KUALITAS DAN PRODUKSI SUSU Untuk Memenuhi Tugas Ilmu Produksi Ternak Perah

Anggota Kelompok : Khoirotur Rohmah Nurul Mu’adah KELAS D 115050101111015 115050101111016

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufiq, serta hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Kualitas dan Produksi Susu”. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah banyak memberikan informasi kepada penulis sehingga terselesaikan tugas makalah ini. Makalah ini kami susun untuk mengetahui Kualitas dan Produksi Susu. Penulisan makalah ini merupakan tugas mata kuliah Ilmu Produksi Aneka Ternak yang dibimbing oleh Dr.Ir.Puguh S., MS. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kepada para pembaca dan para pakar, kami mengharapkan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi semua pihak.

Malang, 9 Oktober 2012

Tim Penulis

kuda. . serta belum mengalami perubahan warna. bahan tambahan pangan dan antibiotik.C. Zat-zat esensial itu dapat dicerna dan diresorpsi sempurna oleh tubuh. 99% dari lemak. Beberapa dari senyawa tersebut seperti karbohidrat. Susu juga merupakan campuran kompleks dari lipid. Susu yang merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. dan banyak senyawa organic dan garam – garam anorganik yang larut atau terdispersi dalam air. protein. Dewasa ini di negara – negara yang sudah maju maupun negara – negara yang sedang berkembang (termasuk Indonesia).(Mayer. protein. tidak mengandung tambahan air. Akan tetapi penggunaan susu dari sumber – sumber ternak lain tersebut di masyarkat tidaklah sepopuler susu sapi perah. Menurut SNI 01-3141-1998. gas serta vitamin A. dan vitamin. sapi perah merupakan sumber utama penghasil susu yang mempunyai nilai gizi tinggi. karbohidrat. laktosa.dan D dalam jumlah memadai. mineral. Sedangkan secar fisiologis. dan sebagian besar dari garam – garam dan vitamin – vitamin larut dalam air. yaitu protein. Selain air. dan domba.25 persen padatan bukan lemak. karbohidrat. susu segar merupakan cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau di tambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun. lemak. enzim – enzim. bau dan kekentalan. 1993). Susu merupakan bahan makanan yang dianggap sempurna karena mengandung zat-zat esensial bagi tubuh. dan kalsium fosfat terdispersi dalam air dalam bentuk koloid atau mendekati bentuk koloid. lemak.1 Latar Belakang Susu umumnya di definisikan sebagai cairan bergizi yang di hasilkan oleh kelenjar mamae ( susu ) dari mamalia betina. Syarat susu segar yang baik yaitu mengandung tidak kurang dari 3.25 persen lemak susu dan 8.1973). Walaupun ada pula susu yang di hasilkan ternak lain misalnya kerbau. susu mengandung protein. susu merupakan sekresi fisiologi kelenjar ambing sebagai makanan dan proteksi imunologis bagi bayi mamalia. Perbandingan antara zat-zat esensial itu adalah sempurna. Senyawa lainnya seperti lemak. kambing. dan laktosa dapat dicerna (Muchidin.BAB I PENDAHULUAN 1. 98% dari protein. karbohidrat.

Bagaimana cara menentukan kualitas susu? 5. Apa syarat umum susu sehingga layak untuk dikonsumsi? 4.1.2 Rumusan masalah 1. Untuk mengetahui syarat umum susu sehingga layak untuk dikonsumsi 4. Untuk mengetahui jenis-jenis susu 2. Bagaimana komposisi dan nilai gizi susu? 3. Apa saja jenis-jenis susu? 2. Untuk mengetahui cara menentukan kualitas susu 5.3 Tujuan penulisan 1. Untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi produksi susu . Untuk mengetahui komposisi dan nilai gizi susu 3. Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi produksi susu? 1.

Jenis Bahan kering FriesHolland Ayrshire BrownSwiss Guernsey Jersey Zebu 12. Untuk itu.70 0. meningkatkan resiko anemia akibat defisiensi zat besi yang berhubungan dengan kelambatan perkembangan mental dan fisik.20 13.BAB II PEMBAHASAN 2.60 3.30 3.00 4.90 3. susu sapi tidak baik dikonsumsi bayi.00 Protein (g) 3.80 Protein Lemak Laktosa Mineral Susu sapi mengandung sedikit sekali zat besi.40 3.00 5.1 Jenis-Jenis Susu 1.20 4. mineral yang berfungsi penting dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan.03 Vitamin C (mg) 1.00 13. Susu Sapi Susu sapi disebut juga darah putih bagi tubuh karena mengandung banyak vitamin dan berbagai macam asam amino yang baik bagi kesehatan tubuh.60 3.30 Kalsium (mg) 143. susu sapi dibedakan menjadi enam.00 Fosfor (g) 60.00 Besi (g) 1.70 0.10 4.70 5.70 0.00 0.10 13.50 4.90 4.30 14. Komposisi rata-rata zatzat makanan yang terdapat dalam air susu dapat dilihat pada table berikut.10 3.80 3.20 Lemak (g) 3.40 15.Tiap 100 Gram susu sapi mengandung :            Kalori (Kkal) 61.00 Vitamin B1 (tiamin)(mg) 0. Pemberian susu sapi sepanjang tahun pertama.70 Vitamin A (SI) 130.50 4.90 5.00 5.70 0.70 0.33 Menurut jenis sapi perah. .90 4.00 Air (g) 88.50 Karbohidrat (g) 4.

Susu Kambing Dewasa ini susu kambing mulai banyak diproduksi di Indonesia. dan insomnia (sulit tidur). Sementara beberapa mineral yang terkandung dalam susu Mangan. c) Mempunyai khasiat untuk mengobati Demam Kuning. Susu Kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai alergi terhadap susu sapi. dan Xantin Oksidase. Mudah diremas setelah dikeluarkan 30 menit dari freezer 4. d) Molekul lemaknya kecil sehingga mudah dicerna. Beberapa jenis enzim juga terdapat dalam susu kambing. Keistimewaan susu kambing diantaranya : a) Kaya Protein. antara lain : Ribonuklease. Gastritis (gangguan lambung). Bila kondisi beku -18 derajat susu harus terlihat berwarna kekuning-kuningan (kandungan kalsium tinggi) 2. Susu kambing adalah susu yang dihasilkan oleh kambing betina setelah melahirkan. Mengalami beberapa kali cair kemudian membeku kembali 4. Susu sudah melebihi batas waktu penyimpanannya 2. tidak merubah kualitas khasiatnya. Suhu tempat penyimpanan yang tidak standart/tidak stabil 3. vitamin A. Kalium. Tercampur dengan kolostrum susu kambing pada awal masa kelahiran kambing yaitu Kalsium. b) Mengandung Antiantritis (inflamasi sendi). Penyakit Kulit. dalam jangka waktu 03 hari dihasilkan susu kolostrum yang mengandung sangat banyak zat gizi jika dibandingkan dengan susu sapi. Alkalin Fosfate. Krim susu dengan air menyatu dan tidak pecah/menggumpal 6. Fosfor. dan Vitamin B (riboflavin). Bau khas kambing tidak tercium menyengat Faktor yang menyebabkan susu kambing murni menjadi berubah diantaranya : 1. Kebersihan kandang yang tidak terjaga serta pakan yang kurang berkualitas 5. Ciri-ciri susu kambing murni yang dalam keadaan baik dapat mudah dikenal dari fisiknya sebagai berikut : 1. Magnesium. Aroma susu tercium dengan rasa sedikit manis dan gurih 5. e) Bila disimpan di tempat dingin. mineral. enzim. Mudah cair dalam suhu ruang (kandungan air rendah) 3. Klorin dan . Asma.2. Lipase.

Perawatan payudara.3. 7. Penggunaan alat kontrasepsi. 5. 2. 9. 10. Komposisinya sangat berbeda dengan komposisi susu sapi Fries Holland. Pola istirahat. Kolostrum Sekresi pertama setelah proses kelahiran.[     Konsentrasi zat padatnya lebih tinggi Casein. Anatomis payudara. ASI pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Berat lahir bayi. Perubahan yang terbesar terjadi pada saat permulaan dan terakhir periode laktasi. 11. Umur kehamilan saat melahirkan. Tingkat Laktasi Komposisi air susu berubah pada tiap tingkat laktasi. ASI Air susu ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. 12. Hal hal yang mempengaruhi produksi ASI : 1. 6. Konsumsi rokok dan alkohol. Potasium lebih rendah) Laktosa lebih rendah Lemak bisa lebih tinggi bisa lebih rendah. P. Susu sapi tidak cocok untuk bayi sampai berusia 1 tahun. Faktor fisiologi. 3.ASI diproduksi karena pengaruh hormon prolactin dan oxytocin setelah kelahiran bayi. Ketenangan jiwa dan pikiran. 4. Faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan. Pada kolostrum terkandung : . harus digantikan oleh air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Mg.Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya. Cl lebih tinggi. garam mineral lebih tinggi (Ca. . Makanan. Faktor obat-obatan. 8. protein whey (terutama globulin).

90 0.5 1. manajemen. Air Susu mengandung air sebesar 87. vitamin A.90 4. laktosa 4.09 4.Perbandingan komposisi kolostrum denga susu Fries Holland dapat dilihat pada table di bawah ini Perbandingan Komposisi Kolostrum dengan Susu FH Komponen Total Solid Protein Imunne globulin Laktosa Kolostrum (%) 22. tetapi jika dari keturunan yang berbeda. abu 0. C dan enzim. Komposisi Rata-rata Zat-zat Makanan dalam Air Susu dari Berbagai Jenis Ternak Mamalia (%) Jenis Bahan kering Manusia Sapi perah Domba Kambing Kerbau Sapi zebu 12.8%. variasi genetik dalam spesies.20 4.9%.80 4.3 18.20 6.90 %.00 21.2 Komposisi dan Nilai Gizi Susu Komposisi secara normal.50 5.00 3.60 12. Demikian pula meskipun sama sama sapi perah.00 13.6 2.70 5.50 3. lingkungan.70 4.1 2. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.6 3.50 4. rata-rata susu mengandung lemak 3.Terdapat perbedaan komposisi air susu manusia dan berbagai jenis Ternak. B.25 0.72%.83 17.00 10. kesehatan.50 3.40 13. stadium laktasi.10%.0 Susu FH (%) 8.45 4.5 Kolostrum ke 2 & 3 (%) 10. pakan dan umur.73 0.5 5.85 0. protein 3.30 0. Faktor-faktor yang mempengaruhi komposisi susu terutama spesies. air 87.85 0.20. .8 13. hasil dan komposisi susunya juga berbeda. hal tersebut dapat dilihat pada di bawah ini. 1.0 4. 3.50 3.30 2.40 3.80 3.80 Protein Lemak Laktosa Mineral Komposisi susu bervariasi dan tergantung pada banyak faktor. Fungsinya sebagai pelarut bahan kering.4%. sitrat.00 0.

berat jenis. susu dinyatakan steril. Ketengikan. bau. titik didih. dan tingkat keasaman. Beberapa hari setelah induk sapi melahirkan. titik beku. .. dan 0. dan vitamin C akan hilang sebesar 20-60%. Tallowness yang disebabkan karena oksidasi asam lemak tak jenuh. Amis/bau seperti ikan yang disebabkan karena oksidasi dan reaksi hidrolisa. Dan akibatnya. Makin banyak air makin besar globuler (butiran lemak dalam susu) dan keadaan ini dikhawatirkan akan menjadi pecah. tidak dapat lagi dijadikan sebagai bahan makanan. c. khas dan tidak menyenangkan.50% albumen. Protein Protein rata-rata dalam susu sebesar 3. yang punya bau keras. Laktosa Kadar laktosa dalam susu dapat dirusak oleh beberapa jenis kuman pembentuk asam susu. Bila globuler pecah maka susu juga akan pecah. 4. Flavor teroksidasi yang disebabkan karena oksidasi fosfolipid. rasa. apabila sudah terkena udara. 3. seperti warna. susu sudah tidak bisa dijamin kesterilannya. Adapun syarat susu yang baik meliputi banyak faktor. Pemberian laktosa pada susu dapat menyebabkan mencret atau gangguan perut bagi orang yang tidak tahan terhadap laktosa.3 Syarat Umum Susu Sehingga Layak Untuk Dikonsumsi Saat masih berada di dalam kelenjar susu. 5.2. Dan susu yang pecah tidak dapat dipisahkan lagi oleh krimnya. Buckle et al.20%. (1987) menyatakan kerusakan pada lemak dapat terjadi merupakan sebab dari perkembangan cita rasa yang menyimpang dalam produkproduk susu. Vitamin dan enzim Bila susu dipanaskan. dipasteurisasi atau disterilisasi maka 10-30% vitamin B1 akan hilang. terdiri dari 2. Namun. 2. seperti :[2] a.70% casein (bahan keju).Kadar lemak dalam susu sangatlah berarti dalam penentuan nilai gizi susu itu sendiri. susu akan menyerap bau di sekitar. kekentalan. Lemak Besar kecilnya butiran lemak ditentukan oleh kadar air di dalamnya. kandungan albumin sangat tinggi pada susu dan akan normal kembali setelah 7 hari. b. disebabkan karena hidrolisa dari gliserida dan pelepasan asam lemak seperti butirat dan kaproat. d.

Titik didih dan titik beku ini akan mengalami perubahan apabila dilakukan pemalsuan susu dengan penambahan air yang terlalu banyak karena titik didih dan titik beku air yang berbeda.5–6. misalnya makanan ternak penghasil susu. dan mineral yang ada di dalam susu. Secara alami pH susu segar berkisar 6. sedangkan apabila kandungan lemak dalam susu diambil.7. 2. Rasa susu sendiri mudah sekali berubah bila terkena benda-benda tertentu. serta temperatur susu. Termometer skala 0 – 110. kerja enzim dalam tubuh ternak.Warna susu normal biasanya berkisar dari putih kebiruan hingga kuning keemasan. Diambil contoh susu sebanyaak 1000 ml dan mengaduknya. protein.5. warna biru akan muncul. yang dipengaruhi oleh bahan padat susu. artinya dapat berada di antara sifat asam dan sifat basa. Titik beku susu di Indonesia adalah -0. Susu terasa sedikit manis dan asin (gurih) yang disebabkan adanya kandungan gula laktosa dan garam mineral di dalam susu. berarti terdapat kolostrum ataupun aktivitas bakteri. bahkan wadah tempat menampung susu yang dihasilkan nantinya. Lemak dan beta karoten yang larut menciptakan warna kuning.Warna susu bergantung pada beberapa faktor seperti jenis ternak dan pakannya. sedangkan titik didihnya adalah 100.520 °C. Diukur temperaturnya. Bau susu umumnya sedap.16 °C. Suhu susu segar yang baik yaitu dibawah 80C. lemak.5 sampai 2 cP. Penetapan berat jenis susu harus dilakukan 3 jam setelah susu diperah.4 Cara Menentukan Kualitas Susu 1. sebab berat jenis ini dapat berubah. Susu segar mempunyai sifat amfoter. Peralatan : Cara Kerja: 1. namun juga sangat mudah berubah bila terkena faktor di atas. Uji Temperatur Prinsip : Temperatur susu mempengaruhi tingkat perkembangbiakan mikroorganisme dengan semakin naiknya suhu. Berat jenis air susu adalah 1. dipengaruhi oleh perubahan kondisi lemak susu ataupun karena gas di dalam susu. 2. Bila pH susu lebih rendah dari 6.028 kg/L. Warna putihnya merupakan hasil dispersi cahaya dari butiran-butiran lemak. Viskositas susu biasanya berkisar antara 1. .

misalnya adanya penyakit pada ambing. Dicampurkan susu segar dan alcohol 70 % dengan Alkohol 70 % Tabung reaksi/ gelas piala Gun Test perbandingan 1:1 di dalam gun test. Hal itu terjadi pada derajat asam 8°. Dihomogenkan. 2. Cara Kerja : 1.21% asam atau kalsium dan magnesium dalam jumlah tinggi. Hal ini terutama terjadi pada kasein. Kolustrum dan perubahan fisiologis pada sapi.21% tetap terkoagulasi oleh alkohol menunjukkan adanya kalsium dan magnesium tinggi dalam susu. Pereaksi : 1. Hal ini tidak dikehendaki terutama untuk susu yang akan diproses menjadi susu kental. Uji alkohol sering dilakukan disamping uji asiditas. akan terkoagulasi dengan penambahan alkohol. Bila susu dicampur dengan alkohol yang mempunyai sifat dehidrasi maka protein tersebut dikoagulasikan sehingga akan tampak kepecahan pada susu tersebut. kemudian diamati apabila terbentuk endapan maka susu berkualitas rendah. Semakin tinggi derajat keasaman susu yang diperiksa semakin kurang jumlah alkohol dengan kepekatan tertentu yang diperlukan untuk memecahkan susu dengan jumlah yang sama. Percobaan mulai positif jika terdapat gumpalan atau butiran susu. dapat menyebabkan susu pecah pada uji alkohol ini.9°SH kecuali susu asam. Koagulasi susu oleh alkohol juga disebabkan oleh faktor lain. . Prinsip kerjanya. Peralatan : 1.2. Kenyataan ini menjadi dasar uji alkohol untuk menentukan kualitas susu. Uji Alkohol Susu yang mengandung lebih dari 0. Susu yang mempunyai asiditas kurang dari 0. kestabilan sifat koloidal protein-protein susu tergantung pada selubung air yang menyelimutinya. 2. kolostrum dan ranin yang dihasilkan oleh mikroba.

Pipet tetes Pereaksi : 1. 3.5 – 6. 4.) dengan asam rosilic yang akan membentuk warna merah bata. Diamati perubahan yang terjadi. 3. 2. Peralatan : 1.7 tetapi dapat berubah ubah tergantung lamanya susu dibiarkan dan pengaruh temperatur karena adanya aktifitas dari bakteri. pH air susu normal adalah 6. Tabung reaksi 2. 4. Dicampurkan alcohol 70 % dan susu segar dengan perbandingan 1:1 ke dalam gun test. 3. 2. pH meter Labu semprot Piala gelas 100 ml . Peralatan : 1. Gun test 3.3. apabila terdapat CO32maka akan terbentuk warna merah bata. Alkohol 70 % Cara Kerja : 1. Asam rosalat 2. 2. Air bilasan Contoh susu. Ditambahkan asam rosalat 3 tetes. Penetapan Derajat Keasaman ( pH ) Prinsip : Cara pengukuran derajat keasaman dengan pH meter merupakan pengukuran secara Potensiometri. Buffer pH 4. Tujuan pengujian ini untuk mengetahui apabila susu mengandung atau di tambahkan air kapur dan soda kue. Buffer pH 7. Pereaksi : 1. Uji Karbonat Prinsip : Uji kualitatif yang berdasarkan kepada reaksi antara ion karbonat ( CO 32.

lalu celupkan ke dalam contoh. 3.04 %. sehingga hilangnya bentuk dispersi lemak. Sekitar 98% . Sisanya adalah sterol.Cara Kerja : 1. mempunyai kegunaan untuk mengetahui apakah kandungan lemak susu masih ada dalam batasbatas yang diijinkan. yang kandungannya berkisar antara 0. Lebih lanjut dijelaskan bahwa lemak terdapat dalam 3 tempat. yaitu tiga molekul asam lemak yang diesterifikasikan terhadap gliserol sedangkan lemak yang berbentuk digliserida dan monogliserida masing-masig terdapat sekitar 0. Secara kuantitatif lemak tersusun oleh 98% . Bagian lemak ini disebut krim dan cairan susu yang terdapat di bawahnya disebut skim. yaitu di dalan globula. lalu baca nilai pH. Bagian lemak tersebut dapat terpisah dengan mudah karena berat jenisnya kecil.40%. Prinsip uji ini. dengan menggunakan tissue. Dikalibrasi pH meter dengan menggunakan larutan buffer pH 4 dan pH 7. Penetapan Kadar Lemak Metode Gerber. Prinsip : Kandungan lemak bervariasi antara 3-6 persen (berat basah) yang dalam susu berbentuk globula lemak yang bergaris tengah antara 1-20 mikron.99% lemak susu berbentuk trigliserida. Ditunggu beberapa saat. Karena mempunyai luas permukaan yang sangat besar.5% dan 0.25% . 5.1.0. Butiran lemak cenderung memisah dan timbul pada permukaan yang merupakan suatu lapisan. biasanya dalam setiap mililiter susu mengandung kira-kira 3 milyar butiran lemak. Dibersihkan elektroda. maka reaksi-reaksi kimia mudah sekali terjadi dipermukaan perbatasan lemak dengan mediumnya.0% fosfolipida yang terdapat dalam membran material dan sebagian di dalam serum. asam sulfat pekat merombak dan melarutkan kasein dan protein lainnya. Uji kadar lemak menurut Gerber. Lemak menjadi cair oleh panas. 2. pada membran material dan di dalam serum. dan amyl alkohol. .2% . Centrifugasi menyebabkan lemak terkumpul di bagian skala dari Butyrometer.99% trigliserida yang terdapat dalam globula lemak. 0.

5. . Ditambahkan butyrometer. Dimasukan ke dalam sentrifuge gerber. maka berat jenis tidak bersatuan. 3.75 ml sample susu melalui dinding Larutan H2SO4 90 %. 6. Dimasukan 10 ml larutan H2SO4 90 % ke dalam butyrometer. 6. 3.0320. Penetapan Berat Jenis susu segar ( BJ ). atur waktu selama 5 menit. Prinsip : Berat jenis suatu bahan adalah perbandingan antara berat bahan tersebut dengan berat air pada volume dan suhu yang sama. Pipet volume 10 ml.Peralatan : 1. Berdasarkan batasan ini. Sentrifuge gerber. Larutan amil alcohol. 2. Butyrometer dengan sumbat karet. Cara Kerja : 1. Dibalikkan secara perlahan – lahan. 4. Berat jenis susu rata-rata 1. Berat jenis susu dipengaruhi oleh kadar padatan total dan padatan tanpa lemak. 4. Pipet serilogi 1 ml. 10. 5. lalu tutup butyrometer dengan sumbat karet. 2. Ditambahkan 1 ml amil alcohol. Diamati persen kadar lemak yang terbaca di skala butyrometer. Pereaksi : 1.75 ml. Pipet volume 10. 2.

sedangkan dua laktometer yang lain sering digunakan untuk susu segar Laktometer yang paling sering digunakan adalah jenis Quevenne karena cukup mudah penggunaannya.56°C (60°F).56°C.8°C dibawah 15. maka Laktometer akan tenggelam lebih dalam jika dibandingkan jika Laktodensimeter tersebut dicelupkan ke dalam susu yang berat jenisnya tinggi. 2. Dalam pasaran dikenal dua macam laktometer Quevenne yaitu yang berskala 15-40 (skala terkecil 1) dan yang berskala 20-37 (skala terkecil 0. Dipanaskan contoh susu sampai suhu 270C. Hasil pembacaan berdasarkan suhu contoh. Gelas ukur 250 ml Laktometer/laktodensimeter . maka benda tersebut akan mendapat tekanan ke atas sesuai dengan berat volume cairan yang dipindahkan (diisi). Laktometer yang terakhir ini memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan jenis yang pertama. Laktodensimeter adalah hydrometer dimana skalanya sudah disesuaikan dengan berat jenis susu. Peralatan : 1.1 untuk setiap derajat celcius di atas 15. Terdapat tiga jenis laktometer yang umum digunakan yaitu: Quevenne. Sebaliknya. hasil pembacaan dikurangi 0. Prinsip kerja alat ini mengikuti hukum Archimides yaitu jika suatu benda dicelupkan ke dalam suatu cairan. Koreksi hasil pembacaan laktometer ini akurat jika suhu contoh tidak menyimpang jauh dari suhu 15.1). Cara Kerja : 1. Jika Laktometer dicelupkan dalam susu yang rendah berat jenisnya. sehingga untuk menentukan berat jenis susu perlu dilakukan koreksi hasil pembacaan berdasarkan suhu contoh. Berat jenis susu biasanya ditentukan dengan menggunakan Laktodensimeter atau Laktometer.1 untuk setiap derajat Fahrenheit di bawah 60°F atau 1.Kadar padatan total susu diketahui jika diketahui berat jenis dan kadar lemaknya. Laktometer Baume sering digunakan untuk mengukur berat jenis produk susu kental/evaporasi.56°C (60°F). Hasil pembacaan laktometer ditambah 0. New York Board of Health dan Laktometer Baume. Laktometer umumnya distandarisasi pada suhu 15.56°C.

311 x F ) + ( 2. Dimasukan alat laktodensimeter kedalam gelas ukur. susu tampak keruh (opaque). Diuji berat jenis ( RD 270C ) susu segar seperti biasa.738 x 100 ( BJ – 1 )/BJ )) . Dilihat tabel hubungan kadar lemak dan BJ atau dengan rumus perhitungan. 7. dan jumlah lemak/padatan dalam susu. susu tampak sedikit transparan. Dalam bentuk lapisan tipis. Penentuan Padatan Tanpa Lemak ( SNF ) Prinsip : Kadar padatan tanpa lemak dapat diketahui dari selisih total solid dengan kadar lemak dalam susu segar atau dari tabel hubungan kadar lemaj dengan berat jenis. 4. Susu dengan Gelas Sendok Tabung reaksi . Perhitungan : Rumus FLEISCHMANN : (( 1. Cara Kerja : 1. Uji Warna.2. dapat diketahui adanya pemalsuan atau penyimpangan susu oleh pihak supplier yang dapat merugikan. 3.F 8. Warna susu berkisar dari putih kebiruan sampai kuning keemasan. 3. pakan. lalu baca berat jenisnya pada skala yang terdapat pada alat tersebut. Diuji kadar lemak susu segar seperti biasa. Peralatan : 1. Cara kerja : 1. Uji Organoleptik. 3. 2. Dimasukan contoh ke dalam gelas ukur 250 ml sebanyak 200 ml. 2. Prinsip : Dengan uji organoleptik. Dalam jumlah besar. Ditunggu sampai alat laktodensimeter stabil. bergantung jenis hewan.

Rasa dan aroma susu dapat menyimpang (abnormal) dari seharusnya. Pigmen ini terlarut dalam susu tetapi hanya tampak pada bagian whey dan menyebabkan warna kehijauan. Ketajaman warna karoten tergantung dari jumlah pigmen dalam darah yang disekresi bersama-sama susu. karena mengandung karbohidrat yaitu Laktosa. . Pigmen lain yang terdapat dalam susu adalah laktorom atau riboflavin. Aroma susu lenyap jika susu didiamkan beberapa jam atau susu didinginkan. Warna putih susu merupakan refleksi cahaya oleh globula lemak. Susu dengan kandungan laktosa rendah tetapi kadar klorida tinggi menyebabkan cita rasa susu menjadi asin. Beberapa hal yang dapat menyebabkan rasa dan aroma susu abnormal adalah : 1. warna riboflavin tertutup oleh komponen yang lain. Pakan yang tinggi kadar karotennya. misalnya wortel dan hijauan menyebabkan warna susu lebih kuning daripada pakan jagung putih atau oat yang berkadar karoten rendah. dan mempunyai aroma yang spesifik.kadar lemak rendahatau susu yang sudah dipisahkan lemaknya berwarna kebitu-biruan. Masukan 5 ml susu ke dalam tabung reaksi kemudian dilihat dengan latar belakang putih. secara kimia identik dengan yang terdapat para tanaman.Cita rasa susu berhubungan dengan keseimbangan rasa antara rasa manis akibat kandungan laktosa tinggi dan rasa asin dari kadar klorida. Gangguan keadaan fisik ternak. Uji Aroma Susu segar yang normal berasa agak manis. Karoten adalah pigmen yang menyebabkan warna kuning susu. kalsium kaseinat. Dalam susu yang normal. Karoten yang terdapatdalam susu. 2. Karoten susu berasal dari pakan kehijauan. Warna kuning susu sangan dipengaruhi oleh pakan. dan koloid fosfat. Susu sapi yang dihasilkan pada akhir masa laktasi biasanya berasa asin.

2. Adanya bahan asing dalam susu dapat menyebabkan susu tidak layak untuk dikonsumsi. 3. Rasa sabun oleh Bacillus lactis saponacei.Dalam hal ini. Anyir oleh kuman tertentu lainnya. Cita rasa dan aroma bahan diserap oleh darah dan disekresi dalam susu. 10. 4. Susu yang ditempatkan pada wadah terbuka di dalam kandang. dapat menyerap aroma yang tidak dikehendaki. Rasa tengik disebabkan oleh kuman-kuman asam mentega. Faktor Genetis . 6. coli. Bahan yang mempunyai aroma kuat. 5. 9. bahan-bahan yang dapat menyebabkan rasa dan aroma susu menyimpang. Absorpsi aroma oleh susu dari lingkungan. 8. Adanya bahan asing yang mengkontaminasi susu. misalnya adanya aerosol obat serangga dalam susu karena penggunaannya untuk mengusir lalat dalam kandang. 11. 7. 2. Rasa lobak disebabkan oleh kuman E. disekresi oleh ternak bersama-sama dengan susu. Dekomposisi komponen susu oleh bakteri dan mikroba lain. Demikian juga jika susu disimpan pada tempat yang dekat dengan bahan pangan yang mempunyai aroma kuat. misalnya bawang. Susu menjadi terasa pahit oleh kuman pembentuk pepton. Terjadinya perubahan aroma dan cita rasa karena reaksi kimia.yaitu: 1. termakan oleh ternak. Bebrapa reaksi kimia dapat menimbulkan penyimpangan rasa dan aroma misalnya cita rasa teroksidasi (oxidized flavor). baik produksi susu masa laktasi pertama dan selanjutnya sangat dipengaruhi oleh berbagai factor fisiologi.5 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Susu Selama masa laktasi berlangsung. Beberapa logam seperti besi dan tembaga dapat menyebabkan cita rasa metalik atau mengkatalise perubahan cita rasa yang lain.

3. Faktor genetis ini akan menentukan jumlah produksi dan mutu air susu selama laktasi dengan komposisi zat-zat makanan tertentu sesuai dengan yang dimiliki oleh kedua induknya. Laktasi Periode sapi memproduksi susu disebut laktasi. Jika sapi yang bersangkutan kehabisan zat-zat makanan yang harus . 2. Normalnya. artinya sifat-sifat baik dan buruk dari tetua akan diwariskan kepada keturunan berikutnya dengan sifat-sifat yang sama seperti sifat-sifat yang dimiliki tetua. yang diturunkan dari induk dan bapak kepada keturunannya. ambing yang dihasilkan sapi disebutcolostrums. Usia Seiring berjalanya waktu. hingga mencapaipuncaknya pada usia matang (6 sampai 8 tahun). proses penurunan ini tidak secepat proses peningkatan produksi susu Sedangkan untuk factor lingkungan yang mempengaruhi produksi susu adalah 1. Jika produksi susu induk dan pejantan jelek maka dengan tata laksana dan makanan yang serba baguspun tidak akan dapat memperbaiki produksi yang jelek dari warisan kedua induknya. produksi mulai menurun. produksi susu harian meningkatkan pada empat sampai enam minggu setelah kelahiran. Akan tetapi. Faktor Makanan Sapi-sapi yang secara genetis baik akan memberikan produksi susu yang baik pula. maka unutk memenuhi kebuthan pokok hidup dan berproduksi akan dicukupi dengan mengorbankan persediaan zat-zat makanan yang ada di dalam tubuh dengan cara memobilisasikan zat-zat makanan yang tersimpan di dalam jaringan tubuh mereka. Setelah usia ini. jika makanan yang diberikan tidak memadai. baik dari segi jumlah maupun mutu. Periode ini dimulai dengansetiap ekor sapi sapi melahirkan. kemudian menurun secara perlahan sampai sapi mengalami masa kering. produksi susu sapi terus meningkat. Faktor genetis ini bersifat baka.Faktor genetis ini bersifat individual.Namun. Pada awal laktasi. Tepatnya lima hari setelah melahirkan. produksi tersebut baru dapat dikatakansusu.

dan teknik pemerahan.dimobilisasikan. Tahapan persiapan pemerahan diawali dengan membersihkan kandang dari segala kotoran. 1. yakni pada pagi dan sore hari. jika produksi susu yang dihasilkan lebih dari 25 liter/hari. Sebab factor genetis yang baik bukan jaminan terhadap jumlah produksi. Tahapan-tahapan pemerahan tersebut meliputi persiapan pemerahan. Frekuensi pemerahan Pada umumnya pemerahan dilakukan sebanyak 2 kali sehari. Namun. pemerahan sebaiknya dilakukan 3 kali sehari. maka jumlah susu yang dihasilkan pada pagi dan sore hari akan sama. . B. siang dan sore hari. yakni pagi. mencuci daerah lipat paha. yakni 12 jam. Mengandalkan factor genetis saja tidaklah menjamin keberhasilan produksi. A. maka jumlah susu yang dihasilkan pada sore hari akan lebih sedikit daripada susu yang dihasilkan pada pagi hari. Namun. Jika jaraknya sama. Faktor genetis yang baik harus didukung dengan tatalaksan yang baik dan teratur. mka produksi susu akan menurun yang akhirnya akan membatasi pula sekresi air susu. Pemerahan Pemerahan yang baik dilakukan dengan cara dan alat yang bersih. pengaturan kering kandang. apabila jarak pemerahan tidak sama. Faktor Tatalaksana Tatalaksana yangt baik dan sempurna merupakan salah satu upaya untuk mencapai kesuksesan usaha ternak sapi perah. pengaturan kelahiran dan perkawinan (service periode dan calving interval).pencegahan penyakit. frekuensi pemerahan. Tatalaksana pada masa laktasi yang perlu diperhatikan antra lain rangsangan pemerahan. Tahapan-tahapan pemerahan harus dilakukan dengan benar agar sapi tetap sehat dan terhindar dari penyakit yang dapat menurunkan produksinya. Jarak pemerahan dapat menentukan jumlah susu yang dihasilkan.

penanaman pohon peneduh. Kini pejantan yang terbentuk adalah Latitude yang merupakan hasil kawin silang antara pejantan Malloya Latitude dengan sapi betina FH lokal. membersihkan tangan pemerah. ijuk. atau yang sejenisnya. Kelahiran dan kawin silang Kawin silang yang dilakukan tergantung pada jenis sapi yang di inginkan agar menghasikan produksi yang tinggi misalkan menyilangkan antara pejantan tadi dengan betina lokal. pemerahan dapat dilakukan menggunakan dua atau kelima jari tangan. dan melakukan uji mastitis setiap sebelum melakukan pemerahan. mencuci ambing dengan air bersih kemudian melapnya dengan lap bersih. sehingga sapi perah merasa nyaman. genting. alat takar dan kan susu). Plafon atau langitlangit dimaksudkan untuk menahan panas dan debu dari arah sebelah atas. . membersihkan alat-alat pemerahan susu (ember. penyelimutan basah. sebaiknya kandang mempunyai dinding setengah. dan kipas angin. C. Demikian juga halnya dengan penyelimutan karung basah ke tubuh sapi perah D. Kandang cara seperti penempatan dan pengaturan kandang. Setelah tangan pemerah dan ambing dicuci bersih sebagaimana yang telah dijelaskan. Pengaliran air ke dalam kandang dapat menurunkan temperatur di dalam kandang. Bahan atap dapat memakai daun rumbia. Kandang sapi perah sebaiknya dibangun di tempat yang jauh dari jalan. Di dekat kandang peternak sapi perah dianjurkan menanam pohon pelindung dan membuat saluran irigasi. mengikat ekor jika diperlukan. daun alangalang. anak jantan keturunan hasil persilangannya dijadikan sebagai calon pejantan.memberi konsentrat sehingga pada saat pemerahan sapi dalam keadaan tenang sedang memakan konsentrat. Untuk di Indonesia. dengan penyiraman karung dan pengaliran air. penggunaan atap ganda dari jerami dan ijuk.

2. Sebaliknya. Periode kering yang singkat membuat sapi tidak berkesempatan membanguncadangan tubuh untuk menghadapi pemerahan pada laktasi berikutnya. Saatsuhu mencapai 80 derajat F. periodekering yang panjang akan mempersingkat durasi produksi. rata-rata sapi mengalami penurunan produksi. Masa kering Waktu jeda antara laktasi mempengaruhi produksi pada saat laktasiberikutnya. Suhu Sapi mengalami tingkat efisiensi produksi pada suhu sekita 50 derajat F. yangberimplikasi pada meningkatnya kadar lemak pada susu sapi . 3. Periode kering yang optimaladalah 60 hari.

Kerusakan susu dapat dihambat apabila penanganan sejak dari peternak dilakukan secara sehat. Salah satu usaha tersebut pendinginan susu. Keadaan ini sangat memungkinkan terjadinya kontaminasi awal mikroba yang mengakibatkan menurunnya kualitas susu. uji berat jenis susu segar.1 Kesimpulan Susu merupakan salah satu dari hasil ternak selain daging dan telur. Uji kualitas susu diantaranya yaitu uji temperature. . uji derajat keasaman (pH). uji kadar lemak gerber. Penanganan susu mulai dari peternak sampai industri pengolahan susu membutuhkan waktu yang cukup lama. hidrat arang. lemak. Susu dipandang sebagai bahan mentah yang mengandung sumber zat-zat makanan penting. Susu merupakan bahan pangan yang tersusun oleh zat-zat makanan dengan proporsi seimbang.2 Saran Disarankan kepada mahasiswa khususnya fakutas peternakan agar dapat memperbaiki makalah ini lagi agar kelak bisa dijadikan bahan bacaan dan bermanfaat bagi seluruh mahasiswa. dan uji organoleptik. Penyusun utamanya adalah air. sehingga dapat memperpanjang daya simpan susu segar.BAB III PENUTUP 3. uji padatan tanpa lemak SNF. uji alkohol. bersih dan diadakan usaha untuk meningkatkan keawetan susu segar. bukan hanya mahasiswa fakultas peternakan saja. mineral dan vitamin. 3. protein. Proses pendinginan mampu menghambat aktivitas mikroorganisme perusak.

com/2010/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.com/2011/10/uji-dan-kualitas-susu. 2011.blogspot. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu selama masa laktasi.com/2011/06/potensi-ternak-sapi-perah-didaerah.2010. Produksi Susu Harian.scribd.blogspot.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Anonymous. http://uptdpuskeswan.html Junaedi. Ilmu Bahan Makanan Susu http://ibmchelzea. Uji Kualitas Susu http://be-ef. 2011.com/doc/50523754/Produksi-Susu-Harian Anonymous.html Anonymous. 2011.com/2011/12/makalah-ilmu-bahan-makanan-susu.html Anonymous. http://peternakanjunaedi. Potensi Ternak Sapi Perah Di Daerah Tropis. http://www.html .blogspot.2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful