BAB I HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN Istilah belajar sebenamya telah lama dan banyak dikenal. Bahkan pada era sekarang ini, hampir semua orang mengenal istilah belajar. Namun apa sebenamya belajar itu, rasanya masing-masing orang mempunyai tangkapan yang tidak sama. Sejak manusia ada, sebenamya ia telah melaksanan aktivitas belajar. Oleh sebab itu, kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aktivitas itu telah ada sejak adanya manusia. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar ? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar, maka sebenamya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. Pada masa sekarang ini, belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir di sepanjang waktunya, manusia banyak melaksanakan “ritual-ritual” belajar. Apa sebenamya belajar itu, banyak ahli yang memberikan batasan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang tak dapat dibedakan dengan kegiatankegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena itu, tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. Dalam proses pengajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang penting / vital. Mengajar adalah proses membimbing kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya bermaksan bila terjadi kegiatan belajar siswa. Oleh karena itu, adalah penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar siswa, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa.

1

1. PENGERTIAN BELAJAR 1.1. Pengertian belajar yang dipergunakan sehari – hari Dalam pengertian yang umum atau populer, belajar adalah

mengurupulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. Belajar dalam pengertian mengurupulkan sejumlah pengetahuan

demikian, tampaknya masih diikuti juga sampai sekarang. Orang baru dikatakan belajar manakala sedang membaca bacaan, membaca sejumlah tugas mata kuliah atau mata pelajaran, membaca buku pelajaran. Seorang murid yang sedang mengerjakan tugas-tugas matematika biasa disebut sedang belajar. Orang yang sedang menimba pengetahuan pada bangku sekolah lazim juga dikenal sebagai pelajar. Bahkan orang yang banyak menguasai ilmu pengetahuan lazim dikenal dengan kaum terpelajar. Singkat perkataan, belajar dalam pengertian umum atua populer adalah suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai sejumlah pengetahuan. Pengetahuan belajar demikian, secara konseptual tampakanya sudah mulai ditinggalkan orang, meskipun secara praktikal masih banyak yang menganut. Ini karena berkembang pesatnya teknologi informasi seperti sekarang ini. Guru tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang “belajar”. Sering kai pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dna memperluas pandangan kita tentang mengajar.

2

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakukan melalui pengalaman. (leaming is defined as the modifkation or strengthening of behavior through experincing). Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sejalan dengan perumusan diatas, ada pula tafsisan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengeritan ini menitik beratkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. William Burton mengemukakan bahwa : A good leaming situation consist of a rkh and baried series of leaming experiences unified around a vigorous purpose, and carried on in interaction with a rkh, varried and provocative environment. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari belajar. b. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri. c. Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintangan-rintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan. d. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.

3

Bertolak dari kenyataan itu. g. maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang secara pesat. Dengan berkembangnya psikologi dalam pendidikan. baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. f. h. Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar. j. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan. Justru dapat dikatakan. masing-masing yaitu : Teori-teori belajar dari psikologi behavioristik. Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu. Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. i. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenamya. Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar. maka berbarengan dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajar. bahwa dengan tumbuhnya pengetahuan tentang belajar. maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar. 4 . Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelajari.e. dari periode ke periode berikutnya. Teori-teori belajar dari psikologi kognitif Teori-teori belajar dari psikologi humanistik. Di dalam masa perkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini muncullah secara beruntun aliran psikologi pendidikan masing-masing yaitu : Psikologi behavioristik Psikologi kognitif Psikologi humanistik Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun.

Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sbagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. Selain itu, ahli-ahli psikologi mempunyai pandangan yang berada mengenai apa belajar itu. Dalam pandangan psikologis, setidak-tidaknya ada empat pandangan mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik. Menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dengan demikian dilaksanakan dengan kondisioning, pembiasaan, peniruan. Hadian dan hukuman sering ditawarkan dalam mengajar dan belajar demikian. Kedaulatan guru dalam belajar demikian relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa sebalikya, relatif rendah. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik. Pandangan humanistik ini merupakan anti tesa pandangan behavioristik. Dalam pandangan demikian, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam belajar demikian siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Peranan guru dalam mengajar dan belajar demikian relatif rendah, sementara kedaulatan guru relatif rendah. Ketiga, pandangan yang berasal dari psikologi kognitif. Pandangan ini merupakan konvergensi dari pandangan behavioristik dan humanistik. Menurut pandangan demikian belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, metode belajar yang cocok dalam pandangan ini adalah eksperimentasi. Berdasarkan diagram sebagaimana pada diagram 1.1. diketahui, bahwa dalam pandangan psikologi behavioristik, tanggung jawab siswa dalam belajar rendah, sedangkan tanggung jawab guru dalam mengajar tinggi. Sebaliknya, dalam pandangan psikologi humanisti, tanggung jawab guru rendah sedangkan tanggung jawab siswa tinggi. Sementara itu, dalam pandangan psikologi kognitif, tanggung jawab guru dan siswa sama-sama sedang.

5

Selain ketiga pandangan tersebut, ada pandangan keempat dari psikologi gestalt. Menurut pandangan psikologi gestalt, belajar adalah usaha yang bersifat totalitas dari individu, oleh karena totalitas lebih bermakna dibandingkan dengan sebagian-sebagian.

1.2.

Pengertian belajar menurut psikologi behavioristik Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya

aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori psikologi daya dan teori mental state. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja. Berkat pandangan dalam psikologi dan naturalisme science maka timbullah aliran baru ini. Jiwa atau sensasi atau image tak dapat diterangkan melalui jiwa itu sendiri karena sesungguhnya jiwa itu adalah respons-respons psikologis. Aliran lama memandang badan adalah sekunder, padahal sebenamya justru menjadi titik pangkal bertolak. Natural science melihat semua realita sebagai gerakan-gerakan (movemant), dan pandangan ini mempengaruji timbulnya behaviorisme. Metode instrospeksi sesungguhnya tidak tepat, sebab menimbulkan pandangan yang berbeda-beda terhadap objek luar. Karena itu harus dkarai metode yang objektif dan ilmiah. Dari eksperimen menunjukkan bahwa tikus dapat membedakan antara wama hijau dan wama merah dan dapat pula dilatih. Jadi kesadaran itu tiada gunanya. Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan segala kelakuan manusia secara seksama dan menyediakan perogram pendidikan yang efektif. Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan

pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.

6

Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan situmulus respons ini akan menimbulkan

kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar, jadi pada dasamya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan pembentukan maka hubungan-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakakn oleh para psikolog behavioristik. Mereka ini sering disebut “ Contemporary Behaviorists” atau jg disebut “S-R Psychologists”. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-rekasi behavioral dengan stimulasinya. Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku adalah merupakan hasil belajar. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tingkah laku tersebut.

Teori-teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor-faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. Oleh karena itu, teori ini juga dikenal dengan teori conditioning. Tokoh-tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain adalah : Pavlov, Watson, Gutrie dan Skinner. Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahimya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh Thondike, Pavlov, Wabon, dan Ghuyhrie. Mereka masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar. 7

Praktek perlu disertai dengan “reward”. makin banyak dipraktekkan atau digunakannya hubungan stimulus respon. Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu. Dari penelitiannya itu Thondike menemukan hukum – hukum : (1) “law of readiness”. Thondike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing. maka hubungan itu menjadi lebih kuat. Ciriciri belajar dengan “trial and error” yaitu : 1. Teori belajar Thondike disebut “connectionism”. Ada kemajuan rekasi-reaksi mencapai tujuan. Ada berbagai respon terhadap situasi 3. bilamana terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan dibarengi dengan “state of affairs” yang memuaskan. Ada eliminasi respon-respon yang gagal / salah . jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi itu. Dalam hal itu. karena belajar merupakan proses pembentukan koneksikoneksi antara stimulus dan respons. objek mencoba berbagai cara beraksi sehingga menemukan keberhasilan dalam membuat koneksi sesuatu rekasi dengan stimulasinya. maka kekuatan hubungan menjadi berkurang. maka reaksi menjadi memuaskan (2) “law of exercise”. 8 . makin kuat hubungan itu. (3) “law of effect” .Pada mulanya pendidikan dan pengajaran di Amerika serikat di dominasi oleh pengaruh Thondike (1874-1949). tingkah laku anak-anak dan orang dewasa. dan 4. Ada motif pendorong aktivitas 2. Bilamana hubungan dibarengi “state of affairs” yang mengganggu. Teori ini sering disebut “trial dan error leaming” individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial and error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu.

Ia melakukan percobaan terhadap anjing. Karena itu. anjing diberi stimulus bersyarat sehingga terjadi reaksi bersyarat pada anjing. Makanan yang diberikan tersebut oleh Pavlov disebutu sebagai perangsangan yang bersyarat. maka dapat berfungsi sebagai conditioned. dapat juga berlaku pada manusia. Pada saat bel atau lampu diberikan mendahului makanan. Selanjutnya. Menurut Pavlov pengkondisian yang dilakukan pada anjing demikian ini.Sementara Thondike mengadakan penelitiannya. ketika perangsang bersyarat (bel. lampu) diberikan tanpa perangsang tak bersyarat anjing tersebut tetap memberikan respon dalam bentuk keluamya air liur. teori Pavlov ini dikenal teori classkal conditioning. Anjing tersebut diberi makanan dan diberi lampu. Pada saat diberi makanan dan lampu keluarkan respon anjing tersebut berupa keluamya air liur. Demikian juga jika dalam pemberikan makanan tersebut disertai dengan bel. Oleh karena perangsang bersyarat (sebagai pengganti perangsang tak bersyarat : makanan) ini ternyata dapat menimbulakn respons. Dalam percobaan ini. air liur tersebut juga keluar. sementara bel atau lampu yang menyertai disebut sebagai perangsang bersyarat. anjing tersebut juga mengeluarkan air liur. Mula-mula teori conditioning ini dikembangnkan oleh Pavlov (1972). di Rusia Ivan Pavlov (1849-1936) juga menghasilkan teori belajar yang disebut “classkal conditioning” atau “stimulus substitution”. Teori kondisioning Pavlov tersebut dapat dimodelkan sebagai berikut : Bel / lampu + makan → air liur (berulang-ulang) Bel / lampu → air liur Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson (1970) adalah orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar 9 . Terhadap perangsang tak bersyarat yang disertai dengan perangsang bersyarat tersebut. anjing memberikan respons berupa keluamya air liur. Teori Pavlov berkembang dari percobaan laboratoris terhadap anjing.

Salah satu percobaannya adalah terhadap anak umur 11 bulan dengan seekor tikus putih. cenderung akan menimbulkan gerakan itu. Responsi atas suatu situasi cenderung di ulang manakala individu menghadapi situasi yang sama. Ia mengemukakan prinsip belajar yang disebut “the law of association” yang berbunyi : suatu kombinasi stimulus yang telah menyertai suatu gerakan. Menurut Watson. Menurut gutrie. 10 . Efektif tidaknya hukuman tergantung pada apakah hukuman itu menyebabkan murid belajr ataukah tidak ? Teori belajar kondisioning ini kemudian dikembangkan oleh Gutrie (1935-1942). cinta dan marah. bahwa hukuman itu tidak baik dan tidak pula buruk. Guthrie memperluas penemuan Watson tentang belajar. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubungan-hubungan stimulus-respon baru melalui “conditioning”. Gutrie berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diubah : tingkah laku jelek dapat diubah menjadi baik. manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi-reaksi emosional berupa takut. Menurut Gutrie. Dengan kata lain.R. Inilah yang disebut dengan asosiasi. apabila kombinasi stimulus itu muncul kembali. bahwa belajar merupakan proses terjadinya refleks-refleks atau respons-respons bersyarat melalui stimulus pengganti. Dalam situasi tertentu. maka nantinya dalam situasi yang sama anda akan mengerjakan hal serupa lagi. Rasa takut dapat timbul tanpa dipelajari dengan proses ekstinksi. jika anda mengerjakan sesuatu dalam situasi tertentu.berdasarkan hasil penelitian Pavlov. belajar memerlukan reward dan kedekatan antara stimulus dan respon. Watson berpendapat. setiap situasi belajar merupakan gabungan berbagai stimulus (dapat intemal dan dapat ekstemal) dan respon. Gutrie berpendapat. Teori Gutrie berdasarkan atas model penggantian stimulus saut ke stimulus yang lain. E. dengan mengulang stimulus bersyarat tanpa di barengi stimulus tak bersyarat.

lambat laun anak tersebut tidak jijik lagi kepada boneka. Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar. Ia disuruh merokok terus sampai bosan . dan ternyata boneka tersebut sebenamya tidak menjijikkan. c. Metode membosankan. teori Skinner ini dikenal dengan operant conditioning. bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku. Operants : respon yang terjadi karena situasi random 11 . dan setelah bosan. b. yaitu : a. Jika anak bosan belajar. Metode respon bertentangan. ialah respon yang timbul dari stimulus tertentu dan operant (instrumental) respons yang timbul dan berkembang karena diikuti oleh perangsang tertentu. Dari hasil percobaannya Skinner membedakan respon menjadi dua. dapat benar dan dapat juga salah. jika anak jijik terhadap sesuatu. Asosiasi tersebut. Misalnya saja anak kecil suka mengisap rokok. maka permainan anak yang disukai tersebut diletakkan di dekat boneka. Misalnya saja. Skinner berpendapat. Dengan meletakkan permainan di dekat boneka. Skinner menganggap “reward” atau “reinforcement” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. Responsents : respon yang terjadi karena stimulus khusus misalnya Pavlov (2). yakni : (1). sebutlah misalkan saja boneka.banyak stimulus yang berasosiasi dengan banyak respon. Peletakan permainan yang paling disukai tersebut dapat dilakukan secara berulang-ulang. ia akan berhenti merokok dengan sendirinya. Skinner mengembangkan teori kondisioning dengan menggunakan tikus sebagai kelinci percobaan. Oleh karena itu. Seperti halnya Thondike. Metode mengubah lingkungan. maka lingkungan belajarnya dapat diubah-ubah sehingga ada suasana lain dan memungkinkan ia betah belajar. Selanjutnya. Ada tiga metode pengubahan tingkah laku menurut teori ini.

pemindah makanan. Reinforcement tikdak diperlakukan karena stimulusnya menimbulkan respon yang diinginkan. digunakan pula suatu “reinforcemen stimulus. Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar. Disamping itu. Guru berperan penting di dlaam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. lampu. Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing adalah pelasant stimulus). berupa makanan”.Perbedaan penting antara Pavlov’s classkal conditioning dan Skinner’s operant conditioning ialah dalam classkal conditioning. Operant conditioning. akibat-akibat suatu tingkah laku itu. Dalam pengajaran. yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respon (4) Hukuman : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan misalnya : “Contradktion or reprimand”. Jenis-jenis stimulus : (1) Jenis-jenis stimulus (2) Positive reinforcement : Penyajian stimulus yang meningkatkan probabilitas suatu respon (3) Negative rinforcement : Pembatasan stimulus yang tidak menyenangkan. Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimulus guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior. operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimulus. digunakan suatu “diskriminative stimulus” (tanda untuk memperkuat respons) misalnya tombol. (5) Primary rinforcement : stimulus pemenuhan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (6) Modifikasi tingkah laku guru : Perlakuan guru terhadap murid-murid berdasarkan minat dan kesenangan mereka. suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung. or reinforcing 12 .

yang didasarkan penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah rata-rata respon 3. Paling tidak tidak. Dalam mencoba-coba ini 13 . yang didasarkan atas satuan waktu tetapi diantara “reinforcement” 4. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu. g. Extention. ialah proses pembentukan tingkah laku yang menggunakan penguatan pada saat tepat hingga respon pun sesuai dengan yang diisyaratkan. Jadwal penguatan ialah variasi pemberian peguatan : rasio tetap dan bervariasi. Menurut Menurut thondike. 2. ialah proses penghentian kegiatan sebagai akibat dari ditiadakannya penguatan. c. ialah respon dan stimulus yang berangkaian satu sama lain f. Shopping. yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respon setelah terjadi jumlah tertentu dari respon. d. “Fixed interval schedule”. pemberian renforcement menurut respon betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon. “variable interval schedule”. Penguatan positif dan negatif b. Pendekatan suksesif.mencoba-coba ini dilakukan. belajar dapat dilakukan dengan mencoba-coba (trial and error). “Variable ratio schedule”.Jadwal reinforcement menguraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat ? Ada empat cara penjadwalan reinforcement : 1. ialah proses pembentukan tingkah laku yang makin mendekati tingkah laku yang diharapkan. ada enam konsep operant conditioning ini yaitu : a. yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran. “Fixed-ratio schedule”. interval tetap dan bervariasi. e. Chaining of respons.

Jika seseorang siap melakukan sesuatu. Adanya motivatie pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu b. Akhirnya seseorang mendapatkan jenis respon yang paling tepat. c. Sebaliknya jika respons tersebut tidak digunakan. Dengan perkataan 14 . Karakteristik belajar trial dan error adalah sebagai berikut : a. tetapi tidak melakukannya. maka tingkatan penguatannya kian besar. Beberapa hukum belajr yang ditemukan oleh Thoendike adalah sebagai berikut : a. dan ia melakukannya. Hukum latihan (low of exercise). Jika seseorang mengulang-ulang respons terhadap suatu stimulus. 0hukum akibat (law of effect). maka ia puas. jika ia siap melakukan sesuatu. menjadikan seseorang belajar berulang-ulang. b. Manakala hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan kepuasan. maka akan memperkuat hubungan antara respon dan stimulus. Sebab pemuas yang antara lain berupa terpemenuhinya motif-motif seseorang. Tetapi lemah dan kuatnya hubungan antara respons dan stimulus tersebut tergantung kepada memuaskan tidaknya respons yang diberikan. Sebaliknya jika hubungan antara respon dengan stimulus menimbulkan ketidak puasan. Berangkat dari yang sederhana berangsur-angsur menuju ke yang kompelks.seseorang mungkin akan menemukan respoons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. Seseorang berusaha melakukan berbagai macam respons dalam rangka memenuhi motive-motivenya. Hukum kesiapan (law of readiness). hubungannya dengan stimulus semakin lemah. maka ia tidakpuas. maka tingkatan penguatannya kian lemah. bahwa motivasi sangat penting dalam belajar. Respons-respons yang dirasakan tidak bersesuaian dengan motivenya dihilangkan d. c. Implikasi hukum ini adalah baha belajar dimulai dari tingkatan yang mudah berangsur-angsur menuju yang sukat. Implikasi dari hukum ini adalah. Sebaliknya.

kepercayaan. Manakala suatu respon cocok dengan situasinya relatif mudah untuk dipelajari (concept belongingness). c. Pada saat seseorang berhadapan dengan sebuah situasi yang bagi dia termasuk baru. Menurut pendapat mereka. sikap dan hal-hal lain yang telah ada pada dirinya. turut menentukan tercapainya tujuan yang ingin dicapai. ialah menghubungkan respon yang ia kuasai dengan situasi tertentu tatkala menyadari bahwa respon yang ia kuasai dengan situasi tersebut mempunyai hubungan. hukum akibat ini punya keyakinan bahwa orang punya kecenderungan mengulang respon yang memuaskan dengan menghindari respon yang tidak memuaskan. bahwa tingkahlaku seseorang tidak hanya dikontrol oleh Reward dan reinforcement. yaitu : a. Mereka berpendapat. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Kognitif Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuanpenemuan para ahli sebelumnya mengenai belajr sebagai proses hubungan stimulus-respon-reinforcement. f. Pada diri seseorang sebenamya terdapat potensi untuk mengadakan seleksi terhadap unsur-unsur penting dari yang kurang atau penting hingga akhirnya dapat menentukan respon yang tepat. Orang cenderung memberikan respon yang sama terhadap situasi yang sama. tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi. e.lain. berbagai ragam respon ia lakukan. d. 1. apa yang ada pada diri seseorang.3. Orang cenderung mengadakan assosiative shiffing. Selain mengemukakan tiga hukum belajar. Respon tersebut ada kalanya berbeda-beda sampai yang bersangkutan memperoleh respon yang benar. Hukum ini membawa implikasi kebenaran bagi diadakannya eksperimentasi dalam belajar. b. baik itu berupa pengalaman. yaitu tindakan mengenal atau mengemukakan 15 . Tondike prinsip-prinsip belajar. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitif.

dan setelah membentuk pengertian. Menurut teori ini suatu informasi yang berasal dari lingkungan pembelajar. Mereka memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan. Sedangkan pengolahan oleh otak manusia sendiri dimulai dengan pengatan (penginderaan) atas informasi yang berada dalam lingkungan manusia. bahwa tingkahlaku seseorang lebih bergantung kepada insight terhadap hubungan-hubungan yang ada dalam suatu situasi. Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. belajar dipandang sebagaoi proses pengolahaninformasi dalam otak manusia. Salah satu teori belajar yang berasal dari psikologi kognitif adalah teori pemerosesan informasi. Reseptor-sreseptor tersebut memberikan simbol-simbol informasi yang ia terima. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. mencari informasi. kemudian dikeluarkan kembalii oleh pembelajar. sangat menentukan terhadap perolehan belajar :yang berhasil dipelajari yang berhasil diingat dan yang mudah dilupakan.memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situsi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. memecahkan masalah. 16 . informasi-informasi yang diterima oleh registor penginderaan telah mengalami transformasi. belajar dipandang sebagai suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. penyimpanan / pengkodean / penyadian terhadap informasi-informasi yang tersimpan. Menurut psikologi kognitif. Keseluruhan adalah lebih dari bagian-bagiannya. penyimpanan (baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang). Menurut teori ini. dan kemudian diteruskan ke registor penginderaan yang terdapat pada saraf pusat. Mempraktekkan. pada awalnya diterima oleh reseptor. mencermati lingkungan. Para psikolog kognitif berkeyakinan bahwa pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. Jadi kaun kognitif berpandangan. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. Dengan demikian. mengabaikan dan respon-respon yang lainnya guna mencapai tujuan.

Informasi yang masuk ke dalam syaraf pusat tersdebut kemudian disimpan dalam waktu pendek. Sementara memori jangka pendek lazim juga dikenal dengan memori kerja dan kesadaran. Sebab. dan disiapkan untuk dipergunakan di kemudian hari. manakala menurut psikolog behavioristik reinforcemen berfungsi sebagai pemerkuat respon atau tingkah laku. informasi mengalir langsung dari memori jangka panjang kegenerator respon selama pemanggilan. Proses pereduksian seperti ini dikenal juga dengan persepsi selektif. informasi-informasi baru terintegrasi dengan informasi-informasi lama yang sudah tersimpan dalam memori jangka panjang bertahan lama. Kapasitas memori jangka pendek ini amat terbatas. dan kemudian kegenerator respon. maka menurut psikolog kognitif. sebagian diantaranya diteruskan ke memori jangka pendek. Dalam pikiran yang sadar. meskipun alasan yang dikemukakan berbeda dengan psikologi behavioristik. sedangkan selebihnya hilang dari sistem. diteruskan ke memori jangka panjang.menurut psikologi belajr kognitif. Teori kognitif berpijak pada tiga hal yaitu : (1) Perantara sentral (central intermediaries) (2) Proses-proses pusat otak (central brain). Saat transpormasi. Informasi dalam memori jangka pendek dapat ditranspormasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya. Informasi-informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini. berfungsi sebagai sumber umpan balik. Pengeluaran kembali atas informasi-informasi yang terseimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan pemanggilan. reinforcemen sangat penting juga dalam belajar. waktunya juga pendek. misalnya ingatan atau ekpektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. Sementara untuk respon otomatis. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati) 17 . informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek. megurangi keragu-raguan hingga mengarah kepada pengertian.

(4) Pemahaman dalam pemecahan masalah. Prinsip-prinsip belajar teori kognitif : (1) Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. Suatu masalah belajar yang trstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa. maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa. Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalaman lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pemgetian mengenai hubungan-hubungan yang essensial. teori yang menitikberatkan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention). Siswa menerima atau menolak sesuatu 18 . Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif. bahwa yang dipelajari adalah fakta. Berbeda dengan teori stimulus respon. Susunanya dari yang sederhana ke yang kompleks. dibandingkan dengan rte leaming atau belajar dengan formula. variabel tingkah laku non habitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari. Masalah bagian keseluruhan adalah masalah organisasi dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. (2) Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. (3) Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih permanen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan. (4) Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajr. yang mengetahui altemate routes illustratis cognitive structure .(3) Pertanyaan tentang apa yang dipelajari ? Jawabannya adalah struktur kognitif. kita mengetahui dimana adanya. Perferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem.

Lewin memberikan peranan yang lehih penting pada motivasi dari reward. misalnya : orang-orang yang ia jumpai. Lewin memandang masing-mading individu berada di dalam suatu medan kekuatan. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguatan (reinforcement) pada S-R theory. 19 . Life space mencakup perwujudan lingkungan dimana individu bereaksi. bahwa tingkah laku merupakan hasil interaksi antar kekuatan-kekuatan. objek materiil yang ia hadapi. Lewin berpendapat. Medan kekuatan psikologis dimana individu bereaksi disebut life space. Perubahan struktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. yang bersifat psikologis. Berfikir defergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseoranbg yang orisinil agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial. Teori Belajar Cognitive-Field dari Lewin Bertolak dari penemuan Gestalt Psychology. tetapi teori kognitif cenderung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik. tekanan kejiwaan. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang. yang lainnya dari kebutuhan dan motivasi intemal individu. (5) Penetapan tujuan (goal setting) penting sebagai motivasi belajar. Berbeda dengan berfikir konvergen yang menuju ke mendapatkan jawaban-jawaban yang benar secara logika. maupun dari luar diri individu seperti sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. kebutuhan.berdasarkan konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya. serta fungsi-fungsi kejiwaan yang ia miliki. baik dalam diri individu seperti tujuan. (6) Berfikir defergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau terciptanya produk yang berilai dan menyenagkan. satu dari struktur medan kognisi itu sendiri. Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar cognitive field dengan menaruh perhatian kepadakepribadian dan psikologi sosial.

yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. Piaget adalah seorang psikolog developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajr individu. b. disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas. Dia adalah salah seorang psikolog suatu teori komperhensif tentang perkembangan intelegensi atau proses berfikir. scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati). Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulangulang. intelegensiitu sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu : a. makan. Scheme berhubungan dengan : Refleks-refleks pembawaan. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuankemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. 20 . scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap). Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif. Menurut Piaget. misalnya scheme of classifkation. minum Scheme mental. Isi disebut juga content. Piage memakai istilah scheme secara interchageably. misalnya bemafas. Menurut Piaget. melainkan kualitatif. Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian / adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual terbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan. Struktur. Apabila ahli biologi menekankan penjelasan tentang pertumbuhan struktur memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungna.Teori Belajar Cognitive Development dari Piaget Dalam teorinya Piaget memandang bahwa proses berfikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. maka Piaget tekanan penyelidikannya lain.

c. Adaptasiini terdiri dari dua macam proses komplementer yaitu asimilasi dan akomodasi. + Akomodasi : Proses perubahanrespon individu terhadap stimuli lingkungannya. yaitu structure. content. fungsi itu sendiri terdiri dari dua macam fungsi invarian. yaitu organisasi dan adaptasi. berupa kecakapan seseorang / organisme dalam menyusun proses-proses fisik dan psikis dalam bentu sistem-sistem yang koheren. perkembangan kognitif bergantung kepada komodasi. Adaptasi. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa pertumbuhan intelektual anak mengandung tiga aspek. Ia tak dapat menggantngkan diri pada asimilasi. disebut juga fungcion. karena ia tak dapat belajar dari apa yang telah diketahuinya saja. yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual. Pengaplikasian di dlaam belajar. dan function. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equlibrium-equilibrium. yaitu adaptasi individu terhadap lingkungannya. Anak yang sedang mengalami perkembangan. Fungsi. Struktur dan kontent intelektualnya berubah / berkembang. Situasi atau area itulah yang akan mempermudahpertumbuhan kognitif. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. Dengan adanya area baru ini siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasi. Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium. Dengan penjelasan seperti di atas dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan individu. Fungsi dan adaptasi akan tersusun sehingga melahirkan suatu rangkaian perkembangan. individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi. masing-masing mempunyai struktur psikologis khusus 21 . Fungsi dan adaptasi akan mtersusun sehingga berubah / berkembang. + Asimilasi : Proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk menghadapi masalah dalam lingkungannya. Organisasi.

Tingkat sensori motoris 0. Maka Piaget mengartikan inteligensi adalah sejumlah struktur piskologis yang ada pada tingkat perkembangan khusus.0 7. Bayi lahir dengan refleks bawaan. pengalaman fisik / lingkungan 3. interversibility 3. state vs transformation. equilibrium atau self regulation Selanjutnya ia membagi tingkat-tingkat perkembangan 1. 2. transmisi sosial 4. tingkat preoperasinal 3. (ini tampak adanya egocentisme) 4.yang menentukan kecakapan pikir anak. anak belum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap.0 11. tingkat operasi konkret 4. centering.0 – 11. Baru pada menjelang akhir tahun ke-2 anak telah mulai mengenal simbol / nama.0 2. concreteness 2. yaitu : 1. tingkat operasi formal Penjelasan : 1. Kematangan 2. Tahap-tahap Perkembangan Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak.0 – 2. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks.0 – 7. dan 22 2. Dalam hubungan ini Philips (1969) membagi atas : 1. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan inderanya. tingkat preoperasional anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya. Pada masa kanakkanak ini.0 Tiap anak berbeda . tetapi masih terbatas pada halhal yang dapat ia jumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja.

Periode combinatorial thinking Bila remaja itu mempertimbangkan tentang pemecahan problem ia telah dapat memisahkan faktor-faktor yang menyangkut dirinya dan mengkombinasi faktor-faktor itu. Pada pemikiran anak remaja adalah hypothetko-deductive. Flavell (1963) memberikan ciri-ciri sebagai berikut : a. transductive reasoning 1. c. Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajr di kelas. tetapi anak kecil belum dapat menyimpulkan apakah hipotesisnya ditolak atau diterima. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery 23 . b. tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. Periode propositional thinking Remaja telah dapat meberikan statemen atu proposisi berdasarkan pada data yang konkret. Ia telah dapat membuat hipotesis-hipotesis dari suatu problema dan membuat keputusan terhadap problema itu secara tepat. Tetapi kaang-kadang ia berhadapan dengan proporsi yang bertentangan dengan fakta. Kecakapan kognitif anak : (1) Combinativy classifkation (2) Reversibility (3) Associativity (4) Identity (5) Serializing Anak mulai kurang egocentrisme-nya dan lebih sociocentris (anak mulai membentuk peer group) 2. Jerome bruner dengan Discovely Leaming-nya Yang menjadi dasar ide J. Tingkat operasi formal Anak telah mempunyai pemikiran abstrak pada bentuk-bentuk kompleks.5. tingkat operasi konkret anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematis.

Di dalam buku itu ia melaporkkan hasil dari suatu konferensi diantara suatu para ahli science. seorang scientist. dimana guru menerangkan informasi dan murid harus mempelajari semua bahan / informasi itu. murid harus mempelajari prinsip-prinsip itu sehingga terbentuklah suatu disiplin. Dewey (1933) dengan complete art of reflective activity aau dikenal dengan problem solving. Pemyataan lain dan process of education ialah tentang bagaimana mata pelajaran itu harus diajarkan. Bruner mendapat pertanyaan. Sekali murid mengetahui prinsip itu ia problem di dalam disiplin itu. Kurikulum dari suatu mata pelajaran harus ditentukan oleh pengertian yang sangat fundamental bahwa hal itu dapat dicapai berdasarkan prinsip-prinsip yang memberikan struktur bagi mata pelajaran itu. Pada tingkat permulaan pengajaran hendaknya dapat diberikan melalui cara-cara yang bermakna. Ahli sekolah / pengajaran dan pendidik tentang pengajaran science. bagaimana kita dapat mengembangkan program pengajaran yang lebih efektif bagi anak yang muda ? Jawaban Bruner ialah dengan mengkoordinasikan metode penyajian bahan itu. Dalam hal ini /ia mengemukakan pendapatnya. atau 24 . Maka di dalam mengajar harus dapat diberikan kepada murid struktur dari mata pelajaran itu. yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. historin. Ide Bruner itu ditulis dalam bukunya Process of Education. dan makin meningkat ke arah yang abstrak. Tingkat-tingkat kemajuan anak dari tingkatt kamajuan anak (anactive) ke representasi konret (konek) dan akhirnya ke tingkat representasi yang abstrak (symbolk). Banyak pendapat yang mendunkung discovery leaming itu. yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak. Demikian juga dalam penyesuaian kurikulum. Prosedor ini berbeda dengan reception leaming atau expositoryteaching. Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. diantaranya J. bahwa mata pelajaran dapat diajarkan secara efektif dalam bentuk intelektual yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.leeaming.

Murid yang mempelajari bagaimana menemukan berarti murid itu menguasai metode discovery leaming. Murid lebilh senang mengingat-ingat informasi . 1. halaman 330) Perhatian psikologi humanistik yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. 2. Orangorang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembangan ini. the act of discovery dari Bruner: 1. Gerakan ini erkembang. pekerja-pekerja sosial dan konseler. atau fenomenologikal. yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka 25 . Dalam dunia pendidikan.4. Menurut para pendidik aliran humanistik penyusunan dan penyajian materi pelajaran barus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Humanistik Pada akhir tahun 1940-an muncul suatu perspektif psikologi baru. 3. aliran humanistik muncul pada tahun 1960 sampai 1970-an dan mungkin perubahan-perubahan dan inovasi yang terjadi selama dua dekade yang terakhir pada abad 20 ini pun juga akan menuju pada arah ini (John Jarolimak ek. 4. Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). Adanya suatu kenaikan berkala di dalam potensi intelektual. misalnya ahli-ahli psikologi klinik. Cliffor D Foste. 1976. dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka. eksestensial. perceptual.Biarkanlah murid-murid kita menemukan arti bagi diri mereka endiri. dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik. bukan dari pengamat (observer). Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada intrinsik. Tujuan utama para pendidik ialah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya.ahli matematika.

melainkan memantapkan visi yang telah ada pada anak itu sendiril untuk itu. Keberagaman anak tidak saja dari segi lahir. Sebaliknya para humanistik mempunyai pendapat bahwa tiap orang itu menentukan perilaku mereka sendiri. maka dalam pandangan psikologi humanistik justru sebaliknya. Eka dalam pandangan psikologi behavioristik. Pengalaman lampau dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesarbesarnya kepada individu. melainkan yang terutama adalah dari segi batinnya. belajar merupakan kontrol instrumental yang dilakukan oleh lingkungan.sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka (Hamachek. Para behaviorest memandang orang sebagai makhluk reaktif yang memberikan responsnya terhadap lingkungannya. Oleh karena itu. Psikologi humanistik berkeyakinan bahwa anak termasuk makhluk yang unik. tidak terikat oleh lingkungannya. 148). Sebagaimana disebtakan diatas. Dengan demikian. hendaknya dikukuhkan. jika ingin memahami anak. dan tidak memaksakan pemahamannya sendiri mengenai diri siswa. seorang pendidik pertama kali membantu anak untuk memahami diri mereka sendiri. bahwa pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik. berbeda antara satu dengan yang lain. beragam. ahli-ahli psikologi behavioral dan humanistik mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Perbedaan ini dikenal sebagai freedom of determination issue. tidak dapat dengan menggunakan perspektif orang yang memahami. 26 . seorang pendidik atau guru bukanlah bertugas untuk membentuk anak menjadi manusia sesuai yang ia kehendaki. Keberagaman yang ada pada diri anak. Mereka bebas dalam memilih kualitas hidup mereka. 1977. melainkan dengan menggunakan perspektif orang yang dipahami. Behaviorisme Versus Humanistik Dalam menyoroti masalah perilaku. p.

kita harus berusaha mengubah keyakinan atau pandangan orang itu. perilaku dalamlah yang membedakan seseorang dari yang lain. Apabila seorang guru mengeluh bahwa siswanya tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu.Tokoh-Tokoh Humanistik Ada beberapa tokoh yang menonjol dalam aliran humanistik seperti: Combs. bahwa siswa itu tidak mempunyai motivasi untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh guru itu. ini pada individu. 27 . bagaimana siswa itu menghubungkan subject matter itu dengan kehidupannya (Principles of Instruction Design oleh Robert M. dan Rogers 1) Combs : Combs dan kawan-kawan menyatakan apabila kita ingin memahami perilaku orang kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang itu. ini sesungguhnya berarti. Apabila guru itu memberikan aktivitas yang lain. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada leaming. Briggs. Sehingga yang penting ialah bagaimana caranya membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari subject matter itu. 2. mungkin sekali siswa akan memberikan reaksi yang positif. Maslov. Padahal arti tidaklah menyatu pada subject matter itu. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila subject matter-nya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. yaitu: 1. Personalisasi informasi. halaman 212). Pemerolehan informasi baru. dengan kata lain di individulah yang memberikan arti tadi kepada subject matter itu. Apabila kita ingin mengubah perilaku seseorang. Gayne & Leshe J. Combs dan kawankawan selanjutnya mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya.

halhal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri. makin mudah hal itu terlupakan. 2) Maslov Teori didasarkan atas asumsi bahwa di dalam diri kita ada dua hal : (1) Suatu usaha yang positif untuk berkembang (2) Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhya pada individu dan makin dekat peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin besar pengaruhnya terhadap perilakunya. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkaran besar (2) adalah persepsi dunia. Ia mengatakan bahwa perhatian dan motivasi belajar tidak mungkin berkembang kalau kebutuhan dasar si siswa belum terpenuhi. Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslov ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperhatikan oleh guru pada waktu ia mengajar anak-anak. Maslov membagi kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki.Combs memberikan lukisan persepsi diri dan persepsi dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat satu. Tetapi mendorong untuk maju ke arah keutuhan. keunikan diri. takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya. menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendifi (self). barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di tasnya. ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya. 3) Carl Rogers 28 . seperti kebutuhan fisiologis. Jadi. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama. takut untuk mengambil kesempatan. 1968) Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang. (maslov.

