P. 1
FARMAKOLOGI KAFEIN

FARMAKOLOGI KAFEIN

|Views: 9|Likes:
Published by Lanna Harumiya
Ini adalah FARMAKOLOGI KAFEIN.
Tugas kami ketika Koass di Departemen Gizi.
Ini adalah FARMAKOLOGI KAFEIN.
Tugas kami ketika Koass di Departemen Gizi.

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Lanna Harumiya on Feb 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2014

pdf

text

original

FARMAKOLOGI KAFEIN FARMAKOKINETIK Absorpsi Kafein diabsorbsi setelah pemberian secara oral, rektal ataupun parenteral, dan mencapai

konsentrasi maksimal dalam satu jam setelah pemberian. Bioavailabilitas secara oral hampir 100 %; makanan dapat memperlambat absorbsi, namun tidak membatasi jumlah yang terabsorbsi. Distribusi Kafein terdistribusi ke seluruh tubuh dengan volume distribusi 0,58 l/kg dan berikatan dengan protein plasma sekitar 35%. Metabolisme Kafein dimetabolisme di hati dan hampir seluruhnya dimetabolisme oleh tubuh, dengan hanya 3% yang diekskresikan dalam bentuk yang tidak berubah melalui urin. Proses utama metabolisme pada manusia (70-80%) adalah melalui N-3 demethylation menjadi paraxanthine atau 1,7-dimethylxanthine (17X). Bentuk metabolit lainnya antara lain: theobromine (7-8%), theophylline (7-8%) dan trimethyluric acid (15%).

Fig. Metabolism of Caffeine Caffeine is metabolized in the liver into three primary metabolites: paraxanthine (84%), theobromine (12%), and theophylline (4%)

Enzim CYP1A2 bertanggungjawab pada 95% dari metabolisme kafein. Waktu paruh kafein dalam tubuh lama, yaitu 1,9 – 12,2 jam pada dewasa dan 40 – 231 jam pada neonatus.

urin. asam lambung bertambah disertai peningkatan tekanan darah. Sirkulasi Otak. otot jantung. gelisah. Efek Jangka panjang Kafein Pemakaian lebih dari 650mg dapat menyebabkan insomnia kronik. bahkan pada individu yang sensitif mungkin menyebabkan aritmia yang berdampak kepada kontraksi ventrikel yang premature. kafein menyebabkan dilatasi pembuluh darah termasuk pembuluh darah koroner dan pulmonal. a. . Pembuluh darah. dan dapat memperlambat waktu tidur. kadar rendah kafein dalam plasma akan menurunkan denyut jantung. FARMAKODINAMIK Kafein mempunyai efek relaksasi otot polos . dan ulkus. ini diduga merupakan refleksi adanya blokade adenosine oleh Xantin. asam lemak dalam darah . terutama otot polos bronchus. Resistensi Pembuluh darah otak naik disertai pengurangan aliran darah dan PO 2 di otak.5-150 mg) dapat meningkatkan aktifitas neural dalam otak serta mengurangi keletihan). merangsang susunan saraf pusat. Efek lain dapat meningkatkan denyut jantung dan berisiko terhadap penumpukan kolesterol.Eliminasi Kafein diekskresikan melalui urin. karena efek langsung pada otot pembuluh darah c. menyebabkan kecacatan pada anak yang dilahirkan. dan meningkatkan diuresis. sebaliknya kadar kafein dan teofilin yang lebih tinggi menyebabkan tachicardi. b. Efek jangka Pendek Kafein Mencapai jaringan dalam waktu 5 (lima) menit dan tahap puncak mencapai darah dalam waktu 50 menit. Kafein juga dapat merangsang otak (7. frekuensi pernafasan . Jantung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->