BAB I HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar ? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan “ritual-ritual” belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tak dapat dibedakan dengan kegiatankegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

1

1. PENGERTIAN BELAJAR 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari – hari Dalam pengertian yang umum atau populer, belajar adalah

mengurupulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Belajar dalam pengertian mengurupulkan sejumlah pengetahuan

demikian, tampaknya masih diikuti juga sampai sekarang. Orang baru dikatakan belajar manakala sedang membaca bacaan, membaca sejumlah tugas mata kuliah atau mata pelajaran, membaca buku pelajaran. Seorang murid yang sedang mengerjakan tugas-tugas matematika biasa disebut sedang belajar. Orang yang sedang menimba pengetahuan pada bangku sekolah lazim juga dikenal sebagai pelajar. Bahkan orang yang banyak menguasai ilmu pengetahuan lazim dikenal dengan kaum terpelajar. Singkat perkataan, belajar dalam pengertian umum atua populer adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai sejumlah pengetahuan. Pengetahuan belajar demikian, secara konseptual tampakanya sudah mulai ditinggalkan orang, meskipun secara praktikal masih banyak yang menganut. Ini karena berkembang pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini. Guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang “belajar”. Sering kai pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dna memperluas pandangan kita tentang mengajar.

2

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakukan melalui pengalaman. (leaming is defined as the modifkation or strengthening of behavior through experincing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan dengan perumusan diatas, ada pula tafsisan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengeritan ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good leaming situation consist of a rkh and baried series of leaming experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rkh, varried and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari belajar. b. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c. Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintangan-rintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan. d. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.

3

e. Teori-teori belajar dari psikologi kognitif Teori-teori belajar dari psikologi humanistik. Justru dapat dikatakan. j. Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. i. g. 4 . maka berbarengan dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajar. bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar. maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar. dari periode ke periode berikutnya. h. baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat. Di dalam masa perkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini muncullah secara beruntun aliran psikologi pendidikan masing-masing yaitu : Psikologi behavioristik Psikologi kognitif Psikologi humanistik Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun. Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain. f. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. Bertolak dari kenyataan itu. Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenamya. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelajari. masing-masing yaitu : Teori-teori belajar dari psikologi behavioristik. Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu. Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar.

Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sbagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berada mengenai apa belajar itu. Dalam pandangan psikologis, setidak-tidaknya ada empat pandangan mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik. Menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dengan demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik. Pandangan humanistik ini merupakan anti tesa pandangan behavioristik. Dalam pandangan demikian, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam belajar demikian siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Peranan guru dalam mengajar dan belajar demikian relatif rendah, sementara kedaulatan guru relatif rendah. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif. Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi. Berdasarkan diagram sebagaimana pada diagram 1.1. diketahui, bahwa dalam pandangan psikologi behavioristik, tanggung jawab siswa dalam belajar rendah, sedangkan tanggung jawab guru dalam mengajar tinggi. Sebaliknya, dalam pandangan psikologi humanisti, tanggung jawab guru rendah sedangkan tanggung jawab siswa tinggi. Sementara itu, dalam pandangan psikologi kognitif, tanggung jawab guru dan siswa sama-sama sedang.

5

Selain ketiga pandangan tersebut, ada pandangan keempat dari psikologi gestalt. Menurut pandangan psikologi gestalt, belajar adalah usaha yang bersifat totalitas dari individu, oleh karena totalitas lebih bermakna dibandingkan dengan sebagian-sebagian.

1.2.

Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya

aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisme science maka timbullah aliran baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah sekunder, padahal sebenamya justru menjadi titik pangkal bertolak. Natural science melihat semua realita sebagai gerakan-gerakan (movemant), dan pandangan ini mempengaruji timbulnya behaviorisme. Metode instrospeksi sesungguhnya tidak tepat, sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. Karena itu harus dkarai metode yang objektif dan ilmiah. Dari eksperimen menunjukkan bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif. Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan

pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.

6

Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus respons ini akan menimbulkan

kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakakn oleh para psikolog behavioristik. Mereka ini sering disebut “ Contemporary Behaviorists” atau jg disebut “S-R Psychologists”. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-rekasi behavioral dengan stimulasinya. Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tingkah laku tersebut.

Teori-teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. Oleh karena itu, teori ini juga dikenal dengan teori conditioning. Tokoh-tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain adalah : Pavlov, Watson, Gutrie dan Skinner. Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahimya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thondike, Pavlov, Wabon, dan Ghuyhrie. Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar. 7

Teori ini sering disebut “trial dan error leaming” individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial and error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu.Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat di dominasi oleh pengaruh Thondike (1874-1949). makin banyak dipraktekkan atau digunakannya hubungan stimulus respon. bilamana terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan dibarengi dengan “state of affairs” yang memuaskan. Thondike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing. maka kekuatan hubungan menjadi berkurang. Praktek perlu disertai dengan “reward”. Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu. karena belajar merupakan proses pembentukan koneksikoneksi antara stimulus dan respons. 8 . tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. maka hubungan itu menjadi lebih kuat. Ada berbagai respon terhadap situasi 3. makin kuat hubungan itu. Ada kemajuan rekasi-reaksi mencapai tujuan. (3) “law of effect” . objek mencoba berbagai cara beraksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu rekasi dengan stimulasinya. maka reaksi menjadi memuaskan (2) “law of exercise”. Ciriciri belajar dengan “trial and error” yaitu : 1. Bilamana hubungan dibarengi “state of affairs” yang mengganggu. dan 4. Ada motif pendorong aktivitas 2. Dari penelitiannya itu Thondike menemukan hukum – hukum : (1) “law of readiness”. Ada eliminasi respon-respon yang gagal / salah . Teori belajar Thondike disebut “connectionism”. jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu. Dalam hal itu.

Sementara Thondike mengadakan penelitiannya. sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat. air liur tersebut juga keluar. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini. Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel. Dalam percobaan ini. Teori kondisioning Pavlov tersebut dapat dimodelkan sebagai berikut : Bel / lampu + makan → air liur (berulang-ulang) Bel / lampu → air liur Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson (1970) adalah orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar 9 . dapat juga berlaku pada manusia. Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut. anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. di Rusia Ivan Pavlov (1849-1936) juga menghasilkan teori belajar yang disebut “classkal conditioning” atau “stimulus substitution”. anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. Ia melakukan percobaan terhadap anjing. Karena itu. teori Pavlov ini dikenal teori classkal conditioning. Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing. Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan. Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons. Mula-mula teori conditioning ini dikembangnkan oleh Pavlov (1972). maka dapat berfungsi sebagai conditioned. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebutu sebagai perangsangan yang bersyarat. Selanjutnya. anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. ketika perangsang bersyarat (bel.

apabila kombinasi stimulus itu muncul kembali. belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. Ia mengemukakan prinsip belajar yang disebut “the law of association” yang berbunyi : suatu kombinasi stimulus yang telah menyertai suatu gerakan. Dengan kata lain. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubungan-hubungan stimulus-respon baru melalui “conditioning”. cinta dan marah. Watson berpendapat. Salah satu percobaannya adalah terhadap anak umur 11 bulan dengan seekor tikus putih. Gutrie berpendapat. maka nantinya dalam situasi yang sama anda akan mengerjakan hal serupa lagi. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. Inilah yang disebut dengan asosiasi. dengan mengulang stimulus bersyarat tanpa di barengi stimulus tak bersyarat. bahwa belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respons-respons bersyarat melalui stimulus pengganti. manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi-reaksi emosional berupa takut. Dalam situasi tertentu. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah : tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik. 10 . E. cenderung akan menimbulkan gerakan itu. Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajr ataukah tidak ? Teori belajar kondisioning ini kemudian dikembangkan oleh Gutrie (1935-1942). setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. Rasa takut dapat timbul tanpa dipelajari dengan proses ekstinksi. Menurut Gutrie. Menurut gutrie. Menurut Watson.R. jika anda mengerjakan sesuatu dalam situasi tertentu. Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar.berdasarkan hasil penelitian Pavlov.

Asosiasi tersebut. Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar. Skinner berpendapat. dan setelah bosan. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka. Responsents : respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov (2). teori Skinner ini dikenal dengan operant conditioning. ia akan berhenti merokok dengan sendirinya. bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini. Oleh karena itu. Dari hasil percobaannya Skinner membedakan respon menjadi dua. yakni : (1). sebutlah misalkan saja boneka. Jika anak bosan belajar. yaitu : a. Metode mengubah lingkungan. c. Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang. Seperti halnya Thondike. maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar. Misalnya saja.banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon. ialah respon yang timbul dari stimulus tertentu dan operant (instrumental) respons yang timbul dan berkembang karena diikuti oleh perangsang tertentu. Ia disuruh merokok terus sampai bosan . Metode membosankan. b. maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. Operants : respon yang terjadi karena situasi random 11 . Metode respon bertentangan. Skinner menganggap “reward” atau “reinforcement” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. dapat benar dan dapat juga salah. Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan. Skinner mengembangkan teori kondisioning dengan menggunakan tikus sebagai kelinci percobaan. lambat laun anak tersebut tidak jijik lagi kepada boneka. jika anak jijik terhadap sesuatu. Selanjutnya.

suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung. or reinforcing 12 . Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing adalah pelasant stimulus). Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar.Perbedaan penting antara Pavlov’s classkal conditioning dan Skinner’s operant conditioning ialah dalam classkal conditioning. (5) Primary rinforcement : stimulus pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (6) Modifikasi tingkah laku guru : Perlakuan guru terhadap murid-murid berdasarkan minat dan kesenangan mereka. Reinforcement tikdak diperlakukan karena stimulusnya menimbulkan respon yang diinginkan. Jenis-jenis stimulus : (1) Jenis-jenis stimulus (2) Positive reinforcement : Penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon (3) Negative rinforcement : Pembatasan stimulus yang tidak menyenangkan. pemindah makanan. yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respon (4) Hukuman : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan misalnya : “Contradktion or reprimand”. Dalam pengajaran. Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimulus guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior. operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimulus. Disamping itu. akibat-akibat suatu tingkah laku itu. berupa makanan”. lampu. digunakan pula suatu “reinforcemen stimulus. Operant conditioning. digunakan suatu “diskriminative stimulus” (tanda untuk memperkuat respons) misalnya tombol. Guru berperan penting di dlaam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan.

c. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu.mencoba-coba ini dilakukan. Dalam mencoba-coba ini 13 . Jadwal penguatan ialah variasi pemberian peguatan : rasio tetap dan bervariasi. Pendekatan suksesif. g. yang didasarkan penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah rata-rata respon 3. yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran. pemberian renforcement menurut respon betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon. “Variable ratio schedule”. e. ialah proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat tepat hingga respon pun sesuai dengan yang diisyaratkan. Shopping. ialah proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan. ada enam konsep operant conditioning ini yaitu : a. Paling tidak tidak. 2. “Fixed interval schedule”. Extention. Chaining of respons. ialah proses pembentukan tingkah laku yang makin mendekati tingkah laku yang diharapkan. “Fixed-ratio schedule”. yang didasarkan atas satuan waktu tetapi diantara “reinforcement” 4. ialah respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain f. “variable interval schedule”. d. interval tetap dan bervariasi. yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respon setelah terjadi jumlah tertentu dari respon. Penguatan positif dan negatif b.Jadwal reinforcement menguraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat ? Ada empat cara penjadwalan reinforcement : 1. Menurut Menurut thondike. belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error).

Dengan perkataan 14 . bahwa motivasi sangat penting dalam belajar. maka tingkatan penguatannya kian lemah. 0hukum akibat (law of effect). Tetapi lemah dan kuatnya hubungan antara respons dan stimulus tersebut tergantung kepada memuaskan tidaknya respons yang diberikan. jika ia siap melakukan sesuatu. Akhirnya seseorang mendapatkan jenis respon yang paling tepat. Berangkat dari yang sederhana berangsur-angsur menuju ke yang kompelks. Sebaliknya jika respons tersebut tidak digunakan. Seseorang berusaha melakukan berbagai macam respons dalam rangka memenuhi motive-motivenya. tetapi tidak melakukannya. Sebaliknya jika hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan ketidak puasan. Respons-respons yang dirasakan tidak bersesuaian dengan motivenya dihilangkan d. Jika seseorang mengulang-ulang respons terhadap suatu stimulus. maka akan memperkuat hubungan antara respon dan stimulus. maka tingkatan penguatannya kian besar. Hukum kesiapan (law of readiness). Sebab pemuas yang antara lain berupa terpemenuhinya motif-motif seseorang. c. Implikasi hukum ini adalah baha belajar dimulai dari tingkatan yang mudah berangsur-angsur menuju yang sukat. hubungannya dengan stimulus semakin lemah. Jika seseorang siap melakukan sesuatu. Adanya motivatie pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu b. Implikasi dari hukum ini adalah. dan ia melakukannya. Manakala hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan kepuasan. Karakteristik belajar trial dan error adalah sebagai berikut : a. maka ia puas. c.seseorang mungkin akan menemukan respoons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. Sebaliknya. Hukum latihan (low of exercise). maka ia tidakpuas. Beberapa hukum belajr yang ditemukan oleh Thoendike adalah sebagai berikut : a. menjadikan seseorang belajar berulang-ulang. b.

apa yang ada pada diri seseorang. c. Manakala suatu respon cocok dengan situasinya relatif mudah untuk dipelajari (concept belongingness). Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif.3. Tondike prinsip-prinsip belajar. Selain mengemukakan tiga hukum belajar. Menurut pendapat mereka. Orang cenderung mengadakan assosiative shiffing. Hukum ini membawa implikasi kebenaran bagi diadakannya eksperimentasi dalam belajar. Orang cenderung memberikan respon yang sama terhadap situasi yang sama. baik itu berupa pengalaman. turut menentukan tercapainya tujuan yang ingin dicapai. tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi. berbagai ragam respon ia lakukan. yaitu tindakan mengenal atau mengemukakan 15 . e. Pada saat seseorang berhadapan dengan sebuah situasi yang bagi dia termasuk baru.lain. kepercayaan. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuanpenemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon-reinforcement. Respon tersebut ada kalanya berbeda-beda sampai yang bersangkutan memperoleh respon yang benar. sikap dan hal-hal lain yang telah ada pada dirinya. ialah menghubungkan respon yang ia kuasai dengan situasi tertentu tatkala menyadari bahwa respon yang ia kuasai dengan situasi tersebut mempunyai hubungan. hukum akibat ini punya keyakinan bahwa orang punya kecenderungan mengulang respon yang memuaskan dengan menghindari respon yang tidak memuaskan. bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement. yaitu : a. Pada diri seseorang sebenamya terdapat potensi untuk mengadakan seleksi terhadap unsur-unsur penting dari yang kurang atau penting hingga akhirnya dapat menentukan respon yang tepat. Mereka berpendapat. 1. d. f. b.

16 . mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan. Menurut teori ini. Reseptor-sreseptor tersebut memberikan simbol-simbol informasi yang ia terima. penyimpanan / pengkodean / penyadian terhadap informasi-informasi yang tersimpan. Mempraktekkan. mencermati lingkungan. bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada dalam suatu situasi. kemudian dikeluarkan kembalii oleh pembelajar. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri dimulai dengan pengatan (penginderaan) atas informasi yang berada dalam lingkungan manusia. sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan. memecahkan masalah. Keseluruhan adalah lebih dari bagian-bagiannya. belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. dan setelah membentuk pengertian. dan kemudian diteruskan ke registor penginderaan yang terdapat pada saraf pusat. belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. Dengan demikian. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. informasi-informasi yang diterima oleh registor penginderaan telah mengalami transformasi. mencari informasi.memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Menurut teori ini suatu informasi yang berasal dari lingkungan pembelajar. Jadi kaun kognitif berpandangan. Menurut psikologi kognitif. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. penyimpanan (baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang). pada awalnya diterima oleh reseptor.

informasi-informasi baru terintegrasi dengan informasi-informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori jangka panjang bertahan lama. informasi mengalir langsung dari memori jangka panjang kegenerator respon selama pemanggilan. waktunya juga pendek. Dalam pikiran yang sadar. sedangkan selebihnya hilang dari sistem.Informasi yang masuk ke dalam syaraf pusat tersdebut kemudian disimpan dalam waktu pendek. Informasi dalam memori jangka pendek dapat ditranspormasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya. Sementara memori jangka pendek lazim juga dikenal dengan memori kerja dan kesadaran. Informasi-informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini. maka menurut psikolog kognitif. dan kemudian kegenerator respon. Kapasitas memori jangka pendek ini amat terbatas. manakala menurut psikolog behavioristik reinforcemen berfungsi sebagai pemerkuat respon atau tingkah laku. meskipun alasan yang dikemukakan berbeda dengan psikologi behavioristik. Sementara untuk respon otomatis. sebagian diantaranya diteruskan ke memori jangka pendek. Sebab. berfungsi sebagai sumber umpan balik. misalnya ingatan atau ekpektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek. megurangi keragu-raguan hingga mengarah kepada pengertian. Saat transpormasi. diteruskan ke memori jangka panjang. Proses pereduksian seperti ini dikenal juga dengan persepsi selektif. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati) 17 . dan disiapkan untuk dipergunakan di kemudian hari. Pengeluaran kembali atas informasi-informasi yang terseimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan pemanggilan. Teori kognitif berpijak pada tiga hal yaitu : (1) Perantara sentral (central intermediaries) (2) Proses-proses pusat otak (central brain). reinforcemen sangat penting juga dalam belajar.menurut psikologi belajr kognitif.

(3) Pertanyaan tentang apa yang dipelajari ? Jawabannya adalah struktur kognitif. Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif. variabel tingkah laku non habitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. yang mengetahui altemate routes illustratis cognitive structure . (4) Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajr. Susunanya dari yang sederhana ke yang kompleks. (3) Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. (2) Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. Suatu masalah belajar yang trstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa. teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). Berbeda dengan teori stimulus respon. kita mengetahui dimana adanya. Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pemgetian mengenai hubungan-hubungan yang essensial. dibandingkan dengan rte leaming atau belajar dengan formula. Siswa menerima atau menolak sesuatu 18 . (4) Pemahaman dalam pemecahan masalah. dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. Perferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem. Prinsip-prinsip belajar teori kognitif : (1) Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. Masalah bagian keseluruhan adalah masalah organisasi dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. bahwa yang dipelajari adalah fakta.

Berbeda dengan berfikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban-jawaban yang benar secara logika. Berfikir defergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseoranbg yang orisinil agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial. misalnya : orang-orang yang ia jumpai. tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. kebutuhan. baik dalam diri individu seperti tujuan.berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. yang bersifat psikologis. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory. Lewin memandang masing-mading individu berada di dalam suatu medan kekuatan. Perubahan struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. tekanan kejiwaan. 19 . yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi intemal individu. Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi. objek materiil yang ia hadapi. serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan-kekuatan. satu dari struktur medan kognisi itu sendiri. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang. maupun dari luar diri individu seperti sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Lewin memberikan peranan yang lehih penting pada motivasi dari reward. (5) Penetapan tujuan (goal setting) penting sebagai motivasi belajar. Medan kekuatan psikologis dimana individu bereaksi disebut life space. Lewin berpendapat. (6) Berfikir defergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau terciptanya produk yang berilai dan menyenagkan. Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin Bertolak dari penemuan Gestalt Psychology. Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar cognitive field dengan menaruh perhatian kepadakepribadian dan psikologi sosial.

Isi disebut juga content. disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas. Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. Menurut Piaget. Dia adalah salah seorang psikolog suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berfikir. Piaget adalah seorang psikolog developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajr individu. b. Menurut Piaget. yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian / adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan. misalnya bemafas. Piage memakai istilah scheme secara interchageably.Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget Dalam teorinya Piaget memandang bahwa proses berfikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif. Apabila ahli biologi menekankan penjelasan tentang pertumbuhan struktur memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungna. Scheme berhubungan dengan : Refleks-refleks pembawaan. Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulangulang. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuankemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. 20 . Struktur. intelegensiitu sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu : a. maka Piaget tekanan penyelidikannya lain. makan. misalnya scheme of classifkation. scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap). minum Scheme mental. scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati). melainkan kualitatif.

+ Akomodasi : Proses perubahanrespon individu terhadap stimuli lingkungannya. disebut juga fungcion. dan function. perkembangan kognitif bergantung kepada komodasi. Adaptasiini terdiri dari dua macam proses komplementer yaitu asimilasi dan akomodasi. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equlibrium-equilibrium. yaitu structure. Struktur dan kontent intelektualnya berubah / berkembang. yaitu adaptasi individu terhadap lingkungannya. Dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasi. fungsi itu sendiri terdiri dari dua macam fungsi invarian. Organisasi. individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi. Fungsi dan adaptasi akan mtersusun sehingga berubah / berkembang. Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium. Dengan penjelasan seperti di atas dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan individu. + Asimilasi : Proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk menghadapi masalah dalam lingkungannya. content. Anak yang sedang mengalami perkembangan. yaitu organisasi dan adaptasi. Ia tak dapat menggantngkan diri pada asimilasi. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. Fungsi dan adaptasi akan tersusun sehingga melahirkan suatu rangkaian perkembangan. Adaptasi. karena ia tak dapat belajar dari apa yang telah diketahuinya saja. Situasi atau area itulah yang akan mempermudahpertumbuhan kognitif. Fungsi. yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus 21 . Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan intelektual anak mengandung tiga aspek. Pengaplikasian di dlaam belajar.c. berupa kecakapan seseorang / organisme dalam menyusun proses-proses fisik dan psikis dalam bentu sistem-sistem yang koheren.

0 – 11. tingkat operasi formal Penjelasan : 1. state vs transformation. Tahap-tahap Perkembangan Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak. equilibrium atau self regulation Selanjutnya ia membagi tingkat-tingkat perkembangan 1. tingkat operasi konkret 4. centering. anak belum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. Baru pada menjelang akhir tahun ke-2 anak telah mulai mengenal simbol / nama. interversibility 3. Dalam hubungan ini Philips (1969) membagi atas : 1. (ini tampak adanya egocentisme) 4. concreteness 2. tingkat preoperasinal 3. Tingkat sensori motoris 0.0 2. pengalaman fisik / lingkungan 3.0 Tiap anak berbeda .0 11. dan 22 2. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. Kematangan 2. Pada masa kanakkanak ini. tetapi masih terbatas pada halhal yang dapat ia jumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja. tingkat preoperasional anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan inderanya.yang menentukan kecakapan pikir anak.0 – 2. Maka Piaget mengartikan inteligensi adalah sejumlah struktur piskologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus. 2.0 – 7. yaitu : 1. Bayi lahir dengan refleks bawaan. transmisi sosial 4.0 7.

Jerome bruner dengan Discovely Leaming-nya Yang menjadi dasar ide J. transductive reasoning 1. Ia telah dapat membuat hipotesis-hipotesis dari suatu problema dan membuat keputusan terhadap problema itu secara tepat. Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajr di kelas. Tetapi kaang-kadang ia berhadapan dengan proporsi yang bertentangan dengan fakta. Periode propositional thinking Remaja telah dapat meberikan statemen atu proposisi berdasarkan pada data yang konkret. c. Kecakapan kognitif anak : (1) Combinativy classifkation (2) Reversibility (3) Associativity (4) Identity (5) Serializing Anak mulai kurang egocentrisme-nya dan lebih sociocentris (anak mulai membentuk peer group) 2. tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. b. tingkat operasi konkret anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematis. Periode combinatorial thinking Bila remaja itu mempertimbangkan tentang pemecahan problem ia telah dapat memisahkan faktor-faktor yang menyangkut dirinya dan mengkombinasi faktor-faktor itu. Flavell (1963) memberikan ciri-ciri sebagai berikut : a. tetapi anak kecil belum dapat menyimpulkan apakah hipotesisnya ditolak atau diterima.5. Tingkat operasi formal Anak telah mempunyai pemikiran abstrak pada bentuk-bentuk kompleks. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery 23 . Pada pemikiran anak remaja adalah hypothetko-deductive.

bahwa mata pelajaran dapat diajarkan secara efektif dalam bentuk intelektual yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. diantaranya J. murid harus mempelajari prinsip-prinsip itu sehingga terbentuklah suatu disiplin. Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. Pemyataan lain dan process of education ialah tentang bagaimana mata pelajaran itu harus diajarkan. Banyak pendapat yang mendunkung discovery leaming itu. seorang scientist. Demikian juga dalam penyesuaian kurikulum. Sekali murid mengetahui prinsip itu ia problem di dalam disiplin itu. Di dalam buku itu ia melaporkkan hasil dari suatu konferensi diantara suatu para ahli science.leeaming. yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. atau 24 . yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak. Kurikulum dari suatu mata pelajaran harus ditentukan oleh pengertian yang sangat fundamental bahwa hal itu dapat dicapai berdasarkan prinsip-prinsip yang memberikan struktur bagi mata pelajaran itu. historin. Ahli sekolah / pengajaran dan pendidik tentang pengajaran science. dimana guru menerangkan informasi dan murid harus mempelajari semua bahan / informasi itu. Prosedor ini berbeda dengan reception leaming atau expositoryteaching. Dalam hal ini /ia mengemukakan pendapatnya. Ide Bruner itu ditulis dalam bukunya Process of Education. Dewey (1933) dengan complete art of reflective activity aau dikenal dengan problem solving. Tingkat-tingkat kemajuan anak dari tingkatt kamajuan anak (anactive) ke representasi konret (konek) dan akhirnya ke tingkat representasi yang abstrak (symbolk). Maka di dalam mengajar harus dapat diberikan kepada murid struktur dari mata pelajaran itu. bagaimana kita dapat mengembangkan program pengajaran yang lebih efektif bagi anak yang muda ? Jawaban Bruner ialah dengan mengkoordinasikan metode penyajian bahan itu. dan makin meningkat ke arah yang abstrak. Pada tingkat permulaan pengajaran hendaknya dapat diberikan melalui cara-cara yang bermakna. Bruner mendapat pertanyaan.

pekerja-pekerja sosial dan konseler. 2. 4. Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya. aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai 1970-an dan mungkin perubahan-perubahan dan inovasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini (John Jarolimak ek. Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). 3. Orangorang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini. perceptual. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik Pada akhir tahun 1940-an muncul suatu perspektif psikologi baru.Biarkanlah murid-murid kita menemukan arti bagi diri mereka endiri. dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik. Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran barus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. the act of discovery dari Bruner: 1. 1976. Murid yang mempelajari bagaimana menemukan berarti murid itu menguasai metode discovery leaming. Adanya suatu kenaikan berkala di dalam potensi intelektual. bukan dari pengamat (observer). halaman 330) Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. atau fenomenologikal. Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada intrinsik. eksestensial. Murid lebilh senang mengingat-ingat informasi . 1.ahli matematika. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka 25 .4. Dalam dunia pendidikan. Cliffor D Foste. dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka. Gerakan ini erkembang. misalnya ahli-ahli psikologi klinik.

tidak terikat oleh lingkungannya. 148). melainkan yang terutama adalah dari segi batinnya. Pengalaman lampau dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. melainkan memantapkan visi yang telah ada pada anak itu sendiril untuk itu. Keberagaman yang ada pada diri anak. 26 . Belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesarbesarnya kepada individu. Perbedaan ini dikenal sebagai freedom of determination issue. berbeda antara satu dengan yang lain. Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk reaktif yang memberikan responsnya terhadap lingkungannya. hendaknya dikukuhkan. belajar merupakan kontrol instrumental yang dilakukan oleh lingkungan. Keberagaman anak tidak saja dari segi lahir. Eka dalam pandangan psikologi behavioristik.sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka (Hamachek. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka. 1977. jika ingin memahami anak. Oleh karena itu. beragam. bahwa pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik. dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa. ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda. maka dalam pandangan psikologi humanistik justru sebaliknya. p. Psikologi humanistik berkeyakinan bahwa anak termasuk makhluk yang unik. Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. Dengan demikian. seorang pendidik atau guru bukanlah bertugas untuk membentuk anak menjadi manusia sesuai yang ia kehendaki. seorang pendidik pertama kali membantu anak untuk memahami diri mereka sendiri. Sebagaimana disebtakan diatas. Behaviorisme Versus Humanistik Dalam menyoroti masalah perilaku. tidak dapat dengan menggunakan perspektif orang yang memahami. melainkan dengan menggunakan perspektif orang yang dipahami.

bahwa siswa itu tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru itu. perilaku dalamlah yang membedakan seseorang dari yang lain. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada leaming. 2. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila subject matter-nya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Apabila guru itu memberikan aktivitas yang lain. Apabila seorang guru mengeluh bahwa siswanya tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu. mungkin sekali siswa akan memberikan reaksi yang positif. Sehingga yang penting ialah bagaimana caranya membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari subject matter itu. ini sesungguhnya berarti.Tokoh-Tokoh Humanistik Ada beberapa tokoh yang menonjol dalam aliran humanistik seperti: Combs. Pemerolehan informasi baru. dengan kata lain di individulah yang memberikan arti tadi kepada subject matter itu. halaman 212). Apabila kita ingin mengubah perilaku seseorang. 27 . kita harus berusaha mengubah keyakinan atau pandangan orang itu. Combs dan kawankawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya. Personalisasi informasi. dan Rogers 1) Combs : Combs dan kawan-kawan menyatakan apabila kita ingin memahami perilaku orang kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang itu. Maslov. Briggs. bagaimana siswa itu menghubungkan subject matter itu dengan kehidupannya (Principles of Instruction Design oleh Robert M. Padahal arti tidaklah menyatu pada subject matter itu. ini pada individu. Gayne & Leshe J. yaitu: 1.

Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslov ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. keunikan diri. Jadi. makin mudah hal itu terlupakan. Tetapi mendorong untuk maju ke arah keutuhan. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar tidak mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi. Maslov membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di tasnya. halhal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri. takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya. menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendifi (self). takut untuk mengambil kesempatan.Combs memberikan lukisan persepsi diri dan persepsi dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat satu. seperti kebutuhan fisiologis. 1968) Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhya pada individu dan makin dekat peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin besar pengaruhnya terhadap perilakunya. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama. ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkaran besar (2) adalah persepsi dunia. 3) Carl Rogers 28 . 2) Maslov Teori didasarkan atas asumsi bahwa di dalam diri kita ada dua hal : (1) Suatu usaha yang positif untuk berkembang (2) Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. (maslov.

Tidak itu saja. Belajar bermakna. anak tidak dketak menjadi oran lain melainkan dibiarkan dan dipupuk untuk menjadi dirinya sendiri. tentu tidak akan ia lakukan. Dalam proses mencari jawaban inilah. Hukuman memang dapat saja membuat seseorang untuk belajar. Ini disebabkan adanya hasrat ingin tahu manusia yang terus menerus terhadap dunia dengan segala isinya. siswa juga diharapkan dapat membebaskan dirinya hingga ia dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusankeputusan yang ia ambil atau pilih. la melakukan aktivitas sekedar menghindari ancaman hukuman. seseorang mengalami aktivitas-aktivitas belajar. Pada hal. la tidak direkayasa agar terikat kepada orang lain. manakala hukuman tak 29 . Belajar tanpa hukuman. Tetapi.Salah seorang tokoh psikologi humanistik adalah Carl Rogers. seorang ahli psikoterapi. Hasrat ingin tahu yang demikian terhadap dunia sekelilingnya. c. Seorang beraktivitas atau tidak senantiasa akan menimbang-nimbang apakah aktivitas tersebut menipunyai makna buat dirinya. la mempunyai pandangan bahwa siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa. Dalam pandangan psikologi humanistik makna sangat penting dalam belajar. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar merupakan suatu hal yang bersifat alamiah bagi manusia. Rogers mengemukakan prinsip-prinsip belajar humanistik sebagai berikut : a. melainkan dibiarkan belajar bebas. hasil belajar demikian tidak akan bertahan lama. menjadikan penyebab seseorang senantiasa berusaha mencari jawabannya. la dibiarkan agar tetap bisa menjadi arsitek buat dirinya sendiri. b. bergantung kepada pihak lain dan memenuhi harapan orang lain. Dalam belajar demikian. Sebab. sesuatu yang tak bermakna bagi dirinya.

Belajar yang terbebas dari ancaman hukuman demikian im menjadikan penyebab anak bebas melakukan apa saja. di antaranya adalah : 30 . Oleh karena itu. Pembelajar yang banyak berinisiatif tatkala belajar. dan tidak terikat oleh rekayasarekayasa yang berasal dari lingkungannya. Belajar dengan inisiatif sendiri. Kalau tidak. Inisialif yang lahir dari diri sendiri im juga menunjukkan rendalmya dependensi pembelajar terhadap orang lain. la akan berusaha dengan totalitas pribadinya untuk mencapai sesuatu yang ia cita-citakan. mengadakan eksperimentasi-eksperimentasi hingga anak dapat menemukan sendiri mengenai sesuatu yang baru. ia menunjukkan sejumlah prinsipprinsip belajar humanistik yang penting. Orang harus dapat menyesuaikan dalam sebuah dunia yang senantiasa berubah. aktivitaspun tidak akan dilakukan. Belajar dan perubahan. ia akan terlindas oleh perubahan. belajar yang sekedar mengingat fakta. terdapat kemampuan untuk mengarahkan dirinya sendiri. mencoba-coba sesuatu yang bermanfaat buat dirinya. Dengan demikian. dan siapapun di dunia ini tak ada yang dapat menangkal perobahan. Dalam bukunya freedom to learn. senantiasa mencari cara-cara hingga dia berhasil dalam belajarnya. pembelajar haruslah dapat belajar dalam segala kondisi dan situasi yang serba berubah. Oleh karena itu. e.ada. Pada diri pembelajar yang kaya inisiatif. Kreativitas anak dalam belajar yang bebas dari ancaman hukuman dengan sendirinya juga akan meningkat. la akan bebas melakukan apa saja dalam belajarnya. d. Belajar dengan inisiatif sendiri pada diri pembelajar sebenamya menyiratkan betapa tingginya motivasi internal yang dipunyai. Dunia terus berubah. agar anak belajar justru harus dibebaskan dari ancaman hukuman. dipandang tidak cukup. menentukan pilihannya sendiri serta berusaha menimbang-nimbang sendiri mana hal yang baik bagi dirinya. menghafal sesuatu.

kemerdekaan. suatu keterbukaan yang terusmenerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam dirinya sendiri mengenai proses perubahan itu. (8) Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya baik perasaan maupun intelek.5. (4) Tugas-tugas belajar yang mengancam diri adalah lebilh mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman. (9) Kepercayaan tehadap diri sendiri. 31 . kreativitas lebih mudah dicapai terutama siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian diri orang lain merupakan cara kedua yang penting. 1. pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar (6) Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya. (3) Belajar yang menyangkut suatu perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya.(1) Manusia itu mempunyai kemampuan untuk belajar secara alami. (2) Belajar yang signifikan terjadi apabila subject matter di rasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksudnya sendiri. merupakan cara yang dapat memberikan basil yang mendalam dan lestari. (7) Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung-jawab terhadap proses belajar itu. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt.ancaman dari luar itu semakin kecil (5) Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah. (10) Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar.

telinga. dimana individu menemukan dirinya 32 . perbuatan.Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah: field. Menurut aliran ini. integration. Misalnya: emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsurunsur. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. wholistk. Lagi pula sesuatu hal. Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : (1) Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi. closure. mulut. antara individu dan lingkungan dimana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol. bidung. Mata tidak mungkin terletak di ibu jari. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain. dan sebagainya. configuration. hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory. pattera. (3) Mengutamakan segi pemahaman (insight) (4) Menekankan kepada adanya situasi sekarang. organisme. Pada struktumya masing-masing itulah bagian-bagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. benda lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu. melainkan kepala itu adalah suatu keseluruhan yang bermakna. dan gestalt. (2) Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. di mana unsur-unsur tadi teletak pada struktumya masingmasing. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu. rambut. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga. adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. mata. Contoh: kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripada batok kepala. dagu.

mana telinga ibu. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis. 3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. Keseluruhan yang menjadi permulaan. misal : sebuah ban mobil hanya bemakna kalau menjadi bagian dari mobil. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. 4) Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian.(5) Yang utama dan pertama adalah keseluruhan. deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti. sebagai roda. Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory ) 1) Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil contoh: mula-mula anak melihat mengenal wajah ibunya sebagai keseluruhan kesatuan. sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari rumah dan sebagainya. seperti simpanse dapat melihat 33 . Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas. dan bagian-bagian hanya bermakna jika berada dalam keseluruhan itu. atau menarik dan sebagainya. kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek. mana hidung ibu. 2) Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugas-tugas harian yang beruntun. baru menuju ke bagian-bagian. Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan.

Tokoh psikologi gestalt ini antara lain adalah Kohler. Insight itu sering dihubungkan dengan pemyataan spontan "aha" atau "oh". mengamati stimuli dalam keseluruhan yang terorganisasi. Peletak dasar psikologi gestalt adalah Mex Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. bukan dalam bagian-bagian yang terpisah. Koffka dan Wertheimer. struktur dan pemetaan dalam pengalaman. Kohler (1927) menemukan tumbuhnya insight pada seekor simpanse dengan menghadapkan simpanse pada masalah bagaimana memperoleh pisang yang terletak di luar kurungan atau tergantung di atas kurungan.hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena ia sedang lapar. yaitu pengamatan/pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan. bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. kemudian Wollgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpanse. kadangkala gagal meraih pisang. Sumbangannya ini diikuti oleh Kurt koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan. Menurut pandangan psikologi gestalt. Psikologi kognitif mulai berkembang dengan lahimya teori belajar Gestalt ini. Dalam eksperimen itu Kohler mengamati. Suatu konsep yang penting dalam teori gestalt adalah tentang "insight". dan kemudian secara tiba-tiba menemukan pemecahan masalah. Orang yang belajar. “sec-now". bahwa kadangkala simpanse dapat memecahkan masalah secara mendadak. Penelitian-penelitian mereka menumbuhkan psikologi gestalt yang menekankan bahasan pada masalah konfigurasi. kadang kala duduk merenungkan masalah. 34 . Kaum gestalt berpendapat. belajar terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir.

terutama hubungan-hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Menurut hukum ini. semua kegiatan belajar (baik pada simpanse maupun pada manusia) menggunakan insight atau pemahaman terhadap hubungan-hubungan. Menurut psikologi gestalt setiap pengalaman itu senantiasa struktur. Perhatikan gambar berikut ini: $ Y @ h $ Y @ h $ Y @ h b. Hukum penuh makna (law of pragnanz). ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis. Menurut hukum ini. Menurut psikologi gestalt. Menurut hukum ini. ukurannya. Makna objek tersebut bagi seseorang. Setiap respon yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulan. c. sesuatu yang sama cenderung membentuk satu kesatuan. sebenamya tidak tertuju kepada suatu bagian melainkan teriuju kepada sesuatu yang bersifat kompleks. bisa berupa bentuknya. Menurut pandangan gestaltis. pengamatan terhadap sesuatu objek cenderung dikaitkan dengan makna objek tersebut bagi seseorang. Dari pekerjaannya pengamatannya itu. Hukum kedekatan ( law of proximity ). tingkat kejelasan atau keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan belajar seseorang daripada dengan hukuman dan ganjaran. warnanya dan sebagainya. Adapun hukum-hukum belajar menurut psikologi adalah sebagai berikut : a. sesuatu yang berdekatan cenderung membentuk satu kesatuan.Wertheimer menghubungkan (1945) menjadi dengan orang proses gestalt belajar yang di mula-mula kelas. Hukum kesamaan (law of similarity). periksa gambar berikut ini || || || || || || || || 35 .

hal-hal yang merupakan kontinyuitas membentuk suatu kesatuan. Pertama. belajar dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental. CIRI . kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan. dalam belajar yang mestinya ditanamkan adalah pengertian siswa mengenai sesuatu yang harus dipelajari. Ketiga hasil belajar bersifat relatif menetap. wawasan atau yang lazim disebut sebagai insight dipandang sebagai inti belajar. bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman. Menurut psikologi gestalt. Perhatikan gambar berikut    a        f       b c d e e. Kedua. Oleh karena itu. belajar dibedakan dengan kematangan. maka pada hakikatnya "belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang.CIRI BELAJAR Sebagaimana disebutkan diatas. 36 . ada sejumlah ciri belajar yang dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain selain belajar.ab cd ef gh d. dsb)". Menurut hukum ini. Hukum-hukum kontinyutas ( law of goof continuation ) Menurut hukum ini. hal-hal yang tertutup membentuk suatu kesatuan. 2. Berdasarkan pengertian belajar diatas. Hukum ketutupan (law of closure ). Oleh karena itu. dan perubahan tingkah taku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan-kecendrungan respon bawaan.

2) Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik dan mental. dari seseorang belum bisa berbkara kemudian menjadi bisa berbkara. dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengedakan sesuatu. Adanya perubahan pada diri seseorang semisal dari belum bisa berjalan pada umur tertentu menjadi bisa berjalan pada umur selanjutnya. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja. Oleh karena itu. kematangan akan dialami oleh seseorang.1) Belajar berbeda dari kematangan. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Perubahan-perubahan demikian. Berarti perubahan fisik dari kecil menjadi besar. Berbeda dengan belajar. baik yang bersifat fisik maupun psikis. ia adalah suatu proses yang disengaja dan secara sadar. orang akan mengalami kematangan. 3) Hasil belajar relatif menetap Hasil belajar relatif menetap. Kematangan umumnya ditandai oleh adanya perubahan-perubahan pada diri seseorang. juga bukan karena aktivitas belajar melainkan karena adanya proses kematangan. Orang setiap kali dapat berubah. Kematangan yang ada pada diri seseorang juga bukan karena satu upaya yang dilakukan oleh orang lain (misalnya saja guru). Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang. pada saat tertentu. tidak sama 37 . dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai proses belajar. atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya. dan tidak berubah-ubah. dari memberikan respon yang salah atas stimulusstimulus ke arah memberikan respon yang benar. bukanlah karena proses belajar. dari kurus menjadi gemuk. Demikian juga. Tanpa melalui aktivitas belajarpun. Perubahan tingkah laku yang sifatnya relatif tidak menetap. meskipun ia sendiri tidak mensengaja. Perubahan tersebut bisa berupa dari tidak talm menjadi tahu. tidaklah akibat dari aktivitas belajar. Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembangan-perkembangan bawaan. dan pendek menjadi semakin tinggi bukanlah karena proses belajar.

Perubahan tingkah laku dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati (obsevable). Kedua. ketika pembelajar mau mengadakan aktivitas belajarnya.1. Paling tidak ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar. tentulah dimaksudkan bagi pencapaian tujuan.dengan perubahan-perubahan dalam belajar. Oleh karena itu. Tujuan umumnya mengarahkan seseorang yang sedang belajar ke arah kegiatan tertentu. sepanjang aktivitas tersebut disadari. Sementara unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan sesemang yang sedang mencapai tujuan belajar. perlu merumuskan tujuan belajar buat dirinya sendiri. Tujuan Belajar Setiap manusia kreativitas. agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu. Pertama. Hanya perubahan-perubahan tertentu saja yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai belajar. agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. Ketiga agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku. 38 . tidak semua perubahan yang ada pada diri seseorang dianggap sebagai hasil belajar. Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR Tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah dua hal yang sangat penting dalam belajar. Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkah laku pada dirinya. 3. 3. Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar. Oleh karena itu.

yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara bagaimana. Kata-kata ini tidak menunjukkan berapa jumlah ciri tingkah laku menyimpang (unsur keempat). yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif. Sebab. menunjukkan dengan jelas siapa yang berubah tingkah lakunya setelah melakukan aktivitas. Jelas waktunya. Sebagai contoh. Jelas ukuran perubahannya. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable). setelah menelaah Bab I. d. f. Jelas cara menghukumya. Kata pertama. Kata secara lisan menunjukkan bagaimana perubahan tingkah laku tersebut diukur. pengukuran terhadap bisa tidaknya seseorang menjelaskan secara lisan dan secara tertulis. Bandingkan misalnya dengan kata-kata: ciriciri tingkah laku menyimpang. disamping dapat terhindar juga dari mempelajari sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk dipelajari. Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri. dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu. 39 . b. pembelajar dapat menjelaskan 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang secara lisan. e. Kata-kata 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang menunjukkan ukuran perubahan. pembelajar. dalam hal ini adalah pembelajar bukan pengajar (unsur pertama). Pengenalan mengenai diri sendiri ini juga bisa terhindar dari mempelajari sesuatu yang sudah dikuasai. dan bukan pengajar). yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan tercapai. seseorang pembelajar pertama kali haruslah mengenali mengenai dirinya sendiri. Jelas perubahannya.Dalam merumuskan tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. Kata-kata dapat menjelaskan menunjukkan terdapatnya perubahan tingkah laku pada diri pembelajar: dari tidak bisa menjelaskan menjadi bisa menjelaskan (unsur kedua). Kata-kata setelah menelaah bab I menunjukkan waktu perubahan (unsur ketiga). c. Pengenalan terhadap dirinya sendiri ini sangat penting guna merumuskan kebutuhan kebutuhan belajarnya.

karena semestinya tidak untuk dipisah-dipisahkan) menjadi tiga kawasan. b. Kata-kata disebutkan terakhir ini tidak dapat diamati (tidak observable). Pada sub kawasan ini. masing-masing mempunyai sub kawasan masing-masing yang disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Applkation lazim diberi makna sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya. syntihesis don evaluation. mengaplikasikan konsep-konsep. mengambil kata lain dari suatu kata atau pengertian. Bloom dan kawan-kawan (1956) membuat taksonomi tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. Knowledge. seseorang dapat menterjemahkan sesuatu.membutuhkan cara pengukuran tersendiri. Comprehension dapat diartikan dengan kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu. analysis. Ia mengkategorisasikan tujuan (bukan memisahkan. mengambil inti dari suatu bacaaan dan membuat prakiraanprakiraan. Oleh karena itu. dalam kawasan kognitive ini dipandang berada pada tingkat terendah. seseorang yang sedang belajar mampu menerapkan. comprehension. merasakan. bentuk perubahan tingkah laku tesebut haruslah jelas (unsur kelima). mengerti. sub kawasan ini lebih tepat untuk diartikan mengingat terhadap materi-materi yang pernah dipelajari. cognitive terdiri dari knowledge. Mengingat kembali terhadap fakta-fakta yang pernah dipelajari. Pada sub kawasan ini. Kawasan pertama. c. Kata menjelaskan pada rumusan tujuan menunjukkan bahwa ia dapat diamati secara konkrit. dapat diartikan dengan pengetahuan. ialah kawasan tersebut. teori-teori yang pernah ditelaah. applkation. menikmati. Bandingkan misaInya dengan kata memahami. secara berturut-turut akan dijelaskan sebagai berikut : a. teori-teori dalam situasi praktis. 40 . Sub kawasan ini mementingkan aspek ingatan. Oleh karena itu.

Evaluation adalah suatu kemampuan unluk menentukan baik-buruk. organization. b. characteristization by a value or value complex. Jika pada sub kawasan receiving seseorang menghadirkan kediriannya pada sebuah even. Responding atau pemberian tanggapan. pada 41 . Kemampuan mengadakan evaluasi ini termasuk jenis kemampuan yang tertinggi dalam kawasan kognitive ini. bernilai-tidak bernilai mengenai suatu hal. menguraikan rincian dan saling hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. adalah kemampuan seseorang untuk menghadirkan kediriannya pada sebuah even atau stimulus-stimulus yang ia terima. c. f. telah dapat meliput kesadaran seseorang. menghubungkan. Dengan kemampuan synthesis ini sesuatu yang sebelumnya terbelah-belah terkristal dan kemudian dapat diformulasikan ke dalam forinula yang tak terbelah. berharga-tidak berharga. maka dalam sub kawasan responding ini seseorang memberikan tanggapan/ respon/jawaban atas even-even yang ia terima. Valuing atau pemberian nilai. benda. kejadian atau even.d. affective ineliputi empat sub kawasan berikut: receiving. Penentuan tersebut didasarkan atas patokan-patokan yang dilmat pada masa sebelumnya. responding. valuing. Receiving atau penerimaan. Sub kawasan ini menjadikan seseorang bisa menerima nilai tertentu dan menunjukkan komitmennya pada nilai tertentu. meskipun dalam tataran rendah. Yang dimaksud dengan pemberian nilai di sini adalah memberikan harga terhadap suatu fenomena. Kawasan kedua. Menghadirkan diri demikian ini. Secara berturut-turut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Hasil belajar pada sub kawasan ini telah memunculkan sebuah kesadaran yang paling simpel sampai dengan hadimya perhatian yang terpilih. Synthesis adalah suatu kemamptian untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Analysis adalah suatu kentamptian untuk merinci. Oleh karena itu. e. Kemampuan ini relatif febih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan receiving.

seseorang mengindera stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungannya motoriknya. complex overt respon. Antara nilai satu dengan yang lain dicoba hubungkan. Pada subleawasan ini. mencakup tujuh sub kawasan dari yang tingkatan terendah hingga tingleatan tertinggi. Pada sub kawasan ini. b. integritas. Hasil belajar pada sub kawasan ini bisa menjadikan seseorang menyesuaikan diri secara personal. Pada sub guna persiapan untu membimbing aktivitas-aktivitas 42 . Yang dimaksud dengan persepsi di sini adalah penggunaan indera untuk memperoleh petunjuk ke arah motorik. Guided respon atau respon terpimpin. d. Ke tujuh sub kawasan ini adalah perception. Sub-sub kawasan ini dapat d1Jelaskan sebagai berikut: a. seseorang bersedia mengambil tindakantindakan berdasarkan persepsinya terhadap stimulus atau fenomena-fenomena yang berasal dari agkungannya.sub kawasan ini seseoarang tampak tingkatan integritasnya: keajegan. Perception atau persepsi. Sub kawasan ini meliputi mental set. Dari nilai-nilai yang berbeda tersebut. sosial dan emosional. e. set. guided respon. Characterization of value or value complex atau karakterisasi dengan suatu nilai. mechanism. c. Pada sub kawasan ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya hidup yang khas. Kawasan ketiga psycomotor. physkal set dan emotional set. hingga menjadi suatu kesatuan nilai. Ada semacam sintesa nilai-nilai yang beragam. berbeda dengan orang lain. kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai. Set atau kesiapan. Organization atau pengorganisasian adalah upaya untuk memadukan berbagai jenis nilai yang berbeda-beda. Pada sub kawasan ini seseorang mulai berada pada proses belajar keterampilan yang lebib komplek. Bila terdapat konflik di antara nilai-nilai tersebut dicoba pecahkan. adaptation dan origination.

merancang hal-hal baru. Adaptation atau penyesuaian. Pada sub kawasan ini responrespon yang telah dipelajari oleh seseorang telah berubah menjadi kebiasaan dan gerakangerakan yang ditampilkan. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap. misaInya membuat pola-pola baru. Complex over respons atau respon nyata yang kompleks. Performansi seseorang yang belajar pada sub kawasan ini umumnya ditandai dengan hal-hal yang serba baru. Origination atu penciptaan. termasuk yang problematis sekalipun. selanjumya mencoba menggunakan tanggapan dalam menangkap suatu motorik. a. gerakan-gerakan pada sub kawasan ini relatif cepat. e. dilakukan dengan penuh kepercayaan dan kemahiran. d. Mechanism atau mekanisme. Sub kawasan ini termasuk paling tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan sebelumnya. Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah sebuah keterampilan dimana seseorang dapat mengolah gerakan hingga sesuai dengan tuntutan kondisional dan situational. f. oleh karena unsur kreativitas sudah masuk di sini. Pada sub kawasan ini seseorang yang lagi belajar. melakukan gerakan dengan mudah disamping mempunyai kontrol yang baik. Kadar motorik pada sub kawasan ini relatif cukup tinggi.kawasan ini seseorang terlibat dalam proses peniruan yang diperformansikan. Sebab. g. cermat termasuk pada hal-hal yang rumit dan tepat meskipun disertai dengan energi yang minimal. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. 3. sebutlah saja dunia dengan segala isinya. sangatlah penting artinya bagi pembelajar. Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. 43 .2.

Pemahaman pembelajar tehadap dunia dengan segala isinya tidak saja mendatangkan kepuasan bagi pembelajar. melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada posisi strategik. dan sebaliknya tidak menuntut orang lain agar seperti dirinya. juga menjadikan seseorang tidak risau. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri. ia akan mengetalmi apa yang harus ia pertuat dan apa yang tidak ia perbuat. b. juga dapat disebabkan kurang adanva saling pemahaman. la akan menjadi dirinya sendiri. MimbuInya saling curiga. dan lehih lanjut lagi saling menghargai. dan tidak terbatas pada persepsinya sendiri. Ia memberikan kontribusi yang besar bagi sukses tidaknya seseorang. Oleh karena itu terbentuknya pemahaman pembelajaran terhadap sesuatu yang dipelajari. 44 . malahan dapat menjadikan seseorang melihat orang lain tidak semata dengan menggunakan perspektif sendiri. la mencoba menangkap seseorang dengan menggunakan perspektif orang yang dipandang. jika melihat orang lain berbeda dengan dirinya. Dengan cara pandangan demikian. Lebih jauh pemahaman menjadikan seseorang saling mengerti. pemahaman adalah suatu dasar bagi segala akan seseorang. Pemahaman terhadap orang lain. la. sebenamya disebabkan kurang adanya saling pemahaman di antara mereka. Pemahaman sekaligus mencegah timbuInya saling curiga. juga sekaligus tidak membuat dirinya agar seperti orang lain. dan lebih jauh lagi mencegah timbuInya saling bentrokan. Terjadinya bentrokan-bentrokan di dunia. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap. dan memahami jika orang lain juga seperti dirinya. ia akan mengenal orang yang dipandang tersebut dalam keadaan yang senyatanya. melainkan bermanfaat juga bagi linkungannya Pemahaman seseorang terhadap orang lain. Singkat kata. tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri.

sekaligus juga terkait dengan pembentukan sikap.Setiap masyarakat. saling membantu dan memberi manfaat. Disamping tujuan belajar terkait dengan pembentukan nilai. Malahan. Meskipun nilai bukanlah satu-satunya yang menentukan sikap. Sementara nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat secara spesifik khususnya di lingkungan pembelajar banyak ragamnya. masyarakat manapun. tentu nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat. pada masa sekarang ini. Pada hal persepsi seseorang terhadap sesuatu lazimnya juga turut menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu. kejujuran. Berbedanya nilai-nilai yang dianut oleb seseorang lazim menjadikan penyebab berbedanya seseorang dalam menyikapi sesuatu. disamping nilai-nilai luhur yang spesifik dianut oleh masyarakat dimana pembelajar tersebut berada. keindaban. kemerdekaan. 45 . dapat merupakan kristalisasi dari hasil dialog antara nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dengan yang sejaman dengan mereka. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dewasa ini semakin beragam. Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut. nilai-nilai yang dianut seseorang turut menentukan persepsi seseorang tentang sesuatu. ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada diri pembelajar. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Oleh karenanya. Terbentuknya sebuah sikap. adakalanya merupakan produk masyarakat pada kurun waktu yang sejaman dengan mereka. Di era globalisasi seperti saat sekarang. lazim juga didasarkan atas sehuah nilai. Nilai dinlaksud. dapat merupakan kristalisasi hasil dialog antara nilai-nilai yang selama ini dianut dengan nilai-nilai baru yang datang dari dunia luar. sebagai akibat dari melesatnya perkembangan teknologi komunikasi. seberagam jumlah pembelajar. Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal misaInya adalah: kebenaran. Sebab. nilai-nilai yang dianut oleh sebuah masyarakat. Dalam belajar. pasti menganut sebuah nilai.

Pembentukan keterampilan sosial demikian tampak urgensinya manakala dilihat kedudukan pembelajar yang tidak saja sebagai makhluk individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. pembelajar haruslah dapat berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosiaInya. Setiap pembelajar.c. maka keterampilan sosial antara lain dimaksudkan mengkomunikasikan keterampilan personal yang telah terbentuk dalam lingkungan sosiaInya. Maka dari itu. Keterampilan p. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan. dalam belaiar seorang pembelajar haruslah mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki. tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan pembelajar lain. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian 46 . Dengan cara demikian. maka pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau karakteristik yang ada pada dirinya. sesama manusia. keterampilan sosial pembelajar juga perlu dibentuk. keterampilan-keterampilan personil-sosial. Sebagai makhluk sosial. pembentukan keterampilan-keterampilan sosial pada diri pembelajar dimaksudkan untuk menyiapkan pembelajar agar dapat hergabung dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosialnya.ersonal yang dimiliki oleh pembelajar. tanpa batas. jika pembentukan keterampilan personal dimaksud untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan yang ada pada diri pembelajar. Keterampilan kognitif pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap ilmu pengetahuan. Selain keterampilan-keterampilan personal dibentuk. Dengan perkataan lain. kognitif dan instrumental. Keterampilan personal yang dimiliki. Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara terus-menerus menimba ilmu pengetahuan. Oleb karena itu. haruslah dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus.

1. Berikut ini akan dijelaskan tentang : 1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar. Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari keterampilan-keterampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan personal. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. pengalasan dan motivasi. suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar. Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan. Kesadaran untuk secara terus menerus membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat.unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar Yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsurunsur yang dapat berubah dalam proses belajar. 5) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya. Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya. Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar. menyebabkan merangsang. Slotive sendiri berarti alasan. mengarahkan pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang digalakkan. Motivasi dan Upaya Memotivasi Siswa Untuk Belajar Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. sosial dan kognitif 3. dan tidak sekedar sebagai penonton saja. dan 47 . 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya. sebab. Jika keterampilan instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar. 3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya. maka pembelajar punya kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan. Unsur . dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya. bahan belajar. dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya.pesat. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi. 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya. alat bantu belajar.3. Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dan tidak ada menjadi ada atau sebaliknya. lingkungan dan bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini.

1984). sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: menarik kepada guru. dan moraInya selalu dalanu kontrol diri. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam tanpa ada rangsangan dari luar.daya penggerak (echols. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. mempunyai antusias yang tinggi seta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru. kebiasaan. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. Dalam kegiatan belajar mengajar. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh. 1987). selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. 1984). sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (suryabrata. kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. 1975). Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara 48 . ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. dan selalu terkontrol oleh lingkungammya. Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Secara garis besar motivasi dapat dibedakan menjadi dua ialah intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar. tindakan. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. dikenal adanya motivasi belajar.

b. Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. Sebab hal-hal baru ini dapat "menghidupkan kembali" hastat ingin tahu siswa. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. ulet. d. Dengan mengetahui kelebihan dirmya. c. dan ia berusaha untuk mencapainya. menghadapi kesulitan. menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. dapat mempertahankan pendapatnya. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. dan tidak mudah putus asa. 49 . Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya. Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar. siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. tidak cepat bosan dengan tugastugas yang rutin. siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya.terus menerus dalam waktu lama. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya. Sebab. Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar belajar ialah : a. Dengan ditunjukkannya aktivitas-aktvitas yang dapat mencapai tujuan. dengan merumuskan tujuan belajar ini. Dengan cara demikian waktu dan tenaga siswa dapat secara efektif dan efisien dipergunakan mencapai target belajarnya. siswa tersebut tidak melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan pencapaian tujuan dan target belajar. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini: senang mencari dan memecahkan masalah. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar. Siswa juga akan mempunyai targettarget belajar. Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. Dengan mengenal kemampuan dirinya. Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri.

evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini. bisa berasal dari buku-buku teks. Bahan ini. 50 . siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar. disamping dapat berasal dari lapangan objek tertentu. maka bahan belajar ini harus tersedia. Sebab. Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar. kebosanan pada diri siswa. Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Sebab. Tanpa ada yang dipelajari. Oleh karena itu. akan mendorong siswa untuk belajar. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya. artikel. termasuk dalam aktivitas belajar. supaya siswa tidak bosan. Penyediaan bahan belajar ini sangat bergantung kepada tujuan belajar. Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan. mungkin bahan belajarnya akan lain dengan tujuan belajar yang diaksentuasikan pada penguasaan konsepkonsep. Jika tujuan belajar yang ingin ditempuh diaksentuasikan pada penguasaan pengetahuan. mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai. Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. Dengan adanya umpan balik. makalah. karakteristik siswa. hanya akan memperlemah motivasi saja. bisa berasal dari guru. siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa dan faktor ketersediaaan tidaknya bahan belajar. paper. Bahan belajar dan upaya penyediaannya Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar.e. 2. f. maka pertyediaan bahan belajarnya lain sekali dengan tujuan belajar yang dimaksudkan untuk memperoleh pengalaman langsung. g. kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. supaya siswa dapat belajar dengan baik.

Sungguhpun demikian bahan belajar bagi siswa haruslah diupayakan penyediaannya. 51 . Mudah didapatkan tidaknya bahan belajar ini. b. Pada siswa yang bertipe auditif. Relevan isi ini. Ini patut menjadi peninibangan. Apapun faktor yang menentukan bahan belajar ini. Dalam penyediaan bahan belajar ini. maka penyediaan bahan belajar ini sangat repot. Isi bahan belajar haruslah mendukung dan memberi kontribusi bagi pencapain tujuan belajar. Eka bahannya sendiri tidak menarik. adalah sekian dari banyak contoh dan siasat belajar mandiri oleh siswa. lazimnnya dikaitkan dengan tujuan belajar. mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan dengan siswa yang bertipe visual. faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah : a. Jadi kalau bahan belajar tersebut terpaksa tidak menarik. Relevan isi ini. Apalagi kalau sulit atau tidak mudah didapatkan. maka cara penyajiannya yang menaiik. Sementara siasat belajar di mana siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri. Cukup menarik. umumnya gurulah yang menjadi penyedia bahan belajar. agar bahan belajar tersebut menggugah rasa ingin tahu siswa dan menimbulkan hasrat belajar. akhirnya juga bergantung kepada faktor ketersediaan tidaknya. juga berkaitan dengan faktor kondisional dan situasional siswa. Bahkan dalam siasat belajar semacam ini siswa menggantungkan bahan belajar yang dipelajari dari ceramah atau penyampaian yang dilakukan oleh gurunya.Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar. sangat menentukan penyediaan baban belajar. Siasat belajar dimana guru menjadi tokoh sentralnya. Isinya relefan. Pengajaran dengan bahan belajar modul dan balian belajar buku teks. Siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa juga menentukan bahan belajarnya. haruslah dikemas dengan menggunakan kemasan yang menarik. bahan belajar tersebut telah disediakan secara utuh sekaligus beserta petunjuk atau cara mempelajarinya.

Sekuensi atau urutan penyajian ini sangat penting diperhatikan dalanu penyediaan bahan belajar. Dengan alat bantu bahan belajar yang tidak menarik bisa menjadi menarik. agar siswa dapat menguji diri sendiri. Setelah berhasil menguasai bahan belajar tertentu siswa tidak akan menungggu petunjuk guru untuk mempelajari bahan selanjutnya. d. Alat bantu belajar ada kalanya dibeli di toko-toko buku. Ada jawaban kunci untuk soal latihan. Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar. Mempunyai sekuensi yang tepat. Dengan alat bantu bahan belajar yang meragukan dapat diyakinkan karena dapat dibuktikan secara empirik Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar dan piranti Belajar. Ini sangat penting. Informasi yang dibutuhkan ada. g. Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya. i. atau stationary. Ini sangat penting. tentu bergantung kepada bahan belajarnya. Ada tes yang sesuai. Baban belajar harus dilengkapi dengan petunjuk bagaimana siswa harus memperbaiki belajarnya.c. Kegunaan kunci jawaban bagi soal latihan ini adalah siswa dapat mencocokkan hasil-hasil latihannya dengan kunci. meskipun tidak semua median belajar dapat berfungsi sebagai alat bantu. f. 3. Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan. Dengan sebuah alat bania bahan belajar yang abstrak bisa konkrit. oleh karena dapat membantu terhadap belajar siswa. jika ada diantara bahan belajar yang belum terkuasai. h. Ada soal latihan. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya. tetapi 52 . e. agar bahan belajar yang akan dipelajari tersebut tidak kering. seberapa banyak !a telah menguasai bahan yang dipelajari. Seharusuya sekuensi bahan ini dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. Tes yang sesuai ini. kesusukannya juga penting.

dan media audiovisual lainnya. kapur tulis. Kepraktisan dan daya tahan alat bantu. Oleh karena itu. e. jangka. terkecuali guru telah memberikan kesempatan. papan tulis. 0HP. pensil. penghapus. jika mampu b. Dalam pandangan sekarang suasana belajar yang kondusif adalah suasana yang mendukung bagi terciptanya kegiatan belajar. Suasana belajar dan upaya pengembangannya Dalam pandangan tradisional suasana belajar yang kondusif adalahh jika di dalam sebuah kelas terasa tenang sementara para siswa bisa mendengarkan apa yang diceramahkan gurunya. pandangan tradisional tsb. Beherapa upaya penyediaan bahan antara lain adalab: a. berdiam diri sambil mendengarkan pengajaran yang dilakukan guru. Permobonan bantuan melalui sponsor d. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan keterampilan tertentu adalah skala. Yaitu suasana yang 53 . tape recorder. Keefektifan dan keefisienan alat bantu Contoh alat bantu sederhana adalah pena. jika bisa e. Membuat sendiri. Pembelian. Umumnya. Faktor keterjangkauannya d.adakalanya dibuat sendiri oleh pembelajar bersama-sama dengan gurunya. Menggerakkan dan mengajak para pembelajar untuk menciptakan dengan memanfaatkan alam sekitar 4. penggaris. rubrik. siswa tidak berani mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang deceermahkan guru. Pada kasus vang pertama pembelajar mendapatkan secara given. Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar. Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam upaya menyediakan alat bantu belajar adalah : a. Faktor ketersediaan alat bantu tersebut c. maka kelas yang baik dalam belajar mengajar adalah kelas yang siswanya duduk dengan tenang. video. b. Pengajuan kepada pemerintah c.

akan kelibatan 54 . e. Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa. Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubahubah. Kondisi Subjek Belajar dan Upaya Penyiapan dan Peneguhannya. b. Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru 5. tentu tidak dibatasi ketika ditunggui oleh gurunya. la harus dirancang oleh guru melalui sebuah rancangan pengajaran sebuah suasana belajar dikatakan kondusif manakala : a.interaktif dimana para siswa giat belajar. Rancanglah aktivitas belajar siswa c. Suasana belajar yang kondusif demikian tidak terjadi dengan sendirinya. d. Kondisi subjek belajar sebenamya berbeda-beda. maka upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah : a. lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah. Siswa secara bebas mengerjakan segala hal yang dapat mencapai tujuan belajarnya. Siswa tekun mengerjakan sesuatu yang semestinya dikerjakan. suasana yang interaktif belajar di dalamnya. Kondisi subjek belajar yang kelihatannya samapun. Buatlah suasana yang demokratis. Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa b. Siswa aktif berinteraksi tidak saja hanya dengan gurunya melainkan aktif berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain. dan bakan sebaliknya. Kreativitas siswa mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. manakala diteliti lebib dalam. d. Agar suasana belajar tersebut kondusif. siswa tetap aktif dan giat belajar. g. Pada saat guru sedang menunggui misalkan saja. f. c. agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas.

khib kuat lebih sehat lebih tinggi daya tahannya dan khib segarIbLigar. kematangannya aspirasi dan punya. Mereka yang berada pada kondisi lebih. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kondisi objek belajar khususnya dari segi fisiknya adalah: a. 55 . sebenamya kalau dilihat lebih dalam akan tampak heterogenitasnya. misalnya lebih besar/tingai. motivasi instrinsik atau motivasi berprestasinya. kesehatan fisiknya. Dengan penyiapan yang terancang dan dengan upaya-upaya peneguhan diharapkan mendukung aktivitas belajar. dan yang lebih stabil emosinya. Oleh karena stu. dan hal-hal yang bersifat batiniah atau hal-hal yang bersifat fisik dan hal-hal yang hersifat psikologis. ambisi-ambisinya.perbedaannya. bakatnya. Dari segi lahiriah atau fisik. subjek belajar bisa berbeda: ukuran tubuhnya. yang tinggi militansi kerjanya. Memenuhi subjek belajar dengan gizi dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. maka hs ada upaya-upaya unruk menyiapkan mereka dan sekaligus meneguhkannya. Oleh karena beragamnya kondisi subjek belajar tersebut. militansi kerjanya. Kondis subjek belajar dapat dibedakan atas hal-hal yang bersifat lahiriah. yang tinggi motivasi intrinsiknya. kekuatan tubuhnya. yang besar ambisinya. Demikian juga yang mempunyai bakat khusus. Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi: intelegensinya. daya tahan fisiknya. umumnya tehih mendukung bagi aktivitas belajarnya dibandingkan dengan mereka yang berada pada posisi kurang. dan tidak senuttiasa menetapnya kondisi belajar tersebut. Penyegaran fisik subjek belajar dengan olahraga atau latihan-latihan fisik seperti senam. kesegaran dan kebugam jasmaninya. b. dalam kclompok siswa yang homogen pun. Dari segi psikis.

1. b. belajar di kelas. agar secara psikologis mereka merasa aman. upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan psikis subjek belajar adalah : a. atau di sekolah. d. Sementara itu. Material meliputi buku-buku. 4. ujian dan sebagainya. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. misalnya tenaga laboratorium. belajar. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. c. Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka. Sistim pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku. Memeriksakan tubuh subjek belajar secara teratax kepada dokter agar dapat dicegah timbulnya penyakit yang memungkinkan terganggunya belajar mengajar. PENGERTIAN DAN CIRI . 4. perlengkapan audio visual juga komputer.CIRI PEMBELAJARAN.c. dan film audio dan video tape. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi. fotografl. 56 . Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungunya. slide. karena diwamai dengan organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan untuk pembelajaran peserta didik. dan kapur. fasilitas. guru dan tenaga lainnya. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan. papan tulis. Manusia terlibat dalam sistim pengajaran terdiri dari: siswa. praktek. Memelihara keseimbangan emosi mereka. material.

bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. Mereka dianggap paling mengetahui apa dan bagaimana kehidupan itu. Sekolah berfungsi mempersiapkan mereka agar mampu hidup dalam masyarakat yang akan datang. Umumnya guru menggunakan metode "formal step" dari J. Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda tetapi terdapat hubungan yang erat. a. Herbart berdasarkan asas asosiasi dan reproduksi atas tanggapan/kesan. Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik. 3. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peseta didik/siswa di sekolah. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan Masa depan kehidupan anak ditentukan oleb orang tua. Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. 2. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. Dalam rumusan ini terkandung konsep-konsep sebagai berikut: 1. Cara penyampaian pengetahuan tersebut berdasarkan ajaran dalann psikologi asosiasi.2. dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa. orang tua berkewajiban menentukan akan dijadikan apa peserta didik. Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan.4. Itu sebabnya. 57 . berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu. Pembelajaran merupakan proses penyampaian pengetahuan Penyampaian pengetahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli psikologi.

Peranan guru sangat dominan.: “knowledge is power". tak bisa dipindah-pindahkan. tujuan. pelaksana tugas. sedangkan pembelajaran di luar kelas tak pernah dilakukan. Barang siapa menguasai pengetahuan. Mata ajaran itu diuraikan. pengikut. Kebutuhan. 6. Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui. disusun secara sistematis dan logis. Mereka duduk dengan rapi dan kaku secara rutin setiap 58 . Dia hanya menerima apa yang diberikan okh gurunya. maka dia dapat berkuasa. berarti guru adalah yang paling pandai. Para siswa duduk pada bangku yang berdiri kokoh. minat. Pengetalman bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah. 4. Dia mempersiapkim tugas-tugas memberikan latihan-latihan dan menentukan peraturan kemajuan tiap siswa. Dia menentukan segala hal yang dianggap tepat untuk disajikan kepada para siswanva. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat yang membatasi hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat. Pembelajaran dilaksanakan dalam batas-batas ruang kelas saja. masa lampau yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas. 5. Siswa bersikap sebagai pendengar. sehingga tercipta yang kita sebut mata ajaran (H. Siswa selalu bersikap dan betindak pasif Siswa dianggap sebagai tong kosong. belum mengetahui apa-apa. disusun dan dimuat dalam buku pelajaran dan berbagai referensi lainnya. abilitas dan lain-lain yang dimiliki oleh siswa diabaikan dan tidak mendapat perhatian guru.Pengetahuan sangat penting bagi manusia. Para pakar yang mendukung teori ini berpendapat bahwa mata ajaran berasal dari pengalaman-pengalaman orang tua. Pengalaman-pengalaman itu diselidiki. Alberty 1953). Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa.

Peserta didik diajar agar memiliki kemainpuan dan kepribadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat itu.. Ruangan kelas dipandang sebagai ruang penyelamat...hari. consist to a belajar degree in the aguisition of the content matter of each subject. 59 . the immediate implications of the older principles when they are applied to the classroom: 1) The classroom is a restrkted from of social life.. Wrighstone. ruang memberi kehidupan. Wayner Wrighstone. 5) Teaching the conventional subjects is the wisest method of achieving social progress (J.. Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya. Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandinglean dengan rumusan pertama. Belajar dalam batas-batas ruangan itu adalah yang paling baik. 2. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah. 3) Children's interests whkh do not confrom to the set currkulum should be the regarded. Peserta didik hidup dalam pola kebudayaan masyarakatnya. 1935). namun antara keduanya memiliki pola pikiran yang seirama... 2) The qukkest an most through method of leaming lessons is to allot a certain portion of the school day it instruction in separate subjects... b. Manusia berbudaya adalah manusia yang mampu hidup dalam pola tersebut.. 4) The real objectives of classroom instruction. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut: 1. and Aildren's experiences are limited there in to academk lessons. berkata sebagai berikut : .

dalam arti. Dalam hal ini. bahasa. pemerintahan. Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan. dan bentuk-bentuk ekspresi seni. dan berbagai bentuk tingkah laku norma dan lain-lain. 4. media hubungan pribadi dan sebagainya. kebudayaan itu bersifat non material. tertulis dan lisan. Berdasarkan pada pengertian mi. Upaya pewarisan itu dilakukan metalui berbagai prosedur: pengajaran. Mereka perlu dipersiapkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melanjutkan hasil yang telah dicapai oleh generasi yang ada sekarang. demikian terus terjadi proses turun temurun. Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan Generasi muda berfungsi sebagai generasi penerus. ukuran moral. Kebudayaan yang diwariskan kepada mereka harus dikuasai dan dikembangkan. Yang termasuk kebudayaan adalah kebiasaan orang berpikir dan berbuat seperti: kehidupan keluarga. kepereayaan agama. Benda-benda bersifat material sesungguhnya adalah hasil dari keterampilan manusia (Worcester. ada dalam jiwa dan kepribadian manusia.. menjadi manusia yang berbudaya. 1969). Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwariskan kepada siswa yang umumnya berupa benda-benda dan non benda. maka proses yang telah dikemukakan dalam proses perumusan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama. Bila dilakukan melalui pengajaran.Para siswa dipandang sebagai keturunan orang tua dan orang tua adalah keturunan neneknya dan seterusnya. sehingga mereka menjadi warga masyarakat yang lebih berbudaya. 3. Dengan sendirmya apa yang dimiliki oleh nenek moyang pada masa lampau itu harus diwariskan kepada keturunan berikumya. dan bersifat abstrak. Mereka harus 60 . Kebudayaan merupakan kumpulan daripada warisan sosial dalam masyarakat. diakui bahwa anak sedang berada dalam tahap perkembangan dan menuju ketingkatan yang lebih dewasa. cara menyediakan makanan.

mampu memanfaatkan teknologi, sebagai aspek dari kebudayaan, untuk kehidupannya. serta mampu mengadakan penemuan-penemuan baru, mengembangkan kebudayaan yang telah ada.

c. Pembelajaran

adalah

upaya

mengorganisasi

lingkungan

untuk

menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Rumusan ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan rumusan terdahulu, sehab lebih menitik beratkan pada unsur peserta didik, lingkungan, dan proses belajar. Perumusan ini sejalan dengan pendapat dari Me. Donald, yang mengemukakan sebagai berikut: “educational, in the sense used here, is a process or an activity whkh is directed at producing desirable changes in the behavior of human beings (Me. Donal, 1959) artinya : Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan

menghasilkan perubahan tingkah laku manusia.

Implikasi dari pengertian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah aku peserta didik Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri: (1). Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2). Pola organisasi kepribadian berbeda-beda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3). Kepribadian hersifat dinamis, terus berubah meialui cara-cara tertentu. Tingkah laku manusia memiliki dua aspek, yakni: (1). Aspek objektif, yang bersifat struktural, yakni aspek jasmaniah, (2). Aspek subjektif, yang besifat fungsional, yakni aspek rohaniah.

61

2. Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan Perkembangan tingkah laku seseorang adalah berkat pengaruh dari lingkungan. Lingkungan kita artikan secara luas, yang terdiri dari lingkungna alam dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial sering lebih berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Melalui interaksi antara individu dan lingkunganya, maka siswa memperoleh pengalaman, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap perkembangan tingkah lakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses sosialisasi di mana anak didik disiapkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sekitamya. Sekolah berfungsi menyediakan lingkungan yang dibutuhkan bagi perkembangan tingkah laku siswa, antara lain menyiapkan program belajar, bahan belajar, metode mengajar, alat mengajar dan lain-lain. Selain dari itu, pribadi guru sendiri, suasana kelas, kelompok siswa, lingkungan di luar sekolah, semua menjadi lingkungan belajar yang bermakna bagi

perkembangan siswa.

3. Peserta didik sebagai suatu organisme yang hidup. Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang, misalnya, kebutuhan, minat, tujuan, abilitas, intelegensi, emosi dan lain-lain. Tiap individu peserta didik mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari dalam diri peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu, sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal.

62

d. Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik. Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan tuntutan masyarakat. Implikasi dari rumusan/pengertian ini,adalah sebagai berikut:

1. Tujuan pembelajaran Pembentukan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Seorang warga negara yang baik bukan menjadi konsumen, tetapi yang lebih penting ialah menjadi seorang produsen. Untuk menjadi seorang produsen, maka dia barus memiliki keterampilan berbuat dan bekerja, menghasilkan barang-barang dan benda kebutuhan masyarakat. Motto yang dikemukakan: "benign habitat for good living", artinya seorang warga negara yang baik bila dapat menyumbangkan dirinya kepada kebidupan yang baik.

2. Pembelajaran berlangsung dalam suasanan kerja. Program pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja. dimana para siswa mendapat latihan dan pengalaman praktis. Karena itu, suasana yang diperlukan adalah suasana yang aktual, seperti dalam keadaan sesungguhnya. Para siswa mengerjakan hal-hal menarik minatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3. Peserta didik/siswa sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja. Siswa memiliki bermacam kemampuan, minat, dan Kebutuhan, antara lain kebutuhan ingin berdiri sendiri, ingin punya pekerjaan. Siswa tidak menginginkan berdiam dengan pasif, semua ingin melakukan kegiatan,

63

Tujuan pembelajaran ialah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat. serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kesibukan yang bermakna. Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini (G. Sekolah dari masyarakat adalah suatu integrasi. Jikalau energi itu tidak disalurkan. mencari pengalaman yang praktis.E. Sesuai dengan tujuan tersebut. atau bekerja. 4. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. Energi mereka miliki perlu mendapat penyaluran sebagaimana mestinya. sekolah merupakan suatu ruang workshop dan oleh karenanya guru harus mampu memimpin dan membimbing siswa belajar bekerja dalam bengkel sekolah. Dalam hal mi. Guru-guru harus menguasai program keterampilan khusus dan menguasai strategi pembelajaran keterampilan. peranan guru dalam sekolah komprehensif adalah sangat penting. maka tuntutan dan harapan masyarakat dapat dipenuhi. e. dan memupuk keterampilan jasmaniah-rohaniah. penyaluran energi yang berlebihan sebaiknya dilakukan dengan cara menyediakan kesempatan bekerja. 1945). Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. maka dapat menyebabkan tingkah laku yang tidak diharapkan.bermain. Olson. Perumusan atas kebutuhan itu. 10 atau 20 tahun ke depan. melainkan untuk 64 . Dengan berkembang kemampuan kerja. pengembangan minat dan sikap. Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut: 1. Sekolah berfungsi menyiapkan siswa untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Pada dasamya tidak ada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya menjadi barisan penganggur. Guru sebagai pimpinan don pembimbing bengkel kerja. mereka bukan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang masih jauh.

sekolah akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat.memecahkan masalah seharihari dalam lingkungannya. Dengan cara ini. Sumber-sumber masyarakat tak pernah habis sebagai sumber belajar. 4. bukan saja memerlukan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan apresiasi. 2. kemudian menyusun rencana lengkap bersama para siswa sebagai persiapan melaksanakan di lapangan. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah don masyarakat. Siswa turut merencanakan. Kelas -ialu melakukan inventarisasi masalah-masalah yang muncul jalam masyarakat. Guru harus mengenal dengan baik keadaan masyarakat sekitamya. supaya dapat menyusun proyek kerja bagi para siswa. dan sebaliknya. di rumah dan di masyarakat. semua potensi yang mereka miliki menjadi hidup dan berkembang. berkemah dan lain-lain. atau dengan cara membawa masyarakat ke dalam sekolah sebagai nara sumber. kemudian diupayakan pemecahannya. Pranan sebagai komunikator. dan lain-lain. Guru mempersiapkan rencana awal pembelajaran. sehingga perkembangan pribadinya selaras dengan kondisi lingkungan masyarakatnya. Prosedur penyelenggaraan ialah dengan membawa siswa ke dalam masyarakat dengan karyawisata. Sekolah juga berfungsi turut memperbaiki kehidupan masyarakat sekitamya. Dengan demikian. masyarakat akan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendidikan anak. 3. Guru bertugas sebagai komunikator Guru juga bertugas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Siswa belajar secara aktif. -tapi juga aktif bekerja langsung di masyarakat. Masyarakat diartikan sebagai laboratorium belajar yang paling besar. mencari pengalaman kerja dalam berbagai lapangan kehidupan. berdiskusi. namun 65 . meninjau. membuat laporan. Siswa bukan saja aktif belajar di laboratorium sekolah. survei.

diperlukan pula keterampilan berintegrasi dan bekeda sama dengan masyarakat. tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. 4. dalam suatu rencana khusus. sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. agar siswa belajar secara efisien dan efektif. yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran. dan memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. dan prosedur. material. Rencana. 66 . 3. sistem kehidupan hewan. Tujuan. disusun sesuai dengan rencana tertentu. ialah penataan ketenagaan. seperti: sistem transportasi. sistem komunikasi. Dengan proses mendisain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. material. antara lain adalah: 1. Berdasarkan teori-teori tersebut semakin jelaslah bahwa kegiatan dan proses pembelajaran itu sangat kompleks. Sistem yang dibual oleh manusia. dan prosedur. sistem pemerintahan. Sistim alami (natural) seperti sistem ekologi. Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. semuanya memiliki tujuan. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami (natural). Tiap unsur bersifat essensial. Kesaling tergantungan (interdependence). antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu kescluruhan.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran. akan menjadi lebih jelas setelah mempelajari uraian-uraian berikumya. Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga. Tujuan sistem pembelajaran agar siswa belajar. 2. Pandangan-pandangan yang telah dibahas itu. memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain.

termasuk tujuannya. 5. ketika pembelajaran dimaksudkan sebagai kadar penyampaian ilmu pengetahuan. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar. Sebab. jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan. Jika pada masa sekarang ini pembelajaran dicoba terkaitkan dengan belajar. Tujuan pembelajaran haruslah menunjang dan dalam tercapainya tujuan belajar. maka dalam merancang aktivitas pembelajaran. Pembelajaran lebih onsentrasi pada kegiatan guru dan tidak terkonsentrasi pada kegiatan siswa. haruslah termaktub juga dalam tujuan pembelajaran. Pembelajaran dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswaa belajar. pembelajaran tak terkait dengan blajar. guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELMARAN. memang tidak dicoba terkaitkan dengan belajar itu sendiri. Aktivitas belajar siswa harus dijadikan titik tolak dalam merancang pembelajaran. Muatan-muatan yang termaktub dalam tujuan belajar. tercapailah maksud atau tujuan pembelajaran tersebut. Contoh kongkiit tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar adalah sebagai berikut : Setelah pertama Tujuan Belajar Tujuan Pembelajaran menelaah teks butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara pancasila kaitan siswa antara dapat menelaah teks butir pertama pancasila butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan 67 . Pembelajaran model dahulu itu.5. Dahulu.1. Implikasi dari adanya keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan belajar siswa tersebut adalah usunnya tujuan pembelajaran yang dapat menunjang apainya tujuan belajar.

Setelah dibelajarkan dengan tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. Setelah mengamati berbagai tumbuh. aitu siswa bisa "apa" setelah belajar dan atau dibelajarkan. 2. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi waktu. kata-kata yang ada pada teks Dari contoh yang disebutkan tersebut sangatlah jelas.Setelah siswa dibelajarkan dengan cara tunibuhan di kebun percobaan sekolah. Setelah secara benar dengan menggunakan dibelajarkan dengan cara mengamati kata-kata yang ada pada teks Setelah tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan mengamati berbagai tumbuh-tumbuhan sekolah. kata-kata sendiri. Setelah pertama menelaah pancasila. siswa dapat membedakan antara siswa dapat menjelaskan kaitan antara tumbuhtumbuhan yang berkeping satu butir portama dengan butir kedua dan yang berkeping dua. kaitan teks siswa antara sendiri butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara dapat menelaah teks butir pertama pancasila. cara Setelah menelaah teks pancasila kaitan butir-butir dapat butir membaca buku teks dan berdiskusi pertama siswa antara dengan teman-temannya siswa dapat menjelaskan membedakan tumbuh-tumbuhan yang pertama dengan butir kedua secara berkeping satu dengan yang berkeping benar dengan menggunakan kata-kata dua. yaitu setelah siswa belajar dan atau dibelajarkan. butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan sendiri. siswa dapat menibedakan di kebun percobaan sekolah.sendiri. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi substansinya. menclaah teks butir pertama pancasila. siswa tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dapat membedakan antara tumbuhdengan tumbuhan berkeping dua. 68 . bahwa tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar siswa adalah : 1.

jelas menunjukkan tidak kongruen antara tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar. Model. 5. Agar tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar tersebut jelas. Pada contoh pertama dan kedua. Prasyarat. 3. Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi cara mencapainya. Oleh karena itu tujuan pembelajaran demikian ini tidak menunjang pencapaian tujuan belajar. 4. Prinsip kebermaknaan. yaitu sama-sama berada pada diri siswa. substansi tujuan belajar telah dikacaukan oleh substansi tujuan pembelajaran. siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditim. 69 . 2. berikut disajikan contoh tujuan pembelajaran yang tidak kongruen dengan tujuan belajar : Contoh yang disebutkan tersebut. 5. Punya kesamaan dari segi pusat kegiatan. siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat (prerckuisit). Punya kesamaan takaran dalam pencapaian tujuan. ialah: 1. Sedangkan pada contoh ketiga dan keempat. siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. tujuan belajar telah dikacaukan oleh tujuan pembelajaran dari segi cara penyampaiannya.3. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar siswa/mahasiswa a.2. Ada perbedaan titik tekan antara tujuan belajar dengan tujuan pembelajaran.

Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan sumber pelengkap. Hal-hal yang tidak tertulis dalam buku dan belum terkuasai oleh guru. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan sekolah.4. sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdaya guna bagi kepentingan proses belajar siswa. 3. kejadian dan peninggalan sejarah. 6. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada: 1. Daya tarik. Komunikasi terbuka. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan bagmya. 5. 8. atau harus dibeli di pasaran buku. masyarakat berupa objek. Untuk itu. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi pembelajaran menyenangkan baginya. b. guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas serta mendalami ilmu pengetalman. Pribadi guru sendiri pada dasamya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas. siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan/menarik. Keadaan yang menyenangkan. Aktif dan latihan. Tekanan instruksional. Sumber masyarakat. siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pendapat siswa. siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalamjangka waktu yang pendek. yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. 2. juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. 9. Itu sebabnya. siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran 7. guru perlu menyiapkan program 70 . Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenan dengan mata ajaran tertentu. Pemilihim buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. Latihan yang terbagi. ternyata ada dalam.

pembelajaran dalam upaya memanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya. selaras dan seimbang dalam kela. kemampuan siswa sendiri. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk pengajaran dan ternyata tidak banyak pengaruhya terhadap keberhasilan belajar siswa. membantu. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantu yang diperlukan. d. 2. dan terbuka dalam kelas. Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran. 3. Perlu adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik di dalam kelas. berdasarkan petunjuk dan bantuan guru. c. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas. Membeli di pasaran bebas scandamya alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok dengan kegiatan belajar yang akan ditakukan. Namun. dan ketersediaannya di sekolah. kemampuan guru memberikan pengajaran. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru. serta suasana dalam diri siswa sendiri. adil. 3. Guru diharapkan bersikap menunjang. Suasana yang disiplin ini juga ditentukan oleh perilaku guru. yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan rasa tenggang rasa dan tanggung jawab 71 . Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerjasama yang serasi. harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar. siswa sendiri dan bantuan orang ma. guru dan siswa dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut: 1. bahan yang dipelajari. Sikapsikap tersebut pada gilirannya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan serta menciptakan antusiasme terhadap pelajaran yang sedang diberikan. Prosedur yang harus ditempuh adalah: 1. 2.

Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru. Pembinaan kesehatan. Guru harus memiliki motivasi untuk membelajarkan siswa. sehingga guru melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Kemampuan dalam proses pembelajaran sering disebut kemampuan profesional. b. maka guru perlu segera melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkannya. Guru 72 . Namun. semua kondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. berusaha untuk kopentingan sendiri. Kedua jenis motivasi itu diperlukan untuk membelajarkan siswa. Motivasi untuk membelajarkan siswa.untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana dengan persaingan. dan memberikan pengalaman-pengalaman perekuisit. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. Sediakan waktu yang khusus untuk mengenal dan mengetahui dengan seksama semua kondisi subjek belajar. 5. disamping kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. penyesuaian bahan.3. penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa. belajar dengan kemampuan dan bakatnya. diakui bahwa motivasi pembelajaran itu sering timbul karena insentif yang diberikan. Kondisi guru siap membelajarkan siswa. e. memperhatikan kesiapan belajar yang tepat waktunya. Guru perlu memiliki kemampuan dan proses pembelajaran. Jadi guru memiliki hasrat untuk menyiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. a. dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku. Bila diketahui terdapat ketidak seimbangan dan gangguan pada kondisi mereka. Motivasi itu sebaiknya timbul dari kesadaran yang tinggi untuk mendidik peserta didik menjadi warga negara yang bak.

perlu berupaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi siap untuk membelajarkan siswa. 73 .

balikan dan penguatan. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan. Dari berbagai prinsip belajar tersebut terdapat beberapa prinsip yamg relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran. 1984: 335 ). "Motivation is the concept we use when we ddescribe the force action on or whitin an organism yo initiate and direct behavior" 74 . Perhatian terhadap belajar akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. keterlibatan langsung/berpengalaman. serta perbedaan individual. tantangan. Apabila perhatian alami ini tidak ada maka siswa perlu dibangkitkan perhatiannya. motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar. Motivasi dapat dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil (gage dan Berliner.1. 1984 : 372). diperlukan untuk belajar lebih Ianjut atau diperlukan dalam kehidupan seharihari. baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam apaya meningkatkan mengajarnya. Prinsip-prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi. keaktifan.1. Di samping perhatian. akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar (Gage n Berliner. 2.BAB II PRINSIP BELAJAR DAN APLIKASINYA 2. pengulangan.1 Perhatian dan Motivasi Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar.

suatu hadiah yang diharapkan diperoleh sudah melakukan kegiatan. Motivasi dapat bersifat internal. motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan. dapat juga bersifat eksternal yakni datang dari orang lain. Sebagai tujuan. Sebagai contoh. Hal ini merupakan dasar teori belajar B. Guru berharap bahwa siswa tertarik dalam kegiatan intelektual dan estetik sampai kegiatan belajar berakhir. kehidupannya. Motivasi juga dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. demikian pula sebaliknya. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. nilai-nilai. Karenanya. teman dan sebagainya. dapat menimbulkan motif. Petri (Petri. Motivasi mempunyai kaitan yang crat dengan minat. Herbet L. Skinner dengan operant conditioning-nya' (Hal ini dibkarakan lebih lanjut dalam prinsip balikan dan penguatan). artinya datang dari dirinya sendiri. Insentif. Siswa yang menyukai matematika akan merasa senang belajar matematika dan terdorong untulk belajar lebih giat. Perubahan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya. Motivasi dapat merupakan tujuan dan alat dalam pembelajaran. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalan. bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tridak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Karenanya adalah kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. seorang siswa yang dengan sungguh- 75 .F. dan keterampilan. Sikap siswa. motivasi merupakan salah satu tujuan dalam mengajar.L. seperti haInya motif menimbulkan dan mengarahkan aktivitasnya. 1986: 3). dari guru. orang tua.Demikian menurut H. Sebagai alat.

datang dari luar. Naik kelas dan mendapat ijazah adalah penyerta dari keberhasilan belajar. pengalaman. Jadi motif pada siswa itu yang semula ekstrinsik menjadi intrinsik. Mula-mula motifnya adalah ekstrinsik. 76 . Perhatian Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan. Perhatian ialah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu objek. proses belajar makin baik dan hasilnya akan makin haik pula. Sedangkan motil ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertaanya. siswa belajar sungguh-sungguh bukan disebabkan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya telapi didorong oleh keinginan naik kelas atau mendapat ijazah. bakat. tetapi setelah belajar heberapa lama di LPTK ia menyenangi pelajaranpelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi guru. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat pada pelajaran. dapat juga bersifat eksternal. seorang siswa belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LIPTK) karena menuruti keinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi guru. Sebagai contoh. orang itu merasa bahwa objek tersebut mempunyai kaitan dengan dirinya umpamanya dengan kebutuhan. Motif intrinsik dapat bersifat internal. Pertama. walaupun lebih banyak bersifat ekstemal. Motif ekstrinsik dapat juga berubah menjadi motif intrinsik yang disebut 'Iransformasi motir'. cita cita. Sebagai contoh. Makin terpusat perhatian pada pelajaran. minat. datang dari diri sendiri.sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu objek dapat diakibatkan oleh dua hal. Motif ekstrinsik bisa bersifat eksternal. yaitu ingin menyenangkan orang tuanya.

Dari uraian dan contoh diatas dapat disimpulkan. salah seorang siswa disuatu sekolah dasar sangat tertarik dengan penjelasan ibu gurunya tentang perpindahan penduduk. Rukiah. Perhatikan contoh kasus dibawah ini 1. Contoh pertama. 3. Ketiga contoh diatas menggambarkan siswa yang belajar dengan penuh perhatian akan tetapi penyebabnya berbeda. bahwa : 1. Sekelompok siswa sedang asyik mengerjakan tugas kelompok. Pada contoh kedua. (cara guru mengajar lain dan kebiasaannya) Demikian pula contoh ketiga. Karena pelajaran tersebut memiliki kaitan dengan pengalamannya. Rukiah belajar dengan penuh perhatian. karena ia pernah dibawa orang tuanya bertransmigrasi. Sekelompok siswa disuatu sekolah dasar pada sutu waku mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian karena guru mengajarkan pelajaran tersebut dengan menggunakan alat peraga yang sebelumnya guru tersebut belum pernah melakukannya. karena guru mengajar dengan menggunakan alat peraga. 2. Belajar dengan permh perhatian pada pelajaran yang sedang dipelajari. lain dari yang pada umumnya muncul. siswa belajar dengan penuh perhatian. sehingga ia sungguhsungguh memperhatikan pelajaran tersebut. proses dan hasilnya akan lebih baik. Pelajaran tersebut ada kaitan dengan diri siswa. KeRhatannya mereka sangat sungguh-sungguh menerjakan tugas tersebut. antara lain: 77 . Biasanya mereka belajar cukup mendengarkan ceramah dari guru. siswa belajar dengan penuh perhatian Karena guru menggunakan metode yang bervariasi tidak hanya ceramah). 2.Kedua. Upaya guru memumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. atau yang lain dari yang biasa. Objek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain. dalam pelajaran IPA.

penggunaan media. konstruktif. menafsirkan dan menairik kesimpulan. KEAKTIFAN BELAJAR Kecendrungan psikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah makhluk yang aktif. Umpamanya penggunaan metode mengajar yang bervariasi. jiwa mengolah informasi yang kita terima. (Gage and Berliner. tempat belajar tidak terpaku hanya didalam kelas saja. dan mampu merencanakan sesuatu. Kemukakan upaya apa yang harus anda lakukan untuk: 1. belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif. maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri. tidak sekadar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi.2. b. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain.a. 2. Menarik perhalian siswa dengan cara mengailkan pelajaran tersebut dengan diri siswa (umpamanya dengan pengalaman mereka). Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif. Mon Dewey misalnya mengemukakan. bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirmya sendiri. cita-cita. menganalisis. 1984 : 267). kebutuhan. Guru sekedar pembimbing dan pengarah (John Dewy 1916. dalam Dak ks. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendri. Menurut teori kognitif. Thomdike mengemukakan keakifan siswa dalam belajar dengan bukum "lah. Menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton. Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu. bakat atau minat siswa. of exercise " -nya yang menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya 78 . Menarik perhatian siswa dengan cara menciptakan situasi pembelajaran yang bervariasi (umpamanya dalam penggunaan metode mengajar) 2. mempunyai kemampuan dan aspirasi sendiri. menermakan fakta. 1937:3 1). Anak mampu mencari. Coba anda pilih salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa anda ajarkan.

dan sebagainya. dan kegiatan psikis yang lain. Mc Keachk berkenan dengan prinsip keaktifan mengemukakan babwa individu merupakan "manusia belajar yang selalu ingin tahu. Kegiatan fisik bisa berupa membaca.latihan-latihan. Bila ada siswa ) yang duduk di kelas pada saat pelajaran berlangsung. Seperti yang telah dibahas di depan bahwa belajar iu sendiri adalah akivitas. Pada hakikamya siswa tersebut tidak ikut belajar. berlatih keterampilan-keterampilan. silahkan diskusikan deingan guru lain disekolah anda atau guru sesama peserta program 79 . Contoh kegiatan psikis misaInya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi. guru harus berusaha meningkatkan kadar aktifitas belaiar tersebut. Akan tetapi barangkali kadarnya perlu ditingkinkan dengan metode mengajar lain. 1991:105). menyimpulkan basil percobaan. Silahkan anda rancang kegiatan-kegiatan belajar yang bagaimana yang harus siswa anda lakukan. siswa selalu menampakkan keaktifan. mendengar. membandingkan satu konsep dengan yang lain. yaitu aktivitas mental dan emosional. Kegiatan mendengarkan penjelasan guru.” (MC Keachk. akan tetapi mental emosionainya tidak terlibat akif didalam situasi pembelajaran itu. Dalam setiap proses belajar. Lebih jauh dari sekedar mengaktifkan siswa belajar. 1976:230 dari Gredler MEB terjemahan Munandir. Sekali untuk memantapkan pemahaman anda tentang upaya meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa. Bila sudah selesai anda kerjakan. sudah menunjukkan adanya aktivitas belajar. supaya kadar aktivitas belajair mereka relatif tinggi. sosial. coba anda tetapkan salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa diajarkan. Oleh karena itu guru jangan sekali-kali membiarkan ada siswa yang tidak ikut aktif belajar. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. menulis. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati.

Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif. namun lebih dari itu terutama adalah keterlibatan mental emosional. apalagi sekadar mendengar orang bercerita bagaimana cara pembuatan tempe (telling).4. Sebagai contoh seseorang yang belajar membuat tempe. belajar tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Pentingnya ketelibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh John Dewey dengan "leaming by doing"-nya. Belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung. dengan cara memecahkan masalah (prolem solving). terlibat langsung dalam perbuatan. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas 80 . dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan. bukan sekadar melihat bagaimana orang menikmati tempe (demonstrating).2.3. Keterlibatan siswa di dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata. keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan. baik individual maupun kelompok. PENGULANGAN BELAJAR Prinsip belajar yang menekankan perlunva pengulangan barangkali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori Psikologi Dava. belajar adalah mengalami. yang paling baik apabila ia terlihat secara langsng dalam perbuatan (direct performance). 2. Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerueut pengalamannya mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung. dan bertanggung jawab tehadap hasilnya. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator. KETERLIBATAN LANGSUNG DALAM BELAJAR Di muka telah dibkarakan bahwa belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa yang. dalam penghayatan dan intemalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilat. Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati.

1991: 51). Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori psikologi Asosiasi atau Koneksionisme dengan tokoh yang terkenal Thorndike. kendaman berhenti ketika lampu Ialu lintas berwarna merah. Berangkat dari salah satu hukum belajarnya “law of exercise". Dengan mengadakan pengulangan maka dasya-daya tersebut akan berkembang. Walaupun kita tidak japat menerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang dikemukakan 81 . tetapi dapat juga oleh stimulus penyerta.Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari Koneksionisme juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. Yang pertama pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa sedangkan yang kedua dan ketiga pengulangan untuk respons yang benar dan membentuk kebiasaan. belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons maka pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan karena saja stimulus. Marget E Bell. Menurut teori ini perilaku individu dapat dikondisikan. terjemahan Munandir. ia mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. misalnya siswa berbaris masuk ke kelas karena mendengar bunyi lonceng. menanggap. dari Gredlei. Banyak tingkah laku manusia yang terjadi karena kondisi.daya mengamat. mengulang-ulang sesuatu perbuatan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pembiasaan tidak perlu selalu oleh stimulus yang sesungguhnya. maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempuma. berpikir. 1931b:20. Seperti kata pepatah "latihan menjadikan sempuma" (Thomdike. Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda. Seperti hainya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam. Kalau pada Koneksionisme.kabiasaan. mengingat. tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan. mengkhayal. Mengajar adalah membentuk kebiasaan. merasakan. dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. dan sebagainya. dan belajar merupakan upaya untuk mengkondisikan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu.

ketiga teori tersebut. inkuiri. namun prinsip pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran. dan generalisasi tersebut. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai. 2. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar haruslah menantang. Bahan belajar yang telah mendan saja kurang menarik bagi siswa. tetapi selalu terdapat hambatan yang mempelajari bahan belajar. Metode drill dan stereotyping adalah bentuk belajar yang menerapkan prinsip pengulangan (Gage dan Berliner. SIFAT MERANGSANG DAN MENANTANG DARI MATERI YANG DIPELAIARI Teori Medan (Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa dalam. Agar pada anak timbul motif yang Kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang. Pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menermakan konsep-konsep. Penggunaan metode eksperimen. yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. 82 .tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. Dalam belajar tetap diperlukan latihan/pengulangan. Apabila hambatan itu telah diatasi. dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha meneari dan menemukan konsp-konsep. 1984: 259). demikian seterusnya. maka ia akan masuk dalam medan baru dan tujuan baru. artinya tujuan belajar telah tercapai. Bahan belajar yang baru.5. situasi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahasa belajar tersebut. prinsipprinsip. prinsip-prinsip. karena tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar. diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebili giat dan sungguh-sunggub. Penguatan positif maupun negatif juga akan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh gaujaran atau terhindar dari hukum yang tidak menyenangkan.

Sebaliknya anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kelas.2. karena takut tidak naik kelas ia terdorong tuk belajar lebih giat. 1984: 272). dan sebagainya merupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan dan penguatan. Atau dengan kata lain penguatan positif maupun negatif dapat memperkuat belajar (gage dan Berliner. maka penguatanatan negatif juga disebut escape conditioning. Hasil. eksperimen. PEMBERIAN BALIKAN ATAU UMPAN BALIK DAN PENGUATAN BELAJAR Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori belajar operant Conditioning dari B. Kalau pada teori conditioning yang diberi kondisin adalah stimulusnya. Siswa belajar sunggub-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengarub baik bagi usaha belajar selanjutnya. 83 . Namum dorongan belajar itu menurut B.F. Di sini siswa mencoba menghindar dari peristiwa yang tidak menyenangkan. diskusi. Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang haik. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif. Balikan yang segera diperoleh siswa setelah belajar melalui penggunaan metode-metode ini akan membuat siswa terdorong untuk belajar lebih giat dan bersemangat. Skinner. metode penemuan.6. apalagi hasil yang baik.E Skinner tidak saja oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga ada yang tidak menyenangkan. Format sajian berupa tanya jawab. Inilah yang disebut penguatan negatif. Kunci dari teori belajar im adalah law of effect . maka pada operant conditioning yang diperkuat adalah responsnya. Nilai yamg baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi.nya Thomdike. Di sini nilai buruk dan dan rasa takut lidak naik kelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat.

membandingkan konsep sebelumnya dengan konsep yang baru diterima. Perhatian dan Motivasi Siswa dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua ungsangan yang mengarah ke arah pencapaian tujuan belajar. jika mereka menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. warna. 2. 1984:373). Dengan demikian siswa diharapkan selalu melatih indranya untuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam prosses pembelajaran. baik fisik atau psikis. Pesan-pesan yang menjadi isi pelajaran seringkali dalam bentuk rangsangan suara. menanggapi secara positif pujian atau dorongan dari orang lain. atau kegiatan sejenis lainnya. Justru pada siswa akan berhasil dalam pembelajaran. dan rangsangan lain yang dapat diindra.2. IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Siswa sebagai "primus motor” (motor utama) dalam kegiatan pembelajaran. menyebabkan siswa harus membangkitkan perhatiannya kepada segala pesan yang dipelajarinya. Untuk dapat membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mereka secara terus menerus. Senma kegiatan atau perilaku tersebut harus dilakukan oleh siswa secara sadar sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajarnya.1. Adanya tuntutan untuk selalu memberikan perhatian ini. dengan alasan apapun tidak dapat mengabaikan begitu saja adanya prinsip. siswa dapat melakukannya dengan menentukan atau mengetahm tujuan belajar yang hendak dicapai. seperti mendengarkan ceramah guru. Peningkatan/pengembangan minat im merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi (Gage dan Berliner. 84 .7. gerak. Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motivasi belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan mengembangkan secara terus menerus.prinsip belajar. mengamati secara cermat gerakan psikomotorik yang dilakukan guru. bentuk.7. Contob kegiatan atau perilaku siswa.

Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran. Bentuk-bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi siswa misalnya adalah siswa ikut dalam pembuatan lapangan bola voli. 2. Tidak ada seorangpun dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya (Davies.2. Namun demikian. membuat kliping. Keterlibatan langsung/ berpengalaman Hal apapun yang dipelajari siswa. siswa dituntut untuk selalu aktif memproses dan mengolah perolehan belajarnya.7. menganalisis hasil percobaan. Keaktifan Sebagai "primus motor" dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar. dan prilaku sejenis lainnya. 2. siswa melakukan reaksi kimia. Bentuk perilaku keterlibatan langsung siswa tidak secara mutlak menjamin terwujudnya prinsip keaktifan pada diri siswa. secara logis akan menyebabkan mereka memperoleh pengalaman atau berpengalaman. perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa.menentukan target atau sasaran penyelesaian tugas belajar. 1987:32). siswa berdiskusi untuk membuat laporan. dapat ditandai bahwa perilaku-perilaku tersebut bersifat psikis. 85 . dan perilaku sejenis lainnya. Pemyataan ini.4. Untuk dapat memproses dan mengolah perolehan belajarnya secara efektif. siswa membaca puisi di depan kelas. perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan.7. ingin tahu hasil dan kimia. maka ia harus mempelajarinya sendiri. secara mutlak menuntut adanyan keterlibatan langsung dari "tiap siswa dalam kegiatan belajar pembelajaran. Dengan keterlibatan langsung inj. Dari contoh-contoh perilaku siswa untuk meningkatkan dan membangkitkan motivasi belajar. membuat karya tulis. Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan-segan mengerjakan segala tugas belajar yang dibeerikan kepada mereka. dan perilaku sejenis lainnya.

86 . Bentuk-bentuk perilaku pembelajaran yang merupakan implikasi prinsip pengulangan. melaksanakan tugas terbimbing maupun mandiri. dan mengolah pesan. yang sekaligus merupakan penguat (reinforce) bagi penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban. 2. dan mengolah setiap pesan yang ada dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini berarti siswa selalu menghadapi tantangan untuk memperoleh. Balikan dan Penguatan Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang dilakukan.7. memproses. 2. Tantangan Prinsip belajar ini bersesuaian dengan pemyataan bahwa apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri. menghafal nama-nama latin tumbuhan. Dari pemyataan inilah pengulangan masih diperlukan merasa bosan dalam melakukan pengulangan. Jachan. mengerjakan soal-soal lingkungan. atau menghafal tahun-tahun terjadinya peristiwa sejarah.7. apakah benar atau salah? Dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang hasil (knowledge of result). Implikasi prinsip tantangan bagi siswa adatah tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh. memproses.7. 1987:32 ). Sclain itu. atau mencari tahu pemecahan suatu masalah.7.2. maka ia lebih termotivasi untuk belajar. ia akan belajar dan mengingat secara lebih baik (Davies. diantaranya menghafal unsur-unsur kimia setidp valensi. 1987: 32). siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapinya.6. Bentuk-bentuk perilaku siswa yang merupakan implikasi dari prinsip tantangan ini diantaranya adalah melakukan eksperimen. menerima kenyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai. Pengulangan Penguasaan secara penuh dari setiap langkah kemungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti (Davies.5. atau menerima teguran dari gurulorang tua karena hasil belajar yang jelek.

Guru yang bijaksana akan menghargai dan memperlakukan siswa sesuai dengan hakikat mereka masingmasing. 1987: 32). pada prinsipnya bertentangan dengan hakikat manusia. Perbedaan individual Belajar tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.. Tidak belajar. kecerdasan.2. Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan siswa lain. Jika kita mengajar disuatu kelas sudah barang tentu kadar aktivitas belajar para siswa beragam. Belajar dalam arti proses mental dan emosional terjadi secara individual. yang memiliki perbedaan dari siswa lain. tipe belajar dan sebagainya. siswa yang belajar sebagai pribadi tersendiri. sehingga memperlakukan mereka sama kepada semua. berarti tidak akan memperoleh kemampuan. Implikasi adanya prinsip perbedaim individual diantaranya adalah menentukan tempat duduk di kelas.9. Akan tetapi ada perlakuan yang memang harus sama terhadap semua. Untuk memperjelas implikasi prinsipprinsip belajar bagi siswa. kebiasaan belajar. bakat. anda dapat mengidentifikasi dari kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sebagai indikatornya.7. Karena hal inilah. Suatu tindakan guru yang dipandang tepat terhadap seorang siswa. menyusun jadwal belajar. Perbedaan Individual Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lain.7. atau memilih bahwa implikasi adanya prinsip perbedaan individu bagi siswa dapat berupa perilaku fisik maupun psikis. 87 . minat. Guru yang menyamaratakan siswa menganggap semua siswa sama. setiap siswa belajar menurut tempo (kecepatan)nya sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi kecepatan belajar (Davies. Perbedaan itu mungkin dalam hal pengalaman. Disamping itu. 2. akan membantu siswa menentukan cara belaiar dan sasaran belajar bagi dirinya sendiri. belum tentu tepat untuk siswa yang lain. khususnya siswa.8.

Oleh karena itu catatan pribadi siswa sangat bermanfaat. Siswa yang memiliki tipe belajar yang motorik akan memiliki tipe belajar visual akan lebih mudah belajar melalui penglihatan. begitulah seterusnya sampai kejenjang pendidikan berikumya. kemampuan panca indranya. bakatnya. dan untak apa 88 .Demikian pula yang menyangkut pelajaran. Setiap siswa perlu dikatat tentang kecerdasannya. bahkan kejadian sehari-hari yang dianggap penting. Perlakuan guru terhadap siswa yang cepat harus berbeda dii i perlakuaii terhadap siswa yang termasuk lamban. sedangkan siswa yang memiliki tipe belajar motorik akan lebih mudah belajar melalui perbuatan. penyakit yang dideritanya. Siswa yang memiliki tipe belajar yang auditif akan lebih mudah belajar melalui pendengaran. Kapan buku tersebut diisi 3. Data apa saja yang dicatat 2. Didalam menggunakan metode mengajar. sebab mungkin siswa yang kita ajar memiliki tipe belajar yang berbeda. Buku catatan pribadi siswa itu harus diisi secara rutin dan terus mengikuti pribadi siswa tersebut ke kelas dan ke jenjang pendidikan berikutnya. Adakah buku catatan pribadi tiap siswa dikelas tempat anda mengajar? Bila ada coba pelajari: 1. Siswa yang lamban perlu banyak dibantu sedangkan siswa yang cepat dapa diberi kesempatan lebih dulu maju atau melakukan pengayaan. Semua itu harus dkatat pada catatan pribadi siswa. Untuk keperluan itu semua guru perlu memahami pribadi masing-masing yang menjadi bimbingannya. tipe belajarnya. Pernahkah buku catatan pribadi tersebut digunakan. Buku catatan pribadi tiap siswa kelas 1 setelah mereka naik kelas II harus diserahkan pada guru kelas II untuk digunakan dan diisi dengan data baru. latar belakang kehidupan orang tuanya. Pelajaran mana yang harus dipelajari oleh semua siswa dan peIajaran mana yang boleh dipilih oleh siswa sesuai dengan bakat mereka. guru perlu menggunakan metode mengajar yang bervariasi.

1. Silahkan anda pelajari berbagai sumber tentang belajar. Bagaimana saran anda untuk pemanfaatan buku catatan pribadi tersebut : data dan pengisiannya serta penggunaanya. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan motifasi belajar siswa? 3. alat dan siswa terhadap penggunaan strategi belajar mengajar akan kita diskusikan pada kegiatan belajar berikutnya. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk menarik perhatian siswa? Untuk memudahkan anda dalam mengerjakan latihan diatas bacalah rambu-rambu pengerjaan latihan berikut ini. Semua unsur didalam pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Akan tetapi paling tidak kelima prinsip diatas hendaknya menjadi pegangan kita didalam membelajarkan siswa-siswa kita. bahan pelajaran. Apakah kegiatan pembelajarannya termasuk belajar meialui pengalaman ataukah melalui pengamatan? 2. Identifikasikanlah kegiatan pembelajaran yang anda rancang. alat. Oleh karena itu tujuan pembelajaran harus ditetapkan lebih dulu. Jika ternyata belum ada. Sebagai suatu system.4. Yang menjadi unsur utama ialah tujuan pembelajaran. coba buat sebuah model buku catatan pribadi siswa yang menurut anda cukup lengkap untuk keperluan pembimbingan belajar terhadap siswa. Belajar terjadi pada suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari komponen atau unsur tujuan. Rambu-rambu pengerjaan latihan. unsur-unsur penabelajaran tersebut saling berkaitan. Bagaimana implikasi tujuan. bahan pelajaran. 89 . Untuk memantapkan pemahaman anda terhadap materi yang anda pelajari kerjakanlah latihan dibawah ini. saling mempengaruhi. siswa dan guru. strategi. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan strategi belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan unsur-unsur lain didalam system pembelajaran. Itulah lima prinsip belajar telah kita diskusikan.

Catatlah kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran. Untuk lebih meyakinkan anda observasilah teman anda yang sedang mengajar. Perbedaan individual ini pada cara dan hasil belajar siswa. demikian pula dengan pengetahuannya. 3. 90 . Identifikasi setiap langkah kegiatan pembelajaran yang akan anda tempuh. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis. anda juga dapat melakukan observasi atau meminta teman anda mengobservasi anda yang sedang mengajar. 2. Sekarang tiba saamya anda membaca rangkuman dibawah ini unuk lebih memantapkan ingatan anda terhadap materi yang telah dipelajari. Hasil belajar berupa perubahan perilaku. tiap siswa memiliki perbedaim satu dengan lain.1. Siswa merupakan imdividual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis. kebiasaan yang kurang lebih sama. Belajar merupakan proses mental dan emosional atau aktivitas pikiran dan perasaan. Selain anda harus mengingat kembali materi tentang teknik-teknik menarik perhatian siswa. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan individual. Karenanya perbedaan individu perlu diperhaikan pleh guru dalam upaya pembelajaran. disekolah umumnya kita kurang memperhatikan masalah perbedaan pelaksanaan pembelajaran dikelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata. Belajar memiliki tiga atribu pokok ialah: 1. Catatlah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan teman anda yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. kepribadian dan sifat-sifatnya. Untuk menjawab pertanyaan ini anda hendaknya mengingat kembali materi yang membahas teknik-teknik membangkitkan motivasi belajar siswa. 2. Dari hasil identifikasi ini anda akan mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang anda rancang lebih menekankan pada belajar melalui pengalaman (langsung dan tak langsung) ataukah melalui pengamatan. baik menyangkut kognitif psikomotorik maupun afektif. Ambillah salah satu rencana pembelajaran yang akan anda laksanakan.

Pembelajaran yang bersifat klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapa diperbaiki dengan beberapa cara. maupun kurang akan merasakan berhasil didalam belajar. sedang. Usaha lain untuk memperbaiki pembelajaran klasikal adalah dengan memberikan tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa yang pandai. dan guru teimplikasi adanya 91 . Implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru. tampak dalam setiap kegiatan perilaku mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Disamping in dalam memberikan tugas hendaknya disesuikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga bagi siswa yang pandai. perlu disadari bahaya implementasi prinsip-prinsip belajar sebagai implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru tidak semuanya terwujud dalam setiap proses pembelajaran. Sebagai unsur primer dan sekunder dalam pembelajaran. Antara lain penggunaan metode atau straegi belajar mengajar yang ervariasi sehingga perbedaan perbedaan kemampuan siswa dapat terlayani. Juga penggunaan media instruksional akan membantu melayani perbedaan siswa dalam cara belajar. dan memberikan bimbingan belajar bagi anak yang kurang. Namun demikian. maka dengan sendirinya prinsip-prinsip belajar.

Sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman modern ini tak mungkin tanpa melibatkan keikutsertaan kurikulum. Artinya sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. tak dapat dipisahkan sama dengan yang lain. hal itupun dapat dipandang sebagai akibat sistem pendidikan yang dijalankan yang sudah diperhitungkan. Dalam kurikulum itulah tersimpul segala sesuatu yang harus lijadikan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan. atau tegasnya kurikulum yang dijadikan dasar acuan ini relevan.. Hal itu dapat diartikan bahwa kurikulum dapat membawa kita ke arah tercapainya tujuan pendidikan.BAB III DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang erat berkaitan. Pada hakekamya. prinsipil ini tetap karena ia berhubungan dengan sistem nilai atau pandangan hidup suatu bangsa. Hubungan antara pendidikan dan kurikulum adalah hubungan antara tujuan dan isi pendidikan. Suatu tujuan. selalu menuntut adanya perubahan sesuai dengan perubahan zaman. proses pendidikan yang dijalankan adalah usaha untuk merealisasikan nilai-nilai dan ide-ide tersebut. maka kurikulum berisi nilai-nilai atau citacita yang sesuai dengan pandangan hidup bangsa. akan dapat terlaksana jika alat sarana. Dengan 92 . Kurikulum pun harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. esensial. karena kurikulum merupakan isi dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Pemikiran tentang adanya kurikulum adalah setua dengan adanya sistem pendidikan itu sendiri. Tak mungkin ada Kegiatan pendidikan tanpa kurikulum. Akan tetapi. tak pernah mengalami perubahan. tegasnya tujuan pendidikan yang ingin dicapai. hal itu tidak berarti kurikulum pun harus statis. Pada hakekatnya. isi. Kebutuhan akan adanya aktivitas pendidikan selalu berarti kebutuhan adanya kurikulum. masyarakat yang dinamis akan selalu mengalami perkembangan. Pada dasamya tujuan pendidikan yang pokok (atau hakiki.

kata lain adanya keadaan masyarakat yang dinamis dan terbukti terhadap adanya usaha-usaha pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman tersebut. 3. kurikulum dapat dijadikan ukuran kualitas proses dan keluaran pendidikan yang dijalankan. merupakan keberhasilan sistem pendidikan. Hal itu menunt kepadanya untuk memahami dan menguasai berbagai masalah pendidikan. Penting bagi guru adalah ia harus benar-benar menyadari peranannya sebag pelaksana pendidikan yang amat menentukan. Akan tetapi kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya faktor penentu "kualitas seperti yang disarankan didalamnya. antara lain masalah kurikulum. ini. situasi dan kondisi lingkungan. Dalam banyak hal. Pada waktu itu. kualitas guru sebagai pelaksana pendidikan dan sebagainya. Dalam hal ini. Masih terdapat berbagai faktor lain yang turut menunjang kualitas atau keberhasilan kegiatan pendidikan yang dijalankan. ijazah pada hakekatnya merupakan suatu bukti. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yakni "currculae". Dalam suatu kurikulum sekolah telah tergambar tentang berbaga pengetahuan. sikap serta nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan suatu sekolah. Dengan menempuh suatu kurikulum. keterampilan. Misalnya saja masalah sarana dan prasarana. artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Pengertian Kurikulum 3. pengerti kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditemp oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh Ijazah.1. siswa dapat memperoleh ijazah. bahwa siswa telah menempuh suatu Kurikulum yang berupa rencana pelajaran. tanpa mengakibatkan berbagai faktor lain yang juga berperan. Tafsiran-tafsi tersebut berbeda-beda satu sama lainnya.1 Kurikulum Sebagai Jembatan Meraih Ijazah Istilah "kurikulum" memiliki berbagai tafsiran yan dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembang kurikulum sejak dulu sampai dengan dewasa. sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar bersangkutan.1. sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ke tempat lainnya 93 .

Rencana pelajaran merupakan salah satu komponen dalam asas-asas didaktik yang harus dikuasai (atau paling tidak diketahui) oleh seorang guru atau calon guru. is in a school or collage. Currculum . Seseorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan. Pengertian kurikulum sebagai yang tercantum dalam kamus Webster yang dikutip diatas. Kurikulum kemudian diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetalman yang ditempult atau dikuasai untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau ijazah. Nasution. as one leading to degree. Disamping itu. Dari istilah atletik kurikulum mengalami perpindahan arti kedunia pendidikan. Sebagai misal pengertian kurikulum seperti yang tercantum dalam Webster's Intemational Dktionary " . 1980 : 5). Itulah sebabnya orang pada waktu lalu juga menyebut kurikulum dengan istilah “Rencana Pelajaran" yang merupakan terjemahan istilah Leerplan. suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu. maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai orang sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (S. kiranya ada kesesuaiannya dengan perumusan yang dikemukakan oleh Stenhouse berikut : Currkulum is the planned conipesite 94 . Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung atau seseorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Dengan kata lain.dan akhirnya mencapai finish. Course . Pengertian Kurikulum (Oleh Burhan Nurgiyantoro dalam bukunya Dasar-Dasar Pengembangan Karikalum Sekolah) Istilah kurikulum semula berasal dari istilah yang dipergunakan dalam dunia taktik curere yang berarti "berlari' . a specified fixed course of study. kurikulum juga diartikan sebagai suatu rencana yang disengaja dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan.

yaitu kurikulum yang berpusat pada materi pelajaran Sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.buku tersebut. Dihubungkan dengan kebutuhan pengalaman anak yang diharapkan terpenuhi melalui kegiatan belajar-mengajar sekolah. hanya menekankan aspek intelektual saja yang harus dikuasai siswa dan mengabaikan aspek-aspek yang lain yang juga sangat berpengaruh dalam perkembangan kejiwaan siswa. belum dapat meninggalkan (atau mungkin meninggalkan) sama sekali pendirian tradisonal. karena anaklah 95 . dasarkan pendirian diatas. Anak yang berhasil melewati tahap ini akan atau herhak memperoleh ijazah. ternyata hal tersebut kurang menguntungkan karena ia membatasi pengalaman anak dalam proses belajar-mengajar kelas saja dan kurang inemperhatikan pengalaman-pengalaman lain yang diperoleh di luar kelas. sehingga kurikulum terutama dalam hal tujuan instruksional dan pemilihan bahan pengajaran lebih banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh buku. Kurikulum yang bersi demikian. Kabudayaan atau sejumlah ilmu pengetahuan yang akan disampaikan tersebut bersumber pada buku-buku yang baik atau dianggap bermutu. 1976 : 4).effort of any school to guide pupil leaming to ward prederennined learning outcome (Larence Stenhouse. Kurikulum macam ini biasanya disebut Subject Centere Curiculum. kurikulum dijalankan (mau tak mau) berpusat pada guru atau but Teacher Centered Curiculum. yakni pendirian tradisional. (hasil budidaya) masa lampau atau sejumlah ilmu pengetahuan. Defenisi-defenisi kurikulum yang bersifat tradisional biasanya masih menampakkan adanya kecenderungan penekanan pada rencana pelajaran untuk menyampaikan mata-mata peiajaran (subject matter) kepada anak didik yang biasanya berisi kebudayaan. pendirian tradisional mengenai kurikulum tersebut ditinggalkan orang karena dianggap terlalu sempit dan atau paling tidak orang berusaha mencari kemungkinan-kemungkinan baru. sebab pada kenyataanya pula seperti halnya dengan masalah-masalah lain. Pandangan yang lebih kemudian ingin mengubah pandangan tersebut dengan memperhatikan minat dan kebutuhan anak.

barikut dikemukakan lagi denisi-defenisi yang lain. Konsep lain misalnya mengatakan bahwa kurikulum tidak terbatas pada kegiatan saja. Beauchamp (1964 : 4) kurikulum adalahah "It as all activities of children under the jurisdktion of the school”Dalam pengertian ini kurikulum mencakup segala kegiatan. emosional. yaitu sebagai seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusal latihan. melainkan meneakup seluruh pengalaman yang diperoleh siswa. Sebagai bahan perbandingan mengenai pengertian kriikulum menurut konsep batu. yang disediakan dan direncanakan sekolah. A sequence of potensial experiences it set up in the school for the purpose of disciplining children and yuouth in group ways of thingking and acting (Smith dalam Beauchamp : 5). baik intelektual. Adanya pergeseran tentang kurikulum tersebut juga terlibat pada defenisi-defenisi kurikulum yang dikemukakan orang. melainkan harus diperhatikan kebutuhannya sesuai dengan perkembangan jiwanya karena itu. Hal itu terutama disebabkan oleh pengaruh penemuan-penemuan dibidang psikologi. sosial maupun pengalaman galaman yang lain. terjadilah pergeseran dalam dunia pendidikan dari suject atau teacher centered ke student centered. misalnya menurut George A. Kurikulum yang sesuai dengan pandangan terakhir itu disebut Child Centered curiculum. Selanjumya ia membuat implikasi secara lebih ekplisit tentang defenisi yang dikemukakannya tersebut menjadi enam hal. Anak tak boleh hanya dipeerlakukan sebagai objek yang statis.sebenamya yang menjadi subjek didik. yaitu : 96 . atau Curriculum is all of the planned experiences providedby the school to assist the pupils in attaining children the designated learning outcomes to the best their abilitie (Neagly dalam Lawrence : 4). David Pratt dalam Curriculum Design and Development (1980 : 4) mendefenisikan kurikulum secara sederhana. khususnya psikologi kembangan.

isi. Defenisi diatas yang kemudian disertai dengan berbagai implikasinya. Kurikulum merupakan suatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang dilakukan. Atas dasar 97 . tapi pada umumnya diwujudkan dalam bentuk tulisan. sistem penilaian dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan. dalam arti tidak diwujudkan dalam bentuk tertulis. Bagaimana jadinya jika ada (mungkin hanya sebagian) kurikulum yang tidak ditutis. bahan dan peralatan yang dipergunakan. Misalnya saja dikatakan bahwa kurikulum mungkin hanya berupa perencanaan secara mental. maka ia sengaja mempromosikan belajar dan menolak sifat rambang tanpa rencana. Atau dengan kata lain. dikembangkan dan akan dilaksanakan dalam situasi belajar mengajar yang sengaja diciptakan di sekolah. Kurikulum berisi berbagai macam hal seperti masalah apa yang harus dikembangkan pada diri siswa. kurikulum adalah sebuah sistem 6. Pendidikan dan latihan dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi jika suatu hal dilalaikan. ia mungkin hanya berupa perencanaan (mental) saja. Kurikulum adalah suatu rencana atau intentions. Kurikulum melibatkan maksud atau pendidikan formal. Kurikulum bukanlah kegiatan. kualitas guru yang dituntut dan sebagainya. 4. kurikulum menyatukan berbagai komponen seperti tujuan. 2. evaluasi untuk menafsirkan hasil belajar. termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas. Sebagai perangkat organisasi pendidikan. dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang kurikulum. direncanakan. 5. walau mungkin tidak sepenuhnya kita terima atau pahami. Dalam hal ini kita dapat memandang bahwa kurikulum merupakan suatu program yang didesain. melainkan perencanaan atau rancangan kegiatan. 3. atau kegiatan tanpa belajar. tentunya akan mengundang berbagai permasalahan.1.

jika disebut-sebut kurikulum pengertiannya menunjuk pada defenisi yang terakhir diatas. 98 . Sentua defenisi yang ditunjuk sama-sama menyebut kurikulum sebagai rencanarencana kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan siswa yang tentunya dimaksudkan untuk memperoleh sejumlah pengalaman (baca tujuan) tertentu. Dalam pembkaraan selanjurnya. merupakan program yang direncanakan. Misalinya.hal tersebut. artinya dapat diterima dan pikiran. Semakin banyak pengalaman dan penemuan-penemuan maka semakin banyak pula mata ajaran yang harus disusun dalam kurikulum dan harus dipelajari oleh siswa disekolah. Kiranya defenisi tersebut lebih sederhana dan jelas rumusannya. pengalaman dan penemuan-penemuan masa lampau.1. Mata ajaran tersebut mengisi materi pelajaran yang disampaikan pada siswa sehingga memperoleh sejumiah pengetahuan yang berguna baginya. Pendidikan merupakan suatu pendidikan yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu.2 Kurikulum Sebagai Materi Pelajaran Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa unluk mempoleh sejumlah pengetahuan. 1977 : 5). 3. kurikulum kemudian dapat didefenisikan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu (Winamo Surahmad. disusun dan diatur untuk kemudian dilaksanakan di sekolah melalui cara-cara yang telah ditentukan pula. artinya menurut urutan tertentu. Mata ajaran dipandang sebagai pengalaman orang tua atau pengalaman orang-orang pandai masa yang telah disusun secara sistematis dan logis. maka diadakan pemilihan dan selanjutnya disusun secara sistematis. sebenamya tidak ada perbedaan yang prinsipil. dan logis. Jika defenisi diatas diperbandingkan dengan defenisi-defenisi yang dikemukakan lebih dahulu.

3 Kurikulum Sebagai Rencana Kegiatan Pembelajaran Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk pembelajaran siswa. dalam 99 . Dengan kata lain sekolah menyediakan lingkungan yang memberikan kesempatan belajar bagi siswa. Hal ini berarti semua hal dan semua orang yang terlibat dalam memberikan bantuan kepada siswa termasuk ke dalam kurikulum. Pengertian ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. sehingga menjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. man dibawa kemana untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan. Dengan program ini siswa inelakukan berbagai kegiatan belajar.4 Kurikulum Sebagai Pengalaman Pelajar Perumusan atau pengertian kurikulum lainnya agar berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya yang lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. 3.1 Filosofis Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bagi siswa pada hakekatnya adalah kurikulum. suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai.3.2. seperti bangunan. perlengkapan dll. 3.1. perpustakaan. Landasan Pengembangan Kurikulum 3. Isi kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan rangka upaya pencapai tujuan pendidikan nasional. Itu sebabnya. melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas. Tak ada pemisahan yang tegas dntara ekstra dan intra kurikulum. melainkan melipiuti segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa. gambar-gambar. Kurikulum tidak terbatas pada mata ajaran saja.1. halaman.

prinsip pendidikan serta seperangkat pengalaman belajar lainnya. yakni bidang industri.pendidikan anak. peningkatan pendidikan nasional yang merata dan bermutu. mandiri dan sejahtera.2 Iptek dan Seni Pembangunan didukung oleh perkembangan iptek dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan Keunggu bangsa. Dengan kata lain filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksud untuk memacu pembangunan untuk menuju 100 . peningkatan dan perluasan pendidikan keahlian sesuai dengan kebutuhan bidang-bidang pembangunan tersebut. transportasi dll. Implikasi dari upaya pembangunan tersebut maka diperlukannya peningkatan produktifitas. Filsafat pendidikan menggambarkan manusia yang ideal yang diharapkan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan di perguruan tinggi. tenaga kerja. Dengan kata lain penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi harus disesuaikan dan diarahkan pada upaya-upaya dan kebutuhan pembangunan. dan pembangunan iptek yang mantap. yang berisi mendukung tercapainya cita-cita nasional. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan keahlian. pertanian. Gambaran tentang proses dan tujuan pembangunan tersebut diatas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan secara keseluruhan. yang mencangkup pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM yang berkwalitas. yakni suatu masyaral yang maju. 2. Pembangunan SDM yang berkualitas diarahkan untuk meningkatkan kwalitas SDM yang mampu mendukung -pembangunan ekonomi dan pembangunan dibidang-bidang lainnya. perdagangan.

yang memanfaatkan iptek untuk pengembangan masyarakat secara swadaya. Pemerintah. Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatan yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikaxt pemecahan masalah konkrit dalam pembangunan. kondisi sosial budaya dan lingkungan hidup.terwujudnya masyarakat yang mandiri. pengembangan sarana dan prasarana iptek. Akademisi terutama dilingkungan perguruan tinggi yang memanfaatkan iptek untuk disumbangkan pada pembangunan. Masyarakat. 3. 101 . mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan di segala bidang. efisiensi dan efektifitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi. Pembangunan iptek harus sclaras dengan nilai-nilai agama. pelaksanaan penelitian pengembangan serta rekayasa produksi barang dan jasa. 2. Untuk mencapai tujuan dan kemampuan tersebut. 2. nilai luhur budaya bangsa. yaitu untuk meningkatkan kwalitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. 3. 4. 4. Pembangunan iptek tertuju pada peningkatn kwalitas. Penguasaan. untuk kepentingan meningkatkan produktifitas. pemanfaatan. maju dan sejahtera. Pembangunan iptek harus beraada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan SDM. 5. dan pengembangan iptek dilaksanakan oleh berbagai pihak. beberapa hal yang dapat dijadikan dasar : 1. Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktifitas. yakni : 1. Pengusaha. Di sisi lain perkembangan iptek itu sendiri berlangsung semakin cepat berbarengan dengan persaingan antar bangsa semakin meluas sehingga diperlukan penguasan dan pengembangan iptek yang pada gilirannya mengandung implikasi tertentu terhadpa pengembangan sumber daya manusia supaya memiliki kemampua dalam penguasaan dan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang iptek.

102 .3. kurikulum merupakan sesuatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan SDM yang berkwalitas.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bidang studi IPS 3. Menanamkan. sebagai mana telah ditetapkan pada UU no. Komponen Pengenibangan Kurikulum 3. yakni : 1. Sebagai contoh kita pilih. sehingga mampu memecahkan soalsoal yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya bidang studi IPS. Menanamkan. Bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan Setiap bidang studi meliputi mata ajaran tertentu. terdiri dari mata ajaran ekonomi. Mata ajaran dikelompokkan menjadi beberapa bidang studi. Bidang studi bahasa dan seni 2. Tujuan itu dikategorikan sebagai tujuan umum kurikulum. memupuk dan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis dalam pola berpikir abstrak. sosiologi. sebagai berikut : 1.1 Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum setiap satuan pendidikan harus mengacu pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. sejarah dll. Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami prosdes pendidikan dan pembelajaran unutuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan SDM yang berkwalitas umumnya. Bidang studi IPA 4. memupuk dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan dasar berhitung yang praktis. Dalam skala yang lebih luas. Tujuan mata ajaran. geografi. Setiap mata ajaran mempunyai tujuan sendiri dan berbeda dengan tujuan yang hendak dicapai oleh mata ajaran lainnya. Tujuan mata ajaran merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. kita pilih tujuan mata ajaran berhitung. 2.

jujur. Sesuai dengan rumusan tersebut. 3. Dalam hal ini. 4. Dalam UU pendidikan tentang Sistim Pendidikan Nasional telah ditetapkan bahwa "isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional". Berdasarkan tujuan tersebut. yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan-hubungan antara variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk hemat dan pandai menghargai waktu. memupuk dan mengembangkan sikap gotong royong. Materi kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing satuan pendidiknan. 3. Teori. Materi kurikulum mengandung aspek-aspek tertentu sesuai dengan tujuan kurikulum yang meliputi : 1. rasional dan ekonomis. Menanamkan.3. Materi kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. baik tujuan umum maupun tujuan khusus selanjutnya dapat ditetapkan atau direncanakan dalam materi pelajaran. Perbedaan dalam ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran disebabkan oleh perbedaan tujuan satuan pendidikan tersebut. 103 . isi kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip : 1. tujuan pendidikan nasional mempakan target tertinggi yang hendak dicapai melalui penyampaian materi kurikulum. seperangkat konsep atau defenisi dan preposisi yang saling berhubungan.2 Materi Kurikulum Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum. serta percaya kepada diri sendiri. Materi kurikulum bempa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan pembelajaran. Menanamkan. 2.

bersumber dari analisis. Prinsip. 3. Mata pelajaran terpisah-pisah Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah. 6. Semua materi diberikan sama. Konsep adalah defenisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. Masingmasing diberikan pada waktu tertentu. kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. dan kemampuan siswa. Definisi.2. adalah sejumlah informasi khusus dalam materi dianggap penting. terdiri dari terminologi. adalah suatu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan oleh siswa. 3. pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep 5. ialah penjelasan tentang makna atau pengertian tentang sesuatu. suatu pernyataan atau pendapat yang tak perlu diberi argumentasi. seperti sejarah. adalah kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus diperkenalkan dalam materi 8. dan tidak mempertimbangkan minat. pendapat atau pembuktian dalam penelitian. orang. Prosedur. Mata ajaran – mata ajaran berkorelasi Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran. Generalisasi. 10. suatu abstraksi yang dibentuk oleh generalisasi dari kekhususan kekhususan. ilmu pasti. bahasa Indonesia. Konsep. Fakta. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. 2. Istilah. dll. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk yang masing-masing memiliki ciri-ciri sendiri : 1.3. Preposisi. tempat dan kejadian. adalah ide utama. 7. Prosedur yang ditempuh ialah 104 . Contoh atau illustrasi ialah suatu hal atau tindakan atau dan khusus diperkenalkan dalam materi 9. 4. kebutuhan.

dan sebagainya. Biasanya dalam program itu telah disarankan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh oleh siswa dalam garis besarnya. Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini. kemudin guru bersam siswa tersebut menyusun program bagi mereka. misalnya bidang studi IPS. Cara lain untuk melaksanakan kurikulum ini ialah pengajaran dimulai dari kelompok siswa yang belaju. Mata ajaran tersebut tidak diberikan secara terpisah. kemampuan dan kebutuhan siswa. Masalah diambil dari satu mata ajaran tertentu. meliputi membaca. Core program adalah suatu program inti berupa suatu unit atau masalah. bukan pada mata ajaran. Eclectic Program Eclectic program adalah suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat 105 . Bidang studi Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan dalam satu bidang pengajaran. guru dan siswa memilih. Dengan cam memperkaya dan mempertuas macam-macam kegiatan. 4. misalnya ekskursi dan cerita. 5. 6. misaInya bidang studi bahasa Indonesia. merencanakan dan mengembangkan suatu unit kerja yang sesuai dengan minat. Core Program Core artinya inti atau pusat. Guru menyiapkan program yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menyajikan kehidupan anak.menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa memahami pelajaran tersebut. 3. mengarang. Beberapa mata ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalah tersebut. Program yang berpusat pada anak Program ini adalah orientasi baru dimana krrikulum dititik beraikan pada kegiatan-kegiatan peserta didik. peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan pengalaman yang disarankan itu. bercerita.

pada peserta didik. Caranya ialah memilih unsur-unsur yang dianggap baik yang terdapat pada kedua jems organisasi tersebut, kemudian unsur-unsur itu diintegrasikan menjadi suatu program. Program ini sesuai dengan minat, kebutahan dan kematangan peserta didik, Ruang lingkup dan umum bahan pelajaran telah ditentukan sebelumnya, dan kemudian perinciannya dikerjakan oleh guru dan siswa. Sebagian waktu digunakan secara untuk pengajaran langsung, misalnya pengajaran keterampilan dan sebagian waktu lainnya disediakan untuk unit kerja. Program ini juga menyediakan kesempatan untuk bekerja kreatif, mengembangkan apresiasi dan

pemahaman. Pembagian waktu disesualkan dengan kegiatan untuk mencapai tujuan.

3.4 Evaluasi kurikulum Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh invormasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keherhasilan belajar siswa. Berdasarkan informasi itu dapat dibuat keputusan tentang kurikulum itu sendiri, pembelajaran, kesulitan dan upaya bimbingan yang perlu diberlakukan. Aspek-aspek yang perlu dinilai benitik tolak dari aspekaspek tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan kurikulum, tujuan pembelajaran dan tujuan belajar siswa. Setiap aspek yang dinilai berpangkal pada kemampuan apa yang hendak dikembangkan, sedangkan tiap kemamptran itu mengandung unsur-unsur pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai. Penetapan aspek yang dinilai mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dalam kurikulum tersebut. Jents penilaian yang dilaksanakan tersebut. tergantung pada tujuan formatif diselenggarakannya penilaian MisaInya, penilaian

dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Berbeda dengan penilaian summatif yang

106

bermaksud menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu, untuk mengetahui perkembangan siswa secara menyeluruh. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu instrument penilaian, ialah validitas, reliabilitas, obiektifitas, kepraktisan, dan pembedaan. Disamping itu perlu diperhatikan bahwa penilaian harus objektif, dilakukan berdasarkan tanggung jawab kelompok guru, rencana yang rinci dan terkait dengan pelaksanaan kurikulum, sesuai dengan tujuan dan materi kurikulum, menggunakan alat ukur yang handal dan mudah dilaksanakan serta memberikan hasil yang akurat.

3. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 4.1 Prinsip Relevansi (kesesualan) Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan sistem penyampaiannya harus relevant dengan kebutuhan dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan sisiwa. serta serasi dengan perkembangan iptek.

4.2 Prinsip Kontinuitas (berkesinambungan) Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya baglan, aspek, materi, bahan kajian, disusun secara berurutan. tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dan tingkat perkembangan siswa. Dengan prinsip mi tampak jelas alur dan keterkaitan di dalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. 4.3 Prinsip Fleksibelitas (keluwesan) Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, diubah dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis atau kaku Misalnya dalam suatu kurikulum disediakan program

107

pendidikan keterampilan industri dan pertanian. Pelaksanaannya di kota, tapi karena ketidaktersediaan lahan, maka yang dilaksanakan adalah program pendidikan keterampilan industri. Sebaliknya pelaksanaannya di desa ditekankan pada program pendidikan keterampilan pertanian. Dalam hal im lingkungan sekitar, keadaan masyarakat dan ketersediaan tenaga dan peralatan menjadi faktor pertimbangan dalam rangka pelaksanaan kurikulum.

FUNGSI KURIKULUM Setiap lembaga pendidikan formal maupun nonfomal dalam

penyelenggaraan kegiatan sehari-harinya berlandaskan kurikulum-kurikulum itu sendiri dalam hal ini dapat berupa : (1). Rancangan kurikulum, yaitu buku kurikulum suatu lembaga pendidikan; (2) Pelaksanann kurikulum, yaitu proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan ; dan (3). Evaluasi kurikulum, yaitu penilaian atau penelitian basil-hasil pendidikan. Dengan lingkup pendidikan formal. kegiatan merancang melaksanakan dan menitai kurikulum tersebut, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan, dilaksanakan sebagai program pengajaran. Berbicara masalah fungsi kurikulum kita dapat meninjaunya dari tiga segi, yaitu fungsi bagi sekolah yang bersangkutan, bagi sekolah pada tingkat diatasnya dan fungsi bagi masyarakat (Winamo Surahmad ; 6).

1. Fungsi bagi sekolah yang berungkutan Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan ini paling tidak dapat disebutkan dua macam. Pertama, sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan. Manifestasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah berupa program pengajaran. Program pengajaran itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang kesemuanya dimaksudkan sebagai uapaya untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang akan dicapai tersebut disusun secara berjenjang mulai

108

dart tujuan pendidikan yang bersifat nasional sampai tujuan instruksional. Jika tujuan instruksional tercapai (hasilnya langsung dapat diukur melalui kegiatan belajar mengajar di kelas) pada gilirannya akan tercapai pula tujuan-tujuan pada jenjang diatasnya. Setiap kurikulum sekolah pasti didalamnya tereantum tujuantujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai melalui kegiatan pengajaran. Kedua, kurikulum dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatn-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya, telah ditentukan macam-macam bidang studi, alokasi waktu, pokok bahasan atau materi pengajamn untuk tiap semester, sumber bahan, metode atau cara pengajaran, alat dan media pengajaran yang diperlukan. Disamping itu. kurikulum juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan jenis program cara penyelenggaraan, strategi pelaksanaan, penanggung jawab, sua dan prasarana dan sebagainya.

2. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya Dalam hal ini kurikulum dapat untuk mengontrol atau memelihara keseimbangan proses pendidikan. Dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka kurikulum pada tingkat diatasnya dapat mengadakan penyesuaian Misalnya saja, jika suatu bidang studi telah diberikan pada kurikulum sekolah ditingkat bawahnya, harus dipertimbangkan lagi

pemilihannya pada kurikulum, sekolah tingkatan diatasnya terutama dalam hal pemulihan bahan pengajaran. Penyesuaian bahan tersebut dimaksudkan untuk menghindari keterulangan penyampaian yang bisa berakibat pemborosan waktu dan yang lebih penting lagi adalah untuk menjaga kesinambungan bahan pengajaran itu. Disamping itu, terdapat juga kurikulum yang berfungsi untuk

menyiapkan tenaga pengajar. Bila satu sekolah atau lembaga pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga guru (LPTK),. Maka lembaga tersebut harus mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat dibawahnya tempat calon guru yang

109

Oleh karena itu. Fungsi bagi Masyarakat Padatamatan sekolah memang dipersiapkan untuk terjun dimasyarakat atau tugasnya untuk bekerja sesuai dengan keterampilan profesi yang dimilikinya. Hal itu mengingat seringnya terjadi kenyataan balwa lulusan selsolah halum siap pakai atau tidak sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan dalm lapangan pekerjaan. kita tak dapat mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia karena tidak memiliki keterampilan atau keterampilan yang dimilikinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pada lapangan pekerjaan. kritik atau saran-saran yang berguna bagi penyempumaan program pendidikan di sekolah. mahasiswa IKIP/FKG harus menguasai kurikulum kurikulum SMTP dan SMTA. Hal itu berdasarkan kenyataan penelitian bahwa masih sebagian besar anak tamatan SD yang tidak meneruskan pendidikan ke tingkat di atasnya. ada seorang tokoh pendidikan yang mengemukakan agar sekolah tingluat SD sudah dibuat menjadi dua jalur. yaitu jalur akademis (dipersiapkan untuk melanjutkan sekolah) dan jalur vokasional (dipersiapkan untuk segera bekerja). Misalnya murid SPG harus mengetabui kurikulum SD. SMP dan SMA kegiatw pengajaran disampaikan dengan sistem PPSI.dipersiapkan itu akan mengaju. Akibatnya. Dewasa ini kesesuaian antara program kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus benar-benar diusahakan. Untuk keperluan itu perlu ada kerja sama antara piliak sekolah dengan pihak luar dalam hal pemberrahan kurikulum yang diharapkan. Dengan demikian. kurikulum sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat atau para pemakai keluaran sekolah. maka sekolah-sekolah yang bertugas mengadakan guru untuk sekolah-sekolah tersebut harus membekali calon-calonnya dengan kemampuan memtruat PPSI. walau semakin menumpuk tenaga kerja yang ada. Jika di SD. masyarakat atau para pemakai lulusan sekolah dapat memberikan bantuan. 3. 110 . Untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

Julusan dengan keterampilan mana (atau apa) yang mereka butuhkan dan itu harus dialamatkan pada sekolah yang sesui dengan misinya. 111 . Pada waktu itu. ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagianbagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang terpisahkan. Penyiapan keterampilan para tamatan sekolah untuk bakal terjun di masyarakat kerja. Boleh dikatakan bahwa pembekalan atau pengajaran keterampilan tersebut semata-mata disebabkan tuntutan pekerjaan kelak. atau untuk kedua-duanya. tidak saling bertentangan. yaitu permulann diterapkannya PPSI dalam sistem pengajaran di Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum '75. atau untuk bekerja (jaIur vokasional). sebagai suatu sistem. apakah ia sekolah umum atau kejuruan. para pemakai lulusan sekolah tentunya sudah tanggap. Sebagai contoh hal yang berhubungan dengan keguruan misalnya dapat disebutkan perabekalan keterampilan menibuat satuan pelajaran. akan mewamai pendidikan keterampilan yang diajarkan oleh pibak sekolah yang bersangkutan. Dengan adanya hal itu. calon guru segera diberi keterampilan membuatnya (sekarang Model Perencanaan Pengajaran).Sering terjadi karena suatu tingkat keterampilan yang dibutuhkan dalam suatu tingkat pekerjaan. isi. juga ditentukan oleh suatu misi sekolah. kurikulum adalah sebuah sistem. Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai loomponen-komponen pokok tujuan. Misi suatu sekolah apakah ia bertugas mempersiapkan tamatannya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (jalur akademis). organisasi dan stratei (Winarno Surahmad: 9). KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Seperti dikemukakan oleh Pratt diatas. maka hal itu segera diajarkan di sekolah.

Tujuan Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Tujuan Pendidikan yang harus dicapai secara keseluruhan Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetalman. sikap dan nilai-nilai yang diharapkan oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan. sikap dan nilai-nilai yang dihuapkan dimiliki anak setelah mempelajari tiap bidang studi atan pokok bahasan dalam proses pengajaran. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. b. Dalam setiap kurikulum sekolah pasti dcantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan.1. Didalam sebuah kurikulum sekolah. keterampilan. Baik tujuan kurikulum maupun instruksional juga meneakup aspek-aspek pengetahuan. 2. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyaknya tujuan-tujuan tersebut. (kedua tujuan ini biasanya dkantumkan dalam Buku 1 suatu kurikulum sekolah). terdapat dua macam Tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinstitusionalannya. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah yaitu sebagai berikut : a. Isi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yarag diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas 112 . Itulah sebabnya tujuan ini disebut tujuan institusional atau kelembagaan. keterampilan. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional diatas yang meliputi tujuan kurikulum dan instuksional yang terdapat dalam setiap GBYP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi.

Penentuan pokok-pokok dan sub-sub pokes bahasan didasarkan pada tujuan instruksional. Struktur horizontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan. akan berbeda dengan sekolah yang lain. tanpa kelas atau gabungan antara keduanya dengan sistem unit waktu semester atau catur wulan. Termasuk dalam hal ini adalah Juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk setiap tingkatan. Misalnya bidang studi Bahasa Indonesia. ia berdasarkan kriteria apa suatu bidang studi menopang tujuan int atau tidak. maka jenis bidang studi yang diberikan pada suatu sekolah. Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenamya adalah isi kurikulum itu sendiri. kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated). Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam. Jadi. yaitu struktur horizontal dan struktur vertikal. keguruan keterampilan dan lain-lain. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan. II dan Ill. 113 . Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran itu dapat secara terpisah (sparate subject). akademis. MisaInya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas. serta uraian bahan pelajaran. atau ada juga yang menyebutnya sebagai silabus. Berdasarkan kriteria itu.dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. 3. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Organisasi Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. diberikan selama berapa jam tiap minggu pada SMP/SMA kelas I. yaitu misalnya program pendidikan moupun. misalnya SMA. Demikian pula halnya dengan bidang-bidang studi yang lain. atau penyatuan seluruh pelajaran dikembangkan di sekolah. Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah. misalnya SPG.

Komponen Tujuan Tentang komponen tujuan ini kita akan mengenal tingkat-tingkat Tujuan yang satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan citacita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia. kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. dalam kurikulum suatu sekolah telah terkandung tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalm sekolah yang bersangkutan. Masalah strategi pelaksana itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran. setiap sekolah mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai. penilaian. Hendyat Soetopo. Ada dua jenis tujuan yang terkandung di dalam kurikulum suatu sekolah : 1. bimbingan dan konseling. 114 . MYd dan Drs. Seperti telah dikemukakan dalam bagian yang Ialu. Oleh karena itu.4. Tujuan-tujuan tersebut biasanya digambarkan dalam bentuk pengetahuan. paket pelajaran dan sebagainya KOMPONEN KURIKULUM (Drs. Selaku lembaga pendidikan setiap. Stretegi Dengan komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaam kurikulum di sekolah. alat atau media pengajaran dan sebagainya. Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan. MYd dalam bukunya Pembinaan don Pengembangan Kurikulum Sekolah) 1. ketarampilan dan sikap yang kita harapkan dimiliki murid setelah mereka menyelesaikan seluruh program pendidikan dari sekolah tersebut. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya. pengaturan kegiatan sekolah sceara keseluruhan. pemilihan metode pengajaran. dilakukan dengan pendekatan PPSI (berlaku untuk setiap bidang studi) atau dengan cara lain seperti sistem pengajaran modul. Wasty Soemanto.

Atas dasar tujuan-tujuan institusional itulah kemudian ditetapkan bidangbidang studi atau bidnag pengajuan yang akan diajukan pada sekolah yang bersangkutan. 1. Tujuan-tujuan setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah tentunya ada yang kita sebut tujuan kurikuler dan ada pula yang kita sebut tujuan instruksional. tujuan ilmu kegurun di SPG dan sebagainya. Atas dasar tujuan kurikuler dan tujuan instruksional inilah kemudian ditetapkan bahan pengajaran yang diajarkan dalam setiap bidang studi pada suatu sekolah tertentu. Tujuan yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi Disamping tujuan institusional yang ingin dicapai oleh sekolah secara keseluruhan. setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah juga mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapainya. kemudia Tujuan Institusional. Oleh karena itu ada tujuan IPA dan SD tujuan matematika di SMP. Tujuan Pendidikan Nasional Tujuan Pendidikan Nasional adalah merupakan tujuan pendidikan yang tertinggi dalam kegiatan di negara kita. Urutan tujuan pendidikan tersebut diawali dari tujuan Pendidikan Nasional. 2. dimna tujuan instruksional merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan kurikuler. Tujuan Kurikuler sampai pada tujuan Instruksional.Tujuan dari sekolah tersebut kita namakan tujuan institusional atau tujuan lembaga. keterampilan dan sikap-sikap yang kita harapkan dinliliki oleh murid setelah mempelajari suatu bidang studi pada suatu sekolah tertentu. misainya tujuan SD. Tujuan ini sangat umum dan sangat 115 . Dalam hubungannya dengan pembahasan tujuan pendidikan ini berikut diulas tentang tujuan pendidikan secara hirarkis sesuai dengan urutan tujuan yang ada di Indonesia. tujuan SPG dart seterusnya. Tujuan-tujuan inipun digambarkan dalam berruk pengetahuan. tujuan SMP.

mencintai bangsanya dan sesama manusia dongan ketentuan yang temaktub dalam IJUD 1945” Secara ekspilisit maka tujuan pendidikan nasional itu dapat dijabarkan sebagai membentuk manusia yang Pancasilais. dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab dalam menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tanggung rasa. Untuk itu maka pada tiap lembaga hendaknya juga digariskan adanya suatu tujuan pendidikan yang kita sebut tujuan institusional. Tanggung rasa Cerdas .ideal. Selanjutnya dalam GBHN telah digariskan tujuan Pendidikan Nasional adalah : Tujuan Pendidikan pembangunan pengetahuan sehat dan Nasional adalah membentuk manusia jasmani dan rohaninya. Berbudi pekerti yang luhur . 2. Scehat jasmani dan rohani . Berpengetahuan dan berketerampilan Bertanggung jawab Demokrasi. dan Mencintai bangsa dan sesamanya. yang penggambarannya disesuaikan dengan falsafah negara yaitu Pancasila. dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. Tujuan Institusional Sistem persekolahan di negara kita adalah berjenjang yang melembaga pada suatu tingkatan. memiliki keterampilan. 116 .

Menjadi warga negara Indonesia yang bemoral Pancasila yang memiliki sifat-sifat yang bark dan konstruktif sebagai warga masyarakat. SPG dan sebagainya. SKKA. Memiliki pengetahun. Tujuan Khusus Sekolah Pendidikan Guru.Selanjutnya kita akan mengenal tujuan institusional SD. Agar tidak tercapai penyimpangan maka tiap tujuan institusional harus didahului dengan pengertian pendidikan. Tentu saja tujuan institusional itu hendaknya menceminkan dan menggambarkan tujuan pendidikan nasional yang akan dicapai melalui lembaga pendidikan itu. dasar pendidikan dan tujuan pendidikan nasional. SMA. Dasar Pendidikan III. c. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. serta menerima dan percaya kepada kaidah-kaidah dan cara-cara pengalaman agama masing-masing baik dalam peribadatan maupun kehidupan lainnya. Dalam hubungan ini kita akan mencoba memberikan gambaran tentang tujuan umum dan khusus pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru : (1) Tujuan Unrum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. Hal ini disamping untuk menghindari penyimpangan juga untuk menghindari salah penafsiran yang emungkinkan tidak tercapainya Tujuan pembangunan dan pendidikan nasional. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: 117 . Sehat jasmani dan rohani. b. Pengetian Pendidikan II. Tujuan Pendidikan Nasional IV. SMP. Sebagai gambaran maka dapat kita kemukakan kerangka tujuan pendidikan di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) sebagai lembaga Pendidikan Guru yaitu I. STM. ialah agar lulusannya: a.

O1ah raga. Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis yang bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid-murid daur anak-anak. Bahasa Inggris yang cukup untuk memahami uraian yang sederhana. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. 118 . 4. 4. 7. 3. Menggunakan pronsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi dan masyarakat. (2) Tujuan Khusus Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru ialah agar lulusannya : a. Kesenian yang meliputi seni rupa. seni musik dan atau seni drama dan tari. 2. 2. Bahasa Indonesia yang tepat dan baik. Ilmu Pengetahuan Sosial 10. 6. Perkembangan dan perjuangan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya. 5. dalam bidang : 1. Memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk kepentingan dirinya dan atau untuk melaksanakan program pengajaran di SI). pergaulan sekolah dan keluarga secara bertanggung jawab. kesehatan dan rekreasi. Mengembangkan dan mengamalkan ilmu dan profesinya. Menggunakan prinsip kemanusiaan. 3.1. Ilmar Pengetahun Alam 9. 5. Dasar pembinaan Moral Pancasila sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945. Melaksanakan tugasnya secara efektif sebagai guru di Lembaga Pendidikan Dasar yaitu SD atau TK. Matematika 8. Agama/Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Malia Esa yang dianutnya.

Melaksanakan penelitin sederhana. Memiliki nilai dan sikap yang meliputi 1. Mengarang dan menulis. 2. 7. peternakan dan atau perikanan. pertaman. metodik dan didaktik umum. Memimpin dan melaksanakan tugas administrasi sekolah. Melaksanakan kegiatan dalam memanfaatkan sumber lingkungan. 5. kemampuan melaksanakan program yang telah disusun dengan menggunakan metode teknik. 8. kerajinan dan teknik. 119 . dasar psikologis dan interaksi belajar mengajar. Pendidikan keterampilan yang meliputi jasa. Merencanakan dan melaksanakan interaksi edukatif dengan murid dalam mengerjakan bidang pengajaran yang diberikan di pendidikan dasar yang meliputi kemampuan menyusun program pengajaran. masyarakat dan kalangan dunia pendidikan. psikologis pendidikan. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 4. dasar dan tujuan pendidikan nasional Indonesia. Memiliki keterampilan yang diperlukan untuk 1. metodik khusus untuk tiap bidang studi yang diajukan pendidikan dasar dan pendidikan dan pengembangan. 6. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). bimbingan dan penyuluhan. Menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila dan sehat. c. Ilmu Keguruan dan meliputi pedagogik. Berinteraksi dengan murid. 3. teknik penilaian pendidikan. alat bantu dan komunikasi pendidikan. b. dan alat yang sesuai kemampuan mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan dan memberikan bimbingan kepada murid yang menghadapi kesulitun. 12.11. psikologis perkembangan.

6. Dalam hal ini maka menurut SPG ditetapkan sejumlah 11 (sebelas) tujuan kurikuler yang barus dicaapai oleh seseorang anak/siswa setelah menamatkan pendidikan di SPG. Dalam hal ini dapatlah dirumuskan babwa yang dimaksud dengan tujuan yang akan dicapai setelah si anak mengikuti sejumiah program pengajaran yang diberikan dalam lembaga pendidikan itu. Atau dengan kata lain maka penjabaran dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan harus nampak pada tujuan kurikuler ini. percaya kepada diri sendiri.2. 4. bersedia untuk menyesuaikan diri kepada berbagai kepada keadaan anak dan memperlakukan anak secara obyektif. Disiplin. Tentu saja karena ini merupakan hirarki dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan nasional maka tujuan kurikuler ini harus mencerminkan dan mengambarkan tujuan ilistitusional dan tujuan pendidikan nasional itu. bercita-cita untuk maju. Menghargai seni budaya bangsa sendiri. berdedikasi. terbuka. terruama dalam hubungannya dengan profesi keguruan dan pendidikan. Bersedia untuk saling mengoreksi cara-cara mengajar yang bisa dilakukan. loyal dan bertanggung jawab kepada tugas dan mengutamakan prestasi. Hidup sehat. Cinta kasih kepada anak. 5. 7. dan selektif terhadap pengaruh kebudayaan asing. 8. 120 . 3. Rendah hati. Makarya dan efisien. 3. Tujuan Kurikuler Suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan akan memberikan sejumlah isi pengajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga merupakan sejumlah pengalaman belajar yang menunjang tercapainya tujuan Pendidikan. Mempunyai kebiasaan membaca dan belajar dengan baik. 9. peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. bersedia untuk bertindak sebagai perintis.

Dalam pelaksanaannya tujuan ini harus dirumuskan pada saat penyusunan atuan pelajaran. Tujuan ini diharapkan dapat tercapai pada saat terjadinya proses belajar mengajar secara langsung yang terjadi pada setiap hari. menunjukan. Isi Kurikulum Sebagai mana kurikulum 1975 maka untuk kurikulum SPG yang berlaku saat berisi : (1) Pokok-pokok bahasan adalah merupakan perincian bidang pengajaran untuk dijadikab bahan pelajaran bagi para. TIK hendaknya terwujud dalam tingkah laku yang spesifik. TIK hendaknya mengunakan istilah -istilah yang operasional misainya menuliskan. 2.4. siswa agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan 121 . meyakini dan sebagainya. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) untuk Tujuan ini perumusannya dilakukan oleh guru sendiri pada saat menyusun satuan pelajaran. b. Dalam tujuan ini diharapkan setelah anak menerima pelajaran terjadi perubahan tingkah laku yang nyata dan dapat diukur. Untuk tujuan instruksional im kita bedakan 2 (dua) jenis tujuan yaitu : a. b. Tujuan Instruksional Tujuan instruksional ini merupakan penjabaran yang terakhir dari tujuantujuan yang terdahulu dan lebih atas. dan sebagainya. TIK hendaknya mempakan hasil belajar siswa. menghargai. c. Komponen Materi (Isi dan Struktur Program) 1. serta menghindari istilah-istilah yang non operasional misalnya mengetahui. memahami. menyebutkan. Guru dalam merumuskan tujuan ini hendaknya memperhatikan hal-hal ini yang merupakan syarat TIK : a. TIK hendaknya megandung hanya satu jenis tingkah laku. menghitung. Tujuan instruksional umum yang sudah dirumuskan didalam kurikuler.

Pendidikan Kesenian. surat kabar. Matematika. Pendidikan Moral Pancasila. brosur dan sebagainya. orang ( camat. 3. 2. Pergajaran di SD/pendidikan spesialisasi/pembangunan meliputi IPS. Sruktur Program Untuk struktur program ini jelasnya dapat dilihat pada lampiran.) (4) Garis-garis besar program pengajaran (GBPP). Desa. 2. Pendidikan Keterampilan. sopir dan sebagainya). petani. Bahasa Indonesia. semester seperti yang diatur dalam struktur program kurikulum. dari semester yang satu ke semester yang berikutnya (3) Sumber bahan yaitu bempa resources dimana proses belajar mengajar memperoleh sejumlah pengalaman belajar. atau barang cetakan (buku. stasiun dan sebagainya). kantor. o1ah Raga dan Kesehatan. kep. Pendidikan Keguruan meliputi ilmu keguruan dan praktek keguruan. catur wulan.(2) Bahan pengajaran adalah mutan penyampaian pokok bahasan tersebut dari yang satu ke tahun pelajaran yang berikutnya. 3. Koomponen Organisasi don Strategi 122 . Sumber ini dapat berupa tempat (museum. adalah merupakan penjelasan terperinci dari setiap bidang pengajaran yang telah ditentukan pembagian dan penyebaran waktunya dalam seminggu. majalah. dalam GBPP berisi: (a) Tujuan kurikululer (b) Tujuan instruksional (c) Pokok babasan/sub pokok bahasan (d) Bahan pengajaran (e) Sumber bahan. Pendidikan untum meliputi pendidikan Agama. Bahasa Inggris. Program pendidikan (di SPG) Program Pendidikan di SPG terdiri dari : 1.

dalam struktur horizontal tercakup pula jenis-jenis program yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut. program pendidikan keguruan. 3. Selanjutnya. Sistem kelas misalnya kelas l. Kesenian. b. Organisasi Struktur (susunan) program suatu kurikulum mengenai apa yang disebut struktur horizontal dan struktur vertikal. 123 . program spesialisasi dan sebagainya. misalnya program pendidikan unnum. a. Mata-mata pelajaran secara terpisah (subjec centered) misalnya : Biologi.Disamping tujuan dan isi. 4. 2. Program tanpa kelas. misalnya apakah sistem semester atau catur wulan. setiap kurikulum mengandung unsur organisasi dan strategi. IPA. Kelompok-kelompok mata pelajaran yang kita sebut bidang studi (broadfield) misalnya IPS. Kombinasi antara sistem A dan B. Struktur Vertikal Struktur vertikal suatu kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum tersebut dilaksanakan melalui : 3. Fisika. 1. Sejarah. III dan seterusnya dimana kenaikan kelas diadakan disetiap tahun secara serempak. Struktur Horizontal Struktur horizontal suatut kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum im diorganisasikan dalam bentuk : 1. dalam struktur vertikal ini tercakup pula sistom unit waktu yang digunakan. Kesatuan program tanpa mengenai mata pelajam maupun bidang studi (integrated program). Selanjumya. 5. Matematika dan sebagainya. dimana perpindahan dui suatu tingkat program ke tingkat program berikutnya dapat dilakukan setiap waktu tampa harus menunggu teman-teman yang lain. II. Ilmu bumi dan sebagainya.

Komponen metode ini menyangkut komponen metode atau upaya apa saja yang dipakai agar tujuan pendidikan dapat tercapai. pemberian tugas. Cara dalam melaksanakan pengajaran mencakup baik cara yang berlaku secara umum maupun cata dalam menyajikan setiap bidang studi. lingkungan anak serta sarana pendidikan yang ada. 124 . sedang polivalent adalah penggunaan lebih dari satu metode untuk mencapai satu tujuan. demonstrasi. isi kurikulum pada setiap tingkat atau kelas. cara didalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan cara dalam mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan. Dalam penympaian seperti kurikulum yang berIalw niisalnya (kurikulum 1975) kurikulum SPH juga menggunakan pendekatan PPSI yang dikembangkan melalui satuan pelajaran dan modul. tanya jawab. karyawisata. karena suatu metode cocok untuk mencapai suam tujuan akan tetapi belum tentu cocok untuk mencapai suatu tujuan yang lain. dan didalam mengadakan penilaian. eksperimen. Dalam pelaksanaannya tidak ada satu metode yang baik untuk segala tujuan. Dengan polipragmatis dimaksud adalah penggunaan satu metode untuk mencapai tujuan lebih dari satu tujuan. Strategi Strategi pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh didalam melaksanakan pengajaran. Untuk itu guru harus mengetahm kapan ia harus menggunakan metode mengingat sifat-sifat polivalent dan polipragmatis dari suatu metode. Adapun macam-macam metode dapatlah kita kemukakan sebagai contoh metode ceramah. Dengan metode ini proses pengajaran (belajarmengajar) dipandang sebagai suaw sistem. sosiodrama. Dalam hal ini tentu saja metode yang dipergunakan hendaknya relevan terhadap tujuan yang ditetapkan sebelumnnya. dengan mempertimbangkan kemampuan guru. 2. atau dengan kata lain kita harus memperhatikan tujuan dan situasi. termasuk cara (metode) mengajar dan pelajaran yang digunakan.Akhirnya struktur program ini menyangkut pula masalah penjadwalan dan pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi.

penggunaan dan menyempurnakan program pendidikan. simposium. menyediakan bahan alat atau media pendidikan. 2) Sarana fisik yang terdin dari gedung sekolah. Sarana personal yang terdin dan a. b. kerja kelompok diskusi. teksbook.bermain peranan. c. kantor. Sarana material yang terdiri dari 1) Bahan instruksional dalam bentuk bahan instruksional. Sarana Administrasi Pendidikan administratif disini dapat disebutKan sebagai Pedoman Khusus Bidang Pengajaran Pedoman Penyusunan Sawn Pelajaran Pedoman Praktek Keguruan Pedoman Bimbingan Siswa Pedoman Administrasi Dan Supervisi 125 . Tenaga edukatif yang tidak mengajw seperti konselon c. Sarana Kepemimpinan Sarana kepemimpinam ini akan memberi dukungan dan pengamanan pelaksanaan. sumber yang instruksional atau pengalaman belajar dan sebagainya. Tenaga teknis non edukatif misaInya tenaga tata usaha. serta member! bimbingan. Guru b. seminar dan sebagainya. 3) Biaya operasional yaitu tersedianya biaya dan dana untuk penyelengguaan pendidikan. Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG) meliputi a. laboratorium. lapangan batsman sekolah dan sebagainya. d. 4.

materi metode dan sarana dalam rangka membina dan memperkembangkan kurikulum lebih lanjut. perbedaan latar belakang murid. nilai-nilai filsafat suatu masyarakat dan tuntutan-tuntutan kultur tertentu. Landastur Pengembangan Kurikulum 1. Disamping itu penilaian terhadap kurikulum dimaksudkan juga sebagai feedback terhadap tujuan. sebagai gambaran ummin kami paparkan pandangan tiga ahli kurikulum.2. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Landasan Pengembangan Kurikulum dapat meniadi titik tolak sekaligus titik sampai. Titik tolak berarti pengembangan kurikulum dapat didorong oleh pembahaman tertentu seperti penemu. Titik sampai berarti kuirikulum harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat merealisasikan perkembangan tertentu. Untuk itu maka sekolah termasuk juga didalamnya termasuk juga harus peka terhadap perubahan-pembahan yang terjadi di masyuakat. Tentang landasan ini para ahli mengemukakan berbagai pendapat. Komponen Evalusasi Pendidikan adalah sebagian dari keperluan manusia. sedangkan uraian secara detail dapat dibaca pada kurikulum man dapat dijabarkan sendiri sesuai dengan kondisi Indonesia.an teori belajar yang baru dan perubahan tuntutan masyarakat terhadap fungsi sekolah. Oleh karena itu kurikulum sebagai bahan konsumsi dari anal didik dm sekaligus juga konsumsi bagi masywakat juga harus dinilai terus menems serta menyclums terhadap bahan atau program pengajuan. Sedangkan penilaian dapat dilakukan oleh semua pihak baik dari kalangan masyarakat luas maupun dari kalangan petugas-petugas pendidik.1.e. Disini hanya dipaparkan landasan secara umum dan sepintas. Sekolahpun mempalari keperluan dari masyarakat. 1. KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 126 . seperti dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tuntutan-tuntutan sejarah masa lalu.

Aspek Filosofis Saylor & Ausbrey Haan Alexander An Expression Methods & of values 3.Dynamic children’s learning Theory individual growth 4.1. “Scientific” growth. Pengembangan Kurikulum No 1. Aspek Sosiologi Saylor & Alexander Contenporary Ausbrey Haan The variety of background children Hilda Taba The society The analysis of analysis culture Current conception of the funtions of the school No 2. - 127 . Complex Social and culture learning The extension of learning The nature knowledge The content of the disciplines of of of Psycology of learning Learning theories The concept of Hilda Taba development The transfers of learning factor that Contribute to children’s personality 5. Psikologis Child learner as values of e free society a .

a. (iii). Seseorang yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. Boleh dikata. Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. Kurikulam sebagai pengetahuan yang diorganisasikan. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan. yakni : (i). (viii). kurikulum sebagai suatu rencama (tertulis) untuk dilaksanakan. Adanya jawaban yang bervariasi terhadap pertanyaan tersebut sesuai dengan pendapat para ahli yang juga bervariasi mengenai pengertian kurikulum im. itu ? setiap orang yang ditanya akan menjawab sama atau berbeda satu sama yang lain. Pada pendidikan formal terdapat jenjang jenjang pendidikan yang selalu berakhir dengan ijazah atau Surat Tanda Tamat Behijar (STTB). (vi). kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing. dan (ix). dari secara tradisional kurikulum sekolah disajikan seperti itut (ibarat jalan) bagi kebanyakan orang jais. Labih lanjut Zais (1976) mengemukakan berbagai pengertian kurikulum. Kurikulum sebagai arena pengajaran. kurikulum merupakan syarat mutlak dalam pendidikan formal. (ii). (iv). Kurikulum sebagai isi pelajaran. dan (v). Kurikulum sebagai suam rencana pembelajaran. (vi). (iii). (v). Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Untuk memudahkan dan menyederhanakan pembahasan. sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah. tidak ada pendidikan formal tanpa ada kurikulum. (1976 : 6). Kurikulum sebagai kehidupan terbimbing. Sedangkan Tanner dan Tanner (1980) mengungkapkan konsep-konsep : (i). Kurikulum sebagai pengalaman. (vi Kurikulum sebagai basil belajar. kurikulum sebag pengelaman belajar. dalum kenyataannya telah melalui suatu jalur 128 . Kurikulum sebagai modus mengajar. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Seperti kita ketahai bersama. (iii). Kurikulum sebagai tujuan. Kata "kurikulum" berasal dari satu kata bahasa asing yang berarti "jalur pacu". Kurikulum sebaga sistem produksi sceara teknologis. (ii).Apabila diajukan pertanyaan : apakah kurikulum. (vii). Kurikulum sebagai program pelajaran. dan (v). Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. (ii). berikut merupakan penyimpulan dari konsep-konsep kurikulum yang terdiri dari (i). Kurikulum.

1976 : 7). Selain itu. Jawaban bahwa kurikulum terdiri dari berbagai mata pelajaran sudah sejak lama ada. Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dapat kiranya disimpulkan bahwa kurikulum mempakan jalan yang berisi sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus dilalui untuk meraih ijazah. 1988 : 2). akademi atau universitas dan para anggota stafnya. Winecoff (1988 : 1). mengemukakan : "The curriculum is generally difined as a plan the developed Ii facilitate the teachingfleaming process under the direction and guidance of a school. Dengan demikian. b. 1989 : 7) mengungkapkan pula bahwa kurikulum sebagai suatu rancangan untuk 129 . Lebih jauh. "Defenisi kurikulum seperti dikemukakan oleh Winecoff (1988) tersebut. secara jelas menunjukkan kepada kita bahwa kurikulum didefenisikan sebagai suatu rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses mengajar/belajar di dalam arahan dan bimbingan sekolah. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. bahkan sampai sekarang masili sering terbaca ataupun terdengar. tidaklah mengejutkan apabila ada orang mengemukakan kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. jika ada orang yang bertanya : apa kurikulumnya ? seringkali dijawab bahwa kurikulum adalah PMP. orang sering menyebut bahwa isi dari pelajaran tertentu dalam program dikatakan sebagai kurikulum (Zais. Schubert (1986) mengemukakan bahwa penyebutan kurikulum yang demikian sama halnya menyamakan kurikulum dengan mata pelajaran (Sumantri.pacuan yang terdiri dari berbagai mata pelajaran/bidang studi beserta isi pelajarannya dan berakhir pada ijazah. Kurikulum sebagai mata don isi pelajaran. Para pendidik profesional juga memandang curriculum as the relatively standardize grown coveret by students in their rece toward the finish line (diploma)" (Zais. Babasa Indonesia dan yang lain. Alexander dan Saylor (1974 dalam Bondi dan Wiles. c. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah mengisyaratkan adanya sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus diselesaikan oleh siswa. 1976 : 6 ). college or university and its members.

Dari empat konsep kurikulum yang diuraikan sebelumnya. Secara jelas diutarakan oleh Popham dan Baker bahwa semua rencana hasit belajar (Kamig out comes) yang merupakan tanggung jawab sekolah adalah kurikulum. Popham dan Baker mendefiniskan kurikulum sebagai 'All planner leaming out comes for whkh the scholl is responsible" Tanner & Tanner. 1976 : 8) menunjukkan kurikulum sebagai "All the means employed by the school to provide students with opportunities for desirable leaming experiences". Jelas defenisi Krug ini menunjukkan kepada kita bahwa semua yang bemaksud dipakai oleh sekolah 130 . Dengan demikian. e. Adanya defenisi ini mengubah pandangan penanggung jawals sekolah dari kurikulum sebagai alat menjadi kurikulum sebagai tujuan. yang secara sistematis dikembangkan dengan bantuan sekolah (atau universitas) agar memungkinkan siswa menambah penguasaan pengetahuan dan pengalamannya. namun demikian komponen-komponen kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam kurikulum masih bersifat umum dan luwes untuk lanjut oleh guru. d. dapatlah kita menandai bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengimplementasian kurikulum tersebut akan memperoleh pengalam belajar. 1980: 14) sedangkan Krug (1956 dalam Zais. Foshay mengamati bahwa sebelum tahun 1930-an istilah kurikulum dideferusikan sebagai "semua pengalaman seorang siswa yang diberikan dibawah bimtbingan sekolah" (Tanner & Tanner. Kurikulum sebagai sam rencana kegiatan pembelajaran sudah selayaknya mencakup komponen-komponen kegiatan pembelajaran. 1980 : 24). Bahkan Tanner & Tanner (1980 :43) memandang kurikulum sebagai rekonstruksi pengetahuan dan pengalaman. Kurikulum sebagai hasil Belajar.menyediakan seperangkat kesempatan belajar agar mencapai tujuan. Namun demikian bukan berarti dalam kurikulum tidak diorganisasikan cara-cara sistematis untuk mewujudkan hasil-hasil belajar yang diharapkan. kurikulum sebagai hasil belajar mempakan serangkaian hasil belajar yang diharapkan. Kurikulum sebagai pengalaman belajar.

dan (v). Kunkulum sebagai mata dan isi pelajaran. Guru dapat memilih satu atau lebih konsep kurikulum yang dijadikan acuannya. (iii). 1986: 1). Kelima konsep tentang kurikulum. 1989 : 15). Berdasarkan defenisi kurikulum. kurikulum sebagai pengalaman belajar mencakup pula tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan sesuatu. Kurikulum sebagi rencana kegiatan belajar. (ii). Dengan demikian. sedangkan dalam pasal 37 menyebutkan: " kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan. 131 . Rumusan penjabaran kurikulum seperti termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. Dalam UU RI No. Kurikulum sehagai jalan meraih ijazah. sesuai dengan jenis dan jenjang masingmasing satuan pendidikan " (Depdikbud. (iv). Dalam rumusan tersebut tampak dengan jelas bahwa kurikulum perlu dan harus dikembangkan. Landasan Pengembangan Karikalum Kurikulum merupakan wahana belajar mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat (Depdikbud. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. kebutuhan pembangunan nasioanal. 2. 1989: 3).Kurikulum sebagai hasil belajar. bila dikaji merupakan konsep kurikulum yang cukup lengkap dn menyeluruh.untuk menyediakan kesempatan-kesempatan bagi siswa memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperlukan sekali adalah kurikulum. semua benar tergantung dari cara memandangnya. kurikulum sebagai penglaman belajar. 2 tahun 1989 pasal 1 (9) menyebutkan bahwa : " kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan" serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar " (Depdikbud. belajar tersebut dapat diperoleh di dalam sekolah maupun di luar sekolah sepanjang direncanakan atau dibimbing pihak sekolah. yakni : (I).

Secara singkat. (2) rancangan suatu program. (3). orang tua. (2). Dengan 132 . konlisi fakultas (staf pengajar) atau konsultasi universitas ? jika komisi yang digunakan. yaitu : (1). 1962 : 6). administrator. yang acapkali disebut sebagai determinan (faktor-faktor penentu) pengembangan kurikulum. maka dalam pengembangan kurikulum diperlakan landasan-landasan pengembangan kurikulum. Segala kehendak yang dimiliki oleh masyarakat merupakan sumber nilai yang memberikan arah pada pendidikan. Hal tersebut meliputi pertanyaan-pertanyaan berikut : Siapa akan dilibatkan dalam pembuatan kurikulum. Agar pengembangan kurikulum dapat berhasil sesuai dengan yang diinginkan. Joni. atau siswa ? Apa prosedur yang akan digunakan dalam pembuatan kurikulum. Pendidikan ada dan berada dalam kehidupan masyarakat sehingga apa yang dikehendaki oleh masyarakat untuk dilestarikan diselenggarakan melalui pendidikan (dalam arti seluas-luasnya) (Raka. bagaimana mereka akan diatur ? (Zais. (3) penerapan serangkaian pengalaman yang berhubungan. dan (4) peralatan dalam evaluasi proses ini. 1986 : 1). petunjuk administratif. baik berdasarkan penilaian kurikulum studi. maupun surve lainnya. 1983 : 6). Landasan Filosofis. Fakta empirik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum. guru. a. dalam landasan program dan pengembangan dikemukakan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada tiga unsur. 1976 : 17) sedangkan Bondi dan Wiles (1989 : 87) mengemukakan babwa pengembangan kurikulum yang terbaik adalah proses yang meliputi banyak hal yakni : (1) kemudahankemudahan suatu analisis tujuan. Seperti yang tercantum dalam kurikulum SP. Hal yang dikemukakan dalam "Landasan Program dan Pengembangan Kurikulum" merupakan contoh adanya landasan-landasan pengembangan kurikulum. Landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotannya (Depdikbud. Nilai dasar yang mempakan falsafah dalam penyelidikan manusia seutuhnya.Adapun yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimna pembuatan kurikulum akan berjalan. pengembangan kurikulum adalah suatu perbuatan kompleks yang mencakup berbagai jenis keputusan (Taba.

dan hakikat pikiran yang ada dalam masysarakat. Nilai-nilai yang perlu dipertahankan dan dihomati oleh individu-individu keagamaan dan dalam masyarakat sosial tersebut.Agama. atau dapat dikatakan bahwa filsafat yang hidup dalam masyarakat merupakan landasan filosofis pertyelenggaraan pendidikan. Filsafat boleh jadi didefinisikan sebagai suatu studi tentang : hakikat realitas. hakikat nilai kebaikan. Oleh kreena nilai agama berhubungan dengan 133 . Secara logis dan realistis. mencakup Nilai-nilai nilai-nilai keagamaam nilai-nilai berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap ajaran dan nilainilai agama yang mereka anut. hakikat sistem nilai. Oleh karena itu landasan filosofis pengembangan kurikulum adalah hakikat realitas. budaya. landasan filosofis pengembangan kurikulum dari satu sistem berbeda dengan pendidikan yang lain. Juga landasan filosofis pengembangan kurikulum dan suatu lembaga berbeda dengan lembaga yang lain.Budaya . 1976 : 157. individu-individu itu pada taaftaraf tertentu juga mempunyai pengaruh terhadap masyarakat (Raka Joni. Realitas sosial-budaya . Untuk landasan filosofis pengembangan kurikulum secara cepat dan tepat kita pastikan. 1988: 13). b. 1983 :5) kebersaman individu-individu dalam masyarakat diikat dan terikat oleh nilai-nilai individu yang menjadi pegangan Mdup dalam interaksi di antana mereka. Perbedam tersebut sangat terasa dalam masyarakat yang majemuk. keindahan. yakni nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya yakni pancasila. Raka Joni. hakikat keindahan dan hakikat pikiran (Winecoff. 1983 : 5 ). hakikat ilmu pengetalman.agama yang ada dalam masyarakat merupakan bahan kajian pengembangan kurikulum untuk digunakan sebagai landasan pengembangan kurikulum. ilmu pengetahuan.demikian pandangan dan wawasan yang ada dalam masyarakat merupakan pandangan dan wawasan dalam pendidikan. sistem nilai. landsaan Sosial. Masyarakat sebagai kelompok individu-individu mempunyai pengaruh terhadap individu-individu dan sebaliknya. Masyarakat adalah suatu kelompok individu-individu yang diorganisasikan mereka sendiri ke dalam kelompok-kelompok berbeda ( Zais. nilai kebaikan.

nilai-nilai sosial budaya lebih bersifat sementara bila dibanding nilai-nilai keagamaan. Landasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. perasaan (estetika). kebudayaan dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang memiliki kompleksitas tinggi (Zais. Oleh karena itu. maka masyarakat memanfaatkan pendidikan yang dirancang melalui kurikulum. Untuk menerima melaksanakan. sehingga dalam mencrima. Perubahan masarakat mencakup nilai yang disepakati oleh masyarakat tersebut. 1983: 25 ). sedangkan seluruh nilai yang disepakati oleh masyarakat dapat pula disebut sebagai kebudayaan. Namun dengan demikian menurut Damd Joesoep (1982 dalam Raka Joni. atau penolakan dan pelepasan nilai-nilai sosial budaya-agama. melestrikan dan atau melepaskannya manusia menggunakan akalnya. c. Nilai-nilai sosial. Jelas kiranya bagi kita. tehnologi. dan seni. apabila terhadap nilai-nilai sosial budaya yang tidak berterima atau bersesuaian dengan akaInya akan dilepaskan. sedangkan seni bersumber pada perasaaan atau estetika. Dengan demikian. menyebarluaskan. 1987: 157). Oleh karena itu. 1983 : 40) bahwa sumber ratusan ribu nilai yang ada dalam masyarakat ntuk perkembangan melalui proses pendidikan ada tiga yaitu : pikiran ( logika). 134 . dan kemuan (etika). pelestarian. mengapa salah satu landasan pengembangan kurikulum adalah nilai-nilai sosial-budaya-agama. menyebarluaskan.kepereayaan. maka pada umumnya bersifat langgeng sampai masyarakat pemeluknya melepaskan kepereayaannya (Rika Joni. Sedangkan seluruh nilal yang telah disepakati oleh msyarakat dapat pula tersebut. temasuk didalamya perubahan ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik ( siswa) meng hadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat ( Raka Joni. Ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah nilai-nilai yang bersumber pada pikiran atau logika. Mengingat pendidikan merupakan upaya penyiapan siswa menghadapi perubaban yang makin pesat.budaya masyarakat bersumber pada basil karya akal budi manusia. 1983 : 5).

1962: 425) mengemukakan 4 (empat) elemen. Seperti yang dikemukakan Tyler (1950 dalam Tabs. 1962 : 422) bahwa "it is important as a part of a compherensive theory or organization to indkate just what kinds of elements. 1. Perkembangan masyarakat juga dipengaruhi oleh falsafah hidup.landasan pengembangan kurikulum. seorang pengembang terlebih dahulu mengenal konaponen atau elemen atau unsur kurikulum. dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat. Komponen dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum. nilai-nilai. Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang. dan kebutuhan msyarakat akan membantu menetapkan perkembangan yang dilaksanakan. ipteks. 1. tampak pentingnya mengenal komponen atau elemen atau unsur kurikulum. lpteks mendukung kegiatan msyarakat. Falsafah hidup akan mengarahkan perkembangan masyarakat. An in a given currkulum it is important to identify the partkular elements that shall be used" Dari pemyataan Tyler tersebut. metode dan 135 . Mungkin pada msyarakat tertentu perkembangannya tersebut sangat lambat tetapi masyarakat lainnya cepat baik sanggat cepat (Nana Sy Sukmadinata.3. 1988:66). Herrck (1950 dalam Taba. Landasan perkembangan masyarakat. Komponen kurikulum Sebelum melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum. Perkembangan masyarakat akan menuntut tersedianya proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kurikulum masyarakat landasan maka. akan merupakan dasar untuk mengkaji pembelajaran dan pengembangan kurikulum lebili lanjut. Pengertian kurikulum dan Iandasan-landasan pengembangan kurikulum yang telah diuraikan sebelumnya. Nilai-nilai sosial budaya agama akan merupakan penyaringan nilai-nilai lain yang menghambat perkembangan masyarakat. Tugas-tugas berikut ini akan membantu memantapkan perasaan anda mengenai pengertian kurikulum dan landasan . diperlukan rancangannya berupa berupa yang pengembangannya perkembangan masyarakat itu sendiri. mata pelajaran (subject matter).d. yakni : tujuan (obejetives).

and objektive. yang ketiganya mempakan suatu hirarki vertikal. proses atau isi penyampaian. Hirearki vertikal tujuan kurikulum di Indonesia.organisasi (method and organization). dan objetives. 1976 : 297). Nana Sy. materil pengalaman belajar. Tujuan kelembagaan (tujuan institusional) mempakan tujuan yang menjabarkan tujun pendidikan nasional. goal. karena tidak ada satupun aspekaspek pendidikan yang lain bertentangan dengan tujuan. Tujuan pengajuan 136 . organisasi. Apa yang diutarakan oleh Zais mengenai pentingnya tujuan adalah benar adanya. Berdasarkan uraian tentang komponen-komponen kurikulum sebelumnya. kemudian tujuan kelembagaan. karakteristik lembaga. Tujuan yang terbawah dari hirarki tuju" kurikulum Indonesia adalah tujuan pengajaran. bersumber pada tujuan tiap jenjang pendidikan dalam UU-SPN.. karena hasil yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum. Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum mempakan kekuatankekuatan fundamental yang peka sekali. serta evaluasi. dan evaluasi. don (4)evaluations (Zais. paling tinggi adalah tujuan pendidikan nasional. (3) leaming activities. Sedangkan ahli yang lain mengemukakan bahwa kurikulum terdiri dari 4 komponen dasur: (1) aim. (2) content. diikuti tujuan kurikuler. Dalam kenyataannya aspek-aspek pendidikan selalu mempertanyakan tentang tujuan. 1976: 295). yakni komponen kurikulum yang terdiri dari : tujuan. menjabarkan tujuan kurikuler dan bersumber pada karakteristik mata pelajaran/bidang studi dan karakteristik siswa. Lebili lanjut Zais (1976 : 307) mengklasifikasik" tujuan menjadi tiga yakni aims. yakni suatu tujuan yang. isi atau materi. dan tujuan pengajaran. Sukmadinata (1988 : 110) menemukan empat konaporten dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan. a. tetapi memberikan arah dan fokus untuk selmh program pendidikan (Zais. Tujuan. Adanya klasifikasi tujuan kurikulum seperti yang disampaikan oleh Zais juga tersurat dalam tujum kurikulum indonesia. dan evaluasi (evolution). goals. karekteristik mata pelajaran bidang studi. dan kebutuhan masyarakat. Tujuan pendidikan nasional merupukan tujuan kurikulum tertinggi yang bersumber pada falsafah bangsa (pancasila) dan kebutuhan masyarakat tertuang dalam GBHN dan UU-SPN.

tujuan bidang studi. ditujukan untuk lebili tajam diharapkan dapat memudahkan guru menjabarkan. dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan atau perkembangan zaman. Untuk memperjelas uraian. Hirarki tujuan kurikulum vertikal yang tersurat dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut diawali dari tujuan pendidikan nasional. Jenjang Tujuan Tujuan Pendidikan Tujuan Kelembagaan Tujuan Kurikuler Tujuan Pengajaran Dokumen Penanggung Jawab UU SPN & GBHN Menteri Dikbud Kurikulum Tiap Kepala Sekolah Lembaga GBBP GBPP & Guru Mata Pelajaran / Bidang Studi / Kelas Rancangan Guru Mata Pelajaran Pembelajaran tersurat sampai secara dengan tahun vertikal Kurikulum tersebut Yang dapat Disempumakan Hierarki berkembang saja (KYD) tujuan atau SD/SLTP/SLTA kurikulum 1984/1985 atau 1985/1986. yakni Tujuan Umum Pengajoran (TUP) dan Tujuan Kbusus Pengajaran (TKP). kemudian tujuan kelembagaan. b. Materi pengalaman belajar. Hirarki tujun kurikulum secara vertikal di Indonesia seperti terurai sebelumnya. tujuan kurikuler. berikut mempakan hirarki nujuan kurikulum Indonesia. Apabila dikaji lebih lanjut akan kita temukan bahwa dalam perumusannya. Secara garis besar hierarki tujuan kurikulum dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut. Pengembangan hierarki kurikulum secara. tujuan kelas dan tujuan catur wulan serta Tujuan pengajaran. untuk pencapaiannya secara hirarki vertikal daii tujuan yang terendah ke tujuan yang lebib tinggi. vertikal di Indonesia tertampak dalam draft kurikulum tahun 1994/1995. tersurat seperti terurai sebelumnya.terbagi menjadi dua macam. tujuan tersusun hirarki vertikal dari yang tertinggi ke yang terendah dan sebaliknya. Hal yang mempakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan fonnal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum) supaya keinginan tujuan kurikulum dapat dicapai 137 .

Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemikian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan (Taba. dan organisasilmateri dan pengalaman belajar (Taba. Perbedaan antara behijar di sekolah dan belajar dalam kehidupan adalah dalam hal pengorganisasian secara formal di sekolah. lebih dari itu adalah pengalaman belajar yang mampu mendukung pencapaian tujuan secara lebili efektif. 1962 : 290). Sukar dan kompleknya pengorganisasian kurikulum dikareakan kegiatan tersebut bertalian dengan aplikasi serta 138 . Organisasi. nilai-nilai. Namam demikian. Sukmadinata. keterampilan. dan tujuan menentukan belajar apa yang penting. Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetalman. maka kurikulum secara pasti mencakup seleksi. 1976: 322). Namun demikian sebenarnya tidak cukup hanya isil bahan ajaran saja yang dipikirkan dalam kegiatan kurikulum. 1962 : 266). in one of the two central derision in currkulum making. with accompanying leaming experiences. Pentingnya materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar dapat kita lihat pada pernyataan Taba (1962 : 263) berikut ini : Selecting the content.dengan dan paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalumya dapat disajikan secara efektif (Zais. Sedangkan pengalaman belajar dapat diartikan sebagai kegiatan belajar tentang atau Belajar bagaimana disiplin berpikir dan strata disiplin thou. dan sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran/bidang studi. perlu kita sadari bahwa pengorganisasian kurikulum merupakan kegiatan yang sulit dan kompleks. 1988 : 114). Dengan demikian jelaslah bahwa baik materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar barus dipikirkan dan dikaji serta diorganisasikan dalam pengembangan kurikulum. and there fore rational method of going about it is a matter of great concert " c. jelas babwa materi dan pengalaman Belajar dalam kurikulum diorganisasikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan. Selain itu untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan bahan ajaran (Nana Sy. Berdasarkan pendapat Taba tersebut. Hal ini berarti kita memandang kurikulum sebagai suatu rencana untuk belajar.

Dari uraian tentang evaluasi jelaslah bahwa evaluasi bukanlah komponen atau kegiatan pendidikan yang kecil. dapat digunakan sebagai dasan pengembangan kurikulum. Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar sisiwa (basil dan proses) mampun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. 139 . dan lingkungan. Lebih lanjut Zais (1976 : 378) mengemukakan evaluasi kurikulum secara luas merupakan suatu usaha sangat besar yang kompleks yang mencoba menantang untuk mengkondifikasi proses salah satu dari istilah sekuensi atau komponenkomponen. dan masalah proses pembelajaran (Sumantri. Evaluasi merupakan komponen ke empat kurikulum. Sebagai konponen kurikulum. material. guru. hingga dapat dilihat keputusan-keputusan pembelajaran dan pendidikan secara tepat.pengetahuan yang ada tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. sekuensi kontinuitas. Evaluasi. Adapun peran evaluasi dalam kurikulum secara keseluruhan baik evaluasi belajar sisiwa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. evaluasi merupakan bagian integral dari kurikulum. tempat yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan-bahan fungsional dari kejadian-kejadian yang meliputi interaksi siswa. 1988 : 23). Kegiatan evaluasi akan memberikan informasi dan data tentang perkembangan belajar siswa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. dan integrasi. mungkin merupakan aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil (Zais. Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis. 1976 : 369).Masalahmasalah utama organisasi kurikulum berkisar pada ruang lingkup (scope).

pengalasan dan motivasi.BAB IV MOTIVASI BELAJAR 4. 1987). 1984). Motivate sendiri berarti alasan. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. dikenal adanya motivasi belajar. 1994). Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. Dalam kegiatan belajar mengajar. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan . Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut amok melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata. Siswa yang mempunyai motiasi belajar tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit putus kesalahan dalam belajarnya (Palardi. Pengertian dan Pentingnya Motivasi Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. Ini dapat dikenali dalam proses belajar mengajar di kelas. sebab dan daya penggerak (Echols. menyebabkan dan merangsang. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh . 1975). Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah penggerak dalam diri seseorang mau melakukan aktifitas-aktifitas tertentu dalam mencapai suatu tujun tertentu pula.1. Motivasi belajar adalah keseluruhan dari penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya 140 . Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winskel. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: tertarik kepada guru. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi linggi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah.

lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. Motivasi kelakuan manusia merupakan topik yang sangat luas. termasuk penguasaan kemampuan intelektual. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara. tindakan. Hewitt (1968) mengemukakan bahwa "attentional set” merupakan dasar bagi perkembangan motivasi yakni yang bersifat sosial. yang guncang harga dirinya. Banyak macam motivasi dan para ahli meneliti tentang bagaimana asal dan perkembangannya dan menjadi suatu "daya" dalam mengarahkan kelainan seseorang. 141 . Ada sejumlah tokoh yang meneliti soal motivasi belajar ini. Motivasi diakui sebagai hal yang sangat penting bagi pelajaran di sekolah. artinya anak itu suka bekerja sama dengan anak-anak lain dan dengan guru. tidak akan dapat belajar dengan baik. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa. merasa tidak aman. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. maka haruslah terpengaruh tingkat 1-4. Selanjutnya anak itu memperoleh motivasi anak menguasai pelajaran (matery). kebiasaan. dapat mempertahankan pendapatnya. yang tidak dikasihi.terutama kepada guru. dan ingin mendapatkan harga dirinya di kalangan kawan sekelasnya. Bila kita ingin anak belajar dengan baik (tingkat 5). tidak mudah melepaskan apa yang diyakini. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. ia mengharapkan penghargaan dari temantemannya dan mencegah celaan mereka. dan selalu terkontrol oleh lingkungannya. dan moralnya selalu dalam kontrol diri. senang mencari dan memecahkan masalah. terus menerus dalam waktu lama. Suatu hal yang penting adalah bahwa motivasi pada setiap tingkat yang diatas hanya dapat dibangkitkan apabila telah diperngaruhii tingkat motivasi di bawahnya. Anak yang lapar. tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin. yang tidak diterima sebagai anggota masyarakat kelas. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain.

umumnya tinggi pula perolehan belajarnya. Bila taraf ini tercapai. penghargaan yang diberikan bila hasil belajar anak mendekati bentuk kelakuan yang di inginkan. Banyak riset yang membuktikan bahwa tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. motivasi mi juga sangat prating. Dalam kerjapun. Bahkan pada saat ini. Pembelajaran yang tinggi motivasi. Juga peneliti lain mengemukakan pentingnya reinforcement berupa pujian. Akhirnya anak itu harus meningkat dalam bentuk penghargaan dari yang konkrit kepada rasa putas atas keberhasilannya menurut standar yang ditentukannya sendiri. Siswa perlu diberitahukan tentang hasil pekerjaanya sehingga ia dapat menilai keberhasilannya dan kegagalannya. rendah pula perolehan belajarnya. Pentingnya motivasi Secara konseptual motivasi berkaitan erat dengan prestasi atau perolehan belajar. Demikin juga pembelajuan yang sedang-sedang saja motivasinya. umumnya perolehan belajannya juga sedang-sedang saja. Sebaliknya. maka anak itu sanggup untuk belajar sendiri. dan tidak perlu di tunggu sampai hasil belajarnya benar sepenuhnya.Dengan reinforcement yakni penghargaan atas keberhasilannya motivasi itu dapat dipupuk. Pegawai atau karyawan yang mempunyaj motivasi berprestasi tinggi juga menunjukkan performansi profesional yang diharapkan atau di atas rata-rata teman atau sejawatnya. kaitan antara motivasi dengan perolehan dan atau prestasi ini tidak hanya dalam belajar. pembelajaran yang rendah motivasinya. 142 . Taraf motivasi tertinggi menurut hewitt ialah motivasi untak "achievemenf' atau keberhasilan yang merupakan syarat agar anak im didorong oleh kemauannya sendiri dan merasa kepuasan dalam mengatasi tugas-tugas yang kian bertambah sulit dan berat. Salah satu hasil peneliti juga menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai motivasi-berprestasi umumnya juga mempunysu prestasi yang lebih tinggi.

Seorang yang betulbetul bertekad menang dalam pertandingan. Tensing dan Hillary mungkin ingin membuktikan kesanggupan manusia. Dalam khasanah kepustakaan kependidikan. jadi sebagal penggerak atau motor yang melepaskan energi. orang yang sukses disegala bidang. (c) Menyeleksi perbuatan. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai Tujuan itu.Bahkan dewasa ini. motivasi seringsering disebut secara berulang-ulang sebagai variabel yang banyak menentuk perolehan belajar. Setiap motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. makin berhasil pelajaran itu. tak akan menghabiskan waktunya bermain karena. Motivasi menentukan intensitas usaha anak belajar. yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Tukang becak menahankan panas dan hujan untuk meneari nafkah bagi anak istrinya Motivasi mempunyai tiga fungsi: (a) Mendorong manusia untuk berbuat. Terbukti dengan jelas. Bahkan. Oleh karena itu. lebih banyak disebabkan oleh tingginya motivasi yang mereka punyai. (b) Menentukan arah perbuatan. dengan menyampingkan perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan ini. Makin tepat motivasi yang kita berikut. motivasi belajar sangat urgen dalam peningkatan perolehan belajar. untuk menaklukan puncak tertinggi itu. sebab tidak serasi dengan tujuan. 143 . Juga untuk belajar diperlukan motivasi "motivation is dan essential condition of learning". Motivasi melepaskan energi atau tenaga yang ada pada seseorang. Hasil belajarpun banyak ditentuk oleh motivasi. bahwa mereka yang mempunyai motivasi kompetensi yang tinggi cenderung lebih mengusai bidang-bidangnya dibandingkan dengan mereka yang rendah motif kompetensinya. ada juga yangg mengembangkan motivasi berprestasi atau motivasi belajar ini menjadi motif berkompetensi yang dimaksud dengan berkompetensi adalah dorongan-dorongan untuk menguasai kompetensi keahliannya.

dalam sudut pandang teori ini. keharusan. kesedihan dan sebagainya. Selain ini keberhasilan itu mempertinggi harga dirinya dan rasa kemampuannya. Ini sesuai dengan teori. adalah karena terdapatnya tanggungjawab internal pada diri manusia itu. kenuman. Sifat Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Motivasi dapat di bedakan atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. yakni 'for the pleasure of the activity".2. hasrat. Dalam belajar telah terkandung tujuan menambah pengetahuan "intrinsk motivations are inherent in the learning situasions and meet pupil needs and purposes". Mengapa motivasi ekstrinsik perlu diberikan. cita-cita. didorong oleh motivasi intrinsik. kehendak. termasuk belajar. Manusia. Sungguhpun demikian. yang memandang bahwa segala tindakan manusia. suka bekerja termasuk belajar. rekayasa lingkungan perlu diberikan agar seseorang tetap belajar. Dalam hal pertama ia didorong oleh motivasi intrinsik yakni ia ingin mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu. dorongan. Berarti. memang termsuk makhluk yang baik: tinggi tanggungjawabnya. tekad. Ausabel (1968) berpendapat babwa modyasi yang dikaitkan dengan motivasi sosial tidak begitu penting dibandingkan dengan motivasi yang bertalian dengan penguasaan tugas dan keberhasilan. tinggi militansi kerja atau belajarnya. Demikian pula bila semang main badminton untuk menikmatinya. Rekayasa lingkungan antara lain dapat berupa motivasi ekstrinsik. tak lain karena 144 . 4. maksud.Dalam bahasa schari-hari motivasi dinyatakan dengan. Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu. Motivasi serupa ini bersifat intrinsik dan keberhasilannya akan memberi rasa kepuasan. dalam diri manusia sebenarnya terdapat dorongan-dorongan yang kuat untuk belajar. keinginan. selaia ingin berprestasi. kebutahan. Motivasi belajar secara intrinsik sebenamya memang telah ada.

justru motivasi ekstrinsik ini sangat diperlukan. agar memperoleh pengertian. "The goal is artifkially introduced". Akan tetapi di sekolah sering digunakan motivasi ekstrinsik seperti angka-angka. 145 . Jadi motivasi ekstrinsik disini tidak perlu. penguasaan kecakapan. justru secara berlahan dapat mencangkokkan motivasi intrinsik mtuk belajar manakala belajar yang direkayasa dengan motivasi ekstrinsik tersebut telah menjadi kebiasaan bagi pembelajar. pujian. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam kegiatan. Motivasi eksifinsik dipakai oleh sebab pelajaran-pelajaran sering tidak dengan sendirinya menarik dan guru sering kurang mampu untuk membangkitkan minat anak. Ganjarant bagi sesuatu yang dilakukan dengan baik ialah telah melakukannya. ijazah. Pada orang yang tingleat motivasi intrinsiknya rendah. Motivasi ekstrinsik yang diberikan secara tepat. dan sebagainya. sikap yang baik. Bahkan kalau sudah sampai di tahap mempribadi. hadiah. Bila seorang belajar untuk mencari penghargaan berupa angka. seseorang akan tinggi motivasi belajarnya secara intrinsik. pengetahum. hukuman. Hasil-hasil itu sendiri telah merupakan hadiah. "The reward of a thing well done is to have done it"(Emerson). Supaya melemahnya motivasi intrinsik ini tidak sampai berada pada tingkatan yang sangat rendah. Anak-anak didorong oleh motivasi intrinsik. celaan. kenaikan tingkat. Ini didorong oleh motivasi ekstrinsik. Ketidaksamaan dalam motivasi intrinsik yang dipunyai ini. bila mereka belajar agar lebib sanggup mengatasi kesulitan kesulitan hidup. dapat dikurangi dengan memberikan motivasi eksuinsik. seseorang yang mempunyai motivasi belajar intrinsik yang demikian tinggi tibatiba melemah.seseorang tidak senantiasa bemda dalam keadaan menetap. perlu dikontrol dengan menggunakan motivasi ekstrinsik. oleh sebab tujuan-tujuan itu terletak di luar perbuatan itu. diploma. Adakah suatu kenyataan. Bisa terjadi. termasuk motivasinya. dan sebagainya. yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. bahwa anak manusia itu tidak sama.

Motivasi bukan mempakan syarat mutlak untuk belajar tak perlu lebih dahulu ditunggu adanya motivasi sebelum kita mengajarkan sesuatu. unsur-unsur yang mempengaruhi tersebut. Untuk itu guru perlu mengenal murid. kondisi lingkungan belajar. kondisi pembelajar. Motivasi dalam Belajar dan Unsur-Unsur yang mempengamhi motivasi belajar Motivasi sangat krusial dalam belajar dan pembelajaran. Bahkan kita dapat mengabaikan motivasi dan memusatkan perhatian kepada pengajaran itu sendiri. unsur-unsur dinamis belajar. Upaya meningkatkan motivasi belajar tersebut dilakukan dengan cara mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. maka akan timbul motivasi itu dengn sendirinya dan keinginan untuk lebih banyak belajar. kemampuan pembelajar. Pembelajaran dan upaya-upaya guru dalam membelajarkan pembelajar. bisa menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar para pembelajar. Bila belajar itu berhasil. Sukses dalam belajar akan membangkitkan motivasi untuk belaiar. 146 . motivasi belajar tersebut juga dipengaruhi oleh banyak unsur antara lain: cita-cita aspirasi penubelajar. Sebagai konsekuensi atas perhatian guru terhadap unsurunsur yang mempengaruhi motivasi belajar dan unsur-unsur yang mempengamhi tersebut. guru hendaknya senantiasa berupaya meningkatkan motivasi belajar. Oleh karena itu. mengoptimalkan unsur-unsur belajr / pembalajaran. dan mempunyai kesanggupan Kreatif untuk menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan dan minat anak. 4. Agar dapat mendukung lebih optimal terhadap motivasi belajar. pada hal. Jika unsur-unsur yang mempenguuhi tersebut tidak diketahui dan tidak diperhatikan.3. Ausubel mengatakan adanya hubungan antara motivasi dan belajar.Membangkitkan motivasi tidak mudah. mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman kemampuan yang di miliki oleh pembelajar dan mengembangkan cita-cita dan aspirasi pembelajar. perlu diketahui dan diperhatikan oleh guru yang membelajarkan pembelajar.

Walaupun teori-teori motivasi berbeda-beda. Keberhasilan dalam interaksi dengan lingkungan belajar. penguasaan tujuan program pendidikan memberikan rasa kepuasan dan karena ini merupakan sumber motivasi yang terus menerus bagi pelajar. Motivasi kompetensi mempunyai dasar biologis. nanum dalam praktek pendidikan penerapannya bersamaan. "egoinvolvement" (keterlibatan diri). minum. dan lingkungan sosial yang menyokong. White (1959) mengemukakan konsep kompetensi. sehingga ia sanggup belajar sendiri sepanjang bidupnya. di sekolah. Motivasi yang dianggap lebih tinggi tarafnya daripada penguasaan tugas ialah "achievement motivation" yakni motivasi untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu. sehingga ia lebih tertarik oleh pelajaran. 147 . Setiap orang ingin menguasai lingkungannya. dan lain-lain. termasuk yang berkaitan dengan pelajari. Akan tetapi karena kegiatan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya yang memberikan rasa mampu. Motivasi ini lebib mantap dan memberikan dorongan kepada sejumlah besar kegiatan. angka ang baik. Ada pula peneliti yang mencari motiyasj positif yang dinyatakan dengan istilah "mastery”. White berpendapat bahwa kegiatan anak tak dapat dijelaskan dengan dorongan untuk memuaskan kebutuhan makan. McClelland (1965) yang menyelidiki berbagai hal yang dapat mempertinggi motivasi ini. Peneliti lain. rasa keberhasilan atas hasil belajarnya. misalnya dengan merumuskan tujum dengan jelas. Pelajar harus diberikan ganjaran (reward) berupa pujian. dan sebagainya. jadi juga terdapat pada binatang. merasa turut benanggungjawab. antara lain motivasi menyalidiki aktivitas manipulasi.Menurut Skinner(1968) masalah motivasi bukan soal memberikan motivasi. yang dapat dianggap sebagai salah samtu hasil pendidikan yang paling penting. akan tetapi mengatur kondisi belai sehingga memberikan reinforcement. mengetahui kemajuan yang dicapai.

Cita-cita / aspirasi pembelajar 2. pada saat masih sedang belajar dijenjang pendidikan dasar. cita-cita dan aspirasi sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar seseorang. Unur-unsur dinamis belajar Ipembelajaran 6. Meskipun mata pelajaran tersebut masih terintegrasi dengan mata pelajaran IPA. Bahkan tidak juang. Kondisi lingkungan belajar 5. Cita-cita / aspirasi pembelajaran Setiap manusia senantiasa mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu didalam hidupnya temasuk pembelajar. ia akan lebih bergairah dengan mata pelajaran tersebut. Kondisi pembelajar 4. Seseorang yang bercita-cita menjadi dokter. Unsur-unsur tersebut adalah : 1. Sebaliknya seseorang yang kebetulan berstatus mahasisma dan dahulunya bercita-cita menjadi ahli hukum tetapi ia dipaksa oleh orang tuanya mengambil jurusan teknik elektro. Kemampuan pembelajar 3.Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Motivasi Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar. Oleh karena itu. tentu menggemari terhadap mata pelajaranmata pelajaran dan bacaan-bacaan yang berkaitan erat dengan ilmu kesehatan. ia akan lebih temotivasi mempelajari mata pelajaran tersebut dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. meskipun rintagan yang ditemui sangat banyak dalam mengejar cita-cita dan aspirasi tersebut seseorang tetap berusaha semaksimal mungkin karena hal tersebut berkaitan dengan cita-cita dan aspirasinya. Cita-cita atau aspirasi ini senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar Unsur-unsur tersebut dijelaskan sebagaimana pada uraian berikut : a. Oleh karena itu. Dapat dipastikan kesungguhan belajarnya akan berkurang karena apa yang ia pelajari tidak sesuai dengan cita-cita dan 148 .

kemampuan pembelajar ini haruslah diperhatikan dalam proses belajar pembelajaran. dan sebaliknya orang yang berkemampun tinggi. Kemampuan PeMbelajar Kemampuan manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. karena cita-cita atau aspirasi ini mempengaruhi motivasi belaiar. bisa jadi. Sebab. Ia kendor motivasinya.aspirasinya. orang yang mempunyai kemampuan rendah akan sangat susah menyerupai orang yang mempunyai kemampuan tinggi. akan menjadi malas jika dituntut sebagaimana mereka yang berkemampuan rendah. maka cita-cita dan aspirasi pembelajaran ini perlu diperhitungkan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar seseorang. seseorang menjadi rendah motivasi belajarnya terhadap bidang tertentu oleh karena yang bersangkutan rendah kemampuannya dibidang tersebut. Kemampuan pembelajar erat hubungannya dan bahkan mempengaruhi motivasi belajar pembelajar. Ketidaksungguhan dalam belajar demikian ini tentu lantaran jurusan yang dipaksakan oleh orang tuanya tidak cocok dengan cita-cita dan aspirasinya. Itulah sebabnya. Menuntut seseorang sebagaimana orang lain dari bingkai penglihatan demikian tentulah tidak diberikan. Bisa terjadi. pada saat-saat masih disekolah menengah ia tinggi motivasi belajarnya sebaliknya pada saat sudah menjadi mahasiswa motivasi yang tinggi tersebut berubah menjadi rendah. Oleh karena itu. Jika kaitan antara cita-cita atau aspirasi pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan seperti tampak dibawah ini: CITA-CITA / ASPIRASI PEMBELAJAR MOTIVASI BELAJAR PEMBELAJAR PEROLEHAN BELAJAR PEMBELAJAR b. Jika kaitan antara kemampunn pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan sebagai berikut: 149 .

Keadaan demikian ini. juga tidak bisa mengkonsentrasikan diri terhadap hal-hal yang dipelajari. Ada kalanya seseorang yang pada masa-masa sebelumnya bemotivasi belajar tinggi. mka gairah belajarnya menurun.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran c. motivasi belajar bisa meningkat. fisik dan psikologis. Orang yang sudah sangat lelah tidak baik kalau belajar. Dalam kondisi psikologis terganggu. Jika diskemakan. Dua macam kondisi ini. umumnya motivasi belajar seseorang akan menurun. seseorang yang motivasi belajarnya biasa-biasa saja. Sangatlah jelas dan sering dirasakan oleh siapapun jika kondisi fisik dalam keadaan lelah. sebutlah misalnya stress. Kmena tidak bisa konsentrasi. Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. Kondisi pembelajar Kondisi pembelajar dapsat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya. tibatiba berubah karena kondisi fisik dan psikologisnya dalam keadaan prima. Berarti. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat. kondisi pembelajar dalam kaitannya dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut: 150 . Demikian juga kalau sedang sakit. baik yang bersifat fisik maupun psikis. tiba-tiba menjadi rendah hanya karena kondisi fisik dan psikologisnya terganggu atau sakit. kondisi fisik seseorang mempengaruhi motivasi belajarnya. Sebaliknya jika kondisi fisik berada dalam keadaan bugar dan segar. bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya. bisa menjadikan seseorang belajar merasa terpaksa dan tidak banyak bemotivasi. Dalam realitasnya juga berlaku kebalikannya. umumnya saling mempengamhi satu sama lain. Jelaslah bahwa kondisi pembelajar. sama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajarnya. tidak bails untuk dipaksa belajar. Tidak jarang.

seseorang yang berada dilingkungan tersebut akan terbawa serta untuk belajar seperti orang lain. Kondisi lingkungan belajar Sudah umum diketahui bahwa yang menentukan motivasi belajar seseorang. Dalam lingkungan yang kompetitif untuk belajar. individu secara sadar ataukah tidak. lingkungan sebaya. yang tertata rapi. tidak memberikan gairah bagi belajar seseorang. Sungphpun faktor pribadi pribadi seseorang lebih menentukan terhadap diri sendiri tetapi harus diakui bahwa lingkungan sosial juga menentukan motivasi belajar seseorang. Contohnya berupa lingkungan sepermainan. Tempat belajar yang berisik oleh suara bisa menganggu belajar. Lingkungan belajar ini meliputi : lingkungan fisik dan lingkungan sosial. senantiasa tersosialisasi oleb lingkungannya.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran d. kelompok belajar. mendorong seseorang bergairah belajar. Kaitan antara kondisi lingkungan belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : 151 . Yang dimaksud dengan lingkurigan fisik adalah tempat dimana pembelajar tersebut belajar. apakah tempatnya segar atau pengap. Apakah tempat belajarnya nyaman ataukah tidak. Sebab. Jadi lingkungan fisik berpengaruh terhadap motivasi belajar. Demikian juga yang amburadul. Lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalm kaitannya dengan orang lain. Contohnya jika dalam lingkungan sosial seseorang tidak terbiasa dengan aktivitas belajar maka bukan budaya belajar itu yang dikembangkan oleh seseorang. Sebaiknya tempat yang teratur. selain faktor individu juga faktor lingkungan. lebih-lebih lingkungan belajar. Hal-hal demikian ini berpengaruh terhadap motivasi belajar. bisa menimbulkan gairah belajar. Baik secara sadar atau tidak. yang tenang.

Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belaiar b. 152 . Unsur-Unsur Dinamis belajar pembelajar Unsur dinmis belajar pembelajar meliputi hal-hal sebagai berikut : a. tingginya motivasi belajar berimplikasi bagi maksimainya perolehan belajar pembelajar. Suasana belajar dan upaya pengembangannya e. unsur. Upaya Guru dalam Membelajarkan pembelajar Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga berpengaruh terhadap motivasi belajar. Bahan belajar dan upaya penyediannya c.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran e. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya d. Pada guru yang demikian umumnya mempersiapkan diri dengan matang dan senantiasa memberikan yang terbaru dan terbaik kepada pembelajar. menjadikan pembelajar juga bergairah belajar. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajar. menjadikan tingginya motivasi belajar pembelajar. Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya Oleh karena itu. guru yang sungguh-sunggub dalam membelajukan pembelajar.unsur dinamis dennkian ini patut diperhatikan agar motivasi belajar pembelajar menjadi tinggi. Unsur dinamis belajar dan pembalajar Motivasi belajar pembelajar Perolehan belajar pembelajar jika kaitan antara unsur-unsur dinamis dalam belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : Unsur dinamis belajar dan pembelajar Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran f.

yaitu : 153 . Oleh karena demikian " watak" motivasi tersebut.Oleh karena yang di berikan tersebut menarik. Akibat dari proses belajar pembelajaran demikian ini. Proses belajar pembelajar terasa kering dan kehilangan nuansa. Sebagai akibatnya. Maka tingkat aktualitasnya sangat tinggi dimata pembelajar. Terbaik dan mungkin terbaru. Sebaliknya pada guru yang tidak bergairah dalar membelajarkan pembelajar. Dengan demikian. Jika di skemakan antara upaya guru untuk membelajarkan pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar pembelajar adalah sebagai berikut : Upaya guru membelajarkan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran Upaya Meningkatkan motivasi belajar Upaya belajar senantiasa bergelombang. Hal demikian bisa lebib parah lagi. umumnya mengulang saja pelajaran yang di berikan dari tahun ketahun. upaya guru untuk membelajarkan pembelajar sangat krusial dalam meningkatkan motivasi pembelajar. hal-hal yang disajikan oleh guru menjadi menarik dimata pembelajar. Menariknya hal-hal yang diberikan ini hisa menjadikan tingginya motivasi pembelajar. manakala guru yang membelajarkan tersebut sudah puas dengan keadaan yang demikian ini. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi pembelajar. motivasi belajar yang di punyai oleh pembelajar bisa cenderung naik dan atau minimal Menetap. Tidak jarang motivasi belajar hanya mendatar saja. Oleh karena itu. maka diperlukan upaya untuk meningkatkannya. Adakalanya bergerak naik dan adakalanya bergerak turun. pembelajar tidak bergairah dan babkan mungkin kehilangan motivasi.

Kedua. Prinsip pengulangan belajar e. ketiga cara tersebut di kemukakan sebagai berikut : 1. Prinsip perbedaan individual antar belajar Ketujuh prinsip ini diterapkan secara optimal agar pembelajar mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. Prinsip perhatian dan motivasi belajar b. Prinsip sifat perangsang dan menantang dari materi yang dipelajari f. Prinsip keaktifan belajar c. Ada dua cara dalam mengoptimalkan penerapan prinsip belajar tersebut. Pertama. Mengembangkan cita-cita / aspirasi dalam belajar Secara berturut-turut. dari pandangan-pandangan dan temuan-temuan teoritik dan dapat pula digali dari kiat guru sendiri. 154 . Kendala demikian ini patut dijauhkan. menjauhkan konstrain-konstrain (kendala-kendala) yang ditemui dalam mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Prinsip tersebut adalah : a. menyusun strategi-strategi sehingga prinsip-prinsip tersebut dapat terterapkan secara optimal. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar Ada beberapa prinsip yang harus dipedomani dalam belajar.1. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar 2. Strategi disini. Prinsip pemberian balikan dan penguruan dalam belajar g. agar tidak mengganggu bagi penerapan prinsip-prinsip belajar. Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman / kemampuan yang telah dimiliki dalam belajar 4. Prinsip keterlibatan langsung pembelajar d. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar / pembelajaran 3. Temuantemuan ahli psikologi pendidikan dan temuan-temuan ahli pengajaran part[ digali hingga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar.

memanfaatkan sumber-sumber diluar sekolah sehingga keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah dapat ditanggulangi. maka ia perlu di optimalkan penerapannya. dan bisa juga didapatkan oleh pembelajar melalui aktivitas lain atau aktivitas non belajar. 3. Mengoptimalkan Pemanfaatan Pengalaman / Kemampuan Yang Telah Dimiliki Dalam belajar Setiap pembelajar mempunyai kemampuan dan pengalamn-pengalaman tertentu yang berbeda antara satu dengan yang lain. Kemampuan atau pengalaman masa Ialu ini bisa didapatkan oleh pembelajw melalui aktivitas belajar. Pengalaman dan kemampuan masa lain bisa menjadi konstrain belajar. Mengoptimalkan Unsur-Unsur Dinamis Belajar / Pembelajaran Mengingat unsur-unsur belajar / pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi. Penyediaan secara kreatif ini perlu dilakukan. Kedua. Contohnya peralatan pengajaran yang tidak tersedia dapat disediakan dengan merancang sendiri bersama-sama dengan pembelajar. tetapi tidak jarang bisa mendukung aktivitas belajar. katena umumnya ketika tidak ada guru dan menerima kondisi tersebut apa adanya. manakala dipandang bertentangan dengan pengalaman belajar berikutnya oleh pembelajar. Cara mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam belajar / pembelajaran dalah : pertama. Pengoptimalan demikian mi perlu dilakukan agar motivasi belajar siswa juga optimal. Pengalaman dan kemampuan masa Ialu ini bisa menjadi konstrain untuk belajar berikutnya. Tidak itu saja pengalamana atau kemampuan masa lalu malahan bisa menjadi prasyarat bagi pengalaman berikutnya. Pengalaman dan kemampuan masa Ialu bisa mendukung terhadap aktivitas belajar manakala sesuai dengan pengalaman belajar berikutnya. maka pembelajar 155 . menyediakan secara kreatif berbagai unsur belajar pembelajaran tersebut dalm setting belajar pembelajaran. Hal demikian dapat dilakukan dengan banyak mengadakan kerjasama dengan sejumlah lembaga diluar sekolah bahkan diluar dunia pendidikan.2. dan jika kasus yang trakhir ini terjadi. Kemampuan dan pengalaman yang berbeda demikian ini hendaknya tidak justru menjadi konstrain dalam aktivitas belajarnya.

Lebih banyak teraksentuasi pada pengejaran dan atau pencapaian cita-cita atau aspirasi tersebut. Penjurusan yang ada disekolah-sekolah kita. Yang harus diupayakan guru agar kemampuan atau pengalaman masa lalu justru mendukung terhadap aktivitas belajar adalah : a. utamanya kegiatan belajar. pembelajar didaerah satu dengan daerah lainnya. Demikian juga dengan adanya kurikulum muatan tokal. Biarkan pembelajar dapat menangkap apa yang dipelajari sekarang ini dari perspektif kemmpuan dan pengalaman masa lalunya. tanpa yang bersangkutan telah mempunyai kemampuan dan pengalaman yang diprasyaratkan. Kaitkan aktivitas belajar pada masa sekarang ini dengan kemampuan dan pengalaman yang sudah dipunyai oleh pembelajar. Kegiatan-kegiatan seseorang. Dkk dan Cany (1981) menyebut pengalamn dan kemampuan demikian dengan entry behavior. b. Mengembangkan Cita-Cita / Aspirasi Dalam Belajar Cita-cita adalah sesuatu yang dikejar oleh seseorang. 4. tidak lain adalah demi penampungan aspirasi dan cita-cita yang berbeda dari masing-masing pembelajar. c. Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimiliki. d. apakah memang benar bahwa dalam pemilihan jurusan tersebut memang benar-benar sesuai dengan cita-cita dan dalam 156 . Jangan dipaksa menggunakan perspektif gurunya. yang antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. Maka dari itu cita-cita atau sapirasi tersebut harus senantiasa dikembangkan pembelajaran.tidak dapat mempelajari mata pelajaran berikutnya. Gali dulu pengalaman dari kemampuan yang sudah dimiliki oleh pembelajar melalui tes lisan atau tertulis sebelum menyampaikan materi berikutnya. Persoalannya adalah. adalah dalam rangka menampung aspirasi dan cita-cita yang berbeda antara.

agar tidak memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya. barulah para pembelajar diberi kesempatan untuk mengambil program yang sesuai dengan aspirasi dan cita-citanya.aspirasi pembelajar ? mengingat yang menjadi pertimbangan dalam penjurusan tersebut tidak semata-mata cita-cita dan aspirasi melainkan banyak hal lain seperti daya tampung masing-masing jurusan. Aspirasi / cita-cita dapat dikembangkan dalam belajar pembelajaran. Pengenalan aspirasi ini dapat dilakukan dengan mengadakan tes minat kepada pembelajar. b. Orang tua ini patut juga diberi tahu. Sediakan program-program yang dapat mengembanglum aspirasi dan cita cita tersebut. tersedia tidaknya prasarana dan sarana. Pengenalan ini dapat dilakukan dengan melalm penyebaran daftar isian yang dapat memuat sejumlah citacita atau aspirasi pembelajar. apakah mungkin hat demikian dilakukan disekolah-sekolah kita mengingat kurikulum yang tersentralkan dari pusat ? Jenis Motivasi Yang Didasarkan Motif Primer Dan Sekunder Motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. karena mungkin pembelajar tersebut mempunyai cita-cita atau aspirasi yang berbeda dengan orangtuanya. dengan beberapa langkah sebagai berikut : a. Kenalilah aspirasi dan cita-cita pembelajar. Dari sejumlah aspirasi atau cita-cita tersebut. pembelajar masih diliarapkan anak merangking dari yang paling diminaati sampai dengan yang paling tidak diminati. yaitu : 157 . Dengan tes minat. c. Hasil pengenalan atas cita-cita aspirasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada siswa dan orangmanya. akan diketabui jenis-jenis pekerjaan apa dimasa depan yang paling diminati dan menjadi cita-cita pembelajar. Setelah program-program tersebut disediakan. Persoalannya hanyalah.

yaitu insting kehidupan (life instinest ) dan insting kematian (death instinest ). maka tekanan terhadap individu semakin besar. lnsting kehidupan tersebut berupa makan. Motivasi Primer Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Hal ini berbeda dengan motivasi primer. Insting kematian tertuju pada penghancuran seperti. keinginan makan berkurang bila individu masih kenyang. Objek insting adalah hal-hal yang mermaskan insting. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Agar dapat bekerja dengan baik. Insting bekerja seumur hidup. Hal-hal yang memutuskan insting tersebut dapat berasal dari luar individu atau dari dalam individu. menganiaya. Adapun sumber insting adalah keadaan kejasmaniah individu. Yang mengalami perubahan adalah cara pemuasan atau objek pemuasan.tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu amok bertingkah laku. Semakin besar energi dalana insting. bila tekanan energi dalam insting berkurang. sasaran. Insting kehidupan terdiri dari insting yang bertujuan memelihara kelangsungan hidup. orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa berpikir. Bekerja dengan haik merupakan motivasi sekunder. Menurut Freud energi bekerja memelihara keseimbangan fisik. merusak. sehingga perilakunya terpengaruh oleh tasting atau kebutuhan jasmaninya. istirahat dan memelihara keturunan. orang harus belajar bekerja. atau membunuh orang lain atau diri sendiri. minum. Sebagai ilusirasi. Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri.1. yaitu tekanan. objek dan sumber. Motivasi Sekunder Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Kepuasan tercapai. Untuk memperoleh makanan tersebut orang harus bekerja terlebih dahulu. 2. Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan. Sebagai ilustrasi. bila orang bekerja 158 . Ahli lain. Manusia adalah makluk berjasmani. Segenap insting manusia dapat di bedakan menjadi dua jenis.

Tetapi juga faktor-faktor sosial.dengan baik. koqnitif. manusia adalah makluk sosial. Ciri-ciri sikap. Perilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti afektif. dan konatif. maka ia memperoleh gaji berupa uang. Emosi menunjukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. Uang tersebut berupa penguat motivasi sekunder. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja. merasa. Emosi memiliki fungsi sebagai pembangkit tenaga. komponen ini terdiri dari motif sosial. perilaku dan kesadaran. Komponen koqnitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan. Komponan konatif adalah terkait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak. 159 . sikap dan emosi. kemudian bertindak memiliki daya dorong bertindak relatif bersikap tetap kecenderungan melakukan penilaian dapat timbul dari dari pengalaman. Uang merupakan penguat unnum. Menurut beberapa ahli. Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Setelah in bekerja dengan baik maka ia dapat membeli makanan untuk menghilangkan rasa lapar. pembawa pesan dalam hubungan dengan orang lain. Komponen afektif adalah aspek emosional. Kegoncangan tersebut disertai proses jasmani. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. ataupun tak berdasar akal sehat pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. sumber informasi tentang diri seseorang. yakni : merupakan kecenderungan berpikir. pemberi informasi pada oranglain. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya berdasarkan akal. dapat dipelajari atau berubah.

namun sesungguhnya konsep ini telah lama dikembangkan. intelektual dan emosional 160 .1.1. 5. 2). kognitif dan sosial).Keaktifan itu da yang dapat diamati dan ada pula yang tidak dapat diamati secara langsung. kegiatan belajar diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. membuat sesuatu. yang merupakan inti dari kegiatan belajar. konsep CBSA telah mengalami perkembangan yang cukup jauh. KONSEP CBSA DALAM PEMBELAJARAN Cara belajar siswa aktif merupakan suatu upaya dalam pembaruan pendidikan dan pembelajaran. serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan (motorik. dan sebagainya. seperti: mendengarkan. mental. Sejak dimunculkannya pendekatan CBSA dalam lingkungan pendidikan ditanah air.1. hanya perwujudannya yang masih baru dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah kita. Dalam CBSA. Pada hakekatnya. keaktifan belajar terjadi dan terdapat pada semua perbuatan belajar. penghayatan serta internalisasi nilat-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni. berdiskusi. ada baiknya guru-guru mengenal dan memahaminya lebih seksama agar mampu menerapkan secara efektif.BAB V PENDEKATAN CBSA DALAM PEMBELAJARAN 5. memecahkan masalah. menulis laporan. Karena itu. h. Pendekatan CBSA dinilai sebagai suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik. Kendatipun cara ini tergolong baru. dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan. tetapi kadamya yang berbeda tergantung pada kegiatannya. tindakan. materi yang dipelajari dan tujuan yang hendak dicapai. menyusun rencana. Setiap kegiatan tersebut menuntut keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran melalui asimilasi. memberikan prakarsa/gagasan. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) CBSA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa. 1980.

meramalkan.guna memperole hasil belajar yang bempa perpaduan antara matra kognitif. afekisi. Pelaksanaan proses pembelajaran dititik beratkan pada keaktifan siswa belajar dan keaktifan guru menciptakan lingkungan belajar yang serasi dan menantang. mengkaji. keharusan dalam kaitannya dengan upaya merealisasikan Sistem Pendidikan Nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang pada gilirannya berimplikasi terhadap sistem pembelajaran yang efektif. Aspek-aspek kemampun tersebut dikembangkan secara terpadu melalui sistem pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA. aspirasi dan motivasi dan berbagai kemungkinan potensi lainnya. Karena itu proses pembelajaran harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manusiawi (humanistik). mendiskusikan. dan psikomotorik. yakni sebagai objek pembelajaran dan sebagai subjek yang belajar. 1984. memiliki keinginan-keinginan-harapan dan tujuan hidup. afektif. Penerapan CBSA dilakukan dengan cara mengfungsionalisasikan 161 .2 Rasional CBSA dalam pembelajaran Penerapan dan pendayagunaan konsep CBSA dalam pembelajaran merupakan kebutuhan dan sekaligus sebaga. Siswa sebagai objek dipandan: sebagai yang memiliki potensi yang perlu dibina.h. Siswa peserta didik dipandang dari dua sisi yang berkaitan. dan psikomotorik Secara lebili rinci komponen produk tersebut mencakup berbagai kemampuan: menamati. menemukan. 5.1. Siswa sebagai subjek dipandang sebagai manusia yang potensial sedang berkembang. diarahkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran. (A. menginterprestasikan. dan mengkomonikasikan hasil penemuan. Yasin. misainya melalm suasana kekeluargaan terbuka dan bergairah serta berpariasi sesuai dengan keadaan perkembangan siswa bersangkutan. terdapat komponen proses yakni keaktifan fisik. yakni hasil belajar berupa keterpaduan aspek-aspek kognitif.24). Dalam kerangka sistem belajar mengajar. intelektual dan emosional dan komponen produk. menggeneralisasikan. mental.

5) Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan. melainkan bertindak sebagai pembantu dan pelayanan bagi siswanya. ialah: 1) menyiapkan lembaran kerja 2) Menyusun tugas bersama siswa. fisik dan sebagainya. 162 . dan fasilitator. 6) Membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum. 3) Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan. 9) Mengamati setiap aktivitas siswa. bahwa pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA tidak diartikan guru menjadi fasif. 8) Menyalurkan bakat dan minat siswa.Peranan guru bukan sebagai orang yang menuangkan materi pelajaran kepada siswa. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan. perasaan. melainkan tetap harus aktif namun tidak bersikap mendominasi siswa dan menghambat perkembangan potensinya Guru bertindak sebagai guru inquiry. mendorong dan membantu serta berupaya mempenguruhi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan belajar yang telah ditentukan. Dalam kondisi ini semua unsur pribadi siswa aktif seperti emosi. 7) Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat. pellilaian dan tindak lanjut pembelajaran. media pembelajaran. sedangkan guru memberikan fasilitas belajar. Siswa aktif belajar. dan pengendapan sehingga hasil belajar berintemalisasi dengan pribadi siswa. Cara belajar di sesuaikan dengan minat dim pemberian kemudahan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman. bantuan dan pelayanan. intelektual. Beherapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru. pelaksanaan. Keaktifan guru dilakukan pada tahap-tahap kegiatan perencanaan.seluruh potensi manusiawi siswa melalui penyediaan lingkungan belajar yang meliputi aspek-aspek bahan pelajaran. pengindran. CBSA dapat berlangsung dengan efektif. pendalaman. bila guru melaksanakan peran dan fungsinya secara aktif dan kreatif. 4) Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat kesulitan. suasana kelas dan sebagainya. guru.

Sebaliknya. memahami. mental. motivasi. menganalisis. yang akan digunakan sebagai alat bantu belajar. c. kadar CBSA ditandai dengan: a. d. maka semakin tinggi pula kadar ke-CBSA-annya. e.1. maka berarti semakin rendah kadar CBSA tersebut. minat.3 Kadar Cara Belajar Siswa Aktif Kadar MA ditandai oleh semakin banyaknya dan bervariasinya keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. sebagai berilmu : 1) Pada tingkat masukan. Adanya keterlibatan siswa secara fisik. memutuskan. dan personal dalam proses belajar.5. Adanya berbagai keaktifan siswa mengenal. ditandai oleh: a. motivasi untuk melakukan kegiatan belajar. 2) Pada tingkat proses. intelektual. aspirasi yang telah dimiliki sebagai baban masukan untuk melakukan kegiatan belajar. pengalaman. Adanya keterlibatan siswa dalam merumuskan kebutuhan pembelajaran sesuai dengan kemampuan. Kadar CBSA itu dalam rangka sistem belajar mengajar menunjukkan ciri-ciri. dan berbagai kegiatan belajar lainnya yang mengandung unsur kemandirian yang cukup tinggi. berbuat. Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun rancangan belajar Adanya keterlibatan siswa dalam memilih dan menyediakan Adanya keterlibatan siswa dalam pengadaan media pembelajaran Adanya kesadaran dan keinginan belajar yang tinggi serta dan pembelajaran. sumber bahan pembelajaran. emosional. semakin sedikit keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. b. Semakin banyak dan semakin beragamnya keaktifan dan keterlibatan siswa. 163 . yang menjadi acuan baik bagi siswa mupun bagi guru. b.

Keterlibatan siswa secara mandiri mengerjakan tugas menjawab tes dan mengisi instrumen penilaian lainnya yang diajukan oleh guru. b. Kendatipun tampak. e. menilai teman sekelas. Keterlibatan siswa dalam mengajukan prakarsa. Keterlibatan siswa menyusun laporan baik tertulis maupun lisan yang berkenaan dengan hasil belajar. menilai jawaban dari rekannya. namun tidak berarti keaktifan guru di 164 . kadar sedang. Keterlibatan secara aktif oleh siswa dalam menciptakan suasana belajar yang serasi. f. baik secara individual maupun secara kelompok. dan kadar rendah. Ketertibatan siswa dalam menilai diri sendiri.c. dan bila mungkin di klasifikasikan menjadi: kadar tinggi. 3) Pada tingkat produk. memberikan jawaban atas penanyaan guru. Keterlibatan siswa dalam meneari imformasi dari berbagai sumber yang berdaya guna dan tepat guna bagi mereka sesuai dengan rencana kegiatan belajar yang telah mereka rumuskan sendiri. d. c. Keterlibatan siswa menunjang upaya guru menciptakan lingkungan belajar untuk memperoleh pengalaman belajar serta turut membantu mengorganisasikan lingkungan belajar itu. bahwa keaktifan guru sangat menonjol. kadar CBSA ditandai oleh: a. Berdasarkan ciri-ciri tersebut dapat ditentukan derajat kadar CBSA dalam suatu proses belajar mengajar. mengajukan penanyaan/ masalah dam berupaya menjawabnya sendiri. selaras dan seimbang dalam proses belajar dan pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam menilai produk-produk kerja sebagal hasil belajar dan pembelajaran. d. dan memecahkan masalah yang timbul selama berlangsungnya proses belajar mengajar tersebut.

siswa hendaknya aktif menilai tugas-tugas temannya dan hasil kerjanya sendiri dalam bentuk menilai dirinya sendiri (self evaluation). Penyelenggaraan pembelajaran CBSA tersebut ditandai oleh indikator-indikator sebagai berikut: 1) Derajat partisipasi dan responsif siswa yang tinggi. Tanpa upaya dan pengaruh serta arahan guru sebagai fasilitator dan pengorganisasian belajar. Kedua contoh tersebut sebagai landa. Pada dasarnya sejak disusunnya perencanaan tugas-tugas. Pada waktu pembuatan tugas. Guru tetap bertanggungjawab menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengundang / menantang siswa untuk belajar. Hal ini menunjukan. 3) Peningkatan kadar CBSA dalam proses pembelajaran juga ditentukan oleh faktor guru. melainkan berperan aktif menentukan stimuli misalnya merumuskan suatu masalah dan mencari jawahan serdiri (responsif) atas masalah tersebut. siswa aktif-responsif mempertanyakan materi yang terkandung didalamnya. Guru hendaknya menyadari tujuan-tujuan belajar yang ingin dicapai. Pada waktu guru menyajikan suatu topik. Para siswa berperan serta secara aktif dan bersikap responsif dalam proses pembelajaran. para siswa telah dapat diaktifkan peran sertanya.abaikan. 5.1. dan dalam 165 . bahwa tersedia berbagai kemungkinan dimana siswa dapat berperan aktif dalam pelaksarman tugas-tugas yang dikondisikan dalam pembelajaran. Siswa tidak tinggal diam hanya menunggu stimuli yang disampaikan oleh guru. baik dalam arti efek instruksional maupun efek pengiring. siswa melaksanakan kegiatan kelompok atau dengan belajar mandiri. 2) Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan pembuatan tugas. Siswa dapat mengajukan usul dan minat tugas yang diinginkannya dengan asumsi bahwa tugas tersebut sesuai dengan kemampuannya. Pada waktu penilaian tugas (hasil pekerjaannya). maka kadar CBSA yang diinginkan tak mungkin tercapai.4 Rambu-Rambu Penyelenggaraan CBSA Pembelajaran berdasarkan CBSA menuntut kondisi-kondisi tertentu untuk menjamin kadar CBSA yang tinggi guna mencapai tujuan pembelajaran atau hasil belajar siswa pada tingkat optimal. bahwa siswa berperan serta dalam proses pembelajaran.

Penggunaan metode mengajar. keadaan mental. h. tim masalah-masalah lain. Media dan alat merupakan alat bantu bagi siswa kendatipun mereka diminta untuk memilih dan menggunakannya sendiri sesuai dengan aktivitas belajarnya. Dengan demikian.beda.pada itu memiliki wawasan dan penguasaan yang memadai tentang bermacam-macam stategi belajar mengajar yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan belajar. agar tercipta lingkungan belajar yang menantang dan merangsang serta meningkatkan kegiatan belajar siswa. 1985. sehingga kecepatan belajar dan penyelesaian tugastugas tetap terus berlangsung menyertai rekan-rekannya yang tidak mendapat kesulitan. misalnya teknik-teknik belajar. Pengaturan. 6) Keaktifan belajar berdasarkan CBSA tidak jarang menimbulkan kesulitan balajar pada siswa. 7) Kondisi lingkungan kelas/sekolah turut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran berdasarkan CBSA. dan diharapkan mencapai hasil secara optimal. serta penguasaan guru terhadap metode tersebut. Sudah barang tentu penguasaan teknik yang mantap juga merupakan persyaratan sebelum seorang guru bisa secara Kreatif merancang dan menginformasikan program belajar mengajar (T. secara berpariasi dapat memberikan peluang penerapan CBSA dengan kadar yang tinggi. keaktivan siswa belajar tetap terarah. Pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kemediaan dan teknologi hardware sangat diisyaratkan. Itu sebabnya. kondisi kesehatan.R aka Joni. dan lain-lain). walaupun kadaannya berbeda. bahan pelajaran yang hendak dipelajari. memilih bahan. terbimbing. 4) Pendekatan CBSA pada dasarnya dapat diterapkan sentua strategi dan metode mengajar. pengalaman awal. bimbingan dan pembelajaran remedial pada waktu tertentu diperlukan untuk membantu siswa bersangkutan. dan pembinaan lingkungan ini 166 . 5) Penyediaan media dan peralatan serta berbagai fasilitas belajar tetap diperlukan. Namun demikian. 18). pemilihan metode tersebut tetap harus ditandasi oleh tujuan yang hendak dicapai. kondisi subjek belajar itu sendiri (motivasi. menilai hasil kegiatan.

Belajar kelompok Belajar kelompok memiliki kadar CBSA yang cukup tinggi. sedang pilihan dilakukan oleh siswa masingmasing. dan menilai penguasaan bahan sendiri. masing-msing anggota dapat mengajukan gagasan. 167 . kecerdasan. yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan. dengan cara menyusun rencana belajar. memilah bahan untuk dipelajari. dan selanjutnya tiap siswa aktif belajar secara perseorangan. Termasuk dalam lingkungan kelas juga suasana. berelasi dan berinteraksi satu dengan yang lainya.2 PENERAPAN CBSA Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk dan teknik: Pemanfaatan waktu luang Pemanfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukanya kegiatan belajar aktif. Guru dapat mempersiapkan / merencanakan tugastugas belajar bagi para siswa. Dalam situasi belajar kelompok. minat bakat yang sama. diskusi kelas. disiplin kelas yang baik. Siswa aktif berpartisipasi. dan diskusi ceramah. diskusi terbimbing. bakat. 5. pendapat. jawaban. pertanyaan.perlu mendapat dari pihak guru melalui kerja sama dengan guru-guru lainnya serta para siswa sendiri. dan sebagainya. kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kelompok. Jika pemanfaman waktu tersebut dilakukan secara saksama dan berkesinambungan akan memberikan manfaat yang baik dalam menunjang keberhasilan belajar di sekolah. teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok. Pembelajaran Individual Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individu tiap siswa. Teknik lain. keritik dan sebagainya. seperti: minat abilitet. diskusi kelompok.

168 . Dia sendiri merumuskan suatu masalah. dan dianggap perlu guru melakukan koreksi dan perbaikan terhadap pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut. yakni: tahap pendahuluan dimana siswa melakukan orientasi dan perencanaan awal. Pengajaran unit Strategi pengajaran ini berpusat pada suatu masalah atau suatu proyek. Kadar CBSA-nya akan lebih besar jika pertanyaan-pertanyaan timbul dan diajukan oleh pihak siswa dan dijawab oleh siswa lainnya. Guru bertindak sebagai pengatur lalulintas atau distributor. dan menarik kesimpulan serta mengaplikasikan hasil belajarnya.Bertanya jawab Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa. antara siswa dengan siswa. dimana siswa mengalami kegiatan penilaian. pembuatan laporan dan tiddak lanjut. menguji hipotesis. Belajar Inquiry/discovery (belajar mandiri) Dalam strategi belajar ini siswa melakukan proses mental intelektual dalann upaya memecahkan masalah. dan antara kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif. mengumpulkan data. keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol. sedangkan kegiatan guru hanya mengarah membimbing. Pada tahap-tahap kegiatan belajar ditempuh tahap-tahap kegiatan utama. Strategi dan kemampun inquiry ini. tahap kegiatan kulminasi. tahap pengembangan dimana siswa melakukan kegiatan mencari sendin informasi selanjumya menggunakan informasi itu dalam kegiatan praktik. akan diuraikan lebih lanjut dalam pembahasan mengenai keterampilan proses sebagai bagian dari CBSA. memberikan fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan inquirynya. Dalam konteks ini.

bahwa penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan dasar dalam diri siswa supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya. Dalam proses im siswa bermotivasi dan sering melakukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna bagi dirinya.3. Tercapainya tujuan pembelajaran ditandai oleh tingkat penguasaan kemampuan dan pembentukan kepribadian.1 Rasional keterampilan proses dalam pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses interaksi (hubungan timbal balik) antara guru dengan siswa. Suatu prinsip untuk memilih pendekatan pembelajaran ialah belajar melalui proses mengalami secara langsung untuk memperoleh basil belajar yang bermakna. Dalam kurikulum telah ditegaskan. Proses pembelajaran melibatkan terbagi kegiatan dan tindakan yang perlu dilakukan oleh siswa untuk memperoleh basil belajar yang baik. Ini berarti.Berdasarkan beberapa contoh strategi pembelajaran tersebut di atas.3 PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SEBAGAI BAGIAN DARI CBSA 5. maka semakin jelas tentang bagai mana penerapan pendekatan CBSA tersebut dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang menerapkan pendekatan ini mengacu kepada siswa agar belajar berorientasi pada belajar bagaimana belajar (Depdikbud. 5. Kesempatan untuk melakukan kegiatan dan perolehan hasil belajar ditentukan oleh pendekatan yang digunakan oleh guru-siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam proses tersebut memberikan bimbingan dan menyediakan berbagai kesempatan yang dapat mendorong siswa belajar dan untuk memperoleh pengalaman sesuai dengan tujuan pembelajaran. 169 . kendatipun dengan kadar yang berbeda-beda. peranan pendekatan belajar mengajar sangat penting dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar. Proses tersebut dilaksanakan melalui interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Pendekatan mi disebut "pendekatan proses". 1980).

Konsep-konsep yang telah dikembangkan int berguna untuk menunjang pengembangan kemampuan selanjutnya. dan bereksperimen.5. Interaksi antara kemampuan dan konsep melalui proses balajar mengajar selanjutnya mengembangkan sikap dan nilai pada diri siswa misalnya kreativitas. yaitu keterampilan proses sains yang dibutuhkan untuk menggunakan sains. Pengertian tersebut menunjukkan. anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Keterampilan-keterampilan dalam bidang sains itu meliputi: mengamati. mengukur. Menunjukkan jati dirinya. menafsirkan data. Seluruh gerak atau tindakan dalan proses belajar mengajar akan menciptakan kondisi cara belajar siswa aktif (Conny Se a 1990). dan kemampu memecahkan masalah. berkomunikasi. Keterampilan-keterampilan itu sendiri menjadi roda penggerak dan penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta pertumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai.3. mengendalikan variabel. bahwa dengan keterampilan proses siswa berupaya menemukan mengembangkan konsep dalam materi ajaran. menggolongkan. ketelitian. mengenal dengan menggunakan hubungan ruang/waktu. Kemampuan-kemampun fisik dan mental tersebut pada dasarnya leiah dimiliki oleh siswa meskipun masih sederhana dan perlu dirangsang agar. menarik kesimpulan menyusun definisi operasional.2 Pengertian keterampilan proses dan kaitannya dengan CBSA Pendekatan dalam keterampilan proses ialah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sejumiah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa. Berdasarkan konsep pemikiran di atas maka pendekatan keterampilan proses diartikan sebagai pendekatan dalam perencanaan pembelajaran yang 170 . Pendapat yang senada diungkapkan oleh Gagne yang merumuskan pengertian keterampilan proses dalam bidang ilmu pengetahuan alam (sains): pengetahuan tentang konsep-konsep dari prinsip-prinsip yang dapat diperoleh siswa bila dia memilhi kemampum-kemampuan dasar tertentu. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan. kritis.

menitikberatkan pada aktivitas dan kreativitas. serta mengadakan klasifikasi berdasarkan ciri khusus. atau peristiwa. babwa ketempilan proses erat kaitannya dengan CBSA. dia dapat mengumpulkan data / informasi yang relevan dengan kepentingan belajarnya. mencium dan merasa.3. 4) Meramalkan . atau kepentingan tertentu. meraba. 2) Menggolongkan / mengklasifikasikan . Siswa harus terampil mengenal perbedaan dan persaman atas hasil pengamatannya terhadap suatu objek. Dengan kemampuan ini. 3) Menafsirkan (meginterpretasikan) . Hal ini menunjukkan. tujuan. Keterampilan ini 171 . mendengar. Siswa harus memiliki keterampilan menghubungkan data. fakta. Siswa harus memiliki keterampilan menafsirkan fakta.3 Kemampuan keterampilan dasar yang perlu dilatih dalam keterampilan proses Keterampilan proses sebagai suatu pendekatan proses pembelajaran mengarah pada pengembangan kennampman fisik dan mental yang mendasar sebagai pendorong untuk mengembangkan kemampman yang lebih tinggi pada diri siswa. Pembuatan klasifikasi memerlukan kecermatan dalam melakukan pengamatan. Siswa harus mampu menggunakan alat-alat inderanya : melihat. Keterampilan ini diperlukan untuk melakukan percobaan atau penelitian sederhana. 5) Menerapkem. dan informasi. Siswa dituntut terampil mengantisipasi dan meramalkan kegiatan atau peristiwa yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. siswa harus mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari dan dikuasai ke dalam situasi dan pengalaman baru. yakni: 1) Mengamati . 5. Ada tujuh jenis kemampuan yang hendak dikembangkan melalui proses pembelajuan berdasarkan pendekatan keterampilan proses. siswa untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang sudah dimiliki ketingkat yang lebih tinggi dalam memproses perolehan belajamya. informasi. data.

siswa harus mampu menentukan masalah dan variabel-vatiabel yang akan diteliti. Proses penecahan masalah memberikan kesempatan peserta didik berperan aktif dalam mempelajari. sedangkan masalah yang rumit memerlukan langkah-langkah pemecahan yang rumit pula. baik yang bersifat sederhana maupun yang sulit. pemecahan masalah menuntut kemampuan memproses infomasi untuk membuat keputusan tertentu. 5. Dia harus menentukan langkah-langkah kerja pengumpulan dan pengolahan data serta prosedur melakukan penelitian.digunakan untuk menjelaskan tentang apa yang akan terjadi dan dialami oleh siswa dalam proses belajarnya. bila pertanyaan iu dirumuskan dengan baik dan sistematis. mencari dan menemukan sendiri informasil data untuk diolah menjadi konsep.4 Penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran Siswa bentuk penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran adalah pemecahan masalah atau inquiry (penemuan). sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. 1) Pengertian pemecahan masalah Masalah pads. 6) Merencanakan penelitian. lni berarti. hakekatnya merupakan bagian dalam kehidupan manusia. Siswa harus mampu menyusun dan menyampaikan laporan secara sistimatis dan menyampaikan perolehannya.3. read. 172 . Dengan kata lain. baik proses maupun hasil belajarnya kepada siswa lain dan peminat lainnya. Suatu pertanyaan mempunyai peluang tertentu untuk dijawab dengan tepat. Pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan suatu nasalah dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat. tujuan. 7) Mengkomunikasikan. prinsip. Masalah yang sederhana dapat dijawab melalui proses berpikir yang sederhana. dan ruang lingkup penelitian. pemecahan suatu masalah menuntut kemampuan tertentu pada diri individu yang hendak memecahkan masalah tersebut. Masalah pada hakekatnya adalah mengundang jawaban. atau kesimpulan. Tiap orang tidak pernah luput dari masalah.

Siswa mengumpulkan dan mengolah data / informasi dengan teknik dan prosedur tertentu. Upaya ini memerlukan berpikir kneatif dan kemampuan menjajaki bidang-bidang baru serta menghasilkan temuantemuan baru. Siswa menghadapi masalah. yang masih perlu diuji kebenarannya. bertanya.Kemampuan memecahkan masalah harus ditunjang oleh kemampuan penalaran. dalam kaitannya dengan upaya mencapai tujuan. tetapi juga penting menguasai lingkungan langkah-langkah memecahkan masalah secara tepat. Langkah-lmgkah tersebut pada umumnya terdiri dari 1. artinya menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifikasi. Para peserta didik harus dilatih tentang tata cara memecahkan masalah dengan mengembangkan kemampun berpikir yang terarah untuk menghasilkan gagasan mengenai berbagai kemungkinan memecahkan masalah. yakni kemampuan melihat hubungan sebab akibat. berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan. 3. di samping perlunya penalaran yang baik. artinya merumuskan kemungkinankemungkinan jawaban atas masalah tersebut. artinya dia menyadari adanya suatu masalah tertentu. Pemikiran terarah pada hal-hal yang bertalian dengan upaya mencari jawaban terhadap persoalan yang dibadapi. Kemampuan penalaran memerlukam upaya peningkatan kemampuan dalam mengamati. 173 . 2) Langkah-langkah pemecahan masalah Dalam proses pembelajaran. 2. 4. Siswa merumuskan masalah. Siswa merumuskan hipotesis.

1. dari lebih jauh sangat penting bagi pencapaian tujuan pendidikan. Secara rinci. Letak kesulitan pembelajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. PENGERTIAN KEDUDUKAN DAN SYARAT-SYARAT UMUM EVALUASI Mengapa evaluasi hasil belajar pembelajaran perlu dilakukan? Karena dengan evaluasilah. alasan-alasan bagi perlunya evaluasi pembelajar adalah sebagai berikut: 1. 3. telah mencapai sasaran yang dikehendaki ataukah belum. Taraf penguasa pembelajaran terhadap materi pelajaran yang diberikan akan diketahui setelah diadakan evaluasi.BAB V1 KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 6. Tujuan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan akan diketabui seberapa tingkat pencapaiannya setelah diadakan evaluasi. 174 . 6. dimana pembelajaran dan guru berinteraksi. 5. 9. setelah diadakan evaluasi. akan diketalmi setelah melihat hasil 7. Tingkat kesukaran dan kemudahan bahan pelajaran yang diberikan pembalajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Pembelajar dapat dikelompokkan kedalam kelompok mana juga akan diketahui setelah evaluasi. Termanfaatkan didalmya sarana dan fasilitas pendidikan akan diketahui setelah adanya evaluasi. 2. dan mana yang tidak menjadi prioritas akan diketahui setelah evaluasi. akan diketahui apakah proses belajar mengajar. Jelaslah bahwa evaIuasi sangat penting dilakukan guna memberikan pelayanan sebaik mungkin. Kemampuan mengajar guru akan diketahui. Remidi-remidi spa saja yang dapat diberikan kepada pembelajaran yang mengalami kesulitan juga. 8. 4. Pembelajar maua yang perlu mendapatkan prioritas dalam bimbingan penyuluhan.

Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwin Wandt dan geral W Brown itu untuk memberikan definisi tentang evaluasi pendidikan. Berbkara tentang pengertian evaluasi pendidikan. maka dalam buku ini. maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. yang lazim diartikan dengan penaksiran atau penilaian. dalam Babasa Arab . Brown (1977): Evaluation refer to act or process to determining the value of some thing. suatu tindakan atau kegiatan (yang dilaksanakan dengan maksud) atau suatia proses (yang berlangsung dalam rangka) menetukan nulai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan. dalam bahasa Indonesia berarti: pnilaian. evaluasi pendidikan (educationnal evaluation = al-Taqdir al-Tarbawiy) dapat diartikan sebagai penilaian-penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Menurut definisi int. Mengingat sangat luasnya pembicaraan tentang penilaian pendidikan. 1975). Secara harfiah kata evaluasi berasal dan bahasa Inggris Evaluation. Sedangkan orang yang menilai atau menaksir disebut sebagai evaluator (Echols. atau yang terjadi di lapangan pendidikan).1 Pengertian evaluasi Kata evaluasi merupakan pengindonesiaan dari kata evaluation dalam bahasa inggris. nilai. Kata kerjanya adalah evaluate yang berarti menaksir atau menilai. lembaga administrasi negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan sebagai berikut: 175 . al-qimah.6.1. dalam bahasa Arab: al-taqdir. sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dam Gerald W. maka evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai. pembicaraan hanya akan dibatasi pada penilaian atau evaluasi yang dilaksanakan di sekolah. dalam bahasa Indonesia berarti. di tanah air kita. Akar katanya adalah value. Adapun dui segi istilah. sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. Dengan demikian secara harfiah. Atau singkatnya: Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan.

Secara terminologis. Oleh karena sesuatu yang diukur itu bermaksud diketahui secara apa adanya. pengukuran diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetalmi sesuatu sebagaimana adanya. Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan dengan proses kegiatan untuk menentukan nilai sesuatu.2 Perbedaan Pengukuran dan Penilaian Sebelum dilakukan evaluasi terkhir dahulu dilakukan pengukuran. pengukuran merupakan terjemahan darl measurement (Echols. sangatlah jelas bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menentukan patokanpatokan tertentu untuk mencapai suatu Tujuan. 3. 2.1. memenuhi syarat tidak memenuhi symat dengan perkataan lain kita menggunakan Value Judgement.1) Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. 6..1975). 2) Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan Secara teminologis. Raka Joni (1975) mengartikan evaluasi sebagai berikut: 'suatu proses dimana kita mempertimbangkan sesuatu barang tertentu. maka dalam pengukuran sedikitpun 176 ...Secara etimologis. Evaluasi hasil belajar pembelajaran adalah suatu proses menentukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menentukan patokan patokan tertentu guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya. evaluasi dikemukak oleh para ahli sebagai berikut: 1. memadai tidak memadai. atau gejala dengan mana mempertimbangkan patokan-patokan patokan-patokan mengandung pengertian baik tidak baik. dibanding tujuan yang telah ditentukan. a systematk process of determining the extent to whkh instructional objectives are achieved by pupil. Grounlund (1976) mengartikan evaluasi sebagai berikut: . Berdasarkan pengertian pengertian diatas.

belajar pembelajaran.penafsiran mengenai sesuatu. Sebagaimana adanya mengandung sesuatu pengertian bahwa sesuatu yang diukur tidak holeh dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya. meliputi: hasil belajar pembelajaran. proses belajar dan mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran ). dengan demikian juga mencakup penguluaran pendidikan. maka dapat dikemukakan pengertian sebagai berikut: 1. proses belajar pembelajaran. Evaluasi pendidikan. Proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan 2.3 Pengertian Evaluasi Dalam Proses Pendidikan Berbkara tentang pengertian istilah evaluasi pendidikan ditanah air kita. Jika pengertian evaluasi dan pengukuran tersebut ditarik ke setting belajar dan pembelajaran. Pengukuran adalah suatu upaya atau aktivitas yang dimaksudkan untuk mengetahui belajar pembelajaran sebagaimana adanya. 6. yang meliputi hasil belajar. mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran (pembelajar dan guru). Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut: Evaluasi pendidikan adalah: 1.1. memadai belum/tidaknya. Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan 177 . Evaluasi belajar pembelajaran juga mencakup pengukuran belajar dan pembelajaran. maka orang yang mengevaluasi sebenamya juga melakukan aktivitas pengukuran. berhasil belumnya/tidaknya. 2. Oleh karena pengukuran adalah salah satu kegiatan yang berada dalam evaluasi. Penilaian atau evaluasi adalah suatu aktivitas yang bermaksud menentukan nilai belajar pembelajaran (baik belumnya/tidaknya.

178 . dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisalikan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran.infomasi yang telah berhasil dihimpun dengan kriteria tertentu. Tidak hanya itu.. Bagan tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa dalam proses penilaian dilakukan pembandingan antara informasi. maka apabila defenisi tentang evaluasi pendidikan itu dituangkan dalm bentuk bagan berikut. karena strategi belajar dan pembelajaran. Padahal dikehuinya hal tersebut. akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengadakan perbaikan belajar duo pembelajaran. dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran. Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan. Penting karena dengan evaluasi atom diketahui apakah belajar dan pembelajaran tersebut telah mencapai tujuuan ataukah belum.Bertitik tolak dari uraian diatas. BAGAN TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN Tujuan Pendidikan yang telah ditentukan Proses / Kegiatan Pencapaian Tujuan Hasil-hasil pendidikan yang telah dapat dicapai 6. Kriteria atau tolak ukur yang dipegangi tidak lain adalah tujuan yang sudah ditentikan terlebih dahulu sebelum kegiatan pendidikan itu dilaksanakan. untuk kemudian diambil keputusan atau dirumuskan kebijaksanaan tertentu.2 KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PROSES PENDIDIKAN Kedudukan evaluasi dalam belajar dari pembelajaran sungguh sangat penting. Dengan evaluasi juga akan diketahui faktorfaktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tersebut berhasil dart faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tidak atau belum berhasil.

proses belajar dan pembelajaran menempatkan evaluasi sebagai salah satu langkahnya. langkah-langkah yang harus ditempuh dalitm belajar pembelajaran adalah dengan menggunakan model pemecahan masalah sebagai berikut: a. 1. b. Menentukan syarat-syarat dan altematif pemecahan masalah Memilih strategi pemecahan masalah. Menurut Glaser. Merumuskan teori pembelajaran (instuksional objectives) b. Penilaian terhadap perfomansi Umpan balik. Jelaslah bahwa langkah c (menentukan keefektifan hasil) pada dasarnya tidak berbeda dengan evaluasi itu sendiri. Mentout Kauffman. Memutuskan situasi permulaan siswa Jelaslah bahwa evaluasi (sebagaimana pada langgkah d) sangat diperlukan dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam proses 179 . c. proses belajar pembelajaran haruslah menempuh prosedurprosedur sebagai berikut : a. f. 2. Identifikasi masalah. d. Menentukan keefektifan hasil Mengadakan revisi atas keseluruhan langkah a sampai dengan Imgkah c. Perhatikan pula langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli berikut. Dan dari langkah menentukan keefektifan basil tersebut baru dapat dilakukan revisi atas keseluruhan langkah sebelumnya. c. pasti kita akan tahu betapa tidak dapat terpisahkan evaluasi tersebut dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. d. Melaksanakan pemecahan msalah. b. Menentukan prosedur pembelajaran. Hampir semua ahli prosedur sistem instruksional menempatkan evaluasi ini sebagai langkah-langkahnya. e.

Menentukan aktivitas guru. Merumuskan tujuan instruksional. b. e. 3. 180 . topcs and general purposes. g. 4. Pre test Teaching/ leaming activities and resources Evaluation. f. b. Menumt Gelder a. b. Hal serupa dapat juga dibaca pada prosedur belajar pembelajaran yang dikemukakan para ahli berikut. c. d. Merumuskan tujuan Mengembangkan alat evaluasi Merumuskan kegiatan belajar pembelajaran Mengembangkan program kegiatan Pelaksanaan kegiatan belajar pembelajaran. d. Menurut model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem lnstruksional): a. mata pembelajaran dan alat bantu pembelajaran. Analisis situasi. e. aktivitas pembelajar. c. Menurut Kemp a. student characteristks learning objectives Subject content. c.belajar pembelajaran. Evaluasi 5. d.

181 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.