Program, Kebijakan, dan Evaluasi Disarikan oleh: …

A. Pengantar Evaluasi sistematis cakupan ekstensif program sosial yang ada dan inovatif sekarang merupakan hal yang biasa. Penelitian evaluasi merupakan area aktifitas kuat yang dikhususkan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi atas kebutuhan akan, implementasi, dan keefektifan serta efisiensi usaha-usaha intervensi untuk memperbaiki kapling umat manusia dengan meningkatkan kondisi sosial dan kehidupan masyarakat. Evaluasi dilakukan dengan berbagai macam alasan;: untuk menilai kelayakan program berkelanjutan dan untuk mengestimasi kebermanfaatan usaha untuk meningkatkan program tersebut; untuk menilai kegunaan program dan inisiatif inovatif; untuk meningkatkan keefektifan manajemen dan administrasi program; dan untuk memenuhi berbagai macam persyaratan akuntabilitas. Evaluasi juga dapat berkontribusi terhadap pengetahuan ilmu sosial substantif dan metodologis. Di dalam merencanakan program intervensi sosial, fokus evaluasi adalah pada luas dan keparahan permasalahan yang memerlukan intervensi sosial, dan pada desain program untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Dalam pelaksanaan program inovatif dan berkelanjutan, perhatiannya adalah bahwa program sedang mencapai populasi sasaran yang dimaksud dan sedang memberikan sumber daya, layanan, dan keuntungan yang diharapkan. Ketika intervensi diimplementasikan dan dilanjutkan, terdapat kepentingan dalam hal apakah intervensi ini efektif dan, apabila demikian, apa saja gelombang dampaknya. Demi tujuan akuntabiltas, dan demi pengambilan keputusan pada kelanjutan, perluasan, atau pembatasan program ini, adalah penting untuk mempertimbangkan biaya sehubungan dengan keuntungan, dan membandingkan efisiensi biaya intervensi terhadap efisiensi biaya strategi alokasi sumber daya alternatif. Beberapa evaluasi bersifat komprehensif dan mempertimbangkan semua pertanyaan ini; sedangkan evaluasi lainnya diarahkan hanya pada beberapa pertanyaan tersebut. Dalam semua kasus, tujuannya adalah untuk memberikan temuan yang paling valid dan dapat dipercaya dalam hambatan politik dan etika serta batasan yang

dan metodenya mencakup keseluruhan paradigm penelitian sosial. Penelitian evaluasi adalah aktifitas ilmu pengetahuan sosial. Pembahasan Penelitian evaluasi adalah aplikasi sistematis prosedur penelitian sosial dalam menilai konseptualisasi dan desain. Catatan dimaksudkan untuk memberikan kesan pada pribadi yang berpikiran adil. Adalah komitmen terhadap “aturan” penelitian sosial yang berada pada inti perspektif kami atas evaluasi. termasuk mereka semua yang pra-konsepsi-nya atau preferensinya sejalan dengan temuan yang ada. B. dan efisiensi program kesehatan. dan sumber daya manusia. serta kegunaan program intervensi sosial. informasi yang dikumpulkan . pendidikan. keefektifan. (Adalah masuk akal untuk mendambakan pengaruh jangka-panjang juga. dan pelayanan masyarakat lainnya. 3. Cronbach dkk (1980) memberikan beberapa poin berikut ini: 1. Setelah analisis.) 2. Lebih jauh lagi. uang. penelitian evaluasi melibatkan pemakaian metodologi penelitian sosial untuk menilai dan meningkatkan perencanaan. implementasi. Di dalam mendeskripsikan aktifitas evaluasi. para penyidik menentukan bagaimana mereka dapat mencapai kesimpulan mereka. Bukti dikumpulkan atas pengalaman dengan program yang sudah ada atau dengan program yang di-install untuk tujuan penelitian. mendokumentasikan observasi mereka. dan berpikir sehingga para pembaca dapat menilai validitas yang tampak dalam masing-masing kesimpulan. Perhatikan bahwa definisi ini tidak berarti bahwa studi evaluasi menyertai satu atau beberapa kombinasi gaya penelitian lainnnya yang digunakan belakangan ini. Para evaluator bertujuan untuk memberikan suatu interpretasi yang komprehensif dan disiplin. monitoring. Tujuan dari suatu evaluasi adalah untuk mempengaruhi pemikiran dan tindakan sosial selama investigasi atau tahun-tahun setelah investigasi .dipaksakan oleh waktu. kesejahteraan. Evaluasi bersifat sistematis terhadap tingkat di mana evaluasi menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan sosial terhadap pengumpulan bukti yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain.

1971. jumlah buku dan makalah pada praktek penelitian evaluasi juga berkembang secara dramatis. Penelitian semacam ini tidak hanya dilakukan di Amerika Serikat. dan negara industrialisasi lainnya. Eropa. melainkan di negara-negara berkembang pula: Lambat laun. 1975). perawatan psikoterapeutik dan psikofarmakologis. 1972). dan seruan Campbell (1969) atas eksperimentasi social tidak lebih dari sekadar ilustrasi. dan aktifitas organisasi masyarakat. program untuk perencanaan keluarga di Asia. telah menjadi suatu “industri pertumbuhan. termasuk teks (Weiss. program perumahan publik. Kembali pada tahun 1930-an. kritik kualitas metodologis berbagai macam studi (Bernstein dan Freeman. Kemudian. Pengetahuan metode penelitian sosial. kumpulan bacaan (Caro. Di era modern. pada akhir tahun 1950-an. Pada akhir tahun 1960-an – di Amerika Serikat dan di dunia internasional – penelitian evaluasi. serta diskusi batasan organisasional dan struktural pada pelaksanaan . nutrisi dan perawatan kesehatan di Amerika Latin.dibuat tersedia bagi orang lain untuk diteliti dan ditafsirkan secara independen. komitmen terhadap evaluasi sistematis program dalam bidangbidang seperti pendidikan dan kesehatan masyarakat dapat dilihat pada usaha-usaha dalam pergantian abad guna memberikan literasi dan pelatihan kerja dengan sarana yang paling efektif dan ekonomis. 1980). Rossi dan Williams.. dan untuk mereduksi mortalitas dan morbiditas dari penyakit menular. Kajian Suchman (1967) atas metode penelitian evaluasi. program evaluasi berskala besar merupakan hal yang lazim. Teknologi computer memungkinkan pelaksanaan penelitian berskala-besar dan analisis statistik yang rumit. proyek rehabilitasi penjahat. menjadi tersebar luas. 1981: Freeman dkk. 1972). Selama tahun 1960-an..” Pada awal tahun 1970-an. serta pembangunan pertanian dan komunitas di Afrika mengikutsertakan komponen evaluasi (Levine dkk. beraneka ragam buku mengenai evaluasi muncul. monograf Hayes (1959) pada penelitian evaluasi dalam negara yang kurang maju. termasuk survei sampel dan prosedur statistik yang kompleks. Para ilmuwan sosial terlibat dalam evaluasi program pencegahan-kejahatan. terdapat para ilmuwan sosial yang mengadvokasi aplikasi metode penelitian sosial yang ketat terhadap penilaian program seperti usaha Dodd untuk memperkenalkan air mendidih sebagai praktek kesehatan masyarakat di daerah pedesaan Timur Tengah merupakan salah satu penelitian bersejarah dalam literatur sosiologis empiris pra-Perang Dunia II misalnya. menurut perkataan Wall Street.

adalah bertentangan dalam maksud dan tujuan yang membedakan evaluasi dari investigasi ilmiah. sedangkan evaluasi perlu dikembangkan dengan cara yang mengakui kepentingan kebijakan maupun program para sponsor dan stakeholder. 1974. Menurut Cronbach. keadaan politik. namun penelitian ilmiah berusaha untuk memenuhi seperangkat standar penelitian. 1970). seperti Evaluation News. dibaca secara luas oleh para peneliti evaluasi. Kedua jenis penelitian ini dapat menggunakan logika pertanyaan dan prosedur penelitian yang sama. makalah ini menguraikan posisi ideologis yang telah dikemukakan oleh Campbell selama lebih dari dua puluh tahun. Evaluation and the Health Professions. ada pertentangan di dalam penelitian evaluasi itu sendiri. Handbook of Evaluation Research sebanyak dua volume karangan Guttentag dan Struenting dipublikasikan pada tahun 1975. Beliau berpendapat bahwa penelitian evaluasi adalah suatu seni. Perspektif beliau adalah bahwa keputusan dan kebijakan program harus muncul dari pengujian terus-menerus terhadap cara-cara untuk meningkatkan kondisi sosial. . dan sekarang ada beberapa jurnal lain pula. seorang ahli statistika yang hebat dan peneliti yang sangat dihormati. Hal ini bertentangan dengan “investigasi ilmiah. mengambil sudut pandang yang berbeda dan menentang pendapat Campbell. the Journal of Evaluation and Program Planning. Melihat kenyataan ini. dan hambatan program yang mengelilinginya. dan berbeda dari penelitian ilmiah (Cronbach. atau harus merepresentasikan. Menurut Cronbach. sebuah jurnal yang mulai diterbitkan pada tahun 1976. Evaluation Review. suatu usaha idiosinkratis yang diarahkan pada penyediaan informasi yang bermanfaat secara maksimal kepada para sponsor dan stakeholder program. serta New Directions for Program Evaluation. Wholey dkk.. setiap evaluasi merepresentasikan.penelitian evaluasi yang berhasil (Riecken dan Boruch. Donald Campbell melalui makalahnya memberikan kajian pendekatan eksperimental bagi penelitian dampak program sosial. dan untuk dirumuskan serta dilaksanakan sehingga evaluasi berguna secara maksimal terhadap para pengambil keputusan.” yang desain dan implementasinya berusaha untuk memenuhi standar para rekan investigator. Lee Cronbach. Meskpun demikian. dan bahwa usaha perubahan sosial atas masyarakat harus berakar dalam eksperimentasi sosial. Namun makalah ini lebih dari sekedar pendekatan eksperimental tersebut. 1982). mengingat sumber daya.

dapat dipandang sebagai tanggapan terhadap permasalahan komunal yang dirasakan atau yang masih dalam permulaan. Monitoring dan akuntabilitas implementasi program Ada sejumlah alasan untuk melakukan monitoring terhadap program. ada satu hal yang harus diperhatikan yaitu fokus evaluasi. melakukan aktifitas mereka seefisien mungkin. dalam basis harian. Ketiga. sponsor dan stakeholder program memerlukan bukti atas apa yang kiranya dibayarkan dan sejumlah besar anggapan yang sebenarnya dilakukan. dan apakah kesempatan penyampaian yang berhasil telah dimaksimalkan? c. Kedua. berlangsung dan benar-benar memenuhi keinginan para partisipan yang tepat dengan cara yang dimaksud. seorang peneliti dapat menggunakan ketiga pertanyaan berikut: a. Apakah program didesain sesuai dengan sasaran yang diingikan. Asal mula suatu program sosial adalah pengakuan “permasalahan sosial” – yang melaluinya kita mengartikan kerusakan dalam kondisi manusia dan sosial. secara khusus selama perencanaannya dan juga di sepanjang eksistensinya. Ada tiga fokus evaluasi yang dapat dijadikan acuan oleh seorang peneliti. Berapakah biaya yang ada atau yang diproyeksikan dan apakah hubungannya dengan keuntungan dan keefektifan? 2. memang. Pertama. manajemen dan administrasi yang tepat dalam program sumber daya manusia mengharuskan bahwa para manajer program. Untuk memudahkan jalannya evaluasi dari focus ini. seorang peneliti dapat menggunakan pertanyaan berikut: . tidak ada maksud di dalam keprihatinan atas dampak atau hasil dari suatu proyek tertentu. Konseptualisasi program dan desain Intervensi. apakah ada pemikiran koheren yang mendasarinya.Di dalam melaksanakan penelitian evaluasi. yaitu: 1. misalnya. kecuali kalau proyek tersebut. Untuk membantu penelitian dengan menggunakan fokus ini. Daya dorong bagi sebuah program untuk membangkitkan keahlian pendidikan. Apakah tingkat dan distribusi permasalahan dan/atau populasi sasaran? b. biasanya merupakan pengakuan bahwa jumlah orang yang signifikan dalam populasi bersangkutan tidak memiliki keahlian membaca dan matematika atau berhitung yang memadai.

Penilaian efisiensi. ada empat pertanyaan yang dapat digunakan oleh peneliti: a. Kecuali kalau program memiliki dampak yang dapat didemonstrasikan. Dapatkah hasil dari program ini dijelaskan oleh beberapa proses alternatif yang tidak mengikutsertakan program ini? c. Program-program lainnya dapat diperluas. Apakah program ini merupakan pemakaian sumber daya yang efisien. yang mempertimbangkan pemberian dana. Beberapa program mungkin tidak dapat didukung dikarenakan oleh biayanya yang tinggi dibandingkan dengan dampaknya. Apakah program ini bersifat efektif dalam mencapai sasaran yang dimaksud? b. atau dihilangkan dengan dasar biaya komparatif. Berapakah biaya untuk menyampaikan layanan dan apakah manfaatnya terhadap para partisipan program ini? d. . Penilaian utilitas atau kegunaan program Sudah jelas . Apakah usaha intervensi sedang dilakukan sesuai dengan yang ditentukan dalam desain program? 3. Di dalam melakukan evaluasi dari sudut pandang ini. adalah penting untuk mengetahui tingkat di mana suatu program memiliki dampak dan keuntungannya sehubungan dengan biaya. Penilaian dampak. dan perluasan sebuah program dibandingkan dengan program lainnya. adalah sulit untuk mempertahankan implementasi dan kesinambungannya.a. Kata pertama mengacu pada “keefektifan” program dan kata yang kedua mengacu pada “efisiensi” program. hasil atau dampak harus dinilai terhadap biaya input. beberapa universitas. telah menghilangkan program konseling mahasiswa mereka karena biayanya tinggi dan manfaatnya sedikit. b. yang mengukur tingkat di mana sebuah program menyebabkan perubahan dalam arah yang diinginkan. Namun pengetahuan keefektifan sematamata tidak memadai dalam sebagian besar kasus. Penilaian ini dibagi menjadi dua kategori sebagai berikut: a. di hadapan permasalahan anggaran. karenanya terdapat kebutuhan akan penilaian dampak. dipertahankan. keberlanjutan. Misalnya. Apakah program sedang mencapai populasi sasaran atau area sasaran yang ditentukan? b.

untuk meningkatkan magnitudo dampaknya atau untuk meningkatkan biayanya per unit dampak. Ada beberapa criteria yang dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah program itu bersifat inovatif atau tidak: a. Evaluasi untuk penentuan sasaran Sekali program mulai dijalankan. Sebuah program yang awalnya dilakukan sebagai tanggapan terhadap satu sasaran dilanjutkan atau diperluas dikarenakan oleh dampaknya pada tujuan yang lain. Evaluasi program inovatif Intervensi yang benar-benar baru secara relatif jarang ditemukan. Intervensi itu sendiri masih merupakan tahapan berkembang atau tahapan riset dan pengembangan (R&D = Research and Development). Sistem penyampaian atau bagian sistem penyampaian tidak diuji secara memadai.dibandingkan dengan pemakaian alternatif sumber daya? Ada 3 jenis evaluasi yang dapat dipilih oleh para peneliti di dalam melaksanakan pekerjaan evaluasi mereka. namun staf program tersebut merasa dapat lebih efektif apabila anak-anak diberikan kesempatan belajar di luar sesi tutoring sekali dalam . 2. Apa yang membuat suatu intervensi menjadi “inovatif” menurut pemahaman kami adalah bahwa “perlakuan” tersebut belum pernah diaplikasikan terhadap populasi yang ditentukan. demonstrasi yang dinilai dengan mengesankan. namun tidak pernah dengan tujuan realistis mengimplementasikannya ke dalam skala luas. Sasaran program adalah luar biasa baru atau luar biasa luas. Alasan utama untuk melakukan pengujian ini adalah meningkatkan kemanjuran atau efisiensinya – yaitu. c. d. Ketiga jenis evaluasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Contoh tujuan yang pertama adalah program tutoring mingguan untuk anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi yang sedang meningkatkan keahlian pendidikan hingga level yang setara. Sebagian besar program yang diperkenalkan sebagai program yang “baru dan inovatif” merupakan modifikasi biasa dari praktek-praktek yang sudah ada. seringkali adalah penting untuk menguji variasi dalam cara program ini beroperasi. Perlakuan tersebut telah dicoba dalam skala kecil. b.

Sekali lagi. maka mereduksi durasi program ini dari tiga bulan menjadi dua bulan dapat menjadi subyek suatu evaluasi. harus memenuhi persyaratan undang-undang “matahari terbenam” (sunset legislation). evaluasi tidak hanya berbeda menurut keadaan perkembangan program. Kedua perspektif tersebut adalah relevan dengan cara bagaimana para evaluator menjalani pekerjaan mereka. namun cakupan pemakaian bagaimanapun juga dapat dideskripsikan dengan beberapa tingkat kekhususan dengan mempertimbangkan pemakaian evaluasi menurut moda pengambilan keputusan. . Lebih jauh lagi. Karena biaya program ini tinggi. serta sejumlah program federal yang berkembang. sebuah program dapat dibentuk karena rangkaian alasan politik yang kompleks dan alas an eksternal lainnya. Pertama.seminggu. Contoh tujuan yang kedua adalah sebuah program yang melibatkan konseling harian selama tiga bulan bagi para alkoholik yang sebelumnya di-opname. Mungkin yang paling penting dalam menstimulasi evaluasi suatu program yang disusun adalah bukti dari atau kecurigaan bahwa program-program yang tidak bersifat efektif atau efisien. banyak program di tingkat lokal dan negara bagian. Pemakaian juga dapat diteliti menurut konsekuensi atau percabangan usaha evaluasi. Sesuai dengan hal itu. program “pekerjaan rumah” suplemental diperkenalkan dan dievaluasi. serta penurunan nyata atau penurunan yang ditegaskan dalam keadaa ekstensif atau keparahan permasalahan sasaran dapat mendorong aktifitas evaluasi. Evaluasi program yang sudah dibentuk Program yang dimandatkan oleh legislasi atau undang-undang dan bahkan program yang sudah ada sejak lama juga dapat tunduk kepada evaluasi dengan serangkaian alasan yang berbeda. dan adalah penting untuk memiliki data cetak pada dampak program tersebut serta rasio manfaat terhadap biaya guna menilai kesinambungan. sebagaimana yang disebutkan. Evaluasi pun dapat digunakan dalam berbagai cara. Perubahan dalam suber daya yang tersedia. prioritas anggota masyarakat. Satu hal yang perlu diperhatikan. ekspansi. pandangan politik. 3. tidak ada perbedaan jelas mungkin terjadi. atau terminasi program bersangkutan. melainkan juga bervariasi menurut pemakaiannya. yang memberkan kajian program regular serta terminasi “otomatis” program yang gagal mendemonstrasikan utilitas atau kegunaannya. Lingkup dan desain evaluasi harus mempertimbangkan pemakaian yang bervariasi ini.

dan seterusnya. Pengembangan pemikiran untuk tindakan Lebih sering. Legitimasi dan akuntabilitas Evaluasi juga dapat memuaskan para pendukung atau penentang program sebagai input ke dalam pengawasan program.Sehubungan dengan jenis evaluasi di atas. 2. evaluasi mempengaruhi determinan keputusan. evaluasi dilakukan untuk mempengaruhi tindakan dan aktifitas individual serta kelompok yang telah menganggap atau yang dianggap memiliki kesempatan untuk menyesuaikan tindakan mereka pada basis hasil usaha evaluasi. dampaknya. Kadang-kadang evaluasi secara langsung mempengaruhi pemikiran yang mendasari sebuah program dan keputusan profesional. tipe pasien apa yang diterima dalam rumah sakit yang didanai pemerintah federal. Moda pengambilan keputusan Sebagaimana halnya dalam semua kasus penelitian terapan. pengawas dan dewan sekolah mungkin harus memutuskan apakah akan memaksakan ruangan kelas standar. seperti seorang pejabat publik utama yang memiliki otoritas dan tanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya dan memberikan program layanan manusia. serta biayanya dapat membantu para pendukung atau para penentang suatu program . politik. atau menghentikan instruksi taman kanak-kanak atau tidak. serta legal yang menyertainya. Misalnya. Keputusan dijalankan atau tidak Pada berbagai macam poin dalam pemrograman layanan manusia. hasilnya diarahkan pada suatu eksekutif individual. Informasi mengenai seberapa baik intervensi diimplementsikan. Di tingkat lokal. Dalam kasus yang paling sederhana. kelayakan persyaratan bagi program kesejahteraan. pertimbangan politik. tindakan tegas diperlukan. menyusun program studi pekerjaan bagi para siswa sekolah menengah. tingkat di mana intervensi mencapai sasaran. 4. ada 5 aspek yang perlu diperhatikan d\i dalam pelaksanaan evaluasi. praktek. dan sumber daya. Kelima aspek tersebut adalah sebagai berikut: 1. sekretaris Layanan Kesehatan dan Manusia (the Health and Humand Service) harus merekomendasikan pihak Kongres atau Gedung Putih untuk memberikan pelatihan atau tidak bagi kategori praktisi kesehatan yang berbeda. serta kebijaksanaan dan pengalaman pribadi mereka semua yang berpengaruh. 3.

Pada awalnya. adalah mudah untuk memisahkan kebijakan dari evaluasi administratif. pembedaan ini berada pada cara-cara stakeholder merasakan konsekuensi penilaian. Studi kebijakan dan administratif Literatur mengenai penelitian evaluasi – memang. ekspresi singkat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam penggunaan evaluasi. ada perbedaan tipis antara penelitian investigatif dan penelitian evaluasi. sebagian besar spesialis evaluasi telah mengalami pelatihan ilmu pengetahuan sosial. akan tetapi. maka penulis dapat menyimpulkan bahwa evaluasi program adalah mutlak diperlukan dalam pelaksanaan suatu program untuk menentukan keberlanjutannya. evaluasi program juga dapat memberikan dampak atau pengaruh secara langsung maupun tidak langsung kepada sebuah program. para evaluator telah mengembangkan kosakata. sebagian besar komentar mengenai seluruh penelitian terapan – mengacu pada “relevansi-kebijakan” pekerjaan dalam bidang ini. seseorang yang tidak akrab dengan penelitian evaluasi tidak diragukan lagi akan menemukan diskusi evaluasi oleh para profesional sebagai hal yang sulit dipahami. yang membedakan penelitian evaluasi dan penelitian investigatif adalah tujuan dari penelitian itu sendiri. Namun demikian.tertentu untuk menangkis lawan-lawannya. atau yang penting terhadap alokasi moneter. Studi atau penelitian evaluasi sistematis dilandaskan pada teknik penelitian ilmu pengetahuan sosial yang memiliki aplikasi dalam penelitian evaluasi. Lalu. dan aturan mereka sendiri untuk melakukan pekerjaan mereka. Hal yang . staf. Di tingkat margin atau selisih. C. yang mengakibatkanperubahan organisasional dalam struktur dan aktifitas kelompok yang menyampaikan intervensi. dan sumber daya lainnya. Penutup Melihat dari isi pembahasan di atas. Sebagaimana halnya dalam bidang professional manapun. Legitimasi dapat diperlukan pada berbagai macam level berbeda. Kemudian. dalam prakteknya. Evaluasi kebijakan secara umum dapat dideskripsikan sebagai evaluasi yang memiliki dampak potensial terhadap segmen populasi yang besar. Jadi. 5.

sehingga bisa menghasilkan program yang lebih bermutu dengan cakupan yang lebih luas sehingga mencapai sasaran yang lebih tinggi. keputusan dijalankan atau tidak. Hal yang kedua adalah jenis evaluasi. ekspansi.pertama adalah fokus evaluasi. tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan atau kekhususannya. dan penilaian utilitas atau kegunaan program. makalah ini masih jauh dari sempurna dan oleh karena ini penulis terbuka terhadap masukan apapun dari semua pihak supaya makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi. yang terdiri dari evaluasi program inovatif. yang terdiri dari konseptualisasi program dan desain. namun hal ini dapat dipelajari oleh semua pihak yang ingin menggunakan usaha evaluasi. dapat menggunakan usaha evaluasi ini untuk menilai keberlanjutan. yang terdiri dari moda pengambilan keputusan. Hal yang ketiga ada aspek-aspek di dalam pelaksanaan usaha evaluasi. mereka biasanya memiliki kosakata dan ekspresi tertentu. Siapapun. Namun demikian. serta studi kebijakan dan administratif. evaluasi untuk penentuan sasaran. Mengacu pada para investigator. Penulis berharap bahwa makalah ini mampu berkontribusi bagi program pendidikan yang lebih baik lagi di masa mendatang. legitimasi dan akuntabilitas. dan evaluasi program yang sudah dibentuk. atau terminasi program-program tertentu. . monitoring dan akuntabilitas implementasi program. pengembangan pemikiran untuk tindakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful