P. 1
makalah_program_pendidikan_evaluasi.rtf

makalah_program_pendidikan_evaluasi.rtf

|Views: 32|Likes:
Published by AL KENAT
pendidikan
pendidikan

More info:

Categories:Types, Research
Published by: AL KENAT on Feb 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2013

pdf

text

original

Program, Kebijakan, dan Evaluasi Disarikan oleh: …

A. Pengantar Evaluasi sistematis cakupan ekstensif program sosial yang ada dan inovatif sekarang merupakan hal yang biasa. Penelitian evaluasi merupakan area aktifitas kuat yang dikhususkan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi atas kebutuhan akan, implementasi, dan keefektifan serta efisiensi usaha-usaha intervensi untuk memperbaiki kapling umat manusia dengan meningkatkan kondisi sosial dan kehidupan masyarakat. Evaluasi dilakukan dengan berbagai macam alasan;: untuk menilai kelayakan program berkelanjutan dan untuk mengestimasi kebermanfaatan usaha untuk meningkatkan program tersebut; untuk menilai kegunaan program dan inisiatif inovatif; untuk meningkatkan keefektifan manajemen dan administrasi program; dan untuk memenuhi berbagai macam persyaratan akuntabilitas. Evaluasi juga dapat berkontribusi terhadap pengetahuan ilmu sosial substantif dan metodologis. Di dalam merencanakan program intervensi sosial, fokus evaluasi adalah pada luas dan keparahan permasalahan yang memerlukan intervensi sosial, dan pada desain program untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Dalam pelaksanaan program inovatif dan berkelanjutan, perhatiannya adalah bahwa program sedang mencapai populasi sasaran yang dimaksud dan sedang memberikan sumber daya, layanan, dan keuntungan yang diharapkan. Ketika intervensi diimplementasikan dan dilanjutkan, terdapat kepentingan dalam hal apakah intervensi ini efektif dan, apabila demikian, apa saja gelombang dampaknya. Demi tujuan akuntabiltas, dan demi pengambilan keputusan pada kelanjutan, perluasan, atau pembatasan program ini, adalah penting untuk mempertimbangkan biaya sehubungan dengan keuntungan, dan membandingkan efisiensi biaya intervensi terhadap efisiensi biaya strategi alokasi sumber daya alternatif. Beberapa evaluasi bersifat komprehensif dan mempertimbangkan semua pertanyaan ini; sedangkan evaluasi lainnya diarahkan hanya pada beberapa pertanyaan tersebut. Dalam semua kasus, tujuannya adalah untuk memberikan temuan yang paling valid dan dapat dipercaya dalam hambatan politik dan etika serta batasan yang

dan efisiensi program kesehatan. serta kegunaan program intervensi sosial. monitoring. Catatan dimaksudkan untuk memberikan kesan pada pribadi yang berpikiran adil. penelitian evaluasi melibatkan pemakaian metodologi penelitian sosial untuk menilai dan meningkatkan perencanaan. para penyidik menentukan bagaimana mereka dapat mencapai kesimpulan mereka. dan sumber daya manusia. dan metodenya mencakup keseluruhan paradigm penelitian sosial.) 2. Pembahasan Penelitian evaluasi adalah aplikasi sistematis prosedur penelitian sosial dalam menilai konseptualisasi dan desain. Adalah komitmen terhadap “aturan” penelitian sosial yang berada pada inti perspektif kami atas evaluasi. pendidikan. 3. Di dalam mendeskripsikan aktifitas evaluasi. implementasi. dan pelayanan masyarakat lainnya. termasuk mereka semua yang pra-konsepsi-nya atau preferensinya sejalan dengan temuan yang ada. mendokumentasikan observasi mereka. uang. Setelah analisis. kesejahteraan. informasi yang dikumpulkan . Para evaluator bertujuan untuk memberikan suatu interpretasi yang komprehensif dan disiplin. Cronbach dkk (1980) memberikan beberapa poin berikut ini: 1. (Adalah masuk akal untuk mendambakan pengaruh jangka-panjang juga. Lebih jauh lagi. Evaluasi bersifat sistematis terhadap tingkat di mana evaluasi menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan sosial terhadap pengumpulan bukti yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Perhatikan bahwa definisi ini tidak berarti bahwa studi evaluasi menyertai satu atau beberapa kombinasi gaya penelitian lainnnya yang digunakan belakangan ini. dan berpikir sehingga para pembaca dapat menilai validitas yang tampak dalam masing-masing kesimpulan.dipaksakan oleh waktu. Bukti dikumpulkan atas pengalaman dengan program yang sudah ada atau dengan program yang di-install untuk tujuan penelitian. Dengan kata lain. Penelitian evaluasi adalah aktifitas ilmu pengetahuan sosial. B. keefektifan. Tujuan dari suatu evaluasi adalah untuk mempengaruhi pemikiran dan tindakan sosial selama investigasi atau tahun-tahun setelah investigasi .

Di era modern. Penelitian semacam ini tidak hanya dilakukan di Amerika Serikat. 1971. terdapat para ilmuwan sosial yang mengadvokasi aplikasi metode penelitian sosial yang ketat terhadap penilaian program seperti usaha Dodd untuk memperkenalkan air mendidih sebagai praktek kesehatan masyarakat di daerah pedesaan Timur Tengah merupakan salah satu penelitian bersejarah dalam literatur sosiologis empiris pra-Perang Dunia II misalnya. 1972). 1972). dan negara industrialisasi lainnya. termasuk teks (Weiss. Selama tahun 1960-an. beraneka ragam buku mengenai evaluasi muncul. 1975). melainkan di negara-negara berkembang pula: Lambat laun. monograf Hayes (1959) pada penelitian evaluasi dalam negara yang kurang maju. 1981: Freeman dkk. Para ilmuwan sosial terlibat dalam evaluasi program pencegahan-kejahatan. Pada akhir tahun 1960-an – di Amerika Serikat dan di dunia internasional – penelitian evaluasi. program perumahan publik. menurut perkataan Wall Street. pada akhir tahun 1950-an. program untuk perencanaan keluarga di Asia. Teknologi computer memungkinkan pelaksanaan penelitian berskala-besar dan analisis statistik yang rumit. kritik kualitas metodologis berbagai macam studi (Bernstein dan Freeman. perawatan psikoterapeutik dan psikofarmakologis. serta pembangunan pertanian dan komunitas di Afrika mengikutsertakan komponen evaluasi (Levine dkk. jumlah buku dan makalah pada praktek penelitian evaluasi juga berkembang secara dramatis. serta diskusi batasan organisasional dan struktural pada pelaksanaan .. Pengetahuan metode penelitian sosial.. komitmen terhadap evaluasi sistematis program dalam bidangbidang seperti pendidikan dan kesehatan masyarakat dapat dilihat pada usaha-usaha dalam pergantian abad guna memberikan literasi dan pelatihan kerja dengan sarana yang paling efektif dan ekonomis.dibuat tersedia bagi orang lain untuk diteliti dan ditafsirkan secara independen. dan untuk mereduksi mortalitas dan morbiditas dari penyakit menular. Kembali pada tahun 1930-an. Rossi dan Williams. Eropa.” Pada awal tahun 1970-an. program evaluasi berskala besar merupakan hal yang lazim. Kajian Suchman (1967) atas metode penelitian evaluasi. menjadi tersebar luas. Kemudian. 1980). dan seruan Campbell (1969) atas eksperimentasi social tidak lebih dari sekadar ilustrasi. nutrisi dan perawatan kesehatan di Amerika Latin. proyek rehabilitasi penjahat. dan aktifitas organisasi masyarakat. kumpulan bacaan (Caro. telah menjadi suatu “industri pertumbuhan. termasuk survei sampel dan prosedur statistik yang kompleks.

the Journal of Evaluation and Program Planning. 1982). sebuah jurnal yang mulai diterbitkan pada tahun 1976. Evaluation Review. mengingat sumber daya. mengambil sudut pandang yang berbeda dan menentang pendapat Campbell. dibaca secara luas oleh para peneliti evaluasi. makalah ini menguraikan posisi ideologis yang telah dikemukakan oleh Campbell selama lebih dari dua puluh tahun. Perspektif beliau adalah bahwa keputusan dan kebijakan program harus muncul dari pengujian terus-menerus terhadap cara-cara untuk meningkatkan kondisi sosial. dan untuk dirumuskan serta dilaksanakan sehingga evaluasi berguna secara maksimal terhadap para pengambil keputusan. serta New Directions for Program Evaluation.” yang desain dan implementasinya berusaha untuk memenuhi standar para rekan investigator. sedangkan evaluasi perlu dikembangkan dengan cara yang mengakui kepentingan kebijakan maupun program para sponsor dan stakeholder. suatu usaha idiosinkratis yang diarahkan pada penyediaan informasi yang bermanfaat secara maksimal kepada para sponsor dan stakeholder program. Menurut Cronbach. setiap evaluasi merepresentasikan. atau harus merepresentasikan. . Meskpun demikian. seperti Evaluation News. dan berbeda dari penelitian ilmiah (Cronbach. dan bahwa usaha perubahan sosial atas masyarakat harus berakar dalam eksperimentasi sosial. Lee Cronbach.. Hal ini bertentangan dengan “investigasi ilmiah. Evaluation and the Health Professions. ada pertentangan di dalam penelitian evaluasi itu sendiri. seorang ahli statistika yang hebat dan peneliti yang sangat dihormati. Wholey dkk. Beliau berpendapat bahwa penelitian evaluasi adalah suatu seni. Kedua jenis penelitian ini dapat menggunakan logika pertanyaan dan prosedur penelitian yang sama. 1970). keadaan politik. Melihat kenyataan ini. dan hambatan program yang mengelilinginya. Donald Campbell melalui makalahnya memberikan kajian pendekatan eksperimental bagi penelitian dampak program sosial. Namun makalah ini lebih dari sekedar pendekatan eksperimental tersebut. namun penelitian ilmiah berusaha untuk memenuhi seperangkat standar penelitian. Handbook of Evaluation Research sebanyak dua volume karangan Guttentag dan Struenting dipublikasikan pada tahun 1975. Menurut Cronbach. adalah bertentangan dalam maksud dan tujuan yang membedakan evaluasi dari investigasi ilmiah.penelitian evaluasi yang berhasil (Riecken dan Boruch. 1974. dan sekarang ada beberapa jurnal lain pula.

seorang peneliti dapat menggunakan ketiga pertanyaan berikut: a. Berapakah biaya yang ada atau yang diproyeksikan dan apakah hubungannya dengan keuntungan dan keefektifan? 2. Apakah tingkat dan distribusi permasalahan dan/atau populasi sasaran? b. Ada tiga fokus evaluasi yang dapat dijadikan acuan oleh seorang peneliti. berlangsung dan benar-benar memenuhi keinginan para partisipan yang tepat dengan cara yang dimaksud. sponsor dan stakeholder program memerlukan bukti atas apa yang kiranya dibayarkan dan sejumlah besar anggapan yang sebenarnya dilakukan. ada satu hal yang harus diperhatikan yaitu fokus evaluasi. dalam basis harian. Asal mula suatu program sosial adalah pengakuan “permasalahan sosial” – yang melaluinya kita mengartikan kerusakan dalam kondisi manusia dan sosial. manajemen dan administrasi yang tepat dalam program sumber daya manusia mengharuskan bahwa para manajer program. dapat dipandang sebagai tanggapan terhadap permasalahan komunal yang dirasakan atau yang masih dalam permulaan. Pertama. melakukan aktifitas mereka seefisien mungkin. Untuk memudahkan jalannya evaluasi dari focus ini. misalnya. Ketiga.Di dalam melaksanakan penelitian evaluasi. apakah ada pemikiran koheren yang mendasarinya. Monitoring dan akuntabilitas implementasi program Ada sejumlah alasan untuk melakukan monitoring terhadap program. tidak ada maksud di dalam keprihatinan atas dampak atau hasil dari suatu proyek tertentu. biasanya merupakan pengakuan bahwa jumlah orang yang signifikan dalam populasi bersangkutan tidak memiliki keahlian membaca dan matematika atau berhitung yang memadai. Kedua. secara khusus selama perencanaannya dan juga di sepanjang eksistensinya. dan apakah kesempatan penyampaian yang berhasil telah dimaksimalkan? c. yaitu: 1. seorang peneliti dapat menggunakan pertanyaan berikut: . Konseptualisasi program dan desain Intervensi. Daya dorong bagi sebuah program untuk membangkitkan keahlian pendidikan. Untuk membantu penelitian dengan menggunakan fokus ini. kecuali kalau proyek tersebut. Apakah program didesain sesuai dengan sasaran yang diingikan. memang.

adalah sulit untuk mempertahankan implementasi dan kesinambungannya. Penilaian dampak. Program-program lainnya dapat diperluas. atau dihilangkan dengan dasar biaya komparatif. Penilaian utilitas atau kegunaan program Sudah jelas . Berapakah biaya untuk menyampaikan layanan dan apakah manfaatnya terhadap para partisipan program ini? d. Kecuali kalau program memiliki dampak yang dapat didemonstrasikan. Penilaian efisiensi. adalah penting untuk mengetahui tingkat di mana suatu program memiliki dampak dan keuntungannya sehubungan dengan biaya. karenanya terdapat kebutuhan akan penilaian dampak. beberapa universitas. dipertahankan. . Di dalam melakukan evaluasi dari sudut pandang ini. Dapatkah hasil dari program ini dijelaskan oleh beberapa proses alternatif yang tidak mengikutsertakan program ini? c. Beberapa program mungkin tidak dapat didukung dikarenakan oleh biayanya yang tinggi dibandingkan dengan dampaknya. dan perluasan sebuah program dibandingkan dengan program lainnya. Apakah program ini merupakan pemakaian sumber daya yang efisien. di hadapan permasalahan anggaran. Misalnya. Apakah usaha intervensi sedang dilakukan sesuai dengan yang ditentukan dalam desain program? 3.a. Apakah program ini bersifat efektif dalam mencapai sasaran yang dimaksud? b. ada empat pertanyaan yang dapat digunakan oleh peneliti: a. Penilaian ini dibagi menjadi dua kategori sebagai berikut: a. Kata pertama mengacu pada “keefektifan” program dan kata yang kedua mengacu pada “efisiensi” program. Apakah program sedang mencapai populasi sasaran atau area sasaran yang ditentukan? b. hasil atau dampak harus dinilai terhadap biaya input. b. Namun pengetahuan keefektifan sematamata tidak memadai dalam sebagian besar kasus. keberlanjutan. yang mengukur tingkat di mana sebuah program menyebabkan perubahan dalam arah yang diinginkan. yang mempertimbangkan pemberian dana. telah menghilangkan program konseling mahasiswa mereka karena biayanya tinggi dan manfaatnya sedikit.

c. 2. namun staf program tersebut merasa dapat lebih efektif apabila anak-anak diberikan kesempatan belajar di luar sesi tutoring sekali dalam . Alasan utama untuk melakukan pengujian ini adalah meningkatkan kemanjuran atau efisiensinya – yaitu. untuk meningkatkan magnitudo dampaknya atau untuk meningkatkan biayanya per unit dampak. Intervensi itu sendiri masih merupakan tahapan berkembang atau tahapan riset dan pengembangan (R&D = Research and Development). d. Ada beberapa criteria yang dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah program itu bersifat inovatif atau tidak: a. Evaluasi program inovatif Intervensi yang benar-benar baru secara relatif jarang ditemukan. Ketiga jenis evaluasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. demonstrasi yang dinilai dengan mengesankan. b. Apa yang membuat suatu intervensi menjadi “inovatif” menurut pemahaman kami adalah bahwa “perlakuan” tersebut belum pernah diaplikasikan terhadap populasi yang ditentukan. Sistem penyampaian atau bagian sistem penyampaian tidak diuji secara memadai.dibandingkan dengan pemakaian alternatif sumber daya? Ada 3 jenis evaluasi yang dapat dipilih oleh para peneliti di dalam melaksanakan pekerjaan evaluasi mereka. namun tidak pernah dengan tujuan realistis mengimplementasikannya ke dalam skala luas. Perlakuan tersebut telah dicoba dalam skala kecil. Evaluasi untuk penentuan sasaran Sekali program mulai dijalankan. Sebagian besar program yang diperkenalkan sebagai program yang “baru dan inovatif” merupakan modifikasi biasa dari praktek-praktek yang sudah ada. Sebuah program yang awalnya dilakukan sebagai tanggapan terhadap satu sasaran dilanjutkan atau diperluas dikarenakan oleh dampaknya pada tujuan yang lain. Contoh tujuan yang pertama adalah program tutoring mingguan untuk anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi yang sedang meningkatkan keahlian pendidikan hingga level yang setara. Sasaran program adalah luar biasa baru atau luar biasa luas. seringkali adalah penting untuk menguji variasi dalam cara program ini beroperasi.

Contoh tujuan yang kedua adalah sebuah program yang melibatkan konseling harian selama tiga bulan bagi para alkoholik yang sebelumnya di-opname. maka mereduksi durasi program ini dari tiga bulan menjadi dua bulan dapat menjadi subyek suatu evaluasi. yang memberkan kajian program regular serta terminasi “otomatis” program yang gagal mendemonstrasikan utilitas atau kegunaannya. Evaluasi pun dapat digunakan dalam berbagai cara. Kedua perspektif tersebut adalah relevan dengan cara bagaimana para evaluator menjalani pekerjaan mereka.seminggu. namun cakupan pemakaian bagaimanapun juga dapat dideskripsikan dengan beberapa tingkat kekhususan dengan mempertimbangkan pemakaian evaluasi menurut moda pengambilan keputusan. Mungkin yang paling penting dalam menstimulasi evaluasi suatu program yang disusun adalah bukti dari atau kecurigaan bahwa program-program yang tidak bersifat efektif atau efisien. . ekspansi. Karena biaya program ini tinggi. serta penurunan nyata atau penurunan yang ditegaskan dalam keadaa ekstensif atau keparahan permasalahan sasaran dapat mendorong aktifitas evaluasi. 3. prioritas anggota masyarakat. Lebih jauh lagi. serta sejumlah program federal yang berkembang. Satu hal yang perlu diperhatikan. Pemakaian juga dapat diteliti menurut konsekuensi atau percabangan usaha evaluasi. Pertama. Lingkup dan desain evaluasi harus mempertimbangkan pemakaian yang bervariasi ini. sebuah program dapat dibentuk karena rangkaian alasan politik yang kompleks dan alas an eksternal lainnya. harus memenuhi persyaratan undang-undang “matahari terbenam” (sunset legislation). atau terminasi program bersangkutan. banyak program di tingkat lokal dan negara bagian. dan adalah penting untuk memiliki data cetak pada dampak program tersebut serta rasio manfaat terhadap biaya guna menilai kesinambungan. Sekali lagi. Sesuai dengan hal itu. Evaluasi program yang sudah dibentuk Program yang dimandatkan oleh legislasi atau undang-undang dan bahkan program yang sudah ada sejak lama juga dapat tunduk kepada evaluasi dengan serangkaian alasan yang berbeda. melainkan juga bervariasi menurut pemakaiannya. program “pekerjaan rumah” suplemental diperkenalkan dan dievaluasi. tidak ada perbedaan jelas mungkin terjadi. evaluasi tidak hanya berbeda menurut keadaan perkembangan program. pandangan politik. Perubahan dalam suber daya yang tersedia. sebagaimana yang disebutkan.

serta kebijaksanaan dan pengalaman pribadi mereka semua yang berpengaruh. serta biayanya dapat membantu para pendukung atau para penentang suatu program . tipe pasien apa yang diterima dalam rumah sakit yang didanai pemerintah federal. dan seterusnya. sekretaris Layanan Kesehatan dan Manusia (the Health and Humand Service) harus merekomendasikan pihak Kongres atau Gedung Putih untuk memberikan pelatihan atau tidak bagi kategori praktisi kesehatan yang berbeda. kelayakan persyaratan bagi program kesejahteraan. tindakan tegas diperlukan. hasilnya diarahkan pada suatu eksekutif individual. praktek. ada 5 aspek yang perlu diperhatikan d\i dalam pelaksanaan evaluasi. pengawas dan dewan sekolah mungkin harus memutuskan apakah akan memaksakan ruangan kelas standar. Misalnya. Informasi mengenai seberapa baik intervensi diimplementsikan. seperti seorang pejabat publik utama yang memiliki otoritas dan tanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya dan memberikan program layanan manusia. politik. evaluasi dilakukan untuk mempengaruhi tindakan dan aktifitas individual serta kelompok yang telah menganggap atau yang dianggap memiliki kesempatan untuk menyesuaikan tindakan mereka pada basis hasil usaha evaluasi. pertimbangan politik. menyusun program studi pekerjaan bagi para siswa sekolah menengah. tingkat di mana intervensi mencapai sasaran. Keputusan dijalankan atau tidak Pada berbagai macam poin dalam pemrograman layanan manusia. Dalam kasus yang paling sederhana. Moda pengambilan keputusan Sebagaimana halnya dalam semua kasus penelitian terapan. Kadang-kadang evaluasi secara langsung mempengaruhi pemikiran yang mendasari sebuah program dan keputusan profesional. 2. Kelima aspek tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pengembangan pemikiran untuk tindakan Lebih sering. dampaknya. 3. dan sumber daya. 4. serta legal yang menyertainya. Di tingkat lokal. atau menghentikan instruksi taman kanak-kanak atau tidak. evaluasi mempengaruhi determinan keputusan. Legitimasi dan akuntabilitas Evaluasi juga dapat memuaskan para pendukung atau penentang program sebagai input ke dalam pengawasan program.Sehubungan dengan jenis evaluasi di atas.

para evaluator telah mengembangkan kosakata. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam penggunaan evaluasi. ada perbedaan tipis antara penelitian investigatif dan penelitian evaluasi. adalah mudah untuk memisahkan kebijakan dari evaluasi administratif. 5. Sebagaimana halnya dalam bidang professional manapun. Di tingkat margin atau selisih. Hal yang . Kemudian. Jadi. dan sumber daya lainnya. maka penulis dapat menyimpulkan bahwa evaluasi program adalah mutlak diperlukan dalam pelaksanaan suatu program untuk menentukan keberlanjutannya. seseorang yang tidak akrab dengan penelitian evaluasi tidak diragukan lagi akan menemukan diskusi evaluasi oleh para profesional sebagai hal yang sulit dipahami. Penutup Melihat dari isi pembahasan di atas. sebagian besar spesialis evaluasi telah mengalami pelatihan ilmu pengetahuan sosial. Namun demikian. akan tetapi. dan aturan mereka sendiri untuk melakukan pekerjaan mereka. Studi atau penelitian evaluasi sistematis dilandaskan pada teknik penelitian ilmu pengetahuan sosial yang memiliki aplikasi dalam penelitian evaluasi. evaluasi program juga dapat memberikan dampak atau pengaruh secara langsung maupun tidak langsung kepada sebuah program. Lalu. dalam prakteknya. ekspresi singkat. Studi kebijakan dan administratif Literatur mengenai penelitian evaluasi – memang. Legitimasi dapat diperlukan pada berbagai macam level berbeda. yang membedakan penelitian evaluasi dan penelitian investigatif adalah tujuan dari penelitian itu sendiri. pembedaan ini berada pada cara-cara stakeholder merasakan konsekuensi penilaian. Evaluasi kebijakan secara umum dapat dideskripsikan sebagai evaluasi yang memiliki dampak potensial terhadap segmen populasi yang besar. sebagian besar komentar mengenai seluruh penelitian terapan – mengacu pada “relevansi-kebijakan” pekerjaan dalam bidang ini. yang mengakibatkanperubahan organisasional dalam struktur dan aktifitas kelompok yang menyampaikan intervensi.tertentu untuk menangkis lawan-lawannya. Pada awalnya. C. staf. atau yang penting terhadap alokasi moneter.

. yang terdiri dari konseptualisasi program dan desain. legitimasi dan akuntabilitas. Penulis berharap bahwa makalah ini mampu berkontribusi bagi program pendidikan yang lebih baik lagi di masa mendatang. Mengacu pada para investigator. serta studi kebijakan dan administratif. monitoring dan akuntabilitas implementasi program. Siapapun. yang terdiri dari moda pengambilan keputusan. ekspansi. keputusan dijalankan atau tidak.pertama adalah fokus evaluasi. dapat menggunakan usaha evaluasi ini untuk menilai keberlanjutan. pengembangan pemikiran untuk tindakan. evaluasi untuk penentuan sasaran. dan evaluasi program yang sudah dibentuk. mereka biasanya memiliki kosakata dan ekspresi tertentu. Hal yang kedua adalah jenis evaluasi. Hal yang ketiga ada aspek-aspek di dalam pelaksanaan usaha evaluasi. atau terminasi program-program tertentu. makalah ini masih jauh dari sempurna dan oleh karena ini penulis terbuka terhadap masukan apapun dari semua pihak supaya makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi. yang terdiri dari evaluasi program inovatif. Namun demikian. namun hal ini dapat dipelajari oleh semua pihak yang ingin menggunakan usaha evaluasi. dan penilaian utilitas atau kegunaan program. tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan atau kekhususannya. sehingga bisa menghasilkan program yang lebih bermutu dengan cakupan yang lebih luas sehingga mencapai sasaran yang lebih tinggi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->