P. 1
Buku Belajar Dan Pembelajaran

Buku Belajar Dan Pembelajaran

|Views: 193|Likes:
Published by Soni Prayogi

More info:

Published by: Soni Prayogi on Feb 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.2.Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik
  • 1.3. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif
  • 1.4. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik
  • 1.5. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt
  • 2.1.PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR
  • 2.2. KEAKTIFAN BELAJAR
  • 2.3. KETERLIBATAN LANGSUNG DALAM BELAJAR
  • 2.4. PENGULANGAN BELAJAR
  • 2.5. SIFAT MERANGSANG DAN MENANTANG DARI MATERI YANG DIPELAIARI
  • 2.6. PEMBERIAN BALIKAN ATAU UMPAN BALIK DAN PENGUATAN BELAJAR
  • 2.7.1. Perhatian dan Motivasi
  • 2.7.2. Keaktifan
  • 2.7.4. Keterlibatan langsung/ berpengalaman
  • 2.7.5. Pengulangan
  • 2.7.6. Tantangan
  • 2.7.7. Balikan dan Penguatan
  • 2.7.8. Perbedaan Individual
  • 2.7.9. Perbedaan individual
  • 3.1.2 Kurikulum Sebagai Materi Pelajaran
  • 3.1.3 Kurikulum Sebagai Rencana Kegiatan Pembelajaran
  • 3.1.4 Kurikulum Sebagai Pengalaman Pelajar
  • 3.2. Landasan Pengembangan Kurikulum 3.1 Filosofis
  • 3.3. Organisasi Kurikulum
  • 3.4 Evaluasi kurikulum
  • 3.Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 4.1 Prinsip Relevansi (kesesualan)
  • 4.1. Pengertian dan Pentingnya Motivasi
  • 4.2. Sifat Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik
  • 4.3. Motivasi dalam Belajar dan Unsur-Unsur yang mempengamhi motivasi belajar
  • 5.1.1. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
  • 5.1.2 Rasional CBSA dalam pembelajaran
  • 5.1.3 Kadar Cara Belajar Siswa Aktif
  • 5.1.4 Rambu-Rambu Penyelenggaraan CBSA
  • 5.2 PENERAPAN CBSA
  • 5.3.2 Pengertian keterampilan proses dan kaitannya dengan CBSA
  • 5.3.3Kemampuan keterampilan dasar yang perlu dilatih dalam keterampilan proses
  • 5.3.4 Penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran
  • 6.1.1 Pengertian evaluasi
  • 6.1.2 Perbedaan Pengukuran dan Penilaian
  • 6.1.3 Pengertian Evaluasi Dalam Proses Pendidikan
  • 6.2 KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PROSES PENDIDIKAN

BAB I HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar ? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan “ritual-ritual” belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tak dapat dibedakan dengan kegiatankegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

1

1. PENGERTIAN BELAJAR 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari – hari Dalam pengertian yang umum atau populer, belajar adalah

mengurupulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Belajar dalam pengertian mengurupulkan sejumlah pengetahuan

demikian, tampaknya masih diikuti juga sampai sekarang. Orang baru dikatakan belajar manakala sedang membaca bacaan, membaca sejumlah tugas mata kuliah atau mata pelajaran, membaca buku pelajaran. Seorang murid yang sedang mengerjakan tugas-tugas matematika biasa disebut sedang belajar. Orang yang sedang menimba pengetahuan pada bangku sekolah lazim juga dikenal sebagai pelajar. Bahkan orang yang banyak menguasai ilmu pengetahuan lazim dikenal dengan kaum terpelajar. Singkat perkataan, belajar dalam pengertian umum atua populer adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai sejumlah pengetahuan. Pengetahuan belajar demikian, secara konseptual tampakanya sudah mulai ditinggalkan orang, meskipun secara praktikal masih banyak yang menganut. Ini karena berkembang pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini. Guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang “belajar”. Sering kai pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dna memperluas pandangan kita tentang mengajar.

2

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakukan melalui pengalaman. (leaming is defined as the modifkation or strengthening of behavior through experincing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan dengan perumusan diatas, ada pula tafsisan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengeritan ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good leaming situation consist of a rkh and baried series of leaming experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rkh, varried and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari belajar. b. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c. Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintangan-rintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan. d. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.

3

Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu.e. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat. Teori-teori belajar dari psikologi kognitif Teori-teori belajar dari psikologi humanistik. masing-masing yaitu : Teori-teori belajar dari psikologi behavioristik. Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. g. Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan. Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar. Di dalam masa perkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini muncullah secara beruntun aliran psikologi pendidikan masing-masing yaitu : Psikologi behavioristik Psikologi kognitif Psikologi humanistik Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun. f. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelajari. bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar. Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. Bertolak dari kenyataan itu. i. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. 4 . j. Justru dapat dikatakan. h. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenamya. dari periode ke periode berikutnya. baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. maka berbarengan dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajar. maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar.

Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sbagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berada mengenai apa belajar itu. Dalam pandangan psikologis, setidak-tidaknya ada empat pandangan mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik. Menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dengan demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik. Pandangan humanistik ini merupakan anti tesa pandangan behavioristik. Dalam pandangan demikian, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam belajar demikian siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Peranan guru dalam mengajar dan belajar demikian relatif rendah, sementara kedaulatan guru relatif rendah. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif. Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi. Berdasarkan diagram sebagaimana pada diagram 1.1. diketahui, bahwa dalam pandangan psikologi behavioristik, tanggung jawab siswa dalam belajar rendah, sedangkan tanggung jawab guru dalam mengajar tinggi. Sebaliknya, dalam pandangan psikologi humanisti, tanggung jawab guru rendah sedangkan tanggung jawab siswa tinggi. Sementara itu, dalam pandangan psikologi kognitif, tanggung jawab guru dan siswa sama-sama sedang.

5

Selain ketiga pandangan tersebut, ada pandangan keempat dari psikologi gestalt. Menurut pandangan psikologi gestalt, belajar adalah usaha yang bersifat totalitas dari individu, oleh karena totalitas lebih bermakna dibandingkan dengan sebagian-sebagian.

1.2.

Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya

aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisme science maka timbullah aliran baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah sekunder, padahal sebenamya justru menjadi titik pangkal bertolak. Natural science melihat semua realita sebagai gerakan-gerakan (movemant), dan pandangan ini mempengaruji timbulnya behaviorisme. Metode instrospeksi sesungguhnya tidak tepat, sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. Karena itu harus dkarai metode yang objektif dan ilmiah. Dari eksperimen menunjukkan bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif. Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan

pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.

6

Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus respons ini akan menimbulkan

kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakakn oleh para psikolog behavioristik. Mereka ini sering disebut “ Contemporary Behaviorists” atau jg disebut “S-R Psychologists”. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-rekasi behavioral dengan stimulasinya. Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tingkah laku tersebut.

Teori-teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. Oleh karena itu, teori ini juga dikenal dengan teori conditioning. Tokoh-tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain adalah : Pavlov, Watson, Gutrie dan Skinner. Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahimya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thondike, Pavlov, Wabon, dan Ghuyhrie. Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar. 7

Ciriciri belajar dengan “trial and error” yaitu : 1. maka reaksi menjadi memuaskan (2) “law of exercise”. Ada kemajuan rekasi-reaksi mencapai tujuan. Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu. 8 . tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. Ada berbagai respon terhadap situasi 3. maka kekuatan hubungan menjadi berkurang. Teori ini sering disebut “trial dan error leaming” individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial and error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu. Praktek perlu disertai dengan “reward”. Teori belajar Thondike disebut “connectionism”. makin banyak dipraktekkan atau digunakannya hubungan stimulus respon. objek mencoba berbagai cara beraksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu rekasi dengan stimulasinya. Ada eliminasi respon-respon yang gagal / salah .Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat di dominasi oleh pengaruh Thondike (1874-1949). karena belajar merupakan proses pembentukan koneksikoneksi antara stimulus dan respons. maka hubungan itu menjadi lebih kuat. (3) “law of effect” . Dalam hal itu. bilamana terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan dibarengi dengan “state of affairs” yang memuaskan. Bilamana hubungan dibarengi “state of affairs” yang mengganggu. dan 4. Ada motif pendorong aktivitas 2. jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu. makin kuat hubungan itu. Dari penelitiannya itu Thondike menemukan hukum – hukum : (1) “law of readiness”. Thondike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing.

Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. teori Pavlov ini dikenal teori classkal conditioning. air liur tersebut juga keluar. Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing. anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan. ketika perangsang bersyarat (bel. Ia melakukan percobaan terhadap anjing. di Rusia Ivan Pavlov (1849-1936) juga menghasilkan teori belajar yang disebut “classkal conditioning” atau “stimulus substitution”. Karena itu. sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebutu sebagai perangsangan yang bersyarat. Teori kondisioning Pavlov tersebut dapat dimodelkan sebagai berikut : Bel / lampu + makan → air liur (berulang-ulang) Bel / lampu → air liur Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson (1970) adalah orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar 9 . dapat juga berlaku pada manusia. Mula-mula teori conditioning ini dikembangnkan oleh Pavlov (1972). Dalam percobaan ini. Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel. Selanjutnya. Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons. lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. maka dapat berfungsi sebagai conditioned. Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut. anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini.Sementara Thondike mengadakan penelitiannya. anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing.

Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. dengan mengulang stimulus bersyarat tanpa di barengi stimulus tak bersyarat. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. Ia mengemukakan prinsip belajar yang disebut “the law of association” yang berbunyi : suatu kombinasi stimulus yang telah menyertai suatu gerakan. bahwa belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respons-respons bersyarat melalui stimulus pengganti. Rasa takut dapat timbul tanpa dipelajari dengan proses ekstinksi. bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. Dalam situasi tertentu. maka nantinya dalam situasi yang sama anda akan mengerjakan hal serupa lagi. Inilah yang disebut dengan asosiasi. apabila kombinasi stimulus itu muncul kembali. Dengan kata lain. cinta dan marah. Menurut gutrie. Salah satu percobaannya adalah terhadap anak umur 11 bulan dengan seekor tikus putih. setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. E. 10 . manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi-reaksi emosional berupa takut. Watson berpendapat. Menurut Watson. Menurut Gutrie.R. cenderung akan menimbulkan gerakan itu.berdasarkan hasil penelitian Pavlov. Gutrie berpendapat. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajr ataukah tidak ? Teori belajar kondisioning ini kemudian dikembangkan oleh Gutrie (1935-1942). jika anda mengerjakan sesuatu dalam situasi tertentu. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubungan-hubungan stimulus-respon baru melalui “conditioning”. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah : tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik.

bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. Asosiasi tersebut. Metode membosankan. ialah respon yang timbul dari stimulus tertentu dan operant (instrumental) respons yang timbul dan berkembang karena diikuti oleh perangsang tertentu. Ia disuruh merokok terus sampai bosan . Selanjutnya. Dari hasil percobaannya Skinner membedakan respon menjadi dua. Misalnya saja. sebutlah misalkan saja boneka. dan setelah bosan. Metode mengubah lingkungan. Jika anak bosan belajar. Skinner menganggap “reward” atau “reinforcement” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar. lambat laun anak tersebut tidak jijik lagi kepada boneka. Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. c. Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar. maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. jika anak jijik terhadap sesuatu.banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon. dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan. dapat benar dan dapat juga salah. Skinner mengembangkan teori kondisioning dengan menggunakan tikus sebagai kelinci percobaan. yaitu : a. Seperti halnya Thondike. Oleh karena itu. ia akan berhenti merokok dengan sendirinya. Operants : respon yang terjadi karena situasi random 11 . Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang. Metode respon bertentangan. Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini. b. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka. Responsents : respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov (2). teori Skinner ini dikenal dengan operant conditioning. Skinner berpendapat. yakni : (1).

berupa makanan”. Guru berperan penting di dlaam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. Operant conditioning. or reinforcing 12 . akibat-akibat suatu tingkah laku itu. pemindah makanan. yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respon (4) Hukuman : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan misalnya : “Contradktion or reprimand”. digunakan pula suatu “reinforcemen stimulus. Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimulus guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior. lampu. Reinforcement tikdak diperlakukan karena stimulusnya menimbulkan respon yang diinginkan. Dalam pengajaran. Disamping itu.Perbedaan penting antara Pavlov’s classkal conditioning dan Skinner’s operant conditioning ialah dalam classkal conditioning. operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimulus. Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar. Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing adalah pelasant stimulus). digunakan suatu “diskriminative stimulus” (tanda untuk memperkuat respons) misalnya tombol. suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung. (5) Primary rinforcement : stimulus pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (6) Modifikasi tingkah laku guru : Perlakuan guru terhadap murid-murid berdasarkan minat dan kesenangan mereka. Jenis-jenis stimulus : (1) Jenis-jenis stimulus (2) Positive reinforcement : Penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon (3) Negative rinforcement : Pembatasan stimulus yang tidak menyenangkan.

mencoba-coba ini dilakukan. yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran. Penguatan positif dan negatif b.Jadwal reinforcement menguraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat ? Ada empat cara penjadwalan reinforcement : 1. ialah proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan. “Variable ratio schedule”. ialah respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain f. e. d. “Fixed-ratio schedule”. interval tetap dan bervariasi. Jadwal penguatan ialah variasi pemberian peguatan : rasio tetap dan bervariasi. “variable interval schedule”. Pendekatan suksesif. ialah proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat tepat hingga respon pun sesuai dengan yang diisyaratkan. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu. Chaining of respons. yang didasarkan penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah rata-rata respon 3. yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respon setelah terjadi jumlah tertentu dari respon. “Fixed interval schedule”. belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error). Menurut Menurut thondike. ialah proses pembentukan tingkah laku yang makin mendekati tingkah laku yang diharapkan. Extention. Shopping. ada enam konsep operant conditioning ini yaitu : a. pemberian renforcement menurut respon betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon. Paling tidak tidak. c. g. yang didasarkan atas satuan waktu tetapi diantara “reinforcement” 4. 2. Dalam mencoba-coba ini 13 .

Hukum kesiapan (law of readiness). Implikasi hukum ini adalah baha belajar dimulai dari tingkatan yang mudah berangsur-angsur menuju yang sukat. maka ia tidakpuas. maka akan memperkuat hubungan antara respon dan stimulus. maka tingkatan penguatannya kian lemah. Jika seseorang siap melakukan sesuatu. maka ia puas. Seseorang berusaha melakukan berbagai macam respons dalam rangka memenuhi motive-motivenya. Sebaliknya jika respons tersebut tidak digunakan. Karakteristik belajar trial dan error adalah sebagai berikut : a. Sebab pemuas yang antara lain berupa terpemenuhinya motif-motif seseorang. c. Hukum latihan (low of exercise). Sebaliknya jika hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan ketidak puasan. Akhirnya seseorang mendapatkan jenis respon yang paling tepat. tetapi tidak melakukannya. Manakala hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan kepuasan. Jika seseorang mengulang-ulang respons terhadap suatu stimulus. 0hukum akibat (law of effect). Beberapa hukum belajr yang ditemukan oleh Thoendike adalah sebagai berikut : a. bahwa motivasi sangat penting dalam belajar. c.seseorang mungkin akan menemukan respoons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. menjadikan seseorang belajar berulang-ulang. Respons-respons yang dirasakan tidak bersesuaian dengan motivenya dihilangkan d. Tetapi lemah dan kuatnya hubungan antara respons dan stimulus tersebut tergantung kepada memuaskan tidaknya respons yang diberikan. Implikasi dari hukum ini adalah. jika ia siap melakukan sesuatu. Berangkat dari yang sederhana berangsur-angsur menuju ke yang kompelks. maka tingkatan penguatannya kian besar. dan ia melakukannya. Adanya motivatie pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu b. Sebaliknya. Dengan perkataan 14 . hubungannya dengan stimulus semakin lemah. b.

Orang cenderung mengadakan assosiative shiffing. tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi. Pada saat seseorang berhadapan dengan sebuah situasi yang bagi dia termasuk baru. ialah menghubungkan respon yang ia kuasai dengan situasi tertentu tatkala menyadari bahwa respon yang ia kuasai dengan situasi tersebut mempunyai hubungan.3. yaitu : a. d. Mereka berpendapat. Tondike prinsip-prinsip belajar. baik itu berupa pengalaman. b. 1. bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement. Hukum ini membawa implikasi kebenaran bagi diadakannya eksperimentasi dalam belajar. c. Menurut pendapat mereka. Pada diri seseorang sebenamya terdapat potensi untuk mengadakan seleksi terhadap unsur-unsur penting dari yang kurang atau penting hingga akhirnya dapat menentukan respon yang tepat. Manakala suatu respon cocok dengan situasinya relatif mudah untuk dipelajari (concept belongingness). Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif. apa yang ada pada diri seseorang. f. sikap dan hal-hal lain yang telah ada pada dirinya. Orang cenderung memberikan respon yang sama terhadap situasi yang sama. berbagai ragam respon ia lakukan. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuanpenemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon-reinforcement. Selain mengemukakan tiga hukum belajar. Respon tersebut ada kalanya berbeda-beda sampai yang bersangkutan memperoleh respon yang benar. e. turut menentukan tercapainya tujuan yang ingin dicapai. yaitu tindakan mengenal atau mengemukakan 15 . kepercayaan. hukum akibat ini punya keyakinan bahwa orang punya kecenderungan mengulang respon yang memuaskan dengan menghindari respon yang tidak memuaskan.lain.

belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. pada awalnya diterima oleh reseptor. Menurut psikologi kognitif. mencermati lingkungan. Mempraktekkan. bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada dalam suatu situasi. dan setelah membentuk pengertian. Menurut teori ini. memecahkan masalah. 16 . sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan. penyimpanan (baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang). dilakukan secara aktif oleh pembelajar. dan kemudian diteruskan ke registor penginderaan yang terdapat pada saraf pusat. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu.memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. Keseluruhan adalah lebih dari bagian-bagiannya. Reseptor-sreseptor tersebut memberikan simbol-simbol informasi yang ia terima. Dengan demikian. mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan. informasi-informasi yang diterima oleh registor penginderaan telah mengalami transformasi. Menurut teori ini suatu informasi yang berasal dari lingkungan pembelajar. Jadi kaun kognitif berpandangan. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. mencari informasi. penyimpanan / pengkodean / penyadian terhadap informasi-informasi yang tersimpan. kemudian dikeluarkan kembalii oleh pembelajar. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri dimulai dengan pengatan (penginderaan) atas informasi yang berada dalam lingkungan manusia. Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan.

waktunya juga pendek. maka menurut psikolog kognitif. sedangkan selebihnya hilang dari sistem. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati) 17 . informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek. Sementara untuk respon otomatis. Teori kognitif berpijak pada tiga hal yaitu : (1) Perantara sentral (central intermediaries) (2) Proses-proses pusat otak (central brain). dan disiapkan untuk dipergunakan di kemudian hari. sebagian diantaranya diteruskan ke memori jangka pendek.menurut psikologi belajr kognitif. Saat transpormasi.Informasi yang masuk ke dalam syaraf pusat tersdebut kemudian disimpan dalam waktu pendek. Informasi dalam memori jangka pendek dapat ditranspormasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya. dan kemudian kegenerator respon. meskipun alasan yang dikemukakan berbeda dengan psikologi behavioristik. Sebab. misalnya ingatan atau ekpektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. reinforcemen sangat penting juga dalam belajar. Pengeluaran kembali atas informasi-informasi yang terseimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan pemanggilan. Informasi-informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini. Proses pereduksian seperti ini dikenal juga dengan persepsi selektif. informasi mengalir langsung dari memori jangka panjang kegenerator respon selama pemanggilan. manakala menurut psikolog behavioristik reinforcemen berfungsi sebagai pemerkuat respon atau tingkah laku. megurangi keragu-raguan hingga mengarah kepada pengertian. Sementara memori jangka pendek lazim juga dikenal dengan memori kerja dan kesadaran. informasi-informasi baru terintegrasi dengan informasi-informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori jangka panjang bertahan lama. diteruskan ke memori jangka panjang. Dalam pikiran yang sadar. berfungsi sebagai sumber umpan balik. Kapasitas memori jangka pendek ini amat terbatas.

(4) Pemahaman dalam pemecahan masalah. teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). bahwa yang dipelajari adalah fakta.(3) Pertanyaan tentang apa yang dipelajari ? Jawabannya adalah struktur kognitif. Masalah bagian keseluruhan adalah masalah organisasi dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. Perferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem. kita mengetahui dimana adanya. Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pemgetian mengenai hubungan-hubungan yang essensial. Suatu masalah belajar yang trstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. dibandingkan dengan rte leaming atau belajar dengan formula. Susunanya dari yang sederhana ke yang kompleks. (3) Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. Berbeda dengan teori stimulus respon. (4) Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajr. Prinsip-prinsip belajar teori kognitif : (1) Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. variabel tingkah laku non habitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. yang mengetahui altemate routes illustratis cognitive structure . (2) Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. Siswa menerima atau menolak sesuatu 18 . Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif.

19 . misalnya : orang-orang yang ia jumpai. tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang. Medan kekuatan psikologis dimana individu bereaksi disebut life space. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory. baik dalam diri individu seperti tujuan. kebutuhan.berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. yang bersifat psikologis. Lewin memberikan peranan yang lehih penting pada motivasi dari reward. Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin Bertolak dari penemuan Gestalt Psychology. bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan-kekuatan. (5) Penetapan tujuan (goal setting) penting sebagai motivasi belajar. objek materiil yang ia hadapi. Perubahan struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi. yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi intemal individu. serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. maupun dari luar diri individu seperti sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Lewin berpendapat. tekanan kejiwaan. Lewin memandang masing-mading individu berada di dalam suatu medan kekuatan. (6) Berfikir defergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau terciptanya produk yang berilai dan menyenagkan. Berbeda dengan berfikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban-jawaban yang benar secara logika. Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar cognitive field dengan menaruh perhatian kepadakepribadian dan psikologi sosial. satu dari struktur medan kognisi itu sendiri. Berfikir defergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseoranbg yang orisinil agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial.

Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget Dalam teorinya Piaget memandang bahwa proses berfikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Menurut Piaget. melainkan kualitatif. Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulangulang. yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. b. intelegensiitu sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu : a. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuankemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. Apabila ahli biologi menekankan penjelasan tentang pertumbuhan struktur memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungna. Scheme berhubungan dengan : Refleks-refleks pembawaan. Menurut Piaget. Struktur. scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap). Isi disebut juga content. scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati). Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif. Dia adalah salah seorang psikolog suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berfikir. makan. disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas. minum Scheme mental. Piage memakai istilah scheme secara interchageably. misalnya scheme of classifkation. Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian / adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan. maka Piaget tekanan penyelidikannya lain. Piaget adalah seorang psikolog developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajr individu. 20 . misalnya bemafas.

+ Asimilasi : Proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk menghadapi masalah dalam lingkungannya. Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium. Adaptasi. disebut juga fungcion. + Akomodasi : Proses perubahanrespon individu terhadap stimuli lingkungannya. masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus 21 . Struktur dan kontent intelektualnya berubah / berkembang. Situasi atau area itulah yang akan mempermudahpertumbuhan kognitif. Dengan penjelasan seperti di atas dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan individu. karena ia tak dapat belajar dari apa yang telah diketahuinya saja. yaitu structure. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan intelektual anak mengandung tiga aspek. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. Dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasi. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equlibrium-equilibrium. Anak yang sedang mengalami perkembangan. perkembangan kognitif bergantung kepada komodasi. berupa kecakapan seseorang / organisme dalam menyusun proses-proses fisik dan psikis dalam bentu sistem-sistem yang koheren. Fungsi dan adaptasi akan mtersusun sehingga berubah / berkembang. Adaptasiini terdiri dari dua macam proses komplementer yaitu asimilasi dan akomodasi. Fungsi dan adaptasi akan tersusun sehingga melahirkan suatu rangkaian perkembangan. content. dan function. fungsi itu sendiri terdiri dari dua macam fungsi invarian. yaitu adaptasi individu terhadap lingkungannya. Organisasi. yaitu organisasi dan adaptasi.c. Pengaplikasian di dlaam belajar. yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. Ia tak dapat menggantngkan diri pada asimilasi. Fungsi. individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi.

0 7. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan inderanya. 2.0 – 7. Baru pada menjelang akhir tahun ke-2 anak telah mulai mengenal simbol / nama. tingkat operasi konkret 4. centering.0 11. Maka Piaget mengartikan inteligensi adalah sejumlah struktur piskologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus. tingkat operasi formal Penjelasan : 1. dan 22 2. Bayi lahir dengan refleks bawaan. Tingkat sensori motoris 0. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. concreteness 2. yaitu : 1. tingkat preoperasional anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya. transmisi sosial 4. Kematangan 2.0 – 2. tetapi masih terbatas pada halhal yang dapat ia jumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja. tingkat preoperasinal 3.0 Tiap anak berbeda . pengalaman fisik / lingkungan 3. equilibrium atau self regulation Selanjutnya ia membagi tingkat-tingkat perkembangan 1. Pada masa kanakkanak ini.0 2.0 – 11.yang menentukan kecakapan pikir anak. state vs transformation. Tahap-tahap Perkembangan Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak. interversibility 3. anak belum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. (ini tampak adanya egocentisme) 4. Dalam hubungan ini Philips (1969) membagi atas : 1.

Ia telah dapat membuat hipotesis-hipotesis dari suatu problema dan membuat keputusan terhadap problema itu secara tepat. b. Periode combinatorial thinking Bila remaja itu mempertimbangkan tentang pemecahan problem ia telah dapat memisahkan faktor-faktor yang menyangkut dirinya dan mengkombinasi faktor-faktor itu. Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajr di kelas. Periode propositional thinking Remaja telah dapat meberikan statemen atu proposisi berdasarkan pada data yang konkret. Tetapi kaang-kadang ia berhadapan dengan proporsi yang bertentangan dengan fakta. tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. tetapi anak kecil belum dapat menyimpulkan apakah hipotesisnya ditolak atau diterima. Pada pemikiran anak remaja adalah hypothetko-deductive. transductive reasoning 1. Kecakapan kognitif anak : (1) Combinativy classifkation (2) Reversibility (3) Associativity (4) Identity (5) Serializing Anak mulai kurang egocentrisme-nya dan lebih sociocentris (anak mulai membentuk peer group) 2. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery 23 . c.5. Tingkat operasi formal Anak telah mempunyai pemikiran abstrak pada bentuk-bentuk kompleks. Flavell (1963) memberikan ciri-ciri sebagai berikut : a. tingkat operasi konkret anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematis. Jerome bruner dengan Discovely Leaming-nya Yang menjadi dasar ide J.

Tingkat-tingkat kemajuan anak dari tingkatt kamajuan anak (anactive) ke representasi konret (konek) dan akhirnya ke tingkat representasi yang abstrak (symbolk). dan makin meningkat ke arah yang abstrak. Sekali murid mengetahui prinsip itu ia problem di dalam disiplin itu. Prosedor ini berbeda dengan reception leaming atau expositoryteaching. Dalam hal ini /ia mengemukakan pendapatnya. Pemyataan lain dan process of education ialah tentang bagaimana mata pelajaran itu harus diajarkan. Maka di dalam mengajar harus dapat diberikan kepada murid struktur dari mata pelajaran itu.leeaming. murid harus mempelajari prinsip-prinsip itu sehingga terbentuklah suatu disiplin. seorang scientist. atau 24 . Banyak pendapat yang mendunkung discovery leaming itu. bahwa mata pelajaran dapat diajarkan secara efektif dalam bentuk intelektual yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. bagaimana kita dapat mengembangkan program pengajaran yang lebih efektif bagi anak yang muda ? Jawaban Bruner ialah dengan mengkoordinasikan metode penyajian bahan itu. yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. Ide Bruner itu ditulis dalam bukunya Process of Education. diantaranya J. Kurikulum dari suatu mata pelajaran harus ditentukan oleh pengertian yang sangat fundamental bahwa hal itu dapat dicapai berdasarkan prinsip-prinsip yang memberikan struktur bagi mata pelajaran itu. Di dalam buku itu ia melaporkkan hasil dari suatu konferensi diantara suatu para ahli science. Pada tingkat permulaan pengajaran hendaknya dapat diberikan melalui cara-cara yang bermakna. Bruner mendapat pertanyaan. historin. Dewey (1933) dengan complete art of reflective activity aau dikenal dengan problem solving. dimana guru menerangkan informasi dan murid harus mempelajari semua bahan / informasi itu. Ahli sekolah / pengajaran dan pendidik tentang pengajaran science. yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak. Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. Demikian juga dalam penyesuaian kurikulum.

Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik Pada akhir tahun 1940-an muncul suatu perspektif psikologi baru. perceptual. Orangorang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka 25 . 1976. Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya. Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran barus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. pekerja-pekerja sosial dan konseler. dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik. atau fenomenologikal. aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai 1970-an dan mungkin perubahan-perubahan dan inovasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini (John Jarolimak ek. 3. eksestensial.ahli matematika. Murid lebilh senang mengingat-ingat informasi . Dalam dunia pendidikan. the act of discovery dari Bruner: 1. 2.Biarkanlah murid-murid kita menemukan arti bagi diri mereka endiri. Gerakan ini erkembang. misalnya ahli-ahli psikologi klinik. bukan dari pengamat (observer). Cliffor D Foste. halaman 330) Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka. Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada intrinsik. Murid yang mempelajari bagaimana menemukan berarti murid itu menguasai metode discovery leaming. 4. Adanya suatu kenaikan berkala di dalam potensi intelektual.4. 1.

belajar merupakan kontrol instrumental yang dilakukan oleh lingkungan. Oleh karena itu. melainkan dengan menggunakan perspektif orang yang dipahami. Perbedaan ini dikenal sebagai freedom of determination issue. dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa. maka dalam pandangan psikologi humanistik justru sebaliknya. Pengalaman lampau dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. tidak terikat oleh lingkungannya. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka. jika ingin memahami anak. Sebagaimana disebtakan diatas. tidak dapat dengan menggunakan perspektif orang yang memahami. Dengan demikian. p. 26 . Eka dalam pandangan psikologi behavioristik. Keberagaman anak tidak saja dari segi lahir. Behaviorisme Versus Humanistik Dalam menyoroti masalah perilaku. melainkan yang terutama adalah dari segi batinnya. bahwa pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik. melainkan memantapkan visi yang telah ada pada anak itu sendiril untuk itu. beragam.sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka (Hamachek. seorang pendidik pertama kali membantu anak untuk memahami diri mereka sendiri. Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. Belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesarbesarnya kepada individu. Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk reaktif yang memberikan responsnya terhadap lingkungannya. Keberagaman yang ada pada diri anak. seorang pendidik atau guru bukanlah bertugas untuk membentuk anak menjadi manusia sesuai yang ia kehendaki. hendaknya dikukuhkan. 148). 1977. ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Psikologi humanistik berkeyakinan bahwa anak termasuk makhluk yang unik. berbeda antara satu dengan yang lain.

Apabila kita ingin mengubah perilaku seseorang. 27 . Padahal arti tidaklah menyatu pada subject matter itu. Personalisasi informasi. kita harus berusaha mengubah keyakinan atau pandangan orang itu. Pemerolehan informasi baru. dengan kata lain di individulah yang memberikan arti tadi kepada subject matter itu. Maslov. bagaimana siswa itu menghubungkan subject matter itu dengan kehidupannya (Principles of Instruction Design oleh Robert M. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila subject matter-nya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Combs dan kawankawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya.Tokoh-Tokoh Humanistik Ada beberapa tokoh yang menonjol dalam aliran humanistik seperti: Combs. Apabila guru itu memberikan aktivitas yang lain. Gayne & Leshe J. ini sesungguhnya berarti. mungkin sekali siswa akan memberikan reaksi yang positif. 2. ini pada individu. halaman 212). dan Rogers 1) Combs : Combs dan kawan-kawan menyatakan apabila kita ingin memahami perilaku orang kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana caranya membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari subject matter itu. perilaku dalamlah yang membedakan seseorang dari yang lain. yaitu: 1. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada leaming. Apabila seorang guru mengeluh bahwa siswanya tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu. bahwa siswa itu tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru itu. Briggs.

3) Carl Rogers 28 . Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar tidak mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi. seperti kebutuhan fisiologis.Combs memberikan lukisan persepsi diri dan persepsi dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat satu. Jadi. Maslov membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di tasnya. Tetapi mendorong untuk maju ke arah keutuhan. Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslov ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama. takut untuk mengambil kesempatan. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhya pada individu dan makin dekat peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin besar pengaruhnya terhadap perilakunya. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkaran besar (2) adalah persepsi dunia. takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya. halhal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri. 1968) Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang. keunikan diri. makin mudah hal itu terlupakan. 2) Maslov Teori didasarkan atas asumsi bahwa di dalam diri kita ada dua hal : (1) Suatu usaha yang positif untuk berkembang (2) Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. (maslov. menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendifi (self). ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya.

Ini disebabkan adanya hasrat ingin tahu manusia yang terus menerus terhadap dunia dengan segala isinya. Dalam pandangan psikologi humanistik makna sangat penting dalam belajar. siswa juga diharapkan dapat membebaskan dirinya hingga ia dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusankeputusan yang ia ambil atau pilih. Belajar tanpa hukuman. melainkan dibiarkan belajar bebas. sesuatu yang tak bermakna bagi dirinya. hasil belajar demikian tidak akan bertahan lama. bergantung kepada pihak lain dan memenuhi harapan orang lain. seorang ahli psikoterapi. la tidak direkayasa agar terikat kepada orang lain. Seorang beraktivitas atau tidak senantiasa akan menimbang-nimbang apakah aktivitas tersebut menipunyai makna buat dirinya. c.Salah seorang tokoh psikologi humanistik adalah Carl Rogers. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar merupakan suatu hal yang bersifat alamiah bagi manusia. Belajar bermakna. la melakukan aktivitas sekedar menghindari ancaman hukuman. Dalam belajar demikian. tentu tidak akan ia lakukan. Tetapi. menjadikan penyebab seseorang senantiasa berusaha mencari jawabannya. anak tidak dketak menjadi oran lain melainkan dibiarkan dan dipupuk untuk menjadi dirinya sendiri. Rogers mengemukakan prinsip-prinsip belajar humanistik sebagai berikut : a. la dibiarkan agar tetap bisa menjadi arsitek buat dirinya sendiri. la mempunyai pandangan bahwa siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa. Dalam proses mencari jawaban inilah. Tidak itu saja. seseorang mengalami aktivitas-aktivitas belajar. b. Hukuman memang dapat saja membuat seseorang untuk belajar. Pada hal. Hasrat ingin tahu yang demikian terhadap dunia sekelilingnya. manakala hukuman tak 29 . Sebab.

dipandang tidak cukup. Pada diri pembelajar yang kaya inisiatif. Oleh karena itu. Dalam bukunya freedom to learn. mencoba-coba sesuatu yang bermanfaat buat dirinya. dan tidak terikat oleh rekayasarekayasa yang berasal dari lingkungannya. Belajar dan perubahan. Dunia terus berubah. senantiasa mencari cara-cara hingga dia berhasil dalam belajarnya. d. agar anak belajar justru harus dibebaskan dari ancaman hukuman. Pembelajar yang banyak berinisiatif tatkala belajar. di antaranya adalah : 30 . Belajar yang terbebas dari ancaman hukuman demikian im menjadikan penyebab anak bebas melakukan apa saja. pembelajar haruslah dapat belajar dalam segala kondisi dan situasi yang serba berubah. Kalau tidak.ada. ia menunjukkan sejumlah prinsipprinsip belajar humanistik yang penting. ia akan terlindas oleh perubahan. Dengan demikian. aktivitaspun tidak akan dilakukan. Kreativitas anak dalam belajar yang bebas dari ancaman hukuman dengan sendirinya juga akan meningkat. Orang harus dapat menyesuaikan dalam sebuah dunia yang senantiasa berubah. belajar yang sekedar mengingat fakta. menghafal sesuatu. e. la akan berusaha dengan totalitas pribadinya untuk mencapai sesuatu yang ia cita-citakan. dan siapapun di dunia ini tak ada yang dapat menangkal perobahan. la akan bebas melakukan apa saja dalam belajarnya. Belajar dengan inisiatif sendiri. mengadakan eksperimentasi-eksperimentasi hingga anak dapat menemukan sendiri mengenai sesuatu yang baru. Belajar dengan inisiatif sendiri pada diri pembelajar sebenamya menyiratkan betapa tingginya motivasi internal yang dipunyai. menentukan pilihannya sendiri serta berusaha menimbang-nimbang sendiri mana hal yang baik bagi dirinya. Inisialif yang lahir dari diri sendiri im juga menunjukkan rendalmya dependensi pembelajar terhadap orang lain. terdapat kemampuan untuk mengarahkan dirinya sendiri. Oleh karena itu.

Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt. (3) Belajar yang menyangkut suatu perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya. (9) Kepercayaan tehadap diri sendiri. (2) Belajar yang signifikan terjadi apabila subject matter di rasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksudnya sendiri. kemerdekaan. suatu keterbukaan yang terusmenerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam dirinya sendiri mengenai proses perubahan itu. (4) Tugas-tugas belajar yang mengancam diri adalah lebilh mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman. 1. 31 . (7) Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung-jawab terhadap proses belajar itu. merupakan cara yang dapat memberikan basil yang mendalam dan lestari.ancaman dari luar itu semakin kecil (5) Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah. (8) Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya baik perasaan maupun intelek.5. kreativitas lebih mudah dicapai terutama siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian diri orang lain merupakan cara kedua yang penting.(1) Manusia itu mempunyai kemampuan untuk belajar secara alami. (10) Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar. pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar (6) Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.

Misalnya: emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. melainkan kepala itu adalah suatu keseluruhan yang bermakna.Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah: field. configuration. Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : (1) Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi. telinga. mata. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory. rambut. dimana individu menemukan dirinya 32 . Pada struktumya masing-masing itulah bagian-bagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. perbuatan. dagu. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain. bidung. wholistk. (3) Mengutamakan segi pemahaman (insight) (4) Menekankan kepada adanya situasi sekarang. (2) Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga. Menurut aliran ini. dan gestalt. dan sebagainya. benda lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. antara individu dan lingkungan dimana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol. di mana unsur-unsur tadi teletak pada struktumya masingmasing. Contoh: kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripada batok kepala. adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. Mata tidak mungkin terletak di ibu jari. integration. closure. Lagi pula sesuatu hal. mulut. hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsurunsur. organisme. pattera. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu.

deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan. kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti. dan bagian-bagian hanya bermakna jika berada dalam keseluruhan itu. 2) Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. seperti simpanse dapat melihat 33 . Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari rumah dan sebagainya.(5) Yang utama dan pertama adalah keseluruhan. 3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. Keseluruhan yang menjadi permulaan. baru menuju ke bagian-bagian. Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory ) 1) Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. mana hidung ibu. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian. mana telinga ibu. Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugas-tugas harian yang beruntun. atau menarik dan sebagainya. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. sebagai roda. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis. misal : sebuah ban mobil hanya bemakna kalau menjadi bagian dari mobil. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil contoh: mula-mula anak melihat mengenal wajah ibunya sebagai keseluruhan kesatuan. 4) Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight.

Sumbangannya ini diikuti oleh Kurt koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan. Suatu konsep yang penting dalam teori gestalt adalah tentang "insight". Koffka dan Wertheimer. Kohler (1927) menemukan tumbuhnya insight pada seekor simpanse dengan menghadapkan simpanse pada masalah bagaimana memperoleh pisang yang terletak di luar kurungan atau tergantung di atas kurungan. Psikologi kognitif mulai berkembang dengan lahimya teori belajar Gestalt ini. Insight itu sering dihubungkan dengan pemyataan spontan "aha" atau "oh". bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. Tokoh psikologi gestalt ini antara lain adalah Kohler. Peletak dasar psikologi gestalt adalah Mex Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. mengamati stimuli dalam keseluruhan yang terorganisasi. kadangkala gagal meraih pisang. Menurut pandangan psikologi gestalt. Kaum gestalt berpendapat. Dalam eksperimen itu Kohler mengamati. Penelitian-penelitian mereka menumbuhkan psikologi gestalt yang menekankan bahasan pada masalah konfigurasi. Orang yang belajar.hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena ia sedang lapar. kadang kala duduk merenungkan masalah. “sec-now". yaitu pengamatan/pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan. bahwa kadangkala simpanse dapat memecahkan masalah secara mendadak. belajar terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir. 34 . dan kemudian secara tiba-tiba menemukan pemecahan masalah. kemudian Wollgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpanse. struktur dan pemetaan dalam pengalaman. bukan dalam bagian-bagian yang terpisah.

warnanya dan sebagainya. Menurut psikologi gestalt setiap pengalaman itu senantiasa struktur. ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis. c. Makna objek tersebut bagi seseorang. Dari pekerjaannya pengamatannya itu. Perhatikan gambar berikut ini: $ Y @ h $ Y @ h $ Y @ h b. sesuatu yang berdekatan cenderung membentuk satu kesatuan. Adapun hukum-hukum belajar menurut psikologi adalah sebagai berikut : a. Menurut pandangan gestaltis. Hukum kesamaan (law of similarity). Menurut hukum ini. sebenamya tidak tertuju kepada suatu bagian melainkan teriuju kepada sesuatu yang bersifat kompleks.Wertheimer menghubungkan (1945) menjadi dengan orang proses gestalt belajar yang di mula-mula kelas. Menurut hukum ini. ukurannya. Hukum penuh makna (law of pragnanz). Hukum kedekatan ( law of proximity ). terutama hubungan-hubungan antara bagian dengan keseluruhan. bisa berupa bentuknya. Setiap respon yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulan. Menurut psikologi gestalt. pengamatan terhadap sesuatu objek cenderung dikaitkan dengan makna objek tersebut bagi seseorang. semua kegiatan belajar (baik pada simpanse maupun pada manusia) menggunakan insight atau pemahaman terhadap hubungan-hubungan. Menurut hukum ini. tingkat kejelasan atau keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan belajar seseorang daripada dengan hukuman dan ganjaran. periksa gambar berikut ini || || || || || || || || 35 . sesuatu yang sama cenderung membentuk satu kesatuan.

wawasan atau yang lazim disebut sebagai insight dipandang sebagai inti belajar. Perhatikan gambar berikut    a        f       b c d e e. hal-hal yang merupakan kontinyuitas membentuk suatu kesatuan. Hukum-hukum kontinyutas ( law of goof continuation ) Menurut hukum ini. hal-hal yang tertutup membentuk suatu kesatuan. bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman. dsb)".CIRI BELAJAR Sebagaimana disebutkan diatas. kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan. Oleh karena itu. Kedua. maka pada hakikatnya "belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang.ab cd ef gh d. 36 . Ketiga hasil belajar bersifat relatif menetap. Oleh karena itu. belajar dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental. 2. ada sejumlah ciri belajar yang dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain selain belajar. belajar dibedakan dengan kematangan. Pertama. Menurut psikologi gestalt. Berdasarkan pengertian belajar diatas. CIRI . Hukum ketutupan (law of closure ). dalam belajar yang mestinya ditanamkan adalah pengertian siswa mengenai sesuatu yang harus dipelajari. dan perubahan tingkah taku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan-kecendrungan respon bawaan. Menurut hukum ini.

baik yang bersifat fisik maupun psikis. Tanpa melalui aktivitas belajarpun. tidak sama 37 . pada saat tertentu. Perubahan tersebut bisa berupa dari tidak talm menjadi tahu. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja.1) Belajar berbeda dari kematangan. dan tidak berubah-ubah. 3) Hasil belajar relatif menetap Hasil belajar relatif menetap. Orang setiap kali dapat berubah. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Kematangan umumnya ditandai oleh adanya perubahan-perubahan pada diri seseorang. Perubahan-perubahan demikian. ia adalah suatu proses yang disengaja dan secara sadar. dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai proses belajar. Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembangan-perkembangan bawaan. dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengedakan sesuatu. dan pendek menjadi semakin tinggi bukanlah karena proses belajar. Kematangan yang ada pada diri seseorang juga bukan karena satu upaya yang dilakukan oleh orang lain (misalnya saja guru). Oleh karena itu. meskipun ia sendiri tidak mensengaja. Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang. dari memberikan respon yang salah atas stimulusstimulus ke arah memberikan respon yang benar. 2) Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik dan mental. Adanya perubahan pada diri seseorang semisal dari belum bisa berjalan pada umur tertentu menjadi bisa berjalan pada umur selanjutnya. Perubahan tingkah laku yang sifatnya relatif tidak menetap. atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya. tidaklah akibat dari aktivitas belajar. kematangan akan dialami oleh seseorang. dari kurus menjadi gemuk. Berarti perubahan fisik dari kecil menjadi besar. bukanlah karena proses belajar. orang akan mengalami kematangan. dari seseorang belum bisa berbkara kemudian menjadi bisa berbkara. juga bukan karena aktivitas belajar melainkan karena adanya proses kematangan. Berbeda dengan belajar. Demikian juga.

Tujuan Belajar Setiap manusia kreativitas. Ketiga agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar. Pertama. tidak semua perubahan yang ada pada diri seseorang dianggap sebagai hasil belajar. tentulah dimaksudkan bagi pencapaian tujuan. agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. ketika pembelajar mau mengadakan aktivitas belajarnya. Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkah laku pada dirinya. Hanya perubahan-perubahan tertentu saja yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai belajar. 38 . Kedua. Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu. 3.1. Oleh karena itu. sepanjang aktivitas tersebut disadari. Perubahan tingkah laku dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati (obsevable). Paling tidak ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar. Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar. Oleh karena itu. agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR Tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah dua hal yang sangat penting dalam belajar. Sementara unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan sesemang yang sedang mencapai tujuan belajar. Tujuan umumnya mengarahkan seseorang yang sedang belajar ke arah kegiatan tertentu. perlu merumuskan tujuan belajar buat dirinya sendiri. 3. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku.dengan perubahan-perubahan dalam belajar.

pembelajar dapat menjelaskan 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang secara lisan. setelah menelaah Bab I. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri. disamping dapat terhindar juga dari mempelajari sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk dipelajari.Dalam merumuskan tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. e. Jelas cara menghukumya. Jelas ukuran perubahannya. Kata-kata setelah menelaah bab I menunjukkan waktu perubahan (unsur ketiga). seseorang pembelajar pertama kali haruslah mengenali mengenai dirinya sendiri. b. dalam hal ini adalah pembelajar bukan pengajar (unsur pertama). yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan tercapai. Sebab. Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara bagaimana. dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu. Kata secara lisan menunjukkan bagaimana perubahan tingkah laku tersebut diukur. dan bukan pengajar). pengukuran terhadap bisa tidaknya seseorang menjelaskan secara lisan dan secara tertulis. Pengenalan mengenai diri sendiri ini juga bisa terhindar dari mempelajari sesuatu yang sudah dikuasai. yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif. Jelas waktunya. f. d. pembelajar. Jelas perubahannya. Kata-kata dapat menjelaskan menunjukkan terdapatnya perubahan tingkah laku pada diri pembelajar: dari tidak bisa menjelaskan menjadi bisa menjelaskan (unsur kedua). menunjukkan dengan jelas siapa yang berubah tingkah lakunya setelah melakukan aktivitas. Bandingkan misalnya dengan kata-kata: ciriciri tingkah laku menyimpang. Kata-kata 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang menunjukkan ukuran perubahan. c. Kata pertama. Sebagai contoh. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable). Pengenalan terhadap dirinya sendiri ini sangat penting guna merumuskan kebutuhan kebutuhan belajarnya. 39 . Kata-kata ini tidak menunjukkan berapa jumlah ciri tingkah laku menyimpang (unsur keempat).

40 . Pada sub kawasan ini. seseorang yang sedang belajar mampu menerapkan.membutuhkan cara pengukuran tersendiri. Ia mengkategorisasikan tujuan (bukan memisahkan. masing-masing mempunyai sub kawasan masing-masing yang disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. merasakan. karena semestinya tidak untuk dipisah-dipisahkan) menjadi tiga kawasan. Kata-kata disebutkan terakhir ini tidak dapat diamati (tidak observable). teori-teori dalam situasi praktis. analysis. mengerti. applkation. Knowledge. cognitive terdiri dari knowledge. comprehension. seseorang dapat menterjemahkan sesuatu. Comprehension dapat diartikan dengan kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu. mengambil inti dari suatu bacaaan dan membuat prakiraanprakiraan. Applkation lazim diberi makna sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya. Sub kawasan ini mementingkan aspek ingatan. sub kawasan ini lebih tepat untuk diartikan mengingat terhadap materi-materi yang pernah dipelajari. teori-teori yang pernah ditelaah. Bandingkan misaInya dengan kata memahami. c. dalam kawasan kognitive ini dipandang berada pada tingkat terendah. Kawasan pertama. dapat diartikan dengan pengetahuan. b. secara berturut-turut akan dijelaskan sebagai berikut : a. Bloom dan kawan-kawan (1956) membuat taksonomi tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. menikmati. bentuk perubahan tingkah laku tesebut haruslah jelas (unsur kelima). mengambil kata lain dari suatu kata atau pengertian. syntihesis don evaluation. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Pada sub kawasan ini. ialah kawasan tersebut. mengaplikasikan konsep-konsep. Kata menjelaskan pada rumusan tujuan menunjukkan bahwa ia dapat diamati secara konkrit. Mengingat kembali terhadap fakta-fakta yang pernah dipelajari.

Hasil belajar pada sub kawasan ini telah memunculkan sebuah kesadaran yang paling simpel sampai dengan hadimya perhatian yang terpilih. Secara berturut-turut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. valuing. Responding atau pemberian tanggapan.d. berharga-tidak berharga. adalah kemampuan seseorang untuk menghadirkan kediriannya pada sebuah even atau stimulus-stimulus yang ia terima. Menghadirkan diri demikian ini. Valuing atau pemberian nilai. Dengan kemampuan synthesis ini sesuatu yang sebelumnya terbelah-belah terkristal dan kemudian dapat diformulasikan ke dalam forinula yang tak terbelah. bernilai-tidak bernilai mengenai suatu hal. Evaluation adalah suatu kemampuan unluk menentukan baik-buruk. f. affective ineliputi empat sub kawasan berikut: receiving. Yang dimaksud dengan pemberian nilai di sini adalah memberikan harga terhadap suatu fenomena. Kemampuan ini relatif febih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan receiving. maka dalam sub kawasan responding ini seseorang memberikan tanggapan/ respon/jawaban atas even-even yang ia terima. organization. menghubungkan. Sub kawasan ini menjadikan seseorang bisa menerima nilai tertentu dan menunjukkan komitmennya pada nilai tertentu. benda. pada 41 . responding. Kemampuan mengadakan evaluasi ini termasuk jenis kemampuan yang tertinggi dalam kawasan kognitive ini. menguraikan rincian dan saling hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Penentuan tersebut didasarkan atas patokan-patokan yang dilmat pada masa sebelumnya. Jika pada sub kawasan receiving seseorang menghadirkan kediriannya pada sebuah even. e. Synthesis adalah suatu kemamptian untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Kawasan kedua. Analysis adalah suatu kentamptian untuk merinci. Receiving atau penerimaan. kejadian atau even. meskipun dalam tataran rendah. c. characteristization by a value or value complex. Oleh karena itu. telah dapat meliput kesadaran seseorang. b.

Yang dimaksud dengan persepsi di sini adalah penggunaan indera untuk memperoleh petunjuk ke arah motorik. Sub kawasan ini meliputi mental set. Pada sub kawasan ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya hidup yang khas. Kawasan ketiga psycomotor. hingga menjadi suatu kesatuan nilai. Characterization of value or value complex atau karakterisasi dengan suatu nilai. integritas. mechanism. guided respon. Organization atau pengorganisasian adalah upaya untuk memadukan berbagai jenis nilai yang berbeda-beda. Pada sub guna persiapan untu membimbing aktivitas-aktivitas 42 . Ke tujuh sub kawasan ini adalah perception. Pada subleawasan ini. set. kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai. Dari nilai-nilai yang berbeda tersebut. mencakup tujuh sub kawasan dari yang tingkatan terendah hingga tingleatan tertinggi. Bila terdapat konflik di antara nilai-nilai tersebut dicoba pecahkan. Guided respon atau respon terpimpin. Ada semacam sintesa nilai-nilai yang beragam. berbeda dengan orang lain. d. seseorang bersedia mengambil tindakantindakan berdasarkan persepsinya terhadap stimulus atau fenomena-fenomena yang berasal dari agkungannya. Set atau kesiapan. Hasil belajar pada sub kawasan ini bisa menjadikan seseorang menyesuaikan diri secara personal. Perception atau persepsi. sosial dan emosional. b. Antara nilai satu dengan yang lain dicoba hubungkan. complex overt respon. Pada sub kawasan ini seseorang mulai berada pada proses belajar keterampilan yang lebib komplek. c. physkal set dan emotional set. seseorang mengindera stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungannya motoriknya.sub kawasan ini seseoarang tampak tingkatan integritasnya: keajegan. Pada sub kawasan ini. e. adaptation dan origination. Sub-sub kawasan ini dapat d1Jelaskan sebagai berikut: a.

Kadar motorik pada sub kawasan ini relatif cukup tinggi. sebutlah saja dunia dengan segala isinya. dilakukan dengan penuh kepercayaan dan kemahiran. Performansi seseorang yang belajar pada sub kawasan ini umumnya ditandai dengan hal-hal yang serba baru. Sub kawasan ini termasuk paling tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan sebelumnya. 3.2. Adaptation atau penyesuaian. merancang hal-hal baru. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap. Origination atu penciptaan. f. gerakan-gerakan pada sub kawasan ini relatif cepat. Mechanism atau mekanisme. termasuk yang problematis sekalipun. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. sangatlah penting artinya bagi pembelajar. Pada sub kawasan ini seseorang yang lagi belajar. Sebab. Pada sub kawasan ini responrespon yang telah dipelajari oleh seseorang telah berubah menjadi kebiasaan dan gerakangerakan yang ditampilkan. misaInya membuat pola-pola baru. d. g. a.kawasan ini seseorang terlibat dalam proses peniruan yang diperformansikan. selanjumya mencoba menggunakan tanggapan dalam menangkap suatu motorik. Complex over respons atau respon nyata yang kompleks. e. melakukan gerakan dengan mudah disamping mempunyai kontrol yang baik. cermat termasuk pada hal-hal yang rumit dan tepat meskipun disertai dengan energi yang minimal. Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah sebuah keterampilan dimana seseorang dapat mengolah gerakan hingga sesuai dengan tuntutan kondisional dan situational. 43 . Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. oleh karena unsur kreativitas sudah masuk di sini.

melainkan bermanfaat juga bagi linkungannya Pemahaman seseorang terhadap orang lain. pemahaman adalah suatu dasar bagi segala akan seseorang. Ia memberikan kontribusi yang besar bagi sukses tidaknya seseorang. Terjadinya bentrokan-bentrokan di dunia. MimbuInya saling curiga. malahan dapat menjadikan seseorang melihat orang lain tidak semata dengan menggunakan perspektif sendiri. Oleh karena itu terbentuknya pemahaman pembelajaran terhadap sesuatu yang dipelajari. la. dan memahami jika orang lain juga seperti dirinya.Pemahaman pembelajar tehadap dunia dengan segala isinya tidak saja mendatangkan kepuasan bagi pembelajar. Dengan cara pandangan demikian. juga sekaligus tidak membuat dirinya agar seperti orang lain. b. dan sebaliknya tidak menuntut orang lain agar seperti dirinya. jika melihat orang lain berbeda dengan dirinya. juga menjadikan seseorang tidak risau. 44 . la akan menjadi dirinya sendiri. dan lehih lanjut lagi saling menghargai. dan lebih jauh lagi mencegah timbuInya saling bentrokan. dan tidak terbatas pada persepsinya sendiri. sebenamya disebabkan kurang adanya saling pemahaman di antara mereka. juga dapat disebabkan kurang adanva saling pemahaman. Pemahaman terhadap orang lain. ia akan mengetalmi apa yang harus ia pertuat dan apa yang tidak ia perbuat. la mencoba menangkap seseorang dengan menggunakan perspektif orang yang dipandang. tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri. Singkat kata. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap. melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada posisi strategik. Pemahaman sekaligus mencegah timbuInya saling curiga. Lebih jauh pemahaman menjadikan seseorang saling mengerti. ia akan mengenal orang yang dipandang tersebut dalam keadaan yang senyatanya.

Di era globalisasi seperti saat sekarang. Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut. tentu nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat. sebagai akibat dari melesatnya perkembangan teknologi komunikasi. Oleh karenanya. seberagam jumlah pembelajar. nilai-nilai yang dianut oleh sebuah masyarakat. Sementara nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat secara spesifik khususnya di lingkungan pembelajar banyak ragamnya. Berbedanya nilai-nilai yang dianut oleb seseorang lazim menjadikan penyebab berbedanya seseorang dalam menyikapi sesuatu. pasti menganut sebuah nilai. kejujuran. pada masa sekarang ini. Sebab. 45 . nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dewasa ini semakin beragam. lazim juga didasarkan atas sehuah nilai. ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada diri pembelajar. Malahan. kemerdekaan. Disamping tujuan belajar terkait dengan pembentukan nilai. Dalam belajar. disamping nilai-nilai luhur yang spesifik dianut oleh masyarakat dimana pembelajar tersebut berada. masyarakat manapun. Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal misaInya adalah: kebenaran. dapat merupakan kristalisasi hasil dialog antara nilai-nilai yang selama ini dianut dengan nilai-nilai baru yang datang dari dunia luar. Terbentuknya sebuah sikap.Setiap masyarakat. Nilai dinlaksud. nilai-nilai yang dianut seseorang turut menentukan persepsi seseorang tentang sesuatu. Meskipun nilai bukanlah satu-satunya yang menentukan sikap. saling membantu dan memberi manfaat. Pada hal persepsi seseorang terhadap sesuatu lazimnya juga turut menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu. keindaban. sekaligus juga terkait dengan pembentukan sikap. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. adakalanya merupakan produk masyarakat pada kurun waktu yang sejaman dengan mereka. dapat merupakan kristalisasi dari hasil dialog antara nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dengan yang sejaman dengan mereka.

keterampilan-keterampilan personil-sosial. Dengan perkataan lain. Setiap pembelajar. Pembentukan keterampilan sosial demikian tampak urgensinya manakala dilihat kedudukan pembelajar yang tidak saja sebagai makhluk individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. maka pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau karakteristik yang ada pada dirinya. Keterampilan p.ersonal yang dimiliki oleh pembelajar. dalam belaiar seorang pembelajar haruslah mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki. jika pembentukan keterampilan personal dimaksud untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan yang ada pada diri pembelajar. keterampilan sosial pembelajar juga perlu dibentuk. Oleb karena itu. kognitif dan instrumental. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan. maka keterampilan sosial antara lain dimaksudkan mengkomunikasikan keterampilan personal yang telah terbentuk dalam lingkungan sosiaInya. Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara terus-menerus menimba ilmu pengetahuan. tanpa batas. Keterampilan personal yang dimiliki. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian 46 . Maka dari itu. Selain keterampilan-keterampilan personal dibentuk. tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan pembelajar lain. Sebagai makhluk sosial.c. Keterampilan kognitif pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap ilmu pengetahuan. pembelajar haruslah dapat berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosiaInya. haruslah dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus. Dengan cara demikian. pembentukan keterampilan-keterampilan sosial pada diri pembelajar dimaksudkan untuk menyiapkan pembelajar agar dapat hergabung dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosialnya. sesama manusia.

dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. Motivasi dan Upaya Memotivasi Siswa Untuk Belajar Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan.unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar Yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsurunsur yang dapat berubah dalam proses belajar. sebab. Jika keterampilan instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar. menyebabkan merangsang. 3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya. Unsur . Kesadaran untuk secara terus menerus membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat. 1. 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya. sosial dan kognitif 3. Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar.3.pesat. pengalasan dan motivasi. lingkungan dan bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini. Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan. maka pembelajar punya kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan. Berikut ini akan dijelaskan tentang : 1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar. dan tidak sekedar sebagai penonton saja. dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya. Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dan tidak ada menjadi ada atau sebaliknya. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. 5) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya. Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya. dan 47 . alat bantu belajar. 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya. bahan belajar. Slotive sendiri berarti alasan. suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar. mengarahkan pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang digalakkan. Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari keterampilan-keterampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan personal.

sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi. dan moraInya selalu dalanu kontrol diri. kebiasaan. 1984). Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. tindakan. dikenal adanya motivasi belajar. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: menarik kepada guru. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (suryabrata. 1984). tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar. 1987). Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara 48 . Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam tanpa ada rangsangan dari luar.daya penggerak (echols. Dalam kegiatan belajar mengajar. mempunyai antusias yang tinggi seta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru. dan selalu terkontrol oleh lingkungammya. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. Secara garis besar motivasi dapat dibedakan menjadi dua ialah intrinsik dan motivasi ekstrinsik. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. 1975). kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels.

dan ia berusaha untuk mencapainya. menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar. ulet. Sebab. Dengan mengenal kemampuan dirinya. Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar belajar ialah : a. Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya. dengan merumuskan tujuan belajar ini. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. Dengan cara demikian waktu dan tenaga siswa dapat secara efektif dan efisien dipergunakan mencapai target belajarnya. Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. c. Dengan ditunjukkannya aktivitas-aktvitas yang dapat mencapai tujuan. 49 . Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. tidak cepat bosan dengan tugastugas yang rutin. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya. siswa tersebut tidak melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan pencapaian tujuan dan target belajar. menghadapi kesulitan. siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya. siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. Sebab hal-hal baru ini dapat "menghidupkan kembali" hastat ingin tahu siswa. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. dan tidak mudah putus asa. b. Siswa juga akan mempunyai targettarget belajar. Dengan mengetahui kelebihan dirmya.terus menerus dalam waktu lama. ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar. dapat mempertahankan pendapatnya. d. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini: senang mencari dan memecahkan masalah.

kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. karakteristik siswa. mungkin bahan belajarnya akan lain dengan tujuan belajar yang diaksentuasikan pada penguasaan konsepkonsep. maka bahan belajar ini harus tersedia. Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Sebab. supaya siswa dapat belajar dengan baik.e. Jika tujuan belajar yang ingin ditempuh diaksentuasikan pada penguasaan pengetahuan. 50 . Penyediaan bahan belajar ini sangat bergantung kepada tujuan belajar. Dengan adanya umpan balik. f. supaya siswa tidak bosan. bisa berasal dari guru. kebosanan pada diri siswa. Sebab. artikel. siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar. 2. evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya. paper. akan mendorong siswa untuk belajar. g. Bahan belajar dan upaya penyediaannya Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar. makalah. mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai. termasuk dalam aktivitas belajar. Tanpa ada yang dipelajari. maka pertyediaan bahan belajarnya lain sekali dengan tujuan belajar yang dimaksudkan untuk memperoleh pengalaman langsung. Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. disamping dapat berasal dari lapangan objek tertentu. bisa berasal dari buku-buku teks. Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar. Bahan ini. Oleh karena itu. siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa dan faktor ketersediaaan tidaknya bahan belajar. hanya akan memperlemah motivasi saja. Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan.

Pada siswa yang bertipe auditif. Bahkan dalam siasat belajar semacam ini siswa menggantungkan bahan belajar yang dipelajari dari ceramah atau penyampaian yang dilakukan oleh gurunya. sangat menentukan penyediaan baban belajar. Siasat belajar dimana guru menjadi tokoh sentralnya. Isinya relefan. lazimnnya dikaitkan dengan tujuan belajar. Ini patut menjadi peninibangan. Sementara siasat belajar di mana siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri. umumnya gurulah yang menjadi penyedia bahan belajar.Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar. maka penyediaan bahan belajar ini sangat repot. Cukup menarik. Eka bahannya sendiri tidak menarik. Relevan isi ini. Sungguhpun demikian bahan belajar bagi siswa haruslah diupayakan penyediaannya. Jadi kalau bahan belajar tersebut terpaksa tidak menarik. agar bahan belajar tersebut menggugah rasa ingin tahu siswa dan menimbulkan hasrat belajar. Pengajaran dengan bahan belajar modul dan balian belajar buku teks. akhirnya juga bergantung kepada faktor ketersediaan tidaknya. b. Relevan isi ini. Apapun faktor yang menentukan bahan belajar ini. haruslah dikemas dengan menggunakan kemasan yang menarik. juga berkaitan dengan faktor kondisional dan situasional siswa. faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah : a. Dalam penyediaan bahan belajar ini. adalah sekian dari banyak contoh dan siasat belajar mandiri oleh siswa. bahan belajar tersebut telah disediakan secara utuh sekaligus beserta petunjuk atau cara mempelajarinya. Apalagi kalau sulit atau tidak mudah didapatkan. 51 . mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan dengan siswa yang bertipe visual. maka cara penyajiannya yang menaiik. Siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa juga menentukan bahan belajarnya. Isi bahan belajar haruslah mendukung dan memberi kontribusi bagi pencapain tujuan belajar. Mudah didapatkan tidaknya bahan belajar ini.

Sekuensi atau urutan penyajian ini sangat penting diperhatikan dalanu penyediaan bahan belajar. Ini sangat penting. Alat bantu belajar ada kalanya dibeli di toko-toko buku. Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar. Ada jawaban kunci untuk soal latihan. jika ada diantara bahan belajar yang belum terkuasai. atau stationary. agar siswa dapat menguji diri sendiri. Kegunaan kunci jawaban bagi soal latihan ini adalah siswa dapat mencocokkan hasil-hasil latihannya dengan kunci. agar bahan belajar yang akan dipelajari tersebut tidak kering. Seharusuya sekuensi bahan ini dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. h. Ada soal latihan. f. Informasi yang dibutuhkan ada. d. Dengan alat bantu bahan belajar yang meragukan dapat diyakinkan karena dapat dibuktikan secara empirik Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar dan piranti Belajar. tetapi 52 . Baban belajar harus dilengkapi dengan petunjuk bagaimana siswa harus memperbaiki belajarnya. Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan. Mempunyai sekuensi yang tepat. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya. Dengan alat bantu bahan belajar yang tidak menarik bisa menjadi menarik. oleh karena dapat membantu terhadap belajar siswa. 3. Ini sangat penting. seberapa banyak !a telah menguasai bahan yang dipelajari. Setelah berhasil menguasai bahan belajar tertentu siswa tidak akan menungggu petunjuk guru untuk mempelajari bahan selanjutnya. meskipun tidak semua median belajar dapat berfungsi sebagai alat bantu. Tes yang sesuai ini. Ada tes yang sesuai. kesusukannya juga penting. Dengan sebuah alat bania bahan belajar yang abstrak bisa konkrit.c. e. tentu bergantung kepada bahan belajarnya. Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya. i. g.

papan tulis. Menggerakkan dan mengajak para pembelajar untuk menciptakan dengan memanfaatkan alam sekitar 4. penghapus.adakalanya dibuat sendiri oleh pembelajar bersama-sama dengan gurunya. terkecuali guru telah memberikan kesempatan. maka kelas yang baik dalam belajar mengajar adalah kelas yang siswanya duduk dengan tenang. Faktor ketersediaan alat bantu tersebut c. Permobonan bantuan melalui sponsor d. e. Pembelian. Umumnya. Membuat sendiri. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan keterampilan tertentu adalah skala. pensil. jika mampu b. Keefektifan dan keefisienan alat bantu Contoh alat bantu sederhana adalah pena. Dalam pandangan sekarang suasana belajar yang kondusif adalah suasana yang mendukung bagi terciptanya kegiatan belajar. siswa tidak berani mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang deceermahkan guru. Pengajuan kepada pemerintah c. jangka. berdiam diri sambil mendengarkan pengajaran yang dilakukan guru. Beherapa upaya penyediaan bahan antara lain adalab: a. Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar. Kepraktisan dan daya tahan alat bantu. Faktor keterjangkauannya d. kapur tulis. Oleh karena itu. Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam upaya menyediakan alat bantu belajar adalah : a. Yaitu suasana yang 53 . penggaris. pandangan tradisional tsb. Suasana belajar dan upaya pengembangannya Dalam pandangan tradisional suasana belajar yang kondusif adalahh jika di dalam sebuah kelas terasa tenang sementara para siswa bisa mendengarkan apa yang diceramahkan gurunya. rubrik. b. dan media audiovisual lainnya. 0HP. video. tape recorder. Pada kasus vang pertama pembelajar mendapatkan secara given. jika bisa e.

Kondisi subjek belajar yang kelihatannya samapun. lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah. Siswa aktif berinteraksi tidak saja hanya dengan gurunya melainkan aktif berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain. d. suasana yang interaktif belajar di dalamnya. Agar suasana belajar tersebut kondusif. Buatlah suasana yang demokratis. f. tentu tidak dibatasi ketika ditunggui oleh gurunya. Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. c. Rancanglah aktivitas belajar siswa c. Pada saat guru sedang menunggui misalkan saja. Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa b. d. Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubahubah.interaktif dimana para siswa giat belajar. Kondisi Subjek Belajar dan Upaya Penyiapan dan Peneguhannya. Kondisi subjek belajar sebenamya berbeda-beda. Siswa secara bebas mengerjakan segala hal yang dapat mencapai tujuan belajarnya. siswa tetap aktif dan giat belajar. Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru 5. Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa. Siswa tekun mengerjakan sesuatu yang semestinya dikerjakan. dan bakan sebaliknya. b. g. la harus dirancang oleh guru melalui sebuah rancangan pengajaran sebuah suasana belajar dikatakan kondusif manakala : a. Kreativitas siswa mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas. e. akan kelibatan 54 . Suasana belajar yang kondusif demikian tidak terjadi dengan sendirinya. maka upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah : a. manakala diteliti lebib dalam.

yang besar ambisinya.perbedaannya. Penyegaran fisik subjek belajar dengan olahraga atau latihan-latihan fisik seperti senam. Demikian juga yang mempunyai bakat khusus. kekuatan tubuhnya. kematangannya aspirasi dan punya. dan hal-hal yang bersifat batiniah atau hal-hal yang bersifat fisik dan hal-hal yang hersifat psikologis. motivasi instrinsik atau motivasi berprestasinya. Dari segi lahiriah atau fisik. Dengan penyiapan yang terancang dan dengan upaya-upaya peneguhan diharapkan mendukung aktivitas belajar. b. Dari segi psikis. Mereka yang berada pada kondisi lebih. kesegaran dan kebugam jasmaninya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kondisi objek belajar khususnya dari segi fisiknya adalah: a. Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. Oleh karena beragamnya kondisi subjek belajar tersebut. bakatnya. yang tinggi militansi kerjanya. Memenuhi subjek belajar dengan gizi dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. kesehatan fisiknya. 55 . dan tidak senuttiasa menetapnya kondisi belajar tersebut. Kondis subjek belajar dapat dibedakan atas hal-hal yang bersifat lahiriah. subjek belajar bisa berbeda: ukuran tubuhnya. maka hs ada upaya-upaya unruk menyiapkan mereka dan sekaligus meneguhkannya. misalnya lebih besar/tingai. sebenamya kalau dilihat lebih dalam akan tampak heterogenitasnya. umumnya tehih mendukung bagi aktivitas belajarnya dibandingkan dengan mereka yang berada pada posisi kurang. daya tahan fisiknya. yang tinggi motivasi intrinsiknya. militansi kerjanya. khib kuat lebih sehat lebih tinggi daya tahannya dan khib segarIbLigar. Oleh karena stu. kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi: intelegensinya. dalam kclompok siswa yang homogen pun. dan yang lebih stabil emosinya. ambisi-ambisinya.

Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka. 56 . dan film audio dan video tape. karena diwamai dengan organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan untuk pembelajaran peserta didik. c. Sistim pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku. Sementara itu. praktek. material. fotografl.1. atau di sekolah. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. fasilitas. perlengkapan audio visual juga komputer. d. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. guru dan tenaga lainnya. upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan psikis subjek belajar adalah : a. Material meliputi buku-buku. ujian dan sebagainya. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan. 4.CIRI PEMBELAJARAN. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas. b. slide. Memelihara keseimbangan emosi mereka. Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungunya. PENGERTIAN DAN CIRI . papan tulis. belajar di kelas. dan kapur. 4. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi. agar secara psikologis mereka merasa aman. misalnya tenaga laboratorium.c. Memeriksakan tubuh subjek belajar secara teratax kepada dokter agar dapat dicegah timbulnya penyakit yang memungkinkan terganggunya belajar mengajar. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi. belajar. Manusia terlibat dalam sistim pengajaran terdiri dari: siswa.

57 . Dalam rumusan ini terkandung konsep-konsep sebagai berikut: 1. Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda tetapi terdapat hubungan yang erat. 3. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan Masa depan kehidupan anak ditentukan oleb orang tua. Sekolah berfungsi mempersiapkan mereka agar mampu hidup dalam masyarakat yang akan datang. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli psikologi. Mereka dianggap paling mengetahui apa dan bagaimana kehidupan itu. bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa. Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. Itu sebabnya. Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik. berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu.4.2. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. 2. Herbart berdasarkan asas asosiasi dan reproduksi atas tanggapan/kesan. Umumnya guru menggunakan metode "formal step" dari J. Pembelajaran merupakan proses penyampaian pengetahuan Penyampaian pengetahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi. a. Cara penyampaian pengetahuan tersebut berdasarkan ajaran dalann psikologi asosiasi. Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan. orang tua berkewajiban menentukan akan dijadikan apa peserta didik. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peseta didik/siswa di sekolah.

Pengalaman-pengalaman itu diselidiki. Mereka duduk dengan rapi dan kaku secara rutin setiap 58 . tak bisa dipindah-pindahkan. sedangkan pembelajaran di luar kelas tak pernah dilakukan. Alberty 1953). minat. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat yang membatasi hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat. 4. Pengetalman bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah. Siswa selalu bersikap dan betindak pasif Siswa dianggap sebagai tong kosong. Barang siapa menguasai pengetahuan. Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa. disusun dan dimuat dalam buku pelajaran dan berbagai referensi lainnya. Para pakar yang mendukung teori ini berpendapat bahwa mata ajaran berasal dari pengalaman-pengalaman orang tua. 6. 5. Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui. Dia menentukan segala hal yang dianggap tepat untuk disajikan kepada para siswanva. Kebutuhan. Dia mempersiapkim tugas-tugas memberikan latihan-latihan dan menentukan peraturan kemajuan tiap siswa. Pembelajaran dilaksanakan dalam batas-batas ruang kelas saja. Para siswa duduk pada bangku yang berdiri kokoh. Mata ajaran itu diuraikan. disusun secara sistematis dan logis. abilitas dan lain-lain yang dimiliki oleh siswa diabaikan dan tidak mendapat perhatian guru. maka dia dapat berkuasa. Siswa bersikap sebagai pendengar.Pengetahuan sangat penting bagi manusia. pengikut. sehingga tercipta yang kita sebut mata ajaran (H. belum mengetahui apa-apa.: “knowledge is power". tujuan. masa lampau yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. berarti guru adalah yang paling pandai. pelaksana tugas. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas. Peranan guru sangat dominan. Dia hanya menerima apa yang diberikan okh gurunya.

Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya. Peserta didik hidup dalam pola kebudayaan masyarakatnya.... berkata sebagai berikut : . 3) Children's interests whkh do not confrom to the set currkulum should be the regarded.. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan. 2. Belajar dalam batas-batas ruangan itu adalah yang paling baik. Peserta didik diajar agar memiliki kemainpuan dan kepribadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat itu. Wrighstone. and Aildren's experiences are limited there in to academk lessons. Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandinglean dengan rumusan pertama.hari. consist to a belajar degree in the aguisition of the content matter of each subject..... ruang memberi kehidupan. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut: 1.. b. Manusia berbudaya adalah manusia yang mampu hidup dalam pola tersebut. 2) The qukkest an most through method of leaming lessons is to allot a certain portion of the school day it instruction in separate subjects. 5) Teaching the conventional subjects is the wisest method of achieving social progress (J. 59 .. namun antara keduanya memiliki pola pikiran yang seirama. 4) The real objectives of classroom instruction. the immediate implications of the older principles when they are applied to the classroom: 1) The classroom is a restrkted from of social life. Ruangan kelas dipandang sebagai ruang penyelamat. Wayner Wrighstone. 1935).

bahasa. kebudayaan itu bersifat non material. kepereayaan agama.Para siswa dipandang sebagai keturunan orang tua dan orang tua adalah keturunan neneknya dan seterusnya. menjadi manusia yang berbudaya. Benda-benda bersifat material sesungguhnya adalah hasil dari keterampilan manusia (Worcester. Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan. media hubungan pribadi dan sebagainya. Bila dilakukan melalui pengajaran. Yang termasuk kebudayaan adalah kebiasaan orang berpikir dan berbuat seperti: kehidupan keluarga. dalam arti. maka proses yang telah dikemukakan dalam proses perumusan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama. sehingga mereka menjadi warga masyarakat yang lebih berbudaya. Upaya pewarisan itu dilakukan metalui berbagai prosedur: pengajaran. Mereka harus 60 . Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan Generasi muda berfungsi sebagai generasi penerus. ada dalam jiwa dan kepribadian manusia. dan bersifat abstrak. ukuran moral. dan berbagai bentuk tingkah laku norma dan lain-lain. cara menyediakan makanan. 3. 1969). dan bentuk-bentuk ekspresi seni. demikian terus terjadi proses turun temurun. pemerintahan. Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwariskan kepada siswa yang umumnya berupa benda-benda dan non benda. Kebudayaan yang diwariskan kepada mereka harus dikuasai dan dikembangkan. Mereka perlu dipersiapkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melanjutkan hasil yang telah dicapai oleh generasi yang ada sekarang. diakui bahwa anak sedang berada dalam tahap perkembangan dan menuju ketingkatan yang lebih dewasa.. Dengan sendirmya apa yang dimiliki oleh nenek moyang pada masa lampau itu harus diwariskan kepada keturunan berikumya. tertulis dan lisan. Dalam hal ini. Kebudayaan merupakan kumpulan daripada warisan sosial dalam masyarakat. Berdasarkan pada pengertian mi. 4.

mampu memanfaatkan teknologi, sebagai aspek dari kebudayaan, untuk kehidupannya. serta mampu mengadakan penemuan-penemuan baru, mengembangkan kebudayaan yang telah ada.

c. Pembelajaran

adalah

upaya

mengorganisasi

lingkungan

untuk

menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Rumusan ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan rumusan terdahulu, sehab lebih menitik beratkan pada unsur peserta didik, lingkungan, dan proses belajar. Perumusan ini sejalan dengan pendapat dari Me. Donald, yang mengemukakan sebagai berikut: “educational, in the sense used here, is a process or an activity whkh is directed at producing desirable changes in the behavior of human beings (Me. Donal, 1959) artinya : Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan

menghasilkan perubahan tingkah laku manusia.

Implikasi dari pengertian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah aku peserta didik Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri: (1). Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2). Pola organisasi kepribadian berbeda-beda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3). Kepribadian hersifat dinamis, terus berubah meialui cara-cara tertentu. Tingkah laku manusia memiliki dua aspek, yakni: (1). Aspek objektif, yang bersifat struktural, yakni aspek jasmaniah, (2). Aspek subjektif, yang besifat fungsional, yakni aspek rohaniah.

61

2. Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan Perkembangan tingkah laku seseorang adalah berkat pengaruh dari lingkungan. Lingkungan kita artikan secara luas, yang terdiri dari lingkungna alam dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial sering lebih berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Melalui interaksi antara individu dan lingkunganya, maka siswa memperoleh pengalaman, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap perkembangan tingkah lakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses sosialisasi di mana anak didik disiapkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sekitamya. Sekolah berfungsi menyediakan lingkungan yang dibutuhkan bagi perkembangan tingkah laku siswa, antara lain menyiapkan program belajar, bahan belajar, metode mengajar, alat mengajar dan lain-lain. Selain dari itu, pribadi guru sendiri, suasana kelas, kelompok siswa, lingkungan di luar sekolah, semua menjadi lingkungan belajar yang bermakna bagi

perkembangan siswa.

3. Peserta didik sebagai suatu organisme yang hidup. Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang, misalnya, kebutuhan, minat, tujuan, abilitas, intelegensi, emosi dan lain-lain. Tiap individu peserta didik mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari dalam diri peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu, sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal.

62

d. Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik. Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan tuntutan masyarakat. Implikasi dari rumusan/pengertian ini,adalah sebagai berikut:

1. Tujuan pembelajaran Pembentukan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Seorang warga negara yang baik bukan menjadi konsumen, tetapi yang lebih penting ialah menjadi seorang produsen. Untuk menjadi seorang produsen, maka dia barus memiliki keterampilan berbuat dan bekerja, menghasilkan barang-barang dan benda kebutuhan masyarakat. Motto yang dikemukakan: "benign habitat for good living", artinya seorang warga negara yang baik bila dapat menyumbangkan dirinya kepada kebidupan yang baik.

2. Pembelajaran berlangsung dalam suasanan kerja. Program pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja. dimana para siswa mendapat latihan dan pengalaman praktis. Karena itu, suasana yang diperlukan adalah suasana yang aktual, seperti dalam keadaan sesungguhnya. Para siswa mengerjakan hal-hal menarik minatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3. Peserta didik/siswa sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja. Siswa memiliki bermacam kemampuan, minat, dan Kebutuhan, antara lain kebutuhan ingin berdiri sendiri, ingin punya pekerjaan. Siswa tidak menginginkan berdiam dengan pasif, semua ingin melakukan kegiatan,

63

Tujuan pembelajaran ialah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat.bermain. Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut: 1. Dengan berkembang kemampuan kerja. Guru-guru harus menguasai program keterampilan khusus dan menguasai strategi pembelajaran keterampilan. Sesuai dengan tujuan tersebut. e.E. mencari pengalaman yang praktis. pengembangan minat dan sikap. Sekolah dari masyarakat adalah suatu integrasi. mereka bukan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang masih jauh. serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kesibukan yang bermakna. Sekolah berfungsi menyiapkan siswa untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. sekolah merupakan suatu ruang workshop dan oleh karenanya guru harus mampu memimpin dan membimbing siswa belajar bekerja dalam bengkel sekolah. peranan guru dalam sekolah komprehensif adalah sangat penting. melainkan untuk 64 . Perumusan atas kebutuhan itu. Olson. Pada dasamya tidak ada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya menjadi barisan penganggur. 4. dan memupuk keterampilan jasmaniah-rohaniah. Jikalau energi itu tidak disalurkan. 10 atau 20 tahun ke depan. maka tuntutan dan harapan masyarakat dapat dipenuhi. maka dapat menyebabkan tingkah laku yang tidak diharapkan. Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. atau bekerja. Dalam hal mi. Guru sebagai pimpinan don pembimbing bengkel kerja. Energi mereka miliki perlu mendapat penyaluran sebagaimana mestinya. 1945). Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini (G. penyaluran energi yang berlebihan sebaiknya dilakukan dengan cara menyediakan kesempatan bekerja.

Masyarakat diartikan sebagai laboratorium belajar yang paling besar. Guru mempersiapkan rencana awal pembelajaran. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah don masyarakat. Dengan demikian. membuat laporan. dan lain-lain. di rumah dan di masyarakat. Siswa bukan saja aktif belajar di laboratorium sekolah. Guru harus mengenal dengan baik keadaan masyarakat sekitamya. -tapi juga aktif bekerja langsung di masyarakat. dan sebaliknya. Dengan cara ini. kemudian diupayakan pemecahannya. atau dengan cara membawa masyarakat ke dalam sekolah sebagai nara sumber. Siswa turut merencanakan. Sekolah juga berfungsi turut memperbaiki kehidupan masyarakat sekitamya. survei. kemudian menyusun rencana lengkap bersama para siswa sebagai persiapan melaksanakan di lapangan. sehingga perkembangan pribadinya selaras dengan kondisi lingkungan masyarakatnya. 4. mencari pengalaman kerja dalam berbagai lapangan kehidupan. namun 65 . Siswa belajar secara aktif. Kelas -ialu melakukan inventarisasi masalah-masalah yang muncul jalam masyarakat. sekolah akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat.memecahkan masalah seharihari dalam lingkungannya. supaya dapat menyusun proyek kerja bagi para siswa. 2. Guru bertugas sebagai komunikator Guru juga bertugas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Prosedur penyelenggaraan ialah dengan membawa siswa ke dalam masyarakat dengan karyawisata. masyarakat akan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendidikan anak. berdiskusi. meninjau. berkemah dan lain-lain. Sumber-sumber masyarakat tak pernah habis sebagai sumber belajar. bukan saja memerlukan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan apresiasi. Pranan sebagai komunikator. semua potensi yang mereka miliki menjadi hidup dan berkembang. 3.

Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. 4. disusun sesuai dengan rencana tertentu. seperti: sistem transportasi. sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain. Tujuan. material. antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu kescluruhan. antara lain adalah: 1.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran. Dengan proses mendisain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Pandangan-pandangan yang telah dibahas itu. Kesaling tergantungan (interdependence). sistem kehidupan hewan.diperlukan pula keterampilan berintegrasi dan bekeda sama dengan masyarakat. Sistim alami (natural) seperti sistem ekologi. 66 . Sistem yang dibual oleh manusia. material. dan prosedur. yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran. Tujuan sistem pembelajaran agar siswa belajar. Rencana. 2. dan memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. Tiap unsur bersifat essensial. akan menjadi lebih jelas setelah mempelajari uraian-uraian berikumya. Berdasarkan teori-teori tersebut semakin jelaslah bahwa kegiatan dan proses pembelajaran itu sangat kompleks. dalam suatu rencana khusus. semuanya memiliki tujuan. ialah penataan ketenagaan. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami (natural). Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga. tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. sistem pemerintahan. sistem komunikasi. 3. dan prosedur.

Sebab. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar.1. haruslah termaktub juga dalam tujuan pembelajaran. Pembelajaran lebih onsentrasi pada kegiatan guru dan tidak terkonsentrasi pada kegiatan siswa. memang tidak dicoba terkaitkan dengan belajar itu sendiri. guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. Dahulu. Pembelajaran dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswaa belajar. pembelajaran tak terkait dengan blajar. maka dalam merancang aktivitas pembelajaran. Contoh kongkiit tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar adalah sebagai berikut : Setelah pertama Tujuan Belajar Tujuan Pembelajaran menelaah teks butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara pancasila kaitan siswa antara dapat menelaah teks butir pertama pancasila butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan 67 . Tujuan pembelajaran haruslah menunjang dan dalam tercapainya tujuan belajar. Pembelajaran model dahulu itu. ketika pembelajaran dimaksudkan sebagai kadar penyampaian ilmu pengetahuan. Implikasi dari adanya keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan belajar siswa tersebut adalah usunnya tujuan pembelajaran yang dapat menunjang apainya tujuan belajar. 5. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELMARAN. jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan.5. Muatan-muatan yang termaktub dalam tujuan belajar. tercapailah maksud atau tujuan pembelajaran tersebut. Jika pada masa sekarang ini pembelajaran dicoba terkaitkan dengan belajar. Aktivitas belajar siswa harus dijadikan titik tolak dalam merancang pembelajaran. termasuk tujuannya.

2. Setelah secara benar dengan menggunakan dibelajarkan dengan cara mengamati kata-kata yang ada pada teks Setelah tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan mengamati berbagai tumbuh-tumbuhan sekolah. butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan sendiri.Setelah siswa dibelajarkan dengan cara tunibuhan di kebun percobaan sekolah. Setelah mengamati berbagai tumbuh. aitu siswa bisa "apa" setelah belajar dan atau dibelajarkan. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi waktu. Setelah pertama menelaah pancasila. menclaah teks butir pertama pancasila. cara Setelah menelaah teks pancasila kaitan butir-butir dapat butir membaca buku teks dan berdiskusi pertama siswa antara dengan teman-temannya siswa dapat menjelaskan membedakan tumbuh-tumbuhan yang pertama dengan butir kedua secara berkeping satu dengan yang berkeping benar dengan menggunakan kata-kata dua. 68 .sendiri. kata-kata yang ada pada teks Dari contoh yang disebutkan tersebut sangatlah jelas. Setelah dibelajarkan dengan tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. siswa dapat menibedakan di kebun percobaan sekolah. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi substansinya. siswa tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dapat membedakan antara tumbuhdengan tumbuhan berkeping dua. bahwa tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar siswa adalah : 1. yaitu setelah siswa belajar dan atau dibelajarkan. siswa dapat membedakan antara siswa dapat menjelaskan kaitan antara tumbuhtumbuhan yang berkeping satu butir portama dengan butir kedua dan yang berkeping dua. kata-kata sendiri. kaitan teks siswa antara sendiri butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara dapat menelaah teks butir pertama pancasila.

69 . Agar tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar tersebut jelas. Model. Prinsip kebermaknaan. Prasyarat. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar siswa/mahasiswa a. Punya kesamaan dari segi pusat kegiatan.2. Punya kesamaan takaran dalam pencapaian tujuan. 3.3. siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat (prerckuisit). Oleh karena itu tujuan pembelajaran demikian ini tidak menunjang pencapaian tujuan belajar. Pada contoh pertama dan kedua. 2. siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditim. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi cara mencapainya. Ada perbedaan titik tekan antara tujuan belajar dengan tujuan pembelajaran. ialah: 1. 4. siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar. substansi tujuan belajar telah dikacaukan oleh substansi tujuan pembelajaran. jelas menunjukkan tidak kongruen antara tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran. Sedangkan pada contoh ketiga dan keempat. berikut disajikan contoh tujuan pembelajaran yang tidak kongruen dengan tujuan belajar : Contoh yang disebutkan tersebut. 5. 5. tujuan belajar telah dikacaukan oleh tujuan pembelajaran dari segi cara penyampaiannya. yaitu sama-sama berada pada diri siswa.

Daya tarik.4. 8. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. kejadian dan peninggalan sejarah. atau harus dibeli di pasaran buku. Tekanan instruksional. Hal-hal yang tidak tertulis dalam buku dan belum terkuasai oleh guru. 5. Pribadi guru sendiri pada dasamya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas. Latihan yang terbagi. Sumber masyarakat. b. siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pendapat siswa. sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdaya guna bagi kepentingan proses belajar siswa. Itu sebabnya. siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalamjangka waktu yang pendek. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan sumber pelengkap. guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas serta mendalami ilmu pengetalman. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi pembelajaran menyenangkan baginya. Keadaan yang menyenangkan. Pemilihim buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada: 1. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan sekolah. Komunikasi terbuka. 2. siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran 7. 9. Aktif dan latihan. guru perlu menyiapkan program 70 . siswa lebih suka belajar terus bila kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan bagmya. siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan/menarik. masyarakat berupa objek. ternyata ada dalam. juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenan dengan mata ajaran tertentu. yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu. 3. 6.

Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk pengajaran dan ternyata tidak banyak pengaruhya terhadap keberhasilan belajar siswa. kemampuan siswa sendiri. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru. kemampuan guru memberikan pengajaran. selaras dan seimbang dalam kela. Prosedur yang harus ditempuh adalah: 1. berdasarkan petunjuk dan bantuan guru. Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas. serta suasana dalam diri siswa sendiri. harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar. Sikapsikap tersebut pada gilirannya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan serta menciptakan antusiasme terhadap pelajaran yang sedang diberikan. c. 2. 2. Namun. Suasana yang disiplin ini juga ditentukan oleh perilaku guru. dan terbuka dalam kelas. bahan yang dipelajari. Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerjasama yang serasi. Guru diharapkan bersikap menunjang. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantu yang diperlukan. 3. membantu. guru dan siswa dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut: 1. 3. adil. d. dan ketersediaannya di sekolah.pembelajaran dalam upaya memanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya. Perlu adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik di dalam kelas. yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan rasa tenggang rasa dan tanggung jawab 71 . Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. Membeli di pasaran bebas scandamya alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok dengan kegiatan belajar yang akan ditakukan. siswa sendiri dan bantuan orang ma.

Kemampuan dalam proses pembelajaran sering disebut kemampuan profesional. Sediakan waktu yang khusus untuk mengenal dan mengetahui dengan seksama semua kondisi subjek belajar. Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru. Kedua jenis motivasi itu diperlukan untuk membelajarkan siswa. Guru harus memiliki motivasi untuk membelajarkan siswa. e. 5. penyesuaian bahan. diakui bahwa motivasi pembelajaran itu sering timbul karena insentif yang diberikan. maka guru perlu segera melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkannya. Kondisi guru siap membelajarkan siswa. dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku. disamping kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. Pembinaan kesehatan. Motivasi untuk membelajarkan siswa.3. memperhatikan kesiapan belajar yang tepat waktunya. Namun. Jadi guru memiliki hasrat untuk menyiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. belajar dengan kemampuan dan bakatnya. Bila diketahui terdapat ketidak seimbangan dan gangguan pada kondisi mereka. penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. a. Guru 72 . semua kondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. b. sehingga guru melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. berusaha untuk kopentingan sendiri. dan memberikan pengalaman-pengalaman perekuisit. Motivasi itu sebaiknya timbul dari kesadaran yang tinggi untuk mendidik peserta didik menjadi warga negara yang bak.untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana dengan persaingan. Guru perlu memiliki kemampuan dan proses pembelajaran.

73 .perlu berupaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi siap untuk membelajarkan siswa.

baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam apaya meningkatkan mengajarnya. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar (Gage n Berliner.1. keterlibatan langsung/berpengalaman. 1984 : 372). balikan dan penguatan. pengulangan. Apabila perhatian alami ini tidak ada maka siswa perlu dibangkitkan perhatiannya. motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar. akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya.1. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan. "Motivation is the concept we use when we ddescribe the force action on or whitin an organism yo initiate and direct behavior" 74 . Dari berbagai prinsip belajar tersebut terdapat beberapa prinsip yamg relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran. 2.BAB II PRINSIP BELAJAR DAN APLIKASINYA 2. Motivasi dapat dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil (gage dan Berliner. tantangan. Perhatian terhadap belajar akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. diperlukan untuk belajar lebih Ianjut atau diperlukan dalam kehidupan seharihari. 1984: 335 ). keaktifan. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. Di samping perhatian. Prinsip-prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi. serta perbedaan individual.1 Perhatian dan Motivasi Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar.

dapat juga bersifat eksternal yakni datang dari orang lain. Guru berharap bahwa siswa tertarik dalam kegiatan intelektual dan estetik sampai kegiatan belajar berakhir. kehidupannya. dan keterampilan. Sebagai alat. Sebagai tujuan.L. Karenanya adalah kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.Demikian menurut H. artinya datang dari dirinya sendiri. 1986: 3). Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalan. Herbet L. Petri (Petri. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. demikian pula sebaliknya. Perubahan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya. Siswa yang menyukai matematika akan merasa senang belajar matematika dan terdorong untulk belajar lebih giat. dapat menimbulkan motif. nilai-nilai. Motivasi dapat bersifat internal. Skinner dengan operant conditioning-nya' (Hal ini dibkarakan lebih lanjut dalam prinsip balikan dan penguatan). motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan. seorang siswa yang dengan sungguh- 75 . Motivasi juga dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Sikap siswa. Karenanya. Motivasi mempunyai kaitan yang crat dengan minat. Sebagai contoh. motivasi merupakan salah satu tujuan dalam mengajar. orang tua. Motivasi dapat merupakan tujuan dan alat dalam pembelajaran.F. teman dan sebagainya. suatu hadiah yang diharapkan diperoleh sudah melakukan kegiatan. dari guru. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. Hal ini merupakan dasar teori belajar B. seperti haInya motif menimbulkan dan mengarahkan aktivitasnya. bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tridak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Insentif.

Perhatian Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan. Motif intrinsik dapat bersifat internal. walaupun lebih banyak bersifat ekstemal. Mula-mula motifnya adalah ekstrinsik. datang dari diri sendiri. Motif ekstrinsik bisa bersifat eksternal. dapat juga bersifat eksternal. orang itu merasa bahwa objek tersebut mempunyai kaitan dengan dirinya umpamanya dengan kebutuhan. bakat. Perhatian ialah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu objek. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat pada pelajaran. Motif ekstrinsik dapat juga berubah menjadi motif intrinsik yang disebut 'Iransformasi motir'. tetapi setelah belajar heberapa lama di LPTK ia menyenangi pelajaranpelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi guru. Makin terpusat perhatian pada pelajaran. seorang siswa belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LIPTK) karena menuruti keinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi guru. minat. pengalaman. Jadi motif pada siswa itu yang semula ekstrinsik menjadi intrinsik. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu objek dapat diakibatkan oleh dua hal. Pertama. Sebagai contoh. 76 . Sedangkan motil ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertaanya. Naik kelas dan mendapat ijazah adalah penyerta dari keberhasilan belajar. cita cita.sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. datang dari luar. siswa belajar sungguh-sungguh bukan disebabkan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya telapi didorong oleh keinginan naik kelas atau mendapat ijazah. proses belajar makin baik dan hasilnya akan makin haik pula. Sebagai contoh. yaitu ingin menyenangkan orang tuanya.

2. 2. Pada contoh kedua. antara lain: 77 . bahwa : 1. Rukiah belajar dengan penuh perhatian. proses dan hasilnya akan lebih baik. atau yang lain dari yang biasa. Objek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain. KeRhatannya mereka sangat sungguh-sungguh menerjakan tugas tersebut. Belajar dengan permh perhatian pada pelajaran yang sedang dipelajari. dalam pelajaran IPA. siswa belajar dengan penuh perhatian. karena guru mengajar dengan menggunakan alat peraga. Contoh pertama. Dari uraian dan contoh diatas dapat disimpulkan. (cara guru mengajar lain dan kebiasaannya) Demikian pula contoh ketiga. Sekelompok siswa sedang asyik mengerjakan tugas kelompok. salah seorang siswa disuatu sekolah dasar sangat tertarik dengan penjelasan ibu gurunya tentang perpindahan penduduk. Pelajaran tersebut ada kaitan dengan diri siswa. siswa belajar dengan penuh perhatian Karena guru menggunakan metode yang bervariasi tidak hanya ceramah). Rukiah. sehingga ia sungguhsungguh memperhatikan pelajaran tersebut. Sekelompok siswa disuatu sekolah dasar pada sutu waku mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian karena guru mengajarkan pelajaran tersebut dengan menggunakan alat peraga yang sebelumnya guru tersebut belum pernah melakukannya. Biasanya mereka belajar cukup mendengarkan ceramah dari guru. lain dari yang pada umumnya muncul.Kedua. Perhatikan contoh kasus dibawah ini 1. Upaya guru memumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ketiga contoh diatas menggambarkan siswa yang belajar dengan penuh perhatian akan tetapi penyebabnya berbeda. Karena pelajaran tersebut memiliki kaitan dengan pengalamannya. 3. karena ia pernah dibawa orang tuanya bertransmigrasi.

Menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton. konstruktif. kebutuhan. tempat belajar tidak terpaku hanya didalam kelas saja. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirmya sendiri. b. mempunyai kemampuan dan aspirasi sendiri. Menarik perhalian siswa dengan cara mengailkan pelajaran tersebut dengan diri siswa (umpamanya dengan pengalaman mereka). belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif. menganalisis. Menarik perhatian siswa dengan cara menciptakan situasi pembelajaran yang bervariasi (umpamanya dalam penggunaan metode mengajar) 2. KEAKTIFAN BELAJAR Kecendrungan psikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah makhluk yang aktif. maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri. (Gage and Berliner. bakat atau minat siswa. Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu. penggunaan media. cita-cita. Umpamanya penggunaan metode mengajar yang bervariasi. Kemukakan upaya apa yang harus anda lakukan untuk: 1. jiwa mengolah informasi yang kita terima. 1984 : 267). menermakan fakta.a. 2. of exercise " -nya yang menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya 78 . 1937:3 1). Mon Dewey misalnya mengemukakan. Anak mampu mencari.2. Menurut teori kognitif. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendri. Coba anda pilih salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa anda ajarkan. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif. menafsirkan dan menairik kesimpulan. Thomdike mengemukakan keakifan siswa dalam belajar dengan bukum "lah. dalam Dak ks. dan mampu merencanakan sesuatu. tidak sekadar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. Guru sekedar pembimbing dan pengarah (John Dewy 1916.

dan sebagainya.latihan-latihan. menyimpulkan basil percobaan. 1976:230 dari Gredler MEB terjemahan Munandir. membandingkan satu konsep dengan yang lain. mendengar. Seperti yang telah dibahas di depan bahwa belajar iu sendiri adalah akivitas. Sekali untuk memantapkan pemahaman anda tentang upaya meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa. Kegiatan mendengarkan penjelasan guru. Silahkan anda rancang kegiatan-kegiatan belajar yang bagaimana yang harus siswa anda lakukan. sudah menunjukkan adanya aktivitas belajar. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. Pada hakikamya siswa tersebut tidak ikut belajar. dan kegiatan psikis yang lain. coba anda tetapkan salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa diajarkan. Lebih jauh dari sekedar mengaktifkan siswa belajar. Mc Keachk berkenan dengan prinsip keaktifan mengemukakan babwa individu merupakan "manusia belajar yang selalu ingin tahu. sosial. Bila sudah selesai anda kerjakan. berlatih keterampilan-keterampilan. Akan tetapi barangkali kadarnya perlu ditingkinkan dengan metode mengajar lain. Kegiatan fisik bisa berupa membaca. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Bila ada siswa ) yang duduk di kelas pada saat pelajaran berlangsung. 1991:105). silahkan diskusikan deingan guru lain disekolah anda atau guru sesama peserta program 79 . akan tetapi mental emosionainya tidak terlibat akif didalam situasi pembelajaran itu. guru harus berusaha meningkatkan kadar aktifitas belaiar tersebut. supaya kadar aktivitas belajair mereka relatif tinggi. Dalam setiap proses belajar. yaitu aktivitas mental dan emosional.” (MC Keachk. siswa selalu menampakkan keaktifan. Oleh karena itu guru jangan sekali-kali membiarkan ada siswa yang tidak ikut aktif belajar. Contoh kegiatan psikis misaInya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi. menulis.

