P. 1
Helmintologi Dalam Perspektif Filsafat Ilmu

Helmintologi Dalam Perspektif Filsafat Ilmu

|Views: 177|Likes:
Published by Fahmi Awaluddin
filsafat
filsafat

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Fahmi Awaluddin on Feb 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

HELMINTOLOGI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU

M. Salakory1 dan Zulfendri2 Geografi, FIKIP, Universitas Pattimura Ambon Jl. Ir. Puttuhena, Poka, Ambon 2 Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM USU Medan Jl. Universitas No. 21 Kampus USU Medan, 20155
1 Departemen

ABSTRACT Basically, knowledge has three basics: ontology, epistemology, dan axiology. The stdy of helminthology is also important to be reviewed from that three basics. The study of helminthology by using ecoepidemiology approach that focus on the relationship among host, agent, and environment, need to be applied widely as an policy in controlling prevalence, incidence, and distribution of geohelminth. Controlling can be conducted by using satellite technology for ecoepidemiology sensing, geographic information system, medical geography, biometeorology, environmental health, and integration among them all. Keywords: Helminthologi, Bcoepidemiology, Biometereology

PENDAHULUAN

Kesehatan sesungguhnya adalah hak asasi manusia, di samping kesehatan adalah investasi bagi perorangan, keluarga, dan bangsa. Maknanya adalah pengembangan bidang kesehatan yang include dalam pembangunan bidang kesehatan jika tidak mengindahkan dampak positif dan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, kesehatan lingkungan, kesehatan sosial, dan kesehatan budayanya merupakan bentuk dari pelanggaran hak asasi manusia. United Nation Development Program (UNDP) menyatakan bahwa Human Development Index (HDI) sesungguhnya merupakan etalase dari kesejahteraan sebuah negara dan bangsa; dengan damai makronya: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi (in come) penduduk (Hapsara, 2004). Pembangunan kesehatan dalam kaitannya dengan konteks demokratisasi,

desentralisasi dan globalisasi, sesungguhnya perlu memperhatikan 3 hal sebagai berikut: 1). Prinsip-prinsip dasar yang merupakan nilai-nilai kebenaran dengan aturan pokok yang berlaku sebagai landasan utama berfikir dan bertindak dalam pembangunan kesehatan.
2). Kejelasan transformasi pembangunan kesehatan di masa depan yang diharapkan dapat mempersatukan berbagai upaya kesehatan secara terencana dan menyeluruh. 3). Sinergisme upaya-upaya kesehatan yang bersifat dinamis, yaitu upaya kesehatan yang dikembangkan dan dilaksanakan secara terarah, terkait, dan demokratis (Hapsara, 2004). Ditegaskan lagi oleh Hapsara (2004), bahwa untuk mewujudkan Indonesia sehat 2010, telah ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan sebagai berikut: 1).Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.

oleh pihak Dinkes dalam menentukan prioritas . Pengontrolan dapat dilakukan secara terintegrasi yakni dengan menggunakan jasa satelit bagi penginderaan epidemiologi. agen (agent). sudah mulai dilakukan penerapan visi-visi ekoepidemiologi dalam praktik keseharian dari kesehatan masyarakat. belum pernah dilakukan apalagi di daerah daerah otonomi maka perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu. kesehatan lingkungan. yang didukung oleh data penginderaan jauh dan aplikasi SIG. dengan angka kejadian yang bervariasi. dengan menitikberatkan pengamatannya pada perubahan dan penyebaran spesifik lingkungan geohelminths dalam hubungannya dengan konsentrasi telur atau larva geohelminths di tanah serta pengaruhnya terhadap prevalensi infeksi geohelminth di masyarakat. dan Morales (2006). Jika ini dijadikan sebagai dasar bagi penyusunan kebijakan kesehatan masyarakat yang ada saat ini. mesti mempertimbangkan pentingnya visivisi dan disiplin ilmu-ilmu baru yang dapat membantu upaya memerangi dan mencegah penyakit ini. Kajian Helmintologi dengan menggunakan pendekatan ekoepidemiologi yang menitikberatkan pada keterkaitan hubungan antara inang (host). medical geography. serta integrasi di antara kesemuanya itu. Penelitian dilakukan dengan menitikberatkan pengamatannya pada perubahan dan penyebaran spesifik lingkungan geohelminth tersebut dalam hubungannya dengan konsentrasi telur dan larva geohelminth di tanah serta pengaruhnya terhadap prevalensi infeksi geohelminth di masyarakat. Pemilihan topik kajian helmintologi dalam perspektif filsafat ilmu dapat dijadikan bahan referensi bagi para mahasiswa yang ingin mendalami bidang ilmu epidemiologi. perlu digunakan secara lebih luas pada kesehatan masyarakat sebagai suatu kebijakan dalam melakukan pengontrolan secara terintegrasi yang nyata terhadap masalahmasalah kesehatan masyarakat. nampak hamper tersebar merata di seluruh daerah di Indonesia. biometeorologi. yang didukung oleh data penginderaan jauh dan aplikasi SIG? Pendekatan ekoepidemiologis ini di Indonesia sesungguhnya juga masih lebih banyak menjadi percakapan pada tataran akademis yang masih perlu diterjemahkan dalam tingkatan pengambilan keputusan dan kebijakan. diharapkan gejala atau kejadian infeksi geohelminth yang bervariasi ini dapat dijelaskan melalui suatu penelitian prospektif. Upaya-upaya untuk mengaitkan kebijakankebijakan kesehatan masyarakat dengan ekoepidemiologi bagi suatu pengontrolan secara luas dan cepat terhadap penyakit terkait lingkungan telah dilakukan sejak lama. dan medical geography. mengatakan bahwa ekoepidemiologi adalah suatu konsep baru sebagai analogi bagi epidemiologi manusia. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. Hingga saat ini disiplin ini masih semata diterapkan sebagai suatu kegiatan akademis. Ekoepidemiologi adalah salah satu dari disiplin ilmu tersebut. belum diterjemahkan ke dalam kebijakan-kebijakan kesehatan masyarakat di banyak negara. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. dan lingkungan (environment) yang terkondisikan atau membantu perkembangbiakan suatu penyakit. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. Di Venezuela misalnya.2). Mengingat pendekatan ekoepidemiologis yang didukung oleh data penginderaan jauh dan aplikasi SIG. 3). Dari angka kejadian infeksi geohelminths Soedarto (1992). Sistem Informasi Geografis (SIG). Bagaimana penerapan pendekatan ekoepidemiologi di Indonesia. BroBasmussen (1984). Hasil penelitian bidang ini dapat dipergunakan sebagai database. Dengan menggunakan pendekatan ekoepidemiologis. parasitologi (khususnya geohelminth).

3). Aksiologi membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatkannya. karena belum menjawab pertanyaan sebagai dasar ilmu. ontologi. Menggunakan metode ilmiah. seni. Perlu kiranya dibedakan antara pengertian ilmu (science) dengan pengetahuan (knowledge). atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran. 2). Pengertian pengetahuan. dan aksiologi. Epistemologi membahas secara mendalam segenap proses yang terlihat dalam usaha untuk memperoleh pengetahuan. Dengan kata lain ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang menjelaskan hubungan kausal suatu obyek berdasarkan metode tertentu yang merupakan satu kesatuan sistematis. Dengan kata lain. yang mempunyai metode tertentu. Adanya aktivitas. atau pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga landasan yaitu. dalam bukunya What is Science mengemukakan enam komponen dari ragam bangun ilmu pengetahuan yaitu. mengapa. Bahm. Ontologi. epistemologi. ontologi. 5). suatu kegiatan melakukan sesuatu yang dilaksanakan orang atau lebih tepat suatu rangkaian aktivitas yang membentuk suatu proses. memberikan penjelasan. Adanya kesimpulan. Ontologi membahas tentang apa yang ingin diketahui atau . untuk mencapai kebenaran dan kebahagiaan hidup manusia. Lebih lanjut. maupun jangka panjang ke depan. metodologis. pengertian ilmu pengetahuan biasanya yang dimaksudkan adalah dengan ilmu. PEMBAHASAN Filsafat Ilmu dan Pengetahuan Ilmu. 2001). Ontologi membahas tentang apa yang ingin diketahui atau dengan kata lain merupakan suatu pengkajian mengenai teori tentang ada. dan aksiologi. dan Aksiologi Helmintologi Disebutkan oleh Suriasumantri (1996). umum. yang bersifat umum. Archie. ataupun melakukan penerapan. jangka menengah. epistemologi. Dapat juga digunakan sebagai pedoman bagi petugas kesehatan dalam menentukan prioritas penyuluhan dan isi pesan pemberantasan penyakit cacing. 4). Melalui aplikasi teknologi remote sensing dan SIG. epistemology adalah suatu teori pengetahuan. mengatakan bahwa semua pengetahuan apakah itu ilmu. The Liang Gie (1991) juga menyimpulkan bahwa ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa angka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman. yang belum dapat digolongkan sebagai ilmu. Dasar ontologis dari ilmu berhubungan dengan materi yang menjadi obyek penelaahan ilmu. Dalam keseharian kita. The Liang Gie (1991). Kajian bidang Helmintologi pun akan ditinjau dari tiga landasan tersebut. logis.Rencana Strategis tahunan. memperoleh pemahaman. J. seperti dikemukakan oleh Suriasumantri (1980) adalah merupakan kumpulan pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan ilmu dengan pengetahuanpengetahuan lainnya. Adanya sikap ilmiah. pihak Dinkes dapat melakukan pengontrolan dinamika geohelminth secara akurat dan cepat. terutama yang penularannya melalui tanah. dan 6). Alfandi (2001) menyebutkan bahwa ilmu adalah sistem pengetahuan di bidang tertentu. yang jika didefinisikan adalah suatu pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis (system pengetahuan) yang terdiri dari sekumpulan pengetahuan di bidang tertentu. mengemukakan bahwa ilmu merupakan aktivitas manusia. kemasyarakatan. bahwa pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga landasan yaitu. secara lebih tegas Suriasumantri dalam Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (1996). sistematis. masih menurut Alfandi (2001) adalah pembentukan pola pikir asosiatif antara pikiran dan kenyataan yang didasarkan pada kumpulan pengalaman manusia di suatu bidang tertentu tanpa memahami adanya hubungan kausal yang hakiki dan universal. Adanya masalah. Epistemologi. yang ditujukan untuk mencapai kebenaran (ilmiah) dan secara pragmatis dapat digunakan untuk mencapai kebahagiaan umat manusia” (Alfandi. 1). Dalam kaitannya dengan itu semua. yaitu. Adanya pengaruh. Jadi di sini biasanya disebutkan ilmu pengetahuan.

dan logos yang artinya ilmu. Dari pemahaman tersebut maka kajian ontology hakikat dan struktur pengetahuan tentang kecacingan (helmintologi) tersebut. Dari pemahaman tersebut maka kajian epistemologi helmintologi meliputi. Apa perbedaan antara pengetahuan apriori (pengetahuan pengalaman) dengan pengetahuan aposteriori atau pengetahuan purnapengalaman (Tim Dosen. Selanjutnya oleh tim tersebut disebutkan pula bahwa persoalan-persoalan dalam epistemologi adalah: 1). Struktur Helmintologi Yang dibicarakan di dalam struktur helmintologi di sini adalah membicarakan sistematika ilmu tentang kecacingan itu sendiri. apakah itu menyangkut infeksi kecacingan. Parasit cacing termasuk golongan binatang yang mempunyai banyak sel (multiseluler) dan tubuhnya simetris bilateral. Suriasumantri (1994) mengatakan bahwa obyek pengetahuan . Dalam lingkungan masyarakat tertentu. dan logos yang artinya ilmu. 1996). Sedangkan di dalam filum Nemathelminthes yang penting adalah kelas Nematoda. Bagaimana validitas pengetahuan itu dapat dinilai. Mitos ini sebenarnya mengandung maksudnya bahwa dalam kondisi ekonomi masyarakat yang lemah untuk membelanjakan kebutuhan makanan keluarga tiap hari. Pemaknaan mitos ini mengandung pengertian bahwa membelanjakan makan untuk keluarga setiap hari harus dikelola secara bijaksana. selalu identik dengan kondisi sanitasi dan personal hygiene. Epistemologi Helmintologi Epistemologi menurut Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat UGM (1996) disebutkan juga sebagai teori pengetahuan (theory of knowledge) (Tim Dosen. tidak menyia-nyiakan makanan sebagai suatu anugerah Tuhan. Mitos kecacingan karena terlalu banyak makan ikan ini sampai sekarang masih tetap dipraktikkan dalam keluargakeluarga sederhana di desa-desa di Indonesia sebagai upaya untuk membangun pola hidup hemat. Bagaimana manusia dapat mengetahui sesuatu. Jadi tiap orang dalam keluarga sudah mempunyai jatah makanan masingmasing mulai dari yang usianya paling tua sampai ke anak-anak. ada mitos bahwa anak-anak tidak boleh memakan daging ikan terlalu banyak sebab nantinya akan menderita kecacingan. diadopsi dari kata helmintos yang artinya cacing. serta upaya pencegahan dan pengobatan infeksi kecacingan tersebut. dampak yang ditimbulkan oleh infeksi karena cacing. obyek helmintologi. tidak boros. 2002). dari sudut pandang ilmu kesehatan justru anak tersebutlah yang membutuhkan intake zat gizi lebih sebab dia berada dalam masa tumbuh-kembang. Dasar ontologis dari ilmu berhubungan dengan materi yang menjadi obyek penelaan ilmu tentang kecacingan tersebut. Parasit cacing yang penting bagi manusia dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan besar yaitu filum Platyhelminthes dan filum Nemathelminthes. 2). 3). Dalam kaitan dengan masalah kesehatan. Pada sisi lainnya. faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi kecacingan. yang dalam bidang kedokteran dikenal sebagai ilmu yang mempelajari infeksi kecacingan pada manusia. Masalah kecacingan di masyarakat. Di dalam filum Platyhelminthes terdapat dua kelas yang penting: kelas Cestoidea dan kelas Trematoda. 1996). Dari mana pengetahuan itu diperoleh. Sementara Parasitologi berasal dari kata parasitos yang artinya organisme yang mengambil makan. Karena identik itulah maka permasalahan tentang kecacingan di Indonesia berbeda dari suatu masyarakat ke masyarakat lainnya. 4). maka parasitologi medik mempelajari parasit yang menghinggapi manusia dapat menyebabkan penyakit dan bahkan kematian (Jangkung. telaah. cara memperoleh pengetahuan tentang helmintologi. ukuran kebenaran pengetahuannya. Helmintologi. S.dengan kata lain merupakan suatu pengkajian mengenai teori tentang ada. sebab cacing dalam perut manusia suka sekali terhadap daging ikan. pengaturannya harus secara pasti. Obyek Helmintologi Obyek pengetahuan sains seperti dikutip oleh Ahmad Tafsir dari Jujun. Hakikat Helmintologi adalah ilmu cabang dari parasitologi.

Telur Trichuris tak tahan terhadap sinar matahari langsung dan akibat kekeringan. Aplikasinya dalam bidang helmintologi adalah. Trichuris trichiura Nama Indonesia cacing ini adalah cacing cambuk karena bentuknya mirip cambuk. prevalensi infeksi cacing ini dapat mencapai 90%. Ada juga yang menamakannya dengan nama cacing tambang. teduh dan tanah yang basah. Ketiga jenis tersebut ialah: Ascaris lumbricoides (cacing gelang). dan Hookworm (cacing kait). agent adalah cacing itu sendiri. makanan atau minuman dan alat permainan anak-anak yang berkontaminasi.sains atau obyek yang diteliti sains ialah semua obyek yang empiris (Tafsir. Parasit cacing paling sering ditemukan pada manusia dan penyebarannya dapat sangat luas di daerah tropik. Di Indonesia sangat tinggi yaitu di daerah pedesaan. dan environment atau lingkungan. serta di wilayah kumuh di daerah perkotaan. Kadang-kadang cacing didapatkan hidup di apendiks dan illeum bagian distal. kelembaban dan keteduhan kurang menguntungkan maka pertumbuhan telur akan terlambat sampai beberapa bulan. host yang dalam hal ini adalah manusia. . Infeksi terjadi apabila telur yang berisi embrio tertelan dengan perantaraan tangan. Secara lebih terperinci akan dibatasi uraian ini tentang geohelminth. Infeksi dengan cacing ini disebut ascariasis. terutama di daerah sekum dengan membenamkan kepalanya di dalam dinding usus. oleh karena prevalensinya tinggi. Trichuris trichiura tersebar luas di daerah tropik yang panas dan lembab. ataupun soil mediatted helminths. yang beriklim panas dan lembab maupun di daerah subtropik yang keadaan lingkungan hidupnya sesuai. Bila lingkungannya terutama temperatur. Sedangkan pada anak-anak biasanya lewat tangannya yang terkontaminasi dengan tanah yang telah tercemar telur cacing. Cacing dewasa hidup di usus besar manusia. Trichuris trichiura (cacing cambuk). Pada prinsipnya usaha untuk pemberantasan cacing dapat dilakukan dengan memutuskan rantai daur hidup dari cacingcacing yang hendak diberantas. dan sanitasi lingkungan yang jelek. telur yang infektif tadi akan menetas di dalam usus halus dan keluarlah “larva rabditiform” yang akan menembus dinding usus dan masuk ke vena kecil atau pembuluh limfa.Adanya sumber penularan yaitu orangorang yang mengandung cacing tambang ini dalam ususnya. Faktor-faktor yang menguntungkan penyebaran cacing kait: . Infeksi dengan cacing ini disebut trikuriasis. Trikuriasis pada hewan tidak menular pada manusia. Untuk memberantas cacing harus memutuskan rantai daur hidupnya. Dan ini dapat dipakai sebagai indikator sosial ekonomi masyarakat. Cacing Kait (Hookworm) Nama cacing ini diberikan karena bentuknya seperti kaitan yang diterjemahkan juga dari kata hook-woorm. Nama tersebut diperoleh karena cacing ini sering menghinggapi para pekerja di tambang di Eropa yang di masa lalu belum memiliki fasilitas sanitasi yang baik. atau ada yang menyebutnya soil transmitted helminths. Ascaris lumbricoides Nama Indonesia cacing ini adalah cacing gelang. Di daerah pedesaan Indonesia. Ada dua spesies yang merupakan parasit pada manusia yaitu Anclylostoma duodenale dan Necator americanus. kelembaban yang tinggi. sementara di kota di mana lahan tanahnya lebih sempit umumnya lebih rendah (Soedarto. Manusia akan terinfeksi bila menelan minuman atau makanan yang terkontaminasi dengan telur yang infektif. Frekuensi tertinggi didapatkan pada daerah dengan hujan lebat dan sering. Dari golongan cacing-cacing yang penularannya melalui tanah. 2004). ada tiga jenis yang menimbulkan masalah kesehatan masyarakat. 1992). Telur yang keluar bersama tinja penderita belum mengandung larva. Sumber penularan trikuriasis adalah manusia untuk manusia lainnya. yang dapat dilakukan dengan dua metode yaitu pencegahan dan pengobatan. oleh karena itu belum infektif.

Populasi dan Sampel Sebagai populasi adalah orang atau penduduk yang tinggal pada desa-desa di pulaupulau tersebut. c) prevalensi dan . bologis tanah.Iklim panas. c) mengusulkan solusi. karena tujuan penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara kondisi ekoepidemiologi (faktor risiko) dengan konsentrasi telur dan larva geohelminth di tanah (efek). a) menyadari akan masalah. pH tanah. sehingga telur cacing tambang ini jatuh pada tempat yang menguntungkan untuk pertumbuhan selanjutnya. Bahm. sedangkan desadesa dengan prevalensi rendah dipandang sebagai desa dengan faktor risiko negatif. Pulau sebagai satu kesatuan ruang yang lebih luas dengan desadesa sebagai satu kesatuan ruang yang lebih sempit atau kecil. . e) memecahkan masalah (Archi. dengan pendekatan longitudinal ke depan atau pendekatan prospektif. faktor fisik tanah. Desa-desa dengan prevalensi tinggi dipandang sebagai desa dengan faktor risiko positif. juga antara konsentrasi telur dan larva geohelminth di tanah (faktor risiko) dengan prevalensi dan insidens geohelminth di masyarakat (efek). Pada tahap kedua. pulau tersebut dapat meliputi wilayah kerja dari dua daerah administratif (kabupaten/kota).Cara/kebiasaan berak. Dengan demikian aplikasinya dalam bidang geohelminth atau dengan kata lain untuk memperoleh pengetahuan tentang geohelminth dipergunakan metode ilmiah yang dalam hal ini dapat disebutkan satu contoh metode ilmiah yang dapat dipergunakan dengan melibatkan sejumlah bidang pengetahuan terkait. kelembaban rendah dan curah hujan 30 s. b) menguji masalah. J. Mengingat populasi yang cukup besar dan kompleks tersebut maka perlu ditentukan sejumlah orang atau subyek sebagai sampel. Subjek negatif itulah yang kemudian diikuti selama 12 bulan melalui pemeriksaan faeces sebanyak 4 kali selama periode penelitian. musim. serta areal sekitar tempat biasanya buang air besar.. metode ilmiah meliputi 5 langkah yaitu.Tanah pasir atau campuran tanah liat dan pasir yang mengandung humus merupakan tempat pembiakan yang baik untuk larva cacing tambang. mengajukan bukti empirisnya yang terukur.Adanya kesempatan untuk kontak antara larva filariform yang infektif dengan kulit manusia. dan positivisme yang memerlukan alat untuk membuktikan logikanya. Teknik sampling dapat dilakukan secara berstrata. empirisme.d. . Cara Memperoleh Pengetahuan tentang Gohelminth Perkembangan sains pada awalnya didorong oleh paham humanisme. 2004). 40 inci. Dipilihnya desain ini. sangat mudah terinfeksi dengan cacing tambang. d) menguji usulan atau proposal. Pada tahap pertama ditentukan 3 buah desa (sampling area) sebagai desa kasus Selain itu ditentukan pula 3 buah desa (sampling area) sebagai desa kontrol atau untuk dilakukan matching. Penduduk yang miskin dengan tingkat pendidikan yang rendah dimana mereka tidak biasa menggunakan alas kaki terutama untuk penduduk pedesaan. lingkungan yang teduh sangat cocok untuk tempat pertumbuhan larva. b) Dinamika perkembangan telur dan larva geohelminth infektif di tanah. yaitu dari areal sekitar lokasi rumah tinggalnya. hidrologi. dipilih subyek yang negatif mengandung geohelminth. tetapi secara administratifpemerintahan. dan sebagai alatnya ialah metode ilmiah (Tafsir. Lokasi Penelitian Penelitian dapat dilakukan di Pulau yang secara ekologis pulau tersebut merupakan satu ekosistem. . disebutkan bahwa. Oleh Archi J. Untuk itu terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan faeces agar diketahui seseorang positif atau negatif mengandung geohelminth. Ukuran Kebenaran Pengetahuan tentang Geohelminth Sebagai ukuran yang dimaksudkan di sini adalah meliputi variabel-variabel yang akan diteliti atau dijadikan dasar bagi pengujian hipotesis nanti dapat meliputi: a) ekoepidemiologi geohelminth. Sampel tanah diperoleh dari areal lahan di mana penduduk/subyek lebih banyak beraktivitas. kemudian secara berturut-turut rasionalisme. Bahm: 17). Rancangan penelitian yang dapat dikembangkan adalah penelitian Cohort selama satu tahun.

seminar. intensitas infeksi akibat geohelminth (TPG). kegunaan pengetahuan helmintologi yang dalam hal ini dibatasi pada geohelminths. dan penerapannya dalam pelaksanaan tugasnya sebagai ilmuan (Archie. indeks penularan. Bahm: 1-34). workshop. J. Bagaimana aplikasinya dalam bidang kajian Helmintologi? Sebagaimana halnya pengetahuan ilmiah secara universal yang menjunjung tinggi kaidah-kaidah ilmiah dalam menyatakan jati dirinya. Biasakan menggunakan sandal atau alas kaki jika berjalan di kebun.insidens geohelminth serta distribusinya. dan penyiraman sayuran yang biasanya dimakan mentah hendaknya disiram dengan mempergunakan air bersih. dan sosiologi. penderita sebagai satu-satunya sumber infeksi cacing usus. Cara Pengetahuan Helminths Menyelesaikan Masalah Beberapa pesan yang disampaikan oleh Archie. tidak di sungai. d) Pelaksanaan ceramah ilmiah. kebun. c) Pemupukan tanaman dengan tinja segar manusia sebaiknya ditiadakan. religi. serta cara pengetahuan helminths menyelesaikan masalah. dan sejenisnya yang menyajikan tulisantulisan bermutu baik bagi pemecahan masalah endemis helminths maupun . b) Seseorang harus mempunyai keinginan untuk menyelidiki lebih lanjut guna mendapatkan pengertian yang spesifik c) Dibutuhkannya sikap obyektif bagi seorang ilmiah akan tetapi sikap obyektif itu harus dapat dipertanggungjawabkan kemanfatannya. b) Menjaga kebersihan perorangan misalnya dengan selalu mencuci tangan dengan air bersih sebelum dan sesudah makan dan minum sehingga telur cacing yang infektif tidak tertelan. disebutkan bahwa aksiologi ilmu membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatnya. Aksiologi Helmintologi Yang dimaksudkan dengan aksiologi menurut Tim Dosen Filsafat ilmu Fakultas Filsafat UGM (1996). J. Pada paragraph terakhir dari halaman pertama dinyatakan dibutuhkannya suatu komunikasi dalam penentuan keilmiahan suatu permasalahan. jumlah penderita geohelminth (prevalence. sehingga produksi telur terhenti. etika. gelang dan cambuk. kelompok risiko ringan distribusinya. diskusi panel. Buah dan sayuran sebelum dimakan hendaknya dicuci atau lebih baik kalau dimasak lebih dahulu. b) Penyajian tulisantulisan ilmiah atau artikel dan penelitian helmintologi dalam jurnal-jurnal parasitologi dan helmintologi ataupun jurnal kesehatan masyarakat. c) Para akademisi diharapkan sering melakukan penelitian helmintologi yang memiliki nilai praktis dan nilai keilmuan. Selain untuk mencegah masuknya larva infektif cacing tambang juga mencegah tercemarnya tangan dengan telur infektif cacing tambang. Kegunaan Pengetahuan Helminths Dari apa yang telah dibicarakan setelah dipahami karakteristik masing-masing spesies serta cara pencegahannya maka pada bagian ini dapat dibuat suatu resume tentang cara pemberantasan dan pencegahan infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah. Ini dimaksudkan untuk mencegah tinja penderita mencemari tanah sehingga telur cacing tidak tumbuh menjadi stadium infektif yang dapat menjangkiti orang lain. Aplikasinya dalam helmintologi adalah. Sehingga dibutuhkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang seimbang dengan pengembangan aksiologi. d) Diharapkan agar setiap ilmuan untuk selalu memahami enam unsur utama dari ilmu pengatahuan. d) menjaga kebersihan lingkungan rumah dan halaman. Dengan mengobati penderita maka sumber penularan yaitu cacing dewasa yang hidup di usus penderita dapat dibasmi. lokakarya. Bila berkebun dianjurkan menggunakan sarung tangan. kajian ilmiah bidang helmintologi dapat meliputi: a) pertemuan para pakar bidang helmintologi medik secara berkala untuk mengkaji berbagai permasalahan menyangkut perkembangan ilmu bidang helmintologi. e) Mengobati penderita. incidence). Pada prinsipnya untuk cacing-cacing yang ditularkan melalui tanah memutuskan daur hidup dapat dilakukan dengan: a) membuang air besar hendaknya dilakukan di jamban. Bahm dalam tulisannya What is Science kepada pembaca dalam mengkaji suatu keabsahan suatu ilmu pengetahuan sbb: a) diperlukannya komunikasi antar ilmuan dalam menyikapi suatu permasalahan. atau halaman.

epistemologi. PT. Yogyakarta. Bandung. Chourio-Lozano G. Yogyakarta. Tim Dosen Filsafat Ilmu Fakultas Filsafat. Alfandi W. Filsafat Ilmu. Ilmu Dalam Perspektif. 2000. ”Pandangan tentang Strategi Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran”.S. Remaja Rosdakarya. The Liang Gie. Juli 1995.. cara memperoleh pengetahuan tentang soil transmitted helminths. bidang parasiotologi dan PENUTUP Sebagai bagian akhir dari penulisan ini. maka pengembangan bidang kesehatan dewasa ini sesungguhnya memperhatikan 3 hal antara lain. seni. September 1994. tanpa tahun. 2004. Perguruan tinggi seluruh Indonesia perlu melakukan pencanangan mata kuliah filsafat ilmu sebagai mata kuliah wajib seluruh fakultas. Morales G A. Jangkung S O. Rineka Cipta. dan aksiologi. ontologi. PMID: 9239849 [PubMed – indexed for MEDELINE]. Epistemologi helminths berbicara tentang obyek helminths. Dari kesimpulan yang dibuat tersebut.. Pengantar Filsafat Ilmu. Soedarto. Suriasumantri J. Helmintologi Kedokteran. maka beberapa saran dapat kami sampaikan sebagai berikut: 1. . Ontologi helmiths berbicara tentang hakikat helminthes dan struktur helminths. 1993. Tafsir A. tesis.Aksiologi helminthes berbicara tentang kegunaan pengetahuan helminths. Download 16/09/2006. kesehatan sosial.. Gadjah Mada University Press. b) Kejelasan transformasi pembangunan kesehatan di masa depan c) Sinergisme upaya-upaya kesehatan yang bersifat dinamis. dan cara pengetahuan helminthes menyelesaikan masalah. Notoatmodjo S.. 1991. a) Prinsip-prinsip dasar yang merupakan nilai-nilai kebenaran dalam pembangunan kesehatan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran di Indonesia. 1996.pengembangan helmintologi. What Is Science. Gadjah Mada University Press. Yayasan Obor Indonesia. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. pada dasarnya harus memiliki tiga landasan yaitu. UGM. 1994. Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia Komisi Bidang Ilmu Kedokteran. serta ukuran kebenaran pengetahuan tentang soil transmitted helminths.. EGC. 1991. 1995. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Jakarta. Yogyakarta. Pratiknya A W. Filsafat Ilmu. DAFTAR PUSTAKA _______. Liberty. Jakarta. Semua pengetahuan apakah itu ilmu. Jakarta. maka dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pengembangan bidang kesehatan yang include dalam pembangunan bidang kesehatan yang tidak mengindahkan dampak positif dan dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Helmintologi. atau pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga landasan yaitu. Acta Cient Venes. Journal. ontologi. dan kesehatan budayanya merupakan bentuk dari pelanggaran hak asasi manusia. EGC. dan aksiologi. 2004. Journal. 2001. Raja Grafindo Persada. Hapsara. Aplikasi pengembangan ilmu melalui penulisan skripsi. Ecoepidemiology Of Ascaris lumbricoides in an endemic Artea and Its Relation with Blood Groups. Parasitologi Medik. Epistemologi Geografi. Yogyakarta. _______. 1992. epistemologi. 2. . Mengingat kompleksnya pembangunan kesehatan dalam kaitannya dengan konteks demokratisasi.Liberty. Bahm. 1. H. R. kesehatan lingkungan. Modul Kuliah Filsafat Ilmu Program Doktor Bidang Kedokteran. Pembangunan Kesehatan Di Indonesia. Jakarta. Pino LA. disertasi para mahasiswa. Archie J. 1996. Jakarta. Jakarta. desentralisasi dan globalisasi. Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia Komisi Bidang Ilmu Kedokteran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->