Manipulasi, Traksi, dan Massase

Jeffrey S. Brault, Robert E. Kapller, dan Brian E. Grogg
“The laying on of hands” (peletakan tangan) telah menjadi diagnosis dan modalitas terapi yang digunakan sejak jaman dahulu, dan menjadi ikatan khusus antara dokter dan pasien. Selama ribuan tahun banyak teknik “hands-on” yang digunakan untuk mengurangi derita manusia. Walaupun popularitasnya berkembang dan berkurang, modalitas dan teknik ini telah diterima beberapa tahun terakhir. Metode ini menggunakan pendekatan non-bedah “agresif” untuk mengobati penyakit muskuloskletal, khususnya nyeri leher dan punggung bawah (low back). Nyeri leher dan punggung bawah telah mencapai proporsi epidemik banyak negara berkembang, Diperkirakan mendekati 80% individu dewasa akan mengalami nyeri punggung bawah dalam kehidupan, dan sekitar 50% individu akan mengalami nyeri leher dalam kehidupan. Peningkatan nyeri aksial ini telah membuat konsekuensi finansial dalam kehidupan bersosial. Beberapa tahun terakhir, telah dilakukan usaha untuk menurunkan morbiditas dan memperbaiki efektivitas biaya dalam pemilihan terapi. Banyak dokter menggunakan modalitas ini atau sebagai pemimpin dalam sebuah tim multidisiplin ilmu untuk melakukannya. Pemahaman mengenai prinsip dasar manipulasi, traksi, dan masase, pengaplikasian, dan potensi komplikasi yang mungkin sangat penting dalam praktik kedokteran.

Manipulasi
Definisi dan Tujuan “The International Federation of Manual Medicine”3 mendefinisikan manipulasi sebagai penggunaan tangan pada proses manajemen pasien menggunakan instruksi dan maneuver untuk mempertahankan gerakan tanpa rasa sakit dari sistem muskuloskeletal dalam keseimbangan postural. Tujuan dari manipulasi atau kedokteran manual (manual medicine) adalah untuk membantu mempertahankan mekanika optimal tubuh dan untuk meningkatkan gerakan dalam area terbatas. meningkatkan gerakan maksimal, bebas rasa sakit dalam sikap yang seimbang dan mengoptimalkan fungsi adalah tujuan utama.43,69,128 Tujuan ini dicapai dengan perawatan yang berusaha untuk mengembalikan fungsi mekanis sendi dan menormalkan pola reflex,107,128 sebagaimana dibuktikan dengan jangkauan gerak (range of motion) yang optimal, simetri tubuh, dan tekstur jaringan. Indikasi untuk penggunaan
1

teknik kedokteran manual (manual medicine techniques) yang berhasil ditentukan oleh evaluasi struktrural sebelum dan sesudah pengobatan. Kedokteran manual (manual medicine) dapat meliputi manipulasi spinal dan sendi perifer maupun jaringan myofasial (otot dan fasia). Penggunaan paling mendasar dari kedokteran manual adalah untuk meringankan gerak yang terbatas dan meningkatkan gerak asimetri. Meningkatkan gerak dan fleksibilitas membantu mengembalikan fungsi otot maksimal dan mempermudah gerakan. Penurunan tingkat nyeri sering berhubungan dengan kembalinya gerakan normal. Kadang terapi diarahkan pada penurunan input aferen (nosiseptif) ke sumsum tulang belakang (spinal cord). Pelepasan endorphin meningkatkan ambang nyeri dan mengurangi keparahan nyeri.68,87,107 Tujuan akhir dari manipulasi adalah untuk meningkatkan fungsi serta kesejahteraan pasien. Contoh dari ini termasuk mengurangi nyeri, meningkatkan kemampuan berjalan, dan meningkatkan efisiensi dari gerakan biomekanikal. Tujuan paling dasar adalah untuk meningkatkan gerakan. Ada pula tujuan fisiologis, termasuk menurunkan input nosiseptif, menurunkan gamma, meningkatkan aliran balik limfatik, dan meningkatkan sirkulasi ke jaringan. Kedokteran manual (manual medicine) telah digunakan secara luas dan diminati oleh pasien.44 diperkirakan 12 hingga 17,6 juta penduduk Amerika130,135 mendapat tindakan manipulasi setiap tahun dengan kepuasan pasien yang meningkat.

Sekilas Bermacam Tipe Kedokteran Manual
Teknik kedokteran manual dapat dibagi dalam berbagai cara. Secara teknik dapat dibagi menjadi teknik jaringan lunak (soft tissue technique), teknik artikulatori (articulatory technique), atau mobilisasi sendi spesifik. Tujuan yang akan dicapai dapat digunakan sebagai jenis teknik, seperti gerakan cairan. Istilah langsung dan tak langsung (direct and indirect) digunakan untuk membagi teknik, dengan berbagai macam teknik di setiap kategori. Teknik langsung berarti dokter menggerakkan bagian tubuh dalam arahan penghalang restriktif. Teknik tidak langsung berarti dokter menggerakkan bagian tubuh menjauh dari penghalang restriktif. Teknik langsung termasuk: Thrust (dorongan) (impuls, kecepatan tinggi, amplitudo rendah) : kekuatan akhir adalah kekuatan operator
2

-

Artikulasi : kecepatan rendah, amplitude tinggi Energi otot (tipe isometric langsung) : kekuatan akhir adalah kontraksi pasien Pelepasan miofasial langsung: peregangan jaringan, menahan, dan menunggu untuk dilepaskan

Teknik tidak langsung termasuk: -

Strain-counterstrain (Regang-lawan regang) Indirect balancing Beberapa nama (multiple names) (fungsional, kesimbangan tegangan ligamen) Pelepasan miofasial tidak langsung Kraniosakral

-

Sejarah Perspektif dan Dokter
Kedokteran manual mulai populer sejak 30-40 tahun terakhir, tetapi awal pratik pada masa hipocrates (460-377 SM) dan Galen (131-202 SM)73,76. Banyak dokter lain (contohnya Syndenham, Hahnemann, Boerhaave, dan Shultes) menyimpang dari bentuk orientasi tradisional penyakit dalam kedokteran selama abad ke enam belas dan tujuh belas,76 tetapi kedokteran manual baru dikenal sampai abad ke Sembilan belas. Pionir kedokteran manual saat itu termasuk “bonestter” Inggris-Richard Hutton, Wharton Hood, dan Sir Herbert Baker 23,76 –diikuti oleh Andrew Taylor Still, penemu pengobatan osteopatik tahun 1874,69 dan Daniel David Palmer, penemu pengobatan kiropraktik tahun 1895.

3

Gambar 19-1. Model dari Disfungsi Somatik. Filosofi Still menekankan kesehatan dan keutuhan tubuh. Prinsip osteopatik menjelaskan tubuh sebagai unit memiliki mekanisme penyembuhan sendiri, dan memiliki struktur dan fungsi yang saling berhubungan. Semua prinsip ini tergabung dalam praktik.164 kedokteran manual adalah bagian utuh dari pengobatan ini. Kedokteran “tradisional” yang professional juga telah menunjukan minat pada kedokteran manual. Mennell119 juga Edgar dan James Cyriax,37, mendukung penggunaan manipulasi sendi dalam komunitas kedokteran british. Mulai tahun 1940an, James Cyriax37, ahli bedah ortopedi British, mempublikasikan berbagai macam pekerjaan yang berhubungan dengan manipulasi,
4

amplitude rendah) adalah teknik langsung.menggabungkan masase. menjauhi penghalang restriktif (restrictive barrier). Bagian ketiga. Otot kencang yang pendek di sebelah kanan mencegah gerakan penuh ke sebelah kiri. kecepatan tinggi. Indirect balancing melibatkan gerakan sendi ke kanan. Perbaikan kekuatan akhir dilepaskan oleh kekuatan yang melekat. Penghalang (barrier) digunakan dengan menggerakan sendi ke kiri. otot di sebelah kiri meregang. Bayangkan penghalang sebagai pembatas rangkaian yang mencegah gerak ke kiri. Bagian ini. Travell menggunakan teknik manual untuk tujuan pemeriksaan yang telah diterima secara luas. Daerah yang diarsir di kedua ujung menggambarkan akhir gerak yang dapat dilakukan. khas pada disfunngsi somatic spinal. Titik akhir dari gerakan terbatas ke kiri ini dinamakan restrictive barrier (penghalang restriktif). Tiga panel terakhir menggambarkan posisi pengobatan menggunakan teknik regang (Thrust). sehingga jangkauan gerak menjadi terbatas. 158 Sekarang. dan injeksi. Model disfungsi somatik. Tegangan harus seimbang pada kedua sisi. A. B. Titik netral sekarang berada di kanan. the Federation Internationale de Medecine Manuelle mewakili praktisi kedokteran manual di seluruh dunia. The Glossary of Osteopathic Terminology menjelaskan bahwa penghalang anatomic sebagai titik akhir gerakan pasif. teknik energi otot isometrik. cedera. menunjukan gerakan paksa dari tengah sendi ke arah kanan. disfungsi somatic. Otot pendek yang berkontraksi adalah satu-satunya otot yang berkontraksi. Jika gerakan sendi melebihi titik ini. akan terjadi kerusakan structural. Tiga bagian terakhir menunjukan posisi pengobatan. Dokter menahan dan meminta pasien untuk melawan tahanan. Terdapat hambatan gerak ke kiri. F. dan indirect balancing. Gambar 19-1. menunjukan efek dari cedera. Gerakan ke sebelah kanan lebih bebas. Sendi normal posisi di tengah dengan dapat bergerak bebas ke berbagai arah. Garis luar menjelaskan penghalang anatomic. Penghalang (barrier) digunakan dengan menggerakan sendi ke kiri. sebagai kontras dinding yang mencegah gerak. C. Ini adalah gerakan asimetik. E. Perbaikan kekuatan akhir adalah kekuatan dokter. D. Teknik dorongan (thrust) (impuls. traksi. Tiga panel pertama menggambarkan disfungsi somatik karena penyebab mekanik. Otot di sebelah kanan berkontraksi dan memendek. dan penghalang fisiologik sebagai titik akhir gerakan aktif. Teknik energi otot isometrik langsung terlihat pada panel. 5 . gerakan ke sebelah kiri terhambat atau terbatas.

meskipun beberapa segmen mungkin terlibat. Istilah yang saat ini digunakan adalah hambatan restriktif. Fryette. Posisi netral terbaru telah bergeser ke arah gerak kurang restriktif. Hal ini kadangkadang merujuk sebagai mekanisme netral atau difungsi tipe 1. Manipulasi dirancang untuk mengembalikan gerak normal. Jumlah rotasi murni dan menekuk ke samping murni dari tulang belakang terbatas. Istilah hambatan patologis awalnya digunakan untuk menggambarkan bahwa titik di mana gerakan normal terbatas. Rotasi dan menekuk ke samping terjadi pada sisi yang berlawanan jika dibandingkan dengan posisi awal aslinya. Gerak relatif bebas dalam satu arah. Nonnetral atau mekanisme tipe 2 melibatkan komponen fleksi atau ekstensi dengan rotasi dan menekuk ke samping ke arah sisi yang sama. Gerakan Beberapa Tulang Belakang Normal dan Abnormal Gerakan tulang belakang mengikuti prinsip-prinsip gerakan tulang belakang yang sering dikaitkan dengan Haarrison H. Istilah awan “keluar atau keluar dari tempat” sering digunakan untuk menggambarkan posisi asimetri. Jika sendi mengalami dislokasi. Manipulasi tidak mengembalikan sendi pada tempatnya. netral. Dislokasi melibatkan gerakan yang melampaui hambatan anatomik dan melibatkan kerusakan jaringan yang terkait. dengan hilangnya beberapa gerakan ke arah lain. ataupun ekstensi. Rotasi dan menekuk ke samping terjadi bersama-sama pada sendi tulang belakang yang normal. baik fleksi. ini adalah keterbatasan fungsional. Fryette menyatakan bahwa bila tidak ada fleksi atau ekstensi yang ditandai (disebut netral) dan menekuk ke samping ada. kehilangan gerak terjadi dalam kisaran normal gerak sendi. Ini biasanya merupakan gerakan segmen tunggal. rotasi dan menekuk ke samping adalah pasangan. 6 .Konsep Hambatan Konsep hambatan mengenali adanya keterbatasan gerak sendi yang normal di mana adanya gerakan asimetris. ini bukan merupakan disfungsi somatik.57 Fleksi (menekuk ke depan) dan ekstensi (menekuk ke belakang) merupakan gerak bidang sagital dan tidak berpasangan. Gerakan restriktif berkaitan dengan disfungsi somatik yang terjadi dalam ROM sendi yang normal. yang berarti tidak ada patologi organik yang dapat dilihat di bawah mikroskop. (gambar 19-1) Konsep hambatan mengimplikasikan bahwa ada sesuatu yang mencegah berbagai macam gerak sendi. Tulang servikal (C2-C7) menunjukkan rotasi dan menekuk ke samping pada sisi yang sama. sekelompok vertebra berotasi untuk menghasilkan konveksitas dengan rotasi maksimum pada apeks. Ini menimbulkan posisi asimetri. Namun.

Trauma dapat menyebabkan pola gerakan atipikal. dan disfungsi sendi. Ini didefinisikan sebagai gangguan atau perubahan fungsi dari komponen yang terkait dari sistem somatik (kerangka tubuh): skeletal. dan vaskular. Ninth Revision klasifikasi diagnosis. Disfungsi somatik merupakan istilah diagnostik yang ditulis dalam International Classification of Diseases. dan anatomik asimetris atau perubahan posisi. dan elemen neural yang terkait. Disfungsi yang dipalpasi mencakup perubahan tekstur jaringan. Sebenarnya kedua sisi atlas menerjemahkan secara inferior selama rotasi namun menekuk ke samping tidak terjadi. Istilah sebelumnya mencakup lesi osteopatik. limfatik. Gerak utama atlas adalah rotasi. Fleksi dan ekstensi terjadi namun tidak melibatkan pembatasan gerakan dari atlas. peningkatan sensitivitas terhadap sentuhan (hiperalgesia).69 Disfungsi somatik mewakili sebagai konsep kritis pada pengobatan manipulatif. perubahan ROM. Disfungsi somatik didiagnosis dengan palpasi. Tata Nama Disfungsi Somatik Pengobatan manual atau manipulasi melibatkan pengobatan gerakan yang terbatas. Atlas berotasi disekeliling dens (prosesus odontoid). Atlas tidak menekuk ke samping seperti rotasi. atlas. dan struktur miofasial. arthroidal. Setengah dari rotasi tulang servikal pada atlas. Gerak utama dari oksiput adalah fleksi dan ekstensi. dan sakrum) tidak memiliki diskus intervertebralis. 7 . Istilah lesi yang dapat dimanipulasi (manipulated lesion) adalah istilah umum untuk menggambarkan disfungsi musculoskeletal yang mungkin berespon terhadap manipulasi. loss of joint play. subluksasi.Beberapa sendi atipikal (oksiput. blokade sendi. Pola gerakan ditentukan oleh anatomi.166 Istilah Terminologi Osteopatik (Glossary of Ostheopathic Terminology)164 menggambarkan tiga cara penamaan diisfungsi somatik: Tipe 1: Dimana atau apa posisi di dalamnya? (misal kanan berotasi) Tipe 2: Apa yang akan dilakukan atau apa arah dari gerak bebas? (misal regangan kanan) Tipe 3: Apa yang tidak akan dilakukan atau apa arah keterbatasan? (misal keterbatasan rotasi kiri). Rotasi dan menekuk ke samping terjadi pada sisi berlawanan karena konstruksi anatomi dari sendi. Tata nama menggambarkan gerakan yang terbatas telah berubah.

proses transversal kanan bergerak secara posterior. Bagaimana anda mengarahkan setang ke arah kanan? Mengarahkan ke kanan adalah contoh dari rotasi ke kanan. kurva thoraks kanan adalah kurva konveks thoraks kanan. fleksi.” Ini dapat juga dinamai dekstroskoliosis. Penamaan rotasi merupakan masalah yang paling umum. Singkatan sering digunakan. dan menekuk ke samping kanan). rotasi. titik ini bergerak ke kanan. contohnya tata nama yang tepat sebaiknya T3 dalam hubungan dengan T4. 8 . Beberapa praktisi menggambarkan rotasi menggunakan pergerakan dari prosesus spinosus. dengan rotasi kiri. Kelompok kurva sebagaimana dalam skoliosis secara tradisional dinamai untuk sisi konveks.” Ini akan menjadi kurva konveks ke kanan lateral. Tata nama dapat diperluas mencakup gerakan dari tiga bidang (missal T3 fleksi. Setang mewakili proses transversal. The Educational Council on Osteopathic Principles telah menjelaskan titik penamaan gerakan vertebra sebagai bagian yang paling anterior superior dari tubuh vertebra. Untuk disfungsi tipe 2. Rotasi kanan melibatkan titik ini bergerak ke kanan. titik ini bergerak ke depan. Untuk fleksi. dengan segmen atas menggambarkan hubungan terhadap bawah. rotasi. menekuk ke samping kiri. Untuk membungkuk samping kanan. Cara mudah untuk ingat adalah membayangkan mengendarai sepeda. Contohnya penamaan kurva grup tipe 1 sebaiknya “L1-L5 netral.Disfungsi seharusnya dinamai pada tiga bidang gerakan. dan menekuk ke samping kanan. contohnya. rotasi kanan. Disfungsi segmental dinamakan untuk bagian anterior superior dari vertebra atas dalam hubungannya terhadap bawah (missal T3 dalam hubungannya terhadap T4). untuk ekstensi. ini bergerak ke belakang. titik ini bergerak ke kiri. Dengan rotasi kanan.

Alpha motor neuron mempersarafi skeletal besar serat otot. Serat intrafusal ini telah annulospiral dan bunga semprot akhir cerita yang melaporkan informasi tentang panjang otot atau tingkat perubahan otot panjang. peningkatan aktivitas gamma sistem merangsang aktivitas otot. Dari perspektif. Reseptor ini melaporkan ketegangan. Gamma sistem berfungsi mencegah robek atau overstetching otot perut. Peningkatan ketegangan di otot rangka menghambat alpha motor neuron untuk yang ke otot. otot paha depan ditempatkan di sebuah peregangan ringan. Jika otot memendek. Refleks Tendon Golgi Golgi tendon organ adalah sensorik encapsulated reseptor mekanik yang terletak di insersi otot dan tendon. klinis jika otot terlalu ketat. Dengan posisi lutut fleksi 90 derajat. Ini merangsang alpha neuron motor ke kontrak otot qudriceps. para praktisi mencoba untuk membawa relaksasi otot. Penarikan tiba-tiba sebuah hammer terhadap tendon mengakibatkan bentangan terjadi peregangan. dan di bagian sumsum tulang belakang level sinapsis sebagai penghambatan interneurons. sehingga menyebabkan penurunan penembakan motor unit. Refleks Peregangan Otot Refleks peregangan otot. Motor unit terdiri dari satu alpha motor neuron dan inervasi skeletal serat otot. 9 . Peningkatan aktivitas otot gamma spindle dalam peningkatan hasil alpha motor neuron kegiatan intrafusal serat skeletal otot. Penurunan aktivitas gamma mendapatkan merupakan salah satu mekanisme yang mengakibatkan relaksasi otot. maka peregangan reseptor berhenti menembak dan alfa motor neuron akan dimatikan. memperluas lutut. Apparatus golgi berfungsi untuk melindungi tendon. Jika otot spindle ditarik. dianggap monosynaptic. Ini justru kebalikan dari aktivitas golgi tendon refleks. seperti refleks patellar tendon.Physiologic rationale for manual therapies Sistem Gamma Dua jenis motor neuron keluar dari spinal belakang melalui ventral rami inervasi skeletal otot. Motor neuron gamma intrafusal mempersarafi serat otot spindle.

Faktor lain mempengaruhi kebiasaan medula spinalis. Blokir input nosiseptik cenderung menyebabkan fasilitasi menghilang. batasan gerakan. kemudia penghlangan dari stimulus tidak menghilangkan respon. Neuropeptida dapat mensensitisasi serat aferen primer. Studi penelitian awal terhadap fasilitasimenunjukan bagaimana kebiasaan terhadap perubahan medula spinalis. Segmen yang terfasilitasi membutuhkn teknan yng lebiy sedikit untuk memprduksi respon. Studi berikutnya menunjukkan bahwa nosisepsi mempertahankan fasilitasi. Ada sistem imun neuroendokrin yang bekerja. sound system penguat. dan peradangan yang menimbulkan disfungsi. Pada satu kondisi dipertimbangkan bahwa jumlah input aferen menghasilkan fasilitasi. Patterson132 menunjukkan bahwa medula spinalis mempunyai “memori” yang menghasilkan refleks terkondisi.Fasilitasi Spinal Sumsum tulang belakang memfasilitasi pemeliharaan kolam neuron dalam keadaan subthreshold eksitasi. Manipulasi adalah salah satu terapi yang digunakkan untuk mengurangi disfungsi dan menolong pasien. Sistem saraf simpatik menginervasi kelenjar keringat (meskipun ni adalah respon kolinergik). Diskusi sebelumnya terhadap neurofisiologi hanya menyentuh permukaan. Jika sebuah stimulus dipertahankan dalam periode tertent. Input aferen dari struktur visceral difungsional mnenghasilkan refleks viscerosomatik dan fasiltasi. Praktisi perlu untuk mengerti mekanisme fisiologis di belakang ketatnya otot. dan fasilitasi berlanjut. kurang aferen membutuhkan stimulasi adalah untuk menghasilkan tanggapan. sebagaimna serat dalam sistem saraf pusat. dan pembicara. sebagaimana jika medula mendengar lebih hati-hati terhadap sinyal yang datang (sensitisasi).. Mempertimbangkan sebuah model dari sebuah dengan mikrofon. nosisepsi. sebagaimna komponen horizontal diantara akar dorsal dan ventral. Koor106 memberikan tekanan kepada prosesus spinosus dan diukur seberapa banayak tekanan yang dibutuhkan untuk memproduksi respons elektromiografik terhadap otot. Banyak 10 . Ada komponen vertikal konduksi saraf ke dan dari otak. Apa yang mempertahankan fasilitasi suatu ketika terpikirkan bahwa gulungan otot dengan peningkatan tonus gamma adalah faktor dasasr dalam memepertahankan fasilitasi. Bagaimanapun ketikja capuran input aferen dirubah.160 studi terhadap hewan sudah dilakukan dimana serat aferen daeri spindel medula dipotong. Asilitasi medula spinalis menghasilkan meningkatna keringat pada level segmental. Dalam keadaan ini. Medula spinalis berhubungan dengan otak.

tetapi proses penyakit ortopedik yang mendasari tetap bertahan. Respon rehadap pemberian gaya dimonitor secara terus menerus untuk memastikan otot relaksasi. 11 . osteoarthritis atau penyakit disk). Dalam studi terkontrol terhadap nyeri punggung bawah.63 terapi pengobatan manual membantu disfungsi somatik dan membantu pasien. Fokus praktisi selama terapi adala untuk menilai bagaimana pasien merespon terhadap terapi daripada apakah gamma gain telah dikurangi. Teknik jaringan lunak sederhana didesainuntuk merelaksasi otot dan fasia. dimana akan berlanjut untuk mempertahankan sacroiliac dan disfungsi punggung bawah. Gaya yang diberikn terlalu cepat atau terlalu berat akan menyebabkn otot melawan balik. Pasien dapat mempunyai kaki pendek anatomis. Indikasi dan tujuan terapi Disfungsi somtik adalah indikasi untuk pengobatan manual dan didiagnosis dengan pemeriksaan palpatori.data yang dibutuhkan untuk menggunakkan manipulasi secara efektif datang dari penilaian palpatori daripada tes dengan teknologi tinggi. tidak mungkin untuk mengontrol faktor-faktor confounding ini. Jika pengobatan manual dipertimbangan sebagai pilihan terapi. Aktivitas tertentu dapat terlalu berat bagi sistem muskuloskeletal. timbul pertanyan tumpang tindih: apakah ada komponen muskulo skeletal ytang signifikan terhadap masalah pasien? Disfungsi somatik dapat bersamaan dengan “penyakit ortopedik” (contoh. Gambar 19-1 mengilustrasikan bagaimana otot yang memendek dan kontraksi dapat membatasi gerakan. Faktor confounding lain adalah penyebab disfungsi somatik.

Diagnosis gangguan somatik berdasarkan pemeriksaan palpasi menggunakan TART. keringat meningkat dan kulit biasanya basah (peningkatan simpatetik). Pemeriksaan skrining musculoskeletal dilihat dari postur.Pemeriksaan dan Diagnosis Pemeriksaan adalah proses pengumpulan data. akan sulit memberikan kesimpulan yang berarti. Ketika mengevaluasi area tertentu tanpa membandingkan area yang berlawanan. Untuk menghemat waktu dan efisiensi. menggunakan pendekatan sistematik untuk mengevaluasi seluruh sistem tubuh. Perubahan tekstur jaringan akut dapat digambarkan sebagai inflamasi akut dengan tanda cardinal: merah. T. atau penurunan fungsi adalah hal-hal yang sering dikeluhkan. Hal yang membatu dalam pemeriksaan musculoskeletal adalah TART: T. Untuk efisiensi. Perubahan tekstur jaringan akut. Palpasi Kelainan Tekstur Jaringan Kelainan tekstur jaringan dibuktikan dengan disfungsi fisiologis. nyeri dan hangat. Ada12 langkah pemeriksaan skrining biomechanical yang dapat dilakukan. tissue texture abnormality (feel). R. terlentang dan tengkurap. Palpasi dilakukan dengan memproyeksikan rasa sentuhan. Hal ini biasanya dilihat ketika pasien berdiri. restriction of motion (move). Apakah ada gangguan somatik. paru-paru dan perut. telinga. tenderness or sensitivity. bengak. tenggorokan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan komperensif. pasien diperiksa dalam berbagai posisi: berdiri. Pasien menjalani pemeriksaan rutin mulai dari kepala. dan simetris atau tidak. Data subjektif dapat diperoleh dengan melihat riwayat. Pemeriksaan sistem neuromuskuloskeletal dapat dilihat dari masalah secara keseluruhan. hidung. Kelainan tekstur jaringan yang kronik 12 . Kadang-kadang keluhan ditunjukkan lagi oleh pasien. Dokter seharusnya menyadari cara untuk menggali riwayat penyakit yang akurat. asymmetry (look). semua pemeriksaan dilakukan pada satu posisi sebelum berganti ke posisi berikutnya. duduk. mata. Pemeriksaan fisik diperiksa untuk membantu membuat diagnosis dan terapi. jantung.69 atau pemeriksaan skrining non standar. ketidaknyamanan. Pendekatan dengan palpasi dengan membandingkan kanan versus kiri dan atas versus bawah. Murid biasanya mengikuti proses standar dalam melakukan pemeriksaan. Nyeri. Pemeriksa seharusnya melihat petunjuk tentang status kesehatan pasien. A. Dokter berpengalaman sering memberikan pertanyaan dan melakukan pemeriksaan untuk menemukan jawaban tersebut.

” Viscerosomatic kronik ditandai dengan disfungksi somatic kronik. palpasi sudut tulang secara lateral rusuk juga gagal untuk mendeteksi kelainan Tes Gerakan Ada beberapa metode tes gerakan. gerakan akan menurun. Larson. Secara klinik. kemampuan tes gerak dan pengobatan. kegagalan untuk bergerak pada scapula memungkinkan musculoskeletal. sementara dilakukan palpasi pada bagian atas dada) Tes gerakan pasif langsung di mana tangan dokter memonitor penekanan tersebut. kering. 13 . Kimberly103 menggambarkan “minimal motion loss lesions” (gerakan minimal dengan sedikit lesi). memberikan penekanan dan Tes untuk menggambarkan “apa yang dirasakan” mungkin menjadi mudah dan mengikat atau kebebasan dan terhadap daya tahan. Pengobatan manipulatif memiliki penilaian objektif mengenai perubahan gerak. Pada area interscapular. Palpasi refleks paraspinal vescerosomatic diikuti perubahan karena terdapat gangguan visceral. Tangan aktif-tangan pasif. ditemukan akut eksaserbasi dari masalah kronik. dimana satu tangan digerakan dan tangan lain menilai gerakan (misalnya kepala bergerak dan leher. DO. dengan perubahan akut berupa bengakak pada daerah superficial dan gerakan yang terbatas. meliputi: • • • • • Inspeksi gerakan aktif Palpasi gerakan aktif dengan menggunakan tangan pada area permukaaan Gerakan tulang rusuk.J Larson. Norman J. Temuan paling sering didapat di kulit dan jaringan subkutan.ditandai dengan jaringan yang tipis. dengan meraba ketika pasien menarik dan menghembuslan nafas.” Kemampuan untuk menilai secara proporsional melalui palpasi” (N. komunikasi personal). Palpasi pada kelainan tekstur jaringan dapat efisien dengan mengidentifikasi area yang bermasalah pada sistem musculoskeletal yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. kulit yang atropik. Intensitas maksimal ditemui pada costotransverse dan area tulang rusuk. menyatakan. Pada palpasi teraba keras dan berserat. Tipe Tes Gerakan.

rotasi. (a) Tes Pergerakan pada tulang belakang bagian thorakal. Dengan contoh yang sama pada T3 yang terekstensi. dapat dipalpasi untuk menemukan tegangan dengan persendian dekat dengan garis tengah dan tidak dekat dengan hambatan. dan menekekuk ke kanan.93 Tatalaksana tak langsung mencakup posisi dengan tegangan otot yang sama rata pada kedua sisi. Pada rotasi kiri akan sangat terbatas. otot pada sisi kanan mengembung pada jari yang mempalpasi. Tegangan otot dievaluasi pada tiga bidang utama. Palpasi dengan jari pada daerah prosesus transverses pada kedua sisi pada segmen yang akan dinilai. Rotasi kek kiri akan lebih mudah bebas dilakukan. yang disfungsi. (b) Tes pergerakan pada tulang belakang bagian lumbal. rotasi.(a) (b) Gambar 19-2. Mengekstensikan T3 dan kembali berotasi. Arahkan pasien untuk fleksi dan ekstensi. 14 . dan respirasi. Ketika T3 terekstensi . Ketika T3 di nilai (sebagai penghalang). dan menekuk pada sisi kanan. Uji pergerakkan tipe otot energi memperlihatkan prosesus transversus paling posterior. Hal ini menunjukkan bahwa tahanan nya adalah fleksi dan disfungsinya meluas. Sebagai contoh. temuan pada kedua sisi menurun. Dilakukan percobaan untuk merotasikan ke kanan dan kiri. memfleksikan t3 dengan memfleksikan kepala dan leher. dan prosesus transversus menjadi lebih posterior. tiga translasi. Penilaian Teknik Fungsional Jaringan pada kedua sisi. anggap T3 terekstensi. Konses tersebut menunjukkan bahwa posisi asimetris meningkat ketika penghalang tersebutikut terlibat. 19.

hal ini berperan pada fleksibilitas dan kelenturan. Penilaian pada ekstremitas dimulai dengan penempatan tangan proksimal atau distal dari area yang dinilai. terdapat sedikit atau bahkan tanpa pergerakkan pada jaringan skar. menjadi sebagai kabel. Termasuk antara lain titik tegangan balik. Tipe Teknik Penilaian Fascia 15 . Tangan tersebut sebaiknya diletakkan dengan cara menempatkan tangan 1800 satu sama lain. atau membentuk sekat. gerakana kearah kepala atau kea rah kaudal. ketika menilai lengan bawah. Sebaliknya. Kesemuanya ini mesti diperhatikan selama menilai fasia. Fungsi keelastisitasan selubung otot memungkinkan selubung otot untuk berubah bentuk. yang memberikan kekuatan tegangan. selubung otot harus termasuk dalam pemeriksaan dengan menambahkan tegangan pada daerah tersebut untuk menilai fungsi keeelastisitasan selubung otot. Ketika tangan ditempatkan. 45 untuk dapat merasakan Penempatana tangan tersebut bervariasi bergantung pada daerah yang akan dinilai atau ditatalaksana. Sebagai contoh. Satu tangan menggenggam tangan pasien dan tangan pemeriksa yang memegang lengan bawah proksimal dekat dengan siku tangan. pemicu miofasial dari Simon dan Travell. pronasi atau supinasi) sebagai pelepasan secara langsung atau mengikuti vektos titik keseimbangannya sebagai pelepasan tidak langsung. Pemeriksaan selubung otot dan struktur miofasial mungkin termasuk diantaranya menemukan “titik khusus” atau “pemicu”. Penilaian terhadap fasi mulai dengan menempatkan tangan kombinasi arah gaya yang timbul. dan lembaran tanpa arah pergerakkan nonlinear yang memungkinakan pemendekan dan pemanjangan. Fasia bersifat tiga dimensi. tangan pemeriksa dimulai dengan satu tangan pemeriksa ditempatkan di anterior sedangkan yang lain di posterior dari toraks. gerakan anterior atau posterior. klinisi mamapu membaca jaringan dan secara bersamaan dapat menilai dan menatalaksana bagian tersebut. dan titik akupuntur. Dengan tegangan pada tempatnya.Penilaian dari Fasia Fasia memiliki fitur unik yang mencakup formasi lembaran dengan arah serat multiple. Klinisi dapat menggerakkan selubung otot ke posisi kencang dengan mengkombinasi arah gerakan multiple (rotasi searah jarum jam atau berlawanan jarum jam. dan dapat membentuk selubung yang dapat menempatkan berbagai macam struktur didalamnya. Pada penilaian regio tiga dimensional seperti rongga dada.

Penggabungan dari teknik ini dimulai dengan teknik secara tidak langsung. namun terdapat titik akhi yang berbeda dari perlakuan tersebut. sebarkan tenaga pada permukaan secara merata. Teknik jaringan lunak dapat menjadi pendekatan utama.. Mungkin merupakan satu-satunya pperlakuan yang dapat dikerjakan pada beberapa pasien. Tujuan dari teknik ini adalah untuk relaksaasi dari otot dan selubung otot. Perlakuan secara artikulasi sangat berguna untuk sendi yang kaku dan pasien yang lebih tua. Fokusnya pada pembahasan ini ada pada menggerakkan jaringan dibandingkan dengan merelaksasikan otot. Hindari tekanann secara langsung pada tonjolan tulang. Melakukannya dengan tenaga dengan lambat dan melepaskan dengan lambat. Dapat digunakan untuk memfasilitasi pergerakkan dari cairan. Biasanya melibatkan kekuatan lateral untuk meregangkan otot. Teknik Langsung Teknik jaringan lunak. Dapat mengurangi atau mengatasi nyeri. Perlakuan Secara Artikulasi Prosedur ini menggerakkan sendi bolak-balik berulangkali untuk meningkatkan keluasan sendi secara bebas. Berbagaicara ini dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Hal ini menyerupai pemijatan. antara laini teknik jaringan. klinisi mungkin beralih ke teknik secara langsung. Tangan yang sensitive dan berpengalaman merupakan hal penting untuk menilai respon dari jaringan yang ditatalaksana. Jangan biarkan jari pemeriksa bergeser pada permukaan kulit. Terkadang perlakuan secara artikulasi merupakan bentuk dari perlakuan jaringan lunak yang merupakan satu-satunya cara untuk mengakses otot dalam untuk menggerakan otot asal mula dan insersinya ( Lihat Gambar 19-2). Perlakuan secara artikulasi dapat diklasifikasikan sebagai pendekatan berkecepatan rendah dan keluasan ayunan yang tinggi. teknik artikulasi. Terdapat bermacam-macam kombinasi yang tak terbatas teknik ini. dan sekali pelepasan telah terjadi. regangan longitudinal secara langsung. Dapat digunakan untuk mempersiapkan daerah pemeriksaan untuk mobilisasi spesifik. Terdapat berbagai macam modifikasi dari perlakuan secara artikulasi 16 . atau mobilisasi sendi spesifik.Gambaran Umum Dari Berbagai Tipe Pedoman Pengobatan Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Deskripsi mendetail dari berbagai teksnik yang umumnya digunakan sebagai berikut. Jangan biarkan mengembalikan posisi jaringan secara tiba-tiba atau spasme otot akan timbul.teknik pedoman pengobatab dapat dikelompokkan dengan berbagai cara. Hindari tenaga yang berlebihan pada persatuan unit daerah pemeriksaan. atau meremas secara hati-hati.

bukan karet. Teknik energi otot diperkenalkan oleh Fred Mitchell. Daripada mengurangi pergerakan sendi. rotasi. Teknik energi otot membutuhkan kerjasama dari pasien untuk secara volunter menggerakkan tubuhnya sesuai dengan petunjuk dari instrukturnya. Alat dorong harus memiliki velositi yang tinggi.Mobilisasi Dengan Dorongan (Berdaya Tolak. Berkecepatan Tinggi. Prinsip utama dari teknik dorong adalah untuk mengunci penghalang. Hal ini berhubungan dengan tindakan pasien yang 17 . Diagnosa dari pergerakkan yang terbatas merupakan hal penting sebelum pelaksanaannya. yang berarti harus dalam jarak dekat. Suara –suara dapat terdengar pada pelaksanaan teknik ini. Keluasan Ayunan Yang Rendah). teknik tolakan bermakna sebagai klinisi. tenaga tersebut dissipated oleh otot dan fasia. Teknik tolakan digunakan pada pergerakkan sendi yang terbatas. Pengobatan pada tulang Cervikal C2-C7 Energi Otot Tipe Isometrik langsung. teknik ini terkadang bermakna sebagai manipulasi yang lembut. dan diagnosis ini sebaiknya termasuk diantaranya pergerakkan dalam tiga bidang: fleksiekstensi. Dengan diagnosis yang akurat. Dengan memperluas dari berbagai bentuk teknik selain teknik tolakan. penguncian penghalang menjadi lebih spesifik. Teknik tolakan sering dikenal sama halnya sebagai manipulasi. Alat dorong harus memiliki amplitudo yang rendah. Tidak pernah ada teknik dengan velocity yang tinggi dan amplitudo yang tinggi Gambar 19-3. Teknik tolakan sering merupakan teknik tercepat untuk menemukan restrikisi pada sendi. dan menekuk. Penghalang tersebut harus berupa benda padat. Hal tersebut tidak berefek pada hasil tatalaksana. sedangkan teknik yang lain bermakna sebagai mobilisasi.Sr. Di Eropa. Untuk menilai efektivitas tetelaksan. Alat dorong tidak boleh digunakan jika pembatasnya bukan benda padat. membutuhkan reevaluasi.

Tiga kali pengulangan merupakan waktu yang biasanya menjadi patokan. Sebagai tambahan. Pasien sendiri mengontrol jumlah kekuatan yang digunakan agar tidak terjadi cedera. lebih baik (isotonik). kemudiaan diikuti dengan reassessment. atau justru kurang (isolitik). Seringkali kontraksi yang dilakukan pasien berupa fleksi atau ekstensi. Teknik energi otot yang terbanyak digunakan oleh dokter adalah teknik isometrik. Dalam teknik energi otot kekuatan aktif atau tujuan akhirnya adalah kontraksi otot dari pasien tersebut. Pemandu melepas alat tersebut. Kontraksi otot tersebut dipertahankan selama 3 sampai 5 detik. Klasifikasi inisial dari teknik energi otot ini sendiri dilakukan berdasarkan apakah tekanan yang diberikan sama dengan kekuatan respon yang diberikan pasien (isometrik). Kemudian ada periode relaksasi disebut juga postisometric relaxation. atau tidak menggunakan waktu yang cukup untuk postisometric relaxation. kontraksi yang dilakukan pasien mungkin termasuk dalam gerakan 1. Teknik energi otot membutuhkan diagnosis yang spesifik. dan proses ini diulang beberapa kali. Teknik direct myofascial merupakan teknik yang melibatkan 18 . pemandu dapat ikut mengarahkan pasien untuk seberapa besar menggunakan kekuatannya agar tidak terjadi cedera. Walaupun penguncian barier membutuhkan 3 macam gerakan. menggunakan terlalu banyak kekuatan. Jika tidak didapatkan peningkatan Range Of Movement (ROM) berarti kita harus menghentikan penggunaan teknik ini. Seringkali teknik energi otot isometrik langsung melibatkan pasien untuk secara aktif menggerakkan bagian otot yang sakit. Direct myofasial release (pelonggaran otot wajah secara langsung). Pemandu mempertahankan posisi tersebut dan menginstruksikan pasien untuk bergerak melawan pergerakan tersebut. Teknik ini telah dipakai secara pesat oleh terapist dan sering kali diartikan sebagai teknik kontraksi relaksasi. Langkah pertama adalah menggerakkan komponen yang disfungsional ke arah bagian yang terasa sakit/ tertahan. Kekuatan yang besar yang diberikan oleh pemandu saat mempertahankan posisi pasien membutuhkan tenaga yang besar pula untuk melawannya. Kesalahan yang sering kali terjadi dalam menggunakan teknik ini adalah gagal untuk secara tepat mengunci penyanggah.secara khusus berhubungan dengan posisi tubuh yang menahan gerakan dari instruktunya.2 atau 3. Tujuan dari teknik ini adalah mengidentifikasi retriksi jaringan dan untuk melepaskan retriksi tersebut. Fred Mitchell memekankan bahwa pemandu menggerakkan bagian yang disfungsional ke arah berlawanan/ sampai keujung tahanan. Gerakan ini membutuhkan lengan dan tangan.

komponen viskoelastisitas dari kolagen tersebut membiarkan jaringan kolagen untuk perlahan-lahan teregang. 19 . dan menunggu samapai jaringan tersebut menjadi terasa longgar. mempertahankan jaringan pada posisinya. Fenomena ini membutuhkan beberapa detik. Relese tersebut didapatkan oleh pemandu saat merawat pasien.penarikan otot wajah. Istilah creep digunakan untuk mrenggambarkan fenomena iniu. Pengobatan disfungsi somatic pada bagian thorakal. Dilepaskan oleh kekuatan yang berlawanan arah. Mekanisme pelepasan ini dikaitkan dengan peristiwa pencairan es. Saat release terjadi. Pengobatan disfungsi somatic pada bagian lumbal. dengan penigkatan Range Of Movement (ROM). Gambar 19-4. Gambar 19-5. Evaluasi ulang bagi pasien yang menunjukkan penurunan/pengurangan retriksi setelah diterapi. terdapat penambahan panjang jaringan tanpa perlu menambah kekuatan yang digunakan. Saat kolagen teregang.

Posisi ini haruslah posisi bebas nyeri yang bisa dilakukan secara mudah. tempat nyeri dinilai kembali. 20 . Merujuk pada gambar 19-1. tetapi penekanan tidak dilakukan. Pasien dan dokter sudah tahu bahwa perbaikan telah dicapai. Pengobatan meliputi menentukan area yang nyeri. sebelum melakukan tindakan dokter harus memberitahukan pasien bahwa tindakan tersebut bisa menimbulkan sakit. Pasien diberikan saran untuk banyak minum air untuk menjaga hidrasi. Jari-jari terus mempalpasi dan menilai titik nyeri. Setelah itu. jika pasien memiliki disfungsi pada fleksi. Counterstain bisa digunakan untuk mengobati nyeri yang masih menetap setelah terapi manual yang lain menyebabkan keterbatasan gerak. Denominator yang umum biasanya perubahan jaringan dan nyeri. pemendekkan otot tetap memendek akibat adanya aktivitas proprioseptif yang tidak sesuai. rotasi. Penggunaan tekhnik “counterstain” memerlukan evaluasi struktural dan penilaian untuk titik nyeri. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pengobatan ini pada tulang rusuk adalah 90 sampai 120 detik. palpasi jari-jari pada daerah yang nyeri. Contohnya. mengembangkan metode ini sebagai metode terapi. Counterstrain merupakan tipe manipulasi dari terapi yang menggunakan pelepasan spontan dengan memposisikan. dan menempatkan pasien pada posisi yang menyebabkan hilangnya nyeri secara signifikan. Oleh karena itu. Tujuan objektifnya ialah untuk mengurangi disfungsi akibat nyeri melalui reduksi dari aktivitas saraf afferent proprioseptif yang tidak sesuai.DO. Titik nyeri berhubungan dengan dengan tempat yang mengalami disfungsi. titik nyeri anterior lumbar terdapat di dinding abdomen sekitar spina iliaca anterior inferior. biasanya dideskripsikan sebagai area seperti kacang polong (“pealike”) pada tempat yang nyeri.Teknik tak langsung Strain-Conterstain. Lawrence Jones. L3. Titik nyeri adalah area jaringan yang nyeri jika dipalpasi. Counterstain mengklasifikasikan hal ini ke dalam tekhnik tak langsung. Pasien harus diposisikan kembali ke posisi awal dengan perlahan. pasien bisa merasakan sangat sakit setelah dilakukan tindakan “counterstain”. Dokter harus mengetahui dimana mencari titik yang spesifik tersebut. Kadang-kadang digunakan analgetik untuk menghilangkan nyeri. Bagaimanapun. Counterstain adalah tekhnik yang lembut dengan tingkat resiko cedera yang sangat randah. Jika pada palpasi di tempat nyeri sudah tidak lagi menimbulkan nyeri. dan menggunakan teknik pelayanan secara perlahan sebagai penunjuk untuk mendapatkan posisi yang layak.

Mekanisme yang pasti yang termasuk dalam persepsi ini tidak didokumentasikan. Posisi pelepasan yang terfasilitasi dikembangkan oleh Di Giovanna. Kadang prinsipnya adalah membongkar dan mengikuti. putaran) untuk mempercepat pelepasan. Mendapatkan posisi pengobatan yang tepat dengan bentuk yang lain dari teknik tidak langsung merupakan suatu tantangan. Teknik memposisikan melibatkan keseimbangan tekanan pada setiap sisi dari bagian yang mengalami disfungsi. dan Downing. Pelepasan terjadi. titik nyeri membantu dalam menentukan posisi pengobatan yang tepat. Dia berpikir sebentar dan menjawab. Terdapat beberapa nama untuk mendeskripsikan tekhnik indirect balancing. Schiowitz. “sekitar 85 detik!” Teknik kombinasi atau sebuah pendekatan kombinasi sering digunakan dengan teknik tidak langsung. Semakin sempurna keseimbangan yang terjadi semakin cepat pula perbaikan. atas-bawah) dan pernapasan. Dengan counterstain. adalah teknik tidak langsung yang menggunakan tekanan yang terfasilitasi (kompresi. Teknik kombinasi adalah teknik yang menggunakan teknik tidak langsung pada awalnya dan teknik langsung pada akhirnya. Beberapa bentuk dari teknik indirek menggunakan beberapa metode untuk memdahkan sebuah pelepasan. bagian yang mengalami disfungsi diposisikan pada arah yang bebas dari arah yang terkekang. Bagaimanapun. Nama-nama tersebut meliputi tekhnik fungsional dan teknik penyeimbangan ligamen. samping-samping. Denominatornya adalah teknik-teknik tersebut adalah dilakukan secara tidak langsung. 21 . Posisi yang tepat untuk beberapa teknik memudahkan praktisi. Penyangga yang asli menjadi halus. Teknik fungsional meliputi palpasi yang terus menerus sampai menekan pada kedua sisi. Jaringan ditarik secara langsung dengan gerakan yang ke titik seimbang. Pelepasan dengan tindakan yang bertahap. ketika pelepasan terjadi. Di Giovanna pernah ditanya tentang perbedaan antara counter stain dan posisi pelepasan terfasilitasi. dan tunggu untuk pelepasan. Indirect myofascial release. Teknik fungsional Johnston melibatkan keseimbangan tekanan pada 3 arah (depanbelakang. Fokus pada kasus ini adalah pada otot dan fascia pada sendi yang spesifik. ditahan. dan bagian yang mengalami gangguan fungsi pindah ke penyangga yang terbatas. Teknik penyeimbangan tidak langsung mungkin sulit untuk sebagian praktisi tetapi mudah untuk praktisi yang lain. distraksi.Indirect Balancing. hal ini terjadi sangat jelas untuk klinisi yang mengobati karena ada penurunan tekanan keseluruhan disekitar bagian yang disfungsi.

tendon.Gambar 19-6. Ringkasan prinsip teknik tidak langsung Strain-counterstain. Menentukan titik nyeri counterstain. dipakai mekanisme cranial dengan memilin ke kanan. Hamstring Release Technique. lalau tunggu sampai pelepasan. Teknik craniosacral diaplikasikan untuk tulang calvarium dan sacrum. Biasanya terletak pada otot perut. Craniosacral. Gambar 19-7. Kebanyakan dari tekniknya tidak langsung. dengan gerakan bebas. Counterstain. Gerakkan bagian 22 . Beberapa teknik cranial adalah teknik langsung – contohnya. Tahan. Vault Hold. atau dermatom dari otot yang memendek akibat restriksi. Tekhnik yang digunakan pada diagnosis dan pengobatan tulang cranial. jika pasien terkilir pada sphenoid kanan dan occiput kiri. Contohnya. pada impaksi sutura (sutural impaction).

Dimulai dengan dengan teknik indirek dan pelepasan terjadi. Dari beberapa literatur sejak 1925 dilaporkan hampir 275 kasus efek samping dari manipulasi cervical. dan tunggun sampai pelepasan. Penelitian yang ada dibatasi oleh heterogenitas pasien. Pelepasan terjadi sebagai hasil dari tenaga intrinsik. Diperkirakan resiko mengalami efek samping dari manipulasi cervical 1:400.85 23 . Kontraindikasi dan Efek Samping Mungkin komplikasi yang paling serius dalam manipulasi cervical adalah stroke yang berhubungan dengan diseksi arteri vertebrobasilar. Kembalikan ke posisi semula secara pelan. Gerakkan bagian tubuh ke arah yang berlawanan dari bagian yang mengalami keterbatasan gerakan dan ke arah yang bebas. Lalu cek ulang. Lalu gerakkan pelan-pelan menuju bagian yang terhalang.000 manipulasi sampai 1:3. Posisi yang sesuai dicapai ketika didapatkan tekanan yang sama pada seluruh sisi bagian yang mengalami disfungsi. namun Mills dkk mendukung efektifitas manipulasi dalam pengobatan otitis media akut. Laporan ini memberikan terhadap dukungan untuk mereka gunakan dalam pedoman untuk masalah punggung akut oleh badan penelitian dan kebijakan kesehatan. khususnya pada penderita lbp selama 2-4 minggu. Saat ini tidak ada pedoman untuk terapi regimen untuk cervikal dan tulang belakang regio toraks. dan hasil yang kurang diterima dan divalidasi secara luas. Pendekatan dengan teknik kombinasi bisa dilakukan pada kebanyakan teknik indirek. Studi random yang adekuat untuk menilai manfaat jangka panjang dari terapi belum ada. Tahan. berbagai teknik pengobatan manual yang digunakan. Indirect Balancing. kesulitan dalam “blinding” pasien. Evidence – Based dari kegunaan terapi manual dalam praktik Keberhasilan dan resiko dari terapi manual terus berkembang dengan kontroversi. lama nyeri. Tahan sampai 90 detik. Combined technique.tubuh ke arah gerakan yang bebas (juga ke arah tempat yang cedera) sampai nyeri dirasakan tidak ada atau minimal. Ulasan sebelumnya mengenai penelitian terapi manual menunjukkan keefektifan dalam beberapa populasi. Jumlah manipulasi cervical diperkirakan dari 23 juta samapai 193 juta setiap tahunnya di US dan Kanada.

hipertensi. Tes DeKline yang paling popular. atau terlibat dalam yoga. bermain tenis. Hampir diseksi vertebrobasilar terjadi dalam manipulasi cervical. Dalam upaya mengidentifikasi pasien yang mungkin berisiko untuk cedera a. Risiko terjadinya cedera vetebrovbasilar secara spontan mendekati 2 kali berisiko terjadi setelah manipulasi cervical. Komplikasi dari manipulasi tulang belakang leher yang paling sering terjadi pada pasien yang memiliki manipulasi tulang belakang leher sebelumnya tanpa kesulitan dan tanpa faktor risiko jelas untuk diseksi arteri vertebrobasilar. baik secara spontan atau setelah trauma ringan atau pergerakan leher yang biasa dilakukan sehari-hari. Tes ini dan sejenisnya sudah tidak dapat diandalkan.juta manipulasi. Tabel 19-1 Kontraindikasi Teknik Manipulasi Kecepatan Tinggi • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Fraktur yang tidak stabil Osteoporosis berat Mieloma multiple Osteomielitis Tumor tulangn primer Paget disease Defisit neurologis progresif Tumor tulang belakang Kompresi cauda equina Herniasi sikus intravertebra cervical sentral Hipermobile joints Atritis Reumatoid inflamasi fase ankylosing spondylitis atritis psoriasis Reiter Syndrome Pengobatan antikoagulan Gangguan perdarahan kongenital Gangguan perdarahan didapat Inadequate physical and spinal examination Kemampuan manipulasi minim 24 . beberapa tes provokasi telah dikembangkan. vertebrobasilar akibat manipulasi cervical. penggunaan kontrasepsi oral dan merokok. mengecat langit-langit. Faktor risiko yang paling umum pada diseksi arteri vertebrobasilar adalah migrain. bersin. seperti mundur dari sebuah jalan.

Presiden the German Medicine Society. kecelakaan terjadi. tinggi amplitudo. Efek samping yang bisa terjadi dengan manipulasi dan tidak selalu sebai atau merupakan komplikasi. Penulis mengusulkan dua aturan lagi:: 1. skil manual yang kurang. H. Counterstrain technique adalah teknik nontraumatik.Sayangnya. pengalaman dalam merawat pasien dengan manipulasi sangat membantu dalam membuat penilaian ini. Kontraindikasi bisa muncul dari beberapa sebab. penghalang itu tidak terlibat sebelum menyodorkan. Dua masalah umum dari 40 kasus paling sedikit 1 atau dua masalah yang ada disetiap kasus. dan kegagalan untuk menentukan kebutuhan konsultasi. Hampir semua komplikasi berhubungan dengan teknik dorongan dengan kecepatan tinggi. dan pasien biasanya mengalami perbaikan setelah gejela rebound mereda. diagnosis penyumbatan (pembatasan gerak) tidak dibuat. Manipulasi dilakukan oleh dokter. dan jika teknik langsung digunakan. kecepatan tinggi. Pertama. Daftar lengkap kontraindikasi tidak menggantikan penilaian ini oleh dokter. tinggi gaya dorong yang digunakan (mencambuk sekitar leher). Sebaliknya. Penelitian ini menetapkan dua aturan: tidak pernah memanipulasi tanpa terlebih dahulu mendiagnosis. melakukan penelitian untuk pemerintah Jerman dari 40 kasus. yang sering terjadi beberapa jam setelah terapi. Menggunakan teknik tidak langsung jika skil ini mampu dilakukan. 2. tukang pijat. Mengobati torak atas. Kesalahan dokter termasuk kesalahan diagnostik.. ada juga 25 . Post terapi. Pasien seharunya diberi tahu tentang apa efek samping yang akan mereka rasakan setelah terapi yang bersifat sementara. Ada pasien yang kontraindikasi teknik dorongan (thrusting technique). Tabel 19-1 adalah daftar keadaan yang kontraindikasi terhadap teknik dorongan. Ada pasien lainnya yang berhubungan dengan masalah psikologi dan perilaku alami yang juga kontraindikasi thrusting technique. nyeri bisa terjadi beberapa jam kemudian.D Wolf. Praktisi harus mempertimbangkan resiko-resiko dan keuntungan manipulasi. Kedua. dan para terapis. hati-hati terlibat penghalang sebelum dorong rendah amplitudo kecepatan tinggi. Gejala-gejala ini menghilang secara spontan. area iga atas sebelum mengobati leher. Pasien kadang-kadang mengalami “rebound phenomenon” dengan peningkatan gejala sementara. apa yang dapat dilakukan untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan dari manipulasi tulang belakang leher.

TRAKSI Definisi Traksi merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk meregangkan jaringan lunak dan memisahkan antara permukaan sendi dengan fragmen-fragmen tulang dengan menggunakan tarikan yang kuat. Hampir 150 tahun yang lalu. dan semakin dipopulerkan oleh Cyriax. Kekuatan yang diterapkan harus sesuai besar dan lama waktu yang dibutuhkan agar tepat dengan tujuannya. Judovich menyatakan bahwa semakin besar kekuatan yang diberikan. Dia mengusulkan agar traksi dapat digunakan untuk pengobatan penyakit tulang belakang (lumbar disk disorders). Colachis dan Strohm mempelajari biomekanik dari traksi dan berusaha menentukan sudut optimal dari tarikan untuk traksi cervical. kekuatan yang lebih baik dengan cara mengatasi resistensi permukaan sangat baik digunakan dengan traksi intermiten. Diluar sejarah ini. Beberapa abad setelah Hippocrates. Mereka berkesimpulan bahwa 24 derajat dari intermiten flexi selama 25 menit akan menghasilkan distraksi optimal. 26 .kemungkinan overdosis pengobatan manipulatif. Perspektif Historis Traksi berawal dari masa Hippocrates. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa sudut optimal dari tarikan. Kegunaan traksi untuk pengobatan penyakit spinal telah banyak diketahui sejak 50 tahun yang lalu. Metode traksi telah dimodifikasi secara berkelanjutan untuk pengobatan patah tulang. durasi dan kekuatan memberikan hasil yang berbeda. penggunaan umum sering untuk mengurangi patah dan dislokasi. sementara itu gerakan tubuh memberikan perlawanan dengan gaya yang sama dan berlawanan. Pada tahun 1960an. Dosis pengobatan harus dibatasi oleh kemampuan respon pasien terhadap pengobatan. Cyriax berhipotesis bahwa dengan traksi yang konstan selama minimal 20 menit akan menghasilkan regangan dan dekompresi dari struktur spinal. maka akan semakin kecil toleransi dengan traksi konstan. Dia menemukan bahwa dibutuhkan 20-25 lb untuk menghasilkan distraksi pada cervical spine. yang merekomendasikannya digunakan untuk Skoliosis. dan patah tulang paha. traksi merupakan metode yang dipilih untuk pengobatan patah tulang paha. kiposis. sama baiknya dengan durasi optimal dari kedua traksi. bagian lumbar dan cervical.

Traksi ini secara tipikal tidak ditoleransi secara baik dan tidak umum digunakan. telah dikenal teknik inversi. tapi telah sering digunakan pada lumbar spine dengan traksi split atau autotraction table. durasi dan arah dari tarikan dapat bervariasi. selain itu25 lb dari kekuatan dibutuhkan untuk melawan cervical lordosis normal dan membawa distraksi dini terhadap segmen vertebrae. Pada tingkat lanjut. resistensi permukaan harus diatasi. Siklus biasanya dapat diulangi 15-25 menit dengan fase traksi berkisar 5-60 detik. Jenis Traksi Traksi dapat diberikan dalam beberapa metode. Traksi cervical dapat digunakan di rumah dengan cara tradisional (gambar 19-9) atau distraksi supine posterior (gambar 19-10). motorisasi atau hidrolik atau dengan menggunakan gravitasi melalui inversi. 27 . mekanis. Distraksi posterior ini lebih sering dikenal. Sudut optimal dari tarikan. Traksi ini masih sulit untuk ditoleransi. Traksi Intermiten menggunakan kekuatan yang lebih besar lagi dan periode yang lebih pendek. dipertahankan. sistem motorisasi dan perkembangan tabel stabilisasi. Traksi Cervical. dimana mengurangi berat dari kepala tapi meningkatkan resistensi friksional. Ini hampir sebanding dengan separuh berat badan atau berat bagian tubuh. Mekanis. Kekuatan traksi dapat ditingkatkan dan dikurangi pada setiap siklus pengobatan.Selanjutnya traksi digunakan pada pengobatan nyeri cervical dan lumbar. Terlepas dari metode. umumnya dilakukan manual. Besar kekuatan. termasuk manual. tapi kurang mampu menahan kepala dan kurang nyaman. Traksi pada posisi duduk memberikan posisi akurat untuk sudut tarikan. Traksi berkelanjutan digunakan untuk besar kekuatan yang kecil dalam durasi yang panjang sekitar 30-40 jam. atau intermiten. Sustained traction (traksi yang dipertahakankan) mengunakan kekuatan yang lebih besar tapi untuk periode pendek (biasanya 30-60 menit). dan durasi dari tarikan dapat disesuaikan. Posisi ini juga memberikan kontrol yang lebih baikterhadap kepala pasien dan secara tipikal lebih nyaman (gambar 19-8). Kekuatannya dapat diberikan secara berkesinambungan. atau motorisasi dengan selempang di kepala atau dagu atau dengan unit distraksi supine posterior. berkisar antara 20-30 derajat dari flexi . Traksi mekanis cervical dapat diterapkan dalam posisi supine. dan dase istirahat berkisar antara 5-15 detik.

Traksi Cervikal di rumah. Gambar 19-10. Gambar 19-9. 28 . Traksi Mekanik pada Tulang Cervikal. Alat traksi alternatif untuk traksi di rumah.Gambar 19-8.

Dekompresi aksial vertebral baru-baru ini telah dianjurkan untuk nyeri pinggang dengan atau tanpa nyeri tungkai . belum ada penelitian tentang traksi lumbar untuk menentukan sudut efektif darib tarikan. Pasien akan beranggapan bahwa posisi yang bebas nyeri dan dapat dilakukan traksi aktif dengan menarik pada overhead bar. Nachemson menyatakan bahwa hasil itu mungkin tidak valid karena kalibrasi yang tidak tepat. kurangnya pengukuran yang tepat untuk suhu. Kebutahan kekuatan untuk mengatasi resitensi dikurangi.Traksi lumbar membutuhkan kekuatan yang lebih signifikan untuk memperoleh distraksi dari segment vertebrae dari pada traksi cervical. Terdapat tiga studi klinis menunjukkan kemajuan secara klinis untuk nyeri punggung atau nyeri pada kaki. Pasien kemudian dapat menggunakan kakinya untuk mengaktifkan bar. Sistem traksi secara umum mencakup thoracic atau chest belt dengan pelvic belt. Sampai kini. Traksi Lumbar Termotorisasi. Hanya terdapat satu studi secara acak. besar kekuatan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Ramos dan Martin menyarankan bahwa tekanan negative intradiscal dalam kisaran 100 mmHg bisa diperoleh selama pentalaksanaan dengan VAX-D . Tubuh beristirahat lebih sedikit pada sebagian mobile. atau autotraksi tabel.sebagai alternatif kompresi dan kekuatan distraksi. traksi tabel split. dengan perbandingan 29 . mobile dan stationary table. dan durasi tarikan. sehingga kekuatan yang dibutuhkan untuk ditraksi secara signifikan berkurang. inversi. dan fakta bahwa ini bukan system tertutup. Split traction table terderi dari dua. Metode traksi ini menggunakan table traksi split dengan pasien berbaring di atasnya. dimana akan terbagi dari porsi yang seimbang. Autotraction table memberikan kedua segmen untuk berpindah dan dikontrol oleh pasien. Gambar 19-11.

Hal ini secara alami berarti bahwa indikasi untuk dilakukan traksi mencakup kondisi di mana kondisi secara fisiologi akan memberikan manfaat secara fisiologi. telah menarik perhatian yang signifikan dalam dunia klinisi. dari dua laporan kasus menunjukkan proses ke arah lebih baik pada gejala. traksi dapat digunakan untuk mengobati kondisi di mana efek fisiologis traksi secara teoritis akanbermanfaat. Indikasi. memperbesar foramina intervertebralis dan terpisahnya sendi apohyseal. hasilnya masih belum diketahui. nyeri leher. kesembuhan Tidak ada consensus mengenai indikasi definitif untuk traksi. Tujuan penatalaksanaan. Pengunaaan traksi untuk nyeri leher aksial bahkan kurang 30 . tapi harus dalam kondisi memiliki yang sesuai untuk penggunaannya dalam kasus radiculopathy serviks. memperbesar ruang intervertebralis. Traksi paling sering dilakukan untuk mengobati radiculopathi serviks. tetapi secara belum diketahui secara pasti kelebihannya yang akan didapat. DRX90000. dan nyeri pinggang yang lebih kontroversial. Traksi dapat meregangkan otot-otot dan ligamen. Efek secara fisiologi Efek fisiologis dari traksi telah banyak telah dievaluasi dan dilaporkan. studi retrospektif dengan meninjau 100 rekam medis pasien yang telah menerapkan penggunaan DRX9000 untuk penobatan selama 2 bulan untuk diskogenic low back pain lebih dari 12 minggu durasi menggunkan DRX9000. Hal ini diperkenalkan untuk mengobati nyeri lumbal dengan atau tidak adanya nyeri tungkai. Salah satu laporan mengenai pelebaran herniasi pada disk terjadi selama terapi dengan menggunakan VAX-D yang telah dipublikasikan. Meskipun kecenderungnya meningkat.89 pada saat setelah selesaian pengobatan. Nilai rata-rata dari intensitas nyeri pada saat awal 6.05 dan menurun 0. Literatur yang mendukung penerapan ini sedikit.secara stimulasi listrik transkutan. Pengukuran yang dilakukan secara primer dengan menggunakan penghitungan intensitas nyeri dengan nilai (0 sampai 10) sebelum dan setelah dilakukan pengobatan selama 8 minggu. Traksi dilakukan pada radikulopat ilumbal. Belum adanya uji secara acak dengan plasebo sebagai kontorl yang melibatkan uji trial pada DRX9000. Sebuah studi yang dilakukan oleh Macario dkk. dengan kontra indikasi. ligamentum longitudinal posterior menjadi kencang untuk melakukan gaya sentripetal pada fibrosis anulus. Alat dekompresi lain.

Tetapi penelitian itu tidak ada kontrol. Pijat adalah istilah yang digunakan untuk 31 . saki tkepala. inflamasi sendi. dan penekanan pada lebih program pengobatan aktif. dan periorbital petechia dan faring.menemukan perbaikan sekitar 13 dari 16 pasien dengan low back pain diobati dengan alat inversi. atau bahwa ada hanya tidak ada indikasi untuk penggunaannya. Dalam tiga artikel menyimpulkan bahwa tidak ada cukup informasi untuk mendukung penggunaan trasi untuk gangguan tulang belakang lumbal. Di dalam tiga artikel yang menyorot mengenai topik ini dan menyimpulkan bahwa kesembuhan penggunaan metode traksi belum diketahui secara pasti. Kontraindikasi Kontraindiksi absolute untuk traksi termasuk malignansi. telah menurun selama beberapa decade terakhir. penyakit kardiovaskular dan dalam pengaturan dari penyakit arteri carotis atau vertebra. hipertensi tak terkontrol. osteoporosis. Serangkaian kasus yang terdiri dari 49 pasien dengan ditemukan lebih dari 6 minggu dengan kejadian nyeri panggul sekitar 79% dengan traksi. Pengawasan terutama untuk lansia. Giannakopoulos dkk . Traksi inverse melibatkan risiko lebih karena peningkatan tekanan darah dan penurunan detak jantung diketahui terjadi. ketidaknyamanan dari perangkat traksi. infeksi seperti osteomyelitis ataudiskitis. yang signifikan. Perubahan ini terjadi karena kurangnya efikasi. Massage Definisi Penerapan "tangan menenangkan (soothing hand)" untuk orang sakit dapat dianggap sebagai prototype dari setiap pengobatan terapi. Satu studi traksi dengan membandingkan pengobatan kosong. dalam keadaan herniasi dari midline disk.bermanfaat. kompresi spinal cord. Tingkat traksi lumbal di dalam mengobati nyeri pinggang dengan atau tanpa gambaran radicular. Kebanyakan praktisi setuju bahwa traksi harus dihentikan jika ada eksaserbasi gejala. Efek samping. Kedua studi ditemukan adanya perbedaan hasil antara kelompok perlakuan masing-masing. yang terkadang timbul seperti tekanan darah tinggi. atau dengan produksi gejala sistemik seperti pusing. dan adanya masalah pada region lumbal dan abdominal. kehamilan. menyebabkan sakit kepala dan petechie periorbital. sementara yang lain traksi dibandingkan dengan ditambahkan terapi fisik dengan terapi fisik saja. fraktur.

Pada tahun 1000 SM. kata-kata yang digunakan secara bergantian. serta efek pada sirkulasi local. dan teknik.menggambarkan manipulasi tertentu dari jaringan lunak tubuh. yang dianggap bapak pengobatan modern. menulis secara luas penggunaan pemijatan dalam bukunya Articullations. yang berarti "mengadon". Ini dilakukan dalam berbagai cara. dengan tujuan higienis. Ayur Veda (1500 sampai 1200 SM) dianggap tulisan medis tertua di India. referensi dibuat pada penggunaan pijat untuk menghilangkan sakit otot. Pijat dan manipulasi memiliki akar sejarah yang sama. yang biasanya dilakukan dengan tangan. Di Assiria. Pijat telah lebih jauh telah ditetapkan sebagai suatu prosedur. juga dikenal sebagai The Yellow Classic Kaisar of Internal Medicine. yang praktek di 32 . dalam bahasa Yunani disebut massain. Sejarah Pijat telah dikenal dan diterima dalam peradaban manusia walaupun dari asal yang berbeda. dan umum dari darah dan getah bening. Plato (427-347 SM) dan Socrates (470-399 SM) membuat referensi untuk meminyaki dengan minyak ketika melakukan pijatan. dan sering dipakai sebagai referensi pemijatan. filosofi. dengan kuratif. Literatur medis Yunani kuno dan Roma membuat banyak referensi dalam penggunaan pemijatan sebagai dasar pengobatan. meremas. Hippocrates (460-375 SM). baru-baru ini kedua hal tersebut telah dipisahkan menjadi du amodalitas yang berbeda. pemijatan dipakai untuk mengeluarkan setan dan mempercepat penyembuhan. namun tetap sama secara terminologi.dan dalam budaya yang berbeda. yang berarti "menekan atau memadatkan". Dalam teksCina ter tulispada kungfu pada tahun 2700 SM. Bahkan secara etimologi dari pijat menjadi sebuah perdebatan. Babilon sekitar tahun 900 SM. Dokter Yunani Asclepiades (129-40 SM). Kulit dan daging dan latihan nafas dipakai dalam pengobatan paralisis komplit. atau istilah makek dari bahasa Sansekerta. yang berarti "menyentuh". NeiChing. Dalam deskripsi awal dari kedua teknik tersebut. paliatif. menjelaskan bagaimana pijat latihan kulit dan oto dan pernapasan yang digunakan dalam pengobatan kelumpuhan lengkap. Asal-usul dari pijat itu sendiri berkembang termasuk Arab yang berasal dari kata massa. dan perkusi dari jaringan eksternal tubuh. peranpenting yang dimainkan pijat dalam masyarakat. Semua istilah-istilah ini berasal pada waktu yang berbeda . berguling. Pijat dilakukan dengan tujuan menghasilkan efek pada system saraf dan otot. dan termasuk gesekan.

Beberapa murid Ling beremigrasi ke New York dan mendirikan Instiut Pemijatan Swedia pada 1916. shaking. Dia penemu pengobatan gymnastics dan pendekatan yang menggabungkan pemijatan dengan latihan. Pada abad pertengahan “Gereja Roma” ketakutan penggunaan pijatan pada praktek penyembuhan. petrissage. memikirkan. latihan. terdapat kebangkitan dalam ketertarikan pijatan yang menghasilkan penelitian ilmiah dalam penggunaannya sebagai dasar pengobatan. sliding. Komunitas kedokteran Perancis memasukkan “gesekan kulit” dan menggambarkan banyak teknik untuk melakukan pemijatan. dan itu diabaikan sebagai pilihan. seperti effleurage. Pada abad lampau ada 2 dokter yang sangat mnganjurkan penggunaan pemijatan dalam praktek ortopedik. dan vibration untuk teknik pemijatan. Ling banyak memakai teknik dan tatanama yang sebelumnya digambarkan orang-orang Prancis. Banyak istilah untuk teknik ini. Selama Renaissance. Pelaksana pemijatan selama masa ini dianggap dukun oleh profesi medis. Ling adalah pencetus dalam mendirikan Institut Royal Sentral untuk Gymnastik. dan mempromosikan yang sekarang dikenal sebagai pijatan Swedia. punching. Akar pijatan modern berasal dari pekerja Per Henking Ling (1776-1839) dari Swedia. Indikasi dan tujuan Pengobatan 33 . Pada tahun terakhir. Buku ini terkenal mempengaruhi bidang terapi fisik untuk menggunakan pijatan sebagai dasar pengobatan. menulis tentang hidroterapi. yang berpraktek. James Mennel menulis buku Pengobatan Fisik dengan Manipulasi dan Pijatan pada 1917. Fluktuasi ini telah dipengaruhi oleh pofesi medis. sarjana kedoktran menghidupkan kembali pemijatan dan berusaha memahami pengaruh terhadap fisiologi dan anatomi. dan pijatan sebagai 3 dasar terapi terpenting untuk mengobati pasien. yang masih dipakai sampai sekarang. yang sekarang digunakan untuk pengobatan muskuloskeletal dan trauma olahraga lainnya. James Cyriax menulis dengan luas penggunaan manipulasi dan pijatan gesek dalam. Dia juga menggunakan istilah seperti rolling. Kebijakan ini menghancurkan kemajuan pijatan sebagai dasar pengobatan. tapotement. dan friction massage. yang dipercaya sebagai prosedur medikai dan pembedahan yang diperlukan untuk memperbaiki penyakit. Popularitas pemijatan sebagai intervensi terapi telah berlangsung naik turun selama beberapa dekade terakhir.Roma dan dianggap sebagai bapak pengobatan fisik.

Pijatan memiliki efek dalam tubuh. Produk sisa metabolik ini bisa menciptakan pengaruh osmotik pada perpindahan cairan dan menghasilkan stimulasi serabut nyeri. Metode dan aplikasi pijatan berkaitan dengan besarnya efek ini. menghilangkan tegangan otot. Pijatan dalam memiliki efek pada dasar fasia dan jaringan ikat dalam. meningkatkan mobilitas jaringan lunak. Pelepasan histamin lokal ini menyebabkan respon Lewis. mereka bisa masuk sistem limfatik atau vaskuler. Mekanisme terapi pasti bagaimana pijatan bekerja belum sepenuhnya dimengerti. dan mungkin mewakili kombinasi di atas. Teknik ini bisa digunakan pada pasien yang akan menguntungkan dari mobilisasi jaringan dan mengurangi bengkak dan ketidaknyamanan. 34 . inaktifitas. termasuk mekanik. Pijatan dalam bisa menolong untuk melepas restriksi ini. dan vibrasi. Trauma pada jaringan lebih dalam ini bisa menghasilkan restriksi. dan fisiologis. neurologis. Nyeri. gunting. Mekanisme kerja untuk ini tidak dimengerti dengan baik tetapi paling mungkin karena stimulasi sel mast dan pelepasan histamin. dengan hiperemia terlihat dengan teknik superfisial. adhesi dan luka mikro. Katup dalam sistem limfatik dan vena mencegah kembalinya cairan ke jaringan. Efek ini didapat dari tenaga fisik yang diberikan pada jaringan tubuh. adhesi. dan melemahkan menghasilkan tidak cukupnya otot untuk memidahkan cairan. Konstriksi fasia ini bisa secara potensial menyebabkan restriksi perpindahan cairan dalam pembuluh darah. dan memperbaiki sirkulasi. Tujuan terapi pijat untuk menghasilkan relaksasi. dan luka. termasuk panas dan kemerahan pada tempat stimulasi. menghasilkan lengkung umpan balik sendiri terus menerus. mengurangi nyeri. sebaik pengurangan aktifitas otot. Hipomobilitas ini bisa menghasilkan akumulasi cairan tetapi yang penting ini bisa menyebabkan akumulasi produk sisa metabolik. Pijatan untuk pasien dengan kanker telah menghasilkan keuntungan ini dan mengurangi kebutuhan untuk menambah pengobatan penghilang nyeri. Pijatan bisa mempunyai efek segera pada aliran darah kulit. Efek mekanik dan fisiologis Efek mekanis dari pijatan paling nyata dan dipahami dengan baik. Hipomobilitas ini bisa menghasilkan meningkatnya stasis cairan. seperti tekanan. Sekali cairan meninggalkan sel atau cairan intestisial. Tekanan mekanis diciptakan dengan pijatan yang memindahkan cairan dari area yang relatif stasis (tekanan rendah) ke area tekanan tinggi dengan menciptakan gradien tekanan hidrostatis. refleksif. Pijatan meningkatkan mobilitas produk sisa metabolik dan pnyebaran akumulasi cairan.

Setelah pijatan mencapai bagian proksimal. ujung jari. petrissage. dan/atau jempol pada kulit dengan pola sirkular-ritmik dengan derajat tekanan yang bervariasi. Teknik ini sering digunakan sebagai pendahulu dari teknik pemijatan atau manipulasi lain yang lebih agresif. Empat gaya pijatan dasar teknik Barat ini antara lain effleurage. Serabut saraf afferent somatis membawa informasi dari sistem somatis ke medula spinalis. Teknik ini dikategorisasikan berdasarkan lokasi geografis asal. Teknik Barat yang paing sering digunakan adalah teknik yang diterapkan oleh Swedish. Ini dianggap bahwa reaksi ini yang terhitung untuk efek global menghasilkan teknik pijatan. Disfungsi dalam struktur somatis bisa meningkatkan input afferent neural. Pemijatan yang lebih dalam dapat menimbulkan efek mekanik pada sistem sirkulasi dan sistem myofascial dalam. Effleurage menggunakan teknik menekankan telapak tangan. restorasi fungsi. menimbulkan relaksasi pada daerah tersebut bila pijatan dilakukan secara lambat. Effluerage sering 35 . seperti tipe pijatan Barat (Eropa) dan tipe pijatan timur (Asia). Aliran darah ke daerah yang dipijat akan meningkat. Western Form of Massage (Massase Tipe Barat) Effleurage. torso. dan menimbulkan stimulasi bila dilakukan dengan cepat. Telah dihipotesiskan bahwa pijatan menghasilkan pada reaksi refleks normal. tangan pemijat dapat diturunkan kembali kebagian distal dan proses pemijatan yang sama diulang. Gerakan pijatan ini dilakukan dengan menjaga kontak kontinu dengan kulit dan memijat dari bagian distal hingga ke proksimal dari ekstremitas.Sekali siklus terus menerus dari nyeri. atau tulang belakang. Beberapa jenis pengobatan mengkombinasikan terapi pijatan dengan teknik pengobatan lain seperti reintegrasi struktural. Peningkatan aktivitas eferen ini menyebabkan otot menjadi hipertonus dan berkontraksi. Hal ini disebut sebagai “facilitative spinal segment’ dan dibahas secara mendalam pada bagian manipulasi. Types of Massages Berbagai teknik telah digunakan dalam terapi pijat. dan tapotement yang berasal dari Perancis. Effleurage yang dilakukan pada permukaan superfisial tubuh dapat menimbulkan perubahan refleksif dan perubahan fisiologis. Meningkatnya input ini mengubah aktivitas eferen pada level korda spinalis yang sama melalui interneuron. stasis dan hipomobilitas rusak. dan terapi gerakan. Daerah otot yang hipertonus sesuai dengan level korda spinalis spesifik yang mensarafinya. friction massage. tubuh bisa menyimpan kembali mekanisme penyembuhan normal.

sedangkan tekni petrissage yang lebih dalam meningkatkan aliran darah. 36 . juga pada kasus kongesti vaskular yang berkaitan dengan pembedahan. Massase Petrissage “Berputar”. Teknik superfisial menimbulkan relaksasi. Tipe massase ini dilakukan pada pasien dengan rhytymik bahu posterior.digunakan untuk menstimulasi drainase dari sistem limfatik dan untuk meringankan nyeri akibat joint-sprain. Petrissage juga dikenal dengan sebutan ‘kneading massage’. Gambar 19-13. Teknik pemijatan melibatkan kedua tangan yang menekan kulit diantara jempol dan jari pemijit yang lalu digulirkan secara ritmik. memobilisasi cairan dan deposit jaringan. menurunkan adhesi jaringan. Petrissage. Gambar 19-12. Kedalaman dari petrissage dapat menentukan efek mekanik yang dihasilkan. Massase Effleurage. dan memar. penyakit pembuluh darah perifer. dan meningkatkan elastisitas jaringan. muscle strains. dan nyeri kompleks regional.

Tapotement. dan shaking the tissue. Pukulan berfrekuensi 2-6 Hz ini akan diteruskan dengan pola sekuensial ke seluruh permukaan yang diterapi. kemudian gerakan diatas diulang pada posisi lebih proksimal. pounding. beating. rolling. Bagian dalam jari dan jempol menekan jaringan dan menggesernya dari strruktur tubuh yang lebih dalam. 37 . dilepaskan. sehingga timbul gaya yang menyerupai tarikan pada permukaan tubuh. clapping. wringin. Teknik ini sering digunakan disekitar sinus untuk mempermudah pengeluaran sekresi.Hacking menggunakan bagian tangan yang dipersarafi saraf ulnaris yang langsung ‘memukul’ permukaan jaringan tubuh yang hendak diterapi. namun saat satu tangan menekan.Petrissage juga mencakup pemijatan kompresi. Teknik cupping menggunakan tangan yang ditangkupkan. dan vibration. Shaking merupakan teknik pijatan dimana jaringan dijepit dan digetarkan secara kuat diantara kedua tangan. Wringing menyerupai gerakan pijat picking up. tangan yang lain menarik. Teknik tapping menggunakan permukaan jari. yang kemudian diperkusikan ke dinding dada. dan menggulir jaringan seperti jaringan tersebut berjalan pada objek kecil dibawah kulit. biasanya jari telunjuk dan jari tengah. Tapotement. Picking-up meliputi empat langkah dasar yaitu penekanan jaringan lunak . Rollling dilakukan dengan ‘menjepit’ permukaan jaringan tubuh diantara jempol dan jari. untuk melakukan perkusi pada permukaan tubuh. ‘menjepit’ jaringan dengan jempol dan tangan kemudian ditekan. melibatkan kontak ritmik bergantian pada permukaan jaringan tubuh dengan tekanan yang berbeda. dengan berbagai variasi antara lain kneading (picking-up). Beating menggunakan ujung siku yang terlipat merupakan salah satu teknik tapotement yang agresif sehingga jarang digunakan. termasuk hacking. atau pijatan perkusi. Kneading meliputi pergerakan sirkular satu tangan diatas tangan yang lain pada permukaan bagian tubuh. Teknik ini seringkali digunakan untuk mengeluarkan sekresi yang dihasilkan oleh proses penyakit seperti kistik fibrosis. Posisi tangan kemudian diubah-ubah sepanjang otot yang hendak diterapi. Berbagai teknik telah digunakan untuk menghasilkan tipe pijatan tapotement ini.

Cross friction massage digunakan secara luas oleh Cyriax. melenturkan 38 . atau regio hipotenar tangan pada area tubuh yang kecil. Tujuan terapi friction massage adalah melepaskan adhesi jaringan.Gambar 19-14. Sedikit sekali gerakan yang diaplikasikan oleh jempol pada permukaan tubuh yang hendak diterapi. Massase Tapotement “cupping” Friction Massage. Jaringan tubuh dipijat mulai dari permukaan sampai ke bagian dalam dengan meningkatkan tekanan yang diberikan. jempol. atau transversal menggunakan jari. longitudinal. Massase Tapotement “Hacking” Gambar 19-15. Friction Massage adalah pijatan dengan pemberian tekanan sirkular.

fungsi. Teknik Western yang lain Teknik lain yang menggabungkan pijatan. MD pada tahun 1940-an. yang merupakan gabungan dari elemen mental. teknik Alexander dan Feldenkrais. Gambar 19-16. struktur. Latihan kerja tangan meliputi gerakan rocking. yang berfokus membuat gerakan menjadi lebih ringan dan mudah. termasuk terapis harus dalam keadaan tenang dan fokus. seperti yang dijelaskan oleh Travell. dan menghilangkan trigger point. Komponen gerak dari teknik ini disebut ‘mentastics’. teknik ini telah mulai digunakan oleh orangorang. Teknik ini melatih pasien untuk bergerak dengan ‘ringan’ dan efisien. Tager Psychologic Integration Metode terapi ini dikembangkan oleh Milton Tager. Massase ini dilakukan pada epikondilus lateral untuk menyembuhkan tendon. myofacial release. Massase Friksi. Terapis menggunakan hook up ini untuk berkomunikasi dengan kebutuhan pasien dan respon pasien terhadap terapi.ligamen. Teknik ini mengkombinasikan penggunaan kerja jaringan tangan dan reintegrasi dari gerakan melalui reedukasi dan latihan relaksasi. Informasi disampaikan melalui tangan terapis ke tubuh pasien yang menghasilkan gerakan yang lebih mudah. dan drainase limfatik manual (MLD). 39 . streching. Terapis Tager menggunakan ‘hook up’. fascitis plantaris. Rolfing. Friction massage juga efektif digunakan sebagai terapi dari bursitis. psikologis. dan gerakan dalam progam rehabilitasi antara lain Tager psychologic integration. Walaupun penggunaan teknik ini tidak sesering penggunaan teknik Swedish. atau rolling movement untuk relaksasi dan mengurangi tegangan. dan gimnastik. dan trigger points.

adalah seorang ahli fisika dan insinyur mesin yang mengalami disfungsi lutut dan dikatakan kemungkinan besar harus menggunakan kursi roda. Ia kemudian mengembangkan teknik terapi untuk pengobatan nyeri leher kronik dan nyeri punggung bawah. teknik Alexander. Setelah banyak perenungan dan reedukasi postural. seorang ahli kimia yang mengalami beberapa masalah kesehatan terinspirasi oleh beberapa filosofi medis seperti osteopati. Semua sesi berhubungan satu sama lain dan penambahan penatalaksanaan selalu diminta sebagai tambahan dalam perubahan promosi. Pijatan gesekan yang lebih yag ditampilkan dengan teknik Rolfing dapat terasa nyeri. Pijatan superfisial diperagakan pertama kali. Rolf melihat gaya berat sebagai satu penyebab utama disfungsi. dengan peningkatan menjadi masase gesekan yang lebih dalam. Teknik lain sudah dipengaruhi teknik Rolfing. Teknik ini mengajarkan pasien untuk mengerti pola gerakan mana yang bermanfaat. Alexander menerapkan pendekatan keseimbangan antara gerakan kepala dan leher dengan menggunakan kontrol primer. dan yoga. Tujuan teknik-teknik ini adalah mempelajari gerakan efisien dan bebas nyeri. Melalui rehabilitasi sendiri masalah di lututnya. Feldenkrais menekankan repetisi multipel dalam meletakkan pola neuromuskular baru dan mempertimbangkan seluruh tubuh. Diperkirakan. dan postur dinamis serta latihan pernafasan. Ida Rolf (1896-1979).M Alexander (1869-1955) merupakan aktor Shakespear yang sering mengalami masalah leher dan vokal. DSc (1880-1967). mana yang tidak perlu yang biasanya tidak disadari. dengan nyeri yang lebih sedikit dan sedikit invasif. ia mempelajari pergerakan dan hubungan antara kontraksi otot dan gerakan. Dengan latar belakang teknik sabuk hitam judo dan ilmu fisikanya. bahkan pada gerakan paling sederhana. Prinsip utama sistem integrasi struktural adalah membantu klien mencapai keselarasan vertikal yang tepat dan gerakan yang efisien. Mosche Feldenkrais.35 Ia mulai mengajar siswasiswanya beberapa latihan sederhana yang dapat diperagakan pada tugas-tugas fungsional. Ini adalah usaha untuk meregangkan fascia dan membiarkan otot menjadi relaks dan memanjang. 40 .Teknik Alexander E. Integrasi struktural Rolfing. dengan memasukkan pola Kellerwork dan Aston. Pola Feldenkrais. ia menyadari bahwa masalah vokalnya dapat teratasi dengan reedukasi postural. ia mengembangkan beberapa teknik. Ia melihat tubuh sebagai kelompok unit dan mempelajari hubungan mereka satu sama lain. Teknik yang lebih baru sudah diimplementasikan.35 Regimen ini terdiri dari serangkaian prinsip sesi 60 sampai 90 menit. pola gerakan yang tidak bermanfaat dapat dihentikan melalui terapi.

Drainase Limfatik Manual (MLD) dikembangkan di Eropa pada tahun 1930 oleh fisioterapis Danish.Pembebasan Miofasial. Istilah pembebasan miofasial diciptakan oleh Robert Ward. MLD adalah pijatan superfisial terpusat dimana limfe dipindahkan dari daerah pembuluh limfe yang rusak ke daerah limfe lain. istirahat. dan lebih jauh dikembangkan oleh John Barnes. Estrid dan Emil Vodder. otot. luka pada satu area fascia dapat mengakibatkan nyeri dan disfungsi pada area yang lebih jauh. perawatan kulit. Setelah daerah proksimal dipijat. dan latihan. Terapi limfedema konpleks meliputi kombinasi MLD dengan modalitas lain. saraf. Drainase Limfatik Manual. pada tahun 1960163. PT.109 Pemeliharaan jangka panjang dilakukan untuk mengontrol edema. Sesi ini berlangsung selama 45-60 menit. seperti pompa sekuensial. Praktisi pembebasan miofasial menggunakan peregangan dan pijatan untuk membebaskan tekanan fascial dan dapat sering bekerja pada area yang tampak tidak berhubungan dengan nyeri atau trauma primer. Qi memiliki dua komponen dasar yang mengalir sepanjang 12 meridian. yin berhubungan dengan kepasifan. DO. balutan tekanan rendah. 155 Akupungtur telah dikembangkan lebih dari 3000 tahun yang lalu di Cina. Filosofi dasar di balik teknik ini adalah mengembalikan aliran energi atau qi. Hal ini dilakukan untuk mendilatasi pembuluh limfe dan membiarkan alirannya mencapai daerah distal. Fascia merupakan substansi besar yang menghubungkan semua tulang. dan dingin. Akupresur didefinisikan sebagai tekanan jari pada gerakan sirkuler untuk mengobati daerah yang dapat diterapi dengan jarum akupungtur dan untuk beberapa alasan. Bagian tatalaksana pertama meliputi pijatan daerah proksimal ekstremitas. garmen kompresif.92 MLD menjadi populer di Amerika Serikat dan banyak terapis dilatih teknik ini.17. Luka atau tekanan pada satu area fascia dapat mengakibatkan nyeri dan nyeri tekan. Karena hubungan ini. sedangkan yang 41 . dan organ dan jaringan internal lain. Pembebasan miofasial digunakan untuk mengobati nyeri kronik dan mengembalikan luas gerakan menjadi normal. Bentuk Pijatan Eastern Akupresur. Hal ini menunjukkan bahwa volume ekstremitas dapat dikurangi sebanyak 25-63% setelah tatalaksana ini.5 Teknik ini ditemukan dengan alasan tubuh dibungkus oleh jaringan ikat (seperti fascia). pijatan yang lebih ritmik dilakukan dari distal ke proksimal ekstremitas. sebagai teknik untuk mengontrol limfedema post mastektomi.

Paling sedikit ada satu uji random terkontrol besar mendukung penggunaan pijatan pada tatalaksana ansietas dan stres. Akupresur adalah sebuah teknik yang dapat dengan mudah diubah menjadi modalitas tatalaksana sendiri. Tekanan dalam diberikan pada titik-titik akupungtur dengan gerakan sirkuler tanpa menggunakan lubrikan. Penggunaan Pijatan Evidence Based Pijatan digunakan dalam bentuk multipel dalam menatalaksana berbagai keadaan. dan panas.155 Filosofi ini mungkin didasarkan pada Mesir Yunani.133. stimulasi. Tekanan diberikan pada meridian tertentu yang sesuai dengan akupungtur. ada ketertarikan baru dalam menetapkan manfaat pijatan.berhubungan dengan keaktifan.101. tetapi digunakan oleh beberapa praktisi pijatan di Swedia untuk mengobati daerah nyeri tekan pada ekstremitas. Shi (berarti jari). dan gangguan tidur.142 42 . dan keluhan digestif.90. gangguan muskuloskeletal seperti whiplash. dan tangan. kaki. Penelitian tradisional sulit dalam menampilkan teknik ini karena kurangnya standar tatalaksana palsu. tetapi literatur medis Cina mendemonstrasikan homunkulus tubuh berada pada telinga. kelelahan. Akupresur dapat digunakan untuk menatalaksana mual dan muntah yang berhubungan dengan kemoterapi. limfedema21. Keseimbangan tekanan ini dipikirkan berhubungan dengan kesehatan dan dapat terjadi ketidakseimbangan dengan penyakit. Refleksologi adalah aplikasi tekanan sirkuler dalam pada titik-titik disfungsi khusus pada telapak kaki. Praktisi medis Yunani berhipotesis bahwa ada representasi homunkular tubuh pada telapak kaki.59 dan trauma yang berhubungan dengan olahraga27. Palpasi pada area spesifik pada kaki akan menjadi nyeri tekan jika pada bagian-bagian tubuh mengalami disfungsi. untuk mengurangi nyeri post operasi. nyeri punggung bawah. Hal ini dipertimbangkan sebagai disiplin terpisah di Amerika Serikat. Akupresur dilakukan pada pasien yang berbaring. dan mengurangi nyeri sendi temporomandibular.155 Teknik ini dicoba oleh seorang klinisi. stres.137. atsu (berarti tekanan) adalah tipe kerja tubuh orang jepang berdasarkan akupungtur. Refleksologi. Tujuan tatalaksana ini adalah mengembalikan energi keseimbangan atau homeostasis.141. Walaupun hal ini merupakan kekurangan kualitas penelitian pada teknik-teknik ini. Shiatsu. untuk menatalaksana sakit kepala.51. Hal ini digunakan untuk mengobati hipertensi. fibromialgia20. Tipe tatalaksana ini sudah dikembangkan di negara-negara barat dan semakin meningkat di Amerika Serikat. artralgia dan penyakit artritid49.

60. atau limfangitis. Daerah trauma atau perdarahan seharusnya tidak diterapi dengan pijatan jaringan dalam.111. otak. Ada beberapa kontraindikasi absolut dan relatif pada pijatan tradisional di Swedia. Mobilisasi daerah ini mengakibatkan peningkatan kecenderungan perdarahan berulang. refleksologi.104 Efek pijatan pada daerah ini dapat mengakibatkan mobilisasi sel tumor ke suplai limfatik dan vaskular atau penyebaran infeksi. Pasien yang mengkonsumsi antikoagulan seharusnya diterapi dengan teknik yang baik dan diawasi kemungkinan timbulnya purpura dan ekimosis. selulitis.13.11. dan akupungtur belum digambarkan secara spesifik.137 dan infeksi HIV AIDS. Komplikasi jarang dan biasanya tidak serius. Kesimpulan 43 . Pijatan jaringan dalam seharusnya dilakukan pengawasan lebih pada pengguna antikoagulan atau yang mengalami diatesis perdarahan. Pasien yang mengalami pnyiksaan secara fisik atau pelecehan seksual dapat mengalami trauma saat mendapat tatalaksana ini. Pijatan tidak selalu dilakukan pada daerah keganasan. Kontraindikasi Pijatan Terapi pijatan adalah modalitas yang relatif aman. atau sistem perifer. Pijatan seharusnya tidak digunakan melebihi daerah yang diketahui mengalami trombosis vena dalam atau plak aterosklerosis. hal ini menambah keefektifan intervensi terapetik lain. Hal ini dapat mengakibatkan infark emboli pada paru.165 nyeri kronik.100 trauma yang berhubungan dengan olahraga.40.148 Walaupun terapi pinjatan secara jelas tidak mengobati pada keadaan ini.21.Ada rekomendasi yang menyarankan terapi pijatan mungkin berguna sebagai sebuah tatalaksana tambahan atau tatalaksana alternatif yang mungkin pada beberapa keadaan (data penelitian ini lebih menarik daripada uuji random terkontrol): luka bakar.48.53. Orang dengan edema seharusnya tidak mendapat pijatan jaringan dalam atau teknik pijatan lainnya yang dapat mengakibatkan akumulasi lokal cairan interstitial. Perawatan khusus dapat dilakukan pada pasien osteoatritis atau severe osteoporosis untuk menghindari luas gerakan atau regangan berlebihan yang mengubah permukaan artikulasi. Perawatan khusus dengan memperhatikan teknik sentuhan dilakukan pada pasien ini. sakit kepala. Pasien dengan tekanan darah rendah mungkin pernah mengalami hipotensi postural setelah tatalaksana ini dan harus diawasi secara hati-hati.50. Komplikasi potensial untuk Shiatsu.80 perawatan pasien kanker.

dan pijatan semakin diketahui sebagai tatalaksana tambahan berharga pada pelayanan medis standar. traksi. Manipulasi. telah menunjukkan bahwa spektrum manfaat fisiologis dan perubahan klinis berhubungan dengan modalitas ini. Usaha penelitian. dan meneliti modalitas ini. Popularitas teknik ini bangkit kembali baru-baru ini. dan pijatan merupakan bagian pelayanan kesehatan terintegrasi sejak zaman Yunani. mendidik. traksi. 44 . Popularitas teknik ini pasang surut sesuai dengan perubahan paradigma waktu medis tradisional. Banyak pusat medis sekarang memiliki departemen yang mempraktekkan.Manipulasi.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.