Hasrat ingin tahu yang demikian terhadap dunia sekelilingnya. menjadikan penyebab seseorang senantiasa berusaha mencari jawabannya. Belajar tanpa hukuman. Belajar bermakna. b. anak tidak dketak menjadi oran lain melainkan dibiarkan dan dipupuk untuk menjadi dirinya sendiri.Salah seorang tokoh psikologi humanistik adalah Carl Rogers. Sebab. Hukuman memang dapat saja membuat seseorang untuk belajar. c. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar merupakan suatu hal yang bersifat alamiah bagi manusia. seseorang mengalami aktivitas-aktivitas belajar. Dalam proses mencari jawaban inilah. tentu tidak akan ia lakukan. Ini disebabkan adanya hasrat ingin tahu manusia yang terus menerus terhadap dunia dengan segala isinya. manakala hukuman tak 29 . melainkan dibiarkan belajar bebas. Pada hal. la melakukan aktivitas sekedar menghindari ancaman hukuman. la tidak direkayasa agar terikat kepada orang lain. sesuatu yang tak bermakna bagi dirinya. seorang ahli psikoterapi. Tetapi. Rogers mengemukakan prinsip-prinsip belajar humanistik sebagai berikut : a. hasil belajar demikian tidak akan bertahan lama. Dalam pandangan psikologi humanistik makna sangat penting dalam belajar. la dibiarkan agar tetap bisa menjadi arsitek buat dirinya sendiri. Tidak itu saja. bergantung kepada pihak lain dan memenuhi harapan orang lain. Dalam belajar demikian. siswa juga diharapkan dapat membebaskan dirinya hingga ia dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusankeputusan yang ia ambil atau pilih. la mempunyai pandangan bahwa siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa. Seorang beraktivitas atau tidak senantiasa akan menimbang-nimbang apakah aktivitas tersebut menipunyai makna buat dirinya.

pembelajar haruslah dapat belajar dalam segala kondisi dan situasi yang serba berubah. Pada diri pembelajar yang kaya inisiatif. senantiasa mencari cara-cara hingga dia berhasil dalam belajarnya. Kalau tidak. Dalam bukunya freedom to learn. belajar yang sekedar mengingat fakta. Oleh karena itu. menentukan pilihannya sendiri serta berusaha menimbang-nimbang sendiri mana hal yang baik bagi dirinya. Belajar dengan inisiatif sendiri. dipandang tidak cukup. agar anak belajar justru harus dibebaskan dari ancaman hukuman. dan tidak terikat oleh rekayasarekayasa yang berasal dari lingkungannya. dan siapapun di dunia ini tak ada yang dapat menangkal perobahan. la akan berusaha dengan totalitas pribadinya untuk mencapai sesuatu yang ia cita-citakan. la akan bebas melakukan apa saja dalam belajarnya.ada. Kreativitas anak dalam belajar yang bebas dari ancaman hukuman dengan sendirinya juga akan meningkat. di antaranya adalah : 30 . Belajar dan perubahan. ia menunjukkan sejumlah prinsipprinsip belajar humanistik yang penting. e. aktivitaspun tidak akan dilakukan. mengadakan eksperimentasi-eksperimentasi hingga anak dapat menemukan sendiri mengenai sesuatu yang baru. Dunia terus berubah. menghafal sesuatu. Pembelajar yang banyak berinisiatif tatkala belajar. mencoba-coba sesuatu yang bermanfaat buat dirinya. Belajar yang terbebas dari ancaman hukuman demikian im menjadikan penyebab anak bebas melakukan apa saja. Inisialif yang lahir dari diri sendiri im juga menunjukkan rendalmya dependensi pembelajar terhadap orang lain. ia akan terlindas oleh perubahan. d. Belajar dengan inisiatif sendiri pada diri pembelajar sebenamya menyiratkan betapa tingginya motivasi internal yang dipunyai. Oleh karena itu. Orang harus dapat menyesuaikan dalam sebuah dunia yang senantiasa berubah. terdapat kemampuan untuk mengarahkan dirinya sendiri. Dengan demikian.

(2) Belajar yang signifikan terjadi apabila subject matter di rasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksudnya sendiri. kemerdekaan. (7) Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung-jawab terhadap proses belajar itu.5. (9) Kepercayaan tehadap diri sendiri. merupakan cara yang dapat memberikan basil yang mendalam dan lestari. 1. (4) Tugas-tugas belajar yang mengancam diri adalah lebilh mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman. Pengertian Belajar Menurut Psikologi Gestalt. pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar (6) Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.(1) Manusia itu mempunyai kemampuan untuk belajar secara alami. 31 .ancaman dari luar itu semakin kecil (5) Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah. (8) Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya baik perasaan maupun intelek. suatu keterbukaan yang terusmenerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam dirinya sendiri mengenai proses perubahan itu. kreativitas lebih mudah dicapai terutama siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian diri orang lain merupakan cara kedua yang penting. (10) Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar. (3) Belajar yang menyangkut suatu perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya.

Misalnya: emas (perhiasan) hanya bermakna dalam situasi di mana ada pesta. akan tetapi akan tidak bermakna dalam situasi padang pasir di mana seseorang sedang mengalami rasa haus dan dahaga. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam hubungan keseluruhan itu. (3) Mengutamakan segi pemahaman (insight) (4) Menekankan kepada adanya situasi sekarang. di mana unsur-unsur tadi teletak pada struktumya masingmasing. integration. configuration. benda lain-lain hanya bermakna dalam hubungan dengan situasi tertentu. wholistk. organisme. antara individu dan lingkungan dimana faktor apa yang telah dimiliki (natural endowment) lebih menonjol. Pada struktumya masing-masing itulah bagian-bagian dapat berfungsi sebagaimana mestinya. mulut. Contoh: kepala manusia bukan merupakan penjumlahan daripada batok kepala. adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. para tamu umumnya memakai perhiasan yang indah-indah. dagu. mata. melainkan kepala itu adalah suatu keseluruhan yang bermakna. dimana individu menemukan dirinya 32 . Mata tidak mungkin terletak di ibu jari. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain. pattera. Pandangan ini sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. dan sebagainya. Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah : (1) Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi. Lagi pula sesuatu hal. dan gestalt. rambut. closure.Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah: field. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi organisme atau field theory. hidung tidak mungkin terletak di tengah-tengah dada dan seterusnya. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsurunsur. perbuatan. (2) Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. telinga. bidung. Menurut aliran ini.

Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas. 2) Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. sebagai roda. Lambat laun dia dapat memisahkan mana mata ibu. Keseluruhan yang menjadi permulaan. sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari rumah dan sebagainya. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil contoh: mula-mula anak melihat mengenal wajah ibunya sebagai keseluruhan kesatuan. deferensiasi pengetahuan dan kecakapan. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis. baru menuju ke bagian-bagian. Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugas-tugas harian yang beruntun. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti. Bagian-bagian terjadi dalam suatu keseluruhan. 3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. mana telinga ibu. misal : sebuah ban mobil hanya bemakna kalau menjadi bagian dari mobil. Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. Dengan demikian keseluruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian. dan bagian-bagian hanya bermakna jika berada dalam keseluruhan itu. 4) Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. seperti simpanse dapat melihat 33 . Prinsip-prinsip Belajar gestalt (field theory ) 1) Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. atau menarik dan sebagainya.(5) Yang utama dan pertama adalah keseluruhan. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. mana hidung ibu. kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek.

belajar terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berfikir. Kohler (1927) menemukan tumbuhnya insight pada seekor simpanse dengan menghadapkan simpanse pada masalah bagaimana memperoleh pisang yang terletak di luar kurungan atau tergantung di atas kurungan. Koffka dan Wertheimer. “sec-now". bukan dalam bagian-bagian yang terpisah. yaitu pengamatan/pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan.hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang karena ia sedang lapar. kadang kala duduk merenungkan masalah. struktur dan pemetaan dalam pengalaman. Insight itu sering dihubungkan dengan pemyataan spontan "aha" atau "oh". mengamati stimuli dalam keseluruhan yang terorganisasi. Menurut pandangan psikologi gestalt. 34 . Suatu konsep yang penting dalam teori gestalt adalah tentang "insight". Peletak dasar psikologi gestalt adalah Mex Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving. Kaum gestalt berpendapat. bahwa pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. Penelitian-penelitian mereka menumbuhkan psikologi gestalt yang menekankan bahasan pada masalah konfigurasi. bahwa kadangkala simpanse dapat memecahkan masalah secara mendadak. dan kemudian secara tiba-tiba menemukan pemecahan masalah. Orang yang belajar. kadangkala gagal meraih pisang. Psikologi kognitif mulai berkembang dengan lahimya teori belajar Gestalt ini. Sumbangannya ini diikuti oleh Kurt koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan. Dalam eksperimen itu Kohler mengamati. kemudian Wollgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpanse. Tokoh psikologi gestalt ini antara lain adalah Kohler.

tingkat kejelasan atau keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan belajar seseorang daripada dengan hukuman dan ganjaran. Adapun hukum-hukum belajar menurut psikologi adalah sebagai berikut : a. Dari pekerjaannya pengamatannya itu. Menurut hukum ini. Menurut hukum ini. Setiap respon yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulan. Hukum kesamaan (law of similarity). ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis. Menurut psikologi gestalt setiap pengalaman itu senantiasa struktur. bisa berupa bentuknya. periksa gambar berikut ini || || || || || || || || 35 . sesuatu yang berdekatan cenderung membentuk satu kesatuan. Menurut pandangan gestaltis. terutama hubungan-hubungan antara bagian dengan keseluruhan. semua kegiatan belajar (baik pada simpanse maupun pada manusia) menggunakan insight atau pemahaman terhadap hubungan-hubungan. sesuatu yang sama cenderung membentuk satu kesatuan.Wertheimer menghubungkan (1945) menjadi dengan orang proses gestalt belajar yang di mula-mula kelas. sebenamya tidak tertuju kepada suatu bagian melainkan teriuju kepada sesuatu yang bersifat kompleks. Menurut psikologi gestalt. Menurut hukum ini. Hukum kedekatan ( law of proximity ). Perhatikan gambar berikut ini: $ Y @ h $ Y @ h $ Y @ h b. ukurannya. warnanya dan sebagainya. Makna objek tersebut bagi seseorang. Hukum penuh makna (law of pragnanz). c. pengamatan terhadap sesuatu objek cenderung dikaitkan dengan makna objek tersebut bagi seseorang.

Perhatikan gambar berikut    a        f       b c d e e. belajar dibedakan dengan perubahan kondisi fisik dan mental. Pertama. bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman. belajar dibedakan dengan kematangan. Oleh karena itu. 36 . kematangan atau keadaan temporer dari subjek (misalnya keletihan. CIRI . dan perubahan tingkah taku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan-kecendrungan respon bawaan. ada sejumlah ciri belajar yang dapat dibedakan dengan kegiatan-kegiatan lain selain belajar. maka pada hakikatnya "belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang-ulang. Ketiga hasil belajar bersifat relatif menetap. hal-hal yang merupakan kontinyuitas membentuk suatu kesatuan. wawasan atau yang lazim disebut sebagai insight dipandang sebagai inti belajar. dalam belajar yang mestinya ditanamkan adalah pengertian siswa mengenai sesuatu yang harus dipelajari. 2. Oleh karena itu. Hukum-hukum kontinyutas ( law of goof continuation ) Menurut hukum ini. dsb)". hal-hal yang tertutup membentuk suatu kesatuan. Hukum ketutupan (law of closure ).ab cd ef gh d. Kedua.CIRI BELAJAR Sebagaimana disebutkan diatas. Menurut psikologi gestalt. Berdasarkan pengertian belajar diatas. Menurut hukum ini.

dari memberikan respon yang salah atas stimulusstimulus ke arah memberikan respon yang benar. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Kematangan adalah sesuatu yang dialami oleh manusia karena perkembangan-perkembangan bawaan. Demikian juga. kematangan akan dialami oleh seseorang. Perubahan-perubahan demikian. dan tidak berubah-ubah. dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai proses belajar.1) Belajar berbeda dari kematangan. meskipun ia sendiri tidak mensengaja. Berarti perubahan fisik dari kecil menjadi besar. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang disengaja. 2) Belajar dibedakan dari perubahan kondisi fisik dan mental. tidak sama 37 . dari kurus menjadi gemuk. Kematangan yang ada pada diri seseorang juga bukan karena satu upaya yang dilakukan oleh orang lain (misalnya saja guru). Kematangan umumnya ditandai oleh adanya perubahan-perubahan pada diri seseorang. baik yang bersifat fisik maupun psikis. dan pendek menjadi semakin tinggi bukanlah karena proses belajar. Belajar adalah suatu aktivitas yang dirancang. tidaklah akibat dari aktivitas belajar. Adanya perubahan pada diri seseorang semisal dari belum bisa berjalan pada umur tertentu menjadi bisa berjalan pada umur selanjutnya. Oleh karena itu. bukanlah karena proses belajar. Berbeda dengan belajar. dari seseorang belum bisa berbkara kemudian menjadi bisa berbkara. juga bukan karena aktivitas belajar melainkan karena adanya proses kematangan. atau sebagai akibat interaksi antara individu dengan lingkungannya. dari tidak dapat mengerjakan sesuatu menjadi dapat mengedakan sesuatu. Perubahan tingkah laku yang sifatnya relatif tidak menetap. 3) Hasil belajar relatif menetap Hasil belajar relatif menetap. pada saat tertentu. Orang setiap kali dapat berubah. Perubahan tersebut bisa berupa dari tidak talm menjadi tahu. Tanpa melalui aktivitas belajarpun. orang akan mengalami kematangan. ia adalah suatu proses yang disengaja dan secara sadar.

Paling tidak ada empat alasan mengapa tujuan belajar ini perlu dirumuskan oleh pembelajar. Salah satu ciri belajar pada diri seseorang adalah terdapatnya perubahan tingkah laku pada dirinya. 3. tidak semua perubahan yang ada pada diri seseorang dianggap sebagai hasil belajar. senantiasa dimaksudkan bagi pencapaian tujuan tertentu. Tujuan Belajar Setiap manusia kreativitas.dengan perubahan-perubahan dalam belajar. Pertama. 38 .1. Ketiga agar waktu dan tenaganya tidak tersita untuk kegiatan selain belajar. Demikian juga seseorang yang sedang berkreativitas belajar. Oleh karena itu. 3. perlu merumuskan tujuan belajar buat dirinya sendiri. agar ia mempunyai arah dalam berkreativitas belajar. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM BELAJAR Tujuan dan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah dua hal yang sangat penting dalam belajar. Perubahan tingkah laku dalam diri pembelajar umumnya dapat diamati (obsevable). Oleh karena itu. Adanya perubahan tingkah laku ini menjadikan seorang pembelajar berubah dari suatu kondisi ke kondisi tertentu. Sementara unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah suatu perangkat yang turut menghantarkan sesemang yang sedang mencapai tujuan belajar. tentulah dimaksudkan bagi pencapaian tujuan. Hanya perubahan-perubahan tertentu saja yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai belajar. sepanjang aktivitas tersebut disadari. ketika pembelajar mau mengadakan aktivitas belajarnya. Kedua. agar ia dapat menilai seberapa target belajar telah ia capai atau belum. Tujuan belajar dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku. Tujuan umumnya mengarahkan seseorang yang sedang belajar ke arah kegiatan tertentu.

disamping dapat terhindar juga dari mempelajari sesuatu yang tidak dimaksudkan untuk dipelajari. e. Jelas siapa yang berubah (dalam hal ini adalah pembelajar sendiri. Bandingkan misalnya dengan kata-kata: ciriciri tingkah laku menyimpang. Kata pertama. Kata secara lisan menunjukkan bagaimana perubahan tingkah laku tersebut diukur. setelah menelaah Bab I. seseorang pembelajar pertama kali haruslah mengenali mengenai dirinya sendiri. menunjukkan dengan jelas siapa yang berubah tingkah lakunya setelah melakukan aktivitas. dari tidak bisa sesuatu menjadi bisa sesuatu. Pengenalan mengenai diri sendiri ini juga bisa terhindar dari mempelajari sesuatu yang sudah dikuasai. f. yaitu perubahan tersebut dapat diukur dengan cara bagaimana. pembelajar. Kata-kata 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang menunjukkan ukuran perubahan. c. dan bukan pengajar). dalam hal ini adalah pembelajar bukan pengajar (unsur pertama). Jelas ukuran perubahannya. Kata-kata dapat menjelaskan menunjukkan terdapatnya perubahan tingkah laku pada diri pembelajar: dari tidak bisa menjelaskan menjadi bisa menjelaskan (unsur kedua). b. d. Pengenalan terhadap dirinya sendiri ini sangat penting guna merumuskan kebutuhan kebutuhan belajarnya. pembelajar dapat menjelaskan 4 ciri-ciri tingkah laku menyimpang secara lisan. Kata-kata ini tidak menunjukkan berapa jumlah ciri tingkah laku menyimpang (unsur keempat). Kata-kata setelah menelaah bab I menunjukkan waktu perubahan (unsur ketiga). Jelas perubahannya. yaitu kapan perubahan tingkah laku tersebut berlangsung dan tercapai. Sebab. yang lazim ditunjukkan secara kuantitatif. Tujuan belajar yang dikaitkan dengan perubahan tingkah laku ini mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. 39 .Dalam merumuskan tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. Sebagai contoh. Dirumuskan dengan kata-kata yang kongkrit (observable). Jelas waktunya. Jelas cara menghukumya. pengukuran terhadap bisa tidaknya seseorang menjelaskan secara lisan dan secara tertulis.

dapat diartikan dengan pengetahuan. 40 . comprehension. secara berturut-turut akan dijelaskan sebagai berikut : a. masing-masing mempunyai sub kawasan masing-masing yang disusun mulai dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. dalam kawasan kognitive ini dipandang berada pada tingkat terendah. mengaplikasikan konsep-konsep. teori-teori yang pernah ditelaah. merasakan. syntihesis don evaluation. mengambil kata lain dari suatu kata atau pengertian. Pada sub kawasan ini. ialah kawasan tersebut. Kata menjelaskan pada rumusan tujuan menunjukkan bahwa ia dapat diamati secara konkrit. mengerti. Sub kawasan ini mementingkan aspek ingatan. seseorang yang sedang belajar mampu menerapkan. Knowledge. mengambil inti dari suatu bacaaan dan membuat prakiraanprakiraan. Bloom dan kawan-kawan (1956) membuat taksonomi tujuan belajar yang terkait dengan perubahan tingkah laku ini. Ia mengkategorisasikan tujuan (bukan memisahkan. c. bentuk perubahan tingkah laku tesebut haruslah jelas (unsur kelima). cognitive terdiri dari knowledge. menikmati. Comprehension dapat diartikan dengan kemampuan untuk menangkap pengertian mengenai sesuatu. Bandingkan misaInya dengan kata memahami.membutuhkan cara pengukuran tersendiri. Pada sub kawasan ini. Applkation lazim diberi makna sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan apa-apa yang pernah dipelajari ke dalam situasi yang senyatanya. teori-teori dalam situasi praktis. Mengingat kembali terhadap fakta-fakta yang pernah dipelajari. sub kawasan ini lebih tepat untuk diartikan mengingat terhadap materi-materi yang pernah dipelajari. b. Kawasan pertama. karena semestinya tidak untuk dipisah-dipisahkan) menjadi tiga kawasan. Oleh karena itu. Oleh karena itu. seseorang dapat menterjemahkan sesuatu. Kata-kata disebutkan terakhir ini tidak dapat diamati (tidak observable). applkation. analysis.

d. Evaluation adalah suatu kemampuan unluk menentukan baik-buruk. Secara berturut-turut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. maka dalam sub kawasan responding ini seseorang memberikan tanggapan/ respon/jawaban atas even-even yang ia terima. meskipun dalam tataran rendah. menghubungkan. Yang dimaksud dengan pemberian nilai di sini adalah memberikan harga terhadap suatu fenomena. characteristization by a value or value complex. Kawasan kedua. Penentuan tersebut didasarkan atas patokan-patokan yang dilmat pada masa sebelumnya. Valuing atau pemberian nilai. valuing. responding. e. Jika pada sub kawasan receiving seseorang menghadirkan kediriannya pada sebuah even. f. Menghadirkan diri demikian ini. Hasil belajar pada sub kawasan ini telah memunculkan sebuah kesadaran yang paling simpel sampai dengan hadimya perhatian yang terpilih. affective ineliputi empat sub kawasan berikut: receiving. Analysis adalah suatu kentamptian untuk merinci. Synthesis adalah suatu kemamptian untuk menyatukan hal-hal yang tak menyatu menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Dengan kemampuan synthesis ini sesuatu yang sebelumnya terbelah-belah terkristal dan kemudian dapat diformulasikan ke dalam forinula yang tak terbelah. menguraikan rincian dan saling hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya. organization. Kemampuan mengadakan evaluasi ini termasuk jenis kemampuan yang tertinggi dalam kawasan kognitive ini. b. Kemampuan ini relatif febih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan receiving. Oleh karena itu. bernilai-tidak bernilai mengenai suatu hal. pada 41 . benda. kejadian atau even. berharga-tidak berharga. Receiving atau penerimaan. telah dapat meliput kesadaran seseorang. Responding atau pemberian tanggapan. c. Sub kawasan ini menjadikan seseorang bisa menerima nilai tertentu dan menunjukkan komitmennya pada nilai tertentu. adalah kemampuan seseorang untuk menghadirkan kediriannya pada sebuah even atau stimulus-stimulus yang ia terima.

Organization atau pengorganisasian adalah upaya untuk memadukan berbagai jenis nilai yang berbeda-beda. b. Ada semacam sintesa nilai-nilai yang beragam. Pada sub guna persiapan untu membimbing aktivitas-aktivitas 42 . Characterization of value or value complex atau karakterisasi dengan suatu nilai. d. seseorang bersedia mengambil tindakantindakan berdasarkan persepsinya terhadap stimulus atau fenomena-fenomena yang berasal dari agkungannya. Kawasan ketiga psycomotor. Pada sub kawasan ini seseorang mempunyai sistem nilai yang dapat mengendalikan tingkah lakunya dalam kehidupan hingga dapat membentuk gaya hidup yang khas. integritas. mencakup tujuh sub kawasan dari yang tingkatan terendah hingga tingleatan tertinggi. Set atau kesiapan. Pada sub kawasan ini. adaptation dan origination. Sub kawasan ini meliputi mental set. set. hingga menjadi suatu kesatuan nilai. Bila terdapat konflik di antara nilai-nilai tersebut dicoba pecahkan. Antara nilai satu dengan yang lain dicoba hubungkan. Sub-sub kawasan ini dapat d1Jelaskan sebagai berikut: a. physkal set dan emotional set. complex overt respon. guided respon. Dari nilai-nilai yang berbeda tersebut. c. Yang dimaksud dengan persepsi di sini adalah penggunaan indera untuk memperoleh petunjuk ke arah motorik. Hasil belajar pada sub kawasan ini bisa menjadikan seseorang menyesuaikan diri secara personal. Ke tujuh sub kawasan ini adalah perception. Perception atau persepsi. e. berbeda dengan orang lain. Pada subleawasan ini.sub kawasan ini seseoarang tampak tingkatan integritasnya: keajegan. sosial dan emosional. kemudian dibangun menjadi suatu sistem nilai. mechanism. seseorang mengindera stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungannya motoriknya. Guided respon atau respon terpimpin. Pada sub kawasan ini seseorang mulai berada pada proses belajar keterampilan yang lebib komplek.

merancang hal-hal baru. selanjumya mencoba menggunakan tanggapan dalam menangkap suatu motorik. 43 . g. gerakan-gerakan pada sub kawasan ini relatif cepat. termasuk yang problematis sekalipun. misaInya membuat pola-pola baru.2. 3. Pada sub kawasan ini seseorang yang lagi belajar. Complex over respons atau respon nyata yang kompleks. Yang dimaksud dengan penyesuaian adalah sebuah keterampilan dimana seseorang dapat mengolah gerakan hingga sesuai dengan tuntutan kondisional dan situational. Sub kawasan ini termasuk paling tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sub kawasan sebelumnya. Origination atu penciptaan. Mechanism atau mekanisme. oleh karena unsur kreativitas sudah masuk di sini. dilakukan dengan penuh kepercayaan dan kemahiran. a. sebutlah saja dunia dengan segala isinya. cermat termasuk pada hal-hal yang rumit dan tepat meskipun disertai dengan energi yang minimal. d. f. Kadar motorik pada sub kawasan ini relatif cukup tinggi. sangatlah penting artinya bagi pembelajar. Pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari. Sebab. Adaptation atau penyesuaian. Performansi seseorang yang belajar pada sub kawasan ini umumnya ditandai dengan hal-hal yang serba baru. e.kawasan ini seseorang terlibat dalam proses peniruan yang diperformansikan. Tujuan belajar sebagai pembentukan pemahaman nilai dan sikap. melakukan gerakan dengan mudah disamping mempunyai kontrol yang baik. Pada sub kawasan ini responrespon yang telah dipelajari oleh seseorang telah berubah menjadi kebiasaan dan gerakangerakan yang ditampilkan. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan pemahaman Tujuan belajar memang merupakan sasaran bagi pembentukan pemahaman seseorang terhadap hal-hal yang dipelajari.

Pemahaman terhadap orang lain. melainkan bermanfaat juga bagi linkungannya Pemahaman seseorang terhadap orang lain. dan memahami jika orang lain juga seperti dirinya. b.Pemahaman pembelajar tehadap dunia dengan segala isinya tidak saja mendatangkan kepuasan bagi pembelajar. dan tidak terbatas pada persepsinya sendiri. la mencoba menangkap seseorang dengan menggunakan perspektif orang yang dipandang. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan nilai dan sikap. malahan dapat menjadikan seseorang melihat orang lain tidak semata dengan menggunakan perspektif sendiri. Pemahaman sekaligus mencegah timbuInya saling curiga. Terjadinya bentrokan-bentrokan di dunia. Ia memberikan kontribusi yang besar bagi sukses tidaknya seseorang. ia akan mengetalmi apa yang harus ia pertuat dan apa yang tidak ia perbuat. Singkat kata. Oleh karena itu terbentuknya pemahaman pembelajaran terhadap sesuatu yang dipelajari. la akan menjadi dirinya sendiri. Dengan cara pandangan demikian. la akan mempunyai peta dimana ia harus menempatkan diri. juga sekaligus tidak membuat dirinya agar seperti orang lain. la. dan lebih jauh lagi mencegah timbuInya saling bentrokan. Lebih jauh pemahaman menjadikan seseorang saling mengerti. juga dapat disebabkan kurang adanva saling pemahaman. 44 . ia akan mengenal orang yang dipandang tersebut dalam keadaan yang senyatanya. melainkan dapat menempatkan diri pembelajar pada posisi strategik. pemahaman adalah suatu dasar bagi segala akan seseorang. dan lehih lanjut lagi saling menghargai. jika melihat orang lain berbeda dengan dirinya. MimbuInya saling curiga. sebenamya disebabkan kurang adanya saling pemahaman di antara mereka. dan sebaliknya tidak menuntut orang lain agar seperti dirinya. tidak saja bermanfaat bagi dirinya sendiri. juga menjadikan seseorang tidak risau.

Dalam belajar. nilai-nilai yang dianut seseorang turut menentukan persepsi seseorang tentang sesuatu. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dewasa ini semakin beragam. pasti menganut sebuah nilai. sekaligus juga terkait dengan pembentukan sikap. Sebab. seberagam jumlah pembelajar. Disamping tujuan belajar terkait dengan pembentukan nilai. kemerdekaan. Terbentuknya sebuah sikap. masyarakat manapun. Meskipun nilai bukanlah satu-satunya yang menentukan sikap. 45 . pada masa sekarang ini. Di era globalisasi seperti saat sekarang. disamping nilai-nilai luhur yang spesifik dianut oleh masyarakat dimana pembelajar tersebut berada. lazim juga didasarkan atas sehuah nilai. Sementara nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat secara spesifik khususnya di lingkungan pembelajar banyak ragamnya. sebagai akibat dari melesatnya perkembangan teknologi komunikasi. Oleh karenanya. dapat merupakan kristalisasi dari hasil dialog antara nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dengan yang sejaman dengan mereka. saling membantu dan memberi manfaat. ada nilai-nilai tertentu yang harus diupayakan terbentuk pada diri pembelajar. Pada hal persepsi seseorang terhadap sesuatu lazimnya juga turut menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu. Nilai-nilai yang dibentukkan pada diri pembelajar tersebut. Nilai-nilai luhur yang hampir dianut oleh setiap masyarakat secara universal misaInya adalah: kebenaran. nilai-nilai yang dianut oleh sebuah masyarakat. tentu nilai-nilai luhur yang secara universal dianut oleh hampir setiap masyarakat. Berbedanya nilai-nilai yang dianut oleb seseorang lazim menjadikan penyebab berbedanya seseorang dalam menyikapi sesuatu. Malahan. nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. kejujuran. dapat merupakan kristalisasi hasil dialog antara nilai-nilai yang selama ini dianut dengan nilai-nilai baru yang datang dari dunia luar. adakalanya merupakan produk masyarakat pada kurun waktu yang sejaman dengan mereka.Setiap masyarakat. keindaban. Nilai dinlaksud.

pembelajar haruslah dapat berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosiaInya. dalam belaiar seorang pembelajar haruslah mengembangkan kekhasan-kekhasan yang dimiliki. maka pembelajar akan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan ciri khas atau karakteristik yang ada pada dirinya. keterampilan sosial pembelajar juga perlu dibentuk.c. Dengan pengembangan yang terus menerus pembelajar tidak akan ketinggalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian 46 . tentu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan pembelajar lain.ersonal yang dimiliki oleh pembelajar. jika pembentukan keterampilan personal dimaksud untuk mengembangkan potensi-potensi bawaan yang ada pada diri pembelajar. Pembentukan keterampilan kognitif dimaksudkan agar pembelajar secara terus-menerus menimba ilmu pengetahuan. Pembentukan keterampilan sosial demikian tampak urgensinya manakala dilihat kedudukan pembelajar yang tidak saja sebagai makhluk individu melainkan juga sebagai makhluk sosial. Keterampilan personal yang dimiliki. Tujuan belajar sebagai sasaran pembentukan. haruslah dibentuk dan dikembangkan secara terus menerus. kognitif dan instrumental. Setiap pembelajar. keterampilan-keterampilan personil-sosial. Oleb karena itu. Dengan cara demikian. Keterampilan kognitif pada diri pembelajar menjadikan pembelajar haus secara terus menerus terhadap ilmu pengetahuan. maka keterampilan sosial antara lain dimaksudkan mengkomunikasikan keterampilan personal yang telah terbentuk dalam lingkungan sosiaInya. Keterampilan p. Sebagai makhluk sosial. tanpa batas. Selain keterampilan-keterampilan personal dibentuk. Dengan perkataan lain. sesama manusia. pembentukan keterampilan-keterampilan sosial pada diri pembelajar dimaksudkan untuk menyiapkan pembelajar agar dapat hergabung dan berinteraksi secara baik dengan lingkungan sosialnya. Maka dari itu.

mengarahkan pembelajar sadar pada pembangunan yang sedang digalakkan.pesat. maka pembelajar punya kesadaran yang sedemikian dalam terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan. Unsur . pengalasan dan motivasi. 3) Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya. menyebabkan merangsang. Dengan demikian ia mengambil bagian secara aktif di dalamnya. bahan belajar. 4) Suasana belajar dan upaya pengembangannya. lingkungan dan bangsanya adalah sasaran bagi pembentukan keterampilan instrumental ini. dan tidak sekedar sebagai penonton saja. Kesadaran untuk secara terus menerus membangun dirinya sendiri dan membangun masyarakat. dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. sosial dan kognitif 3. Pembentukan keterampilan instrumental pada diri pembelajar. Jika keterampilan instrumental ini telah terbentuk pada diri pembelajar. 2) Bahan belajar dan upaya penyediaannya. alat bantu belajar. 5) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya. sebab. Dengan pembentukan keterampilan kognitif ini maka pembelajar memandang belajar bukan sebagai beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan.unsur dinamis yang terkait di dalam proses belajar Yang dimaksud dengan unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsurunsur yang dapat berubah dalam proses belajar.3. Berikut ini akan dijelaskan tentang : 1) Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar. 1. Motivasi dan Upaya Memotivasi Siswa Untuk Belajar Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi. Slotive sendiri berarti alasan. suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar. Keterampilan instrumental ini adalah tindak lanjut konkrit dari keterampilan-keterampilan yang ingin dibentuk sebelumnya: keterampilan personal. dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya. dan 47 . Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dan tidak ada menjadi ada atau sebaliknya.

1984). 1975). ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas rertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (suryabrata. Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar di kelas. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara 48 . Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan alstivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winkels. Secara garis besar motivasi dapat dibedakan menjadi dua ialah intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam tanpa ada rangsangan dari luar. dikenal adanya motivasi belajar. 1987). dan moraInya selalu dalanu kontrol diri. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. mempunyai antusias yang tinggi seta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru. dan selalu terkontrol oleh lingkungammya. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: menarik kepada guru. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh. tindakan.daya penggerak (echols. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar. kebiasaan. Dalam kegiatan belajar mengajar. 1984). Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya (Palardi. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar.

Dengan mengenal kemampuan dirinya. 49 . dengan merumuskan tujuan belajar ini. c. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar. Sebab. Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. dan ia berusaha untuk mencapainya. siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar. ulet. menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar. Sebab hal-hal baru ini dapat "menghidupkan kembali" hastat ingin tahu siswa. b. Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. siswa tersebut tidak melakukan aktivitas lain yang tidak ada kaitannya dengan pencapaian tujuan dan target belajar. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini: senang mencari dan memecahkan masalah. Dengan ditunjukkannya aktivitas-aktvitas yang dapat mencapai tujuan. Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar belajar ialah : a. Siswa juga akan mempunyai targettarget belajar. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya. dapat mempertahankan pendapatnya. Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya. siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya. dan tidak mudah putus asa. tidak cepat bosan dengan tugastugas yang rutin. siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. Dengan mengetahui kelebihan dirmya. d. menghadapi kesulitan. Dengan cara demikian waktu dan tenaga siswa dapat secara efektif dan efisien dipergunakan mencapai target belajarnya.terus menerus dalam waktu lama.

2. makalah. kebosanan pada diri siswa. Yang dimaksud bahan belajar adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh pembelajar dalam melaksanakan aktivitas belajarnya. Dengan adanya umpan balik. mungkin bahan belajarnya akan lain dengan tujuan belajar yang diaksentuasikan pada penguasaan konsepkonsep. Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa.e. g. kemungkinan siswa bisa belajar dengan baik. supaya siswa tidak bosan. karakteristik siswa. maka bahan belajar ini harus tersedia. supaya siswa dapat belajar dengan baik. evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini. f. akan mendorong siswa untuk belajar. Oleh karena itu. Tanpa ada yang dipelajari. bisa berasal dari guru. Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan. maka pertyediaan bahan belajarnya lain sekali dengan tujuan belajar yang dimaksudkan untuk memperoleh pengalaman langsung. artikel. mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai. Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar. bisa berasal dari buku-buku teks. disamping dapat berasal dari lapangan objek tertentu. Bahan ini. Sebab. hanya akan memperlemah motivasi saja. Jika tujuan belajar yang ingin ditempuh diaksentuasikan pada penguasaan pengetahuan. 50 . termasuk dalam aktivitas belajar. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya. Bahan belajar dan upaya penyediaannya Bahan belajar sangat penting bagi siswa yang melakukan aktivitas belajar. Penyediaan bahan belajar ini sangat bergantung kepada tujuan belajar. siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar. paper. siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa dan faktor ketersediaaan tidaknya bahan belajar. Sebab.

Ini patut menjadi peninibangan. akhirnya juga bergantung kepada faktor ketersediaan tidaknya. faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah : a. adalah sekian dari banyak contoh dan siasat belajar mandiri oleh siswa. Relevan isi ini. Cukup menarik. Pengajaran dengan bahan belajar modul dan balian belajar buku teks. b. umumnya gurulah yang menjadi penyedia bahan belajar. maka penyediaan bahan belajar ini sangat repot. sangat menentukan penyediaan baban belajar. Siasat belajar dimana guru menjadi tokoh sentralnya. juga berkaitan dengan faktor kondisional dan situasional siswa. Eka bahannya sendiri tidak menarik. Dalam penyediaan bahan belajar ini. maka cara penyajiannya yang menaiik. Isi bahan belajar haruslah mendukung dan memberi kontribusi bagi pencapain tujuan belajar. Jadi kalau bahan belajar tersebut terpaksa tidak menarik. Isinya relefan. Sungguhpun demikian bahan belajar bagi siswa haruslah diupayakan penyediaannya. Apalagi kalau sulit atau tidak mudah didapatkan. lazimnnya dikaitkan dengan tujuan belajar. mungkin membutuhkan bahan belajar yang berlainan dengan siswa yang bertipe visual. Sementara siasat belajar di mana siswa diharapkan bisa belajar secara mandiri. agar bahan belajar tersebut menggugah rasa ingin tahu siswa dan menimbulkan hasrat belajar. 51 .Karakteristik siswa juga mempengaruhi penyediaan bahan belajar. Bahkan dalam siasat belajar semacam ini siswa menggantungkan bahan belajar yang dipelajari dari ceramah atau penyampaian yang dilakukan oleh gurunya. haruslah dikemas dengan menggunakan kemasan yang menarik. Relevan isi ini. bahan belajar tersebut telah disediakan secara utuh sekaligus beserta petunjuk atau cara mempelajarinya. Apapun faktor yang menentukan bahan belajar ini. Mudah didapatkan tidaknya bahan belajar ini. Pada siswa yang bertipe auditif. Siasat belajar yang harus ditempuh oleh siswa juga menentukan bahan belajarnya.

Ada soal latihan.c. tetapi 52 . Ini sangat penting. Ada tes yang sesuai. Tes yang sesuai ini. Seharusuya sekuensi bahan ini dari yang sederhana menuju ke yang kompleks. meskipun tidak semua median belajar dapat berfungsi sebagai alat bantu. Alat bantu belajar termasuk salah satu unsur dinamis dalam belajar. oleh karena dapat membantu terhadap belajar siswa. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya. seberapa banyak !a telah menguasai bahan yang dipelajari. e. 3. Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan. Sekuensi atau urutan penyajian ini sangat penting diperhatikan dalanu penyediaan bahan belajar. g. agar bahan belajar yang akan dipelajari tersebut tidak kering. kesusukannya juga penting. Alat bantu belajar ada kalanya dibeli di toko-toko buku. Baban belajar harus dilengkapi dengan petunjuk bagaimana siswa harus memperbaiki belajarnya. jika ada diantara bahan belajar yang belum terkuasai. Mempunyai sekuensi yang tepat. Ini sangat penting. d. Dengan alat bantu bahan belajar yang tidak menarik bisa menjadi menarik. f. Kegunaan kunci jawaban bagi soal latihan ini adalah siswa dapat mencocokkan hasil-hasil latihannya dengan kunci. Ada jawaban kunci untuk soal latihan. Setelah berhasil menguasai bahan belajar tertentu siswa tidak akan menungggu petunjuk guru untuk mempelajari bahan selanjutnya. Informasi yang dibutuhkan ada. Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya. atau stationary. Dengan sebuah alat bania bahan belajar yang abstrak bisa konkrit. Dengan alat bantu bahan belajar yang meragukan dapat diyakinkan karena dapat dibuktikan secara empirik Alat bantu belajar lazim juga disebut media belajar dan piranti Belajar. i. tentu bergantung kepada bahan belajarnya. h. agar siswa dapat menguji diri sendiri.

Dalam pandangan sekarang suasana belajar yang kondusif adalah suasana yang mendukung bagi terciptanya kegiatan belajar. rubrik. jika bisa e. Hal-hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam upaya menyediakan alat bantu belajar adalah : a. b. pandangan tradisional tsb. Membuat sendiri. Yaitu suasana yang 53 . tape recorder. jika mampu b. Kepraktisan dan daya tahan alat bantu. Beherapa upaya penyediaan bahan antara lain adalab: a.adakalanya dibuat sendiri oleh pembelajar bersama-sama dengan gurunya. 0HP. Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar. penghapus. video. kapur tulis. e. Pengajuan kepada pemerintah c. Faktor keterjangkauannya d. Oleh karena itu. Faktor ketersediaan alat bantu tersebut c. Pada kasus vang pertama pembelajar mendapatkan secara given. Contoh alat bantu yang penggunaannya membutuhkan keterampilan tertentu adalah skala. berdiam diri sambil mendengarkan pengajaran yang dilakukan guru. siswa tidak berani mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang deceermahkan guru. Permobonan bantuan melalui sponsor d. terkecuali guru telah memberikan kesempatan. papan tulis. dan media audiovisual lainnya. penggaris. Pembelian. Menggerakkan dan mengajak para pembelajar untuk menciptakan dengan memanfaatkan alam sekitar 4. maka kelas yang baik dalam belajar mengajar adalah kelas yang siswanya duduk dengan tenang. jangka. Umumnya. Keefektifan dan keefisienan alat bantu Contoh alat bantu sederhana adalah pena. pensil. Suasana belajar dan upaya pengembangannya Dalam pandangan tradisional suasana belajar yang kondusif adalahh jika di dalam sebuah kelas terasa tenang sementara para siswa bisa mendengarkan apa yang diceramahkan gurunya.

Agar suasana belajar tersebut kondusif. siswa tetap aktif dan giat belajar. Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa. lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah. suasana yang interaktif belajar di dalamnya. g. Siswa aktif berinteraksi tidak saja hanya dengan gurunya melainkan aktif berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain. Kondisi subjek belajar sebenamya berbeda-beda. Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru 5. d. maka upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah : a. Kreativitas siswa mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. c. Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubahubah. tentu tidak dibatasi ketika ditunggui oleh gurunya. Siswa tekun mengerjakan sesuatu yang semestinya dikerjakan. la harus dirancang oleh guru melalui sebuah rancangan pengajaran sebuah suasana belajar dikatakan kondusif manakala : a. Pada saat guru sedang menunggui misalkan saja. Rancanglah aktivitas belajar siswa c. akan kelibatan 54 . Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Kondisi subjek belajar yang kelihatannya samapun. Buatlah suasana yang demokratis. manakala diteliti lebib dalam. f. Kondisi Subjek Belajar dan Upaya Penyiapan dan Peneguhannya. Siswa secara bebas mengerjakan segala hal yang dapat mencapai tujuan belajarnya. agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas. Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa b. Suasana belajar yang kondusif demikian tidak terjadi dengan sendirinya. b.interaktif dimana para siswa giat belajar. e. d. dan bakan sebaliknya.

Oleh karena beragamnya kondisi subjek belajar tersebut. militansi kerjanya. yang tinggi militansi kerjanya. khib kuat lebih sehat lebih tinggi daya tahannya dan khib segarIbLigar. dalam kclompok siswa yang homogen pun. yang tinggi motivasi intrinsiknya. Kondis subjek belajar dapat dibedakan atas hal-hal yang bersifat lahiriah. umumnya tehih mendukung bagi aktivitas belajarnya dibandingkan dengan mereka yang berada pada posisi kurang. Dengan penyiapan yang terancang dan dengan upaya-upaya peneguhan diharapkan mendukung aktivitas belajar. Oleh karena stu. misalnya lebih besar/tingai. daya tahan fisiknya.perbedaannya. motivasi instrinsik atau motivasi berprestasinya. kondisi subjek belajar juga berbeda dari segi: intelegensinya. dan hal-hal yang bersifat batiniah atau hal-hal yang bersifat fisik dan hal-hal yang hersifat psikologis. Penyegaran fisik subjek belajar dengan olahraga atau latihan-latihan fisik seperti senam. Dari segi lahiriah atau fisik. maka hs ada upaya-upaya unruk menyiapkan mereka dan sekaligus meneguhkannya. dan tidak senuttiasa menetapnya kondisi belajar tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kondisi objek belajar khususnya dari segi fisiknya adalah: a. kesegaran dan kebugam jasmaninya. kesehatan fisiknya. dan yang lebih stabil emosinya. kematangannya aspirasi dan punya. Mereka yang mempunyai inteligensi tinggi umumnya lebih gampang berhasilnya dibandingkan yang berintelegensi rendah. sebenamya kalau dilihat lebih dalam akan tampak heterogenitasnya. subjek belajar bisa berbeda: ukuran tubuhnya. Mereka yang berada pada kondisi lebih. kekuatan tubuhnya. ambisi-ambisinya. 55 . yang besar ambisinya. b. bakatnya. Memenuhi subjek belajar dengan gizi dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. Demikian juga yang mempunyai bakat khusus. Dari segi psikis.

Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas. Sementara itu. Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan. Manusia terlibat dalam sistim pengajaran terdiri dari: siswa. Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. atau di sekolah. papan tulis. Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka. Prosedur meliputi jadwal dan metode penyampaian informasi. belajar. 4. PENGERTIAN DAN CIRI . karena diwamai dengan organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan untuk pembelajaran peserta didik. b. fasilitas. material. d. c. belajar di kelas. perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. 56 . misalnya tenaga laboratorium. guru dan tenaga lainnya. Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungunya. Material meliputi buku-buku. upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan psikis subjek belajar adalah : a.CIRI PEMBELAJARAN. agar secara psikologis mereka merasa aman. perlengkapan audio visual juga komputer. dan film audio dan video tape. slide.c. 4. Sistim pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku. ujian dan sebagainya. fotografl. Memelihara keseimbangan emosi mereka.1. Memeriksakan tubuh subjek belajar secara teratax kepada dokter agar dapat dicegah timbulnya penyakit yang memungkinkan terganggunya belajar mengajar. dan kapur. praktek. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian populer Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi.

2. Pengertian pembelajaran yang ditarik dari pengertian belajar menurut abli psikologi. bahkan terjadi kaitan dan interaksi saling mempengaruhi dan saling menunjang satu sama lain. berbagai rumusan yang ada pada dasarnya berlandaskan pada teori tertentu. 57 . Cara penyampaian pengetahuan tersebut berdasarkan ajaran dalann psikologi asosiasi. Dalam rumusan ini terkandung konsep-konsep sebagai berikut: 1. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan Masa depan kehidupan anak ditentukan oleb orang tua. Mengajar adalah upaya menyampaikan pengetahuan kepada peseta didik/siswa di sekolah. dengan cara menuangkan pengetahuan kepada siswa. Mereka dianggap paling mengetahui apa dan bagaimana kehidupan itu. Tinjauan utama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan. 3. Sekolah berfungsi mempersiapkan mereka agar mampu hidup dalam masyarakat yang akan datang. a. Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik.2. Banyak ahli yang telah merumuskan pengertian mengajar berdasarkan pandangannya masing-masing. Herbart berdasarkan asas asosiasi dan reproduksi atas tanggapan/kesan.4. Itu sebabnya. Istilah belajar dan mengajar adalah dua peristiwa yang berbeda tetapi terdapat hubungan yang erat. Pembelajaran merupakan proses penyampaian pengetahuan Penyampaian pengetahuan dilaksanakan dengan menggunakan metode imposisi. Perumusan dan tinjauan itu masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan. orang tua berkewajiban menentukan akan dijadikan apa peserta didik. Umumnya guru menggunakan metode "formal step" dari J.

belum mengetahui apa-apa. minat. Alberty 1953). Mereka duduk dengan rapi dan kaku secara rutin setiap 58 . Pembelajaran dilaksanakan dalam batas-batas ruang kelas saja. 4. Guru dipandang sebagai orang yang serba mengetahui. Barang siapa menguasai pengetahuan. Kebutuhan. tujuan. Pengetalman bersumber dari perangkat mata ajaran yang disampaikan di sekolah. masa lampau yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia. tak bisa dipindah-pindahkan. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas. sedangkan pembelajaran di luar kelas tak pernah dilakukan. berarti guru adalah yang paling pandai. Peranan guru sangat dominan. Pengalaman-pengalaman itu diselidiki. pengikut. maka dia dapat berkuasa. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat yang membatasi hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat. Siswa selalu bersikap dan betindak pasif Siswa dianggap sebagai tong kosong. Dia hanya menerima apa yang diberikan okh gurunya. 5. Guru dipandang sebagai orang yang sangat berkuasa. sehingga tercipta yang kita sebut mata ajaran (H. 6. pelaksana tugas. Para pakar yang mendukung teori ini berpendapat bahwa mata ajaran berasal dari pengalaman-pengalaman orang tua. disusun secara sistematis dan logis. Dia mempersiapkim tugas-tugas memberikan latihan-latihan dan menentukan peraturan kemajuan tiap siswa. Para siswa duduk pada bangku yang berdiri kokoh. Dia menentukan segala hal yang dianggap tepat untuk disajikan kepada para siswanva.: “knowledge is power". disusun dan dimuat dalam buku pelajaran dan berbagai referensi lainnya. abilitas dan lain-lain yang dimiliki oleh siswa diabaikan dan tidak mendapat perhatian guru. Mata ajaran itu diuraikan. Siswa bersikap sebagai pendengar.Pengetahuan sangat penting bagi manusia.

berkata sebagai berikut : . 2) The qukkest an most through method of leaming lessons is to allot a certain portion of the school day it instruction in separate subjects. b. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan. 5) Teaching the conventional subjects is the wisest method of achieving social progress (J.. Manusia berbudaya adalah manusia yang mampu hidup dalam pola tersebut. 3) Children's interests whkh do not confrom to the set currkulum should be the regarded. Peserta didik diajar agar memiliki kemainpuan dan kepribadian sesuai dengan kehidupan budaya masyarakat itu. Ruangan kelas dipandang sebagai ruang penyelamat. consist to a belajar degree in the aguisition of the content matter of each subject.. Belajar dalam batas-batas ruangan itu adalah yang paling baik. and Aildren's experiences are limited there in to academk lessons. Wayner Wrighstone..hari. 2.. the immediate implications of the older principles when they are applied to the classroom: 1) The classroom is a restrkted from of social life. namun antara keduanya memiliki pola pikiran yang seirama... 1935). Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandinglean dengan rumusan pertama. Wrighstone. ruang memberi kehidupan. Peserta didik hidup dalam pola kebudayaan masyarakatnya. Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya... Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut: 1.. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah.. 59 . 4) The real objectives of classroom instruction.

cara menyediakan makanan. Mereka perlu dipersiapkan sedemikian rupa agar benar-benar siap melanjutkan hasil yang telah dicapai oleh generasi yang ada sekarang. Yang termasuk kebudayaan adalah kebiasaan orang berpikir dan berbuat seperti: kehidupan keluarga. Dalam hal ini. 3. 1969). Dengan sendirmya apa yang dimiliki oleh nenek moyang pada masa lampau itu harus diwariskan kepada keturunan berikumya. 4. Berdasarkan pada pengertian mi.Para siswa dipandang sebagai keturunan orang tua dan orang tua adalah keturunan neneknya dan seterusnya. Benda-benda bersifat material sesungguhnya adalah hasil dari keterampilan manusia (Worcester. menjadi manusia yang berbudaya. tertulis dan lisan. ukuran moral. sehingga mereka menjadi warga masyarakat yang lebih berbudaya. Bahan pembelajaran bersumber dari kebudayaan. dan bentuk-bentuk ekspresi seni. ada dalam jiwa dan kepribadian manusia. kebudayaan itu bersifat non material. Kebudayaan merupakan kumpulan daripada warisan sosial dalam masyarakat. dan berbagai bentuk tingkah laku norma dan lain-lain. pemerintahan. Upaya pewarisan itu dilakukan metalui berbagai prosedur: pengajaran. Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan Generasi muda berfungsi sebagai generasi penerus. bahasa. dan bersifat abstrak. kepereayaan agama. diakui bahwa anak sedang berada dalam tahap perkembangan dan menuju ketingkatan yang lebih dewasa. media hubungan pribadi dan sebagainya. Kebudayaan yang diwariskan kepada mereka harus dikuasai dan dikembangkan. Bila dilakukan melalui pengajaran.. Kebudayaan dan hasil kebudayaan diwariskan kepada siswa yang umumnya berupa benda-benda dan non benda. Mereka harus 60 . dalam arti. maka proses yang telah dikemukakan dalam proses perumusan pertama berlaku dan dilaksanakan dengan teknik yang sama. demikian terus terjadi proses turun temurun.

mampu memanfaatkan teknologi, sebagai aspek dari kebudayaan, untuk kehidupannya. serta mampu mengadakan penemuan-penemuan baru, mengembangkan kebudayaan yang telah ada.

c. Pembelajaran

adalah

upaya

mengorganisasi

lingkungan

untuk

menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik. Rumusan ini dianggap lebih maju dibandingkan dengan rumusan terdahulu, sehab lebih menitik beratkan pada unsur peserta didik, lingkungan, dan proses belajar. Perumusan ini sejalan dengan pendapat dari Me. Donald, yang mengemukakan sebagai berikut: “educational, in the sense used here, is a process or an activity whkh is directed at producing desirable changes in the behavior of human beings (Me. Donal, 1959) artinya : Pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan

menghasilkan perubahan tingkah laku manusia.

Implikasi dari pengertian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah aku peserta didik Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri: (1). Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2). Pola organisasi kepribadian berbeda-beda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3). Kepribadian hersifat dinamis, terus berubah meialui cara-cara tertentu. Tingkah laku manusia memiliki dua aspek, yakni: (1). Aspek objektif, yang bersifat struktural, yakni aspek jasmaniah, (2). Aspek subjektif, yang besifat fungsional, yakni aspek rohaniah.

61

2. Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan Perkembangan tingkah laku seseorang adalah berkat pengaruh dari lingkungan. Lingkungan kita artikan secara luas, yang terdiri dari lingkungna alam dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial sering lebih berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Melalui interaksi antara individu dan lingkunganya, maka siswa memperoleh pengalaman, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap perkembangan tingkah lakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses sosialisasi di mana anak didik disiapkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sekitamya. Sekolah berfungsi menyediakan lingkungan yang dibutuhkan bagi perkembangan tingkah laku siswa, antara lain menyiapkan program belajar, bahan belajar, metode mengajar, alat mengajar dan lain-lain. Selain dari itu, pribadi guru sendiri, suasana kelas, kelompok siswa, lingkungan di luar sekolah, semua menjadi lingkungan belajar yang bermakna bagi

perkembangan siswa.

3. Peserta didik sebagai suatu organisme yang hidup. Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang, misalnya, kebutuhan, minat, tujuan, abilitas, intelegensi, emosi dan lain-lain. Tiap individu peserta didik mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari dalam diri peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu, sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal.

62

d. Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik. Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan tuntutan masyarakat. Implikasi dari rumusan/pengertian ini,adalah sebagai berikut:

1. Tujuan pembelajaran Pembentukan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Seorang warga negara yang baik bukan menjadi konsumen, tetapi yang lebih penting ialah menjadi seorang produsen. Untuk menjadi seorang produsen, maka dia barus memiliki keterampilan berbuat dan bekerja, menghasilkan barang-barang dan benda kebutuhan masyarakat. Motto yang dikemukakan: "benign habitat for good living", artinya seorang warga negara yang baik bila dapat menyumbangkan dirinya kepada kebidupan yang baik.

2. Pembelajaran berlangsung dalam suasanan kerja. Program pembelajaran diselenggarakan dalam suasana kerja. dimana para siswa mendapat latihan dan pengalaman praktis. Karena itu, suasana yang diperlukan adalah suasana yang aktual, seperti dalam keadaan sesungguhnya. Para siswa mengerjakan hal-hal menarik minatnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3. Peserta didik/siswa sebagai calon warga negara yang memiliki potensi untuk bekerja. Siswa memiliki bermacam kemampuan, minat, dan Kebutuhan, antara lain kebutuhan ingin berdiri sendiri, ingin punya pekerjaan. Siswa tidak menginginkan berdiam dengan pasif, semua ingin melakukan kegiatan,

63

atau bekerja. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari. Guru sebagai pimpinan don pembimbing bengkel kerja. Perumusan atas kebutuhan itu. Guru-guru harus menguasai program keterampilan khusus dan menguasai strategi pembelajaran keterampilan. Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut: 1. Sesuai dengan tujuan tersebut. mencari pengalaman yang praktis. maka dapat menyebabkan tingkah laku yang tidak diharapkan. Dengan berkembang kemampuan kerja. maka tuntutan dan harapan masyarakat dapat dipenuhi. melainkan untuk 64 .E. Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini (G. pengembangan minat dan sikap.bermain. peranan guru dalam sekolah komprehensif adalah sangat penting. 1945). dan memupuk keterampilan jasmaniah-rohaniah. Sekolah berfungsi menyiapkan siswa untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan. Energi mereka miliki perlu mendapat penyaluran sebagaimana mestinya. 4. mereka bukan dipersiapkan untuk menghadapi masa depan yang masih jauh. sekolah merupakan suatu ruang workshop dan oleh karenanya guru harus mampu memimpin dan membimbing siswa belajar bekerja dalam bengkel sekolah. Dalam hal mi. Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. serta menyediakan proyek-proyek kerja yang menciptakan berbagai kesibukan yang bermakna. penyaluran energi yang berlebihan sebaiknya dilakukan dengan cara menyediakan kesempatan bekerja. 10 atau 20 tahun ke depan. Jikalau energi itu tidak disalurkan. e. Pada dasamya tidak ada masyarakat yang menginginkan anak-anaknya menjadi barisan penganggur. Tujuan pembelajaran ialah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat. Sekolah dari masyarakat adalah suatu integrasi. Olson.

atau dengan cara membawa masyarakat ke dalam sekolah sebagai nara sumber. dan lain-lain. masyarakat akan memberikan sumbangan yang besar terhadap pendidikan anak. Siswa belajar secara aktif. supaya dapat menyusun proyek kerja bagi para siswa. Pranan sebagai komunikator. Dengan cara ini. Sekolah juga berfungsi turut memperbaiki kehidupan masyarakat sekitamya. Kelas -ialu melakukan inventarisasi masalah-masalah yang muncul jalam masyarakat. Siswa turut merencanakan. Guru mempersiapkan rencana awal pembelajaran.memecahkan masalah seharihari dalam lingkungannya. sekolah akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. mencari pengalaman kerja dalam berbagai lapangan kehidupan. membuat laporan. survei. namun 65 . kemudian diupayakan pemecahannya. sehingga perkembangan pribadinya selaras dengan kondisi lingkungan masyarakatnya. semua potensi yang mereka miliki menjadi hidup dan berkembang. Dengan demikian. berkemah dan lain-lain. bukan saja memerlukan pengetahuan dalam bidang pendidikan dan apresiasi. 3. -tapi juga aktif bekerja langsung di masyarakat. meninjau. Guru bertugas sebagai komunikator Guru juga bertugas sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Sumber-sumber masyarakat tak pernah habis sebagai sumber belajar. Guru harus mengenal dengan baik keadaan masyarakat sekitamya. 2. Prosedur penyelenggaraan ialah dengan membawa siswa ke dalam masyarakat dengan karyawisata. 4. dan sebaliknya. kemudian menyusun rencana lengkap bersama para siswa sebagai persiapan melaksanakan di lapangan. Siswa bukan saja aktif belajar di laboratorium sekolah. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah don masyarakat. berdiskusi. di rumah dan di masyarakat. Masyarakat diartikan sebagai laboratorium belajar yang paling besar.

Sistem yang dibual oleh manusia. yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran. antara lain adalah: 1. disusun sesuai dengan rencana tertentu. Tujuan sistem pembelajaran agar siswa belajar. agar siswa belajar secara efisien dan efektif. memiliki unsur-unsur yang saling ketergantungan satu sama lain. Sistim alami (natural) seperti sistem ekologi. Rencana.3 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ada tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran. dan prosedur. sistem komunikasi. Berdasarkan teori-teori tersebut semakin jelaslah bahwa kegiatan dan proses pembelajaran itu sangat kompleks. Kesaling tergantungan (interdependence). Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami (natural). sistem pemerintahan. 4. antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu kescluruhan. material. sistem kehidupan hewan. Tujuan. seperti: sistem transportasi. sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai.diperlukan pula keterampilan berintegrasi dan bekeda sama dengan masyarakat. dan memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran. Tujuan sistem menuntun proses merancang sistem. Pandangan-pandangan yang telah dibahas itu. 66 . ialah penataan ketenagaan. semuanya memiliki tujuan. akan menjadi lebih jelas setelah mempelajari uraian-uraian berikumya. 3. dan prosedur. Tiap unsur bersifat essensial. 2. material. Dengan proses mendisain sistem pembelajaran si perancang membuat rancangan untuk memberikan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan sistem pembelajaran tersebut. dalam suatu rencana khusus. tetapi tidak mempunyai tujuan tertentu. Tugas seorang perancang sistem ialah mengorganisasi tenaga.

Pembelajaran lebih onsentrasi pada kegiatan guru dan tidak terkonsentrasi pada kegiatan siswa. maka dalam merancang aktivitas pembelajaran. Implikasi dari adanya keterkaitan antara kegiatan pembelajaran dan kegiatan belajar siswa tersebut adalah usunnya tujuan pembelajaran yang dapat menunjang apainya tujuan belajar. Muatan-muatan yang termaktub dalam tujuan belajar. termasuk tujuannya. Pembelajaran model dahulu itu.1.5. Sebab. TUJUAN DAN UNSUR-UNSUR DINAMIS PEMBELMARAN. jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan. haruslah termaktub juga dalam tujuan pembelajaran. Pembelajaran dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswaa belajar. Dahulu. Jika pada masa sekarang ini pembelajaran dicoba terkaitkan dengan belajar. guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. Aktivitas belajar siswa harus dijadikan titik tolak dalam merancang pembelajaran. Tujuan pembelajaran yang menunjang tercapainya tujuan belajar. 5. Contoh kongkiit tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar adalah sebagai berikut : Setelah pertama Tujuan Belajar Tujuan Pembelajaran menelaah teks butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara pancasila kaitan siswa antara dapat menelaah teks butir pertama pancasila butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan 67 . pembelajaran tak terkait dengan blajar. ketika pembelajaran dimaksudkan sebagai kadar penyampaian ilmu pengetahuan. memang tidak dicoba terkaitkan dengan belajar itu sendiri. tercapailah maksud atau tujuan pembelajaran tersebut. Tujuan pembelajaran haruslah menunjang dan dalam tercapainya tujuan belajar.

siswa dapat menibedakan di kebun percobaan sekolah. butir siswa dapat menjelaskan kaitan antara menjelaskan pertama dengan butir kedua secara butir pertama dengan butir kedua benar dengan menggunakan kata-kata secara benar dengan menggunakan sendiri. bahwa tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar siswa adalah : 1. aitu siswa bisa "apa" setelah belajar dan atau dibelajarkan. kata-kata yang ada pada teks Dari contoh yang disebutkan tersebut sangatlah jelas. Setelah secara benar dengan menggunakan dibelajarkan dengan cara mengamati kata-kata yang ada pada teks Setelah tumbuh-tumbuhan di kebun percobaan mengamati berbagai tumbuh-tumbuhan sekolah. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi waktu. kaitan teks siswa antara sendiri butir-butir Setelah siswa dibelajarkan dengan cara dapat menelaah teks butir pertama pancasila. Setelah pertama menelaah pancasila. Setelah mengamati berbagai tumbuh. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi substansinya. kata-kata sendiri. yaitu setelah siswa belajar dan atau dibelajarkan. 2. siswa tumbuh-tumbuhan yang berkeping satu dapat membedakan antara tumbuhdengan tumbuhan berkeping dua. 68 .Setelah siswa dibelajarkan dengan cara tunibuhan di kebun percobaan sekolah. cara Setelah menelaah teks pancasila kaitan butir-butir dapat butir membaca buku teks dan berdiskusi pertama siswa antara dengan teman-temannya siswa dapat menjelaskan membedakan tumbuh-tumbuhan yang pertama dengan butir kedua secara berkeping satu dengan yang berkeping benar dengan menggunakan kata-kata dua.sendiri. menclaah teks butir pertama pancasila. Setelah dibelajarkan dengan tumbuhan yang berkeping satu dengan yang berkeping dua. siswa dapat membedakan antara siswa dapat menjelaskan kaitan antara tumbuhtumbuhan yang berkeping satu butir portama dengan butir kedua dan yang berkeping dua.

3. tujuan belajar telah dikacaukan oleh tujuan pembelajaran dari segi cara penyampaiannya. 2. Ada beberapa prinsip yang dapat digunakan oleh guru dalam rangka memotivasi siswa agar belajar. ialah: 1. Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran. siswa lebih suka mempelajari sesuatu yang baru jika dia memiliki pengalaman prasyarat (prerckuisit). berikut disajikan contoh tujuan pembelajaran yang tidak kongruen dengan tujuan belajar : Contoh yang disebutkan tersebut. substansi tujuan belajar telah dikacaukan oleh substansi tujuan pembelajaran. Ada perbedaan titik tekan antara tujuan belajar dengan tujuan pembelajaran. siswa termotivasi untuk mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Oleh karena itu tujuan pembelajaran demikian ini tidak menunjang pencapaian tujuan belajar. 5. 3. Punya kesamaan tercapainya tujuan dari segi cara mencapainya. Pada contoh pertama dan kedua. Unsur-unsur dinamis pembelajaran kongruen dalam proses belajar siswa/mahasiswa a. Punya kesamaan dari segi pusat kegiatan. Punya kesamaan takaran dalam pencapaian tujuan. 69 . siswa lebih suka memperoleh tingkah laku baru bila disajikan dengan suatu model perilaku yang dapat diamati dan ditim. Prasyarat. Model. Sedangkan pada contoh ketiga dan keempat. yaitu sama-sama berada pada diri siswa. 4.2. Agar tujuan pembelajaran yang kongruen dengan tujuan belajar tersebut jelas. jelas menunjukkan tidak kongruen antara tujuan pembelajaran dengan tujuan belajar. Prinsip kebermaknaan. 5.

Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan belajar. 8. siswa lebih suka belajar terus bila kondisi-kondisi pembelajaran menyenangkan bagmya. atau harus dibeli di pasaran buku. Untuk itu. 6. Daya tarik. yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada: 1. Pribadi guru sendiri pada dasamya merupakan sumber tak tertulis dan sangat penting serta sangat kaya dan luas. 5. kejadian dan peninggalan sejarah. ternyata ada dalam.4. masyarakat berupa objek. sehingga pada waktunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan belajar yang berdaya guna bagi kepentingan proses belajar siswa. Komunikasi terbuka. Buku-buku tersebut mungkin telah tersedia di perpustakaan sekolah. siswa lebih suka belajar bila latihan-latihan dilaksanakan dalamjangka waktu yang pendek. siswa lebih suka belajar bila penyajian ditata agar supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pendapat siswa. Sumber masyarakat. b. Latihan yang terbagi. Hal-hal yang tidak tertulis dalam buku dan belum terkuasai oleh guru. siswa lebih suka belajar bila perhatiannya tertarik oleh penyajian yang menyenangkan/menarik. 3. guru senantiasa diminta agar terus belajar untuk memperkaya dan memperluas serta mendalami ilmu pengetalman. 2. Bahan-bahan tersebut dapat berupa sumber pokok dan sumber pelengkap. Itu sebabnya. Buku pelajaran yang sengaja disiapkan dan berkenan dengan mata ajaran tertentu. guru perlu menyiapkan program 70 . siswa lebih suka belajar terus bila kondisi pembelajaran menyenangkan baginya. Pemilihim buku-buku sumber telah ditetapkan dalam pedoman kurikulum dan berdasarkan pilihan guru berdasarkan pertimbangan tertentu. Tekanan instruksional. 9. Aktif dan latihan. siswa lebih senang belajar bila dia dapat berperan aktif dalam latihan/praktik dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran 7. juga merupakan sumber yang paling kaya bagi bahan belajar siswa. Keadaan yang menyenangkan.

Suasana yang disiplin ini juga ditentukan oleh perilaku guru. dan terbuka dalam kelas.pembelajaran dalam upaya memanfaatkan masyarakat sebagai sumber bahan belajar bagi siswanya. Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantu yang diperlukan. Guru diharapkan bersikap menunjang. Sikapsikap tersebut pada gilirannya akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggairahkan serta menciptakan antusiasme terhadap pelajaran yang sedang diberikan. harus dipertimbangkan kesesuaian alat bantu belajar itu dengan tujuan belajar. 2. guru dan siswa dapat melakukan beberapa upaya sebapi berikut: 1. Guru dan siswa berupaya menciptakan hubungan dan kerjasama yang serasi. Prosedur yang harus ditempuh adalah: 1. kemampuan siswa sendiri. adil. d. berdasarkan petunjuk dan bantuan guru. c. dan ketersediaannya di sekolah. 3. Namun. yang dijiwai oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan rasa tenggang rasa dan tanggung jawab 71 . bahan yang dipelajari. Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas. selaras dan seimbang dalam kela. serta suasana dalam diri siswa sendiri. siswa sendiri dan bantuan orang ma. Membeli di pasaran bebas scandamya alat yang diperlukan itu ada di pasaran dan cocok dengan kegiatan belajar yang akan ditakukan. 2. membantu. Pengadaan alat-alat bantu belajar dilakukan oleh guru. Prinsip kesesuaian ini perlu diperhatikan karena sering terjadi pemilihan dan penggunaan suatu alat bantu belajar ternyata tidak cocok untuk pengajaran dan ternyata tidak banyak pengaruhya terhadap keberhasilan belajar siswa. Perlu adanya kesadaran yang tinggi di kalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik di dalam kelas. Untuk menjamin dan membina suasana belajar yang efektif. 3. kemampuan guru memberikan pengajaran.

penyesuaian bahan. Kedua jenis motivasi itu diperlukan untuk membelajarkan siswa. berusaha untuk kopentingan sendiri. Guru 72 . semua kondisi itu perlu terus dikontrol oleh guru. Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan binaan. Namun. Guru perlu memiliki kemampuan dan proses pembelajaran.3. Motivasi itu sebaiknya timbul dari kesadaran yang tinggi untuk mendidik peserta didik menjadi warga negara yang bak. Bila diketahui terdapat ketidak seimbangan dan gangguan pada kondisi mereka. Kemampuan dalam proses pembelajaran sering disebut kemampuan profesional. diakui bahwa motivasi pembelajaran itu sering timbul karena insentif yang diberikan. e. Kondisi guru siap membelajarkan siswa. a. Motivasi untuk membelajarkan siswa. maka guru perlu segera melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkannya. disamping kemampuan kepribadian dan kemampuan kemasyarakatan. Sediakan waktu yang khusus untuk mengenal dan mengetahui dengan seksama semua kondisi subjek belajar. sehingga guru melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. b. memperhatikan kesiapan belajar yang tepat waktunya. Unsur-unsur dinamis pembelajaran pada diri guru. 5. Guru harus memiliki motivasi untuk membelajarkan siswa. dan pergaulan guru siswa yang renggang dan kaku. Pembinaan kesehatan. belajar dengan kemampuan dan bakatnya.untuk kepentingan bersama ternyata lebih efektif dibandingkan dengan suasana dengan persaingan. dan memberikan pengalaman-pengalaman perekuisit. penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa. Jadi guru memiliki hasrat untuk menyiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu.

73 .perlu berupaya meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut agar senantiasa berada dalam kondisi siap untuk membelajarkan siswa.

Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan. Apabila perhatian alami ini tidak ada maka siswa perlu dibangkitkan perhatiannya. akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. 1984: 335 ). Motivasi dapat dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil (gage dan Berliner. diperlukan untuk belajar lebih Ianjut atau diperlukan dalam kehidupan seharihari. 1984 : 372). keterlibatan langsung/berpengalaman. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tak mungkin terjadi belajar (Gage n Berliner.BAB II PRINSIP BELAJAR DAN APLIKASINYA 2. motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar. PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. balikan dan penguatan. serta perbedaan individual. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Prinsip-prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi. pengulangan.1. Di samping perhatian. "Motivation is the concept we use when we ddescribe the force action on or whitin an organism yo initiate and direct behavior" 74 . tantangan. baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam apaya meningkatkan mengajarnya. keaktifan. Dari berbagai prinsip belajar tersebut terdapat beberapa prinsip yamg relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran.1. Perhatian terhadap belajar akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. 2.1 Perhatian dan Motivasi Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar.

L. Motivasi mempunyai kaitan yang crat dengan minat. Sikap siswa. Karenanya. 1986: 3). Perubahan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya. Petri (Petri. Motivasi dapat bersifat internal. dapat juga bersifat eksternal yakni datang dari orang lain. dapat menimbulkan motif. dari guru. teman dan sebagainya. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. orang tua. Herbet L. kehidupannya. nilai-nilai. Sebagai alat. Hal ini merupakan dasar teori belajar B. motivasi merupakan salah satu tujuan dalam mengajar. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalan. Karenanya adalah kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Motivasi juga dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Skinner dengan operant conditioning-nya' (Hal ini dibkarakan lebih lanjut dalam prinsip balikan dan penguatan). demikian pula sebaliknya. suatu hadiah yang diharapkan diperoleh sudah melakukan kegiatan. Sebagai tujuan. Siswa yang menyukai matematika akan merasa senang belajar matematika dan terdorong untulk belajar lebih giat. seorang siswa yang dengan sungguh- 75 . bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tridak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.F. dan keterampilan. artinya datang dari dirinya sendiri. Sebagai contoh.Demikian menurut H. seperti haInya motif menimbulkan dan mengarahkan aktivitasnya. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan. Insentif. Guru berharap bahwa siswa tertarik dalam kegiatan intelektual dan estetik sampai kegiatan belajar berakhir. Motivasi dapat merupakan tujuan dan alat dalam pembelajaran.

76 . Perhatian ialah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu objek. yaitu ingin menyenangkan orang tuanya. minat. Perhatian Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan. Jadi motif pada siswa itu yang semula ekstrinsik menjadi intrinsik. Sedangkan motil ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertaanya. Motif ekstrinsik dapat juga berubah menjadi motif intrinsik yang disebut 'Iransformasi motir'. Motif intrinsik dapat bersifat internal. bakat. Mula-mula motifnya adalah ekstrinsik. walaupun lebih banyak bersifat ekstemal. pengalaman. siswa belajar sungguh-sungguh bukan disebabkan ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya telapi didorong oleh keinginan naik kelas atau mendapat ijazah. cita cita. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat pada pelajaran. Motif ekstrinsik bisa bersifat eksternal. datang dari diri sendiri.sungguh mempelajari mata pelajaran di sekolah karena ingin memiliki pengetahuan yang dipelajarinya. dapat juga bersifat eksternal. Pertama. datang dari luar. Naik kelas dan mendapat ijazah adalah penyerta dari keberhasilan belajar. seorang siswa belajar di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LIPTK) karena menuruti keinginan orang tuanya yang menginginkan anaknya menjadi guru. proses belajar makin baik dan hasilnya akan makin haik pula. Sebagai contoh. tetapi setelah belajar heberapa lama di LPTK ia menyenangi pelajaranpelajaran yang digelutinya dan senang belajar untuk menjadi guru. Makin terpusat perhatian pada pelajaran. Sebagai contoh. orang itu merasa bahwa objek tersebut mempunyai kaitan dengan dirinya umpamanya dengan kebutuhan. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu objek dapat diakibatkan oleh dua hal.

Objek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain. Contoh pertama. karena guru mengajar dengan menggunakan alat peraga. salah seorang siswa disuatu sekolah dasar sangat tertarik dengan penjelasan ibu gurunya tentang perpindahan penduduk. Karena pelajaran tersebut memiliki kaitan dengan pengalamannya. atau yang lain dari yang biasa. Upaya guru memumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sekelompok siswa disuatu sekolah dasar pada sutu waku mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian karena guru mengajarkan pelajaran tersebut dengan menggunakan alat peraga yang sebelumnya guru tersebut belum pernah melakukannya. 2. karena ia pernah dibawa orang tuanya bertransmigrasi. KeRhatannya mereka sangat sungguh-sungguh menerjakan tugas tersebut. Belajar dengan permh perhatian pada pelajaran yang sedang dipelajari. Pada contoh kedua. Pelajaran tersebut ada kaitan dengan diri siswa.Kedua. Rukiah. sehingga ia sungguhsungguh memperhatikan pelajaran tersebut. Sekelompok siswa sedang asyik mengerjakan tugas kelompok. antara lain: 77 . 3. proses dan hasilnya akan lebih baik. Biasanya mereka belajar cukup mendengarkan ceramah dari guru. 2. Ketiga contoh diatas menggambarkan siswa yang belajar dengan penuh perhatian akan tetapi penyebabnya berbeda. Rukiah belajar dengan penuh perhatian. siswa belajar dengan penuh perhatian. bahwa : 1. (cara guru mengajar lain dan kebiasaannya) Demikian pula contoh ketiga. lain dari yang pada umumnya muncul. Dari uraian dan contoh diatas dapat disimpulkan. siswa belajar dengan penuh perhatian Karena guru menggunakan metode yang bervariasi tidak hanya ceramah). dalam pelajaran IPA. Perhatikan contoh kasus dibawah ini 1.

penggunaan media. bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirmya sendiri. bakat atau minat siswa. Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif. menafsirkan dan menairik kesimpulan.2. Menarik perhalian siswa dengan cara mengailkan pelajaran tersebut dengan diri siswa (umpamanya dengan pengalaman mereka). 1984 : 267). cita-cita. Menarik perhatian siswa dengan cara menciptakan situasi pembelajaran yang bervariasi (umpamanya dalam penggunaan metode mengajar) 2. menganalisis. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Anak mampu mencari. Kemukakan upaya apa yang harus anda lakukan untuk: 1. Coba anda pilih salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa anda ajarkan. of exercise " -nya yang menyatakan bahwa belajar memerlukan adanya 78 . mempunyai kemampuan dan aspirasi sendiri. 1937:3 1). maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri. kebutuhan.a. 2. dan mampu merencanakan sesuatu. dalam Dak ks. b. menermakan fakta. tidak sekadar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi. Menurut teori kognitif. Menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton. tempat belajar tidak terpaku hanya didalam kelas saja. (Gage and Berliner. KEAKTIFAN BELAJAR Kecendrungan psikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah makhluk yang aktif. jiwa mengolah informasi yang kita terima. belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif. Guru sekedar pembimbing dan pengarah (John Dewy 1916. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu. konstruktif. Mon Dewey misalnya mengemukakan. Umpamanya penggunaan metode mengajar yang bervariasi. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendri. Thomdike mengemukakan keakifan siswa dalam belajar dengan bukum "lah.

berlatih keterampilan-keterampilan. menulis. siswa selalu menampakkan keaktifan. Contoh kegiatan psikis misaInya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi.” (MC Keachk. supaya kadar aktivitas belajair mereka relatif tinggi. mendengar. Dalam setiap proses belajar.latihan-latihan. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. menyimpulkan basil percobaan. Kegiatan fisik bisa berupa membaca. 1976:230 dari Gredler MEB terjemahan Munandir. Silahkan anda rancang kegiatan-kegiatan belajar yang bagaimana yang harus siswa anda lakukan. Akan tetapi barangkali kadarnya perlu ditingkinkan dengan metode mengajar lain. sosial. Bila sudah selesai anda kerjakan. Bila ada siswa ) yang duduk di kelas pada saat pelajaran berlangsung. Kegiatan mendengarkan penjelasan guru. Pada hakikamya siswa tersebut tidak ikut belajar. membandingkan satu konsep dengan yang lain. Seperti yang telah dibahas di depan bahwa belajar iu sendiri adalah akivitas. 1991:105). akan tetapi mental emosionainya tidak terlibat akif didalam situasi pembelajaran itu. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. yaitu aktivitas mental dan emosional. dan kegiatan psikis yang lain. Oleh karena itu guru jangan sekali-kali membiarkan ada siswa yang tidak ikut aktif belajar. coba anda tetapkan salah satu pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa diajarkan. Lebih jauh dari sekedar mengaktifkan siswa belajar. silahkan diskusikan deingan guru lain disekolah anda atau guru sesama peserta program 79 . sudah menunjukkan adanya aktivitas belajar. guru harus berusaha meningkatkan kadar aktifitas belaiar tersebut. dan sebagainya. Sekali untuk memantapkan pemahaman anda tentang upaya meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa. Mc Keachk berkenan dengan prinsip keaktifan mengemukakan babwa individu merupakan "manusia belajar yang selalu ingin tahu.

3. keterlibatan dengan kegiatan kognitif dalam pencapaian dan perolehan pengetahuan. baik individual maupun kelompok. dan juga pada saat mengadakan latihan-latihan dalam pembentukan keterampilan. belajar adalah mengalami. Pentingnya ketelibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh John Dewey dengan "leaming by doing"-nya. Keterlibatan siswa di dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata. Belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung. dengan cara memecahkan masalah (prolem solving). Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati. Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif. belajar tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain.4. yang paling baik apabila ia terlihat secara langsng dalam perbuatan (direct performance). bukan sekadar melihat bagaimana orang menikmati tempe (demonstrating). KETERLIBATAN LANGSUNG DALAM BELAJAR Di muka telah dibkarakan bahwa belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa yang. 2. apalagi sekadar mendengar orang bercerita bagaimana cara pembuatan tempe (telling).2. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator. dan bertanggung jawab tehadap hasilnya. Sebagai contoh seseorang yang belajar membuat tempe. dalam penghayatan dan intemalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap dan nilat. terlibat langsung dalam perbuatan. namun lebih dari itu terutama adalah keterlibatan mental emosional. PENGULANGAN BELAJAR Prinsip belajar yang menekankan perlunva pengulangan barangkali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori Psikologi Dava. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas 80 . Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar yang dituangkan dalam kerueut pengalamannya mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung.

Ketiga teori tersebut menekankan pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar walaupun dengan tujuan yang berbeda. ia mengemukakan bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari Koneksionisme juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. 1991: 51). merasakan. kendaman berhenti ketika lampu Ialu lintas berwarna merah. Menurut teori ini perilaku individu dapat dikondisikan. berpikir. menanggap. Marget E Bell. maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempuma. terjemahan Munandir. Mengajar adalah membentuk kebiasaan. mengulang-ulang sesuatu perbuatan sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pembiasaan tidak perlu selalu oleh stimulus yang sesungguhnya. dan belajar merupakan upaya untuk mengkondisikan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu. Walaupun kita tidak japat menerima bahwa belajar adalah pengulangan seperti yang dikemukakan 81 . mengingat. dan sebagainya. belajar adalah pembentukan hubungan stimulus dan respons maka pada psikologi conditioning respons akan timbul bukan karena saja stimulus. tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan.kabiasaan. tetapi dapat juga oleh stimulus penyerta. dari Gredlei. misalnya siswa berbaris masuk ke kelas karena mendengar bunyi lonceng. dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar. Kalau pada Koneksionisme. Seperti hainya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam.daya mengamat. Yang pertama pengulangan untuk melatih daya-daya jiwa sedangkan yang kedua dan ketiga pengulangan untuk respons yang benar dan membentuk kebiasaan. mengkhayal. Dengan mengadakan pengulangan maka dasya-daya tersebut akan berkembang. Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori psikologi Asosiasi atau Koneksionisme dengan tokoh yang terkenal Thorndike. Banyak tingkah laku manusia yang terjadi karena kondisi. 1931b:20. Berangkat dari salah satu hukum belajarnya “law of exercise". Seperti kata pepatah "latihan menjadikan sempuma" (Thomdike.

diskoveri juga memberikan tantangan bagi siswa untuk belajar secara lebili giat dan sungguh-sunggub. prinsip-prinsip. Apabila hambatan itu telah diatasi. 2. tetapi selalu terdapat hambatan yang mempelajari bahan belajar. dan generalisasi tersebut. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar haruslah menantang. 1984: 259). Dalam belajar tetap diperlukan latihan/pengulangan. Agar pada anak timbul motif yang Kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang. maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahasa belajar tersebut. artinya tujuan belajar telah tercapai. Bahan belajar yang telah mendan saja kurang menarik bagi siswa. karena tidak dapat dipakai untuk menerangkan semua bentuk belajar. 82 . yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. demikian seterusnya. prinsipprinsip. Penguatan positif maupun negatif juga akan menantang siswa dan menimbulkan motif untuk memperoleh gaujaran atau terhindar dari hukum yang tidak menyenangkan. Bahan belajar yang baru. SIFAT MERANGSANG DAN MENANTANG DARI MATERI YANG DIPELAIARI Teori Medan (Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa dalam.tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. Pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menermakan konsep-konsep. situasi belajar berada dalam suatu medan atau lapangan psikologis.5. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai. inkuiri.ketiga teori tersebut. namun prinsip pengulangan masih relevan sebagai dasar pembelajaran. dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha meneari dan menemukan konsp-konsep. Penggunaan metode eksperimen. maka ia akan masuk dalam medan baru dan tujuan baru. Metode drill dan stereotyping adalah bentuk belajar yang menerapkan prinsip pengulangan (Gage dan Berliner.

Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang haik. akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengarub baik bagi usaha belajar selanjutnya. Kalau pada teori conditioning yang diberi kondisin adalah stimulusnya. diskusi. karena takut tidak naik kelas ia terdorong tuk belajar lebih giat.E Skinner tidak saja oleh penguatan yang menyenangkan tetapi juga ada yang tidak menyenangkan. Di sini siswa mencoba menghindar dari peristiwa yang tidak menyenangkan.F.6. Atau dengan kata lain penguatan positif maupun negatif dapat memperkuat belajar (gage dan Berliner. Nilai yamg baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. apalagi hasil yang baik. 83 . Format sajian berupa tanya jawab. 1984: 272). Siswa belajar sunggub-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif. metode penemuan. Namum dorongan belajar itu menurut B. dan sebagainya merupakan cara belajar-mengajar yang memungkinkan terjadinya balikan dan penguatan. Inilah yang disebut penguatan negatif. maka penguatanatan negatif juga disebut escape conditioning.2. Kunci dari teori belajar im adalah law of effect . Skinner. Di sini nilai buruk dan dan rasa takut lidak naik kelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat. Balikan yang segera diperoleh siswa setelah belajar melalui penggunaan metode-metode ini akan membuat siswa terdorong untuk belajar lebih giat dan bersemangat. maka pada operant conditioning yang diperkuat adalah responsnya. PEMBERIAN BALIKAN ATAU UMPAN BALIK DAN PENGUATAN BELAJAR Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh teori belajar operant Conditioning dari B. eksperimen.nya Thomdike. Hasil. Sebaliknya anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kelas.

dengan alasan apapun tidak dapat mengabaikan begitu saja adanya prinsip. menanggapi secara positif pujian atau dorongan dari orang lain.prinsip belajar. atau kegiatan sejenis lainnya. bentuk. mengamati secara cermat gerakan psikomotorik yang dilakukan guru. baik fisik atau psikis. Dengan demikian siswa diharapkan selalu melatih indranya untuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam prosses pembelajaran. Sedangkan implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motivasi belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan mengembangkan secara terus menerus. membandingkan konsep sebelumnya dengan konsep yang baru diterima.1. Perhatian dan Motivasi Siswa dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua ungsangan yang mengarah ke arah pencapaian tujuan belajar. Untuk dapat membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mereka secara terus menerus.2. 84 . seperti mendengarkan ceramah guru. Senma kegiatan atau perilaku tersebut harus dilakukan oleh siswa secara sadar sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajarnya. siswa dapat melakukannya dengan menentukan atau mengetahm tujuan belajar yang hendak dicapai. dan rangsangan lain yang dapat diindra. 2. menyebabkan siswa harus membangkitkan perhatiannya kepada segala pesan yang dipelajarinya.7. Contob kegiatan atau perilaku siswa.7. gerak. 1984:373). warna. Adanya tuntutan untuk selalu memberikan perhatian ini. jika mereka menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap diri mereka. Peningkatan/pengembangan minat im merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi (Gage dan Berliner. Pesan-pesan yang menjadi isi pelajaran seringkali dalam bentuk rangsangan suara. IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Siswa sebagai "primus motor” (motor utama) dalam kegiatan pembelajaran. Justru pada siswa akan berhasil dalam pembelajaran.

dapat ditandai bahwa perilaku-perilaku tersebut bersifat psikis. Pemyataan ini. dan prilaku sejenis lainnya. siswa berdiskusi untuk membuat laporan. siswa dituntut untuk selalu aktif memproses dan mengolah perolehan belajarnya. secara logis akan menyebabkan mereka memperoleh pengalaman atau berpengalaman. membuat kliping. Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran. Tidak ada seorangpun dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya (Davies. 2. Dari contoh-contoh perilaku siswa untuk meningkatkan dan membangkitkan motivasi belajar. Keterlibatan langsung/ berpengalaman Hal apapun yang dipelajari siswa.7. 85 . Bentuk perilaku keterlibatan langsung siswa tidak secara mutlak menjamin terwujudnya prinsip keaktifan pada diri siswa. Namun demikian.7. Keaktifan Sebagai "primus motor" dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan belajar. dan perilaku sejenis lainnya. membuat karya tulis. 1987:32).2. ingin tahu hasil dan kimia. dan perilaku sejenis lainnya.4. maka ia harus mempelajarinya sendiri. Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan-segan mengerjakan segala tugas belajar yang dibeerikan kepada mereka. Bentuk-bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi siswa misalnya adalah siswa ikut dalam pembuatan lapangan bola voli. perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa. Dengan keterlibatan langsung inj. 2.menentukan target atau sasaran penyelesaian tugas belajar. perilaku-perilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan. menganalisis hasil percobaan. secara mutlak menuntut adanyan keterlibatan langsung dari "tiap siswa dalam kegiatan belajar pembelajaran. siswa membaca puisi di depan kelas. Untuk dapat memproses dan mengolah perolehan belajarnya secara efektif. siswa melakukan reaksi kimia.

Bentuk-bentuk perilaku siswa yang merupakan implikasi dari prinsip tantangan ini diantaranya adalah melakukan eksperimen. dan mengolah pesan. 2. maka ia lebih termotivasi untuk belajar. yang sekaligus merupakan penguat (reinforce) bagi penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban. Bentuk-bentuk perilaku pembelajaran yang merupakan implikasi prinsip pengulangan.6. Sclain itu. Jachan. apakah benar atau salah? Dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang hasil (knowledge of result).7. menerima kenyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai.7. Pengulangan Penguasaan secara penuh dari setiap langkah kemungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti (Davies. mengerjakan soal-soal lingkungan.2. menghafal nama-nama latin tumbuhan. Dari pemyataan inilah pengulangan masih diperlukan merasa bosan dalam melakukan pengulangan. memproses.7. atau mencari tahu pemecahan suatu masalah. Hal ini berarti siswa selalu menghadapi tantangan untuk memperoleh. siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapinya. dan mengolah setiap pesan yang ada dalam kegiatan pembelajaran. melaksanakan tugas terbimbing maupun mandiri. Tantangan Prinsip belajar ini bersesuaian dengan pemyataan bahwa apabila siswa diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri. ia akan belajar dan mengingat secara lebih baik (Davies. 1987: 32). 86 . 2. Balikan dan Penguatan Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang dilakukan.5. memproses. diantaranya menghafal unsur-unsur kimia setidp valensi. atau menerima teguran dari gurulorang tua karena hasil belajar yang jelek. 1987:32 ). atau menghafal tahun-tahun terjadinya peristiwa sejarah. Implikasi prinsip tantangan bagi siswa adatah tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh.7.

berarti tidak akan memperoleh kemampuan. belum tentu tepat untuk siswa yang lain. Karena hal inilah. siswa yang belajar sebagai pribadi tersendiri. Suatu tindakan guru yang dipandang tepat terhadap seorang siswa. atau memilih bahwa implikasi adanya prinsip perbedaan individu bagi siswa dapat berupa perilaku fisik maupun psikis. Implikasi adanya prinsip perbedaim individual diantaranya adalah menentukan tempat duduk di kelas. akan membantu siswa menentukan cara belaiar dan sasaran belajar bagi dirinya sendiri. Belajar dalam arti proses mental dan emosional terjadi secara individual. 87 . anda dapat mengidentifikasi dari kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sebagai indikatornya. Untuk memperjelas implikasi prinsipprinsip belajar bagi siswa.7. Jika kita mengajar disuatu kelas sudah barang tentu kadar aktivitas belajar para siswa beragam. sehingga memperlakukan mereka sama kepada semua. 1987: 32).7. menyusun jadwal belajar. yang memiliki perbedaan dari siswa lain. minat. Guru yang bijaksana akan menghargai dan memperlakukan siswa sesuai dengan hakikat mereka masingmasing. Perbedaan itu mungkin dalam hal pengalaman. bakat.. setiap siswa belajar menurut tempo (kecepatan)nya sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi kecepatan belajar (Davies.9.2. Perbedaan individual Belajar tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. Kesadaran bahwa dirinya berbeda dengan siswa lain. Guru yang menyamaratakan siswa menganggap semua siswa sama. tipe belajar dan sebagainya. pada prinsipnya bertentangan dengan hakikat manusia. Perbedaan Individual Setiap siswa memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lain. kebiasaan belajar. Akan tetapi ada perlakuan yang memang harus sama terhadap semua. Disamping itu. kecerdasan. 2.8. khususnya siswa. Tidak belajar.

Kapan buku tersebut diisi 3. tipe belajarnya. Data apa saja yang dicatat 2. bakatnya. Perlakuan guru terhadap siswa yang cepat harus berbeda dii i perlakuaii terhadap siswa yang termasuk lamban. Buku catatan pribadi siswa itu harus diisi secara rutin dan terus mengikuti pribadi siswa tersebut ke kelas dan ke jenjang pendidikan berikutnya. Semua itu harus dkatat pada catatan pribadi siswa. Siswa yang lamban perlu banyak dibantu sedangkan siswa yang cepat dapa diberi kesempatan lebih dulu maju atau melakukan pengayaan. Didalam menggunakan metode mengajar. bahkan kejadian sehari-hari yang dianggap penting. Siswa yang memiliki tipe belajar yang auditif akan lebih mudah belajar melalui pendengaran. guru perlu menggunakan metode mengajar yang bervariasi. kemampuan panca indranya. sebab mungkin siswa yang kita ajar memiliki tipe belajar yang berbeda. Pernahkah buku catatan pribadi tersebut digunakan. Siswa yang memiliki tipe belajar yang motorik akan memiliki tipe belajar visual akan lebih mudah belajar melalui penglihatan. Untuk keperluan itu semua guru perlu memahami pribadi masing-masing yang menjadi bimbingannya. penyakit yang dideritanya. Adakah buku catatan pribadi tiap siswa dikelas tempat anda mengajar? Bila ada coba pelajari: 1. sedangkan siswa yang memiliki tipe belajar motorik akan lebih mudah belajar melalui perbuatan. Buku catatan pribadi tiap siswa kelas 1 setelah mereka naik kelas II harus diserahkan pada guru kelas II untuk digunakan dan diisi dengan data baru.Demikian pula yang menyangkut pelajaran. latar belakang kehidupan orang tuanya. Pelajaran mana yang harus dipelajari oleh semua siswa dan peIajaran mana yang boleh dipilih oleh siswa sesuai dengan bakat mereka. dan untak apa 88 . Oleh karena itu catatan pribadi siswa sangat bermanfaat. Setiap siswa perlu dikatat tentang kecerdasannya. begitulah seterusnya sampai kejenjang pendidikan berikumya.

siswa dan guru. alat. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk menarik perhatian siswa? Untuk memudahkan anda dalam mengerjakan latihan diatas bacalah rambu-rambu pengerjaan latihan berikut ini. Itulah lima prinsip belajar telah kita diskusikan.4. Akan tetapi paling tidak kelima prinsip diatas hendaknya menjadi pegangan kita didalam membelajarkan siswa-siswa kita. Oleh karena itu tujuan pembelajaran harus ditetapkan lebih dulu. Bagaimana saran anda untuk pemanfaatan buku catatan pribadi tersebut : data dan pengisiannya serta penggunaanya. 89 . Rambu-rambu pengerjaan latihan. Bagaimana implikasi tujuan. Apakah kegiatan pembelajarannya termasuk belajar meialui pengalaman ataukah melalui pengamatan? 2. 1. Untuk memantapkan pemahaman anda terhadap materi yang anda pelajari kerjakanlah latihan dibawah ini. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan strategi belajar mengajar tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan unsur-unsur lain didalam system pembelajaran. strategi. Jika ternyata belum ada. alat dan siswa terhadap penggunaan strategi belajar mengajar akan kita diskusikan pada kegiatan belajar berikutnya. Semua unsur didalam pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Silahkan anda pelajari berbagai sumber tentang belajar. Identifikasikanlah kegiatan pembelajaran yang anda rancang. coba buat sebuah model buku catatan pribadi siswa yang menurut anda cukup lengkap untuk keperluan pembimbingan belajar terhadap siswa. Belajar terjadi pada suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari komponen atau unsur tujuan. bahan pelajaran. Sebagai suatu system. bahan pelajaran. unsur-unsur penabelajaran tersebut saling berkaitan. saling mempengaruhi. Yang menjadi unsur utama ialah tujuan pembelajaran. Kegiatan apa yang dapat dilakukan guru untuk membangkitkan motifasi belajar siswa? 3.

disekolah umumnya kita kurang memperhatikan masalah perbedaan pelaksanaan pembelajaran dikelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik psikis. Ambillah salah satu rencana pembelajaran yang akan anda laksanakan. 3. Selain anda harus mengingat kembali materi tentang teknik-teknik menarik perhatian siswa. Untuk lebih meyakinkan anda observasilah teman anda yang sedang mengajar. Perbedaan individual ini pada cara dan hasil belajar siswa. Sekarang tiba saamya anda membaca rangkuman dibawah ini unuk lebih memantapkan ingatan anda terhadap materi yang telah dipelajari. demikian pula dengan pengetahuannya. 2. Belajar memiliki tiga atribu pokok ialah: 1. tiap siswa memiliki perbedaim satu dengan lain. 2. kepribadian dan sifat-sifatnya. Belajar merupakan proses mental dan emosional atau aktivitas pikiran dan perasaan. Karenanya perbedaan individu perlu diperhaikan pleh guru dalam upaya pembelajaran. Hasil belajar berupa perubahan perilaku. Identifikasi setiap langkah kegiatan pembelajaran yang akan anda tempuh. Dari hasil identifikasi ini anda akan mengetahui apakah kegiatan pembelajaran yang anda rancang lebih menekankan pada belajar melalui pengalaman (langsung dan tak langsung) ataukah melalui pengamatan. anda juga dapat melakukan observasi atau meminta teman anda mengobservasi anda yang sedang mengajar. Catatlah kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran. baik menyangkut kognitif psikomotorik maupun afektif. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan individual. Untuk menjawab pertanyaan ini anda hendaknya mengingat kembali materi yang membahas teknik-teknik membangkitkan motivasi belajar siswa. Siswa merupakan imdividual yang unik artinya tidak ada dua orang siswa yang sama persis. 90 . Catatlah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan teman anda yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.1. kebiasaan yang kurang lebih sama.

Sebagai unsur primer dan sekunder dalam pembelajaran. maka dengan sendirinya prinsip-prinsip belajar. Namun demikian. Implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru.Pembelajaran yang bersifat klasikal yang mengabaikan perbedaan individual dapa diperbaiki dengan beberapa cara. Disamping in dalam memberikan tugas hendaknya disesuikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga bagi siswa yang pandai. Antara lain penggunaan metode atau straegi belajar mengajar yang ervariasi sehingga perbedaan perbedaan kemampuan siswa dapat terlayani. perlu disadari bahaya implementasi prinsip-prinsip belajar sebagai implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa dan guru tidak semuanya terwujud dalam setiap proses pembelajaran. sedang. dan memberikan bimbingan belajar bagi anak yang kurang. tampak dalam setiap kegiatan perilaku mereka selama proses pembelajaran berlangsung. maupun kurang akan merasakan berhasil didalam belajar. dan guru teimplikasi adanya 91 . Juga penggunaan media instruksional akan membantu melayani perbedaan siswa dalam cara belajar. Usaha lain untuk memperbaiki pembelajaran klasikal adalah dengan memberikan tambahan pelajaran atau pengayaan pelajaran bagi siswa yang pandai.

Pada hakekamya.BAB III DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang erat berkaitan. maka kurikulum berisi nilai-nilai atau citacita yang sesuai dengan pandangan hidup bangsa. Kebutuhan akan adanya aktivitas pendidikan selalu berarti kebutuhan adanya kurikulum. Sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman modern ini tak mungkin tanpa melibatkan keikutsertaan kurikulum. Hal itu dapat diartikan bahwa kurikulum dapat membawa kita ke arah tercapainya tujuan pendidikan. masyarakat yang dinamis akan selalu mengalami perkembangan. Akan tetapi. karena kurikulum merupakan isi dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. selalu menuntut adanya perubahan sesuai dengan perubahan zaman. tegasnya tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Artinya sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut. proses pendidikan yang dijalankan adalah usaha untuk merealisasikan nilai-nilai dan ide-ide tersebut. Dalam kurikulum itulah tersimpul segala sesuatu yang harus lijadikan pedoman bagi pelaksanaan pendidikan. Dengan 92 . tak pernah mengalami perubahan. akan dapat terlaksana jika alat sarana. prinsipil ini tetap karena ia berhubungan dengan sistem nilai atau pandangan hidup suatu bangsa. Pada hakekatnya. hal itupun dapat dipandang sebagai akibat sistem pendidikan yang dijalankan yang sudah diperhitungkan. isi. Tak mungkin ada Kegiatan pendidikan tanpa kurikulum. Kurikulum pun harus selalu dikembangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Pemikiran tentang adanya kurikulum adalah setua dengan adanya sistem pendidikan itu sendiri.. esensial. tak dapat dipisahkan sama dengan yang lain. atau tegasnya kurikulum yang dijadikan dasar acuan ini relevan. Pada dasamya tujuan pendidikan yang pokok (atau hakiki. Suatu tujuan. hal itu tidak berarti kurikulum pun harus statis. Hubungan antara pendidikan dan kurikulum adalah hubungan antara tujuan dan isi pendidikan.

Tafsiran-tafsi tersebut berbeda-beda satu sama lainnya. Akan tetapi kurikulum bukanlah merupakan satu-satunya faktor penentu "kualitas seperti yang disarankan didalamnya. Pengertian Kurikulum 3. antara lain masalah kurikulum. pengerti kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditemp oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh Ijazah.1. bahwa siswa telah menempuh suatu Kurikulum yang berupa rencana pelajaran. sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ke tempat lainnya 93 . 3. Dalam hal ini. kualitas guru sebagai pelaksana pendidikan dan sebagainya. Dalam banyak hal. sikap serta nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh setiap lulusan suatu sekolah. situasi dan kondisi lingkungan. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin yakni "currculae". ijazah pada hakekatnya merupakan suatu bukti.kata lain adanya keadaan masyarakat yang dinamis dan terbukti terhadap adanya usaha-usaha pembaharuan sesuai dengan perkembangan zaman tersebut. artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Hal itu menunt kepadanya untuk memahami dan menguasai berbagai masalah pendidikan. ini. Dengan menempuh suatu kurikulum. Masih terdapat berbagai faktor lain yang turut menunjang kualitas atau keberhasilan kegiatan pendidikan yang dijalankan. sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar bersangkutan. Penting bagi guru adalah ia harus benar-benar menyadari peranannya sebag pelaksana pendidikan yang amat menentukan. kurikulum dapat dijadikan ukuran kualitas proses dan keluaran pendidikan yang dijalankan. siswa dapat memperoleh ijazah. Pada waktu itu. Misalnya saja masalah sarana dan prasarana. merupakan keberhasilan sistem pendidikan.1. tanpa mengakibatkan berbagai faktor lain yang juga berperan.1 Kurikulum Sebagai Jembatan Meraih Ijazah Istilah "kurikulum" memiliki berbagai tafsiran yan dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembang kurikulum sejak dulu sampai dengan dewasa. keterampilan. Dalam suatu kurikulum sekolah telah tergambar tentang berbaga pengetahuan.

Disamping itu. Currculum .dan akhirnya mencapai finish. Itulah sebabnya orang pada waktu lalu juga menyebut kurikulum dengan istilah “Rencana Pelajaran" yang merupakan terjemahan istilah Leerplan. as one leading to degree. kurikulum juga diartikan sebagai suatu rencana yang disengaja dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Pengertian Kurikulum (Oleh Burhan Nurgiyantoro dalam bukunya Dasar-Dasar Pengembangan Karikalum Sekolah) Istilah kurikulum semula berasal dari istilah yang dipergunakan dalam dunia taktik curere yang berarti "berlari' . Pengertian kurikulum sebagai yang tercantum dalam kamus Webster yang dikutip diatas. Sebagai misal pengertian kurikulum seperti yang tercantum dalam Webster's Intemational Dktionary " . Nasution. Seseorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan. Rencana pelajaran merupakan salah satu komponen dalam asas-asas didaktik yang harus dikuasai (atau paling tidak diketahui) oleh seorang guru atau calon guru. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung atau seseorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. 1980 : 5). Dari istilah atletik kurikulum mengalami perpindahan arti kedunia pendidikan. maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai orang sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (S. suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu. is in a school or collage. Course . a specified fixed course of study. Dengan kata lain. Kurikulum kemudian diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetalman yang ditempult atau dikuasai untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau ijazah. kiranya ada kesesuaiannya dengan perumusan yang dikemukakan oleh Stenhouse berikut : Currkulum is the planned conipesite 94 .

Dihubungkan dengan kebutuhan pengalaman anak yang diharapkan terpenuhi melalui kegiatan belajar-mengajar sekolah. yaitu kurikulum yang berpusat pada materi pelajaran Sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum macam ini biasanya disebut Subject Centere Curiculum. 1976 : 4). Kabudayaan atau sejumlah ilmu pengetahuan yang akan disampaikan tersebut bersumber pada buku-buku yang baik atau dianggap bermutu. sehingga kurikulum terutama dalam hal tujuan instruksional dan pemilihan bahan pengajaran lebih banyak ditentukan atau dipengaruhi oleh buku. (hasil budidaya) masa lampau atau sejumlah ilmu pengetahuan. dasarkan pendirian diatas. ternyata hal tersebut kurang menguntungkan karena ia membatasi pengalaman anak dalam proses belajar-mengajar kelas saja dan kurang inemperhatikan pengalaman-pengalaman lain yang diperoleh di luar kelas. Anak yang berhasil melewati tahap ini akan atau herhak memperoleh ijazah. Defenisi-defenisi kurikulum yang bersifat tradisional biasanya masih menampakkan adanya kecenderungan penekanan pada rencana pelajaran untuk menyampaikan mata-mata peiajaran (subject matter) kepada anak didik yang biasanya berisi kebudayaan. kurikulum dijalankan (mau tak mau) berpusat pada guru atau but Teacher Centered Curiculum.buku tersebut. Kurikulum yang bersi demikian. Pandangan yang lebih kemudian ingin mengubah pandangan tersebut dengan memperhatikan minat dan kebutuhan anak. belum dapat meninggalkan (atau mungkin meninggalkan) sama sekali pendirian tradisonal. sebab pada kenyataanya pula seperti halnya dengan masalah-masalah lain. yakni pendirian tradisional. karena anaklah 95 . pendirian tradisional mengenai kurikulum tersebut ditinggalkan orang karena dianggap terlalu sempit dan atau paling tidak orang berusaha mencari kemungkinan-kemungkinan baru. hanya menekankan aspek intelektual saja yang harus dikuasai siswa dan mengabaikan aspek-aspek yang lain yang juga sangat berpengaruh dalam perkembangan kejiwaan siswa.effort of any school to guide pupil leaming to ward prederennined learning outcome (Larence Stenhouse.

Kurikulum yang sesuai dengan pandangan terakhir itu disebut Child Centered curiculum. khususnya psikologi kembangan. David Pratt dalam Curriculum Design and Development (1980 : 4) mendefenisikan kurikulum secara sederhana. atau Curriculum is all of the planned experiences providedby the school to assist the pupils in attaining children the designated learning outcomes to the best their abilitie (Neagly dalam Lawrence : 4). Selanjumya ia membuat implikasi secara lebih ekplisit tentang defenisi yang dikemukakannya tersebut menjadi enam hal. barikut dikemukakan lagi denisi-defenisi yang lain. terjadilah pergeseran dalam dunia pendidikan dari suject atau teacher centered ke student centered. melainkan harus diperhatikan kebutuhannya sesuai dengan perkembangan jiwanya karena itu. yaitu sebagai seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusal latihan. A sequence of potensial experiences it set up in the school for the purpose of disciplining children and yuouth in group ways of thingking and acting (Smith dalam Beauchamp : 5). Sebagai bahan perbandingan mengenai pengertian kriikulum menurut konsep batu. emosional.sebenamya yang menjadi subjek didik. yang disediakan dan direncanakan sekolah. misalnya menurut George A. sosial maupun pengalaman galaman yang lain. Anak tak boleh hanya dipeerlakukan sebagai objek yang statis. Hal itu terutama disebabkan oleh pengaruh penemuan-penemuan dibidang psikologi. baik intelektual. Adanya pergeseran tentang kurikulum tersebut juga terlibat pada defenisi-defenisi kurikulum yang dikemukakan orang. melainkan meneakup seluruh pengalaman yang diperoleh siswa. yaitu : 96 . Konsep lain misalnya mengatakan bahwa kurikulum tidak terbatas pada kegiatan saja. Beauchamp (1964 : 4) kurikulum adalahah "It as all activities of children under the jurisdktion of the school”Dalam pengertian ini kurikulum mencakup segala kegiatan.

melainkan perencanaan atau rancangan kegiatan. Pendidikan dan latihan dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi jika suatu hal dilalaikan. bahan dan peralatan yang dipergunakan. Defenisi diatas yang kemudian disertai dengan berbagai implikasinya. Kurikulum berisi berbagai macam hal seperti masalah apa yang harus dikembangkan pada diri siswa. Bagaimana jadinya jika ada (mungkin hanya sebagian) kurikulum yang tidak ditutis. maka ia sengaja mempromosikan belajar dan menolak sifat rambang tanpa rencana. Kurikulum melibatkan maksud atau pendidikan formal. atau kegiatan tanpa belajar. kualitas guru yang dituntut dan sebagainya. Atau dengan kata lain. Misalnya saja dikatakan bahwa kurikulum mungkin hanya berupa perencanaan secara mental. 3. 2. sistem penilaian dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kurikulum adalah suatu rencana atau intentions. 4. 5. Dalam hal ini kita dapat memandang bahwa kurikulum merupakan suatu program yang didesain. kurikulum adalah sebuah sistem 6. ia mungkin hanya berupa perencanaan (mental) saja. dikembangkan dan akan dilaksanakan dalam situasi belajar mengajar yang sengaja diciptakan di sekolah. isi. tentunya akan mengundang berbagai permasalahan. direncanakan. walau mungkin tidak sepenuhnya kita terima atau pahami. evaluasi untuk menafsirkan hasil belajar. Kurikulum merupakan suatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang dilakukan. termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas. Sebagai perangkat organisasi pendidikan. tapi pada umumnya diwujudkan dalam bentuk tulisan. kurikulum menyatukan berbagai komponen seperti tujuan. Kurikulum bukanlah kegiatan.1. dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang kurikulum. Atas dasar 97 . dalam arti tidak diwujudkan dalam bentuk tertulis.

jika disebut-sebut kurikulum pengertiannya menunjuk pada defenisi yang terakhir diatas. artinya dapat diterima dan pikiran.2 Kurikulum Sebagai Materi Pelajaran Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa unluk mempoleh sejumlah pengetahuan. Mata ajaran dipandang sebagai pengalaman orang tua atau pengalaman orang-orang pandai masa yang telah disusun secara sistematis dan logis. maka diadakan pemilihan dan selanjutnya disusun secara sistematis. pengalaman dan penemuan-penemuan masa lampau. 1977 : 5). sebenamya tidak ada perbedaan yang prinsipil. Jika defenisi diatas diperbandingkan dengan defenisi-defenisi yang dikemukakan lebih dahulu. Semakin banyak pengalaman dan penemuan-penemuan maka semakin banyak pula mata ajaran yang harus disusun dalam kurikulum dan harus dipelajari oleh siswa disekolah. Kiranya defenisi tersebut lebih sederhana dan jelas rumusannya. merupakan program yang direncanakan. 98 . Pendidikan merupakan suatu pendidikan yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu. Dalam pembkaraan selanjurnya. Mata ajaran tersebut mengisi materi pelajaran yang disampaikan pada siswa sehingga memperoleh sejumiah pengetahuan yang berguna baginya. artinya menurut urutan tertentu. dan logis. disusun dan diatur untuk kemudian dilaksanakan di sekolah melalui cara-cara yang telah ditentukan pula. Misalinya.1. kurikulum kemudian dapat didefenisikan sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu (Winamo Surahmad. Sentua defenisi yang ditunjuk sama-sama menyebut kurikulum sebagai rencanarencana kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan siswa yang tentunya dimaksudkan untuk memperoleh sejumlah pengalaman (baca tujuan) tertentu. 3.hal tersebut.

Itu sebabnya. Kurikulum tidak terbatas pada mata ajaran saja.1 Filosofis Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat.3. halaman. Dengan kata lain sekolah menyediakan lingkungan yang memberikan kesempatan belajar bagi siswa. dalam 99 .2. man dibawa kemana untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan.4 Kurikulum Sebagai Pengalaman Pelajar Perumusan atau pengertian kurikulum lainnya agar berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya yang lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan. Landasan Pengembangan Kurikulum 3. perlengkapan dll.1. Hal ini berarti semua hal dan semua orang yang terlibat dalam memberikan bantuan kepada siswa termasuk ke dalam kurikulum. Pengertian ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja. 3.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. 3. seperti bangunan. melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas. Dengan program ini siswa inelakukan berbagai kegiatan belajar. sehingga menjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. perpustakaan.3 Kurikulum Sebagai Rencana Kegiatan Pembelajaran Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk pembelajaran siswa. gambar-gambar. melainkan melipiuti segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa.1. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bagi siswa pada hakekatnya adalah kurikulum. Isi kurikulum merupakan susunan dan bahan kajian dan rangka upaya pencapai tujuan pendidikan nasional. suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. Tak ada pemisahan yang tegas dntara ekstra dan intra kurikulum.

transportasi dll.pendidikan anak. yakni suatu masyaral yang maju. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan. Implikasi dari upaya pembangunan tersebut maka diperlukannya peningkatan produktifitas. Pembangunan SDM yang berkualitas diarahkan untuk meningkatkan kwalitas SDM yang mampu mendukung -pembangunan ekonomi dan pembangunan dibidang-bidang lainnya. pertanian. Dengan kata lain penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi harus disesuaikan dan diarahkan pada upaya-upaya dan kebutuhan pembangunan. tenaga kerja. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan di perguruan tinggi.2 Iptek dan Seni Pembangunan didukung oleh perkembangan iptek dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan Keunggu bangsa. yang mencangkup pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM yang berkwalitas. Dengan kata lain filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. yang berisi mendukung tercapainya cita-cita nasional. Gambaran tentang proses dan tujuan pembangunan tersebut diatas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri. 2. yakni bidang industri. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan keahlian. perdagangan. mandiri dan sejahtera. peningkatan dan perluasan pendidikan keahlian sesuai dengan kebutuhan bidang-bidang pembangunan tersebut. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksud untuk memacu pembangunan untuk menuju 100 . dan pembangunan iptek yang mantap. Filsafat pendidikan menggambarkan manusia yang ideal yang diharapkan oleh masyarakat. peningkatan pendidikan nasional yang merata dan bermutu. prinsip pendidikan serta seperangkat pengalaman belajar lainnya.

3. 2.terwujudnya masyarakat yang mandiri. 4. pengembangan sarana dan prasarana iptek. Penguasaan. nilai luhur budaya bangsa. mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan di segala bidang. 3. Di sisi lain perkembangan iptek itu sendiri berlangsung semakin cepat berbarengan dengan persaingan antar bangsa semakin meluas sehingga diperlukan penguasan dan pengembangan iptek yang pada gilirannya mengandung implikasi tertentu terhadpa pengembangan sumber daya manusia supaya memiliki kemampua dalam penguasaan dan pemanfaatan serta pengembangan dalam bidang iptek. Pembangunan iptek harus sclaras dengan nilai-nilai agama. Pengusaha. maju dan sejahtera. pemanfaatan. Pemerintah. untuk kepentingan meningkatkan produktifitas. Untuk mencapai tujuan dan kemampuan tersebut. Akademisi terutama dilingkungan perguruan tinggi yang memanfaatkan iptek untuk disumbangkan pada pembangunan. 5. yang memanfaatkan iptek untuk pengembangan masyarakat secara swadaya. Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktifitas. yaitu untuk meningkatkan kwalitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. beberapa hal yang dapat dijadikan dasar : 1. Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatan yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikaxt pemecahan masalah konkrit dalam pembangunan. efisiensi dan efektifitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi. Masyarakat. yakni : 1. 2. 101 . 4. Pembangunan iptek harus beraada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan SDM. kondisi sosial budaya dan lingkungan hidup. dan pengembangan iptek dilaksanakan oleh berbagai pihak. pelaksanaan penelitian pengembangan serta rekayasa produksi barang dan jasa. Pembangunan iptek tertuju pada peningkatn kwalitas.

geografi. Kurikulum menyediakan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk mengalami prosdes pendidikan dan pembelajaran unutuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan SDM yang berkwalitas umumnya. Tujuan mata ajaran. Misalnya bidang studi IPS.1 Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum setiap satuan pendidikan harus mengacu pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. sehingga mampu memecahkan soalsoal yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Bidang studi bahasa dan seni 2. sejarah dll. Tujuan mata ajaran merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. memupuk dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan dasar berhitung yang praktis. yakni : 1. 2. 102 . Menanamkan. Bidang studi IPA 4. kurikulum merupakan sesuatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan SDM yang berkwalitas. sosiologi. Tujuan itu dikategorikan sebagai tujuan umum kurikulum. Mata ajaran dikelompokkan menjadi beberapa bidang studi.3. Setiap mata ajaran mempunyai tujuan sendiri dan berbeda dengan tujuan yang hendak dicapai oleh mata ajaran lainnya. Komponen Pengenibangan Kurikulum 3. Dalam skala yang lebih luas. Menanamkan. terdiri dari mata ajaran ekonomi.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bidang studi IPS 3. kita pilih tujuan mata ajaran berhitung. Sebagai contoh kita pilih. Bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan Setiap bidang studi meliputi mata ajaran tertentu. memupuk dan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis dalam pola berpikir abstrak. sebagai berikut : 1. sebagai mana telah ditetapkan pada UU no.

Berdasarkan tujuan tersebut. Perbedaan dalam ruang lingkup dan urutan bahan pelajaran disebabkan oleh perbedaan tujuan satuan pendidikan tersebut. Menanamkan. tujuan pendidikan nasional mempakan target tertinggi yang hendak dicapai melalui penyampaian materi kurikulum. seperangkat konsep atau defenisi dan preposisi yang saling berhubungan.2 Materi Kurikulum Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum. yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan-hubungan antara variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. memupuk dan mengembangkan sikap gotong royong. baik tujuan umum maupun tujuan khusus selanjutnya dapat ditetapkan atau direncanakan dalam materi pelajaran. isi kurikulum dikembangkan dan disusun berdasarkan prinsip-prinsip : 1. Dalam UU pendidikan tentang Sistim Pendidikan Nasional telah ditetapkan bahwa "isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional". Dalam hal ini. Teori. 3. Materi kurikulum bempa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan pembelajaran. memupuk dan mengembangkan kemampuan untuk hemat dan pandai menghargai waktu. rasional dan ekonomis. Sesuai dengan rumusan tersebut.3. Menanamkan. Materi kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 103 . 3. jujur. 2. 4. serta percaya kepada diri sendiri. Materi kurikulum mengandung aspek-aspek tertentu sesuai dengan tujuan kurikulum yang meliputi : 1. Materi kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing satuan pendidiknan.

suatu abstraksi yang dibentuk oleh generalisasi dari kekhususan kekhususan. adalah suatu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan oleh siswa. dll. ilmu pasti. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk yang masing-masing memiliki ciri-ciri sendiri : 1. Preposisi. 3. 3. seperti sejarah. Definisi. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya. Fakta. kebutuhan. orang. 10. Generalisasi. Masingmasing diberikan pada waktu tertentu. adalah kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus diperkenalkan dalam materi 8. tempat dan kejadian. 4. terdiri dari terminologi. dan kemampuan siswa. Prosedur yang ditempuh ialah 104 . pendapat atau pembuktian dalam penelitian. Konsep adalah defenisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. Semua materi diberikan sama. Prosedur. Konsep. suatu pernyataan atau pendapat yang tak perlu diberi argumentasi. Contoh atau illustrasi ialah suatu hal atau tindakan atau dan khusus diperkenalkan dalam materi 9. bersumber dari analisis.2. Mata pelajaran terpisah-pisah Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah. Istilah. Mata ajaran – mata ajaran berkorelasi Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata ajaran. 6. Prinsip. kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. 7. 2.3. adalah ide utama. bahasa Indonesia. pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep 5. ialah penjelasan tentang makna atau pengertian tentang sesuatu. adalah sejumlah informasi khusus dalam materi dianggap penting. dan tidak mempertimbangkan minat.

Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini. Berdasarkan pengalaman yang disarankan itu. Core program adalah suatu program inti berupa suatu unit atau masalah. Beberapa mata ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalah tersebut.dan sebagainya. Guru menyiapkan program yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menyajikan kehidupan anak. Core Program Core artinya inti atau pusat. Mata ajaran tersebut tidak diberikan secara terpisah. 4. Masalah diambil dari satu mata ajaran tertentu. 5. kemampuan dan kebutuhan siswa. Bidang studi Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan dalam satu bidang pengajaran. misalnya bidang studi IPS. mengarang. Cara lain untuk melaksanakan kurikulum ini ialah pengajaran dimulai dari kelompok siswa yang belaju. merencanakan dan mengembangkan suatu unit kerja yang sesuai dengan minat. Biasanya dalam program itu telah disarankan pengalaman-pengalaman yang akan diperoleh oleh siswa dalam garis besarnya. 6. bukan pada mata ajaran. misaInya bidang studi bahasa Indonesia. guru dan siswa memilih. peserta didik dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan.menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa memahami pelajaran tersebut. Eclectic Program Eclectic program adalah suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat 105 . 3. Dengan cam memperkaya dan mempertuas macam-macam kegiatan. kemudin guru bersam siswa tersebut menyusun program bagi mereka. bercerita. Program yang berpusat pada anak Program ini adalah orientasi baru dimana krrikulum dititik beraikan pada kegiatan-kegiatan peserta didik. meliputi membaca. misalnya ekskursi dan cerita.

pada peserta didik. Caranya ialah memilih unsur-unsur yang dianggap baik yang terdapat pada kedua jems organisasi tersebut, kemudian unsur-unsur itu diintegrasikan menjadi suatu program. Program ini sesuai dengan minat, kebutahan dan kematangan peserta didik, Ruang lingkup dan umum bahan pelajaran telah ditentukan sebelumnya, dan kemudian perinciannya dikerjakan oleh guru dan siswa. Sebagian waktu digunakan secara untuk pengajaran langsung, misalnya pengajaran keterampilan dan sebagian waktu lainnya disediakan untuk unit kerja. Program ini juga menyediakan kesempatan untuk bekerja kreatif, mengembangkan apresiasi dan

pemahaman. Pembagian waktu disesualkan dengan kegiatan untuk mencapai tujuan.

3.4 Evaluasi kurikulum Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh invormasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keherhasilan belajar siswa. Berdasarkan informasi itu dapat dibuat keputusan tentang kurikulum itu sendiri, pembelajaran, kesulitan dan upaya bimbingan yang perlu diberlakukan. Aspek-aspek yang perlu dinilai benitik tolak dari aspekaspek tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan kurikulum, tujuan pembelajaran dan tujuan belajar siswa. Setiap aspek yang dinilai berpangkal pada kemampuan apa yang hendak dikembangkan, sedangkan tiap kemamptran itu mengandung unsur-unsur pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai. Penetapan aspek yang dinilai mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditentukan dalam kurikulum tersebut. Jents penilaian yang dilaksanakan tersebut. tergantung pada tujuan formatif diselenggarakannya penilaian MisaInya, penilaian

dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Berbeda dengan penilaian summatif yang

106

bermaksud menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu, untuk mengetahui perkembangan siswa secara menyeluruh. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu instrument penilaian, ialah validitas, reliabilitas, obiektifitas, kepraktisan, dan pembedaan. Disamping itu perlu diperhatikan bahwa penilaian harus objektif, dilakukan berdasarkan tanggung jawab kelompok guru, rencana yang rinci dan terkait dengan pelaksanaan kurikulum, sesuai dengan tujuan dan materi kurikulum, menggunakan alat ukur yang handal dan mudah dilaksanakan serta memberikan hasil yang akurat.

3. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 4.1 Prinsip Relevansi (kesesualan) Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan sistem penyampaiannya harus relevant dengan kebutuhan dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan sisiwa. serta serasi dengan perkembangan iptek.

4.2 Prinsip Kontinuitas (berkesinambungan) Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya baglan, aspek, materi, bahan kajian, disusun secara berurutan. tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dan tingkat perkembangan siswa. Dengan prinsip mi tampak jelas alur dan keterkaitan di dalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. 4.3 Prinsip Fleksibelitas (keluwesan) Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, diubah dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis atau kaku Misalnya dalam suatu kurikulum disediakan program

107

pendidikan keterampilan industri dan pertanian. Pelaksanaannya di kota, tapi karena ketidaktersediaan lahan, maka yang dilaksanakan adalah program pendidikan keterampilan industri. Sebaliknya pelaksanaannya di desa ditekankan pada program pendidikan keterampilan pertanian. Dalam hal im lingkungan sekitar, keadaan masyarakat dan ketersediaan tenaga dan peralatan menjadi faktor pertimbangan dalam rangka pelaksanaan kurikulum.

FUNGSI KURIKULUM Setiap lembaga pendidikan formal maupun nonfomal dalam

penyelenggaraan kegiatan sehari-harinya berlandaskan kurikulum-kurikulum itu sendiri dalam hal ini dapat berupa : (1). Rancangan kurikulum, yaitu buku kurikulum suatu lembaga pendidikan; (2) Pelaksanann kurikulum, yaitu proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan ; dan (3). Evaluasi kurikulum, yaitu penilaian atau penelitian basil-hasil pendidikan. Dengan lingkup pendidikan formal. kegiatan merancang melaksanakan dan menitai kurikulum tersebut, yaitu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan, dilaksanakan sebagai program pengajaran. Berbicara masalah fungsi kurikulum kita dapat meninjaunya dari tiga segi, yaitu fungsi bagi sekolah yang bersangkutan, bagi sekolah pada tingkat diatasnya dan fungsi bagi masyarakat (Winamo Surahmad ; 6).

1. Fungsi bagi sekolah yang berungkutan Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan ini paling tidak dapat disebutkan dua macam. Pertama, sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan. Manifestasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah berupa program pengajaran. Program pengajaran itu sendiri merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang kesemuanya dimaksudkan sebagai uapaya untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang akan dicapai tersebut disusun secara berjenjang mulai

108

dart tujuan pendidikan yang bersifat nasional sampai tujuan instruksional. Jika tujuan instruksional tercapai (hasilnya langsung dapat diukur melalui kegiatan belajar mengajar di kelas) pada gilirannya akan tercapai pula tujuan-tujuan pada jenjang diatasnya. Setiap kurikulum sekolah pasti didalamnya tereantum tujuantujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai melalui kegiatan pengajaran. Kedua, kurikulum dijadikan pedoman untuk mengatur kegiatn-kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya, telah ditentukan macam-macam bidang studi, alokasi waktu, pokok bahasan atau materi pengajamn untuk tiap semester, sumber bahan, metode atau cara pengajaran, alat dan media pengajaran yang diperlukan. Disamping itu. kurikulum juga mengatur hal-hal yang berhubungan dengan jenis program cara penyelenggaraan, strategi pelaksanaan, penanggung jawab, sua dan prasarana dan sebagainya.

2. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya Dalam hal ini kurikulum dapat untuk mengontrol atau memelihara keseimbangan proses pendidikan. Dengan mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat tertentu, maka kurikulum pada tingkat diatasnya dapat mengadakan penyesuaian Misalnya saja, jika suatu bidang studi telah diberikan pada kurikulum sekolah ditingkat bawahnya, harus dipertimbangkan lagi

pemilihannya pada kurikulum, sekolah tingkatan diatasnya terutama dalam hal pemulihan bahan pengajaran. Penyesuaian bahan tersebut dimaksudkan untuk menghindari keterulangan penyampaian yang bisa berakibat pemborosan waktu dan yang lebih penting lagi adalah untuk menjaga kesinambungan bahan pengajaran itu. Disamping itu, terdapat juga kurikulum yang berfungsi untuk

menyiapkan tenaga pengajar. Bila satu sekolah atau lembaga pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga guru (LPTK),. Maka lembaga tersebut harus mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat dibawahnya tempat calon guru yang

109

dipersiapkan itu akan mengaju. kita tak dapat mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia karena tidak memiliki keterampilan atau keterampilan yang dimilikinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pada lapangan pekerjaan. Dewasa ini kesesuaian antara program kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus benar-benar diusahakan. SMP dan SMA kegiatw pengajaran disampaikan dengan sistem PPSI. mahasiswa IKIP/FKG harus menguasai kurikulum kurikulum SMTP dan SMTA. Misalnya murid SPG harus mengetabui kurikulum SD. Dengan demikian. yaitu jalur akademis (dipersiapkan untuk melanjutkan sekolah) dan jalur vokasional (dipersiapkan untuk segera bekerja). Fungsi bagi Masyarakat Padatamatan sekolah memang dipersiapkan untuk terjun dimasyarakat atau tugasnya untuk bekerja sesuai dengan keterampilan profesi yang dimilikinya. ada seorang tokoh pendidikan yang mengemukakan agar sekolah tingluat SD sudah dibuat menjadi dua jalur. Oleh karena itu. Hal itu berdasarkan kenyataan penelitian bahwa masih sebagian besar anak tamatan SD yang tidak meneruskan pendidikan ke tingkat di atasnya. Jika di SD. 110 . walau semakin menumpuk tenaga kerja yang ada. kurikulum sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat atau para pemakai keluaran sekolah. masyarakat atau para pemakai lulusan sekolah dapat memberikan bantuan. kritik atau saran-saran yang berguna bagi penyempumaan program pendidikan di sekolah. 3. maka sekolah-sekolah yang bertugas mengadakan guru untuk sekolah-sekolah tersebut harus membekali calon-calonnya dengan kemampuan memtruat PPSI. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Akibatnya. Hal itu mengingat seringnya terjadi kenyataan balwa lulusan selsolah halum siap pakai atau tidak sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan dalm lapangan pekerjaan. Untuk keperluan itu perlu ada kerja sama antara piliak sekolah dengan pihak luar dalam hal pemberrahan kurikulum yang diharapkan.

maka hal itu segera diajarkan di sekolah. calon guru segera diberi keterampilan membuatnya (sekarang Model Perencanaan Pengajaran).Sering terjadi karena suatu tingkat keterampilan yang dibutuhkan dalam suatu tingkat pekerjaan. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai loomponen-komponen pokok tujuan. atau untuk bekerja (jaIur vokasional). Julusan dengan keterampilan mana (atau apa) yang mereka butuhkan dan itu harus dialamatkan pada sekolah yang sesui dengan misinya. 111 . para pemakai lulusan sekolah tentunya sudah tanggap. yaitu permulann diterapkannya PPSI dalam sistem pengajaran di Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum '75. juga ditentukan oleh suatu misi sekolah. akan mewamai pendidikan keterampilan yang diajarkan oleh pibak sekolah yang bersangkutan. Dengan adanya hal itu. Pada waktu itu. Komponen-komponen dalam sebuah sistem bersifat harmonis. Boleh dikatakan bahwa pembekalan atau pengajaran keterampilan tersebut semata-mata disebabkan tuntutan pekerjaan kelak. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Seperti dikemukakan oleh Pratt diatas. apakah ia sekolah umum atau kejuruan. atau untuk kedua-duanya. organisasi dan stratei (Winarno Surahmad: 9). Penyiapan keterampilan para tamatan sekolah untuk bakal terjun di masyarakat kerja. tidak saling bertentangan. isi. kurikulum adalah sebuah sistem. sebagai suatu sistem. ia pasti mempunyai komponen-komponen atau bagianbagian yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang terpisahkan. Misi suatu sekolah apakah ia bertugas mempersiapkan tamatannya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (jalur akademis). Sebagai contoh hal yang berhubungan dengan keguruan misalnya dapat disebutkan perabekalan keterampilan menibuat satuan pelajaran.

Didalam sebuah kurikulum sekolah. Dalam setiap kurikulum sekolah pasti dcantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan.1. Itulah sebabnya tujuan ini disebut tujuan institusional atau kelembagaan. Tujuan itulah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Tujuan Pendidikan yang harus dicapai secara keseluruhan Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetalman. Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional diatas yang meliputi tujuan kurikulum dan instuksional yang terdapat dalam setiap GBYP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi. sikap dan nilai-nilai yang dihuapkan dimiliki anak setelah mempelajari tiap bidang studi atan pokok bahasan dalam proses pengajaran. Tujuan Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. terdapat dua macam Tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinstitusionalannya. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas 112 . Baik tujuan kurikulum maupun instruksional juga meneakup aspek-aspek pengetahuan. sikap dan nilai-nilai yang diharapkan oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan. b. Isi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yarag diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. (kedua tujuan ini biasanya dkantumkan dalam Buku 1 suatu kurikulum sekolah). 2. keterampilan. keterampilan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyaknya tujuan-tujuan tersebut. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah yaitu sebagai berikut : a.

atau ada juga yang menyebutnya sebagai silabus. misalnya SMA. kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated). Jadi. tanpa kelas atau gabungan antara keduanya dengan sistem unit waktu semester atau catur wulan. serta uraian bahan pelajaran. Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenamya adalah isi kurikulum itu sendiri. Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran itu dapat secara terpisah (sparate subject). akan berbeda dengan sekolah yang lain. 3. atau penyatuan seluruh pelajaran dikembangkan di sekolah. Struktur horizontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan. Penentuan pokok-pokok dan sub-sub pokes bahasan didasarkan pada tujuan instruksional. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam. Termasuk dalam hal ini adalah Juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk setiap tingkatan. Berdasarkan kriteria itu. akademis. II dan Ill. misalnya SPG. Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah. Misalnya bidang studi Bahasa Indonesia. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan.dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. keguruan keterampilan dan lain-lain. ia berdasarkan kriteria apa suatu bidang studi menopang tujuan int atau tidak. Organisasi Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. yaitu misalnya program pendidikan moupun. diberikan selama berapa jam tiap minggu pada SMP/SMA kelas I. yaitu struktur horizontal dan struktur vertikal. MisaInya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Demikian pula halnya dengan bidang-bidang studi yang lain. 113 . maka jenis bidang studi yang diberikan pada suatu sekolah.

paket pelajaran dan sebagainya KOMPONEN KURIKULUM (Drs. 114 . Hendyat Soetopo. ketarampilan dan sikap yang kita harapkan dimiliki murid setelah mereka menyelesaikan seluruh program pendidikan dari sekolah tersebut. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya. dalam kurikulum suatu sekolah telah terkandung tujuan-tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalm sekolah yang bersangkutan. Komponen Tujuan Tentang komponen tujuan ini kita akan mengenal tingkat-tingkat Tujuan yang satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan citacita pendidikan dalam konteks pembangunan manusia Indonesia. setiap sekolah mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapai.4. Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan. Tujuan-tujuan tersebut biasanya digambarkan dalam bentuk pengetahuan. pengaturan kegiatan sekolah sceara keseluruhan. kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan tertentu. pemilihan metode pengajaran. Oleh karena itu. Wasty Soemanto. bimbingan dan konseling. Selaku lembaga pendidikan setiap. MYd dalam bukunya Pembinaan don Pengembangan Kurikulum Sekolah) 1. Ada dua jenis tujuan yang terkandung di dalam kurikulum suatu sekolah : 1. MYd dan Drs. Stretegi Dengan komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaam kurikulum di sekolah. alat atau media pengajaran dan sebagainya. dilakukan dengan pendekatan PPSI (berlaku untuk setiap bidang studi) atau dengan cara lain seperti sistem pengajaran modul. penilaian. Masalah strategi pelaksana itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran. Seperti telah dikemukakan dalam bagian yang Ialu.

Tujuan-tujuan setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah tentunya ada yang kita sebut tujuan kurikuler dan ada pula yang kita sebut tujuan instruksional. keterampilan dan sikap-sikap yang kita harapkan dinliliki oleh murid setelah mempelajari suatu bidang studi pada suatu sekolah tertentu. Tujuan Kurikuler sampai pada tujuan Instruksional. Urutan tujuan pendidikan tersebut diawali dari tujuan Pendidikan Nasional. tujuan SMP. Atas dasar tujuan kurikuler dan tujuan instruksional inilah kemudian ditetapkan bahan pengajaran yang diajarkan dalam setiap bidang studi pada suatu sekolah tertentu. dimna tujuan instruksional merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan kurikuler. kemudia Tujuan Institusional. Atas dasar tujuan-tujuan institusional itulah kemudian ditetapkan bidangbidang studi atau bidnag pengajuan yang akan diajukan pada sekolah yang bersangkutan. setiap bidang studi dalam kurikulum suatu sekolah juga mempunyai sejumlah tujuan yang ingin dicapainya. Dalam hubungannya dengan pembahasan tujuan pendidikan ini berikut diulas tentang tujuan pendidikan secara hirarkis sesuai dengan urutan tujuan yang ada di Indonesia.Tujuan dari sekolah tersebut kita namakan tujuan institusional atau tujuan lembaga. 1. tujuan ilmu kegurun di SPG dan sebagainya. tujuan SPG dart seterusnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi Disamping tujuan institusional yang ingin dicapai oleh sekolah secara keseluruhan. 2. Tujuan-tujuan inipun digambarkan dalam berruk pengetahuan. Oleh karena itu ada tujuan IPA dan SD tujuan matematika di SMP. Tujuan ini sangat umum dan sangat 115 . misainya tujuan SD. Tujuan Pendidikan Nasional Tujuan Pendidikan Nasional adalah merupakan tujuan pendidikan yang tertinggi dalam kegiatan di negara kita.

Berbudi pekerti yang luhur . Tanggung rasa Cerdas . Selanjutnya dalam GBHN telah digariskan tujuan Pendidikan Nasional adalah : Tujuan Pendidikan pembangunan pengetahuan sehat dan Nasional adalah membentuk manusia jasmani dan rohaninya. 116 . yang penggambarannya disesuaikan dengan falsafah negara yaitu Pancasila. dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. Tujuan Institusional Sistem persekolahan di negara kita adalah berjenjang yang melembaga pada suatu tingkatan. dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab dalam menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tanggung rasa. Untuk itu maka pada tiap lembaga hendaknya juga digariskan adanya suatu tujuan pendidikan yang kita sebut tujuan institusional. mencintai bangsanya dan sesama manusia dongan ketentuan yang temaktub dalam IJUD 1945” Secara ekspilisit maka tujuan pendidikan nasional itu dapat dijabarkan sebagai membentuk manusia yang Pancasilais. Scehat jasmani dan rohani . 2. memiliki keterampilan.ideal. Berpengetahuan dan berketerampilan Bertanggung jawab Demokrasi. dan Mencintai bangsa dan sesamanya.

Menjadi warga negara Indonesia yang bemoral Pancasila yang memiliki sifat-sifat yang bark dan konstruktif sebagai warga masyarakat. Tentu saja tujuan institusional itu hendaknya menceminkan dan menggambarkan tujuan pendidikan nasional yang akan dicapai melalui lembaga pendidikan itu. Tujuan Pendidikan Nasional IV. keterampilan dan nilai serta sikap yang diperlukan untuk: 117 . SKKA. c. Dalam hubungan ini kita akan mencoba memberikan gambaran tentang tujuan umum dan khusus pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru : (1) Tujuan Unrum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. Hal ini disamping untuk menghindari penyimpangan juga untuk menghindari salah penafsiran yang emungkinkan tidak tercapainya Tujuan pembangunan dan pendidikan nasional. b. Pengetian Pendidikan II. Dasar Pendidikan III. Memiliki pengetahun. Agar tidak tercapai penyimpangan maka tiap tujuan institusional harus didahului dengan pengertian pendidikan. STM. ialah agar lulusannya: a. Sebagai gambaran maka dapat kita kemukakan kerangka tujuan pendidikan di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) sebagai lembaga Pendidikan Guru yaitu I. Sehat jasmani dan rohani. SMA. serta menerima dan percaya kepada kaidah-kaidah dan cara-cara pengalaman agama masing-masing baik dalam peribadatan maupun kehidupan lainnya. SPG dan sebagainya. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru. dasar pendidikan dan tujuan pendidikan nasional.Selanjutnya kita akan mengenal tujuan institusional SD. SMP. Tujuan Khusus Sekolah Pendidikan Guru.

7. Memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk kepentingan dirinya dan atau untuk melaksanakan program pengajaran di SI). seni musik dan atau seni drama dan tari. kesehatan dan rekreasi.1. 5. 2. Dasar pembinaan Moral Pancasila sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945. 5. (2) Tujuan Khusus Pendidikan Sekolah Pendidikan Guru ialah agar lulusannya : a. Agama/Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Malia Esa yang dianutnya. Ilmu Pengetahuan Sosial 10. Melaksanakan tugasnya secara efektif sebagai guru di Lembaga Pendidikan Dasar yaitu SD atau TK. 2. Bahasa Indonesia yang tepat dan baik. Ilmar Pengetahun Alam 9. Mengembangkan dan mengamalkan ilmu dan profesinya. Menggunakan pronsip pendidikan seumur hidup di sekolah maupun di luar sekolah sebagai alat utama bagi kemajuan pribadi dan masyarakat. Menggunakan prinsip kemanusiaan. Kesenian yang meliputi seni rupa. dalam bidang : 1. 6. Bahasa Inggris yang cukup untuk memahami uraian yang sederhana. O1ah raga. pergaulan sekolah dan keluarga secara bertanggung jawab. Mengembangkan dan membina kepemimpinan yang demokratis yang bertanggung jawab dalam interaksi sosial dengan murid-murid daur anak-anak. 3. 4. 3. Perkembangan dan perjuangan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya. Matematika 8. demokrasi dan keadilan sosial dalam kehidupan. 118 . 4.

Pendidikan keterampilan yang meliputi jasa. bimbingan dan penyuluhan. 5. dasar dan tujuan pendidikan nasional Indonesia. Mengarang dan menulis. 4. Berpartisipasi dalam masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila dan sehat. 6. 12. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kerajinan dan teknik. dan alat yang sesuai kemampuan mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan dan memberikan bimbingan kepada murid yang menghadapi kesulitun. 119 . 2. psikologis pendidikan.11. psikologis perkembangan. teknik penilaian pendidikan. dasar psikologis dan interaksi belajar mengajar. 3. Merencanakan dan melaksanakan interaksi edukatif dengan murid dalam mengerjakan bidang pengajaran yang diberikan di pendidikan dasar yang meliputi kemampuan menyusun program pengajaran. Memiliki nilai dan sikap yang meliputi 1. masyarakat dan kalangan dunia pendidikan. kemampuan melaksanakan program yang telah disusun dengan menggunakan metode teknik. alat bantu dan komunikasi pendidikan. Memimpin dan melaksanakan tugas administrasi sekolah. Melaksanakan kegiatan dalam memanfaatkan sumber lingkungan. Menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berinteraksi dengan murid. b. metodik dan didaktik umum. Melaksanakan penelitin sederhana. peternakan dan atau perikanan. Memiliki keterampilan yang diperlukan untuk 1. c. pertaman. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). 7. 8. Ilmu Keguruan dan meliputi pedagogik. metodik khusus untuk tiap bidang studi yang diajukan pendidikan dasar dan pendidikan dan pengembangan.

terruama dalam hubungannya dengan profesi keguruan dan pendidikan. Disiplin. 7. Rendah hati. Dalam hal ini maka menurut SPG ditetapkan sejumlah 11 (sebelas) tujuan kurikuler yang barus dicaapai oleh seseorang anak/siswa setelah menamatkan pendidikan di SPG. terbuka. loyal dan bertanggung jawab kepada tugas dan mengutamakan prestasi. Bersedia untuk saling mengoreksi cara-cara mengajar yang bisa dilakukan. berdedikasi. Mempunyai kebiasaan membaca dan belajar dengan baik. Menghargai seni budaya bangsa sendiri. 8. Hidup sehat. 4. Cinta kasih kepada anak. 120 . Dalam hal ini dapatlah dirumuskan babwa yang dimaksud dengan tujuan yang akan dicapai setelah si anak mengikuti sejumiah program pengajaran yang diberikan dalam lembaga pendidikan itu. dan selektif terhadap pengaruh kebudayaan asing. peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. bercita-cita untuk maju. Tujuan Kurikuler Suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan akan memberikan sejumlah isi pengajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga merupakan sejumlah pengalaman belajar yang menunjang tercapainya tujuan Pendidikan. 3. bersedia untuk menyesuaikan diri kepada berbagai kepada keadaan anak dan memperlakukan anak secara obyektif.2. 6. 3. 5. Atau dengan kata lain maka penjabaran dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan harus nampak pada tujuan kurikuler ini. Makarya dan efisien. Tentu saja karena ini merupakan hirarki dari tujuan institusional dan tujuan pendidikan nasional maka tujuan kurikuler ini harus mencerminkan dan mengambarkan tujuan ilistitusional dan tujuan pendidikan nasional itu. bersedia untuk bertindak sebagai perintis. 9. percaya kepada diri sendiri.

Guru dalam merumuskan tujuan ini hendaknya memperhatikan hal-hal ini yang merupakan syarat TIK : a. b. meyakini dan sebagainya. menyebutkan. menghitung. Dalam pelaksanaannya tujuan ini harus dirumuskan pada saat penyusunan atuan pelajaran. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) untuk Tujuan ini perumusannya dilakukan oleh guru sendiri pada saat menyusun satuan pelajaran. Tujuan Instruksional Tujuan instruksional ini merupakan penjabaran yang terakhir dari tujuantujuan yang terdahulu dan lebih atas. Isi Kurikulum Sebagai mana kurikulum 1975 maka untuk kurikulum SPG yang berlaku saat berisi : (1) Pokok-pokok bahasan adalah merupakan perincian bidang pengajaran untuk dijadikab bahan pelajaran bagi para.4. TIK hendaknya terwujud dalam tingkah laku yang spesifik. memahami. Komponen Materi (Isi dan Struktur Program) 1. b. Dalam tujuan ini diharapkan setelah anak menerima pelajaran terjadi perubahan tingkah laku yang nyata dan dapat diukur. serta menghindari istilah-istilah yang non operasional misalnya mengetahui. c. Untuk tujuan instruksional im kita bedakan 2 (dua) jenis tujuan yaitu : a. TIK hendaknya mempakan hasil belajar siswa. menghargai. 2. Tujuan ini diharapkan dapat tercapai pada saat terjadinya proses belajar mengajar secara langsung yang terjadi pada setiap hari. menunjukan. dan sebagainya. TIK hendaknya mengunakan istilah -istilah yang operasional misainya menuliskan. TIK hendaknya megandung hanya satu jenis tingkah laku. siswa agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan 121 . Tujuan instruksional umum yang sudah dirumuskan didalam kurikuler.

semester seperti yang diatur dalam struktur program kurikulum. dalam GBPP berisi: (a) Tujuan kurikululer (b) Tujuan instruksional (c) Pokok babasan/sub pokok bahasan (d) Bahan pengajaran (e) Sumber bahan.(2) Bahan pengajaran adalah mutan penyampaian pokok bahasan tersebut dari yang satu ke tahun pelajaran yang berikutnya. Pendidikan Keterampilan. kep. majalah. Program pendidikan (di SPG) Program Pendidikan di SPG terdiri dari : 1. kantor. orang ( camat. Desa. stasiun dan sebagainya). 2. Pendidikan Keguruan meliputi ilmu keguruan dan praktek keguruan. Matematika. catur wulan. Pendidikan Kesenian. brosur dan sebagainya. adalah merupakan penjelasan terperinci dari setiap bidang pengajaran yang telah ditentukan pembagian dan penyebaran waktunya dalam seminggu. atau barang cetakan (buku. surat kabar.) (4) Garis-garis besar program pengajaran (GBPP). sopir dan sebagainya). Koomponen Organisasi don Strategi 122 . 3. Pendidikan untum meliputi pendidikan Agama. dari semester yang satu ke semester yang berikutnya (3) Sumber bahan yaitu bempa resources dimana proses belajar mengajar memperoleh sejumlah pengalaman belajar. Sumber ini dapat berupa tempat (museum. Pergajaran di SD/pendidikan spesialisasi/pembangunan meliputi IPS. o1ah Raga dan Kesehatan. Pendidikan Moral Pancasila. Sruktur Program Untuk struktur program ini jelasnya dapat dilihat pada lampiran. petani. Bahasa Inggris. 3. 2. Bahasa Indonesia.

Organisasi Struktur (susunan) program suatu kurikulum mengenai apa yang disebut struktur horizontal dan struktur vertikal. a. 3. misalnya program pendidikan unnum. Kombinasi antara sistem A dan B. misalnya apakah sistem semester atau catur wulan. II. Mata-mata pelajaran secara terpisah (subjec centered) misalnya : Biologi. Struktur Vertikal Struktur vertikal suatu kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum tersebut dilaksanakan melalui : 3. b. 1. dalam struktur horizontal tercakup pula jenis-jenis program yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut. program spesialisasi dan sebagainya. dimana perpindahan dui suatu tingkat program ke tingkat program berikutnya dapat dilakukan setiap waktu tampa harus menunggu teman-teman yang lain. 5. setiap kurikulum mengandung unsur organisasi dan strategi. IPA. Ilmu bumi dan sebagainya. 2.Disamping tujuan dan isi. dalam struktur vertikal ini tercakup pula sistom unit waktu yang digunakan. program pendidikan keguruan. Selanjumya. Kesatuan program tanpa mengenai mata pelajam maupun bidang studi (integrated program). Kesenian. Kelompok-kelompok mata pelajaran yang kita sebut bidang studi (broadfield) misalnya IPS. III dan seterusnya dimana kenaikan kelas diadakan disetiap tahun secara serempak. 4. Sejarah. Struktur Horizontal Struktur horizontal suatut kurikulum berkenaan dengan apakah kurikulum im diorganisasikan dalam bentuk : 1. Fisika. Selanjutnya. Sistem kelas misalnya kelas l. Program tanpa kelas. Matematika dan sebagainya. 123 .

demonstrasi. Komponen metode ini menyangkut komponen metode atau upaya apa saja yang dipakai agar tujuan pendidikan dapat tercapai. cara didalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan dan cara dalam mengatur kegiatan sekolah secara keseluruhan. sedang polivalent adalah penggunaan lebih dari satu metode untuk mencapai satu tujuan. Dalam penympaian seperti kurikulum yang berIalw niisalnya (kurikulum 1975) kurikulum SPH juga menggunakan pendekatan PPSI yang dikembangkan melalui satuan pelajaran dan modul. lingkungan anak serta sarana pendidikan yang ada. 124 . eksperimen. pemberian tugas. atau dengan kata lain kita harus memperhatikan tujuan dan situasi. dan didalam mengadakan penilaian. termasuk cara (metode) mengajar dan pelajaran yang digunakan.Akhirnya struktur program ini menyangkut pula masalah penjadwalan dan pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi. sosiodrama. karyawisata. 2. isi kurikulum pada setiap tingkat atau kelas. Untuk itu guru harus mengetahm kapan ia harus menggunakan metode mengingat sifat-sifat polivalent dan polipragmatis dari suatu metode. Dalam pelaksanaannya tidak ada satu metode yang baik untuk segala tujuan. Cara dalam melaksanakan pengajaran mencakup baik cara yang berlaku secara umum maupun cata dalam menyajikan setiap bidang studi. Dengan polipragmatis dimaksud adalah penggunaan satu metode untuk mencapai tujuan lebih dari satu tujuan. dengan mempertimbangkan kemampuan guru. tanya jawab. Adapun macam-macam metode dapatlah kita kemukakan sebagai contoh metode ceramah. karena suatu metode cocok untuk mencapai suam tujuan akan tetapi belum tentu cocok untuk mencapai suatu tujuan yang lain. Dalam hal ini tentu saja metode yang dipergunakan hendaknya relevan terhadap tujuan yang ditetapkan sebelumnnya. Dengan metode ini proses pengajaran (belajarmengajar) dipandang sebagai suaw sistem. Strategi Strategi pelaksanaan suatu kurikulum tergambar dari cara yang ditempuh didalam melaksanakan pengajaran.

seminar dan sebagainya. 2) Sarana fisik yang terdin dari gedung sekolah. kerja kelompok diskusi. Komponen Sarana dalam Kurikulum Lembaga Pendidikan Guru (SPG) meliputi a. Tenaga teknis non edukatif misaInya tenaga tata usaha. c. penggunaan dan menyempurnakan program pendidikan. 3) Biaya operasional yaitu tersedianya biaya dan dana untuk penyelengguaan pendidikan. Sarana personal yang terdin dan a. teksbook.bermain peranan. d. 4. lapangan batsman sekolah dan sebagainya. sumber yang instruksional atau pengalaman belajar dan sebagainya. simposium. menyediakan bahan alat atau media pendidikan. kantor. Sarana material yang terdiri dari 1) Bahan instruksional dalam bentuk bahan instruksional. Tenaga edukatif yang tidak mengajw seperti konselon c. Guru b. laboratorium. Sarana Administrasi Pendidikan administratif disini dapat disebutKan sebagai Pedoman Khusus Bidang Pengajaran Pedoman Penyusunan Sawn Pelajaran Pedoman Praktek Keguruan Pedoman Bimbingan Siswa Pedoman Administrasi Dan Supervisi 125 . b. Sarana Kepemimpinan Sarana kepemimpinam ini akan memberi dukungan dan pengamanan pelaksanaan. serta member! bimbingan.

nilai-nilai filsafat suatu masyarakat dan tuntutan-tuntutan kultur tertentu.2. Sedangkan penilaian dapat dilakukan oleh semua pihak baik dari kalangan masyarakat luas maupun dari kalangan petugas-petugas pendidik. materi metode dan sarana dalam rangka membina dan memperkembangkan kurikulum lebih lanjut.1. sedangkan uraian secara detail dapat dibaca pada kurikulum man dapat dijabarkan sendiri sesuai dengan kondisi Indonesia.an teori belajar yang baru dan perubahan tuntutan masyarakat terhadap fungsi sekolah. Oleh karena itu kurikulum sebagai bahan konsumsi dari anal didik dm sekaligus juga konsumsi bagi masywakat juga harus dinilai terus menems serta menyclums terhadap bahan atau program pengajuan. KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 126 . Disamping itu penilaian terhadap kurikulum dimaksudkan juga sebagai feedback terhadap tujuan. Tentang landasan ini para ahli mengemukakan berbagai pendapat. Sekolahpun mempalari keperluan dari masyarakat. Landastur Pengembangan Kurikulum 1. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Landasan Pengembangan Kurikulum dapat meniadi titik tolak sekaligus titik sampai. Titik sampai berarti kuirikulum harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat merealisasikan perkembangan tertentu. Titik tolak berarti pengembangan kurikulum dapat didorong oleh pembahaman tertentu seperti penemu. sebagai gambaran ummin kami paparkan pandangan tiga ahli kurikulum. Komponen Evalusasi Pendidikan adalah sebagian dari keperluan manusia. Disini hanya dipaparkan landasan secara umum dan sepintas. seperti dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tuntutan-tuntutan sejarah masa lalu. 1. perbedaan latar belakang murid.e. Untuk itu maka sekolah termasuk juga didalamnya termasuk juga harus peka terhadap perubahan-pembahan yang terjadi di masyuakat.

Aspek Sosiologi Saylor & Alexander Contenporary Ausbrey Haan The variety of background children Hilda Taba The society The analysis of analysis culture Current conception of the funtions of the school No 2. Psikologis Child learner as values of e free society a .1. Aspek Filosofis Saylor & Ausbrey Haan Alexander An Expression Methods & of values 3. - 127 .Dynamic children’s learning Theory individual growth 4. Complex Social and culture learning The extension of learning The nature knowledge The content of the disciplines of of of Psycology of learning Learning theories The concept of Hilda Taba development The transfers of learning factor that Contribute to children’s personality 5. “Scientific” growth. Pengembangan Kurikulum No 1.

(vi Kurikulum sebagai basil belajar. kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing. yakni : (i). (iii). Adanya jawaban yang bervariasi terhadap pertanyaan tersebut sesuai dengan pendapat para ahli yang juga bervariasi mengenai pengertian kurikulum im. itu ? setiap orang yang ditanya akan menjawab sama atau berbeda satu sama yang lain. dan (v). berikut merupakan penyimpulan dari konsep-konsep kurikulum yang terdiri dari (i). Pada pendidikan formal terdapat jenjang jenjang pendidikan yang selalu berakhir dengan ijazah atau Surat Tanda Tamat Behijar (STTB). Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. Kurikulum sebagai suam rencana pembelajaran. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. (ii). Kurikulum sebagai tujuan. Kurikulum sebagai program pelajaran. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan. (iii). (ii). dan (ix). Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. (iii). Labih lanjut Zais (1976) mengemukakan berbagai pengertian kurikulum. Seseorang yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. (vi). Kurikulum sebagai isi pelajaran. Kurikulum sebagai modus mengajar. kurikulum sebag pengelaman belajar. dan (v). Kata "kurikulum" berasal dari satu kata bahasa asing yang berarti "jalur pacu". a. dalum kenyataannya telah melalui suatu jalur 128 . (vi). kurikulum sebagai suatu rencama (tertulis) untuk dilaksanakan. Kurikulum. (ii).Apabila diajukan pertanyaan : apakah kurikulum. (vii). Kurikulum sebagai pengalaman. (iv). Boleh dikata. Kurikulam sebagai pengetahuan yang diorganisasikan. Untuk memudahkan dan menyederhanakan pembahasan. sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah. kurikulum merupakan syarat mutlak dalam pendidikan formal. Kurikulum sebagai arena pengajaran. Kurikulum sebagai kehidupan terbimbing. Sedangkan Tanner dan Tanner (1980) mengungkapkan konsep-konsep : (i). (v). (viii). Kurikulum sebaga sistem produksi sceara teknologis. (1976 : 6). tidak ada pendidikan formal tanpa ada kurikulum. dari secara tradisional kurikulum sekolah disajikan seperti itut (ibarat jalan) bagi kebanyakan orang jais. Seperti kita ketahai bersama.

jika ada orang yang bertanya : apa kurikulumnya ? seringkali dijawab bahwa kurikulum adalah PMP. Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dapat kiranya disimpulkan bahwa kurikulum mempakan jalan yang berisi sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus dilalui untuk meraih ijazah. 1976 : 7). Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. Alexander dan Saylor (1974 dalam Bondi dan Wiles. orang sering menyebut bahwa isi dari pelajaran tertentu dalam program dikatakan sebagai kurikulum (Zais. "Defenisi kurikulum seperti dikemukakan oleh Winecoff (1988) tersebut. akademi atau universitas dan para anggota stafnya. Babasa Indonesia dan yang lain. Jawaban bahwa kurikulum terdiri dari berbagai mata pelajaran sudah sejak lama ada. Selain itu.pacuan yang terdiri dari berbagai mata pelajaran/bidang studi beserta isi pelajarannya dan berakhir pada ijazah. mengemukakan : "The curriculum is generally difined as a plan the developed Ii facilitate the teachingfleaming process under the direction and guidance of a school. Para pendidik profesional juga memandang curriculum as the relatively standardize grown coveret by students in their rece toward the finish line (diploma)" (Zais. 1988 : 2). Kurikulum sebagai mata don isi pelajaran. Dengan demikian. c. Schubert (1986) mengemukakan bahwa penyebutan kurikulum yang demikian sama halnya menyamakan kurikulum dengan mata pelajaran (Sumantri. tidaklah mengejutkan apabila ada orang mengemukakan kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. college or university and its members. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah mengisyaratkan adanya sejumlah mata pelajaran/bidang studi dan isi pelajaran yang barus diselesaikan oleh siswa. bahkan sampai sekarang masili sering terbaca ataupun terdengar. 1989 : 7) mengungkapkan pula bahwa kurikulum sebagai suatu rancangan untuk 129 . 1976 : 6 ). Winecoff (1988 : 1). secara jelas menunjukkan kepada kita bahwa kurikulum didefenisikan sebagai suatu rencana yang dikembangkan untuk mendukung proses mengajar/belajar di dalam arahan dan bimbingan sekolah. Lebih jauh. b.

Dengan demikian. yang secara sistematis dikembangkan dengan bantuan sekolah (atau universitas) agar memungkinkan siswa menambah penguasaan pengetahuan dan pengalamannya. Kurikulum sebagai pengalaman belajar.menyediakan seperangkat kesempatan belajar agar mencapai tujuan. 1980 : 24). Jelas defenisi Krug ini menunjukkan kepada kita bahwa semua yang bemaksud dipakai oleh sekolah 130 . Secara jelas diutarakan oleh Popham dan Baker bahwa semua rencana hasit belajar (Kamig out comes) yang merupakan tanggung jawab sekolah adalah kurikulum. Namun demikian bukan berarti dalam kurikulum tidak diorganisasikan cara-cara sistematis untuk mewujudkan hasil-hasil belajar yang diharapkan. d. e. Foshay mengamati bahwa sebelum tahun 1930-an istilah kurikulum dideferusikan sebagai "semua pengalaman seorang siswa yang diberikan dibawah bimtbingan sekolah" (Tanner & Tanner. namun demikian komponen-komponen kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam kurikulum masih bersifat umum dan luwes untuk lanjut oleh guru. 1980: 14) sedangkan Krug (1956 dalam Zais. 1976 : 8) menunjukkan kurikulum sebagai "All the means employed by the school to provide students with opportunities for desirable leaming experiences". Kurikulum sebagai sam rencana kegiatan pembelajaran sudah selayaknya mencakup komponen-komponen kegiatan pembelajaran. Dari empat konsep kurikulum yang diuraikan sebelumnya. dapatlah kita menandai bahwa setiap orang yang terlibat dalam pengimplementasian kurikulum tersebut akan memperoleh pengalam belajar. Kurikulum sebagai hasil Belajar. Adanya defenisi ini mengubah pandangan penanggung jawals sekolah dari kurikulum sebagai alat menjadi kurikulum sebagai tujuan. Popham dan Baker mendefiniskan kurikulum sebagai 'All planner leaming out comes for whkh the scholl is responsible" Tanner & Tanner. Bahkan Tanner & Tanner (1980 :43) memandang kurikulum sebagai rekonstruksi pengetahuan dan pengalaman. kurikulum sebagai hasil belajar mempakan serangkaian hasil belajar yang diharapkan.

2 tahun 1989 pasal 1 (9) menyebutkan bahwa : " kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan" serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar " (Depdikbud. Kunkulum sebagai mata dan isi pelajaran. kurikulum sebagai pengalaman belajar mencakup pula tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan sesuatu. Landasan Pengembangan Karikalum Kurikulum merupakan wahana belajar mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat (Depdikbud. yakni : (I). 2. Dalam rumusan tersebut tampak dengan jelas bahwa kurikulum perlu dan harus dikembangkan. Berdasarkan defenisi kurikulum. Dengan demikian. kebutuhan pembangunan nasioanal. semua benar tergantung dari cara memandangnya.untuk menyediakan kesempatan-kesempatan bagi siswa memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperlukan sekali adalah kurikulum. (iii). sesuai dengan jenis dan jenjang masingmasing satuan pendidikan " (Depdikbud. 1986: 1).Kurikulum sebagai hasil belajar. bila dikaji merupakan konsep kurikulum yang cukup lengkap dn menyeluruh. kurikulum sebagai penglaman belajar. dan (v). perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. Kelima konsep tentang kurikulum. 1989: 3). sedangkan dalam pasal 37 menyebutkan: " kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan. 131 . Rumusan penjabaran kurikulum seperti termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum sehagai jalan meraih ijazah. Guru dapat memilih satu atau lebih konsep kurikulum yang dijadikan acuannya. Kurikulum sebagi rencana kegiatan belajar. (iv). (ii). 1989 : 15). belajar tersebut dapat diperoleh di dalam sekolah maupun di luar sekolah sepanjang direncanakan atau dibimbing pihak sekolah. Dalam UU RI No.

Fakta empirik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum. (3) penerapan serangkaian pengalaman yang berhubungan. guru. bagaimana mereka akan diatur ? (Zais. Seperti yang tercantum dalam kurikulum SP. konlisi fakultas (staf pengajar) atau konsultasi universitas ? jika komisi yang digunakan. dan (4) peralatan dalam evaluasi proses ini. maka dalam pengembangan kurikulum diperlakan landasan-landasan pengembangan kurikulum. Joni. maupun surve lainnya. 1962 : 6). Hal tersebut meliputi pertanyaan-pertanyaan berikut : Siapa akan dilibatkan dalam pembuatan kurikulum. Nilai dasar yang mempakan falsafah dalam penyelidikan manusia seutuhnya. Pendidikan ada dan berada dalam kehidupan masyarakat sehingga apa yang dikehendaki oleh masyarakat untuk dilestarikan diselenggarakan melalui pendidikan (dalam arti seluas-luasnya) (Raka. (2) rancangan suatu program. Secara singkat. yaitu : (1). atau siswa ? Apa prosedur yang akan digunakan dalam pembuatan kurikulum. 1976 : 17) sedangkan Bondi dan Wiles (1989 : 87) mengemukakan babwa pengembangan kurikulum yang terbaik adalah proses yang meliputi banyak hal yakni : (1) kemudahankemudahan suatu analisis tujuan. Landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotannya (Depdikbud. administrator. Hal yang dikemukakan dalam "Landasan Program dan Pengembangan Kurikulum" merupakan contoh adanya landasan-landasan pengembangan kurikulum. 1983 : 6). yang acapkali disebut sebagai determinan (faktor-faktor penentu) pengembangan kurikulum. orang tua. dalam landasan program dan pengembangan dikemukakan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada tiga unsur. Segala kehendak yang dimiliki oleh masyarakat merupakan sumber nilai yang memberikan arah pada pendidikan. Agar pengembangan kurikulum dapat berhasil sesuai dengan yang diinginkan.Adapun yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimna pembuatan kurikulum akan berjalan. petunjuk administratif. a. Landasan Filosofis. pengembangan kurikulum adalah suatu perbuatan kompleks yang mencakup berbagai jenis keputusan (Taba. 1986 : 1). (2). (3). Dengan 132 . baik berdasarkan penilaian kurikulum studi.

yakni nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya yakni pancasila. hakikat nilai kebaikan.agama yang ada dalam masyarakat merupakan bahan kajian pengembangan kurikulum untuk digunakan sebagai landasan pengembangan kurikulum.Budaya . Perbedam tersebut sangat terasa dalam masyarakat yang majemuk. Nilai-nilai yang perlu dipertahankan dan dihomati oleh individu-individu keagamaan dan dalam masyarakat sosial tersebut. atau dapat dikatakan bahwa filsafat yang hidup dalam masyarakat merupakan landasan filosofis pertyelenggaraan pendidikan. hakikat sistem nilai. ilmu pengetahuan. landasan filosofis pengembangan kurikulum dari satu sistem berbeda dengan pendidikan yang lain. Filsafat boleh jadi didefinisikan sebagai suatu studi tentang : hakikat realitas. hakikat ilmu pengetalman.demikian pandangan dan wawasan yang ada dalam masyarakat merupakan pandangan dan wawasan dalam pendidikan. Oleh karena itu landasan filosofis pengembangan kurikulum adalah hakikat realitas. budaya. Secara logis dan realistis. Untuk landasan filosofis pengembangan kurikulum secara cepat dan tepat kita pastikan. Raka Joni. dan hakikat pikiran yang ada dalam masysarakat. Juga landasan filosofis pengembangan kurikulum dan suatu lembaga berbeda dengan lembaga yang lain. 1983 :5) kebersaman individu-individu dalam masyarakat diikat dan terikat oleh nilai-nilai individu yang menjadi pegangan Mdup dalam interaksi di antana mereka. 1988: 13). 1983 : 5 ). keindahan. 1976 : 157. Realitas sosial-budaya . mencakup Nilai-nilai nilai-nilai keagamaam nilai-nilai berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap ajaran dan nilainilai agama yang mereka anut. landsaan Sosial. Oleh kreena nilai agama berhubungan dengan 133 . hakikat keindahan dan hakikat pikiran (Winecoff. sistem nilai. nilai kebaikan. individu-individu itu pada taaftaraf tertentu juga mempunyai pengaruh terhadap masyarakat (Raka Joni. Masyarakat sebagai kelompok individu-individu mempunyai pengaruh terhadap individu-individu dan sebaliknya. b. Masyarakat adalah suatu kelompok individu-individu yang diorganisasikan mereka sendiri ke dalam kelompok-kelompok berbeda ( Zais.Agama.

sehingga dalam mencrima. sedangkan seluruh nilai yang disepakati oleh masyarakat dapat pula disebut sebagai kebudayaan. dan kemuan (etika). sedangkan seni bersumber pada perasaaan atau estetika. menyebarluaskan. Perubahan masarakat mencakup nilai yang disepakati oleh masyarakat tersebut. 1983: 25 ). apabila terhadap nilai-nilai sosial budaya yang tidak berterima atau bersesuaian dengan akaInya akan dilepaskan. Nilai-nilai sosial. temasuk didalamya perubahan ilmu pengetahuan. c. Untuk menerima melaksanakan. 1987: 157). mengapa salah satu landasan pengembangan kurikulum adalah nilai-nilai sosial-budaya-agama. Oleh karena itu.budaya masyarakat bersumber pada basil karya akal budi manusia.kepereayaan. Jelas kiranya bagi kita. 1983 : 5). Sedangkan seluruh nilal yang telah disepakati oleh msyarakat dapat pula tersebut. pelestarian. kebudayaan dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang memiliki kompleksitas tinggi (Zais. Namun dengan demikian menurut Damd Joesoep (1982 dalam Raka Joni. Ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah nilai-nilai yang bersumber pada pikiran atau logika. Mengingat pendidikan merupakan upaya penyiapan siswa menghadapi perubaban yang makin pesat. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik ( siswa) meng hadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat ( Raka Joni. maka pada umumnya bersifat langgeng sampai masyarakat pemeluknya melepaskan kepereayaannya (Rika Joni. tehnologi. Dengan demikian. menyebarluaskan. 1983 : 40) bahwa sumber ratusan ribu nilai yang ada dalam masyarakat ntuk perkembangan melalui proses pendidikan ada tiga yaitu : pikiran ( logika). maka masyarakat memanfaatkan pendidikan yang dirancang melalui kurikulum. atau penolakan dan pelepasan nilai-nilai sosial budaya-agama. perasaan (estetika). dan seni. Oleh karena itu. nilai-nilai sosial budaya lebih bersifat sementara bila dibanding nilai-nilai keagamaan. melestrikan dan atau melepaskannya manusia menggunakan akalnya. 134 . Landasan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.

Perkembangan masyarakat juga dipengaruhi oleh falsafah hidup. Nilai-nilai sosial budaya agama akan merupakan penyaringan nilai-nilai lain yang menghambat perkembangan masyarakat. Komponen kurikulum Sebelum melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum. 1. seorang pengembang terlebih dahulu mengenal konaponen atau elemen atau unsur kurikulum. Seperti yang dikemukakan Tyler (1950 dalam Tabs. 1988:66).landasan pengembangan kurikulum. Falsafah hidup akan mengarahkan perkembangan masyarakat. nilai-nilai. An in a given currkulum it is important to identify the partkular elements that shall be used" Dari pemyataan Tyler tersebut. metode dan 135 . Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang. Pengertian kurikulum dan Iandasan-landasan pengembangan kurikulum yang telah diuraikan sebelumnya.d. dan kebutuhan msyarakat akan membantu menetapkan perkembangan yang dilaksanakan. Perkembangan masyarakat akan menuntut tersedianya proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kurikulum masyarakat landasan maka. Komponen dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum. akan merupakan dasar untuk mengkaji pembelajaran dan pengembangan kurikulum lebili lanjut. tampak pentingnya mengenal komponen atau elemen atau unsur kurikulum. lpteks mendukung kegiatan msyarakat. yakni : tujuan (obejetives). Tugas-tugas berikut ini akan membantu memantapkan perasaan anda mengenai pengertian kurikulum dan landasan . 1.3. 1962: 425) mengemukakan 4 (empat) elemen. Herrck (1950 dalam Taba. dan kebutuhan yang ada dalam masyarakat. ipteks. Landasan perkembangan masyarakat. mata pelajaran (subject matter). Mungkin pada msyarakat tertentu perkembangannya tersebut sangat lambat tetapi masyarakat lainnya cepat baik sanggat cepat (Nana Sy Sukmadinata. 1962 : 422) bahwa "it is important as a part of a compherensive theory or organization to indkate just what kinds of elements. diperlukan rancangannya berupa berupa yang pengembangannya perkembangan masyarakat itu sendiri.

karekteristik mata pelajaran bidang studi. (2) content.. Tujuan kelembagaan (tujuan institusional) mempakan tujuan yang menjabarkan tujun pendidikan nasional. dan evaluasi. serta evaluasi. Tujuan pendidikan nasional merupukan tujuan kurikulum tertinggi yang bersumber pada falsafah bangsa (pancasila) dan kebutuhan masyarakat tertuang dalam GBHN dan UU-SPN. Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum mempakan kekuatankekuatan fundamental yang peka sekali. 1976 : 297). Nana Sy. bersumber pada tujuan tiap jenjang pendidikan dalam UU-SPN. Sukmadinata (1988 : 110) menemukan empat konaporten dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan. 1976: 295). don (4)evaluations (Zais. diikuti tujuan kurikuler.organisasi (method and organization). proses atau isi penyampaian. Berdasarkan uraian tentang komponen-komponen kurikulum sebelumnya. materil pengalaman belajar. Hirearki vertikal tujuan kurikulum di Indonesia. karena hasil yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum. dan evaluasi (evolution). isi atau materi. yang ketiganya mempakan suatu hirarki vertikal. goal. kemudian tujuan kelembagaan. yakni suatu tujuan yang. organisasi. karena tidak ada satupun aspekaspek pendidikan yang lain bertentangan dengan tujuan. Apa yang diutarakan oleh Zais mengenai pentingnya tujuan adalah benar adanya. karakteristik lembaga. Adanya klasifikasi tujuan kurikulum seperti yang disampaikan oleh Zais juga tersurat dalam tujum kurikulum indonesia. Tujuan yang terbawah dari hirarki tuju" kurikulum Indonesia adalah tujuan pengajaran. dan tujuan pengajaran. tetapi memberikan arah dan fokus untuk selmh program pendidikan (Zais. dan objetives. dan kebutuhan masyarakat. goals. Tujuan pengajuan 136 . Tujuan. and objektive. yakni komponen kurikulum yang terdiri dari : tujuan. menjabarkan tujuan kurikuler dan bersumber pada karakteristik mata pelajaran/bidang studi dan karakteristik siswa. (3) leaming activities. paling tinggi adalah tujuan pendidikan nasional. a. Lebili lanjut Zais (1976 : 307) mengklasifikasik" tujuan menjadi tiga yakni aims. Dalam kenyataannya aspek-aspek pendidikan selalu mempertanyakan tentang tujuan. Sedangkan ahli yang lain mengemukakan bahwa kurikulum terdiri dari 4 komponen dasur: (1) aim.

tersurat seperti terurai sebelumnya. b. Secara garis besar hierarki tujuan kurikulum dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut.terbagi menjadi dua macam. untuk pencapaiannya secara hirarki vertikal daii tujuan yang terendah ke tujuan yang lebib tinggi. ditujukan untuk lebili tajam diharapkan dapat memudahkan guru menjabarkan. tujuan tersusun hirarki vertikal dari yang tertinggi ke yang terendah dan sebaliknya. Hal yang mempakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan fonnal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum) supaya keinginan tujuan kurikulum dapat dicapai 137 . yakni Tujuan Umum Pengajoran (TUP) dan Tujuan Kbusus Pengajaran (TKP). vertikal di Indonesia tertampak dalam draft kurikulum tahun 1994/1995. kemudian tujuan kelembagaan. Materi pengalaman belajar. Jenjang Tujuan Tujuan Pendidikan Tujuan Kelembagaan Tujuan Kurikuler Tujuan Pengajaran Dokumen Penanggung Jawab UU SPN & GBHN Menteri Dikbud Kurikulum Tiap Kepala Sekolah Lembaga GBBP GBPP & Guru Mata Pelajaran / Bidang Studi / Kelas Rancangan Guru Mata Pelajaran Pembelajaran tersurat sampai secara dengan tahun vertikal Kurikulum tersebut Yang dapat Disempumakan Hierarki berkembang saja (KYD) tujuan atau SD/SLTP/SLTA kurikulum 1984/1985 atau 1985/1986. Hirarki tujuan kurikulum vertikal yang tersurat dalam draft kurikulum 1994/1995 tersebut diawali dari tujuan pendidikan nasional. Untuk memperjelas uraian. berikut mempakan hirarki nujuan kurikulum Indonesia. tujuan kelas dan tujuan catur wulan serta Tujuan pengajaran. Pengembangan hierarki kurikulum secara. tujuan kurikuler. Apabila dikaji lebih lanjut akan kita temukan bahwa dalam perumusannya. dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan atau perkembangan zaman. Hirarki tujun kurikulum secara vertikal di Indonesia seperti terurai sebelumnya. tujuan bidang studi.

Sukar dan kompleknya pengorganisasian kurikulum dikareakan kegiatan tersebut bertalian dengan aplikasi serta 138 . nilai-nilai. dan sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran/bidang studi. Namun demikian sebenarnya tidak cukup hanya isil bahan ajaran saja yang dipikirkan dalam kegiatan kurikulum. maka kurikulum secara pasti mencakup seleksi. dan organisasilmateri dan pengalaman belajar (Taba. Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetalman. Berdasarkan pendapat Taba tersebut. dan tujuan menentukan belajar apa yang penting. jelas babwa materi dan pengalaman Belajar dalam kurikulum diorganisasikan untuk mengefektifkan pencapaian tujuan. Organisasi. Perbedaan antara behijar di sekolah dan belajar dalam kehidupan adalah dalam hal pengorganisasian secara formal di sekolah. Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemikian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan (Taba. 1976: 322). Selain itu untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan bahan ajaran (Nana Sy. Pentingnya materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar dapat kita lihat pada pernyataan Taba (1962 : 263) berikut ini : Selecting the content. with accompanying leaming experiences. Sedangkan pengalaman belajar dapat diartikan sebagai kegiatan belajar tentang atau Belajar bagaimana disiplin berpikir dan strata disiplin thou.dengan dan paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalumya dapat disajikan secara efektif (Zais. Dengan demikian jelaslah bahwa baik materi/isi kurikulum dan pengalaman belajar barus dipikirkan dan dikaji serta diorganisasikan dalam pengembangan kurikulum. keterampilan. Namam demikian. lebih dari itu adalah pengalaman belajar yang mampu mendukung pencapaian tujuan secara lebili efektif. 1962 : 290). in one of the two central derision in currkulum making. perlu kita sadari bahwa pengorganisasian kurikulum merupakan kegiatan yang sulit dan kompleks. 1988 : 114). Sukmadinata. and there fore rational method of going about it is a matter of great concert " c. Hal ini berarti kita memandang kurikulum sebagai suatu rencana untuk belajar. 1962 : 266).

sekuensi kontinuitas. hingga dapat dilihat keputusan-keputusan pembelajaran dan pendidikan secara tepat. Evaluasi merupakan komponen ke empat kurikulum. Adapun peran evaluasi dalam kurikulum secara keseluruhan baik evaluasi belajar sisiwa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. material. Lebih lanjut Zais (1976 : 378) mengemukakan evaluasi kurikulum secara luas merupakan suatu usaha sangat besar yang kompleks yang mencoba menantang untuk mengkondifikasi proses salah satu dari istilah sekuensi atau komponenkomponen. Kegiatan evaluasi akan memberikan informasi dan data tentang perkembangan belajar siswa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis. dan lingkungan.pengetahuan yang ada tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. 139 . dan masalah proses pembelajaran (Sumantri. 1976 : 369). guru. dapat digunakan sebagai dasan pengembangan kurikulum. Sebagai konponen kurikulum. Evaluasi. Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar sisiwa (basil dan proses) mampun keefektifan kurikulum dan pembelajaran. tempat yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan-bahan fungsional dari kejadian-kejadian yang meliputi interaksi siswa.Masalahmasalah utama organisasi kurikulum berkisar pada ruang lingkup (scope). Dari uraian tentang evaluasi jelaslah bahwa evaluasi bukanlah komponen atau kegiatan pendidikan yang kecil. mungkin merupakan aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil (Zais. dan integrasi. evaluasi merupakan bagian integral dari kurikulum. 1988 : 23).

Pengertian dan Pentingnya Motivasi Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan. sebagaimana dikemukakan Brown (1981) sebagai berikut: tertarik kepada guru. menyebabkan dan merangsang. 1984).BAB IV MOTIVASI BELAJAR 4. artinya tidak membenci atau bersikap acuh tak acuh . Motivasi belajar adalah keseluruhan dari penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Secara serupa Winkels (1987) mengemukakan bahwa motif adalah penggerak dalam diri seseorang mau melakukan aktifitas-aktifitas tertentu dalam mencapai suatu tujun tertentu pula. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi linggi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. pengalasan dan motivasi. 1987). sebab dan daya penggerak (Echols. 1994). Motivate sendiri berarti alasan.1. menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan (Winskel. Dalam kegiatan belajar mengajar. yaitu motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar. 1975). Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah. Siswa yang mempunyai motiasi belajar tinggi sangat sedikit yang tertinggal belajarnya dan sangat sedikit putus kesalahan dalam belajarnya (Palardi. Ini dapat dikenali dalam proses belajar mengajar di kelas. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong. dikenal adanya motivasi belajar. Motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut amok melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata. tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan . mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya 140 .

merasa tidak aman. Selanjutnya anak itu memperoleh motivasi anak menguasai pelajaran (matery). Ada sejumlah tokoh yang meneliti soal motivasi belajar ini. selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. dapat mempertahankan pendapatnya. yang tidak diterima sebagai anggota masyarakat kelas. tindakan. artinya anak itu suka bekerja sama dengan anak-anak lain dan dengan guru. dan selalu terkontrol oleh lingkungannya. tidak cepat bosan dengan tugas-tugas rutin. dan ingin mendapatkan harga dirinya di kalangan kawan sekelasnya. Sardiman (1986) mengemukakan bahwa ciri-ciri motivasi yang ada pada diri seseorang adalah: tekun dalam menghadapi tugas atau dapat bekerja secara. menunjukkan minat yang besar terhadap bermacam-macam masalah belajar. Motivasi diakui sebagai hal yang sangat penting bagi pelajaran di sekolah. ia mengharapkan penghargaan dari temantemannya dan mencegah celaan mereka. Banyak macam motivasi dan para ahli meneliti tentang bagaimana asal dan perkembangannya dan menjadi suatu "daya" dalam mengarahkan kelainan seseorang. tidak cepat puas atas prestasi yang diperoleh. terus menerus dalam waktu lama. yang tidak dikasihi. ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain. tidak akan dapat belajar dengan baik. dan moralnya selalu dalam kontrol diri. maka haruslah terpengaruh tingkat 1-4. Suatu hal yang penting adalah bahwa motivasi pada setiap tingkat yang diatas hanya dapat dibangkitkan apabila telah diperngaruhii tingkat motivasi di bawahnya. lebih suka bekerja sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Hewitt (1968) mengemukakan bahwa "attentional set” merupakan dasar bagi perkembangan motivasi yakni yang bersifat sosial. Anak yang lapar. yang guncang harga dirinya. senang mencari dan memecahkan masalah. Motivasi kelakuan manusia merupakan topik yang sangat luas. ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. tidak mudah melepaskan apa yang diyakini. ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak mudah putus asa. termasuk penguasaan kemampuan intelektual. kebiasaan.terutama kepada guru. Bila kita ingin anak belajar dengan baik (tingkat 5). 141 .

Dalam kerjapun. penghargaan yang diberikan bila hasil belajar anak mendekati bentuk kelakuan yang di inginkan. kaitan antara motivasi dengan perolehan dan atau prestasi ini tidak hanya dalam belajar. Pentingnya motivasi Secara konseptual motivasi berkaitan erat dengan prestasi atau perolehan belajar. 142 . motivasi mi juga sangat prating. Bahkan pada saat ini. rendah pula perolehan belajarnya. Sebaliknya. Pegawai atau karyawan yang mempunyaj motivasi berprestasi tinggi juga menunjukkan performansi profesional yang diharapkan atau di atas rata-rata teman atau sejawatnya. pembelajaran yang rendah motivasinya. Salah satu hasil peneliti juga menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai motivasi-berprestasi umumnya juga mempunysu prestasi yang lebih tinggi. umumnya tinggi pula perolehan belajarnya. umumnya perolehan belajannya juga sedang-sedang saja. Banyak riset yang membuktikan bahwa tingginya motivasi dalam belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. Demikin juga pembelajuan yang sedang-sedang saja motivasinya.Dengan reinforcement yakni penghargaan atas keberhasilannya motivasi itu dapat dipupuk. dan tidak perlu di tunggu sampai hasil belajarnya benar sepenuhnya. Juga peneliti lain mengemukakan pentingnya reinforcement berupa pujian. Pembelajaran yang tinggi motivasi. Taraf motivasi tertinggi menurut hewitt ialah motivasi untak "achievemenf' atau keberhasilan yang merupakan syarat agar anak im didorong oleh kemauannya sendiri dan merasa kepuasan dalam mengatasi tugas-tugas yang kian bertambah sulit dan berat. Siswa perlu diberitahukan tentang hasil pekerjaanya sehingga ia dapat menilai keberhasilannya dan kegagalannya. maka anak itu sanggup untuk belajar sendiri. Akhirnya anak itu harus meningkat dalam bentuk penghargaan dari yang konkrit kepada rasa putas atas keberhasilannya menurut standar yang ditentukannya sendiri. Bila taraf ini tercapai.

Dalam khasanah kepustakaan kependidikan. sebab tidak serasi dengan tujuan. makin berhasil pelajaran itu. lebih banyak disebabkan oleh tingginya motivasi yang mereka punyai. (b) Menentukan arah perbuatan. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai Tujuan itu. Bahkan. Tensing dan Hillary mungkin ingin membuktikan kesanggupan manusia. Tukang becak menahankan panas dan hujan untuk meneari nafkah bagi anak istrinya Motivasi mempunyai tiga fungsi: (a) Mendorong manusia untuk berbuat. motivasi seringsering disebut secara berulang-ulang sebagai variabel yang banyak menentuk perolehan belajar. Terbukti dengan jelas. Oleh karena itu. untuk menaklukan puncak tertinggi itu.Bahkan dewasa ini. Motivasi menentukan intensitas usaha anak belajar. Seorang yang betulbetul bertekad menang dalam pertandingan. Motivasi melepaskan energi atau tenaga yang ada pada seseorang. dengan menyampingkan perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan ini. orang yang sukses disegala bidang. (c) Menyeleksi perbuatan. ada juga yangg mengembangkan motivasi berprestasi atau motivasi belajar ini menjadi motif berkompetensi yang dimaksud dengan berkompetensi adalah dorongan-dorongan untuk menguasai kompetensi keahliannya. Makin tepat motivasi yang kita berikut. tak akan menghabiskan waktunya bermain karena. bahwa mereka yang mempunyai motivasi kompetensi yang tinggi cenderung lebih mengusai bidang-bidangnya dibandingkan dengan mereka yang rendah motif kompetensinya. Hasil belajarpun banyak ditentuk oleh motivasi. motivasi belajar sangat urgen dalam peningkatan perolehan belajar. Juga untuk belajar diperlukan motivasi "motivation is dan essential condition of learning". Setiap motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. jadi sebagal penggerak atau motor yang melepaskan energi. 143 .

Mengapa motivasi ekstrinsik perlu diberikan. dalam sudut pandang teori ini. Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu. Selain ini keberhasilan itu mempertinggi harga dirinya dan rasa kemampuannya.2. keinginan. dalam diri manusia sebenarnya terdapat dorongan-dorongan yang kuat untuk belajar. 4. selaia ingin berprestasi. Ini sesuai dengan teori. Dalam hal pertama ia didorong oleh motivasi intrinsik yakni ia ingin mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu. Sungguhpun demikian. suka bekerja termasuk belajar. Dalam belajar telah terkandung tujuan menambah pengetahuan "intrinsk motivations are inherent in the learning situasions and meet pupil needs and purposes". Motivasi belajar secara intrinsik sebenamya memang telah ada. maksud. yakni 'for the pleasure of the activity". Berarti. Motivasi serupa ini bersifat intrinsik dan keberhasilannya akan memberi rasa kepuasan. memang termsuk makhluk yang baik: tinggi tanggungjawabnya. kenuman. rekayasa lingkungan perlu diberikan agar seseorang tetap belajar. Sifat Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Motivasi dapat di bedakan atas motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. kebutahan. hasrat. termasuk belajar. keharusan. tinggi militansi kerja atau belajarnya. kehendak. adalah karena terdapatnya tanggungjawab internal pada diri manusia itu. Demikian pula bila semang main badminton untuk menikmatinya. cita-cita. dorongan. Manusia. tak lain karena 144 . didorong oleh motivasi intrinsik. Ausabel (1968) berpendapat babwa modyasi yang dikaitkan dengan motivasi sosial tidak begitu penting dibandingkan dengan motivasi yang bertalian dengan penguasaan tugas dan keberhasilan. kesedihan dan sebagainya. Rekayasa lingkungan antara lain dapat berupa motivasi ekstrinsik. tekad. yang memandang bahwa segala tindakan manusia.Dalam bahasa schari-hari motivasi dinyatakan dengan.

hukuman. justru motivasi ekstrinsik ini sangat diperlukan. oleh sebab tujuan-tujuan itu terletak di luar perbuatan itu. Ini didorong oleh motivasi ekstrinsik.seseorang tidak senantiasa bemda dalam keadaan menetap. Ketidaksamaan dalam motivasi intrinsik yang dipunyai ini. Bahkan kalau sudah sampai di tahap mempribadi. "The goal is artifkially introduced". Adakah suatu kenyataan. Bila seorang belajar untuk mencari penghargaan berupa angka. diploma. Anak-anak didorong oleh motivasi intrinsik. Bisa terjadi. kenaikan tingkat. ijazah. celaan. bahwa anak manusia itu tidak sama. pengetahum. yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. bila mereka belajar agar lebib sanggup mengatasi kesulitan kesulitan hidup. Ganjarant bagi sesuatu yang dilakukan dengan baik ialah telah melakukannya. Supaya melemahnya motivasi intrinsik ini tidak sampai berada pada tingkatan yang sangat rendah. dapat dikurangi dengan memberikan motivasi eksuinsik. Jadi motivasi ekstrinsik disini tidak perlu. Motivasi ekstrinsik yang diberikan secara tepat. hadiah. Akan tetapi di sekolah sering digunakan motivasi ekstrinsik seperti angka-angka. seseorang akan tinggi motivasi belajarnya secara intrinsik. justru secara berlahan dapat mencangkokkan motivasi intrinsik mtuk belajar manakala belajar yang direkayasa dengan motivasi ekstrinsik tersebut telah menjadi kebiasaan bagi pembelajar. agar memperoleh pengertian. 145 . seseorang yang mempunyai motivasi belajar intrinsik yang demikian tinggi tibatiba melemah. Hasil-hasil itu sendiri telah merupakan hadiah. penguasaan kecakapan. pujian. dan sebagainya. dan sebagainya. termasuk motivasinya. perlu dikontrol dengan menggunakan motivasi ekstrinsik. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam kegiatan. Pada orang yang tingleat motivasi intrinsiknya rendah. "The reward of a thing well done is to have done it"(Emerson). Motivasi eksifinsik dipakai oleh sebab pelajaran-pelajaran sering tidak dengan sendirinya menarik dan guru sering kurang mampu untuk membangkitkan minat anak. sikap yang baik.

guru hendaknya senantiasa berupaya meningkatkan motivasi belajar. perlu diketahui dan diperhatikan oleh guru yang membelajarkan pembelajar. Untuk itu guru perlu mengenal murid. kemampuan pembelajar. maka akan timbul motivasi itu dengn sendirinya dan keinginan untuk lebih banyak belajar.Membangkitkan motivasi tidak mudah. Sukses dalam belajar akan membangkitkan motivasi untuk belaiar. Pembelajaran dan upaya-upaya guru dalam membelajarkan pembelajar. Motivasi dalam Belajar dan Unsur-Unsur yang mempengamhi motivasi belajar Motivasi sangat krusial dalam belajar dan pembelajaran. 4. pada hal. kondisi pembelajar. mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman kemampuan yang di miliki oleh pembelajar dan mengembangkan cita-cita dan aspirasi pembelajar. dan mempunyai kesanggupan Kreatif untuk menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan dan minat anak. Motivasi bukan mempakan syarat mutlak untuk belajar tak perlu lebih dahulu ditunggu adanya motivasi sebelum kita mengajarkan sesuatu. bisa menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar para pembelajar. unsur-unsur yang mempengaruhi tersebut. Upaya meningkatkan motivasi belajar tersebut dilakukan dengan cara mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Oleh karena itu. Agar dapat mendukung lebih optimal terhadap motivasi belajar. Ausubel mengatakan adanya hubungan antara motivasi dan belajar. Sebagai konsekuensi atas perhatian guru terhadap unsurunsur yang mempengaruhi motivasi belajar dan unsur-unsur yang mempengamhi tersebut. mengoptimalkan unsur-unsur belajr / pembalajaran. Bila belajar itu berhasil. unsur-unsur dinamis belajar. Jika unsur-unsur yang mempenguuhi tersebut tidak diketahui dan tidak diperhatikan. 146 .3. kondisi lingkungan belajar. Bahkan kita dapat mengabaikan motivasi dan memusatkan perhatian kepada pengajaran itu sendiri. motivasi belajar tersebut juga dipengaruhi oleh banyak unsur antara lain: cita-cita aspirasi penubelajar.

akan tetapi mengatur kondisi belai sehingga memberikan reinforcement. 147 . dan sebagainya. "egoinvolvement" (keterlibatan diri). Ada pula peneliti yang mencari motiyasj positif yang dinyatakan dengan istilah "mastery”. Motivasi ini lebib mantap dan memberikan dorongan kepada sejumlah besar kegiatan.Menurut Skinner(1968) masalah motivasi bukan soal memberikan motivasi. White berpendapat bahwa kegiatan anak tak dapat dijelaskan dengan dorongan untuk memuaskan kebutuhan makan. McClelland (1965) yang menyelidiki berbagai hal yang dapat mempertinggi motivasi ini. Setiap orang ingin menguasai lingkungannya. dan lingkungan sosial yang menyokong. Akan tetapi karena kegiatan untuk berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya yang memberikan rasa mampu. minum. Keberhasilan dalam interaksi dengan lingkungan belajar. misalnya dengan merumuskan tujum dengan jelas. antara lain motivasi menyalidiki aktivitas manipulasi. sehingga ia sanggup belajar sendiri sepanjang bidupnya. White (1959) mengemukakan konsep kompetensi. dan lain-lain. Pelajar harus diberikan ganjaran (reward) berupa pujian. Motivasi kompetensi mempunyai dasar biologis. penguasaan tujuan program pendidikan memberikan rasa kepuasan dan karena ini merupakan sumber motivasi yang terus menerus bagi pelajar. Peneliti lain. Walaupun teori-teori motivasi berbeda-beda. nanum dalam praktek pendidikan penerapannya bersamaan. yang dapat dianggap sebagai salah samtu hasil pendidikan yang paling penting. Motivasi yang dianggap lebih tinggi tarafnya daripada penguasaan tugas ialah "achievement motivation" yakni motivasi untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu. jadi juga terdapat pada binatang. rasa keberhasilan atas hasil belajarnya. mengetahui kemajuan yang dicapai. termasuk yang berkaitan dengan pelajari. angka ang baik. di sekolah. sehingga ia lebih tertarik oleh pelajaran. merasa turut benanggungjawab.

pada saat masih sedang belajar dijenjang pendidikan dasar. Meskipun mata pelajaran tersebut masih terintegrasi dengan mata pelajaran IPA. Cita-cita atau aspirasi ini senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan. Cita-cita / aspirasi pembelajar 2. meskipun rintagan yang ditemui sangat banyak dalam mengejar cita-cita dan aspirasi tersebut seseorang tetap berusaha semaksimal mungkin karena hal tersebut berkaitan dengan cita-cita dan aspirasinya. Unur-unsur dinamis belajar Ipembelajaran 6. Oleh karena itu. Kemampuan pembelajar 3.Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Motivasi Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar. ia akan lebih bergairah dengan mata pelajaran tersebut. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar Unsur-unsur tersebut dijelaskan sebagaimana pada uraian berikut : a. Sebaliknya seseorang yang kebetulan berstatus mahasisma dan dahulunya bercita-cita menjadi ahli hukum tetapi ia dipaksa oleh orang tuanya mengambil jurusan teknik elektro. Kondisi lingkungan belajar 5. Dapat dipastikan kesungguhan belajarnya akan berkurang karena apa yang ia pelajari tidak sesuai dengan cita-cita dan 148 . Oleh karena itu. cita-cita dan aspirasi sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar seseorang. tentu menggemari terhadap mata pelajaranmata pelajaran dan bacaan-bacaan yang berkaitan erat dengan ilmu kesehatan. Cita-cita / aspirasi pembelajaran Setiap manusia senantiasa mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu didalam hidupnya temasuk pembelajar. Unsur-unsur tersebut adalah : 1. ia akan lebih temotivasi mempelajari mata pelajaran tersebut dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Kondisi pembelajar 4. Seseorang yang bercita-cita menjadi dokter. Bahkan tidak juang.

Kemampuan pembelajar erat hubungannya dan bahkan mempengaruhi motivasi belajar pembelajar. Menuntut seseorang sebagaimana orang lain dari bingkai penglihatan demikian tentulah tidak diberikan. pada saat-saat masih disekolah menengah ia tinggi motivasi belajarnya sebaliknya pada saat sudah menjadi mahasiswa motivasi yang tinggi tersebut berubah menjadi rendah. Ia kendor motivasinya. kemampuan pembelajar ini haruslah diperhatikan dalam proses belajar pembelajaran. akan menjadi malas jika dituntut sebagaimana mereka yang berkemampuan rendah. Bisa terjadi.aspirasinya. Kemampuan PeMbelajar Kemampuan manusia satu dengan yang lain tidaklah sama. Sebab. bisa jadi. orang yang mempunyai kemampuan rendah akan sangat susah menyerupai orang yang mempunyai kemampuan tinggi. Jika kaitan antara kemampunn pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan sebagai berikut: 149 . maka cita-cita dan aspirasi pembelajaran ini perlu diperhitungkan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar seseorang. Itulah sebabnya. Jika kaitan antara cita-cita atau aspirasi pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar ini diskemakan seperti tampak dibawah ini: CITA-CITA / ASPIRASI PEMBELAJAR MOTIVASI BELAJAR PEMBELAJAR PEROLEHAN BELAJAR PEMBELAJAR b. dan sebaliknya orang yang berkemampun tinggi. Oleh karena itu. Ketidaksungguhan dalam belajar demikian ini tentu lantaran jurusan yang dipaksakan oleh orang tuanya tidak cocok dengan cita-cita dan aspirasinya. karena cita-cita atau aspirasi ini mempengaruhi motivasi belaiar. seseorang menjadi rendah motivasi belajarnya terhadap bidang tertentu oleh karena yang bersangkutan rendah kemampuannya dibidang tersebut.

Ada kalanya seseorang yang pada masa-masa sebelumnya bemotivasi belajar tinggi. motivasi belajar bisa meningkat. Dalam kondisi psikologis terganggu. Orang yang sudah sangat lelah tidak baik kalau belajar. Dua macam kondisi ini. juga tidak bisa mengkonsentrasikan diri terhadap hal-hal yang dipelajari. Jelaslah bahwa kondisi pembelajar. tidak bails untuk dipaksa belajar. kondisi pembelajar dalam kaitannya dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut: 150 . Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat. tiba-tiba menjadi rendah hanya karena kondisi fisik dan psikologisnya terganggu atau sakit. baik yang bersifat fisik maupun psikis. Jika diskemakan. bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya. kondisi fisik seseorang mempengaruhi motivasi belajarnya. Sangatlah jelas dan sering dirasakan oleh siapapun jika kondisi fisik dalam keadaan lelah. sama-sama berpengaruh terhadap motivasi belajarnya. fisik dan psikologis. mka gairah belajarnya menurun. umumnya motivasi belajar seseorang akan menurun. umumnya saling mempengamhi satu sama lain. Kmena tidak bisa konsentrasi. sebutlah misalnya stress. Dalam realitasnya juga berlaku kebalikannya. Berarti. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat. seseorang yang motivasi belajarnya biasa-biasa saja. tibatiba berubah karena kondisi fisik dan psikologisnya dalam keadaan prima. Keadaan demikian ini. bisa menjadikan seseorang belajar merasa terpaksa dan tidak banyak bemotivasi.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran c. Sebaliknya jika kondisi fisik berada dalam keadaan bugar dan segar. Kondisi pembelajar Kondisi pembelajar dapsat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya. Tidak jarang. Demikian juga kalau sedang sakit.

Apakah tempat belajarnya nyaman ataukah tidak. senantiasa tersosialisasi oleb lingkungannya. Tempat belajar yang berisik oleh suara bisa menganggu belajar. individu secara sadar ataukah tidak. Hal-hal demikian ini berpengaruh terhadap motivasi belajar. Baik secara sadar atau tidak. Sebab. Demikian juga yang amburadul. yang tenang. lebih-lebih lingkungan belajar. kelompok belajar.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran d. Contohnya jika dalam lingkungan sosial seseorang tidak terbiasa dengan aktivitas belajar maka bukan budaya belajar itu yang dikembangkan oleh seseorang. Yang dimaksud dengan lingkurigan fisik adalah tempat dimana pembelajar tersebut belajar. apakah tempatnya segar atau pengap. selain faktor individu juga faktor lingkungan. Lingkungan belajar ini meliputi : lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Sungphpun faktor pribadi pribadi seseorang lebih menentukan terhadap diri sendiri tetapi harus diakui bahwa lingkungan sosial juga menentukan motivasi belajar seseorang. Kaitan antara kondisi lingkungan belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : 151 . mendorong seseorang bergairah belajar. seseorang yang berada dilingkungan tersebut akan terbawa serta untuk belajar seperti orang lain. Kondisi lingkungan belajar Sudah umum diketahui bahwa yang menentukan motivasi belajar seseorang. Dalam lingkungan yang kompetitif untuk belajar. yang tertata rapi. Lingkungan sosial adalah suatu lingkungan seseorang dalm kaitannya dengan orang lain. Jadi lingkungan fisik berpengaruh terhadap motivasi belajar. bisa menimbulkan gairah belajar. tidak memberikan gairah bagi belajar seseorang. Contohnya berupa lingkungan sepermainan. lingkungan sebaya. Sebaiknya tempat yang teratur.

guru yang sungguh-sunggub dalam membelajukan pembelajar. menjadikan pembelajar juga bergairah belajar. unsur. menjadikan tingginya motivasi belajar pembelajar.Kemampuan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran e. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajar. Suasana belajar dan upaya pengembangannya e. Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya d. 152 . Unsur dinamis belajar dan pembalajar Motivasi belajar pembelajar Perolehan belajar pembelajar jika kaitan antara unsur-unsur dinamis dalam belajar dengan motivasi dan perolehan belajar adalah sebagai berikut : Unsur dinamis belajar dan pembelajar Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran f. tingginya motivasi belajar berimplikasi bagi maksimainya perolehan belajar pembelajar. Bahan belajar dan upaya penyediannya c. Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belaiar b.unsur dinamis dennkian ini patut diperhatikan agar motivasi belajar pembelajar menjadi tinggi. Unsur-Unsur Dinamis belajar pembelajar Unsur dinmis belajar pembelajar meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya Oleh karena itu. Pada guru yang demikian umumnya mempersiapkan diri dengan matang dan senantiasa memberikan yang terbaru dan terbaik kepada pembelajar. Upaya Guru dalam Membelajarkan pembelajar Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga berpengaruh terhadap motivasi belajar.

hal-hal yang disajikan oleh guru menjadi menarik dimata pembelajar. umumnya mengulang saja pelajaran yang di berikan dari tahun ketahun. Oleh karena itu. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi pembelajar. pembelajar tidak bergairah dan babkan mungkin kehilangan motivasi. Adakalanya bergerak naik dan adakalanya bergerak turun. Menariknya hal-hal yang diberikan ini hisa menjadikan tingginya motivasi pembelajar. maka diperlukan upaya untuk meningkatkannya. Jika di skemakan antara upaya guru untuk membelajarkan pembelajar dengan motivasi dan perolehan belajar pembelajar adalah sebagai berikut : Upaya guru membelajarkan Pembelajaran Motivasi Belajar Pembelajaran Perolehan Belajar Pembelajaran Upaya Meningkatkan motivasi belajar Upaya belajar senantiasa bergelombang. Oleh karena demikian " watak" motivasi tersebut. Proses belajar pembelajar terasa kering dan kehilangan nuansa. Akibat dari proses belajar pembelajaran demikian ini. manakala guru yang membelajarkan tersebut sudah puas dengan keadaan yang demikian ini. Terbaik dan mungkin terbaru. yaitu : 153 . Dengan demikian. motivasi belajar yang di punyai oleh pembelajar bisa cenderung naik dan atau minimal Menetap. Sebagai akibatnya. Sebaliknya pada guru yang tidak bergairah dalar membelajarkan pembelajar.Oleh karena yang di berikan tersebut menarik. Tidak jarang motivasi belajar hanya mendatar saja. Maka tingkat aktualitasnya sangat tinggi dimata pembelajar. Hal demikian bisa lebib parah lagi. upaya guru untuk membelajarkan pembelajar sangat krusial dalam meningkatkan motivasi pembelajar.

Prinsip keterlibatan langsung pembelajar d.1. Prinsip tersebut adalah : a. ketiga cara tersebut di kemukakan sebagai berikut : 1. Strategi disini. dari pandangan-pandangan dan temuan-temuan teoritik dan dapat pula digali dari kiat guru sendiri. Mengembangkan cita-cita / aspirasi dalam belajar Secara berturut-turut. Prinsip keaktifan belajar c. Ada dua cara dalam mengoptimalkan penerapan prinsip belajar tersebut. Prinsip perhatian dan motivasi belajar b. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar 2. Prinsip perbedaan individual antar belajar Ketujuh prinsip ini diterapkan secara optimal agar pembelajar mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. Kedua. agar tidak mengganggu bagi penerapan prinsip-prinsip belajar. Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar Ada beberapa prinsip yang harus dipedomani dalam belajar. Prinsip pemberian balikan dan penguruan dalam belajar g. Pertama. 154 . Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar / pembelajaran 3. menjauhkan konstrain-konstrain (kendala-kendala) yang ditemui dalam mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman / kemampuan yang telah dimiliki dalam belajar 4. menyusun strategi-strategi sehingga prinsip-prinsip tersebut dapat terterapkan secara optimal. Kendala demikian ini patut dijauhkan. Temuantemuan ahli psikologi pendidikan dan temuan-temuan ahli pengajaran part[ digali hingga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Prinsip pengulangan belajar e. Prinsip sifat perangsang dan menantang dari materi yang dipelajari f.

Pengalaman dan kemampuan masa Ialu ini bisa menjadi konstrain untuk belajar berikutnya. manakala dipandang bertentangan dengan pengalaman belajar berikutnya oleh pembelajar. Pengalaman dan kemampuan masa lain bisa menjadi konstrain belajar. Penyediaan secara kreatif ini perlu dilakukan. maka ia perlu di optimalkan penerapannya.2. memanfaatkan sumber-sumber diluar sekolah sehingga keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah dapat ditanggulangi. Hal demikian dapat dilakukan dengan banyak mengadakan kerjasama dengan sejumlah lembaga diluar sekolah bahkan diluar dunia pendidikan. 3. katena umumnya ketika tidak ada guru dan menerima kondisi tersebut apa adanya. Mengoptimalkan Unsur-Unsur Dinamis Belajar / Pembelajaran Mengingat unsur-unsur belajar / pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi. Kemampuan dan pengalaman yang berbeda demikian ini hendaknya tidak justru menjadi konstrain dalam aktivitas belajarnya. Kedua. Cara mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam belajar / pembelajaran dalah : pertama. Tidak itu saja pengalamana atau kemampuan masa lalu malahan bisa menjadi prasyarat bagi pengalaman berikutnya. menyediakan secara kreatif berbagai unsur belajar pembelajaran tersebut dalm setting belajar pembelajaran. dan jika kasus yang trakhir ini terjadi. Kemampuan atau pengalaman masa Ialu ini bisa didapatkan oleh pembelajw melalui aktivitas belajar. Mengoptimalkan Pemanfaatan Pengalaman / Kemampuan Yang Telah Dimiliki Dalam belajar Setiap pembelajar mempunyai kemampuan dan pengalamn-pengalaman tertentu yang berbeda antara satu dengan yang lain. Pengoptimalan demikian mi perlu dilakukan agar motivasi belajar siswa juga optimal. dan bisa juga didapatkan oleh pembelajar melalui aktivitas lain atau aktivitas non belajar. Contohnya peralatan pengajaran yang tidak tersedia dapat disediakan dengan merancang sendiri bersama-sama dengan pembelajar. tetapi tidak jarang bisa mendukung aktivitas belajar. Pengalaman dan kemampuan masa Ialu bisa mendukung terhadap aktivitas belajar manakala sesuai dengan pengalaman belajar berikutnya. maka pembelajar 155 .

Gali dulu pengalaman dari kemampuan yang sudah dimiliki oleh pembelajar melalui tes lisan atau tertulis sebelum menyampaikan materi berikutnya. Persoalannya adalah.tidak dapat mempelajari mata pelajaran berikutnya. Lebih banyak teraksentuasi pada pengejaran dan atau pencapaian cita-cita atau aspirasi tersebut. Yang harus diupayakan guru agar kemampuan atau pengalaman masa lalu justru mendukung terhadap aktivitas belajar adalah : a. Penjurusan yang ada disekolah-sekolah kita. tidak lain adalah demi penampungan aspirasi dan cita-cita yang berbeda dari masing-masing pembelajar. Jangan dipaksa menggunakan perspektif gurunya. Mengembangkan Cita-Cita / Aspirasi Dalam Belajar Cita-cita adalah sesuatu yang dikejar oleh seseorang. c. Biarkan pembelajar dapat menangkap apa yang dipelajari sekarang ini dari perspektif kemmpuan dan pengalaman masa lalunya. yang antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. d. 4. Maka dari itu cita-cita atau sapirasi tersebut harus senantiasa dikembangkan pembelajaran. apakah memang benar bahwa dalam pemilihan jurusan tersebut memang benar-benar sesuai dengan cita-cita dan dalam 156 . Kaitkan aktivitas belajar pada masa sekarang ini dengan kemampuan dan pengalaman yang sudah dipunyai oleh pembelajar. Kegiatan-kegiatan seseorang. b. Demikian juga dengan adanya kurikulum muatan tokal. Dkk dan Cany (1981) menyebut pengalamn dan kemampuan demikian dengan entry behavior. Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membandingkan apa yang sekarang dipelajari dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimiliki. tanpa yang bersangkutan telah mempunyai kemampuan dan pengalaman yang diprasyaratkan. utamanya kegiatan belajar. adalah dalam rangka menampung aspirasi dan cita-cita yang berbeda antara. pembelajar didaerah satu dengan daerah lainnya.

Dari sejumlah aspirasi atau cita-cita tersebut. agar tidak memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya. b. pembelajar masih diliarapkan anak merangking dari yang paling diminaati sampai dengan yang paling tidak diminati. Pengenalan aspirasi ini dapat dilakukan dengan mengadakan tes minat kepada pembelajar. tersedia tidaknya prasarana dan sarana. Sediakan program-program yang dapat mengembanglum aspirasi dan cita cita tersebut. Dengan tes minat. Setelah program-program tersebut disediakan. apakah mungkin hat demikian dilakukan disekolah-sekolah kita mengingat kurikulum yang tersentralkan dari pusat ? Jenis Motivasi Yang Didasarkan Motif Primer Dan Sekunder Motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. Orang tua ini patut juga diberi tahu. karena mungkin pembelajar tersebut mempunyai cita-cita atau aspirasi yang berbeda dengan orangtuanya. c. Aspirasi / cita-cita dapat dikembangkan dalam belajar pembelajaran. Kenalilah aspirasi dan cita-cita pembelajar. Pengenalan ini dapat dilakukan dengan melalm penyebaran daftar isian yang dapat memuat sejumlah citacita atau aspirasi pembelajar. yaitu : 157 .aspirasi pembelajar ? mengingat yang menjadi pertimbangan dalam penjurusan tersebut tidak semata-mata cita-cita dan aspirasi melainkan banyak hal lain seperti daya tampung masing-masing jurusan. Hasil pengenalan atas cita-cita aspirasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada siswa dan orangmanya. akan diketabui jenis-jenis pekerjaan apa dimasa depan yang paling diminati dan menjadi cita-cita pembelajar. Persoalannya hanyalah. barulah para pembelajar diberi kesempatan untuk mengambil program yang sesuai dengan aspirasi dan cita-citanya. dengan beberapa langkah sebagai berikut : a.

maka tekanan terhadap individu semakin besar. bila tekanan energi dalam insting berkurang. merusak. keinginan makan berkurang bila individu masih kenyang. yaitu insting kehidupan (life instinest ) dan insting kematian (death instinest ). Insting kematian tertuju pada penghancuran seperti. Motivasi Sekunder Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri.tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu amok bertingkah laku. Sebagai ilustrasi. sasaran. menganiaya. orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa berpikir. 2. Untuk memperoleh makanan tersebut orang harus bekerja terlebih dahulu. Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan. Yang mengalami perubahan adalah cara pemuasan atau objek pemuasan. Hal ini berbeda dengan motivasi primer. Kepuasan tercapai.1. Manusia adalah makluk berjasmani. yaitu tekanan. atau membunuh orang lain atau diri sendiri. Insting kehidupan terdiri dari insting yang bertujuan memelihara kelangsungan hidup. Ahli lain. minum. bila orang bekerja 158 . Motivasi Primer Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Adapun sumber insting adalah keadaan kejasmaniah individu. Semakin besar energi dalana insting. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Hal-hal yang memutuskan insting tersebut dapat berasal dari luar individu atau dari dalam individu. Segenap insting manusia dapat di bedakan menjadi dua jenis. objek dan sumber. Sebagai ilusirasi. orang harus belajar bekerja. sehingga perilakunya terpengaruh oleh tasting atau kebutuhan jasmaninya. Objek insting adalah hal-hal yang mermaskan insting. Bekerja dengan haik merupakan motivasi sekunder. Insting bekerja seumur hidup. Menurut Freud energi bekerja memelihara keseimbangan fisik. Agar dapat bekerja dengan baik. lnsting kehidupan tersebut berupa makan. istirahat dan memelihara keturunan.

Perilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti afektif. komponen ini terdiri dari motif sosial. Tetapi juga faktor-faktor sosial. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Ciri-ciri sikap. perilaku dan kesadaran. merasa. ataupun tak berdasar akal sehat pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. yakni : merupakan kecenderungan berpikir. pemberi informasi pada oranglain. Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. sumber informasi tentang diri seseorang. Emosi memiliki fungsi sebagai pembangkit tenaga. manusia adalah makluk sosial. Komponen afektif adalah aspek emosional. 159 . Komponen koqnitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan. Emosi menunjukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. Uang merupakan penguat unnum. dapat dipelajari atau berubah. Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap.dengan baik. Setelah in bekerja dengan baik maka ia dapat membeli makanan untuk menghilangkan rasa lapar. Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. dan konatif. Uang tersebut berupa penguat motivasi sekunder. sikap dan emosi. maka ia memperoleh gaji berupa uang. pembawa pesan dalam hubungan dengan orang lain. koqnitif. kemudian bertindak memiliki daya dorong bertindak relatif bersikap tetap kecenderungan melakukan penilaian dapat timbul dari dari pengalaman. Kegoncangan tersebut disertai proses jasmani. Pengetahuan yang dipercaya tersebut adakalanya berdasarkan akal. Komponan konatif adalah terkait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak. Menurut beberapa ahli. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja.

Pendekatan CBSA dinilai sebagai suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik.1. 2). Karena itu. mental.BAB V PENDEKATAN CBSA DALAM PEMBELAJARAN 5. kognitif dan sosial). konsep CBSA telah mengalami perkembangan yang cukup jauh. memberikan prakarsa/gagasan. menyusun rencana. seperti: mendengarkan. Sejak dimunculkannya pendekatan CBSA dalam lingkungan pendidikan ditanah air. kegiatan belajar diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. 5. berdiskusi. hanya perwujudannya yang masih baru dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah kita.1. intelektual dan emosional 160 . 1980. ada baiknya guru-guru mengenal dan memahaminya lebih seksama agar mampu menerapkan secara efektif. tetapi kadamya yang berbeda tergantung pada kegiatannya. Setiap kegiatan tersebut menuntut keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam proses pembelajaran melalui asimilasi. Pada hakekatnya. memecahkan masalah. Pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) CBSA adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa. namun sesungguhnya konsep ini telah lama dikembangkan. Kendatipun cara ini tergolong baru. menulis laporan.Keaktifan itu da yang dapat diamati dan ada pula yang tidak dapat diamati secara langsung. KONSEP CBSA DALAM PEMBELAJARAN Cara belajar siswa aktif merupakan suatu upaya dalam pembaruan pendidikan dan pembelajaran. penghayatan serta internalisasi nilat-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni. serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan (motorik. materi yang dipelajari dan tujuan yang hendak dicapai. h. dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan. dan sebagainya. yang merupakan inti dari kegiatan belajar. tindakan. membuat sesuatu. Dalam CBSA. keaktifan belajar terjadi dan terdapat pada semua perbuatan belajar.1.

mental. menginterprestasikan.h. memiliki keinginan-keinginan-harapan dan tujuan hidup. 5. dan psikomotorik. menemukan. meramalkan. mendiskusikan. yakni sebagai objek pembelajaran dan sebagai subjek yang belajar. dan mengkomonikasikan hasil penemuan.24). diarahkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran. Siswa peserta didik dipandang dari dua sisi yang berkaitan.guna memperole hasil belajar yang bempa perpaduan antara matra kognitif. afekisi. menggeneralisasikan. keharusan dalam kaitannya dengan upaya merealisasikan Sistem Pendidikan Nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang pada gilirannya berimplikasi terhadap sistem pembelajaran yang efektif. Pelaksanaan proses pembelajaran dititik beratkan pada keaktifan siswa belajar dan keaktifan guru menciptakan lingkungan belajar yang serasi dan menantang. 1984. (A.1. mengkaji. Karena itu proses pembelajaran harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manusiawi (humanistik). Aspek-aspek kemampun tersebut dikembangkan secara terpadu melalui sistem pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA. Siswa sebagai objek dipandan: sebagai yang memiliki potensi yang perlu dibina. aspirasi dan motivasi dan berbagai kemungkinan potensi lainnya. yakni hasil belajar berupa keterpaduan aspek-aspek kognitif. misainya melalm suasana kekeluargaan terbuka dan bergairah serta berpariasi sesuai dengan keadaan perkembangan siswa bersangkutan. terdapat komponen proses yakni keaktifan fisik.2 Rasional CBSA dalam pembelajaran Penerapan dan pendayagunaan konsep CBSA dalam pembelajaran merupakan kebutuhan dan sekaligus sebaga. intelektual dan emosional dan komponen produk. dan psikomotorik Secara lebili rinci komponen produk tersebut mencakup berbagai kemampuan: menamati. Yasin. afektif. Dalam kerangka sistem belajar mengajar. Siswa sebagai subjek dipandang sebagai manusia yang potensial sedang berkembang. Penerapan CBSA dilakukan dengan cara mengfungsionalisasikan 161 .

pengindran. bahwa pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA tidak diartikan guru menjadi fasif. perasaan. dan pengendapan sehingga hasil belajar berintemalisasi dengan pribadi siswa.Peranan guru bukan sebagai orang yang menuangkan materi pelajaran kepada siswa. bila guru melaksanakan peran dan fungsinya secara aktif dan kreatif. pendalaman. 9) Mengamati setiap aktivitas siswa. 8) Menyalurkan bakat dan minat siswa. Cara belajar di sesuaikan dengan minat dim pemberian kemudahan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman. 7) Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan. dan fasilitator. 5) Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan. guru. Keaktifan guru dilakukan pada tahap-tahap kegiatan perencanaan. melainkan bertindak sebagai pembantu dan pelayanan bagi siswanya. pellilaian dan tindak lanjut pembelajaran. 162 . suasana kelas dan sebagainya. melainkan tetap harus aktif namun tidak bersikap mendominasi siswa dan menghambat perkembangan potensinya Guru bertindak sebagai guru inquiry. Beherapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru. sedangkan guru memberikan fasilitas belajar. media pembelajaran. ialah: 1) menyiapkan lembaran kerja 2) Menyusun tugas bersama siswa. Siswa aktif belajar. intelektual. pelaksanaan. 4) Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat kesulitan.seluruh potensi manusiawi siswa melalui penyediaan lingkungan belajar yang meliputi aspek-aspek bahan pelajaran. mendorong dan membantu serta berupaya mempenguruhi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan belajar yang telah ditentukan. Dalam kondisi ini semua unsur pribadi siswa aktif seperti emosi. CBSA dapat berlangsung dengan efektif. 3) Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan. bantuan dan pelayanan. fisik dan sebagainya. 6) Membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum.

yang menjadi acuan baik bagi siswa mupun bagi guru. Sebaliknya. sumber bahan pembelajaran. pengalaman. intelektual. 2) Pada tingkat proses. c. memutuskan. Semakin banyak dan semakin beragamnya keaktifan dan keterlibatan siswa. ditandai oleh: a.3 Kadar Cara Belajar Siswa Aktif Kadar MA ditandai oleh semakin banyaknya dan bervariasinya keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Adanya keterlibatan siswa dalam menyusun rancangan belajar Adanya keterlibatan siswa dalam memilih dan menyediakan Adanya keterlibatan siswa dalam pengadaan media pembelajaran Adanya kesadaran dan keinginan belajar yang tinggi serta dan pembelajaran. maka berarti semakin rendah kadar CBSA tersebut. dan personal dalam proses belajar. semakin sedikit keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. maka semakin tinggi pula kadar ke-CBSA-annya. d. motivasi untuk melakukan kegiatan belajar. Adanya keterlibatan siswa secara fisik. kadar CBSA ditandai dengan: a.1. yang akan digunakan sebagai alat bantu belajar. Kadar CBSA itu dalam rangka sistem belajar mengajar menunjukkan ciri-ciri. Adanya berbagai keaktifan siswa mengenal. motivasi. berbuat. Adanya keterlibatan siswa dalam merumuskan kebutuhan pembelajaran sesuai dengan kemampuan. e. dan berbagai kegiatan belajar lainnya yang mengandung unsur kemandirian yang cukup tinggi. memahami. b. 163 .5. b. mental. menganalisis. aspirasi yang telah dimiliki sebagai baban masukan untuk melakukan kegiatan belajar. sebagai berilmu : 1) Pada tingkat masukan. emosional. minat.

baik secara individual maupun secara kelompok. kadar CBSA ditandai oleh: a. menilai jawaban dari rekannya. dan bila mungkin di klasifikasikan menjadi: kadar tinggi. Kendatipun tampak. f. e. Ketertibatan siswa dalam menilai diri sendiri. mengajukan penanyaan/ masalah dam berupaya menjawabnya sendiri. d. c. dan kadar rendah. memberikan jawaban atas penanyaan guru. selaras dan seimbang dalam proses belajar dan pembelajaran.c. Keterlibatan secara aktif oleh siswa dalam menciptakan suasana belajar yang serasi. Keterlibatan siswa dalam mengajukan prakarsa. Keterlibatan siswa menyusun laporan baik tertulis maupun lisan yang berkenaan dengan hasil belajar. b. kadar sedang. 3) Pada tingkat produk. Keterlibatan siswa dalam menilai produk-produk kerja sebagal hasil belajar dan pembelajaran. bahwa keaktifan guru sangat menonjol. Keterlibatan siswa dalam meneari imformasi dari berbagai sumber yang berdaya guna dan tepat guna bagi mereka sesuai dengan rencana kegiatan belajar yang telah mereka rumuskan sendiri. namun tidak berarti keaktifan guru di 164 . Berdasarkan ciri-ciri tersebut dapat ditentukan derajat kadar CBSA dalam suatu proses belajar mengajar. Keterlibatan siswa menunjang upaya guru menciptakan lingkungan belajar untuk memperoleh pengalaman belajar serta turut membantu mengorganisasikan lingkungan belajar itu. menilai teman sekelas. Keterlibatan siswa secara mandiri mengerjakan tugas menjawab tes dan mengisi instrumen penilaian lainnya yang diajukan oleh guru. dan memecahkan masalah yang timbul selama berlangsungnya proses belajar mengajar tersebut. d.

para siswa telah dapat diaktifkan peran sertanya. Tanpa upaya dan pengaruh serta arahan guru sebagai fasilitator dan pengorganisasian belajar. siswa melaksanakan kegiatan kelompok atau dengan belajar mandiri. Siswa dapat mengajukan usul dan minat tugas yang diinginkannya dengan asumsi bahwa tugas tersebut sesuai dengan kemampuannya. Kedua contoh tersebut sebagai landa. Pada waktu penilaian tugas (hasil pekerjaannya). Hal ini menunjukan. baik dalam arti efek instruksional maupun efek pengiring. Para siswa berperan serta secara aktif dan bersikap responsif dalam proses pembelajaran. Pada waktu guru menyajikan suatu topik. Siswa tidak tinggal diam hanya menunggu stimuli yang disampaikan oleh guru. siswa hendaknya aktif menilai tugas-tugas temannya dan hasil kerjanya sendiri dalam bentuk menilai dirinya sendiri (self evaluation).abaikan. melainkan berperan aktif menentukan stimuli misalnya merumuskan suatu masalah dan mencari jawahan serdiri (responsif) atas masalah tersebut. Guru hendaknya menyadari tujuan-tujuan belajar yang ingin dicapai. siswa aktif-responsif mempertanyakan materi yang terkandung didalamnya. Guru tetap bertanggungjawab menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengundang / menantang siswa untuk belajar. Penyelenggaraan pembelajaran CBSA tersebut ditandai oleh indikator-indikator sebagai berikut: 1) Derajat partisipasi dan responsif siswa yang tinggi. dan dalam 165 .4 Rambu-Rambu Penyelenggaraan CBSA Pembelajaran berdasarkan CBSA menuntut kondisi-kondisi tertentu untuk menjamin kadar CBSA yang tinggi guna mencapai tujuan pembelajaran atau hasil belajar siswa pada tingkat optimal. Pada waktu pembuatan tugas. maka kadar CBSA yang diinginkan tak mungkin tercapai.1. Pada dasarnya sejak disusunnya perencanaan tugas-tugas. 5. bahwa siswa berperan serta dalam proses pembelajaran. 2) Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan pembuatan tugas. bahwa tersedia berbagai kemungkinan dimana siswa dapat berperan aktif dalam pelaksarman tugas-tugas yang dikondisikan dalam pembelajaran. 3) Peningkatan kadar CBSA dalam proses pembelajaran juga ditentukan oleh faktor guru.

5) Penyediaan media dan peralatan serta berbagai fasilitas belajar tetap diperlukan. 6) Keaktifan belajar berdasarkan CBSA tidak jarang menimbulkan kesulitan balajar pada siswa. Itu sebabnya. pengalaman awal. secara berpariasi dapat memberikan peluang penerapan CBSA dengan kadar yang tinggi.pada itu memiliki wawasan dan penguasaan yang memadai tentang bermacam-macam stategi belajar mengajar yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan belajar. Sudah barang tentu penguasaan teknik yang mantap juga merupakan persyaratan sebelum seorang guru bisa secara Kreatif merancang dan menginformasikan program belajar mengajar (T. 7) Kondisi lingkungan kelas/sekolah turut berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran berdasarkan CBSA. memilih bahan. walaupun kadaannya berbeda. 18). keadaan mental. keaktivan siswa belajar tetap terarah.beda. pemilihan metode tersebut tetap harus ditandasi oleh tujuan yang hendak dicapai. Pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kemediaan dan teknologi hardware sangat diisyaratkan. h. bahan pelajaran yang hendak dipelajari.R aka Joni. kondisi kesehatan. dan lain-lain). bimbingan dan pembelajaran remedial pada waktu tertentu diperlukan untuk membantu siswa bersangkutan. dan diharapkan mencapai hasil secara optimal. kondisi subjek belajar itu sendiri (motivasi. Namun demikian. misalnya teknik-teknik belajar. Penggunaan metode mengajar. dan pembinaan lingkungan ini 166 . Dengan demikian. 1985. agar tercipta lingkungan belajar yang menantang dan merangsang serta meningkatkan kegiatan belajar siswa. tim masalah-masalah lain. sehingga kecepatan belajar dan penyelesaian tugastugas tetap terus berlangsung menyertai rekan-rekannya yang tidak mendapat kesulitan. Media dan alat merupakan alat bantu bagi siswa kendatipun mereka diminta untuk memilih dan menggunakannya sendiri sesuai dengan aktivitas belajarnya. serta penguasaan guru terhadap metode tersebut. menilai hasil kegiatan. 4) Pendekatan CBSA pada dasarnya dapat diterapkan sentua strategi dan metode mengajar. terbimbing. Pengaturan.

jawaban. dan sebagainya.2 PENERAPAN CBSA Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk dan teknik: Pemanfaatan waktu luang Pemanfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukanya kegiatan belajar aktif. masing-msing anggota dapat mengajukan gagasan. Dalam situasi belajar kelompok. dengan cara menyusun rencana belajar. Termasuk dalam lingkungan kelas juga suasana. kecerdasan. seperti: minat abilitet. kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kelompok. yang terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan. berelasi dan berinteraksi satu dengan yang lainya. Teknik lain.perlu mendapat dari pihak guru melalui kerja sama dengan guru-guru lainnya serta para siswa sendiri. disiplin kelas yang baik. sedang pilihan dilakukan oleh siswa masingmasing. pertanyaan. dan diskusi ceramah. Guru dapat mempersiapkan / merencanakan tugastugas belajar bagi para siswa. Pembelajaran Individual Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individu tiap siswa. diskusi kelas. dan menilai penguasaan bahan sendiri. Jika pemanfaman waktu tersebut dilakukan secara saksama dan berkesinambungan akan memberikan manfaat yang baik dalam menunjang keberhasilan belajar di sekolah. minat bakat yang sama. Siswa aktif berpartisipasi. memilah bahan untuk dipelajari. keritik dan sebagainya. 5. teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok. diskusi kelompok. 167 . diskusi terbimbing. Belajar kelompok Belajar kelompok memiliki kadar CBSA yang cukup tinggi. bakat. dan selanjutnya tiap siswa aktif belajar secara perseorangan. pendapat.

Belajar Inquiry/discovery (belajar mandiri) Dalam strategi belajar ini siswa melakukan proses mental intelektual dalann upaya memecahkan masalah. antara siswa dengan siswa. menguji hipotesis. Guru bertindak sebagai pengatur lalulintas atau distributor. Dalam konteks ini. tahap pengembangan dimana siswa melakukan kegiatan mencari sendin informasi selanjumya menggunakan informasi itu dalam kegiatan praktik. sedangkan kegiatan guru hanya mengarah membimbing. Pengajaran unit Strategi pengajaran ini berpusat pada suatu masalah atau suatu proyek. pembuatan laporan dan tiddak lanjut. Kadar CBSA-nya akan lebih besar jika pertanyaan-pertanyaan timbul dan diajukan oleh pihak siswa dan dijawab oleh siswa lainnya. dimana siswa mengalami kegiatan penilaian. dan antara kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif.Bertanya jawab Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa. yakni: tahap pendahuluan dimana siswa melakukan orientasi dan perencanaan awal. akan diuraikan lebih lanjut dalam pembahasan mengenai keterampilan proses sebagai bagian dari CBSA. 168 . mengumpulkan data. tahap kegiatan kulminasi. memberikan fasilitas yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan inquirynya. dan dianggap perlu guru melakukan koreksi dan perbaikan terhadap pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut. dan menarik kesimpulan serta mengaplikasikan hasil belajarnya. Strategi dan kemampun inquiry ini. Pada tahap-tahap kegiatan belajar ditempuh tahap-tahap kegiatan utama. keaktifan siswa belajar memang lebih menonjol. Dia sendiri merumuskan suatu masalah.

Berdasarkan beberapa contoh strategi pembelajaran tersebut di atas.1 Rasional keterampilan proses dalam pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses interaksi (hubungan timbal balik) antara guru dengan siswa.3 PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SEBAGAI BAGIAN DARI CBSA 5. maka semakin jelas tentang bagai mana penerapan pendekatan CBSA tersebut dalam proses pembelajaran. Ini berarti. Proses tersebut dilaksanakan melalui interaksi antara siswa dengan lingkungannya. kendatipun dengan kadar yang berbeda-beda.3. Pendekatan mi disebut "pendekatan proses". Suatu prinsip untuk memilih pendekatan pembelajaran ialah belajar melalui proses mengalami secara langsung untuk memperoleh basil belajar yang bermakna. Kesempatan untuk melakukan kegiatan dan perolehan hasil belajar ditentukan oleh pendekatan yang digunakan oleh guru-siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam proses tersebut memberikan bimbingan dan menyediakan berbagai kesempatan yang dapat mendorong siswa belajar dan untuk memperoleh pengalaman sesuai dengan tujuan pembelajaran. 5. 1980). Proses pembelajaran melibatkan terbagi kegiatan dan tindakan yang perlu dilakukan oleh siswa untuk memperoleh basil belajar yang baik. bahwa penerapan pendekatan dalam proses belajar mengajar diarahkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan dasar dalam diri siswa supaya mampu menemukan dan mengelola perolehannya. Dalam kurikulum telah ditegaskan. Dalam proses im siswa bermotivasi dan sering melakukan kegiatan belajar yang menarik dan bermakna bagi dirinya. peranan pendekatan belajar mengajar sangat penting dalam kaitannya dengan keberhasilan belajar. Proses pembelajaran yang menerapkan pendekatan ini mengacu kepada siswa agar belajar berorientasi pada belajar bagaimana belajar (Depdikbud. Tercapainya tujuan pembelajaran ditandai oleh tingkat penguasaan kemampuan dan pembentukan kepribadian. 169 .

Menunjukkan jati dirinya. dan kemampu memecahkan masalah. Pengertian tersebut menunjukkan. mengenal dengan menggunakan hubungan ruang/waktu. menafsirkan data. Interaksi antara kemampuan dan konsep melalui proses balajar mengajar selanjutnya mengembangkan sikap dan nilai pada diri siswa misalnya kreativitas. yaitu keterampilan proses sains yang dibutuhkan untuk menggunakan sains.2 Pengertian keterampilan proses dan kaitannya dengan CBSA Pendekatan dalam keterampilan proses ialah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sejumiah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa. Keterampilan-keterampilan itu sendiri menjadi roda penggerak dan penemuan dan pengembangan fakta dan konsep serta pertumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai. mengendalikan variabel. menarik kesimpulan menyusun definisi operasional. ketelitian. kritis. berkomunikasi. Seluruh gerak atau tindakan dalan proses belajar mengajar akan menciptakan kondisi cara belajar siswa aktif (Conny Se a 1990). Berdasarkan konsep pemikiran di atas maka pendekatan keterampilan proses diartikan sebagai pendekatan dalam perencanaan pembelajaran yang 170 .3. menggolongkan. Kemampuan-kemampun fisik dan mental tersebut pada dasarnya leiah dimiliki oleh siswa meskipun masih sederhana dan perlu dirangsang agar. Konsep-konsep yang telah dikembangkan int berguna untuk menunjang pengembangan kemampuan selanjutnya. bahwa dengan keterampilan proses siswa berupaya menemukan mengembangkan konsep dalam materi ajaran. Keterampilan-keterampilan dalam bidang sains itu meliputi: mengamati. anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. dan bereksperimen. Pendapat yang senada diungkapkan oleh Gagne yang merumuskan pengertian keterampilan proses dalam bidang ilmu pengetahuan alam (sains): pengetahuan tentang konsep-konsep dari prinsip-prinsip yang dapat diperoleh siswa bila dia memilhi kemampum-kemampuan dasar tertentu. Dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses perolehan.5. mengukur.

Pembuatan klasifikasi memerlukan kecermatan dalam melakukan pengamatan. Keterampilan ini diperlukan untuk melakukan percobaan atau penelitian sederhana. data. informasi. Siswa harus terampil mengenal perbedaan dan persaman atas hasil pengamatannya terhadap suatu objek. Dengan kemampuan ini. 3) Menafsirkan (meginterpretasikan) . Siswa harus memiliki keterampilan menafsirkan fakta. dan informasi. Keterampilan ini 171 . siswa harus mampu menerapkan konsep yang telah dipelajari dan dikuasai ke dalam situasi dan pengalaman baru. dia dapat mengumpulkan data / informasi yang relevan dengan kepentingan belajarnya. siswa untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang sudah dimiliki ketingkat yang lebih tinggi dalam memproses perolehan belajamya. meraba. 4) Meramalkan . atau peristiwa. 5.3 Kemampuan keterampilan dasar yang perlu dilatih dalam keterampilan proses Keterampilan proses sebagai suatu pendekatan proses pembelajaran mengarah pada pengembangan kennampman fisik dan mental yang mendasar sebagai pendorong untuk mengembangkan kemampman yang lebih tinggi pada diri siswa. 2) Menggolongkan / mengklasifikasikan . babwa ketempilan proses erat kaitannya dengan CBSA. yakni: 1) Mengamati . fakta. mencium dan merasa.3. mendengar. Siswa dituntut terampil mengantisipasi dan meramalkan kegiatan atau peristiwa yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang. 5) Menerapkem. tujuan. Siswa harus memiliki keterampilan menghubungkan data.menitikberatkan pada aktivitas dan kreativitas. atau kepentingan tertentu. Siswa harus mampu menggunakan alat-alat inderanya : melihat. Ada tujuh jenis kemampuan yang hendak dikembangkan melalui proses pembelajuan berdasarkan pendekatan keterampilan proses. Hal ini menunjukkan. serta mengadakan klasifikasi berdasarkan ciri khusus.

siswa harus mampu menentukan masalah dan variabel-vatiabel yang akan diteliti. Proses penecahan masalah memberikan kesempatan peserta didik berperan aktif dalam mempelajari. hakekatnya merupakan bagian dalam kehidupan manusia.digunakan untuk menjelaskan tentang apa yang akan terjadi dan dialami oleh siswa dalam proses belajarnya. sedangkan masalah yang rumit memerlukan langkah-langkah pemecahan yang rumit pula. Masalah pada hakekatnya adalah mengundang jawaban. pemecahan masalah menuntut kemampuan memproses infomasi untuk membuat keputusan tertentu. 172 . Dia harus menentukan langkah-langkah kerja pengumpulan dan pengolahan data serta prosedur melakukan penelitian. Pemecahan masalah adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan suatu nasalah dan memecahkannya berdasarkan data dan informasi yang akurat. bila pertanyaan iu dirumuskan dengan baik dan sistematis.4 Penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran Siswa bentuk penerapan keterampilan proses dalam pembelajaran adalah pemecahan masalah atau inquiry (penemuan). 7) Mengkomunikasikan. Suatu pertanyaan mempunyai peluang tertentu untuk dijawab dengan tepat. atau kesimpulan. Masalah yang sederhana dapat dijawab melalui proses berpikir yang sederhana. 6) Merencanakan penelitian. mencari dan menemukan sendiri informasil data untuk diolah menjadi konsep. baik yang bersifat sederhana maupun yang sulit. Tiap orang tidak pernah luput dari masalah. tujuan. 1) Pengertian pemecahan masalah Masalah pads. baik proses maupun hasil belajarnya kepada siswa lain dan peminat lainnya. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. Dengan kata lain. read. prinsip. pemecahan suatu masalah menuntut kemampuan tertentu pada diri individu yang hendak memecahkan masalah tersebut. 5. lni berarti.3. Siswa harus mampu menyusun dan menyampaikan laporan secara sistimatis dan menyampaikan perolehannya. dan ruang lingkup penelitian.

Kemampuan penalaran memerlukam upaya peningkatan kemampuan dalam mengamati. Para peserta didik harus dilatih tentang tata cara memecahkan masalah dengan mengembangkan kemampun berpikir yang terarah untuk menghasilkan gagasan mengenai berbagai kemungkinan memecahkan masalah. Langkah-lmgkah tersebut pada umumnya terdiri dari 1. dalam kaitannya dengan upaya mencapai tujuan. 3. yang masih perlu diuji kebenarannya. Siswa merumuskan masalah. artinya dia menyadari adanya suatu masalah tertentu. di samping perlunya penalaran yang baik. 4. bertanya. Siswa menghadapi masalah.Kemampuan memecahkan masalah harus ditunjang oleh kemampuan penalaran. yakni kemampuan melihat hubungan sebab akibat. berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan. artinya menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifikasi. 2) Langkah-langkah pemecahan masalah Dalam proses pembelajaran. Siswa merumuskan hipotesis. artinya merumuskan kemungkinankemungkinan jawaban atas masalah tersebut. 173 . tetapi juga penting menguasai lingkungan langkah-langkah memecahkan masalah secara tepat. Pemikiran terarah pada hal-hal yang bertalian dengan upaya mencari jawaban terhadap persoalan yang dibadapi. Upaya ini memerlukan berpikir kneatif dan kemampuan menjajaki bidang-bidang baru serta menghasilkan temuantemuan baru. Siswa mengumpulkan dan mengolah data / informasi dengan teknik dan prosedur tertentu. 2.

1. PENGERTIAN KEDUDUKAN DAN SYARAT-SYARAT UMUM EVALUASI Mengapa evaluasi hasil belajar pembelajaran perlu dilakukan? Karena dengan evaluasilah. dari lebih jauh sangat penting bagi pencapaian tujuan pendidikan. Termanfaatkan didalmya sarana dan fasilitas pendidikan akan diketahui setelah adanya evaluasi. Secara rinci. Kemampuan mengajar guru akan diketahui. Jelaslah bahwa evaIuasi sangat penting dilakukan guna memberikan pelayanan sebaik mungkin. 2. 4. Remidi-remidi spa saja yang dapat diberikan kepada pembelajaran yang mengalami kesulitan juga. 6. dimana pembelajaran dan guru berinteraksi. dan mana yang tidak menjadi prioritas akan diketahui setelah evaluasi. Taraf penguasa pembelajaran terhadap materi pelajaran yang diberikan akan diketahui setelah diadakan evaluasi. Pembelajar maua yang perlu mendapatkan prioritas dalam bimbingan penyuluhan. Tingkat kesukaran dan kemudahan bahan pelajaran yang diberikan pembalajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. 5. 174 . setelah diadakan evaluasi.BAB V1 KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 6. 9. Tujuan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan akan diketabui seberapa tingkat pencapaiannya setelah diadakan evaluasi. telah mencapai sasaran yang dikehendaki ataukah belum. 8. alasan-alasan bagi perlunya evaluasi pembelajar adalah sebagai berikut: 1. akan diketahui apakah proses belajar mengajar. akan diketalmi setelah melihat hasil 7. Letak kesulitan pembelajar akan diketahui setelah diadakan evaluasi. 3. Pembelajar dapat dikelompokkan kedalam kelompok mana juga akan diketahui setelah evaluasi.

suatu tindakan atau kegiatan (yang dilaksanakan dengan maksud) atau suatia proses (yang berlangsung dalam rangka) menetukan nulai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan. atau yang terjadi di lapangan pendidikan).1 Pengertian evaluasi Kata evaluasi merupakan pengindonesiaan dari kata evaluation dalam bahasa inggris. Brown (1977): Evaluation refer to act or process to determining the value of some thing. dalam bahasa Indonesia berarti: pnilaian. Berbkara tentang pengertian evaluasi pendidikan. al-qimah. Akar katanya adalah value. dalam bahasa Indonesia berarti. Secara harfiah kata evaluasi berasal dan bahasa Inggris Evaluation. Sedangkan orang yang menilai atau menaksir disebut sebagai evaluator (Echols. di tanah air kita. maka evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai.1. sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dam Gerald W. Dengan demikian secara harfiah. pembicaraan hanya akan dibatasi pada penilaian atau evaluasi yang dilaksanakan di sekolah. lembaga administrasi negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan sebagai berikut: 175 . Mengingat sangat luasnya pembicaraan tentang penilaian pendidikan. Adapun dui segi istilah. Atau singkatnya: Evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan. maka dalam buku ini. maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. 1975). evaluasi pendidikan (educationnal evaluation = al-Taqdir al-Tarbawiy) dapat diartikan sebagai penilaian-penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. nilai. dalam Babasa Arab .6. Kata kerjanya adalah evaluate yang berarti menaksir atau menilai. sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. yang lazim diartikan dengan penaksiran atau penilaian. Menurut definisi int. Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwin Wandt dan geral W Brown itu untuk memberikan definisi tentang evaluasi pendidikan. dalam bahasa Arab: al-taqdir.

. atau gejala dengan mana mempertimbangkan patokan-patokan patokan-patokan mengandung pengertian baik tidak baik. 2) Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan Secara teminologis.Secara etimologis. Oleh karena sesuatu yang diukur itu bermaksud diketahui secara apa adanya. dibanding tujuan yang telah ditentukan. a systematk process of determining the extent to whkh instructional objectives are achieved by pupil. Secara terminologis. memadai tidak memadai.1. 6. 3. Evaluasi hasil belajar pembelajaran adalah suatu proses menentukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menentukan patokan patokan tertentu guna mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya.. pengukuran merupakan terjemahan darl measurement (Echols. evaluasi dikemukak oleh para ahli sebagai berikut: 1.. maka dalam pengukuran sedikitpun 176 . Grounlund (1976) mengartikan evaluasi sebagai berikut: . pengukuran diartikan sebagai suatu usaha untuk mengetalmi sesuatu sebagaimana adanya. memenuhi syarat tidak memenuhi symat dengan perkataan lain kita menggunakan Value Judgement. Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi dilakukan berkenaan dengan proses kegiatan untuk menentukan nilai sesuatu. 2. sangatlah jelas bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menentukan patokanpatokan tertentu untuk mencapai suatu Tujuan. Raka Joni (1975) mengartikan evaluasi sebagai berikut: 'suatu proses dimana kita mempertimbangkan sesuatu barang tertentu.1975).1) Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan.2 Perbedaan Pengukuran dan Penilaian Sebelum dilakukan evaluasi terkhir dahulu dilakukan pengukuran. Berdasarkan pengertian pengertian diatas.

Sebagaimana adanya mengandung sesuatu pengertian bahwa sesuatu yang diukur tidak holeh dibandingkan dengan sesuatu yang lainnya. meliputi: hasil belajar pembelajaran. belajar pembelajaran. dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan 2. Oleh karena pengukuran adalah salah satu kegiatan yang berada dalam evaluasi. berhasil belumnya/tidaknya. Proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. dengan demikian juga mencakup penguluaran pendidikan. proses belajar pembelajaran. memadai belum/tidaknya.3 Pengertian Evaluasi Dalam Proses Pendidikan Berbkara tentang pengertian istilah evaluasi pendidikan ditanah air kita. proses belajar dan mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran ). 2.1. maka dapat dikemukakan pengertian sebagai berikut: 1. Jika pengertian evaluasi dan pengukuran tersebut ditarik ke setting belajar dan pembelajaran. Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan 177 . mereka yang terlibat dalam belajar pembelajaran (pembelajar dan guru). Evaluasi belajar pembelajaran juga mencakup pengukuran belajar dan pembelajaran. Evaluasi pendidikan. maka orang yang mengevaluasi sebenamya juga melakukan aktivitas pengukuran. 6. Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut: Evaluasi pendidikan adalah: 1. Penilaian atau evaluasi adalah suatu aktivitas yang bermaksud menentukan nilai belajar pembelajaran (baik belumnya/tidaknya.penafsiran mengenai sesuatu. Pengukuran adalah suatu upaya atau aktivitas yang dimaksudkan untuk mengetahui belajar pembelajaran sebagaimana adanya. yang meliputi hasil belajar.

Bagan tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa dalam proses penilaian dilakukan pembandingan antara informasi. BAGAN TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN Tujuan Pendidikan yang telah ditentukan Proses / Kegiatan Pencapaian Tujuan Hasil-hasil pendidikan yang telah dapat dicapai 6. karena strategi belajar dan pembelajaran.Bertitik tolak dari uraian diatas. Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan..infomasi yang telah berhasil dihimpun dengan kriteria tertentu. Penting karena dengan evaluasi atom diketahui apakah belajar dan pembelajaran tersebut telah mencapai tujuuan ataukah belum. dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisalikan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengadakan perbaikan belajar duo pembelajaran. untuk kemudian diambil keputusan atau dirumuskan kebijaksanaan tertentu. Tidak hanya itu. Kriteria atau tolak ukur yang dipegangi tidak lain adalah tujuan yang sudah ditentikan terlebih dahulu sebelum kegiatan pendidikan itu dilaksanakan. 178 .2 KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PROSES PENDIDIKAN Kedudukan evaluasi dalam belajar dari pembelajaran sungguh sangat penting. Dengan evaluasi juga akan diketahui faktorfaktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tersebut berhasil dart faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tidak atau belum berhasil. Padahal dikehuinya hal tersebut. maka apabila defenisi tentang evaluasi pendidikan itu dituangkan dalm bentuk bagan berikut. dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran.

Memutuskan situasi permulaan siswa Jelaslah bahwa evaluasi (sebagaimana pada langgkah d) sangat diperlukan dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam proses 179 . b. Hampir semua ahli prosedur sistem instruksional menempatkan evaluasi ini sebagai langkah-langkahnya. Menentukan syarat-syarat dan altematif pemecahan masalah Memilih strategi pemecahan masalah. Perhatikan pula langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli berikut. pasti kita akan tahu betapa tidak dapat terpisahkan evaluasi tersebut dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. d. Jelaslah bahwa langkah c (menentukan keefektifan hasil) pada dasarnya tidak berbeda dengan evaluasi itu sendiri. Melaksanakan pemecahan msalah. 1. d. Menentukan keefektifan hasil Mengadakan revisi atas keseluruhan langkah a sampai dengan Imgkah c. b. Menentukan prosedur pembelajaran. c. Menurut Glaser. 2. e. Dan dari langkah menentukan keefektifan basil tersebut baru dapat dilakukan revisi atas keseluruhan langkah sebelumnya. proses belajar pembelajaran haruslah menempuh prosedurprosedur sebagai berikut : a. langkah-langkah yang harus ditempuh dalitm belajar pembelajaran adalah dengan menggunakan model pemecahan masalah sebagai berikut: a. c. f. Penilaian terhadap perfomansi Umpan balik.proses belajar dan pembelajaran menempatkan evaluasi sebagai salah satu langkahnya. Mentout Kauffman. Identifikasi masalah. Merumuskan teori pembelajaran (instuksional objectives) b.

Hal serupa dapat juga dibaca pada prosedur belajar pembelajaran yang dikemukakan para ahli berikut. 4. g. d. c. b. e. Menumt Gelder a. Merumuskan tujuan Mengembangkan alat evaluasi Merumuskan kegiatan belajar pembelajaran Mengembangkan program kegiatan Pelaksanaan kegiatan belajar pembelajaran. Merumuskan tujuan instruksional. e. b. d. 180 . Analisis situasi. student characteristks learning objectives Subject content. d. mata pembelajaran dan alat bantu pembelajaran. aktivitas pembelajar. Evaluasi 5. c. f. Menurut Kemp a. Menurut model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem lnstruksional): a. Pre test Teaching/ leaming activities and resources Evaluation. topcs and general purposes. c. b.belajar pembelajaran. Menentukan aktivitas guru. 3.

181 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful