PENYEBAB MASYARAKAT MENGGUNAKAN NARKOBA

BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH
OLEH: SUSANTO, SH, MM KABID PENCEGAHAN BNNP JAWA TENGAH
1

2. ia harus memakai zat tersebut.Setiap orang yang menyalahgunakan zat-zat terlarang pasti memiliki alasan mereka masing-masing sehingga mereka dapat terjebak masuk ke dalam perangkap narkotika. 2 . dan sebagainya. kreatif. Berikut di bawah ini adalah faktor sebab musabab kenapa seseorang menjadi pecandu / pengguna zat terlarang : 1. Efek keren yang terlihat oleh orang lain tersebut dapat menjadi trend pada kalangan tertentu sehingga orang yang memakai zat terlarang itu akan disebut trendy. modis. Jelas bagi orang yang ingin disebut gaul oleh golongan / kelompok itu. Ingin Terlihat Gaya / gaya hidup Zat terlarang jenis tertentu dapat membuat pamakainya menjadi lebih berani. maka biasanya anggota yang lain baik secara terpaksa atau tidak terpaksa akan ikut menggunakan narkotika itu agar merasa seperti keluarga senasib sepenanggungan. percaya diri. santai. keren. dan lain sebagainya. gaul. Solidaritas Kelompok / Komunitas / Genk Suatu kelompok orang yang mempunyai tingkat kekerabatan yang tinggi antar anggota biasanya memiliki nilai solidaritas yang tinggi. Jika ketua atau beberapa anggota kelompok yang berpengaruh pada kelompok itu menggunakan narkotika.

Jika iman tidak kuat dan dikalahkan oleh nafsu bejad.3. Tanpa disadari dan diinginkan orang yang sudah terkena zat terlarang itu akan ketagihan dan akan melakukannya lagi berulang-ulang tanpa bisa berhenti. Coba-Coba / Ingin Tahu / Pengen Tau Dengan merasa tertarik melihat efek yang ditimbulkan oleh suatu zat yang dilarang. Menghilangkan Rasa Sakit Seseorang yang memiliki suatu penyakit atau kelainan yang dapat menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan dapat membuat orang jadi tertarik jalan pintas untuk mengobati sakit yang dideritanya yaitu dengan menggunakan obat-obatan dan zat terlarang. maka seseorang dapat mencoba ingin mengetahui efek dari zat terlarang. 3 . seseorang dapat memiliki rasa ingin tahu yang kuat untuk mencicipi nikmatnya zat terlarang tersebut. 4.

6. Pengedar dan pemakai mungkin akan membagi-bagi gratis obat terlarang sebagai perkenalan dan akan meminta bayaran setelah korban ketagihan. Ikut-Ikutan Orang yang sudah menjadi korban narkoba mungkin akan berusaha mengajak orang lain yang belum terkontaminasi narkoba agar orang lain ikut bersama merasakan penderitaan yang dirasakannya.5. 4 . mabok. atau jadi gembira ria. Menyelesaikan Dan Melupakan Masalah / Beban Stres Orang yang dirudung banyak masalah dan ingin lari dari masalah dapat terjerumus dalam pangkuan narkotika. narkoba atau zat adiktif agar dapat tidur nyenyak. Orang yang melihat orang lain asyik pakai zat terlarang bisa jadi akan mencoba mengikuti gaya pemakai tersebut termasuk menyalah gunakan tempat umum.

5 . Pemakai yang ingin dianggap hebat oleh kawan-kawannya pun dapat terjerembab pada zat terlarang.7. Zat terlarang dapat membantu seseorang yang sedang banyak pikiran untuk melupakan kebosanan yang melanda. rasa tidak nyaman dan lain sebagainya bagi sebagaimana orang adalah sesuatu yang tidak menyenangkan dan ingin segera hilang dari alam pikiran. 8. Melenyapkan BT. nakal atau jahat umumnya ingin dilihat oleh orang lain sebagai sosok yang ditakuti agar segala keinginannya dapat terpenuhi. Dengan zat terlarang akan membantu membentuk sikap serta perilaku yang tidak umum dan bersifat memberontak dari tatanan yang sudah ada. Seseorang dapat mengejar kenikmatan dengan jalan mnggunakan obat terlarang yang menyebabkan halusinasi / khayalan yang menyenangkan. Bete Dan Bosan Dan Agar Merasa Enak Rasa bosan. Menonjolkan Sisi Berontak / Pemberontakan / Kekuasaan / Kehebatan Seseorang yang bandel.

9. dan lain-lain. sehingga melakukan penyalah gunaan zat terlarang. bebas guru. Merasa Dewasa Pemakai zat terlarang yang masih muda terkadang ingin dianggap dewasa oleh orang lain agar dapat hidup bebas. merasa sudah matang. 6 . bebas orangtua. Dengan menjadi dewasa seolah-olah orang itu dapat bertindak semaunya sendiri. penuh tenaga dan penuh percaya diri. 10. Mencari Tantangan / Kegiatan Beresiko Bagi orang-orang yang senang dengan kegiatan yang memiliki resiko tinggi dalam menjalankan aksinya ada yang menggunakan obat terlarang agar bisa menjadi yang terhebat.

Kelompok depresan/penekan saraf pusat (penenang atau obat tidur). BK. ekstasi. Amfetamin berbentuk tablet berwarna putih. Ekstasi berbentuk tablet beraneka bentuk dan warna. Daya kerja otak menjadi serba cepat. dan tidak merasa lapar. obat ini mendatangkan rasa gembira. Bila diminum. ingin selalu aktif. damai. namun kurang terkendali. Contohnya adalah amfetamin. obat ini memberikan rasa tenang. rohipol. badan terasa fit. tentram. Narkotika dikelompokkan ke dalam 3 golongan. mogadon dan lain-lain.Berdasarkan ilmu farmakologi. Obat ini juga menghilangkan rasa takut dan gelisah. 7 . hilangnya rasa permusuhan. hilangnya rasa marah. dan shabu. mengantuk. yaitu : 1. Contohnya adalah valium. Kelompok stimulan/perangsang saraf pusat (anti tidur). Shabu berbentuk tepung kristal kasar berwarna putih bersih seperti garam. 2. Jika diminum.

atau karena kenikmatankenikmatan yang dialami walaupun hanya khayalan. tanaman. zat. 8 . Kelompok Halusinogen Halusinogen adalah obat. khayalan tentang kenikmatan seks dan sebagainya. getah tanaman kaktus. Contohnya adalah LSD (Lysergic Acid Diethyltamide).3. jamur tertentu (misceline) dan ganja. Kenikmatan didapat oleh pemakai setelah ia sadar bahwa peristiwa mengerikan itu bukan kenyataan. Bila minum. Narkotika ini dapat mendatangkan khayalan tentang peristiwa-peristiwa yang mengerikan. kecubung. makanan atau minuman yang dapat menimbulkan khayalan.

Sifat inilah yg menyebabkan pemakai narkoba yg sdh sembuh bisa kambuh lagi (relaps) dan memakai lagi. terkenang. Habitual adalah sifat pada narkoba yg membuat pemakainya akan selalu teringat. Suggest hanya dpt dikalahkan oleh tekad yg sangat kuat yg lahir dari kesadaran tinggi yg didasari oleh pengetahuan yg benar. didukung oleh iman yg teguh. dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Pengasih.MENGAPA NARKOTIKA SANGAT BERBAHAYA ? 1. dan terbayang sehingga cenderung untuk selalu mencari dan rindu (seeking). 9 . Perasaan kangen berat ingin memakai kembali disebabkan oleh kesan kenikmatan yg dlam bahasa gaul disebut nagih (suggest).

lesu. Namun. orang tersebut tampak normal. pemadat. b. atau pecandu. badan bukannya langsung menjadi sehat. orang tersebut akhirnya mencari jalan pintas. Bila sedang memakai narkoba. gelisah. Menabrak kendaraan. Penderita sakaw yg mengalami rasa sakit luar biasa itu biasanya mengatasi rasa sakitnya melalui 2 cara : a. Melompat dari gedung bertingkat tinggi. melainkan malah menjadi sakit luar biasa.2. tidak fit dan tidak percaya diri. Penghentian atau pengurangan pemakaian narkoba akan menimbulkan efek putus zat atau withdrawal effect. Menyuntikkan kembali narkoba kedalam badannya dengan dosis yg sangat besar sehingga ia mengalami overdosis (OD) dan meninggal dunia dengan jarum masih menancap di badan. Kembali mengonsumsi jenis narkoba yang sama. Cara bunuh diri yg paling sering adalah : . . 10 . Membenturkan kepala ke tembok. Adiktif sifat narkoba yg membuat pemakainya terpaksa memakai terus dan tidak dapat menghentikannya. . ia justru tampak tidak normal. Bila pemakaian dihentikan mendadak sekaligus. bila sedang tidak memakai. Orang seperti ini disebut junkies. yaitu bunuh diri. Bila tidak kembali memakai tetapi juga tidak tahan rasa sakit. yaitu perasaan sakit luar biasa atau biasa disebut sakaw (sakit karena narkoba). .

11 . kecuali narkotika yang telah atau sedang digunakan. Sakaw putaw hanya dapat hilang bila diberi putaw.Rasa sakit untuk setiap Narkotika berbedabeda. Beratnya rasa sakit itu tidak dapat dihilangkan dengan pemberian obat anti sakit apa pun atau narkotika apa pun. Perasaan sakit yang paling berat dan menyiksa adalah sakaw akibat putus zat putaw dan shabu. Sakaw shabu hanya dapat hilang bila mengonsumsi shabu.

Kondisi seperti itu disebut overdosis. Tanda-tanda OD pada setiap jenis narkoba berbeda-beda. Bila lama kelamaan kenaikkan dosis itu telah melebihi kemampuan toleransi tubuh. Toleran Adalah sifat narkoba yang membuat tubuh pemakainya semakin lama semakin menyatu dengan narkoba dan menyesuaikan diri dengan narkoba itu sehingga menuntut dosis pemakaian yang semakin tinggi. maka terjadilah efek sakit yang luar biasa dan mematikan. 12 .3.

13 .PERAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA NARKOTIKA REHABILITASI Pasal 54 Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

(3) Ketentuan mengenai pelaksanaan wajib lapr sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah. dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. rumah sakit. dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. (2) Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya kepada pusat kesehatan masyarakat. 14 .Pasal 55 (1) Orang tua atau wali dari Pecandu Narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat. rumah sakit.

Memutus untuk memerintahkan yang bersangkutan menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabitasi jika Pecandu Narkotika tersebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika. PENUNTUTAN. Menetapkan untuk memerintahkan yang bersangkutan menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi jika Pecandu Narkotika tersebut tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika. atau b. (2) Masa menjalani pengobatan dan/atau perawatan bagi Pecandu Narkotika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a diperhitungkan sebagai masa menjalani hukuman. DAN PEMERIKSAAN DI SIDANG PENGADILAN Pasal 103 (1) Hakim yang memeriksa perkara Pecandu Narkotika dapat : a.PENYIDIKAN. 15 .

Narkotika Golongan II bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun. b. dan c. (3) Dalam hal penyalahguna sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dibuktikan atau terbukti sebagai korban penyalahgunaan Narkotika. Pasal 55. (2) Dalam memutus perkara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 16 . penyalahguna tersebut wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.KETENTUAN PIDANA Pasal 127 (1) Setiap penyalahguna : a. dan Pasal 103. Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun. hakim wajib memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Narkotika Golongan III bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.

“INDONESIA BEBAS NARKOBA TAHUN 2015” “BERSAMA. KITA WUJUDKAN” 17 .

id .go. Madukoro Blok BB Semarang 50144 Telp.PROVINSI JAWA TENGAH TERIMA KASIH SAY NO TO DRUGS BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH JL. Faximile ( 024 ) 7608570 Email : bnnp_jateng@bnn. ( 024 ) 7608573.