BAB I HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar ? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan “ritual-ritual” belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tak dapat dibedakan dengan kegiatankegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

1

1. PENGERTIAN BELAJAR 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari – hari Dalam pengertian yang umum atau populer, belajar adalah

mengurupulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Belajar dalam pengertian mengurupulkan sejumlah pengetahuan

demikian, tampaknya masih diikuti juga sampai sekarang. Orang baru dikatakan belajar manakala sedang membaca bacaan, membaca sejumlah tugas mata kuliah atau mata pelajaran, membaca buku pelajaran. Seorang murid yang sedang mengerjakan tugas-tugas matematika biasa disebut sedang belajar. Orang yang sedang menimba pengetahuan pada bangku sekolah lazim juga dikenal sebagai pelajar. Bahkan orang yang banyak menguasai ilmu pengetahuan lazim dikenal dengan kaum terpelajar. Singkat perkataan, belajar dalam pengertian umum atua populer adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai sejumlah pengetahuan. Pengetahuan belajar demikian, secara konseptual tampakanya sudah mulai ditinggalkan orang, meskipun secara praktikal masih banyak yang menganut. Ini karena berkembang pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini. Guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang “belajar”. Sering kai pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dna memperluas pandangan kita tentang mengajar.

2

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakukan melalui pengalaman. (leaming is defined as the modifkation or strengthening of behavior through experincing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan dengan perumusan diatas, ada pula tafsisan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengeritan ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good leaming situation consist of a rkh and baried series of leaming experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rkh, varried and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari belajar. b. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c. Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintangan-rintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan. d. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.

3

bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenamya. baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. h. Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar.e. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelajari. Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain. Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan. maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar. i. j. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu. dari periode ke periode berikutnya. maka berbarengan dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajar. masing-masing yaitu : Teori-teori belajar dari psikologi behavioristik. Justru dapat dikatakan. f. Bertolak dari kenyataan itu. Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat. Di dalam masa perkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini muncullah secara beruntun aliran psikologi pendidikan masing-masing yaitu : Psikologi behavioristik Psikologi kognitif Psikologi humanistik Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun. g. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. 4 . Teori-teori belajar dari psikologi kognitif Teori-teori belajar dari psikologi humanistik.

Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sbagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berada mengenai apa belajar itu. Dalam pandangan psikologis, setidak-tidaknya ada empat pandangan mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik. Menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dengan demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik. Pandangan humanistik ini merupakan anti tesa pandangan behavioristik. Dalam pandangan demikian, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam belajar demikian siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Peranan guru dalam mengajar dan belajar demikian relatif rendah, sementara kedaulatan guru relatif rendah. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif. Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi. Berdasarkan diagram sebagaimana pada diagram 1.1. diketahui, bahwa dalam pandangan psikologi behavioristik, tanggung jawab siswa dalam belajar rendah, sedangkan tanggung jawab guru dalam mengajar tinggi. Sebaliknya, dalam pandangan psikologi humanisti, tanggung jawab guru rendah sedangkan tanggung jawab siswa tinggi. Sementara itu, dalam pandangan psikologi kognitif, tanggung jawab guru dan siswa sama-sama sedang.

5

Selain ketiga pandangan tersebut, ada pandangan keempat dari psikologi gestalt. Menurut pandangan psikologi gestalt, belajar adalah usaha yang bersifat totalitas dari individu, oleh karena totalitas lebih bermakna dibandingkan dengan sebagian-sebagian.

1.2.

Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya

aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisme science maka timbullah aliran baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah sekunder, padahal sebenamya justru menjadi titik pangkal bertolak. Natural science melihat semua realita sebagai gerakan-gerakan (movemant), dan pandangan ini mempengaruji timbulnya behaviorisme. Metode instrospeksi sesungguhnya tidak tepat, sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. Karena itu harus dkarai metode yang objektif dan ilmiah. Dari eksperimen menunjukkan bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif. Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan

pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.

6

Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus respons ini akan menimbulkan

kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakakn oleh para psikolog behavioristik. Mereka ini sering disebut “ Contemporary Behaviorists” atau jg disebut “S-R Psychologists”. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-rekasi behavioral dengan stimulasinya. Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tingkah laku tersebut.

Teori-teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. Oleh karena itu, teori ini juga dikenal dengan teori conditioning. Tokoh-tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain adalah : Pavlov, Watson, Gutrie dan Skinner. Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahimya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thondike, Pavlov, Wabon, dan Ghuyhrie. Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar. 7

Bilamana hubungan dibarengi “state of affairs” yang mengganggu. 8 . maka hubungan itu menjadi lebih kuat. jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu. Praktek perlu disertai dengan “reward”. makin kuat hubungan itu. Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu. bilamana terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan dibarengi dengan “state of affairs” yang memuaskan. Teori belajar Thondike disebut “connectionism”. (3) “law of effect” . Ada motif pendorong aktivitas 2. dan 4. maka reaksi menjadi memuaskan (2) “law of exercise”. maka kekuatan hubungan menjadi berkurang. Ada berbagai respon terhadap situasi 3.Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat di dominasi oleh pengaruh Thondike (1874-1949). Ciriciri belajar dengan “trial and error” yaitu : 1. Ada kemajuan rekasi-reaksi mencapai tujuan. objek mencoba berbagai cara beraksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu rekasi dengan stimulasinya. Teori ini sering disebut “trial dan error leaming” individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial and error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu. karena belajar merupakan proses pembentukan koneksikoneksi antara stimulus dan respons. Thondike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing. Dari penelitiannya itu Thondike menemukan hukum – hukum : (1) “law of readiness”. Dalam hal itu. makin banyak dipraktekkan atau digunakannya hubungan stimulus respon. tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. Ada eliminasi respon-respon yang gagal / salah .

Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. Dalam percobaan ini. anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel. dapat juga berlaku pada manusia. di Rusia Ivan Pavlov (1849-1936) juga menghasilkan teori belajar yang disebut “classkal conditioning” atau “stimulus substitution”. ketika perangsang bersyarat (bel. air liur tersebut juga keluar. Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons. Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut. teori Pavlov ini dikenal teori classkal conditioning. Selanjutnya. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebutu sebagai perangsangan yang bersyarat. anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. maka dapat berfungsi sebagai conditioned. Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing. Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur. Mula-mula teori conditioning ini dikembangnkan oleh Pavlov (1972). anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan.Sementara Thondike mengadakan penelitiannya. sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat. Karena itu. Teori kondisioning Pavlov tersebut dapat dimodelkan sebagai berikut : Bel / lampu + makan → air liur (berulang-ulang) Bel / lampu → air liur Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson (1970) adalah orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar 9 . Ia melakukan percobaan terhadap anjing. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini.

Watson berpendapat. Menurut Watson. Gutrie berpendapat. manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi-reaksi emosional berupa takut. Salah satu percobaannya adalah terhadap anak umur 11 bulan dengan seekor tikus putih. Rasa takut dapat timbul tanpa dipelajari dengan proses ekstinksi. Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajr ataukah tidak ? Teori belajar kondisioning ini kemudian dikembangkan oleh Gutrie (1935-1942).berdasarkan hasil penelitian Pavlov. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubungan-hubungan stimulus-respon baru melalui “conditioning”. dengan mengulang stimulus bersyarat tanpa di barengi stimulus tak bersyarat. Dalam situasi tertentu. Dengan kata lain. belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. apabila kombinasi stimulus itu muncul kembali. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. 10 . Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. E. Menurut gutrie. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah : tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik. bahwa belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respons-respons bersyarat melalui stimulus pengganti. setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. Menurut Gutrie. Ia mengemukakan prinsip belajar yang disebut “the law of association” yang berbunyi : suatu kombinasi stimulus yang telah menyertai suatu gerakan. cinta dan marah. maka nantinya dalam situasi yang sama anda akan mengerjakan hal serupa lagi. jika anda mengerjakan sesuatu dalam situasi tertentu.R. Inilah yang disebut dengan asosiasi. cenderung akan menimbulkan gerakan itu.

dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan. Asosiasi tersebut. Responsents : respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov (2). Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar. maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. teori Skinner ini dikenal dengan operant conditioning. Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. Metode membosankan. Dari hasil percobaannya Skinner membedakan respon menjadi dua. Seperti halnya Thondike. Misalnya saja. Skinner berpendapat. Ia disuruh merokok terus sampai bosan . sebutlah misalkan saja boneka. Jika anak bosan belajar. Selanjutnya. Operants : respon yang terjadi karena situasi random 11 . Oleh karena itu. c. b. Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini. Metode respon bertentangan. Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang. yaitu : a. lambat laun anak tersebut tidak jijik lagi kepada boneka. yakni : (1). Skinner menganggap “reward” atau “reinforcement” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka. Metode mengubah lingkungan. maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar. dapat benar dan dapat juga salah. dan setelah bosan. ia akan berhenti merokok dengan sendirinya. ialah respon yang timbul dari stimulus tertentu dan operant (instrumental) respons yang timbul dan berkembang karena diikuti oleh perangsang tertentu.banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon. bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. Skinner mengembangkan teori kondisioning dengan menggunakan tikus sebagai kelinci percobaan. jika anak jijik terhadap sesuatu.

Dalam pengajaran.Perbedaan penting antara Pavlov’s classkal conditioning dan Skinner’s operant conditioning ialah dalam classkal conditioning. akibat-akibat suatu tingkah laku itu. yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respon (4) Hukuman : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan misalnya : “Contradktion or reprimand”. lampu. digunakan suatu “diskriminative stimulus” (tanda untuk memperkuat respons) misalnya tombol. pemindah makanan. Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimulus guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior. suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung. Guru berperan penting di dlaam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. (5) Primary rinforcement : stimulus pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (6) Modifikasi tingkah laku guru : Perlakuan guru terhadap murid-murid berdasarkan minat dan kesenangan mereka. Jenis-jenis stimulus : (1) Jenis-jenis stimulus (2) Positive reinforcement : Penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon (3) Negative rinforcement : Pembatasan stimulus yang tidak menyenangkan. operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimulus. or reinforcing 12 . Reinforcement tikdak diperlakukan karena stimulusnya menimbulkan respon yang diinginkan. Disamping itu. Operant conditioning. berupa makanan”. Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar. digunakan pula suatu “reinforcemen stimulus. Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing adalah pelasant stimulus).

ada enam konsep operant conditioning ini yaitu : a. g. yang didasarkan penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah rata-rata respon 3. “Fixed-ratio schedule”. belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error). d. ialah proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan. ialah proses pembentukan tingkah laku yang makin mendekati tingkah laku yang diharapkan. Chaining of respons. “variable interval schedule”. Dalam mencoba-coba ini 13 . Extention. Pendekatan suksesif. ialah respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain f. yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran. “Variable ratio schedule”.Jadwal reinforcement menguraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat ? Ada empat cara penjadwalan reinforcement : 1. c. yang didasarkan atas satuan waktu tetapi diantara “reinforcement” 4. interval tetap dan bervariasi. Penguatan positif dan negatif b. e. “Fixed interval schedule”. Paling tidak tidak. pemberian renforcement menurut respon betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon. Menurut Menurut thondike. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu. Shopping. 2. yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respon setelah terjadi jumlah tertentu dari respon. Jadwal penguatan ialah variasi pemberian peguatan : rasio tetap dan bervariasi. ialah proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat tepat hingga respon pun sesuai dengan yang diisyaratkan.mencoba-coba ini dilakukan.

jika ia siap melakukan sesuatu. Beberapa hukum belajr yang ditemukan oleh Thoendike adalah sebagai berikut : a. b. Adanya motivatie pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu b. Implikasi hukum ini adalah baha belajar dimulai dari tingkatan yang mudah berangsur-angsur menuju yang sukat. bahwa motivasi sangat penting dalam belajar. dan ia melakukannya. Sebaliknya. Karakteristik belajar trial dan error adalah sebagai berikut : a. Implikasi dari hukum ini adalah. Seseorang berusaha melakukan berbagai macam respons dalam rangka memenuhi motive-motivenya. Manakala hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan kepuasan. tetapi tidak melakukannya. Akhirnya seseorang mendapatkan jenis respon yang paling tepat. menjadikan seseorang belajar berulang-ulang.seseorang mungkin akan menemukan respoons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. Sebab pemuas yang antara lain berupa terpemenuhinya motif-motif seseorang. Sebaliknya jika hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan ketidak puasan. c. maka ia tidakpuas. Hukum kesiapan (law of readiness). Respons-respons yang dirasakan tidak bersesuaian dengan motivenya dihilangkan d. maka ia puas. Jika seseorang mengulang-ulang respons terhadap suatu stimulus. maka akan memperkuat hubungan antara respon dan stimulus. 0hukum akibat (law of effect). Sebaliknya jika respons tersebut tidak digunakan. Dengan perkataan 14 . maka tingkatan penguatannya kian lemah. Jika seseorang siap melakukan sesuatu. Berangkat dari yang sederhana berangsur-angsur menuju ke yang kompelks. c. hubungannya dengan stimulus semakin lemah. Tetapi lemah dan kuatnya hubungan antara respons dan stimulus tersebut tergantung kepada memuaskan tidaknya respons yang diberikan. maka tingkatan penguatannya kian besar. Hukum latihan (low of exercise).

bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement. Respon tersebut ada kalanya berbeda-beda sampai yang bersangkutan memperoleh respon yang benar. yaitu tindakan mengenal atau mengemukakan 15 . Pada saat seseorang berhadapan dengan sebuah situasi yang bagi dia termasuk baru. Tondike prinsip-prinsip belajar. yaitu : a. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuanpenemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon-reinforcement. Orang cenderung memberikan respon yang sama terhadap situasi yang sama.3. 1. apa yang ada pada diri seseorang. ialah menghubungkan respon yang ia kuasai dengan situasi tertentu tatkala menyadari bahwa respon yang ia kuasai dengan situasi tersebut mempunyai hubungan. d. Orang cenderung mengadakan assosiative shiffing. tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi. c. Menurut pendapat mereka. Hukum ini membawa implikasi kebenaran bagi diadakannya eksperimentasi dalam belajar. Manakala suatu respon cocok dengan situasinya relatif mudah untuk dipelajari (concept belongingness). Pada diri seseorang sebenamya terdapat potensi untuk mengadakan seleksi terhadap unsur-unsur penting dari yang kurang atau penting hingga akhirnya dapat menentukan respon yang tepat. turut menentukan tercapainya tujuan yang ingin dicapai. hukum akibat ini punya keyakinan bahwa orang punya kecenderungan mengulang respon yang memuaskan dengan menghindari respon yang tidak memuaskan. b. berbagai ragam respon ia lakukan. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif. Mereka berpendapat. f. e. Selain mengemukakan tiga hukum belajar. sikap dan hal-hal lain yang telah ada pada dirinya. kepercayaan. baik itu berupa pengalaman.lain.

Reseptor-sreseptor tersebut memberikan simbol-simbol informasi yang ia terima. belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. kemudian dikeluarkan kembalii oleh pembelajar. dan setelah membentuk pengertian. informasi-informasi yang diterima oleh registor penginderaan telah mengalami transformasi. mencermati lingkungan.memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Menurut psikologi kognitif. penyimpanan (baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang). bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada dalam suatu situasi. dan kemudian diteruskan ke registor penginderaan yang terdapat pada saraf pusat. belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan. Keseluruhan adalah lebih dari bagian-bagiannya. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. Mempraktekkan. Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri dimulai dengan pengatan (penginderaan) atas informasi yang berada dalam lingkungan manusia. penyimpanan / pengkodean / penyadian terhadap informasi-informasi yang tersimpan. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. Menurut teori ini suatu informasi yang berasal dari lingkungan pembelajar. pada awalnya diterima oleh reseptor. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. mencari informasi. Dengan demikian. mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan. 16 . Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan. memecahkan masalah. Menurut teori ini. Jadi kaun kognitif berpandangan.

informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek. megurangi keragu-raguan hingga mengarah kepada pengertian. sedangkan selebihnya hilang dari sistem. manakala menurut psikolog behavioristik reinforcemen berfungsi sebagai pemerkuat respon atau tingkah laku. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati) 17 . Informasi-informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini. misalnya ingatan atau ekpektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. maka menurut psikolog kognitif. informasi mengalir langsung dari memori jangka panjang kegenerator respon selama pemanggilan. Kapasitas memori jangka pendek ini amat terbatas. Saat transpormasi. Sementara memori jangka pendek lazim juga dikenal dengan memori kerja dan kesadaran. Informasi dalam memori jangka pendek dapat ditranspormasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya. Pengeluaran kembali atas informasi-informasi yang terseimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan pemanggilan. reinforcemen sangat penting juga dalam belajar. diteruskan ke memori jangka panjang. Sementara untuk respon otomatis. Teori kognitif berpijak pada tiga hal yaitu : (1) Perantara sentral (central intermediaries) (2) Proses-proses pusat otak (central brain). dan disiapkan untuk dipergunakan di kemudian hari. Dalam pikiran yang sadar. waktunya juga pendek.Informasi yang masuk ke dalam syaraf pusat tersdebut kemudian disimpan dalam waktu pendek. Proses pereduksian seperti ini dikenal juga dengan persepsi selektif. sebagian diantaranya diteruskan ke memori jangka pendek. dan kemudian kegenerator respon. berfungsi sebagai sumber umpan balik.menurut psikologi belajr kognitif. meskipun alasan yang dikemukakan berbeda dengan psikologi behavioristik. informasi-informasi baru terintegrasi dengan informasi-informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori jangka panjang bertahan lama. Sebab.

(2) Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. variabel tingkah laku non habitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. Susunanya dari yang sederhana ke yang kompleks. teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). Suatu masalah belajar yang trstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa. Siswa menerima atau menolak sesuatu 18 . kita mengetahui dimana adanya. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. dibandingkan dengan rte leaming atau belajar dengan formula. Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pemgetian mengenai hubungan-hubungan yang essensial. (3) Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. bahwa yang dipelajari adalah fakta. Prinsip-prinsip belajar teori kognitif : (1) Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. (4) Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajr.(3) Pertanyaan tentang apa yang dipelajari ? Jawabannya adalah struktur kognitif. Perferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem. Berbeda dengan teori stimulus respon. Masalah bagian keseluruhan adalah masalah organisasi dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. (4) Pemahaman dalam pemecahan masalah. yang mengetahui altemate routes illustratis cognitive structure . Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif.

Medan kekuatan psikologis dimana individu bereaksi disebut life space.berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. satu dari struktur medan kognisi itu sendiri. (5) Penetapan tujuan (goal setting) penting sebagai motivasi belajar. kebutuhan. Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar cognitive field dengan menaruh perhatian kepadakepribadian dan psikologi sosial. Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin Bertolak dari penemuan Gestalt Psychology. tekanan kejiwaan. yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi intemal individu. Lewin memandang masing-mading individu berada di dalam suatu medan kekuatan. (6) Berfikir defergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau terciptanya produk yang berilai dan menyenagkan. tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. misalnya : orang-orang yang ia jumpai. Berfikir defergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseoranbg yang orisinil agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial. maupun dari luar diri individu seperti sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Lewin memberikan peranan yang lehih penting pada motivasi dari reward. 19 . yang bersifat psikologis. Lewin berpendapat. bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan-kekuatan. baik dalam diri individu seperti tujuan. Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory. Perubahan struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. objek materiil yang ia hadapi. Berbeda dengan berfikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban-jawaban yang benar secara logika.

Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. Menurut Piaget. b. 20 . yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. Scheme berhubungan dengan : Refleks-refleks pembawaan.Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget Dalam teorinya Piaget memandang bahwa proses berfikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas. Isi disebut juga content. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif. scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap). misalnya bemafas. melainkan kualitatif. makan. intelegensiitu sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu : a. misalnya scheme of classifkation. scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati). Dia adalah salah seorang psikolog suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berfikir. minum Scheme mental. Struktur. Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulangulang. Menurut Piaget. Piaget adalah seorang psikolog developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajr individu. maka Piaget tekanan penyelidikannya lain. Piage memakai istilah scheme secara interchageably. Apabila ahli biologi menekankan penjelasan tentang pertumbuhan struktur memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungna. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuankemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian / adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan.

c. yaitu adaptasi individu terhadap lingkungannya. masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus 21 . Anak yang sedang mengalami perkembangan. dan function. Fungsi dan adaptasi akan tersusun sehingga melahirkan suatu rangkaian perkembangan. yaitu organisasi dan adaptasi. Situasi atau area itulah yang akan mempermudahpertumbuhan kognitif. Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium. perkembangan kognitif bergantung kepada komodasi. Adaptasi. Adaptasiini terdiri dari dua macam proses komplementer yaitu asimilasi dan akomodasi. fungsi itu sendiri terdiri dari dua macam fungsi invarian. karena ia tak dapat belajar dari apa yang telah diketahuinya saja. yaitu structure. individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equlibrium-equilibrium. yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. + Akomodasi : Proses perubahanrespon individu terhadap stimuli lingkungannya. disebut juga fungcion. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. Struktur dan kontent intelektualnya berubah / berkembang. Ia tak dapat menggantngkan diri pada asimilasi. + Asimilasi : Proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk menghadapi masalah dalam lingkungannya. berupa kecakapan seseorang / organisme dalam menyusun proses-proses fisik dan psikis dalam bentu sistem-sistem yang koheren. Organisasi. Fungsi dan adaptasi akan mtersusun sehingga berubah / berkembang. Pengaplikasian di dlaam belajar. Dengan penjelasan seperti di atas dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan individu. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan intelektual anak mengandung tiga aspek. Dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasi. content. Fungsi.

0 – 7. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks.0 2. Dalam hubungan ini Philips (1969) membagi atas : 1.0 7. (ini tampak adanya egocentisme) 4. tingkat operasi formal Penjelasan : 1.0 11. tingkat operasi konkret 4. Bayi lahir dengan refleks bawaan.yang menentukan kecakapan pikir anak. anak belum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. Baru pada menjelang akhir tahun ke-2 anak telah mulai mengenal simbol / nama. centering. yaitu : 1. Maka Piaget mengartikan inteligensi adalah sejumlah struktur piskologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus. tingkat preoperasional anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya.0 Tiap anak berbeda . concreteness 2. interversibility 3. dan 22 2. Tingkat sensori motoris 0. tingkat preoperasinal 3. tetapi masih terbatas pada halhal yang dapat ia jumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja.0 – 2. Pada masa kanakkanak ini.0 – 11. 2. transmisi sosial 4. pengalaman fisik / lingkungan 3. state vs transformation. equilibrium atau self regulation Selanjutnya ia membagi tingkat-tingkat perkembangan 1. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan inderanya. Kematangan 2. Tahap-tahap Perkembangan Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak.

Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajr di kelas. Jerome bruner dengan Discovely Leaming-nya Yang menjadi dasar ide J. Tingkat operasi formal Anak telah mempunyai pemikiran abstrak pada bentuk-bentuk kompleks. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery 23 . tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. Pada pemikiran anak remaja adalah hypothetko-deductive. Flavell (1963) memberikan ciri-ciri sebagai berikut : a. tingkat operasi konkret anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematis. Tetapi kaang-kadang ia berhadapan dengan proporsi yang bertentangan dengan fakta.5. tetapi anak kecil belum dapat menyimpulkan apakah hipotesisnya ditolak atau diterima. Periode combinatorial thinking Bila remaja itu mempertimbangkan tentang pemecahan problem ia telah dapat memisahkan faktor-faktor yang menyangkut dirinya dan mengkombinasi faktor-faktor itu. transductive reasoning 1. b. Kecakapan kognitif anak : (1) Combinativy classifkation (2) Reversibility (3) Associativity (4) Identity (5) Serializing Anak mulai kurang egocentrisme-nya dan lebih sociocentris (anak mulai membentuk peer group) 2. c. Periode propositional thinking Remaja telah dapat meberikan statemen atu proposisi berdasarkan pada data yang konkret. Ia telah dapat membuat hipotesis-hipotesis dari suatu problema dan membuat keputusan terhadap problema itu secara tepat.

Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. Ide Bruner itu ditulis dalam bukunya Process of Education. Tingkat-tingkat kemajuan anak dari tingkatt kamajuan anak (anactive) ke representasi konret (konek) dan akhirnya ke tingkat representasi yang abstrak (symbolk). Sekali murid mengetahui prinsip itu ia problem di dalam disiplin itu. Maka di dalam mengajar harus dapat diberikan kepada murid struktur dari mata pelajaran itu. historin. Pada tingkat permulaan pengajaran hendaknya dapat diberikan melalui cara-cara yang bermakna. Demikian juga dalam penyesuaian kurikulum. murid harus mempelajari prinsip-prinsip itu sehingga terbentuklah suatu disiplin. Dewey (1933) dengan complete art of reflective activity aau dikenal dengan problem solving. Kurikulum dari suatu mata pelajaran harus ditentukan oleh pengertian yang sangat fundamental bahwa hal itu dapat dicapai berdasarkan prinsip-prinsip yang memberikan struktur bagi mata pelajaran itu. dimana guru menerangkan informasi dan murid harus mempelajari semua bahan / informasi itu. bahwa mata pelajaran dapat diajarkan secara efektif dalam bentuk intelektual yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Pemyataan lain dan process of education ialah tentang bagaimana mata pelajaran itu harus diajarkan. diantaranya J. yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. Banyak pendapat yang mendunkung discovery leaming itu. Di dalam buku itu ia melaporkkan hasil dari suatu konferensi diantara suatu para ahli science. dan makin meningkat ke arah yang abstrak. Bruner mendapat pertanyaan. bagaimana kita dapat mengembangkan program pengajaran yang lebih efektif bagi anak yang muda ? Jawaban Bruner ialah dengan mengkoordinasikan metode penyajian bahan itu. Prosedor ini berbeda dengan reception leaming atau expositoryteaching. atau 24 . yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak. Ahli sekolah / pengajaran dan pendidik tentang pengajaran science. seorang scientist. Dalam hal ini /ia mengemukakan pendapatnya.leeaming.

pekerja-pekerja sosial dan konseler. dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka.Biarkanlah murid-murid kita menemukan arti bagi diri mereka endiri.4. Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). 1. Adanya suatu kenaikan berkala di dalam potensi intelektual.ahli matematika. dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik. Gerakan ini erkembang. 2. Murid yang mempelajari bagaimana menemukan berarti murid itu menguasai metode discovery leaming. 4. Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya. Dalam dunia pendidikan. the act of discovery dari Bruner: 1. Cliffor D Foste. Orangorang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini. Murid lebilh senang mengingat-ingat informasi . aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai 1970-an dan mungkin perubahan-perubahan dan inovasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini (John Jarolimak ek. bukan dari pengamat (observer). Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik Pada akhir tahun 1940-an muncul suatu perspektif psikologi baru. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka 25 . halaman 330) Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. 1976. 3. misalnya ahli-ahli psikologi klinik. eksestensial. Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada intrinsik. perceptual. Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran barus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. atau fenomenologikal.

beragam. bahwa pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik. Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. seorang pendidik atau guru bukanlah bertugas untuk membentuk anak menjadi manusia sesuai yang ia kehendaki. berbeda antara satu dengan yang lain. Pengalaman lampau dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. tidak terikat oleh lingkungannya. 148). seorang pendidik pertama kali membantu anak untuk memahami diri mereka sendiri. 1977. Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk reaktif yang memberikan responsnya terhadap lingkungannya. 26 . Sebagaimana disebtakan diatas. dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa. melainkan memantapkan visi yang telah ada pada anak itu sendiril untuk itu. maka dalam pandangan psikologi humanistik justru sebaliknya. Dengan demikian. hendaknya dikukuhkan. Eka dalam pandangan psikologi behavioristik. jika ingin memahami anak. Perbedaan ini dikenal sebagai freedom of determination issue. melainkan yang terutama adalah dari segi batinnya. Psikologi humanistik berkeyakinan bahwa anak termasuk makhluk yang unik. Keberagaman anak tidak saja dari segi lahir. Belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesarbesarnya kepada individu. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka. Oleh karena itu. p. belajar merupakan kontrol instrumental yang dilakukan oleh lingkungan. Behaviorisme Versus Humanistik Dalam menyoroti masalah perilaku. Keberagaman yang ada pada diri anak. tidak dapat dengan menggunakan perspektif orang yang memahami. ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda.sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka (Hamachek. melainkan dengan menggunakan perspektif orang yang dipahami.

yaitu: 1. halaman 212). ini pada individu. Pemerolehan informasi baru.Tokoh-Tokoh Humanistik Ada beberapa tokoh yang menonjol dalam aliran humanistik seperti: Combs. kita harus berusaha mengubah keyakinan atau pandangan orang itu. dan Rogers 1) Combs : Combs dan kawan-kawan menyatakan apabila kita ingin memahami perilaku orang kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang itu. Apabila guru itu memberikan aktivitas yang lain. 27 . Apabila kita ingin mengubah perilaku seseorang. dengan kata lain di individulah yang memberikan arti tadi kepada subject matter itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana caranya membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari subject matter itu. Apabila seorang guru mengeluh bahwa siswanya tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu. bagaimana siswa itu menghubungkan subject matter itu dengan kehidupannya (Principles of Instruction Design oleh Robert M. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila subject matter-nya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. 2. Briggs. Gayne & Leshe J. mungkin sekali siswa akan memberikan reaksi yang positif. Personalisasi informasi. bahwa siswa itu tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru itu. Combs dan kawankawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya. Padahal arti tidaklah menyatu pada subject matter itu. ini sesungguhnya berarti. Maslov. perilaku dalamlah yang membedakan seseorang dari yang lain. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada leaming.

seperti kebutuhan fisiologis. Maslov membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. 2) Maslov Teori didasarkan atas asumsi bahwa di dalam diri kita ada dua hal : (1) Suatu usaha yang positif untuk berkembang (2) Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhya pada individu dan makin dekat peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin besar pengaruhnya terhadap perilakunya.Combs memberikan lukisan persepsi diri dan persepsi dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat satu. keunikan diri. Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslov ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya. Tetapi mendorong untuk maju ke arah keutuhan. 1968) Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang. 3) Carl Rogers 28 . makin mudah hal itu terlupakan. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama. halhal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkaran besar (2) adalah persepsi dunia. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar tidak mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi. barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di tasnya. takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya. menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendifi (self). (maslov. takut untuk mengambil kesempatan. Jadi.

Tidak itu saja. Dalam proses mencari jawaban inilah. Ini disebabkan adanya hasrat ingin tahu manusia yang terus menerus terhadap dunia dengan segala isinya. tentu tidak akan ia lakukan. Belajar bermakna. siswa juga diharapkan dapat membebaskan dirinya hingga ia dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusankeputusan yang ia ambil atau pilih. la melakukan aktivitas sekedar menghindari ancaman hukuman. Dalam belajar demikian. Hukuman memang dapat saja membuat seseorang untuk belajar. Tetapi. Pada hal. sesuatu yang tak bermakna bagi dirinya. anak tidak dketak menjadi oran lain melainkan dibiarkan dan dipupuk untuk menjadi dirinya sendiri. bergantung kepada pihak lain dan memenuhi harapan orang lain. manakala hukuman tak 29 . seseorang mengalami aktivitas-aktivitas belajar. Rogers mengemukakan prinsip-prinsip belajar humanistik sebagai berikut : a. b. la tidak direkayasa agar terikat kepada orang lain. Dalam pandangan psikologi humanistik makna sangat penting dalam belajar. c. la dibiarkan agar tetap bisa menjadi arsitek buat dirinya sendiri. Sebab. seorang ahli psikoterapi. hasil belajar demikian tidak akan bertahan lama. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar merupakan suatu hal yang bersifat alamiah bagi manusia. Belajar tanpa hukuman. menjadikan penyebab seseorang senantiasa berusaha mencari jawabannya. la mempunyai pandangan bahwa siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa. Hasrat ingin tahu yang demikian terhadap dunia sekelilingnya. melainkan dibiarkan belajar bebas. Seorang beraktivitas atau tidak senantiasa akan menimbang-nimbang apakah aktivitas tersebut menipunyai makna buat dirinya.Salah seorang tokoh psikologi humanistik adalah Carl Rogers.

di antaranya adalah : 30 . Orang harus dapat menyesuaikan dalam sebuah dunia yang senantiasa berubah. dan siapapun di dunia ini tak ada yang dapat menangkal perobahan. la akan berusaha dengan totalitas pribadinya untuk mencapai sesuatu yang ia cita-citakan. senantiasa mencari cara-cara hingga dia berhasil dalam belajarnya. Dengan demikian. Pembelajar yang banyak berinisiatif tatkala belajar. Dalam bukunya freedom to learn. dan tidak terikat oleh rekayasarekayasa yang berasal dari lingkungannya. dipandang tidak cukup. la akan bebas melakukan apa saja dalam belajarnya. ia menunjukkan sejumlah prinsipprinsip belajar humanistik yang penting. d. Belajar yang terbebas dari ancaman hukuman demikian im menjadikan penyebab anak bebas melakukan apa saja. Oleh karena itu. Belajar dengan inisiatif sendiri. Kalau tidak. Oleh karena itu. ia akan terlindas oleh perubahan. Dunia terus berubah. menghafal sesuatu. Kreativitas anak dalam belajar yang bebas dari ancaman hukuman dengan sendirinya juga akan meningkat. Belajar dengan inisiatif sendiri pada diri pembelajar sebenamya menyiratkan betapa tingginya motivasi internal yang dipunyai. mengadakan eksperimentasi-eksperimentasi hingga anak dapat menemukan sendiri mengenai sesuatu yang baru. agar anak belajar justru harus dibebaskan dari ancaman hukuman.ada. mencoba-coba sesuatu yang bermanfaat buat dirinya. menentukan pilihannya sendiri serta berusaha menimbang-nimbang sendiri mana hal yang baik bagi dirinya. aktivitaspun tidak akan dilakukan. belajar yang sekedar mengingat fakta. terdapat kemampuan untuk mengarahkan dirinya sendiri. Inisialif yang lahir dari diri sendiri im juga menunjukkan rendalmya dependensi pembelajar terhadap orang lain. Pada diri pembelajar yang kaya inisiatif. Belajar dan perubahan. pembelajar haruslah dapat belajar dalam segala kondisi dan situasi yang serba berubah. e.

pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar (6) Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya. kemerdekaan. suatu keterbukaan yang terusmenerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam dirinya sendiri mengenai proses perubahan itu. (9) Kepercayaan tehadap diri sendiri.(1) Manusia itu mempunyai kemampuan untuk belajar secara alami.ancaman dari luar itu semakin kecil (5) Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah. merupakan cara yang dapat memberikan basil yang mendalam dan lestari. (2) Belajar yang signifikan terjadi apabila subject matter di rasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksudnya sendiri. (4) Tugas-tugas belajar yang mengancam diri adalah lebilh mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman. kreativitas lebih mudah dicapai terutama siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian diri orang lain merupakan cara kedua yang penting. 31 . Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt. (3) Belajar yang menyangkut suatu perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya. (10) Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar. (7) Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung-jawab terhadap proses belajar itu.5. 1. (8) Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya baik perasaan maupun intelek.

Lagi pula sesuatu hal. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu. Contoh: kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripada batok kepala. bidung. dan sebagainya. di mana unsur-unsur tadi teletak pada struktumya masingmasing. (2) Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. Mata tidak mungkin terletak di ibu jari. Pada struktumya masing-masing itulah bagian-bagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. organisme. Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : (1) Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi. mata. pattera. dimana individu menemukan dirinya 32 . integration. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain. adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. dagu. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory. (3) Mengutamakan segi pemahaman (insight) (4) Menekankan kepada adanya situasi sekarang. wholistk.Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah: field. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga. configuration. rambut. telinga. Menurut aliran ini. benda lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu. mulut. antara individu dan lingkungan dimana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol. Misalnya: emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. dan gestalt. melainkan kepala itu adalah suatu keseluruhan yang bermakna. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsurunsur. closure. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. perbuatan. hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya.

Keseluruhan yang menjadi permulaan. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. dan bagian-bagian hanya bermakna jika berada dalam keseluruhan itu.(5) Yang utama dan pertama adalah keseluruhan. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas. atau menarik dan sebagainya. 2) Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. 3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis. sebagai roda. sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari rumah dan sebagainya. misal : sebuah ban mobil hanya bemakna kalau menjadi bagian dari mobil. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil contoh: mula-mula anak melihat mengenal wajah ibunya sebagai keseluruhan kesatuan. Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti. seperti simpanse dapat melihat 33 . deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. baru menuju ke bagian-bagian. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian. Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory ) 1) Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. mana hidung ibu. 4) Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan. Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. mana telinga ibu. Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugas-tugas harian yang beruntun.

belajar terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir. kemudian Wollgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpanse. Dalam eksperimen itu Kohler mengamati. Kaum gestalt berpendapat. “sec-now". mengamati stimuli dalam keseluruhan yang terorganisasi. struktur dan pemetaan dalam pengalaman. bukan dalam bagian-bagian yang terpisah. Insight itu sering dihubungkan dengan pemyataan spontan "aha" atau "oh". bahwa kadangkala simpanse dapat memecahkan masalah secara mendadak. Sumbangannya ini diikuti oleh Kurt koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan. Psikologi kognitif mulai berkembang dengan lahimya teori belajar Gestalt ini. dan kemudian secara tiba-tiba menemukan pemecahan masalah.hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena ia sedang lapar. Tokoh psikologi gestalt ini antara lain adalah Kohler. Penelitian-penelitian mereka menumbuhkan psikologi gestalt yang menekankan bahasan pada masalah konfigurasi. kadang kala duduk merenungkan masalah. 34 . Kohler (1927) menemukan tumbuhnya insight pada seekor simpanse dengan menghadapkan simpanse pada masalah bagaimana memperoleh pisang yang terletak di luar kurungan atau tergantung di atas kurungan. Orang yang belajar. bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. kadangkala gagal meraih pisang. Koffka dan Wertheimer. Menurut pandangan psikologi gestalt. Suatu konsep yang penting dalam teori gestalt adalah tentang "insight". Peletak dasar psikologi gestalt adalah Mex Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. yaitu pengamatan/pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan.

Wertheimer menghubungkan (1945) menjadi dengan orang proses gestalt belajar yang di mula-mula kelas. Hukum penuh makna (law of pragnanz). Dari pekerjaannya pengamatannya itu. c. sebenamya tidak tertuju kepada suatu bagian melainkan teriuju kepada sesuatu yang bersifat kompleks. sesuatu yang berdekatan cenderung membentuk satu kesatuan. periksa gambar berikut ini || || || || || || || || 35 . ukurannya. terutama hubungan-hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Setiap respon yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulan. Menurut psikologi gestalt. Hukum kedekatan ( law of proximity ). sesuatu yang sama cenderung membentuk satu kesatuan. Menurut psikologi gestalt setiap pengalaman itu senantiasa struktur. Menurut pandangan gestaltis. bisa berupa bentuknya. warnanya dan sebagainya. tingkat kejelasan atau keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan belajar seseorang daripada dengan hukuman dan ganjaran. Hukum kesamaan (law of similarity). semua kegiatan belajar (baik pada simpanse maupun pada manusia) menggunakan insight atau pemahaman terhadap hubungan-hubungan. Adapun hukum-hukum belajar menurut psikologi adalah sebagai berikut : a. pengamatan terhadap sesuatu objek cenderung dikaitkan dengan makna objek tersebut bagi seseorang. Makna objek tersebut bagi seseorang. Perhatikan gambar berikut ini: $ Y @ h $ Y @ h $ Y @ h b. Menurut hukum ini. Menurut hukum ini. Menurut hukum ini. ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis.

dsb)". Ketiga hasil belajar bersifat relatif menetap. wawasan atau yang lazim disebut sebagai insight dipandang sebagai inti belajar. Berdasarkan pengertian belajar diatas. Oleh karena itu. Hukum-hukum kontinyutas ( law of goof continuation ) Menurut hukum ini. Hukum ketutupan (law of closure ). 36 . kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan. dalam belajar yang mestinya ditanamkan adalah pengertian siswa mengenai sesuatu yang harus dipelajari. belajar dibedakan dengan kematangan. 2. Pertama. dan perubahan tingkah taku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan-kecendrungan respon bawaan. Perhatikan gambar berikut    a        f       b c d e e. hal-hal yang merupakan kontinyuitas membentuk suatu kesatuan. Kedua. CIRI . ada sejumlah ciri belajar yang dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain selain belajar.ab cd ef gh d. Oleh karena itu. Menurut hukum ini. hal-hal yang tertutup membentuk suatu kesatuan. Menurut psikologi gestalt.CIRI BELAJAR Sebagaimana disebutkan diatas. bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman. maka pada hakikatnya "belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang. belajar dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental.

meskipun ia sendiri tidak mensengaja. dan tidak berubah-ubah. Berarti perubahan fisik dari kecil menjadi besar. atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Perubahan tersebut bisa berupa dari tidak talm menjadi tahu. Berbeda dengan belajar. Tanpa melalui aktivitas belajarpun. dari memberikan respon yang salah atas stimulusstimulus ke arah memberikan respon yang benar. dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengedakan sesuatu. Kematangan yang ada pada diri seseorang juga bukan karena satu upaya yang dilakukan oleh orang lain (misalnya saja guru). Perubahan-perubahan demikian. dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai proses belajar. 3) Hasil belajar relatif menetap Hasil belajar relatif menetap. Demikian juga. Orang setiap kali dapat berubah. Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembangan-perkembangan bawaan. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja. tidak sama 37 . juga bukan karena aktivitas belajar melainkan karena adanya proses kematangan. Kematangan umumnya ditandai oleh adanya perubahan-perubahan pada diri seseorang. pada saat tertentu. kematangan akan dialami oleh seseorang. Perubahan tingkah laku yang sifatnya relatif tidak menetap. Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang. 2) Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik dan mental.1) Belajar berbeda dari kematangan. baik yang bersifat fisik maupun psikis. Adanya perubahan pada diri seseorang semisal dari belum bisa berjalan pada umur tertentu menjadi bisa berjalan pada umur selanjutnya. bukanlah karena proses belajar. Oleh karena itu. ia adalah suatu proses yang disengaja dan secara sadar. tidaklah akibat dari aktivitas belajar. dan pendek menjadi semakin tinggi bukanlah karena proses belajar. dari kurus menjadi gemuk. orang akan mengalami kematangan. dari seseorang belum bisa berbkara kemudian menjadi bisa berbkara.

Perubahan tingkah laku dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati (obsevable). 3. Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkah laku pada dirinya.dengan perubahan-perubahan dalam belajar. 3. Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu. agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. sepanjang aktivitas tersebut disadari. Oleh karena itu. agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. tidak semua perubahan yang ada pada diri seseorang dianggap sebagai hasil belajar. Paling tidak ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar. Sementara unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan sesemang yang sedang mencapai tujuan belajar. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku. Tujuan umumnya mengarahkan seseorang yang sedang belajar ke arah kegiatan tertentu.1. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR Tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah dua hal yang sangat penting dalam belajar. Pertama. Ketiga agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar. ketika pembelajar mau mengadakan aktivitas belajarnya. Oleh karena itu. perlu merumuskan tujuan belajar buat dirinya sendiri. Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar. Kedua. Hanya perubahan-perubahan tertentu saja yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai belajar. tentulah dimaksudkan bagi pencapaian tujuan. senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu. Tujuan Belajar Setiap manusia kreativitas. 38 .

setelah menelaah Bab I. e. seseorang pembelajar pertama kali haruslah mengenali mengenai dirinya sendiri. dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu. Kata secara lisan menunjukkan bagaimana perubahan tingkah laku tersebut diukur. disamping dapat terhindar juga dari mempelajari sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk dipelajari. yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif. d. Pengenalan terhadap dirinya sendiri ini sangat penting guna merumuskan kebutuhan kebutuhan belajarnya. Kata-kata 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang menunjukkan ukuran perubahan.Dalam merumuskan tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara bagaimana. Jelas ukuran perubahannya. Jelas waktunya. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable). dan bukan pengajar). Kata-kata ini tidak menunjukkan berapa jumlah ciri tingkah laku menyimpang (unsur keempat). b. f. Jelas perubahannya. 39 . c. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri. Pengenalan mengenai diri sendiri ini juga bisa terhindar dari mempelajari sesuatu yang sudah dikuasai. pembelajar dapat menjelaskan 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang secara lisan. Jelas cara menghukumya. Kata-kata setelah menelaah bab I menunjukkan waktu perubahan (unsur ketiga). Bandingkan misalnya dengan kata-kata: ciriciri tingkah laku menyimpang. Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan tercapai. Kata pertama. Sebab. Kata-kata dapat menjelaskan menunjukkan terdapatnya perubahan tingkah laku pada diri pembelajar: dari tidak bisa menjelaskan menjadi bisa menjelaskan (unsur kedua). Sebagai contoh. menunjukkan dengan jelas siapa yang berubah tingkah lakunya setelah melakukan aktivitas. pengukuran terhadap bisa tidaknya seseorang menjelaskan secara lisan dan secara tertulis. dalam hal ini adalah pembelajar bukan pengajar (unsur pertama). pembelajar.

ialah kawasan tersebut. masing-masing mempunyai sub kawasan masing-masing yang disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Bloom dan kawan-kawan (1956) membuat taksonomi tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. Knowledge. analysis. Pada sub kawasan ini. mengaplikasikan konsep-konsep. menikmati. dalam kawasan kognitive ini dipandang berada pada tingkat terendah. secara berturut-turut akan dijelaskan sebagai berikut : a. Mengingat kembali terhadap fakta-fakta yang pernah dipelajari. teori-teori dalam situasi praktis. applkation.membutuhkan cara pengukuran tersendiri. Oleh karena itu. merasakan. Pada sub kawasan ini. Sub kawasan ini mementingkan aspek ingatan. syntihesis don evaluation. Ia mengkategorisasikan tujuan (bukan memisahkan. c. Comprehension dapat diartikan dengan kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu. cognitive terdiri dari knowledge. teori-teori yang pernah ditelaah. Kata menjelaskan pada rumusan tujuan menunjukkan bahwa ia dapat diamati secara konkrit. mengerti. Applkation lazim diberi makna sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya. karena semestinya tidak untuk dipisah-dipisahkan) menjadi tiga kawasan. seseorang dapat menterjemahkan sesuatu. bentuk perubahan tingkah laku tesebut haruslah jelas (unsur kelima). b. dapat diartikan dengan pengetahuan. Bandingkan misaInya dengan kata memahami. 40 . Kata-kata disebutkan terakhir ini tidak dapat diamati (tidak observable). Oleh karena itu. seseorang yang sedang belajar mampu menerapkan. sub kawasan ini lebih tepat untuk diartikan mengingat terhadap materi-materi yang pernah dipelajari. mengambil inti dari suatu bacaaan dan membuat prakiraanprakiraan. Kawasan pertama. mengambil kata lain dari suatu kata atau pengertian. comprehension.

bernilai-tidak bernilai mengenai suatu hal. Hasil belajar pada sub kawasan ini telah memunculkan sebuah kesadaran yang paling simpel sampai dengan hadimya perhatian yang terpilih. benda. organization. kejadian atau even.d. b. characteristization by a value or value complex. Jika pada sub kawasan receiving seseorang menghadirkan kediriannya pada sebuah even. Kemampuan mengadakan evaluasi ini termasuk jenis kemampuan yang tertinggi dalam kawasan kognitive ini. responding. Analysis adalah suatu kentamptian untuk merinci. e. menghubungkan. affective ineliputi empat sub kawasan berikut: receiving. Penentuan tersebut didasarkan atas patokan-patokan yang dilmat pada masa sebelumnya. berharga-tidak berharga. Sub kawasan ini menjadikan seseorang bisa menerima nilai tertentu dan menunjukkan komitmennya pada nilai tertentu. Kemampuan ini relatif febih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan receiving. Responding atau pemberian tanggapan. Synthesis adalah suatu kemamptian untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Dengan kemampuan synthesis ini sesuatu yang sebelumnya terbelah-belah terkristal dan kemudian dapat diformulasikan ke dalam forinula yang tak terbelah. meskipun dalam tataran rendah. Secara berturut-turut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. menguraikan rincian dan saling hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. pada 41 . adalah kemampuan seseorang untuk menghadirkan kediriannya pada sebuah even atau stimulus-stimulus yang ia terima. f. Yang dimaksud dengan pemberian nilai di sini adalah memberikan harga terhadap suatu fenomena. Kawasan kedua. Valuing atau pemberian nilai. telah dapat meliput kesadaran seseorang. valuing. Menghadirkan diri demikian ini. Receiving atau penerimaan. Evaluation adalah suatu kemampuan unluk menentukan baik-buruk. Oleh karena itu. c. maka dalam sub kawasan responding ini seseorang memberikan tanggapan/ respon/jawaban atas even-even yang ia terima.

Pada sub kawasan ini seseorang mulai berada pada proses belajar keterampilan yang lebib komplek. Organization atau pengorganisasian adalah upaya untuk memadukan berbagai jenis nilai yang berbeda-beda. Antara nilai satu dengan yang lain dicoba hubungkan. Hasil belajar pada sub kawasan ini bisa menjadikan seseorang menyesuaikan diri secara personal. Guided respon atau respon terpimpin. mencakup tujuh sub kawasan dari yang tingkatan terendah hingga tingleatan tertinggi. Ada semacam sintesa nilai-nilai yang beragam. set. physkal set dan emotional set. Set atau kesiapan. guided respon. seseorang mengindera stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungannya motoriknya. adaptation dan origination. Pada sub kawasan ini. complex overt respon. Pada sub guna persiapan untu membimbing aktivitas-aktivitas 42 . Ke tujuh sub kawasan ini adalah perception. seseorang bersedia mengambil tindakantindakan berdasarkan persepsinya terhadap stimulus atau fenomena-fenomena yang berasal dari agkungannya. mechanism. Sub kawasan ini meliputi mental set. e. Kawasan ketiga psycomotor. d. b. c. integritas.sub kawasan ini seseoarang tampak tingkatan integritasnya: keajegan. Pada subleawasan ini. Dari nilai-nilai yang berbeda tersebut. Bila terdapat konflik di antara nilai-nilai tersebut dicoba pecahkan. Sub-sub kawasan ini dapat d1Jelaskan sebagai berikut: a. Perception atau persepsi. Yang dimaksud dengan persepsi di sini adalah penggunaan indera untuk memperoleh petunjuk ke arah motorik. kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai. hingga menjadi suatu kesatuan nilai. sosial dan emosional. Pada sub kawasan ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya hidup yang khas. Characterization of value or value complex atau karakterisasi dengan suatu nilai. berbeda dengan orang lain.

selanjumya mencoba menggunakan tanggapan dalam menangkap suatu motorik. a. e. sebutlah saja dunia dengan segala isinya.kawasan ini seseorang terlibat dalam proses peniruan yang diperformansikan. misaInya membuat pola-pola baru. merancang hal-hal baru. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap. dilakukan dengan penuh kepercayaan dan kemahiran. 43 . Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah sebuah keterampilan dimana seseorang dapat mengolah gerakan hingga sesuai dengan tuntutan kondisional dan situational. Adaptation atau penyesuaian. melakukan gerakan dengan mudah disamping mempunyai kontrol yang baik. termasuk yang problematis sekalipun. cermat termasuk pada hal-hal yang rumit dan tepat meskipun disertai dengan energi yang minimal. Pada sub kawasan ini seseorang yang lagi belajar. Complex over respons atau respon nyata yang kompleks. Pada sub kawasan ini responrespon yang telah dipelajari oleh seseorang telah berubah menjadi kebiasaan dan gerakangerakan yang ditampilkan. oleh karena unsur kreativitas sudah masuk di sini.2. 3. sangatlah penting artinya bagi pembelajar. Origination atu penciptaan. Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. Performansi seseorang yang belajar pada sub kawasan ini umumnya ditandai dengan hal-hal yang serba baru. Mechanism atau mekanisme. Kadar motorik pada sub kawasan ini relatif cukup tinggi. Sebab. gerakan-gerakan pada sub kawasan ini relatif cepat. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. f. g. d. Sub kawasan ini termasuk paling tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan sebelumnya.

juga menjadikan seseorang tidak risau. Terjadinya bentrokan-bentrokan di dunia. Ia memberikan kontribusi yang besar bagi sukses tidaknya seseorang. la mencoba menangkap seseorang dengan menggunakan perspektif orang yang dipandang. ia akan mengenal orang yang dipandang tersebut dalam keadaan yang senyatanya. Pemahaman terhadap orang lain. juga dapat disebabkan kurang adanva saling pemahaman. melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada posisi strategik. malahan dapat menjadikan seseorang melihat orang lain tidak semata dengan menggunakan perspektif sendiri. tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri. dan lehih lanjut lagi saling menghargai. melainkan bermanfaat juga bagi linkungannya Pemahaman seseorang terhadap orang lain. pemahaman adalah suatu dasar bagi segala akan seseorang. Lebih jauh pemahaman menjadikan seseorang saling mengerti. juga sekaligus tidak membuat dirinya agar seperti orang lain.Pemahaman pembelajar tehadap dunia dengan segala isinya tidak saja mendatangkan kepuasan bagi pembelajar. ia akan mengetalmi apa yang harus ia pertuat dan apa yang tidak ia perbuat. Dengan cara pandangan demikian. 44 . MimbuInya saling curiga. dan tidak terbatas pada persepsinya sendiri. b. la akan menjadi dirinya sendiri. Oleh karena itu terbentuknya pemahaman pembelajaran terhadap sesuatu yang dipelajari. dan lebih jauh lagi mencegah timbuInya saling bentrokan. jika melihat orang lain berbeda dengan dirinya. la. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap. dan memahami jika orang lain juga seperti dirinya. Pemahaman sekaligus mencegah timbuInya saling curiga. sebenamya disebabkan kurang adanya saling pemahaman di antara mereka. dan sebaliknya tidak menuntut orang lain agar seperti dirinya. Singkat kata. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri.

Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut. pada masa sekarang ini. Di era globalisasi seperti saat sekarang. kejujuran. saling membantu dan memberi manfaat. masyarakat manapun. dapat merupakan kristalisasi dari hasil dialog antara nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dengan yang sejaman dengan mereka. disamping nilai-nilai luhur yang spesifik dianut oleh masyarakat dimana pembelajar tersebut berada. tentu nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat. 45 . Dalam belajar. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Nilai dinlaksud. pasti menganut sebuah nilai. seberagam jumlah pembelajar. Meskipun nilai bukanlah satu-satunya yang menentukan sikap. Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal misaInya adalah: kebenaran. Sementara nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat secara spesifik khususnya di lingkungan pembelajar banyak ragamnya. Berbedanya nilai-nilai yang dianut oleb seseorang lazim menjadikan penyebab berbedanya seseorang dalam menyikapi sesuatu. Disamping tujuan belajar terkait dengan pembentukan nilai. Oleh karenanya. keindaban. sebagai akibat dari melesatnya perkembangan teknologi komunikasi. kemerdekaan. Sebab. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dewasa ini semakin beragam. ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada diri pembelajar.Setiap masyarakat. dapat merupakan kristalisasi hasil dialog antara nilai-nilai yang selama ini dianut dengan nilai-nilai baru yang datang dari dunia luar. Pada hal persepsi seseorang terhadap sesuatu lazimnya juga turut menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu. Malahan. sekaligus juga terkait dengan pembentukan sikap. nilai-nilai yang dianut oleh sebuah masyarakat. nilai-nilai yang dianut seseorang turut menentukan persepsi seseorang tentang sesuatu. adakalanya merupakan produk masyarakat pada kurun waktu yang sejaman dengan mereka. Terbentuknya sebuah sikap. lazim juga didasarkan atas sehuah nilai.

pembelajar haruslah dapat berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosiaInya. pembentukan keterampilan-keterampilan sosial pada diri pembelajar dimaksudkan untuk menyiapkan pembelajar agar dapat hergabung dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosialnya. Selain keterampilan-keterampilan personal dibentuk. Oleb karena itu. Maka dari itu. Keterampilan p. Setiap pembelajar. kognitif dan instrumental. maka pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau karakteristik yang ada pada dirinya. Keterampilan kognitif pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap ilmu pengetahuan.c. keterampilan sosial pembelajar juga perlu dibentuk. haruslah dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus. tanpa batas. Sebagai makhluk sosial. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan. jika pembentukan keterampilan personal dimaksud untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan yang ada pada diri pembelajar. sesama manusia. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian 46 . Dengan cara demikian.ersonal yang dimiliki oleh pembelajar. Pembentukan keterampilan sosial demikian tampak urgensinya manakala dilihat kedudukan pembelajar yang tidak saja sebagai makhluk individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan pembelajar lain. Keterampilan personal yang dimiliki. Dengan perkataan lain. maka keterampilan sosial antara lain dimaksudkan mengkomunikasikan keterampilan personal yang telah terbentuk dalam lingkungan sosiaInya. keterampilan-keterampilan personil-sosial. dalam belaiar seorang pembelajar haruslah mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki. Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara terus-menerus menimba ilmu pengetahuan.

dan 47 . sebab. Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari keterampilan-keterampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan personal. alat bantu belajar. mengarahkan pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang digalakkan. Slotive sendiri berarti alasan. Berikut ini akan dijelaskan tentang : 1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar. 1. Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan. Motivasi dan Upaya Memotivasi Siswa Untuk Belajar Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. pengalasan dan motivasi. Kesadaran untuk secara terus menerus membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat. 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. Unsur . menyebabkan merangsang. dan tidak sekedar sebagai penonton saja. lingkungan dan bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini. dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya.3. dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya. Jika keterampilan instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar. maka pembelajar punya kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan. Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dan tidak ada menjadi ada atau sebaliknya.unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar Yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsurunsur yang dapat berubah dalam proses belajar.pesat. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi. suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar. 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya. Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar. 3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya. sosial dan kognitif 3. 5) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya. bahan belajar. Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya.

dan selalu terkontrol oleh lingkungammya. kebiasaan. 1984). tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam tanpa ada rangsangan dari luar. sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. 1987). Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (suryabrata. Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara 48 . dan moraInya selalu dalanu kontrol diri. tindakan. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar.daya penggerak (echols. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: menarik kepada guru. Secara garis besar motivasi dapat dibedakan menjadi dua ialah intrinsik dan motivasi ekstrinsik. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. 1975). ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. mempunyai antusias yang tinggi seta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru. dikenal adanya motivasi belajar. kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels. Dalam kegiatan belajar mengajar. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. 1984). selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi.

Dengan cara demikian waktu dan tenaga siswa dapat secara efektif dan efisien dipergunakan mencapai target belajarnya. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar. dengan merumuskan tujuan belajar ini. dan tidak mudah putus asa. c. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini: senang mencari dan memecahkan masalah. 49 . Dengan ditunjukkannya aktivitas-aktvitas yang dapat mencapai tujuan. ulet. menghadapi kesulitan. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. tidak cepat bosan dengan tugastugas yang rutin. dapat mempertahankan pendapatnya. Dengan mengenal kemampuan dirinya. siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya. siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. Dengan mengetahui kelebihan dirmya. ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. b. Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Siswa juga akan mempunyai targettarget belajar. Sebab. Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar. Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. siswa tersebut tidak melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan pencapaian tujuan dan target belajar. d. Sebab hal-hal baru ini dapat "menghidupkan kembali" hastat ingin tahu siswa.terus menerus dalam waktu lama. siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya. Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar belajar ialah : a. dan ia berusaha untuk mencapainya.

Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar. Penyediaan bahan belajar ini sangat bergantung kepada tujuan belajar. karakteristik siswa. evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini. termasuk dalam aktivitas belajar. f. Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan. Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai. kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. paper. disamping dapat berasal dari lapangan objek tertentu. maka bahan belajar ini harus tersedia. 50 .e. maka pertyediaan bahan belajarnya lain sekali dengan tujuan belajar yang dimaksudkan untuk memperoleh pengalaman langsung. g. kebosanan pada diri siswa. mungkin bahan belajarnya akan lain dengan tujuan belajar yang diaksentuasikan pada penguasaan konsepkonsep. Sebab. supaya siswa tidak bosan. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya. supaya siswa dapat belajar dengan baik. bisa berasal dari guru. artikel. siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa dan faktor ketersediaaan tidaknya bahan belajar. Tanpa ada yang dipelajari. akan mendorong siswa untuk belajar. makalah. Bahan ini. bisa berasal dari buku-buku teks. Jika tujuan belajar yang ingin ditempuh diaksentuasikan pada penguasaan pengetahuan. Sebab. Dengan adanya umpan balik. hanya akan memperlemah motivasi saja. 2. siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar. Bahan belajar dan upaya penyediaannya Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar. Oleh karena itu.

51 . Eka bahannya sendiri tidak menarik. b. Relevan isi ini.Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar. Ini patut menjadi peninibangan. umumnya gurulah yang menjadi penyedia bahan belajar. haruslah dikemas dengan menggunakan kemasan yang menarik. maka penyediaan bahan belajar ini sangat repot. lazimnnya dikaitkan dengan tujuan belajar. mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan dengan siswa yang bertipe visual. Apalagi kalau sulit atau tidak mudah didapatkan. Pada siswa yang bertipe auditif. Isinya relefan. Bahkan dalam siasat belajar semacam ini siswa menggantungkan bahan belajar yang dipelajari dari ceramah atau penyampaian yang dilakukan oleh gurunya. Siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa juga menentukan bahan belajarnya. Sungguhpun demikian bahan belajar bagi siswa haruslah diupayakan penyediaannya. Dalam penyediaan bahan belajar ini. agar bahan belajar tersebut menggugah rasa ingin tahu siswa dan menimbulkan hasrat belajar. faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah : a. Pengajaran dengan bahan belajar modul dan balian belajar buku teks. Isi bahan belajar haruslah mendukung dan memberi kontribusi bagi pencapain tujuan belajar. sangat menentukan penyediaan baban belajar. Mudah didapatkan tidaknya bahan belajar ini. bahan belajar tersebut telah disediakan secara utuh sekaligus beserta petunjuk atau cara mempelajarinya. Relevan isi ini. Siasat belajar dimana guru menjadi tokoh sentralnya. adalah sekian dari banyak contoh dan siasat belajar mandiri oleh siswa. Apapun faktor yang menentukan bahan belajar ini. juga berkaitan dengan faktor kondisional dan situasional siswa. akhirnya juga bergantung kepada faktor ketersediaan tidaknya. Sementara siasat belajar di mana siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri. Cukup menarik. Jadi kalau bahan belajar tersebut terpaksa tidak menarik. maka cara penyajiannya yang menaiik.

Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya. Dengan alat bantu bahan belajar yang meragukan dapat diyakinkan karena dapat dibuktikan secara empirik Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar dan piranti Belajar. f. g. kesusukannya juga penting. i. seberapa banyak !a telah menguasai bahan yang dipelajari. Seharusuya sekuensi bahan ini dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. Dengan sebuah alat bania bahan belajar yang abstrak bisa konkrit. e. meskipun tidak semua median belajar dapat berfungsi sebagai alat bantu. Informasi yang dibutuhkan ada. tetapi 52 .c. h. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya. tentu bergantung kepada bahan belajarnya. Ada tes yang sesuai. Mempunyai sekuensi yang tepat. Setelah berhasil menguasai bahan belajar tertentu siswa tidak akan menungggu petunjuk guru untuk mempelajari bahan selanjutnya. Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan. Kegunaan kunci jawaban bagi soal latihan ini adalah siswa dapat mencocokkan hasil-hasil latihannya dengan kunci. Sekuensi atau urutan penyajian ini sangat penting diperhatikan dalanu penyediaan bahan belajar. atau stationary. Ini sangat penting. 3. Baban belajar harus dilengkapi dengan petunjuk bagaimana siswa harus memperbaiki belajarnya. oleh karena dapat membantu terhadap belajar siswa. jika ada diantara bahan belajar yang belum terkuasai. Alat bantu belajar ada kalanya dibeli di toko-toko buku. Tes yang sesuai ini. Dengan alat bantu bahan belajar yang tidak menarik bisa menjadi menarik. agar siswa dapat menguji diri sendiri. Ini sangat penting. Ada jawaban kunci untuk soal latihan. agar bahan belajar yang akan dipelajari tersebut tidak kering. Ada soal latihan. Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar. d.

Permobonan bantuan melalui sponsor d. Umumnya. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan keterampilan tertentu adalah skala. maka kelas yang baik dalam belajar mengajar adalah kelas yang siswanya duduk dengan tenang. video. jangka. papan tulis. jika mampu b. terkecuali guru telah memberikan kesempatan. Pengajuan kepada pemerintah c. tape recorder. Pembelian. penggaris. Faktor ketersediaan alat bantu tersebut c. Kepraktisan dan daya tahan alat bantu. Faktor keterjangkauannya d.adakalanya dibuat sendiri oleh pembelajar bersama-sama dengan gurunya. dan media audiovisual lainnya. Pada kasus vang pertama pembelajar mendapatkan secara given. e. Dalam pandangan sekarang suasana belajar yang kondusif adalah suasana yang mendukung bagi terciptanya kegiatan belajar. penghapus. jika bisa e. 0HP. Yaitu suasana yang 53 . Oleh karena itu. berdiam diri sambil mendengarkan pengajaran yang dilakukan guru. Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam upaya menyediakan alat bantu belajar adalah : a. rubrik. Beherapa upaya penyediaan bahan antara lain adalab: a. kapur tulis. Menggerakkan dan mengajak para pembelajar untuk menciptakan dengan memanfaatkan alam sekitar 4. Membuat sendiri. Suasana belajar dan upaya pengembangannya Dalam pandangan tradisional suasana belajar yang kondusif adalahh jika di dalam sebuah kelas terasa tenang sementara para siswa bisa mendengarkan apa yang diceramahkan gurunya. Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar. b. Keefektifan dan keefisienan alat bantu Contoh alat bantu sederhana adalah pena. pandangan tradisional tsb. siswa tidak berani mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang deceermahkan guru. pensil.

la harus dirancang oleh guru melalui sebuah rancangan pengajaran sebuah suasana belajar dikatakan kondusif manakala : a. Pada saat guru sedang menunggui misalkan saja. Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa b. Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubahubah. tentu tidak dibatasi ketika ditunggui oleh gurunya. b. Kondisi Subjek Belajar dan Upaya Penyiapan dan Peneguhannya. Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. d. Siswa tekun mengerjakan sesuatu yang semestinya dikerjakan. dan bakan sebaliknya. Agar suasana belajar tersebut kondusif. siswa tetap aktif dan giat belajar. Kondisi subjek belajar sebenamya berbeda-beda. Kondisi subjek belajar yang kelihatannya samapun. Rancanglah aktivitas belajar siswa c. agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas. d.interaktif dimana para siswa giat belajar. Siswa aktif berinteraksi tidak saja hanya dengan gurunya melainkan aktif berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain. Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru 5. lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah. f. maka upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah : a. Buatlah suasana yang demokratis. Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa. Suasana belajar yang kondusif demikian tidak terjadi dengan sendirinya. manakala diteliti lebib dalam. akan kelibatan 54 . e. Kreativitas siswa mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. suasana yang interaktif belajar di dalamnya. c. Siswa secara bebas mengerjakan segala hal yang dapat mencapai tujuan belajarnya. g.

motivasi instrinsik atau motivasi berprestasinya.perbedaannya. militansi kerjanya. kematangannya aspirasi dan punya. daya tahan fisiknya. umumnya tehih mendukung bagi aktivitas belajarnya dibandingkan dengan mereka yang berada pada posisi kurang. kesehatan fisiknya. dan yang lebih stabil emosinya. kekuatan tubuhnya. yang tinggi motivasi intrinsiknya. b. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kondisi objek belajar khususnya dari segi fisiknya adalah: a. kesegaran dan kebugam jasmaninya. Mereka yang berada pada kondisi lebih. Penyegaran fisik subjek belajar dengan olahraga atau latihan-latihan fisik seperti senam. misalnya lebih besar/tingai. Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. Oleh karena beragamnya kondisi subjek belajar tersebut. ambisi-ambisinya. Memenuhi subjek belajar dengan gizi dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. sebenamya kalau dilihat lebih dalam akan tampak heterogenitasnya. kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi: intelegensinya. dan tidak senuttiasa menetapnya kondisi belajar tersebut. Dari segi lahiriah atau fisik. dalam kclompok siswa yang homogen pun. dan hal-hal yang bersifat batiniah atau hal-hal yang bersifat fisik dan hal-hal yang hersifat psikologis. yang besar ambisinya. Oleh karena stu. bakatnya. 55 . maka hs ada upaya-upaya unruk menyiapkan mereka dan sekaligus meneguhkannya. Kondis subjek belajar dapat dibedakan atas hal-hal yang bersifat lahiriah. yang tinggi militansi kerjanya. subjek belajar bisa berbeda: ukuran tubuhnya. Demikian juga yang mempunyai bakat khusus. khib kuat lebih sehat lebih tinggi daya tahannya dan khib segarIbLigar. Dari segi psikis. Dengan penyiapan yang terancang dan dengan upaya-upaya peneguhan diharapkan mendukung aktivitas belajar.

atau di sekolah. fotografl. karena diwamai dengan organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan untuk pembelajaran peserta didik.c. belajar di kelas. d. 56 . guru dan tenaga lainnya. belajar. praktek. ujian dan sebagainya. 4.CIRI PEMBELAJARAN. agar secara psikologis mereka merasa aman. material. perlengkapan audio visual juga komputer. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. Material meliputi buku-buku.1. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan. 4. Memelihara keseimbangan emosi mereka. PENGERTIAN DAN CIRI . Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungunya. misalnya tenaga laboratorium. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi. Sementara itu. fasilitas. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. c. papan tulis. Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka. slide. dan kapur. Manusia terlibat dalam sistim pengajaran terdiri dari: siswa. dan film audio dan video tape. Sistim pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku. b. upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan psikis subjek belajar adalah : a. Memeriksakan tubuh subjek belajar secara teratax kepada dokter agar dapat dicegah timbulnya penyakit yang memungkinkan terganggunya belajar mengajar. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi.

Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. Cara penyampaian pengetahuan tersebut berdasarkan ajaran dalann psikologi asosiasi. Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda tetapi terdapat hubungan yang erat. Sekolah berfungsi mempersiapkan mereka agar mampu hidup dalam masyarakat yang akan datang. bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu. orang tua berkewajiban menentukan akan dijadikan apa peserta didik. Pembelajaran merupakan proses penyampaian pengetahuan Penyampaian pengetahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peseta didik/siswa di sekolah. 2. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan Masa depan kehidupan anak ditentukan oleb orang tua.4. Dalam rumusan ini terkandung konsep-konsep sebagai berikut: 1. Herbart berdasarkan asas asosiasi dan reproduksi atas tanggapan/kesan. a. Mereka dianggap paling mengetahui apa dan bagaimana kehidupan itu. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. Itu sebabnya. 3.2. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli psikologi. 57 . Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan. dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa. Umumnya guru menggunakan metode "formal step" dari J. Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik.

disusun secara sistematis dan logis. Para siswa duduk pada bangku yang berdiri kokoh. Dia mempersiapkim tugas-tugas memberikan latihan-latihan dan menentukan peraturan kemajuan tiap siswa. berarti guru adalah yang paling pandai.Pengetahuan sangat penting bagi manusia. Pengetalman bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah. Dia hanya menerima apa yang diberikan okh gurunya. tujuan. Kebutuhan. Peranan guru sangat dominan. disusun dan dimuat dalam buku pelajaran dan berbagai referensi lainnya. Mata ajaran itu diuraikan. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat yang membatasi hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat. masa lampau yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. belum mengetahui apa-apa. Alberty 1953). sehingga tercipta yang kita sebut mata ajaran (H. 4. pengikut. Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui. 5. Para pakar yang mendukung teori ini berpendapat bahwa mata ajaran berasal dari pengalaman-pengalaman orang tua.: “knowledge is power". Siswa selalu bersikap dan betindak pasif Siswa dianggap sebagai tong kosong. pelaksana tugas. 6. Barang siapa menguasai pengetahuan. minat. Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas. maka dia dapat berkuasa. Mereka duduk dengan rapi dan kaku secara rutin setiap 58 . tak bisa dipindah-pindahkan. Siswa bersikap sebagai pendengar. abilitas dan lain-lain yang dimiliki oleh siswa diabaikan dan tidak mendapat perhatian guru. Pembelajaran dilaksanakan dalam batas-batas ruang kelas saja. Pengalaman-pengalaman itu diselidiki. Dia menentukan segala hal yang dianggap tepat untuk disajikan kepada para siswanva. sedangkan pembelajaran di luar kelas tak pernah dilakukan.

Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandinglean dengan rumusan pertama. 2. 1935).. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut: 1. 59 .. Wrighstone. consist to a belajar degree in the aguisition of the content matter of each subject. Ruangan kelas dipandang sebagai ruang penyelamat. 3) Children's interests whkh do not confrom to the set currkulum should be the regarded.. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah.. 2) The qukkest an most through method of leaming lessons is to allot a certain portion of the school day it instruction in separate subjects..hari. Wayner Wrighstone. 4) The real objectives of classroom instruction. ruang memberi kehidupan. berkata sebagai berikut : .. Peserta didik diajar agar memiliki kemainpuan dan kepribadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat itu. Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya... Belajar dalam batas-batas ruangan itu adalah yang paling baik. the immediate implications of the older principles when they are applied to the classroom: 1) The classroom is a restrkted from of social life. namun antara keduanya memiliki pola pikiran yang seirama. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan. Manusia berbudaya adalah manusia yang mampu hidup dalam pola tersebut. and Aildren's experiences are limited there in to academk lessons.. b. Peserta didik hidup dalam pola kebudayaan masyarakatnya.. 5) Teaching the conventional subjects is the wisest method of achieving social progress (J.

Dalam hal ini. cara menyediakan makanan. ada dalam jiwa dan kepribadian manusia. pemerintahan. sehingga mereka menjadi warga masyarakat yang lebih berbudaya. menjadi manusia yang berbudaya. Bila dilakukan melalui pengajaran. bahasa. ukuran moral. demikian terus terjadi proses turun temurun. Yang termasuk kebudayaan adalah kebiasaan orang berpikir dan berbuat seperti: kehidupan keluarga. Upaya pewarisan itu dilakukan metalui berbagai prosedur: pengajaran. Kebudayaan merupakan kumpulan daripada warisan sosial dalam masyarakat. Mereka perlu dipersiapkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melanjutkan hasil yang telah dicapai oleh generasi yang ada sekarang. maka proses yang telah dikemukakan dalam proses perumusan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama. kebudayaan itu bersifat non material. kepereayaan agama. Kebudayaan yang diwariskan kepada mereka harus dikuasai dan dikembangkan. dalam arti. Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwariskan kepada siswa yang umumnya berupa benda-benda dan non benda. Mereka harus 60 .. media hubungan pribadi dan sebagainya. dan berbagai bentuk tingkah laku norma dan lain-lain. Berdasarkan pada pengertian mi. Dengan sendirmya apa yang dimiliki oleh nenek moyang pada masa lampau itu harus diwariskan kepada keturunan berikumya. dan bersifat abstrak. tertulis dan lisan. dan bentuk-bentuk ekspresi seni. diakui bahwa anak sedang berada dalam tahap perkembangan dan menuju ketingkatan yang lebih dewasa. Benda-benda bersifat material sesungguhnya adalah hasil dari keterampilan manusia (Worcester.Para siswa dipandang sebagai keturunan orang tua dan orang tua adalah keturunan neneknya dan seterusnya. 1969). 4. 3. Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan. Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan Generasi muda berfungsi sebagai generasi penerus.

mampu memanfaatkan teknologi, sebagai aspek dari kebudayaan, untuk kehidupannya. serta mampu mengadakan penemuan-penemuan baru, mengembangkan kebudayaan yang telah ada.

c. Pembelajaran

adalah

upaya

mengorganisasi

lingkungan

untuk

menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Rumusan ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan rumusan terdahulu, sehab lebih menitik beratkan pada unsur peserta didik, lingkungan, dan proses belajar. Perumusan ini sejalan dengan pendapat dari Me. Donald, yang mengemukakan sebagai berikut: “educational, in the sense used here, is a process or an activity whkh is directed at producing desirable changes in the behavior of human beings (Me. Donal, 1959) artinya : Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan

menghasilkan perubahan tingkah laku manusia.

Implikasi dari pengertian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah aku peserta didik Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri: (1). Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2). Pola organisasi kepribadian berbeda-beda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3). Kepribadian hersifat dinamis, terus berubah meialui cara-cara tertentu. Tingkah laku manusia memiliki dua aspek, yakni: (1). Aspek objektif, yang bersifat struktural, yakni aspek jasmaniah, (2). Aspek subjektif, yang besifat fungsional, yakni aspek rohaniah.

61

2. Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan Perkembangan tingkah laku seseorang adalah berkat pengaruh dari lingkungan. Lingkungan kita artikan secara luas, yang terdiri dari lingkungna alam dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial sering lebih berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Melalui interaksi antara individu dan lingkunganya, maka siswa memperoleh pengalaman, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap perkembangan tingkah lakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses sosialisasi di mana anak didik disiapkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sekitamya. Sekolah berfungsi menyediakan lingkungan yang dibutuhkan bagi perkembangan tingkah laku siswa, antara lain menyiapkan program belajar, bahan belajar, metode mengajar, alat mengajar dan lain-lain. Selain dari itu, pribadi guru sendiri, suasana kelas, kelompok siswa, lingkungan di luar sekolah, semua menjadi lingkungan belajar yang bermakna bagi

perkembangan siswa.

3. Peserta didik sebagai suatu organisme yang hidup. Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang, misalnya, kebutuhan, minat, tujuan, abilitas, intelegensi, emosi dan lain-lain. Tiap individu peserta didik mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari dalam diri peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu, sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal.

62

d. Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik. Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan tuntutan masyarakat. Implikasi dari rumusan/pengertian ini,adalah sebagai berikut:

1. Tujuan pembelajaran Pembentukan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Seorang warga negara yang baik bukan menjadi konsumen, tetapi yang lebih penting ialah menjadi seorang produsen. Untuk menjadi seorang produsen, maka dia barus memiliki keterampilan berbuat dan bekerja, menghasilkan barang-barang dan benda kebutuhan masyarakat. Motto yang dikemukakan: "benign habitat for good living", artinya seorang warga negara yang baik bila dapat menyumbangkan dirinya kepada kebidupan yang baik.

2. Pembelajaran berlangsung dalam suasanan kerja. Program pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja. dimana para siswa mendapat latihan dan pengalaman praktis. Karena itu, suasana yang diperlukan adalah suasana yang aktual, seperti dalam keadaan sesungguhnya. Para siswa mengerjakan hal-hal menarik minatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3. Peserta didik/siswa sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja. Siswa memiliki bermacam kemampuan, minat, dan Kebutuhan, antara lain kebutuhan ingin berdiri sendiri, ingin punya pekerjaan. Siswa tidak menginginkan berdiam dengan pasif, semua ingin melakukan kegiatan,

63

e. Sekolah dari masyarakat adalah suatu integrasi. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. Olson. Perumusan atas kebutuhan itu. Jikalau energi itu tidak disalurkan. serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kesibukan yang bermakna. melainkan untuk 64 . Dalam hal mi. Sesuai dengan tujuan tersebut. Guru-guru harus menguasai program keterampilan khusus dan menguasai strategi pembelajaran keterampilan. Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini (G. sekolah merupakan suatu ruang workshop dan oleh karenanya guru harus mampu memimpin dan membimbing siswa belajar bekerja dalam bengkel sekolah. 10 atau 20 tahun ke depan. Dengan berkembang kemampuan kerja. penyaluran energi yang berlebihan sebaiknya dilakukan dengan cara menyediakan kesempatan bekerja. Pada dasamya tidak ada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya menjadi barisan penganggur. Energi mereka miliki perlu mendapat penyaluran sebagaimana mestinya. Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut: 1. Tujuan pembelajaran ialah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat. 4. mencari pengalaman yang praktis. maka dapat menyebabkan tingkah laku yang tidak diharapkan. 1945). pengembangan minat dan sikap. maka tuntutan dan harapan masyarakat dapat dipenuhi. mereka bukan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang masih jauh. peranan guru dalam sekolah komprehensif adalah sangat penting. Guru sebagai pimpinan don pembimbing bengkel kerja.bermain. dan memupuk keterampilan jasmaniah-rohaniah. Sekolah berfungsi menyiapkan siswa untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. atau bekerja. Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat.E.

Siswa bukan saja aktif belajar di laboratorium sekolah. survei. bukan saja memerlukan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan apresiasi. Dengan demikian. sehingga perkembangan pribadinya selaras dengan kondisi lingkungan masyarakatnya. di rumah dan di masyarakat. Kelas -ialu melakukan inventarisasi masalah-masalah yang muncul jalam masyarakat. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah don masyarakat. -tapi juga aktif bekerja langsung di masyarakat. Sumber-sumber masyarakat tak pernah habis sebagai sumber belajar. masyarakat akan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendidikan anak. 4. Masyarakat diartikan sebagai laboratorium belajar yang paling besar. Guru harus mengenal dengan baik keadaan masyarakat sekitamya.memecahkan masalah seharihari dalam lingkungannya. 3. Siswa turut merencanakan. atau dengan cara membawa masyarakat ke dalam sekolah sebagai nara sumber. kemudian menyusun rencana lengkap bersama para siswa sebagai persiapan melaksanakan di lapangan. Sekolah juga berfungsi turut memperbaiki kehidupan masyarakat sekitamya. dan lain-lain. membuat laporan. meninjau. semua potensi yang mereka miliki menjadi hidup dan berkembang. namun 65 . kemudian diupayakan pemecahannya. dan sebaliknya. Prosedur penyelenggaraan ialah dengan membawa siswa ke dalam masyarakat dengan karyawisata. berdiskusi. Guru mempersiapkan rencana awal pembelajaran. Siswa belajar secara aktif. mencari pengalaman kerja dalam berbagai lapangan kehidupan. supaya dapat menyusun proyek kerja bagi para siswa. berkemah dan lain-lain. 2. Guru bertugas sebagai komunikator Guru juga bertugas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Dengan cara ini. sekolah akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. Pranan sebagai komunikator.

Dengan proses mendisain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. sistem kehidupan hewan. Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga. antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu kescluruhan. Kesaling tergantungan (interdependence). dan prosedur. antara lain adalah: 1. yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran. agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. dalam suatu rencana khusus. dan prosedur. Tujuan sistem pembelajaran agar siswa belajar. sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. material. memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain.diperlukan pula keterampilan berintegrasi dan bekeda sama dengan masyarakat. Rencana. 3. Pandangan-pandangan yang telah dibahas itu. Sistem yang dibual oleh manusia. 4. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami (natural). semuanya memiliki tujuan. sistem pemerintahan. Sistim alami (natural) seperti sistem ekologi. dan memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. material. seperti: sistem transportasi. sistem komunikasi. Berdasarkan teori-teori tersebut semakin jelaslah bahwa kegiatan dan proses pembelajaran itu sangat kompleks. Tiap unsur bersifat essensial. ialah penataan ketenagaan. tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. 2. akan menjadi lebih jelas setelah mempelajari uraian-uraian berikumya. Tujuan.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran. disusun sesuai dengan rencana tertentu. 66 .

Dahulu. jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan. 5. memang tidak dicoba terkaitkan dengan belajar itu sendiri. termasuk tujuannya. Jika pada masa sekarang ini pembelajaran dicoba terkaitkan dengan belajar. Muatan-muatan yang termaktub dalam tujuan belajar. Implikasi dari adanya keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan belajar siswa tersebut adalah usunnya tujuan pembelajaran yang dapat menunjang apainya tujuan belajar. Pembelajaran lebih onsentrasi pada kegiatan guru dan tidak terkonsentrasi pada kegiatan siswa. tercapailah maksud atau tujuan pembelajaran tersebut. Contoh kongkiit tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar adalah sebagai berikut : Setelah pertama Tujuan Belajar Tujuan Pembelajaran menelaah teks butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara pancasila kaitan siswa antara dapat menelaah teks butir pertama pancasila butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan 67 . pembelajaran tak terkait dengan blajar. maka dalam merancang aktivitas pembelajaran. Pembelajaran dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswaa belajar.5. Aktivitas belajar siswa harus dijadikan titik tolak dalam merancang pembelajaran. guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELMARAN. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar. Pembelajaran model dahulu itu. Tujuan pembelajaran haruslah menunjang dan dalam tercapainya tujuan belajar. Sebab.1. haruslah termaktub juga dalam tujuan pembelajaran. ketika pembelajaran dimaksudkan sebagai kadar penyampaian ilmu pengetahuan.

yaitu setelah siswa belajar dan atau dibelajarkan. siswa dapat membedakan antara siswa dapat menjelaskan kaitan antara tumbuhtumbuhan yang berkeping satu butir portama dengan butir kedua dan yang berkeping dua. Setelah secara benar dengan menggunakan dibelajarkan dengan cara mengamati kata-kata yang ada pada teks Setelah tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan mengamati berbagai tumbuh-tumbuhan sekolah. siswa tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dapat membedakan antara tumbuhdengan tumbuhan berkeping dua. siswa dapat menibedakan di kebun percobaan sekolah. 2. bahwa tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar siswa adalah : 1. butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan sendiri. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi substansinya. 68 . Setelah pertama menelaah pancasila. Setelah mengamati berbagai tumbuh. Setelah dibelajarkan dengan tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi waktu. kata-kata yang ada pada teks Dari contoh yang disebutkan tersebut sangatlah jelas. kata-kata sendiri. aitu siswa bisa "apa" setelah belajar dan atau dibelajarkan. menclaah teks butir pertama pancasila.Setelah siswa dibelajarkan dengan cara tunibuhan di kebun percobaan sekolah. cara Setelah menelaah teks pancasila kaitan butir-butir dapat butir membaca buku teks dan berdiskusi pertama siswa antara dengan teman-temannya siswa dapat menjelaskan membedakan tumbuh-tumbuhan yang pertama dengan butir kedua secara berkeping satu dengan yang berkeping benar dengan menggunakan kata-kata dua.sendiri. kaitan teks siswa antara sendiri butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara dapat menelaah teks butir pertama pancasila.

siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. 3. Oleh karena itu tujuan pembelajaran demikian ini tidak menunjang pencapaian tujuan belajar. 2. Sedangkan pada contoh ketiga dan keempat. yaitu sama-sama berada pada diri siswa. Punya kesamaan takaran dalam pencapaian tujuan. Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar. substansi tujuan belajar telah dikacaukan oleh substansi tujuan pembelajaran. Ada perbedaan titik tekan antara tujuan belajar dengan tujuan pembelajaran. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran. 4. 5. berikut disajikan contoh tujuan pembelajaran yang tidak kongruen dengan tujuan belajar : Contoh yang disebutkan tersebut. tujuan belajar telah dikacaukan oleh tujuan pembelajaran dari segi cara penyampaiannya. 5. jelas menunjukkan tidak kongruen antara tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar. 69 .2.3. Model. Pada contoh pertama dan kedua. Prinsip kebermaknaan. siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat (prerckuisit). Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi cara mencapainya. Agar tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar tersebut jelas. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar siswa/mahasiswa a. siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditim. Prasyarat. Punya kesamaan dari segi pusat kegiatan. ialah: 1.

kejadian dan peninggalan sejarah. sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdaya guna bagi kepentingan proses belajar siswa. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada: 1. siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pendapat siswa. Itu sebabnya. 5. ternyata ada dalam. Untuk itu. Pemilihim buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. b. siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalamjangka waktu yang pendek. Sumber masyarakat. masyarakat berupa objek. siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran 7. 8. Keadaan yang menyenangkan. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. Hal-hal yang tidak tertulis dalam buku dan belum terkuasai oleh guru. Aktif dan latihan. Komunikasi terbuka. siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan/menarik. Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenan dengan mata ajaran tertentu. atau harus dibeli di pasaran buku. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi pembelajaran menyenangkan baginya. guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas serta mendalami ilmu pengetalman.4. Pribadi guru sendiri pada dasamya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan bagmya. Latihan yang terbagi. 3. Tekanan instruksional. 9. 2. Daya tarik. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan sumber pelengkap. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan sekolah. guru perlu menyiapkan program 70 . juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. 6. yang perlu dimanfaatkan secara maksimal.

adil. bahan yang dipelajari. kemampuan siswa sendiri. 2. Sikapsikap tersebut pada gilirannya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan serta menciptakan antusiasme terhadap pelajaran yang sedang diberikan. 3. Perlu adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik di dalam kelas. Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran. berdasarkan petunjuk dan bantuan guru. harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar. d. dan terbuka dalam kelas. serta suasana dalam diri siswa sendiri. c. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru. 3. siswa sendiri dan bantuan orang ma. Namun. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantu yang diperlukan. dan ketersediaannya di sekolah. Guru diharapkan bersikap menunjang. membantu. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. selaras dan seimbang dalam kela. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk pengajaran dan ternyata tidak banyak pengaruhya terhadap keberhasilan belajar siswa.pembelajaran dalam upaya memanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya. Membeli di pasaran bebas scandamya alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok dengan kegiatan belajar yang akan ditakukan. Prosedur yang harus ditempuh adalah: 1. kemampuan guru memberikan pengajaran. 2. guru dan siswa dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut: 1. yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan rasa tenggang rasa dan tanggung jawab 71 . Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas. Suasana yang disiplin ini juga ditentukan oleh perilaku guru. Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerjasama yang serasi.

dan memberikan pengalaman-pengalaman perekuisit. e. belajar dengan kemampuan dan bakatnya. Motivasi itu sebaiknya timbul dari kesadaran yang tinggi untuk mendidik peserta didik menjadi warga negara yang bak. Guru harus memiliki motivasi untuk membelajarkan siswa. Sediakan waktu yang khusus untuk mengenal dan mengetahui dengan seksama semua kondisi subjek belajar. Guru perlu memiliki kemampuan dan proses pembelajaran. disamping kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku. berusaha untuk kopentingan sendiri. Pembinaan kesehatan. a. diakui bahwa motivasi pembelajaran itu sering timbul karena insentif yang diberikan. sehingga guru melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Namun. memperhatikan kesiapan belajar yang tepat waktunya. semua kondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. Bila diketahui terdapat ketidak seimbangan dan gangguan pada kondisi mereka. Kondisi guru siap membelajarkan siswa. 5.untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana dengan persaingan. Guru 72 . penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. Kedua jenis motivasi itu diperlukan untuk membelajarkan siswa. b. penyesuaian bahan. Jadi guru memiliki hasrat untuk menyiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru.3. maka guru perlu segera melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkannya. Motivasi untuk membelajarkan siswa. Kemampuan dalam proses pembelajaran sering disebut kemampuan profesional.

73 .perlu berupaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi siap untuk membelajarkan siswa.

"Motivation is the concept we use when we ddescribe the force action on or whitin an organism yo initiate and direct behavior" 74 . keterlibatan langsung/berpengalaman. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. serta perbedaan individual. Perhatian terhadap belajar akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Dari berbagai prinsip belajar tersebut terdapat beberapa prinsip yamg relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran. Prinsip-prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar (Gage n Berliner. baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam apaya meningkatkan mengajarnya. 2.1. motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar. Di samping perhatian. Motivasi dapat dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil (gage dan Berliner. tantangan.BAB II PRINSIP BELAJAR DAN APLIKASINYA 2. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang.1 Perhatian dan Motivasi Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. pengulangan. 1984 : 372). Apabila perhatian alami ini tidak ada maka siswa perlu dibangkitkan perhatiannya. 1984: 335 ). keaktifan. diperlukan untuk belajar lebih Ianjut atau diperlukan dalam kehidupan seharihari. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan. balikan dan penguatan.1.

seorang siswa yang dengan sungguh- 75 . orang tua. Hal ini merupakan dasar teori belajar B. Sebagai alat.Demikian menurut H. demikian pula sebaliknya. artinya datang dari dirinya sendiri.F. suatu hadiah yang diharapkan diperoleh sudah melakukan kegiatan. Motivasi dapat merupakan tujuan dan alat dalam pembelajaran. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. dapat juga bersifat eksternal yakni datang dari orang lain. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalan. Motivasi dapat bersifat internal. Petri (Petri. teman dan sebagainya. Sebagai contoh. dapat menimbulkan motif. dan keterampilan. nilai-nilai. Guru berharap bahwa siswa tertarik dalam kegiatan intelektual dan estetik sampai kegiatan belajar berakhir. Sikap siswa. Karenanya adalah kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. kehidupannya. Karenanya. 1986: 3). Herbet L. bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tridak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. dari guru. seperti haInya motif menimbulkan dan mengarahkan aktivitasnya. Insentif. Skinner dengan operant conditioning-nya' (Hal ini dibkarakan lebih lanjut dalam prinsip balikan dan penguatan). Siswa yang menyukai matematika akan merasa senang belajar matematika dan terdorong untulk belajar lebih giat. motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan. Motivasi juga dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.L. Sebagai tujuan. Motivasi mempunyai kaitan yang crat dengan minat. Perubahan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya. motivasi merupakan salah satu tujuan dalam mengajar.

Sebagai contoh. Jadi motif pada siswa itu yang semula ekstrinsik menjadi intrinsik. yaitu ingin menyenangkan orang tuanya. Motif ekstrinsik dapat juga berubah menjadi motif intrinsik yang disebut 'Iransformasi motir'. seorang siswa belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LIPTK) karena menuruti keinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi guru.sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu objek dapat diakibatkan oleh dua hal. walaupun lebih banyak bersifat ekstemal. cita cita. pengalaman. datang dari luar. Naik kelas dan mendapat ijazah adalah penyerta dari keberhasilan belajar. Perhatian ialah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu objek. Perhatian Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan. bakat. Motif ekstrinsik bisa bersifat eksternal. Makin terpusat perhatian pada pelajaran. Pertama. datang dari diri sendiri. orang itu merasa bahwa objek tersebut mempunyai kaitan dengan dirinya umpamanya dengan kebutuhan. minat. 76 . proses belajar makin baik dan hasilnya akan makin haik pula. dapat juga bersifat eksternal. Mula-mula motifnya adalah ekstrinsik. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat pada pelajaran. siswa belajar sungguh-sungguh bukan disebabkan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya telapi didorong oleh keinginan naik kelas atau mendapat ijazah. Motif intrinsik dapat bersifat internal. Sebagai contoh. tetapi setelah belajar heberapa lama di LPTK ia menyenangi pelajaranpelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi guru. Sedangkan motil ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertaanya.

2. siswa belajar dengan penuh perhatian. Biasanya mereka belajar cukup mendengarkan ceramah dari guru. dalam pelajaran IPA. Pada contoh kedua. Pelajaran tersebut ada kaitan dengan diri siswa. Ketiga contoh diatas menggambarkan siswa yang belajar dengan penuh perhatian akan tetapi penyebabnya berbeda. proses dan hasilnya akan lebih baik. 2.Kedua. karena guru mengajar dengan menggunakan alat peraga. KeRhatannya mereka sangat sungguh-sungguh menerjakan tugas tersebut. Sekelompok siswa disuatu sekolah dasar pada sutu waku mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian karena guru mengajarkan pelajaran tersebut dengan menggunakan alat peraga yang sebelumnya guru tersebut belum pernah melakukannya. bahwa : 1. Rukiah belajar dengan penuh perhatian. Upaya guru memumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dari uraian dan contoh diatas dapat disimpulkan. sehingga ia sungguhsungguh memperhatikan pelajaran tersebut. Objek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain. siswa belajar dengan penuh perhatian Karena guru menggunakan metode yang bervariasi tidak hanya ceramah). atau yang lain dari yang biasa. Belajar dengan permh perhatian pada pelajaran yang sedang dipelajari. antara lain: 77 . Karena pelajaran tersebut memiliki kaitan dengan pengalamannya. Contoh pertama. salah seorang siswa disuatu sekolah dasar sangat tertarik dengan penjelasan ibu gurunya tentang perpindahan penduduk. lain dari yang pada umumnya muncul. Perhatikan contoh kasus dibawah ini 1. karena ia pernah dibawa orang tuanya bertransmigrasi. (cara guru mengajar lain dan kebiasaannya) Demikian pula contoh ketiga. Rukiah. 3. Sekelompok siswa sedang asyik mengerjakan tugas kelompok.

(Gage and Berliner. 2. menermakan fakta. Kemukakan upaya apa yang harus anda lakukan untuk: 1. mempunyai kemampuan dan aspirasi sendiri. konstruktif. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif. Menarik perhalian siswa dengan cara mengailkan pelajaran tersebut dengan diri siswa (umpamanya dengan pengalaman mereka). Menarik perhatian siswa dengan cara menciptakan situasi pembelajaran yang bervariasi (umpamanya dalam penggunaan metode mengajar) 2. 1937:3 1). Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman. tempat belajar tidak terpaku hanya didalam kelas saja. Guru sekedar pembimbing dan pengarah (John Dewy 1916. kebutuhan. belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif. Umpamanya penggunaan metode mengajar yang bervariasi. penggunaan media. Anak mampu mencari. Thomdike mengemukakan keakifan siswa dalam belajar dengan bukum "lah. jiwa mengolah informasi yang kita terima. of exercise " -nya yang menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya 78 . bakat atau minat siswa. bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirmya sendiri. 1984 : 267). Mon Dewey misalnya mengemukakan.a. b. dan mampu merencanakan sesuatu. cita-cita. menafsirkan dan menairik kesimpulan. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendri. tidak sekadar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. dalam Dak ks. KEAKTIFAN BELAJAR Kecendrungan psikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah makhluk yang aktif. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu. Coba anda pilih salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa anda ajarkan.2. Menurut teori kognitif. maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri. menganalisis. Menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton.

menyimpulkan basil percobaan. Seperti yang telah dibahas di depan bahwa belajar iu sendiri adalah akivitas. Bila sudah selesai anda kerjakan. membandingkan satu konsep dengan yang lain. supaya kadar aktivitas belajair mereka relatif tinggi. Lebih jauh dari sekedar mengaktifkan siswa belajar. Bila ada siswa ) yang duduk di kelas pada saat pelajaran berlangsung. sudah menunjukkan adanya aktivitas belajar. akan tetapi mental emosionainya tidak terlibat akif didalam situasi pembelajaran itu. berlatih keterampilan-keterampilan. Akan tetapi barangkali kadarnya perlu ditingkinkan dengan metode mengajar lain. Mc Keachk berkenan dengan prinsip keaktifan mengemukakan babwa individu merupakan "manusia belajar yang selalu ingin tahu. Pada hakikamya siswa tersebut tidak ikut belajar. coba anda tetapkan salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa diajarkan.latihan-latihan. menulis. mendengar. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Sekali untuk memantapkan pemahaman anda tentang upaya meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa. Silahkan anda rancang kegiatan-kegiatan belajar yang bagaimana yang harus siswa anda lakukan. 1991:105). Kegiatan mendengarkan penjelasan guru. yaitu aktivitas mental dan emosional. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. Oleh karena itu guru jangan sekali-kali membiarkan ada siswa yang tidak ikut aktif belajar. 1976:230 dari Gredler MEB terjemahan Munandir. sosial. Contoh kegiatan psikis misaInya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi.” (MC Keachk. dan sebagainya. dan kegiatan psikis yang lain. siswa selalu menampakkan keaktifan. silahkan diskusikan deingan guru lain disekolah anda atau guru sesama peserta program 79 . Kegiatan fisik bisa berupa membaca. Dalam setiap proses belajar. guru harus berusaha meningkatkan kadar aktifitas belaiar tersebut.

dengan cara memecahkan masalah (prolem solving). keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas 80 . baik individual maupun kelompok. terlibat langsung dalam perbuatan. Sebagai contoh seseorang yang belajar membuat tempe. 2. yang paling baik apabila ia terlihat secara langsng dalam perbuatan (direct performance). belajar tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain.2. Pentingnya ketelibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh John Dewey dengan "leaming by doing"-nya. dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan. Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerueut pengalamannya mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung. belajar adalah mengalami.4. Belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung. Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati. Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif. apalagi sekadar mendengar orang bercerita bagaimana cara pembuatan tempe (telling). Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator. PENGULANGAN BELAJAR Prinsip belajar yang menekankan perlunva pengulangan barangkali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori Psikologi Dava. namun lebih dari itu terutama adalah keterlibatan mental emosional. KETERLIBATAN LANGSUNG DALAM BELAJAR Di muka telah dibkarakan bahwa belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa yang. dalam penghayatan dan intemalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilat. bukan sekadar melihat bagaimana orang menikmati tempe (demonstrating). dan bertanggung jawab tehadap hasilnya. Keterlibatan siswa di dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata.3.

tetapi dapat juga oleh stimulus penyerta. Dengan mengadakan pengulangan maka dasya-daya tersebut akan berkembang. merasakan. Seperti hainya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam.Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari Koneksionisme juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. mengingat. Mengajar adalah membentuk kebiasaan. Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori psikologi Asosiasi atau Koneksionisme dengan tokoh yang terkenal Thorndike. 1991: 51). Marget E Bell. Berangkat dari salah satu hukum belajarnya “law of exercise". belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons maka pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan karena saja stimulus. Banyak tingkah laku manusia yang terjadi karena kondisi. Kalau pada Koneksionisme. mengkhayal. Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda. dan sebagainya. berpikir. dari Gredlei. 1931b:20. mengulang-ulang sesuatu perbuatan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pembiasaan tidak perlu selalu oleh stimulus yang sesungguhnya. kendaman berhenti ketika lampu Ialu lintas berwarna merah. maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempuma. tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan.daya mengamat. misalnya siswa berbaris masuk ke kelas karena mendengar bunyi lonceng. terjemahan Munandir. Menurut teori ini perilaku individu dapat dikondisikan. menanggap. ia mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. Seperti kata pepatah "latihan menjadikan sempuma" (Thomdike. Walaupun kita tidak japat menerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang dikemukakan 81 .kabiasaan. dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. Yang pertama pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa sedangkan yang kedua dan ketiga pengulangan untuk respons yang benar dan membentuk kebiasaan. dan belajar merupakan upaya untuk mengkondisikan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu.

situasi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. dan generalisasi tersebut. maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahasa belajar tersebut. namun prinsip pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran. 82 . 2. Penguatan positif maupun negatif juga akan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh gaujaran atau terhindar dari hukum yang tidak menyenangkan. tetapi selalu terdapat hambatan yang mempelajari bahan belajar. Dalam belajar tetap diperlukan latihan/pengulangan. inkuiri. SIFAT MERANGSANG DAN MENANTANG DARI MATERI YANG DIPELAIARI Teori Medan (Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa dalam. Apabila hambatan itu telah diatasi.ketiga teori tersebut. prinsip-prinsip. artinya tujuan belajar telah tercapai. Metode drill dan stereotyping adalah bentuk belajar yang menerapkan prinsip pengulangan (Gage dan Berliner. Pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menermakan konsep-konsep. dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha meneari dan menemukan konsp-konsep. karena tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar. demikian seterusnya. Agar pada anak timbul motif yang Kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang.tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. Bahan belajar yang telah mendan saja kurang menarik bagi siswa. Penggunaan metode eksperimen. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar haruslah menantang. yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai. Bahan belajar yang baru. prinsipprinsip. maka ia akan masuk dalam medan baru dan tujuan baru. diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebili giat dan sungguh-sunggub.5. 1984: 259).

Balikan yang segera diperoleh siswa setelah belajar melalui penggunaan metode-metode ini akan membuat siswa terdorong untuk belajar lebih giat dan bersemangat. Format sajian berupa tanya jawab. dan sebagainya merupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan dan penguatan. Inilah yang disebut penguatan negatif.nya Thomdike. Skinner. 83 . maka penguatanatan negatif juga disebut escape conditioning. apalagi hasil yang baik. metode penemuan. eksperimen. diskusi. 1984: 272). Di sini siswa mencoba menghindar dari peristiwa yang tidak menyenangkan. akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengarub baik bagi usaha belajar selanjutnya. maka pada operant conditioning yang diperkuat adalah responsnya.2.6. Sebaliknya anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kelas. Namum dorongan belajar itu menurut B. Hasil. Nilai yamg baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Siswa belajar sunggub-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. karena takut tidak naik kelas ia terdorong tuk belajar lebih giat. PEMBERIAN BALIKAN ATAU UMPAN BALIK DAN PENGUATAN BELAJAR Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori belajar operant Conditioning dari B. Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang haik.E Skinner tidak saja oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga ada yang tidak menyenangkan. Kalau pada teori conditioning yang diberi kondisin adalah stimulusnya. Di sini nilai buruk dan dan rasa takut lidak naik kelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat.F. Kunci dari teori belajar im adalah law of effect . Atau dengan kata lain penguatan positif maupun negatif dapat memperkuat belajar (gage dan Berliner. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif.

7. warna. 84 . Perhatian dan Motivasi Siswa dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua ungsangan yang mengarah ke arah pencapaian tujuan belajar. dengan alasan apapun tidak dapat mengabaikan begitu saja adanya prinsip. Peningkatan/pengembangan minat im merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi (Gage dan Berliner. membandingkan konsep sebelumnya dengan konsep yang baru diterima. Dengan demikian siswa diharapkan selalu melatih indranya untuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam prosses pembelajaran. menyebabkan siswa harus membangkitkan perhatiannya kepada segala pesan yang dipelajarinya. menanggapi secara positif pujian atau dorongan dari orang lain. gerak. baik fisik atau psikis. bentuk.1. mengamati secara cermat gerakan psikomotorik yang dilakukan guru. 2. Senma kegiatan atau perilaku tersebut harus dilakukan oleh siswa secara sadar sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajarnya. Pesan-pesan yang menjadi isi pelajaran seringkali dalam bentuk rangsangan suara. dan rangsangan lain yang dapat diindra.2. 1984:373). jika mereka menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motivasi belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan mengembangkan secara terus menerus. Untuk dapat membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mereka secara terus menerus.7.prinsip belajar. siswa dapat melakukannya dengan menentukan atau mengetahm tujuan belajar yang hendak dicapai. IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Siswa sebagai "primus motor” (motor utama) dalam kegiatan pembelajaran. seperti mendengarkan ceramah guru. Adanya tuntutan untuk selalu memberikan perhatian ini. atau kegiatan sejenis lainnya. Contob kegiatan atau perilaku siswa. Justru pada siswa akan berhasil dalam pembelajaran.

Keterlibatan langsung/ berpengalaman Hal apapun yang dipelajari siswa.7.2. ingin tahu hasil dan kimia. siswa membaca puisi di depan kelas. Tidak ada seorangpun dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya (Davies. dan perilaku sejenis lainnya. dan prilaku sejenis lainnya. Dengan keterlibatan langsung inj. siswa dituntut untuk selalu aktif memproses dan mengolah perolehan belajarnya. dan perilaku sejenis lainnya.7. Untuk dapat memproses dan mengolah perolehan belajarnya secara efektif. Keaktifan Sebagai "primus motor" dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar. Bentuk perilaku keterlibatan langsung siswa tidak secara mutlak menjamin terwujudnya prinsip keaktifan pada diri siswa. secara mutlak menuntut adanyan keterlibatan langsung dari "tiap siswa dalam kegiatan belajar pembelajaran. Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan-segan mengerjakan segala tugas belajar yang dibeerikan kepada mereka. Dari contoh-contoh perilaku siswa untuk meningkatkan dan membangkitkan motivasi belajar. 85 . Bentuk-bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi siswa misalnya adalah siswa ikut dalam pembuatan lapangan bola voli. membuat karya tulis. menganalisis hasil percobaan. Namun demikian. maka ia harus mempelajarinya sendiri. 2. perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa. Pemyataan ini. siswa melakukan reaksi kimia. dapat ditandai bahwa perilaku-perilaku tersebut bersifat psikis.4. 2.menentukan target atau sasaran penyelesaian tugas belajar. membuat kliping. Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran. secara logis akan menyebabkan mereka memperoleh pengalaman atau berpengalaman. siswa berdiskusi untuk membuat laporan. 1987:32). perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan.

ia akan belajar dan mengingat secara lebih baik (Davies. siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapinya. dan mengolah setiap pesan yang ada dalam kegiatan pembelajaran. melaksanakan tugas terbimbing maupun mandiri. Tantangan Prinsip belajar ini bersesuaian dengan pemyataan bahwa apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri. 2. Bentuk-bentuk perilaku siswa yang merupakan implikasi dari prinsip tantangan ini diantaranya adalah melakukan eksperimen. maka ia lebih termotivasi untuk belajar. menerima kenyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai. 1987: 32). Pengulangan Penguasaan secara penuh dari setiap langkah kemungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti (Davies. Jachan. atau menerima teguran dari gurulorang tua karena hasil belajar yang jelek.5.7. yang sekaligus merupakan penguat (reinforce) bagi penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban.6.7. diantaranya menghafal unsur-unsur kimia setidp valensi.7. Implikasi prinsip tantangan bagi siswa adatah tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh. atau mencari tahu pemecahan suatu masalah. memproses. Hal ini berarti siswa selalu menghadapi tantangan untuk memperoleh. apakah benar atau salah? Dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang hasil (knowledge of result). dan mengolah pesan. menghafal nama-nama latin tumbuhan. 2.7. memproses. Balikan dan Penguatan Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang dilakukan. Dari pemyataan inilah pengulangan masih diperlukan merasa bosan dalam melakukan pengulangan. atau menghafal tahun-tahun terjadinya peristiwa sejarah. 86 . Bentuk-bentuk perilaku pembelajaran yang merupakan implikasi prinsip pengulangan. 1987:32 ).2. mengerjakan soal-soal lingkungan. Sclain itu.

. belum tentu tepat untuk siswa yang lain. Karena hal inilah. Disamping itu. Implikasi adanya prinsip perbedaim individual diantaranya adalah menentukan tempat duduk di kelas. Tidak belajar. khususnya siswa.9. Guru yang menyamaratakan siswa menganggap semua siswa sama. kebiasaan belajar. 87 . yang memiliki perbedaan dari siswa lain.8. Suatu tindakan guru yang dipandang tepat terhadap seorang siswa. Belajar dalam arti proses mental dan emosional terjadi secara individual. akan membantu siswa menentukan cara belaiar dan sasaran belajar bagi dirinya sendiri. Jika kita mengajar disuatu kelas sudah barang tentu kadar aktivitas belajar para siswa beragam. pada prinsipnya bertentangan dengan hakikat manusia. menyusun jadwal belajar. bakat. Guru yang bijaksana akan menghargai dan memperlakukan siswa sesuai dengan hakikat mereka masingmasing. kecerdasan. Perbedaan itu mungkin dalam hal pengalaman.7. 2. Untuk memperjelas implikasi prinsipprinsip belajar bagi siswa. sehingga memperlakukan mereka sama kepada semua. anda dapat mengidentifikasi dari kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sebagai indikatornya. Perbedaan Individual Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lain.2. minat. Perbedaan individual Belajar tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. atau memilih bahwa implikasi adanya prinsip perbedaan individu bagi siswa dapat berupa perilaku fisik maupun psikis. Akan tetapi ada perlakuan yang memang harus sama terhadap semua. berarti tidak akan memperoleh kemampuan. tipe belajar dan sebagainya. siswa yang belajar sebagai pribadi tersendiri. 1987: 32). Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan siswa lain.7. setiap siswa belajar menurut tempo (kecepatan)nya sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi kecepatan belajar (Davies.

Untuk keperluan itu semua guru perlu memahami pribadi masing-masing yang menjadi bimbingannya. Siswa yang memiliki tipe belajar yang motorik akan memiliki tipe belajar visual akan lebih mudah belajar melalui penglihatan. Perlakuan guru terhadap siswa yang cepat harus berbeda dii i perlakuaii terhadap siswa yang termasuk lamban. tipe belajarnya. guru perlu menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Siswa yang memiliki tipe belajar yang auditif akan lebih mudah belajar melalui pendengaran. Pernahkah buku catatan pribadi tersebut digunakan. begitulah seterusnya sampai kejenjang pendidikan berikumya. Data apa saja yang dicatat 2. Kapan buku tersebut diisi 3. sedangkan siswa yang memiliki tipe belajar motorik akan lebih mudah belajar melalui perbuatan. penyakit yang dideritanya. bahkan kejadian sehari-hari yang dianggap penting.Demikian pula yang menyangkut pelajaran. Buku catatan pribadi siswa itu harus diisi secara rutin dan terus mengikuti pribadi siswa tersebut ke kelas dan ke jenjang pendidikan berikutnya. dan untak apa 88 . Didalam menggunakan metode mengajar. Buku catatan pribadi tiap siswa kelas 1 setelah mereka naik kelas II harus diserahkan pada guru kelas II untuk digunakan dan diisi dengan data baru. latar belakang kehidupan orang tuanya. Adakah buku catatan pribadi tiap siswa dikelas tempat anda mengajar? Bila ada coba pelajari: 1. bakatnya. kemampuan panca indranya. Siswa yang lamban perlu banyak dibantu sedangkan siswa yang cepat dapa diberi kesempatan lebih dulu maju atau melakukan pengayaan. sebab mungkin siswa yang kita ajar memiliki tipe belajar yang berbeda. Semua itu harus dkatat pada catatan pribadi siswa. Setiap siswa perlu dikatat tentang kecerdasannya. Pelajaran mana yang harus dipelajari oleh semua siswa dan peIajaran mana yang boleh dipilih oleh siswa sesuai dengan bakat mereka. Oleh karena itu catatan pribadi siswa sangat bermanfaat.

unsur-unsur penabelajaran tersebut saling berkaitan. Bagaimana implikasi tujuan. Silahkan anda pelajari berbagai sumber tentang belajar. 89 . siswa dan guru. Itulah lima prinsip belajar telah kita diskusikan. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan motifasi belajar siswa? 3. saling mempengaruhi. bahan pelajaran. Belajar terjadi pada suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari komponen atau unsur tujuan. coba buat sebuah model buku catatan pribadi siswa yang menurut anda cukup lengkap untuk keperluan pembimbingan belajar terhadap siswa. Akan tetapi paling tidak kelima prinsip diatas hendaknya menjadi pegangan kita didalam membelajarkan siswa-siswa kita. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan strategi belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan unsur-unsur lain didalam system pembelajaran. strategi. Yang menjadi unsur utama ialah tujuan pembelajaran. alat dan siswa terhadap penggunaan strategi belajar mengajar akan kita diskusikan pada kegiatan belajar berikutnya. Identifikasikanlah kegiatan pembelajaran yang anda rancang. Bagaimana saran anda untuk pemanfaatan buku catatan pribadi tersebut : data dan pengisiannya serta penggunaanya. bahan pelajaran. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk menarik perhatian siswa? Untuk memudahkan anda dalam mengerjakan latihan diatas bacalah rambu-rambu pengerjaan latihan berikut ini. 1. Oleh karena itu tujuan pembelajaran harus ditetapkan lebih dulu. alat.4. Untuk memantapkan pemahaman anda terhadap materi yang anda pelajari kerjakanlah latihan dibawah ini. Apakah kegiatan pembelajarannya termasuk belajar meialui pengalaman ataukah melalui pengamatan? 2. Semua unsur didalam pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sebagai suatu system. Jika ternyata belum ada. Rambu-rambu pengerjaan latihan.

Untuk menjawab pertanyaan ini anda hendaknya mengingat kembali materi yang membahas teknik-teknik membangkitkan motivasi belajar siswa. Siswa merupakan imdividual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis. Perbedaan individual ini pada cara dan hasil belajar siswa. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis.1. Belajar memiliki tiga atribu pokok ialah: 1. Selain anda harus mengingat kembali materi tentang teknik-teknik menarik perhatian siswa. 3. kepribadian dan sifat-sifatnya. Untuk lebih meyakinkan anda observasilah teman anda yang sedang mengajar. baik menyangkut kognitif psikomotorik maupun afektif. 2. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan individual. disekolah umumnya kita kurang memperhatikan masalah perbedaan pelaksanaan pembelajaran dikelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata. anda juga dapat melakukan observasi atau meminta teman anda mengobservasi anda yang sedang mengajar. Dari hasil identifikasi ini anda akan mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang anda rancang lebih menekankan pada belajar melalui pengalaman (langsung dan tak langsung) ataukah melalui pengamatan. demikian pula dengan pengetahuannya. 2. Hasil belajar berupa perubahan perilaku. tiap siswa memiliki perbedaim satu dengan lain. Catatlah kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran. Belajar merupakan proses mental dan emosional atau aktivitas pikiran dan perasaan. 90 . Identifikasi setiap langkah kegiatan pembelajaran yang akan anda tempuh. kebiasaan yang kurang lebih sama. Karenanya perbedaan individu perlu diperhaikan pleh guru dalam upaya pembelajaran. Catatlah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan teman anda yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Sekarang tiba saamya anda membaca rangkuman dibawah ini unuk lebih memantapkan ingatan anda terhadap materi yang telah dipelajari. Ambillah salah satu rencana pembelajaran yang akan anda laksanakan.

Disamping in dalam memberikan tugas hendaknya disesuikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga bagi siswa yang pandai. dan guru teimplikasi adanya 91 . Usaha lain untuk memperbaiki pembelajaran klasikal adalah dengan memberikan tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa yang pandai. maupun kurang akan merasakan berhasil didalam belajar. sedang. Antara lain penggunaan metode atau straegi belajar mengajar yang ervariasi sehingga perbedaan perbedaan kemampuan siswa dapat terlayani. perlu disadari bahaya implementasi prinsip-prinsip belajar sebagai implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru tidak semuanya terwujud dalam setiap proses pembelajaran. tampak dalam setiap kegiatan perilaku mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Juga penggunaan media instruksional akan membantu melayani perbedaan siswa dalam cara belajar. maka dengan sendirinya prinsip-prinsip belajar. Namun demikian.Pembelajaran yang bersifat klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapa diperbaiki dengan beberapa cara. Implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru. Sebagai unsur primer dan sekunder dalam pembelajaran. dan memberikan bimbingan belajar bagi anak yang kurang.

Dengan 92 . maka kurikulum berisi nilai-nilai atau citacita yang sesuai dengan pandangan hidup bangsa. Dalam kurikulum itulah tersimpul segala sesuatu yang harus lijadikan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan. Hubungan antara pendidikan dan kurikulum adalah hubungan antara tujuan dan isi pendidikan. Pemikiran tentang adanya kurikulum adalah setua dengan adanya sistem pendidikan itu sendiri. Akan tetapi. tegasnya tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Pada hakekamya. proses pendidikan yang dijalankan adalah usaha untuk merealisasikan nilai-nilai dan ide-ide tersebut. Tak mungkin ada Kegiatan pendidikan tanpa kurikulum. masyarakat yang dinamis akan selalu mengalami perkembangan.. Artinya sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. Hal itu dapat diartikan bahwa kurikulum dapat membawa kita ke arah tercapainya tujuan pendidikan. atau tegasnya kurikulum yang dijadikan dasar acuan ini relevan. Suatu tujuan. tak dapat dipisahkan sama dengan yang lain. prinsipil ini tetap karena ia berhubungan dengan sistem nilai atau pandangan hidup suatu bangsa. Pada hakekatnya. Kurikulum pun harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. karena kurikulum merupakan isi dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman modern ini tak mungkin tanpa melibatkan keikutsertaan kurikulum. hal itupun dapat dipandang sebagai akibat sistem pendidikan yang dijalankan yang sudah diperhitungkan.BAB III DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang erat berkaitan. esensial. isi. Pada dasamya tujuan pendidikan yang pokok (atau hakiki. Kebutuhan akan adanya aktivitas pendidikan selalu berarti kebutuhan adanya kurikulum. selalu menuntut adanya perubahan sesuai dengan perubahan zaman. hal itu tidak berarti kurikulum pun harus statis. akan dapat terlaksana jika alat sarana. tak pernah mengalami perubahan.

tanpa mengakibatkan berbagai faktor lain yang juga berperan. Pada waktu itu.1. Hal itu menunt kepadanya untuk memahami dan menguasai berbagai masalah pendidikan. keterampilan. sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar bersangkutan. Dalam hal ini. Tafsiran-tafsi tersebut berbeda-beda satu sama lainnya. artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Dalam suatu kurikulum sekolah telah tergambar tentang berbaga pengetahuan. Penting bagi guru adalah ia harus benar-benar menyadari peranannya sebag pelaksana pendidikan yang amat menentukan. sikap serta nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan suatu sekolah. ijazah pada hakekatnya merupakan suatu bukti.kata lain adanya keadaan masyarakat yang dinamis dan terbukti terhadap adanya usaha-usaha pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman tersebut. situasi dan kondisi lingkungan. Dalam banyak hal. Masih terdapat berbagai faktor lain yang turut menunjang kualitas atau keberhasilan kegiatan pendidikan yang dijalankan. kurikulum dapat dijadikan ukuran kualitas proses dan keluaran pendidikan yang dijalankan. pengerti kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditemp oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh Ijazah. Pengertian Kurikulum 3.1. antara lain masalah kurikulum. kualitas guru sebagai pelaksana pendidikan dan sebagainya. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yakni "currculae". sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ke tempat lainnya 93 . ini.1 Kurikulum Sebagai Jembatan Meraih Ijazah Istilah "kurikulum" memiliki berbagai tafsiran yan dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembang kurikulum sejak dulu sampai dengan dewasa. Akan tetapi kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya faktor penentu "kualitas seperti yang disarankan didalamnya. Dengan menempuh suatu kurikulum. merupakan keberhasilan sistem pendidikan. bahwa siswa telah menempuh suatu Kurikulum yang berupa rencana pelajaran. 3. Misalnya saja masalah sarana dan prasarana. siswa dapat memperoleh ijazah.

maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai orang sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (S. suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu. Seseorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan. is in a school or collage. 1980 : 5).dan akhirnya mencapai finish. Currculum . Kurikulum kemudian diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetalman yang ditempult atau dikuasai untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau ijazah. Pengertian Kurikulum (Oleh Burhan Nurgiyantoro dalam bukunya Dasar-Dasar Pengembangan Karikalum Sekolah) Istilah kurikulum semula berasal dari istilah yang dipergunakan dalam dunia taktik curere yang berarti "berlari' . Itulah sebabnya orang pada waktu lalu juga menyebut kurikulum dengan istilah “Rencana Pelajaran" yang merupakan terjemahan istilah Leerplan. a specified fixed course of study. kiranya ada kesesuaiannya dengan perumusan yang dikemukakan oleh Stenhouse berikut : Currkulum is the planned conipesite 94 . Pengertian kurikulum sebagai yang tercantum dalam kamus Webster yang dikutip diatas. Rencana pelajaran merupakan salah satu komponen dalam asas-asas didaktik yang harus dikuasai (atau paling tidak diketahui) oleh seorang guru atau calon guru. kurikulum juga diartikan sebagai suatu rencana yang disengaja dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Sebagai misal pengertian kurikulum seperti yang tercantum dalam Webster's Intemational Dktionary " . as one leading to degree. Nasution. Disamping itu. Dari istilah atletik kurikulum mengalami perpindahan arti kedunia pendidikan. Course . Dengan kata lain. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung atau seseorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain.

1976 : 4). Anak yang berhasil melewati tahap ini akan atau herhak memperoleh ijazah.buku tersebut. karena anaklah 95 . sebab pada kenyataanya pula seperti halnya dengan masalah-masalah lain. kurikulum dijalankan (mau tak mau) berpusat pada guru atau but Teacher Centered Curiculum. sehingga kurikulum terutama dalam hal tujuan instruksional dan pemilihan bahan pengajaran lebih banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh buku.effort of any school to guide pupil leaming to ward prederennined learning outcome (Larence Stenhouse. belum dapat meninggalkan (atau mungkin meninggalkan) sama sekali pendirian tradisonal. yakni pendirian tradisional. pendirian tradisional mengenai kurikulum tersebut ditinggalkan orang karena dianggap terlalu sempit dan atau paling tidak orang berusaha mencari kemungkinan-kemungkinan baru. Defenisi-defenisi kurikulum yang bersifat tradisional biasanya masih menampakkan adanya kecenderungan penekanan pada rencana pelajaran untuk menyampaikan mata-mata peiajaran (subject matter) kepada anak didik yang biasanya berisi kebudayaan. (hasil budidaya) masa lampau atau sejumlah ilmu pengetahuan. ternyata hal tersebut kurang menguntungkan karena ia membatasi pengalaman anak dalam proses belajar-mengajar kelas saja dan kurang inemperhatikan pengalaman-pengalaman lain yang diperoleh di luar kelas. yaitu kurikulum yang berpusat pada materi pelajaran Sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum macam ini biasanya disebut Subject Centere Curiculum. Kurikulum yang bersi demikian. Dihubungkan dengan kebutuhan pengalaman anak yang diharapkan terpenuhi melalui kegiatan belajar-mengajar sekolah. hanya menekankan aspek intelektual saja yang harus dikuasai siswa dan mengabaikan aspek-aspek yang lain yang juga sangat berpengaruh dalam perkembangan kejiwaan siswa. Pandangan yang lebih kemudian ingin mengubah pandangan tersebut dengan memperhatikan minat dan kebutuhan anak. Kabudayaan atau sejumlah ilmu pengetahuan yang akan disampaikan tersebut bersumber pada buku-buku yang baik atau dianggap bermutu. dasarkan pendirian diatas.

Anak tak boleh hanya dipeerlakukan sebagai objek yang statis. atau Curriculum is all of the planned experiences providedby the school to assist the pupils in attaining children the designated learning outcomes to the best their abilitie (Neagly dalam Lawrence : 4). yang disediakan dan direncanakan sekolah. Sebagai bahan perbandingan mengenai pengertian kriikulum menurut konsep batu. Beauchamp (1964 : 4) kurikulum adalahah "It as all activities of children under the jurisdktion of the school”Dalam pengertian ini kurikulum mencakup segala kegiatan. sosial maupun pengalaman galaman yang lain. Konsep lain misalnya mengatakan bahwa kurikulum tidak terbatas pada kegiatan saja. terjadilah pergeseran dalam dunia pendidikan dari suject atau teacher centered ke student centered. melainkan harus diperhatikan kebutuhannya sesuai dengan perkembangan jiwanya karena itu. yaitu : 96 . Kurikulum yang sesuai dengan pandangan terakhir itu disebut Child Centered curiculum. Hal itu terutama disebabkan oleh pengaruh penemuan-penemuan dibidang psikologi. Selanjumya ia membuat implikasi secara lebih ekplisit tentang defenisi yang dikemukakannya tersebut menjadi enam hal. A sequence of potensial experiences it set up in the school for the purpose of disciplining children and yuouth in group ways of thingking and acting (Smith dalam Beauchamp : 5). khususnya psikologi kembangan. melainkan meneakup seluruh pengalaman yang diperoleh siswa. David Pratt dalam Curriculum Design and Development (1980 : 4) mendefenisikan kurikulum secara sederhana. misalnya menurut George A.sebenamya yang menjadi subjek didik. yaitu sebagai seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusal latihan. emosional. barikut dikemukakan lagi denisi-defenisi yang lain. Adanya pergeseran tentang kurikulum tersebut juga terlibat pada defenisi-defenisi kurikulum yang dikemukakan orang. baik intelektual.

dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang kurikulum. walau mungkin tidak sepenuhnya kita terima atau pahami. termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas. ia mungkin hanya berupa perencanaan (mental) saja. dikembangkan dan akan dilaksanakan dalam situasi belajar mengajar yang sengaja diciptakan di sekolah. melainkan perencanaan atau rancangan kegiatan. Pendidikan dan latihan dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi jika suatu hal dilalaikan. sistem penilaian dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kurikulum bukanlah kegiatan.1. tapi pada umumnya diwujudkan dalam bentuk tulisan. kualitas guru yang dituntut dan sebagainya. Sebagai perangkat organisasi pendidikan. dalam arti tidak diwujudkan dalam bentuk tertulis. Atas dasar 97 . maka ia sengaja mempromosikan belajar dan menolak sifat rambang tanpa rencana. Kurikulum berisi berbagai macam hal seperti masalah apa yang harus dikembangkan pada diri siswa. Misalnya saja dikatakan bahwa kurikulum mungkin hanya berupa perencanaan secara mental. kurikulum menyatukan berbagai komponen seperti tujuan. Kurikulum merupakan suatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang dilakukan. Dalam hal ini kita dapat memandang bahwa kurikulum merupakan suatu program yang didesain. Atau dengan kata lain. 5. Kurikulum melibatkan maksud atau pendidikan formal. isi. tentunya akan mengundang berbagai permasalahan. 2. 3. Kurikulum adalah suatu rencana atau intentions. kurikulum adalah sebuah sistem 6. atau kegiatan tanpa belajar. Bagaimana jadinya jika ada (mungkin hanya sebagian) kurikulum yang tidak ditutis. 4. evaluasi untuk menafsirkan hasil belajar. Defenisi diatas yang kemudian disertai dengan berbagai implikasinya. direncanakan. bahan dan peralatan yang dipergunakan.

jika disebut-sebut kurikulum pengertiannya menunjuk pada defenisi yang terakhir diatas. artinya menurut urutan tertentu. Pendidikan merupakan suatu pendidikan yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu. maka diadakan pemilihan dan selanjutnya disusun secara sistematis. Misalinya. Jika defenisi diatas diperbandingkan dengan defenisi-defenisi yang dikemukakan lebih dahulu. 98 . Kiranya defenisi tersebut lebih sederhana dan jelas rumusannya.1. Dalam pembkaraan selanjurnya.2 Kurikulum Sebagai Materi Pelajaran Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa unluk mempoleh sejumlah pengetahuan. Sentua defenisi yang ditunjuk sama-sama menyebut kurikulum sebagai rencanarencana kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan siswa yang tentunya dimaksudkan untuk memperoleh sejumlah pengalaman (baca tujuan) tertentu. disusun dan diatur untuk kemudian dilaksanakan di sekolah melalui cara-cara yang telah ditentukan pula. Mata ajaran tersebut mengisi materi pelajaran yang disampaikan pada siswa sehingga memperoleh sejumiah pengetahuan yang berguna baginya.hal tersebut. 3. pengalaman dan penemuan-penemuan masa lampau. 1977 : 5). Semakin banyak pengalaman dan penemuan-penemuan maka semakin banyak pula mata ajaran yang harus disusun dalam kurikulum dan harus dipelajari oleh siswa disekolah. sebenamya tidak ada perbedaan yang prinsipil. kurikulum kemudian dapat didefenisikan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu (Winamo Surahmad. merupakan program yang direncanakan. artinya dapat diterima dan pikiran. Mata ajaran dipandang sebagai pengalaman orang tua atau pengalaman orang-orang pandai masa yang telah disusun secara sistematis dan logis. dan logis.

Itu sebabnya. dalam 99 . Pengertian ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja.1.1 Filosofis Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat.4 Kurikulum Sebagai Pengalaman Pelajar Perumusan atau pengertian kurikulum lainnya agar berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya yang lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas.3. suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan.1. halaman. sehingga menjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Dengan program ini siswa inelakukan berbagai kegiatan belajar. perlengkapan dll. 3. Kurikulum tidak terbatas pada mata ajaran saja. seperti bangunan.2. perpustakaan. Dengan kata lain sekolah menyediakan lingkungan yang memberikan kesempatan belajar bagi siswa. man dibawa kemana untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan. 3. gambar-gambar. Isi kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan rangka upaya pencapai tujuan pendidikan nasional. Hal ini berarti semua hal dan semua orang yang terlibat dalam memberikan bantuan kepada siswa termasuk ke dalam kurikulum. Landasan Pengembangan Kurikulum 3. melainkan melipiuti segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa.3 Kurikulum Sebagai Rencana Kegiatan Pembelajaran Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk pembelajaran siswa. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bagi siswa pada hakekatnya adalah kurikulum. Tak ada pemisahan yang tegas dntara ekstra dan intra kurikulum.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan. peningkatan pendidikan nasional yang merata dan bermutu. yang berisi mendukung tercapainya cita-cita nasional. pertanian. mandiri dan sejahtera. transportasi dll. Hal ini menunjukkan pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri. Implikasi dari upaya pembangunan tersebut maka diperlukannya peningkatan produktifitas. Pembangunan SDM yang berkualitas diarahkan untuk meningkatkan kwalitas SDM yang mampu mendukung -pembangunan ekonomi dan pembangunan dibidang-bidang lainnya. Filsafat pendidikan menggambarkan manusia yang ideal yang diharapkan oleh masyarakat. perdagangan. prinsip pendidikan serta seperangkat pengalaman belajar lainnya. dan pembangunan iptek yang mantap. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksud untuk memacu pembangunan untuk menuju 100 . 2. Dengan kata lain filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat.2 Iptek dan Seni Pembangunan didukung oleh perkembangan iptek dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan Keunggu bangsa. peningkatan dan perluasan pendidikan keahlian sesuai dengan kebutuhan bidang-bidang pembangunan tersebut. tenaga kerja. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan di perguruan tinggi. Dengan kata lain penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi harus disesuaikan dan diarahkan pada upaya-upaya dan kebutuhan pembangunan. yakni suatu masyaral yang maju. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan keahlian.pendidikan anak. yang mencangkup pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM yang berkwalitas. Gambaran tentang proses dan tujuan pembangunan tersebut diatas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan secara keseluruhan. yakni bidang industri.

yang memanfaatkan iptek untuk pengembangan masyarakat secara swadaya. efisiensi dan efektifitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi. pelaksanaan penelitian pengembangan serta rekayasa produksi barang dan jasa. 5. 4. Pembangunan iptek harus beraada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan SDM. 3. 2. Di sisi lain perkembangan iptek itu sendiri berlangsung semakin cepat berbarengan dengan persaingan antar bangsa semakin meluas sehingga diperlukan penguasan dan pengembangan iptek yang pada gilirannya mengandung implikasi tertentu terhadpa pengembangan sumber daya manusia supaya memiliki kemampua dalam penguasaan dan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang iptek. pengembangan sarana dan prasarana iptek. pemanfaatan. Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatan yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikaxt pemecahan masalah konkrit dalam pembangunan. Pengusaha. Penguasaan. dan pengembangan iptek dilaksanakan oleh berbagai pihak. 4. yaitu untuk meningkatkan kwalitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. Masyarakat. mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan di segala bidang. Akademisi terutama dilingkungan perguruan tinggi yang memanfaatkan iptek untuk disumbangkan pada pembangunan.terwujudnya masyarakat yang mandiri. maju dan sejahtera. yakni : 1. untuk kepentingan meningkatkan produktifitas. nilai luhur budaya bangsa. Untuk mencapai tujuan dan kemampuan tersebut. Pemerintah. Pembangunan iptek tertuju pada peningkatn kwalitas. 3. beberapa hal yang dapat dijadikan dasar : 1. Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktifitas. Pembangunan iptek harus sclaras dengan nilai-nilai agama. 2. 101 . kondisi sosial budaya dan lingkungan hidup.

Menanamkan. Setiap mata ajaran mempunyai tujuan sendiri dan berbeda dengan tujuan yang hendak dicapai oleh mata ajaran lainnya. Bidang studi IPS 3. Dalam skala yang lebih luas. Mata ajaran dikelompokkan menjadi beberapa bidang studi.1 Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum setiap satuan pendidikan harus mengacu pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. geografi. Tujuan mata ajaran. Tujuan itu dikategorikan sebagai tujuan umum kurikulum. Bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan Setiap bidang studi meliputi mata ajaran tertentu. sehingga mampu memecahkan soalsoal yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.3. Tujuan mata ajaran merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. sosiologi. sejarah dll. Menanamkan. yakni : 1. 102 . 2.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. memupuk dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan dasar berhitung yang praktis. terdiri dari mata ajaran ekonomi. Komponen Pengenibangan Kurikulum 3. Bidang studi bahasa dan seni 2. Bidang studi IPA 4. Misalnya bidang studi IPS. kurikulum merupakan sesuatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan SDM yang berkwalitas. memupuk dan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis dalam pola berpikir abstrak. kita pilih tujuan mata ajaran berhitung. Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami prosdes pendidikan dan pembelajaran unutuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan SDM yang berkwalitas umumnya. sebagai mana telah ditetapkan pada UU no. Sebagai contoh kita pilih. sebagai berikut : 1.

3. yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan-hubungan antara variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. 3. isi kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip : 1. 2. Materi kurikulum mengandung aspek-aspek tertentu sesuai dengan tujuan kurikulum yang meliputi : 1. tujuan pendidikan nasional mempakan target tertinggi yang hendak dicapai melalui penyampaian materi kurikulum. rasional dan ekonomis. Materi kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing satuan pendidiknan. memupuk dan mengembangkan sikap gotong royong. Perbedaan dalam ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran disebabkan oleh perbedaan tujuan satuan pendidikan tersebut. Materi kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Teori. 103 . Dalam hal ini. Berdasarkan tujuan tersebut. memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk hemat dan pandai menghargai waktu.3. Sesuai dengan rumusan tersebut. jujur. 4. Dalam UU pendidikan tentang Sistim Pendidikan Nasional telah ditetapkan bahwa "isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional". seperangkat konsep atau defenisi dan preposisi yang saling berhubungan. Menanamkan. Materi kurikulum bempa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan pembelajaran. serta percaya kepada diri sendiri.2 Materi Kurikulum Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum. baik tujuan umum maupun tujuan khusus selanjutnya dapat ditetapkan atau direncanakan dalam materi pelajaran. Menanamkan.

dan kemampuan siswa. 3. bersumber dari analisis. Konsep adalah defenisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. 4.2. Prosedur yang ditempuh ialah 104 . Konsep. suatu abstraksi yang dibentuk oleh generalisasi dari kekhususan kekhususan. Preposisi. 6. pendapat atau pembuktian dalam penelitian. dan tidak mempertimbangkan minat. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk yang masing-masing memiliki ciri-ciri sendiri : 1. ialah penjelasan tentang makna atau pengertian tentang sesuatu. adalah sejumlah informasi khusus dalam materi dianggap penting. Prosedur. 2. Masingmasing diberikan pada waktu tertentu. Mata pelajaran terpisah-pisah Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah. Generalisasi. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. 7. Contoh atau illustrasi ialah suatu hal atau tindakan atau dan khusus diperkenalkan dalam materi 9. bahasa Indonesia. ilmu pasti. suatu pernyataan atau pendapat yang tak perlu diberi argumentasi. Mata ajaran – mata ajaran berkorelasi Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran. Semua materi diberikan sama. orang. dll. kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. seperti sejarah. pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep 5. terdiri dari terminologi. Fakta. tempat dan kejadian. adalah kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus diperkenalkan dalam materi 8. Prinsip. Definisi. Istilah. adalah ide utama. 3.3. 10. adalah suatu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan oleh siswa. kebutuhan.

Guru menyiapkan program yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menyajikan kehidupan anak. Dengan cam memperkaya dan mempertuas macam-macam kegiatan. Program yang berpusat pada anak Program ini adalah orientasi baru dimana krrikulum dititik beraikan pada kegiatan-kegiatan peserta didik.menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa memahami pelajaran tersebut. kemampuan dan kebutuhan siswa. Beberapa mata ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalah tersebut. kemudin guru bersam siswa tersebut menyusun program bagi mereka. Eclectic Program Eclectic program adalah suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat 105 . misalnya ekskursi dan cerita. 4. Masalah diambil dari satu mata ajaran tertentu. Core Program Core artinya inti atau pusat. 6. merencanakan dan mengembangkan suatu unit kerja yang sesuai dengan minat.dan sebagainya. 3. Bidang studi Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan dalam satu bidang pengajaran. guru dan siswa memilih. Berdasarkan pengalaman yang disarankan itu. meliputi membaca. peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Biasanya dalam program itu telah disarankan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh oleh siswa dalam garis besarnya. bukan pada mata ajaran. 5. bercerita. mengarang. misaInya bidang studi bahasa Indonesia. Mata ajaran tersebut tidak diberikan secara terpisah. Cara lain untuk melaksanakan kurikulum ini ialah pengajaran dimulai dari kelompok siswa yang belaju. misalnya bidang studi IPS. Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini. Core program adalah suatu program inti berupa suatu unit atau masalah.

pada peserta didik. Caranya ialah memilih unsur-unsur yang dianggap baik yang terdapat pada kedua jems organisasi tersebut, kemudian unsur-unsur itu diintegrasikan menjadi suatu program. Program ini sesuai dengan minat, kebutahan dan kematangan peserta didik, Ruang lingkup dan umum bahan pelajaran telah ditentukan sebelumnya, dan kemudian perinciannya dikerjakan oleh guru dan siswa. Sebagian waktu digunakan secara untuk pengajaran langsung, misalnya pengajaran keterampilan dan sebagian waktu lainnya disediakan untuk unit kerja. Program ini juga menyediakan kesempatan untuk bekerja kreatif, mengembangkan apresiasi dan

pemahaman. Pembagian waktu disesualkan dengan kegiatan untuk mencapai tujuan.

3.4 Evaluasi kurikulum Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh invormasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keherhasilan belajar siswa. Berdasarkan informasi itu dapat dibuat keputusan tentang kurikulum itu sendiri, pembelajaran, kesulitan dan upaya bimbingan yang perlu diberlakukan. Aspek-aspek yang perlu dinilai benitik tolak dari aspekaspek tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan kurikulum, tujuan pembelajaran dan tujuan belajar siswa. Setiap aspek yang dinilai berpangkal pada kemampuan apa yang hendak dikembangkan, sedangkan tiap kemamptran itu mengandung unsur-unsur pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai. Penetapan aspek yang dinilai mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dalam kurikulum tersebut. Jents penilaian yang dilaksanakan tersebut. tergantung pada tujuan formatif diselenggarakannya penilaian MisaInya, penilaian

dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Berbeda dengan penilaian summatif yang

106

bermaksud menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu, untuk mengetahui perkembangan siswa secara menyeluruh. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu instrument penilaian, ialah validitas, reliabilitas, obiektifitas, kepraktisan, dan pembedaan. Disamping itu perlu diperhatikan bahwa penilaian harus objektif, dilakukan berdasarkan tanggung jawab kelompok guru, rencana yang rinci dan terkait dengan pelaksanaan kurikulum, sesuai dengan tujuan dan materi kurikulum, menggunakan alat ukur yang handal dan mudah dilaksanakan serta memberikan hasil yang akurat.

3. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 4.1 Prinsip Relevansi (kesesualan) Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan sistem penyampaiannya harus relevant dengan kebutuhan dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan sisiwa. serta serasi dengan perkembangan iptek.

4.2 Prinsip Kontinuitas (berkesinambungan) Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya baglan, aspek, materi, bahan kajian, disusun secara berurutan. tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dan tingkat perkembangan siswa. Dengan prinsip mi tampak jelas alur dan keterkaitan di dalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. 4.3 Prinsip Fleksibelitas (keluwesan) Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, diubah dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis atau kaku Misalnya dalam suatu kurikulum disediakan program

107

pendidikan keterampilan industri dan pertanian. Pelaksanaannya di kota, tapi karena ketidaktersediaan lahan, maka yang dilaksanakan adalah program pendidikan keterampilan industri. Sebaliknya pelaksanaannya di desa ditekankan pada program pendidikan keterampilan pertanian. Dalam hal im lingkungan sekitar, keadaan masyarakat dan ketersediaan tenaga dan peralatan menjadi faktor pertimbangan dalam rangka pelaksanaan kurikulum.

FUNGSI KURIKULUM Setiap lembaga pendidikan formal maupun nonfomal dalam

penyelenggaraan kegiatan sehari-harinya berlandaskan kurikulum-kurikulum itu sendiri dalam hal ini dapat berupa : (1). Rancangan kurikulum, yaitu buku kurikulum suatu lembaga pendidikan; (2) Pelaksanann kurikulum, yaitu proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan ; dan (3). Evaluasi kurikulum, yaitu penilaian atau penelitian basil-hasil pendidikan. Dengan lingkup pendidikan formal. kegiatan merancang melaksanakan dan menitai kurikulum tersebut, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan, dilaksanakan sebagai program pengajaran. Berbicara masalah fungsi kurikulum kita dapat meninjaunya dari tiga segi, yaitu fungsi bagi sekolah yang bersangkutan, bagi sekolah pada tingkat diatasnya dan fungsi bagi masyarakat (Winamo Surahmad ; 6).

1. Fungsi bagi sekolah yang berungkutan Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan ini paling tidak dapat disebutkan dua macam. Pertama, sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan. Manifestasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah berupa program pengajaran. Program pengajaran itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang kesemuanya dimaksudkan sebagai uapaya untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang akan dicapai tersebut disusun secara berjenjang mulai

108

dart tujuan pendidikan yang bersifat nasional sampai tujuan instruksional. Jika tujuan instruksional tercapai (hasilnya langsung dapat diukur melalui kegiatan belajar mengajar di kelas) pada gilirannya akan tercapai pula tujuan-tujuan pada jenjang diatasnya. Setiap kurikulum sekolah pasti didalamnya tereantum tujuantujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai melalui kegiatan pengajaran. Kedua, kurikulum dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatn-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya, telah ditentukan macam-macam bidang studi, alokasi waktu, pokok bahasan atau materi pengajamn untuk tiap semester, sumber bahan, metode atau cara pengajaran, alat dan media pengajaran yang diperlukan. Disamping itu. kurikulum juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan jenis program cara penyelenggaraan, strategi pelaksanaan, penanggung jawab, sua dan prasarana dan sebagainya.

2. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya Dalam hal ini kurikulum dapat untuk mengontrol atau memelihara keseimbangan proses pendidikan. Dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka kurikulum pada tingkat diatasnya dapat mengadakan penyesuaian Misalnya saja, jika suatu bidang studi telah diberikan pada kurikulum sekolah ditingkat bawahnya, harus dipertimbangkan lagi

pemilihannya pada kurikulum, sekolah tingkatan diatasnya terutama dalam hal pemulihan bahan pengajaran. Penyesuaian bahan tersebut dimaksudkan untuk menghindari keterulangan penyampaian yang bisa berakibat pemborosan waktu dan yang lebih penting lagi adalah untuk menjaga kesinambungan bahan pengajaran itu. Disamping itu, terdapat juga kurikulum yang berfungsi untuk

menyiapkan tenaga pengajar. Bila satu sekolah atau lembaga pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga guru (LPTK),. Maka lembaga tersebut harus mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat dibawahnya tempat calon guru yang

109

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Misalnya murid SPG harus mengetabui kurikulum SD. Untuk keperluan itu perlu ada kerja sama antara piliak sekolah dengan pihak luar dalam hal pemberrahan kurikulum yang diharapkan. 110 . SMP dan SMA kegiatw pengajaran disampaikan dengan sistem PPSI. Jika di SD.dipersiapkan itu akan mengaju. kritik atau saran-saran yang berguna bagi penyempumaan program pendidikan di sekolah. Akibatnya. Hal itu mengingat seringnya terjadi kenyataan balwa lulusan selsolah halum siap pakai atau tidak sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan dalm lapangan pekerjaan. Oleh karena itu. kita tak dapat mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia karena tidak memiliki keterampilan atau keterampilan yang dimilikinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pada lapangan pekerjaan. 3. kurikulum sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat atau para pemakai keluaran sekolah. maka sekolah-sekolah yang bertugas mengadakan guru untuk sekolah-sekolah tersebut harus membekali calon-calonnya dengan kemampuan memtruat PPSI. masyarakat atau para pemakai lulusan sekolah dapat memberikan bantuan. ada seorang tokoh pendidikan yang mengemukakan agar sekolah tingluat SD sudah dibuat menjadi dua jalur. Fungsi bagi Masyarakat Padatamatan sekolah memang dipersiapkan untuk terjun dimasyarakat atau tugasnya untuk bekerja sesuai dengan keterampilan profesi yang dimilikinya. Hal itu berdasarkan kenyataan penelitian bahwa masih sebagian besar anak tamatan SD yang tidak meneruskan pendidikan ke tingkat di atasnya. Dengan demikian. mahasiswa IKIP/FKG harus menguasai kurikulum kurikulum SMTP dan SMTA. Dewasa ini kesesuaian antara program kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus benar-benar diusahakan. yaitu jalur akademis (dipersiapkan untuk melanjutkan sekolah) dan jalur vokasional (dipersiapkan untuk segera bekerja). walau semakin menumpuk tenaga kerja yang ada.

apakah ia sekolah umum atau kejuruan. Julusan dengan keterampilan mana (atau apa) yang mereka butuhkan dan itu harus dialamatkan pada sekolah yang sesui dengan misinya. isi. akan mewamai pendidikan keterampilan yang diajarkan oleh pibak sekolah yang bersangkutan. Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis. Misi suatu sekolah apakah ia bertugas mempersiapkan tamatannya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (jalur akademis). 111 . tidak saling bertentangan. atau untuk bekerja (jaIur vokasional). Pada waktu itu. yaitu permulann diterapkannya PPSI dalam sistem pengajaran di Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum '75. Boleh dikatakan bahwa pembekalan atau pengajaran keterampilan tersebut semata-mata disebabkan tuntutan pekerjaan kelak. Sebagai contoh hal yang berhubungan dengan keguruan misalnya dapat disebutkan perabekalan keterampilan menibuat satuan pelajaran. organisasi dan stratei (Winarno Surahmad: 9). kurikulum adalah sebuah sistem. sebagai suatu sistem. ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagianbagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang terpisahkan. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Seperti dikemukakan oleh Pratt diatas. Dengan adanya hal itu. juga ditentukan oleh suatu misi sekolah.Sering terjadi karena suatu tingkat keterampilan yang dibutuhkan dalam suatu tingkat pekerjaan. calon guru segera diberi keterampilan membuatnya (sekarang Model Perencanaan Pengajaran). Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai loomponen-komponen pokok tujuan. atau untuk kedua-duanya. maka hal itu segera diajarkan di sekolah. para pemakai lulusan sekolah tentunya sudah tanggap. Penyiapan keterampilan para tamatan sekolah untuk bakal terjun di masyarakat kerja.

Dalam setiap kurikulum sekolah pasti dcantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan. Isi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yarag diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah yaitu sebagai berikut : a.1. terdapat dua macam Tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinstitusionalannya. Didalam sebuah kurikulum sekolah. 2. keterampilan. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional diatas yang meliputi tujuan kurikulum dan instuksional yang terdapat dalam setiap GBYP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi. Itulah sebabnya tujuan ini disebut tujuan institusional atau kelembagaan. (kedua tujuan ini biasanya dkantumkan dalam Buku 1 suatu kurikulum sekolah). Baik tujuan kurikulum maupun instruksional juga meneakup aspek-aspek pengetahuan. Tujuan Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. b. sikap dan nilai-nilai yang dihuapkan dimiliki anak setelah mempelajari tiap bidang studi atan pokok bahasan dalam proses pengajaran. keterampilan. Tujuan Pendidikan yang harus dicapai secara keseluruhan Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetalman. sikap dan nilai-nilai yang diharapkan oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyaknya tujuan-tujuan tersebut. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas 112 .

Struktur horizontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan. akademis. ia berdasarkan kriteria apa suatu bidang studi menopang tujuan int atau tidak. akan berbeda dengan sekolah yang lain. kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated). Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenamya adalah isi kurikulum itu sendiri. diberikan selama berapa jam tiap minggu pada SMP/SMA kelas I. 3. Jadi. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan. Organisasi Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. serta uraian bahan pelajaran. yaitu misalnya program pendidikan moupun. yaitu struktur horizontal dan struktur vertikal. 113 . Demikian pula halnya dengan bidang-bidang studi yang lain. Penentuan pokok-pokok dan sub-sub pokes bahasan didasarkan pada tujuan instruksional. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam. misalnya SPG. atau penyatuan seluruh pelajaran dikembangkan di sekolah. atau ada juga yang menyebutnya sebagai silabus. tanpa kelas atau gabungan antara keduanya dengan sistem unit waktu semester atau catur wulan. MisaInya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas. Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah. keguruan keterampilan dan lain-lain. maka jenis bidang studi yang diberikan pada suatu sekolah. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Berdasarkan kriteria itu. Misalnya bidang studi Bahasa Indonesia. Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran itu dapat secara terpisah (sparate subject). misalnya SMA.dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. Termasuk dalam hal ini adalah Juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk setiap tingkatan. II dan Ill.

dilakukan dengan pendekatan PPSI (berlaku untuk setiap bidang studi) atau dengan cara lain seperti sistem pengajaran modul. MYd dalam bukunya Pembinaan don Pengembangan Kurikulum Sekolah) 1. Masalah strategi pelaksana itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran. MYd dan Drs. Seperti telah dikemukakan dalam bagian yang Ialu. alat atau media pengajaran dan sebagainya. pengaturan kegiatan sekolah sceara keseluruhan. Stretegi Dengan komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaam kurikulum di sekolah. pemilihan metode pengajaran.4. bimbingan dan konseling. Tujuan-tujuan tersebut biasanya digambarkan dalam bentuk pengetahuan. kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. dalam kurikulum suatu sekolah telah terkandung tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalm sekolah yang bersangkutan. Hendyat Soetopo. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya. Selaku lembaga pendidikan setiap. Oleh karena itu. penilaian. 114 . ketarampilan dan sikap yang kita harapkan dimiliki murid setelah mereka menyelesaikan seluruh program pendidikan dari sekolah tersebut. Wasty Soemanto. Ada dua jenis tujuan yang terkandung di dalam kurikulum suatu sekolah : 1. Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan. paket pelajaran dan sebagainya KOMPONEN KURIKULUM (Drs. Komponen Tujuan Tentang komponen tujuan ini kita akan mengenal tingkat-tingkat Tujuan yang satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan citacita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia. setiap sekolah mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai.

Tujuan Pendidikan Nasional Tujuan Pendidikan Nasional adalah merupakan tujuan pendidikan yang tertinggi dalam kegiatan di negara kita. 1. dimna tujuan instruksional merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan kurikuler. tujuan SPG dart seterusnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi Disamping tujuan institusional yang ingin dicapai oleh sekolah secara keseluruhan. setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah juga mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu ada tujuan IPA dan SD tujuan matematika di SMP. Tujuan-tujuan setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah tentunya ada yang kita sebut tujuan kurikuler dan ada pula yang kita sebut tujuan instruksional. tujuan SMP. Dalam hubungannya dengan pembahasan tujuan pendidikan ini berikut diulas tentang tujuan pendidikan secara hirarkis sesuai dengan urutan tujuan yang ada di Indonesia. Tujuan Kurikuler sampai pada tujuan Instruksional. Tujuan ini sangat umum dan sangat 115 . Atas dasar tujuan-tujuan institusional itulah kemudian ditetapkan bidangbidang studi atau bidnag pengajuan yang akan diajukan pada sekolah yang bersangkutan. kemudia Tujuan Institusional. 2. tujuan ilmu kegurun di SPG dan sebagainya. Atas dasar tujuan kurikuler dan tujuan instruksional inilah kemudian ditetapkan bahan pengajaran yang diajarkan dalam setiap bidang studi pada suatu sekolah tertentu. Urutan tujuan pendidikan tersebut diawali dari tujuan Pendidikan Nasional.Tujuan dari sekolah tersebut kita namakan tujuan institusional atau tujuan lembaga. Tujuan-tujuan inipun digambarkan dalam berruk pengetahuan. misainya tujuan SD. keterampilan dan sikap-sikap yang kita harapkan dinliliki oleh murid setelah mempelajari suatu bidang studi pada suatu sekolah tertentu.

Berpengetahuan dan berketerampilan Bertanggung jawab Demokrasi. dan Mencintai bangsa dan sesamanya. Tujuan Institusional Sistem persekolahan di negara kita adalah berjenjang yang melembaga pada suatu tingkatan. Berbudi pekerti yang luhur . mencintai bangsanya dan sesama manusia dongan ketentuan yang temaktub dalam IJUD 1945” Secara ekspilisit maka tujuan pendidikan nasional itu dapat dijabarkan sebagai membentuk manusia yang Pancasilais. memiliki keterampilan.ideal. Scehat jasmani dan rohani . Tanggung rasa Cerdas . Untuk itu maka pada tiap lembaga hendaknya juga digariskan adanya suatu tujuan pendidikan yang kita sebut tujuan institusional. dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. Selanjutnya dalam GBHN telah digariskan tujuan Pendidikan Nasional adalah : Tujuan Pendidikan pembangunan pengetahuan sehat dan Nasional adalah membentuk manusia jasmani dan rohaninya. dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab dalam menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tanggung rasa. yang penggambarannya disesuaikan dengan falsafah negara yaitu Pancasila. 2. 116 .

Dasar Pendidikan III. Sebagai gambaran maka dapat kita kemukakan kerangka tujuan pendidikan di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) sebagai lembaga Pendidikan Guru yaitu I. serta menerima dan percaya kepada kaidah-kaidah dan cara-cara pengalaman agama masing-masing baik dalam peribadatan maupun kehidupan lainnya. Tujuan Khusus Sekolah Pendidikan Guru. SMA. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. Pengetian Pendidikan II. Memiliki pengetahun. Sehat jasmani dan rohani. c. Dalam hubungan ini kita akan mencoba memberikan gambaran tentang tujuan umum dan khusus pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru : (1) Tujuan Unrum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: 117 . Tentu saja tujuan institusional itu hendaknya menceminkan dan menggambarkan tujuan pendidikan nasional yang akan dicapai melalui lembaga pendidikan itu. Menjadi warga negara Indonesia yang bemoral Pancasila yang memiliki sifat-sifat yang bark dan konstruktif sebagai warga masyarakat. ialah agar lulusannya: a. STM. Agar tidak tercapai penyimpangan maka tiap tujuan institusional harus didahului dengan pengertian pendidikan. dasar pendidikan dan tujuan pendidikan nasional. SKKA. b. Hal ini disamping untuk menghindari penyimpangan juga untuk menghindari salah penafsiran yang emungkinkan tidak tercapainya Tujuan pembangunan dan pendidikan nasional.Selanjutnya kita akan mengenal tujuan institusional SD. Tujuan Pendidikan Nasional IV. SMP. SPG dan sebagainya.

Menggunakan pronsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi dan masyarakat. Memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk kepentingan dirinya dan atau untuk melaksanakan program pengajaran di SI). 5.1. Ilmu Pengetahuan Sosial 10. 5. pergaulan sekolah dan keluarga secara bertanggung jawab. 4. 2. (2) Tujuan Khusus Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru ialah agar lulusannya : a. Kesenian yang meliputi seni rupa. Dasar pembinaan Moral Pancasila sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945. 118 . 3. kesehatan dan rekreasi. Melaksanakan tugasnya secara efektif sebagai guru di Lembaga Pendidikan Dasar yaitu SD atau TK. 6. Agama/Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Malia Esa yang dianutnya. Menggunakan prinsip kemanusiaan. O1ah raga. 2. Matematika 8. Bahasa Indonesia yang tepat dan baik. 3. Bahasa Inggris yang cukup untuk memahami uraian yang sederhana. Mengembangkan dan mengamalkan ilmu dan profesinya. Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis yang bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid-murid daur anak-anak. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. 7. Perkembangan dan perjuangan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya. 4. dalam bidang : 1. seni musik dan atau seni drama dan tari. Ilmar Pengetahun Alam 9.

alat bantu dan komunikasi pendidikan. Menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan alat yang sesuai kemampuan mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan dan memberikan bimbingan kepada murid yang menghadapi kesulitun. teknik penilaian pendidikan. 2. dasar dan tujuan pendidikan nasional Indonesia. Memiliki nilai dan sikap yang meliputi 1. 6. metodik dan didaktik umum. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 119 . Memiliki keterampilan yang diperlukan untuk 1. psikologis pendidikan. Mengarang dan menulis. Merencanakan dan melaksanakan interaksi edukatif dengan murid dalam mengerjakan bidang pengajaran yang diberikan di pendidikan dasar yang meliputi kemampuan menyusun program pengajaran. peternakan dan atau perikanan. metodik khusus untuk tiap bidang studi yang diajukan pendidikan dasar dan pendidikan dan pengembangan. kemampuan melaksanakan program yang telah disusun dengan menggunakan metode teknik. Berinteraksi dengan murid. Melaksanakan kegiatan dalam memanfaatkan sumber lingkungan. Ilmu Keguruan dan meliputi pedagogik. Memimpin dan melaksanakan tugas administrasi sekolah. pertaman. b.11. psikologis perkembangan. 4. Melaksanakan penelitin sederhana. kerajinan dan teknik. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). 12. dasar psikologis dan interaksi belajar mengajar. Pendidikan keterampilan yang meliputi jasa. 7. c. Berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila dan sehat. 5. 3. 8. bimbingan dan penyuluhan. masyarakat dan kalangan dunia pendidikan.

8. bersedia untuk menyesuaikan diri kepada berbagai kepada keadaan anak dan memperlakukan anak secara obyektif. Tujuan Kurikuler Suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan akan memberikan sejumlah isi pengajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga merupakan sejumlah pengalaman belajar yang menunjang tercapainya tujuan Pendidikan. 9.2. percaya kepada diri sendiri. 120 . terruama dalam hubungannya dengan profesi keguruan dan pendidikan. Disiplin. berdedikasi. Rendah hati. bercita-cita untuk maju. loyal dan bertanggung jawab kepada tugas dan mengutamakan prestasi. Dalam hal ini dapatlah dirumuskan babwa yang dimaksud dengan tujuan yang akan dicapai setelah si anak mengikuti sejumiah program pengajaran yang diberikan dalam lembaga pendidikan itu. Atau dengan kata lain maka penjabaran dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan harus nampak pada tujuan kurikuler ini. 7. 5. 3. Menghargai seni budaya bangsa sendiri. Mempunyai kebiasaan membaca dan belajar dengan baik. bersedia untuk bertindak sebagai perintis. dan selektif terhadap pengaruh kebudayaan asing. Tentu saja karena ini merupakan hirarki dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan nasional maka tujuan kurikuler ini harus mencerminkan dan mengambarkan tujuan ilistitusional dan tujuan pendidikan nasional itu. Hidup sehat. Cinta kasih kepada anak. 4. Dalam hal ini maka menurut SPG ditetapkan sejumlah 11 (sebelas) tujuan kurikuler yang barus dicaapai oleh seseorang anak/siswa setelah menamatkan pendidikan di SPG. Makarya dan efisien. peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. 6. Bersedia untuk saling mengoreksi cara-cara mengajar yang bisa dilakukan. terbuka.

b. dan sebagainya. 2. serta menghindari istilah-istilah yang non operasional misalnya mengetahui. menghargai. TIK hendaknya terwujud dalam tingkah laku yang spesifik. Isi Kurikulum Sebagai mana kurikulum 1975 maka untuk kurikulum SPG yang berlaku saat berisi : (1) Pokok-pokok bahasan adalah merupakan perincian bidang pengajaran untuk dijadikab bahan pelajaran bagi para. Tujuan Instruksional Tujuan instruksional ini merupakan penjabaran yang terakhir dari tujuantujuan yang terdahulu dan lebih atas. TIK hendaknya mempakan hasil belajar siswa. menyebutkan. TIK hendaknya mengunakan istilah -istilah yang operasional misainya menuliskan. Dalam tujuan ini diharapkan setelah anak menerima pelajaran terjadi perubahan tingkah laku yang nyata dan dapat diukur. TIK hendaknya megandung hanya satu jenis tingkah laku. menunjukan. Tujuan ini diharapkan dapat tercapai pada saat terjadinya proses belajar mengajar secara langsung yang terjadi pada setiap hari.4. Komponen Materi (Isi dan Struktur Program) 1. b. siswa agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan 121 . Tujuan Instruksional Khusus (TIK) untuk Tujuan ini perumusannya dilakukan oleh guru sendiri pada saat menyusun satuan pelajaran. Tujuan instruksional umum yang sudah dirumuskan didalam kurikuler. Dalam pelaksanaannya tujuan ini harus dirumuskan pada saat penyusunan atuan pelajaran. c. memahami. Untuk tujuan instruksional im kita bedakan 2 (dua) jenis tujuan yaitu : a. Guru dalam merumuskan tujuan ini hendaknya memperhatikan hal-hal ini yang merupakan syarat TIK : a. meyakini dan sebagainya. menghitung.

adalah merupakan penjelasan terperinci dari setiap bidang pengajaran yang telah ditentukan pembagian dan penyebaran waktunya dalam seminggu.(2) Bahan pengajaran adalah mutan penyampaian pokok bahasan tersebut dari yang satu ke tahun pelajaran yang berikutnya. 2. Program pendidikan (di SPG) Program Pendidikan di SPG terdiri dari : 1. surat kabar.) (4) Garis-garis besar program pengajaran (GBPP). Pendidikan Keguruan meliputi ilmu keguruan dan praktek keguruan. Bahasa Indonesia. Pendidikan untum meliputi pendidikan Agama. dalam GBPP berisi: (a) Tujuan kurikululer (b) Tujuan instruksional (c) Pokok babasan/sub pokok bahasan (d) Bahan pengajaran (e) Sumber bahan. Pendidikan Moral Pancasila. kantor. Sruktur Program Untuk struktur program ini jelasnya dapat dilihat pada lampiran. brosur dan sebagainya. 3. Desa. kep. Bahasa Inggris. o1ah Raga dan Kesehatan. stasiun dan sebagainya). Pendidikan Kesenian. 2. Pendidikan Keterampilan. orang ( camat. Koomponen Organisasi don Strategi 122 . Matematika. catur wulan. sopir dan sebagainya). dari semester yang satu ke semester yang berikutnya (3) Sumber bahan yaitu bempa resources dimana proses belajar mengajar memperoleh sejumlah pengalaman belajar. atau barang cetakan (buku. majalah. 3. Sumber ini dapat berupa tempat (museum. Pergajaran di SD/pendidikan spesialisasi/pembangunan meliputi IPS. semester seperti yang diatur dalam struktur program kurikulum. petani.

IPA. dalam struktur vertikal ini tercakup pula sistom unit waktu yang digunakan. Kombinasi antara sistem A dan B. program pendidikan keguruan. dalam struktur horizontal tercakup pula jenis-jenis program yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut. Selanjutnya. 123 .Disamping tujuan dan isi. Struktur Vertikal Struktur vertikal suatu kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum tersebut dilaksanakan melalui : 3. Struktur Horizontal Struktur horizontal suatut kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum im diorganisasikan dalam bentuk : 1. dimana perpindahan dui suatu tingkat program ke tingkat program berikutnya dapat dilakukan setiap waktu tampa harus menunggu teman-teman yang lain. II. Kesenian. Kelompok-kelompok mata pelajaran yang kita sebut bidang studi (broadfield) misalnya IPS. 5. Fisika. a. Sejarah. Ilmu bumi dan sebagainya. Organisasi Struktur (susunan) program suatu kurikulum mengenai apa yang disebut struktur horizontal dan struktur vertikal. 3. Mata-mata pelajaran secara terpisah (subjec centered) misalnya : Biologi. Kesatuan program tanpa mengenai mata pelajam maupun bidang studi (integrated program). 2. 4. Program tanpa kelas. misalnya program pendidikan unnum. Matematika dan sebagainya. III dan seterusnya dimana kenaikan kelas diadakan disetiap tahun secara serempak. misalnya apakah sistem semester atau catur wulan. setiap kurikulum mengandung unsur organisasi dan strategi. program spesialisasi dan sebagainya. b. Sistem kelas misalnya kelas l. Selanjumya. 1.

tanya jawab. 2. pemberian tugas. demonstrasi. Dalam pelaksanaannya tidak ada satu metode yang baik untuk segala tujuan. Komponen metode ini menyangkut komponen metode atau upaya apa saja yang dipakai agar tujuan pendidikan dapat tercapai. cara didalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan cara dalam mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan. sosiodrama. dan didalam mengadakan penilaian. sedang polivalent adalah penggunaan lebih dari satu metode untuk mencapai satu tujuan. 124 . karena suatu metode cocok untuk mencapai suam tujuan akan tetapi belum tentu cocok untuk mencapai suatu tujuan yang lain. lingkungan anak serta sarana pendidikan yang ada. Cara dalam melaksanakan pengajaran mencakup baik cara yang berlaku secara umum maupun cata dalam menyajikan setiap bidang studi.Akhirnya struktur program ini menyangkut pula masalah penjadwalan dan pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi. Dengan metode ini proses pengajaran (belajarmengajar) dipandang sebagai suaw sistem. dengan mempertimbangkan kemampuan guru. Strategi Strategi pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh didalam melaksanakan pengajaran. Dalam penympaian seperti kurikulum yang berIalw niisalnya (kurikulum 1975) kurikulum SPH juga menggunakan pendekatan PPSI yang dikembangkan melalui satuan pelajaran dan modul. isi kurikulum pada setiap tingkat atau kelas. Dalam hal ini tentu saja metode yang dipergunakan hendaknya relevan terhadap tujuan yang ditetapkan sebelumnnya. eksperimen. Untuk itu guru harus mengetahm kapan ia harus menggunakan metode mengingat sifat-sifat polivalent dan polipragmatis dari suatu metode. atau dengan kata lain kita harus memperhatikan tujuan dan situasi. Adapun macam-macam metode dapatlah kita kemukakan sebagai contoh metode ceramah. karyawisata. termasuk cara (metode) mengajar dan pelajaran yang digunakan. Dengan polipragmatis dimaksud adalah penggunaan satu metode untuk mencapai tujuan lebih dari satu tujuan.

serta member! bimbingan. b. 4. Tenaga edukatif yang tidak mengajw seperti konselon c. Sarana personal yang terdin dan a. Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG) meliputi a. seminar dan sebagainya. sumber yang instruksional atau pengalaman belajar dan sebagainya. Sarana material yang terdiri dari 1) Bahan instruksional dalam bentuk bahan instruksional. kantor. menyediakan bahan alat atau media pendidikan. penggunaan dan menyempurnakan program pendidikan. laboratorium. d.bermain peranan. kerja kelompok diskusi. Sarana Kepemimpinan Sarana kepemimpinam ini akan memberi dukungan dan pengamanan pelaksanaan. 3) Biaya operasional yaitu tersedianya biaya dan dana untuk penyelengguaan pendidikan. c. simposium. teksbook. lapangan batsman sekolah dan sebagainya. 2) Sarana fisik yang terdin dari gedung sekolah. Tenaga teknis non edukatif misaInya tenaga tata usaha. Sarana Administrasi Pendidikan administratif disini dapat disebutKan sebagai Pedoman Khusus Bidang Pengajaran Pedoman Penyusunan Sawn Pelajaran Pedoman Praktek Keguruan Pedoman Bimbingan Siswa Pedoman Administrasi Dan Supervisi 125 . Guru b.

Disamping itu penilaian terhadap kurikulum dimaksudkan juga sebagai feedback terhadap tujuan. Sedangkan penilaian dapat dilakukan oleh semua pihak baik dari kalangan masyarakat luas maupun dari kalangan petugas-petugas pendidik. Komponen Evalusasi Pendidikan adalah sebagian dari keperluan manusia.e. sedangkan uraian secara detail dapat dibaca pada kurikulum man dapat dijabarkan sendiri sesuai dengan kondisi Indonesia.1. Titik sampai berarti kuirikulum harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat merealisasikan perkembangan tertentu. 1. sebagai gambaran ummin kami paparkan pandangan tiga ahli kurikulum. KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 126 . nilai-nilai filsafat suatu masyarakat dan tuntutan-tuntutan kultur tertentu. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Landasan Pengembangan Kurikulum dapat meniadi titik tolak sekaligus titik sampai. perbedaan latar belakang murid.2. Landastur Pengembangan Kurikulum 1. Untuk itu maka sekolah termasuk juga didalamnya termasuk juga harus peka terhadap perubahan-pembahan yang terjadi di masyuakat. Titik tolak berarti pengembangan kurikulum dapat didorong oleh pembahaman tertentu seperti penemu. materi metode dan sarana dalam rangka membina dan memperkembangkan kurikulum lebih lanjut. Oleh karena itu kurikulum sebagai bahan konsumsi dari anal didik dm sekaligus juga konsumsi bagi masywakat juga harus dinilai terus menems serta menyclums terhadap bahan atau program pengajuan. Sekolahpun mempalari keperluan dari masyarakat. Tentang landasan ini para ahli mengemukakan berbagai pendapat. Disini hanya dipaparkan landasan secara umum dan sepintas.an teori belajar yang baru dan perubahan tuntutan masyarakat terhadap fungsi sekolah. seperti dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tuntutan-tuntutan sejarah masa lalu.

Complex Social and culture learning The extension of learning The nature knowledge The content of the disciplines of of of Psycology of learning Learning theories The concept of Hilda Taba development The transfers of learning factor that Contribute to children’s personality 5. Aspek Sosiologi Saylor & Alexander Contenporary Ausbrey Haan The variety of background children Hilda Taba The society The analysis of analysis culture Current conception of the funtions of the school No 2.Dynamic children’s learning Theory individual growth 4. - 127 . Aspek Filosofis Saylor & Ausbrey Haan Alexander An Expression Methods & of values 3. Pengembangan Kurikulum No 1. “Scientific” growth. Psikologis Child learner as values of e free society a .1.

sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah. Kurikulam sebagai pengetahuan yang diorganisasikan. kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing. Untuk memudahkan dan menyederhanakan pembahasan. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. kurikulum merupakan syarat mutlak dalam pendidikan formal. (1976 : 6). Kurikulum sebagai program pelajaran. (vii). dari secara tradisional kurikulum sekolah disajikan seperti itut (ibarat jalan) bagi kebanyakan orang jais. Kurikulum sebagai suam rencana pembelajaran. dan (v). itu ? setiap orang yang ditanya akan menjawab sama atau berbeda satu sama yang lain. (iii). Kurikulum. tidak ada pendidikan formal tanpa ada kurikulum. Seseorang yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. Labih lanjut Zais (1976) mengemukakan berbagai pengertian kurikulum. Kurikulum sebagai kehidupan terbimbing. berikut merupakan penyimpulan dari konsep-konsep kurikulum yang terdiri dari (i). Kurikulum sebagai tujuan. Kurikulum sebagai modus mengajar. kurikulum sebagai suatu rencama (tertulis) untuk dilaksanakan. (iii). (vi Kurikulum sebagai basil belajar. Adanya jawaban yang bervariasi terhadap pertanyaan tersebut sesuai dengan pendapat para ahli yang juga bervariasi mengenai pengertian kurikulum im. Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. (vi). (vi). Kurikulum sebaga sistem produksi sceara teknologis. Sedangkan Tanner dan Tanner (1980) mengungkapkan konsep-konsep : (i). Boleh dikata. (iii). (ii). (iv). Kurikulum sebagai isi pelajaran. a. dalum kenyataannya telah melalui suatu jalur 128 . Kata "kurikulum" berasal dari satu kata bahasa asing yang berarti "jalur pacu". Pada pendidikan formal terdapat jenjang jenjang pendidikan yang selalu berakhir dengan ijazah atau Surat Tanda Tamat Behijar (STTB). (v). kurikulum sebag pengelaman belajar. (viii). (ii). dan (v). Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Seperti kita ketahai bersama. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan. dan (ix). yakni : (i). (ii). Kurikulum sebagai arena pengajaran. Kurikulum sebagai pengalaman.Apabila diajukan pertanyaan : apakah kurikulum.

orang sering menyebut bahwa isi dari pelajaran tertentu dalam program dikatakan sebagai kurikulum (Zais. Winecoff (1988 : 1). Selain itu. Dengan demikian. secara jelas menunjukkan kepada kita bahwa kurikulum didefenisikan sebagai suatu rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses mengajar/belajar di dalam arahan dan bimbingan sekolah. Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dapat kiranya disimpulkan bahwa kurikulum mempakan jalan yang berisi sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus dilalui untuk meraih ijazah. c. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. Kurikulum sebagai mata don isi pelajaran. Schubert (1986) mengemukakan bahwa penyebutan kurikulum yang demikian sama halnya menyamakan kurikulum dengan mata pelajaran (Sumantri. bahkan sampai sekarang masili sering terbaca ataupun terdengar. b.pacuan yang terdiri dari berbagai mata pelajaran/bidang studi beserta isi pelajarannya dan berakhir pada ijazah. Alexander dan Saylor (1974 dalam Bondi dan Wiles. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah mengisyaratkan adanya sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus diselesaikan oleh siswa. 1976 : 7). Para pendidik profesional juga memandang curriculum as the relatively standardize grown coveret by students in their rece toward the finish line (diploma)" (Zais. Babasa Indonesia dan yang lain. Lebih jauh. college or university and its members. tidaklah mengejutkan apabila ada orang mengemukakan kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. akademi atau universitas dan para anggota stafnya. Jawaban bahwa kurikulum terdiri dari berbagai mata pelajaran sudah sejak lama ada. "Defenisi kurikulum seperti dikemukakan oleh Winecoff (1988) tersebut. jika ada orang yang bertanya : apa kurikulumnya ? seringkali dijawab bahwa kurikulum adalah PMP. 1988 : 2). 1976 : 6 ). 1989 : 7) mengungkapkan pula bahwa kurikulum sebagai suatu rancangan untuk 129 . mengemukakan : "The curriculum is generally difined as a plan the developed Ii facilitate the teachingfleaming process under the direction and guidance of a school.

e.menyediakan seperangkat kesempatan belajar agar mencapai tujuan. Bahkan Tanner & Tanner (1980 :43) memandang kurikulum sebagai rekonstruksi pengetahuan dan pengalaman. Dari empat konsep kurikulum yang diuraikan sebelumnya. Kurikulum sebagai sam rencana kegiatan pembelajaran sudah selayaknya mencakup komponen-komponen kegiatan pembelajaran. yang secara sistematis dikembangkan dengan bantuan sekolah (atau universitas) agar memungkinkan siswa menambah penguasaan pengetahuan dan pengalamannya. Foshay mengamati bahwa sebelum tahun 1930-an istilah kurikulum dideferusikan sebagai "semua pengalaman seorang siswa yang diberikan dibawah bimtbingan sekolah" (Tanner & Tanner. Dengan demikian. Adanya defenisi ini mengubah pandangan penanggung jawals sekolah dari kurikulum sebagai alat menjadi kurikulum sebagai tujuan. 1980 : 24). Popham dan Baker mendefiniskan kurikulum sebagai 'All planner leaming out comes for whkh the scholl is responsible" Tanner & Tanner. 1976 : 8) menunjukkan kurikulum sebagai "All the means employed by the school to provide students with opportunities for desirable leaming experiences". d. Kurikulum sebagai pengalaman belajar. Jelas defenisi Krug ini menunjukkan kepada kita bahwa semua yang bemaksud dipakai oleh sekolah 130 . 1980: 14) sedangkan Krug (1956 dalam Zais. dapatlah kita menandai bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengimplementasian kurikulum tersebut akan memperoleh pengalam belajar. Secara jelas diutarakan oleh Popham dan Baker bahwa semua rencana hasit belajar (Kamig out comes) yang merupakan tanggung jawab sekolah adalah kurikulum. kurikulum sebagai hasil belajar mempakan serangkaian hasil belajar yang diharapkan. Namun demikian bukan berarti dalam kurikulum tidak diorganisasikan cara-cara sistematis untuk mewujudkan hasil-hasil belajar yang diharapkan. namun demikian komponen-komponen kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam kurikulum masih bersifat umum dan luwes untuk lanjut oleh guru. Kurikulum sebagai hasil Belajar.

kurikulum sebagai pengalaman belajar mencakup pula tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan sesuatu. 2. sesuai dengan jenis dan jenjang masingmasing satuan pendidikan " (Depdikbud. sedangkan dalam pasal 37 menyebutkan: " kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan. (iii). 1986: 1).untuk menyediakan kesempatan-kesempatan bagi siswa memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperlukan sekali adalah kurikulum.Kurikulum sebagai hasil belajar. Kelima konsep tentang kurikulum. dan (v). Kunkulum sebagai mata dan isi pelajaran. yakni : (I). kurikulum sebagai penglaman belajar. (iv). Berdasarkan defenisi kurikulum. (ii). kebutuhan pembangunan nasioanal. 2 tahun 1989 pasal 1 (9) menyebutkan bahwa : " kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan" serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar " (Depdikbud. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. semua benar tergantung dari cara memandangnya. belajar tersebut dapat diperoleh di dalam sekolah maupun di luar sekolah sepanjang direncanakan atau dibimbing pihak sekolah. 1989 : 15). Dengan demikian. Guru dapat memilih satu atau lebih konsep kurikulum yang dijadikan acuannya. Landasan Pengembangan Karikalum Kurikulum merupakan wahana belajar mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat (Depdikbud. Rumusan penjabaran kurikulum seperti termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. 131 . Dalam rumusan tersebut tampak dengan jelas bahwa kurikulum perlu dan harus dikembangkan. bila dikaji merupakan konsep kurikulum yang cukup lengkap dn menyeluruh. Kurikulum sehagai jalan meraih ijazah. 1989: 3). Kurikulum sebagi rencana kegiatan belajar. Dalam UU RI No.

Landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotannya (Depdikbud. (2) rancangan suatu program. Pendidikan ada dan berada dalam kehidupan masyarakat sehingga apa yang dikehendaki oleh masyarakat untuk dilestarikan diselenggarakan melalui pendidikan (dalam arti seluas-luasnya) (Raka. 1962 : 6). petunjuk administratif.Adapun yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimna pembuatan kurikulum akan berjalan. Hal yang dikemukakan dalam "Landasan Program dan Pengembangan Kurikulum" merupakan contoh adanya landasan-landasan pengembangan kurikulum. Secara singkat. orang tua. Landasan Filosofis. yaitu : (1). konlisi fakultas (staf pengajar) atau konsultasi universitas ? jika komisi yang digunakan. (2). Joni. Hal tersebut meliputi pertanyaan-pertanyaan berikut : Siapa akan dilibatkan dalam pembuatan kurikulum. maka dalam pengembangan kurikulum diperlakan landasan-landasan pengembangan kurikulum. a. Fakta empirik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum. dalam landasan program dan pengembangan dikemukakan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada tiga unsur. 1983 : 6). Nilai dasar yang mempakan falsafah dalam penyelidikan manusia seutuhnya. 1986 : 1). pengembangan kurikulum adalah suatu perbuatan kompleks yang mencakup berbagai jenis keputusan (Taba. Dengan 132 . Agar pengembangan kurikulum dapat berhasil sesuai dengan yang diinginkan. baik berdasarkan penilaian kurikulum studi. administrator. guru. dan (4) peralatan dalam evaluasi proses ini. 1976 : 17) sedangkan Bondi dan Wiles (1989 : 87) mengemukakan babwa pengembangan kurikulum yang terbaik adalah proses yang meliputi banyak hal yakni : (1) kemudahankemudahan suatu analisis tujuan. Segala kehendak yang dimiliki oleh masyarakat merupakan sumber nilai yang memberikan arah pada pendidikan. (3). Seperti yang tercantum dalam kurikulum SP. atau siswa ? Apa prosedur yang akan digunakan dalam pembuatan kurikulum. maupun surve lainnya. yang acapkali disebut sebagai determinan (faktor-faktor penentu) pengembangan kurikulum. (3) penerapan serangkaian pengalaman yang berhubungan. bagaimana mereka akan diatur ? (Zais.

budaya. hakikat keindahan dan hakikat pikiran (Winecoff. landsaan Sosial. Nilai-nilai yang perlu dipertahankan dan dihomati oleh individu-individu keagamaan dan dalam masyarakat sosial tersebut. landasan filosofis pengembangan kurikulum dari satu sistem berbeda dengan pendidikan yang lain.Budaya . dan hakikat pikiran yang ada dalam masysarakat. Perbedam tersebut sangat terasa dalam masyarakat yang majemuk. Masyarakat sebagai kelompok individu-individu mempunyai pengaruh terhadap individu-individu dan sebaliknya. Raka Joni. 1983 : 5 ). Secara logis dan realistis.Agama.agama yang ada dalam masyarakat merupakan bahan kajian pengembangan kurikulum untuk digunakan sebagai landasan pengembangan kurikulum. ilmu pengetahuan. Juga landasan filosofis pengembangan kurikulum dan suatu lembaga berbeda dengan lembaga yang lain. Filsafat boleh jadi didefinisikan sebagai suatu studi tentang : hakikat realitas. hakikat sistem nilai. 1988: 13).demikian pandangan dan wawasan yang ada dalam masyarakat merupakan pandangan dan wawasan dalam pendidikan. individu-individu itu pada taaftaraf tertentu juga mempunyai pengaruh terhadap masyarakat (Raka Joni. Realitas sosial-budaya . hakikat ilmu pengetalman. sistem nilai. 1983 :5) kebersaman individu-individu dalam masyarakat diikat dan terikat oleh nilai-nilai individu yang menjadi pegangan Mdup dalam interaksi di antana mereka. b. Oleh karena itu landasan filosofis pengembangan kurikulum adalah hakikat realitas. Oleh kreena nilai agama berhubungan dengan 133 . yakni nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya yakni pancasila. Masyarakat adalah suatu kelompok individu-individu yang diorganisasikan mereka sendiri ke dalam kelompok-kelompok berbeda ( Zais. nilai kebaikan. atau dapat dikatakan bahwa filsafat yang hidup dalam masyarakat merupakan landasan filosofis pertyelenggaraan pendidikan. Untuk landasan filosofis pengembangan kurikulum secara cepat dan tepat kita pastikan. mencakup Nilai-nilai nilai-nilai keagamaam nilai-nilai berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap ajaran dan nilainilai agama yang mereka anut. keindahan. 1976 : 157. hakikat nilai kebaikan.

maka masyarakat memanfaatkan pendidikan yang dirancang melalui kurikulum. maka pada umumnya bersifat langgeng sampai masyarakat pemeluknya melepaskan kepereayaannya (Rika Joni.budaya masyarakat bersumber pada basil karya akal budi manusia. mengapa salah satu landasan pengembangan kurikulum adalah nilai-nilai sosial-budaya-agama. perasaan (estetika). Oleh karena itu. Mengingat pendidikan merupakan upaya penyiapan siswa menghadapi perubaban yang makin pesat. Perubahan masarakat mencakup nilai yang disepakati oleh masyarakat tersebut. Nilai-nilai sosial. 1983 : 40) bahwa sumber ratusan ribu nilai yang ada dalam masyarakat ntuk perkembangan melalui proses pendidikan ada tiga yaitu : pikiran ( logika). c. Untuk menerima melaksanakan. tehnologi. sedangkan seni bersumber pada perasaaan atau estetika. 1983 : 5). Landasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. menyebarluaskan. temasuk didalamya perubahan ilmu pengetahuan. Namun dengan demikian menurut Damd Joesoep (1982 dalam Raka Joni. 1987: 157). dan seni. menyebarluaskan. 134 . Jelas kiranya bagi kita. Dengan demikian. Oleh karena itu.kepereayaan. nilai-nilai sosial budaya lebih bersifat sementara bila dibanding nilai-nilai keagamaan. Sedangkan seluruh nilal yang telah disepakati oleh msyarakat dapat pula tersebut. kebudayaan dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang memiliki kompleksitas tinggi (Zais. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik ( siswa) meng hadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat ( Raka Joni. 1983: 25 ). sedangkan seluruh nilai yang disepakati oleh masyarakat dapat pula disebut sebagai kebudayaan. dan kemuan (etika). apabila terhadap nilai-nilai sosial budaya yang tidak berterima atau bersesuaian dengan akaInya akan dilepaskan. Ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah nilai-nilai yang bersumber pada pikiran atau logika. sehingga dalam mencrima. melestrikan dan atau melepaskannya manusia menggunakan akalnya. atau penolakan dan pelepasan nilai-nilai sosial budaya-agama. pelestarian.

landasan pengembangan kurikulum. ipteks.3. Herrck (1950 dalam Taba. 1. dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat. dan kebutuhan msyarakat akan membantu menetapkan perkembangan yang dilaksanakan. Komponen dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum. Perkembangan masyarakat akan menuntut tersedianya proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kurikulum masyarakat landasan maka. Falsafah hidup akan mengarahkan perkembangan masyarakat. nilai-nilai. Pengertian kurikulum dan Iandasan-landasan pengembangan kurikulum yang telah diuraikan sebelumnya. Mungkin pada msyarakat tertentu perkembangannya tersebut sangat lambat tetapi masyarakat lainnya cepat baik sanggat cepat (Nana Sy Sukmadinata. tampak pentingnya mengenal komponen atau elemen atau unsur kurikulum. Komponen kurikulum Sebelum melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum. metode dan 135 . diperlukan rancangannya berupa berupa yang pengembangannya perkembangan masyarakat itu sendiri. Perkembangan masyarakat juga dipengaruhi oleh falsafah hidup. Nilai-nilai sosial budaya agama akan merupakan penyaringan nilai-nilai lain yang menghambat perkembangan masyarakat. An in a given currkulum it is important to identify the partkular elements that shall be used" Dari pemyataan Tyler tersebut. yakni : tujuan (obejetives). 1962: 425) mengemukakan 4 (empat) elemen. akan merupakan dasar untuk mengkaji pembelajaran dan pengembangan kurikulum lebili lanjut. 1962 : 422) bahwa "it is important as a part of a compherensive theory or organization to indkate just what kinds of elements. Tugas-tugas berikut ini akan membantu memantapkan perasaan anda mengenai pengertian kurikulum dan landasan .d. 1988:66). Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang. 1. seorang pengembang terlebih dahulu mengenal konaponen atau elemen atau unsur kurikulum. lpteks mendukung kegiatan msyarakat. mata pelajaran (subject matter). Landasan perkembangan masyarakat. Seperti yang dikemukakan Tyler (1950 dalam Tabs.

Apa yang diutarakan oleh Zais mengenai pentingnya tujuan adalah benar adanya. Tujuan pengajuan 136 . dan kebutuhan masyarakat. (3) leaming activities. serta evaluasi. Tujuan pendidikan nasional merupukan tujuan kurikulum tertinggi yang bersumber pada falsafah bangsa (pancasila) dan kebutuhan masyarakat tertuang dalam GBHN dan UU-SPN. menjabarkan tujuan kurikuler dan bersumber pada karakteristik mata pelajaran/bidang studi dan karakteristik siswa. Nana Sy. materil pengalaman belajar.organisasi (method and organization). Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum mempakan kekuatankekuatan fundamental yang peka sekali. dan evaluasi (evolution). bersumber pada tujuan tiap jenjang pendidikan dalam UU-SPN. Tujuan kelembagaan (tujuan institusional) mempakan tujuan yang menjabarkan tujun pendidikan nasional. paling tinggi adalah tujuan pendidikan nasional. organisasi. don (4)evaluations (Zais. 1976: 295).. dan objetives. tetapi memberikan arah dan fokus untuk selmh program pendidikan (Zais. Tujuan yang terbawah dari hirarki tuju" kurikulum Indonesia adalah tujuan pengajaran. isi atau materi. yang ketiganya mempakan suatu hirarki vertikal. yakni komponen kurikulum yang terdiri dari : tujuan. a. karena hasil yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum. Hirearki vertikal tujuan kurikulum di Indonesia. proses atau isi penyampaian. Dalam kenyataannya aspek-aspek pendidikan selalu mempertanyakan tentang tujuan. dan tujuan pengajaran. and objektive. Tujuan. (2) content. Berdasarkan uraian tentang komponen-komponen kurikulum sebelumnya. Lebili lanjut Zais (1976 : 307) mengklasifikasik" tujuan menjadi tiga yakni aims. Adanya klasifikasi tujuan kurikulum seperti yang disampaikan oleh Zais juga tersurat dalam tujum kurikulum indonesia. goal. karena tidak ada satupun aspekaspek pendidikan yang lain bertentangan dengan tujuan. dan evaluasi. karakteristik lembaga. kemudian tujuan kelembagaan. 1976 : 297). Sukmadinata (1988 : 110) menemukan empat konaporten dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan. yakni suatu tujuan yang. goals. Sedangkan ahli yang lain mengemukakan bahwa kurikulum terdiri dari 4 komponen dasur: (1) aim. diikuti tujuan kurikuler. karekteristik mata pelajaran bidang studi.

Secara garis besar hierarki tujuan kurikulum dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut. untuk pencapaiannya secara hirarki vertikal daii tujuan yang terendah ke tujuan yang lebib tinggi. yakni Tujuan Umum Pengajoran (TUP) dan Tujuan Kbusus Pengajaran (TKP). Untuk memperjelas uraian. dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan atau perkembangan zaman. Pengembangan hierarki kurikulum secara. tujuan bidang studi. Hirarki tujun kurikulum secara vertikal di Indonesia seperti terurai sebelumnya. Jenjang Tujuan Tujuan Pendidikan Tujuan Kelembagaan Tujuan Kurikuler Tujuan Pengajaran Dokumen Penanggung Jawab UU SPN & GBHN Menteri Dikbud Kurikulum Tiap Kepala Sekolah Lembaga GBBP GBPP & Guru Mata Pelajaran / Bidang Studi / Kelas Rancangan Guru Mata Pelajaran Pembelajaran tersurat sampai secara dengan tahun vertikal Kurikulum tersebut Yang dapat Disempumakan Hierarki berkembang saja (KYD) tujuan atau SD/SLTP/SLTA kurikulum 1984/1985 atau 1985/1986. Apabila dikaji lebih lanjut akan kita temukan bahwa dalam perumusannya. b. berikut mempakan hirarki nujuan kurikulum Indonesia. Hirarki tujuan kurikulum vertikal yang tersurat dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut diawali dari tujuan pendidikan nasional. tujuan tersusun hirarki vertikal dari yang tertinggi ke yang terendah dan sebaliknya. vertikal di Indonesia tertampak dalam draft kurikulum tahun 1994/1995. ditujukan untuk lebili tajam diharapkan dapat memudahkan guru menjabarkan. kemudian tujuan kelembagaan. tujuan kurikuler. Hal yang mempakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan fonnal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum) supaya keinginan tujuan kurikulum dapat dicapai 137 . tujuan kelas dan tujuan catur wulan serta Tujuan pengajaran.terbagi menjadi dua macam. tersurat seperti terurai sebelumnya. Materi pengalaman belajar.

lebih dari itu adalah pengalaman belajar yang mampu mendukung pencapaian tujuan secara lebili efektif. in one of the two central derision in currkulum making.dengan dan paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalumya dapat disajikan secara efektif (Zais. Namam demikian. Namun demikian sebenarnya tidak cukup hanya isil bahan ajaran saja yang dipikirkan dalam kegiatan kurikulum. Organisasi. Selain itu untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan bahan ajaran (Nana Sy. dan tujuan menentukan belajar apa yang penting. Hal ini berarti kita memandang kurikulum sebagai suatu rencana untuk belajar. keterampilan. 1962 : 290). with accompanying leaming experiences. and there fore rational method of going about it is a matter of great concert " c. Berdasarkan pendapat Taba tersebut. Sukmadinata. 1976: 322). Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemikian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan (Taba. maka kurikulum secara pasti mencakup seleksi. 1962 : 266). perlu kita sadari bahwa pengorganisasian kurikulum merupakan kegiatan yang sulit dan kompleks. Pentingnya materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar dapat kita lihat pada pernyataan Taba (1962 : 263) berikut ini : Selecting the content. nilai-nilai. Sedangkan pengalaman belajar dapat diartikan sebagai kegiatan belajar tentang atau Belajar bagaimana disiplin berpikir dan strata disiplin thou. dan sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran/bidang studi. Perbedaan antara behijar di sekolah dan belajar dalam kehidupan adalah dalam hal pengorganisasian secara formal di sekolah. Dengan demikian jelaslah bahwa baik materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar barus dipikirkan dan dikaji serta diorganisasikan dalam pengembangan kurikulum. jelas babwa materi dan pengalaman Belajar dalam kurikulum diorganisasikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan. Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetalman. dan organisasilmateri dan pengalaman belajar (Taba. 1988 : 114). Sukar dan kompleknya pengorganisasian kurikulum dikareakan kegiatan tersebut bertalian dengan aplikasi serta 138 .

Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis.Masalahmasalah utama organisasi kurikulum berkisar pada ruang lingkup (scope). Kegiatan evaluasi akan memberikan informasi dan data tentang perkembangan belajar siswa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. Adapun peran evaluasi dalam kurikulum secara keseluruhan baik evaluasi belajar sisiwa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. Evaluasi merupakan komponen ke empat kurikulum. dan integrasi. 1988 : 23). Evaluasi. Lebih lanjut Zais (1976 : 378) mengemukakan evaluasi kurikulum secara luas merupakan suatu usaha sangat besar yang kompleks yang mencoba menantang untuk mengkondifikasi proses salah satu dari istilah sekuensi atau komponenkomponen. sekuensi kontinuitas. mungkin merupakan aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil (Zais. 1976 : 369). 139 . Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar sisiwa (basil dan proses) mampun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. tempat yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan-bahan fungsional dari kejadian-kejadian yang meliputi interaksi siswa. Sebagai konponen kurikulum. dan lingkungan. hingga dapat dilihat keputusan-keputusan pembelajaran dan pendidikan secara tepat. dan masalah proses pembelajaran (Sumantri.pengetahuan yang ada tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. dapat digunakan sebagai dasan pengembangan kurikulum. material. Dari uraian tentang evaluasi jelaslah bahwa evaluasi bukanlah komponen atau kegiatan pendidikan yang kecil. guru. evaluasi merupakan bagian integral dari kurikulum.

menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winskel. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh . Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut amok melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah penggerak dalam diri seseorang mau melakukan aktifitas-aktifitas tertentu dalam mencapai suatu tujun tertentu pula. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan . 1975). Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. Pengertian dan Pentingnya Motivasi Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. Ini dapat dikenali dalam proses belajar mengajar di kelas. 1987). sebab dan daya penggerak (Echols. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. Motivasi belajar adalah keseluruhan dari penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi linggi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Motivate sendiri berarti alasan. Siswa yang mempunyai motiasi belajar tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit putus kesalahan dalam belajarnya (Palardi. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: tertarik kepada guru.1. menyebabkan dan merangsang. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Dalam kegiatan belajar mengajar. dikenal adanya motivasi belajar. mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya 140 . 1994). pengalasan dan motivasi. 1984).BAB IV MOTIVASI BELAJAR 4.

termasuk penguasaan kemampuan intelektual. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. dan moralnya selalu dalam kontrol diri. tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin. senang mencari dan memecahkan masalah. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini. Bila kita ingin anak belajar dengan baik (tingkat 5). tindakan. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. dapat mempertahankan pendapatnya. dan selalu terkontrol oleh lingkungannya. ia mengharapkan penghargaan dari temantemannya dan mencegah celaan mereka. Suatu hal yang penting adalah bahwa motivasi pada setiap tingkat yang diatas hanya dapat dibangkitkan apabila telah diperngaruhii tingkat motivasi di bawahnya. Selanjutnya anak itu memperoleh motivasi anak menguasai pelajaran (matery). yang tidak diterima sebagai anggota masyarakat kelas. maka haruslah terpengaruh tingkat 1-4. terus menerus dalam waktu lama. 141 . Ada sejumlah tokoh yang meneliti soal motivasi belajar ini. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. merasa tidak aman. yang guncang harga dirinya. Motivasi diakui sebagai hal yang sangat penting bagi pelajaran di sekolah. Anak yang lapar. yang tidak dikasihi. artinya anak itu suka bekerja sama dengan anak-anak lain dan dengan guru. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. tidak akan dapat belajar dengan baik. ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. Hewitt (1968) mengemukakan bahwa "attentional set” merupakan dasar bagi perkembangan motivasi yakni yang bersifat sosial. kebiasaan. Banyak macam motivasi dan para ahli meneliti tentang bagaimana asal dan perkembangannya dan menjadi suatu "daya" dalam mengarahkan kelainan seseorang. dan ingin mendapatkan harga dirinya di kalangan kawan sekelasnya. Motivasi kelakuan manusia merupakan topik yang sangat luas.terutama kepada guru.

Taraf motivasi tertinggi menurut hewitt ialah motivasi untak "achievemenf' atau keberhasilan yang merupakan syarat agar anak im didorong oleh kemauannya sendiri dan merasa kepuasan dalam mengatasi tugas-tugas yang kian bertambah sulit dan berat. Bahkan pada saat ini. umumnya perolehan belajannya juga sedang-sedang saja. Pembelajaran yang tinggi motivasi. Demikin juga pembelajuan yang sedang-sedang saja motivasinya. penghargaan yang diberikan bila hasil belajar anak mendekati bentuk kelakuan yang di inginkan. maka anak itu sanggup untuk belajar sendiri. 142 . kaitan antara motivasi dengan perolehan dan atau prestasi ini tidak hanya dalam belajar. Bila taraf ini tercapai. Salah satu hasil peneliti juga menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai motivasi-berprestasi umumnya juga mempunysu prestasi yang lebih tinggi. Sebaliknya. Akhirnya anak itu harus meningkat dalam bentuk penghargaan dari yang konkrit kepada rasa putas atas keberhasilannya menurut standar yang ditentukannya sendiri. Banyak riset yang membuktikan bahwa tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. umumnya tinggi pula perolehan belajarnya. rendah pula perolehan belajarnya. Dalam kerjapun. Siswa perlu diberitahukan tentang hasil pekerjaanya sehingga ia dapat menilai keberhasilannya dan kegagalannya. Pegawai atau karyawan yang mempunyaj motivasi berprestasi tinggi juga menunjukkan performansi profesional yang diharapkan atau di atas rata-rata teman atau sejawatnya. pembelajaran yang rendah motivasinya. dan tidak perlu di tunggu sampai hasil belajarnya benar sepenuhnya.Dengan reinforcement yakni penghargaan atas keberhasilannya motivasi itu dapat dipupuk. Juga peneliti lain mengemukakan pentingnya reinforcement berupa pujian. motivasi mi juga sangat prating. Pentingnya motivasi Secara konseptual motivasi berkaitan erat dengan prestasi atau perolehan belajar.

untuk menaklukan puncak tertinggi itu. Makin tepat motivasi yang kita berikut. dengan menyampingkan perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan ini. Terbukti dengan jelas. motivasi seringsering disebut secara berulang-ulang sebagai variabel yang banyak menentuk perolehan belajar. Hasil belajarpun banyak ditentuk oleh motivasi. Seorang yang betulbetul bertekad menang dalam pertandingan. (c) Menyeleksi perbuatan. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai Tujuan itu. Tukang becak menahankan panas dan hujan untuk meneari nafkah bagi anak istrinya Motivasi mempunyai tiga fungsi: (a) Mendorong manusia untuk berbuat. tak akan menghabiskan waktunya bermain karena. ada juga yangg mengembangkan motivasi berprestasi atau motivasi belajar ini menjadi motif berkompetensi yang dimaksud dengan berkompetensi adalah dorongan-dorongan untuk menguasai kompetensi keahliannya. bahwa mereka yang mempunyai motivasi kompetensi yang tinggi cenderung lebih mengusai bidang-bidangnya dibandingkan dengan mereka yang rendah motif kompetensinya. Setiap motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. Dalam khasanah kepustakaan kependidikan. lebih banyak disebabkan oleh tingginya motivasi yang mereka punyai.Bahkan dewasa ini. Tensing dan Hillary mungkin ingin membuktikan kesanggupan manusia. makin berhasil pelajaran itu. jadi sebagal penggerak atau motor yang melepaskan energi. motivasi belajar sangat urgen dalam peningkatan perolehan belajar. Motivasi menentukan intensitas usaha anak belajar. (b) Menentukan arah perbuatan. 143 . Oleh karena itu. yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Motivasi melepaskan energi atau tenaga yang ada pada seseorang. Juga untuk belajar diperlukan motivasi "motivation is dan essential condition of learning". Bahkan. orang yang sukses disegala bidang. sebab tidak serasi dengan tujuan.

tinggi militansi kerja atau belajarnya. Sifat Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Motivasi dapat di bedakan atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi serupa ini bersifat intrinsik dan keberhasilannya akan memberi rasa kepuasan. adalah karena terdapatnya tanggungjawab internal pada diri manusia itu. rekayasa lingkungan perlu diberikan agar seseorang tetap belajar. selaia ingin berprestasi.Dalam bahasa schari-hari motivasi dinyatakan dengan. Berarti. kesedihan dan sebagainya. termasuk belajar. dalam sudut pandang teori ini. Manusia. Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu. dalam diri manusia sebenarnya terdapat dorongan-dorongan yang kuat untuk belajar. hasrat. memang termsuk makhluk yang baik: tinggi tanggungjawabnya. Demikian pula bila semang main badminton untuk menikmatinya.2. kebutahan. Sungguhpun demikian. Ausabel (1968) berpendapat babwa modyasi yang dikaitkan dengan motivasi sosial tidak begitu penting dibandingkan dengan motivasi yang bertalian dengan penguasaan tugas dan keberhasilan. dorongan. Dalam belajar telah terkandung tujuan menambah pengetahuan "intrinsk motivations are inherent in the learning situasions and meet pupil needs and purposes". maksud. tekad. yakni 'for the pleasure of the activity". Ini sesuai dengan teori. Rekayasa lingkungan antara lain dapat berupa motivasi ekstrinsik. keharusan. tak lain karena 144 . cita-cita. Selain ini keberhasilan itu mempertinggi harga dirinya dan rasa kemampuannya. Mengapa motivasi ekstrinsik perlu diberikan. didorong oleh motivasi intrinsik. 4. Dalam hal pertama ia didorong oleh motivasi intrinsik yakni ia ingin mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu. kenuman. suka bekerja termasuk belajar. Motivasi belajar secara intrinsik sebenamya memang telah ada. yang memandang bahwa segala tindakan manusia. kehendak. keinginan.

diploma. justru secara berlahan dapat mencangkokkan motivasi intrinsik mtuk belajar manakala belajar yang direkayasa dengan motivasi ekstrinsik tersebut telah menjadi kebiasaan bagi pembelajar. Motivasi eksifinsik dipakai oleh sebab pelajaran-pelajaran sering tidak dengan sendirinya menarik dan guru sering kurang mampu untuk membangkitkan minat anak. Pada orang yang tingleat motivasi intrinsiknya rendah. pujian. dapat dikurangi dengan memberikan motivasi eksuinsik. bahwa anak manusia itu tidak sama. penguasaan kecakapan. perlu dikontrol dengan menggunakan motivasi ekstrinsik.seseorang tidak senantiasa bemda dalam keadaan menetap. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam kegiatan. Anak-anak didorong oleh motivasi intrinsik. agar memperoleh pengertian. yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. "The reward of a thing well done is to have done it"(Emerson). Akan tetapi di sekolah sering digunakan motivasi ekstrinsik seperti angka-angka. celaan. Motivasi ekstrinsik yang diberikan secara tepat. bila mereka belajar agar lebib sanggup mengatasi kesulitan kesulitan hidup. dan sebagainya. seseorang akan tinggi motivasi belajarnya secara intrinsik. Ketidaksamaan dalam motivasi intrinsik yang dipunyai ini. ijazah. justru motivasi ekstrinsik ini sangat diperlukan. Adakah suatu kenyataan. seseorang yang mempunyai motivasi belajar intrinsik yang demikian tinggi tibatiba melemah. Bahkan kalau sudah sampai di tahap mempribadi. pengetahum. sikap yang baik. termasuk motivasinya. Bila seorang belajar untuk mencari penghargaan berupa angka. Ini didorong oleh motivasi ekstrinsik. Bisa terjadi. hukuman. oleh sebab tujuan-tujuan itu terletak di luar perbuatan itu. "The goal is artifkially introduced". Supaya melemahnya motivasi intrinsik ini tidak sampai berada pada tingkatan yang sangat rendah. 145 . dan sebagainya. hadiah. kenaikan tingkat. Hasil-hasil itu sendiri telah merupakan hadiah. Ganjarant bagi sesuatu yang dilakukan dengan baik ialah telah melakukannya. Jadi motivasi ekstrinsik disini tidak perlu.

Oleh karena itu. Upaya meningkatkan motivasi belajar tersebut dilakukan dengan cara mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. kondisi pembelajar. mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman kemampuan yang di miliki oleh pembelajar dan mengembangkan cita-cita dan aspirasi pembelajar. Bila belajar itu berhasil. Sebagai konsekuensi atas perhatian guru terhadap unsurunsur yang mempengaruhi motivasi belajar dan unsur-unsur yang mempengamhi tersebut. Motivasi dalam Belajar dan Unsur-Unsur yang mempengamhi motivasi belajar Motivasi sangat krusial dalam belajar dan pembelajaran. motivasi belajar tersebut juga dipengaruhi oleh banyak unsur antara lain: cita-cita aspirasi penubelajar. Pembelajaran dan upaya-upaya guru dalam membelajarkan pembelajar. Agar dapat mendukung lebih optimal terhadap motivasi belajar. kondisi lingkungan belajar. unsur-unsur yang mempengaruhi tersebut. Jika unsur-unsur yang mempenguuhi tersebut tidak diketahui dan tidak diperhatikan. 4. maka akan timbul motivasi itu dengn sendirinya dan keinginan untuk lebih banyak belajar. perlu diketahui dan diperhatikan oleh guru yang membelajarkan pembelajar. dan mempunyai kesanggupan Kreatif untuk menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan dan minat anak.3. bisa menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar para pembelajar. mengoptimalkan unsur-unsur belajr / pembalajaran. guru hendaknya senantiasa berupaya meningkatkan motivasi belajar. Bahkan kita dapat mengabaikan motivasi dan memusatkan perhatian kepada pengajaran itu sendiri. Ausubel mengatakan adanya hubungan antara motivasi dan belajar. unsur-unsur dinamis belajar. Sukses dalam belajar akan membangkitkan motivasi untuk belaiar. 146 . pada hal.Membangkitkan motivasi tidak mudah. kemampuan pembelajar. Untuk itu guru perlu mengenal murid. Motivasi bukan mempakan syarat mutlak untuk belajar tak perlu lebih dahulu ditunggu adanya motivasi sebelum kita mengajarkan sesuatu.

minum. antara lain motivasi menyalidiki aktivitas manipulasi. jadi juga terdapat pada binatang. yang dapat dianggap sebagai salah samtu hasil pendidikan yang paling penting. termasuk yang berkaitan dengan pelajari. Pelajar harus diberikan ganjaran (reward) berupa pujian. Motivasi ini lebib mantap dan memberikan dorongan kepada sejumlah besar kegiatan. 147 . Keberhasilan dalam interaksi dengan lingkungan belajar. Walaupun teori-teori motivasi berbeda-beda. Peneliti lain. mengetahui kemajuan yang dicapai. misalnya dengan merumuskan tujum dengan jelas. White berpendapat bahwa kegiatan anak tak dapat dijelaskan dengan dorongan untuk memuaskan kebutuhan makan. rasa keberhasilan atas hasil belajarnya. di sekolah. angka ang baik. sehingga ia sanggup belajar sendiri sepanjang bidupnya. Motivasi kompetensi mempunyai dasar biologis. Setiap orang ingin menguasai lingkungannya. McClelland (1965) yang menyelidiki berbagai hal yang dapat mempertinggi motivasi ini. penguasaan tujuan program pendidikan memberikan rasa kepuasan dan karena ini merupakan sumber motivasi yang terus menerus bagi pelajar. nanum dalam praktek pendidikan penerapannya bersamaan. sehingga ia lebih tertarik oleh pelajaran.Menurut Skinner(1968) masalah motivasi bukan soal memberikan motivasi. dan sebagainya. dan lain-lain. Motivasi yang dianggap lebih tinggi tarafnya daripada penguasaan tugas ialah "achievement motivation" yakni motivasi untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu. Ada pula peneliti yang mencari motiyasj positif yang dinyatakan dengan istilah "mastery”. "egoinvolvement" (keterlibatan diri). White (1959) mengemukakan konsep kompetensi. merasa turut benanggungjawab. dan lingkungan sosial yang menyokong. akan tetapi mengatur kondisi belai sehingga memberikan reinforcement. Akan tetapi karena kegiatan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya yang memberikan rasa mampu.

Cita-cita atau aspirasi ini senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan. Oleh karena itu. Kondisi lingkungan belajar 5. Dapat dipastikan kesungguhan belajarnya akan berkurang karena apa yang ia pelajari tidak sesuai dengan cita-cita dan 148 . Unur-unsur dinamis belajar Ipembelajaran 6. tentu menggemari terhadap mata pelajaranmata pelajaran dan bacaan-bacaan yang berkaitan erat dengan ilmu kesehatan. ia akan lebih temotivasi mempelajari mata pelajaran tersebut dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Kemampuan pembelajar 3. Seseorang yang bercita-cita menjadi dokter. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar Unsur-unsur tersebut dijelaskan sebagaimana pada uraian berikut : a. ia akan lebih bergairah dengan mata pelajaran tersebut. pada saat masih sedang belajar dijenjang pendidikan dasar. Bahkan tidak juang. meskipun rintagan yang ditemui sangat banyak dalam mengejar cita-cita dan aspirasi tersebut seseorang tetap berusaha semaksimal mungkin karena hal tersebut berkaitan dengan cita-cita dan aspirasinya.Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Motivasi Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar. cita-cita dan aspirasi sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar seseorang. Sebaliknya seseorang yang kebetulan berstatus mahasisma dan dahulunya bercita-cita menjadi ahli hukum tetapi ia dipaksa oleh orang tuanya mengambil jurusan teknik elektro. Cita-cita / aspirasi pembelajar 2. Cita-cita / aspirasi pembelajaran Setiap manusia senantiasa mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu didalam hidupnya temasuk pembelajar. Kondisi pembelajar 4. Oleh karena itu. Meskipun mata pelajaran tersebut masih terintegrasi dengan mata pelajaran IPA. Unsur-unsur tersebut adalah : 1.

Kemampuan pembelajar erat hubungannya dan bahkan mempengaruhi motivasi belajar pembelajar. maka cita-cita dan aspirasi pembelajaran ini perlu diperhitungkan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar seseorang. Kemampuan PeMbelajar Kemampuan manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. karena cita-cita atau aspirasi ini mempengaruhi motivasi belaiar. Jika kaitan antara cita-cita atau aspirasi pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan seperti tampak dibawah ini: CITA-CITA / ASPIRASI PEMBELAJAR MOTIVASI BELAJAR PEMBELAJAR PEROLEHAN BELAJAR PEMBELAJAR b. akan menjadi malas jika dituntut sebagaimana mereka yang berkemampuan rendah.aspirasinya. Jika kaitan antara kemampunn pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan sebagai berikut: 149 . Sebab. pada saat-saat masih disekolah menengah ia tinggi motivasi belajarnya sebaliknya pada saat sudah menjadi mahasiswa motivasi yang tinggi tersebut berubah menjadi rendah. bisa jadi. Bisa terjadi. Oleh karena itu. Ketidaksungguhan dalam belajar demikian ini tentu lantaran jurusan yang dipaksakan oleh orang tuanya tidak cocok dengan cita-cita dan aspirasinya. kemampuan pembelajar ini haruslah diperhatikan dalam proses belajar pembelajaran. Ia kendor motivasinya. seseorang menjadi rendah motivasi belajarnya terhadap bidang tertentu oleh karena yang bersangkutan rendah kemampuannya dibidang tersebut. dan sebaliknya orang yang berkemampun tinggi. orang yang mempunyai kemampuan rendah akan sangat susah menyerupai orang yang mempunyai kemampuan tinggi. Itulah sebabnya. Menuntut seseorang sebagaimana orang lain dari bingkai penglihatan demikian tentulah tidak diberikan.

Orang yang sudah sangat lelah tidak baik kalau belajar. tibatiba berubah karena kondisi fisik dan psikologisnya dalam keadaan prima. Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. bisa menjadikan seseorang belajar merasa terpaksa dan tidak banyak bemotivasi. kondisi fisik seseorang mempengaruhi motivasi belajarnya. mka gairah belajarnya menurun. motivasi belajar bisa meningkat. fisik dan psikologis. bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya. juga tidak bisa mengkonsentrasikan diri terhadap hal-hal yang dipelajari. Tidak jarang. seseorang yang motivasi belajarnya biasa-biasa saja. Dalam kondisi psikologis terganggu. tidak bails untuk dipaksa belajar. Dua macam kondisi ini. tiba-tiba menjadi rendah hanya karena kondisi fisik dan psikologisnya terganggu atau sakit. Sebaliknya jika kondisi fisik berada dalam keadaan bugar dan segar. umumnya saling mempengamhi satu sama lain. baik yang bersifat fisik maupun psikis. Kmena tidak bisa konsentrasi. Berarti. Ada kalanya seseorang yang pada masa-masa sebelumnya bemotivasi belajar tinggi. Sangatlah jelas dan sering dirasakan oleh siapapun jika kondisi fisik dalam keadaan lelah. sama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajarnya. Demikian juga kalau sedang sakit.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran c. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat. kondisi pembelajar dalam kaitannya dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut: 150 . Dalam realitasnya juga berlaku kebalikannya. Keadaan demikian ini. Jika diskemakan. Jelaslah bahwa kondisi pembelajar. sebutlah misalnya stress. umumnya motivasi belajar seseorang akan menurun. Kondisi pembelajar Kondisi pembelajar dapsat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya.

lebih-lebih lingkungan belajar. yang tertata rapi. mendorong seseorang bergairah belajar. yang tenang. Jadi lingkungan fisik berpengaruh terhadap motivasi belajar. Lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalm kaitannya dengan orang lain. senantiasa tersosialisasi oleb lingkungannya. Sungphpun faktor pribadi pribadi seseorang lebih menentukan terhadap diri sendiri tetapi harus diakui bahwa lingkungan sosial juga menentukan motivasi belajar seseorang. tidak memberikan gairah bagi belajar seseorang. Yang dimaksud dengan lingkurigan fisik adalah tempat dimana pembelajar tersebut belajar. bisa menimbulkan gairah belajar. Kondisi lingkungan belajar Sudah umum diketahui bahwa yang menentukan motivasi belajar seseorang. Demikian juga yang amburadul. selain faktor individu juga faktor lingkungan. Sebaiknya tempat yang teratur. Contohnya berupa lingkungan sepermainan. Apakah tempat belajarnya nyaman ataukah tidak. lingkungan sebaya. Lingkungan belajar ini meliputi : lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Kaitan antara kondisi lingkungan belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : 151 . Sebab. kelompok belajar. Dalam lingkungan yang kompetitif untuk belajar. seseorang yang berada dilingkungan tersebut akan terbawa serta untuk belajar seperti orang lain. Hal-hal demikian ini berpengaruh terhadap motivasi belajar. Baik secara sadar atau tidak. Tempat belajar yang berisik oleh suara bisa menganggu belajar. apakah tempatnya segar atau pengap. individu secara sadar ataukah tidak. Contohnya jika dalam lingkungan sosial seseorang tidak terbiasa dengan aktivitas belajar maka bukan budaya belajar itu yang dikembangkan oleh seseorang.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran d.

menjadikan pembelajar juga bergairah belajar. Bahan belajar dan upaya penyediannya c.unsur dinamis dennkian ini patut diperhatikan agar motivasi belajar pembelajar menjadi tinggi. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya d. unsur. Upaya Guru dalam Membelajarkan pembelajar Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga berpengaruh terhadap motivasi belajar. tingginya motivasi belajar berimplikasi bagi maksimainya perolehan belajar pembelajar. Suasana belajar dan upaya pengembangannya e. Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belaiar b. guru yang sungguh-sunggub dalam membelajukan pembelajar. Unsur dinamis belajar dan pembalajar Motivasi belajar pembelajar Perolehan belajar pembelajar jika kaitan antara unsur-unsur dinamis dalam belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : Unsur dinamis belajar dan pembelajar Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran f. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajar.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran e. 152 . Unsur-Unsur Dinamis belajar pembelajar Unsur dinmis belajar pembelajar meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Pada guru yang demikian umumnya mempersiapkan diri dengan matang dan senantiasa memberikan yang terbaru dan terbaik kepada pembelajar. Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya Oleh karena itu. menjadikan tingginya motivasi belajar pembelajar.

Oleh karena itu. Jika di skemakan antara upaya guru untuk membelajarkan pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar pembelajar adalah sebagai berikut : Upaya guru membelajarkan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran Upaya Meningkatkan motivasi belajar Upaya belajar senantiasa bergelombang. Tidak jarang motivasi belajar hanya mendatar saja. Adakalanya bergerak naik dan adakalanya bergerak turun. maka diperlukan upaya untuk meningkatkannya. Oleh karena demikian " watak" motivasi tersebut. Dengan demikian. pembelajar tidak bergairah dan babkan mungkin kehilangan motivasi. umumnya mengulang saja pelajaran yang di berikan dari tahun ketahun. Hal demikian bisa lebib parah lagi. motivasi belajar yang di punyai oleh pembelajar bisa cenderung naik dan atau minimal Menetap. yaitu : 153 . Akibat dari proses belajar pembelajaran demikian ini. Proses belajar pembelajar terasa kering dan kehilangan nuansa. Sebaliknya pada guru yang tidak bergairah dalar membelajarkan pembelajar. upaya guru untuk membelajarkan pembelajar sangat krusial dalam meningkatkan motivasi pembelajar. hal-hal yang disajikan oleh guru menjadi menarik dimata pembelajar. Sebagai akibatnya. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi pembelajar. Menariknya hal-hal yang diberikan ini hisa menjadikan tingginya motivasi pembelajar.Oleh karena yang di berikan tersebut menarik. Terbaik dan mungkin terbaru. manakala guru yang membelajarkan tersebut sudah puas dengan keadaan yang demikian ini. Maka tingkat aktualitasnya sangat tinggi dimata pembelajar.

Prinsip keaktifan belajar c. ketiga cara tersebut di kemukakan sebagai berikut : 1. menjauhkan konstrain-konstrain (kendala-kendala) yang ditemui dalam mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Prinsip perhatian dan motivasi belajar b. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar / pembelajaran 3. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar 2. Prinsip tersebut adalah : a. Kendala demikian ini patut dijauhkan. Mengembangkan cita-cita / aspirasi dalam belajar Secara berturut-turut. Strategi disini. Prinsip pemberian balikan dan penguruan dalam belajar g. Prinsip pengulangan belajar e. menyusun strategi-strategi sehingga prinsip-prinsip tersebut dapat terterapkan secara optimal. Kedua. Temuantemuan ahli psikologi pendidikan dan temuan-temuan ahli pengajaran part[ digali hingga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Ada dua cara dalam mengoptimalkan penerapan prinsip belajar tersebut. Prinsip keterlibatan langsung pembelajar d. Pertama. agar tidak mengganggu bagi penerapan prinsip-prinsip belajar. Prinsip sifat perangsang dan menantang dari materi yang dipelajari f. Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman / kemampuan yang telah dimiliki dalam belajar 4. dari pandangan-pandangan dan temuan-temuan teoritik dan dapat pula digali dari kiat guru sendiri. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar Ada beberapa prinsip yang harus dipedomani dalam belajar. Prinsip perbedaan individual antar belajar Ketujuh prinsip ini diterapkan secara optimal agar pembelajar mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. 154 .1.

Pengalaman dan kemampuan masa Ialu bisa mendukung terhadap aktivitas belajar manakala sesuai dengan pengalaman belajar berikutnya. katena umumnya ketika tidak ada guru dan menerima kondisi tersebut apa adanya.2. dan jika kasus yang trakhir ini terjadi. Pengalaman dan kemampuan masa Ialu ini bisa menjadi konstrain untuk belajar berikutnya. Kemampuan atau pengalaman masa Ialu ini bisa didapatkan oleh pembelajw melalui aktivitas belajar. Kemampuan dan pengalaman yang berbeda demikian ini hendaknya tidak justru menjadi konstrain dalam aktivitas belajarnya. dan bisa juga didapatkan oleh pembelajar melalui aktivitas lain atau aktivitas non belajar. Mengoptimalkan Pemanfaatan Pengalaman / Kemampuan Yang Telah Dimiliki Dalam belajar Setiap pembelajar mempunyai kemampuan dan pengalamn-pengalaman tertentu yang berbeda antara satu dengan yang lain. Cara mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam belajar / pembelajaran dalah : pertama. Penyediaan secara kreatif ini perlu dilakukan. menyediakan secara kreatif berbagai unsur belajar pembelajaran tersebut dalm setting belajar pembelajaran. 3. manakala dipandang bertentangan dengan pengalaman belajar berikutnya oleh pembelajar. memanfaatkan sumber-sumber diluar sekolah sehingga keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah dapat ditanggulangi. Pengalaman dan kemampuan masa lain bisa menjadi konstrain belajar. Pengoptimalan demikian mi perlu dilakukan agar motivasi belajar siswa juga optimal. Hal demikian dapat dilakukan dengan banyak mengadakan kerjasama dengan sejumlah lembaga diluar sekolah bahkan diluar dunia pendidikan. Mengoptimalkan Unsur-Unsur Dinamis Belajar / Pembelajaran Mengingat unsur-unsur belajar / pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi. tetapi tidak jarang bisa mendukung aktivitas belajar. maka pembelajar 155 . maka ia perlu di optimalkan penerapannya. Contohnya peralatan pengajaran yang tidak tersedia dapat disediakan dengan merancang sendiri bersama-sama dengan pembelajar. Kedua. Tidak itu saja pengalamana atau kemampuan masa lalu malahan bisa menjadi prasyarat bagi pengalaman berikutnya.

Penjurusan yang ada disekolah-sekolah kita. Kegiatan-kegiatan seseorang. 4. Biarkan pembelajar dapat menangkap apa yang dipelajari sekarang ini dari perspektif kemmpuan dan pengalaman masa lalunya. tanpa yang bersangkutan telah mempunyai kemampuan dan pengalaman yang diprasyaratkan. b. d. Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimiliki. c. Persoalannya adalah. Yang harus diupayakan guru agar kemampuan atau pengalaman masa lalu justru mendukung terhadap aktivitas belajar adalah : a. Maka dari itu cita-cita atau sapirasi tersebut harus senantiasa dikembangkan pembelajaran.tidak dapat mempelajari mata pelajaran berikutnya. Dkk dan Cany (1981) menyebut pengalamn dan kemampuan demikian dengan entry behavior. Kaitkan aktivitas belajar pada masa sekarang ini dengan kemampuan dan pengalaman yang sudah dipunyai oleh pembelajar. apakah memang benar bahwa dalam pemilihan jurusan tersebut memang benar-benar sesuai dengan cita-cita dan dalam 156 . Jangan dipaksa menggunakan perspektif gurunya. Mengembangkan Cita-Cita / Aspirasi Dalam Belajar Cita-cita adalah sesuatu yang dikejar oleh seseorang. Gali dulu pengalaman dari kemampuan yang sudah dimiliki oleh pembelajar melalui tes lisan atau tertulis sebelum menyampaikan materi berikutnya. adalah dalam rangka menampung aspirasi dan cita-cita yang berbeda antara. tidak lain adalah demi penampungan aspirasi dan cita-cita yang berbeda dari masing-masing pembelajar. yang antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. Demikian juga dengan adanya kurikulum muatan tokal. pembelajar didaerah satu dengan daerah lainnya. utamanya kegiatan belajar. Lebih banyak teraksentuasi pada pengejaran dan atau pencapaian cita-cita atau aspirasi tersebut.

Persoalannya hanyalah.aspirasi pembelajar ? mengingat yang menjadi pertimbangan dalam penjurusan tersebut tidak semata-mata cita-cita dan aspirasi melainkan banyak hal lain seperti daya tampung masing-masing jurusan. b. akan diketabui jenis-jenis pekerjaan apa dimasa depan yang paling diminati dan menjadi cita-cita pembelajar. pembelajar masih diliarapkan anak merangking dari yang paling diminaati sampai dengan yang paling tidak diminati. Pengenalan aspirasi ini dapat dilakukan dengan mengadakan tes minat kepada pembelajar. yaitu : 157 . Hasil pengenalan atas cita-cita aspirasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada siswa dan orangmanya. Dari sejumlah aspirasi atau cita-cita tersebut. Pengenalan ini dapat dilakukan dengan melalm penyebaran daftar isian yang dapat memuat sejumlah citacita atau aspirasi pembelajar. c. Sediakan program-program yang dapat mengembanglum aspirasi dan cita cita tersebut. Orang tua ini patut juga diberi tahu. agar tidak memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya. Kenalilah aspirasi dan cita-cita pembelajar. barulah para pembelajar diberi kesempatan untuk mengambil program yang sesuai dengan aspirasi dan cita-citanya. karena mungkin pembelajar tersebut mempunyai cita-cita atau aspirasi yang berbeda dengan orangtuanya. Dengan tes minat. apakah mungkin hat demikian dilakukan disekolah-sekolah kita mengingat kurikulum yang tersentralkan dari pusat ? Jenis Motivasi Yang Didasarkan Motif Primer Dan Sekunder Motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. tersedia tidaknya prasarana dan sarana. dengan beberapa langkah sebagai berikut : a. Setelah program-program tersebut disediakan. Aspirasi / cita-cita dapat dikembangkan dalam belajar pembelajaran.

Adapun sumber insting adalah keadaan kejasmaniah individu. Hal ini berbeda dengan motivasi primer. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Ahli lain. orang harus belajar bekerja. Kepuasan tercapai. objek dan sumber. Motivasi Primer Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. maka tekanan terhadap individu semakin besar. lnsting kehidupan tersebut berupa makan. sehingga perilakunya terpengaruh oleh tasting atau kebutuhan jasmaninya. sasaran.1. Hal-hal yang memutuskan insting tersebut dapat berasal dari luar individu atau dari dalam individu. yaitu tekanan. orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa berpikir. menganiaya.tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu amok bertingkah laku. Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri. yaitu insting kehidupan (life instinest ) dan insting kematian (death instinest ). Sebagai ilusirasi. Semakin besar energi dalana insting. Segenap insting manusia dapat di bedakan menjadi dua jenis. Bekerja dengan haik merupakan motivasi sekunder. minum. keinginan makan berkurang bila individu masih kenyang. Yang mengalami perubahan adalah cara pemuasan atau objek pemuasan. istirahat dan memelihara keturunan. Sebagai ilustrasi. Motivasi Sekunder Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. atau membunuh orang lain atau diri sendiri. merusak. Untuk memperoleh makanan tersebut orang harus bekerja terlebih dahulu. Menurut Freud energi bekerja memelihara keseimbangan fisik. Insting bekerja seumur hidup. Manusia adalah makluk berjasmani. Insting kehidupan terdiri dari insting yang bertujuan memelihara kelangsungan hidup. Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan. bila tekanan energi dalam insting berkurang. Insting kematian tertuju pada penghancuran seperti. Agar dapat bekerja dengan baik. Objek insting adalah hal-hal yang mermaskan insting. 2. bila orang bekerja 158 .

ataupun tak berdasar akal sehat pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. Komponen afektif adalah aspek emosional. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. Tetapi juga faktor-faktor sosial. Uang merupakan penguat unnum. Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Ciri-ciri sikap. Komponen koqnitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan. koqnitif. Uang tersebut berupa penguat motivasi sekunder. sumber informasi tentang diri seseorang. perilaku dan kesadaran. 159 . komponen ini terdiri dari motif sosial. Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Kegoncangan tersebut disertai proses jasmani. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya berdasarkan akal. pembawa pesan dalam hubungan dengan orang lain. kemudian bertindak memiliki daya dorong bertindak relatif bersikap tetap kecenderungan melakukan penilaian dapat timbul dari dari pengalaman. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Menurut beberapa ahli. Komponan konatif adalah terkait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak. maka ia memperoleh gaji berupa uang. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja. Setelah in bekerja dengan baik maka ia dapat membeli makanan untuk menghilangkan rasa lapar. dapat dipelajari atau berubah. Perilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti afektif. yakni : merupakan kecenderungan berpikir. pemberi informasi pada oranglain.dengan baik. dan konatif. Emosi memiliki fungsi sebagai pembangkit tenaga. manusia adalah makluk sosial. sikap dan emosi. merasa. Emosi menunjukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang.

memecahkan masalah.Keaktifan itu da yang dapat diamati dan ada pula yang tidak dapat diamati secara langsung.1.BAB V PENDEKATAN CBSA DALAM PEMBELAJARAN 5. yang merupakan inti dari kegiatan belajar. keaktifan belajar terjadi dan terdapat pada semua perbuatan belajar. intelektual dan emosional 160 . hanya perwujudannya yang masih baru dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah kita. ada baiknya guru-guru mengenal dan memahaminya lebih seksama agar mampu menerapkan secara efektif. h. kegiatan belajar diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. Dalam CBSA. 1980. Karena itu. Pada hakekatnya. tindakan. menyusun rencana. Pendekatan CBSA dinilai sebagai suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik. kognitif dan sosial). dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan. tetapi kadamya yang berbeda tergantung pada kegiatannya. Setiap kegiatan tersebut menuntut keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran melalui asimilasi. dan sebagainya. memberikan prakarsa/gagasan. KONSEP CBSA DALAM PEMBELAJARAN Cara belajar siswa aktif merupakan suatu upaya dalam pembaruan pendidikan dan pembelajaran. serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan (motorik. membuat sesuatu. penghayatan serta internalisasi nilat-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni. 5. mental. seperti: mendengarkan. materi yang dipelajari dan tujuan yang hendak dicapai. Kendatipun cara ini tergolong baru.1. berdiskusi.1. Sejak dimunculkannya pendekatan CBSA dalam lingkungan pendidikan ditanah air. namun sesungguhnya konsep ini telah lama dikembangkan. 2). menulis laporan. konsep CBSA telah mengalami perkembangan yang cukup jauh. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) CBSA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa.

h. Yasin. Pelaksanaan proses pembelajaran dititik beratkan pada keaktifan siswa belajar dan keaktifan guru menciptakan lingkungan belajar yang serasi dan menantang. Karena itu proses pembelajaran harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manusiawi (humanistik). dan mengkomonikasikan hasil penemuan.24). afektif.1.guna memperole hasil belajar yang bempa perpaduan antara matra kognitif. Aspek-aspek kemampun tersebut dikembangkan secara terpadu melalui sistem pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA. meramalkan. yakni sebagai objek pembelajaran dan sebagai subjek yang belajar. Penerapan CBSA dilakukan dengan cara mengfungsionalisasikan 161 . mental. misainya melalm suasana kekeluargaan terbuka dan bergairah serta berpariasi sesuai dengan keadaan perkembangan siswa bersangkutan. 1984. yakni hasil belajar berupa keterpaduan aspek-aspek kognitif. menggeneralisasikan. mengkaji. dan psikomotorik Secara lebili rinci komponen produk tersebut mencakup berbagai kemampuan: menamati. terdapat komponen proses yakni keaktifan fisik. memiliki keinginan-keinginan-harapan dan tujuan hidup. Siswa sebagai objek dipandan: sebagai yang memiliki potensi yang perlu dibina. aspirasi dan motivasi dan berbagai kemungkinan potensi lainnya.2 Rasional CBSA dalam pembelajaran Penerapan dan pendayagunaan konsep CBSA dalam pembelajaran merupakan kebutuhan dan sekaligus sebaga. intelektual dan emosional dan komponen produk. 5. keharusan dalam kaitannya dengan upaya merealisasikan Sistem Pendidikan Nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang pada gilirannya berimplikasi terhadap sistem pembelajaran yang efektif. (A. diarahkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran. Siswa sebagai subjek dipandang sebagai manusia yang potensial sedang berkembang. dan psikomotorik. menginterprestasikan. menemukan. afekisi. Siswa peserta didik dipandang dari dua sisi yang berkaitan. Dalam kerangka sistem belajar mengajar. mendiskusikan.

pellilaian dan tindak lanjut pembelajaran. melainkan tetap harus aktif namun tidak bersikap mendominasi siswa dan menghambat perkembangan potensinya Guru bertindak sebagai guru inquiry. Cara belajar di sesuaikan dengan minat dim pemberian kemudahan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman. 9) Mengamati setiap aktivitas siswa. 3) Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan.Peranan guru bukan sebagai orang yang menuangkan materi pelajaran kepada siswa. bahwa pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA tidak diartikan guru menjadi fasif. pendalaman. Beherapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru. Siswa aktif belajar. bila guru melaksanakan peran dan fungsinya secara aktif dan kreatif. ialah: 1) menyiapkan lembaran kerja 2) Menyusun tugas bersama siswa. CBSA dapat berlangsung dengan efektif. melainkan bertindak sebagai pembantu dan pelayanan bagi siswanya. 162 . media pembelajaran.seluruh potensi manusiawi siswa melalui penyediaan lingkungan belajar yang meliputi aspek-aspek bahan pelajaran. 8) Menyalurkan bakat dan minat siswa. 7) Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat. intelektual. mendorong dan membantu serta berupaya mempenguruhi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan belajar yang telah ditentukan. sedangkan guru memberikan fasilitas belajar. 6) Membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum. suasana kelas dan sebagainya. pelaksanaan. 5) Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan. Dalam kondisi ini semua unsur pribadi siswa aktif seperti emosi. perasaan. fisik dan sebagainya. dan fasilitator. dan pengendapan sehingga hasil belajar berintemalisasi dengan pribadi siswa. bantuan dan pelayanan. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan. 4) Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat kesulitan. Keaktifan guru dilakukan pada tahap-tahap kegiatan perencanaan. guru. pengindran.

dan personal dalam proses belajar. Sebaliknya.3 Kadar Cara Belajar Siswa Aktif Kadar MA ditandai oleh semakin banyaknya dan bervariasinya keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. d. yang menjadi acuan baik bagi siswa mupun bagi guru. pengalaman. emosional. kadar CBSA ditandai dengan: a. Adanya berbagai keaktifan siswa mengenal. b. semakin sedikit keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Adanya keterlibatan siswa dalam merumuskan kebutuhan pembelajaran sesuai dengan kemampuan. aspirasi yang telah dimiliki sebagai baban masukan untuk melakukan kegiatan belajar. sebagai berilmu : 1) Pada tingkat masukan. ditandai oleh: a. Semakin banyak dan semakin beragamnya keaktifan dan keterlibatan siswa. e. c. memutuskan. sumber bahan pembelajaran. minat. b. mental. memahami. Adanya keterlibatan siswa secara fisik. maka semakin tinggi pula kadar ke-CBSA-annya. dan berbagai kegiatan belajar lainnya yang mengandung unsur kemandirian yang cukup tinggi. 2) Pada tingkat proses. berbuat. intelektual. motivasi untuk melakukan kegiatan belajar. 163 . Kadar CBSA itu dalam rangka sistem belajar mengajar menunjukkan ciri-ciri. maka berarti semakin rendah kadar CBSA tersebut. motivasi.1. Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun rancangan belajar Adanya keterlibatan siswa dalam memilih dan menyediakan Adanya keterlibatan siswa dalam pengadaan media pembelajaran Adanya kesadaran dan keinginan belajar yang tinggi serta dan pembelajaran.5. menganalisis. yang akan digunakan sebagai alat bantu belajar.

memberikan jawaban atas penanyaan guru. Ketertibatan siswa dalam menilai diri sendiri. namun tidak berarti keaktifan guru di 164 . bahwa keaktifan guru sangat menonjol. selaras dan seimbang dalam proses belajar dan pembelajaran. dan memecahkan masalah yang timbul selama berlangsungnya proses belajar mengajar tersebut. menilai jawaban dari rekannya. Keterlibatan siswa menunjang upaya guru menciptakan lingkungan belajar untuk memperoleh pengalaman belajar serta turut membantu mengorganisasikan lingkungan belajar itu. dan bila mungkin di klasifikasikan menjadi: kadar tinggi. f. Keterlibatan siswa dalam menilai produk-produk kerja sebagal hasil belajar dan pembelajaran.c. baik secara individual maupun secara kelompok. 3) Pada tingkat produk. kadar sedang. Kendatipun tampak. e. d. mengajukan penanyaan/ masalah dam berupaya menjawabnya sendiri. kadar CBSA ditandai oleh: a. Keterlibatan siswa menyusun laporan baik tertulis maupun lisan yang berkenaan dengan hasil belajar. c. Keterlibatan secara aktif oleh siswa dalam menciptakan suasana belajar yang serasi. b. d. dan kadar rendah. Keterlibatan siswa secara mandiri mengerjakan tugas menjawab tes dan mengisi instrumen penilaian lainnya yang diajukan oleh guru. Keterlibatan siswa dalam meneari imformasi dari berbagai sumber yang berdaya guna dan tepat guna bagi mereka sesuai dengan rencana kegiatan belajar yang telah mereka rumuskan sendiri. Keterlibatan siswa dalam mengajukan prakarsa. Berdasarkan ciri-ciri tersebut dapat ditentukan derajat kadar CBSA dalam suatu proses belajar mengajar. menilai teman sekelas.

Para siswa berperan serta secara aktif dan bersikap responsif dalam proses pembelajaran. 5. para siswa telah dapat diaktifkan peran sertanya. Penyelenggaraan pembelajaran CBSA tersebut ditandai oleh indikator-indikator sebagai berikut: 1) Derajat partisipasi dan responsif siswa yang tinggi. Siswa dapat mengajukan usul dan minat tugas yang diinginkannya dengan asumsi bahwa tugas tersebut sesuai dengan kemampuannya. 2) Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan pembuatan tugas. maka kadar CBSA yang diinginkan tak mungkin tercapai. Kedua contoh tersebut sebagai landa. baik dalam arti efek instruksional maupun efek pengiring. Tanpa upaya dan pengaruh serta arahan guru sebagai fasilitator dan pengorganisasian belajar. 3) Peningkatan kadar CBSA dalam proses pembelajaran juga ditentukan oleh faktor guru. Guru tetap bertanggungjawab menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengundang / menantang siswa untuk belajar. dan dalam 165 . Pada waktu guru menyajikan suatu topik.1. bahwa siswa berperan serta dalam proses pembelajaran. siswa hendaknya aktif menilai tugas-tugas temannya dan hasil kerjanya sendiri dalam bentuk menilai dirinya sendiri (self evaluation). Guru hendaknya menyadari tujuan-tujuan belajar yang ingin dicapai. siswa aktif-responsif mempertanyakan materi yang terkandung didalamnya. melainkan berperan aktif menentukan stimuli misalnya merumuskan suatu masalah dan mencari jawahan serdiri (responsif) atas masalah tersebut. Pada waktu pembuatan tugas. Pada waktu penilaian tugas (hasil pekerjaannya). siswa melaksanakan kegiatan kelompok atau dengan belajar mandiri.4 Rambu-Rambu Penyelenggaraan CBSA Pembelajaran berdasarkan CBSA menuntut kondisi-kondisi tertentu untuk menjamin kadar CBSA yang tinggi guna mencapai tujuan pembelajaran atau hasil belajar siswa pada tingkat optimal. Hal ini menunjukan. bahwa tersedia berbagai kemungkinan dimana siswa dapat berperan aktif dalam pelaksarman tugas-tugas yang dikondisikan dalam pembelajaran.abaikan. Siswa tidak tinggal diam hanya menunggu stimuli yang disampaikan oleh guru. Pada dasarnya sejak disusunnya perencanaan tugas-tugas.

menilai hasil kegiatan. Penggunaan metode mengajar. tim masalah-masalah lain. Sudah barang tentu penguasaan teknik yang mantap juga merupakan persyaratan sebelum seorang guru bisa secara Kreatif merancang dan menginformasikan program belajar mengajar (T. walaupun kadaannya berbeda. 6) Keaktifan belajar berdasarkan CBSA tidak jarang menimbulkan kesulitan balajar pada siswa.beda. agar tercipta lingkungan belajar yang menantang dan merangsang serta meningkatkan kegiatan belajar siswa. keadaan mental. Media dan alat merupakan alat bantu bagi siswa kendatipun mereka diminta untuk memilih dan menggunakannya sendiri sesuai dengan aktivitas belajarnya. kondisi kesehatan. memilih bahan. 5) Penyediaan media dan peralatan serta berbagai fasilitas belajar tetap diperlukan. 4) Pendekatan CBSA pada dasarnya dapat diterapkan sentua strategi dan metode mengajar. bimbingan dan pembelajaran remedial pada waktu tertentu diperlukan untuk membantu siswa bersangkutan. Dengan demikian. bahan pelajaran yang hendak dipelajari. keaktivan siswa belajar tetap terarah. pemilihan metode tersebut tetap harus ditandasi oleh tujuan yang hendak dicapai. 18). secara berpariasi dapat memberikan peluang penerapan CBSA dengan kadar yang tinggi. kondisi subjek belajar itu sendiri (motivasi. 7) Kondisi lingkungan kelas/sekolah turut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran berdasarkan CBSA. misalnya teknik-teknik belajar. dan lain-lain). dan diharapkan mencapai hasil secara optimal. Pengaturan. 1985. sehingga kecepatan belajar dan penyelesaian tugastugas tetap terus berlangsung menyertai rekan-rekannya yang tidak mendapat kesulitan. Pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kemediaan dan teknologi hardware sangat diisyaratkan. Namun demikian.pada itu memiliki wawasan dan penguasaan yang memadai tentang bermacam-macam stategi belajar mengajar yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan belajar. pengalaman awal. dan pembinaan lingkungan ini 166 . serta penguasaan guru terhadap metode tersebut. h. terbimbing. Itu sebabnya.R aka Joni.

pendapat. pertanyaan. Dalam situasi belajar kelompok. 167 . dan menilai penguasaan bahan sendiri. kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kelompok. disiplin kelas yang baik. Teknik lain. 5. Termasuk dalam lingkungan kelas juga suasana. dengan cara menyusun rencana belajar. berelasi dan berinteraksi satu dengan yang lainya. jawaban. sedang pilihan dilakukan oleh siswa masingmasing. dan selanjutnya tiap siswa aktif belajar secara perseorangan. masing-msing anggota dapat mengajukan gagasan. Jika pemanfaman waktu tersebut dilakukan secara saksama dan berkesinambungan akan memberikan manfaat yang baik dalam menunjang keberhasilan belajar di sekolah. diskusi kelompok. dan sebagainya.perlu mendapat dari pihak guru melalui kerja sama dengan guru-guru lainnya serta para siswa sendiri. diskusi terbimbing. yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan. keritik dan sebagainya. kecerdasan. seperti: minat abilitet. Belajar kelompok Belajar kelompok memiliki kadar CBSA yang cukup tinggi. Guru dapat mempersiapkan / merencanakan tugastugas belajar bagi para siswa. diskusi kelas. dan diskusi ceramah. memilah bahan untuk dipelajari.2 PENERAPAN CBSA Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk dan teknik: Pemanfaatan waktu luang Pemanfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukanya kegiatan belajar aktif. teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok. minat bakat yang sama. bakat. Siswa aktif berpartisipasi. Pembelajaran Individual Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individu tiap siswa.

pembuatan laporan dan tiddak lanjut. antara siswa dengan siswa. Dia sendiri merumuskan suatu masalah. 168 . keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol. menguji hipotesis. Belajar Inquiry/discovery (belajar mandiri) Dalam strategi belajar ini siswa melakukan proses mental intelektual dalann upaya memecahkan masalah. tahap kegiatan kulminasi. memberikan fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan inquirynya. dan menarik kesimpulan serta mengaplikasikan hasil belajarnya. dimana siswa mengalami kegiatan penilaian.Bertanya jawab Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa. Pada tahap-tahap kegiatan belajar ditempuh tahap-tahap kegiatan utama. tahap pengembangan dimana siswa melakukan kegiatan mencari sendin informasi selanjumya menggunakan informasi itu dalam kegiatan praktik. akan diuraikan lebih lanjut dalam pembahasan mengenai keterampilan proses sebagai bagian dari CBSA. dan antara kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif. Strategi dan kemampun inquiry ini. mengumpulkan data. Guru bertindak sebagai pengatur lalulintas atau distributor. yakni: tahap pendahuluan dimana siswa melakukan orientasi dan perencanaan awal. Kadar CBSA-nya akan lebih besar jika pertanyaan-pertanyaan timbul dan diajukan oleh pihak siswa dan dijawab oleh siswa lainnya. Dalam konteks ini. dan dianggap perlu guru melakukan koreksi dan perbaikan terhadap pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut. Pengajaran unit Strategi pengajaran ini berpusat pada suatu masalah atau suatu proyek. sedangkan kegiatan guru hanya mengarah membimbing.

3. Dalam kurikulum telah ditegaskan. Ini berarti. Proses pembelajaran melibatkan terbagi kegiatan dan tindakan yang perlu dilakukan oleh siswa untuk memperoleh basil belajar yang baik. bahwa penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan dasar dalam diri siswa supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya. Kesempatan untuk melakukan kegiatan dan perolehan hasil belajar ditentukan oleh pendekatan yang digunakan oleh guru-siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Tercapainya tujuan pembelajaran ditandai oleh tingkat penguasaan kemampuan dan pembentukan kepribadian.3 PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SEBAGAI BAGIAN DARI CBSA 5. 1980). 169 . 5. peranan pendekatan belajar mengajar sangat penting dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar. Proses tersebut dilaksanakan melalui interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Dalam proses im siswa bermotivasi dan sering melakukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna bagi dirinya. kendatipun dengan kadar yang berbeda-beda. maka semakin jelas tentang bagai mana penerapan pendekatan CBSA tersebut dalam proses pembelajaran. Suatu prinsip untuk memilih pendekatan pembelajaran ialah belajar melalui proses mengalami secara langsung untuk memperoleh basil belajar yang bermakna.1 Rasional keterampilan proses dalam pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses interaksi (hubungan timbal balik) antara guru dengan siswa. Proses pembelajaran yang menerapkan pendekatan ini mengacu kepada siswa agar belajar berorientasi pada belajar bagaimana belajar (Depdikbud. Pendekatan mi disebut "pendekatan proses". Dalam proses tersebut memberikan bimbingan dan menyediakan berbagai kesempatan yang dapat mendorong siswa belajar dan untuk memperoleh pengalaman sesuai dengan tujuan pembelajaran.Berdasarkan beberapa contoh strategi pembelajaran tersebut di atas.

berkomunikasi. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan. Interaksi antara kemampuan dan konsep melalui proses balajar mengajar selanjutnya mengembangkan sikap dan nilai pada diri siswa misalnya kreativitas. mengukur. dan bereksperimen. mengenal dengan menggunakan hubungan ruang/waktu. Keterampilan-keterampilan dalam bidang sains itu meliputi: mengamati. Menunjukkan jati dirinya. anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Kemampuan-kemampun fisik dan mental tersebut pada dasarnya leiah dimiliki oleh siswa meskipun masih sederhana dan perlu dirangsang agar.2 Pengertian keterampilan proses dan kaitannya dengan CBSA Pendekatan dalam keterampilan proses ialah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sejumiah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa. menarik kesimpulan menyusun definisi operasional. kritis.5. bahwa dengan keterampilan proses siswa berupaya menemukan mengembangkan konsep dalam materi ajaran. Seluruh gerak atau tindakan dalan proses belajar mengajar akan menciptakan kondisi cara belajar siswa aktif (Conny Se a 1990). yaitu keterampilan proses sains yang dibutuhkan untuk menggunakan sains. Keterampilan-keterampilan itu sendiri menjadi roda penggerak dan penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta pertumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai.3. Pengertian tersebut menunjukkan. Berdasarkan konsep pemikiran di atas maka pendekatan keterampilan proses diartikan sebagai pendekatan dalam perencanaan pembelajaran yang 170 . Pendapat yang senada diungkapkan oleh Gagne yang merumuskan pengertian keterampilan proses dalam bidang ilmu pengetahuan alam (sains): pengetahuan tentang konsep-konsep dari prinsip-prinsip yang dapat diperoleh siswa bila dia memilhi kemampum-kemampuan dasar tertentu. Konsep-konsep yang telah dikembangkan int berguna untuk menunjang pengembangan kemampuan selanjutnya. ketelitian. dan kemampu memecahkan masalah. mengendalikan variabel. menafsirkan data. menggolongkan.

fakta. babwa ketempilan proses erat kaitannya dengan CBSA. siswa harus mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari dan dikuasai ke dalam situasi dan pengalaman baru. dan informasi. mendengar. meraba. Keterampilan ini 171 . siswa untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang sudah dimiliki ketingkat yang lebih tinggi dalam memproses perolehan belajamya. serta mengadakan klasifikasi berdasarkan ciri khusus. dia dapat mengumpulkan data / informasi yang relevan dengan kepentingan belajarnya. data. yakni: 1) Mengamati . Siswa harus mampu menggunakan alat-alat inderanya : melihat. Siswa harus memiliki keterampilan menghubungkan data. mencium dan merasa.3. 5. Keterampilan ini diperlukan untuk melakukan percobaan atau penelitian sederhana. tujuan. 3) Menafsirkan (meginterpretasikan) . Ada tujuh jenis kemampuan yang hendak dikembangkan melalui proses pembelajuan berdasarkan pendekatan keterampilan proses. 5) Menerapkem. Siswa harus memiliki keterampilan menafsirkan fakta. Pembuatan klasifikasi memerlukan kecermatan dalam melakukan pengamatan. Siswa dituntut terampil mengantisipasi dan meramalkan kegiatan atau peristiwa yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. Hal ini menunjukkan. atau kepentingan tertentu. informasi. atau peristiwa. 4) Meramalkan .menitikberatkan pada aktivitas dan kreativitas.3 Kemampuan keterampilan dasar yang perlu dilatih dalam keterampilan proses Keterampilan proses sebagai suatu pendekatan proses pembelajaran mengarah pada pengembangan kennampman fisik dan mental yang mendasar sebagai pendorong untuk mengembangkan kemampman yang lebih tinggi pada diri siswa. Siswa harus terampil mengenal perbedaan dan persaman atas hasil pengamatannya terhadap suatu objek. Dengan kemampuan ini. 2) Menggolongkan / mengklasifikasikan .

4 Penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran Siswa bentuk penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran adalah pemecahan masalah atau inquiry (penemuan). Suatu pertanyaan mempunyai peluang tertentu untuk dijawab dengan tepat. Pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan suatu nasalah dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat. hakekatnya merupakan bagian dalam kehidupan manusia. sedangkan masalah yang rumit memerlukan langkah-langkah pemecahan yang rumit pula. pemecahan masalah menuntut kemampuan memproses infomasi untuk membuat keputusan tertentu. 1) Pengertian pemecahan masalah Masalah pads. baik yang bersifat sederhana maupun yang sulit. Masalah pada hakekatnya adalah mengundang jawaban. Masalah yang sederhana dapat dijawab melalui proses berpikir yang sederhana. dan ruang lingkup penelitian. lni berarti. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. 5. bila pertanyaan iu dirumuskan dengan baik dan sistematis. Dia harus menentukan langkah-langkah kerja pengumpulan dan pengolahan data serta prosedur melakukan penelitian. 7) Mengkomunikasikan.digunakan untuk menjelaskan tentang apa yang akan terjadi dan dialami oleh siswa dalam proses belajarnya. Proses penecahan masalah memberikan kesempatan peserta didik berperan aktif dalam mempelajari. read. baik proses maupun hasil belajarnya kepada siswa lain dan peminat lainnya. siswa harus mampu menentukan masalah dan variabel-vatiabel yang akan diteliti. 172 . atau kesimpulan. mencari dan menemukan sendiri informasil data untuk diolah menjadi konsep. Tiap orang tidak pernah luput dari masalah. Siswa harus mampu menyusun dan menyampaikan laporan secara sistimatis dan menyampaikan perolehannya.3. pemecahan suatu masalah menuntut kemampuan tertentu pada diri individu yang hendak memecahkan masalah tersebut. tujuan. prinsip. Dengan kata lain. 6) Merencanakan penelitian.

Siswa merumuskan hipotesis. 3. di samping perlunya penalaran yang baik.Kemampuan memecahkan masalah harus ditunjang oleh kemampuan penalaran. berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Langkah-lmgkah tersebut pada umumnya terdiri dari 1. artinya merumuskan kemungkinankemungkinan jawaban atas masalah tersebut. Kemampuan penalaran memerlukam upaya peningkatan kemampuan dalam mengamati. 4. Para peserta didik harus dilatih tentang tata cara memecahkan masalah dengan mengembangkan kemampun berpikir yang terarah untuk menghasilkan gagasan mengenai berbagai kemungkinan memecahkan masalah. Siswa menghadapi masalah. yakni kemampuan melihat hubungan sebab akibat. artinya dia menyadari adanya suatu masalah tertentu. 2. tetapi juga penting menguasai lingkungan langkah-langkah memecahkan masalah secara tepat. yang masih perlu diuji kebenarannya. Siswa mengumpulkan dan mengolah data / informasi dengan teknik dan prosedur tertentu. Pemikiran terarah pada hal-hal yang bertalian dengan upaya mencari jawaban terhadap persoalan yang dibadapi. artinya menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifikasi. bertanya. Upaya ini memerlukan berpikir kneatif dan kemampuan menjajaki bidang-bidang baru serta menghasilkan temuantemuan baru. Siswa merumuskan masalah. 173 . 2) Langkah-langkah pemecahan masalah Dalam proses pembelajaran. dalam kaitannya dengan upaya mencapai tujuan.

Tingkat kesukaran dan kemudahan bahan pelajaran yang diberikan pembalajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Remidi-remidi spa saja yang dapat diberikan kepada pembelajaran yang mengalami kesulitan juga. 8. setelah diadakan evaluasi. 6. 9. akan diketalmi setelah melihat hasil 7. dan mana yang tidak menjadi prioritas akan diketahui setelah evaluasi. 4. Pembelajar maua yang perlu mendapatkan prioritas dalam bimbingan penyuluhan. Taraf penguasa pembelajaran terhadap materi pelajaran yang diberikan akan diketahui setelah diadakan evaluasi. telah mencapai sasaran yang dikehendaki ataukah belum. dari lebih jauh sangat penting bagi pencapaian tujuan pendidikan. PENGERTIAN KEDUDUKAN DAN SYARAT-SYARAT UMUM EVALUASI Mengapa evaluasi hasil belajar pembelajaran perlu dilakukan? Karena dengan evaluasilah. Tujuan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan akan diketabui seberapa tingkat pencapaiannya setelah diadakan evaluasi.1. Pembelajar dapat dikelompokkan kedalam kelompok mana juga akan diketahui setelah evaluasi. Secara rinci. Jelaslah bahwa evaIuasi sangat penting dilakukan guna memberikan pelayanan sebaik mungkin. 2. 3. Termanfaatkan didalmya sarana dan fasilitas pendidikan akan diketahui setelah adanya evaluasi. 5.BAB V1 KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 6. Letak kesulitan pembelajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. alasan-alasan bagi perlunya evaluasi pembelajar adalah sebagai berikut: 1. dimana pembelajaran dan guru berinteraksi. 174 . akan diketahui apakah proses belajar mengajar. Kemampuan mengajar guru akan diketahui.

pembicaraan hanya akan dibatasi pada penilaian atau evaluasi yang dilaksanakan di sekolah. al-qimah. dalam bahasa Indonesia berarti. dalam bahasa Arab: al-taqdir. Secara harfiah kata evaluasi berasal dan bahasa Inggris Evaluation. maka dalam buku ini. maka evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai.1. Menurut definisi int. Dengan demikian secara harfiah.1 Pengertian evaluasi Kata evaluasi merupakan pengindonesiaan dari kata evaluation dalam bahasa inggris. maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Sedangkan orang yang menilai atau menaksir disebut sebagai evaluator (Echols. Akar katanya adalah value. lembaga administrasi negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan sebagai berikut: 175 . Brown (1977): Evaluation refer to act or process to determining the value of some thing. Kata kerjanya adalah evaluate yang berarti menaksir atau menilai. nilai. 1975). Mengingat sangat luasnya pembicaraan tentang penilaian pendidikan.6. dalam bahasa Indonesia berarti: pnilaian. atau yang terjadi di lapangan pendidikan). Atau singkatnya: Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan. Berbkara tentang pengertian evaluasi pendidikan. suatu tindakan atau kegiatan (yang dilaksanakan dengan maksud) atau suatia proses (yang berlangsung dalam rangka) menetukan nulai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan. sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dam Gerald W. dalam Babasa Arab . yang lazim diartikan dengan penaksiran atau penilaian. Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwin Wandt dan geral W Brown itu untuk memberikan definisi tentang evaluasi pendidikan. di tanah air kita. evaluasi pendidikan (educationnal evaluation = al-Taqdir al-Tarbawiy) dapat diartikan sebagai penilaian-penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Adapun dui segi istilah.

evaluasi dikemukak oleh para ahli sebagai berikut: 1.. Raka Joni (1975) mengartikan evaluasi sebagai berikut: 'suatu proses dimana kita mempertimbangkan sesuatu barang tertentu. Berdasarkan pengertian pengertian diatas..Secara etimologis. maka dalam pengukuran sedikitpun 176 . atau gejala dengan mana mempertimbangkan patokan-patokan patokan-patokan mengandung pengertian baik tidak baik. pengukuran merupakan terjemahan darl measurement (Echols. memenuhi syarat tidak memenuhi symat dengan perkataan lain kita menggunakan Value Judgement. a systematk process of determining the extent to whkh instructional objectives are achieved by pupil. dibanding tujuan yang telah ditentukan.1975). Oleh karena sesuatu yang diukur itu bermaksud diketahui secara apa adanya. Secara terminologis. Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan dengan proses kegiatan untuk menentukan nilai sesuatu.. 2.2 Perbedaan Pengukuran dan Penilaian Sebelum dilakukan evaluasi terkhir dahulu dilakukan pengukuran. memadai tidak memadai. 3. Grounlund (1976) mengartikan evaluasi sebagai berikut: . pengukuran diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetalmi sesuatu sebagaimana adanya. 2) Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan Secara teminologis.1. 6.1) Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. sangatlah jelas bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menentukan patokanpatokan tertentu untuk mencapai suatu Tujuan. Evaluasi hasil belajar pembelajaran adalah suatu proses menentukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menentukan patokan patokan tertentu guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya.

proses belajar dan mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran ). Proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. Evaluasi pendidikan. Evaluasi belajar pembelajaran juga mencakup pengukuran belajar dan pembelajaran.3 Pengertian Evaluasi Dalam Proses Pendidikan Berbkara tentang pengertian istilah evaluasi pendidikan ditanah air kita. Penilaian atau evaluasi adalah suatu aktivitas yang bermaksud menentukan nilai belajar pembelajaran (baik belumnya/tidaknya. Sebagaimana adanya mengandung sesuatu pengertian bahwa sesuatu yang diukur tidak holeh dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya. Pengukuran adalah suatu upaya atau aktivitas yang dimaksudkan untuk mengetahui belajar pembelajaran sebagaimana adanya. maka orang yang mengevaluasi sebenamya juga melakukan aktivitas pengukuran. Jika pengertian evaluasi dan pengukuran tersebut ditarik ke setting belajar dan pembelajaran. memadai belum/tidaknya. dengan demikian juga mencakup penguluaran pendidikan. Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut: Evaluasi pendidikan adalah: 1. 2. meliputi: hasil belajar pembelajaran. maka dapat dikemukakan pengertian sebagai berikut: 1.penafsiran mengenai sesuatu. Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan 177 . mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran (pembelajar dan guru). yang meliputi hasil belajar. 6. belajar pembelajaran. berhasil belumnya/tidaknya. proses belajar pembelajaran.1. dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan 2. Oleh karena pengukuran adalah salah satu kegiatan yang berada dalam evaluasi.

infomasi yang telah berhasil dihimpun dengan kriteria tertentu..2 KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PROSES PENDIDIKAN Kedudukan evaluasi dalam belajar dari pembelajaran sungguh sangat penting.Bertitik tolak dari uraian diatas. Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan. dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran. Bagan tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa dalam proses penilaian dilakukan pembandingan antara informasi. maka apabila defenisi tentang evaluasi pendidikan itu dituangkan dalm bentuk bagan berikut. 178 . dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisalikan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. Kriteria atau tolak ukur yang dipegangi tidak lain adalah tujuan yang sudah ditentikan terlebih dahulu sebelum kegiatan pendidikan itu dilaksanakan. Penting karena dengan evaluasi atom diketahui apakah belajar dan pembelajaran tersebut telah mencapai tujuuan ataukah belum. akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengadakan perbaikan belajar duo pembelajaran. karena strategi belajar dan pembelajaran. BAGAN TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN Tujuan Pendidikan yang telah ditentukan Proses / Kegiatan Pencapaian Tujuan Hasil-hasil pendidikan yang telah dapat dicapai 6. Dengan evaluasi juga akan diketahui faktorfaktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tersebut berhasil dart faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tidak atau belum berhasil. Padahal dikehuinya hal tersebut. untuk kemudian diambil keputusan atau dirumuskan kebijaksanaan tertentu. Tidak hanya itu.

pasti kita akan tahu betapa tidak dapat terpisahkan evaluasi tersebut dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. b. Dan dari langkah menentukan keefektifan basil tersebut baru dapat dilakukan revisi atas keseluruhan langkah sebelumnya. Mentout Kauffman. 1. langkah-langkah yang harus ditempuh dalitm belajar pembelajaran adalah dengan menggunakan model pemecahan masalah sebagai berikut: a. Menentukan syarat-syarat dan altematif pemecahan masalah Memilih strategi pemecahan masalah. Menurut Glaser. proses belajar pembelajaran haruslah menempuh prosedurprosedur sebagai berikut : a. c. Hampir semua ahli prosedur sistem instruksional menempatkan evaluasi ini sebagai langkah-langkahnya. Penilaian terhadap perfomansi Umpan balik. c. Jelaslah bahwa langkah c (menentukan keefektifan hasil) pada dasarnya tidak berbeda dengan evaluasi itu sendiri. e. d. Identifikasi masalah. d. Menentukan keefektifan hasil Mengadakan revisi atas keseluruhan langkah a sampai dengan Imgkah c. Memutuskan situasi permulaan siswa Jelaslah bahwa evaluasi (sebagaimana pada langgkah d) sangat diperlukan dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam proses 179 . f. b.proses belajar dan pembelajaran menempatkan evaluasi sebagai salah satu langkahnya. Merumuskan teori pembelajaran (instuksional objectives) b. Perhatikan pula langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli berikut. 2. Menentukan prosedur pembelajaran. Melaksanakan pemecahan msalah.

c. 180 . Menurut model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem lnstruksional): a. mata pembelajaran dan alat bantu pembelajaran. e. Menentukan aktivitas guru. topcs and general purposes. e. Hal serupa dapat juga dibaca pada prosedur belajar pembelajaran yang dikemukakan para ahli berikut. aktivitas pembelajar. Merumuskan tujuan Mengembangkan alat evaluasi Merumuskan kegiatan belajar pembelajaran Mengembangkan program kegiatan Pelaksanaan kegiatan belajar pembelajaran. 4. b. Analisis situasi. 3. d. Menurut Kemp a.belajar pembelajaran. Menumt Gelder a. c. Pre test Teaching/ leaming activities and resources Evaluation. Evaluasi 5. student characteristks learning objectives Subject content. f. b. g. c. Merumuskan tujuan instruksional. b. d. d.

181 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful