BAB I HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar ? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan “ritual-ritual” belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tak dapat dibedakan dengan kegiatankegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

1

1. PENGERTIAN BELAJAR 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari – hari Dalam pengertian yang umum atau populer, belajar adalah

mengurupulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Belajar dalam pengertian mengurupulkan sejumlah pengetahuan

demikian, tampaknya masih diikuti juga sampai sekarang. Orang baru dikatakan belajar manakala sedang membaca bacaan, membaca sejumlah tugas mata kuliah atau mata pelajaran, membaca buku pelajaran. Seorang murid yang sedang mengerjakan tugas-tugas matematika biasa disebut sedang belajar. Orang yang sedang menimba pengetahuan pada bangku sekolah lazim juga dikenal sebagai pelajar. Bahkan orang yang banyak menguasai ilmu pengetahuan lazim dikenal dengan kaum terpelajar. Singkat perkataan, belajar dalam pengertian umum atua populer adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai sejumlah pengetahuan. Pengetahuan belajar demikian, secara konseptual tampakanya sudah mulai ditinggalkan orang, meskipun secara praktikal masih banyak yang menganut. Ini karena berkembang pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini. Guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang “belajar”. Sering kai pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dna memperluas pandangan kita tentang mengajar.

2

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakukan melalui pengalaman. (leaming is defined as the modifkation or strengthening of behavior through experincing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan dengan perumusan diatas, ada pula tafsisan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengeritan ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good leaming situation consist of a rkh and baried series of leaming experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rkh, varried and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari belajar. b. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c. Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintangan-rintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan. d. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.

3

Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain. Justru dapat dikatakan. bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar.e. Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. h. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. g. 4 . Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu. Teori-teori belajar dari psikologi kognitif Teori-teori belajar dari psikologi humanistik. i. Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenamya. maka berbarengan dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajar. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelajari. Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan. maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar. masing-masing yaitu : Teori-teori belajar dari psikologi behavioristik. dari periode ke periode berikutnya. maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat. f. j. baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. Bertolak dari kenyataan itu. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. Di dalam masa perkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini muncullah secara beruntun aliran psikologi pendidikan masing-masing yaitu : Psikologi behavioristik Psikologi kognitif Psikologi humanistik Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun.

Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sbagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berada mengenai apa belajar itu. Dalam pandangan psikologis, setidak-tidaknya ada empat pandangan mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik. Menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dengan demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik. Pandangan humanistik ini merupakan anti tesa pandangan behavioristik. Dalam pandangan demikian, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam belajar demikian siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Peranan guru dalam mengajar dan belajar demikian relatif rendah, sementara kedaulatan guru relatif rendah. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif. Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi. Berdasarkan diagram sebagaimana pada diagram 1.1. diketahui, bahwa dalam pandangan psikologi behavioristik, tanggung jawab siswa dalam belajar rendah, sedangkan tanggung jawab guru dalam mengajar tinggi. Sebaliknya, dalam pandangan psikologi humanisti, tanggung jawab guru rendah sedangkan tanggung jawab siswa tinggi. Sementara itu, dalam pandangan psikologi kognitif, tanggung jawab guru dan siswa sama-sama sedang.

5

Selain ketiga pandangan tersebut, ada pandangan keempat dari psikologi gestalt. Menurut pandangan psikologi gestalt, belajar adalah usaha yang bersifat totalitas dari individu, oleh karena totalitas lebih bermakna dibandingkan dengan sebagian-sebagian.

1.2.

Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya

aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisme science maka timbullah aliran baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah sekunder, padahal sebenamya justru menjadi titik pangkal bertolak. Natural science melihat semua realita sebagai gerakan-gerakan (movemant), dan pandangan ini mempengaruji timbulnya behaviorisme. Metode instrospeksi sesungguhnya tidak tepat, sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. Karena itu harus dkarai metode yang objektif dan ilmiah. Dari eksperimen menunjukkan bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif. Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan

pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.

6

Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus respons ini akan menimbulkan

kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakakn oleh para psikolog behavioristik. Mereka ini sering disebut “ Contemporary Behaviorists” atau jg disebut “S-R Psychologists”. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-rekasi behavioral dengan stimulasinya. Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tingkah laku tersebut.

Teori-teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. Oleh karena itu, teori ini juga dikenal dengan teori conditioning. Tokoh-tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain adalah : Pavlov, Watson, Gutrie dan Skinner. Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahimya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thondike, Pavlov, Wabon, dan Ghuyhrie. Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar. 7

Dari penelitiannya itu Thondike menemukan hukum – hukum : (1) “law of readiness”. karena belajar merupakan proses pembentukan koneksikoneksi antara stimulus dan respons. maka hubungan itu menjadi lebih kuat. tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. Praktek perlu disertai dengan “reward”. Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu. makin banyak dipraktekkan atau digunakannya hubungan stimulus respon.Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat di dominasi oleh pengaruh Thondike (1874-1949). Thondike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing. objek mencoba berbagai cara beraksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu rekasi dengan stimulasinya. dan 4. Ada kemajuan rekasi-reaksi mencapai tujuan. bilamana terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan dibarengi dengan “state of affairs” yang memuaskan. Ada eliminasi respon-respon yang gagal / salah . makin kuat hubungan itu. Ada berbagai respon terhadap situasi 3. Ada motif pendorong aktivitas 2. Dalam hal itu. jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu. (3) “law of effect” . Teori belajar Thondike disebut “connectionism”. maka kekuatan hubungan menjadi berkurang. Bilamana hubungan dibarengi “state of affairs” yang mengganggu. Ciriciri belajar dengan “trial and error” yaitu : 1. Teori ini sering disebut “trial dan error leaming” individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial and error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu. maka reaksi menjadi memuaskan (2) “law of exercise”. 8 .

anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. Karena itu. Mula-mula teori conditioning ini dikembangnkan oleh Pavlov (1972). Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini. Selanjutnya. Ia melakukan percobaan terhadap anjing. lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur. dapat juga berlaku pada manusia. sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat. anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebutu sebagai perangsangan yang bersyarat. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan. Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel. anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. teori Pavlov ini dikenal teori classkal conditioning. Dalam percobaan ini. Teori kondisioning Pavlov tersebut dapat dimodelkan sebagai berikut : Bel / lampu + makan → air liur (berulang-ulang) Bel / lampu → air liur Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson (1970) adalah orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar 9 . Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons. ketika perangsang bersyarat (bel. air liur tersebut juga keluar. Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing.Sementara Thondike mengadakan penelitiannya. Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut. maka dapat berfungsi sebagai conditioned. di Rusia Ivan Pavlov (1849-1936) juga menghasilkan teori belajar yang disebut “classkal conditioning” atau “stimulus substitution”.

Menurut gutrie. maka nantinya dalam situasi yang sama anda akan mengerjakan hal serupa lagi. apabila kombinasi stimulus itu muncul kembali. cenderung akan menimbulkan gerakan itu. Dengan kata lain. bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. 10 . E.R. Menurut Watson. Rasa takut dapat timbul tanpa dipelajari dengan proses ekstinksi. Salah satu percobaannya adalah terhadap anak umur 11 bulan dengan seekor tikus putih.berdasarkan hasil penelitian Pavlov. belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. Gutrie berpendapat. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah : tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik. dengan mengulang stimulus bersyarat tanpa di barengi stimulus tak bersyarat. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. Inilah yang disebut dengan asosiasi. cinta dan marah. Menurut Gutrie. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi-reaksi emosional berupa takut. Ia mengemukakan prinsip belajar yang disebut “the law of association” yang berbunyi : suatu kombinasi stimulus yang telah menyertai suatu gerakan. Dalam situasi tertentu. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubungan-hubungan stimulus-respon baru melalui “conditioning”. bahwa belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respons-respons bersyarat melalui stimulus pengganti. Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajr ataukah tidak ? Teori belajar kondisioning ini kemudian dikembangkan oleh Gutrie (1935-1942). Watson berpendapat. setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. jika anda mengerjakan sesuatu dalam situasi tertentu.

dapat benar dan dapat juga salah. Skinner menganggap “reward” atau “reinforcement” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang. Oleh karena itu. Metode respon bertentangan. Skinner mengembangkan teori kondisioning dengan menggunakan tikus sebagai kelinci percobaan. Metode mengubah lingkungan. lambat laun anak tersebut tidak jijik lagi kepada boneka. yakni : (1). jika anak jijik terhadap sesuatu. Ia disuruh merokok terus sampai bosan . Misalnya saja. teori Skinner ini dikenal dengan operant conditioning. Responsents : respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov (2). Dari hasil percobaannya Skinner membedakan respon menjadi dua.banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon. Selanjutnya. maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. sebutlah misalkan saja boneka. Asosiasi tersebut. Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka. Skinner berpendapat. Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini. maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar. Metode membosankan. Jika anak bosan belajar. b. bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. Seperti halnya Thondike. Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar. c. Operants : respon yang terjadi karena situasi random 11 . dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan. ia akan berhenti merokok dengan sendirinya. yaitu : a. dan setelah bosan. ialah respon yang timbul dari stimulus tertentu dan operant (instrumental) respons yang timbul dan berkembang karena diikuti oleh perangsang tertentu.

suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung. (5) Primary rinforcement : stimulus pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (6) Modifikasi tingkah laku guru : Perlakuan guru terhadap murid-murid berdasarkan minat dan kesenangan mereka. Disamping itu. operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimulus. digunakan pula suatu “reinforcemen stimulus. yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respon (4) Hukuman : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan misalnya : “Contradktion or reprimand”. Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing adalah pelasant stimulus). Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimulus guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior. Jenis-jenis stimulus : (1) Jenis-jenis stimulus (2) Positive reinforcement : Penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon (3) Negative rinforcement : Pembatasan stimulus yang tidak menyenangkan. Reinforcement tikdak diperlakukan karena stimulusnya menimbulkan respon yang diinginkan. Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar. Dalam pengajaran. lampu.Perbedaan penting antara Pavlov’s classkal conditioning dan Skinner’s operant conditioning ialah dalam classkal conditioning. akibat-akibat suatu tingkah laku itu. or reinforcing 12 . Guru berperan penting di dlaam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. digunakan suatu “diskriminative stimulus” (tanda untuk memperkuat respons) misalnya tombol. berupa makanan”. Operant conditioning. pemindah makanan.

Penguatan positif dan negatif b. pemberian renforcement menurut respon betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon. ialah proses pembentukan tingkah laku yang makin mendekati tingkah laku yang diharapkan. Paling tidak tidak. “Variable ratio schedule”. yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran. yang didasarkan penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah rata-rata respon 3. ialah respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain f. d. yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respon setelah terjadi jumlah tertentu dari respon. e. belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error). yang didasarkan atas satuan waktu tetapi diantara “reinforcement” 4. g. c. interval tetap dan bervariasi. Pendekatan suksesif. “Fixed interval schedule”. Chaining of respons. Extention. “Fixed-ratio schedule”. ialah proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat tepat hingga respon pun sesuai dengan yang diisyaratkan. “variable interval schedule”. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu. Shopping. Dalam mencoba-coba ini 13 .Jadwal reinforcement menguraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat ? Ada empat cara penjadwalan reinforcement : 1. Jadwal penguatan ialah variasi pemberian peguatan : rasio tetap dan bervariasi. 2. ada enam konsep operant conditioning ini yaitu : a.mencoba-coba ini dilakukan. Menurut Menurut thondike. ialah proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan.

Karakteristik belajar trial dan error adalah sebagai berikut : a. Beberapa hukum belajr yang ditemukan oleh Thoendike adalah sebagai berikut : a. Hukum latihan (low of exercise). dan ia melakukannya. Sebaliknya. hubungannya dengan stimulus semakin lemah. maka akan memperkuat hubungan antara respon dan stimulus. Implikasi hukum ini adalah baha belajar dimulai dari tingkatan yang mudah berangsur-angsur menuju yang sukat. c. tetapi tidak melakukannya. maka tingkatan penguatannya kian lemah. Respons-respons yang dirasakan tidak bersesuaian dengan motivenya dihilangkan d. Adanya motivatie pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu b. Manakala hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan kepuasan. Akhirnya seseorang mendapatkan jenis respon yang paling tepat. Sebab pemuas yang antara lain berupa terpemenuhinya motif-motif seseorang. Jika seseorang siap melakukan sesuatu. 0hukum akibat (law of effect). Tetapi lemah dan kuatnya hubungan antara respons dan stimulus tersebut tergantung kepada memuaskan tidaknya respons yang diberikan. Sebaliknya jika respons tersebut tidak digunakan. Berangkat dari yang sederhana berangsur-angsur menuju ke yang kompelks.seseorang mungkin akan menemukan respoons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. Hukum kesiapan (law of readiness). Dengan perkataan 14 . maka ia tidakpuas. menjadikan seseorang belajar berulang-ulang. Sebaliknya jika hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan ketidak puasan. maka ia puas. Jika seseorang mengulang-ulang respons terhadap suatu stimulus. bahwa motivasi sangat penting dalam belajar. c. jika ia siap melakukan sesuatu. b. Seseorang berusaha melakukan berbagai macam respons dalam rangka memenuhi motive-motivenya. maka tingkatan penguatannya kian besar. Implikasi dari hukum ini adalah.

1. d. Pada diri seseorang sebenamya terdapat potensi untuk mengadakan seleksi terhadap unsur-unsur penting dari yang kurang atau penting hingga akhirnya dapat menentukan respon yang tepat. yaitu : a. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif. Orang cenderung mengadakan assosiative shiffing. Manakala suatu respon cocok dengan situasinya relatif mudah untuk dipelajari (concept belongingness). Menurut pendapat mereka. e. sikap dan hal-hal lain yang telah ada pada dirinya. Tondike prinsip-prinsip belajar. b. Hukum ini membawa implikasi kebenaran bagi diadakannya eksperimentasi dalam belajar. Selain mengemukakan tiga hukum belajar. baik itu berupa pengalaman. apa yang ada pada diri seseorang. Respon tersebut ada kalanya berbeda-beda sampai yang bersangkutan memperoleh respon yang benar. bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement. tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi. berbagai ragam respon ia lakukan. Orang cenderung memberikan respon yang sama terhadap situasi yang sama. c.lain. hukum akibat ini punya keyakinan bahwa orang punya kecenderungan mengulang respon yang memuaskan dengan menghindari respon yang tidak memuaskan. Pada saat seseorang berhadapan dengan sebuah situasi yang bagi dia termasuk baru. f.3. ialah menghubungkan respon yang ia kuasai dengan situasi tertentu tatkala menyadari bahwa respon yang ia kuasai dengan situasi tersebut mempunyai hubungan. kepercayaan. Mereka berpendapat. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuanpenemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon-reinforcement. turut menentukan tercapainya tujuan yang ingin dicapai. yaitu tindakan mengenal atau mengemukakan 15 .

penyimpanan (baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang).memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Menurut teori ini suatu informasi yang berasal dari lingkungan pembelajar. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. mencermati lingkungan. pada awalnya diterima oleh reseptor. belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. dan kemudian diteruskan ke registor penginderaan yang terdapat pada saraf pusat. Menurut psikologi kognitif. Reseptor-sreseptor tersebut memberikan simbol-simbol informasi yang ia terima. sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan. Mempraktekkan. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. dan setelah membentuk pengertian. 16 . bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada dalam suatu situasi. Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri dimulai dengan pengatan (penginderaan) atas informasi yang berada dalam lingkungan manusia. Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan. Dengan demikian. informasi-informasi yang diterima oleh registor penginderaan telah mengalami transformasi. belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. Keseluruhan adalah lebih dari bagian-bagiannya. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. kemudian dikeluarkan kembalii oleh pembelajar. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. memecahkan masalah. Menurut teori ini. Jadi kaun kognitif berpandangan. mencari informasi. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. penyimpanan / pengkodean / penyadian terhadap informasi-informasi yang tersimpan. mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan.

manakala menurut psikolog behavioristik reinforcemen berfungsi sebagai pemerkuat respon atau tingkah laku. Sebab. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati) 17 .Informasi yang masuk ke dalam syaraf pusat tersdebut kemudian disimpan dalam waktu pendek. misalnya ingatan atau ekpektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. Pengeluaran kembali atas informasi-informasi yang terseimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan pemanggilan. dan kemudian kegenerator respon. Informasi-informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini. Saat transpormasi. Sementara untuk respon otomatis. meskipun alasan yang dikemukakan berbeda dengan psikologi behavioristik. Teori kognitif berpijak pada tiga hal yaitu : (1) Perantara sentral (central intermediaries) (2) Proses-proses pusat otak (central brain). berfungsi sebagai sumber umpan balik. informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek. waktunya juga pendek.menurut psikologi belajr kognitif. Sementara memori jangka pendek lazim juga dikenal dengan memori kerja dan kesadaran. sebagian diantaranya diteruskan ke memori jangka pendek. diteruskan ke memori jangka panjang. Kapasitas memori jangka pendek ini amat terbatas. Informasi dalam memori jangka pendek dapat ditranspormasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya. megurangi keragu-raguan hingga mengarah kepada pengertian. sedangkan selebihnya hilang dari sistem. informasi-informasi baru terintegrasi dengan informasi-informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori jangka panjang bertahan lama. maka menurut psikolog kognitif. Proses pereduksian seperti ini dikenal juga dengan persepsi selektif. Dalam pikiran yang sadar. reinforcemen sangat penting juga dalam belajar. informasi mengalir langsung dari memori jangka panjang kegenerator respon selama pemanggilan. dan disiapkan untuk dipergunakan di kemudian hari.

(3) Pertanyaan tentang apa yang dipelajari ? Jawabannya adalah struktur kognitif. Suatu masalah belajar yang trstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa. (4) Pemahaman dalam pemecahan masalah. (4) Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajr. Prinsip-prinsip belajar teori kognitif : (1) Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pemgetian mengenai hubungan-hubungan yang essensial. (3) Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. Susunanya dari yang sederhana ke yang kompleks. Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif. variabel tingkah laku non habitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. yang mengetahui altemate routes illustratis cognitive structure . teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). kita mengetahui dimana adanya. dibandingkan dengan rte leaming atau belajar dengan formula. (2) Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. Perferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem. Berbeda dengan teori stimulus respon. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. bahwa yang dipelajari adalah fakta. Masalah bagian keseluruhan adalah masalah organisasi dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. Siswa menerima atau menolak sesuatu 18 .

Perubahan struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. kebutuhan. Berfikir defergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseoranbg yang orisinil agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial. Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi. Medan kekuatan psikologis dimana individu bereaksi disebut life space. Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar cognitive field dengan menaruh perhatian kepadakepribadian dan psikologi sosial. satu dari struktur medan kognisi itu sendiri. tekanan kejiwaan. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang. Berbeda dengan berfikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban-jawaban yang benar secara logika. serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi intemal individu. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory. Lewin memandang masing-mading individu berada di dalam suatu medan kekuatan. Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin Bertolak dari penemuan Gestalt Psychology. 19 . maupun dari luar diri individu seperti sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. objek materiil yang ia hadapi. tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. misalnya : orang-orang yang ia jumpai. bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan-kekuatan.berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. baik dalam diri individu seperti tujuan. Lewin memberikan peranan yang lehih penting pada motivasi dari reward. (6) Berfikir defergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau terciptanya produk yang berilai dan menyenagkan. Lewin berpendapat. yang bersifat psikologis. (5) Penetapan tujuan (goal setting) penting sebagai motivasi belajar.

20 . b. Menurut Piaget. Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulangulang. Isi disebut juga content. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuankemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. makan. Piage memakai istilah scheme secara interchageably. maka Piaget tekanan penyelidikannya lain. minum Scheme mental. Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian / adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan. Apabila ahli biologi menekankan penjelasan tentang pertumbuhan struktur memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungna. intelegensiitu sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu : a. Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. Menurut Piaget. misalnya scheme of classifkation. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif. Struktur. misalnya bemafas. Scheme berhubungan dengan : Refleks-refleks pembawaan. Dia adalah salah seorang psikolog suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berfikir. scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati).Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget Dalam teorinya Piaget memandang bahwa proses berfikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas. Piaget adalah seorang psikolog developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajr individu. melainkan kualitatif. scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap).

Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium. Adaptasi. Organisasi. Ia tak dapat menggantngkan diri pada asimilasi. dan function. berupa kecakapan seseorang / organisme dalam menyusun proses-proses fisik dan psikis dalam bentu sistem-sistem yang koheren. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equlibrium-equilibrium. yaitu structure. yaitu adaptasi individu terhadap lingkungannya. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan intelektual anak mengandung tiga aspek. + Asimilasi : Proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk menghadapi masalah dalam lingkungannya. masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus 21 . Adaptasiini terdiri dari dua macam proses komplementer yaitu asimilasi dan akomodasi. Pengaplikasian di dlaam belajar. Dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasi. Struktur dan kontent intelektualnya berubah / berkembang. Fungsi dan adaptasi akan mtersusun sehingga berubah / berkembang. Situasi atau area itulah yang akan mempermudahpertumbuhan kognitif. yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. content. Dengan penjelasan seperti di atas dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan individu. Anak yang sedang mengalami perkembangan. + Akomodasi : Proses perubahanrespon individu terhadap stimuli lingkungannya. disebut juga fungcion. Fungsi. fungsi itu sendiri terdiri dari dua macam fungsi invarian. Fungsi dan adaptasi akan tersusun sehingga melahirkan suatu rangkaian perkembangan. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. perkembangan kognitif bergantung kepada komodasi.c. yaitu organisasi dan adaptasi. karena ia tak dapat belajar dari apa yang telah diketahuinya saja. individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi.

state vs transformation. 2.0 – 7. transmisi sosial 4. Maka Piaget mengartikan inteligensi adalah sejumlah struktur piskologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus. Baru pada menjelang akhir tahun ke-2 anak telah mulai mengenal simbol / nama.0 7. centering. concreteness 2. tingkat operasi konkret 4.0 Tiap anak berbeda . dan 22 2.0 11.0 2. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan inderanya. yaitu : 1. Bayi lahir dengan refleks bawaan. tingkat operasi formal Penjelasan : 1. Dalam hubungan ini Philips (1969) membagi atas : 1. tingkat preoperasinal 3. pengalaman fisik / lingkungan 3. tetapi masih terbatas pada halhal yang dapat ia jumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja.0 – 2.yang menentukan kecakapan pikir anak. equilibrium atau self regulation Selanjutnya ia membagi tingkat-tingkat perkembangan 1. Kematangan 2. (ini tampak adanya egocentisme) 4. Tingkat sensori motoris 0.0 – 11. interversibility 3. Pada masa kanakkanak ini. tingkat preoperasional anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. anak belum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. Tahap-tahap Perkembangan Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak.

tetapi anak kecil belum dapat menyimpulkan apakah hipotesisnya ditolak atau diterima. Flavell (1963) memberikan ciri-ciri sebagai berikut : a. Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajr di kelas. Periode propositional thinking Remaja telah dapat meberikan statemen atu proposisi berdasarkan pada data yang konkret. c. Tetapi kaang-kadang ia berhadapan dengan proporsi yang bertentangan dengan fakta.5. tingkat operasi konkret anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematis. Kecakapan kognitif anak : (1) Combinativy classifkation (2) Reversibility (3) Associativity (4) Identity (5) Serializing Anak mulai kurang egocentrisme-nya dan lebih sociocentris (anak mulai membentuk peer group) 2. transductive reasoning 1. Tingkat operasi formal Anak telah mempunyai pemikiran abstrak pada bentuk-bentuk kompleks. Pada pemikiran anak remaja adalah hypothetko-deductive. tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. Jerome bruner dengan Discovely Leaming-nya Yang menjadi dasar ide J. Periode combinatorial thinking Bila remaja itu mempertimbangkan tentang pemecahan problem ia telah dapat memisahkan faktor-faktor yang menyangkut dirinya dan mengkombinasi faktor-faktor itu. b. Ia telah dapat membuat hipotesis-hipotesis dari suatu problema dan membuat keputusan terhadap problema itu secara tepat. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery 23 .

Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. historin. Ahli sekolah / pengajaran dan pendidik tentang pengajaran science. bahwa mata pelajaran dapat diajarkan secara efektif dalam bentuk intelektual yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. murid harus mempelajari prinsip-prinsip itu sehingga terbentuklah suatu disiplin. Banyak pendapat yang mendunkung discovery leaming itu. bagaimana kita dapat mengembangkan program pengajaran yang lebih efektif bagi anak yang muda ? Jawaban Bruner ialah dengan mengkoordinasikan metode penyajian bahan itu. diantaranya J. Maka di dalam mengajar harus dapat diberikan kepada murid struktur dari mata pelajaran itu. Sekali murid mengetahui prinsip itu ia problem di dalam disiplin itu. Dewey (1933) dengan complete art of reflective activity aau dikenal dengan problem solving. dan makin meningkat ke arah yang abstrak. Ide Bruner itu ditulis dalam bukunya Process of Education. Pada tingkat permulaan pengajaran hendaknya dapat diberikan melalui cara-cara yang bermakna. Di dalam buku itu ia melaporkkan hasil dari suatu konferensi diantara suatu para ahli science. yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak. Demikian juga dalam penyesuaian kurikulum. atau 24 .leeaming. Kurikulum dari suatu mata pelajaran harus ditentukan oleh pengertian yang sangat fundamental bahwa hal itu dapat dicapai berdasarkan prinsip-prinsip yang memberikan struktur bagi mata pelajaran itu. Bruner mendapat pertanyaan. yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. dimana guru menerangkan informasi dan murid harus mempelajari semua bahan / informasi itu. Dalam hal ini /ia mengemukakan pendapatnya. seorang scientist. Prosedor ini berbeda dengan reception leaming atau expositoryteaching. Tingkat-tingkat kemajuan anak dari tingkatt kamajuan anak (anactive) ke representasi konret (konek) dan akhirnya ke tingkat representasi yang abstrak (symbolk). Pemyataan lain dan process of education ialah tentang bagaimana mata pelajaran itu harus diajarkan.

1. Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya. bukan dari pengamat (observer). Cliffor D Foste. aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai 1970-an dan mungkin perubahan-perubahan dan inovasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini (John Jarolimak ek. misalnya ahli-ahli psikologi klinik. Dalam dunia pendidikan. Orangorang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini. Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). halaman 330) Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik Pada akhir tahun 1940-an muncul suatu perspektif psikologi baru. Adanya suatu kenaikan berkala di dalam potensi intelektual. eksestensial.Biarkanlah murid-murid kita menemukan arti bagi diri mereka endiri. 4. atau fenomenologikal. 3. Gerakan ini erkembang. pekerja-pekerja sosial dan konseler. perceptual. 1976. dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik. Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada intrinsik. Murid lebilh senang mengingat-ingat informasi . 2. the act of discovery dari Bruner: 1. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka 25 .4.ahli matematika. dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka. Murid yang mempelajari bagaimana menemukan berarti murid itu menguasai metode discovery leaming. Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran barus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa.

tidak terikat oleh lingkungannya. berbeda antara satu dengan yang lain. Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk reaktif yang memberikan responsnya terhadap lingkungannya. tidak dapat dengan menggunakan perspektif orang yang memahami. 26 . Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. Psikologi humanistik berkeyakinan bahwa anak termasuk makhluk yang unik. Behaviorisme Versus Humanistik Dalam menyoroti masalah perilaku. dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa. 148). Eka dalam pandangan psikologi behavioristik. Oleh karena itu. melainkan dengan menggunakan perspektif orang yang dipahami. Belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesarbesarnya kepada individu. seorang pendidik atau guru bukanlah bertugas untuk membentuk anak menjadi manusia sesuai yang ia kehendaki.sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka (Hamachek. Sebagaimana disebtakan diatas. Pengalaman lampau dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda. jika ingin memahami anak. beragam. Perbedaan ini dikenal sebagai freedom of determination issue. bahwa pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik. Keberagaman yang ada pada diri anak. seorang pendidik pertama kali membantu anak untuk memahami diri mereka sendiri. p. belajar merupakan kontrol instrumental yang dilakukan oleh lingkungan. melainkan yang terutama adalah dari segi batinnya. 1977. Keberagaman anak tidak saja dari segi lahir. melainkan memantapkan visi yang telah ada pada anak itu sendiril untuk itu. hendaknya dikukuhkan. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka. Dengan demikian. maka dalam pandangan psikologi humanistik justru sebaliknya.

ini sesungguhnya berarti. bagaimana siswa itu menghubungkan subject matter itu dengan kehidupannya (Principles of Instruction Design oleh Robert M. kita harus berusaha mengubah keyakinan atau pandangan orang itu. bahwa siswa itu tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru itu. Pemerolehan informasi baru. Maslov. halaman 212). Apabila guru itu memberikan aktivitas yang lain. Briggs.Tokoh-Tokoh Humanistik Ada beberapa tokoh yang menonjol dalam aliran humanistik seperti: Combs. Apabila kita ingin mengubah perilaku seseorang. Padahal arti tidaklah menyatu pada subject matter itu. Combs dan kawankawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya. Personalisasi informasi. Gayne & Leshe J. 2. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada leaming. mungkin sekali siswa akan memberikan reaksi yang positif. dan Rogers 1) Combs : Combs dan kawan-kawan menyatakan apabila kita ingin memahami perilaku orang kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana caranya membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari subject matter itu. ini pada individu. perilaku dalamlah yang membedakan seseorang dari yang lain. Apabila seorang guru mengeluh bahwa siswanya tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu. yaitu: 1. dengan kata lain di individulah yang memberikan arti tadi kepada subject matter itu. 27 . Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila subject matter-nya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya.

ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya. Tetapi mendorong untuk maju ke arah keutuhan. seperti kebutuhan fisiologis. 1968) Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang. Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslov ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar tidak mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkaran besar (2) adalah persepsi dunia. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama. barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di tasnya. 2) Maslov Teori didasarkan atas asumsi bahwa di dalam diri kita ada dua hal : (1) Suatu usaha yang positif untuk berkembang (2) Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendifi (self). Maslov membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. 3) Carl Rogers 28 .Combs memberikan lukisan persepsi diri dan persepsi dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat satu. halhal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhya pada individu dan makin dekat peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin besar pengaruhnya terhadap perilakunya. makin mudah hal itu terlupakan. takut untuk mengambil kesempatan. Jadi. (maslov. keunikan diri. takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya.

Hasrat ingin tahu yang demikian terhadap dunia sekelilingnya. seorang ahli psikoterapi. Pada hal. siswa juga diharapkan dapat membebaskan dirinya hingga ia dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusankeputusan yang ia ambil atau pilih. Sebab. bergantung kepada pihak lain dan memenuhi harapan orang lain. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar merupakan suatu hal yang bersifat alamiah bagi manusia. Seorang beraktivitas atau tidak senantiasa akan menimbang-nimbang apakah aktivitas tersebut menipunyai makna buat dirinya. hasil belajar demikian tidak akan bertahan lama. anak tidak dketak menjadi oran lain melainkan dibiarkan dan dipupuk untuk menjadi dirinya sendiri. Dalam proses mencari jawaban inilah. Hukuman memang dapat saja membuat seseorang untuk belajar. melainkan dibiarkan belajar bebas. Belajar bermakna. manakala hukuman tak 29 . la dibiarkan agar tetap bisa menjadi arsitek buat dirinya sendiri. seseorang mengalami aktivitas-aktivitas belajar. la tidak direkayasa agar terikat kepada orang lain. sesuatu yang tak bermakna bagi dirinya. la melakukan aktivitas sekedar menghindari ancaman hukuman. menjadikan penyebab seseorang senantiasa berusaha mencari jawabannya. Dalam belajar demikian. Ini disebabkan adanya hasrat ingin tahu manusia yang terus menerus terhadap dunia dengan segala isinya. c. la mempunyai pandangan bahwa siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa. Tetapi. tentu tidak akan ia lakukan. Dalam pandangan psikologi humanistik makna sangat penting dalam belajar. Tidak itu saja. Belajar tanpa hukuman. Rogers mengemukakan prinsip-prinsip belajar humanistik sebagai berikut : a.Salah seorang tokoh psikologi humanistik adalah Carl Rogers. b.

Pembelajar yang banyak berinisiatif tatkala belajar. dipandang tidak cukup. Oleh karena itu. pembelajar haruslah dapat belajar dalam segala kondisi dan situasi yang serba berubah. Belajar dan perubahan. e. menentukan pilihannya sendiri serta berusaha menimbang-nimbang sendiri mana hal yang baik bagi dirinya. Orang harus dapat menyesuaikan dalam sebuah dunia yang senantiasa berubah. mengadakan eksperimentasi-eksperimentasi hingga anak dapat menemukan sendiri mengenai sesuatu yang baru. agar anak belajar justru harus dibebaskan dari ancaman hukuman. dan siapapun di dunia ini tak ada yang dapat menangkal perobahan. Belajar dengan inisiatif sendiri pada diri pembelajar sebenamya menyiratkan betapa tingginya motivasi internal yang dipunyai. Inisialif yang lahir dari diri sendiri im juga menunjukkan rendalmya dependensi pembelajar terhadap orang lain. ia menunjukkan sejumlah prinsipprinsip belajar humanistik yang penting. Dunia terus berubah. Pada diri pembelajar yang kaya inisiatif. belajar yang sekedar mengingat fakta. Dengan demikian. Oleh karena itu. senantiasa mencari cara-cara hingga dia berhasil dalam belajarnya. dan tidak terikat oleh rekayasarekayasa yang berasal dari lingkungannya. aktivitaspun tidak akan dilakukan. la akan berusaha dengan totalitas pribadinya untuk mencapai sesuatu yang ia cita-citakan. menghafal sesuatu. Kalau tidak. terdapat kemampuan untuk mengarahkan dirinya sendiri. Belajar dengan inisiatif sendiri. d. Belajar yang terbebas dari ancaman hukuman demikian im menjadikan penyebab anak bebas melakukan apa saja. la akan bebas melakukan apa saja dalam belajarnya. ia akan terlindas oleh perubahan. Kreativitas anak dalam belajar yang bebas dari ancaman hukuman dengan sendirinya juga akan meningkat. Dalam bukunya freedom to learn. mencoba-coba sesuatu yang bermanfaat buat dirinya.ada. di antaranya adalah : 30 .

Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt. kreativitas lebih mudah dicapai terutama siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian diri orang lain merupakan cara kedua yang penting. kemerdekaan.(1) Manusia itu mempunyai kemampuan untuk belajar secara alami. (4) Tugas-tugas belajar yang mengancam diri adalah lebilh mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman. (8) Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya baik perasaan maupun intelek. (3) Belajar yang menyangkut suatu perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya. pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar (6) Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.ancaman dari luar itu semakin kecil (5) Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah. merupakan cara yang dapat memberikan basil yang mendalam dan lestari. (7) Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung-jawab terhadap proses belajar itu. (9) Kepercayaan tehadap diri sendiri. suatu keterbukaan yang terusmenerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam dirinya sendiri mengenai proses perubahan itu. 31 .5. (10) Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar. 1. (2) Belajar yang signifikan terjadi apabila subject matter di rasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksudnya sendiri.

perbuatan. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya. Contoh: kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripada batok kepala. dan sebagainya. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu. benda lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu. Mata tidak mungkin terletak di ibu jari. Misalnya: emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. di mana unsur-unsur tadi teletak pada struktumya masingmasing. dan gestalt. Menurut aliran ini. pattera. Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : (1) Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi. mulut. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. closure. Pada struktumya masing-masing itulah bagian-bagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsurunsur. organisme. dagu. melainkan kepala itu adalah suatu keseluruhan yang bermakna. bidung. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain. configuration. rambut. telinga. (3) Mengutamakan segi pemahaman (insight) (4) Menekankan kepada adanya situasi sekarang. (2) Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga. antara individu dan lingkungan dimana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol.Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah: field. Lagi pula sesuatu hal. mata. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. wholistk. integration. dimana individu menemukan dirinya 32 . Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory.

mana hidung ibu. dan bagian-bagian hanya bermakna jika berada dalam keseluruhan itu. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. 3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. 2) Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. seperti simpanse dapat melihat 33 . Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory ) 1) Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. 4) Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugas-tugas harian yang beruntun. sebagai roda. Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas.(5) Yang utama dan pertama adalah keseluruhan. misal : sebuah ban mobil hanya bemakna kalau menjadi bagian dari mobil. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil contoh: mula-mula anak melihat mengenal wajah ibunya sebagai keseluruhan kesatuan. mana telinga ibu. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari rumah dan sebagainya. deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. Keseluruhan yang menjadi permulaan. baru menuju ke bagian-bagian. kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek. atau menarik dan sebagainya. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis. Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan.

kadang kala duduk merenungkan masalah. yaitu pengamatan/pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan. Insight itu sering dihubungkan dengan pemyataan spontan "aha" atau "oh". Peletak dasar psikologi gestalt adalah Mex Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. mengamati stimuli dalam keseluruhan yang terorganisasi. kadangkala gagal meraih pisang. Kohler (1927) menemukan tumbuhnya insight pada seekor simpanse dengan menghadapkan simpanse pada masalah bagaimana memperoleh pisang yang terletak di luar kurungan atau tergantung di atas kurungan. Koffka dan Wertheimer. struktur dan pemetaan dalam pengalaman. “sec-now". kemudian Wollgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpanse. Psikologi kognitif mulai berkembang dengan lahimya teori belajar Gestalt ini. Penelitian-penelitian mereka menumbuhkan psikologi gestalt yang menekankan bahasan pada masalah konfigurasi. Kaum gestalt berpendapat. Suatu konsep yang penting dalam teori gestalt adalah tentang "insight". Orang yang belajar. Dalam eksperimen itu Kohler mengamati. bukan dalam bagian-bagian yang terpisah. Sumbangannya ini diikuti oleh Kurt koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan.hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena ia sedang lapar. Menurut pandangan psikologi gestalt. Tokoh psikologi gestalt ini antara lain adalah Kohler. 34 . bahwa kadangkala simpanse dapat memecahkan masalah secara mendadak. dan kemudian secara tiba-tiba menemukan pemecahan masalah. belajar terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir. bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan.

Hukum kesamaan (law of similarity). c. Dari pekerjaannya pengamatannya itu. terutama hubungan-hubungan antara bagian dengan keseluruhan. bisa berupa bentuknya. Adapun hukum-hukum belajar menurut psikologi adalah sebagai berikut : a. semua kegiatan belajar (baik pada simpanse maupun pada manusia) menggunakan insight atau pemahaman terhadap hubungan-hubungan. ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis. Menurut hukum ini. ukurannya. Menurut pandangan gestaltis. sebenamya tidak tertuju kepada suatu bagian melainkan teriuju kepada sesuatu yang bersifat kompleks. Menurut psikologi gestalt. pengamatan terhadap sesuatu objek cenderung dikaitkan dengan makna objek tersebut bagi seseorang. Setiap respon yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulan. Menurut psikologi gestalt setiap pengalaman itu senantiasa struktur. tingkat kejelasan atau keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan belajar seseorang daripada dengan hukuman dan ganjaran. Menurut hukum ini. Hukum kedekatan ( law of proximity ). Hukum penuh makna (law of pragnanz). Menurut hukum ini. warnanya dan sebagainya. Makna objek tersebut bagi seseorang. sesuatu yang sama cenderung membentuk satu kesatuan. Perhatikan gambar berikut ini: $ Y @ h $ Y @ h $ Y @ h b. periksa gambar berikut ini || || || || || || || || 35 . sesuatu yang berdekatan cenderung membentuk satu kesatuan.Wertheimer menghubungkan (1945) menjadi dengan orang proses gestalt belajar yang di mula-mula kelas.

36 . 2.ab cd ef gh d. belajar dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental. Menurut psikologi gestalt. hal-hal yang merupakan kontinyuitas membentuk suatu kesatuan. ada sejumlah ciri belajar yang dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain selain belajar. bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman. Berdasarkan pengertian belajar diatas. Hukum-hukum kontinyutas ( law of goof continuation ) Menurut hukum ini. wawasan atau yang lazim disebut sebagai insight dipandang sebagai inti belajar. dsb)". Ketiga hasil belajar bersifat relatif menetap. maka pada hakikatnya "belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang. belajar dibedakan dengan kematangan. Hukum ketutupan (law of closure ). Oleh karena itu. Perhatikan gambar berikut    a        f       b c d e e. hal-hal yang tertutup membentuk suatu kesatuan. kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan. dan perubahan tingkah taku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan-kecendrungan respon bawaan.CIRI BELAJAR Sebagaimana disebutkan diatas. dalam belajar yang mestinya ditanamkan adalah pengertian siswa mengenai sesuatu yang harus dipelajari. Menurut hukum ini. Oleh karena itu. Kedua. Pertama. CIRI .

1) Belajar berbeda dari kematangan. tidak sama 37 . Tanpa melalui aktivitas belajarpun. Kematangan umumnya ditandai oleh adanya perubahan-perubahan pada diri seseorang. juga bukan karena aktivitas belajar melainkan karena adanya proses kematangan. Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang. meskipun ia sendiri tidak mensengaja. 3) Hasil belajar relatif menetap Hasil belajar relatif menetap. 2) Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik dan mental. baik yang bersifat fisik maupun psikis. tidaklah akibat dari aktivitas belajar. ia adalah suatu proses yang disengaja dan secara sadar. Perubahan-perubahan demikian. dari memberikan respon yang salah atas stimulusstimulus ke arah memberikan respon yang benar. pada saat tertentu. Adanya perubahan pada diri seseorang semisal dari belum bisa berjalan pada umur tertentu menjadi bisa berjalan pada umur selanjutnya. dan pendek menjadi semakin tinggi bukanlah karena proses belajar. bukanlah karena proses belajar. Berbeda dengan belajar. atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya. orang akan mengalami kematangan. dan tidak berubah-ubah. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja. Orang setiap kali dapat berubah. Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembangan-perkembangan bawaan. Perubahan tersebut bisa berupa dari tidak talm menjadi tahu. Berarti perubahan fisik dari kecil menjadi besar. dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengedakan sesuatu. dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai proses belajar. Oleh karena itu. dari seseorang belum bisa berbkara kemudian menjadi bisa berbkara. dari kurus menjadi gemuk. Perubahan tingkah laku yang sifatnya relatif tidak menetap. Kematangan yang ada pada diri seseorang juga bukan karena satu upaya yang dilakukan oleh orang lain (misalnya saja guru). Demikian juga. kematangan akan dialami oleh seseorang. dari tidak mengerti menjadi mengerti.

Kedua. sepanjang aktivitas tersebut disadari. 3. agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. Oleh karena itu. ketika pembelajar mau mengadakan aktivitas belajarnya. Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu.dengan perubahan-perubahan dalam belajar. 38 . tidak semua perubahan yang ada pada diri seseorang dianggap sebagai hasil belajar. tentulah dimaksudkan bagi pencapaian tujuan. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR Tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah dua hal yang sangat penting dalam belajar. Ketiga agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar. 3. agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkah laku pada dirinya. senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu. Sementara unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan sesemang yang sedang mencapai tujuan belajar. Tujuan Belajar Setiap manusia kreativitas. Tujuan umumnya mengarahkan seseorang yang sedang belajar ke arah kegiatan tertentu.1. Pertama. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku. Hanya perubahan-perubahan tertentu saja yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai belajar. Perubahan tingkah laku dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati (obsevable). Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar. Paling tidak ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar. perlu merumuskan tujuan belajar buat dirinya sendiri. Oleh karena itu.

Sebagai contoh. Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. Pengenalan mengenai diri sendiri ini juga bisa terhindar dari mempelajari sesuatu yang sudah dikuasai. menunjukkan dengan jelas siapa yang berubah tingkah lakunya setelah melakukan aktivitas. Jelas cara menghukumya. dan bukan pengajar). Kata-kata dapat menjelaskan menunjukkan terdapatnya perubahan tingkah laku pada diri pembelajar: dari tidak bisa menjelaskan menjadi bisa menjelaskan (unsur kedua). pengukuran terhadap bisa tidaknya seseorang menjelaskan secara lisan dan secara tertulis. setelah menelaah Bab I. f. Jelas ukuran perubahannya. Sebab. Kata-kata ini tidak menunjukkan berapa jumlah ciri tingkah laku menyimpang (unsur keempat). Jelas waktunya. c. pembelajar dapat menjelaskan 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang secara lisan. d. seseorang pembelajar pertama kali haruslah mengenali mengenai dirinya sendiri. b. dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu. yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif. yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan tercapai. pembelajar. Bandingkan misalnya dengan kata-kata: ciriciri tingkah laku menyimpang. Kata pertama. Kata-kata setelah menelaah bab I menunjukkan waktu perubahan (unsur ketiga). 39 . Pengenalan terhadap dirinya sendiri ini sangat penting guna merumuskan kebutuhan kebutuhan belajarnya. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable). e. dalam hal ini adalah pembelajar bukan pengajar (unsur pertama). Jelas perubahannya.Dalam merumuskan tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. Kata secara lisan menunjukkan bagaimana perubahan tingkah laku tersebut diukur. Kata-kata 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang menunjukkan ukuran perubahan. disamping dapat terhindar juga dari mempelajari sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk dipelajari. yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara bagaimana.

masing-masing mempunyai sub kawasan masing-masing yang disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Oleh karena itu. seseorang dapat menterjemahkan sesuatu. ialah kawasan tersebut. menikmati. Bloom dan kawan-kawan (1956) membuat taksonomi tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. comprehension. Pada sub kawasan ini. syntihesis don evaluation. Applkation lazim diberi makna sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya. Ia mengkategorisasikan tujuan (bukan memisahkan. Kata menjelaskan pada rumusan tujuan menunjukkan bahwa ia dapat diamati secara konkrit. karena semestinya tidak untuk dipisah-dipisahkan) menjadi tiga kawasan. Kata-kata disebutkan terakhir ini tidak dapat diamati (tidak observable). Sub kawasan ini mementingkan aspek ingatan. seseorang yang sedang belajar mampu menerapkan. dapat diartikan dengan pengetahuan. Kawasan pertama. secara berturut-turut akan dijelaskan sebagai berikut : a. Knowledge. c. bentuk perubahan tingkah laku tesebut haruslah jelas (unsur kelima). analysis. cognitive terdiri dari knowledge. teori-teori yang pernah ditelaah. Mengingat kembali terhadap fakta-fakta yang pernah dipelajari. Bandingkan misaInya dengan kata memahami. b. mengambil inti dari suatu bacaaan dan membuat prakiraanprakiraan. Oleh karena itu. applkation. mengambil kata lain dari suatu kata atau pengertian. mengerti. mengaplikasikan konsep-konsep. dalam kawasan kognitive ini dipandang berada pada tingkat terendah. Comprehension dapat diartikan dengan kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu. 40 . Pada sub kawasan ini.membutuhkan cara pengukuran tersendiri. teori-teori dalam situasi praktis. sub kawasan ini lebih tepat untuk diartikan mengingat terhadap materi-materi yang pernah dipelajari. merasakan.

Yang dimaksud dengan pemberian nilai di sini adalah memberikan harga terhadap suatu fenomena. kejadian atau even. c. Valuing atau pemberian nilai. Kemampuan ini relatif febih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan receiving. meskipun dalam tataran rendah.d. menguraikan rincian dan saling hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Oleh karena itu. pada 41 . Kemampuan mengadakan evaluasi ini termasuk jenis kemampuan yang tertinggi dalam kawasan kognitive ini. b. Responding atau pemberian tanggapan. Menghadirkan diri demikian ini. e. adalah kemampuan seseorang untuk menghadirkan kediriannya pada sebuah even atau stimulus-stimulus yang ia terima. Jika pada sub kawasan receiving seseorang menghadirkan kediriannya pada sebuah even. Synthesis adalah suatu kemamptian untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh. menghubungkan. characteristization by a value or value complex. berharga-tidak berharga. responding. benda. organization. Sub kawasan ini menjadikan seseorang bisa menerima nilai tertentu dan menunjukkan komitmennya pada nilai tertentu. Receiving atau penerimaan. Secara berturut-turut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. telah dapat meliput kesadaran seseorang. affective ineliputi empat sub kawasan berikut: receiving. Dengan kemampuan synthesis ini sesuatu yang sebelumnya terbelah-belah terkristal dan kemudian dapat diformulasikan ke dalam forinula yang tak terbelah. f. Kawasan kedua. Penentuan tersebut didasarkan atas patokan-patokan yang dilmat pada masa sebelumnya. valuing. Evaluation adalah suatu kemampuan unluk menentukan baik-buruk. bernilai-tidak bernilai mengenai suatu hal. Hasil belajar pada sub kawasan ini telah memunculkan sebuah kesadaran yang paling simpel sampai dengan hadimya perhatian yang terpilih. maka dalam sub kawasan responding ini seseorang memberikan tanggapan/ respon/jawaban atas even-even yang ia terima. Analysis adalah suatu kentamptian untuk merinci.

Yang dimaksud dengan persepsi di sini adalah penggunaan indera untuk memperoleh petunjuk ke arah motorik. set. complex overt respon. Ke tujuh sub kawasan ini adalah perception. integritas. mechanism. Characterization of value or value complex atau karakterisasi dengan suatu nilai. c. Perception atau persepsi. Sub-sub kawasan ini dapat d1Jelaskan sebagai berikut: a. kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai. sosial dan emosional. mencakup tujuh sub kawasan dari yang tingkatan terendah hingga tingleatan tertinggi. d. seseorang mengindera stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungannya motoriknya. Pada sub guna persiapan untu membimbing aktivitas-aktivitas 42 . Guided respon atau respon terpimpin. Pada sub kawasan ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya hidup yang khas. Dari nilai-nilai yang berbeda tersebut. e. Kawasan ketiga psycomotor. Pada subleawasan ini. Bila terdapat konflik di antara nilai-nilai tersebut dicoba pecahkan.sub kawasan ini seseoarang tampak tingkatan integritasnya: keajegan. Sub kawasan ini meliputi mental set. hingga menjadi suatu kesatuan nilai. Ada semacam sintesa nilai-nilai yang beragam. Pada sub kawasan ini seseorang mulai berada pada proses belajar keterampilan yang lebib komplek. berbeda dengan orang lain. Organization atau pengorganisasian adalah upaya untuk memadukan berbagai jenis nilai yang berbeda-beda. Set atau kesiapan. guided respon. seseorang bersedia mengambil tindakantindakan berdasarkan persepsinya terhadap stimulus atau fenomena-fenomena yang berasal dari agkungannya. b. adaptation dan origination. Antara nilai satu dengan yang lain dicoba hubungkan. Hasil belajar pada sub kawasan ini bisa menjadikan seseorang menyesuaikan diri secara personal. physkal set dan emotional set. Pada sub kawasan ini.

melakukan gerakan dengan mudah disamping mempunyai kontrol yang baik. sangatlah penting artinya bagi pembelajar. Origination atu penciptaan. oleh karena unsur kreativitas sudah masuk di sini. 3. Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. Pada sub kawasan ini seseorang yang lagi belajar.kawasan ini seseorang terlibat dalam proses peniruan yang diperformansikan. e. gerakan-gerakan pada sub kawasan ini relatif cepat. Complex over respons atau respon nyata yang kompleks. termasuk yang problematis sekalipun. g.2. a. Pada sub kawasan ini responrespon yang telah dipelajari oleh seseorang telah berubah menjadi kebiasaan dan gerakangerakan yang ditampilkan. merancang hal-hal baru. Sebab. Sub kawasan ini termasuk paling tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan sebelumnya. selanjumya mencoba menggunakan tanggapan dalam menangkap suatu motorik. Kadar motorik pada sub kawasan ini relatif cukup tinggi. f. cermat termasuk pada hal-hal yang rumit dan tepat meskipun disertai dengan energi yang minimal. d. dilakukan dengan penuh kepercayaan dan kemahiran. 43 . Adaptation atau penyesuaian. Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah sebuah keterampilan dimana seseorang dapat mengolah gerakan hingga sesuai dengan tuntutan kondisional dan situational. Mechanism atau mekanisme. Performansi seseorang yang belajar pada sub kawasan ini umumnya ditandai dengan hal-hal yang serba baru. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. misaInya membuat pola-pola baru. sebutlah saja dunia dengan segala isinya.

melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada posisi strategik. juga sekaligus tidak membuat dirinya agar seperti orang lain. dan lebih jauh lagi mencegah timbuInya saling bentrokan. la. Terjadinya bentrokan-bentrokan di dunia. dan lehih lanjut lagi saling menghargai. ia akan mengenal orang yang dipandang tersebut dalam keadaan yang senyatanya. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri. Pemahaman sekaligus mencegah timbuInya saling curiga. Ia memberikan kontribusi yang besar bagi sukses tidaknya seseorang. la mencoba menangkap seseorang dengan menggunakan perspektif orang yang dipandang. Oleh karena itu terbentuknya pemahaman pembelajaran terhadap sesuatu yang dipelajari. sebenamya disebabkan kurang adanya saling pemahaman di antara mereka.Pemahaman pembelajar tehadap dunia dengan segala isinya tidak saja mendatangkan kepuasan bagi pembelajar. MimbuInya saling curiga. dan tidak terbatas pada persepsinya sendiri. 44 . juga menjadikan seseorang tidak risau. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap. ia akan mengetalmi apa yang harus ia pertuat dan apa yang tidak ia perbuat. jika melihat orang lain berbeda dengan dirinya. Pemahaman terhadap orang lain. dan sebaliknya tidak menuntut orang lain agar seperti dirinya. Dengan cara pandangan demikian. pemahaman adalah suatu dasar bagi segala akan seseorang. malahan dapat menjadikan seseorang melihat orang lain tidak semata dengan menggunakan perspektif sendiri. tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri. melainkan bermanfaat juga bagi linkungannya Pemahaman seseorang terhadap orang lain. dan memahami jika orang lain juga seperti dirinya. Lebih jauh pemahaman menjadikan seseorang saling mengerti. Singkat kata. b. la akan menjadi dirinya sendiri. juga dapat disebabkan kurang adanva saling pemahaman.

45 . Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal misaInya adalah: kebenaran. tentu nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat. Pada hal persepsi seseorang terhadap sesuatu lazimnya juga turut menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu. pasti menganut sebuah nilai. keindaban. Di era globalisasi seperti saat sekarang. Meskipun nilai bukanlah satu-satunya yang menentukan sikap. Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut. saling membantu dan memberi manfaat. sebagai akibat dari melesatnya perkembangan teknologi komunikasi. adakalanya merupakan produk masyarakat pada kurun waktu yang sejaman dengan mereka. dapat merupakan kristalisasi hasil dialog antara nilai-nilai yang selama ini dianut dengan nilai-nilai baru yang datang dari dunia luar. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. kejujuran. nilai-nilai yang dianut seseorang turut menentukan persepsi seseorang tentang sesuatu. kemerdekaan. Berbedanya nilai-nilai yang dianut oleb seseorang lazim menjadikan penyebab berbedanya seseorang dalam menyikapi sesuatu. Dalam belajar. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dewasa ini semakin beragam. Malahan. nilai-nilai yang dianut oleh sebuah masyarakat. sekaligus juga terkait dengan pembentukan sikap. seberagam jumlah pembelajar. pada masa sekarang ini. lazim juga didasarkan atas sehuah nilai. masyarakat manapun. dapat merupakan kristalisasi dari hasil dialog antara nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dengan yang sejaman dengan mereka. Sementara nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat secara spesifik khususnya di lingkungan pembelajar banyak ragamnya. ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada diri pembelajar. Oleh karenanya. Disamping tujuan belajar terkait dengan pembentukan nilai. Sebab. Nilai dinlaksud. disamping nilai-nilai luhur yang spesifik dianut oleh masyarakat dimana pembelajar tersebut berada.Setiap masyarakat. Terbentuknya sebuah sikap.

Setiap pembelajar. maka keterampilan sosial antara lain dimaksudkan mengkomunikasikan keterampilan personal yang telah terbentuk dalam lingkungan sosiaInya. maka pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau karakteristik yang ada pada dirinya. Pembentukan keterampilan sosial demikian tampak urgensinya manakala dilihat kedudukan pembelajar yang tidak saja sebagai makhluk individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. Keterampilan kognitif pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap ilmu pengetahuan. sesama manusia. haruslah dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus. Sebagai makhluk sosial. Keterampilan p. Selain keterampilan-keterampilan personal dibentuk.ersonal yang dimiliki oleh pembelajar. jika pembentukan keterampilan personal dimaksud untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan yang ada pada diri pembelajar. dalam belaiar seorang pembelajar haruslah mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki. Oleb karena itu. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian 46 . pembelajar haruslah dapat berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosiaInya. keterampilan sosial pembelajar juga perlu dibentuk. Keterampilan personal yang dimiliki. tanpa batas. pembentukan keterampilan-keterampilan sosial pada diri pembelajar dimaksudkan untuk menyiapkan pembelajar agar dapat hergabung dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosialnya. Dengan perkataan lain. kognitif dan instrumental. tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan pembelajar lain.c. Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara terus-menerus menimba ilmu pengetahuan. Maka dari itu. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan. keterampilan-keterampilan personil-sosial. Dengan cara demikian.

1. Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dan tidak ada menjadi ada atau sebaliknya. menyebabkan merangsang. Slotive sendiri berarti alasan. dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya. Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya. Unsur . 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya. Jika keterampilan instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar. Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari keterampilan-keterampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan personal.3. Motivasi dan Upaya Memotivasi Siswa Untuk Belajar Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. 5) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya. 3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya. pengalasan dan motivasi. alat bantu belajar. Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan.pesat. dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. dan 47 . Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. sosial dan kognitif 3. mengarahkan pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang digalakkan. Berikut ini akan dijelaskan tentang : 1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar. sebab. maka pembelajar punya kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan.unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar Yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsurunsur yang dapat berubah dalam proses belajar. lingkungan dan bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini. dan tidak sekedar sebagai penonton saja. 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya. bahan belajar. Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi. suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar. Kesadaran untuk secara terus menerus membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat.

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh. 1975). 1987). kebiasaan. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara 48 . Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (suryabrata. tindakan. kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas.daya penggerak (echols. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi. sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. 1984). dikenal adanya motivasi belajar. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. Secara garis besar motivasi dapat dibedakan menjadi dua ialah intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam tanpa ada rangsangan dari luar. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas. 1984). dan selalu terkontrol oleh lingkungammya. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: menarik kepada guru. mempunyai antusias yang tinggi seta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. dan moraInya selalu dalanu kontrol diri. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah.

Sebab hal-hal baru ini dapat "menghidupkan kembali" hastat ingin tahu siswa. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar belajar ialah : a. b. Dengan mengetahui kelebihan dirmya. ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. Dengan ditunjukkannya aktivitas-aktvitas yang dapat mencapai tujuan. c. Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya. dan ia berusaha untuk mencapainya. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar.terus menerus dalam waktu lama. ulet. Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. tidak cepat bosan dengan tugastugas yang rutin. dengan merumuskan tujuan belajar ini. Dengan cara demikian waktu dan tenaga siswa dapat secara efektif dan efisien dipergunakan mencapai target belajarnya. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya. dapat mempertahankan pendapatnya. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini: senang mencari dan memecahkan masalah. Sebab. siswa tersebut tidak melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan pencapaian tujuan dan target belajar. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya. dan tidak mudah putus asa. siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar. Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar. menghadapi kesulitan. Siswa juga akan mempunyai targettarget belajar. 49 . d. Dengan mengenal kemampuan dirinya. siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar.

2. maka bahan belajar ini harus tersedia. mungkin bahan belajarnya akan lain dengan tujuan belajar yang diaksentuasikan pada penguasaan konsepkonsep. Sebab. artikel. Penyediaan bahan belajar ini sangat bergantung kepada tujuan belajar. Dengan adanya umpan balik.e. Tanpa ada yang dipelajari. supaya siswa tidak bosan. siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar. Bahan belajar dan upaya penyediaannya Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar. Sebab. maka pertyediaan bahan belajarnya lain sekali dengan tujuan belajar yang dimaksudkan untuk memperoleh pengalaman langsung. Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan. 50 . Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar. bisa berasal dari buku-buku teks. bisa berasal dari guru. Jika tujuan belajar yang ingin ditempuh diaksentuasikan pada penguasaan pengetahuan. termasuk dalam aktivitas belajar. f. Oleh karena itu. Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. hanya akan memperlemah motivasi saja. disamping dapat berasal dari lapangan objek tertentu. siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa dan faktor ketersediaaan tidaknya bahan belajar. Bahan ini. makalah. kebosanan pada diri siswa. evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya. mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai. supaya siswa dapat belajar dengan baik. karakteristik siswa. g. paper. akan mendorong siswa untuk belajar.

Apalagi kalau sulit atau tidak mudah didapatkan. maka cara penyajiannya yang menaiik. Apapun faktor yang menentukan bahan belajar ini. Isinya relefan. faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah : a. Dalam penyediaan bahan belajar ini. Mudah didapatkan tidaknya bahan belajar ini. Cukup menarik. Relevan isi ini. Bahkan dalam siasat belajar semacam ini siswa menggantungkan bahan belajar yang dipelajari dari ceramah atau penyampaian yang dilakukan oleh gurunya. Siasat belajar dimana guru menjadi tokoh sentralnya. Pada siswa yang bertipe auditif. maka penyediaan bahan belajar ini sangat repot. haruslah dikemas dengan menggunakan kemasan yang menarik. juga berkaitan dengan faktor kondisional dan situasional siswa. akhirnya juga bergantung kepada faktor ketersediaan tidaknya. 51 . agar bahan belajar tersebut menggugah rasa ingin tahu siswa dan menimbulkan hasrat belajar. Relevan isi ini. mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan dengan siswa yang bertipe visual. Isi bahan belajar haruslah mendukung dan memberi kontribusi bagi pencapain tujuan belajar. adalah sekian dari banyak contoh dan siasat belajar mandiri oleh siswa. Pengajaran dengan bahan belajar modul dan balian belajar buku teks. lazimnnya dikaitkan dengan tujuan belajar. bahan belajar tersebut telah disediakan secara utuh sekaligus beserta petunjuk atau cara mempelajarinya.Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar. Ini patut menjadi peninibangan. b. sangat menentukan penyediaan baban belajar. Jadi kalau bahan belajar tersebut terpaksa tidak menarik. Eka bahannya sendiri tidak menarik. Sementara siasat belajar di mana siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri. Sungguhpun demikian bahan belajar bagi siswa haruslah diupayakan penyediaannya. umumnya gurulah yang menjadi penyedia bahan belajar. Siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa juga menentukan bahan belajarnya.

tetapi 52 . Baban belajar harus dilengkapi dengan petunjuk bagaimana siswa harus memperbaiki belajarnya. oleh karena dapat membantu terhadap belajar siswa.c. tentu bergantung kepada bahan belajarnya. Setelah berhasil menguasai bahan belajar tertentu siswa tidak akan menungggu petunjuk guru untuk mempelajari bahan selanjutnya. Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan. seberapa banyak !a telah menguasai bahan yang dipelajari. Dengan alat bantu bahan belajar yang meragukan dapat diyakinkan karena dapat dibuktikan secara empirik Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar dan piranti Belajar. Ini sangat penting. d. Seharusuya sekuensi bahan ini dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. i. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya. agar siswa dapat menguji diri sendiri. Sekuensi atau urutan penyajian ini sangat penting diperhatikan dalanu penyediaan bahan belajar. Informasi yang dibutuhkan ada. Alat bantu belajar ada kalanya dibeli di toko-toko buku. 3. Tes yang sesuai ini. Ini sangat penting. meskipun tidak semua median belajar dapat berfungsi sebagai alat bantu. h. jika ada diantara bahan belajar yang belum terkuasai. agar bahan belajar yang akan dipelajari tersebut tidak kering. Mempunyai sekuensi yang tepat. g. e. f. Kegunaan kunci jawaban bagi soal latihan ini adalah siswa dapat mencocokkan hasil-hasil latihannya dengan kunci. Ada tes yang sesuai. kesusukannya juga penting. atau stationary. Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar. Ada jawaban kunci untuk soal latihan. Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya. Dengan alat bantu bahan belajar yang tidak menarik bisa menjadi menarik. Dengan sebuah alat bania bahan belajar yang abstrak bisa konkrit. Ada soal latihan.

maka kelas yang baik dalam belajar mengajar adalah kelas yang siswanya duduk dengan tenang. Yaitu suasana yang 53 . penggaris. video. Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam upaya menyediakan alat bantu belajar adalah : a. Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar. penghapus.adakalanya dibuat sendiri oleh pembelajar bersama-sama dengan gurunya. Umumnya. 0HP. rubrik. b. Menggerakkan dan mengajak para pembelajar untuk menciptakan dengan memanfaatkan alam sekitar 4. jika mampu b. tape recorder. pensil. Permobonan bantuan melalui sponsor d. papan tulis. pandangan tradisional tsb. Beherapa upaya penyediaan bahan antara lain adalab: a. Faktor ketersediaan alat bantu tersebut c. Kepraktisan dan daya tahan alat bantu. dan media audiovisual lainnya. Suasana belajar dan upaya pengembangannya Dalam pandangan tradisional suasana belajar yang kondusif adalahh jika di dalam sebuah kelas terasa tenang sementara para siswa bisa mendengarkan apa yang diceramahkan gurunya. kapur tulis. jangka. Faktor keterjangkauannya d. Pembelian. terkecuali guru telah memberikan kesempatan. Dalam pandangan sekarang suasana belajar yang kondusif adalah suasana yang mendukung bagi terciptanya kegiatan belajar. Keefektifan dan keefisienan alat bantu Contoh alat bantu sederhana adalah pena. Membuat sendiri. e. siswa tidak berani mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang deceermahkan guru. berdiam diri sambil mendengarkan pengajaran yang dilakukan guru. Oleh karena itu. jika bisa e. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan keterampilan tertentu adalah skala. Pada kasus vang pertama pembelajar mendapatkan secara given. Pengajuan kepada pemerintah c.

Siswa secara bebas mengerjakan segala hal yang dapat mencapai tujuan belajarnya. e. tentu tidak dibatasi ketika ditunggui oleh gurunya. d. la harus dirancang oleh guru melalui sebuah rancangan pengajaran sebuah suasana belajar dikatakan kondusif manakala : a. Kondisi subjek belajar yang kelihatannya samapun. suasana yang interaktif belajar di dalamnya. siswa tetap aktif dan giat belajar. f. Siswa aktif berinteraksi tidak saja hanya dengan gurunya melainkan aktif berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain. d. dan bakan sebaliknya.interaktif dimana para siswa giat belajar. Kondisi Subjek Belajar dan Upaya Penyiapan dan Peneguhannya. akan kelibatan 54 . Pada saat guru sedang menunggui misalkan saja. Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru 5. Rancanglah aktivitas belajar siswa c. Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Kreativitas siswa mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. Agar suasana belajar tersebut kondusif. Kondisi subjek belajar sebenamya berbeda-beda. Siswa tekun mengerjakan sesuatu yang semestinya dikerjakan. agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas. Buatlah suasana yang demokratis. maka upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah : a. Suasana belajar yang kondusif demikian tidak terjadi dengan sendirinya. manakala diteliti lebib dalam. Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa b. c. b. Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubahubah. lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah. g. Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa.

sebenamya kalau dilihat lebih dalam akan tampak heterogenitasnya.perbedaannya. b. daya tahan fisiknya. Mereka yang berada pada kondisi lebih. kematangannya aspirasi dan punya. khib kuat lebih sehat lebih tinggi daya tahannya dan khib segarIbLigar. bakatnya. maka hs ada upaya-upaya unruk menyiapkan mereka dan sekaligus meneguhkannya. misalnya lebih besar/tingai. militansi kerjanya. yang tinggi militansi kerjanya. Dari segi lahiriah atau fisik. Oleh karena beragamnya kondisi subjek belajar tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kondisi objek belajar khususnya dari segi fisiknya adalah: a. yang besar ambisinya. dan hal-hal yang bersifat batiniah atau hal-hal yang bersifat fisik dan hal-hal yang hersifat psikologis. motivasi instrinsik atau motivasi berprestasinya. kesegaran dan kebugam jasmaninya. ambisi-ambisinya. Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. dalam kclompok siswa yang homogen pun. dan yang lebih stabil emosinya. Dari segi psikis. Penyegaran fisik subjek belajar dengan olahraga atau latihan-latihan fisik seperti senam. subjek belajar bisa berbeda: ukuran tubuhnya. kekuatan tubuhnya. kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi: intelegensinya. Dengan penyiapan yang terancang dan dengan upaya-upaya peneguhan diharapkan mendukung aktivitas belajar. yang tinggi motivasi intrinsiknya. umumnya tehih mendukung bagi aktivitas belajarnya dibandingkan dengan mereka yang berada pada posisi kurang. Demikian juga yang mempunyai bakat khusus. Kondis subjek belajar dapat dibedakan atas hal-hal yang bersifat lahiriah. dan tidak senuttiasa menetapnya kondisi belajar tersebut. 55 . Memenuhi subjek belajar dengan gizi dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. Oleh karena stu. kesehatan fisiknya.

material. misalnya tenaga laboratorium. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan. perlengkapan audio visual juga komputer.c. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas. fasilitas. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. slide. PENGERTIAN DAN CIRI . praktek. belajar. Memeriksakan tubuh subjek belajar secara teratax kepada dokter agar dapat dicegah timbulnya penyakit yang memungkinkan terganggunya belajar mengajar. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi. ujian dan sebagainya. d. Sementara itu. Manusia terlibat dalam sistim pengajaran terdiri dari: siswa. atau di sekolah. papan tulis. b. belajar di kelas. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi. c. 4. Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungunya. fotografl. guru dan tenaga lainnya. Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka. 4. upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan psikis subjek belajar adalah : a.CIRI PEMBELAJARAN. 56 . dan film audio dan video tape. Memelihara keseimbangan emosi mereka. karena diwamai dengan organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan untuk pembelajaran peserta didik. dan kapur. Material meliputi buku-buku. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. agar secara psikologis mereka merasa aman. Sistim pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku.1.

Herbart berdasarkan asas asosiasi dan reproduksi atas tanggapan/kesan. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. Umumnya guru menggunakan metode "formal step" dari J. Cara penyampaian pengetahuan tersebut berdasarkan ajaran dalann psikologi asosiasi. Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda tetapi terdapat hubungan yang erat. Mereka dianggap paling mengetahui apa dan bagaimana kehidupan itu. Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu. Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan.4. Itu sebabnya. dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa. Dalam rumusan ini terkandung konsep-konsep sebagai berikut: 1. bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. Pembelajaran merupakan proses penyampaian pengetahuan Penyampaian pengetahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi. 57 . Sekolah berfungsi mempersiapkan mereka agar mampu hidup dalam masyarakat yang akan datang. 3. Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik. orang tua berkewajiban menentukan akan dijadikan apa peserta didik. 2.2. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli psikologi. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peseta didik/siswa di sekolah. a. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan Masa depan kehidupan anak ditentukan oleb orang tua.

disusun secara sistematis dan logis. Siswa selalu bersikap dan betindak pasif Siswa dianggap sebagai tong kosong. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat yang membatasi hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat. berarti guru adalah yang paling pandai. Kebutuhan. belum mengetahui apa-apa.: “knowledge is power". pelaksana tugas. tujuan. Alberty 1953). Dia menentukan segala hal yang dianggap tepat untuk disajikan kepada para siswanva. Mereka duduk dengan rapi dan kaku secara rutin setiap 58 . masa lampau yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa. 4.Pengetahuan sangat penting bagi manusia. Barang siapa menguasai pengetahuan. Para pakar yang mendukung teori ini berpendapat bahwa mata ajaran berasal dari pengalaman-pengalaman orang tua. tak bisa dipindah-pindahkan. disusun dan dimuat dalam buku pelajaran dan berbagai referensi lainnya. Dia mempersiapkim tugas-tugas memberikan latihan-latihan dan menentukan peraturan kemajuan tiap siswa. sedangkan pembelajaran di luar kelas tak pernah dilakukan. Peranan guru sangat dominan. Pengetalman bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah. maka dia dapat berkuasa. Pembelajaran dilaksanakan dalam batas-batas ruang kelas saja. sehingga tercipta yang kita sebut mata ajaran (H. minat. Siswa bersikap sebagai pendengar. Para siswa duduk pada bangku yang berdiri kokoh. abilitas dan lain-lain yang dimiliki oleh siswa diabaikan dan tidak mendapat perhatian guru. 5. 6. Pengalaman-pengalaman itu diselidiki. pengikut. Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui. Mata ajaran itu diuraikan. Dia hanya menerima apa yang diberikan okh gurunya.

the immediate implications of the older principles when they are applied to the classroom: 1) The classroom is a restrkted from of social life.. Ruangan kelas dipandang sebagai ruang penyelamat. namun antara keduanya memiliki pola pikiran yang seirama. Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandinglean dengan rumusan pertama. 5) Teaching the conventional subjects is the wisest method of achieving social progress (J. Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya. 2. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah.. consist to a belajar degree in the aguisition of the content matter of each subject. 3) Children's interests whkh do not confrom to the set currkulum should be the regarded... berkata sebagai berikut : . and Aildren's experiences are limited there in to academk lessons. 59 .hari.. Wrighstone.. 1935). Peserta didik diajar agar memiliki kemainpuan dan kepribadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat itu. 2) The qukkest an most through method of leaming lessons is to allot a certain portion of the school day it instruction in separate subjects. Belajar dalam batas-batas ruangan itu adalah yang paling baik. Peserta didik hidup dalam pola kebudayaan masyarakatnya. b.. Manusia berbudaya adalah manusia yang mampu hidup dalam pola tersebut... Wayner Wrighstone. 4) The real objectives of classroom instruction. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan. ruang memberi kehidupan. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut: 1..

demikian terus terjadi proses turun temurun. 1969). dan berbagai bentuk tingkah laku norma dan lain-lain. Mereka perlu dipersiapkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melanjutkan hasil yang telah dicapai oleh generasi yang ada sekarang. Yang termasuk kebudayaan adalah kebiasaan orang berpikir dan berbuat seperti: kehidupan keluarga. Dengan sendirmya apa yang dimiliki oleh nenek moyang pada masa lampau itu harus diwariskan kepada keturunan berikumya. Kebudayaan yang diwariskan kepada mereka harus dikuasai dan dikembangkan. kebudayaan itu bersifat non material. menjadi manusia yang berbudaya. Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan. pemerintahan. Dalam hal ini. 4. Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwariskan kepada siswa yang umumnya berupa benda-benda dan non benda. cara menyediakan makanan. Berdasarkan pada pengertian mi. Kebudayaan merupakan kumpulan daripada warisan sosial dalam masyarakat. dan bersifat abstrak. media hubungan pribadi dan sebagainya. ukuran moral. 3. Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan Generasi muda berfungsi sebagai generasi penerus. sehingga mereka menjadi warga masyarakat yang lebih berbudaya. Upaya pewarisan itu dilakukan metalui berbagai prosedur: pengajaran. Benda-benda bersifat material sesungguhnya adalah hasil dari keterampilan manusia (Worcester. dan bentuk-bentuk ekspresi seni. bahasa. dalam arti. maka proses yang telah dikemukakan dalam proses perumusan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama. tertulis dan lisan. kepereayaan agama. ada dalam jiwa dan kepribadian manusia.Para siswa dipandang sebagai keturunan orang tua dan orang tua adalah keturunan neneknya dan seterusnya. Bila dilakukan melalui pengajaran. Mereka harus 60 . diakui bahwa anak sedang berada dalam tahap perkembangan dan menuju ketingkatan yang lebih dewasa..

mampu memanfaatkan teknologi, sebagai aspek dari kebudayaan, untuk kehidupannya. serta mampu mengadakan penemuan-penemuan baru, mengembangkan kebudayaan yang telah ada.

c. Pembelajaran

adalah

upaya

mengorganisasi

lingkungan

untuk

menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Rumusan ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan rumusan terdahulu, sehab lebih menitik beratkan pada unsur peserta didik, lingkungan, dan proses belajar. Perumusan ini sejalan dengan pendapat dari Me. Donald, yang mengemukakan sebagai berikut: “educational, in the sense used here, is a process or an activity whkh is directed at producing desirable changes in the behavior of human beings (Me. Donal, 1959) artinya : Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan

menghasilkan perubahan tingkah laku manusia.

Implikasi dari pengertian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah aku peserta didik Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri: (1). Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2). Pola organisasi kepribadian berbeda-beda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3). Kepribadian hersifat dinamis, terus berubah meialui cara-cara tertentu. Tingkah laku manusia memiliki dua aspek, yakni: (1). Aspek objektif, yang bersifat struktural, yakni aspek jasmaniah, (2). Aspek subjektif, yang besifat fungsional, yakni aspek rohaniah.

61

2. Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan Perkembangan tingkah laku seseorang adalah berkat pengaruh dari lingkungan. Lingkungan kita artikan secara luas, yang terdiri dari lingkungna alam dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial sering lebih berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Melalui interaksi antara individu dan lingkunganya, maka siswa memperoleh pengalaman, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap perkembangan tingkah lakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses sosialisasi di mana anak didik disiapkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sekitamya. Sekolah berfungsi menyediakan lingkungan yang dibutuhkan bagi perkembangan tingkah laku siswa, antara lain menyiapkan program belajar, bahan belajar, metode mengajar, alat mengajar dan lain-lain. Selain dari itu, pribadi guru sendiri, suasana kelas, kelompok siswa, lingkungan di luar sekolah, semua menjadi lingkungan belajar yang bermakna bagi

perkembangan siswa.

3. Peserta didik sebagai suatu organisme yang hidup. Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang, misalnya, kebutuhan, minat, tujuan, abilitas, intelegensi, emosi dan lain-lain. Tiap individu peserta didik mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari dalam diri peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu, sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal.

62

d. Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik. Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan tuntutan masyarakat. Implikasi dari rumusan/pengertian ini,adalah sebagai berikut:

1. Tujuan pembelajaran Pembentukan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Seorang warga negara yang baik bukan menjadi konsumen, tetapi yang lebih penting ialah menjadi seorang produsen. Untuk menjadi seorang produsen, maka dia barus memiliki keterampilan berbuat dan bekerja, menghasilkan barang-barang dan benda kebutuhan masyarakat. Motto yang dikemukakan: "benign habitat for good living", artinya seorang warga negara yang baik bila dapat menyumbangkan dirinya kepada kebidupan yang baik.

2. Pembelajaran berlangsung dalam suasanan kerja. Program pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja. dimana para siswa mendapat latihan dan pengalaman praktis. Karena itu, suasana yang diperlukan adalah suasana yang aktual, seperti dalam keadaan sesungguhnya. Para siswa mengerjakan hal-hal menarik minatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3. Peserta didik/siswa sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja. Siswa memiliki bermacam kemampuan, minat, dan Kebutuhan, antara lain kebutuhan ingin berdiri sendiri, ingin punya pekerjaan. Siswa tidak menginginkan berdiam dengan pasif, semua ingin melakukan kegiatan,

63

mereka bukan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang masih jauh. Olson. penyaluran energi yang berlebihan sebaiknya dilakukan dengan cara menyediakan kesempatan bekerja. Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini (G.E. Perumusan atas kebutuhan itu. Dalam hal mi. maka tuntutan dan harapan masyarakat dapat dipenuhi. maka dapat menyebabkan tingkah laku yang tidak diharapkan. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. atau bekerja. Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut: 1. e. Sesuai dengan tujuan tersebut. Guru sebagai pimpinan don pembimbing bengkel kerja. Dengan berkembang kemampuan kerja. 10 atau 20 tahun ke depan. Sekolah dari masyarakat adalah suatu integrasi. serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kesibukan yang bermakna. mencari pengalaman yang praktis. 4. melainkan untuk 64 . dan memupuk keterampilan jasmaniah-rohaniah. Pada dasamya tidak ada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya menjadi barisan penganggur.bermain. sekolah merupakan suatu ruang workshop dan oleh karenanya guru harus mampu memimpin dan membimbing siswa belajar bekerja dalam bengkel sekolah. peranan guru dalam sekolah komprehensif adalah sangat penting. Jikalau energi itu tidak disalurkan. Energi mereka miliki perlu mendapat penyaluran sebagaimana mestinya. pengembangan minat dan sikap. 1945). Tujuan pembelajaran ialah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat. Sekolah berfungsi menyiapkan siswa untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Guru-guru harus menguasai program keterampilan khusus dan menguasai strategi pembelajaran keterampilan.

4. kemudian menyusun rencana lengkap bersama para siswa sebagai persiapan melaksanakan di lapangan. namun 65 . survei. Guru bertugas sebagai komunikator Guru juga bertugas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. meninjau. atau dengan cara membawa masyarakat ke dalam sekolah sebagai nara sumber. Dengan cara ini. 2. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah don masyarakat. Siswa bukan saja aktif belajar di laboratorium sekolah. Kelas -ialu melakukan inventarisasi masalah-masalah yang muncul jalam masyarakat. mencari pengalaman kerja dalam berbagai lapangan kehidupan. berkemah dan lain-lain. 3. dan sebaliknya. di rumah dan di masyarakat. Prosedur penyelenggaraan ialah dengan membawa siswa ke dalam masyarakat dengan karyawisata. dan lain-lain. Siswa turut merencanakan. bukan saja memerlukan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan apresiasi. kemudian diupayakan pemecahannya. Sumber-sumber masyarakat tak pernah habis sebagai sumber belajar. -tapi juga aktif bekerja langsung di masyarakat. Pranan sebagai komunikator. Sekolah juga berfungsi turut memperbaiki kehidupan masyarakat sekitamya. masyarakat akan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendidikan anak. semua potensi yang mereka miliki menjadi hidup dan berkembang. Guru harus mengenal dengan baik keadaan masyarakat sekitamya. Dengan demikian. berdiskusi. supaya dapat menyusun proyek kerja bagi para siswa.memecahkan masalah seharihari dalam lingkungannya. sekolah akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. Siswa belajar secara aktif. Guru mempersiapkan rencana awal pembelajaran. sehingga perkembangan pribadinya selaras dengan kondisi lingkungan masyarakatnya. membuat laporan. Masyarakat diartikan sebagai laboratorium belajar yang paling besar.

Dengan proses mendisain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. material. memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain. semuanya memiliki tujuan. antara lain adalah: 1. ialah penataan ketenagaan. seperti: sistem transportasi. dan prosedur. dalam suatu rencana khusus.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran. 2. 3. Tiap unsur bersifat essensial. Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. material. tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. Kesaling tergantungan (interdependence). sistem kehidupan hewan. Sistem yang dibual oleh manusia. sistem pemerintahan. disusun sesuai dengan rencana tertentu. Tujuan sistem pembelajaran agar siswa belajar. Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga. dan prosedur. agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Sistim alami (natural) seperti sistem ekologi. 4. akan menjadi lebih jelas setelah mempelajari uraian-uraian berikumya. Rencana. 66 . sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Berdasarkan teori-teori tersebut semakin jelaslah bahwa kegiatan dan proses pembelajaran itu sangat kompleks.diperlukan pula keterampilan berintegrasi dan bekeda sama dengan masyarakat. sistem komunikasi. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami (natural). dan memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. Pandangan-pandangan yang telah dibahas itu. Tujuan. yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran. antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu kescluruhan.

TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELMARAN. maka dalam merancang aktivitas pembelajaran. 5. Pembelajaran dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswaa belajar. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar. Contoh kongkiit tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar adalah sebagai berikut : Setelah pertama Tujuan Belajar Tujuan Pembelajaran menelaah teks butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara pancasila kaitan siswa antara dapat menelaah teks butir pertama pancasila butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan 67 . ketika pembelajaran dimaksudkan sebagai kadar penyampaian ilmu pengetahuan.5. Jika pada masa sekarang ini pembelajaran dicoba terkaitkan dengan belajar. pembelajaran tak terkait dengan blajar. Aktivitas belajar siswa harus dijadikan titik tolak dalam merancang pembelajaran. haruslah termaktub juga dalam tujuan pembelajaran. Dahulu.1. Pembelajaran lebih onsentrasi pada kegiatan guru dan tidak terkonsentrasi pada kegiatan siswa. memang tidak dicoba terkaitkan dengan belajar itu sendiri. Implikasi dari adanya keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan belajar siswa tersebut adalah usunnya tujuan pembelajaran yang dapat menunjang apainya tujuan belajar. Tujuan pembelajaran haruslah menunjang dan dalam tercapainya tujuan belajar. guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. tercapailah maksud atau tujuan pembelajaran tersebut. termasuk tujuannya. Muatan-muatan yang termaktub dalam tujuan belajar. jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan. Pembelajaran model dahulu itu. Sebab.

kata-kata sendiri. yaitu setelah siswa belajar dan atau dibelajarkan. cara Setelah menelaah teks pancasila kaitan butir-butir dapat butir membaca buku teks dan berdiskusi pertama siswa antara dengan teman-temannya siswa dapat menjelaskan membedakan tumbuh-tumbuhan yang pertama dengan butir kedua secara berkeping satu dengan yang berkeping benar dengan menggunakan kata-kata dua. Setelah pertama menelaah pancasila. aitu siswa bisa "apa" setelah belajar dan atau dibelajarkan. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi waktu. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi substansinya. 68 . 2. menclaah teks butir pertama pancasila. Setelah mengamati berbagai tumbuh. Setelah dibelajarkan dengan tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. kata-kata yang ada pada teks Dari contoh yang disebutkan tersebut sangatlah jelas. siswa dapat membedakan antara siswa dapat menjelaskan kaitan antara tumbuhtumbuhan yang berkeping satu butir portama dengan butir kedua dan yang berkeping dua.sendiri. siswa dapat menibedakan di kebun percobaan sekolah. bahwa tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar siswa adalah : 1. butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan sendiri. Setelah secara benar dengan menggunakan dibelajarkan dengan cara mengamati kata-kata yang ada pada teks Setelah tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan mengamati berbagai tumbuh-tumbuhan sekolah. siswa tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dapat membedakan antara tumbuhdengan tumbuhan berkeping dua. kaitan teks siswa antara sendiri butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara dapat menelaah teks butir pertama pancasila.Setelah siswa dibelajarkan dengan cara tunibuhan di kebun percobaan sekolah.

3. 69 . 4. ialah: 1. jelas menunjukkan tidak kongruen antara tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar. siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat (prerckuisit). tujuan belajar telah dikacaukan oleh tujuan pembelajaran dari segi cara penyampaiannya. Punya kesamaan dari segi pusat kegiatan. Ada perbedaan titik tekan antara tujuan belajar dengan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu tujuan pembelajaran demikian ini tidak menunjang pencapaian tujuan belajar. 5. Sedangkan pada contoh ketiga dan keempat.2.3. Prasyarat. Punya kesamaan takaran dalam pencapaian tujuan. siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditim. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran. berikut disajikan contoh tujuan pembelajaran yang tidak kongruen dengan tujuan belajar : Contoh yang disebutkan tersebut. 5. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi cara mencapainya. 2. Pada contoh pertama dan kedua. yaitu sama-sama berada pada diri siswa. Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar siswa/mahasiswa a. Prinsip kebermaknaan. Agar tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar tersebut jelas. substansi tujuan belajar telah dikacaukan oleh substansi tujuan pembelajaran. siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Model.

Komunikasi terbuka. atau harus dibeli di pasaran buku. kejadian dan peninggalan sejarah. Tekanan instruksional. masyarakat berupa objek. b. siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pendapat siswa.4. siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan/menarik. yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. Pemilihim buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan bagmya. Hal-hal yang tidak tertulis dalam buku dan belum terkuasai oleh guru. 3. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi pembelajaran menyenangkan baginya. 5. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan sekolah. siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran 7. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. Aktif dan latihan. guru perlu menyiapkan program 70 . 6. Keadaan yang menyenangkan. Pribadi guru sendiri pada dasamya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas. siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalamjangka waktu yang pendek. 2. ternyata ada dalam. 8. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan sumber pelengkap. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada: 1. sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdaya guna bagi kepentingan proses belajar siswa. guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas serta mendalami ilmu pengetalman. Untuk itu. Sumber masyarakat. Itu sebabnya. Latihan yang terbagi. 9. Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenan dengan mata ajaran tertentu. Daya tarik.

kemampuan guru memberikan pengajaran. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantu yang diperlukan. serta suasana dalam diri siswa sendiri. kemampuan siswa sendiri. Namun. Suasana yang disiplin ini juga ditentukan oleh perilaku guru. guru dan siswa dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut: 1. harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar.pembelajaran dalam upaya memanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya. d. Sikapsikap tersebut pada gilirannya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan serta menciptakan antusiasme terhadap pelajaran yang sedang diberikan. 2. bahan yang dipelajari. 3. Guru diharapkan bersikap menunjang. siswa sendiri dan bantuan orang ma. Prosedur yang harus ditempuh adalah: 1. dan terbuka dalam kelas. 2. c. yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan rasa tenggang rasa dan tanggung jawab 71 . Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru. Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerjasama yang serasi. Perlu adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik di dalam kelas. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. 3. dan ketersediaannya di sekolah. membantu. Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas. adil. Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran. berdasarkan petunjuk dan bantuan guru. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk pengajaran dan ternyata tidak banyak pengaruhya terhadap keberhasilan belajar siswa. Membeli di pasaran bebas scandamya alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok dengan kegiatan belajar yang akan ditakukan. selaras dan seimbang dalam kela.

Guru 72 . diakui bahwa motivasi pembelajaran itu sering timbul karena insentif yang diberikan. Namun.untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana dengan persaingan. Guru perlu memiliki kemampuan dan proses pembelajaran.3. Kemampuan dalam proses pembelajaran sering disebut kemampuan profesional. Kedua jenis motivasi itu diperlukan untuk membelajarkan siswa. Pembinaan kesehatan. Guru harus memiliki motivasi untuk membelajarkan siswa. Bila diketahui terdapat ketidak seimbangan dan gangguan pada kondisi mereka. b. Jadi guru memiliki hasrat untuk menyiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. penyesuaian bahan. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. berusaha untuk kopentingan sendiri. sehingga guru melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. e. dan memberikan pengalaman-pengalaman perekuisit. Sediakan waktu yang khusus untuk mengenal dan mengetahui dengan seksama semua kondisi subjek belajar. 5. semua kondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. maka guru perlu segera melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkannya. disamping kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. Motivasi itu sebaiknya timbul dari kesadaran yang tinggi untuk mendidik peserta didik menjadi warga negara yang bak. Motivasi untuk membelajarkan siswa. memperhatikan kesiapan belajar yang tepat waktunya. penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa. belajar dengan kemampuan dan bakatnya. a. Kondisi guru siap membelajarkan siswa. dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku. Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru.

perlu berupaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi siap untuk membelajarkan siswa. 73 .

balikan dan penguatan. keterlibatan langsung/berpengalaman. 1984 : 372). pengulangan. Apabila perhatian alami ini tidak ada maka siswa perlu dibangkitkan perhatiannya. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar (Gage n Berliner. tantangan. Motivasi dapat dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil (gage dan Berliner. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan.1 Perhatian dan Motivasi Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar.1. akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. keaktifan.BAB II PRINSIP BELAJAR DAN APLIKASINYA 2. Dari berbagai prinsip belajar tersebut terdapat beberapa prinsip yamg relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran. "Motivation is the concept we use when we ddescribe the force action on or whitin an organism yo initiate and direct behavior" 74 . Prinsip-prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi.1. baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam apaya meningkatkan mengajarnya. diperlukan untuk belajar lebih Ianjut atau diperlukan dalam kehidupan seharihari. 1984: 335 ). Perhatian terhadap belajar akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. 2. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan. serta perbedaan individual. Di samping perhatian. motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar.

orang tua. Karenanya adalah kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. motivasi merupakan salah satu tujuan dalam mengajar. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tridak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. dapat juga bersifat eksternal yakni datang dari orang lain. seperti haInya motif menimbulkan dan mengarahkan aktivitasnya. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalan. Motivasi mempunyai kaitan yang crat dengan minat. Siswa yang menyukai matematika akan merasa senang belajar matematika dan terdorong untulk belajar lebih giat. dari guru. dapat menimbulkan motif. Sebagai alat. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Sebagai contoh. Guru berharap bahwa siswa tertarik dalam kegiatan intelektual dan estetik sampai kegiatan belajar berakhir. kehidupannya. Sebagai tujuan. seorang siswa yang dengan sungguh- 75 . 1986: 3). Hal ini merupakan dasar teori belajar B. Karenanya. Petri (Petri. artinya datang dari dirinya sendiri. motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan. dan keterampilan. Sikap siswa. Motivasi dapat bersifat internal. Motivasi juga dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. nilai-nilai. demikian pula sebaliknya. suatu hadiah yang diharapkan diperoleh sudah melakukan kegiatan. Motivasi dapat merupakan tujuan dan alat dalam pembelajaran.Demikian menurut H. Perubahan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya.L. Herbet L. Insentif. Skinner dengan operant conditioning-nya' (Hal ini dibkarakan lebih lanjut dalam prinsip balikan dan penguatan).F. teman dan sebagainya.

Sedangkan motil ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertaanya. Jadi motif pada siswa itu yang semula ekstrinsik menjadi intrinsik. Motif ekstrinsik bisa bersifat eksternal. Mula-mula motifnya adalah ekstrinsik. pengalaman. orang itu merasa bahwa objek tersebut mempunyai kaitan dengan dirinya umpamanya dengan kebutuhan. Perhatian Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan. proses belajar makin baik dan hasilnya akan makin haik pula. Sebagai contoh. minat. Perhatian ialah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu objek. Motif ekstrinsik dapat juga berubah menjadi motif intrinsik yang disebut 'Iransformasi motir'. dapat juga bersifat eksternal. siswa belajar sungguh-sungguh bukan disebabkan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya telapi didorong oleh keinginan naik kelas atau mendapat ijazah. Makin terpusat perhatian pada pelajaran. tetapi setelah belajar heberapa lama di LPTK ia menyenangi pelajaranpelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi guru. 76 . cita cita. Sebagai contoh. seorang siswa belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LIPTK) karena menuruti keinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi guru. datang dari luar.sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat pada pelajaran. datang dari diri sendiri. Pertama. Motif intrinsik dapat bersifat internal. yaitu ingin menyenangkan orang tuanya. Naik kelas dan mendapat ijazah adalah penyerta dari keberhasilan belajar. walaupun lebih banyak bersifat ekstemal. bakat. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu objek dapat diakibatkan oleh dua hal.

siswa belajar dengan penuh perhatian. 2. Karena pelajaran tersebut memiliki kaitan dengan pengalamannya. Upaya guru memumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. dalam pelajaran IPA. karena ia pernah dibawa orang tuanya bertransmigrasi. Belajar dengan permh perhatian pada pelajaran yang sedang dipelajari. atau yang lain dari yang biasa. (cara guru mengajar lain dan kebiasaannya) Demikian pula contoh ketiga. Sekelompok siswa disuatu sekolah dasar pada sutu waku mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian karena guru mengajarkan pelajaran tersebut dengan menggunakan alat peraga yang sebelumnya guru tersebut belum pernah melakukannya. Perhatikan contoh kasus dibawah ini 1. 2. Contoh pertama. Pada contoh kedua.Kedua. Objek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain. Dari uraian dan contoh diatas dapat disimpulkan. karena guru mengajar dengan menggunakan alat peraga. sehingga ia sungguhsungguh memperhatikan pelajaran tersebut. Ketiga contoh diatas menggambarkan siswa yang belajar dengan penuh perhatian akan tetapi penyebabnya berbeda. Rukiah. 3. antara lain: 77 . Pelajaran tersebut ada kaitan dengan diri siswa. proses dan hasilnya akan lebih baik. bahwa : 1. salah seorang siswa disuatu sekolah dasar sangat tertarik dengan penjelasan ibu gurunya tentang perpindahan penduduk. KeRhatannya mereka sangat sungguh-sungguh menerjakan tugas tersebut. Biasanya mereka belajar cukup mendengarkan ceramah dari guru. siswa belajar dengan penuh perhatian Karena guru menggunakan metode yang bervariasi tidak hanya ceramah). Rukiah belajar dengan penuh perhatian. lain dari yang pada umumnya muncul. Sekelompok siswa sedang asyik mengerjakan tugas kelompok.

Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendri. penggunaan media. jiwa mengolah informasi yang kita terima. Menarik perhatian siswa dengan cara menciptakan situasi pembelajaran yang bervariasi (umpamanya dalam penggunaan metode mengajar) 2. kebutuhan. menganalisis. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. tidak sekadar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. Menurut teori kognitif. Guru sekedar pembimbing dan pengarah (John Dewy 1916. 1937:3 1). dan mampu merencanakan sesuatu. of exercise " -nya yang menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya 78 . mempunyai kemampuan dan aspirasi sendiri. menermakan fakta. (Gage and Berliner. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif. Coba anda pilih salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa anda ajarkan. menafsirkan dan menairik kesimpulan. Umpamanya penggunaan metode mengajar yang bervariasi. belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif. cita-cita. 1984 : 267). konstruktif. tempat belajar tidak terpaku hanya didalam kelas saja. Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman. Menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton. Anak mampu mencari. maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri. KEAKTIFAN BELAJAR Kecendrungan psikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah makhluk yang aktif. bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirmya sendiri. Mon Dewey misalnya mengemukakan. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu. bakat atau minat siswa. dalam Dak ks. Thomdike mengemukakan keakifan siswa dalam belajar dengan bukum "lah. 2.a. Menarik perhalian siswa dengan cara mengailkan pelajaran tersebut dengan diri siswa (umpamanya dengan pengalaman mereka). b.2. Kemukakan upaya apa yang harus anda lakukan untuk: 1.

Lebih jauh dari sekedar mengaktifkan siswa belajar. Bila ada siswa ) yang duduk di kelas pada saat pelajaran berlangsung. siswa selalu menampakkan keaktifan. akan tetapi mental emosionainya tidak terlibat akif didalam situasi pembelajaran itu. 1991:105). menulis. Dalam setiap proses belajar. Bila sudah selesai anda kerjakan. Sekali untuk memantapkan pemahaman anda tentang upaya meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa. supaya kadar aktivitas belajair mereka relatif tinggi. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. sudah menunjukkan adanya aktivitas belajar. yaitu aktivitas mental dan emosional. coba anda tetapkan salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa diajarkan. Oleh karena itu guru jangan sekali-kali membiarkan ada siswa yang tidak ikut aktif belajar. membandingkan satu konsep dengan yang lain. mendengar. 1976:230 dari Gredler MEB terjemahan Munandir. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mc Keachk berkenan dengan prinsip keaktifan mengemukakan babwa individu merupakan "manusia belajar yang selalu ingin tahu. Akan tetapi barangkali kadarnya perlu ditingkinkan dengan metode mengajar lain. Seperti yang telah dibahas di depan bahwa belajar iu sendiri adalah akivitas. Kegiatan fisik bisa berupa membaca. Pada hakikamya siswa tersebut tidak ikut belajar.latihan-latihan. menyimpulkan basil percobaan. silahkan diskusikan deingan guru lain disekolah anda atau guru sesama peserta program 79 . Silahkan anda rancang kegiatan-kegiatan belajar yang bagaimana yang harus siswa anda lakukan. dan sebagainya. Kegiatan mendengarkan penjelasan guru.” (MC Keachk. berlatih keterampilan-keterampilan. Contoh kegiatan psikis misaInya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi. dan kegiatan psikis yang lain. sosial. guru harus berusaha meningkatkan kadar aktifitas belaiar tersebut.

apalagi sekadar mendengar orang bercerita bagaimana cara pembuatan tempe (telling). yang paling baik apabila ia terlihat secara langsng dalam perbuatan (direct performance). belajar tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. namun lebih dari itu terutama adalah keterlibatan mental emosional. dengan cara memecahkan masalah (prolem solving). Pentingnya ketelibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh John Dewey dengan "leaming by doing"-nya. PENGULANGAN BELAJAR Prinsip belajar yang menekankan perlunva pengulangan barangkali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori Psikologi Dava. dan bertanggung jawab tehadap hasilnya. Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerueut pengalamannya mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung.3. Sebagai contoh seseorang yang belajar membuat tempe. Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati. KETERLIBATAN LANGSUNG DALAM BELAJAR Di muka telah dibkarakan bahwa belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa yang. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas 80 . terlibat langsung dalam perbuatan. dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan. belajar adalah mengalami. dalam penghayatan dan intemalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilat. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator. 2. bukan sekadar melihat bagaimana orang menikmati tempe (demonstrating). Keterlibatan siswa di dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata. keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan. baik individual maupun kelompok. Belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung.2.4. Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif.

Dengan mengadakan pengulangan maka dasya-daya tersebut akan berkembang. Walaupun kita tidak japat menerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang dikemukakan 81 . mengkhayal. mengulang-ulang sesuatu perbuatan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pembiasaan tidak perlu selalu oleh stimulus yang sesungguhnya. misalnya siswa berbaris masuk ke kelas karena mendengar bunyi lonceng. Marget E Bell.daya mengamat. mengingat. 1991: 51). kendaman berhenti ketika lampu Ialu lintas berwarna merah. Menurut teori ini perilaku individu dapat dikondisikan. Yang pertama pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa sedangkan yang kedua dan ketiga pengulangan untuk respons yang benar dan membentuk kebiasaan. maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempuma. tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan.Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari Koneksionisme juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. Mengajar adalah membentuk kebiasaan. dan belajar merupakan upaya untuk mengkondisikan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu. Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori psikologi Asosiasi atau Koneksionisme dengan tokoh yang terkenal Thorndike. belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons maka pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan karena saja stimulus. menanggap. Seperti hainya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam. Kalau pada Koneksionisme. dari Gredlei.kabiasaan. dan sebagainya. 1931b:20. merasakan. dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. terjemahan Munandir. Berangkat dari salah satu hukum belajarnya “law of exercise". tetapi dapat juga oleh stimulus penyerta. berpikir. ia mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. Banyak tingkah laku manusia yang terjadi karena kondisi. Seperti kata pepatah "latihan menjadikan sempuma" (Thomdike. Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda.

maka ia akan masuk dalam medan baru dan tujuan baru.5. Bahan belajar yang telah mendan saja kurang menarik bagi siswa. diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebili giat dan sungguh-sunggub. prinsip-prinsip. demikian seterusnya. Agar pada anak timbul motif yang Kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang.tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. inkuiri. Penggunaan metode eksperimen. Dalam belajar tetap diperlukan latihan/pengulangan. Bahan belajar yang baru. dan generalisasi tersebut. Apabila hambatan itu telah diatasi.ketiga teori tersebut. karena tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar haruslah menantang. Penguatan positif maupun negatif juga akan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh gaujaran atau terhindar dari hukum yang tidak menyenangkan. SIFAT MERANGSANG DAN MENANTANG DARI MATERI YANG DIPELAIARI Teori Medan (Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa dalam. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai. situasi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. 82 . 2. namun prinsip pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran. tetapi selalu terdapat hambatan yang mempelajari bahan belajar. artinya tujuan belajar telah tercapai. 1984: 259). prinsipprinsip. maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahasa belajar tersebut. Metode drill dan stereotyping adalah bentuk belajar yang menerapkan prinsip pengulangan (Gage dan Berliner. Pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menermakan konsep-konsep. dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha meneari dan menemukan konsp-konsep.

1984: 272).6. Siswa belajar sunggub-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Namum dorongan belajar itu menurut B. maka penguatanatan negatif juga disebut escape conditioning. 83 . Inilah yang disebut penguatan negatif. eksperimen.F. Atau dengan kata lain penguatan positif maupun negatif dapat memperkuat belajar (gage dan Berliner. PEMBERIAN BALIKAN ATAU UMPAN BALIK DAN PENGUATAN BELAJAR Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori belajar operant Conditioning dari B.nya Thomdike. Skinner. Di sini nilai buruk dan dan rasa takut lidak naik kelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat. karena takut tidak naik kelas ia terdorong tuk belajar lebih giat. apalagi hasil yang baik. dan sebagainya merupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan dan penguatan. Kalau pada teori conditioning yang diberi kondisin adalah stimulusnya. diskusi. Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang haik. Nilai yamg baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif. Kunci dari teori belajar im adalah law of effect .2. Hasil. Sebaliknya anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kelas. Di sini siswa mencoba menghindar dari peristiwa yang tidak menyenangkan. Balikan yang segera diperoleh siswa setelah belajar melalui penggunaan metode-metode ini akan membuat siswa terdorong untuk belajar lebih giat dan bersemangat. Format sajian berupa tanya jawab. maka pada operant conditioning yang diperkuat adalah responsnya. metode penemuan. akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengarub baik bagi usaha belajar selanjutnya.E Skinner tidak saja oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga ada yang tidak menyenangkan.

gerak. mengamati secara cermat gerakan psikomotorik yang dilakukan guru.prinsip belajar. atau kegiatan sejenis lainnya.7. bentuk. Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motivasi belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan mengembangkan secara terus menerus.1.2. dan rangsangan lain yang dapat diindra. dengan alasan apapun tidak dapat mengabaikan begitu saja adanya prinsip. Dengan demikian siswa diharapkan selalu melatih indranya untuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam prosses pembelajaran. 2. jika mereka menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. Peningkatan/pengembangan minat im merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi (Gage dan Berliner. Adanya tuntutan untuk selalu memberikan perhatian ini. Untuk dapat membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mereka secara terus menerus. menyebabkan siswa harus membangkitkan perhatiannya kepada segala pesan yang dipelajarinya. seperti mendengarkan ceramah guru. membandingkan konsep sebelumnya dengan konsep yang baru diterima. baik fisik atau psikis. warna. Perhatian dan Motivasi Siswa dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua ungsangan yang mengarah ke arah pencapaian tujuan belajar. Pesan-pesan yang menjadi isi pelajaran seringkali dalam bentuk rangsangan suara. siswa dapat melakukannya dengan menentukan atau mengetahm tujuan belajar yang hendak dicapai. 1984:373). Contob kegiatan atau perilaku siswa. IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Siswa sebagai "primus motor” (motor utama) dalam kegiatan pembelajaran. menanggapi secara positif pujian atau dorongan dari orang lain. 84 . Senma kegiatan atau perilaku tersebut harus dilakukan oleh siswa secara sadar sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajarnya.7. Justru pada siswa akan berhasil dalam pembelajaran.

siswa melakukan reaksi kimia. Bentuk-bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi siswa misalnya adalah siswa ikut dalam pembuatan lapangan bola voli. perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa.7.2. menganalisis hasil percobaan. dapat ditandai bahwa perilaku-perilaku tersebut bersifat psikis.7. 2. secara mutlak menuntut adanyan keterlibatan langsung dari "tiap siswa dalam kegiatan belajar pembelajaran. ingin tahu hasil dan kimia. membuat kliping. siswa dituntut untuk selalu aktif memproses dan mengolah perolehan belajarnya. Dari contoh-contoh perilaku siswa untuk meningkatkan dan membangkitkan motivasi belajar. Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan-segan mengerjakan segala tugas belajar yang dibeerikan kepada mereka. 85 . siswa membaca puisi di depan kelas. Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran. dan prilaku sejenis lainnya. Tidak ada seorangpun dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya (Davies. Namun demikian. Keterlibatan langsung/ berpengalaman Hal apapun yang dipelajari siswa. dan perilaku sejenis lainnya. maka ia harus mempelajarinya sendiri. 2. membuat karya tulis. Bentuk perilaku keterlibatan langsung siswa tidak secara mutlak menjamin terwujudnya prinsip keaktifan pada diri siswa. Keaktifan Sebagai "primus motor" dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar. 1987:32).menentukan target atau sasaran penyelesaian tugas belajar. dan perilaku sejenis lainnya. Pemyataan ini. Untuk dapat memproses dan mengolah perolehan belajarnya secara efektif. perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan.4. secara logis akan menyebabkan mereka memperoleh pengalaman atau berpengalaman. Dengan keterlibatan langsung inj. siswa berdiskusi untuk membuat laporan.

mengerjakan soal-soal lingkungan. Bentuk-bentuk perilaku siswa yang merupakan implikasi dari prinsip tantangan ini diantaranya adalah melakukan eksperimen. melaksanakan tugas terbimbing maupun mandiri.6.2.7. menerima kenyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai. siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapinya. Sclain itu. dan mengolah setiap pesan yang ada dalam kegiatan pembelajaran. ia akan belajar dan mengingat secara lebih baik (Davies. memproses. Jachan. atau menghafal tahun-tahun terjadinya peristiwa sejarah.7. apakah benar atau salah? Dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang hasil (knowledge of result).7. atau menerima teguran dari gurulorang tua karena hasil belajar yang jelek. Dari pemyataan inilah pengulangan masih diperlukan merasa bosan dalam melakukan pengulangan. Balikan dan Penguatan Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang dilakukan.5. Pengulangan Penguasaan secara penuh dari setiap langkah kemungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti (Davies. memproses. Hal ini berarti siswa selalu menghadapi tantangan untuk memperoleh. atau mencari tahu pemecahan suatu masalah. Bentuk-bentuk perilaku pembelajaran yang merupakan implikasi prinsip pengulangan. yang sekaligus merupakan penguat (reinforce) bagi penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban.7. dan mengolah pesan. Implikasi prinsip tantangan bagi siswa adatah tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh. 1987:32 ). 1987: 32). 86 . 2. maka ia lebih termotivasi untuk belajar. menghafal nama-nama latin tumbuhan. diantaranya menghafal unsur-unsur kimia setidp valensi. 2. Tantangan Prinsip belajar ini bersesuaian dengan pemyataan bahwa apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri.

siswa yang belajar sebagai pribadi tersendiri.7. yang memiliki perbedaan dari siswa lain. Disamping itu. Karena hal inilah.8. berarti tidak akan memperoleh kemampuan. belum tentu tepat untuk siswa yang lain. Suatu tindakan guru yang dipandang tepat terhadap seorang siswa. 2.2. kebiasaan belajar. menyusun jadwal belajar. minat. 1987: 32). Tidak belajar. setiap siswa belajar menurut tempo (kecepatan)nya sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi kecepatan belajar (Davies.. Jika kita mengajar disuatu kelas sudah barang tentu kadar aktivitas belajar para siswa beragam. Guru yang menyamaratakan siswa menganggap semua siswa sama. Perbedaan individual Belajar tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.7. Perbedaan Individual Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lain. atau memilih bahwa implikasi adanya prinsip perbedaan individu bagi siswa dapat berupa perilaku fisik maupun psikis. akan membantu siswa menentukan cara belaiar dan sasaran belajar bagi dirinya sendiri. Akan tetapi ada perlakuan yang memang harus sama terhadap semua. Untuk memperjelas implikasi prinsipprinsip belajar bagi siswa. Belajar dalam arti proses mental dan emosional terjadi secara individual. Perbedaan itu mungkin dalam hal pengalaman. Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan siswa lain. Implikasi adanya prinsip perbedaim individual diantaranya adalah menentukan tempat duduk di kelas. Guru yang bijaksana akan menghargai dan memperlakukan siswa sesuai dengan hakikat mereka masingmasing. kecerdasan. anda dapat mengidentifikasi dari kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sebagai indikatornya. 87 . pada prinsipnya bertentangan dengan hakikat manusia. tipe belajar dan sebagainya.9. bakat. sehingga memperlakukan mereka sama kepada semua. khususnya siswa.

Data apa saja yang dicatat 2. Siswa yang memiliki tipe belajar yang auditif akan lebih mudah belajar melalui pendengaran. Pelajaran mana yang harus dipelajari oleh semua siswa dan peIajaran mana yang boleh dipilih oleh siswa sesuai dengan bakat mereka. Didalam menggunakan metode mengajar. bahkan kejadian sehari-hari yang dianggap penting. Buku catatan pribadi tiap siswa kelas 1 setelah mereka naik kelas II harus diserahkan pada guru kelas II untuk digunakan dan diisi dengan data baru. Siswa yang lamban perlu banyak dibantu sedangkan siswa yang cepat dapa diberi kesempatan lebih dulu maju atau melakukan pengayaan. latar belakang kehidupan orang tuanya. Pernahkah buku catatan pribadi tersebut digunakan. Oleh karena itu catatan pribadi siswa sangat bermanfaat. penyakit yang dideritanya. sebab mungkin siswa yang kita ajar memiliki tipe belajar yang berbeda. tipe belajarnya. Untuk keperluan itu semua guru perlu memahami pribadi masing-masing yang menjadi bimbingannya. sedangkan siswa yang memiliki tipe belajar motorik akan lebih mudah belajar melalui perbuatan. Setiap siswa perlu dikatat tentang kecerdasannya. guru perlu menggunakan metode mengajar yang bervariasi.Demikian pula yang menyangkut pelajaran. begitulah seterusnya sampai kejenjang pendidikan berikumya. Siswa yang memiliki tipe belajar yang motorik akan memiliki tipe belajar visual akan lebih mudah belajar melalui penglihatan. bakatnya. Kapan buku tersebut diisi 3. dan untak apa 88 . Semua itu harus dkatat pada catatan pribadi siswa. kemampuan panca indranya. Adakah buku catatan pribadi tiap siswa dikelas tempat anda mengajar? Bila ada coba pelajari: 1. Perlakuan guru terhadap siswa yang cepat harus berbeda dii i perlakuaii terhadap siswa yang termasuk lamban. Buku catatan pribadi siswa itu harus diisi secara rutin dan terus mengikuti pribadi siswa tersebut ke kelas dan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Sebagai suatu system. unsur-unsur penabelajaran tersebut saling berkaitan. Rambu-rambu pengerjaan latihan. saling mempengaruhi. siswa dan guru. Itulah lima prinsip belajar telah kita diskusikan. alat. Yang menjadi unsur utama ialah tujuan pembelajaran. strategi. Akan tetapi paling tidak kelima prinsip diatas hendaknya menjadi pegangan kita didalam membelajarkan siswa-siswa kita. Semua unsur didalam pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk menarik perhatian siswa? Untuk memudahkan anda dalam mengerjakan latihan diatas bacalah rambu-rambu pengerjaan latihan berikut ini. Identifikasikanlah kegiatan pembelajaran yang anda rancang. Untuk memantapkan pemahaman anda terhadap materi yang anda pelajari kerjakanlah latihan dibawah ini. Bagaimana saran anda untuk pemanfaatan buku catatan pribadi tersebut : data dan pengisiannya serta penggunaanya. coba buat sebuah model buku catatan pribadi siswa yang menurut anda cukup lengkap untuk keperluan pembimbingan belajar terhadap siswa. 1. Jika ternyata belum ada. Belajar terjadi pada suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari komponen atau unsur tujuan. Silahkan anda pelajari berbagai sumber tentang belajar. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan strategi belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan unsur-unsur lain didalam system pembelajaran. bahan pelajaran. 89 .4. alat dan siswa terhadap penggunaan strategi belajar mengajar akan kita diskusikan pada kegiatan belajar berikutnya. Oleh karena itu tujuan pembelajaran harus ditetapkan lebih dulu. Bagaimana implikasi tujuan. Apakah kegiatan pembelajarannya termasuk belajar meialui pengalaman ataukah melalui pengamatan? 2. bahan pelajaran. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan motifasi belajar siswa? 3.

Hasil belajar berupa perubahan perilaku. 2. Perbedaan individual ini pada cara dan hasil belajar siswa. Catatlah kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran.1. anda juga dapat melakukan observasi atau meminta teman anda mengobservasi anda yang sedang mengajar. Ambillah salah satu rencana pembelajaran yang akan anda laksanakan. Untuk menjawab pertanyaan ini anda hendaknya mengingat kembali materi yang membahas teknik-teknik membangkitkan motivasi belajar siswa. Siswa merupakan imdividual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis. disekolah umumnya kita kurang memperhatikan masalah perbedaan pelaksanaan pembelajaran dikelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata. Catatlah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan teman anda yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan individual. Dari hasil identifikasi ini anda akan mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang anda rancang lebih menekankan pada belajar melalui pengalaman (langsung dan tak langsung) ataukah melalui pengamatan. kebiasaan yang kurang lebih sama. kepribadian dan sifat-sifatnya. Karenanya perbedaan individu perlu diperhaikan pleh guru dalam upaya pembelajaran. 2. baik menyangkut kognitif psikomotorik maupun afektif. tiap siswa memiliki perbedaim satu dengan lain. demikian pula dengan pengetahuannya. 90 . 3. Identifikasi setiap langkah kegiatan pembelajaran yang akan anda tempuh. Belajar merupakan proses mental dan emosional atau aktivitas pikiran dan perasaan. Untuk lebih meyakinkan anda observasilah teman anda yang sedang mengajar. Belajar memiliki tiga atribu pokok ialah: 1. Sekarang tiba saamya anda membaca rangkuman dibawah ini unuk lebih memantapkan ingatan anda terhadap materi yang telah dipelajari. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis. Selain anda harus mengingat kembali materi tentang teknik-teknik menarik perhatian siswa.

Antara lain penggunaan metode atau straegi belajar mengajar yang ervariasi sehingga perbedaan perbedaan kemampuan siswa dapat terlayani. Juga penggunaan media instruksional akan membantu melayani perbedaan siswa dalam cara belajar. maka dengan sendirinya prinsip-prinsip belajar. Sebagai unsur primer dan sekunder dalam pembelajaran. dan guru teimplikasi adanya 91 . sedang. maupun kurang akan merasakan berhasil didalam belajar. dan memberikan bimbingan belajar bagi anak yang kurang. Disamping in dalam memberikan tugas hendaknya disesuikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga bagi siswa yang pandai. tampak dalam setiap kegiatan perilaku mereka selama proses pembelajaran berlangsung. perlu disadari bahaya implementasi prinsip-prinsip belajar sebagai implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru tidak semuanya terwujud dalam setiap proses pembelajaran. Implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru.Pembelajaran yang bersifat klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapa diperbaiki dengan beberapa cara. Namun demikian. Usaha lain untuk memperbaiki pembelajaran klasikal adalah dengan memberikan tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa yang pandai.

Pada dasamya tujuan pendidikan yang pokok (atau hakiki. Kurikulum pun harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.BAB III DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang erat berkaitan. prinsipil ini tetap karena ia berhubungan dengan sistem nilai atau pandangan hidup suatu bangsa. Sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman modern ini tak mungkin tanpa melibatkan keikutsertaan kurikulum. Artinya sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. karena kurikulum merupakan isi dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. tak dapat dipisahkan sama dengan yang lain. akan dapat terlaksana jika alat sarana. Tak mungkin ada Kegiatan pendidikan tanpa kurikulum. esensial. maka kurikulum berisi nilai-nilai atau citacita yang sesuai dengan pandangan hidup bangsa. hal itu tidak berarti kurikulum pun harus statis. Kebutuhan akan adanya aktivitas pendidikan selalu berarti kebutuhan adanya kurikulum. isi. Pemikiran tentang adanya kurikulum adalah setua dengan adanya sistem pendidikan itu sendiri. Hal itu dapat diartikan bahwa kurikulum dapat membawa kita ke arah tercapainya tujuan pendidikan. Pada hakekatnya. proses pendidikan yang dijalankan adalah usaha untuk merealisasikan nilai-nilai dan ide-ide tersebut. Pada hakekamya. hal itupun dapat dipandang sebagai akibat sistem pendidikan yang dijalankan yang sudah diperhitungkan. atau tegasnya kurikulum yang dijadikan dasar acuan ini relevan. masyarakat yang dinamis akan selalu mengalami perkembangan. selalu menuntut adanya perubahan sesuai dengan perubahan zaman. Dengan 92 . tak pernah mengalami perubahan. Dalam kurikulum itulah tersimpul segala sesuatu yang harus lijadikan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan. tegasnya tujuan pendidikan yang ingin dicapai.. Hubungan antara pendidikan dan kurikulum adalah hubungan antara tujuan dan isi pendidikan. Suatu tujuan. Akan tetapi.

tanpa mengakibatkan berbagai faktor lain yang juga berperan.1. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yakni "currculae". antara lain masalah kurikulum. ijazah pada hakekatnya merupakan suatu bukti. Masih terdapat berbagai faktor lain yang turut menunjang kualitas atau keberhasilan kegiatan pendidikan yang dijalankan. 3. Dalam suatu kurikulum sekolah telah tergambar tentang berbaga pengetahuan. pengerti kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditemp oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh Ijazah. Pada waktu itu. Pengertian Kurikulum 3. Dalam banyak hal. merupakan keberhasilan sistem pendidikan. keterampilan. Misalnya saja masalah sarana dan prasarana. Hal itu menunt kepadanya untuk memahami dan menguasai berbagai masalah pendidikan. ini. artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. siswa dapat memperoleh ijazah. Akan tetapi kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya faktor penentu "kualitas seperti yang disarankan didalamnya.1. bahwa siswa telah menempuh suatu Kurikulum yang berupa rencana pelajaran. sikap serta nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan suatu sekolah. Penting bagi guru adalah ia harus benar-benar menyadari peranannya sebag pelaksana pendidikan yang amat menentukan. situasi dan kondisi lingkungan. Tafsiran-tafsi tersebut berbeda-beda satu sama lainnya.1 Kurikulum Sebagai Jembatan Meraih Ijazah Istilah "kurikulum" memiliki berbagai tafsiran yan dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembang kurikulum sejak dulu sampai dengan dewasa. kualitas guru sebagai pelaksana pendidikan dan sebagainya. kurikulum dapat dijadikan ukuran kualitas proses dan keluaran pendidikan yang dijalankan.kata lain adanya keadaan masyarakat yang dinamis dan terbukti terhadap adanya usaha-usaha pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman tersebut. sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ke tempat lainnya 93 . sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar bersangkutan. Dengan menempuh suatu kurikulum. Dalam hal ini.

maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai orang sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (S. Disamping itu. Dengan kata lain. Course . a specified fixed course of study. Sebagai misal pengertian kurikulum seperti yang tercantum dalam Webster's Intemational Dktionary " . Seseorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan. kiranya ada kesesuaiannya dengan perumusan yang dikemukakan oleh Stenhouse berikut : Currkulum is the planned conipesite 94 . Rencana pelajaran merupakan salah satu komponen dalam asas-asas didaktik yang harus dikuasai (atau paling tidak diketahui) oleh seorang guru atau calon guru. Dari istilah atletik kurikulum mengalami perpindahan arti kedunia pendidikan. Pengertian kurikulum sebagai yang tercantum dalam kamus Webster yang dikutip diatas. suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu. Currculum . 1980 : 5). Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung atau seseorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain.dan akhirnya mencapai finish. Nasution. Kurikulum kemudian diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetalman yang ditempult atau dikuasai untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau ijazah. as one leading to degree. is in a school or collage. kurikulum juga diartikan sebagai suatu rencana yang disengaja dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Pengertian Kurikulum (Oleh Burhan Nurgiyantoro dalam bukunya Dasar-Dasar Pengembangan Karikalum Sekolah) Istilah kurikulum semula berasal dari istilah yang dipergunakan dalam dunia taktik curere yang berarti "berlari' . Itulah sebabnya orang pada waktu lalu juga menyebut kurikulum dengan istilah “Rencana Pelajaran" yang merupakan terjemahan istilah Leerplan.

1976 : 4). sehingga kurikulum terutama dalam hal tujuan instruksional dan pemilihan bahan pengajaran lebih banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh buku.buku tersebut. Dihubungkan dengan kebutuhan pengalaman anak yang diharapkan terpenuhi melalui kegiatan belajar-mengajar sekolah. yaitu kurikulum yang berpusat pada materi pelajaran Sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. yakni pendirian tradisional. Kurikulum macam ini biasanya disebut Subject Centere Curiculum. Kabudayaan atau sejumlah ilmu pengetahuan yang akan disampaikan tersebut bersumber pada buku-buku yang baik atau dianggap bermutu. Anak yang berhasil melewati tahap ini akan atau herhak memperoleh ijazah. sebab pada kenyataanya pula seperti halnya dengan masalah-masalah lain.effort of any school to guide pupil leaming to ward prederennined learning outcome (Larence Stenhouse. dasarkan pendirian diatas. Defenisi-defenisi kurikulum yang bersifat tradisional biasanya masih menampakkan adanya kecenderungan penekanan pada rencana pelajaran untuk menyampaikan mata-mata peiajaran (subject matter) kepada anak didik yang biasanya berisi kebudayaan. ternyata hal tersebut kurang menguntungkan karena ia membatasi pengalaman anak dalam proses belajar-mengajar kelas saja dan kurang inemperhatikan pengalaman-pengalaman lain yang diperoleh di luar kelas. hanya menekankan aspek intelektual saja yang harus dikuasai siswa dan mengabaikan aspek-aspek yang lain yang juga sangat berpengaruh dalam perkembangan kejiwaan siswa. karena anaklah 95 . belum dapat meninggalkan (atau mungkin meninggalkan) sama sekali pendirian tradisonal. pendirian tradisional mengenai kurikulum tersebut ditinggalkan orang karena dianggap terlalu sempit dan atau paling tidak orang berusaha mencari kemungkinan-kemungkinan baru. (hasil budidaya) masa lampau atau sejumlah ilmu pengetahuan. Pandangan yang lebih kemudian ingin mengubah pandangan tersebut dengan memperhatikan minat dan kebutuhan anak. Kurikulum yang bersi demikian. kurikulum dijalankan (mau tak mau) berpusat pada guru atau but Teacher Centered Curiculum.

sebenamya yang menjadi subjek didik. melainkan meneakup seluruh pengalaman yang diperoleh siswa. yang disediakan dan direncanakan sekolah. yaitu sebagai seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusal latihan. baik intelektual. sosial maupun pengalaman galaman yang lain. khususnya psikologi kembangan. atau Curriculum is all of the planned experiences providedby the school to assist the pupils in attaining children the designated learning outcomes to the best their abilitie (Neagly dalam Lawrence : 4). yaitu : 96 . Sebagai bahan perbandingan mengenai pengertian kriikulum menurut konsep batu. Konsep lain misalnya mengatakan bahwa kurikulum tidak terbatas pada kegiatan saja. Adanya pergeseran tentang kurikulum tersebut juga terlibat pada defenisi-defenisi kurikulum yang dikemukakan orang. David Pratt dalam Curriculum Design and Development (1980 : 4) mendefenisikan kurikulum secara sederhana. A sequence of potensial experiences it set up in the school for the purpose of disciplining children and yuouth in group ways of thingking and acting (Smith dalam Beauchamp : 5). Beauchamp (1964 : 4) kurikulum adalahah "It as all activities of children under the jurisdktion of the school”Dalam pengertian ini kurikulum mencakup segala kegiatan. emosional. Selanjumya ia membuat implikasi secara lebih ekplisit tentang defenisi yang dikemukakannya tersebut menjadi enam hal. melainkan harus diperhatikan kebutuhannya sesuai dengan perkembangan jiwanya karena itu. terjadilah pergeseran dalam dunia pendidikan dari suject atau teacher centered ke student centered. barikut dikemukakan lagi denisi-defenisi yang lain. misalnya menurut George A. Kurikulum yang sesuai dengan pandangan terakhir itu disebut Child Centered curiculum. Anak tak boleh hanya dipeerlakukan sebagai objek yang statis. Hal itu terutama disebabkan oleh pengaruh penemuan-penemuan dibidang psikologi.

kualitas guru yang dituntut dan sebagainya. ia mungkin hanya berupa perencanaan (mental) saja. dalam arti tidak diwujudkan dalam bentuk tertulis. maka ia sengaja mempromosikan belajar dan menolak sifat rambang tanpa rencana. Atas dasar 97 . walau mungkin tidak sepenuhnya kita terima atau pahami. Kurikulum adalah suatu rencana atau intentions. sistem penilaian dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan. 5. Bagaimana jadinya jika ada (mungkin hanya sebagian) kurikulum yang tidak ditutis. Kurikulum bukanlah kegiatan. atau kegiatan tanpa belajar. melainkan perencanaan atau rancangan kegiatan. Atau dengan kata lain. dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang kurikulum. Pendidikan dan latihan dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi jika suatu hal dilalaikan.1. Kurikulum melibatkan maksud atau pendidikan formal. kurikulum adalah sebuah sistem 6. termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas. evaluasi untuk menafsirkan hasil belajar. kurikulum menyatukan berbagai komponen seperti tujuan. Sebagai perangkat organisasi pendidikan. tentunya akan mengundang berbagai permasalahan. direncanakan. Kurikulum merupakan suatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang dilakukan. 4. 2. Misalnya saja dikatakan bahwa kurikulum mungkin hanya berupa perencanaan secara mental. bahan dan peralatan yang dipergunakan. Dalam hal ini kita dapat memandang bahwa kurikulum merupakan suatu program yang didesain. Defenisi diatas yang kemudian disertai dengan berbagai implikasinya. dikembangkan dan akan dilaksanakan dalam situasi belajar mengajar yang sengaja diciptakan di sekolah. 3. Kurikulum berisi berbagai macam hal seperti masalah apa yang harus dikembangkan pada diri siswa. isi. tapi pada umumnya diwujudkan dalam bentuk tulisan.

Dalam pembkaraan selanjurnya. Misalinya. artinya menurut urutan tertentu. Pendidikan merupakan suatu pendidikan yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu. Mata ajaran tersebut mengisi materi pelajaran yang disampaikan pada siswa sehingga memperoleh sejumiah pengetahuan yang berguna baginya. Semakin banyak pengalaman dan penemuan-penemuan maka semakin banyak pula mata ajaran yang harus disusun dalam kurikulum dan harus dipelajari oleh siswa disekolah. Mata ajaran dipandang sebagai pengalaman orang tua atau pengalaman orang-orang pandai masa yang telah disusun secara sistematis dan logis. Jika defenisi diatas diperbandingkan dengan defenisi-defenisi yang dikemukakan lebih dahulu.hal tersebut. dan logis.1. 3. sebenamya tidak ada perbedaan yang prinsipil. 98 . maka diadakan pemilihan dan selanjutnya disusun secara sistematis. pengalaman dan penemuan-penemuan masa lampau.2 Kurikulum Sebagai Materi Pelajaran Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa unluk mempoleh sejumlah pengetahuan. kurikulum kemudian dapat didefenisikan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu (Winamo Surahmad. artinya dapat diterima dan pikiran. disusun dan diatur untuk kemudian dilaksanakan di sekolah melalui cara-cara yang telah ditentukan pula. jika disebut-sebut kurikulum pengertiannya menunjuk pada defenisi yang terakhir diatas. 1977 : 5). merupakan program yang direncanakan. Kiranya defenisi tersebut lebih sederhana dan jelas rumusannya. Sentua defenisi yang ditunjuk sama-sama menyebut kurikulum sebagai rencanarencana kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan siswa yang tentunya dimaksudkan untuk memperoleh sejumlah pengalaman (baca tujuan) tertentu.

Isi kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan rangka upaya pencapai tujuan pendidikan nasional. melainkan melipiuti segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa. 3. 3.2. seperti bangunan.4 Kurikulum Sebagai Pengalaman Pelajar Perumusan atau pengertian kurikulum lainnya agar berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya yang lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bagi siswa pada hakekatnya adalah kurikulum. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan. man dibawa kemana untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan. Dengan program ini siswa inelakukan berbagai kegiatan belajar. Tak ada pemisahan yang tegas dntara ekstra dan intra kurikulum.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Pengertian ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja. gambar-gambar. halaman. melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas. Itu sebabnya. sehingga menjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran.1. dalam 99 .3. perlengkapan dll. Dengan kata lain sekolah menyediakan lingkungan yang memberikan kesempatan belajar bagi siswa. Landasan Pengembangan Kurikulum 3. Hal ini berarti semua hal dan semua orang yang terlibat dalam memberikan bantuan kepada siswa termasuk ke dalam kurikulum. perpustakaan. Kurikulum tidak terbatas pada mata ajaran saja.3 Kurikulum Sebagai Rencana Kegiatan Pembelajaran Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk pembelajaran siswa. suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai.1.1 Filosofis Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat.

Dengan kata lain penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi harus disesuaikan dan diarahkan pada upaya-upaya dan kebutuhan pembangunan. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan keahlian. yakni suatu masyaral yang maju. transportasi dll. mandiri dan sejahtera. prinsip pendidikan serta seperangkat pengalaman belajar lainnya. yakni bidang industri. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan. peningkatan pendidikan nasional yang merata dan bermutu.pendidikan anak. tenaga kerja. dan pembangunan iptek yang mantap. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan di perguruan tinggi.2 Iptek dan Seni Pembangunan didukung oleh perkembangan iptek dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan Keunggu bangsa. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksud untuk memacu pembangunan untuk menuju 100 . Filsafat pendidikan menggambarkan manusia yang ideal yang diharapkan oleh masyarakat. Pembangunan SDM yang berkualitas diarahkan untuk meningkatkan kwalitas SDM yang mampu mendukung -pembangunan ekonomi dan pembangunan dibidang-bidang lainnya. Hal ini menunjukkan pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri. Gambaran tentang proses dan tujuan pembangunan tersebut diatas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan secara keseluruhan. peningkatan dan perluasan pendidikan keahlian sesuai dengan kebutuhan bidang-bidang pembangunan tersebut. yang berisi mendukung tercapainya cita-cita nasional. yang mencangkup pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM yang berkwalitas. 2. Dengan kata lain filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. Implikasi dari upaya pembangunan tersebut maka diperlukannya peningkatan produktifitas. pertanian. perdagangan.

3. Pembangunan iptek harus sclaras dengan nilai-nilai agama. mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan di segala bidang. yakni : 1. Pembangunan iptek tertuju pada peningkatn kwalitas. Pembangunan iptek harus beraada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan SDM. beberapa hal yang dapat dijadikan dasar : 1. Akademisi terutama dilingkungan perguruan tinggi yang memanfaatkan iptek untuk disumbangkan pada pembangunan. pengembangan sarana dan prasarana iptek. 2. Pengusaha. 3. kondisi sosial budaya dan lingkungan hidup. yang memanfaatkan iptek untuk pengembangan masyarakat secara swadaya. 5. 2. nilai luhur budaya bangsa. dan pengembangan iptek dilaksanakan oleh berbagai pihak. untuk kepentingan meningkatkan produktifitas. 101 .terwujudnya masyarakat yang mandiri. yaitu untuk meningkatkan kwalitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. 4. 4. Penguasaan. maju dan sejahtera. pemanfaatan. efisiensi dan efektifitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi. Pemerintah. Untuk mencapai tujuan dan kemampuan tersebut. Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktifitas. Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatan yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikaxt pemecahan masalah konkrit dalam pembangunan. Masyarakat. Di sisi lain perkembangan iptek itu sendiri berlangsung semakin cepat berbarengan dengan persaingan antar bangsa semakin meluas sehingga diperlukan penguasan dan pengembangan iptek yang pada gilirannya mengandung implikasi tertentu terhadpa pengembangan sumber daya manusia supaya memiliki kemampua dalam penguasaan dan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang iptek. pelaksanaan penelitian pengembangan serta rekayasa produksi barang dan jasa.

Tujuan mata ajaran merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. memupuk dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan dasar berhitung yang praktis.3. memupuk dan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis dalam pola berpikir abstrak. kita pilih tujuan mata ajaran berhitung. kurikulum merupakan sesuatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan SDM yang berkwalitas. Tujuan itu dikategorikan sebagai tujuan umum kurikulum.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami prosdes pendidikan dan pembelajaran unutuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan SDM yang berkwalitas umumnya. Bidang studi IPA 4. sejarah dll. Menanamkan. terdiri dari mata ajaran ekonomi.1 Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum setiap satuan pendidikan harus mengacu pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. Mata ajaran dikelompokkan menjadi beberapa bidang studi. Bidang studi bahasa dan seni 2. yakni : 1. sehingga mampu memecahkan soalsoal yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. sebagai mana telah ditetapkan pada UU no. Sebagai contoh kita pilih. Bidang studi IPS 3. Menanamkan. Dalam skala yang lebih luas. sebagai berikut : 1. Setiap mata ajaran mempunyai tujuan sendiri dan berbeda dengan tujuan yang hendak dicapai oleh mata ajaran lainnya. Misalnya bidang studi IPS. Tujuan mata ajaran. Bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan Setiap bidang studi meliputi mata ajaran tertentu. Komponen Pengenibangan Kurikulum 3. 2. geografi. sosiologi. 102 .

Materi kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing satuan pendidiknan. 103 . Materi kurikulum bempa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan pembelajaran. Menanamkan. 4.2 Materi Kurikulum Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum. memupuk dan mengembangkan sikap gotong royong. Materi kurikulum mengandung aspek-aspek tertentu sesuai dengan tujuan kurikulum yang meliputi : 1. Menanamkan. 3. Berdasarkan tujuan tersebut. Teori. seperangkat konsep atau defenisi dan preposisi yang saling berhubungan. tujuan pendidikan nasional mempakan target tertinggi yang hendak dicapai melalui penyampaian materi kurikulum. 3. Dalam hal ini. jujur. 2. Sesuai dengan rumusan tersebut. Perbedaan dalam ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran disebabkan oleh perbedaan tujuan satuan pendidikan tersebut.3. yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan-hubungan antara variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. Dalam UU pendidikan tentang Sistim Pendidikan Nasional telah ditetapkan bahwa "isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional". isi kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip : 1. serta percaya kepada diri sendiri. rasional dan ekonomis. memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk hemat dan pandai menghargai waktu. Materi kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. baik tujuan umum maupun tujuan khusus selanjutnya dapat ditetapkan atau direncanakan dalam materi pelajaran.

10. pendapat atau pembuktian dalam penelitian. 6. adalah suatu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan oleh siswa. Konsep. bersumber dari analisis. Mata pelajaran terpisah-pisah Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah. terdiri dari terminologi. Masingmasing diberikan pada waktu tertentu. 4. adalah ide utama. Definisi. tempat dan kejadian. ilmu pasti. suatu pernyataan atau pendapat yang tak perlu diberi argumentasi.2. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. Mata ajaran – mata ajaran berkorelasi Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran. pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep 5. Semua materi diberikan sama. orang. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk yang masing-masing memiliki ciri-ciri sendiri : 1. kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. Contoh atau illustrasi ialah suatu hal atau tindakan atau dan khusus diperkenalkan dalam materi 9. bahasa Indonesia. kebutuhan. seperti sejarah. Prosedur yang ditempuh ialah 104 . adalah sejumlah informasi khusus dalam materi dianggap penting. dan tidak mempertimbangkan minat. ialah penjelasan tentang makna atau pengertian tentang sesuatu. Prinsip. adalah kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus diperkenalkan dalam materi 8. 7. dll. 2. Konsep adalah defenisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala.3. Fakta. 3. suatu abstraksi yang dibentuk oleh generalisasi dari kekhususan kekhususan. 3. Generalisasi. Istilah. Preposisi. dan kemampuan siswa. Prosedur.

bukan pada mata ajaran. Core Program Core artinya inti atau pusat. mengarang. meliputi membaca. Biasanya dalam program itu telah disarankan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh oleh siswa dalam garis besarnya. guru dan siswa memilih. Cara lain untuk melaksanakan kurikulum ini ialah pengajaran dimulai dari kelompok siswa yang belaju.dan sebagainya. peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Bidang studi Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan dalam satu bidang pengajaran. Masalah diambil dari satu mata ajaran tertentu. misalnya ekskursi dan cerita. Mata ajaran tersebut tidak diberikan secara terpisah. 5.menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa memahami pelajaran tersebut. misaInya bidang studi bahasa Indonesia. 3. Program yang berpusat pada anak Program ini adalah orientasi baru dimana krrikulum dititik beraikan pada kegiatan-kegiatan peserta didik. Beberapa mata ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalah tersebut. Core program adalah suatu program inti berupa suatu unit atau masalah. misalnya bidang studi IPS. bercerita. Eclectic Program Eclectic program adalah suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat 105 . Guru menyiapkan program yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menyajikan kehidupan anak. Berdasarkan pengalaman yang disarankan itu. 6. kemudin guru bersam siswa tersebut menyusun program bagi mereka. kemampuan dan kebutuhan siswa. Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini. 4. merencanakan dan mengembangkan suatu unit kerja yang sesuai dengan minat. Dengan cam memperkaya dan mempertuas macam-macam kegiatan.

pada peserta didik. Caranya ialah memilih unsur-unsur yang dianggap baik yang terdapat pada kedua jems organisasi tersebut, kemudian unsur-unsur itu diintegrasikan menjadi suatu program. Program ini sesuai dengan minat, kebutahan dan kematangan peserta didik, Ruang lingkup dan umum bahan pelajaran telah ditentukan sebelumnya, dan kemudian perinciannya dikerjakan oleh guru dan siswa. Sebagian waktu digunakan secara untuk pengajaran langsung, misalnya pengajaran keterampilan dan sebagian waktu lainnya disediakan untuk unit kerja. Program ini juga menyediakan kesempatan untuk bekerja kreatif, mengembangkan apresiasi dan

pemahaman. Pembagian waktu disesualkan dengan kegiatan untuk mencapai tujuan.

3.4 Evaluasi kurikulum Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh invormasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keherhasilan belajar siswa. Berdasarkan informasi itu dapat dibuat keputusan tentang kurikulum itu sendiri, pembelajaran, kesulitan dan upaya bimbingan yang perlu diberlakukan. Aspek-aspek yang perlu dinilai benitik tolak dari aspekaspek tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan kurikulum, tujuan pembelajaran dan tujuan belajar siswa. Setiap aspek yang dinilai berpangkal pada kemampuan apa yang hendak dikembangkan, sedangkan tiap kemamptran itu mengandung unsur-unsur pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai. Penetapan aspek yang dinilai mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dalam kurikulum tersebut. Jents penilaian yang dilaksanakan tersebut. tergantung pada tujuan formatif diselenggarakannya penilaian MisaInya, penilaian

dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Berbeda dengan penilaian summatif yang

106

bermaksud menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu, untuk mengetahui perkembangan siswa secara menyeluruh. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu instrument penilaian, ialah validitas, reliabilitas, obiektifitas, kepraktisan, dan pembedaan. Disamping itu perlu diperhatikan bahwa penilaian harus objektif, dilakukan berdasarkan tanggung jawab kelompok guru, rencana yang rinci dan terkait dengan pelaksanaan kurikulum, sesuai dengan tujuan dan materi kurikulum, menggunakan alat ukur yang handal dan mudah dilaksanakan serta memberikan hasil yang akurat.

3. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 4.1 Prinsip Relevansi (kesesualan) Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan sistem penyampaiannya harus relevant dengan kebutuhan dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan sisiwa. serta serasi dengan perkembangan iptek.

4.2 Prinsip Kontinuitas (berkesinambungan) Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya baglan, aspek, materi, bahan kajian, disusun secara berurutan. tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dan tingkat perkembangan siswa. Dengan prinsip mi tampak jelas alur dan keterkaitan di dalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. 4.3 Prinsip Fleksibelitas (keluwesan) Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, diubah dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis atau kaku Misalnya dalam suatu kurikulum disediakan program

107

pendidikan keterampilan industri dan pertanian. Pelaksanaannya di kota, tapi karena ketidaktersediaan lahan, maka yang dilaksanakan adalah program pendidikan keterampilan industri. Sebaliknya pelaksanaannya di desa ditekankan pada program pendidikan keterampilan pertanian. Dalam hal im lingkungan sekitar, keadaan masyarakat dan ketersediaan tenaga dan peralatan menjadi faktor pertimbangan dalam rangka pelaksanaan kurikulum.

FUNGSI KURIKULUM Setiap lembaga pendidikan formal maupun nonfomal dalam

penyelenggaraan kegiatan sehari-harinya berlandaskan kurikulum-kurikulum itu sendiri dalam hal ini dapat berupa : (1). Rancangan kurikulum, yaitu buku kurikulum suatu lembaga pendidikan; (2) Pelaksanann kurikulum, yaitu proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan ; dan (3). Evaluasi kurikulum, yaitu penilaian atau penelitian basil-hasil pendidikan. Dengan lingkup pendidikan formal. kegiatan merancang melaksanakan dan menitai kurikulum tersebut, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan, dilaksanakan sebagai program pengajaran. Berbicara masalah fungsi kurikulum kita dapat meninjaunya dari tiga segi, yaitu fungsi bagi sekolah yang bersangkutan, bagi sekolah pada tingkat diatasnya dan fungsi bagi masyarakat (Winamo Surahmad ; 6).

1. Fungsi bagi sekolah yang berungkutan Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan ini paling tidak dapat disebutkan dua macam. Pertama, sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan. Manifestasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah berupa program pengajaran. Program pengajaran itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang kesemuanya dimaksudkan sebagai uapaya untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang akan dicapai tersebut disusun secara berjenjang mulai

108

dart tujuan pendidikan yang bersifat nasional sampai tujuan instruksional. Jika tujuan instruksional tercapai (hasilnya langsung dapat diukur melalui kegiatan belajar mengajar di kelas) pada gilirannya akan tercapai pula tujuan-tujuan pada jenjang diatasnya. Setiap kurikulum sekolah pasti didalamnya tereantum tujuantujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai melalui kegiatan pengajaran. Kedua, kurikulum dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatn-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya, telah ditentukan macam-macam bidang studi, alokasi waktu, pokok bahasan atau materi pengajamn untuk tiap semester, sumber bahan, metode atau cara pengajaran, alat dan media pengajaran yang diperlukan. Disamping itu. kurikulum juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan jenis program cara penyelenggaraan, strategi pelaksanaan, penanggung jawab, sua dan prasarana dan sebagainya.

2. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya Dalam hal ini kurikulum dapat untuk mengontrol atau memelihara keseimbangan proses pendidikan. Dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka kurikulum pada tingkat diatasnya dapat mengadakan penyesuaian Misalnya saja, jika suatu bidang studi telah diberikan pada kurikulum sekolah ditingkat bawahnya, harus dipertimbangkan lagi

pemilihannya pada kurikulum, sekolah tingkatan diatasnya terutama dalam hal pemulihan bahan pengajaran. Penyesuaian bahan tersebut dimaksudkan untuk menghindari keterulangan penyampaian yang bisa berakibat pemborosan waktu dan yang lebih penting lagi adalah untuk menjaga kesinambungan bahan pengajaran itu. Disamping itu, terdapat juga kurikulum yang berfungsi untuk

menyiapkan tenaga pengajar. Bila satu sekolah atau lembaga pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga guru (LPTK),. Maka lembaga tersebut harus mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat dibawahnya tempat calon guru yang

109

Hal itu mengingat seringnya terjadi kenyataan balwa lulusan selsolah halum siap pakai atau tidak sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan dalm lapangan pekerjaan. mahasiswa IKIP/FKG harus menguasai kurikulum kurikulum SMTP dan SMTA. SMP dan SMA kegiatw pengajaran disampaikan dengan sistem PPSI. Oleh karena itu. maka sekolah-sekolah yang bertugas mengadakan guru untuk sekolah-sekolah tersebut harus membekali calon-calonnya dengan kemampuan memtruat PPSI.dipersiapkan itu akan mengaju. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut. kurikulum sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat atau para pemakai keluaran sekolah. Misalnya murid SPG harus mengetabui kurikulum SD. yaitu jalur akademis (dipersiapkan untuk melanjutkan sekolah) dan jalur vokasional (dipersiapkan untuk segera bekerja). kita tak dapat mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia karena tidak memiliki keterampilan atau keterampilan yang dimilikinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pada lapangan pekerjaan. kritik atau saran-saran yang berguna bagi penyempumaan program pendidikan di sekolah. Dengan demikian. ada seorang tokoh pendidikan yang mengemukakan agar sekolah tingluat SD sudah dibuat menjadi dua jalur. masyarakat atau para pemakai lulusan sekolah dapat memberikan bantuan. walau semakin menumpuk tenaga kerja yang ada. Akibatnya. Untuk keperluan itu perlu ada kerja sama antara piliak sekolah dengan pihak luar dalam hal pemberrahan kurikulum yang diharapkan. Fungsi bagi Masyarakat Padatamatan sekolah memang dipersiapkan untuk terjun dimasyarakat atau tugasnya untuk bekerja sesuai dengan keterampilan profesi yang dimilikinya. Jika di SD. Hal itu berdasarkan kenyataan penelitian bahwa masih sebagian besar anak tamatan SD yang tidak meneruskan pendidikan ke tingkat di atasnya. 110 . Dewasa ini kesesuaian antara program kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus benar-benar diusahakan. 3.

sebagai suatu sistem. akan mewamai pendidikan keterampilan yang diajarkan oleh pibak sekolah yang bersangkutan. para pemakai lulusan sekolah tentunya sudah tanggap. 111 .Sering terjadi karena suatu tingkat keterampilan yang dibutuhkan dalam suatu tingkat pekerjaan. kurikulum adalah sebuah sistem. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai loomponen-komponen pokok tujuan. Dengan adanya hal itu. Julusan dengan keterampilan mana (atau apa) yang mereka butuhkan dan itu harus dialamatkan pada sekolah yang sesui dengan misinya. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Seperti dikemukakan oleh Pratt diatas. juga ditentukan oleh suatu misi sekolah. atau untuk kedua-duanya. maka hal itu segera diajarkan di sekolah. tidak saling bertentangan. yaitu permulann diterapkannya PPSI dalam sistem pengajaran di Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum '75. ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagianbagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang terpisahkan. Penyiapan keterampilan para tamatan sekolah untuk bakal terjun di masyarakat kerja. Boleh dikatakan bahwa pembekalan atau pengajaran keterampilan tersebut semata-mata disebabkan tuntutan pekerjaan kelak. isi. Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis. Pada waktu itu. apakah ia sekolah umum atau kejuruan. organisasi dan stratei (Winarno Surahmad: 9). calon guru segera diberi keterampilan membuatnya (sekarang Model Perencanaan Pengajaran). Sebagai contoh hal yang berhubungan dengan keguruan misalnya dapat disebutkan perabekalan keterampilan menibuat satuan pelajaran. atau untuk bekerja (jaIur vokasional). Misi suatu sekolah apakah ia bertugas mempersiapkan tamatannya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (jalur akademis).

sikap dan nilai-nilai yang diharapkan oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan. Tujuan Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Itulah sebabnya tujuan ini disebut tujuan institusional atau kelembagaan. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah yaitu sebagai berikut : a.1. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas 112 . Tujuan Pendidikan yang harus dicapai secara keseluruhan Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetalman. Baik tujuan kurikulum maupun instruksional juga meneakup aspek-aspek pengetahuan. keterampilan. 2. terdapat dua macam Tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinstitusionalannya. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional diatas yang meliputi tujuan kurikulum dan instuksional yang terdapat dalam setiap GBYP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyaknya tujuan-tujuan tersebut. Isi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yarag diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. keterampilan. Didalam sebuah kurikulum sekolah. sikap dan nilai-nilai yang dihuapkan dimiliki anak setelah mempelajari tiap bidang studi atan pokok bahasan dalam proses pengajaran. Dalam setiap kurikulum sekolah pasti dcantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan. b. (kedua tujuan ini biasanya dkantumkan dalam Buku 1 suatu kurikulum sekolah).

akan berbeda dengan sekolah yang lain. atau ada juga yang menyebutnya sebagai silabus. Berdasarkan kriteria itu. yaitu struktur horizontal dan struktur vertikal. misalnya SPG. misalnya SMA. diberikan selama berapa jam tiap minggu pada SMP/SMA kelas I.dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Struktur horizontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran itu dapat secara terpisah (sparate subject). akademis. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan. 3. Termasuk dalam hal ini adalah Juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk setiap tingkatan. keguruan keterampilan dan lain-lain. Penentuan pokok-pokok dan sub-sub pokes bahasan didasarkan pada tujuan instruksional. serta uraian bahan pelajaran. Jadi. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam. 113 . MisaInya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas. II dan Ill. ia berdasarkan kriteria apa suatu bidang studi menopang tujuan int atau tidak. Demikian pula halnya dengan bidang-bidang studi yang lain. Misalnya bidang studi Bahasa Indonesia. kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated). tanpa kelas atau gabungan antara keduanya dengan sistem unit waktu semester atau catur wulan. Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenamya adalah isi kurikulum itu sendiri. maka jenis bidang studi yang diberikan pada suatu sekolah. atau penyatuan seluruh pelajaran dikembangkan di sekolah. Organisasi Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. yaitu misalnya program pendidikan moupun. Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah.

Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan. Wasty Soemanto. ketarampilan dan sikap yang kita harapkan dimiliki murid setelah mereka menyelesaikan seluruh program pendidikan dari sekolah tersebut. setiap sekolah mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai. Seperti telah dikemukakan dalam bagian yang Ialu. dalam kurikulum suatu sekolah telah terkandung tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalm sekolah yang bersangkutan. Ada dua jenis tujuan yang terkandung di dalam kurikulum suatu sekolah : 1. penilaian. 114 . Masalah strategi pelaksana itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran. MYd dalam bukunya Pembinaan don Pengembangan Kurikulum Sekolah) 1. Tujuan-tujuan tersebut biasanya digambarkan dalam bentuk pengetahuan. alat atau media pengajaran dan sebagainya. Oleh karena itu. bimbingan dan konseling. Stretegi Dengan komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaam kurikulum di sekolah. paket pelajaran dan sebagainya KOMPONEN KURIKULUM (Drs. dilakukan dengan pendekatan PPSI (berlaku untuk setiap bidang studi) atau dengan cara lain seperti sistem pengajaran modul. MYd dan Drs. Selaku lembaga pendidikan setiap. Hendyat Soetopo. Komponen Tujuan Tentang komponen tujuan ini kita akan mengenal tingkat-tingkat Tujuan yang satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan citacita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia. pengaturan kegiatan sekolah sceara keseluruhan.4. pemilihan metode pengajaran. kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya.

1. setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah juga mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapainya. Atas dasar tujuan-tujuan institusional itulah kemudian ditetapkan bidangbidang studi atau bidnag pengajuan yang akan diajukan pada sekolah yang bersangkutan. Atas dasar tujuan kurikuler dan tujuan instruksional inilah kemudian ditetapkan bahan pengajaran yang diajarkan dalam setiap bidang studi pada suatu sekolah tertentu. Tujuan Pendidikan Nasional Tujuan Pendidikan Nasional adalah merupakan tujuan pendidikan yang tertinggi dalam kegiatan di negara kita. Tujuan-tujuan setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah tentunya ada yang kita sebut tujuan kurikuler dan ada pula yang kita sebut tujuan instruksional. Urutan tujuan pendidikan tersebut diawali dari tujuan Pendidikan Nasional. misainya tujuan SD. dimna tujuan instruksional merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan kurikuler. keterampilan dan sikap-sikap yang kita harapkan dinliliki oleh murid setelah mempelajari suatu bidang studi pada suatu sekolah tertentu.Tujuan dari sekolah tersebut kita namakan tujuan institusional atau tujuan lembaga. Oleh karena itu ada tujuan IPA dan SD tujuan matematika di SMP. Tujuan-tujuan inipun digambarkan dalam berruk pengetahuan. tujuan SPG dart seterusnya. tujuan SMP. Tujuan yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi Disamping tujuan institusional yang ingin dicapai oleh sekolah secara keseluruhan. Dalam hubungannya dengan pembahasan tujuan pendidikan ini berikut diulas tentang tujuan pendidikan secara hirarkis sesuai dengan urutan tujuan yang ada di Indonesia. Tujuan ini sangat umum dan sangat 115 . 2. kemudia Tujuan Institusional. Tujuan Kurikuler sampai pada tujuan Instruksional. tujuan ilmu kegurun di SPG dan sebagainya.

ideal. Untuk itu maka pada tiap lembaga hendaknya juga digariskan adanya suatu tujuan pendidikan yang kita sebut tujuan institusional. memiliki keterampilan. Scehat jasmani dan rohani . mencintai bangsanya dan sesama manusia dongan ketentuan yang temaktub dalam IJUD 1945” Secara ekspilisit maka tujuan pendidikan nasional itu dapat dijabarkan sebagai membentuk manusia yang Pancasilais. Berpengetahuan dan berketerampilan Bertanggung jawab Demokrasi. Tanggung rasa Cerdas . yang penggambarannya disesuaikan dengan falsafah negara yaitu Pancasila. 2. 116 . dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab dalam menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tanggung rasa. Tujuan Institusional Sistem persekolahan di negara kita adalah berjenjang yang melembaga pada suatu tingkatan. dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. dan Mencintai bangsa dan sesamanya. Selanjutnya dalam GBHN telah digariskan tujuan Pendidikan Nasional adalah : Tujuan Pendidikan pembangunan pengetahuan sehat dan Nasional adalah membentuk manusia jasmani dan rohaninya. Berbudi pekerti yang luhur .

Selanjutnya kita akan mengenal tujuan institusional SD. Sebagai gambaran maka dapat kita kemukakan kerangka tujuan pendidikan di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) sebagai lembaga Pendidikan Guru yaitu I. ialah agar lulusannya: a. Dalam hubungan ini kita akan mencoba memberikan gambaran tentang tujuan umum dan khusus pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru : (1) Tujuan Unrum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: 117 . Memiliki pengetahun. SMA. Pengetian Pendidikan II. Sehat jasmani dan rohani. Hal ini disamping untuk menghindari penyimpangan juga untuk menghindari salah penafsiran yang emungkinkan tidak tercapainya Tujuan pembangunan dan pendidikan nasional. c. SPG dan sebagainya. Agar tidak tercapai penyimpangan maka tiap tujuan institusional harus didahului dengan pengertian pendidikan. Tujuan Khusus Sekolah Pendidikan Guru. Dasar Pendidikan III. dasar pendidikan dan tujuan pendidikan nasional. Menjadi warga negara Indonesia yang bemoral Pancasila yang memiliki sifat-sifat yang bark dan konstruktif sebagai warga masyarakat. STM. Tujuan Pendidikan Nasional IV. b. SKKA. Tentu saja tujuan institusional itu hendaknya menceminkan dan menggambarkan tujuan pendidikan nasional yang akan dicapai melalui lembaga pendidikan itu. SMP. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. serta menerima dan percaya kepada kaidah-kaidah dan cara-cara pengalaman agama masing-masing baik dalam peribadatan maupun kehidupan lainnya.

6. 3. 4. Ilmar Pengetahun Alam 9.1. Agama/Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Malia Esa yang dianutnya. O1ah raga. Melaksanakan tugasnya secara efektif sebagai guru di Lembaga Pendidikan Dasar yaitu SD atau TK. Perkembangan dan perjuangan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya. 4. Bahasa Indonesia yang tepat dan baik. seni musik dan atau seni drama dan tari. 118 . dalam bidang : 1. (2) Tujuan Khusus Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru ialah agar lulusannya : a. 7. 5. pergaulan sekolah dan keluarga secara bertanggung jawab. Kesenian yang meliputi seni rupa. Matematika 8. Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis yang bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid-murid daur anak-anak. Menggunakan prinsip kemanusiaan. kesehatan dan rekreasi. Mengembangkan dan mengamalkan ilmu dan profesinya. Menggunakan pronsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi dan masyarakat. 2. Bahasa Inggris yang cukup untuk memahami uraian yang sederhana. 3. 2. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. Ilmu Pengetahuan Sosial 10. Dasar pembinaan Moral Pancasila sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945. 5. Memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk kepentingan dirinya dan atau untuk melaksanakan program pengajaran di SI).

Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. psikologis perkembangan. Memiliki nilai dan sikap yang meliputi 1. 6. dasar psikologis dan interaksi belajar mengajar. kerajinan dan teknik. pertaman. metodik khusus untuk tiap bidang studi yang diajukan pendidikan dasar dan pendidikan dan pengembangan. Pendidikan keterampilan yang meliputi jasa.11. Memiliki keterampilan yang diperlukan untuk 1. Menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melaksanakan penelitin sederhana. dan alat yang sesuai kemampuan mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan dan memberikan bimbingan kepada murid yang menghadapi kesulitun. 3. Berinteraksi dengan murid. 7. 8. 2. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Mengarang dan menulis. alat bantu dan komunikasi pendidikan. bimbingan dan penyuluhan. teknik penilaian pendidikan. 12. Memimpin dan melaksanakan tugas administrasi sekolah. peternakan dan atau perikanan. dasar dan tujuan pendidikan nasional Indonesia. masyarakat dan kalangan dunia pendidikan. metodik dan didaktik umum. Merencanakan dan melaksanakan interaksi edukatif dengan murid dalam mengerjakan bidang pengajaran yang diberikan di pendidikan dasar yang meliputi kemampuan menyusun program pengajaran. 119 . c. Berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila dan sehat. b. Melaksanakan kegiatan dalam memanfaatkan sumber lingkungan. 4. psikologis pendidikan. 5. Ilmu Keguruan dan meliputi pedagogik. kemampuan melaksanakan program yang telah disusun dengan menggunakan metode teknik.

bersedia untuk menyesuaikan diri kepada berbagai kepada keadaan anak dan memperlakukan anak secara obyektif. Atau dengan kata lain maka penjabaran dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan harus nampak pada tujuan kurikuler ini. Tujuan Kurikuler Suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan akan memberikan sejumlah isi pengajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga merupakan sejumlah pengalaman belajar yang menunjang tercapainya tujuan Pendidikan. 3. peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Cinta kasih kepada anak. terruama dalam hubungannya dengan profesi keguruan dan pendidikan. Makarya dan efisien. 8. berdedikasi. terbuka.2. Tentu saja karena ini merupakan hirarki dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan nasional maka tujuan kurikuler ini harus mencerminkan dan mengambarkan tujuan ilistitusional dan tujuan pendidikan nasional itu. 5. bersedia untuk bertindak sebagai perintis. Dalam hal ini maka menurut SPG ditetapkan sejumlah 11 (sebelas) tujuan kurikuler yang barus dicaapai oleh seseorang anak/siswa setelah menamatkan pendidikan di SPG. dan selektif terhadap pengaruh kebudayaan asing. Rendah hati. bercita-cita untuk maju. Mempunyai kebiasaan membaca dan belajar dengan baik. percaya kepada diri sendiri. 6. loyal dan bertanggung jawab kepada tugas dan mengutamakan prestasi. 120 . Dalam hal ini dapatlah dirumuskan babwa yang dimaksud dengan tujuan yang akan dicapai setelah si anak mengikuti sejumiah program pengajaran yang diberikan dalam lembaga pendidikan itu. Menghargai seni budaya bangsa sendiri. 9. 4. 3. Disiplin. Hidup sehat. 7. Bersedia untuk saling mengoreksi cara-cara mengajar yang bisa dilakukan.

Dalam tujuan ini diharapkan setelah anak menerima pelajaran terjadi perubahan tingkah laku yang nyata dan dapat diukur. menghitung. c. Tujuan instruksional umum yang sudah dirumuskan didalam kurikuler. 2. TIK hendaknya mempakan hasil belajar siswa. Tujuan Instruksional Tujuan instruksional ini merupakan penjabaran yang terakhir dari tujuantujuan yang terdahulu dan lebih atas. meyakini dan sebagainya.4. menghargai. Komponen Materi (Isi dan Struktur Program) 1. Guru dalam merumuskan tujuan ini hendaknya memperhatikan hal-hal ini yang merupakan syarat TIK : a. memahami. menunjukan. dan sebagainya. TIK hendaknya mengunakan istilah -istilah yang operasional misainya menuliskan. b. serta menghindari istilah-istilah yang non operasional misalnya mengetahui. b. Isi Kurikulum Sebagai mana kurikulum 1975 maka untuk kurikulum SPG yang berlaku saat berisi : (1) Pokok-pokok bahasan adalah merupakan perincian bidang pengajaran untuk dijadikab bahan pelajaran bagi para. menyebutkan. TIK hendaknya terwujud dalam tingkah laku yang spesifik. siswa agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan 121 . Untuk tujuan instruksional im kita bedakan 2 (dua) jenis tujuan yaitu : a. Dalam pelaksanaannya tujuan ini harus dirumuskan pada saat penyusunan atuan pelajaran. TIK hendaknya megandung hanya satu jenis tingkah laku. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) untuk Tujuan ini perumusannya dilakukan oleh guru sendiri pada saat menyusun satuan pelajaran. Tujuan ini diharapkan dapat tercapai pada saat terjadinya proses belajar mengajar secara langsung yang terjadi pada setiap hari.

Bahasa Inggris. orang ( camat. Matematika. Sruktur Program Untuk struktur program ini jelasnya dapat dilihat pada lampiran. stasiun dan sebagainya). Pendidikan Keterampilan. adalah merupakan penjelasan terperinci dari setiap bidang pengajaran yang telah ditentukan pembagian dan penyebaran waktunya dalam seminggu. Program pendidikan (di SPG) Program Pendidikan di SPG terdiri dari : 1. petani. Pendidikan Moral Pancasila. Desa. Sumber ini dapat berupa tempat (museum. majalah. 3. o1ah Raga dan Kesehatan. 2. dari semester yang satu ke semester yang berikutnya (3) Sumber bahan yaitu bempa resources dimana proses belajar mengajar memperoleh sejumlah pengalaman belajar. Pendidikan Kesenian. sopir dan sebagainya). dalam GBPP berisi: (a) Tujuan kurikululer (b) Tujuan instruksional (c) Pokok babasan/sub pokok bahasan (d) Bahan pengajaran (e) Sumber bahan. kantor. semester seperti yang diatur dalam struktur program kurikulum. Pergajaran di SD/pendidikan spesialisasi/pembangunan meliputi IPS. 3. Pendidikan Keguruan meliputi ilmu keguruan dan praktek keguruan. 2. atau barang cetakan (buku. catur wulan. Bahasa Indonesia. brosur dan sebagainya. Pendidikan untum meliputi pendidikan Agama.) (4) Garis-garis besar program pengajaran (GBPP).(2) Bahan pengajaran adalah mutan penyampaian pokok bahasan tersebut dari yang satu ke tahun pelajaran yang berikutnya. Koomponen Organisasi don Strategi 122 . kep. surat kabar.

IPA. Struktur Vertikal Struktur vertikal suatu kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum tersebut dilaksanakan melalui : 3. program pendidikan keguruan. 123 . Kelompok-kelompok mata pelajaran yang kita sebut bidang studi (broadfield) misalnya IPS. Matematika dan sebagainya. 5. program spesialisasi dan sebagainya. a. Ilmu bumi dan sebagainya.Disamping tujuan dan isi. Program tanpa kelas. II. 1. 2. misalnya apakah sistem semester atau catur wulan. 4. Struktur Horizontal Struktur horizontal suatut kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum im diorganisasikan dalam bentuk : 1. 3. dimana perpindahan dui suatu tingkat program ke tingkat program berikutnya dapat dilakukan setiap waktu tampa harus menunggu teman-teman yang lain. dalam struktur horizontal tercakup pula jenis-jenis program yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut. Organisasi Struktur (susunan) program suatu kurikulum mengenai apa yang disebut struktur horizontal dan struktur vertikal. b. III dan seterusnya dimana kenaikan kelas diadakan disetiap tahun secara serempak. Mata-mata pelajaran secara terpisah (subjec centered) misalnya : Biologi. Sejarah. misalnya program pendidikan unnum. Selanjumya. Kesatuan program tanpa mengenai mata pelajam maupun bidang studi (integrated program). Kesenian. Sistem kelas misalnya kelas l. Selanjutnya. Kombinasi antara sistem A dan B. Fisika. setiap kurikulum mengandung unsur organisasi dan strategi. dalam struktur vertikal ini tercakup pula sistom unit waktu yang digunakan.

Dengan polipragmatis dimaksud adalah penggunaan satu metode untuk mencapai tujuan lebih dari satu tujuan. Dengan metode ini proses pengajaran (belajarmengajar) dipandang sebagai suaw sistem. Adapun macam-macam metode dapatlah kita kemukakan sebagai contoh metode ceramah. Dalam hal ini tentu saja metode yang dipergunakan hendaknya relevan terhadap tujuan yang ditetapkan sebelumnnya. 124 . demonstrasi. tanya jawab. termasuk cara (metode) mengajar dan pelajaran yang digunakan. atau dengan kata lain kita harus memperhatikan tujuan dan situasi. sosiodrama. isi kurikulum pada setiap tingkat atau kelas. Komponen metode ini menyangkut komponen metode atau upaya apa saja yang dipakai agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Untuk itu guru harus mengetahm kapan ia harus menggunakan metode mengingat sifat-sifat polivalent dan polipragmatis dari suatu metode. dengan mempertimbangkan kemampuan guru. cara didalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan cara dalam mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan. 2. Dalam pelaksanaannya tidak ada satu metode yang baik untuk segala tujuan.Akhirnya struktur program ini menyangkut pula masalah penjadwalan dan pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi. Dalam penympaian seperti kurikulum yang berIalw niisalnya (kurikulum 1975) kurikulum SPH juga menggunakan pendekatan PPSI yang dikembangkan melalui satuan pelajaran dan modul. lingkungan anak serta sarana pendidikan yang ada. karyawisata. sedang polivalent adalah penggunaan lebih dari satu metode untuk mencapai satu tujuan. dan didalam mengadakan penilaian. karena suatu metode cocok untuk mencapai suam tujuan akan tetapi belum tentu cocok untuk mencapai suatu tujuan yang lain. eksperimen. Strategi Strategi pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh didalam melaksanakan pengajaran. Cara dalam melaksanakan pengajaran mencakup baik cara yang berlaku secara umum maupun cata dalam menyajikan setiap bidang studi. pemberian tugas.

Tenaga teknis non edukatif misaInya tenaga tata usaha. Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG) meliputi a. laboratorium. Tenaga edukatif yang tidak mengajw seperti konselon c. kantor. 4. Sarana Administrasi Pendidikan administratif disini dapat disebutKan sebagai Pedoman Khusus Bidang Pengajaran Pedoman Penyusunan Sawn Pelajaran Pedoman Praktek Keguruan Pedoman Bimbingan Siswa Pedoman Administrasi Dan Supervisi 125 . kerja kelompok diskusi. menyediakan bahan alat atau media pendidikan. seminar dan sebagainya. penggunaan dan menyempurnakan program pendidikan. sumber yang instruksional atau pengalaman belajar dan sebagainya. Sarana personal yang terdin dan a. d. b. 3) Biaya operasional yaitu tersedianya biaya dan dana untuk penyelengguaan pendidikan. serta member! bimbingan.bermain peranan. Sarana Kepemimpinan Sarana kepemimpinam ini akan memberi dukungan dan pengamanan pelaksanaan. simposium. 2) Sarana fisik yang terdin dari gedung sekolah. c. Guru b. Sarana material yang terdiri dari 1) Bahan instruksional dalam bentuk bahan instruksional. teksbook. lapangan batsman sekolah dan sebagainya.

an teori belajar yang baru dan perubahan tuntutan masyarakat terhadap fungsi sekolah. Sekolahpun mempalari keperluan dari masyarakat. KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 126 . Titik sampai berarti kuirikulum harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat merealisasikan perkembangan tertentu. Untuk itu maka sekolah termasuk juga didalamnya termasuk juga harus peka terhadap perubahan-pembahan yang terjadi di masyuakat. sedangkan uraian secara detail dapat dibaca pada kurikulum man dapat dijabarkan sendiri sesuai dengan kondisi Indonesia.1. perbedaan latar belakang murid.2. seperti dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tuntutan-tuntutan sejarah masa lalu. 1. Disamping itu penilaian terhadap kurikulum dimaksudkan juga sebagai feedback terhadap tujuan. Landastur Pengembangan Kurikulum 1. Titik tolak berarti pengembangan kurikulum dapat didorong oleh pembahaman tertentu seperti penemu. sebagai gambaran ummin kami paparkan pandangan tiga ahli kurikulum. Oleh karena itu kurikulum sebagai bahan konsumsi dari anal didik dm sekaligus juga konsumsi bagi masywakat juga harus dinilai terus menems serta menyclums terhadap bahan atau program pengajuan. nilai-nilai filsafat suatu masyarakat dan tuntutan-tuntutan kultur tertentu.e. Komponen Evalusasi Pendidikan adalah sebagian dari keperluan manusia. Sedangkan penilaian dapat dilakukan oleh semua pihak baik dari kalangan masyarakat luas maupun dari kalangan petugas-petugas pendidik. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Landasan Pengembangan Kurikulum dapat meniadi titik tolak sekaligus titik sampai. materi metode dan sarana dalam rangka membina dan memperkembangkan kurikulum lebih lanjut. Disini hanya dipaparkan landasan secara umum dan sepintas. Tentang landasan ini para ahli mengemukakan berbagai pendapat.

1.Dynamic children’s learning Theory individual growth 4. Psikologis Child learner as values of e free society a . Aspek Filosofis Saylor & Ausbrey Haan Alexander An Expression Methods & of values 3. Pengembangan Kurikulum No 1. - 127 . “Scientific” growth. Aspek Sosiologi Saylor & Alexander Contenporary Ausbrey Haan The variety of background children Hilda Taba The society The analysis of analysis culture Current conception of the funtions of the school No 2. Complex Social and culture learning The extension of learning The nature knowledge The content of the disciplines of of of Psycology of learning Learning theories The concept of Hilda Taba development The transfers of learning factor that Contribute to children’s personality 5.

Apabila diajukan pertanyaan : apakah kurikulum. Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. Kurikulum. dalum kenyataannya telah melalui suatu jalur 128 . berikut merupakan penyimpulan dari konsep-konsep kurikulum yang terdiri dari (i). dan (v). Adanya jawaban yang bervariasi terhadap pertanyaan tersebut sesuai dengan pendapat para ahli yang juga bervariasi mengenai pengertian kurikulum im. Pada pendidikan formal terdapat jenjang jenjang pendidikan yang selalu berakhir dengan ijazah atau Surat Tanda Tamat Behijar (STTB). Labih lanjut Zais (1976) mengemukakan berbagai pengertian kurikulum. sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah. (v). (1976 : 6). kurikulum sebag pengelaman belajar. (vii). a. Seseorang yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. Kurikulum sebaga sistem produksi sceara teknologis. kurikulum merupakan syarat mutlak dalam pendidikan formal. Kurikulum sebagai suam rencana pembelajaran. Kurikulam sebagai pengetahuan yang diorganisasikan. (iv). (vi). tidak ada pendidikan formal tanpa ada kurikulum. dan (v). Seperti kita ketahai bersama. itu ? setiap orang yang ditanya akan menjawab sama atau berbeda satu sama yang lain. dari secara tradisional kurikulum sekolah disajikan seperti itut (ibarat jalan) bagi kebanyakan orang jais. Kurikulum sebagai program pelajaran. yakni : (i). Kurikulum sebagai kehidupan terbimbing. Kurikulum sebagai arena pengajaran. Kata "kurikulum" berasal dari satu kata bahasa asing yang berarti "jalur pacu". (vi). Sedangkan Tanner dan Tanner (1980) mengungkapkan konsep-konsep : (i). dan (ix). kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing. Kurikulum sebagai modus mengajar. Kurikulum sebagai pengalaman. (ii). Boleh dikata. (iii). (iii). Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Kurikulum sebagai isi pelajaran. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. Kurikulum sebagai tujuan. (viii). (iii). (ii). (vi Kurikulum sebagai basil belajar. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan. (ii). Untuk memudahkan dan menyederhanakan pembahasan. kurikulum sebagai suatu rencama (tertulis) untuk dilaksanakan.

1976 : 7). Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dapat kiranya disimpulkan bahwa kurikulum mempakan jalan yang berisi sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus dilalui untuk meraih ijazah. c. Alexander dan Saylor (1974 dalam Bondi dan Wiles. b. akademi atau universitas dan para anggota stafnya.pacuan yang terdiri dari berbagai mata pelajaran/bidang studi beserta isi pelajarannya dan berakhir pada ijazah. jika ada orang yang bertanya : apa kurikulumnya ? seringkali dijawab bahwa kurikulum adalah PMP. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah mengisyaratkan adanya sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus diselesaikan oleh siswa. orang sering menyebut bahwa isi dari pelajaran tertentu dalam program dikatakan sebagai kurikulum (Zais. Babasa Indonesia dan yang lain. tidaklah mengejutkan apabila ada orang mengemukakan kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. secara jelas menunjukkan kepada kita bahwa kurikulum didefenisikan sebagai suatu rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses mengajar/belajar di dalam arahan dan bimbingan sekolah. 1976 : 6 ). Para pendidik profesional juga memandang curriculum as the relatively standardize grown coveret by students in their rece toward the finish line (diploma)" (Zais. Winecoff (1988 : 1). "Defenisi kurikulum seperti dikemukakan oleh Winecoff (1988) tersebut. 1989 : 7) mengungkapkan pula bahwa kurikulum sebagai suatu rancangan untuk 129 . Lebih jauh. 1988 : 2). bahkan sampai sekarang masili sering terbaca ataupun terdengar. Dengan demikian. Jawaban bahwa kurikulum terdiri dari berbagai mata pelajaran sudah sejak lama ada. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. college or university and its members. Kurikulum sebagai mata don isi pelajaran. Schubert (1986) mengemukakan bahwa penyebutan kurikulum yang demikian sama halnya menyamakan kurikulum dengan mata pelajaran (Sumantri. Selain itu. mengemukakan : "The curriculum is generally difined as a plan the developed Ii facilitate the teachingfleaming process under the direction and guidance of a school.

Kurikulum sebagai sam rencana kegiatan pembelajaran sudah selayaknya mencakup komponen-komponen kegiatan pembelajaran. yang secara sistematis dikembangkan dengan bantuan sekolah (atau universitas) agar memungkinkan siswa menambah penguasaan pengetahuan dan pengalamannya. Popham dan Baker mendefiniskan kurikulum sebagai 'All planner leaming out comes for whkh the scholl is responsible" Tanner & Tanner. Secara jelas diutarakan oleh Popham dan Baker bahwa semua rencana hasit belajar (Kamig out comes) yang merupakan tanggung jawab sekolah adalah kurikulum. e. Kurikulum sebagai pengalaman belajar. dapatlah kita menandai bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengimplementasian kurikulum tersebut akan memperoleh pengalam belajar. Jelas defenisi Krug ini menunjukkan kepada kita bahwa semua yang bemaksud dipakai oleh sekolah 130 . Foshay mengamati bahwa sebelum tahun 1930-an istilah kurikulum dideferusikan sebagai "semua pengalaman seorang siswa yang diberikan dibawah bimtbingan sekolah" (Tanner & Tanner. Adanya defenisi ini mengubah pandangan penanggung jawals sekolah dari kurikulum sebagai alat menjadi kurikulum sebagai tujuan. 1980: 14) sedangkan Krug (1956 dalam Zais. namun demikian komponen-komponen kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam kurikulum masih bersifat umum dan luwes untuk lanjut oleh guru. Dari empat konsep kurikulum yang diuraikan sebelumnya. 1976 : 8) menunjukkan kurikulum sebagai "All the means employed by the school to provide students with opportunities for desirable leaming experiences".menyediakan seperangkat kesempatan belajar agar mencapai tujuan. Kurikulum sebagai hasil Belajar. Namun demikian bukan berarti dalam kurikulum tidak diorganisasikan cara-cara sistematis untuk mewujudkan hasil-hasil belajar yang diharapkan. 1980 : 24). Bahkan Tanner & Tanner (1980 :43) memandang kurikulum sebagai rekonstruksi pengetahuan dan pengalaman. kurikulum sebagai hasil belajar mempakan serangkaian hasil belajar yang diharapkan. Dengan demikian. d.

Kelima konsep tentang kurikulum. Landasan Pengembangan Karikalum Kurikulum merupakan wahana belajar mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat (Depdikbud. bila dikaji merupakan konsep kurikulum yang cukup lengkap dn menyeluruh. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. 1986: 1). dan (v).untuk menyediakan kesempatan-kesempatan bagi siswa memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperlukan sekali adalah kurikulum. kurikulum sebagai pengalaman belajar mencakup pula tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan sesuatu. Kurikulum sehagai jalan meraih ijazah. Kunkulum sebagai mata dan isi pelajaran. 1989 : 15). Guru dapat memilih satu atau lebih konsep kurikulum yang dijadikan acuannya. Dalam UU RI No. 131 . Rumusan penjabaran kurikulum seperti termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. sedangkan dalam pasal 37 menyebutkan: " kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan. yakni : (I). (iv). Dalam rumusan tersebut tampak dengan jelas bahwa kurikulum perlu dan harus dikembangkan. 1989: 3).Kurikulum sebagai hasil belajar. (iii). semua benar tergantung dari cara memandangnya. Berdasarkan defenisi kurikulum. (ii). Kurikulum sebagi rencana kegiatan belajar. 2. belajar tersebut dapat diperoleh di dalam sekolah maupun di luar sekolah sepanjang direncanakan atau dibimbing pihak sekolah. 2 tahun 1989 pasal 1 (9) menyebutkan bahwa : " kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan" serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar " (Depdikbud. kurikulum sebagai penglaman belajar. Dengan demikian. kebutuhan pembangunan nasioanal. sesuai dengan jenis dan jenjang masingmasing satuan pendidikan " (Depdikbud.

Seperti yang tercantum dalam kurikulum SP. Agar pengembangan kurikulum dapat berhasil sesuai dengan yang diinginkan. atau siswa ? Apa prosedur yang akan digunakan dalam pembuatan kurikulum. konlisi fakultas (staf pengajar) atau konsultasi universitas ? jika komisi yang digunakan. (2) rancangan suatu program. Joni. petunjuk administratif. Nilai dasar yang mempakan falsafah dalam penyelidikan manusia seutuhnya. Landasan Filosofis. yang acapkali disebut sebagai determinan (faktor-faktor penentu) pengembangan kurikulum. (3) penerapan serangkaian pengalaman yang berhubungan. 1976 : 17) sedangkan Bondi dan Wiles (1989 : 87) mengemukakan babwa pengembangan kurikulum yang terbaik adalah proses yang meliputi banyak hal yakni : (1) kemudahankemudahan suatu analisis tujuan. yaitu : (1). dalam landasan program dan pengembangan dikemukakan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada tiga unsur. 1962 : 6). Segala kehendak yang dimiliki oleh masyarakat merupakan sumber nilai yang memberikan arah pada pendidikan. 1986 : 1). (3). guru.Adapun yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimna pembuatan kurikulum akan berjalan. maupun surve lainnya. Secara singkat. Landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotannya (Depdikbud. Hal tersebut meliputi pertanyaan-pertanyaan berikut : Siapa akan dilibatkan dalam pembuatan kurikulum. bagaimana mereka akan diatur ? (Zais. Pendidikan ada dan berada dalam kehidupan masyarakat sehingga apa yang dikehendaki oleh masyarakat untuk dilestarikan diselenggarakan melalui pendidikan (dalam arti seluas-luasnya) (Raka. Dengan 132 . a. pengembangan kurikulum adalah suatu perbuatan kompleks yang mencakup berbagai jenis keputusan (Taba. dan (4) peralatan dalam evaluasi proses ini. maka dalam pengembangan kurikulum diperlakan landasan-landasan pengembangan kurikulum. baik berdasarkan penilaian kurikulum studi. (2). orang tua. 1983 : 6). Hal yang dikemukakan dalam "Landasan Program dan Pengembangan Kurikulum" merupakan contoh adanya landasan-landasan pengembangan kurikulum. administrator. Fakta empirik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum.

nilai kebaikan. hakikat sistem nilai. mencakup Nilai-nilai nilai-nilai keagamaam nilai-nilai berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap ajaran dan nilainilai agama yang mereka anut. Oleh karena itu landasan filosofis pengembangan kurikulum adalah hakikat realitas. landsaan Sosial. hakikat keindahan dan hakikat pikiran (Winecoff.demikian pandangan dan wawasan yang ada dalam masyarakat merupakan pandangan dan wawasan dalam pendidikan.agama yang ada dalam masyarakat merupakan bahan kajian pengembangan kurikulum untuk digunakan sebagai landasan pengembangan kurikulum. Oleh kreena nilai agama berhubungan dengan 133 . ilmu pengetahuan. atau dapat dikatakan bahwa filsafat yang hidup dalam masyarakat merupakan landasan filosofis pertyelenggaraan pendidikan. b. landasan filosofis pengembangan kurikulum dari satu sistem berbeda dengan pendidikan yang lain. hakikat nilai kebaikan. yakni nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya yakni pancasila.Agama. hakikat ilmu pengetalman. Filsafat boleh jadi didefinisikan sebagai suatu studi tentang : hakikat realitas. Secara logis dan realistis. dan hakikat pikiran yang ada dalam masysarakat. individu-individu itu pada taaftaraf tertentu juga mempunyai pengaruh terhadap masyarakat (Raka Joni. Masyarakat adalah suatu kelompok individu-individu yang diorganisasikan mereka sendiri ke dalam kelompok-kelompok berbeda ( Zais. 1983 :5) kebersaman individu-individu dalam masyarakat diikat dan terikat oleh nilai-nilai individu yang menjadi pegangan Mdup dalam interaksi di antana mereka. 1988: 13). Nilai-nilai yang perlu dipertahankan dan dihomati oleh individu-individu keagamaan dan dalam masyarakat sosial tersebut. Realitas sosial-budaya . Masyarakat sebagai kelompok individu-individu mempunyai pengaruh terhadap individu-individu dan sebaliknya. keindahan. 1976 : 157. Juga landasan filosofis pengembangan kurikulum dan suatu lembaga berbeda dengan lembaga yang lain. 1983 : 5 ). budaya. sistem nilai.Budaya . Untuk landasan filosofis pengembangan kurikulum secara cepat dan tepat kita pastikan. Raka Joni. Perbedam tersebut sangat terasa dalam masyarakat yang majemuk.

1983 : 40) bahwa sumber ratusan ribu nilai yang ada dalam masyarakat ntuk perkembangan melalui proses pendidikan ada tiga yaitu : pikiran ( logika). 134 . maka masyarakat memanfaatkan pendidikan yang dirancang melalui kurikulum. temasuk didalamya perubahan ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik ( siswa) meng hadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat ( Raka Joni. sedangkan seni bersumber pada perasaaan atau estetika. maka pada umumnya bersifat langgeng sampai masyarakat pemeluknya melepaskan kepereayaannya (Rika Joni. atau penolakan dan pelepasan nilai-nilai sosial budaya-agama. Oleh karena itu. Landasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Mengingat pendidikan merupakan upaya penyiapan siswa menghadapi perubaban yang makin pesat. Dengan demikian. 1983: 25 ).kepereayaan. sehingga dalam mencrima. Ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah nilai-nilai yang bersumber pada pikiran atau logika. tehnologi. nilai-nilai sosial budaya lebih bersifat sementara bila dibanding nilai-nilai keagamaan. perasaan (estetika). kebudayaan dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang memiliki kompleksitas tinggi (Zais. Namun dengan demikian menurut Damd Joesoep (1982 dalam Raka Joni. menyebarluaskan. c. Sedangkan seluruh nilal yang telah disepakati oleh msyarakat dapat pula tersebut. 1983 : 5). Perubahan masarakat mencakup nilai yang disepakati oleh masyarakat tersebut. 1987: 157). sedangkan seluruh nilai yang disepakati oleh masyarakat dapat pula disebut sebagai kebudayaan. Jelas kiranya bagi kita. dan seni. melestrikan dan atau melepaskannya manusia menggunakan akalnya. Nilai-nilai sosial. apabila terhadap nilai-nilai sosial budaya yang tidak berterima atau bersesuaian dengan akaInya akan dilepaskan. dan kemuan (etika). mengapa salah satu landasan pengembangan kurikulum adalah nilai-nilai sosial-budaya-agama. Untuk menerima melaksanakan. pelestarian. Oleh karena itu.budaya masyarakat bersumber pada basil karya akal budi manusia. menyebarluaskan.

metode dan 135 . Pengertian kurikulum dan Iandasan-landasan pengembangan kurikulum yang telah diuraikan sebelumnya. 1. 1962: 425) mengemukakan 4 (empat) elemen. Perkembangan masyarakat akan menuntut tersedianya proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kurikulum masyarakat landasan maka.d. 1962 : 422) bahwa "it is important as a part of a compherensive theory or organization to indkate just what kinds of elements. seorang pengembang terlebih dahulu mengenal konaponen atau elemen atau unsur kurikulum. Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang.landasan pengembangan kurikulum. yakni : tujuan (obejetives). Herrck (1950 dalam Taba. 1988:66). 1. An in a given currkulum it is important to identify the partkular elements that shall be used" Dari pemyataan Tyler tersebut. Komponen dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum. dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat. diperlukan rancangannya berupa berupa yang pengembangannya perkembangan masyarakat itu sendiri. Landasan perkembangan masyarakat. lpteks mendukung kegiatan msyarakat. Nilai-nilai sosial budaya agama akan merupakan penyaringan nilai-nilai lain yang menghambat perkembangan masyarakat. Komponen kurikulum Sebelum melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum. nilai-nilai. Mungkin pada msyarakat tertentu perkembangannya tersebut sangat lambat tetapi masyarakat lainnya cepat baik sanggat cepat (Nana Sy Sukmadinata. dan kebutuhan msyarakat akan membantu menetapkan perkembangan yang dilaksanakan. Perkembangan masyarakat juga dipengaruhi oleh falsafah hidup. Tugas-tugas berikut ini akan membantu memantapkan perasaan anda mengenai pengertian kurikulum dan landasan . tampak pentingnya mengenal komponen atau elemen atau unsur kurikulum.3. ipteks. mata pelajaran (subject matter). Seperti yang dikemukakan Tyler (1950 dalam Tabs. Falsafah hidup akan mengarahkan perkembangan masyarakat. akan merupakan dasar untuk mengkaji pembelajaran dan pengembangan kurikulum lebili lanjut.

1976 : 297). goal. a. Tujuan yang terbawah dari hirarki tuju" kurikulum Indonesia adalah tujuan pengajaran. dan tujuan pengajaran. tetapi memberikan arah dan fokus untuk selmh program pendidikan (Zais. diikuti tujuan kurikuler. Hirearki vertikal tujuan kurikulum di Indonesia. Tujuan pendidikan nasional merupukan tujuan kurikulum tertinggi yang bersumber pada falsafah bangsa (pancasila) dan kebutuhan masyarakat tertuang dalam GBHN dan UU-SPN. Adanya klasifikasi tujuan kurikulum seperti yang disampaikan oleh Zais juga tersurat dalam tujum kurikulum indonesia. karekteristik mata pelajaran bidang studi.. Tujuan pengajuan 136 . Sedangkan ahli yang lain mengemukakan bahwa kurikulum terdiri dari 4 komponen dasur: (1) aim. bersumber pada tujuan tiap jenjang pendidikan dalam UU-SPN. Tujuan. dan objetives. karena tidak ada satupun aspekaspek pendidikan yang lain bertentangan dengan tujuan. paling tinggi adalah tujuan pendidikan nasional. yang ketiganya mempakan suatu hirarki vertikal. Lebili lanjut Zais (1976 : 307) mengklasifikasik" tujuan menjadi tiga yakni aims. don (4)evaluations (Zais. menjabarkan tujuan kurikuler dan bersumber pada karakteristik mata pelajaran/bidang studi dan karakteristik siswa. 1976: 295). isi atau materi. Tujuan kelembagaan (tujuan institusional) mempakan tujuan yang menjabarkan tujun pendidikan nasional. organisasi. Berdasarkan uraian tentang komponen-komponen kurikulum sebelumnya. materil pengalaman belajar. (3) leaming activities. and objektive. karakteristik lembaga. yakni suatu tujuan yang. dan kebutuhan masyarakat. Sukmadinata (1988 : 110) menemukan empat konaporten dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan. Nana Sy. Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum mempakan kekuatankekuatan fundamental yang peka sekali. kemudian tujuan kelembagaan. dan evaluasi (evolution). goals. proses atau isi penyampaian. Dalam kenyataannya aspek-aspek pendidikan selalu mempertanyakan tentang tujuan. yakni komponen kurikulum yang terdiri dari : tujuan. serta evaluasi. karena hasil yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum.organisasi (method and organization). (2) content. dan evaluasi. Apa yang diutarakan oleh Zais mengenai pentingnya tujuan adalah benar adanya.

tujuan bidang studi. vertikal di Indonesia tertampak dalam draft kurikulum tahun 1994/1995. tersurat seperti terurai sebelumnya. Secara garis besar hierarki tujuan kurikulum dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut. Materi pengalaman belajar. Hirarki tujuan kurikulum vertikal yang tersurat dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut diawali dari tujuan pendidikan nasional. b. Untuk memperjelas uraian.terbagi menjadi dua macam. tujuan tersusun hirarki vertikal dari yang tertinggi ke yang terendah dan sebaliknya. Jenjang Tujuan Tujuan Pendidikan Tujuan Kelembagaan Tujuan Kurikuler Tujuan Pengajaran Dokumen Penanggung Jawab UU SPN & GBHN Menteri Dikbud Kurikulum Tiap Kepala Sekolah Lembaga GBBP GBPP & Guru Mata Pelajaran / Bidang Studi / Kelas Rancangan Guru Mata Pelajaran Pembelajaran tersurat sampai secara dengan tahun vertikal Kurikulum tersebut Yang dapat Disempumakan Hierarki berkembang saja (KYD) tujuan atau SD/SLTP/SLTA kurikulum 1984/1985 atau 1985/1986. tujuan kurikuler. berikut mempakan hirarki nujuan kurikulum Indonesia. Apabila dikaji lebih lanjut akan kita temukan bahwa dalam perumusannya. Hal yang mempakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan fonnal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum) supaya keinginan tujuan kurikulum dapat dicapai 137 . tujuan kelas dan tujuan catur wulan serta Tujuan pengajaran. dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan atau perkembangan zaman. untuk pencapaiannya secara hirarki vertikal daii tujuan yang terendah ke tujuan yang lebib tinggi. kemudian tujuan kelembagaan. ditujukan untuk lebili tajam diharapkan dapat memudahkan guru menjabarkan. yakni Tujuan Umum Pengajoran (TUP) dan Tujuan Kbusus Pengajaran (TKP). Pengembangan hierarki kurikulum secara. Hirarki tujun kurikulum secara vertikal di Indonesia seperti terurai sebelumnya.

Pentingnya materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar dapat kita lihat pada pernyataan Taba (1962 : 263) berikut ini : Selecting the content. dan organisasilmateri dan pengalaman belajar (Taba. Hal ini berarti kita memandang kurikulum sebagai suatu rencana untuk belajar. Sukar dan kompleknya pengorganisasian kurikulum dikareakan kegiatan tersebut bertalian dengan aplikasi serta 138 . keterampilan. dan sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran/bidang studi. nilai-nilai. Organisasi. perlu kita sadari bahwa pengorganisasian kurikulum merupakan kegiatan yang sulit dan kompleks. Namun demikian sebenarnya tidak cukup hanya isil bahan ajaran saja yang dipikirkan dalam kegiatan kurikulum. Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetalman. Perbedaan antara behijar di sekolah dan belajar dalam kehidupan adalah dalam hal pengorganisasian secara formal di sekolah. jelas babwa materi dan pengalaman Belajar dalam kurikulum diorganisasikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan. 1976: 322). Sukmadinata.dengan dan paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalumya dapat disajikan secara efektif (Zais. Selain itu untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan bahan ajaran (Nana Sy. in one of the two central derision in currkulum making. maka kurikulum secara pasti mencakup seleksi. Sedangkan pengalaman belajar dapat diartikan sebagai kegiatan belajar tentang atau Belajar bagaimana disiplin berpikir dan strata disiplin thou. dan tujuan menentukan belajar apa yang penting. Namam demikian. Dengan demikian jelaslah bahwa baik materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar barus dipikirkan dan dikaji serta diorganisasikan dalam pengembangan kurikulum. 1962 : 290). Berdasarkan pendapat Taba tersebut. lebih dari itu adalah pengalaman belajar yang mampu mendukung pencapaian tujuan secara lebili efektif. 1962 : 266). 1988 : 114). with accompanying leaming experiences. Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemikian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan (Taba. and there fore rational method of going about it is a matter of great concert " c.

Evaluasi merupakan komponen ke empat kurikulum. 1976 : 369). tempat yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan-bahan fungsional dari kejadian-kejadian yang meliputi interaksi siswa. material. 139 . Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar sisiwa (basil dan proses) mampun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. dan integrasi. sekuensi kontinuitas. Evaluasi.Masalahmasalah utama organisasi kurikulum berkisar pada ruang lingkup (scope). dapat digunakan sebagai dasan pengembangan kurikulum. evaluasi merupakan bagian integral dari kurikulum. 1988 : 23).pengetahuan yang ada tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Sebagai konponen kurikulum. Kegiatan evaluasi akan memberikan informasi dan data tentang perkembangan belajar siswa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. Dari uraian tentang evaluasi jelaslah bahwa evaluasi bukanlah komponen atau kegiatan pendidikan yang kecil. guru. mungkin merupakan aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil (Zais. Adapun peran evaluasi dalam kurikulum secara keseluruhan baik evaluasi belajar sisiwa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. hingga dapat dilihat keputusan-keputusan pembelajaran dan pendidikan secara tepat. Lebih lanjut Zais (1976 : 378) mengemukakan evaluasi kurikulum secara luas merupakan suatu usaha sangat besar yang kompleks yang mencoba menantang untuk mengkondifikasi proses salah satu dari istilah sekuensi atau komponenkomponen. dan masalah proses pembelajaran (Sumantri. Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis. dan lingkungan.

1994). Pengertian dan Pentingnya Motivasi Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. Ini dapat dikenali dalam proses belajar mengajar di kelas. sebab dan daya penggerak (Echols. Motivasi belajar adalah keseluruhan dari penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan . 1984). 1987). dikenal adanya motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. Motivate sendiri berarti alasan. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh . semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi linggi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. pengalasan dan motivasi. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winskel. Siswa yang mempunyai motiasi belajar tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit putus kesalahan dalam belajarnya (Palardi. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: tertarik kepada guru. menyebabkan dan merangsang. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah penggerak dalam diri seseorang mau melakukan aktifitas-aktifitas tertentu dalam mencapai suatu tujun tertentu pula. mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya 140 .1. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut amok melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata.BAB IV MOTIVASI BELAJAR 4. 1975).

merasa tidak aman. tidak akan dapat belajar dengan baik. dan selalu terkontrol oleh lingkungannya. senang mencari dan memecahkan masalah. Motivasi diakui sebagai hal yang sangat penting bagi pelajaran di sekolah. 141 . Banyak macam motivasi dan para ahli meneliti tentang bagaimana asal dan perkembangannya dan menjadi suatu "daya" dalam mengarahkan kelainan seseorang. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. artinya anak itu suka bekerja sama dengan anak-anak lain dan dengan guru. kebiasaan.terutama kepada guru. dan moralnya selalu dalam kontrol diri. Hewitt (1968) mengemukakan bahwa "attentional set” merupakan dasar bagi perkembangan motivasi yakni yang bersifat sosial. ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa. dan ingin mendapatkan harga dirinya di kalangan kawan sekelasnya. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin. tindakan. yang tidak diterima sebagai anggota masyarakat kelas. dapat mempertahankan pendapatnya. Anak yang lapar. Ada sejumlah tokoh yang meneliti soal motivasi belajar ini. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. Selanjutnya anak itu memperoleh motivasi anak menguasai pelajaran (matery). yang guncang harga dirinya. ia mengharapkan penghargaan dari temantemannya dan mencegah celaan mereka. yang tidak dikasihi. Suatu hal yang penting adalah bahwa motivasi pada setiap tingkat yang diatas hanya dapat dibangkitkan apabila telah diperngaruhii tingkat motivasi di bawahnya. terus menerus dalam waktu lama. maka haruslah terpengaruh tingkat 1-4. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. Motivasi kelakuan manusia merupakan topik yang sangat luas. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. Bila kita ingin anak belajar dengan baik (tingkat 5). tidak mudah melepaskan apa yang diyakini. termasuk penguasaan kemampuan intelektual.

umumnya tinggi pula perolehan belajarnya. umumnya perolehan belajannya juga sedang-sedang saja.Dengan reinforcement yakni penghargaan atas keberhasilannya motivasi itu dapat dipupuk. Sebaliknya. Banyak riset yang membuktikan bahwa tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. Bila taraf ini tercapai. Taraf motivasi tertinggi menurut hewitt ialah motivasi untak "achievemenf' atau keberhasilan yang merupakan syarat agar anak im didorong oleh kemauannya sendiri dan merasa kepuasan dalam mengatasi tugas-tugas yang kian bertambah sulit dan berat. dan tidak perlu di tunggu sampai hasil belajarnya benar sepenuhnya. pembelajaran yang rendah motivasinya. Pentingnya motivasi Secara konseptual motivasi berkaitan erat dengan prestasi atau perolehan belajar. Bahkan pada saat ini. Salah satu hasil peneliti juga menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai motivasi-berprestasi umumnya juga mempunysu prestasi yang lebih tinggi. penghargaan yang diberikan bila hasil belajar anak mendekati bentuk kelakuan yang di inginkan. Juga peneliti lain mengemukakan pentingnya reinforcement berupa pujian. motivasi mi juga sangat prating. Siswa perlu diberitahukan tentang hasil pekerjaanya sehingga ia dapat menilai keberhasilannya dan kegagalannya. maka anak itu sanggup untuk belajar sendiri. 142 . Pembelajaran yang tinggi motivasi. Akhirnya anak itu harus meningkat dalam bentuk penghargaan dari yang konkrit kepada rasa putas atas keberhasilannya menurut standar yang ditentukannya sendiri. Pegawai atau karyawan yang mempunyaj motivasi berprestasi tinggi juga menunjukkan performansi profesional yang diharapkan atau di atas rata-rata teman atau sejawatnya. Dalam kerjapun. rendah pula perolehan belajarnya. Demikin juga pembelajuan yang sedang-sedang saja motivasinya. kaitan antara motivasi dengan perolehan dan atau prestasi ini tidak hanya dalam belajar.

Juga untuk belajar diperlukan motivasi "motivation is dan essential condition of learning". untuk menaklukan puncak tertinggi itu. Motivasi menentukan intensitas usaha anak belajar. ada juga yangg mengembangkan motivasi berprestasi atau motivasi belajar ini menjadi motif berkompetensi yang dimaksud dengan berkompetensi adalah dorongan-dorongan untuk menguasai kompetensi keahliannya. Motivasi melepaskan energi atau tenaga yang ada pada seseorang. Setiap motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. Bahkan. (c) Menyeleksi perbuatan. dengan menyampingkan perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan ini. tak akan menghabiskan waktunya bermain karena. yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Terbukti dengan jelas. bahwa mereka yang mempunyai motivasi kompetensi yang tinggi cenderung lebih mengusai bidang-bidangnya dibandingkan dengan mereka yang rendah motif kompetensinya. Oleh karena itu. Makin tepat motivasi yang kita berikut.Bahkan dewasa ini. Tensing dan Hillary mungkin ingin membuktikan kesanggupan manusia. Dalam khasanah kepustakaan kependidikan. 143 . makin berhasil pelajaran itu. Hasil belajarpun banyak ditentuk oleh motivasi. Seorang yang betulbetul bertekad menang dalam pertandingan. motivasi seringsering disebut secara berulang-ulang sebagai variabel yang banyak menentuk perolehan belajar. orang yang sukses disegala bidang. jadi sebagal penggerak atau motor yang melepaskan energi. Tukang becak menahankan panas dan hujan untuk meneari nafkah bagi anak istrinya Motivasi mempunyai tiga fungsi: (a) Mendorong manusia untuk berbuat. lebih banyak disebabkan oleh tingginya motivasi yang mereka punyai. motivasi belajar sangat urgen dalam peningkatan perolehan belajar. (b) Menentukan arah perbuatan. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai Tujuan itu. sebab tidak serasi dengan tujuan.

Ausabel (1968) berpendapat babwa modyasi yang dikaitkan dengan motivasi sosial tidak begitu penting dibandingkan dengan motivasi yang bertalian dengan penguasaan tugas dan keberhasilan. Mengapa motivasi ekstrinsik perlu diberikan. kenuman. keharusan. tekad. yang memandang bahwa segala tindakan manusia. memang termsuk makhluk yang baik: tinggi tanggungjawabnya. hasrat. Sifat Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Motivasi dapat di bedakan atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Ini sesuai dengan teori. cita-cita. Dalam belajar telah terkandung tujuan menambah pengetahuan "intrinsk motivations are inherent in the learning situasions and meet pupil needs and purposes". dalam diri manusia sebenarnya terdapat dorongan-dorongan yang kuat untuk belajar. dalam sudut pandang teori ini. 4. Berarti. Rekayasa lingkungan antara lain dapat berupa motivasi ekstrinsik. termasuk belajar. adalah karena terdapatnya tanggungjawab internal pada diri manusia itu. kehendak. keinginan. suka bekerja termasuk belajar. selaia ingin berprestasi. tinggi militansi kerja atau belajarnya. Demikian pula bila semang main badminton untuk menikmatinya. Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu. Selain ini keberhasilan itu mempertinggi harga dirinya dan rasa kemampuannya. Motivasi belajar secara intrinsik sebenamya memang telah ada.2.Dalam bahasa schari-hari motivasi dinyatakan dengan. rekayasa lingkungan perlu diberikan agar seseorang tetap belajar. kesedihan dan sebagainya. didorong oleh motivasi intrinsik. tak lain karena 144 . yakni 'for the pleasure of the activity". dorongan. Motivasi serupa ini bersifat intrinsik dan keberhasilannya akan memberi rasa kepuasan. maksud. Manusia. Sungguhpun demikian. kebutahan. Dalam hal pertama ia didorong oleh motivasi intrinsik yakni ia ingin mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu.

Pada orang yang tingleat motivasi intrinsiknya rendah. Motivasi eksifinsik dipakai oleh sebab pelajaran-pelajaran sering tidak dengan sendirinya menarik dan guru sering kurang mampu untuk membangkitkan minat anak. Anak-anak didorong oleh motivasi intrinsik.seseorang tidak senantiasa bemda dalam keadaan menetap. Ini didorong oleh motivasi ekstrinsik. Bila seorang belajar untuk mencari penghargaan berupa angka. seseorang yang mempunyai motivasi belajar intrinsik yang demikian tinggi tibatiba melemah. Ketidaksamaan dalam motivasi intrinsik yang dipunyai ini. agar memperoleh pengertian. ijazah. Ganjarant bagi sesuatu yang dilakukan dengan baik ialah telah melakukannya. celaan. pujian. Adakah suatu kenyataan. "The goal is artifkially introduced". Bahkan kalau sudah sampai di tahap mempribadi. justru motivasi ekstrinsik ini sangat diperlukan. Bisa terjadi. "The reward of a thing well done is to have done it"(Emerson). Motivasi ekstrinsik yang diberikan secara tepat. kenaikan tingkat. Jadi motivasi ekstrinsik disini tidak perlu. termasuk motivasinya. sikap yang baik. hukuman. seseorang akan tinggi motivasi belajarnya secara intrinsik. justru secara berlahan dapat mencangkokkan motivasi intrinsik mtuk belajar manakala belajar yang direkayasa dengan motivasi ekstrinsik tersebut telah menjadi kebiasaan bagi pembelajar. bila mereka belajar agar lebib sanggup mengatasi kesulitan kesulitan hidup. penguasaan kecakapan. oleh sebab tujuan-tujuan itu terletak di luar perbuatan itu. diploma. perlu dikontrol dengan menggunakan motivasi ekstrinsik. yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. dan sebagainya. dan sebagainya. 145 . Supaya melemahnya motivasi intrinsik ini tidak sampai berada pada tingkatan yang sangat rendah. dapat dikurangi dengan memberikan motivasi eksuinsik. Akan tetapi di sekolah sering digunakan motivasi ekstrinsik seperti angka-angka. Hasil-hasil itu sendiri telah merupakan hadiah. hadiah. bahwa anak manusia itu tidak sama. pengetahum. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam kegiatan.

kemampuan pembelajar.3. pada hal. mengoptimalkan unsur-unsur belajr / pembalajaran. Motivasi dalam Belajar dan Unsur-Unsur yang mempengamhi motivasi belajar Motivasi sangat krusial dalam belajar dan pembelajaran. kondisi pembelajar. 146 .Membangkitkan motivasi tidak mudah. Motivasi bukan mempakan syarat mutlak untuk belajar tak perlu lebih dahulu ditunggu adanya motivasi sebelum kita mengajarkan sesuatu. Agar dapat mendukung lebih optimal terhadap motivasi belajar. 4. Upaya meningkatkan motivasi belajar tersebut dilakukan dengan cara mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Bahkan kita dapat mengabaikan motivasi dan memusatkan perhatian kepada pengajaran itu sendiri. Bila belajar itu berhasil. Sukses dalam belajar akan membangkitkan motivasi untuk belaiar. Oleh karena itu. motivasi belajar tersebut juga dipengaruhi oleh banyak unsur antara lain: cita-cita aspirasi penubelajar. Jika unsur-unsur yang mempenguuhi tersebut tidak diketahui dan tidak diperhatikan. guru hendaknya senantiasa berupaya meningkatkan motivasi belajar. dan mempunyai kesanggupan Kreatif untuk menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan dan minat anak. Pembelajaran dan upaya-upaya guru dalam membelajarkan pembelajar. mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman kemampuan yang di miliki oleh pembelajar dan mengembangkan cita-cita dan aspirasi pembelajar. perlu diketahui dan diperhatikan oleh guru yang membelajarkan pembelajar. Sebagai konsekuensi atas perhatian guru terhadap unsurunsur yang mempengaruhi motivasi belajar dan unsur-unsur yang mempengamhi tersebut. unsur-unsur yang mempengaruhi tersebut. Untuk itu guru perlu mengenal murid. maka akan timbul motivasi itu dengn sendirinya dan keinginan untuk lebih banyak belajar. unsur-unsur dinamis belajar. bisa menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar para pembelajar. Ausubel mengatakan adanya hubungan antara motivasi dan belajar. kondisi lingkungan belajar.

dan lain-lain. dan lingkungan sosial yang menyokong. Setiap orang ingin menguasai lingkungannya.Menurut Skinner(1968) masalah motivasi bukan soal memberikan motivasi. White berpendapat bahwa kegiatan anak tak dapat dijelaskan dengan dorongan untuk memuaskan kebutuhan makan. di sekolah. Ada pula peneliti yang mencari motiyasj positif yang dinyatakan dengan istilah "mastery”. White (1959) mengemukakan konsep kompetensi. mengetahui kemajuan yang dicapai. Motivasi yang dianggap lebih tinggi tarafnya daripada penguasaan tugas ialah "achievement motivation" yakni motivasi untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu. antara lain motivasi menyalidiki aktivitas manipulasi. termasuk yang berkaitan dengan pelajari. dan sebagainya. Pelajar harus diberikan ganjaran (reward) berupa pujian. nanum dalam praktek pendidikan penerapannya bersamaan. 147 . Motivasi ini lebib mantap dan memberikan dorongan kepada sejumlah besar kegiatan. angka ang baik. Akan tetapi karena kegiatan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya yang memberikan rasa mampu. Motivasi kompetensi mempunyai dasar biologis. jadi juga terdapat pada binatang. "egoinvolvement" (keterlibatan diri). misalnya dengan merumuskan tujum dengan jelas. McClelland (1965) yang menyelidiki berbagai hal yang dapat mempertinggi motivasi ini. sehingga ia lebih tertarik oleh pelajaran. Walaupun teori-teori motivasi berbeda-beda. rasa keberhasilan atas hasil belajarnya. Keberhasilan dalam interaksi dengan lingkungan belajar. Peneliti lain. merasa turut benanggungjawab. yang dapat dianggap sebagai salah samtu hasil pendidikan yang paling penting. penguasaan tujuan program pendidikan memberikan rasa kepuasan dan karena ini merupakan sumber motivasi yang terus menerus bagi pelajar. minum. akan tetapi mengatur kondisi belai sehingga memberikan reinforcement. sehingga ia sanggup belajar sendiri sepanjang bidupnya.

Sebaliknya seseorang yang kebetulan berstatus mahasisma dan dahulunya bercita-cita menjadi ahli hukum tetapi ia dipaksa oleh orang tuanya mengambil jurusan teknik elektro. Kondisi lingkungan belajar 5. ia akan lebih temotivasi mempelajari mata pelajaran tersebut dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Bahkan tidak juang. tentu menggemari terhadap mata pelajaranmata pelajaran dan bacaan-bacaan yang berkaitan erat dengan ilmu kesehatan. Dapat dipastikan kesungguhan belajarnya akan berkurang karena apa yang ia pelajari tidak sesuai dengan cita-cita dan 148 . Oleh karena itu. Cita-cita / aspirasi pembelajaran Setiap manusia senantiasa mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu didalam hidupnya temasuk pembelajar. Unsur-unsur tersebut adalah : 1. Cita-cita / aspirasi pembelajar 2. pada saat masih sedang belajar dijenjang pendidikan dasar. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar Unsur-unsur tersebut dijelaskan sebagaimana pada uraian berikut : a. cita-cita dan aspirasi sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar seseorang. Unur-unsur dinamis belajar Ipembelajaran 6. Oleh karena itu. meskipun rintagan yang ditemui sangat banyak dalam mengejar cita-cita dan aspirasi tersebut seseorang tetap berusaha semaksimal mungkin karena hal tersebut berkaitan dengan cita-cita dan aspirasinya. Cita-cita atau aspirasi ini senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan. Kemampuan pembelajar 3. Kondisi pembelajar 4. ia akan lebih bergairah dengan mata pelajaran tersebut.Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Motivasi Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar. Seseorang yang bercita-cita menjadi dokter. Meskipun mata pelajaran tersebut masih terintegrasi dengan mata pelajaran IPA.

Ketidaksungguhan dalam belajar demikian ini tentu lantaran jurusan yang dipaksakan oleh orang tuanya tidak cocok dengan cita-cita dan aspirasinya. Menuntut seseorang sebagaimana orang lain dari bingkai penglihatan demikian tentulah tidak diberikan. Ia kendor motivasinya. akan menjadi malas jika dituntut sebagaimana mereka yang berkemampuan rendah. Kemampuan pembelajar erat hubungannya dan bahkan mempengaruhi motivasi belajar pembelajar. Jika kaitan antara kemampunn pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan sebagai berikut: 149 . Oleh karena itu. Kemampuan PeMbelajar Kemampuan manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. kemampuan pembelajar ini haruslah diperhatikan dalam proses belajar pembelajaran. karena cita-cita atau aspirasi ini mempengaruhi motivasi belaiar. Bisa terjadi. Itulah sebabnya. seseorang menjadi rendah motivasi belajarnya terhadap bidang tertentu oleh karena yang bersangkutan rendah kemampuannya dibidang tersebut.aspirasinya. orang yang mempunyai kemampuan rendah akan sangat susah menyerupai orang yang mempunyai kemampuan tinggi. Sebab. pada saat-saat masih disekolah menengah ia tinggi motivasi belajarnya sebaliknya pada saat sudah menjadi mahasiswa motivasi yang tinggi tersebut berubah menjadi rendah. maka cita-cita dan aspirasi pembelajaran ini perlu diperhitungkan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar seseorang. Jika kaitan antara cita-cita atau aspirasi pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan seperti tampak dibawah ini: CITA-CITA / ASPIRASI PEMBELAJAR MOTIVASI BELAJAR PEMBELAJAR PEROLEHAN BELAJAR PEMBELAJAR b. bisa jadi. dan sebaliknya orang yang berkemampun tinggi.

umumnya saling mempengamhi satu sama lain. juga tidak bisa mengkonsentrasikan diri terhadap hal-hal yang dipelajari. motivasi belajar bisa meningkat. Sebaliknya jika kondisi fisik berada dalam keadaan bugar dan segar. sebutlah misalnya stress. Kondisi pembelajar Kondisi pembelajar dapsat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran c. kondisi pembelajar dalam kaitannya dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut: 150 . Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. Jelaslah bahwa kondisi pembelajar. bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya. tidak bails untuk dipaksa belajar. Keadaan demikian ini. bisa menjadikan seseorang belajar merasa terpaksa dan tidak banyak bemotivasi. tiba-tiba menjadi rendah hanya karena kondisi fisik dan psikologisnya terganggu atau sakit. Sangatlah jelas dan sering dirasakan oleh siapapun jika kondisi fisik dalam keadaan lelah. Dalam kondisi psikologis terganggu. fisik dan psikologis. seseorang yang motivasi belajarnya biasa-biasa saja. baik yang bersifat fisik maupun psikis. Jika diskemakan. Dua macam kondisi ini. umumnya motivasi belajar seseorang akan menurun. Tidak jarang. Demikian juga kalau sedang sakit. kondisi fisik seseorang mempengaruhi motivasi belajarnya. Berarti. Dalam realitasnya juga berlaku kebalikannya. Ada kalanya seseorang yang pada masa-masa sebelumnya bemotivasi belajar tinggi. Orang yang sudah sangat lelah tidak baik kalau belajar. Kmena tidak bisa konsentrasi. sama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajarnya. tibatiba berubah karena kondisi fisik dan psikologisnya dalam keadaan prima. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat. mka gairah belajarnya menurun.

Baik secara sadar atau tidak. Sungphpun faktor pribadi pribadi seseorang lebih menentukan terhadap diri sendiri tetapi harus diakui bahwa lingkungan sosial juga menentukan motivasi belajar seseorang. Jadi lingkungan fisik berpengaruh terhadap motivasi belajar. Lingkungan belajar ini meliputi : lingkungan fisik dan lingkungan sosial. tidak memberikan gairah bagi belajar seseorang. Demikian juga yang amburadul. apakah tempatnya segar atau pengap. Contohnya berupa lingkungan sepermainan. yang tenang. seseorang yang berada dilingkungan tersebut akan terbawa serta untuk belajar seperti orang lain. Tempat belajar yang berisik oleh suara bisa menganggu belajar. yang tertata rapi. Kaitan antara kondisi lingkungan belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : 151 . bisa menimbulkan gairah belajar. Dalam lingkungan yang kompetitif untuk belajar. Kondisi lingkungan belajar Sudah umum diketahui bahwa yang menentukan motivasi belajar seseorang. Apakah tempat belajarnya nyaman ataukah tidak. Hal-hal demikian ini berpengaruh terhadap motivasi belajar. Contohnya jika dalam lingkungan sosial seseorang tidak terbiasa dengan aktivitas belajar maka bukan budaya belajar itu yang dikembangkan oleh seseorang. lebih-lebih lingkungan belajar. individu secara sadar ataukah tidak.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran d. kelompok belajar. Sebaiknya tempat yang teratur. Yang dimaksud dengan lingkurigan fisik adalah tempat dimana pembelajar tersebut belajar. Lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalm kaitannya dengan orang lain. senantiasa tersosialisasi oleb lingkungannya. Sebab. selain faktor individu juga faktor lingkungan. lingkungan sebaya. mendorong seseorang bergairah belajar.

Unsur dinamis belajar dan pembalajar Motivasi belajar pembelajar Perolehan belajar pembelajar jika kaitan antara unsur-unsur dinamis dalam belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : Unsur dinamis belajar dan pembelajar Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran f. menjadikan pembelajar juga bergairah belajar. Suasana belajar dan upaya pengembangannya e. Bahan belajar dan upaya penyediannya c. Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belaiar b. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajar. unsur.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran e. Pada guru yang demikian umumnya mempersiapkan diri dengan matang dan senantiasa memberikan yang terbaru dan terbaik kepada pembelajar.unsur dinamis dennkian ini patut diperhatikan agar motivasi belajar pembelajar menjadi tinggi. tingginya motivasi belajar berimplikasi bagi maksimainya perolehan belajar pembelajar. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya d. Upaya Guru dalam Membelajarkan pembelajar Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga berpengaruh terhadap motivasi belajar. guru yang sungguh-sunggub dalam membelajukan pembelajar. 152 . menjadikan tingginya motivasi belajar pembelajar. Unsur-Unsur Dinamis belajar pembelajar Unsur dinmis belajar pembelajar meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya Oleh karena itu.

hal-hal yang disajikan oleh guru menjadi menarik dimata pembelajar. Adakalanya bergerak naik dan adakalanya bergerak turun. Menariknya hal-hal yang diberikan ini hisa menjadikan tingginya motivasi pembelajar. Oleh karena itu. Terbaik dan mungkin terbaru. Sebaliknya pada guru yang tidak bergairah dalar membelajarkan pembelajar. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi pembelajar. motivasi belajar yang di punyai oleh pembelajar bisa cenderung naik dan atau minimal Menetap. Dengan demikian. manakala guru yang membelajarkan tersebut sudah puas dengan keadaan yang demikian ini. Tidak jarang motivasi belajar hanya mendatar saja. Hal demikian bisa lebib parah lagi. maka diperlukan upaya untuk meningkatkannya. Proses belajar pembelajar terasa kering dan kehilangan nuansa. Maka tingkat aktualitasnya sangat tinggi dimata pembelajar. Oleh karena demikian " watak" motivasi tersebut. umumnya mengulang saja pelajaran yang di berikan dari tahun ketahun. Jika di skemakan antara upaya guru untuk membelajarkan pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar pembelajar adalah sebagai berikut : Upaya guru membelajarkan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran Upaya Meningkatkan motivasi belajar Upaya belajar senantiasa bergelombang. pembelajar tidak bergairah dan babkan mungkin kehilangan motivasi. upaya guru untuk membelajarkan pembelajar sangat krusial dalam meningkatkan motivasi pembelajar. Akibat dari proses belajar pembelajaran demikian ini.Oleh karena yang di berikan tersebut menarik. Sebagai akibatnya. yaitu : 153 .

Prinsip perbedaan individual antar belajar Ketujuh prinsip ini diterapkan secara optimal agar pembelajar mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar 2. ketiga cara tersebut di kemukakan sebagai berikut : 1. menjauhkan konstrain-konstrain (kendala-kendala) yang ditemui dalam mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Kendala demikian ini patut dijauhkan. menyusun strategi-strategi sehingga prinsip-prinsip tersebut dapat terterapkan secara optimal. Pertama. Prinsip sifat perangsang dan menantang dari materi yang dipelajari f.1. dari pandangan-pandangan dan temuan-temuan teoritik dan dapat pula digali dari kiat guru sendiri. Prinsip pemberian balikan dan penguruan dalam belajar g. Ada dua cara dalam mengoptimalkan penerapan prinsip belajar tersebut. Prinsip pengulangan belajar e. Prinsip perhatian dan motivasi belajar b. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar / pembelajaran 3. Prinsip tersebut adalah : a. Kedua. Strategi disini. Prinsip keterlibatan langsung pembelajar d. Temuantemuan ahli psikologi pendidikan dan temuan-temuan ahli pengajaran part[ digali hingga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar Ada beberapa prinsip yang harus dipedomani dalam belajar. Mengembangkan cita-cita / aspirasi dalam belajar Secara berturut-turut. 154 . agar tidak mengganggu bagi penerapan prinsip-prinsip belajar. Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman / kemampuan yang telah dimiliki dalam belajar 4. Prinsip keaktifan belajar c.

Pengalaman dan kemampuan masa Ialu ini bisa menjadi konstrain untuk belajar berikutnya. Tidak itu saja pengalamana atau kemampuan masa lalu malahan bisa menjadi prasyarat bagi pengalaman berikutnya. Contohnya peralatan pengajaran yang tidak tersedia dapat disediakan dengan merancang sendiri bersama-sama dengan pembelajar. dan jika kasus yang trakhir ini terjadi. katena umumnya ketika tidak ada guru dan menerima kondisi tersebut apa adanya. manakala dipandang bertentangan dengan pengalaman belajar berikutnya oleh pembelajar. Kemampuan atau pengalaman masa Ialu ini bisa didapatkan oleh pembelajw melalui aktivitas belajar. Mengoptimalkan Pemanfaatan Pengalaman / Kemampuan Yang Telah Dimiliki Dalam belajar Setiap pembelajar mempunyai kemampuan dan pengalamn-pengalaman tertentu yang berbeda antara satu dengan yang lain.2. Kemampuan dan pengalaman yang berbeda demikian ini hendaknya tidak justru menjadi konstrain dalam aktivitas belajarnya. Hal demikian dapat dilakukan dengan banyak mengadakan kerjasama dengan sejumlah lembaga diluar sekolah bahkan diluar dunia pendidikan. menyediakan secara kreatif berbagai unsur belajar pembelajaran tersebut dalm setting belajar pembelajaran. memanfaatkan sumber-sumber diluar sekolah sehingga keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah dapat ditanggulangi. Pengalaman dan kemampuan masa lain bisa menjadi konstrain belajar. maka pembelajar 155 . Kedua. maka ia perlu di optimalkan penerapannya. Pengalaman dan kemampuan masa Ialu bisa mendukung terhadap aktivitas belajar manakala sesuai dengan pengalaman belajar berikutnya. Penyediaan secara kreatif ini perlu dilakukan. Mengoptimalkan Unsur-Unsur Dinamis Belajar / Pembelajaran Mengingat unsur-unsur belajar / pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi. Pengoptimalan demikian mi perlu dilakukan agar motivasi belajar siswa juga optimal. tetapi tidak jarang bisa mendukung aktivitas belajar. Cara mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam belajar / pembelajaran dalah : pertama. 3. dan bisa juga didapatkan oleh pembelajar melalui aktivitas lain atau aktivitas non belajar.

Persoalannya adalah. Kaitkan aktivitas belajar pada masa sekarang ini dengan kemampuan dan pengalaman yang sudah dipunyai oleh pembelajar. Mengembangkan Cita-Cita / Aspirasi Dalam Belajar Cita-cita adalah sesuatu yang dikejar oleh seseorang. utamanya kegiatan belajar. tidak lain adalah demi penampungan aspirasi dan cita-cita yang berbeda dari masing-masing pembelajar. Biarkan pembelajar dapat menangkap apa yang dipelajari sekarang ini dari perspektif kemmpuan dan pengalaman masa lalunya. Lebih banyak teraksentuasi pada pengejaran dan atau pencapaian cita-cita atau aspirasi tersebut. Kegiatan-kegiatan seseorang. pembelajar didaerah satu dengan daerah lainnya. Dkk dan Cany (1981) menyebut pengalamn dan kemampuan demikian dengan entry behavior. b. c. 4. Gali dulu pengalaman dari kemampuan yang sudah dimiliki oleh pembelajar melalui tes lisan atau tertulis sebelum menyampaikan materi berikutnya. apakah memang benar bahwa dalam pemilihan jurusan tersebut memang benar-benar sesuai dengan cita-cita dan dalam 156 . Maka dari itu cita-cita atau sapirasi tersebut harus senantiasa dikembangkan pembelajaran. adalah dalam rangka menampung aspirasi dan cita-cita yang berbeda antara. d. Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimiliki. Penjurusan yang ada disekolah-sekolah kita. yang antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. Jangan dipaksa menggunakan perspektif gurunya. Yang harus diupayakan guru agar kemampuan atau pengalaman masa lalu justru mendukung terhadap aktivitas belajar adalah : a.tidak dapat mempelajari mata pelajaran berikutnya. tanpa yang bersangkutan telah mempunyai kemampuan dan pengalaman yang diprasyaratkan. Demikian juga dengan adanya kurikulum muatan tokal.

tersedia tidaknya prasarana dan sarana. Dengan tes minat. Aspirasi / cita-cita dapat dikembangkan dalam belajar pembelajaran. Pengenalan aspirasi ini dapat dilakukan dengan mengadakan tes minat kepada pembelajar. dengan beberapa langkah sebagai berikut : a. barulah para pembelajar diberi kesempatan untuk mengambil program yang sesuai dengan aspirasi dan cita-citanya.aspirasi pembelajar ? mengingat yang menjadi pertimbangan dalam penjurusan tersebut tidak semata-mata cita-cita dan aspirasi melainkan banyak hal lain seperti daya tampung masing-masing jurusan. Dari sejumlah aspirasi atau cita-cita tersebut. akan diketabui jenis-jenis pekerjaan apa dimasa depan yang paling diminati dan menjadi cita-cita pembelajar. Kenalilah aspirasi dan cita-cita pembelajar. Persoalannya hanyalah. b. apakah mungkin hat demikian dilakukan disekolah-sekolah kita mengingat kurikulum yang tersentralkan dari pusat ? Jenis Motivasi Yang Didasarkan Motif Primer Dan Sekunder Motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. karena mungkin pembelajar tersebut mempunyai cita-cita atau aspirasi yang berbeda dengan orangtuanya. yaitu : 157 . c. pembelajar masih diliarapkan anak merangking dari yang paling diminaati sampai dengan yang paling tidak diminati. Hasil pengenalan atas cita-cita aspirasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada siswa dan orangmanya. Pengenalan ini dapat dilakukan dengan melalm penyebaran daftar isian yang dapat memuat sejumlah citacita atau aspirasi pembelajar. Setelah program-program tersebut disediakan. agar tidak memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya. Orang tua ini patut juga diberi tahu. Sediakan program-program yang dapat mengembanglum aspirasi dan cita cita tersebut.

tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu amok bertingkah laku. sehingga perilakunya terpengaruh oleh tasting atau kebutuhan jasmaninya. Kepuasan tercapai. Hal ini berbeda dengan motivasi primer. sasaran. Sebagai ilusirasi. Segenap insting manusia dapat di bedakan menjadi dua jenis. Insting bekerja seumur hidup. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Objek insting adalah hal-hal yang mermaskan insting. orang harus belajar bekerja.1. Semakin besar energi dalana insting. Motivasi Sekunder Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. yaitu tekanan. maka tekanan terhadap individu semakin besar. bila orang bekerja 158 . Sebagai ilustrasi. keinginan makan berkurang bila individu masih kenyang. Ahli lain. Insting kematian tertuju pada penghancuran seperti. yaitu insting kehidupan (life instinest ) dan insting kematian (death instinest ). Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri. Bekerja dengan haik merupakan motivasi sekunder. orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa berpikir. lnsting kehidupan tersebut berupa makan. Untuk memperoleh makanan tersebut orang harus bekerja terlebih dahulu. Hal-hal yang memutuskan insting tersebut dapat berasal dari luar individu atau dari dalam individu. Manusia adalah makluk berjasmani. Agar dapat bekerja dengan baik. merusak. objek dan sumber. menganiaya. minum. atau membunuh orang lain atau diri sendiri. Yang mengalami perubahan adalah cara pemuasan atau objek pemuasan. bila tekanan energi dalam insting berkurang. Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan. Motivasi Primer Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Menurut Freud energi bekerja memelihara keseimbangan fisik. Insting kehidupan terdiri dari insting yang bertujuan memelihara kelangsungan hidup. Adapun sumber insting adalah keadaan kejasmaniah individu. istirahat dan memelihara keturunan. 2.

Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Uang tersebut berupa penguat motivasi sekunder. Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Komponen koqnitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan. manusia adalah makluk sosial. kemudian bertindak memiliki daya dorong bertindak relatif bersikap tetap kecenderungan melakukan penilaian dapat timbul dari dari pengalaman. dan konatif. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. Komponen afektif adalah aspek emosional. dapat dipelajari atau berubah. Menurut beberapa ahli. ataupun tak berdasar akal sehat pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. koqnitif. yakni : merupakan kecenderungan berpikir. Tetapi juga faktor-faktor sosial. Uang merupakan penguat unnum. Emosi menunjukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. sikap dan emosi. perilaku dan kesadaran. pembawa pesan dalam hubungan dengan orang lain. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. merasa. Ciri-ciri sikap. Kegoncangan tersebut disertai proses jasmani. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya berdasarkan akal. maka ia memperoleh gaji berupa uang. Emosi memiliki fungsi sebagai pembangkit tenaga. Perilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti afektif. sumber informasi tentang diri seseorang. pemberi informasi pada oranglain. 159 . komponen ini terdiri dari motif sosial. Setelah in bekerja dengan baik maka ia dapat membeli makanan untuk menghilangkan rasa lapar.dengan baik. Komponan konatif adalah terkait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak.

Dalam CBSA. namun sesungguhnya konsep ini telah lama dikembangkan. yang merupakan inti dari kegiatan belajar. hanya perwujudannya yang masih baru dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah kita. intelektual dan emosional 160 . 1980. Pendekatan CBSA dinilai sebagai suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik. memberikan prakarsa/gagasan. ada baiknya guru-guru mengenal dan memahaminya lebih seksama agar mampu menerapkan secara efektif. kegiatan belajar diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. tetapi kadamya yang berbeda tergantung pada kegiatannya. keaktifan belajar terjadi dan terdapat pada semua perbuatan belajar. berdiskusi. 2).Keaktifan itu da yang dapat diamati dan ada pula yang tidak dapat diamati secara langsung.1. dan sebagainya. h. Karena itu.1. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) CBSA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa. materi yang dipelajari dan tujuan yang hendak dicapai. seperti: mendengarkan. Kendatipun cara ini tergolong baru. dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan. memecahkan masalah.BAB V PENDEKATAN CBSA DALAM PEMBELAJARAN 5. Pada hakekatnya. Sejak dimunculkannya pendekatan CBSA dalam lingkungan pendidikan ditanah air. kognitif dan sosial). membuat sesuatu. KONSEP CBSA DALAM PEMBELAJARAN Cara belajar siswa aktif merupakan suatu upaya dalam pembaruan pendidikan dan pembelajaran. mental.1. tindakan. menyusun rencana. Setiap kegiatan tersebut menuntut keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran melalui asimilasi. konsep CBSA telah mengalami perkembangan yang cukup jauh. serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan (motorik. 5. menulis laporan. penghayatan serta internalisasi nilat-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni.

menemukan. mendiskusikan.2 Rasional CBSA dalam pembelajaran Penerapan dan pendayagunaan konsep CBSA dalam pembelajaran merupakan kebutuhan dan sekaligus sebaga. Penerapan CBSA dilakukan dengan cara mengfungsionalisasikan 161 . intelektual dan emosional dan komponen produk.24). terdapat komponen proses yakni keaktifan fisik. dan psikomotorik Secara lebili rinci komponen produk tersebut mencakup berbagai kemampuan: menamati. diarahkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran. (A. keharusan dalam kaitannya dengan upaya merealisasikan Sistem Pendidikan Nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang pada gilirannya berimplikasi terhadap sistem pembelajaran yang efektif. menginterprestasikan. misainya melalm suasana kekeluargaan terbuka dan bergairah serta berpariasi sesuai dengan keadaan perkembangan siswa bersangkutan. Siswa peserta didik dipandang dari dua sisi yang berkaitan. mental. dan mengkomonikasikan hasil penemuan. 1984. meramalkan. dan psikomotorik. Yasin. mengkaji. Siswa sebagai objek dipandan: sebagai yang memiliki potensi yang perlu dibina. Pelaksanaan proses pembelajaran dititik beratkan pada keaktifan siswa belajar dan keaktifan guru menciptakan lingkungan belajar yang serasi dan menantang. aspirasi dan motivasi dan berbagai kemungkinan potensi lainnya. Aspek-aspek kemampun tersebut dikembangkan secara terpadu melalui sistem pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA.guna memperole hasil belajar yang bempa perpaduan antara matra kognitif. 5. afekisi. Siswa sebagai subjek dipandang sebagai manusia yang potensial sedang berkembang. memiliki keinginan-keinginan-harapan dan tujuan hidup.h. yakni sebagai objek pembelajaran dan sebagai subjek yang belajar. Karena itu proses pembelajaran harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manusiawi (humanistik). yakni hasil belajar berupa keterpaduan aspek-aspek kognitif. Dalam kerangka sistem belajar mengajar.1. afektif. menggeneralisasikan.

ialah: 1) menyiapkan lembaran kerja 2) Menyusun tugas bersama siswa. 5) Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan. melainkan bertindak sebagai pembantu dan pelayanan bagi siswanya. dan fasilitator. sedangkan guru memberikan fasilitas belajar. bila guru melaksanakan peran dan fungsinya secara aktif dan kreatif. dan pengendapan sehingga hasil belajar berintemalisasi dengan pribadi siswa. pelaksanaan. guru. bantuan dan pelayanan. intelektual. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan. melainkan tetap harus aktif namun tidak bersikap mendominasi siswa dan menghambat perkembangan potensinya Guru bertindak sebagai guru inquiry. fisik dan sebagainya. perasaan. Keaktifan guru dilakukan pada tahap-tahap kegiatan perencanaan. Dalam kondisi ini semua unsur pribadi siswa aktif seperti emosi. 3) Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan. mendorong dan membantu serta berupaya mempenguruhi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan belajar yang telah ditentukan. 7) Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat. 6) Membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum. pengindran. 4) Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat kesulitan. pendalaman. suasana kelas dan sebagainya. bahwa pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA tidak diartikan guru menjadi fasif. 9) Mengamati setiap aktivitas siswa. Cara belajar di sesuaikan dengan minat dim pemberian kemudahan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman.seluruh potensi manusiawi siswa melalui penyediaan lingkungan belajar yang meliputi aspek-aspek bahan pelajaran.Peranan guru bukan sebagai orang yang menuangkan materi pelajaran kepada siswa. CBSA dapat berlangsung dengan efektif. 8) Menyalurkan bakat dan minat siswa. Siswa aktif belajar. pellilaian dan tindak lanjut pembelajaran. media pembelajaran. Beherapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru. 162 .

Adanya keterlibatan siswa dalam merumuskan kebutuhan pembelajaran sesuai dengan kemampuan. Adanya keterlibatan siswa secara fisik. memahami. 163 . dan personal dalam proses belajar. memutuskan. intelektual. maka semakin tinggi pula kadar ke-CBSA-annya. aspirasi yang telah dimiliki sebagai baban masukan untuk melakukan kegiatan belajar. dan berbagai kegiatan belajar lainnya yang mengandung unsur kemandirian yang cukup tinggi. Kadar CBSA itu dalam rangka sistem belajar mengajar menunjukkan ciri-ciri. yang menjadi acuan baik bagi siswa mupun bagi guru. minat. Adanya berbagai keaktifan siswa mengenal. sumber bahan pembelajaran. Sebaliknya. yang akan digunakan sebagai alat bantu belajar. e.3 Kadar Cara Belajar Siswa Aktif Kadar MA ditandai oleh semakin banyaknya dan bervariasinya keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. maka berarti semakin rendah kadar CBSA tersebut. semakin sedikit keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. b. menganalisis. pengalaman. motivasi. motivasi untuk melakukan kegiatan belajar. d. berbuat.1. Semakin banyak dan semakin beragamnya keaktifan dan keterlibatan siswa. ditandai oleh: a. mental. 2) Pada tingkat proses. emosional. kadar CBSA ditandai dengan: a. Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun rancangan belajar Adanya keterlibatan siswa dalam memilih dan menyediakan Adanya keterlibatan siswa dalam pengadaan media pembelajaran Adanya kesadaran dan keinginan belajar yang tinggi serta dan pembelajaran.5. b. c. sebagai berilmu : 1) Pada tingkat masukan.

dan kadar rendah. bahwa keaktifan guru sangat menonjol. Keterlibatan siswa dalam meneari imformasi dari berbagai sumber yang berdaya guna dan tepat guna bagi mereka sesuai dengan rencana kegiatan belajar yang telah mereka rumuskan sendiri. Keterlibatan siswa menunjang upaya guru menciptakan lingkungan belajar untuk memperoleh pengalaman belajar serta turut membantu mengorganisasikan lingkungan belajar itu. kadar CBSA ditandai oleh: a. kadar sedang. 3) Pada tingkat produk. mengajukan penanyaan/ masalah dam berupaya menjawabnya sendiri. menilai jawaban dari rekannya. Keterlibatan secara aktif oleh siswa dalam menciptakan suasana belajar yang serasi. d. dan memecahkan masalah yang timbul selama berlangsungnya proses belajar mengajar tersebut. d. c. Keterlibatan siswa menyusun laporan baik tertulis maupun lisan yang berkenaan dengan hasil belajar. e. Ketertibatan siswa dalam menilai diri sendiri. Keterlibatan siswa dalam mengajukan prakarsa. Kendatipun tampak. b. dan bila mungkin di klasifikasikan menjadi: kadar tinggi. Keterlibatan siswa secara mandiri mengerjakan tugas menjawab tes dan mengisi instrumen penilaian lainnya yang diajukan oleh guru. Berdasarkan ciri-ciri tersebut dapat ditentukan derajat kadar CBSA dalam suatu proses belajar mengajar. namun tidak berarti keaktifan guru di 164 .c. selaras dan seimbang dalam proses belajar dan pembelajaran. f. baik secara individual maupun secara kelompok. Keterlibatan siswa dalam menilai produk-produk kerja sebagal hasil belajar dan pembelajaran. menilai teman sekelas. memberikan jawaban atas penanyaan guru.

abaikan. 5. melainkan berperan aktif menentukan stimuli misalnya merumuskan suatu masalah dan mencari jawahan serdiri (responsif) atas masalah tersebut. 3) Peningkatan kadar CBSA dalam proses pembelajaran juga ditentukan oleh faktor guru. para siswa telah dapat diaktifkan peran sertanya. Penyelenggaraan pembelajaran CBSA tersebut ditandai oleh indikator-indikator sebagai berikut: 1) Derajat partisipasi dan responsif siswa yang tinggi. Guru hendaknya menyadari tujuan-tujuan belajar yang ingin dicapai.1. dan dalam 165 . Kedua contoh tersebut sebagai landa. siswa aktif-responsif mempertanyakan materi yang terkandung didalamnya. bahwa siswa berperan serta dalam proses pembelajaran. Pada waktu penilaian tugas (hasil pekerjaannya). Siswa tidak tinggal diam hanya menunggu stimuli yang disampaikan oleh guru. maka kadar CBSA yang diinginkan tak mungkin tercapai. Guru tetap bertanggungjawab menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengundang / menantang siswa untuk belajar. Hal ini menunjukan. Pada waktu guru menyajikan suatu topik. Para siswa berperan serta secara aktif dan bersikap responsif dalam proses pembelajaran. siswa melaksanakan kegiatan kelompok atau dengan belajar mandiri. Pada waktu pembuatan tugas. 2) Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan pembuatan tugas. baik dalam arti efek instruksional maupun efek pengiring.4 Rambu-Rambu Penyelenggaraan CBSA Pembelajaran berdasarkan CBSA menuntut kondisi-kondisi tertentu untuk menjamin kadar CBSA yang tinggi guna mencapai tujuan pembelajaran atau hasil belajar siswa pada tingkat optimal. Siswa dapat mengajukan usul dan minat tugas yang diinginkannya dengan asumsi bahwa tugas tersebut sesuai dengan kemampuannya. Pada dasarnya sejak disusunnya perencanaan tugas-tugas. siswa hendaknya aktif menilai tugas-tugas temannya dan hasil kerjanya sendiri dalam bentuk menilai dirinya sendiri (self evaluation). Tanpa upaya dan pengaruh serta arahan guru sebagai fasilitator dan pengorganisasian belajar. bahwa tersedia berbagai kemungkinan dimana siswa dapat berperan aktif dalam pelaksarman tugas-tugas yang dikondisikan dalam pembelajaran.

pemilihan metode tersebut tetap harus ditandasi oleh tujuan yang hendak dicapai. kondisi subjek belajar itu sendiri (motivasi. h. 5) Penyediaan media dan peralatan serta berbagai fasilitas belajar tetap diperlukan. dan pembinaan lingkungan ini 166 . memilih bahan.pada itu memiliki wawasan dan penguasaan yang memadai tentang bermacam-macam stategi belajar mengajar yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan belajar. kondisi kesehatan. Media dan alat merupakan alat bantu bagi siswa kendatipun mereka diminta untuk memilih dan menggunakannya sendiri sesuai dengan aktivitas belajarnya. Namun demikian. tim masalah-masalah lain. bimbingan dan pembelajaran remedial pada waktu tertentu diperlukan untuk membantu siswa bersangkutan. Penggunaan metode mengajar. bahan pelajaran yang hendak dipelajari. Sudah barang tentu penguasaan teknik yang mantap juga merupakan persyaratan sebelum seorang guru bisa secara Kreatif merancang dan menginformasikan program belajar mengajar (T. secara berpariasi dapat memberikan peluang penerapan CBSA dengan kadar yang tinggi. Pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kemediaan dan teknologi hardware sangat diisyaratkan. 1985. 4) Pendekatan CBSA pada dasarnya dapat diterapkan sentua strategi dan metode mengajar. Pengaturan. Dengan demikian. keadaan mental. agar tercipta lingkungan belajar yang menantang dan merangsang serta meningkatkan kegiatan belajar siswa.beda. dan lain-lain). serta penguasaan guru terhadap metode tersebut. 18). 7) Kondisi lingkungan kelas/sekolah turut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran berdasarkan CBSA. pengalaman awal.R aka Joni. 6) Keaktifan belajar berdasarkan CBSA tidak jarang menimbulkan kesulitan balajar pada siswa. dan diharapkan mencapai hasil secara optimal. Itu sebabnya. menilai hasil kegiatan. terbimbing. keaktivan siswa belajar tetap terarah. misalnya teknik-teknik belajar. sehingga kecepatan belajar dan penyelesaian tugastugas tetap terus berlangsung menyertai rekan-rekannya yang tidak mendapat kesulitan. walaupun kadaannya berbeda.

Teknik lain. bakat. Guru dapat mempersiapkan / merencanakan tugastugas belajar bagi para siswa. dan selanjutnya tiap siswa aktif belajar secara perseorangan. yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan. pendapat. Pembelajaran Individual Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individu tiap siswa. Termasuk dalam lingkungan kelas juga suasana. kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kelompok. Dalam situasi belajar kelompok.2 PENERAPAN CBSA Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk dan teknik: Pemanfaatan waktu luang Pemanfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukanya kegiatan belajar aktif. 5. Belajar kelompok Belajar kelompok memiliki kadar CBSA yang cukup tinggi. pertanyaan. diskusi kelas. disiplin kelas yang baik. seperti: minat abilitet. keritik dan sebagainya. diskusi kelompok. jawaban. dan diskusi ceramah. teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok. Siswa aktif berpartisipasi. 167 . dengan cara menyusun rencana belajar. masing-msing anggota dapat mengajukan gagasan. dan sebagainya. berelasi dan berinteraksi satu dengan yang lainya. diskusi terbimbing. memilah bahan untuk dipelajari. sedang pilihan dilakukan oleh siswa masingmasing.perlu mendapat dari pihak guru melalui kerja sama dengan guru-guru lainnya serta para siswa sendiri. kecerdasan. minat bakat yang sama. dan menilai penguasaan bahan sendiri. Jika pemanfaman waktu tersebut dilakukan secara saksama dan berkesinambungan akan memberikan manfaat yang baik dalam menunjang keberhasilan belajar di sekolah.

dan antara kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif. keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol. Pengajaran unit Strategi pengajaran ini berpusat pada suatu masalah atau suatu proyek. Strategi dan kemampun inquiry ini. Kadar CBSA-nya akan lebih besar jika pertanyaan-pertanyaan timbul dan diajukan oleh pihak siswa dan dijawab oleh siswa lainnya. antara siswa dengan siswa. dan dianggap perlu guru melakukan koreksi dan perbaikan terhadap pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut. menguji hipotesis. yakni: tahap pendahuluan dimana siswa melakukan orientasi dan perencanaan awal. Belajar Inquiry/discovery (belajar mandiri) Dalam strategi belajar ini siswa melakukan proses mental intelektual dalann upaya memecahkan masalah. Dia sendiri merumuskan suatu masalah. tahap pengembangan dimana siswa melakukan kegiatan mencari sendin informasi selanjumya menggunakan informasi itu dalam kegiatan praktik. pembuatan laporan dan tiddak lanjut.Bertanya jawab Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa. Dalam konteks ini. 168 . memberikan fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan inquirynya. tahap kegiatan kulminasi. Pada tahap-tahap kegiatan belajar ditempuh tahap-tahap kegiatan utama. mengumpulkan data. dan menarik kesimpulan serta mengaplikasikan hasil belajarnya. Guru bertindak sebagai pengatur lalulintas atau distributor. akan diuraikan lebih lanjut dalam pembahasan mengenai keterampilan proses sebagai bagian dari CBSA. dimana siswa mengalami kegiatan penilaian. sedangkan kegiatan guru hanya mengarah membimbing.

1 Rasional keterampilan proses dalam pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses interaksi (hubungan timbal balik) antara guru dengan siswa.3. kendatipun dengan kadar yang berbeda-beda. Dalam kurikulum telah ditegaskan. Proses tersebut dilaksanakan melalui interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Kesempatan untuk melakukan kegiatan dan perolehan hasil belajar ditentukan oleh pendekatan yang digunakan oleh guru-siswa dalam proses pembelajaran tersebut. bahwa penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan dasar dalam diri siswa supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya. 169 . Ini berarti. 1980). Pendekatan mi disebut "pendekatan proses". Suatu prinsip untuk memilih pendekatan pembelajaran ialah belajar melalui proses mengalami secara langsung untuk memperoleh basil belajar yang bermakna.Berdasarkan beberapa contoh strategi pembelajaran tersebut di atas. Proses pembelajaran yang menerapkan pendekatan ini mengacu kepada siswa agar belajar berorientasi pada belajar bagaimana belajar (Depdikbud.3 PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SEBAGAI BAGIAN DARI CBSA 5. Tercapainya tujuan pembelajaran ditandai oleh tingkat penguasaan kemampuan dan pembentukan kepribadian. Dalam proses tersebut memberikan bimbingan dan menyediakan berbagai kesempatan yang dapat mendorong siswa belajar dan untuk memperoleh pengalaman sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam proses im siswa bermotivasi dan sering melakukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna bagi dirinya. Proses pembelajaran melibatkan terbagi kegiatan dan tindakan yang perlu dilakukan oleh siswa untuk memperoleh basil belajar yang baik. peranan pendekatan belajar mengajar sangat penting dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar. maka semakin jelas tentang bagai mana penerapan pendekatan CBSA tersebut dalam proses pembelajaran. 5.

anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. menarik kesimpulan menyusun definisi operasional. menggolongkan. bahwa dengan keterampilan proses siswa berupaya menemukan mengembangkan konsep dalam materi ajaran. Keterampilan-keterampilan dalam bidang sains itu meliputi: mengamati. Menunjukkan jati dirinya. Berdasarkan konsep pemikiran di atas maka pendekatan keterampilan proses diartikan sebagai pendekatan dalam perencanaan pembelajaran yang 170 . berkomunikasi. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan. yaitu keterampilan proses sains yang dibutuhkan untuk menggunakan sains. kritis. mengukur. Konsep-konsep yang telah dikembangkan int berguna untuk menunjang pengembangan kemampuan selanjutnya. Keterampilan-keterampilan itu sendiri menjadi roda penggerak dan penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta pertumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai. Pendapat yang senada diungkapkan oleh Gagne yang merumuskan pengertian keterampilan proses dalam bidang ilmu pengetahuan alam (sains): pengetahuan tentang konsep-konsep dari prinsip-prinsip yang dapat diperoleh siswa bila dia memilhi kemampum-kemampuan dasar tertentu.3. mengendalikan variabel. Kemampuan-kemampun fisik dan mental tersebut pada dasarnya leiah dimiliki oleh siswa meskipun masih sederhana dan perlu dirangsang agar.5. Seluruh gerak atau tindakan dalan proses belajar mengajar akan menciptakan kondisi cara belajar siswa aktif (Conny Se a 1990). menafsirkan data. dan kemampu memecahkan masalah. mengenal dengan menggunakan hubungan ruang/waktu. Pengertian tersebut menunjukkan. dan bereksperimen. ketelitian.2 Pengertian keterampilan proses dan kaitannya dengan CBSA Pendekatan dalam keterampilan proses ialah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sejumiah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa. Interaksi antara kemampuan dan konsep melalui proses balajar mengajar selanjutnya mengembangkan sikap dan nilai pada diri siswa misalnya kreativitas.

Ada tujuh jenis kemampuan yang hendak dikembangkan melalui proses pembelajuan berdasarkan pendekatan keterampilan proses. Siswa harus memiliki keterampilan menghubungkan data. atau kepentingan tertentu. atau peristiwa. serta mengadakan klasifikasi berdasarkan ciri khusus. yakni: 1) Mengamati .menitikberatkan pada aktivitas dan kreativitas. 3) Menafsirkan (meginterpretasikan) .3 Kemampuan keterampilan dasar yang perlu dilatih dalam keterampilan proses Keterampilan proses sebagai suatu pendekatan proses pembelajaran mengarah pada pengembangan kennampman fisik dan mental yang mendasar sebagai pendorong untuk mengembangkan kemampman yang lebih tinggi pada diri siswa. Siswa dituntut terampil mengantisipasi dan meramalkan kegiatan atau peristiwa yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. dan informasi. 4) Meramalkan . siswa harus mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari dan dikuasai ke dalam situasi dan pengalaman baru. babwa ketempilan proses erat kaitannya dengan CBSA. 5) Menerapkem. tujuan. dia dapat mengumpulkan data / informasi yang relevan dengan kepentingan belajarnya. Dengan kemampuan ini. Keterampilan ini diperlukan untuk melakukan percobaan atau penelitian sederhana. meraba. Siswa harus mampu menggunakan alat-alat inderanya : melihat. data. Siswa harus terampil mengenal perbedaan dan persaman atas hasil pengamatannya terhadap suatu objek. mendengar. 2) Menggolongkan / mengklasifikasikan . Keterampilan ini 171 . Hal ini menunjukkan. siswa untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang sudah dimiliki ketingkat yang lebih tinggi dalam memproses perolehan belajamya. 5. Siswa harus memiliki keterampilan menafsirkan fakta. fakta. Pembuatan klasifikasi memerlukan kecermatan dalam melakukan pengamatan. informasi.3. mencium dan merasa.

hakekatnya merupakan bagian dalam kehidupan manusia. read. sedangkan masalah yang rumit memerlukan langkah-langkah pemecahan yang rumit pula.4 Penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran Siswa bentuk penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran adalah pemecahan masalah atau inquiry (penemuan). lni berarti. Pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan suatu nasalah dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat. Siswa harus mampu menyusun dan menyampaikan laporan secara sistimatis dan menyampaikan perolehannya. Masalah yang sederhana dapat dijawab melalui proses berpikir yang sederhana. 6) Merencanakan penelitian. mencari dan menemukan sendiri informasil data untuk diolah menjadi konsep. atau kesimpulan. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. dan ruang lingkup penelitian. Tiap orang tidak pernah luput dari masalah. prinsip. baik yang bersifat sederhana maupun yang sulit. Suatu pertanyaan mempunyai peluang tertentu untuk dijawab dengan tepat.3. Proses penecahan masalah memberikan kesempatan peserta didik berperan aktif dalam mempelajari. bila pertanyaan iu dirumuskan dengan baik dan sistematis. 172 . siswa harus mampu menentukan masalah dan variabel-vatiabel yang akan diteliti. Masalah pada hakekatnya adalah mengundang jawaban. pemecahan masalah menuntut kemampuan memproses infomasi untuk membuat keputusan tertentu. 1) Pengertian pemecahan masalah Masalah pads. 5.digunakan untuk menjelaskan tentang apa yang akan terjadi dan dialami oleh siswa dalam proses belajarnya. Dia harus menentukan langkah-langkah kerja pengumpulan dan pengolahan data serta prosedur melakukan penelitian. baik proses maupun hasil belajarnya kepada siswa lain dan peminat lainnya. Dengan kata lain. tujuan. pemecahan suatu masalah menuntut kemampuan tertentu pada diri individu yang hendak memecahkan masalah tersebut. 7) Mengkomunikasikan.

berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Kemampuan penalaran memerlukam upaya peningkatan kemampuan dalam mengamati. Siswa mengumpulkan dan mengolah data / informasi dengan teknik dan prosedur tertentu. yakni kemampuan melihat hubungan sebab akibat. 2) Langkah-langkah pemecahan masalah Dalam proses pembelajaran. Para peserta didik harus dilatih tentang tata cara memecahkan masalah dengan mengembangkan kemampun berpikir yang terarah untuk menghasilkan gagasan mengenai berbagai kemungkinan memecahkan masalah. Siswa merumuskan masalah. dalam kaitannya dengan upaya mencapai tujuan. di samping perlunya penalaran yang baik. bertanya.Kemampuan memecahkan masalah harus ditunjang oleh kemampuan penalaran. Pemikiran terarah pada hal-hal yang bertalian dengan upaya mencari jawaban terhadap persoalan yang dibadapi. Siswa menghadapi masalah. 173 . 4. artinya merumuskan kemungkinankemungkinan jawaban atas masalah tersebut. 3. artinya dia menyadari adanya suatu masalah tertentu. 2. yang masih perlu diuji kebenarannya. artinya menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifikasi. Siswa merumuskan hipotesis. Upaya ini memerlukan berpikir kneatif dan kemampuan menjajaki bidang-bidang baru serta menghasilkan temuantemuan baru. Langkah-lmgkah tersebut pada umumnya terdiri dari 1. tetapi juga penting menguasai lingkungan langkah-langkah memecahkan masalah secara tepat.

alasan-alasan bagi perlunya evaluasi pembelajar adalah sebagai berikut: 1. 9. akan diketalmi setelah melihat hasil 7.BAB V1 KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 6. 174 . 4.1. Remidi-remidi spa saja yang dapat diberikan kepada pembelajaran yang mengalami kesulitan juga. Tingkat kesukaran dan kemudahan bahan pelajaran yang diberikan pembalajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. 2. Secara rinci. 6. Taraf penguasa pembelajaran terhadap materi pelajaran yang diberikan akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Tujuan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan akan diketabui seberapa tingkat pencapaiannya setelah diadakan evaluasi. telah mencapai sasaran yang dikehendaki ataukah belum. Letak kesulitan pembelajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Termanfaatkan didalmya sarana dan fasilitas pendidikan akan diketahui setelah adanya evaluasi. 8. dari lebih jauh sangat penting bagi pencapaian tujuan pendidikan. Kemampuan mengajar guru akan diketahui. dan mana yang tidak menjadi prioritas akan diketahui setelah evaluasi. 3. PENGERTIAN KEDUDUKAN DAN SYARAT-SYARAT UMUM EVALUASI Mengapa evaluasi hasil belajar pembelajaran perlu dilakukan? Karena dengan evaluasilah. Pembelajar maua yang perlu mendapatkan prioritas dalam bimbingan penyuluhan. 5. Pembelajar dapat dikelompokkan kedalam kelompok mana juga akan diketahui setelah evaluasi. Jelaslah bahwa evaIuasi sangat penting dilakukan guna memberikan pelayanan sebaik mungkin. akan diketahui apakah proses belajar mengajar. dimana pembelajaran dan guru berinteraksi. setelah diadakan evaluasi.

1975). pembicaraan hanya akan dibatasi pada penilaian atau evaluasi yang dilaksanakan di sekolah. al-qimah. suatu tindakan atau kegiatan (yang dilaksanakan dengan maksud) atau suatia proses (yang berlangsung dalam rangka) menetukan nulai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan. Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwin Wandt dan geral W Brown itu untuk memberikan definisi tentang evaluasi pendidikan.1 Pengertian evaluasi Kata evaluasi merupakan pengindonesiaan dari kata evaluation dalam bahasa inggris. atau yang terjadi di lapangan pendidikan). Adapun dui segi istilah. Akar katanya adalah value. Menurut definisi int. dalam Babasa Arab . dalam bahasa Indonesia berarti: pnilaian.6.1. maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Dengan demikian secara harfiah. sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dam Gerald W. sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. Atau singkatnya: Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan. maka evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai. dalam bahasa Indonesia berarti. lembaga administrasi negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan sebagai berikut: 175 . evaluasi pendidikan (educationnal evaluation = al-Taqdir al-Tarbawiy) dapat diartikan sebagai penilaian-penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. maka dalam buku ini. Berbkara tentang pengertian evaluasi pendidikan. Sedangkan orang yang menilai atau menaksir disebut sebagai evaluator (Echols. Mengingat sangat luasnya pembicaraan tentang penilaian pendidikan. Kata kerjanya adalah evaluate yang berarti menaksir atau menilai. dalam bahasa Arab: al-taqdir. Secara harfiah kata evaluasi berasal dan bahasa Inggris Evaluation. di tanah air kita. nilai. yang lazim diartikan dengan penaksiran atau penilaian. Brown (1977): Evaluation refer to act or process to determining the value of some thing.

Grounlund (1976) mengartikan evaluasi sebagai berikut: . 3. 2) Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan Secara teminologis. memenuhi syarat tidak memenuhi symat dengan perkataan lain kita menggunakan Value Judgement. pengukuran diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetalmi sesuatu sebagaimana adanya. a systematk process of determining the extent to whkh instructional objectives are achieved by pupil. Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan dengan proses kegiatan untuk menentukan nilai sesuatu. Secara terminologis. dibanding tujuan yang telah ditentukan. memadai tidak memadai. maka dalam pengukuran sedikitpun 176 .1975).. Raka Joni (1975) mengartikan evaluasi sebagai berikut: 'suatu proses dimana kita mempertimbangkan sesuatu barang tertentu.Secara etimologis. sangatlah jelas bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menentukan patokanpatokan tertentu untuk mencapai suatu Tujuan. Berdasarkan pengertian pengertian diatas. Oleh karena sesuatu yang diukur itu bermaksud diketahui secara apa adanya. evaluasi dikemukak oleh para ahli sebagai berikut: 1. pengukuran merupakan terjemahan darl measurement (Echols.. 2.2 Perbedaan Pengukuran dan Penilaian Sebelum dilakukan evaluasi terkhir dahulu dilakukan pengukuran. Evaluasi hasil belajar pembelajaran adalah suatu proses menentukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menentukan patokan patokan tertentu guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya.1) Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan.. atau gejala dengan mana mempertimbangkan patokan-patokan patokan-patokan mengandung pengertian baik tidak baik.1. 6.

penafsiran mengenai sesuatu. Jika pengertian evaluasi dan pengukuran tersebut ditarik ke setting belajar dan pembelajaran. belajar pembelajaran. proses belajar dan mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran ). maka dapat dikemukakan pengertian sebagai berikut: 1. mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran (pembelajar dan guru). berhasil belumnya/tidaknya. Penilaian atau evaluasi adalah suatu aktivitas yang bermaksud menentukan nilai belajar pembelajaran (baik belumnya/tidaknya.1. Sebagaimana adanya mengandung sesuatu pengertian bahwa sesuatu yang diukur tidak holeh dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya. maka orang yang mengevaluasi sebenamya juga melakukan aktivitas pengukuran. 6. Evaluasi belajar pembelajaran juga mencakup pengukuran belajar dan pembelajaran. yang meliputi hasil belajar. Oleh karena pengukuran adalah salah satu kegiatan yang berada dalam evaluasi. Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut: Evaluasi pendidikan adalah: 1. Evaluasi pendidikan. dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan 2. proses belajar pembelajaran. Pengukuran adalah suatu upaya atau aktivitas yang dimaksudkan untuk mengetahui belajar pembelajaran sebagaimana adanya. meliputi: hasil belajar pembelajaran. Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan 177 . Proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. 2. dengan demikian juga mencakup penguluaran pendidikan.3 Pengertian Evaluasi Dalam Proses Pendidikan Berbkara tentang pengertian istilah evaluasi pendidikan ditanah air kita. memadai belum/tidaknya.

. Tidak hanya itu.2 KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PROSES PENDIDIKAN Kedudukan evaluasi dalam belajar dari pembelajaran sungguh sangat penting. maka apabila defenisi tentang evaluasi pendidikan itu dituangkan dalm bentuk bagan berikut. Dengan evaluasi juga akan diketahui faktorfaktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tersebut berhasil dart faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tidak atau belum berhasil. Penting karena dengan evaluasi atom diketahui apakah belajar dan pembelajaran tersebut telah mencapai tujuuan ataukah belum. untuk kemudian diambil keputusan atau dirumuskan kebijaksanaan tertentu.infomasi yang telah berhasil dihimpun dengan kriteria tertentu.Bertitik tolak dari uraian diatas. BAGAN TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN Tujuan Pendidikan yang telah ditentukan Proses / Kegiatan Pencapaian Tujuan Hasil-hasil pendidikan yang telah dapat dicapai 6. Bagan tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa dalam proses penilaian dilakukan pembandingan antara informasi. akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengadakan perbaikan belajar duo pembelajaran. karena strategi belajar dan pembelajaran. Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan. Kriteria atau tolak ukur yang dipegangi tidak lain adalah tujuan yang sudah ditentikan terlebih dahulu sebelum kegiatan pendidikan itu dilaksanakan. dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran. dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisalikan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. 178 . Padahal dikehuinya hal tersebut.

d.proses belajar dan pembelajaran menempatkan evaluasi sebagai salah satu langkahnya. proses belajar pembelajaran haruslah menempuh prosedurprosedur sebagai berikut : a. f. Jelaslah bahwa langkah c (menentukan keefektifan hasil) pada dasarnya tidak berbeda dengan evaluasi itu sendiri. Menurut Glaser. c. Menentukan keefektifan hasil Mengadakan revisi atas keseluruhan langkah a sampai dengan Imgkah c. Penilaian terhadap perfomansi Umpan balik. Mentout Kauffman. b. Hampir semua ahli prosedur sistem instruksional menempatkan evaluasi ini sebagai langkah-langkahnya. e. Perhatikan pula langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli berikut. b. c. d. Menentukan syarat-syarat dan altematif pemecahan masalah Memilih strategi pemecahan masalah. Merumuskan teori pembelajaran (instuksional objectives) b. 2. Dan dari langkah menentukan keefektifan basil tersebut baru dapat dilakukan revisi atas keseluruhan langkah sebelumnya. pasti kita akan tahu betapa tidak dapat terpisahkan evaluasi tersebut dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. Identifikasi masalah. Melaksanakan pemecahan msalah. langkah-langkah yang harus ditempuh dalitm belajar pembelajaran adalah dengan menggunakan model pemecahan masalah sebagai berikut: a. Menentukan prosedur pembelajaran. Memutuskan situasi permulaan siswa Jelaslah bahwa evaluasi (sebagaimana pada langgkah d) sangat diperlukan dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam proses 179 . 1.

g. Merumuskan tujuan instruksional. Merumuskan tujuan Mengembangkan alat evaluasi Merumuskan kegiatan belajar pembelajaran Mengembangkan program kegiatan Pelaksanaan kegiatan belajar pembelajaran. Evaluasi 5. aktivitas pembelajar. Menurut Kemp a. Menurut model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem lnstruksional): a. c. d. Pre test Teaching/ leaming activities and resources Evaluation. b. d. 4. e. student characteristks learning objectives Subject content. Analisis situasi. 180 . c. e. c. Hal serupa dapat juga dibaca pada prosedur belajar pembelajaran yang dikemukakan para ahli berikut. Menentukan aktivitas guru. 3. topcs and general purposes. b. b.belajar pembelajaran. f. d. Menumt Gelder a. mata pembelajaran dan alat bantu pembelajaran.

181 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful