P. 1
Pedoman Perhitungan Beban Kerja Guru Mulai Tahun 2011

Pedoman Perhitungan Beban Kerja Guru Mulai Tahun 2011

|Views: 2|Likes:
Published by Agus Kitri Baskoro

More info:

Published by: Agus Kitri Baskoro on Feb 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2015

pdf

text

original

Pedoman perhitungan Beban Kerja Guru mulai tahun 2011/2012

Semua guru, baik yang telah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat harus memenuhi jam wajib mengajar minimal, yakni 24 jam. Pemenuhan jam wajib mengajar terkait erat dengan pengajuan PAK (yang baru) yang akan diberlakukan tahun 2013 nanti. Oleh karena hal tersebut, agar pengajuan PAK tidak terkendala, pihak sekolah harus sudah merancang dari sekarang agar jam wajib mengajar guru minimal 24 jam per minggu. Khusus untuk yang mendapat tugas tambahan, pemenuhan jam disesuaikan dengan PP 74 Tahun 2008. Pada Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru yang diterbitkan Dirjen PMPTK berkaitan dengan tugas tambahan guru dijelaskan sebagai berikut: 1. Tugas sebagai Kepala Sekolah ekuivalen dengan 18 jam, sehingga minimal wajib mengajar 6 jam 2. Tugas sebagai Wakil Kepala Sekolah ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam 3. Tugas sebagai Kepala Perpustakaan ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam 4. Tugas sebagai Kepala Laboratorium ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam 5. Tugas sebagai Ketua Jurusan Program Keahlian ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam 6. Tugas sebagai Kepala Bengkel ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam 7. Tugas sebagai Pembimbing Praktik Kerja Industri ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam 8. Tugas sebagai Kepala Unit Produksi ekuivalen dengan 12 jam, sehingga minimal wajib mengajar 12 jam Selain tugas tambahan di atas, kegiatan pembimbingan siswa, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, juga bisa dianggap sebagai kegiatan tatap muka. Khusus untuk wali kelas tidak dianggap sebagai tugas tambahan. UNTUK GURU YANG SUDAH BERSERTIFIKAT Khusus untuk ketentuan guru yang telah mengikuti kegiatan sertifikasi, jam minimal wajib mengajar adalah 24 jam, kecuali yang mendapat tugas tambahan di atas. Di samping itu, pemenuhan jam wajib mengajar haruslah mata pelajaran sendiri (pemenuhan jam wajib mengajar tidak dibenarkan

ketentuan bagi guru yang sudah bersertifikat sebagai berikut ( Tugas Struktural ): 1. Penambahan jam pada struktur kurikulum paling banyak 4 jam per minggu berdasarkan standar isi KTSP 4. jam mengajar Bahasa Jawanya tidak diperhitungkan. dengan syarat dalam 1 kelas jumlah siswa minimal 20 7. atau C tidak bisa diperhitungkan jam mengajarnya 2. Pembelajaran ekstrakurikuler tidak diperhitungkan jam mengajarnya. untuk pemenuhan jam wajib mengajar masih dibenarkan mengampu mata pelajaran lain terkait nantinya dengan pengajuan PAK. Pembelajaran Team teaching tidak diperbolehkan kecuali untuk mata pelajaran Produktif di SMK 8. Mata Pelajaran yang serumpun adalah IPA dan IPS dan hanya boleh untuk tingkat SMP 9. Ketentuan ini lebih longgar bagi guru yang belum bersertifikat. karena guru SD pada dasarnya adalah guru kelas 3. Guru yang mengajar pada Kejar Paket A.diambil dari mata pelajaran yang lain maupun serumpun). Pemecahan Rombel dari 1 kelas menjadi 2 kelas diperbolehkan. meskipun sesuai dengan sertifikasi mata pelajaran 6. Guru Mapel SMP (selain Penjasorkes dan Agama) tidak boleh mengajar di SD. Pengembangan diri siswa tidak diperhitungkan jam mengajarnya Demikian ketentuan jam wajib mengajar guru yang secara resmi mulai diberlakukan mulai Juli 2011 . B. Guru Bahasa Indonesia yang mengajar Bahasa Jawa. Program pengayaan atau remedial teaching tidak diperhitungkan jam mengajarnya 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->