P. 1
Prinsip Dasar Dan Kerangka Hukum Pbj

Prinsip Dasar Dan Kerangka Hukum Pbj

|Views: 243|Likes:
Published by Ahmad Abdul Haq

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq on Feb 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

Pengadaan barang/jasa pada dasarnya melibatkan dua pihak yaitu pengguna
dan penyedia yang mempunyai kehendak atau kepentingan berbeda bahkan
dapat dikatakan bertentangan. Pihak pengguna menghendaki memperoleh
barang/jasa dengan harga semurah-murahnya, sedang pihak penyedia ingin
mendapat keuntungan yang setinggi-tingginya. Dua kehendak atau keinginan
yang bertentangan tersebut akan sulit dipertemukan kalau tidak ada saling
pengertian dan kemauan untuk mencapai kesepakatan. Untuk itu perlu adanya
etika dan norma yang disepakati dan dipatuhi bersama.

Etika Pengadaan Barang dan Jasa

Etika dalam pengadaan barang dan jasa adalah perilaku yang baik dari semua
pihak yang terlibat dalam proses pengadaan. Yang dimaksud perilaku yang
baik, perilaku untuk saling menghormati masing-masing pihak, bertindak
secara profesional, tidak saling mempengaruhi untuk keuntungan pribadi dan
kelompok dengan merugikan pihak lain. Perbuatan yang sangat bertentangan
dengan etika pengadaan apabila salah satu pihak atau secara bersama-sama
melakukan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

3

Pengadaan barang dan jasa dapat menjadi titik rawan terjadinya praktek KKN,
oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan mutu pelaksanan
pengadaan barang dan jasa. Upaya tersebut diantaranya dapat dilakukan melalui
penyempurnaan peraturan perundang-undangan yang
Pengadaan barang/jasa dapat menjadi titik rawan terjadinya praktik KKN, oleh
karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pengadaan
barang/jasa. Upaya tersebut diantaranya dapat dilakukan melalui penyempurnaan
peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengadaan, meningkatkan
profesionalisme para pelaku pengadaan, meningkatkan pengawasan serta
penegakan hukum.

Dalam Keppress No. 80 tahun 2003 terdapat ketentuan yang menyatakan
walaupun telah terjadi ikatan kontrak, apabila ternyata proses pengadaan
barang dan jasa terbukti terdapat KKN, kontrak dapat dibatalkan.

Menurut Centre of International Crime Prevention (CICP) dari UN Office for
Drug Control and Crime Prevention (UN – ODCCP), ada 10 bentuk
“korupsi” yang dapat digambarkan dalam skema dibawah ini:

Disarikan dari laporan Konsultan ADB TA No. 3608-INO tentang: Tool Kit
Anti Korupsi Bidang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Pemalsuan

Fraud

Penggelapan

Emblezzlement

Pilih kasih
Favoritism

Pemerasan

Extortion

Penyalahgunaan Wewenang

Abuse of Discretion

Penyuapan
Bribery

Komisi

Commission

Sumbangan Ilegal

Illegal Contribution

Bagaimana & darimana
Uang–Barang –Fasilitas
hasil korupsi diperoleh ?

Penyuapan

Bribery

4

Dalam peraturan pengadaan barang jasa yang yang dikeluarkan oleh
IBRD dan ADB terdapat ketentuan yang menyatakan bahwa apabila
diketahui atau diduga terjadi praktek KKN maka kedua lembaga tersebut
tidak akan membayar kontrak yang telah ada.

Norma Pengadaan Barang dan Jasa

Agar tujuan pengadaan barang dan jasa dapat tercapai dengan baik, maka semua
pihak yang terlibat dalam proses pengadaan harus mengikuti norma yang berlaku.
Sebagaimana norma lain yang berlaku, norma pengadaan barang dan jasa terdiri
dari norma yang tidak tertulis dan norma yang tertulis. Norma yang tidak tertulis
pada umumnya adalah norma yang bersifat ideal, sedangkan yang tertulis pada
umumnya adalah norma yang bersifat operasional. Norma ideal pengadaan
barang dan jasa antara lain yang tersirat atau pengertian tentang hakekat, filosofi,
etika, profesionalisme dalam bidang pengadaan barang dan jasa. Sedangkan
norma pengadaan barang dan jasa yang sifatnya operasional pada umumnya
telah dirumuskan dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan yaitu
berupa undang-undang, peraturan, pedoman, petunjuk dan bentuk produk
statuter lainnya.

Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa

Pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip
pengadaan yang dipraktekkan secara internasional yaitu efisiensi, efektifitas,
persaingan sehat, keterbukaan, transparansi, tidak diskriminasi, dan akuntabilitas.

Efisiensi

Terbuka

Transparan

Tidak diskriminatif

Akuntabel

Persaingan sehat

Efektif

5

§Efisiensi

Prinsip efisiensi dalam pengadaan barang/jasa adalah menggunakan sumber
daya yang tersedia diperoleh barang /jasa dalam jumlah, kualitas yang
diharapkan, dan diperoleh dalam waktu yang optimal.

§Efektif

Prinsip efektif dalam pengadaan barang/jasa adalah dengan sumber daya
yang tersedia diperoleh barang/jasa yang mempunyai nilai manfaat yang tinggi.

§Persaingan Sehat

Prinsip persaingan sehat dalam pengadaan barang/jasa, adanya persaingan
antar calon penyedia barang/jasa berdasarkan etika dan norma pengadaan
yang berlaku, tidak terjadi kecurangan dan praktek KKN.

§Terbuka

Prinsip terbuka dalam pengadaan barang dan jasa adalah memberikan
kesempatan kepada semua penyedia barang dan jasa yang kompeten untuk
mengikuti pengadaan.

§Transparansi

Prinisip transparansi dalam pengadaan barang/jasa adalah pemberian
informasi yang lengkap tentang aturan pelaksanaan pengadaan barang/jasa
terhadap semua calon penyedia barang/jasa yang berminat.

§Tidak Diskriminatif

Prinsip tidak diskriminatif dalam pengadaan barang/jasa adalah pemberian
perlakuan yang sama kepada semua calon penyedia barang dan jasa berminat
mengikuti pengadaan barang dan jasa.

§Akuntabilitas

Prinsip akuntabel dalam pengadaan barang/jasa adalah pertanggungjawaban
pelaksanaan pengadaan barang/jasa kepada para pihak yang terkait dan
masyarakat berdasarkan etika, norma, dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->