam peribadatan maupun kehidupan lainnya. Tujuan Khusus Sekolah Pendidikan Guru. Tentu saja tujuan institusional itu hendaknya menceminkan dan menggambarkan tujuan pendidikan nasional yang akan dicapai melalui lembaga pendidikan itu. Menjadi warga negara Indonesia yang bemoral Pancasila yang memiliki sifat-sifat yang bark dan konstruktif sebagai warga masyarakat. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. Sebagai gambaran maka dapat kita kemukakan kerangka tujuan pendidikan di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) sebagai lembaga Pendidikan Guru yaitu I. c. Dalam hubungan ini kita akan mencoba memberikan gambaran tentang tujuan umum dan khusus pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru : (1) Tujuan Unrum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. Pengetian Pendidikan II. SPG dan sebagainya.Selanjutnya kita akan mengenal tujuan institusional SD. ialah agar lulusannya: a. Agar tidak tercapai penyimpangan maka tiap tujuan institusional harus didahului dengan pengertian pendidikan. STM.

(2) Tujuan Khusus Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru ialah agar lulusannya : a. Kesenian yang meliputi seni rupa.1. Matematika 8. dalam bidang : 1. 7. Dasar pembinaan Moral Pancasila sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. 3. Melaksanakan tugasnya secara efektif sebagai guru di Lembaga Pendidikan Dasar yaitu SD atau TK. 5. pergaulan sekolah dan keluarga secara bertanggung jawab. Menggunakan prinsip kemanusiaan. O1ah raga. 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 10. seni musik dan atau seni drama dan tari. Perkembangan dan perjuangan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya. Agama/Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Malia Esa yang dianutnya. 4. 118 . Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis yang bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid-murid daur anak-anak. Bahasa Indonesia yang tepat dan baik. 2. 2. Mengembangkan dan mengamalkan ilmu dan profesinya. Memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk kepentingan dirinya dan atau untuk melaksanakan program pengajaran di SI). kesehatan dan rekreasi. 5. 3. 4. Bahasa Inggris yang cukup untuk memahami uraian yang sederhana. Menggunakan pronsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi dan masyarakat. Ilmar Pengetahun Alam 9.

psikologis pendidikan. Berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila dan sehat. 6. dan alat yang sesuai kemampuan mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan dan memberikan bimbingan kepada murid yang menghadapi kesulitun.11. peternakan dan atau perikanan. metodik dan didaktik umum. Memimpin dan melaksanakan tugas administrasi sekolah. Mengarang dan menulis. 7. kerajinan dan teknik. Pendidikan keterampilan yang meliputi jasa. b. c. 2. kemampuan melaksanakan program yang telah disusun dengan menggunakan metode teknik. alat bantu dan komunikasi pendidikan. Memiliki nilai dan sikap yang meliputi 1. 3. Melaksanakan penelitin sederhana. teknik penilaian pendidikan. psikologis perkembangan. metodik khusus untuk tiap bidang studi yang diajukan pendidikan dasar dan pendidikan dan pengembangan. bimbingan dan penyuluhan. pertaman. 5. Memiliki keterampilan yang diperlukan untuk 1. Melaksanakan kegiatan dalam memanfaatkan sumber lingkungan. masyarakat dan kalangan dunia pendidikan. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berinteraksi dengan murid. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Ilmu Keguruan dan meliputi pedagogik. 12. dasar psikologis dan interaksi belajar mengajar. 8. 4. Menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Merencanakan dan melaksanakan interaksi edukatif dengan murid dalam mengerjakan bidang pengajaran yang diberikan di pendidikan dasar yang meliputi kemampuan menyusun program pengajaran. dasar dan tujuan pendidikan nasional Indonesia. 119 .

3. bersedia untuk menyesuaikan diri kepada berbagai kepada keadaan anak dan memperlakukan anak secara obyektif. berdedikasi.2. 4. Hidup sehat. Disiplin. dan selektif terhadap pengaruh kebudayaan asing. 7. Makarya dan efisien. bercita-cita untuk maju. peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atau dengan kata lain maka penjabaran dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan harus nampak pada tujuan kurikuler ini. 9. Dalam hal ini maka menurut SPG ditetapkan sejumlah 11 (sebelas) tujuan kurikuler yang barus dicaapai oleh seseorang anak/siswa setelah menamatkan pendidikan di SPG. Rendah hati. 5. Mempunyai kebiasaan membaca dan belajar dengan baik. 3. Menghargai seni budaya bangsa sendiri. Tentu saja karena ini merupakan hirarki dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan nasional maka tujuan kurikuler ini harus mencerminkan dan mengambarkan tujuan ilistitusional dan tujuan pendidikan nasional itu. percaya kepada diri sendiri. Tujuan Kurikuler Suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan akan memberikan sejumlah isi pengajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga merupakan sejumlah pengalaman belajar yang menunjang tercapainya tujuan Pendidikan. 6. 120 . terruama dalam hubungannya dengan profesi keguruan dan pendidikan. Dalam hal ini dapatlah dirumuskan babwa yang dimaksud dengan tujuan yang akan dicapai setelah si anak mengikuti sejumiah program pengajaran yang diberikan dalam lembaga pendidikan itu. Cinta kasih kepada anak. loyal dan bertanggung jawab kepada tugas dan mengutamakan prestasi. 8. terbuka. Bersedia untuk saling mengoreksi cara-cara mengajar yang bisa dilakukan. bersedia untuk bertindak sebagai perintis.

Untuk tujuan instruksional im kita bedakan 2 (dua) jenis tujuan yaitu : a. TIK hendaknya mengunakan istilah -istilah yang operasional misainya menuliskan. dan sebagainya. Tujuan instruksional umum yang sudah dirumuskan didalam kurikuler. Dalam tujuan ini diharapkan setelah anak menerima pelajaran terjadi perubahan tingkah laku yang nyata dan dapat diukur. Isi Kurikulum Sebagai mana kurikulum 1975 maka untuk kurikulum SPG yang berlaku saat berisi : (1) Pokok-pokok bahasan adalah merupakan perincian bidang pengajaran untuk dijadikab bahan pelajaran bagi para. Guru dalam merumuskan tujuan ini hendaknya memperhatikan hal-hal ini yang merupakan syarat TIK : a.4. b. menunjukan. b. Tujuan ini diharapkan dapat tercapai pada saat terjadinya proses belajar mengajar secara langsung yang terjadi pada setiap hari. Dalam pelaksanaannya tujuan ini harus dirumuskan pada saat penyusunan atuan pelajaran. 2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) untuk Tujuan ini perumusannya dilakukan oleh guru sendiri pada saat menyusun satuan pelajaran. TIK hendaknya mempakan hasil belajar siswa. menghargai. menghitung. c. meyakini dan sebagainya. TIK hendaknya megandung hanya satu jenis tingkah laku. Tujuan Instruksional Tujuan instruksional ini merupakan penjabaran yang terakhir dari tujuantujuan yang terdahulu dan lebih atas. Komponen Materi (Isi dan Struktur Program) 1. memahami. siswa agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan 121 . TIK hendaknya terwujud dalam tingkah laku yang spesifik. menyebutkan. serta menghindari istilah-istilah yang non operasional misalnya mengetahui.

Koomponen Organisasi don Strategi 122 . Desa. Sruktur Program Untuk struktur program ini jelasnya dapat dilihat pada lampiran. Bahasa Indonesia. Pergajaran di SD/pendidikan spesialisasi/pembangunan meliputi IPS. 3. kantor. Bahasa Inggris. Matematika. Pendidikan Keguruan meliputi ilmu keguruan dan praktek keguruan. stasiun dan sebagainya). dari semester yang satu ke semester yang berikutnya (3) Sumber bahan yaitu bempa resources dimana proses belajar mengajar memperoleh sejumlah pengalaman belajar. surat kabar. atau barang cetakan (buku. 2. o1ah Raga dan Kesehatan. 2. sopir dan sebagainya).(2) Bahan pengajaran adalah mutan penyampaian pokok bahasan tersebut dari yang satu ke tahun pelajaran yang berikutnya. petani. Sumber ini dapat berupa tempat (museum. Pendidikan Kesenian. brosur dan sebagainya. 3. catur wulan. majalah. Program pendidikan (di SPG) Program Pendidikan di SPG terdiri dari : 1. adalah merupakan penjelasan terperinci dari setiap bidang pengajaran yang telah ditentukan pembagian dan penyebaran waktunya dalam seminggu.) (4) Garis-garis besar program pengajaran (GBPP). Pendidikan Moral Pancasila. Pendidikan Keterampilan. dalam GBPP berisi: (a) Tujuan kurikululer (b) Tujuan instruksional (c) Pokok babasan/sub pokok bahasan (d) Bahan pengajaran (e) Sumber bahan. semester seperti yang diatur dalam struktur program kurikulum. Pendidikan untum meliputi pendidikan Agama. orang ( camat. kep.

Ilmu bumi dan sebagainya. Selanjumya. 1. Fisika. dimana perpindahan dui suatu tingkat program ke tingkat program berikutnya dapat dilakukan setiap waktu tampa harus menunggu teman-teman yang lain. Matematika dan sebagainya. program pendidikan keguruan. 123 . Kesatuan program tanpa mengenai mata pelajam maupun bidang studi (integrated program). Struktur Vertikal Struktur vertikal suatu kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum tersebut dilaksanakan melalui : 3. Organisasi Struktur (susunan) program suatu kurikulum mengenai apa yang disebut struktur horizontal dan struktur vertikal. misalnya program pendidikan unnum. Kombinasi antara sistem A dan B. Selanjutnya. Sejarah. setiap kurikulum mengandung unsur organisasi dan strategi. dalam struktur vertikal ini tercakup pula sistom unit waktu yang digunakan. dalam struktur horizontal tercakup pula jenis-jenis program yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut. Program tanpa kelas. b. misalnya apakah sistem semester atau catur wulan. 5. a. 2. program spesialisasi dan sebagainya. II. III dan seterusnya dimana kenaikan kelas diadakan disetiap tahun secara serempak. 4. Mata-mata pelajaran secara terpisah (subjec centered) misalnya : Biologi. Struktur Horizontal Struktur horizontal suatut kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum im diorganisasikan dalam bentuk : 1. Kesenian. Kelompok-kelompok mata pelajaran yang kita sebut bidang studi (broadfield) misalnya IPS. IPA. 3. Sistem kelas misalnya kelas l.Disamping tujuan dan isi.

pemberian tugas. Cara dalam melaksanakan pengajaran mencakup baik cara yang berlaku secara umum maupun cata dalam menyajikan setiap bidang studi. Untuk itu guru harus mengetahm kapan ia harus menggunakan metode mengingat sifat-sifat polivalent dan polipragmatis dari suatu metode.Akhirnya struktur program ini menyangkut pula masalah penjadwalan dan pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi. atau dengan kata lain kita harus memperhatikan tujuan dan situasi. eksperimen. tanya jawab. dengan mempertimbangkan kemampuan guru. karena suatu metode cocok untuk mencapai suam tujuan akan tetapi belum tentu cocok untuk mencapai suatu tujuan yang lain. sosiodrama. Komponen metode ini menyangkut komponen metode atau upaya apa saja yang dipakai agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Dalam pelaksanaannya tidak ada satu metode yang baik untuk segala tujuan. Adapun macam-macam metode dapatlah kita kemukakan sebagai contoh metode ceramah. Dengan metode ini proses pengajaran (belajarmengajar) dipandang sebagai suaw sistem. termasuk cara (metode) mengajar dan pelajaran yang digunakan. 124 . Dalam hal ini tentu saja metode yang dipergunakan hendaknya relevan terhadap tujuan yang ditetapkan sebelumnnya. Dalam penympaian seperti kurikulum yang berIalw niisalnya (kurikulum 1975) kurikulum SPH juga menggunakan pendekatan PPSI yang dikembangkan melalui satuan pelajaran dan modul. dan didalam mengadakan penilaian. Dengan polipragmatis dimaksud adalah penggunaan satu metode untuk mencapai tujuan lebih dari satu tujuan. 2. lingkungan anak serta sarana pendidikan yang ada. isi kurikulum pada setiap tingkat atau kelas. cara didalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan cara dalam mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan. sedang polivalent adalah penggunaan lebih dari satu metode untuk mencapai satu tujuan. demonstrasi. Strategi Strategi pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh didalam melaksanakan pengajaran. karyawisata.

Tenaga teknis non edukatif misaInya tenaga tata usaha. 2) Sarana fisik yang terdin dari gedung sekolah. lapangan batsman sekolah dan sebagainya. Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG) meliputi a. Sarana material yang terdiri dari 1) Bahan instruksional dalam bentuk bahan instruksional. 3) Biaya operasional yaitu tersedianya biaya dan dana untuk penyelengguaan pendidikan. kerja kelompok diskusi. teksbook. simposium. serta member! bimbingan. menyediakan bahan alat atau media pendidikan. Sarana Kepemimpinan Sarana kepemimpinam ini akan memberi dukungan dan pengamanan pelaksanaan. penggunaan dan menyempurnakan program pendidikan. kantor. Guru b. sumber yang instruksional atau pengalaman belajar dan sebagainya. c. b. 4.bermain peranan. Tenaga edukatif yang tidak mengajw seperti konselon c. d. Sarana personal yang terdin dan a. seminar dan sebagainya. Sarana Administrasi Pendidikan administratif disini dapat disebutKan sebagai Pedoman Khusus Bidang Pengajaran Pedoman Penyusunan Sawn Pelajaran Pedoman Praktek Keguruan Pedoman Bimbingan Siswa Pedoman Administrasi Dan Supervisi 125 . laboratorium.

Oleh karena itu kurikulum sebagai bahan konsumsi dari anal didik dm sekaligus juga konsumsi bagi masywakat juga harus dinilai terus menems serta menyclums terhadap bahan atau program pengajuan. Titik sampai berarti kuirikulum harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat merealisasikan perkembangan tertentu. Tentang landasan ini para ahli mengemukakan berbagai pendapat. perbedaan latar belakang murid. Untuk itu maka sekolah termasuk juga didalamnya termasuk juga harus peka terhadap perubahan-pembahan yang terjadi di masyuakat. Disamping itu penilaian terhadap kurikulum dimaksudkan juga sebagai feedback terhadap tujuan. Sedangkan penilaian dapat dilakukan oleh semua pihak baik dari kalangan masyarakat luas maupun dari kalangan petugas-petugas pendidik.e.an teori belajar yang baru dan perubahan tuntutan masyarakat terhadap fungsi sekolah. Disini hanya dipaparkan landasan secara umum dan sepintas. sebagai gambaran ummin kami paparkan pandangan tiga ahli kurikulum. Landastur Pengembangan Kurikulum 1.2. KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 126 . materi metode dan sarana dalam rangka membina dan memperkembangkan kurikulum lebih lanjut. seperti dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tuntutan-tuntutan sejarah masa lalu. sedangkan uraian secara detail dapat dibaca pada kurikulum man dapat dijabarkan sendiri sesuai dengan kondisi Indonesia. Titik tolak berarti pengembangan kurikulum dapat didorong oleh pembahaman tertentu seperti penemu.1. Sekolahpun mempalari keperluan dari masyarakat. nilai-nilai filsafat suatu masyarakat dan tuntutan-tuntutan kultur tertentu. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Landasan Pengembangan Kurikulum dapat meniadi titik tolak sekaligus titik sampai. Komponen Evalusasi Pendidikan adalah sebagian dari keperluan manusia. 1.

Pengembangan Kurikulum No 1. Aspek Filosofis Saylor & Ausbrey Haan Alexander An Expression Methods & of values 3. Complex Social and culture learning The extension of learning The nature knowledge The content of the disciplines of of of Psycology of learning Learning theories The concept of Hilda Taba development The transfers of learning factor that Contribute to children’s personality 5.1. “Scientific” growth. Psikologis Child learner as values of e free society a . - 127 . Aspek Sosiologi Saylor & Alexander Contenporary Ausbrey Haan The variety of background children Hilda Taba The society The analysis of analysis culture Current conception of the funtions of the school No 2.Dynamic children’s learning Theory individual growth 4.

Kurikulum sebagai isi pelajaran. berikut merupakan penyimpulan dari konsep-konsep kurikulum yang terdiri dari (i). (v). Kurikulum. Seperti kita ketahai bersama. sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah. kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing. Kurikulum sebagai suam rencana pembelajaran. Labih lanjut Zais (1976) mengemukakan berbagai pengertian kurikulum. Adanya jawaban yang bervariasi terhadap pertanyaan tersebut sesuai dengan pendapat para ahli yang juga bervariasi mengenai pengertian kurikulum im. (vii). Pada pendidikan formal terdapat jenjang jenjang pendidikan yang selalu berakhir dengan ijazah atau Surat Tanda Tamat Behijar (STTB). yakni : (i). Kurikulum sebagai program pelajaran. dan (ix). Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan. dan (v). Boleh dikata. (iii). kurikulum sebag pengelaman belajar. Kurikulum sebaga sistem produksi sceara teknologis. Kurikulum sebagai kehidupan terbimbing. Kurikulam sebagai pengetahuan yang diorganisasikan. Kurikulum sebagai modus mengajar. (vi). (iii). Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. dalum kenyataannya telah melalui suatu jalur 128 . Untuk memudahkan dan menyederhanakan pembahasan. Kurikulum sebagai pengalaman. (vi). (viii). a. Kurikulum sebagai tujuan. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. dari secara tradisional kurikulum sekolah disajikan seperti itut (ibarat jalan) bagi kebanyakan orang jais. (iv). Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Kata "kurikulum" berasal dari satu kata bahasa asing yang berarti "jalur pacu". Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. itu ? setiap orang yang ditanya akan menjawab sama atau berbeda satu sama yang lain. (ii).Apabila diajukan pertanyaan : apakah kurikulum. kurikulum sebagai suatu rencama (tertulis) untuk dilaksanakan. dan (v). (iii). (1976 : 6). Kurikulum sebagai arena pengajaran. tidak ada pendidikan formal tanpa ada kurikulum. Sedangkan Tanner dan Tanner (1980) mengungkapkan konsep-konsep : (i). (ii). kurikulum merupakan syarat mutlak dalam pendidikan formal. (ii). Seseorang yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. (vi Kurikulum sebagai basil belajar.

Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. 1988 : 2). Alexander dan Saylor (1974 dalam Bondi dan Wiles.pacuan yang terdiri dari berbagai mata pelajaran/bidang studi beserta isi pelajarannya dan berakhir pada ijazah. jika ada orang yang bertanya : apa kurikulumnya ? seringkali dijawab bahwa kurikulum adalah PMP. akademi atau universitas dan para anggota stafnya. tidaklah mengejutkan apabila ada orang mengemukakan kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. Winecoff (1988 : 1). b. c. mengemukakan : "The curriculum is generally difined as a plan the developed Ii facilitate the teachingfleaming process under the direction and guidance of a school. "Defenisi kurikulum seperti dikemukakan oleh Winecoff (1988) tersebut. 1989 : 7) mengungkapkan pula bahwa kurikulum sebagai suatu rancangan untuk 129 . Jawaban bahwa kurikulum terdiri dari berbagai mata pelajaran sudah sejak lama ada. Babasa Indonesia dan yang lain. Kurikulum sebagai mata don isi pelajaran. secara jelas menunjukkan kepada kita bahwa kurikulum didefenisikan sebagai suatu rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses mengajar/belajar di dalam arahan dan bimbingan sekolah. Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dapat kiranya disimpulkan bahwa kurikulum mempakan jalan yang berisi sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus dilalui untuk meraih ijazah. Lebih jauh. orang sering menyebut bahwa isi dari pelajaran tertentu dalam program dikatakan sebagai kurikulum (Zais. 1976 : 7). Para pendidik profesional juga memandang curriculum as the relatively standardize grown coveret by students in their rece toward the finish line (diploma)" (Zais. 1976 : 6 ). college or university and its members. Schubert (1986) mengemukakan bahwa penyebutan kurikulum yang demikian sama halnya menyamakan kurikulum dengan mata pelajaran (Sumantri. Selain itu. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah mengisyaratkan adanya sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus diselesaikan oleh siswa. Dengan demikian. bahkan sampai sekarang masili sering terbaca ataupun terdengar.

Jelas defenisi Krug ini menunjukkan kepada kita bahwa semua yang bemaksud dipakai oleh sekolah 130 . yang secara sistematis dikembangkan dengan bantuan sekolah (atau universitas) agar memungkinkan siswa menambah penguasaan pengetahuan dan pengalamannya. Adanya defenisi ini mengubah pandangan penanggung jawals sekolah dari kurikulum sebagai alat menjadi kurikulum sebagai tujuan. Namun demikian bukan berarti dalam kurikulum tidak diorganisasikan cara-cara sistematis untuk mewujudkan hasil-hasil belajar yang diharapkan. namun demikian komponen-komponen kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam kurikulum masih bersifat umum dan luwes untuk lanjut oleh guru. 1980 : 24).menyediakan seperangkat kesempatan belajar agar mencapai tujuan. 1980: 14) sedangkan Krug (1956 dalam Zais. Dengan demikian. d. dapatlah kita menandai bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengimplementasian kurikulum tersebut akan memperoleh pengalam belajar. Dari empat konsep kurikulum yang diuraikan sebelumnya. Kurikulum sebagai sam rencana kegiatan pembelajaran sudah selayaknya mencakup komponen-komponen kegiatan pembelajaran. Kurikulum sebagai pengalaman belajar. Kurikulum sebagai hasil Belajar. Popham dan Baker mendefiniskan kurikulum sebagai 'All planner leaming out comes for whkh the scholl is responsible" Tanner & Tanner. Secara jelas diutarakan oleh Popham dan Baker bahwa semua rencana hasit belajar (Kamig out comes) yang merupakan tanggung jawab sekolah adalah kurikulum. Bahkan Tanner & Tanner (1980 :43) memandang kurikulum sebagai rekonstruksi pengetahuan dan pengalaman. Foshay mengamati bahwa sebelum tahun 1930-an istilah kurikulum dideferusikan sebagai "semua pengalaman seorang siswa yang diberikan dibawah bimtbingan sekolah" (Tanner & Tanner. kurikulum sebagai hasil belajar mempakan serangkaian hasil belajar yang diharapkan. 1976 : 8) menunjukkan kurikulum sebagai "All the means employed by the school to provide students with opportunities for desirable leaming experiences". e.

Kurikulum sebagai hasil belajar. Kelima konsep tentang kurikulum. 131 . Kunkulum sebagai mata dan isi pelajaran. bila dikaji merupakan konsep kurikulum yang cukup lengkap dn menyeluruh. semua benar tergantung dari cara memandangnya. kurikulum sebagai penglaman belajar. 2 tahun 1989 pasal 1 (9) menyebutkan bahwa : " kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan" serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar " (Depdikbud. 2. (iii). kebutuhan pembangunan nasioanal. belajar tersebut dapat diperoleh di dalam sekolah maupun di luar sekolah sepanjang direncanakan atau dibimbing pihak sekolah. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. Berdasarkan defenisi kurikulum. Kurikulum sebagi rencana kegiatan belajar. 1986: 1). sedangkan dalam pasal 37 menyebutkan: " kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan.untuk menyediakan kesempatan-kesempatan bagi siswa memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperlukan sekali adalah kurikulum. (iv). Guru dapat memilih satu atau lebih konsep kurikulum yang dijadikan acuannya. sesuai dengan jenis dan jenjang masingmasing satuan pendidikan " (Depdikbud. dan (v). Kurikulum sehagai jalan meraih ijazah. Landasan Pengembangan Karikalum Kurikulum merupakan wahana belajar mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat (Depdikbud. Rumusan penjabaran kurikulum seperti termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. yakni : (I). (ii). 1989 : 15). 1989: 3). Dalam rumusan tersebut tampak dengan jelas bahwa kurikulum perlu dan harus dikembangkan. Dengan demikian. kurikulum sebagai pengalaman belajar mencakup pula tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan sesuatu. Dalam UU RI No.

maupun surve lainnya. Agar pengembangan kurikulum dapat berhasil sesuai dengan yang diinginkan. yang acapkali disebut sebagai determinan (faktor-faktor penentu) pengembangan kurikulum. bagaimana mereka akan diatur ? (Zais. dalam landasan program dan pengembangan dikemukakan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada tiga unsur. maka dalam pengembangan kurikulum diperlakan landasan-landasan pengembangan kurikulum. Fakta empirik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum. Landasan Filosofis. (2) rancangan suatu program. orang tua. 1983 : 6). (3). guru. Joni. Pendidikan ada dan berada dalam kehidupan masyarakat sehingga apa yang dikehendaki oleh masyarakat untuk dilestarikan diselenggarakan melalui pendidikan (dalam arti seluas-luasnya) (Raka. konlisi fakultas (staf pengajar) atau konsultasi universitas ? jika komisi yang digunakan. Dengan 132 . 1962 : 6). yaitu : (1). Hal yang dikemukakan dalam "Landasan Program dan Pengembangan Kurikulum" merupakan contoh adanya landasan-landasan pengembangan kurikulum. Segala kehendak yang dimiliki oleh masyarakat merupakan sumber nilai yang memberikan arah pada pendidikan. Seperti yang tercantum dalam kurikulum SP. atau siswa ? Apa prosedur yang akan digunakan dalam pembuatan kurikulum. a. (2). administrator. pengembangan kurikulum adalah suatu perbuatan kompleks yang mencakup berbagai jenis keputusan (Taba.Adapun yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimna pembuatan kurikulum akan berjalan. baik berdasarkan penilaian kurikulum studi. 1986 : 1). 1976 : 17) sedangkan Bondi dan Wiles (1989 : 87) mengemukakan babwa pengembangan kurikulum yang terbaik adalah proses yang meliputi banyak hal yakni : (1) kemudahankemudahan suatu analisis tujuan. Hal tersebut meliputi pertanyaan-pertanyaan berikut : Siapa akan dilibatkan dalam pembuatan kurikulum. Nilai dasar yang mempakan falsafah dalam penyelidikan manusia seutuhnya. petunjuk administratif. dan (4) peralatan dalam evaluasi proses ini. Secara singkat. Landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotannya (Depdikbud. (3) penerapan serangkaian pengalaman yang berhubungan.

Untuk landasan filosofis pengembangan kurikulum secara cepat dan tepat kita pastikan. 1988: 13). Realitas sosial-budaya .demikian pandangan dan wawasan yang ada dalam masyarakat merupakan pandangan dan wawasan dalam pendidikan. hakikat nilai kebaikan. mencakup Nilai-nilai nilai-nilai keagamaam nilai-nilai berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap ajaran dan nilainilai agama yang mereka anut. dan hakikat pikiran yang ada dalam masysarakat. Masyarakat sebagai kelompok individu-individu mempunyai pengaruh terhadap individu-individu dan sebaliknya. nilai kebaikan. Raka Joni. Juga landasan filosofis pengembangan kurikulum dan suatu lembaga berbeda dengan lembaga yang lain. yakni nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya yakni pancasila. Secara logis dan realistis. keindahan. 1983 :5) kebersaman individu-individu dalam masyarakat diikat dan terikat oleh nilai-nilai individu yang menjadi pegangan Mdup dalam interaksi di antana mereka. hakikat ilmu pengetalman. 1983 : 5 ). Nilai-nilai yang perlu dipertahankan dan dihomati oleh individu-individu keagamaan dan dalam masyarakat sosial tersebut. atau dapat dikatakan bahwa filsafat yang hidup dalam masyarakat merupakan landasan filosofis pertyelenggaraan pendidikan. ilmu pengetahuan.Agama. hakikat keindahan dan hakikat pikiran (Winecoff. Filsafat boleh jadi didefinisikan sebagai suatu studi tentang : hakikat realitas. individu-individu itu pada taaftaraf tertentu juga mempunyai pengaruh terhadap masyarakat (Raka Joni. 1976 : 157. sistem nilai.agama yang ada dalam masyarakat merupakan bahan kajian pengembangan kurikulum untuk digunakan sebagai landasan pengembangan kurikulum. Oleh kreena nilai agama berhubungan dengan 133 .Budaya . budaya. b. landsaan Sosial. hakikat sistem nilai. Perbedam tersebut sangat terasa dalam masyarakat yang majemuk. Masyarakat adalah suatu kelompok individu-individu yang diorganisasikan mereka sendiri ke dalam kelompok-kelompok berbeda ( Zais. Oleh karena itu landasan filosofis pengembangan kurikulum adalah hakikat realitas. landasan filosofis pengembangan kurikulum dari satu sistem berbeda dengan pendidikan yang lain.

mengapa salah satu landasan pengembangan kurikulum adalah nilai-nilai sosial-budaya-agama. c. Oleh karena itu. Jelas kiranya bagi kita. Dengan demikian. sedangkan seni bersumber pada perasaaan atau estetika.kepereayaan. dan seni. Oleh karena itu. atau penolakan dan pelepasan nilai-nilai sosial budaya-agama. apabila terhadap nilai-nilai sosial budaya yang tidak berterima atau bersesuaian dengan akaInya akan dilepaskan. dan kemuan (etika). tehnologi. sedangkan seluruh nilai yang disepakati oleh masyarakat dapat pula disebut sebagai kebudayaan.budaya masyarakat bersumber pada basil karya akal budi manusia. pelestarian. Sedangkan seluruh nilal yang telah disepakati oleh msyarakat dapat pula tersebut. menyebarluaskan. temasuk didalamya perubahan ilmu pengetahuan. maka masyarakat memanfaatkan pendidikan yang dirancang melalui kurikulum. maka pada umumnya bersifat langgeng sampai masyarakat pemeluknya melepaskan kepereayaannya (Rika Joni. Namun dengan demikian menurut Damd Joesoep (1982 dalam Raka Joni. Untuk menerima melaksanakan. Perubahan masarakat mencakup nilai yang disepakati oleh masyarakat tersebut. melestrikan dan atau melepaskannya manusia menggunakan akalnya. 1983 : 40) bahwa sumber ratusan ribu nilai yang ada dalam masyarakat ntuk perkembangan melalui proses pendidikan ada tiga yaitu : pikiran ( logika). Ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah nilai-nilai yang bersumber pada pikiran atau logika. Landasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. perasaan (estetika). Mengingat pendidikan merupakan upaya penyiapan siswa menghadapi perubaban yang makin pesat. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik ( siswa) meng hadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat ( Raka Joni. sehingga dalam mencrima. 1983: 25 ). nilai-nilai sosial budaya lebih bersifat sementara bila dibanding nilai-nilai keagamaan. Nilai-nilai sosial. 1987: 157). 1983 : 5). kebudayaan dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang memiliki kompleksitas tinggi (Zais. 134 . menyebarluaskan.

Tugas-tugas berikut ini akan membantu memantapkan perasaan anda mengenai pengertian kurikulum dan landasan . dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat. Pengertian kurikulum dan Iandasan-landasan pengembangan kurikulum yang telah diuraikan sebelumnya. ipteks. diperlukan rancangannya berupa berupa yang pengembangannya perkembangan masyarakat itu sendiri. 1. 1. metode dan 135 . dan kebutuhan msyarakat akan membantu menetapkan perkembangan yang dilaksanakan.d.3. yakni : tujuan (obejetives). Seperti yang dikemukakan Tyler (1950 dalam Tabs. Landasan perkembangan masyarakat. nilai-nilai. Nilai-nilai sosial budaya agama akan merupakan penyaringan nilai-nilai lain yang menghambat perkembangan masyarakat. Komponen dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum. Herrck (1950 dalam Taba. Falsafah hidup akan mengarahkan perkembangan masyarakat. Perkembangan masyarakat juga dipengaruhi oleh falsafah hidup. akan merupakan dasar untuk mengkaji pembelajaran dan pengembangan kurikulum lebili lanjut. Mungkin pada msyarakat tertentu perkembangannya tersebut sangat lambat tetapi masyarakat lainnya cepat baik sanggat cepat (Nana Sy Sukmadinata. 1962 : 422) bahwa "it is important as a part of a compherensive theory or organization to indkate just what kinds of elements. tampak pentingnya mengenal komponen atau elemen atau unsur kurikulum. 1962: 425) mengemukakan 4 (empat) elemen. An in a given currkulum it is important to identify the partkular elements that shall be used" Dari pemyataan Tyler tersebut. Komponen kurikulum Sebelum melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum. 1988:66). Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang.landasan pengembangan kurikulum. seorang pengembang terlebih dahulu mengenal konaponen atau elemen atau unsur kurikulum. mata pelajaran (subject matter). Perkembangan masyarakat akan menuntut tersedianya proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kurikulum masyarakat landasan maka. lpteks mendukung kegiatan msyarakat.

dan tujuan pengajaran. dan evaluasi (evolution). Lebili lanjut Zais (1976 : 307) mengklasifikasik" tujuan menjadi tiga yakni aims. paling tinggi adalah tujuan pendidikan nasional. proses atau isi penyampaian. dan kebutuhan masyarakat. diikuti tujuan kurikuler. and objektive. Berdasarkan uraian tentang komponen-komponen kurikulum sebelumnya.organisasi (method and organization). Adanya klasifikasi tujuan kurikulum seperti yang disampaikan oleh Zais juga tersurat dalam tujum kurikulum indonesia. don (4)evaluations (Zais. yakni suatu tujuan yang. serta evaluasi. karekteristik mata pelajaran bidang studi. karena hasil yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum. Tujuan. (3) leaming activities. karena tidak ada satupun aspekaspek pendidikan yang lain bertentangan dengan tujuan. (2) content. Dalam kenyataannya aspek-aspek pendidikan selalu mempertanyakan tentang tujuan. a. goal. 1976 : 297). Tujuan kelembagaan (tujuan institusional) mempakan tujuan yang menjabarkan tujun pendidikan nasional.. materil pengalaman belajar. menjabarkan tujuan kurikuler dan bersumber pada karakteristik mata pelajaran/bidang studi dan karakteristik siswa. Hirearki vertikal tujuan kurikulum di Indonesia. Tujuan pendidikan nasional merupukan tujuan kurikulum tertinggi yang bersumber pada falsafah bangsa (pancasila) dan kebutuhan masyarakat tertuang dalam GBHN dan UU-SPN. bersumber pada tujuan tiap jenjang pendidikan dalam UU-SPN. Tujuan pengajuan 136 . Nana Sy. Tujuan yang terbawah dari hirarki tuju" kurikulum Indonesia adalah tujuan pengajaran. karakteristik lembaga. organisasi. Sukmadinata (1988 : 110) menemukan empat konaporten dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan. 1976: 295). isi atau materi. kemudian tujuan kelembagaan. tetapi memberikan arah dan fokus untuk selmh program pendidikan (Zais. yang ketiganya mempakan suatu hirarki vertikal. goals. Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum mempakan kekuatankekuatan fundamental yang peka sekali. dan objetives. dan evaluasi. Sedangkan ahli yang lain mengemukakan bahwa kurikulum terdiri dari 4 komponen dasur: (1) aim. yakni komponen kurikulum yang terdiri dari : tujuan. Apa yang diutarakan oleh Zais mengenai pentingnya tujuan adalah benar adanya.

Pengembangan hierarki kurikulum secara. tersurat seperti terurai sebelumnya. Apabila dikaji lebih lanjut akan kita temukan bahwa dalam perumusannya. yakni Tujuan Umum Pengajoran (TUP) dan Tujuan Kbusus Pengajaran (TKP). tujuan kurikuler. tujuan tersusun hirarki vertikal dari yang tertinggi ke yang terendah dan sebaliknya. berikut mempakan hirarki nujuan kurikulum Indonesia. Untuk memperjelas uraian. Hal yang mempakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan fonnal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum) supaya keinginan tujuan kurikulum dapat dicapai 137 . Hirarki tujun kurikulum secara vertikal di Indonesia seperti terurai sebelumnya. tujuan bidang studi. dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan atau perkembangan zaman. kemudian tujuan kelembagaan. Hirarki tujuan kurikulum vertikal yang tersurat dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut diawali dari tujuan pendidikan nasional. ditujukan untuk lebili tajam diharapkan dapat memudahkan guru menjabarkan. Secara garis besar hierarki tujuan kurikulum dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut. tujuan kelas dan tujuan catur wulan serta Tujuan pengajaran. Jenjang Tujuan Tujuan Pendidikan Tujuan Kelembagaan Tujuan Kurikuler Tujuan Pengajaran Dokumen Penanggung Jawab UU SPN & GBHN Menteri Dikbud Kurikulum Tiap Kepala Sekolah Lembaga GBBP GBPP & Guru Mata Pelajaran / Bidang Studi / Kelas Rancangan Guru Mata Pelajaran Pembelajaran tersurat sampai secara dengan tahun vertikal Kurikulum tersebut Yang dapat Disempumakan Hierarki berkembang saja (KYD) tujuan atau SD/SLTP/SLTA kurikulum 1984/1985 atau 1985/1986.terbagi menjadi dua macam. Materi pengalaman belajar. vertikal di Indonesia tertampak dalam draft kurikulum tahun 1994/1995. untuk pencapaiannya secara hirarki vertikal daii tujuan yang terendah ke tujuan yang lebib tinggi. b.

perlu kita sadari bahwa pengorganisasian kurikulum merupakan kegiatan yang sulit dan kompleks. in one of the two central derision in currkulum making. Organisasi. 1962 : 266). Namam demikian. Sukmadinata. maka kurikulum secara pasti mencakup seleksi. Berdasarkan pendapat Taba tersebut. nilai-nilai. 1988 : 114). Namun demikian sebenarnya tidak cukup hanya isil bahan ajaran saja yang dipikirkan dalam kegiatan kurikulum. jelas babwa materi dan pengalaman Belajar dalam kurikulum diorganisasikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan. Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetalman. dan sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran/bidang studi. Perbedaan antara behijar di sekolah dan belajar dalam kehidupan adalah dalam hal pengorganisasian secara formal di sekolah. Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemikian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan (Taba.dengan dan paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalumya dapat disajikan secara efektif (Zais. 1962 : 290). dan organisasilmateri dan pengalaman belajar (Taba. Pentingnya materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar dapat kita lihat pada pernyataan Taba (1962 : 263) berikut ini : Selecting the content. 1976: 322). dan tujuan menentukan belajar apa yang penting. Selain itu untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan bahan ajaran (Nana Sy. Sukar dan kompleknya pengorganisasian kurikulum dikareakan kegiatan tersebut bertalian dengan aplikasi serta 138 . and there fore rational method of going about it is a matter of great concert " c. Sedangkan pengalaman belajar dapat diartikan sebagai kegiatan belajar tentang atau Belajar bagaimana disiplin berpikir dan strata disiplin thou. Dengan demikian jelaslah bahwa baik materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar barus dipikirkan dan dikaji serta diorganisasikan dalam pengembangan kurikulum. Hal ini berarti kita memandang kurikulum sebagai suatu rencana untuk belajar. with accompanying leaming experiences. lebih dari itu adalah pengalaman belajar yang mampu mendukung pencapaian tujuan secara lebili efektif. keterampilan.

Adapun peran evaluasi dalam kurikulum secara keseluruhan baik evaluasi belajar sisiwa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. dapat digunakan sebagai dasan pengembangan kurikulum. dan lingkungan. Evaluasi merupakan komponen ke empat kurikulum. material. 1988 : 23).pengetahuan yang ada tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. hingga dapat dilihat keputusan-keputusan pembelajaran dan pendidikan secara tepat. guru. Evaluasi.Masalahmasalah utama organisasi kurikulum berkisar pada ruang lingkup (scope). dan integrasi. sekuensi kontinuitas. tempat yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan-bahan fungsional dari kejadian-kejadian yang meliputi interaksi siswa. Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar sisiwa (basil dan proses) mampun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. 139 . Sebagai konponen kurikulum. evaluasi merupakan bagian integral dari kurikulum. dan masalah proses pembelajaran (Sumantri. 1976 : 369). mungkin merupakan aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil (Zais. Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis. Lebih lanjut Zais (1976 : 378) mengemukakan evaluasi kurikulum secara luas merupakan suatu usaha sangat besar yang kompleks yang mencoba menantang untuk mengkondifikasi proses salah satu dari istilah sekuensi atau komponenkomponen. Kegiatan evaluasi akan memberikan informasi dan data tentang perkembangan belajar siswa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. Dari uraian tentang evaluasi jelaslah bahwa evaluasi bukanlah komponen atau kegiatan pendidikan yang kecil.

Dalam kegiatan belajar mengajar. mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya 140 .BAB IV MOTIVASI BELAJAR 4. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut amok melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata. 1975). menyebabkan dan merangsang. sebab dan daya penggerak (Echols. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: tertarik kepada guru. 1984). yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. Siswa yang mempunyai motiasi belajar tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit putus kesalahan dalam belajarnya (Palardi. Motivate sendiri berarti alasan. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi linggi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. 1987). 1994).1. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah penggerak dalam diri seseorang mau melakukan aktifitas-aktifitas tertentu dalam mencapai suatu tujun tertentu pula. Motivasi belajar adalah keseluruhan dari penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. pengalasan dan motivasi. Ini dapat dikenali dalam proses belajar mengajar di kelas. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh . tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan . menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winskel. dikenal adanya motivasi belajar. Pengertian dan Pentingnya Motivasi Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan.

merasa tidak aman. dan moralnya selalu dalam kontrol diri. termasuk penguasaan kemampuan intelektual. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Motivasi diakui sebagai hal yang sangat penting bagi pelajaran di sekolah. yang guncang harga dirinya. Banyak macam motivasi dan para ahli meneliti tentang bagaimana asal dan perkembangannya dan menjadi suatu "daya" dalam mengarahkan kelainan seseorang. yang tidak diterima sebagai anggota masyarakat kelas. Motivasi kelakuan manusia merupakan topik yang sangat luas. tindakan. 141 . Suatu hal yang penting adalah bahwa motivasi pada setiap tingkat yang diatas hanya dapat dibangkitkan apabila telah diperngaruhii tingkat motivasi di bawahnya.terutama kepada guru. dapat mempertahankan pendapatnya. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin. Anak yang lapar. yang tidak dikasihi. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara. Selanjutnya anak itu memperoleh motivasi anak menguasai pelajaran (matery). ia mengharapkan penghargaan dari temantemannya dan mencegah celaan mereka. dan selalu terkontrol oleh lingkungannya. terus menerus dalam waktu lama. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. artinya anak itu suka bekerja sama dengan anak-anak lain dan dengan guru. Bila kita ingin anak belajar dengan baik (tingkat 5). selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. kebiasaan. senang mencari dan memecahkan masalah. ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. maka haruslah terpengaruh tingkat 1-4. dan ingin mendapatkan harga dirinya di kalangan kawan sekelasnya. tidak akan dapat belajar dengan baik. Ada sejumlah tokoh yang meneliti soal motivasi belajar ini. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. Hewitt (1968) mengemukakan bahwa "attentional set” merupakan dasar bagi perkembangan motivasi yakni yang bersifat sosial.

maka anak itu sanggup untuk belajar sendiri. umumnya tinggi pula perolehan belajarnya. Pembelajaran yang tinggi motivasi. Pegawai atau karyawan yang mempunyaj motivasi berprestasi tinggi juga menunjukkan performansi profesional yang diharapkan atau di atas rata-rata teman atau sejawatnya. Akhirnya anak itu harus meningkat dalam bentuk penghargaan dari yang konkrit kepada rasa putas atas keberhasilannya menurut standar yang ditentukannya sendiri. Sebaliknya. kaitan antara motivasi dengan perolehan dan atau prestasi ini tidak hanya dalam belajar. Bahkan pada saat ini. Pentingnya motivasi Secara konseptual motivasi berkaitan erat dengan prestasi atau perolehan belajar. 142 . Dalam kerjapun. rendah pula perolehan belajarnya. Siswa perlu diberitahukan tentang hasil pekerjaanya sehingga ia dapat menilai keberhasilannya dan kegagalannya. Salah satu hasil peneliti juga menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai motivasi-berprestasi umumnya juga mempunysu prestasi yang lebih tinggi. motivasi mi juga sangat prating. penghargaan yang diberikan bila hasil belajar anak mendekati bentuk kelakuan yang di inginkan. umumnya perolehan belajannya juga sedang-sedang saja. Taraf motivasi tertinggi menurut hewitt ialah motivasi untak "achievemenf' atau keberhasilan yang merupakan syarat agar anak im didorong oleh kemauannya sendiri dan merasa kepuasan dalam mengatasi tugas-tugas yang kian bertambah sulit dan berat. pembelajaran yang rendah motivasinya. Juga peneliti lain mengemukakan pentingnya reinforcement berupa pujian. Bila taraf ini tercapai. dan tidak perlu di tunggu sampai hasil belajarnya benar sepenuhnya. Banyak riset yang membuktikan bahwa tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. Demikin juga pembelajuan yang sedang-sedang saja motivasinya.Dengan reinforcement yakni penghargaan atas keberhasilannya motivasi itu dapat dipupuk.

yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai Tujuan itu. motivasi seringsering disebut secara berulang-ulang sebagai variabel yang banyak menentuk perolehan belajar. Terbukti dengan jelas. jadi sebagal penggerak atau motor yang melepaskan energi. lebih banyak disebabkan oleh tingginya motivasi yang mereka punyai.Bahkan dewasa ini. Tensing dan Hillary mungkin ingin membuktikan kesanggupan manusia. Bahkan. Motivasi menentukan intensitas usaha anak belajar. Setiap motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. sebab tidak serasi dengan tujuan. Seorang yang betulbetul bertekad menang dalam pertandingan. Motivasi melepaskan energi atau tenaga yang ada pada seseorang. 143 . Dalam khasanah kepustakaan kependidikan. bahwa mereka yang mempunyai motivasi kompetensi yang tinggi cenderung lebih mengusai bidang-bidangnya dibandingkan dengan mereka yang rendah motif kompetensinya. Oleh karena itu. (c) Menyeleksi perbuatan. (b) Menentukan arah perbuatan. Makin tepat motivasi yang kita berikut. tak akan menghabiskan waktunya bermain karena. Hasil belajarpun banyak ditentuk oleh motivasi. orang yang sukses disegala bidang. Juga untuk belajar diperlukan motivasi "motivation is dan essential condition of learning". motivasi belajar sangat urgen dalam peningkatan perolehan belajar. makin berhasil pelajaran itu. untuk menaklukan puncak tertinggi itu. dengan menyampingkan perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan ini. ada juga yangg mengembangkan motivasi berprestasi atau motivasi belajar ini menjadi motif berkompetensi yang dimaksud dengan berkompetensi adalah dorongan-dorongan untuk menguasai kompetensi keahliannya. Tukang becak menahankan panas dan hujan untuk meneari nafkah bagi anak istrinya Motivasi mempunyai tiga fungsi: (a) Mendorong manusia untuk berbuat.

Rekayasa lingkungan antara lain dapat berupa motivasi ekstrinsik. Demikian pula bila semang main badminton untuk menikmatinya. tinggi militansi kerja atau belajarnya. suka bekerja termasuk belajar. kenuman. Ini sesuai dengan teori. dalam sudut pandang teori ini. tekad. Sungguhpun demikian. maksud. Sifat Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Motivasi dapat di bedakan atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.Dalam bahasa schari-hari motivasi dinyatakan dengan. kehendak.2. Selain ini keberhasilan itu mempertinggi harga dirinya dan rasa kemampuannya. Mengapa motivasi ekstrinsik perlu diberikan. kesedihan dan sebagainya. termasuk belajar. hasrat. yang memandang bahwa segala tindakan manusia. Dalam hal pertama ia didorong oleh motivasi intrinsik yakni ia ingin mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu. Motivasi belajar secara intrinsik sebenamya memang telah ada. Berarti. keharusan. dalam diri manusia sebenarnya terdapat dorongan-dorongan yang kuat untuk belajar. tak lain karena 144 . keinginan. adalah karena terdapatnya tanggungjawab internal pada diri manusia itu. Manusia. selaia ingin berprestasi. Ausabel (1968) berpendapat babwa modyasi yang dikaitkan dengan motivasi sosial tidak begitu penting dibandingkan dengan motivasi yang bertalian dengan penguasaan tugas dan keberhasilan. rekayasa lingkungan perlu diberikan agar seseorang tetap belajar. Dalam belajar telah terkandung tujuan menambah pengetahuan "intrinsk motivations are inherent in the learning situasions and meet pupil needs and purposes". memang termsuk makhluk yang baik: tinggi tanggungjawabnya. didorong oleh motivasi intrinsik. kebutahan. Motivasi serupa ini bersifat intrinsik dan keberhasilannya akan memberi rasa kepuasan. cita-cita. yakni 'for the pleasure of the activity". Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu. 4. dorongan.

Ganjarant bagi sesuatu yang dilakukan dengan baik ialah telah melakukannya. Pada orang yang tingleat motivasi intrinsiknya rendah. hadiah. pengetahum. dan sebagainya. Bisa terjadi. seseorang akan tinggi motivasi belajarnya secara intrinsik.seseorang tidak senantiasa bemda dalam keadaan menetap. Motivasi ekstrinsik yang diberikan secara tepat. Bila seorang belajar untuk mencari penghargaan berupa angka. seseorang yang mempunyai motivasi belajar intrinsik yang demikian tinggi tibatiba melemah. celaan. oleh sebab tujuan-tujuan itu terletak di luar perbuatan itu. sikap yang baik. Hasil-hasil itu sendiri telah merupakan hadiah. Adakah suatu kenyataan. penguasaan kecakapan. Motivasi eksifinsik dipakai oleh sebab pelajaran-pelajaran sering tidak dengan sendirinya menarik dan guru sering kurang mampu untuk membangkitkan minat anak. "The goal is artifkially introduced". Akan tetapi di sekolah sering digunakan motivasi ekstrinsik seperti angka-angka. kenaikan tingkat. diploma. Anak-anak didorong oleh motivasi intrinsik. yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. 145 . bahwa anak manusia itu tidak sama. justru motivasi ekstrinsik ini sangat diperlukan. Ini didorong oleh motivasi ekstrinsik. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam kegiatan. bila mereka belajar agar lebib sanggup mengatasi kesulitan kesulitan hidup. ijazah. Supaya melemahnya motivasi intrinsik ini tidak sampai berada pada tingkatan yang sangat rendah. "The reward of a thing well done is to have done it"(Emerson). Ketidaksamaan dalam motivasi intrinsik yang dipunyai ini. Jadi motivasi ekstrinsik disini tidak perlu. dan sebagainya. perlu dikontrol dengan menggunakan motivasi ekstrinsik. agar memperoleh pengertian. dapat dikurangi dengan memberikan motivasi eksuinsik. pujian. hukuman. termasuk motivasinya. justru secara berlahan dapat mencangkokkan motivasi intrinsik mtuk belajar manakala belajar yang direkayasa dengan motivasi ekstrinsik tersebut telah menjadi kebiasaan bagi pembelajar. Bahkan kalau sudah sampai di tahap mempribadi.

146 . kemampuan pembelajar. bisa menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar para pembelajar. Oleh karena itu. Bila belajar itu berhasil. guru hendaknya senantiasa berupaya meningkatkan motivasi belajar. Motivasi bukan mempakan syarat mutlak untuk belajar tak perlu lebih dahulu ditunggu adanya motivasi sebelum kita mengajarkan sesuatu. motivasi belajar tersebut juga dipengaruhi oleh banyak unsur antara lain: cita-cita aspirasi penubelajar. unsur-unsur yang mempengaruhi tersebut. Untuk itu guru perlu mengenal murid. unsur-unsur dinamis belajar. Bahkan kita dapat mengabaikan motivasi dan memusatkan perhatian kepada pengajaran itu sendiri. dan mempunyai kesanggupan Kreatif untuk menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan dan minat anak. Agar dapat mendukung lebih optimal terhadap motivasi belajar.Membangkitkan motivasi tidak mudah. mengoptimalkan unsur-unsur belajr / pembalajaran. maka akan timbul motivasi itu dengn sendirinya dan keinginan untuk lebih banyak belajar. Sebagai konsekuensi atas perhatian guru terhadap unsurunsur yang mempengaruhi motivasi belajar dan unsur-unsur yang mempengamhi tersebut. Jika unsur-unsur yang mempenguuhi tersebut tidak diketahui dan tidak diperhatikan. Pembelajaran dan upaya-upaya guru dalam membelajarkan pembelajar. 4.3. mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman kemampuan yang di miliki oleh pembelajar dan mengembangkan cita-cita dan aspirasi pembelajar. Motivasi dalam Belajar dan Unsur-Unsur yang mempengamhi motivasi belajar Motivasi sangat krusial dalam belajar dan pembelajaran. Sukses dalam belajar akan membangkitkan motivasi untuk belaiar. Upaya meningkatkan motivasi belajar tersebut dilakukan dengan cara mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. pada hal. kondisi pembelajar. perlu diketahui dan diperhatikan oleh guru yang membelajarkan pembelajar. kondisi lingkungan belajar. Ausubel mengatakan adanya hubungan antara motivasi dan belajar.

akan tetapi mengatur kondisi belai sehingga memberikan reinforcement. angka ang baik. sehingga ia lebih tertarik oleh pelajaran. mengetahui kemajuan yang dicapai. dan sebagainya. dan lain-lain. rasa keberhasilan atas hasil belajarnya. Pelajar harus diberikan ganjaran (reward) berupa pujian. dan lingkungan sosial yang menyokong. misalnya dengan merumuskan tujum dengan jelas. merasa turut benanggungjawab. White berpendapat bahwa kegiatan anak tak dapat dijelaskan dengan dorongan untuk memuaskan kebutuhan makan. minum. Keberhasilan dalam interaksi dengan lingkungan belajar. Motivasi kompetensi mempunyai dasar biologis. sehingga ia sanggup belajar sendiri sepanjang bidupnya. di sekolah. Motivasi ini lebib mantap dan memberikan dorongan kepada sejumlah besar kegiatan. 147 . Walaupun teori-teori motivasi berbeda-beda. Motivasi yang dianggap lebih tinggi tarafnya daripada penguasaan tugas ialah "achievement motivation" yakni motivasi untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu. "egoinvolvement" (keterlibatan diri). yang dapat dianggap sebagai salah samtu hasil pendidikan yang paling penting. Akan tetapi karena kegiatan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya yang memberikan rasa mampu. antara lain motivasi menyalidiki aktivitas manipulasi. Peneliti lain. Ada pula peneliti yang mencari motiyasj positif yang dinyatakan dengan istilah "mastery”. nanum dalam praktek pendidikan penerapannya bersamaan.Menurut Skinner(1968) masalah motivasi bukan soal memberikan motivasi. jadi juga terdapat pada binatang. penguasaan tujuan program pendidikan memberikan rasa kepuasan dan karena ini merupakan sumber motivasi yang terus menerus bagi pelajar. Setiap orang ingin menguasai lingkungannya. termasuk yang berkaitan dengan pelajari. White (1959) mengemukakan konsep kompetensi. McClelland (1965) yang menyelidiki berbagai hal yang dapat mempertinggi motivasi ini.

ia akan lebih bergairah dengan mata pelajaran tersebut. Unur-unsur dinamis belajar Ipembelajaran 6. Cita-cita / aspirasi pembelajar 2. Cita-cita atau aspirasi ini senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan.Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Motivasi Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar. ia akan lebih temotivasi mempelajari mata pelajaran tersebut dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Dapat dipastikan kesungguhan belajarnya akan berkurang karena apa yang ia pelajari tidak sesuai dengan cita-cita dan 148 . Kondisi lingkungan belajar 5. cita-cita dan aspirasi sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar seseorang. Kondisi pembelajar 4. Sebaliknya seseorang yang kebetulan berstatus mahasisma dan dahulunya bercita-cita menjadi ahli hukum tetapi ia dipaksa oleh orang tuanya mengambil jurusan teknik elektro. Cita-cita / aspirasi pembelajaran Setiap manusia senantiasa mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu didalam hidupnya temasuk pembelajar. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar Unsur-unsur tersebut dijelaskan sebagaimana pada uraian berikut : a. Oleh karena itu. Unsur-unsur tersebut adalah : 1. Kemampuan pembelajar 3. Meskipun mata pelajaran tersebut masih terintegrasi dengan mata pelajaran IPA. meskipun rintagan yang ditemui sangat banyak dalam mengejar cita-cita dan aspirasi tersebut seseorang tetap berusaha semaksimal mungkin karena hal tersebut berkaitan dengan cita-cita dan aspirasinya. Bahkan tidak juang. Oleh karena itu. tentu menggemari terhadap mata pelajaranmata pelajaran dan bacaan-bacaan yang berkaitan erat dengan ilmu kesehatan. pada saat masih sedang belajar dijenjang pendidikan dasar. Seseorang yang bercita-cita menjadi dokter.

Oleh karena itu. Itulah sebabnya. Sebab. Ketidaksungguhan dalam belajar demikian ini tentu lantaran jurusan yang dipaksakan oleh orang tuanya tidak cocok dengan cita-cita dan aspirasinya. maka cita-cita dan aspirasi pembelajaran ini perlu diperhitungkan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar seseorang. pada saat-saat masih disekolah menengah ia tinggi motivasi belajarnya sebaliknya pada saat sudah menjadi mahasiswa motivasi yang tinggi tersebut berubah menjadi rendah. Jika kaitan antara cita-cita atau aspirasi pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan seperti tampak dibawah ini: CITA-CITA / ASPIRASI PEMBELAJAR MOTIVASI BELAJAR PEMBELAJAR PEROLEHAN BELAJAR PEMBELAJAR b. Jika kaitan antara kemampunn pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan sebagai berikut: 149 . dan sebaliknya orang yang berkemampun tinggi. Bisa terjadi. seseorang menjadi rendah motivasi belajarnya terhadap bidang tertentu oleh karena yang bersangkutan rendah kemampuannya dibidang tersebut. akan menjadi malas jika dituntut sebagaimana mereka yang berkemampuan rendah. Kemampuan PeMbelajar Kemampuan manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. karena cita-cita atau aspirasi ini mempengaruhi motivasi belaiar. orang yang mempunyai kemampuan rendah akan sangat susah menyerupai orang yang mempunyai kemampuan tinggi. bisa jadi.aspirasinya. Ia kendor motivasinya. kemampuan pembelajar ini haruslah diperhatikan dalam proses belajar pembelajaran. Menuntut seseorang sebagaimana orang lain dari bingkai penglihatan demikian tentulah tidak diberikan. Kemampuan pembelajar erat hubungannya dan bahkan mempengaruhi motivasi belajar pembelajar.

seseorang yang motivasi belajarnya biasa-biasa saja. sebutlah misalnya stress. sama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajarnya.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran c. Berarti. Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. juga tidak bisa mengkonsentrasikan diri terhadap hal-hal yang dipelajari. tibatiba berubah karena kondisi fisik dan psikologisnya dalam keadaan prima. bisa menjadikan seseorang belajar merasa terpaksa dan tidak banyak bemotivasi. Jelaslah bahwa kondisi pembelajar. Tidak jarang. Demikian juga kalau sedang sakit. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat. mka gairah belajarnya menurun. umumnya saling mempengamhi satu sama lain. umumnya motivasi belajar seseorang akan menurun. kondisi pembelajar dalam kaitannya dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut: 150 . Dalam kondisi psikologis terganggu. kondisi fisik seseorang mempengaruhi motivasi belajarnya. Kmena tidak bisa konsentrasi. Kondisi pembelajar Kondisi pembelajar dapsat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya. Ada kalanya seseorang yang pada masa-masa sebelumnya bemotivasi belajar tinggi. Jika diskemakan. fisik dan psikologis. Orang yang sudah sangat lelah tidak baik kalau belajar. tiba-tiba menjadi rendah hanya karena kondisi fisik dan psikologisnya terganggu atau sakit. Dua macam kondisi ini. baik yang bersifat fisik maupun psikis. Sangatlah jelas dan sering dirasakan oleh siapapun jika kondisi fisik dalam keadaan lelah. bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya. Sebaliknya jika kondisi fisik berada dalam keadaan bugar dan segar. Dalam realitasnya juga berlaku kebalikannya. motivasi belajar bisa meningkat. tidak bails untuk dipaksa belajar. Keadaan demikian ini.

Lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalm kaitannya dengan orang lain. Yang dimaksud dengan lingkurigan fisik adalah tempat dimana pembelajar tersebut belajar. kelompok belajar. Contohnya jika dalam lingkungan sosial seseorang tidak terbiasa dengan aktivitas belajar maka bukan budaya belajar itu yang dikembangkan oleh seseorang. mendorong seseorang bergairah belajar. yang tertata rapi. Dalam lingkungan yang kompetitif untuk belajar. yang tenang. lebih-lebih lingkungan belajar. bisa menimbulkan gairah belajar. Kaitan antara kondisi lingkungan belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : 151 . individu secara sadar ataukah tidak. Demikian juga yang amburadul. apakah tempatnya segar atau pengap. seseorang yang berada dilingkungan tersebut akan terbawa serta untuk belajar seperti orang lain. Tempat belajar yang berisik oleh suara bisa menganggu belajar. lingkungan sebaya. Lingkungan belajar ini meliputi : lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Sebab. Sebaiknya tempat yang teratur. Apakah tempat belajarnya nyaman ataukah tidak. tidak memberikan gairah bagi belajar seseorang. senantiasa tersosialisasi oleb lingkungannya. Contohnya berupa lingkungan sepermainan. Jadi lingkungan fisik berpengaruh terhadap motivasi belajar. Hal-hal demikian ini berpengaruh terhadap motivasi belajar. Kondisi lingkungan belajar Sudah umum diketahui bahwa yang menentukan motivasi belajar seseorang. Sungphpun faktor pribadi pribadi seseorang lebih menentukan terhadap diri sendiri tetapi harus diakui bahwa lingkungan sosial juga menentukan motivasi belajar seseorang.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran d. selain faktor individu juga faktor lingkungan. Baik secara sadar atau tidak.

Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran e. Unsur dinamis belajar dan pembalajar Motivasi belajar pembelajar Perolehan belajar pembelajar jika kaitan antara unsur-unsur dinamis dalam belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : Unsur dinamis belajar dan pembelajar Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran f. menjadikan pembelajar juga bergairah belajar. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya d. Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belaiar b. Bahan belajar dan upaya penyediannya c. menjadikan tingginya motivasi belajar pembelajar. Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya Oleh karena itu. tingginya motivasi belajar berimplikasi bagi maksimainya perolehan belajar pembelajar. Pada guru yang demikian umumnya mempersiapkan diri dengan matang dan senantiasa memberikan yang terbaru dan terbaik kepada pembelajar. 152 . Upaya Guru dalam Membelajarkan pembelajar Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga berpengaruh terhadap motivasi belajar. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajar. unsur.unsur dinamis dennkian ini patut diperhatikan agar motivasi belajar pembelajar menjadi tinggi. Unsur-Unsur Dinamis belajar pembelajar Unsur dinmis belajar pembelajar meliputi hal-hal sebagai berikut : a. guru yang sungguh-sunggub dalam membelajukan pembelajar. Suasana belajar dan upaya pengembangannya e.

Menariknya hal-hal yang diberikan ini hisa menjadikan tingginya motivasi pembelajar. Sebaliknya pada guru yang tidak bergairah dalar membelajarkan pembelajar. Tidak jarang motivasi belajar hanya mendatar saja. Dengan demikian. Terbaik dan mungkin terbaru. Adakalanya bergerak naik dan adakalanya bergerak turun. Sebagai akibatnya. Jika di skemakan antara upaya guru untuk membelajarkan pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar pembelajar adalah sebagai berikut : Upaya guru membelajarkan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran Upaya Meningkatkan motivasi belajar Upaya belajar senantiasa bergelombang. Proses belajar pembelajar terasa kering dan kehilangan nuansa. Oleh karena itu. pembelajar tidak bergairah dan babkan mungkin kehilangan motivasi.Oleh karena yang di berikan tersebut menarik. upaya guru untuk membelajarkan pembelajar sangat krusial dalam meningkatkan motivasi pembelajar. umumnya mengulang saja pelajaran yang di berikan dari tahun ketahun. manakala guru yang membelajarkan tersebut sudah puas dengan keadaan yang demikian ini. Oleh karena demikian " watak" motivasi tersebut. Akibat dari proses belajar pembelajaran demikian ini. hal-hal yang disajikan oleh guru menjadi menarik dimata pembelajar. Maka tingkat aktualitasnya sangat tinggi dimata pembelajar. Hal demikian bisa lebib parah lagi. maka diperlukan upaya untuk meningkatkannya. motivasi belajar yang di punyai oleh pembelajar bisa cenderung naik dan atau minimal Menetap. yaitu : 153 . Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi pembelajar.

Ada dua cara dalam mengoptimalkan penerapan prinsip belajar tersebut. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar / pembelajaran 3. Prinsip pemberian balikan dan penguruan dalam belajar g. ketiga cara tersebut di kemukakan sebagai berikut : 1. menyusun strategi-strategi sehingga prinsip-prinsip tersebut dapat terterapkan secara optimal. 154 . Prinsip tersebut adalah : a. Temuantemuan ahli psikologi pendidikan dan temuan-temuan ahli pengajaran part[ digali hingga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Prinsip keterlibatan langsung pembelajar d. Kedua. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar Ada beberapa prinsip yang harus dipedomani dalam belajar. Mengembangkan cita-cita / aspirasi dalam belajar Secara berturut-turut. Prinsip perhatian dan motivasi belajar b. agar tidak mengganggu bagi penerapan prinsip-prinsip belajar. dari pandangan-pandangan dan temuan-temuan teoritik dan dapat pula digali dari kiat guru sendiri. Prinsip sifat perangsang dan menantang dari materi yang dipelajari f. Prinsip perbedaan individual antar belajar Ketujuh prinsip ini diterapkan secara optimal agar pembelajar mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. Pertama. menjauhkan konstrain-konstrain (kendala-kendala) yang ditemui dalam mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Prinsip pengulangan belajar e. Prinsip keaktifan belajar c. Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman / kemampuan yang telah dimiliki dalam belajar 4. Kendala demikian ini patut dijauhkan. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar 2. Strategi disini.1.

Cara mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam belajar / pembelajaran dalah : pertama. Contohnya peralatan pengajaran yang tidak tersedia dapat disediakan dengan merancang sendiri bersama-sama dengan pembelajar. maka ia perlu di optimalkan penerapannya. Pengalaman dan kemampuan masa lain bisa menjadi konstrain belajar. dan bisa juga didapatkan oleh pembelajar melalui aktivitas lain atau aktivitas non belajar. Hal demikian dapat dilakukan dengan banyak mengadakan kerjasama dengan sejumlah lembaga diluar sekolah bahkan diluar dunia pendidikan. maka pembelajar 155 . memanfaatkan sumber-sumber diluar sekolah sehingga keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah dapat ditanggulangi. dan jika kasus yang trakhir ini terjadi. Kemampuan dan pengalaman yang berbeda demikian ini hendaknya tidak justru menjadi konstrain dalam aktivitas belajarnya.2. Pengalaman dan kemampuan masa Ialu bisa mendukung terhadap aktivitas belajar manakala sesuai dengan pengalaman belajar berikutnya. Kedua. katena umumnya ketika tidak ada guru dan menerima kondisi tersebut apa adanya. Penyediaan secara kreatif ini perlu dilakukan. 3. menyediakan secara kreatif berbagai unsur belajar pembelajaran tersebut dalm setting belajar pembelajaran. Kemampuan atau pengalaman masa Ialu ini bisa didapatkan oleh pembelajw melalui aktivitas belajar. Pengoptimalan demikian mi perlu dilakukan agar motivasi belajar siswa juga optimal. manakala dipandang bertentangan dengan pengalaman belajar berikutnya oleh pembelajar. tetapi tidak jarang bisa mendukung aktivitas belajar. Mengoptimalkan Unsur-Unsur Dinamis Belajar / Pembelajaran Mengingat unsur-unsur belajar / pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi. Mengoptimalkan Pemanfaatan Pengalaman / Kemampuan Yang Telah Dimiliki Dalam belajar Setiap pembelajar mempunyai kemampuan dan pengalamn-pengalaman tertentu yang berbeda antara satu dengan yang lain. Tidak itu saja pengalamana atau kemampuan masa lalu malahan bisa menjadi prasyarat bagi pengalaman berikutnya. Pengalaman dan kemampuan masa Ialu ini bisa menjadi konstrain untuk belajar berikutnya.

Maka dari itu cita-cita atau sapirasi tersebut harus senantiasa dikembangkan pembelajaran. apakah memang benar bahwa dalam pemilihan jurusan tersebut memang benar-benar sesuai dengan cita-cita dan dalam 156 . utamanya kegiatan belajar. Gali dulu pengalaman dari kemampuan yang sudah dimiliki oleh pembelajar melalui tes lisan atau tertulis sebelum menyampaikan materi berikutnya. c. Persoalannya adalah. Dkk dan Cany (1981) menyebut pengalamn dan kemampuan demikian dengan entry behavior. d. yang antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. Penjurusan yang ada disekolah-sekolah kita. b. Kegiatan-kegiatan seseorang. Demikian juga dengan adanya kurikulum muatan tokal.tidak dapat mempelajari mata pelajaran berikutnya. 4. Jangan dipaksa menggunakan perspektif gurunya. Mengembangkan Cita-Cita / Aspirasi Dalam Belajar Cita-cita adalah sesuatu yang dikejar oleh seseorang. tidak lain adalah demi penampungan aspirasi dan cita-cita yang berbeda dari masing-masing pembelajar. Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimiliki. pembelajar didaerah satu dengan daerah lainnya. Yang harus diupayakan guru agar kemampuan atau pengalaman masa lalu justru mendukung terhadap aktivitas belajar adalah : a. adalah dalam rangka menampung aspirasi dan cita-cita yang berbeda antara. tanpa yang bersangkutan telah mempunyai kemampuan dan pengalaman yang diprasyaratkan. Biarkan pembelajar dapat menangkap apa yang dipelajari sekarang ini dari perspektif kemmpuan dan pengalaman masa lalunya. Kaitkan aktivitas belajar pada masa sekarang ini dengan kemampuan dan pengalaman yang sudah dipunyai oleh pembelajar. Lebih banyak teraksentuasi pada pengejaran dan atau pencapaian cita-cita atau aspirasi tersebut.

pembelajar masih diliarapkan anak merangking dari yang paling diminaati sampai dengan yang paling tidak diminati. tersedia tidaknya prasarana dan sarana. c. dengan beberapa langkah sebagai berikut : a. Orang tua ini patut juga diberi tahu. agar tidak memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya. karena mungkin pembelajar tersebut mempunyai cita-cita atau aspirasi yang berbeda dengan orangtuanya. Pengenalan aspirasi ini dapat dilakukan dengan mengadakan tes minat kepada pembelajar. Persoalannya hanyalah. Hasil pengenalan atas cita-cita aspirasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada siswa dan orangmanya. Dengan tes minat. Aspirasi / cita-cita dapat dikembangkan dalam belajar pembelajaran. Setelah program-program tersebut disediakan. Pengenalan ini dapat dilakukan dengan melalm penyebaran daftar isian yang dapat memuat sejumlah citacita atau aspirasi pembelajar. Kenalilah aspirasi dan cita-cita pembelajar. yaitu : 157 . barulah para pembelajar diberi kesempatan untuk mengambil program yang sesuai dengan aspirasi dan cita-citanya. b. Dari sejumlah aspirasi atau cita-cita tersebut. apakah mungkin hat demikian dilakukan disekolah-sekolah kita mengingat kurikulum yang tersentralkan dari pusat ? Jenis Motivasi Yang Didasarkan Motif Primer Dan Sekunder Motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. Sediakan program-program yang dapat mengembanglum aspirasi dan cita cita tersebut.aspirasi pembelajar ? mengingat yang menjadi pertimbangan dalam penjurusan tersebut tidak semata-mata cita-cita dan aspirasi melainkan banyak hal lain seperti daya tampung masing-masing jurusan. akan diketabui jenis-jenis pekerjaan apa dimasa depan yang paling diminati dan menjadi cita-cita pembelajar.

2. Bekerja dengan haik merupakan motivasi sekunder. Adapun sumber insting adalah keadaan kejasmaniah individu. orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa berpikir. Insting kehidupan terdiri dari insting yang bertujuan memelihara kelangsungan hidup. maka tekanan terhadap individu semakin besar. Objek insting adalah hal-hal yang mermaskan insting. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. orang harus belajar bekerja. Hal ini berbeda dengan motivasi primer. Untuk memperoleh makanan tersebut orang harus bekerja terlebih dahulu. Hal-hal yang memutuskan insting tersebut dapat berasal dari luar individu atau dari dalam individu. objek dan sumber. Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan. Agar dapat bekerja dengan baik. Motivasi Primer Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. merusak. sasaran. yaitu insting kehidupan (life instinest ) dan insting kematian (death instinest ). yaitu tekanan. sehingga perilakunya terpengaruh oleh tasting atau kebutuhan jasmaninya. keinginan makan berkurang bila individu masih kenyang. Semakin besar energi dalana insting. Motivasi Sekunder Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Sebagai ilustrasi. Yang mengalami perubahan adalah cara pemuasan atau objek pemuasan.1. Sebagai ilusirasi. Segenap insting manusia dapat di bedakan menjadi dua jenis. Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri. Insting kematian tertuju pada penghancuran seperti. minum. atau membunuh orang lain atau diri sendiri. bila tekanan energi dalam insting berkurang. Insting bekerja seumur hidup.tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu amok bertingkah laku. bila orang bekerja 158 . Menurut Freud energi bekerja memelihara keseimbangan fisik. Ahli lain. Manusia adalah makluk berjasmani. istirahat dan memelihara keturunan. lnsting kehidupan tersebut berupa makan. Kepuasan tercapai. menganiaya.

Uang merupakan penguat unnum. pemberi informasi pada oranglain. komponen ini terdiri dari motif sosial. dan konatif. Kegoncangan tersebut disertai proses jasmani. merasa. Uang tersebut berupa penguat motivasi sekunder. ataupun tak berdasar akal sehat pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. manusia adalah makluk sosial. Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Setelah in bekerja dengan baik maka ia dapat membeli makanan untuk menghilangkan rasa lapar. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Ciri-ciri sikap. sikap dan emosi. koqnitif. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya berdasarkan akal. Komponan konatif adalah terkait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak.dengan baik. Tetapi juga faktor-faktor sosial. pembawa pesan dalam hubungan dengan orang lain. Komponen koqnitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan. perilaku dan kesadaran. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. 159 . dapat dipelajari atau berubah. Perilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti afektif. maka ia memperoleh gaji berupa uang. Menurut beberapa ahli. kemudian bertindak memiliki daya dorong bertindak relatif bersikap tetap kecenderungan melakukan penilaian dapat timbul dari dari pengalaman. Emosi menunjukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. sumber informasi tentang diri seseorang. yakni : merupakan kecenderungan berpikir. Komponen afektif adalah aspek emosional. Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Emosi memiliki fungsi sebagai pembangkit tenaga.

1980. Pada hakekatnya. dan sebagainya. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) CBSA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa. membuat sesuatu. intelektual dan emosional 160 . berdiskusi.BAB V PENDEKATAN CBSA DALAM PEMBELAJARAN 5. mental.1. yang merupakan inti dari kegiatan belajar. menyusun rencana. seperti: mendengarkan. Sejak dimunculkannya pendekatan CBSA dalam lingkungan pendidikan ditanah air. menulis laporan. KONSEP CBSA DALAM PEMBELAJARAN Cara belajar siswa aktif merupakan suatu upaya dalam pembaruan pendidikan dan pembelajaran.Keaktifan itu da yang dapat diamati dan ada pula yang tidak dapat diamati secara langsung. kegiatan belajar diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. namun sesungguhnya konsep ini telah lama dikembangkan. keaktifan belajar terjadi dan terdapat pada semua perbuatan belajar. memecahkan masalah. materi yang dipelajari dan tujuan yang hendak dicapai. serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan (motorik. tindakan. Setiap kegiatan tersebut menuntut keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran melalui asimilasi. penghayatan serta internalisasi nilat-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni. kognitif dan sosial). tetapi kadamya yang berbeda tergantung pada kegiatannya. Kendatipun cara ini tergolong baru. 5. Karena itu. dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan. 2). hanya perwujudannya yang masih baru dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah kita. ada baiknya guru-guru mengenal dan memahaminya lebih seksama agar mampu menerapkan secara efektif. konsep CBSA telah mengalami perkembangan yang cukup jauh. Pendekatan CBSA dinilai sebagai suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik.1.1. h. memberikan prakarsa/gagasan. Dalam CBSA.

5. mendiskusikan. yakni hasil belajar berupa keterpaduan aspek-aspek kognitif. Aspek-aspek kemampun tersebut dikembangkan secara terpadu melalui sistem pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA. 1984. Siswa peserta didik dipandang dari dua sisi yang berkaitan. dan psikomotorik Secara lebili rinci komponen produk tersebut mencakup berbagai kemampuan: menamati. Dalam kerangka sistem belajar mengajar. Siswa sebagai objek dipandan: sebagai yang memiliki potensi yang perlu dibina. menggeneralisasikan. aspirasi dan motivasi dan berbagai kemungkinan potensi lainnya. diarahkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran.2 Rasional CBSA dalam pembelajaran Penerapan dan pendayagunaan konsep CBSA dalam pembelajaran merupakan kebutuhan dan sekaligus sebaga. Siswa sebagai subjek dipandang sebagai manusia yang potensial sedang berkembang. dan psikomotorik.guna memperole hasil belajar yang bempa perpaduan antara matra kognitif. Yasin. dan mengkomonikasikan hasil penemuan. afekisi. (A. intelektual dan emosional dan komponen produk. yakni sebagai objek pembelajaran dan sebagai subjek yang belajar. Karena itu proses pembelajaran harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manusiawi (humanistik). menemukan. mental. memiliki keinginan-keinginan-harapan dan tujuan hidup. afektif. misainya melalm suasana kekeluargaan terbuka dan bergairah serta berpariasi sesuai dengan keadaan perkembangan siswa bersangkutan. terdapat komponen proses yakni keaktifan fisik.1. Penerapan CBSA dilakukan dengan cara mengfungsionalisasikan 161 . keharusan dalam kaitannya dengan upaya merealisasikan Sistem Pendidikan Nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang pada gilirannya berimplikasi terhadap sistem pembelajaran yang efektif. mengkaji.24). menginterprestasikan.h. Pelaksanaan proses pembelajaran dititik beratkan pada keaktifan siswa belajar dan keaktifan guru menciptakan lingkungan belajar yang serasi dan menantang. meramalkan.

dan pengendapan sehingga hasil belajar berintemalisasi dengan pribadi siswa. Dalam kondisi ini semua unsur pribadi siswa aktif seperti emosi. media pembelajaran. 9) Mengamati setiap aktivitas siswa. melainkan bertindak sebagai pembantu dan pelayanan bagi siswanya. Beherapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru. dan fasilitator. suasana kelas dan sebagainya. bahwa pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA tidak diartikan guru menjadi fasif. 5) Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan. mendorong dan membantu serta berupaya mempenguruhi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan belajar yang telah ditentukan. guru. melainkan tetap harus aktif namun tidak bersikap mendominasi siswa dan menghambat perkembangan potensinya Guru bertindak sebagai guru inquiry. 6) Membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum. pendalaman. ialah: 1) menyiapkan lembaran kerja 2) Menyusun tugas bersama siswa. intelektual. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan. pengindran. Keaktifan guru dilakukan pada tahap-tahap kegiatan perencanaan. 162 . bantuan dan pelayanan. CBSA dapat berlangsung dengan efektif.seluruh potensi manusiawi siswa melalui penyediaan lingkungan belajar yang meliputi aspek-aspek bahan pelajaran. 8) Menyalurkan bakat dan minat siswa. 3) Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan. sedangkan guru memberikan fasilitas belajar.Peranan guru bukan sebagai orang yang menuangkan materi pelajaran kepada siswa. Siswa aktif belajar. 4) Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat kesulitan. bila guru melaksanakan peran dan fungsinya secara aktif dan kreatif. perasaan. Cara belajar di sesuaikan dengan minat dim pemberian kemudahan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman. 7) Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat. pellilaian dan tindak lanjut pembelajaran. fisik dan sebagainya. pelaksanaan.

3 Kadar Cara Belajar Siswa Aktif Kadar MA ditandai oleh semakin banyaknya dan bervariasinya keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. pengalaman. sumber bahan pembelajaran. e. c.5. Adanya keterlibatan siswa dalam merumuskan kebutuhan pembelajaran sesuai dengan kemampuan. Sebaliknya. memutuskan. emosional. berbuat. Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun rancangan belajar Adanya keterlibatan siswa dalam memilih dan menyediakan Adanya keterlibatan siswa dalam pengadaan media pembelajaran Adanya kesadaran dan keinginan belajar yang tinggi serta dan pembelajaran. 163 . 2) Pada tingkat proses. yang akan digunakan sebagai alat bantu belajar. sebagai berilmu : 1) Pada tingkat masukan. semakin sedikit keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Adanya keterlibatan siswa secara fisik. Kadar CBSA itu dalam rangka sistem belajar mengajar menunjukkan ciri-ciri. maka berarti semakin rendah kadar CBSA tersebut.1. Semakin banyak dan semakin beragamnya keaktifan dan keterlibatan siswa. dan berbagai kegiatan belajar lainnya yang mengandung unsur kemandirian yang cukup tinggi. b. motivasi untuk melakukan kegiatan belajar. aspirasi yang telah dimiliki sebagai baban masukan untuk melakukan kegiatan belajar. maka semakin tinggi pula kadar ke-CBSA-annya. motivasi. ditandai oleh: a. minat. b. Adanya berbagai keaktifan siswa mengenal. dan personal dalam proses belajar. intelektual. mental. kadar CBSA ditandai dengan: a. memahami. yang menjadi acuan baik bagi siswa mupun bagi guru. d. menganalisis.

mengajukan penanyaan/ masalah dam berupaya menjawabnya sendiri. Keterlibatan siswa secara mandiri mengerjakan tugas menjawab tes dan mengisi instrumen penilaian lainnya yang diajukan oleh guru. c. Keterlibatan siswa dalam menilai produk-produk kerja sebagal hasil belajar dan pembelajaran. e. Keterlibatan secara aktif oleh siswa dalam menciptakan suasana belajar yang serasi. Berdasarkan ciri-ciri tersebut dapat ditentukan derajat kadar CBSA dalam suatu proses belajar mengajar. bahwa keaktifan guru sangat menonjol. namun tidak berarti keaktifan guru di 164 . f. d. kadar sedang. Ketertibatan siswa dalam menilai diri sendiri. dan memecahkan masalah yang timbul selama berlangsungnya proses belajar mengajar tersebut. Keterlibatan siswa dalam mengajukan prakarsa. Keterlibatan siswa menyusun laporan baik tertulis maupun lisan yang berkenaan dengan hasil belajar. selaras dan seimbang dalam proses belajar dan pembelajaran. b.c. dan kadar rendah. 3) Pada tingkat produk. d. menilai teman sekelas. baik secara individual maupun secara kelompok. Kendatipun tampak. memberikan jawaban atas penanyaan guru. menilai jawaban dari rekannya. dan bila mungkin di klasifikasikan menjadi: kadar tinggi. Keterlibatan siswa dalam meneari imformasi dari berbagai sumber yang berdaya guna dan tepat guna bagi mereka sesuai dengan rencana kegiatan belajar yang telah mereka rumuskan sendiri. kadar CBSA ditandai oleh: a. Keterlibatan siswa menunjang upaya guru menciptakan lingkungan belajar untuk memperoleh pengalaman belajar serta turut membantu mengorganisasikan lingkungan belajar itu.

Kedua contoh tersebut sebagai landa. siswa melaksanakan kegiatan kelompok atau dengan belajar mandiri. melainkan berperan aktif menentukan stimuli misalnya merumuskan suatu masalah dan mencari jawahan serdiri (responsif) atas masalah tersebut. siswa hendaknya aktif menilai tugas-tugas temannya dan hasil kerjanya sendiri dalam bentuk menilai dirinya sendiri (self evaluation). dan dalam 165 . 2) Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan pembuatan tugas. Siswa dapat mengajukan usul dan minat tugas yang diinginkannya dengan asumsi bahwa tugas tersebut sesuai dengan kemampuannya. 5. Pada waktu penilaian tugas (hasil pekerjaannya).4 Rambu-Rambu Penyelenggaraan CBSA Pembelajaran berdasarkan CBSA menuntut kondisi-kondisi tertentu untuk menjamin kadar CBSA yang tinggi guna mencapai tujuan pembelajaran atau hasil belajar siswa pada tingkat optimal. baik dalam arti efek instruksional maupun efek pengiring. Penyelenggaraan pembelajaran CBSA tersebut ditandai oleh indikator-indikator sebagai berikut: 1) Derajat partisipasi dan responsif siswa yang tinggi. Pada waktu pembuatan tugas. para siswa telah dapat diaktifkan peran sertanya. maka kadar CBSA yang diinginkan tak mungkin tercapai. Siswa tidak tinggal diam hanya menunggu stimuli yang disampaikan oleh guru. Guru tetap bertanggungjawab menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengundang / menantang siswa untuk belajar. Pada dasarnya sejak disusunnya perencanaan tugas-tugas. Pada waktu guru menyajikan suatu topik. 3) Peningkatan kadar CBSA dalam proses pembelajaran juga ditentukan oleh faktor guru. bahwa siswa berperan serta dalam proses pembelajaran.abaikan. siswa aktif-responsif mempertanyakan materi yang terkandung didalamnya.1. Guru hendaknya menyadari tujuan-tujuan belajar yang ingin dicapai. Para siswa berperan serta secara aktif dan bersikap responsif dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukan. bahwa tersedia berbagai kemungkinan dimana siswa dapat berperan aktif dalam pelaksarman tugas-tugas yang dikondisikan dalam pembelajaran. Tanpa upaya dan pengaruh serta arahan guru sebagai fasilitator dan pengorganisasian belajar.

5) Penyediaan media dan peralatan serta berbagai fasilitas belajar tetap diperlukan. secara berpariasi dapat memberikan peluang penerapan CBSA dengan kadar yang tinggi. Pengaturan. kondisi kesehatan. 6) Keaktifan belajar berdasarkan CBSA tidak jarang menimbulkan kesulitan balajar pada siswa. dan lain-lain). serta penguasaan guru terhadap metode tersebut. walaupun kadaannya berbeda. Pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kemediaan dan teknologi hardware sangat diisyaratkan. keaktivan siswa belajar tetap terarah. 1985. terbimbing. Sudah barang tentu penguasaan teknik yang mantap juga merupakan persyaratan sebelum seorang guru bisa secara Kreatif merancang dan menginformasikan program belajar mengajar (T. bahan pelajaran yang hendak dipelajari. 7) Kondisi lingkungan kelas/sekolah turut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran berdasarkan CBSA. memilih bahan. h. Itu sebabnya. misalnya teknik-teknik belajar. tim masalah-masalah lain.pada itu memiliki wawasan dan penguasaan yang memadai tentang bermacam-macam stategi belajar mengajar yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan belajar. pemilihan metode tersebut tetap harus ditandasi oleh tujuan yang hendak dicapai. dan diharapkan mencapai hasil secara optimal.R aka Joni. 18). 4) Pendekatan CBSA pada dasarnya dapat diterapkan sentua strategi dan metode mengajar. agar tercipta lingkungan belajar yang menantang dan merangsang serta meningkatkan kegiatan belajar siswa. Penggunaan metode mengajar. Namun demikian.beda. kondisi subjek belajar itu sendiri (motivasi. dan pembinaan lingkungan ini 166 . sehingga kecepatan belajar dan penyelesaian tugastugas tetap terus berlangsung menyertai rekan-rekannya yang tidak mendapat kesulitan. menilai hasil kegiatan. Dengan demikian. keadaan mental. pengalaman awal. Media dan alat merupakan alat bantu bagi siswa kendatipun mereka diminta untuk memilih dan menggunakannya sendiri sesuai dengan aktivitas belajarnya. bimbingan dan pembelajaran remedial pada waktu tertentu diperlukan untuk membantu siswa bersangkutan.

diskusi kelompok. masing-msing anggota dapat mengajukan gagasan. Guru dapat mempersiapkan / merencanakan tugastugas belajar bagi para siswa. pertanyaan. kecerdasan. disiplin kelas yang baik. jawaban. dan menilai penguasaan bahan sendiri. minat bakat yang sama. berelasi dan berinteraksi satu dengan yang lainya. diskusi terbimbing. yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan. dan diskusi ceramah.2 PENERAPAN CBSA Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk dan teknik: Pemanfaatan waktu luang Pemanfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukanya kegiatan belajar aktif. 167 . keritik dan sebagainya. Belajar kelompok Belajar kelompok memiliki kadar CBSA yang cukup tinggi. Termasuk dalam lingkungan kelas juga suasana. dan sebagainya. Pembelajaran Individual Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individu tiap siswa. teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok. pendapat.perlu mendapat dari pihak guru melalui kerja sama dengan guru-guru lainnya serta para siswa sendiri. dengan cara menyusun rencana belajar. bakat. memilah bahan untuk dipelajari. Jika pemanfaman waktu tersebut dilakukan secara saksama dan berkesinambungan akan memberikan manfaat yang baik dalam menunjang keberhasilan belajar di sekolah. diskusi kelas. seperti: minat abilitet. Teknik lain. Siswa aktif berpartisipasi. kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kelompok. Dalam situasi belajar kelompok. sedang pilihan dilakukan oleh siswa masingmasing. dan selanjutnya tiap siswa aktif belajar secara perseorangan. 5.

tahap pengembangan dimana siswa melakukan kegiatan mencari sendin informasi selanjumya menggunakan informasi itu dalam kegiatan praktik. Dia sendiri merumuskan suatu masalah. Pengajaran unit Strategi pengajaran ini berpusat pada suatu masalah atau suatu proyek. sedangkan kegiatan guru hanya mengarah membimbing. memberikan fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan inquirynya. dan dianggap perlu guru melakukan koreksi dan perbaikan terhadap pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut. Pada tahap-tahap kegiatan belajar ditempuh tahap-tahap kegiatan utama. dimana siswa mengalami kegiatan penilaian. Strategi dan kemampun inquiry ini. akan diuraikan lebih lanjut dalam pembahasan mengenai keterampilan proses sebagai bagian dari CBSA. Dalam konteks ini. Kadar CBSA-nya akan lebih besar jika pertanyaan-pertanyaan timbul dan diajukan oleh pihak siswa dan dijawab oleh siswa lainnya. menguji hipotesis. yakni: tahap pendahuluan dimana siswa melakukan orientasi dan perencanaan awal. Belajar Inquiry/discovery (belajar mandiri) Dalam strategi belajar ini siswa melakukan proses mental intelektual dalann upaya memecahkan masalah. 168 . dan antara kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif. mengumpulkan data. Guru bertindak sebagai pengatur lalulintas atau distributor. pembuatan laporan dan tiddak lanjut. antara siswa dengan siswa. keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol. dan menarik kesimpulan serta mengaplikasikan hasil belajarnya. tahap kegiatan kulminasi.Bertanya jawab Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa.

1980). Proses pembelajaran melibatkan terbagi kegiatan dan tindakan yang perlu dilakukan oleh siswa untuk memperoleh basil belajar yang baik. maka semakin jelas tentang bagai mana penerapan pendekatan CBSA tersebut dalam proses pembelajaran. Ini berarti. Dalam kurikulum telah ditegaskan. 169 . bahwa penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan dasar dalam diri siswa supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya. Suatu prinsip untuk memilih pendekatan pembelajaran ialah belajar melalui proses mengalami secara langsung untuk memperoleh basil belajar yang bermakna. Pendekatan mi disebut "pendekatan proses".3. Proses pembelajaran yang menerapkan pendekatan ini mengacu kepada siswa agar belajar berorientasi pada belajar bagaimana belajar (Depdikbud.Berdasarkan beberapa contoh strategi pembelajaran tersebut di atas. Proses tersebut dilaksanakan melalui interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Dalam proses im siswa bermotivasi dan sering melakukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna bagi dirinya. kendatipun dengan kadar yang berbeda-beda. peranan pendekatan belajar mengajar sangat penting dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar. 5.3 PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SEBAGAI BAGIAN DARI CBSA 5. Kesempatan untuk melakukan kegiatan dan perolehan hasil belajar ditentukan oleh pendekatan yang digunakan oleh guru-siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam proses tersebut memberikan bimbingan dan menyediakan berbagai kesempatan yang dapat mendorong siswa belajar dan untuk memperoleh pengalaman sesuai dengan tujuan pembelajaran.1 Rasional keterampilan proses dalam pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses interaksi (hubungan timbal balik) antara guru dengan siswa. Tercapainya tujuan pembelajaran ditandai oleh tingkat penguasaan kemampuan dan pembentukan kepribadian.

ketelitian. Seluruh gerak atau tindakan dalan proses belajar mengajar akan menciptakan kondisi cara belajar siswa aktif (Conny Se a 1990). Keterampilan-keterampilan itu sendiri menjadi roda penggerak dan penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta pertumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai. mengendalikan variabel.5.2 Pengertian keterampilan proses dan kaitannya dengan CBSA Pendekatan dalam keterampilan proses ialah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sejumiah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa. Pendapat yang senada diungkapkan oleh Gagne yang merumuskan pengertian keterampilan proses dalam bidang ilmu pengetahuan alam (sains): pengetahuan tentang konsep-konsep dari prinsip-prinsip yang dapat diperoleh siswa bila dia memilhi kemampum-kemampuan dasar tertentu. Keterampilan-keterampilan dalam bidang sains itu meliputi: mengamati. Pengertian tersebut menunjukkan. Berdasarkan konsep pemikiran di atas maka pendekatan keterampilan proses diartikan sebagai pendekatan dalam perencanaan pembelajaran yang 170 . Menunjukkan jati dirinya. Kemampuan-kemampun fisik dan mental tersebut pada dasarnya leiah dimiliki oleh siswa meskipun masih sederhana dan perlu dirangsang agar. Konsep-konsep yang telah dikembangkan int berguna untuk menunjang pengembangan kemampuan selanjutnya. dan bereksperimen. Interaksi antara kemampuan dan konsep melalui proses balajar mengajar selanjutnya mengembangkan sikap dan nilai pada diri siswa misalnya kreativitas. menafsirkan data. mengukur. yaitu keterampilan proses sains yang dibutuhkan untuk menggunakan sains. kritis. menarik kesimpulan menyusun definisi operasional. dan kemampu memecahkan masalah. bahwa dengan keterampilan proses siswa berupaya menemukan mengembangkan konsep dalam materi ajaran. anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut.3. menggolongkan. berkomunikasi. mengenal dengan menggunakan hubungan ruang/waktu. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan.

Siswa harus memiliki keterampilan menafsirkan fakta. data.3 Kemampuan keterampilan dasar yang perlu dilatih dalam keterampilan proses Keterampilan proses sebagai suatu pendekatan proses pembelajaran mengarah pada pengembangan kennampman fisik dan mental yang mendasar sebagai pendorong untuk mengembangkan kemampman yang lebih tinggi pada diri siswa. atau peristiwa. 4) Meramalkan .3. Hal ini menunjukkan. fakta. dia dapat mengumpulkan data / informasi yang relevan dengan kepentingan belajarnya. 2) Menggolongkan / mengklasifikasikan . yakni: 1) Mengamati . Siswa dituntut terampil mengantisipasi dan meramalkan kegiatan atau peristiwa yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. siswa untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang sudah dimiliki ketingkat yang lebih tinggi dalam memproses perolehan belajamya. Dengan kemampuan ini. siswa harus mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari dan dikuasai ke dalam situasi dan pengalaman baru. meraba.menitikberatkan pada aktivitas dan kreativitas. Ada tujuh jenis kemampuan yang hendak dikembangkan melalui proses pembelajuan berdasarkan pendekatan keterampilan proses. mencium dan merasa. Keterampilan ini 171 . informasi. Siswa harus mampu menggunakan alat-alat inderanya : melihat. babwa ketempilan proses erat kaitannya dengan CBSA. 5) Menerapkem. mendengar. 5. serta mengadakan klasifikasi berdasarkan ciri khusus. Siswa harus memiliki keterampilan menghubungkan data. Keterampilan ini diperlukan untuk melakukan percobaan atau penelitian sederhana. Pembuatan klasifikasi memerlukan kecermatan dalam melakukan pengamatan. dan informasi. tujuan. atau kepentingan tertentu. Siswa harus terampil mengenal perbedaan dan persaman atas hasil pengamatannya terhadap suatu objek. 3) Menafsirkan (meginterpretasikan) .

Masalah pada hakekatnya adalah mengundang jawaban. Dia harus menentukan langkah-langkah kerja pengumpulan dan pengolahan data serta prosedur melakukan penelitian. lni berarti. 5. read. baik proses maupun hasil belajarnya kepada siswa lain dan peminat lainnya. Siswa harus mampu menyusun dan menyampaikan laporan secara sistimatis dan menyampaikan perolehannya. 7) Mengkomunikasikan. Tiap orang tidak pernah luput dari masalah. dan ruang lingkup penelitian.3. 1) Pengertian pemecahan masalah Masalah pads. pemecahan masalah menuntut kemampuan memproses infomasi untuk membuat keputusan tertentu.digunakan untuk menjelaskan tentang apa yang akan terjadi dan dialami oleh siswa dalam proses belajarnya. bila pertanyaan iu dirumuskan dengan baik dan sistematis. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. 172 . sedangkan masalah yang rumit memerlukan langkah-langkah pemecahan yang rumit pula. hakekatnya merupakan bagian dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain. siswa harus mampu menentukan masalah dan variabel-vatiabel yang akan diteliti. baik yang bersifat sederhana maupun yang sulit. mencari dan menemukan sendiri informasil data untuk diolah menjadi konsep.4 Penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran Siswa bentuk penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran adalah pemecahan masalah atau inquiry (penemuan). Masalah yang sederhana dapat dijawab melalui proses berpikir yang sederhana. tujuan. atau kesimpulan. Suatu pertanyaan mempunyai peluang tertentu untuk dijawab dengan tepat. pemecahan suatu masalah menuntut kemampuan tertentu pada diri individu yang hendak memecahkan masalah tersebut. Proses penecahan masalah memberikan kesempatan peserta didik berperan aktif dalam mempelajari. 6) Merencanakan penelitian. Pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan suatu nasalah dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat. prinsip.

Siswa menghadapi masalah. yakni kemampuan melihat hubungan sebab akibat. artinya menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifikasi. Siswa mengumpulkan dan mengolah data / informasi dengan teknik dan prosedur tertentu. 4. Langkah-lmgkah tersebut pada umumnya terdiri dari 1. artinya dia menyadari adanya suatu masalah tertentu. Para peserta didik harus dilatih tentang tata cara memecahkan masalah dengan mengembangkan kemampun berpikir yang terarah untuk menghasilkan gagasan mengenai berbagai kemungkinan memecahkan masalah. artinya merumuskan kemungkinankemungkinan jawaban atas masalah tersebut. di samping perlunya penalaran yang baik. tetapi juga penting menguasai lingkungan langkah-langkah memecahkan masalah secara tepat. bertanya. yang masih perlu diuji kebenarannya. Kemampuan penalaran memerlukam upaya peningkatan kemampuan dalam mengamati. dalam kaitannya dengan upaya mencapai tujuan. Siswa merumuskan hipotesis. 2) Langkah-langkah pemecahan masalah Dalam proses pembelajaran. 3. 173 . 2. Pemikiran terarah pada hal-hal yang bertalian dengan upaya mencari jawaban terhadap persoalan yang dibadapi. Upaya ini memerlukan berpikir kneatif dan kemampuan menjajaki bidang-bidang baru serta menghasilkan temuantemuan baru. berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan.Kemampuan memecahkan masalah harus ditunjang oleh kemampuan penalaran. Siswa merumuskan masalah.

Tingkat kesukaran dan kemudahan bahan pelajaran yang diberikan pembalajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Pembelajar dapat dikelompokkan kedalam kelompok mana juga akan diketahui setelah evaluasi. Remidi-remidi spa saja yang dapat diberikan kepada pembelajaran yang mengalami kesulitan juga. Termanfaatkan didalmya sarana dan fasilitas pendidikan akan diketahui setelah adanya evaluasi. Pembelajar maua yang perlu mendapatkan prioritas dalam bimbingan penyuluhan. dimana pembelajaran dan guru berinteraksi.BAB V1 KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 6. dari lebih jauh sangat penting bagi pencapaian tujuan pendidikan. telah mencapai sasaran yang dikehendaki ataukah belum. 4. Letak kesulitan pembelajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi.1. 8. 3. 2. alasan-alasan bagi perlunya evaluasi pembelajar adalah sebagai berikut: 1. Taraf penguasa pembelajaran terhadap materi pelajaran yang diberikan akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Secara rinci. 9. akan diketahui apakah proses belajar mengajar. akan diketalmi setelah melihat hasil 7. setelah diadakan evaluasi. 174 . Jelaslah bahwa evaIuasi sangat penting dilakukan guna memberikan pelayanan sebaik mungkin. PENGERTIAN KEDUDUKAN DAN SYARAT-SYARAT UMUM EVALUASI Mengapa evaluasi hasil belajar pembelajaran perlu dilakukan? Karena dengan evaluasilah. dan mana yang tidak menjadi prioritas akan diketahui setelah evaluasi. 6. Tujuan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan akan diketabui seberapa tingkat pencapaiannya setelah diadakan evaluasi. Kemampuan mengajar guru akan diketahui. 5.

dalam bahasa Indonesia berarti. suatu tindakan atau kegiatan (yang dilaksanakan dengan maksud) atau suatia proses (yang berlangsung dalam rangka) menetukan nulai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan. Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwin Wandt dan geral W Brown itu untuk memberikan definisi tentang evaluasi pendidikan. Sedangkan orang yang menilai atau menaksir disebut sebagai evaluator (Echols. Menurut definisi int. nilai. dalam bahasa Indonesia berarti: pnilaian. maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Berbkara tentang pengertian evaluasi pendidikan. Kata kerjanya adalah evaluate yang berarti menaksir atau menilai. Mengingat sangat luasnya pembicaraan tentang penilaian pendidikan. Brown (1977): Evaluation refer to act or process to determining the value of some thing. al-qimah. Atau singkatnya: Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan. maka dalam buku ini. Secara harfiah kata evaluasi berasal dan bahasa Inggris Evaluation. evaluasi pendidikan (educationnal evaluation = al-Taqdir al-Tarbawiy) dapat diartikan sebagai penilaian-penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. dalam Babasa Arab . Dengan demikian secara harfiah. dalam bahasa Arab: al-taqdir. atau yang terjadi di lapangan pendidikan).1. pembicaraan hanya akan dibatasi pada penilaian atau evaluasi yang dilaksanakan di sekolah. Adapun dui segi istilah.6. sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. Akar katanya adalah value. maka evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai. lembaga administrasi negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan sebagai berikut: 175 . sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dam Gerald W. 1975).1 Pengertian evaluasi Kata evaluasi merupakan pengindonesiaan dari kata evaluation dalam bahasa inggris. di tanah air kita. yang lazim diartikan dengan penaksiran atau penilaian.

.1975). Evaluasi hasil belajar pembelajaran adalah suatu proses menentukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menentukan patokan patokan tertentu guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya.. atau gejala dengan mana mempertimbangkan patokan-patokan patokan-patokan mengandung pengertian baik tidak baik. 3. a systematk process of determining the extent to whkh instructional objectives are achieved by pupil. sangatlah jelas bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menentukan patokanpatokan tertentu untuk mencapai suatu Tujuan.Secara etimologis. maka dalam pengukuran sedikitpun 176 . Raka Joni (1975) mengartikan evaluasi sebagai berikut: 'suatu proses dimana kita mempertimbangkan sesuatu barang tertentu.1. pengukuran merupakan terjemahan darl measurement (Echols.1) Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. Secara terminologis.2 Perbedaan Pengukuran dan Penilaian Sebelum dilakukan evaluasi terkhir dahulu dilakukan pengukuran. memadai tidak memadai.. pengukuran diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetalmi sesuatu sebagaimana adanya. dibanding tujuan yang telah ditentukan. 2. Grounlund (1976) mengartikan evaluasi sebagai berikut: . Berdasarkan pengertian pengertian diatas. evaluasi dikemukak oleh para ahli sebagai berikut: 1. Oleh karena sesuatu yang diukur itu bermaksud diketahui secara apa adanya. Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan dengan proses kegiatan untuk menentukan nilai sesuatu. 6. 2) Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan Secara teminologis. memenuhi syarat tidak memenuhi symat dengan perkataan lain kita menggunakan Value Judgement.

penafsiran mengenai sesuatu. memadai belum/tidaknya. meliputi: hasil belajar pembelajaran.1. Pengukuran adalah suatu upaya atau aktivitas yang dimaksudkan untuk mengetahui belajar pembelajaran sebagaimana adanya. Oleh karena pengukuran adalah salah satu kegiatan yang berada dalam evaluasi. Proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. Jika pengertian evaluasi dan pengukuran tersebut ditarik ke setting belajar dan pembelajaran. Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut: Evaluasi pendidikan adalah: 1. 6. Evaluasi belajar pembelajaran juga mencakup pengukuran belajar dan pembelajaran. belajar pembelajaran. maka orang yang mengevaluasi sebenamya juga melakukan aktivitas pengukuran. Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan 177 . yang meliputi hasil belajar. dengan demikian juga mencakup penguluaran pendidikan. berhasil belumnya/tidaknya. proses belajar pembelajaran. Sebagaimana adanya mengandung sesuatu pengertian bahwa sesuatu yang diukur tidak holeh dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya. 2. Penilaian atau evaluasi adalah suatu aktivitas yang bermaksud menentukan nilai belajar pembelajaran (baik belumnya/tidaknya. proses belajar dan mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran ). Evaluasi pendidikan. dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan 2. mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran (pembelajar dan guru).3 Pengertian Evaluasi Dalam Proses Pendidikan Berbkara tentang pengertian istilah evaluasi pendidikan ditanah air kita. maka dapat dikemukakan pengertian sebagai berikut: 1.

Penting karena dengan evaluasi atom diketahui apakah belajar dan pembelajaran tersebut telah mencapai tujuuan ataukah belum. Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan. dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisalikan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran.Bertitik tolak dari uraian diatas. Bagan tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa dalam proses penilaian dilakukan pembandingan antara informasi. maka apabila defenisi tentang evaluasi pendidikan itu dituangkan dalm bentuk bagan berikut.infomasi yang telah berhasil dihimpun dengan kriteria tertentu. Tidak hanya itu. karena strategi belajar dan pembelajaran. akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengadakan perbaikan belajar duo pembelajaran. Padahal dikehuinya hal tersebut. 178 . Dengan evaluasi juga akan diketahui faktorfaktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tersebut berhasil dart faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tidak atau belum berhasil..2 KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PROSES PENDIDIKAN Kedudukan evaluasi dalam belajar dari pembelajaran sungguh sangat penting. Kriteria atau tolak ukur yang dipegangi tidak lain adalah tujuan yang sudah ditentikan terlebih dahulu sebelum kegiatan pendidikan itu dilaksanakan. BAGAN TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN Tujuan Pendidikan yang telah ditentukan Proses / Kegiatan Pencapaian Tujuan Hasil-hasil pendidikan yang telah dapat dicapai 6. dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran. untuk kemudian diambil keputusan atau dirumuskan kebijaksanaan tertentu.

Menentukan keefektifan hasil Mengadakan revisi atas keseluruhan langkah a sampai dengan Imgkah c.proses belajar dan pembelajaran menempatkan evaluasi sebagai salah satu langkahnya. Merumuskan teori pembelajaran (instuksional objectives) b. Identifikasi masalah. pasti kita akan tahu betapa tidak dapat terpisahkan evaluasi tersebut dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. langkah-langkah yang harus ditempuh dalitm belajar pembelajaran adalah dengan menggunakan model pemecahan masalah sebagai berikut: a. Mentout Kauffman. Menentukan syarat-syarat dan altematif pemecahan masalah Memilih strategi pemecahan masalah. Perhatikan pula langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli berikut. 1. 2. proses belajar pembelajaran haruslah menempuh prosedurprosedur sebagai berikut : a. Melaksanakan pemecahan msalah. Memutuskan situasi permulaan siswa Jelaslah bahwa evaluasi (sebagaimana pada langgkah d) sangat diperlukan dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam proses 179 . c. d. Jelaslah bahwa langkah c (menentukan keefektifan hasil) pada dasarnya tidak berbeda dengan evaluasi itu sendiri. Menentukan prosedur pembelajaran. d. e. Dan dari langkah menentukan keefektifan basil tersebut baru dapat dilakukan revisi atas keseluruhan langkah sebelumnya. Hampir semua ahli prosedur sistem instruksional menempatkan evaluasi ini sebagai langkah-langkahnya. f. b. Menurut Glaser. c. Penilaian terhadap perfomansi Umpan balik. b.

g. 180 . e. mata pembelajaran dan alat bantu pembelajaran. Analisis situasi. Menumt Gelder a. Pre test Teaching/ leaming activities and resources Evaluation. f. Menentukan aktivitas guru. topcs and general purposes. Hal serupa dapat juga dibaca pada prosedur belajar pembelajaran yang dikemukakan para ahli berikut. e. Merumuskan tujuan instruksional. 4. Evaluasi 5. c. 3.belajar pembelajaran. Menurut Kemp a. aktivitas pembelajar. d. d. b. d. b. Merumuskan tujuan Mengembangkan alat evaluasi Merumuskan kegiatan belajar pembelajaran Mengembangkan program kegiatan Pelaksanaan kegiatan belajar pembelajaran. c. Menurut model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem lnstruksional): a. b. student characteristks learning objectives Subject content. c.

181 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful