TAHAP PERKEMBANGAN PADA USIA DEWASA

Tahap perkembangan pada usia dewasa ini dapat di bagi atas beberapa bagian, antara lain :

1. Perkembangan Dewasa Dini ( 18 tahun - 40 tahun )

a. Penyesuaian terhadap perubahan fisik Pada periode dewasa awal, penampilan dan kesehatan fisik mencapai puncaknya dan periode yang sama penurun penampilan, kekuatan dan kesehatan fisik pun mulai menurun. penampilan, kekuatan dan kesehatan fisik dicapai pada periode permulaan dewasa awal dan menurun pada akhir dewasa awal. dan puncak efisiensi fisik biasanya dicapai pada usia pertengahan duapuluhan dan sesudah mana menjadi penurunan lambat laun hingga awal usia 40-an. b. Perubahan Kognitif Kekhasan tingkah laku kognitif, orang dewasa yang matang perkembangan kognitifnya lebih sistematis dalam memecahkan masalah. Orang dewasa awal mulai berpikir yang lebih liberal dan bijaksana dalam mengambil keputusan tentang cara pemecahan masalah, sehingga peningkatan toleransi terhadap hal – hal yang tidak diinginkan.

c. Penyesuaian peran seksual Penyesuaian pada peran seks pada masa dewasa dini benar – benar sulit. anak laki – laki dan perempuan telah menyadari pembagian peran seks yang direstui masyarakat, tetapi belum tentu mereka mau menerimanya sepenuhnya. banyak gadis remaja ingin berperan sebagai seorang ibu dan isteri yang baik kalau mereka dewasa nanti. tetapi setelah dewasa mereka tidak mau menjadi isteri ataupun ibu sesuai pengertian tradisional yaitu alasan mereka ingin menghindari peranan wanita tradisional yang telah dijelaskan oleh Arnott dan Bengslon. d. Penyesuaian perubahan minat Remaja umumnya mempertahankan minat – minat mereka sewaktu beralih kemasa dewasa tetapi minat pada masa dewasa kemudian akan berubah juga. ini disebabkan karena beberapa minat yang dipertahankan dalam kehidupan dewasa tidak sesuai dengan peran sebagai orang dewasa, sedangkan yang lain tidak lagi memberikan kepuasan seperti semula. perubahan minat biasanya terjadi amay cepat pada masa remaja seperti perubahan – perubahan fisik dan psikologis. e. Penyesuaian perubahan perkawinan Penyesuaian yang lebih cocok dan disukai menjadi sulit begitu juga dengan banyaknya pertambahan model keluarga menjadikan proses penyesuaian hidup sebagai suami istri sulit. tingkat kesulitan

menjadi besar dimana gaya hidupnya berbeda sekali dengan anggota lainnya dalam keluarga. misalnya, seorang wanita dahulu kehidupan masa anak-anaknya dirumah dibesarkan dalam keluarga inti mungkin akan mendapat kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kondisi baru dan masalah yang timbul ketika ia menikah dengan pria yang berasal dari latar belakang keluarga besar. f. Penyesuaian pekerjaan Penyesuaian pekerjaan makin cocok bakat dan minatnya dengan jenis pekerjaan yang diemban, makin tinggi pula tingkat kepuasan yang diperoleh. pola umum kehidupan mereka bergantung pada beberapa banyak yang mereka peroleh dan bagaimana cara memperolehnya. banyak orang dewasa muda yang tidak atau kurang memiliki keterampilan atau pelatihan untuk suatu bentuk pekerjaan tertentu dalam melamar berbagai kantor yang sifatnya berbeda dengan yang dilamar, tidak sesuai pula dengan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki. 2. Perkembangan Dewasa Madya ( 40 tahun - 60 tahun )

a. Penyesuaian terhadap perubahan fisik Tugas ini meliputi untuk mau melakukan penerimaan akan dan penyesuaian dengan berbagai perubahan fisik yang normal terjadi pada usia madya. dari salah satu sekian banyak penyesuaian yang sulit yang pria dan wanita berusia madya harus lakukan adalah dalam mengubah penampilan. penyesuaian diri terhadap perubahan fisik terasa sulit karena adanya kenyataan bahwa sikap individu yang kurang menguntungkan semakin di intensifkan lagi oleh perilaku sosial yang kurang menyenangkan terhadap perubahan normal yang muncul bersama pada tahun – tahun selanjutnya. b. Perubahan Kognitif Pada usia setengah baya kemampuan kognitifnya yang menurun adalah kemampuan mengingat, berpikir, mekanisme yang memerlukan kecepatan dan keakuratan input melalui panca indra agar dapat mengamati gerak, perbedaan, perbandingan dan pengelompokan atau pengkategorian. tentu saja tidak semua orang dewasa pertengahan makin meningkat kemampuan kognitif pemecahan masalah. c. Penyesuaian peran seksual

Penyesuaian fisik yang paling sulit dilakukan oleh pria maupun wanita pada usia madya terdapat pada perubahan, pada kemampuan seksual mereka. Perubahan seksual pada wanita; perubahan tubuh dan emosi secara umum terjadi pada saat menopause, tetapi tidak selalu disebabkan atau berhubungan dengan keadaan tersebut. berhentinya menstruasi hanya merupakan salah satu aspek dari menopause. Perubahan seksual pada pria klimakterik pada pria sangat berbeda dengan menopause pada wanita. klimakterik dating kemudian, biasanya pada usia 60 atau 70 tahunan dan berjalan sangat lambat. d. Penyesuaian perubahan minat

Perubahan minat selama usia madya perubahan – perubahan tersebut jauh kurang kentara daripada perubahan – perubahan yang terjadi pada tahun – tahun awal kehidupan. perubahan minat yang ada perubahan tugas, tanggungjawab, kesehatan dari peran dalam hidup, konsentrasi pria pada bidang pengembangan kerja pada umumnya memainkan peran penting dalam menekan keinginan mereka disbanding pada masa yang relative masih muda. e. Penyesuaian perubahan perkawinan

Pola kehidupan keluarga yang dijalani banyak mengalami perubahan selama periode usia madya seperti diungkapkan cavan “perubahan yang paling besar adalah penarikan diri dari anak – anak dari keluarga, meninggalkan bapak dan ibunya. sebagai unit keluarga” penyesuaian terhadap perubahan ini biasanya lebih sulit bagi wanita daripada pria karena kehidupan wanita berpusat pada rumah dan anggota keluarga selama tahun – tahun usia dini.

Kondisi yang merumitkan penyesuaian diri terhadap perubahan pola keluarga pada usia madya : Perubahan fisik Hilangnya peran sebagai orangtua Kurangnya persiapan Perasaan kegagalan Merasa tidak berguna lagi Kekecewaan terhadap perkawinan Merawat anggota keluarga berusia lanjut. f. Penyesuaian pekerjaan Dewasa ini dengan semakin bertambahnya jumlah wanita yang memasuki dunia kerja usia madya, maka masalah pengalaman menyesuaikan diri dengan pekerjaan buka monopoli pria saja. wanita juga mempunyai banyak masalah yang sama dengan pria dan bahkan banyak wanita menganggapnya sebagai masalah yang unik bagi mereka. 3. Perkembangan Pada Dewasa Akhir ( 60 - isdead )

a. Penyesuaian terhadap perubahan fisik Perubahan fisik bukan lagi pertumbuhan tetapi pergantian dan perbaikan sel – sel tubuh. Pertumbuhan dan reproduksi sel – sel menurun, oleh karena itu peristiwa penurunan pertumbuhan dan reproduksi sel – sel menyebabkan terjadi banyak kegagalan pergantian sel – sel yang rusak, lamanya penyembuhan apabila lansia menderita sakit.

b. Perubahan Kognitif Orang yang sudah tua menjadi pelupa, reaksi terhadap rangsangan yang semakin lamban Orang yang sudah tua itu sebagian orang memusuhi generasi muda mempertahankan cara lama dan tidak ingin adanya perubahan. c. Penyesuaian peran seksual Setiap orang butuh dicintai dan dipelihara meskipun sudah tua. penelitian yang dilakukan oleh master dan Johnson (1968). seorang wanita yang mengalami menopause bukan berarti tidak mungkin menikmati hubungan intim dengan pasangannya, bahkan wanita ini mengalami pembaharuan minat dan kesenangan terhadap hubungan intim. pada wanita menopause memang terjadi perubahan hormone, namun hal itu menghalangi wanita itu untuk menikmati hubungan seks. d. Penyesuaian perubahan minat

Mengenai minat dan keinginan tersebut dibahas pada uraian berikut ini :

- Minat pribadi Minat dalam diri sendiri : orang menjadi semakin dikuasai oleh diri sendiri apabila semakin tua Minat terhadap pakaian : minat terhadap pakaian tergantung pada sejauh mana orang berusia lanjut terlubat dalam kegiatan sosial Minta terhadap uang : pensiun atau pengangguran mungkin akan menjalani masa tuanya dengan pendapatan yang kurang bahkan mungkin tanpa pendapatan samasekali. - Minat untuk rekreasi :beberapa perubahan dalam kegiatan sering dilakukan karena memang tidak dapat dielakkan - Minat sosial - Minat untuk mati

e. Penyesuaian perubahan perkawinan Salah satu cara orang usia lanjut dalam mengatasi masalah kesepian dan hilangnya aktivitas seksual yang disebabkan karena tidak mempunyai pasangan hidup adalah dengan cara menikah kembali. menikah lagi pada masa dewasa ini merupakan hal yang biasa daripada masalalu. bagaimana seperti telah ditekankan pada uraian yang terdahulu, bahwa kesempatan untuk menikah kembali lebih sedikit bagi wanita daripada bagi pria dari tahun ke tahun. f. Penyesuaian pekerjaan

Pria lanjut usia biasanya lebih tertarik pada jenis pekerjaan yang statis dari pada pekerjaan yang bersifat menantang yang mereka sadari tak mungkin ada. mereka lebih puas dengan pekerjaannya pada orang yang lebih muda. wanita yang tidak bekerja selama masa dewasa ini ketika mereka sibuk dengan pekerjaan rumahtangga dan mengurus anak, sering kali bekerja usia madya dan mendapatkannya. sebagai komponensasi kepuasan dari tanggungjawab keluarga dan rumah semakin berkurang.

http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/tahap-perkembangan-pada-usia-dewasa.html “KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN MASA DEWASA” Oleh : Ni Made Sutriani 11.07.01.1383 FPAS-UNHI (diringkas dari buku perkemb. peserta didik)

A. Definisi Masa Dewasa

1. Sisi Biologis.

Suatu periode dalam kehidupan individu yang ditandai dengan pencapaian kematangan tubuh secara optimal dan kesiapan bereproduksi (berketurunan)

2. Sisi psikologis.

Periode dalam kehidupan individu yang ditandai dengan ciri-ciri kedewasaan atau kematangan, diantaranya : emotional stability, sense of reality, tidak menyalahkan orang lain jika menghadapi kegagalan, toleransi dan optimistis.

3. Sisi pedagogis.

Suatu periode dalam kehidupan yang ditandai dengan : Sense of responsibility. Prilaku normatif (nilai-nilai agama)

Secara psikologis. merawat dan mendidik anak. Mampu menyesuaikan diri dengan : menurunnya kemampuan fisik dan kesehatan. 2. Tugas-tugas perkembangan meliputi : Lebih memantapkan diri dalam pengamalan ajaran-ajaran agama. Tugas-tugas perkembangan meliputi : memantapkan pengamalan ajaran agama. Masa Dewasa Madya/Setengah Baya (Midle Age = 40 – 60 tahun). keharmonisan keluarga. dll). memasuki pernikahan.Memiliki pekerjaan untuk penghidupan. belum siap menikah. Periode Perkembangan Masa Dewasa. menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan pada aspek fisik. cara berpikir dan interaksi sosial). penglihatan. mencapai tanggung jawab sosial sebagai warga negara. Masa Dewasa Awal (Early Adulthood = 18/20 tahun – 40 tahun). Tugas-tugas perkembangan (development task) pada usia ini meliputi : pengamalan ajaran agama. Masa dewasa dibagi menjadi 3 periode (Hurlock. 1968). mengelola rumah tanggga. dll. 3. masalah anak. memperoleh karier yang baik. daya ingat. Aspek fisik sudah mulai agak melemah. Ditandai dengan semakin melemahnya kemampuan fisik dan psikis (pendengaran. Secara biologis merupakan masa puncak perumbuhan fisik yang prima dan usia tersehat dari populasi manusia secara keseluruhan (healthiest people in population) karena didukung oleh kebiasaan-kebiasaan positif (pola hidup sehat). masa . memasuki dunia kerja. berperan dalam masyarakat. termasuk fungsi-fungsi alat indra. asam urat. memilih pasangan hidup. B. belajar hidup berkeluarga. memantapkan peran-perannya sebagai orang dewasa. Masa Dewasa Lanjut / Masa Tua (Old Age = 60 – Mati). cukup banyak yang kurang mampu mencapai kematangan akibat banyaknya masalah dihadapi dan tidak mampu diatasi baik sebelum maupun setelah menikah. jodoh. dan mengalami sakit dengan penyakit tertentu yang belum pernah dialami (rematik. yaitu: 1. membantu anak remaja belajar dewasa. mencari kelompok sosial yang menyenangkan. misalnya: mencari pekerjaan. mencapai dan mempertahankan prestasi karier. Berpartisipasi aktif dalam bermasyarakat.

berkurangnya penghasilan dan kematian pasangan hidup. Namun kenyataannya. Terdapat asumsi bahwa semakin bertambah usia seseorang maka semakin mantap kesadaran beragamanya. jarang. Usia Mahasiswa sebagai Fase Usia Dewasa awal. pengalaman menerapkan nilai-nilai agama (intensif. biang keladi kerusuhan (preman / provokator). cacat tubuh. tidak pernah). sikap terhadap permasalahan hidup yang dihadapi (sabar. depresi) orientasi hidup (materialistis-hedonis. melecehkan). kesehatan yang buruk. Kenniston (Santrock dalam Chusaini. corak pergaulan dengan teman kerja (taat beragama. sering ke hiburan malam. konsumsi miras dan naza. tidak menerima). frustasi. Dari uraian diatas. Faktor-faktor penyebab kegagalan melaksanakan tugas perkembangan. salah satu tugas perkembangan masa dewasa adalah pemantapan kesadaran beragama. C. melecehkan norma dalam masyarakat. Membentuk hubungan dengan orang seusia dan memantapkan hubungan dengan anggota keluarga. moralis-agamis). 1995: 73). 1. . tidak ada motivasi menuju kedewasaan. yaitu : tidak adanya bimbingan untuk memahami dan menguasai tugas. tidak sedikit orang dewasa dengan perilaku yang bertentangan dengan nilai agama. menelantarkan keluarga. Karakteristik Perkembangan Mahasiswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan kehidupan beragama seseorang adalah karena keragaman-keragaman : pendidikan agama semasa kecil (menerima. Prilaku menyimpang (maladjustment) akibat tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas perkembangan (terutama aspek agama) adalah : berzina.pensiun. tingkat kecerdasan rendah.

Erikson (1959. Masa perubahan nilai (orang dewasa awal ingin diterima oleh anggota kelompok orang dewasa). 2. . 1963). Masa ketergantungan (masih tergantung pada pihak lain). Masa keterasingan sosial (memasuki dunia kerja dan kehidupan keluarga). tugas dan tanggung jawab mahasiswa bukan hanya pencapaian keberhasilan akademik. Masa bermasalah (muncul masalah-masalah baru seperti pernikahan). 1991: 247-252) : Masa pengaturan (mulai menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa). Fase dewasa awal jika dikaitkan dengan usia mahasiswa pada fase ini menunjukkan bahwa peran. Fase dewasa awal adalah suatu fase dalam siklus kehidupan yang berbeda dengan fase-fase sebelum dan sesudahnya. hal ini ditunjukkan oleh kemandirian ekonomi dan kemandirian membuat keputusan. Lerner (1983 : 554). Ciri-ciri umum perkembangan fase usia dewasa awal (Hurlock. Masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru. Fase usia dewasa awal merupakan kebutuhan untuk membuat komitmen dengan menciptakan suatu hubungan interpersonal yang erat dan stabil serta mampu mengaktualisasikan diri seutuhnya untuk mempertahankan hubungan tersebut. Masa komitmen (menentukan pola hidup dan tanggung jawab baru).Masa dewasa awal adalah masa muda yang merupakan periode transisi antara masa dewasa dan masa remaja yang merupakan masa perpanjangan kondisi ekonomi dan pribadi sementara. karena merupakan fase usia untuk membuat suatu komitmen pada diri individu. Usia reproduktif (masa produktif memiliki keturunan). Aspek-aspek Perkembangan Dewasa Awal. Masa kreatif (masa dewasa awal adalah puncak kreatifitas). Masa ketegangan emosional (pada wilayah baru dgn permasalahan baru). melainkan mampu menunjukkan perilaku dan pribadi untuk mengeksplorasi berbagai gaya hidup dan nilai-nilai secara cerdas dan mandiri. yang menunjukkan penyesuaian diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan sosial yang baru sebagai orang dewasa.

1989)). Perkembangan kogitif.Aspek-aspek perkembangan yang dihadapi usia mahasiswa sebagai fase usia dewasa awal (Santrock. Menggambarkan hubungan sosial individu dengan lingkungannya yang terdiri dari 3 fase yaitu fase pertama (menjadi dewasa dan hidup mandiri). Menurut Norman (1992) : . Perkembangan karir. Akibatnya ada individu dengan peran/figur dominan (memberikan simpati. 1995 : 91-100) adalah: Perkembangan fisik. Pada fase dewasa awal adalah puncak perkembangan fisik dan juga penurunan perkembangan individu secara fisik. Menurut Havigurst (1961:259-265). 3. tugas-tugas perkembangan dewasa awal adalah: a. Memilih Pasangan Hidup. Perkembangan seksualitas.Pernikahan yang dilandasi kebutuhan saling melengkapi terjadi akibat daya tarik lawan jenis (opposites attract). fase kedua (pasangan baru yang membentuk keluarga baru (Goldrick. 1998). selaras dengan kepribadian masing-masing dan juga menyesuaikan dengan kondisi dan latar belakang kehidupan kedua calon keluarga masing-masing. Terjadi sikap dan prilaku seksual secara heteroseksual dan homoseksual. Keputusan memilih sampai menentukan pasangan hidup adalah tanggung jawab baik pihak laki-laki maupun perempuan dengan pertimbangan dari pihak orang tua.Pemenuhan kebutuhan merupakan faktor utama dalam memilih pasangan pernikahan. Suatu individu ketika memulai dunia kerja yang baru harus menyesuaikan diri dengan peran yang baru dan memenuhi tuntutan karir (Heise. keluarga dan bantuan pihak-pihak lain yang dipandang mampu. . cinta . dan fase ketiga (menjadi keluarga sebagai orang tua dan memiliki anak). beberapa orang akan lebih memilih pasangan yang melengkapi dirinya. Perkembangan sosio-emosional. 1991 . Tugas-Tugas Perkembangan Dewasa Awal. Smither. karena kebutuhan dan sifat individu dapat berlainan satu sama lain. 1997). Calon pasangan mempersiapkan diri untuk memilih dan menemukan yang cocok. Menggambarkan efisiensi dalam memperoleh informasi yang baru. berubah dari mencari pengetahuan menuju menerapkan pengetahuan itu (Schaise.

konflik pertama dan interaksi sosial dengan keluarga pasangan. Pertama menetapkan kriteria ideal bagi calon pasangan. Memulai Hidup Berkeluarga. kasih sayang. Havigurst menguraikannya dari berbagai sudut pandang sebagai berikut: 1.Kebudayaan sangat berpengaruh dalam penentuan pasangan hidup. kebahagiaan. b. hamil pertama.dan perlindungan) terhadap pasangannya yang bersifat patuh atau submissive (memperoleh simpati. . Belajar Hidup Dengan Pasangan Nikah. Pada dasarnya adalah proses menyesuaikan dua kehidupan individu secara bersama-sama dengan cara belajar menyatakan dan mengontrol perasaan masing-masing pasangan seperti kemarahan.Dalam suatu pasangan. Dalam tugas perkembangan ini. c. punya anak pertama. Pasangan baru yang memulai kehidupan berkeluarga akan memperoleh banyak pengalaman baru yang penting bagi pasangan dan kehidupan keluarga. seperti hubungan seksual pertama. kebutuhan biologis. Memiliki anak pertama dengan sukses merupakan manifestasi keberhasilan pernikahan dan cenderung ukuran kesuksesan hadirnya anak berikutnya. Perbedaan latar belakang orang tua dan keluarga harus diperhatikan dalam proses penyesuaian dan pembelajaran lebih lanjut dalam menempuh keluarga bahagian dan sejahtera. jika tidak terpenuhi maka ditetapkan standar ideal pada individu yang dicintai. dimana definisi kebudayaan melahirkan istilah kriteria ideal dan standar ideal seleksi calon pasangan. apabila yang terjadi kebalikannya maka akan terjadi konflik sosial. Sifat tugas. . sifat saling melengkapi tidak menuntut adanya kompromi antarindividu sebaliknya individu yang karakternya bertentangan dengan pasangannya harus mengadakan kompromi dengan pasangannya. cinta dan perlindungan). Peran dominan lazimnya oleh suami dan peran isti bersifat submissive. . sehingga seseorang hidup dengan hangat dan harmonis. kebencian.

3. 4. sikap serta peran dan tanggung jawab yang sepenuhnya dalam kehidupan berkeluarga serta memiliki keturunan. Dasar biologis. sebaliknya akan mudah bagi wanita dengan sosok keibuan. Masalah kehamilan pertama merupakan masalah yang muncul secara pandangan budaya bagi kelompok sosial ekonomi kelas menengah dan kelas bawah dari suatu kelompok budaya tertentu. . Dasar budaya. Melahirkan anak adalah suatu proses biologis.2. Dasar psikologis. terlebih tugas melahirkan anak pertama merupakan suatu proses biologis dan psikologis. Secara psikologis. Hadirnya anak menjadikan tugas. d. pria dan wanita memiliki suatu tugas untuk menjadi ayah dan ibu. tetapi juga belajar memenuhi kebutuhan anak sehingga anak mencapai perkembangan secara optimal. e. Implikasi sosial dan pendidikan. Memelihara anak. Mengelola rumah tangga. peran dan tanggung jawab yang lebih besar bagi pasangan suami istri karena mereka tidak hanya memikirkan lagi kehidupan mereka sendiri. 5. Keberhasilan pada aspek ini memerlukan jenis pengetahuan tertentu bagi suami dan istri. Tugas ini akan sulit bagi wanita yang takut atau benci ide mengenai kehamilan.

mengasihi. sebagai warga negara atau organisasi politik.Pernikahan adalah suatu ikatan yang terjalin diantara laki-laki dan perempuan yang telah memiliki komitmen untuk saling menyayangi. tetangga. Dalam menghadapi tugas perkembangan ini. Berbeda dengan wanita dewasa awal yang cenderung belum aktif menghadapi tuntutan pekerjaan. dan melindungi berdasarkan syariat agama. . f. Menemukan kelompok sosial yang serasi. Terdapat beberapa definisi pernikahan yaitu : . tugas dan tanggung jawab masing-masing. kelompok masyarakat. Konsep Dasar Pernikahan. g. Mulai bekerja. Bertanggung jawab sebagai warga negara. h.Kehidupan keluarga dibangun dengan kesiapan keseluruhan baik fisik dan mental yang bergantung pada kesiapan dan keberhasilan dalam mengelola rumah tangga sesuai peran. Pernikahan menunjukkan tujuan dan langkah awal menemukan kelompok sosial yang serasi. D. Periode Dewasa Awal Sebagai Masa Persiapan Pernikahan 1. orang-orang seumur mereka dan dengan orang dimana mereka dapat mengembangkan suatu kehidupan sosial jenis baru. pria dewasa awal sering menunda mencari calon pasangan hidup sebelum memperoleh pekerjaan. Individu dewasa awal sebaiknya mulai menunjukkan rasa tanggung jawab bagi kesejahteraan baik bagi keluarga. Bersama-sama sebagai pasangan mencari teman baru.

. pernikahan adalah suatu transisi kehidupan yang mencakup pengambilan peran baru (sebagai suami atau istri) dan menyesuaikan dengan kehidupan sebagai pasangan. tidak kekanak-kanakan. Memahami dan menyikapi secara positif makna dan hikmah pernikahan adalah bekal kesiapan diri untuk menikah. Berdasarkan beberapa definisi diatas. . Kematangan psikis (pengendalian diri. disimpulkan bahwa pernikahan adalah ikatan yang terjalin secara sah antara laki-laki dan perempuan dalam menjalani peran hidup yang baru secara bersama menuju harapan dan cita-cita sesuai dengan perintah dan ajaran agama. Meyakini pernikahan adalah jalan mensahkan hubungan seks pria-wanita. melaksanakan ajaran agama.. memahami. Ciri-ciri usia dewasa awal yang memiliki sikap positif terhadap pernikahan adalah : Mau mempelajari hal ihwal pernikahan. hormat dan menghargai orang lain. Kematangan moral-spiritual (memahami dan terampil dalam masalah agama. . dan perintah Tuhan yang dijalankan. Individu harus memahami hikmah pernikahan dan memiliki sikap positif terhadap pernikahan.dengan tujuan agar masing-masing pasangan dapat mengetahui. Syarat Pernikahan.Menurut McGoldrick (1989). Selain itu juga harus memahami persyaratan yang diperlukan. Kesiapan materi (suami wajib memberi nafkah kepada istri). memahami karakteristik pribadi istri/suami). keharmonisan yang dipertahankan. Mau mempersiapkan diri menempuh jenjang pernikahan. pernikahan adalah ikatan terdekat yang terjadi pada dua orang yang disiapkan untuk kebutuhan hidup bersama menuju cita-cita yang dapat tercapai. dan berasal dari keluarga serta latar belakang kehidupan bahkan kebudayaan yang berbeda. dapat mengajarkan agama kepada anak). serta menyikapi nilai-nilai pernikahan dalam membangun kehidupan keluarga yang serasi dan sejahtera. tidak mudah tersinggung. yaitu : Kematangan fisik (wanita setelah usia 18-20 tahun dan pria usia 25 tahun). Meyakini pernikahan merupakan ajaran agama yang sakral (suci). toleransi.Menurut Norman (1992). 2.Menurut Sigelman & Shaffer (1995 : 401). pernikahan adalah adanya keterikatan yang sah antara dua jenis kelamin yang berbeda sebagai pasangan baru (new couple).

kelas sosial dan pola asuh. membesarkan anak. d. dan ketrampilan-ketrampilan (komunikasi. pemahaman. 3. Masa perkenalan yang singkat. Pernikahan yang terlalu cepat misalnya ketika pendidikan belum selesai atau ketika ekonomi belum independent akan menghilangkan kesempatan memperoleh pengalaman yang bermanfaat bagi pernikahan. Ini mengakibatkan terbatasnya persiapan pengetahuan. Pernikahan lintas budaya dan lintas agama biasanya mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian dengan orang tua dan keluarga pasangan masing-masing. mengelola keuangan) yang bermanfaat untuk kehidupan keluarga. Perbedaan konsep tentang peran atau tugas dalam pernikahan. Persiapan pernikahan yang terbatas. bergabung dengan keluarga. Memiliki konsep-konsep yang tidak realistik tentang pernikahan. Kesiapan usia sangat berpengaruh dalam memulai kehidupan berkeluarga dan sebagai pengasuh anak pertama (the first time parenting). pemahaman dan pengalaman tentang kehidupan berkeluarga cenderung memiliki konsep yang tidak realistik tentang pernikahan dan akibatnya akan mempersulit dirinya dalam melakukan penyesuaian dalam pernikahan dan kehidupan berkeluarga.Menurut Papalia & Olds. Orang dewasa yang menghabiskan hidupnya di perguruan tinggi. Pernikahan campur. e. berelasi. c. usia terbaik untuk menikah bagi perempuan adalah 19-25 tahun. . Beberapa Kondisi yang Mempengaruhi Kesulitan Penyesuaian Pernikahan. Cepat menikah. cepat cemburu) yang menghalangi penyesuaian pernikahan. bahkan akan memunculkan masalah (suka marah. bahwa dari segi kesiapan fisik. Akibatnya pasangan kurang cukup mengenal dan memahami pribadi masing-masing terutama memahami hambatan-hambatan yang berpotensi menjadi menjadi masalah dalam relasi mereka. a. budaya. tanpa upaya memperoleh pengetahuan. f. b. dalam buku Human Development (1995). Perbedaan konsep akan memicu konflik dalam pernikahan dan cenderung terjadi pada pasangan yang berbeda agama.

Konsep romantik tentang pernikahan. Minat dan kepentingan bersama. Pemenuhan kebutuhan. Banyak orang dewasa masih memiliki konsep romantik seperti masa remaja yang sering tidak realistik. teman dan rekan kerja. mengubah kegiatan. Perubahan dalam pola hidup. tugas. mengubah hubungan. http://mdsutriani. atau seorang istri merasa mendapat penghormatan sebagai ibu sama dengan perhormatan yang diberikan suami kepada ibu keluarga lain. Konsep peran. mengubah kebiasaan. Penyesuaian memiliki makna perubahan terhadap pola hidup. budaya. akan lebih mudah dalam melakukan penyesuaian. Kesamaan nilai-nilai. Hurlock (1980:292) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pasangan dalam melakukan penyesuaian dalam pernikahan sebagai berikut : Konsep pasangan yang ideal. Tidak memiliki identitas. Jika seorang pria merasa diperlakukan istri sebagaimana istri memperlakukan anggota keluarga lain.wordpress. Seorang pria atau wanita dalam memilih pasangan dibimbing oleh konsep pasangan ideal dalam pikirannya. Penyesuaian dalam pernikahan semakin mudah ketika kebutuhan masingmasing suami-istri terpenuhi. Suami dan istri yang memiliki konsep yang sama tentang peran. Keinginan dan harapan-harapan yang sama sebuah pasangan akan membawa kearah penyesuaian yang lebih baik. Kesamaan makna dan nilai-nilai yang dimiliki pasangan dapat memudahkan mereka dalam melakukan penyesuaian.g. Kesamaan latar belakang. h.com/2012/06/22/karakteristik-perkembangan-masa-dewasa/ . Suami-istri yang memiliki latar belakang yang sama terutama kesamaan pola asuh dalam keluarga. tanggung jawab. Perubahan pola hidup selalu diikuti oleh ketegangan-ketegangan emosional yang dapat berkembang menjadi suatu masalah yang mengganggu. maka mereka akan kehilangan identitas sebagai individu dan sulit melakukan penyesuaian dalam pernikahan. dan agama akan memudahkan dalam melakukan penyesuaian.

atau biasa disebut dengan masa adolesen.3 Tujuan : 1. yang sudaah tersimpan sebagai potensi bawaannya. Dengan kata lain manusia dewasa sudah mulai memilih nilai – nilai atau norma yang telah dianggap mereka aik untuk dirinya serta mereka berudaha untuk mempertahankan nilai – nilai atau norma – norma yang telah dipilihnya tersebut. Pembagian perkembangan masa dewasa 2. Masa dewasa manusia dibagi menjadi 3 ( tiga ) tahap yaitu : Masa awal dewasa (early adulthood). Dari sedikit penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Psikologi Perkembangan Pada Manusi Tingat Dewasa yaitu ilmu yang mepelajari tentang perkembangan jiwa manusia pada saat menginjak masa dewasa. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Binbingan dan pengarahan yang diberikan dalam membantu perkembangan tersebut pada hakekeatnya diharapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Manusia dikatakan makhluk yang eksploratif karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis.2 Rumusan Masalah : 1. Masa akhir dewasa (late adulthood) 1. Karena itu bimbingan tidak searah dengan potensi yang dimiki akan berdampak negative bagi perkembangan manusia. Faktor – faktor yang mrmprngaruhi perkembangan fisik orang dewasa 1. Manusia sebagai makhluk potensial karena pada diri manusia tersimpan sejumlah kemempuan bawaan yang dapat diembangkan secara nyata.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang eksploratif dan potensial.BABI PENDAHULUAN 1. Selanjutnya manusia disebut sebagai makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya karena untuk tumbuh dan berkembang secara normal memerlukan bantuan dari luar dirinya. Untuk memahami krakteristik perkembangan orang dewasa . Ketika manusia meginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Sebagai akhir dari masa remaja adalah masa dewasa. Bantuan yang dimaksud antara lain adalah dalam bentuk bimbingan serta pengarahan. Masa pertengahan dewasa (middle adulthood). Krakteristik perkembangan orang dewasa 3. Untuk memahami setiap tahap perkembangan dari masa dewasa 2.

Generativitas mencangkup rencana-rencana orang dewasa yang mereka harap dapat dikerjakan guna meninggalkan warisan dirinya sendiri pada generasi selanjutnya. Sebaliknya. Dapat memahami krakteristik perkembangan orang dewasa. Erikson percaya pada Fase generativitas vs stagnasi bahwa orang dewasa tengah berada pada posisi berbahaya menghadapi persoalan hidup yang signifikan. Untuk memahami faktor – faktor yang mrmprngaruhi perkembangan fisik orang dewasa 1. adalah nama yang diberikan Erikson pada fase ketujuh dalam teori masa hidupnya. 3. Dalam fase ketujuh atau masa dewasa pertengahan sesorang dapat berkembang kearah generativitas vs stagnasi. Orang dewasa tengah baya mengembangkan generativitas dengan beberapa cara yang berbeda (Kotre.1 TEORI PENTAHAPAN MENURUT ERIKSON (1963) Sesudah masa remaja yaitu masa penemuan identitas sesorang sekaligus mamasuki masa dewasa awal yang ditandai oleh intimitasi vs isolasi. stagnasi (disebut juga “penyerapan-diri”) berkembang ketika individu merasa bahwa mereka tidak melakukan apa-apa bagi generasi berikutnya. Dapat memahami setiap tahap perkembangan dari masa dewasa. orang dewasa mengembangkan keahlian yang diturunkan kepada orang lain. mengembangkan generativitas dengan beberapa cara yang berbeda (Kotre. individu generaf adalah seseorang yang mempelajari keahlian. Erikson (1968) percaya bahwa orang dewasa tengah baya menghadapi persoalan hidup yang signifikan-generativitas vs stagnasi. Dalam hal ini. orang dewasa menciptakan. BAB II KAJIAN TEORI 2. merenovasi atau memelihara kebudayaan yang akhirnya bertahan. Melalui generativitas parental (orang tua).4 Manfaat : 1. Dapat memahami faktor – faktor yang mrmprngaruhi perkembangan fisik orang dewasa. orang dewasa hamil dan melahirkan anak. Dalam hal ini objek generatif adalah kebudayaan itu sendiri. Melalui generativitas kerja. Orang dewasa tengah baya.3. 1984). Melalui generativitas biologis. sedangkan dalam fase kedelapan atau fase terakhir seseorang dapat berkembang kearah integritas-ego vs putus asa. orang dewasa memberikan asuhan dan bimbingan kepada anak-anak. 1984). . stagnasi (disebut juga “penyerapan-diri”) berkembang ketika individu merasa bahwa mereka tidak melakukan apa-apa bagi generasi berikutnya. Generativitas mencangkup rencana-rencana orang dewasa yang mereka harap dapat dikerjakan guna meninggalkan warisan dirinya sendiri pada generasi selanjutnya. Melalui generativitas kultural. maka seseorang tinggal mengalami dua fase lagi meliputi sebagian besar masa hidupnya. 2. Sebaliknya.

2 TEORI PENTAHAPAN MENURUT LAVINSON Fokus perhatian Lavinson dalam mempelajari fase-fase hidup manusia tertuju pada siklus hidup dari pada jalan hidup seseorang. Generasi tengah baya memasuki masa tua lebih bersikap rigid. Fase ketujuh ini menurut Erikson akan menjadi tahap di mana diperlukan dalam pengasuhan generasi muda. Integritas ego atau integritas diri adalah perasaan menjadi bagian dari aturan yang ada di alam semesta. Seseorang yang telah mencapai pertahanan diri (integritas diri) bersikap bijaksana dalam tingkah lakunya. Perilaku yang ditimbulkan seperti penolakan terhadap orang lain. yaitu tidak mau menerima pandangan orang lain khususnya pandangan kaum muda. 1990). interaksi generasi tengah baya yang akan memasuki masa tua dan generasi muda yang ada di dunia kerja harus di seimbangkan. Masa dewasa awal (17-45 tahun) 3. Perubahan yang harus di capai adalah menetralisir sifat egosentris (stagnasi). Pada masa ini seseorang tidak hanya di tuntut untuk memperhatikan perubahan-perubahan dirinya sendiri melainkan tuntutan tanggung jawab atas generasi selanjutnya. dengan cara seseorang mencintai sesame maka akan menimbulkan keteraturan dunia. maka tingkah laku yang kreatif dalam mengembangkan kultur merupakan salah satu wujud generativias dan perilaku membangun. Orang dewasa generatif mengembangkan warissan diri yang posif dan kemudian memberikannya sebagai hadiah pada generasi berikutnya. yaitu: 1. 2. Jalan hidup seseorang berbeda-beda dari yang satu dengan yang lain. Lavinson membedakan empat periode kehidupan. apa yang berubah selama orang itu hidup merupakan struktur kehidupan yang mengatur transaksi antara struktur kepribadian dengan struktur sosial. Sedang kaum muda akan berpikir rasional sesuai dangan pencapaian “dewasa” yang identic dengan kebijaksaan dalam bersikap. Masa dewasa akhir (60 ke atas) .mensyukuri nasib dan mencintai orang tua sebagai alat keberadaannya di dunia. Masa dewasa madya (40-65) 4.Melalui generativitas. mengajar dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat (Mc Adams. memimpin. hal ini akan menjadi sumber ketakutan yang mendalam sehingga seakan-akan tidak ada ruang lagi untuk bergerak lebih aktif dan dinamis. Jalan pintas yang dilakukan oleh seseorang yang gagal dalam tahap ini akan memilih putus asa. Integritas ego juga memiliki arti masa penerimaan diri sendiri. orang dewasa mempromosikan dan membimbing generasi berikutnya melalui aspek-aspek penting kehidupan seperti menjadi orang tua (parenting). Vaillant melukiskan pertentangan antara “mempertahankan sesuatu yang bermakna dengan rigiditas” maksudnya. Masa anak dan masa remaja (0-22 tahun) 2. lembaga-lembaga tertentu bahkan dirinya sendiri.

Impian yang ada pada (17-33) mulai mencapai kenyataan. Sesudah itu langkah puncak (5560 tahun) sekaligus menandai masa dewasa akhir. individu mengalami periode transisi dimana ia harus menghadapi persoalan penentuan tujuan yang lebih serius. Penelitian Levinson mengemukakan tahun-tahun usia yang eksak dengan pergeseran maksimum lima tahun. di mana orang akan mencari tempat dalam dunia kerja dan dunia hubungan sosial untuk membentuk struktur kehidupan yang stabil.2. Novice phase adalah waktu untuk eksperimentasi yang bebas dan waktu untuk menguji impian di dunia nyata. Kira-kira pada usia 28 sampai 33 tahun. usia 20-an sebagai novice phase (fase orang baru) dari perkembangan orang dewasa.Antara 17 dan 22 tahun seseorang ada di dua masa. Namun lavinson menitikberatkan bahwa pandangan akan siklus penghidupan yang terlalu kaku atau terlambat tidak dapat dipertahankan lagi. pengertian struktur kehidupan harus diteliti akan ketetapan penggunaannya. dan dengan pandangan ke depan seseorang merubah struktur kehidupannya dengan penyesuaian pemikiran rasional pada zaman ini pula. Pada usia antara 28-33 tahun pilihan struktur kehidupan ini menjadi lebih tetap dan stabil. dalam masa ini seseorang memiliki tiga macam tugas: 1. . Pekerjaan dan keluargan membentuk struktur peran yang memunculkan aspek-aspek kepribadian yang diperlukan dalam fase tersebut. Proses individuasi Artinya seseorang menilai masa lalu dengan kenyataan yang ada saat ini. dua tugas utama yang harus dikuasai adalah mengeksplorasi kemungkinankemungkinan bagi kehidupan dewasa dan mengembangkan struktur kehidupan yang stabil. Pada usia 40 tahun tercapailah puncak masa dewasa. Setelah itu mulailah peralihan ke masa madya (tengah baya antara usia 40-45 tahun). Perubahan struktur kehidupan 3. pengenalan dengan dunia orang dewasa (22-28 tahun). Penilaian kembali pada masa lalu 2. 2. Pada masa dewasa awal. hal ini cenderung menuju pada eksak semu. Proses individuasi akan membangun struktur kehidupan baru yang berlangsung sampai fase penghidupan yang berikutnya yaitu permulaan masa madya (45-50 tahun). Dalam fase kemantapan (33-40 tahun) seseorang dengan keyakinan yang mantap menemukan tempatnya dalam masyarakat dan berusaha sebaik-baiknya. yaitu. 1980) dalam The Season of Man’s Life (Musim-Musim Kehidupan Manusia) menekankan bahwa tugas-tugas perkembangan harus dikuasai pada masing-masing fase. Ia meninggalkan masa pra-dewasa dan memasuki masa dewasa awal yang mencangkup tiga periode. fase berikutnya (50-55 tahun) sering kali merupakan krisis bila sesorang tidak sepenuhnya berhasil dalam pensstrukturan kembali hidupnya pada peralihan ke dewasa madya. Menurutnya.1 Teori Musim-Musim Kehidupan dari Levinson Daniel Levinson (1978.

Efisiensi Fisik Tugas memperhatikan aspek fisik individu sudah menjadi hal yang biasa dalam setiap perkembangan. 2. masa dewasa awal pun hampir tidak lagi memperhatikan penampilan imitative sebagai pusat perhatian utama.3 TEORI PENTAHAPAN MENURUT TEORI SANTROK Tugas-tugas perkembangan masa dewasa menurut santrok adalah : 1. akan . individu biasanya berfokus pada keluarga dan perkembangan karir. menghabiskan waktu dengan hanya bersenang-senang. Kemampuan Mental Disamping masa dewasa adalah masa produktif yang berkelanjutan maka proses kognitif yang beriringan dengan mental yang matang merupakan tugas masa dewasa baik dewasa awal ataupu masa dewasa akhir. Kemampuan Motorik Motorik masa dewasa adalah gerak aktif yang sudah tidak lagi bermain-main. dan bermasyarakat dengan relasi yang baik merupakan tugas paling diutamakan. individu telah mencapai tempat yang stabil dalam karirnya dan sekarang harus melihat ke depan pada jenis kehidupan yang akan dijalaninya sebagai orang dewasa usia tengah baya. Menurutnya. dan (4) terikat pada otang lain vs. 3. menjadi feminism. Kemampuan motoric masa dewasa lebih bersifat intelegensi. Namun. menjadi tua. pada tahap masa dewasa seseorang tidak lagi mengedepankan penampilan sebagai mana yang pernah dilakukan ketika masa remaja.Pada usia 30-an. Pada tahutahun berikutnya pada periode ini. individu memasuki fase Becaming One’s Own man (atau BOOM. 4. Motifasi Masa dewasa adalah waktu dimana seseorang diharapkan memberi motifasi sesuai dengan fungsi dan tingkat usianya. membina rumah tangga yang sakinah. keberhasilan transisi paruh baya kehidupan terletak pada seberapa efektif individu mengurangi sifat-sifat barlawanan dan menerima masing masing dari mereka sebagai integral dari keberadaanya. melainkan pandangan dalam aspek pekerjaan. Disinilah efisiansi fisik orang dewasa bisa di lihat. menjadi konstruktif. perubahan ke masa dewasa tengah berlangsung kira-kira 5 tahun dan mengharuskan orang dewasa untuk berusaha mengatasi empat konflik utama yang telah ada dalam kehidupannya sejak masa remaja: (1) menjadi muda vs. (3) menjadi maskulin vs. (2) menjadi destruktif vs. Menurutnya. seperti pengamatan yang berhubungan dengan tingkah laku dan menyelesaikan banyak hal dengan waktu yang bersamaan adalah salah satu tugas motoric sama dewasa. terlepas dari mereka. Juga tidak menutup kemungkinan sebagai seorang yang memberi. Pada usia 40. Menjadi diri Sendiri). 2.

5. 2.1. menangani krisis paruh kehidupan dan menyadari bahwa perasaan urgensi merupakan reaksi alami terhadap fase ini membantu kita menuju jalan kematangan yang dewasa.Dan masalah yang timbul tersebut merupakan salah satu bagian dari perkembangan sosio-emosional. 1978. Dewasa Awal Dewasa Awal merupakan masa dewasa atau satu tahap yang dianggap kritikal selepas alam remaja yang berumur dua puluhan (20-an) sampai tiga puluhan (30 an).4 TEORI TRANSFORMASI DARI GOULD Roger Gould (1975. PEMBAGIAN PERKEMBANGAN MASA DEWASA Pembagian perkembangan masa dewasa ada 3. Menurutnya. . yaitu: 1.memerlukan kekuatan untuk membuat motifasi terhadap orang lain agar tidak mengalami keimbangan pemikiran. BAB III PEMBAHASAN 3. Ia dianggap kritikal karena disebabkan pada masa ini manusia berada pada tahap awal pembentukan karir dan keluarga. 1980. Model peran Kemandirian seseorang pada masa dewasa merupakan tujuan yang terjadi pada saat terjadinya masa dewasa awal. dengan penegecualian bahwa selama masa dewasa tengah usaha untuk menangani krisis mungkin akan menghasilkan kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat. Dia percaya bahwa dalam usia 20-an. seseorang perlu membuat pilihan yang tepat demi menjamin masa depannya terhadap pekerjaan dan keluarga. Pada peringkat ini. Menurutnya. 1994) menghubungkan fase dan krisis dalam pandangannya tentang transformasi perkembangan. Sosioemosional adalah perubahan yang terjadi pada diri setiap individu dalam warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Berbagai masalah mulai timbul terutama dalam perkembangan karir dan juga hubungan dalam keluarga. kita menerima peran-peran baru. dalam usia 30-an kita mulai merasa terjepit dengan tanggung jawab kita. Pada masa ini juga seseorang akan menghadapi dilema antara pekerjaan dan keluarga. paruh kehidupan adalah sama bergejolaknya dengan masa remaja. dalam usia 40-an kita mulai merasakan perasaan urgensi bahwa hidup kita cepat berlalu. sehingga pada tugasnya seseorang harus mampu berperan sebagai humanis yang bisa menjadi panutan (model) baik bagi orang lain khususnya bagi diri sendiri.

Menurut Lavinson. Pada masa dewasa madya. Dewasa Akhir Masa dewasa lanjut usia merupakan masa lanjutan atau masa dewasa akhir (60 ke atas). Setelah itu mulailah peralihan ke masa madya (tengah baya antara usia 40-45 tahun). Hal ini berdampak pada hub. mulai tanda penuaan yang cukup menyita perhatian. . Pada akhir masa dewasa madya (sekitar usia 40 tahun). Pada tahap ini juga hubungan intim mulai berlaku dan berkembang. Pada usia 40 tahun tercapailah puncak masa dewasa.emosional. Pada tahap ini manusia mulai menerima dan memikul tanggungjawab yang lebih berat. mulai terlihat gejala penurunan fisik dan psikologis. berikut ini akan disajikan uraian secara lebih rinci tentang perkembangan fisik. dan dengan pandangan ke depan seseorang merubah struktur kehidupannya dengan penyesuaian pemikiran rasional pada zaman ini pula. Penilaian kembali pada masa lalu 2. 2. Perubahan struktur kehidupan 3.aspek psikis ini pun secara berangsur ada yang mulai menurun.sosial dan produktivitasnya yang puas. dalam masa ini seseorang memiliki tiga macam tugas: 1. aspek-aspek lainnya berjalan lambat atau berhenti. Saat individu memasuki dewasa akhir.aspek tertentu yang berkembang secara normal. Dewasa Madya Masa Dewasa Madya adalah masa peralihan dewasa yang berawal dari masa dewasa muda yang berusia 40.kemunduran. Aspek.Menurut Teori Erikson.nilai) masih terus berkembang. Menurut erikson tahap dewasa akhir memasuki tahap integrity vs despair yaitu kemampuan perkembangan lansia mengatasi krisis psikososialnya. Aspek jasmaniah mulai berjalan lamban. Masa Dewasa Madya berusia 40-50 tahun. Banyak stereotip positif dan negatif yang mampu mempengaruhi kepribadian lansia. Proses individuasi akan membangun struktur kehidupan baru yang berlangsung sampai fase penghidupan yang berikutnya yaitu permulaan masa madya (45-50 tahun) 3. Tahap Dewasa Awal yaitu mereka di dalam lingkungan umur 20 an ke 30 an. Untuk lebih jelasnya. kekuatan aspek. pencarian makna hidup selanjutnya. dan penurunannya cukup drastic pada akhir usia dewasa.aspek yang mulai menunjukkan terjadinya kemunduran. Perlu memperhatikan khusus bagi orangtuanya yang sudah menginjak lansia dan anaknya yang butuh dukungan juga untuk menjadi seorang dewasa yang bertanggungjawab. Integritas ego penting dalam menghadapi kehidupan dengan puas dan bahagia.65 tahun. Di samping itu permasalahan dari diri sendiri dengan perubahan fisik. Bahkan ada aspek. walaupun tidak dalam bentuk penambahan atau peningkatan kemampuan tetapi berupa perluasan dan pematangan kualitas. Proses individuasi Artinya seseorang menilai masa lalu dengan kenyataan yang ada saat ini. Masa Dewasa Madya adalah masa peralihan dari masa dewasa awal. dan karier pada masa dewasa.aspek psikis (intelektual. ada aspek.sosial. berhenti dan secara berangsur menurun. perkembangan intelektual dalam lambatnya gerak motorik. intelektual. moral.

Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun. yaitu keintiman. yaitu keintiman. Mereka tidak lagi memandang kehidupan dalam pengertian waktu masa anak-anak. gaya hidup sehat. baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat. dan integritas. generatif. produk-produk dan ide-ide. banyak orang yang membangun kembali kehidupan mereka dalam pengertian prioritas. Perkembangan Integritas Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial Erikson yang terakhir. Menurut Erikson. hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun. perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting. dan kesehatan fisik.Menurut Erikson. baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat. Perkembangan Generatif Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial ketujuh yang dialami individu selama masa pertengahan masa dewasa. Perkembangan Psikososial Masa Dewasa Akhir. perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting. 2. 1. Lawan dari integritas adalah keputusan . Orang-orang yang tidak dapat menjalin hubungan intim dengan orang lainakan terisolasi. Menurut Erikson. dan integritas. pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh orang yang memasuki masa dewasa akhir. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya.Lawannya adalah despair yaitu rasa takut mati dan hidup terlalu singkat. generatif. 3. Pada masa ini. hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen. Beberapa cara hadapi krisis dimasa lansia adalah tetap produktif dalam peran sosial. menentukan apa yang penting untuk dilakukan dalam waktu yang masih tersisa. rasa kekecewaan. Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda. seperti cara anak muda memandang kehidupan. pandangan mereka mengenai jarak kehidupan cenderung berubah. Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. tetapi mereka mulai memikirkan mengenai tahun yang tersisa untuk hidup. orangorang. Ketika seseorang mendekati usia dewasa akhir. Perkembangan Keintiman Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan memperhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. serta setelah berhasil melakukan penyesuaian diri dengan bebrbagai keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya.

kesehatan dan hubungan personalnya. Mencapai kematangan psikologis sebagai orang dewasa dan segala macam tanggung jawabnya serta berpikir sistematis dan analitis. 2. ditambah dengan kefanaan hidup menjelang kematian. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Awal Dewasa awal adalah masa kematangan fisik dan psikologis. ringkasnya sebagai berikut: . Dewasa Akhir mulai berumur 50-55 tahun sering kali merupakan krisis bila sesorang tidak sepenuhnya berhasil dalam pensstrukturan kembali hidupnya pada peralihan ke dewasa madya. a. Usia ini banyak menimbulkan masalah baru dalam kehidupan seseorang. Meskipun masih banyak waktu luang yang dapat dinikmati. 3. Menurut Anderson (dalam Mappiare : 17) terdapat 7 ciri kematangan psikologi. Membuat keputusan penting dalam menunjang karir.2. (2) penyakit dan menurunnya kemampuan fisik dan mental. orang mungkin lepas dari peran dan aktifitas selama ini. Tahap integritas ini ini dimulai kira-kira usia sekitar 65 tahun. pengertian struktur kehidupan harus diteliti akan ketetapan penggunaannya. Menurut Lavinson. oran ingin seperti ingin membuang semua hal yang bagi dirinya tidak bermanfaat lagi. Terdapat beberapa tekanan yang membuat orang usia tua ini menarik diri dari keterlibatan sosial: (1) ketika masa pensiun tiba dan lingkungan berubah. (3) orang-orang yang lebih muda disekitarnya cenderung menjauh darinya. Persamaannya dilihat dari tanda-tanda memasuki usia dewasa seseorang/ individu. dan (4) pada saat kematian semakin mendekat. dimana orang-orang yang tengah berada pada usia itu sering disebut sebagai usia tua atau orang usia lanjut. Sesudah itu langkah puncak (55-60 tahun) sekaligus menandai masa dewasa akhir. Namun lavinson menitikberatkan bahwa pandangan akan siklus penghidupan yang terlalu kaku atau terlambat tidak dapat dipertahankan lagi. orang tua dan pasangan hidup. Penelitian Levinson mengemukakan tahun-tahun usia yang eksak dengan pergeseran maksimum lima tahun. Memiliki kedudukan dan peranana sebagai orang penting seperti pekerja. membuat ia terlalu memikirkan diri sendiri secara berlebihan. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ORANG DEWASA Karakteristik perkembangan orang dewasa ada 4. namun karena penurunan fisik atau penyakit yang melemahkan telah membatasi kegiatan dan membuat orang tidak menrasa berdaya. Jadi.tertentu dalam menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individu. yaitu: 1. yaitu: 1. 3. terhadap kondisikondisi sosial dan historis. Perkembangan Fisik. hal ini cenderung menuju pada eksak semu. tumbuh kembang dewasa muda. menengah dan akhir berbeda.

dalam masa setengah baya atau masa tua. tetapi tetap dia brtanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya. c. Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi. yang mana dapat menjadi ciri khas seseorang sampai akhir hayat. e. Ciri-ciri perkembangan dewasa awal adalah: a.dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendri atau untuk kepentingan pribadi. Masa ini ditandai dengan membentuk rumah tangga. orang matang memiliki cirri fleksibel dan dapat menempatkan diri dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya dengan situasi-situasi baru. orang matang memiliki sikap objektif yaitu berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan. yang dapat menimbulkan kesukaran dan gangguan-gangguan emosi bagi orang-orang yang bersangkutan. Secara realistis diakuinya bahwa beberapa hal tentang usahanya tidak selalu dapat dinilainya secara sungguhsunguh. seseorang yang matang melihat tujuan-tujuan yang ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat didefenisikannya secara cermat dan tahu mana pantas dan tidak serta bekerja secara terbimbing menuju arahnya.Tetapi masa ini bisa ditunda dengan beberapa alasan. g. . minat orang matang berorientasi pada tugastugas yang dikerjakannya. sehingga untuk itu dia bantuan orang lain. Usia reproduktif (Reproductive Age) Masa dewasa adalah masa usia reproduktif. Keobjektifan. d. paham bahwa dirinya tidak selalu benar. tetapi mempertimbangkan pula perasaan-perasaan orang lain. Menerima kritik dan saran. Berorientasi pada tugas. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri. bukan pada diri atau ego. orang matang memiliki kemauan yang realistis. f. orang yang matang mau memberi kesempatan pada orang lain membantu usahan-usahanya untuk mencapai tujuan. seseorang berkembangan pola hidupnya secara individual. Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang efesien. Mengendalikan perasaan pribadi. Usia memantapkan letak kedudukan (Setting down age) Dengan pemantapan kedudukan (settle down). Penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi baru. Situasi yang lain membutuhkan perubahan-perubahan dalam pola hidup tersebut. sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan saran-saran orang lain demi peningkatan dirinya. Ada beberapa orang dewasa belum membentuk keluarga sampai mereka menyelesaikan dan memulai karir mereka dalam suatu lapangan tertentu. b. seseorang yang matang dapat menyetir perasaan-perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh perasaan-perasaannya dalam mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan orang lain. b.a.

Hal ini akan menjadi suatu tanggungajwab yang trrlalu berat untuk dipikul. Sebai akibatnya. h. karena ada prestasi baik disekolah sewaktu anda masih muda. yaitu karir. Namun banyak komitmen yang mempunyai sifat demikian: Jika anda menjadi orangtua menjadi orang tua untuk selamanya. Usia Banyak Masalah (Problem age) Masa ini adalah masa yang penuh dengan masalah. keuangan dan sebagainya. Masa perubahan nilai . semuanya memerlukan penyesuaian di dalamnya. d. dia akan kesulitan dalam menyelesaikan tahap perkembangannya. lembaga pendidikan yang memberikan beasiswa sebagian atau sepenuh atau pada pemerintah karena mereka memperoleh pinjaman untuk membiayai pendidikan mereka. Masa Ketergantungan Masa dewasa awal ini adalah masa dimana ketergantungan pada masa dewasa biasanya berlanjut. Masa keterasingan sosial Dengan berakhirnya pendidikan formal dan terjunnya seseorang ke dalam pola kehidupan orang dewasa. Usia tegang dalam hal emosi (emostional tension) Banyak orang dewasa muda mengalami kegagalan emosi yang berhubungan dengan persoalanpersoalan yang dialaminya seperti persoalan jabatan. besar kemungkinan anda sampai akhir hidup anda akan berkarier sebagai guru besar”. bahkan yang populerpun. Masa komitmen Mengenai komitmen. g. f. Persoalan yang dihadapi seperti persoalan pekerjaan/jabatan.Ini adalah masa dimana seseorang mengatur hidup dan bertanggungjawab dengan kehidupannya. Ketergantungan ini mungkin pada orangtua. jika anda menjadi dokter gigi. perkawinan dan rumah tangga. Ketegangan emosional seringkali dinampakkan dalam ketakutan-ketakutan atau kekhawatirankekhawatiran. perkawinan. sedangkan wanita muda diharapkan mulai menerima tanggungjawab sebagai ibu dan pengurus rumah tangga. akan mengalami keterpencilan sosial atau apa yang disebut krisis ketersingan (Erikson:34). Pria mulai membentuk bidang pekerjaan yang akan ditangani sebagai karirnya. persoalan teman hidup maupun persoalan keuangan. Ketakutan atau kekhawatiran yang timbul ini pada umumnya bergantung pada ketercapainya penyesuaian terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi pada suatu saat tertentu. dan berbarengan dengan itu keterlibatan dalam kegiatan kelompok diluar rumah akan terus berkurang. c. untuk pertama kali sejak bayi semua orang muda. atau sejauh mana sukses atau kegagalan yang dialami dalam pergumulan persoalan. Bardwick (dalam Hurlock:250) mengatakan: “Nampak tidak mungkin orang mengadakan komitmen untuk selama-lamanya. e. dapat dipastikan bahwa pekerjaan anda akan terkait dengan mulut orang untuk selamanya. Jika seseorang tidak siap memasuki tahap ini. hubungan dengan teman-teman kelompok sebaya semakin menjadi renggang. jika anda mencapai gelar doctor.

Punggung orang dewasa melemah kerena piringan sendi di tulang belakang mengalami penurunan. atau mengurangi daya tarik lawan jenis. 5. Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin besarnya tanggung jawab. ada yang menyalurkannya melalui pekerjaan yang memungkinkan ekspresi kreativitas. wanita dewasa madya lebih mungkin menganggap tanda-tanda penuaan sebagai pengaruh negative terhadap penampilan fisiknya. Adapun beberapa perubahan fisik mulai tampak lebih awan di usia 30 tahun. dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock. kelompok-kelompok sosial dan ekonomi orang dewasa.Beberapa alasan terjadinya perubahan nilai pada orang dewasa adalah karena ingin diterima pada kelompok orang dewasa. 4. Perkembangan Fisik Menurut Hurlock (1980). kesempatan untuk mewujudkan keinginan dan kegiatan-kegiatan yang memberikan kepuasan sebesar-besarnya. suatu masa ketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier. suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan. Santrock (1995). baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan. Selain itu. dimana penampilannya pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan pasangan mereka. Gigi yang menguning. Timbulnya Uban. 1980:320). menemukan bahwa perempuan berusia dewasa madya lebih memfokuskan perhatiannya pada daya tarik wajah dari pada perempuan yang lebih muda atau tua. Kulit mulai keriput. Ada yang menyalurkan kreativitasnya ini melalui hobi. sebuah penelitian dalam Nowark (1977) sebagaimana yang dikutip oleh Jhon F. Dalam penelitian ini. Beberapa perubahan fisik yang terjadi pada masa dewasa madya antara lain: 1. . Tubuh semakin lama semakin pendek karena otot-otot melemah. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Madya Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya berkisar antara usia 40 – 60 tahun. dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya. b. 3. menurunnya perkembangan fisik menunjukan bahwa masa dewasa madya telah datang. 2. tetapi pada beberapa titik atau bagian terjadi di usia 40 tahun. Masa Kreatif Bentuk kreativitas yang akan terlihat sesudah orang dewasa akan tergantung pada minat dan kemampuan individual. i.

9. dan mungkin akan menjadi 5 kaki 9 1/4 pada usia 60 tahun. hanya kehilangan sebagian kecil dari kemampuannya untuk bisa berfungsi di masa dewasa akhir. hilangnya neuron akan lebih cepat. dengan penekanan pentingnya perkembangan perkembangan baru dalam penelitian proses penuaan yang mencatat bahwa kekuatan tubuh perlahan lahan menurun dan hilangnya fungsi tubuh kadangkala dapat diperbaiki. Meskipun demikian otak dapat cepat sembuh dan memperbaiki kemampuannya. masalah kesehatan utama pada masa dewasa madya antara lain penyakit kanker. mual. kemampuan untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina mengalami penurunan paling tajam pada usia 40 dan 59 tahun. letih. hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi hormon ekstrogen oleh indung telur. Tulang-tulang bergeser lebih dekat antara yang satu dengan yang lainnya. dan Kemampuan Anak oleh Reni Hawadi Akbar pada tahun 2001. c. 10. Kita akan mencatat rentetan perubahan perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan. dan obesita. Beberapa peneliti memperkirakan kehilangan itu mungkin sampai 50% selama tahun tahun dewasa. Barangkali penyelidikan yang lebih masuk akal adalah bahwa 5 sampai 10 persen dari neuron kita akan berhenti tumbuh sampai kita mencapai usia 70 tahun. pada usia dewasa madya ini mereka akan mengalami periode menopaose. Sulit melihat objek-objek yang dekat. Walaupun penelitian lain percaya bahwa kehilangan itu lebih sedikit dan bahwa penyelidikan yang tepat terhadap penyelidikan hilangnya neuron belum dibuat di dalam otak. . Dalam buku Psikologi Perkembangan Anak: Mengenal Sifat. kardivaskuler. Aspek yang signifikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa neuron neuron itu tidak mengganti dirinya sendiri. Penurunan kebugaran fisik. Bakat. seperti hot flushses. dan cepatya denyut jantung. Penurunan pada sensitivitas pendengaran. dimana pada periode ini haid dan kemampuan bereproduksi akan berhenti secara keseluruhan. misalnya. sehingga dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan bagi wanita. unit unit sel dasar dari sistem syaraf.6. Perkembangan Fisik Masa Dewasa Akhir Perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut. membawa penurunan fisik yang lebih besar dibandingkan dengan periode periode usia sebelumnya. 7. seorang lakilaki yang tingginya 5 kaki 10 inci pada usia 30 tahun barang kali akan menjadi 5 kaki 9 7/8 inci di usia 50 tahun. Menopause. berikut adalah beberapa penurunan dan hilangnya fungsi tubuh dalam hal fisiologis masa perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut: Saat kita tua kita kehilangan sejumlah neuron. 8. Setelah itu. Daya akomondasi mata.

Penurunan penglihatn ini biasanya dapat dirunut dari pengurangan kualitas dan intensitas cahaya yang mencapai retina. Pada saat itu banyak sekali alat bantu pendengaran yang bisa dipakai untuk bantuan pendengaran. a. kita mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak muncul.Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan indera penglihatan. Meskipun pendengaran dapat mulai pada masa dewasa tengah. Kepekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan dengan rasa manis dan asin. dada menyusut. diantara kedekatan sensualitas. Orgasme menjadi lebih jarang pada laki laki. Kenyataannya para ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun. Perkembangan Intelektual. Di puncak usia tua. Meskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut dapat memperbaiki fungsi paru paru dengan latihan latihan memperkuat diafragma. Penuaan menyebabkan beberapa perubahan penurunan dalam hal seksualitas manusia. menyebabkan beberapa kesulitan dalam penglihatan. jumlah darah yang dipompa sama tanpa mempertimbangakan usia pada masa dewasa. Tuli. dan indera peraba. hal itu biasanya tidak banyak membawa kesulitan sampai masa dewasa akhir. syaraf penerima penerima suara didalam telinga. dan diafragma melemah. Perkembangan Intelektual Dewasa Awal . pendengaran. pembau. 2. yang berarti bahwa orang rang lanjut usia membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluar dari ruangan yang terang menuju ke tempat yang agak gelap. dan nilai sebagai seorang laki laki maupun wanita. Sekalipun hubungan seksual terganggu oleh kelemahan. Bagaimanapun. Selain berukurangnya penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan dalam kepekaan rasa dan bau. Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. lebih banyak pada laki laki dari pada perempua. Kapasitas akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. terjadi dalam setiap 2 sampai 3 kali hubungan seksual bukan setiap kali. biasanya disebabkan oleh kemunduran selaput telinga. Paru paru kehilangan elatisitasnya. perasa. Rangsangan yang lebih langsung biasanya dibutuhkan untuk ereksi. Pada masa dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa mulai dirasakan dan terjadi mulai awal masa dewasa tengah. perubahan ini mungkin disertai oleh perubahan perubahan kemunduran dalam retina. Adaptasi terhadap gelap lebih menjadi lambat. relasi lainnya harus dipertahankan.

1993. mungkin akan ditahan terlebih dahulu. dipengaruhi berbagai pengalaman yang diperoleh melalui proses belajar dalam dunia pendidikan. sebagian besar dari mereka telah lulus dari SMU dan masuk ke perguruan tinggi (uniiversitas/akademi). dorong-an biologis tersebut. mereka mengembangkan karier untuk meraih puncak prestasi dalam pekerjaannya. Untuk sementara waktu.fleksibilitas Visuamotor adalah kemampuan untuk menghadapi suatu masalah dari yang mudah ke hal yang lebih sulit. 1995).yang memerlukan aspek kemampuan visual/motorik(penglihatan. banyak di antara mereka yang bekerja. Hal ini mereka lakukan sesuai tuntutan dan kemajuan perkembangan zaman yang ditandai dengan masalah-masalah yang makin kompleks dalam pekerjaan di lingkungan sosialnya. Perkembangan Intelektual Dewasa Madya Ciri-ciri masa dewasa madya : .dan keterampilan tangan) 4. & Feldman. kapasitas kognitif dewasa muda tergolong masa operational formal. Mereka akan berupaya mencari calon teman hidup yang cocok untuk dijadikan pasangan dalam perkawinan ataupun untuk membentuk kehidupan rumah tangga berikutnya. Kemudian. misalnya pascasarjana. 1998). Dengan demikian. yaitu mampu melakukan hubung-an seksual dengan lawan jenisnya. Willis dan Baltes} mengatakan ada beberapa tipe intelektual. Setiap orang mempunyai kriteria yang berbedabeda. dan rasional. Jadi. sebagai prasyarat pasangan hidupnya. fleksibilitas visuo-motor (visuomotor flex¬ibility]. Inteligensi kristal adalah fungsi keterampilan mental yang dapat dipergunakan individu itu. Sementara itu. pola-pola pemikiran intelektualnya cenderung bersifat teoretis-praktis (text book thinking). dewasa muda mampu memecahkan masalah yang kompleks dengan kapasitas berpikir abstrak. 3. 1999. para ahli (seperti Baltes dan Baltes. keterampilan kognitif merupakan akumulasi dari pengalaman individu alcibat mengikuti ke-giatan pendidikan formal ataupun nonformal. Baltes dan Schaie.Visualisasi.misalnua.Menurut anggapan Piaget (dalam Grain. 2. logis. setelah lulus tingkat universitas. Dari sisi intelektual. Misalnya. Mereka akan menentukan kriteria usia. yaitu inteligensi kristal (cristalized intelligence). Miller. keterampilan pemahaman bahasa (komprehensif verbal/verbal comprehensive). bahkan kadang-kadang mencapai masa post-operasi formal (Turner & Helms. Taraf ini menyebabkan. penalaran berhitung angka (numerical skills). pekerjaan. atau suku bangsa tertentu. dengan perubahan zaman yang makin maju. Namun demikian. pendidikan. 1992.pengamatan.bagaimana individu memahami gambar-gambar yang sederhana sampai yang lebih kompleks b. sambil terns melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. kemampuan memahami melakukan tugas reproduksi. 1995). Misalnya. dan penalaran induktif (inductive reasoning). Santrock. 1. dan visualisasi (visualization) (Turner dan Helms. Fleksibilitas kognitif adalah kemampuan individu me-masuki dan menyesuaikan diri dari pemikiran yang satu ke pemikiran yang lain. Papalia. Olds. fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility]. asalkan memenuhi persyarat-an yang sah (perkawinan resmi).yaitu kemampuan individu untuk melakukan proses visual.

dia akan stag (atau menetap) pada hidupnya. suatu masa bila sejumlah penyesuaian yang pokok harus dilakukan di rumah. Diantaranya adalah : banyaknya stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya. Usia madya dapat menjadi dan merupakan berbahaya dalam beberapa hal lain juga. Usia madya adalah usia yang berbahaya Cara biasa menginterpretasi “usia berbahaya” ini berasal dari kalangan pria yang ingin melakukan pelampiasan untuk kekerasan yang berakhir sebelum memasuki masa usia lanjut.1. usia madya merupakan masa kritis diamana baik generativitas / kecenderungan untuk menghasilkan dan stagnasi atau kecenderungan untuk tetap berhenti akan dominan. Usia madya adalah masa stress Bahwa usia ini merupakan masa stress. Usia madya adalah masa berprestasi Menurut Errikson. Menurut Errikson pada masa usia madya orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (tetap) tidak mengerjakan sesuatu apapun lagi. Menurutnya apabila orang pada masa usia madya memiliki keinginan yang kuat maka ia akan berhasi. Usia madya merupakan masa transisi Usia ini merupakan masa transisi seperti halnya masa puber. 5. Saat ini merupakan suatu masa dimana seseorang mengalami kesusahan fisik sebagai akibat dari terlalu banyak bekerja. 7. Timbulnya penyakit jiwa datang dengan cepat di kalangan pria dan wanita dan gangguan ini berpuncak pada suicide. sebaliknya dia memiliki keinginan yang lemah. Demikian juga pada pria dan wanita berusia madya. tetapi juga bukan tua. Usia madya adalah masa evaluasi . Pria dan wanita banyak mempunyai alasan untuk takut memasuki usia madya. Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah. bukan anak-anak bukan juga dewasa. ataupun kurangnya memperhatikan kehidupan. selalu cenderung merusak nomeostatis fisik dan psikologis dan membawa ke masa stress. 2. 3. yang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. 4. Khususnya di kalangan pria. Mereka bukan muda lagi. periode usia madya semakin lebih terasa menakutkan. Dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masanya dan memasuki periode dalam kehidupan yang akan diliputi oleh ciri-ciri jasmani dan perilaku baru. khususnya bila disertai dengan berbagai perubahan fisik. bisnis dan aspek sosial kehidupan mereka. Yaitu : kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga disertai dengan berhentinya reproduksi. Usia madya adalah usia canggung Sama seperti pada remaja. rasa cemas yang berlebihan. 6. Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti Diakui bahwa semakin mendekati usia tua.

Wanita yang menghabiskan waktunya untuk memelihara rumah dan membesarkan anak-anak mereka. Perkembangan Intelektual Dewasa Akhir Salah satu pertanyaan yang paling banyak menimbulkan kontroversial dalam studi tentang perkembangan rentang hidup manusia adalah kemampuan kognitif orang dewasa. satu standar bagi pria dan satu standar bagi wanita. Usia madya merupakan masa sepi Dimana masa ketika anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. paralelel dengan penurunan kemampuan fisik. Contohnya anak yang mulai beranjak dewasa yang telah bekerja dan tinggal di luar kota sehingga orang tua yang terbiasa dengan kehadiran mereka di rumah akan merasa kesepian dengan kepergian mereka. namun factor individual differences juga berperan dalam hal ini. antara lain sebagai berikut : Perkembangan Kognitif Masa Dewasa Akhir . Walaupun perkembangannya cenderung mengarah ke persamaan peran antara pria dan wanita baik di rumah. memori. Kecepatan dalam memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. c. dan intelegensi mengalami kemerosotan bersamaan dengan terus bertambahnya usia. Usia madya dievaluasi dengan standar ganda Bahwa pada masa ini dievaluasi dengan standar ganda. khususnya teman dan keluarga-keluarga dekat. intelegensi. Meskipun standar ganda ini mempengaruhi banyak aspek terhadap kehidupan pria dan wanita usia madya tetapi ada dua aspek yang perlu diperhatikan : pertama aspek yang berkaitan dengan perubahan jasmani dan yang kedua bagaimana cara pria dan wanita menyatakan sikap pada usia tua. orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam ingatannya. seperti memori. Selain itu. profesi maupun dalam kehidupan sosial namun masih terdapat standar ganda terhadap usia. Kecepatan memproses informasi secara pelan-pelan memang akan mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Usia madya merupakan masa jenuh Banyak pria atau wanita yang memasuki masa ini mengalami kejenuhan yakni pada sekitar usia 40 akhir. perusahaan perindustrian. Ada 3 komponen penting yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif individu berusia lanjut. 8. Pra pria merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas sehari-hari dan kehidupan keluarga yang hanya sedikit memberi hiburan. Pada umumnya orang percaya bahwa proses belajar. 10. maka sangatlah logis jika pada masa ini juga merupakan saat yang pas untuk mengevaluasi prestasi tersebut berdasarkan aspirasi mereka semula dan harapan-harapan orang lain. Nancy Denney (1986) menyatakan bahwa kebanyakan tes kemampuan mengingat dan memecahkan masalah mengukur bagaimana orang-orang dewasa lanjut melakukan aktivitasaktivitas yang abstrak atau sederhana. Sehingga ada yang merasa kehidupannya tidak ada variasi dan monoton yang membuat mereka merasa jenuh. 9. dan kemampuan belajar. kreativitas.Pada usia ini umumnya manusia mencapai puncak prestasinya.

1971). cenderung bekerja dengan jenis pekerjaan yang belum mengarah ke orientasi kognitif. 1993). • Ingin mempelajari perubahan social dan teknologi yang dirasakan mempengaruhi kehidupannya. • Ingin mengisi waktu luang agar lebih bermanfaat. sehingga generasi sekarang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya. 1989). Marcoen & Goossens. 2. Jadi beberapa penurunan kemampuan intelektual yang ditemukan pada orang-orang dewasa lanjut sangat mungkin disebabkan oleh factor-faktor yang terkait dengan kesehatan daripada factor usia semata. Pekerjaan Searah dengan kemajuan teknologi biasanya orang-orang dewasa lanjut. 3. Dinegara-negara maju. ingatan dan waktu reaksi lebih baik daripada mereka yang kurang/tidak pernah berolah raga. Hammer & Small. 1989) menyetujui bahwa olah raga merupakan factor penting untuk meningkatkan fungsi-fungsi kognitif pada orang dewasa lanjut. ternyata berkorelasi positif dengan hasil skor pad tes-tes inteligensi dan tugas-tugas pengolahan informasi (ingatan) (Verhaegen. 1985). Smith & Hartley. serta sebagai bekal untuk mengadakan penyesuaian diri dengan lebih baik pada masa pensiunnya. Semakin tua. agar tetap dapat berkarier secara optimal dan mampu bersaing dengan generasi sesudahnya. Perkembangan Moral. Stones & Kozman. Pengalaman-pengalaman di dunia pendidikan. Yang harus diperhatikan dalam aktivitas berolah raga pada dewasa lanjut ini adalah pemilihan jenis olah raga yang akan dijalani. 1992. . Orang-orang yang giat berolahraga memiliki kemampuan penalaran. 3. dalam arti kondisi fisik individu.1. Penelitian berikutnya (Park. Seperti satu hasil penelitian yang menemukan bahwa hipertensi ternyata berkorelasi dengan berkurangnya performance pada tes WAIS pada individu berusia di atas 60 tahun (Wilkie & Eisdorfer. beberapa lansia masih berusaha untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan Fasilitas pendidikan. semakin banyak masalah kesehatan yang dihadapi (Siegler & Costa. Kesehatan Dari hasil penelitian kondisi kesehatan berkorelasi positif dengan kemampuan intelektual individu (Hultsch. sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. 1993). harus disesuaikan dengan usia Subjek. • Ingin menemukan pengetahuan yang relevan dan mempelajari ketrampilan-ketrampilan yang relevan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan masyarakat dan tuntutan pekerjaan. Alasan-alasan yang dikemukakan antara lain: • Ingin memahami sifat dasar penuaan yang dialaminya. seperti generasi sesudahnya. semakin tahun memang semakin meningkat. Pada satu penelitian ditemukan bahwa ada hubungan antara aktivitas olahraga dengan kecakapan kognitif pada Subjek pria dan wanita berusia 55-91 tahun (Clarkson. Hal ini mengakibatkan banyak tenaga dewasa lanjut yang harus tersingkir dari dunia kerja karena tidak mampu lagi bersaing dengan generasi yang berikutnya. Gaya hidup individu juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisiknya.

Tahapan ini bisa dilihat sebagai sejenis otoriterisme. Tingkat pra-konvensional terdiri dari dua tahapan awal dalam perkembangan moral. konvensional. Sebagai tambahan. Seseorang yang berada dalam tingkat pra-konvensional menilai moralitas dari suatu tindakan berdasarkan konsekuensinya langsung. Kekurangan perspektif tentang masyarakat dalam tingkat pra-konvensional. Dalam tahap pertama. Prinsip etika universal ( Principled conscience) Pra-Konvensional Tingkat pra-konvensional dari penalaran moral umumnya ada pada anak-anak. walaupun orang dewasa juga dapat menunjukkan penalaran dalam tahap ini. Orientasi kontrak sosial 6. Tingkat 1 (Pra-Konvensional) 1. Penalaran tahap dua kurang menunjukkan perhatian pada kebutuhan orang lain. seperti “kamu garuk punggungku. . ia tidak tahu bahwa sudut pandang orang lain berbeda dari sudut pandang dirinya. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial ( Moralitas hukum dan aturan) Tingkat 3 (Pasca-Konvensional) 5. Orientasi kepatuhan dan hukuman 2.” Dalam tahap dua perhatian kepada oranglain tidak didasari oleh loyalitas atau faktor yang berifat intrinsik.Perkembangan Moral Menurut Kolhlberg dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional. individu-individu memfokuskan diri pada konsekuensi langsung dari tindakan mereka yang dirasakan sendiri. Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas ( Sikap anak baik) 4. sebab semua tindakan dilakukan untuk melayani kebutuhan diri sendiri saja. perilaku yang benar didefinisikan dengan apa yang paling diminatinya. Bagi mereka dari tahap dua. suatu tindakan dianggap salah secara moral bila orang yang melakukannya dihukum. berbeda dengan kontrak sosial (tahap lima). Tahap dua menempati posisi apa untungnya buat saya. dan murni melihat diri dalam bentuk egosentris. Semakin keras hukuman diberikan dianggap semakin salah tindakan itu. dan akan kugaruk juga punggungmu. dan pasca-konvensional. perpektif dunia dilihat sebagai sesuatu yang bersifat relatif secara moral. Orientasi minat pribadi ( Apa untungnya buat saya?) Tingkat 2 (Konvensional) 3. Sebagai contoh. hanya sampai tahap bila kebutuhan itu juga berpengaruh terhadap kebutuhannya sendiri.

Dalam tahap tiga.Konvensional Tingkat konvensional umumnya ada pada seorang remaja atau orang dewasa. adalah penting untuk mematuhi hukum. hukum dilihat sebagai kontrak sosial dan bukannya keputusan kaku. Orang di tahapan ini menilai moralitas dari suatu tindakan dengan membandingkannya dengan pandangan dan harapan masyarakat. Akibat ‘hakekat diri mendahului orang lain’ ini membuat tingkatan pasca-konvensional sering tertukar dengan perilaku pra-konvensional. Aturan-aturan yang tidak mengakibatkan kesejahteraan sosial harus diubah bila perlu demi terpenuhinya kebaikan terbanyak untuk sebanyakbanyaknya orang. Dalam hal ini. Penalaran tahap tiga menilai moralitas dari suatu tindakan dengan mengevaluasi konsekuensinya dalam bentuk hubungan interpersonal. Kenyataannya. dan komitmen terhadap keadilan juga menyertakan keharusan untuk tidak mematuhi hukum yang tidak adil. mungkin orang lain juga akan begitu – sehingga ada kewajiban atau tugas untuk mematuhi hukum dan aturan. Pasca-Konvensional Tingkatan pasca konvensional. terdiri dari tahap lima dan enam dari perkembangan moral. Keinginan untuk mematuhi aturan dan otoritas ada hanya untuk membantu peran sosial yang stereotip ini. Maksud dari suatu tindakan memainkan peran yang lebih signifikan dalam penalaran di tahap ini. Penalaran moral dalam tahap empat lebih dari sekedar kebutuhan akan penerimaan individual seperti dalam tahap tiga. yang mulai menyertakan hal seperti rasa hormat. keputusan. Hak tidak perlu sebagai . dan golden rule. Tingkat konvensional terdiri dari tahap ketiga dan keempat dalam perkembangan moral. Dalam tahap lima. Perspektif seseorang harus dilihat sebelum perspektif masyarakat. Permasalahan yang tidak dianggap sebagai relatif seperti kehidupan dan pilihan jangan sampai ditahan atau dihambat. maka ia salah secara moral. dan adalah penting bahwa mereka dihormati dan dihargai tanpa memihak. Bila seseorang bisa melanggar hukum. dan konvensi sosial karena berguna dalam memelihara fungsi dari masyarakat. Kenyataan bahwa individu-individu adalah entitas yang terpisah dari masyarakat kini menjadi semakin jelas. karena telah mengetahui ada gunanya melakukan hal tersebut. rasa terimakasih. Mereka mencoba menjadi seorang anak baik untuk memenuhi harapan tersebut. ‘mereka bermaksud baik. dan kompromi. kebutuhan masyarakat harus melebihi kebutuhan pribadi. Individu mau menerima persetujuan atau ketidaksetujuan dari orang-orang lain karena hal tersebut merefleksikan persetujuan masyarakat terhadap peran yang dimilikinya. penalaran moral berdasar pada penalaran abstrak menggunakan prinsip etika universal. pemerintahan yang demokratis tampak berlandaskan pada penalaran tahap lima. sehingga celaan menjadi faktor yang signifikan dalam tahap ini karena memisahkan yang buruk dari yang baik. Hukum hanya valid bila berdasar pada keadilan. tidak ada pilihan yang pasti benar atau absolut – ‘memang anda siapa membuat keputusan kalau yang lain tidak’? Sejalan dengan itu. seperti dalam kasus fundamentalisme. Dalam tahap enam. Idealisme utama sering menentukan apa yang benar dan apa yang salah. individu-individu dipandang sebagai memiliki pendapat-pendapat dan nilai-nilai yang berbeda. Dalam tahap empat. juga dikenal sebagai tingkat berprinsip. Hal tersebut diperoleh melalui keputusan mayoritas. Bila seseorang melanggar hukum. seseorang memasuki masyarakat dan memiliki peran sosial.

Sarapan pagi. 3.kontrak sosial dan tidak penting untuk tindakan moral deontis.tugas perkembangan orang dewasa.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ORANG DEWASA DALAM KEHIDUPANNYA Adapun faktor. Kekuatan Fisik Bagi banyak individu. 3. Makan secukupnya untuk memelihara badan yang normal. Hal ini bisa dilakukan dengan membayangkan apa yang akan dilakukan seseorang saat menjadi orang lain. Dengan cara ini. Olahraga secukupnya. Kekuatan fisik yang prima dapat mengatasi atau memecahkan persoalan. memperoleh keturunan. memungkinkan mereka untuk optimal dalam bekerja. kekuatan fisik yang tidak prima menghambat orang dewasa untuk mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa dan dapat menggagalkan sebagian atau secara total tugas. Walau Kohlberg yakin bahwa tahapan ini ada. sesuai harapan. dan mengelola kehidupan keluarganya. yang juga memikirkan apa yang dilakukan bila berpikiran sama (lihat veil of ignorance dari John Rawls). Faktor.8 jam setiap malam. Tidur secara teratur 7. Kemampuan Motorik . yang bisa mencapai tahap enam dari model Kohlberg ini.faktor tertentu dalam kehidupan orang dewasa yang akan mempermudah perkembangan orang dewasa. Untuk memelihara kekuatan fisik yang prima perlu dijaga kesehatan.faktor yang paling berpengaruh adalah : A. yaitu: 1. kalaupun ada. Sebaliknya. Keputusan dihasilkan secara kategoris dalam cara yang absolut dan bukannya secara hipotetis secara kondisional (lihat imperatif kategoris dari Immanuel Kant). dan bukan karena ada maksud pribadi. Tidak merokok. B. Makan secara teratur. seseorang bertindak karena hal itu benar. berkeluarga. atau sudah disetujui sebelumnya. puncak kekuatan fisik dicapai dalam usia pertengahan dua puluhan. 5. Tampaknya orang sukar. ia merasa kesulitan untuk menemukan seseorang yang menggunakannya secara konsisten. Tindakan yang diambil adalah hasil konsensus. Ada 6 kebiasaan hidup sehat yang perlu dilakukan oleh orang dewasa untuk memelihara kekuatan fisik. 6. 2. 4. tindakan tidak pernah menjadi cara tapi selalu menjadi hasil. Kekuatan fisik yang prima pada orang dewasa. FAKTOR. legal.persoalan yang timbul pada masa orang dewasa.3.

belajar hidup dengan tunangan.orang dewasa yang mandiri oleh kelompok sosial mereka.tugas perkembangan orang dewasa. Hal ini menjadi motivasi bagi orang. mulai membina keluarga. penalaran analogis dan berpikir kreatif. orang dewasa yang mempunyai kemampuan motorik yang baik cenderung akan dapt menyelesaikan dengan baik pekerjaan yang menuntut kemampuan fisik. mengambil tanggung jawab sebagai warga negara dan mencari kelompok sosial yang menyenangkan. Kemampuan mental seperti penalaran dengan menggunakan analogi. Kemampuan motorik ini mempunyai hubungan yang positif dengan kondisi fisik yang baik dan kesehatan yang baik.orang dewasa untuk mengembangkan dirinya. Kemampuan Mental Kemampuan mental yang diperlukan untuk menyesuaikan diri pada situasi. memilih pasangan hidup. jauh melebihi pentingnya kemampuan motorik. mengingat kembali informasi yang telah dipelajari.tugas perkembangan orang dewasa cenderung mengarahkan perilakunya ke arah terkuasainya tugas. Di samping itu. . dan berpikir secara kreatif sangat diperlukan dalam mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap keterampilan.usaha mereka memilih teman. Kecepatan respons maksimal terdapat antara usia 20-an dan 25-an dan sesudah itu kemampuan ini sedkit demi sedikit menurun. menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil mereka yang mempelajarinya dalam usia mendekati masa setengah baya. Motivasi Untuk Berkembang Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan orang dewasa adalah motivasi untuk berkembang. mengasuh anak.situasi baru adalah mengingat kembali hal-hal yang dulu pernah dipelajari. Kemampuan mental ini mencapai puncaknya dalam usia 20-an. Apabila remaja telah mencapai usia dewasa secara hukum. mereka berkeinginan kuat untuk dianggap sebagai orang. mengelola rumah tangga.tugas perkembangan orang dewasa. Kemampuan mental yang dimiliki orang dewasa ini sangat penting kedudukannya dalam menyesuaikan diri terhadap tugas-tugas perkembangan.Kemampuan motorik orang dewasa mencapai kekuatannya antara usia 20-an dan 30-an.teman bergaul sebagai calon istri naupun suami. orang dewasa yang berusia 20-an. C. Motivasi untuk berkembang memiliki peranan yang strategis dalam perkembangan orang dewasa. Kondisi fisik yang kuat dan kesehatan yang baik memungkinkan orang dewasa melatih keterampilan. Baik pria maupun wanita pada umumnya memiliki kemampuan berpikir yang sama dalam usaha. Dalam mempelajari keterampilan-keterampilan motorik baru. D. Individu yang merasa butuh dan perlu untuk menuasai tugas.keterampilan dan kecakapan-kecakapan yang dituntut oleh tugas.keterampilannya secara lebih baik. individu terdorong untuk mulai bekerja. kemudian sedikit demi sedikit menurun. Sebaliknya individu yang tidak memiliki motivasi untuk berkembang menjadi orang dewasa. Pada masa dewasa.

Model Peran Faktor lingkungan perkembangan orang dewasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan orang dewasa. Faktor lingkungan perkembangan orang dewasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan orang dewasa. atau biasa disebut dengan masa adolesen. E. Jadi kita harus memperhatikan lingkungan disekitar kita supaya faktor lingkungan yang mempengaruhi baik juga. Jika mereka tetap dalam status ketergantungan. mereka hampir tidak memperoleh kesempatan atau motivasi untuk menguasai tugas. Sebaliknya orang dewasa yang masih beriteraksi dengan remaja dan mengikuti garis.1 KESIMPULAN Makhluk hidup mempunyai fase dimana manusia yang paling besar adalah fase manusia dewasa awal merupakan masa dewasa atau satu tahap yang dianggap kritikal selepas alam remaja yang berumur dua puluhan (20-an) sampai tiga puluhan (30 an).tugas perkembangan orang dewasa yang harus dikuasainya.tugas perkembangan orang dewasa. Berbagai masalah mulai timbul terutama dalam perkembangan karir dan juga hubungan dalam keluarga. Orang dewasa yang berinteraksi dengan orang dewasa lainnya mempunyai model peran untuk diteladani. Karena berinteraksi dengan orang dewsa lainnya mereka memperoleh motivasi untuk mencontoh perilaku sesuai dengan ketentuan. Pada peringkat ini. Pada masa ini juga seseorang akan menghadapi dilema antara pekerjaan dan keluarga. 4.garis perilaku remaja akan tetap berperilaku seperti remaja dan bukan pola perilaku dewasa.2 SARAN 1.Individu tersebut cenderung mengabaikan tugas. Dengan kata lain manusia dewasa sudah mulai memilih nilai – nilai atau norma yang telah dianggap mereka aik untuk dirinya serta mereka berudaha untuk mempertahankan nilai – nilai atau norma – norma yang telah dipilihnya tersebut. BAB IV PENUTUP 4. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Sebagai akhir dari masa remaja adalah masa dewasa. Ketika manusia menginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Ia dianggap kritikal karena disebabkan pada masa ini manusia berada pada tahap awal pembentukan karir dan keluarga. .ketentuan yang dianut oleh masyarakat orang dewasa. seseorang perlu membuat pilihan yang tepat demi menjamin masa depannya terhadap pekerjaan dan keluarga.

situasi baru adalah mengingat kembali hal-hal yang dulu pernah dipelajari.com/2011/07/12/psikologi-perkembangan-dewasa-awal/ http://www. Human Development and Education. Kemampuan mental ini mencapai puncaknya dalam usia 20-an. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Psikologi Pendidikan. http://www.com/teori-teori-fase-dewasa/06511569 . 2002. New York: Longman. Seseorang untuk berkembang.S. 1998. Edisi 5 Jilid 2.orang dewasa yang mandiri oleh kelompok sosial mereka. New York: Henry Holt. Bandung: Rosda Karya. kemudian sedikit demi sedikit menurun. Jakarta: Erlangga Abin Syamsuddin Makmun.html http://belajarpsikologi. Juntika Nurihsan. The Psychology of Development and Personal Adjustment. Psikologi Orang Dewasa. DAFTAR PUSTAKA Santrok. Muhibbin Syah.com/2010/09/perkembangan-dewasa-akhir.com/perkembangan-kognitif-masa-dewasa-akhir/ http://psychologymania. Bimbingan dan Konseling untuk Orang Dewasa. New York: Mc Graw-Hill. JE. Surabaya: Usaha nasional. Andi Mappire.psikologizone. E. 1980. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup.B.2. Hurlock. Becker. Development Psychology. Anderson. Maka dari itu kemampuan mental seseorang dapat menurun diatas usia 20 tahun ke atas. John W. Bandung: Rosda Karya. 1951. mereka berkeinginan kuat untuk dianggap sebagai orang. 1953. 2000. penalaran analogis dan berpikir kreatif. Jadi seseorang biasanya menggangap dirinya dewasa karena hukum padahal secara sifat belum tentu mereka dewasa secara sifat 3. H. Psikologi Kependidikan.wordpress.masbow. Inc. 1997. Kemampuan mental yang diperlukan untuk menyesuaikan diri pada situasi. Apabila remaja telah mencapai usia dewasa secara hukum. 1983.

com/masa-dewasa-madya-40-60-tahun http://rawapening.html http://ratunisaindriasari.wordpress.html http://muhammadsyaifudin99.dekrizky.http://aprillianpravitasari.blog.com/2008/03/27/periodisasi-perkembangan-masa-dewasa-awal/ http://allabout-psikologi.com/2009/11/dewasa-madya.com/2012/03/12/makalah-perkembangan-masa-dewasa/ .com/2011/07/06/perkembangan-psikososal-dewasa-awal/ http://kuliahpsikologi.com/2010/03/perubahan-fisik-dewasa-madya.wordpress.wordpress.blogspot.com/2009/04/16/santrock-memandang-perkembangan-dewasa/ http://qalbinur.blogspot.

dekat dan komunikatif dengan atau tidak melibatkan kontak seksual. dan melakukan suatu pekerjaan. Hurlock (1993) dalam hal ini telah mengemukakan beberapa karakteristik dewasa awal dan pada salah satu intinya dikatakan bahwa dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru dan memanfaatkan kebebasan yang diperolehnya. serta transisi peran sosial (social role trantition). 2001) mengatakan bahwa seseorang yang digolongkan dalam usia dewasa awal berada dalam tahap hubungan hangat. baik dari segi ekonomi. menyalahkan diri karena berbeda dengan orang lain). mereka yang tergolong dewasa muda (young ) ialah mereka yang berusia 20-40 tahun. Bila gagal dalam bentuk keintiman maka ia akan mengalami apa yang disebut isolasi (merasa tersisihkan dari orang lain. kesepian. pada masa dewasa awal. identitas diri ini didapat sedikit-demi sedikit sesuai dengan umur kronologis dan mental ege-nya. Masa remaja yang ditandai dengan pencarian identitas diri. Knoers & Haditono. Knoers & Haditono. Masa dewasa awal adalah masa beralihnya padangan egosentris menjadi sikap yang empati. mengelola rumah tangga. dan pandangan tentang masa depan sudah lebih realistis. Segi emosional. Santrock (1999). Pada masa ini. Erickson (dalam Monks. Secara umum. masa dewasa awal adalah masa dari puncak perkembangan fisik. Hurlock (1990) mengatakan bahwa dewasa awal dimulai pada umur 18 tahun samapi kira-kira umur 40 tahun. Berbagai masalah juga muncul dengan bertambahnya umur pada masa dewasa awal. Perkembangan sosial masa dewasa awal adalah puncak dari perkembangan sosial masa dewasa. memikul tangung jawab sebagai warga negara. orang dewasa muda termasuk masa transisi. Ciri Perkembangan Dewasa Awal . 2001) tugas perkembangan dewasa awal adalah menikah atau membangun suatu keluarga. kebebasan menentukan diri sendiri. Dari segi fisik. membuat hubungan dengan suatu kelompok sosial tertentu. mengikuti umur seseorang menjadi lebih tua.Perkembangan Dewasa Awal Dewasa awal adalah masa peralihan dari masa remaja. ada steriotipe yang mengatakan bahwa masa remaja dan masa dewasa awal adalah masa dimana lebih mengutamakan kekuatan fisik daripada kekuatan rasio dalam menyelesaikan suatu masalah. saat perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduktif. baik transisi secara fisik (physically trantition) transisi secara intelektual (cognitive trantition). mendidik atau mengasuh anak. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan. Dewasa awal adalah masa peralihan dari ketergantungan kemasa mandiri. Menurut Havighurst (dalam Monks. Sehingga. penentuan relasi sangat memegang peranan penting. Perkembangan fisik sesudah masa ini akan mengalami degradasi sedikit-demi sedikit. Dewasa awal merupakan masa permulaan dimana seseorang mulai menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya. pada masa dewasa awal adalah masa dimana motivasi untuk meraih sesuatu sangat besar yang didukung oleh kekuatan fisik yang prima.

seseorang berkembangan pola hidupnya secara individual. seseorang yang matang melihat tujuan-tujuan yang ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat didefenisikannya secara cermat dan tahu mana pantas dan tidak serta bekerja secara terbimbing menuju arahnya. tetapi mempertimbangkan pula perasaanperasaan orang lain. Masa dewasa awal adalah kelanjutan dari masa remaja. yang dapat menimbulkan kesukaran dan gangguan-gangguan emosi bagi orang-orang yang bersangkutan. tetapi tetap dia brtanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya. Keobjektifan. Menerima kritik dan saran. sehingga ciri-ciri masa remaja tidak jauh berbeda dengan perkembangan remaja. Penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi baru. Sebagai kelanjutan masa remaja. Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi. Dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian terhadap pola-pola kehidupan yang baru. sehingga untuk itu dia bantuan orang lain. orang yang matang mau memberi kesempatan pada orang lain membantu usahan-usahanya untuk mencapai tujuan. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri. seseorang yang matang dapat menyetir perasaan-perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh perasaan-perasaannya dalam mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan orang lain. paham bahwa dirinya tidak selalu benar. Mengendalikan perasaan pribadi. Ciri-ciri perkembangan dewasa awal adalah: Usia reproduktif (Reproductive Age). orang matang memiliki kemauan yang realistis. Masa dewasa adalah masa usia reproduktif.dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendri atau untuk kepentingan pribadi.Tetapi masa ini bisa ditunda dengan beberapa alasan. Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang efesien. Ada beberapa orang dewasa belum membentuk keluarga sampai mereka menyelesaikan dan memulai karir mereka dalam suatu lapangan tertentu. minat orang matang berorientasi pada tugastugas yang dikerjakannya. Secara realistis diakuinya bahwa beberapa hal tentang usahanya tidak selalu dapat dinilainya secara sungguh-sunguh. dalam masa setengah baya atau masa tua. orang matang memiliki cirri fleksibel dan dapat menempatkan diri dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya dengan situasi-situasi baru.Dewasa awal adalah masa kematangan fisik dan psikologis. Situasi yang lain membutuhkan perubahan-perubahan dalam pola hidup tersebut. Masa ini ditandai dengan membentuk rumah tangga. yang mana dapat menjadi ciri khas seseorang sampai akhir hayat. Usia memantapkan letak kedudukan (Setting down age). Ini adalah masa dimana . ringkasnya sebagai berikut: Berorientasi pada tugas. dan harapan-harapan sosial yang baru[1]. Dengan pemantapan kedudukan (settle down). Menurut Anderson (dalam Mappiare : 17) terdapat 7 ciri kematangan psikologi. bukan pada diri atau ego. sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan saran-saran orang lain demi peningkatan dirinya. orang matang memiliki sikap objektif yaitu berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan.

Ketakutan atau kekhawatiran yang timbul ini pada umumnya bergantung pada ketercapainya penyesuaian terhadap persoalanpersoalan yang dihadapi pada suatu saat tertentu. persoalan teman hidup maupun persoalan keuangan. Mengenai komitmen. HASIL – HASIL PENELITIAN PSIKOLOGI DEWASA AWAL . bahkan yang populerpun. lembaga pendidikan yang memberikan beasiswa sebagian atau sepenuh atau pada pemerintah karena mereka memperoleh pinjaman untuk membiayai pendidikan mereka. akan mengalami keterpencilan sosial atau apa yang disebut krisis ketersingan (Erikson:34). Masa dewasa awal ini adalah masa dimana ketergantungan pada masa dewasa biasanya berlanjut. yaitu karir.seseorang mengatur hidup dan bertanggungjawab dengan kehidupannya. kelompok-kelompok sosial dan ekonomi orang dewasa. Hal ini akan menjadi suatu tanggungajwab yang trrlalu berat untuk dipikul. jika anda mencapai gelar doctor. Usia Banyak Masalah (Problem age). Usia tegang dalam hal emosi (emostional tension). kesempatan untuk mewujudkan keinginan dan kegiatan-kegiatan yang memberikan kepuasan sebesar-besarnya. Bentuk kreativitas yang akan terlihat sesudah orang dewasa akan tergantung pada minat dan kemampuan individual. Masa ini adalah masa yang penuh dengan masalah. atau sejauh mana sukses atau kegagalan yang dialami dalam pergumulan persoalan. Ketegangan emosional seringkali dinampakkan dalam ketakutan-ketakutan atau kekhawatiran-kekhawatiran. Persoalan yang dihadapi seperti persoalan pekerjaan/jabatan. Masa perubahan nilai. Pria mulai membentuk bidang pekerjaan yang akan ditangani sebagai karirnya. karena ada prestasi baik disekolah sewaktu anda masih muda. Masa komitmen. untuk pertama kali sejak bayi semua orang muda. Jika seseorang tidak siap memasuki tahap ini. Masa Ketergantungan. hubungan dengan temanteman kelompok sebaya semakin menjadi renggang. besar kemungkinan anda sampai akhir hidup anda akan berkarier sebagai guru besar”. Bardwick (dalam Hurlock:250) mengatakan: “Nampak tidak mungkin orang mengadakan komitmen untuk selama-lamanya. dan berbarengan dengan itu keterlibatan dalam kegiatan kelompok diluar rumah akan terus berkurang. keuangan dan sebagainya. sedangkan wanita muda diharapkan mulai menerima tanggungjawab sebagai ibu dan pengurus rumah tangga. dia akan kesulitan dalam menyelesaikan tahap perkembangannya. semuanya memerlukan penyesuaian di dalamnya. Masa Kreatif. Masa keterasingan sosial. Ada yang menyalurkan kreativitasnya ini melalui hobi. Banyak orang dewasa muda mengalami kegagalan emosi yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang dialaminya seperti persoalan jabatan. Sebai akibatnya. Beberapa alasan terjadinya perubahan nilai pada orang dewasa adalah karena ingin diterima pada kelompok orang dewasa. Ketergantungan ini mungkin pada orangtua. perkawinan. ada yang menyalurkannya melalui pekerjaan yang memungkinkan ekspresi kreativitas. dapat dipastikan bahwa pekerjaan anda akan terkait dengan mulut orang untuk selamanya. jika anda menjadi dokter gigi. Namun banyak komitmen yang mempunyai sifat demikian: Jika anda menjadi orangtua menjadi orang tua untuk selamanya. Dengan berakhirnya pendidikan formal dan terjunnya seseorang ke dalam pola kehidupan orang dewasa. perkawinan dan rumah tangga.

dan perkembangan intelektual. Dari hasil penelitian[3] didapatkan hubungan yang positif dan sangat signifikan antara sikap terhadap penundaan usia perkawinan dengan intensi penundaan usia. sosial dan ekonomi. tanpa disadari kebudayaan telah menanamkan pengaruh yang kuat dalam sikap seseorang terhadap berbagai macam hal. Memiliki kelembutan dan kasih saying kepada orang lain. baik keuntungan dari segi biologis. misal DM) cenderung ragu melangkah menuju jenjang pernikahan. dimana manusia harus memperhatikan aturan dan nilai budaya di dalam bersikap dan berperilaku.Hasil penelitian dewasa awal lebih banyak mengarah pada hubungan sosial. dan pengoptimalan perkembangan dewasa awal serta perilaku penghayatan keagamaan. Penundaan usia perkawinan dengan Intensi Penundaan Usia Perkwaninan. Beberapa hasil penelitian. Dapat berkomunikasi secara bebas mengenai pemikiran. Bersedia untuk membina hubungan seksual yang intim. sosial dan ekonomi. psikologis. Individu yang merasa memiliki kondisi kesehatan yang tidak prima (sakit. Adanya ketakutan menghadapi krisis pernikahan dan berujung perceraian merupakan hal/kondisi yang membuat wanita bekerja ragu tentang kesiapan menikah mereka. . Selain kesiapan psikis juga ketidak siapan fisik. Penundaan perkawinan akan memberikan waktu lebih banyak bagi mereka untuk membentuk identitas pribadi sebagai individu yang matang secara biologis. ada beberapa criteria yang perlu diperhatikan: Memiliki kemampuan mengendalikan perasaan diri sendiri. Ketidaksiapan menikah yang dimiliki wanita bekerja termanifestasi dengan adanya ketakutan menghadapi krisis perkawinan serta ragu tentang kemampuan mereka berbagi secar mosional dengan pasangannya kelak. Salah satu penyebab wanita yang bekerja memutuskan untuk menunda pernikahan adalah keraguan dapat berbagi secara mental dan emosional dengan pasangannya. Hasil penelitian oleh Ida Ayu Putu Sri Andini[2]. Bersedia dan mampu menjadi pasangan menjadi pasangan dalam hubungan seksual. menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita memiliki sikap yang negatif terhadap seks maya. Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja[4]. diantaranya: Persepsi seks maya pada dewasa awal. 1998) kebudayaan yang berkembang dimana seseorang hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap. Menurut Azwar (dalam Riyanti dan Prabowo. Untuk mengetahui apakah seseorang siap menikah atau tidak. psikologis. perasaan dan harapan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor kebudayaan Indonesia yang masih memegang teguh adat dan istiadat budaya timur. Hal ini berarti mereka memiliki keyakinan yang tinggi bahwa penundaan usia perkawinan akan memberikan keuntungan bagi mereka. Memiliki kemampuan untuk berhubungan baik dengan orang banyak. Ditambah lagi maraknya perceraian yang dipublikasikan di media massa saat ini sehingga dianggap menjadi menjadi fenomena biasa. pekerjaan dan perkawinan di usia dewasa awal. Sensitif terhadap kebutuhan dan perkembangan orang lain.

Individu yang memiliki kematangan emosi akan memiliki kesiapan menikah yang lebih baik. Selanjutnya juga muncul keinginan dan kecenderungan untuk melakukan sesuatu yang selaras dengan kepercayaan dan perasaan tersebut OPTIMALISASI PERKEMBANGAN DEWASA AWAL Dewasa awal adalah masa dimana seluruh potensi sebagai manusia berada pada puncak perkembangan baik fisik maupun psikis. maka semakin meningkat perilaku membeli produk makanan dan minuman halal. Penelitian dengan judul “Perkembangan Identitas Diri Dalam Area Agama pada Remaja Akhir”*6+ ini adalah studi deskriptif pada mahasiswa di Fakultas Psikologi UIN Suska Riau. artinya mereka mampu mengatasi perubahan-perubahan dan beradaptasi setelah memasuki pernikahan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa remaja akhir yang berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi berada pada status identitas diri yang ideal. serta menjalin hubungan yang mantap dalam kehidupan sosialnya. tantangan yang dihadapinya. Mahasiswi yang memiliki kemandirian tinggi akan lebih mudah menghadapi kehidupan. Subjek memiliki pengetahuan tantang masalah kehalalan. dengan usia sample 18 – 22 tahun Menurut Hurlock. . Bersedia menerima keterbatasan orang lain. membuktikan bahwa bahwa perbedaan perlakuan yang diterima anak laki-laki dan perempuan sejak lahir akan mempengaruhi tingkat kemandirian. Kemandirian Dewasa Awal. Perkembangan Identitas Diri dalam Area Agama. membuktikan bahwa semakin positif sikap terhadap aspek kehalalan. Perilaku Perkembangan penghayatan Identitas dan Nilai-Nilai Agama dalam Kehidupan Sehari-Hari a. Jika masa ini bermasalah.Bersedia berbagi rencana dengan orang lain. Subjek meyakini bahwa bahan yang terkandung dan proses yang dilalui dalam pembuatan produk tersebut memiliki titik kritis untuk kehalalan pangan. b. sehingga subjek memiliki persepsi dan keyakinan bahwa kehalalan adalah hal yang mendasar dalam kaitannya dengan produk makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Masa yang memiliki rentang waktu antara 20 – 40 tahun adalah masa-masa pengoptimalan potensi yang ada pada diri individu. Semakin tinggi kesadaran gender maka semakin tinggi kemandirian pada Mahasiswa UIN Suska Riau. Penelitian dengan judul “Hubungan Antara Sikap Terhadap Aspek Kehalalan dengan perilaku Membeli produk Makanan dan Minuman Halal pada Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN SUSQA Pekanbaru”*7+. Memiliki kapasitas yang baik dalam menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan ekonomi. usia ini sudah memasuki usia Dewasa Awal. Bersedia menjadi suami isteri yang bertanggung jawab. Penelitian dengan judul “Kemandirian Mahasiswi UIN Suska Ditinjau dari Kesadaran Gender” *5+ ini. serta reaksi fisiologis yang sesuai dengan kepercayan dan keyakinan yang dimilikinya. akan mempengaruhi bahkan kemungkinan individu mengalami masalah yang paling serius pada masa selanjutnya. Subjek juga membentuk afek yang mendukung keyakinan tersebut. Perilaku Penghayatan Nilai-Nilai Agama. Dengan makin tingginya kesadaran gender yang dimiliki mahasiswi UIN Suska Riau lebih mandiri dibandingkan dengan mahasiswi yang tidak memiliki kesadaran gender atau memiliki kesadaran gender yang rendah.

merupakan masa meninggalkan kesibukan pekerjan dan melakukan evaluasi terhadap hal yang telah diperoleh. Ini lebih banyak diakibatkan oleh ketidak siapan atau ketidak dewasaan dalam menanggapi masalah yang dihadapi bersama. umumnya telah menyelesaikan pendidikannya minimal setingkat SLTA (SMU-Sekolah Menengah Umum). mendidik. Mereka akan berupaya mencari calon teman hidup yang cocok untuk dijadikan pasangan dalam perkawinan ataupun untuk membentuk kehidupan rumah tangga berikutnya. Setelah melewati masa remaja. Belajar hidup bersama dengan suami istri. mereka mempersiapkan dan membukukan diri bahwa mereka sudah mandiri secara ekonomis. pendidikan. atau suku bangsa tertentu. Masa dewasa yang memiliki rentang waktu sekitar 20 tahun (20 – 40) dianggap sebagai rentang yang cukup panjang. Dari sini. sebagian besar dari mereka yang telah menyelesaikan pendidikan. yaitu mampu melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya. Dia akan berusaha membentuk. Setelah menjadi pernikahan. membentuk keluarga baru dengan pernikahan dan mengembangkan persahabatan. golongan dewasa muda yang berusia di atas 25 tahun. Mereka juga harus dapat melahirkan.Menurut Vailant (1998)[8].J. pekerjaan. artinya sudah tidak bergantung lagi pada orang tua. Setiap orang mempunyai kriteria yang berbeda-beda. Terlepas dari panjang atau pendek rentang waktu tersebut. dia akan saling menerima dan memahami pasangan masing-masing. tetap menjalin hubungan baik dengan kedua orang tua ataupun saudara-saudaranya yang lain. akademi atau universitas. dia akan berusaha mengelolah rumah tangganya. yaitu masa pembentukan (20 – 30 tahun) dengan tugas perkembangan mulai memisahkan diri dari orang tua. saling menerima kekurangan dan saling bantu membantu membangun rumah tangga. Mengelolah rumah tangga. umumnya telah memasuki dunia pekerjaan guna meraih karier tertinggi. Masa transisisi (sekitar usia 40 tahun). Belajar mengasuh anak-anak. Sikap yang mandiri ini merupakan langkah positif bagi mereka karena sekaligus dijadikan sebagai persiapan untuk memasuki kehidupan rumah tangga yang baru. Masa konsolidasi (30 – 40 tahun). . Mulai hidup dalam keluarga atau hidup berkeluarga. Selain itu. Selain itu. Terkadang terdapat batu saandungan yang tidak bisa dilewati. Dia mencari pasangan untuk bisa menyalurkan kebutuhan biologis. membina. sebagai prasyarat pasangan hidupnya. Dari pernikahannya. Havighurst (1953)[9]. golongan dewasa muda semakin memiliki kematangan fisiologis (seksual) sehingga mereka siap melakukan tugas reproduksi. telah mengemukakan rumusan tugas-tugas perkembangan dalam masa dewasa awal sebagai berikut: Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau istri). yaitu masa konsolidasi karir dan memperkuat ikatan perkawinan. membesarkan. Mereka akan menentukan kriteria usia. Mereka harus dapat menyesuaikan diri dan bekerja sama dengan pasangan hidup masing-masing. Tugas-Tugas Perkembangan Dewasa Awal Optimalisasi perkembangan dewasa awal mengacu pada tugas-tugas perkembangan dewasa awal menurut R. membagi masa dewasa awal menjadi tiga masa. dan mengembangkan kehidupan rumah tangga dengan sebaik-baiknya agar dapat mencapai kebahagiaan hidup. dan membina anak-anak dalam keluarga. sehingga berakibat pada perceraian.

Usai menyelesaikan pendidikan formal setingkat SMU. (2) mem-bayar pajak (pajak televisi. Dengan mencapai prestasi kerja yang terbaik. umumnya dewasa muda memasuki dunia kerja. Hal ini diwujudkan dengan cara-cara. pekerjaan tersebut memberi hasil keuangan yang layak {baik). mereka bekerja keras dan bersaing dengan teman sebaya (atau kelompok yang lebih tua) untuk menunjukkan prestasi kerja. Tetapi kadang-kadang ditemukan. bila tidak atau belurn cocok antara minat/ bakat dengan jenis pekerjaan. meskipun tidak cocok dengan latar belakang ilrnu. Dewasa awal merupakan kelanjutan dari masa remaja. (3) menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat dengan mengendalikan diri agar tidak tercela di mata masyarakat. akademi atau universitas.Mulai bekerja dalam suatu jabatan. yaitu mencari pasangan hidup dan membina kehidupan rumah tangga. Jika masa ini bermasalah. semakin bertambahpula masalah-masalah yang menghampiri. guna menerapkan ilmu dan keahliannya. setiap orang dewasa muda akan melakukan tugas perkembangan tersebut dengan baik. Baik disadari atau tidak. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang dewasa awal mengalami masalah-masalah dalam perkembangannya. Dewasa awal adalah masa transisi. mungkin tidak mengikuti tugas perkembangan bagian ini. mereka akan berhenti dan mencari jenis pekerjaan yang sesuai dengan selera. akta kelahiran. Penemuan identitas diri adalah hal yang harus pada masa ini. Memperoleh kelompok sosial yang seirama dengan nilai-nilai pahamnya. Tugas-tugas perkembangan tersebut merupakan tuntutan yang harus dipenuhi seseorang. pajak penghasilan). damai. seperti (1) mengurus dan memiliki surat-surat kewarganegaraan (KTP. dari remaja yang huru-hara. Bila mereka merasa cocok dengan kriteria tersebut. mereka akan mampu memberi kehidupan yang makmur-sejahtera bagi keluarganya. Masa dewasa awal ditandai juga dengan membntuk kelompok-kelompok yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya. listrik. kemungkinan individu akan mengalami kekaburan identitas. Warga negara yang baik adalah warga negara yang taat dan patuh pada tata aturan perundang-undangan yang ber-laku. Mereka berupaya menekuni karier sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. pajak kendaraan bermotor. Bagi orang tertentu. mereka akan dapat membangun kehidupan ekonomi rumah tangga yang mantap dan mapan. Sebab dengan penghasilan yang layak (memadai). Sebalik-nya. mereka akan bertahan dengan pekerjaan itu. dan (4) mampu menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial di masyarakat (ikut terlibat dalam kegiatan gotong royong. dan bahagia di tengah-tengah masyarakat. surat paspor/visa bagi yang akan pergi ke luar negeri). Masa dewasa muda adalah masa untuk mencapai puncak prestasi. Kemandirian vs tidak mandiri . sesuai dengan norma sosial-budaya yang berlaku di masyarakat. Warga negara yang baik adalah dambaan bagi setiap orang yang ingin hidup tenang. Mulai bertangungjawab sebagai warga Negara secara layak. Masalah-masalah itu antara lain: Penentuan identitas diri ideal vs kekaburan identitas. mereka akan merasa puas dengan pekerjaan dan tempat kerja. Dengan semangat yang menyala-nyala dan penuh idealisme. kerja bakti membersihkan selokan. yang menjalani ajaran agama (rnisalnya hidup sendiri/selibat). Salah satu contohnya adalah membentuk ikatan sesuai dengan profesi dan keahlian. telepon. memperbaiki jalan. air. kemasa yang menuntut tanggung jawab. Masalah Perkembangan pada Dewasa Awal Dengan bertambahnya usia. serta memberi jaminan masa depan keuangan yang baik. dan sebagainya).

Menikah vs tidak menikah (lambat menikah) Hubungan sosial yang sehat vs menarik diri Dalam menjalani masa dewasa awal.P & Hadinoto S. Seseorang yang ada pada masa ini. hidup berkeluarga. Kesukaran-kesukaran dewasa awal. Psikologi Perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi kelima).M.R. Khusus dalam masa dewasa awal. ada beberapa masalah yang menjadi penghambat perkembangan. dimana kemampuan sedikit demi sedikit akan berkurang. menjadi warga masyarakat.B. pengasuhan anak. harus bisa menempatkan dirinya pada situasi yang berbeda. berhubungan erat dengan pengalaman-pengalaman belajar dan latihan masa lalu. PENUTUP Masa dewasa adalah masa yang sangat panjang (20 – 40 tahun). Bersangkutan dengan pola asuh orangtua yng pernah dialami dalam masa kanak-kanak. diantara penghambat yang sangat penting sehingga menyukarkan penguasaan tugas-tugas perkembangan. sebagai salah satu penghambat penguasaan tugas-tugas perkembangan dewasa awal. problem rumah tangga. masalah pekerjaan. Sehingga masa dewasa awal adalah masa yang paling penting dalam hidup seseorang dalam masa penitian karir/pekerjaan/sumber penghasilan yang tetap. Jakarta: Erlangga. Masa ini juga adalah masa dimana kematangan emosi memegang peranan penting. Satu diantara penghambat bagi orang dewasa awal dalam menguasai tugas-tugas perkembangan. .A. Inspirasi-inspirasi yang tidak realistis (unrealistic aspiration). Hurlock. dapat ditimbulkan oleh konsep-konsep yang tidak realistis dalam benak pada dewasa awal (yang baru meninggalkan masa remaja) tentang apa yang diharapkan dengan apa yang dapat dicapai. pemimpin.J.. Perlindungan yang berlebihan (over protectiveness).E. diantranya[10]: Latihan yang tidak berkesinambungan (discontinuities).Sukses meniti jenjang pendidikan dan karir vs gagal menempuh jenjang pendidikan dan karir. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Perpanjangan pengaruh-pengaruh peer-group (prolongation of peer-group influences). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Knoers. dimana sumber potensi dan kemampuan bertumpu pada usia ini. suami/istri membutuhkan kestabilan emosi yang baik. 2001. REFERENSI Monks. Disini akan terlihat pengaruh kelompok-kelompok khusus bagi perkembangan dewasa awal.F. Masa ini adalah peralihan dari masa remaja yang masih dalam ketergantungan menuju masa dewasa. yang menuntut kemandirian dan diujung fase ini adalah fase dewasa akhir.1993.

Jilid 1.2002.averroes. 1983. Jurnal: Perbedaan Sikap Terhadap Perilaku Seks Maya Berdasarkan Jenis Kelamin pada Dewasa Awal.or. Dewasa Dini. Surabaya: Usaha Nasional Julius dkk.nurul. Periodesasi Perkembangan Masa Dewasa Awal. Hurlock. Perbedaaan sikap terhadap perilaku seks maya berdasarkan jenis kelamin pada dewasa awal. Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma dayu_sarasvaty@yahoo.or.Santrock. Andi. Jurnal Psikologi UIN Suska Riau. Yogyakarta: Kanisius Ayu. http//qalbinur. Psikologi Orang Dewasa.wordpress/2009/03/27. 1989. Jilid 2. Hal 246-252 [2] Ida Ayu Putri.Jakarta: Erlangga Santrock.com Qalbinur. Ika. Ida.id/2009/02/23 Sari Dewi. Perkembangan Anak. Universitas Gunadarma: dayu_sarasvaty@yahoo.http/www. 2006. Medan: Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Nomor 1. hal 20 dan Psikologi Perkembangan oleh Elizabeth E. Fakultas Psikologi. Nomor 1. Jakarta: Erlangga Mappiare.2007. Melangkah Menuju Kedewasaan.com. Volume 1.id / 2009/03/21 Nurul. Hubungan Sikap terhadap Penundaan Usia Perkawinan dengan Intensi Penundaan Usia Perkawinan :http/www.Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja. . Desember 2005 *1+ Dikutif dari “Psikologi Orang Dewasa”oleh Andi Mappiare. Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Volume 1. Juni 2005 Jurnal Psikologi UIN Suska Riau.

Fakultas Psikologi UIN Suka Riau.2009) [4+ Dalam jurnal ”Kesiapan Menikah pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja”.Psi.12.Ibid.Oleh Mukhlis. Nomor 1. 2006: USU [5] Jurnal. Hal 36 http://www. hal 31-32 [10] Op Cit. Juni 2005 [6] Ibid. Perkembangan Identitas Diri dalam Area Agama pada Remaja Akhir. Hubungan Antara Sikap Terhadap Aspek Kehalalan dengan perilaku Membeli produk Makanan dan Minuman Halal pada Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN SUSQA Pekanbaru. Fakultas Psikologi UIN Suska Riau.or.averroes.com/2010/01/psikologi-perkembangan-dewasa-awal. Nomor 1. Juni 2005 [8] Dalam jurnal. S.id. Hubungan Sikap Terhadap Penundaan Perkawinan Dengan Intensi Penundaan Usia Perkawinan. [9] Dalam Op Cit.[3] Jurnal.psychologymania. Kemandirian Mahasiswi UIN Suska Riau Ditinjau dari Ksetaraan Gender. Oleh Hirmaningsih. Desember 2005 [7] Ibid. http//www. Ika Sari Dewi. Volume 1. Fakultas Psikoogi UIN Suska Riau. Volume 1. Oleh Reni Susanti dkk.(03. Nomor 2. Volume 1.html .