PENGULANGAN BELAJAR Prinsip belajar yang menekankan perlunva pengulangan barangkali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori Psikologi Dava. baik individual maupun kelompok.4. Belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung. belajar adalah mengalami. belajar tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. dalam penghayatan dan intemalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilat. dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan. Keterlibatan siswa di dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas 80 . apalagi sekadar mendengar orang bercerita bagaimana cara pembuatan tempe (telling). dengan cara memecahkan masalah (prolem solving). yang paling baik apabila ia terlihat secara langsng dalam perbuatan (direct performance). bukan sekadar melihat bagaimana orang menikmati tempe (demonstrating). dan bertanggung jawab tehadap hasilnya. 2. keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan. namun lebih dari itu terutama adalah keterlibatan mental emosional. Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerueut pengalamannya mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung. KETERLIBATAN LANGSUNG DALAM BELAJAR Di muka telah dibkarakan bahwa belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa yang. terlibat langsung dalam perbuatan. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.3. Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati. Sebagai contoh seseorang yang belajar membuat tempe.2. Pentingnya ketelibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh John Dewey dengan "leaming by doing"-nya. Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif.

kendaman berhenti ketika lampu Ialu lintas berwarna merah. dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. merasakan. dan sebagainya. Seperti kata pepatah "latihan menjadikan sempuma" (Thomdike. Banyak tingkah laku manusia yang terjadi karena kondisi. dari Gredlei. Yang pertama pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa sedangkan yang kedua dan ketiga pengulangan untuk respons yang benar dan membentuk kebiasaan. Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori psikologi Asosiasi atau Koneksionisme dengan tokoh yang terkenal Thorndike.Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari Koneksionisme juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. Kalau pada Koneksionisme. misalnya siswa berbaris masuk ke kelas karena mendengar bunyi lonceng. tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan. Seperti hainya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam. maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempuma. ia mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.daya mengamat. 1991: 51). terjemahan Munandir. Marget E Bell. belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons maka pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan karena saja stimulus. Berangkat dari salah satu hukum belajarnya “law of exercise".kabiasaan. Menurut teori ini perilaku individu dapat dikondisikan. Mengajar adalah membentuk kebiasaan. Walaupun kita tidak japat menerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang dikemukakan 81 . mengulang-ulang sesuatu perbuatan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pembiasaan tidak perlu selalu oleh stimulus yang sesungguhnya. menanggap. berpikir. 1931b:20. mengkhayal. Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda. mengingat. dan belajar merupakan upaya untuk mengkondisikan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu. tetapi dapat juga oleh stimulus penyerta. Dengan mengadakan pengulangan maka dasya-daya tersebut akan berkembang.

82 . Apabila hambatan itu telah diatasi. demikian seterusnya. inkuiri. yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahasa belajar tersebut. Penguatan positif maupun negatif juga akan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh gaujaran atau terhindar dari hukum yang tidak menyenangkan. Metode drill dan stereotyping adalah bentuk belajar yang menerapkan prinsip pengulangan (Gage dan Berliner. prinsipprinsip. dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha meneari dan menemukan konsp-konsep. Penggunaan metode eksperimen. karena tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar. artinya tujuan belajar telah tercapai. dan generalisasi tersebut.tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. 1984: 259). Agar pada anak timbul motif yang Kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang. Dalam belajar tetap diperlukan latihan/pengulangan. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar haruslah menantang. Bahan belajar yang baru. maka ia akan masuk dalam medan baru dan tujuan baru. tetapi selalu terdapat hambatan yang mempelajari bahan belajar.ketiga teori tersebut. situasi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebili giat dan sungguh-sunggub. Pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menermakan konsep-konsep. SIFAT MERANGSANG DAN MENANTANG DARI MATERI YANG DIPELAIARI Teori Medan (Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa dalam. 2. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai. prinsip-prinsip. Bahan belajar yang telah mendan saja kurang menarik bagi siswa. namun prinsip pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran.5.

Namum dorongan belajar itu menurut B. PEMBERIAN BALIKAN ATAU UMPAN BALIK DAN PENGUATAN BELAJAR Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori belajar operant Conditioning dari B. Di sini nilai buruk dan dan rasa takut lidak naik kelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat. eksperimen. Nilai yamg baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Format sajian berupa tanya jawab. metode penemuan. karena takut tidak naik kelas ia terdorong tuk belajar lebih giat. Siswa belajar sunggub-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan.F. Kalau pada teori conditioning yang diberi kondisin adalah stimulusnya.2. Di sini siswa mencoba menghindar dari peristiwa yang tidak menyenangkan. Atau dengan kata lain penguatan positif maupun negatif dapat memperkuat belajar (gage dan Berliner.6. apalagi hasil yang baik. 1984: 272). Hasil. 83 . Kunci dari teori belajar im adalah law of effect . maka penguatanatan negatif juga disebut escape conditioning. Balikan yang segera diperoleh siswa setelah belajar melalui penggunaan metode-metode ini akan membuat siswa terdorong untuk belajar lebih giat dan bersemangat. Skinner. akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengarub baik bagi usaha belajar selanjutnya.nya Thomdike. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif.E Skinner tidak saja oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga ada yang tidak menyenangkan. dan sebagainya merupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan dan penguatan. diskusi. Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang haik. maka pada operant conditioning yang diperkuat adalah responsnya. Sebaliknya anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kelas. Inilah yang disebut penguatan negatif.

bentuk. Pesan-pesan yang menjadi isi pelajaran seringkali dalam bentuk rangsangan suara. mengamati secara cermat gerakan psikomotorik yang dilakukan guru. Untuk dapat membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mereka secara terus menerus. dan rangsangan lain yang dapat diindra. seperti mendengarkan ceramah guru.7. menanggapi secara positif pujian atau dorongan dari orang lain. IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Siswa sebagai "primus motor” (motor utama) dalam kegiatan pembelajaran. membandingkan konsep sebelumnya dengan konsep yang baru diterima. Senma kegiatan atau perilaku tersebut harus dilakukan oleh siswa secara sadar sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajarnya.2. atau kegiatan sejenis lainnya. Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motivasi belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan mengembangkan secara terus menerus.1. Adanya tuntutan untuk selalu memberikan perhatian ini.prinsip belajar. 2. siswa dapat melakukannya dengan menentukan atau mengetahm tujuan belajar yang hendak dicapai. menyebabkan siswa harus membangkitkan perhatiannya kepada segala pesan yang dipelajarinya. warna. 1984:373). Perhatian dan Motivasi Siswa dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua ungsangan yang mengarah ke arah pencapaian tujuan belajar. Peningkatan/pengembangan minat im merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi (Gage dan Berliner. baik fisik atau psikis.7. Contob kegiatan atau perilaku siswa. Dengan demikian siswa diharapkan selalu melatih indranya untuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam prosses pembelajaran. gerak. 84 . Justru pada siswa akan berhasil dalam pembelajaran. jika mereka menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. dengan alasan apapun tidak dapat mengabaikan begitu saja adanya prinsip.

menentukan target atau sasaran penyelesaian tugas belajar. Bentuk-bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi siswa misalnya adalah siswa ikut dalam pembuatan lapangan bola voli. maka ia harus mempelajarinya sendiri. Keterlibatan langsung/ berpengalaman Hal apapun yang dipelajari siswa. 2. Pemyataan ini. 85 . 1987:32). perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa. membuat kliping. dapat ditandai bahwa perilaku-perilaku tersebut bersifat psikis. dan prilaku sejenis lainnya. ingin tahu hasil dan kimia.7. secara logis akan menyebabkan mereka memperoleh pengalaman atau berpengalaman. Dari contoh-contoh perilaku siswa untuk meningkatkan dan membangkitkan motivasi belajar. siswa membaca puisi di depan kelas. Dengan keterlibatan langsung inj. siswa berdiskusi untuk membuat laporan. Tidak ada seorangpun dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya (Davies. dan perilaku sejenis lainnya. dan perilaku sejenis lainnya. membuat karya tulis. siswa melakukan reaksi kimia.4. menganalisis hasil percobaan. Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran.2. perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan. Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan-segan mengerjakan segala tugas belajar yang dibeerikan kepada mereka. Namun demikian. secara mutlak menuntut adanyan keterlibatan langsung dari "tiap siswa dalam kegiatan belajar pembelajaran.7. siswa dituntut untuk selalu aktif memproses dan mengolah perolehan belajarnya. 2. Untuk dapat memproses dan mengolah perolehan belajarnya secara efektif. Keaktifan Sebagai "primus motor" dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar. Bentuk perilaku keterlibatan langsung siswa tidak secara mutlak menjamin terwujudnya prinsip keaktifan pada diri siswa.

Balikan dan Penguatan Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang dilakukan. 2. 2. Pengulangan Penguasaan secara penuh dari setiap langkah kemungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti (Davies. ia akan belajar dan mengingat secara lebih baik (Davies. Dari pemyataan inilah pengulangan masih diperlukan merasa bosan dalam melakukan pengulangan. menerima kenyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai. maka ia lebih termotivasi untuk belajar.7. 86 . 1987:32 ). diantaranya menghafal unsur-unsur kimia setidp valensi. mengerjakan soal-soal lingkungan. siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapinya. Hal ini berarti siswa selalu menghadapi tantangan untuk memperoleh.7.5. Jachan. Tantangan Prinsip belajar ini bersesuaian dengan pemyataan bahwa apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri. Implikasi prinsip tantangan bagi siswa adatah tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh. 1987: 32). dan mengolah setiap pesan yang ada dalam kegiatan pembelajaran. memproses. apakah benar atau salah? Dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang hasil (knowledge of result). dan mengolah pesan.6. memproses. menghafal nama-nama latin tumbuhan. Bentuk-bentuk perilaku pembelajaran yang merupakan implikasi prinsip pengulangan. yang sekaligus merupakan penguat (reinforce) bagi penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban. Bentuk-bentuk perilaku siswa yang merupakan implikasi dari prinsip tantangan ini diantaranya adalah melakukan eksperimen.7.2.7. melaksanakan tugas terbimbing maupun mandiri. atau menghafal tahun-tahun terjadinya peristiwa sejarah. atau menerima teguran dari gurulorang tua karena hasil belajar yang jelek. atau mencari tahu pemecahan suatu masalah. Sclain itu.

anda dapat mengidentifikasi dari kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sebagai indikatornya. setiap siswa belajar menurut tempo (kecepatan)nya sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi kecepatan belajar (Davies. Perbedaan individual Belajar tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.2. siswa yang belajar sebagai pribadi tersendiri. yang memiliki perbedaan dari siswa lain. pada prinsipnya bertentangan dengan hakikat manusia.8.7. Jika kita mengajar disuatu kelas sudah barang tentu kadar aktivitas belajar para siswa beragam. Implikasi adanya prinsip perbedaim individual diantaranya adalah menentukan tempat duduk di kelas. atau memilih bahwa implikasi adanya prinsip perbedaan individu bagi siswa dapat berupa perilaku fisik maupun psikis. Belajar dalam arti proses mental dan emosional terjadi secara individual. Tidak belajar. berarti tidak akan memperoleh kemampuan. Perbedaan itu mungkin dalam hal pengalaman. Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan siswa lain. khususnya siswa. Guru yang bijaksana akan menghargai dan memperlakukan siswa sesuai dengan hakikat mereka masingmasing.. kecerdasan. Perbedaan Individual Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lain. akan membantu siswa menentukan cara belaiar dan sasaran belajar bagi dirinya sendiri. Akan tetapi ada perlakuan yang memang harus sama terhadap semua. 1987: 32). kebiasaan belajar.9. Guru yang menyamaratakan siswa menganggap semua siswa sama. belum tentu tepat untuk siswa yang lain. Disamping itu. bakat. minat. 87 . sehingga memperlakukan mereka sama kepada semua. Karena hal inilah.7. Untuk memperjelas implikasi prinsipprinsip belajar bagi siswa. tipe belajar dan sebagainya. menyusun jadwal belajar. Suatu tindakan guru yang dipandang tepat terhadap seorang siswa. 2.

Perlakuan guru terhadap siswa yang cepat harus berbeda dii i perlakuaii terhadap siswa yang termasuk lamban. kemampuan panca indranya. bakatnya. Untuk keperluan itu semua guru perlu memahami pribadi masing-masing yang menjadi bimbingannya. Didalam menggunakan metode mengajar. sebab mungkin siswa yang kita ajar memiliki tipe belajar yang berbeda. latar belakang kehidupan orang tuanya. Siswa yang memiliki tipe belajar yang motorik akan memiliki tipe belajar visual akan lebih mudah belajar melalui penglihatan. begitulah seterusnya sampai kejenjang pendidikan berikumya. Kapan buku tersebut diisi 3. dan untak apa 88 . Siswa yang lamban perlu banyak dibantu sedangkan siswa yang cepat dapa diberi kesempatan lebih dulu maju atau melakukan pengayaan. Data apa saja yang dicatat 2. tipe belajarnya. Semua itu harus dkatat pada catatan pribadi siswa. Pelajaran mana yang harus dipelajari oleh semua siswa dan peIajaran mana yang boleh dipilih oleh siswa sesuai dengan bakat mereka.Demikian pula yang menyangkut pelajaran. penyakit yang dideritanya. bahkan kejadian sehari-hari yang dianggap penting. Setiap siswa perlu dikatat tentang kecerdasannya. guru perlu menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Buku catatan pribadi siswa itu harus diisi secara rutin dan terus mengikuti pribadi siswa tersebut ke kelas dan ke jenjang pendidikan berikutnya. Adakah buku catatan pribadi tiap siswa dikelas tempat anda mengajar? Bila ada coba pelajari: 1. Oleh karena itu catatan pribadi siswa sangat bermanfaat. Siswa yang memiliki tipe belajar yang auditif akan lebih mudah belajar melalui pendengaran. sedangkan siswa yang memiliki tipe belajar motorik akan lebih mudah belajar melalui perbuatan. Pernahkah buku catatan pribadi tersebut digunakan. Buku catatan pribadi tiap siswa kelas 1 setelah mereka naik kelas II harus diserahkan pada guru kelas II untuk digunakan dan diisi dengan data baru.

siswa dan guru. Itulah lima prinsip belajar telah kita diskusikan. strategi. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk menarik perhatian siswa? Untuk memudahkan anda dalam mengerjakan latihan diatas bacalah rambu-rambu pengerjaan latihan berikut ini. Belajar terjadi pada suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari komponen atau unsur tujuan. Identifikasikanlah kegiatan pembelajaran yang anda rancang. Silahkan anda pelajari berbagai sumber tentang belajar. Rambu-rambu pengerjaan latihan. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan strategi belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan unsur-unsur lain didalam system pembelajaran. alat dan siswa terhadap penggunaan strategi belajar mengajar akan kita diskusikan pada kegiatan belajar berikutnya. Bagaimana implikasi tujuan. Untuk memantapkan pemahaman anda terhadap materi yang anda pelajari kerjakanlah latihan dibawah ini. Oleh karena itu tujuan pembelajaran harus ditetapkan lebih dulu. saling mempengaruhi.4. alat. bahan pelajaran. unsur-unsur penabelajaran tersebut saling berkaitan. 89 . 1. Semua unsur didalam pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. coba buat sebuah model buku catatan pribadi siswa yang menurut anda cukup lengkap untuk keperluan pembimbingan belajar terhadap siswa. bahan pelajaran. Bagaimana saran anda untuk pemanfaatan buku catatan pribadi tersebut : data dan pengisiannya serta penggunaanya. Jika ternyata belum ada. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan motifasi belajar siswa? 3. Sebagai suatu system. Akan tetapi paling tidak kelima prinsip diatas hendaknya menjadi pegangan kita didalam membelajarkan siswa-siswa kita. Yang menjadi unsur utama ialah tujuan pembelajaran. Apakah kegiatan pembelajarannya termasuk belajar meialui pengalaman ataukah melalui pengamatan? 2.

Belajar memiliki tiga atribu pokok ialah: 1. tiap siswa memiliki perbedaim satu dengan lain. Catatlah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan teman anda yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. 3. Untuk menjawab pertanyaan ini anda hendaknya mengingat kembali materi yang membahas teknik-teknik membangkitkan motivasi belajar siswa. Dari hasil identifikasi ini anda akan mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang anda rancang lebih menekankan pada belajar melalui pengalaman (langsung dan tak langsung) ataukah melalui pengamatan. 90 . kebiasaan yang kurang lebih sama.1. Sekarang tiba saamya anda membaca rangkuman dibawah ini unuk lebih memantapkan ingatan anda terhadap materi yang telah dipelajari. Siswa merupakan imdividual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis. Catatlah kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran. Selain anda harus mengingat kembali materi tentang teknik-teknik menarik perhatian siswa. anda juga dapat melakukan observasi atau meminta teman anda mengobservasi anda yang sedang mengajar. kepribadian dan sifat-sifatnya. baik menyangkut kognitif psikomotorik maupun afektif. Untuk lebih meyakinkan anda observasilah teman anda yang sedang mengajar. Hasil belajar berupa perubahan perilaku. 2. Karenanya perbedaan individu perlu diperhaikan pleh guru dalam upaya pembelajaran. demikian pula dengan pengetahuannya. Belajar merupakan proses mental dan emosional atau aktivitas pikiran dan perasaan. disekolah umumnya kita kurang memperhatikan masalah perbedaan pelaksanaan pembelajaran dikelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata. Identifikasi setiap langkah kegiatan pembelajaran yang akan anda tempuh. 2. Perbedaan individual ini pada cara dan hasil belajar siswa. Ambillah salah satu rencana pembelajaran yang akan anda laksanakan. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan individual.

sedang. Implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru. Sebagai unsur primer dan sekunder dalam pembelajaran. dan guru teimplikasi adanya 91 . maupun kurang akan merasakan berhasil didalam belajar. Disamping in dalam memberikan tugas hendaknya disesuikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga bagi siswa yang pandai.Pembelajaran yang bersifat klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapa diperbaiki dengan beberapa cara. Juga penggunaan media instruksional akan membantu melayani perbedaan siswa dalam cara belajar. Namun demikian. tampak dalam setiap kegiatan perilaku mereka selama proses pembelajaran berlangsung. maka dengan sendirinya prinsip-prinsip belajar. dan memberikan bimbingan belajar bagi anak yang kurang. Usaha lain untuk memperbaiki pembelajaran klasikal adalah dengan memberikan tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa yang pandai. Antara lain penggunaan metode atau straegi belajar mengajar yang ervariasi sehingga perbedaan perbedaan kemampuan siswa dapat terlayani. perlu disadari bahaya implementasi prinsip-prinsip belajar sebagai implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru tidak semuanya terwujud dalam setiap proses pembelajaran.

karena kurikulum merupakan isi dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada dasamya tujuan pendidikan yang pokok (atau hakiki. Hal itu dapat diartikan bahwa kurikulum dapat membawa kita ke arah tercapainya tujuan pendidikan. prinsipil ini tetap karena ia berhubungan dengan sistem nilai atau pandangan hidup suatu bangsa. akan dapat terlaksana jika alat sarana. Hubungan antara pendidikan dan kurikulum adalah hubungan antara tujuan dan isi pendidikan. Akan tetapi. proses pendidikan yang dijalankan adalah usaha untuk merealisasikan nilai-nilai dan ide-ide tersebut.. atau tegasnya kurikulum yang dijadikan dasar acuan ini relevan. esensial. tak dapat dipisahkan sama dengan yang lain. tegasnya tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Kebutuhan akan adanya aktivitas pendidikan selalu berarti kebutuhan adanya kurikulum. Suatu tujuan. Dengan 92 . masyarakat yang dinamis akan selalu mengalami perkembangan. selalu menuntut adanya perubahan sesuai dengan perubahan zaman. Artinya sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. maka kurikulum berisi nilai-nilai atau citacita yang sesuai dengan pandangan hidup bangsa.BAB III DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang erat berkaitan. Dalam kurikulum itulah tersimpul segala sesuatu yang harus lijadikan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan. Pemikiran tentang adanya kurikulum adalah setua dengan adanya sistem pendidikan itu sendiri. isi. Tak mungkin ada Kegiatan pendidikan tanpa kurikulum. Pada hakekamya. tak pernah mengalami perubahan. Pada hakekatnya. hal itu tidak berarti kurikulum pun harus statis. Sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman modern ini tak mungkin tanpa melibatkan keikutsertaan kurikulum. hal itupun dapat dipandang sebagai akibat sistem pendidikan yang dijalankan yang sudah diperhitungkan. Kurikulum pun harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Akan tetapi kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya faktor penentu "kualitas seperti yang disarankan didalamnya. kurikulum dapat dijadikan ukuran kualitas proses dan keluaran pendidikan yang dijalankan. tanpa mengakibatkan berbagai faktor lain yang juga berperan. situasi dan kondisi lingkungan. 3. merupakan keberhasilan sistem pendidikan.1. Penting bagi guru adalah ia harus benar-benar menyadari peranannya sebag pelaksana pendidikan yang amat menentukan. bahwa siswa telah menempuh suatu Kurikulum yang berupa rencana pelajaran. Dalam suatu kurikulum sekolah telah tergambar tentang berbaga pengetahuan.kata lain adanya keadaan masyarakat yang dinamis dan terbukti terhadap adanya usaha-usaha pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman tersebut. ini. Tafsiran-tafsi tersebut berbeda-beda satu sama lainnya. Hal itu menunt kepadanya untuk memahami dan menguasai berbagai masalah pendidikan. ijazah pada hakekatnya merupakan suatu bukti. Pada waktu itu. sikap serta nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan suatu sekolah. Dalam banyak hal. sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ke tempat lainnya 93 .1. Misalnya saja masalah sarana dan prasarana. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yakni "currculae". Masih terdapat berbagai faktor lain yang turut menunjang kualitas atau keberhasilan kegiatan pendidikan yang dijalankan. Dalam hal ini. kualitas guru sebagai pelaksana pendidikan dan sebagainya. Dengan menempuh suatu kurikulum. pengerti kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditemp oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh Ijazah. artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. siswa dapat memperoleh ijazah. sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar bersangkutan. antara lain masalah kurikulum. keterampilan. Pengertian Kurikulum 3.1 Kurikulum Sebagai Jembatan Meraih Ijazah Istilah "kurikulum" memiliki berbagai tafsiran yan dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembang kurikulum sejak dulu sampai dengan dewasa.

Rencana pelajaran merupakan salah satu komponen dalam asas-asas didaktik yang harus dikuasai (atau paling tidak diketahui) oleh seorang guru atau calon guru. Nasution. Disamping itu. kurikulum juga diartikan sebagai suatu rencana yang disengaja dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan.dan akhirnya mencapai finish. Kurikulum kemudian diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetalman yang ditempult atau dikuasai untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau ijazah. suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu. a specified fixed course of study. Pengertian Kurikulum (Oleh Burhan Nurgiyantoro dalam bukunya Dasar-Dasar Pengembangan Karikalum Sekolah) Istilah kurikulum semula berasal dari istilah yang dipergunakan dalam dunia taktik curere yang berarti "berlari' . kiranya ada kesesuaiannya dengan perumusan yang dikemukakan oleh Stenhouse berikut : Currkulum is the planned conipesite 94 . Course . Itulah sebabnya orang pada waktu lalu juga menyebut kurikulum dengan istilah “Rencana Pelajaran" yang merupakan terjemahan istilah Leerplan. Seseorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan. Dari istilah atletik kurikulum mengalami perpindahan arti kedunia pendidikan. Sebagai misal pengertian kurikulum seperti yang tercantum dalam Webster's Intemational Dktionary " . Pengertian kurikulum sebagai yang tercantum dalam kamus Webster yang dikutip diatas. Dengan kata lain. 1980 : 5). maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai orang sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (S. is in a school or collage. as one leading to degree. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung atau seseorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Currculum .

Kabudayaan atau sejumlah ilmu pengetahuan yang akan disampaikan tersebut bersumber pada buku-buku yang baik atau dianggap bermutu. ternyata hal tersebut kurang menguntungkan karena ia membatasi pengalaman anak dalam proses belajar-mengajar kelas saja dan kurang inemperhatikan pengalaman-pengalaman lain yang diperoleh di luar kelas. 1976 : 4). kurikulum dijalankan (mau tak mau) berpusat pada guru atau but Teacher Centered Curiculum. Pandangan yang lebih kemudian ingin mengubah pandangan tersebut dengan memperhatikan minat dan kebutuhan anak. sebab pada kenyataanya pula seperti halnya dengan masalah-masalah lain. hanya menekankan aspek intelektual saja yang harus dikuasai siswa dan mengabaikan aspek-aspek yang lain yang juga sangat berpengaruh dalam perkembangan kejiwaan siswa.buku tersebut. belum dapat meninggalkan (atau mungkin meninggalkan) sama sekali pendirian tradisonal. karena anaklah 95 . yaitu kurikulum yang berpusat pada materi pelajaran Sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Anak yang berhasil melewati tahap ini akan atau herhak memperoleh ijazah. (hasil budidaya) masa lampau atau sejumlah ilmu pengetahuan. Kurikulum yang bersi demikian. dasarkan pendirian diatas. sehingga kurikulum terutama dalam hal tujuan instruksional dan pemilihan bahan pengajaran lebih banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh buku. Defenisi-defenisi kurikulum yang bersifat tradisional biasanya masih menampakkan adanya kecenderungan penekanan pada rencana pelajaran untuk menyampaikan mata-mata peiajaran (subject matter) kepada anak didik yang biasanya berisi kebudayaan. yakni pendirian tradisional. Kurikulum macam ini biasanya disebut Subject Centere Curiculum. pendirian tradisional mengenai kurikulum tersebut ditinggalkan orang karena dianggap terlalu sempit dan atau paling tidak orang berusaha mencari kemungkinan-kemungkinan baru. Dihubungkan dengan kebutuhan pengalaman anak yang diharapkan terpenuhi melalui kegiatan belajar-mengajar sekolah.effort of any school to guide pupil leaming to ward prederennined learning outcome (Larence Stenhouse.

Sebagai bahan perbandingan mengenai pengertian kriikulum menurut konsep batu.sebenamya yang menjadi subjek didik. Selanjumya ia membuat implikasi secara lebih ekplisit tentang defenisi yang dikemukakannya tersebut menjadi enam hal. David Pratt dalam Curriculum Design and Development (1980 : 4) mendefenisikan kurikulum secara sederhana. khususnya psikologi kembangan. baik intelektual. Konsep lain misalnya mengatakan bahwa kurikulum tidak terbatas pada kegiatan saja. yaitu sebagai seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusal latihan. yaitu : 96 . melainkan meneakup seluruh pengalaman yang diperoleh siswa. Kurikulum yang sesuai dengan pandangan terakhir itu disebut Child Centered curiculum. Beauchamp (1964 : 4) kurikulum adalahah "It as all activities of children under the jurisdktion of the school”Dalam pengertian ini kurikulum mencakup segala kegiatan. melainkan harus diperhatikan kebutuhannya sesuai dengan perkembangan jiwanya karena itu. A sequence of potensial experiences it set up in the school for the purpose of disciplining children and yuouth in group ways of thingking and acting (Smith dalam Beauchamp : 5). misalnya menurut George A. barikut dikemukakan lagi denisi-defenisi yang lain. Hal itu terutama disebabkan oleh pengaruh penemuan-penemuan dibidang psikologi. sosial maupun pengalaman galaman yang lain. Anak tak boleh hanya dipeerlakukan sebagai objek yang statis. yang disediakan dan direncanakan sekolah. emosional. Adanya pergeseran tentang kurikulum tersebut juga terlibat pada defenisi-defenisi kurikulum yang dikemukakan orang. atau Curriculum is all of the planned experiences providedby the school to assist the pupils in attaining children the designated learning outcomes to the best their abilitie (Neagly dalam Lawrence : 4). terjadilah pergeseran dalam dunia pendidikan dari suject atau teacher centered ke student centered.

Kurikulum melibatkan maksud atau pendidikan formal. Atas dasar 97 . Misalnya saja dikatakan bahwa kurikulum mungkin hanya berupa perencanaan secara mental. Atau dengan kata lain. Pendidikan dan latihan dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi jika suatu hal dilalaikan. direncanakan. Defenisi diatas yang kemudian disertai dengan berbagai implikasinya. 3.1. dalam arti tidak diwujudkan dalam bentuk tertulis. maka ia sengaja mempromosikan belajar dan menolak sifat rambang tanpa rencana. melainkan perencanaan atau rancangan kegiatan. atau kegiatan tanpa belajar. dikembangkan dan akan dilaksanakan dalam situasi belajar mengajar yang sengaja diciptakan di sekolah. dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang kurikulum. Kurikulum berisi berbagai macam hal seperti masalah apa yang harus dikembangkan pada diri siswa. tapi pada umumnya diwujudkan dalam bentuk tulisan. kualitas guru yang dituntut dan sebagainya. Kurikulum adalah suatu rencana atau intentions. termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas. tentunya akan mengundang berbagai permasalahan. Kurikulum merupakan suatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang dilakukan. kurikulum menyatukan berbagai komponen seperti tujuan. Kurikulum bukanlah kegiatan. evaluasi untuk menafsirkan hasil belajar. ia mungkin hanya berupa perencanaan (mental) saja. Dalam hal ini kita dapat memandang bahwa kurikulum merupakan suatu program yang didesain. walau mungkin tidak sepenuhnya kita terima atau pahami. isi. 2. Sebagai perangkat organisasi pendidikan. bahan dan peralatan yang dipergunakan. Bagaimana jadinya jika ada (mungkin hanya sebagian) kurikulum yang tidak ditutis. 5. 4. kurikulum adalah sebuah sistem 6. sistem penilaian dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan.

1. dan logis. Mata ajaran dipandang sebagai pengalaman orang tua atau pengalaman orang-orang pandai masa yang telah disusun secara sistematis dan logis. pengalaman dan penemuan-penemuan masa lampau. artinya dapat diterima dan pikiran. kurikulum kemudian dapat didefenisikan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu (Winamo Surahmad.2 Kurikulum Sebagai Materi Pelajaran Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa unluk mempoleh sejumlah pengetahuan. Jika defenisi diatas diperbandingkan dengan defenisi-defenisi yang dikemukakan lebih dahulu. 1977 : 5). sebenamya tidak ada perbedaan yang prinsipil. 3. Dalam pembkaraan selanjurnya. Pendidikan merupakan suatu pendidikan yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu. disusun dan diatur untuk kemudian dilaksanakan di sekolah melalui cara-cara yang telah ditentukan pula. Sentua defenisi yang ditunjuk sama-sama menyebut kurikulum sebagai rencanarencana kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan siswa yang tentunya dimaksudkan untuk memperoleh sejumlah pengalaman (baca tujuan) tertentu. Kiranya defenisi tersebut lebih sederhana dan jelas rumusannya. merupakan program yang direncanakan. Mata ajaran tersebut mengisi materi pelajaran yang disampaikan pada siswa sehingga memperoleh sejumiah pengetahuan yang berguna baginya. Misalinya. Semakin banyak pengalaman dan penemuan-penemuan maka semakin banyak pula mata ajaran yang harus disusun dalam kurikulum dan harus dipelajari oleh siswa disekolah. maka diadakan pemilihan dan selanjutnya disusun secara sistematis. jika disebut-sebut kurikulum pengertiannya menunjuk pada defenisi yang terakhir diatas. 98 . artinya menurut urutan tertentu.hal tersebut.

melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas. perpustakaan. Hal ini berarti semua hal dan semua orang yang terlibat dalam memberikan bantuan kepada siswa termasuk ke dalam kurikulum. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bagi siswa pada hakekatnya adalah kurikulum. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan. perlengkapan dll. suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. Itu sebabnya. halaman. man dibawa kemana untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan.3.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.1. 3. Tak ada pemisahan yang tegas dntara ekstra dan intra kurikulum.1 Filosofis Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat. Landasan Pengembangan Kurikulum 3.2. gambar-gambar. Dengan program ini siswa inelakukan berbagai kegiatan belajar. sehingga menjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Isi kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan rangka upaya pencapai tujuan pendidikan nasional. 3. dalam 99 . seperti bangunan. Kurikulum tidak terbatas pada mata ajaran saja. Pengertian ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja.3 Kurikulum Sebagai Rencana Kegiatan Pembelajaran Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk pembelajaran siswa. melainkan melipiuti segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa.1.4 Kurikulum Sebagai Pengalaman Pelajar Perumusan atau pengertian kurikulum lainnya agar berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya yang lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. Dengan kata lain sekolah menyediakan lingkungan yang memberikan kesempatan belajar bagi siswa.

Dengan kata lain penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi harus disesuaikan dan diarahkan pada upaya-upaya dan kebutuhan pembangunan. dan pembangunan iptek yang mantap. Dengan kata lain filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. peningkatan dan perluasan pendidikan keahlian sesuai dengan kebutuhan bidang-bidang pembangunan tersebut. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksud untuk memacu pembangunan untuk menuju 100 . transportasi dll. perdagangan. yakni bidang industri.pendidikan anak. yang mencangkup pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM yang berkwalitas. 2. Pembangunan SDM yang berkualitas diarahkan untuk meningkatkan kwalitas SDM yang mampu mendukung -pembangunan ekonomi dan pembangunan dibidang-bidang lainnya.2 Iptek dan Seni Pembangunan didukung oleh perkembangan iptek dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan Keunggu bangsa. tenaga kerja. yakni suatu masyaral yang maju. pertanian. Gambaran tentang proses dan tujuan pembangunan tersebut diatas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan secara keseluruhan. prinsip pendidikan serta seperangkat pengalaman belajar lainnya. Implikasi dari upaya pembangunan tersebut maka diperlukannya peningkatan produktifitas. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan di perguruan tinggi. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan keahlian. Filsafat pendidikan menggambarkan manusia yang ideal yang diharapkan oleh masyarakat. yang berisi mendukung tercapainya cita-cita nasional. Hal ini menunjukkan pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri. peningkatan pendidikan nasional yang merata dan bermutu. mandiri dan sejahtera. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan.

nilai luhur budaya bangsa. pelaksanaan penelitian pengembangan serta rekayasa produksi barang dan jasa. kondisi sosial budaya dan lingkungan hidup. Pengusaha. yaitu untuk meningkatkan kwalitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatan yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikaxt pemecahan masalah konkrit dalam pembangunan. yang memanfaatkan iptek untuk pengembangan masyarakat secara swadaya. 4. 3. Pemerintah. pemanfaatan. 3. mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan di segala bidang. yakni : 1. Penguasaan. Akademisi terutama dilingkungan perguruan tinggi yang memanfaatkan iptek untuk disumbangkan pada pembangunan. Pembangunan iptek harus sclaras dengan nilai-nilai agama. 2. 101 . untuk kepentingan meningkatkan produktifitas. Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktifitas. Pembangunan iptek tertuju pada peningkatn kwalitas. efisiensi dan efektifitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi. Masyarakat. Untuk mencapai tujuan dan kemampuan tersebut.terwujudnya masyarakat yang mandiri. Pembangunan iptek harus beraada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan SDM. 4. Di sisi lain perkembangan iptek itu sendiri berlangsung semakin cepat berbarengan dengan persaingan antar bangsa semakin meluas sehingga diperlukan penguasan dan pengembangan iptek yang pada gilirannya mengandung implikasi tertentu terhadpa pengembangan sumber daya manusia supaya memiliki kemampua dalam penguasaan dan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang iptek. pengembangan sarana dan prasarana iptek. 5. 2. maju dan sejahtera. dan pengembangan iptek dilaksanakan oleh berbagai pihak. beberapa hal yang dapat dijadikan dasar : 1.

kurikulum merupakan sesuatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan SDM yang berkwalitas. Misalnya bidang studi IPS. sebagai berikut : 1. terdiri dari mata ajaran ekonomi. 2. 102 . Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami prosdes pendidikan dan pembelajaran unutuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan SDM yang berkwalitas umumnya. sebagai mana telah ditetapkan pada UU no.1 Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum setiap satuan pendidikan harus mengacu pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. Menanamkan. Mata ajaran dikelompokkan menjadi beberapa bidang studi. Bidang studi IPS 3. Dalam skala yang lebih luas. Setiap mata ajaran mempunyai tujuan sendiri dan berbeda dengan tujuan yang hendak dicapai oleh mata ajaran lainnya. Komponen Pengenibangan Kurikulum 3.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan mata ajaran merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. geografi. Bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan Setiap bidang studi meliputi mata ajaran tertentu. memupuk dan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis dalam pola berpikir abstrak. yakni : 1. sejarah dll. sehingga mampu memecahkan soalsoal yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Bidang studi bahasa dan seni 2. memupuk dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan dasar berhitung yang praktis.3. Tujuan itu dikategorikan sebagai tujuan umum kurikulum. Bidang studi IPA 4. Tujuan mata ajaran. Sebagai contoh kita pilih. Menanamkan. sosiologi. kita pilih tujuan mata ajaran berhitung.

jujur. serta percaya kepada diri sendiri. seperangkat konsep atau defenisi dan preposisi yang saling berhubungan. Materi kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing satuan pendidiknan. rasional dan ekonomis. Dalam UU pendidikan tentang Sistim Pendidikan Nasional telah ditetapkan bahwa "isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional". 3. Materi kurikulum bempa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan pembelajaran. Dalam hal ini. isi kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip : 1. memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk hemat dan pandai menghargai waktu. 3. Materi kurikulum mengandung aspek-aspek tertentu sesuai dengan tujuan kurikulum yang meliputi : 1. Sesuai dengan rumusan tersebut. memupuk dan mengembangkan sikap gotong royong. yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan-hubungan antara variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. baik tujuan umum maupun tujuan khusus selanjutnya dapat ditetapkan atau direncanakan dalam materi pelajaran.3. Perbedaan dalam ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran disebabkan oleh perbedaan tujuan satuan pendidikan tersebut. Berdasarkan tujuan tersebut. Menanamkan. Teori.2 Materi Kurikulum Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum. tujuan pendidikan nasional mempakan target tertinggi yang hendak dicapai melalui penyampaian materi kurikulum. 4. Menanamkan. Materi kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 103 . 2.

pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep 5. adalah sejumlah informasi khusus dalam materi dianggap penting. adalah kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus diperkenalkan dalam materi 8. 2. 3. suatu abstraksi yang dibentuk oleh generalisasi dari kekhususan kekhususan. dan tidak mempertimbangkan minat. ialah penjelasan tentang makna atau pengertian tentang sesuatu. Fakta.3. suatu pernyataan atau pendapat yang tak perlu diberi argumentasi. 3. kebutuhan. Mata ajaran – mata ajaran berkorelasi Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran. orang. ilmu pasti. dan kemampuan siswa. 10. Prinsip. Masingmasing diberikan pada waktu tertentu. pendapat atau pembuktian dalam penelitian. Istilah. Preposisi. Konsep adalah defenisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. Generalisasi.2. Konsep. Semua materi diberikan sama. bahasa Indonesia. Prosedur yang ditempuh ialah 104 . bersumber dari analisis. 7. seperti sejarah. adalah ide utama. tempat dan kejadian. Contoh atau illustrasi ialah suatu hal atau tindakan atau dan khusus diperkenalkan dalam materi 9. 4. 6. dll. kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. terdiri dari terminologi. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk yang masing-masing memiliki ciri-ciri sendiri : 1. Mata pelajaran terpisah-pisah Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah. Definisi. adalah suatu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan oleh siswa. Prosedur.

menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa memahami pelajaran tersebut. Biasanya dalam program itu telah disarankan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh oleh siswa dalam garis besarnya. Dengan cam memperkaya dan mempertuas macam-macam kegiatan. 4. Mata ajaran tersebut tidak diberikan secara terpisah. peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Core Program Core artinya inti atau pusat. bercerita. misaInya bidang studi bahasa Indonesia. Beberapa mata ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalah tersebut. Berdasarkan pengalaman yang disarankan itu. Core program adalah suatu program inti berupa suatu unit atau masalah. Guru menyiapkan program yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menyajikan kehidupan anak. Program yang berpusat pada anak Program ini adalah orientasi baru dimana krrikulum dititik beraikan pada kegiatan-kegiatan peserta didik. meliputi membaca. bukan pada mata ajaran. Cara lain untuk melaksanakan kurikulum ini ialah pengajaran dimulai dari kelompok siswa yang belaju. kemampuan dan kebutuhan siswa. Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini. kemudin guru bersam siswa tersebut menyusun program bagi mereka. merencanakan dan mengembangkan suatu unit kerja yang sesuai dengan minat. guru dan siswa memilih. Masalah diambil dari satu mata ajaran tertentu. 6. mengarang. 3. Eclectic Program Eclectic program adalah suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat 105 . 5. misalnya ekskursi dan cerita.dan sebagainya. Bidang studi Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan dalam satu bidang pengajaran. misalnya bidang studi IPS.

pada peserta didik. Caranya ialah memilih unsur-unsur yang dianggap baik yang terdapat pada kedua jems organisasi tersebut, kemudian unsur-unsur itu diintegrasikan menjadi suatu program. Program ini sesuai dengan minat, kebutahan dan kematangan peserta didik, Ruang lingkup dan umum bahan pelajaran telah ditentukan sebelumnya, dan kemudian perinciannya dikerjakan oleh guru dan siswa. Sebagian waktu digunakan secara untuk pengajaran langsung, misalnya pengajaran keterampilan dan sebagian waktu lainnya disediakan untuk unit kerja. Program ini juga menyediakan kesempatan untuk bekerja kreatif, mengembangkan apresiasi dan

pemahaman. Pembagian waktu disesualkan dengan kegiatan untuk mencapai tujuan.

3.4 Evaluasi kurikulum Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh invormasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keherhasilan belajar siswa. Berdasarkan informasi itu dapat dibuat keputusan tentang kurikulum itu sendiri, pembelajaran, kesulitan dan upaya bimbingan yang perlu diberlakukan. Aspek-aspek yang perlu dinilai benitik tolak dari aspekaspek tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan kurikulum, tujuan pembelajaran dan tujuan belajar siswa. Setiap aspek yang dinilai berpangkal pada kemampuan apa yang hendak dikembangkan, sedangkan tiap kemamptran itu mengandung unsur-unsur pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai. Penetapan aspek yang dinilai mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dalam kurikulum tersebut. Jents penilaian yang dilaksanakan tersebut. tergantung pada tujuan formatif diselenggarakannya penilaian MisaInya, penilaian

dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Berbeda dengan penilaian summatif yang

106

bermaksud menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu, untuk mengetahui perkembangan siswa secara menyeluruh. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu instrument penilaian, ialah validitas, reliabilitas, obiektifitas, kepraktisan, dan pembedaan. Disamping itu perlu diperhatikan bahwa penilaian harus objektif, dilakukan berdasarkan tanggung jawab kelompok guru, rencana yang rinci dan terkait dengan pelaksanaan kurikulum, sesuai dengan tujuan dan materi kurikulum, menggunakan alat ukur yang handal dan mudah dilaksanakan serta memberikan hasil yang akurat.

3. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 4.1 Prinsip Relevansi (kesesualan) Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan sistem penyampaiannya harus relevant dengan kebutuhan dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan sisiwa. serta serasi dengan perkembangan iptek.

4.2 Prinsip Kontinuitas (berkesinambungan) Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya baglan, aspek, materi, bahan kajian, disusun secara berurutan. tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dan tingkat perkembangan siswa. Dengan prinsip mi tampak jelas alur dan keterkaitan di dalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. 4.3 Prinsip Fleksibelitas (keluwesan) Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, diubah dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis atau kaku Misalnya dalam suatu kurikulum disediakan program

107

pendidikan keterampilan industri dan pertanian. Pelaksanaannya di kota, tapi karena ketidaktersediaan lahan, maka yang dilaksanakan adalah program pendidikan keterampilan industri. Sebaliknya pelaksanaannya di desa ditekankan pada program pendidikan keterampilan pertanian. Dalam hal im lingkungan sekitar, keadaan masyarakat dan ketersediaan tenaga dan peralatan menjadi faktor pertimbangan dalam rangka pelaksanaan kurikulum.

FUNGSI KURIKULUM Setiap lembaga pendidikan formal maupun nonfomal dalam

penyelenggaraan kegiatan sehari-harinya berlandaskan kurikulum-kurikulum itu sendiri dalam hal ini dapat berupa : (1). Rancangan kurikulum, yaitu buku kurikulum suatu lembaga pendidikan; (2) Pelaksanann kurikulum, yaitu proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan ; dan (3). Evaluasi kurikulum, yaitu penilaian atau penelitian basil-hasil pendidikan. Dengan lingkup pendidikan formal. kegiatan merancang melaksanakan dan menitai kurikulum tersebut, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan, dilaksanakan sebagai program pengajaran. Berbicara masalah fungsi kurikulum kita dapat meninjaunya dari tiga segi, yaitu fungsi bagi sekolah yang bersangkutan, bagi sekolah pada tingkat diatasnya dan fungsi bagi masyarakat (Winamo Surahmad ; 6).

1. Fungsi bagi sekolah yang berungkutan Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan ini paling tidak dapat disebutkan dua macam. Pertama, sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan. Manifestasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah berupa program pengajaran. Program pengajaran itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang kesemuanya dimaksudkan sebagai uapaya untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang akan dicapai tersebut disusun secara berjenjang mulai

108

dart tujuan pendidikan yang bersifat nasional sampai tujuan instruksional. Jika tujuan instruksional tercapai (hasilnya langsung dapat diukur melalui kegiatan belajar mengajar di kelas) pada gilirannya akan tercapai pula tujuan-tujuan pada jenjang diatasnya. Setiap kurikulum sekolah pasti didalamnya tereantum tujuantujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai melalui kegiatan pengajaran. Kedua, kurikulum dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatn-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya, telah ditentukan macam-macam bidang studi, alokasi waktu, pokok bahasan atau materi pengajamn untuk tiap semester, sumber bahan, metode atau cara pengajaran, alat dan media pengajaran yang diperlukan. Disamping itu. kurikulum juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan jenis program cara penyelenggaraan, strategi pelaksanaan, penanggung jawab, sua dan prasarana dan sebagainya.

2. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya Dalam hal ini kurikulum dapat untuk mengontrol atau memelihara keseimbangan proses pendidikan. Dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka kurikulum pada tingkat diatasnya dapat mengadakan penyesuaian Misalnya saja, jika suatu bidang studi telah diberikan pada kurikulum sekolah ditingkat bawahnya, harus dipertimbangkan lagi

pemilihannya pada kurikulum, sekolah tingkatan diatasnya terutama dalam hal pemulihan bahan pengajaran. Penyesuaian bahan tersebut dimaksudkan untuk menghindari keterulangan penyampaian yang bisa berakibat pemborosan waktu dan yang lebih penting lagi adalah untuk menjaga kesinambungan bahan pengajaran itu. Disamping itu, terdapat juga kurikulum yang berfungsi untuk

menyiapkan tenaga pengajar. Bila satu sekolah atau lembaga pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga guru (LPTK),. Maka lembaga tersebut harus mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat dibawahnya tempat calon guru yang

109

masyarakat atau para pemakai lulusan sekolah dapat memberikan bantuan. yaitu jalur akademis (dipersiapkan untuk melanjutkan sekolah) dan jalur vokasional (dipersiapkan untuk segera bekerja). walau semakin menumpuk tenaga kerja yang ada. Untuk keperluan itu perlu ada kerja sama antara piliak sekolah dengan pihak luar dalam hal pemberrahan kurikulum yang diharapkan. kritik atau saran-saran yang berguna bagi penyempumaan program pendidikan di sekolah. ada seorang tokoh pendidikan yang mengemukakan agar sekolah tingluat SD sudah dibuat menjadi dua jalur. Hal itu berdasarkan kenyataan penelitian bahwa masih sebagian besar anak tamatan SD yang tidak meneruskan pendidikan ke tingkat di atasnya. 110 . maka sekolah-sekolah yang bertugas mengadakan guru untuk sekolah-sekolah tersebut harus membekali calon-calonnya dengan kemampuan memtruat PPSI. Fungsi bagi Masyarakat Padatamatan sekolah memang dipersiapkan untuk terjun dimasyarakat atau tugasnya untuk bekerja sesuai dengan keterampilan profesi yang dimilikinya. Hal itu mengingat seringnya terjadi kenyataan balwa lulusan selsolah halum siap pakai atau tidak sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan dalm lapangan pekerjaan.dipersiapkan itu akan mengaju. Akibatnya. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut. kurikulum sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat atau para pemakai keluaran sekolah. Misalnya murid SPG harus mengetabui kurikulum SD. mahasiswa IKIP/FKG harus menguasai kurikulum kurikulum SMTP dan SMTA. kita tak dapat mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia karena tidak memiliki keterampilan atau keterampilan yang dimilikinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pada lapangan pekerjaan. SMP dan SMA kegiatw pengajaran disampaikan dengan sistem PPSI. 3. Jika di SD. Oleh karena itu. Dengan demikian. Dewasa ini kesesuaian antara program kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus benar-benar diusahakan.

Dengan adanya hal itu. sebagai suatu sistem. atau untuk bekerja (jaIur vokasional). organisasi dan stratei (Winarno Surahmad: 9). Julusan dengan keterampilan mana (atau apa) yang mereka butuhkan dan itu harus dialamatkan pada sekolah yang sesui dengan misinya. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Seperti dikemukakan oleh Pratt diatas. juga ditentukan oleh suatu misi sekolah. apakah ia sekolah umum atau kejuruan. 111 . Sebagai contoh hal yang berhubungan dengan keguruan misalnya dapat disebutkan perabekalan keterampilan menibuat satuan pelajaran. Boleh dikatakan bahwa pembekalan atau pengajaran keterampilan tersebut semata-mata disebabkan tuntutan pekerjaan kelak. Misi suatu sekolah apakah ia bertugas mempersiapkan tamatannya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (jalur akademis). Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis. calon guru segera diberi keterampilan membuatnya (sekarang Model Perencanaan Pengajaran). isi. Penyiapan keterampilan para tamatan sekolah untuk bakal terjun di masyarakat kerja. yaitu permulann diterapkannya PPSI dalam sistem pengajaran di Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum '75. Pada waktu itu. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai loomponen-komponen pokok tujuan. para pemakai lulusan sekolah tentunya sudah tanggap. akan mewamai pendidikan keterampilan yang diajarkan oleh pibak sekolah yang bersangkutan.Sering terjadi karena suatu tingkat keterampilan yang dibutuhkan dalam suatu tingkat pekerjaan. ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagianbagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang terpisahkan. kurikulum adalah sebuah sistem. tidak saling bertentangan. atau untuk kedua-duanya. maka hal itu segera diajarkan di sekolah.

sikap dan nilai-nilai yang diharapkan oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan. Baik tujuan kurikulum maupun instruksional juga meneakup aspek-aspek pengetahuan. keterampilan. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas 112 . (kedua tujuan ini biasanya dkantumkan dalam Buku 1 suatu kurikulum sekolah). Isi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yarag diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional diatas yang meliputi tujuan kurikulum dan instuksional yang terdapat dalam setiap GBYP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi. Tujuan Pendidikan yang harus dicapai secara keseluruhan Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetalman. b. Tujuan Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan.1. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. terdapat dua macam Tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinstitusionalannya. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah yaitu sebagai berikut : a. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyaknya tujuan-tujuan tersebut. keterampilan. Itulah sebabnya tujuan ini disebut tujuan institusional atau kelembagaan. sikap dan nilai-nilai yang dihuapkan dimiliki anak setelah mempelajari tiap bidang studi atan pokok bahasan dalam proses pengajaran. Dalam setiap kurikulum sekolah pasti dcantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan. Didalam sebuah kurikulum sekolah. 2.

Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam. keguruan keterampilan dan lain-lain. Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah. Jadi. misalnya SMA. Demikian pula halnya dengan bidang-bidang studi yang lain. MisaInya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas. Termasuk dalam hal ini adalah Juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk setiap tingkatan. Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran itu dapat secara terpisah (sparate subject). Misalnya bidang studi Bahasa Indonesia. maka jenis bidang studi yang diberikan pada suatu sekolah. 113 . akan berbeda dengan sekolah yang lain. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan. diberikan selama berapa jam tiap minggu pada SMP/SMA kelas I. yaitu struktur horizontal dan struktur vertikal. Organisasi Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. atau ada juga yang menyebutnya sebagai silabus. 3. atau penyatuan seluruh pelajaran dikembangkan di sekolah. serta uraian bahan pelajaran. yaitu misalnya program pendidikan moupun. Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenamya adalah isi kurikulum itu sendiri. kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated). misalnya SPG. akademis. Berdasarkan kriteria itu. Penentuan pokok-pokok dan sub-sub pokes bahasan didasarkan pada tujuan instruksional. Struktur horizontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan. ia berdasarkan kriteria apa suatu bidang studi menopang tujuan int atau tidak. II dan Ill.dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. tanpa kelas atau gabungan antara keduanya dengan sistem unit waktu semester atau catur wulan.

MYd dan Drs. Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan. 114 . MYd dalam bukunya Pembinaan don Pengembangan Kurikulum Sekolah) 1. Ada dua jenis tujuan yang terkandung di dalam kurikulum suatu sekolah : 1. bimbingan dan konseling. Selaku lembaga pendidikan setiap. pemilihan metode pengajaran. Hendyat Soetopo. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya. alat atau media pengajaran dan sebagainya. paket pelajaran dan sebagainya KOMPONEN KURIKULUM (Drs. kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. pengaturan kegiatan sekolah sceara keseluruhan. Wasty Soemanto. dalam kurikulum suatu sekolah telah terkandung tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalm sekolah yang bersangkutan. penilaian. Komponen Tujuan Tentang komponen tujuan ini kita akan mengenal tingkat-tingkat Tujuan yang satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan citacita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia.4. dilakukan dengan pendekatan PPSI (berlaku untuk setiap bidang studi) atau dengan cara lain seperti sistem pengajaran modul. Stretegi Dengan komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaam kurikulum di sekolah. ketarampilan dan sikap yang kita harapkan dimiliki murid setelah mereka menyelesaikan seluruh program pendidikan dari sekolah tersebut. setiap sekolah mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai. Tujuan-tujuan tersebut biasanya digambarkan dalam bentuk pengetahuan. Seperti telah dikemukakan dalam bagian yang Ialu. Masalah strategi pelaksana itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran. Oleh karena itu.

Tujuan dari sekolah tersebut kita namakan tujuan institusional atau tujuan lembaga. kemudia Tujuan Institusional. 2. Oleh karena itu ada tujuan IPA dan SD tujuan matematika di SMP. Atas dasar tujuan-tujuan institusional itulah kemudian ditetapkan bidangbidang studi atau bidnag pengajuan yang akan diajukan pada sekolah yang bersangkutan. tujuan SPG dart seterusnya. Dalam hubungannya dengan pembahasan tujuan pendidikan ini berikut diulas tentang tujuan pendidikan secara hirarkis sesuai dengan urutan tujuan yang ada di Indonesia. Tujuan-tujuan setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah tentunya ada yang kita sebut tujuan kurikuler dan ada pula yang kita sebut tujuan instruksional. Tujuan ini sangat umum dan sangat 115 . tujuan SMP. setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah juga mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapainya. Tujuan Kurikuler sampai pada tujuan Instruksional. misainya tujuan SD. Tujuan Pendidikan Nasional Tujuan Pendidikan Nasional adalah merupakan tujuan pendidikan yang tertinggi dalam kegiatan di negara kita. Tujuan-tujuan inipun digambarkan dalam berruk pengetahuan. Urutan tujuan pendidikan tersebut diawali dari tujuan Pendidikan Nasional. tujuan ilmu kegurun di SPG dan sebagainya. dimna tujuan instruksional merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan kurikuler. Tujuan yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi Disamping tujuan institusional yang ingin dicapai oleh sekolah secara keseluruhan. 1. Atas dasar tujuan kurikuler dan tujuan instruksional inilah kemudian ditetapkan bahan pengajaran yang diajarkan dalam setiap bidang studi pada suatu sekolah tertentu. keterampilan dan sikap-sikap yang kita harapkan dinliliki oleh murid setelah mempelajari suatu bidang studi pada suatu sekolah tertentu.

dan Mencintai bangsa dan sesamanya. 2. Selanjutnya dalam GBHN telah digariskan tujuan Pendidikan Nasional adalah : Tujuan Pendidikan pembangunan pengetahuan sehat dan Nasional adalah membentuk manusia jasmani dan rohaninya. dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. Tanggung rasa Cerdas . memiliki keterampilan. Tujuan Institusional Sistem persekolahan di negara kita adalah berjenjang yang melembaga pada suatu tingkatan. dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab dalam menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tanggung rasa. Untuk itu maka pada tiap lembaga hendaknya juga digariskan adanya suatu tujuan pendidikan yang kita sebut tujuan institusional. Berpengetahuan dan berketerampilan Bertanggung jawab Demokrasi. Scehat jasmani dan rohani . yang penggambarannya disesuaikan dengan falsafah negara yaitu Pancasila. mencintai bangsanya dan sesama manusia dongan ketentuan yang temaktub dalam IJUD 1945” Secara ekspilisit maka tujuan pendidikan nasional itu dapat dijabarkan sebagai membentuk manusia yang Pancasilais. Berbudi pekerti yang luhur .ideal. 116 .

Hal ini disamping untuk menghindari penyimpangan juga untuk menghindari salah penafsiran yang emungkinkan tidak tercapainya Tujuan pembangunan dan pendidikan nasional. serta menerima dan percaya kepada kaidah-kaidah dan cara-cara pengalaman agama masing-masing baik dalam peribadatan maupun kehidupan lainnya. SMA. Tujuan Pendidikan Nasional IV. dasar pendidikan dan tujuan pendidikan nasional. Dalam hubungan ini kita akan mencoba memberikan gambaran tentang tujuan umum dan khusus pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru : (1) Tujuan Unrum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. Tujuan Khusus Sekolah Pendidikan Guru. SPG dan sebagainya. Sebagai gambaran maka dapat kita kemukakan kerangka tujuan pendidikan di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) sebagai lembaga Pendidikan Guru yaitu I. Tentu saja tujuan institusional itu hendaknya menceminkan dan menggambarkan tujuan pendidikan nasional yang akan dicapai melalui lembaga pendidikan itu. Menjadi warga negara Indonesia yang bemoral Pancasila yang memiliki sifat-sifat yang bark dan konstruktif sebagai warga masyarakat. c. Sehat jasmani dan rohani. Pengetian Pendidikan II. STM. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. Memiliki pengetahun. b. Dasar Pendidikan III. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: 117 . Agar tidak tercapai penyimpangan maka tiap tujuan institusional harus didahului dengan pengertian pendidikan. SKKA. SMP.Selanjutnya kita akan mengenal tujuan institusional SD. ialah agar lulusannya: a.

dalam bidang : 1. Memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk kepentingan dirinya dan atau untuk melaksanakan program pengajaran di SI). Bahasa Inggris yang cukup untuk memahami uraian yang sederhana. pergaulan sekolah dan keluarga secara bertanggung jawab. 6. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan.1. 3. Ilmu Pengetahuan Sosial 10. 4. Menggunakan prinsip kemanusiaan. 118 . Perkembangan dan perjuangan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya. Ilmar Pengetahun Alam 9. Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis yang bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid-murid daur anak-anak. 4. (2) Tujuan Khusus Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru ialah agar lulusannya : a. Dasar pembinaan Moral Pancasila sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945. Agama/Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Malia Esa yang dianutnya. 5. 2. 3. Matematika 8. O1ah raga. kesehatan dan rekreasi. seni musik dan atau seni drama dan tari. 7. Mengembangkan dan mengamalkan ilmu dan profesinya. 5. 2. Melaksanakan tugasnya secara efektif sebagai guru di Lembaga Pendidikan Dasar yaitu SD atau TK. Bahasa Indonesia yang tepat dan baik. Menggunakan pronsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi dan masyarakat. Kesenian yang meliputi seni rupa.

metodik dan didaktik umum. masyarakat dan kalangan dunia pendidikan. 2. Mengarang dan menulis. Ilmu Keguruan dan meliputi pedagogik. 3. bimbingan dan penyuluhan. Pendidikan keterampilan yang meliputi jasa. dasar psikologis dan interaksi belajar mengajar. 7. pertaman. psikologis pendidikan. Melaksanakan kegiatan dalam memanfaatkan sumber lingkungan. Berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila dan sehat. metodik khusus untuk tiap bidang studi yang diajukan pendidikan dasar dan pendidikan dan pengembangan. 8. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). dan alat yang sesuai kemampuan mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan dan memberikan bimbingan kepada murid yang menghadapi kesulitun. Menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. 5. Berinteraksi dengan murid. peternakan dan atau perikanan. Memiliki keterampilan yang diperlukan untuk 1. 4. psikologis perkembangan. Merencanakan dan melaksanakan interaksi edukatif dengan murid dalam mengerjakan bidang pengajaran yang diberikan di pendidikan dasar yang meliputi kemampuan menyusun program pengajaran. dasar dan tujuan pendidikan nasional Indonesia. alat bantu dan komunikasi pendidikan. 119 . kerajinan dan teknik. b. c. kemampuan melaksanakan program yang telah disusun dengan menggunakan metode teknik. Memimpin dan melaksanakan tugas administrasi sekolah. teknik penilaian pendidikan. 6.11. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melaksanakan penelitin sederhana. 12. Memiliki nilai dan sikap yang meliputi 1.

Dalam hal ini maka menurut SPG ditetapkan sejumlah 11 (sebelas) tujuan kurikuler yang barus dicaapai oleh seseorang anak/siswa setelah menamatkan pendidikan di SPG. Dalam hal ini dapatlah dirumuskan babwa yang dimaksud dengan tujuan yang akan dicapai setelah si anak mengikuti sejumiah program pengajaran yang diberikan dalam lembaga pendidikan itu. Disiplin. bersedia untuk bertindak sebagai perintis. loyal dan bertanggung jawab kepada tugas dan mengutamakan prestasi. dan selektif terhadap pengaruh kebudayaan asing. Tentu saja karena ini merupakan hirarki dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan nasional maka tujuan kurikuler ini harus mencerminkan dan mengambarkan tujuan ilistitusional dan tujuan pendidikan nasional itu. 6. peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. bercita-cita untuk maju. bersedia untuk menyesuaikan diri kepada berbagai kepada keadaan anak dan memperlakukan anak secara obyektif. 9. percaya kepada diri sendiri.2. 5. Atau dengan kata lain maka penjabaran dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan harus nampak pada tujuan kurikuler ini. Mempunyai kebiasaan membaca dan belajar dengan baik. 3. 120 . Makarya dan efisien. terbuka. Cinta kasih kepada anak. Tujuan Kurikuler Suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan akan memberikan sejumlah isi pengajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga merupakan sejumlah pengalaman belajar yang menunjang tercapainya tujuan Pendidikan. 7. 3. Bersedia untuk saling mengoreksi cara-cara mengajar yang bisa dilakukan. Rendah hati. Menghargai seni budaya bangsa sendiri. berdedikasi. 4. terruama dalam hubungannya dengan profesi keguruan dan pendidikan. Hidup sehat. 8.

b. Isi Kurikulum Sebagai mana kurikulum 1975 maka untuk kurikulum SPG yang berlaku saat berisi : (1) Pokok-pokok bahasan adalah merupakan perincian bidang pengajaran untuk dijadikab bahan pelajaran bagi para. Untuk tujuan instruksional im kita bedakan 2 (dua) jenis tujuan yaitu : a. Tujuan ini diharapkan dapat tercapai pada saat terjadinya proses belajar mengajar secara langsung yang terjadi pada setiap hari. siswa agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan 121 . menyebutkan. Tujuan instruksional umum yang sudah dirumuskan didalam kurikuler. Tujuan Instruksional Tujuan instruksional ini merupakan penjabaran yang terakhir dari tujuantujuan yang terdahulu dan lebih atas. TIK hendaknya megandung hanya satu jenis tingkah laku. TIK hendaknya mempakan hasil belajar siswa. TIK hendaknya terwujud dalam tingkah laku yang spesifik. 2. Dalam tujuan ini diharapkan setelah anak menerima pelajaran terjadi perubahan tingkah laku yang nyata dan dapat diukur. menghitung. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) untuk Tujuan ini perumusannya dilakukan oleh guru sendiri pada saat menyusun satuan pelajaran. Dalam pelaksanaannya tujuan ini harus dirumuskan pada saat penyusunan atuan pelajaran. b. serta menghindari istilah-istilah yang non operasional misalnya mengetahui. c. memahami. Komponen Materi (Isi dan Struktur Program) 1. Guru dalam merumuskan tujuan ini hendaknya memperhatikan hal-hal ini yang merupakan syarat TIK : a. dan sebagainya. TIK hendaknya mengunakan istilah -istilah yang operasional misainya menuliskan. meyakini dan sebagainya. menghargai. menunjukan.4.

3. Sruktur Program Untuk struktur program ini jelasnya dapat dilihat pada lampiran. kantor. o1ah Raga dan Kesehatan. 2. kep.(2) Bahan pengajaran adalah mutan penyampaian pokok bahasan tersebut dari yang satu ke tahun pelajaran yang berikutnya. semester seperti yang diatur dalam struktur program kurikulum. dari semester yang satu ke semester yang berikutnya (3) Sumber bahan yaitu bempa resources dimana proses belajar mengajar memperoleh sejumlah pengalaman belajar. surat kabar. Program pendidikan (di SPG) Program Pendidikan di SPG terdiri dari : 1. brosur dan sebagainya. adalah merupakan penjelasan terperinci dari setiap bidang pengajaran yang telah ditentukan pembagian dan penyebaran waktunya dalam seminggu. petani. Bahasa Indonesia. atau barang cetakan (buku. catur wulan. dalam GBPP berisi: (a) Tujuan kurikululer (b) Tujuan instruksional (c) Pokok babasan/sub pokok bahasan (d) Bahan pengajaran (e) Sumber bahan. 2. Pendidikan Keterampilan. 3. Pendidikan Keguruan meliputi ilmu keguruan dan praktek keguruan. sopir dan sebagainya). stasiun dan sebagainya). Pergajaran di SD/pendidikan spesialisasi/pembangunan meliputi IPS.) (4) Garis-garis besar program pengajaran (GBPP). Pendidikan Kesenian. majalah. Pendidikan untum meliputi pendidikan Agama. Matematika. Sumber ini dapat berupa tempat (museum. Pendidikan Moral Pancasila. orang ( camat. Bahasa Inggris. Desa. Koomponen Organisasi don Strategi 122 .

Struktur Vertikal Struktur vertikal suatu kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum tersebut dilaksanakan melalui : 3. 123 . II. dalam struktur vertikal ini tercakup pula sistom unit waktu yang digunakan. dalam struktur horizontal tercakup pula jenis-jenis program yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut. misalnya apakah sistem semester atau catur wulan. III dan seterusnya dimana kenaikan kelas diadakan disetiap tahun secara serempak. 4. program pendidikan keguruan. 2. Selanjutnya. misalnya program pendidikan unnum. a. Kelompok-kelompok mata pelajaran yang kita sebut bidang studi (broadfield) misalnya IPS. Sejarah. program spesialisasi dan sebagainya. dimana perpindahan dui suatu tingkat program ke tingkat program berikutnya dapat dilakukan setiap waktu tampa harus menunggu teman-teman yang lain. Organisasi Struktur (susunan) program suatu kurikulum mengenai apa yang disebut struktur horizontal dan struktur vertikal. Kombinasi antara sistem A dan B. Matematika dan sebagainya. Program tanpa kelas. Sistem kelas misalnya kelas l. Struktur Horizontal Struktur horizontal suatut kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum im diorganisasikan dalam bentuk : 1. 5. Kesenian. setiap kurikulum mengandung unsur organisasi dan strategi. Fisika. Ilmu bumi dan sebagainya. IPA. Kesatuan program tanpa mengenai mata pelajam maupun bidang studi (integrated program). 3. Selanjumya.Disamping tujuan dan isi. 1. b. Mata-mata pelajaran secara terpisah (subjec centered) misalnya : Biologi.

karena suatu metode cocok untuk mencapai suam tujuan akan tetapi belum tentu cocok untuk mencapai suatu tujuan yang lain. cara didalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan cara dalam mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan. 2. atau dengan kata lain kita harus memperhatikan tujuan dan situasi. pemberian tugas. karyawisata. eksperimen. isi kurikulum pada setiap tingkat atau kelas. Dengan polipragmatis dimaksud adalah penggunaan satu metode untuk mencapai tujuan lebih dari satu tujuan. demonstrasi. dan didalam mengadakan penilaian.Akhirnya struktur program ini menyangkut pula masalah penjadwalan dan pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi. tanya jawab. Strategi Strategi pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh didalam melaksanakan pengajaran. Dalam pelaksanaannya tidak ada satu metode yang baik untuk segala tujuan. Adapun macam-macam metode dapatlah kita kemukakan sebagai contoh metode ceramah. Cara dalam melaksanakan pengajaran mencakup baik cara yang berlaku secara umum maupun cata dalam menyajikan setiap bidang studi. Dalam hal ini tentu saja metode yang dipergunakan hendaknya relevan terhadap tujuan yang ditetapkan sebelumnnya. Untuk itu guru harus mengetahm kapan ia harus menggunakan metode mengingat sifat-sifat polivalent dan polipragmatis dari suatu metode. Komponen metode ini menyangkut komponen metode atau upaya apa saja yang dipakai agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Dengan metode ini proses pengajaran (belajarmengajar) dipandang sebagai suaw sistem. lingkungan anak serta sarana pendidikan yang ada. dengan mempertimbangkan kemampuan guru. Dalam penympaian seperti kurikulum yang berIalw niisalnya (kurikulum 1975) kurikulum SPH juga menggunakan pendekatan PPSI yang dikembangkan melalui satuan pelajaran dan modul. termasuk cara (metode) mengajar dan pelajaran yang digunakan. sosiodrama. sedang polivalent adalah penggunaan lebih dari satu metode untuk mencapai satu tujuan. 124 .

Tenaga teknis non edukatif misaInya tenaga tata usaha. seminar dan sebagainya. 3) Biaya operasional yaitu tersedianya biaya dan dana untuk penyelengguaan pendidikan. Sarana personal yang terdin dan a. 4. serta member! bimbingan. Sarana Kepemimpinan Sarana kepemimpinam ini akan memberi dukungan dan pengamanan pelaksanaan. menyediakan bahan alat atau media pendidikan. lapangan batsman sekolah dan sebagainya. Sarana Administrasi Pendidikan administratif disini dapat disebutKan sebagai Pedoman Khusus Bidang Pengajaran Pedoman Penyusunan Sawn Pelajaran Pedoman Praktek Keguruan Pedoman Bimbingan Siswa Pedoman Administrasi Dan Supervisi 125 . laboratorium. Sarana material yang terdiri dari 1) Bahan instruksional dalam bentuk bahan instruksional. Guru b. b. 2) Sarana fisik yang terdin dari gedung sekolah. kantor.bermain peranan. penggunaan dan menyempurnakan program pendidikan. Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG) meliputi a. sumber yang instruksional atau pengalaman belajar dan sebagainya. c. kerja kelompok diskusi. simposium. d. teksbook. Tenaga edukatif yang tidak mengajw seperti konselon c.

sedangkan uraian secara detail dapat dibaca pada kurikulum man dapat dijabarkan sendiri sesuai dengan kondisi Indonesia. 1.2.e. materi metode dan sarana dalam rangka membina dan memperkembangkan kurikulum lebih lanjut.an teori belajar yang baru dan perubahan tuntutan masyarakat terhadap fungsi sekolah. Komponen Evalusasi Pendidikan adalah sebagian dari keperluan manusia. KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 126 . Oleh karena itu kurikulum sebagai bahan konsumsi dari anal didik dm sekaligus juga konsumsi bagi masywakat juga harus dinilai terus menems serta menyclums terhadap bahan atau program pengajuan.1. Sedangkan penilaian dapat dilakukan oleh semua pihak baik dari kalangan masyarakat luas maupun dari kalangan petugas-petugas pendidik. Tentang landasan ini para ahli mengemukakan berbagai pendapat. sebagai gambaran ummin kami paparkan pandangan tiga ahli kurikulum. perbedaan latar belakang murid. Sekolahpun mempalari keperluan dari masyarakat. nilai-nilai filsafat suatu masyarakat dan tuntutan-tuntutan kultur tertentu. Disini hanya dipaparkan landasan secara umum dan sepintas. seperti dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tuntutan-tuntutan sejarah masa lalu. Untuk itu maka sekolah termasuk juga didalamnya termasuk juga harus peka terhadap perubahan-pembahan yang terjadi di masyuakat. Titik tolak berarti pengembangan kurikulum dapat didorong oleh pembahaman tertentu seperti penemu. Disamping itu penilaian terhadap kurikulum dimaksudkan juga sebagai feedback terhadap tujuan. Titik sampai berarti kuirikulum harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat merealisasikan perkembangan tertentu. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Landasan Pengembangan Kurikulum dapat meniadi titik tolak sekaligus titik sampai. Landastur Pengembangan Kurikulum 1.

- 127 . Psikologis Child learner as values of e free society a . Pengembangan Kurikulum No 1. Aspek Sosiologi Saylor & Alexander Contenporary Ausbrey Haan The variety of background children Hilda Taba The society The analysis of analysis culture Current conception of the funtions of the school No 2.Dynamic children’s learning Theory individual growth 4. Aspek Filosofis Saylor & Ausbrey Haan Alexander An Expression Methods & of values 3.1. Complex Social and culture learning The extension of learning The nature knowledge The content of the disciplines of of of Psycology of learning Learning theories The concept of Hilda Taba development The transfers of learning factor that Contribute to children’s personality 5. “Scientific” growth.

(vii). (viii). Boleh dikata. kurikulum sebagai suatu rencama (tertulis) untuk dilaksanakan. Kurikulum sebagai program pelajaran. Kurikulum sebagai modus mengajar. dan (v). Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. Pada pendidikan formal terdapat jenjang jenjang pendidikan yang selalu berakhir dengan ijazah atau Surat Tanda Tamat Behijar (STTB). dan (v). (iii).Apabila diajukan pertanyaan : apakah kurikulum. dari secara tradisional kurikulum sekolah disajikan seperti itut (ibarat jalan) bagi kebanyakan orang jais. (1976 : 6). (iii). (ii). Kurikulum sebagai suam rencana pembelajaran. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. (ii). kurikulum merupakan syarat mutlak dalam pendidikan formal. Seseorang yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. Adanya jawaban yang bervariasi terhadap pertanyaan tersebut sesuai dengan pendapat para ahli yang juga bervariasi mengenai pengertian kurikulum im. Seperti kita ketahai bersama. itu ? setiap orang yang ditanya akan menjawab sama atau berbeda satu sama yang lain. Labih lanjut Zais (1976) mengemukakan berbagai pengertian kurikulum. (ii). yakni : (i). (iii). berikut merupakan penyimpulan dari konsep-konsep kurikulum yang terdiri dari (i). (vi Kurikulum sebagai basil belajar. (vi). kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing. Kurikulam sebagai pengetahuan yang diorganisasikan. Kurikulum sebaga sistem produksi sceara teknologis. dan (ix). (iv). Kurikulum sebagai kehidupan terbimbing. Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. Kurikulum sebagai pengalaman. (v). Kurikulum sebagai arena pengajaran. Sedangkan Tanner dan Tanner (1980) mengungkapkan konsep-konsep : (i). (vi). kurikulum sebag pengelaman belajar. Kata "kurikulum" berasal dari satu kata bahasa asing yang berarti "jalur pacu". sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan. tidak ada pendidikan formal tanpa ada kurikulum. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Kurikulum sebagai tujuan. Kurikulum. dalum kenyataannya telah melalui suatu jalur 128 . Untuk memudahkan dan menyederhanakan pembahasan. a. Kurikulum sebagai isi pelajaran.

Schubert (1986) mengemukakan bahwa penyebutan kurikulum yang demikian sama halnya menyamakan kurikulum dengan mata pelajaran (Sumantri.pacuan yang terdiri dari berbagai mata pelajaran/bidang studi beserta isi pelajarannya dan berakhir pada ijazah. Alexander dan Saylor (1974 dalam Bondi dan Wiles. tidaklah mengejutkan apabila ada orang mengemukakan kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. secara jelas menunjukkan kepada kita bahwa kurikulum didefenisikan sebagai suatu rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses mengajar/belajar di dalam arahan dan bimbingan sekolah. bahkan sampai sekarang masili sering terbaca ataupun terdengar. college or university and its members. 1976 : 7). jika ada orang yang bertanya : apa kurikulumnya ? seringkali dijawab bahwa kurikulum adalah PMP. Babasa Indonesia dan yang lain. b. 1976 : 6 ). Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dapat kiranya disimpulkan bahwa kurikulum mempakan jalan yang berisi sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus dilalui untuk meraih ijazah. Lebih jauh. Dengan demikian. akademi atau universitas dan para anggota stafnya. Jawaban bahwa kurikulum terdiri dari berbagai mata pelajaran sudah sejak lama ada. 1989 : 7) mengungkapkan pula bahwa kurikulum sebagai suatu rancangan untuk 129 . c. orang sering menyebut bahwa isi dari pelajaran tertentu dalam program dikatakan sebagai kurikulum (Zais. Para pendidik profesional juga memandang curriculum as the relatively standardize grown coveret by students in their rece toward the finish line (diploma)" (Zais. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. Selain itu. Winecoff (1988 : 1). Kurikulum sebagai mata don isi pelajaran. 1988 : 2). "Defenisi kurikulum seperti dikemukakan oleh Winecoff (1988) tersebut. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah mengisyaratkan adanya sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus diselesaikan oleh siswa. mengemukakan : "The curriculum is generally difined as a plan the developed Ii facilitate the teachingfleaming process under the direction and guidance of a school.

1976 : 8) menunjukkan kurikulum sebagai "All the means employed by the school to provide students with opportunities for desirable leaming experiences". Secara jelas diutarakan oleh Popham dan Baker bahwa semua rencana hasit belajar (Kamig out comes) yang merupakan tanggung jawab sekolah adalah kurikulum. Kurikulum sebagai sam rencana kegiatan pembelajaran sudah selayaknya mencakup komponen-komponen kegiatan pembelajaran. Dari empat konsep kurikulum yang diuraikan sebelumnya. Kurikulum sebagai pengalaman belajar. 1980 : 24). Kurikulum sebagai hasil Belajar. Bahkan Tanner & Tanner (1980 :43) memandang kurikulum sebagai rekonstruksi pengetahuan dan pengalaman. Dengan demikian. Foshay mengamati bahwa sebelum tahun 1930-an istilah kurikulum dideferusikan sebagai "semua pengalaman seorang siswa yang diberikan dibawah bimtbingan sekolah" (Tanner & Tanner. dapatlah kita menandai bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengimplementasian kurikulum tersebut akan memperoleh pengalam belajar. Namun demikian bukan berarti dalam kurikulum tidak diorganisasikan cara-cara sistematis untuk mewujudkan hasil-hasil belajar yang diharapkan. 1980: 14) sedangkan Krug (1956 dalam Zais. e. Jelas defenisi Krug ini menunjukkan kepada kita bahwa semua yang bemaksud dipakai oleh sekolah 130 . kurikulum sebagai hasil belajar mempakan serangkaian hasil belajar yang diharapkan. namun demikian komponen-komponen kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam kurikulum masih bersifat umum dan luwes untuk lanjut oleh guru. yang secara sistematis dikembangkan dengan bantuan sekolah (atau universitas) agar memungkinkan siswa menambah penguasaan pengetahuan dan pengalamannya. d.menyediakan seperangkat kesempatan belajar agar mencapai tujuan. Popham dan Baker mendefiniskan kurikulum sebagai 'All planner leaming out comes for whkh the scholl is responsible" Tanner & Tanner. Adanya defenisi ini mengubah pandangan penanggung jawals sekolah dari kurikulum sebagai alat menjadi kurikulum sebagai tujuan.

bila dikaji merupakan konsep kurikulum yang cukup lengkap dn menyeluruh. semua benar tergantung dari cara memandangnya. 2 tahun 1989 pasal 1 (9) menyebutkan bahwa : " kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan" serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar " (Depdikbud. sesuai dengan jenis dan jenjang masingmasing satuan pendidikan " (Depdikbud. 131 . Landasan Pengembangan Karikalum Kurikulum merupakan wahana belajar mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat (Depdikbud. Guru dapat memilih satu atau lebih konsep kurikulum yang dijadikan acuannya. Kurikulum sehagai jalan meraih ijazah. dan (v).Kurikulum sebagai hasil belajar. (iv). 1989: 3). 2. kurikulum sebagai pengalaman belajar mencakup pula tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan sesuatu. Dengan demikian. belajar tersebut dapat diperoleh di dalam sekolah maupun di luar sekolah sepanjang direncanakan atau dibimbing pihak sekolah. (ii). 1989 : 15). Dalam UU RI No. (iii). sedangkan dalam pasal 37 menyebutkan: " kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan. yakni : (I). kebutuhan pembangunan nasioanal. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. Berdasarkan defenisi kurikulum. 1986: 1). Rumusan penjabaran kurikulum seperti termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum sebagi rencana kegiatan belajar. Kunkulum sebagai mata dan isi pelajaran. kurikulum sebagai penglaman belajar.untuk menyediakan kesempatan-kesempatan bagi siswa memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperlukan sekali adalah kurikulum. Dalam rumusan tersebut tampak dengan jelas bahwa kurikulum perlu dan harus dikembangkan. Kelima konsep tentang kurikulum.

Hal tersebut meliputi pertanyaan-pertanyaan berikut : Siapa akan dilibatkan dalam pembuatan kurikulum. yang acapkali disebut sebagai determinan (faktor-faktor penentu) pengembangan kurikulum. baik berdasarkan penilaian kurikulum studi.Adapun yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimna pembuatan kurikulum akan berjalan. 1986 : 1). guru. atau siswa ? Apa prosedur yang akan digunakan dalam pembuatan kurikulum. konlisi fakultas (staf pengajar) atau konsultasi universitas ? jika komisi yang digunakan. Agar pengembangan kurikulum dapat berhasil sesuai dengan yang diinginkan. Landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotannya (Depdikbud. 1962 : 6). 1983 : 6). Joni. bagaimana mereka akan diatur ? (Zais. dalam landasan program dan pengembangan dikemukakan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada tiga unsur. administrator. dan (4) peralatan dalam evaluasi proses ini. (2) rancangan suatu program. orang tua. Secara singkat. (2). Hal yang dikemukakan dalam "Landasan Program dan Pengembangan Kurikulum" merupakan contoh adanya landasan-landasan pengembangan kurikulum. 1976 : 17) sedangkan Bondi dan Wiles (1989 : 87) mengemukakan babwa pengembangan kurikulum yang terbaik adalah proses yang meliputi banyak hal yakni : (1) kemudahankemudahan suatu analisis tujuan. Pendidikan ada dan berada dalam kehidupan masyarakat sehingga apa yang dikehendaki oleh masyarakat untuk dilestarikan diselenggarakan melalui pendidikan (dalam arti seluas-luasnya) (Raka. yaitu : (1). maka dalam pengembangan kurikulum diperlakan landasan-landasan pengembangan kurikulum. Dengan 132 . Fakta empirik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum. (3). Landasan Filosofis. (3) penerapan serangkaian pengalaman yang berhubungan. petunjuk administratif. Seperti yang tercantum dalam kurikulum SP. maupun surve lainnya. Nilai dasar yang mempakan falsafah dalam penyelidikan manusia seutuhnya. Segala kehendak yang dimiliki oleh masyarakat merupakan sumber nilai yang memberikan arah pada pendidikan. pengembangan kurikulum adalah suatu perbuatan kompleks yang mencakup berbagai jenis keputusan (Taba. a.

Juga landasan filosofis pengembangan kurikulum dan suatu lembaga berbeda dengan lembaga yang lain. Untuk landasan filosofis pengembangan kurikulum secara cepat dan tepat kita pastikan.Budaya . Nilai-nilai yang perlu dipertahankan dan dihomati oleh individu-individu keagamaan dan dalam masyarakat sosial tersebut. hakikat ilmu pengetalman. hakikat nilai kebaikan. nilai kebaikan. Perbedam tersebut sangat terasa dalam masyarakat yang majemuk. Secara logis dan realistis. sistem nilai. Oleh karena itu landasan filosofis pengembangan kurikulum adalah hakikat realitas. mencakup Nilai-nilai nilai-nilai keagamaam nilai-nilai berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap ajaran dan nilainilai agama yang mereka anut. landasan filosofis pengembangan kurikulum dari satu sistem berbeda dengan pendidikan yang lain. Filsafat boleh jadi didefinisikan sebagai suatu studi tentang : hakikat realitas. b. dan hakikat pikiran yang ada dalam masysarakat. Raka Joni.Agama. hakikat sistem nilai. Masyarakat adalah suatu kelompok individu-individu yang diorganisasikan mereka sendiri ke dalam kelompok-kelompok berbeda ( Zais. budaya. atau dapat dikatakan bahwa filsafat yang hidup dalam masyarakat merupakan landasan filosofis pertyelenggaraan pendidikan.agama yang ada dalam masyarakat merupakan bahan kajian pengembangan kurikulum untuk digunakan sebagai landasan pengembangan kurikulum. 1983 :5) kebersaman individu-individu dalam masyarakat diikat dan terikat oleh nilai-nilai individu yang menjadi pegangan Mdup dalam interaksi di antana mereka. Oleh kreena nilai agama berhubungan dengan 133 .demikian pandangan dan wawasan yang ada dalam masyarakat merupakan pandangan dan wawasan dalam pendidikan. 1976 : 157. 1988: 13). keindahan. landsaan Sosial. 1983 : 5 ). hakikat keindahan dan hakikat pikiran (Winecoff. individu-individu itu pada taaftaraf tertentu juga mempunyai pengaruh terhadap masyarakat (Raka Joni. Realitas sosial-budaya . Masyarakat sebagai kelompok individu-individu mempunyai pengaruh terhadap individu-individu dan sebaliknya. yakni nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya yakni pancasila. ilmu pengetahuan.

kepereayaan. mengapa salah satu landasan pengembangan kurikulum adalah nilai-nilai sosial-budaya-agama. 1983 : 5). Landasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Oleh karena itu. kebudayaan dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang memiliki kompleksitas tinggi (Zais. Mengingat pendidikan merupakan upaya penyiapan siswa menghadapi perubaban yang makin pesat. Untuk menerima melaksanakan. Sedangkan seluruh nilal yang telah disepakati oleh msyarakat dapat pula tersebut. dan seni. Jelas kiranya bagi kita. sehingga dalam mencrima. c.budaya masyarakat bersumber pada basil karya akal budi manusia. sedangkan seluruh nilai yang disepakati oleh masyarakat dapat pula disebut sebagai kebudayaan. 1983 : 40) bahwa sumber ratusan ribu nilai yang ada dalam masyarakat ntuk perkembangan melalui proses pendidikan ada tiga yaitu : pikiran ( logika). pelestarian. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik ( siswa) meng hadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat ( Raka Joni. 1983: 25 ). menyebarluaskan. Nilai-nilai sosial. Perubahan masarakat mencakup nilai yang disepakati oleh masyarakat tersebut. atau penolakan dan pelepasan nilai-nilai sosial budaya-agama. menyebarluaskan. apabila terhadap nilai-nilai sosial budaya yang tidak berterima atau bersesuaian dengan akaInya akan dilepaskan. Oleh karena itu. Dengan demikian. nilai-nilai sosial budaya lebih bersifat sementara bila dibanding nilai-nilai keagamaan. Namun dengan demikian menurut Damd Joesoep (1982 dalam Raka Joni. tehnologi. melestrikan dan atau melepaskannya manusia menggunakan akalnya. dan kemuan (etika). 134 . perasaan (estetika). sedangkan seni bersumber pada perasaaan atau estetika. Ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah nilai-nilai yang bersumber pada pikiran atau logika. maka pada umumnya bersifat langgeng sampai masyarakat pemeluknya melepaskan kepereayaannya (Rika Joni. 1987: 157). temasuk didalamya perubahan ilmu pengetahuan. maka masyarakat memanfaatkan pendidikan yang dirancang melalui kurikulum.

mata pelajaran (subject matter). Tugas-tugas berikut ini akan membantu memantapkan perasaan anda mengenai pengertian kurikulum dan landasan . dan kebutuhan msyarakat akan membantu menetapkan perkembangan yang dilaksanakan. 1. Landasan perkembangan masyarakat. Komponen dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum. lpteks mendukung kegiatan msyarakat. dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat. metode dan 135 . Pengertian kurikulum dan Iandasan-landasan pengembangan kurikulum yang telah diuraikan sebelumnya. Mungkin pada msyarakat tertentu perkembangannya tersebut sangat lambat tetapi masyarakat lainnya cepat baik sanggat cepat (Nana Sy Sukmadinata. An in a given currkulum it is important to identify the partkular elements that shall be used" Dari pemyataan Tyler tersebut. diperlukan rancangannya berupa berupa yang pengembangannya perkembangan masyarakat itu sendiri. Komponen kurikulum Sebelum melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum. akan merupakan dasar untuk mengkaji pembelajaran dan pengembangan kurikulum lebili lanjut. 1962 : 422) bahwa "it is important as a part of a compherensive theory or organization to indkate just what kinds of elements. yakni : tujuan (obejetives). seorang pengembang terlebih dahulu mengenal konaponen atau elemen atau unsur kurikulum. 1988:66).3. 1. Nilai-nilai sosial budaya agama akan merupakan penyaringan nilai-nilai lain yang menghambat perkembangan masyarakat. ipteks.d. tampak pentingnya mengenal komponen atau elemen atau unsur kurikulum. Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang. Falsafah hidup akan mengarahkan perkembangan masyarakat. Perkembangan masyarakat juga dipengaruhi oleh falsafah hidup. Perkembangan masyarakat akan menuntut tersedianya proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kurikulum masyarakat landasan maka. Seperti yang dikemukakan Tyler (1950 dalam Tabs. Herrck (1950 dalam Taba.landasan pengembangan kurikulum. 1962: 425) mengemukakan 4 (empat) elemen. nilai-nilai.

Tujuan. kemudian tujuan kelembagaan. paling tinggi adalah tujuan pendidikan nasional. bersumber pada tujuan tiap jenjang pendidikan dalam UU-SPN. Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum mempakan kekuatankekuatan fundamental yang peka sekali. dan objetives. diikuti tujuan kurikuler. 1976: 295). Lebili lanjut Zais (1976 : 307) mengklasifikasik" tujuan menjadi tiga yakni aims.. goal. menjabarkan tujuan kurikuler dan bersumber pada karakteristik mata pelajaran/bidang studi dan karakteristik siswa. a. (2) content. dan tujuan pengajaran. yakni suatu tujuan yang. dan kebutuhan masyarakat. materil pengalaman belajar. Adanya klasifikasi tujuan kurikulum seperti yang disampaikan oleh Zais juga tersurat dalam tujum kurikulum indonesia. Apa yang diutarakan oleh Zais mengenai pentingnya tujuan adalah benar adanya. Tujuan pengajuan 136 . Dalam kenyataannya aspek-aspek pendidikan selalu mempertanyakan tentang tujuan. Nana Sy. yang ketiganya mempakan suatu hirarki vertikal. Hirearki vertikal tujuan kurikulum di Indonesia. dan evaluasi (evolution). karakteristik lembaga. karena hasil yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum. tetapi memberikan arah dan fokus untuk selmh program pendidikan (Zais. isi atau materi. Tujuan kelembagaan (tujuan institusional) mempakan tujuan yang menjabarkan tujun pendidikan nasional. Tujuan yang terbawah dari hirarki tuju" kurikulum Indonesia adalah tujuan pengajaran. Berdasarkan uraian tentang komponen-komponen kurikulum sebelumnya. Sedangkan ahli yang lain mengemukakan bahwa kurikulum terdiri dari 4 komponen dasur: (1) aim. (3) leaming activities. karekteristik mata pelajaran bidang studi. dan evaluasi. organisasi. goals. karena tidak ada satupun aspekaspek pendidikan yang lain bertentangan dengan tujuan. don (4)evaluations (Zais. serta evaluasi. proses atau isi penyampaian. and objektive. 1976 : 297).organisasi (method and organization). yakni komponen kurikulum yang terdiri dari : tujuan. Tujuan pendidikan nasional merupukan tujuan kurikulum tertinggi yang bersumber pada falsafah bangsa (pancasila) dan kebutuhan masyarakat tertuang dalam GBHN dan UU-SPN. Sukmadinata (1988 : 110) menemukan empat konaporten dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan.

Untuk memperjelas uraian. berikut mempakan hirarki nujuan kurikulum Indonesia. vertikal di Indonesia tertampak dalam draft kurikulum tahun 1994/1995. Hirarki tujuan kurikulum vertikal yang tersurat dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut diawali dari tujuan pendidikan nasional. kemudian tujuan kelembagaan. Apabila dikaji lebih lanjut akan kita temukan bahwa dalam perumusannya. Hal yang mempakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan fonnal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum) supaya keinginan tujuan kurikulum dapat dicapai 137 . ditujukan untuk lebili tajam diharapkan dapat memudahkan guru menjabarkan.terbagi menjadi dua macam. tujuan tersusun hirarki vertikal dari yang tertinggi ke yang terendah dan sebaliknya. tujuan kelas dan tujuan catur wulan serta Tujuan pengajaran. dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan atau perkembangan zaman. Materi pengalaman belajar. untuk pencapaiannya secara hirarki vertikal daii tujuan yang terendah ke tujuan yang lebib tinggi. tujuan kurikuler. Jenjang Tujuan Tujuan Pendidikan Tujuan Kelembagaan Tujuan Kurikuler Tujuan Pengajaran Dokumen Penanggung Jawab UU SPN & GBHN Menteri Dikbud Kurikulum Tiap Kepala Sekolah Lembaga GBBP GBPP & Guru Mata Pelajaran / Bidang Studi / Kelas Rancangan Guru Mata Pelajaran Pembelajaran tersurat sampai secara dengan tahun vertikal Kurikulum tersebut Yang dapat Disempumakan Hierarki berkembang saja (KYD) tujuan atau SD/SLTP/SLTA kurikulum 1984/1985 atau 1985/1986. tujuan bidang studi. yakni Tujuan Umum Pengajoran (TUP) dan Tujuan Kbusus Pengajaran (TKP). tersurat seperti terurai sebelumnya. Hirarki tujun kurikulum secara vertikal di Indonesia seperti terurai sebelumnya. Secara garis besar hierarki tujuan kurikulum dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut. b. Pengembangan hierarki kurikulum secara.

Organisasi. in one of the two central derision in currkulum making. Namun demikian sebenarnya tidak cukup hanya isil bahan ajaran saja yang dipikirkan dalam kegiatan kurikulum. Perbedaan antara behijar di sekolah dan belajar dalam kehidupan adalah dalam hal pengorganisasian secara formal di sekolah. dan tujuan menentukan belajar apa yang penting. nilai-nilai. 1962 : 290). Berdasarkan pendapat Taba tersebut. jelas babwa materi dan pengalaman Belajar dalam kurikulum diorganisasikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan. keterampilan. 1976: 322). Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetalman. Hal ini berarti kita memandang kurikulum sebagai suatu rencana untuk belajar. 1962 : 266). maka kurikulum secara pasti mencakup seleksi. Namam demikian. with accompanying leaming experiences. Selain itu untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan bahan ajaran (Nana Sy. Dengan demikian jelaslah bahwa baik materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar barus dipikirkan dan dikaji serta diorganisasikan dalam pengembangan kurikulum. and there fore rational method of going about it is a matter of great concert " c. lebih dari itu adalah pengalaman belajar yang mampu mendukung pencapaian tujuan secara lebili efektif. Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemikian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan (Taba. Pentingnya materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar dapat kita lihat pada pernyataan Taba (1962 : 263) berikut ini : Selecting the content. Sukar dan kompleknya pengorganisasian kurikulum dikareakan kegiatan tersebut bertalian dengan aplikasi serta 138 . dan organisasilmateri dan pengalaman belajar (Taba. Sedangkan pengalaman belajar dapat diartikan sebagai kegiatan belajar tentang atau Belajar bagaimana disiplin berpikir dan strata disiplin thou.dengan dan paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalumya dapat disajikan secara efektif (Zais. 1988 : 114). perlu kita sadari bahwa pengorganisasian kurikulum merupakan kegiatan yang sulit dan kompleks. dan sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran/bidang studi. Sukmadinata.

pengetahuan yang ada tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Lebih lanjut Zais (1976 : 378) mengemukakan evaluasi kurikulum secara luas merupakan suatu usaha sangat besar yang kompleks yang mencoba menantang untuk mengkondifikasi proses salah satu dari istilah sekuensi atau komponenkomponen. 139 . 1988 : 23). Kegiatan evaluasi akan memberikan informasi dan data tentang perkembangan belajar siswa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran.Masalahmasalah utama organisasi kurikulum berkisar pada ruang lingkup (scope). evaluasi merupakan bagian integral dari kurikulum. tempat yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan-bahan fungsional dari kejadian-kejadian yang meliputi interaksi siswa. material. dan lingkungan. sekuensi kontinuitas. Evaluasi merupakan komponen ke empat kurikulum. dan masalah proses pembelajaran (Sumantri. Dari uraian tentang evaluasi jelaslah bahwa evaluasi bukanlah komponen atau kegiatan pendidikan yang kecil. hingga dapat dilihat keputusan-keputusan pembelajaran dan pendidikan secara tepat. Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis. Adapun peran evaluasi dalam kurikulum secara keseluruhan baik evaluasi belajar sisiwa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. mungkin merupakan aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil (Zais. dapat digunakan sebagai dasan pengembangan kurikulum. 1976 : 369). Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar sisiwa (basil dan proses) mampun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. Sebagai konponen kurikulum. dan integrasi. guru. Evaluasi.

menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winskel. mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya 140 .BAB IV MOTIVASI BELAJAR 4. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. menyebabkan dan merangsang. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: tertarik kepada guru.1. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut amok melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan . 1994). Dalam kegiatan belajar mengajar. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi linggi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. 1975). pengalasan dan motivasi. Ini dapat dikenali dalam proses belajar mengajar di kelas. Pengertian dan Pentingnya Motivasi Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. Motivate sendiri berarti alasan. Motivasi belajar adalah keseluruhan dari penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh . dikenal adanya motivasi belajar. sebab dan daya penggerak (Echols. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah penggerak dalam diri seseorang mau melakukan aktifitas-aktifitas tertentu dalam mencapai suatu tujun tertentu pula. 1984). Siswa yang mempunyai motiasi belajar tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit putus kesalahan dalam belajarnya (Palardi. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. 1987).

tidak akan dapat belajar dengan baik. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. maka haruslah terpengaruh tingkat 1-4. Bila kita ingin anak belajar dengan baik (tingkat 5). yang guncang harga dirinya. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. merasa tidak aman. Motivasi kelakuan manusia merupakan topik yang sangat luas. artinya anak itu suka bekerja sama dengan anak-anak lain dan dengan guru. senang mencari dan memecahkan masalah. 141 . tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin. yang tidak dikasihi. dan ingin mendapatkan harga dirinya di kalangan kawan sekelasnya. dan selalu terkontrol oleh lingkungannya. ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa. terus menerus dalam waktu lama. dan moralnya selalu dalam kontrol diri. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali.terutama kepada guru. Suatu hal yang penting adalah bahwa motivasi pada setiap tingkat yang diatas hanya dapat dibangkitkan apabila telah diperngaruhii tingkat motivasi di bawahnya. yang tidak diterima sebagai anggota masyarakat kelas. Selanjutnya anak itu memperoleh motivasi anak menguasai pelajaran (matery). tindakan. Ada sejumlah tokoh yang meneliti soal motivasi belajar ini. dapat mempertahankan pendapatnya. Banyak macam motivasi dan para ahli meneliti tentang bagaimana asal dan perkembangannya dan menjadi suatu "daya" dalam mengarahkan kelainan seseorang. ia mengharapkan penghargaan dari temantemannya dan mencegah celaan mereka. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara. Motivasi diakui sebagai hal yang sangat penting bagi pelajaran di sekolah. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. termasuk penguasaan kemampuan intelektual. Anak yang lapar. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini. kebiasaan. Hewitt (1968) mengemukakan bahwa "attentional set” merupakan dasar bagi perkembangan motivasi yakni yang bersifat sosial.

Salah satu hasil peneliti juga menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai motivasi-berprestasi umumnya juga mempunysu prestasi yang lebih tinggi. Banyak riset yang membuktikan bahwa tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. Pembelajaran yang tinggi motivasi. kaitan antara motivasi dengan perolehan dan atau prestasi ini tidak hanya dalam belajar. Bila taraf ini tercapai. Taraf motivasi tertinggi menurut hewitt ialah motivasi untak "achievemenf' atau keberhasilan yang merupakan syarat agar anak im didorong oleh kemauannya sendiri dan merasa kepuasan dalam mengatasi tugas-tugas yang kian bertambah sulit dan berat. dan tidak perlu di tunggu sampai hasil belajarnya benar sepenuhnya. Pentingnya motivasi Secara konseptual motivasi berkaitan erat dengan prestasi atau perolehan belajar. pembelajaran yang rendah motivasinya. Juga peneliti lain mengemukakan pentingnya reinforcement berupa pujian. 142 . Dalam kerjapun. Akhirnya anak itu harus meningkat dalam bentuk penghargaan dari yang konkrit kepada rasa putas atas keberhasilannya menurut standar yang ditentukannya sendiri. umumnya perolehan belajannya juga sedang-sedang saja. motivasi mi juga sangat prating. Siswa perlu diberitahukan tentang hasil pekerjaanya sehingga ia dapat menilai keberhasilannya dan kegagalannya. Bahkan pada saat ini. umumnya tinggi pula perolehan belajarnya. Pegawai atau karyawan yang mempunyaj motivasi berprestasi tinggi juga menunjukkan performansi profesional yang diharapkan atau di atas rata-rata teman atau sejawatnya. Sebaliknya. rendah pula perolehan belajarnya.Dengan reinforcement yakni penghargaan atas keberhasilannya motivasi itu dapat dipupuk. Demikin juga pembelajuan yang sedang-sedang saja motivasinya. maka anak itu sanggup untuk belajar sendiri. penghargaan yang diberikan bila hasil belajar anak mendekati bentuk kelakuan yang di inginkan.

Seorang yang betulbetul bertekad menang dalam pertandingan. jadi sebagal penggerak atau motor yang melepaskan energi. makin berhasil pelajaran itu. ada juga yangg mengembangkan motivasi berprestasi atau motivasi belajar ini menjadi motif berkompetensi yang dimaksud dengan berkompetensi adalah dorongan-dorongan untuk menguasai kompetensi keahliannya. Dalam khasanah kepustakaan kependidikan. tak akan menghabiskan waktunya bermain karena. Motivasi menentukan intensitas usaha anak belajar. yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Tensing dan Hillary mungkin ingin membuktikan kesanggupan manusia. dengan menyampingkan perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan ini. Terbukti dengan jelas. Tukang becak menahankan panas dan hujan untuk meneari nafkah bagi anak istrinya Motivasi mempunyai tiga fungsi: (a) Mendorong manusia untuk berbuat. (b) Menentukan arah perbuatan. Hasil belajarpun banyak ditentuk oleh motivasi. Juga untuk belajar diperlukan motivasi "motivation is dan essential condition of learning". (c) Menyeleksi perbuatan. untuk menaklukan puncak tertinggi itu. Oleh karena itu. orang yang sukses disegala bidang. 143 . yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai Tujuan itu. lebih banyak disebabkan oleh tingginya motivasi yang mereka punyai. sebab tidak serasi dengan tujuan. Setiap motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan.Bahkan dewasa ini. bahwa mereka yang mempunyai motivasi kompetensi yang tinggi cenderung lebih mengusai bidang-bidangnya dibandingkan dengan mereka yang rendah motif kompetensinya. motivasi belajar sangat urgen dalam peningkatan perolehan belajar. Motivasi melepaskan energi atau tenaga yang ada pada seseorang. Makin tepat motivasi yang kita berikut. Bahkan. motivasi seringsering disebut secara berulang-ulang sebagai variabel yang banyak menentuk perolehan belajar.

adalah karena terdapatnya tanggungjawab internal pada diri manusia itu. Sifat Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Motivasi dapat di bedakan atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.2. Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu. yang memandang bahwa segala tindakan manusia. 4. Sungguhpun demikian. didorong oleh motivasi intrinsik. dorongan. Dalam belajar telah terkandung tujuan menambah pengetahuan "intrinsk motivations are inherent in the learning situasions and meet pupil needs and purposes". dalam sudut pandang teori ini. Demikian pula bila semang main badminton untuk menikmatinya.Dalam bahasa schari-hari motivasi dinyatakan dengan. hasrat. Motivasi belajar secara intrinsik sebenamya memang telah ada. dalam diri manusia sebenarnya terdapat dorongan-dorongan yang kuat untuk belajar. Ini sesuai dengan teori. yakni 'for the pleasure of the activity". cita-cita. keinginan. kenuman. tekad. Mengapa motivasi ekstrinsik perlu diberikan. rekayasa lingkungan perlu diberikan agar seseorang tetap belajar. keharusan. tinggi militansi kerja atau belajarnya. termasuk belajar. kebutahan. memang termsuk makhluk yang baik: tinggi tanggungjawabnya. Manusia. Selain ini keberhasilan itu mempertinggi harga dirinya dan rasa kemampuannya. tak lain karena 144 . selaia ingin berprestasi. maksud. Ausabel (1968) berpendapat babwa modyasi yang dikaitkan dengan motivasi sosial tidak begitu penting dibandingkan dengan motivasi yang bertalian dengan penguasaan tugas dan keberhasilan. Dalam hal pertama ia didorong oleh motivasi intrinsik yakni ia ingin mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu. suka bekerja termasuk belajar. Motivasi serupa ini bersifat intrinsik dan keberhasilannya akan memberi rasa kepuasan. Berarti. Rekayasa lingkungan antara lain dapat berupa motivasi ekstrinsik. kehendak. kesedihan dan sebagainya.

Pada orang yang tingleat motivasi intrinsiknya rendah. penguasaan kecakapan. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam kegiatan. Akan tetapi di sekolah sering digunakan motivasi ekstrinsik seperti angka-angka. Ketidaksamaan dalam motivasi intrinsik yang dipunyai ini. bila mereka belajar agar lebib sanggup mengatasi kesulitan kesulitan hidup. Bila seorang belajar untuk mencari penghargaan berupa angka. "The goal is artifkially introduced". seseorang yang mempunyai motivasi belajar intrinsik yang demikian tinggi tibatiba melemah. hukuman. yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. hadiah. dapat dikurangi dengan memberikan motivasi eksuinsik. pengetahum. "The reward of a thing well done is to have done it"(Emerson). dan sebagainya. Jadi motivasi ekstrinsik disini tidak perlu. Bisa terjadi. oleh sebab tujuan-tujuan itu terletak di luar perbuatan itu. Ini didorong oleh motivasi ekstrinsik. sikap yang baik. bahwa anak manusia itu tidak sama. Hasil-hasil itu sendiri telah merupakan hadiah. termasuk motivasinya. Supaya melemahnya motivasi intrinsik ini tidak sampai berada pada tingkatan yang sangat rendah. justru secara berlahan dapat mencangkokkan motivasi intrinsik mtuk belajar manakala belajar yang direkayasa dengan motivasi ekstrinsik tersebut telah menjadi kebiasaan bagi pembelajar. dan sebagainya. Bahkan kalau sudah sampai di tahap mempribadi. justru motivasi ekstrinsik ini sangat diperlukan. Adakah suatu kenyataan. agar memperoleh pengertian. celaan. Ganjarant bagi sesuatu yang dilakukan dengan baik ialah telah melakukannya. seseorang akan tinggi motivasi belajarnya secara intrinsik. pujian. ijazah. Anak-anak didorong oleh motivasi intrinsik. kenaikan tingkat. perlu dikontrol dengan menggunakan motivasi ekstrinsik. 145 . Motivasi ekstrinsik yang diberikan secara tepat. diploma. Motivasi eksifinsik dipakai oleh sebab pelajaran-pelajaran sering tidak dengan sendirinya menarik dan guru sering kurang mampu untuk membangkitkan minat anak.seseorang tidak senantiasa bemda dalam keadaan menetap.

mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman kemampuan yang di miliki oleh pembelajar dan mengembangkan cita-cita dan aspirasi pembelajar. Agar dapat mendukung lebih optimal terhadap motivasi belajar. Sebagai konsekuensi atas perhatian guru terhadap unsurunsur yang mempengaruhi motivasi belajar dan unsur-unsur yang mempengamhi tersebut. unsur-unsur dinamis belajar.3. 4. 146 . kondisi lingkungan belajar. Bahkan kita dapat mengabaikan motivasi dan memusatkan perhatian kepada pengajaran itu sendiri. dan mempunyai kesanggupan Kreatif untuk menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan dan minat anak. Untuk itu guru perlu mengenal murid. Oleh karena itu. Sukses dalam belajar akan membangkitkan motivasi untuk belaiar. Upaya meningkatkan motivasi belajar tersebut dilakukan dengan cara mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar.Membangkitkan motivasi tidak mudah. motivasi belajar tersebut juga dipengaruhi oleh banyak unsur antara lain: cita-cita aspirasi penubelajar. Jika unsur-unsur yang mempenguuhi tersebut tidak diketahui dan tidak diperhatikan. kemampuan pembelajar. kondisi pembelajar. Bila belajar itu berhasil. pada hal. bisa menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar para pembelajar. Motivasi dalam Belajar dan Unsur-Unsur yang mempengamhi motivasi belajar Motivasi sangat krusial dalam belajar dan pembelajaran. perlu diketahui dan diperhatikan oleh guru yang membelajarkan pembelajar. Ausubel mengatakan adanya hubungan antara motivasi dan belajar. maka akan timbul motivasi itu dengn sendirinya dan keinginan untuk lebih banyak belajar. mengoptimalkan unsur-unsur belajr / pembalajaran. Pembelajaran dan upaya-upaya guru dalam membelajarkan pembelajar. unsur-unsur yang mempengaruhi tersebut. Motivasi bukan mempakan syarat mutlak untuk belajar tak perlu lebih dahulu ditunggu adanya motivasi sebelum kita mengajarkan sesuatu. guru hendaknya senantiasa berupaya meningkatkan motivasi belajar.

sehingga ia lebih tertarik oleh pelajaran. mengetahui kemajuan yang dicapai. White (1959) mengemukakan konsep kompetensi. Peneliti lain.Menurut Skinner(1968) masalah motivasi bukan soal memberikan motivasi. 147 . Keberhasilan dalam interaksi dengan lingkungan belajar. Pelajar harus diberikan ganjaran (reward) berupa pujian. minum. White berpendapat bahwa kegiatan anak tak dapat dijelaskan dengan dorongan untuk memuaskan kebutuhan makan. nanum dalam praktek pendidikan penerapannya bersamaan. Ada pula peneliti yang mencari motiyasj positif yang dinyatakan dengan istilah "mastery”. Akan tetapi karena kegiatan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya yang memberikan rasa mampu. dan lain-lain. Motivasi ini lebib mantap dan memberikan dorongan kepada sejumlah besar kegiatan. Walaupun teori-teori motivasi berbeda-beda. dan lingkungan sosial yang menyokong. yang dapat dianggap sebagai salah samtu hasil pendidikan yang paling penting. "egoinvolvement" (keterlibatan diri). antara lain motivasi menyalidiki aktivitas manipulasi. angka ang baik. Motivasi yang dianggap lebih tinggi tarafnya daripada penguasaan tugas ialah "achievement motivation" yakni motivasi untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu. Setiap orang ingin menguasai lingkungannya. Motivasi kompetensi mempunyai dasar biologis. jadi juga terdapat pada binatang. penguasaan tujuan program pendidikan memberikan rasa kepuasan dan karena ini merupakan sumber motivasi yang terus menerus bagi pelajar. dan sebagainya. McClelland (1965) yang menyelidiki berbagai hal yang dapat mempertinggi motivasi ini. misalnya dengan merumuskan tujum dengan jelas. di sekolah. merasa turut benanggungjawab. termasuk yang berkaitan dengan pelajari. sehingga ia sanggup belajar sendiri sepanjang bidupnya. akan tetapi mengatur kondisi belai sehingga memberikan reinforcement. rasa keberhasilan atas hasil belajarnya.

Meskipun mata pelajaran tersebut masih terintegrasi dengan mata pelajaran IPA. Kondisi lingkungan belajar 5. pada saat masih sedang belajar dijenjang pendidikan dasar. ia akan lebih temotivasi mempelajari mata pelajaran tersebut dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Cita-cita / aspirasi pembelajaran Setiap manusia senantiasa mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu didalam hidupnya temasuk pembelajar. ia akan lebih bergairah dengan mata pelajaran tersebut. Sebaliknya seseorang yang kebetulan berstatus mahasisma dan dahulunya bercita-cita menjadi ahli hukum tetapi ia dipaksa oleh orang tuanya mengambil jurusan teknik elektro. Oleh karena itu. Bahkan tidak juang. Kondisi pembelajar 4. Kemampuan pembelajar 3. Unur-unsur dinamis belajar Ipembelajaran 6. Seseorang yang bercita-cita menjadi dokter. cita-cita dan aspirasi sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar seseorang. Cita-cita / aspirasi pembelajar 2.Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Motivasi Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar. tentu menggemari terhadap mata pelajaranmata pelajaran dan bacaan-bacaan yang berkaitan erat dengan ilmu kesehatan. meskipun rintagan yang ditemui sangat banyak dalam mengejar cita-cita dan aspirasi tersebut seseorang tetap berusaha semaksimal mungkin karena hal tersebut berkaitan dengan cita-cita dan aspirasinya. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar Unsur-unsur tersebut dijelaskan sebagaimana pada uraian berikut : a. Cita-cita atau aspirasi ini senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan. Unsur-unsur tersebut adalah : 1. Oleh karena itu. Dapat dipastikan kesungguhan belajarnya akan berkurang karena apa yang ia pelajari tidak sesuai dengan cita-cita dan 148 .

karena cita-cita atau aspirasi ini mempengaruhi motivasi belaiar. Itulah sebabnya. Oleh karena itu. Bisa terjadi. orang yang mempunyai kemampuan rendah akan sangat susah menyerupai orang yang mempunyai kemampuan tinggi. dan sebaliknya orang yang berkemampun tinggi. Ketidaksungguhan dalam belajar demikian ini tentu lantaran jurusan yang dipaksakan oleh orang tuanya tidak cocok dengan cita-cita dan aspirasinya. kemampuan pembelajar ini haruslah diperhatikan dalam proses belajar pembelajaran.aspirasinya. pada saat-saat masih disekolah menengah ia tinggi motivasi belajarnya sebaliknya pada saat sudah menjadi mahasiswa motivasi yang tinggi tersebut berubah menjadi rendah. Kemampuan PeMbelajar Kemampuan manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. Sebab. Jika kaitan antara cita-cita atau aspirasi pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan seperti tampak dibawah ini: CITA-CITA / ASPIRASI PEMBELAJAR MOTIVASI BELAJAR PEMBELAJAR PEROLEHAN BELAJAR PEMBELAJAR b. Ia kendor motivasinya. maka cita-cita dan aspirasi pembelajaran ini perlu diperhitungkan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar seseorang. bisa jadi. Kemampuan pembelajar erat hubungannya dan bahkan mempengaruhi motivasi belajar pembelajar. Jika kaitan antara kemampunn pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan sebagai berikut: 149 . akan menjadi malas jika dituntut sebagaimana mereka yang berkemampuan rendah. Menuntut seseorang sebagaimana orang lain dari bingkai penglihatan demikian tentulah tidak diberikan. seseorang menjadi rendah motivasi belajarnya terhadap bidang tertentu oleh karena yang bersangkutan rendah kemampuannya dibidang tersebut.

tiba-tiba menjadi rendah hanya karena kondisi fisik dan psikologisnya terganggu atau sakit. bisa menjadikan seseorang belajar merasa terpaksa dan tidak banyak bemotivasi. motivasi belajar bisa meningkat. Dalam kondisi psikologis terganggu. Kmena tidak bisa konsentrasi. kondisi pembelajar dalam kaitannya dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut: 150 . juga tidak bisa mengkonsentrasikan diri terhadap hal-hal yang dipelajari. Dalam realitasnya juga berlaku kebalikannya. Demikian juga kalau sedang sakit. baik yang bersifat fisik maupun psikis. bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya. sebutlah misalnya stress. Ada kalanya seseorang yang pada masa-masa sebelumnya bemotivasi belajar tinggi. tidak bails untuk dipaksa belajar. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran c. fisik dan psikologis. kondisi fisik seseorang mempengaruhi motivasi belajarnya. umumnya saling mempengamhi satu sama lain. Orang yang sudah sangat lelah tidak baik kalau belajar. seseorang yang motivasi belajarnya biasa-biasa saja. mka gairah belajarnya menurun. Keadaan demikian ini. Sangatlah jelas dan sering dirasakan oleh siapapun jika kondisi fisik dalam keadaan lelah. umumnya motivasi belajar seseorang akan menurun. Kondisi pembelajar Kondisi pembelajar dapsat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya. tibatiba berubah karena kondisi fisik dan psikologisnya dalam keadaan prima. Dua macam kondisi ini. Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. Sebaliknya jika kondisi fisik berada dalam keadaan bugar dan segar. Jelaslah bahwa kondisi pembelajar. sama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajarnya. Berarti. Jika diskemakan. Tidak jarang.

tidak memberikan gairah bagi belajar seseorang. Contohnya jika dalam lingkungan sosial seseorang tidak terbiasa dengan aktivitas belajar maka bukan budaya belajar itu yang dikembangkan oleh seseorang. Hal-hal demikian ini berpengaruh terhadap motivasi belajar. lingkungan sebaya. Sebaiknya tempat yang teratur. Tempat belajar yang berisik oleh suara bisa menganggu belajar. individu secara sadar ataukah tidak. Lingkungan belajar ini meliputi : lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Baik secara sadar atau tidak. Kondisi lingkungan belajar Sudah umum diketahui bahwa yang menentukan motivasi belajar seseorang. Yang dimaksud dengan lingkurigan fisik adalah tempat dimana pembelajar tersebut belajar. apakah tempatnya segar atau pengap. selain faktor individu juga faktor lingkungan. bisa menimbulkan gairah belajar. Sungphpun faktor pribadi pribadi seseorang lebih menentukan terhadap diri sendiri tetapi harus diakui bahwa lingkungan sosial juga menentukan motivasi belajar seseorang. lebih-lebih lingkungan belajar. yang tenang. senantiasa tersosialisasi oleb lingkungannya. Dalam lingkungan yang kompetitif untuk belajar. Jadi lingkungan fisik berpengaruh terhadap motivasi belajar. Lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalm kaitannya dengan orang lain. yang tertata rapi. mendorong seseorang bergairah belajar. Apakah tempat belajarnya nyaman ataukah tidak. seseorang yang berada dilingkungan tersebut akan terbawa serta untuk belajar seperti orang lain. Sebab. Kaitan antara kondisi lingkungan belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : 151 . Demikian juga yang amburadul.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran d. kelompok belajar. Contohnya berupa lingkungan sepermainan.

Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran e. Upaya Guru dalam Membelajarkan pembelajar Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga berpengaruh terhadap motivasi belajar. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajar. tingginya motivasi belajar berimplikasi bagi maksimainya perolehan belajar pembelajar. 152 . Suasana belajar dan upaya pengembangannya e. Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya Oleh karena itu. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya d. Unsur dinamis belajar dan pembalajar Motivasi belajar pembelajar Perolehan belajar pembelajar jika kaitan antara unsur-unsur dinamis dalam belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : Unsur dinamis belajar dan pembelajar Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran f. Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belaiar b. menjadikan tingginya motivasi belajar pembelajar.unsur dinamis dennkian ini patut diperhatikan agar motivasi belajar pembelajar menjadi tinggi. guru yang sungguh-sunggub dalam membelajukan pembelajar. Bahan belajar dan upaya penyediannya c. Pada guru yang demikian umumnya mempersiapkan diri dengan matang dan senantiasa memberikan yang terbaru dan terbaik kepada pembelajar. unsur. Unsur-Unsur Dinamis belajar pembelajar Unsur dinmis belajar pembelajar meliputi hal-hal sebagai berikut : a. menjadikan pembelajar juga bergairah belajar.

Dengan demikian. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi pembelajar. Sebagai akibatnya.Oleh karena yang di berikan tersebut menarik. umumnya mengulang saja pelajaran yang di berikan dari tahun ketahun. Proses belajar pembelajar terasa kering dan kehilangan nuansa. yaitu : 153 . hal-hal yang disajikan oleh guru menjadi menarik dimata pembelajar. upaya guru untuk membelajarkan pembelajar sangat krusial dalam meningkatkan motivasi pembelajar. Maka tingkat aktualitasnya sangat tinggi dimata pembelajar. manakala guru yang membelajarkan tersebut sudah puas dengan keadaan yang demikian ini. pembelajar tidak bergairah dan babkan mungkin kehilangan motivasi. Sebaliknya pada guru yang tidak bergairah dalar membelajarkan pembelajar. Akibat dari proses belajar pembelajaran demikian ini. Tidak jarang motivasi belajar hanya mendatar saja. maka diperlukan upaya untuk meningkatkannya. Adakalanya bergerak naik dan adakalanya bergerak turun. Jika di skemakan antara upaya guru untuk membelajarkan pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar pembelajar adalah sebagai berikut : Upaya guru membelajarkan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran Upaya Meningkatkan motivasi belajar Upaya belajar senantiasa bergelombang. Oleh karena itu. Terbaik dan mungkin terbaru. motivasi belajar yang di punyai oleh pembelajar bisa cenderung naik dan atau minimal Menetap. Oleh karena demikian " watak" motivasi tersebut. Hal demikian bisa lebib parah lagi. Menariknya hal-hal yang diberikan ini hisa menjadikan tingginya motivasi pembelajar.

Strategi disini. Prinsip pengulangan belajar e. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar 2. Mengembangkan cita-cita / aspirasi dalam belajar Secara berturut-turut. Kendala demikian ini patut dijauhkan. Prinsip pemberian balikan dan penguruan dalam belajar g. menyusun strategi-strategi sehingga prinsip-prinsip tersebut dapat terterapkan secara optimal. Prinsip perhatian dan motivasi belajar b. 154 . dari pandangan-pandangan dan temuan-temuan teoritik dan dapat pula digali dari kiat guru sendiri. Pertama.1. Kedua. Ada dua cara dalam mengoptimalkan penerapan prinsip belajar tersebut. Prinsip keterlibatan langsung pembelajar d. Prinsip tersebut adalah : a. Prinsip keaktifan belajar c. Prinsip perbedaan individual antar belajar Ketujuh prinsip ini diterapkan secara optimal agar pembelajar mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. Temuantemuan ahli psikologi pendidikan dan temuan-temuan ahli pengajaran part[ digali hingga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. agar tidak mengganggu bagi penerapan prinsip-prinsip belajar. menjauhkan konstrain-konstrain (kendala-kendala) yang ditemui dalam mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. ketiga cara tersebut di kemukakan sebagai berikut : 1. Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman / kemampuan yang telah dimiliki dalam belajar 4. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar Ada beberapa prinsip yang harus dipedomani dalam belajar. Prinsip sifat perangsang dan menantang dari materi yang dipelajari f. Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar / pembelajaran 3.

Pengalaman dan kemampuan masa Ialu ini bisa menjadi konstrain untuk belajar berikutnya. Pengalaman dan kemampuan masa lain bisa menjadi konstrain belajar.2. Pengalaman dan kemampuan masa Ialu bisa mendukung terhadap aktivitas belajar manakala sesuai dengan pengalaman belajar berikutnya. dan bisa juga didapatkan oleh pembelajar melalui aktivitas lain atau aktivitas non belajar. katena umumnya ketika tidak ada guru dan menerima kondisi tersebut apa adanya. Contohnya peralatan pengajaran yang tidak tersedia dapat disediakan dengan merancang sendiri bersama-sama dengan pembelajar. 3. Penyediaan secara kreatif ini perlu dilakukan. Mengoptimalkan Unsur-Unsur Dinamis Belajar / Pembelajaran Mengingat unsur-unsur belajar / pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi. Tidak itu saja pengalamana atau kemampuan masa lalu malahan bisa menjadi prasyarat bagi pengalaman berikutnya. Kemampuan atau pengalaman masa Ialu ini bisa didapatkan oleh pembelajw melalui aktivitas belajar. maka pembelajar 155 . manakala dipandang bertentangan dengan pengalaman belajar berikutnya oleh pembelajar. Cara mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam belajar / pembelajaran dalah : pertama. Kedua. maka ia perlu di optimalkan penerapannya. Pengoptimalan demikian mi perlu dilakukan agar motivasi belajar siswa juga optimal. memanfaatkan sumber-sumber diluar sekolah sehingga keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah dapat ditanggulangi. Mengoptimalkan Pemanfaatan Pengalaman / Kemampuan Yang Telah Dimiliki Dalam belajar Setiap pembelajar mempunyai kemampuan dan pengalamn-pengalaman tertentu yang berbeda antara satu dengan yang lain. Hal demikian dapat dilakukan dengan banyak mengadakan kerjasama dengan sejumlah lembaga diluar sekolah bahkan diluar dunia pendidikan. menyediakan secara kreatif berbagai unsur belajar pembelajaran tersebut dalm setting belajar pembelajaran. Kemampuan dan pengalaman yang berbeda demikian ini hendaknya tidak justru menjadi konstrain dalam aktivitas belajarnya. dan jika kasus yang trakhir ini terjadi. tetapi tidak jarang bisa mendukung aktivitas belajar.

apakah memang benar bahwa dalam pemilihan jurusan tersebut memang benar-benar sesuai dengan cita-cita dan dalam 156 . Mengembangkan Cita-Cita / Aspirasi Dalam Belajar Cita-cita adalah sesuatu yang dikejar oleh seseorang. Jangan dipaksa menggunakan perspektif gurunya. Biarkan pembelajar dapat menangkap apa yang dipelajari sekarang ini dari perspektif kemmpuan dan pengalaman masa lalunya. Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimiliki. Kaitkan aktivitas belajar pada masa sekarang ini dengan kemampuan dan pengalaman yang sudah dipunyai oleh pembelajar. tidak lain adalah demi penampungan aspirasi dan cita-cita yang berbeda dari masing-masing pembelajar. Lebih banyak teraksentuasi pada pengejaran dan atau pencapaian cita-cita atau aspirasi tersebut. yang antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. Persoalannya adalah. pembelajar didaerah satu dengan daerah lainnya. tanpa yang bersangkutan telah mempunyai kemampuan dan pengalaman yang diprasyaratkan.tidak dapat mempelajari mata pelajaran berikutnya. Demikian juga dengan adanya kurikulum muatan tokal. b. Maka dari itu cita-cita atau sapirasi tersebut harus senantiasa dikembangkan pembelajaran. c. Yang harus diupayakan guru agar kemampuan atau pengalaman masa lalu justru mendukung terhadap aktivitas belajar adalah : a. adalah dalam rangka menampung aspirasi dan cita-cita yang berbeda antara. Penjurusan yang ada disekolah-sekolah kita. Dkk dan Cany (1981) menyebut pengalamn dan kemampuan demikian dengan entry behavior. d. utamanya kegiatan belajar. Kegiatan-kegiatan seseorang. 4. Gali dulu pengalaman dari kemampuan yang sudah dimiliki oleh pembelajar melalui tes lisan atau tertulis sebelum menyampaikan materi berikutnya.

Sediakan program-program yang dapat mengembanglum aspirasi dan cita cita tersebut. tersedia tidaknya prasarana dan sarana. pembelajar masih diliarapkan anak merangking dari yang paling diminaati sampai dengan yang paling tidak diminati. akan diketabui jenis-jenis pekerjaan apa dimasa depan yang paling diminati dan menjadi cita-cita pembelajar. Hasil pengenalan atas cita-cita aspirasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada siswa dan orangmanya. Dengan tes minat. Setelah program-program tersebut disediakan.aspirasi pembelajar ? mengingat yang menjadi pertimbangan dalam penjurusan tersebut tidak semata-mata cita-cita dan aspirasi melainkan banyak hal lain seperti daya tampung masing-masing jurusan. barulah para pembelajar diberi kesempatan untuk mengambil program yang sesuai dengan aspirasi dan cita-citanya. b. agar tidak memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya. Aspirasi / cita-cita dapat dikembangkan dalam belajar pembelajaran. yaitu : 157 . Pengenalan ini dapat dilakukan dengan melalm penyebaran daftar isian yang dapat memuat sejumlah citacita atau aspirasi pembelajar. Dari sejumlah aspirasi atau cita-cita tersebut. dengan beberapa langkah sebagai berikut : a. Orang tua ini patut juga diberi tahu. apakah mungkin hat demikian dilakukan disekolah-sekolah kita mengingat kurikulum yang tersentralkan dari pusat ? Jenis Motivasi Yang Didasarkan Motif Primer Dan Sekunder Motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. c. karena mungkin pembelajar tersebut mempunyai cita-cita atau aspirasi yang berbeda dengan orangtuanya. Persoalannya hanyalah. Kenalilah aspirasi dan cita-cita pembelajar. Pengenalan aspirasi ini dapat dilakukan dengan mengadakan tes minat kepada pembelajar.

Untuk memperoleh makanan tersebut orang harus bekerja terlebih dahulu. Sebagai ilusirasi. merusak. orang harus belajar bekerja. Semakin besar energi dalana insting. menganiaya. Sebagai ilustrasi. Insting bekerja seumur hidup. bila orang bekerja 158 .1. bila tekanan energi dalam insting berkurang. Kepuasan tercapai. Hal-hal yang memutuskan insting tersebut dapat berasal dari luar individu atau dari dalam individu. istirahat dan memelihara keturunan. Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan.tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu amok bertingkah laku. Insting kehidupan terdiri dari insting yang bertujuan memelihara kelangsungan hidup. Insting kematian tertuju pada penghancuran seperti. Motivasi Primer Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. sasaran. Motivasi Sekunder Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Bekerja dengan haik merupakan motivasi sekunder. Adapun sumber insting adalah keadaan kejasmaniah individu. orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa berpikir. Segenap insting manusia dapat di bedakan menjadi dua jenis. maka tekanan terhadap individu semakin besar. Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri. Manusia adalah makluk berjasmani. Objek insting adalah hal-hal yang mermaskan insting. yaitu insting kehidupan (life instinest ) dan insting kematian (death instinest ). 2. minum. atau membunuh orang lain atau diri sendiri. Ahli lain. Menurut Freud energi bekerja memelihara keseimbangan fisik. keinginan makan berkurang bila individu masih kenyang. objek dan sumber. sehingga perilakunya terpengaruh oleh tasting atau kebutuhan jasmaninya. yaitu tekanan. Yang mengalami perubahan adalah cara pemuasan atau objek pemuasan. Agar dapat bekerja dengan baik. lnsting kehidupan tersebut berupa makan. Hal ini berbeda dengan motivasi primer.

Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. ataupun tak berdasar akal sehat pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya berdasarkan akal. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja. Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Uang merupakan penguat unnum. Uang tersebut berupa penguat motivasi sekunder. manusia adalah makluk sosial. Emosi memiliki fungsi sebagai pembangkit tenaga. sikap dan emosi. komponen ini terdiri dari motif sosial. merasa. koqnitif. yakni : merupakan kecenderungan berpikir. Emosi menunjukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. Setelah in bekerja dengan baik maka ia dapat membeli makanan untuk menghilangkan rasa lapar. 159 . Komponen afektif adalah aspek emosional. Menurut beberapa ahli. Ciri-ciri sikap. sumber informasi tentang diri seseorang. maka ia memperoleh gaji berupa uang. pemberi informasi pada oranglain. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. kemudian bertindak memiliki daya dorong bertindak relatif bersikap tetap kecenderungan melakukan penilaian dapat timbul dari dari pengalaman. Kegoncangan tersebut disertai proses jasmani. Komponan konatif adalah terkait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak.dengan baik. pembawa pesan dalam hubungan dengan orang lain. Perilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti afektif. Tetapi juga faktor-faktor sosial. dan konatif. perilaku dan kesadaran. dapat dipelajari atau berubah. Komponen koqnitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan.

mental. 2). dan sebagainya. Pada hakekatnya. namun sesungguhnya konsep ini telah lama dikembangkan.Keaktifan itu da yang dapat diamati dan ada pula yang tidak dapat diamati secara langsung. konsep CBSA telah mengalami perkembangan yang cukup jauh. berdiskusi. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) CBSA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa. Kendatipun cara ini tergolong baru. 1980. keaktifan belajar terjadi dan terdapat pada semua perbuatan belajar. kognitif dan sosial).1. materi yang dipelajari dan tujuan yang hendak dicapai. ada baiknya guru-guru mengenal dan memahaminya lebih seksama agar mampu menerapkan secara efektif. h. intelektual dan emosional 160 . tetapi kadamya yang berbeda tergantung pada kegiatannya. kegiatan belajar diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. menyusun rencana.BAB V PENDEKATAN CBSA DALAM PEMBELAJARAN 5. serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan (motorik. hanya perwujudannya yang masih baru dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah kita. yang merupakan inti dari kegiatan belajar. memecahkan masalah. KONSEP CBSA DALAM PEMBELAJARAN Cara belajar siswa aktif merupakan suatu upaya dalam pembaruan pendidikan dan pembelajaran. 5. Setiap kegiatan tersebut menuntut keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran melalui asimilasi. tindakan. menulis laporan. seperti: mendengarkan. membuat sesuatu. dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan. penghayatan serta internalisasi nilat-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni.1. Dalam CBSA. Sejak dimunculkannya pendekatan CBSA dalam lingkungan pendidikan ditanah air. Pendekatan CBSA dinilai sebagai suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik. memberikan prakarsa/gagasan. Karena itu.1.

menemukan. memiliki keinginan-keinginan-harapan dan tujuan hidup. (A. Karena itu proses pembelajaran harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manusiawi (humanistik). mengkaji. Dalam kerangka sistem belajar mengajar. yakni hasil belajar berupa keterpaduan aspek-aspek kognitif. Siswa sebagai subjek dipandang sebagai manusia yang potensial sedang berkembang. dan mengkomonikasikan hasil penemuan. diarahkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran. Siswa sebagai objek dipandan: sebagai yang memiliki potensi yang perlu dibina. mental. Aspek-aspek kemampun tersebut dikembangkan secara terpadu melalui sistem pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA. aspirasi dan motivasi dan berbagai kemungkinan potensi lainnya. afekisi. afektif. dan psikomotorik Secara lebili rinci komponen produk tersebut mencakup berbagai kemampuan: menamati. Yasin.1.guna memperole hasil belajar yang bempa perpaduan antara matra kognitif.24). yakni sebagai objek pembelajaran dan sebagai subjek yang belajar. menggeneralisasikan. Pelaksanaan proses pembelajaran dititik beratkan pada keaktifan siswa belajar dan keaktifan guru menciptakan lingkungan belajar yang serasi dan menantang. terdapat komponen proses yakni keaktifan fisik. intelektual dan emosional dan komponen produk. meramalkan. dan psikomotorik. keharusan dalam kaitannya dengan upaya merealisasikan Sistem Pendidikan Nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang pada gilirannya berimplikasi terhadap sistem pembelajaran yang efektif. 5.h. mendiskusikan. 1984. menginterprestasikan. Penerapan CBSA dilakukan dengan cara mengfungsionalisasikan 161 .2 Rasional CBSA dalam pembelajaran Penerapan dan pendayagunaan konsep CBSA dalam pembelajaran merupakan kebutuhan dan sekaligus sebaga. Siswa peserta didik dipandang dari dua sisi yang berkaitan. misainya melalm suasana kekeluargaan terbuka dan bergairah serta berpariasi sesuai dengan keadaan perkembangan siswa bersangkutan.

CBSA dapat berlangsung dengan efektif. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan. melainkan tetap harus aktif namun tidak bersikap mendominasi siswa dan menghambat perkembangan potensinya Guru bertindak sebagai guru inquiry. mendorong dan membantu serta berupaya mempenguruhi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan belajar yang telah ditentukan. 3) Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan. Siswa aktif belajar. bahwa pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA tidak diartikan guru menjadi fasif. fisik dan sebagainya. bantuan dan pelayanan.seluruh potensi manusiawi siswa melalui penyediaan lingkungan belajar yang meliputi aspek-aspek bahan pelajaran. 6) Membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum. melainkan bertindak sebagai pembantu dan pelayanan bagi siswanya. ialah: 1) menyiapkan lembaran kerja 2) Menyusun tugas bersama siswa. media pembelajaran. 7) Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat. pengindran. pendalaman. Beherapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru. Cara belajar di sesuaikan dengan minat dim pemberian kemudahan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman. 8) Menyalurkan bakat dan minat siswa. 4) Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat kesulitan. pellilaian dan tindak lanjut pembelajaran. 5) Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan. pelaksanaan. Dalam kondisi ini semua unsur pribadi siswa aktif seperti emosi. guru. dan pengendapan sehingga hasil belajar berintemalisasi dengan pribadi siswa. sedangkan guru memberikan fasilitas belajar. bila guru melaksanakan peran dan fungsinya secara aktif dan kreatif. dan fasilitator. Keaktifan guru dilakukan pada tahap-tahap kegiatan perencanaan. intelektual. 162 . suasana kelas dan sebagainya.Peranan guru bukan sebagai orang yang menuangkan materi pelajaran kepada siswa. 9) Mengamati setiap aktivitas siswa. perasaan.

memutuskan. yang akan digunakan sebagai alat bantu belajar. d. semakin sedikit keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. ditandai oleh: a. emosional. 2) Pada tingkat proses. memahami. maka berarti semakin rendah kadar CBSA tersebut. e. menganalisis. minat.5. c.1. kadar CBSA ditandai dengan: a. maka semakin tinggi pula kadar ke-CBSA-annya. pengalaman. Semakin banyak dan semakin beragamnya keaktifan dan keterlibatan siswa. motivasi. motivasi untuk melakukan kegiatan belajar. Adanya keterlibatan siswa secara fisik. Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun rancangan belajar Adanya keterlibatan siswa dalam memilih dan menyediakan Adanya keterlibatan siswa dalam pengadaan media pembelajaran Adanya kesadaran dan keinginan belajar yang tinggi serta dan pembelajaran. dan personal dalam proses belajar. berbuat. Adanya keterlibatan siswa dalam merumuskan kebutuhan pembelajaran sesuai dengan kemampuan. b. yang menjadi acuan baik bagi siswa mupun bagi guru. dan berbagai kegiatan belajar lainnya yang mengandung unsur kemandirian yang cukup tinggi. aspirasi yang telah dimiliki sebagai baban masukan untuk melakukan kegiatan belajar. Kadar CBSA itu dalam rangka sistem belajar mengajar menunjukkan ciri-ciri. Adanya berbagai keaktifan siswa mengenal. sebagai berilmu : 1) Pada tingkat masukan. 163 . sumber bahan pembelajaran.3 Kadar Cara Belajar Siswa Aktif Kadar MA ditandai oleh semakin banyaknya dan bervariasinya keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. b. mental. Sebaliknya. intelektual.

namun tidak berarti keaktifan guru di 164 . Berdasarkan ciri-ciri tersebut dapat ditentukan derajat kadar CBSA dalam suatu proses belajar mengajar. d. b. f. Keterlibatan siswa menyusun laporan baik tertulis maupun lisan yang berkenaan dengan hasil belajar. mengajukan penanyaan/ masalah dam berupaya menjawabnya sendiri. baik secara individual maupun secara kelompok. c. Keterlibatan siswa dalam mengajukan prakarsa.c. 3) Pada tingkat produk. Kendatipun tampak. memberikan jawaban atas penanyaan guru. Keterlibatan siswa menunjang upaya guru menciptakan lingkungan belajar untuk memperoleh pengalaman belajar serta turut membantu mengorganisasikan lingkungan belajar itu. e. Keterlibatan secara aktif oleh siswa dalam menciptakan suasana belajar yang serasi. selaras dan seimbang dalam proses belajar dan pembelajaran. kadar sedang. kadar CBSA ditandai oleh: a. d. menilai jawaban dari rekannya. Keterlibatan siswa secara mandiri mengerjakan tugas menjawab tes dan mengisi instrumen penilaian lainnya yang diajukan oleh guru. menilai teman sekelas. dan kadar rendah. dan memecahkan masalah yang timbul selama berlangsungnya proses belajar mengajar tersebut. Keterlibatan siswa dalam meneari imformasi dari berbagai sumber yang berdaya guna dan tepat guna bagi mereka sesuai dengan rencana kegiatan belajar yang telah mereka rumuskan sendiri. Keterlibatan siswa dalam menilai produk-produk kerja sebagal hasil belajar dan pembelajaran. dan bila mungkin di klasifikasikan menjadi: kadar tinggi. Ketertibatan siswa dalam menilai diri sendiri. bahwa keaktifan guru sangat menonjol.

abaikan. Kedua contoh tersebut sebagai landa. Pada waktu penilaian tugas (hasil pekerjaannya). baik dalam arti efek instruksional maupun efek pengiring. Pada dasarnya sejak disusunnya perencanaan tugas-tugas. para siswa telah dapat diaktifkan peran sertanya. melainkan berperan aktif menentukan stimuli misalnya merumuskan suatu masalah dan mencari jawahan serdiri (responsif) atas masalah tersebut. Guru tetap bertanggungjawab menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengundang / menantang siswa untuk belajar. Hal ini menunjukan. bahwa tersedia berbagai kemungkinan dimana siswa dapat berperan aktif dalam pelaksarman tugas-tugas yang dikondisikan dalam pembelajaran. 3) Peningkatan kadar CBSA dalam proses pembelajaran juga ditentukan oleh faktor guru. siswa aktif-responsif mempertanyakan materi yang terkandung didalamnya. Para siswa berperan serta secara aktif dan bersikap responsif dalam proses pembelajaran.4 Rambu-Rambu Penyelenggaraan CBSA Pembelajaran berdasarkan CBSA menuntut kondisi-kondisi tertentu untuk menjamin kadar CBSA yang tinggi guna mencapai tujuan pembelajaran atau hasil belajar siswa pada tingkat optimal. bahwa siswa berperan serta dalam proses pembelajaran. 5. 2) Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan pembuatan tugas. siswa melaksanakan kegiatan kelompok atau dengan belajar mandiri. maka kadar CBSA yang diinginkan tak mungkin tercapai. siswa hendaknya aktif menilai tugas-tugas temannya dan hasil kerjanya sendiri dalam bentuk menilai dirinya sendiri (self evaluation).1. Guru hendaknya menyadari tujuan-tujuan belajar yang ingin dicapai. dan dalam 165 . Tanpa upaya dan pengaruh serta arahan guru sebagai fasilitator dan pengorganisasian belajar. Penyelenggaraan pembelajaran CBSA tersebut ditandai oleh indikator-indikator sebagai berikut: 1) Derajat partisipasi dan responsif siswa yang tinggi. Siswa tidak tinggal diam hanya menunggu stimuli yang disampaikan oleh guru. Pada waktu guru menyajikan suatu topik. Siswa dapat mengajukan usul dan minat tugas yang diinginkannya dengan asumsi bahwa tugas tersebut sesuai dengan kemampuannya. Pada waktu pembuatan tugas.

pemilihan metode tersebut tetap harus ditandasi oleh tujuan yang hendak dicapai. bahan pelajaran yang hendak dipelajari. 18).beda. secara berpariasi dapat memberikan peluang penerapan CBSA dengan kadar yang tinggi. kondisi subjek belajar itu sendiri (motivasi. Itu sebabnya. serta penguasaan guru terhadap metode tersebut. pengalaman awal. agar tercipta lingkungan belajar yang menantang dan merangsang serta meningkatkan kegiatan belajar siswa. kondisi kesehatan. Penggunaan metode mengajar. Sudah barang tentu penguasaan teknik yang mantap juga merupakan persyaratan sebelum seorang guru bisa secara Kreatif merancang dan menginformasikan program belajar mengajar (T. 7) Kondisi lingkungan kelas/sekolah turut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran berdasarkan CBSA. h.pada itu memiliki wawasan dan penguasaan yang memadai tentang bermacam-macam stategi belajar mengajar yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan belajar.R aka Joni. keadaan mental. terbimbing. Pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kemediaan dan teknologi hardware sangat diisyaratkan. Dengan demikian. walaupun kadaannya berbeda. 6) Keaktifan belajar berdasarkan CBSA tidak jarang menimbulkan kesulitan balajar pada siswa. sehingga kecepatan belajar dan penyelesaian tugastugas tetap terus berlangsung menyertai rekan-rekannya yang tidak mendapat kesulitan. Namun demikian. keaktivan siswa belajar tetap terarah. dan diharapkan mencapai hasil secara optimal. Media dan alat merupakan alat bantu bagi siswa kendatipun mereka diminta untuk memilih dan menggunakannya sendiri sesuai dengan aktivitas belajarnya. 4) Pendekatan CBSA pada dasarnya dapat diterapkan sentua strategi dan metode mengajar. misalnya teknik-teknik belajar. tim masalah-masalah lain. 5) Penyediaan media dan peralatan serta berbagai fasilitas belajar tetap diperlukan. dan lain-lain). 1985. dan pembinaan lingkungan ini 166 . bimbingan dan pembelajaran remedial pada waktu tertentu diperlukan untuk membantu siswa bersangkutan. memilih bahan. Pengaturan. menilai hasil kegiatan.

keritik dan sebagainya. Dalam situasi belajar kelompok. pendapat. berelasi dan berinteraksi satu dengan yang lainya. dan menilai penguasaan bahan sendiri. diskusi kelas. Guru dapat mempersiapkan / merencanakan tugastugas belajar bagi para siswa. bakat. pertanyaan. dan selanjutnya tiap siswa aktif belajar secara perseorangan. 5. diskusi kelompok. seperti: minat abilitet. disiplin kelas yang baik.perlu mendapat dari pihak guru melalui kerja sama dengan guru-guru lainnya serta para siswa sendiri. Termasuk dalam lingkungan kelas juga suasana. kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kelompok. Siswa aktif berpartisipasi.2 PENERAPAN CBSA Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk dan teknik: Pemanfaatan waktu luang Pemanfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukanya kegiatan belajar aktif. minat bakat yang sama. diskusi terbimbing. dan sebagainya. Pembelajaran Individual Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individu tiap siswa. masing-msing anggota dapat mengajukan gagasan. yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan. Jika pemanfaman waktu tersebut dilakukan secara saksama dan berkesinambungan akan memberikan manfaat yang baik dalam menunjang keberhasilan belajar di sekolah. sedang pilihan dilakukan oleh siswa masingmasing. teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok. dan diskusi ceramah. memilah bahan untuk dipelajari. kecerdasan. Teknik lain. Belajar kelompok Belajar kelompok memiliki kadar CBSA yang cukup tinggi. 167 . jawaban. dengan cara menyusun rencana belajar.

mengumpulkan data. 168 . akan diuraikan lebih lanjut dalam pembahasan mengenai keterampilan proses sebagai bagian dari CBSA. antara siswa dengan siswa. tahap kegiatan kulminasi. Belajar Inquiry/discovery (belajar mandiri) Dalam strategi belajar ini siswa melakukan proses mental intelektual dalann upaya memecahkan masalah. dan menarik kesimpulan serta mengaplikasikan hasil belajarnya. dan antara kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif. dimana siswa mengalami kegiatan penilaian. yakni: tahap pendahuluan dimana siswa melakukan orientasi dan perencanaan awal. tahap pengembangan dimana siswa melakukan kegiatan mencari sendin informasi selanjumya menggunakan informasi itu dalam kegiatan praktik. Strategi dan kemampun inquiry ini. Kadar CBSA-nya akan lebih besar jika pertanyaan-pertanyaan timbul dan diajukan oleh pihak siswa dan dijawab oleh siswa lainnya. Pengajaran unit Strategi pengajaran ini berpusat pada suatu masalah atau suatu proyek. Dia sendiri merumuskan suatu masalah. memberikan fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan inquirynya. menguji hipotesis. sedangkan kegiatan guru hanya mengarah membimbing. pembuatan laporan dan tiddak lanjut. Pada tahap-tahap kegiatan belajar ditempuh tahap-tahap kegiatan utama. keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol. Guru bertindak sebagai pengatur lalulintas atau distributor. dan dianggap perlu guru melakukan koreksi dan perbaikan terhadap pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut. Dalam konteks ini.Bertanya jawab Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa.

Ini berarti. Dalam proses tersebut memberikan bimbingan dan menyediakan berbagai kesempatan yang dapat mendorong siswa belajar dan untuk memperoleh pengalaman sesuai dengan tujuan pembelajaran. 1980).1 Rasional keterampilan proses dalam pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses interaksi (hubungan timbal balik) antara guru dengan siswa.3.Berdasarkan beberapa contoh strategi pembelajaran tersebut di atas. Dalam kurikulum telah ditegaskan. peranan pendekatan belajar mengajar sangat penting dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar. Pendekatan mi disebut "pendekatan proses". bahwa penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan dasar dalam diri siswa supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya. kendatipun dengan kadar yang berbeda-beda. Proses pembelajaran yang menerapkan pendekatan ini mengacu kepada siswa agar belajar berorientasi pada belajar bagaimana belajar (Depdikbud. Suatu prinsip untuk memilih pendekatan pembelajaran ialah belajar melalui proses mengalami secara langsung untuk memperoleh basil belajar yang bermakna. Dalam proses im siswa bermotivasi dan sering melakukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna bagi dirinya. maka semakin jelas tentang bagai mana penerapan pendekatan CBSA tersebut dalam proses pembelajaran. Proses tersebut dilaksanakan melalui interaksi antara siswa dengan lingkungannya. 5. Proses pembelajaran melibatkan terbagi kegiatan dan tindakan yang perlu dilakukan oleh siswa untuk memperoleh basil belajar yang baik. Tercapainya tujuan pembelajaran ditandai oleh tingkat penguasaan kemampuan dan pembentukan kepribadian.3 PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SEBAGAI BAGIAN DARI CBSA 5. Kesempatan untuk melakukan kegiatan dan perolehan hasil belajar ditentukan oleh pendekatan yang digunakan oleh guru-siswa dalam proses pembelajaran tersebut. 169 .

menafsirkan data.2 Pengertian keterampilan proses dan kaitannya dengan CBSA Pendekatan dalam keterampilan proses ialah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sejumiah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa. anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Keterampilan-keterampilan dalam bidang sains itu meliputi: mengamati. yaitu keterampilan proses sains yang dibutuhkan untuk menggunakan sains. dan kemampu memecahkan masalah. Kemampuan-kemampun fisik dan mental tersebut pada dasarnya leiah dimiliki oleh siswa meskipun masih sederhana dan perlu dirangsang agar. kritis. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan. Konsep-konsep yang telah dikembangkan int berguna untuk menunjang pengembangan kemampuan selanjutnya. menarik kesimpulan menyusun definisi operasional. Pengertian tersebut menunjukkan. mengenal dengan menggunakan hubungan ruang/waktu. menggolongkan. ketelitian. mengukur. Interaksi antara kemampuan dan konsep melalui proses balajar mengajar selanjutnya mengembangkan sikap dan nilai pada diri siswa misalnya kreativitas. bahwa dengan keterampilan proses siswa berupaya menemukan mengembangkan konsep dalam materi ajaran. dan bereksperimen. Menunjukkan jati dirinya. berkomunikasi. Pendapat yang senada diungkapkan oleh Gagne yang merumuskan pengertian keterampilan proses dalam bidang ilmu pengetahuan alam (sains): pengetahuan tentang konsep-konsep dari prinsip-prinsip yang dapat diperoleh siswa bila dia memilhi kemampum-kemampuan dasar tertentu. Berdasarkan konsep pemikiran di atas maka pendekatan keterampilan proses diartikan sebagai pendekatan dalam perencanaan pembelajaran yang 170 .3. mengendalikan variabel. Keterampilan-keterampilan itu sendiri menjadi roda penggerak dan penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta pertumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai.5. Seluruh gerak atau tindakan dalan proses belajar mengajar akan menciptakan kondisi cara belajar siswa aktif (Conny Se a 1990).

Siswa dituntut terampil mengantisipasi dan meramalkan kegiatan atau peristiwa yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. fakta. siswa untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang sudah dimiliki ketingkat yang lebih tinggi dalam memproses perolehan belajamya. Keterampilan ini diperlukan untuk melakukan percobaan atau penelitian sederhana. tujuan.3. Siswa harus terampil mengenal perbedaan dan persaman atas hasil pengamatannya terhadap suatu objek. atau kepentingan tertentu. babwa ketempilan proses erat kaitannya dengan CBSA. Hal ini menunjukkan. yakni: 1) Mengamati . serta mengadakan klasifikasi berdasarkan ciri khusus. 4) Meramalkan .3 Kemampuan keterampilan dasar yang perlu dilatih dalam keterampilan proses Keterampilan proses sebagai suatu pendekatan proses pembelajaran mengarah pada pengembangan kennampman fisik dan mental yang mendasar sebagai pendorong untuk mengembangkan kemampman yang lebih tinggi pada diri siswa. Ada tujuh jenis kemampuan yang hendak dikembangkan melalui proses pembelajuan berdasarkan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan ini 171 . Pembuatan klasifikasi memerlukan kecermatan dalam melakukan pengamatan. mencium dan merasa. dan informasi. 5) Menerapkem. Siswa harus memiliki keterampilan menghubungkan data. dia dapat mengumpulkan data / informasi yang relevan dengan kepentingan belajarnya. Siswa harus mampu menggunakan alat-alat inderanya : melihat. meraba. 2) Menggolongkan / mengklasifikasikan . mendengar. Siswa harus memiliki keterampilan menafsirkan fakta. 5. data. siswa harus mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari dan dikuasai ke dalam situasi dan pengalaman baru. atau peristiwa. Dengan kemampuan ini. informasi. 3) Menafsirkan (meginterpretasikan) .menitikberatkan pada aktivitas dan kreativitas.

172 . baik proses maupun hasil belajarnya kepada siswa lain dan peminat lainnya. hakekatnya merupakan bagian dalam kehidupan manusia. pemecahan suatu masalah menuntut kemampuan tertentu pada diri individu yang hendak memecahkan masalah tersebut. 6) Merencanakan penelitian.digunakan untuk menjelaskan tentang apa yang akan terjadi dan dialami oleh siswa dalam proses belajarnya. baik yang bersifat sederhana maupun yang sulit. 1) Pengertian pemecahan masalah Masalah pads.3. Tiap orang tidak pernah luput dari masalah. tujuan. Dengan kata lain. Dia harus menentukan langkah-langkah kerja pengumpulan dan pengolahan data serta prosedur melakukan penelitian. pemecahan masalah menuntut kemampuan memproses infomasi untuk membuat keputusan tertentu. atau kesimpulan. mencari dan menemukan sendiri informasil data untuk diolah menjadi konsep. siswa harus mampu menentukan masalah dan variabel-vatiabel yang akan diteliti. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. lni berarti. Masalah yang sederhana dapat dijawab melalui proses berpikir yang sederhana. dan ruang lingkup penelitian. sedangkan masalah yang rumit memerlukan langkah-langkah pemecahan yang rumit pula. Suatu pertanyaan mempunyai peluang tertentu untuk dijawab dengan tepat. Siswa harus mampu menyusun dan menyampaikan laporan secara sistimatis dan menyampaikan perolehannya. 7) Mengkomunikasikan. Proses penecahan masalah memberikan kesempatan peserta didik berperan aktif dalam mempelajari. 5. read. Pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan suatu nasalah dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat. prinsip. bila pertanyaan iu dirumuskan dengan baik dan sistematis.4 Penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran Siswa bentuk penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran adalah pemecahan masalah atau inquiry (penemuan). Masalah pada hakekatnya adalah mengundang jawaban.

Pemikiran terarah pada hal-hal yang bertalian dengan upaya mencari jawaban terhadap persoalan yang dibadapi.Kemampuan memecahkan masalah harus ditunjang oleh kemampuan penalaran. Siswa menghadapi masalah. Langkah-lmgkah tersebut pada umumnya terdiri dari 1. 2) Langkah-langkah pemecahan masalah Dalam proses pembelajaran. Kemampuan penalaran memerlukam upaya peningkatan kemampuan dalam mengamati. Siswa merumuskan hipotesis. Siswa mengumpulkan dan mengolah data / informasi dengan teknik dan prosedur tertentu. yang masih perlu diuji kebenarannya. yakni kemampuan melihat hubungan sebab akibat. 4. di samping perlunya penalaran yang baik. Upaya ini memerlukan berpikir kneatif dan kemampuan menjajaki bidang-bidang baru serta menghasilkan temuantemuan baru. dalam kaitannya dengan upaya mencapai tujuan. Siswa merumuskan masalah. artinya menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifikasi. artinya dia menyadari adanya suatu masalah tertentu. artinya merumuskan kemungkinankemungkinan jawaban atas masalah tersebut. 2. 173 . bertanya. 3. berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Para peserta didik harus dilatih tentang tata cara memecahkan masalah dengan mengembangkan kemampun berpikir yang terarah untuk menghasilkan gagasan mengenai berbagai kemungkinan memecahkan masalah. tetapi juga penting menguasai lingkungan langkah-langkah memecahkan masalah secara tepat.

Secara rinci. 2. 3. Taraf penguasa pembelajaran terhadap materi pelajaran yang diberikan akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Tingkat kesukaran dan kemudahan bahan pelajaran yang diberikan pembalajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Kemampuan mengajar guru akan diketahui. 5. Pembelajar maua yang perlu mendapatkan prioritas dalam bimbingan penyuluhan. dimana pembelajaran dan guru berinteraksi. Termanfaatkan didalmya sarana dan fasilitas pendidikan akan diketahui setelah adanya evaluasi. Pembelajar dapat dikelompokkan kedalam kelompok mana juga akan diketahui setelah evaluasi. setelah diadakan evaluasi. dari lebih jauh sangat penting bagi pencapaian tujuan pendidikan. akan diketahui apakah proses belajar mengajar. Letak kesulitan pembelajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi.BAB V1 KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 6. dan mana yang tidak menjadi prioritas akan diketahui setelah evaluasi.1. PENGERTIAN KEDUDUKAN DAN SYARAT-SYARAT UMUM EVALUASI Mengapa evaluasi hasil belajar pembelajaran perlu dilakukan? Karena dengan evaluasilah. 8. 6. Jelaslah bahwa evaIuasi sangat penting dilakukan guna memberikan pelayanan sebaik mungkin. 174 . Remidi-remidi spa saja yang dapat diberikan kepada pembelajaran yang mengalami kesulitan juga. telah mencapai sasaran yang dikehendaki ataukah belum. 4. Tujuan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan akan diketabui seberapa tingkat pencapaiannya setelah diadakan evaluasi. akan diketalmi setelah melihat hasil 7. 9. alasan-alasan bagi perlunya evaluasi pembelajar adalah sebagai berikut: 1.

1975). dalam bahasa Arab: al-taqdir. pembicaraan hanya akan dibatasi pada penilaian atau evaluasi yang dilaksanakan di sekolah. Secara harfiah kata evaluasi berasal dan bahasa Inggris Evaluation. Atau singkatnya: Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan. atau yang terjadi di lapangan pendidikan). Sedangkan orang yang menilai atau menaksir disebut sebagai evaluator (Echols.1 Pengertian evaluasi Kata evaluasi merupakan pengindonesiaan dari kata evaluation dalam bahasa inggris. sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dam Gerald W. sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. Berbkara tentang pengertian evaluasi pendidikan. Adapun dui segi istilah. Kata kerjanya adalah evaluate yang berarti menaksir atau menilai. Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwin Wandt dan geral W Brown itu untuk memberikan definisi tentang evaluasi pendidikan. Akar katanya adalah value. dalam bahasa Indonesia berarti. suatu tindakan atau kegiatan (yang dilaksanakan dengan maksud) atau suatia proses (yang berlangsung dalam rangka) menetukan nulai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan.1. maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Dengan demikian secara harfiah. dalam bahasa Indonesia berarti: pnilaian. Brown (1977): Evaluation refer to act or process to determining the value of some thing. di tanah air kita. nilai. evaluasi pendidikan (educationnal evaluation = al-Taqdir al-Tarbawiy) dapat diartikan sebagai penilaian-penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Mengingat sangat luasnya pembicaraan tentang penilaian pendidikan.6. dalam Babasa Arab . yang lazim diartikan dengan penaksiran atau penilaian. maka evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai. al-qimah. Menurut definisi int. lembaga administrasi negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan sebagai berikut: 175 . maka dalam buku ini.

Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan dengan proses kegiatan untuk menentukan nilai sesuatu.1975). Secara terminologis. atau gejala dengan mana mempertimbangkan patokan-patokan patokan-patokan mengandung pengertian baik tidak baik.. 6.Secara etimologis.1. memenuhi syarat tidak memenuhi symat dengan perkataan lain kita menggunakan Value Judgement.. maka dalam pengukuran sedikitpun 176 . Berdasarkan pengertian pengertian diatas. Oleh karena sesuatu yang diukur itu bermaksud diketahui secara apa adanya. 2. Raka Joni (1975) mengartikan evaluasi sebagai berikut: 'suatu proses dimana kita mempertimbangkan sesuatu barang tertentu.1) Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan.2 Perbedaan Pengukuran dan Penilaian Sebelum dilakukan evaluasi terkhir dahulu dilakukan pengukuran. pengukuran diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetalmi sesuatu sebagaimana adanya. evaluasi dikemukak oleh para ahli sebagai berikut: 1. dibanding tujuan yang telah ditentukan. pengukuran merupakan terjemahan darl measurement (Echols. 3. Evaluasi hasil belajar pembelajaran adalah suatu proses menentukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menentukan patokan patokan tertentu guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya.. memadai tidak memadai. 2) Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan Secara teminologis. a systematk process of determining the extent to whkh instructional objectives are achieved by pupil. Grounlund (1976) mengartikan evaluasi sebagai berikut: . sangatlah jelas bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menentukan patokanpatokan tertentu untuk mencapai suatu Tujuan.

proses belajar pembelajaran. proses belajar dan mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran ). maka orang yang mengevaluasi sebenamya juga melakukan aktivitas pengukuran. Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut: Evaluasi pendidikan adalah: 1. mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran (pembelajar dan guru). maka dapat dikemukakan pengertian sebagai berikut: 1. meliputi: hasil belajar pembelajaran. Proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan.penafsiran mengenai sesuatu. 2. Jika pengertian evaluasi dan pengukuran tersebut ditarik ke setting belajar dan pembelajaran. 6. Evaluasi belajar pembelajaran juga mencakup pengukuran belajar dan pembelajaran. Sebagaimana adanya mengandung sesuatu pengertian bahwa sesuatu yang diukur tidak holeh dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya. Penilaian atau evaluasi adalah suatu aktivitas yang bermaksud menentukan nilai belajar pembelajaran (baik belumnya/tidaknya.1. Pengukuran adalah suatu upaya atau aktivitas yang dimaksudkan untuk mengetahui belajar pembelajaran sebagaimana adanya. Oleh karena pengukuran adalah salah satu kegiatan yang berada dalam evaluasi.3 Pengertian Evaluasi Dalam Proses Pendidikan Berbkara tentang pengertian istilah evaluasi pendidikan ditanah air kita. Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan 177 . dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan 2. berhasil belumnya/tidaknya. belajar pembelajaran. yang meliputi hasil belajar. Evaluasi pendidikan. dengan demikian juga mencakup penguluaran pendidikan. memadai belum/tidaknya.

untuk kemudian diambil keputusan atau dirumuskan kebijaksanaan tertentu. dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisalikan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. BAGAN TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN Tujuan Pendidikan yang telah ditentukan Proses / Kegiatan Pencapaian Tujuan Hasil-hasil pendidikan yang telah dapat dicapai 6. Dengan evaluasi juga akan diketahui faktorfaktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tersebut berhasil dart faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tidak atau belum berhasil. Tidak hanya itu. Padahal dikehuinya hal tersebut.Bertitik tolak dari uraian diatas.2 KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PROSES PENDIDIKAN Kedudukan evaluasi dalam belajar dari pembelajaran sungguh sangat penting. 178 . akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengadakan perbaikan belajar duo pembelajaran. Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan. dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran. Penting karena dengan evaluasi atom diketahui apakah belajar dan pembelajaran tersebut telah mencapai tujuuan ataukah belum. Bagan tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa dalam proses penilaian dilakukan pembandingan antara informasi. Kriteria atau tolak ukur yang dipegangi tidak lain adalah tujuan yang sudah ditentikan terlebih dahulu sebelum kegiatan pendidikan itu dilaksanakan. maka apabila defenisi tentang evaluasi pendidikan itu dituangkan dalm bentuk bagan berikut. karena strategi belajar dan pembelajaran..infomasi yang telah berhasil dihimpun dengan kriteria tertentu.

Hampir semua ahli prosedur sistem instruksional menempatkan evaluasi ini sebagai langkah-langkahnya. Menentukan syarat-syarat dan altematif pemecahan masalah Memilih strategi pemecahan masalah. pasti kita akan tahu betapa tidak dapat terpisahkan evaluasi tersebut dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. c. Penilaian terhadap perfomansi Umpan balik. b. Menentukan keefektifan hasil Mengadakan revisi atas keseluruhan langkah a sampai dengan Imgkah c. Merumuskan teori pembelajaran (instuksional objectives) b. Menentukan prosedur pembelajaran. Melaksanakan pemecahan msalah. e. Identifikasi masalah. c. proses belajar pembelajaran haruslah menempuh prosedurprosedur sebagai berikut : a. Mentout Kauffman.proses belajar dan pembelajaran menempatkan evaluasi sebagai salah satu langkahnya. langkah-langkah yang harus ditempuh dalitm belajar pembelajaran adalah dengan menggunakan model pemecahan masalah sebagai berikut: a. Perhatikan pula langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli berikut. 1. b. d. Menurut Glaser. f. Dan dari langkah menentukan keefektifan basil tersebut baru dapat dilakukan revisi atas keseluruhan langkah sebelumnya. d. 2. Memutuskan situasi permulaan siswa Jelaslah bahwa evaluasi (sebagaimana pada langgkah d) sangat diperlukan dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam proses 179 . Jelaslah bahwa langkah c (menentukan keefektifan hasil) pada dasarnya tidak berbeda dengan evaluasi itu sendiri.

b. c. d. 3. aktivitas pembelajar. Menurut Kemp a. 180 . Pre test Teaching/ leaming activities and resources Evaluation. Merumuskan tujuan instruksional. d. e. Menurut model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem lnstruksional): a. b. mata pembelajaran dan alat bantu pembelajaran. Hal serupa dapat juga dibaca pada prosedur belajar pembelajaran yang dikemukakan para ahli berikut.belajar pembelajaran. student characteristks learning objectives Subject content. Evaluasi 5. Analisis situasi. Menentukan aktivitas guru. c. Menumt Gelder a. f. b. d. 4. e. g. c. topcs and general purposes. Merumuskan tujuan Mengembangkan alat evaluasi Merumuskan kegiatan belajar pembelajaran Mengembangkan program kegiatan Pelaksanaan kegiatan belajar pembelajaran.

181 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->